Universitas Sumatera Utara
|
|
|
- Widyawati Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 20 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Remaja Definisi Remaja didefinisikan sebagai suatu periode perkembangan antara awal pubertas dan kedewasaan yaitu antara umur 10 hingga 21 tahun. Ia bisa dibahagikan menjadi 3 peringkat yaitu awal remaja (10-14 tahun), remaja tengah (15-17 tahun), dan remaja akhir (18-21 tahun). Pada periode ini, individu tersebut mengalami perkembangan kognitif, psikoseksual, psikososial, dan fisik (Robert, 2006). Menurut Novak (2004), remaja adalah suatu periode antara masa pubertas sampai berakhirnya pertumbuhan fisik seseorang yaitu sekitar usia 11 hingga 19 tahun (Novak, 2004) Infeksi Menular Seksual (IMS) Definisi Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Cara hubungan kelamin tidak hanya terbatas secara genito-genital saja, tetapi dapat juga secara oro-genital atau ano-genital sehingga kelainan yang timbul akibat penyakit kelamin ini tidak terbatas hanya pada daerah genital sahaja, tetapi dapat juga pada daerah-daerah ekstra genital. Meskipun demikian, tidak berarti semuanya harus melalui hubungan kelamin, ada juga yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan alat-alat seperti handuk, termometer dan sebagainya (Daili, 2003) Faktor-faktor Penyebab Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab utama penyakit infeksi di dunia dan bertahan sebagai epidemik di pelbagai masyarakat dunia. Dengan nilai statistik yang terus meningkat, ia kini menjadi masalah di seluruh dunia. Penderita IMS yang terbanyak adalah terdiri dari golongan muda, laki-laki homoseksual dan biseksual, orang Afrika, dan populasi etnik minoritas. Salah satu faktor yang berperan pada hal ini ialah perilaku seksual yang beresiko, seperti
2 21 homoseksual dan pekerja seks komersil. Selain itu, penggunaan kondom yang tidak benar dan tidak konsisten serta sering berganti-ganti pasangan seksual juga menjadi antara faktor utama. Seringnya melancong ke dalam dan luar negari juga meningkatkan resiko untuk terkena IMS. Kebanyakan pasien yang datang amat khawatir tentang kerahasiaan keadaannya. Oleh sebab itu, dokter harus menyadari dan peka terhadap isu ini Klasifikasi Berdasarkan Gambaran Klinis Menurut gambaran klinisnya, IMS bisa dibagi menjadi 3 kelompok yaitu, keluarnya sekret, kutil, dan lesi di alat genital. Tabel 2.1 Penyebab sekret pada vagina. Infektif Candida albicans Trichomonas vaginalis Bacterial vaginosis Neisseria gonorrhoeae Chlamydia trachomatis Herpes simplex virus Non-infektif Cervical polyps Neoplasma Iritasi kimia Bahan yang kekal(seperti tampon) (P. Kumar, 2009)
3 22 Tabel 2.2 Penyebab sekret di uretra. Infektif Neisseria gonorrhoeae Chlamydia trachomatis Mycoplasma genitilium Ureaplasma urealyticum Trichomonas vaginalis Herpes simplex virus Urinary tract infection Treponema pallidum Non-infektif Trauma fisik atau kimia Penyempitan uretra Tidak spesifik( etiologi tidak diketahui) (P. Kumar, 2009) Tabel 2.3 Penyebab Kutil Kelamin Infektif Human papillomavirus (P. Kumar, 2009)
4 23 Tabel 2.4 Penyebab Lesi Genital Infektif Syphilis : - Primary chancre - Secondary mucous patches - Tertiary gumma Chancroid Lymphogranuloma venereum Donovanosis Herpes simplex: - Primary - Recurrent Herpes zoster Non-infektif Behcet s syndrome Toxic epidermal necrolysis Stevens-Johnson syndrome Karsinoma Trauma (P. Kumar, 2009) Gambaran Klinis Berdasarkan Mikroorganisme Penyebab Sifilis Infeksi Sifilis mempunyai beberapa stadium yaitu: a) Stadium awal yaitu gejala klinis yang timbul dan periode laten yang berikutnya yang terjadi dalam 2 tahun pertama pasca infeksi. Terdapat 3 tipe pada stadium ini yaitu: - Sifilis primer; yaitu kira-kira 3-8 minggu pasca infeksi primer, gejala inflamasi timbul pada tempat inokulasi dan nodul limfa yang regional. - Sifilis sekunder; yaitu kira-kira 9 minggu pasca infeksi, mengalami bakteremia, general exanthem, tanda dan gejala sistemik dan terbentuknya antibodi. Stadium ini jarang sekali berkelanjutan disebabkan oleh pemilihan antibiotik yang tepat.
5 24 - Sifilis laten; yaitu periode bebas gejala yang diikuti oleh sifilis sekunder; hanya dikenal pasti melalui hasil uji serologi yang positif. Dapat disebabkan oleh dosis subkuratif antibiotik yang diberikan untuk infeksi yang lain jika infeksi sifilisnya tidak dikenal pasti. Dalam mendiagnosis harus berhati-hati agar tidak keliru dengan sifilis laten (yang merupakan sifilis yang tidak dirawat dengan benar) dengan seroreaksi positif pada pasien yang dirawat dengan baik. b) Stadium lanjut yaitu sifilis yang terjadi lebih dari 2 tahun setelah infeksi primer. Terdapatnya inflamasi yang granulomatosa dengan beberapa organisme dan terdapat respon imun selluler yang menyebabkan berbagai masalah. Organ yang sering terlibat ialah kulit, tulang, sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat. c) Sifilis kongenital yaitu dikenal juga sebgai connata syphilis. Ia merupakan transmisi transplasenta Treponema pallidum. Tabel 2.5 Gambaran Klinis pada Sifilis Tipe Didapat Stadium awal a) Primer b) Sekunder Mempunyai luka (chancre) yang keras, tidak nyeri, dan mempunyai limfadenopati regional. Secara umum mengalami demam, malaise, arthralgia, sakit tenggorokan dan limpadenopati general. Pada kulit pula kelihatan makulopapular merah atau coklat yang tidak gatal, kadang-kadang bisa terdapat ruam yang bersisik. Pada membran mukosa terdapat mucous patches, ulkus di orofaring dan di alat kelamin. Stadium Lanjut a) Tersier Lanjutan dari gejala Sifilis ialah gummas yaitu tumor yang
6 25 berperekat dan lembut. Bisa terjadi aortitis dan regurgitasi aorta yang merupakan gejala pada kardiovaskular. Bisa juga melibatkan meningovaskular, General Paralysis of the Insane (GPI) yaitu ganguan mental dan kelemahan yang merupakan gejala yang khas pada Sifilis tersier. (Barankin, 2006) Tabel 2.6 Gambaran Klinis pada Sifilis Tipe Kongenital Stadium awal Stadium lanjut Terdapat infeksi hidung dengan cairan. Lesi kulit dan membran mukosa sama seperti Sifilis sekunder. Hutchinson s teeth yaitu anomali pada gigi taring, lesi, kelainan pada tulang panjang, keratitis, uveitis, facial s gummas dan penyakit Sistem Saraf Pusat (SSP). (Barankin, 2006) Pengobatan diberikan berdasarkan stadium. Pada stadium awal, diberikan penisillin seperti procaine benzylpenicillin 600mg intramuskular setiap hari selama 10 hari sedangkan pada stadium lanjut, pengobatan dilanjutkan selama seminggu di samping mengobati gejala-gejala penyerta yang lain, seperti neurologis dan kardiovaskular (Barankin, 2006).
7 Kutu Kelamin Gejala klinis yang paling sering ditemukan pada pasien kutu kelamin ialah gatal-gatal dan kemerahan di sekitar alat kelamin. Infeksi ini juga tergantung pada tingkat kebersihan individu tersebut. Tingkat kebersihan yang buruk dapat memperparahkan infeksi tersebut. Dalam mengobati infeksi ini, kutu dewasa dan telurnya harus dibunuh dengan 0,5% malation, 1% permethrin atau 0,5% carbaryl. Bahan tersebut harus dioles pada alat kelamin dan dicuci setelah 12 jam. Pasangan seksual pasien juga harus diobati untuk menghindari ping-pong phenomena (Freiman, 2006) Herpes simplex virus (HSV) Herpes simplex virus (HSV) mempunyai dua tipe yaitu tipe 1 dan 2. Tipe 1 memberikan gambaran klinis dari pinggang ke atas, sedangkan tipe 2 dari pinggang ke bawah. Oleh sebab itu, HSV tipe 2 yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin. Namun bisa juga ditemukan tipe 1 di bagian kelamin jika pasien melakukan oral seks bersama pasangan yang menghidap HSV tipe 1. Gejala klinis HSV tipe 1 ialah terdapatnya gejala di permukaan mucocutaneous oral, mengalami gingivostomatitis primer, demam, malaise, limfoadenopati, dan erosi mukosa oral. Bisa terjadinya kekambuhan yang dipicu oleh stress, demam, sinar UV, trauma, dan menstruasi. Pasien merasakan seperti terbakar, gatal, timbulnya kelompok vesikel yang mengalami umbilikasi pada dasar yang eritem, susunan herpetiform, biasanya terdapat pada batas merah tua di bibir dan wajah. Pada HSV tipe 2 terdapat gejala di mukosa genital dan gejala di mukokutaneous oral lebih sering terjadi. Pada episode primer, gejala yang timbul lebih berat, erossive balanitis yang sangat nyeri, vulvinitis atau vaginitis, sedangkan pada episode rekurent, gejala lebih ringan.
8 27 Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan herpes. Pengobatan yang diberikan adalah bersifat simptomatik seperti pemberian analgesia dan antipiretik. Jika salah satu pasangan yang terinfeksi, yang lain harus dengan diperiksa oleh seorang dokter (Freiman, 2006) Trikomoniasis Gejala klinis pada infeksi ini ialah terdapat keputihan yang banyak dan berwarna kuning kehijauan serta rasa sakit ketika buang air kecil atau saat berhubungan seksual. Gejala tersebut sering timbul pada pasien perempuan. Selain itu, terdapat kemerahan, gatal dan rasa terbakar di daerah genital. Pada pasien lakilaki, gejala berupa rasa terbakar saat membuang air kecil atau ketika ejakulasi. Untuk pengobatan, pemberian metronidazole adalah pilihan utama, bisa diberikan 2g secara oral sebagai dosis tunggal atau 400mg 2kali per hari selama 7 hari. Akan tetapi, beberapa penelitian menyebutkan bahwa metronidazole telah resisten dan nimorazole dikatakan lebih efektif dalam keadaan ini. Pasangan laki-laki harus juga diobati karena gejala lebih sering asimtomatik dan lebih sukar untuk dideteksi (P. Kumar, 2009) Klamidia Gejala klinis pada pasien perempuan bisa asimtomatik atau terdapat nyeri ketika membuang air kecil, gatal-gatal di sekitar vagina, keluarnya sekret berwarna kuning, perdarahan di antara waktu datang bulan, atau nyeri di abdomen bagian bawah. Pada pasien laki-laki, terdapat rasa terbakar saat buang air kecil dan keluarnya sekret berwarna kecoklatan dari penis. Jika tidak diobati, klamidia bisa menyebabkan kemandulan dan masalah lain pada pasien perempuan serta pembengkakan skrotum pada pria. Antibiotik yang sering diberikan untuk mengobati Klamidia ialah tetracyclines atau macrolide tetapi tetracyclines adalah kontraindikasi untuk wanita hamil. Doxycycline 100mg setiap 12 jam untuk 7 hari atau pemberian azithromycin
9 28 1g sebagai dosis tunggal juga efektif untuk infeksi yang tidak mempunyai komplikasi. Selain itu, bisa juga diberikan erythromycin 500mg 4kali per hari. Pasangan seksual juga harus diobati kerana sering menimbulkan gejala yang asimtomatik (P. Kumar, 2009) HIV / AIDS Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyebab Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penyakit ini dapat ditularkan secara kontak seksual, perinatal, transfusi darah dan penggunaan jarum yang tidak steril. Penyakit ini akan membuat sistem kekebalan tubuh lemah sehingga tidak dapat melawan penyakit. Gejala dapat berlangsung bertahun-tahun untuk berkembang, dan termasuklah sering terinfeksi, merasa lelah tanpa alasan, dan berkeringat di malam hari. Penyakit ini masih belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan yang tersedia hanya untuk mengkontrol progresi gejala klinis yang timbul, di samping untuk merawat efek dari lemahnya kekebalan tubuh. Terdapat beberapa agen terapi yang tersedia yaitu: a) Fusion inhibitors : menghalang kemasukan HIV ke dalam sel. b) Reverse transcriptase inhibitors (RTI) : menghambat proses translasi virus RNA kepada DNA. Terdapat 3 subtipe yaitu nucleoside analogs (NRTI), satu nucleotide analog (NtRTI), dan nonnucleoside inhibitors (NNRTI). c) Protease inhibitors (PI) : menghambat proses pematangan dan sekresi partikel virus yang baru.
10 29 Tabel 2.7 Terapi Antiretroviral Tipe Obat Reverse transcriptase inhibitors a)nucleoside analogues (NRTI) b) Nucleotide analog (NtRTI) c) Nonnucleotide reverse transcriptase inhibitors (NNRTI) Contoh Zidovudine, stavudine, didanosine, emtricitabine, lamivudine, abacavir, zalcitabine. Kombinasi: Zidovudine + lamivudine, zidovudine +lamivudine +abacavir. Tenofovir. Nevirapine, efavirenz, delavirdine. Protease inhibitors Saquinavir, indinavir, ritonavir, atazanavir, saquinavir, nelfinavir, amprenavir, fosamprenavir. Kombinasi: Lopinavir+ ritonavir. Fusion inhibitor T20. (P. Kumar, 2009) Pengobatan dimulai dengan 2NRTI dikombinasi dengan NNRTI atau PI. Respon efektif ditandai dengan berkurangnya kali jumlah virus dalam 2-4 minggu pertama. Infeksi opportunistik dirawat berdasarkan indikasi (P. Kumar, 2009) Gonorrhea (GO) Infeksi GO memberikan gambaran asimtomatik sekitar 50% pada perempuan dan 10% pada lelaki. Periode inkubasi adalah selama 2-14 hari dengan kebanyakan gejala timbul di antara hari ke-3 dan ke-4.
11 30 Pada pasien laki-laki, sindrom yang tersering ialah urethritis anterior yang menyebabkan disuria dan/atau sekret pada uretra. Komplikasi bisa menyebabkan infeksi ascending yang melibatkan epididimis atau prostat yang akan menyebabkan infeksi akut atau kronik. Pada pasien perempuan, kawasan utama yang terinfeksi ialah kanal endoservik. Gejala yang timbul berupa sekret vagina yang abnormal, nyeri pelvis, disuria, dan perdarahan intermenstrual. Komplikasi yang dapat terjadi adalah abses kalenjar Bartholin, infertilitas, dan penyebaran infeksi ke daerah anal. Antibiotik yang diberikan untuk pengobatan ialah pemberian cefixime 400mg per oral dosis tunggal, ceftriaxone 250mg secara intramuskular atau spectinomisin 2g secara intramuskular. Selain itu bisa juga diberikan amoxisillin 3g secara oral dosis tunggal ditambah dengan probenesid 1g, ciprofloxacin 500mg atau ofloxacin 400mg pada kawasan yang tingkat resistensinya rendah. Pasangan seksual pasien harus juga diperiksa dan diobati jika perlu (P. Kumar, 2009) Human papillomavirus / Genital warts Human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan kutil di dalam atau di sekitar vagina, penis atau dubur. Pada pasien perempuan, kutil bisa berada pada tubuh serviks atau vagina sehingga pasien tidak dapat melihatnya atau bisa juga kutil itu berada di luar tubuh, tetapi mungkin terlalu kecil untuk dilihat. Kutil biasanya tidak sakit. Kegagalan pengobatan dan kekambuhan sering terjadi dalam penatalaksanaan kasus HPV ini. Agen lokal, termasuklah ekstrak podohyllin (15-25% solution, 1 2 kali per minggu), podopyllotoxin (0,5% solution atau 1,5% krim) dan asam trikloroasetat, dikatakan sangat efektif untuk lesi non-keratin. Lesi yang berkeratin memberikan respon yang baik jika menggunakan terapi fisik seperti cryotherapy, electrocautery, atau ablasi laser. Pasangan seksual juga harus menjalani pemeriksaan dan terapi jika turut mempunyai gejala. Virus ini bisa menyebabkan karsinoma serviks, oleh karena itu pasangan yang mengalami kutil kelamin harus melakukan
12 31 pemeriksaan saringan setiap 3 tahun. Namun wanita usia lanjut disarankan melakukan tes saringan 2 kali setahun. Beberapa jenis HPV dapat dicegah. Ada vaksin yang dapat mencegah 4 jenis HPV pada wanita muda. Target vaksin ini adalah untuk tipe HPV yang menyebabkan hingga 70% dari semua kasus kanker serviks dan sekitar 90% dari semua kasus kutil kelamin. Centers for Disease Control and Prevention's (CDC) Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) menyarankan anak perempuan berusia 11 dan 12 tahun untuk menerima vaksin. Vaksin ini juga telah dipersetujui cocok untuk laki-laki dan perempuan antara usia 9 tahun dan 26 tahun (P. Kumar, 2009) Rekomendasi untuk Tes Saringan IMS Tabel 2.8 Tes Saringan untuk Pasien Asimptomatik Pria Gonorrhoea Klamidia Tes serologi heteroseksual (GC) Kultur uretra atau urin NAAT(jika positif, harus diulang) jika tidak ada swab uretra Uretra NAAT dan/atau urin NAAT Sifilis: EIA atau TPPA atau tes kardiolipin dan TPHA HIV: EIA untuk antibodi(virus hepatitis jika terdapat indikasi) Pria yang melakukan seks bersama pria Kultur uretra, rektum dan orofaring, urin NAAT jika spesimen uretra tidak diperolehi Uretra dan urin NAAT Sifilis: EIA atau TPPA atau tes kardiolipin dan TPHA Hepatitis B: EIA untuk HBsAg, HBcAb dan HBsAb HIV: EIA untuk antibodi (HAV, HCV
13 32 jika diindikasikan) Perempuan Serviks: dikultur, Serviks: NAAT Sifilis: EIA atau TPPA urin NAAT Vagina: tampon atau tes kardiolipin dan yang dilakukan TPHA sendiri atau swab, HIV: EIA untuk vulva-introital- antibodi (virus Hepatitis posterior forniks jika diindikasikan) NAAT Urin: NAAT jika uretra spesimen tidak diperolehi (P. Kumar, 2009) Tabel 2.9 Tes Saringan untuk Pasien Simptomatik Pria (sekret Swab uretra: Urin: Untuk Swab rektum Serologi genital) Mikroskopi, NAAT bagi dan orofaring untuk kultur GC, Klamidia dan untuk GC dan Sifilis. Klamidia GC jika swab kultur HIV: EIA NAAT uretra tidak Klamidia harus (virus diperolehi dilakukan jika Hepatiits terdapat jika indikasi terdapat berdasarkan indikasi) riwayat atau gejala klinis Perempuan Swab servikal: Urin untuk Swab vagina: Serologi (sekret genital) mikroskopi dan Klamidia. mikroskopi untuk
14 33 Pemeriksaan tambahan pada pria dan perempuan dengan ulkus genital kultur untuk GC dan Klamidia NAAT Bahan dari ulkus: mikroskopi untuk diagnosis Sifilis peringkat awal( dark ground microscopy), Donovanosis, NAAT jika spesimen servikal/vagina tidak diperolehi dan kultur untuk Candida, Trikomonas dan bakterial vaginosis. NAAT untuk Klamidia dan GC jika tidak memperolehi apa-apa bahan spesimen. Swab rektum dan orofaring untuk kultur GC dan Klamidia harus dilakukan jika terdapat indikasi Sifilis. HIV: EIA (virus Hepatitis jika tedapat indikasi) Tes darah Sifilis: EIA (IgM & IgG) dan TPPA dan tes kardiolipin untuk Sifilis Herpes simplex virus: IgG dengan tipe-spesifik EIA, Immunoblot atau Western blot. Tes komplemen fiksasi untuk LGV
15 34 chancroid atau teknik PCR yang ada. Kultur untuk Herpes simplex virus, Haemophilus ducreyi Pemeriksaan lain tergantung pada kondisi klinis. Ini termasuklah: Sitologi serviks Tes pregnansi Pemeriksaan tinja untuk Giardia, Shigella atau Salmonella bagi mereka yang mempraktikkan seks oral/anal. Swab dan smear dari area subreputial pada pria yang mengalami balanoosthitis( inflamasi pada glans penis dan preputium) untuk candidiasis. Urin porsi tengah untuk mikroskopi, kultur dan sensitiviti. EIA: enzyme immunoassay; LGV: lymphogranuloma venereum, NAAT: nuclei acid amplification test, TPHA: Treponema pallidum haemagglution, TPPA: Treponema pallidum particle agglutination assay (P. Kumar, 2009) Langkah-langkah Pencegahan IMS Pencegahan lebih baik dari pengobatan. Oleh sebab itu, antara langkah pencegahan yang bisa dilakukan ialah memberikan pendidikan dan informasi mengenai IMS pada semua tingkat umur, termasuk dari pelajar sekolah hingga orang dewasa. Selain itu, pada peringkat nasional, bisa juga dilakukan kampanye kesehatan terutama bagi kelompok beresiko seperti pekerja seks komersil dan homoseksual. Di Inggris telah dilakukan ujian saringan bergerak untuk Klamidia. Cara ini dapat meningkatkan lagi kesadaran masyarakat di samping dapat memberikan kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
16 35 Dalam melakukan aktivitas seksual, seseorang itu haruslah tidak bertukartukar pasangan dan sebaikya mengadakan hubungan seksual setelah bernikah. Penggunaan kondom dengan benar dan baik juga dapat mengurangkan resiko terkenanya IMS. Jika seseorang mendapati pasangan seksualnya mempunyai gejala IMS, maka jangan teruskan aktivitas seksual tersebut dan konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Pemeriksaan kesehatan secara teratur yaitu sekurang-kurangnya 3 bulan sekali perlu dilakukan pada mereka yang sering bertukar-tukar pasangan. Namun sebaiknya, setialah pada satu pasangan seksual sahaja. Jika terdapat gejala IMS pada diri sendiri, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan agar bisa mengelakkan dari mengalami komplikasi IMS yang antaranya adalah kanker serviks (P. Kumar, 2009).
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DAN HIV / AIDS
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DAN HIV / AIDS Kasus PMS dan HIV/AIDS cukup banyak terjadi di kalangan remaja. Berbagai jenis PMS serta HIV/AIDS sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan seseorang pada umumnya
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyakit Menular Seksual 2.1.1. Definisi Penyakit Menular Seksual Infeksi Menular Seksual (IMS) didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan karena adanya invasi organisme
MAKALAH. Di susun oleh MOHAMMAD SHIDDIQ SURYADI IIA
MAKALAH Di susun oleh MOHAMMAD SHIDDIQ SURYADI 09.03 IIA AKADEMI KEPERAWATAN PAMEKASAN Jl. Jokotole (belakang SMU 2) Telp. (0324) 321076 2010 1 KATA PENGANTAR Alhamdulillah, penyusun haturkan ke-hadirat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Infeksi Menular Seksual (IMS) atau Sexually Transmited Infections (STIs) adalah penyakit yang didapatkan seseorang karena melakukan hubungan seksual dengan orang yang
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 2. Sistem Reproduksi ManusiaLatihan Soal 2.2. Sifilis. Epididimitis. Kanker prostat. Keputihan
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 2. Sistem Reproduksi ManusiaLatihan Soal 2.2 1. Kelainan pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum adalah... Sifilis Epididimitis Kanker prostat Keputihan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Wijaya (2008) pola hubungan seksual merupakan suatu kajian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pola Hubungan Seksual Menurut Wijaya (2008) pola hubungan seksual merupakan suatu kajian seksologi tentang jejaring seksual. Pola hubungan seksual dikelompokkan dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pekerja seks komersial, pelacur, wanita tuna susila, sundal adalah beberapa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pekerja Seks Komersial (PSK) Pekerja seks komersial, pelacur, wanita tuna susila, sundal adalah beberapa sebutan terhadap seseorang yang memberikan pelayanan jasa pemuas kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pap smear merupakan salah satu pemeriksaan skrining yang penting untuk mendeteksi adanya karsinoma serviks sejak dini. Pap smear sangat penting di Indonesia mengingat
BAB 2 PENGENALAN HIV/AIDS. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala
BAB 2 PENGENALAN HIV/AIDS Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV). 10,11 Virus ini akan
Menggunakan alat-alat tradisional yang tidak steril seperti alat tumpul. Makan nanas dan minum sprite secara berlebihan
Agar terhindar dari berbagai persoalan karena aborsi, maka remaja harus mampu menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks. Untuk itu diperlukan kemampuan berpikir kritis mengenai segala kemungkinan
SKDI 2012 INFEKSI MENULAR SEKSUAL
SKDI 2012 INFEKSI MENULAR SEKSUAL Tingkat Kemampuan 2 Mendiagnosis dan merujuk 1. Epididimitis 2. Infeksi virus herpes- 2 Tingkat Kemampuan 3A Mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal, dan merujuk
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gonore atau penyakit kencing nanah adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering terjadi. Gonore disebabkan oleh bakteri diplokokus gram negatif,
BAB II Tinjauan Pustaka
BAB II Tinjauan Pustaka A. HIV/AIDS 1. Definisi HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh dianggap menurun
BAB 1 PENDAHULUAN. jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina yang terlepas dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam kondisi normal, kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Infeksi Menular Seksual (IMS) 1. Definisi Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Hubungan
BAB 1 PENDAHULUAN. Sifilis merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sifilis merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis bersifat kronik dan sistemik karena memiliki masa laten, dapat
Etiology dan Faktor Resiko
Etiology dan Faktor Resiko Fakta Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C merupakan virus RNA yang berukuran kecil, bersampul, berantai tunggal, dengan sense positif Karena
BAB 1 PENDAHULUAN. Veneral Disease ini adalah Sifilis, Gonore, Ulkus Mole, Limfogranuloma Venerum
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit kelamin sudah lama dikenal dan sering disebut sebagai Veneral Disease (VD) yang berasal dari kata Venus (dewi cinta) dan yang termasuk ke dalam Veneral Disease
Kanker Serviks. 2. Seberapa berbahaya penyakit kanker serviks ini?
Kanker Serviks Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker
Kanker Serviks. Cervical Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved
Kanker Serviks Kanker serviks merupakan penyakit yang umum ditemui di Hong Kong. Kanker ini menempati peringkat kesepuluh di antara kanker yang diderita oleh wanita dengan lebih dari 400 kasus baru setiap
Buku Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi GWLmuda. - Keluar nanah dari lubang kencing, dubur dan vagina,
BAB 4 IMS Buku Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi GWLmuda Kamu tahu ga sih apa itu IMS? Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi atau penyakit yang salah satu cara penularannya melalui hubungan
INFEKSI MENULAR SEKSUAL: DIAGNOSIS & TATALAKSANA
Sex, HIV, Drugs_July 10, 2014 WRESTI INDRIATMI 2 SKDI 2012 INFEKSI MENULAR SEKSUAL INFEKSI MENULAR SEKSUAL: DIAGNOSIS & TATALAKSANA Wresti Indriatmi Dep. IK Kulit & Kelamin FKUI-RSCM Kelompok Studi IMS
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Wanita Usia Reproduktif Merupakan masa antara awal seorang wanita mulai mendapat haid sampai akhir pubertas atau seorang wanita tidak haid lagi/menopouse, bisanya pada usia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan reproduksi adalah kesehatan fisik, mental dan sosial secara menyeluruh dalam semua hal berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi-fungsi serta proses-prosesnya,
Penyakit Radang Panggul. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
Penyakit Radang Panggul Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Definisi Penyakit radang panggul adalah gangguan inflamasi traktus genitalia atas perempuan, dapat meliputi endometritis,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit menular seksual adalah penyakit yang ditularkan melalui
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penyakit Menular Seksual 1. Pengertian Penyakit Menular Seksual Penyakit menular seksual adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan
Tanya-jawab herpes. Apa herpes itu? Seberapa umum kejadian herpes? Bagaimana herpes menular? Apa yang terjadi saat herpes masuk tubuh?
Apa herpes itu? Herpes adalah masalah kulit yang umum dan biasanya ringan; kebanyakan infeksi tidak diketahui dan tidak didiagnosis Herpes disebabkan oleh virus: virus herpes simpleks (HSV) HSV termasuk
FLOUR ALBUS/LEUKOREA A RI FUAD FAJRI
FLOUR ALBUS/LEUKOREA A RI FUAD FAJRI DEFINISI Leukorea (white discharge, fluor albus, keputihan) -- cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah Komposisi leukorea : - Sekresi
BAB 1 PENDAHULUAN. bisa sembuh, menimbulkan kecacatan dan juga bisa mengakibatkan kematian.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) sudah diketahui sejak dari zaman dahulu kala dan tetap ada sampai zaman sekarang. Penyakit infeksi menular seksual ini penyebarannya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kebiasaan mengadakan hubungan seksual bebas mungkin dapat dianggap sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pola perilaku seksual Kebiasaan mengadakan hubungan seksual bebas mungkin dapat dianggap sebagai suatu bentuk kenakalan. Hubungan bebas diartikan sebagai hubungan seksual yang
Tentang Penyakit SIPILIS dan IMPOTEN...!!! Posted by AaZ - 12 Aug :26
Tentang Penyakit SIPILIS dan IMPOTEN...!!! Posted by AaZ - 12 Aug 2009 19:26 1. SIFILIS Sifilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Immunitas Niken Andalasari Sistem Imunitas Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh
BAB I PENDAHULUAN. kesehatan, seseorang paling tepat dan murah apabila tidak menunggu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menjaga kesehatannya. Dalam usaha menjaga kesehatan, seseorang paling
b/c f/c Info Seputar AIDS HIV IMS Informasi di dalam buku saku ini dipersembahkan oleh: T A T
S A S D P L b/c f/c Info Seputar AIDS HIV Informasi di dalam buku saku ini dipersembahkan oleh: IMS N C Y F O R IN R N A I ON AG AL V D O I UN N M inside f/c inside b/c Apakah HIV itu? HIV, yang merupakan
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS. MODUL : Sindrom Discar Genital (Gonore dan Non Gonore)
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS MODUL : Sindrom Discar Genital (Gonore dan Non Gonore) Oleh: Dr.Andi Friadi,SpOG(K) Diterbitkan Oleh: Bagian Obstetri dan Ginekologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pekerja Seks Komersiil Umumnya telah diketahui bahwa sumber utama penularan penyakit hubungan seks adalah pekerja seks komersial, dengan kata lain penularan lewat prostitusi.
HIV/AIDS. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
HIV/AIDS Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH 1 Pokok Bahasan Definisi HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS Kasus HIV/AIDS di Indonesia Cara penularan HIV/AIDS Program penanggulangan HIV/AIDS Cara menghindari
Peran Psikologi dalam layanan HIV-AIDS. Astrid Wiratna
Peran Psikologi dalam layanan HIV-AIDS Astrid Wiratna Psikologi dan HIV-AIDS HIV-AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV Virus HIV bisa menginfeksi tubuh seseorang karena perilakunya Psikologi
Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Infeksi Lainnya pada Alat Kelamin. Mengapa IMS menjadi masalah penting pada seorang perempuan?
Bab XVI Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Infeksi Lainnya pada Alat Kelamin Mengapa IMS menjadi masalah penting pada seorang perempuan? Bagaimana mengetahui kalau Anda beresiko terkena IMS? Apa yang harus
Peranan berbagai modalitas diagnostik dalam deteksi Trichomonas vaginalis
Karya Ilmiah Peranan berbagai modalitas diagnostik dalam deteksi Trichomonas vaginalis Dr. RACHMAT HIDAYAT, M.Si FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH 2015 i LEMBAR PENGESAHAN Setelah
INFORMASI TENTANG HIV/AIDS
INFORMASI TENTANG HIV/AIDS Ints.PKRS ( Promosi Kesehatan Rumah Sakit ) RSUP H.ADAM MALIK MEDAN & TIM PUSYANSUS HIV/AIDS? HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan
BAB XXIV. Kanker dan Tumor. Kanker. Masalah pada leher rahim. Masalah pada rahim. Masalah pada payudara. Masalah pada indung telur
BAB XXIV Kanker dan Tumor Kanker Masalah pada leher rahim Masalah pada rahim Masalah pada payudara Masalah pada indung telur Jenis kanker lain yang sering ditemukan Ketika kanker tidak dapat disembuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus ribonucleic acid (RNA) yang termasuk family retroviridae dan genus lentivirus yang menyebabkan penurunan imunitas tubuh.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Sifilis 2.1. Pengertian Sifilis Sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS). Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh
BAB I PENDAHULUAN. diantaranya seperti sifilis, gonore, dan herpes. Ilmu pengetahuan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit kelamin merupakan fenomena penyakit yang telah lama kita kenal diantaranya seperti sifilis, gonore, dan herpes. Ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, menemukan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. individu mulai berkembang dan pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Remaja menurut WHO (World Health Organization) adalah suatu masa saat individu mulai berkembang dan pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual sekunder ketika telah
IMS Dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin
IMS Dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Untuk Kalangan Terbatas www.aidsindonesia.or.id IMS Dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Apa itu IMS? IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual (vaginal,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Servisitis adalah sindrom peradangan serviks dan merupakan manifestasi umum dari Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melakukan hubungan seksual, yang telah sah dan diakui oleh hukum (kartono. M, 2000
BAB II TINJAUAN PUSTAKA B. Pasangan suami istri Seorang laki-laki dan perempuan yang telah menikah, dan sudah boleh melakukan hubungan seksual, yang telah sah dan diakui oleh hukum (kartono. M, 2000 hal
ANDA DAN HIV/AIDS, IMS
ANDA DAN HIV/AIDS, IMS Tahun 2008 APAKAH AIDS ITU? AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh. AIDS = A c q u i r e d I m m u n e D e f i c i e n c y Syndrome. AIDS bukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Infeksi Menular Seksual a. Definisi IMS adalah suatu infeksi atau penyakit yang kebanyakan ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal atau lewat vagina). Harus diperhatikan
Gonore Menyebabkan Vagina Bernanah
Gonore Menyebabkan Vagina Bernanah Gonore Menyebabkan Vagina Bernanah - Kelamin sakit dan kencing bercampur nanah bisa terjadi karena infeksi bakteri gonore. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus penyebab sekumpulan gejala akibat hilangnya kekebalan tubuh yang disebut Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Beberapa Penyakit Organ Kewanitaan Dan Cara Mengatasinya
Beberapa Penyakit Organ Kewanitaan Dan Cara Mengatasinya Organ seksual pada wanita, seperti rahim, vagina, dan payudara, masing-masing mempunyai fungsi tersendiri. Kadangkala fungsi organ-organ tersebut
Apa itu HIV/AIDS? Apa itu HIV dan jenis jenis apa saja yang. Bagaimana HIV menular?
Apa itu HIV/AIDS? Apa itu HIV dan jenis jenis apa saja yang HIV berarti virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Ini adalah retrovirus, yang berarti virus yang mengunakan sel tubuhnya sendiri
Virus tersebut bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus).
AIDS (Aquired Immune Deficiency Sindrome) adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh. Penyebab AIDS adalah virus yang mengurangi kekebalan tubuh secara perlahan-lahan.
TINJAUAN PUSTAKA BAB II 2.1. HIV/AIDS Pengertian HIV/AIDS. Menurut Departemen Kesehatan (2014), HIV atau
BAB II 2.1. HIV/AIDS TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1. Pengertian HIV/AIDS Menurut Departemen Kesehatan (2014), HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang
Penanganan Medis dan Non Medis untuk korban kekerasan. Ova Emilia 3 Juli 2015
Penanganan Medis dan Non Medis untuk korban kekerasan Ova Emilia 3 Juli 2015 Topik Penanganan Korban datang 72 jam Korban datang > 72 jam Konseling Tindak lanjut EBM Pelayanan holistik fisik dan mental
BAB I PENDAHULUAN. Hepatitis merupakan penyakit inflamasi dan nekrosis dari sel-sel hati yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatitis merupakan penyakit inflamasi dan nekrosis dari sel-sel hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus. Telah ditemukan lima kategori virus yang menjadi agen
Seri penyuluhan kesehatan. Kanker Leher Rahim. Dipersembahkan dengan gratis. Oleh: Klinik Umiyah. Jl. Lingkar Utara Purworejo,
Seri penyuluhan kesehatan Kanker Leher Rahim Dipersembahkan dengan gratis Oleh: Klinik Umiyah www.klinik-umiyah.com Jl. Lingkar Utara Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia Pengertian dan gejala kanker leher
KLAMIDIASIS. I. Definisi
DD KLAMIDIASIS I. Definisi Klamidiasis adalah infeksi PMS (penyakit menular seksual) yang sangat umum menyerang manusia. Penyakit yang juga dikenal dengan nama Uretritis Non-Gonore atau Uretritis Non-Spesifik
Makalah Biologi. Oleh : Ifa Amalina Esa Rosidah Muhammad Rizal
Makalah Biologi Oleh : Ifa Amalina Esa Rosidah Muhammad Rizal Muhammad Mirza I.B Tahun Pelajaran 2013/2014 Kata Pengantar Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT tuhan pemilik semesta alam. Berkat rahmat-nya,
Hepatitis: suatu gambaran umum Hepatitis
Hepatitis: suatu gambaran umum Hepatitis Apakah hepatitis? Hepatitis adalah peradangan hati. Ini mungkin disebabkan oleh obat-obatan, penggunaan alkohol, atau kondisi medis tertentu. Tetapi dalam banyak
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan reproduksi menurut World Health Organization (WHO) adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan reproduksi menurut World Health Organization (WHO) adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan,
Hepatitis Virus. Oleh. Dedeh Suhartini
Hepatitis Virus Oleh Dedeh Suhartini Fungsi Hati 1. Pembentukan dan ekskresi empedu. 2. Metabolisme pigmen empedu. 3. Metabolisme protein. 4. Metabolisme lemak. 5. Penyimpanan vitamin dan mineral. 6. Metabolisme
KUESIONER PENELITIAN
42 KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DENGAN TINDAKAN TERHADAP HIV/AIDS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Semua data yang terdapat pada kuesioner
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada akhir tahun 2009 terdapat lebih dari kasus Acquired
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada akhir tahun 2009 terdapat lebih dari 1.000.000 kasus Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) terjadi di Amerika Serikat disebabkan oleh Human Immunodeficiency
BAB I PENDAHULUAN. kesehatan di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Upaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Menular Seksual (IMS) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Upaya pencegahan IMS yang dilaksanakan
Kanker Leher Rahim (serviks)
Kanker Leher Rahim (serviks) DEFINISI Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/ serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker
TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS
BAB 2 TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS 2.1 Pengenalan Singkat HIV dan AIDS Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, HIV adalah virus penyebab AIDS. Kasus pertama AIDS ditemukan pada tahun 1981. HIV
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di seluruh dunia kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan ketujuh dari seluruh kejadian keganasan pada manusia (Cancer Research United Kingdom, 2010).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap tahun, jutaan orang terekspos risiko penyakit mematikan melalui transfusi darah yang tidak aman. Pada database global, skrining tidak dilakukan untuk penyakit
[Referensi 3] Pendaftaran Vaksinasi dan Angket Pra Pemeriksaan Vaksin. Angket Pra Pemeriksaan Vaksinasi untuk [ Laki-laki Perempuan
Angket Pra Pemeriksaan Vaksinasi untuk [ ] (balita/anak SD) Formulir II Nama orang tua/wali Apakah Anda telah membaca keterangan (yang dikirim terlebih dahulu oleh pemerintah daerah) mengenai vaksinasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak anak ke masa dewasa. Masa ini sering disebut dengan masa pubertas. Masa pubertas adalah masa ketika seseorang anak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus ribonucleic acid (RNA) yang termasuk family retroviridae dan genus lentivirus yang menyebabkan penurunan imunitas tubuh.
Herpes Simpleks Virus
Herpes Simpleks Virus Oleh : Noviani Lestari Tokiman (078114132) Virus Herpes Simpleks adalah virus DNA yang dapat menyebabkan infeksi akut pada kulit yang ditandai dengan adanya vesikel yang berkelompok
Leukemia. Leukemia / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved
Leukemia Leukemia merupakan kanker yang terjadi pada sumsum tulang dan sel-sel darah putih. Leukemia merupakan salah satu dari sepuluh kanker pembunuh teratas di Hong Kong, dengan sekitar 400 kasus baru
Jangan Sembarangan Minum Antibiotik
Jangan Sembarangan Minum Antibiotik Beragamnya penyakit infeksi membuat kebanyakan orang segera berobat ke dokter meski hanya penyakit ringan. Rasanya tidak puas jika dokter tidak memberi obat apapun dan
12/21/2011. Pendidikan Seks Remaja: Menuju Reproduksi Sehat. Pengertian. Karakteristik remaja
Pendidikan Seks Remaja: Menuju Reproduksi Sehat dr dini FIK UNY Mengapa informasi kesehatan reproduksi remaja diperlukan? Jumlah remaja (10-19 th): 30% dari jumlah penduduk (lebih kurang 65 juta jiwa).
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 HIV/AIDS 2.1.1 Definisi HIV/AIDS AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Jika diterjemahkan secara bahasa : Acquired artinya didapat, jadi bukan merupakan
Gangguan & Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Gangguan & Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia Gangguan & Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia Gangguan pada system reproduksi manusia 1. Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita Gangguan pada alat
BAB I PENDAHULUAN. tinggal dalam darah atau cairan tubuh, bisa merupakan virus, mikoplasma, bakteri,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang bisa didapat melalui kontak seksual. IMS adalah istilah umum dan organisme penyebabnya, yang tinggal dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan merupakan modal awal seseorang untuk dapat beraktifitas dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan modal awal seseorang untuk dapat beraktifitas dan mengaktualisasikan dirinya. Kesehatan juga berarti keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan Pengetahuan merupakan wujud penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan tersebut terjadi melalui panca indera manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit menular menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat di Indonesia dan hal ini sering timbul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyebabkan kematian penderitanya.
Kanker Servix. Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim.
Kanker Servix Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada
KuTiL = KankeR LeHEr RaHIM????
KuTiL = KankeR LeHEr RaHIM???? Abstrak Jangan salah tafsir!!! Bukan berarti orang yang kutilan itu punya kanker rahim, terutama pada wanita. Karena memang bukan itu yang dimaksud. Disini dimaksudkan bahwa
2015 GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA SISWI KELAS XI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMA NEGERI 24 BANDUNG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit menular seksual (PMS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit atau jamur, yang penularannya terutama melalui hubungan seksual dari seseorang
BAB 1 PENDAHULUAN. seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhea,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang dari 30 jenis mikroba (bakteri, virus,
KUESIONER. Data Pribadi. 2. Pekerjaan :... 3.Pendidikan formal terakhir : a. Tidak sekolah. b. SD/sederajat. c. SLTP/sederajat. d.
KUESIONER Data Pribadi 1.Usia :... tahun 2. Pekerjaan :... 3.Pendidikan formal terakhir : a. Tidak sekolah b. SD/sederajat c. SLTP/sederajat d. SLTA/sederajat e. Akademik/Perguruan Tinggi 4.Apakah Saudara
PENGETAHUAN DASAR TENTANG HIV/ AIDS. HIV yang merupakan singkatan dari HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS adalah Virus
PENGETAHUAN DASAR TENTANG HIV/ AIDS Apakah HIV itu? HIV yang merupakan singkatan dari HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS adalah Virus Penyebab AIDS. Virus ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi AIDS Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dapat diartikan sebagai kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi
Kanker Paru-Paru. (Terima kasih kepada Dr SH LO, Konsultan, Departemen Onkologi Klinis, Rumah Sakit Tuen Mun, Cluster Barat New Territories) 26/9
Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru merupakan kanker pembunuh nomor satu di Hong Kong. Ada lebih dari 4.000 kasus baru kanker paru-paru dan sekitar 3.600 kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini setiap
Jurnal Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Infeksi Rubella
Jurnal Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Infeksi Rubella TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis
Penyakit Kelamin (STIs)
Penyakit Kelamin (STIs) Gonorea Gonorea adalah salah satu daripada penyakit jangkitan kelamin biasa dan mudah disebarkan semasa melakukan seks. Ia disebabkan oleh bakteria yang tinggal di bahagian-bahagian
