BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Iwan Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Umum Tentang Mesin Bubut Mesin perkakas merupakan mesin yang digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan bentuk tertentu yang diinginkan dan dikehendaki. Salah satu klasifikasi mesin perkakas berdasarkan bentuk dan kegunaannya adalah mesin bubut. Mesin bubut adalah mesin yang mempunyai gerakan utama berupa gerakan spindle dan gerakan pemakanan. Mesin bubut mencakup segala mesin perkakas yang pada umumya memproduksi bentuk silindris. Jenis yang paling tua dan paling umum adalah pembubut (lathe) yang memakan bahan dengan memutar benda kerja dengan menggunakan pahat bubut. Gambar 2.1. Mesin Bubut ( sumber: POLITEKNIK NEGERI BANDUNG II-1
2 II Prinsip Kerja Mesin Bubut Mesin bubut dirancang dengan prinsip kerja alat potong bergerak lurus dan benda kerja berputar. Dengan cara kerja seperti tersebut maka mesin bubut dapat menghasilkan benda kerja berbentuk silinder. Alur Luar Alur Dalam Gambar 2.2 Benda Kerja Hasil Mesin Bubut Bagian-bagian Mesin Bubut Bagian-bagian utama dari mesin bubut adalah meja mesin, kepala tetap, kepala lepas, dan eretan. Meja Mesin (Bed) Yang dimaksud meja mesin adalah kerangka utama mesin bubut, yang diatas kerangka tersebut eretan serta kepala lepas bertumpu serta bergerak, adapun alur meja mesin (bed) berbentuk V, datar atau rata.
3 II-3 Gambar 2.3 Meja Mesin Bubut Kepala Tetap / Head Stock Di dalam kepala tetap, spindle utama terpasang pada bantalan, fungsinya untuk memindahkan putaran ke benda kerja, dimana spindle harus terpasang kuat. Spindle umumnya pada bagian dalam dibuat berlubang. Gambar 2.4 Kepala Tetap Kepala Lepas Kepala lepas dipakai sebagai penyangga benda kerja yang panjang, mengebor dan meluaskan lubang (reaming), kepala lepas dilengkapi dengan tirus morse, gunanya untuk memasang alat-alat yang akan dipasang pada kepala lepas seperti: bor, reamer, senter jalan dan lainlain.
4 II-4 Gambar 2.5 Kepala Lepas Kepala lepas terdiri dari 3 bagian utama, yaitu; 1) Meja (Bed) Mempunyai luncuran sudut siku-siku dan dapat meluncur pada garis sumbu meja mesin 2) Badan Bagian badan terpasang di atas meja yang kedudukannya dapat diatur dengan menggunakan baut penyetel. 3) Spindle Spindle kepala lepas dapat bergerak memanjang (longitudinally) dengan memutar roda tangan yang ada pada kepala lepas. Eretan Eretan terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage) yang bergerak sepanjang meja mesin, eretan melintang (cross carriage) yang bergerak melintang alas mesin, dan eretan atas (top carriage) yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan di atas eretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikan pemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operator yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya. Perlu diketahui bahwa semua eretan dapat dijalankan secara otomatis ataupun manual. Pada eretan teknik pelumasan dengan cara pelumasan teknik tekan atau dengan sistem hidrolik pada tuas pemompa oli atau pelumas kesela-sela antara meja dengan eretan.
5 II-5 Gambar 2.6 Eretan Tipe Mesin Bubut dan Bagian Utama Mesin Bubut Mesin bubut terdiri dari mesin bubut standar, mesin bubut vertikal dan mesin bubut pekerjaan khusus. Mesin bubut standar dapat digunakan pekerjaan bentuk bentuk standar seperti bentuk silinder, ulir, alur. Pada pekerjaan yang berdiameter besar namun pendek, mesin bubut vertikal akan lebih mudah mengerjakannya. Pada pekerjaan tertentu, mesin bubut dapat dibuat khusus seperti mesin bubut piringan rem (disk/drum break lathe). Gambar 2.7 Tipe-tipe Mesin Bubut Mesin bubut standar sangat umum ditemukan di bengkel bengkel mesin perkakas. Mesin ini sering juga disebut dengan mesin bubut universal karena dapat mengerjakan bermacam macam pekerjaan. Ukuran mesin ditentukan oleh diameter dan panjang benda kerja yang dapat dikerjakan. a. Apron b. Feed gear box
6 II-6 c. Speed gear box d. Head Stock e. Tree Jaw Chuck f. Compound Slide g. Toll Holder h. Cross Slide i. Saddle j. Tailstock k. Bed l. Lead Screw m. Feed Shaft Gambar 2.8 Mesin Bubut Standar n. Switch Bar o. Break 2.2 Uji geometris Penentuan diameter poros, lebar balok, tebal balok, diameter lubang dan sebagainya merupakan pengukuran metrologis. Sedangkan pengukuran posisi seperti kesejajaran, kelurusan, kerataan, ketgaklurusan dan lain sebagainya disebut sebagai pengukuran geometris. Kedua pengukuran ini sangat penting dalam menunjang proses/kegiatan perawatan dan perbaikan mesin. Pengukuran geometris secara lengkap meliputi : 1. Kedataran ( leveling ) 2. Kelurusan ( straightness ) 3. Kerataan ( flatness ) 4. Kesejajaran ( parallelism ) 5. Kebulatan ( circularity ) 6. Kesilindrisitasan ( cylindricity ) 7. Ketegak lurusan ( perpendicularity ) 8. Run out 9. Ketidaksatusumbuan ( misalignment ) Ketidaksatusumbuan poros akan menyebabkan masalah terhadap perawatan mesin. Survey di Amerika Serikat menunjukkan bahwa setengah dari
7 II-7 kasus kerusakan mesin putar disebabkan karena ketidaksatusumbuan poros atau misalignment Kedataran ( leveling ) Pengukuran kedataran dapat diartikan sebagai pengukuran posisi benda, bidang atau poros pada posisi yang datar atau sejajar dengan permukaan bumi. Dalam menginstalasi mesin misalnya mesin perkakas, mesin fluida, poros transmisi dan lain sebagainya disyaratkan posisinya betul-betul datar. Untuk menentukan kedataran mesin, diambil bagian tertentu sedemikian rupa sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menentukan kedataran. Pengukuran kedataran disebut juga sebagai leveling. Simbol leveling dan penunjukannya ditunjukkan pada gambar berikut. Salah satu alat yang dapat dipakai untuk menentukan kedataran yaitu spirit level atau block level. Untuk pekerjaan kasar dapat digunakan water pass atau pipa plastik yang diisi air. Spirit level ini terdiri dari blok baja yang permukaan dasar standar dan pada permukaan yang lain terdapat dua buah tabung kaca berskala yang bergelembung. Tabung kaca yang satu dipasang pada arah memanjang dan yang lain pada arah melintang. Setiap skala pada tabung dinyatakan dalam milimeter/m. Salah satu spirit level satu skala atau sensitivitasnya dinyatakan dalam 0.02 mm/m. Jika toleransi kemiringannya tidak sesuai dengan batas yang dianjurkan, mesin tersebut harus disetel kembali dengan cara diganjal dengan sim sedemikian rupa sehingga toleransi kemiringan dapat dipenuhi Kelurusan ( straigtness ) dan kerataan ( flatness ) Suatu garis dinyatakan lurus apabila harga perubahan dari jarak antara titik-titik pada garis itu terhadap satu bidang proyeksi yang sejajar terhadap garis, selalu di bawah suatu harga tertentu. Pengujian terhadap kelurusan terdiri dari: 1. Kelurusan atara dua bidang. 2. Kelurusan masing-masing komponen. 3. Kelurusan gerakan tiap komponen dan antar komponen. Ada tiga macam metode yang dapat dipakai untuk mengukur kelurusan tersebut yaitu, straight edge, spirit-level, dan autocollimator. Pemeriksaan kelurusan bertujuan menentukan suatu bidang mengalami lenturan atau
8 II-8 kerusakan permukaan misalnya pemeriksaan kelurusan permukaan suatu benda. Jika yang diperiksa bidang, maka pemeriksaannya disebut dengan pemeriksaan kerataan ( flatness ). Salah satu alat yang dapat digunakan untuk pemeriksaan kelurusan dan kerataan adalah pisau perata atau straight edge Kesejajaran ( parallelism ) Dalam menginstalasi mesin kadang-kadang dituntut tingkat kesejajaran yang tertentu. Misalnya kesejajaran dua buah poros, kesejajaran dua buah bidang, atau kesejajaran antara bidang dengan poros. Alat ukur yang dapat digunakan untuk memeriksa kesejajaran antara lain jangka sorong, mikrometer luar atau micrometer dalam sesuai dengan yang dibutuhkan. Jenis-jenis kesejajaran yang perlu dites (diuji) adalah : 1. Kesejajaran antar bidang yang ada pada mesin perkakas. 2. Kesejajaran gerakan antara komponen-komponen mesin. 3. Kesejajaran antara sumbu-sumbu. 4. Kesejajaran antara sumbu dengan bidang mesin perkakas Kebulatan ( circularity ) dan Kesilindrisitasan ( cylindricity ) Pengukuran kebulatan dan kesilindrisitasan digunakan untuk mengetahui penyimpangan terhadap bulatnya hasil produk Ketegak lurusan ( perpendicularity ) Tanda ketegaklurusan diberi tanda tegak lurus, kemudian toleransi yang diizinkan kemudian dilanjutkan dengan garis/bidang referensi yang ditentukan. Kotak pertama menunjukkan tanda ketegaklurusan. Kotak ke dua menunjukkan toleransi. Kotak ke tiga menunjukkan tanda garis/bidang referensi yang ditentukan. Dua bidang, dua garis lurus atau satu garis lurus dan sebuah bidang dinyatakan tegaklurus satu terhadap yang lain, apabila penyimpangan kesejajaran terhadap sebuah harga tegaklurus baku tidak melampaui suatu harga tertentu. Jenis jenis ketegaklurusan yang perlu dites pada mesin perkakas adalah : 1. Ketegaklurusan gerakan gerakan komponen mesin. 2. Ketegaklurusan antara garis lurus dan bidang. 3. Ketegaklurusan antara sumbu dengan sumbu.
9 II Run out Run out dapat diartikan sebagai penyimpangan gerakan. Pada poros terdapat dua arah penyimpangan yaitu penyimpangan arah radial dan penyimpangan arah aksial. Penyimpangan rotasi banyak sekali terjadi pada mesin-mesin perkakas, karena sebagian besar dari mesin perkakas memakai prinsip kerja rotasi, walaupun dari prinsip rotasi tersebut banyak yang diubah menjadi prinsip translasi. Dengan demikian penyimpangan adalah : (1) Out of Round. Yaitu penyimpangan relatif terhadap bentuk lingkaran suatu komponen yang diukur dalam satu bidang yang tegak lurus terhadap sumbu bentuk lingkaran. (2) Penyimpangan Radial Perputaran. Yaitu bila sumbu geometris benda putar tidak berimpit dengan sumbu putarnya. (3) Camming. Yaitu bila permukaan dari benda putar tidak tegak lurus terhadap sumbu putar benda tersebut berputar Ketidaksatusumbuhan ( misalignment ) Ketidaksatusumbuan poros merupakan problem yang paling besar sebagai penyebab kerusakan mesin. Selanjutnya diikuti dengan kurang baiknya pelumasan dan sisanya disebabkan karena operasi dan lingkungan. Misalignment ada dua macam yaitu : Radial misalignment atau radial offset Angular misalignment Dalam prakteknya dua jenis kesalahan ini timbul secara bersamaan. Tujuan dari alignment adalah agar dua buah poros sedemikian rupa sehingga kedua sumbu terletak pada satu garis lurus. Batas misalignment yang diizinkan dipengaruhi oleh putaran mesin. Batas selengkapnya ditunjukkan pada tabel 2.1 berikut.
10 II-10 Tabel 2. 1 Batas Radial Misalignment Jenis Misalignment Putaran Mesin ( rpm ) Batas ( mm/100 ) Radial misalignment <0.01 -<0.03 Tabel 2. 2 Batas Angular Misalignment Jenis Misalignment Putaran Mesin ( rpm ) Batas ( mm/100 ) Angular misalignment <0.04 Ketidaksatusumbuan akan mengakibatkan tambahan beban karena gaya sentrifugal sehingga beban pada sumbu bantalan juga meningkat. Karena beban ini umur bantalan akan berkurang. Pada umumnya pengurangan umur bantalan karena ketidaksatusumbuan lebih dari 50 %. Pengaruh lain dari ketidaksatusumbuan adalah meningkatnya keausan pada sil bantalan dan akan mengakibatkan kerusakan tambahan karena meningkatnya kebocoran. Secara umum dapat dikatakan bahwa misalignment mempunyai pengaruh terhadap : a. Meningkatnya beban bantalan. b. Mengurangi umur bantalan c. Meningkatnya keausan sil d. Meningkatnya kejutan pada mesin e. Meningkatnya kebisingan dan getaran pada mesin f. Meningkatnya penggunaan energi 2.3. Transmisi
11 II-11 Untuk mentransmisikan daya dan putaran dari motor penggerak ke mesin/alat yang digerakan, maka diperlukan suatu elemen yang dapat mentransmisikan daya maupun putaran tsb. Elemen tersebut antara lain : 1. Sabuk (Belt) 2. Rantai (Chain) 3. Roda gigi (Gear) Pemakaian ke tiga elemen tersebut (Belt, Chain, Gear) tentunya disesuaikan dengan penggunaan dan kebutuhan yang diperlukan. Jenis belt yang dipakai pada mesin bubut ada 2, yaitu : 1. Transmisi sabuk penggerak (Belt) Jarak yang jauh antara 2 buah poros sering tidak memungkinkan transmisi langsung dengan menggunakan roda gigi. Untuk kondisi seperti ini, cara transmisi yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan Belt atau Chain yang dibelitkan sekeliling puli atau sprocket pada poros. Transmisi belt dapat dibagi menjadi 3 type : a. Sabuk datar (Flat belt) b. Sabuk-V (V-belt) c. Sabuk bergigi (Toothed belt) Gambar 2.9 Sabuk Penggerak Sabuk dapat digunakan untuk memindahkan tenaga dari poros yang satu dengan yang lainnya, dimana posisi poros sejajar dan jarak relatif jauh. Sebenarnya pemindahan tenaga efektif dapat digunakan roda gigi, tetapi untuk jarak poros yang relatif jauh akan mengalami kesulitan dalam mengkonstruksi dan memilih roda giginya.
12 II-12 lain: Pemindahan tenaga dengan sabuk memiliki beberapa keunggulan antara a. Konstruksi sederhana, sehingga lebih murah b. Dapat memindahkan tenaga pada poros yang jaraknya relatif jauh c. Luwes dan getaran rendah Sedangkan kerugian memindahkan tenaga dengan sabuk antara lain: a. Dapat terjadinya slip b. Dalam kondisi terbuka, keselamatan kerja kurang c. Kapasitas terbatas Sabuk dibuat dari bahan yang memenuhi syarat kuat, luwes, tahan gesekandan memiliki koefisien gesek yang tinggi. Sabuk dibuat dari bahan yang bermacam-macam antara lain: a. Kulit (leather), digunakan untuk sabuk rata, pada bagian luar dibuat bahan yang lebih halus dan bagian dalam dibuat dari bahan yang lebih kuat b. Katun (cotton), dibuat dengan pencetakan dan dilapisi dengan kanvas c. Karet, dibuat dari serat pabrik yang dijadikan satu dengan karet. Sabuk ini sangat luwes, tetapi mudah rusak dan tidak tahan panas d. Balata, bahan ini sejenis karet, tetapi memiliki sifat tahan terhadap asam dan air. Sabuk balata tidak tahan terhadap temperatur yang lebih tinggi dari 40 0 C. Pada temperatur ini belata akan meleleh Massa jenis bahan sabuk ditunjukan pada tabel 2.3 berikut : Leather Canvas Rubber Balata Single woven belt Double woven belt Tabel 2. 3 Massa Jenis Bahan Sabuk Bahan sabuk Massa jenis (kg/dm 3 ) 1,0 1,22 1,14 1,11 1,17 1,25 (Sumber: Teknik Perawatan Komponen Mesin, Prasetyo)
13 II-13 Koefisien gesek antara sabuk dengan puli ditentukan oleh tingkat kekeringan, bahan puli dan bahan sabuk. Disamping itu praktis dipengaruhi oleh kecepatan linier sabuk itu sendiri. Menurut C. G. Barth koefisien gesek yang merupakan fungsi kecepatan linier dinyatakan dalam rumus : µ = 0,54...(1) keterangan : µ = koefisien gesek v = kecepatan linier sabuk (m/menit) Tabel 2. 4 Koefisien Gesek Bahan Sabuk Bahan puli Bahan sabuk Besi tuang Kering Basah Gemuk Kayu Leather oak tanned 0,25 0,20 0,15 0,30 Leather chrome tanned 0,35 0,32 0,22 0,45 Canvas stiched 0,20 0,15 0,12 0,23 Cotton woven 0,22 0,15 0,12 0,25 Rubber 0,30 0,30 0,32 Balata 0,32 0,20 0,35 (Sumber: Teknik Perawatan Komponen Mesin, Prasetyo) Pemindahan tenaga dengan sabuk dari puli yang satu ke puli yang lain dapat dilakukan antara lain dengan seperti berikut: 1. Sabuk terbuka, pemasangan sabuk terbuka digunakan untuk memindahkan tenaga dari poros yang satu ke poros yang lain yang sejajar dan arah putaran sama. 2. Sabuk tertutup, pemasangan ini digunakan untuk memindahkan tenaga pada poros yang sejajar dan berlawanan arah. 3. Sabuk kuarter, digunakan untuk memindahkan tenaga dari poros yang satu ke poros yang lain, yang saling tegak lurus dan berjarak, serta diberi puli pengarah. 4. Sabuk dengan puli idler, digunakan pada pemindahan tenaga yang diperlukan pengencangan dan pembesaran sudut kontak.
14 II Sabuk berganda, digunakan untuk memindahkan tenaga yang memerlukan poros dan puli perantara. 6. Sabuk bertingkat, digunakan pada pemindahan tenaga dengan sabuk yang memerlukan perubahan kecepatan dengan pemindahan puli yang berpasangan tanpa merubah putaran penggerak. 7. Sabuk dengan puli bebas dan tetap, digunakan untuk memutus dan menghubungkan putaran, atau tenaga pada poros yang digerakkan dengan cara menggeser sabuk sedemikian rupa, sehingga sabuk menggeser pada puli tetap. Sebaliknya jika akan memutuskan putaran, puli digeser pada puli bebas. Sumber tenaga yang dapat digerakan untuk menggerakkan mesin, antara lain motor diesel, motor bensin, motor listrik dan penggerak mula yang lainnya. Motor-motor tersebut memiliki putaran yang telah ditentukan. Sedangkan putaran mesin yang digunakan dipengaruhi oleh ukuran atau diameter puli yang digunakan. Misalnya diameter puli penggerak d 1 dan yang digerakan d 2, jarak pusat poros l, putaran penggerak n 1, maka putaran pada poros dapat ditentukan. Pada pemindahan tenaga transmisi sabuk, kecepatan linier di setiap elemen sabuk atau puli akan sama. Kecepatan linier pada puli penggerak V 1 akan sama dengan kecepatan linier pada puli yang digerakan V 2. V 1 = V 2...(2) d 1. n 1 = d 2. n 2...(3) n 2 =. n 1...(4) Keterangan : d 1 : Diameter puli penggerak (mm) d 2 : Diameter puli yang digerakan (mm) n 1 : Putaran puli penggerak (rpm) n 2 : Putaran puli yang digerakkan (rpm) 2. Transmisi roda gigi Roda gigi secara umum merupakan suatu mekanisme yang dipergunakan untuk memindahkan elemen mesin yang satu ke gerakan elemen mesin yang lain.
15 II-15 Selain itu roda gigi berfungsi mengubah jumlah putaran dan momen putar mesin, daya mesin serta mengatur keduanya untuk kebutuhan kerja mesin. Gambar 2.7 dibawah ini merupakan gambar rangkaian transmisi roda gigi yang terdapat pada bagian kepala tetap mesin bubut. Gambar 2.10 Transmisi Roda Gigi Sebuah kotak transmisi pada prinsipnya terdiri atas tiga bagian, yaitu : Poros penggerak Poros yang digerakkan Rangka pengikat 2.4. Kelistrikan Motor Dahlander Mesin induksi 3 fase sangat kuat dan cirinya yang bebas kerusakan karena kesederhanaan ; merupakan jenis motor yang paling banyak digunakan untuk pemakaian industri. Di sini hanya terdapat 3 bagian penting yaitu : gulungan stator dan rotor sangkar hubung singkat (squirrel cage). Namun demikian, terdapat banyak ciri ciri tambahan. Motor dahlander adalah motor dengan 2 putaran. Adanya 2 macam lilitan yang terpisah menyebabkan motor 3 fasa untuk 2 macam putaran mempunyai ukuran yang jauh lebih besar. Hal ini akan terlihat apabila dibandingkan dengan motor 3 fasa yang hanya mempunyai 1 putaran dengan daya yang sama. Pada motor dahlander kecepatan tinggi hubungan yang digunakan adalah hubungan bintang (Y). Hubungan ini akan menghasilkan
16 II-16 pembentukan kutub yang lebih sedikit, sehingga akan diperoleh putaran motor yang lebih tinggi. Gambar 2.11 Rangkaian Motor Dahlander 2.5 Bantalan Gelinding Bantalan gelinding (Roller Bearing) adalah nama lain dari pendukung poros yang mempunyai elemen yang berputar. Elemen yang berputar tersebut terletak antara poros dengan rumah bantalan. Pendukung poros dengan tanpa elemen berputar disebut dengan bantalan luncur. Secara prinsip, berdasarkan tipe elemen yang berputar pada bantalan gelinding dapat dibedakan menjadi antara lain: 1. Bantalan bola ( ball bearing ) 2. Bantalan silinder ( cylinder bearing ) 3. Bantalan tong ( barrets bearing ) 4. Bantalan kerucut ( taper bearing ) 5. Bantalan jarum ( needle bearing ) Bantalan gelinding memiliki keuntungan dan kerugian yang spesifik bila dibandingkan dengan bantalan luncur. Keuntungan : 1. Keausan kurang 2. Panas yang ditimbulkan kurang 3. Gesekan konstan pada setiap putaran 4. Pemakaian pelumas minimum 5. Ukurannya lebih kecil 6. Mudah untuk mengganti 7. Elemen standar mudah didapat
17 II-17 Kerugian : a. Untuk beban kejut (getaran karena ketidakseimbangan mesin) bantalan akan lebih cepat rusak b. Lebih sensitif terhadap debu dan kelembaban c. Lebih mahal Bantalan yang dapat digunakan ada beberapa macam dan bentuk yang masing-masing memiliki sifat-sifat khusus. Jenis-jenis bantalan gelinding antara lain : 1. Bantalan bola alur dalam baris tunggal ( single row groove ball bearing ) 2. Bantalan bola mampu mapan sendiri baris ganda ( double row self aligning ball bearing ) 3. Bantalan bola kontak sudut baris tunggal ( single row angular contact ball bearing ) 4. Bantalan bola kontak sudut baris ganda ( double row angular contact ball bearing ) 5. Bantalan gelinding tong baris ganda ( double row barrel/spherical roller bearing ) 6. Bantalan silinder baris tunggal ( single row cylinder bearing ) 7. Bantalan gelinding kerucut ( tappered roller bearings ) 8. Bantalan bola aksial arah tunggal ( single direction thrust ball bearings ) 9. Bantalan bola aksial arah ganda ( double direction thrust ball bearings ) 10. Bantalan bola dan sendi ( ball and socket bearing ) Salah satu penyebab kerusakan bantalan gelinding ialah faktor penggunaan bantalan gelinding tersebut yang telah melewati batas waktu
18 II-18 penggunaannya (lifetime). Untuk itu perlu proses penggantian bantalan gelinding sesuai dengan masa waktu bantalan gelinding tersebut. 2.6 Teknik Perawatan Teknik perawatan dapat diartikan sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk menjaga kondisi suatu peralatan atau mesin dalam kondisi yang sempurna. Kerusakan mesin dalam suatu instalasi industri dapat mengakibatkan masalah yang sangat besar dan biaya yang mahal. Untuk mengurangi masalah-masalah ini, maka perawatan dan perbaikan perlu diterapkan. (Munir Fahmi,2009) Strategi Perawatan Strategi perawatan secara lengkap ditunjukan seperti gambar 2.9 : Maintenance Engineering Planned Maintenance Unplanned Maintenance Preventive Maintenance Breakdown Maintenance Schedulled Maintenance Predictive maintenanace Corrective Maintenance Machinery Condition Maintenance Visual Monitoring Lubricant Monitoring Performance Monitoring Geometrical Monitoring Vibration Monitoring Non Destructive Monitoring Gambar 2.12 Strategi perawatan (Sumber :. Teknik perawatan dan perbaikan, Munir Fahmi) Pemilihan Metode Monitoring Pada pemilihan metode monitoring ini terdapat beberapa faktor yang diperlukan untuk mempertimbangkan pemilihan metode monitoring antara lain :
19 II Metode monitoring yang sesederhana mungkin. 2. Waktu interpretasi hasil pengukuran lebih singkat dari perkembangan kerusakan. 3. Jika menerapkan metode monitoring terus-menerus dimungkinkan untuk dihubungkan dengan sistem peringatan dini 4. Ketersediaan peralatan / instrument Predictive Maintenanace Perawatan ini dapat diartikan sebagai strategi perawatan yang mana perawatannya didasarkan atas kondisi mesin itu sendiri. Untuk menentukan kondisi mesin dilakukan pemeriksaan atau monitoring secara rutin. Jika terjadi gejala kerusakan segera diadakan tindakan perbaikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Jika tidak terjadi gejala kerusakan, monitoring terus dilanjutkan supaya jika terjadi gejala kerusakan segera diketahui sedini mungkin. Predictive maintenance disebut juga sebagai perawatan berdasarkan kondisi atau condition based maintenance. Condition based maintenance diartikan sebagai menentukan kondisi mesin dengan cara diketahui sehingga keandalan mesin dan keselamatan kerja dapat terjamin Visual Monitoring Monitoring visual diartikan sebagai menaksir atau menentukan kondisi dengan cara menggunakan kemampuan panca indera yang meliputi rasa, bau, pandang, dengar dan sentuh. Karena telah makin berkembangnya peralatan monitoring, monitoring visual dapat dilengkapi dengan mikroskop, fotografi, termografi dan lain-lain. Peralatan ini digunakan untuk membantu monitoring visual agar dapat mendeteksi kondisi mesin dengan lebih cepat. (Munir Fahmi,2009) Performance Monitoring
20 II-20 Performance monitoring merupakan teknik monitoring yang mana kondisi mesin ditentukan dengan cara memeriksa atau mengukur parameter kinerja mesin tersebut antara lain temperatur, tekanan, debit, kecepatan, torsi dan tenaga. Monitoring ini dapat dilakukan pada mesin yang sedang berjalan, mesin yang baru, mesin yang telah selesai dirakit, mesin yang telah selesai di overhaul. Untuk menentukan kondisi mesin dilakukan analisa dengan cara dibandingkan dengan kinerja yang telah distandarkan. Jika hasil monitoring lebih kecil dari standar, maka diperlukan pemeriksaan kembali untuk mengetahui kesalahankesalahan yang terjadi Geometrical Monitoring Geometrical monitoring merupakan teknik monitoring yang bertujuan untuk mengetahui penyimpangan geometris yang terjadi pada mesin. Secara operasional pengukuran geometris meliputi : kedataran, kelurusan, kerataan, kesejajaran, kebulatan, kesilindrisitasan, ketegaklurusan, run out, ketidaksatusumbuan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penjelasan umum mesin Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau membantu pelaksanaan tugas manusia. Dalam hal ini, mesin
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. TINJAUAN PUSTAKA Potato peeler atau alat pengupas kulit kentang adalah alat bantu yang digunakan untuk mengupas kulit kentang, alat pengupas kulit kentang yang
BAB II DASAR TEORI. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip Kerja Mesin Perajang Singkong. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai beberapa komponen, diantaranya adalah piringan, pisau pengiris, poros,
BAB II Mesin Bubut I II. 1. Proses Manufaktur II
BAB II Mesin Bubut I Tujuan Pembelajaran Umum : 1. Mahasiswa mengetahui tentang fungsi fungsi mesin bubut. 2.Mahasiswa mengetahui tentang alat alat potong di mesin bubut. 3. Mahasiswa mengetahui tentang
BAB III PERAWATAN MESIN BUBUT PADA PT.MITSUBA INDONESIA
BAB III PERAWATAN MESIN BUBUT PADA PT.MITSUBA INDONESIA 3.1 Mesin Bubut Mesin bubut adalah mesin yang dibuat dari logam, gunanya untuk membentuk benda kerja dengan cara menyayat, gerakan utamanya adalah
BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang
BAB III METODOLOGI 3.1 Pembongkaran Mesin Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan mengganti atau memperbaiki komponen yang mengalami kerusakan. Adapun tahapannya adalah membongkar mesin
Bantalan Sebagai Bagian Elemen Mesin
Bantalan Sebagai Bagian Elemen Mesin Penyusun : Mohamad Iqbal Prodi : Teknik Otomotif 1 A NIM : 0420130026 1.1 Latar belakang BAB I PENDAHULUAN Bantalan adalah suatu alat pendukung pada suatu mesin yang
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Perencanaan Tabung Luar Dan Tabung Dalam a. Perencanaan Tabung Dalam Direncanakan tabung bagian dalam memiliki tebal stainles steel 0,6, perencenaan tabung pengupas
Gambar 2.1 Hand Pallet Sumber: (Lit. 1)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Di bagian ini akan dibahas tentang pengertian alat angkut, pratinjau model alat angkut serba guna yang sudah ada di pasaran serta dijelaskan model rancang bangun gerobak angkut
BAB III. Metode Rancang Bangun
BAB III Metode Rancang Bangun 3.1 Diagram Alir Metode Rancang Bangun MULAI PENGUMPULAN DATA : DESAIN PEMILIHAN BAHAN PERHITUNGAN RANCANG BANGUN PROSES PERMESINAN (FABRIKASI) PERAKITAN PENGUJIAN ALAT HASIL
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Proses Produksi Proses produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa. Ada proses produksi membutuhkan waktu yang lama, misalnya
BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:
BAB II DASAR TEORI 2.1 Daya Penggerak Secara umum daya diartikan sebagai suatu kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah kerja, yang dinyatakan dalam satuan Watt ataupun HP. Penentuan besar daya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Mesin Pan Granulator Mesin Pan Granulator adalah alat yang digunakan untuk membantu petani membuat pupuk berbentuk butiran butiran. Pupuk organik curah yang akan
BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT
1 BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT PENGERTIAN Membubut adalah proses pembentukan benda kerja dengan mennggunakan mesin bubut. Mesin bubut adalah perkakas untuk membentuk benda kerja dengan gerak utama berputar.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan Digester adalah suatu mesin yang digunakan untuk mengaduk atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Digester Digester berasal dari kata Digest yang berarti aduk, jadi yang dimaksud dengan Digester adalah suatu mesin yang digunakan untuk mengaduk atau melumatkan
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. hasil yang baik sesuai ukuran dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ukuran poros : Ø 60 mm x 700 mm
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Identifikasi Gambar Kerja Gambar kerja yang baik akan memudahkan pemahaman saat melakukan pengerjaan suatu produk, dalam hal ini membahas tentang pengerjaan poros
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Singkat Alat Alat pembuat mie merupakan alat yang berfungsi menekan campuran tepung, telur dan bahan-bahan pembuatan mie yang telah dicampur menjadi adonan basah kemudian
SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN
SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN OLEH: TIM PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI CONTACT PERSON: HOIRI EFENDI, S.PD 085736430673 CERDAS, KREATIF, INTELEK, WIRAUSAHAWAN 1 Pilihlah salah satu jawaban soal berikut
POLBAN. Rekondisi Mesin Bubut Emco Tipe Maximat V13. Turning Machine Recondition Emco Maximat V13 Type
Rekondisi Mesin Bubut Emco Tipe Maximat V13 Turning Machine Recondition Emco Maximat V13 Type Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Diploma III program Studi Teknik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang. ikan, kulit dan dapat juga berasal dari udang.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kerupuk Kerupuk memang bagian yang tidak dapat dilepaskan dari tradisi masyarakat Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang enak harganya
SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN
SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN OLEH: TIM PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI CONTACT PERSON: HOIRI EFENDI, S.PD 085736430673 CERDAS, KREATIF, INTELEK, WIRAUSAHAWAN 1 Pilihlah salah satu jawaban soal berikut
PENGARUH PARAMETER POTONG TERHADAP DIAMETER PITS ULIR METRIK
PENGARUH PARAMETER POTONG TERHADAP DIAMETER PITS ULIR METRIK Sunarto Teknik Mesin Politeknik Bengkalis Jl. Batin Alam, Sei-Alam, Bengkalis-Riau [email protected] Abstrak Ulir metrik adalah salah satu
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. pemesinan. Berikut merupakan gambar kerja dari komponen yang dibuat: Gambar 1. Ukuran Poros Pencacah
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Identifikasi Gambar Kerja Gambar kerja merupakan alat komunikasi bagi orang manufaktur. Dengan melihat gambar kerja, operator dapat memahami apa yang diinginkan perancang
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Konsep perencanaan komponen yang diperhitungkan sebagai berikut: a. Motor b. Reducer c. Daya d. Puli e. Sabuk V 2.2 Motor Motor adalah komponen dalam sebuah kontruksi
BAB II DASAR TEORI P =...(2.1)
4 BAB II DASAR TEORI 2.1 Motor Motor adalah suatu komponen utama dari sebuah kontruksi permesinan yang berfungsi sebagai penggerak. Gerakan yang dihasilkan oleh motor adalah sebuah putaran poros. Komponen
BAB li TEORI DASAR. 2.1 Konsep Dasar Perancangan
BAB li TEORI DASAR Pada bab ini dijelaskan mengenai konsep dasar perancangan, teori dasar pemesinan, mesin bubut, komponen komponen utama mesin dan eretan (carriage). 2.1 Konsep Dasar Perancangan Perancangan
9 perawatan terlebih dahulu. Ini bertujuan agar proses perawatan berjalan sesuai rencana. 3.2 Pengertian Proses Produksi Proses produksi terdiri dari
8 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Pendahuluan Pada saat sekarang ini, perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah sangat pesat. Sehingga membutuhkan tenaga ahli untuk dapat menggunakan alat-alat teknologi
DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab VI Pengukuran Kelurusan, Kesikuan, Keparalellan, Dan Kedataran BAB VI
BAB VI Tujuan : Setelah mempelajari materi pelajaran pada bab VI, diharapkan mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan arti dari kelurusan, kesikuan, keparalelan dan kedataran. 2. Menyebutkan beberapa alat ukur
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Bantalan merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang memegang peranan cukup penting karena fungsi dari bantalan yaitu untuk menumpu sebuah poros agar poros dapat
BAB IV MESIN BUBUT. Gambar 2. Pembubut mesin tugas berat.
BAB IV MESIN BUBUT Penggolongan Mesin Bubut A. Pembubut Kecepatan F. Pembubut Turet 1. Pengerjaan Kayu 1. Horisontal 2. Pemusingan Logam a. Jenis ram 3. Pemolesan b. Jenis sadel B. Pembubut Mesin 2. Vertikal
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip kerja Mesin Penghancur Kedelai 2.2. Gerenda Penghancur Dan Alur
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip kerja Mesin Penghancur Kedelai Mesin penghancur kedelai dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp, mengapa lebih memilih memekai motor listrik 0,5 Hp karena industri yang di
A. Dasar-dasar Pemilihan Bahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dasar-dasar Pemilihan Bahan Di dalam merencanakan suatu alat perlu sekali memperhitungkan dan memilih bahan-bahan yang akan digunakan, apakah bahan tersebut sudah sesuai dengan
1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, dan identifikasi masalah di atas, penulis memperoleh rumusan masalah sebagai berikut.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai mahasiswa jurusan pendidikan teknik mesin dan sebagai calon seorang guru maka kami harus mengetahui bagaimana cara perawatan dan perbaikan pada mesin-mesin
KOPLING. Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap
KOPLING Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana
MESIN BOR. Gambar Chamfer
MESIN BOR Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi
Gambar 2.1 Sepeda Ontel Sumber: (2)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Di bagian ini akan dibahas tentang pengertian sepeda yang meliputi prinsip cara kerja sepeda, bagian-bagian sepeda, pratinjau model sepeda gerobak yang sudah ada di pasaran serta
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Pengerjaan Proses pengerjaan adalah suatu tahap untuk membuat komponen-komponen pada mesin press serbuk kayu. Pengerjaan dominan dalam pembuatan komponen tersebut
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Serabut Kelapa Sebagai Negara kepulauan dan berada di daerah tropis dan kondisi agroklimat yang mendukung, Indonesia merupakan Negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Menurut
BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindahan bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang dugunakan untuk memindahkan muatan dilokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri,
BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi
5 BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Secara garis besar, pada proses perancangan kepala pembagi sederhana ini berdasar pada beberapa teori. Teori-teori ini yang akan mendasari pembuatan komponen-komponen pada kepala
MATERI KULIAH PROSES PEMESINAN KERJA BUBUT KOMPLEKS Ulir, Tirus, Eksentrik dan Benda Panjang
Kegiatan Belajar MATERI KULIAH PROSES PEMESINAN KERJA BUBUT KOMPLEKS Ulir, Tirus, Eksentrik dan Benda Panjang Dwi Rahdiyanta FT-UNY Membubut Komplek : Ulir, Tirus, Eksentrik, dan Membubut Benda a. Tujuan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Conveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam proses industri. Conveyor dapat mengangkut bahan produksi setengah jadi maupun hasil produksi
Gambar 1. Kepala tetap, tampak spindel utam a mesin
Materi 3 Bagian-bagian Utama Mesin Bubut Standar Masing-masing bagian utama mesin bubut standar memiliki nama dan fungsi masing-masing. Beberapa nama bagian utama mesin bubut standar dan fungsinya adalah
LAMPIARN 1.4 TEST UJI COBA INSTRUMEN. Mata Pelajaran Tingkat/Semester : XI/ Hari / Tanggal :... Waktu. : 60 menit Sifat Ujian
135 LAMPIARN 1.4 SOAL TEST UJI COBA INSTRUMEN Mata Pelajaran : Teknik Pemesinan Tingkat/Semester : XI/ Hari / Tanggal :... Waktu : 60 menit Sifat Ujian : Tutup Buku PETUNJUK UMUM 1. Tulis nama, dan kelas
MODUL I PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI
MODUL I PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI LABORATORIUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI LABORATORIUM TEKNOLOGI MEKANIK DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA 2017 TATA TERTIB PRAKTIKUM
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Secara garis besar, dalam perancangan hovercraft ini ada beberapa teori dasar yang digunakan. Teori dasar yang mendasari proses perencanaan ini bisa digambarkan dalam flowchart dibawah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar-dasar Pemilihan Bahan Setiap perencanaan rancang bangun memerlukan pertimbanganpertimbangan bahan agar bahan yang digunakan sesuai dengan yang direncanakan. Hal-hal penting
PBAB II MESIN BUBUT. (Laboratorium Teknik Industri Universitas Gunadarma, 2011) Gambar 2.1 Mesin Bubut
PBAB II MESIN BUBUT 2.1 Pengertian Mesin Bubut Mesin Bubut adalah suatu mesin yang umumnya terbuat dari logam, gunanya membentuk benda kerja dengan cara menyanyat, dengan gerakan utamanya berputar. Proses
BAB II TEORI DASAR. BAB II. Teori Dasar
BAB II TEORI DASAR Perencanaan elemen mesin yang digunakan dalam peralatan pembuat minyak jarak pagar dihitung berdasarkan teori-teori yang diperoleh dibangku perkuliahan dan buku-buku literatur yang ada.
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
16 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 BANTALAN/BEARING Bearing adalah suatu elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerakan bolak baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan berumur
BAB II PEMBAHASAN MATERI
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesinyang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahan-bahanyang
TAHAP AWAL PEMBUATAN PEMBUBUTAN HOUSE BEARING RODA ROLI
ISSN 1412-5609 (Print) Jurnal INTEKNA, Volume 15, No. 2, November 2015, 100-210 TAHAP AWAL PEMBUATAN PEMBUBUTAN HOUSE BEARING RODA ROLI Anhar Khalid (1) (1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flow Chart Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Mulai Studi Literatur Perencanaan dan Desain Perhitungan Penentuan dan Pembelian Komponen Proses Pengerjaan Proses Perakitan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian pengelasan secara umum a. Pengelasan Menurut Harsono,1991 Pengelasan adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair.
SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A
TEKNIK PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A Jl. Rajawali No. 32, Telp./Faks. : (0351) 746081 Ngawi. Homepage: 1. www.smkpgri1ngawi.sch.id 2. www.grisamesin.wordpress.com Facebook: MESIN BUBUT KONVENSIONAL
2.1 Pengertian Umum Mesin Pemipil Jagung. 2.2 Prinsip Kerja Mesin Pemipil Jagung BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Umum Mesin Pemipil Jagung Mesin pemipil jagung merupakan mesin yang berfungsi sebagai perontok dan pemisah antara biji jagung dengan tongkol dalam jumlah yang banyak dan
TUGAS TEKNIK PERAWATAN MESIN MAKALAH MESIN BUBUT, SEKRAP DAN FRAIS
TUGAS TEKNIK PERAWATAN MESIN MAKALAH MESIN BUBUT, SEKRAP DAN FRAIS Disusun oleh : Nama : M. Fatkhul Amin No Mhs. : 111.33.1044 Jurusan : T. Mesin (D-3) JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
BAB II TEORI DASAR. dicampur dengan bahan pencampur seperti daging udang atau ikan yang
BAB II TEORI DASAR A. Pengertian Kerupuk Kerupuk adalah sejenis makanan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur dengan bahan pencampur seperti daging udang atau ikan yang kemudian ditambahkan dengan
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Transmisi 2.2 Motor Listrik
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Transmisi Sistem transmisi dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda
PROSES PEMBUBUTAN LOGAM. PARYANTO, M.Pd.
PROSES PEMBUBUTAN LOGAM PARYANTO, M.Pd. Jur.. PT. Mesin FT UNY Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian-bagian mesin (komponen) berbentuk silindris yang dikerjakan dengan menggunakan
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahan-bahanyang
BAB III MESIN FRAIS. (http:\\www.google.com. Gambar-gambar Mesin. 2011) Gambar 3.1 Bentuk-bentuk Hasil Frais
BAB III MESIN FRAIS 3.1 Pengertian Mesin Frais Mesin frais adalah mesin perkakas untuk mengejakan/menyelesaikan permukaan suatu benda kerja dengan mempergunakan pisau sebagai alatnya. Pada mesin frais,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Perancangan mesin pemisah padi ini ada beberapa elemen dan teori dasar yang akan digunakan, antara lain, poros, bantalan gelinding, transmisi sabuk (belt), dan motor listrik. Landasan
BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT
BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI) BIDANG KOMPETENSI 1. KELOMPOK DASAR / FOUNDATION 2. KELOMPOK INTI 3. PERAKITAN (ASSEMBLY) 4. PENGECORAN DAN PEMBUATAN CETAKAN
BAB II DASAR TEORI Sistem Transmisi
BAB II DASAR TEORI Dasar teori yang digunakan untuk pembuatan mesin pemotong kerupuk rambak kulit adalah sistem transmisi. Berikut ini adalah pengertian-pengertian dari suatu sistem transmisi dan penjelasannya.
3. Mesin Bor. Gambar 3.1 Mesin bor
3. Mesin Bor 3.1 Definisi Dan Fungsi Mesin Bor Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Cara Kerja Alat Cara kerja Mesin pemisah minyak dengan sistem gaya putar yang di control oleh waktu, mula-mula makanan yang sudah digoreng di masukan ke dalam lubang bagian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan
BAB IV PERHITUNGAN DAN PERANCANGAN ALAT. Data motor yang digunakan pada mesin pelipat kertas adalah:
BAB IV PERHITUNGAN DAN PERANCANGAN ALAT 4.1 Perhitungan Rencana Pemilihan Motor 4.1.1 Data motor Data motor yang digunakan pada mesin pelipat kertas adalah: Merek Model Volt Putaran Daya : Multi Pro :
HASIL DAN PEMBAHASAN
36 HASIL DAN PEMBAHASAN Dasar Pemilihan Bucket Elevator sebagai Mesin Pemindah Bahan Dasar pemilihan mesin pemindah bahan secara umum selain didasarkan pada sifat-sifat bahan yang berpengaruh terhadap
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Transmisi Motor
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Transmisi Pada perancangan suatu kontruksi hendaknya mempunyai suatu konsep perencanaan. Untuk itu konsep perencanaan ini akan membahas dasar-dasar teori
BAB II MESIN BUBUT. Gambar 2.1 Mesin bubut
BAB II MESIN BUBUT A. Prinsip Kerja Mesin Bubut Mesin bubut merupakan salah satu mesin konvensional yang umum dijumpai di industri pemesinan. Mesin bubut (gambar 2.1) mempunyai gerak utama benda kerja
BAB 7 BANTALAN (BEARING)
BAB 7 BANTALAN (BEARING) Bantalan (bearing) adalah Elemen Mesin yang digunakan untuk menumpu poros yang berbeban, sehingga putaran atau gesekan bolak baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan tahan
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Transmisi Motor Listrik
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Transmisi Transmisi bertujuan untuk meneruskan daya dari sumber daya ke sumber daya lain, sehingga mesin pemakai daya tersebut bekerja menurut kebutuhan yang diinginkan.
Dalam menentukan ukuran utama mesin skrap ini, hal yang berpengaruh antara lain:
Cara Kerja Mesin Sekrap (Shaping Machine) Mesin Skrap atau biasa juga dituliskan sebagai sekrap (Shaping Machine) merupakan jenis mesin perkakas yang memiliki gerak utama yakni bolak balok secara horizontal.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Fungsi Undercarriage Undercarriage atau disebut juga sebagai kerangka bawah merupakan bagian dari sebuah crawler tractor yang berfungsi: untuk menopang dan meneruskan beban
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR Sumardi 1* Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh Medan Km. 280 Buketrata Lhokseumawe 24301 Email: [email protected]
Presentasi Tugas Akhir
Presentasi Tugas Akhir Modifikasi Alat Penunjuk Titik Pusat Lubang Benda Kerja Dengan Berat Maksimal Kurang Dari 29 Kilogram Untuk Mesin CNC Miling Oleh : Mochamad Sholehuddin NRP. 2106 030 033 Program
IV. PENDEKATAN DESAIN
IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan
TRANSMISI RANTAI ROL
TRANSMISI RANTAI ROL Penggunaan: transmisi sabuk > jarak poros > transmisi roda gigi Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip perbandingan putaran tetap Keuntungan: Mampu meneruskan
TRANSMISI RANTAI ROL 12/15/2011
TRANSMISI RANTAI ROL Penggunaan: transmisi sabuk > jarak poros > transmisi roda gigi Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip perbandingan putaran tetap Mampu meneruskan daya besar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Identifikasi Sistem Kopling dan Transmisi Manual Pada Kijang Innova
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Berikut ini adalah beberapa refrensi yang berkaitan dengan judul penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Tugas akhir yang ditulis oleh Muhammad
2. Mesin Frais/Milling
2. Mesin Frais/Milling 2.1 Prinsip Kerja Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan
M O D U L T UT O R I A L
M O D U L T UT O R I A L MESIN BUBUT LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR TERINTEGRASI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2017/2018 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...
SETYO SUWIDYANTO NRP Dosen Pembimbing Ir. Suhariyanto, MSc
PERHITUNGAN SISTEM TRANSMISI PADA MESIN ROLL PIPA GALVANIS 1 ¼ INCH SETYO SUWIDYANTO NRP 2110 030 006 Dosen Pembimbing Ir. Suhariyanto, MSc PROGRAM STUDI DIPLOMA III JURUSAN TEKNIK MESIN Fakultas Teknologi
RENCANA IMPLEMENTASI MEMBUBUT DI LABORATORIUM PRODUKSI JURUSAN MESIN. Oleh: Nama : Dwi Pujo L NIM : Prodi : PTMSI
RENCANA IMPLEMENTASI MEMBUBUT DI LABORATORIUM PRODUKSI JURUSAN MESIN Oleh: Nama : Dwi Pujo L NIM : 5201407055 Prodi : PTMSI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 200 I. JENIS PEKERJAAN : 1. Mebubut
Perancangan Peralatan Bantu Pembuatan Roda Gigi Lurus dan Roda Gigi Payung Guna Meningkatkan Fungsi Mesin Bubut
Performa (2006) Vol. 5, No.2: 11-20 Perancangan Peralatan Bantu Pembuatan Roda Gigi Lurus dan Roda Gigi Payung Guna Meningkatkan Fungsi Mesin Bubut Andi Susilo, Muhamad Iksan, Subono Jurusan Teknik Industri,
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Produksi. 2.2 Pengelasan
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Produksi Pada perancangan suatu kontruksi hendaknya mempunyai suatu konsep perencanaan. Konsep perencanaan ini akan membahas dasar-dasar teori yang akan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Perencanaan Rancang Bangun Dalam merencanakan suatu alat bantu, terlebih dahulu kita harus memperhatikan faktor-faktor yang mendasari terlaksananya perencanaan alat bantu
MODUL PROSES PEMESINAN I SEKSI MESIN BUBUT. Oleh : Purgiyanto
MODUL PROSES PEMESINAN I SEKSI MESIN BUBUT Oleh : Purgiyanto JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa
BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN. penggerak belakang gokart adalah bengkel Teknik Mesin program Vokasi
BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1. Tempat Pelaksanaan Tempat yang akan di gunakan untuk perakitan dan pembuatan sistem penggerak belakang gokart adalah bengkel Teknik Mesin program Vokasi Universitas
SOAL LATIHAN 3 TEORI KEJURUAN PEMESINAN
SOAL LATIHAN 3 TEORI KEJURUAN PEMESINAN OLEH: TIM PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI CONTACT PERSON: HOIRI EFENDI, S.PD 085736430673 SOAL NAS: F018-PAKET A-08/09 1. Sebuah poros kendaraan terbuat dari bahan St
FM-UII-AA-FKU-01/R0 MESIN BUBUT 2.1. TUJAN PRAKTIKUM
MODUL II 2.1. TUJAN PRAKTIKUM MESIN BUBUT 1. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja pada mesin bubut. 2. Mahasiswa dapat memahami fungsi dari mesin bubut. 3. Mahasiswa dapat memahami jenis-jenis mesin
PEMBUATAN PAPAN REKLAME ELEKTRIK
PEMBUATAN PAPAN REKLAME ELEKTRIK Toufik Hidayat, Lagiyono, Ananta Vicky Aprillia ABSTRAK Pada sistem tersebutterdiri dari beberapa komponen atau peralatanyang menunjanguntuk mengendalikan suatu papan reklameuntuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pompa Pompa adalah peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah bertekanan
SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A
TEKNIK PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A Jl. Rajawali No. 32, Telp./Faks. : (0351) 746081 Ngawi. Homepage: 1. www.smkpgri1ngawi.sch.id 2. www.grisamesin.wordpress.com Facebook: A. Kecepatan potong
Gambar 1.1 Hasil-hasil dari pembubutan
1 1. MESIN BUBUT 1.1 Umum Prinsip kerja mesin bubut adalah benda kerja yang berputar, sedangkan pisau bubut bergerak memanjang dan melintang. Dari kerja ini dihasilkan sayatan dan benda kerja yang umumnya
