KATA PENGANTAR. Tim Penyusun
|
|
|
- Lanny Tedjo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KATA PENGANTAR Modul dengan judul Memasang Cerobong Udara merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Plambing Atap dan Pengudaraan. Modul ini mengetengahkan tentang ventilasi bangunan termasuk didalamnya pekerjaan plat, patri, atap / penutup bangunan. Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas Membuat Talang Y, Membuat Talang Luar dan Dalam, Membuat Pertemuan Sudut Talang dan Bak Kontrol, dan Memasang Talang Luar dan Dalam. Dengan modul ini peserta diklat dapat melaksanakan praktikum tanpa harus banyak dibantu oleh instruktur. Tim Penyusun ii
2 DESKRIPSI MODUL Modul ini terdiri atas 1 Kegiatan Belajar yang mencakup Kegiatan Belajar 1 : Bagian-bagian Sistem Cerobong Udara. Pada Kegiatan Belajar 1 diberikan penjelasan tentang ventilasi, konstruksi ventilasi, dan perkuatan konstruksi untuk cerobong udara. iii
3 PETA MODUL BIDANG KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN Program Keahlian : Teknik Plambing dan Sanitasi Tingkat I Tingkat III Tingkat II BAG-TGB.001.A BAG-TPS.001.A BAG-TPS.005.A BAG-TGB.001.A.01 BAG-TPS.001.A-129 BAG-TPS.005.A-156 BAG-TGB.001.A.02 BAG-TPS.001.A-130 BAG-TPS.005.A-157 BAG-TGB.001.A.03 BAG-TPS.001.A-131 BAG-TPS.005.A-158 BAG-TGB.001.A.04 BAG-TPS.001.A-132 BAG-TPS.005.A-159 BAG-TGB.001.A.05 BAG-TGB.001.A.06 BAG-TPS.001.A-133 BAG-TPS.006.A BAG-TGB.001.A.07 BAG-TPS.006.A-160 BAG-TPS.001.A-134 BAG-TSP.001.A BAG-TPS.006.A-161 BAG-TSP.001.A-32 BAG-TPS.001.A-135 BAG-TPS.006.A-162 BAG-TKB.002.A BAG-TPS.001.A-136 BAG-TKB.002.A-77 BAG-TPS.006.A-163 BAG-TPS.001.A-137 BAG-TKB.002.A-78 BAG-TPS.006.A-164 BAG-TPS.002.A BAG-TKB.002.A-79 BAG-TPS.002.A-138 BAG-TPS.006.A-165 BAG-TKB.002.A-80 BAG-TPS.002.A-139 BAG-TPS.006.A-166 BAG-TKB.002.A-81 BAG-TPS.002.A-140 BAG-TPS.007.A BAG-TPS.007.A-167 BAG-TKB.003.A BAG-TPS.002.A-141 BAG-TKB.003.A-82 BAG-TPS.007.A-168 BAG-TPS.002.A-142 BAG-TKB.003.A-83 BAG-TPS.007.A-169 BAG-TPS.003.A BAG-TKB.003.A-84 BAG-TPS.003.A-143 BAG-TPS.008.A BAG-TPS.008.A-170 BAG-TPS.003.A-144 BAG-TPS.003.A-145 BAG-TPS.008.A-171 BAG-TPS.003.A-146 BAG-TPS.003.A-147 BAG-TPS.008.A-172 BAG-TPS.003.A-148 BAG-TPS.003.A-149 BAG-TPS.008.A-173 BAG-TPS.003.A-150 BAG-TPS.004.A BAG-TPS.004.A-151 BAG-TPS.004.A-152 BAG-TPS.004.A-153 BAG-TPS.004.A-154 BAG-TPS.004.A-155 Keterangan : BAG : Bidang Keahlian Teknik Bangunan TGB : Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan TSP : Program Keahlian teknik Survei dan Pemetaan TKB : Program Keahlian Teknik Konstruksi Bangunan TPK : Program Keahlian Teknik Perkayuan TPS : Program Keahlian Teknik Plambing dan Sanitasi : Modul yang dibuat BAG-TPS.009.A BAG-TPS.009.A-174 BAG-TPS.009.A-175 BAG-TPS.008.A-176 BAG-TPS.008.A-177 BAG-TPS.008.A-178 BAG-TPS.008.A-179 BAG-TPS.008.A-180 iv
4 PERSYARATAN Untuk mempelajari mudul ini peserta diklat terlebih dahulu harus menguasai dan memahami : 1. Kebutuhan udara segar, 2. Ventilasi, 3. Konstruksi ventilasi, 4. Atap penutup bangunan, 5. Perkuatan cerobong asap, 6. Mematri, 7. Mempelajari modul yang terkait seperti disebut dalam Peta Modul Bidang Keahlian di atas. Persyaratan tersebut di atas harus dipenuhi agar hasil dari pekerjaan yang dilakukan dapat memenuhi standar teknis. v
5 DAFTAR ISI Halaman JUDUL... i KATA PENGANTAR..... ii DISKRIPSI JUDUL... iii PETA KEDUDUKAN MODUL iv PERSYARATAN... v DAFTAR ISI vi PERISTILAHAN/GLOSARY... vii PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL... viii TUJUAN... ix KEGIATAN BELAJAR LEMBAR EVALUASI... 8 LEMBAR KUNCI JAWABAN... 9 DAFTAR PUSTAKA GAMBAR KERJA vi
6 PERISTILAHAN / GLOSSARY Ventilasi Cerobong Flashing Klem Bingkai Riveter Paku rivet Suatu elemen bangunan yang berfungsi untuk perpindahan udara, gas, asap pada bangunan Suatu elemen bangunan berbentuk bulat atau persegi untuk mengalirkan udara, gas, asap pada bangunan Penutup hubungan atap dengan cerobong asap, disambung dengan patri Kait penguat cerobong pada dinding ½ batu Penguat tangkapan asap yang dibuat dari besi siku Alat untuk menyatukan tangkapan asap dengan bingkai sebagai pengganti keling Paku sebagai penggati keling, jika ditarik dengan riveter akan mengait/mengeling vii
7 PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Sebelum mengerjakan modul ini peserta diklat terlebih dahulu harus : 1. Membaca seluruh isi modul agar jelas yang dikehendaki oleh modul ini, 2. Kerjakan soal pre test terlebih dahulu, 3. Cocokan hasil pre test dengan kunci jawaban yang telah disediakan, 4. Cobalah mengerjakan modul ini sesuai dengan langkah kerjanya, 5. Gunakan bahan dan alat yang sesuai dengan petunjuk, 6. Kontrol hasil kerja saudara/i sebelum dikonsultasikan pada instruktur, 7. Periksakan / konsultasikan hasil kerja saudara pada instruktur, jika pekerjaan saudara belum diterima oleh instruktur maka ulangi sesuai tahapan-tahapan yang telah diberikan. Jika sudah diterima maka : 8. Kerjakan post test yang telah disediakan, 9. Cocokan hasil post test saudara dengan kunci jawaban yang telah disediakan. viii
8 TUJUAN Maksud dan tujuan membuat dan memasang cerobong asap ini agar peserta diklat mempunyai pengetahuan dan ketrampilan : 1. Membaca gambar kerja, 2. Memilih bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan cerobong asap, 3. Melukis gamabar cerobong asap pada bahan, 4. Memotong/menggunting benda kerja untuk cerobong asap, 5. Membentuk benda kerja untuk cerobong asap, 6. Memasang cerobong asap pada bangunan, 7. Memberikan perkuatan cerobong asap, 8. Menggunakan alat dengan tepat dan benar. ix
9 KEGIATAN BELAJAR 1 Lembar Informasi Proses pembelajaran pada modul ini untuk Kegiatan Belajar 1 diberi penjelasan ventilasi, konstruksi ventilasi, perkuatan konstruksi untuk cerobong asap. Adapun hal tersebut yaitu seperti berikut : A. Sistem Ventilasi 1. Kap Ventilasi Ventilasi pada bangunan rumah umumnya digunakan untuk kebutuhan sirkulasi udara dan cahaya sebagai penerangan. Untuk memenuhi udara segar dalam bangunan/gedung dibutuhkan lubang / ventilasi sehingga memberikan kesempatan keluarnya udara / hawa panas, gas, asap. Hal ini sangat dibutuhkan oleh penghuni baik untuk bangunan bengkel mesin, pabrik maupun untuk dapur rumah tinggal. Ventilasi dapat dibuat berbagai macam tergantung akan kebutuhan untuk sirkulasi udara panas, gas, dan asap yang sesuai dengan tujuannya. Adapaun bentuk ventilasi ialah seperti berikut : a. Ventilasi Pemotongan Tegak Sirkulasi udara segar dan udara panas dalam ruangan, gas dan asap dapat melalui suatu lobang pada atap dengan dibuat pemotongan atap secara vertikal seperti Gambar 1. Timur Barat Kap Ventilasi Gambar 1. Kap ventilasi bangunan 1
10 b. Ventilasi Cerobong Ventilasi cerobong umumnya digunakan untuk sirkulasi asap dapur, pabrik dan bengkel tempa yang berhubungan dengan kegiatan yang mengeluarkan asap. Bentuk ventilasi ini dapat berbentuk bulat dan segi empat tergantung yang diinginkan pemakai seperti Gambar 2. Sirkulasi asap yang terpusat dapat dikeluarkan dengan melalui cerobong, sehingga asap yang ditimbulkan dari aktivitas dalam bangunan tidak menyebar ke ruangan lainnya. Timur Ventilasi Cerobong Barat Gambar 2. Ventilasi Cerobong 2. Ventilasi Lobang Jendela Sirkulasi udara panas dalam ruang dapat pula melalui lobang jendela. Gedung-gedung besar dan gedung rumah tinggal umumnya untuk sirkulasi udara segar melalui lobang jendela. Jendela dapat berfungsi ganda baik sebagai ventilasi cahaya alami, juga dapat difungsikan sebagai sirkulasi udara seperti dalam Gambar 3. Timur Barat Jendela Ventilasi Gambar 3. Ventilasi Jendela 2
11 B. Konstruksi Ventilasi 1. Konstruksi Ventilasi Cerobong Asap a. Bahan Bahan yang digunakan untuk ventilasi/ sirkulasi asap dari dalam bangunan ke luar bangunan ialah plat galvanis atau plat baja hitam. Hal ini tergantung akan kebutuhan, kesenangan, dan harga. Hubungan cerobong dengan atap digunakan flashing dibuat dari bahan galvanis / plat baja hitam dan dipatri/ dilas, sehingga atap bangunan tidak bocor. Perkuatan cerobong dapat digunakan bahan besi siku dan kayu ukuran tergantung bobot dan besarnya cerobong asap. 2. Bentuk Cerobong Asap Cerobong asap dapat dibuat berbentuk bulat dan segi empat. Umumnya bentuk yang disenagi pemakai ialah bentuk bulat untuk pipa keluar dan untuk tangkapan asap dibuat segi empat bagian tampak atas trapesium bagian tampak samping seperti Gambar 4. 3
12 Cerobong Asap Bentuk Bulat Atap Asbes Flashing Dinding ½ batu Klem Penangkap asap Siku Asap Alat Dapur Gambar 4. Konstruksi Cerobong Udara 4
13 Lembar Kerja A. Alat kerja Untuk membuat dan memasang cerobong asap ialah : 3. Palu besi, palu kayu/melt, 4. Rol meter, 5. Landasan kayu/ paron, 6. Penggores, 7. Solder, 8. Bor dan mata bor, 9. Rivet, 10. Tangga, 11. Penggaris baja/ mistar, 12. Gunting sirkel dan lurus, 13. Obeng, 14. Unting-unting, 15. Hand grover. 16. Mesin las asetilin, B. Material/Bahan 1. Plat galvanis, 2. Timah patri, 3. Paku rivet, 4. Baut fiser, 5. Siku Klem, 7. oksigen dan asetilin. C. Keselamatan Kerja Dalam melaksanakan pekerjaan membuat dan memasang cerobong asap perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain : 1. Singkirkan benda yang tidak digunakan dalam melaksanakan pekerjaan membuat dan memasang cerobong asap, 5
14 2. Hati-hati saat menggunting/ memotong bahan, 3. Hati-hati saat mengukur panjang cerobong asap pada dinding ½ batu yang akan dipasang cerobong asap, 4. Peletakan tangga harus benar-benar mantap untuk dinaiki, 5. Hati-hati saat memasang flashing pada atap, 6. Hati-hati saat menggunakan aliran listrik, 7. Jika tidak berani naik ke atap / tangga jangan dipaksakan, D. Langkah Kerja Untuk membuat cerobong asap ialah seperti berikut : 1. Memahami gambar kerja, jika ragu-ragu tanyakan instruktur, 2. Memilih bahan dan alat yang akan digunakan, 3. Ukur dan lukis tangkapan asap, pipa vertikal, cerobong asap sesuai dengan gambar kerja, tutup cucuran, klem, bingkai perkuatan tangkapan asap dan flashing sesuai gambar kerja, 4. Potong/guntinglah hasil lukisan pada bahan yang telah dilukis, 5. Bentuk dan sambung hasil lukisan untuk cerobong asap ( tangkapan asap, pipa vertikal, tutup cucuran air hujan, klem, bingkai perkuatan tangkapan asap dan flashing ). Pipa cerobong asap, dan tangkapan asap menggunakan sambungan lipatan tunggal dengan perkuatan dibentuk dengan hand grover pada sambungannya, 6. Membuat bingkai tangkapan asap menggunakan siku disambung dengan las asetilin, ukuran sesuai gambar kerja dan ukur sanak/ dibenda kerja, 7. Satukan bingkai dan tangkapan asap menggunakan paku rivet, 8. Merangkai elemen cerobong asap menjadi satu sistem cerobong asap. Sambungan pada bagian tangkapan dan pipa cerobong asap menggunakan patri, 9. Mengukur tinggi letak/ kedudukan tangkapan asap dari lantai, 10. Memasang cerobong asap pada dinding ½ batu, 6
15 11. Klem pada leher tangkapan asap ( pipa cerobong asap ), terlebih dahulu dinding dibor sesuai dengan kedudukan baut fiser pada cerobong asap, 12. Kedudukan pipa cerobong asap vertikal dapat ditentukan dengan menggunakan unting-unting, 13. Klem pipa cerobong asap sesuai gambar kerja, 14. Pasang flashing pada atap, agar tidak bocor dapat dipatri dengan menggunakan alat solder, 15. Jika telah sel;esai periksakan pada instruktur. Lembar Latihan A. Pre test Pre test dapat dikerjakan sebelum melakukan praktek. 1. Alat apa yang digunakan untuk memberi perkuatan pada sambungan pipa cerobong asap? 2. Bagaimana cara mengkonstruksi agar atap tidak bocor pada kedudukan cerobong asap? Jelaskan! 3. Mengapa pada sistem sirkulasi asap pada cerobong asap ini diberi tangkapan asap? Jelaskan! B. Post test 1. Berapa ketinggian kedudukan tangkapan asap dari lantai? 2. Jelaskan gunanya flshing pada hubungan atap dan cerobong asap? 3. Mengapa digunakan baut fiser pada klem cerobong asap? Jelaskan! 4. Mengapa pada bagian ujung cerobong asap diberi tutup? Jelaskan! 7
16 Modul LEMBAR EVALUASI : Membuat dan memasang cerobong asap Nama Peserta diklat :.... NIS : Kelas : Rumpun :... SMK :... Tahun :..... No Kriteria Nilai Standar A. Ketrampilan Pokok 1 Melukis pipa cerobong asap, tangkapan, 5 flashing dan tutup cucuran air hujan 2 Membentuk 10 3 Membuat bingkai tangkapan asap 10 4 Merangkai elemen cerobong asap 10 5 Memasang cerobong asap 10 6 Memasang flashing Nilai Diperoleh B. Ketrampilan Tambahan 1 Kedudukan Vertikal 5 C. Metode/Prosedur kerja 1 Langkah kerja 15 2 Penggunaan alat 10 3 Keselamatan kerja 5 E. Aspek Personil 1 Attitutde 5 2 Usaha/Inisiatif 5 3 Kreativitas 5 4 Dapat dipercaya 5 Nilai akhir 100 Catatan : Aspek personil diberi penilaian nominal ( sangat baik, baik, sedang, kurang) Peserta diklat dinyatakan mampu membuat dan memasang cerobong asap jika mendapat skor 70 8
17 LEMBAR KUNCI JAWABAN A. Pre Test 1. Alat untuk memberi perkuatan pada sambungan pipa cerobong asap ialah hand grover. 2. Agar atap tidak bocor karena air hujan harus diberi flashing yang pemasangannya seperti memasang genteng asbes, bagian atas flashing di bawah asbes dan bagian bawah flashing di atas asbes. Jika perlu hubungan atap dengan flashing dilak menggunakan aspal/sejenisnya. 3. Pada sistem cerobong asap diberi tangkapan asap agar asap dari sumbernya tidak menyebar ke ruiang lain. B. Post Test 1. Kedudukan tangkapan asap dari lantai sebesar 1,50 m pada titik leher pipa cerobong asap. 2. Gunanya flashing pada cerobong asap yaitu untuk mencegah masuknya air hujan cucuran dari atap, dan flashing sebaiknya dibuat agak lebar agar dapat menutup sempurna. 3. Baut fiser digunakan pada klem cerobong asap karena mudah digunakan dan dapat menancap pada tembok dengan sempurna Jika digunakan paku kemungkinan dapat lepas karena adanya beban cerobong asap. 4. Pada bagian ujung cerobong asap diberi tutup untuk mencegah air hujan masuk ke cerobong asap. Oleh karena itu tutup harus dapat menutup sempurna walaupun hujan dtiup angin sekencang ap 9
18 DAFTAR PUSTAKA 1 Leslie Wooley, 1977; Sanitation Details In SI Metric, London, Northwood Publications Ltd. 2 Departemen Pekerjaan Umum, 1979; Pedoman Plambing Indonesia, Jakarta, DPU 3 Soufyan dan Morimura, 1984; Perencanaan dan Pemeliharaan Sistem Plambing, Bandung, P.T. Pradnya Paramita 4 Arifin,1953; Baja Bangunan, Jakarta, H.Stam 10
19 Cerobong Asap Bentuk Bulat +4,00M Atap Asbes + 3,50 M Flashing Dinding ½ batu Pipa cerobong asap 0,10m + 1,50 M Klem Penangkap asap Siku Asap Alat Dapur GAMBAR KERJA 11
20 0,20 45 o 0,20 0,60 0,10 0,60 0,60 1,50 DETAIL CEROBONG ASAP 12
KATA PENGANTAR. Tim Penyusun
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Menghitung Debit Aliran Air Bersih merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk
MEMASANG DAUN PINTU DAN JENDELA
MEMASANG DAUN PINTU DAN JENDELA BAG- TPK.002.A-57 70 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
MEMASANG KUSEN PADA DINDING PASANGAN
MEMASANG KUSEN PADA DINDING PASANGAN BAG- TKB.004.A-89 28 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA BAG- TKB.001.A-76 45 JAM 1 ¾ ¾ ½ ¾ ½ ¾ 45 0 Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: MELAKSANAKAN PEKERJAAN BAJA DAN ALUMINIUM MODUL / SUB-KOMPETENSI: MEMBUAT SAMBUNGAN
KATA PENGANTAR. Tim Penyusun
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Memasang Konstruksi Pilaster merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PELAT
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PELAT BAG- TKB.001.A-75 63 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
PEMETAAN SITUASI DENGAN PLANE TABLE
PEMETAAN SITUASI DENGAN PLANE TABLE BAG- TSP.004.A- 39 60 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
KATA PENGANTAR. Tim Penyusun
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Membuat Pertemuan Sudut Talang dan Bak Kontrol merupakan bajan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk
MEMASANG KONSTRUKSI BATU BATA BENTUK BUSUR
MEMASANG KONSTRUKSI BATU BATA BENTUK BUSUR BAG- TKB.004.A-86 28 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: MELAKSANAKAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA DAN ALUMINIUM MODUL / SUB-KOMPETENSI: MEMBUAT
PETA KEDUDUKAN MODUL
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Membuat Konstruksi Bangunan Kayu merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: MELAKSANAKAN PEKERJAAN SAMBUNGAN BAJA DAN ALUMINIUM MODUL / SUB-KOMPETENSI: MEMBUAT
MENGGAMBAR SAMBUNGAN PIPA
MENGGAMBAR SAMBUNGAN PIPA BAG- TGB.001.A- 07 45 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Palu Besi. Rivet 3. Penggaris Busur 4.
NO. 1. GAMBAR Palu Besi 2. Rivet 3. Penggaris Busur 4. Penggaris Siku 5. Patri FUNGSI Alat untuk memukul atau membengkokan benda yang kerja yang keras sasuai dengan bentuk yang kita inginkan. Yaitu tangan
JOB SHEET I. KOMPETENSI
JOB SHEET I. KOMPETENSI : MENYAMBUNG PLAT (LOGAM LEMBARAN) II. SUB KOMPETENSI : MENYAMBUNG DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK LIPATAN DAN PENGUAT TEPI SECARA MANUAL III. Tujuan Pembelajaran: Setelah proses pembelajaran
MODUL PEMBELAJARAN MENGGAMBAR KONTRUKSI PINTU DAN JENDELA BAGTGB.002.A JAM
MODUL PEMBELAJARAN MENGGAMBAR KONTRUKSI PINTU DAN JENDELA BAGTGB.002.A-08 55 JAM DISUSUN OLEH : NAMA : JAMIZAR NIM / BP : 87689 _ 2007 JURUSAN PRODI : TEKNIK SIPIL : PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FAKULTAS
MEMPLESTER PROFIL HIAS
MEMPLESTER PROFIL HIAS BAG- TKB.005.A-91 30 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
MENDIMENSI DIAMETER PIPA AIR
MENDIMENSI DIAMETER PIPA AIR BAG- TPS.001.A-133 15 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUDA-KUDA KAYU
MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUDA-KUDA KAYU BAG- TGB.002.A-10 55 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA 1 ¾ ¾ ½ ¾ ½ ¾ 45 0 KATA PENGANTAR Modul dengan judul Membuat Macam-macam Sambungan Pipa merupakan salah satu modul untuk membentuk kompetensi agar mahasiswa dapat melakukan
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: MELAKSANAKAN PEKERJAAN PASANGAN BATU MODUL / SUB-KOMPETENSI: MEMASANG BOUWPLANK
Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong
Pengertian bengkel Ialah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan / pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alt dan mesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin. Pentingnya bengkel pada suatu
KATA PENGANTAR. Dengan modul ini mahasiswa dapat melaksanakan praktek tanpa harus banyak dibantu oleh instruktur. Tim Penyusun
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Melaksanakan Pemasangan Instalasi Air Panas merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum mahasiswa untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi melaksanakan
PRASYARAT. 2. Peserta diklat sudah pernah praktik Plambing, khususnya
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Memasang Pompa Ungkit merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian
MENGGUNTING PELAT TIPIS
MENGUASAI KERJA BANGKU MENGGUNTING PELAT TIPIS B.20.09 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: MELAKSANAKAN PEKERJAAN BAJA DAN ALUMINIUM MODUL / SUB-KOMPETENSI: MEMBUAT SAMBUNGAN
DASAR-DASAR MENGGAMBAR TEKNIK
DASAR-DASAR MENGGAMBAR TEKNIK BAG- TGB.001.A-01 45 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
STUDI PENGGUNAAN BAJA RINGAN SEBAGAI KOLOM PADA RUMAH SEDERHANA TAHAN GEMPA PRAYOGA NUGRAHA NRP
STUDI PENGGUNAAN BAJA RINGAN SEBAGAI KOLOM PADA RUMAH SEDERHANA TAHAN GEMPA PRAYOGA NUGRAHA NRP 3105 100 080 Dosen Pembimbing : Endah Wahyuni, ST.MSc.PhD Ir. Isdarmanu MSc JURUSAN TEKNIK SIPIL Fakultas
a. Macam-macam palu yang kita jumpai : - Palu pena kepala bulat - Palu pena kepala lurus atau silang - Palu keling
A. Teori Kerja Plat Yang dimaksud pengerjaan plat adalah pengerjaan membentuk dan menyambung logam lembaran (plat) sehingga sesuai dengan bentuk dan ukuran yang sudah direncanakan. Pengerjaan plat dapat
MACAM MACAM SAMBUNGAN
BAB 2 MACAM MACAM SAMBUNGAN Kompetensi Dasar Indikator : Memahami Dasar dasar Mesin : Menerangkan komponen/elemen mesin sesuai konsep keilmuan yang terkait Materi : 1. Sambungan tetap 2. Sambungan tidak
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: SURVEI DAN PEMETAAN MODUL / SUB-KOMPETENSI: MENGUKUR JARAK DI LAPANGAN WAKTU (JAM):
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
SEM I MACAM-MACAM SAMBUNGAN PLAT 6X50 Menit No. JST/MES/MES307/01 Revisi : 01 Tgl : 21 Juni 2010 Hal 1 dari 3 1. Kompetensi : Dapat membuat macam-macam sambungan pada plat 2. Sub Kompetensi Mahasiswa akan
MENGGAMBAR KONSTRUKSI PINTU DAN JENDELA
MENGGAMBAR KONSTRUKSI PINTU DAN JENDELA BAG- TGB.002.A-08 55 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahanbahan yang
PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK
PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK 1. Yang dimaksud dengan instalasi tenaga listrik ialah : Instalasi dari pusat pembangkit sampai rumah-rumah konsumen. 2. Tujuan komisioning suatu
Pembuatan dan Penggunaan ALAT PERAGA SEDERHANA FISIKA SMP LISTRIK MAGNET
Pembuatan dan Penggunaan ALAT PERAGA SEDERHANA FISIKA SMP LISTRIK MAGNET Oleh : Drs. Sutrisno, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Alat dan Bahan A. Alat 1. Las listrik 2. Mesin bubut 3. Gerinda potong 4. Gerinda tangan 5. Pemotong plat 6. Bor tangan 7. Bor duduk 8. Alat ukur (Jangka sorong, mistar)
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahanbahan yang
PRAKTEK PEMBENTUKAN BAHAN
HANDOUT PRAKTEK PEMBENTUKAN BAHAN AAN ARDIAN, M.Pd. [email protected] PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA A. Pengertian Pengerjaan Pelat Pengerjaan pelat (sheet metal working)
BAB I PENDAHULUAN. Pada suatu konstruksi bangunan, tidak terlepas dari elemen-elemen seperti
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada suatu konstruksi bangunan, tidak terlepas dari elemen-elemen seperti balok, kolom pelat maupun kolom balok, baik itu yang terbuat dari baja, kayu maupun beton,
BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih
BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Visualisasi Proses Pembuatan Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih dahulu harus mengetahui masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: SURVEI DAN PEMETAAN MODUL / SUB-KOMPETENSI: MEMBUAT PETA SITUASI DENGAN ALAT UKUR
KATA PENGANTAR. Dengan modul ini peserta diklat dapat melaksanakan praktik tanpa harus banyak dibantu oleh instruktur.
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Memasang Ikatan Batu Bata merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktik peserta diklat (siswa). Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu
MENGGAMBAR KONSTRUKSI TANGGA KAYU
MENGGAMBAR KONSTRUKSI TANGGA KAYU BAG- TGB.002.A-09 55 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MENGGAMBAR PONDASI BAG- TGB.001.A JAM. Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
MENGGAMBAR PONDASI BAG- TGB.001.A-05 54 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2016 sampai dengan bulan Desember 2016. Kegiatan penelitian ini mencakup perancangan dan pembuatan alat,
MENGGAMBAR SAMBUNGAN KAYU
MENGGAMBAR SAMBUNGAN KAYU BAG- TGB.001.A-06 54 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KODE MODUL M.3.3A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMBENTUKAN
KODE MODUL M.3.3A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMBENTUKAN MERAKIT PELAT DAN LEMBARAN BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH
PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK
PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK Pedoman Umum 1. Yang dimaksud dengan instalasi tenaga listrik ialah : Instalasi dari pusat pembangkit sampai rumah-rumah konsumen. 2. Tujuan komisioning
PEMERINTAH KABUPATEN.. DINAS PENDIDIKAN SMKNEGERI. UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PELAJARAN :
PEMERINTAH KABUPATEN.. DINAS PENDIDIKAN SMKNEGERI. UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : Kompetensi Keahlian : Hari / Tanggal : Teknik Gambar Bangunan Kelas / Jurusan : III / Teknik Gambar Bangunan Waktu
Pembuatan dan Penggunaan ALAT PERAGA SEDERHANA FISIKA SMP LISTRIK MAGNET
Pembuatan dan Penggunaan ALAT PERAGA SEDERHANA FISIKA SMP LISTRIK MAGNET Oleh : Drs. Sutrisno, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN
c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2
c = b - 2x = 13 2. 2,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = mm mm = 82 mm 2 = 0,000082 m 2 g) Massa sabuk per meter. Massa belt per meter dihitung dengan rumus. M = area panjang density = 0,000082
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam melaksanakan pengujian ini penulis menggunakan metode pengujian dan prosedur pengujian. Sehingga langkah-langkah serta tujuan dari pengujian yang dilakukan dapat sesuai
KEGIATAN BELAJAR I SAMBUNGAN KAYU MEMANJANG
1 KEGIATAN BELAJAR I SAMBUNGAN KAYU MEMANJANG LEMBAR INFORMASI Sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang disambungkan satu sama lain sehingga menjadi satu batang kayu yang panjang. Sambungan
LAPORAN PRAKTIKUM LAS DAN TEMPA
LAPORAN PRAKTIKUM LAS DAN TEMPA Disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Praktek Las dan Tempa Disusun Oleh: FAJAR RIZKI SAPUTRA K2513021 PTM A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JURUSAN PENDIDIKAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: MENGGAMBAR TEKNIK BANGUNAN GEDUNG MODUL / SUB-KOMPETENSI: MENGGAMBAR SAMBUNGAN
METODE UNTUK MENGGANTUNG ATAU MENUMPU PIPA PADA INSTALASI PERPIPAAN. Murni * ) Abstrak
METODE UNTUK MENGGANTUNG ATAU MENUMPU PIPA PADA INSTALASI PERPIPAAN Murni * ) Abstrak Instalasi perpipaan supaya terjamin dan aman dari kerusakan baik karena pemuaian maupun berat instalasi pipa sendiri
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Bidang Keahlian: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG Program Keahlian: TEKNIK KONSTRUKSI KAYU Judul Modul : MERENCANAKAN PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA Waktu : 16 Jam Kode Modul:
KEGIATAN BELAJAR I MEMBUAT KONSTRUKSI KUDA-KUDA KAYU
KEGIATAN BELAJAR I MEMBUAT KONSTRUKSI KUDA-KUDA KAYU A. LEMBAR INFORMASI Bahan untuk kuda-kuda kayu ini harus dipilih dari kayu yang baik dan ukurannya mencukupi dengan ukuran yang dibutuhkan. Untuk kudakuda
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan Program Keahlian : Otomotif Perbaikan Kendaraan Ringan Kelas / Semester : XI / II Standar Kompetensi : Melaksanakan Prosedur Pengelasan,
MEMBUAT ULIR DENGAN TANGAN
MENGUASAI KERJA BANGKU MEMBUAT ULIR DENGAN TANGAN B.20.10 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
MENGGAMBAR KONSTRUKSI TANGGA
MENGGAMBAR KONSTRUKSI TANGGA 7.1 Menggambar Konstruksi Tangga Beton Tangga pada masa lampau mempunyai kedudukan sangat penting karena membawa pretise bagi penghuni bangunan tersebut. Tetapi sekarang bila
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Semester V DAFTAR ISI No. JST/MES/MES345/00 Revisi : 0 Tgl. : 5 September 0 Hal dari NOMOR DOKUMEN No. JST/MES/MES345/0 No. JST/MES/MES345/0 URAIAN MENYAMBUNG PIPA LURUS DENGAN LAS MIG MENYAMBUNG PIPA
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK KONSTRUKSI BAJA DAN ALUMINIUM KOMPETENSI: MELAKSANAKAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA DAN ALUMINIUM DASAR MODUL
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: SURVEI DAN PEMETAAN MODUL / SUB-KOMPETENSI: MENGUKUR BEDA TINGGI DENGAN ALAT UKUR
BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG
BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG Dalam bahasan laporan mingguan proses pengamatan pelaksanaan proyek ini, praktikan akan memaparkan dan menjelaskan
BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN
BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN 4.1 Proses Produksi Produksi adalah suatu proses memperbanyak jumlah produk melalui tahapantahapan dari bahan baku untuk diubah dengan cara diproses melalui prosedur kerja
KONSTRUKSI ATAP 12.1 Menggambar Denah dan Rencana Rangka atap
KONSTRUKSI ATAP 12.1 Menggambar Denah dan Rencana Rangka atap Gambar 12.1 Rencana Atap Rumah Tinggal 12.2 Menggambar Ditail Potongan Kuda-kuda dan Setengah Kuda- Kuda Gambar 12.2 Potongan Kuda-kuda dan
MEMBUAT KUSEN PINTU TUNGGAL
MEMBUAT KUSEN PINTU TUNGGAL BAG- TPK.001.A-54 90 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Mengacu pada rumusan masalah dan pembahasan pada bab 4 terkait proses pembuatan komponen rangka pada mesin perajang sampah organik, didapat beberapa kesimpulan,
BAB III METODE PEMBUATAN
BAB III METODE PEMBUATAN 3.1. KONSEP PEMBUATAN ALAT Membuat suatu produk atau alat memerlukan peralatan dan pemesinan yang dapat dipergunakan dengan tepat dan ekonomis. Pemilihan mesin atau proses yang
METODE PEMBELAJARAN. Ceramah, peragaan, Tanya. jawab, Demonstrasi, Praktek. Ceramah, peragaan, Tanya. jawab, latihan dan praktek
MATA KULIAH : PROSES PRODUKSI III KODE/SKS : TM227/3 PROGRAM / SEM : D3 TEKNIK MESIN / III DOSEN : DRS WARDAYA M.PD ================================================= PERT KOMPETENSI/SUB. KOMPETENSI MATERI
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. identifikasi dari masing-masing komponen Mesin Pemoles pada casing
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Identifikasi Gambar Kerja 1. Identifikasi Ukuran Identifikasi ukuran komponen merupakan langkah untuk menentukan ukuran dalam pembuatan casing mesin pemoles. Berdasarkan
DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PRAKTIK PLAMBING DAN SANITER TC SKS
DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PRAKTIK PLAMBING DAN SANITER TC 216-2 SKS PENYUSUN : NANDAN SUPRIATNA, DRS., MPD. NIP : 19601224199101 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 TEKNIK SIPIL
PENGARUH ARUS LISTRIK TERHADAP DAERAH HAZ LAS PADA BAJA KARBON
TUGAS AKHIR PENGARUH ARUS LISTRIK TERHADAP DAERAH HAZ LAS PADA BAJA KARBON Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata Satu Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
BAB IV PROSES PEMBUATAN
30 BAB IV PROSES PEMBUATAN 4.1 Proses Pembuatan Proses pengerjaan adalah tahapan-tahapan yang dilakukan untuk membuat komponen-komponen pada mesin pembuat stik dan keripik. Pengerjaan yang dominan dalam
III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di
22 III. METODELOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan 20 22 Maret 2013 di Laboratorium dan Perbengkelan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian,
BAB III KAJIAN KHUSUS PENGAMATAN PEKERJAAN
BAB III Kerja Praktik - I KAJIAN KHUSUS PENGAMATAN PEKERJAAN 3.1 Waktu Pelaksanaan Waktu proses pengamatan dikerjakan selama 2 bulan mulai tanggal 15 September 2009 s/d tanggal 15 November 2010. Rencana
A. GAMBAR ARSITEKTUR.
A. GAMBAR ARSITEKTUR. Gambar Arsitektur, yaitu gambar deskriptif dari imajinasi pemilik proyek dan visualisasi desain imajinasi tersebut oleh arsitek. Gambar ini menjadi acuan bagi tenaga teknik sipil
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN KAYU
MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN KAYU BAG- TKB.001.A-74 63 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
STRUKTUR BAJA Fabrikasi komponen struktur baja. a. Komponen sambungan struktur baja; 1) Baja profil. 2) Baja pelat atau baja pilah
STRUKTUR BAJA 4.4.1 Fabrikasi komponen struktur baja a. Komponen sambungan struktur baja; 1) Baja profil 2) Baja pelat atau baja pilah b. Melaksanakan fabrikasi komponen struktur baja 1) Penandaan atau
BAB III METODE PENELITIAN. persiapan dan pembuatan kincir Savonius tipe U dengan variasi sudut
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi persiapan dan pembuatan kincir
DAFTAR ANALISA PEKERJAAN
DAFTAR ANALISA PEKERJAAN SATUAN HARGA Harga Harga I PEKERJAAN PERSIAPAN 1.4 1 M' Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 0.012 M 3 Kayu 5/7 kelas III 0.020 Kg Paku Biasa 0.007 M 3 Kayu Papan 3/20 0.100 Oh
BAHAN KULIAH STRUKTUR BAJA 1. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Informatika Undiknas University
3 BAHAN KULIAH STRUKTUR BAJA 1 4 Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Informatika Undiknas University Batang tarik 1 Contoh batang tarik 2 Kekuatan nominal 3 Luas bersih 4 Pengaruh lubang terhadap
MENGATUR DAN MEMBENTUK KABEL F.20.04
DASAR DASAR LISTRIK MENGATUR DAN MEMBENTUK KABEL F.20.04 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK BANGUNAN GEDUNG KOMPETENSI: MENGGAMBAR TEKNIK BANGUNAN GEDUNG MODUL / SUB-KOMPETENSI: MENGGAMBAR SIMBOL-SIMBOL
BAB I STANDAR KOMPETENSI
BAB I STANDAR KOMPETENSI 1.1 Judul Unit Melaksanakan Pekerjaan Struktur 1.2 Kode Unit F.45xxx.005.02 1.3 Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan
SOAL TES. Pilihlah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d.
Lampiran 1. Instrumen Penelitian 69 SOAL TES Mata pelajaran Kelas Alokasi waktu : Fabrikasi Las Gas : X : 30 menit Pilihlah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberikan tanda silang (X)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2009 / 20 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan Ke- : SMK N 2 DEPOK, SLEMAN : Mengelas Dasar : (sepuluh) Alokasi Waktu : 4 x 45 Standar
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Alat dan Bahan A. Alat 1. Las listrik 2. Mesin bubut 3. Gerinda potong 4. Gerinda tangan 5. Pemotong plat 6. Bor tangan 7. Bor duduk 8. Alat ukur (Jangka sorong, mistar)
LAMPIRAN 1 PERAN ENERGI DALAM ARSITEKTUR
LAMPIRAN 1 PERAN ENERGI DALAM ARSITEKTUR Prasato Satwiko. Arsitektur Sadar Energi tahun 2005 Dengan memfokuskan permasalahan, strategi penataan energi bangunan dapat dikembangkan dengan lebih terarah.strategi
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahan-bahan yang
III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut
16 III. METODE PEMBUATAN A. Waktu dan Tempat Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut Amanah, jalan raya candimas Natar, Lampung Selatan. Pembuatan mesin pengaduk adonan
3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan
3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan talang. a. Gording Gording membagi bentangan atap dalam jarak-jarak
III. METODOLOGI PENELITIAN. Pembuatan alat penelitian ini dilakukan di Bengkel Berkah Jaya, Sidomulyo,
31 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Pembuatan Dan Pengujian Pembuatan alat penelitian ini dilakukan di Bengkel Berkah Jaya, Sidomulyo, Lampung Selatan. Kemudian perakitan dan pengujian dilakukan Lab.
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Alat dan Bahan A. Alat dan bahan 1. Mesin las listrik 2. Mesin bubut 3. Gerinda potong 4. Gerinda tangan 5. Pemotong plat 6. Bor tangan 7. Alat ukur (jangka sorong, mistar)
