AUTOMATIC HEAD ROTATING SYSTEM PADA DIGITAL PET MEMANFAATKAN FACE DETECTION
|
|
|
- Deddy Muljana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 AUTOMATIC HEAD ROTATING SYSTEM PADA DIGITAL PET MEMANFAATKAN FACE DETECTION Hadriansa 1 dan Yosi Kristian 2 1 Teknik Informatika STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati 2 Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknik Surabaya [email protected] dan [email protected] ABSTRAK Deteksi wajah (face detection) dilakukan dengan menggunakan image asli yang di proses baik secara manual maupun secara real time. Mendeteksi wajah dilakukan dengan mengolah image asli dari hasil pengambilan kamera dengan resolusi standar 640x480. Mendeteksi image dengan output jumlah wajah yang dihasilkan diproses dengan menggunakan algoritma haar-like cascade yang dikembangkan oleh viola dan jones dengan menggunakan data testing yang sudah dibentuk dalam format xml. Bentuk wajah yang dideteksi merupakan bentuk frontal face. Untuk mengolah image dengan haar-like cascade dilakukan dengan mengubah nilai citra image menjadi warna keabuabuan (grayscale) kemudian dilakukan interpolasi. Hasil dari interpolasi dilakukan ekualiser histogram yang kemudian dilakukan deteksi jumlah wajah yang terdeteksi. Automatic head rotating system diterapkan dalam bentuk Robot dengan memanfaatkan face detection Robot berfungsi untuk mendeteksi dan mengenal wajah yang sudah diolah dan mengikuti wajah yang dianggap majikan secara real time. Kata kunci: Automatic head rotating system, face detection, haar-like cascade ABSTRACT Face detection is done by using an original image processed either manually or in a real time. Detecting the face is done by processing an original image from the camera taking with a standard resolution of 640x480. Detecting image with a face amount of output produced processed using haarlike cascade algorithm developed by viola and Jones. vit uses testing data has been established in xml format. The shape of the detected face is a frontal face shape. Process the image with haar-like cascade is done by changing the value of image becoming grayish color (grayscale) then interpolation. After that, equalizer detection histograms area applied on the result of the interpolation. The next step is the detection of detected face number. Automatic head rotating system is applied in the form of robots by using face detection. The robot is used to detect and recognize faces that have been processed and are considered to follow the employer faces in real time. Keywords: Automatic head rotating system, face detection, haar-like cascade 186
2 I. PENDAHULUAN Wajah adalah bagian dari muka yang memiliki telinga, hidung, mulut, dan mata yang berfungsi sebagai tanda pengenal orang, wajah juga biasa disebut dengan bagian depan dari kepala. Pada umumnya wajah digunakan untuk ekspresi wajah, penampilan serta identitas, tidak ada wajah pun yang serupa mutlak. Bahkan pada manusia kembar identik sekalipun Dalam penelitian ini penulis menggunakan algoritma haar-like cascade sebagai pendeteksi wajah (face detection) sebagai deteksi wajah. hasil deteksi dilakukan scanning pada digital pet. Digital per merupakan bentuk robot cerdas yang dapat mengikuti bentuk wajah manusia. II. HAAR LIKE CASCADE Secara umum Haar-like feature cascade digunakan dalam mendeteksi objek pada image digital. Nama haar merujuk pada suatu fungsi matematika (haar wavelet) yang terbentuk kotak. Awalnya pengolahan gambar hanya dengan melihat dari nilai RGB (Red Green Blue) setiap piksel. Namun metode ini ternyata tidaklah efektif. Viola dan jone yang kemudian mengembangkan dengannya sehingga terbentuk Haar-llike feature. Haar like feature memproses gambar dalam kotak-kotak, di mana dalam satu kotak terdapat beberapa piksel. Dalam setiap kotak kemudian diproses dan didapatkan perbedaan nilai (threshold) yang menandakan daerah gelap dan terang. Nilai - nilai threshold yang nantinya dijadikan dasar dalam image processing. Pada tahap pre-precessing image dilakukan proses scaling scaling, grayscaling, dan thresholding untuk menjadi inputan dalam metode haar like feature cascade. 1. Scalling Scaling merupakan proses mengubah ukuran citra digital, hal ini perlu dilakukan agar semua citra digital memiliki ukuran yang sama. Citra digital tersebut diperkecil dengan menggunakan metode interpolasi, metode ini menggunakan ratarata suatu region untuk mewakili region tersebut. Tabel 1. Citra asli Tabel 1 merupakan nilai citra asli untuk dilakukan proses interpolasi dengan membagi beberapa nilai setiap piksel, misalnya pada nilai piksel 121,159,211,177 akan dilakukan interpolasi sehingga bisa dijadikan 1 nilai piksel dengan menggunakan rumus interpolasi. Hasil dari interpolasi pada citra asli seperti pada tabel 3 di bawah ini. 187
3 Tabel 3. Citra Interpolasi ,5 86, ,75 113,25 147,5 161,5 152,75 138,25 79,5 158,75 Nilai piksel pada citra hasil interpolasi diperoleh rata-rata dari 4 nilai piksel citra asli. Dari ukuran 8x6 piksel citra asli dilaukan dengan interpolasi menjadi 4x3 piksel. misalnya pada piksel 121,159,211, dan 117 untuk mendapatkan hasil rata - rata (interpolasi ) ( )/ 4, dapat nilai 167, begitu pula dengan nilai piksel - piksel yang lain. Hasil dari perhitungan keseluruhan interpolasi dari citra asli menjadi jadi image interpolasi seperti pada tabel berikut ini. Tabel 4. Perbandingan Nilai Piksel Citra Asli dan Interpolasi Nilai piksel citra asli Nilai piksel cita hasil interpolasi ( )/4 167 ( )/4 103,5 ( )/4 86,75 ( )/4 186 ( )/4 149,75 ( )/4 113,25 ( )/4 147,5 ( )/4 161,5 ( )/4 152,75 ( )/4 138,25 ( )/4 79,5 ( ) 158,75 (a) 204 x 204 (b) 102x102 Gambar 1. Penskalaan citra dengan metode interpolasi 2. Grayscale Citra digital yang telah melalui proses penskalaan kemudian diubah menjadi citra dua warna dengan proses grayscaling. Proses pengubah citra RGB menjadi citra grayscaling. Proses pengubahan citra RGB menjadi grayscale adalah sebagai berikut. Misalkan suatu citra wajah memiliki nilai : R = 152 G = 132 B = 133 Maka nilai grayscale dari citra tersebut dapat dihitung seperti di bawah ini. 188
4 Berikut ini adalah citra hasil grayscaling: asli grayscale Gambar 2. Perubahan citra RGB menjadi graycale 3. Cascade clasifier Menurut para sumber buku, wajah merupakan salah satu bagian dari manusia yang memiliki ciri berbeda untuk setiap manusia. Pada penelitian ini digunakan metode haar cascade classifier sebagai metode untuk pengenalan wajah. Ada beberapa tahapan untuk menentukan pola wajah adalah sebagai berikut. a. Proses menentukan haar-like feature Haar-like fitur yaitu selisih dari jumlah piksel dari daerah di dalam persegi panjang. Contoh haar-like feature seperti pada gambar di bawah ini. Gambar 3. Contoh Haar-like feature Nilai Haar-like feature diperoleh dari selisih jumlah nilai piksel daerah gelap dengan jumlah piksel daerah terang... (1)... (2)... (3)... (4) b. Intergral Image Intergral image yaitu suatu teknik menghitung nilai fitur secara cepat dengan mengubah nilai dari setiap piksel menjadi suatu representasi citra baru, sebagaimana disajikan pada gambar berikut. Gambar 4. Integral image 189
5 Berdasarkan gambar 3. citra integral image pada titik pada titik dapat dicari menggunakan persamaan Keterangan... (5) Perhitungan nilai dari suatu fitur dapat dilakukan secara cepat dengan menghitung nilai citra integral pada empat buah titik seperti pada pada gambar berikut. Gambar 5. Perhitungan Nilai Fitur Jika nilai integral image titik 1 adalah A, titik 2 adalah A+B, titik A+C dan titik 4 adalah A+B+C+D, maka jumlah piksel di daerah D dapat diketahui dengan cara 4+1 (2+3). c. Algoritma adaboost learning Algoritma adaboost learning digunakan untuk meningkatkan kinerja klasifikasi dengan pembelajaran sederhana untuk menggabungkan banyak classifier lemah menjadi satu classifier kuat. Classifier adalah suatu jawaban benar dengan tingkat kebenaran yang kurang akurat. Sebuah classifier lemah inyatakan.... (6) adalah klasifikasi lemah, adalah parity ke j, adalah threshold ke j dan x adalah dimensi sub image, misalnya 24x24. Langkah-langkah untuk menentukan classifier yang kuat dinyatakan dalam suatu algoritma sebagai berikut: Diberikan contoh gambar ( dimana untuk contoh positif dan untuk contoh negatif, inisialisasi bobot dan adalah jumlah negatif dan positif. Untuk a. Menormalkan bobot sehingga adalah distribusi probabalitas... (7) b. Untuk setiap fitur, j melatih classifier, untuk setiap fitur tunggal. c. Kesalahan ( ) dievaluasi dengan bobot... (8) 190
6 d. Pilih classifier dengan error terkecil dimana untuk adalah klasifikasi benar, dan untuk yang lain. e. Perbaharui bobot: Dimana... (9) f. Dapatkan sebiah classfier kuat yaitu... (4) dimana cascade classifier adalah sebuah metode untuk mengkombinasi classifier yang kompleks dalam sebuah struktur bertingkat yang dapat meningkatkan kecepatan pendeteksian objek dengan menfokuskan pada daerah citra yang berpulang saja, Struktur cascade classifier seperti pada gambar berikut. True True True True Sub Image n False False False False No object Gambar 6. Cascade Clasifier Hasil pendeteksian wajah dengan haar like cascasde clasifier dapat dilihat seperti pada gambar berikut. Gambar 7. Hasil deteksi wajah 191
7 Driver Motor L289N Seminar Nasional Inovasi dalam Desain dan Teknologi - IDeaTech 2015 ISSN: III. PRINSIP KERJA ROBOT Robot bekerja dengan menggunakan penglihatan seperti manusia yang dapat melihat objek. Manusia dapat melihat dengan menggunakan mata sedangkan robot dapat melihat dengan menggunakan kamera, manusia dapat melihat jauh secara normal apabila mata manusia dalam kondisi normal. Robot juga dapat melihat dengan jauh terhadap objek yang dikenal sesuai dengan resolusi kamera yang digunakan. Bentuk pergerakan robot terhadap wajah yang dikenal sebagai berikut. 1. Pergerakan dengan posisi wajah di tengah window Bentuk pergerakan robot dengan posisi wajah di tengah window, robot bergerak lurus dengan dengan kecepatan Roda motor A dan roda motor B sama, sedangkan posisi motor servo pada leher sama, dan posisi motor servo kepala mengikuti nilai jarak wajah yang dideteksi seperti pada gambar berikut. Wajah Image Asli Motor A Raspberry Pi Motor B Driver Motor L289N Gambar 8. Robot bergerak lurus 2. Pergerakan dengan posisi pergeseran wajah ke kanan Pada pergerakan ini di mana wajah majikan bergeser ke kanan dari posisi tengah, robot bergerak dan mengikuti pergerakan wajah majikan seperti pada gambar berikut. Wajah Motor A Raspberry Pi Motor B Gambar 9. Robot bergerak ke kanan 192
8 Driver Motor L289N Motor B Motor A Seminar Nasional Inovasi dalam Desain dan Teknologi - IDeaTech 2015 ISSN: Jika pergerakan wajah yang dideteksi robot bergerak mengikuti wajah. pada posisi pergerakan motor A berputar searah dengan jarum jam (maju) dan motor B berputar berlawanan dengan jarum jam (mundur). Pergerakan motor servo leher dan juga motor servo kepala mengalami pergerakan. Pada pergerakan robot tidak hanya perubahan pergerakan motor DC dan motor servo tetapi juga deteksi terhadap objek berpengaruh terhadap kamera, karena lebar dan tinggi jendela window terhadap kamera terbatas. Perubahan kamera jendela window dapat dilihat seperti pada gambar berikut. Wajah Motor A Raspberry Pi Motor B Gambar 10. Perubahan window terhadap kamera 3. Pergerakan dengan posisi pergeseran wajah ke kiri Pergerakan ini di mana wajah bergeser ke kiri dari posisi tengah, pergerakan robot sama seperti pergerakan posisi ke kanan, yang membedakan hanya perputaran motor pada robot begitu pula dengan pergerakan servo motor leher dan servo motor kepala. Robot bergerak dan mengikuti pergerakan wajah seperti pada gambar berikut. Wajah Raspberry Pi Driver Motor L289N Gambar 11. Robot bergerak ke kiri 193
9 IV. IMPELEMENTASI ROBOT BERODA Pada bagian ini menggambarkan tentang cara melakukan scanning wajah dengan cara pergerakan mengikuti wajah yang terdeteksi. Robot bekerja mencari dan mengikuti wajah yang terdeteksi dengan menggunakan motor DC, Motor Servo dan Raspberry PI, serta Webcame, dari keempat perangkat keras tersebut yang paling penting adalah Raspberry Pi. Karena Raspberry Pi merupakan Otak dari robot tersebut di mana dalam melakukan pergerakan dikendalikan menggunakan Raspberry Pi. Berikut bentuk rangkaian Robot Power Bank Kamera Batterai Lipo Raspberry Pi kepala leher Driver motor L289N Motor DC Roda B Motor DC Roda A Gambar 8. Rangkaian robot beroda Untuk melakukan scanning wajah ada beberapa tahapan yang dilakukan yaitu dengan menentukan posisi objek wajah yang terdeteksi. Robot bekerja dengan menggunakan penglihatan seperti manusia yang dapat melihat objek. Manusia dapat melihat dengan menggunakan mata sedangkan robot dapat melihat dengan menggunakan kamera, Manusia dapat melihat jauh secara normal apabila mata manusia dalam kondisi normal. Robot juga dapat melihat dengan jauh terhadap objek yang dikenal sesuai dengan resolusi kamera yang digunakan. Bentuk pergerakan robot terhadap wajah yang deteksi sebagai berikut. 1. Pergerakan dengan posisi wajah yang terdeteksi di tengah window Bentuk pergerakan robot dengan posisi wajah di tengah window, robot bergerak lurus dengan dengan kecepatan Roda motor A dan roda motor B sama, sedangkan posisi motor servo pada leher sama, dan posisi motor servo kepala mengikuti nilai jarak wajah yang dideteksi seperti pada gambar berikut. Gambar 9. Robot bergerak lurus 194
10 2. Pergerakan dengan posisi pergeseran wajah ke kanan Pada pergerakan ini di mana wajah yang terdeteksi bergeser ke kanan dari posisi tengah, robot bergerak dan mengikuti pergerakan wajah yang terdeteksi seperti pada gambar berikut. Gambar 10. Robot bergerak ke kanan 3. Pergerakan dengan posisi pergeseran wajah ke kiri Pergerakan ini di mana wajah yang terdeteksi bergeser ke kanan dari posisi tengah, pergerakan robot sama seperti pergerakan posisi kanan, yang membedakan hanya perputaran motor pada robot begitu pula dengan pergerakan servo motor leher dan servo motor kepala. Robot bergerak dan mengikuti pergerakan wajah yang terdeteksi seperti pada gambar berikut. Gambar 6. Robot bergerak ke kiri IV. PENUTUP Dalam penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa facedetection dengan menggunakan haar like cascade dapat diselesaikan dengan baik dengan cepat, kemampuan dalam mendeteksi image wajah tergantung dengan nilai ukuran piksel yang dihasilkan. Robot dapat melakukan scanning wajah secara acak tanpa membatasi nilai wajah yang terdeteksi. Implementasi haar like cascade berjalan dengan baik dengan menggunakan komputer mini Raspberry Pi. Dengan kamera standar ukuran 640 x 480 dapat mengolah image dan mendeteksi objek wajah dengan jarak 1 sampai 2 meter. Selain itu nilai grayscale terhadap image berpengaruh pada proses deteksi wajah. Untuk pengembangan penelitian ini sebaiknya gunakan kamera dengan resolusi lebih besar, gunakan perangkat hadware yang lebih tinggi Seed-nya seperti Eda Board. 195
11 V. DAFTAR PUSTAKA [1] Paul viola.michael jones Rapid Object Detection using a Boosted Cascade of Simple Features. IEEE [2] R. Lienhart and J. Maydt. An Extended Set of Haar-like Features for Rapid Object Detection. In Int. Conf. on Image Processing (ICIP 01), pages 73 76, Thessaloniki, 2001 [3] Gary Bradski & Adrian Kaehler O Reilly (2008), Learning OpenCV, O REILLY Media. [4] Z. Zhang (2008), Implementation and Research of Embedded Face Detection using Adaboost, Shanghai JiaoTong University, China [5] Z. Zeng, Y. Fu, G. I. Roisman, Z.Wen, Y. Hu, and T. S. Huang, Spontaneous emotional facial expression detection, J. Multimedia, vol. 1,no. 5, pp. 1 8, Aug [6] ] M. Richardson and S. Wallace, Getting Started with Raspberry Pi, 1st ed. Orelly,Media, U.S.A: 2012, [7] R. P. Website. The making of pi, [8] Open Computer Vision Library [Electronic resource], [9] Raspberry Pi camera module setup 196
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem pengenalan wajah adalah aplikasi dari pengolahan citra yang dapat mengidentifikasi seseorang melalui citra digital atau frame video. Sistem pengenalan wajah
DETEKSI DAN REPRESENTASI FITUR MATA PADA SEBUAH CITRA WAJAH MENGGUNAKAN HAAR CASCADE DAN CHAIN CODE
DETEKSI DAN REPRESENTASI FITUR MATA PADA SEBUAH CITRA WAJAH MENGGUNAKAN HAAR CASCADE DAN CHAIN CODE Riandika Lumaris dan Endang Setyati Teknologi Informasi Sekolah Tinggi Teknik Surabaya [email protected]
Pengenalan Bahasa Isyarat Tangan Menggunakan Metode PCA dan Haar-Like Feature
Pengenalan Bahasa Isyarat Tangan Menggunakan Metode PCA dan Haar-Like Feature Dosen Pembimbing : 1) Prof.Dr.Ir. Mauridhi Hery Purnomo M.Eng. 2) Dr. I Ketut Eddy Purnama ST., MT. Oleh : ATIK MARDIYANI (2207100529)
Aplikasi Sensor Vision untuk Deteksi MultiFace dan Menghitung Jumlah Orang
Aplikasi Sensor Vision untuk Deteksi MultiFace dan Menghitung Jumlah Orang RD. Kusumanto 1, Wahyu S. Pambudi 2, Alan N. Tompunu 1 1 Jurusan Teknik Komputer, Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang 30139
Prototype Pendeteksi Jumlah Orang Dalam Ruangan
e-issn: 2528-4053 36 Prototype Pendeteksi Jumlah Orang Dalam Ruangan Nesi Syafitri 1, Adri 2 1,2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau E-mail: [email protected], [email protected]
IMPLEMENTASI FACE IDENTIFICATION DAN FACE RECOGNITION PADA KAMERA PENGAWAS SEBAGAI PENDETEKSI BAHAYA
IMPLEMENTASI FACE IDENTIFICATION DAN FACE RECOGNITION PADA KAMERA PENGAWAS SEBAGAI PENDETEKSI BAHAYA IMPLEMENTATION OF FACE IDENTIFICATION AND FACE RECOGNITION ON SECURITY CAMERA AS THREAT DETECTOR Panji
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Sistem vision yang akan diimplementasikan terdiri dari 2 bagian, yaitu sistem perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat lunak yang digunakan dalam sistem vision ini adalah
Sistem Deteksi Wajah Dengan Modifikasi Metode Viola Jones
Jurnal Emitor Vol.17 No. 01 ISSN 1411-8890 Sistem Deteksi Wajah Dengan Modifikasi Metode Viola Jones Adinda Rizkita Syafira Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Surakarta,
pengambilan citra video, pemrosesan citra pada setiap frame,, pendeteksian objek
BAB IV MODEL SISTEM 4.1. Model Sistem Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi yang dapat mengolah citra yang diambil dari kamera video, dan menganalisisnya untuk mengetahui keberadaan suatu objek. Ada beberapa
APLIKASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA
APLIKASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA Anita T. Kurniawati dan Afrilyan Ruli Dwi Rama Teknik Informatika-ITATS, Jl. Arief Rahman Hakim 100 Surabaya Email:
APLIKASI DETEKSI WAJAH PEGAWAI BUS TRANS SEMARANG MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE
Techno.COM, Vol. 15, No. 2, Mei 2016: 99-108 APLIKASI DETEKSI WAJAH PEGAWAI BUS TRANS SEMARANG MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE Satria Wira Pradana 1, T. Sutojo 2, Novi Hendriyanto 3 1,2,3 Jurusan Teknik Informatika-S1,
PERANCANGAN dan REALISASI FACETRACKER WEBCAM MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE BERBASIS RASPBERRY PI 2
PERANCANGAN dan REALISASI FACETRACKER WEBCAM MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE BERBASIS RASPBERRY PI 2 Disusun oleh : Steven Christian Santosa (1222038) Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
BAB II LANDASAN TEORI. Pengolahan Citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan menggunakan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Citra Citra adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Ditinjau dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi menerus dan intensitas cahaya pada bidang dwimatra
PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI
PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI Nadia R.W (0822084) Email: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof. Drg.
APLIKASI MENGHITUNG JUMLAH KENDARAAN RODA EMPAT MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA JONES PROPOSAL SKRIPSI
APLIKASI MENGHITUNG JUMLAH KENDARAAN RODA EMPAT MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA JONES PROPOSAL SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA
APLIKASI DETEKSI WAJAH PEGAWAI BUS TRANS SEMARANG
APLIKASI DETEKSI WAJAH PEGAWAI BUS TRANS SEMARANG Satria Wira Pradana 1, T. Sutojo, S.Si, M.Kom 2 1,2 Jurusan Teknik Informatika-S1, Fakultas Ilmu Komputer, Uniersitas Dian Nuswantoro Semarang Jl. Nakula
PERANCANGAN APLIKASI DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA-JONES
PERANCANGAN APLIKASI DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA-JONES TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan
BAB III METODE PENELITIAN. melacak badan manusia. Dimana hasil dari deteksi atau melacak manusia itu akan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Model Pengembangan Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat sebuah aplikasi untuk mengatur kontras pada gambar secara otomatis. Dan dapat meningkatkan kualitas citra
PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE VIOLA JONES PADA INTELLIGENT HOME SECURITY SKRIPSI
PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE VIOLA JONES PADA INTELLIGENT HOME SECURITY SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna meraih gelar Sarjana Strata I Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. Tahap & Hasil Langkah Penelitian Literatur & Referensi. Memahami konsep deteksi wajah
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini berisi tentang analisis dan perancangan terhadap permasalahan yang sedang diteliti seperti analisis kebutuhan data dan informasi serta teknik dan peralatan yang
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
68 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Algoritma Pengujian dilakukan untuk mendapatkan algoritma yang paling optimal dari segi kecepatan dan tingkat akurasi yang dapat berjalan secara real time pada smartphone
SISTEM PELACAKAN WAJAH METODE HAAR
SISTEM PELACAKAN WAJAH METODE HAAR Endah Sudarmilah Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta Email : [email protected] Abstrak. Penelitian deteksi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Computer Vision terutama dalam bidang pengenalan wajah berkembang pesat, hal ini tidak terlepas dari pesatnya
DETEKSI WAJAH METODE VIOLA JONES PADA OPENCV MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PYTHON
DETEKSI WAJAH METODE VIOLA JONES PADA OPENCV MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PYTHON Dedi Ary Prasetya 1, Imam Nurviyanto 2 1,2 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Face Recognition Face recognition dapat dipandang sebagai masalah klasifikasi pola dimana inputnya adalah citra masukan dan akan ditentukan output yang berupa label kelas dari
Aplikasi Rekursifitas pada Algoritma Viola Jones
Aplikasi Rekursifitas pada Algoritma Viola Jones Maulana Akmal - 13516084 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
HUMAN COUNTER DENGAN METODE FACE DETECTION MENGGUNAKAN OPENCV PADA PLATFORM ANDROID TUGAS AKHIR
HUMAN COUNTER DENGAN METODE FACE DETECTION MENGGUNAKAN OPENCV PADA PLATFORM ANDROID TUGAS AKHIR Sebagai Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang
Sistem Deteksi Wajah dengan Menggunakan Metode Viola-Jones
Sistem Deteksi Wajah dengan Menggunakan Metode Viola-Jones M. Dwisnanto Putro Mahasiswa Magister Instrumentasi Teguh Bharata Adji Staf Pengajar Jurusan Teknik Bondhan Winduratna Staf Pengajar Jurusan Teknik
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengolahan citra digital merupakan salah satu subjek dari teknologi informasi yang sangat menarik dan menantang saat ini. Proses pengolahan citra digital bertujuan
APLIKASI PENGOLAHAN CITRA SEBAGAI PENDETEKSI JARI PADA VIRTUAL KEYPAD
APLIKASI PENGOLAHAN CITRA SEBAGAI PENDETEKSI JARI PADA VIRTUAL KEYPAD Akuwan Saleh, Haryadi Amran D, Ahmad Bagus L Dept. Teknik Elektro, Program Studi Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI KAMERA DETEKSI KEMACETAN JALAN RAYA DENGAN CITRA PANORAMA
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI KAMERA DETEKSI KEMACETAN JALAN RAYA DENGAN CITRA PANORAMA DESIGN AND IMPLEMENTATION APPLICATION TRAFFIC JAM DETECTION USING CAMERA ON HIGHWAY WITH PANORAMIC IMAGE
Deteksi Jenis Kendaraan di Jalan Menggunakan OpenCV
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-296 Deteksi Jenis di Jalan Menggunakan OpenCV Alvin Lazaro, Prof. Dr. Ir. Joko Lianto Buliali, M.Sc., Bilqis Amaliah S.Kom.,
NASKAH PUBLIKASI DETEKSI WAJAH DENGAN METODE VIOLA JONES PADA OPENCV MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PYTHON
NASKAH PUBLIKASI DETEKSI WAJAH DENGAN METODE VIOLA JONES PADA OPENCV MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PYTHON Disusun untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Jones, kami membuat sebuah aplikasi sederhana, dengan spesifikasi perangkat lunak
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Aplikasi Pengujian Untuk menguji kecepatan dan keakuratan metode pendeteksian wajah Viola Jones, kami membuat sebuah aplikasi sederhana, dengan spesifikasi perangkat
SISTEM INTERAKSI MANUSIA DAN ROBOT MENGGUNAKAN DETEKSI WAJAH REAL TIME DENGAN METODE HAAR CASCADE CLASSIFIER UNTUK SALES PROMOTION ROBOT
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2,.2 Agustus 2015 Page 2206 SISTEM INTERAKSI MANUSIA DAN ROBOT MENGGUNAKAN DETEKSI WAJAH REAL TIME DENGAN METODE HAAR CASCADE CLASSIFIER UNTUK SALES PROMOTION
MEMBANDINGKAN CITRA DIGITAL UNTUK MEMPREDIKSI KETERHUBUNGANNYA
A7 Seminar Nasional Teknologi Informasi 2016 MEMBANDINGKAN CITRA DIGITAL UNTUK MEMPREDIKSI KETERHUBUNGANNYA Pradita Chandra Kurniawan 1) Yulius Denny Prabowo 2) Teknik Informatika Institut Teknologi dan
ESTIMASI FUNGSI SPASIAL PADA IDENTIFIKASI FITUR WAJAH
ESTIMASI FUNGSI SPASIAL PADA IDENTIFIKASI FITUR WAJAH Akhyar 1*, Risanuri Hidayat 1, Bimo Sunarfri Hantono 1 1 Department of Electrical Engineering and Information Technology, Universitas Gadjah Mada *
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI RINTANGAN MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE PADA BRAIN-CONTROLLED WHEELCHAIR
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI RINTANGAN MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE PADA BRAIN-CONTROLLED WHEELCHAIR Aristian Jovianto Yunus NRP : 1322022 e-mail : [email protected] ABSTRAK
PELACAKAN PUPIL MATA SECARA REAL-TIME MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE
Seminar Nasional Teknologi Informasi, Bisnis, dan Desain 016 STMIK Politeknik PalComTech, 1 Mei 016 PELACAKAN PUPIL MATA SECARA REAL-TIME MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE Alan Novi Tompunu 1), Ahmad
PELACAKAN PUPIL MATA SECARA REAL-TIME MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE
Seminar Nasional Teknologi Informasi, Bisnis, dan Desain 016 STMIK Politeknik PalComTech, 1 Mei 016 PELACAKAN PUPIL MATA SECARA REAL-TIME MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE Alan Novi Tompunu 1), Ahmad
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Permasalahan Aplikasi ini tergolong sebagai sistem kecerdasan buatan karena akan menggantikan peran seseorang yang mampu mengenali ekspresi wajah. Tiga ekspresi
PERANCANGAN SISTEM ROBOT MOBIL PENDETEKSI BOLA TENIS MEJA
PERANCANGAN SISTEM ROBOT MOBIL PENDETEKSI BOLA TENIS MEJA Ario Witjakso 1 ; Puspita Harum Larasati 2 ; Andi Nurdiansah 3 ; Nathaniel 4 Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, BINUS University
KLASIFIKASI OBJEK KENDARAAN MENGGUNAKAN HAAR CASCADE CLASSIFIER TUGAS AKHIR
KLASIFIKASI OBJEK KENDARAAN MENGGUNAKAN HAAR CASCADE CLASSIFIER TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang Moch
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas teori yang berkaitan dengan pemrosesan data untuk sistem pendeteksi senyum pada skripsi ini, meliputi metode Viola Jones, konversi citra RGB ke grayscale,
RANCANG BANGUN CAMERA FACE TRACKER DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE DAN PID
JURNAL INTEGRASI Vol. 5, No. 1, 2013, 44-52 ISSN: 2085-3858 Article History Received February, 2013 Accepted March, 2013 RANCANG BANGUN CAMERA FACE TRACKER DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE DAN
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA. Sistem Identifikasi Teroris Dengan Pelacakan Dan Pengenalan Wajah
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA Sistem Identifikasi Teroris Dengan Pelacakan Dan Pengenalan Wajah Oleh : Endah Sudarmilah, S.T, M.Eng Umi Fadlillah, S.T Dibiayai oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah
Rancang Bangun Prototipe Aplikasi Pengenalan Wajah untuk Sistem Absensi Alternatif dengan Metode Haar Like Feature dan Eigenface
Rancang Bangun Prototipe Aplikasi Pengenalan Wajah untuk Sistem Absensi Alternatif dengan Metode Haar Like Feature dan Eigenface Wahyu Sulistiyo, Budi Suyanto, Idhawati Hestiningsih, Mardiyono, Sukamto
Pengembangan Program Simulator Frame Kacamata Secara Real-Time 3D Face Tracking dengan Menggunakan Augmented Reality
Pengembangan Program Simulator Frame Kacamata Secara Real-Time 3D Face Tracking dengan Menggunakan Augmented Reality Endang Setyati Information Technology Department Sekolah Tinggi Teknik Surabaya [email protected],
Sistem Pengenalan Wajah Secara Real-Time dengan Adaboost, Eigenface PCA & MySQL
179 Sistem Pengenalan Secara Real-Time dengan Adaboost, Eigenface PCA & MySQL Dodit Suprianto, Rini Nur Hasanah, Purnomo Budi Santosa Abstrak Aplikasi sistem pengenalan wajah secara real time dapat ditemukan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem dimulai dari penempatan posisi kamera dengan posisi yang
23 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Deskripsi Sistem Perancangan sistem dimulai dari penempatan posisi kamera dengan posisi yang sesuai kemudian dihubungkan dengan komputer yang akan mengolah gambar seperti
PEMBUATAN APLIKASI PEMINDAI UANG KERTAS DENGAN ALGORITMA VIOLA-JONES
Seminar Nasinal Teknlgi Infrmasi dan Multimedia 2016 PEMBUATAN APLIKASI PEMINDAI UANG KERTAS DENGAN ALGORITMA VIOLA-JONES Sidik Hadi Kurniadi1), Akhmad Adi Edvant2) 1), 2) Teknik Infrmatika STMIK AMIKOM
Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel
1 Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel Andi Muhammad Ali Mahdi Akbar, Arief Kurniawan, Ahmad Zaini Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri Institut
FACETRACKER MENGGUNAKAN METODE HAAR LIKE FEATURE DAN PID PADA MODEL SIMULASI
FACETRACKER MENGGUNAKAN METODE HAAR LIKE FEATURE DAN PID PADA MODEL SIMULASI Wahyu Setyo Pambudi Bon Maria Nurintan Simorangkir Jurusan Teknik Elektro, Universitas Internasional Batam Abstrack Computer
PENDETEKSIAN BAGIAN TUBUH MANUSIA UNTUK FILTER PORNOGRAFI DENGAN METODE VIOLA-JONES
PENDETEKSIAN BAGIAN TUBUH MANUSIA UNTUK FILTER PORNOGRAFI DENGAN METODE VIOLA-JONES Benny Senjaya 1 ; Alexander A S Gunawan 2 ; Jerry Pratama Hakim 2 1 Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Binus
ORIENTASI CITRA SECARA OTOMATIS BERDASARKAN KEBERADAAN WAJAH MENGGUNAKAN FITUR HAAR-LIKE
pissn: 2442-3386 eissn: 2442-4293 Vol 1 No 1 January 2015, 1-6 ORIENTASI CITRA SECARA OTOMATIS BERDASARKAN KEBERADAAN WAJAH MENGGUNAKAN FITUR HAAR-LIKE Ahmad Hifdhul Abror 1, Handayani Tjandrasa 2 1 Pusat
TUGAS AKHIR FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN METODE VIOLA & JONES
TUGAS AKHIR HALAMAN JUDUL FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN METODE VIOLA & JONES Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh : Nama : Akhmad Amirushufi
FACE TRACKING DAN DISTANCE ESTIMATION PADA REALTIME VIDEO MENGGUNAKAN 3D STEREO VISION CAMERA
FACE TRACKING DAN DISTANCE ESTIMATION PADA REALTIME VIDEO MENGGUNAKAN 3D STEREO VISION CAMERA Edy Winarno¹, Agus Harjoko² ¹ Program Studi Teknik Informatika FTI Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang
BAB II LANDASAN TEORI. Kamera web (singkatan dari web dan camera) merupakan sebuah media
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Webcam Kamera web (singkatan dari web dan camera) merupakan sebuah media yang berorientasi pada image dan video dengan resolusi tertentu. Umumnya webcam adalah sebuah perngkat
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Berikut adalah beberapa definisi dari citra, antara lain: rupa; gambar; gambaran (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebuah fungsi dua dimensi, f(x, y), di mana x dan y adalah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini membahas tentang teori penunjang dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penerapan viola-jones untuk pendeteksian manusia. 2.1. Computer Vision Computer Vision merupakan
Korelasi Jarak Wajah Terhadap Nilai Akurasi Pada Sistem Pengenalan Wajah Menggunakan Stereo Vision Camera
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 7 Korelasi Jarak Wajah Terhadap Nilai Akurasi Pada Sistem Pengenalan Wajah Menggunakan Stereo Vision Camera Edy Winarno *), Wiwien
Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) PEMBANGUNAN VIRTUAL MIRROR EYEGLASSES MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY
79 PEMBANGUNAN VIRTUAL MIRROR EYEGLASSES MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY Zaid Arham 1, Nelly Indriani W. 2 1,2 Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer - Universitas Komputer
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya untuk mengidentifikasikan masalah
PEMODELAN WAJAH BAYI DENGAN MENGGUNAKAN ACTIVE SHAPE MODEL UNTUK PENDETEKSI KOMPONEN WAJAH
PEMODELAN WAJAH BAYI DENGAN MENGGUNAKAN ACTIVE SHAPE MODEL UNTUK PENDETEKSI KOMPONEN WAJAH Reddy Alexandro Harianto (1), Handayani Tjandrasa (2) Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tubuh Manusia Tubuh manusia merupakan salah satu objek pendeteksian yang sedang populer, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya jurnal mengenai perancangan program pendeteksian
APLIKASI ANDROID DETEKSI MATA MENGGUNAKAN METODE VIOLA-JONES
APLIKASI ANDROID DETEKSI MATA MENGGUNAKAN METODE VIOLA-JONES Ibrahim Sidik Nugraha 1, Muljono, S.Si, M.Kom 2 Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika 1, Dosen Pembimbing 2 Teknik Informatika Universitas Dian
SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL (PROPOSAL SKRIPSI) diajukan oleh. NamaMhs NIM: XX.YY.ZZZ. Kepada
SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL (PROPOSAL SKRIPSI) diajukan oleh NamaMhs NIM: XX.YY.ZZZ Kepada JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA STMIK STIKOM BALIKPAPAN LEMBAR PERSETUJUAN Proposal Skripsi
PERBAIKAN ORIENTASI CITRA BERDASARKAN KEBERADAAN MANUSIA MENGGUNAKAN FITUR GRADIEN DAN HAAR-LIKE
PERBAIKAN ORIENTASI CITRA BERDASARKAN KEBERADAAN MANUSIA MENGGUNAKAN FITUR GRADIEN DAN HAAR-LIKE Ahmad Hifdhul Abror 1) Handayani Tjandrasa 2) 1) Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data 1) Universitas
ABSTRAK. Kata kunci: pengenalan wajah, perangkat keamanan, sistem benam. vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Laporan penelitian ini berisi mengenai pengembangan sebuah perangkat keamanan mobil yang berfungsi mencegah akses orang yang tidak berwenang dalam menghidupkan mesin mobil. Perangkat ini merupakan
REALISASI SISTEM PENJEJAKAN WAJAH DENGAN ALGORITMA FISHERFACE BERBASIS RASPBERRY PI ABSTRAK
REALISASI SISTEM PENJEJAKAN WAJAH DENGAN ALGORITMA FISHERFACE BERBASIS RASPBERRY PI Disusun oleh : Natalio Andor Pangihutan Sihite (1022052) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen
Pengembangan Sistem Konversi Citra ke G-Code untuk Aplikasi Manufaktur
Pengembangan Sistem Konversi Citra ke G-Code untuk Aplikasi Manufaktur Retno Tri Wahyuni, Djoko Purwanto, Tri Arief Sardjono Program Studi Teknik Elektro, Program Pascasarjana ITS Kampus ITS, Sukolilo,
REALISASI SISTEM DETEKSI RASA KANTUK BERDASARKAN DURASI KEDIPAN MATA SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN METODE VIOLA-JONES
REALISASI SISTEM DETEKSI RASA KANTUK BERDASARKAN DURASI KEDIPAN MATA SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN METODE VIOLA-JONES Avrian Andreas Marjono NRP : 1222006 e-mail : [email protected] ABSTRAK Rasa
PENGENDALI POINTER DENGAN GAZE TRACKING MENGGUNAKAN METODE HAAR CLASSIFIER SEBAGAI ALAT BANTU PRESENTASI (EYE POINTER)
PENGENDALI POINTER DENGAN GAZE TRACKING MENGGUNAKAN METODE HAAR CLASSIFIER SEBAGAI ALAT BANTU PRESENTASI (EYE POINTER) Edi Satriyanto ([email protected]) Fernando Ardilla Risa Indah Agustriany Lubis Politeknik
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Implementasi dan Evaluasi yang dilakukan penulis merupakan implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak dari sistem secara keseluruhan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Kerangka Pikir Pengenalan wajah merupakan suatu teknologi dalam dunia kecerdasan buatan agar komputer dapat meniru kemampuan otak manusia dalam mendeteksi dan mengenali
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KEAMANAN PINTU BERBASIS PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE EIGENFACE
110 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KEAMANAN PINTU BERBASIS PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE EIGENFACE Derian Indra Bramantio 1, Erwin Susanto 2, Ramdhan Nugraha 3 1, 2, 3 Fakultas Teknik Elektro, Universitas
Jaringan Syaraf Tiruan Perambatan Balik Untuk Pengenalan Wajah
30 Jurnal Sistem Informasi Bisnis 01(2016) On-line : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jsinbis Jaringan Syaraf Tiruan Perambatan Balik Untuk Pengenalan Wajah Nahdi Saubari a*, R. Rizal Isnanto b, Kusworo
PELACAKAN DAN DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN VIDEO LANGSUNG PADA WEBCAM ABSTRAK ABSTRACT
PELACAKAN DAN DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN VIDEO LANGSUNG PADA WEBCAM Dhanar Intan Surya Saputra 1, Wahyu Septi Anjar 2, Kurnia Aswin Nuzul Ramadhan 3, Riki Aji Pamungkas 4 1234 Program Studi Teknik Informatika
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Adapun spesifikasi komputer yang digunakan pada aplikasi penelitian pengenalan ekspresi wajah ini seperti pada tabel Tabel 4.1 Spesifikasi
PENERAPAN GRABBER PADA OPTICAL FLOW UNTUK MENGGERAKKAN CURSOR MOUSE MENGGUNAKAN BOLPOIN
PENERAPAN GRABBERPADA OPTICAL FLOWUNTUK MENGGERAKKAN CURSORMOUSEMENGGUNAKAN BOLPOIN PENERAPAN GRABBER PADA OPTICAL FLOW UNTUK MENGGERAKKAN CURSOR MOUSE MENGGUNAKAN BOLPOIN Anton Setiawan Honggowibowo,
SISTEM IDENTIFIKASI WAJAH MANUSIA BERDASARKAN GENDER DAN USIA
SISTEM IDENTIFIKASI WAJAH MANUSIA BERDASARKAN GENDER DAN USIA Bayu Tri Wibowo 1 Karmilasari 2 1,2 Teknik Informatika Universitas Gunadarma, 1 [email protected] 2 [email protected] Abstrak
Deteksi Senyum Menggunakan Fitur Gabor dan Histograms of Oriented Gradients pada Bagian Mulut, Hidung, dan Mata
Deteksi Senyum Menggunakan Fitur Gabor dan Histograms of Oriented Gradients pada Bagian Mulut, Hidung, dan Mata Berty Chrismartin Lumban Tobing Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Depok [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang melakukan proses data mulai dari pengolahan citra otak hingga menghasilkan output analisa
Navigasi Perangkat Lunak ebook Reader Berbasis Mobile Menggunakan Fitur Face Tracking
Navigasi Perangkat Lunak ebook Reader Berbasis Mobile Menggunakan Fitur Face Tracking Rikza Azriyan, Saparudin, dan Reza Firsandaya Malik Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
BAB 1 PENDAHULUAN. Manusia memiliki insting untuk berinteraksi satu sama lain demi mencapai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia memiliki insting untuk berinteraksi satu sama lain demi mencapai suatu tujuan, dan dalam interaksi itu, mengintepretasi kondisi emosional menjadi penting dalam
Realisasi Robot Yang Mengikuti Objek Bergerak Menggunakan Kamera Wireless via Wifi
Realisasi Robot Yang Mengikuti Objek Bergerak Menggunakan Kamera Wireless via Wifi M. Rifki.M / 0522043 E-mail : [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jalan Prof. Drg. Suria Sumantri
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penlitian eksperimen, dengan tahapan penelitian sebagai berikut: 1. Pengumpulan Data Tahap ini dilakukan sebagai langkah
PENGENALAN WAJAH DENGAN PERBANDINGAN HISTOGRAM
PENGENALAN WAJAH DENGAN PERBANDINGAN HISTOGRAM Endah Sudarmilah Jurusan Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A Yani Tromol Pos 1 pabelan Kartasura 57102
PEMANFAATAN REAL-TIME FACE TRACKING DALAM APLIKASI AUGMENTED REALITY FRAME KACAMATA ABSTRAK
PEMANFAATAN REAL-TIME FACE TRACKING DALAM APLIKASI AUGMENTED REALITY FRAME KACAMATA 1 Endang Setyati, 2 David Alexandre Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknik Surabaya 1 [email protected], 2 [email protected]
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Pengembangan Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi fitur yang terdapat pada karakter citra digital menggunakan metode diagonal
BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut sudah terintegrasi dengan komputer, dengan terintegrasinya sistem tersebut
TRANSLASI BAHASA ISYARAT
TRANSLASI BAHASA ISYARAT Juniar Prima Rakhman), Nana Ramadijanti, S.Kom, M.Kom), Edi Satriyanto S.Si, M.Si) Jurusan Teknik Informatika, PENS ITS Surabaya Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60 08050 E-mail :
SAMPLING DAN KUANTISASI
SAMPLING DAN KUANTISASI Budi Setiyono 1 3/14/2013 Citra Suatu citra adalah fungsi intensitas 2 dimensi f(x, y), dimana x dan y adalahkoordinat spasial dan f pada titik (x, y) merupakan tingkat kecerahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan teknologi yang amat pesat, menuntut pula adanya otomatisasi dan efisiensi dalam memperoleh informasi. Hal ini didukung pula oleh perkembangan mobile
SISTEM KONTROL GERAK SEDERHANA PADA ROBOT PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS KAMERA DAN PENGOLAHAN CITRA
SISTEM KONTROL GERAK SEDERHANA PADA ROBOT PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS KAMERA DAN PENGOLAHAN CITRA Dirvi Eko Juliando Sudirman 1) 1) Teknik Komputer Kontrol Politeknik Negeri Madiun Jl Serayu No. 84, Madiun,
