BAB 2 LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Pengertian Sistem Menurut pendapat Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D (2010:6) Sistem adalah kumpulan komponen-komponen yang saling berkaitan yang berfungsi bersama untuk mencapai beberapa hasil. Menurut Marakas, G. M., O Brien, J. A. (2013:25) Sistem adalah sekelompok komponen yang saling bekerja sama menuju tujuan bersama dengan menerima input dan menghasilkan output dalam proses transformasi yang terorganisir. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama dengan mengubah input hingga menghasilkan output suatu proses Pengertian Informasi Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D (2010, p.7), informasi adalah data yang dikumpulkan, disimpan, dan diproses untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Menurut Marakas, G. M., O Brien, J. A. (2013:32) Informasi adalah data yang telah dikonversi ke dalam konteks yang berarti dan berguna bagi end user tertentu. Dengan demikian, data yang biasanya mengalami proses nilai tambah dimana (1) bentuk mereka dikumpulkan, dimanipulasi, dan diorganisir. (2) Konten mereka dianalisis dan dievaluasi. (3) Mereka ditempatkan dalam konteks yang tepat bagi pengguna. Jadi dapat diibaratkan data merupakan bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat suatu ledakan dan informasi merupakan ledakan tersebut. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah dan dapat digunakan oleh para pengguna sesuai dengan kebutuhan yang bermanfaat untuk 11

2 12 proses pengambilan keputusan Pengertian Sistem Informasi Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:6) sistem informasi adalah kumpulan komponen-komponen yang saling berkaitan yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan sebagai keluaran informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis. Menurut Marakas, G. M., O Brien, J. A. (2013:6) Sistem Informasi dapat berupa kombinasi yang terorganisir antara orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya yang terkumpul, berubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Manusia bergantung pada sistem informasi untuk melakukan komunikasi dengan peralatan fisik (hardware), instruksi pemrosesan informasi atau prosedur (software), jaringan komunikasi (network), dan data (data resources). Menurut R.Kelly Rainer dan Casey G.Cegielski (2011:54) Keuntungan dari sistem informasi untuk perusahaan yaitu: IT will reduce the numbers of middle managers IT membuat manajer lebih produktif dan meningkatkan jumlah karyawan yang dapat melaporkannya kepada manajer. IT will change the manager s job Salah satu tugas manajer yang paling penting yaitu membuat keputusan. Banyak manajer telah melaporkan bahwa IT akhirnya dapat memberikan mereka waktu untuk bisa merasakan kerja di lapangan. Sekarang, manajer dapat mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan lebih cepat dengan menggunakan mesin pencari dan intranet. Dampak kemungkinan lain pada pekerjaan manajer yaitu perubahan dalam persyaratan manajerial. Penggunaan itu mungkin menyebabkan organisasi untuk

3 13 mempertimbangkan kembali kualitas yang mereka inginkan dalam manajer yang baik. Will My job be Eliminated Salah satu perhatian utama dari setiap karyawan baik yang full-time maupun yang part-time adalah keamanan pekerjaan. Karena kesulitan ekonomi, peningkatan persaingan global, permintaan kustomisasi, meningkatkan tuntutan konsumen, banyak perusahaan telah meningkatkan investasi mereka dalam bidang IT. Faktanya komputer memiliki kecerdasan dan kemampuan yang menguntungkan secara kompetitif sehingga dapat menggantikan SDM dengan mesin yang berkembang dengan pesat. IT impact employees at work Internet dapat mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas di dalam ruangan, seperti berbelanja atau bekerja sehingga dapat menyebabkan efek psikologis yang negatif, sehingga internet dapat memberikan pengisolasian bahkan lebih daripada komputer dan televisi. IT provides Quality-of-life improvement IT dapat memberikan kepada karyawan yang dapat meningkatkan kualitas waktu senggang secara signifikan. IT juga menempatkan karyawan secara konstan sehingga mereka tidak benar-benar jauh dari pekerjaan mereka, bahkan ketika mereka berlibur. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan sistem informasi merupakan sekumpulan komponen yang saling terkait yang berguna untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Berdasarkan uraian diatas pula dapat disimpulkan bahwa sistem informasi memiliki banyak keuntungan terutama untuk menjalankan proses bisnis dengan baik.

4 Pengertian Data Menurut Thomas Connolly dan Carolina Begg (2010:70), data adalah komponen yang paling penting dalam DBMS, berasal dari sudut pandang end-user. Data bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan antara mesin dengan pengguna.selain sebagai komponen yang penting dalam sistem informasi. Menurut R.Kelly Rainer dan Casey G.Cegielski (2011:10), data merupakan elemen yang menggambarkan sesuatu, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang direkam, diklasifikasikan dan disimpan tetapi tidak diatur untuk menyampaikan arti khusus. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan data adalah sekumpulan kejadian atau aktivitas yang dikumpulkan kemudian diolah untuk menjadi sebuah informasi yang berguna. Data merupakan salah satu komponen penting dalam lingkungan Sistem Informasi Pengertian Database Menurut Thomas Connolly dan Carolina Begg (2010:65), Database adalah kumpulan data yang dibagi dan terhubung secara logikal dan deskripsi dari data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan oleh perusahaan. Penggunaan database memiliki beberapa keuntungan, antara lain: Mengurangi ataupun menghilangkan duplikasi data Meningkatkan integritas data Memelihara sifat indepedensi data Meningkatkan keamanan data Memelihara konsistensi data Data lebih mudah dimanipulasi Data mudah digunakan dan diakses Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa database merupakan kumpulan dari data yang disimpan dan saling berhubungan dan data dapat diolah dan dimanipulasi, serta bisa ditampilkan dan diambil datanya untuk kebutuhan informasi.

5 Pengertian Analisis Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:4), analisis sistem adalah proses untuk memahami dan menspesifikasikan ke dalam detil sebuah sistem informasi apa yang harus dicapai. Pendekatan analisa sistem untuk memecahkan masalah: Mencari dan memahami masalah Berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan biaya yang tepat Mendefinisikan persyaratan untuk menyelesaikan masalah Mengembangkan solusi yang menjadi alternatif Memilih solusi yang terbaik dan membuat rekomendasi Mendefinisikan rincian dari solusi yang terpilih Mengimplementasikan solusi Melakukan evaluasi dan monitoring untuk meyakinkan hasil sesuai dengan yang ingin dicapai. Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:160), analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sistem ke dalam komponen-komponen yang bertujuan untuk mempelajari dengan baik bagaimana bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka. Sedangkan dalam dunia e-business, menurut Chaffey (2011:582), analisis untuk e-business berkaitan dengan memahami bisnis dan kebutuhan pengguna untuk sistem baru. Kegiatan analisis pun dapat dipecah menjadi dua bagian yaitu memahami proses saat ini, kemudian meninjau kemungkinan alternatif untuk menerapkan solusi terbaru. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Analisis Sistem adalah sebuah proses atau teknik pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara mempelajari masalahnya, tentukan penyebabnya hingga mendapatkan solusi yang baik.

6 Pengertian Perancangan Menurut pendapat Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D (2010:4) perancangan sistem adalah proses penentuan secara rinci bagaimana banyak komponen dari sistem informasi harus diimplementasikan secara fisik. Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:160), perancangan sistem adalah teknik pemecahan masalah yang saling melengkapi dengan analisis sistem yang menyusun kembali potongan komponen sistem ke suatu sistem yang lebih baik. Dalam proses ini mungkin melibatkan menambahkan, menghapus dan mengubah potongan relatif terhadap sistem asli. Menurut Chaffey (2011:594), untuk mewujudkan sistem yang baik, perancangan merupakan hal yang sangat penting karena proses perancangan menentukan bagaimana struktur sistem pada akhirnya. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Perancangan adalah proses mendesain sistem baru yang dilihat dari banyaknya masalah-masalah yang terjadi pada komponen-komponen dari sistem informasi Pengertian dan Tahapan Prototipe Menurut pendapat Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D (2010:42), Prototipe adalah sebuah model kerja awal yang menunjukkan beberapa aspek dari sistem yang lebih besar. Untuk setiap prototipe, proses pembangunan mengikuti tahap berurutan melalui analisis, desain, konstruksi, pengujian, integrasi dengan komponen prototipe sebelumnya, dan perencanaan untuk prototipe berikutnya. Ketika merencanakan untuk prototipe berikutnya selesai, siklus kegiatan dimulai lagi. Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:98), Prototipe merupakan skala kecil dari model kerja kebutuhan pengguna atau desain yang diusulkan untuk sistem yang akan dibuat. Sedangkan tekniknya disebut prototyping. Setiap prototipe yang dibuat dapat direvisi untuk dihilangkan fungsi atau fitur tertentu untuk menjadi sebuah implementasu yang baik.

7 17 Jadi dapat disimpulkan, bahwa Prototipe adalah suatu versi sistem yang dibuat oleh developer untuk memberikan contoh gambaran dari sistem yang akan dibuat Pengertian Internet Menurut Sebesta R.W (2011:27), Internet adalah sekumpulan komputer dan perangkat lainnya yang saling terhubung sehingga memungkinkan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain. Menurut Hidayat (2010:1) Internet seolah menjelma menjadi bagian hidup masyarakat modern saat ini. Internet merupakan sumber informasi, berita, ilmu pengetahuan serta memungkinkan ketidak adanya batasan antar ruang dan waktu dalam berkomunikasi dengan berbagai orang di berbagai belahan dunia. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Internet merupakan sebuah jaringan komputer global yang dapat mengabungkan jaringan pengguna di seluruh dunia untuk memberikan informasi yang diinginkan Website Menurut Sebesta R.W (2011:27), Website adalah kumpulan dari perangkat lunak dan protokol yang sudah melakukan instalasi pada komputer melalui internet. Menurut Hidayat (2010:2), Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa website adalah sebuah tempat dalam Internet yang menyajikan informasi dengan berbagai macam konten dan format seperti text, images, dan lain-lain.

8 Jenis-Jenis Website Menurut Hidayat (2010:3), Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi informasi sekarang ini, website pun juga mengalami perkembangan yang sangat berarti. Dalam pengelompokan jenis, web dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu bedasarkan fungsi, sifat atau style dan bahasa pemrograman yang digunakan. Berikut jenisjenis web: A. Jenis-jenis web bedasarkan sifat atau style: a. Website Dinamis, merupakan sebuah website yang menyediakan konten atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan antara lain PHP, ASP,.NET dan memanfaatkan database MySQL atau MS SQL. b. Website Statis, merupakan website yang kontennya sangat jarang berubah. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan database. B. Berdasarkan pada fungsinya, website terbagi atas: a. Personal website, website yang berisi informasi pribadi seseorang. b. Commercial website, website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bersifat bisnis. c. Government website, website yang dimiliki oleh instansi pemerimtah, pendidikan, yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pengguna. d. Non-profit Organization website, dimiliki oleh organisasi yang bersifat non-profit atau tidak bersifat bisnis. C. Ditinjau dari segi bahasa pemrograman yang digunakan, website terbagi atas:

9 19 a. Server Side, merupakan website yang menggunakan bahasa pemrograman yang tergantung kepada tersedianya server. Seperti PHP, ASP,.NET dan lain sebagainya. Jika tidak ada server, website yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman di atas tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. b. Client Side, adalah website yang tidak membutuhkan server dalam menjalankannya, cukup diakses melalui browser saja. Misalnya, HTML Kriteria Website yang Baik Merujuk kepada Nine Essential Principles for Good Web Design yang dikembangkan oleh Collins Ta eed (2007), terdapat Sembilan prinsip yang akan menentukan website tersebut baik atau tidak dari segi desain web. Sembilan prinsip tersebut meliputi: 1. Precedence Precedence berarti tampilan desain website tersebut harus menarik dan mempunyai informasi yang baik. Ada 5 aspek yang diperhatikan dalam precedence: - Posisi, akan mempengaruhi apa yang akan dilihat oleh user - Warna, kombinasi warna harus sesuai agar menarik dan menujukkan jati diri website tersebut - Kontras, buatlah hal-hal yang menonjol dengan kontras yang lebih baik - Ukuran, ukuran website yang sesuai dan ukuran konten isi informasi yang sesuai - Elemen desain 2. Spacing Ruang jeda atau spasi di perlukan sebagai lahan istirahat antara satu konten dengan yang lainnya,

10 20 sehingga mata tidak mengalami kelelahan saat mengakses informasi yang tersedia. Tetapi ruang kosong yang terdapat dalam suatu website tidak disarankan. Ada 3 aspek yang harus diperhatikan mengenai spacing: - Line Spacing - Padding - White Space 3. Navigation Elemen elemen visual yang ada mampu mengarahkan gerak mata sesuai dengan arah informasi dan komunikasi yang diharapkan. Ada 2 aspek yang harus diperhatikan: - Navigation, kemana pengguna bisa pergi? Buatlah navigation button yang mengarahkan arah kemana pengguna harus pergi. Contoh alternatifnya adalah penggunaan rollover. - Orientation, Dimana pengguna sekarang? Hal ini sangat penting agar pengguna tahu sedang dimana Ia sekarang. Contoh alternatifnya adalah penggunaan Breadcrumb (navigation). 4. Design to Build Yaitu menjamin bahwa semua elemen utama desain terdapat dalam website. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti apakah desain tersebut dapat benar-benar dilakukan? Apa yang terjadi jika ukuran layar dirubah? Dan beberapa hal lainnya. 5. Typography Hal yang paling penting dalam sebuah konten website adalah font. Jenis huruf, ukuran huruf, paragraf, dan warna huruf sangat berpengaruh karena menentukan tingkat kenyamanan pengunjung untuk mendapatkan informasi yang ada.

11 21 6. Usability Desain website bukan hanya semata mata hanya bagus, namun sebaiknya juga harus memiliki kegunaan bagi pengguna, itu adalah yang paling penting agar informasi yang terkandung dapat memuaskan pengguna. 7. Alignment Tulisan dalam website seharusnya rapi dan berada dalam garis yang lurus serta tertata rapi. 8. Clarity Menciptakan desain yang tajam untuk website, misalnya dari segi pixel agar tampilan website terlihat jelas dan sempurna. 9. Consistency Tampilan halaman website antara satu dengan yang lainya harus konsisten atau sama dari segi bentuk, warna, ukuran, elemen informasi atau peletakan konten agar tidak membingungkan pembaca dan terlihat professional Bahasa Pemrograman Website HTML Menurut Chaffey (2011:128), Hypertext Markup Language atau HTML adalah standar internasional yang ditetapkan oleh World Wide Web Consortium untuk memastikan bahwa setiap halaman web yang ditulis sesuai dengan definisi dalam standar yang akan muncul sama di web browser. Menurut Sebesta R.W (2011:56), maksud asli dari HTML berbeda dengan bahasa teks-format lainnya yang menentukan semua rincian penyajian teks, seperti gaya font, ukuran dan warna. HTML dirancang untuk menentukan struktur dokumen pada tingkat yang lebih

12 22 tinggi dan lebih abstrak, karena dokumen HTML yang ditentukan, harus dapat ditampilkan pada berbagai sistem komputer menggunakan browser yang berbeda. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa HTML adalah bahasa yang digunakan untuk menampilkan informasi pada halaman web. HTML menampilkan informasi dalam bentuk hypertext serta mendukung perintah-perintah yang dapat digunakan untuk mengatur tampilan informasi tersebut CSS Menurut Sebesta R.W (2011:112), style sheet adalah mekanisme sintaksis untuk menentukan gaya informasi suatu web. Style sheet pertama dispesifikasikan untuk digunakan dokumen XHTML, dan disebut sebagai Cascading Style Sheet (CSS1) yang dikembangkan pada tahun 1996 oleh W3C. Pada pertengahan tahun 1998, standar kedua dirilis yaitu CSS2. CSS2 menambahkan banyak properti dan nilai properti untuk CSS1 serta memperluas kontrol presentasi ke media lain selain web browser, seperti printer. Dan yang terakhir adalah CSS3 yang telah dikembangkan sejak akhir 1990-an. Menurut Welling, L., Thomson, L. (2009:858) Cascading Style Sheet digunakan untuk lebih menyempurnakan tampilan statis menjadi dinamis. Dengan menggunakan CSS memungkinkan developer untuk mengubah definisi tag, class atau ID, dalam satu dokumen (style sheet) dan memiliki perubahan yang berlaku di semua halaman yang memiliki link ke sheet tersebut CSS dapat mengendalikan gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border,

13 23 warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda. CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan CSS merupakan salah satu bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengendalikan tampilan web sehingga web menjadi lebih baik dan lebih menarik PHP Menurut Sebesta R.W (2011:45) PHP adalah bahasa server-side scripting yang dirancang khusus untuk aplikasi web. Kode PHP tertanam dalam dokumen XHTML, seperti halnya dengan Javascript. Namun, kode ini ditafsirkan pada server sebelum dokumen XHTML di request ke klien. Sebuah dokumen yang diminta, yang mencakup kode PHP akan diolah untuk menafsirkan kode PHP dan dimasukkan outputnya ke dalam dokumen XHTML. Browser tidak pernah melihat kode PHP yang tertanam dan tidak menyadari bahwa dokumen yang diminta awalnya termasuk kode tersebut. PHP memungkinkan akses sederhana untuk data formulir XHTML, sehingga dapat mengolah dengan mudah. PHP juga menyediakan dukungan banyak sistem manajemen database yang berbeda. Fleksibilitas membuat PHP menjadi bahasa yang sangat baik untuk pembuatan program yang membutuhkan akses Web ke database.

14 24 Menurut Welling dan Thomson (2009:2), PHP adalah bahasa server-side scripting yang dirancang untuk web. Dalam suatu halaman HTML, kode PHP dapat disisipkan yang kemudian akan di eksekusi setiap kali halaman itu dikunjungi. PHP diinterpretasikan pada server web dan mengeluarkan HTML atau output lainnya yang akan dilihat oleh pengunjung halaman itu. PHP berjalan pada sisi server sehingga PHP disebut juga sebagai bahasa Server Side Scripting. Artinya bahwa dalam setiap/untuk menjalankan PHP, wajib adanya web server. PHP ini bersifat open source sehingga dapat dipakai secara cuma-cuma dan mampu lintas platform, yaitu dapat berjalan pada sistem operasi Windows maupun Linux. PHP juga dibangun sebagai modul pada web server apache dan sebagai binary yang dapat berjalan sebagai CGI. Kelebihan PHP diantaranya: a. Performance PHP sangat cepat serta memiliki performa yang tinggi dan kinerja yang baik dalam melayani transaksi yang besar b. Scalability PHP memiliki "shared-nothing" architecture. Ini berarti bahwa developer secara efektif dan murah dapat menerapkan skala horisontal dengan sejumlah besar server komoditas c. Database Integration PHP memiliki driver untuk berintegrasi dengan banyak DBMS seperti PostgreSQL, msql, Oracle dbm, FilePro, Hyperwave, InterBase, SyBase databases, dll.

15 25 d. Built-in Libraries Karena PHP dirancang untuk pengembangan web, PHP memiliki fungsi library yang berlimpah untuk melakukan banyak tugas. e. Cost PHP merupakan basa pemrograman tak berbayar. Pengguna bisa mendownload kapan saja tanpa harus mengeluarkan biaya. f. Ease of Learning PHP PHP memiliki karakteristik yang sama dengan bahasa pemrograman dasar sehingga mudah dipelajari. g. Object-Oriented Support Pada PHP 5 sudah mendukung penuh fitur yang ada pada object oriented seperti inheritance, method, constructor, dan destructor. h. Portability PHP dapat dijalankan pada sistem operasi yang berbeda sepert UNIX, LINUX, dan Windows. i. Flexibility of Development Approach PHP mengizinkan developer untuk mengimplementasikan simple task menggunakan framework seperti Model View Controller (MVC) Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan PHP adalah bahasa pemograman yang berguna untuk membantu merancang suatu tampilan website yang dinamis dan dapat digabungkan dalam tag HTML.

16 Javascript Menurut Sebesta R.W (2011:44), Javascript adalah bahasa client-side scripting yang digunakan di Web Programming. Javascript digunakan untuk memvalidasi data formulir dan untuk membuat dokumen XHTML dinamis. Kode Javascript biasanya tertanam dalam dokumen XHTML, yang di-download dari server web ketika mereka diminta oleh browser. Kode Javascript dalam dokumen XHTML ditafsirkan oleh browser klien. Salah satu aplikasi yang paling penting dari Javascript adalah untuk secara dinamis membuat dan memodifikasi dokumen. Javascript mendefinisikan hirarki objek yang cocok dengan model hirarkis dokumen XHTML. Unsur dokumen XHTML diakses melalui benda-benda ini, memberikan dasar untuk dokumen dinamis. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan Javascript adalah bahasa naskah berorientasi objek pada web browser yang digunakan untuk menambah fungsi interaktif yang membuat aplikasi web menjadi dinamis JQuery Menurut Beighly (2010:8) JQuery adalah Open Source add-on pustaka Javascript yang menekankan pada interaksi antara Javascript dan HTML. JQuery merupakan kode Javascript yang telah ditulis, dan tinggal menambahakan satu atau dua koding untuk memanggil koding JQuery. JQuery banyak digunakan sebagai aplikasi untuk mempercantik tampilan suatu aplikasi web. JQuery memiliki banyak keuntungan, diantara lain adalah: Mudah digunakan dan dipelajari. Ringkas dan ringan.

17 27 Tidak perlu me-reload 1 halaman untuk dijalankan. Reusabillitas yang tinggi. Lisensi bebas Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa JQuery merupakan library Javascript yang dapat digunakan untuk memudahkan pembuatan website. JQuery tidak sekedar sebagai framework Javascript, namun memiliki kehandalan dan kelebihan yang cukup banyak, sehingga menyebabkan banyak developer web menggunakannya MySQL Menurut Sebesta (2010:589), MysQL merupakan aplikasi basis data yang gratis, efisien, dan paling banyak digunakan. MySQL didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Menurut Welling dan Thomson (2009:3) MySQL sangatlah cepat, kuat, dan merupakan Relational Database Management Systems (RDBMS) yang memungkinkan Anda secara efisien untuk menyimpan, mengurutkan dan mengambil data. MySQL server control dapat mengakses data Anda untuk memastikan bahwa beberapa pengguna dapat bekerja dengan itu secara bersamaan, dan untuk menyediakan akses cepat untuk itu serta untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat memperoleh akses. Oleh karena itu, MySQL adalah multiuser dan server yang multithreaded. MySQL juga menggunakan Structured Query Language (SQL), yaitu standar bahasa query database.

18 28 Menurut Welling dan Thompson (2009:8), MySQL memiliki banyak keunggulan diantaranya: a. Performance MySQL memiliki kecepatan proses yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk perangkat lunak DBMS lainnya. b. Low Cost MySQL bersifat open source dan dapat diperoleh secara gratis. Namun MySQL menyediakan seri produk berlisensi dengan berbagai keunggulan yang bisa diperoleh dengan biaya yang rendah. c. Easy of Use MySQL menggunakan bahasa pemrograman basis data SQL yang digunakan di semua produk perangkat lunak DBMS lainnya. d. Portability MySQL dapat dioperasikan pada sistem operasi yang berbeda seperti UNIX, LINUX, dan Windows. e. Availability of Support Tidak semua produk open source menyediakan support, training, consulting dan certification, tetapi Anda dapat mendapatkan semua itu dengan menggunakan MySQL AB Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa MySQL merupakan aplikasi basis data yang dapat digunakan untuk menyimpan maupun mengambil data yang diinginkan Site Map Menurut Chaffey (2011:608) Site Map adalah penggambaran grafik dan tulisan dari hubungan antara kelompok yang berbeda dari konten pada website. Dengan adanya site map akan memudahkan user untuk menemukan informasi yang mereka inginkan dengan cepat.

19 29 Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa site map merupakan penggambaran dari suatu website untuk memudahkan user menguasai website dengan cepat Interaksi Manusia dan Komputer Konsep utama dari Interaksi Manusia dan Komputer adalah bagaimana membuat sistem yang mudah dipelajari, digunakan, dan user friendly. Menurut Ben Shneiderman (2009:88), terdapat delapan aturan emas dalam perancangan interface, yaitu: 1. Strive for Consistency Dalam merancang sebuah interface harus konsisten dalam situasi yang sama. Warna, tata letak, kapitalisasi, font dan sebagainya harus digunakan secara konsisten. Begitu pula dengan prompt, menu, dan help screen, juga harus konsisten. 2. Enable Frequent Users to Use Shortcuts Dalam merancang sebuah interface, designer harus mengenali kebutuhan pengguna yang beragam jenisnya. Ada baiknya jika menggunakan shortcut untuk penggunaan berulang. Dimana designer menyediakan shortcut keys yang dapat mengurangi jumlah interaksi untuk menyelesaikan suatu tugas. 3. Offer Informative Feedback Dalam setiap aksi yang dilakukan pengguna harus dapat memberikan feedback yang informatif. Contohnya, ketika pengguna mengklik suatu button maka sebaiknya button tersebut berubah secara visual berupa tampilan pesan atau mengeluarkan suara tertentu. 4. Design Dialog to Yield Closure Urutan aksi harus tersusun jelas mana yang merupakan awal, tengah dan akhir suatu tugas. Feedback penyelesaian aksi yang inovatif, memberikan kepuasan pada operator

20 30 atau pengguna, perasaan lega, serta indikasi bahwa cara tersebut jelas mempersiapkan aksi berikutnya. 5. Offer Simple Error Handling Dalam merancang sistem, desainer harus memperkirakan yang memungkinkan pengguna tidak melakukan atau membuat kesalahan yang fatal. Jika pengguna membuat kesalahan, interface harus dapat mendeteksi kesalahan dan menawarkan instruksi sederhana serta bagaimana pemulihannya. 6. Permit Easy Reversal of Actions Pengguna harus diberikan kebebasan terhadap pilihanpilihan yang ada. Oleh karena itu sebaiknya merancang interface yang dapat memberikan kesempatan kepada pengguna untuk membatalkan aksi yang dilakukannya. 7. Support Internal Locus of Control Pengguna harus merasa bahwa Ia berkuasa atas sistem, dan sistem selalu menuruti perintahnya. Dengan adanya pengaturan internal, pengguna dapat menggunakan sistem sesuai kebutuhan dengan memberikan user control untuk setiap aksi atau kegiatan yang dilakukan. 8. Reduce Short-Term Memory Load Kemampuan manusia dalam memproses informasi dalam jangka waktu pendek memiliki keterbatasan, sehingga diperlukan rancangan interface yang mengurangi kemungkinan pengguna untuk mengingat key word pengerjaannya, misalnya dengan memberikan header. 2.2 Teori Khusus Pengertian Pariwisata Menurut Undang - Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2009 Pasal 1 tentang Kepariwisataan, Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan perjalanan yang dilakukan dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau

21 31 mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara, baik secara individu maupun kelompok, dan didukung oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Orang yang melakukan wisata disebut sebagai wisatawan. Menurut McCabe (2009:2), Pariwisata dapat didefinisikan sebagai jumlah hubungan yang timbul dari kegiatan orang yang bepergian ke tempat-tempat di luar lingkungan mereka selama tidak lebih dari satu tahun berturut-turut untuk bersantai, bisnis dan keperluan lainnya. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Pariwisata adalah kegiatan perjalanan terencana yang dilakukan dengan meninggalkan rumah dan mengunjungi satu tempat ke tempat yang lain guna untuk rekreasi, dan bersenang-senang Tujuan Pariwisata Menurut Undang - Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2009 Pasal 3 tentang Kepariwisataan, Pariwisata berfungsi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap orang dengan Selain itu, Pariwisata juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan negara serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dan berdasarkan Undang - Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2009 pasal 4 tentang Kepariwisataan, menyebutkan bahwa tujuan pariwisata adalah untuk: - Meningkatkan pertumbuhan ekonomi - Meningkatkan kesejahteraan rakyat - Menghapus kemiskinan - Mengatasi pengangguran - Melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya - Memajukan kebudayaan - Mengangkat citra bangsa - Memupuk rasa cinta tanah air - Memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, dan - Mempererat persahabatan antarbangsa

22 32 Jadi dapat disimpulkan bahwa pariwisata memiliki banyak sekali tujuan yang menguntungkan baik untuk diri sendiri maupun untuk negara. Untuk diri sendiri, pariwisata akan meningkatkan kebutuhan jasmani dan rohani. Sedangkan untuk negara, pariwisata akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar tercapainya kesejahteraan rakyat Usaha Pariwisata Menurut Undang - Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2009 Pasal 1 tentang Kepariwisataan, Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata. Orang - orang yang melakukannya disebut sebagai Pengusaha Pariwisata. Menurut Undang Undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 2009 pasal 14 ayat 1 tentang Kepariwisataan, menyebutkan bahwa usaha pariwisata meliputi: a. Daya tarik wisata b. Kawasan pariwisata c. Jasa transportasi wisata d. Jasa perjalanan wisata e. Jasa makanan dan minuman f. Penyediaan akomodasi g. Penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi h. Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensim dan pameran i. Jasa informasi pariwisata j. Jasa konsultan pariwisata k. Jasa pramuwisata l. Wisata tirta, dan m. Spa Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa usaha pariwisata merupakan hal yang penting karena usaha

23 pariwisata merupakan kunci untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan Pemasaran Pariwisata Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 Pasal 1 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Pemasaran Pariwisata adalah serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan produk wisata dan mengelola relasi dengan wisatawan untuk mengembangkan Kepariwisataan dan seluruh pemangku kepentingannya. Menurut McCabe (2009:4) Pemasaran Pariwisata adalah kegiatan menciptakan kebutuhan untuk menekankan pesan yang menarik bagi konsumen mengenai suatu objek wisata, serta menjaga loyalitas wisatawan terhadap objek wisata tersebut. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Pemasaran Pariwisata adalah kegiatan untuk menciptakan kesan dan pesan menarik kepada wisatawan terhadap suatu objek wisata. Pemasaran Pariwisata merupakan hal yang penting karena merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan pariwisata nasional. Dan untuk mewujudkan pembangunan pemasaran pariwisata yang baik yaitu dengan cara mengembangkan pemasaran dan promosi untuk meningkatkan wisatawan dengan tema tertentu atau basis tertentu. Contohnya dengan website Modified Balanced Scorecard (mbsc) Menurut Stepchenkova et al. (2010:612), modified balanced scorecard (mbsc) merupakan salah satu instrumen yang paling dikenal dalam evaluasi website pariwisata. MBSC itu sendiri pertama dicanangkan oleh Morrison, Taylor, Morrison, dan Morrison (1999) yang kurang lebih dimodelkan berdasarkan

24 34 Balanced Scorecard (BSC) oleh Kaplan dan Norton (1992) yang digunakan untuk mengukur kinerja organisasi melalui 4 perspektif yaitu perspektif customer, perspektif financial, perspektif learning and growth, dan perspektif internal business processes. Keempat perspektif tersebut seimbang untuk mencapai tujuan organisasi. MSBC digunakan sebagai kerangka pengukuran kinerja yang seimbang antara kinerja sektor keuangan dan non keuangan, sehingga kinerja organisasi dapat diukur menjadi empat perspektif yaitu customer friendliness and usability (Customer), marketing effectiveness (Marketing Effectiveness), the level of information presented (Destination Information), dan technical functionality (Technical). Berikut penjelasan mengenai keempat perspektif tersebut: 1. Perspektif Customer Pada perspektif ini, kinerja website akan dievaluasi berdasarkan sudut pandang potensial pengunjung. Kriteria yang dinilai antara lain: tingkat aksesibilitas website, kemudahan dalam menjangkau website, kemampuan pengunjung untuk melakukan navigasi di dalam website, daya tarik website, informasi yang disediakan di dalam website dan kemudahan dalam menemukan informasi kontak. 2. Perspektif Marketing Effectiveness Pada perspektif ini, kinerja website akan dievaluasi berdasarkan sudut pandang efektifitas pemasaran sebuah website. Kriteria yang dinilai antara lain: usability, kemampuan untuk mengsegmentasikan kelompok wisatawan yang spesifik, brand yang direpresentasikan oleh website, kapasitas website untuk memperlihatkan produk yang tersedia, penciptaan relasi atau skema database marketing, partnership dan seberapa banyak value yang ditawarkan. 3. Perspektif Destination Information Pada perspektif ini, kinerja website akan dievaluasi berdasarkan sudut pandang yang menggambarkan kebutuhan informasi apa yang diperlukan oleh customer, termasuk

25 35 kebutuhan informasi umum mengenai destinasi wisata tersebut. Kriteria yang dinilai antara lain: atraksi, event, dan festival, fasilitas, transportasi dan infrastruktur, informasi umum mengenai perjalanan, kepatuhan hukum, informasi meeting point, informasi spesifik untuk wisatawan profesional dan informasi untuk media. 4. Perspektif Technical Dalam jurnalnya, pada perspektif ini, Stepchenkova mengevaluasi kinerja website menggunakan dua layanan eksternal yaitu NetMechanic.com dan LinkPopularity.com. NetMechanic digunakan untuk memeriksa jumlah broken link, kode HTML untuk penggunaan tag yang buruk, kesalahan bahasa, kecocokan website dengan berbagai browser, dan keseluruhan waktu load. Sedangkan LinkPopularity.com digunakan untuk melihat seberapa banyak hubungan website yang dimiliki. Menurut Suroto Adi (2014:624), untuk mengevaluasi kinerja penggunaan teknologi web dalam sektor pariwisata dapat dilakukan menggunakan modified balanced scorecard (mbsc) dengan variabilitas 4 indikator perspektif, yaitu (1) Perspektif pengguna, yaitu evaluasi yang dilakukan dengan melihat apakah informasi yang disajikan berguna dan menarik, (2) Perspektif Efektivitas Pemasaran, yaitu evaluasi yang dilakukan dengan melihat apakah informasi yang dihasilkan untuk mendukung promosi dan pemasaran, (3) Perspektif Fungsi Organisasi, yaitu evaluasi yang dilakukan dengan melihat apakah informasi dalam website mencerminkan fungsi organisasi, dan (4) Perspektif Teknis, yaitu merupakan evaluasi fungsi teknis website secara keseluruhan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa modified balanced scorecard (mbsc) adalah perkembangan dari balanced scorecard, yang dapat digunakan sebagai kerangka dalam pengukuran kinerja sistem.

26 Rata-Rata (Mean) Menurut Trihendradi (2013:41), rata-rata atau mean merupakan jumlah dari nilai-nilai yang dibagi dengan jumlah nilai individu dengan rumus sebagai berikut: = atau µ = Keterangan: = nilai rata rata suatu sampel µ = nilai rata rata suatu populasi = jumlah dari nilai individu n N = banyaknya nilai individu suatu sampel = banyaknya nilai individu suatu populasi nilai varian dan standar deviasi pada dasarnya adalah mencari nilai rata rata deviasi Simpangan Baku (Standard Deviation) Menurut Trihendradi (2013:48), pada dasarnya simpangan baku berguna untuk mencari nilai rata-rata deviasi. Deviasi adalah perbedaan nilai antara nilai data individu, dengan nilai rata-ratanya. Nilai deviasi tidak langsung dijumlah total, tetapi dikuadratkan terlebih dahulu. Saat menghitung nilai standar deviasi, hal yang harus diperhatikan adalah darimana data itu berasal. Apakah berasal dari sampel atau berasal dari populasi. Bila datanya berasal dari sampel, maka akan menggunakan denumenator n-1, dan jika datanya populasi, maka akan menggunakan N. Keterangan: xi = nilai n = banyaknya data = rata-rata

27 Integrasi Sistem Menurut Juric et al. (2007:1), Sekarang ini integrasi sistem antar perusahaan yang berbeda menjadi sangat penting. Kebutuhan informasi up-to-date yang dapat diakses dari (hampir) di mana-mana, dan berkembang pesatnya e-business, mengharuskan developer untuk mencari solusi yang baik dalam mengintegrasikan sistem karena integrasi memiliki banyak jenis, arsitektur, bahasa pemrograman dan platform yang beragam Jenis-Jenis Integrasi Menurut Juric et al. (2007:25), jenis integrasi dapat dibagi menjadi lima, yaitu a. Data-Level Integration Integrasi Level Data berfokus pada perpindahan antar aplikasi dengan tujuan membagi data yang sama ke beberapa aplikasi yang berbeda. Dari sudut pandang teknis, integrasi ini merupakan integrasi yang paling sederhana karena memiliki beberapa tools yang memudahkan dan mempercepat sharing data. Selain itu, integrasi ini tidak memerlukan perubahan aplikasi. Gambar 2.1 Integrasi Level Data Juric et al. (2007:25) Masalah dalam integrasi ini terletak pada kompleksitas database dan jumlah data. Teknologi untuk memindahkan data antar database saat ini

28 38 masih belum begitu dikenal. Kemudian, kita harus memahami data apa yang disimpan dan dimana data tersebut disimpan, kapan dan bagaimana data diekstrak serta harus mengerti jenis dan struktur database tujuan. b. Application Integration Integrasi Aplikasi berfokus pada sharing fungsionalitas logika bisnis bukan hanya data murni seperti Integrasi Level Data. Integrasi ini biasanya dicapai melalui penggunaan Application Programming Interfaces (API). Aplikasi yang mengekspos fungsionalitasnya melalui API dapat diakses fungsionalitasnya secara programatik tanpa menggunakan User Interface. Tujuan integrasi aplikasi ada dua, yaitu memahami dan menggunakan API untuk mengakses fungsionalitas yang diperlukan, serta untuk menutupi perbedaan antar teknologi yang digunakan untuk API. Gambar 2.2 Integrasi Aplikasi Juric et al. (2007:27)

29 39 c. Business Process Integration Integrasi Proses Bisnis memungkinkan dukungan proses bisnis dalam enterprise dimana solusi yang ada merupakan bagian dari langkah proses bisnis. Integrasi ini mengekspos fungsionalitas sebagai abstraksi dari metode bisnis melalui interface. Integrasi ini juga menampilkan sistem informasi enterprise seperti yang diinginkan atau seperti yang akan dibangun dengan kebutuhan yang jelas untuk apa sistem terintegrasi. Aplikasi yang sudah ada akan dimodelkan ulang dengan cara yang dapat mengekspos fungsionalitas lapisan proses bisnis dan sesuai dengan arsitektur modern. Dan pada akhirnya potongan-potongan yang berbeda akan direkatkan bersama menggunakan permodelan proses bisnis dan execution language seperti BPEL (Business Process Execution Language). Gambar 2.3 Integrasi Proses Bisnis Juric et al. (2007:28) SOA, BPEL dan teknologi terkait menyediakan kesempatan baru untuk membuat sistem informasi terintegrasi menjadi lebih fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan proses bisnis. Dengan integrasi ini akan disediakannya dukungan yang lebih

30 40 baik dan lebih dekat dengan kebutuhan bisnis sehingga sistem informasi akan menjadi lebih kokoh. d. Presentation Integration Setelah mencapai integrasi proses bisnis, biasanya dilanjutkan dengan integrasi presentasi. Sebab aplikasi yang ada sekarang dimodelkan dan dibungkus pada lapisan tengah (middle tier), sedangkan yang mengekspos service melalui interface level tinggi. Integrasi ini menghasilkan sistem terintegrasi yang menyediakan lapisan presentasi yang menyatu, yang melalui ini pengguna dapat mengakses fungsionalitas dari sistem yang terintegrasi. Karena menggunakan lapisan presentasi yang dibangun baru, pengguna tidak akan menyadari keragaman aplikasi yang ada yang mengeksekusi di balik sistem. Lapisan presentasi juga mengakses fungsi melalu interface umum, yang disediakan oleh lapisan bisnis (yang telah dikembangkan pada integrasi proses bisnis). Integrasi presentasi dipertimbangkan sebagai langkah definisi dan implementasi dari user interface umum dari sebuah portal untuk sistem informasi. Juga dipertimbangkan sebagai cara mengekstrasi data dari aplikasi yang ada melalui user interface. e. Business to Business Integration Saat ini integrasi pada aplikasi dalam suatu perusahaan tidaklah cukup. Saat ini terdapat kebutuhan pertumbuhan yang memungkinkan integrasi antar perusahaan, yang sering disebut sebagai integrasi B2B. Kebutuhan saat ini tidaklah lagi sekedar melakukan publish catalog offline pada halaman web. Tetapi yang diharapkan adalah selalu online dan up-to-date.

31 41 Salah satu prasyarat untuk membangun e- business yang efisien adalah sebuah sistem enterprise yang terintegrasi pada level proses bisnis. Hanya saja perbedaannya adalah pada integrasi ini memungkinkan pemrosesan request secara ondemand. Pelanggan saat ini mengharapkan respon sesegera mungkin dan tidak puas dengan pemrosesan batch and delay beberapa hari untuk konfirmasi order atau sekedar ingin bertanya mengenai produk tertentu. Respon yang cepat, yang diraih melalui integrasi dari sistem back-end (enterprise information) dan front-end (presentation) merupakan kunci faktor yang sukses Service Oriented Architecture Menurut Juric et al. (2007:57), Service Oriented Architecture (SOA) adalah enterprise architecture dimana aplikasi dirancang untuk menyediakan layanan yang dapat digunakan untuk integrasi bisnis. SOA memiliki dua kunci, yaitu service dan architecture. Service pada dasarnya merupakan pandangan luar aplikasi dalam organisasi TI, dimana setiap aplikasi menyediakan "business services" yang diperlukan untuk mengakses dari aplikasi lain. Sedangkan architecture adalah pendekatan organisasi luas untuk "menggunakan" jasanya. SOA memiliki mekanisme sederhana untuk menggunakan access-interface untuk Integrasi Enterprise. Arsitektur ini memiliki kekuatan utama yaitu komponen atau service tersebut dibangun dan berinteraksi satu sama lain secara bebas dan lepas. Selain itu, SOA juga memberikan stabilitas, scalable, serta infrastruktur yang baik untuk perusahaan dalam hosting dan akses layanan dengan tingkat yang diperlukan kualitas layanan. SOA memerlukan services, service consumption, dan infrastructure untuk memanggil services dari client, memerlukan middleware

32 42 infrastructure untuk mengirimkan request ke server, dan membutuhkan service container untuk meng-execute services tersebut. Menurut Shahzadam et al. (2008:245), SOA merupakan solusi yang dapat digunakan untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis. Dengan mengadopsi SOA akan dapat membawa ke arah keseragaman dalam departemen TI/SI yang dapat pula membawa pada peningkatan penggunaan sumber daya luar perusahaan. SOA merupakan arsitektur yang memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan fleksibilitas dan kelincahan. Tetapi untuk mencapai keunggulan ini, organisasi harus merangkul SOA sebagai perubahan gaya hidup. SOA adalah cara baru untuk merancang sistem, dan teknologi ini menunjukkan arah baru kepada para pengguna untuk berpikir secara berbeda tentang proses bisnis. SOA membutuhkan pola pikir yang berbeda, dan itu membutuhkan disiplin. Untuk meningkatkan peluang untuk sukses, sebuah organisasi harus membangun disiplin melalui program pemerintahan yang kuat. Di samping meningkatkan fleksibilitas dan kelincahan, SOA dapat mengaktifkan manfaat sebagai berikut: a. Mengurangi Biaya Kebanyakan manfaat SOA sulit untuk diukur, tetapi sejumlah organisasi telah mampu menunjukkan penghematan biaya yang signifikan melalui penggunaan SOA. b. Mengurangi Redundansi Salah satu tujuan utama dari SOA adalah untuk melaksanakan fungsi sekali dan menggunakannya kembali di semua aplikasi yang membutuhkannya. Sebuah inisiatif SOA dapat membantu organisasi mengidentifikasi fungsi berlebihan dan menghindari duplikat aplikasi.

33 43 c. Konsistensi, keamanan, dan penyesuaian yang lebih baik Jika aturan bisnis diimplementasikan dalam layanan, maka semua aplikasi yang menggunakan layanan ini akan menerapkan aturan bisnis secara konsisten. Manfaat ini dapat sangat berguna ketika mengimplementasikan aturan yang sangat berat, seperti yang terkait dengan keamanan dan peraturan hukum. d. Peningkatan kepuasan, produktivitas, efisiensi, efektivitas SOA memungkinkan akses ke data atau fungsi apapun kepada aplikasi membutuhkan. Oleh karena itu, service-oriented applications harus mendukung proses bisnis yang lebih efektif, dan juga, serviceoriented applications harus meningkatkan pengalaman pengguna. Untuk aplikasi internal, pengalaman pengguna yang lebih baik akan membuat karyawan lebih produktif dan efisien. Untuk aplikasi eksternal, pengalaman pengguna yang lebih baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Service Oriented Architecture (SOA) merupakan arsitektur yang memungkinkan dua atau banyak perusahaan untuk saling mengintegrasikan data untuk mendukung proses bisnis mereka Enterprise Service Bus Menurut Juric et al. (2007:45), Enterprise Service Bus (ESB) adalah infrastruktur software yang bertindak sebagai lapisan perantara (middleware). ESB memungkinkan untuk menghubungkan services yang diimplementasikan dalam teknologi yang berbeda (seperti EJBs, messaging systems, CORBA components, dan legacy applications) dengan cara

34 44 yang mudah. ESB berfungsi untuk menambah fleksibilitas komunikasi dan kendali atas penggunaan layanan yang mencakup: a. Kemampuan menangkap pesan, yang memungkinkan untuk menangkap pesan request untuk layananlayanan dan pesan response dari layanan, serta memberikan pemrosesan tambahan. Dengan cara ini, ESB dapat bertindak sebagai intermediary. b. Kemampuan routing, yang memungkinkan ESB melakukan routing pesan ke layanan-layanan yang berbeda didasarkan pada isi (content), asal, atau atribut lain. c. Kemampuan transformasi, yang memungkinkan transformasi pesan sebelum dikirimkan ke layananlayanan. Untuk pesan format XML, transformasi semacam ini dilakukan menggunakan XSLT (Extensible Stylesheet Language for Transformations) atau XQuery engine. d. Kendali atas deployment, usage, dan maintenance layanan-layanan. Hal ini memungkinkan adanya logging, profiling, load balancing, performance tuning, ongkos penggunaan layanan-layanan, distributed deployment, on-the-fly reconfiguration, dsb. e. Fitur manajemen lain yang mencakup definisi korelasi antar pesan, definisi path komunikasi yang handal, definisi security constraints yang berkaitan dengan pesan services. Menurut Binildas (2008:16), ESB merupakan sebuah pola arsitektural untuk SOA. ESB adalah kumpulan layanan middleware yang menyediakan kemampuan integrasi. Middleware Services ini merupakan jantung dari ESB yang menempatkan pesan untuk dapat diroutekan dan

35 45 ditrasnformasikan. Aplikasi melakukan koneksi ESB melalui intelligent conncetors. Konektor ini abstrak karena hanya mendefinisikan transport binding protocols dan service interface, bukan merupakan rincian implementasi nyata. Konektor ini intelegent karena mempunyai logic built-in pada ESB untuk melakukan binding service secara selektif pada saat runtime. Kemampuan ini meningkatkan kecerdasan untuk aplikasi dengan menggunakan late binding dari service dan melakukan penundaan pilihan service. Menurut Binildas (2008:16), Pendekatan services bus untuk integrasi menggunakan teknologi yang menyediakan bus untuk integrasi aplikasi. Aplikasi yang berbeda tidak akan berkomunikasi secara langsung satu sama lain, melainkan mereka akan berkomunikasi melalui backbone middleware SOA ini. Fitur yang paling membedakan ESB dengan lainnya adalah sifat terdistribusi dari topologi integrasi. Kebanyakan solusi ESB didasarkan pada Web Services Description Language (WSDL) dan menggunakan format Extensible Markup Language (XML) untuk terjemahan dan transformasi pesan. Gambar 2.4 Enterprise Service Bus Binildas (2008:16)

36 46 Menurut Binildas (2008:16), Fitur dan fungsionalitas utama yang didukung ESB: a. Addressing dan routing b. Synchronous dan asynchronous style c. Multiple transport dan protocol bindings d. Content transformation and translation e. Business process orchestration f. Event processing g. Adapters untuk berbagai platform h. Integration of design, implementation, dan deployment tools i. QOS features like transactions, security, dan persistence j. Auditing, logging, dan metering k. Management and monitoring Menurut Utomo, W.H., Wellem, T. (2014:369), ESB memiliki beberapa kelebihan yaitu yang pertama saat terjadinya masalah ketidak cocokan antar protokol komunikasi yang digunakan antara pemakai layanan dan penyedia layanan. Hal itu dapat menyebabkan pemakai layanan tidak dapat melakukan permintaan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan. Tetapi dengan adanya ESB dapat mengatasi masalah ini dengan menyediakan fasilitas untuk mengkonversi sebuah protokol transport/komunikasi ke dalam protocol lain yang diperlukan. Misalnya fasilitas ini akan mentransformasikan protokol HTTP ke dalam protokol SMTP. Melalui fasilitas ini, aplikasi dapat saling berkomunikasi walaupun protokol antara pemakai layanan dan penyedia layanan tidak sama. Kemudian, yang kedua berkaitan dengan ketidaksesuaian antara format pesan yang digunakan oleh pemakai layanan dan penyedia layanan. Masalah ini dapat dipecahkan oleh ESB yang menyediakan fasilitas untuk melakukan transformasi format pesan yang digunakan oleh penyedia layanan maupun pemakai

37 47 layanan. Misalnya, fasilitas ini dapat melakukan transformasi pesan SOAP ke dalam format lain berbasis XML. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ESB adalah infrastruktur software yang bertindak sebagai middleware antar penyedia layanan dengan pemakai layanan dan dapat menghubungkan layanan yang diimplementasikan dalam teknologi yang berbeda Object-Oriented Analysis Design (OOAD) Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:25), Object- Oriented Analysis and Design (OOAD) merupakan sebuah kumpulan alat dan teknik untuk pengembangan sistem yang akan memanfaatkan object technologies untuk membangun sistem dan perangkat lunak. OOAD sangat terkait dengan dua hal yaitu Object Oriented Analysis (OOA) dan Object-Oriented Design (OOD). Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:370), Object- Oriented Analysis (OOA) merupakan pendekatan yang digunakan untuk mempelajari objek yang ada untuk melihat apakah mereka dapat digunakan kembali atau diadaptasikan untuk penggunaan lain serta digunakan untuk mendefinisikan objek baru serta merubah objek yang akan digabungkan dengan objek lain yang telah ada menjadi aplikasi bisnis berbasis komputer yang berguna. Sedangkan Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:648) Object-Oriented Design (OOD) merupakan pendekatan yang digunakan untuk memperinci solusi sistem yang dipandang dari objek yang berkolaborasi, atribut objek dan klasifikasi dari objek tersebut. Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D (2010:60), Object Oriented Analysis (OOA) adalah suatu cara untuk menentukan seluruh tipe objek yang bekerja di dalam sistem dan menggambarkan interaksi user yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas. Sedangkan Object-Oriented Design (OOD) mendefinisikan semua tipe objek yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang dan perangkat di dalam sistem, menunjukkan bagaimana objek berinteraksi untuk menyelesaikan

38 48 suatu tugas, dan menyempurnakan definisi masing masing tipe objek sehingga bisa diimplementasikan dengan bahasa dan lingkungan yang spesifik Tahapan Object-Oriented Analysis Design (OOAD) Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:383) Object- Oriented Analysis (OOA) memiliki 3 tahap penting yang harus dilakukan, yaitu: a. Membuat model dari deskripsi fungsional sistem Pada tahap ini akan dibuatnya Use case Diagram yang berisi informasi umum dari sistem yang bertujuan untuk mendokumentasikan secara cepat kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh sistem. Kemudian diagram tersebut akan ditambahkan detail-detail yang dapat merubah Use case Diagram menjadi Analysis Use case Diagram atau Use case Description. b. Mencari dan mengidentifikasi objek Tahap selanjutnya adalah mencari objek dengan cara mencari kata-kata yang berpotensi untuk menjadi objek dari dokumentasi yang ada (biasanya carilah disetiap nouns atau kata benda). Kemudian setelah mendapatkan semua kata benda, kata-kata tersebut harus disaring lagi karena tidak semuanya sesuai dengan sistem yang sedang dikembangkan. c. Mengorganisasikan objek dan mengidentifikasi hubungan setiap objek Tahap selanjutnya adalah menyusun objek yang telah diidentifikasi sebelumnya dan mendokumentasikan setiap hubungan yang terjadi antar objek. Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:651) Object- Oriented Design (OOD) memiliki 3 tahap penting yang harus dilakukan, yaitu: a. Memperbaharui Use case Diagram

39 49 Tahap pertama pada OOD adalah memperbaharui use case yang telah dibuat pada OOA. Setiap Use case akan ditambahkan detail bagaimana aktor akan berhubungan dengan sistem dan bagaimana sistem akan memprosesnya. b. Membuat class interaction, behavior dan state yang membantu skenario use case Terdapat beberapa tahapan, yaitu: a) Mengidentifikasi dan mengklarifikasikan kelas dari desain use case Pada tahap inilah akan diidentifikasikan interaksi antar class, tugas-tugas class serta behavior pada setiap class. b) Mengidentifikasi atribut class Setelah mengetahui tugas class masing-masing, tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi atribut-atribut yang termasuk di dalam class c) Mengidentifikasi behaviors dan responsibilities class Tahap ini dapat dilakukan dengan cara menganalisa use case, mengasosiasikan behaviors dan responsibilities class, membangun class yang memiliki behavior yang kompleks dan lain-lain c. Memperbarui Model Object untuk Mencerminkan Lingkungan Implementasi Unified Modeling Language Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D (2010:61), Unified Modeling Language (UML) adalah suatu set standarisasi dari konstruksi model dan pengembangan notasi yang dikhususkan untuk pengembangan object-oriented. Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:371), Unified Modeling Language (UML) adalah seperangkat model

40 50 konvensi yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan objek dalam suatu sistem perangkat lunak. Jadi dapat disimpullkan bahwa UML adalah suatu permodelan yang digunakan untuk menciptakan desain berupa diagram yang dapat menggambarkan sistem yang akan dibangun Use Case Diagram Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010, p.242) Use case Diagram merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh sistem, biasanya merupakan sebuah respon untuk permintaan dari pengguna sistem. Gambar 2.5 Use Case Diagram Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:244) Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:246), Use case Diagram menggambarkan interaksi antara sistem dan pengguna. Dengan kata lain, secara grafis Use case Diagram menggambarkan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara apa pengguna mengharapkan untuk berinteraksi dengan sistem.

41 51 Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:385) juga mengatakan bahwa Use case Diagram dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu Business Use case Business Use case adalah use case yang dibangun untuk kebutuhan bisnis yang fokus pada visi, misi dan tujuan dari berbagai kepentingan perusahaan. Business use case juga mencerminkan pandangan dari perilaku yang diinginkan dari sebuah sistem. System Use case System Use case adalah use case yang digunakan untuk menentukan persyaratan rinci, membantu dalam estimasi dan perencanaan, menentukan persyaratan programming serta menjadi dokumentasi dasar bagi pengguna. Pembuatan System use case dikembangkan dari Business Use case sehingga dapat mengembangkan sistem dengan baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa use case diagram merupakan suatu diagram yang menggambarkan hubungan antara aktor dengan sistem Use Case Description Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010, p.172), Use Case Description adalah tahapan mendetail dan sebuah deskripsi diagram untuk membuat sebuah pemahaman akan sebuah sistem agar lebih menjamin kebutuhan user akan sistem. Use Case Description sendiri terdiri dari 3 jenis: Brief Description

42 52 Merupakan deskripsi yang mencatat mengenai deskripsi singkat dari suatu use case yang sederhana, dimana digunakan pada sistem yang kecil dan dapat dengan mudah dipahami. Biasanya hanya memiliki satu skenario saja. Gambar 2.6 Use Case Description - Brief Description Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:172) Intermediate Description Merupakan deskripsi yang membahas lebih lanjut dan mencantumkan internal flow dari aktivitas yang terjadi sesuai dengan use case, beserta dengan exception condition, sebuah dokumentasi yang digunakan apabila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan proses. Gambar 2.7 Use Case Description - Intermediate Description Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D.(2010:173) Fully Developed Description Merupakan deskripsi dengan mengunakan metode formal untuk mendokumentasikan seluruh proses yang terjadi pada sebuah use case.

43 53 Gambar 2.8 Use Case Description - Fully Developed Description Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:174) Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:246), dalam bukunya Use Case Description disebut sebagai Use Case Narrative yang merupakan deskripsi tekstual dari use case dan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan sistem untuk menyelesaikan tugas. Ketika Anda sedang mempersiapkan Use Case Narrative, hal yang penting untuk dilakukan adalah membuat dokumen high level untuk mendapatkan pemahaman tentang peristiwa dan besarnya sistem. Kemudian kembali ke masing-masing use case dan memperluas daftar untuk sepenuhnya didokumentasikan ke dalam use case narrative. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa use case description merupakan suatu deskripsi

44 54 yang menjelaskan mengenai detail dari sebuah use case yang telah didefinisikan. Use case Description berguna agar alur sistem dapat terstruktur dengan baik Class Diagram Menurut Whitten, J.L., Bentley, L.D. (2007:400), class diagram adalah penggambaran grafis dari struktur objek statis sistem dan menunjukkan kelas objek bahwa sistem terdiri dari apa saja serta hubungan antara objek antar class. Pada diagram ini juga mencakup multiplicity, generalization/specialization relationship, dan aggregation relationships. Untuk membuat sebuah class diagram berikut merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan: Step 1: Find the Potential Objects Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari potential object. Langkah ini dilakukan dengan meninjau setiap use case untuk menemukan kata benda yang sesuai dengan badan usaha atau kegiatan. Untuk menemukannya dapat menggunakan metode nouns-highlighted, yaitu dengan cara menhighlight semua kata benda yang terdapat pada use case analysis. Setiap benda yang ditemukan dalam mengkaji use case akan ditambahkan ke daftar potential object yang akan dianalisis lebih lanjut Step 2: Select the Proposed Objects Tidak semua kata benda pada daftar mewakili objek bisnis yang harus berada dalam lingkup domain masalah. Dengan menganalisis masing-masing kandidat kita

45 55 akan dapat menentukan apakah calon harus tinggal atau dihapus dari daftar. Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010, p.187), Class diagram digunakan untuk menunjukkan objek class untuk sistem. Notasinya dari Unified Modelling Language (UML), yang telah menjadi standar untuk model yang digunakan dengan pengembangan system object oriented. Gambar 2.9 Notasi Domain Class Diagram Satzinger J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:187) Salah satu jenis class diagram UML menunjukkan hal-hal dalam pekerjaan domain user disebut sebagai domain model class diagram. Tipe lain dari notasi class diagram UML digunakan untuk membuat desain class diagram ketika merancang class perangkat lunak. Di class diagram, persegi panjang mewakili kelas, dan garis yang menghubungkan persegi panjang menunjukkan asosiasi antara kelas. Dalam persegi panjang (kotak) terbagi dua, bagian atas berisi nama kelas, dan bagian bawah merupakan atribut kelas. Nama kelas selalu diawali dengan huruf kapital, dan atribut nama selalu diawali dengan huruf kecil. Diagram class digambarkan dengan menampilkan kelas dan asosiasi antara kelas. Hubungan di dalam class diagram ada tiga, yaitu sebagai berikut:

46 56 1. Aggregation Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:190), Agregasi Merupakan hubungan antara objek dengan bagianbagiannya di mana bagian-bagian tersebut dapat muncul secara terpisah. Berikut adalah contoh dari agregasi: Gambar 2.10 Aggregation Relationship Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:191) 2. Association Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:188), Asosiasi Merupakan class yang merepresentasikan many-to-many relationship antara dua class lainnya. Berikut adalah contoh dari asosiasi:

47 57 Gambar 2.11 Association Relationship Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:188) 3. Generalization Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:190) Generalisasi merupakan suatu super class yang menjelaskan properties umum kepada kelas-kelas khusus yang disebut dengan subclass. Berikut adalah contoh dari generalisasi: Gambar 2.12 Generalization Relationship Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:190) Menurut Satzinger, Jackson, & Burd (2010:187), Domain Class Diagram juga menggunakan multiplicity. Multiplicity adalah jumlah asosiasi yang dapat terjadi di antara hal-hal yang spesifik, misalnya seorang kustomer dapat memesan banyak order.

48 58 Gambar 2.13 Multiplicity dalam Class Diagram Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D (2010:188) Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa domain class diagram merupakan diagram yang menggambarkan objek - objek penting dalam suatu sistem, dimana objek tersebut dibutuhkan datanya dan dapat diolah untuk kepentingan perusahaan Entity Relationship Diagram Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:57), Entity Relationship Diagram adalah analisis terstruktur dan informasi rekayasa model data yang diperlukan oleh sistem. Berikut merupakan contoh ERD: Gambar 2.14 Entity Relationship Diagram Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:57) User Interface Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:530), salah satu kegiatan utama dalam perancangan sistem adalah merancang user interface. Merancang user interface berarti merancang input dan output yang terlibat ketika pengguna berinteraksi dengan komputer untuk melaksanakan tugas. Untuk merancang sebuah user interface, developer harus memperhatikan beberapa hal seperti 8 aturan emas dan untuk perancangan user interface pada website juga harus memperhatikan 9 prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat web design.

49 59 Gambar 2.15 User Interface Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010:551)

50 60

BAB 2 Jenis-jenis dan Arsitektur Integrasi

BAB 2 Jenis-jenis dan Arsitektur Integrasi BAB 2 Jenis-jenis dan Arsitektur Integrasi Arsitektur integrasi biasanya dibangun secara sistematis dalam beberapa lapisan. Ide dibalik ini adalah untuk memecah problem ke dalam beberapa problem yang lebih

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple,

BAB II LANDASAN TEORI. Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple, BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Basis Data Terdistribusi Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple, database yang saling berkaitan secara logik yang didistribusikan melalui

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian, dan hal-hal yang penting dalam

BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian, dan hal-hal yang penting dalam BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Database 2.1.1.1 Pengertian Data Menurut Whitten, Bentley, dan Dittman (2004, p23), pengertian dari data adalah fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut information age ini, media

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut information age ini, media BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut information age ini, media elektronik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi disiplin sistem informasi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi disiplin sistem informasi dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi disiplin sistem informasi dan organisasi informatika. Karena itu sistem informasi yang berbasis komputasi sudah banyak

Lebih terperinci

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal HTML 5 HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari Waring Wera Wanua, sebuah teknologi inti dari Internet. Tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. sistem, pengertian sistem informasi, sumber dari sistem informasi, dan metodemetode. lainnya yang dipakai dalam pembahasan.

BAB III LANDASAN TEORI. sistem, pengertian sistem informasi, sumber dari sistem informasi, dan metodemetode. lainnya yang dipakai dalam pembahasan. BAB III LANDASAN TEORI Pada Bab ini akan membahas tentang landasan teori, dimana teori yang dipakai adalah teori yang digunakan oleh para penulis yang terkenal dan telah banyak mengeluarkan buku-buku yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Pengertian sistem informasi tidak bisa dilepaskan dari pengertian sistem dan informasi. Definisi dari sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponenkomponen

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Website merupakan kumpulan dari halaman halaman yang berhubungan dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Website merupakan kumpulan dari halaman halaman yang berhubungan dengan 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Website Website merupakan kumpulan dari halaman halaman yang berhubungan dengan file file lain yang saling terkait. Dalam sebuah website terdapat satu halaman yang dikenal

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Berbasis Web Yang dimaksud dengan aplikasi web atau aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser. Aplikasi seperti ini pertama kali dibangun hanya

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi

BAB II LANDASAN TEORI. Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi BAB II LANDASAN TEORI 2.1Perangkat Lunak Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi memberikan fungsi dan petunjuk kerja seperti yang diinginkan. Struktur data yang

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Fotografi Amir Hamzah Sulaeman mengatakan bahwa fotografi berasal dari kata foto dan grafi yang masing-masing kata tersebut mempunyai arti sebagai berikut: foto artinya cahaya

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007), Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh karena

Lebih terperinci

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan Overview Web Service (sebagai software) adalah sebuah sistem didesain untuk mendukung mesin interoperabilitas untuk berinteraksi dalam jaringan. Seringnya Web service hanya berupa application programming

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. memerlukan Jaringan Internet. Namun Tentu saja filenya berada di komputer

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. memerlukan Jaringan Internet. Namun Tentu saja filenya berada di komputer BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Cloud Storage Cloud Storage Merupakan Media Penyimpanan yang dalam pengaksesannya memerlukan Jaringan Internet. Namun Tentu saja filenya berada di komputer dimana kita harus

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok 10 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok dalam pendekatan mendefinisikan system, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan mengenai dasar teori yang digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam membuat sistem. 3.1 Pariwisata Menurut UU No 10 Tentang Kepariwisataan tahun 2009 pasal 1

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. sebuah sistem pencarian lokasi kuliner berbasis mobile web untuk wilayah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. sebuah sistem pencarian lokasi kuliner berbasis mobile web untuk wilayah BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hasan (2011) tentang aplikasi pencarian lokasi kuliner di Yogyakarta. Penelitian tersebut telah menghasilkan

Lebih terperinci

BAB 2. LANDASAN TEORI 2.1. Aplikasi Web Aplikasi merupakan sekumpulan program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melakukan tugas tertentu. Dengan kata lain, aplikasi bisa disebut juga dengan

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Dilengkapibanyak library dan

BAB III LANDASAN TEORI. pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Dilengkapibanyak library dan BAB III LANDASAN TEORI 3.1 CodeIgniter CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang dapat mempercepat pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Dilengkapibanyak library dan helperyang berguna di dalamnya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan Basidata ( Database Design ) Proses perancangan database merupakan bagian dari micro lifecycle. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang terdapat di dalam proses tersebut

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Company Profile Menurut Maimunah dkk. Dalam jurnal CCIT Vol.5 No.3 (2012) company profile adalah sebuah aset suatu lembaga atau perusahaan yang dapat digunakan untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer BAB II LANDASAN TEORI 2.1 World Wide Web Dunia internet semakin berkembang, terutama penggunaanya dalam bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan

Lebih terperinci

Bab 2. Tinjauan Pustaka

Bab 2. Tinjauan Pustaka 6 Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Metode MVC sudah banyak diterapkan dan digunakan dalam aplikasi yang mendukung sistem, salah satu diantaranya adalah Perancangan dan Implementasi Perangkat

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Mentoring Mentoring merupakan kegiatan ekstrakurikuler terstruktur yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru mulai angkatan tahun akademik 2004/2005, atau seluruh mahasiswa yang

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mecapai suatu tujuan, sedangkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan

BAB II LANDASAN TEORI. Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Internet Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan interkoneksi antara komputer-komputer (node) di seluruh dunia yang membentuk sebuah jaringan komputer

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya,

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Web Pada awalnya aplikasi web dibangun dengan hanya menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan

Lebih terperinci

Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML

Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI Perancangan Website Ujian Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML OLEH: AULIA RAHMAN 21060113120007 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014 Abstrak

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI III.1 Sistem Informasi Sistem informasi (IS) merupakan kombinasi yang terorganisir antara manusia, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber daya data, kebijakan dan prosedur.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. produk itu baik atau rusak ataupun untuk penentuan apakah suatu lot dapat diterima

BAB II LANDASAN TEORI. produk itu baik atau rusak ataupun untuk penentuan apakah suatu lot dapat diterima BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Inspeksi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan hasil studi lapangan (wawancara) Inspeksi adalah suatu kegiatan penilaian terhadap suatu produk, apakah produk itu baik

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan

BAB III LANDASAN TEORI. Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sistem Informasi Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem presensi menggunakan QRCode dan ijin berbasis web dan mobile merupakan sistem informasi yang digunakan untuk menyelesaika masalah presensi dan ijin

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. menjelaskan beberapa prinsip umum sistem antara lain: menghadapi keadaan-keadaan yang berbeda.

BAB 2 LANDASAN TEORI. menjelaskan beberapa prinsip umum sistem antara lain: menghadapi keadaan-keadaan yang berbeda. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Hariyanto (2004, p59), sistem adalah kumpulan objek atau elemen yang saling beinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu. Ia menjelaskan beberapa prinsip umum

Lebih terperinci

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROPINSI JAWA TIMUR Nganjuk, XX XX Oktober 2016

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROPINSI JAWA TIMUR Nganjuk, XX XX Oktober 2016 KISI-KISI dan PEDOMAN PELAKSANAAN KELOMPOK TEKNOLOGI INFORMASI BIDANG LOMBA : WEB DESIGN A. Pendahuluan LKS Jawa Timur tahun 2016, bidang lomba Web Design akan memperlombakan kompetensi pada kemampuan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menerapkan metode UCD (User Centered Design) adalah untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menerapkan metode UCD (User Centered Design) adalah untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Situs pada Aplikasi Katalog Wisata Kuliner Berbasis Web dibuat dengan menerapkan metode UCD (User Centered Design) adalah untuk mempermudah penggunakan dalam

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen - komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. dengan istilah web adalah sebuah sistem terhubung dari hypertext document yang

BAB III LANDASAN TEORI. dengan istilah web adalah sebuah sistem terhubung dari hypertext document yang 10 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 World Wide Web World Wide Web yang biasanya disingkat dengan WWW dan lebih dikenal dengan istilah web adalah sebuah sistem terhubung dari hypertext document yang ada di Internet.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berkaca dari pesatnya laju perkembangan teknologi. modern, sistem penjadwalan guru di sebuah sekolah akan lebih

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berkaca dari pesatnya laju perkembangan teknologi. modern, sistem penjadwalan guru di sebuah sekolah akan lebih BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka Berkaca dari pesatnya laju perkembangan teknologi modern, sistem penjadwalan guru di sebuah sekolah akan lebih efektif jika menggunakan sebuah aplikasi. Aplikasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem

BAB II LANDASAN TEORI. suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Bagian-bagian yang memiliki keterkaitan pengoperasian dalam mencapai suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem informasi dapat dibuat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah lembaga yang melaksanakan kebijakan Pemerintah Kabupaten / Kota dalam bidang pendidikan dan merupakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Penerapan Model Human Computer Interaction (HCI) dalam Analisis Sistem

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Penerapan Model Human Computer Interaction (HCI) dalam Analisis Sistem BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 1.1 Tinjauan Pustaka Prihati, Mustafid, Suhartono (2011) membuat sebuah jurnal yang berjudul Penerapan Model Human Computer Interaction (HCI) dalam Analisis Sistem

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. kinerja dan memotivasi kinerja individu di waktu berikutnya.

BAB III LANDASAN TEORI. kinerja dan memotivasi kinerja individu di waktu berikutnya. BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Penilaian Kinerja Pada organisasi modern, penilaian memberikan mekanisme penting bagi manajemen untuk digunakan dalam menjelaskan tujuan-tujuan dan standart kinerja dan memotivasi

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI. Pada bab 3 ini akan membahas mengenai landasan. teori mengenai data, sistem informasi, sistem informasi

BAB 3 LANDASAN TEORI. Pada bab 3 ini akan membahas mengenai landasan. teori mengenai data, sistem informasi, sistem informasi BAB 3 LANDASAN TEORI Pada bab 3 ini akan membahas mengenai landasan teori mengenai data, sistem informasi, sistem informasi dalam bisnis, website, php, mysql, dan codeigniter. 3.1 Data Data adalah representasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Belum pernah ada penelitian tentang website pre order back sound dan musik sebelumnya, secara umum website tentang musik yang sudah ada adalah website tempat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sisttem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan atau kebijakan dan menjalankan operasional

Lebih terperinci

By : Agung surya permana ( )

By : Agung surya permana ( ) By : Agung surya permana (5108100504) Latar belakang Rumusan masalah Permasalahan yang diangkat dalam menyelesaikan tugas akhir ini adalah: Bagaimana mengimplementasikan metode arsitektur SOA dari hasil

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,

BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin, BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas Mengenai Web Internet sudah menjadi hal yang sangat dekat bagi masyarakat ataupun penggunanya di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi 2.1.1 Sistem Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) atau bahasa Yunani (sustēma) yang berarti suatu kesatuan yang terdiri

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. diinginkan. Dengan banyaknya penjual ikan secara konvensional untung yang

BAB 1 PENDAHULUAN. diinginkan. Dengan banyaknya penjual ikan secara konvensional untung yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Melihat banyaknya bidang usaha ikan secara konvensional saat ini maka tidak mudah bagi penjual yang menjual ikannya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan aplikasi teknologi informasi saat ini sudah berkembang begitu pesat

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan aplikasi teknologi informasi saat ini sudah berkembang begitu pesat 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan aplikasi teknologi informasi saat ini sudah berkembang begitu pesat dan menambah di berbagai bidang, seperti pendidikan, perbankan, perhubungan,

Lebih terperinci

WEB SERVICES. Sistem terdistribusi week 12

WEB SERVICES. Sistem terdistribusi week 12 WEB SERVICES Sistem terdistribusi week 12 Outline Kegunaan web service Sejarah bahasa pemrograman Perusahaan pengusul web service Arsitektur web service Keuntungan & kekurangan wes service Kegunaan web

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Sistem Menurut Jogiyanto (2001) terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. suatu sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi.

BAB III LANDASAN TEORI. suatu sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi. BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori merupakan dasar-dasar yang digunakan dalam pembuatan kerja praktek ini. Sebagai langkah awal dalam menyusun Laporan Kerja Praktek perlu dipahami terlebih dahulu mengenai

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut McLeod dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem adalah. Menurut Lucas dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem sebagai suatu

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut McLeod dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem adalah. Menurut Lucas dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem sebagai suatu BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Terdapat beberapa pengertian sistem menurut beberapa ahli yang diantaranya sebagai berikut: Menurut McLeod dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem adalah sekelompok

Lebih terperinci

Firewall & WEB SERVICE

Firewall & WEB SERVICE Firewall & WEB SERVICE Definisi Firewall Umumnya ditempatkan pada batas network untuk membangun batas pinggir keamanan (security). Firewall digunakan untuk melindungi internal network dari eksternal yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memroses masukan (input) yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah

Lebih terperinci

3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI

3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI TEORI 3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori dasar yang akan digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam membangun aplikasi. 3.1 Lelang Menurut Kamus Besar Bahasa

Lebih terperinci

Teknik Informatika S1

Teknik Informatika S1 Teknik Informatika S1 Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut Pengenalan Web App + Req. Web App Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285740278021 Aplikasi

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. (customer complaints) adalah umpan balik (feedback) dari pelanggan yang. dapat dilakukan secara tertulis atau secara lisan.

BAB III LANDASAN TEORI. (customer complaints) adalah umpan balik (feedback) dari pelanggan yang. dapat dilakukan secara tertulis atau secara lisan. BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Keluhan Pelanggan Menurut Simon J Bell dan James A Luddington (2006), keluhan pelanggan (customer complaints) adalah umpan balik (feedback) dari pelanggan yang ditujukan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem.

BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem. BAB II LANDASAN TEORI Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem. 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. berkelanjutan tentang kegiatan/program sehingga dapat dilakukan tindakan

BAB II LANDASAN TEORI. berkelanjutan tentang kegiatan/program sehingga dapat dilakukan tindakan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Monitoring Menurut Dr. Harry Hikmat (2010), monitoring adalah proses pengumpulan dan analisis informasi berdasarkan indikator yang ditetapkan secara sistematis dan berkelanjutan

Lebih terperinci

BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA

BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA Dengan melakukan penelusuran evolusi pola-pola integrasi, maka dapat ditunjukkan bahwa SOA merupakan teknik integrasi yang dibangun berdasarkan teknologi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Sekilas Tentang Sistem Ujian Konevensional

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Sekilas Tentang Sistem Ujian Konevensional BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sekilas Tentang Sistem Ujian Konevensional Dalam ujian konvensional,ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar ujian bisa dilaksanakan secara layak. Hal yang utama adalah kertas.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau

BAB II LANDASAN TEORI. karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data, Informasi, dan Pengetahuan Menurut Stair (2010:5), data adalah fakta atau kenyataan, contoh: nomor karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Menurut John F. Nash Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Herlambang (2005), definisi sistem dapat dibagi menjadi dua pendekatan,

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Sistem Informasi 3.1.1. Sistem Menurut Jerry Fitz Gerald, Arda F. Fitz Gerald dan Warren D Stalling, jr.(dalam Jogiyanto, 2002:24) dikemukakan bahwa sistem adalah suatu jaringan

Lebih terperinci

Penerapan Konsep One Layer Website Berbasis JavaScript

Penerapan Konsep One Layer Website Berbasis JavaScript Penerapan Konsep One Layer Website Berbasis JavaScript Erick Alfons Lisangan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Atma Jaya Makassar Makassar, Indonesia [email protected] Abstrak Perkembangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II Landasan Teori BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Pada bab ini akan dibahas mengenai definisi sistem informasi, namun harus diketahui terlebih dahulu definisi sistem dan informasi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang ada,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang ada, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang ada, khususnya di dalam dunia teknik informatika, penting bagi pelaku industri yang berkecimpung di dunia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan aplikasi web yang semakin pesat sejak munculnya teknologi internet sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan aplikasi web yang semakin pesat sejak munculnya teknologi internet sangat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan aplikasi web yang semakin pesat sejak munculnya teknologi internet sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman, penyampaian dan penerimaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Multimedia 2.1.1 Pengertian Multimedia Menurut Vaughan(2011,p1), Multimedia adalah kombinasi teks, gambar, suara, animasi dan video yang disampaikan kepada user melalui komputer.

Lebih terperinci

Bab 2 Tinjauan Pustaka

Bab 2 Tinjauan Pustaka 5 Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penerapan dari arsitektur MVC (Model View Controller) telah banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi yang mendukung suatu sistem, salah satu diantaranya

Lebih terperinci

PELATIHAN PHP ALUMNI DAN CALON ALUMNI INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM SURABAYA. By: Julianto Lemantara, S,Kom., M.Eng

PELATIHAN PHP ALUMNI DAN CALON ALUMNI INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM SURABAYA. By: Julianto Lemantara, S,Kom., M.Eng PELATIHAN PHP ALUMNI DAN CALON ALUMNI INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM SURABAYA By: Julianto Lemantara, S,Kom., M.Eng LATAR BELAKANG PELATIHAN Coba simak beberapa lowongan PHP programmer berikut:

Lebih terperinci

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA Bab II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Berdasarkan penelitian penulis, aplikasi distribusi penjualan barang sudah ada. Dari aplikasi yang sudah ada tersebut penulis ingin mengembangkan lagi

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim PEMROGRAMAN WEB Agussalim Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang: Konsep Pemrograman WEB Pemrograman WEB statis dan dinamis HTML (Hyper Text Markup Language) PHP Hypertext preprocessor,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi sudah merupakan satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi merupakan suatu kebutuhan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam pembuatan tugas akhir Sistem Informasi Administrasi Salon SN berbasis desktop ini dilakukan beberapa tinjauan sumber pustaka, dan berikut

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. order penjualan, nomor penjualan. (Stair, 2006) daripada kumpulan kebenaran itu sendiri. (Stair, 2006)

BAB III LANDASAN TEORI. order penjualan, nomor penjualan. (Stair, 2006) daripada kumpulan kebenaran itu sendiri. (Stair, 2006) BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Data Dan Informasi Data adalah sebuah kebenaran, atau kenyataan, contoh nama pegawai, order penjualan, nomor penjualan. (Stair, 2006) Informasi adalah sekumpulan kebenaran atau

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. tujuan tertentu. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu:

BAB 2 LANDASAN TEORI. tujuan tertentu. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu: BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Sistem merupakan suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Web Service Menurut Siregar (2012) Web service menyediakan standar komunikasi di antara berbagai aplikasi software yang berbeda-beda, dan dapat berjalan di berbagai platform maupun

Lebih terperinci

Pert 11 DASAR-DASAR WEB DESIGN

Pert 11 DASAR-DASAR WEB DESIGN Pert 11 DASAR-DASAR WEB DESIGN WEB DESIGN? Design merupakan hasil karya manusia yang harus dapat berfungsi untuk memecahkan suatu masalah (problem solving) www (world wide web) merupakan kumpulan web server

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Informasi Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.sumber dari informasi adalah data. Data merupakan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. keluaran. Berikut gambaran umum sebuah sistem.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. keluaran. Berikut gambaran umum sebuah sistem. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Konsep Dasar Sistem Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (Hartono, 1999). Model umum sebuah sistem terdiri

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 E-Commerce E-Commerce atau electronic commerce atau perdagangan elektronik merupakan suatu transaksi produk atau jasa yang dilakukan secara online dalam suatu jaringan komputer.

Lebih terperinci

PENGERTIAN WEB web adalah

PENGERTIAN WEB web adalah PENGANTAR WEB -YQ- PENGERTIAN WEB web adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (text, gambar, suara, animasi, video) di dalamnya yang menggunakan protokol http (hypertext transfer

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Telah dilakukan penelitian sebelumnya mengenai pembuatan toko online untuk transaksi jual beli pada tahap promosi dan pembelian. Namun pada beberapa penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman,

BAB I PENDAHULUAN. internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan aplikasi web saat ini begitu pesat terutama sejak munculnya teknologi internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya teknologi internet maka kebutuhan dalam memperoleh

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya teknologi internet maka kebutuhan dalam memperoleh BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya teknologi internet maka kebutuhan dalam memperoleh informasi dengan cepat,akurat dan mudah dalam segala kegiatan baik itu dalam bisnis, pendidikan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Aplikasi E-Learning semacam ini pernah dibuat oleh Sdr. Rendra

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Aplikasi E-Learning semacam ini pernah dibuat oleh Sdr. Rendra 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Aplikasi E-Learning semacam ini pernah dibuat oleh Sdr. Rendra Kurniawan dalam skripsi berjudul Analisis dan perancangan Aplikasi E-Learning

Lebih terperinci