DESAIN ALGORITMA PEMECAHAN OPERASI DASAR ARITMATIKA DAN IMPLEMENTASINYA MENGGUNAKAN PASCAL

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DESAIN ALGORITMA PEMECAHAN OPERASI DASAR ARITMATIKA DAN IMPLEMENTASINYA MENGGUNAKAN PASCAL"

Transkripsi

1 DESAIN ALGORITMA PEMECAHAN OPERASI DASAR ARITMATIKA DAN IMPLEMENTASINYA MENGGUNAKAN PASCAL Burhanuddin D Departemen Teknik Elektro, IT Telkom Bandung [email protected] ABSTRACT Arithmatic expression must be understood by programmers, even novice ones. In many case, novice programmers do not understand about the rule of arithmatic expression, especially because of div and mod operators. This paper will describe the process of algorithm design dan implementation. The algorithm can be able to solve arithmatic expression, make an expression by it self, compare the answer with the solution dan describe the process to find the solution. Keyword: arithmatic expression, arithmatic operators, programming INTISARI Ekspresi aritmatika merupakan suatu hal yang harus dipahami oleh semua pemrogram, bahkan pemrogram pemula. Sering terjadi, pemrogram pemula kesulitan untuk memahami aturan ekspresi aritmatika, khsususnya karena adanya operator div dan mod. Penelitian ini mencoba untuk merancang dan mengimplentasikan sebuah algortima dalam memecahkan ekspresi aritmatika, mampu membuat soal secara mandiri, mencocokkan jawaban pemakai dan menjelaskan jawaban secara bertahap. Kata kunci: ekspresi aritmatika, operator aritmatika, pemrograman PENDAHULUAN Operasi aritmarika merupakan operasi dasar matematika. Operasi ini diajarkan pada tingkat sekolah dasar, yang terus dipergunakan sampai akhir hayat. Dalam pengajaran pemrograman, operator dasar aritmatika (+, -, x dan /) ditambah dengan dua operator, yaitu hasil pembagian (div) dan sisa pembagian (mod). Penambahan kedua operator ini dalam kenyataannya tidak dapat segera dipahami dengan mudah oleh siswa/mahasiswa yang baru belajar memprogram. Untuk itu, program alat bantu pemahaman operasi aritmatika layak untuk dibuat. Pembuatan program bantu ini diawali dengan pembuatan algoritma, yang dapat memecahkan solusi operasi aritmatika. Program diharapkan dapat berdiri secara mandiri, dalam arti dapat membuat soal, mencocokkan jawaban dan menjelaskan tahapan dalam penyelesaian soal. Semua dilakukan oleh program sendiri, tanpa bantuan orang lain. Pemakai memilih mode program berdasarkan keinginannya sendiri. Dengan program ini, siswa/mahasiswa yang masih perlu belajar operasi dasar aritmatika dapat terbantu dan menggunakannya jika belum menguasai. Program bantu diharapkan juga dapat dimodifikasi sesuai dengan level pemakai. Karena itu, penjelasan singkat mengenai algortima yang dipakai diharapkan dapat membantu proses modifikasi tersebut. Program bantu operasi aritmatika dibuat sebagai sarana belajar mandiri, yang tidak perlu bantuan guru untuk mengoperasikannya. Program juga diharapkan tidak perlu menyimpan basisdata soal, sehingga tidak perlu proses upgrade soal. Selain itu, program juga mampu menilai dan menjelaskan jawaban yang diberikan oleh pemakai. Secara teknis, spesifikasi program sebagai alat bantu pengajaran dapat dituliskan sebagai berikut: 1. Mampu membuat soal secara mandiri 2. Mampu menilai jawaban angka akhir dari soal yang dibuat, 3. Mampu menerangkan langkah demi langkah secara sederhana jawaban dari soal Dalam membuat soal, program diharapkan dapat menentukan angka-angka dan operator pada suatu ekspresi aritmatika. Tiap kali program membuat soal, maka nilai bilangan dan operator untuk ekspresi aritmatika tersebut hampir selalu berbeda. Nilai bilangan dan operatornya ditentukan secara acak. Hal ini perlu dilakukan agar soal yang dibuat tidak dapat dihafalkan oleh pemakai. Ketika pemakai menggunakan program ini, setiap kali muncul soal yang dikerjakan, pemakai harus memasukkan jawaban untuk ekspresi aritmatika tersebut. Program dapat menetukan bahwa 59

2 jawaban pemakai betul, jika nilai yang dimasukkan sama dengan hasil perhitungan program, Jika tidak, maka program dapat menilai bahwa jawaban dari pemakai adalah jawaban yang salah. Sebagai alat bantu pengajaran, program juga dapat menjelaskan tahap-tahap untuk mendapatkan jawaban yang benar. Hal ini penting mengingat pada umumnya untuk memahami suatu ekspresi aritmatika, seseorang diharapkan dapat mengerjakan tahap-tahap yang terstruktur. Selain itu, sebagai alat untuk mempelajari operasi aritmatika, program juga diharapkan: 1. Mengerti urutan operasi aritmatika 2. Mengerti tipe operand dan hasil dari operasi aritmatika 3. Dapat memberikan pesan kesalahan jika ekspresi aritmatika tidak valid Urutan operasi aritmatika harus sesuai dengan aturan standar, yaitu: 1. Kali (*), bagi (/), hasil bagi (div) dan sisa bagi (mod) merupakan operator yang memiliki urutan lebih tinggi dari tambah (+) dan kurang (-). 2. Kali (*), bagi (/), hasil bagi (div) dan sisa bagi (mod) sejajar. Demikian juga dengan tambah (+) dan kurang (-). 3. Untuk operator yang sejajar, jika muncul secara berurutan, maka operasi dilakukan berdasarkan kemunculan yang dimulai dari kiri. Sebagai contoh, jika terdapat suatu ekspresi: * 4 div 5 mod 6 / 7 maka, urutan operasi adalah: , hasilnya disebut sebagai Hasil * 4, hasilnya disebut Hasil2 3. Hasil2 dioperasikan dengan div 5, hasil disebut dengan Hasil2 4. Hasil2 dioperasikan dengan mod 6, hasil disebut dengan Hasil2 5. Hasil2 dibagi 7, hasil disebut dengan Hasil2 6. Hasil1 dikurangi dengan Hasil2, ditemukan hasil akhir Untuk penentuan tipe operand dan hasil, yang diperlukan untuk pemahaman konsep pemrograman, terdapat aturan baku sebagai berikut: 1. Operasi (*), (+), dan (-) dapat memiliki operand bertipe integer atau real. Sedangkan hasil operasi sesuai dengan tipe operand tersebut, dengan catatan jika salah satu operand bertipe real, maka hasil operasi juga bertipe real. 2. Operasi (/) dapat memiliki operand bertipe integer atau real, namun selalu menghasilkan nilai bertipe real. Operator ini akan menghasilkan kesalahan jika operand kedua memiliki nilai nol. 3. Operasi (div) dan (mod) harus memiliki operand yang semuanya bertipe integer, dan akan menghasilkan nilai yang bertipe integer juga. 4. Jika tipe operand tidak sesuai, maka akan terjadi kesalahan (error) terhadap oprasi tersebut. Pesan kesalahan ini juga dapat ditampilkan sebagai hasil dari ekspresi aritmatika yang dihasilkan oleh program. Jika ekspresi ternyata menghasilkan kesalahan semacam ini, maka pemakai akan memasukkan jawaban Error dan program akan memberikan nilai benar. HASIL DAN PEMBAHASAN Desain Algoritma Program bantu dirancang dengan 2 spesifikasi, yaitu sebagai perangkat bantu pengajaran dan operasi aritmatika. Kedua spesifikasi tersebut akan dibuat terpisah, dan kemudian digabung dalam sebuah program. Program utama akan berisi hal-hal berkenaan dengan perangkat bantu pengajaran, sedangkan ekspresi aritmatika dibuat sebagai suatu fungsi. 1. Algoritma perangkat ajar Algortima perangkat ajar dibuat untuk menangani beberapa tugas. Tugas-tugas tersebut adalah: membuat soal secara acak, menampilkan soal, meminta jawaban dari soal, mencocokkan dengan jawaban, dan menerangkan pemecahan jawaban soal tahap demi tahap. a. Pembuatan soal Soal dibuat dengan model ekspresi aritmatika sebagai berikut: Bil1 Opr1 Bil2 Opr2 Bil3 Opr3 Bil4 Opr4 Bil5, Jumlah operand dan operator pada dasarnya dapat dilakukan dengan jumlah tak terbatas, namun untuk pembelajaran, 5 buah bilangan dengan 4 buah operator dirasa cukup memadai. 60

3 Semua operator merupakan operator biner, mengingat tidak banyak operator uner yang tersedia. Algoritma pembuatan soal dimulai dengan pemilihan tipe operand. Dari keenam operator, tipe hasil operasi tergantung pada tipe operand-nya, kecuali operasi pembagian yang selalu menghasilkan tipe real. Dengan pertimbangan bahasa pemrograman yang digunakan, Pascal, menggunakan aturan tipe real bisa diisi dengan bilangan bertipe integer, maka variabel operand dipilih bertipe real. Bilangan-bilangan operand dan operator dibuat dalam sebuah array, untuk memudahkan pelaksanaan operasi. Operand memiliki dua komponen, yaitu komponen harga dan komponen tipe. Komponen tipe digunakan untuk menjelaskan tipe dari komponen harga. Hal ini digunakan pada kasus harga bilangan adalah bilangan bulat, namun merupakan hasil dari operasi pembagian, misal 4=8/2. Dengan demikian, deklarasi operand dan operator adalah: type Bilangan = record Angka: real; Tipe: integer; Bil: array [1..5] of Bilangan; Opr: array[1..4] of integer; Tipe operator adalah integer, yang merupakan kode bilangan dari operator-operator yang digunakan. Tipe ini mudah untuk dioperasikan, dibanding jika menggunakan tipe string, misalnya. Selanjutnya, pembuatan nilai-nilai operand dan operator dengan menggunakan fungsi random(). for i:=1 to JmlOpr do begin j:=random(10); Bil[i].Angka:=j; Bil[i].Tipe:=1; k:=random(5); Opr[i]:= k; End; Tipe untuk semua bilangan pada awalnya dibuat integer, dengan kode 1. Sedangkan operatornya bebas, dengan kode antara 0 sampai 5, yang mewakili +,-,*,/,div dan mod. b. Penampilan soal Soal yang dibuat dalam bentuk kode, harus ditampilkan sesuai dengan ekspresi yang lazim digunakan manusia. Secara sederhana, penampilan soal memanfaatkan variabel bertipe string, untuk membentuk soal lengkap. for i:=1 to JmlOpr do begin Str(Bil[i].Angka,Str1); StrOut:=StrOut+Str1; case Opr[i] of 0: StrOpr:= ' + '; 1: StrOpr:= ' - '; 2: StrOpr:= ' * '; 3: StrOpr:= ' / '; 4: StrOpr:= ' div '; 5: StrOpr:= ' mod '; StrOut:= StrOut+StrOpr; Bilangan operand, mengingat bertipe asalnya real, sebaiknya dapat ditulis seperti bilangan integer. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi internal trunc(): if (trunc(abs(bil[i].angka))<abs(bil[i].angka)) then 61

4 write(bil[i].angka:2:2,' ') else write(trunc(bil[i].angka),' '); Penggunaan fungsi abs() di atas disebabkan dalam beberapa kasus dihasilkan nilai negatif, sehingga nilai integernya lebih besar dari nilai realnya. Dengan pemakaian fungsi ini, penulisan nilai integer negatif tidak dilukan jika ternyata nilai tersebut memiliki bagian desimal yang tidak sama dengan nol. Penulisan soal ini, karena akan dipakai juga untuk menuliskan sisa ekspresi setelah dilakukan satu atau lebih operasi, maka dibuat sebagai suatu prosedur tersendiri. Dalam prosedur tersebut, cara menulis soal dilakukan dengan menulis bilangan dan operator berselangselang, sesuai jumlah operatornya. c. Meminta jawaban soal dan mencocokkan Tahap ketiga dari perangkat ajar ini ialah pemasukan jawaban soal. Dalam hal ini, pemakai memasukkan suatu jawaban, yang akan dibaca oleh program dalam tipe string. Tipe jawaban adalah string, karena dalam beberapa kasus ekspresi akan menghasilkan pesan kesalahan ( Error ). Jawaban Error ini juga harus dapat dibaca oleh program, untuk mendapatkan hasil ekspresi yang sesuai. Dalam banyak kasus, jawaban dari soal adalah sebuah nilai pecahan. Karena semua jawaban pemakai dianggap bertipe string, maka untuk jawaban pecahan ini harus menggunakan titik (.) sebagai pengganti koma (,) dalam bahasa Indonesia, dan memiliki dua angka desimal. Dengan demikian, jika hasil ekspresi adalah 2.50, maka pemakai akan dinilai salah jika memasukkan nilai 2.5 atau Jawaban dari pemakai kemudian dicocokkan dengan jawaban program. Hal ini dilakukan dengan cara memanggil fungsi operasi aritmatika. Jika jawaban sama, maka akan diberikan pesan Betul, dan jika tidak sama akan muncul pesan Salah. OpNum(2,4,Hasil); readln(strbil); if StrBil=Hasil then writeln('betul') else writeln('salah'); d. Penjelasan soal secara bertahap Penjelasan soal dilakukan dengan menampilkan hasil operasi tahap demi tahap, dengan memanggil fungsi operasi aritmatika dengan masukan jumlah operator yang makin berkurang. Jika ada 4 operator, maka tampilan ekspresi berikutnya adalah ekspresi dengan 3 operator. Selanjutnya 2 operator, lalu 1 operator dan kemudian hasil akhirnya. Misal, ekspresi adalah: * 5 div 0 maka akan muncul penlejasan sebagai berikut: Kerjakan ekspresi: = 6 (integer) = 6 9 * 5 div 0 Kerjakan ekspresi: 9 * 5 = 45(integer) = 6 45 div 0 Kerjakan ekspresi: 45 div 0 = Error: Pembagian dengan nol! Jika soal yang dimunculkan tidak meada kesalahan, maka akan didapatkan hasil akhir yang benar. e. Algortima prosedur ekspresi aritmatika Prosedur ekpresi aritmatika merupakan inti dari program ini. Prosedur ini bertugas untuk menyelesaikan ekspresi aritmatika, dengan urutan yang sesuai. f. Penentuan Tipe hasil Suatu ekspresi aritmatika akan menghasilkan nilai dengan tipe tertentu, yang menentukan apakah operasi berikutnya merupakan ekspresi yang valid. Penentuan tipe hasil, dengan asumsi tipe operand awal adalah integer, akan menghasilkan tipe integer. Pengecualian 62

5 dilakukan jika dalam perjalanannya menuju hasil akhir, ternyata didapatkan hasil bertipe real. Jika suatu nilai bertipe real, maka hasil operasi dengan bilangan tersebut juga akan bertipe real. if ((Bil[i].Tipe=2) or (Bil[i+1].Tipe=2)) then Bil[i].Tipe:=2; Selain itu, sesuai dengan aturan dasar, maka hasil dari operasi pembagian akan menghasilkan nilai bertipe real. if Opr[i] = 3 then Bil[i].Tipe:= 2; Untuk semua operasi yang berdasar pada pembagian (div, mod atau /), maka operand kedua tidak boleh nol. if Bil[i+1].Angka=0 then begin hasil:='error'; writeln('error: Pembagian dengan nol'); Jika pesan kesalahan ini muncul, maka program akan dihentikan. g. Penentuan urutan operasi Perhitungan hasil ekspresi aritmatika dilakukan dengan algortima sebagai berikut: a. Lihat operator pertama 1). Jika merupakan salah satu operator dari {*,/, div dan mod}, lakukan operasi dari dua bilangan pertama 2). Jika tidak, lihat operator kedua: a). Jika operator kedua merupakan salah satu operator dari {*,/, div dan mod}, lakukan operasi dari bilangan kedua dan ketiga b). Jika tidak, lakukan operasi dari dua bilangan pertama b. Untuk operasi selanjutnya, reduksi jumlah operand dan operator 1). Operand berkurang satu, yaitu operand dari ekspresi yang dikerjakan sebelumnya menjadi hasil operasi 2). Operator berkurang satu: operator dari ekspresi yang dikerjakan sebelumnya dihilangkan 3). Geser agar indeks operand dan operator mulai dari 1 lagi c. Ulangi langkah (1) dan (2) sampai hanya tinggal 1 operator saja d. Lakukan operasi untuk ekspresi terakhir 2. Implementasi dan Pengujian Program Dalam mengimplementasikan algoritma, digunakan Pascal for Windows versi 1.2. Beberapa hal yang dilakukan adalah: a. Implementasi Modul Fungsional, yaitu membuat prosedur yang digunakan untuk implementasi algortima. Terdapat 3 buah prosedur, yaitu: 1). Prosedur TulisPers, untuk menulis persamaan 2). Prosedur PilihOpr, untuk melakukan perhitungan operasi sesuai dengan operator, dan 3). Prosedur OpNum, untuk operasi numerik yang akan memanggil PilihOpr dan TulisPers TulisPers digunakan pertama kali untuk menampilkan soal. Selanjutnya, dia akan digunakan jika pemakai memilih mode penjelasan soal secara bertahap. Pada implementasi ini, digunakan sebuah label Out yang diletakkan pada akhir dari prosedur OpNum. Label ini akan dituju, jika pada saat operasi ternyata hasil yang dilakukan menghasilkan nilai kesalahan ( Error ), karena ekspresi tidak valid atau pembagian oleh bilangan nol. b. Pengujian program Program diuji menggunakan beberapa skenario, untuk melihat jalan tidaknya fungsi-fungsi dari program. 63

6 1). Pengujian operasi aritmatika Pengujian dilakukan dengan memaksa prosedur OpNum dengan masukan-masukan tertentu. Masukan ini terdiri dari nilai-nilai sederhana untuk operand dan kode-kode untuk operator. Dari hasil pengujian, didapat hasil seperti Tabel 1. Tabel 1: Hasil pengujian operasi aritmatika No Oprd1 Opr Oprd2 Hasil 1 Bil 0, Integer Semua Bil 0, Integer Sesuai aturan 2 Bil=0 Semua Bil 0,Integer Sesuai aturan 3 Bil 0 +,-,* Bil=0 Sesuai aturan 4 Bil 0 /,div,mod Bil=0 Error, sesuai aturan 5 Bil 0, Real +,-,*,/ Bil 0, Real / Integer Sesuai aturan 6 Bil 0, Real Div, mod Bil 0, Real / Integer Error, sesuai aturan 7 Bil 0, Integer Div, mod Bil 0, Real / Integer Error, sesuai aturan Hasil pengujian memberikan kesimpulan bahwa operasi dapat dijalankan dengan baik. 2). Pengujian fungsi alat bantu pengajaran Pengujian program sebagai alat bantu pengajaran dilakukan dengan menjalankan beberapa fungsi sebagaimana Tabel 2. Tabel 2: Pengujian fungsi alat bantu pengajaran No Fungsi Hasil Catatan 1 Pembuatan soal Soal dengan operand dan operator acak Setiap kali membuat soal, didapat soal yang berbeda 2 Hasil akhir soal Hasil sesuai dengan aturan Termasuk menghasilkan pesan Error 3 Pencocokan jawaban Memberikan pesan Betul atau Salah 4 Penjelasan solusi Tahapan bisa diberikan dengan menampilkan hasil ekspresi setelah operasi dilakukan Untuk bentuk real, jawaban harus dimasukkan menggunakan titik. Error harus ditulis Error Pengujian program tersebut telah sesuai dengan spesifikasi awal sebagai program untuk membantu proses pembelajaran operasi aritmatika. c. Tampilan running program Program dijalankan pada lingkungan Windows, mengingat Pascal yang digunakan adalah Pascal for Windows versi 1.2. Hasil tampilan lengkap untuk mode soal otomatis adalah seperti Gambar 1. 64

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR 1 PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR Siti Mukaromah, S.Kom TEKNIK PENYAJIAN ALGORITMA Teknik Tulisan Structure English Pseudocode Teknik Gambar Structure Chart HIPO Flowchart 2 PSEUDOCODE Kode

Lebih terperinci

VARIABEL, TIPE DATA, KONSTANTA, OPERATOR DAN EKSPRESI. Pemrograman Dasar Kelas X Semester 2

VARIABEL, TIPE DATA, KONSTANTA, OPERATOR DAN EKSPRESI. Pemrograman Dasar Kelas X Semester 2 VARIABEL, TIPE DATA, KONSTANTA, OPERATOR DAN EKSPRESI Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu memahami penulisan Tipe data, variabel dan konstanta dalam pascal 2. Siswa mampu menerapkan penggunaan Tipe data,

Lebih terperinci

Lecturer: Abdusy Syarif. Undergraduate Course Informatics Engineering Dept. Universitas Mercu Buana. Tipe Data

Lecturer: Abdusy Syarif. Undergraduate Course Informatics Engineering Dept. Universitas Mercu Buana. Tipe Data Lecturer: Abdusy Syarif Undergraduate Course Informatics Engineering Dept. Universitas Mercu Buana Tipe Data REVIEW Slide - 2 A program is not an algorithm! Sebuah algoritma dapat diimplementasikan dengan

Lebih terperinci

Tipe Data dan Operator dalam Pemrograman

Tipe Data dan Operator dalam Pemrograman Diktat Pelatihan Olimpiade Komputer Oleh Fakhri Pertemuan ke 2 : Tipe Data dan Operator dalam Pemrograman 2.1 Tipe Data Tipe data adalah jenis dari suatu nilai pada pemrograman, baik itu angka, tulisan,

Lebih terperinci

Teori Algoritma TIPE DATA

Teori Algoritma TIPE DATA Alam Santosa Teori Algoritma Dasar Algoritma TIPE DATA Program komputer adalah deretan perintah untuk memanipulasi data input menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna (user). Data yang diinput dapat

Lebih terperinci

Pengenalan Pascal. Sejarah Singkat Pascal

Pengenalan Pascal. Sejarah Singkat Pascal Pengenalan Pascal Sejarah Singkat Pascal Dirancang oleh Prof. Nicklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland tahun 1971. Nama Pascal berasal dari Blaise Pascal, nama ahli matematika dan

Lebih terperinci

.::BAB II.::MENGENAL PASCAL

.::BAB II.::MENGENAL PASCAL .::BAB II.::MENGENAL PASCAL Pascal adalah bahasa pemrograman terstruktur yang membedakan blok-blok pendeklarasian tipe, variable dan penulisan kode program. Pascal memiliki keunggulan untuk dipelajari

Lebih terperinci

Dasar Komputer & Pemrogaman 2A

Dasar Komputer & Pemrogaman 2A Dasar Komputer & Pemrogaman 2A Materi 1 Reza Aditya Firdaus Sejarah Singkat Pascal Dirancang oleh Prof. Nicklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland tahun 1971. Nama Pascal berasal dari

Lebih terperinci

Tipe Data dan Variabel. Dosen Pengampu Muhammad Zidny Naf an, M.Kom

Tipe Data dan Variabel. Dosen Pengampu Muhammad Zidny Naf an, M.Kom Tipe Data dan Variabel Dosen Pengampu Muhammad Zidny Naf an, M.Kom Format Pseudocode Lengkap Judul program/algoritma PROGRAM Euclidean Program untuk mencari GCD dari dua buah bilangan bulat positif m dan

Lebih terperinci

SOAL PASCAL A. 1. Lengkapi Source Code Dibawah ini : {* Program Menghitung dengan Operator Matematika*}

SOAL PASCAL A. 1. Lengkapi Source Code Dibawah ini : {* Program Menghitung dengan Operator Matematika*} SOAL PASCAL A Selesai list code/source code pascal dengan mengetikkan list yang ada dan mengisikan titik-titik menjadi sebuah Program {* Program Menghitung dengan Operator Matematika*} program_hitung UsEs

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data

Algoritma dan Struktur Data Algoritma dan Struktur Data Program Program: sederetan perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh komputer untuk menyelesaikan masalah. 3 level bahasa pemrograman: 1. Bahasa tingkat rendah 2. Bahasa

Lebih terperinci

Dasar Komputer dan Pemrograman. Konsep Tipe Data dan Operator Nama dan Nilai Data

Dasar Komputer dan Pemrograman. Konsep Tipe Data dan Operator Nama dan Nilai Data Dasar Komputer dan Pemrograman Konsep Tipe Data dan Operator Nama dan Nilai Data Mahasiswa memahami penggunaan tipe data dan operator serta translasinya ke dalam pseudocode. Mahasiswa memahami aturan penamaan

Lebih terperinci

JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA

JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA 1.1 Tipe Data A. Data Tipe Sederhana Dihubungkan dengan sebuah identifier untuk sebuah data. Data tipe ini digolongkan menjadi tipe data standar dan tipe data yang

Lebih terperinci

1. Laporan Akhir 1. Menentukan Nilai Besar atau Nilai Kecil. Program yang di masukkan adalah :

1. Laporan Akhir 1. Menentukan Nilai Besar atau Nilai Kecil. Program yang di masukkan adalah : 1. Laporan Akhir 1 Menentukan Nilai Besar atau Nilai Kecil Program yang di masukkan adalah : Dalam praktikum ini, setiap perintah yang kita masukkan haruslah benar agar program tersebut dapat di jalankan.

Lebih terperinci

BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR

BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR Setelah selesai pembahasan pada bab ini, diharapkan Anda dapat : Mengenal dan dapat menggunakan tipe data Mengenal dan menggunakan variable Mengenal dan menggunakan

Lebih terperinci

PEMILIHAN. Runtunan. Dian Palupi Rini, M.Kom

PEMILIHAN. Runtunan. Dian Palupi Rini, M.Kom PEMILIHAN Dian Palupi Rini, M.Kom Runtunan Struktur runtunan hanya terdapat pada program sederhana. Pada umumnya, masalah yang akan diselesaikan memiliki beberapa alternatif pelaksanaan aksi. Suatu aksi

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA & BAHASA PEMROGRAMAN I (BASIC) Dosen Pengasuh : Suroto, S.Kom, M.Ak

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA & BAHASA PEMROGRAMAN I (BASIC) Dosen Pengasuh : Suroto, S.Kom, M.Ak MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA & BAHASA PEMROGRAMAN I (BASIC) Dosen Pengasuh : Suroto, S.Kom, M.Ak UNIVERSITAS BATAM PRAKTIKUM I FLOWCHART 1. Buatlah flowchart untuk menghitung luas segitiga 2. Buatlah flowchart

Lebih terperinci

FUNGSI. Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri dengan kata cadangan End dan titik koma.

FUNGSI. Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri dengan kata cadangan End dan titik koma. FUNGSI Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi. Bentuk umum : FUNCTION identifier (daftar parameter)

Lebih terperinci

Struktur Data. Belajar Struktur Data Menggunakan Pascal Pertemuan-1

Struktur Data. Belajar Struktur Data Menggunakan Pascal Pertemuan-1 Struktur Data Belajar Struktur Data Menggunakan Pascal Pertemuan-1 I n W a h y u W i d o d o e m a i l @ r i n g k e s. c o m Identifier, Konstanta dan Variabel Identifier (sebutan / pengenal) Identifier

Lebih terperinci

Kuliah Online : TEKKOM [2013/VI]

Kuliah Online : TEKKOM [2013/VI] Kuliah Online : TEKKOM [2013/VI] Sumber Perancangan Bahasa Pemrograman Bahasa alami (natural language) Konstruksi yang diturunkan dari bahasa alami, karena bahasa alami dapat digunakan sebagai panduan

Lebih terperinci

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal Page 1 / 11 Pengenalan Pascal Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pemrograman

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA Tim Pengajar KU1102 - Institut Teknologi Sumatera Data Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu

Lebih terperinci

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C 1. Pendahuluan Lingkungan Turbo C++ 4.5 Turbo C++ 4.5 adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C++ 4.5. 1 2 3 4 1 : Menu Utama

Lebih terperinci

STACK (Tumpukan) Tumpukan Koin. Tumpukan Kotak

STACK (Tumpukan) Tumpukan Koin. Tumpukan Kotak STACK (Tumpukan) Tumpukan Koin Tumpukan Kotak Defenisi : Secara sederhana, tumpukan bisa diartikan sebagai suatu kumpulan data yang seolah-olah ada data yang diletakan diatas data yang lain. Satu hal yang

Lebih terperinci

Teori Algoritma. Struktur Algoritma

Teori Algoritma. Struktur Algoritma Alam Santosa Teori Algoritma Runtunan Struktur Algoritma Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sebuah algoritma terbagi tiga bagian, yaitu: Judul Deklarasi Deskripsi Judul Judul program digunakan untuk

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA Tim Pengajar KU1102 - Institut Teknologi Sumatera Data Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data I Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom

Algoritma dan Struktur Data I Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Runtunan Algoritma dan Struktur Data I Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Runtunan terdiri dari satu atau lebih pernyataan Tiap pernyataan dikerjakan secara berurutan sesuai urutannya Urutan instruksi menentukan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

PENDAHULUAN. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom PENDAHULUAN Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Langkah dalam proses pembuatan suatu program atau software : Mendefinisikan masalah dan menganalisanya Tujuan dari pembuatan program Parameter-parameter

Lebih terperinci

[Type the company name] [Type the document title] [Type the document subtitle] Gilang Abdul Aziz [Pick the date]

[Type the company name] [Type the document title] [Type the document subtitle] Gilang Abdul Aziz [Pick the date] [Type the company name] [Type the document title] [Type the document subtitle] Gilang Abdul Aziz [Pick the date] H a l a m a n 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 1. TIPE DATA DALAM BORLAND DELPHI7... 2 1.1.

Lebih terperinci

MODUL 1. Struktur Bahasa PASCAL secara umum

MODUL 1. Struktur Bahasa PASCAL secara umum MODUL 1 Struktur Bahasa PASCAL secara umum Pascal mempunyai struktur sebagai berikut: 1. Bagian Judul Program 2. Bagian Deklarasi e a. Deklarasi tipe data (TYPE) b. Deklarasi variabel (VAR) c. Deklarasi

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN

MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN PERCABANGAN DAN PENGULANGAN Pada BAB ini akan membahas tentang PERCABANGAN dan PERULANGAN. PERCABANGAN : a) IF THEN b) CASE OF PENGULANGAN: a) REPEAT N TIMES b) REPEAT UNTIL c) WHILE DO d) ITERATE STOP

Lebih terperinci

Pertemuan 4 KONSEP TIPE DATA

Pertemuan 4 KONSEP TIPE DATA Pertemuan 4 KONSEP TIPE DATA Bahasa Pemrograman PASCAL Pascal, merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pascal dirancang oleh Prof. Niklaus Writh (Technical University di Zurich, Switzerland) pada

Lebih terperinci

1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek

1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek Pada CPU ARITMATICH 1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek data dengan range -32768 s/d 32767.

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Noor Ifada [email protected] S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Judul Algoritma Deklarasi Deskripsi Translasi

Lebih terperinci

Sesi/Perkuliahan ke: II

Sesi/Perkuliahan ke: II Sesi/Perkuliahan ke: II Tujuan Instruksional Khusus : 1. Mahasiswa dapat menyebutkan jenis-jenis data sederhana. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian integer,, boolean dan char. 3. Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

Algortima. Teguh Cahyono, ST.M.Kom

Algortima. Teguh Cahyono, ST.M.Kom Algortima Teguh Cahyono, ST.M.Kom Tipe Data & Macam Operator Macam Macam Type Data Ada enam kelompok type data pada turbo pascal yaitu : 1) Tipe data sederhana, type data sederhana dibagi menjadi dua type

Lebih terperinci

a. TRUE b. FALSE c. Jawaban A dan B keduanya dimungkinkan benar d. Tidak dapat ditentukan e. Tidak ada jawaban di antara A, B, C, D yang benar

a. TRUE b. FALSE c. Jawaban A dan B keduanya dimungkinkan benar d. Tidak dapat ditentukan e. Tidak ada jawaban di antara A, B, C, D yang benar Bidang Studi : Informatika / Komputer Kode Berkas : KOM-L01 (solusi) 1. Jika : A bernilai FALSE B bernilai TRUE Maka pernyataan di bawah bernilai? ((A and B) or (B and not A)) xor (A and B) a. TRUE b.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PASCAL. Pascal adalah bahasa tingkat tinggi ( high level language) yang orientasinya pada segala tujuan

PERKEMBANGAN PASCAL. Pascal adalah bahasa tingkat tinggi ( high level language) yang orientasinya pada segala tujuan PERKEMBANGAN PASCAL Pascal adalah bahasa tingkat tinggi ( high level language) yang orientasinya pada segala tujuan Nama pascal diambil sebagai penghargaan terhadap BLAISE PASCAL seorang ahli matematika

Lebih terperinci

TIPE, NAMA, DAN NILAI

TIPE, NAMA, DAN NILAI TIPE, NAMA, DAN NILAI Dian Palupi Rini, M.Kom Tipe Dasar Bilangan Logika Nama Tipe adalah boolean (diambil dari nama matematikawan Inggris George Boole). Ranah Nilai : true (benar) dan false (salah). Konstanta

Lebih terperinci

Definisi Percabangan

Definisi Percabangan Pertemuan 2 Percabangan Sederhana MK. Algoritma dan Struktur Data Bekti Wulandari, M.Pd. TE KELAS B 2014 Definisi Percabangan Percabangan adalah suatu suatu perintah (pernyataan) yang memungkinkan suatu

Lebih terperinci

Variabel dan Tipe data Javascript

Variabel dan Tipe data Javascript Variabel dan Tipe data Javascript Variabel Pendeklarasian variabel dalam JavaScript dapat di isi dengan nilai apa saja dan juga bersifat opsional. Artinya variabel boleh di deklarasikan ataupun tidak hal

Lebih terperinci

Algoritma,Flowchart, Konsep

Algoritma,Flowchart, Konsep Algoritma,Flowchart, Konsep dasar PASCAL Masih ingat??? Algoritma Penulisan Algoritma Menggunakan bahasa natural (Bahasa manusia: Indonesia, Inggris) Kelemahannya masih sering membingungkan (ambigu) /

Lebih terperinci

ALGORITMA (KOMPUTER) : ATURAN PENULISAN DAN STRUKTUR DASARNYA

ALGORITMA (KOMPUTER) : ATURAN PENULISAN DAN STRUKTUR DASARNYA ALGORITMA (KOMPUTER) : ATURAN PENULISAN DAN STRUKTUR DASARNYA I. Pendahuluan Algoritma dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami. Algoritma dapat ditulis dalam bahasa natural/bahasa

Lebih terperinci

P A S C A L D A S A R

P A S C A L D A S A R P A S C A L D A S A R Komputer merupakan satu rangkaian perangkat elektronik yang terdiri dari monitor, CPU(Central Processing Unit), keyboard, speaker maupun printer. Penggunaaan komputer sudah sangat

Lebih terperinci

Decission : if & if else

Decission : if & if else PRAKTIKUM 5 Decission : if & if else A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan tentang operator kondisi (operator relasi dan logika) 2. Menjelaskan penggunaan pernyataan if 3. Menjelaskan penggunaan pernyataan

Lebih terperinci

TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI

TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI A. TIPE DATA Delphi merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang mendukung perancangan terstruktur dan berorientasi Object. Bahasa pemrograman ini berdasarkan

Lebih terperinci

MODUL II. OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT

MODUL II. OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT MODUL II OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT Dalam bahasa pemrograman berbasis obyek OOP, kita harus memahami istilah Object, Property, Method, dan Event sebagai berikut. 1) Object Komponen dalam sebuah

Lebih terperinci

Dasar Komputer & Pemrograman 2A

Dasar Komputer & Pemrograman 2A Dasar Komputer & Pemrograman 2A Materi 2 Reza Aditya Firdaus JENIS-JENIS DATA Jenis jenis data Jenis jenis data yang dikenal dalam bahasa pascal antara lain yaitu: 1. Jenis data sederhana a. Jenis data

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data

Algoritma dan Struktur Data Algoritma dan Struktur Data Algoritma Pemrograman Bekti Wulandari, M.Pd Kelas B TE 2014 Program Program: sederetan perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh komputer untuk menyelesaikan masalah. 3 level

Lebih terperinci

I. KATA PENGANTAR. Modul Algoritma Pemrograman. Modul Ke-3 - Hal 1

I. KATA PENGANTAR. Modul Algoritma Pemrograman. Modul Ke-3 - Hal 1 I. KATA PENGANTAR Dewasa ini sudah banyak berkembang bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi yang pemakaiannya sudah sangat mudah, hanya klik dan drag saja. Namun meskipun demikian tetap saja programmer

Lebih terperinci

Tabel 1. Jenis data integer Ukuran memori (dalam byte)

Tabel 1. Jenis data integer Ukuran memori (dalam byte) TIPE DATA Tipe data yang dikenal dalam bahasa pascal antara lain : Tipe data sederhana / Jenis data yang standar (Dasar) 1. Integer 2. Real 3. Karakter 4. Boolean Tipe data non standar (user defined) 1.

Lebih terperinci

KONSEP DASAR BAHASA PASCAL

KONSEP DASAR BAHASA PASCAL KONSEP DASAR BAHASA PASCAL I. Struktur Dan Komponen Dasar Program Pascal. Struktur dari suatu program Pascal terdiri dari sebuah judul program dan suatu blok program atau badan program. Badan program dibagi

Lebih terperinci

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-4 Konsep Tipe Data, Operator Dan Identifier

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-4 Konsep Tipe Data, Operator Dan Identifier Algoritma dan Pemrograman Pertemuan Ke-4 Konsep Tipe Data, Operator Dan Identifier Disusun Oleh : Wilis Kaswidjanti, S.Si.,M.Kom. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan

Lebih terperinci

& PEMROGRAMAN. Alex De Kweldju, S.Kom D3 Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Papua

& PEMROGRAMAN. Alex De Kweldju, S.Kom D3 Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Papua ALGORITMA & PEMROGRAMAN II Pascal #2 Alex De Kweldju, S.Kom D3 Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Papua PASCAL Bahasa Pemrograman Terstruktur Diciptakan Nikalus Wirth Kata PASCAL untukpenghormatan

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A

PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A REPRESENTASI DATA ALUR PEMROSESAN DATA SISTEM BILANGAN TEORI BILANGAN KOVERSI BILANGAN OPERASI ARITMATIKA Representasi Data Data adalah sesuatu yang belum

Lebih terperinci

BAB II STACK (TUMPUKAN)

BAB II STACK (TUMPUKAN) BAB II STACK (TUMPUKAN) Stack merupakan metode dalam menyimpan atau mengambil data ke dan dari memori. Stack dapat dibratkan sebuah tumpukan barang dalam sebuah tempat yang hanya memiliki satu pintu diatsnya

Lebih terperinci

Manipulasi Data & Pengolahan File

Manipulasi Data & Pengolahan File Kegiatan Praktikum : Manipulasi Data & Pengolahan File 4 Tujuan : - Praktikan dapat memahami fungsi-fungsi manipulasi data - Praktikan dapat menguraikan jenis-jenis fungsi string dan fungsi aritmatika

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 (Nilai dan Urutan [Sequence]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai

Lebih terperinci

Sesi/Perkuliahan ke: VII

Sesi/Perkuliahan ke: VII Sesi/Perkuliahan ke: VII Tujuan Instruksional Khusus : 1. Mahasiswa dapat menjelaskan pembentukan fungsi tanpa parameter. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pengiriman parameter dalam fungsi. 3. Mahasiswa

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman I KONSEP DASAR

Algoritma Pemrograman I KONSEP DASAR Algoritma Pemrograman I KONSEP DASAR Apakah Algoritma itu? Masalah adalah pertanyaan atau tugas yang kita cari jawabannya. Untuk masalah yang kecil, dapat ditemukan solusi dengan mudah dan cepat. Jika

Lebih terperinci

Perkuliahan Pemrograman II (Teori / Praktikum) Minggu 3

Perkuliahan Pemrograman II (Teori / Praktikum) Minggu 3 Perkuliahan Pemrograman II (Teori / Praktikum) Minggu 3 Tipe Data Variabel Konstanta Operator Fungsi-Fungsi Konversi Data Contoh Program Mengolah Data Tipe data pada dasarnya merupakan nama untuk sejenis

Lebih terperinci

STRUKTUR KENDALI. Memanfaatkan struktur kendali untuk kasus komputasi

STRUKTUR KENDALI. Memanfaatkan struktur kendali untuk kasus komputasi STRUKTUR KENDALI Modul TIK XI Memanfaatkan struktur kendali untuk kasus komputasi Statement kendali digunakan untuk proses pengambilan keputusan. ( PROSES DECISION ) Dimana proses akan dikerjakan bila

Lebih terperinci

Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA

Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA Pada bab ini anda akan mempelajari 1. Nama (pengenal) 2. Nilai 3. Variabel dan Konstanta 4. Penugasan (Assignment) 5. Jenis-jenis tipe data 6. Jenis-jenis operasi dan kaitannya

Lebih terperinci

FUNGSI. {deretan instruksi algoritmik : pemberian harga, input, output, analisa kasus, pengulangan)

FUNGSI. {deretan instruksi algoritmik : pemberian harga, input, output, analisa kasus, pengulangan) FUNGSI Definisi : Fungsi adalah sebuah transformasi akibat pemetaan suatu nilai ke nilai lain. Secara algoritmik, sebuah fungsi akan menerima suatu harga yang diberikan lewat parameter formal bertype tertentu

Lebih terperinci

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Pseudocode Pseudo berarti imitasi atau mirip atau menyerupai Code menunjukkan kode dari program Pseudocode adalah kode yang mirip dengan instruksi kode program yang

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Judul Algoritma Deklarasi Deskripsi Translasi Teks Algoritma ke dalam

Lebih terperinci

menunjukkan tipe hasil dari fungsi. sqr, succ dan sebagainya. buat sendiri.

menunjukkan tipe hasil dari fungsi. sqr, succ dan sebagainya. buat sendiri. FUNCTION Materi 5 Fungsi Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya atau jenis hasilnya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi. Pada

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER UNTUK OPTIMASI KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE BINER

PENGGUNAAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER UNTUK OPTIMASI KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE BINER PENGGUNAAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER UNTUK OPTIMASI KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE BINER Danang Arief Setyawan NIM : 3559 Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung e-mail: [email protected]

Lebih terperinci

MODUL 3 ALGORITMA PEMROGRAMAN

MODUL 3 ALGORITMA PEMROGRAMAN MODUL 3 ALGORITMA PEMROGRAMAN Pada Modul ini anda akan mempelajari 1. Pengenal 2. Nilai 3. Variabel dan Konstanta 4. Penugasan (Assignment) 5. Jenis-jenis tipe data 6. Jenis-jenis operasi dan kaitannya

Lebih terperinci

Soal hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN

Soal hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN Kamus Data X, Y adalah variabel tunggal bertipe data integer if X > 4 then Y 5 1. Pernyataan yang salah tentang algoritma di atas adalah... a. X dan Y pasti bilangan bulat

Lebih terperinci

OPERATOR BAHASA C. Obyektif : 4. Mengetahui macam-macam operator dalam Bahasa C. 5. Mengetahui dan dapat menggunakan format pada tiap tipe data..

OPERATOR BAHASA C. Obyektif : 4. Mengetahui macam-macam operator dalam Bahasa C. 5. Mengetahui dan dapat menggunakan format pada tiap tipe data.. OPERATOR BAHASA C Obyektif : 4. Mengetahui macam-macam operator dalam Bahasa C. 5. Mengetahui dan dapat menggunakan format pada tiap tipe data.. Operator adalah suatu tanda atau simbol yang digunakan untuk

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto. liyantanto.wordpress.com. S1 Teknik Informatika-Unijoyo

Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto. liyantanto.wordpress.com. S1 Teknik Informatika-Unijoyo Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto [email protected] liyantanto.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan

Lebih terperinci

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Struktur Data Struktur dan Data Struktur suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan Data suatu fakta, segala sesuatu yang dapat dikodekan atau disimbolkan dengan kode-kode

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN KOMPUTER

MODUL PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN KOMPUTER MODUL PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN KOMPUTER LABORATORIUM KOMPUTER JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2012 PERATURAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM PEMROGRAMAN KOMPUTER Peraturan : 1. Praktikan

Lebih terperinci

Universitas gunadarma. pascal. Bab 4- bab 10. Hana Pertiwi S.T

Universitas gunadarma. pascal. Bab 4- bab 10. Hana Pertiwi S.T Universitas gunadarma pascal Bab 4- bab 10 Hana Pertiwi S.T 14 PASCAL Struktur Perulangan WHILE-DO Struktur Perulangan REPEAT-UNTIL REPEAT UNTIL 1. Struktur Perulangan FOR 2. Penggunaan gabungan struktur

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 Nilai dan Urutan (sequence) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai

Lebih terperinci

[1997] NUS: var x,y=byte; c. program xyz ; 1. Manakah identifier yang benar untuk menamakan nama program : a. prog-a b. prog_a c. prog+a d.

[1997] NUS: var x,y=byte; c. program xyz ; 1. Manakah identifier yang benar untuk menamakan nama program : a. prog-a b. prog_a c. prog+a d. [1997] 1. Manakah identifier yang benar untuk menamakan nama program : a. prog-a b. prog_a c. prog+a d. prog//a 2. Manakah ekspresi yang tidak dapat dilakukan oleh tipe data real a. a := a + b b. a :=

Lebih terperinci

ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S.

ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S. ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika Dosen : Asep M. Yusuf, S.T UNIVERSITAS NASIONAL PASIM DAFTAR ISI A. Algoritma Percabangan...

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Program Studi S-1 Teknik Informatika. Data & Ekspresi

UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Program Studi S-1 Teknik Informatika. Data & Ekspresi UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Program Studi S-1 Teknik Informatika Data & Ekspresi Mata Kuliah: Algoritma & Logika Informatika (IFC3504) Alwin M. Sambul, S.T.,

Lebih terperinci

Chapter 5 Choice. repeatedly if tanda 2 on label: lakukan proses potong 2 if tanda 3 on label: lakukan proses potong 3 until switched off program 5.

Chapter 5 Choice. repeatedly if tanda 2 on label: lakukan proses potong 2 if tanda 3 on label: lakukan proses potong 3 until switched off program 5. 5.1 Pengantar Chapter 5 Choice Program yang telah menggunakan repetition dan procedure merupakan program yang agak rumit, namun jalannya program masih dapat ditebak dan diketahui karena selalu mengerjakan

Lebih terperinci

Algoritma & Pemrograman 1. Muhamad Nursalman Pendilkom/Ilkom Universitas Pendidikan Indonesia

Algoritma & Pemrograman 1. Muhamad Nursalman Pendilkom/Ilkom Universitas Pendidikan Indonesia Algoritma & Pemrograman 1 Muhamad Nursalman Pendilkom/Ilkom Universitas Pendidikan Indonesia Daftar Isi 1. Bab 1 Pengantar & Dasar Dasar Algoritma 2. Bab 2 Aturan Penulisan Teks Algoritma 3. Bab 3 Tipe,

Lebih terperinci

Keyword,Tipe data & Variabel. Keywords pada c Tipedata Variabel Konstanta

Keyword,Tipe data & Variabel. Keywords pada c Tipedata Variabel Konstanta Keyword,Tipe data & Variabel Keywords pada c Tipedata Variabel Konstanta Keywords pada c C keywords: beberapa kata yang punya arti khusus terhadap bahasa. Contoh C keywords adalah: auto, break, case, char,

Lebih terperinci

Daftar field MODUL 13 RECORD

Daftar field MODUL 13 RECORD MODUL 13 RECORD Record adalah suatu tipe data terstruktur. Dengan record data dapat dikumpulkan yang masing-masing dapat mempunyai tipe data berbeda. Masing-masing item data disebut dengan fieild. Jadi

Lebih terperinci

STACK ATAU TUMPUKAN 3.1 DAFTAR LINEAR

STACK ATAU TUMPUKAN 3.1 DAFTAR LINEAR STACK ATAU TUMPUKAN 3.1 DAFTAR LINEAR Sebuah daftar linear atau linear list, merupakan suatu struktur data umum yang terbentuk dari barisan hingga yang terurut) dari satuan data ataupun dari record. Untuk

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16

TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16 Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16 4. ANALISIS LEKSIKAL Struktur Kompiler Analisis Leksikal Apa itu? Masukan bagi sebuah compiler/interpreter adalah program sumber yang strukturnya

Lebih terperinci

Dasar Komputer & Pemrograman 2A

Dasar Komputer & Pemrograman 2A Dasar Komputer & Pemrograman 2A Materi 3 Reza Aditya Firdaus STATEMENT INPUT OUTPUT Dalam bahasa Pascal untuk keperluan input (membaca input) digunakan identifier standar READ atau READLN. Identifier standart

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman I

Algoritma Pemrograman I Algoritma Pemrograman I Konsep Dasar Algoritma Ika Menarianti 1 Apakah Algoritma itu? Masalah adalah pertanyaan atau tugas yang kita cari jawabannya. Untuk masalah yang kecil, dapat ditemukan solusi dengan

Lebih terperinci

Algoritma dan Pemrograman

Algoritma dan Pemrograman Algoritma dan Pemrograman bagian 2 2009 Modul ini menjelaskan tentang bahasa C dan apa saja yang dibutuhkan bila kita akan menulis suatu program dengan bahasa C. Editor yang dipakai adalah Turbo C++ 4.5.

Lebih terperinci

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data. Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman

Lebih terperinci

PENGULANGAN Bagian 1 : Notasi. Tim Pengajar KU1071 Sem

PENGULANGAN Bagian 1 : Notasi. Tim Pengajar KU1071 Sem PENGULANGAN Bagian 1 : Notasi Tim Pengajar KU1071 Sem. 1 2009-2010 1 Tujuan Mahasiswa memahami jenis-jenis pengulangan dan penggunaannya serta memahami elemenelemen dalam pengulangan. Mahasiswa dapat menggunakan

Lebih terperinci

Pemrograman Prosedural FUNGSI (Subprogram) Tim Pengajar KU1071 Sem

Pemrograman Prosedural FUNGSI (Subprogram) Tim Pengajar KU1071 Sem Pemrograman Prosedural FUNGSI (Subprogram) Tim Pengajar KU1071 Sem. 1 2009-2010 1 Tujuan Perkuliahan Mahasiswa memahami makna dan kegunaan fungsi sebagai salah satu sub program Mahasiswa dapat menggunakan

Lebih terperinci

BAB II STACK Atau TUMPUKAN

BAB II STACK Atau TUMPUKAN BAB II STACK Atau TUMPUKAN List Linear (Daftar Linear). List linier adalah sekumpulan elemen bertipe sama, yang mempunyai keterurutan tertentu, yang setiap elemennya disebut simpul (node). Simpul terdiri

Lebih terperinci

Konsep Dasar Pemrograman

Konsep Dasar Pemrograman Konsep Dasar Pemrograman I. Algoritma Pemrograman Yang Baik Ciri-ciri algoritma pemrograman yang baik adalah : 1. Memiliki logika perhitungan/metode yang tepat dalam memecahkan masalah 2. Menghasilkan

Lebih terperinci

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR)

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 4 PEMROGRAMAN WEB PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) Disusun Oleh: Deny Kurniawan Novianto (130533608222) PTI OFF B UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM

Lebih terperinci

OPERATOR. Percobaan 1: Mengimplementasikan Assignment operator dalam bahasa C.

OPERATOR. Percobaan 1: Mengimplementasikan Assignment operator dalam bahasa C. OPERATOR Percobaan 1: Mengimplementasikan Assignment operator dalam bahasa C. Tujuan: Mahasiswa memahami serta mampu membuat menggunakan operator Assignment. program dalam bahasa C Materi: Operasi yang

Lebih terperinci

Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C

Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 Overview Tipe Data Standar (Standart Data Type) Aturan Pendefinisian Identifier Variabel Mendeklarasikan

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Judul Algoritma Deklarasi Deskripsi Translasi Teks Algoritma ke dalam

Lebih terperinci

FUNGSI. setiap elemen di dalam himpunan A mempunyai pasangan tepat satu elemen di himpunan B.

FUNGSI. setiap elemen di dalam himpunan A mempunyai pasangan tepat satu elemen di himpunan B. FUNGSI Dalam matematika diskrit, konsep fungsi sangat penting, dimana fungsi merupakan relasi yang mempunyai syarat setiap anggota dari daerah definisi (domain) mempunyai pasangan tepat satu anggota dari

Lebih terperinci

Komentar Program. Komentar program dapat diletakkan dimanapun di dalam program. pembatas (* dan *).

Komentar Program. Komentar program dapat diletakkan dimanapun di dalam program. pembatas (* dan *). Komentar Program Untuk keperluan dokumentasi program, dapat ditambahkan komentar-komentar di dalam program yang tidak akan mempengaruhi proses dari program. Komentar program dapat diletakkan dimanapun

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DATA

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DATA LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DATA Nama : Sarifudin Kelas / NIM : IK-1B / 3.34.11.1.22 Pengampu : Sukamto, S.Kom;M.T Jobs ke : 02 Pokok Bahasan : Operator Bahasa Java PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN

Lebih terperinci