BBM 1 KONSEP RUANG DAN TEMPAT
|
|
|
- Handoko Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BBM 1 KONSEP RUANG DAN TEMPAT Bagja Waluya PENDAHULUAN Bahan belajar mandiri 1 ini membahas tentang konsep ruang dan tempat. Ruang dan tempat merupakan bagian dari konsep-konsep geografi. Geografi ialah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala dan fenomena-fenomena dalam ruang. Gejala dan fenomena dimaksud adalah gejala dan fenomena geosfer yang meliputi litosfer (lapisan batuan), atmosfer (lapisan udara), hidrosfer (lapisan air), biosfer (lapisan hayati baik tumbuhan maupun binatang), dan antroposfer (lapisan manusia). Permukaan bumi merupakan ruang yang sangat luas. Karena itu, setiap gejala dan fenomena (geosfer) dalam ruang permukaan bumi dapat terjadi pada tempat-tempat yang berbeda. Walau demikian, diantara gejala-gejala dan fenomena-fenomena yang terjadi tersebut semua memiliki saling keterhubungan satu sama lainnya. Sebagai calon guru profesional, sebaiknya Anda mempelajari pokok bahasan ini dengan sebaik-baiknya sehingga Anda mampu mengidentifikasi dan menganalisis berbagai gejala dan fenomena geosfer yang terjadi dalam ruang dan tempat yang berbeda, sebagai materi pelajaran yang menarik untuk dibelajarkan kepada siswa. Dengan demikian, para siswa akan merasa terbantu proses pembelajarannya di kelas dan guru pun akan merasa bangga karena hasil belajar siswa meningkat. Karena itu, setelah mempelajari BBM ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Menjelaskan konsep ruang 2. Menjelaskan konsep tempat 3. Membedakan konsep ruang dengan tempat dalam ilmu geografi Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam BBM 1 ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Konsep ruang 2. Konsep tempat 3. Konsep ruang dan tempat dalam ilmu geografi Untuk mempelajari BBM ini, sebaiknya Anda perhatikan petunjuk berikut: 1. Pahami BBM ini dengan seksama, baik isi maupun tujuannya, sehingga Anda dapat mencapai tujuan yang diharapkan sebagai hasil belajar. 2. Setelah Anda merasa memahami, kemudian kerjakan latihan atau tugas yang terdapat dalam BBM ini sesuai dengan petunjuknya. 3. Tuntaskan mempelajari Kegiatan Belajar 1 sehingga Anda benar-benar memahaminya, untuk kemudian dapat dilanjutkan dengan mempelajari Kegiatan Belajar 2, dan seterusnya hingga tuntas Kegiatan Belajar Masyarakat dan lingkungan sekitar Anda merupakan sumber belajar yang nyata dan tepat dalam mempelajari modul ini. Tentunya pengetahuan Anda juga harus diperkaya dengan sumber belajar lain yang dapat diambil dari buku-buku pedoman, surat kabar dan majalah, media elektronik seperti radio televisi, dan internet, termasuk pengalaman teman.
2 5. Diskusikan dengan teman atau tutor apabila Anda menemui kesulitan, karena melalui diskusi dan kerja kelompok dapat meringankan Anda untuk mengatasi dan menyelesaikan semua tugas dalam mempelajari modul ini. 6. Setiap akhir kegiatan, jangan lupa untuk mengisi soal yang terdapat dalam BBM ini. Agar dapat mengetahui sejauhmana keberhasilan Anda dalam mempelajari BBM ini, cocokkan jawaban hasil pengisian latihan dengan kunci jawaban yang tersedia. Selamat belajar dan semoga sukses!
3 Kegiatan Belajar 1: KONSEP RUANG A. PENGANTAR Kata ruang, tentu sudah Anda kenal dan digunakan untuk menunjukkan suatu tempat dengan segala isinya yang memiliki fungsi tertentu. Tapi apakah Anda sudah mengenal lebih jauh tentang pengertian ruang itu sendiri sehingga menjadi berbeda artinya dengan tempat. Arti ruang dapat dilihat dari semua unsur yang memberikan identitas terhadap keberadaan ruang tersebut. Sebagai contoh ruang tidur, di dalamnya tidak hanya terdapat tempat tidur tetapi juga ada kursi untuk duduk santai, ventilasi udara yang cukup hangat agar tidur nyaman, dan unsur-unsur lainnya yang memberikan identitas ruang tidur. Pemahaman tentang ruang tidak terbatas pada skala kecil seperti yang dicontohkan melainkan dapat menjangkau skala yang lebih luas, seperti ruang tempat tinggal, ruang desa, ruang kota bahkan lebih luas dari itu yaitu ruang permukaan bumi. B. URAIAN MATERI Ruang adalah tempat yang memberikan kita hidup karena di dalamnya terdapat unsur-unsur yang diperlukan untuk kehidupan. Karena itu, menurut istilah geografi umum yang dimaksud dengan ruang (space) adalah seluruh permukaan bumi yang merupakan lapisan biosfera tempat hidup tumbuhan, binatang, dan manusia. Sedangkan menurut istilah geografi regional bahwa ruang adalah suatu wilayah yang mempunyai batasan geografi, yaitu batas menurut keadaan fisik, sosial, atau pemerintahan yang terjadi dari sebagian permukaan bumi dan lapisan tanah dibawahnya, serta lapisan udara di atasnya. Menurut Sumaatmadja, mengatakan bahwa wujud ruang dipermukaan bumi berbentuk tiga dimensi, bentangannya berupa daratan dan perairan, sedangkan kearah vertikal berupa lapisan udara, dalam ruang ini berlokasi benda hidup dan benda mati serta gejala-gejala yang satu sama lainnya beriteraksi. Ilmu geografi sangat menekankan eksistensi ruang sebagai pendekatan kerangka analisisnya. Analisis keruangan (spatial) mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifatsifat penting atau serangkaian sifat-sifat penting. Ahli geografi akan bertanya faktorfaktor apa yang menguasai pola penyebaran dan bagaimanakah pola tersebut dapat diubah agar penyebarannya menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, dalam analisis keruangan harus diperhatikan adalah pertama, penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan kedua, penyediaan ruang yang akan digunakan atau dimanfaatkan untuk pelbagai kegunaan yang dirancang. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997). Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
4 Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. 1) What? Struktur ruang apa itu? 2) Where? Dimana struktur ruang tesebut berada? 3) When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu? 4) Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu? 5) How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 6) Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. Dalam melakukan pendekatan terhadap gejala dan masalah, geografi akan menggunakan pendekatan topik utama, biasanya mencari apa yang menjadi pusat perhatian manusia. Misalnya di daerah tertentu topik yang menjadi perhatian utama adalah kelaparan. Maka kelaparan inilah yang menjadi sorotan utamanya. Artinya dapat dijuga dikatakan ruang di mana kelaparan berlangsung. Kelaparan di daerah yang bersangkutan diungkapkan jenis-jenisnya, sebabsebabnya, penyebarannya, intensitasnya, dan interelasinya dengan gejala yang lain dan dengan masalah secara keseluruhan. Pokoknya hal-hal yang berkenaan dengan topik kelaparan harus diungkapkan sedalam-dalamnya, sehingga diperoleh deskripsi ruang geografi mengenai kelaparan tersebut. Diharapkan bahwa pengungkapan topik kelaparan tadi berkenaan dengan penyebarannya, interelasinya, deskripsi dan sebab-sebabnya, dapat mengungkapkan masalah geografi di daerah bersangkutan secara lebih luas. Hal yang sama dapat pula dilakukan terhadap topik-topik lainnya, seperti pengangguran, erosi, kenakalan remaja, kekurangan air, industri, dan lain-lain sebagainya. Yang menjadi pegangan utama dalam melakukan pendekatan topik ini yaitu bahwa tidak boleh dilepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi wadah gejala atau topik yang kita dekati. Faktor-faktor geografi seperti manusia dan keadaan fisisnya tidak boleh diabaikan. Berdasarkan landasan keruangan ini, kita akan dapat mengungkapkan karakteristik kelaparan di daerah/wilayah yang bersangkutan bila dibandingkan dengan gejala atau kelaparan di daerah/ wilayah yang lainnya. Pada pendekatan keruangan lainnya, pendekatan utama diarahkan kepada aktivitas manusianya (human activities). Pertanyaan utama pada jenis pendekatan ini ialah bagaimana kegiatan manusia atau penduduk di suatu wilayah yang bersangkutan? Jadi, hal-hal yang berkenaan dengan aktivitas penduduk itu menjadi sorotan utama. Pengungkapan aktivitas penduduk ini ditinjau dari penyebarannya, interelasinya, dan deskripsinya dengan gejala gejala lain yang berkenaan dengan aktivitas tadi. Ditinjau dan penyebarannya, kita akan dapat membedakan jenis aktivitas tadi sehubungan dengan matapencarian yang dilakukan penduduk. Apakah aktivitas itu berlangsung di daerah pegunungan, apakah di dataran rendah, apakah dekat dengan sungai, apakah jauh dan sungai, apakah di pantai, dan demikianlah seterusnya. Dari penyebaran kegiatan penduduk tadi, kita akan dapat pula mengungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, dengan keadaan hidrografi, dengan keadaan komunikasi-transportasi, dengan keadaan tinggi-rendah permukaan, dan dengan faktor-faktor geografi lainnya. Dengan demikian, kita akan dapat pula membuat suatu deskripsi tentang aktivitas penduduk tadi berdasarkan penyebarannya dalam
5 ruang, dan berdasarkan interelasi keruangannya dengan gejala-gejala lain serta dengan masalah sebagai sistem keruangannya. 2. Ruang menurut ekologi Ekologi khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Prinsip dan konsep yang berlaku pada bidang ilmu ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan geografi dalam memandang aspek ruang. Menurut ekologi, ruang dipelajari, ditelaah dan dianalisis sebagai sesuatu gejala atau sesuatu masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Ruang menurut ekologi sebagai suatu bentuk ekosistem hasil hubungan dan penyesuaian antara penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungannya pada area atau daerah tertentu. Jadi dalam hal ini, interelasi manusia dengan alam lingkungan di sekitarnya dikaji berdasarkan konsep dan prinsip ekologi, atau dengan perkataan lain dengan menggunakan pendekatan ekologi. Sebagai sebuah ekosistem, suatu ruang dipandang atau diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alamnya. Pada pendekatan ekologi suatu daerah pemukiman ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula jika kita mengkaji daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan dan lain-lain sebagainya. Pendekatan ekologi pada studi geografi, bukan merupakan metode pendekatan satu-satunya. Pendekatan ekologi ini merupakan metode pendekatan pelengkap untuk melakukan pendekatan masalah yang tidak dapat didekati atau ditelaah oleh metodemetode lainnya. 3. Ruang menurut ilmu wilayah Berdasarkan konsep pewilayahan, ruang permukaan bumi dibatasi oleh keadaan fisik, sosial, dan batas administrasi pemerintahan. Jika satu kesatuan alam permukaan bumi menunjukkan ciri-ciri yang relatif sama maka dinamakan sebagai ruang geografi (space). Ciri-ciri yang relatif sama tersebut misalnya seragam dalam hal keadaan fisik permukaannya, kebudayaan masyarakatnya mempunyai ciri yang khas, dan ruang tersebut menunjukkan suatu sistem kehidupan dalam keterikatan yang kentara. Ruang geografi yang memiliki ciri khas tertentu disebut wilayah (region). Jadi apa bedanya antara ruang dan wilayah? Wilayah, sebagaimana yang telah dijelaskan, merupakan kesatuan alam yang seragam dan/atau kesatuan masyarakat dengan kebudayaan yang khas sehingga dapat dibedakan satu wilayah dengan wilayah yang lain. Penamaan wilayah yang bersangkutan tentunya bergantung pada satuan alam atau kesatuan budaya yang digunakan. Dalam geografi, kesatuan wilayah dapat ditentukan berdasarkan pada sejumlah region. Contoh region (wilayah) yang dicirikan unsur fisik antara lain wilayah geologi (geological region), wilayah tubuh atau jenis tanah (soil region), wilayah vegetasi (vegetation region), dan lain-lain; sedangkan wilayah yang namanya didasarkan pada sosial-budaya manusia misalnya wilayah ekonomi, wilayah sejarah, wilayah perkotaan, wilayah perdesaan, dan lain-lain. Suatu wilayah dapat ditentukan dalam ukuran yang luas tetapi dapat pula dalam ukuran yang lebih sempit tergantung dari kerincian dalam mengindentifikasi kesamaan atau keseragamannya. Contoh wilayah yang luas misalnya wilayah Asia Tenggara,
6 Wilayah Eropa barat, Wilayah Amerika Latin, Wilayah Afrika Tengah, dan lain-lain. Wilayah yang disebutkan di atas masing-masing memiliki karakteristik yang khas. Relatif memiliki keseragaman budaya, keseragaman tingkat peradaban, dan lain-lain sehingga jika diperbandingkan antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya dapat dibedakan dengan jelas. Dalam skala yang lebih kecil, ukuran wilayah dapat pula ditentukan. Di Pulau Jawa memiliki wilayah-wilayah yang dapat dibedakan baik secara fisik maupun sosialbudaya masyarakatnya. Secara fisik misalnya ada wilayah geologi Banten, wilayah geologi Zone Bandung, dan lain-lain. Secara sosial-budaya kita juga mengenal adanya wilayah Pantura (Pantai Utara Jawa), wilayah Kebudayaan Pasundan, Wilayah Kesultanan Yogyakarta, dan lain-lain. Pewilayahan macam itu disebut pewilayahan secara formal (formal region) karena mengidentifikasi wilayah dengan menunjukkan objek-objek yang ada pada wilayah tersebut. Tidak semua wilayah dapat digambar pada peta tematik dengan tegas, karena mengalami kesulitan dalam menarik garis yang sebenarnya. Contohnya wilayah Pantura, merupakan wilayah yang relatif sulit ditentukan karena batas wilayah Pantai Utara Jawa tidak seluruhnya memiliki ciri yang seragam atau homogen. Wilayah Pantura hanya didasarkan pada suatu daerah yang dilalui oleh jalan raya yang kebetulan menelusuri tepian pantai utara Pulau Jawa. Istilah wilayah Pantai Utara Jawa menjadi sangat terkenal pada saat lebaran (Hari Raya keagamaan) yang mudik memanfaatkan jalur jalan yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya. Karena banyak orang yang mengalami kesulitan dalam penentuan batas wilayah, maka umumnya akan diidentifikasi pada fungsi tertentu yang kemudian dikenal dengan istilah kawasan. Kawasan industri artinya suatu wilayah yang difungsikan atau dimanfaatkan untuk pengembangan sejumlah industri. Kawasan perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kawasan perkampungan, pertanian, kehitanan, dan lain-lain. Selain wilayah formal, ada pula yang disebut wilayah fungsional (functional region) atau wilayah nodus yaitu suatu bagian dari permukaan bumi, di mana beberapa keadaan alam yang berlawanan memungkinkan timbulnya bermacam-macam kegiatan, yang hasilnya berbeda dan saling mengisi dalam keperluan kehidupan manusia, karena itu sering pula disebut wilayah organik. Contoh wilayah fungsional misalnya di suatu wilayah lereng pada sebuah gunung mulai dari lereng atas sampai dengan lereng kaki, disambung dengan daerah dataran rendah hingga akhiurnya ke tepi sebuah pantai. Penduduk di lereng atas hidup dari kehutanan, penduduk di lereng di bawahnya hidup dari perkebunan, penduduk di lereng bawah hidup dari pertanian, penduduk yang berada di dataran mungkin perkotaan dan hidup dari usaha pelayanan jasa, sedangkan penduduk yang berada di tepian laut hidup sebagai nelayan. Di antara mereka saling membutuhkan dan mengisi kekurangan masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan hidunya nelayan akan menyumbangkan lauk pauk ikan laut sedangkan dari petani akan membantu beras untuk dimasak menjadi nasi. Kira-kira orang dari daerah pegunungan yang memiliki sayuran akan menyumbangkan apa? Dalam wilayah fungsional, semua komponen dapat diperhitungkan peranan dan hubungan kegiatan antara komponen tersebut. Wilayah formal sebagaimana telah dijelaskan di atas dapat disebut wilayah fungsional asalkan komponen yang berada dalam wilayah tersebut diperhitungkan keterkaitan dan perannya masing-masing. Karena itu dalam wilayah fungsional, hal yang khas dari ciri wilayah bukan didasarkan atas keseragaman atau kesamaannya (sebagaimana pada wilayah formal) tetapi dalam
7 wilayah fungsional; beberapa kegiatan yang berbeda menjadi komponen-komponen yang menciptakan suatu sistem kehidupan wilayah fungsional. Kehidupan kota adalah wilayah fungsional karena kota tidak dapat hidup tanpa ada daerah hinterland-nya (wilayah belakang yang menyediakan hasil-hasil pertanian). Menurut Jayadinata (1999), adanya wilayah formal dan fungsional dapat memudahkan bagi para perencana untuk melakukan pendekatan dalam mengembangan wilayah tersebut. Berdasarkan pembedaan wilayah tersebut, dalam perencanaan wilayah dibagi dua pendekatan yaitu: 1. Pendekatan teritorial, untuk perencanaan suatu wilayah formal. Perencanaan wilayah macam ini memperhitungkan mobilisasi terpadu dari semua sumberdaya manusia dan sumberdaya alam dari suatu wilayah tertentu yang dicirikan oleh perkembangan sejarahnya. Sejarah dijadikan salah satu faktor yang mengikat antar anggota masyarakat sehingga membentuk wilayah terirorial tertentu. Perencanaan wilayah teritorial atau formal diarahkan untuk peningkatan perkembangan untuk melayani aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang berada di dalamnya. Perluasan wilayah dalam pengembangan wilayah formal akan dibatasi oleh batas wilayah lain yang berbatasan. 2. Pendekatan fungsional, yaiu suatu perencanaan yang memperhitungkan lokasi berbagai kegiatan ekonomi dan pengaturan secara ruang dari sistem perkotaan mengenai berbagai pusat dan jaringan. Dalam perencanaan akan dikembangkan model-model perencanaan seperti model gravitasi, analisis masukan-keluaran, pusat pertumbuhan, dan lain-lain. Perluasan wilayah fungsional memperhitungkan dan mengambil manfaat dari keadaan wilayah lain yang berbatasan dalam interaksi dan memenuhi kebutuhan yang tidak dimiliki oleh masing-masing wilayah bersangkutan. Akhirnya dari masing-masing pengertian tentang ruang ternyata memiliki fungsi yang berbeda-beda, walauapun pada akhirnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk diklasifikasikan sesuai fungsinya sehingga dapat dilakukan pengaturan ruang agar lebih nyaman, berguna, dan dapat berkelanjutan. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan Anda mengerjakan latihan sebagai berikut: 1. Ruang dapat didefinisikan bermacam-macam setidaknya dalam bahan belajar mandiri ini dibagi empat yaitu menurut geografi, ekologi, dan ilmu perencananaan wilayah. Coba jelaskan sesuai dengan pemahaman Anda dan tunjukkan dengan contohnya! 2. Jelaskan bahwa suatu kawasan ruang merupakan suatu sistem yang terintegrasi antara unsur-unsur yang ada di dalamnya? Petunjuk Jawaban Latihan Dalam mengerjakan latihan, Anda dapat berdiskusi degan rekan-rekan sesama mahasiswa dan tutor. Jawaban atas pertanyaan hendaknya mengacu kepada uraian dan contoh Kegiatan Belajar, dan jawaban menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan benar, dan dianjurkan untuk menggunakan sumber referensi lainnya Rangkuman 1. Ruang dalam padangan geografi dapat dinamai berdasarkan topik, aktivitas manusia, dan regional. Dalam melakukan pendekatan terhadap gejala dan masalah,
8 geografi akan menggunakan pendekatan topik utama, biasanya mencari apa yang menjadi pusat perhatian manusia. Pada pendekatan keruangan lainnya, pendekatan utama diarahkan kepada aktivitas manusianya (human activities). Adapun ruang dalam pendekatan region berarti mendekati suatu gejala atau suatu masalah dan region atau wilayah tempat gejala atau masalah tadi tersebar. Tekanan utama pendekatannya bukan kepada topik atau aktivitas manusianya, melainkan kepada region yang merupakan ruang atau wadahnya.. 2. Ekologi khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Prinsip dan konsep yang berlaku pada bidang ilmu ekologi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan geografi dalam memandang aspek ruang. Ruang menurut ekologi sebagai suatu bentuk ekosistem hasil hubungan dan penyesuaian antara penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungannya pada area atau daerah tertentu. Jadi dalam hal ini, interelasi manusia dengan alam lingkungan di sekitarnya didekati atau dikaji berdasarkan konsep dan prinsip ekologi, atau dengan perkataan lain dengan menggunakan pendekatan ekologi. Dengan demikian, bukan berarti bahwa ekologi manusia itu sama dengan atau dapat menggeser kedudukan geografi. 3. Berdasarkan konsep pewilayahan, ruang permukaan bumi dibatasi oleh keadaan fisik, sosial, dan batas administrasi pemerintahan. Jika satu kesatuan alam permukaan bumi menunjukkan ciri-ciri yang relatif sama maka dinamakan sebagai ruang geografi (space). Ciri-ciri yang relatif sama tersebut misalnya seragam dalam hal keadaan fisik permukaannya, kebudayaan masyarakatnya mempunyai ciri yang khas, dan ruang tersebut menunjukkan suatu sistem kehidupan dalam keterikatan yang kentara. Ruang geografi yang memiliki ciri khas tertentu disebut wilayah (region). 4. Wilayah fungsional (functional region) atau wilayah nodus yaitu suatu bagian dari permukaan bumi, di mana beberapa keadaan alam yang berlawanan memungkinkan timbulnya bermacam-macam kegiatan, yang hasilnya berbeda dan saling mengisi dalam keperluan kehidupan manusia, karena itu sering pula disebut wilayah organik. Contoh wilayah fungsional misalnya di suatu wilayah lereng pada sebuah gunung mulai dari lereng atas sampai dengan lereng kaki, disambung dengan daerah dataran rendah hingga akhiurnya ke tepi sebuah pantai. Penduduk di lereng atas hidup dari kehutanan, penduduk di lereng di bawahnya hidup dari perkebunan, penduduk di lereng bawah hidup dari pertanian, penduduk yang berada di dataran mungkin perkotaan dan hidup dari usaha pelayanan jasa, sedangkan penduduk yang berada di tepian laut hidup sebagai nelayan. 5. Ilmu planologi berkepentingan dalam memahami ruang sebagai suatu hal yang berisi sarana dan prasarana untuk mendukung kehidupan manusia. Kota sebuah bentang ruang budaya adalah ditimbulkan oleh unsur-unsur alamiah dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya. Tes Formatif 1 Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dari berbagai jawaban yang disediakan 1. Suatu daerah terkena banjir. Dalam studi keruangan lebih baik dikaji menurut pendekatan: A. pendekatan ekologi
9 B. pendekatan topik C. pendekatan aktivitas manusia D. pendekatan regional 2. suatu desa umumnya memiliki pekerjaan petani dan dalam usaha pertanian memiliki sistem pemnbagian air seperti subak. Desa tersebut akan lebih rinci jika dikaji dengan pendekatan keruangan: A. pendekatan ekologi B. pendekatan topik C. pendekatan aktivitas manusia D. pendekatan regional 3. Pertanian tidak dapat dilakukan didaerah iklim yang ektrim, terlalu panas dan tandus atau terlalu dingin dan ditutupi salju. Hal ini menandakan bahwa suatu ruang terikat dengan prinsip: A. penyebaran B. interelasi C. regional D. interaksi 4. suatu wilayah dipermukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas dan daoat dibedakan dengan wilayah lainnya disebut: A. kawasan B. daerah C. region D. lokasi 5. interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu ekosistem disebut: A. geografi B. biografi C. biogeografi D. ekologi 6. Orang yang menerapkan konsep ekologi manusia untuk menelaah manusia dengan lingkungan dalam hubungan jalinan hidup (web of life) pada tempat tinggal manusia yang meliputi neraca alam, persaingan, dominasi dan pertukaran; ekonomi biologi, dan proses simbiosisnya. A. R.E. Park B. Charles Darwin C. Mandel D. Emil salim 7. Bandung adalah suatu wilayah perkotaan. Pernyataan tersebut lebih tepat mengacu pada konsep: A. wilayah fungsional B. wilayah formal C. wilayah kajian D. wilayah kota 8. Suatu kawasan tidak perlu memiliki kesamaan dalam bidang tertentu karena beberapa keadaan alam yang berlawanan memungkinkan timbulnya bermacammacam kegiatan, yang hasilnya berbeda dan saling mengisi dalam keperluan kehidupan manusia, karena itu sering pula disebut wilayah organik. Pernyataan ini sesuai dengan prinsip:
10 A. wilayah fungsional B. wilayah formal C. wilayah kajian D. wilayah kota 9. Perencanaan wilayah macam ini memperhitungkan mobilisasi terpadu dari semua sumberdaya manusia dan sumberdaya alam dari suatu wilayah tertentu yang dicirikan oleh perkembangan sejarahnya. Pernyataan tersebut sesuai dengan: A. pendekatan teritorial B. Pendekatan fungsional C. Pendekatan formal D. Pendekatan wilayah 10. kota sebagai suatu wadah yang memiliki batasan administratif, merupakan lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris. Pengertian kota sebagaimana yang dijelaskan di atas adalah menurut: A. definisi geografi kota B. definisi planologi C. Definisi wilayah fungsional D. Definisi Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No. 4 tahun 1980 Umpan Balik Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif yang terdapat pada bagian akhir modul ini, dan hitunglah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 1 ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = X 100% 10 Arti tingkat penguasaan yang anda capai: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik 70% - 79% = cukup - 69% = kurang Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2 dan artinya pula Anda LULUS. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 2.1 kembali, terutama pada bagian yang belum Anda ketahui. Bersabarlah dan jangan terburu-buru untuk segera melangkah mempelajari materi berikutnya.
11 KEGIATAN BELAJAR 2: Konsep tempat dan cara memilihnya Bagi orang awam, konsep tempat jarang dibahas atau diperhatikan karena setiap saat orang telah terbiasa untuk memilih tempat. Ketika naik kendaraaan, katakanlah naik bus, maka pertama kali akan mencari tempat duduk yang menurutnya akan lebih nyaman. Kegiatan memilih tempat yan sedikit mendapat perhatian orang adalah ketika memilih tempat tinggal dan memilih tempat usaha. Ketika memilih dua tempat tersebut, mereka serius untuk memkirkannya agar tidak menyesal atau merugi di kemudian hari. Keberadaan permukiman penduduk sebenarnya tidak asal berdiri. Orang pertama yang mendirikan rumah (sebagai cikal bakal permukiman) pasti memiliki alasan tertentu untuk memilih tempat atau lokasi sehingga mendirikan rumah di sana. Kemudian alasan tersebut diikuti oleh oleh anak-menantunya, saudara-saudaranya, dan berdatanganlah orang lain untuk ikut berkumpul dalam perkampungan tersebut. Perintis permukiman di perdesaan atau perkampungan antara lain dalam memilih tempat setidaknya didasarkan pada: 1) Kemudahan mendapat air, karena semua orang butuh air. Pola permukiman yang nampak sekali mendekati sumber mataair adalah di daerah gurun yaitu mengelilingi Oase. 2) Terdapat tanah-tanah yang subur, misalnya di sekitar lahan-lahan pertanian subur, hal ini karean terkait dengan pemenuhan bahan pangan penduduknya. 3) Dekat dengan lahan-lahan garapannya. Ada tiga pola permukiman yang dekat dengan lahan garapannya yaitu (a) bergerombol berdekatan dengan tanah pertanian (Nucleated Agricultural Village Community), (b) memanjang sungai dengan lahan pertanian di belakang permukiman (Line Village Commmunity), (c) Permukiman tersebar di daerah pertanian (Open Country or trade center community) 4) Tidak ada faktor penghalang untuk mendirikan bangunan. Daerah yang tidak ada faktor penghalang untuk mendirikan bangunan merupakan pilihan utama bagi permukiman, misalnya daerah yang relatif datar. 5) Mudah melakukan mobilitas termasuk ke tempat pekerjaannya. 6) Memiliki beberapa fasilitas sosial seperti pendidikan, rumah sakit, dan sarana hiburan. 7) Harga yang murah menjadi pertimbangan untuk memilih tempat tinggal. Bagi sebagian besar penduduk masih menggunakan ukuran harga sebagai pertimbangan utama untuk menentukan pilihan tempat tinggal, meskipun faktor lainnya kurang mendukung. 8) Pengaruh dari berbagai macam aturan tata ruang di perkotaan. Permukiman di perkotaan banyak dipengaruhi oleh aturan tata ruang, artinya alasan orang bermukim pada suatu daerah bisa jadi akibat adanya aturan tata ruang. Di perkotaan tumbuh permukiman-pemukiman yang sengaja ditempatkan melalui kebijakan tata ruang kota. Karena itu persebaran permukiman di perkotaan sebenarnya banyak dipengaruhi aturan kebijakan. Semua alasan itu secara keseluruhan akan mempengaruhi seseorang untuk memilih tempat. Karena semua orang berfikiran yang sama maka akan tampak pada peta sebagai suatu sebaran permukiman yang berpola. Pola permukiman penduduk misalnya akan
12 mengikuti alur sungai, mengikuti alur jalan, dan memanjang garis pantai, ada pula yang memiliki pola memusat dan terpencar. Pola permukiman yang memusat terjadi akibat dari adanya pusat-pusat kegiatan penduduk untuk mencari nafkah. Misalnya adanya lokasi pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan, kehutanan, industri, perkantoran, dan lain-lain. Perkampungan yang memusat selain disebabkan oleh karena mendekati tempat pekerjaannya, tetapi juga oleh karena ada sumber alam yang menguntungkan misalnya: 1) Dekat dengan tanah-tanah subur dan dapat mengikat tempat kediaman penduduk dalam satu kelompok. 2) Daerah-daerah yang dijadikan tempat permukiman memiliki topografi atau relief yang sama misalnya di dataran rendah yang tidak terputus oleh sungai yang besar atau bukit yang tinggi. 3) Mendekati sumber air yang sama dan mudah didapatkan. 4) Daerah-daerah yang keamanannya rawan atau belum dapat dipastikan maka mereka akan bergerombol untuk saling membantu. Sedangkan perkampungan yang terpencar dapat terjadi akibat berbagai faktor yaitu: 1) Di daerah-daerah banjir. Penduduk akan mencari tempat-tempat yang agak tinggi dan biasanya terpencar-pencar, sehingga pola permukiman yang disusun akan terpencar. 2) Daerah-daerah dengan topografi yang kasar atau berbukit-bukit terjal, menyebabkan penduduk akan membuat rumah secara tersebar 3) Permukaan air tanah yang dangkal atau mudah dibuat, sehingga penduduk akan mecari daerah-daerah sesuai kehendaknya. Berbeda dengan keadaan air tanah yang dalam, (karena membuat sumur banyak biayanya) maka mereka akan berkumpul (tidak menyebar). 1. Tempat sebagai suatu konsep yang terikat pada suatu lokasi dalam ruang Dalam geografi, tempat yang diartikan sebagai suatu lokasi dalam ruang (permukaan bumi) akan diikatkan pada suatu titik koordinat berdasarkan titik lintang dan bujur dalam tata koordinat bumi. Misalnya, suatu tempat yang terletak di titik 7 o 14 Bujur Timur dan 4 o 11 Lintang Selatan. Dengan mengetahui titik ikat tersebut maka akan mudah mencarinya dalam peta. Indonesia juga mudah kita cari di permukaan bumi pada saat mengetahui tempatnya berdasarkan lokasi atau koordinat bumi. Konsep tempat ada dua yaitu tempat yang mutlak dan tempat relatif. Tempat yang mutlak misalnya berdasarkan lokasi astronomis sebagaimana dijelaskan pada paragaf di atas. Sedangkan tempat relatif terkait dengan tempat lainnya di suatu ruang atau wilayah. Misalnya kota Jakarta dapat dikatakan sebelah timur, tetapi pada waktu yang lain dapat dikatakan di sebelah barat, tergantung dari mana kita menyebutnya. Pada saat kita berada di Propinsi Banten, maka Jakarta berada di sebelah timur tetapi manakala kita berada di Kota Subang maka Jakarta berada di sebelah barat. 2. Tempat sebagai suatu wilayah dapat membentuk suatu pola Tempat sesuatu yang terpilih dan dipertimbangkan berdasarkan pemikiran rasional umumnya akan membentuk suatu pola. Jika tersebar dalam ruang, tempat-tempat tertentu dapat membuat suatu jaringan yang terpadu. Dalam mengkaji tempat, orang dapat menganalisisnya berdasarkan pola sebarannya, pola keterkaitannya, dan pola ketergantungannya.
13 Identifikasi persebaran objek geografi yang paling efektif adalah melalui peta. Kelebihan peta dalam menampilkan data atau informasi yang terkait dengan unsur geografis selain mengidentifikasi persebaran, juga pola dan hubungan objek geografi. 3. Pola dan hubungan antar tempat geografi Pada peta kita dapat mengidentifikasi suatu pola tertentu. Pada sejumlah disiplin ilmu seperti planologi (perencanaan wilayah), hidrologi, dan biogeografi sangat berkepentingan mempelajari pola-pola tertentu pada peta. Dalam planologi dikenal pola pengembangan wilayah kota dan desa. Gambar 1.1 ditampilkan contoh pola persebaran permukiman di wilayah perdesaan. Pola persebaran di atas terkait dengan objek geografi lain misalnya, pola permukiman yang memanjang sungai. Hal tersebut menandakan bahwa pola kehidupan masyarakat kampung tersebut sangat tergantung dengan aliran sungai, misalnya untuk memenuhi kebutuhan mencuci, kebutuhan sarana transportasi, mencari penghidupan (mencari ikan), dan lain-lain. Hubungan antara objek geografi dapat pula digambarkan antara adanya tempat sesuatu membuktikan adanya sesuatu di tempat sekitarnya. Ketika ada delta di muara sungai, maka dapat dipastikan bahwa di daerah hulu sungai mengalami erosi lahan yang kuat. Melalui aliran sungai bahan hasil erosi di bawa menuju muara dan di endapkan di muara sungainya Pola dan hubungan antara faktor kegiatan manusia dengan lingkungan fisik dapat dilihat pada gambar di bawah ini pada Buku interaksi desa-kota karangan R. Bintarto (1989) bahwa pola perluasan kota lebih cepat berkembang ke arah kota perdagangan dibandingkan dengan daerah laut atau pegunungan. Perbedaan pola perluasan tersebut tentunyan terkait bahwa aktifitas manusia cenderung mencari penghidupan ke daerahdaerah yang lebih ramai. Pola memanjang jalan Pola memanjang sungai
14 Pola memanjang pantai Pola radial Gambar 1.1: Pola-pola permukiman 4. Menentukan Tempat untuk kegiatan Industri Penerapan ilmu menentukan tempat atau lokasi, banyak dikaji oleh para perencana wilayah dalam kegiatan industri. Banyak teori lokasi yang digunakan untuk menentukan lokasi industri. Pengambilan keputusan untuk memilih lokasi merupakan kerangka kerja yang prospektif bagi pengembangan suatu kegiatan yang bersifat komersil, yaitu pemilihan lokasi-lokasi yang strategis, artinya lokasi itu memiliki atau memberikan pilihan-pilihan yang menguntungkan dari sejumlah akses yang ada. Semakin strategis suatu lokasi untuk kegiatan industri, berarti akan semakin besar peluang untuk meraih keuntungannya. Jadi, tujuan dari penentuan lokasi industri yaitu untuk memperbesar keuntungan dengan menekan biaya produksi dan meraih pasar yang besar dan luas. Faktor-faktor yang mempengaruhi atau perlu diperhitungkan dalam menentukan lokasi industri dinamakan faktor lokasi, yaitu sebagai berikut: Bahan mentah, merupakan kebutuhan pokok dalam kegiatan industri, sehingga harus selalu tersedia dalam jumlah besar demi kelancaran produksi. Modal, peranannya sangat penting untuk kelancaran kegiatan produksi, baik dalam pengadaan bahan mentah, upah kerja dan biaya produksi lainnya. Tenaga kerja, merupakan tulang punggung kelancaran proses produksi, baik jumlah maupun keahliannya. Sumber energi, kegiatan industri memerlukan sumber energi, baik berupa energi listrik, BBM dan gas. Transportasi dan komunikasi, lokasi industri harus dekat dengan prasarana dan sarana angkutan atau perhubungan dan komunikasi, seperti jalan raya, jalan kereta api dan pelabuhan untuk memudahkan pengangkutan hasil industri dan bahan mentah, serta telepon untuk memudahkan arus informasi. Pemasaran, lokasi industri harus menjangkau konsumen sedekat mungkin agar hasil produksi mudah dipasarkan. Teknologi, penggunaan teknologi yang kurang tepat guna dapat menghambat jalannya suatu kegiatan industri. Peraturan, peraturan atau perundang-undangan sangat penting demi menjamin kepastian berusaha dan kelangsungan industri. seperti peraturan tata ruang, fungsi wilayah, UMR, perijinan, sistem perpajakan dan sebagainya, Lingkungan, faktor lingkungan yang kurang kondusif selain menghambat kegiatan industri juga kurang menjamin keberadaannya. Misalnya keamanan, jarak ke lokasi pemukiman, polusi atau pencemaran, dan sebagainya. Iklim dan sumber air, menentukan kegiatan industri, artinya keadaan iklim dan ketersediaan sumber air jangan sampai menghambat kegiatan produksi. Namun semua faktor industri tersebut tentunya tidak seluruhnya dapat diakomodasi secara keseluruah. Terkadang satu industri akan lebih dekat dengan lokasi bahan baku tetapi jauh dengan lokasi pemasaran, atau sebaliknya. Karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan maka lahirlah teori-teori untuk membantu memecahkan masalah penentuan lokasi, yaitu harus didasarkan pada faktor-faktor produksi paling dominan dari suatu kegiatan industri. Beberapa teori yang cukup terkenal dalam memilih lokasi antara lain teori lokasi industri dari Alfred Weber (least cost location). Isi teori Weber adalah bahwa lokasi
15 industri-industri dipilih di tempat-tempat yang biayanya paling minimal (least cost location). Teori ini dapat diterapkan jika terpenuhi kriteria prakondisi sebagai berikut: 1) memiliki wilayah yang seragam dalam hal topografi, iklim, dan penduduknya 2) adanya sumberdaya atau bahan mentah yang cukup 3) adanya upah buruh yang telah baku yaitu sama di mana-mana (seperti Upah Minimum Regional UMR). 4) biaya transportasi tergantung dari bobot bahan mentah yang diangkut dan jarak antara bahan mentah dan lokasi pabrik. 5) terdapatnya kompetisi antar industri dalam pasar bebas. 6) manusia yang terlibat di dalamnya bebas menggunakan berfikir rasional. Artinya sistem ekonomi yang diterapkan cenderung liberal dan tanpa ada batas-batas hukum. Yang membatasi mereka hanya kebebasan orang lain. Weber dalam mengembangkan teorinya menggunakan segitiga bobot yang sudutsudutnya menunjukkan perbandingan bobot material-material yang diangkut. Ahli teori lokasi ini menggunakan tiga faktor atau variabel penentu dalam analisa teorinya, yaitu titik material bahan baku, titik konsumen dan titik tenaga kerja. Ketiga faktor tersebut diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Perhatikan segitiga Weber seperti pada gambar 1.2. M M M P 1 P 2 P 3 R 1 R 2 R 1 R 2 R 1 R 2 Gambar 1.2: Segitiga Weber Segitiga weber ini menunjukkan M (market atau pasar), R 1 dan R 2 merupakan lokasi bahan mentah yang bersumber dari lokasi satu dan dua. Adanya dua lokasi bahan baku (R 1 dan R 2 ) karena umumya setiap industri terdiri dari dua atau lebih sumber bahan baku. P 1 = adalah tempat industri ditengah-tengah antara pasar dan dua sumber bahan mentah. Artinya, bobot yang harus diangkut dari bahan baku dan atau yang harus dikirim ke lokasi pasar hampir sama. Karena itu lokasi pabrik berada di tengahtengah. P 2 = adalah tempat industri yang mendekati kedua sumber bahan mentah atau bahan baku. Artinya bobot total bahan baku yang perlu diangkut sangat besar dan lebih berat daripada bobot yang harus diangkut ke lokasi pasar.
16 P 3 = adalah tempat industri yang mendekati pasar. Bahan baku yang perlu diangkut lebih ringan daripada bobot yang perlu diangkut ke lokasi pasar. Latihan Untuk memperdalam materi, jawablah soal latihan di bawah ini: 1. di suatu peta tergambar pola persebaran permukiman sebagai berikut: Tentukan pola persebaran permukiman tersebut! 2. Segitiga weber pada dasarnya menunjukkan tiga buah titik utama yaitu M (market atau pasar), R 1 dan R 2 merupakan lokasi bahan mentah yang bersumber dari lokasi satu dan dua. Adanya dua lokasi bahan baku (R 1 dan R 2 ) karena umumya setiap industri terdiri dari dua atau lebih sumber bahan baku. Jika lokasi industri lebih menguntungkan jika ditempatkan di dekat R 2. Gambarlah segitiga webernya Petunjuk jawaban latihan: Untuk menjawab latihan di atas, Anda hanya membutuhkan waktu sedikit untuk membaca kembali uraian materi dengan pemahaman yang lebih baik dan sedikit perenungan agar dapat memberi contoh dari uraian yang Anda kemukakan. Termasuk soal latihan nomor dua, uraian Anda akan lebih mudah difahami jika dilengkapi dengan contoh. Rangkuman 1. Konsep tempat ada dua yaitu tempat yang mutlak dan relatif. Tempat yang mutlak misalnya berdasarkan lokasi astronomis sebagaimana dijelaskan pada paragaf di atas. Sedangkan tempat relatif terkait dengan tempat lainnya di suatu ruang atau wilayah. Misalnya kota Jakarta dapat dikatakan sebelah timur, tetapi pada waktu yang lain dapat dikatakan di sebelah barat, tergantung dari mana kita menyebutnya. Pada saat kita berada di Propinsi Banten, maka Jakarta berada di sebelah timur tetapi manakala kita berada di Kota Subang maka Jakarta berada di sebelah barat. 2. Tempat sesuatu yang terpilih dan dipertimbangkan berdasarkan pemikiran rasional umumnya akan membentuk suatu pola. Jika tersebar dalam ruang, tempat-tempat tertentu dapat membuat suatu jaringan yang terpadu. Dalam mengkaji tempat, orang dapat menganalisisnya berdasarkan pola sebarannya, pola keterkaitannya, dan pola ketergantungannya. Identifikasi persebaran objek geografi yang paling efektif adalah melalui peta. Kelebihan peta dalam menampilkan data atau informasi yang terkait dengan unsur geografis selain mengidentifikasi persebaran, juga pola dan hubungan objek geografi.
17 3. Pada sejumlah disiplin ilmu seperti planologi (perencanaan wilayah), hidrologi, dan biogeografi sangat berkepentingan mempelajari pola-pola tertentu pada peta. Dalam planologi dikenal pola pengembangan wilayah kota dan desa. 4. Para ahli industri melakukan pertimbangan-pertimbangan untuk memilih lokasi industri. Pengambilan keputusan untuk memilih lokasi merupakan kerangka kerja yang prospektif bagi pengembangan suatu kegiatan yang bersifat komersil, yaitu pemilihan lokasi-lokasi yang strategis, artinya lokasi itu memiliki atau memberikan pilihan-pilihan yang menguntungkan dari sejumlah akses yang ada. Semakin strategis suatu lokasi untuk kegiatan industri, berarti akan semakin besar peluang untuk meraih keuntungannya. Jadi, tujuan dari penentuan lokasi industri yaitu untuk memperbesar keuntungan dengan menekan biaya produksi dan meraih pasar yang besar dan luas. 5. Dasar orientasi keputusan pemilihan lokasi tersebut utamanya ditekankan kepada biaya transportasi yang rendah. Beberapa teori yang cukup terkenal dalam memilih lokasi antara lain Teori Lokasi industri dari Alfred Weber (least cost location). Isi teori ini adalah bahwa lokasi industri-industri dipilih di tempat-tempat yang biayanya paling minimal (least cost location). Teori ini dapat diterapkan jika terpenuhi kriteria prakondisi sebagai berikut: (a) memiliki wilayah yang seragam dalam hal topografi, iklim, dan penduduknya, (b) Adanya sumberdaya atau bahan mentah yang cukup, (c) adanya upah buruh yang telah baku yaitu sama di manamana (seperti Upah Minimum Regional UMR), (d) Biaya transportasi tergantung dari bobot bahan mentah yang diangkut dan jarak antara bahan mentah dan lokasi pabrik. 6. Teori lokasi industri optimal dari Losch dalam buku Economics of Location terbitan tahun 1954 mendasarkan pada permintaan (demand) yang memililiki asumsi bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri adalah di mana yang bersangkutan dapat menguasai wilayah pasaran yang terluas; dengan demikian dapat menghasilkan paling banyak pendapatan. Teori losch sebenarnya hanya memperkuat teori tempat yang sentral dari Walter Christaller yang dipublikasikan tahun Teori ini dalam membangun teorinya mengasumsikan bahwa permukaan lahan dianggap datar dan homogen dan selalu disuplai oleh pusat (industri) karena adanya permintaan secara merata. Teori ini mengatakan bahwa volume penjualan akan meningkat karena para industrialis akan menjual barangnya dengan harga yang lebih murah, sedangkan ke tempat yang jauh akan lebih mahal karena harus menutup ongkos ekstra dari tansportasi masing-masing. Tes Formatif 2 Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dari berbagai jawaban yang disediakan 1. Perintis permukiman di perdesaan atau perkampungan antara lain dalam memilih tempat setidaknya didasarkan pada, kecuali: A. Kemudahan mendapat air B. Mencari tanah-tanah yang subur C. Dekat dengan lahan-lahan garapannya. D. Ada faktor penghalang untuk mendirikan bangunan. 2. Perkampungan yang memusat selain disebabkan oleh karena mendekati tempat pekerjaannya, tetapi juga oleh karena ada sumber alam yang menguntungkan misalnya:
18 R 1 R R 1 R 2 A. Daerah-daerah yang dijadikan tempat permukiman memiliki topografi atau relief yang sama misalnya di dataran rendah yang tidak terputus oleh sungai yang besar atau bukit yang tinggi. B. Daerah-daerah yang memiliki permukaan air tanah yang sangat dalam, sehingga untuk membuat sumur-sumur lainnya membutuhkan biaya yang besar. Karena itu permukiman akan mendekati suatu sumur bersama sebagai sumber kehidupan. Sumur menjadi pemusatan penduduk. C. daerah-daerah yang memiliki tempat hiburan karena orang-orang akan berkumpul di daerah tersebut D. Daerah-daerah yang keamanannya rawan atau belum dapat dipastikan maka mereka akan bergerombol untuk saling membantu. 3. Perkampungan yang terpencar dapat terjadi akibat berbagai faktor yaitu: A. Permukaan air tanah yang dalam tetapi mudah dipompa B. Di daerah-daerah banjir. C. Daerah-daerah dengan topografi yang kasar atau berbukit-bukit terjal D. Permukaan air tanah yang dangkal atau mudah dibuat 4. Pulau Bali berada di sebelah timur pulau Jawa. Letak pulau Bali tersebut berdasarkan letak: A. mutlak B. relatif C. akurat D. astronomis 5. Nilai R dalam analisis data terdekat memiliki nilai 0,5. Artinya sebaran fenomena geografi tersebut adalah: A. pola tersebar tidak merata B. pola tersebar merata C. Pola bergerombol D. pola acak-acakan 6. Pola persebaran sangat bermanfaat untuk untuk mengadakan evaluasi, kecuali: A. pola-pola permukiman, B. penyebaran sumber daya C. penyebaran endapan batu bara, D. persebaran penduduk 7. Pola permukiman yang memanjang sungai menandakan bahwa kehidupan masyarakat kampung tersebut sangat tergantung pada: A. air sungai B. transportasi sungai C. Minum, Cuci, Kakus (MCK) D. mencari penghidupan (mencari ikan) 8. Weber dalam mengembangkan teorinya menggunakan segitiga bobot yang sudutsudutnya menunjukkan perbandingan bobot material-material yang diangkut. Ahli teori lokasi ini menggunakan tiga faktor atau variabel penentu dalam analisa teorinya, yaitu titik material bahan baku, titik konsumen dan titik tenaga kerja. Terapannya adalah jika industri lebih menguntungkan pada pasar, maka lokasi yang cocok adalah ditunjukkan pada gambar: A. M B. M P 3 P 1
19 C. M D. M P 2 R 1 R 2 R 1 P 3 R 2 9. Teori lokasi industri optimal menurut Losch didasarkan pada asumsi: A. Teori ini dalam membangun teorinya mengasumsikan bahwa permukaan lahan dianggap datar dan homogen dan selalu disuplai oleh pusat (industri) karena adanya permintaan secara merata. B. Teori ini mengatakan bahwa volume penjualan akan meningkat karena para industrialis akan menjual barangnya dengan harga yang lebih murah, sedangkan ke tempat yang jauh akan lebih mahal karena harus menutup ongkos ekstra dari tansportasi masing-masing. C. bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri adalah di mana yang bersangkutan dapat menguasai wilayah pasaran yang terluas; dengan demikian dapat menghasilkan paling banyak pendapatan. D. Jika suatu industri berada di tempat yang berjauhan maka lingkup daerah pemasarannya akan sejauh jarak dan biaya transportasi. Semakin jauh akan semakin mahal harganya dan sampai batas tertentu tidak lagi terjangkau oleh daya beli masyarakat. 10. Industri tahu sebaiknya ditempatkan lebih dekat kepada: A. Pasar B. Bahan baku C. Tenaga kerja D. transportasi Umpan Balik Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif yang terdapat pada bagian akhir modul ini, dan hitunglah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 2 ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = X 100%
20 10 Arti tingkat penguasaan yang anda capai: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik 70% - 79% = cukup - 69% = kurang Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan Kegiatan Belajar 3 dan Anda dinyatakan LULUS. Tetapi bila Anda memperoleh nilai kurang dari 80 %, dengan berat hati Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 2. Namun demikian jangan berkecil hati, tidak ada hal yang sulit. Anda hanya membutuhkan waktu sedikit untuk mengingat tentang hal-hal yang belum dikuasai. KEGIATAN BELAJAR 3: Sistem Keruangan sebagai pendekatan dalam ilmu geografi Tempat dan ruang dalam ilmu geografi merupakan objek studi yang utama. Pada gilirannya karena sistem keruangan merupakan yang terintegrasi dan mampu menyelesaikan masalah yang terjadi dalam ruang maka keruangan dianggap sebagai suatu pendekatan dalam ilmu geografi. Menurut R. Bintarto, analisa keruangan mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting. Ahli geografi akan bertanya faktor-faktor apakah yang menguasai pola penyebaran dan bagaimanakah pola tersebut dapat diubah agar penyebarannya menjadi lebih efisien dan lebih wajar. Dengan kata lain dapat diutarakan bahwa dalam analisa keruangan yang harus memperhatikan penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan kedua, penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan. Dalam analisa keruangan ini dapat dikumpulkan data lokasi yang terdiri dari data titik (point data) dan data bidang (areal data). Yang digolongkan ke dalam data titik adalah data ketinggian tempat, data sampel batuan, data sampel tanah dan sebagainya. Yang digolongkan ke dalam data bidang misalnya luas hutan, luas daerah perkebunan, data luas pertanian padi, dan lain-lain. Meskipun demikian dari data titik dapat pula diperoleh data bidang. Data dan beberapa sampel tanah dapat dipetakan dan ditentukan batas-batasnya hingga diperoleh data bidang yaitu data tentang penyebaran jenis tanah tertentu. Beberapa data titik dapat dijadikan data bidang seperti data sampel tanah dan bcberapa titik sampel dapat dijadikan data bidang, data curah hujan dari sejumlah stasiun hujan dapat pula dijadikan data bidang. Dalam hal pcrancangan pemukiman transmigrasi misalnya perlu diperhatikan antara lain adalah persyaratan minimum tingkat kesuburan tanah dan kemiringan daerah maksimum 8%. Kedua sifat penting ini diperoleh dan data bidang yang semula diperoleh dari data titik.
21 Dengan mengetahui penyebaran daerah persyaratan minimum tingkat kesuburan tanah dan daerah dengan kemiringan maksimuin 8% dapat dirancangkan untuk kepentingan pemukiman transmigrasi. Rancangan wilayah ini berarti akan mengubah pola wilayah itu secara keseluruhan untuk tujuan merancang pemukiman transmigrasi dengan maksud agar pola itu menjadi lebih efisien, yaitu dengan merancangkan daerah pemukiman, daerah tanah pertanian, daerah pusat pemerintahan, daerah kuburan, janing-jaring jalan, daerah yang harus tetap tertutup hutan, daerah cadangan dan lain sebagainya. Dalam mempelajari ruang dan persebaran fenomena geografi, pemahaman kita yang paling penting adalah teori difusi. lstilah difusi telah banyak dibicarakan dalam fisika, biologi, sosiologi, ekologi dan sebagainya. Dalam istilah sehari-hari difusi berarti pemencaran, penyebaran, atau penjalaran, seperti penyebaran berita dan mulut ke mulut, penjalaran penyakit dan suatu daerah ke daerah lain, penyebaran kebudayaan dan suatu suku ke suku yang lain. Sebagai contoh, pernah ada proses penyebaran penyakit El Tor tahun 1905, ternyata ditemukan pertama-tama dalam tubuh enam orang muslim di sebuah tempat karantina di luar kota Mekah (nama El br berasal dari nama tempat karantina). Dalam tahun 1930 penyakit kolera El Tor diketahui terdapat di Sulawesi sebagai endemi. Selama 30 tahun berikutnya tidak ada lagi berita tentang El Tor inimi, tetapi kemudian dalam tahun 1961 terjadi penyebaran El Tor di daerah-daerah di luar Sulawesi dengan cepat. Pada tahun 1964 penyakit mi telah sampai di India dan pada permulaan tahun 1970-an mengarah ke selatan, yaitu Afrika Tengah, ke barat yaitu ke Rusia dan Eropa. Perhatikan gambar berikut (Bintarto, 1987). Gambar 1.3: Penyebaran penyakit ELTOR Dalam geografi, difusi mempunyai dua arti yang berbeda. Pertama, difusi ekspansi (expansion diffusion) yaitu suatu proses di mana material atau informasi menjalar melaiui suatu populasi ke populasi lain dan dari suatu daerah ke daerah yang lain. Dalam proses ekspansi ini informasi atau material yang didifusikan tetap dan kadang-kadang menjadi lebih intensif di tempat asalnya tetap ada dan kadang-kadang lebih intensif. Kedua, difusi penampungan (relocation diffusion). Jenis difusi ini merupakan proses yang sama dengan penyebaran keruangan di mana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru. Ini berarti bahwa anggota dari populasi pada waktu itu berpindah letaknya
22 dari waktu wi hingga waktu w2. Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan meninggalkan tempat yang lama dan (ditampung oleh tempat yang baru oleh karena bencana gunung berapi dapat digolongkan ke dalam difusi penampungan (Bintarto, 1987) Gambar 1.4: Difusi ekspansi dan relokasi Gambar di atas menunjukkan dua proses difusi yaitu proses ekspansi dan proses penampungan dan bagaimana kedua proses tersebut saling bergabung. Penjangkitan El Tor seperti telah dijelaskan di muka merupakan salah satu contoh dan gabungan antara proses ekspansi dan proses penampungan. Difusi ekspansi masih dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: 1. difusi menjalar (contagious diffusion) di mana proses menjalarnya terjadi dengan kontak yang langsung antar manusia atau antar daerah, misalnya menjalarnya penyakit melalui kontak antar manusia. Proses mi sangat tergantung kepada jarak oleh karena semakin dekat jarak antar manusia atau antar daerali berarti semakin mudah kontak terjadi. Oleh karena itu difusi menjalar mempunyai kecenderungan untuk menjalar secara sentrifugal dan daerah sumbernya. Gambar 1.5: Gabungan antara difusi ekspansi dan difusi penampungan
23 Difunsi yang lain adalah difusi kaskade yaitu proses penjalaran atau penyebaran fenomena melalui beberapa tingkat atau hirarki. Proses ini adalah proses yang terjadi pada difusi pembaharuan (diffusion of innovations) misalnya proses pembaharuan yang dimulai dan kota besar hingga ke pelosok. Difusi kaskade selalu dimulai dari tingkat atas dan kemudian menjalar ke tingkat bawah, misalnya penjalaran atau penyebaran penggunaan komputer yang dimulai dari kota besar kemudian menjalar ke tepi kota dan akhirnya sampai ke desa. Apabila proses penjalaran tersebut dimulai dari tingkat bawah maka difusi tersebut dinamakan difusi hirarki (hierarchic diffusion). Banyak ahli geografi tertarik pada studi difusi yang bersumber kepada karya ahli geografi Sweden Torsten Hagerstrand dan kawan-kawannya dari Universitas Lund. Karya Hägerstrand berjudul Spatial Diffusion as an Innovation Process, diterbitkan di tahun 1953 di Sweden. Karya ini membincangkan tentang penjalaran atau penyebaran beberapa movasi pertanian seperti cara pengawasan tuberculose yang terdapat pada sejenis sapi di suatu daerah di Sweden Tengah. Pada analisa Hagerstrand tentang difusi keruangan terdapat enam unsur, yaitu: 1. daerah (area) atau lingkungan di mana proses difusi terjadi. 2. waktu (time), di mana difusi dapat terjadi terus-menerus atau dalam waktu yang terpisah-pisah. Hagerstrand menggolong-golongkan waktu dalam periode-peniode tertentu seperti hari atau tahun, di mana nol menunjukkan titik awal dan suatu difusi sedangkan wi, w2, w3 dan sebagainya menunjukkan periode yang berurutan. 3. item yang di-difusi-kan. Item tersebut dapat berbentuk material seperti penduduk, pesawat televisi, pesawat radio, pupuk dan dapat pula berbentuk non-material seperti tingkahlaku, penyakit, pesan dan lain sebagainya. Item-item tersebut berbeda-beda dalam derajad untuk dapat dipindahkan, untuk dapat diteruskan atau untuk dapat diterima. Misalnya penyakit cacar air mudah dipindahkan atau mudah menular kepada orang lain. Sebaliknya teknik keluarga berencana sukar untuk diteruskan dan sukar juga untuk dapat diterima. Untuk melaksanakan proses difusi tentang item teknik keluarga berencana banyak memakan biaya antara lain biaya untuk penyuluhan. Selain dan itu sikap penduduk tentang gagasan mi merupakan salah satu hambatan 4. tempat asal 5. tempat tujuan 6. jalur perpindahan yang dilalui oleh item yang didifusikan Latihan Untuk memperdalam hal-hal yang penting jawablah pertanyaan berikut: 1. Akhir-akhir ini penyebaran flu burung telah mendunia. Menurut Anda apa kira-kira jenis difusi yang dilakukan oleh virus flu burung? 2. Jelaskan manfaat mempelajari proses difusi kaitannya dengan aspek keruangan? 3. Dahulu gencar sekali program transmigrasi digalakan oleh pemerintah. Kira-kira jenis difusi apa dilhat dari perpindahan penduduk dan perpindahan budayanya? Petunjuk jawaban latihan: Untuk menjawab soal latihan di atas, Anda dipersilakan untuk berdiskusi dengan teman sesama mahasiswa, jika kurang puas bertanyalah kepada tutor pada saat pertemuan tatap muka. Selain itu, dalam menjawab pertanyaan, biasakan untuk menggunakan bahasa
24 Indonesia yang baku, baik dan benar. Untuk memperjelas uraian, dianjurkan dilengkapi dengan contoh. Rangkuman 1. Menurut R. Bintarto, analisa keruangan mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting. Ahli geografi akan bertanya faktor-faktor apakah yang menguasai pola penyebaran dan bagaimanakah pola tersebut dapat diubah agar penyebarannya menjadi lebih efisien dan lebih wajar. Dengan kata lain dapat diutarakan bahwa dalam analisa keruangan yang harus memperhatikan penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan kedua, penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan. 2. Dalam mempelajari ruang dan persebaran fenomena geografi, pemahaman kita yang paling penting adalah teori difusi. lstilah difusi telah banyak dibicarakan dalam fisika, biologi, sosiologi, ekologi dan sebagainya. Dalam istilah sehari-hari difusi berarti pemencaran, penyebaran, atau penjalaran, seperti penyebaran berita dan mulut ke mulut, penjalaran penyakit dan suatu daerah ke daerah lain, penyebaran kebudayaan dan suatu suku ke suku yang lain. 3. Dalam geografi, difusi mempunyai dua arti yang berbeda. Pertama, difusi ekspansi (expansion diffusion) yaitu suatu proses di mana material atau informasi menjalar melaiui suatu populasi ke populasi lain dan dari suatu daerah ke daerah yang lain. Kedua, difusi penampungan (relocation diffusion). Jenis difusi ini merupakan proses yang sama dengan penyebaran keruangan di mana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru. 4. Difusi jenis yang lain adalah difusi kaskade yaitu proses penjalaran atau penyebaran fenomena melalui beberapa tingkat atau hirarki. Difusi kaskade selalu dimulai dari tingkat atas dan kemudian menjalar ke tingkat bawah. Apabila proses penjalaran tersebut dimulai dari tingkat bawah maka difusi tersebut dinamakan difusi hirarki (hierarchic diffusion). 5. Pada analisa Hagerstrand tentang difusi keruangan terdapat enam unsur, yaitu: daerah (area) atau lingkungan di mana proses difusi terjadi, waktu (time), item yang di-difusi-kan, tempat asal, tempat tujuan, dan jalur perpindahan. Tes Formatif 3 Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dari berbagai jawaban yang disediakan 1. Data curah hujan pada dasarnya merupakan data... dilihat dari aspek keruangan? A. data titik B. data wilayah C. data sekunder D. data primer 2. Hutan disuatu daerah luasnya 1000 hektar. Data ini menunjukkan suatu basis data: A. data titik B. data wilayah C. data sekunder D. data primer 3. Di bawah ini adalah contoh dari data titik, kecuali: A. ketinggian tempat,
25 B. data sampel batuan, C. data sampel tanah D. data daerah perkebunan 4. Contoh perubahan data titik menjadi data wilayah yang paling tepat adalah: A. hasil pengukuran luas hutan B. sampel jenis tanah yang di petakan C. luas Daerah Aliran Sungai D. Kasus gagal panen di daerah pertanian 5. Istilah lain yang kurang cocok dengan konsep difusi adalah: A. pemencaran, B. penyebaran, C. penjalaran D. perjalanan 6. Proses di mana material atau informasi menjalar melaiui suatu populasi ke populasi lain dan dari suatu daerah ke daerah yang lain: A. ekaspansi B. penampungan C. relokasi D. kaskade 7. Dalan kasus bencana alam, warga penduduk secara bersama-sama pindah tempat. Menurut teori difusi, jenisnya termasuk pada: A. relokasi B. penampungan C. ekaspansi D. kaskade 8. Persebaran komputer awalanya hanya di perkotaan, satu tahun berikutnya tersebar di kota-kota kecamatan, dan tahun berikutnya baru sampai ke desa-desa. Kasus ini termasuk dalam jenis difusi: A. relokasi B. penampungan C. ekaspansi D. kaskade 9. Sutua saat tersebar kadar bahwa di desa A terjadi kasus pemerkosaan. Awalnya hanya ramai dibicarakan di tingkat desa. Kasusnya semakin ramai sampai semua penduduk di kecamatan tersebut mengetahunya. Ternyata dalam 1 minggu kasusnya menjadi isu nasional. A. difusi pembaharuan B. difusi kaskade C. difusi hirarki D. difusi top down 10. Di bawah ini adalah bukan unsur difusi: A. waktu (time) B. item yang di-difusi-kan. C. tempat asal D. cara berpindah Umpan Balik
26 Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif yang terdapat pada bagian akhir modul ini, dan hitunglah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam bahan belajar mandiri 1 ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = X 100% 10 Arti tingkat penguasaan yang anda capai: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik 70% - 79% = cukup - 69% = kurang Berapakah nilai penguasaan Anda terhadap materi ini? Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat dinyakatan lulus LULUS dan diperslakan untuk melangkah ke modul berikutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 3 kembali, terutama pada bagian yang belum Anda ketahui. Rileks saja tetap tentu saja perlu kesungguhan agar Anda cepat berhasil. Penulis berharap terus agar Anda Sukses! KUNCI JAWABAN Tes formatif 1 1. B 2. C 3. B 4. C 5. D 6. A 7. B 8. A 9. A 10. D Tes formatif 2 1. D 2. C 3. A
27 4. B 5. C 6. D 7. B 8. B 9. C 10. A Tes formatif 3 1. A 2. A 3. D 4. B 5. D 6. A 7. B 8. D 9. C 10. D
28 GLOSARIUM Analisis tetangga terdekat adalah metode yang dikembangkan oleh P.J. Clark dan F.C. Evans (Sumaatmadja, 1981). Dalam geografi dapat digunakan untuk mengadakan evaluasi pola-pola permukiman, penyebaran sumber daya alam seperti penyebaran endapan batu bara, bijih logam, batu kapur, jenis vegetasi, dan lain-lain. Hasil analisis tetangga terdekat kita dapat mengetahui perbedaan pola persebaran antara ruang yang satu dengan ruang lainnya. core of city merupakan pusat dari kegiatan ekonomi, kegiatan politik, kegiatan pendidikan, kegiatan pemerintahan, kegiatan kebudayaan dan kegiatankegiatan lainnya. Oleh karena itu daerah seperti ini dinamakan Pusat Daerah Kegiatan (PDK) atau Central Business Districts (CBD). PDK berkembang dari waktu ke waktu sehingga meluas ke arah daerah di luarnya. Daerah ini disebut Selaput Inti Kota (SIK). Difusi adalah penjalaran. Dalam geografi, difusi mempunyai dua arti yang berbeda. Pertama, difusi ekspansi (expansion diffusion) yaitu suatu proses di mana material atau informasi menjalar melaiui suatu populasi ke populasi lain dan dari suatu daerah ke daerah yang lain. Kedua, difusi penampungan (relocation diffusion). Jenis difusi ini merupakan proses yang sama dengan penyebaran keruangan di mana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru. Kerapatan bruto bagi industri adalah ukuran yang meliputi bangunan gudang, tempat parkir, tempat bongkar muat, rel kereta api dan jalan di dalam kawasan pabrik, ruang terbuka (taman), ruang yang belum terpakai, dan sebagainya. Sedangkan kerapatan netto bagi industri adalah ukran yang hanya meliputi bangunan pabrik, gudang, tempat parkir dan tempat bongkar muat saja. Kedua ukuran ini digunakan untuk menganalisis penggunaan tanah yang sedang berlaku; untuk perencanaan, akan lebih mudah jika hanya digunakan kerapatan bruto yaitu untuk tanah yang kosong. Pendekatan fungsional, yaiu suatu perencanaan yang memperhitungkan lokasi berbagai kegiatan ekonomi dan pengaturan secara ruang dari sistem perkotaan mengenai berbagai pusat dan jaringan. Dalam perencanaan akan dikembangkan model-model perencanaan seperti model gravitasi, analisis masukan-keluaran, pusat pertumbuhan, dan lain-lain. Perluasan wilayah fungsional memperhitungkan dan mengambil manfaat dari keadaan wilayah lain yang berbatasan dalam interaksi dan memenuhi kebutuhan yang tidak dimiliki oleh masing-masing wilayah bersangkutan. Pendekatan teritorial merupakan perencanaan wilayah macam ini memperhitungkan mobilisasi terpadu dari semua sumberdaya manusia dan sumberdaya alam dari suatu wilayah tertentu yang dicirikan oleh perkembangan sejarahnya. Sejarah dijadikan salah satu faktor yang mengikat antar anggota masyarakat sehingga membentuk wilayah terirorial tertentu. Perencanaan wilayah teritorial atau formal diarahkan untuk peningkatan perkembangan untuk melayani aspirasi dan kebutuhan
29 masyarakat yang berada di dalamnya. Perluasan wilayah dalam pengembangan wilayah formal akan dibatasi oleh batas wilayah lain yang berbatasan. Region, adalah wilayah yang memliki ciri-ciri yang relatif sama tersebut misalnya seragam dalam hal keadaan fisik permukaannya, kebudayaan masyarakatnya mempunyai ciri yang khas, dan ruang tersebut menunjukkan suatu sistem kehidupan dalam keterikatan yang kentara. ruang (space) yang merupakan lapisan biosfer (lapisan hidup), tempat hidup tumbuhtumbuhan, hewan, dan manusia. Tinggi ruang permukaan bumi setinggi lapisan atmosfer, dan kedalaman permukaan bumi adalah sebatas tempat yang memungkinkan hewan dan tumbuhan hidup di dalamnya. Segitiga Weber adalah teori lokasi industri. Dalam mengembangkan teorinya menggunakan segitiga bobot yang sudut-sudutnya menunjukkan perbandingan bobot material-material yang diangkut. Ahli teori lokasi ini menggunakan tiga faktor atau variabel penentu dalam analisa teorinya, yaitu titik material bahan baku, titik konsumen dan titik tenaga kerja. Ketiga faktor tersebut diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Segitiga weber ini menunjukkan M (market atau pasar), R 1 dan R 2 merupakan lokasi bahan mentah yang bersumber dari lokasi satu dan dua. Adanya dua lokasi bahan baku (R 1 dan R 2 ) karena umumya setiap industri terdiri dari dua atau lebih sumber bahan baku. DAFTAR PUSTAKA Bintarto, R dan Hadisumarno, S Metode Analisa Geografi. LP3ES. Jakarta. Bintarto Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya. Ghalia Indonesia. Jakarta. Daldjoeni. N Geografi Baru. Alumni. Bandung Marbun, M.A Kamus Geografi. Ghalia Indonesia. Jakarta. Martopo, S Pendidikan Geografi di dalam Konsorsium Sains dan Matematika. Lembar Ilmu Pengetahuan. IKIP Semarang. Sumaatmadja, N Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan. Penerbit Alumni. Bandung.
II. TINJAUAN PUSTAKA. lukisan atau tulisan (Nursid Sumaatmadja:30). Dikemukakan juga oleh Sumadi (2003:1) dalam
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Geografi Dari asal katanya, geografi berasal dari kata geo yang berarti bumi, dan graphein yang berarti lukisan atau tulisan (Nursid Sumaatmadja:30).
PENGERTIAN GEOGRAFI PENGERTIAN GEOGRAFI
PENGERTIAN GEOGRAFI PENGERTIAN GEOGRAFI Istilah Geografi berasal dari bahasa Yunani geo yang artinya bumi dan graphien yang artinya pencitraan. Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menggambarkan segala
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Geografi merupakan cabang ilmu yang dulunya disebut sebagai ilmu bumi
8 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Geografi Geografi merupakan cabang ilmu yang dulunya disebut sebagai ilmu bumi sehingga banyak masyarakat menyebutnya sebagai ilmu yang
PENGANTAR GEOGRAFI Oleh: Djunijanto, S.Pd
PENGANTAR GEOGRAFI Oleh: Djunijanto, S.Pd SMA N 3 UNGGULAN TENGGARONG PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA 2009 GEOGRAFI Pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan dimuka
METODE PENDEKATAN GEOGRAFI
METODE PENDEKATAN GEOGRAFI Metode Pendekatan Geografi Ruang lingkup geografi dapat dikatakan sangat luas. Metode pendekatan yang dapat digunakan tidak lagi hanya dari aspek keruangannya saja, melainkan
geografi Kelas X PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI I KTSP & K-13 A. PENGERTIAN GEOGRAFI a. Eratosthenes b. Ptolomeus
KTSP & K-13 Kelas X geografi PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI I Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami pengertian geografi dan lingkungan
Secara umum pembagian wilayah berdasarkan pada keadaan alam (natural region) dan tingkat kebudayaan penduduknya (cultural region).
GEOGRAFI KELAS XII IPS - KURIKULUM GABUNGAN 20 Sesi NGAN WILAYAH, PERWILAYAHAN, DAN PUSAT PERTUMBUHAN : 1 A. PENGERTIAN WILAYAH Wilayah adalah suatu area yang memiliki karakteristik tertentu atau sifat
Pola pemukiman berdasarkan kultur penduduk
Pola Pemukiman Terpusat Pola Pemukiman Linier Pola pemukiman berdasarkan kultur penduduk Adanya pemukiman penduduk di dataran rendah dan dataran tinggi sangat berkaitan dengan perbedaan potensi fisik dan
PENDEKATAN DAN KONSEP GEOGRAFI
www.bimbinganalumniui.com 1. Geografi is the mother of all sciences adalah pendapat yang dikemukakan oleh a. Preston E. James b. Bintarto c. Aristoteles d. Vidal de la Blace e. Huntington 2. Istilah geografi
BUKU AJAR GEOGRAFI EKONOMI
BUKU AJAR GEOGRAFI EKONOMI PENYUSUN DRA. SUNARPI RILANTO, MS PROGRAM STUDI GEOGRAFI MANUSIA FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2004 PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas
HAKIKAT GEOGRAFI PENGERTIAN GEOGRAFI : Re typed by Suwarno, S.Si SMA Negeri 2 Kotawarimgin Timur - 1 -
HAKIKAT GEOGRAFI A. Pengertian Geografi dan Perkembangan Ilmu Geografi Kata geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu geo dan graphein. Geo berarti bumi dan Graphein artinya tulisan. Secara umum geografi
MENENTUKAN LOKASI INDUSTRI
MENENTUKAN LOKASI INDUSTRI TEORI LOKASI INDUSTRI adalah suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara konsisten dan
HAKIKAT GEOGRAFI A. RUANG LINGKUP GEOGRAFI
A. RUANG LINGKUP GEOGRAFI HAKIKAT GEOGRAFI Pengertian dan Batasan Geografi Menurut seorang ilmuwan kuno yang bernama Eratosthenes Geografi berasal dari bahasa Yunani Geographia yang terdiri dari dua kata,
BAB II LANDASAN TEORI. A. Pengembangan Potensi Kawasan Pariwisata. berkesinambungan untuk melakukan matching dan adjustment yang terus menerus
5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengembangan Potensi Kawasan Pariwisata Pada dasarnya pengembangan pariwisata adalah suatu proses yang berkesinambungan untuk melakukan matching dan adjustment yang terus menerus
BAB I PENDAHULUAN. pembangunan. Hampir semua sektor pembangunan fisik memerlukan lahan,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lahan merupakan sumber daya alam yang strategis bagi segala pembangunan. Hampir semua sektor pembangunan fisik memerlukan lahan, seperti sektor pertanian,
KONDISI FISIK WILAYAH
BAB I KONDISI FISIK WILAYAH GEOGRAFIS DENGAN AKTIVITAS PENDUDUK Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian mampu memahami hubungan antara kondisi fisik geografis suatu daerah dengan kegiatan penduduk.
Keterkaitan antar lokasi atau ruang dapat dilihat secara fisik maupun nonfisik.
contoh interaksi keruangan antar wilayah di Indonesia: 1) menempatkan sebuah ruang publik (misalnya: rumah sakit) yang dapat dapat menjangkau wilayah2 sekitarnya dengan mudah, 2) membuka akses transportasi
I. PENDAHULUAN. Permukiman menunjukkan tempat bermukim manusia dan bertempat tinggal menetap dan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permukiman menunjukkan tempat bermukim manusia dan bertempat tinggal menetap dan melakukan kegiatan/aktivitas sehari-harinya. Permukiman dapat diartikan sebagai
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 26 Administrasi Kabupaten Sukabumi berada di wilayah Propinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak diantara 6 o 57`-7 o 25` Lintang Selatan dan 106 o 49` - 107 o 00` Bujur
Bab I Pendahuluan I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 TINJAUAN UMUM
Bab I Pendahuluan I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 TINJAUAN UMUM Jaringan jalan merupakan salah satu prasarana untuk meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian suatu daerah. Berlangsungnya kegiatan perekonomian
DESA - KOTA : 1. Wilayah meliputi tanah, letak, luas, batas, bentuk, dan topografi.
GEOGRAFI KELAS XII IPS - KURIKULUM GABUNGAN 16 Sesi NGAN DESA - KOTA : 1 A. PENGERTIAN DESA a. Paul H. Landis Desa adalah suatu wilayah yang penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan ciri-ciri sebagai
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 1997 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 1997 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa ruang wilayah negara kesatuan Republik Indonesia
Teori lokasi mempelajari pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Analisis pengaruh jarak terhadap
TEORI LOKASI (Tarigan, 2006:77) : Ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial serta hubungan-nya dengan
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. pendapat para ahli yang berkaitan dengan variabel-variabel pada penelitian ini.
7 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Geografi Sebagai dasar pada penelitian ini, maka perlu dikemukakan landasan teoritis dan pendapat para ahli yang berkaitan dengan
BAB BENTUK MUKA BUMI. Gambar 8.1 Salah satu contoh peta topografi untuk penggambaran relief permukaan bumi.
Bab 8 Peta Tentang Pola dan Bentuk Muka Bumi 149 BAB 8 PETA TENTANG POLA DAN BENTUK MUKA BUMI Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006 Gambar 8.1 Salah satu contoh peta topografi untuk penggambaran relief permukaan
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mencitrakan (to describe),
8 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Geografi Industri Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mencitrakan (to describe), menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisa
BAB III TINJAUAN WILAYAH KABUPATEN SLEMAN
BAB III TINJAUAN WILAYAH KABUPATEN SLEMAN 3.1. Tinjauan Umum Kota Yogyakarta Sleman Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta berada di tengah pulau Jawa bagian selatan dengan jumlah penduduk 3.264.942 jiwa,
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Menurut Erwin Raisz dalam Rosana (2003 ) peta adalah gambaran konvensional
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Peta 1.1. Pengertian Peta Menurut Erwin Raisz dalam Rosana (2003 ) peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil sebagai
Kondisi Geografis dan Penduduk
Kondisi Geografis dan Penduduk 1) Kondisi geograis suatu wilayah terdiri dari empat faktor utama yaitu: a) Litosfer (lapisan tanah), b) Atmosfer (lapisan udara), c) Hidrosfer (lapisan air), d) dan biosfer
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.8
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.8 1. Berikut ini yang bukan merupakan manfaat dari mempelajari ilmu geografi adalah.... memetakan persebaran fenomena
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 2. Penelitian GeografiLatihan Soal 2.1. Lanskap fisik. Kependudukan
1. Geografi manusia mempelajari tentang... SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 2. Penelitian GeografiLatihan Soal 2.1 Dinamika budaya Lanskap fisik Lanskap lingkungan Kependudukan Lanskap lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. musim hujan, mengingat hampir semua kota di Indonesia mengalami banjir.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banjir merupakan kata yang sangat popular di Indonesia, khususnya dalam musim hujan, mengingat hampir semua kota di Indonesia mengalami banjir. Permasalahan banjir
BAB II KONDISI WILAYAH STUDI
II-1 BAB II 2.1 Kondisi Alam 2.1.1 Topografi Morfologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali secara umum di bagian hulu adalah daerah pegunungan dengan topografi bergelombang dan membentuk cekungan dibeberapa
Ketergantungan Lokasi & Keseimbangan Spasial. Adipandang Yudono 2012
Ketergantungan Lokasi & Keseimbangan Spasial Adipandang Yudono 2012 Pemahaman Tentang Lokasi Teori lokasi adalah suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatankegiatan ekonomi
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP GEOGRAFI Setelah membaca kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan pengertian geografi; 2.
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP GEOGRAFI Setelah membaca kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan pengertian geografi; 2. membedakan antara objek formal geografi dengan objek material geografi;
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.2
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.2 1. Permukiman penduduk di pulau Kalimantan pada umumnya memanjang di sepanjang sungai. Konsep geografi yang berkaitan
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
11 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Geografi Dalam seminar dan lokakarya yang diadakan tahun 1988 / 1989 di Semarang, para ahli geografi Indonesia sepakat untuk
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Menurut Bintarto dalam Trisnaningsih (1998:7) mendefinisikan bahwa geografi
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka Untuk lebih terarahnya penelitian ini sebagai landasan teori akan penulis kemukakan tinjauan pustaka sebagai berikut: 1. Geografi Menurut Bintarto
Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG
Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Menggantikan UU No. 24 Tahun 1992 gg Tentang Penataan Ruang 1 Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman
IDENTIFIKASI POTENSI GEOGRAFIS DESA
4 IDENTIFIKASI POTENSI GEOGRAFIS DESA Deskripsi Singkat Topik : Pokok Bahasan Waktu Tujuan : MENGENALI POTENSI GEOGRAFIS DESA : 1 (satu) kali tatap muka pelatihan selama 100 menit. : Membangun pemahaman
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN I-1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 TINJAUAN UMUM Jembatan sebagai sarana transportasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas. Dimana fungsi jembatan adalah
Paket 9 GEOGRAFI. Pendahuluan
Paket 9 GEOGRAFI Pendahuluan Paket 9 berfokus pada pembahasan geografi. Pembahasan geografi pada paket 9 ini ditekankan pada aspek pengertian, ruang lingkup, tujuan, konsepkonsep dasar dan penerapan geografi
TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN
TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN PERTEMUAN 10 SUMBERDAYA LAHAN Sumberdaya Lahan Lahan dapat didefinisikan sebagai suatu ruang di permukaan bumi yang secara alamiah dibatasi oleh sifat-sifat fisik serta bentuk
LAMPIRAN 1 KI DAN KD GEOGRAFI KURIKULUM 2013
LAMPIRAN 1 KI DAN KD GEOGRAFI KURIKULUM 2013 108 109 Tabel 1. Kompetensi Dasar (KD) 3 dan 4 mata pelajaran Geografi Kelas X Kompetensi Dasar 3.1 Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, keadaan dan mahluk termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
RUANG LINGKUP GEOGRAFI
RUANG LINGKUP GEOGRAFI Definisi menurut Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Pengajaran Geografi 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena Geosfera dengan sudut
TUNTAS/PKBM/1/GA - RG 1 Graha Pustaka
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1 Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : XI/1 Materi Pokok : Fenomena Biosfer dan Antroposfer Pertemuan Ke- : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)
GAMBARAN UMUM SWP DAS ARAU
75 GAMBARAN UMUM SWP DAS ARAU Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu propinsi yang masih memiliki tutupan hutan yang baik dan kaya akan sumberdaya air serta memiliki banyak sungai. Untuk kemudahan dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan 3 (tiga) lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Pada daerah pertemuan
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 8. SUPLEMEN PENGINDRAAN JAUH, PEMETAAN, DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)LATIHAN SOAL 8.1.
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 8. SUPLEMEN PENGINDRAAN JAUH, PEMETAAN, DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)LATIHAN SOAL 8.1 1. Hasil penginderaan jauh yang berupa citra memiliki karakteristik yang
2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah
2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah Permasalahan pembangunan daerah merupakan gap expectation antara kinerja pembangunan yang dicapai saat inidengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai
Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG
Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Menggantikan UU No. 24 Tahun 1992 Tentang Penataan Ruang Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman
abelpetrus.wordpress.com
GEOGRAFI SAN JOSE abelpetrus.wordpress.com KONDISI GEOGRAFIS & PENDUDUK INDONESIA Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keragaman bentuk muka bumi, baik di daratan maupun di dasar laut. Kondisi
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan pesisir sangat luas,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan pesisir sangat luas, karena Indonesia merupakan Negara kepulauan dengangaris pantai mencapai sepanjang 81.000 km. Selain
I. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Berdasarkan hasil seminar lokakarya (SEMLOK) tahun 1988 (Suharyono dan Moch. Amien,
I. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Geografi Berdasarkan hasil seminar lokakarya (SEMLOK) tahun 1988 (Suharyono dan Moch. Amien, 1944:15), geografi adalah ilmu yang
LAMPIRAN I CONTOH PETA RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 1
LAMPIRAN I CONTOH PETA RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 1 LAMPIRAN II CONTOH PETA RENCANA POLA RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 2 LAMPIRAN III CONTOH PETA PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN L
Ciri Utama Disiplin Geografi (1) : Perspektif Spasial. Minggu ke-2 Pengantar Geografi Oleh : Hafid Setiadi
Ciri Utama Disiplin Geografi (1) : Perspektif Spasial Minggu ke-2 Pengantar Geografi Oleh : Hafid Setiadi Ruang Merupakan konsep dasar dalam kehidupan manusia Bagian dari kesadaran manusia yang bersifat
I. PENDAHULUAN. Provinsi Lampung yang berada dibagian selatan Pulau Sumatera mempunyai alam
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Provinsi Lampung yang berada dibagian selatan Pulau Sumatera mempunyai alam yang kompleks sehingga menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah berpotensi tinggi
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Letak Geografis Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu dari delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis terletak antara 116-117
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar GeografiLatihan Soal Objek studi geografi. Objek formal. Objek material.
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar GeografiLatihan Soal Objek studi geografi 1. Cara pandang atau metode untuk memecahkan permasalahan dalam persepsi geografi dapat digunakan pendekatan
A. Peta 1. Pengertian Peta 2. Syarat Peta
A. Peta Dalam kehidupan sehari-hari kamu tentu membutuhkan peta, misalnya saja mencari daerah yang terkena bencana alam setelah kamu mendengar beritanya di televisi, sewaktu mudik untuk memudahkan rute
GEOGRAFI. Sesi WILAYAH, PERWILAYAHAN, DAN PUSAT PERTUMBUHAN : 2. A. METODE PERWILAYAHAN a. Metode Delineasi (Pembatasan) Wilayah Formal
GEOGRAFI KELAS XII IPS - KURIKULUM GABUNGAN 21 Sesi NGAN WILAYAH, PERWILAYAHAN, DAN PUSAT PERTUMBUHAN : 2 A. METODE PERWILAYAHAN a. Metode Delineasi (Pembatasan) Wilayah Formal Pembatasan wilayah formal
BAB 1 HAKIKAT GEOGRAFI
BAB 1 HAKIKAT GEOGRAFI A. Ruang Lingkup Geografi 1. Gejala-gejala dibedakan Aspek fisik: gejala-gejala yang beraitan dengan menjadi 2 aspek, antara alam. lain: Aspek sosial: Antroposfer (manusia), hewan,
BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN Uraian Umum
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Uraian Umum Banjir besar yang terjadi hampir bersamaan di beberapa wilayah di Indonesia telah menelan korban jiwa dan harta benda. Kerugian mencapai trilyunan rupiah berupa rumah,
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Geografi adalah mempelajari gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dengan
1 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Geografi Geografi adalah mempelajari gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dengan memperhatikan tiap-tiap gejala
BAB 4 SUBSTANSI DATA DAN ANALISIS PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN
BAB 4 SUBSTANSI DATA DAN ANALISIS PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Bab ini menjelaskan aspek-aspek yang dianalisis dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dan data (time-series) serta peta
REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA)
Menimbang : PP 47/1997, RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL Bentuk: PERATURAN PEMERINTAH (PP) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 47 TAHUN 1997 (47/1997) Tanggal: 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Sumber:
Pemodelan Penyebaran Polutan di DPS Waduk Sutami Dan Penyusunan Sistem Informasi Monitoring Kualitas Air (SIMKUA) Pendahuluan
Pendahuluan 1.1 Umum Sungai Brantas adalah sungai utama yang airnya mengalir melewati sebagian kota-kota besar di Jawa Timur seperti Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Mojokerto, dan Surabaya. Sungai
BAB II KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. tantangan pembangunan kota yang harus diatasi. Perkembangan kondisi Kota
BAB II KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Pemerintah Kota Medan Gambaran umum kondisi kota Medan memuat perkembangan kondisi Kota Medan sampai saat ini, capaian hasil pembangunan kota sebelumnya
UJIAN MASUK BERSAMA (UMB) Mata Pelajaran : Geografi Tanggal : 07 Juni 2009 Kode Soal : 130 www.onlineschools.name 48. Perbedaan yang mendasar antara cuaca dan iklim ditentukan oleh A. temperatur udara
Contoh Penelitian Geografi : -Judul Penelitian : b. Perumusan tujuan penelitian. c. Penyusunan hipotesa penelitian:
Contoh Penelitian Geografi : Konsep yang di gunakan dalam Penelitian Geografi tersebut! a... b... c... Prinsip Geografi yang di gunakan dalam Penelitian Geografi tersebut! a.. b.... c... Pendekatan Geografi
BAB III METODE PENELITIAN. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Desa Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Desa Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal, yaitu Objek Wisata Alam Pemandian Air Panas. Penelitian ini akan dilakukan
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
53 IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Kondisi Geografis Selat Rupat merupakan salah satu selat kecil yang terdapat di Selat Malaka dan secara geografis terletak di antara pesisir Kota Dumai dengan
BAB I PENDAHULUAN. terpadu dengan lingkungannya dan diantaranya terjalin suatu hubungan fungsional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lingkungan hidup dipandang sebagai satu sistem yang terdiri dari subsistem-sistem. Dalam ekologi juga manusia merupakan salah satu subsistem dalam ekosistem
PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 30 TAHUN 2008 TENTANG
Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 30 TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN BANDUNG UTARA DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG DAN KABUPATEN BANDUNG
TINJAUAN PUSTAKA. Defenisi lahan kritis atau tanah kritis, adalah : fungsi hidrologis, sosial ekonomi, produksi pertanian ataupun bagi
TINJAUAN PUSTAKA Defenisi Lahan Kritis Defenisi lahan kritis atau tanah kritis, adalah : a. Lahan yang tidak mampu secara efektif sebagai unsur produksi pertanian, sebagai media pengatur tata air, maupun
BAB II KONDISI UMUM LOKASI
6 BAB II KONDISI UMUM LOKASI 2.1 GAMBARAN UMUM Lokasi wilayah studi terletak di wilayah Semarang Barat antara 06 57 18-07 00 54 Lintang Selatan dan 110 20 42-110 23 06 Bujur Timur. Wilayah kajian merupakan
MOHON PERHATIAN PRESENTASI AKAN SEGERA DIMULAI
MOHON PERHATIAN PRESENTASI AKAN SEGERA DIMULAI GEOGRAFI REGIONAL DUNIA CREATED BY : Dadang Sungkawa GEOGRAFI REGIONAL DUNIA Mahasiswa mampu mengkaji interelasi dan interdependensi antar regional wilayah
Mata Pencaharian Penduduk Indonesia
Mata Pencaharian Penduduk Indonesia Pertanian Perikanan Kehutanan dan Pertambangan Perindustrian, Pariwisata dan Perindustrian Jasa Pertanian merupakan proses untuk menghasilkan bahan pangan, ternak serta
Penggunaan tanah (land use) untuk sintesis regional. Geografi regional Indonesia
Penggunaan tanah (land use) untuk sintesis regional Geografi regional Indonesia Konsep tanah sebagai sumberdaya (1) Tanah sebagai land Tanah sebagai soil Bentangan (landscape) Ukuran : luas (km 2, hektar,
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar GeografiLATIHAN SOAL BAB 1. Daljoeni. R.Bintaro
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar GeografiLATIHAN SOAL BAB 1 1. Ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala alam atau fenomena geosfer dengan sudut pandang keruangan
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.3. objek formal. objek material. aspek sosial.
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.3 1. Cara pandang atau metode untuk memecahkan permasalahan dalam persepsi geografi dapat digunakan pendekatan yang tepat
BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya yang sangat penting untuk kehidupan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan sumber daya yang sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup khususnya manusia, antara lain untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, industri dan tenaga
Pengembangan RTH Kota Berbasis Infrastruktur Hijau dan Tata Ruang
TEMU ILMIAH IPLBI 2015 Pengembangan RTH Kota Berbasis Infrastruktur Hijau dan Tata Ruang Studi Kasus: Kota Manado Ingerid L. Moniaga (1), Esli D. Takumansang (2) (1) Laboratorium Bentang Alam, Arsitektur
KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI. dengan fasilitas dan infrastruktur perkotaan yang sesuai dengan kegiatan ekonomi yang dilayaninya;
Lampiran III : Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor : 21 Tahun 2012 Tanggal : 20 Desember 2012 Tentang : RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2012 2032 KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI
GEOGRAFI. Sesi DESA - KOTA : 2. A. PENGERTIAN KOTA a. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No. 4 Tahun b. R. Bintarto B.
GEOGRAFI KELAS XII IPS - KURIKULUM GABUNGAN 17 Sesi NGAN DESA - KOTA : 2 A. PENGERTIAN KOTA a. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No. 4 Tahun 1980 Kota terdiri atas dua bagian. Pertama, kota sebagai suatu
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH KONDISI GEOGRAFIS Kota Batam secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu terletak di jalur pelayaran dunia internasional. Kota Batam berdasarkan Perda Nomor
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN
41 IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Provinsi Lampung 1. Keadaan Umum Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi di Republik Indonesia dengan areal daratan seluas 35.288 km2. Provinsi
KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
IV. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Letak Geografis Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau. Wilayahnya mencakup daratan bagian pesisir timur Pulau Sumatera dan wilayah kepulauan,
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Geografi Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau
SILABUS SMA. Sumber Belajar
SILABUS SMA Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : X Kompetensi Inti : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin,
BAB IV AKTIVITAS EKONOMI SEKUNDER
BAB IV AKTIVITAS EKONOMI SEKUNDER 4.1. Klasifikasi Industri Pada mulanya klasifikasi industri menurut Renner dibagi kedalam 8 macam industri yaitu : 1. Hunting dan fishing industries 2. Forest gathering
Bab 1: Pengetahuan Dasar Geografi
Bab 1: Pengetahuan Dasar Geografi a) PENGERTIAN GEOGRAFI Geografi berasal dari bahasa Yunani, geo dan graphein yang berarti bumi dan tulisan masing-masing. Jadi secara harfiah geografi berarti tulisan
6 Semua negara di Oceania, kecuali Australia dan Selandia Baru (New Zealand).
GEOGRAFI KELAS XII IPS - KURIKULUM 2013 24 Sesi NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG : 2 A. PENGERTIAN NEGARA BERKEMBANG Negara berkembang adalah negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi rendah, standar
PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN DAN PELESTARIAN AIR DI LINGKUNGANNYA (Studi kasus di Daerah Aliran Sungai Garang, Semarang) Purwadi Suhandini
PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN DAN PELESTARIAN AIR DI LINGKUNGANNYA (Studi kasus di Daerah Aliran Sungai Garang, Semarang) Purwadi Suhandini Abstract Key words PENDAHULUAN Air merupakan sumberdaya
TEMPAT, RUANG DAN SISTEM SOSIAL GD BBM EPON NINGRUM SUSILAWATI BAGJA WALUYA
TEMPAT, RUANG DAN SISTEM SOSIAL GD311 12 BBM EPON NINGRUM SUSILAWATI BAGJA WALUYA DESKRIPSI MATA KULIAH 1. Salah satu mata kuliah yang memberi dasar kemampuan, pengertian, dan pemahaman serta keterampilan
HIDROSFER III. Tujuan Pembelajaran
KTSP & K-13 Kelas X Geografi HIDROSFER III Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami jenis sungai berdasarkan formasi batuan dan
BAB I PENDAHULUAN. Lahan merupakan salah satu sumberdaya alam yang dibutuhkan umat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lahan merupakan salah satu sumberdaya alam yang dibutuhkan umat manusia. Pengertian lahan dari FAO (1976) yang dikutip oleh Sitorus (1998), yaitu : Lahan merupakan
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 43 Tahun 1996 Tentang : Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha Atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Jenis Lepas Di Dataran MENTERI NEGARA LINGKUNGAN
V. DESKRIPSI LOKASI DAN SAMPEL PENELITIAN. Kelurahan Kamal Muara merupakan wilayah pecahan dari Kelurahan
V. DESKRIPSI LOKASI DAN SAMPEL PENELITIAN Kelurahan Kamal Muara merupakan wilayah pecahan dari Kelurahan Kapuk, Kelurahan Kamal dan Kelurahan Tegal Alur, dengan luas wilayah 1 053 Ha. Terdiri dari 4 Rukun
