SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH
|
|
|
- Fanny Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODEL PENILAIAN KELAS SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN 2006 Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas Jl. Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta Pusat Telp. : (62-21) , , Fax. : (62-21) , Model Penilaian Kelas SMP. Hasil Validasi.Sept
2 Daftar Isi Halaman Bab I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 2 B. Tujuan 2 C. Ruang Lingkup 3 D. Sasaran Pengguna Pedoman 3 Bab II KONSEP DASAR PENILAIAN A. Pengertian Penilaian Kelas 4 B. Manfaat Penilaian Kelas 4 C. Fungsi Penilaian Kelas 5 D. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas 5 E. Penilaian Hasil Belajar Masing-Masing Kelompok Mata 6 Pelajaran F. Rambu-Rambu 6 G. Ranah Penilaian 6 Bab III TEKNIK PENILAIAN I. Tenik-Teknik Penilaian 8 a. Penilaian Unjuk Kerja 8 b. Penilaian Sikap 13 c. Penilaian Tertulis 18 d. Penilaian Proyek 23 e. Penilaian Produk 24 f. Penilaian Portofolio 25 g. Penilaian Diri 27 II. Prinsi-Prinsip Penilaian Kelas I - III 29 Bab IV LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN A. Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar 30 B. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator 31 dan Teknik Penilaian C. Penetapan Teknik Penilaian 33 Bab V PENGOLAHAN HASIL PENILAIAN A. Pengolahan Hasil Penilaian 34 B. Interpretasi Hasil Penilaian Dalam Menetapkan Kriteria 39 Ketuntasan Belajar Bab VI PEMANFAATAN DAN PELAPORAN HASIL PENILAIAN A. Pemanfaatan Hasil Penilaian 41 B. Pelaporan Hasil Penilaian Kelas 42 Lampiran-Lampiran Petunjuk Pengisian Rapor A. Rasional 46 B. Penjelasan Umum 46 C. Penjelasan Pengisian Masing-Masing Mata Pelajaran 47 D. Mekanisme Penentuan Naik Kelas dan Tinggal Kelas 51 Contoh Model Rapor SD/MI 52 Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Implementasi PP No. 19 tentang Standar Pendidikan Nasional membawa implikasi terhadap sistem penilaian, termasuk konsep dan teknik penilaian yang dilaksanakan di kelas. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik (dalam hal ini guru), satuan pendidikan dan pemerintah. Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru satuan pendidikan termasuk penilaian internal (internal assessment), sedangkan yang diselenggarakan pemerintah termasuk penilaian eksternal (external assessment). Penilaian internal adalah penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh pendidik pada proses pembelajaran berlangsung dalam rangka penjaminan mutu. Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pengendali mutu, seperti ujian nasional. Penilaian kelas merupakan penilaian internal terhadap proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pendidik, dalam hal ini guru di kelas atas nama satuan pendidikan untuk menilai kompetensi peserta didik pada saat dan akhir pembelajaran. B. Tujuan Penyusunan model Penilaian Kelas ini bertujuan untuk: 1. Memberikan informasi mengenai orientasi baru dalam penilaian hasil belajar peserta didik. 2. Memberikan wawasan tentang konsep penilaian hasil belajar yang dilaksanakan pada tingkat kelas oleh pendidik. 3. Memberikan rambu-rambu penilaian hasil belajar. 4. Memberikan prinsip-prinsip perencanaan, pengolahan dan pelaporan hasil penilaian. C. Ruang lingkup Isi model penilaian kelas ini meliputi konsep dasar penilaian kelas, teknik penilaian, langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengelolahan hasil penilaian serta pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian. Dalam konsep penilaian, akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian dan rambu-rambu penilaian. Teknik penilaian akan menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian. Langkah-langkah pelaksanaan penilaian memberikan arahan penetapan indikator, penetapan kriteria ketuntasan setiap indikator, pemetaan kompetensi dan teknik penilaian yang sesuai serta contoh penilaiannya. Pengelolaan hasil penilaian memberikan arahan dalam menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai pada Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
4 setiap proses dan hasil pembelajaran. Pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian dan penentuan kenaikan kelas. D. Sasaran Pengguna Model Penilain Kelas Model Penilain kelas ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut: 1. Para pendidik di satuan pendidikan untuk menyusun program penilaian kelas. 2. Pengawas dan kepala satuan pendidikan untuk merancang program supervisi pendidikan di satuan pendidikan. 3. Para penentu kebijakan di daerah untuk membuat kebijakan dalam penilaian kelas yang sesuai untuk satuan pendidikan. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
5 BAB II KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS A. Pengertian Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Data tersebut diperlukan sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkahlangkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelum mengikuti proses pembelajaran, dan dianalisa apakah ada peningkatan kemampuan, bila tidak terdapat peningkatan yang signifikan, maka guru memunculkan pertanyaan; apakah program yang saya buat terlalu sulit?, apakah cara mengajar saya kurang menarik?, apakah media yang digunakan tidak sesuai?, dan lain-lain. Tingkat kemampuan satu peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, agar tidak merasa rendah diri, merasa dihakimi oleh pendidik tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan. B. Manfaat Penilaian Kelas Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut: 1. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi. 2. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
6 3. Untuk umpan balik bagi pendidik dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan. 4. Untuk masukan bagi pendidik guna merancang kegiatan belajar. 5. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite satuan pendidikan tentang efektivitas pendidikan. 6. Untuk memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang digunakan. C. Fungsi Penilaian Kelas Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi. 2. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami kemampuan dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan). 3. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. 4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 5. Sebagai kontrol bagi pendidik dan satuan pendidikan tentang kemajuan perkembangan peserta didik. D. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas 1. Validitas Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, misalnya indikator mempraktikkan gerak dasar jalan.., maka penilaian valid apabila mengunakan penilaian unjuk kerja. Jika menggunakan tes tertulis maka penilaian tidak valid. 2. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Misal, pendidik menilai dengan unjuk kerja, penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila unjuk kerja itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan unjuk kerja dan penskorannya harus jelas. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
7 3. Menyeluruh Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. Penilaian harus menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik, sehingga tergambar profil kompetensi peserta didik. 4. Berkesinambungan Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu. 5. Obyektif Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor. 6. Mendidik Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi pendidik, meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal. E. Penilaian Hasil Belajar Masing-masing Kelompok Mata Pelajaran 1. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: 1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. 2). Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. 2. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. 3. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. 4. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga,dan kesehatan dilakukan melalui: 1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik; dan 2). Ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
8 F. Rambu-Rambu Penilaian Kelas Dalam melaksanakan penilaian, pendidik sebaiknya: 1. Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu. 2. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri. 3. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik. 4. Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik. 5. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan dan hasil belajar peserta didik. 6. Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan teknik atau cara penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. 7. Mendidik dan meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin. G. Ranah Penilaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penjabaran dari standar isi dan standar kompetensi lulusan. Di dalamnya memuat standar kompetensi dan kompetensi dasar secara utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran. Muatan dari standar isi pendidikan adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar. Satu standar kompetensi terdiri dari beberapa kompetensi dasar, dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian hasil belajar yang dirumuskan atau dikembangkan oleh pendidik dan komite satuan pendidikan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi satuan pendidikan/daerah masing-masing. Indikator-indikator yang dikembangkan tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar bersangkutan. Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator, standar kompetensi dasar dan kompetensi. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian, hal ini karena memuat domain kognitif, psikomotor dan afektif. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
9 BAB III TEKNIK PENILAIAN DAN PENILAIAN DI KELAS AWAL SEKOLAH DASAR Untuk mengumpulkan informasi atau data tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi atau data tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian satu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil relajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada lima teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian portofolio. A. TEKNIK TEKNIK PENILAIAN. 1. Penilaian Unjuk Kerja a. Pengertian Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dan lainlain. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: 1) Langkah-langkah unjuk kerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. 2) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam unjuk kerja tersebut. 3) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. 4) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati. 5) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan pengamatan. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
10 b. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan lompat jauh peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan atau observasi yang beragam, seperti: teknik mengambil awalan, teknik tumpuan, sikap/posisi tubuh saat di udara, teknik mendarat. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a). Daftar Cek (Check-list) Pengambilan data penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya-tidak). Aspek yang akan dinilai dicantumkan di dalam format penilaian penilaian unjuk kerja. Selama melakukan pengamatan unjuk kerja peserta didik, guru memberikan tanda (V) pada setiap aspek yang dinilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. Berikut contoh daftar cek. Contoh checklists Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung (Menggunakan Daftar Tanda Cek) Nama peserta didik: Kelas: No. Aspek Yang Dinilai Baik Tidak baik 1. Teknik awalan 2. Teknik tumpuan 3. Sikap/posisi tubuh saat di udara 4. Teknik mendarat Skor yang dicapai Skor maksimum b). Skala Penilaian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Berikut contoh skala penilaian. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
11 Contoh rating scales Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Peserta didik: Kelas: No. Aspek Yang Dinilai Nilai Teknik awalan 2. Teknik tumpuan 3. Sikap/posisi tubuh saat di udara 4. Teknik mendarat Jumlah Skor Maksimum 16 Keterangan penilaian: 1 = tidak kompeten 2 = cukup kompeten 3 = kompeten 4 = sangat kompeten Jika seorang Peserta didik memperoleh skor 16 dapat ditetapkan sangat kompeten. Contoh Penilaian Unjuk Kerja: Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : II / 1 Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : II / 1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Menggunakan pengukuran waktu,panjang,dan berat dalam pemecahan masalah. Menggunakan alat ukur tidak baku dan baku (cm,m) yang sering digunakan. Peserta didik menyebutkan macam macam alat ukur panjang tidak baku dalam kehidupan sehari-hari (jengkal,depa,langkah, kaki dll) Peserta didik dapat menggunakan alat ukur tidak baku (jengkal,depa,pecak (panjang telapak kaki) langkah kaki dll) Peserta didik menyebutkan alat ukur baku cm, m yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari hari. Peserta didik dapat menggunakan alat ukur baku untuk mengukur panjang suatu benda. Peserta didik dapat menarik kesimpulan bahwa pengukuran dengan alat ukur tidak baku hasilnya berbeda. 65% 65% 65% 65% 60% Pemahaman Konsep Penalaran dan Komunikasi Pemahaman Konsep Pemecahan masalah Pemecahan masalah Penilaian Tetulis Unjuk Kerja Tertulis Unjuk Kerja Tertulis Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
12 Contoh Penilaian Kinerja Jenis tugas: Catatlah hasil kerja pada laporan hasil kerja Lakukan kegiatan di bawah ini secara individu. 1. Ukurlah panjang mejamu dengan jengkal! 2. Ukurlah lebar mejamu dengan jengkal! 3. Ukurlah panjang buku matematika dengan penggaris! 4. Ukurlah lebar buku matematika dengan penggaris! 5. Ukurlah lebar mejamu dengan penggaris! Konversi Nilai: Score Yang didapat X 100 =... Score Maksimum Mata Pelajaran : Seni dan Budaya (Seni Musik) Kelas/Semester : IV/1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Mengekspresikan diri melalui karya seni musik. Menyiapkan permainan alat musik ritmis. Mendemostrasika n permainan alat musik ritmis. Mendemonstrasika n bermain alat musik ritmis campuran. 70% 70 % Kreasi Kreasi Penilaian Unjuk Kerja Unjuk Kerja Mendemonstrasika n bernyanyi dan bermain alat musik ritmis. Memberikan penilaian terhadap penampilan bernyanyi dan bermain musik temannya. 65 % 70 % Kreasi Apresia si Unjuk Kerja Tertulis Jenis tugas: mainkanlah salah satu alat musik ritmis dengan teknik yang benar. Bentuk Penilaian Unjuk Kerja Permainan alat musik ritmis. No. Nama Peserta didik Penampila n Teknik bermain alat musik Harmoni Score Nilai Yuri MR Refi MR Yundi AM Keterangan Penilaian. Score Maksimum = 9 Konversi Nilai: Score Yang didapat X 100 =... Score Maksimum Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
13 Kriteria Dalam Penilaian. Penampilan. 3. Penampilan sempurna. 2. Penampilan baik, tetapi masih kaku, kurang luwes. 1. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton. Teknik Bermain alat musik ritmis. 3. Teknik bermain alat musik sempurna. 2. Bermain alat musik dengan teknik sempurna, tetapi masih ada yang kurang sempurna. 1. Bermain alat musik dengan teknik tidak sempurna. Harmoni/Aransemen. 3. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik sempurna. 2. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis masih ada yang kurang sempurna. 1. Keserasian nada dan permainan alat musik ritmis kurang sempurna. Penilaian Unjuk Kerja. Jenis tugas: nyanyikanlah salah lagu pilihan dengan iringan alat musik ritmis. Bentuk Penilaian Unjuk Kerja Bernyanyi dan bermain alat musik ritmis. Teknik bernyanyi Nama Penampilan dan Harmoni No. Peserta bermain didik alat musik Scor e Nilai Yuri MR Refi MR Yundi AM Keterangan Penilaian. Score Maksimum = 9 Konversi Nilai: Score Yang didapat X 100 =... Score Maksimum Kriteria Dalam Penilaian. Penampilan. 3. Penampilan sempurna. 2. Penampilan baik, tetapi masih kaku, kurang luwes. 1. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
14 Teknik bernyanyi dan bermain alat musik ritmis. 3. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik ritmis sempurna. 2. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik ritmis masih ada yang kurang sempurna. 1. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik kurang sempurna. Harmoni. 3. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis sempurna. 2. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis masih ada yang kurang sempurna. 1. Keserasian nada dan permainan alat musik ritmis kurang sempurna. 2. Penilaian Tertulis a. Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Penilaian jenis ini cenderung digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan konsep, prosedur, dan aturan-aturan. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. b. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a). Soal dengan memilih jawaban pilihan ganda dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) menjodohkan b). Soal dengan mensuplai-jawaban. isian singkat atau melengkapi uraian terbatas uraian obyektif / non obyektif uraian terstruktur / nonterstruktur. Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan cenderung menerka jawaban. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
15 tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut. 1) Materi, misalnya kesesuian soal dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan; 2) Konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. 3) Bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/ kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. 4) Kaidah penulisan, harus berpedoman pada kaidah penulisan soal yang baku dari berbagai bentuk soal penilaian. Contoh Penilaian Tertulis: Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : II / 1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Menggunakan pengukuran waktu, panjang, dan berat dalam pemecahan masalah. Menggunakan alat ukur tidak baku dan baku (cm,m) yang sering digunakan. Peserta didik menyebutkan macam macam alat ukur panjang tidak baku dalam kehidupan sehari-hari (jengkal,depa,langkah,k aki dll) Peserta didik dapat menggunakan alat ukur tidak baku (jengkal,depa,pecak (panjang telapak kaki) langkah kaki dll) Peserta didik menyebutkan alat ukur baku cm, m yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari hari. Peserta didik dapat menggunakan alat ukur baku untuk mengukur panjang suatu benda. 65% 65% 65% 60% Pemahaman Konsep Penalaran dan Komunikasi Pemahaman Konsep Pemecahan masalah Penilaian Tetulis Unjuk Kerja Tertulis Unjuk Kerja Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
16 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik Penilaian Peserta didik dapat menarik kesimpulan bahwa pengukuran dengan alat ukur tidak baku hasilnya berbeda. 60% Pemecahan masalah Tertulis I. Bentuk Piliahan Ganda Berilah tanda silang pada huruf di depan jawaban yang paling tepat! Skor : Setiap jawaban benar diberi nilai Yang termasuk alat ukur tidak baku yaitu. a. meter b.centimeter c.jengkal 2. Yang termasuk alat ukur baku ialah. a. cm b. depa c.langkah kaki 3. dst... II. Bentuk Isian Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat! Skor :Setiap jawaban benar diberi nilai Satuan panjang Centimeter dan Meter adalah contoh alat ukur Satuan panjang langkah kaki, depa dan jengkal termasuk alat ukur. 3. Karena menggunakan alat ukur tidak baku, maka hasil pengukurannya. 4. dst... Penilaian: Nilai = Banyak jawaban benar Banyak soal x 100 Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : IV / 2 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Menunjukkan sikap terhadap globalisasi yang terjadi di lingkungannya. Menentukan sikap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya. Menjelaskan pengertian globalisasi. Mengidentifikasi sikap-sikap yang sesuai dengan kepribadian Indonesia. Menyebutkan contoh sikap positif dari globalisasi. Menyebutkan contoh pengaruh negatif dari globalisasi Menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kepribadian Indonesia. 65 % 70 % 65 % 70 % 65 % Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep Penerapan Penilaian Tertulis Tertulis Tertulis Tertulis Penilaian Sikap Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
17 Contoh Penilaian Tertulis I. Isilah titik titik pada soal di bawah ini dengan jawaban singkat dan tepat! 1. Pengaruh positif globalisasi di bidang komunikasi di lingkugan masyarakat misalnya. 2. Kecenderungan masyarakat menyukai jenis musik jaz termasuk pengaruh negatif globalisasi bidang. 3. Terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sikap kita seharusnya. 4. dst... II. Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan yang dimaksud dengan istilah globalisasi! 2. Berikan tanggapan dan alasan terhadap pernyataan di bawah ini? a. Dengan globalisasi kitta semakin mudah menikmati siaran televisi luar negeri. b. Karena pengaruh globalisasi masyarakat cenderung bersikap konsumtif. 3. dst... Penilaian: Nilai = Banyak jawaban benar Banyak soal x 100 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : IV / 1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup. Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar, misalnya kecoa, kupukupu dan kucing. Mengadakan pengamatan tahapan kehidupan kupukupu. Kecoa dan nyamuk. Menyebutkan urutan daur hidup hewan. Misalnya : kupukupu, nyamuk dan kecoa secara lengkap dan jelas. Mendeskripsikan metamorfisis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Melaporkan hasil pengamatan terhadap daur hidup pada kambing dan kucing. 65% 70% 65% 60% Kinerja Ilmiah Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep Kinerja Ilmiah Penilaian Proyek Tertulis Tertulis Proyek Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
18 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik Penilaian Menyimpulkan bahwa tidak semua hewan mengalami perubahan dalam hidupnya (metamorfosis) berdasarkan pengamatan. 65% Penguasan Konsep Tertulis Contoh Penilaian A. Penilaian penguasaan konsep I. Jawablah dengan singkat dan jelas 1. Urutkan gambar-gambar berikut ini yang menunjukkan pertumbuhan insekta dengan cara memberi nomor di bawahnya. a. Kupu-kupu Gbr. Daun dan telur kupu-kupu Gbr. Kupu-kupu hinggap di bunga Gbr. kepompong Gbr. ulat memakan daun b. Kecoa Gbr. Kecoa kecil Gbr. Telur kecoa Gbr. Kecoa dewasa 2. Pada tahap apa dalam daur hidup nyamuk hidup di air? 3. Berapa hari perubahan dari telur menjadi kupu-kupu? 4. Berapa hari dari ulat berubah menjadi kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu? 5. Apakah semua hewan mengalami tahapan daur hidup yang sama? 6. Berilah keterangan pada daur hidup nyamuk berikut ini. Gbr. Jentik-jentik Gbr.telur nyamuk Gbr. Kepompong Gbr. Nyamuk Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
19 II. Silangilah huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat. 1. Daur hidup nyamuk memerlukan tahap. a. satu c. tiga b. dua d. empat 2. Daur hidup kupu-kupu memerlukan tahap. a. satu c. tiga b. dua d. empat 3. Setelah telur kupu-kupu menetas kemudian berubah menjadi a. kupu-kupu b. kepompong c. ulat d. jentik-jentik 4. Perubahan bentuk pada hewan menunjukkan adanya a. pertumbuhan b. perkembangbiakan c. aktivitas hewan d. persamaan hewan Penilaian: Nilai = Banyak jawaban benar Banyak soal x Penilaian Proyek a. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan sesuatu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1) Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. 2) Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. 3) Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi pendidik berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. b. Teknik Penilaian Proyek Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
20 Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, pendidik perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek: Tugas : lakukan penelitian sederhana tentang kandungan yudium dalam garam yang beredar di masyarakat. Contoh Penilaian Proyek: Penilaian Kinerja ilmiah Aspek yang dinilai Keterampilan 1. merencanakan penelitian 2. aktivitas pengamatan 3. menggambar hasil pengamatan 4. pembuatan catatan hasil pengamatan 5. pelaporan Sikap 1. mampu bekerjasama 2. sistematis dalam mengerjakan tugas 3. mengerjakan tugas dengan serius Keterangan: B: skor 5; C: skor 3; K: skor 1 Skor B C K Contoh Penilaian Proyek ( Aspek Kinerja Ilmiah ). Unsur Yang Dinilai Skor Baik Sedang Kurang Ketrampilan : 1. Merencanakan penelitian/pengamatan (menyiapkan perlengkapan, alat dab bahan) 2. Aktifitas pelaksanaan pengamatan. 3. Membuat laporan sementara (konsep) hasil pengamatan 4. Menyusun hasil pengamatan dan menerima masukan perbaikan. 5. Memperbaiki laporan setelah menerima masukan. Sikap : 1. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok 2. Sistematis dalam mengerjakan tugas kelompok 3. Tanggungjawab dalam menjalankan tugas (keseriusan) Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
21 Unsur Yang Dinilai Skor Baik Sedang Kurang Keterangan: Baik : 5, Sedang : 3 Kurang : 1. Contoh Penilaian Proyek Contoh Pemetaan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran : Matematika/SD Kelas/Semester : V/1 Tehnik Penilaian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator KK Aspek Tes Performanc Sikap Produk Proyek Portofolio Penilaian 4. Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. 4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok. Menggunakan volume kubus dan balok untuk menyelesaiakan masalah. 70% Penalaran dan komunikasi Mata Pelajaran : Matematika. Nama Proyek : Masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok. Alokasi Waktu : Satu bulan Aspek : Penalaran dan komunikasi. Nama Siswa : Kelas/semester : V/1 No Aspek Skor (1 5) 1 Perencanaan: a. Persiapan b. Rumusan Judul 2 Pelaksanaan: a. Sistematika Penulisan b. Keakuratan Sumber Data/Informasi c. Kuantitas Sumber Data d. Analisis Data e. Penarikan Kesimpulan 3 Laporan Proyek a. Performance b. Presentasi / Penguasaan Total Skor Contoh Soal Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
22 Carilah benda berbentuk bangun ruang sederhana yang ada di sekitar rumahmu, misal benda itu berbentuk kubus, balok, limas, atau prisma. Selanjutnya hitunglah berapa banyaknya air yang dapat dimasukkan ke dalam benda ruang tersebut. Rubrik Penskoran Level 4 (superior) 3 (memuaskan) 2 (cukup memuaskan) 1 (cukup) Deskripsi Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik. Sistematikanya baik, sumber data akurat dan memadai. Membuat daftar hasil pengukuran. Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan membuat kesimpulan. Performance hasil pekerjaannya bersih, rapi. Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik. Sistematikanya baik, sumber data akurat dan memadai. Membuat daftar hasil pengukuran. Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan membuat kesimpulan. Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi. Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik. Sistematikanya baik, sumber data akurat dan memadai. Membuat daftar hasil pengukuran. Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan tidak membuat kesimpulan. Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi. Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik tetapi tidak menarik. Sistematikanya kurang baik, sumber data akurat dan memadai. Membuat daftar hasil pengukuran. Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan tidak membuat kesimpulan. Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi. 4. Penilaian Produk a. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
23 seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: 1) Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. 2) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. 3) Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian kualitaws produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. b. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. 1) Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal. 2) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. CONTOH PEMETAAN PENILAIAN Kelompok Mata Pelajaran : IPTEK/Matematika/SD Kelas/Semester : V/2 Tehnik Penilaian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Kriteria Ketuntasan Aspek Tes Performanc Sikap Produk Proyek Portofolio Penilaian 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana. Menggambar jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas. Membuat jaringjaring kubus, balok, prisma dan limas Pemahaman Konsep Pemecahan Masalah Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
24 Mata Pelajaran : Matematika. Nama Produk : Jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Alokasi Waktu : Satu bulan Aspek : Pemecahan Masalah Nama Siswa : Kelas/semester : V/2 No Aspek Skor (1 4) 1 Perencanaan Bahan 2 Proses Pembuatan: f. Persiapan Alat dan Bahan g. Tehnik Pembuatan h. Keamanan, Keselamatan dan Kebersihan 3 Hasil Produk: c. Bentuk fisik d. Inovasi Total Skor Contoh Soal: Buatlah jaring-jaring bangun ruang sisi datar masing-masing satu buah. Ukuran panjang rusuk minimal 10 cm. Prosedure Penilaian Menggunakan rubrik penskoran Rubrik Penskoran Level 3 (superior) Deskripsi Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik. Penggunaan alat, bahan aman dan efisien Membuat uraian langkah-langkah pembuatan Membuat uraian cara penggunaannya Hasil yang diperoleh benar, rapih dan bersih Terdapat unsur inovasi 2 (memuaskan 1 (cukup memuaskan) Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik. Penggunaan alat, bahan aman dan efisien Membuat uraian langkah-langkah pembuatan Membuat uraian cara penggunaannya Hasil yang diperoleh benar, rapih dan bersih Tidak terdapat unsur inovasi Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik. Penggunaan alat, bahan aman dan efisien Membuat uraian langkah-langkah pembuatan Membuat uraian cara penggunaannya Hasil yang diperoleh benar, tidak rapih dan tidak bersih Tidak terdapat unsur inovasi Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
25 Level 0 (cukup) Deskripsi Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik. Penggunaan alat, bahan aman dan efisien Membuat uraian langkah-langkah pembuatan Tidak membuat uraian cara penggunaannya Hasil yang diperoleh benar, tidak rapih dan tidak bersih Tidak terdapat unsur inovasi 5. Penilaian Portofolio a. Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik yang dikumpulkan dari waktu ke waktu dari proses pembelajaran dan membandingkan hasil setiap karya tersebut. Dan pada setiap hasil karya peserta didik diungkapkan kekuatan dan kelemahannya, sehingga peserta didik memiliki catatan-catatan yang dapat memperbaiki hasil karyanya. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya Peserta didik secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleg pendidik dan peserta didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, pendidik dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, musik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di satuan pendidikan, antara lain: 1).Karya Peserta didik adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. Pendidik melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri. 2).Saling percaya antara pendidik dan peserta didik Dalam proses penilaian pendidik dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. 3).Kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihakpihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
26 4).Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan pendidik Pendidik dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. 5).Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri. 6).Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi dasar. 7).Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan pendidik tentang unjuk kerja, sedangkan penilaian hasil diarahkan pada karya peserta didik. 8).Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi pendidik untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik. b. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkahlangkah sebagai berikut: 1). Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh pendidik untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. 2). Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. 3). Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di satuan pendidikan. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
27 4). Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. 5). Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) yang ditetapkan dan berusaha mencapai standar tersebut. 6). Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Pendidik dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. 7). Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik dan pendidik perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada pendidik. 8). Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya. 6. Penilaian Diri (self assessment) a. Pengertian Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian konpetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian dirinya didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
28 diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: 1). Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri; 2). Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya; 3). Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian. b. Teknik Penilaian Diri Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut. 1). Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. 2). Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. 3. Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian. 4). Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. 5). Pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. 6). Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak. Contoh Penilaian Diri. Mate Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas / Semester : II / 2 Standar Kompetensi : 4. Menampilkan nilai-nilai Pancasila. Kompetensi Dasar : 4.1 Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, senang bekerja dalam kehidupan sehari hari. Aspek : Penerapan. PETUNJUK : 1. Isilah tabel di bawah ini dengan tanda ceklis (V) pada kolom yang sesuai 2. Dengan pernyataan sikapmu terhadap pernyataan pada kolom sebelumnya. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
29 No Aspek Penilaian/Kriteria Selalu Kadangkadang Tidak Pernah A Kejujuran. 1 Setiap hari berkata jujur kepada orang tua. 2 Mengembalikan uang kembalian belanja kepada orang tua. 3 Menyerahkan nilai ulangan di satuan pendidikan walaupun nilainya jelek. 4 Menyampaikan alasan yang benar ketika terlambat masuk kelas B Kedisiplinan 1 Datang ke satuan pendidikan tidak terlambat Bahkan lebih awal. 2 Mengerjakan Tugas / PR sesuai dengan yang dujadwalkan. 3 Pulang sekolah langsung bermain dengan teman sebelum sampai ke rumah. 4 Mengerjakan ibadah tepat waktu. Catatan : Jika peserta didik memberikan jawaban tidak sesuai dengan kenyataan sehari-hari dari hasil pengamatan pendidik di satuan pendidikan, berarti Peserta didik tersebut tingkat kejujurannya perlu diperbaiki. B. PRINSIP PRINSIP PENILAIAN KELAS I III. Beberapa prinsip penilaian UNTUK Kelas I III antara lain : 1. Prinsip integral dan komprehensif yakni penilaian dilakukan secara utuh dan menyeluruh terhadap semua aspek pembelajaran, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap/nilai. 2. Prinsip kesinambungan yakni penilaian dilakukan secara berencana, terusmenerus dan bertahap untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan tingkah laku Peserta didik sebagai hasil dari kegiatan belajar. Untuk memenuhi prinsip ini, kegiatan penilaian harus sudah direncanakan bersamaan dengan kegiatan penyusunan program semester dan dilaksanakan sesuai dengan program yang telah disusun. 3. Prinsip objektif yakni penilaian dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang handal dan dilaksanakan secara objektif, sehingga dapat menggambarkan kemampuan yang diukur. 4. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis, maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. 5. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I - III. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. 6. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator-indikator dari masingmasing kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
30 7. Penilaian pembelajaran tematik mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar Peserta didik. Penilaian proses belajar adalah upaya pemberian nilai terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dan Peserta didik, sedangkan penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai dengan menggunakan kriteria tertentu. Hasil belajar tersebut pada hakekatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Kompetensi tersebut dapat dikenali melalui sejumlah indikatornya yang dapat diukur dan diamati. 8. Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan pendidik dalam mengambil keputusan. Perlu dicatat bahwa satu jenis penilian tidak dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan sikap seseorang. Untuk itu dalam pelaksanaan penilaian kelas pendidik diharapkan menggunakan beragam teknik penilaian untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
31 BAB IV LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN Untuk melaksanakan penilaian kelas terdapat beberapa urutan kerja yang harus dilakukan yaitu: A. Langkah Pertama: menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Pencapaian Hasil Belajar Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan, dan mendeskripsikan. Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh pendidik dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik, keluasan dan kedalaman kompetensi dasar, dan daya dukung sekolah, misalnya kemampuan guru dan sarana atau perasarana penunjang. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator pencapaian hasil belajar. Indikator-indikator pencapaian hasil belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian. Contoh: Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar menjadi Indikator. 1. Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan Kelas/Semester : IV/1. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama tim, sportivitas, dan kejujuran**) Melempar bola ke berbagai arah Melempar bola ke sararan Menangkap bola dengan dua tangan dari berbagai arah. Memukul bola dengan tongkat pemukul Menerapkan kerjasama team dalam permainan kasti. Menyebutkan manfaat permainan kasti terahadap kesehatan tubuh. Indikator* : dikembangkan oleh pendidik satuan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah dan satuan pendidikan masing-masing.satu KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator. 2. Mata pelajaran : IPS Kelas / Semester : I / 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Memahami identi- Tas diri dan kelu- Arga, serta sikap Mengidentifi - kasi identitas diri, keluarga, dan Peserta didik dapat menyebutkan identitas diri secara lisan di depan teman-temannya. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
32 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Saling menghormati dalam Kemajemukan keluarga. kerabat. Peserta didik dapat menyebutkan sebutan anggota keluarga inti. Peserta didik dapat menyebutkan nama-nama anggota keluarga inti. Peserta didik dapat menyebutkan sebutan kerabat dalam keluarga. Indikator* : dikembangkan oleh pendidik satuan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah dan satuan pendidikan masing-masing.satu KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator. 3. Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : III / 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Menulis Mengungkapkan pikiran,perasaan dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi. Menulis puisi berdasarkan gambar dengan ilihan kata yang menarik Peserta didik dapat menyebutkan ciri ciri kalimat dalam puisi. Peserta didik dapat menulis puisi dengan benar. Indikator* : dikembangkan oleh pendidik satuan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah dan satuan pendidikan masing-masing.satu KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator. B. Langkah kedua: menetapkan Kriteria Ketuntasan setiap indikator Setelah menjabarkan kompetensi dasar menjadi beberapa indikator, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan kriteria ketuntasan setiap indikator, rentang persentase kriteria ketuntasan setiap indikator adalah antara 0% 100%. Kriteria ketuntasan ideal untuk masing-masing indikator adalah 75%. Namun satuan pendidikan dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60% atau 70%. Sudut pandang yang diguanakn dalam penetapan adalah tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung pendidik serta ketersediaan sarana dan prasarana. Pada tahap awal penetapan kriteria ketuntasan indikator boleh-boleh saja agak rendah, namun diharapkan semaikin lama semakin meningkat, hal ini karena kualitas satuan pendidikan akan dinilai oleh pihak luar secara berkala, misalnya melalui ujian nasional. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu satuan pendidikan dibandingkan dengan satuan pendidikan lain (benchmarking). Melalui pemeringkatan ini diharapkan satuan pendidikan terpacu untuk meningkatkan kualitasnya, dalam hal ini meningkatkan kriteria ketuntasan pencapaian indikator semakin mendekati 100%. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
33 Contoh: penetapan kriteria ketuntasan indikator pada beberapa mata pelajaran: 1. Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan Kelas/Semester : IV/1. Standar Kompetensi Dasar Kriteria Indikator Kompetensi Ketuntasan Melempar bola dengan kontrol 85% yang meningkat. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama tim, sportivitas, dan kejujuran**) Menangkap bola dengan kontrol 85% yang meningkat. Memukul bola dengan tongkat 80% Memintas dan menangkap bola 80% dengan konsisten Mengembalikan bola dengan 80% cepat dan akurat Memilih jenis lemparan dan 80% pukulan untuk menyulitkan lawan Memperkirakan kemampuan 80% berlari untuk mencetak angka Memilih tempat berdiri saat 80% menjadi regu penjaga untuk menyulitkan regu pemukul Bermain kasti dengan 75% menerapkan kerjasama team Menerapkan peraturan 75% permainan Mengetahui manfaat setiap 75% aktivitas terhadap tubuh 2. Mata pelajaran : IPS Kelas / Semester : I / 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Kriteria Ketuntasan Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga. Mengidentifi - kasi identitas diri, keluarga, dan kerabat. Peserta didik dapat menyebutkan identitas diri secara lisan di depan teman-temannya. Peserta didik dapat menyebutkan sebutan anggota keluarga inti. Peserta didik dapat menyebutkan nama-nama anggota keluarga inti. Peserta didik dapat menyebutkan sebutan kerabat dalam keluarga. 90% 90 % 90 % 85 % Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
34 3. Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : III / 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Menulis Menulis puisi ber- Peserta didik dapat Mengungkapkan dasarkan gambar menyebutkan ciri ciri pikiran,perasaan dan dengan ilihan kalimat dalam puisi. informasi dalam kata Peserta didik dapat karangan sederhana yang menarik menyebutkan ketentuan dan puisi. menulis puisi. Peserta didik dapat menulis puisi dengan benar. Peserta didik dapat membacakan puisi dengan. Peserta didik dapat menangkap isi puisi yang didengar Kriteria Ketuntasan 80 % 75 % 70 % 80 % 70 % Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : II / 1 S K K D Indikator KK Menggunakan alat 65% ukur tidak baku dan baku (cm,m) yang sering digunakan. Menggunakan pengukuran waktu,panjang,dan berat dalam pemecahan masalah. Peserta didik menyebutkan macam macam alat ukur panjang tidak baku dalam kehidupan sehari-hari (jengkal,depa,langkah,kaki dll) Peserta didik dapat menggunakan alat ukur tidak baku (jengkal,depa,pecak (panjang telapak kaki) langkah kaki dll) Peserta didik menyebutkan alat ukur baku cm, m yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari hari. Peserta didik dapat menggunakan alat ukur baku untuk mengukur panjang suatu benda. Peserta didik dapat menarik kesimpulan bahwa pengukuran dengan alat ukur tidak baku hasilnya berbeda. C. Langkah ketiga: pemetaan Stanar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, kriteria ketuntasan dan Aspek yang terdapat pada raport Contoh: pemetaan Stanar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, kriteria ketuntasan dan Aspek yang terdapat pada raport pada beberapa mata pelajaran (pada raport) 65% 65% 60% 60% Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
35 1. Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan Kelas/Semester : IV/1. Standar Kompetensi Kriteria Aspek Indikator Kompetensi Dasar Ketuntasan Melempar bola dengan kontrol yang meningkat. 85% Kemampuan gerak dasar Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama tim, sportivitas, dan kejujuran**) Menangkap bola dengan kontrol yang meningkat. Memukul bola dengan tongkat Memintas dan menangkap bola dengan konsisten Mengembalikan bola dengan cepat dan akurat Memilih jenis lemparan dan pukulan untuk menyulitkan lawan Memperkirakan kemampuan berlari untuk mencetak angka Memilih tempat berdiri saat menjadi regu penjaga untuk menyulitkan regu pemukul Bermain kasti dengan menerapkan kerjasama team Menerapkan peraturan permainan Mengetahui manfaat setiap aktivitas terhadap tubuh 85% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 75% Kemampuan gerak dasar 75% Sikap 75% Kebugaran dan kesehatan 2. Mata pelajaran : IPS Kelas / Semester : I / 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Memahami Mengidentifi Peserta didik dapat identi- kasi identitas menyebutkan identitas tas diri dan diri, diri secara lisan di depan kelu- keluarga, teman-temannya. arga, serta dan Peserta didik dapat sikap kerabat. menyebutkan sebutan saling anggota keluarga inti. menghormati Peserta didik dapat dalam menyebutkan nama-nama kemajemukan anggota keluarga inti. keluarga. Peserta didik dapat Kriteria Ketuntasan 90% 90 % 90 % 85 % Aspek Penguasaan konsep Penguasaan Konsep Penguasaan konsep Penguasaan Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
36 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* menyebutkan sebutan kerabat dalam keluarga. Kriteria Ketuntasan Aspek Konsep 3. Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : III / 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* Menulis Menulis puisi Peserta didik Mengungkapkan ber- dapat pikiran,perasaan dasarkan menyebutkan ciri dan informasi gambar ciri kalimat dalam karangan dengan ilihan dalam puisi. sederhana dan kata Peserta didik puisi. yang menarik dapat menyebutkan ketentuan menulis puisi. Peserta didik dapat menulis puisi dengan benar. Peserta didik dapat membacakan puisi dengan. Peserta didik dapat menangkap isi puisi yang didengar Kriteria Ketuntasaan 80 % 75 % 70 % 80 % 70 % Aspek Berbicara Berbicara Menulis Bebicara Mendengarkan D. Langkah keempat: pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Kriteria Ketuntasan, Aspek penilaian dan Teknik Penilaian Contoh: pemetaan Standara Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Kriteria Ketuntasa, Aspek, dan Teknik Penilaian pada beberapa mata pelajaran. 1. Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas / Semester : IV/1. Teknik Penilaian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator KK Aspek Tes Unjuk kerja Produk Sikap Portofolio Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai- Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan Melempar bola dengan kontrol yang meningkat. Menangkap bola dengan kontrol yang 85% Kemampuan gerak dasar 85% Kemampuan gerak dasar - v - - v - v - - v Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
37 Teknik Penilaian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator KK Aspek Tes Unjuk kerja Produk Sikap Portofolio nilai yang terkan-dung didalam-nya yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama tim, sportivitas, dan kejujuran*) meningkat. Memukul bola dengan tongkat Memintas dan menangkap bola dengan konsisten Mengembalikan bola dengan cepat dan akurat Memilih jenis lemparan dan pukulan untuk menyulitkan lawan Memperkirakan kemampuan berlari untuk mencetak angka Memilih tempat berdiri saat menjadi regu penjaga untuk menyulitkan regu pemukul Bermain kasti dengan menerapkan kerjasama team Menerapkan peraturan permainan Mengetahui manfaat setiap aktivitas terhadap tubuh 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 80% Kemampuan gerak dasar 75% Kemampuan gerak dasar - v - - v - v - - v - v v v v v - v - 75% Sikap - v - v - 75% Kebugaran dan kesehatan v KK = Kriteria Ketuntasan 2. Mata Pelajaran : I P S Kelas / Semester : I/1 Teknik Penilaian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator KK Aspek Tertulis Unjuk kerja Produk Sikap Portofolio Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormati dalam Mengidentifikasi identitas diri, keluarga, dan kerabat Peserta didik dapat menyebutk an identitas diri secara lisan di 90% Penguasaan konsep V Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
38 Teknik Penilaian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator KK Aspek Tertulis Unjuk kerja Produk Sikap Portofolio kemajemukan keluarga. depan temantemannya. Peserta didik dapat menyebutk an sebutan anggota keluarga inti. Peserta didik dapat menyebutk an namanama anggota keluarga inti. Peserta didik dapat menyebutk an sebutan kerabat dalam keluarga. 90% 90% 85% Penguasaan Konsep Penguasaan konsep Penguasaan Konsep V V v KK = Kriteria Ketuntasan 3. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : III/2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator KK Aspek Tertulis Teknik Penilaian Unjuk kerja Produk Sikap Portofolio Menulis Mengungkap kan pikiran,pera saan dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi. Menulis puisi berdasarkan gambar dengan ilihan kata yang menarik Peserta didik dapat menyebutka n ciri ciri kalimat dalam puisi. Peserta didik dapat menyebutka n ketentuan menulis puisi. Peserta didik dapat menulis puisi dengan 80 % 75 % 70 % 80 % Berbicara Berbicara Menulis Bebicara v V V V V V V v Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
39 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator KK Aspek Tertulis Teknik Penilaian Unjuk kerja Produk Sikap Portofolio KK = Kriteria Ketuntasan benar. Peserta didik dapat membacaka n puisi dengan. Peserta didik dapat menangkap isi puisi yang didengar 70 % Mendengar kan v 4. Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : II / 1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Menggunakan pengukuran waktu,panjang,dan berat dalam pemecahan masalah. KK = Kriteria Ketuntasan Menggunakan alat ukur tidak baku dan baku (cm,m) yang sering digunakan. Peserta didik menyebutkan macam macam alat ukur panjang tidak baku dalam kehidupan sehari-hari (jengkal,depa,langkah, kaki dll) Peserta didik dapat menggunakan alat ukur tidak baku (jengkal,depa,pecak (panjang telapak kaki) langkah kaki dll) Peserta didik menyebutkan alat ukur baku cm, m yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari hari. Peserta didik dapat menggunakan alat ukur baku untuk mengukur panjang suatu benda. Peserta didik dapat menarik kesimpulan bahwa pengukuran dengan alat ukur tidak baku hasilnya berbeda. 65% 65% 65% 60% 60% Pemahaman Konsep Penalaran dan Komunikasi Pemahaman Konsep Pemecahan masalah Pemecahan masalah Penilaian Tetulis Unjuk Kerja Tertulis Unjuk Kerja Tertulis Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
40 5. Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan Kelas / Semester : IV / 1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Mengekspresikan diri melalui karya seni musik. KK = Kriteria Ketuntasan Menyiapkan permainan alat musik ritmis. Mendemostrasikan permainan alat musik ritmis. Mendemonstrasikan bermain alat musik ritmis campuran. Mendemonstrasikan bernyanyi dan bermain alat musik ritmis. Memberikan penilaian terhadap penampilan bernyanyi dan bermain musik temannya. 70 % 70 % 65 % 70 % Kreasi Kreasi Kreasi Apresiasi Penilaian Unjuk Kerja Unjuk Kerja Unjuk Kerja Tertulis 6. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas / Semester : IV / 2 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Menunjukkan sikap terhadap globalisasi yang terjadi di lingkungannya. Menentukan sikap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya. Menjelaskan pengertian globalisasi. Memberikan contoh pengaruh positif dari globalisasi bidang komunikasi. Memberikan contoh pengaruh positif dari globalisasi bidang komunikasi. 65% 70% 65% Penguasaan Konsep Penerapan Penerapan Penilaian Tertulis Tertulis atau sikap Tertulis atau sikap 7. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : IV / 1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup. Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar, misalnya kecoa, kupukupu dan kucing. Mengadakan pengamatan tahapan kehidupan kupukpup. Kecoa dan nyamuk. Menyebutkan urutan daur hidup hewan. Misalnya : kupu-kupu, nyamuk dan kecoa secara lengkap dan jelas. Mendeskripsikan metamorfisis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Melaporkan hasil 65% 70% 65% 60% Kinerja Ilmiah Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep Kinerja Ilmiah Penilaian Unjuk Kerja Tertulis Tertulis Unjuk Kerja Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
41 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik Penilaian pengamatan terhadap daur hidup pada kambing dan kucing. Menyimpulkan bahwa tidak semua hewan mengalami perubahan dalam hidupnya (metamorfosis) berdasarkan pengamatan. 65% Penguasan KOnsep Tertulis Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : IV / 1 No S K K D Indikator KK Aspek Tehnik 1 Memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup. Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar, misalnya kecoa, kupukupu dan kucing. Mengadakan pengamatan tahapan kehidupan kupu-kupu. Kecoa dan nyamuk. Menyebutkan urutan daur hidup hewan. Misalnya : kupu-kupu, nyamuk dan kecoa secara lengkap dan jelas. Mendeskripsikan metamorfisis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Melaporkan hasil pengamatan terhadap daur hidup pada kambing dan kucing. Menyimpulkan bahwa tidak semua hewan mengalami perubahan dalam hidupnya (metamorfosis) berdasarkan pengamatan. 65% 70% 65% 60% 65% Kinerja Ilmiah Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep Kinerja Ilmiah Penguasan KOnsep Penilaian Unjuk Kerja Tertulis Tertulis Unjuk Kerja Tertulis Catatan: untuk memudahkan pekerjaan pendidik (guru), maka langkah perencanaan penilaian ini disatukan dengan silabus, yakni dengan menambahkan satu kolom setelah indikator, untuk kolom kriteria ketuntasan. E. Penetapan Teknik Penilaian Dalam memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri indikator, contoh: Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu, maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance). Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, maka teknik penilaiannya adalah tertulis. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
42 BAB V PENGELOLAAN HASIL PENILAIAN A. Pengolahan Hasil Penilaian 1. Data Penilaian Unjuk Kerja Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan terhadap penampilan peserta didik dari suatu kompetensi. Skor diperoleh dengan cara mengisi format penilaian unjuk kerja yang dapat berupa daftar cek atau skala penilaian. Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu kegiatan unjuk kerja adalah skor pencapaian dibagi skor maksimum dikali 10 (untuk skala 0-10) atau dikali 100 (untuk skala 0-100). Misalnya, dalam suatu penilaian unjuk kerja pidato, ada 8 aspek yang dinilai, antara lain: berdiri tegak, menatap kepada hadirin, penyampaian gagasan jelas, sistematis. Apabila aspek yang dinilai dalam berpidato 8, maka skor maksimumnya 8. Apabila seseorang mendapat skor 6, maka nilai yang akan diperoleh adalah = 6/8 x 10 = 0,75 x 10 = 7,5. Nilai 7,5 yang dicapai peserta didik mempunyai arti bahwa peserta didik telah mencapai 75% dari kompetensi ideal yang diharapkan untuk unjuk kerja tersebut. Apabila ditetapkan batas ketuntasan penguasaan kompetensi minimal 70%, maka untuk kompetensi tersebut dapat dikatakan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian, peserta didik tersebut dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya. 2. Data Penilaian Sikap Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian guru berdasarkan pengamatan/observasi terhadap sikap/perilaku peserta didik. Data hasil pengamatan pendidik dapat dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan pertanyaan langsung dan laporan pribadi. Seperti telah diutarakan sebelumnya, hal yang harus dicatat dalam buku Catatan Harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol, yang berkaitan dengan sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik, baik positif maupun negatif. Yang dimaksud dengan kejadian-kejadian yang menonjol adalah kejadian-kejadian yang perlu mendapat perhatian, atau perlu diberi peringatan dan penghargaan dalam rangka pembinaan peserta didik. Pada akhir semester, guru kelas atau guru mata pelajaran merumuskan sintesis, sebagai deskripsi dari sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik dalam semester tersebut untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Deskripsi tersebut menjadi bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom Catatan Pendidik pada rapor peserta didik untuk semester. Selain itu, catatan-catatan tentang peserta didik yang dimiliki guru kelas atau guru mata pelajaran, dapat memberi masukan pula kepada Pendidik Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
43 Bimbingan Konseling untuk merumuskan catatan, baik berupa peringatan atau rekomendasi, sebagai bahan bagi guru kelas dalam mengisi kolom deskripsi perilaku dalam rapor. 3. Data Penilaian Tertulis Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari hasil berbagai tes tertulis yang diikuti peserta didik. Soal tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, uraian, jawaban singkat. Soal bentuk pilihan ganda diskor dengan memberi angka 1 (satu) bagi setiap butir jawaban yang benar dan angka 0 (nol) bagi setiap butir soal yang salah. Skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu perangkat tes pilihan ganda dihitung dengan prosedur: jumlah jawaban benar X 100 jumlah seluruh butir soal Prosedur ini juga dapat digunakan dalam menghitung skor perolehan peserta didik untuk soal berbentuk benar salah, menjodohkan, dan jawaban singkat. Keempat bentuk soal terakhir ini juga dapat dilakukan penskoran secara objektif dan dapat diberi skor 1 untuk setiap jawaban yang benar. Soal bentuk uraian dibedakan dalam dua kategori, uraian objektif dan uraian non-objektif. Uraian objektif dapat diskor secara objektif berdasarkan konsep atau kata kunci yang sudah pasti sebagai jawaban yang benar. Setiap konsep atau kata kunci yang benar yang dapat dijawab peserta didik diberi skor 1. Skor maksimal butir soal adalah sama dengan jumlah konsep kunci yang dituntut untuk dijawab oleh peserta didik. Skor capaian peserta didik untuk satu butir soal kategori ini adalah jumlah konsep kunci yang dapat dijawab benar, dibagi skor maksimal, dikali dengan 100. Soal bentuk uraian non objektif tidak dapat diskor secara objektif, karena jawaban yang dinilai dapat berupa opini atau pendapat peserta didik sendiri, bukan berupa konsep kunci yang sudah pasti. Pedoman penilaiannya berupa kriteria-kriteria jawaban. Setiap kriteria jawaban diberikan rentang nilai tertentu, misalnya 0-5. Tidak ada jawaban untuk suatu kriteria diberi skor 0. Besar-kecilnya skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu kriteria ditentukan berdasarkan tingkat kesempurnaan jawaban dibandingkan dengan kriteria jawaban tersebut. Skor penilaian yang diperoleh dengan menggunakan berbagai bentuk tes tertulis perlu digabung menjadi satu kesatuan nilai penguasaan kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran. Dalam proses penggabungan dan penyatuan nilai, data yang diperoleh dengan masingmasing bentuk soal tersebut juga perlu diberi bobot, dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran dan kompleksitas jawaban. Nilai Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
44 akhir semester ditulis dalam rentang 0 sampai 100, dengan dua angka di belakang koma. Nilai akhir semester yang diperoleh peserta didik merupakan deskripsi tentang tingkat atau persentase penguasaan Kompetensi Dasar dalam semester tersebut. Misalnya, nilai 65 dapat diinterpretasikan peserta didik telah menguasai 65% unjuk kerja berkaitan dengan Kompetensi Dasar mata pelajaran dalam semester tersebut. 4. Data Penilaian Proyek Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-tahap: perencanaan/persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data/laporan. Dalam menilai setiap tahap, pendidik dapat menggunakan skor yang terentang dari 1 sampai 4. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor tertinggi untuk setiap tahap. Jadi total skor terendah untuk keseluruhan tahap adalah 4 dan total skor tertinggi adalah 16. Berikut tabel yang memuat contoh deskripsi dan penskoran untuk masing-masing tahap. Tahap Deskripsi Skor Perencanaan/ Memuat: 1-4 persiapan topik, tujuan, bahan/alat, langkah-langkah kerja, jadwal, waktu, perkiraan data yang akan diperoleh, tempat penelitian, daftar pertanyaan atau format pengamatan yang sesuai dengan tujuan. Pengumpulan Data tercatat dengan rapi, jelas dan lengkap. 1-4 data Ketepatan menggunakan alat/bahan Pengolahan Ada pengklasifikasian data, penafsiran data 1-4 data Penyajian data/ laporan sesuai dengan tujuan penelitian. Merumuskan topik, merumuskan tujuan penelitian, menuliskan alat dan bahan, menguraikan cara kerja (langkah-langkah kegiatan) Penulisan laporan sistematis, menggunakan bahasa yang komunikatif. Penyajian data lengkap, memuat kesimpulan dan saran. 1-4 Total Skor Keterangan: Semakin lengkap dan sesuai informasi yang diperoleh peserta didik pada setiap tahap semakin tinggi skor yang diperoleh. 5. Data Penilaian Produk Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pembuatan (produk), dan tahap penilaian (appraisal). Informasi tentang data penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
45 holistik atau cara analitik. Dengan cara holistik, pendidik menilai hasil produk peserta didik berdasarkan kesan keseluruhan produk dengan menggunakan kriteria kualitas dan kegunaan produk tersebut pada skala skor 0 10 atau Cara penilaian analitik, pendidik menilai hasil produk berdasarkan tahap proses pengembangan, yaitu mulai dari tahap persiapan, tahap pembuatan, dan tahap penilaian. Contoh tabel penilaian analitik dan penskorannya. Tahap Deskripsi Skor Persiapan Kemampuan merencanakan seperti: 1-10 menggali dan mengembangkan gagasan; mendesain produk, menentukan alat dan bahan Pembuatan Produk Kemampuan menyeleksi dan menggunakan bahan; Kemampuan menyeleksi dan menggunakan alat; Kemampuan menyeleksi dan menggunakan 1-10 Penilaian produk teknik; Kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaan/fungsinya; Produk memenuhi kriteria keindahan Kriteria penskoran: menggunakan skala skor 0 10 atau 1 100; semakin baik kemampuan yang ditampilkan peserta didik, semakin tinggi skor yang diperoleh. 6. Data penilaian Portofolio Data penilaian portofolio peserta didik didasarkan dari hasil kumpulan informasi yang telah dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan pendidik, (2) hasil pekerjaan peserta didik, dan (3) profil perkembangan peserta didik. Hasil pekerjaan peserta didik diberi skor berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi portofolio, (2) dokumentasi/data dalam folder, (3) perkembangan dokumen, (4) ringkasan setiap dokumen, (5) presentasi dan (6) penampilan. Hasil profil perkembangan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik pada selang waktu tertentu. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran. Berdasarkan ketiga komponen penilaian tersebut, pendidik menilai peserta didik dengan menggunakan acuan patokan kriteria yang artinya apakah peserta didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam bentuk persentase (%) pencapaian atau dengan menggunakan skala 0 10 atau Pensekoran dilakukan berdasarkan rambu-rambu atau kriteria penskoran portofolio yang telah ditetapkan. Skor pencapaian Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
46 peserta didik dapat diubah ke dalam skor yang berskala 0-10 atau dengan patokan jumlah skor pencapaian dibagi skor maksimum yang dapat dicapai, dikali dengan 10 atau 100. Dengan demikian akan diperoleh skor peserta didik berdasarkan portofolio masing-masing. 7. Data Penilaian Diri Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil penilaian tentang kemampuan, kecakapan, atau penguasaan kompetensi tertentu, yang dilakukan oleh peserta didik sendiri, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pada taraf awal, hasil penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik tidak dapat langsung dipercayai dan digunakan, karena dua alasan utama. Pertama, karena peserta didik belum terbiasa dan terlatih, sangat terbuka kemungkinan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan dalam penilaian. Kedua, ada kemungkinan peserta didik sangat subjektif dalam melakukan penilaian, karena terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik. Oleh karena itu, pada taraf awal, pendidik perlu melakukan langkah-langkah telaahan terhadap hasil penilaian diri peserta didik. Pendidik perlu mengambil sampel antara 10% s.d. 20% untuk ditelaah, dikoreksi, dan dilakukan penilaian ulang. Apabila hasil koreksi ulang yang dilakukan oleh pendidik menunjukkan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan koreksi, pendidik dapat mengembalikan seluruh hasil pekerjaan kepada peserta didik untuk dikoreksi kembali, dengan menunjukkan catatan tentang kelemahan-kelemahan yang telah mereka lakukan dalam koreksian pertama. Dua atau tiga kali pendidik melakukan langkah-langkah koreksi dan telaahan seperti ini, para peserta didik menjadi terlatih dalam melakukan penilaian diri secara baik, objektif, dan jujur. Apabila peserta didik telah terlatih dalam melakukan penilaian diri secara pendidik. Hasil penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga dapat dipercaya serta dapat dipahami, diinterpresikan, dan digunakan seperti hasil penilaian yang dilakukan oleh pendidik. B. Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi dasar mengacu ke indikator. Penilaian dilakukan pada waktu pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa teknik penilaian. Apabila nilai peserta didik untuk indikator pencapaian sama atau lebih besar dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan bahwa peserta didik itu telah menuntaskan indikator itu. Apabila semua indikator telah tuntas, dapat dikatakan peserta didik telah menguasai Kompetensi Dasar bersangkutan. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
47 Dengan demikian, peserta didik dapat diinterpretasikan telah menguasai Standar Kompetesi dan mata pelajaran. Apabila jumlah indikator dari suatu Kompetensi Dasar yang telah tuntas lebih dari 50%, peserta didik dapat mempelajari Kompetensi Dasar berikutnya dengan mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas. Sebaliknya, apabila nilai indikator dari suatu Kompetensi Dasar lebih kecil dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan peserta didik itu belum menuntaskan indikator itu. Apabila jumlah indikator dari suatu Kompetensi Dasar yang belum tuntas sama atau lebih dari 50%, peserta didik belum dapat mempelajari Kompetensi Dasar berikutnya. Contoh penghitungan nilai kompetensi dasar dan ketuntasan belajar pada suatu mata pelajaran. Kompetensi Dasar Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan dimuka bumi Indikator 1. Menganalisis keterkaitan teori tektonik lemeng terhadap persebaran gunung api, gempa bumi dan pembentukan relief muka bumi 2. Mengidentifikasi ciri bentang lahan sebagai akibat proses pengikisan dan pengendapan 3. Mengidentifikasi degradasi lahan dan dampaknya terhadap kehidupan Kriteria Ketuntasan 60% 60% 50% Nilai peserta didik Ketuntasan Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi 1. Mengidentifikasi ciri-ciri lapisan atmosfer dan pemanfaatannya 2. Menganalisis unsur-unsur cuaca dan iklim (penyinaran, suhu, angin, kelembaban, awan, curah hujan) 3. Mengklasifikasikan berbagai tipe iklim 60% 70% 60% Tuntas Tuntas Tuntas Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai indikator pada kompetensi dasar 1 cenderung 60. Jadi nilai kompetensi dasar 1 adalah 60 atau 6. Pada kompetensi dasar 1, indikator ke- 2 belum tuntas. Jadi peserta didik perlu mengikuti remedial untuk indikator tersebut. Nilai indikator pada kompetensi dasar ke 2 bervariasi, sehingga dihitung nilai rata-rata indikator. Jadi nilai kompetensi dasar ke 2: = 77 atau 7,7 3 Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
48 BAB VI PEMANFAATAN DAN PELAPORAN HASIL PENILAIAN KELAS Penilaian kelas menghasilkan informasi pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain: (1) perbaikan (remedial) bagi indikator yang belum mencapai kriteria ketuntasan, (2) pengayaan apabila mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari waktu yang disediakan, (3) perbaikan program dan proses pembelajaran, (4) pelaporan, dan (5) penentuan kenaikan kelas. A. Pemanfaatan Hasil Penilaian 1. Bagi peserta didik yang memerlukan remedial. Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya mampu mencapai kriteria ketuntasan setiap kompetensi, bila peserta didik mendapat bantuan yang tepat. Misalnya, memberikan bantuan sesuai dengan gaya belajar peserta didik pada waktu yang tepat sehingga kesulitan dan kegagalan tidak menumpuk. Dengan demikian peserta didik tidak frustasi dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya. Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, atau oleh guru lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan dan mengetahui kekurangan peserta didik. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Kegiatan dapat berupa tatap muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri, kemudian dilakukan penilaian dengan cara: menjawab pertanyaan, membuat rangkuman pelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan data. Waktu remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru, dapat dilaksanakan pada atau di luar jam efektif. Remedial hanya diberikan untuk indikator yang belum tuntas. 2. Bagi peserta didik yang memerlukan pengayaan. Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya, atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan, agar dapat mengembangkan potensi secara optimal. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai npeserta didik pada mata pelajaran bersangkutan. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada atau di luar jam efektif. Bagi peserta didik yang secara konsisten selalu mencapai kompetensi lebih cepat, dapat diberikan program akselerasi. 3. Bagi Guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum, atau guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran, dan memperbaiki program pembelajarannya. Oleh karena itu, program yang telah dirancang, strategi pembelajaran yang telah disiapkan, dan bahan yang telah disiapkan perlu Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
49 dievaluasi, direvisi, atau mungkin diganti apabila ternyata tidak efektif membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan kompetensi. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai akhir semester, karena bila dilakukan pada akhir semester bisa saja perbaikan itu akan sangat terlambat. 4. Bagi Kepala Sekolah Hasil penilaian dapat digunakan Kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan Peserta didik. B. Pelaporan Hasil Penilain Kelas 1. Laporan Sebagai Akuntabilitas Publik Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah, di mana peran-serta masyarakat di bidang pendidikan tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja, tetapi juga di bidang akademik. Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas publik. Atas dasar itu, laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada orangtua/wali peserta didik, komite sekolah, masyarakat, dan instansi terkait lainnya. Laporan tersebut merupakan sarana komunikasi dan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar peserta didik maupun pengembangan sekolah. Pelaporan hasil belajar hendaknya: a. Merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik b. Memberikan informasi yang jelas, komprehensif, dan akurat. c. Menjamin orangtua mendapatkan informasi secepatnya bilamana anaknya bermasalah dalam belajar 2. Bentuk Laporan Laporan kemajuan belajar peserta didik dapat disajikan dalam data kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka (skor), misalnya seorang peserta didik mendapat nilai 6 pada mata pelajaran matematika. Namun, makna nilai tunggal seperti itu kurang dipahami peserta didik maupun orangtua karena terlalu umum. Hal ini membuat orangtua sulit menindaklanjuti apakah anaknya perlu dibantu dalam bidang aritmatika, aljabar, geometri, statistika, atau hal lain. Laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan komprehensif agar profil atau tingkat kemajuan belajar peserta didik mudah terbaca dan dipahami). Dengan demikian orangtua/wali lebih mudah mengidentifikasi kompetensi yang belum dimiliki peserta didik, sehingga dapat menentukan jenis bantuan yang diperlukan bagi anaknya. Dipihak anak, ia dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya serta aspek mana yang perlu ditingkatkan. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
50 Isi Laporan Pada umumnya orang tua menginginkan jawaban dari pertanyaan sebagai berikut; a. Bagaimana keadaan anak waktu belajar di sekolah secara akademik, fisik, sosial dan emosional? b. Sejauh mana anak berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah? c. Kemampuan/kompetensi apa yang sudah dan belum dikuasai dengan baik? d. Apa yang harus orangtua lakukan untuk membantu dan mengembangkan prestasi anak lebih lanjut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, informasi yang diberikan kepada orang tua hendaknya; a. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami. b. Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak. c. Memberikan perhatian pada pengembangan dan pembelajaran anak. d. Berkaitan erat dengan hasil belajar yang harus dicapai dalam kurikulum. e. Berisi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar. 3. Rekap Nilai Rekap nilai merupakan rekap kemajuan belajar peserta didik, yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik untuk setiap KD, dalam kurun waktu 1 semester. Rekap nilai diperlukan sebagai alat kontrol bagi guru tentang perkembangan hasil belajar peserta didik, sehingga diketahui kapan peserta didik memerlukan remedial. Nilai yang ditulis merupakan rekap nilai setiap KD dari setiap aspek penilaian. Nilai suatu KD dapat diperoleh dari tes formatif, tes sumatif, hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, nilai tugas perseorangan maupun kelompok. Rata-rata nilai KD dalam setiap aspek akan menjadi nilai pencapaian kompetensi untuk aspek yang bersangkutan. CONTOH FORMAT REKAP NILAI MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia KELAS/SEMESTER : TAHUN PELAJARAN : Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis NO NAMA Kd 1 Kd 2 Kd 3... NR Kd 1 Kd 2 Kd 3... NR Kd 1 Kd 2 Kd 3... NR Kd1 Kd2 Kd3 1 Riri 2 Toto... NR * NR = nilai rata-rata KD untuk setiap aspek penilaian yang akan dimasukkan pada rapor 4. Rapor Rapor adalah laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun waktu satu semester. Laporan prestasi mata pelajaran, berisi informasi tentang pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Untuk model rapor, masing-masing sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki asalkan menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik pada setiap Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
51 matapelajaran yang diperoleh dari ketuntasan kompetensi dasarnya. (Contoh model rapor beserta petunjuk pengisiannya lihat lampiran). Nilai pada rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan peserta didik dalam satu semestar. Nilai tersebut berasal dari nilai Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester. Oleh karena itu, kedudukan atau bobot nilai Ulangan Harian sama atau lebih besar dari nilai Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester. Berikut contoh pembobotan nilai untuk Rapor Contoh 1. Pembobotan nilai Ulangan Harian lebih besar dari Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester, misal: 60% - 20% - 20% Keterampilan Membaca: Nilai Ulangan Harian 1,2,dan 3 = 60, 75, 65. Rata-rata = 66 Nilai Ulangan Tengah Semester = 55 Nilai Ulangan Akhir Semester = 65 Jadi Nilai pada rapor = (60% x 66) + (20% x 55) + (20% x 65) = = 64 Contoh 2. Pembobotan nilai Ulangan Harian sama besar dengan Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester Keterampilan Membaca: Nilai rata-rata Ulangan Harian = 66 Nilai Ulangan Tengah Semester = 55 Nilai Ulangan Akhir Semester = 65 Jadi Nilai pada rapor = = 62 C. Penentuan Kenaikan Kelas Peserta didik dinyakan tidak naik kelas apabila: 1) memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 2) Jika peserta didik tidak menuntaskan 50 % atau lebih Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun ajaran, dan 3) Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. Untuk memudahkan administrasi, peserta didik yang tidak naik kelas diharapkan mengulang semua mata pelajaran beserta Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan indikatornya dan sekolah mempertimbangkan mata pelajaran, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan indikator yang telah tuntas pada tahun ajaran sebelumnya. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
52 Apabila setiap anak bisa dibantu secara optimal sesuai dengan keperluannya mencapai kompetensi tertentu, maka tidak perlu ada anak yang tidak naik kelas (automatic promotion). Automatic promotion apabila semua indikator, kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya, maka peserta didik dianggap layak naik ke kelas berikutnya. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
53 Lampiran 2 : Model Rapor PETUNJUK PENGISIAN RAPOR A. RASIONAL Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara satuan pendidikan dengan orangtua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar anak pada kurun waktu tertentu. Karena itu, rapor harus komunikatif, informatif, dan komprehensif (menyeluruh) memberikan gambaran tentang hasil belajar peserta didik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memiliki dimensi yang berbeda satu dengan lainnya, sehingga orientasi pembelajaran dan penilaian adalah penguasaan kompetensi sesuai dengan dimensi masingmasing mata pelajaran. Dengan demikian nilai pada rapor bukan nilai tunggal tetapi dikelompokkan menurut dimensi masing-masing mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memberikan informasi secara kuantitatif maupun deskriptif tentang perkembangan belajar peserta didik, sehingga dapat diketahui lebih jelas kelebihan maupun kekurangan peserta didik ybs. Untuk memudahkan pengisian, maka aspek-aspek penilaian pada rapor diusahakan sama dengan aspek-aspek yang tertuang dalam Standar Kompetensi mata pelajarannya. B. PENJELASAN UMUM Informasi tentang hasil belajar dalam rapor ini diperoleh dari Format Penilaian Kemajuan Belajar yang dirangkum pendidik selama proses pembelajaran berlangsung. Format maupun cara pengisiannya dapat dilihat dalam Buku Pedoman Penilaian. Secara umum pengisian rapor adalah sebagai berikut (Lihat format): 1. Satuan pendidikan dapat menetapkan sendiri kelengkapan dari model rapor ini, misalnya identitas peserta didik dan satuan pendidikannya. 2. Kotak pertama, berisi no, nama mata pelajaran, aspek penilaian, nilai (angka dan huruf) serta catatan pendidik. a. Nomer merupakan nomer mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan. b. Mata Pelajaran merupakan nama mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan c. Aspek Penilaian merupakan aspek-aspek pada masing-masing mata pelajaran yang ingin dikomunikasikan. d. Nilai merupakan nilai rata-rata dari masing-masing aspek penilaian. Kolom nilai angka diisi dengan angka dalam skala 10 (misal 8,40). Nilai tersebut ditulis dalam huruf pada kolom nilai huruf, misalnya: delapan koma empat puluh. e. Catatan pendidik merupakan deskripsi pencapaian kompetensi Peserta didik termasuk sikap yang berhubungan dengan mata pelajaran. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
54 Misalnya (Bahasa Indonesia) intonasi sangat bagus, perbendaharaan kata kurang sehingga mengalami kesulitan dalam mengarang, kurang berani berlatih berpidato. 3. Kotak ke dua: Perilaku Merupakan penjelasan tentang rangkuman catatan pendidik Bimbingan dan Konseling yang berkaitan dengan perilaku umum peserta didik yang menonjol positif maupun negatif. Misal kedisiplinan, keaktifan mengikuti kegiatan satuan pendidikan, dan tanggung jawab. 4. Kotak ke tiga: Pengembangan diri Merupakan catatan pendidik pembina extrakurikuler tentang peserta didik yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri yang dilakukan di luar jam belajar effektif (ekstrakurikuler). Misal, pengembangan diri dalam bidang olah raga, seni dan budaya, sains. C. PENJELASAN PENGISIAN MASING-MASING MATA PELAJARAN PADA MASING- MASING SATUAN PENDIDIKAN SATUAN PENDIDIKAN DASAR 1. Pendidikan Agama Indikator yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha) dikelompokkan menjadi dua aspek, yaitu: 1) Kemampuan untuk mengembangkan konsep dan nilai-nilai kehidupan beragama, dan 2) Kemampuan untuk menerapkan konsep dan nilai-nilai kehidupan beragama melalui Praktik atau Pengalaman Belajar. Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama yang dicantumkan dalam Rapor juga mencakup dua aspek, yaitu: 1) Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai, dan 2) Penerapan. Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh indikator diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian pada setiap aspek. 2. Pendidikan Kewarganegaraan INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikelompokkan menjadi dua aspek, yaitu: 1) Kemampuan untuk mengembangkan konsep dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, dan 2) Kemampuan untuk menerapkan konsep dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara melalui Praktik atau Pengalaman Belajar. Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dicantumkan dalam Rapor mencakup aspek: 1) Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai, 2) Penerapan. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
55 Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh indikator diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian setiap aspek. 3. Bahasa Indonesia Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD dikelompokkan dalam aspek: 1) Mendengarkan, 2) Berbicara, 3) Membaca dan 4) Menulis. Aspek sastra sudah melekat pada keempat aspek tersebut yang dijadikan sebagai alat untuk mengembangkannya. Aspek Penilaian juga dikelompokkan dalam aspek: 1) Mendengarkan, 2) Berbicara, 3) Membaca dan 4) Menulis. Jadi pada saat mengisi rapor, pendidik memasukkan nilai tersebut berdasarkan kesimpulan yang dibuat sesuai aspek-aspek tersebut. 4. Matematika Standar kompetensi mata pelajaran matematika SD terdiri dari 3 aspek yaitu Untuk kelas 1 sampai dengan kelas 5 mencakup aspek : (a) Bilangan; (b) Geometri dan pengukuran; sedangkan untuk kelas 6 mencakup aspek : (a) Bilangan; (b) Geometri dan pengukuran; (c) Pengelolaan data. Kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dalam pembelajaran matematika yang mencakup ke tiga aspek tersebut diatas adalah mencakup: (a) Pemahaman konsep; (b) Prosedur; (c) Penalaran dan komunikasi; (d) Pemecahan masalah; (e) Menghargai kegunaan matematika. Demi kepraktisan dan kemudahan, maka aspek penilaian matematika dalam rapor dikelompokkan menjadi 3 aspek yaitu: a. Pemahaman Konsep b. Penalaran dan komunikasi c. Pemecahan masalah Alasan: 1) Pemahaman konsep merupakan kompetensi yang ditunjukkan Peserta didik dalam memahami konsep dan dalam melakukan prosedur (algoritma) secara luwes, akurat, efisien dan tepat. Indikator yang menunjukkan pemahaman konsep antara lain adalah: Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
56 a) menyatakan ulang sebuah konsep b) mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya) c) memberi contoh dan non-contoh dari konsep d) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis e) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep f) menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu g) Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah 2) Penalaran dan komunikasi merupakan kompetensi yang ditunjukkan Peserta didik dalam melakukan penalaran dan mengkomunikasikan gagasan matematika. Indikator yang menunjukkan penalaran dan komunikasi antara lain adalah: a) menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis, gambar dan diagram b) mengajukan dugaan c) melakukan manipulasi matematika d) menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi e) menarik kesimpulan dari pernyataan f) memeriksa kesahihan suatu argumen g) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi 3) Pemecahan masalah merupakan kompetensi strategik yang ditunjukkan Peserta didik dalam memahami, memilih pendekatan dan strategi pemecahan, dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah. Indikator yang menunjukkan penalaran dan komunikasi antara lain adalah: a) menunjukkan pemahaman masalah b) mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah c) menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk d) memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat e) mengembangkan strategi pemecahan masalah f) membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah g) menyelesaikan masalah yang tidak rutin Sehingga ketika akan memasukkan nilai ke dalam rapor, maka : 1) Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan kompetensi siwa dalam pemahaman konsep dimasukkan ke dalam aspek penilaian pemahaman konsep. 2) Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan kompetensi siwa dalam penalaran dan komunikasi dimasukkan ke dalam aspek penilaian penalaran dan komunikasi. 3) Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan kompetensi siwa dalam pemecahan masalah dimasukkan dalam aspek penilaian pemecahan masalah. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
57 5. Ilmu Pengetahuan Alam Standar Kompetensi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dikelompokkan ke dalam: 1) Pemahaman Konsep dan Penerapannya 2) Kerja Ilmiah Sedangkan Aspek Penilaian dalam Ilmu Pengetahuan Alam dikelompokkan menjadi: 1) Pemahaman dan Penerapan konsep 2) Kinerja Ilmiah Alasan: 1) Pemahaman dan Penerapan Konsep mencakup semua sub ranah dalam ranah kognitif 2) Kinerja Ilmiah mencerminkan semua aktivitas Sains yang melatih dan mengembangkan baik keterampilan sains dan sikap ilmiah Sehingga ketika akan memasukkan nilai pada rapor, hasil penilaian terhadap Pemahaman dan penerapan konsep yang mencakup semua sub ranah dalam kognitif dimasukkan ke dalam aspek Pemahaman dan Penerapan Konsep, sedangkan Hasil Penilaian terhadap semua aktifitas sains yang melatih dan mengembangkan keterampilan sains dan Sikap Ilmiah dimasukkan ke dalam aspek Kinerja Ilmiah. 6. Ilmu Pengetahuan Sosial INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pengetahuan Sosial dikelompokkan menjadi dua aspek, yaitu: 1) Kemampuan untuk mengembangkan konsep kehidupan sosial, dan 2) Kemampuan untuk menerapkan konsep kehidupan sosial melalui Praktik atau Pengalaman Belajar. Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar mata pelajaran Pengetahuan Sosial yang dicantumkan dalam Rapor mencakup aspek: 1) Penguasaan Konsep, 2) Penerapan. Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh indikator diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian setipa aspek. 7. Seni Budaya dan Keterampilan Standar Kompetensi Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dikelompokkan dalam 1) Seni Rupa, 2) Seni Musik, 3) Seni Tari, 4) Kerajinan dan 5) Teknologi. Kelompok Standar Kompetensi tersebut kemudian diurai menjadi kompetensi dasar (KD) yang mencakup: Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
58 1) konsepsi, 2) apresiasi dan 3) kreasi Aspek Penilaian dalam mata pelajaran ini dikelompokkan dalam aspek: 1) Apresiasi dan 2) Kreasi. Ketika mengisi rapor, nilai KD konsepsi dilebur ke dalam aspek apresiasi dan/atau kreasi sesuai dengan tuntutan kompetensinya. Nilai KD apresiasi masuk ke dalam aspek penilaian apresiasi, sedangkan nilai KD kreasi masuk ke dalam aspek penilaian kreasi. 8. Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, olah raga dan kesehatan terdiri atas: 1) Permainan dan Olahraga, 2) Aktivitas Pengembangan, 3) Uji diri/senam, 4) aktivitas Ritmik, 5) Akuatik dan 6) Pendidikan Luar Kelas. 7) Kesehatan Aspek Penilaian yang dimasukan ke dalam rapor adalah: 1) Keterampilan gerak dasar, 2) Keterampilan cabang olah raga, 3) Kebugaran dan kesehatan, 4) Pilihan akuatik dan pendidikan luar kelas 9. Muatan Lokal Muatan Lokal ditetapkan oleh daerah/satuan pendidikan, maka pengelompokan nilai dalam rapor ditetapkan oleh satuan pendidikan/daerah masing-masing. D. MEKANISME PENENTUAN NAIK KELAS DAN TINGGAL KELAS 1. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun 2. Peserta didik dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) pada semua mata pelajaran. 3. Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila, a) memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b) Jika peserta didik tidak menuntaskan kompetensi dasar dan standar kompetensi lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun ajaran, dan c) Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
59 4. Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai Peserta didik untuk semua indikator, KD, dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
60 Model Rapor SD/MI Nama Satuan pendidikan :..Kelas : V Alamat :.Semester Ke : 1 ( satu) Nama Peserta didik :.Tahun Pelajaran : 2006/2007 Nomor Induk :. No. Mata Pelajaran Aspek Penilaian 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Seni Budaya dan Keterampilan 8 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 9. Muatan Lokal Penguasaan Konsep dan nilainilai Penerapan Penguasaan Konsep dan nilainilai Penerapan Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis Pemahaman Konsep Penalaran dan Komunikasi Pemecahan masalah Pemahaman dan penerapan konsep Kinerja Ilmiah Penguasaan Konsep Penerapan Apresiasi Kreasi Kemampuan gerak dasar Keterampilan cabang olahraga Kebugaran dan kesehatan Pilihan: Akuatik/Pend.Luar Satuan pendidikan Angka Nilai Huruf Catatan Pendidik Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
61 PERILAKU PENGEMBANGAN DIRI Ketidakhadiran 1. Sakit 2. Izin 3. Tanpa Keterangan Hari Mengetahui Orang Tua/Wali Diberikan di: Jakarta Tanggal : 4 Januari 2006 Wali Kelas ( ) ( ) Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
62 DAFTAR PUSTAKA Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Portfolios Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Project Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. Forster, Margaret, dan Masters, G. (1998). Product Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Performance Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. Forster, Margaret, dan Masters, G. (1999). Paper amd Pen Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. Gronlund, E. Norman. (1982). Constructing Achievement Tests. London: Prentice Hall. Linn, R.L., dan Gronlund, N.E. (1995). Measurement and Assessment in Teaching. New Jersey: Prentice Hall. Popham, W.J. (1995) Classroom Assessment, What Teachers Need to Know. Boston: Allyn & Bacon. Final Model Penilaian Kelas. Griya Astuti.Des
MODEL PENILAIAN KELAS
MODEL PENILAIAN KELAS SD/MI/SDLB DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL PUSAT KURIKULUM KATA PENGANTAR Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor
MODEL PENILAIAN KELAS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH
MODEL PENILAIAN KELAS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH PUSAT KURIKULUM BADAN PENELITAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2006 Model Penilaian Kelas SMP.
TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF
1 TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF Merupakan upaya memperbaiki dan melengkapi tes baku sehingga penilaian hasil belajar tidak hanya berhubungan dengan hasil akhir tetapi merupakan bagian penting dlm proses pembelajaran
Bandung, 23 Oktober 2009
Bandung, 23 Oktober 2009 PENILAIAN KELAS Konsep dasar Teknik Penilaian Konsep Dasar Penilaian Kelas Pengertian Penilaian Kelas Manfaat Penilaian Kelas Fungsi Penilaian Kelas Prinsip-prinsip Penilaian Kelas
PENILAIAN PEMBELAJARAN oleh Jarnawi Afgani D.
PENILAIAN PEMBELAJARAN oleh Jarnawi Afgani D. P E N I L A I A N Apa yang dimaksud dengan PENILAIAN? Apa yang dimaksud dengan PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI? Bagaimana cara melakukan PENILAIAN? PENILAIAN:
PENILAIAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN APA PENILAIAN? APA PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI? BAGAIMANA CARANYA? PENILAIAN: PROSES SISTIMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA, DESKRIPSI VERBAL), ANALISIS, INTERPRETASI
PENYUSUNAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR *) Oleh: Ali Muhson, M.Pd. **)
PENYUSUNAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR *) Oleh: Ali Muhson, M.Pd. **) A. Pengertian Penilaian Kelas Penilaian kelas adalah suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang
Unit PRINSIP PENILAIAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN. Nabisi Lapono. Pendahuluan
Unit 5 Pendahuluan S PRINSIP PENILAIAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN Nabisi Lapono eorang anak ingin membuat layang-layang. Tentunya anak bersangkutan perlu merencanakan dan menyiapkan terlebih dahulu
RUBRIK PENILAIAN. Nama kelompok/ Penilaian Individu Peserta Memuaskan Baik Cukup Kurang cukup 1
RUBRIK PENILAIAN. Format Lembar Penilaian Diskusi (Kelompok) No Sikap/Aspek yang dinilai Nama kelompok/ peserta Penilaian kelompok 1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik 2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
Penilaian Portofolio Sebagai Bentuk Penghargaan Guru Terhadap Hasil Belajar Dan Karya Siswa. Oleh Wahyudi
Penilaian Portofolio Sebagai Bentuk Penghargaan Guru Terhadap Hasil Belajar Dan Karya Siswa Oleh Wahyudi PENDAHULUAN Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional
MODEL PENILAIAN KELAS
MODEL PENILAIAN KELAS SMK/MAK DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL PUSAT KURIKULUM KATA PENGANTAR Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32
KURIKULUM 2013 PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN PROFESI PENDIDIK 2015 1 PPT-1.3C
PENILAIAN BERBASIS KELAS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
PENILAIAN BERBASIS KELAS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan informasi yang digunakan oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi
IMPLEMENTASI PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
IMPLEMENTASI PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Oleh : Mansur HR Widyaiswara LPMP LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI SELATAN 2012 KATA PENGANTAR
MODEL PENILAIAN KELAS
MODEL PENILAIAN KELAS SMA/MA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL PUSAT KURIKULUM Penilaian SMA - Januari 1 KATA PENGANTAR Pemberlakuan Undang-undang Republik
TEKNIK PENILAIAN NON TES
TEKNIK PENILAIAN NON TES Penilaian Unjuk Kerja Dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Cocok untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik menunjukkan
IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK
LAMPIRAN IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK 1. Pengertian Penilaian Hasil Belajar (PHB) adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap spiritual
MEMAHAMI STANDAR PENILAIAN BSNP
MEMAHAMI STANDAR PENILAIAN BSNP LATAR BELAKANG BSNP SECARA FILOSOFIS: - PROSES PEND PROSES MENGEMBANGKAN POTENSI SISWA MENJADI KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN TTT. SISWA SIPERLAKUKAN DAN DINILAI SEC. ADIL tidak
(Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta) Kata kunci: pembelajaran ekonomi, penilaian berbasis kompetensi.
Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 1 Nomor 2, Mei 2005 SISTEM PENILAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS KOMPETENSI Oleh: Barkah Lestari (Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta)
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP. Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA
Kode Makalah PM-1 PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA Abstrak Dalam KBK telah dimasukkan tujuan-tujuan
RANCANGAN BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN
TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA
TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA PENILAIAN PEMBELAJARAN Disusun Oleh: KELOMPOK 1 Riza Gustia (A1C109020) Janharlen P (A1C109044) Zunarta Yahya (A1C109027) Widi Purwa W (A1C109030) Dewi
Oleh: JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI
Oleh: JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI PENDAHULUAN Kerangka Dasar Kurikulum menekankan adanya penilaian kelas. Penilaian hasil belajar meliputi penilaian kelas, penilaian akhir yang diselenggarakan
STANDAR PENILAIAN (Permen No. 20 Th. 2007)
STANDAR PENILAIAN (Permen No. 20 Th. 2007) STANDAR PENILAIAN Peraturan Mendiknas Nomor: 20 Tahun 2007 tentang DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN
PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi
PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP Makalah disampaikan pada Pelatihan dan Pendampingan Implementasi KTSP di SD Wedomartani Oleh Dr. Jumadi A. Pendahuluan Menurut ketentuan dalam Peraturan
Peraturan Mendiknas Nomor: 20 Tahun tentang STANDAR PENILAIAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
Peraturan Mendiknas Nomor: 20 Tahun 2007 tentang STANDAR PENILAIAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN PENDIDIKAN Penilaian
PENILAIAN BERBASIS KELAS
PENILAIAN BERBASIS KELAS PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR PELAPORAN SARWANTO PENGERTIAN
PENILAIAN BERBASIS KELAS Nuryani Y.Rustaman*
PENILAIAN BERBASIS KELAS Nuryani Y.Rustaman* Pendahuluan Sebagai perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan
PENGANTAR EVALUASI TAHAP II (LEARNING)
PENGANTAR EVALUASI TAHAP II (LEARNING) Dra. Hartri Sukesti, M.A. Pengertian Pengukuran: sebuah kegiatan mengumpulkan data berupa angka. Misal: mengukur panjang meja (meteran), berat badan (timbangan),
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : bahwa dalam
MODEL PENILAIAN KELAS. SMP/MTs
MODEL PENILAIAN KELAS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMP/MTs PUSAT KURIKULUM BADAN PENELITIAN DAN PENGEMGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2006 Daftar Isi Halaman Bab I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ENCEP KUSUMAH
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ENCEP KUSUMAH PENDAHULUAN Hal yang harus diperhatikan dalammenerapkan standar kompetensi dalam penilaian adalah mengembangkan penilaian otentik berkelanjutan
MODEL PENILAIAN KELAS KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
MODEL PENILAIAN KELAS KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas Jl. Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta Pusat Telp. : (62-21)3804248,3453440,34834862 Fax.
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm. 33-40 PEMANFAATAN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI Oleh Sukanti 1 Abstrak Hasil belajar dapat dikelompokkan
RAPOR RAPOR PETUNJUK PENGELOLAAN PETUNJUK PENGELOLAAN
PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN DIKDASMEN DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAN PERTAMA TAHUN 2006 DEPARTEMEN PENDIDIKAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : bahwa
Peta Konsep. Tujuan Pendidikan (Kompetensi Dasar) Proses/Kegiatan Untuk Mencapai Kompetensi. Hasil-hasil pendidikan yang dapat dicapai
Peta Konsep Tujuan Pendidikan (Kompetensi Dasar) Proses/Kegiatan Untuk Mencapai Kompetensi Hasil-hasil pendidikan yang dapat dicapai Perbandingan antara kompetensi dengan hasil yang telah dicapai Informasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SMA N I Jogonalan SMA Negeri 1 Jogonalan berdiri dan mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran pada tahun 1990, dimulai dengan Tahun Pembelajaran
STANDAR PENILAIAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (BSNP)
STANDAR PENILAIAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (BSNP) PENGERTIAN PENILAIAN PRINSIP PENILAIAN TEKNIK & INSTRUMEN PENILAIAN MEKANISME & PROSEDUR PENILAIAN PENILAIAN OLEH PENDIDIK PENILAIAN OLEH SATUAN
STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN BAB I PENDAHULUAN
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN BAB I PENDAHULUAN Undang-Undang Nomor
STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN A. Pengertian 1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN A. Pengertian 1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA. Heru Kuswanto
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA Heru Kuswanto A. Tujuan Penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Penilaian meliputi pengumpulan informasi melalui berbagai teknik penilaian
Penilaian Proyek. Penilaian Portofolio. Penilaian Produk. Penilaian Kerja. Penilaian Sikap. Tes Tertulis
Penilaian Portofolio Penilaian Kerja Tes Tertulis Penilaian Proyek Penilaian Produk Penilaian Sikap 1. Penilaian Kinerja (Performance Assessment) Pengertian: Merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas
1. KONSEP PENILAIAN AUTENTIK
1. KONSEP PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik (authentic assesment) adalah suatu proses pengumpulan, pelaporan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian,
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
2 Penilaian Proses dan Kompetensi secara Utuh. 4 Penilaian Kompetensi Pengetahuan. Prinsip
Daftar Isi 1 Kebijakan Umum Penilaian PENILAIAN dalam KURIKULUM 2013 2 Penilaian Proses dan Kompetensi secara Utuh 3 Penilaian Kompetensi Sikap 4 Penilaian Kompetensi Pengetahuan 5 Penilaian Kompetensi
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 1 Penegasan Istilah Istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan terutama untuk
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Menurut Gagne dalam Agus Suprijono (2011: 5-6) bahwa hasil belajar itu berupa: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif,
dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian di tingkat kelas, dan untuk menjaga konsistensi pedoman yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka
BAB I PENDAHULUAN Kualitas penilaian terhadap hasil belajar peserta didik sangat ditentukan oleh seberapa baik persiapan dan pelaksanaannya. Untuk membantu guru dalam menyusun instrumen penilaian hasil
BAB VII TEKNIK PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN
BAB VII TEKNIK PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Setiap pembelajaran memiliki karakteristik yang berbeda-beda, walaupun dengan pola proses, media dan penilaian yang sama. Hal ini dikarenakan
ASPEK PENILAIAN UJIAN PRAKTEK KKPI SMK NEGERI 1 NGABLAK TAHUN 2012/ 2013 ASPEK PENILAIAN UJIAN PRAKTEK KKPI SMK NEGERI 3 BANYUMAS TAHUN 2013/ 2014
ASPEK PENILAIAN UJIAN PRAKTEK KKPI SMK NEGERI 1 NGABLAK TAHUN 2012/ 2013 ASPEK PENILAIAN UJIAN PRAKTEK KKPI SMK NEGERI 3 BANYUMAS TAHUN 2013/ 2014 NAMA PESERTA: KELAS DAN NOMOR UJIAN : DONI ANDRIYANTO
PENERAPAN PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM BIDANG STUDI PAI DI SEKOLAH DASAR. Oleh : Drs.Zainal Arifin, M.Pd.
PENERAPAN PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM BIDANG STUDI PAI DI SEKOLAH DASAR Oleh : Drs.Zainal Arifin, M.Pd. Abstrak : Salah satu komponen pokok dalam sistem pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) adalah
7. Tes simulasi merupakan salah satu bentuk dari teknik penilaian: a. lisan b. praktik/kinerja c. penugasan d. portofolio e.
1. Serangkaian kegiatan untuk menetapkan ukuran terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu adalah: a. pengukuran b. pensekoran c. penilaian d. pengujian e. Evaluasi 2. Serangkaian kegiatan yang sistematik
BAB I PENDAHULUAN. didik. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penilaian pendidikan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan
TEKNIK PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP MATEMATIKA SMP/MTs
DIKLAT GURU PEMANDU/GURU INTI/PENGEMBANG MATEMATIKA SMP JENJANG DASAR TAHUN 2010 TEKNIK PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP MATEMATIKA SMP/MTs Disusun oleh: Sri Wardhani DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT
CONTOH SOAL PEDAGOGIK Proses Penilaian (Assesmen) Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar dari sejumlah pilihan jawaban yang tersedia..
CONTOH SOAL PEDAGOGIK Proses Penilaian (Assesmen) Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar dari sejumlah pilihan jawaban yang tersedia.. 1. Serangkaian kegiatan untuk menetapkan ukuran terhadap
ii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga dunia pendidikan kita telah memiliki Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional
BAB I PENDAHULUAN. berfungsi untuk memperjelas istilah pada permasalahan yang ada.
BAB I PENDAHULUAN Bab satu ini membahas tentang latar belakang permasalahan mengenai assesment afektif yang merupakan penilaian pada jenjang pendidikan selain penilaian kognitif dan psikomotor. Pada sub
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATERI PEDAGOGIK
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATERI PEDAGOGIK BAB VIII PENILAIAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN Prof. Dr. Sunardi, M.Sc Dr. Imam Sujadi, M.Si KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR Definisi 1. Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah
1. PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR
Substansi 1. Identifikasi persoalan penilaian pembelajaran 2. Tujuan penilaian pembelajaran 3. Ranah tujuan penilaian pembelajaran 4. Strategi penilaian pembelajaran 5. Beberapa contoh aplikasi pd aspek
PENILAIAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN PEMBELAJARAN I Made Alit Karyawan Salain Pengembangan Pendidikan Kurikulum Tujuan Tujuan Peserta Didik Pembelajaran Penilaian Tujuan 1 Pengertian Penilaian Kegiatan terstruktur seorang pendidik
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Asesmen 1. Definisi asesmen Menurut Phelps dkk (1997), asesmen merupakan masalah penting bagi pendidik kimia. Dalam rangka untuk membuat perubahan nyata di ruang kelas kimia, yang
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS DIT. PEMBINAAN SMA
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HALAMAN 1/29 HAKIKAT PENILAIAN Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik
Gambar 1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu
A. PERENCANAAN Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh, aplikasi, pemahaman, analisis, dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. Konsep-konsep yang dapat
BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Keterampilan Menulis Kalimat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Keterampilan Menulis Kalimat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 1. Pengertian Keterampilan Menulis. Menulis adalah salah satu standar kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa
I. PENDAHULUAN. Pemerintah menetapkan tiga arah pengembangan pendidikan dalam rangka
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemerintah menetapkan tiga arah pengembangan pendidikan dalam rangka untuk memajukan pendidikan di tingkat SMA, yaitu perluasan dan pemerataan pendidikan, peningkatan
Struktur Kurikulum..
KETENTUAN- KETENTUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN Oleh : Amat Jaedun Program Pascasarjana UNY Struktur Kurikulum.. Struktur kurikulum KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (termasuk SMK) meliputi 5
PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR suyato KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN Setelah mempelajari bahan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menyusun model penilaian pada setiap matapelajaran yang diampu dan
BAB I PENDAHULUAN. sebuah standar yang diberi nama Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pemerintah mengembangkan berbagai cara untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah dengan melakukan standarisasi di berbagai
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR Farida Nurhasanah 8 November 2011 Perhatikan Gambar Berikut Mengapa Perlu Ujian? Kegiatan Hari Ini Membahas tentang: 1. Pengertian Penilaian 2. Pengertian Penilaian Kelas
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP 1. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMP
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMP 1. PENDAHULUAN Penerapan standar kompetensi menuntut proses penilaian yang dilakukan oleh guru harus menggunakan acuan kriteria, baik pada
MODEL PENILAIAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK TINGKAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Oleh Tatag Yuli Eko Siswono
MODEL PENILAIAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK TINGKAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Oleh Tatag Yuli Eko Siswono Pendahuluan Penilaian, selanjutnya dikenal dengan penilaian kelas, merupakan salah satu pilar
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff Deskripsi dan analisis data penelitian ini menggambarkan data yang diperoleh di lapangan melalui instrumen
Penulis Endang Kurniawan Endah Mutaqimah. Penyunting Suprartiningsih
Penulis Endang Kurniawan Endah Mutaqimah Penyunting Suprartiningsih Pereviu Dr. Salam, M. Pd. Dra. Evi Dihanti, M. Pd. Drs. H. Tengku Hasanuddin, M. Si. Drs. Mudini KATA PENGANTAR Pusat Pengembangan dan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memiliki peranan yang penting dalam upaya mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan yang penting dalam upaya mengembangkan dan mewujudkan potensi yang dimiliki siswa. Pengembangan potensi tersebut bisa dimulai dengan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta didik dapat (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Silakan pilih menu Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Menurut Lindgren dalam Agus Suprijono (2011: 7) hasil pembelajaran meliputi kecakapan, informasi, pengertian, dan sikap. Hal yang sama juga dikemukakan
PENILAIAN BERBASIS KELAS
PENILAIAN BERBASIS KELAS Oleh: Kana Hidayati, M.Pd. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY A. Pendahuluan Sebagai konsekwensi desentralisasi pendidikan, saat ini sejumlah pembaharuan pendidikan terus
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Berlakunya kurikulum 2013 dengan tujuan peningkatan pada pendidikan maupun kualitas pembelajaran yang diterapkan para pendidik di sekolah. Hal ini merupakan
MATA KULIAH EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
TUGAS : KELOMPOK DOSEN: Dr. Busnawir, M.Si MATA KULIAH EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Penilaian Unjuk Kerja) OLEH KELOMPOK 3 1 SUPRATMAN (G2 I1 12 009) HERLINA (G2 I1 12 007) WAODE NURLINA MBAY
6. Di bawah ini merupakan beberapa kelebihan tes lisan, kecuali:
CONTOH SOAL UKG 1. Serangkaian kegiatan untuk menetapkan ukuran terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu dinamakan... A. pengukuran B. pensekoran C. penilaian D. pengujian E. evaluasi 2. Serangkaian
KONSEP DASAR PENILAIAN. Tujuan, Fungsi, Prinsip, Cakupan, Jenis & Teknik Penilaian
KONSEP DASAR PENILAIAN Pengukuran-Penilaian-Tes-Evaluasi Tujuan, Fungsi, Prinsip, Cakupan, Jenis & Teknik Penilaian Indikator Membedakan pengertian pengukuran, penilaian, tes dan evaluasi Menjelaskan tujuan,
Implementasi Penilaian Autentik Dalam Pembelajaran Matematika
SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 Implementasi Penilaian Autentik Dalam Pembelajaran Matematika Rayinda Aseti Prafianti 1, Rr. Kuntie Sulistyowaty 2 Universitas Pendidikan Indonesia
BAB VI PENILAIAN DAN PENDEKATAN PENILAIAN
BAB VI PENILAIAN DAN PENDEKATAN PENILAIAN A. Pendahuluan Penilaian merupakan langkah lanjutan yang umumnya dilakukan oleh pendidik dengan berbasis pada data pengukuran yang tersedia. Penilaian atau Assessment
APAKAH KUESIONER? Kuesioner : Daftar pertanyaan yang tersusun dengan baik yang digunakan untuk alat pengumpulan data melalui survei.
APAKAH KUESIONER? Kuesioner : Daftar pertanyaan yang tersusun dengan baik yang digunakan untuk alat pengumpulan data melalui survei. Kuesioner harus sesuai dengan masalah yang diteliti. Oleh karena itu
KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI)
KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI) Dra. Titik Harsiati, M.Pd 1. Pengertian dan Karakteristik Penilaian dalam Paradigma Konstruktivisme Seiring dengan perkembangan belajar yang berorientasi pada pendekatan
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini memberikan gambaran pada beberapa aspek meliputi
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian ini memberikan gambaran pada beberapa aspek meliputi perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran meliputi kemampuan
antara ketiganya. Untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan akan memilih yang panjang. Kita tidak akan memilih yang pendek, kecuali
A. Arti Penilaian Istilah pengukuran, penilaian, dan evaluasi, seringkali digunakan dalam dunia pendidikan. Ketiga kata tersebut memiliki persamaan, perbedaan, ataupun hubungan antara ketiganya. Untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran bahasa Indonesia secara formal mencakup pengetahuan kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi pembelajaran mengenai asal-usul
DAFTAR ISI. Contents A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT E. REFERENSI...
DAFTAR ISI Contents A. LATAR BELAKANG... 13 B. TUJUAN... 13 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN... 13 D. UNSUR YANG TERLIBAT... 14 E. REFERENSI... 14 F. URAIAN PROSEDUR KERJA... 19 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA
PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN. Pusat Kurikulum - Balitbang Depdiknas
PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN 1 PENGEMBANGAN SILABUS 1. Landasan Pengembangan Silabus 2. Pengertian Silabus 3. Pengembang Silabus 4. Prinsip Pengembangan Silabus 5. Tahapan Pengembangan Silabus
TEKNIK /CARA PENILAIAN
TEKNIK /CARA PENILAIAN Tes Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek / Project) Hasil kerja (Produk / Product) Portofolio (Portfolio) Sikap Penilaian Diri UNJUK KERJA (PERFORMANCE) : PENGAMATAN TERHADAP
BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PANDUAN PENILAIAN KELOMPOK MATA PELAJARAN KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN
BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PANDUAN PENILAIAN KELOMPOK MATA PELAJARAN KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DEPARETEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2007 KATA PENGANTAR Buku panduan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 1 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS
KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS Pengertian Landasan Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus
