BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Hendri Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Bandung. Pemilihan lokasi penelitian didasari oleh hasil dari studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa sepatu Converse menjadi produk yang sangat populer dan diminati oleh kalangan mahasiswa di Kota Bandung. Selain itu hasil observasi peneliti menunjukkan bahwa sepatu Converse banyak digunakan oleh mahasiswa di Kota Bandung. 2. Subjek penelitian Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran motivasi dan perilaku mahasiswa saat membeli atau menggunakan suatu produk, khususnya produk Converse. Untuk selanjutnya akan dilihat apakah terdapat keinginan dan usaha yang akan dilakukan oleh mahasiswa untuk membeli Converse counterfeit. Oleh karena itu yang menjadi subjek penelitian adalah mahasiswa yang pernah membeli dan menggunakan sepatu Converse. Mahasiswa yang pernah membeli dan menggunakan Converse memiliki pengalaman melakukan keterlibatan terhadap sepatu Converse. Pengalaman ini membuat motivasi, alasan dan persepsi mahasiswa terhadap sepatu Converse menjadi lebih mendalam dibandingkan mahasiswa yang tidak pernah memiliki produk tersebut. Selain itu populernya produk Converse yang diiringi dengan maraknya peredaran sepatu Converse counterfeit menjadi pertimbangan bahwa tidak semua mahasiswa pengguna Converse menggunakan sepatu Converse yang asli. Sehingga seluruh subjek akan diukur intensinya dalam membeli sepatu Converse counterfeit.
2 32 3. Populasi dan sampel penelitian a. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Kota Bandung yang menggunakan sepatu Converse yang jumlahnya tidak dapat dihitung secara pasti. b. Sampel Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel yang digunakan harus betul-betul representatif agar dapat menggambarkan keseluruhan populasi (Sugiyono, 2011). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Kota Bandung yang menggunakan sepatu Converse baik produk asli maupun produk counterfeit. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik sampling dengan menggunakan persyaratan tertentu agar dapat menjaring sampel yang representatif pada populasi yang tidak diketahui. (Neuman, 2007). Syarat sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa di Kota Bandung yang pernah membeli dan menggunakan sepatu Converse. Populasi pengguna sepatu Converse di Kota Bandung tidak diketahui jumlahnya, oleh karena itu peneliti menggunakan rumus Lemeshow untuk mengetahui jumlah sampel (dalam Riduwan&Akdon, 2010), yaitu: n=zα 2 x P x Q L 2 Keterangan: n = Jumlah sampel minimal yang diperlukan Zα = Nilai standar dari distribusi sesuai nilai α = 5% = 1,96 P = Prevalensi outcome, karena data belum didapat, maka dipakai 50% Q = 1 P
3 33 L = Tingkat ketelitian 10% Berdasarkan rumus, maka n = (1,96) 2 x 0,5 x 0,5 = 96,04 (0,1) 2 Maka diperoleh hasil jumlah sampel minimal yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 96 responden. B. Desain dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Neuman (2007), penelitian kuantitatif merupakan metode deduktif yang diawali peneliti dengan memikirkan dan merefleksikan konsep variabel yang diikuti dengan pembuatan prosedur pengukuran. Prosedur pengukuran merupakan penghubung antara variabel dan data dimana konsep variabel diubah menjadi operasional dan diakhiri dengan data empiris. Penelitian kuantitatif menghasilkan informasi berupa angka yang mewakili konsep penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional, bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel ini (Arikunto, 2010). C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel penelitian Variabel 1 (independen) Variabel 2 (dependen) 2. Definisi operasional a. Tipe Keterlibatan Konsumen : Tipe Keterlibatan Konsumen : Intensi Membeli Keterlibatan Konsumen adalah kondisi motivasi yang mengarahkan perilaku mahasiswa untuk mendekatkan dirinya dengan produk tertentu, terutama produk Converse dalam suatu bentuk hubungan tertentu. Keterlibatan konsumen dikelompokkan ke dalam beberapa tipe karena persepsi tingkat kepentingan, tingkat kenyamanan, tingkat resiko, dan nilai diri yang bisa direfleksikan melalui suatu produk setiap konsumen berbeda-
4 34 beda (Laurent & Kapferer, 1986). Tipe keterlibatan konsumen pada penelitian ini mengacu kepada konsep multi-dimensional aspek keterlibatan yang disarankan oleh beberapa peneliti (Sutisna, Peter dan Olson) yaitu : keterlibatan normative, keterlibatan resiko subjektif, keterlibatan jangka panjang, dan keterlibatan situational (dalam Ferrinadewi, 2005). 1. Keterlibatan Normative, tipe ini terjadi ketika konsumen cenderung mengkaitkan nilai-nilai pribadinya, emosi dan egonya dengan kinerja atau daya tarik suatu produk. 2. Keterlibatan Situasional, tipe ini terjadi ketika kepentingan dan komitmen konsumen terhadap suatu produk bersifat sementara atau hanya terjadi pada saat tertentu saja. Dimana hal ini ditentukan oleh lingkungan fisik dan sosial yang membuat produk tersebut terlihat penting. 3. Keterlibatan Jangka Panjang, tipe ini terjadi ketika konsumen memiliki minat, kecocokan, kepentingan dan rasa familiaritas terhadap suatu produk dalam jangka waktu yang lama. 4. Keterlibatan Resiko Subjektif, tipe ini berkaitan dengan toleransi konsumen pada dirinya sendiri untuk menanggung resiko akibat dari kemungkinan kesalahan yang dilakukan saat membeli suatu produk. b. Intensi Membeli Intensi membeli dalam penelitian ini adalah tingkat keinginan seseorang untuk mencoba menunjukkan perilaku membeli dan seberapa kuat usaha seseorang dalam melakukan pembelian sepatu Converse counterfeit. Berdasarkan definisi tersebut, dimensi variabel ini terdiri dari: 1. Sejauhmana keinginan konsumen untuk mewujudkan/tidak mewujudkan perilaku membeli Converse counterfeit. 2. Sejauhmana atau seberapa besar usaha konsumen untuk membeli Converse counterfeit.
5 35 D. Pengembangan Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini disusun dan dikembangkan sendiri oleh peneliti. Berikut penjelasan mengenai instrumen penelitian dari masing-masing variabel: 1. Tipe Keterlibatan Konsumen Instrumen penelitian untuk mengukur variabel tipe keterlibatan konsumen merupakan pengembangan dari konsep multi-dimensional aspek keterlibatan yang disarankan oleh beberapa peneliti yaitu Sutisna, Peter dan Olson (dalam Ferrinadewi, 2005). Instrumen ini merupakan hasil adaptasi dan modifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Mike Wijayanti (2008) dengan judul penelitian Pengaruh Tipe Keterlibatan Konsumen Terhadap Kepercayaan Merek dan Dampaknya Pada Keputusan Pembelian Produk Kosmetik. Tabel 3.1 Instrumen Tipe Keterlibatan Konsumen Aspek Dimensi Nomor Item Jumlah Item Keterlibatan Konsumen Keterlibatan normative 1, 5, 9, 13 4 Keterlibatan Situasional 2, 6, 10, 14 4 Keterlibatan Jangka Panjang 3, 7, 11, 15 4 Keterlibatan Subjektif Resiko 4, 8, 12, 16 4 Jumlah 16 Adapun skala yang digunakan dalam instrumen ini adalah skala Likert dengan empat (4) alternatif jawaban yang terdiri dari SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai) dan STS (Sangat Tidak Sesuai). Dari setiap pernyataan responden diminta untuk memilih salah satu alternatif jawaban
6 36 yang paling sesuai dengan keadaan responden. Nilai untuk setiap alternatif jawaban dari alat ukur tipe keterlibatan konsumen tersebut adalah: Tabel 3.2 Nilai Pilihan Jawaban Tipe Keterlibatan Konsumen Nilai Pernyataan Pilihan Jawaban Favorable Sangat Sesuai 4 Sesuai 3 Tidak Sesuai 2 Sangat Tidak Sesuai 1 Pada instrumen tipe keterlibatan konsumen, kategori skala yang digunakan berfungsi untuk mengetahui tipe keterlibatan konsumen yang dimiliki oleh setiap subjek. Tipe keterlibatan konsumen pada subjek dapat diketahui berdasarkan perbandingan skor setiap tipe keterlibatan subjek dengan skor maksimal pada dimensi tipe keterlibatan konsumen tersebut. Setelah diketahui proporsi nilai pada setiap tipe, selanjutnya akan dilakukan perbandingan antar semua tipe. Nilai tertinggi yang dimiliki oleh subjek diantara empat tipe menunjukkan bahwa subjek termasuk ke dalam tipe tersebut. Rumus mengenai perhitungan kategorisasi skala tipe keterlibatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
7 37 Tabel 3.3 Proporsi Skala Tipe Keterlibatan Konsumen Proporsi skor keterlibatan normative = Skor keterlibatan normative yang diperoleh responden Skor maksimal keterlibatan normative Proporsi skor keterlibatan situasional = Skor keterlibatan situasional yang diperoleh responden Skor maksimal keterlibatan situasional Proporsi skor keterlibatan jangka panjang = Skor k. jangka panjang yang diperoleh responden Skor maksimal keterlibatan jangka panjang Proporsi skor keterlibatan resiko subjektif = Skor k. resiko subjektif yang diperoleh responden Skor maksimal keterlibatan resiko subjektif 2. Intensi Membeli Aspek Instrumen untuk mengukur intensi membeli dikembangkan peneliti berdasarkan teori intensi dikemukakan oleh Ajzen tahun Instrumen intensi membeli ini terdiri dari 14 item. Berikut adalah penjelasan mengenai dimensi intensi membeli yang dikembangkan dari definisi intensi menurut Ajzen (2005): Dimensi Tabel 3.4 Instrumen Intensi Membeli Nomor Item F UF Jumlah Item Intensi Sejauhmana keinginan 1, 2, 4, 7,10 7 Membeli konsumen untuk 6, 8 Converse mewujudkan/tidak mewujudkan counterfeit perilaku membeli Converse counterfeit. Sejauhmana atau seberapa besar 3, 5, 13, 14 7 usaha konsumen untuk membeli 9, 11, Converse counterfeit. 12 Jumlah 14
8 38 Skala yang digunakan dalam instrumen intensi membeli adalah skala Likert dengan empat (4) alternatif jawaban yang terdiri dari SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai) dan STS (Sangat Tidak Sesuai). Responden diminta untuk memilih salah satu alternatif jawaban yang paling sesuai dengan keadaan responden. Nilai untuk setiap alternatif jawaban dari alat ukur intensi membeli tersebut adalah: Tabel 3.5 Pilihan Jawaban Intensi Membeli Nilai Pernyataan Pilihan Jawaban Favorable Nonfavorable Sangat Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai Skor total diperoleh dari hasil penjumlahan semua jawaban responden. Semakin tinggi skor total yang diperoleh, maka semakin tinggi intensi membeli yang dimiliki responden. Dalam penelitian ini, peneliti mengelompokkan responden ke dalam empat kategori. Azwar (2010) menjelaskan bahwa kategorisasi skala berfungsi sebagai suatu cara untuk menempatkan subjek pada kelompol-kelmpok tertentu sesuai dengan atribut penelitian. Pengkategorisasian tersebut dilakukan berdasarkan skor yang diperoleh subjek pada instrumen penelitian. Pada penelitian ini, kategoriasi skala yang digunakan didasarkan pada persentil. Persentil yang akan digunakan adalah persenti 25 (P25), persentil 50 (P50) dan persentil 75 (P75) sehingga akan menghasilkan empat kategorisasi kelompok. Untuk subjek yang memiliki skor dibawah P25 maka termasuk kedalam kategori sangat rendah, sementara subjek yang memiliki skor antara P25 dan P50 termasuk kategori rendah. Adapun subjek yang memiliki skor antara P50
9 39 dan P75 masuk kedalam kategori tinggi, dan subjek dengan skor diatas P75 masuk kedalam kategori sangat tinggi. 3. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Sebelum dilakukan uji coba alat ukur tipe keterlibatan konsumen dan intensi membeli terhadap 213 responden mahasiswa yang berada di Kota Bandung, peneliti melakukan uji validitas terlebih dahulu. Setelah melakukan uji validitas, kemudian dilakukan uji coba dan dilakukan uji reliabilitas. Adapun uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: a. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan suatu instrumen dapat mengukur apa yang ingin diukur. Dalam penelitian ini, uji validitas instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah validitas isi. Validitas isi adalah pengujian validitas terhadap isi instrumen yang dilakukan dengan meminta penilaian dari orang yang dianggap kompeten atau expert judgement. Para pakar tersebut melakukan penilaian terhadap format tampilan dari akat ukur dan sejauh mana isi alat ukur telah merepresentasikan ciri-ciri atribut yang hendak diukur (Nisfiannoor, 2009). Validitas isi instrumen tipe keterlibatan konsumen dan intensi membeli dilakukan oleh dosen profesional dari kalangan psikologi Universitas Pendidikan Indonesia. Berdasarkan expert judgement tersebut terdapat beberapa item yang mengalami perbaikan. b. Uji Reliabilitas Sebelum melakukan uji reliabilitas dilakukan perhitungan korelasi total item terlebih dahulu untuk mengetahui item mana saja yang dapat digunakan untuk mengukur suatu variabel. Apabila suatu item memiliki koefisien korelasi lebih besar dari 0,3 maka item tersebut merupakan item yang lolos dan dapat digunakan. Namun apabila item yang lolos sangat sedikit dan tidak memenuhi jumlah yang diinginkan, maka batas kriteria dapat diturunkan dari 0,3 menjadi 0,2 (Azwar, 2007).
10 40 Lalu dilakukan uji reliabilitas untuk mengetahui sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat diandalkan. Hasil koefisien reliabilitas tersebut digolongkan ke dalam beberapa kriteria koefisien reliabilitas Alpha Cronbach menurut Guildford, diantaranya: Tabel 3.6 Kriteria Reliabilitas Guildford Kriteria Koefisien Reliabilitas α Sangat reliabel >0,900 Reliabel 0,700-0,900 Cukup reliabel 0,400-0,700 Kurang reliabel 0,200-0,400 Tidak reliabel <0,200 Berikut merupakan koefisien reliabilitas dengan bantuan software SPSS versi 18.0 for windows. 1. Instrumen Tipe Keterlibatan Konsumen Setelah dilakukan uji coba instrumen terhadap 213 mahasiswa yang berada di Kota Bandung maka dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach, maka diperoleh koefisien reliabilitas dari 16 item instrumen tipe keterlibatan konsumen sebagai berikut: Tabel 3.7 Reliabilitas Skala Tipe Keterlibatan Konsumen Uji Coba onbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,671, Dari 16 item yang di uji cobakan terdapat 9 item yang memiliki koefisien korelasi 0,3 dan terdapat 7 item yang memiliki koefisien korelasi 0,3, diantaranya item 4, 6, 9, 10, 13, 14, dan 16. Namun karena item yang dibuang terlalu banyak, peneliti menurunkan koefisien korelasinya menjadi 0,25. Sehingga item yang tidak memenuhi nilai koefisien korelasi menjadi 4
11 41 item saja, yaitu item 4, 9, 10, dan 14 yang kemudian item tersebut dibuang atau tidak digunakan. Kemudian dilakukan uji reliabilitas kembali terhadap 12 item yang lolos, sehingga diperoleh koefisien reliabilitas sebagai berikut: Tabel 3.8 Reliabilitas Skala Tipe Keterlibatan Konsumen Item Lolos Cronbach's Alpha N of Items, Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa instrumen tipe keterlibatan konsumen dengan 12 item memiliki koefisien reliabilitas 0,733, hal ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut reliabel berdasarkan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach menurut kriteria Guildford. 2. Instrumen Intensi Membeli Berdasarkan hasil perhitungan maka diketahui nilai koefisien reliabilitas dari 14 item intensi membeli setelah dilakukan uji coba terhadap 213 responden mahasiswa yang berada di Kota Bandung adalah sebagai berikut: Tabel 3.9 Reliabilitas Skala Intensi Membeli Uji Coba Cronbach's Alpha N of Items, Dari tabel di atas diketahui bahwa alat ukur intensi membeli memperoleh koefisien reliabilitas yang tergolong sangat reliabel yaitu 0,904. Setelah dilakukan perhitungan korelasi item total maka diketahui bahwa seluruh item intensi membeli memiliki koefisien korelasi total 0,3. Oleh karena itu, seluruh item intensi membeli dapat digunakan atau tidak ada yang dibuang. E. Teknik Analisis Data
12 42 Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik, karena data penelitian berupa data ordinal dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang termasuk ke dalam non probability sampling, sehingga teknik analisa yang digunakan untuk mengetahui korelasi antar variabel menggunakan Spearrman dengan bantuan SPSS versi F. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian terbagi menjadi 4 tahap, di antaranya adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pengolahan data, tahap penyelesaian. 1. Tahap Persiapan Tahap persiapan terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya meliputi: a. Memilih topik permasalahan b. Melakukan studi kepustakaan c. Penyusunan proposal penelitian d. Mengajukan proposal kepada Dewan Skripsi e. Perizininan penelitian f. Menyusun instrumen penelitian g. Uji coba instrumen 2. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini, peneliti datang ke lokasi pengambilan data. Selanjutnya, peneliti menjelaskan terlebih dahulu maksud penelitian dan cara pengisian kuesioner, setelah itu meminta kepada responden mengisi kuesioner. 3. Tahap Pengolahan Data Prosedur yang dilakukan dalam proses pengolahan data, yaitu: a. Verifikasi Data Verifikasi data dilakukan untuk memeriksa kembali kelengkapan jumlah kuesioner yang terkumpul dan kelengkapan pengisian kuesioner yang telah diisi oleh responden. b. Tabulasi Data Tabulasi data adalah proses dimana peneliti merekap semua data yang telah diperoleh di lapangan.
13 43 c. Pengolahan Data secara Statistik Data yang telah diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan software SPSS versi 20.0 for Windows dengan melakukan pengujian yaitu uji coba instrumen dan uji korelasi. 4. Tahap Penyelesaian Tahap Penyelesaian terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu: a. Menampilkan hasil dan analisis penelitian. b. Membahas hasil dan analisis penelitian berdasarkan teori yang digunakan. c. Membuat kesimpulan dari hasil penelitian. d. Menyusun laporan hasil penelitian dan dipresentasikan hasil penelitian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk meneliti sampel
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Metode korelasional yaitu suatu cara untuk menemukan hubungan antara variabel-variabel
C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel, dengan dua variabel X dan Y. Kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Desain penelitian korelasional dipilih oleh peneliti karena desain
BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek dari penelitian ini adalah pengguna sepatu Converse, dan lokasi dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. 3.2 Populasi dan Sampel
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Populasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT. Dirgantara Indonesia, merupakan perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia. Terletak di Jl. Pajajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kota Bandung melalui kuesioner yang disebarkan secara online dengan format Google Docs melalui
BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah Larissa Aesthetic Center Semarang.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Objek penelitian ini adalah Larissa Aesthetic Center Semarang. 3.2 Populasi dan Sampling Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan desain penelitian, lokasi, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan prosedur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian kali ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang menggunakan paradigma
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Arikunto (2010) menjelaskan bahwa penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif yang merupakan suatu bentuk penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan
27 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan dengan permasalahan yang diteliti, untuk menjelaskan hubungan antara minat mahasiswa dalam membaca buku
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian korelasional. Pendekatan kuantitatif menekankan analisa pada data angka yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bagus Nurul Akbar, 2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Fashion merupakan suatu bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan dalam aspek penampilan. Saat ini fungsi fashion bukan lagi sekedar penutup
BAB III METODE PENELITIAN. terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah
23 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah atau prosedur kerja sehingga
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variasi pada satu atau lebih faktor lain
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di salah satu Bank swasta nasional di Kota Jakarta. Dasar pertimbangan yang digunakan dalam
BAB III METODE PENELITIAN. mambandingkan prasangka sosial terhadap etnis Tionghoa oleh mahasiswa etnis
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian perbandingan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mambandingkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan dibahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian, mulai dari lokasi penelitian, populasi, sampel, teknik penelitian, teknik analisis data, dan prosedur pelaksanaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan pada PT. Mahameru Centratama Spinning Mills yang beralamat di jln. Cisirung Km. 2 (Cangkuang Wetan) Moh. Toha Km 6.5
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional yang bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasivariasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Rancangan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang banyak menggunakan angka-angka, mulai
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Azwar (2007) pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal
C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel, yaitu: 1. Variabel independen : body image 2. Variabel dependen : perilaku diet
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik khusus yang
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, karena menggunakan data berupa angka angka yang kemudian dianalisa. Penelitian kuantitatif banyak dituntut
BAB III METODE PENELITIAN. dan menampilkan hasil berupa angka-angka. Sedangkan metode dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Karena dalam pengolahan data peneliti menggunakan perhitungan statistik yang telah baku dan menampilkan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung.
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung. 2. Populasi Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Menurut Sugiyono (2011), korelasi merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Seperti hubungan antara
BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan analisis deskriptif, yaitu suatu studi yang berfungsi
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia, yang beralamat di Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Bandung, karena menurut data dari Pengadilan Tinggi tahun 2010, Bandung menempati
BAB III METODE PENELITIAN. dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel. Variabel
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1) Identifikasi Variabel Agar dapat diteliti secara empiris maka suatu konsep harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel.
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung.
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung. 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini merupakan anggota
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Menurut Arikunto (2002) penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila
BAB III METODE PENELITIAN
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan pada data- data numerical atau
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.
0 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang
BAB III METODE PENELITIAN. dengan Teknik Analisis Regresi Linier (Cornelius Trihendradi, 2006). Analisis
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linier (Cornelius Trihendradi, 2006). Analisis regresi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang digunakan Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode yang menekankan analisisnya pada datadata numerical (angka)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dan mengkorelasikan variabel tanpa melakukan treatmen selama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional, di sini penulis hanya bermaksud untuk mengumpulkan data dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Menurut Sugiyono (2007:3) variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional yang melihat hubungan antara satu atau beberapa ubahan dengan satu atau
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
BAB III METODE PENELITIAN
17 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metodologi penelitian yang digunakan antara lain, desain penelitian, populasi dan sampel dan definisi operasional dari variabel yang dijadikan
BAB III METODE PENELITIAN. yang diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitian. Pendekatan yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah yang diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di lingkungan Kampus Universitas Pendidikan
membeli aksesoris yang sedang menjadi trend dengan kepercayaan diri pada siswi kelas XI jurusan sekretaris SMK Kristen 1 Salatiga.
2 Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dimana penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul dimasyarakat yang
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan metode kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan metode kuantitatif. Menurut Arikunto (2002), penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Wonosari, Gunung Kidul yang mengetahui, membeli, dan menggunakan produk Tupperware. Objek dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hal tersebut digunakan karena penelitian ini menggunakan penghitungan statistik dalam penghitungan skala.
BAB III METODE PENELITIAN. Pembahasan metode penelitian ini akan menguraikan: (A). Identifikasi
31 BAB III METODE PENELITIAN Pembahasan metode penelitian ini akan menguraikan: (A). Identifikasi Variabel Penelitian, (B). Defenisi Operasional Variabel Penelitian, (C). Populasi, Sampel dan Metode Pengambilan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. B. Definisi Operasional Variabel Penelitian
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel Penelitian : Komitmen Organisasi B. Definisi Operasional Variabel Penelitian Komitmen organisasi adalah keinginan yang kuat untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi tersebut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian menguraikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama penelitian berlangsung dari awal proses penelitian sampai akhir penelitian. Metodologi digunakan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling. 1. Berusia dewasa madya antara tahun.
48 BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah penderita kanker serviks yang telah menjalani pengobatan. Adapun karakteristik populasi
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif (komperatif). Desain
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif (komperatif). Desain komparasional menurut Arikunto (2010:310) menyebutkan bahwa penelitian membandingkan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini merupakan satu bentuk penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan satu bentuk penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik korelasi. Penelitian dengan teknik korelasi merupakan penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi pada penelitian ini adalah di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. 2. Populasi Penelitian Populasi
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Variabel penelitian pada dasarnya adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa
III. METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang terlibat langsung di
III. METODE PENELITIAN 3.1 Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang terlibat langsung di dalam penelitian. 2. Objek Penelitian Objek penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
54 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor atau nilai, beringkat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Dan Definisi Operasional 1. Variabel Menurut Sugiyono (2011), variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia. 2. Subjek Penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang
BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang digunakan. Akan dipaparkan secara singkat variabel penelitian, definisi operasional dari variabel, karakterisitik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa, yaitu PT. Prudential Life Assurance (Prudential
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang banyak
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang banyak menggunakan angka-angka,
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi (koefisien hubungan). Penelitian korelasional adalah penelitian yang dimaksudkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. Jenis Penelitian Dilihat dari jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Menurut Azwar (997) penelitian korelasional merupakan penelitian untuk mengetahui ada
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif korelasional.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian dan Metodologi Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif korelasional. Menurut Nazir (2003:54) metode deskriptif yaitu suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, variable satu dengan variable yang lain.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif karena penelitian ini banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Menurut Sugiyono (2009)
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Menurut Sugiyono (2009) penelitian korelasional merupakan jenis penelitian yang sifatnya menanyakan hubungan
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah metode penelitan yang digunakan
42 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Metodologi dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah metode penelitan yang digunakan untuk
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. kuantitatif korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuantitatif korelasional yang melihat hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat, penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN.1. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan korelasional dengan teknik survei untuk melihat hubungan variabel terikat dengan variabel tergantungnya.
