BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL
|
|
|
- Fanny Pranata
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN SENG (Zn) PADA KERANG DARAH (Anadara granosa L.) DAN KERANG BAKAU (Polymesoda bengalensis L.) DI PERAIRAN TELUK KENDARI TESIS Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-2 pada Program Studi Ilmu Lingkungan AMRIANI L4K PROGRAM MAGISTER ILMU LINGKUNGAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011
2 RIWAYAT HIDUP Penulis bernama lengkap Amriani, lahir di Ujung Pandang pada tanggal 4 Juni Penulis merupakan anak pertama dari enam bersaudara pasangan Andi Muh Saleh (Almh) dan Andi Hafsah Sangaji. Penulis saat ini tinggal di Kendari.Riwayat Pendidikan : Penulis memulai pendidikan dasar pada SD Negeri 173 Atapange, Kab. Wajo Sulawesi Selatan, lulus tahun Pendidikan sekolah menengah di SLTP Negeri Atapange, lulus tahun Pendidikan SLTA ditempu di Sekolah Analis Kimia Menengah Atas (SAKMA) Ujung Pandang, lulus tahun Tahun 2000 mendapat kesempatan melanjutkan Pendidikan Strata 1 ditempuh di Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo pada Jurusan Budidaya Pertanian, Program Studi Ilmu Tanah, dinyatakan lulus pada tahun Pada tahun 2009 Penulis mendapat izin untuk melanjutkan pendidikan pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro. Riwayat Pekerjaan : Pada Tahun 1986 penulis diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Universitas Haluoleo Kendari sampai sekarang.
3 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayah dan karunia-nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Tesis ini dengan mengambil judul : Bioakumulasi Logam Timbal (Pb) dan Seng (Zn) Pada Kerang Darah (Anadara granosa) dan Kerang Bakau (Polymesoda bengalensis) di Perairan Teluk Kendari, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat Sarjana S-2 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Selain itu Tesis ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Kendari sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan Teluk Kendari, memberi informasi kepada masyarakat tentang kandungan logam berat Pb dan Zn pada kedua jenis kerang yang banyak di konsusmsi masyarakat. Dalam kesempatan ini Penulis mengucapkan terimah kasih kepada : 1. Dr. Boedi Hendrarto, M. Sc. Sebagai Dosen pembimbing I atas segala bimbingan arahan dan masukannya selama proses penyusunan Tesisi ini. 2. Ir. Agus Hadiyarto, MT. sebagai Dosen Pembimbing II atas segala bimbingan arahan dan masukannya selama proses penyusunan Tesisi ini. 3. Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA dan Dr. Dra.Hartuti Purnaweni, MPA, masing-masing selaku Ketua dan Sekertaris Jurusan Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro beserta seluruh dosen pengajar dan staf administrasi. 4. Prof. Dr. Ir Usman Rianse, M.S. selaku Rektor Univesitas Haluoleo yang telah memberi kesempatan tugas belajar kepada penulis untuk mengikuti pendidikan S2 pada Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. 5. Dr. Ir. Tufaila Hemon, MP. Yang telah banyak membantu dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan pendidikan. 6. Teristimewa Ibunda tercinta H.A. Hafsah S. dan Ayahanda tercinta A. M. Saleh (Almh), terima kasih atas doa restunya, serta kedua anakku tercinta Anita Anggeraini dan Anhar Januar, adikadikku serta seluruh keluarga terima kasih atas segala dukungannya. 7. Rekan-rekan di UPT Laboratorium Dasar Universitas Haluoleo terima kasih atas semua bantuannya. 8. Semua Teman-teman angkat MIL 23 yang telah banyak membantu dan bekerja sama selama melaksanakan pendidikan. Atas segala bantuan, bimbingan, dan morivasi yng diberikan kepada penulis, mudahmudahan menjadikan amal kebijakan dan senantiasa memperoleh balasan lebih dari Allah SWT.
4 Penulis menyadari sedalam-dalamnya bahwa Tesis ini masih banyak kekurangan yang harus disempurnakan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan, sehingga dapat lebih berguna bagi pembaca. Semarang Agustus 2011 Penulis
5 DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul... Halaman Pengesahan... Halaman Pernyataan... Riwayat Hidup... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... Abstrak... BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang... Perumusan Masalah... Pertanyaan Penelitian... Tujuan dan Manfaat Penelkitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian... Kerangka Pikir... BAB II TINJAUAN PUSTAKA i ii iii iv v vii viii ix x xi Pencemaran Perairan... Pencemaran Logam Berat di Lingkunngan dan Ekosistem Perairan Timbal (Pb) Seng (Zn)... Kandungann Logam Berat Dalam Sedimen... Pengaruh Logam Berat Terhadap Biota... Mekanisme Penyerapan Logam Berat pada Makhluk Hidup... Parameter Kimia dan Fisika Kualitas Air Derajat Keasaman (ph) Oksigen Terlarut (DO) Suhu Salinitas... Kerang Darah (A granosa) dan Kerang Bakau (P Bengalensis) Kerang Darah (A Granosa) Kerang Bakau (P Bengalensis)... Teluk Kendari BAB III. METODE PENELITIAN Tipe Penelitian... Tempat dan Waktu... Variabel Penelitian
6 Alat dan Bahan... Prosedur Penelitian Cara Pengambilan Sampel Air, Sedimen dan Kerang Uji Preparasi Sampel... Analisis Laboratorium Analisis Kandungan Logam Pb dan Zn Pembuatan Larutan Standar Logam Pb dan Zn Prinsip Kerja Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS) Konsentrasi Sebenarnya... Nalisi Bioakonsentrasi Faktor (BCF)... Analisis Hasil... Pengolahan Data BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian... Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) dalam Air, Sedimen dan Kerang Rata-rata Kandungan Logam Timbal dan Seng dalam Air Rata-rata Kandungan Logam Timbal dan Zn dalam Sedimen Rata-rata kandungan Logam Pb dan Zn dalam Kerang... Kondisi Lingkungan Perairan... Kondisi Kualitas Sedimen... Perbandingan Hasil Penelitian Terdahulu... Korelasi kandungan Logam Pb dan Zn dalam Kerang dengan yang ada di dalam Sedimen... Korelasi kandungan Logam PB dan Zn dalam Kerang dengan yang ada di dalam Air... Bioakumulasi Kerang Darah dan Kerang Bakau dalam Mengakumulasi Logam Pb dan Zn Faktor Bioakumulasi Organisme dengan Sedimen Faktor Bioakumulasi Organisme dengan Air Faktor Akumulasi Air dengan Sedimen Perbandingan Logam Pb dan Zn dengan Baku Mutu BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan... Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
7 DAFTAR TABEL Nomor Halaman Judul Standar Baku Mutu Air Terhadap Logam Berat... Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Makanan... Klasifikasi Partikel Sedimen Menurut Wenworth... Parameter, Alat dan Metode Pengukuran... Hasil Rata-rata Kandungan Logam Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada Air... Hasil Rata-rata Kandungan Logam Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada Sedimen... Hasil Rata-rata Kandungan Logam Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada Jaringan Kerang... Hasil Pengukuran Parameter Kualitas Air... Hasil Pengukuran Sifat Sedimen... Nilai Faktor Bioakumulasi (BCFo-s) Logam Pb dan Zn pada Kerang Darah dan Kerang Bakau... Nilai Faktor Bioakumulasi (BCFo-w) Logam Pb dan Zn pada Kerang Darah dan Kerang Bakau... Nilai Faktor Akumulasi (BCFs-w) Logam Pb dan Zn dari Air ke Sedimen... Perbandingan Konsentrasi Logam Pb dan Zn di Air, Sedimen dan Kerang dengan Baku Mutu
8 DAFTAR GAMBAR Judul Judul Halaman Kerangka Perumusan dan Pendekatan Masalah... Skema Proses Pencemaran Jika Polutan masuk Ke Lingkungan Laut... Model Bioakumulasi untuk Organisme Perairan... Kerang Darah (A. Granosa)... Kerang Bakau (P. bengalensis)... Peta Lokasi Penelitian... Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Darah Kecil (2-4 cm) dengan Pb dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Darah Besar (4-6 cm) dengan Pb dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Bakau Kecil (4-6 cm) dengan Pb dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Bakau Besar (6-8) dengan Pb dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Darah Kecil (2-4 cm) dengan Zn dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Darah Besar (4-6 cm) dengan Zn dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Bakau Kecil (4-6cm) dengan Zn dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Bakau Besar (6-8 cm) dengan Zn dalam Sedimen... Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Darah Kecil (2-4 cm) dengan Pb dalam Air Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Darah Besar (4-6 cm) dengan Pb dalam Air... Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Bakau Kecil (4-6 cm) dengan Pb dalam Air... Pola Hubungan regresi antara Pb dalam Jaringan Kerang Bakau Besar (6-8) dengan Pb dalam Air Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Darah Kecil (2-4 cm) dengan Zn dalam Air... Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Darah Besar (4-6 cm) dengan Zn dalam Air Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Bakau Kecil (4-6cm) dengan Zn dalam Air Pola Hubungan regresi antara Zn dalam Jaringan Kerang Bakau Besar (6-8 cm) dengan Zn dalam Air
9 DAFTAR LAMPIRAN Nomor Halaman Judul Hasil Pengukuran Kualitas Air... Hasil Pengukuran Kandungan Logam Berat Pb dan Zn pada Sampel Air... Hasil Pengukuran Kandungan Logam Berat Pb dan Zn pada Sampel Sedimen... Hasil Pengukuran Kualitas Sedimen... Hasil Pengukuran Logam Berat Pb dan Zn pada Jaringan Kerang... Prosedur Kerja Analisa Kandungan Logam Pb dan Zn pada Air laut, Sedimen dan Jaringan Kerang... Prosedur Kerja Analisa Sedime... Foto Pengambilan Sampel dan Pengukuran pada Kerang Bakau (Polymesoda bengalensis)... Foto Pengambingan Sampel dan Pengukruan pada Kerang Darah (Anadara granosa)
10 ABSTRAK Perkembangan wilayah pesisir Teluk Kendari cukup pesat dengan berbagai macam aktivitas baik berupa jasa kelautan seperti pelabuhan untuk pelayaran dan perikanan maupun kegiatan-kegiatan di sekitar pantai seperti pemukiman, industri, usaha dan pertambakan. Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap kehidupan kerang darah (Anadara. granosa) dan kerang bakau (Polymesoda bengalensis), maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Pb dan Zn pada air, sedimen, dan jaringan kerang serta mengkaji faktor bioakumulasi logam berat Pb dan Zn pada dua jenis kerang. Sampel air, sedimen dan kerang diambil pada kedua lokasi pengambilan kerang. Tiap lokasi 3 titik pengambilan dengan 3 kali ulangan analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa logam Pb dan Zn di air pada tiap lokasi telah melampau baku mutu, kadar tertinggi masing-masing 0,018 mg/l dan 0,793 mg/l, sedangkan pada sedimen tertinggi masing-masing 0,823 mg/kg dan 6,919 mg/kg, dan pada jaringan kerang menunjukan hasil bahwa kerang ukuran besar mengandung logam Pb dan Zn lebih tinggi, masing-masing 1,750 dan 9,863 mg/kg. (sedimen dan kerang belum melampau baku mutu). Nilai BCFo-s logam Pb dan Zn tertinggi 2,12 dan 2,02 pada kerang darah, sedangkan Nilai BCFo-w logam Pb tertinggi 119,20 pada kerang bakau dan Zn tertinggi 35,99 pada kerang darah. Nilai faktor akumulasi air dengan sedimen menunjukkan logam Pb menunjukkan nilai tertinggi 70,87 pada lokasi pengambilan kerang bakau, sedang logam Zn tertinggi 14,28 pada titik pengambilan kerang darah. Nilai rata-rata bioakumulasi BCFo-w lebih tinggi daripada nilai bioakumulasi BCFo-s (BCFo-w > BCFo-s), menunjukkan kedua jenis kerang mengakumulasi logam Pb dan Zn lebih tinggi dari air, hal ini sesuai dengan sifat kerang mengambil makanan dengan menyaring air (filter feeder). Berdasarkan kategori nilai IFK (BCF) untuk logam Pb dan Zn termasuk dalam kategori rendah hingga sedang. Kata Kunci : Teluk Kendari, Logam Berat, Kerang, Bioakumulasi, BCF.
11 ABSTRACT The development of the coastal region at Kendari bay fast enough with a variety of activities both in the form of marine services such as ports for shipping and fisheries as well as activities around the coast such as residential, industrial, and aquaculture businesses. Presence of heavy metals in the waters was either directly harmful to life of clemps blood (Anadara granosa) and mangrove oysters (Polymesoda bengalensis), as well as indirect effects on human health. This study was aimed to analyze the content of heavy metals Pb and Zn in water, sediment and shellfish tissue and assessing the bioaccumulation factor of heavy metals Pb and Zn in the two types of.shellfish. Samples of water, sediment and shellfis were conected on each habitat of the shellfish location there were stations with 3 replications of analysis. Research showed that the metals Pb and Zn in the water at each location have been beyond the quality standard, the highest levels of each of mg / L and mg / L, whereas at the highest sediment each of mg / kg and mg / kg, and on shellfish tissue results showed that the larger size, of the metal-containing shells of Pb and Zn higher, respectively and mg / kg. (Sediments and shellfish have mesur also not surpass the quality standards). BCFo-s values of Pb and Zn metal supreme shellfish were 2.12 and 2.02 in blood, weveas sedangkn BCFo-w Value of Pb (119.20) was the highest on mangrove clams and the highest Zn (35.99) was in blood clams. The value of water with sediment accumulation factor showed Pb was highest (70.87) at the location of mangrove oysters, the highest Zn was at the habitat of blood clams. The average value of bioaccumulation BCFo-w was higher than the value of bioaccumulation BCFo-s (BCFo-w> BCFo-s), showed both types of clams mussels accumulated Pb and Zn higher than the water, indicated appropriate nature of the shells to take food by filtering water ( filter feeder). Based on the category of IFK (BCF), therefore Pb and Zn contents was included in the category of low to moderate. Keywords: Heavy Metal, Shells, Bioaccumulation, BCF, Kendari Bay
12 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kawasan pesisir mempunyai keanekaragaman sumber daya yang tinggi. Sumber daya pesisir tersebut merupakan unsur-unsur hayati dan non hayati yang terdapat di wilayah laut, terdiri atas unsur hayati yang berupa ikan, kerang-kerangan, terumbu karang, padang lamun, dan biota lain beserta ekosistemnya. Sedangkan unsur non hayati terdiri atas sumberdayaa di lahan pesisir, permukaan air, di dalam airnya, dan di dasar laut seperti minyak dan gas, pasir kuarsa, timah dan karang mati (Idris, 2001). Aktivitas manusia dalam memanfaatkan kawasan pesisir seringkali menghasilkan limbah bahan pencemar yang dapat membahayakan kehidupan perairan laut dan secara khusus dapat menganggu perkembangan komunitas jenis kerang-kerangan. Semakin bertambahnya aktivitas manusia di berbagai sektor kehidupan mengakibatkan tekanan lingkungan terhadap perairan semakin meningkat karena masuknya limbah dari berbagai kegiatan di kawasan-kawasan yang telah terbangun di wilayah pesisir tersebut, sehingga pada suatu saat dapat melampaui keseimbangan air laut yang mengakibatkan sistem perairann menjadi tercemar (Haryoto, 2004; Wiryawan et al., 1999). Pencemaran logam berat dalam air harus mendapat perhatian yang serius, karena bila terserap dan terakumulasi dalam tubuh manusia dapat mengganggu kesehatan dan pada beberapa kasus menyebabkan kematian. Pencemaran logam berat terhadap lingkungan merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan logam tersebut oleh manusia. Darmono (1995) menyebutkan bahwa toksisitas logam pada manusia menyebabkan beberapa akibat negatif, tetapi yang terutama adalah timbulnya kerusakan jaringan, terutama jaringan detoksikasi dan ekskresi (hati dan ginjal). Hasim (2003) menyebutkan bahwa akumulasi Pb pada tubuh manusia akan menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi kesehatan, diantaranya kerapuhan tulang, rusaknya kelenjar reproduksi, kerusakan otak, dan keracunan akut pada sistem saraf pusat. 1
13 Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Hal ini berkaitan dengan sifat-sifat logam berat yaitu sulit didegradasi, sehingga mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan dan keberadaannya secara alami sulit terurai (dihilangkan), dapat terakumulasi dalam organisme termasuk kerang dan ikan, dan akan membahayakan kesehatan manusia yang mengkomsumsi organisme tersebut (Sutamihardja, 1982 dalam Marganof, 2003). Penelitian mengenai kondisi perairan Teluk Kendari seperti yang telah dilakukan oleh Nastiti, dkk., (2004) dan Amiyarti (2006), menunjukkan bahwa Teluk Kendari telah mengandung logam berat khususnya Timbal (Pb) pada air dan sedimen yang cukup tinggi dibandingkan dengan logam berat lainnya, sedangkan logam berat Zn belum ada data mengenai kandungan logam berat Zn di perairan Teluk Kendari, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian mengenaik kandungan logam berat Zn, mengingat penggunaan bahan yang mengandung Zn banyak di manfaatkan oleh masyarakat seperti atap rumah yang berbahan seng. Perkembangan wilayah pesisir Teluk Kendari cukup pesat dengan berbagai macam aktivitas baik berupa jasa kelautan seperti pelabuhan untuk pelayaran dan perikanan maupun kegiatan-kegiatan di sekitar pantai seperti pemukiman, industri, usaha dan pertambakan. Beban pencemaran yang masuk ke Teluk Kendari terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin pesatnya perkembangan Kota Kendari. Sumber pencemaran umumnya berasal dari sampah pemukiman, pertanian, buangan limbah industri maupun rumah tangga, seperti bahan organik, pestisida dan minyak (Emiyarti, 2004). Pencemaran Teluk Kendari pada akhir-akhir ini telah mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan perairan. Salah satu biota laut yang diduga akan terpengaruh langsung akibat penurunan kualitas perairan dan sedimen di lingkungan pantai adalah hewan jenis kerang-kerangan. Odum (1994) menjelaskan bahwa komponen biotik dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fisik, kimia, dan biologi suatu perairan, salah satu biota yang dapat digunakan sebagai parameter biologi dalam menentukan kondisi suatu perairan adalah jenis kerang-kerangan.
14 Kerang merupakan sumber bahan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, karena mengandung protein dan mineral. Kerang hidup di daerah perairan dan bisa bertahan hidup di tempat berlumpur. Kerang memiliki mobilitas yang rendah, sehingga dapat mengakumulasi logam berat yang ada di lingkungannya. Oleh sebab itu, adanya logam berat dalam tubuhnya dipandang dapat mewakili keberadaan logam berat yang ada dihabitatnya (Darmono, 1995). Kerang Darah (Anadara granosa) dan kerang bakau (Polymesoda bengalensis.) banyak di konsumsi oleh masyarakat di Kota Kendari, bahkan sangat digemari sebagai makan yang berprotein tinggi, namun sampai saat ini belum dilakukan penelitian mengenai berapa akumulasi kandungan logam berat (Pb dan Zn) pada kedua jenis kerang tersebut. Memperhatikan keperluan perlindungan kesehatan manusia, maka diperlukan suatu penelitian mengenai akumulasi logam berat (Pb dan Zn) pada kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bakau (Polymesoda bengalensis) di Teluk Kendari; sehingga dapat digunakan dalam monitoring pencemaran lingkungan dan keamanan pangan, serta pemaparan logam berat Timbal (Pb) dan Seng ( Zn) pada manusia melalui konsumsi Perumusan Masalah Teluk Kendari didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terutama pemanfaatan sumber hayati seperti ikan dan kerang, Di lain pihak aktivitas manusia dalam upaya pemanfaatan sumbedaya tersebut telah menimbulkan dampak negatif yaitu pencemaran logam berat, sehingga pencemaran logam berat yang masuk ke Teluk Kendari juga semakin meningkat. Logam berat yang terdapat di perairan Teluk Kendari dapat berasal dari limbah domestik, industri, pertanian dan kegiatan transportasi laut serta berasal dari aktifitas perkotaan lainnya yang semakin meningkat di sekitar perairan tersebut. Logam berat yang ada dalam badan perairan akan mengalami proses pengendapan dan terakumulasi dalam sedimen, kemudian terakumulasi dalam tubuh biota laut yang ada dalam perairan (termasuk kerang yang bersifat sessil dan sebagai bioindikator) baik melalui insang maupun melalui rantai makanan dan akhirnya akan sampai pada manusia. Fenomena ini dikenal sebagai bioakumasi atau biomagnifikasi (Dahuri
15 dkk., 1996). Oleh karena iu, melalui penelitian bioakumulasi logam berat Pb dan Zn pada Kerang di Teluk Kendari ini dapat diketahui faktor akumulasi logam berat Pb dan Zn pada kedua jenis kerang tersebut Pertanyaan Penelitian Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. Berapa konsentrasi logam berat Pb dan Zn pada air, sedimen dan jaringan kerang darah (Anadara granosa ) dan kerang bakau (Polymesoda bengalensis) di Teluk Kendari? b. Berapa faktor bioakumulasi logam berat Pb dan Zn pada kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bakau (Polymesoda bengalensis) di Teluk Kendari?. 1.4.Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah sebagaimana diuraikan sebelumnya, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut : 1. Untuk menganalisis kandungan logam berat Pb dan Zn pada air, sedimen dan jaringan kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bakau (Polymesoda bengalensis) di Teluk Kendari. 2. Untuk mengkaji faktor bioakumulasi logam berat Pb dan Zn pada kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bakau (Polymesoda bengalensis) di Teluk Kendari Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Pengembangan Ilmu : Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan ilmu lingkungan, lebih khusus memberi informasi data dasar mengenai kadar logam berat Pb dan Zn di air, sedimen dan jaringan kerang serta faktor konsentrasinya.
16 b. Peneliti : Menambah pengetahuan tentang seberapa besar akumulasi logam berat Pb dan Zn pada kerang dan nilai biokosentrasi faktor (BCF) logam Pb dan Zn di Teluk Kendari. c. Masyarakat/Pemda : Sebagai bahan informasi bagi pemerintah daerah mengenai akumulasi logam berat Pb dan Zn pada dua jenis kerang yang dikonsumsi masyarakat di Kota Kendari, sebagai bahan pertimbangan pengelolaan perairan di Teluk Kendari yang berwawasan lingkungan Kerangka Pemikiran Sumber cemaran logam berat Pb dan Zn dapat berasal dari berbagai aktivitas manusia yang menghasilkan limbah berupa pencemar. Bahan-bahan pencemar tersebut diangkut oleh air hujan dan gerakan air dari laut dan perairan tawar menuju muara sungai yang merupakan tempat bertemunya perairan laut dan perairan tawar. Logam Pb dan Zn dalam perairan dipekatkan melalui proses biologi dan kimia-fisika. Bioakumulasi dan biomagnifikasi merupakan proses biologi yang mampu mengendapkan logam pada tubuh organisme melalui rantai makanan. Pada proses kimia fisika, logam berat terlarut dan terendap pada sedimen dan dapat pula terabsorbi pada zat tersuspensi. Data kandungan kadar logam Pb dan Zn yang rendah (di bawah baku mutu) dalam daging kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bakau (polymesoda bengalensis) menunjukkan bahwa kerang tersebut masih aman untuk dikonsumsi masyarakat. Apabila diketahui kadar logam Pb dan Zn yang telah melebihi baku mutu, maka perlu dilakukan tindak lanjut dalam mencegah gangguan yang dapat disebabkan logam Pb dan Zn. Bagan alir kerangka pemikiran ditampilkan pada Gambar 1.1.
17 Aktivitas Manusia Sumber Pencemar Logam Berat Teluk Kendari Air Sedimen Kerang Rantai Makanan Bioakumulasi Pb dan Zn Akumulasi Logam Pb dan Zn Rendah Tinggi Aman di konsumsi Tindak Lanjut Gambar 1.1 Kerangka Perumusan dan Pendekatan Masalah
PENDAHULUAN. laut, walaupun jumlahnya sangat terbatas. Dalam kondisi normal, beberapa macam
PENDAHULUAN Latar Belakang Logam dan mineral lainnya hampir selalu ditemukan dalam air tawar dan air laut, walaupun jumlahnya sangat terbatas. Dalam kondisi normal, beberapa macam logam baik logam ringan
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA AIR, SEDIMEN, DAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PANTAI BELAWAN, PROVINSI SUMATERA UTARA SKRIPSI
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA AIR, SEDIMEN, DAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PANTAI BELAWAN, PROVINSI SUMATERA UTARA SKRIPSI ARYALAN GINTING 090302081 PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN. buang tanpa adanya pengolahan limbah yang efesien dan terbuang mengikuti arus
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indramayu merupakan salah satu daerah yang penduduknya terpadat di Indonesia, selain itu juga Indramayu memiliki kawasan industri yang lumayan luas seluruh aktivitas
BAB I. Logam berat adalah unsur kimia yang termasuk dalam kelompok logam yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Logam berat adalah unsur kimia yang termasuk dalam kelompok logam yang beratnya lebih dari 5g, untuk setiap cm 3 -nya. Delapan puluh jenis dari 109 unsur kimia yang
KANDUNGAN LOGAM BERAT AIR LAUT, SEDIMEN DAN DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN MENTOK DAN TANJUNG JABUNG TIMUR
KANDUNGAN LOGAM BERAT AIR LAUT, SEDIMEN DAN DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN MENTOK DAN TANJUNG JABUNG TIMUR (Heavy Metals Content in Seawater Sediment and Anadara granosa, in Mentok and
BAB I PENDAHULUAN. memiliki tingkat keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi sehingga disebut
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki sumber kekayaan yang sangat melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran logam berat merupakan salah satu masalah penting yang sering terjadi di perairan Indonesia, khususnya di perairan yang berada dekat dengan kawasan industri,
2011, Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana UNDIP JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume 9, Issue 2: (2011) ISSN
JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume 9, Issue 2: 45-50 (2011) ISSN 1829-8907 BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN SENG (Zn) PADA KERANG DARAH (Anadara granosa L.) dan KERANG BAKAU (Polymesoda bengalensis
Journal Of Marine Research. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman Online di:
Journal Of Marine Research. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 73-79 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jmr Studi Kandungan Logam Berat Tembaga (Cu) pada Air, Sedimen, dan Kerang Darah
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Waduk adalah genangan air besar yang sengaja dibuat dengan membendung aliran sungai, sehingga dasar sungai tersebut yang menjadi bagian terdalam dari sebuah waduk. Waduk
ANALISIS STATUS PENCEMARAN LOGAM BERAT Pb, Cd DAN Cu DI PERAIRAN TELUK KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR LUTHER KADANG
ANALISIS STATUS PENCEMARAN LOGAM BERAT Pb, Cd DAN Cu DI PERAIRAN TELUK KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR LUTHER KADANG SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2005 PERNYATAAN MENGENAI TESIS
ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga
HUBUNGAN NILAI AKUMULASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA KERANG BATIK (Paphia undulata) DENGAN UKURAN KERANG DI PERAIRAN SIDOARJO SKRIPSI Oleh : SONY ANGGA SATRYA SURABAYA JAWA TIMUR FAKULTAS PERIKANAN DAN
Analisis Logam Berat Timbal pada Sedimen Dasar Perairan Muara Sungai Sayung, Kabupaten Demak
JURNAL OSEANOGRAFI. Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014, Halaman 167-172 Online di : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jose Analisis Logam Berat Timbal pada Sedimen Dasar Perairan Muara Sungai Sayung,
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN TEMBAGA (Cu) DI PERAIRAN DANAU TOBA, PROVINSI SUMATERA UTARA SKRIPSI. Oleh:
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN TEMBAGA (Cu) DI PERAIRAN DANAU TOBA, PROVINSI SUMATERA UTARA SKRIPSI Oleh: HIRAS SUCIPTO TAMPUBOLON 090302074 PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS
TINGKAT BIOAKUMULASI LOGAM BERAT PB (TIMBAL) PADA JARINGAN LUNAK Polymesoda erosa (MOLUSKA, BIVALVE)
Abstrak TINGKAT BIOAKUMULASI LOGAM BERAT PB (TIMBAL) PADA JARINGAN LUNAK Polymesoda erosa (MOLUSKA, BIVALVE) Johan Danu Prasetya, Ita Widowati dan Jusup Suprijanto Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas
ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) Gracilaria sp. DI TAMBAK DESA KUPANG SIDOARJO
ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) Gracilaria sp. DI TAMBAK DESA KUPANG SIDOARJO Hendra Wahyu Prasojo, Istamar Syamsuri, Sueb Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang no. 5 Malang
ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN LELE (Clarias sp.) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOTA PEKALONGAN
ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN LELE (Clarias sp.) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOTA PEKALONGAN Metha Anung Anindhita 1), Siska Rusmalina 2), Hayati Soeprapto 3) 1), 2) Prodi D III Farmasi Fakultas
PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Cr PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI AO DESA SAM SAM KABUPATEN TABANAN
PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Cr PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI AO DESA SAM SAM KABUPATEN TABANAN NI PUTU DIANTARIANI DAN K.G. DHARMA PUTRA Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana. ABSTRAK Telah diteliti
PENDAHULUAN. terluas di dunia. Hutan mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia
PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Hutan mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia dan hidup serta tumbuh berkembang
BAB 1 PENDAHULUAN. yang membentang sepanjang pantai utara antara Cirebon-Subang, Sepanjang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indramayu adalah salah satu kabupaten yang ada di provinsi jawa barat. Ibu kota Indramayu adalah Indramayu yang merupakan pusat pemerintahannya, Indramayu dari segi
Dampak Pencemaran Pantai Dan Laut Terhadap Kesehatan Manusia
Dampak Pencemaran Pantai Dan Laut Terhadap Kesehatan Manusia Dengan semakin meluasnya kawasan pemukiman penduduk, semakin meningkatnya produk industri rumah tangga, serta semakin berkembangnya Kawasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pulau Panggang adalah salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu yang memiliki berbagai ekosistem pesisir seperti ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI AIR dan SEDIMEN PADA ALIRAN SUNGAI PERCUT PROVINSI SUMATERA UTARA
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI AIR dan SEDIMEN PADA ALIRAN SUNGAI PERCUT PROVINSI SUMATERA UTARA IRFAN AL HUSAINY 090302014 PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri penyamakan kulit merupakan industri yang dapat mengubah kulit mentah menjadi kulit yang memiliki nilai ekonomi tinggi melalui proses penyamakan, akan tetapi
PENDAHULUAN. banyak efek buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia. Kegiatan
PENDAHULUAN Latar Belakang Aktivitas kehidupan manusia yang sangat tinggi telah menimbulkan banyak efek buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia. Kegiatan pembangunan, terutama di sektor industri
I. PENDAHULUAN. Pesisir pantai kota Bandar Lampung merupakan salah satu lokasi yang telah
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pesisir pantai kota Bandar Lampung merupakan salah satu lokasi yang telah banyak dikonversi lahan pantainya menjadi kawasan industri, antara lain industri batubara, pembangkit
I. PENDAHULUAN. penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai saluran air bagi daerah
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sungai merupakan suatu bentuk ekosistem akuatik yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai saluran air bagi daerah sekitarnya. Oleh karena
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air laut merupakan suatu medium yang unik. Sebagai suatu sistem, terdapat hubungan erat antara faktor biotik dan faktor abiotik, karena satu komponen dapat
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia, hewan maupun tumbuhan. Pencemaran terhadap lingkungan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pencemaran adalah suatu hal yang telah lama menjadi permasalahan bagi kehidupan manusia, hewan maupun tumbuhan. Pencemaran terhadap lingkungan dapat menyebabkan dampak
BIOAKUMULASI LOGAM BERAT DALAM MANGROVE Rhizophora mucronata dan Avicennia marina DI MUARA ANGKE JAKARTA
J.Tek.Ling Vol. 7 No. 3 Hal. 266-270 Jakarta, Sept. 2006 ISSN 1441 318X BIOAKUMULASI LOGAM BERAT DALAM MANGROVE Rhizophora mucronata dan Avicennia marina DI MUARA ANGKE JAKARTA Titin Handayani Peneliti
BAB I PENDAHULUAN. serta lapisan kerak bumi (Darmono, 1995). Timbal banyak digunakan dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Logam timbal atau Pb adalah jenis logam lunak berwarna coklat kehitaman dan mudah dimurnikan. Logam Pb lebih tersebar luas dibanding kebanyakan logam toksik lainnya
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN MERKURI (Hg) PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN
MASPARI JOURNAL Januari 2017, 9(1):69-76 ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN MERKURI (Hg) PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN ANALYSIS OF HEAVY METAL CADMIUM (Cd) AND MERCURY
BAB. II TINJAUAN PUSTAKA
BAB. II TINJAUAN PUSTAKA A. Keadaan Teluk Youtefa Teluk Youtefa adalah salah satu teluk di Kota Jayapura yang merupakan perairan tertutup. Tanjung Engros dan Tanjung Hamadi serta terdapat pulau Metu Debi
BAB I PENDAHULUAN. buangan/limbah yang selanjutnya akan menyebabkan pencemaran air, tanah, dan. h:1). Aktivitas dari manusia dengan adanya kegiatan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pesatnya laju pembangunan, terutama di bidang industri, transportasi dan ditambah dangan kegiatan manusia di bidang intensifikasi pertanian maupun perikanan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan pembangunan di Indonesia selain membawa dampak positif juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Pembangunan
KAJIAN POLA SEBARAN PADATAN TERSUSPENSI DAN UNSUR LOGAM BERAT DI TELUK UJUNG BATU, JEPARA
JURNAL OSEANOGRAFI. Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman 357-365 Online di : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jose KAJIAN POLA SEBARAN PADATAN TERSUSPENSI DAN UNSUR LOGAM BERAT DI TELUK UJUNG
KANDUNGAN LOGAM KADMIUM (Cd), TIMBAL (Pb) DAN MERKURI (Hg) PADA AIR DAN KOMUNITAS IKAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI PERCUT TESIS.
KANDUNGAN LOGAM KADMIUM (Cd), TIMBAL (Pb) DAN MERKURI (Hg) PADA AIR DAN KOMUNITAS IKAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI PERCUT TESIS Oleh : RIRI SAFITRI 127030017/BIO PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN
BAB. I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB. I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pencemaran logam berat sangat berbahaya bagi lingkungan. Banyak laporan yang memberikan fakta betapa berbahayanya pencemaran lingkungan terutama oleh logam berat
dari tumpahan minyak-minyak kapal.akibatnya, populasi ikan yang merupakan salah satu primadona mata pencaharian masyarakat akan semakin langka (Medan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Wilayah Republik Indonesia berupa perairan laut yang letaknya sangat strategis. Perairan laut Indonesia dimanfaatkan sebagai sarana perhubungan lokal maupun Internasional.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Laut Indonesia sudah sejak lama didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terutama pemanfaatan sumberdaya hayati seperti ikan maupun sumberdaya non hayati
Oleh : Siti Rudiyanti Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
BIOKONSENTRASI KERANG DARAH (Anadara granosa Linn)Terhadap LOGAM BERAT CADMIUM (Cd) YANG TERKANDUNG DALAM MEDIA PEMELIHARAAN YANG BERASAL DARI PERAIRAN KALIWUNGU, KENDAL Oleh : Siti Rudiyanti Program Studi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 2. No. 4, Desember 2011: ISSN :
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 2. No. 4, Desember 2011: 97-105 ISSN : 2088-3137 Distribusi Logam Berat Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) dalam Air dan Sedimen di Perairan Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna,
I. PENDAHULUAN. akibatnya air mengalami penurunan akan kualitasnya. maka batas pencemaran untuk berbagai jenis air juga berbeda-beda.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pencemaran air dapat diartikan sebagai masuknya suatu mahluk hidup, zat cair atau zat padat, suatu energi atau komponen lain ke dalam air. Sehingga kualitas air menjadi
PETUNJUK TEKNIS PENGAWASAN PENCEMARAN PERAIRAN
PETUNJUK TEKNIS PENGAWASAN PENCEMARAN PERAIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP.59/DJ-PSDKP/2011 TENTANG PENGAWASAN PENCEMARAN PERAIRAN DIREKTORAT PENGAWASAN
Mahasiswa Program Studi S1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia
ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT (Cu, Fe, Zn) KONDUKTIVITAS LISTRIK DAN DENSITAS AIR SUNGAI GAUNG DI DESA SEMAMBU KUNING KECAMATAN GAUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Dahlia Segeryanti *, Riad Syech, Usman
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Sebagian besar bumi terdiri atas air karena luas daratan lebih kecil dibandingkan
BAB I PENDAHULUAN. kualitas hidup manusia dengan meningkatnya pendapatan masyaraka Di sisi lain,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ekonomi di Indonesia menitikberatkan pada pembangunan sektor industri. Di satu sisi, pembangunan akan meningkatkan kualitas hidup manusia dengan meningkatnya
BAB I PENDAHULUAN. 2004). Menurut Palar (1994) pencemaran adalah suatu kondisi yang telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perairan sering tercemar oleh berbagai komponen anorganik. Limbah anorganik menurut Mukhtasor (2007) merupakan bahan yang tidak dapat terurai atau termasuk dalam senyawa
PENDAHULUAN. sumber protein hewani. Kandungan protein kerang yaitu 8 gr/100 gr. Selain itu,
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerang merupakan satu diantara penghuni perairan dan juga menjadi sumber protein hewani. Kandungan protein kerang yaitu 8 gr/100 gr. Selain itu, kerang juga memiliki kandungan
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR: KEP.59/DJ-PSDKP/2011 TENTANG
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR: KEP.59/DJ-PSDKP/2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGAWASAN PENCEMARAN PERAIRAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN
BAB I PENDAHULUAN. menjadi sumber pencemar bagi lingkungan (air, udara dan tanah). Bahan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aktivitas manusia berupa kegiatan industri, rumah tangga, pertanian dan pertambangan menghasilkan buangan limbah yang tidak digunakan kembali yang menjadi sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pencemaran merupakan dampak negatif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan selama ini. Pembangunan dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kawasan pesisir dikenal sebagai ekosistem perairan yang memiliki potensi sumberdaya yang sangat besar. Wilayah tersebut telah banyak dimanfaatkan dan memberikan sumbangan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Proses adsorpsi antar partikel tersuspensi dalam kolom air terjadi karena adanya muatan listrik pada permukaan partikel tersebut. Butir lanau, lempung dan koloid asam
ADLN_PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA RINGKASAN
RINGKASAN NADIFA FUADIYAH. Studi Kadar Logam Berat Timbal (Pb) Pada Ikan, Krustasea dan Mollusca di Perairan Pantai Kenjeran, Surabaya Dan Pelabuhan Perikanan Branta, Pamekasan. Dosen Pembimbing Ir.Boedi
UJI KADAR LOGAM BERAT PADA SAMPEL AIR DAN KERANG DI MUARA CENGKARENG DRAIN
UJI KADAR LOGAM BERAT PADA SAMPEL AIR DAN KERANG DI MUARA CENGKARENG DRAIN Imam Santoso, Maryam Jameelah, Arif Subiyandono, Epong Utami, Hambali Ahmad, Tia Wadiastuti Departement of Chemistry, Faculty
BAB I PENDAHULUAN. ternyata telah menimbulkan bermacam-macam efek yang buruk bagi kehidupan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aktivitas kehidupan yang sangat tinggi yang dilakukan oleh manusia ternyata telah menimbulkan bermacam-macam efek yang buruk bagi kehidupan manusia dan tatanan lingkungan
ANALISIS LOGAM BERAT (Pb dan Cd) YANG TERAKUMULASI PADA ECENG GONDOK (Eichornia crassipes Solms.) DI SUNGAI ASAHAN, KABUPATEN TOBA SAMOSIR
ANALISIS LOGAM BERAT (Pb dan Cd) YANG TERAKUMULASI PADA ECENG GONDOK (Eichornia crassipes Solms.) DI SUNGAI ASAHAN, KABUPATEN TOBA SAMOSIR SKRIPSI UBASORI SIGALINGGING 090805024 DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. Laut dan kehidupan di dalamnya merupakan bagian apa yang disebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laut dan kehidupan di dalamnya merupakan bagian apa yang disebut Ekosistem yaitu suatu lingkungan tempat berlangsungnya reaksi timbal balik antara makhluk dan faktor-faktor
AIR MUARA SUNGAI ASAHAN TANJUNG BALAI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)
PENENTUAN KADAR ION ZINKUM (Zn 2+ ), ION KADMIUM (Cd 2+ ) DAN ION NATRIUM (Na + ) DARI AIR MUARA SUNGAI ASAHAN TANJUNG BALAI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) ELVI NUR FITRIA HSB 080822045
BAB I PENDAHULUAN. 51' 30 BT perairan tersebut penting di Sumatera Utara. Selain terletak di bibir Selat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perairan Bagan Asahan yang terletak pada koordinat 03 01' 00 LU dan 99 51' 30 BT perairan tersebut penting di Sumatera Utara. Selain terletak di bibir Selat Malaka,
Unnes Journal of Life Science
Unnes J Life Sci 3 (1) (2014) Unnes Journal of Life Science http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/unnesjlifesci AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA DAGING KERANG HIJAU (Perna viridis) DI MUARA SUNGAI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di daerah beriklim tropis dan merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya perairan. Laut tropis
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Kandungan Logam Berat pada Air Laut dan Sedimen. Kabupaten Pasuruan, dapat dilihat pada tabel berikut:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kandungan Logam Berat pada Air Laut dan Sedimen Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kandungan logam berat pada air laut dan sedimen di sepanjang perairan
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teluk Jakarta merupakan salah satu wilayah pesisir di Indonesia yang di dalamnya banyak terdapat kegiatan, seperti pemukiman, perkotaan, transportasi, wisata, dan industri.
I. PENDAHULUAN. perikanan. Bagi biota air, air berfungsi sebagai media baik internal maupun
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan pokok dalam pengembangan industri budidaya perikanan. Bagi biota air, air berfungsi sebagai media baik internal maupun eksternal. Sebagai media
DISTRIBUSI KUANTITATIF LOGAM BERAT Cd DALAM AIR, SEDIMEN DAN IKAN MERAH (Lutjanus erythropterus) DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN PAREPARE
DISTRIBUSI KUANTITATIF LOGAM BERAT Cd DALAM AIR, SEDIMEN DAN IKAN MERAH (Lutjanus erythropterus) DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN PAREPARE Ayu Andriana L, L Musa Ramang dan Nursiah La Nafie Jurusan Kimia
EFEKTIFITAS DEPURASI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb dan Cd DALAM DAGING KERANG DARAH (Anadara granossa)
EFEKTIFITAS DEPURASI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb dan Cd DALAM DAGING KERANG DARAH (Anadara granossa) D 03 Putut Har Riyadi*, Apri Dwi Anggo, Romadhon Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan, khususnya lingkungan perairan, dan memiliki toksisitas yang tinggi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kadmium (Cd) merupakan logam berat yang banyak ditemukan di lingkungan, khususnya lingkungan perairan, dan memiliki toksisitas yang tinggi pada konsentrasi yang rendah
AKUMULASI LOGAM BERAT Cu DAN Pb PADA Rhizophora apiculata TINGKAT PANCANG DAN POHON
AKUMULASI LOGAM BERAT Cu DAN Pb PADA Rhizophora apiculata TINGKAT PANCANG DAN POHON SKRIPSI Oleh : NOA VIOLEN SIMANGUNSONG 101201119/ Budidaya Hutan PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS
KARAKTERISTIK FISIKA-KIMIA PERAIRAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA (BIVALVIA DAN GASTROPODA) DI PANTAI CERMIN SUMATERA UTARA SKRIPSI
KARAKTERISTIK FISIKA-KIMIA PERAIRAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA (BIVALVIA DAN GASTROPODA) DI PANTAI CERMIN SUMATERA UTARA SKRIPSI RAISSHA AMANDA SIREGAR 090302049 PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kerang hijau Perna viridis memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk konsumsi masyarakat, karena mengandung nilai gizi yang tinggi yaitu protein 20,1%, karbohidrat
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA MAKROZOOBENTHOS DI KAWASAN MANGROVE DESA PUSAKAJAYA UTARA KECAMATAN CILEBAR KARAWANG
Jurnal Perikanan Kelautan Vol. VII No. 2 /Desember 2016 (65-70) ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA MAKROZOOBENTHOS DI KAWASAN MANGROVE DESA PUSAKAJAYA UTARA KECAMATAN CILEBAR KARAWANG Ahmad
PENENTUAN KONSENTRASI LOGAM BERAT Pb, Cu, Zn DAN KONDUKTIVITAS LISTRIK LIMBAH CAIR INDUSTRI PABRIK KARET PEKANBARU
PENENTUAN KONSENTRASI LOGAM BERAT Pb, Cu, Zn DAN KONDUKTIVITAS LISTRIK LIMBAH CAIR INDUSTRI PABRIK KARET PEKANBARU 1 Wirdati Mardhatillah, 2 Riad Syech, 3 Walfred Tambunan Mahasiswa Program Studi S1 Fisika
BAB I PENDAHULUAN. Sidoarjo dan 6 kota yaitu Batu, Malang, Blitar, Kediri, Mojokerto, dan Surabaya
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sungai Brantas adalah sungai terpanjang yang ada di provinsi Jawa Timur. Panjangnya yaitu mencapai sekitar 320 km, dengan daerah aliran seluas sekitar 12.000 km 2
KADAR KADMIUM DAN METALLOTHIONEIN PADA INSANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIPAPAR KADMIUM DENGAN SALINITAS BERBEDA TESIS
KADAR KADMIUM DAN METALLOTHIONEIN PADA INSANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIPAPAR KADMIUM DENGAN SALINITAS BERBEDA TESIS untuk memenuhi sebagian syarat mencapai gelar akademik Magister Sains
STUDI KEANEKARAGAMAN PLANKTON PADA ALIRAN SUNGAI SURABAYA
SKRIPSI STUDI KEANEKARAGAMAN PLANKTON PADA ALIRAN SUNGAI SURABAYA OLEH ALFIANSYAH AZAM CHAMDANI SIDOARJO JAWA TIMUR FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2015 RINGKASAN ALFIANSYAH
BAB I PENDAHULUAN. sampah di TPA umumnya masih menggunakan metode open dumping, seperti pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah adalah tempat mengkarantinakan sampah atau menimbun sampah yang diangkut dari sumber sampah sehingga tidak mengganggu lingkungan.
BAB I PENDAHULUAN. Dengan demikian laut seakan-akan merupakan sabuk pengaman kehidupan manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kehidupan manusia di bumi ini sangat bergantung pada lautan, manusia harus menjaga kebersihan dan kelangsungan kehidupan organisme yang hidup di dalamnya. Dengan demikian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki peranan penting sebagai wilayah tropik perairan Iaut pesisir, karena kawasan ini memiliki nilai strategis berupa potensi sumberdaya alam dan sumberdaya
I. PENDAHULUAN. Kota Bandar Lampung adalah ibukota dari Provinsi Lampung yang merupakan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kota Bandar Lampung adalah ibukota dari Provinsi Lampung yang merupakan gabungan dari Kecamatan Tanjungkarang dan Kecamatan Telukbetung. Bandar Lampung merupakan daerah
I. PENDAHULUAN. Bandar Lampung sebagai kota pesisir, terletak pada posisi 5º20-5º31 LS
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bandar Lampung sebagai kota pesisir, terletak pada posisi 5º20-5º31 LS dan 105º10-105º22 BT, mempunyai berbagai permasalahan yang berkaitan dengan karakteristik wilayah
1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekosistem terumbu karang merupakan bagian dari ekosistem laut yang penting karena menjadi sumber kehidupan bagi beraneka ragam biota laut. Di dalam ekosistem terumbu
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kabupaten Kolaka merupakan salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Tenggara yang berada di wilayah pesisir dan memiliki potensi sumberdaya pesisir laut sangat
IJMS Indonesian Journal On Medical Science Volume 3 No 2 - Juli 2016
Pengaruh Perendaman Larutan Tomat (Solanum lycopersicum L.) Terhadap Penurunan Kadar Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Darah (Anadara granosa) The Effect of Soaking Solution Tomato (Solanum
PROFIL PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK KOTA PEKANBARU DARI TINJAUAN FISIS DAN KIMIA
PROFIL PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK KOTA PEKANBARU DARI TINJAUAN FISIS DAN KIMIA Putri, Afdal, Dwi Puryanti Laboratorium Fisika Bumi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
ANALISIS PENCEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL DI BADAN SUNGAI BABON KECAMATAN GENUK SEMARANG
ANALISIS PENCEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL DI BADAN SUNGAI BABON KECAMATAN GENUK SEMARANG Putri Budiastuti,Mursid Raharjo, Nikie Astorina Yunita Dewanti Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat
PENDAHULUAN. seperti analisis fisika dan kimia air serta biologi. Analisis fisika dan kimia air
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Penentuan kualitas suatu perairan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti analisis fisika dan kimia air serta biologi. Analisis fisika dan kimia air kurang memberikan
Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013, Halaman Online di:
Pengaruh Depurasi Terhadap Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium(Cd) dalam Jaringan Lunak Kerang Darah (Anadara granosa) Alam Setiawan *), Bambang Yulianto, Diah Permata Wijayanti Program Studi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Air merupakan unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup baik manusia,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora, fauna maupun makhluk hidup yang lain. Makhluk hidup memerlukan air tidak hanya sebagai
Konsentrasi (mg/l) Titik Sampling 1 (4 April 2007) Sampling 2 (3 Mei 2007) Sampling
Tabel V.9 Konsentrasi Seng Pada Setiap Titik Sampling dan Kedalaman Konsentrasi (mg/l) Titik Sampling 1 (4 April 2007) Sampling 2 (3 Mei 2007) Sampling A B C A B C 1 0,062 0,062 0,051 0,076 0,030 0,048
KANDUNGAN KADMIUM DAN SENG PADA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI PERAIRAN TRISAKTI BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN
42 KANDUNGAN KADMIUM DAN SENG PADA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI PERAIRAN TRISAKTI BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN CADMIUM AND ZINC CONTENT IN BAUNG FISH (Hemibagrus nemurus) IN TRISAKTI PORT, BANJARMASIN,
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Perumusan Masalah... 2 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian... 4 1.4 Hipotesis.... 5 1.5 Kerangka
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL (Pb) DAN LAJU KONSUMSI AMAN PADA KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal) DI SUNGAI DONAN CILACAP
157 ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL (Pb) DAN LAJU KONSUMSI AMAN PADA KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal) DI SUNGAI DONAN CILACAP ANALYSIS OF LEAD CONTENT (Pb) AND SAFE CONSUMPTION RATE OF MANGROVE CRAB (Scylla
PENDAHULUAN. sumberdaya kelautan yang sangat potensial untuk dikembangkan guna
PENDAHULUAN Latar Belakang Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumberdaya kelautan yang sangat potensial untuk dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
STUDI DAN EVALUASI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADNIUM (Cd) DI AIR DAN SEDIMEN PADA PERAIRAN SUNGAI KOTA TARAKAN
STUDI DAN EVALUASI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADNIUM (Cd) DI AIR DAN SEDIMEN PADA PERAIRAN SUNGAI KOTA TARAKAN 1) Darmiah dan 2) Ratno Achyani 1) Mahasiswa Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan yang merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi. Manusia menggunakan air untuk memenuhi
TUGAS AKHIR (SB )
TUGAS AKHIR (SB-091358) Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Juvenile Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) secara In-Situ di Kali Mas Surabaya Oleh : Robby Febryanto (1507 100 038) Dosen Pembimbing
