Anamnesis Keluhan Nyeri Bahu
|
|
|
- Sudomo Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Anamnesis Keluhan Nyeri Bahu dr Rachmah Laksmi Ambardini FIK Universitas Negeri Yogyakarta Tujuan Memahami anatomi sendi bahu Memahami bagaimana mengevaluasi keluhan nyeri bahu Mendiskusikan tes provokasi yg digunakan untuk evaluasi nyeri bahu. Menguasai temuan anamnesis dan pemeriksaan fisik yg dapat membantu diagnosis masalah-masalah pada bahu. Mendiskusikan kelainan yg umum terjadi pada bahu dan penanganannya. Shoulder Anatomy Reference 1 Anatomi Bahu Bahu mrp salah satu sendi yg paling kommpleks. Terdiri atas: 1.Struktur Tulang: Humerus Glenoid Acromion Clavicle 2. Struktur Jaringan Lunak: Otot-otot Rotator cuff dan elemen penyokongnya Sendi : Glenohumeral joint Acromioclavicular joint Sternoclavicular joint Scapulothoracic joint/pseudoarticulation Sendi Glenohumeral (GH) Bagian sendi yg paling sering mengalami dislokasi. Prinsip-Prinsip Dasar: GH joint a ball and socket joint Fossa glenoid datar dan jauh lebih kecil daripada caput humeri yg melekat padanya (persentuhan hanya 25-30%). Cartilaginous labrum menyediakan fungsi socket, tetapi bukan stabilitas. Stabilitas didapat dari struktur yg menstabilkan sendi bahu. 1
2 Static Stabilizers Terdiri atas: Struktur Tulang Labrum GH ligaments (superior, middle, inferior) Kapsul sendi Membantu menjaga harmoni Tetap berfungsi walaupun ada gangguan saraf maupun otot intrinsik. Dynamic Stabilizers Terdiri atas: Rotator cuff Scapular stabilizers (teres major, rhomboids, serratus anterior,trapezius and levator scapula) Tidak bisa berfungsi jika terjadi cedera neuromuskular dan kerusakan otot intrinsik. Malfungsi menyebabkan kelonggaran sendi GH dan nyeri bahu. The Rotator Cuff Main function- depress the humeral head against the glenoid & stabilize Composed of 4 muscles: 1. Supraspinatus- abduction helper to deltoid, pulls humeral head towards glenoid 2. Infraspinatus- external rotation helper, pulls humeral head inferiorly 3. Teres minor-external rotation helper, pulls humeral head inferiorly 4. Subscapularis-internal rotation helper to pectoralis and latismus dorsi When damaged, humeral had can move upward within the joint 2/2 to unopposed deltoid action Anamnesis Tanyakan umur pasien, tangan yg dominan, olahraga, pekerjaan. Tentukan keluhan utama pasien (mis. Nyeri, kelemahan, instabilitas, ROM yg terbatas). Bagaimana & kapan masalah dimulai? Apakah gejala yg dirasakan terkait dg cedera/kejadian tertentu sebelum gejala timbul? Apakah aktivitas/gerakan lengan tertentu menyebabkan gejala timbul? Anamnesis Gejala yg terkait: Instability/longgar (mis. Instabilitas sendi GH di segala arah) Menurunnya kekuatan otot (mis. Impingment, gangguan pd rotator cuff). (mis. Trauma akut, robekan pd rotator cuff) Mati rasa/kesemutan (misal gangg pd tl cervical) Hilangnya gerakan/kekakuan (mis. Adhesive capsulitis, dislokasi atau instabilitas sendi GH) Terapi apa yg sebelumnya sudah dilakukan, mis: es, panas, obat-obatan. Tindakan Intervensi sebelumnya, mis terapi fisik, suntikan, pembedahan. Pemeriksaan Fisik Dilakukan secara sistematis Jangan mengabaikan bahu yg sehat (krn hal ini akan memberi informasi sisi normal pasien). Perhatikan kedua bahu dan lakukan: Palpasi Periksa ROM: pasif dan aktif Tes kekuatan Tes khusus sesuai indikasi 2
3 Cari adanya: Look for: Dsitensi vena Ant. Shoulder Dislocation Look for: Distensi vena Ant. Shoulder Dislocation AC joint separation Look for: Distensi vena Ant. Shoulder Dislocation AC joint separation Supraspinatus and infraspinatus atrophy Palpasi Palpasi Sendi Sternoclavicular Clavicula Prosesus Coracoid Acromion Sendi Acromioclavicular Scapula Tendon biceps Subacromial Bursa Spina Cervical 3
4 Fraktur Clavicula (patah tulang) Kelainan Akut dan Kronis Pada Sendi Bahu Umum terjadi, paling sering di bag tengah 1/3 clavicula Anamnesis: Jatuh dg menumpu pd tangan atau benturan langsung. Pemeriksaan fisik: Nyeri tajamp dan/ ada deformitas (gangg.bentuk). Selalu lakukan uji neurovascular. Foto Rontgen: Xray- AP and cephalic tilt views siku difiksasi bentuk angka 8 selama 2-4 minggu Follow up: lihat dlm 4-6 minggu dg foto rontgen Rujuk ke dokter bedah tulang: Jika fungsi bag distal clavicula terganggu (kena lig sendi AC) Proximal Humeral Fractures Glenohumeral Dislocation Anamnesis: Jatuh menumpu pd tangan atau benturan langsung Pemeriksaan fisik Crepitus pd sisi yg terkena dalam 48 jam setelah cedera. Foto Rontgen: AP and Lateral Xray. Imobilisasi bahu utk mencegah rotasi eksternal dan abduksi. Rujuk ke dokter bedah jika: Fraktur komplels Melibatkan bag leher Pergeseran lebih dari 1 cm Evaluasi cedera neurovascular Most dislocations are anterior Ant. Dislocation: pt holds arm in external rotation/abduction Humeral head palpable anteriorly/ dimple below acromion Posterior Dislocation: Arm in abduction/internal rotation Dx often delayed Imaging Need two views: AP- can miss posterior dislocation Axillary or Y view AP Y view Dislokasi Glenohumeral Komplikasi: Dislokasi GH berulang: Cedera Tulang: >50 % ada deformitasgangg di posterolateral caput humeri. Robekan Rotator Cuff 50% usia <40, 80% >60 Reposisi Latihan ROM exercises lebih awal Operasi jika diperlukan. Sprain Sendi AC Cedera yg biasa tjd pada atlet atau pasien yg aktif. Mekanisme: Benturan langsung pd aspek superior bahu. Benturan di sisi samping daerah deltoid Jatuh menumpu pd tangan Pemeriksaan Fisik: terlokalisir & nyeri di atas sendi AC. Selalu periksa pasien dalam posisi duduk. Palpasi deformitas antara acromion & clavicula mengindikasikan cedera yg lebih berat. Rontgen: Xray: AP- confirms dx Axillary- if suspect grade 4-6 injury 4
5 Klasifikasi Cedera AC Grade 3 atau lebih besar rujuk ke dokter bedah utk perbaikan lebih lanjut. Ligaments or joint Acromioclavicular Ligaments Acromioclavicular joint Coracoclavicular Ligament Grade 1 Sprained Intact Intact Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5 Grade 6 or slight vertical separation Sprained or slight vertical separation Separate d Ruptured Robekan Rotator Cuff Paling sering dialami pd usia di atas 40 tahun. Anamnesis: Pasien yg lebih muda terkait dg trauma Usia pertengahan impingment kronik mengakibatkan ruptur rotator cuff. Rontgen: AP view GH joint- may show calcific tendonitis of cuff +/- superior migration of humeral head- should be f/u with further imaging MRI= gold standard Surgical repair in young and selected older patients within 3 weeks of injury preferably Rehabilitasi pasien yg tidak perlu operasi. Impingement Syndrome Mekanisme: Tendon rotator cuff terkena impinged antara lengkung coracoacromial dan abduksi humerus. Supraspinatus paling sering terganggu. Ada 2 jenis: Primer Pasien lebih tua, overuse kronis dan degenerasi Sekunder Usia lebih muda, atlet pelempar, instabilitas GH menyebabkan impingment. Impingement Syndrome Anamnesis: Nyeri di atas bahu anterolateral, bisa menjalar ke siku. Dipicu karena aktivitas yg melibatkan gerakan overhead, terasa memburuk di malam hari. PE: +Hawkins, + Neer Konservatif: Fase akut: NSAIDS, Injeksi, es, istirahat Mengatasi nyeri: latihan penguatan Rotator cuff Xrays- get if 2-3 mo of conservative Rx fails- may show hooked acromion, AC spurring. MRI sesuai indikasi Pembedahan Operasi jika terapi konservatif gagal. Frozen Shoulder Mekanisme: penebalan dan kontraktur kapsul di sekitar sendi GH. Etiologi: Imobilitas (operasi, nyeri) Autoimun Imaging: X-rays- normal Arthography- constriction of joint capsule Physical therapy Terapi nyeri (NSAIDS) Corticosteroids occasionally Surgical referral if conservative fails The Origin of Acupuncture Biceps Tendonitis Inflammation of sheath around long head of biceps Hx: Pain and tenderness in bicipital groove Often associated with impingement syndrome or rotator cuff tear PE: +Yergason s, +Speeds Rx: Conservative: Rest, ice, NSAIDs, Injection Surgical: Transfer of tendon 5
6 Labral injury SLAP lesion (Superior Labrum Anterior Posterior) common in throwing athletes HX: Painful shoulder that clicks or pops with motion PE: +clunk test, +O'Brien's, +/-laxity signs Rx: Often will need surgical repair, especially if athlete. Osteolysis of Distal Clavicle If atraumatic, most common in weight lifters Begins as stress fx & bone remodeling cannot occur due to continual stress on joint Hx: Dull Pain over AC joint worst in beginning of exercise period Aggravated by abduction of shoulder Dx: Xrays- osteopenia and lucency of distal clavicle RX: D/C load-bearing activity Surgical: Resection of distal clavicle Case 1 42 yo Male comes to your office complaining of Rt shoulder pain. He does not remember any specific injury, but has been playing tennis a lot over the past 4 months and tells you that opposing players no longer fear his serve. It is difficult and painful for him to reach overhead and behind him. Even rolling onto his shoulder in bed is painful. PE shows full ROM, but with discomfort at end ranges of Flexion, abduction and internal rotation. There is significant pain when you place the shoulder in position of 90 degrees of flexion and then internally rotate. There is also moderate weakness on abduction and external rotation. The rest of the MS exam is normal. 1. The most likely diagnosis is: a) Acromioclavicular sprain b) Rotator Cuff tear c) Adhesive Capsulitis d) Rotator Cuff impingement e) Cervical Radiculopathy 1. The most likely diagnosis is: 2. The best initial treatment is: a) Acromioclavicular sprain b) Rotator Cuff tear c) Adhesive Capsulitis d) Rotator Cuff impingement e) Cervical Radiculopathy a) Corticosteroid injection b) Arthroscopic subacromial decompression c) Strengthening and ROM exercises d) Elbow sling e) Cervical collar 6
7 2. The best initial treatment is: a) Corticosteroid injection b) Arthroscopic subacromial decompression c) Strengthening and ROM exercises d) Elbow sling e) Cervical collar 3. Predisposing factors for this problem include: a) Repetitive motion of the shoulder above the horizontal plane b) Hooked acromion c) Acromioclavicular spurring d) Shoulder instability e) All of the above References 3. Predisposing factors for this problem include: a) Repetitive motion of the shoulder above the horizontal plane b) Hooked acromion c) Acromioclavicular spurring d) Shoulder instability e) All of the above 1. Woodward, T.W & Best, T.M; The Painful Shoulder: Part I. Clinical Evaluation. American Family Physician. May, ;60: Woodward, T.W & Best, T.M; The Painful Shoulder: Part II. Acute and Chronic Disorders. American Family Physcian. June 1, 2000; 61: Hoppenfield, M. Physical Examination of the Spine and Extremities. New Jersey:Prentice Hall Thompson, J.C. Netter s Concise Atlas of Orthopedic Anatomy. Philadelphia:Elselvier Inc 2002??? 7
Teksbook reading. Tessa Rulianty (Hal 71-80)
Teksbook reading Tessa Rulianty (Hal 71-80) Tes ini sama dengan tes job dimana lengan diputar ke arah yang berlawanan. Jika terdapat nyeri dan pasien mengalami kesulitan mengatur posisi mengindikasikan
Langkah-langkah Terapi PROSES TERAPI. Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan Penunjang/Tambahan. Diagnosis. Terapi 1/1/2002
Langkah-langkah Terapi PROSES TERAPI dr Rachmah Laksmi Ambardini FIK Universitas Negeri Yogyakarta Email: [email protected] Anamnesis (history): informasi terkait keluhan pasien Identitas Keluhan utama
BAB I PENDAHULUAN. dan tugas-tugasnya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. sendi bahu dan mengakibatkan gangguan aktivitas fungsional.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Dengan kondisi yang
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Glenohumeral joint merupakan sendi joint yang paling luas gerakannya di tubuh kita. Glenohumeral joint termasuk sendi peluru dengan mangkok sendi yang sangat dangkal.
SHOULDER INJURY. Disusun oleh : : Arius Suwondo : 07/250602/KU/12185
SHOULDER INJURY NAMA NIM Disusun oleh : : Arius Suwondo : 07/250602/KU/12185 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009 1 KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1.LATAR BELAKANG. Anggota gerak atas merupakan bagian dari anggota gerak yang cukup banyak di fungsikan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, seperti membawa tas, menulis, mengangkat
MOBILISASI SHOULDER GIRDLE
MOBILISASI SHOULDER GIRDLE STIKES Katolik St Vinc a Paulo Surabaya Mobilisasi Shoulder Girdle 1 REVIEW ANATOMI Shoulder kompleks GH joint ST joint AC joint SC joint Mobilisasi Shoulder Girdle 2 Articular
Bab 1. Pendahuluan. Nyeri bahu dapat berasal dari sendi itu sendiri, atau dari salah satu
Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah: Nyeri bahu adalah rasa sakit yang timbul di atau sekitar bahu. Nyeri bahu dapat berasal dari sendi itu sendiri, atau dari salah satu bagian otot, ligamen
BAB I PENDAHULUAN. untuk hiduplebih maju mengikuti perkembangan tersebut. Untuk memenuhi tuntutan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, manusia dituntut untuk hiduplebih maju mengikuti perkembangan tersebut. Untuk memenuhi tuntutan tersebut,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. Pemelihara kesehatan
MAHASISWA AKADEMI FISIOTERAPI WIDYA HUSADA SEMARANG
TESIS PERBANDINGAN ANTARA KOMBINASI LATIHAN STABILISASI BAHU DAN TRAKSI HUMERUS KE INFERIOR DENGAN KOMBINASI LATIHAN FUNGSIONAL BAHU DAN TRAKSI HUMERUS KE INFERIOR DALAM MENURUNKAN DISABILITAS BAHU DAN
BAB I PENDAHULUAN. perubahan yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat di suatu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak perubahan yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat di suatu negara, seperti pada kehidupan masyarakat
Kata Kunci: Olahraga panahan, cidera, dan pencegahan.
1 POTENSI CIDERA DALAM OLAHRAGA PANAHAN SERTA UPAYA PENCEGAHANNYA Komarudin Abstrak. Potensi cidera pada pemanah kebanyakan terjadi pada daerah bahu, pada saat lengan melakukan tarikan (drawing). Gerakan
BAB I PENDAHULUAN. trauma, over use, repetitive injury, operasi pada sendi, hypertiroidisme,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Frozen shoulder merupakan suatu istilah untuk semua gangguan pada sendi bahu. Dengan karakteristik nyeri dan keterbatasan gerak, penyebabnya ideopatik yang sering
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam melakukan aktivitasnya sehari hari manusia harus bergerak,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam melakukan aktivitasnya sehari hari manusia harus bergerak, karena gerak menentukan seberapa kemampuan manusia melakukan aktifitas fungsionalnya dan kualitas
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Klavikula merupakan tulang penghubung antara lengan atas dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Klavikula merupakan tulang penghubung antara lengan atas dengan dada (trunkus), sehingga klavikula memiliki peran penting dalam fungsi pada gelang bahu.
MODUL PRAKTIKUM MATA KULIAH PENGUKURAN FISIOTERAPI. Topik : Pengukuran Lingkup Gerak Sendi Bahu (Shoulder Joint) Tim Penyusun :
MODUL PRAKTIKUM MATA KULIAH PENGUKURAN FISIOTERAPI Topik : Pengukuran Lingkup Gerak Sendi Bahu (Shoulder Joint) Tim Penyusun : Muh. Irfan, SKM, S.Ft, M.Fis Wismanto, SSt.Ft, S.Ft, M. Fis Abdul Chalik Meidian,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Penulisan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dislokasi sendi bahu sering ditemukan pada orang dewasa tetapi jarang pada anakanak. Penyebab tersering dislokasi sendi bahu ialah trauma dan sebagian besar dislokasi
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN FISIOTERAPI
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN FISIOTERAPI Namaa : Nim : Kelas : Kelompok : FAKULTAS FISIOTERAPI UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA Topik : Pengukuran Lingkup Gerak Sendi Bahu (Shoulder Joint) Tim Penyusun : Muh.
Cedera Spinal / Vertebra
Cedera Spinal / Vertebra Anatomi 7 Servikal Anterior 12 Torakal Posterior 5 Lumbal Sakral Anatomi Posterior Anterior Motorik Cedera Spinal Sensorik Otonom Susunan Syaraf ke Ekstremitas Plexus Brachialis
GANGGUAN MANSET ROTATOR SENDI BAHU Suatu tinjauan anatomik
GANGGUAN MANSET ROTATOR SENDI BAHU Suatu tinjauan anatomik George N. Tanudjaja Bagian Anatomi-Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: [email protected] Abstract:
DISLOKASI SENDI PANGGUL
DISLOKASI SENDI PANGGUL Pembimbing: Prof. dr. H. Hafas Hanafiah, Sp.B, Sp.OT(K), FICS Oleh: Leni Agnes Siagian (070100153) Rahila (070100129) Hilda Destuty (070100039) ILMU BEDAH ORTOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI
BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh umur, psikis dan keadaan lingkungan sosial individu. Banyak. terhadap gerak dan fungsi tubuh. (Depkes RI, 1999).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemerintah Republik Indonesia menetapkan kebijakan nasional mengenai pembangunan berwawasan kesehatan sebagai strategi nasional menuju Indonesia sehat 2010
Traumatic or atraumatic brachial plexus diasease (e.g. parsonage-turner [acute brachial neuritis])
TREATMENT Initial There are five basic phases of treatment (table 14-1). These phases may overlap and can be progressed as rapidly as tolerated, but each should be performed to speed recovery and to prevent
NASKAH PUBLIKASI PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST DISLOKASI SHOULDER DEXTRA DI RSUD SUKOHARJO
NASKAH PUBLIKASI PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST DISLOKASI SHOULDER DEXTRA DI RSUD SUKOHARJO Disusun oleh : Arif Setiyawan J100100040 Diajukan Guna Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Kerangka Teoritis II.1.1 Defenisi Fraktur adalah hilangnya kontuinitas tulang, tulang rawan sendi dan tulang rawan epifise yang bersifat total maupun parsial. Untuk mengetahui
KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI FRAKTUR CAPUT RADIUS SINISTRA DENGAN PEMASANGAN SCREW
KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI FRAKTUR CAPUT RADIUS SINISTRA DENGAN PEMASANGAN SCREW DI RSO PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA Disusun Oleh : QOIRUL MAHMUDI J100110010
Insidens Dislokasi sendi panggul umumnya ditemukan pada umur di bawah usia 5 tahun. Lebih banyak pada anak laki-laki daripada anak perempuan.
Dislokasi Sendi Panggul Dislokasi sendi panggul banyak ditemukan di Indonesia akibat trauma dan sering dialami oleh anak-anak. Di Negara Eropa, Amerika dan Jepang, jenis dislokasi sendi panggul yang sering
BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya untuk memajukan bangsa dan negara didukung oleh. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta faktor ekonomi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dalam upaya untuk memajukan bangsa dan negara didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta faktor ekonomi mendorong manusia untuk dituntut mengikuti
Instabilitas Spinal dan Spondilolisthesis
Instabilitas Spinal dan Spondilolisthesis Akhmad Imron*) Departemen Bedah Saraf FK.Unpad/RSHS Definisi Instabilitas Spinal : adalah hilangnya kemampuan jaringan lunak pada spinal (contoh : ligamen, otot
BAB I PENDAHULUAN. integrasi penuh dari sistem tubuh. Munculnya beberapa keluhan juga sering
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari penggunaan kapasitas fisik maupun kemampuan fungsionalnya yang merupakan suatu integrasi penuh dari sistem tubuh.
LAPORAN PENDAHULUAN DISLOKASI
LAPORAN PENDAHULUAN DISLOKASI LANDASAN TEORI MEDIK 1. PENGERTIAN Keadaan dimana tulang-tulang yang membentuk sendi tidak lagi berhubungan secara anatomis (tulang lepas dari sendi) (brunner&suddarth). Keluarnya
BAB I PENDAHULUAN. fungsional. Banyak faktor yang dapat menimbulkan gangguan aktifitas
1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia sebagai mahluk biopsikososial membutuhkan suatu kondisi atau keadaan tubuh yang optimal untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan
KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI TENDINITIS SUPRASPINATUS DEXTRA DI RS. AL. DR. RAMELAN SURABAYA
KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI TENDINITIS SUPRASPINATUS DEXTRA DI RS. AL. DR. RAMELAN SURABAYA Diajukan Guna Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat untuk Menyelesaikan
BAB I PENDAHULUAN. dijumpai pada usia di bawah 40 dan 65 tahun. Frozen shoulder sering dijumpai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Frozen shoulder biasanya terjadi pada dekade kelima atau keenam, jarang dijumpai pada usia di bawah 40 dan 65 tahun. Frozen shoulder sering dijumpai pada wanita
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FRACTURE CAPUT HUMERI DISERTAI DISLOKASI SHOULDER DEXTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FRACTURE CAPUT HUMERI DISERTAI DISLOKASI SHOULDER DEXTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : U. DIANA J 100 100 076 KARYA
Di susun oleh: J
KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA LANSIA DENGAN FROZEN SHOULDER SINISTRA (KIRI) DI RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI SURAKARTA Di susun oleh: EKO SETYAWAN J100141103 Diajukan Guna Melengkapi Tugas-Tugas
MEKANISME GERAK SISTEM MUSKULOSKELETAL. Sasanthy Kusumaningtyas Departemen Anatomi FKUI
MEKANISME GERAK SISTEM MUSKULOSKELETAL Sasanthy Kusumaningtyas Departemen Anatomi FKUI 1 ILMU GERAK KINESIOLOGI : Adalah ilmu yang mempelajari tubuh manusia pada waktu melakukan gerakan. Beberapa disiplin
REHABILITASI PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH. Oleh: dr. Hamidah Fadhil SpKFR RSU Kab. Tangerang
REHABILITASI PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH Oleh: dr. Hamidah Fadhil SpKFR RSU Kab. Tangerang SKDI 2012 : LBP Tingkat kompetensi : 3A Lulusan dokter mampu : Membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan
2.1 Definisi 2.2 Anatomi dan Fisiologi
2.1 Definisi Frozen shoulder, atau adhesive capsulitis adalah suatu kelainan di mana terjadi inflamasi pada kapsul sendi bahu, yaitu jaringan ikat disekitar sendi glenohumeral, sehingga sendi tersebut
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan perilaku hidup sehat, sehingga tuntunan masyarakat akan layanan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dari berbagai bidang sasaran pembangunan, salah satu yang penting dan perlu mendapat perhatian adalah masalah kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. itu gerak dan fungsi dari sendi bahu harus dijaga kesehatannya. tersebut, salah satu diantaranya adalah frozen shoulder.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan suatu keadaan bebas dari penyakit, baik penyakit fisik maupun penyakit mental dan juga bebas dari kecacatan, sehingga keadaan tubuh secara biologis
NASKAH PUBLIKASI STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PEMBERIAN TRAKSI OSCILASI PADA PASIEN DENGAN FROZEN SHOULDER
NASKAH PUBLIKASI STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PEMBERIAN TRAKSI OSCILASI PADA PASIEN DENGAN FROZEN SHOULDER (Disusun Sebagai Prasyarat Konversi Nilai Skripsi) Disusun oleh: Triyana NIM J120141037 Fakultas
PERBEDAAN PENGARUH INTERVENSI SHORT WAVE DIATHERMY DAN TERAPI MANIPULASI DENGAN SHORT WAVE DIATHERMY DAN LATIHAN PENDULUM
PERBEDAAN PENGARUH INTERVENSI SHORT WAVE DIATHERMY DAN TERAPI MANIPULASI DENGAN SHORT WAVE DIATHERMY DAN LATIHAN PENDULUM DALAM MENINGKATKAN LINGKUP GERAK SENDI GLENOHUMERAL PENDERITA ADHESIVE CAPSULITIS
KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat untuk Menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Fisioterapi
1 KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA KASUS FRAKTUR 1/3 DISTAL HUMERI DEXTRA POST ORIF (OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION) DI RSUP Dr. SARDJITO Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER e / c Ca MAMAE DI RSUP. Dr SARDJITO YOGYAKARTA
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER e / c Ca MAMAE DI RSUP. Dr SARDJITO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh : EKO PRASETYO J100100050 PROGRAM STUDI DIPLOMA III FISIOTERAPI FAKULTAS
MODUL PRAKTIKUM MATA KULIAH PENGUKURAN FISIOTERAPI. Topik : Pengukuran Lingkup Gerak Sendi Siku (Elbow Joint)
MODUL PRAKTIKUM MATA KULIAH PENGUKURAN FISIOTERAPI Topik : Pengukuran Lingkup Gerak Sendi Siku (Elbow Joint) Tim Penyusun : Muh. Irfan, SKM, S.Ft, M.Fis Wismanto, SSt.Ft, S.Ft, M. Fis Abdul Chalik Meidian,
transvesre friction dan continues Short Wave Diathermy dengan kelompok perlakuan II dengan penerapan terapi US dan pulse Short Wave Diathermy.
transvesre friction dan continues Short Wave Diathermy dengan kelompok perlakuan II dengan penerapan terapi US dan pulse Short Wave Diathermy. Kata Kunci: Transverse Friction, Continues Short Wave Diathermy,
BAB I PENDAHULUAN. hidup produktif secara sosial dan ekonomis. individu untuk memenuhi kebutuhan gerak yang fungsional dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut WHO (1946), sehat dapat diartikan suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. Kesehatan
CEDERA OLAHRAGA PADA SENAM DAN UPAYA P3K. Oleh: Dr. Sugeng Purwanto Dosen PJKR FIK UNY
CEDERA OLAHRAGA PADA SENAM DAN UPAYA P3K Oleh: Dr. Sugeng Purwanto Dosen PJKR FIK UNY Pendahuluan Or senam dimasyarakat sdh banyak dikenal, bhw OR senam terdiri dari senam ritmis, gymnastic, dan sport
Frequent Q & As. 1. Apakah singkatan DBC?
Frequent Q & As 1. Apakah singkatan DBC? Documented Based Care Yaitu suatu PROGRAM REHABILITASI yang ter bukti secara ilmiah (evidence based) dapat mengatasi masalah nyeri (sakit/pain) cedera khususnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif kronik non inflamasi yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Penyakit ini bersifat progresif lambat,
ANATOMI HUMERUS DAN FEMUR
ANATOMI HUMERUS DAN FEMUR A. HUMERUS (arm bone) merupakan tulang terpanjang dan terbesar dari ekstremitas superior. Tulang tersebut bersendi pada bagian proksimal dengan skapula dan pada bagian distal
BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu dan teknologi pada zaman modern ini sangat. perlu melakukan sesuatu yang terlalu membebankan tubuh dan anggota
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan ilmu dan teknologi pada zaman modern ini sangat menunjang begitu banyak kemudahan bagi manusia dalam melakukan aktifitas gerak dan fungsionalnya. Dengan banyaknya
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS TENDINITIS BICIPITALIS SINISTRA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS TENDINITIS BICIPITALIS SINISTRA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Oleh : AUGUST SAPTAHADY Z.P J100110066 Naskah Publikasi Diajukan Guna Melengkapi Tugas dan Memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. maka setiap warga Indonesia berhak memperoleh derajat sehat yang setinggitingginya
BAB I PENDAHULUAN Dalam upaya mewujudkan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, maka setiap warga Indonesia berhak memperoleh derajat sehat yang setinggitingginya yang meliputi sehat jasmani, rohani,
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS BERMAIN BULUTANGKIS DENGAN KECENDERUNGAN TERKENA TENNIS ELBOW DI GOR BULUTANGKIS DIRGANTARA KARTASURA
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS BERMAIN BULUTANGKIS DENGAN KECENDERUNGAN TERKENA TENNIS ELBOW DI GOR BULUTANGKIS DIRGANTARA KARTASURA SKRIPSI Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mendapatkan gelar
Anatomi Fungsional Sendi Bahu (Shoulder Joint) Secara anatomi sendi bahu merupakan sendi peluru (ball and socket joint) yang terdiri atas bonggol
Anatomi Fungsional Sendi Bahu (Shoulder Joint) Secara anatomi sendi bahu merupakan sendi peluru (ball and socket joint) yang terdiri atas bonggol sendi dan mangkuk sendi, gambar 2. 2. Cavitas sendi bahu
BAB I PENDAHULUAN. kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang sangat banyak. cidera atau gangguan sendi yang cukup besar. (Kuntono 2003).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Keadaan sehat merupakan dambaan bagi setiap orang,karena pada tubuh yang sehat seseorang dapat melaksanakan aktifitas fungsionalnya secara optimal, dengan demikian produktifitasnyapun
BAB I PENDAHULUAN. tubuh secara biologis maupun psikologis sehat, dalam arti bahwa tubuh dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan suatu keadaan bebas dari penyakit, baik penyakit fisik maupun penyakit mental dan juga bebas dari kecacatan, sehingga keadaan tubuh secara biologis
CARPAL TUNNEL SYNDROME ( C T S )
CARPAL TUNNEL SYNDROME ( C T S ) N.Medianus dpt tertekan/terdesak swkt melalui bag.bawah retinakulum flexor menuju telapak tangan sebabkan G/sensorik sampai kelemahan ibu jari. Etiologi dan Patologi Terowongan
BAB I PENDAHULUAN. seperti HNP, spondyloarthrosis, disc migration maupun patologi fungsional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Vertebra memiliki struktur anatomi paling kompleks dan memiliki peranan yang sangat penting bagi fungsi dan gerak tubuh. Patologi morfologi seperti HNP, spondyloarthrosis,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS. 4 kg, sedangkan untuk kelas junior putra 5 kg dan putri 3 kg.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS 2.1 Tolak Peluru Tolak peluru termasuk nomor lempar dalam olahraga atletik yang memiliki kriteria tersendiri dari alat hingga lapangan
PENDAHULUAN. Olahraga merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita, karena
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita, karena olahraga dapat mempertahankan dan meningkatkan kesehatan tubuh, serta akan dapat berdampak kepada
BAB I PENDAHULUAN. barang, mencuci, ataupun aktivitas pertukangan dapat mengakibatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aktivitas sehari-hari tidak jarang dapat menimbulkan gangguan pada tubuh kita, misalnya pada saat melakukan aktivitas olahraga, mengangkat barang, mencuci, ataupun aktivitas
PENGARUH PENAMBAHAN CODMAN PENDULAR EXERCISE S
PENGARUH PENAMBAHAN CODMAN PENDULAR EXERCISE SETELAH INTERVENSI ULTRA SOUND (US) DAN HOLD RELAX TERHADAP PENINGKATAN LUAS GERAK SENDI (LGS) BAHU PENDERITA FROZEN SHOULDER AKIBAT CAPSULITIS ADHESIVA SKRIPSI
Thompson-Epstein Classification of Posterior Hip Dislocation. Type I Simple dislocation with or without an insignificant posterior wall fragment
Dislokasi Hips Posterior Mekanisme trauma Caput femur dipaksa keluar ke belakang acetabulum melalui suatu trauma yang dihantarkan pada diafisis femur dimana sendi panggul dalam posisi fleksi atau semifleksi.
BAB I PENDAHULUAN. sebesar 6,7% hingga 66,7%. Keluhan tentang keluhan bahu juga sering terjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluhan pada bahu merupakan masalah yang paling sering terjadi di masyarakat luas. Keluhan tentang masalah pada bahu tercatat dirasakan 0,9% hingga 2,5% yang dialami
BAB I PENDAHULUAN. mencapai tingkat derajad kesehatan masyarakat secara makro. Berbagai
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Menuju Indonesia Sehat 2010 merupakan program pemerintah dalam mencapai tingkat derajad kesehatan masyarakat secara makro. Berbagai macam kondisi yang dapat
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI FRAKTUR COLLUM HUMERI SINISTRA DENGAN PEMASANGAN PLATE AND SCREW. DI RS AL Dr.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI FRAKTUR COLLUM HUMERI SINISTRA DENGAN PEMASANGAN PLATE AND SCREW DI RS AL Dr. RAMELAN SURABAYA Naskah Publikasi Diajukan Guna Melengkapi Tugas dan Memenuhi Sebagian
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CAPSULITIVE ADHESIVA SINISTRA DI RSUD SALATIGA
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CAPSULITIVE ADHESIVA SINISTRA DI RSUD SALATIGA Naskah Publikasi Diajukan Guna Melengkapi Tugas dan Memenuhi Sebagian Persyaratan Menyelesaikan Pogram Pendididkan
PREVALENSI NYERI BAHU PADA PESERTA KLUB KEBUGARAN
SKRIPSI PREVALENSI NYERI BAHU PADA PESERTA KLUB KEBUGARAN OLEH: F.X. JUANDA SETIAJAYA NRP: 1523013001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2016 SKRIPSI PREVALENSI
BAB I PENDAHULUAN. yang penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut WHO Sehat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sepanjang rentang kehidupan manusia, kesehatan merupakan salah satu hal yang penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut WHO Sehat adalah suatu keadaan
KEJADIAN NYERI BAHU PADA OLAHRAGAWAN BULUTANGKIS PUTRA DI PERSATUAN BULUTANGKIS TAMA TARAMAN YOGYAKARTA
SKRIPSI KEJADIAN NYERI BAHU PADA OLAHRAGAWAN BULUTANGKIS PUTRA DI PERSATUAN BULUTANGKIS TAMA TARAMAN YOGYAKARTA Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Mendapatkan Gelar Sarjana Sains Terapan Fisioterapi
Gerakan yang dapat dilakukan sepenuhnya dinamakan range of motion (ROM) Untuk mempertahankan ROM normal, setiap ruas harus digerakkan pada ruang
Range of Motion Pendahuluan Range of Motion (ROM) adalah suatu teknik dasar yang digunakan untuk menilai gerakan dan untuk gerakan awal ke dalam suatu program intervensi terapeutik Gerakan dapat dilihat
BAB I PENDAHULUAN. sehingga menghambat aktivitas kegiatan sehari-hari, di Jerman persentase
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Cedera ligamen kolateral medial sendi lutut merupakan salah satu gangguan yang dapat menyebabkan gangguan mobilitas dan fungsional, sehingga menghambat aktivitas
SYNOVIAL CHONDROMATOSIS. Junita Intan
SYNOVIAL CHONDROMATOSIS Junita Intan ABSTRACT LAPORAN KASUS SYNOVIAL CHONDROMATOSIS INTRODUCTION : Synovial chondromatosis (sinonim synovial osteochondromatosis, synovial chondrometaplasia ) is a disorder
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER AKIBAT CAPSULITIS ADHESIVA SINISTRA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER AKIBAT CAPSULITIS ADHESIVA SINISTRA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat Menyelesaikan
dr. Yohan Budi Hartanto, M.Sc, Sp.S SMF Saraf RS. Bethesda Yogyakarta
dr. Yohan Budi Hartanto, M.Sc, Sp.S SMF Saraf RS. Bethesda Yogyakarta 12 Desember 2015 Definisi Nyeri Pengalaman sensorik dan emosi yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerusakan jaringan atau
Adalah suatu cedera pada seluruh atau sebagian dari pleksus brakhialis yang terjadi pada saat proses persalinan
Ika Rosdiana Adalah suatu cedera pada seluruh atau sebagian dari pleksus brakhialis yang terjadi pada saat proses persalinan Cedera pada upper plexus brachial : Erb s palsy Cedera pada lower plexus brachial
BAB I PENDAHULUAN. umum dan untuk mencapai tujuan tersebut bangsa Indonesia melakukan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tujuan pembangunan bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan untuk mencapai tujuan
Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien. Stroke Non Hemoragik
LAMPIRAN 1 Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Stroke Non Hemoragik A. Pengertian Latihan aktif dan pasif / ROM adalah merupakan suatu kebutuhan manusia untuk melakukan pergerakan
BAB I PENDAHULUAN. optimal untuk dapat berinteraksi atau beradaptasi dengan lingkungannya. Hal
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia sebagai mahluk biopsikososial membutuhkan kondisi yang optimal untuk dapat berinteraksi atau beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini merupakan kebutuhan
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER SINISTRA DI PUSKESMAS II KARTASURA
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER SINISTRA DI PUSKESMAS II KARTASURA NASKAH PUBLIKASI Diajukan Guna Melengkapi Tugas dan Memenuhi Sebagian Persyaratan Menyelesaikan Program Pendidikan
I Nyoman Warta Bagian Fisioterapi RSUD Badung, Bali Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ABSTRAK
PENAMBAHAN CODMAN PENDULAR EXERCISE PADA PEMBERIAN TERAPI MICRO WAVE DIATHERMY, TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN STRETCHING DAPAT MENINGKATKAN LINGKUP GERAK SENDI ABDUKSI PADA KASUS FROZEN
Oleh: NURUL SAKINAH J KARYA TULIS ILMIAH
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CAPSULITIS ADHESIVA DEXTRA DENGAN MENGGUNAKAN SHORT WAVE DIATHERMY (SWD) DAN TERAPI MANIPULASI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Oleh: NURUL SAKINAH
FRAKTUR TIBIA DAN FIBULA
FRAKTUR TIBIA DAN FIBULA Fraktur tibia umumnya dikaitkan dengan fraktur tulang fibula, karena gaya ditransmisikan sepanjang membran interoseus fibula. Kulit dan jaringan subkutan sangat tipis pada bagian
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CAPSULITIS ADHESIVA DEXTRA DI RS. ANGKATAN LAUT dr. RAMELAN SURABAYA
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CAPSULITIS ADHESIVA DEXTRA DI RS. ANGKATAN LAUT dr. RAMELAN SURABAYA KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Guna Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Untuk Menyelesaikan
Oleh: ARIF FI AM J KARYA TULIS ILMIAH
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI PADA KONDISI FROZEN SHOULDER CAPSULITIS ADHESIVE SINISTRA DENGAN MENGGUNAKAN MICRO WAVE DIATHERMY DAN TERAPI MANIPULASI Oleh: ARIF FI AM J 100 050 020 KARYA TULIS
BAB I PENDAHULUAN. dan perlu mendapat perhatian adalah masalah kesehatan. Pembangunan
15 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Pembangunan memiliki beberapa bidang sasaran, salah satu yang penting dan perlu mendapat perhatian adalah masalah kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk
PENAMBAHAN TEKNIK MANUAL THERAPY PADA LATIHAN PENDULAR CODMAN LEBIH MENINGKATKAN LINGKUP GERAK SENDI PADA SENDI GLENOHUMERAL PENDERITA FROZEN SHOULDER
TESIS PENAMBAHAN TEKNIK MANUAL THERAPY PADA LATIHAN PENDULAR CODMAN LEBIH MENINGKATKAN LINGKUP GERAK SENDI PADA SENDI GLENOHUMERAL PENDERITA FROZEN SHOULDER JOHANES SURYA SALIM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. Fraktur adalah terputusnya hubungan (diskontinuitas) tulang radius dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fraktur adalah terputusnya hubungan (diskontinuitas) tulang radius dan ulna yang disebabkan oleh cedera pada lengan bawah baik trauma langsung maupun trauma tidak langsung
Oleh : Mawaddah*, Nyoman Agus Bagiada **, Sugijanto ***
PERBANDINGAN ANTARA KOMBINASI LATIHAN STABILISASI BAHU DAN TRAKSI HUMERUS KE INFERIOR DENGAN KOMBINASI LATIHAN FUNGSIONAL BAHU DAN TRAKSI HUMERUS KE INFERIOR DALAM MENURUNKAN DISABILITAS BAHU DAN LENGAN
ABSTRACT. Keywords: frozen shoulder, traction oscillations, ultrasound, application kontraplanar SWD, ROM.
Pengaruh Penambahan SWD Aplikasi Modifikasi Kontraplanar pada Intervensi Ultrasound dan Traksi Osilasi Shoulder Peningkatan Jumlah Range Of Motion (Rom) Shoulder Bidang Frontal dan Bidang Transversal Penderita
PENGARUH LATIHAN SCAPULAR POSTURAL CORRECTION TERHADAP PENURUNAN NYERI LEHER PENGGUNA NOTEBOOK DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
PENGARUH LATIHAN SCAPULAR POSTURAL CORRECTION TERHADAP PENURUNAN NYERI LEHER PENGGUNA NOTEBOOK DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
Wan Rita Mardhiya, S. Ked
Author : Wan Rita Mardhiya, S. Ked Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau 2009 0 Files of DrsMed FK UR http://www.yayanakhyar.co.nr PENDAHULUAN Fraktur femur mempunyai pengaruh sosial ekonomi
