BAB VI MASALAH PENJADWALAN
|
|
|
- Suparman Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 VI MSLH PNJWLN ktivitas penjadwalan dalam proses produksi, berkaitan dengan pertanyaan: - kapan sebuah aktivitas akan/harus dimulai dan diselesaikan? - dimana sebuah aktivitas akan dikerjakan? - Siapa/bagian apa yang akan mengerjakan aktivitas tersebut? Penjadwalan merupakan masalah alokasi sumber daya: - Waktu - Mesin - SM - ahan, dll. UNTUK PROUKSI MSS Teknik penjadwalannya : penyeimbang lini (line balanching) ontoh : Pekerjaan Pek. Pendahulu Waktu (menit) F G,F H G (T) I H Hari kerja Output = 00 hari 8 jam / 80 menit / hari (WO). = 0 unit / hari (K). Waktu siklus = WO = 80 = menit /unit K 0 ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
2 Stasiun kerja min = K * T = 0 * = (dibulatkan) WO 80 STSIUN KRJ G H I F STSIUN KRJ SK. ST.KRJ. UNTUK PROUKSI TS SR TH Teknik penjadwalan yang digunakan : RUN OUT TIM / ROT Tk Persediaan ROT = Rata Permintaan ROT menunjukkan berapa lama suatu produk tertentu akan habis dari persediaan. Prioritas produksi diberikan kepada item yang memiliki ROT yang paling kecil, karena ROT yang kecil menunjukkan bahwa item tersebut dalam waktu dekat akan habis paling awal, sehingga perlu segera ditambah. Produk Persediaan Permint /mgu uk. LOT rata prod /mgu Waktu prod 0,, ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
3 wal periode khir mgu ke-0, khir mgu ke- Produk Persed ROT Persed ROT Persed ROT , , 7,,, khir mgu ke- khir mgu ke- khir mgu ke- Produk Persed ROT Persed ROT Persed ROT , , , an seterusnya. Jadi urutannya : Minggu ke 0 0, PMNN Merupakan penugasan secara terpadu, pusat-pusat kerja agar biaya, waktu kosong, pemenuhan waktu dapat optimal. lat bantunya : GNTT HRT aranya : a. Penjadwalan maju : Pekerjaan dimulai seawal mungkin, begitu order diterima b. Penjadwalan mundur Pekerjaan / aktivitas akhir dijadwal dulu (kebalikan penjadwalan maju). ontoh : Sebuah perusahaan yang proses produksinya hanya menggunakan satu buah mesin untuk setiap prosesnya, mendapatkan dua buah order dengan rincian sebagai berikut : ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
4 Urutan proses Pekerjan Pekerjaan Mesin Waktu Mesin Waktu SUMSI : peralatan hanya dengan disiplin FFS (first come first serve) harus selesai max. hari.. NGN PNJWLN MJU Hari ke Mesin * * * * * Mesin * * * * * Mesin * *. NGN PNJWLN MUNUR Hari ke Mesin * * * * * Mesin * * * * * Mesin * * pa kesimpulannya? coba diskusikan!!!! PNGURUTN Masalah pengurutan, berkaitan dengan pertanyaan bagaimana urutan order atau aktivitas harus mulai dikerjakan. eberapa metode pengurutan yang bisa digunakan antara lain adalah:. FFS (First ome First Serve), siapa yang datang/order duluan akan dikerjakan terlebih dahulu. SPT (Shortest Processing Time), ktivitas atau order yang waktu pengerjaannya paling pendek akan dikerjakan lebih dahulu. ( arliest ue ate), ktivitas atau order yang memiliki waktu jatuh tempo paling dekat/pendek akan dikerjakan lebih dahulu ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
5 ontoh : Pekerjaan Lama Proses Jadwal Selesai / 8 9. engan FFS Pekerjaan Lama proses Selesai Keterlambatan Rata rata penyelesaian : / = 8 hari Rata rata keterlambatan : / = hari. engan Metode SPT Pekerjaan Lama proses Selesai Keterlambatan Rata rata penyelesaian : / = hari Rata rata keterlambatan : / = hari ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 97
6 . engan Metode Pekerjaan Lama proses Selesai Keterlambatan Rata rata penyelesaian : / =, hari Rata rata keterlambatan : / =, hari Pengurutan Pada ua epartemen Kerja Metode yang digunakan adalah Metode Johnson, dengan prosedur :. Susun daftar pekerjaan dan waktu prosesnya untuk setiap departemen. Pilih pekerjaan dengan waktu proses terpendek. Jika waktu terpendek tersebut berada di departemen kerja, urutkan di awal, dan jika berada di departemen, urutkan di paling belakang. Lanjutkan pencarian waktu proses terpendek berikutnya ontoh : Pekerjaan Waktu Proses epartemen epartemen F 8 9 Karena waktu proses terpendek adalah jam (pekerjaan ), dan waktu tersebut terletak di departemen, maka pekerjaan diurutkan di palng depan. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 98
7 Waktu terpendek berikutnya adalah (pekerjaan ), dan waktu tersebut di departemen, maka pekerjaan diurutkan paling belakang. Sampai tahap ini, bila dilihat pengurutanny adalah : engan cara yang sama urutannya menjadi : an akhirnya secara keseluruhan urutan dari keenam pekerjaan tersebut adalah: F Setelah urutan dari keenampekerjaan tersebut diketahui, penjadwalan secara lengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini : ari visualisai di atas dapat disimpulkan bahwa :. Pada departemen, semua pekerjaaan akan selesai pada hari ke-. Pada departemen atau secara keseluruhan, semua pekerjaan akan selesai pada hari ke. Jumlah hari kosong /menganggur pada departemen terjadi sebanyak hari dan terjadi pada hari ke- -, hari ke-9-, dan hari ke -. Sehingga misalnya, karyawan departemen ingin ijin libur, hanya bisa dilakukan setelah hari ke. dan di di departemen hanya boleh ijin pada hari ke- -, hari ke-9-, dan hari ke -. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 99
8 Pengurutan Pada Lebih dari ua epartemen Kerja Metode tetap dengan metode Johnson, namun dengan sedikit modifikasi dan memenuhi salah satu dari kondisi berikut ini :. Waktu proses terpendek dari departemen harus lebih lama dari waktu proses terpanjang pada departemen. Waktu proses terpendek dari departemen harus lebih lama dari waktu proses terpanjang pada departemen ontoh : Pekerjaan epartemen Waktu Proses epartemen epartemen 8 F 7 9 ontoh di atas telah memenuhi salah satu kondisi dimana, waktu terpendek di departemen (7), ternyata lebih lama dari waktu trpanjang di departemen (). Selanjutnya tabel di atas perlu dimodifikasi, dimana tiga departemen yang ada diubah menjadi dua departemen bayangan, sehingga menjadi : epartemen bayangan = merupakan penjumlahan nilai di departemen dan epartemen bayangan = merupakan penjumlahan nilai di departemen dan Pekerjaan F Waktu Proses ep. bayangan e. bayangan 8 + = + = 9 + = 8 + = 7 + = + 9 = Selanjutnya proses pengurutannya adalah sama seperti ketika proses produksi dilakukan pada dua departemen saja. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 0
9 engan demikian hasil pengurutannya adalah sebagai berikut : F an penjadwalan lengkapnya adalah sebagai berikut : PNJWLN dan Metode PRT (Program valuatin and Review Technique) Untuk proyek-proyek khusus yang secara terus menerus direncanakan dan di produksi Manfaat :. Menerencanakan proyek yang kompleks/rumit. Penjadwalan pekerjaan, shg memiliki urutan yang praktis dan efisien. lokasi sumber daya tang tersedia secara optimal. Mengatasi hambatan dan keterlabatan. menentukan kemungkinan pertukaran (trade-off) antara waktu dan biaya. Menentukan probabiltas/kemungkinan penyelesaian suatu proyek tertentu ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
10 eberapa pengertian Penting :. Kegiatan : merupakan bagian dari keseluruhan pekerjaan yang mengkonsumsi waktu dan sumber daya, serta ada waktu mulai dan waktu selesainya. iasanya disimbolkan dengan anak panah. ( ). Peristiwa : Sesuatu yang menandai dimulainya dan diakhirinya suatu kegiatan biasanya disimbolkan dengan tanda lingkaran ( o ). Jalur Kritis : adalah jalur terpanjang dalam keseluruhan pekerjaan, dan waktunya menjadi waktu penyelesaian minimum yang diharapkan, sehingga : a. Penundaan kegiatan pada jalur ini akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek b. Penyelesaian proyek dapat dipercepat bila dapat memperpendek waktu penyelesaian kegiatan-kegiatan yang ada di jalur kritis ini, dengan memanfaatkan sumber daya yang longgar pada kegiatankegiatan yang tidak termasukjalur kritis.. Waktu Kegiatan : Waktu yang diperlukan untuk menyelesaiakan suatu kegiatan. alam PRT digunakan expected time, yang merupakan kombinasi dari ketiga waktu sebagai berikut : a. Waktu optimistik (a) : adalah waktu kegiata apabila semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan atau penundaan-penundaan b. Waktu realistik (m) : waktu kegiatan yang akan terjadi apabila suatu kegiatan berjalan dengan normal, dengan hambatan atau penundaan yang wajar dan dapat diterima c. Waktu pesimistik (b) : Waktu yang diperlukan untuk menyeleasaikan suatu pkerjaan, apabila terjadi hambatan atau penundaan yang melebihi semestinya. ari ketiga waktu tersebut, waktu yang digunakan adalah waktu yang diharapkan atau expected time, yang diperoleh dari rumusan : ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
11 + (m) + b xpected Time (T)= ontoh ; Sebuah perusahaan memiliki pekerjaan khusus dengan rincian sebagai berikut : Kegiatan Kegiatan yg mendahului Peristiwa Waktu optimistik (a) Waktu realistik (m) Waktu psmistik (b) Waktu yang diharapkan (T) Mulai khir F 9 G, 7 h F 7 7 I G, H 7 8 * = Kegiatan ummy (Semu) Kolom T (terakhir) nilainya icari dengan formulasi di atas. Waktu dalam hari. ari tabel di tas, bagaimanakan penjadwalan yang harus dilakukan agar diperoleh waktu penyelesaian yang optimal, dana bagaimana probabilitas penyelesaian keseluruhan pekerjaan tersebut? erkaitan dengan dimuali dan diakhirinya suatu kegiatan, beberapa istilah penting adalah : a. arliest Start Time (S) : adalah waktu tercepat suatu kegiatan dapat dimulai b. Latest Star Time (LS) : adalah waktu paling lambat untuk memmulai suatu kegiatan tanpa penundaan keseluruhan pekerjaan c. arliest Finish Time (F) : adalah waktu tercepat suatu pekerjaan dapat diselesaikan (S + T) d. Latest Finish Time (LF) : adalah waktu painglambat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa penundaan pekerjaan secara keseluruhan (LS + T) ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
12 Langkah untuk menyelesaikan masalah di atas adalah : Langkah, mengambarkan keseluruhan pekerjaan menurut urutan pekerjaan, seperti gambar berikut ini :. 0 F G H I 7 8 Langkah : Menentukan jalur kritis. ari gmabar di atas, jalur kritisnya adalah kegiatan-kegiatan,, F, H, dan I atau pada peristiwa,,,, 7, dan 8, dengan waktu terpanjang sebesar ++++ = hari. Jalur lain bukan merupakan jalur kritis, karena waktu yang diperlukan lebih kecil dari hari. Jalur kritis dapat juga dicari dengan bantuan algoritma F (arliest Finish Time ) dan LF (Latest Finish Time), khususnya untuk proyek-proyek yang semakin kompleks atau rumit. engan algoritma F dan LF, hasilnya adalah : F = 8 LF = 8, F = 0 LF = 0 F = LF =. 0 F =, LF = F = 9 F LF = 9 F = LF = G H F = 9 LF = 9 I 7 8 F = LF = ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
13 Jalur kritis dapat ditentukan atau diketahui dengan melihat mana algoritma F dan LF-nya yang memiliki nilai yang sama, dan dar gambar di atas, jalur,,,, 7, dan 8 lah yang memiliki nilai yang sama. Probabilitas selesainya keseluruhan pekerjaan dalam contoh di atas dalam waktu hari adalah 0 %. Namun demikian biasanya perusahaan menjadwalkan selesainya lebih dari hari, misal hari (mengapa..?). engan jadwal hari tersebut, kita dapat mengetahui kemungkinan/probabilitas pekerjaan tersebut akan benar selesai dalam hari, yakni dengan menggunakan bantuan rumusan variasi standar normal (Z) berikut ini: T - T Z = σ T i mana : T T = Waktu penyelesaian yang dijadwalkan atau ditargetkan = Waktu penyelesaian yang diharapkan untuk keseluruhan proyek σ T = eviasi standar untuk T Nilai σ T ini diperoleh dengan menjumlahkan seluruh variance dari masingmasing kegiatan pada jalur kritisnya. Secara metematis σ T dicari dengan cara : b a σ T = ( ) pada semua kegiatan jalur kritis - ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
14 Untuk kegiatan = ( ) = 0, - Untuk kegiatan = ( ) =, Untuk kegiatan F = ( ) = Lima kegiatan jalur kritis 7 - Untuk kegiatan H = ( ) = - Untuk kegiatan I = ( ) =,78 Sehingga nilai σ T = 0, +, ,78 = =, T - T - Z = = ,8 σ T, ev. Std. 0, 8 hr hr Nilai 0,8 ini apabila dilihat pada tebel kurva normal akan memiliki nilai 0,99, sehingga besarnya kemungkinan proyek secara keseluruhan akan selesai dalam hari adalah sebesar 0,0 + 0,99 = 0,799 atau sekitar 79,9 %. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
Operations Management
Operations Management OPERATIONS RESEARCH William J. Stevenson 8 th edition Sejarah Analisa Network Konsep network mula-mula disusun oleh perusahaan jasa konsultan manajemen Booz Allen Hamilton yang disusun
Penjadwalan Proyek. Oleh Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat
Penjadwalan Proyek Oleh Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat Pendahuluan : Keberhasilan proyek-proyek berskala besar dapat dicapai melalui pengelolaan (perencanaan, penjadwalan, dan pengawasan) yang hati-hati
BAB II Tinjauan Pustaka
2.1 Manajemen Proyek 2.1.1 Pengertian Manajemen Proyek BAB II Tinjauan Pustaka Manajemen proyek secara harfiah terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan proyek. Sehubungan dengan itu maka sebaiknya kita
Proyek : Kombinasi dan kegiatan-kegiatan g (activities) yang saling berkaitan dan harus dilaksanakan dengan mengikuti suatu urutan tertentu sebelum se
PM (ritical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) Proyek : Kombinasi dan kegiatan-kegiatan g (activities) yang saling berkaitan dan harus dilaksanakan dengan mengikuti suatu urutan
Operations Management
Operations Management TEKNIK RISET OERASI William J. Stevenson 8 th edition ANALISA NETWORK 1. PERT (Program Evaluation and Review Technique). CPM (Critical Path Method) PERT didefinisikan sebagai suatu
Manajemen Proyek CPM (Critical( PERT (Program( Evaluation and Review Technique
Manajemen Proyek CPM (Critical( Critical-Path Method) ) dan PRT (Program( valuation and Review Technique April 009. Pendahuluan Proyek : suatu sistem yang kompleks melibatkan koordinasi dari sejumlah bagian
Pertemuan 3 ANALISIS JARINGAN DENGAN PERT
Pertemuan 3 ANALISIS JARINGAN DENGAN PERT (Program Evaluation and Review Technique) TANPA DUMMY Objektif: 1. Mengidentifikasi tujuan pokok dari masalah 2. Membuat Jaringan Kerja 3. Menghitung Probabilitas
MODUL I TEKNIK PENJADWALAN PROYEK. A. Bagan Gantt Chart Proyek yang sederhana cukup menggunakan Bagan Gantt Chart Contoh :
Modul Teknik Penjadwalan Proyek MOUL TKNK PNWLN PROYK Tujuan : Mahasiswa mengetahui cara penjadwalan proyek asar Teori :. agan antt hart Proyek yang sederhana cukup menggunakan agan antt hart ontoh : Kegiatan
MAKALAH RISET OPERASI NETWORK PLANNING
MAKALAH RISET OPERASI NETWORK PLANNING VENNY KURNIA PUTRI (1202112874) NOLA GUSNIA PUTRI (1202112896) SARUNA AUDIA YUSRIZAL (1202112941) ANITA DWI CAHYANI (1202112616) RUDI ISWANTO FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS
PENTINGNYA MANAJEMEN PROYEK
MATERI 2 PENTINGNYA MANAJEMEN PROYEK Manajemen proyek meliputi tiga fase : 1. Perencanaan, mencakup penetapan sasaran, mendefinisikan proyek dan organisasi timnya. 2. Penjadwalan, menghubungkan orang,
Perencanaan dan Pengendalian Proyek. Pertemuan V
Perencanaan dan Pengendalian Proyek Pertemuan V Pengertian Perencanaan Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian
NETWORK (Analisa Jaringan)
OR Teknik Industri UAD NETWORK (Analisa Jaringan) Network: sekumpulan titik yang disebut node, yang dihubungkan oleh busur atau cabang. Di dalam analisa network kita mengenal events (kejadiankejadian)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Sumber Data Dalam penelitian ini, penelitian dilakukan pada proyek perakitan truk di gedung commercial vehicle di PT. Mercedes-Benz Indonesia dan mengambil bahan penelitian
CPM DAN PERT CRITICAL PATH METHOD AND PROGRAM EVALUATION REVIEW TECHNIQUE. Pertemuan Copyright By Nurul Adhayanti
Pertemuan - PM DN PERT RITIL PTH METHOD ND PROGRM EVLUTION REVIEW TEHNIQUE Pengelolaan Proyek Sistem Informasi opyright y Nurul dhayanti PERT & PM Definisi PERT dan PM adalah suatu alat manajemen proyek
Riset Operasional. ELEMEN ANALISIS JARINGAN menggunakan beberapa istilah dan simbol berikut ini:
Pada pembahasan sebelumnya tentang PROGRM DINMIS - MSLH STGECOCH, dasar pemikirannya adalah untuk menemukan rute terpendek dari aneka jaringan rute yang tersedia, yang pada akhirnya terkait upaya optimasi.
Penjadwalan proyek. 1. Menunjukkan hubungan tiap kegiatan dan terhadap keseluruhan proyek
Penjadwalan proyek Penjadwalan meliputi urutan dan membagi waktu untuk seluruh kegiatan proyek. Pendekatan yang dapat digunakan diantaranya adalah Diagram Gantt. Penjadwalan Proyek membantu dalam bidang
Critical Path Method (CPM) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tujuan. Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini ialah :
Critical Path Method (CPM) 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan suatu proyek, kegiatan yang akan dihadapi sangat kompleks. Hal ini tentu memerlukan suatu manajemen yang baik sehingga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1 Pengertian Manajemen Proyek Manajemen proyek secara harfiah terbangun dari dua kata, yaitu manajemen dan proyek. Sehubungan dengan itu, maka sebelum mengemukakan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Manajemen Proyek Satu hal yang mendasar bahwa kegiatan proyek mempunyai karakter yang berbeda dengan kegiatan operasional (seperti pekerjaan administrasi kantor,
CPM/PERT A. Konsep Dasar, Tujuan, dan Peran Strategis CPM/PERT
PM/PERT. Konsep asar, Tujuan, dan Peran Strategis PM/PERT Teknik evaluasi dan ulasan program (cukup dikenal sebagai program evaluation and review techique atau PERT) dan metode jalur krisis (umumnya dikenal
MANAJEMEN OPERASIONAL LANJUTAN 2008 NANI SUTARNI 2010
MNJEMEN OPERSIONL LNJUTN 2008 NNI SUTRNI 2010. 1 PM/PERT. Konsep Dasar, Tujuan, dan Peran Strategis PM/PERT Teknik evaluasi dan ulasan program (cukup dikenal sebagai program evaluation and review techique
Manajemen Proyek. Teknik Industri Universitas Brawijaya
Manajemen Proyek Teknik Industri Universitas Brawijaya Lecture 16 Outline: Manajemen Proyek References: Azlia, Wifqi. PPT: Organisasi dan Manajemen Industri. PSTI- UB. 2011. Pendahuluan Proyek : kombinasi
Bab 8 Analisis Jaringan
Bab 8 Analisis Jaringan Secara umum dapat dikatakan bahwa analisis jaringan digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dari serangkaian pekerjaan. Masalahmasalah yang dimaksud antara
Pertemuan ke 10 Metode Jalur Kritis. Dalam Analisis CPM, dipakai suatu cara yang disebut hitungan maju dan hitungan mundur.
Pertemuan ke 10 Metode Jalur Kritis Halaman 1 dari Pertemuan ke - 10 10.1 Terminologi dan Perhitungan Dalam proses identifikasi jalur kritis, dikenal beberapa terminologi dan rumus-rumus perhitungan sebagai
MINGGU KE-6 MANAJEMEN WAKTU (LANJUTAN)
MINGGU KE- MANAJEMEN WAKTU (LANJUTAN).. Metode Jalur Kritis (Critical Path Method, CPM) Disebut juga analisis jalur kritis, merupakan analisis jaringan proyek yang digunakan untuk memperkirakan total durasi
Pertemuan 5 Penjadwalan
Pertemuan 5 Penjadwalan Tujuan : Memahami konsep penjadwalan. Memahami langkah-langkah pembuatan PERT dan GNT Chart. Memahami alat bantu PERT dan GNT Chart. Penjadwalan Proyek Salah satu faktor utama menuju
MATERI 8 MEMULAI USAHA
MATERI 8 MEMULAI USAHA 1. WORK BREAKDOWN STUCTURE Memulai usaha atau sebuah project membutuhkan perencanaan. Bagaimana kita dapat menyelesaikannya terdapat berbagai batasan pada definisi manajemen proyek
PENJADWALAN PROYEK Pengukuran Masa Pekerjaan Proyek
PENJDWLN PROYEK Pengukuran Masa Pekerjaan Proyek BR CHRT METHOD NETWORK NLYSIS Wiratmoko Yuwono SPESIKSI WKTU PEKERJN PROYEK (PENJDWLN PROYEK) 1. Kapan proyek berakhir 2. Bagaimana urutan rangkaian pekerjaan
BAB2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Operasional
2 LNDSN TEORI 2.1 Manajemen Operasional Menurut Heizer dan Render (2012:4) Manajemen operasi merupakan serangkaian aktivitas yang menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah masukan
BAB 3. Analisis Jaringan
nalisis Jaringan Jaringan lahir karena berbagai keperluan seperti: transportasi, listrik, komunikasi, perencanaan proyek, aliran air, pembuatan jalan, dan lain-lain. Saat ini jaringan sangat penting, sebab
PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE (PERT)
PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE (PERT) Fungsi & metode Untuk menentukan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek (jalur kritis) Dengan menggambarkan Arrow Diagram / Network diagram
LAPORAN RESMI MODUL VII PERT DAN CPM
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR LAPORAN RESMI MODUL VII PERT DAN CPM I. Pendahuluan A. Latar Belakang (Min. 1 lembar) B. Rumusan
MANAJEMEN PEMBANGUNAN PROYEK TUJUAN
MANAJEMEN PEMBANGUNAN PROYEK TUJUAN Bab ini membicarakan tentang tahap rencana pembangunan proyek. Bagaimana kita bisa menyusun rencana penyelesaian proyek tepat pada waktunya. Dengan kata lain, kita harus
TEKNIK ANALISA JARINGAN (CPM)
TEKNIK ANALISA JARINGAN (CPM) Bahan Kuliah Fakultas : Ilmu Komputer Program Studi : Teknik Informatika Tahun Akademik : Ganjil 2012/2013 Kode - Nama Mata Kuliah : CCR314 Riset Operasional Pertemuan : 10
EMA302 - Manajemen Operasional Materi #9 Ganjil 2014/2015. EMA302 - Manajemen Operasional
Materi #9 EMA02 Manajemen Operasional Definisi 2 Proyek Serangkaian pekerjaan yang saling terkait dan biasanya diarahkan beberapa output utama dan membutuhkan jangka waktu yang signifikan untuk melakukannya.
Manajemen Proyek. Riset Operasi TIP FTP UB
Manajemen Proyek Riset Operasi TIP FTP UB 1 Topik Bahasan Elemen Manajemen Proyek Jaringan Proyek Probabilitas Waktu Aktivitas Jaringan Simpul Aktivitas (activity-on-node) dan Microsoft Project Akselerasi
PERT dan CPM adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang
CPM dan PERT PERT dan CPM adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT yang memiliki
TEKNIK PENJADUALAN PROYEK
12 TEKNIK PENJDULN PROYEK PERT (Program Evaluation and Review Techique). PERT dikembangkan pada sekitar tahun 1950 oleh Navy Special Project Office, bekerja sama dengan ooz, llen dan Hamilton yang merupakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II TINJUN PUSTK 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1 Pengertian Manajemen Proyek Menurut Yamit (1996: 296), proyek adalah setiap pekerjaan yang memiliki kegiatan awal dan memiliki kegiatan akhir, dengan kata lain
TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #5 Ganjil 2014/2015 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
Materi #5 Ganjil 2014/2015 MANAJEMEN PROYEK Materi #4 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI Pendahuluan 2 Proyek adalah pekerjaan besar yang mungkin tidak akan terulang secara persis sama di masa mendatang.
Referensi penunjang: 3. Handoko, T.H., Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, BPFE, Yogyakarta,
Materi perkuliahan Manajemen Operasional PTA 2016/17 Dosen: Dr. Ahmad Sabri Referensi utama: 1. Buffa, E.S. Manajemen Produksi/Operasi Jilid 1, Penerbit Erlangga 2. Schroeder, R.G., Manajemen Operasi:
Proyek. Proyek adalah sederetan tugas yang diarahkan pada suatu hasil output utama
Manajemen Proyek Proyek Proyek adalah sederetan tugas yang diarahkan pada suatu hasil output utama Proyek adalah sekelompok aktivitas temporer yang dirancang untuk menghasilkan sebuah produk, jasa, ataupun
PENJADWALAN JANGKA PENDEK YULIATI, SE, MM
PENJADWALAN JANGKA PENDEK YULIATI, SE, MM 1 PENJADWALAN (SCHEDULING) Melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien agar tujuan tercapai. Oleh karena itu pemahaman mengenai konsep penjadwalan sangat
Parno, SKom., MMSI. Personal Khusus Tugas
Parno, SKom., MMSI Email Personal [email protected] Email Khusus Tugas [email protected] Personal Website http://parno.staff.gunadarma.ac.id Personal Blog http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/parno
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI.1 Proyek Proyek adalah suatu usaha atau aktivitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian 1. Menganalisis cara untuk mempersingkat waktu pada proses pembuatan mesin grafika. 2. Menentukan keseluruhan
PROJECT PLANNING AND CONTROL. Program Studi Teknik Industri Universitas Brawijaya
PROJECT PLANNING AND CONTROL Program Studi Teknik Industri Universitas Brawijaya PENDAHULUAN Benyamin Franklin time is money, time is money. modern finance, mengukur nilai sebuah proyek dengan menentukan
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Manajemen Operasi Menurut Heizer dan Reinder (2012), Manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai
BAB III METODOLOGI. Data yang dominan dalam Tugas Akhir ini adalah Data Sekunder,
BAB III METODOLOGI 3.1 Metode Pengumpulan Data Data yang dominan dalam Tugas Akhir ini adalah Data Sekunder, sedangkan data primer yang diperoleh sifatnya hanya digunakan sebagai pelengkap dan penyempurna
MANAJEMEN WAKTU PROYEK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
MANAJEMEN WAKTU PROYEK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Pendahuluan Manajemen waktu proyek dilakukan oleh pengelola
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proyek Konstruksi Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan melibatkan berbagai disiplin ilmu, sumber daya serta metode pelaksanaan. Ciri suatu
Manajemen Operasi. Modul Final Semester MODUL PERKULIAHAN. Tatap Kode MK Disusun Oleh Muka 10 MK Andre M. Lubis, ST, MBA
MODUL PERKULIAHAN Manajemen Operasi Modul Final Semester Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Tatap Kode MK Disusun Oleh Muka 10 MK, ST, MBA Abstract Mampu mengidentifikasi masalah dan memberikan
Seminar Nasional Inovasi Dan AplikasiTeknologi Di Industri 2017 ISSN ITN Malang, 4 Pebruari 2017
TEKNIK PENJADWLAN PRODUKSI GRAPPLE FOR EXCAVATOR D313 PART ATTACMENT FOR TRAKINDO DENGAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) PADA PT. ARKHA JAYANTI PERSADA Selma Intan Praditya Sari Himawan 1), Niken Parwati
OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERT-CPM
OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERT-CPM Ade Saparudin 1, Sri Setyaningsih 2, dan Embay Rohaeti 2. Program Studi Matematika Fakultas
BAB V HASIL ANALISA DATA
BAB V HASIL ANALISA DATA 5.1 Hasil Pembahasan CPM Hasil diagram gambar 4.1 (CPM proyek pembuatan truk tipe OF 2528 C tersebut terlihat hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang
hari sehingga menempatkan metode LPT sebagai metode paling tidak efektif untuk diterapkan di PT. XYZ.
BAB V ANALISA HASIL 5.1 Analisa Perb bandingan Penjadwalan FCFS, EDD, SPT dan LPT Jika di ilakukan perbandingan antara ke 4 metode yang digunakan, maka akan did dapatkan hasil sebagai berikut : Dari tabel
LAPORAN RESMI MODUL VI PERT & CPM
LABORATORIUM STATISTIK DAN OPTIMASI INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDY TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR LAPORAN RESMI MODUL VI PERT & CPM I. Pendahuluan A. Latar
NETWORK PLANNING. Oleh : Ir. Hartono, MT Aldin Ardian, ST, MT
NETWORK PLANNING Oleh : Ir. Hartono, MT Aldin Ardian, ST, MT Kuliah Manajemen Tambang Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 2015
Analisa Network Sapta Candra Miarsa, ST.,MT.
Analisa Network Sapta Candra Miarsa, ST.,MT. Project Management bertahap menjadi suatu bidang baru dengan berkembangnya dua teknik analisis yang digunakan untuk perencanaan, penjadwalan, pengawasan dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah yang telah dirumuskan. Metode penelitian ini dilakukan dengan analisa
JALUR KRITIS (Critical Path)
Manajemen Proyek TKS 4208 JALUR KRITIS (Critical Path) Prepared by Dr. AZ PENDAHULUAN Untuk aktivitas brainstorming, diagram AOA sangat berguna saat perencanaan team di awal proyek karena diagram ini jauh
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RERANGKA PEMIKIRAN A. Kajian Pustaka 1. Proyek 1.1 Pengertian Proyek Proyek dalam analisis jaringan kerja adalah serangkaian kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan
PERENCANAAN PROYEK IT
PERENCANAAN PROYEK IT INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI (DIAMBIL DARI MCLEOD AND SMITH, MANAGING IT PROJECTS CH 9) DR. R. RIZAL ISNANTO, S.T., M.M., M.T. MAGISTER SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS DIPONEGORO
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di PT Puninar Mse Indonesia sejak Juli Desember 2015, penulis tertarik melakukan penelitian di PT Puninar Mse Indonesia
Waktu Proyek Atau Penjadwalan Proyek
Waktu Proyek tau Penjadwalan Proyek Pengukuran Waktu Pekerjaan Proyek M U H M M D T U F I Q SULIT MEMBW NI MT Kita mahfum bahwa perjalanan ini tak mudah. Cepat atau lambat kita akan melintasi daerah yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek Manajemen konstruksi (construction management), adalah bagaimana agar sumber daya yang terlibat dalam proyek konstruksi dapat diaplikasikan oleh Manajer proyek
BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
40 BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH START Penelitian pendahuluan Pengamatan langsung,diskusi,tanya jawab Studi pustaka Buku Media referensi internet Pengumpulan data Pengumpulan Sejarah dan Data Umum
Manajemen Operasional PENJADWALAN DAN PENGAWASAN PROYEK
Manajemen Operasional PENJADWALAN DAN PENGAWASAN PROYEK Putri Irene Kanny [email protected] Sub Pokok bahasan pertemuan ke-11 Membuat network proyek: simpul event, anak panah aktifitas,
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada Proyek Pemasangan 3 (tiga) unit Lift Barang di
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada Proyek Pemasangan 3 (tiga) unit Lift Barang di Gedung X yang berlokasi di Jakarta Utara. Penelitian dilakukan pada 01
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Proyek 2.1.1. Pengertian Proyek Proyek merupakan Suatu kegiatan bersifat sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu untuk melaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Sewage Treatment Plant (STP) pada proyek Jiexpo Sky City, waktu pengambilan data-data untuk penelitian
BAB 2. LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN
BAB 2 LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Pengertian Proyek Umumnya suatu pekerjaan dapat dikerjakan oleh seseorang atau beberapa orang dengan mencatat setiap poin-poin penting ke dalam to do list
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Sistem Produksi Secara umum, sistem produksi dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengubah masukan (input) sumber daya menjadi barang jadi atau barang setengah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian 3.1.1. Gambaran Umum Perusahaan Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian di PT. Cahaya Milenia Cemerlang, yang beralamat di : Jalan Rasamala
Perencanaan Produksi SAP ERP
Materi #8 Perencanaan Produksi SAP ERP 2 6623 - Taufiqur Rachman 1 Sales Forecasting 3 Peramalan Penjualan dapat menggunakan data tahun lalu dikombinasikan dengan target keuangan dan inisiatif marketing
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengukuran Waktu Pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati dan mencatat waktuwaktu kerjanya baik setiap elemen ataupun siklus. Teknik pengukuran waktu terbagi atas dua bagian
Analisa Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk Pembangunan Blok Pada Kapal Tanker LTDW Di PT. Daya Radar Utama Unit Lamongan
Analisa Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk Pembangunan Blok Pada Kapal Tanker 17500 LTDW Di PT. Daya Radar Utama Unit Lamongan Frizka Safitri 1, Aang Wahidin 2, Ruddianto 3 Program Studi Teknik Desain Dan Manufaktur,Jurusan
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1. MANAJEMEN PROYEK Manajemen proyek adalah ilmu dan seni yang berkaitan dengan memimpin dan mengkoordinir sumber daya yang terdiri dari manusia dan material dengan menggunakan tehnik
MANAJEMEN PROYEK MANAJEMEN OPERASIONAL MINGGU KETIGA BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.SI. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM
MANAJEMEN PROYEK MANAJEMEN OPERASIONAL MINGGU KETIGA BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.SI. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM POKOK BAHASAN PENGERTIAN PENGORGANISASIAN PROYEK PENJADWALAN PROYEK PERCEPATAN DAN PEMBIAYAAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Sistem Produksi Pada sub bab ini akan dibahas mengenai pengertian sistem produksi dari beberapa teori yang sudah ada, serta ruang lingkup sistem produksi
ANALISIS JARINGAN DENGAN CPM (CRITICAL PATH METHOD) PADA PROSES PRODUKSI JAKET JEANS UD EDLYS
ANALISIS JARINGAN DENGAN CPM (CRITICAL PATH METHOD) PADA PROSES PRODUKSI JAKET JEANS UD EDLYS Nama : Adinda Ridwan NPM : 10212201 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Ary Natalina S.sos, MM. Latar Belakang
ANALISIS PERENCANAAN JARINGAN KERJA (NETWORK PLANNING)
ANALISIS PERENCANAAN JARINGAN KERJA (NETWORK PLANNING) Metode Kuantitatif. 102 POKOK BAHASAN VIII ANALISIS PERENCANAAN JARINGAN KERJA (NETWORK PLANNING) Sub Pokok Bahasan : Perencanaan dan Pengendalian
2.2. Work Breakdown Structure
2.2. Work reakdown Structure Pada prinsipnya Work reakdown Structure (WS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WS adalah : 1. Pengembangan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia yang semakin maju ini jaringan kerja sangat penting peranannya untuk memajukan suatu usaha atau pun proyek yang sederhana hingga proyek besar karena jaringan
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek Proyek adalah suatu tugas yang perlu didefinisikan dan terarah ke suatu sasaran yang dituturkan secara konkrit serta harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu
BAB II KEPUSTAKAAN. untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditentukan agar mendapatkan
BAB II KEPUSTAKAAN 2.1 Manajemen Proyek Manajemen proyek adalah penerapan ilmu pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan cara teknis yang terbaik dengan sumber daya yang terbatas, untuk mencapai sasaran
BAB 2 LANDASAN TEORI
22 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Definisi penjadwalan Secara umum, penjadwalan merupakan proses dalam perencanaan dan pengendalian produksi yang digunakan untuk merencanakan produksi
Pertemuan 4 ANALISIS JARINGAN DENGAN PERT
Pertemuan 4 ANALISIS JARINGAN DENGAN PERT (Program Evaluation and Review Technique) DENGAN DUMMY Objektif: 1. Mengidentifikasi tujuan pokok dari masalah 2. Membuat Jaringan Kerja Dengan Kegiatan Semu 3.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015.
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kantor CV. Solusindo Mega Karya (rumahjahit.com) yang terletak di Jl. Ceger Raya 120, depan SDIP Baitul Maal, Pondok
BAB II LANDASAN TEORI. atau minimum suatu fungsi tujuan. Optimasi produksi diperlukan perusahaan dalam
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Optimasi Optimasi merupakan pendekatan normatif dengan mengidentifikasi penyelesaian terbaik dari suatu permasalahan yang diarahkan pada titik maksimum atau minimum suatu fungsi
PROJECT TIME MANAGEMENT (MANAJEMEN WAKTU PROYEK BAG.2 : GANTT CHART, CPM DAN PERT) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK)
PROJECT TIME MANAGEMENT (MANAJEMEN WAKTU PROYEK BAG.2 : GANTT CHART, CPM DAN PERT) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) Sufa atin Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
MANAJEMEN PROYEK. Manajemen proyek meliputi tiga fase : 1. Perencanaan 2. Penjadwalan 3. Pengendalian
MANAJEMEN PROYEK MANAJEMEN PROYEK Proyek didefinisikan sebagai sederetan tugas yang diarahkan pada suatu hasil output utama Contoh proyek perusahaan pembangunan jalan, jembatan, gedung, perrumahan, pabrik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Yang Digunakan Peneliti menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif dan komparatif, hal ini dipilih karena dalam penelitian ini peneliti mencoba
P E N J A D W A L A N. Pertemuan 10
P E N J A D W A L A N Pertemuan 10 Definisi Penjadwalan Pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi, yang mencakup kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan maupun tenaga kerja, dan menentukan urutan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. perusahaan selain manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Definisi Manajemen Operasi Manajemen operasi adalah salah satu fungsi bisnis yang penting di dalam perusahaan selain manajemen sumber daya manusia, manajemen
Project Management PROJECT EVALUATION & REVIEW TECHNIQUE (PERT) Boldson S.Kom., MMSI
PROJECT EVALUATION & REVIEW TECHNIQUE () digunakan untuk proyek yang baru dilaksanakan untuk pertama kali, di mana estimasi waktu lebih ditekankan dari pada biayanya. Ciri utamanya adalah adanya tiga perkiraan
APLIKASI ANALISIS NETWORK PLANNING PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DENGAN METODE CPM
APLIKASI ANALISIS NETWORK PLANNING PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DENGAN METODE CPM (Critical Path Method) dan PERT (Project Evaluation and Review Technique) Dadang Haryanto Prodi Sistem Informasi STMIK
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Karakteristik proyek konstruksi adalah sebagai berikut ini. 1. Kegiatannya dibatasi oleh waktu.
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Karakteristik Proyek Konstruksi Karakteristik proyek konstruksi adalah sebagai berikut ini. 1. Kegiatannya dibatasi oleh waktu. Dalam kontrak proyek terdapat perjanjian antara
