ADAPTIVE THRESHOLD UNTUK ALPHA MATTING MENGGUNAKAN ALGORITMA OTSU
|
|
|
- Yenny Kusnadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ADAPTIVE THRESHOLD UNTUK ALPHA MATTING MENGGUNAKAN ALGORITMA OTSU R. Suko Basuki 1, Moch. Hariadi 2 1 Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Indonesia [email protected] 2 Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Indonesia [email protected] ABSTRAK Image matting merupakan proses ekstraksi objek foreground dari keseluruhan image. Hal ini memainkan peranan penting dalam proses image editing. Dalam paper ini algoritma Otsu digunakan untuk menghasilkan nilai threshold yang selanjutnya diberikan sebagai nilai alpha dalam pulling matte. Hasil objek foreground yang dipisahkan selanjutnya diukur kualitasnya dengan menggunakan MSE (Mean Squared Error). Proses pengukuran dilakukan dengan mencari perbedaan diantara objek foreground yang terdapat pada image masukan dengan objek foreground hasil matting. Kata kunci : Adaptive Threshold, Alpha Matting, Otsu 1. PENDAHULUAN Ekstraksi objek foreground dari image secara keseluruhan memainkan peranan yang penting dalam proses image editing. Akurasi pemisahan objek foreground dari background ditentukan oleh sebagian atau keseluruhan dari pixel-pixel suatu image, proses ini disebut pulling matte atau digital matting. Metode digital matting diformulasikan sebagai image masukan (I) yang diasumsikan merupakan kombinasi dari image foreground (F) dan image background (B). Warna pixel ke-i, diasumsikan sebagai kombinasi linear yang saling terkait diantara warna foreground dan background [1 2], dimana α-i merupakan komponen opacity pixel yang digunakan untuk memadukan secara linear image foreground dan background seperti dalam persamaan 1. = + (1 ) Beberapa metode yang digunakan dalam beberapa tahun terakhir ini untuk digital matting, trimap digunakan sebagai langkah awal untuk proses ekstraksi. Trimap merupakan gambaran kasar (dalam bentuk gambar tangan) untuk image input yang terbagi dalam tiga area; foreground (digambar dengan warna putih), background (digambar dengan warna hitam) dan unknown region (digambar dengan warna abu-abu). Optimasi iterative nonlinear biasanya digunakan untuk foreground dan background yang nilainya dihitung secara bersamaan dengan α. Untuk menghasilkan nilai yang baik pada unknown region, trimap harus dibuat sekecil mungkin. Namun, kelemahan dari pendekatan ini adalah kesulitan menangani image yang memiliki pixel yang komplek atau foreground memiliki banyak lubang [2 7]. Untuk melakukan ekstraksi apha matte dari image yang natural digunakan close-form yang berkaitan erat dengan metode pewarnaan [3 6]. Cost function diperoleh dari asumsi local smoothness dalam foreground dan background yang paling mungkin untuk dieliminasi sehingga menghasilkan quadratic cost function pada α. Global optimum digunakan pada cost function untuk menghasilkan alpha matte yang dapat diperoleh dengan menyelesaikan sistem sparse linear. Perbedaan foreground dan background (seperti pada gambar 1.b), digunakan scribble (putih untuk foreground dan hitam untuk background) untuk menghitung nilai alpha dari metode close-form. Selanjutnya eigenvectors akan menguji sparse matrix yang memiliki hubungan erat dengan matrik yang digunakan pada algoritma segmentasi image spektral. Dalam pedekatan ini, penempatan image scribble menjadi petunjuk penting untuk menganalisis image. Namun, nilai threshold dalam pendekatan ini masih menggunakan nilai konstanta (t=0,3), yang menyebabkan pemisahan antara foreground dengan background kurang alami. Sebagai tindak lanjut dan tambahan dari metode tersebut, dalam paper ini diusulkan algoritma Otsu Threshold digunakan untuk mencari nilai ambang yang adaptif untuk diberikan sebagai nilai alpha. INFRM 398
2 Gambar. 1 (a). Image input, (b). Image dengan coretan: coretan putih menunjukkan foreground, hitam menunjukkan background, (c, d). Hasil matting, (e). Image kombinasi setelah proses matting 2. FUNDAMENTAL Metode yang ada untuk image matting memiliki tujuan penyelesaian compositing (persamaan 1) untuk unknown pixel. Beberapa metode image matting menggunakan trimap [4 8], [5 11], [6 12], [7 15], [8 16] sebagai pendamping image input untuk melabelkan foreground, background dan unknown pixel. Biasanya metode ini dilakukan dengan memanfaatkan beberapa asumsi local regularity untuk menghitung nilai masing-masing pixel pada unknown area. Dalam algoritma Knockout [Bremen dkk, 2000], setelah dilakukan segmentasi user, langkah selanjutnya menghitung kemungkinan nilai warna foreground dan background yang masuk ke dalam unknown area. Foreground dihitung dari batas tepi pixel pada area known foreground. Bobot pixel terdekat pada unknown area diberi nilai 1 dan selanjutnya menurun secara proporsional terhadap jarak hingga mencapai nilai 0. Prosedur yang sama juga digunakan untuk menghitung bobot background berdasarkan pixel terdekat pada area unknown background. Asumsi beberapa algoritma [7], [8] menyatakan bahwa foreground dan background berasal dari distribusi warna relatif yang sederhana. Pada algoritma Bayessian matting [8] faktor keberhasilan pada algoritma Knockout ditentukan oleh percampuran yang berorientasi pada algoritma Gaussian yang digunakan untuk mempelajari distribusi lokal yang selanjutnya α, foreground dan background dihitung sebagai distribusi yang paling mungkin. Dalam pendekatan sebelumnya, metode Poisson matting dilakukan dengan mengoptimalkan warna pixel alpha, foreground dan background secara statistik. Untuk mengurangi kesalahan yang diakibatkan oleh kesalahan klasifikasi pada kasus warna yang komplek [5], operasi matte dilakukan secara langsung pada gradient. Perubahan intensitas yang halus dari foreground ke background merupakan dasar dari formulasi Poisson matting. Sun dkk [5], menggunakan Global Poisson matting sebagai pendekatan semi otomatis untuk menghitung matte dari gradient image yang diberikan oleh trimap. Perhitungan yang robust terhadap foreground dan background telah dilakukan, namun terjadi kesalahan matting yang disebabkan oleh background yang komplek tidak dapat diselesaikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan Local Poisson matting yang digunakan untuk memanipulasi bidang gradien kontinyu pada local region. Beberapa pendekatan telah berhasil dilakukan untuk menterjemahkan user-defined simple constraints (seperti scribble dan rectangle) untuk permasalahan min-cut. Penyelesaiannya menggunakan segmentasi biner yang selanjutnya ditransformasikan ke dalam trimap dengan erosi, namun hasilnya masih samar. Border matting [9 10] menggunakan INFRM 399
3 parametric alpha yang diambil dari strip yang sempit disekitar batas, namun tidak dapat dilakukan untuk kasus yang sama pada objek rambut, karena area yang samar begitu luas, sehingga tidak dapat dilakukan dengan teknik ini. Metode yang diusulkan [3] dan [10] menggunakan scribble sebagai batas untuk mengurangi quadratic cost function sehingga lebih cocok untuk permasalahan matting. Wang dan Cohen [11 4] mengusulkan scribble-based untuk matting yang interaktif. Scribble digunakan sebagai parameter pixel foreground dan pixel background. Pendekatan ini menghasilkan beberapa hasil yang impresif, namun memerlukan proses yang mahal. Guan dkk [11], mengusulkan pendekatan scribble-based yang lain dengan menambahkan pendekatan random-walk [5] dengan menghitung secara iteratif model warna. 3. FRAMEWORK Tahapan dalam penelitian ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar 2. Image input Konversi ke grayscale Menentukan threshold Matting Mengukur Akurasi Gambar 2. Framework Penelitian 3.1 NILAI AMBANG OTSU Metode Otsu [12] berbasis histogram yang menunjukkan nilai intensitas yang berubah-ubah di setiap pixel image satu dimensi. Sumbu x digunakan untuk menyatakan perbedaan level intensitas, sedangkan sumbu y digunakan untuk menyatakan jumlah pixel yang memiliki nilai intensitas. Dengan menggunakan histogram dapat dilakukan pengelompokan pixel image berdasarkan nilai threshold (ambang batas). Threshold yang optimal dapat diperoleh ketika pixel memiliki perbedaan intensitas sehingga dapat dipisahkan kelompok-kelompoknya. Dua informasi dapat diperoleh dengan memanfaatkan histogram, yaitu jumlah perbedaan tingkat intensitas (dinotasikan dengan L), dan jumlah pixel untuk setiap tingkat intesitas (dinotasikan dengan n(k), dengan k= ). Tahapan pencarian nilai threshold dalam algoritma Otsu adalah sebagai berikut : 1. Menghitung normalisasi histogram image yang dinotasikan dengan, dengan i = 0,1,2...L-1. = (2) dimana adalah jumlah pixel pada masing-masing intensitas, dan MN adalah jumlah dari yang dimulai dari hingga. 2. Menghitung jumlah komulatif dari ( ), untuk k=0,1,2...l-1. ( ) = (3) 3. Menghitung rata-rata komulatif ( ), untuk k=0,1,2..., L-1. ( ) = (4) INFRM 400
4 4. Menghitung rata-rata intensitas global menggunakan ; 5. Menghitung varian antar kelas, ( ), untuk k=0,1,2..., L-1. = (5) = [ ( ) ( )] ( )[1 ( )] (6) 6. Memilih nilai threshold dari k * di mana nilai index dari varian antar kelas maksimum ( -> max), jika lebih dari satu nilai dari k*, maka nilai threshold ditentukan dari rata-rata nilai k*. 7. Menghitung ukuran pemisahan * dengan k=k* ( ) = ( ) (7) sedangkan = (1 ) (8) Catatan : nilai dari k diperoleh ketika ( ) maksimum, selanjutnya nilai threshold yang dilakukan dengan metode Otsu diberikan untuk α (dalam persamaan 1). 3.2 MEAN SQUARED ERROR Untuk mengukur kualitas image setelah dilakukan proses matting, dalam penelitian ini digunakan MSE (Mean Squared Error). Image masukan dikomparasi dengan image hasil proses matting dengan nilai threshold yang diperoleh dengan menggunakan algoritma Otsu. 4. EXPERIMENT DAN EVALUASI. Dalam makalah ini, awalnya pencarian nilai threshold dilakukan pada image input dengan menggunakan algoritma Otsu (persamaan 2 8). Hasil pencarian threshold ditunjukkan dalam tabel 1 dan grafik pada gambar 3. Table 1. Hasil Threshold Image masukan Nilai Threshold teddy.bmp 0, hair.bmp 0, bird.bmp 0, horse.bmp 0, lion.bmp 0, INFRM 401
5 Otsu Threshold Nilai Threshold teddy.bmp hair.bmp bird.bmp horse.bmp lion.bmp Gambar 3. Nilai threshold Otsu Setelah nilai threshold diperoleh, hasilnya diberikan sebagai nilai α untuk keperluan matting [1], sehingga objek foreground dapat dipisahkan (gambar 1.c). Selanjutnya objek foreground yang telah dipisahkan dikombinasikan dengan image input. Untuk mengukur kualitas image hasil matting digunakan MSE dengan membandingkan image input (seperti 1.a) dengan image hasil kombinasi (gambar 1.e). Hasil pengukuran ditunjukkan dalam tabel 2 dan grafik pada gambar 4. Image masukan Image input Table 2. Hasil Pengukuran Nilai MSE teddy.bmp 5669, hair.bmp 2697, bird.bmp 3751, horse.bmp 5015, lion.bmp 5055, Nilai MSE Jml Pixel Error teddy.bmp hair.bmp bird.bmp horse.bmp lion.bmp Image input Gambar 4. Nilai pengukuran MSE Selain pengukuran terhadap akurasi image, waktu proses untuk mendapatkan nilai threshold juga diukur dengan lima kali iterasi, nilai rata-rata pengukuran ditunjukkan dalam tabel 3 dan grafik dalam gambar 5. INFRM 402
6 Table 3. Hasil rata-rata waktu proses Image Masukan Rata-rata Waktu Proses teddy.bmp 10, hair.bmp 11, bird.bmp 11, horse.bmp 12, lion.bmp 13, Rata-rata wkt proses Hasil Pengukuran Waktu Proses Image input 5. KESIMPULAN Dalam makalah ini disajikan adaptive threshold untuk alpha matting dengan menggunakan algoritma Otsu. Nilai α dalam alpha matting yang sebelumnya diberikan nilai konstanta (0,3), dengan threshold Otsu dapat dilakukan secara adapatif terhadap beberapa kasus, meskipun masih memiliki nilai varian yang tinggi dan jumlah pixel error yang belum optimal. Oleh karena itu, dalam penelitian selanjutnya perlu dipertimbangkan penggunaan algortima yang lain seperti K-Means atau Fuzzy C-Means agar diperoleh nilai threshold yang optimal. DAFTAR PUSTAKA [1]. Levin A, Lischinski D, Weiss Y. A Closed-Form Solution to Natural Image Matting. Analysis. 2008;30(2):1-15. [2]. Wang J, Cohen M. An Iterative Optimization Approach for Unified Image Segmentation and Matting. Proc. 10th IEEE Int l Conf. Computer Vision [3]. Grady L, Schiwietz T, Aharon S, Westermann R. Random Walks for Interactive Alpha-Matting. Proc. Fifth IASTED Int l Conf. Visualization, Imaging, and Image Processing [4]. Apostoloff NE, Fitzgibbon AW. Bayesian Video Matting Using Learnt Image Priors. Proc. IEEE Conf. Computer Vision and Pattern Recognition [5]. Sun J, Jia J, Tang C, Shum H. Poisson Matting. Image (Rochester, N.Y.). 2004;1(212): [6]. Chuang YY, Agarwala A, Curless B, Salesin DH, Szeliski R. Video Matting of Complex Scenes. ACM Trans. Graphics. 2002;vol:21no3pp [7]. Ruzon MA, Tomasi C. Alpha Estimation in Natural Images. Proc. IEEE Conf. Computer Vision and Pattern Recognition [8]. Chuang Y, Curless B, Salesin DH, Szeliski R. A Bayesian Approach to Digital matting. Proc. IEEE Conf. Computer Vision and Patter Recognition [9]. Rother C, Kolmogorov V, Blake A. "Grabcut": Interactive Foreground Extraction Using Iterated Graph Cuts. ACM Trans. Graphics. 2004;vol:23no3pp [10]. Levin A, Lischinski D, Weiss Y. Colorization Using Optimization. ACM Trans. Graphics [11]. Y. Guan, W. Chen, X. Liang, Z. Ding, and Q. Peng, Easy Matting, Proc. Ann. Conf. European Assoc. for Computer Graphics, [12]. Rafael C. Gonzalez., Richard E. Woods. Digital Image Processing 3rd ed. Pearson Prentice Hall INFRM 403
APLIKASI DIGITAL MATTING MENGGUNAKAN METODE BAYESIAN APPROACH
APLIKASI DIGITAL MATTING MENGGUNAKAN METODE BAYESIAN APPROACH Rudy Adipranata 1), Kartika Gunadi 2), Novita Halim 1,2) Program Studi Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,
selanjutnya nilai alpha dan alpha matte atau key disebut dengan matte. Teknik segmentasi yang didasarkan pada perhitungan matte disebut image matting.
selanjutnya nilai alpha dan alpha matte atau key disebut dengan matte. Teknik segmentasi yang didasarkan pada perhitungan matte disebut image matting. Gambar 1.1. Wilayah Unknown disebut dengan alpha (matte)
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Citra Digital
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Bab ini berisi tentang teori yang mendasari penelitian ini. Terdapat beberapa dasar teori yang digunakan dan akan diuraikan sebagai berikut. 2.1.1 Citra Digital
PENENTUAN THRESHOLD CITRA MULUT DENGAN METODE NORMAL PROBABILITY DENSITY FUNCTION (NPDF) GUNA MENDETEKSI MULUT PEMELAJAR
ISSN cetak 087-76 ISSN online 548-777 ILKOM Jurnal Ilmiah Volume Nomor Agustus 07 PENENTUAN THRESHOLD CITRA MULUT DENGAN METODE NORMAL PROBABILITY DENSITY FUNCTION (NPDF) GUNA MENDETEKSI MULUT PEMELAJAR
Aplikasi Penggabungan Objek Transparan Kedalam Sebuah Image
Aplikasi Penggabungan Objek Transparan Kedalam Sebuah Image Meliana Luwuk 1, Liliana 2, Djoni H. Setiabudi 3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Jl.
KOMBINASI METODE MORPHOLOGICAL GRADIENT DAN TRANSFORMASI WATERSHED PADA PROSES SEGMENTASI CITRA DIGITAL
KOMBINASI METODE MORPHOLOGICAL GRADIENT DAN TRANSFORMASI WATERSHED PADA PROSES SEGMENTASI CITRA DIGITAL Rudy Adipranata Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya. Telp. (031) 8439040
BINERISASI CITRA DOKUMEN DENGAN FILTERISASI HOMOMORPHIC
BINERISASI CITRA DOKUMEN DENGAN FILTERISASI HOMOMORPHIC Naser Jawas STMIK STIKOM BALI [email protected] Abstrak Binerisasi citra dokumen adalah sebuah langkah awal yang sangat penting dalam
PERANCANGAN PROGRAM PENGENALAN BENTUK MOBIL DENGAN METODE BACKPROPAGATION DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK SKRIPSI
PERANCANGAN PROGRAM PENGENALAN BENTUK MOBIL DENGAN METODE BACKPROPAGATION DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK SKRIPSI Oleh Nama : Januar Wiguna Nim : 0700717655 PROGRAM GANDA TEKNIK INFORMATIKA DAN MATEMATIKA
Modifikasi Algoritma Pengelompokan K-Means untuk Segmentasi Citra Ikan Berdasarkan Puncak Histogram
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-5 1 Modifikasi Algoritma Pengelompokan K-Means untuk Segmentasi Citra Ikan Berdasarkan Puncak Histogram Shabrina Mardhi Dalila, Handayani Tjandrasa, dan Nanik
PERBANDINGAN SEGMENTASI CITRA BERWARNA DENGAN FUZZY CMEANS CLUSTERING PADA BEBERAPA REPRESENTASI RUANG WARNA
PERBANDINGAN SEGMENTASI CITRA BERWARNA DENGAN FUZZY CMEANS CLUSTERING PADA BEBERAPA REPRESENTASI RUANG WARNA Naser Jawas Sistem Komputer STMIK STIKOM Bali Jl Raya Puputan No.86 Renon, Denpasar, Bali 80226
SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM)
SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM) Jani Kusanti Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Universitas Surakarta (UNSA),
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Citra Citra (image) sebagai salah satu komponen multimedia memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK 2.1 KONSEP DASAR Pada penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teori yang dijadikan acuan untuk menyelesaikan penelitian. Berikut ini teori yang akan digunakan penulis
Review Paper. Image segmentation by histogram thresholding using hierarchical cluster analysis
Review Paper Image segmentation by histogram thresholding using hierarchical cluster analysis Agus Zainal Arifin a,*, Akira Asano b a Graduate School of Engineering, Hiroshima University, 1-4-1 Kagamiyama,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Identifikasi Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1. Identifikasi Masalah Penggunaan citra digital telah menjadi semakin popular akhir-akhir ini. Hal ini menyebabkan program pengolah grafis untuk memanipulasi citra
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menginterprestasi sebuah citra untuk memperoleh diskripsi tentang citra tersebut melalui beberapa proses antara lain preprocessing, segmentasi citra, analisis
Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen
Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen Yusfia Hafid Aristyagama (23214355) Electrical Engineering, Digital Media and Game Technology Institut Teknologi Bandung Bandung,
Pembimbing: Ahmad Zaini, ST., MT Oleh: Saiful Yahya
Video compositing menggunakan poisson blending Pembimbing: Mochammad Hariadi, ST., M.Sc., Ph.D. Ahmad Zaini, ST., MT Oleh: Saiful Yahya ITS - 2014 Riset yang telah ada P. P erez, M. Gangnet, and A. Blake.
SEGMENTASI CITRA MENGGUNAKAN PENGHAPUSAN TEKSTUR DAN K-MEANS DENGAN BATASAN RUANG
SEGMENTASI CITRA MENGGUNAKAN PENGHAPUSAN TEKSTUR DAN K-MEANS DENGAN BATASAN RUANG Gama Wisnu Fajarianto 1, Handayani Tjandrasa 2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi
Gambar 15 Contoh pembagian citra di dalam sistem segmentasi.
dalam contoh ini variance bernilai 2000 I p I t 2 = (200-150) 2 + (150-180) 2 + (250-120) I p I t 2 = 28400. D p (t) = exp(-28400/2*2000) D p (t) = 8.251 x 10-4. Untuk bobot t-link {p, t} dengan p merupakan
NORMALISASI DAN PEMBOBOTAN UNTUK KLONING MULUS PADA PENCAMPURAN CITRA MENGGUNAKAN METODE POISSON
NORMALISASI DAN PEMBOBOTAN UNTUK KLONING MULUS PADA PENCAMPURAN CITRA MENGGUNAKAN METODE POISSON Ratna Shofiati, Binti Solihah, Sari Irmadani Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
Klasifikasi Kualitas Keramik Menggunakan Metode Deteksi Tepi Laplacian of Gaussian dan Prewitt
Klasifikasi Kualitas Keramik Menggunakan Metode Deteksi Tepi Laplacian of Gaussian dan Prewitt Ardi Satrya Afandi Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma Depok, Indonesia [email protected] Prihandoko,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen, dengan tahapan penelitian sebagai berikut: 3.1 Pengumpulan Data Tahap ini merupakan langkah awal dari penelitian. Dataset
SEGMENTASI CITRA CT SCAN TUMOR OTAK MENGGUNAKAN MATEMATIKA MORFOLOGI (WATERSHED) DENGAN FLOOD MINIMUM OPTIMAL
SEGMENTASI CITRA CT SCAN TUMOR OTAK MENGGUNAKAN MATEMATIKA MORFOLOGI (WATERSHED) DENGAN FLOOD MINIMUM OPTIMAL Andi Hendra 1 1 Jurusan Matematika MIPA Universitas Tadulako ABSTRAK Penelitian pengolahan
SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 )
SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 ) Pramuda Akariusta Cahyan, Muhammad Aswin, Ir., MT., Ali Mustofa, ST., MT. Jurusan
SEGMENTASI WARNA UNTUK EKSTRAKSI SIMBOL DAN KARAKTER PADA CITRA RAMBU LALU LINTAS
SEGMENTASI WARNA UNTUK EKSTRAKSI SIMBOL DAN KARAKTER PADA CITRA RAMBU LALU LINTAS Aryuanto 1, F. Yudi Limpraptono 1, dan Koichi Yamada 2 1 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro, Institut Teknologi
Pemisahan Objek-Objek Berbasis Region pada Citra Digital dengan Metode Normalized Cuts
JURNAL DIGIT, Vol.1, No., November 011, pp. 13~131 ISSN: 088-589X 13 Pemisahan Objek-Objek Berbasis Region pada Citra Digital dengan Metode Normalized Cuts Marsani Asfi Program Studi Sistem Informasi Sekolah
PENGGUNAAN latar belakang dalam proses pembuatan VIDEO COMPOSITING MENGGUNAKAN POISSON BLENDING. Saiful Yahya, Mochamad Hariadi, and Ahmad Zaini,
1 VIDEO COMPOSITING MENGGUNAKAN POISSON BLENDING Saiful Yahya, Mochamad Hariadi, and Ahmad Zaini, Abstrak Penggunaan gradasi yang halus pada penggabungan dua video pada proses video kompositing. Video
Modifikasi Algoritma Pengelompokan K-Means untuk Segmentasi Citra Ikan Berdasarkan Puncak Histogram
Modifikasi Algoritma Pengelompokan K-Means untuk Segmentasi Citra Ikan Berdasarkan Puncak Histogram Shabrina Mardhi Dalila (5109100049) Dosen Pembimbing 1 Prof. Ir. Handayani Tjandrasa, M.Sc., Ph.D. Dosen
Analisa Perbandingan Metode Edge Detection Roberts Dan Prewitt
Analisa Perbandingan Metode Edge Detection Roberts Dan Prewitt Romindo Polikteknik Ganesha Medan Jl. Veteran No. 190 Pasar VI Manunggal [email protected] Nurul Khairina Polikteknik Ganesha Medan Jl. Veteran
SEGMENTASI CITRA MEDIK MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) MENGGUNAKAN METODE REGION THRESHOLD
SEGMENTASI CITRA MEDIK MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) MENGGUNAKAN METODE REGION THRESHOLD Murinto, Resa Fitria Rahmawati Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad
Pengenalan Aksara Lampung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan
Pengenalan Aksara Lampung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Adhika Aryantio School of Electrical Engineering and Informatics Institute Technology of Bandung 10th Ganeca Street Bandung, Indonesia. [email protected]
DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL
DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL Muhammad Affandes* 1, Afdi Ramadani 2 1,2 Teknik Informatika UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kontak Person : Muhammad
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Meteran Air Meteran air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor, unit penghitung,
Implementasi Segmentasi Citra dengan Menggunakan Metode Generalized Fuzzy C- Means Clustering Algorithm with Improved Fuzzy Partitions
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-5 1 Implementasi Segmentasi Citra dengan Menggunakan Metode Generalized Fuzzy C- Means Clustering Algorithm with Improved Fuzzy Partitions Ivan Hardiyanto,
LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH BERSAING PROTOTIPE EKSTRAKSI OBJEK VIDEO SEMI OTOMATIS BERBASIS DIGITAL MATTING MENGGUNAKAN SPECTRAL ANALYSIS
LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH BERSAING PROTOTIPE EKSTRAKSI OBJEK VIDEO SEMI OTOMATIS BERBASIS DIGITAL MATTING MENGGUNAKAN SPECTRAL ANALYSIS Tahun ke 1 dari rencana 2 tahun Oleh : 1. RURI SUKO BASUKI,
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
Segmentasi Gambar Berwarna menggunakan Metode Hibrida Modifikasi Sauvola dan Fuccy C-Means (SMFCM)
Segmentasi Gambar Berwarna menggunakan Metode Hibrida Modifikasi Sauvola dan Fuccy C-Means (SMFCM) Irawan Dwi Wahyono 1, Gilang Bayu Adhi 2 1 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
PERANGKAT LUNAK SEGMENTASI CITRA DENGAN METODE WATERSHED
PERANGKAT LUNAK SEGMENTASI CITRA DENGAN METODE WATERSHED Gunawan 1, Fandi Halim 1, Erni Wijaya 2 STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 112, 124, 140 Medan 20212 1 [email protected], 1 [email protected],
SEGMENTASI WARNA UNTUK EKSTRAKSI SIMBOL DAN KARAKTER PADA CITRA RAMBU LALU LINTAS. Abstrak
SEGMENTASI WARNA UNTUK EKSTRAKSI SIMBOL DAN KARAKTER PADA CITRA RAMBU LALU LINTAS Aryuanto 1, Koichi Yamada 2,dan F. Yudi Limpraptono 1 1 Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang,
PERBAIKAN CITRA BER-NOISE MENGGUNAKAN SWITCHING MEDIAN FILTER DAN BOUNDARY DISCRIMINATIVE NOISE DETECTION
PERBAIKAN CITRA BER-NOISE MENGGUNAKAN SWITCHING MEDIAN FILTER DAN BOUNDARY DISCRIMINATIVE NOISE DETECTION Ahmad Saikhu, Nanik Suciati, Widhiantantri S. Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi,
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 Permasalahan CBIR ( Content Based Image Retrieval) akhir-akhir ini merupakan salah satu bidang riset yang sedang berkembang pesat (Carneiro, 2005, p1). CBIR ini menawarkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengolahan Citra Pengolahan citra adalah kegiatan memanipulasi citra yang telah ada menjadi gambar lain dengan menggunakan suatu algoritma atau metode tertentu. Proses ini mempunyai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode penelitian sebagai berikut: 1) Pengumpulan Data Tahap ini dilakukan sebagai langkah awal dari suatu penelitian. Mencari
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Bab ini berisi analisis pengembangan program aplikasi pengenalan karakter mandarin, meliputi analisis kebutuhan sistem, gambaran umum program aplikasi yang
PENGHAPUSAN NOISE PADA CITRA DENGAN FILTER ADAPTIVE- HIERARCHICAL
MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JUNI-JULI PENGHAPUSAN NOISE PADA CITRA DENGAN FILTER ADAPTIVE- HIERARCHICAL Ana Wahyu Hakim 1, Handayani Tjandrasa 2, Bilqis Amalia 3 Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector Quantization
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 3, Maret 2018, hlm. 1313-1317 http://j-ptiik.ub.ac.id Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector
PERBANDINGAN METODE PENDETEKSI TEPI STUDI KASUS : CITRA USG JANIN
PERBANDINGAN METODE PENDETEKSI TEPI STUDI KASUS : CITRA USG JANIN 1) Merly Indira 2) Eva Yuliana 3) Wahyu Suprihatin 4) Bertalya Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma Jl.
Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter. Roslyn Yuniar Amrullah
Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter Roslyn Yuniar Amrullah 7406040026 Abstrak Computer Vision merupakan disiplin ilmu perpanjangan dari pengolahan citra digital dan kecerdasan buatan.
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana 2209 105 042 Pembimbing I : Dr. I Ketut Eddy Purnama, ST., MT. NIP. 196907301995121001 Pembimbing II : Muhtadin, ST., MT. NIP. 198106092009121003 Latar belakang Banyaknya
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Citra Digital Citra digital merupakan sebuah fungsi intensitas cahaya f(x,y), dimana harga x dan y merupakan koordinat spasial dan harga fungsi f tersebut pada setiap
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Digital Citra digital merupakan sebuah fungsi intensitas cahaya, dimana harga x dan y merupakan koordinat spasial dan harga fungsi f tersebut pada setiap titik merupakan
MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner
MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner Dosen Pengampu: Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Genap 2016/2017 Definisi Citra biner (binary image) adalah citra yang hanya mempunyai dua nilai derajat
WEBSITE PERANCANGAN SCRAPBOOK DENGAN PEMOTONGAN GAMBAR OTOMATIS
WEBSITE PERANCANGAN SCRAPBOOK DENGAN PEMOTONGAN GAMBAR OTOMATIS C. Pickerling Teknik Informatika,Sekolah Tinggi Teknik Surabaya e-mail: [email protected] ABSTRAK Scrapbook merupakan salah satu kegemaran
GLOSARIUM Adaptive thresholding Peng-ambangan adaptif Additive noise Derau tambahan Algoritma Moore Array Binary image Citra biner Brightness
753 GLOSARIUM Adaptive thresholding (lihat Peng-ambangan adaptif). Additive noise (lihat Derau tambahan). Algoritma Moore : Algoritma untuk memperoleh kontur internal. Array. Suatu wadah yang dapat digunakan
Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi
Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi Nur Nafi iyah 1, Yuliana Melita, S.Kom, M.Kom 2 Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Teknik Surabaya Email: [email protected] 1, [email protected]
Analisa dan Perancangan Sistem Deteksi Cacat Produksi
Analisa dan Perancangan Sistem Deteksi Cacat Produksi Arif Setiawan 1 Diterima : 7 Agustus 2012 disetujui : 6 November 2012 diterbitkan : 11 Desember 2012 ABSTRACT Has been developed analysis and design
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam kurun waktu enam bulan terhitung mulai februari 2012 sampai juli 2012. Tempat yang digunakan
1BAB I. 2PENDAHULUAN
1BAB I. 2PENDAHULUAN 2.1. Latar Belakang Pelacak objek (object tracking) pada saat ini merupakan penelitian yang menarik dalam bidang computer vision. Pelacak objek merupakan langkah awal dari berbagai
BAB II LANDASAN TEORI...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... ii LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN HASIL TESIS... iii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iv PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii SARI...
Segmentasi Citra Berwarna Menggunakan Deteksi Tepi dan Fuzzy C-Means yang Dimodifikasi Berdasarkan Informasi Ketetanggaan
Segmentasi Citra Berwarna Menggunakan Deteksi Tepi dan Fuzzy C-Means yang Dimodifikasi Berdasarkan Informasi Ketetanggaan Septi Wulansari (5109100175) Pembimbing I: Prof. Ir. Handayani Tjandrasa, M.Sc.,
BAB 3 METODE PERANCANGAN
BAB 3 METODE PERANCANGAN 3.1 Konsep dan Pendekatan Tujuan utama yang ingin dicapai dalam pengenalan objek 3 dimensi adalah kemampuan untuk mengenali suatu objek dalam kondisi beragam. Salah satu faktor
Operasi Titik Kartika Firdausy
Operasi Titik Kartika Firdausy [email protected] blog.uad.ac.id/kartikaf 2262230 Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu: mengidentifikasi Fungsi Transformasi Skala Keabuan menjelaskan
DETEKSI DAN SEGMENTASI OTOMATIS DERET PADA CITRA METERAN AIR
DETEKSI DAN SEGMENTASI OTOMATIS DERET PADA CITRA METERAN AIR Naser Jawas STIKOM Bali Jl. Raya Puputan, No.86, Renon, Denpasar, Bali Email: [email protected] ABSTRAK Meter air adalah sebuah alat yang
PENERAPAN ALGORITMA K MEANS UNTUK PENENTUAN PENCOCOKAN PEWARNAAN CLUSTERING SECARA OTOMATIS PADA PRODUK FASHION
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2016, pp. 590~595 PENERAPAN ALGORITMA K MEANS UNTUK PENENTUAN PENCOCOKAN PEWARNAAN CLUSTERING SECARA OTOMATIS PADA PRODUK FASHION 590 Indra Gunawan
Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah Karakter Braille Ke Bentuk Abjad
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sel Darah Merah Sel darah merah atau eritrositmemiliki fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk
1. PENDAHULUAN Bidang perindustrian merupakan salah satu bidang yang juga banyak menggunakan kecanggihan teknologi, walaupun pada beberapa bagian, mas
PENGKLASIFIKASIAN KUALITAS KERAMIK BERDASARKAN EKSTRAKSI FITUR TEKSTUR STATISTIK Yogi Febrianto [email protected] Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma Jl. Margonda
Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruanuntuk Membaca Karakter pada Formulir Nilai Mata Kuliah
Vol. 14, No. 1, 61-68, Juli 2017 Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruanuntuk Membaca Karakter pada Formulir Nilai Mata Kuliah La Surimi, Hendra, Diaraya Abstrak Jaringan syaraf tiruan (JST) telah banyak diaplikasikan
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam bahasa Inggris ada pepatah yang mengatakan a picture is worth a
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam bahasa Inggris ada pepatah yang mengatakan a picture is worth a thousand words yang memiliki arti sebuah gambar bernilai beribu kata yang secara tidak sengaja
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Berikut adalah beberapa definisi dari citra, antara lain: rupa; gambar; gambaran (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebuah fungsi dua dimensi, f(x, y), di mana x dan y adalah
PENGENALAN SESEORANG MENGGUNAKAN CITRA GARIS TANGAN
PENGENALAN SESEORANG MENGGUNAKAN CITRA GARIS TANGAN Bagus Fadzerie Robby 1), Resty Wulanningrum 2) 1), 2) Universitas Nusantara PGRI Kediri 1), 2) Jl. KH. Achmad Dahlan 76, Kediri, Jawa Timur 64112 Email
Penjejakan Objek Visual berbasis Algoritma Mean Shift dengan menggunakan kamera Pan-Tilt
Penjejakan Objek Visual berbasis Algoritma Mean Shift dengan menggunakan kamera Pan-Tilt Sulfan Bagus Setyawan 1, Djoko Purwanto 2 Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1 [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. teknologi pengolahan citra (image processing) telah banyak dipakai di berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Citra (image) adalah bidang dalam dwimatra (dua dimensi) (Munir, 2004). Sebagai salah satu komponen multimedia, citra memegang peranan sangat penting sebagai
Analisa Perbandingan Algoritma Histogram of Oriented Gradient (HOG) dan Gaussian Mixture Model (GMM) Dalam Mendeteksi Manusia
Analisa Perbandingan Algoritma Histogram of Oriented Gradient (HOG) dan Gaussian Mixture Model (GMM) Dalam Mendeteksi Manusia Yolinda Fatimah Munawaroh 1), Ciksadan 2), Irma Salamah 3) 1),2),3 ) Program
SYSTEMIC Vol. 1, No. 1, Agustus 2015, PENGENALAN CATATAN PENJUALAN MENGGUNAKAN PENGENALAN ANGKA BERBASIS KORELASI.
SYSTEMIC Vol. 1, No. 1, Agustus 2015, 14-19 PENGENALAN CATATAN PENJUALAN MENGGUNAKAN PENGENALAN ANGKA BERBASIS KORELASI Ahmad Yusuf 1) 1) Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
1. Pendahuluan. 2.1 Peti Kemas. atau kesalahan yang dilakukan oleh manusia dalam mengenali kode peti kemas dan waktu pengenalan dapat dikurangi.
IMPLEMENTASI PENGENALAN KODE PETI KEMAS SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN FITUR EIGEN Mujiono 1, Nanik Suciati 2, Arya Yudhi Wijaya 3 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Antar Muka Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman judul perangkat lunak, form pelatihan jaringan saraf tiruan, form pengujian
PENERAPAN METODE DETEKSI BULUMATA UNTUK PENINGKATAN AKURASI PENGENALAN PERSONAL BERBASIS CITRA IRIS
PENERAPAN METODE DETEKSI BUUMATA UNTUK PENINGKATAN AKURASI PENGENAAN PERSONA BERBASIS CITRA IRIS Andi Patombongi*, Rully Soelaiman ** Program Pasca Sarjana Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi
SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON
30 BAB IV SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON 4.1 Gambaran Umum Sistem Diagram sederhana dari program yang dibangun dapat diilustrasikan dalam diagram konteks berikut. Gambar
APLIKASI DETEKSI MIKROKALSIFIKASI DAN KLASIFIKASI CITRA MAMMOGRAM BERBASIS TEKSTUR SEBAGAI PENDUKUNG DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA
APLIKASI DETEKSI MIKROKALSIFIKASI DAN KLASIFIKASI CITRA MAMMOGRAM BERBASIS TEKSTUR SEBAGAI PENDUKUNG DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA Yusti Fitriyani Nampira 50408896 Dr. Karmilasari Kanker Latar Belakang Kanker
Implementasi Metode Watershed Transformation Dalam Segmentasi Tulisan Aksara Bali Berbasis Histogram
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Implementasi Metode Watershed Transformation Dalam Segmentasi Tulisan Aksara Bali Berbasis Histogram Komang Budiarta,
SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 7 No. 3 Edisi September 2012 105 SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON Anindita Septiarini Program Studi Ilmu Komputer FMIPA,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Prosesor Intel (R) Atom (TM) CPU N550
KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS
Ikhwan Ruslianto KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS IKHWAN RUSLIANTO Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan
BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut sudah terintegrasi dengan komputer, dengan terintegrasinya sistem tersebut
SEGMENTASI OBYEK PADA CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE OTSU THRESHOLDING
Jurnal Informatika, Vol. 13, No. 1, Mei 2015, 1-8 ISSN 1411-0105 DOI: 10.9744/informatika.13.1.1-8 SEGMENTASI OBYEK PADA CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE OTSU THRESHOLDING Slamet Imam Syafi i 1*, Rima
Perbaikan Citra X-ray Gigi Menggunakan Contrast Stretching
Perbaikan Citra X-ray Gigi Menggunakan Contrast Stretching Ima Kurniastuti 1, Tri Deviasari Wulan 1, I Ketut Eddy Purnama 2, Mauridhi Hery Purnomo 2, Margareta Rinastiti 3, Fatmala Agustina 1 1 Sistem
BAB 4 PENGUJIAN DAN EVALUASI. teknik pemrosesan citra dengan menggunakan logika samar dan dengan teknikteknik
BAB 4 PENGUJIAN DAN EVALUASI 4.1 Pengujian Pengujian yang akan dilakukan buertujuan untuk melakukan perbandingan antara teknik pemrosesan citra dengan menggunakan logika samar dan dengan teknikteknik konvensional.
Analisis Pengaruh Automatic Thresholding dalam Pemrosesan Citra Batupasir Berea
Analisis Pengaruh Automatic Thresholding dalam Pemrosesan Citra Batupasir Berea Chris Evan Sebastian 1,a), Chandra Winardhi 1,b), Fourier Dzar Eljabbar Latief 1,c) 1 Laboratorium Fisika Batuan, Kelompok
Morphological Image Processing
Morphological Image Processing Muhammad Kusban Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Surakarta Abstrak -- Proses morphologi terutama digunakan untuk menghilangkan ketidaksempurnaan bentuk yang ada dalam
SEGMENTASI CITRA TELUR AYAM BERDASARKAN PERBEDAAN RUANG WARNA RGB DAN LAB
SEGMENTASI CITRA TELUR AYAM BERDASARKAN PERBEDAAN RUANG WARNA RGB DAN LAB Putu Desiana Wulaning Ayu 1, Gede Angga Pradipta 2 Program Studi Sistem Informasi, STMIK STIKOM BALI Jl.Raya Puputan Renon No.86,
BAB 2 LANDASAN TEORI. fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Neuro Fuzzy Neuro-fuzzy sebenarnya merupakan penggabungan dari dua studi utama yaitu fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel
1 Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel Andi Muhammad Ali Mahdi Akbar, Arief Kurniawan, Ahmad Zaini Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri Institut
DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR DAN DISCRETE FOURIER TRANSFORM UNTUK NOISE FILTERING PADA CITRA DIGITAL
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 9 (SNATI 9) ISSN: 97- Yogyakarta, Juni 9 DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR DAN DISCRETE FOURIER TRANSFORM UNTUK NOISE FILTERING PADA CITRA DIGITAL Adiwijaya, D. R.
APLIKASI PENCARIAN RUTE OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE TRANSITIVE CLOSURE
APLIKASI PENCARIAN RUTE OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE TRANSITIVE CLOSURE 1 Rudy Adipranata 2 Fauzi Josephine Desiree 3 Andreas Handojo 1, 2, 3 Teknik Informatika Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Implementasi Teori Graf Dalam Masalah Fingerprint Recognition (Pengenalan Sidik Jari)
Implementasi Teori Graf Dalam Masalah Fingerprint Recognition (Pengenalan Sidik Jari) Amalfi Yusri Darusman Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, jalan Ganesha 10 Bandung, email : [email protected]
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Program Aplikasi Dalam proses identifikasi karakter pada plat nomor dan tipe kendaraan banyak menemui kendala. Masalah-masalah yang ditemui adalah proses
