MODEL BIBLIOGRAFI BERBASIS LINKED DATA PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL
|
|
|
- Budi Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODEL BIBLIOGRAFI BERBASIS LINKED DATA PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL Eko Budi Prasetyo 1), Hendrik 2), R. Teduh Dirgahayu 3) 1), 2), 3) Magister Teknik Informatika Universitas Islam UndonesiaYogyakarta Jl. Kaliurang Km 14.4, Sleman, Yogyakarta [email protected] 1), [email protected] 2), [email protected] 3) Abstrak Dengan menciptakan bibliografi dalam bentuk linked data memungkinkan data yang diunggah menjadi useable dan setiap data bisa saling terkait dengan sumber data external atau mesin satu dengan lainnya guna memperkaya akses pengetahuan data pustaka. Linked data merupakan sekumpulan langkah/metode untuk mempublikasikan sekaligus menghubungkan data terstruktur pada web dengan menggunakan beberapa aturan, RDF dan HTTP. Beberapa keuntungan dapat dicapai dengan menerapkan Linked Data dalam pengembangan sistem informasi perpustakaan digital. Oleh karena itu, model ini dapat digunakan sebagai alternatif oleh pepustakaan dalam hal interpobilitas, resource sharing antar perpustakaan dan memperkaya akses pengetahuan bibiliografi dengan memanfatkan ekseternal resource data set lain. Kata kunci:perpustakaan Digital, linked data, RDF, RDBMS to RDF, LD4L, SLiMS. 1. Pendahuluan Pada [3] dinyatakan bahwa sebuah perpustakaan digital lebih dari sekedar versi digital dari perpustakaan tradisional. Perpustakaan digital lebih dari sekedar sebuah koleksi hasil digitalisasi buku atau koleksi lainnya, namun juga berisi berbagai sumber elektronik dan kemampuan teknis lain yang memungkinkan penciptaan, pencarian, dan penggunaan informasi. Menurut [10] perpustakan digital merupakan sebuah koleksi informasi yang informal, disimpan dalam format digital dan dapat diakses melalui suatu jaringan, sekaligus dengan layanan-layanan terkait lainnya. Berbeda dengan alat bantu manajemen informasi, perpustakaan digital juga meliputi serangkaian aktivitasaktivitas yang mengumpulkan koleksi, layanan-layanan, dan orang dalam rangka mendukung siklus pembuatan, diseminasi, penggunaan, dan presentasi waktu, informasi, dan pengetahuan. Pembangunan katalog bersama antar perpustakaan digital menjadi sebuah gagasan yang bagus karena akan semakin memberikan akses material yang semakin luas kepada pustakawan. Satu hal yang perlu diperhatikan untuk membangun jejaring perpustakaan digital adalah terkait dengan interoperabilitas. Interoperabilitas merujuk pada kemampuan sistem untuk bekerja bersama-sama, baik untuk secara kolaboratif menyelesaikan suatu masalah umum atau untuk memungkinkan pekerjaan satu sistem (Suleman, 2011)[3]. Dalam hal interopabilitas, aplikasi perpustakaan digital mampu bekerja bersama-sama dengan sistem perpustakaan lain dalam fasilitas copy cataloging antar perpustakaan digital dengan menggunakan standar protokol yang sama. Dengan protokol ini, maka sejumlah pangkalan data katalog perpustakaan tertentu bisa diakses dari internet. Sebagian besar perpustakaan saat ini masih terisolasi dalam hal pertukaran data. Hal ini disebabkan karena data dikumpulkan oleh dan untuk masing-masing perpustakaan saja. Proses pertukaran dan bersama-sama memanfaatkan data dengan lembaga non-perpustakaan masih sangat kurang. Jika pun ada kolaborasi, hanya melibatkan perpustakaan saja. Selain itu, data perpustakaan juga belum menjadi bagian integral dari web. Sebagian besar kondisi ini disebabkan karena masih kurangnya keterhubungan antara dataset perpustakaan dan data dari domain lainnya. Data perpustakaan tidak hanya "terkunci" dalam sebuah system dengan format yang tidak dapat beroperasi dengan protokol web yang lebih luas dan standar, namun data yang dikodekan dalam model berbasis string yang direalisasikan dengan membuat koneksi antara resource, orang, tempat, dan konsep. Dari permasalahan tersebut muncul pemikiran bagaimana membentuk sebuah model pertukaran data yang tidak hanya antar perpustakaan tetapi pertukaran data luar perpustakaan. Model yang diharapkan adalah adanya pertukaran data tidak hanya tentang informasi tentang bibliografi tetapi juga hal tentang kemudahan dalam menggunakan data tersebut(useable) tanpa memindahkan data atau menyalin, dan juga bisa saling terkait dengan sumber data external atau mesin satu dengan lainnya guna memperkaya akses pengetahuan data pustaka. Solusi yang ditawarkan adalah menciptakan repository bibliografi dalam bentuk linked data yang memungkinkan data yang diunggah menjadi useable dan setiap data dari berbagai sumber dapat terkoneksi. Linked data merupakan pendekatan baru cara menyajikan data, yang diharapkan dapat merevolusi cara menyajikan data pada web [2]. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan model yang memanfaatkan teknologi linked data untuk perpustakaan
2 sebagai alternatif dalam memperkaya informasi data perpustakaan dari sumber lain yang relefan diluar domain perpustakaan itu sendiri. Guna memudahkan dalam pembahasan, makalah ini dibagi menjadi 4 bagian, yakni: pendahuluan, studi pustaka, pembahasan, dan kesimpulan. Bagian pendahuluan memuat mengenai latar belakang, tujuan dan sistematika penulisan makalah. Adapun teori atau konsep-konsep yang mendukung seperti Perpustakaan Digital, Linked Data, Model Data RDF yang akan dipaparkan pada bagian studi pustaka. Berikutnya, bagian utama dari makalah ini yakni bagian pembahasan, akan menjelaskan mengenai Linked Data sebagai sebuah model yang dapat dimanfaatkan dalam perpustakan modern. Terakhir,bagian kesimpulan akan memuat kesimpulan secara umum terkait makalah ini. Studi Pustaka Perpustakaan Digital Sistem perpustakaan digital memiliki konsep yang sama dengan perpustakaan konvensional, namun definisi digital library masih sering diperdebatkan. Berikut adalah beberapa definisi digital library yang diperoleh dari berbagai sumber,yaitu: 1. Menurut Digital Library Federation (DLF) Digital library merupakan suatu organisasi yang menyediakan sumber-sumber, termasuk staf-staf ahli, untuk memilih, menyusun, menawarkan akses intelektual, menterjemahkan, mendistribusikan, memelihara integritas koleksi-koleksi dari pekerjaanpekerjaan digital sehingga mereka tersedia secara cepat dan ekonomis untuk digunakan/dimanfaatkan oleh komunitas tertentu atau kumpulan komunitas [4]. 2. Menurut William Arms, Digital library adalah kumpulan informasi yang tertata dengan baik beserta layanan-layanan yang disediakannya. Informasi ini disimpan dalam format digital dan dapat diakses melalui jaringan komputer. [13] 3. Menurut José Luis Borbinha,J. Ferreira,J. Jorge, & J. Delgado, Perpustakaan digital bukan hanya sebagai tempat penyimpanan yang menyediakan layanan untuk menjaga, mengorganisasikan dan memberikan akses terhadap data yang dimilikinya. Perpustakaan digital seharusnya juga berperan sebagai sistem untuk menyebarkan informasi, dan sebagai sarana yang secara aktif mempromosikan, menyokong dan merekam proses pembentukannya. [6] Perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung pemakai yang membutuhkan obyek informasi tesebut melalui perangkat digital atau elektronik. Layanan ini misalnya jasa atau bantuan pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar, multimedia, dan database dalam format digital. Ketersediaan obyek informasi bisa langsung maupun tidak langsung. Langsung artinya, obyek informasinya sudah berformat digital sehingga dapat langsung diakses secara elektronik. Jika tidak langsung, obyek informasinya bisa saja masih berupa buku atau kertas, namun metadatanya sudah berformat elektronik yang dapat diakses secara elektronik. Dalam makalah ini, diambil definisi digital library sesuai dengan Ismail Fahmi. Dari definisi ini, sistem informasi perpustakaan dan sistem pengolahan koleksi elektronik masuk ke dalam komponen digital library. Linked Data Linked data merupakan sekumpulan langkah/metode terbaik untuk mempublikasikan sekaligus menghubungkan data terstruktur pada web [5]. Hal ini didasarkan pada asumsi dimana nilai dan kegunaan sesuatu data akan meningkat apabila terhubung dengan sumber data lainnya. Untuk itu model Resource Description Framework (RDF) digunakan sebagai format representasi data beserta RDF link untuk menghubungkan sekumpulan data dari berbagai sumber. RDF link memiliki fungsi seperti hyperlink yang menghubungkan sekumpulan halaman web di internet, hanya saja pada RDF link dapat dinyatakan sebagai sesuatu data memiliki relasi tertentu dengan data lainnya. Contohnya seperti penggunaan RDF link pada sekumpulan orang untuk menyatakan relasi bahwa mereka saling kenal satu sama lainnya, atau pada perpustakaan untuk menyatakan sekumpulan buku yang dikarang oleh pengarang tertentu. Dengan ini, sekumpulan data yang tadinya terisolir atau terpisah satu sama lain dapat saling terhubung menjadi satu kesatuan membentuk global data space atau yang dikenal juga dengan web of data. Linked data terdiri dari empat prinsip dasar yaitu [2] : 1. Semua item diidentifikasi dengan menggunakan URI 2. Semua URI harus bersifat derefenceable artinya dengan menggunakan HTTP, URI membolehkan siapapun untuk mencari suatu item yang telah di identifikasikan lewat URI. 3. Ketika URI tersebut ditelusuri yaitu pada saat menggunakan property RDF sebagai hyperlink hal ini akan membawa ke lebih banyak data. 4. Link ke URI dalam sekumpulan data lainnya harus disertakan agar dimungkinkan penemuan ke lebih banyak data. Prinsip-prinsip dalam dokumen tersebut menyediakan panduan untuk merealisasikan generasi web masa mendatang yakni web of data. Kemunculan generasi web baru ini ditandai dengan proyek Linking Open Data yang didanai dan didukung oleh W3C Semantic Web Education and Outreach (SWEO) Interest Group. Proyek ini sendiri bertujuan untuk memperluas web dengan data-data yang dapat dibagi-pakai dengan cara mempublikasikan berbagai macam open data set dalam format RDF di web dan mengatur tautan-tautan RDF di antara item-item data dari berbagai sumber data [11]
3 Hingga September 2010, proyek tersebut telah mempublikasikan dan menghubungkan berbagai data set yang terdiri dari lebih 19 miliar RDF triple ( ngopendata/datasets). Data set tersebut disebut sebagai LOD cloud sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1 (per Agustus 2014). Beberapa contoh data set dengan dereferencable URI-nya yang tersedia di linked data cloud, antara lain adalah : 1. Dbpedia, merupakan versi linked data dari wikipedia, situs ensiklopeda terbesar saat ini. 2. Geoname, data set yang berisi lebih dari 6 juta tempat di dunia dalam bentuk data-data geografis. 3. Worldcat, data set katalog yang berisi lebih koleksi dari 170 lebih perpustakaan yang tergabung dalam OCLC (Online Computer Library Center). 4. VIAF, data set yang berisi berkas-berkas otoritas nasional menjadi satu berkas otoritas virtual. Pada berkas-berkas ini, catatan identik dari berbagai data berbeda disatukan bersama-sama. 5. BBC programme, berisi data-data terkait program radio dan TV yang disiarkan oleh BBC, yang terhubung dengan dataset MusicBrainz dan Dbpedia 6. DBLP bibliography server Berlin, merupakan dataset yang berisi informasi bibliografi terkait makalah-makalah sains, terdiri dari kurang lebih 800 ribu artikel, 400 ribu penulis, dan 15 juta triple. Gambar 1, Linked Open Data Cloud per Agustus 2014 Model Data RDF RDF (Resource Description Framework) adalah framework yang mendefinisikan resource di dalam web [9]. RDF memungkinkan pengembang web untuk membuat statement terhadap resources yang ada dari sebuah web. RDF statement memiliki struktur yang sederhana. Tiap statement memiliki bentuk yang disebut triple yang terdiri dari predicate, subject, dan object [7]. Sebagai contoh, dalam sebuah kalimat Book X has a creator Jhon Smith, subjeknya adalah Book X, predikatnya adalah has a creator, dan objeknya adalah Jhon Smith. Agar RDF dapat dipahami oleh komputer maka diperlukan sebuah identifier. Identifier ini akan diberikan pada entitas yang memiliki informasi yang saling berkaitan. Bentuk identifier pada RDF adalah URI (uniform resource identifier) yang merupakan sebuah string yang mirip dengan URL ( uniform resource locator) Gambar 2, model graph RDF Untuk mengkonsumsi RDF data, digunakan suatu bahasa query yang disebut sebagai SPARQL yang memungkinkan pengembang aplikasi melakukan query tanpa perlu mengetahui definisi data (skema) terlebih dulu. Hal ini berbeda dengan sistem berbasiskan basisdata yang mana untuk meng-query-nya digunakan bahasa SQL. Dengan bahasa ini, pengembang harus memahami secara detil untuk mengkonsumsi data. Linked Data For Library Banyak organisasi di luar negeri berusaha untuk mengimplementasikan linked data, terutama di kalangan organisasi sektor publik seperti perpustakaan nasional, untuk membuat diakses data bibliografi mereka secara bebas dan terbuka. Perpustakaan Nasional Eropa dan Europeana memiliki pengalaman yang luas dalam menggabungkan metadata untuk catatan bibliografi atau sumber daya digital dari lembaga warisan budaya Eropa. Bagi dua organisasi tersebut memenuhi tantangan yang ditawarkan oleh data yang multibahasa dan heterogen merupakan sebuah upaya yang berkelanjutan. Pertumbuhan semantic web dan publikasi pengetahuna yang lebih terbuka seperti yang terdapat pada prinsip linked data memungkinkan untuk membuat layanan tersebut benar-benar multibahasa. Perpustakaan Nasional Eropa dan Europeana berusaha untuk mengeksploitasi hubungan semantik dan terjemahan yang ditawarkan oleh sistem organisasi pengetahuan untuk memecahkan masalah integrasi. Hal ini juga menunjukkan potensi Linked Open Vocabularies untuk memungkinkan layanan pencarian dan pengambilan multibahasa. Europeana telah merevisi model metadata dari spesifikasi Europeana Semantic Elemen ke Europeana Data Model (EDM), yang lebih selaras dengan Linked Data [12]. Proyek Linked Data For Libraries (LD4L) juga dilakukan oleh 3 perpustakan universitas besar di dunia yaitu Cornell University Library, the Harvard Library Innovation Lab, dan the Stanford University Libraries. Kegiatan ini di danai Andre W. Mellon Foudation
4 sebesar US$1 juta selama dua tahun. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menciptakan sebuah model Scholarly Resource Semantic Information Store (SRSIS). Dengan model ini diharapkan dapat memperluas jaringan dari Linked Open Data dengan mengambil nilai pengetahuan dari pustakawan,domain expert dan mahasiswa [8]. 2. Pembahasan Perpustakaan digital sebagai kesatuan sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi, mendukung pemakai yang membutuhkan obyek informasi tesebut melalui perangkat digital atau elektronik. Saat ini, banyak perpustakaan digital di Indonesia, dapat melakukan resource sharing data katalog dengan perpustakaan lain. Namun ini masih dalam tataran resource sharing data katalog antar perpustakaan, belum sampai menyentuh hal menghubungkan data katalog perpustakaan dengan data set di luar domain perpustakaan. Proses ini jika diterapkan tentunya akan bisa memperkaya pengetahuan dari sebuah data koleksi perpustakaan. Dari hal tersebut untuk bisa mewujudkanya dibutuhkan langkah pengembangan sistem perpustakaan digital yang telah ada sekarang. Pengembangan tersebut bisa mengarah pada pemanfaatan teknologi linked data pada perpustakaan digital di Indonesia. Salah satu aplikasi perpustakaan yang berfungsi sebagai perangkat digital yang bisa mendukung kegiatan operasional di perpustakaan adalah aplikasi yang bernama SENAYAN. Senayan, atau lengkapnya Senayan Library Management System (SLiMS), adalah perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan (library management system) sumber terbuka yang dilisensikan di bawah GPL v3. Aplikasi web yang dikembangkan oleh tim dari Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. Pada tahun 2009, Senayan memenangi INAICTA 2009 untuk kategori open source. Saat ini aplikasi SLiMS telah direlease sampai dengan versi ke-8 yang diberi nama Akasia. Hingga saat ini, setidaknya ada sekitar perpustakaan dan lembaga lain baik dalam maupun luar negeri yang telah menggunakan aplikasi SLiMS. Beberapa di antaranya adalah Pusat Studi Jepang UI, Perpustakaan Kedokteran Tropis UGM, Sekolah Indonesia-Kairo di Mesir, Perpustakaan Indonesian Visual Art Archive, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Rumah Sakit M.H. Thamrin Cileungsi, Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, Perpustakaan Institut Seni Yogyakarta, Perpustakaan Pusat Univ Riau, Perpustakaan Umum Kabupaten Pekalongan dan masih banyak lagi [14]. Pada SLiMS, sebuah katalog bibliografi tebentuk dari beberapa data, seperti data judul, author, isbn/issn, subject, class number dan lain-lain. Katalog bibliografi yang sudah terbentuk memungkinkan untuk dilakukan resource sharing data katalog bibliografi dengan menggunakan protokol Z39.50 sebagai media komunikasi antar perpustakaan dan format Machine Readable Catalogue (MARC), yaitu format katalog yang memungkinkan data bibliografi disimpan atau dimasukkan ke dalam tengara (tag) yang telah ditentukan. Dengan resource sharing memungkinkan terbentuknya sebuah katalog bersama antar perpustakan. Saat ini data-data pembentuk bibliografi yang ada pada SLiMS belum diperluas ke pengetahuan yang lebih luas. Seperti yang terlihat pada gambar 4. data pembentuk bibliografi seperti data judul dapat diperluas pengetahuanya dengan mentautkan ke ekseternal resource worldcat.org, kemudian data author atau penulis dapat ditautkan ke sumber lain seperti VIAF.org dan data subject juga dapat diperkaya pengetahuannya dengan mentautkan ke Dbpedia.org sebagai external resource. Gambar 4. Model detail koleksi aplikasi SLiMS yang ditautkan ke beberapa eksternal resource Linked data merupakan sebuah model yang bisa menjadi alternatif untuk memberikan solusi dalam memperkaya pengetahuan data pembentuk sebuah bibliografi dan secara tidak langsung akan memperkaya pengetahuan dari bibliografi itu sendiri. Hal ini memungkinkan karena linked data menggunakan model data RDF yang mendukung model konseptual. RDF suatu model data yang diekspresikan dengan menggunakan pernyataan triple yakni terdiri dari subjekpredikat-objek seperti yang ditunjukan pada gambar 5. Dengan RDF ini, hubungan di antara 2 entitas pembetuk bibliografi dapat dinyatakan secara eksplisit dengan menggunakan predikat Sehingga jika dibandingkan dengan model data relasional, RDF ini akan memiliki konten yang lebih kaya makna karena secara natural data dalam format RDF bersifat self-describe
5 Bibliografi Record Person Is Author Of Eksternal Resource Eksternal Resource 4. Publishing on the web, salah satu keunggulan dari linked data adalah memungkinkanya untuk berbagi pakai data. Linked data dibangun atas dua ide sederhana yaitu data terstuktur diterbitkan di web dengan menggunakan URI yang berbeda untuk mewakili item data. Salah satu tool yang bisa digunakan untuk mempublish data model RDF adalah D2R server. Title Gambar 5. Model triple pada RDF Keunggulan linked data adalah bahwa ia dapat dilihat sebagai suatu sistem basisdata global yang menghubungkan banyak macam data set. Jika dibandingkan dengan model data relasional, hal tersebut memberikan keuntungan dalam pengembangan suatu sistem informasi, di antaranya adalah: 1. Memungkinkan berbagi pakai data, sehingga bisa jadi suatu sistem informasi tidak memerlukan untuk membuat skema basisdata sendiri. Hal ini dimungkinkan karena data dan skema pada model ini dapat diakses dan diskalakan secara global. 2. Memudahkan agregasi data, karena setiap data dianggap sebagai resource yang memiliki identifikasi yang unik (URI) sehingga setiap item data dapat dihubungkan dengan item data lainnya. Selain itu dengan adanya keterhubungan antar domain akan semakin memperkaya domain knowledge dari sistem yang dibuat. 3. Adanya navigasi secara alami dari satu item data ke item data lainnya melalui penggunaan typed links. Dengan demikian, untuk menggabungkan data dari berbagai sumber (basisdata) tidak perlu dilakukan secara brute force. Untuk membentuk linked data pada perpustakaan digital ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan seperti yang terlihat pada gambar 6. Tahapan-tahapan tersebut antara lain adalah : 1. Unifying and cleaning, pada tahap ini dilakukan proses penyeragaman atau menyatukan data-data yang sekiranya serupa atau sejenis dan pembersihan data yang memang tidak digunakan. 2. Converting to RDF, pada tahap ini dilakukan proses konversi ke bentuk RDF. Aplikasi yang menggunakan RDB (database relasional) sebagai media penyimpan data bisa menggunakan tools D2RQ untuk proses konversi ke bentuk RDF. 3. Linking to other data source, tahap selanjutnya adalah mentautkan atau interlinking data yang kita miliki dengan eksternal resource atau data set lainya. Gambar 6. Tahapan-tahapan dalam membetuk linked data pada perpustakaan digital 3. Kesimpulan Dari hasil pembahasan dalam makalah ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model linked data dapat dijadikan sebagai alternatif solusi bagi perpustakaan digital dalam hal interpobilitas, resource sharing antar perpustakaan dan memperkaya akses pengetahuan bbbiliografi dengan memanfatkan ekseternal resource data set lain. Daftar Pustaka [1] Alphabetic List of SLIMS & UCS Users, diakses pada tanggal 27 Noverber 2015 dari [2] Berners-Lee, T. (2006). Linked data-design issue. Diakses pada 24 November 2015, dari [3] Candela, L., Castelli, D., & Pagano, P History, Evolution, and Impact of Digital Libraries. In I. Iglezakis, T.-E. Synodinou, & S. Kapidakis, E-Publishing and Digital Libraries: Legal and Organizational Issues (pp. 1-30). Hershey, USA: IGI Global. [4] Digital Library Federation, "A working definition of digital library [1998]", diakses pada 25 November [5] Heath, T. An introduction to linked data. Diakses pada 12 September 2015, dari [6] J. L. Borbinha, J. Ferreira, J. Jorge, & J.Delgado, "A Digital Library for a Virtual Organization," Proceedings of the 31 st Hawaii International Conference on Systems Science (HICSS - 31), January 6-9, [7] Jeen Broekstra, Michel Klein, Stefan Decker, Dieter Fensel, Frank van Harmelen, Ian Horrocks. Enabling knowledge representation on the web by extending RDF schema [8] Linked Data For Libraries (LD4L), diakses pada tanggal 26 November 2015 dari [9] Resource Description Framework (RDF), diakses pada tanggal 26 Noverber 2015 dari [10] Sun, J., & Yuan, B.-Z. (2012). Development and Characteristic of Digital Library as a Library Branch International Conference on Future Computer Supported Education. 2, pp Seoul, South Korea: Elsevier B.V
6 [11] SWEOIG. Linked open data. Diakses pada 26 Nov 2015, dari munityprojects/linkingopendata, 2009 [12] Valentine Charles, Nuno Friere, Antoine Isaac, Links, languages and semantics: linked data approaches in The European Library and Europeana.IFLA, Lyon, 2014 [13] William Arms. Digital Libraries. MIT Press [14] diakses pada 26 November 2015 dari Biodata Penulis Eko Budi Prasetyo, memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T.), Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, lulus tahun Saat ini sedang menyelesaikan masa studi Magister di Magister Teknik Informatika di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta Hendrik, memperoleh gelar S.T dari jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia pada tahun 2004 dan M.Eng dari Computer Science Department, School of Engineering and Technology, Asian Institute of Technology, Thailand, pada tahun Saat ini tercatat sebagai staf pengajar program studi Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.. Saat ini tercatat sebagai staf pengajar program studi Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. R. Teduh Dirgahayu, memperoleh gelar S.T dari jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada pada tahun 1997, dan mendapatkan gelar M.SC dari Universteit Twente, Netherlands tahun Saat ini tercatat sebagai staf pengajar program studi Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia dan menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pencarian Pencarian adalah proses untuk menemukan suatu informasi yang kita butuhkan. Misalnya, kita ingin mencari sebuah kata didalam dokumen digital yang kita miliki. Kita
Matakuliah Otomasi Perpustakaan. Miyarso Dwi Ajie
Matakuliah Otomasi Perpustakaan Miyarso Dwi Ajie Kerjasama antar perpustakaan secara elektronik telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan adanya kebutuhan untuk menggunakan sumber daya
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN
91 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian pembuatan linked data bibliografi. Dalam pembuatan linked data bibliografi tersebut diwujudkan dalam bentuk protype. Data
BAB II LANDASAN TEORI
8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Komputer Forensik Forensik memiliki arti membawa ke pengadilan. Istilah forensik adalah suatu proses ilmiah (didasari oleh ilmu pengetahuan) dalam mengumpulkan, menganalisa
Modul VI BIBLIOGRAFI
Modul VI FORMAT STANDAR DATA BIBLIOGRAFI Setelah mempelajari materi ini, mendiskusikan, dan latihan mahasiswa dapat membuat deskripsi bibliografi bahan pustaka berdasarkan standar format MARC dan Dublin
BAB 1 PENDAHULUAN. Penerapan teknologi informasi saat ini menyebar hampir di semua bidang termasuk di
BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Penerapan teknologi informasi saat ini menyebar hampir di semua bidang termasuk di perpustakaan. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan
BAB I PENDAHULUAN. masalah, keaslian penelitian, manfaat penelitian) dan juga tujuan penelitian.
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan mengenai latar belakang penelitian (perumusan masalah, keaslian penelitian, manfaat penelitian) dan juga tujuan penelitian. 1.1 Latar Belakang Website merupakan
Definisi Semantic Web
Semantic Web 1 Definisi Semantic Web Semantic web adalah sebuah visi: ide atau pemikiran dari bagaimana memiliki data pada web yang didefinisikan dan dihubungkan dengan suatu cara dimana dapat digunakan
Pembuatan Aplikasi Konversi Metadata Menggunakan Standar Open Archive untuk Koleksi Artikel Elektronik Pusat Penelitian Universitas Kristen Petra
Pembuatan Aplikasi Konversi Metadata Menggunakan Standar Open Archive untuk Koleksi Artikel Elektronik Pusat Penelitian Universitas Kristen Petra Iwan Handoyo Putro 1), Resmana Lim 2), Hendri Kurnia Wijaya
DATABASE PERPUSTAKAAN
DATABASE PERPUSTAKAAN Oleh : Ubudiyah Setiawati PENDAHULUAN Perpustakaan perguruan tinggi bagian dari fasilitas yang sifatnya terbuka bagi civitas akademik, bahkan perpustakaan yang berstatus sebagai perpustakaan
Abstrak. Kata Kunci :Repository, Interoperabilitas, Open Access, Perpustakaan Digital, Harvester.
Pengembangan Sistem Pusat Repositori PDII Untuk Meningkatkan Diseminasi Konten Perpustakaan Digital Lembaga Penelitian di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Slamet Riyanto *1, Al Hafiz Akbar Maulana Siagian
Arsitektur Pertukaran Data Perpustakaan di Indonesia
Arsitektur Pertukaran Data takaan di Indonesia Rizal Fathoni Aji dan Wahyu C. Wibowo Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424 {rizal,wibowo}@cs.ui.ac.id ABSTRAK takaan merupakan
LM107_Otomasi Perpustakaan
LM107_Otomasi Perpustakaan Kerjasama antar perpustakaan secara elektronik telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan adanya kebutuhan untuk menggunakan sumber daya bersama. Bentuk tukar-menukar
Pertemuan I SEJARAH TEKNOLOGI INTERNET YONO MAULANA S.KOM, MM
Pertemuan I SEJARAH TEKNOLOGI INTERNET YONO MAULANA S.KOM, MM REFERENSI 55 Tip Terbaik Google+ oleh Fary SJ Oroh Panduan Praktis Mengelola Milis untuk Moderator dan Anggota Yahoo! Groups oleh VINCENT DARMAWAN
Sistem Basis Data Lanjut. Interoperability & Resource Description Framework (RDF)
Interoperability & Resource Description Framework (RDF) Tim Penyusun : Pengajar Universitas Gunadarma 2008 Outline Interoperabilitas Metadata Aplikasi Metadata Implementasi Metadata Resource Description
BAB I PENDAHULUAN. hampir di semua bidang termasuk salah satunya perpustakaan. Perpustakaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini telah menyebar hampir di semua bidang termasuk salah satunya perpustakaan. Perpustakaan sebagai salah satu bagian
CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL)
CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL) Catur Bawa 1), Daniel Siahaan 2) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan digital merupakan aplikasi praktis yang mengelola koleksi berbagai macam dokumen dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui komputer. Melalui aplikasi
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Iwan Handoyo Putro 1, Resmana Lim 2, Rocky Y. Dillak 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Berbasis Web Yang dimaksud dengan aplikasi web atau aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser. Aplikasi seperti ini pertama kali dibangun hanya
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel
Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Iwan Handoyo Putro 1, Resmana Lim 2, Rocky Y. Dillak 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah Website merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat modern sekarang ini, baik itu digunakan untuk melakukan transaksi, penyebaran informasi, maupun pencarian
RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK
RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK Ahmad Chusyairi 1), Ema Utami 2) 1,2) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring Road Utara, Condongcatur,
EVALUASI PERPUSTAKAAN DIGITAL PERGURUAN TINGGI BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERPUSTAKAAN DIGITAL
Evaluasi Perpustakaan Digital Perguruan Tinggi berdasarkan... (Sasongko dan Hartanto) EVALUASI PERPUSTAKAAN DIGITAL PERGURUAN TINGGI BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERPUSTAKAAN DIGITAL Dimas Sasongko 1*, Rudy
Infotek Digital Journal Al-Manär Edisi I/2004 Copyleft 2004 Digital Journal Al-Manär. Alif Muttaqin
IDLN: Indonesia Digital Library Network Alif Muttaqin LISENSI DOKUMEN Copyleft: Digital Journal Al-Manär. Lisensi Publik. Diperkenankan untuk melakukan modifikasi, penggandaan dan penyebarluasan artikel
Bab 2. Tinjauan Pustaka
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian ini, dengan judul Software Support for XML Schema Design Patterns and Pattern Matching of XML Schemas
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
xi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini membuat perubahan perilaku dalam pencarian informasi yang berdampak bagi lembagalembaga yang bergerak
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh
BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic.
2 BAB II LANDASAN TEORI Untuk menunjang penulisan Tugas Akhir ini, diambil beberapa bahan referensi seperti bahasa pemrograman PHP dan MySQL, serta beberapa bahan lainya yang diperlukan dalam pembangunan
ISU- ISU Seputar Implementasi Dan Development slims. #SLiMSCommeet2012
ISU- ISU Seputar Implementasi Dan Development slims #SLiMSCommeet2012 Hendro Wicaksono twitter.com/hendrowicaksono facebook.com/hendrowicaksono [email protected] SLiMS lead developer 5 tahun Sejak
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam e-learning terutama yang berbasis web, terdapat dua konsep belajar yang berbeda, yaitu Virtual Learning Environment (VLE) dan Personal Learning Environment
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007), Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh karena
Knowledge Management Tools
Knowledge Management Tools Ada beberapa faktor yang dapat memotivasi sebuah organisasi untuk membentuk manajemen formal dan pengetahuan sistematis, termasuk keinginan atau kebutuhan untuk : i. mendapatkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi tentang data dan informasi yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan diuji, yaitu dengan mendalami tentang klasifikasi teks. Selain itu juga membahas
RANCANG BANGUN ARSITEKTUR DAN OTOMASI PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HALU OLEO
RANCANG BANGUN ARSITEKTUR DAN OTOMASI PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HALU OLEO Muhammad Nadzirin Anshari Nur 1, Mustarum Musaruddin 2, Jumadil Nangi
BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas Mengenai Web Internet sudah menjadi hal yang sangat dekat bagi masyarakat ataupun penggunanya di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,
PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN
PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN Gunawan 1, Fandi Halim 2 Program Studi Sistem Informasi,
BAB I PENDAHULUAN. Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan dengan menggunakan basis data relasional atau dalam bentuk dokumen terstruktur memiliki
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat pada masa
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat pada masa sekarang ini, salah satunya alat pengolah data informasi yaitu komputer. Dan saat ini pula hampir di semua
Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML
TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI Perancangan Website Ujian Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML OLEH: AULIA RAHMAN 21060113120007 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014 Abstrak
BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut information age ini, media
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut information age ini, media elektronik
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
1 BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang tugas akhir mahasiswa, permasalahan, serta tujuan pembuatan tugas akhir. Selain itu akan dibahas pula mengenai ruang lingkup tugas akhir, metodologi
PENGEMBANGAN SISTEM DATABASE HASIL SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR PADA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNNES
PENGEMBANGAN SISTEM DATABASE HASIL SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR PADA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNNES Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang Abstrak. Belum adanya database hasil skripsi
Membangun Inovasi di Perpustakaan PPNS dengan Mengintegrasikan SIM Dosen dan Student Portal Melalui Knowledge Management System
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, 21 November 2016 ISSN: 2548-1509 Membangun Inovasi di Perpustakaan PPNS dengan Mengintegrasikan SIM Dosen dan Student Portal Melalui Knowledge Management System Ryandito
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) merupakan salah satu sistem automasi perpustakaan yang bersifat open source atau gratis. SLiMS merupakan peraih INAICTA
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan informasi diiringi dengan perkembangan teknologi yang disebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi merupakan kebutuhan di dalam kehidupan manusia saat ini. Perkembangan informasi diiringi dengan perkembangan teknologi yang disebut dengan teknologi informasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, sistem informasi produksi yang efektif merupakan suatu keharusan dan tidak lepas dari persoalan persediaan
Membangun Inovasi di Perpustakaan PPNS dengan Mengintegrasikan SIM Dosen dan Student Portal Melalui Knowledge Management System
Membangun Inovasi di Perpustakaan PPNS dengan Mengintegrasikan SIM Dosen dan Student Portal Melalui Knowledge Management System Ryandito Dwi Cahyo, Afif Zuhri Arfianto, Fifin Widya Prasti, Dina Pusparani
Repository Unitomo.ac.id
Repository Unitomo.ac.id Oleh : Lambang Probo Sumirat Pendahuluan EPrints adalah perangkat lunak opensource yang dikembangkan oleh School of Electronics and Computer Science, University of Southampton,
IMPLEMENTASI ALGORITMA BRUTE FORCE DALAM PENCARIAN DATA KATALOG BUKU PERPUSTAKAAN
IMPLEMENTASI ALGORITMA BRUTE FORCE DALAM PENCARIAN DATA KATALOG BUKU PERPUSTAKAAN Mesran Dosen Tetap Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No.338 Simpang Limun Medan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TESIS MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TESIS MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Beni Suranto), Ramadani2) ),2) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia
ANALISIS PENERAPAN METODE FUNCTIONAL REQUIREMENTS FOR BIBLIOGRAPHICS RECORDS (FRBR) PADA SISTEM KATALOG PERPUSTAKAAN DIGITAL
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 ANALISIS PENERAPAN METODE FUNCTIONAL REQUIREMENTS FOR BIBLIOGRAPHICS RECORDS (FRBR) PADA SISTEM KATALOG PERPUSTAKAAN DIGITAL Yoga Septiansa¹, Yanuar
PENDAHULUAN Proses jual beli secara online atau biasa dikenal dengan e-commerce semakin marak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. E-Commerce m
IMPLEMENTATION OF WEB SEMANTIC-BASED INFORMATION SYSTEM OF PRODUCTS ON E-COMMERCE WEBSITE Zulkipli dan Bambang Wahyudi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma
BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web
Implementasi Knowledge Transfer Repositori Perguruan Tinggi pada Indonesia OneSearch
Implementasi Knowledge Transfer Repositori Perguruan Tinggi pada Indonesia OneSearch Vincentius Widya Iswara 1 Chatarina Eka Oktavila 2 Murad Maulana 3 Email: [email protected] 1 Mahasiswa MIP UGM
BAB I PENDAHULUAN. Membuat modul tutorial dasar-dasar Microsoft Sharepoint 2010 dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tujuan Membuat modul tutorial dasar-dasar Microsoft Sharepoint 2010 dengan disertai langkah-langkah dalam membangun aplikasi-aplikasi website berbasis Microsoft Sharepoint 2010
Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan
Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan R. Rhoedy Setiawan 1, Mukhamad Nurkamid 2 1,2 Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus, Kudus59327 E-mail:[email protected], [email protected]
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
BAB III. Landasan Teori
BAB III Landasan Teori Dalam bab ini akan dijelaskan berbagai macam landasan teori yang digunakan untuk mendukung penyusunan laporan kerja praktek. Landasan teori yang dibahas meliputi permasalahan-permasalahan
BASIS DATA MODEL BASIS DATA
BASIS DATA MODEL BASIS DATA APA ITU MODEL BASIS DATA? Model database menunjukkan struktur logis dari suatu basis data, termasuk hubungan dan batasan yang menentukan bagaimana data dapat disimpan dan diakses.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Perpustakaan Ukrida memiliki peran dalam mengelola pengetahuan sebagai aset institusi. Akses dan layanan pada sumber-sumber pengetahuan belum terintegrasi
Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai
Basis Data Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai Duplikasi data Data yg sama terletak pada
SISTEM KEAMANAN DATA PADA WEB SERVICE MENGGUNAKAN XML ENCRYPTION
SISTEM KEAMANAN DATA PADA WEB SERVICE MENGGUNAKAN XML ENCRYPTION Ari Muzakir Teknik Informatika Universitas Bina Darma Palembang Jl. A. Yani No. 12 Palembang email : [email protected] Abstrak Web service
BAB 4 PEMODELAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Analisis Dan Perancangan Sistem Analisis Masalah
36 BAB 4 PEMODELAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM 4.1. Analisis Dan Perancangan Sistem 4.1.1. Analisis Masalah Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah membentuk dan menyediakan data bibliografi
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Dasar Teori 3.1.1 Pengertian Data Menurut the liang gie: Data atau bahan keterangan adalah hal atau peristiwa kenyataan lainnya apapun yang mendukung suatu pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi dunia telah memasuki era globalisasi dengan teknologi informasi yang berkembang pesat. Hal ini membawa perubahan dalam pengelolaan
Pemrograman Web Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri
41 Web Site/Web Page Tempat sekumpulan halaman web milik seseorang atau suatu perusahaan dikumpulkan dan dikemas. Homepage/ Frontpage Istilah untuk menyebutkan halaman pertama yang akan muncul jika sebuah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah lembaga yang melaksanakan kebijakan Pemerintah Kabupaten / Kota dalam bidang pendidikan dan merupakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. (Sulistyo-
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perpustakaan 2.1.1 Pengertian Perpustakaan Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Pencarian lokasi menjadi salah satu kebutuhan masyarakat dewasa ini terbukti dengan banyaknya penyedia layanan pemetaan seperti Google Map, Bing
BAB III LANDASAN TEORI. dengan istilah web adalah sebuah sistem terhubung dari hypertext document yang
10 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 World Wide Web World Wide Web yang biasanya disingkat dengan WWW dan lebih dikenal dengan istilah web adalah sebuah sistem terhubung dari hypertext document yang ada di Internet.
KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA SMA NEGERI 2 BANDA ACEH. Oleh: Heri Adi, Dr. Djailani AR, M. Pd, Dr. Sakdiah Ibrahim, M. Pd.
KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA SMA NEGERI 2 BANDA ACEH Oleh: Heri Adi, Dr. Djailani AR, M. Pd, Dr. Sakdiah Ibrahim, M. Pd. ABSTRAK Pengelolaan perpustakaan digital di sekolah, harus memperhatikan
Universitas Gadjah Mada, Jalan Grafika No. 2 Yogyakarta 1), 2),
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Peningkatan Nilai Recall dan Precision pada Penelusuran Informasi Pustaka Berbasis Semantik (Studi Kasus : Sistem Informasi
Pengembangan Electronic Document Management System (EDMS) Sebagai Alternatif Pengarsipan di Perguruan Tinggi. M. Miftakul Amin
Pengembangan Electronic Document Management System (EDMS) Sebagai Alternatif Pengarsipan di Perguruan Tinggi M. Miftakul Amin Fakultas Ilmu Komputer, Informatics & Business Institute Darmajaya Jl. Z.A
Pengelolaan Jurnal Elektronik
http://www.pdii.lipi.go.id/ Pengelolaan Jurnal Elektronik SOSIALISASI BUKU PEDOMAN PENAMPILAN MAJALAH ILMIAH (EDISI REVISI) DAN SOSIALISASI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) YANG TERKAIT DENGAN PENERBITAN
PERPUSTAKAAN NASIONAL SEBAGAI DEPOSITORI DAN REPOSITORI PENGETAHUAN INDONESIA. Dr. Joko Santoso, M.Hum.
PERPUSTAKAAN NASIONAL SEBAGAI DEPOSITORI DAN REPOSITORI PENGETAHUAN INDONESIA Dr. Joko Santoso, M.Hum. [email protected] DEPOSITORI Karya cetak dan karya rekam merupakan salah satu hasil karya
3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI
TEORI 3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori dasar yang akan digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam membangun aplikasi. 3.1 Lelang Menurut Kamus Besar Bahasa
MODEL ONTOLOGI UNTUK INFORMASI PARIWISATA DI KABUPATEN BANYUMAS
MODEL ONTOLOGI UNTUK INFORMASI PARIWISATA DI KABUPATEN BANYUMAS Lasmedi Afuan 1), Azhari SN 2) 1) Mahasiswa Program Doktor Ilmu Komputer UGM 2) Dosen Program Doktor Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO APLIKASI KONVERSI XML DATABASE SKRIPSI BERBASIS WEB. Rizky Yandhika.
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO APLIKASI KONVERSI XML DATABASE SKRIPSI BERBASIS WEB Rizky Yandhika Email : [email protected] ABSTRAK P Extensible Markup Language (XML) adalah suatu set aturan untuk
STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH
STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH Yunizar Fahmi Badron 1*, Fahrul Agus 2, Heliza Rahmania Hatta 3 Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer
Peran Strategis e-library dalam Pembangunan Infrastruktur Intelektual. Sri Andayani Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY
Peran Strategis e-library dalam Pembangunan Infrastruktur Intelektual Sri Andayani Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Abstrak Sentuhan elegan teknologi informasi telah mentransformasi perpustakan
IBM Data Science Experience
Uraian Layanan IBM Data Science Experience Kecuali sebagaimana yang tercantum di bawah ini, syarat-syarat Uraian Layanan IBM Bluemix, sebagaimana yang berlaku, berlaku. 1. Uraian Layanan Cloud 1.1 IBM
BAB II LANDASAN TEORI. digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Entity Relationship Diagram Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys
BAB II LANDASAN TEORI
19 BAB II LANDASAN TEORI II.1 Konsep Dasar Sistem Informasi II.1.1 Pengertian Sistem Menurut Hartini (2006), sistem dapat didefinisikan dengan dua buah sudut pandang. Yang pertama adalah melihat suatu
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Banyak cara yang dapat dilakukan dalam menjalin hubungan dalam sebuah komunitas baik komunitas sosial sosila, politik, ekonomi maupun komunitas komunitas lainnya. Dahulu
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL i SKRIPSI S U L H A N 041401025 PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan
