BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Lanny Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sugiyono (2013:3) menyatakan, bahwa metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian merupakan cara kerja untuk meneliti dan memahami objek dengan dengan prosedur yang yang masuk akal dan bersifat logis serta terdapat perolehan data yang valid. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Sugiyono (2013:107) menyatakan, bahwa metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkendalikan. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah desain penelitian preeksperimental. Arikunto (2010:123) menyatakan, bahwa pre-experimental designs (nondesign) seringkali dipandang sebagai eksperimen yang tidak sebenarnya. Oleh karena itu sering disebut juga dengan istilah quasi eksperimen. Disebut demikian karena eksperimen jenis ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dapat dikatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu. Pada penelitian ini, metode penelitian eksperimen digunakan untuk meneliti pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikampek. 28
2 Desain Penelitian Pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest (tes awaltes akhir kelompok tunggal). Arikunto (2010:124) mengatakan, bahwa one group pretest-posttest design adalah kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir (posttest). Setelah melihat pengertian tersebut dapat ditarik simpulan bahwa hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Penggunaan desain ini disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai, yaitu untuk mengetahui kemampuan membaca siswa pada pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif pada teks eksposisi sebelum dan sesudah dan sesudah diberikan perlakuan Bagan Tipe One Group Pretest-Posttest Design Rancangan one group pretest-posttest design ini terdiri atas satu kelompok yang telah ditentukan. Di dalam rancangan ini dilakukan tes sebanyak dua kali, yaitu sebelum diberi perlakuan disebut prates dan sesudah perlakuan disebut pascates. Adapun pola penelitian metode one group pretest-posttest design menurut Sugiyono (2013:75) sebagai berikut: O 1 = nilai prates (sebelum perlakuan) O 1 X O 2 X = model pembelajaran talking stick O 2 = nilai pascates (setelah diberi perlakuan)
3 30 Pada design ini tes yang dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah diberikan perlakuan eksperimen. Tes yang dilakukan sebelum mendapatkan perlakuan disebut prates. Prates diberikan pada kelas eksperimen (O 1). Setelah dilakukan prates, penulis memberikan perlakuan berupa pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick (X), pada tahap akhir penulis memberikan pascates (O 2 ). 3.3 Subjek dan Objek Penelitian Subjek Penelitian Populasi Menurut Sugiyono (2013:117) menyatakan, bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Berdasarkan hal tersebut populasi pada penelitian ini sebagai berikut. a. Kemampuan penulis mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia. b. Berdasarkan sasaran, populasinya adalah kemampuan siswa berbahasa Indonesia kelas X SMA Negeri 2 Cikampek. c. Berdasarkan komponen pembelajaran, populasinya adalah metode.
4 Sampel Sugiyono (2013:81) menyatakan, bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul respesentatif (mewakili). Berdasarkan penjelasan di atas, sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Kemampuan penulis dalam melaksanakan pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick pada kelas X SMA Negeri 2 Cikampek. b. Kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikampek dalam mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick. c. Keefektifan model talking stick pada pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick pada kelas X SMA Negeri 2 Cikampek.
5 Objek Penelitian Objek merupakan lokasi dan gambaran sekolah yang menjadi tempat diadakannya penelitian. Sugiyono (2013:117) mengatakan bahwa karakteristik objek meliputi kebijakan, prosedur kerja, tata ruang kelas, lulusan yang dihasilkan dan lain-lain. Berdasarkan hal tersebut, objek dalam penelitian ini sebagai berikut. a. Lokasi SMA Negeri 2 Cikampek berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Karawang, Jawa Barat. b. Lokasi sekolah berada di kawasan PT. Pupuk Kujang Cikampek. c. Kurikulum yang berlaku mengacu pada kurikulum nasional yaitu kurikulum 2013 dan ditunjang dengan muatan lokal yaitu terkait dengan visi, misi, dan tujuan Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah Kejuruan. Informasi di atas sedikit memberikan gambaran mengenai lokasi tempat sekolah berada dan kurikulum yang digunakan dalam proses belajar mengajar. 3.4 Operasional Variabel Sugiyono (2013:60) menyatakan, bahwa variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain. Dalam hal ini, terdapat adanya variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya
6 33 atau timbulnya variabel dependen (terikat). Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Pada penelitian ini variabel bebas dan variabel terikat sebagai berikut. a. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi. b. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu model pembelajaran talking stick. Variabel bebas dan variabel terikat sama-sama memegang peranan penting dalam proses penelitian, karena variabel penelitian merupakan suatu sifat dan objek yang harus dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya oleh penulis. 3.5 Rancangan Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Rancangan Pengumpulan Data Dalam melaksanakan kegiatan penelitian perlu adanya teknik untuk mencapai hasil yang baik. Agar data terkumpul dengan baik, penulis menggunakan rancangan pengumpulan data sebagai berikut: a. Telaah Pustaka Penulis menelaah buku-buku untuk mengetahui keadaan yang akan dijadikan sampel penelitian. b. Observasi Observasi merupakan alat pengumpul data yang banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang diamati baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan.
7 34 c. Teknik Tes Teknik ini bertujuan untuk mengukur keterampilan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki siswa. Jenis tes yang diberikan berupa prates dan pascates. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick. d. Teknik Analisis Teknik analisis digunakan untuk memperoleh penyelidikan terhadap siswa dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick. Teknik ini dilakukan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi Instrumen Penelitian Instrumen penelitian berkaitan dengan kegiatan pengumpulan data dan pengolahan data, sebab insrtumen merupakan alat bantu pengumpulan dan pengolahan data tentang variabel-variabel yang diteliti. Sugiyono (2013:305) menyatakan, bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen tes yaitu soal prates dan pascates.
8 BT MT MB MK BT MT MB MK BT MT MB MK BT MT MB MK 35 Arikunto (2010:193) menyatakan, bahwa tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Adapun instrumennya adalah: Observasi Teknik Observasi dalam penelitian ini untuk mengetahui keadaan atau kondisi yang akan dijadikaan objek penelitian. Teknik observasi ini berisi penelitian sikap siswa selama proses belajar berlangsung. Berikut adalah format penilaian observasi untuk siswa. Tabel 3.1 Format Penilaian Observasi (Kolom hasil pengamatan) No. Nama Siswa Religius Jujur Tanggung Jawab Santun
9 36 Keterangan Kolom Pengamatan 1. BT (Belum Tampak) jika sama sekali tidak melakukan usaha sungguhsungguh dalam mengerjakan tugas (Skor: 1) 2. MT (Mulai Tampak) jika menunjukan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten (Skor: 2) 3. MB (Mulai Berkembang) jika menunjukan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten (Skor: 3) 4. MK (Membudaya) jika menunjukan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten. (Skor: 4) Penulis melakukan pengamatan terhadap sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Sikap yang diamati adalah religious, jujur, tanggung jawab, santun Tes Tes merupakan kegiatan inti dari suatu pembelajaran. Arikunto (2010:193) mengutarakan, bahwa tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Sebelum melakukan sebuah tes dalam usaha mengetahui tingkat pemahaman siswa. Guru diwajibkan untuk membuat kisi-kisi. Kisi-kisi yang penulis buat sebagai berikut.
10 37 Tabel 3.2 Kisi-kisi Pembelajaran Mengidentifikasi Unsur Kalimat Efektif dalam Teks Eksposisi dengan Menggunakan Model Talking Stick pada Kelas X Aspek yang No. Dinilai 1. Ketepatan dalam menjelaskan lima unsur kalimat efektif dan contohnya. 2. Ketepatan dalam mengidentifikasi ketepatan unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi. 3. Ketepatan dalam mengidentifikasi ketidaktepatan unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi. SMA Negeri 2 Cikampek Bobot Skala Skor Skor Ideal Soal Jelaskanlah lima unsur kalimat efektif beserta contohnya! Tentukan kalimat-kalimat yang mengandung lima unsur kalimat efektif dalam teks Peran Bahasa Indonesia dalam Menyelesaikan Masalah Sosial Politik! Kalimat-kalimat di bawah ini tidak tepat dalam menerapkan unsur kalimat efektif. Identifikasikanlah jenis unsur kalimat efektif yang tidak tepat pada kalimat tersebut dan perbaiki menjadi kalimat yang efektif. a. Ikrar yang dikumandangkan dalam Kongres Pemuda pertama pada tanggal 28 Oktober 1928 untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kini telah tercapai. b. Dalam pergerakan kebangsaan Indonesia untuk merebut kemerdekaan, penetapan dan pengembangan bangsa Indonesia sebagai bahasa nasional merupakan perwujudan cita-cita untuk memperoleh salah satu ciri khas dari identitas
11 38 Jumlah Skor 39 nasional. c. Para perintis kemerdekaan benar-benar sadar bahwa bahasa nasional dapat berfungsi sebagai lambang persatuan bagi berbagai golongan etnis di kepulauan Indonesia. d. Butir ketiga Sumpah Pemuda tahun 1928 dan pasal 36 UUD 1945 masing-masing mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, bahasa persatuan, dan bahasa resmi, atau bahasa negara. e. Sebagai sarana pemersatu dan alat yang digunakan masyarakat Indonesia untuk melakukan interaksi sosial bahasa Indonesia merupakan bahasa yang memiliki peranan vital untuk menumbuhkan rasa persatuan antara masyarakat Indonesia Kriteria Penilaian Kriteria penilaian berguna untuk memudahkan guru dalam memberikan nilai. Selain itu, kriteria penilaian menyajikan syarat-syarat pencapaian nilai siswa yang disajikan secara jelas. Adapun kriteria penilaian dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi sebagai berikut. Kriteria Penilaian:
12 39 Tabel 3.3 Kriteria Penilaian Pembelajaran Mengidentifikasi Unsur Kalimat Efektif dalam Teks Eksposisi dengan Menggunakan Model Talking Stick pada Kelas X SMA Negeri 2 Cikampek No Aspek yang Dinilai Kriteria 1. Menjelaskan lima unsur kalimat efektif dan contohnya Skor 3: Apabila siswa mampu menjelaskan lima unsur kalimat efektif dengan tepat. Skor 2: Apabila siswa cukup mampu menjelaskan tiga unsur kalimat efektif dengan tepat. Skor 1: Apabila siswa hanya mampu menjelaskan satu unsur kalimat efektif dengan tepat. 2. Mengidentifikasi ketepatan unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi yang berjudul Peran Bahasa Indonesia dalam Menyelesaikan Masalah Sosial Politik Skor 0: Apabila siswa tidak mampu menjelaskan unsur kalimat efektif dengan tepat. Skor 3: Apabila siswa mampu mengidentifikasi ketepatan semua unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan tepat. Skor 2: Apabila siswa mampu mengidentifikasi ketepatan 50% unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan tepat. Skor 1: Apabila siswa hanya mampu mengidentifikasi ketepatan 10% unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan tepat. Skor 0: Apabila siswa tidak mampu mengidentifikasi ketepatan unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan tepat.
13 40 3. Mengidentifikasi ketidaktepatan unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi yang berjudul Peran Bahasa Indonesia dalam Menyel esaikan Masalah Sosial Politik Skor 3: Apabila siswa mampu mengidentifikasi ketidaktepatan semua unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dan mampu memperbaikinya dengan tepat. Skor 2: Apabila siswa cukup mampu mengidentifikasi ketidaktepatan 50% unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dan cukup mampu memperbaikinya. Skor 1: Apabila siswa hanya mampu mengidentifikasi ketidaktepatan 10% unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dan memperbaikinya tidak menyeluruh. Skor 0: Apabila siswa tidak mampu mengidentifikasi ketidaktepatan unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan tepat. Total= Jumlah Skor x 10 = Rancangan Analisis Data Rancangan analisis data digunakan untuk memudahkan penulis dalam melakukan penskoran terhadap hasil karya siswa. Bobot disetiap aspek penilaian telah dipertimbangkan secara matang sesuai dengan bobot soalnya. Jumlah dari skor akan dijadiakn patokan untuk perhitungan nilai. Analisis penilaian pembelajaran dapat diperoleh dari hasil perhitungan nilai pretes dan postest. Perolehan nilai pretes dan postest dilakukan ke dalam beberapa tahap. Tahap awal adalah pada kegiatan pretes, dan tahap akhir pada kegiatan postest.
14 41 Setelah uji coba berlangsung digunakan dengan jelas, dan data didapatkan dengan metode dan teknik yang penelitian yang telah dipilih. Adapun rancangan analisis data nilai pretes dan postest sebagai berikut. 1. Uji Hipotesis Dalam bab 1 telah penulis terangkan tentang beberapa hipotesis yang mendasari penelitiann ini. Uji hipotesis berfungsi untuk membuktikan hipotesis-hipotesis yang telah penulis tentukan. Tabel 3.4 Analisis Hasil Penilaian Pretes dan Postest No Kode Prates (X) Pascates (Y) d (X-Y) d 2 Xd= (d-md) Xd Dari data yang tedapat dalam tabel di atas, dapat dilakukan perhitungan t tes sebagai berikut: a. Menghitung mean dari perbedaan hasil pretes dan postes 1) Menghitung mean prates Mx = Keterangan: Mx = Nilai Rata-rata Prates Fx = Jumlah Skor Perolehan Seluruh Siswa N = Jumlah Siswa
15 42 2) Menghitung mean pascates My = Keterangan: My = Nilai Rata-rata Pascates fx = Jumlah Skor Perolehan Seluruh Siswa N = Jumlah Siswa b. Menghitung mean dari selisih mean hasil prates dan pascates (Md) Mean dari selisih mean hasil pretes dan postet (Md) pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikampek tahun ajaran 2015/2016, dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Md = Keterangan: Md = Mean dari derivasi hasil prates dan pascates d = Jumlah selisih dari mean hasil prates dan pascates N = Jumlah Siswa c. Menghitung jumlah kuadrat derivasi Jumlah kuadrat derivasi dari pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikampek tahun ajaran 2015/2016, dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
16 43 d 2 = d 2 ( ) d. Mencari koefisien Menghitung koefisien dari pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikampek tahun ajaran 2015/2016, dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut ( ) Keterangan: T = Koefisien Md = Mean dari derivasi antara prates dan pascates N = Jumlah Siswa e. Menghitung nilai pada tabel dengan Taraf Signifikan 5% pada tingkat kepercayaan 95% terlebih dahulu menetapkan derajat d.b (derajat.kebebasan). f. Penulis menghitung nilai pada tabel dengan taraf signifikan 5% pada tingkat kepercayaan 95% terlebih dahulu, kemudian menetapkan derajat kebebasan sebagai berikut. T tabel = t ( ) ( ) d.b = N-1
17 44 jika t hitung > t tabel, hipotesis diterima jika t hitung < t tabel, hipotesis ditolak Uji hipotesis dilakukan untuk membuktikan tingkat keberhasilan pembelajaran mengidentifikasi unsur kalimat efektif dalam teks eksposisi dengan menggunakan model talking stick. Uji hipoteis melibatkan perhitungan data prates dan pascates. Kesimpulannya yaitu, jika t hitung > t tabel, hipotesis diterima sedangkan jika t hitung < t tabel, hipotesis ditolak.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan penelitian. Metode penelitian merupakan hal yang harus diperhatikan dan ditetapkan dengan tepat.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran mengonstruksi resensi cerpen dengan menggunakan model inkuiri pada siswa kelas XI SMA 4 Pasundan
BAB III METODE PENELITIAN
44 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu proses atau cara untuk mendapatkan suatu data yang akan diteliti oleh penulis. Metode penelitian merupakan salah satu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar (2011, hlm. 319), metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dan peserta didik dalam pembelajaran mengidentifikasi informasi dalam teks eksplanasi dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Syamsuddin dan Vismaia (2011, hlm. 14) mengatakan, Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan penelitian. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dan siswa dalam pembelajaran menganalisis teks biografi dengan menggunakan model Cooperative Integrated,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dan siswa dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi dengan menggunakan model thinktalk-write
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Syamsuddin dan Damaianti (2011, hlm. 14) mengatakan bahwa metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana
DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... ABSTRACT... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR DIAGRAM... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... ABSTRACT... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR DIAGRAM... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I... PENDAHULUAN... 1.1 Latar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara atau strategi yang digunakan oleh penulis dalam memperoleh data melalui populasi dan sampel yang telah ditetapkan, dan metode
BAB III METODE PENELITIAN. langsung ke lapangan. Arikunto (2013:203), mengatakan bahwa metode penelitian
49 BAB III MEODE PENELIIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan hal yang harus dipersiapkan sebelum terjun langsung ke lapangan. Arikunto (2013:203), mengatakan bahwa metode penelitian adalah
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Penulis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara pemecahan penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan agar dapat
BAB III METODE PENELITIAN
42 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai dengan yang dikehendaki. Sebelum melaksanakan sebuah penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Setiap penelitian harus menggunakan suatu metode penelitian.metode penelitian merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan penelitian. Dengan adanya metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan penelitian. Pengumpulan data dan analisis data dilakukan secara ilmiah, baik bersifat kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Musfiqon (2012, hlm. 1), penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang memiliki kontribusi dan kepentingan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Antara
BAB III METODE PENELITIAN
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan rangkain kegiatan pelaksanaan penulisan. Pada penulisan skripsi terdapat pendekatan yang dapat diplih dan digunakan penulis, yakni
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan suatu
O1 X O2 BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu (Quasi eksperiment) dengan tes awal - tes akhir
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan strategi yang digunakan untuk melakukan penelitian. Metode penelitian juga merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (Quasi experiment). Syamsuddin dan Vismaia
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Sugiyono (2016, hlm. 2), metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan hal yang harus dipersiapkan sebelum kita melakukan penelitian. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk melaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud
BAB III ETODE PENELITIAN 3.1 etode Penelitian etode penelitian yang digunakan penulis adalah metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen). etode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara kerja untuk meneliti dan memahami objek dengan prosedur yang masuk akal dan bersifat logis serta terdapat perolehan data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara kerja untuk meneliti dan memahami objek dengan prosedur yang masuk akal dan bersifat logis serta terdapat perolehan data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran mendemonstrasikan teks fabel dengan menggunakan model pembelajaran role playing pada siswa
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara yang ditempuh untuk mempermudah dalam mencapai suatu tujuan. Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan tipe perbandingan kelompok
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan agar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2006:160). Dalam penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti hendaknya menentukan metode yang akan digunakan dalam penelitiannya, agar peneliti dapat mengatasi masalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kuantitaf dengan menggunakan eksperimen semu (quasi experiment). Eksperimen melihat ke depan dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sebelum melaksanakan sebuah penelitian, seorang peneliti harus menentukan metode atau cara-cara yang akan digunakannya. Menurut Sugiyono (2016: 2), metode
BAB III METODE PENELITIAN
52 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK 2 SWADHIPA Natar dan waktu pelaksanaan penelitiannya pada tahun 2013/2014 B. Metode Penelitian Metode dalam penelitian
kreatif, dan inovatif. Untuk itu, PEMBELAJARAN penulis melakukan sebuah MEMPRODUKSI TEKS pembelajaran memproduksi teks ULASAN DRAMA DENGAN
PEMBELAJARAN MEMPRODUKSI TEKS ULASAN DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KOLEKSI FOTO PADA SISWA KELAS AL-FALAH KOTA BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 kreatif, dan inovatif. Untuk itu, penulis melakukan sebuah
III. METODOLOGI PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013, dengan jumlah siswa sebanyak 29
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA I SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013, dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang.
B. Desain Penelitian
35 Berdasarkan penjelasan di atas, penulis telah menentukkan metode penelitian yang akan digunakan yaitu metode eksprimen dengan jenis kuasi eksperimen/eksperimen semu yang bersifat deskriptif analitik,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana tingkat
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional 3.1.1 Efektivitas Efektivitas adalah pengaruh yang ditimbulkan atau disebabkan oleh adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. simpulan agar dapat memahami, menjelaskan, meramalkan, dan mengendalikan
24 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapat fakta dan simpulan
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pre-eksperimental design. Desain ini dikatakan belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih
Pre test-post test Design, dikenal juga dengan eksperimen semu. Menurut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE DAN DESAIN PENELITIAN Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian secara teratur dan sistematis, mulai dari tahap
METODE PENELITIAN. Adapun desain yang dipilih adalah pre-experimental designs (nondesign). Desain
23 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Syamsuddin dan Damaianti (2011, hlm. 14) mengatakan, metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah peneliti yang dilaksanakan secara terencana dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian secara teratur dan sistematis, mulai dari tahap perencanaan,
BAB III METODE PENELITIAN. dari tahap perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data sampai pada tahap. pengambilan kesimpulannya (Sutedi, 2009: 53).
29 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Secara umum Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian secara teratur dan sistematis, mulai dari
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah eksprimen semu (Quasi Experimental
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang penulis gunakan adalah eksprimen semu (Quasi Experimental Design). Pada dasarnya desain quasi eksperimen terbagi menjadi dua, yaitu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kemungkinan hubungan sebab-akibat (cause and effect relationship) dengan cara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Danim (Syamsuddin dan Damaianti, 2006: 157) berpendapat bahwa penelitian dengan pendekatan eksperimen dilakukan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ditentukan oleh ketetapan peneliti dalam memilih metodologi penelitiannya
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi Penelitian merupakan sesuatu yang sangat penting karena berhasil tidaknya, demikian juga tinggi rendahnya kualitas hasil penelitiannya sangat ditentukan oleh
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh media permainan ular tangga terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA konsep daur air. Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperiment (eksperimen semu). Metode ini digunakan karena pada penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN. pada satu kelompok siswa (kelompok eksperimen) tanpa ada kelompok
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen), yaitu penelitian yanag dilaksanakan pada
III. METODOLOGI PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Bandar
21 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Subyek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Bandar Lampung tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 40 siswa terdiri dari 9 siswa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
B A B I I I. M e t o d o l o g i P e n e l i t i a n 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sukmadinata
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Metode Penelitian Dalam kegiatan penelitian, metode dapat diartikan sebagai cara atau prosedur yang harus ditempuh untuk menjawab masalah penelitian. Prosedur ini merupakan
