BAB 1. Definisi dan Klasifikasi Nyeri Orofasial
|
|
|
- Susanti Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 Definisi dan Klasifikasi Nyeri Orofasial 1.1 Definisi Nyeri Orofasial International Association Study of Pain (IASP) mendefiniskan nyeri sebagai pengalaman emosional dan sensorik yang tidak menyenangkan dan berhubungan dengan kerusakan jaringan yang telah atau akan terjadi 2. Sedangkan de Leeuw dan Klasser (2013) mengartikan nyeri orofasial sebagai nyeri yang terjad i pada jaringan lunak dan keras di area kepala, wajah, dan leher 3. Nyeri orofasial dapat juga didefinisikan sebagai nyeri serta disfungsi yang memengaruhi transmisi sensorik dan motorik pada sistem nervus trigeminal Klasifikasi Nyeri Orofasial Klasifikasi nyeri orofasial dapat didasarkan pada beberapa kriteria, seperti penyebab utama, durasi nyeri orofasial, ataupun lokasi nyeri orofasial. Untuk lokasi nyeri orofasial, keluhan nyeri orofasial dapat berasal dari beberapa lokasi di wajah, antara lain keluhan 1
2 karena adanya kerusakan pada gigi, adanya trauma pada wajah, ataupun nyeri yang dihasilkan karena adanya kanker rongga mulut. Sedangkan untuk durasi, keluhan nyeri orofasial dapat diklasifikasikan menjadi nyeri orofasial akut atau nyeri orofasial kronis. Menurut International Association of Study of Pain (IASP), nyeri orofasial dapat diklasifikasikan menjadi 5 : 1. Neuralgia pada Kepala dan Wajah 1.1 Trigeminal Neuralgia 1.2 (Trigeminal) Neuralgia Sekunder akibat Lesi pada Sistem Saraf Pusat 1.3 Trigeminal Neuralgia Sekunder akibat Trauma Fasial 1.4 Trigeminal karena Herpes Zoster Akut 1.5 (Trigeminal) Neuralgia Postherpetic 1.6 Neuralgia Genikulata (N. kranial VII): Sindrom Ramsay Hunt 1.7 Neuralgia Nervus Intermedius 1.8 Neuralgia Glossofaringeal (N. kranial IX) 1.9 Neuralgia N. Laringeal Superior (Neuralgia N. Vagus) 1.10 Neuralgia Oksipital 1.11 Neuralgia Hipoglosal 1.12 Nyeri Glossofaringeal karena Trauma 1.13 Nyeri Hipoglosal karena Trauma 1.14 Sindroma Tolosa-Hunt (Optalmoplegia dengan Nyeri) 1.15 Sindroma SUNCT (Shortlasting, Unilateral, Neuralgiform Pain with Conjunctival Injection and Tearing) 1.16 Sindroma Raeder (Sindroma Paratrigeminal Raeder) Tipe 1 dan Tipe II 2
3 2. Nyeri Kraniofasial karena Kelainan Muskuloskeletal 2.1 Acute Tension Headache 2.2 Tension Headache: Chronic Form (nyeri kepala karena kontraksi otot kulit kepala) 2.3 Nyeri Kelainan Temporomandibular dan Sindroma Disfungsi/Kelainan Sendi Temporomandibular 2.4 Osteoartritis Sendi Temporomandibular 2.5 Rematoid Artritis Sendi Temporomandibular 2.6 Kelainan Distonik, Diskinesia Fasial 2.7 Crushing Injury pada Kepala atau Wajah 3. Lesi pada Telinga, Hidung, dan Rongga Mulut 3.1 Sinusitis maksilaris 3.2 Odontalgia: Nyeri gigi 1. Karena Kelainan Dentino-Enamel 3.3 Odontalgia: Nyeri gigi 2. Pulpitis 3.4 Odontalgia: Nyeri gigi 3. Periodontitis Periapikal dan Abses 3.5 Odontalgia: Nyeri gigi 4. Nyeri Gigi Tidak Terkait Lesi (Odontalgia Atipikal) 3.6 Glossodynia and Sore Mouth (Lidah Terbakar dan Disestesia Oral) 3.7 Sindroma Gigi Retak (Cracked Tooth Syndrome) 3.8 Dry Socket 3.9 Penyakit Gingiva, Inflamasi 3.10 Nyeri Gigi tanpa Penyebab yang Jelas 3.11 Penyakit Pada Rahang, Kondisi Inflamasi 3.12 Kelainan dan Nyeri Lain pada Rahang yang Tidak Terspesifikasi 3.13 Frostbite of Face 3
4 4. Sindrom Nyeri Kepala Primer, Kelainan Vaskular, dan Sindrom Cairan Serebrospinal 4.1 Migren Klasik (Migraine With Aura) 4.2 Common Migraine (Migraine without Aura) 4.3 Migraine Variants 4.4 Carotydinia 4.5 Mixed Headache 4.6 Nyeri Kepala Kluster (Cluster Headache) 4.7 Hemikrania Paroksismal Kronis (HPK) Unremiting form or variety Remiting form or variety 4.8 Nyeri Kepala Kluster Kronis 4.9 Sindrom Cluster-Tic 4.10 Nyeri Kepala Pascatrauma 4.11 Sindroma Jabs and Jolts 4.12 Arteritis Temporal 4.13 Nyeri Kepala karena Tekanan Cairan Cerebrospinal yang Rendah 4.14 Post-Dural Puncture Headache 4.15 Hemicrania Continua 4.16 Headache not otherwise Specified 5. Nyeri pada Kepala, Wajah, dan Leher karena Kelainan Psikologis 5.1 Nyeri Delusional atau Halusinatif 5.2 Nyeri Histerikal, Konversi, dan Hipokondrikal 5.3 Nyeri terkait Depresi 6. Kelainan sub-oksipital dan Muskuloskeletal Servikal 6.1 Sindroma Prosesus Stilohioideus 6.2 Nyeri Kepala Servikogenik 4
5 6.3 Sindroma Sulkus Pulmonari Superior (Tumor Pancoast) 6.4 Sindroma Outlet Torasik 6.5 Cervical Rib or Malformed First Thoracic Rib 6.6 Nyeri karena Penyakit Metastatik Skeletal di Leher, Lengan, Shoulder Girdle 7. Nyeri Viseral pada Leher 7.1 Karsinoma Tiroid 7.2 Karsinoma Laring 7.3 Tuberkulosis Laring 7.4 Faringitis kronis 7.5 Karsinoma Faring Selain klasifikasi menurut IASP, terdapat klasifikasi lain untuk nyeri oral dan fasial menurut Okeson (2014) yang secara garis besar membagi klasifikasi nyeri oral dan fasial menjadi dua aksis, yaitu Aksis I yang merupakan kondisi fisik, serta Aksis II yang merupakan kondisi psikis. Klasifikasi menurut Okeson adalah sebagai berikut 6 : I. Aksis I: Kondisi Fisik I.1 Nyeri Somatik I.1.1 Nyeri somatik superfisial 1. Nyeri kutaneus 2. Nyeri mukogingival I.1.2 Nyeri somatik profunda 1. Nyeri muskuloskeletal 1.1 Nyeri otot 1.2 Nyeri sendi temporomandibular 5
6 1.3 Nyeri tulang dan periosteal 1.4 Nyeri jaringan penghubung lunak 1.5 Nyeri gigi-periodontal 2. Nyeri Viseral 2.1 Nyeri pulpa gigi 2.2 Nyeri vascular Arteritis Carotidinia 2.3 Nyeri neurovascular Migren Tension-type headache Trigeminal autonomic cephalalgia Nyeri kepala lainnya Varian neurovaskular 2.4 Nyeri mukosa viseral 2.5 Nyeri glandular, ocular, dan aurikular I.2 Nyeri Neuropatik Nyeri neuropatik episodik 1. Nyeri neuralgia paroksismal 1.1 Trigeminal neuralgia 1.2 Neuralgia glosofaringeal 1.3 Neuralgia genikulata 1.4 Neuralgia laringeal superior 1.5 Nervus intermedius 1.6 Neuralgia oksipital 2. Nyeri neurovaskular (termasuk pula di dalam nyeri visceral) 6
7 II Nyeri Neuropatik episodik 1. Peripherally mediated pain 1.1 Nyeri Neuritik 1. Neuritis Perifer 2. Herpes Zoster 1.2 Deafferentation Pain 1. Nyeri Neuroma Traumatik 1.3 Entrapment Neuropathy 1.4 Nyeri Dentoalveolar Berkelanjutan (Odontalgia Atipikal) 1.5 Disestesia Oklusal 1.6 Burning Mouth Disorder 2. Centrally Mediated Pain 2.1 Neuralgia Pasca-Herpes 2.2 Complex Regional Pain Syndrome (CPRS) 2.3 Sympathetically maintained pain 3. Metabolic polyneuropathies 3.1 Neuropati Diabetik 3.2 Neuropati Hipotiroid 3.3 Neuropati Alkoholik 3.4 Nutritional Neuropathies Aksis II: Kondisi Psikis 2.1 Mood Disorders Kelainan-Kelainan Depresif Kelainan Bipolar Mood disorders due to medical condition 7
8 2.2 Kelainan-Kelainan karena Ansietas Kelainan-Kelainan Ansietas Tergeneralisasi Kelainan Stres Pascatrauma Kelainan Ansietas karena Kondisi Medis Tertentu 2.3 Kelainan-Kelainan Somatoformis Kelainan Somatoformis tidak Terdiferensiasi Conversion Disorders Kelainan Nyeri Hipokondriasis 2.4 Kondisi-Kondisi Lain Malingering Faktor-Faktor Psikologis yang Memengaruhi Kondisi Medis Personality traits or coping style Maladaptive health behavior Stress-related physiologic response Kelainan-kelainan mental lainnya yang tidak muncul di dalam klasifikasi ini. Berdasarkan klasifikasi nyeri orofasial di atas, maka terdapat definisi nyeri sebagai berikut: 1. Nyeri akut: Nyeri yang dirasakan kurang dari 6 bulan. 2. Nyeri kronis: Nyeri yang dirasakan lebih dari 6 bulan. 8
9 3. Nyeri primer: Nyeri yang berasal dari sumber nyeri yang sesungguhnya. 4. Nyeri sekunder/nyeri heterotopik: Nyeri yang dirasakan di suatu area di mana sumber nyeri yang sesungguhnya tidak berada pada area tersebut. 5. Nyeri terstimulasi: Nyeri yang terjadi karena adanya rangsangan pada struktur neural. 6. Nyeri spontan: Nyeri yang terjadi tanpa adanya rangsangan pada struktur neural. 7. Nyeri somatik: Nyeri yang berasal dari rangsangan terhadap struktur somatik dan selanjutnya ditransmisikan oleh sistem saraf yang normal. 8. Nyeri neuropatik: Nyeri yang terjadi karena adanya abnormalitas pada struktur neural. 9. Nyeri superfisial: Nyeri yang berasal dari rangsangan pada area kutan dan jaringan mukogingival. 10. Nyeri somatik dalam: Nyeri yang berasal dari struktur viseral maupun muskuloskeletal yang lebih dalam. 11. Nyeri muskuloskeletal: Nyeri yang berasal dari struktur otot maupun skeletal. 12. Nyeri viseral: Nyeri yang berasal dari organ yang terletak lebih dalam. 13. Nyeri nosiseptif: Nyeri yang terjadi karena adanya aktivasi nosiseptor, bersifat akut, serta dimediasi oleh sel neuron dengan ambang rangsang tinggi. 14. Nyeri inflamatif: Nyeri yang terjadi karena adanya proses inflamasi atau kerusakan jaringan. 15. Nyeri Disfungsional: Nyeri yang terjadi karena adanya interaksi yang kompleks dari otak dan batang otak yang dimulai dengan adanya 9
10 rangsangan nosiseptif perifer (misalnya pada leher atau sendi temporomandibular) yang berlanjut dan menghasilkan perubahan sentral yang menyebabkan nyeri terus berlanjut. 10
Nyeri orofasial merupakan jenis nyeri yang cukup sering terjadi. Dalam tulisannya mengenai klasifikasi dan epidemiologi nyeri orofasal, Shetty dan
Bab 1 Pendahuluan Nyeri orofasial hingga saat ini masih merupakan penyebab utama pasien datang ke dokter gigi untuk melakukan perawatan gigi. Hal ini dikarenakan nyeri orofasial merupakan jenis nyeri yang
Bab 1 Pendahuluan. A. Definisi
Bab 1 Pendahuluan A. Definisi Menurut International Association Study of Pain (IASP), nyeri adalah bentuk pengalaman emosional, sensasional subjektif, dan tidak menyenangkan yang berpotensi untuk menimbulkan
Bab 1. Pendahuluan. A. Definisi Nyeri Orofasial Kronis
Bab 1 Pendahuluan A. Definisi Nyeri Orofasial Kronis Berdasarkan durasi terjadinya nyeri, nyeri orofasial dapat dibedakan menjadi nyeri orofasial akut serta nyeri orofasial kronis. Nyeri orofasial akut
Nyeri. dr. Samuel Sembiring 1
Nyeri Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang sedang terjadi atau telah terjadi atau yang digambarkan dengan kerusakan jaringan. Rasa sakit (nyeri) merupakan keluhan
a. b. c. Gambar 1.2 Kompresi neurovaskular pada N. Trigeminus Sumber:
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Definisi Trigeminal neuralgia atau yang dikenal juga dengan nama Tic Douloureux merupakan kelainan pada nervus trigeminus (nervus kranial V) yang ditandai dengan adanya rasa nyeri
Pendahuluan. Bab Pengertian
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Pengertian Nyeri dento alveolar yang bersifat neuropatik merupakan salah satu kondisi nyeri orofasial dengan penyebab yang hingga saat ini belum dapat dipahami secara komprehensif.
Pengertian Nyeri. Suatu gejala dalam merasakan subyek dan pengalaman emosional
Pengertian Nyeri. Suatu gejala dalam merasakan subyek dan pengalaman emosional termasuk suatu komponen sensori, komponen diskriminatri, responrespon yang mengantarkan atau reaksi-reaksi yang ditimbulkan
1.1PENGERTIAN NYERI 1.2 MEKANISME NYERI
1.1PENGERTIAN NYERI Nyeri merupakan sensasi yang terlokalisasi berupa ketidaknyamanan, kesedihan dan penderitaan yang dihasilkan oleh stimulasi pada akhiran saraf tertentu. Nyeri terjadi sebagai mekanisme
tumpul, aching, dan menyebar, yang dapat berubah menjadi nyeri akut pada saat rahang berfungsi serta menyebabkan disfungsi mandibular berupa
tumpul, aching, dan menyebar, yang dapat berubah menjadi nyeri akut pada saat rahang berfungsi serta menyebabkan disfungsi mandibular berupa pembukaan mulut (pada umumnya). 8 Pasien dengan sindroma nyeri
Pendahuluan. Nyeri orofasial, bergantung dari penyebab utamanya, secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis nyeri, yaitu: 1
Bab 1 Pendahuluan Nyeri orofasial, bergantung dari penyebab utamanya, secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis nyeri, yaitu: 1 1. Nyeri musculoskeletal (Musculoskeletal pain) 2.
NYERI OROFASIAL AKIBAT TRAUMATIK NEUROMA
NYERI OROFASIAL AKIBAT TRAUMATIK NEUROMA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi Oleh : MARYATI HASYIM ARYO NIM : 080600163 FAKULTAS KEDOKTERAN
BAB 2 TEMPOROMANDIBULA DISORDER. sejumlah masalah klinis yang berkaitan dengan ganguan pada otot-otot pengunyahan,
4 BAB 2 TEMPOROMANDIBULA DISORDER 2.1 Defenisi Temporomandibula disorder merupakan istilah kolektif yang mencakup sejumlah masalah klinis yang berkaitan dengan ganguan pada otot-otot pengunyahan, sendi
LAPORAN PENDAHULUAN SEFALGIA
LAPORAN PENDAHULUAN SEFALGIA A. Definisi Sefalgia adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada daerah atas kepala memanjang dari orbital sampai ke daerah belakang kepala (area oksipital dan sebagian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dilakukan dengan lokal anastesi jika gigi terlihat jelas tampak mudah dicabut. Definisi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PENCABUTAN GIGI 2.1.1 Defenisi Pencabutan Gigi Pencabutan gigi adalah pengangkatan gigi dari soketnya. Pencabutan gigi dapat dilakukan dengan lokal anastesi jika gigi terlihat
PENGUKURAN KUANTITAS NYERI DASAR TEORI
PENGUKURAN KUANTITAS NYERI DASAR TEORI 1. Pengertian Nyeri The International Association for the Study of Pain memberikan defenisi nyeri, yaitu: suatu perasaan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak
Postherpetic Neuralgia Setelah Menderita Herpes Zoster Oris (Laporan Kasus)
Postherpetic Neuralgia Setelah Menderita Herpes Zoster Oris (Laporan Kasus) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi Oleh : ANDRIANA AMNIL
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel yang tak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan lainnya, baik
BAB 2 NYERI. serta termasuk suatu komponen sensori, komponen diskriminatori, respon-respon yang
BAB 2 NYERI Nyeri adalah suatu gejala dalam merasakan subyek dan pengalaman emosional serta termasuk suatu komponen sensori, komponen diskriminatori, respon-respon yang mengantarkan ataupun reaksi-reaksi
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sehari-hari dan seringkali dikeluhkan ke dokter. Nyeri kepala. patologis (suatu penyakit) (M.I Widiastuti, 2005).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nyeri kepala merupakan bagian dari pengalaman manusia dalam kehidupan sehari-hari dan seringkali dikeluhkan ke dokter. Nyeri kepala diklasifikasikan menjadi
BAB 1. PENDAHULUAN. Nyeri kepala mungkin merupakan bagian terbesar dari penderitaan manusia,
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Nyeri kepala mungkin merupakan bagian terbesar dari penderitaan manusia, Diperkirakan sekitar 90% manusia pernah mengalami minimal satu kali nyeri kepala berat yang
PROFIL KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN BERDASARKAN STANDAR PENILAIAN DARI WORLD HEALTH ORGANIZATION
PROFIL KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN BERDASARKAN STANDAR PENILAIAN DARI WORLD HEALTH ORGANIZATION Dr. SUDIBYO, drg., M.Kes * *Kepala Laboratorium Ilmu Kesehatan Gigi dan Mulut,
DAFTAR KOMPETENSI KLINIK
Panduan Belajar Ilmu Kedokteran Jiwa - 2009 DAFTAR KOMPETENSI KLINIK Target Kompetensi Minimal Masalah Psikiatrik Untuk Dokter Umum: 1. Mampu mendiagnosis dan melakukan penatalaksanaan kasus psikiatrik
Herpes Zoster Oicus DEFINISI
Herpes Zoster Oicus DEFINISI Herpes Zoster Oikus adalah komplikasi dari herpes zoster dimana terjadi reakivasi dari infeksi virus varisela zoster laten di ganglion genikulatum sensoris yang sudah bertahuntahun
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. 2006). Kanker leher kepala telah tercatat sebanyak 10% dari kanker ganas di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker leher kepala merupakan kanker yang terdapat pada permukaan mukosa bagian dalam hidung dan nasofaring sampai trakhea dan esophagus, juga sering melibatkan
Diagnosis Penyakit Pulpa dan Kelainan Periapikal
Diagnosis Penyakit Pulpa dan Kelainan Periapikal Penyakit pulpa dan periapikal Kondisi normal Sebuah gigi yang normal bersifat (a) asimptomatik dan menunjukkan (b) respon ringan sampai moderat yang bersifat
Otak dan Saraf Kranial. By : Dyan & Aulia
Otak dan Saraf Kranial By : Dyan & Aulia Struktur Otak Otak Tengah (Mesencephalon) Otak (Encephalon) Otak Depan (Proencephalon) Otak Belakang (Rhombencephalon) Pons Serebellum Medulla Oblongata Medula
Fungsi. Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu: Pusat pengendali tanggapan, Alat komunikasi dengan dunia luar.
Pengertian Sistem saraf adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan semua kegiatan aktivitas tubuh kita seperti berjalan, menggerakkan tangan, mengunyah makanan dan lainnya. Sistem Saraf tersusun dari
BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan kausanya digolongkan nyeri kepala primer dan nyeri kepala
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Nyeri kepala adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan di seluruh daerah kepala batas bawah dari dagu sampai ke belakang kepala. Berdasarkan kausanya digolongkan
BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan yang dilakukan setiap hari dapat menimbulkan berbagai macam. penyakit. Salah satunya adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang pesat sekarang ini ternyata membawa dampak positif, namun juga membawa dampak negatif bagi manusia. Lama dan
Etiologi Nyeri pada Penyakit Pulpa dan Periapikal serta Mekanismenya 1. Nyeri 1.1 Definisi Nyeri 1.2 Klasifikasi Nyeri
Etiologi Nyeri pada Penyakit Pulpa dan Periapikal serta 1. Nyeri 1.1 Definisi Nyeri Nyeri merupakan sensasi yang terlokalisasi berupa ketidaknyamanan atau penderitaan yang dihasilkan oleh stimulasi ujung-ujung
BAB I PENDAHULUAN. Tension-Type Headache (TTH) merupakan satu penyakit dengan. gejala yang sangat beragam, yang diagnosisnya terutama ditegakkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Tension-Type Headache (TTH) merupakan satu penyakit dengan gejala yang sangat beragam, yang diagnosisnya terutama ditegakkan dengan menyingkirkan kemungkinan adanya
PARALISIS BELL. Pendahuluan
PARALISIS BELL Pendahuluan Paralisis Bell (Bell's palsy) atau prosoplegia adalah kelumpuhan nervus fasialis perifer, terjadi secara akut, dan penyebabnya tidak diketahui atau tidak menyertai penyakit lain
BAB 1 PENDAHULUAN. setidaknya pernah mengalami satu kali nyeri kepala dalam satu tahun. Bahkan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Nyeri kepala atau headache adalah suatu rasa nyeri atau rasa yang tidak enak pada daerah kepala, termasuk meliputi daerah wajah dan tengkuk leher (Perdossi, 2013).
PENGARUH HUMOR DAN TERTAWA TERHADAP BERBAGAI KELUHAN DAN PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES
ABSTRAK PENGARUH HUMOR DAN TERTAWA TERHADAP BERBAGAI KELUHAN DAN PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES Laura, 2006. Pembimbing I : Winsa Husin, dr., M.Sc., M.Kes. Pembimbing II : Harry Tribowo Hady, dr.,
Penyebab cluster headache masih belum diketahui. Cluster headache sepertinya tidak berkaitan dengan penyakit lainnya pada otak.
Pendahuluan Pada kebanyakan kasus nyeri pada sakit kepala, walaupun pada keadaan berat, bukanlah akibat dari penyakit yang mendasarinya. Pada kenyataannya, kebanyakan sakit kepala adalah hanya sakit kepala
BAB 2 DEFINISI GAG REFLEX. Dari semua permasalahan yang mungkin terjadi di bagian intraoral
BAB 2 DEFINISI GAG REFLEX 2.1 Definisi Dari semua permasalahan yang mungkin terjadi di bagian intraoral radiography, gagging merupakan salah satu masalah terbanyak. Gagging yang juga sering disebut gag
Nyeri Kepala Servikogenik: Evaluasi Diagnosis dan Strategi Penatalaksanaannya Nyeri Leher Sebagai Manifestasi Dari Migren
Nyeri Kepala Servikogenik: Evaluasi Diagnosis dan Strategi Penatalaksanaannya Oleh David M. Biondi, DO Grand Rounds and Other Clinical Conferences of The MGH Pain Center, Massachuetts General Hospital
NYERI KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT SARAF RSU TNI-AL MINTOHARDJO PERIODE
NYERI KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT SARAF RSU TNI-AL MINTOHARDJO PERIODE DEFINISI Nyeri Suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak berkaitan yang dengan kerusakan jaringan yang sudah atau berpotensi
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem saraf manusia mempunyai struktur yang kompleks dengan berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Sistem saraf manusia mempunyai struktur yang kompleks dengan berbagai fungsi yang berbeda dan saling mempengaruhi. Sistem saraf mengatur kegiatan tubuh yang cepat seperti
BAB II PEMBAHASAN. Manifestasi fisiologi nyeri
BAB II PEMBAHASAN 1. PROSES TERJADINYA NYERI DAN MANIFESTASI FISIOLOGIS NYERI Pengertian nyeri, menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah merupakan pengalaman sensoris subyektif
LOW-LEVEL LASER THERAPY (LLLT) di KEDOKTERAN GIGI
LOW-LEVEL LASER THERAPY (LLLT) di KEDOKTERAN GIGI SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi Oleh : RONDEN PERWIRADINATA NIM : 030600103 FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. ergonomi dan psikososial yang berdampak pada kesehatan pekerja.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bekerja merupakan salah satu dasar manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tuntutan pekerjaan kerap kali membuat manusia lupa akan batas kemampuan tubuhnya. Dunia
BAB 2 OSTEOMIELITIS KRONIS PADA RAHANG. infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi odontogenik. Osteomielitis dibagi
BAB 2 OSTEOMIELITIS KRONIS PADA RAHANG Osteomielitis adalah inflamasi yang terjadi pada tulang dan sumsum tulang, infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi odontogenik. Osteomielitis dibagi menjadi
BAB 2 PROTRUSI DAN OPEN BITE ANTERIOR. 2.1 Definisi Protrusi dan Open Bite Anterior
BAB 2 PROTRUSI DAN OPEN BITE ANTERIOR 2.1 Definisi Protrusi dan Open Bite Anterior Protrusi anterior maksila adalah posisi, dimana gigi-gigi anterior rahang atas lebih ke depan daripada gigi-gigi anterior
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA. Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat melakukan gerakan meluncur dan rotasi pada saat mandibula berfungsi. Sendi ini dibentuk oleh kondilus mandibula
Definisi Bell s palsy
Definisi Bell s palsy Bell s palsy adalah penyakit yang menyerang syaraf otak yg ketujuh (nervus fasialis) sehingga penderita tidak dapat mengontrol otot-otot wajah di sisi yg terkena. Penderita yang terkena
Gambar. Klasifikasi ukuran tonsil
TONSILEKTOMI 1. Definisi Tonsilektomi adalah tindakan mengangkat tonsil palatina seutuhnya bersama jaringan patologis lainnya, sehingga fossa tonsilaris bersih tanpa meninggalkan trauma yang berarti pada
BAB I PENDAHULUAN. beberapa komponen penting, yaitu sendi temporomandibula, otot
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem mastikasi merupakan suatu unit fungsional yang terdiri atas beberapa komponen penting, yaitu sendi temporomandibula, otot pengunyahan, dan gigi geligi
Headache. dr. Basli Muhammad, Sp.S Bagian Saraf RSUD Cut Meutia Lhokseumawe
Headache dr. Basli Muhammad, Sp.S Bagian Saraf RSUD Cut Meutia Lhokseumawe PENDAHULUAN Sefalgia (Headache = nyeri Kepala) ungkapan pasien beraneka ragam, tapi dapat dibedakan dalam 2 kelompok : 1. Keluhan
Pencegahan Primer, Sekunder & T ersier (Sistem Neurobehavi. dr. Riska Yulinta V, MMR
Pencegahan Primer, Sekunder & T ersier (Sistem Neurobehavi or) dr. Riska Yulinta V, MMR Pengertian Neurologi neuro: syaraf logi (logos): ilmu Neurologi adalah ilmu yang mempelajari tentang syaraf dan berbagai
PENILAIAN NYERI DAN SEDASI PADA BAYI DAN ANAK
Palembang 2014 PEDIATRI GAWAT DARURAT PENILAIAN NYERI DAN SEDASI PADA BAYI DAN ANAK UKK Pediatri Gawat Darurat Ikatan Dokter Anak Indonesia TUJUAN 1. Mengetahui skor penilaian nyeri dan sedasi pada bayi
ENDODONTIC-EMERGENCIES
ENDODONTIC-EMERGENCIES (Keadaan darurat endodontik) Keadaan darurat adalah masalah yang perlu diperhatikan pasien, dokter gigi dan stafnya. Biasanya dikaitkan dengan nyeri atau pembengkakan dan memerlukan
BAB I PENDAHULUAN. umum dan untuk mencapai tujuan tersebut bangsa Indonesia melakukan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tujuan pembangunan bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan untuk mencapai tujuan
Tipe trauma kepala Trauma kepala terbuka
TRAUMA KEPALA TRAUMA KEPALA Trauma pada kepala dapat menyebabkan fraktur pada tengkorak dan trauma jaringan lunak / otak atau kulit seperti kontusio / memar otak, edema otak, perdarahan atau laserasi,
EMG digunakan untuk memastikan diagnosis dan untuk menduga beratnya sindroma kubital. Juga berguna menilai (8,12) :
Sindrom Kanalis Cubitalis (Cubital Tunnel Syndrome) Kesemutan atau baal biasanya terjadi di jari manis. Atau terjadi di wilayah saraf ulnaris. Gejalanya seperti sindrom ulnaris. Baal biasanya terjadi tidak
ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2010 JUNI 2012
ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2010 JUNI 2012 Dwi Nur Pratiwi Sunardi. 2013. Pembimbing I : Dedeh Supantini, dr.,
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kanker adalah pertumbuhan dan penyebaran sel secara tidak terkendali, sering menyerang jaringan disekitarnya dan dapat bermetastatis atau menyebar keorgan lain (WHO,
BAB I PENDAHULUAN. nyeri tak tertahankan, mempengaruhi tangan, punggung, leher, lengan, bahkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Myalgia cervical atau sering dikenal dengan nyeri otot leher adalah suatu kondisi kronis dimana otot mengalami ketegangan atau terdapat kelainan struktural tulang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala: kadang sakit
Gambar 1. Anatomi Palatum 12
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Palatum 2.1.1 Anatomi Palatum Palatum adalah sebuah dinding atau pembatas yang membatasi antara rongga mulut dengan rongga hidung sehingga membentuk atap bagi rongga mulut. Palatum
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kecemasan merupakan respon normal dalam menghadapi stres, namun sebagian orang dapat mengalami kecemasan yang berlebihan sehingga mengalami kesulitan dalam mengatasinya.
BAB I PENDAHULUAN. Di Amerika, nyeri kepala lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan
BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang Di Amerika, nyeri kepala lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria (Karli,2012). Sebagai contoh, 18% wanita memiliki migren sedangkan pria hanya 6%. Wanita
BAB I PENDAHULUAN. Ortodontik berasal dari bahasa Yunani orthos yang berarti normal atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ortodontik berasal dari bahasa Yunani orthos yang berarti normal atau benar dan dontos yang berarti gigi. Ortodontik bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi dan memperbaiki
BAB 1 PENDAHULUAN. mukosa rongga mulut. Beberapa merupakan penyakit infeksius seperti sifilis,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejumlah penyakit penting dan serius dapat bermanifestasi sebagai ulser di mukosa rongga mulut. Beberapa merupakan penyakit infeksius seperti sifilis, tuberkulosis,
Physical Modalities in the Mnagement of Pain
Physical Modalities in the Mnagement of Pain Modalitas Fisik dalam Penatalaksanaan Nyeri Marina A.Moeliono, dr, SpRM Simposium Nyeri Dalam rangka PIT IDI Bandung, 1 November 2008 Abstrak Nyeri merupakan
BAB I PENDAHULUAN. pankreas tidak lagi memproduksi insulin atau ketika sel-sel tubuh resisten
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi memproduksi insulin atau ketika sel-sel tubuh resisten terhadap kerja insulin
BAB 2 KANINUS IMPAKSI. individu gigi permanen dapat gagal erupsi dan menjadi impaksi di dalam alveolus.
BAB 2 KANINUS IMPAKSI Gigi permanen umumnya erupsi ke dalam lengkungnya, tetapi pada beberapa individu gigi permanen dapat gagal erupsi dan menjadi impaksi di dalam alveolus. Salah satunya yaitu gigi kaninus
PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA PASIEN HIPERTENSI, DIABETES MELLITUS DAN POST STROKE. Oleh : Rozario N. Ramandey
PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA PASIEN HIPERTENSI, DIABETES MELLITUS DAN POST STROKE Oleh : Rozario N. Ramandey 200852089 PENCABUTAN GIGI Pencabutan gigi yang ideal pencabutan tanpa rasa sakit satu
BAB 1 PENDAHULUAN. Nyeri merupakan fenomena yang universal dan kebebasan dari nyeri
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Nyeri merupakan fenomena yang universal dan kebebasan dari nyeri merupakan hak dasar setiap orang (Breivik, 2005). Menurut Kozier dan Erb (1983, dalam Tamsuri, 2004),
BAB I PENDAHULUAN. Perbandingan rasio antara laki-laki dan perempuan berkisar 2:1 hingga 4:1.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Data dari GLOBOCAN memperkirakan, terdapat sekitar 14,1 juta ditemukan kasus kanker baru dan tercatat 8,2 juta jiwa meninggal akibat kanker pada tahun 2012 di seluruh
Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut
Konsep kenyamanan Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut didukung oleh Kolcaba yang mengatakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Definisi gagap yang disetujui belum ada. Menurut World Health Organization (WHO) definisi gagap adalah gangguan ritme bicara dimana seseorang tahu apa yang mau dibicarakan,
BAB I PENDAHULUAN. kita dan lain pihak merupakan suatu siksaan. Definisi menurut The International
BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Masalah Rasa nyeri merupakan masalah unik, disatu pihak bersifat melindugi badan kita dan lain pihak merupakan suatu siksaan. Definisi menurut The International Association
Clinical Science Session Pain
Clinical Science Session Pain Disusun oleh : Nurlina Wardhani 1301-1214-0658 William Reinaldi 1301-1214-0503 Preseptor : Arnengsih, dr., Sp.KFR BAGIAN ILMU KESEHATAN FISIK DAN REHABILITASI FAKULTAS KEDOKTERAN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Nyeri didefinisikan oleh International Association for Study of Pain (IASP) sebagai suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. retak), infeksi pada gigi, kecelakaan, penyakit periodontal dan masih banyak
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hilangnya gigi bisa terjadi pada siapa saja dengan penyebab yang beragam antara lain karena pencabutan gigi akibat kerusakan gigi (gigi berlubang, patah, retak), infeksi
DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A YUNITA KURNIAWATI, S.PSI., M.PSI
DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A YUNITA KURNIAWATI, S.PSI., M.PSI PENGERTIAN Dasar pemikiran: hubungan pikiran/mind dengan tubuh Merupakan bidang kekhususan dalam psikologi klinis yang berfokus pada cara pikiran,
BAB II CELAH PALATUM KOMPLET BILATERAL. Kelainan kongenital berupa celah palatum telah diketahui sejak lama. Pada
BAB II CELAH PALATUM KOMPLET BILATERAL Kelainan kongenital berupa celah palatum telah diketahui sejak lama. Pada beberapa kasus, celah ini terjadi setiap delapan ratus kelahiran dan kira-kira seperempatnya
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prevalensi dan Etiologi Trauma gigi sulung anterior merupakan suatu kerusakan pada struktur gigi anak yang dapat mempengaruhi emosional anak dan orang tuanya. Jika anak mengalami
BAB 1 PENDAHULUAN. menunjukkan gejala yang semakin memprihatinkan. 1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) atau yang populer diistilahkan dengan narkoba di kalangan sekelompok masyarakat kita menunjukkan gejala
BAB I PENDAHULUAN. ortodontik berdasarkan kebutuhan fungsional dan estetik. Penggunaan alat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan meningkatnya gaya hidup dan perubahan pandangan mengenai konsep estetika, masyarakat dewasa ini memilih perawatan ortodontik berdasarkan kebutuhan
Tahap-tahap penegakan diagnosis :
Tahap-tahap penegakan diagnosis : Pada dasarnya, penegakan diagnosis terbagi menjadi beberapa poin penting yang nantinya akan mengarahkan kita menuju suatu diagnosis yang tepat. Oleh karena itu, kita perlu
BAB I PENDAHULUAN. gigi, mulut, kesehatan umum, fungsi pengunyahan, dan estetik wajah.1 Tujuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perawatan ortodontik merupakan suatu faktor penting dalam pemeliharaan gigi, mulut, kesehatan umum, fungsi pengunyahan, dan estetik wajah.1 Tujuan umum perawatan ortodontik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ansietas 2.1.1. Definisi Kecemasan atau ansietas adalah suatu sinyal yang menyadarkan, ia memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan
DIAGNOSIS DAN RENCANA PERAWATAN Prosedur penegakan diagnosis merupakan tahap paling penting dalam suatu perawatan Diagnosis tidak boleh ditegakkan tan
Diagnosa Dalam Perawatan Endodonti Trimurni Abidin,drg.,M.Kes.,Sp.KG Departemen Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara DIAGNOSIS DAN RENCANA PERAWATAN Prosedur penegakan diagnosis
Rancang Bangun Sistem Pakar Sakit Kepala Primer Pada Manusia Menggunakan Metode Dempster - Shafer
Rancang Bangun Sistem Pakar Sakit Kepala Primer Pada Manusia Menggunakan Metode Dempster - Shafer Hafid Asad, A11.2010.05480 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang ABSTRAK Sakit kepala
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
mulut. 7 Gingiva pada umumnya berwarna merah muda dan diproduksi oleh pembuluh BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Penyakit periodontal adalah inflamasi yang dapat merusak jaringan melalui interaksi antara bakteri
BAB 2 NYERI OROFASIAL
BAB 2 NYERI OROFASIAL 2.1 Definisi Nyeri Orofasial Nyeri orofasial dapat didefinisikan sebagai rasa sakit dan disfungsi yang mempengaruhi transmisi motorik dan sensorik dalam sistem saraf trigeminal. Nyeri
biologi SET 17 SISTEM SARAF DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. PEMBAGIAN SUSUNAN SARAF
17 MATERI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL biologi SET 17 SISTEM SARAF Segala aktivitas tubuh manusia dikoordinasi oleh sistem saraf dan sistem hormon (endokrin). Sistem saraf bekerja atas
BAB I PENDAHULUAN. Usia harapan hidup perempuan Indonesia semakin meningkat dari waktu ke
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Usia harapan hidup perempuan Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Menurut sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik, usia harapan hidup
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tekanan mental atau beban kehidupan. Dalam buku Stress and Health, Rice (1992)
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Stres 2.1.1 Definisi Stres dan Jenis Stres Menurut WHO (2003) stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap tekanan mental atau beban kehidupan. Dalam buku Stress and Health,
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rongga mulut merupakan gambaran dari kesehatan seluruh tubuh, karena
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rongga mulut merupakan gambaran dari kesehatan seluruh tubuh, karena beberapa penyakit sistemik dapat bermanifestasi ke rongga mulut (Mays dkk., 2012). Stomatitis aftosa
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Meraih Derajat Sarjana S-1 Keperawatan. Disusun Oleh : UT UILA J
1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG MAWAR II RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian
BAB 1 PENDAHULUAN. kesehatan kerja bagi tubuh dalam aspek ergonomi (Windi, Rasmidar Samad 2015).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat melaksanakan profesi sehari-hari dokter gigi melakukan perawatan yang memerlukan ketelitian di area perawatan yang relatif kecil, yaitu daerah mulut, sehingga
BAB II. Struktur dan Fungsi Syaraf
BAB II Struktur dan Fungsi Syaraf A. SISTEM SARAF Unit terkecil dari system saraf adalah neuron. Neuron terdiri dari dendrit dan badan sel sebagai penerima pesan, dilanjutkan oleh bagian yang berbentuk
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RPP ANATOMI, FISIOLOGI, DAN GENETIKA. : Memahami garis besar materi perkuliahan
Pertemuan ke : 1 : Memahami garis besar materi perkuliahan : 1. Ruang lingkup mata kuliah anatomi, fisiologi, dan genetika 2. Kontrak perkuliahan Pendahuluan Apersepsi tentang anatomi, Diskusi LCD fisioologi,
Lampiran 1 Meningkatkan Refleks Menelan melalui Latihan Vokal pada klien Stroke Non Hemoragik a. Latar belakang
Lampiran 1 Meningkatkan Refleks Menelan melalui Latihan Vokal pada klien Stroke Non Hemoragik a. Latar belakang Masalah yang sering muncul pada pasien stroke yaitu menurunnya kemampuan bicara dan ekspresi
