BAB 2 LANDASAN TEORI
|
|
|
- Devi Yuwono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 8 BAB LANDAAN TERI.. uara uara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinu terhadap waktu. uara merupakan gelombang yang mengandung sejumlah parameter amplitudo, simpangan, frekuensi, spectrum, yang dapat menyebabkan suara yang satu berbeda dari suara lain. uara beramplitudo lebih besar akan terdengar lebih keras. uara dengan frekuensi lebih besar akan terdengar lebih tinggi. ementara itu bisa juga ditemukan dua suara yang beramplitudo dan berfrekuensi sama, misalnya biola dan piano dibunyikan secara bersamaan dengan tingkat kekerasaan dan nada yang sama, namun telinga masih dapat membedakan mana yang suara piano dan mana yang suara biola. Ini terjadi karena suara memiliki warna suara. Warna suatu suara ditentukan oleh pola dasar dari gelombang suara Nurlaily, 009. erbedaan pola dasar gelombang bunyi biola dan piano antara lain disebabkan oleh perbedaan faktor resonansi yang timbul pada masingmasing instrumen. Demikian juga pada manusia, resonansi yang terjadi pada rongga mulut akan menimbulkan pola dasar gelombang bunyi yang berbeda-beda. roses pembentukan bunyi bahasa dimulai dengan memanfaatkan pernapasan sebagai sumber tenaganya. ada saat manusia mengeluarkan nafas, paru-paru manusia akan menghembuskan tenaga berupa arus udara. Arus udara ini dapat mengalami perubahan pada pita suara yang terletak pada pangkal tenggorokan. Arus udara dari paru-paru itu dapat membuka kedua pita suara yang merapat sehingga menyebabkan corak bunyi
2 9 tertentu.gerakan membuka dan menutup pita suara itu akan mengakibatkan arus udara dan udara yang berada di sekitar pita suara akan turun berubah tekanan dan ikut bergetar. Adanya perubahan bentuk saluran suara yang terdiri dari rongga faring, rongga mulut dan rongga hidung akan menghasilkan bunyi bahasa yang berbeda-beda. ada saat udara dari paru-paru dihembuskan, kedua pita suara dapat merapat atau merenggang. Jika kedua pita itu bergantian merapat atau merenggang dalam pembentukan suatu bunyi bahasa, maka bunyi bahasa yang dihasilkan terasa berat. Bunyi bahasa ini dinamakan bunyi bersuara voiced. Jika kedua pita merenggang sehingga arus udara dapat lewat dengan mudah ringan, maka bunyi bahasa ini umumnya dinamakan bunyi tak bersuara unvoiced. Gambar.. rgan ernapasan Manusia umber: Respirasi-pernapasan-Manusia.jpg
3 0.. roses inyal uara Di sekitar kita, dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya lebih banyak sinyal yang direpresentasikan dalam bentuk analog daripada sinyal dalam bentuk digital. Misalnya, suara, cahaya, suhu, bau dan sebagainya. Namun sinyalsinyal analog semacam itu akan lebih mudah disimpan, diolah, direproduksi kembali apabila disimpan dalam bentuk data digital. ebagai contoh, Compact Disc yang dijual di pasaran dapat menampung sejumlah besar lagu adalah hasil konversi sinyal suara analog ke dalam bentuk digital. ilm-film yang dapat dinikmati melalui DVD juga merupakan hasil dari rekayasa digital. Dan masih banyak lagi manfaat yang dapat kita rasakan saat ini dengan adanya teknologi digital Mafisamin, 04. Untuk memperoleh data digital dibutuhkan suatu proses untuk mengubah sinyal analog menjadi data digital. Ada beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu ulse Code Modulation CM dan Delta Modulation DM.... ulse Code Modulation CM CM merubah sinyal analog menjadi data digital melalui proses awal yang disebut dengan sampling. ampling adalah proses mencacah sinyal analog menjadi potongan-potongan sinyal dengan amplitudo sesuai dengan sinyal asli. etelah didapatkan sinyal hasil sampling, sinyal tersebut selanjutnya dikuantisasi. Kuantisasi adalah proses pembulatan amplitudo sinyal terkuantisasi ke bilangan integer terdekat. roses terakhir adalah melakukan pengkodean digital terhadap kode hasil kuantisasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa CM menggunakan tiga langkah utama di dalam mengubah sinyal analog menjadi data digital, yaitu proses pencacahan sampling, proses kuantisasi, dan proses pengkodean digital.
4 Gambar.. memberikan ilustrasi seluruh proses mengubah sinyal analog menjadi data digital dengan menggunakan CM. encacahan Kuantisasi engkodean inyal Analog engkodean CM Data Digital Gambar.. engkodean CM umber: Mafisamin, 04. roses pencacahan sampling roses pencacahan dilakukan dengan mencacah sinyal analog dalam periode waktu tertentu dirumuskan sebagai berikut: Keterangan : f s f s / T s frekuensi pencacahan. Ts periode pencacahan emakin tinggi frekuensi pencacahan, atau semakin kecil periode pencacahan maka sinyal hasil cacahan akan semakin menyerupai sinyal analog asli. inyal hasil cacahan seringkali disebut juga istilah sinyal ulse Amplitudo Modulation AM. Namun semakin tinggi frekuensi pencacahan membawa konsekuensi pada harga keseluruhan dalam proses pencacahan semakin mahal. ebaliknya menggunakan frekuensi pencacahan rendah akan menurunkan harga proses pencacahan tetapi mengandung konsekuensi pada represensitasi sinyal AM yang kurang dapat mewakili sinyal analog asli.
5 roses pencacah dilakukan dengan didasarkan asumsi bahwa sinyal percakapan berada pada daerah frekuensi Hz. Teori Nyuist menyebutkan bahwa frekuensi pencacah harus minimal dua kali frekuensi tertinggi bukan bandwidth yang dikandung oleh sinyal asli. Dengan menggunakan representasi domain frekuensi tersebut kita dapat melihat frekuensi tertinggi yang dikandung oleh suatu sinyal. Karena itu dapat menarik acuan umum bahwa proses pencacahan hanya dapat dilakukan apabila sinyal memiliki bandwidth terbatas band-limited. Apabila bandwidth dari suatu sinyal tak terbatas, maka pencacahan tidak dapat dilakukan. Dengan kata lain, akan dibutuhkan frekuensi tak terhingga untuk mencacah sinyal dengan bandwidth tak terbatas. Gambar.. encacahan dengan berbagai frekuensi pencacah umber: Mafisamin, 04
6 Efek dari variasi frekuensi pencacah ditunjukkan dalam Gambar.. Gambar sebelah kanan atas adalah contoh pencacahan sinyal dengan menggunakan frekuensi pencacah sama dengan frekuensi yang diisyaratkan oleh Nyuist, yaitu f s f max. Gambar bawah sebelah kiri adalah pencacahan dengan frekuensi pencacah kurang dari syarat Nyuist. Karena jumlah sinyal pencacah kurang dari syarat minimal, maka sinyal pencacah tidak akan dapat merepresentasikan sinyal analog asli. edangkan pada gambar terakhir terlihat bahwa frekuensi pencacah jauh di atas syarat Nyuist, karena itu sinyal pencacah dapat merepresentasikan sinyal analog asli dengan sangat baik. Contoh : Dalam Gambar.., sinyal memiliki frekuensi Hz. Tentukan frekuensi pencacah yang dibutuhkan untuk mencacah sinyal tersebut. esuai dengan kriteria Nyuist, maka frekuensi pencacah minimal adalah f s f max, maka nilai f s Hz. rekuensi pencacah tersebut adalah pencacah minimal. Apabila frekuensi pencacah ditingkatkan menjadi 5 kali frekuensi maksimal, maka f 5 Hz. eperti terlihat dalam Gambar., dengan menggunakan frekuensi pencacah 5 Hz, sinyal hasil sampling lebih menyerupai sinyal asli. s roses pencacahan seperti dalan Gambar., disebut dengan pencacahan ideal. encacahan ideal tidak mungkin dicapai dalam aplikasi nyata, karena membutuhkan peralatan yang dapat menghasilkan periode waktu setiap cacahan pendek sekali setiap cacahan hanya berupa garis. encacahan natural akan menghasilkan cacahan berupa persegi panjang dengan tinggi sesuai dengan amplitudo gelombang, dan lebar sesuai dengan periode cacahan.
7 4. roses kuantisasi encacahan menghasilkan deretan pulsa AM dengan amplitudo bervariasi dari nilai minimum tegangan sampai nilai maksimum tegangan sinyal analog asli. Jumlah variasi amplitudo tak terhingga. Karena itu langkah selanjutnya adalah melakukan proses kuantisasi amplitudo. Gambar.4. encacahan natural dan sample and hold umber: Mafisamin, 04 Lebar kuantisasi ditentukan dengan rumusan berikut: Keterangan: Vmax Vmin. L V max tegangan maksimal dari sinyal analog asli V min tegangan minimum yang dapat dicapai oleh sinyal analog asli L jumlah level kuantisasi yang diinginkan Ilustrasi proses kuantisasi dapat dilihat dalam gambar.4. Tegangan sinyal analog bervariasi antara -8 volt sampai 8 volt.
8 5 Apabila diinginkan level kuantisasi sebanyak 8 level, maka dengan menggunakan persamaan. didapatkan lebar kuantisasi volt. Normalisasi AM dalam Gambar.4 adalah nilai tegangan AM hasil dari pencacahan dibagi dengan delta. edangkan normalisasi kuantisasi adalah hasil pembulatan normalisasi AM ke level kuantisasi terdekat, dalam gambar level kuantisasi ditandai dengan garis terputus-putus yaitu pada:,5 ;,5 ;,5 ; 0,5 ;0,5 ;,5 ;,5 ;,5. CM dengan lebar kuantisasi yang memiliki nilai tetap seperti terlihat dalam gambar disebut dengan kuantisasi seragam uniform uantization. Dalam kasus yang lain, misalnya perubahan amplitudo sinyal analog lebih sering terjadi pada tegangan rendah, tidak digunakan kuantisasi seragam tetapi digunakan kuantisasi tidak seragam. Kuantisasi tidak seragam akan menghasilkan lebar kuantisasi berbeda-beda untuk setiap level kuantisasi. Berikut adalah gambar dari proses kuantisasi dan tabel pengkodean digital. Normalisasi Amplitudo Level Kuantisasi Volt Gambar.5. roses kuantisasi umber: Mafisamin, 04
9 6 Tabel.. engkodean digital Normalisasi AM -, -,8,7,,7,6 0,6-0,7 -,6 Normalisasi kuantisasi -,5 -,5,5,5,5,5 0,5-0,5 -,5 Kesalahan kuantisasi 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, Level kuantisasi engkodean umber: Mafisamin, 04 Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah adanya kesalahan kuantisasi akibat adanya pembulatan level tegangan AM ke level kuantisasi terdekat. Nilai kesalahan dari setiap cacahan tidak akan melebihi /, karena itu kesalahan kuantisasi akan berada pada nilai / kesalahan kuantisasi /. Kesalahan kuantisasi berkontribusi pada peningkatan ignal to Noise Ratio NR dari sinyal yang tentu saja akan berakibat langsung pada penurunan kapasitas kanal. NR akibat adanya kesalahan kuantisasi dirumuskan oleh persamaan berikut: Keterangan: NR db 6,0xlog L NR perbandingan sinyal asli dengan sinyal L gangguan noise jumlah level kuantisasi Rata-rata kesalahan kuantisasi dapat dikurangi dengan memberikan penambahan derau dalam jumlah kecil. roses penambahan derau seperti ini disebut dengan dithering. erlu diketahui bahwa tidak semua derau bersifat mengganggu, justru sebaliknya derau yang terkendali akan sangat bermanfaat sebagaimana halnya implementasi dithering dalam proses kuantisasi.
10 7 Contoh : Berapakah NR akibat adanya kesalahan kuantisasi dari proses kuantisasi dalam Gambar.5. dan Tabel.. Dalam Gambar.5. dan Tabel. terlihat bahwa proses kuantisasi menggunakan 8 level kuantisasi, berarti untuk setiap cacahan dibutuhkan representasi kode digital sebanyak bit. NR db 6,0xlog 8 +,76 9, 8dB. esuai dengan persamaan., apabila level kuantisasi dinaikkan, maka nilai NR juga akan meningkat.. roses engkodean Digital Langkah terakhir dalam metode CM adalah pengkodean data digital. eperti terlihat dalam Gambar.5., pengkodean digital terletak pada baris terakhir dalam gambar. engkodean ini mengubah level kuantisasi seperti dalam Gambar.5. ke dalam bentuk digital. Misalnya level kuantisasi 7 memiliki bentuk digital, level kuantisasi memiliki bentuk digital 0, dan seterusnya. Dengan cara demikian, sinyal analog sekarang telah berubah menjadi bentuk digital. Kecepatan data dapat dihitung dengan rumusan dalam persamaan berikut: Keterangan: R s f xlog L.4 R kecepatan data dalam satuan bps f s frekuensi cacahan dalam satuan Hz
11 8 Dalam persamaan.4, log L pada dasarnya adalah jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan L level, sebagai contoh untuk L 8, maka dibutuhkan jumlah bit seperti dapat dilihat dalam Gambar Delta Modulation DM Teknik konversi dari sinyal analog menjadi data digital akan menjadi lebih sederhana apabila diimplementasikan dengan menggunakan Delta Modulation DM daripada menggunakan ulse Code Modulation CM. DM tidak mendeteksi amplitudo sebagaimana halnya pada CM, melainkan mendeteksi perubahan amplitudo antara cacahan seperti ini dengan cacahan sebelumnya. erbedaan antara amplitudo saat ini dengan amplitudo sebelumnya disebut dengan δ Mafisamin, 04. Ilustrasi Delta Modulation DM digambarkan sebagai berikut. Gambar.6. Ilustrasi Delta Modulation DM umber: Mafisamin, 04 Apabila δ bernilai positif, maka DM akan membangkitkan bit, sebaliknya apabila δ bernilai negatif maka DM akan membangkitkan nilai 0. Dengan demikian keluaran dari DM
12 9 merupakan deretan bit yang menggambarkan perubahan amplitudo dari sinyal analog. Untuk dapat menghasilkan unjuk kerja DM yang lebih baik, δ dapat dibuat menjadi adaptif. Dengan menggunakan DM adaftif nilai δ akan berubah-ubah mengikuti amplitudo dari sinyal analog... engenalan ucapan engenalan ucapan dalam perkembangan teknologinya merupakan bagian dari pengenalan suara voice recognition, yaitu proses identifikasi seseorang berdasarkan suaranya. engenalan ucapan adalah proses yang dilakukan komputer untuk mengenali kata yang diucapkan oleh sesorang tanpa memperdulikan identitas orang terkait. engenalan ucapan merupakan suatu teknik yang memungkinkan sistem komputer untuk menerima input berupa kata yang diucapkan. Kata-kata tersebut diubah bentuknya menjadi sinyal digital dengan cara mengubah gelombang suara menjadi sekumpulan angka lalu disesuaikan dengan kode-kode tertentu dan dicocokkan dengan suatu pola yang tersimpan dalam suatu perangkat. Hasil dari identifikasi kata yang diucapkan dapat ditampilkan dalam bentuk tulisan atau dapat dibaca oleh perangkat teknologi. engenalan ucapan juga dikenal sebagai Automatic peech Recognition AR. AR merupakan pengenalan ucapan komputer yang berarti suara pemahaman komputer dan melakukan setiap tugas yang diperlukan atau kemampuan untuk mencocokkan suara terhadap kosakata yang tersedia atau diperoleh aini dan Kaur, 0. ecara umum prinsip kerja dari AR adalah ketika seseorang berbicara kepada komputer, program menangkap suara orang tersebut
13 0 melalui mikrophone dan mengubahnya menjadi sinyal digital. Kemudian program menganalisa sinyal digital tersebut dengan membandingkannya dengan digital pattern yang ada dalam databasenya. etelah itu akan diambil digital pattern yang paling besar prosentase kemiripannya, kemudian dari digital pattern tersebut diubah menjadi teks. Karena setiap manusia memiliki karakteristik suara yang berbeda-beda, maka diberikan suatu metode untuk melatih program dan kemudian data-data spesifik tentang karakter suara tersebut disimpan dalam database dengan tujuan supaya proses pengenalan suara berikutnya memiliki prosentase keberhasilan yang lebih besar. Ada tipe pengenalan ucapan speech recognition, dilihat dari ketergantungan pembicara yaitu: a. Independent peech RecognitionIR, yaitu sistem pengenalan ucapan tanpa terpengaruh dengan siapa yang berbicara, tetapi mempunyai keterbatasan dalam jumlah kosakata. Model ini akan mencocokkan setiap ucapan dengan kata yang dikenali dan memilih yang sepertinya cocok. Untuk mendapatkan kecocokan kata yang diucapkan maka digunakan model statistik yang dikenal dengan nama Hidden Markov Model HMM. b. Dependent peech RecognitionDR, yaitu sistem pengenal ucapan yang memerlukan pelatihan khusus dari pembicara, dimana hasil penelitian dari masing-masing pembicara akan disimpan dalam sebuah profil. rofil inilah yang nantinya digunakan untuk berinteraksi dengan sistem pengenalan ucapan dan sistem akan bergantung siapa yang berbicara. istem ini biasanya lebih mudah untuk dikembangkan, dimana contoh suara sudah dibuat sebelumnya dan disimpan dalam database basis data dan jumlah kosakatanya lebih besar dibandingkan dengan independent speech recognition. roses pengenalan ucapan dengan cara membandingkan ucapan pembicara dengan contoh suara yang sudah ada.
14 Berdasarkan kemampuan dalam mengenal kata yang diucapkan, terdapat 4 jenis kata yaitu:. Kata-kata yang terisolasi : proses pengidentifikasi kata yang hanya terdapat mengenali kata yang diucapkan jika kata tersebut memiliki jeda waktu pengucapan antar kata.. Kata-kata yang berhubungan : proses pengidentifikasian kata yang mirip dengan kata yang terisolasi, namun membutuhkan jeda waktu yang sangat sedikit.. Kata-kata yang berkelanjutan : proses pengidentifikasian kata yang sudah lebih maju karena dapat mengenali kata-kata yang diucapkan secara berkesinambungan dengan jeda waktu yang sangat sedikit atau tanpa jeda waktu. roses pengenalan suara ini sangat rumit karena membutuhkan metode khusus untuk membedakan kata-kata yang diucapkan tanpa jeda waktu. engguna perangkat ini dapat mengucapkan kata-kata secara normal. 4. Kata-kata spontan : proses pengidentifikasian kata yang dapat mengenal kata-kata yang diucapkan secara spontan tanpa jeda waktu antar kata. roses pengenalan suara ini sangat bergantung pada bahasa yang digunakan, karena setiap bahasa memiliki cara pengucapan yang berbeda. ehingga teknologi AR ini bersifat language dependent..4. Tahapan-tahapan dalam pengenalan ucapan speech recognition istem pengenalan ucapan speech recognition system terdiri dari 5 blok, yaitu: ekstraksi fitur feature extraction, pemodelan akustik acoustic
15 modelling, pemodelan pengucapan pronounciation modelling, model bahasa language model, dan decoder. Blok diagram untuk sistem pengenalan ucapan adalah sebagai berikut: peech eature Vectors Words eature Extraction... Decoder top that. W Acoustic Modelling ronounciation Modelling Language Model Gambar.7. Blok diagram untuk sistem pengenalan ucapan umber : Gales dan Young, Ekstraksi itur Gelombang input audio dari sebuah microphone dikonversikan menjadi sebuah urutan vektor akustik,..., : T T dalam proses yang disebut ekstraksi fitur fitur extractiongales dan Young, 007. Tahap ekstraksi fitur bertujuan untuk memberikan sebuah gambaran dari gelombang ucapan. Tahap ekstraksi fitur ini dapat meminimalkan hilangnya informasi yang membedakan antara katakata, dan memberikan kecocokan dengan asumsi distribusi yang dibuat oleh model akustik. Metode yang digunakan adalah Linear redictive CodingLC.
16 LCmerupakan salah satu teknik analisis sinyal percakapan yang paling powerful dan menyediakan ekstraksi fitur yang berkualitas baik dan efisien untuk digunakan dalam perhitungan. rosedur untuk mendapatkan koefisien LC diperlihatkan pada blok diagram berikut: re-emphasis rame Blocking Windowing Auto Correlation LC arameter Analisa LC Gambar.8. Blok Diagram LC Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan mengenai blok diagram tersebut adalah sebagai berikut:. re-emphasis : roses dimana sinyal/ speech ucapan dirubah menjadi sinyal.. rame Blocking : pada tahap ini, sinyal yang telah di preemphasis, diblok menjadi beberapa bagian dengan jumlah sampel N, dan tiap bagian dipisahkan dengan sejumlah M sampel.. Windowing : Tahap berikutnya adalah melakukan proses window pada setiap bagian sinyal yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan pada bagian awal dan akhir sinyal. Jika didefinisikan sebuah window w n dan sinyal tiap bagian adalah x n maka sinyal hasil proses windowing.
17 4 4. Auto Correlation Analysis : Tiap bagian yang telah diberi window kemudian akan dibentuk autokorelasinya. 5. Analisa LC : Langkah berikutnya adalah analisa LC dimana semua nilai autokorelasinya yang telah dihitung pada tahap sebelumnya akan diubah menjadi parameter LC. 6. engubahan parameter LC menjadi koefisien cepstral : arameter LC yang sangat penting yang bisa diturunkan dari koefisien LC adalah koefisien cepstral LC, c m Adapun langkah-langkah analisa LC untuk pengenalan ucapan speech recognition adalah sebagai berikut:. re-emphasis terhadap cuplikan sinyal dengan persamaan reemphasizer s n s n as n.5 dengan s n adalah sampel ke-n dan harga a yang paling sering digunakan adalah Membagi hasil pre-emphasis s n ke dalam frame-frame yang masing-masing memuat N buah sampel yang dipisahkan sejauh M buah sample. emakin M < N semakin baik perkiraan spektral LC dari frame ke frame.. Melakukan windowing terhadap setiap frame yang telah dibentuk untuk meminimalkan diskontinuitas pada ujung awal dan ujung akhir setiap frame dengan persamaan Hamming Window untuk sampel ke-n adalah : W n cosπ n / N, 0 n N.6 4. Analisis autokorelasi terhadap setiap frame hasil windowing x dengan persamaan : n m x + 0 n x n m n r n
18 5 dengan m dimulai dari 0 dan nilai tertinggi dari LC yang biasa bernilai m p adalah orde 5. Mengubah p + buah hasil autokorelasi pada masing-masing frame menjadi koefisien LC dengan persamaan dibawah ini : 0 E r0 k α m { r m m m k m m r m j / E p m a m a untuk m,,..., p m, m p m m m j j m m j α α k α, j m. E m k m E m. dengan r 0 adalah hasil autokorelasi, E m adalah error, k m adalah koefisien pantulan, m a j adalah koefisien prediksi untuk j m. 6. Mengubah parameter LC a m ke koefisien cepstral c m untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik dan tahan terhadap noise, yaitu dengan persamaan c m a m m + k / m c a, m k k m k p. c m m k / m c a, m > k k m k p.4 Koefisien cepstral ini adalah koefisien dari representasi pada spectrum logarithms.
19 6.4.. emodelan Akustik Dalam sistem pengenalan ucapan automatis automatic speech recognitionberbasis statistik, ucapan diwakili oleh beberapa urutan pengamatan fitur akustik, berasal dari urutan kata-kata W. inyal akustik dirumuskan oleh: W argmax{ W } w.5 Akan tetapi, karena W sulit untuk dimodelkan secara langsung, maka dapat menggunakan aturan Baye Baye s Rule dapat ditulis sebagai berikut: Keterangan: W arg max W. W w W probabilitas bahwa ketika string kata W diucapkan probabilitas bahwa string kata W akan diucapkan.6 Dalam persamaan., W adalah probabilitas pengamatan dan dievaluasi berdasarkan pemodelan akustik acoustic modelling, sedangkan adalah probabilitas sebagai model bahasa language model. Model akustik diimplementasikan dengan menggunakan pendekatan model seperti Hidden Markov Model HMM, Artificial Neural Network ANN, jaringan Bayesian dinamis DBN, mendukung mesin vektor VM. HMM digunakan dalam beberapa bentuk atau yang lain di setiap keadaan state dari sistem pengenalan ucapan.
20 7 HMM pada dasarnya perluasan dari rantai Markov yang merupakan model stokastik. Biasanya dalam model Markov setiap keadaan state dapat terlihat langsung oleh pengamat, sehingga kemungkinan transisi antara keadaan menjadi satu-satunya parameter yang teramati. Rabiner 989 mengemukakan bahwa transisi pada Rantai Markov yaitu: a. Transisi dari suatu keadaan tergantung pada keadaan sebelumnya....] [ ] [ t j t i t k t j t i b. Transisi keadaan bebas terhadap waktu. a ij t j t [ i].7.8 Berikut ini adalah contoh gambar dari rantai Markov. a a a a a a a a a Gambar.9. Rantai Markov umber: Monika, emodelan ucapan Dalam pemodelan pengucapan pronounciation modelling, selama pengenalan, urutan simbol-simbol yang dihasilkan oleh model
21 8 akustik HMM dibandingkan dengan serangkaian kata yang ada dalam kamus untuk menghasilkan urutan kata-kata yang hasil akhir sistem berisi informasi tentang kata-kata yang dikenal ke sistem dan bagaimana kata-kata yang diucapkan yaitu apa yang representasi fonetik mereka. Gales dan Young 007 mengemukakan bahwa setiap kata yang diucapkan didekomposisi menjadi urutan suara dasar yang disebut basis phones. Urutan ini disebut pengucapannya. Untuk memungkinkan kemungkinan beberapa pengucapan-pengucapan dapat dihitung: p W p Q Q W.9 Q di mana penjumlahan selesai semua urutan pengucapan berlaku untuk w, Q adalah urutan pengucapan partikular, L l Q W w Wl,.0 l dan di mana masing-masing pengucapan berlaku untuk katawl. etiap base phone diwakili oleh kepadatan kontinu HMM dengan parameter probabilitas transisi dan distribusi observasi output digambarkan sebagai berikut: Markov a a a44 Model a a a4 a Acoustic Vector euence b b b b b Gambar.0. HMM model basis phone
22 9 Dalam operasi, HMM membuat transisi dari kondisi saat ini ke salah satu keadaan state yang terhubung setiap langkah waktu. Kemungkinan membuat transisi stertentu dari state ke state diberikan oleh probabilitas transisi { a } ij. Masuk ke state, fitur vector yang dihasilkan dengan menggunakan distribusi terkait dengan keadaan state yang masuk,{ b }. j Bentuk proses menghasilkan asumsi bebas bersyarat standar untuk HMM: keadaan state yang bersyarat independen dari semua state-state lain mengingat keadaan sebelumnya pengamatan bersyarat independen dari semua pengamatan lainnya mengingat keadaan yang dihasilkan itu Model Bahasa Model bahasa Language Model digunakan untuk membatasi proses pencarian pada pengenalan ucapan speech recognition, yaitu menuntun pencarian urutan kata yang benar dengan memprediksi kemungkinan kata n menggunakan n- kata-kata sebelumnya. Model bahasa dapat diklasifikasikan menjadi:. Model seragam: setiap kata memiliki probabilitas yang sama terhadap kejadian.. Model stokastik: probabilitas terhadap kejadian dari sebuah kata tergantung pada kata yang mendahuluinya.. Bahasa state yang terbatas: bahasa menggunakan jaringan anegara yang terbatas untuk menentukan urutan kata yang diperbolehkan. 4. Konteks tata bahasa bebas: dapat digunakan untuk mengkodekan yang jenis kalimat diperbolehkan.
23 0 Model bahasa N-gram merupakan sebuah metode yang diaplikasikan untuk pembangkitan kata atau karakter. robabilitas sebelumnya dari urutan kata W W,..., W diperoleh dari persamaan berikut: k. Untuk pengenalan kosakata yang besar, sejarah pendingin kata dalam biasanya dipotong ke N- kata-kata untuk membentuk model bahasa N-gram K i i i i N + i W W, W,..., W. dimana N biasanya diantara -4. Model bahasa sering dinilai dari segi kebingungan perplexity mereka, H, yang didefinisikan sebagai H lim K K K K Wk Wk,..., W k i log W,..., W K log W W dimana perkiraan tersebut digunakan untuk model bahasa N- gram dengan urutan kata dengan panjang terbatas. i i K, W i,..., W i N + robabilitas N-gram diperkirakan dari training teks dengan menghitung kejadian N-gram untuk membentuk maximum likelihood ML estimasi parameter. ebuah pendekatan alternatif untuk estimasi model bahasa yang kuat adalah dengan menggunakan model berbasis kelas di mana untuk setiap kata Wk ada kelas yang sesuai K k k k k k N + k C k. Maka, W C p C C,..., C. Gales dan Young, 007
24 .4.5. Decoder Decoder adalah peralatan yang digunakan untuk mendapatkan kembali sinyal analog yang telah dikodekan menjadi data digital. erlu diingat bahwa untuk dapat melakukan pembalikkan kode, persyaratan Nyuist harus dipenuhi pada saat melakukan pencacahan sampling Mafisamin, 04. Decoder merupakan suatu tahapan yang paling penting dalam proses pengenalan ucapan speech recognition. ebuah decoder berfungsi untukmelakukan keputusan yang sebenarnya dengan menggabungkan pemodelan akustik acoustic modelling, pemodelan pengucapan pronounciation modellingdan model bahasa language model untuk mencari semua urutan kata yang mungkin dan akan menghasilkan output..5. Hidden Markov Model HMM Hidden Markov Model HMM adalah suatu model statistik dari sebuah sistem yang diasumsikan sebuah proses Markov dengan parameter yang tidak diketahui. Kita harus menentukan parameter-parameter tersembunyi state dari parameter-parameter yang dapat diamati. arameter-parameter yang ditentukan kemudian dapat digunakan untuk analisis yang lebih jauh, misalnya untuk aplikasi pattern recognitionmonika, 0. HMM pada dasarnya perluasan dari rantai Markov yang merupakan model stokastik. Biasanya dalam model Markov setiap keadaan state dapat terlihat langsung oleh pengamat, sehingga kemungkinan transisi antara keadaan menjadi satu-satunya parameter yang teramati. Dalam HMM, keadaan tidak dapat terlihat langsung meskipun parameter model diketahui, model tersebut tetap tersembunyi, tetapi hasil keluaran output yang bergantung pada keadaan tersebut dapat dilihat.
25 HMM terdiri dari dua proses stokastik. roses stokastik pertama adalah rantai Markov yang ditandai oleh state-state dan probabilitas transisi. tate pada bagian rantai Markov secara eksternal tidak terlihat, karena itu tersembunyi. edangkan proses stokastik kedua menghasilkan emisi diamati pada setiap saat, tergantung pada distribusi probabilitas tergantung pada state. Hal ini penting untuk melihat bahwa dominasi tersembunyi serta menciptakan Hidden Markov Model dirujuk ke state bagian Rantai Markov, bukan dengan parameter pada model tersebut..5. Tipe HMM Ada dua tipe HMM, yaitu HMM ergodic dan HMM kiri-kanan. a. HMM ergodic ada HMM ergodic perpindahan keadaan satu ke keadaan yang lain semuanya memungkinkan, hal ini ditunjukkan pada gambar berikut: Gambar.. HMM model ergodic umber: aul, 990 b. HMM kiri-kanan ada HMM kiri-kanan perpindahan keadaan hanya dapat berpindah dari kiri ke kanan, perpindahan keadaan tidak dapat mundur ke belakang, hal ini ditunjukkan pada gambar berikut:
26 4 5 Gambar.. HMM model kiri-kanan umber: aul, 990 Hidden Markov ModelHMM terdiri dari keadaan state, peluang transisi state probabilities, peluang emisi emission probabilities, dan peluang awalinitial probabilities..5. Elemen HMM HMM didefinisikan sebagai berikut:. N, jumlah state dalam model yang didefinisikan oleh { },..., N. M, jumlah simbol pengamatan yang berbeda tiap state, misalnya ukuran alfabet diskrit didefinisikan oleh V { v,..., } pengamatankontinu maka M adalah tak terbatas.. Distribusi peluang keadaan transisi A { } a ij v M. Jika, dimana a adalah ij distribusi yang state pada waktu t + adalah, diberikan ketika keadaan pada waktu adalah i. truktur matriks stokastik ini mendefinisikan hubungan t struktur model. j a p[ + ], i, j N ij t j t i.4
27 4 4. Distribusi peluang simbol pengamatan pada masing-masing state j, B { b k} dimana badalah j k peluang yang simbol v k j diemisi dalam keadaan. j b k p[ o v ], j t k t j.5 jika pengamatankontinu, maka kita harus menggunakan fungsi kepadatan peluang kontinu. j N, k M 5. Distribusi keadaan awal π { π i } dimana π i adalah peluang bahwa model tersebut berada dalam keadaan i pada waktu t 0 didefinisikan oleh π p{ i}, i i N.6 Adapun contoh Hidden Markov Model HMM digambarkan sebagai berikut: Gambar.. Contoh Hidden Markov Model HMM umber : Dymarski, 0 Hidden Markov Model HMM dapat dituliskan sebagai model λ A, B, π. Dengan diketahuinya parameter-parameter N, M, A, B, dan π Dymarski, 0.
28 5.5. ungsi Rekursif HMM Ada tiga fungsi rekursif HMM, yaitu:. Algoritma orward Variabel algoritma forward : α,,...,,. i T T i λ Berikut ini langkah-langkah dalam algoritma orward: Inisialisasi a π i i i b, i N.7 Induksi N α t+ j α t i α ij b j t +,.8 i dengan t T dan j N Terminasi N λ α i, i N.9 i T Ilustrasi algoritma forward dapat dilihat pada gambar berikut: a j a j j... a Nj N t α t i t + α t+ j Gambar.4. Ilustrasi Alur Algoritma orward umber: Rabiner, 989
29 6. Algoritma Backward Variabel algoritma Backward: β,,...,,. t T T i λ Berikut ini langkah-langkah dalam algoritma Backward: Inisialisasi β i, i N.0 T Induksi N β t α i, j b j t + βt+ j,. i dengan t T, T,..., dan i, j N. Ilustrasi untuk algoritma backward dapat dilihat pada gambar berikut: a i i a i a in... t β t i N t + β t+ j Gambar.5. Ilustrasi Alur Algoritma Backward umber: Rabiner, 989. Algoritma Baum Welch Algoritms Baum Welch melibatkan algoritma forward dan algoritma backward.
30 7 Untuk menggambarkan prosedur update parameter HMM, diperlukan variabel ξ i, j yang merupakan peluang t gabungan state i dan state j terhadap peluang pengamatan pada model yang diberikan, dan γ i state pada waktu dan merepresentasikan peluang berada di state i pada waktu t. t ecara matematis nilai ξ i, j dan γ i dapat diformulasikan dengan persamaan berikut: ξ i, j,, λ t t i t+ t j t αt i αi, jbj t + βt+ j λ. Variabel state: γ i, λ. t t i N j ξ i, j Dengan menggunakan persamaan. dan., maka persamaan untuk mengupdate parameter-parameter A, B, π pada HMM dapat dirumuskan sebagai berikut: robabilitas state transisi: a ij T t T ξt i, j, γ i t t i N, j M.4 imbol probabilitas emisi b j k T t, T t γ j T Vk, γ j t i N, j M.5
31 8 robabilitas state awal π i γ t, i N.6 Ilustrasi mengenai algoritma Baum-Welch dapat dilihat sebagai berikut: i. aijb j t α t i β t+ j t t + t t + j Gambar.6. Ilustrasi erhitungan pada Algoritma Baum-Welch umber: Rabiner, Contoh enyelesaian Rantai Markov pada Kasus Cuaca Cuaca dalam tiga hari yang lalu dimodelkan dalam tiga state: cerah, berawan, dan hujan. Misalkan, kita asumsikan bahwa probabilitas cuaca esok hari berdasarkan cuaca hari ini dalam tabel berikut: Tabel.. robabilitas cuaca hari ini berdasarkan cuaca esok hari Cuaca Esok Hari Cerah Hujan Berawan Cuaca Hari Cerah 0,8 0,05 0,5 Ini Hujan 0, 0,6 0, Berawan 0, 0, 0,5 umber: Lussier, 998
32 9 enyelesaian: Diketahui rantai Markov sebagai berikut: 0,6 hujan 0, 0, 0,05 0, cerah 0, berawan 0,8 0,5 Gambar.7. Rantai Markov pada kasus cuaca 0,5 Contoh : Jika hari ini cuaca cerah, berapakah probabilitas bahwa esok hari cuaca cerah dan lusa adalah hujan? Jika hari ini cuaca cerah, maka probabilitas bahwa esok hari cuaca cerah dan lusa adalah hujan, yaitu: cerah, hujan cerah hujan cerah hujan cerah cerah, cerah cerah* cerah cerah* Contoh 4: Jika hari ini cuaca berawan, berapakah probabilitas bahwa lusa akan hujan? Jika hari ini cuaca berawan, maka probabilitas bahwa lusa akan hujan, yaitu:
33 40 hujan berawan berawan, hujan, cerah, hujan berawan + hujan cerah hujan hujan hujan berawan berawan + cerah hujan berawan berawan berawan + berawan + berawan hujan hujan Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Markov Chain bermanfaat untuk menghitung probabilitas urutan state yang dapat diamati. Masalahnya terkadang ada urutan state yang ingin diketahui tetapi tidak dapat diamati. Untuk menyelesaikan kasus tersebut, dikembangkan oleh model baru yang memodelkan kejadian yang tersembunyi, disebut Hidden Markov Model HMM..7. Contoh enyelesaian Hidden Markov Model pada Kasus Cuaca Anggaplah bahwa Anda sedang terkunci di sebuah ruangan untuk beberapa hari, dan Anda ditanya tentang cuaca diluar. atu-satunya bukti yang Anda miliki adalah apakah orang yang datang ke ruangan sedang membawa makanan sehari-hari Anda membawa sebuah payung atau tidak. robabilitas melihat ada sebuah payung berdasarkan cuaca tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel.. robabilitas melihat sebuah payung berdasarkan cuaca robabilitas ayung Cerah 0. Hujan 0.8 Berawan 0. umber: Lussier, 998
34 4 Contoh 5: Anggaplah hari dimana Anda terkunci adalah cuaca cerah. Hari berikutnya, penjaga rumah membawa sebuah payung ke ruangan. Asumsikan bahwa probabilitas utama dari penjaga rumah yang membawa sebuah payung pada hari itu adalah 0.5. Berapakah probabilitas bahwa hari kedua adalah hujan? Anggaplah hari dimana Anda terkunci adalah cuaca cerah. Hari berikutnya, penjaga rumah membawa sebuah payung ke ruangan. Asumsikan bahwa probabilitas utama dari penjaga rumah yang membawa sebuah payung pada hari itu adalah 0.5 Maka, probabilitas bahwa hari kedua adalah hujan, yaitu: W dan tidak bergantung hujan, cerah W cerah T W T cerah, hujan hujan, cerah Baye' srule cerah W T W T hujan hujan, cerah Markov assumption cerah W T W Cancel : cerah T hujan hujan W T cerah Contoh 6: Anggaplah hari dimana Anda terkunci di ruangan adalah cerah. enjaga rumah membawa sebuah payung di hari kedua, tetapi tidak di hari ketiga. Asumsikan bahwa probabilitas utama dari penjaga rumah membawa sebuah payung adalah 0.5. Berapakah probabilitas bahwa hari tersebut berawan di hari ketiga? Anggaplah hari dimana Anda terkunci di ruangan adalah cerah. enjaga rumah membawa sebuah payung di hari kedua, tetapi tidak di hari ketiga.
35 4 Asumsikan bahwa probabilitas utama dari penjaga rumah membawa sebuah payung adalah 0.5 Maka, probabilitas bahwa hari tersebut berawan di hari ketiga, yaitu:.. Microsoft peech AI peech Application rogramming Interface adalah sebuah AI yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan sebagai pengenal suara di dalam lingkungan pemrograman aplikasi Windows. ampai saat ini peech AIdikemas baik berupa DK istem Development Kit maupun disertakan dalam sistem operasi Windows itu sendiri ,...,,,,,, T T T R R R T T T T T T R R R T T T berawan cerah berawan hujan alse W True W cerah berawan berawan W T W
36 4 alah satu aplikasi yang telah menggunakan peech Application rogramming interface antara lain Microsoft ffice. ecara arsitektur pemrograman AI dapat dilihat sebagai sebuah middleware yang terletak antara aplikasi dan speech engine. Di dalam AI versi sampai 5, aplikasi dapat berkomunikasi langsung dengan speech engine seperti tampak pada gambar berikut: Gambar.8. Arsitektur Microsoft peech Application rogramming Interface Komponen-komponen utama di dalam Microsoft peech AI adalah sebagai berikut: a. Voice Command, sebuah objek level tinggi untuk perintah dan kontrol menggunakan pengenalan suara. b. Voice Dictation, sebuah obyek level tinggi continuous dictationspeech recognition. c. Voice Talk, sebuah obyek untuk menulis aplikasi telepon berbasiskan pengenalan suara.
37 44 d. Direct peech Recognition, sebuah obyek sebagai mesin untuk mengontrol pengenalan suara direct control of recognition engine. e. Direct Text to peech, sebuah mesin yang mengontrol synthesis. f. Audio bject, untuk membaca dari audio device atau sebuah file audio ption Explicit.
PENERAPAN HIDDEN MARKOV MODEL UNTUK PENGENALAN UCAPAN SKRIPSI NADIA WIDARI NASUTION
PENERAPAN HIDDEN MARKOV MODEL UNTUK PENGENALAN UCAPAN SKRIPSI NADIA WIDARI NASUTION 110803016 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015 ii
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kata baku dan tidak baku Bahasa Indonesia Kata merupakan bentuk yang sangat kompleks yang tersusun atas beberapa unsur. Kata dalam bahasa Indonesia terdiri atas satu suku kata
udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Suara (Speaker) Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitudo tertentu melalui media perantara yang dihantarkannya seperti media air, udara maupun
BAB III. Hidden Markov Models (HMM) Namun pada beberapa situasi tertentu yang ditemukan di kehidupan nyata,
BAB III Hidden Markov Models (HMM) 3.1 Pendahuluan Rantai Markov mempunyai state yang dapat diobservasi secara langsung. Namun pada beberapa situasi tertentu yang ditemukan di kehidupan nyata, beberapa
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Suara Suara adalah sebuah sinyal yang merambat melalui media perantara. suara dapat didefinisikan sebagai gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitudo tertentu. Suara
Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP
Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis
ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI. mahasiswa Binus University secara umum. Dan mampu membantu
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI 3.1. Analisa Sistem 3.1.1. Sejarah Umum Perusahaan Binus Learning Community adalah komunitas belajar binus yang berada dibawah sub unit mentoring Student
PENDAHULUAN. Latar Belakang
Latar Belakang PENDAHULUAN Manusia dianugrahi oleh Tuhan dua telinga yang memiliki fungsi untuk menangkap sinyal-sinyal suara. Namun untuk mengoptimalkan dari fungsi telinga tersebut manusia harus belajar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wicara atau ucapan adalah cara berkomunikasi yang paling sederhana dan sering digunakan oleh manusia. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, proses komunikasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Disleksia Disleksia adalah ketidakmampuan bahasa, yang berpengaruh dalam hal membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan. Ini adalah disfungsi atau gangguan dalam penggunaan
BAB II DASAR TEORI Suara. Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan
BAB II DASAR TEORI 2. 1 Suara Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitude tertentu melalui media perantara yang dihantarkannya seperti media air, udara maupun benda
Implementasi Algoritma Knuth Morris Pratt pada Alat Penerjemah Suara
Implementasi Algoritma Knuth Morris Pratt pada Alat Penerjemah Suara Bima Laksmana Pramudita (13511042) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Prediksi Indeks Saham Syariah Indonesia Menggunakan Model Hidden Markov
A39 Prediksi Indeks Saham Syariah Indonesia Menggunakan Model Hidden Markov Risa Septi Pratiwi dan Daryono Budi Utomo Departemen Matematika, Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi
APLIKASI PENGENALAN UCAPAN SEBAGAI PENGATUR MOBIL DENGAN PENGENDALI JARAK JAUH
APLIKASI PENGENALAN UCAPAN SEBAGAI PENGATUR MOBIL DENGAN PENGENDALI JARAK JAUH Muh. Widyanto Tri Saksono*, Achmad Hidayatno, ST, MT **, Ajub Ajulian Z, ST, MT ** Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
Pengenalan Fonem Vokal Bahasa Jawa Mataraman Menggunakan Metode Liner Predictive Model Dan Hidden Markov Model
Pengenalan Fonem Vokal Bahasa Jawa Mataraman Menggunakan Metode Liner Predictive Model Dan Hidden Markov Model Ziaul Haq, Teknik Informatika S1,Universitas Dian Nuswantoro Semarang Abstract Pengenalan
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1.(a). Blok Diagram Kelas D dengan Dua Aras Keluaran. (b). Blok Diagram Kelas D dengan Tiga Aras Keluaran.
BAB II DASAR TEORI Dalam bab dua ini penulis akan menjelaskan teori teori penunjang utama dalam merancang penguat audio kelas D tanpa tapis LC pada bagian keluaran menerapkan modulasi dengan tiga aras
IDENTIFIKASI CAMPURAN NADA PADA SUARA PIANO MENGGUNAKAN CODEBOOK
IDENTIFIKASI CAMPURAN NADA PADA SUARA PIANO MENGGUNAKAN CODEBOOK Ade Fruandta dan Agus Buono Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi secara beruntun dan dengan kemungkinan yang berbeda-beda. Sebagai contoh sekarang
BAB I PENDAHULUAN. Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari voice recognition. Voice recognition dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker
PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN MODEL PROPAGASI BALIK
ABSTRAK PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN Dosen Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem pengenalan suara manusia dengan
APLIKASI PENGENALAN UCAPAN SEBAGAI PENGATUR KECEPATAN PUTARAN KIPAS ANGIN
APLIKASI PENGENALAN UCAPAN SEBAGAI PENGATUR KECEPATAN PUTARAN KIPAS ANGIN Riva Anggara Yudha*, Achmad Hidayatno, ST, MT **, Ajub Ajulian Z, ST, MT ** Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PENGOLAHAN KATA MENGGUNAKAN ALGORITMA HIDDEN MARKOV MODEL DENGAN POCKETSPHINX
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.3 Desember 2015 Page 7422 IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PENGOLAHAN KATA MENGGUNAKAN ALGORITMA HIDDEN MARKOV MODEL DENGAN POCKETSPHINX IMPLEMENTATION
Rancang Bangun Modul Pengenalan Suara Menggunakan Teknologi Kinect
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Rancang Bangun Modul Pengenalan Suara Menggunakan Teknologi Kinect Ratri Cahyarini, Umi Laili Yuhana, dan Abdul Munif Teknik
Suara bisa dibuat database engine untuk pengenalan kata. Dengan aplikasi ini, dapat secara otomatis melakukan transkripsi suara, sehingga dapat mengur
PEMBENTUKAN BASIS DATA UCAPAN DALAM BAHASA INDONESIA DAN PENGKODEANNYA BERDASARKAN LINEAR PREDICTIVE CODING (LPC) Elly Oktarina [email protected] Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok
BAB II DASAR TEORI. sebagian besar masalahnya timbul dikarenakan interface sub-part yang berbeda.
BAB II DASAR TEORI. Umum Pada kebanyakan sistem, baik itu elektronik, finansial, maupun sosial sebagian besar masalahnya timbul dikarenakan interface sub-part yang berbeda. Karena sebagian besar sinyal
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses penelitian penerapan Hidden Markov Models : 40 Studi Literatur dan Kepustakaan Rumusan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengenalan ucapan (speech recognition) merupakan sistem yang dirancang untuk dapat mengenali sinyal suara, sehingga menghasilkan keluaran berupa tulisan. Input dari
PENDAHULUAN. Latar Belakang
Latar Belakang PENDAHULUAN Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripan satu dengan yang lain, seperti kemiripan dalam hal frekuensi musik, struktur ritmik, dan konten harmoni. Genre
BAB III HIDDEN MARKOV MODELS. Rantai Markov bermanfaat untuk menghitung probabilitas urutan keadaan
BAB III HIDDEN MARKOV MODELS Rantai Markov bermanfaat untuk menghitung probabilitas urutan keadaan yang dapat diamati. Tetapi terkadang ada urutan dari suatu keadaan yang ingin diketahui tetapi tidak dapat
Aplikasi Pengenalan Suara Dalam Pengaksesan Sistem Informasi Akademik
Aplikasi Pengenalan Suara Dalam Pengaksesan Sistem Informasi Akademik Jenny Putri Hapsari (L2F003511) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia [email protected]
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. yang akan menjalankan perintah-perintah yang dikenali. Sistem ini dibuat untuk
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Sistem Voice Command pada demonstrasinya merupakan aplikasi pengenalan suara yang akan menjalankan perintah-perintah yang dikenali. Sistem ini dibuat untuk menampung
Algoritma Viterbi dalam Metode Hidden Markov Models pada Teknologi Speech Recognition
Algoritma Viterbi dalam Metode Hidden Markov Models pada Teknologi Speech Recognition Abstrak Angela Irfani 1, Ratih Amelia 2, Dyah Saptanti P 3 Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen Teknik
PENDAHULUAN Tujuan Latar Belakang Ruang Lingkup Manfaat Penelitian TINJAUAN PUSTAKA Nada dan Chord Gitar
PENDAHULUAN Latar Belakang Sistem pendengaran manusia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menangkap dan mengenali sinyal suara. Dalam mengenali sebuah kata ataupun kalimat bukanlah hal yang sulit
APLIKASI PENGENALAN SUARA MENGGUNAKAN MICROSOFT SAPI SEBAGAI PENGENDALI PERALATAN ELEKTRONIK
APLIKASI PENGENALAN SUARA MENGGUNAKAN MICROSOFT SAPI SEBAGAI PENGENDALI PERALATAN ELEKTRONIK Sukarso 1, Abdusy Syarif 2 Teknik Informatika, Universitas Mercu Buana, Jakarta e-mail: 1 [email protected],
Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIK 2016) - Semarang, 10 Oktober 2016 ISBN:
Perintah Suara Berbahasa Indonesia untuk Membuka dan Menutup Aplikasi dalam Sistem Operasi Windows Menggunakan Metode Mel Frequency Cepstrum Coefficient dan Metode Backpropagation Zakaria Ramadhan 1, Sukmawati
BAB 2 DASAR PERANCANGAN COUPLER. Gambar 2.1 Skema rangkaian directional coupler S S S S. ij ji
5 BAB 2 DAAR PERANCANGAN COUPLER 2.1 DIRECTIONAL COUPLER Directional coupler memegang peranan penting dalam rangkaian microwave pasif. Divais ini di implementasikan dalam banyak cara untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, menjadikan statistika memegang peranan penting dalam kehidupan. Hampir semua fenomena yang terjadi
Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot
Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot Membuat aplikasi pengenalan suara untuk pengendalian robot dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan sebagai algoritma pembelajaran dan pemodelan dalam pengenalan suara.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz
SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM. Ivanna K. Timotius, Danie Kurniawan. Intisari
SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara paru terjadi karena adanya turbulensi udara saat udara memasuki saluran pernapasan selama proses pernapasan. Turbulensi ini terjadi karena udara mengalir dari
PERBANDINGAN METODE HIDDEN MARKOV MODEL DAN VECTOR QUANTIZATION UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI SUARA
PERBANDINGAN METODE HIDDEN MARKOV MODEL DAN VECTOR QUANTIZATION UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI SUARA M. G. J. Harry Khesa S 1, W. Setiawan 2, I.G.A.K. Diafari Djuni H 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro dan Komputer,
Identifikasi Suara Vokal Suku Banjar Berdasarkan Frekuensi Formant
Identifikasi Suara Vokal Suku Banjar Berdasarkan Frekuensi Formant Arfan Eko Fahrudin 1), Nofida Risna Diyanti 2) dan Tetti Novalina Manik 1) Abstrak: Telah dibuat program untuk mengidentifikasi suara
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tetris Tetris adalah sebuah tipe permainan yang dibuat oleh seorang programmer berkebangsaan Rusia yang bernama Alexey Pajitnov pada tahun 1984 dan semenjak saat itu game tetris
Pengenalan Pembicara dengan Ekstraksi Ciri MFCC Menggunakan Kuantisasi Vektor (VQ) Yoyo Somantri & Erik Haritman dosen tek elektro fptk UPI.
Pengenalan Pembicara dengan Ekstraksi Ciri MFCC Menggunakan Kuantisasi Vektor (VQ) Yoyo Somantri & Erik Haritman dosen tek elektro fptk UPI. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
SINYAL DISKRIT. DUM 1 September 2014
SINYAL DISKRIT DUM 1 September 2014 ADC ADC 3-Step Process: Sampling (pencuplikan) Quantization (kuantisasi) Coding (pengkodean) Digital signal X a (t) Sampler X(n) Quantizer X q (n) Coder 01011 Analog
Frekuensi Dominan Dalam Vokal Bahasa Indonesia
Frekuensi Dominan Dalam Vokal Bahasa Indonesia Tjong Wan Sen #1 # Fakultas Komputer, Universitas Presiden Jln. Ki Hajar Dewantara, Jababeka, Cikarang 1 [email protected] Abstract Pengenalan ucapan
MODULASI DELTA ADAPTIF
MODULASI DELTA ADAPTIF SIGIT KUSMARYANTO http://[email protected] I. PENDAHULUAN Kecenderungan dalam perancangan sistem komunikasi baru untuk masa mendatang telah meningkatkan penggunaan teknik-teknik
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
20 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras Sistem ini hanya menggunakan beberapa perangkat keras yang umum digunakan, seperti mikrofon, speaker (alat pengeras suara), dan seperangkat komputer
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGENAL PENUTUR MENGGUNAKAN METODE HIDDEN MARKOV MODEL (HMM)
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGENAL PENUTUR MENGGUNAKAN METODE HIDDEN MARKOV MODEL (HMM) Maryati Gultom 1), Mukhlisa 2), Derry Alamsyah 3) 1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected]
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Riset di bidang sistem pengenalan ucapan otomatis (Automatic Speech Recognition) merupakan salah satu riset yang banyak ditekuni dan terus dikembangkan hingga saat
SIMULASI DAN ANALISIS KLASIFIKASI GENRE MUSIK BERBASIS FFT DAN CONTINOUS DENSITY HIDDEN MARKOV MODEL
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 262 SIMULASI DAN ANALISIS KLASIFIKASI GENRE MUSIK BERBASIS FFT DAN CONTINOUS DENSITY HIDDEN MARKOV MODEL SIMULATION AND ANALYSIS
PENGENALAN NADA SULING REKORDER MENGGUNAKAN FUNGSI JARAK CHEBYSHEV
PENGENALAN NADA SULING REKORDER MENGGUNAKAN FUNGSI JARAK CHEBYSHEV Marianus Hendra Wijaya 1), Linggo Sumarno 2) 1) Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi Universtas Sanata Dharma Yogyakarta
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Model Penelitian Penelitian yang dilakukan dapat dijelaskan dengan lebih baik melalui blok diagram seperti yang terliat pada Gambar 3.1. Suara Manusia Rekam suara Hasil rekaman
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Suara (Wicara) Suara khususnya wicara merupakan cara yang natural bahkan paling penting dalam melakukan proses komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan berbagai
MODUL 2 SINYAL DAN SUARA
MODUL 2 SINYAL DAN SUARA 2.1. Pembangkitan Sinyal Ucapan pada Manusia Speech (ucapan/wicara) dihasilkan dari sebuah kerjasama antara paru-paru (lungs), pangkal tenggorokan pada pita suara (glottis) dan
SPEECH RECOGNITION (Pengenalan Ucapan)
MODUL 1 SPEECH RECOGNITION (Pengenalan Ucapan) Komunikasi Bahasa Lisan Human Computer Input Speech Recognition Text Output Speech Synthesis Text Generation Meaning Understanding 1 Speech recognition memiliki
KOMUNIKASI DATA SUSMINI INDRIANI LESTARININGATI, M.T
Konversi Data Analog ke Sinyal Digital Proses transformasi data analog ke digital dikenal sebagai digitalisasi. Tiga hal yang paling umum terjadi setelah proses digitalisasi adalah: 1. Data digital dapat
1.4 KONVERSI ANALOG-KE DIGITAL DAN DIGITAL-KE-ANALOG. Sinyal-sinyal analog di alam:
1.4 KONVERSI ANALOG-KE DIGITAL DAN DIGITAL-KE-ANALOG Sinyal-sinyal analog di alam: 1. Suara 2. Sinyal biologis 3. Sinyal seismik 4. Sinyal radar 5. Sinyal sonar 6. Sinyal audio dan video Tiga langkah proses
Sistem Verifikasi Penutur menggunakan Metode Mel Frequensi.
SISTEM VERIFIKASI PENUTUR MENGGUNAKAN METODA MEL FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENTS-VECTOR QUANTISATION (MFCC-VQ) SERTA SUM SQUARE ERROR (SSE) DAN PENGENALAN KATA MENGGUNAKAN METODA LOGIKA FUZZY Oleh : Atik
HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN... i LEMBAR PENGESAHAN... ii LEMBAR PERNYATAAN... iii ABSTRAK... iv ABSTRACT... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xi
BAB II DIGITISASI DAN TRANSMISI SUARA. 16Hz 20 khz, yang dikenal sebagai frekwensi audio. Suara menghasilkan
BAB II DIGITISASI DAN TRANSMISI SUARA 2.1 Umum Telinga manusia memiliki kemampuan menerima frekwensi dalam kisaran 16Hz 20 khz, yang dikenal sebagai frekwensi audio. Suara menghasilkan frekwensi yang sempit
Prediksi Indeks Saham Syariah Indonesia Menggunakan Model Hidden Markov
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 6, No.2, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) A 39 Prediksi Indeks Saham Syariah Indonesia Menggunakan Model Hidden Markov Risa Septi Pratiwi Daryono Budi Utomo Jurusan
MODUL II : SPEECH AND AUDIO PROCESSING
MODUL II : SPEECH AND AUDIO PROCESSING TUJUAN 1. Memahami karakteristik sinyal suara dan audio 2. Mampu melakukan pengolahan terhadap sinyal suara dan audio 3. Mampu menggunakan tool untuk pengolahan sinyal
INDEPT, Vol. 3, No.1, Februari 2013 ISSN
SISTEM SPEAKER RECOGNITION (PENGENAL PENGUCAP) UNTUK MENCARI KARAKTERISTIK UCAPAN SESEORANG DENGAN METODE MEL FREQUENCY CEPTRUM COEFFISIENT (MFCC) MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB Andriana, ST., MT. Dosen Fakultas
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Suara Manusia Menurut Inung Wijayanto (2013), produksi suara manusia memerlukan tiga elemen, yaitu sumber daya, sumber suara dan pemodifikasi suara. Ini adalah dasar dari teori
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Gelombang Bunyi Menurut Anwar, et al (2014), gelombang bunyi atau lebih khusus dikenal sebagai gelombang akustik adalah gelombang longitudinal yang berada dalam sebuah medium,
KOMPUTASI SINYAL DIGITAL SINYAL DAN SISTEM
KOMPUTASI SINYAL DIGITAL SINYAL DAN SISTEM Sinyal dan Sistem Sinyal dan Sistem Klasifikasi Sinyal Konsep rekuensi Analog to Digital Conversion Sampling SINYAL, SISTEM DAN KOMPUTASI SINYAL Sinyal Besaran-besaran
BAB 1 PENDAHULUAN. mengenali penggunanya lebih tepat. Beberapa aplikasi biometrik antara lain retinal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Biometrik adalah autentikasi secara biologis memungkinkan sistem dapat mengenali penggunanya lebih tepat. Beberapa aplikasi biometrik antara lain retinal scan, face
Aplikasi Teknik Speech Recognition pada Voice Dial Telephone
Aplikasi Teknik Speech Recognition pada Voice Dial Telephone Oleh: Ahmad Irfan Abdul Rahman Tri Budi Santoso Titon Dutono Laboratorium Sinyal, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi
MODUL 1 PROSES PEREKAMAN DAN PENGEDITAN SINYAL WICARA
MODUL 1 PROSES PEREKAMAN DAN PENGEDITAN SINYAL WICARA I. TUJUAN - Mahasiswa mampu melakukan proses perekaman dan pengeditan sinyal wicara dengan menggunakan perangkat lunak. II. DASAR TEORI 2.1. Pembangkitan
: Peringkasan Terpandu Otomatis (Automatic Guided Summarization)
I. Identitas Calon Promotor Nama Lengkap Fakultas/Sekolah Kelompok Keahlian Telp/Fax/E mail : Ir. Dwi Hendratmo Widyantoro, M.Sc., Ph.D. : STEI : Informatika : (022)2502260/[email protected] II. Deskripsi
TINJAUAN PUSTAKA. Pengenalan Suara
Pengenalan Suara TINJAUAN PUSTAKA Menurut Peacock (1990), pengenalan suara merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan. Terdapat 5 faktor yang dapat mengontrol dan menyederhanakan
BAB II PENCUPLIKAN DAN KUANTISASI
BAB II PENCUPLIKAN DAN KUANTISASI Sebagian besar sinyal-sinyal di alam adalah sinyal analog. Untuk memproses sinyal analog dengan sistem digital, perlu dilakukan proses pengubahan sinyal analog menjadi
Jaringan Komputer. Transmisi Data
Jaringan Komputer Transmisi Data Terminologi (1) Transmitter Receiver Media Transmisi Guided media Contoh; twisted pair, serat optik Unguided media Contoh; udara, air, ruang hampa Terminologi (2) Hubungan
Teknik Sistem Komunikasi 1 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Model Sistem Komunikasi Sinyal listrik digunakan dalam sistem komunikasi karena relatif gampang dikontrol. Sistem komunikasi listrik ini mempekerjakan sinyal listrik untuk membawa
Karakteristik Spesifikasi
Sinyal yang masuk difilter ke dalam sinyal frekuensi rendah (low-pass filter) dan sinyal frekuensi tinggi (high-pass filter) Lakukan downsampling pada kedua sinyal tersebut Low-pass frekuensi hasil downsampling
MATERI PENGOLAHAN SINYAL :
MATERI PENGOLAHAN SINYAL : 1. Defenisi sinyal 2. Klasifikasi Sinyal 3. Konsep Frekuensi Sinyal Analog dan Sinyal Diskrit 4. ADC - Sampling - Aliasing - Quantiasasi 5. Sistem Diskrit - Sinyal dasar system
3 METODOLOGI. 3.1 Deteksi Perubahan Fase
41 3 METODOLOGI 3.1 Deteksi Perubahan Fase Dalam penelitian ini deteksi perubahan fase dari gerakan suatu target atau gerakan kawanan ikan dilakukan dengan menggunakan perangkat dengan diagram blok seperti
6 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
155 6 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 6.1 Analisis Simulasi Perubahan Fase 6.1.1 Spektrum gerakan ikan-ikanan berukuran 20 x 25 cm Untuk memperoleh spektrum frekuensi dari gelombang ikan-ikanan berukuran 20 x
KONSEP FREKUENSI SINYAL WAKTU KUNTINYU & WAKTU DISKRIT
KONSEP FREKUENSI SINYAL WAKTU KUNTINYU & WAKTU DISKRIT Sinyal Sinusoidal Waktu Kontinyu T=/F A A cos X Acos Ft a 0 t t Sinyal dasar Eksponensial dng α imajiner X Ae a j t Ω = πf adalah frekuensi dalam
BAB 2 LANDASAN TEORI. klasifikasi dari objek atau pola menjadi beberapa kategori atau kelas. Dan bertujuan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pattern Recognition Pengenalan pola (pattern recognition) dapat diartikan sebagai proses klasifikasi dari objek atau pola menjadi beberapa kategori atau kelas. Dan bertujuan untuk
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini teknologi berkembang sangat cepat dan semakin banyak perangkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini teknologi berkembang sangat cepat dan semakin banyak perangkat perangkat canggih yang dihasilkan dan digunakan oleh manusia. Perkembangan teknologi tersebut
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
21 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Sebelum citra tanda tangan dikenali dengan menggunakan Hidden Markov Model (HMM) citra tanda tangan tersebut ditransmisikan dengan dikompresi menggunakan Run Length Encoding
SISTEM PENGENALAN CHORD PADA FILE MUSIK DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN PITCH CLASS PROFILES DAN HIDDEN MARKOV MODEL. Ivanna K. Timotius, Adhi Prayogo
SISTEM PENGENALAN CHORD PADA FILE MUSIK DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN PITCH CLASS PROFILES DAN HIDDEN MARKOV MODEL Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Kristen
TEKNIK TELEKOMUNIKASI DASAR. Kuliah 5 Modulasi Pulsa
TKE 2102 TEKNIK TELEKOMUNIKASI DASAR Kuliah 5 Modulasi Pulsa Indah Susilawati, S.T., M.Eng. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta 2009 B A B
Teknik Encoding. Data digital, sinyal digital Data analog, sinyal digital Data digital, sinyal analog Data analog, sinyal analog
Pengkodean Data Teknik Encoding Data digital, sinyal digital Data analog, sinyal digital Data digital, sinyal analog Data analog, sinyal analog Data Digital, Sinyal Digital Sinyal Digital Discrete, deretan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Informasi tentang pemasangan iklan di suatu radio (antara lain mengenai, jam berapa suatu iklan ditayangkan, dalam sehari berapa kali suatu iklan ditayangkan dan berapa
PenerapanHidden Markov Model (HMM) pada Pengenalan Penutur
Jatisi, Vol. 1 No. 1 September 2014 111 PenerapanHidden Markov Model (HMM) pada Pengenalan Penutur Mukhlisa* 1, Maryati Gultom 2, Derry Alamsyah 3 1,2,3 STMIK GI MDP; Jln. Rajawali No. 14, 0711 376400
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya teknologi telekomunikasi, internet menjadi sesuatu yang tidak lagi sulit dan mahal. Kemudahan ini menyebabkan internet dipenuhi berbagai
ALGORITMA PENGENALAN UCAPAN HURUF HIJAIYAH BERTANDA BACA DENGAN LINEAR PREDICTIVE CODING (LPC) DAN HIDDEN MARKOV MODEL (HMM)
40257 Means OPEN ACCESS ISSN 2460-3295 socj.telkomuniversity.ac.id/indosc ALGORITMA PENGENALAN UCAPAN HURUF HIJAIYAH BERTANDA BACA DENGAN LINEAR PREDICTIVE CODING (LPC) DAN HIDDEN MARKOV MODEL (HMM) Haby
APLIKASI SPEECH RECOGNITION BAHASA INDONESIA DENGAN METODE MEL-FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT
APLIKASI SPEECH RECOGNITION BAHASA INDONESIA DENGAN METODE MEL-FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT DAN LINEAR VECTOR QUANTIZATION UNTUK PENGENDALIAN GERAK ROBOT Anggoro Wicaksono, Sukmawati NE, Satriyo Adhy,
Latihan Soal dan Pembahasan SOAL A
Latihan Soal dan Pembahasan SOAL A 1. Jelaskan jenis-jenis modulasi digital? 2. Apa keuntungan modulasi FM jika dibandingkan dengan modulasi AM? 3. Sebutkan interface mux SDH dan dapan menampung sinyal
PENGUJIAN SINYAL AUDIO MULTICHANNEL DENGAN METODE SUBJECTIVE TEST BERDASARKAN REC. ITU-R BS
PENGUJIAN SINYAL AUDIO MULTICHANNEL DENGAN METODE SUBJECTIVE TEST BERDASARKAN REC. ITU-R BS.1116-1 FADLUR RAHMAN 0910952042 DOSEN PEMBIMBING : Dr. IKHWANA ELFITRI Blok Diagram Sampel Audio Multichannel
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dicolokan ke komputer, hal ini untuk menghindari noise yang biasanya muncul
37 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Pengambilan Database Awalnya gitar terlebih dahulu ditala menggunakan efek gitar ZOOM 505II, setelah ditala suara gitar dimasukan kedalam komputer melalui
