Universitas Negeri Malang

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Universitas Negeri Malang"

Transkripsi

1 1 Penerapan Metode Regresi New Stepwise untuk Mengetahui Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Metallic Box (Studi Kasus di PT. PINDAD (Persero) Turen) Universitas Negeri Malang Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model regresi New Stepwise terbaik yang menggambarkan faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kekuatan Metallic Box. Faktor-faktor yang diamati meliputi kandungan Besi, Karbon, Mangan, Nikel serta Silikon. Metode analisis yang digunakan adalah regresi New Stepwise. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh model regresi: Y = ,02 + 9,51 dengan nilai R-sq sebesar 64,7%. Berdasarkan model tersebut, diketahui setiap penambahan kandungan besi sebesar satu satuan akan meningkatkan kekuatan metalic box sebesar 2,02 HRB dan setiap penambahan kandungan mangan sebesar satu satuan akan meningkatkan kekuatan metalic box sebesar 9,51 HRB. Jadi, faktor yang mempengaruhi kekuatan metalic box adalah kandungan besi dan mangan. Variabel-variabel tersebut secara serentak memberikan pengaruh sebesar 64,7% terhadap kekuatan Metallic Box. Kata kunci: Metallic Box, kekuatan, regresi New Stepwise. Metallic Box adalah suatu kotak berwarna putih keperakan yang terbuat dari Baja St 37 yaitu campuran Besi, Mangan, Nikel, Silikon serta Karbon. Metallic Box merupakan salah satu produk yang penting bagi PT. PINDAD (Persero) karena Metallic Box digunakan untuk mengemas produk-produk lain yang dihasilkan PT. PINDAD (Persero). Standar khusus yang diberikan PT. PINDAD (Persero) terhadap kualitas metallic box yang dihasilkan harus memiliki kekuatan yang baik dalam menahan benturan. Oleh karena itu pengujian kekuatan metallic box perlu dilakukan dengan melihat nilai kekerasan bahan material metallic box. Kekuatan pada metallic box dipengaruhi oleh unsur-unsur yang terkandung didalamnya. Dengan mengetahui unsur-unsur yang memiliki pengaruh dominan terhadap kekuatan metallic box diharapkan dapat meningkatkan kualitas metallic box yang dihasilkan PT. PINDAD (Persero). Untuk dapat mengetahui faktor-faktor tersebut, maka metode yang dapat digunakan adalah analisis regresi New Stepwise. Regresi New Stepwise merupakan pengembangan dari regresi komponen utama. Keunggulan metode ini adalah dalam hal pemilihan variabel yang masuk dalam model jika dibandingkan dengan metode regresi komponen utama. Pemilihan variabel pada New Stepwise didasarkan pada jumlah kuadrat galat (JKG), sedangkan pada komponen utama menggunakan matriks korelasi dari variabel-variabel penjelas. Prosedur awal dari metode ini sama dengan prosedur yang dilakukan pada regresi 1. Nisa Hidayatul Ilmi adalah mahasiswa jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang 2. I Nengah Parta adalah dosen jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang

2 2 komponen utama, yaitu mentransformasi variabel penjelas menjadi variabel komponen utama. Dimulai dengan model dimana Y adalah vektor pengamatan yang berukuran ( ), X adalah matriks variabel bebas berukuran ( ), merupakan vektor parameter berukuran ( ) dan merupakan vektor sisaan berukuran. Kemudian mentransformasi matriks variabel bebas X menjadi matriks skor komponen utama dimana V adalah matriks berukuran ( ) atas vektor eigen yang telah distandarkan dari matriks korelasi yang bersesuaian dengan nilai akar ciri (eigen). Berdasarkan sifat, maka akan didapat model baru untuk X, yaitu: Dengan, sehingga untuk menaksir parameter, dengan meminimumkan jumlah kuadrat galat Nilai dugaan ini dapat diperoleh melalui pendiferensialan persamaan di atas terhadap Sehingga nilai parameter, yaitu (Tayeb, 2002 : 15). Dalam pemilihan variabel penjelas (skor komponen) utama yang masuk dalam model digunakan metode Stepwise, yaitu gabungan dari seleksi maju dan metode eliminasi mundur. Urutan variabel penjelas yang masuk dalam metode ditentukan berdasarkan jumlah kuadrat galat (JKG) terkecil yang selanjutnya akan diregresikan. Setelah itu diuji menggunakan uji-t apakah variabel penjelas tersebut berarti atau tidak. Hipotesis yang digunakan adalah Statistik uji yang digunakan adalah uji-t sebagai berikut: Jika, maka tolak yang berarti variabel penjelas tersebut akan tetap di dalam model. Tahap selanjutnya hampir sama, yaitu memilih variabel penjelas dengan jumlah kuadrat galat terkecil berikutnya dan pengujian dilakukan pada setiap tahap prosedur stepwise. Hal ini dilakukan sampai tidak ada lagi variabel penjelas yang berarti untuk masuk dalam model. METODE Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari lapangan berupa laporan hasil pemeriksaan Spectrometer dan Hardness taster yang ada di Departemen Mutu PT.Pindad (Persero).

3 3 Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kekuatan Metallic Box, sedangkan variabel bebasnya adalah kandungan Besi ), kandungan Karbon ( ), kandungan Mangan ( ), kandungan Nikel ( ), dan kandungan Silikon ( ). Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Melakukan pembakuan data. 2. Mencari model regresi linear berganda awal dan menguji kenormalan nilai sisaan, kehomogenan nilai sisaan, kebebasan nilai sisaan pada data. 3. Melakukan uji multikolinearitas. 4. Mengatasi masalah multikolinearitas yang terjadi dengan menggunakan metode regresi New Stepwise dengan prosedur sebagai berikut : 1) Pemilihan variabel pertama dengan mentransformasi sehingga diperoleh skor komponen utama. Kemudian kita pilih skor komponen utama yang memiliki nilai eigen > 1 misalkan. Selanjutnya meregresikan variabel terikat Y dengan skor komponen utama terpilih secara serentak untuk mendapatkan model Y = Dimana [ ] dan [ ], adalah koefisien dari variabel dengan i { }. Memilih skor komponen utama dengan koefisien regresi yang paling signifikan pada taraf α. Kemudian meregresikan dengan masing-masing variabel bebas Selanjutnya kita pilih variabel bebas yang mempunyai nilai JKG terkecil, misalkan, maka masuk ke dalam model. Jika tidak ada koefisien regresi dari skor komponen utama yang signifikan pada taraf α, maka pemilihan dihentikan dengan kesimpulan tidak ada variabel yang masuk ke dalam model. 2) Pemilihan variabel kedua perbedaannya hanya terletak pada langkah awal yaitu memperoleh skor komponen utama dari hasil transformasi yaitu sisaan yang diperoleh dari meregresikan masing-masing variabel bebas yang tidak terpilih dengan variabel bebas yang terpilih sebelumnya. Sedangkan langkah selanjutnya sama dengan langkah pada pemilihan variabel awal. 3) Melakukan pengujian terhadap variabel yang masuk ke dalam model yaitu dengan meregresikan variabel yang terpilih, misal dan tersebut untuk mendapatkan sisaan yang distandarkan, namakan e*. Selanjutnya Regresikan variabel dan e* dengan variabel terikat Y, sehingga diperoleh model. Jika signifikan, maka tetap di dalam model. 4) Pemilihan variabel ketiga dan seterusnya analog dengan langkah ke dua.

4 4 5) Setelah semua variabel bebas yang masuk ke dalam model diperoleh, maka semua variabel bebas yang masuk diregresikan secara serentak dengan variabel terikat Y dan diperoleh model. 5. Melakukan uji asumsi klasik (uji kenormalan nilai sisaan, kehomogenan nilai sisaan, kebebasan nilai sisaan). 6. Melakukan Interpretasi model yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil analisis regresi berganda diperoleh model: Y = , ,9 + 6, ,4 + 4,27 dengan nilai R-sq sebesar 75.0%. Hal ini berarti bahwa kandungan Besi, Karbon, Mangan, Nikel, dan Silikon secara bersamasama memberikan pengaruh sebesar 75% terhadap kekuatan Metallic Box sedangkan sisanya yaitu sebesar 25% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam model. Dari hasil uji koefisien regresi secara serentak (uji F), nilai > (25,25> 2,88663) dan nilai signifikansi F sebesar 0,000 yang jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 ( Sehingga dapat disimpulkan bahwa model berarti, atau dengan kata lain, variabel,,,, dan dapat digunakan untuk memprediksi besarnya Y. Sedangkan hasil uji koefisien regresi secara individual (uji t), nilai masing-masing variabel bebas dan lebih dari namun signifikansi konstanta lebih dari taraf signifikansi 0,05 (α = 0,05), yaitu sebesar 0,360 sehingga dimungkinkan terdapat gejala multikolinieritas. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik (uji kenormalan nilai sisaan, uji kehomogenan nilai sisaan, dan uji kebebasan nilai sisaan) yang melandasi analisis regresi linier berganda. Dari hasil uji kenormalan nilai sisaan dapat disimpulkan nilai sisaan mengikuti distribusi normal, karena data menyebar di sekitar garis lurus dan P-value lebih besar dari taraf keberartian 0,05 yaitu sebesar 0,457. Selanjutnya dilakukan uji kehomogenan ragam nilai sisaan dengan menganalisa plot antara nilai sisa baku dengan nilai dugaan. Karena ragam nilai sisaan data tersebut menyebar dan tidak membentuk pola khusus (corong), maka dapat disimpulkan ragam nilai sisaan tersebut homogen. Pengujian selanjutnya adalah uji kebebasan nilai sisaan, dari hasil uji dengan melihat grafik ACF terlihat bahwa tidak ada nilai korelasi yang melebihi batas signifikan autokorelasi pada grafik ACF sehingga dapat dikatakan hubungan antara sisaannya adalah saling bebas. Selanjutnya dilakukan uji multikolinearitas terlihat bahwa korelasi antar variabel bebas lebih besar daripada korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikatnya, yaitu: 1. Korelasi antara dengan lebih besar dari korelasi antara Y dengan, yaitu 0,483 > 0, Korelasi antara dengan lebih besar dari korelasi antara Y dengan, yaitu 0,303 > 0, Korelasi antara dengan lebih besar dari korelasi antara Y dengan, yaitu 0,313 > 0,269

5 5 Oleh karena itu dapat disimpulkan terjadi multikolinearitas, sehingga diperlukan metode untuk mengatasi masalah tersebut. Selanjutnya digunakan metode New Stepwise untuk mengatasi masalah multikolinearitas tersebut. 1. Pemilihan variabel pertama Pada pemilihan variabel pertama ini dilakukan pencarian skor komponen utama melalui matriks korelasi variabel bebas awal,,..., Kemudian meregresikan Y dengan dan karena dan memilliki nilai eigen lebih dari 1, sehingga diperoleh model: dengan nilai signifikansi dan yaitu sebesar 0,009 dan 0,000. Masing-masing nilai signifikansi kurang dari 0,05. Selanjutnya kita memilih salah satu dari dan dengan kriteria T-hitung terbesar. Dipilih, karena memiliki nilai T-hitung terbesar sebesar 5,68. Kemudian meregresikan masing masing variabel awal dengan agar diperoleh model masing masing variabel serta jumlah kuadrat galat masingmasing model. Setelah diregresikan, terlihat nilai JKG terkecil terdapat pada model regresi terhadap (besi), yaitu sebesar Dari hasil tersebut dapat disimpulkan variabel pertama yang masuk dalam model adalah (Kandungan Besi). Ini menunjukkan bahwa besi merupakan faktor yang paling menentukan kekuatan dari Metallic Box. 2. Pemilihan Variabel Kedua Pada pemilihan variabel kedua ini dilakukan pencarian skor komponen utama melalui matriks korelasi variabel bebas dan yang merupakan residual dari regresi variabel bebas dengan. Selanjutnya mencari komponen utama dari data residual di atas melalui matriks korelasi diperoleh skor komponen utama. Selanjutnya meregresikan Y dengan dan karena kedua skor komponen utama tersebut memilliki nilai eigen lebih dari 1 sehingga diperoleh model: dengan nilai signifikansi sebesar dan nilai signifikansi sebesar Terpilih Karena nilai signifikansi kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,004. Kemudian meregresikan skor komponen utama dengan masing masing variabel agar diperoleh model masing masing variabel serta jumlah kuadrat galat masing- masing model. Dari hasil regresi tersebut, diperoleh nilai JKG terkecil terdapat pada model regresi terhadap yaitu sebesar 0, Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan (Kandungan Mangan) menjadi variabel kedua yang masuk. Penambahan variabel kedua ini berdasarkan pengujian pada metode regresi New Stepwise dapat meningkatkan nilai R-sq dari model regresi New Stepwise tanpa menyebabkan kasus multikolinearitas. 3. Melakukan pengujian terhadap variabel yang masuk dalam model Pengujian ini dilakukan dengan meregresikan variabel yang terpilih yaitu dan untuk mendapatkan sisaan yang distandarkan, namakan dengan e*. Kemudian meregresikan dan e* dengan variabel terikat Y diperoleh model. Dari model tersebut

6 6 dapat disimpulkan koefisien regresi signifikan karena nilai signifikansi koefisien regresi sebesar < 0,005 maka tetap di dalam model. Selanjutnya meregresikan dan e* dengan variabel terikat Y diperoleh model:. Dari model tersebut dapat disimpulkan koefisien regresi e* signifikan karena nilai signifikansi koefisien regresi e* sebesar < 0,005 maka tetap di dalam model. Dari pengujian tersebut dapat disimpulkan dan tetap di dalam model karena kedua variabel tersebut signifikan pada taraf α. 4. Pemilihan Variabel ketiga Pada pemilihan variabel ketiga ini dilakukan dengan meregresikan setiap variabel dengan variabel terpilih yaitu dan untuk memperoleh residual dari setiap model regresi sehingga diperoleh dan. Kemudian mencari komponen utama dari data residual tersebut melalui matriks korelasi diperoleh skor komponen utama, dan. Selanjutnya meregresikan Y dengan, karena variabel tersebut yang memiliki nilai eigen lebih dari 1 sehingga diperoleh model dengan nilai signifikansi > 0,05. Jadi dapat disimpulkan koefisien regresi skor komponen utama tidak signifikan maka pemilihan variabel yang masuk dalam model dihentikan. Hal ini menunjukkan ketiga variabel bebas yang tersisa yaitu dan tidak dapat dimasukkan ke dalam model. Kondisi ini disebabkan karena jika dan dimasukkan ke dalam model regresi New Stepwise akan memberikan pengaruh yang tidak signifikan yang dapat menyebabkan kasus multikolinearitas. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik untuk melihat kenormalan nilai sisaan, kehomogenan nilai sisaan dan kebebasan nilai sisaan. Dari hasil uji kenormalan nilai sisaan dapat disimpulkan nilai sisaan mengikuti distribusi normal, karena data menyebar di sekitar garis lurus dan P-value lebih besar dari taraf keberartian 0,05 yaitu sebesar 0,582. Selanjutnya dilakukan uji kehomogenan ragam nilai sisaan dengan menganalisa plot antara nilai sisa baku dengan nilai dugaan. Karena ragam nilai sisaan data tersebut menyebar dan tidak membentuk pola khusus (corong), maka dapat disimpulkan ragam nilai sisaan tersebut homogen. Pengujian selanjutnya adalah uji kebebasan nilai sisaan, Dari hasil uji dengan melihat grafik ACF terlihat bahwa tidak ada nilai korelasi yang melebihi batas signifikan autokorelasi pada grafik ACF sehingga dapat dikatakan hubungan antar sisaannya adalah saling bebas. Dari hasil uji koefisien regresi secara serentak (uji F), nilai > (41,28 > 4,00850) dan nilai signifikansi F sebesar 0,000 yang jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 ( Sehingga dapat disimpulkan bahwa model berarti, atau dengan kata lain, variabel dan dapat digunakan untuk memprediksi besarnya Y. Sedangkan hasil uji koefisien regresi secara individual (uji t), mempunyai nilai yaitu 8,46 > 0,8326, mempunyai nilai yaitu 4,46 > 0,8326 dan nilai signifikansi variabel dan masing-masing sebesar 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan variabel dan masing-masing

7 7 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap model, sehingga pada model regresi yang terakhir ini tidak terjadi kasus multikolinieritas. Dari hasil perhitungan diatas diperoleh model: Y, dengan nilai R-sq sebesar 64,7%. Dengan Y : Kekuatan metallic box : kandungan Besi : Kandungan Mangan Persamaan tersebut berarti: a. Konstanta sebesar -155 menyatakan bahwa jika tidak ada penambahan besi dan mangan pada metallic box maka kekuatan metallic box berkurang sebesar 155 b. Koefisien regresi sebesar 2,02 menyatakan bahwa setiap penambahan besi sebesar satu satuan akan meningkatkan kekuatan metallic box sebesar 2,02 HRB c. Koefisien regresi sebesar 9,51 menyatakan bahwa setiap penambahan mangan sebesar satu satuan akan meningkatkan kekuatan metallic box sebesar 9,51 HRB. Dilihat dari nilai R-sq dari model tersebut dapat diketahui variabelvariabel tersebut memberikan pengaruh sebesar 64,7% terhadap kekuatan metallic box sedangkan sisanya 35,3% dipengaruhi oleh variabel lainnya. PENUTUP Kesimpulan Dari kondisi data yang diperoleh menunjukkan adanya kasus multikolinearitas hal ini dapat di atasi dengan metode regresi New Stepwise sehingga diperoleh model : Y = ,02 + 9,51 dengan nilai R-sq sebesar 64,7%. Persamaan Y = ,02 + 9,51 berarti: a. Konstanta sebesar -155 menyatakan bahwa jika tidak ada penambahan besi dan mangan pada metalic box maka kekuatan metalic box berkurang sebesar 155 b. Koefisien regresi sebesar 2,02 menyatakan bahwa setiap penambahan besi sebesar satu satuan akan meningkatkan kekuatan metalic box sebesar 2,02 HRB c. Koefisien regresi sebesar 9,51 menyatakan bahwa setiap penambahan mangan sebesar satu satuan akan meningkatkan kekuatan metalic box sebesar 9,51 HRB. Dari model tersebut dapat disimpulkan bahwa yang mempengaruhi kekuatan metalic box adalah kandungan besi dan mangan. Variabel-variabel tersebut memberikan pengaruh sebesar 64,7% terhadap kekuatan metallic box sedangkan sisanya 35,3% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Namun ketiga Kandungan lain yang tersisa yaitu kandungan karbon, nikel dan silikon harus tetap ada dalam Metallic Box meskipun persentase di dalamnya kecil. Hal ini terkait kandungan unsur yang harus ada dalam Metallic box adalah

8 8 kelima unsur tersebut dan Metallic box dapat terbentuk jika terjadi reaksi kimia antara Besi, Karbon, Mangan, Nikel serta Silikon. Saran Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan Metalic box, diharapkan PT.PINDAD (Persero) dapat mengetahui kualitas bahan material yang lebih baik sebagai upaya peningkatan kualitas produksi. sedangkan untuk peneliti lain diharapkan melakukan pembandingan dengan metode lain untuk menganalisis data mengenai kekuatan metalic box sehingga dapat terlihat keefektifan metode Regresi New Stepwise. DAFTAR PUSTAKA Abadyo dan Permadi H Metoda Statistika Praktis. Malang : Universitas Negeri Malang Press. Draper, N.R dan Smith, H Analisis Regresi Terapan, Edisi Kedua. Alih bahasa : Sumantri B. Jakarta : Gramedia Hadi, Sutrisno Analisis Regresi. Yogyakarta : Andi Offset. Nasution S Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara. Nugroho, W.H Pengantar Analisis Statistika. Bandung: Ganeca Exact Sembiring, R.K Analisis Regresi. Bandung : ITB Bandung Press Sugiarto dan Siagian D Metode Statistika Untuk Bisnis Dan Ekonomi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Suherman Wahid Ilmu Logam II. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Press Suryabrata, Sumadi Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali Pers. Suryanto Metode Statistika Multivariat. Jakarta : LPTK IKIP Yogyakarta. Tayeb, T Perbandingan Metode New Stepwise dengan Metode Komponen Utama. Thesis. Surabaya: Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected]

Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com 1 APLIKASI ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT DIABETES MELLITUS (Studi Kasus di Puskesmas Tempeh Kab. Lumajang) Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberi penjelasan

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberi penjelasan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberi penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua peubah atau lebih (Draper dan Smith, 1992).

Lebih terperinci

Oleh : Fuji Rahayu W ( )

Oleh : Fuji Rahayu W ( ) Oleh : Fuji Rahayu W (1208 100 043) JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2012 Indonesia sebagai negara maritim Penduduk Indonesia

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat

BAB II LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Uji Kecukupan Sampel Dalam melakukan penelitian ini yang berhubungan dengan kecukupan sampel maka langkah awal yang harus dilakukan adalah pengujian terhadap jumlah sampel. Pengujian

Lebih terperinci

Analisis Regresi 2. Multikolinier & penanganannya

Analisis Regresi 2. Multikolinier & penanganannya Analisis Regresi 2 Pokok Bahasan : Multikolinier & penanganannya TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS : Mahasiswa dapat menjelaskan adanya multikolinieritas pada regresi linier berganda serta prosedur penanganannya

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Siswa Gambar 1 memperlihatkan Karakteristik siswa SMA Negeri Ulu Siau berdasarkan jurusan. Berdasarkan Gambar 1 umumya siswa lebih memilih jurusan IPA daripada jurusan

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN PADA PRODUKSI JAGUNG DI JAWA TENGAH

1. PENDAHULUAN PADA PRODUKSI JAGUNG DI JAWA TENGAH MODEL REGRESI ROBUST ESTIMASI DENGAN PEMBOBOT FAIR PADA PRODUKSI JAGUNG DI JAWA TENGAH Oktaviana Wulandari, Yuliana Susanti, dan Sri Sulistijowati Handajani Program Studi Matematika FMIPA UNS ABSTRAK.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan penguasaan keterampilan kognitif baik secara sendiri-sendiri atau bersama -

BAB III METODE PENELITIAN. dan penguasaan keterampilan kognitif baik secara sendiri-sendiri atau bersama - 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penguasaan konsep dan penguasaan keterampilan kognitif baik secara sendiri-sendiri atau bersama - sama

Lebih terperinci

Model Regresi Dummy dalam Memprediksi Performansi Akademik Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNP

Model Regresi Dummy dalam Memprediksi Performansi Akademik Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNP Model Regresi Dummy dalam Memprediksi Performansi Akademik Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNP Nonong Amalita, Yenni Kurniawati Jurusan Matematika FMIPA UNP E-mail: [email protected] Abstrak. Performansi

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE REGRESI GULUD DAN REGRESI KOMPONEN UTAMA DALAM MENGATASI PENYIMPANGAN MULTIKOLINEARITAS PADA ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA

PENERAPAN METODE REGRESI GULUD DAN REGRESI KOMPONEN UTAMA DALAM MENGATASI PENYIMPANGAN MULTIKOLINEARITAS PADA ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA PENERAPAN METODE REGRESI GULUD DAN REGRESI KOMPONEN UTAMA DALAM MENGATASI PENYIMPANGAN MULTIKOLINEARITAS PADA ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA Sri Siska Wirdaniyati 1), Edy Widodo ) 1) Mahasiswa Prodi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Bank adalah lembaga keuangan yang merupakan penggerak utama dalam pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia. Sebagai lembaga Intermediasi, bank memiliki

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Data merupakan bentuk jamak dari datum. Data merupakan sekumpulan

BAB II LANDASAN TEORI. Data merupakan bentuk jamak dari datum. Data merupakan sekumpulan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data Data merupakan bentuk jamak dari datum. Data merupakan sekumpulan datum yang berisi fakta-fakta serta gambaran suatu fenomena yang dikumpulkan, dirangkum, dianalisis, dan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Deret Fourier Dalam bab ini akan dibahas mengenai deret dari suatu fungsi periodik. Jenis fungsi ini sering muncul dalam berbagai persoalan fisika, seperti getaran mekanik, arus

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dapat digolongkan penelitian deskriptif kuantitatif, karena

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dapat digolongkan penelitian deskriptif kuantitatif, karena BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dapat digolongkan penelitian deskriptif kuantitatif, karena melalui penelitian ini dapat dideskripsikan fakta-fakta yang berupa kemampuan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Analisis Regresi Tidak jarang dihadapkan dengan persoalaan yang melibatkan dua atau lebih peubah atau variabel yang ada atau diduga ada dalam suatu hubungan tertentu. Misalnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dari penelitian ini adalah CV.Nusaena Konveksi yang beralamat di

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dari penelitian ini adalah CV.Nusaena Konveksi yang beralamat di BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Lokasi dan waktu penelitian Lokasi dari penelitian ini adalah CV.Nusaena Konveksi yang beralamat di Jalan Pembangunan Gg. Samoa No. 12 Rumbai - Pekanbaru. Penelitian ini di

Lebih terperinci

REGRESI LINIER BERGANDA

REGRESI LINIER BERGANDA REGRESI LINIER BERGANDA 1. PENDAHULUAN Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis data dalam statistika yang seringkali digunakan untuk mengkaji hubungan antara beberapa variabel dan meramal

Lebih terperinci

REGRESI BEDA DAN REGRESI RIDGE Ria Dhea Layla N.K 1, Febti Eka P. 2 1)

REGRESI BEDA DAN REGRESI RIDGE Ria Dhea Layla N.K 1, Febti Eka P. 2 1) REGRESI BEDA DAN REGRESI RIDGE Ria Dhea Layla N.K 1, Febti Eka P. 2 1) 1311105003 2) 1311106009 email: 1) [email protected] 2) [email protected] ABSTRAK Analisis regresi dalam statistika adalah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1Uji Sampel Sebagai ketentuan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengambilan data adalah harus diketahui ukuran sampel yang memenuhi untuk di analisa. Untuk menentukan

Lebih terperinci

ORTHOGONALISASI PEUBAH BEBAS YANG BERKORELASI DALAM SUATU MODEL REGRESI ABSTRACT

ORTHOGONALISASI PEUBAH BEBAS YANG BERKORELASI DALAM SUATU MODEL REGRESI ABSTRACT ORTHOGONALISASI PEUBAH BEBAS YANG BERKORELASI DALAM SUATU MODEL REGRESI Aidawayati Rangkuti ) Guru Besar tetap pada Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin [email protected] ABSTRACT The research attempts

Lebih terperinci

Bab 2 LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI 17 Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aljabar Matriks 2.1.1 Definisi Matriks Matriks adalah suatu kumpulan angka-angka yang juga sering disebut elemen-elemen yang disusun secara teratur menurut baris dan kolom sehingga

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. metode kuadrat terkecil (MKT), outlier, regresi robust, koefisien determinasi,

BAB II LANDASAN TEORI. metode kuadrat terkecil (MKT), outlier, regresi robust, koefisien determinasi, BAB II LANDASAN TEORI Beberapa teori yang diperlukan untuk mendukung pembahasan diantaranya adalah regresi linear berganda, pengujian asumsi analisis regresi, metode kuadrat terkecil (MKT), outlier, regresi

Lebih terperinci

PEMODELAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA MENGGUNAKAN REGRESI RIDGE

PEMODELAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA MENGGUNAKAN REGRESI RIDGE PEMODELAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA MENGGUNAKAN REGRESI RIDGE SKRIPSI Disusun Oleh: HILDAWATI 24010211130024 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis Regresi adalah analisis statistik yang mempelajari bagaimana memodelkan sebuah model fungsional dari data untuk dapat menjelaskan ataupun meramalkan suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyelidiki hubungan di antara dua atau lebih peubah prediktor X terhadap peubah

BAB I PENDAHULUAN. menyelidiki hubungan di antara dua atau lebih peubah prediktor X terhadap peubah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis regresi linier berganda merupakan analisis yang digunakan untuk menyelidiki hubungan di antara dua atau lebih peubah prediktor X terhadap peubah respon Y yang

Lebih terperinci

VI. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHA PEMBESARAN LELE DUMBO DI CV JUMBO BINTANG LESTARI

VI. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHA PEMBESARAN LELE DUMBO DI CV JUMBO BINTANG LESTARI VI. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHA PEMBESARAN LELE DUMBO DI CV JUMBO BINTANG LESTARI 6.1. Analisis Fungsi Produksi Model fungsi produksi yang digunakan adalah fungsi Cobb Douglas. Faktor-faktor

Lebih terperinci

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 71-81, Agustus 2001, ISSN :

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 71-81, Agustus 2001, ISSN : PENANGANAN MULTIKOLINEARITAS (KEKOLINEARAN GANDA) DENGAN ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA Tatik Widiharih Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Abstrak Multikolinearitas yang tinggi diantara peubah-peubah bebas,

Lebih terperinci

PENANGANAN MULTIKOLINEARITAS (KEKOLINEARAN GANDA) DENGAN ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA. Tatik Widiharih Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

PENANGANAN MULTIKOLINEARITAS (KEKOLINEARAN GANDA) DENGAN ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA. Tatik Widiharih Jurusan Matematika FMIPA UNDIP PENANGANAN MULTIKOLINEARITAS (KEKOLINEARAN GANDA) DENGAN ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA Tatik Widiharih Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Abstrak Multikolinearitas yang tinggi diantara peubah-peubah bebas,

Lebih terperinci

PEMODELAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK TENAGA KERJA MENGGUNAKAN REGRESI AKAR CIRI

PEMODELAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK TENAGA KERJA MENGGUNAKAN REGRESI AKAR CIRI Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 4 Hal. 86 95 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PEMODELAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK TENAGA KERJA MENGGUNAKAN REGRESI AKAR CIRI

Lebih terperinci

= parameter regresi = variabel gangguan Model persamaan regresi linier pada persamaan (2.2) dapat dinyatakan dalam bentuk matriks berikut:

= parameter regresi = variabel gangguan Model persamaan regresi linier pada persamaan (2.2) dapat dinyatakan dalam bentuk matriks berikut: BAB II LANDASAN TEORI 2. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi merupakan salah satu analisis statistik yang sering digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih. Menurut

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENDUDUK DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN MODEL REGRESI ROBUST DENGAN ESTIMASI LEAST MEDIAN OF SQUARES (LMS)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENDUDUK DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN MODEL REGRESI ROBUST DENGAN ESTIMASI LEAST MEDIAN OF SQUARES (LMS) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENDUDUK DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN MODEL REGRESI ROBUST DENGAN ESTIMASI LEAST MEDIAN OF SQUARES (LMS) Yuditia Ari Prabowo, Yuliana Susanti, dan Santoso Budi Wiyono

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Regresi Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan hubungan fungsional antara variabel respon dengan satu atau beberapa variabel prediktor.

Lebih terperinci

Metode Regresi Ridge dengan Iterasi HKB dalam Mengatasi Multikolinearitas

Metode Regresi Ridge dengan Iterasi HKB dalam Mengatasi Multikolinearitas Vol. 14, No. 1, 93-99, Juli 2017 Metode Regresi Ridge dengan Iterasi HKB dalam Mengatasi Multikolinearitas Nurhasanah Abstrak Regresi berganda dengan peubah bebas saling berkorelasi (multikolinearitas)

Lebih terperinci

MODEL-MODEL LEBIH RUMIT

MODEL-MODEL LEBIH RUMIT MAKALAH MODEL-MODEL LEBIH RUMIT DISUSUN OLEH : SRI SISKA WIRDANIYATI 65 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 04 BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI A. Persamaan Regresi Linear Analisis regresi merupakan suatu model matematis yang dapat digunakan untuk mengetahui pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Analisis regresi

Lebih terperinci

PENERAPAN ANALISIS FAKTOR DAN ANALISIS DISKRIMINAN UNTUK MENENTUKAN KUALITAS PRODUK SUSU BALITA DENGAN GRAFIK KENDALI Z-MR

PENERAPAN ANALISIS FAKTOR DAN ANALISIS DISKRIMINAN UNTUK MENENTUKAN KUALITAS PRODUK SUSU BALITA DENGAN GRAFIK KENDALI Z-MR PENERAPAN ANALISIS FAKTOR DAN ANALISIS DISKRIMINAN UNTUK MENENTUKAN KUALITAS PRODUK SUSU BALITA DENGAN GRAFIK KENDALI Z-MR Inge Ratih Puspitasari, Hendro Permadi, dan Trianingsih Eni Lestari Universitas

Lebih terperinci

BAB. IX ANALISIS REGRESI FAKTOR (REGRESSION FACTOR ANALYSIS)

BAB. IX ANALISIS REGRESI FAKTOR (REGRESSION FACTOR ANALYSIS) BAB. IX ANALII REGREI FAKTOR (REGREION FACTOR ANALYI) 9. PENDAHULUAN Analisis regresi faktor pada dasarnya merupakan teknik analisis yang mengkombinasikan analisis faktor dengan analisis regresi linier

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan sehari-hari, baik di bidang ekonomi, psikologi, sosial,

BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan sehari-hari, baik di bidang ekonomi, psikologi, sosial, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Statistika seringkali digunakan untuk memecahkan masalah dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari, baik di bidang ekonomi, psikologi, sosial, kedokteran, kesehatan,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN REGRESI AKAR LATEN UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN MOBIL DI AMERIKA SERIKAT TAHUN

PENGGUNAAN REGRESI AKAR LATEN UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN MOBIL DI AMERIKA SERIKAT TAHUN PENGGUNAAN REGRESI AKAR LATEN UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN MOBIL DI AMERIKA SERIKAT TAHUN 1961-1990 Edi Purwanto, Nar Herrhyanto, Maman Suherman Departemen Pendidikan Matematika FPMIPA Universitas Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data Tingkat Bagi Hasil

Lebih terperinci

3 METODOLOGI. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

3 METODOLOGI. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 15 3 METODOLOGI 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Pada penelitian ini, lokasi yang menjadi objek penelitian adalah wilayah PPN Brondong, Kabupaten Lamongan propinsi Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini didasari

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN. Secara umum persamaan regresi linier dengan k variabel bebas dinyatakan dengan :

Bab 1 PENDAHULUAN. Secara umum persamaan regresi linier dengan k variabel bebas dinyatakan dengan : 12 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Regresi merupakan suatu teknik statistika yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan fungsional antara suatu variabel tak bebas (respon) dengan satu atau

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertian Regresi Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini dibahas tentang matriks, metode pengganda Lagrange, regresi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini dibahas tentang matriks, metode pengganda Lagrange, regresi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini dibahas tentang matriks, metode pengganda Lagrange, regresi linear, metode kuadrat terkecil, restriksi linear, multikolinearitas, regresi ridge, uang primer, dan koefisien

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Analisis Regresi Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor (variabel independent) dengan variabel outcome (variabel dependen) untuk

Lebih terperinci

LEAST SQUARE AND RIDGE REGRESSION ESTIMATION ABSTRAK ( ) = ( + ) Kata kunci: regresi linear ganda, multikolinearitas, regresi gulud.

LEAST SQUARE AND RIDGE REGRESSION ESTIMATION ABSTRAK ( ) = ( + ) Kata kunci: regresi linear ganda, multikolinearitas, regresi gulud. 1 LEAST SQUARE AND RIDGE REGRESSION ESTIMATION ABSTRAK Metode kuadrat terkecil atau Ordinary Least Square (OLS) merupakan suatu metode penaksiran koefisien regresi yang paling sederhana. Jika diantara

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Matriks 2.1.1 Definisi Matriks Matriks adalah suatu kumpulan angka-angka yang juga sering disebut elemenelemen yang disusun secara teratur menurut baris dan kolom berbentuk

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Analisis Regresi dan Korelasi 1. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan kuatnya atau derajat hubungan linier antara dua variabel atau

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aljabar Matriks 2.1.1 Definisi Matriks Matriks adalah suatu kumpulan angka-angka yang juga sering disebut elemen-elemen yang disusun secara teratur menurut baris dan kolom sehingga

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Sebuah Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari bilangan-bilangan.

BAB II KAJIAN TEORI. Sebuah Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari bilangan-bilangan. BAB II KAJIAN TEORI A. Matriks 1. Definisi Matriks Sebuah Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari bilangan-bilangan. Bilangan-bilangan dalam susunan tersebut dinamakan entri dalam matriks (Howard

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis korelasi adalah metode statistika yang digunakan untuk menentukan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis korelasi adalah metode statistika yang digunakan untuk menentukan 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Analisis Regresi dan Korelasi 1. Analisis korelasi adalah metode statistika yang digunakan untuk menentukan kuatnya atau derajat hubungan linier antara dua variabel

Lebih terperinci

REGRESI LINIER NONPARAMETRIK DENGAN METODE THEIL

REGRESI LINIER NONPARAMETRIK DENGAN METODE THEIL Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 3 Hal. 167 174 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND REGRESI LINIER NONPARAMETRIK DENGAN METODE THEIL ALDILA SARTI Program Studi Matematika, Fakultas Matematika

Lebih terperinci

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER 1 ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Model Regresi Linier Ganda

TINJAUAN PUSTAKA. Model Regresi Linier Ganda TINJAUAN PUSTAKA Model Regresi Linier Ganda Hubungan antara y dan X dalam model regresi linier umum adalah y = X ß + e () dengan y merupakan vektor pengamatan pada peubah respon (peubah tak bebas) berukuran

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat. Bilangan-bilangan

TINJAUAN PUSTAKA. Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat. Bilangan-bilangan 4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Matriks 2.1.1 Matriks Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat. Bilangan-bilangan dalam susunan itu disebut anggota dalam matriks tersebut. Suatu

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan tingkat

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan tingkat BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Analisis Regresi dan Korelasi 2.1.1 Analisis Korelasi Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan tingkat hubungan Y dan X dalam bentuk

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Setiabudi 8

METODE PENELITIAN. Setiabudi 8 IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian mengenai sikap konsumen terhadap daging sapi lokal dan impor ini dilakukan di DKI Jakarta, tepatnya di Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta

Lebih terperinci

PENGUJIAN HETEROSKEDASTISITAS PADA REGRESI EKSPONENSIAL DENGAN MENGGUNAKAN UJI PARK

PENGUJIAN HETEROSKEDASTISITAS PADA REGRESI EKSPONENSIAL DENGAN MENGGUNAKAN UJI PARK PENGUJIAN HETEROSKEDASTISITAS PADA REGRESI EKSPONENSIAL DENGAN MENGGUNAKAN UJI PARK Asmin MM. 1, Saleh M., Islamiyati A. 3 Abstrak Model eksponensial merupakan regresi non linier yang dapat diubah bentuknya

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 39 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder tersebut merupakan data cross section dari data sembilan indikator

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua,

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua, IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan

Lebih terperinci

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER 1 ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL DENGAN TRANSFORMASI MODEL REGRESI MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL LINIER A. Musdalifa, Raupong, Anna Islamiyati Abstrak Estimasi parameter adalah merupakan hal

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pada prakternya tolak ukur yang dapat dilihat oleh keberhasilan mahasiswa adalah

ABSTRAK. Pada prakternya tolak ukur yang dapat dilihat oleh keberhasilan mahasiswa adalah PEMODELAN PRESTASI MAHASISWA TERHADAP MATAKULIAH WAJIB DENGAN ANALISIS REGRESI Anik Rufaidah Program Studi Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Jalan Raya No. 01 Bungah Gresik 61152 Indonesia

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Konsep Dasar Statistika Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan

Lebih terperinci

PEMODELAN DAN SIMULASI TINGGI GENANGAN BANJIR DI KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

PEMODELAN DAN SIMULASI TINGGI GENANGAN BANJIR DI KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMODELAN DAN SIMULASI TINGGI GENANGAN BANJIR DI KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Penyusun Tugas Akhir : Ratri Enggar Pawening/5107100613 Pembimbing I Dr. Ir. Joko

Lebih terperinci

Regresi Linier Berganda

Regresi Linier Berganda Regresi Linier Berganda Regresi Berganda Contoh Menguji hubungan linier antara variabel dependen (y) dan atau lebih variabel independen (x n ) Hubungan antara suhu warehouse dan viskositas cat dengan jumlah

Lebih terperinci

STK 511 Analisis statistika. Materi 7 Analisis Korelasi dan Regresi

STK 511 Analisis statistika. Materi 7 Analisis Korelasi dan Regresi STK 511 Analisis statistika Materi 7 Analisis Korelasi dan Regresi 1 Pendahuluan Kita umumnya ingin mengetahui hubungan antar peubah Analisis Korelasi digunakan untuk melihat keeratan hubungan linier antar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsep-konsep dasar pada QUEST dan CHAID, algoritma QUEST, algoritma

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsep-konsep dasar pada QUEST dan CHAID, algoritma QUEST, algoritma BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas pengertian metode klasifikasi berstruktur pohon, konsep-konsep dasar pada QUEST dan CHAID, algoritma QUEST, algoritma CHAID, keakuratan dan kesalahan dalam

Lebih terperinci

Model Regresi Multivariat untuk Menentukan Tingkat Kesejahteraan Kabupaten dan Kota di Jawa Timur

Model Regresi Multivariat untuk Menentukan Tingkat Kesejahteraan Kabupaten dan Kota di Jawa Timur JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 1 Model Regresi Multivariat untuk Menentukan Tingkat Kesejahteraan Kabupaten dan Kota di Jawa Timur M.Fariz Fadillah Mardianto,

Lebih terperinci

ANALISA METODE BACKWARD DAN METODE FORWARD UNTUK MENENTUKAN PERSAMAAN REGRESI LINIER BERGANDA

ANALISA METODE BACKWARD DAN METODE FORWARD UNTUK MENENTUKAN PERSAMAAN REGRESI LINIER BERGANDA Saintia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol 2, No 4 (2014), pp 345 360 ANALISA METODE BACKWARD DAN METODE FORWARD UNTUK MENENTUKAN PERSAMAAN REGRESI LINIER BERGANDA (Studi Kasus: Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel 43 III. METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini, maka perlu dirumuskan

Lebih terperinci

ESTIMASI REGRESI ROBUST M PADA FAKTORIAL RANCANGAN ACAK LENGKAP YANG MENGANDUNG OUTLIER

ESTIMASI REGRESI ROBUST M PADA FAKTORIAL RANCANGAN ACAK LENGKAP YANG MENGANDUNG OUTLIER ESTIMASI REGRESI ROBUST M PADA FAKTORIAL RANCANGAN ACAK LENGKAP YANG MENGANDUNG OUTLIER Siswanto 1, Raupong 2, Annisa 3 ABSTRAK Dalam statistik, melakukan suatu percobaan adalah salah satu cara untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini di lakukan dikantor Dinas Pendapatan Pengelolaan

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini di lakukan dikantor Dinas Pendapatan Pengelolaan 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini di lakukan dikantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota Gorontalo. Penelitian ini dimulai dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar kimia SMA Negeri 1 Jogonalan Kabupaten Klaten.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar kimia SMA Negeri 1 Jogonalan Kabupaten Klaten. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Diskripsi Data Diskripsi hasil penelitian ini didasarkan pada skor dari kuesioner yang digunakan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan iklim

Lebih terperinci

Gambar 2.1 Klasifikasi Metode Dependensi dan Interdependensi Analisis Multivariat

Gambar 2.1 Klasifikasi Metode Dependensi dan Interdependensi Analisis Multivariat Bab Landasan Teori.1 Analisis Multivariat Analisis statistik multivariat merupakan metode dalam melakukan penelitian terhadap lebih dari dua variable secara bersamaan. Dengan menggunakan teknik analisis

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis regresi linier sederhana 2. Analisis regresi linier berganda. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis regresi linier sederhana 2. Analisis regresi linier berganda. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih. Istilah

Lebih terperinci

Pendugaan Selang Kepercayaan Persentil Bootstrap Nonparametrik untuk Parameter Regresi

Pendugaan Selang Kepercayaan Persentil Bootstrap Nonparametrik untuk Parameter Regresi Statistika, Vol. No., Mei Pendugaan Selang Kepercayaan Persentil Bootstrap Nonparametrik untuk Parameter Regresi MARZUKI, HIZIR SOFYAN, ASEP RUSYANA Jurusan Matematika FMIPA Universitas Syiah Kuala Jl.

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan 4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Pencilan Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan yang bervariasi (beragam). Keberagaman data ini, di satu sisi sangat dibutuhkan dalam

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Variabel Penelitian Statistika deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan objek penelitian yang diambil dari sampel atau populasi sehingga

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi merupakan suatu teknik statistika untuk menyelidiki dan

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi merupakan suatu teknik statistika untuk menyelidiki dan TINJAUAN PUSTAKA Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi merupakan suatu teknik statistika untuk menyelidiki dan memodelkan hubungan diantara peubah-peubah, yaitu peubah tak bebas (respon) dan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MODEL LINIER SEBAGAI ALTERNATIF ANOVA RANCANGAN PERCOBAAN FAKTORIAL TERSARANG PADA DATA NON NORMAL

PENGGUNAAN MODEL LINIER SEBAGAI ALTERNATIF ANOVA RANCANGAN PERCOBAAN FAKTORIAL TERSARANG PADA DATA NON NORMAL PENGGUNAAN MODEL LINIER SEBAGAI ALTERNATIF ANOVA RANCANGAN PERCOBAAN FAKTORIAL TERSARANG PADA DATA NON NORMAL Prasetyo Universitas Negeri Malang E-mail : [email protected] Pembimbing: (I) Ir. Hendro

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam bab ini adalah dengan menggunakan

METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam bab ini adalah dengan menggunakan III. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam bab ini adalah dengan menggunakan data sekunder. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder sehingga metode pengumpulan data

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Pajak Daerah, Retribusi

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Pajak Daerah, Retribusi BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah serta Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lebih variabel independen. Dalam analisis regresi dibedakan dua jenis variabel

BAB I PENDAHULUAN. lebih variabel independen. Dalam analisis regresi dibedakan dua jenis variabel BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Analisis regresi linier merupakan teknik dalam statistika yang digunakan untuk membentuk model hubungan antara variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Regresi Linier Sederhana Dalam beberapa masalah terdapat dua atau lebih variabel yang hubungannya tidak dapat dipisahkan karena perubahan nilai suatu variabel tidak selalu terjadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. September). Data yang dikumpulkan berupa data jasa pelayanan pelabuhan, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. September). Data yang dikumpulkan berupa data jasa pelayanan pelabuhan, yaitu BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data sekunder dengan jenis data bulanan mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2011 (bulan September).

Lebih terperinci

Pemodelan Regresi Probit Ordinal Pada Kasus Penentuan Predikat Kelulusan Mahasiswa FMIPA Universitas Mulawarman Tahun 2014

Pemodelan Regresi Probit Ordinal Pada Kasus Penentuan Predikat Kelulusan Mahasiswa FMIPA Universitas Mulawarman Tahun 2014 Prosiding Seminar Sains dan Teknologi FMIPA Unmul Pemodelan Regresi Probit Ordinal Pada Kasus Penentuan Predikat Kelulusan Mahasiswa FMIPA Universitas Mulawarman Tahun 2014 Dewi Andriani 1, Sri Wahyuningsih

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu

BAB IV HASIL PENELITIAN. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu data tentang kepemimpinan kepala sekolah (X 1 ), sikap guru terhadap pekerjaan (X 2

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR GRAFIK DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR GRAFIK DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR GRAFIK... ix DAFTAR TABEL... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. berarti ramalan atau taksiran pertama kali diperkenalkan Sir Francis Galton pada

BAB 2 LANDASAN TEORI. berarti ramalan atau taksiran pertama kali diperkenalkan Sir Francis Galton pada BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Analisis regresi merupakan suatu model matematis yang dapat digunakan untuk mengetahui pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Istilah regresi yang berarti

Lebih terperinci

Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Unpatti, Poka-Ambon ABSTRAK

Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Unpatti, Poka-Ambon ABSTRAK Jurnal Barekeng Vol. 8 No. 1 Hal. 31 37 (2014) MODEL REGRESI RIDGE UNTUK MENGATASI MODEL REGRESI LINIER BERGANDA YANG MENGANDUNG MULTIKOLINIERITAS (Studi Kasus: Data Pertumbuhan Bayi di Kelurahan Namaelo

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data

BAB III DESAIN PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data BAB III DESAIN PENELITIAN III.1. Desain Penelitian III.1.1. Jenis dan sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh penulis secara

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produk Domestik Bruto Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia Tahun

Lebih terperinci

Nama : Ismi Dwi Djuanasari NPM : Jurusan : Manajemen (S1) Pembimbing : Ekaning Setyarini SE., MM

Nama : Ismi Dwi Djuanasari NPM : Jurusan : Manajemen (S1) Pembimbing : Ekaning Setyarini SE., MM Analisis Pengaruh Kurs Rupiah, Harga Emas Dunia, Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate), Dan Inflasi Terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Pada Bursa Efek Indonesia Periode Juli 2011-Juni

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Bekasi Jl. KH Noer Ali

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Bekasi Jl. KH Noer Ali IV. METODE PENELITIAN 4.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Bekasi Jl. KH Noer Ali Kav 1. Perum Mas Naga Bekasi. Lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian Library Research (Riset Kepustakaan). Penelitian ini untuk memperoleh data yang bersifat teoritis sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini membahas tentang pengaruh inflasi, kurs, dan suku bunga kredit

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini membahas tentang pengaruh inflasi, kurs, dan suku bunga kredit BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini memiliki ruang lingkup ekspor mebel di Kota Surakarta, dengan mengambil studi kasus di Surakarta dalam periode tahun 1990-2014. Penelitian

Lebih terperinci