PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA
|
|
|
- Yenny Dharmawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA Jl. PANGERAN ANTASARI, NO.1 TELP. (0511) , FAX (0511) , WEBSITE : MARABAHAN ======================================================= LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (LPPD) KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2013 Marabahan, 28 Pebruari 2014
2 DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Dasar Hukum... 2 B. Gambaran Umum Daerah Kondisi Geografis Kabupaten Barito Kuala Gambaran Umum Dermografis Kondisi Ekonomi Daerah a. Aspek Kondisi Fisik Daerah b. Potensi Unggulan Daerah c. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) A. Visi dan Misi B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah C. Prioritas Daerah BAB III URUSAN DESENTRALISASI A. Prioritas Urusan Wajib Yang Dilaksanakan Urusan Pendidikan Urusan Kesehatan Urusan Lingkungan Hidup Urusan Pekerjaan Umum Urusan Penataan Ruang Urusan Perencanaan Pembangunan Urusan Perumahan Urusan Kepemudaan dan Olahraga Urusan Penanaman Modal Urusan Koperasi dan UKM Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 ii
3 14 Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Urusan Perhubungan Urusan Komonikasi dan Informatika Urusan Pertanahan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam 123 Negeri Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, 128 Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Urusan Sosial Urusan Kebudayaan Urusan Statistik Urusan Kearsipan Urusan Perpustakaan B. Prioritas Urusan Pilihan Yang Dilaksanakan Urusan Kelautan Dan Perikanan Urusan Pertanian Urusan Kehutanan Urusan Energi dan SDM Urusan Pariwisata Urusan Industri Urusan Perdagangan Urusan Ketransmigrasian BAB IV PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN A. Tugas Pembantuan Yang Diterima B. Tugas Pembantuan Yang Diberikan BAB V TUGAS UMUM PEMERINTAHAN A. Kerjasama Antar Daerah B. Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga C. Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Di Daerah D. Pembinaan Batas Wilayah E. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 iii
4 F. Pengelolaan Kawasan Khusus G. Penyelenggaraan Ketentraman Dan Ketertiban Umum BAB VI PENUTUP LAMPIRAN - LAMPIRAN Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 iv
5 B U P A T I B A R I T O K U A L A KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan KaruniaNya maka (LPPD) Kabupaten Barito Kuala Tahun Anggaran 2013 beserta Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) berikut Indikator Kinerja Kunci (IKK) LPPD dapat disusun dan disampaikan kepada Pemerintah (Pusat) melalui Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru yang juga merupakan Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 serta landasan hukum lainnya yang terkait, dengan tujuan sebagai laporan sekaligus tanggungjawab dalam hal penyelenggaraan pemerintahan di Daerah Kabupaten Barito Kuala. Kapasitas Bupati Barito Kuala yang merupakan Kepala Daerah sekaligus Kepala Pemerintahan, sehingga hal-hal yang menyangkut pelaksanaan tugas-tugas desentralisasi, dekonsentrasi, pembantuan, tugas umum pemerintahan yang berisi program atau kegiatan dan hasil yang dicapai, manfaat yang didapat dan kendala yang dihadapi dengan solusi yang direncanakan serta keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala sepanjang kurun waktu tahun anggaran 2013 dijabarkan kedalam LPPD Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dimaksud. Oleh karenanya LPPD Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 juga dapat dikatakan sebagai progress report (laporan kemajuan) dalam bentuk laporan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Barito Kuala yang dicapai selama tahun anggaran 2013, sekaligus suatu bentuk nyata upaya menciptakan pemerintahan yang efektif dan akuntabel (bertanggung jawab). Semoga LPPD ini menjadi referensi dan acuan perbaikan dimasa penyelenggaraan pemerintahan ke depan serta lebih mendapatkan perhatian pemerintah bagi perkembangan berbagai sektor di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Demikian disampaikan untuk kemajuan bersama. Marabahan, Pebruari 2014 BUPATI BARITO KUALA H. HASANUDDIN MURAD i
6 BAB I PENDAHULUAN Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 27 ayat (2) tentang Pemerintahan Daerah pada hakikatnya mengamanatkan bahwa Kepala Daerah mempunyai kewajiban menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemerintah, dan memberikan laporan keterangan pertanggung jawaban kepada DPRD, serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat. Perihal tersebut diatur lebih lanjut ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang (LPPD) Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Maksud dari PP Nomor 3 Tahun 2007 adalah guna mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah yang sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih (clean goverment), bertanggungjawab (akuntability) serta mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien (responsibility up to date) sesuai dengan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance). Kebijakan hukum lainnya yang mengatur dibuatnya LPPD adalah PP Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P-EPPD) yang kemudian terakhir disempurnakan melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor : 120/313/OTDA tertanggal 24 Januari 2011 perihal Penysunan LPPD Tahun 2010 dimana selanjutnya menjadi landasan guna penyusunan LPPD tahun-tahun berikutnya. Selain hal tersebut, LPPD juga dapat dikatakan sebagai bentuk laporan progress report kepada pemerintah, dimana LPPD juga sebagai bahan evaluasi penilaian dan perbaikan kinerja penyelenggaraan pemerintah Daerah yang disampaikan utamanya kepada Pemerintah adalah dalam rangka pembinaan kepada Pemerintah Daerah guna mengukur kemampuan daerah dengan menggunakan sistem pengukuran kinerja serta indikator-indikatornya dalam upaya meningkatkan effisiensi, effektivitas, produktivitas serta akuntabilitas selama tahun sebelumnya, yang sekaligus sebagai output serta outcomes dalam perbaikan kinerja dan pengambilan kebijakan pada tahun berikutnya. Dan inilah yang menjadi dasar bagi Pemerintah untuk melaksanakan atau melakukan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD). Format penyampaian (LPPD) yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kepada Pemerintah disampaikan dengan menggunakan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sebagaimana landasannya merupakan sistem pengukuran evaluasi mandiri ( Self Assesment) dari masing-masing SKPD, yang memuat keterangan mengenai penyelenggaraan tugas desentralisasi, tugas dekonsentrasi, serta tugas pembantuan, yang menjadi informasi, baik kepada Pemerintah maupun publik. 1
7 A. DASAR HUKUM Dasar konstitusional berdirinya Kabupaten Barito Kuala : 1. Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan (resmi) Daerah Otonom Kabupaten/Daerah Istimewa Tingkat Kabupaten dan Kota Besar dalam Lingkungan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan. Dan Pada pasal 1 ayat (1) point 1 disebutkan bahwa Kabupaten Banjarmasin yang meliputi Kewedanaan-Kawedanaan : Bakumpai, Barito Kuala, Kayutangi dan Tanah laut; 2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Noor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 No. 9) ; dan disebutkan bahwa Daerah Tingkat II Barito Kuala berkedudukan di Marabahan; 3. Pada tanggal 4 Januari 1960, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan (H. Maksid), meresmikan Daerah Tingkat II Barito Kuala di Marabahan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1980 tanggal 10 Juli 1980 tentang Pembentukan Kecamatan Bakarangan dan Kecamatan Piani di Kabupaten Daerah Tingkat II Tapin, Kecamatan Loksado dan Kecamatan Kalumpang di Kabupaten Daerah Tingkat II Hulu Sungai Selatan, Kecamatan Halong di Kabupaten Daerah tingkat II Hulu Sungai Utara, Kecamatan Murung Pudak di Kabupaten Daerah Tingkat II Tabalong, Kecamatan Tabukan di Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala, Kecamatan Kintap dan Kecamatan Panyipatan di Kabupaten Daerah Tingkat II Tanah Laut, Kecamatan Hampang dan Kecamatan Sungai Durian di Kabupaten Daerah Tingkat II Kotabaru dalam Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1986 tanggal 18 September 1986 Tentang Pembentukan Kecamatan Aranio di Kabupaten Daerah Tingkat II Banjar, Kecamatan Mekarsari dan Kecamatan Barambai di Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala, Kecamatan Bungur dan Kecamatan Lokpaikat di Kabupaten Daerah Tingkat II Tapin, Kecamatan Upau, Kecamatan Jaro, Kecamatan Muara Harus dan Kecamatan Pugaan di Kabupaten Daerah Tingkat II Tabalong Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan. Kecamatan Mekarsari sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Tamban dan Kecamatan Barambai sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Rantau Badauh; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1995 tanggal 23 Agustus 1995 Tentang Pembentukan 8 (delapan) Kecamatan di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Banjar, Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Kotabaru dalam Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Kecamatan Marabahan sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Bakumpai dan Kecamatan Wanaraya sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Belawang; 7. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 23 Tahun 2004 tanggal 30 Maret 2004 tentang Pembentukan Kecamatan Jejangkit di Kabupaten Barito Kuala. Kecamatan Jejangkit sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Mandastana. Diresmikan oleh Bupati Barito Kuala pada tanggal 21 Nopember 2005; 2
8 8. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pembentukan Desa Karya Maju di Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2011 Nomor 8). Dan berikut tata urutan perundangan yang menjadi landasan / dasar hukum kewajiban membuat laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah, yaitu : 1. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; 4. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 2 Tahun 2008 tentang Kewenangan Daerah Kabupaten Barito Kuala; 5. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 35 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) P emerintah Kabupaten Barito Kuala. B. GAMBARAN UMUM DAERAH 1. Kondisi Geografis Kabupaten Barito Kuala a. Gambaran Geografik Wilayah Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu dari 13 (tiga belas) Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Barito Kuala dengan nama ibukotanya Marabahan, secara geografik terletak paling barat dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan luas wilayah mencapai kurang lebih 2.966,96 Km 2 atau sekitar 7,98% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan posisi geografis berada pada 2 derajat derajat LS dan 114 derajat derajat BT serta 2 derajat derajat LU dengan batas-batas wilayah meliputi : 1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tapin. 2. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Laut Jawa. 3. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. 4. Sebelah Timur : berbatasan dengan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Beberapa faktor yang dapat ditinjau di dalam konstelasi hubungan antar wilayah pada posisi geografis Kabupaten Barito Kuala, yakni: 3
9 Faktor Pertama, Kabupaten Barito Kuala dengan ibukotanya Marabahan berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Faktor Kedua, Kabupaten Barito Kuala berada pada jalur lalu lintas perairan (sungai), sehingga kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Barito Kuala sebagai jalur arus barang, orang dan jasa yang menuju ke Ibukota provinsi Kalimantan Selatan yakni Kota Banjarmasin, kemudian ke Provinsi Kalimantan Tengah hingga Laut Jawa, serta Kabupaten lain di dalam wilayah provinsi Kalimantan Selatan yang berdekatan dengan Kabupaten Barito Kuala. Hal tersebut karena Kabupaten tersebut berada di posisi yang di apit oleh 2 (dua) buah sungai besar yang sama -sama bermuara di Laut Jawa melalui akses sarana langsung pelabuhan laut Trisakti, yaitu Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Selain kedua sungai besar tersebut, terdapat pula 3 (tiga) buah terusan (anji r) buatan yang menghubungkan kedua sungai besar dimaksud (Sungai Barito dan Sungai Kapuas) yakni Anjir Talaran, Anjir Serapat, dan Anjir Tamban, dan disamping itu juga terdapat pula banyak sungai-sungai kecil (rei). Faktor Ketiga, secara regional, wilayah Kabupaten Barito Kuala dilalui dan berada pada jalur lalu lintas darat antar provinsi, yang menghubungkan langsung dengan kota Banjarmasin (ibukota Provinsi Kalimantan Selatan) dan Kota Palangkaraya (ibukota Provinsi Kalimantan Tengah). Dan memang Kabupaten Barito Kuala minim akan Sumber Daya Alam di bidang Pertambangan, namun karena kondisi atau letak geografis sebagaimana faktor di atas, hal tersebut tetap dapat menjadikan dan mencirikan Kabupaten Barito Kuala sebagai : 1. Daerah Sentra Produksi Pertanian dan Perkebunan 2. Daerah Perdagangan Perairan dan Darat 3. Daerah Pariwisata 4. Daerah Lintas Barang, Orang, dan Jasa. b. Gambaran Administratif Wilayah Kabupaten Barito Kuala secara administratif wilayahnya memiliki 17 (tujuh belas) daerah Kecamatan, 6 (enam) Kel urahan dan 195 (seratus sembilan puluh lima) Desa, dengan rincian sebagai berikut : 4
10 Tabel 1 : Wilayah Administratif Kabupaten Barito Kuala : No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 1. TABUNGANEN Kuala Lupak Sei Telan Besar Sei Telan Kecil Tabunganen Muara Tabunganen Tengah Karya Baru Tabunganen Pemurus Sei Teras Dalam Sei Jingah Besar Tabunganen Kecil Sei Teras Luar Sei Teras Muara Beringin Kencana Tanggul Rejo 30,00 26,00 15,00 15,00 11,00 13,00 31,00 12,00 12,00 3,00 10,00 10,00 25,00 27,00 14 Desa 240,00 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 2. TAMBAN Purwosari II Purwosari I Tamban Bangun Tamban Muara Tamban Kecil Tinggiran II Luar Jelapat I Tamban Muara Baru Purwosari Baru Sekata Baru Koanda Damsari Sidorejo Jelapat Baru Tamban Bangun Baru Tamban Sari Baru 9,00 15,75 3,40 20,00 5,40 11,00 18,00 15,00 8,50 8,50 8,00 8,50 5,25 18,00 3,50 6,50 16 Desa 164,30 No. Nama Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 3. ANJIR PASAR Andaman Hilir Mesjid Anjir Pasar Kota Banyiur Gandaraya Gandaria Anjir Pasar Kota II Andaman II Anjir Seberang Pasar II Anjir Seberang Pasar I Anjir Pasar Lama Pandan Sari Mentaren Barunai Baru Danau Karya 8,00 6,50 4,62 16,74 9,25 11,37 8,67 9,50 11,25 11,25 11,00 3,75 3,00 3,50 7,60 15 Desa 126,00 5
11 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 4. ANJIR MUARA Anjir Serapat Muara Anjir Muara Kota Patih Muhur Lama Anjir Muara Koteng Anjir Serapat Lama Anjir Serapat Baru Anjir Muara Lama Sungai Punggu Lama Anjir Serapat Baru I Patih Muhur Baru Sungai Pungu Baru Anjir Serapat Muara I Sepakat Bersama Marabahan Baru Beringin Jaya 4,00 5,00 7,50 7,00 10,00 12,00 6,00 4,00 12,00 7,50 6,00 15,00 9,50 5,00 6,25 15 Desa 116,75 No. Kecamatan No 5. A L A L A K Nama Kelurahan/Desa Luas (Km 2 ) Kel. Berangas Barat 6,51 Kel. Berangas 6,61 Kel. Handil Bakti 8,00 Pulau Alalak 1,21 Pulau Sewangi 0,55 Pulau Sugara 0,56 Sungai Lumbah 7,00 Berangas Timur 4,00 Semangat Bakti 3,50 Sungai Pitung 11,92 Balandean Muara 8,63 Balandean 16,86 Tanjung Harapan 7,00 Semangat Dalam 7,50 Beringin 5,50 Semangat Karya 3,50 Panca Karya 4,50 Tatah Mesjid 8,50 3 Kel + 15 Desa 106,85 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 6. MANDASTANA Terantang Tanipah Puntik Luar Puntik Dalam Tabing Rimbah Pantai Hambawang Tatah Alayung Puntik Tengah Lokrawa Sei Ramania Bangkit Baru Antasan Segera Karang Bunga 8,00 6,50 10,50 12,05 18,00 11,00 12,00 10,00 8,00 5,00 12,00 10,00 8,03 6
12 14. Karang Indah 4,92 14 Desa 136,00 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 7. RANTAU BADAUH Sungai Pantai Pindahan Baru Sungai Gampa Asahi Sungai Gampa Sungai Sahurai Simpang Arja Sinar Baru Sungai Bamban Danda Jaya 51,81 31,00 33,00 29,00 47,00 16,00 15,00 15,00 24,00 9 Desa 261,81 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 8. BELAWANG Murung Keramat Sungai Seluang Belawang Bambangin Sukaramai Sungai Seluang Pasar Samuda Parimata Karang Dukuh Patih Salera Karang Buah Binaan Baru Rangga Surya 5,00 6,00 7,00 4,00 5,00 11,00 9,50 10,00 2,50 6,50 2,50 6,00 5,25 13 Desa 80,25 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 9. C E R B O N Sungai Kambat Sungai Rasau Simpang Nungki Sawahan Bantuil Badandan Sungai Tunjang Sungai Raya 32,00 28,00 19,50 59,05 17,65 20,15 17,50 12,50 8 Desa 206,00 No. Kecamatan No 10. BAKUMPAI Nama Kelurahan/Desa Luas (Km 2 ) Kel. Lepasan 22,00 Banua Anyar 21,00 Murung Raya 14,00 Palingkau 55,00 Balukung 45,00 Banitan 8,00 Batik 59,00 Bahalayung 19,00 Sungai Lirik 18,00 1 Kel + 8 Desa 261,00 7
13 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 11. KURIPAN Jambu Baru Jambu Kabuau Jerenang Tabatan Kuripan Tabatan Baru Asia Baru Rimbun Tulang 36,00 84,00 24,00 25,00 35,00 22,50 70,50 24,00 22,50 9 Desa 343,50 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 12. TABUKAN Pantang Raya Tabukan Raya Teluk Tamba Rantau Bamban Tamba Jaya Muara Pulau Karya Indah Bandar Karya Karya makmur Karya Jadi Pantang Baru 14,00 0,13 12,10 12,00 35,50 31,00 5,56 1,58 24,65 15,30 14,00 11 Desa 166,00 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 13. MEKARSARI Mekarsari Tamban Raya Tinggiran Tengah Tingiran Darat Jelapat II Tamban Raya Baru Tinggiran Baru Karang Mekar Indah Sari 9,00 16,00 25,00 20,00 30,50 10,00 10,00 14,00 9,00 9 Desa 143,50 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 14. BARAMBAI Barambai Sungai Kali Pendalaman Handil Barabai Bagagap Barambai Karya Tani Pendalaman Baru Karya Baru Barambai Kolam Kiri Barambai Kolam Kanan Kolam Kiri Dalam 20,00 30,00 9,00 10,00 32,00 8,00 7,00 7,00 33,00 27,00 17,00 11 Desa 183,00 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 15. MARABAHAN 1. Kel. Marabahan Kota 20,00 2. Kel. Ulu Benteng 82,00 8
14 Penghulu 7,50 Bagus 10,50 Baliuk 5,00 Antar Baru 31,00 Antar Jaya 28,00 Antar Raya 30,00 Sido Makmur 7,00 Karya Maju 8,73 2 Kel + 8 Desa 221,00 No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km 2 ) 16. WANARAYA Kolam Kiri Roham Raya Simpang Jaya Tumih Pinang Habang Waringin Kencana Babat Raya Kolam Kanan Sidomulyo Kolam Makmur Surya Kanta Sumber Rahayu Dwipasari 2,50 2,50 4,50 2,50 2,50 3,50 3,50 2,00 2,50 2,50 2,50 4,00 2,50 13 Desa 37,50 No. Kecamatan No 17. JEJANGKIT Nama Kelurahan/Desa Jejangkit Pasar Jejangkit Muara Sampurna Jejangkit Barat Bahandang Jejangkit Timur Cahaya Baru Luas (Km 2 ) 12,00 12,00 15,00 16,00 18,00 120,00 10,00 7 Desa 203,00 Total : 17 Kecamatan 6 Kelurahan +195 Desa 2.966,96 Km 2 Sumber : Bagian Pemerintahan Setda Kab. Barito Kuala Tahun c. Gambaran Topografis, Geologis, dan Hidrografis Wilayah Kabupaten Barito Kuala secara Topografi terletak pada dataran rendah yang berkisar antara 1 3 meter (dpl) di atas perm ukaan laut. Barito Kuala merupakan daerah hamparan tanah daratan dengan sifat datar sedikit landai pada kisaran kemiringan 0 % - 2 % dengan ketinggian lahan berkisar antara 1 3 m dpl. Secara Geologi kondisi dominan tekstur tanahnya rawa lebak gambut (peat) dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi (ph rendah 2-4), karena sebagian wilayahnya menjadi bagian dari apa yang disebut pulau petak yakni bentukan delta yang berasal dari endapan alluvial (lumpur tanah) yang terdiri dari Liat Kaolinit dan Debu bersisipan Pasir, Gambut, 9
15 Kerakal dan Bongkahan Lepas endapan sungai di daratan muara yang berada di posisi pinggiran. Litologinya mempunyai struktur berupa pelapisan horizontal dan tersusun oleh endapan Alluvium Muda pada periode Kuarter dan Kala Holosen. Keberadaan tanggul-tanggul sungai dengan deposisi berangsur-angsur yang tidak seragam menyebabkan terbentuknya Cekungan/Depresi, dan pada kondisi ini sering terbentuk endapan gambut dengan ketebalan yang bervariasi sesuai dengan kedalaman cekungan, apalagi daerah ini diapit oleh 2 (dua) buah sungai, yaitu Sungai Barito yang merupakan salah satu sungai terluas dan terpanjang di Indonesia dan Sungai Kapuas. Dari Jenis Tanah, Kabupaten Barito Kuala terdiri dari Organosol dan Alluvial. Tanah Organosol kebanyakan berwarna Coklat Hitam yang biasa disebut tanah gambut atau Peat. Tanah jenis ini biasanya terbentuk dari serat tumbuh-tumbuhan yang mengalami proses pembusukan sehingga memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi. Sebagian lain wilayah daerah Kabupaten Barito Kuala terbagi menjadi 16 (enam belas) Daerah Pengairan (DP) Pasang Surut guna mendukung sistem pertanian/ persawahan penduduk di daerah ini. Pada gambaran Hidrografi Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu daerah yang terletak dibawah Garis Khatulistiwa dalam pemetaan dunia, dan termasuk daerah tropik. Menurut beberapa ahli/peneliti Meteorologi dan Geofisika berkebangsaan asing seperti Schmit dan Ferguson, menyatakan bahwa daerah di maksud termasuk klasifikasi daerah hujan Tipe B yaitu kriteria iklim yang mempunyai kisaran 1-2 bulan kemarau dalam setahun dengan temperatur rata-rata berkisar antara 25 0 C 27 0 C, dengan suhu maksimum 27,50 0 C (sekitar bulan Oktober) dan suhu minimum 26,50 0 C (sekitar bulan Juli), kelembaban udara rata - rata antara 64-81%, dan panjang penyinaran Matahari rata-rata 36-81%. Sedangkan angka rata - rata curah hujan per tahunnya adalah sekitar 2,665 mm 3 dengan kisaran 107 hari hujan. Untuk kisaran Angin biasanya pada bulan Januari - Februari bertiup Angin Barat, sedangkan pada bulan Juli - September bertiup Angin Tenggara. 2. Gambaran Umum Demografis a. Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala Menurut Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Barito Kuala, penduduk Barito Kuala pada Tahun 2013 mengalami kenaikan angka perkembangan jumlah penduduk, dengan kenaikan sekitar jiwa dibandingkan tahun lalu. Perbandingan jumlah penduduk tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel 2 : Perbandingan Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala Per Kecamatan Tahun 2012 dan 2013 : No KECAMATAN TAHUN (Jiwa) Tabunganen Tamban Anjir Pasar
16 4 Anjir Muara Alalak Mandastana Rantau Badauh Belawang Cerbon Bakumpai Kuripan Tabukan Mekarsari Barambai Marabahan Wanaraya Jejangkit JUMLAH (jiwa) JUMLAH PENDUDUK Jejangkit Wanaraya Marabahan.) C E K E R (P N U H A T INDEKS Barambai Mekarsari Tabukan Kuripan Bakumpai Cerbon Belawang Rantau Badauh Mandastana Alalak Anjir Muara Anjir Pasar Tamban Tabunganen Sumber : Dinas Kependudukan dan Capil Kab. Kependudukan SIAK, Januari 2014) Barito Kuala (Data Aggregat Tabel 3 : Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala Per Kecamatan Tahun 2013 : No KECAMATAN Jenis Kelamin (jiwa) JUMLAH Laki-Laki Perempuan (Jiwa) 1 Tabunganen Tamban Anjir Pasar Anjir Muara Alalak
17 6 Mandastana Rantau Badauh Belawang Cerbon Bakumpai Kuripan Tabukan Mekarsari Barambai Marabahan Wanaraya Jejangkit JUMLAH (jiwa) Sumber : Dinas Kependudukan dan Capil Kab. Kependudukan SIAK, Januari 2014). Barito Kuala (Data Aggegat b. Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala Menurut Kelompok Umur (Struktur Usia), Pendidikan Akhir dan Jenis Pekerjaan. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Barito Kuala, komposisi penduduk menurut Kelompok Umur (struktur usia), tingkat Pendidikan Akhir dan keadaan penduduk menurut Jenis Pekerjaan masyarakat di Kabupaten Barito Kuala pada Tahun 2013, dapat dilihat pada tabulasi-tabulasi di bawah ini : 12
18 Tabel 4 : Komposisi Penduduk Kabupaten Barito Kuala Menurut Kelompok Umur Tahun 2013 Per Kecamatan : Kelompok NAMA KECAMATAN (Jumlah/jiwa) Umur Anjir Anjir Rantau (Tahun) Tabunganen Tamban Alalak Mandastana Pasar Muara Badauh Belawang 0-4 Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn >74 Thn Kelompok NAMA KECAMATAN (Jumlah/jiwa) Umur Mekar (Tahun) Cerbon Bakumpai Kuripan Tabukan sari Barambai Marabahan Wanaraya Jejangkit 0-4 Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn Thn >74 Thn Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kab. Barito Kuala (Data Adminduk SIAK). Tabel 5 : Komposisi Penduduk Kabupaten Barito Kuala Yang Tercatat Menurut Tingkat Pendidikan Pada Akhir Tahun 2013 : No Klasifikasi Pendidikan Akhir Jumlah Per Kabupaten (Jiwa) 1 Tidak / Belum Sekolah Tidak Tamat SD / Sederajat Tamat SD / Sederajat SLTP/ Sederajat SLTA /Sederajat Diploma I / II Akademi / Diploma III / Sarjana Muda Diploma IV / Strata I Strata II Strata III 14 13
19 KOMPOSISI PENDUDUK KAB. BATOLA MENURUT PENDIDIKAN AKHIR INDEKS Jumlah (Jiwa) KLASIFIKASI Tdk/Blm Sklh Tdk Tmt SD Tmt SD Tmt SLTP Tmt SLTA Dplm I/II Akdm/Dplm III/S.Muda Dplm IV/S.1 S.2 S.3 Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kab. Barito Kuala (Data Adminduk SIAK 2013). Tabel 6 : Komposisi Yang Termasuk Jenis Pekerjaan Penduduk Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 : No Jenis Pekerjaan Jumlah (Jiwa) 1 Belum / Tidak Bekerja Mengurus Rumah Tangga Pelajar / Mahasiswa Pensiunan Pekerja (PNS,TNI,Polri,Pedagang,Petani/ Pekebun,Peternak,Nelayan / Perikanan, Industri,Konstruksi,Karyawan Swasta, Buruh, Petani (pekebun),prt,tukang, Wartawan,Dosen,Guru,Pengacara, Notaris,Konsultan,Dokter,Bidan,Perawat, Wiraswasta, dll) Lainnya 9 Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kab. Barito Kuala. 3. Kondisi Ekonomi Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mencari upaya dan solusi permasalahan perekonomian di daerah Kabupaten Barito Kuala, yakni : a. Aspek Kondisi Fisik Daerah Gambaran umum aspek kondisi fisik daerah Kabupaten Barito Kuala adalah sebagai berikut : 14
20 1) Luas wilayah Kabupaten Barito Kuala yang hampir seluruh wilayahnya diliputi lahan rawa gambut (peat), dengan topografi datar dan dengan tingkat keasaman tanah tinggi, serta tekstur tanah sesuai dengan kondisi tipe lahan rawa gambut mempunyai kondisi tekstur tanah poreus dengan agregasi yang labil. 2) Sistem hidrologis rawa yang alamiah merupakan struktur vegetasi hutan yang didominasi tegakan kayu galam. 3) Teridentifikasi potensi sumber daya gas metan (CBM) yang terbukti muncul di wilayah tertentu yang di dalam pemetaan termasuk pada jalur berbahaya semburan gas metan (gas Metan mentah yang saat ini masih pra eksplorasi). 4) Infrastruktur menyangkut prasarana jalan dan jembatan masih terus ditambah dan diperbaiki untuk bisa menghubungkan wilayah antar kecamatan, serta peningkatan ruas-ruas jalan. 5) Infrastruktur menyangkut prasarana pengairan (irigasi) persawahan, pengairan lahan perkebunan, jalan desa dan jembatan desa perlu pengembangan, pemeliharaan dan rehabilitasi lebih lanjut. 6) Infrastruktur dan fasilitas di bidang kependudukan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan transmigrasi masih perlu peningkatan berbanding dengan gambaran terhadap luas lahan yang masih belum termanfaatkan secara proporsional dan optimal. 7) Sesuai dengan kondisi lingkungan alamnya, mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian disektor pertanian dan perkebunan. b. Potensi Unggulan Daerah Gambaran umum potensi unggulan daerah Kabupaten Barito Kuala adalah sebagai berikut : 1) Letak wilayah yang strategis, sebagai penyangga Kota Banjarmasin (Ibukota Propinsi Kalimantan Selatan) dan menjadi lintasan Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah), serta merupakan bagian Kawasan Pengembangan Wilayah Kayutangi yang menjadi simpul hubungan dengan Kawasan Pengembangan Banua Lima Plus, baik melalui prasarana air maupun prasarana perhubungan darat. 2) Berada pada kawasan pelayanan Pelabuhan Laut Tri Sakti sehingga menjadi kawasan potensial bagi pengembangan industri dengan luasan pencadangan lahan yang masih cukup baik untuk pengembangan kawasan Industri sendiri maupun untuk pengembangan kawasan pemukiman, terutama pada wilayah kabupaten di bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin. 3) Memiliki DAS Sungai Barito, yang sangat fungsional dan ekonomis sebagai prasarana dan lintasan perdagangan dan lintasan angkutan hasil sumber daya alam. 4) Merupakan wilayah persawahan pasang surut dengan dengan dukungan 16 DP sehingga menempatkan Kabupaten Barito Kuala sebagai salah satu potensi lumbung pangan di Propinsi Kalimantan Selatan. 15
21 5) Memiliki kompetensi masyarakat dan lahan potensial untuk perkebunan dan pengembangan ternak, pengembangan perikanan. Kedua bidang pembangunan ini sesuai sifat-sifat komoditas yang dikembangkannya. 6) Memiliki potensi ruang lahan sebagai kawasan obyek wisata yang memungkinkan peningkatan pengembangannya di masa depan. Dengan berbagai potensi unggulan daerah ini Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dapat memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat Barito Kuala khususnya dengan meningkatkan produktivitas dan harga hasil-hasil pertanian. c. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB Yang merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di daerah/wilayah dapat di lihat melalui data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB menggambarkan kondisi ekonomi melalui besaran yang dihasilkan oleh nilai tambah seluruh sektor ekonomi pada tahun tertentu. Secara umum, semakin besar angka PDRB menunjukan semakin baiknya kondisi ekonomi disuatu wilayah. Untuk Kabupaten Barito Kuala, Badan Pusat Statistik (BPS) Kantor Wilayah Kabupaten Barito Kuala memberikan gambaran melalui buku Barito Kuala dalam angka tahun 2013, di dalam Ulasan Ekonomi Regional menerangkan secara umum bahwa Perekonomian Kabupaten Barito Kuala selama beberapa tahun hingga tahun 2012 mengalami kenaikan yang cukup signifikan (estimasi), dibandingkan dengan keadaan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan atau peningkatan beberapa sektor penting. Tabel 7 : PDRB Kabupaten Barito Kuala Tahun (Jutaan rupiah) : TAHUN PDRB PDRB Tanpa IBS Berlaku Konstan Berlaku Konstan , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , * , , , , ** , , , ,74 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : PDRB Kabupaten Barito Kuala 2012, BPS Kab. Barito Kuala Tahun Namun kenaikan atas dasar harga konstan tidaklah sebesar atas dasar harga berlaku. Dari angka PDRB atas dasar harga konstan inilah dapat diketahui kenaikan riil atas PDRB. Hal ini menunjukan pengaruh kenaikan harga sangat berperan dalam menentukan nilai PDRB atas dasar harga berlaku di Kabupaten Barito Kuala. 16
22 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Kuala pada tahun ini sebesar 6,61 % terhadap tahun sebelumnya. Angka ini ditunjukan oleh kenaikan PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya. Fakta yang ditunjukan lewat angka pertumbuhan ekonomi ini cukup menggembirakan sekaligus menjanjikan bagi keberlangsungan perbaikan perekonomian Kabupaten Barito Kuala di masa mendatang mengingat merosotnya pertumbuhan ekonomi karena dampak yang cukup besar dari degradasi industry besar di beberapa tahun sebelumnya. Tabel 8 : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun : TAHUN Pertumbuhan Ekonomi (%) Dengan IBS Tanpa IBS ,32 5, ,18 6, ,34 5, ,96 6,54, ,92 5, ,85 6, * 5,09 6, ** 5,75 6,61 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : Barito Kuala Dalam Angka 2013 (BPS). Tabel 9 : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun Menurut Sektor Dari Tahun : No SEKTOR TAHUN Pertanian 4,68 5,90 6,80 2 Pertambangan dan Penggalian -- 3,55 6,21 3 Industri Pengolahan -3,69 2,12 2,95 4 Listrik dan Air Bersih 7,55 8,28 10,06 5 Bangunan 6,26 6,86 7,03 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 8,86 2,98 3,49 7 Pengangkutan dan Komunikasi 2,20 5,86 6,56 8 Keuangan, Persewaan, dan jasa 11,02 11,31 12,47 Perusahaan 9 Jasa-jasa 9,20 9,17 8,41 Total PDRB 3,85 5,09 5,75 PDRB Tanpa IBS 6,52 6,05 6,61 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : Barito Kuala Dalam Angka 2013 (BPS). 17
23 Sektor Pertanian mempunyai peranan yang cukup besar terhadap perekonomian di Kabupaten barito Kuala dengan pertumbuhan 6,80 %, dan merupakan pertumbuhan yang cukup besar ditunjukan pada sub sektor tanaman bahan makanan (padi, jagung, palawija, Hortikultura, dan perkebunan kelapa sawit). Untuk sektor industri pengolahan, sejak adanya regulasi terhadap eksploitasi kayu dan hasil hutan sebagai bahan baku utama mayoritas industri besar di Kabupaten Barito Kuala, pertumbuhan di sektor ini cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Fakta di lapangan hingga tahun ini menunjukan bahwa beberapa perusahaan pengolahan yang berbahan baku utama kayu masih collapse dan tidak berproduksi lagi. Sektor industri mengalami pertumbuhan Positiv sebesar 2,95 %, sektor Air dan Listrik mengalami pertumbuhan sebesar 10,06 %. Pertumbuhan yang besar juga ditunjukkan oleh sektor bangunan yaitu sebesar 7,03 % yang masih disokong dari pembangunan infrastruktur jalan, perkantoran, kompleks transmigrasi dan perumahan baru di beberapa wilayah Kabupaten Barito Kuala seperti di Kecamatan Cerbon, Rantau Badauh, Mandastana, Jejangkit dan Alalak. Sektor perdagangan, restoran dan hotel secara agregat tumbuh sebesar 3,49 %, sektor perdagangan merupakan sektor yang dibentuk oleh sektor pertanian, pertambangan penggalian dan sektor industri, dimana barang-barang yang dihasilkan oleh ketiga sektor tersebut merupakan komoditas utama dalam sektor perdagangan, sehingga kinerja sektor perdagangan ini dipengaruhi ketiga sektor di atas. Akan tetepi komoditas yang diperdagangkan di Barito Kuala masih didominasi komoditas dari luar daerah (commodities inflow), hal ini dapat ditangkap dar i tidak balalance nya pertumbuhan antara sektor perdagangan, pertanian dan industri pengolahan. Pertumbuhan positiv terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yaitu sebesar 6,56 %, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan mencatat pertumbuhan sebesar 12,47 %. Sub sektor perbankan mengalami pertumbuhan yang baik, hal ini dikarenakan suku bunga kredit sudah menurun menyesuaikan SBI Rate yang turun. 3. Kondisi Ekonomi Daerah Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mencari upaya dan solusi permasalahan perekonomian di daerah Kabupaten Barito Kuala, yakni : a. Aspek Kondisi Fisik Daerah Gambaran umum aspek kondisi fisik daerah Kabupaten Barito Kuala adalah sebagai berikut : 1. Luas wilayah Kabupaten Barito Kuala yang hampir seluruh wilayahnya diliputi lahan rawa gambut (peat), dengan topografi datar dan dengan tingkat keasaman tanah tinggi, serta tekstur tanah sesuai dengan kondisi tipe lahan rawa gambut mempunyai kondisi tekstur tanah poreus dengan agregasi yang labil. 18
24 2. Sistem hidrologis rawa yang alamiah merupakan struktur vegetasi hutan yang didominasi tegakan kayu galam. 3. Teridentifikasi potensi sumber daya gas metan (CBM) yang terbukti muncul di wilayah tertentu yang di dalam pemetaan termasuk pada jalur berbahaya semburan gas metan (gas Metan mentah yang saat ini masih pra eksplorasi). 4. Infrastruktur menyangkut prasarana jalan dan jembatan masih terus dikembangkan untuk bisa menghubungkan wilayah antar kecamatan, serta peningkatan ruas-ruas jalan. 5. Infrastruktur menyangkut prasarana pengairan (irigasi) persawahan, pengairan lahan perkebunan, jalan desa dan jembatan desa perlu pengembangan, pemeliharaan dan rehabilitasi lebih lanjut. 6. Infrastruktur dan fasilitas di bidang kependudukan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan transmigrasi masih perlu peningkatan berbanding dengan gambaran terhadap luas lahan yang masih belum termanfaatkan secara proporsional dan optimal. 7. Sesuai dengan kondisi lingkungan alamnya, mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian disektor pertanian dan perkebunan. b. Aspek Potensi Daerah Gambaran umum aspek potensi daerah Kabupaten Barito Kuala adalah sebagai berikut : 1. Letak wilayah yang strategis, sebagai penyangga Kota Banjarmasin (Ibukota Propinsi Kalimantan Selatan) dan menjadi lintasan Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah), serta merupakan bagian Kawasan Pengembangan Wilayah Kayutangi yang menjadi simpul hubungan dengan Kawasan Pengembangan Banua Lima Plus, baik melalui prasarana air maupun prasarana perhubungan darat. 2. Berada pada kawasan pelayanan Pelabuhan Laut Tri Sakti sehingga menjadi kawasan potensial bagi pengembangan industri dengan luasan pencadangan lahan yang masih cukup baik untuk pengembangan kawasan Industri sendiri maupun untuk pengembangan kawasan pemukiman, terutama pada wilayah kabupaten di bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin. 3. Memiliki DAS Sungai Barito, yang sangat fungsional dan ekonomis sebagai prasarana dan lintasan perdagangan dan lintasan angkutan hasil sumber daya alam. 4. Merupakan wilayah persawahan pasang surut dengan dengan dukungan 16 DP sehingga menempatkan Kabupaten Barito Kuala sebagai salah satu potensi lumbung pangan di Propinsi Kalimantan Selatan. 5. Memiliki kompetensi masyarakat dan lahan potensial untuk pengembangan ternak dan pengembangan perikanan. Kedua bidang pembangunan ini sesuai sifat-sifat komoditas yang dikembangkannya, justru menjadi andalan untuk dapat segera melepaskan status sebagai kabupaten daerah tertinggal. 19
25 6. Memiliki potensi ruang lahan sebagai kawasan obyek wisata yang memungkinkan peningkatan pengembangannya di masa depan. c. Potensi Daerah Gambaran umum mengenai pengembangan aspek potensi daerah Kabupaten Barito Kuala sepanjang tahun 2013 antara lain di beberapa bidang sektor berikut : 1. Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura : Sebagaimana RPJM Pemerintah kabupaten Barito Kuala, bahwa kebijakan pembangunanpertanian adalah diarahkan untuk menjadi pertanian yang unggul dan berdaya saing tinggi diikuti peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat secara optimal dan proporsional dan tetap mempertahankan keberadaan kabupaten Barito Kuala sebagai daerah penunjang program ketahanan panagan nasional. Pembangunanpertanian juga mencakup pembangunan sumberdaya manusia pertanian melalui pembinaan managemen dan teknis kelompok tani/gabungan kelompok tani, peninkatan produksi dan produktifitas, penciptaan akses sarana produksi yang antara lain pengadaan pupuk bersubsidi bagi petani, dan sistem permodalan melalui pengembangan perkoperasian, menjadi sasaran dalam pembangunan pertanian dimaksud. Perkembangan komoditas tanaman pangan dan hortikultura tahun 2013 dihadapkan pada kondisi iklim yang ekstrim, dimana pada saat mulai tanam padi diperlukan air pada beberapa wilayah terjadi kekeringan atau hujan belum turun normal, dan pada saat padi mengurai atau menguning seharusnya curah hujan dibawah normal malah terjadi curah hujan dan hari hujan yang tinggi sehingga kondisi tersebut sangat tidak menguntungkan bagi perkembangan pertanian pada umumnya. Komoditas padi tersebar diseluruh kecamatan, perkembangan tahun 2013 angka sementara luas tanam tercapai ha, bila dibandingkan dengan luas tahun 2012 luas tanam tercapai ha (angka tetap BPS) dan bila dibandingkan dengan tahun 2012 terjadi peningkatan luas tanam seluas ha (3,27%). Perkembangan tahun 2011 luas tanam tercapai ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 terjadi penurunan luas tanam seluas ha (3,06%) pada tahun 2010 (angka tetap BPS) luas tanam tercapai ha, bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas tanam ha atau bertambah seluas 689 ha (0,72%) dan bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas tanam ha atau berkurang 521 ha (-0,54%) Luas panen pada tahun 2013 seluas ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 mencapai luas ha, atau terjadi peningkatan luas panen seluas ha (4,32%). Pada tahun 2011 mencapai luas ha atau terjadi penurunan seluas ha (3,03%) bila dibandingkan dengan luas panen tahun
26 mencapai seluas ha (angka tetap BPS), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen seluas ha terjadi peningkatan luas tanam ha (1,11%), bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas panen ha, maka terjadi penurunan luas panen seluas 711 ha (-0,77%). Produksi padi pada tahun 2013 (angka sementara kabupaten) tercapai sebanyak ton gkg, bila dibandingkan tahun 2012 tercapai sebanyak ton gkg (angka tetap BPS), maka terjadi peningkatan produksi sebanyak ton (0,54%). Pada tahun 2011 tercapai sebanyak ton gkg terjadi kenaikan produksi sebanyak ton (7,61%) pada tahun 2010 produksi padi tercapai sebanyak ton (angka tetap BPS) terjadi peningkatan sebanyak ton (3,56%) bila dibandingkan dengan tahun 2009 (angka tetap BPS) produksi dicapai sebanyak ton, maka terjadi peningkatan sebanyak ton(10,34%), dan bila dibandingkan dengan tahun 2008 (angka tetap BPS) produksi dicapai sebanyak ton, maka terjadi peningkatan sebanyak ton atau sebesar 11,69%. Produktifitas padi pada tahun 2013 tercapai 37,74 ku/ha (angka sementara kabupaten), bila dibandingkan dengan produktifitas tahun 2012 tercapai sebesar 39,15 ku/ha (angka tetap BPS), maka terjadi penurunan sebesar 1,41 ku/ha ( -3,60%). Pada tahun 2011 tercapai 38,40 ku/ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 tercapai 34,61 ku/ha (angka tetap BPS) maka terjadi peningkatan sebesar 10,95%. Komoditas jagung dikembangkan di kecamatan Anjir Pasar, Wanaraya, Mandastana, Belawang, Rantau badauh, Cerbon, Barambai dan Marabahan, perkembangan pada tahun 2013 luas tanam tercapai 115 ha, bila dibandingkan dengan luas tanam tahun 2012 luas tanam tercapai seluas 159 ha maka terjadi penurunan luas tanam seluas 44 ha (27,67%). Pada tahun 2011 luas tanam tercapai 100 ha atau menurun seluas 233 ha (69,97%) bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas tanam tercapai seluas 333 ha, atau menurun seluas 112 ha (52,837%) bila dibandingkan dengan tahun 2009 dimana luas tanam tercapai 212 ha, atau menurun seluas 70 ha (41,17%) bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas tanam tercapai 170 ha). Luas panen jagung pada pada tahun 2013 seluas 109 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 tercapai seluas 127 ha atau terjadi penurunan laus panen sebanyak 18 ha (-14,17%). Pada pada tahun 2011 tercapai 50 ha terjadi penurunan luas panen seluas 103 ha (67,32%) bila dibandingkan dengan tahun 2010 tercapai seluas 153 ha, dan bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen tercapai 30 ha atau terjadi peningkatan luas panen seluas 20 ha (66,67%) dan bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas panen tercapai 4 ha maka terjadi peningkatan luas panen seluas 46 ha (1.150%), pada umumnya jagung dipanen muda dan langsung dipasarkan. 21
27 Produksi Jagung yang dicapai pada tahun 2013 sebanyak 432 ton, bila dibandingkan dengan tahun 2012 sebanyak 403 ton,maka terjadi peningkatan produksi sebanyak 29 ton (7,20%). Produksi tahun 2011 sebanyak 197 ton, bila dibandingkan dengan tahun 2010 produksi dicapai 442 ton (angka tetap BPS) maka terjadi penurunan sebanyak 245 ton, bila dibandingkan dengan tahun 2009 produksi dicapai 116 ton(angka tetap BPS), terjadi kenaikan sebanyak 81 ton dan bila dibandingkan dengan ntahun 2008 produksi dicapai 6 ha maka terjadi mkenaikan sebanyak 191 ton. Produktifitas jagung pada tahun 2013 tercapai sebesar 39,65 ku/ha. Bila dibandingkan dengan tahun 2012 produktifitas tercapai sebesar 31,75 ku/ha maka terjadi kenaikan sebesar 7,90 ku/ha(24,88%). Produktifitas tahun 2011 sebesar 39,40 ku/ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 produktifitas sebesar 28,87 ku/ha maka terjadi peningkatan produktifitas sebesar 10,53 ku/ha. Perkembangan luas tanam komoditas ubi kayu pada tahun 2013 seluas 264 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 tercapai seluas 279 ha, maka terjadi penurunan luas tanam seluas 15 ha ( - 5,38%). Luas tanam pada tahun 2011 tercapai seluas 339 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas tanam tercapai 370 ha atau menurun seluas 31 ha (8,37%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas tanam tercapai 275 ha atau meningkat seluas 64 ha (23,27%) bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas tanam tercapai 278 ha atau meningkat 61 ha (22,18%). Luas panen ubi kayu pada tahun 2013 tercapai seluas 185 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 tercapai seluas 286 ha, atau terjadi penurunan luas panen seluas 101 ha (-35,31%). Pada tahun 2011 tercapai seluas 287 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 tercapai seluas 341 ha, atau menurun seluas 54 ha (15,83%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen tercapai 297 ha atau menurun 10 ha (3,36%), bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas tanam tercapai 270 ha maka terjadi peningkatan seluas 17 ha (6,29%). Produktifitas ubikayu pada tahun 2013 sebesar 146,53 ku/ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 produktifitas tercapai sebesar 146,47 ku/ha, atau terjadi peningkatan produktifitas sebesar 0,06 ku/ha (0,04%). Pada tahun 2011 tercapai 146,20 ku/ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 produktifitas tercapai 142,37 ku/ha (angka tetap BPS), maka terjadi peningkatan produkstifitas sebesar 3,83 ku/ha (2,69%). Produksi ubi kayu pada tahun 2013 tercapai sebanyak ton, bila dibandingkan dengan produksi tahun 2012 tercapai sebanyak ton, terjadi penurunan produksi sebanyak ton (-35,28%). Produksi pada tahun 2011 tercapai sebanyak ton, bila dibandingkan dengan tahun 2010 produksi dicapai sebanyak 22
28 4.855 ton (angka tetap BPS), maka terjadi penurunan sebanyak 659 ton (13,57%). Perkembangan produksi tanaman pangan pada tahun di Kabupaten Barito Kuala Komoditas Tahun Luas tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Provitas (Ku/Ha) Produksi (ton) Padi Sawah , , , , , Jagung , , , , , Ubi kayu , , , , , Catatan : Tahun 2009, tahun2010, tahun 2011 dan tahun 2012 merupakan angka tetap BPS Tahun 2013 merupakan angka sementara Kabupaten Perkembangan komoditas tanaman hortikultura di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2012 (angka sementa ra Kabupaten) dibandingkan dengan tahun 2009, tahun 2010 tahun 2011 dan tahun 2012 (angka tetap) komoditas jeruk yang mengalami penurunan luas tanam yang pada umumnya tanaman dibongkar tanaman sudah tua dan perlu peremajaan, adanya gangguan bencana alam, Fluktuatif luas tanam, luas panen dan produksi tersebut disebabkan oleh kondisi iklim yang ekstrim yang terjadi beberapa tahun terakhir dan kurang bersahabat yang sangat mempengaruhi kondisi pertanian secara keseluruhan. Komoditas jeruk dikembangkan di Kecamatan Bakumpai, Cerbon, Rantau Badauh, Barambai, Belawang, Mandastana, Jejangkit dan Alalak, dengan sentra di kecamatan Mandastana, Belawang, Cerbon, Rantau badauh dan Barambai. Perkembangan luas tanaman jeruk pada tahun 2013 tercapai seluas ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 luas tanam tercapai seluas ha, maka terjadi peningkatan luas tanam seluas 34 ha (0,51%). Pada tahun 2011 luas tanaman jeruk sebesar 6.545,47 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 mencapai ha atau menurun seluas 659 ha (9,14%), pada tahun 2009 luas tanam tercapai ha. Sedangkan luas panen pada 2013 tercapai seluas 5.612,83 ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 tercapai seluas ha, terjadi peningkatan luas panen seluas 935,83 ha (20,01%). Pada tahun tercapai ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 mengalami penurunan seluas seluas 213 ha 23
29 (2,95%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen tercapai ha atau meningkat 629 ha (15,63%) bila dibandingkan dengana tahun 2008 luas panen tercapai ha atau meningkat ha (106,34%). Produksi jeruk pada tahun 2013 tercapai sebanyak ,6 ton buah segar, bila dibandingkan pada tahun tahun 2012 produksi tercapai sebanyak ton, maka terjadi kenaikan produksi sebanyak ,6 ton (22,74%). Produksi tahun 2011 sebanyak ton bila dibandingkan dengan tahun 2010 mengalami penurunan sebanyak ton (9,86%) bila dibandingkan dengan tahun 2009 produksi tercapai sebanyak ton atau menurun sebanyak ton (5,72%) bila d ibandingkan dengan tahun 2008 produksi tercapai ton atau meningkat sebanyak ton (84,63%). Produktifitas jeruk pada tahun 2013 tercapai sebesar 154,00 ku/ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 produktifitas tercapai sebesar 150,58 ku/ha, maka terjadi kenaikan produktifitas sebesar 3,42 ku/ha (2,27%). Pada tahun tahun 2011 produktifitas tercapai 150,05 ku/ha (angka sementara kabupaten), bila dibandingkan dengan tahun 2010 produktifitas tercapai 159,18 ku/ha (angka tetap BPS) maka terjadi penurunan produktifitas sebesar 9,13 ku/ha (5,74%). Komoditas mangga/kuini dikembangkan di Kecamatan Anjir Muara, Rantau Badauh, Tabukan, Marabahan, Belawang dan Barambai, dengan sentra di Kecam,atan Anjir Muara. Perkembangan luas tanam mangga/kuini pada tahun 2013 luas tanam tercapai 733 ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 luas tanam tercapai seluas 713 ha atau terjadi peningkatan luas tanam seluas 20 ha (2,80%). Luas tanam pada tahun 2011 seluas 716 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas tanam tercapai 675 ha, maka mengalami peningkatan seluas 41 ha (6,05%) bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas tanam tercapai 715 ha atau meningkat seluas 1 ha (0,13%), dan bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas tanam tercapai 765 ha, maka terjadi penurunan seluas 49 ha (6,40%). Luas panen mangga/kuni pada tahun 2013 tercapai seluas 430 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 tercapai luas panen seluas 185 ha atau terjadi peningkatan luas panen seluas 245 ha (132,42%). Luas panen tahun 2011 tercapai 479 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas panen tercapai 62 ha, maka terjadi peningkatan luas panen seluas 417 ha (675,08%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen tercapai 305 ha, maka terjadi peningkatan seluas 174 ha (57,04%), dan bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas panen tercapai 300 ha, maka terjadi peningkatan seluas 179 ha (59,66%). Produksi mangga kuini pada tahun 2013 tercapai sebanyak 2.580,7 ton buah segar, bila dibandingkan pada tahun 2012 produksi tercapai sebanyak ton, maka terjadi peningkatan produksi sebanyak 709,7 ton (37,93%). Produksi pada tahun 2011 tercapai sebanyak ton (angka sementara kabupaten), bila dibandingkan dengan tahun 2010 produksi tercapai sebanyak 344 ton, atau mengalami peningkatan sebanyak ton ( 536,91), bila dibandingkan dengan tahun 2009 produksi tercapai ton, atau mengalami peningaktan sebanyak 592 ton (37,00%) bila dibandingkan dengan tahun 2008 produksi tercapai ton, maka terjadi penurunan sebanyak 658 ton (23,07%). 24
30 Produktifitas mangga kuini pada tahun 2013 tercapaia sebesar 60 ku/ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 produktifitas tercapai sebesar 101,14 ku/ha, amaka terjadi penurunan produktifitas sebesar 41,14 ku/ha ( -40,67%). Produktifitas pada tahun 2011 tercapai sebesar 45,75 ku/ha bila dibandingkan dengan tahun 2010 tercapai 55,70 ku/ha (angka tetap BPS) maka terjadi penurunan produktifitas sebesar 9,95 ku/ha (17,86%). Komoditas nenas dikembangkan di Kecamatan Rantau Badauh, Mekarsari, Wanaraya, Belawang dan Jejangkit, dengan sentra di Kecamatan Mekarsari, Rantau Badauh dan Belawang. Luas tanam tanaman nenas di Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2012 seluas 466 ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 tercapai luas tanam seluas 880 ha, maka terjadi penurunan luas tanam seluas 414 ha ( -47,04%). Luas tanam tahun 2011 seluas 418 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas tanam tercapai seluas 592 ha, mengalami penurunan seluas 174 ha (29,34%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen tercapai 900 ha, atau mengalami penurunan seluas 482 ha (53,55%), bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas tanam tercapai 731 ha maka terjadi penurunan seluas 313 ha (42,81%). Luas panen nenas pada tahun 2013 seluas 120 ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 luas panen tercapai seluas 119,84 ha, maka terjadi peningkatan luas panen seluas 0,16 ha (0,13%). Pada tahun 2011 tercapai 65 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas panen tercapai 126 ha maka terjadi penurunan luas panen 61 ha (48,29%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen tercapai 550 ha, terjadi penurunan seluas 485 ha (88,18%) dan bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas panen tercapai 324 ha atau mengalami penurunan seluas 259 ha (79,93%). Produksi nenas pada pada tahun 2013 tercapai sebanyak 1.557,6 ton buah segar, bila dibandingkan pada tahun 2012 produksi tercapai sebanyak ton), atau terjadi kenaikan produksi sebanyak 1,6 ton (0,10%). Produksi pada tahun 2011 sebanyak ton, bila dibandingkan dengan tahun 2010 produksi tercapai sebanyak ton atau mengalami penurunan sebanyak 677 ton (37,33%) bila dibandingkan dengan tahun 2009 produksi tercapai ton atau mengalami penurunan sebanyak ton (77,06%), bila dibandingkan dengan tahun 2008 produksi tercapai ton, mengalami penurunan sebanyak ha (51,93%). Komoditas rambutan dikembangkan hampir diseluruh kecamatan dengan sentra di Kecamatan Bakumpai, Rantau Badauh, Belawang, Wanaraya dan Anjir Pasar, perkembangan luas tanam rambutan pada tahun 2013 luas tanam tercapai ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 luas tanam tercapai seluas ha, maka terjadi peningkatan luas tanam seluas 50 ha (3,61%). Luas tanam pada tahun 2011 mencapai seluas ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas tanam tercapai seluas ha, atau meningkat seluas 35 ha (2,54%), bila dibandingkan tahun 2009 luas tanam tercapai ha atau menurun seluas 146 ha (9,36%), bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas tanam tercapai ha atau menurun seluas 386 ha (21,45%). 25
31 Luas panen rambutan pada tahun 2013 tercapai seluas 477 ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 luas tanam tercapai seluas 518 ha, atau terjadi penurunan luas panen seluas 41 ha ( -7,91%). Luas panen pada tahun 2011 tercapai sebanyak 706 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 luas panen tercapai seluas 315 ha atau meningkat seluas 391 ha (124,36%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 luas panen tercapai 443 ha, atau meningkat seluas 263 ha (59,364%), bila dibandingkan dengan tahun 2008 luas panen tercapai 749 ha atau menurun seluas 43 ha (5,74%), Sedangkan produksi rambutan pada tahun 2013 tercapai sebanyak 1.829,4 ton buah segar, bila dibandingkan pada tahun 2012 produksi tercapai sebanyak ton, maka terjadi penurunan produksi sebanyak ton ( - 38,50%). Produksi pada tahun 2011 tercapai ton, bila dibandingkan dengan tahun 2010 produksi tercapai 148 ton, atau meningkat sebanyak ton (2.770,88%), bila dibandingkan dengan tahun 2009 produksi tercapai sebanyak ton, atau meningkat sebanyak 233 ton (5,80%), bila dibandingkan dengan tahun 2008 produksi tercapai ton atau menurun sebanyak 597 ton (12,33%) Produktifitas rambutan pada tahun 2013 tercapai sebesar 38 ku/ha, bila dibandingkan pada tahun 2012 tercapai produktifitas sebesar 57,43 ku/ha, maka terjadi penurunan produktifitas sebesar 19,43 ku/ha (-33,83%). Produktifitas pada tahun 2011 tercapaisebesar 60,14 ku/ha, bila dibandingkan dengan tahun 2010 tercapai 4,70 ku/ha, maka mengalami peningkatan sebesar 55,44 ku/ha (1.179,57%), namun bila dibandingkan dengan tahun 2009 produktifitas tercapai 90,59 ku/ha, maka mengalami penurunan sebesar 30,45 ku/ha (33,61%). Perkembangan produksi hortikultura di Kabupaten Barito Kuala Tahun Luas Luas Provitas Produksi Komoditas Tahun tanam Panen (Ku/Ha) (ton) (Ha) (Ha) Jeruk , , , , , ,83 154, ,6 mangga/kuini , , , ,14 1.l , ,7 Nenas , , , ,84 130, , ,6 Rambutan , , , , ,4 26
32 Catatan : Tahun 2009, tahun 2010, tahun 2011dan tahun 2012 merupakan angka tetap BPS Tahun 2013 merupakan angka sementara Kabupaten 2. Sektor Peternakan Berdasarkan sumber dinas Peternakan Kabupaten Barito Kuala, perkembangan populasi peternakan di Kabupaten Barito Kuala sangat menjanjikan dengan dukungan potensi sumber daya alam yang ada berupa lahan rawa yang potensial bagi tumbuhan rumput/hijauan alam sebagai pakan utama ternak. Dan berikut tabulasi perkembangan populasi ternak di Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2012 hingga tahun 2013 : Tabel 9 : Perkembangan Populasi Ternak (Ekor) dari Tahun (Keadaan Terakhir) : No. JENIS/MACAM TERNAK 2012 (Ekor) 2013 (Ekor) 1. Ternak Besar Sapi Potong Kerbau Ternak Kambing Kecil Babi Lokal Unggas Ayam Pedaging/Potong Ayam Buras Itik/Bebek Lainnya/Aneka Ternak Burung Puyuh Sumber : Dinas Peternakan Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Dari tabulasi data di atas, dapat digambarkan secara umum bahwa Pada tahun 2013 terjadi Peningkatan populasi ternak. Berikut perkembangan pasar akan kebutuhan masyarakat terhadap produksi akan pasokan kebutuhan daging dan telor di Kabupaten Barito Kuala dari tahun seiring dengan kebutuhan penduduk dan faktor pertumbuhan penduduk dapat di lihat pada tabulasi dibawah ini : Tabel 10 : Peningkatan Produksi Daging Ternak Di Kabupaten Barito Kuala Tahun : No. JENIS TERNAK 2012 (Kg) 2013 (Kg) 1. Ternak Besar Sapi Potong Kerbau Ternak Kecil Kambing Babi Lokal Unggas Ayam Pedaging / Ayam Potong Ayam Buras Itik/Bebek Sumber : Dinas Peternakan Kab. Barito Kuala Tahun
33 Tabel 12 : Peningkatan Produksi Pasokan Telur (butir) di Kabupaten Barito Kuala Tahun : No. Jenis / Macam Telur Ternak Unggas Telur Ayam Buras Telur Itik Sumber : Dinas Peternakan Kab. Barito Kuala Tahun Sektor Perkebunan Dan Kehutanan Perlu diketahui bahwa kegiatan survey dan pendataan di Sektor Kehutanan dan Perkebunan dilaksanakan melalui sistem periodik oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Barito Kuala sebagaimana waktu yang telah lalu, sehingga kegiatan tersebut dilaksanakan dalam sistem periodik. Diperkirakan untuk periode tahun 2012/2013 luasan komoditas Perkebunan untuk jenis komoditas unggulan Perkebunan yakni Karet dan Kelapa masih mengalami kenaikan luasan, seperti hampir di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Barito Kuala. Kenaikan luasan ini menurut pantauan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Barito Kuala adalah dikarenakan animo masyarakat cukup tinggi terhadap perkebunan seperti tanaman Karet. Namun, di beberapa Kecamatan di Kabupaten Barito Kuala juga terdapat yang mengalami penurunan luasan komoditas perkebunan, dimana menurut sumber bahwa penurunan tersebut dikarenakan faktor bencana kebakaran lahan/hutan yang terjadi pada waktu tertentu, juga alih fungsi lahan oleh investor atau pengusaha di bidang perkebunan Kelapa Sawit. Hal tersebut juga dikarenakan masyarakat banyak yang membuka lahan perkebunan Plasma Sawit bagi penanam modal (Perusahaan) yang jalur usahanya bergerak di bidang perkebunan Sawit. Diantara beberapa wilayah yang masyarakatnya banyak melakukan hal tersebut seperti di daerah Kecamatan Jejangkit, Wanaraya, Barambai dan Kecamatan Tabukan. Sementara, untuk jenis komoditas Kehutanan, masih didominasi oleh Pohon Galam di beberapa wilayah, akan tetapi juga terdapat penurunan di sebagian wilayah yang terdapat atau berpotensi perkebunan Karet dan Kepala Sawit. 28
34 Tabel 12 : Rekapitulasi Luas Komoditas Perkebunan di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 : Jenis Komoditas Perkebunan : No. LUAS LAHAN PER KECAMATAN (Ha) Jenis Anjir Anjir Komoditi Tabunganen Tamban Mekarsari Alalak Jejangkit Mandastana Pasar Muara (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 KARET KELAPA 1,970 5, , DALAM 3 KELAPA HYBRID 4 KELAPA SAWIT CENGKEH KOPI SAGU PURUN DANAU KEMIRI Jumlah I 1, , , LUAS LAHAN PER KECAMATAN (Ha) JUMLAH Rantau Belawang Wanaraya Cerbon Barambai Bakumpai Marabahan Tabukan Kuripan (Ha) Badauh (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) , , , , , , , , Sektor Kehutanan. Pada sektor ini sebagaimana periode tahun 2012, ada beberapa kondisi yang pada tahun 2013 perlu untuk diperhatikan kembali. Berikut kondisi jenis komoditas sektor kehutanan juga kondisi lainnya terkait sektor kehutanan sebagiamana tabulasi dan penjelasan-penjelasan di bawah ini : Tabel 13 : Rekapitulasi Luas Komoditas Kehutanan di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 : Jenis Komoditas Kehutanan : No. LUAS LAHAN PER KECAMATAN (Ha) Jenis Anjir Anjir Komoditi Tabunganen Tamban Mekarsari Alalak Jejangkit Mandastana Pasar Muara (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 KAYU BULAN 2 JATI MAHANG MAHONI SENGON ROTAN GALAM , , , , , , Jumlah II , , , , , ,
35 LUAS LAHAN PER KECAMATAN (Ha) JUMLAH Rantau Belawang Wanaraya Cerbon Barambai Bakumpai Marabahan Tabukan Kuripan (Ha) Badauh (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Jumlah I (Perk ebunan) + Jumlah II (Kehutanan) = Jumlah Total (Per Kecamatan) Jumlah Total (I+II) 1, ,807,41 6, , , , , , , , , , , , , , , , Sumber : Dinas Kehutanan Dan Pekebunan Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Tabel 14 : Jumlah Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi Hutan Di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 : No Fungsi Hutan Area Ha Lokasi 1. S A Pulau Tempurung 2. S A Pulau Kaget 3. S A Kuala Lupak 4. S A Tambahan Kuala Lupak 5. S A Pulau kembang 6. S A Pulau bakut 7. S A S A Tambahan S A Jumlah H P K Marabahan, Barambai 10. H P K Mekarsari, Anjir pasar, 11. H P K Anjir Muara, Tabukan, 12. H P K Wanaraya, Kuripan Jumlah A P L A P L A P L A P L A P L Jumlah Sumber : Data Bidang Pengembangan Usaha Dishutbun Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 (Overlay Peta SK.435/Menhut-II/2009). c. Sektor Perikanan Dan Kelautan Dari sektor Perikanan dan Kelautan juga patut di syukuri, bahwa sebagai suatu daerah perairan (Sungai/Sei/Rai) Kabupaten Barito di sektor ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Walaupun pertambahan perkembangannya tidak mencolok apabila berbanding dengan tahun sebelumnnya, namun kontribusinya bagi masyarakat masih cukup dan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi dan kebutuhan. 30
36 Bagi masyarakat yang berminat maupun sebagai usaha di sektor tersebut kemungkinannya adalah cukup menjanjikan, terlihat dengan banyaknya tempat-tempat produk perikanan atau tambak di sekitar DAS Sungai Barito khusunya di wilayah Kota Marabahan dan sekitarnya. 4. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sesuai PDRB Yang merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di daerah / wilayah dapat di lihat melalui data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB menggambarkan kondisi ekonomi melalui besaran yang dihasilkan oleh nilai tambah seluruh sektor ekonomi pada tahun tertentu. Secara umum, semakin besar angka PDRB menunjukan semakin baiknya kondisi ekonomi di suatu wilayah. Untuk Kabupaten Barito Kuala, Badan Pusat Statistik (BPS) Kantor Wilayah Kabupaten Barito Kuala memberikan gambaran melalui buku Barito Kuala dalam angka tahun 2013, di dalam Ulasan Ekonomi Regional menerangkan secara umum bahwa Perekonomian Kabupaten Barito Kuala selama beberapa tahun hingga tahun 2012 mengalami kenaikan yang cukup signifikan (estimasi), dibandingkan dengan keadaan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan atau peningkatan beberapa sektor penting. Tabel 19 : PDRB Kabupaten Barito Kuala Tahun (Jutaan rupiah) : TAHUN PDRB PDRB Tanpa IBS Berlaku Konstan Berlaku Konstan , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , * , , , , ** , , , ,74 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : PDRB Kabupaten Barito Kuala 2012, BPS Kab. Barito Kuala Tahun Namun kenaikan atas dasar harga konstan tidaklah sebesar atas dasar harga berlaku. Dari angka PDRB atas dasar harga konstan inilah dapat diketahui kenaikan riil atas PDRB. Hal ini menunjukan pengaruh kenaikan harga sangat berperan dalam menentukan nilai PDRB atas dasar harga berlaku di Kabupaten Barito Kuala. a. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Kuala pada tahun ini sebesar 6,61 % terhadap tahun sebelumnya. Angka ini ditunjukan oleh kenaikan PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya. 31
37 Fakta yang ditunjukan lewat angka pertumbuhan ekonomi ini cukup menggembirakan sekaligus menjanjikan bagi keberlangsungan perbaikan perekonomian Kabupaten Barito Kuala di masa mendatang mengingat merosotnya pertumbuhan ekonomi karena dampak yang cukup besar dari degradasi industry besar di beberapa tahun sebelumnya. Tabel 20 : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun : TAHUN Pertumbuhan Ekonomi (%) Dengan IBS Tanpa IBS ,32 5, ,18 6, ,34 5, ,96 6,54, ,92 5, ,85 6, )* 5,09 6, )** 5,75 6,61 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : Barito Kuala Dalam Angka 2013 (BPS). Tabel 21 : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun Menurut Sektor Dari Tahun : No SEKTOR TAHUN ** 1 Pertanian 4,68 5, Pertambangan dan Penggalian -- 4,59 6,21 3 Industri Pengolahan 3,69 2,12 2,95 4 Listrik dan Air Bersih 7,55 8,28 10,06 5 Bangunan 6,26 6,86 7,03 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 2,86 2,98 3,49 7 Pengangkutan dan Komunikasi 2,20 6,05 6,56 8 Keuangan, Persewaan, dan jasa 11,02 11,31 12,47 Perusahaan 9 Jasa-jasa 9,20 9,17 8,41 Total PDRB 3,85 5,11 5,75 PDRB Tanpa IBS 6,52 6,06 6,61 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : Barito Kuala Dalam Angka 2012 (BPS). Sektor Pertanian mempunyai peranan yang cukup besar terhadap perekonomian di Kabupaten barito Kuala dengan pertumbuhan 6,80 %, dan merupakan pertumbuhan yang cukup besar ditunjukan pada sub sektor tanaman bahan makanan (padi, jagung, palawija, Hortikultura, dan perkebunan kelapa sawit). 32
38 Untuk sektor industri pengolahan, sejak adanya regulasi terhadap eksploitasi kayu dan hasil hutan sebagai bahan baku utama mayoritas industri besar di Kabupaten Barito Kuala, pertumbuhan di sektor ini cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Fakta di lapangan hingga tahun ini menunjukan bahwa beberapa perusahaan pengolahan yang berbahan baku utama kayu masih collapse dan tidak berproduksi lagi. Sektor industri mengalami pertumbuhan Positiv sebesar 2,12 %, sektor Air dan Listrik mengalami pertumbuhan sebesar 10,06 %. Pertumbuhan yang besar juga ditunjukkan oleh sektor bangunan yaitu sebesar 7,03 % yang masih disokong dari pembangunan infrastruktur jalan, perkantoran, kompleks transmigrasi dan perumahan baru di beberapa wilayah Kabupaten Barito Kuala seperti di Kecamatan Cerbon, Rantau Badauh, Mandastana, Jejangkit dan Alalak. Sektor perdagangan, restoran dan hotel secara agregat tumbuh sebesar 3,49 %, sektor perdagangan merupakan sektor yang dibentuk oleh sektor pertanian, pertambangan penggalian dan sektor industri, dimana barang-barang yang dihasilkan oleh ketiga sektor tersebut merupakan komoditas utama dalam sektor perdagangan, sehingga kinerja sektor perdagangan ini dipengaruhi ketiga sektor di atas. Akan tetepi komoditas yang diperdagangkan di Barito Kuala masih didominasi komoditas dari luar daerah (commoditi es inflow), hal ini dapat ditangkap dari tidak balalance nya pertumbuhan antara sektor perdagangan, pertanian dan industri pengolahan. Pertumbuhan positiv terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yaitu sebesar 6,56 %, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan mencatat pertumbuhan sebesar 12,47 %. Sub sektor perbankan mengalami pertumbuhan yang baik, hal ini dikarenakan suku bunga kredit sudah menurun menyesuaikan SBI Rate yang turun. 5. Indikator Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Yang menjadi indicator pembangunan Sumber Daya Manuasia (SDM) di suatu daerah, pada dasarnya adalah dengan melihat kultur sosial masyarakat di daerah tersebut. Angka yang di dapat secara eksplisit maupun implisit cukup bervariasi. Akan tetapi hal tersebut hanya menjadi salah satu faktor dan bukan landasan dalam mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi di daerah dimaksud. Indikator pembangunan SDM itu antara lain ialah a. Angka Harapan Hidup (AHH); b. Angka Melek Huruf (AMH); c. Rata-rata Lama Sekolah, dan; d. Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi indikator terakhir dikarenakan IPM merupakan salah satu indeks komposit yang dapat digunakan guna mengukur tingkat pencapaian pembangunan SDM di suatu daerah tersebut. Juga sebaliknya melalui IPM akan tercermin indeks sosial lainnya (seperti AHH, AMH, dan Rata-rata lama sekolah). 33
39 Di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 ini, secara periodik pada periode 2011/2012 adalah angka yang tidak begitu jauh berbeda. Artinya hanya sedikit perubahan pada indeks AHH, AMH, dan Rata-rata lama sekolah manusia di daerah ini berbanding dengan IPM nya. Jadi sistem periodik ini merupakan angka dasar yang masih dipakai pada periode berikutnya. Tabel 19 : Indikator Sosial Masyarakat Kabupaten Barito Kuala Tahun : TAHUN Angka Harapan Angka Melek Rata-rata Hidup (AHH) Huruf (AMH) Lama Sekolah I P M ,82 92,18 6,68 65, ,18 92,18 6,68 65, ,52 92,19 6,84 66, ,55 92,21 6,83 66, ,31 92,24 6,85 68, ,76 92,29 6,91 68,92 INDIKATOR SOSIAL MASYARAKAT I P M RLS AMH AHH Series1 Series2 Series3 Series4 Tahun 0% 20% 40% 60% 80% 100% Sumber : Buku Statistik Daerah Kabupaten Barito Kuala Tahun Dari data tersebut di atas dapat diketahui besarnya IPM Kabupaten Barito Kuala cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun bila dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Kalimantan Selatan, tingkat IPM Kabupaten Barito Kuala masih berada pada posisi urutan 11 dari 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, juga berbanding tipis dengan IPM Provinsi sendiri. 34
40 Tabel 20 : Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Barito Kuala di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2011 : No. Daerah Tingkat IPM 1 Kota Banjar Baru 74,09 2 Kota Banjarmasin 72,85 3 Kabupaten Kotabaru 70,52 4 Kabupaten Tanah Laut 70,40 5 Kabupaten Banjar 70,16 6 Kabupaten Hulu Sungai Selatan 70,11 7 Kabupaten Hulu Sungai Tengah 70,00 8 Kabupaten Tapin 69,79 9 Kabupaten Tabalong 68,98 10 Kabupaten Tanah Bumbu 68,80 11 Kabupaten Barito Kuala 68,36 12 Kabupaten Hulu Sungai Utara 67,86 13 Kabupaten Balangan 65,60 TINGKAT IPM DAERAH DAERAH Banjarmasin Tanah Laut HSS Tapin Tanah Bumbu HSU Balangan IPM IPM IPM IPM IPM IPM IPM IPM IPM IPM HSU IPM IPM IPM I N D E K S Sumber : Badan Pusat Statistik Daerah Kabupaten Barito Kuala
41 BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH(RPJMD) A. VISI DAN MISI Kabupaten Barito Kuala, sesuai letak lokasi, potensi dan hasil-hasil pembangunannya merupakan salah satu kabupaten yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Propinsi Kalimantan Selatan. Pembangunan di Kabupaten Barito Kuala diorientasikan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam wilayah kabupaten dan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan yang memungkinkan memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah lainnya. Peran Kabupaten Barito Kuala, yang selama ini dikenal sebagai penyangga utama kebutuhan pangan di Propinsi Kalimantan Selatan, merupakan titik kait yang sekaligus menjadi titik tolak dalam upaya merangkai kesinambungan serta meningkatkan pembangunan sehingga memberikan hasil kinerja yang lebih baik dan senantiasa lebih baik lagi, bagi kesejahteraan masyarakat. Langkah yang ditempuh adalah melalui upaya sistematik bertahap, yang direncanakan dan dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen, dengan memformulasikan setiap ( in put ) pembangunan, yang mencakup seluruh sumber daya, baik yang berasal sebagai dari dalam maupun dari luar wilayah kabupaten. Periode Tahun merupakan salah satu tahapan proses pembangunan jangka menengah yang memiliki spesifikasi perlakuan pembangunan, dengan jangkauan proyeksi berupa hasil kinerja tertentu. Oleh sebab itu dalam tahapan proses pembangunan diperlukan acuan yang membingkai setiap rincian langkah tahapan, yang menjamin ketepatan arah proses pembangunan. Dalam hal ini, visi dan misi pemerintah daerah merupakan piranti utama, yang memungkinkan menjadi acuan, pedoman ataupun sebagai dasar pijak dalam berpola pikir serta berpola sikap (perilaku) bagi setiap pemangku kepentingan pembangunan, untuk memproyeksikan perlakuan pembangunan pada perioditas dimaksud. Guna merealisasikan maksud tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berketetapan merumuskan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun yang dituangkan dalam dokumen legal formal agar memiliki kekuatan mengikat dalam penjabarannya menjadi Rencana Pembangungan Jangka Menengah (RPJM) Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun Untuk selanjutnya sebagai dokumen awal perencanaan kegiatan pembangunan dan pemerintahan, Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun diupayakan dapat diketahui, dimengerti, dipahami dan untuk selanjutnya diwujudkan melalui setiap peran masing-masing para pihak pemangku kepentingan, termasuk seluruh masyarakat Kabupaten Barito Kuala sehingga masyarakat yang dicita-citakan sesuai visi dan misi yang ditetapkan, dapat diwujudkan. 3636
42 VISI DAN MISI PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN a. VISI : BARITO KUALA SAMARASA BARITO KUALA, SATU KATA UNTUK MAJU, MANDIRI MEWUJUDKAN RAKYAT BERDAYA SAING YANG SEJAHTERA b. MISI : SAMARASA 1. SA SATU SINERGITAS USAHA BERDA-YA SAING YANG DITUMBUHKEM-BANGKAN MELALUI PENINGKAT-AN AKTIFITAS PEREKONOMI-AN BERBASIS PERTANIAN INOVATIF. 2. MA MASYARAKAT CERDAS, SEHAT DAN BERTAQWA YANG DIWU-JUDKAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MA-NUSIA. 3. RA RASA AMAN DAN ADIL YANG DIPENUHI DENGAN PENYELENG-GARAAN TATA PEMERINTAHAN DAN PENCIPTAAN TATA KEHIDU-PAN SOSIAL YANG BAIK. 4. SA SARANA DAN PRASARANA WI-LAYAH YANG DITINGKATAN ME-LALUI PERBAIKKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PEMBANGUNAN-NYA. c. KATA-KATA KUNCI 1. SATU KATA 2. MAJU a. Dapat diartikan sebagai Selidah atau Ije jela b. Satu Kata dimaknai sebagai kebulatan tekad pemimpin dan masyarakat Kabupaten Barito Kuala untuk melakukan usaha bersama, semaksimal mungkin guna mewujudkan tujuan pembangunan sesuai visi yang telah ditetapkan. a. Maju adalah usaha sebagai dinamika masyarakat yang senantiasa menunjukkan semangat, gairah yang selanjutnya menjadi budaya dalam mewujudkan hidup dan kehidupan yang lebih baik. 3737
43 b. Maju dapat diartikan sebagai suatu kondisi kehidupan masyarakat, yang pada titik tataran tertentu menjadi lebih baik dari pada kondisi sebelumnya atau menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan kehidupan masyarakat di wilayah lainnya. c. Dengan demikian maju adalah usaha Pemerintah Kabupaten Barito Kuala; kondisional masyarakat pada kurun waktu tertentu dan sikap perilaku yang menjadi budaya masyarakat Kabupaten Barito Kuala. d. Salah satu indikator maju adalah tingginya intensitas usaha masyarakat yang memungkinkan meningkatknya pendapatan masyarakat dan derajat hidup masyarakat yang berubah menjadi lebih baik. 3. MANDIRI a. Mandiri secara harafiah dimaknai sebagai tidak tergantung dengan fihak lain. b. Dalam konteks pembangunan di Kabupaten Barito Kuala, mandiri diartikan bahwa masyarakat memiliki keberdayaan yaitu kondisional masyarakat yang menyadari kemampuannya dan selanjutnya mampu memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan tersebut. c. Dengan keberdayaannya, diharapkan masyarakat dapat melakuan proses pembangunan yang lebih memberikan hasil yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. d. Mandiri adalah kondisional masyarakat dan sikap perilaku yang juga menjadi budaya masyarakat Kabupaten Barito Kuala. e. Dari sisi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala mandiri merupakan kondisional masyarakat yang harus difasilitasi untuk senantiasa diwujudkan. f. Dengan demikian mandiri merupakan kondisional masyarakat yang tercipta akibat adanya perlakuan dan kebijakan pembangunan, yang diindikasikan antara lain adanya peningkatan usaha masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, di sektor primer maupun sekunder pada berbagai bidang pembangunan. 4. BERDAYA SAING a. Berdaya saing dimaknai sebagai suatu kemampuan lebih yang dimiliki masyarakat jika dibandingkan dengan 3838
44 kemampuan masyarakat lainnya. Hal ini disebut keunggulan komparatif. b. Berdaya saing juga dimaknai sebagai suatu kemampuan paling lebih yang dimiliki masyarakat jika dibandingkan dengan kemampuan masyarakat lainnya. Hal ini disebut keunggulan kompetitif. c. Daya saing masyarakat dapat diwujudkan melalui proses pembangunan di berbagai bidang, memanfaatkan potensi daerah sehingga ada keunggulan. Keunggulan dimaksud adalah kemampuan masyarakat itu sendiri, keunggulan akan hasil-hasil pembangunan, termasuk keunggulan komoditas yang dihasilkan di Kabupaten Barito Kuala. d. Daya saing, jika dikaitkan dengan kemampuan masyarakat adalah kualitas kemampuan masyarakat yang lebih baik, untuk mampu menye-diakan kebutuhan-kebutuhan hidupnya. e. Daya saing, jika dikaitkan dengan komoditas maka dapat diartikan sebagai keuntungan optimal yang dihasilkan dari suatu proses usaha (budi daya), dalam rangka memperoleh nilai tambah. 5. SEJAHTERA a. Sejahtera adalah kondisional yang baik untuk individu dan masyarakat yang bersifat relatif. b. Sejahtera diindikasikan oleh multi indikator dan selalu bergerak menuju kondisional lebih sehingga sejahtera tidak pernah dicapai atau hanya didekati. c. Namun demikian sejahtera merupakan situa-sional dan kondisional yang selalu harus dikejar untuk diwujudkan. 3939
45 d. SASARAN STRATEGIS ALUR PROYEKSI BARITO KUALA SATU KATA UNTUK MAJU MANDIRI MEWUJUDKAN RAKYAT BERDAYA SAING YANG SEJAHTERA SATU SINERGITAS USAHA BERDAYA SAING YANG DI- TUMBUHKEMBANGAN MELA- LUI PENINGKATAN AKTIFI- TAS PEREKONOMIAN BERBA- SIS PERTANIAN INOVATIF. MASYARAKAT CERDAS, SE- HAT DAN BERTAQWA YANG DIWUJUDKAN DENGAN PE- NINGKATAN KUALITAS SUM- BER DAYA MANUSIA. RASA AMAN DAN ADIL YANG DIPENUHI DENGAN PENYE- LENGGARAAN TATA PEME- RINTAHAN DAN PENCIPTA- AN TATA KEHIDUPAN SOSI- AL YANG BAIK. SARANA DAN PRASARANA WILAYAH YANG DITINGKAT- KAN MELALUI PERBAIKKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PEMBANGUNANNYA. SASARAN STRATEGIS NO.1 NO.2 NO.3 NO.4 NO.5 NO.6 NO.7 NO.8 SASARAN URUSAN WAJIB DAN SASARAN URUSAN PILIHAN PROGRAM DAN KEGIATAN TERPILIH VISI MISI SASARAN STRATEGIS PROGRAM DAN KEGIATAN e. SASARAN STRATEGIS, YANG DIPROYEKSI-KAN PER MISI PEMBANGUNAN TAHUN SATU SINERGITAS USAHA BERDAYA SAING YANG DITUM- BUHKEMBANGKAN MELALUI PENINGKATAN AKTIFITAS PER-EKONOMIAN BERBASIS PERTANIAN INOVATIF. 1. SASARAN STRATEGIS 1. Terwujudnya peningkatan intensitas kegiatan perekonomian masyarakat yang semakin berdaya saing, yang diindikasikan bertambahnya jumlah serta jenis usaha, posisi tawar produk dan mandirinya lembaga usaha masyarakat, yang mendukung pendapatannya. 4040
46 2. SASARAN STRATEGIS 2. Terwujudnya peningkatan usaha masyarakat di bidang pertanian inovatif yang semakin ke hilir yang diindikasikan bertambahnya luas lahan usaha, ragam diversifikasi, produksi, produktifitas, posisi tawar komoditas yang bernilai tambah, yang mendukung kemampuan berketahanan pangan. MASYARAKAT CERDAS, SEHAT DAN BERTAQWA YANG DIWUJUDKAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA. 3. SASARAN STRATEGIS 3. Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat yang profesional, terjangkau, merata dan berkualitas yang diindikasikan semakin beriman, bertaqwa dan unggulnya kompetensi masyarakat sehingga mampu bersaing dan memiliki semangat untuk berubah lebih baik. 4. SASARAN STRATEGIS 4. Terwujudnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mudah, murah, merata serta memadai yang diindikasikan semakin mampu, berdaya dan mandirinya masyarakat dalam berpola hidup bersih dan sehat. RASA AMAN DAN ADIL YANG DIPENUHI DENGAN PENYE-LENGGARAAN TATA PEMERINTAHAN DAN PENCIPTAAN TATA KEHIDUPAN SOSIAL YANG BAIK. 5. SASARAN STRATEGIS 5. Terwujudnya penyelenggaraan kepemerintahan dengan prinsipprinsip tata kelola pemerintahan yang baik, yang diindikasikan semakin dapat dipenuhinya pelayanan prima kepada masyarakat, yang mendukung kepuasan, rasa aman dan adil. 6. SASARAN STRATEGIS 6. Terwujudnya pemenuhan hak sosial masyarakat berupa jaminan, pelayanan, kesempatan dan perlindungan yang diindikasikan semakin baiknya martabat masyarakat, dengan memiliki kebanggaan dan keberdayaan sehingga mampu mendukung terbentuknya rasa cinta tanah air serta hidup dalam lingkungan keluarga bahagia. SARANA DAN PRASARANA WILAYAH YANG DITINGKATKAN MELALUI PERBAIKKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PEM-BANGUNANNYA. 7. SASARAN STRATEGIS 7. Terwujudnya kemudahan mobilitas dalam beraktifitas usaha dan kegiatan lainnya yang diindikasikan semakin terpenuhi dan tersedianya sarana dan prasarana wilayah yang mencukupi, berupa jalan dan jembatan, yang menghubungkan sentra usaha masyarakat di perdesaan dan perkotaan. 4141
47 8. SASARAN STRATEGIS 8. Terwujudnya peningkatan kualitas permukiman dan lingkungan masyarakat yang sehat dan nyaman, yang diindikasikan semakin terpenuhinya kebutuhan air bersih, sanitasi, jalan permukiman, perumahan beserta ruang lingkungan yang mendukungnya. SAMARASA adalah satu pola sikap (perilaku) ataupun sebagai basic pola pikir sebagai tuntunan pemenuhan tuntutan pelayanan dalam pembangunan di Kabupaten Barito Kuala, baik saat ini maupun unutk paling tidak 5 (lima) tahun yang akan datang. SAMARASA sebagai pola sikap perilaku sangat menempatkan para pemimpin dan aparatur pemerintah di Kabupaten Barito Kuala benar-benar sebagai pelayan masyarakat. Melayani tuntutan masyarakat, melayani kebutuhan masyarakat, melayani agar masyarakat dapat mengedepankan keberdayaan yang pada dasarnya sudah dimilikinya, agar taraf hidupnya menjadi semakin sejahtera. Dengan perilaku seperti ini maka para pemimpin dan aparatur pemerintah TIDAK harus dilayani ( pangreh praja ) namun justru sebaliknya para pemimpin dan aparatur pemerintah HARUS melayani masyarakat ( pamong praja ) dengan seluruh hak dan kewajibannya. SAMARASA sebagai suatu pola pikir menempatkan seluruh kegiatan pemerintahan serta perlakuan program dan kegiatan pembangunan senantiasa diproyeksikan untuk kepentingan masyarakat. Perlakuan pembangunan adalah pembangunan masyarakat itu sendiri, yang ditempatkan pada posisi sebagai perwujudkan kepentingan umum yang luas. Dalam hal ini pembangunan TIDAK diperuntukkan bagi golongan masyarakat dan kelompok tertentu atau pembangunan hanya untuk kepentingan pemimpin atau aparatur belaka. SAMARASA menempatkan kepentingan masyarakat pada prioritas pertama dan utama dalam pembangunan di Kabupaten Barito Kuala. SAMARASA menempatkan masyarakat sebagai obyek dan sekaligus subyek pembangunan. 4242
48 B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH Perekonomian daerah pada tahun 2013 dirasakan terus membaik dan semakin kondusif karena didukung oleh semakin berkembangnya investasi baik pada sektor pertanian dalam arti luas baik pertanian bahan pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Disamping itu pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah di Kabupaten Barito Kuala diharapkan mampu mendongkrak peningkatan PDRB per kapita penduduk. Berdasarkan analisis terhadap indikator makro ekonomi Barito Kuala dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional dan global, kebijakan pembangunan ekonomi di Kabupaten Barito Kuala diprioritaskan kepada beberapa sektor yang dominan memberikan kontribusi terhadap PDRB dan memiliki berprospek yang baik untuk dikembangkan. Sektor pertaian sebagai sektor primer menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi mendatang disamping sektor potensial lainnya seperti indistri dan pengolahan dan jasa. 1) Sektor pertanian : Dengan tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu menyebabkan penurunan produksi pada beberapa komoditas pertanian Kabupaten Barito Kuala serta timbulnya hama-hama penyakit yang menyerang tanaman pertanian. Menghadapi tantangan tersebut, maka arah pembangunan pertanian perlu lebih ditekankan kepada peningkatan intensifikasi terutama proteksi tanaman dan hewan, peningkatan kapasitas penyediaan bibit/benih unggul bersertifikat, peningkatan diversifikasi usaha, pengolahan hasil dan peningkatan nilai tambah di tingkat petani yang didukung oleh fasilitasi pemasaran produk dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Usaha budidaya ternak khususnya peternakan sapi bali dengan sentra pengembangannya di Kecamatan Wanaraya dan Barambai akan dipertahankan dan dikembangkan sebagai usaha diversifikasi usaha masyarakat untuk menghasilkan ternak yang berkualitas baik untuk konsumsi maupun pembibitan guna memenuhi kebutuhan lokal Barito Kuala dan daerah sekitar. Potensi perikanan budidaya yang saat ini mulai berkembang baik di kolam, karamba/kja dan tambak akan dijadikan usaha lainnya yang dapat memberikan dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku utama dan keluarganya. 2) Sektor Industri Pengolahan : Kolaps-nya beberapa industri besar dan sedang di Kabupaten Barito Kuala menuntut terus ditumbuh kembangkannya industri kecil berbasis bahan baku lokal dengan perluasan produk olahan terutama produk agroindustri melalui pendekatan peningkatan rantai nilai dari hulu sampai hilir. 3) Sektor Listrik dan Air Bersih : Optimalisasi pemanfaatan energi listrik bagi masyarakat akan terus diupayakan untuk ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Jumlah penduduk yang mendapatkan pelayanan listrik akan ditingkatkan sehingga pada saatnya nanti seluruh rumah tangga di Kabupaten Barito Kuala akan mendapatkan pelayanan listrik secara memadai. Pelayanan air bersih oleh PDAM Marabahan juga akan terus ditingkatkan. Jumlah rumah tangga yang mendapatkan pelayanan air bersih di beberapa kecamatan yang saat ini 4343
49 sudah dan belum memiliki instalasi pelayanan air bersih tetap menjadi prioritas untuk pengembangan sektor listrik dan air bersih di Kabupaten Barito Kuala. Upaya tersrebut diperlukan guna mewujudkan kemandirian energi dan mendukung berkembangnya perekonomian lokal Barito Kuala dengan berbasis kepada potensi lokal. Rencana utama penguatan sektor pertanian adalah penambahan kegiatan ekonomi produktif di sektor pertanian atau perdesaan termasuk perluasan produk agroindustri dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani khususnya dan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat pada umumnya yang sekaligus terus ditingkatkan usaha untuk konservasi lingkungan. Pembangunan ekonomi Kabupaten Barito Kuala perlu didukung oleh peningkatan daya saing industri manufaktur, peningkatan investasi, meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang memadai baik jalan, irigasi, listrik, dan pusat pemasaran secara bertahap. Disamping itu diperlukan perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah, peningkatanketerampilan pelaku ekonomi melalui berbagai strata UMKM, industri dan perdagangan, peningkatan kelembagaan (regulasi dan kebijakan yang tepat, fokus dan tepat sasaran, transparan, keberpihakan, koordinasi dan sinergitas, serta peningkatan interpreneurshif sumberdaya manusia melalui lingkage antara dunia bisnis dan dunia edukasi diantaranya melalui pemberdayaan sekolah kejuruan. Penguatan sektor industri pengolahan diarahkan pada penguatan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB melalui upaya menumbuhkan kembali sektor industri yang ada dengan melakukan perbaikan iklim usaha, product development, perluasan pasar, aliansi startegi usaha dan pembenahan terhadap hambatan-hambatan untuk memperkuat struktur industri kecil yang saat ini mulai tumbuh. Dalam kaitannya dengan penguatan kelembagaan, implementasi kebijakan diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat terhadap pelaksanaan pembangunan ke depan, antara lain: (i) Mengintegrasikan b erbagai kegiatan secara sinergis sehingga tujuan masing-masing kegiatan dapat lebih terlihat kontribusinya terhadap tujuan utama yang ditetapkan dalam setiap program; (ii) output kegiatan dapat lebih diarahkan untuk secara tegas mendukung masingmasing program pembangunan Kabupaten Barito Kuala; (iii) Pelaksanaan pembangunan dapat lebih mendorong kerjasama tim dari SKPD terkait dan antar Bidang di setiap SKPD; (iv) Mengefektifkan fungsi pelayanan yang harus dilakukan oleh setiap SKPD; (v) Mengefisienkan pen ggunaan anggaran yang relatif terbatas jumlahnya; (vi) Mengefisienkan dan mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana; dan (vii) Memudahkan dan mengefisienkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan. Untuk operasionalnya arah pembangunan tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit, sedangkan ketersediaan pendanaan pada pemerintah relatif terbatas. Sinergitas pendanaan dari berbagai sumber baik dari masyarakat, sektor swasta, maupun pemerintah (daerah dan pusat) memerlukan pengorganisasian yang lebih kuat untuk mencapai hasil pembangunan yang lebih baik. 4444
50 Arah kebijakan ekonomi tersebut diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan, mengurangi jumlah penganguran, serta dapat meningkatkan IPM di Kabupaten Barito Kuala sesuai dengan yang telah ditargetkan sehingga dapat meningkatkan rangking Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Barito Kuala di dalam lingkup Provinsi Kalimantan Selatan. Beberapa langkah strategi dalam proses memproyeksikan Visi dan Misi sebagai bentuk awal memulai arah perencanaan pembangunan daerah adalah sebagai berikut : 1. Strategi Tahap I, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan yang dilaksanakan sebagai wujud dari upaya pembangunan masyarakat Kabupaten Barito Kuala seutuhnya. 2. Strategi Tahap II, Melakukan Mapping (Pemetaan) terhadap berbagai permasalahan pembangunan, mulai dari geografis, ekonomi, budaya, dan infrastruktur dengan mengacu pada pengembangan peluang dan kesempatan bekerja dan berusaha bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala. 3. Strategi Tahap III, menyusun desain tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Menumbuhkan rasa memiliki terhadap kesempatan, peluang, ancaman dan tantangan pembangunan menuju peningkatan kemampuan pembangunan yang bertumpu pada kesadaran akan tanggungjawab dan tugas sebagai khalifah di muka bumi. Penjelasan lain dari Kebijakan Umum Pemerintah Kabupaten Barito Kuala pada hakikatnya merupakan penjabaran dari suatu manajemen (proses) kemana dan akan sampai sejauh mana arah pembangunan daerah dan masyarakat Kabupaten Barito Kuala nantinya akan di bawa. Arah pembangunan itu juga nantinya akan terakumulasi ke dalam apa yang dimaksud Sasaran Pembangunan. Kemudian Kebijakan Umum Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dapat dikelompokkan ke dalam beberapa rumusan Agenda Pembangunan Daerah yaitu sebagai berikut : 1. AGENDA I, Mewujudkan percepatan pembangunan ekonomi, infrastruktur perdesaan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kawasan terpilih secara komprehensif dan terpadu sehingga menjadi kabupaten yang maju dan mandiri. 2. AGENDA II, Mewujudkan revitalisasi pertanian, sarana, dan prasarana pendidikan, kesehatan yang berkualitas, kehidupan umat beragama, koperasi, iklim dunia usaha yang kondusif dan kompetitif untuk menyerap lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. 3. AGENDA III, Membangun sistem pemerintahan yang kuat, menjunjung tinggi supremasi hukum, maju, modern, bersih dan berwibawa sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan otonomi daerah. Tiga Agenda pembangunan daerah di atas secara konseptual dan berjenjang politik, diharapkan nantinya dapat melahirkan perumusan, implementasi, dan realisasi arah kebijakan program dan kegiatan pembangunan 4545
51 pada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup pemerintahan Kabupaten Barito Kuala. Tataran berikutnya dari arah pembangunan yang ingin di capai itu akan diakumulasikan sebagai sasaran pembangunan. Dan sasaran pembangunan itu di mulai dari jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang yang tentu mengacu kepada arah pembangunan. Garis besar sasaran pembangunan yang akan diimplementasikan yaitu : 1. Terwujudnya peningkatan intensitas aktifitas perekonomian masyarakat yang diindikasikan oleh bertambahnya sentra sentra usaha masyarakat. 2. Terwujudnya kemudahan mobilitas usaha bagi masyarakat yang diindikasikan oleh tersedianya prasarana usaha, jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan sentra ekonomi dan wilayah perdesaan dengan perkotaan. 3. Terwujudnya peningkatan kualitas permukiman masyarakat yang diindikasikan oleh semakin lengkapnya penyediaan sarana dan prasarana lingkungan pemukiman sehat. 4. Terwujudnya peningkatan usaha msyarakat di bidang pertanian yang ditunjukan oleh bertambah banyaknya komoditas dan luasnya lahan usaha, diversifikasi, produksi dan produktivitas komoditas pertanian. 5. Terwujudnya keberdayaan masyarakat dalam berketahanan pangan yang ditunjukan dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan lestarinya kemampuan kabupaten barito kuala sebagai basis penyangga pangan. 6. Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat yang ditunjukan dengan semakin terjangkaunya dan meratanya akses guna memperoleh pendidikan yang berkualitas. 7. Terwujudnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang diidentifikasi oleh semakin mudah, murah, memadai dan meratanya penyelenggaraan layanan kesehatan, yang mendorong kemandirian kemanpuan masyarakat dalam berpola hidup sehat. 8. Terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diidentifikasikan oleh kompetensinya yang semakin bertaqwa, profesional, unggul dan mampu bersaing serta memiliki semangat untuk senantiasa berubah ke arah yang lebih baik. 9. Terwujudnya kondisi masyarakat yang lebih berdaya dan bermartabat yang ditunjukan oleh kondusifnya iklim usaha dan aktifitas perekonomian masyarakat sehingga tercipta lapangan kerja mandiri dan berdampak semakin berkurangnya jumlah keluarga miskin. 10. Terselenggaranya seluruh kewenangan pemerintah kabupaten pada era otonomi daerah melalui birokrasi pemerintahan yang handal, yang diindikasikan oleh diterapkannya prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. 4646
52 11. Terwujudnya hak sosial masyarakat yang dicerminkan oleh terpenuhinya perlindungan dan pelayanan sosial serta terkendalinya pertumbuhan penduduk untuk membentuk keluarga kecil bahagia. Dari sasaran pembangunan sebagaimana tersebut di atas, maka proses berikutnya menjabarkan lebih lanjut prioritas pembangunan secara lebih rinci ke dalam pelaksanaan kebijakan program dan kegitan yang telah terpilih dan akan di capai. C. PRIORITAS DAERAH Cakupan dari penjabaran sebagai hasil Visi, Misi, Strategi, Sasaran dan Arah Pembangunan Kabupaten Barito Kuala yang bukan tidak mungkin dipengaruhi pula oleh faktor eksternal maupun faktor internal daerah seperti perkembangan tingkat perekonomian masyarakat dan pembangunan, maka dihasilkan beberapa rumusan pembangunan yakni : 1. Melanjutkan upaya menitikberatkan pembangunan dalam arti luas pada acuan umum penyusunan substansi RKPD Kabupaten Barito Kuala Tahun Melanjutkan mengakomodasikan arah, sasaran dan paradigma pembangunan di Kabupaten Barito Kuala saat ini. 3. Berupaya menindaklanjuti dan merealisasikan prioritas Pembangunan Nasional dari tahun 2011, tahun 2012 hingga memasuki tahun terakhir masa jabatan sebagai Kepala Daerah di kabupaten Barito Kuala yakni tahun 2017, beserta seluruh kebijakan pemerintah nasional, baik secara umum maupun secara parsial melalui departemen, kementrian dan lembaga negara bukan departemen lainya. 4. Tetap berupaya menindaklanjuti dan merealiasikan Prioritas Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan dari tahun 2012 hingga memasuki tahun Menindaklanjuti dan mewujudkan Strategi Daerah (STRADA) Pembangunan Kabupaten Barito Kuala yang menitikberatkan pada kegiatan pembangunan di bidang pertanian, tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan khususnya yang mencakup ke dalam sentra kawasan agropolitan yang sudah berjalan, karena ini merupakan suatu titik pemicu proses pembangunan daerah. 6. Potensi, sifat dan ciri karateristik setiap wilayah di Kabupaten Barito Kuala, termasuk di dalamnya keragaman budaya, seni, adat istiadat dan kebiasaan masyarakat tetap diupayakan guna dikembangkan dan menjadi hak paten pembangunan masyarakat dan daerah Kabupaten Barito Kuala. Kemudian dari beberapa rumusan pembangunan itu, sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Barito Kuala maka memunculkan skala pembangunan prioritas Kabupaten Barito Kuala. Dan skala prioritas pembangunan inilah yang akan menjadi arah program, sasaran dan realisasi keagiatan pembangunan. Sehingga program pembangunan di maksud diharapkan tercapai secara tepat dan akurat pada sasaran pembangunan di setiap menjalankan perencanan, pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Barito Kuala. 4747
53 Berikut formulasi dan hasil proyeksi dari rumusan pembangunan yang mendapatkan skala pembangunan yang diprioritaskan beserta upayanya yaitu di arahkan pada: 1. Pembangunan infrastruktur perdesaan dan pembangunan pusatpusat kawasan terpilih, dengan upaya : a. Melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan perdesaan termasuk dalam hal proses-proses pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan desa. b. Melakukan Studi Pembangunan Perdesaan (SPD) untuk memperoleh informasi-informasi strategis bagi kebutuhan pembangunan desa di masa depan sehingga keberlangsungan pembangunan perdesaan dapat terpelihara dan dinikmati oleh generasi di masa yang akan datang. c. Membuat pilot project (proyek percontohan) partumbuhan pembangunan perdesaan yang maju secara eko-nomi, kesehatan, pendidikan, pertanian, (kota agropolitan; kota yang tumbuh dan berkembang di perdesaan) kebudayaan, kehidupan umat beragama. Dengan menerapkan model pembangunan masyarakat yang acceptable (dapat diterima dan dinikmati masyarakat). d. Membangun jalan-jalan perdesaan yang dapat membuka akses untuk memudahkan masyarakat perdesaan dalam memasarkan hasil hasil produksi pertanian, peternakan, maupun perkebunan dan lainnya. e. Melakukan pendekatan multisektoral (holistik) partisipatif, berdasarkan pada semangat kemandirian local, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. f. Membangun pusat kerja sama antar desa untuk saling tolong sehingga seluruh desa dapat tumbuh dan berkembang secara serasi dan saling menunjang. g. Membangun sentra-sentra produksi pertanian di desa-desa yang benarbenar potensial untuk dikembangkan. h. Membangun dan mengembangkan desa yang dapat mempercepat proses modernisasi perekonomian masyarakat melalui pengembangan agribisnis, jaringan kerja produksi dan jaminan pemasaran yang luas. i. Melakukan peningkatan investasi dalam pembangunan SDM yang dapat mendorong produktivitas, kewiraswastaan, dan ketahanan masyarakat sosial perdesaan. j. Mengembangkan kemampuan organisasi masyarakat perdesaan agar kegiatan penyuluhan berjalan efektif sehingga keterampilan (skills) masyarakat perdesaan semakin meningkat. k. Membangun dan mengembangkan kapasitas organisasi ekonomi dan jaringan kerja produksi pertanian di perdesaan. l. Membangun pusat-pusat kawasan terpilih sebagai sentra kegiatan ekonomi pertanian, pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan lainlain untuk memutuskan mata rantai isolasi antar desa, ke ibu kota kecamatan dan ke ibu kota kabupaten. m. Melakukan reformasi agraria untuk membuka akses masyarakat pada lahan dan pengolahan sumber daya alam. n. Mengoptimalkan jaringan irigasi dan jaringan peng-airan serta peningkatan pelayanan prasarana permukiman, seperti air minum, air limbah dan drainase. 4848
54 o. Membangun instalasi pengolahan air bersih untuk kebutuhan masyarakat perdesaan. 2. Pembangunan di bidang Pertanian, dengan upaya : a. Melakukan revitalisasi pertanian dan hasil-hasilnya yang diharapkan akan dapat mempercepat pengembangan di bidang pertanian pada umumnya. b. Peningkatan hasil pasca panen dan pengolahan hasil panen, melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk saat dan pasca panen dan pengolahan hasil panen, serta pemanfaatan alat dan teknologi pertanian guna menurunkan kehilangan hasil panen. c. Mengembangkan sistem antisipasi dini terhadap kemungkinan terjadinya kerawanan pangan. d. Meningkatkan kemampuan para petani, nelayan dan peternak untuk merawat, mengolah dan memasarkan hasil-hasil pertanian melalui berbagai kagiatan seperti pameran, penyuluhan yang intesif dan terpadu serta penerapan kebijakan yang mudah dan terbuka. e. Meningkatkan akses sumber daya produktif, terutama dalam hal pemberian intensif permodalan dan pengembangan pola pembiayaan yang layak dan sesuai dengan usaha pertanian yang dikembangkan. f. Menumbuhkan dan menguatkan lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan daya tawar petani; nelayan,dan peternak guna memberikan perlindungan (proteksi) dari persaingan perusahaan yang tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil. g. Merpercepat dan menata kembali usaha-usaha perikanan terutama dalam hal usaha budi daya tambak air tawar. h. Mengembangkan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang melibatkan semua pihak baik pemerintah, pengusaha maupun masyarakat. 3. Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dengan upaya : a. Membangun lembaga-lembaga pendidikan baru menjadi tuntutan kebutuhan b. Merehabilitasi gedung-gedung sekolah yang mengalami kerusakan termasuk menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratrium. c. Menyediakan sarana informasi pendidikan yang memungkinkan masyarakat untuk memilih pendidikan sesuai kualitas yang diinginkan dan memperolen imformasi yang seluas-luasnya tentang masalah-masalah pendidikan. d. Meningkatkan anggaran pendidikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). e. Meningkatkan peran serta masyarakat pengusaha untuk bekerja sama dalam mendanai kegiatan-kegiatan pendidikan. f. Menyediakan berbagai alternative layanan pendidikan formal dan non formal untuk menampung kebutuhan penduduk miskin dan penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan serta terpencil. g. Memberikan beasiswa kepada siswa-siswi dan putra-putra daerah terbaik berprestasi yang sedang melanjutkan pendidikan tinggi di luar daerah. h. Melaksanakan evaluasi pendidikan kedinasan terhadap kebutuhan tenaga kerja kedinasan dalam rangka meningkatkan effisiensi dan effektifitas penyelenggaraan pendidikan kedinasan. 4949
55 4. Pembangunan kesehatan yang berkualitas, dengan upaya : a. Mengembangkan dan meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang bersumber dari masyarakat, seperti pos pelayanan kesehatan terpadu, pondok bersalin desa, usaha kesehatan sekolah dan lainnya. b. Mengadakan, meningkatkan dan memperbaiki sarana dan prasarana puskesmas serta jaringannya. c. Memberikan pelayanan kesehatan dan penyediaan obat untuk penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya. d. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup sekurang kurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, pengobatan dasar. e. Meningkatkan sarana dan prasarana rumah sakit daerah. f. Mendorong peningkatan peran serta swasta untuk terlobat dalam pelayanan peningkatan kesehatan perorangan. g. Memberdayakan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi. h. Meningkatkan pengawasan penyalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, dan zat aditif. i. Meneliti dan mengembangkan tanaman obat lokal. 5. Pembangunan kehidupan umat beragama, dengan upaya : a. Meningkatkan kualitas pelayanan dan pemahaman keagamaan terhadap umat beragama. b. Meningkatkan pemberdayaan lembaga-lembaga sosial keagamaan, seperti majelis taklim, rukun kematian, kelompok pengajian, organisasiorganisasi sosial keagamaan dan lainnya. c. Membangun jaringan kerjasama dan sistem informasi lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan. d. Meneguhkan ikatan komitmen antar umat dan intern umat beragama untuk saling bekerja sama dan menjunjung tinggi teloransi antar sesama dan antar umat beragama. e. Menjalin kerjasama dengan tokoh-tokoh agama sehingga tercipta hubungan yang saling mengisi antara ulama atau tokoh agama dengan pemerintah atau umara. 6. Pembangunan koperasi dan dunia usaha, dengan upaya : a. Memberikan dukungan untuk membantu perkuatan dan kemandirian lembaga gerakan koperasi. b. Memberikan dukungan dan kemudahan untuk pengembangan infrastruktur pendukung pengembangan koperasi melalui pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, penelitian dan pengembangan keuangan dan pembiayaan, teknologi, informasi, promosi dan c. Menyediakan intensif dan fasilitasi dalam rangka pengembangan jaringan kerjasama usaha antar koperasi. d. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan koordinasi dalam perencanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan koperasi dengan partisifasi aktif para pelaku dan instansi terkait. e. Memberikan penyuluhan perkoperasian kepada masyarakat yang disertai dengan pemasyarakatan contoh-contoh koperasi sukses yang dikelola sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi. 5050
56 f. Membangun dan merehabilitasi sarana dan prasarana dermaga sungai, jembatan dan penyebrangan untuk memudahkan dan meningkatkan pelayanan transportasi sehingga semakin memperlancar kegiatan usaha masyarakat. g. Membangun lembaga jaringan ekonomi masyarakat serantau (JEMS) untuk menggalang masyarakat Kabupaten Barito Kuala di perantauan agar terpanggil untuk membangun daerah secara bersama-sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat di daerah. h. Mendirikan badan - badan usaha baru daerah termasuk koperasi dan meningkatkan kinerja badan usaha milik daerah yang sudah ada. i. Membuka ruang investasi baru di bidang pertanian, dan perkebunan bagi pengusaha daerah dan pengusaha nasional. 7. Pembangunan sistem pemerintahan yang baik, menjunjung tinggi supremasi hukum, bersih, dan berwibawa, dengan upaya : a. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan pelaksanaan prinsip-prinsip penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. b. Menerapkan nilai-nilai etika aparatur guna membangun budaya kerja yang mendukung produktivitas kerja yang tinggi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. c. Meningkatkan intensitas dan kualitas pelaksanaan pengawasan dan audit internal, eksternal dan pengawasan masyarakat. d. Meningkatkan koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif. e. Melakukan tindak lanjut terhadap temuan pengawasan secara hukum. f. Meningkatkan kualitas pelayanan aparatur kepada masyarakat dan dunia usaha. g. Mengintensifkan penanganan pengaduan masyarakat. h. Mendorong pelaksanaan prinsip-prinsip good governance dalam setiap proses pemberian pelayanan publik khususnya dalam rangka mendukung penerimaan keuangan daerah seperti retribusi, pajak, pengembangan dunia usaha dan lainnya. i. Menciptakan sistem administrasi pendukung dan kearsipan yang efektif dan efisien. j. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia aparatur dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. k. Mengembangkan profesionalisme PNS yang berorientasi pada etika, mekanisme penegakan hukum dan disiplin. l. Menyelenggarakan koordinasi dan konsultasi rencana dan program kerja antar dinas atau instansi terkait lainnya. 5151
57 BAB III URUSAN DESENTRALISASI A. PRIORITAS URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN PENDIDIKAN INSTANSI PELAKSANA : DINAS PENDIDIKAN Kewenangan pelaksanaan Urusan Pendidikan secara langsung menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan. Tingkat capaian kinerja Dinas Pendidikan atas program dan kegiatan tahun 2013, bertolok ukur pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan Tahun Pada tahun 2013, Dinas Pendidikan melaksanakan sebanyak 14 Program kerja yang terdiri dari 108 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas Dinas Pendidikan terkait urusan Pendidikan yang dilaksanakan antara lain : a. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program Pendidikan Anak Usia Dini, dengan kegiatan ; a) Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini. Target terlaksananya pendidikan usia dini di PAUD dan TK, dengan target 1023 org (keg), dengan realisasi 98,11 %. 2) Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun; dengan kegiatan : a) Penambahan ruang kelas sekolah (DAK). Target terlaksannya pembangunan ruang kelas baru SMP/ DAK sebanyak 34 RKB, dengan realisasi 34 RKB, fisik (100%) dan keuangan (97,75 %). b) Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah (DAK). Target te rlaksananya rehab sedang/berat bangunan sekolah sebanyak 85 ruang, dengan realisasi 85 ruang (100 %). c) Penyediaan dana pengembangan sekolah untuk SD/MI dan SMP/MTs. Target terlaksananya try out UNAS, SMP, UAS, SMP, Remedial Khusus mata pelajaran yang di UNAS kan sebanyak 2 kegiatan, dengan realisasi 2 kegitan (100 %). d) Pembinaan minat bakat dan kreatifitas siswa. Target terlaksananya lomba olah raga siswa SD, lomba kreatifitas SD, O2SN sebanyak 3 kegiatan, dengan realisasi 3 kegiatan (100 %). e) Pembangunan perpustakaan sekolah (DAK). Target tersediannya ruang perpustakaan sekolah sebanyak 25 ruang, dengan realisasi 25 ruang (100 %). f) Penyediaan alat praktik dan peraga siswa (DAK). Target tersediannya alat praktik dan peraga siswa SMP sebanyak 94 sekolah, dengan realisasi 100 %. 2) Program pendidikan menengah; dengan kegiatan : a) Pembangunan Gedung Sekolah. Target terlaksananya pembangunan gedung sekolah sebanyak 1 sekolah. Realisasi 100 %. b) Pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah dengan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS). Target tumbuhnya semangat school base management (MBS) jenjang SMA, SMK dan biaya ujian produktif dan praktek kerja sebanyak 3 sekolah. Realisasi 100 %. 52
58 c) Pengembangan model belajar dan mengajar dengan menggunnakan teknologi informasi dan komunikasi (ITC). Target terlaksananya pelatihan pengguna ICT bagi guru dan TU SMP/Mts, SMA/SMK/MA, pengembangan infrastruktur jaringan internet (ICT), mapping pendidikan dan pembangunan tower ICT sebanyak 120 buah. Realisasi 75 %. d) Pembangunan laboratorium dan ruang praktikum sekolah (DAK). Target tersediannya bangunan LAB dan praktikum SMA/SMK sebanyak 5 sekolah. Realisasi 5 sekolah (100 %). e) Penambahan ruang kelas sekolah (DAK). Target tersediannya ruang kelas baru sebanyak 7 RKB. Realisasi 7 RKB (100 %). f) Pembangunan perpustakaan sekolah. Target terlaksananya pembangunan ruang perpustakaan SMA, SMK (sharing DAK) pada 3 sekolah. Realisasi 3 sekolah (100 %). g) Rehabilitasi sedang/berat ruang kelas sekolah (DAK). Target terlaksananya rehab ruang kelas SMA/SMK sebanyak 21 ruang. Realisasi 21 sekolah (100%). 3) Program pendidikan non formal, dengan kegiatan; a) Pengembangan pendidikan keaksaraan. Target terlaksananya pembinaan PBHKF dan dapat dikembangkan pendidikan keaksaraan sebanyak 70 orang, dengan realisasi 100 %. b) Pengembangan pendidikan kecakapan hidup. Target terlaksananya penyelengaraan pendidikan dan dapat dikembangkan pendidikan kecakapan hidup sebanyak 20 orang, dengan realisasi 100 %. c) Pengembangan Kurikulum, Bahan Ajar dan Model Pembelajaran Pendidikan Non Formal. Target tersusunnya kurikulum dan model paket PBH KF, paket A dan paket B (dok) sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi 0 %. 4) Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, dengan kegiatan; a) Pelatihan bagi pendidik untuk memenuhi standar kompetensi. Target terlaksananya diklat sertifikasi, diklat lesson study guru SD, SMP, SMA dan diklat calon pengawas sebanyak 5 kegiatan (630 orang), dengan realisasi 5 kegiatan (100 %). 5) Program manajemen pelayanan pendidikan, dengan kegiatan; a) Pengadaan naskah, pendistribusian,pencetakan LJK UNAS SLB, SMP/MTs, SMA/SMK dan pemantauan UAS/UN SLB, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK. Target terlaksananya ujian nasional SMP/MTs, SMA/MA, SMK di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 pada 129 sekolah, dengan realisasi 129 sekolah (100 %). Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan), Dinas Pendidikan sebesar 97,49 %. Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,-. b. Realisasi Kegiatan Urusan Pendidikan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan terkait kinerja Urusan Pendidikan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 53
59 Tabel 1 Data Penyelenggaraan Urusan Pendidikan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian PAUDNI (TPA/KB/TK/RA/BA) 1. Jumlah Lembaga Jumlah Peserta Didik Jumlah Tenaga Pengajar SD/MI/P.A 1. Jumlah Lembaga Jumlah ruang kelas Jumlah Peserta Didik Angka putus sekolah Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah Tenaga Pengajar kualifikasi (S1/D-IV). 7. Jumlah Tenaga Pengajar 914 Bersertifikasi 8. Jumlah dana bos yang tersalurkan SMP/MTS/P.B 1. Jumlah Lembaga Jumlah ruang kelas Jumlah Peserta Didik Angka putus sekolah Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah Tenaga Pengajar 950 kualifikasi (S1/D-IV). 7. Jumlah Dana Bos yg tersalurkan 8. Ruang yang - dibangun/direhab. 9. Jumlah Tenaga Pengajar 453 Bersertifikasi 4. SMA/SMK/MA/P.C 1. Jumlah lembaga Jumlah ruang kelas Jumlah Peserta Didik Angka putus sekolah Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah Tenaga Pengajar
60 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian kualifikasi (S1/D-IV). 5. Pemberantasan Buta Huruf Keaksaraan Fungsional Sumber : Dinas Pendidikan 7. Ruang yang - dibangun/direhab 8. Bantuan SPP yang tersalurkan. 9. Jumlah Tenaga Pengajar 205 Bersertifikasi 1. Pemberantasan Pengembangan Kemandirian 800 Berdasarkan data capaian pelaksanaan urusan pendidikan, pada tabel 1 di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Khusus untuk lingkup Kab. Barito Kuala pada tingkat penyerapan siswa didik antar tingkat pendidikan (SD -SMP-SMA) masih terdapat kesenjangan yang sangat tinggi, jika dilihat dari ketersedian ruang kelas untuk menampung siswa baru, seperti ruang SD/MI/P.A yang berjumlah 2010 ruang sedangkan untuk ruang kelas SMP/MTS/P.B sebanyak 529 ruang, maka ketercukupan penerimaan siswa SD ke SMP dilihat dari segi ketersediaan ruang kelas hanya sebesar 26,31 % dari jumlah siswa SD. Sedangkan ketersediaan ruang kelas SMA/SMK/MA/P.C untuk menampung siswa SMP hanya sekitar 48,20 % dari jumlah siswa SMP. Untuk itu maka diperlukan peningkatan pembangunan ruang ruang kelas baru pada tahun mendatang. 2) Secara umum untuk data hasil kegiatan subtantif dan indikatif pendidikan SD/MI/PA, SMP/MTs/P.B dan SMA/SMK/MA/P.C menunjukan realisasi yang cukup baik. 3) Peningkatan jumlah kelembagaan PAUDINI (TPA/KB/TK/BA) sebanyak 4 (empat) lembaga, yang telah menyerap sebanyak orang murid dengan tenaga pengajar sebanyak orang. 55
61 Grafik 1 Perbandingan Jumlah Ruang Kelas, Siswa dan Tenaga Pengajar Di Tingkat SD/MI/P.A, SMP/MTS/P.B dan SMA/SMK/MA/P.C Tahun Ruangan Jumlah Siswa Jumlah Guru SD/MI/P.A SMP/MTS/P.B SMA/SMK/MA/P.C Sumber : Dinas Pendidikan 4) Jika dilihat dari jumlah tenaga pengajar/guru pada seluruh tingkatan pendidikan SD/MI/P.A, SMP/MTS/P.B dan SMA/SMK/MA/P.C di Kab. Barito Kuala terdapat sebanyak orang tenaga pengajar/guru. Dari keseluruhan tenaga pengajar/guru yang ada hanya sebanyak orang tenaga pengajar/guru (8 %) guru yang sudah menempuh pendidikan setingkat DIV/S1. 5) Sedangkan untuk tenaga pengajar/guru yang telah mendapat sertifikasi keahlian guru sebanyak orang tenaga pengajar/guru, Artinya hanya 4,16 % guru yang mendapat sertifikasi dari jumlah tenaga pengajar/guru seluruhnya orang. Grafik 2 Jumlah Tenaga Pengajar Memenuhi Sertifikasi dan Pendidikan S1/DV Pada Setiap Tingkat Pendidikan Tenaga Pengajar Tenaga Pengajar kualifikasi (S1/D-IV). Tenaga Pengajar Bersertifikasi Sumber : Dinas Pendidikan 56
62 6) Penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah sebesar Rp ,- kepada 422 buah sekolah yang terdiri dari 327 sekolah SD/MI/P.A dan 95 buah sekolah SMP/MTS/P.B. Sedangkan untuk tingkat pendidikan SMA/SMK/MA/P.C telah disalurkan bantuan SPP sebesar ,- kepada peserta didik. 7) Dalam hal pemberantasan buta hurup keaksaraan fungsional pada bulan Maret telah dilaksanaan kegiatan pemberantasan keaksaraan sebanyak orang, total tahun 2013 telah dilaksanakan pemberantasan keaksaraan kepada sebanyak orang, penyandang buta aksara. c. Permasalahan dan Solusi : a) Permasalahan 1). Pada sub bidang pendidikan pengajaran tertentu diidentifikasi masih kurangnya guru dengan kompetensi yang memadai, utamanya guna tenaga pendidik dan pengajar pada PAUD, RSBI, dan SMK. Walaupun dari sisi kuantitas guru cukup tersedia namun dalam spesifikasi bidang pendidik dan pengajar tertentu masih perlu penyediaan secara memadai. 2). Belum meratanya kegiatan belajar dan mengajar yang dilengkapi fasilitas seperti Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer dan Perpustakaan, khususnya pada sekolah lanjutan di kecamatan, termasuk ketersediaan kualitas perangkatnya. b) Solusi : 1) Pemerataan pelayanan pendidikan pengajaran guna mendukung penyempurnaan pencapaian wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), untuk daerah - daerah yang sulit terjangkau, khususnya untuk pembangunan SATAP SD, SMP. 2) Guna pemerataan kegiatan belajar dan mengajar masih diperlukan tambahan fasilitas seperti Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer dan Perpustakaan, khususnya pada sekolah lanjutan di kecamatan, termasuk ketersediaan kualitas perangkatnya. 57
63 2. URUSAN KESEHATAN Urusan kesehatan dilihat dari kewenangan pelaksanaannya, dilaksanakan oleh 2 (dua) Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yakni Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit H. Abdul Azis Marabahan. Pembahasan realisasi fisik dan keuangan terkait pelaksanaan Urusan Kesehatan akan dijabarkan dari pelaksanaan program dan kegiatan ke 2 (dua) SKPD sebagaimana dimaksud di atas. Kewenangan urusan Kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013 mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan Tahun Pada tahun 2013, Dinas Kesehatan melaksanakan sebanyak 29 Program kerja yang terdiri dari 71 jenis Kegiatan. Adapun capaian program dan kegiatan prioritas terkait Urusan Kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut : a. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program obat dan perbekalan kesehatan, dengan kegiatan ; a) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. Target tersedianya obat PKD dan generik sebanyak 300 jenis, dengan realisasi 297 jenis (99 %). b) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan (DAK). Target tersedianya obat PKD dan pendukung yankes gratis sebanyak 300 jenis, dengan realisasi 297 jenis (99 %). 2) Program upaya kesehatan masyarakat, dengan kegiatan ; a) Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya. Target terlaksananya pelayanan kasus gizi buruk, gakin, tercapainya rujukan Jamkesmas non data base ke RS dan Jampersal pada 201 desa/kel, dengan realisasi 77 desa/kel (38,31%). b) Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringan (APBD). Target tersedianya poskesdes sebanyak 15 buah poskesdes, dengan realisasi pelaksanaan lelang sebanyak 15 buah (100 %). c) Penyelenggaraan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Wabah. Target terlayaninya masyarakat di unit pelayanan kesehatan sebanyak kasus, dengan realisasi sebanyak kasus (100 %). d) Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringan. Target tersedianya poskesdes sebanyak 15 buah poskesdes, dengan realisasi 15 buah (100 %). 3) Program perbaikan gizi masyarakat, dengan kegiatan ; a) Pemberian makanan tambahan dan vitamin. Target terlaksananya distribusi makanan tambahan dan vitamin untuk bayi, balita, bukek, bufas & busul serta pelaksanaannya UPGK sebanyak 40 anak, dengan realisasi 40 anak (100 %). 4) Program pencegahan penanggulangan penyakit menular, dengan kegiatan ; a) Pelayanan vaksin bagi balita dan anak sekolah. Target terlaksananya peningkatan pelayanan imunisasi balita dan anak sekolahan(pkm)sebanyak 19 Pkm, dengan realisasi 19 kasus (100 %). 58
64 b) Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan. Target terlaksananya peningkatan KIE pencegahan & penanggulangan penyakit menular sebanyak 30 kasus, dengan realisasi 30 kasus (100 %). c) Peningkatan Survellance Epidermiologi dan Penanggulangan Wabah. Target tertanganinya kasus KLB penyakit dengan cepat di 17 kec, dengan realisasi 17 kecamatan (100 %). 5) Program standarisasi pelayanan kesehatan, dengan kegiatan ; a) Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan. Target terlaksananya penyusunan ISO Puskesmas sebanyak 1 puskesmas, dengan realisasi 1 puskesmas (100 %). 6) Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas / pustu dan jaringannya, dengan kegiatan ; a) Pembangunan Puskesmas. Target terlaksananya pembangunan puskesmas sebanyak 2 buah, dengan realisasi 2 buah (100 %). b) Pembangunan Puskesmas Pembantu. Target terlaksananya pembangunan puskesdes dan Pustu sebanyak 5 buah, dengan realisasi 3 buah (60 %). c) Pembangunan Puskesmas Pembantu (DAK). Target terlaksananya pembangunan puskesdes sebanyak 5 buah, dengan realisasi 5 buah (10 0 %). 7) Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, dengan kegiatan ; a) Penyusunan kebijakan pengendalian pemcemaran lingkungan dan perusakan lingkungan hidup. Target Tersedianya dokumen Perencanaan Master Plan dan DED RSUD H. Abd Aziz Marabahan sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi 100 %. Selain melaksanakan program dan kegiatan terkait urusan kesehatan, Dinas Kesehatan dalam salah satu program dan kegiatannya juga melaksanakan urusan Keluarga Berencana, khususnya kegiatan penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin dengan target terlaksananya penanganan efek samping kontrasepsi KB sebanyak 20 kasus. telah terealisasi sebanyak 20 kasus (10 0 %). Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan), Dinas Kesehatan sebesar 99,78 %. Sedangkan dari segi realisasi anggaran telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,- (95,57 %), dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, b. Realisasi Fisik Dan Keuangan Rsud H. Abdul Azis Kewenangan urusan Kesehatan yang dilaksanakan RSUD H. ABDUL AZIS tahun 2013, dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan bertolok ukur pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA RSUD H. ABDUL AZIS Tahun Pada tahun 2013, RSUD H. ABDUL AZIS melaksanakan sebanyak 9 Program kerja yang terdiri dari 31 jenis Kegiatan. Adapun capaian program dan kegiatan prioritas RSUD H. ABDUL AZIS antara lain : 1) Program peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah sakit jiwa/ rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata, dengan kegiatan ; a) Penambahan ruang rawat inap rumah sakit (VVIP, VIP, Kelas I, II dan III) melalui anggaran DAU. Target terlaksananya Pembangunan Gedung Kelas 59
65 III dan PONEK sebanyak 2 buah. Realisasi 25% b) Pengadaan bahan-bahan logistik rumah sakit. Target tersedianya bahan logistik untuk pasien sebanyak pasien, dengan realisasi sebanyak pasien (45,04 %) c) Penambahan ruang rawat inap rumah sakit (VVIP, VIP, Kelas I, II dan III) melalui anggaran DAK. Target terlaksananya Pembangunan Gedung Kelas III dan PONEK sebanyak 2 buah. Realisasi 35% d) Pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit (DAK). Target terlaksananya pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit sebanyak 82 buah, dengan realisasi 0% 2) Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD, dengan kegiatan ; a) Kegiatan Peningkatan Pelayanan dan Pendukung Pelayanan, target terlaksananya peningkatan pelayanan kesehatan melalui RSUD selama 12 bulan. Realisasi fisik selama 9 bulan (75 %). Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), RSUD H. Abdul Azis hingga bulan Desember 2013 sebesar 51,71 %. Sedangkan dari segi realisasi anggaran hingga Desember 2013 dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran belanja sebesar Rp (61,7 %). Adapun hasil pelaksanaan kegiatan terkait kinerja Urusan Kesehatan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 2 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kesehatan Oleh Dinas Kesehatan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah tenaga medis & para medis 2. Jumlah prasarana kesehatan 1. Jumlah bidan Jumlah perawat Jumlah dokter umum Jumlah dokter gigi Jumlah posyandu (aktif) Jumlah poskesdes+polindes Jumlah Pustu Jumlah puskesmas Jumlah puskes perawatan 9 60
66 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah puskesmas 19 keliling (darat+sungai) 7. Jumlah Desa Siaga Aktif Pelayanan 1. Jumlah masy yg 395 memperoleh pelayanan Jamkesda 2. Jumlah gizi balita buruk 7 3. Jumlah kasus balita kurang gizi yg ditangani (berat badan di bawah garis merah) 4. Jumlah kasus ibu hamil 556 kurang gizi. 5. Jumlah kelahiran Jumlah kelahiran hidup Jumlah kelahiran ditangani tenaga medis Jumlah KLB penyakit Angka Kematian 1. Jumlah kematian ibu 4 2. Jumlah kematian bayi Jumlah kematian balita 6 4. Jumlah kematian karena gizi buruk 3 5. Jumlah kematian karena KLB 1 Sumber : Dinas Kesehatan Berdasarkan tabel di atas, dapat digambarkan beberapa capaian pelaksanaan urusan kesehatan yang menjadi kegiatan subtantif Dinas Kesehatan, meliputi : 1) Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Barito Kuala secara berkala dan terus dibenahi dan diperlengkap oleh Dinas Kesehatan Kab. Barito 61
67 Kuala termasuk keterediaan tenaga kesehatan. Hal ini sebagai komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, 2) Jumlah Dokter Umum yang dimiliki sebanyak 26 orang terdiri dari 13 orang dokter PNS dan 13 orang Dokter PTT, jumlah ini ternyata menurun dari jumlah Dokter pada bulan Januari 2013 yang berjumlah 31 orang dokter. Pengurangan ini terjadi karena ada dokter PTT yang telah habis masa kontrak pada bulan Februari Sedangkan untuk Dokter Gigi hingga bulan Desember berjumlah 14 orang terdiri dari 1 orang dokter gigi PNS dan 13 orang dokter gigi PTT. 3) Dilihat dari segi persebaran dan pemerataan tenaga kesehatan terutama Dokter Gigi. a) Dari Dokter Gigi yang dimiliki sebanyak 14 orang ( 1 PNS dan 13 PTT ) hanya tersebar pada 12 Puskesmas dari 19 Puskesmas yang ada di Kab. Barito Kuala, bahkan di Puskesmas Tabunganen terdapat 3 orang Dokter Gigi. b) Puskesmas yang belum memiliki Dokter Gigi, meliputi : Puskesmas Tamban, Puskesmas Mekarsari, Puskesmas Jelapan, Puskesmas Anjir Pasar, Puskesmas Anjir Muara, Puskesmas Barambai dan Puskesmas Marabahan. Grafik 3 Jumlah Tenaga Kesehatan di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Dinas Kesehatan 4) Untuk keberadaan saran dan prasaran kesehatan hingga bulan Desember, dapat dilihat pada grafik di bawah ini. 62
68 Grafik 4 Jumlah Prasarana Kesehatan Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Dinas Kesehatan 5) Penyakit Demam Berdarah tercatat sebanyak 44 orang positif terkena penyakit Demam Berdarah. Dampak terparah adalah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) Penyakit Demam Berdarah pada bulan Januari 2013 dengan penderita positif DBD sebanyak 12 orang, yang tersebar di Kec. Wanaraya sebanyak 5 orang penderita, Kec. Tamban sebanyak 2 orang penderita, dan Kec. Marabahan sebanyak 3 orang penderita. Dalam menanggulangi 31 kejadian luar biasa penyakit ini telah dilaksanakan kegiatan Pogging pada titik-titik yang menjadi indikasi sumber penyebab penyakit DBD. 6) Jumlah kematian karena Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Demam Berdarah sebanyak 1 orang di Kecamatan Anjir Muara pada bulan Januari ) Pada tahun 2013, tingkat kelahiran di Kabupaten Barito Kuala sebanyak kelahiran, dengan rincian sebanyak (99,12%) bayi lahir hidup dan 36 (0,87%) bayi lahir mati. 8) Dari 4124 bayi yang lahir hidup sebanyak 3947 ditangani tenaga medis (95,7 %), dan 36 (0,87%) bayi lahir yang ditangani tenaga dukun kampung. 63
69 Grafik 7 Jumlah Kasus Ketercukupan Gizi Balita dan Ibu Hamil Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Dinas Kesehatan Grafik 8 Angka Kematian Balita dan Ibu Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Dinas Kesehatan b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Kesehatan Oleh Rsud H. Abdul Azis. Pelaksanaan kegiatan subtantif urusan kesehatan yang menjadi ranah tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Daerah Abdul Azis meliputi ; 64
70 Tabel 3 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kesehatan Oleh RSUD H. Abdul Azis No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah medis & para medis 1. Jumlah bidan Jumlah perawat Jumlah dokter umum 5 4. Jumlah dokter gigi 2 5. Jumlah dokter spesialis 5 6. Jumlah tenaga apoteker 2 2. Pelayanan medik 1. Jumlah pasien rawat inap Jumlah kunjungan rawat jalan 3. Jumlah kunjungan Jumlah masy yg dilayani jamkesmas/jamkesda Sumber : RSUD H. Abdul Azis 4. Jumlah anak yg mendapat imunisasi 5. Jumlah kasus balita kurang gizi. 6. Jumlah kasus ibu hamil kurang gizi Berdasarkan data yang terdapat pada tabel di atas, dapat dicermati beberapa informasi sebagai berikut ; 1) bahwa dari dua data substantif pada urusan kesehatan yang dilaksanakan oleh RSUD H. Abdul Aziz, hanya data indikatif pelayanan mengalami perkembangan yang signifikan. Seperti peningkatan jumlah pasien rawat inap, jumlah kunjungan rawat inap, jumlah kunjungan rawat jalan, jumlah masyarakat yang mendapat layanan Jamkesmas dan Jamkesda, serta pelayanan lainnya. 2) Ketersediaan tenaga dokter yang membantu penanganan di Rumah Sakit H. Abdul Azis dan Klinik Handil Bakti sebanyak 12 orang, yang terdiri dari ; 65
71 a) Dokter spesialis mata sebanyak 1 orang b) Dokter spesialis orthopedi sebanyak 1 orang c) Dokter spesialis tamu untuk penyakit dalam sebanyak 1 orang, d) Dokter spesialis tamu untuk penyakit kebidanan sebanyak 1 orang e) Dokter spesialis tamu untuk penyakit bedah sebanyak 1 orang f) Dokter umum sebanyak 5 orang g) Dokter gigi sebanyak 2 orang 3) Berdasarkan jenis penyakit yang dialami, penyakit yang paling banyak diderita pasien yang berobat ke RSUD Abdul Azis adalah penyakit dalam dengan 573 pasien, kebidanan dan kandungan 263 pasien dan penyakit anak 233 pasien. 4) Hingga akhir Tahun 2013 jumlah kunjungan rawat inap sebanyak 1649 pasien, yang terdiri dari ; a) Rawat inap kebidanan dan kandungan sebanyak 392 pasien b) Rawat inap kelas III sebanyak 678 pasien c) Rawat inap kelas I dan II sebanyak 405 pasien, dan d) Rawat inap VIP sebanyak 174 pasien Berdasarkan capaian pemberian pelayanan medik kunjungan rawat inap yang telah dilakukan per triwulan di atas, dapatlah diambil capaian rata-rata jumlah pasien rawat inap perbulannya sebanyak 183,22 orang perbulan atau 6,11 orang perhari. 5) Kasus balita gizi buruk di Kab. Barito Kuala yang ditangani di RSUD H. Abdul Azis Marabahan sebanyak 13 balita. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Sebagian besar dari jumlah penduduk Kabupaten Barito Kuala yang tergolong tidak mampu dan berhak mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan gratis sudah diakomodasi belalui Jamkesmas dan Jamkesda, pada kenyataannya ini masih ada keluhan masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta jaminan pelayanan kesehatan bersubsidi (alias gratis). 2. Terkait dengan tujuan MDGS di bidang kesehatan yakni upaya menurunkan kematian ibu/anak, kasus gizi kurang dan penanggulanggan penyakit menular serta perbaikan lingkungan, masih belum maksimal di laksanakan secara lintas sektor dan minimnya alat kesehatan. b). Solusi 1. Mengusulkan menggalakan peran SKPD yang terkait, mengurus masalah sosial & kesejahteraan masyarakat, lebih di maksimalkan secara terjadual melakukan koordinasi berupa forum komunikasi antar SKPD terkait, sehingga dapat terjadi persamaan cara pandang dalam menyikapi permasalahan kesehatan yang sesuai dengan visi dan misi keberhasilan pemerintah Kabupaten Barito Kuala. 2. Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) dibidang kes ehatan, juga penambahan dan pemanfaatan yang optimal sarana dan prasarana kesehatan sebagai bentuk nyata dari upaya mencapai tujuan MDGs bidang kesehatan. 66
72 3. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Urusan wajib Lingkungan Hidup dilihat dari kewenangan pelaksanaannya, dilaksanakan oleh 2 (dua) Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yakni Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum. Urusan Wajib Lingkungan Hidup secara langsung menjadi kewenangan dan dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup. Menindak lanjuti kewenangan dimaksud pada tahun 2013 telah direncanakan dan dilaksanakan berbagai program dan kegiatan, program dan kegiatan terukur ini didasarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Lingkungan Hidup Tahun Pada tahun 2013, Badan Lingkungan Hidup melaksanakan sebanyak 12 Program kerja dengan 46 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan a) Kerjasama Pengelolaan Sampah melalui terlaksananya kegiatan bank sampah. Realisasi 100 %. 2) Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup a) Pemantauan kualitas lingkungan, terlaksananya pemantauan kadar polusi limbah cair dan udara dengan target 2 kali kegiatan. Realisasi 2 kali kegiatan (100 %). b) Pengawasan pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup melalui terlaksananya pengawasan kebijakan bidang lingkungan hidup pada 32 perusahaan. Realisasi 100 % c) Pengelolaan B3 dan limbah B3 melalui terlaksananya pemantauan pengelolaan B3 dan limbah B3 pada 5 perusahaan/rumah sakit. Realisasi 100% d) Pengkajian dampak lingkungan melalui terlaksananya erlaksananya konsultasi lab lingkungan sebanyak 5 kali. Realisasi 100 %. e) Peningkatan pengelolaan lingkungan hidup melalui pengadaan pengadaan alat lab lingkungan pemantauan kualitas udara dan tersedianya biaya umum DAK sebanyak 4 unit. Realisasi 100 %. f) Peningkatan pengelolaan lingkungan hidup (DAK) melalui pengadaan biogas, alat pengolah sampah, alat uji tanah, pembangunan bank sampah, taman hijau dan perluasan RTH sebanyak 7 unit. Realisasi 100%. 3) Program perlindung sumber daya alam dan konservasi sumberdaya alam, dengan kegiatan ; a) Pengendalian dampak perubahan iklim, target terlaksananya penanaman pohon disepanjang jalan negara sebanyak 500 pohon. Realisasi 100%. b) Pengendalian kerusakan hutan dan lahan, target tersedianya dokumen informasi status kerusakan lahan sebanyak 1 dokumen. Realisasi fisik 1 dokumen (100 %). 4) Program rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam, dengan kegiatan ; a) Rehabilitasi hutan dan lahan, melalui penanaman pohon perindang sebanyak pohon. Realisasi 100%. 67
73 Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Lingkungan Hidup b ulan Desember 2013 sebesar 100%. Sedangkan dari segi realisasi anggaran hingga Desember 2013 dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp (96,60%). b. Realisasi Fisik Dan Keuangan Dinas Pekerjaan Umum Dalam hal pelaksanaan kewenangan Urusan Lingkungan Hidup, selain dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup, secara teknis dilaksanakan juga oleh Dinas Pekerjaan Umum terutama dalam hal program dan kegiatan yang berkaitan dengan penanganan persampahan. Secara khusus untuk capaian program dan kegiatan prioritas bulan Desember yang terkait langsung dengan pelaksanaan urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum pada Tahun 2013, meliputi : 1) Program pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh; dengan kegiatan : a) Pembangunan/Peningkatan infrastruktur. Target terbangunnya jalan lingkungan di beberapa desa sepanjang meter, dengan realisasi fisik meter (100 %). b) Pembangunan/Peningkatan infrastruktur. Target tersediannya taman disekitar landasan transfer depo truck amrol sampah sebanyak 1 unit, dengan realisasi fisik 100 %. 2) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah, dengan kegiatan ; a) Penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Target tersedianya IPA 1 l/det dan jaringan perpipaan di Kec. Mekarsari sebanyak 1 unit, dengan realisasi 100 %. b) Pengembangan sistem distribusi air minum (DAK). Target terlaksananya pemasangan jaringan distribusi air minum sebanyak 1unit, dengan realisasi 100 %. c) Penyediaan prasarana dan sarana air limbah. Target tersediannya tempat pembuangan sampah 12 unit (PS TPA 1 unit dan MCK 8 unit), dengan realisasi 12 (100%). 3) Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan, dengan kegiatan, a) Peningkatan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan. Target pengadaan dump truck amprol 1 unit, dengan realisasi 100 %. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 68
74 Tabel 4 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Lingkungan Hidup No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pencemaran lingkungan 1. Tingkat kualitas badan air - 2. Tingkat limbah B3-3. Perusahaan wajib AMDAL Perusahaan ber AMDAL Pemantauan pelaksanaan 6 AMDAL 6. Penegakkan hukum - lingkungan 7. Pemulihan lingkungan - (penanaman pohon) 2. Pengelolaan persampahan 1. Bank sampah 100 % Sumber : Badan Lingkungan Hidup Hingga akhir tahun 2013 dapat digambarkan beberapa capaian pelaksanaan Urusan Lingkungan Hidup yang menjadi kegiatan subtantif Badan Lingkungan Hidup, antara lain : 1) Bahwa belum ada penjelasan komprehensif terkait tingkat kualitas badan air dan pencemaran limbah B3 di Kabupaten Barito Kaula. 2) Dari 30 buah perusahaan di Kabupaten Barito Kuala yang wajib memiliki dan menjalankan Analisi Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL), hanya ada 18 perusahan saja yang telah memiliki dan menjalankan AMDAL. Sedangkan 12 perusahaan lainnya belum memiliki AMDAL 3) Terkait dengan program penerapan Bank Sampah yang mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2013, telah terealisasi sebesar 100 %. b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Lingkungan Hidup Oleh Dinas Pekerjaan Umum Selain kewenangan urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup, sebagian kegiatan substansi Urusan Lingkungan Hidup juga dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum khususnya terkait dengan penyedian sarana dan prasarana penanganan persampahan. Pelaksanaan kegiatan subtantif Urusan Lingkungan Hidup yang menjadi ranah tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum meliputi ; 69
75 Tabel 5 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Lingkungan Hidup Oleh Dinas PU No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Penanganan Sampah 1. Jumlah TPS Jumlah volume sampah M 3 terangkut 3. Jumlah wilayah bebas - sampah 4. Jumlah angkutan 9 persampahan Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Beberapa hal yang dapat digambarkan terkait capaian pelaksanaan urusan persampahan, sebagai berikut ; 1) Keberadaan sampah kini menjadi salah satu masalah yang sering muncul terutama didaerah perkotaan maupun pinggiran kota, tidak terkecuali di Kabupaten Barito Kuala khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Marabahan dan Kecamatan Alalak. Keterbatasan personil, armada angkutan, jumlah TPS, serta waktu operasional dibandingkan dengan volumen sampah yang harus diangkut, menjadi beberapa penyebab internal masih belum maksimalnya upaya pengangkutan sampah-sampah di Kabupaten Barito Kuala. Selain masih kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk membuang sampah tepat waktu dan tepat tempat, menjadi faktor eksternal pemacu permasalahan sampah. 2) Pada bulan Desember 2013 jumlah TPS di Kab. Barito Kuala sebanyak 92 buah TPS. Jumlah ini bertambah 1 unit dari bulan Januari 2013 yang berjumlah 91 unit. Secara umum TPS yang ada tersebar di Kecamatan Alalak dan Kecamatan Marabahan. 3) Untuk mendukung daya tampung TPS yang terbatas, telah digunakan armada angkutan sampah sebanyak 9 unit, yang terdiri dari 5 unit truk, 3 unit kendaraan roda 3 dan 1 unit pick up. 4) Pada bulan Desember telah terangkut sampah dengan volume ± M 3, Selama tahun 2013 hingga bulan Desember 2013 total sampah yang telah terangkut sebanyak ± M 3 sampah. Sampah ini kemudian diangkut ke lokasi pembuangan sampah akhir pada TPA di Banjarmasin, dan TPA di Kec. Marabahan. 5) Perhitungan kapasitas sampah terangkut per hari rata-rata sebesar 44 m 3 sampah, dengan optimal angkutan sampah yang rutin digunakan adalah 5 buah truk dan 1 buah pick up. 6) Dalam membantu penanganan sampah di Kab. Barito Kuala yang makin meningkat terutama di wilayah perkotaan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Badan Lingkungan Hidup tahun 2013 akan mengembangkan kegiatan pengelolaan persampahan melalui mekanisme Bank Sampah, dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan 70
76 pentingnya menjaga kelestaraian lingkungan dengan mengatasi masalah pencemaran lingkungan, tetapi dapat juga bernilai ekonomi bagi masyarakat. c. Permasalahan dan Solusi : a) Permasalahan 1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan yaitu Bimbingan Teknis Persampahan belum dapat dilaksanakan, adapun yang menjadi kendala adalah karena UPS (Unit Pengolah Sampah) dan sarana pendukungnya masih dalam pembenahan. 2. Banyaknya persoalan yang bersumber dari terjadinya kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan hidup harus sesegra mungkin disikapi untuk dilakukan pencegahan sedini mungkin dampak lingkungan yang mungkin terjadi agar persoalan tidak menjadi semakin kompleks. b).solusi 1. Diperlukan pembenahan UPS (Unit Pengolah Sampah) dan sarana pendukungnya sehingga UPS dapat segera dioperasionalkan. 2. Keperluan tenaga terampil di dalam melakukan analisis dan kajian dampak terhadap lingkungan mutlak dilakukan, untuk itu telah dilakukan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur pengelola lingkungan hidup maupun aparat pengelola laboratorium lingkungan. 71
77 4. URUSAN PEKERJAAN UMUM Pelaksanaan urusan wajib pekerjaan umum secara langsung menjadi kewenangan dan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Dalam hal pelaksanaan kinerja teknis terkait program dan kegiatan pekerjaan umum, Dinas Pekerjaan Umum berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pekerjaan Umum Tahun Pada tahun 2013, Dinas Pekerjaan Umum melaksanakan sebanyak 32 Program kerja yang terdiri dari 75 jenis Kegiatan, meliputi Bidang Tata Ruang dan Jasa Konstruksi, Sekretariat, Bidang Cipta Karya, Bidang Bina Marga, Bidang Sumberdaya Air dan Dinas PU. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum, terkait langsung dengan pelaksanaan urusan Pekerjaan Umum, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dengan kegiatan ; a) Pembangunan gedung kantor. Tersediannya prasarana gedung kantor (DPPKKD, Sat Pol PP, DPRD, Lanjutan gedung Koperasi, Interior ruang jaskon dan lanjutan gedung Nakertrans) sebanyak 6 buah. Realisasi 6 buah (100%). 2) Program pembangunan jalan dan jembatan, dengan kegiatan a) Pembangunan jalan, target terlaksananya pembangunan kontruksi permukaan jalan (pemasiran, pengaspalan, LPA Klas B, latasir, ATB) sepanjang 135 km. Dengan realisasi sebesar 133 km (89,52 %). b) Pembangunan jembatan, target terlaksananya pembangunan kontruksi jembatan (rangka baja, beton, kayu uli n) sebanyak 10 buah. Realisasi 10 buah (100%) c) Pembangunan jalan (DAK), target terlaksananya pembangunan kontruksi permukaan jalan (pemasiran, pengaspalan, LPA Klas B, latasir, ATB) sepanjang 16 km. Dengan realisasi sepanjang 16 km (100%). 3) Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan, dengan kegiatan ; a) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan (DAK), target terlaksananya pemeliharaan kontruksi permukaan jalan (pemasiran, pengaspalan, LPA Klas B, latasir, ATB) sepanjang 9,86 km. Realisasi fisik sepanjang 9,86 km (100%). b) Rehabilitasi/pemeliharaan jembatan, target terlaksananya rehab kontruksi jembatan kabupaten (rangka ba ja, beton, kayu ulin) sebanyak 155 buah. Dengan realisasi sebanyak 155 buah (100%). c) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan (DAU), target terlaksananya pemeliharaan kontruksi permukaan jalan kabupaten sepanjang 106,21 km. Dengan realisasi sepanjang 106 km (100%). 4) Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, dengan kegiatan ; a) Pembangunan turap/talud/bronjong, target terbangunnya turap/talud/bronjong sepanjang 1 km. Realisasi 100%. 5) Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, dengan kegiatan ; a) Pembangunan Pintu Air, target terlaksananya pembangunan tabat beton sebanyak 15 unit. Realisasi 15 unit (100%). 72
78 b) Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan irigasi, target terlaksananya rehabilitasi saluran dan galian waled sepanjang 325 km. Realisasi 325 km (100%). c) Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan irigasi (DAK), target terlaksanany a rehabilitasii/pemeliharaan saluran irigasi rawa pasang surut, tabat beton dan jalan usaha tani sepanjang 96 km/unit. Realisasi 96 km/unit (100%). 6) Program pembangunan infrastruktur perdesaan, dengan kegiatan ; a) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan perdesaan, target terlaksananya rehabilitasi jalan usaha tani sepanjang 44 km sebanyak 65 paket. Realisasi 65 paket (100%). Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Pekerjaan Umum bulan Desember 2013 sebesar 95,64 %. Sedangkan dari segi realisasi anggaran hingga Desember 2013 dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp ,- b. Realisasi Kegiatan Urusan Pekerjaan Umum Adapun hasil pelaksanaan kegiatan terkait kinerja Urusan Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 6 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pekerjaan Umum No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jalan 1. Panjang jalan dibangun 66,14 (rehab berat)(km) 2. Panjang jalan direhabilitasi 84,57 Km ringan 3. Panjang jalan usaha tani (m) Peningkatan jalan usaha tani (m) Jembatan 1. Jumlah jembatan (beton+ulin) 2. Jumlah jembatan direhabilitasi Jumlah jembatan baru 4 73
79 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian dibangun 3. Irigasi 1. Panjang saluran irigasi (km) Saluran irigasi produktif (km) Jumlah pintu air (tabat beton) Sumber : Dinas Pekerjaan Umum 211 Berdasarkan tabel di atas, dapat digambarkan beberapa capaian pelaksanaan Urusan Pekerjaan Umum yang menjadi kegiatan subtantif Dinas Pekerjaan Umum, antara lain : 1) Panjang jalan baru yang telah direhabilitasi berat mencapai 5,6 km, sedangkan panjang jalan yang telah direhabilitasi ringan mencapai 84,57 km. Pada APBD Perubahan tahun 2013 dianggarkan kegiatan pembangunan kontruksi permukaan jalan berupa rehabilitasi beratbpemasiran, pengaspalan, LPA Klas B, latasir, ATB sepanjang 85,06 km. 2) Untuk menunjang sarana perhubungan darat, pada tahun 2013 (hingga bulan Desember) telah dibangun 4 buah jembatan baru dan direhabilitasi sebanyak 59 buah jembatan. 3) Hingga triwulan keempat tahun 2013 belum ada penambahan panjang jalan usaha tani, panjang jalan masih sama dengan kondisi pada akhir tahun 2012 sepanjang m. Panjang jalan usaha tani masih berupa tanah liat biasa maupun peningkatan jalan dengan sirtu. Pada bulan Desember 2013 telah dilaksanakan peningkatan jalan usaha tani sepanjang m dari jalan tanah biasa menjadi sirtu. Pada tahun 2013 ini telah dianggarkan pelaksanaan rehabilitasi jalan usaha tani sepanjang 44 km. 4) Hingga bulan Desember Panjang saluran irigasi di Kab. Barito Kuala sepanjang m dengan 211 pintu air/tabat beton, sedangkan untuk saluran irigasi yang produktif hanya sepanjang m (8,19 %), jumlah ini meningkat sepanjang m pada bulan Desember, dibanding bulan Agustus 2013 yang sepanjang m. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Permasalahan yang dihadapi pada kegiatan inspeksi kondisi jalan dan jembatan adalah Staf yang menangani pada saat yang bersamaan melakukan survey untuk kegiatan APBDP Tahun 2013 sehingga kegiatan dimaksud tidak dapat dilaksanakan. 2. Kondisi sarana prasarana penunjang seperti computer pada UPT Kebersihan yang masih belum diperbaiki, sehingga cukup mengganggu kinerja administratif UPT Kebersihan 3. Rapat koordinasi dan Konsultasi ke luar daerah tidak dapat terserap dengan baik dikarenakan, alokasi kegiatan yang ditempatkan pada triwulan IV atau akhir. 74
80 b). Solusi 1. Kegiatan inspeksi kondisi jalan dan jembatan semestinya harus dilaksanakan pada setiap tahun anggaran, karena data yang diperoleh sangat berguna bagi perencanaan kegiatan APBDP ata untuk kegiatan pada tahun berikutnya.pelaksanaan kegiatan ini idealnya dilaksanakan pada awal tahun dan alokasi dana pada triwulan I. Selama ini kegiatan dimaksud selalu ditempatkan pada Triwulan IV tahun anggaran berjalan. 2. Akan dilakukan pembelian Perangkat computer untuk menunjang kinerja pada UPT Kebersihan di Tahun 2014, ini dilakukan mengingat spare part computer yang ada di UPT sudah tidak tersedia lagi. 3. Untuk selanjutnya rapat-rapat koordinasi dan konsultasi luar daerah akan dilaksanakan pada Triwulan III, sehingga anggaran dapat terserap dan membawa manfaat bagi peningkatan kinerja Dinas PU pada umumnya. 75
81 5. URUSAN PENATAAN RUANG Urusan wajib Penataan Ruang dilihat dari kewenangan pelaksanaannya, dilaksanakan oleh 2 (dua) Satuan Perangkat Kerja Daera h (SKPD) yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum. Pelaksanaan kewenangan Urusan Penataan Ruang secara umum dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum, sehingga untuk tingkat capaian kinerja fisik dan keuangan baik program maupun kegiatan terkait penataan ruang, merupakan bagian dari kinerja fisik dan keuangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum secara keseluruhan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksananakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terkait Urusan Penataan Ruang, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program Perencanaan Tata Ruang, dengan kegiatan ; a) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan melalui tersedianya dokumen arahan pemanfaatan ruang di kecamatan sebanyak 2 judul. Realisasi 2 judul (100%) b) Survei dan Pemetaan dengan indikator tersedianya data parsial untuk perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah sebanyak 6 OH/OK, Realisasi sebanyak 6 OH/OK (100%). b. Realisasi Fisik Dan Keuangan Urusan Penataan Ruang Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas bulan Desember 2013 yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum terkait Urusan Penataan Ruang, antara lain : 1) Program Perencanaan Tata Ruang a) Survei dan Pemetaan dengan indikator tersedianya bahan dasar perencanaan tata ruang dengan target 2 dokumen. Realisasi 2 dokumen (100 %). 2) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau a) Pemeliharaan RTH dengan indikator terlaksananya pengembangan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau 1 lokasi taman kota. Realisasi 35 %. b) Pemeliharaan RTH dengan indikator terlaksananya kebersihan jalan dalam kota sebanyak 31 lokasi. Realisasi sebanyak 12 lokasi (38,17 %). Khusus untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik dari ke 3 (tiga) kegiatan ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ) terkait urusan Penataan Ruang yang dilakanakan Dinas Pekerjaan Umum hingga bulan Desember 2013 sebesar 57,72 %. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Barito Kuala oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah hingga bulan Desember 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 76
82 Tabel 7 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Penataan Ruang Oleh BAPPEDA No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Hingga Bulan ini Penataan Ruang 1. Dokumen RDTR Kawasan - 2. Survey dan Pemetaan Ruang (dok) 9 Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hingga bulan Maret 2013, khusus untuk pelaksanaan Urusan Penataan Ruang di Tahun 2013 belum menunjukan kemajuan capaian hasil kegiatan yang signifikan, dimana ; 1) Untuk pembuatan dokumen RDTR Kawasan hingga bulan Maret 2013 telah sampai pada tahap memulai proses pengadaan langsung pelaksana kegiatan (pelaksanaan kegiatan dipihak ketiga kan). 2) Dalam pelaksanaan survey dan pemetaan tata ruang, hingga bulan Desember 2013 telah dilaksanaan survey lapangan terkait beberapa proses pemberian rekomendasi perizinan antara lain ; a) Izin Gedung Futsal sebanyak 1 buah b) Izin Perumahan sebanyak 1 buah c) Izin Docking Kapal sebanyak 1 buah d) Izin Gudang sebanyak 1 buah e) Izin Pagar sebanyak 1 buah Dari hasil rapat koordinasi tim dan hasil survey lokasi secara umum untuk pemberian izin dapat diberikan namun ada beberapa catatan dari Tim yang harus dipenuhi oleh pemohon antara lain ; a) Permohonan izin Gedung Futsal atas nama H. Rusman Adji, berdasarkan hasil survey dapat disetujui Tim untuk diberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Menurut KPT ; Jika ada penambahan untuk lokasi café di depan gedung harus diadakan survey kembali. b) Permohonan izin Penumpukkan Pasir (PT. Jaya Borneo), berlokasi di Kec. Alalak. Berdasarkan hasil survey dapat disimpulkan rekomendasi TIM, yakni dapat diberikan izin bersyarat. Menurut PU : Pada tanggal 14 Maret diadakan pertemuan membahas kerusakan jalan lingkungan di sekitar lokasi penumpukan (Jl. Arya Bujangga). Menurut Bappeda ; agar P. Jaya Borneo membuat buffer zone dengan wilayah sekitar berupa menanam pohon yang mempunyai daun lebar, selain ditepi sungai ditanam pepohonan. c) Pemohonan izin Docking Perkapalan (PT. Batola Pritama) yang berlokasi di Desa Bandean Muara, Kec. Alalak. Menurut Dinas Perhubungan lokasi Docking lebih mencorok ke darat ± 50 meter. Bappeda : agar pihak 77
83 perusahaan membuat buffer zone disekeliling lokasi Docking. KPT : agar habitat Bakantan disekitar lokasi tidak diganggu. Dari hasil survey Tim berkesimpulan dapat menyetujui permohonan dengan syarat harus memenuhi, saran anggota Tim yang telah disampaikan. 3) Secara keseluruhan Tim Perizinan selama tirwulan pertama tahun 2013 telah melaksanakan berbagai survey lapangan terdapat 13 kali, yakni a) Survey Izin pembangunan Unit Pelayanan PDAM Kec. Alalak sebanyak 1 buah, b) Survey Izin pembangunan pabrik sebanyak 1 buah, c) Survey Izin Mendirikan Bangunan toko/kios sebanyak 3 buah, d) Survey Izin Doking Kapal sebanyak 3 buah, e) Survey Izin Gedung Futsal sebanyak 1 buah f) Survey Izin Perumahan sebanyak 3 buah g) Survey Izin Gudang sebanyak 1 buah h) Survey Izin Pagar sebanyak 2 buah Pelaksanaan kegiatan subtantif Urusan Penataan Ruang yang menjadi ranah tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum meliputi ; Tabel 8 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Penataan Ruang Oleh Dinas PU No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Ruang terbuka hijau 1. Jumlah Dokumen Perencanaan DED 2 2. Jumlah ruang terbuka hijau 7 Sumber : Dinas Pekerjaan Umum 3. Luas ruang terbuka hijau M 2 Berdasarkan tabel di atas dapatlah dijelaskan bahwa dalam upaya penyediaan ruang terbuka hijau bagi masyarakat lebih di fokuskan untuk wilayah Kecamatan Marabahan, hingga bulan Desember 2013 luas lahan ruang terbuka hijau yang dikelola Pemerintah Daerah di Kabupaten Barito Kuala seluas 4450 m 2. Adapun untuk lokasi ruang terbuka hijau di Kabupaten Barito Kuala meliputi ; 1) Taman mini surya lestari 2) Lokasi Palagan 5 Desember 3) Taman seberang areal perkantoran Pemerintah Daerah, Kab. Barito Kuala 4) Taman disekitar Jembatan Barito 5) Taman bundaran KTM perkantoran 6) Taman bunadaran KTM Jembatan Rumpiang, dan 78
84 7) Taman bundaran jalan Aes Nasution (simpang tiga ke Jl. Kartini) Sedangkan untuk Dokumen Perencanaan DED yang telah disusun pada Tahun 2014 sebanyak 2 dokumen DED yang terdiri atas ; 1) Dokumen DED Etalase Kota Marabahan, dan 2) Dokumen DED Taman Komplek Perumahan Korpri. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Sampai sekarang Revisi Renko IKK Marabahan belum dapat dilaksanakan mengingat keterlambatan bantuan teknis revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) dari kementerian Pekerjaan Umum. 2. Realisasi keuangan dapat diefisienkan dengan pembayaran honor Tim BKPRD yang berhadir pada kegiatan rapat b). Solusi 1. Tidak menggabung kegiatan pembuatan animasi pusat KTM untuk menghindari kesalahan nomor rekening. 2. Tim BKPRD agar berperan aktif dalam pengawasan pemanfaatan dan berhadir pada kegiatan rapat. 79
85 6. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN Selain melaksanakan urusan wajib tata ruang, yang lebih pokok lagi Badan Perencanan Pembangunan Daerah berdasarkan kewenangannya melaksanakan urusan wajib Perencanaan Pembangunan. Dalam hal melaksanakan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun Pada tahun 2013, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah melaksanakan sebanyak 14 Program kerja yang terdiri dari 42 jenis Kegiatan. Adapun beberapa capaian program dan kegiatan prioritas terkait urusan perencanaan pembangunan yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program perencanaan pembangunan daerah, dengan kegiatan; a) Penetapan RPJMD. Target tersediannya dokumen RPJMD yang telah ditetapkan sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi 100 %. b) Penyelenggaraan musrenbang RKPD. Target terlaksananya musrenbang RKPD kecamatan, kabupaten, propinsi dan nasional sebanyak 20 kali, dengan realisasi 20 kali (100 %). c) Penetapan RKPD. Target tersediannya dokumen RKPD 2014, dokumen KUA dan PPAS serta dokumen KUA dan PPAS Perubahan yang telah ditetapkan sebanyak 5 dokumen, dengan realisasi 5 dokumen (100 %). 2) Program perencanaan pembangunan ekonomi, dengan kegiatan a) Penyusunan masterplan pembangunan ekonomi daerah. Target tersedianya dokumen masterplan pembangunan pertanian sebanyak 1 judul dengan realisasi 100 %. 3) Program perencanaan sosial dan budaya, dengan kegiatan a) Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya. Target terkoordinasinya program/kegiatan PKH dan PPDT dengan disusunnya sebanyak 2 dokumen laporan. Realisasi 2 dokumen 100 %. Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebesar 99,89 %. Sedangkan dari segi realisasi anggaran dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp , a. Realisasi Kegiatan Urusan Perencanaan Pembangunan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja urusan perencanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 80
86 Tabel 9 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Perencanaan Pembangunan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Perencanaan Pembangunan 2. Perencanaan Pemb Ekonomi 1. Dokumen RPJPD + 1 Perdanya 2. Dokumen RPJMD + 1 Perdanya 3. Dokumen RKPD Perbup 4. Dokumen KU-PPAS Renja SKPD Evaluasi RKPD - 6. Evaluasi RPJMD 1 7. Dokumen KU-PPAS 1 Perubahan 1. PDRB Kab Dokumen Potensi Daerah - 3. Dokumen Master Plan Pembangunan Pertanian - 3. Perencanaan Pendidikan 4. Perencanaan Sosial Budaya 1. IPM - 1. Dokumen Angka Kemiskinan 2. Dokumen Laporan Pencapaian Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Dokumen Penanggulangan Daerah Tertinggal - Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 81
87 Berdasarkan tabel di atas dapatlah diketahui dan dijelaskan capaian kinerja subtantif urusan Perencanaan Pembangunan hingga bulan Desember 2013, sebagai berikut ; 1) Secara umum untuk capaian hingga bulan Desember 2013, telah menunjukan hasil yang nampak. Proses penyusunan berbagai dokumen perencanaan yang meliputi dokumen RPJPD, dokumen RKPD 2014, dokumen KUA-PPAS 2014 dan Renja SKPD 2014,dokumen angka kemiskinan dan dokumen LP2KD telah dilaksanakan 100 %. 2) Untuk penyusunan Dokumen Angka Kemiskinan proses penyelesaian Dokumen pada bulan Maret telah mencapai 100 %, artinya kini Pemerintah Daerah telah memiliki dokumen angka kemiskinan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah. Grafik 13 Sumber : Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kondisi kemiskinan di Kab. Barito Kuala semakin tahun selalu menunjukkan penurunan. Pada Tahun 2006 jumlah penduduk miskin di Kab. Barito Kuala sebanyak jiwa (9,07%) dan pada tahun 2011 berjumlah jiwa (5,41 %). Sementara jumlah orang miskin dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 547 jiwa atau 0,11 %. Hal ini disebabkan adanya pertumbuhan inflasi yang cukup tinggi sementara produksi pertanian pertumbuhannya tetap. Setelah berbagai program Penanggulangan Kemiskinan di SKPD lebih diintensifkan maka perkembangan jumlah penduduk miskin pada Tahun menunjukkan penurunan. Jumlah penduduk miskin menurun dari orang pada Tahun 2010 menjadi jiwa pada tahun 2011 ( m enurun 512 jiwa atau turun 0,31 %) 3) Tahun 2013 merupakan awal dimulainya tahapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun Dokumen RPJMD adalah sebuah bentuk kontrak kerja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih untuk melaksanakan berbagai program dan kegiatan terpilih selama 82
88 periode yang wajib ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Pada bulan Maret Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah yakni Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab. Barito Kuala Tahun b. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Obyek ekonomi yang ada di kecamatan belum terekspose dan dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga belum ada dampak secara signifikan bagi pendapatan daerah. 2. Khusus untuk kegiatan PBB permasalahan yang terjadi adalah wilayah kerja yang ditangani meliputi 17 kecamatan atau 201 desa/kelurahan. b). Solusi 1. Perlu ditingkatkan jumlah obyek ekonomi yang menggambarkan potensi unggulan pada masing-masing kecamatan, sehingga kegiatan ini perlu tetap dilanjutkan. 2. Masih diperlukannya petugas pendata dilapangan yang dapat bekerja dengan maksimal, dan perlu adanya pemberian honor yang memadai bagi tenaga pendata PBB dilapangan yang menggunakan jasa pihak lain yang disebabkan keterbatasan aparatur SDM yang ada. 83
89 7. URUSAN PERUMAHAN Urusan Perumahan dalam pelaksanaan teknis kegiatannya menjadi salah satu kewenangan Dinas Pekerjaan Umum. Dalam hal melaksanakan kinerja terukur atas program dan kegiatan yang terkait penyelenggaraan urusan perumahan tahun 2013, Dinas Pekerjaan Umum berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Pekerjaan Umum Tahun Secara khusus untuk hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang terkait langsung dengan pelaksanaan Urusan Perumahan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum, meliputi : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program pengembangan Perumahan; dengan kegiatan : a) Fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu. Target terlaksananya perbaikan rumah masyarakat kurang mampu sebanyak 10 KK, dengan realisasi fisik 10 kk (100%). b) Pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat. Target terencannya/terawasinya jaringan ar bersih bagi perumahan rakyat, sebanyak 3 dokumen supervisi. dengan realisasi fisik 3 dokumen (100%). c) Pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat (DAK). Target tersedianya jaringan ar bersih bagi perumahan rakyat, sebanyak 350 unit. dengan realisasi fisik 350 unit (100%). 2) Program perencanaan pengembagan kota-kota menengah dan besar, dengan kegiatan : a) Koordinasi perencanaan air minum, drainase dan sanitasi perkotaan. Target terlaksananya pendampingan PPSP selama 12 bulan, dengan realisasi fisik 100 %. 3) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah, dengan kegiatan: a) Penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Target tersedianya IPA 1 I/del dan jaringan perpipaansebanyak 1 unit, dengan realisasi fisik 100 %. b) Penyediaan prasarana dan sarana air limbah. Target tersedianya MCK untuk masyarakat sebanyak 12 unit, dengan realisasi fisik 12 unit (100%). c) Pengembangan sistem distribusi air minum. Target tersedianya jaringan distribusi air bersih, sebanyak 1 paket, dengan realisasi 100%. d) Penyediaan prasarana dan sarana air limbah (DAK). Target tersedianya MCK untuk masyarakat sebanyak 6 unit, dengan realisasi fisik 6 unit (100%). e) Pengembangan sistem distribusi air minum (DAK). Target tersedianya jaringan pipa distribusi air minum sebanyak 450 unit, dengan realisasi fisik 100 %. b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Perumahan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Perumahan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 84
90 Tabel 10 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Perumahan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Izin 1. Jumlah izin komplek perumahan Jumlah Komplek perumahan tidak berizin 2. Bangunan 1. Jumlah Komplek perumahan Jumlah bangunan rumah Luas pemanfaatan lahan untuk 259,16 kompleks perumahan (hektare) 3. Sanitasi 1. Rumah tangga pengguna air bersih (SR) 4. Kawasan kumuh 1. Jumlah kawasan kumuh - 2. Luas kawasan kumuh - Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Untuk ketersediaan data subtantif urusan perumahan, terkait dengan data teknis perizinan bangunan langsung ditangani oleh Kantor Pelayanan Terpadu, sedangkan untuk data terkait sanitasi menjadi penanganan Dinas Pekerjaan Umum. Berdasarkan data urusan perumahan pada tabel di atas, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan terkait capaian kegiatan urusan perumahan yang telah dilaksanakan, antara lain ; 1) Pada bulan Maret 2013 terdapat 8 (delapan) buah komplek perumahan baru yang dibangun dan telah mendapat izin pengembangan yang berlokasi di Kec. Alalak sebanyak 6 komplek perumahan, Kec. Mandastana 1 komplek perumahan dan Kec. Marabahan 1 komplek perumahan. Secara umum komplek perumahan tersebar di Kecamatan Marabahan, Kecamatan Alalak dan Kecamatan Mandastana. 2) Untuk rumah tangga penguna air bersih di Kab. Barito Kuala hingga bulan Desember 2013 (data dari tahun 2009) berjumlah sambungan rumah. Jumlah ini lebih banyak 41 sambungan dari pada jumlah penguna air bersih pada akhir tahun 2012 (ada tambahan 41 buah penguna air bersih baru pada bulan Januari 2013). c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan Program kegiatan fasilitasi dan stimulasi pembangunan masyarakat kurang mampu memberikan efek langsung terhadap pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah dalam memenuhi kebutuhan pokok dibidang 85
91 perumahan, namun yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program kegiatan ini mengalami kesulitan dalam penentuan target (masyarakat kurang mampu sebagai objek bedah rumah) agar selaras dengan input yang tersedia. b).solusi Dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan, khususnya menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat kurang mampu, maka perlu melaksanakan kegiatan tersebut secara berkesinambungan dengan input/anggaran yang terus ditingkatkan. 86
92 8. URUSAN PEMUDA DAN OLAH RAGA Urusan Pemuda dan Olah Raga dalam pelaksanaannya menjadi salah satu kewenangan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata. Dalam hal melaksanakan kinerja terukur atas program dan kegiatan yang terkait penyelenggaraan urusan Pemuda dan Olah Raga tahun 2013, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Tahun Pada tahun 2013, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata melaksanakan sebanyak 12 Program kerja dengan 35 jenis Kegiatan. Adapun capaian program dan kegiatan prioritas Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata yang terkait langsung dengan pelaksanaan kinerja urusan pemuda dan olah raga, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 : 1) Program pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda; dengan kegiatan : a) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan pemuda. Target terpantaunya kegiatan kelompok usaha pemuda produktif sebanyak 5 kelompok, dengan realisasi fisik 4 kelompok (80 %). b) Peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepemudaan. Target terlaksananya gelar keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) sebanyak 80 orang, dengan realisasi fisik 0 %. 2) Program peningkatan peran serta kepemudaan, dengan kegiatan : a) Pembinaan organisasi kepemudaan. Target terlaksananya Peringatan hari sumpah pemuda, Peringatan HAORNAS, HUT Pramuka, Kursus mahir dasar dan lanjutan dan Raker Kwarcab Pramuka sebanyak 5 kegiatan. Realisasi 3 kegiatan (60%). b) Fasilitasi aksi bakti sosial kepemudaan. Target terlaksannya kegiatan kepramukaan, napak tilas dan sosialisasi, koordinasi program SP4, sebanyak 48 orang. Realisasi fisik sebanyak 46 orang (95,83%). c) Lomba kreasi dan karya tulis ilmiah dikalangan pemuda Target Pelaksanaan Kegiatan Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah di Kalangan Pemuda, sebanyak 206 orang. Realisasi fisik sebanyak 206 orang (100%). 3) Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda, dengan kegiatan; a) Pelatihan keterampilan bagi pemuda. Target terlaksananya pelatihan operasional komputer dan tata rias pengantin sebanyak 30 orang, dengan realisasi 0 %. 4) Program pembinaan dan pemasyarakatan oleh raga, dengan kegiatan a) Penyelenggaraan kompetisi olah raga. Target terkirimnya atlet POPDA, lomba dayung perahu naga di tingkat Provinsi Kalsel dan turnamen sepakbola Tk. Kabupaten Tahun 2013 sebanyak 5 kegiatan, dengan realisasi 5 kegiatan (100 %). b) Pembinaan olahraga yang berkembang di masyarakat. Target terlaksananya pembinaan olaraga senam dan pencaksilat serta revitalisasi sarana olahraga sebanyak 4 kegiatan, dengan realisasi 3 kegiatan (75 %). 87
93 Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata sebesar 83,12%. Sedangkan dari segi realisasi anggaran hingga Desember 2013 dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp b. Realisasi Kegiatan Urusan Pemuda Dan Olah Raga Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pemuda Dan Olah Raga Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 11 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemuda Dan Olah Raga No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pemuda 1. Intensitas pembinaan pemuda 1 2. Jumlah organisasi pemuda - 2. Olahraga 1. Jumlah prasarana 9 olahraga/gelanggang olahraga (selain milik swasta) 2. Jumlah klub olah raga Intensitas pembinaan olah raga 1 4. Prestasi olahraga atas nama - Kabupaten Sumber : Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Dari tabel 11 di atas, dapat dilihat bahwa dari beberapa substantif yang menjadi urusan pemuda dan olah raga, hanya data indikatif pembinaan pemuda dan olah raga yang mengalami perkembangan selama triwulan pertama 2013 yakni pada bulan Januari ini, sebanyak 1 kali melakukan pembinaan. Sedangkan data substantif lain pada Maret ini belum mengalami perkembangan. Dalam mendukung pengembangan pembinaan dan prestasi keolahragaan di Kab. Barito Kuala, khususnya olah raga dayung, maka pada bulan Januari 2013 telah dilaksanakan Lomba Dayung Perahu Naga se Kalimantan Selatan pada tanggal 16 s.d 17 Januari 2013, pelaksanaan lomba ini dalam rangka peringatan Hari jadi Kab. Barito Kuala Ke 53. Hingga bulan Maret 2013 jumlah klub olah raga di Kab. Barito Kuala sebanyak 272 klub olahraga (amatir / profesional), yang te rdiri dari; sepakbola 17 kelompok, bola volly 17 kelompok, bola basket 17 kelompok, tenis lapangan 3 kelompok, tenis meja 210 kelompok, karate 4 kelompok, pencak silat 2 kelompok, tinju 1 kelompok dan 88
94 beladiri 1 kelompok. Dari data ini dapat di cermati bahwa olah raga tenis meja merupakan oleh raga yang paling banyak diminati dan dilatihkan oleh masyarakat. Pembinaan olahraga secara propesional dilaksanakan oleh KONI melalui berbagai badan organisasinya, yang cukup intens dilaksanakan adalah pembinaan cabang olah raga bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan dan sepak bola. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Belum dapat terwadahinya semua aktivitas pemuda di wilayah Kabupaten Barito Kuala dikarenakan masih terbatasnya fasilitas yang ada dan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten. 2. Prestasi dibidang olahraga selama ini masih perlu peningkatan, sehingga dapat membawa harum nama daerah. b).solusi 1. Perlu dibentuk semacam balai pelatihan untuk memfasilitasi seluruh pemuda yang berkeinginan dalam mendapatkan keterampilan sebagai bekal mereka untuk mandiri. 2. Prestasi berbanding lurus dengan kompetisi, sehingga untuk mendapat prestasi dalam dunia olahraga diperlukan kompetisi yang baik dan berkelanjutan dan juga harus didukung dengan penyediaan fasilitas-fasilitas olahraga yang representative. 89
95 9. URUSAN PENANAMAN MODAL Instansi Pelaksana : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah a. Program dan Kegiatan Yang Dilaksanakan Tahun 2013: 1). 2). Kegiatan Penyusunan Laporan Investasi Daerah dan Penanaman Modal Cetak dan Penggandaan buku : a). Laporan Investasi Daerah dan Penanaman Modal di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 b). Profil Investasi Daerah Kabupaten Barito Kuala Tahun ). Rapat dan Sosialisasi Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang 4). 5). Penanaman Modal Pengumpulan data Investasi Daeah dan Penanaman Modal ke kecamatan Koordinasi dan konsultasi teknis b. Ralisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pelaksanaan Program dan kegiatan Urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan oleh Seksi Pengembangan Penanaman Modal dan Investasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPPKKD) Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 yang realisasinya menggambarkan akuntabilitas kinerja keuangan adalah sebagai berikut : Realisasi Pelaksanaan Program Dan Kegiatan Pada Urusan Penanaman Modal oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPPKKD) Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 : Program Kegiatan Jumlah Dana Realisasi % (Rp) (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Peningkatan Manajemen Investasi Daerah ,55 c. Permasalahan dan Solusi a). Permasalahan : 1). Sampai saat ini, belum terbentuk Peraturan Daerah yang secara spesifik mengatur bidang penanaman modal, sehingga payung hukum dalam menjamin kenyaman berinvestasi di Kabupaten Barito, dari sisi legal formal belum begitu kuat. 2). Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tentang Perizinan Penanaman Modal belum mengeluarkan satu pun bentuk perizinan 90
96 b). Solusi : 1). Koordinasi dengan instansi terkait perihal pembentukan Peraturan Daerah Penanaman Modal harus segera dilakukan untuk mendukung terbentuknya Perda dimaksud agar ada pijakan hokum yang jelas mengatur pelaksanaan penanaman modal di Kabupaten Barito Kuala sebagai tindak lanjut Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal 2). Harus ada dukungan dari semua pihak terkait agar pelayanan perizinan penanaman modal terlaksana 91
97 10. URUSAN KOPERASI DAN UKM Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UKM berdasarkan tugas pokok dan fungsinya memiliki kewenagan dalam melaksanakan Urusan Wajib Koperasi dan UKM. Selain melaksanakan urusan Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi, Perindustrian Perdagangan dan UKM juga melaksanakan Urusan Pilihan Perindustrian dan Urusan Pilihan Perdagangan. Pada tahun 2013, terkait pelaksanaan Urusan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UKM melaksanakan sebanyak 16 Program kerja yang terdiri dari 40 jenis Kegiatan. Adapun capaian program dan kegiatan prioritas Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UKM terkait urusan Koperasi dan UKM yang dilaksanakan, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif dengan kegiatan : a) Fasilitasi pengembangan usaha kecil menengah. Target terlaksannya fasilitasi pengembangan UKM sebanyak 84 ok, dengan realisasi fisik sebanyak 100 % ok (89,29 %). 2) Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah, dengan kegiatan; a) Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan. Target terlaksananya sosialisasi kewirausahaan sebanyak 40 orang, dengan realisasi 100 %. 3) Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil menengah, dengan kegiatan a) Pengembangan sarana pemasaran produk usaha mikro kecil menengah. Target terlaksananya fasilitasi promosi dan pemasaran produk UMKM sebanyak 1 kegiatan, dengan realisasi 1 kegiatan (100%). 4) Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, dengan kegiatan a) Koordinasi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan koperasi. Target terlaksananya pembinaan terhadap koperasi dan UMKM sebanyak 40 koperasi, dengan realisasi sebanyak 100 % koperasi (62,5 %). b) Sosialisasi Prinsip-prnsip pemahaman perkoperasian. Target terlaksananya sosialisasi pembuatan bahan RAT dan sosialisasi koperasi simpan pinjam dan sosialisasi undang - undang koperasi simpan pinjam(koperasi) sebanyak 4 kegiatan, dengan realisasi sebanyak 100 kegiatan (50 %). c) Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi. Target terlaksananya pembinaan terhadap koperasi tidak aktif sebanyak 60 koperasi, dengan realisasi 100 koperasi (66,67%). Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UKM bulan Desember 2013 sebesar 92,38 %. Sedangkan dari segi realisasi anggaran hingga bulan Desember 2013 telah terealisasi anggaran sebesar Rp ,- (92.38% ), dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, 92
98 b. Realisasi Kegiatan Urusan Koperasi Dan UKM Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Koperasi dan UKM, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 13 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Koperasi dan UKM No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Hingga Bulan ini Koperasi 1. Jumlah koperasi aktif Jumlah koperasi 41 berkategori baik 3. Jumlah anggota Besar dana dikelola UKM 1. Jumlah UKM Jumlah permodalan UKM - 3. Pengembangan usaha 1. Jumlah kerjasama kemitraan usaha antar Pemda dan UKM 2. Jumlah kerjasama kemitraan usaha antar Unit usaha 3. Jumlah UKM dan industri rumah tangga yg mengunakan konsep olah, kemas, saji Sumber : Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Berdasarkan data subtantif atas beberapa hasil capaian pelaksanaan urusan koperasi dan UKM oleh Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UKM di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Pada bulan Desember 2013 jumlah koperasi yang masih aktif beraktivitas di Kab. Barito Kuala sebanyak 58 buah koperasi. Ada 32,95 % koperasi yang aktif dari jumlah koperasi yang terdaftar sebanyak 176 buah koperasi. Sedangkan untuk jumlah anggota koperasi dari seluruh koperasi yang telah terdaftar tercatat sebanyak orang anggota. 2) Sedangkan dari jumlah koperasi aktif sebanyak 58 buah koperasi hanya sebanyak 41 buah (71 %) koperasi yang berkategori baik, sedangkan 16 buah koperasi lainnya berkategori kurang baik. 3) Hingga bulan Desember dana yang dikelola oleh Koperasi yakni sebanyak ± Rp ,-. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp dibanding bulan Agustus 2013 dengan dana ± Rp ,
99 4) Untuk pengembangan usaha ekonomi produktif kerakyatan dalam bentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga bulan Desember 2013 terdapat buah UKM yang tersebar di Kab. Barito Kuala. Grafik 14 Perkembangan Koperasi Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Belum dikembangkan potensi daerah secara optimal serta terarahnya pembangunan sektor industri. 2. Sebagai daerah agraris, upaya mewujudkan kedaulatan program mutlak, dimana faktor utamanya adalah kelancaran distribusi yang dapat memicu ekonomi biaya tinggi, disparitas harga rantai distribusi 3. Terbatasnya arana distribusi barang dan jasa serta belum optimalnya pengawasan terhadap barang dan jasa. b). Solusi 1. Melaksanakan pembinaan melalui pelatihan teknis dengan sasaran kepada pembina dan pelaku usaha 2. Meningkatkan daya saing melalui perkuataan permodalan UKM 3. Meningkatkan daya saing melalui kesempatan melaksanakan studibanding /magang bagi pembina dan pelaku ke daerah yang sudah berhasil 94
100 11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL Pelaksanaan Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil secara langsung menjadi kewenangan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun Pada tahun 2013, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melaksanakan sebanyak 6 Program kerja yang terdiri dari 24 jenis Kegiatan. Adapun capaian program dan kegiatan prioritas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan, yakni : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program Penataan Administrasi Kependudukan, dengan kegiatan; a) Pengolahan dalam penyusunan laporan informasi kependudukan, dengan target tersedianya buku informasi data kependudukan sebanyak 1 judul, realisasi 1 judul (100%). b) Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan, dengan target terlaksananya pembuatan dokumen pelayanan bagi penduduk wajib KTP (12 bulan). Realisasi fisik sebesar 100%. c) Pengembangan data base kependudukan, dengan target terlaksananya sidang perkawinan non muslim bagi 25 pasangan. Realisasi fisik sebanyak 25 pasangan (100%). Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sebesar 9914%. Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp (95,02%). b. Realisasi Kegiatan Urusan Kependudukan Dan Catatan Sipil Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 14 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kependudukan Dan Catatan Sipil No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Penduduk 1. Jumlah penduduk
101 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah kepala keluarga 3. Penduduk wajib e-ktp Kepemilikan e-ktp Kepemilikan Akte Kelahiran 6. Jumlah penerima - asuransi KTP/E-KTP 7. Penerbitan surat keterangan kenal lahir (SKKL) Surat keterangan pindah 929 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pada bulan Desember dapat digambarkan beberapa capaian hasil pelaksanaan urusan Kependudukandan Catatan Sipil yang menjadi kegiatan subtantif Dinas Kependudukandan Catatan Sipil, meliputi : 1) Dengan dilaksanakannya Program Nasional elektronik KTP bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang dimulai tahun 2013, pada tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil telah melaksanakan pendataan e-ktp terhadap seluruh penduduk Kab. Barito Kuala, hingga 31 Desember 2012 terdata jumlah penduduk Kab. Barito Kuala sebanyak jiwa, dengan penduduk wajib e-ktp sebanyak orang. Namun demikian data penduduk wajib e-ktp ini pada hingga bulan Desember mengalami pengurangan menjadi orang yang disebabkan oleh adanya verifikasi ulang terhadap data perekaman e-ktp, yang mengidentifikasikan masih terdapatnya data perekaman e-ktp ganda dimasyarakat. 2) Kendala dalam pelaksanaan kegiatan kependudukan dan catatan sipil di Kab. Barito Kuala lebih pada proses pelaksanaan e-ktp Nasional, yakni dimana Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil belum berani melakukan penghapusan data wajib e-ktp karena server AFIS belum terkoneksi dan terintegrasi dengan server SIAK (Aplikasi Win Server AFIS) disamping itu juga belum ada pernyataan dari pada Kepala Desa/Lurah yang menyatakan bahwa wajib KTP yang terdaftar sudah terekan 100 %. 3) Data perekaman e KTP yang telah dilakukan masih mendapat evaluasi dari masing-masing kecamatan karena ada indikasi terjadinya perekaman ganda oleh masyarakat. 96
102 4) Pada bulan Desember 2013 telah diterbitkan sebanyak 42 lembar Surat Keterangan Kenal Lahir (SKKL), total selama tahun 2013 telah diterbitkan sebanyak 410 lembar SKKL. Surat Keterangan Kenal Lahir (SKKL) diberikan kepada orang yang berusia 50 tahun ke atas dan sampai sekarang belum mempunyai akte kelahiran, secara umum SKKL ini diguna masyarakat sebagai persaratan pembuatan paspor. 5) Berikut ditampilkan gambaran umum komposisi penduduk Kab. Barito Kuala berdasarkan jenis kelamin ; Grafik 15 Piramida Penduduk Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Menurut Umur dan Jenis Kelamin Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil Berdasarkan grafik piramida penduduk Kab. Barito Kuala di atas maka dapat disimpulkan, beberapa hal ; a) Bahwa komposisi penduduk di Kab. Barito Kuala termasuk pada Piramida penduduk muda dimana terdapat banyak penduduk yang masih berusia produktif antara 17 sampai 49 tahun. Dengan jumlah penduduk terbanyak laki-laki berumur tahun dan perempuan pada umur tahun. b) Hal ini dapat memberi gambaran abstrak pula bahwa tingkat harapan hidup penduduk Kab. Barito Kuala masih relatif rendah dengan sedikitnya jumlah penduduk yang berusia 65 tahun ke atas. c) Program KB masih belum dapat menekan laju pertumbuhan penduduk di Kab. Barito Kuala, dilihat masih terjadinya tren meningkatnya angka kelahiran per kategori umur dimana jumlah penduduk umur 5-9 dan tahun lebih tinggi dari penduduk berumur tahun. 97
103 Grafik 16 Komposisi Penduduk Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Berdasarkan Mata Pencaharian Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Faktor Internal : Kemampuan dan Keterampilan sebagai operator SIAK On-Line belum memadai dikarenakan factor penunjang Pendidikan khusus pada bidang IT yng berbasic teknologi Komunikasi dan Informatika. Belum terpenuhinya ruang untuk konsentrasi bidang jasa pelayanan dan ruang arsip guna tertibnya kearsipan yang cukup memadai sementara jumlah penduduk yang memerlukan jasa Kependudukan dan Penctatan Sipil dan administrasi lainnya semakin bertambah. 2. Faktor Eksternal : Masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk melaporkan peristiwa atau kejadian di bidang kependudukan dan peristiwa penting seperi lahir, mati, pindah, datang (LAMPID ). Belum tersedianya petugas khusus registrasi Kependudukan di Desa/Kelurahan yang ditugaskan berdasarkan kepada SK Bupati Barito Kuala sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Adminduk. Masih minimnya kesadaran sebagian aparatur desa/kelurahan dalam mengadministrasikan data Kependudukan. b). Solusi 1. Faktor Internal : Agar dapat dilaksanakan dan ditingkatkan pelatihan maupun Bintek dengan materi yang lebih spesifik berbasis kinerja dan disiplin bagi 98
104 Operator SIAK yang sudah ada di Kecamatan se Kabupaten Barito Kuala secara berkelanjutan dan berkesinambungan Perlu perhatian Infrastruktur untuk membangun ruangan khusus dan memadai dibidang jasa pelayanan dan ruang arsip yang lebih resrentatif. 2. Faktor Eksternal : Perlu peningkatan dari segi jumlah dan materi lebih menarik masyarakat luas dalam hal sosialisasi dan promosi mengenai pentingnya Administrasi Kependudukan dan kejadian peristiwa yang bersifat kependudukan hingga ke pelosok pedesaan baik dari Tingkat Desa, RW dan RT bahkan pedalaman dalam wilayah Kabupaten Barito Kuala, dan ini keperluan media-media atau sarana pendudukung Sosialisasi dan promosi, baik berupa tatap muka secara langsung, pemasangan billboard, atau baliho yang mudah dilihat/diakses masyarakat serta informasi-informasi melalui leflit, mediamasyarakat, radio bahkan jika memungkinkan dan media televisi milik daerah/swasta. Perlunya penyediaan dan peningkatan petugas yang ditunjuk khusus meregistrasi data-data kependudukan ditingkat kelurahan/desa sehingga dapat secara focus mendata atau meresgistrasi data kependudukan hingga peristiwa penting terkait kependudukan yang terjadi di tingkat desa/kelurahan bahkan dari rumah ke rumah berdasarkan aturan maupun kebijakan yang berlaku dan telah ditetapkan. 99
105 12. URUSAN KETENAGAKERJAAN Pelaksanaan Urusan Ketenaga kerjaan secara langsung menjadi kewenangan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Dinas Sosial, tenaga kerja dan transmigrasi mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun Pada tahun 2013, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi melaksanakan sebanyak 16 Program kerja yang terdiri dari 43 jenis Kegiatan. Secara khusus untuk hasil capaian pelaksanaan program dan kegiatan fisik yang terkait langsung dengan pelaksanaan Urusan Ketenagakerjaan, meliputi : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja; dengan kegiatan : a) Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja. Target tersedianya lowongan kerja pada 20 perusahaan, dengan realisasi fisik 100 %. 2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja, dengan kegiatan : a) Kerjasama pendidikan dan pelatihan. Target terciptanya wira usaha baru menjahit pakaian 20 org dan bengkel sepeda motor 16 org total 36 orang, dengan realisasi fisik 5 (100% ). b) Penyiapan tenaga kerja siap pakai. Target tersedianya calon tenaga kerja siap pakai yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya sebanyak 2892 (siswa/pekerja), dengan realisasi fisik 1950 siswa/pekerja (100%). 3) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan, dengan kegiatan : a) Fasilitasi penyelesaian prosedur, penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Target diketahuinya kebutuhan hidup layak sebagai pekerja sebanyak 2 survey KHL, dengan realisasi fisik 2 survey KHL (100 %). b) Fasilitasi penyelesaian prosedur pemberian perlindungan hukum dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Target tersedianya perlindungan maksimal bagi tenaga kerja anak/dilaksanakan UU tentang Jamsostek perusahaan swasta sebanyak 34 org, dengan realisasi fisik 100 %. c) Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan. Target terlaksananya sosialisasi SK UMP 2013 kepada 40 perusahaan, dengan realisasi fisik 100 %. d) Peningkatan pengawasan, perlindungan dan penegakkan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Target terwujudnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan ketenagakerjaan dan terlaksananya peringatan hari K3 sebanyak 40 perusahaan, dengan realisasi 35 perusahaan (100%). Untuk rata-rata realisasi fisik program dan kegiatan yang terkait langsung Urusan Ketenaga Kerjaan hingga bulan Desember sebesar 38,40 %, dengan realisasi keuangan sebesar 99,67%. Secara umum, untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebesar 99,67 %. 100
106 Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp (APBDP),-,. telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp b. Realisasi Kegiatan Urusan Ketenaga Kerjaan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Ketenaga Kerjaan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 15 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Ketenaga Kerjaan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Tenaga Kerja 1. Jumlah pencari kerja Jumlah tenaga kerja (perempuan /laki-laki) Jumlah angka kecelakaan kerja Jumlah asosiasi serikat pekerja 5. Jumlah masyarakat yg mengikuti pelatihan kerja Sumber : Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi 20 - Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan beberapa capaian hasil pelaksanaan urusan Ketenagakerjaan yang menjadi kegiatan subtantif Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meliputi : 1) Dicermati jumlah pemohon Kartu Pencari Kerja hingga bulan Desember tahun 2013 terdapat sebanyak 1078 orang pencari kerja yang terdiri dari 572 orang lakilaki dan 506 orang perempuan. Peningkatan permohonan surat pencari kerja terjadi pada bulan Desember dimana ada 473 orang pencari kerja. 2) Hingga bulan Desember 2013 jumlah tenaga kerja di Kabupaten Barito Kuala sebanyak orang ( orang laki -laki dan orang perempuan ), jumlah ini meningkat dari bulan Agustus sebanyak 79 orang, dari total tenaga kerja. Sedangkan jika dibandingkan dengan kondisi tenaga kerja pada akhir tahun 2012 sebanyak orang maka telah terjadi peningkatan tenaga kerja sebesar 0,0093 % pada bulan Desember ) Selama tahun 2013, hingga bulan Desember 2013, telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 34 orang terdiri dari 25 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. 4) Dalam rangka penyiapan tenaga kerja siap pakai pada tahun 2013 telah dilaksanakan penyuluhan lowongan kerja bagi siswa SMA/sederajat sebanyak 120 orang dan orang anggota masyarakat di Desa Panca Karya, Kec. Alalak. 101
107 5) Dalam rangka pemenuhan kebutuhan layak pekerja di Kab. Barito Kuala pada tahun 2013 hingga bulan Desember telah dilaksanakan Survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bagi para pekerja, survei ini ditujukan untuk pekerja pada pasar - pasar yang ada di kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Anjir Pasar sementara sebanyak 16 pasar yang telah di survey. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Secara umum, pertumbuhan penduduk produktif yang telah bekerja pada sektor Ketenagakerjaan dapat menjadi sumber permasalahan, dimana peningkatan angkatan kerja relatif tinggi yang terkadang tidak dibarengi dengan keterampilan, keahlian dan rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta tidak berimbangnya dengan kesempatan/lowongan kerja yang tersedia, sehingga hal ini mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran. 2. Pada tataran kinerja, program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja dinilai cukup baik dan sudah tercapai, hal tersebut direalisasikan dengan di didik dan dilatihnya 36 orang pencari kerja, namun belum sebanding dengan banyaknya jumlah pencari kerja yang belum memiliki keterampilan dan keahlian yang didinginkan pasar kerja/pelaku usaha (perusahaan). b).solusi 1. Penanganan pengangguran, pada dasarnya merupakan tanggungjawab dan menjadi bagian peran antara Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sehingga perlupenambahan kegiatan/materi pelatihan keterampilan/keahlian yang dibutuhkan pasar kerja/pengusaha. 2. Pada tataran kinerja, pada permasalahan point 2, ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi perhatian untuk tahun berikutnya yakni bahwa dari semakin banyaknya masyarakat pencari kerja, diperlukan tambahan materi lain yang dibutuhkan pasar kerja/pelaku usaha, disamping dari diklat-diklat yang sudah ada. 102
108 13. URUSAN KETAHANAN PANGAN Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian dengan kewenangan yang dimiliknya bertanggung jawab melaksanakan Urusan Ketahanan Pangan, menjaga terpenuhinya kebutuhan dan ketahanan pangan di Kabupaten Barito Kuala. Untuk melaksanakan kewenangan urusan Ketahanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanaian pada Tahun 2013 menetapkan beberapa program dan kegiatan dengan kinerja terukur yang bertolk ukur pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Tahun Pada tahun 2013, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh melaksanakan sebanyak 9 Program kerja yang terdiri dari 33 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas terkait Urusan Ketahanan Pangan yang dilaksanakan antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dengan kegiatan : a) Pembangunan gedung kantor (APBD Kab). Target terbangunnya gedung BPP (4 unit) dan rumah kepala BPP (10 unit) total sebanyak 14 unit, dengan realisasi fisik 11 unit (78,57%). b) Pembangunan gedung kantor (DAK). Target terbangunnya gedung lumbung pangan dan Lantai jemur, balai sarana penyuluhan sebanyak 283 unit, dengan realisasi fisik sebanyak 223 unit/buah (78,80%). c) Pengadaan peralatan gedung kantor (DAK). Target tersedianya peralatan dan sarna penyuluhansebanyak 168 unit, dengan realisasi fisik sebanyak 65 unit/buah (38,69%). d) Pengadaan kendaraan dinas/operasional (APBD Kab. + DAK). Target tersedianya sepeda motor operasional penyuluh pertanian sebanyak 35 unit, dengan realisasi 100 %. 2) Program peningkatan kesejahteraan petani, dengan kegiatan ; a) Peningkatan kemampuan lembaga petani. Target Terlaksananya penyusunan RDK/RDKK sebanyak 225 dokumen, dengan realisasi fisik sebanyak 155 dokumen (68,89%). 3) Program peningkatan ketahanan pangan (petanian/perkebunan), dengan kegiatan ; a) Analisis dan penyusunan pola konsumsi dan suplai pangan. Target tersediannya data pola konsumsi dan laporan suplai/ketersediaan pangan sebanyak 3 laporan, dengan realisasi fisik 2 laporan (66,67%). b) Laporan berkala kondisi ketahanan pangan daerah. Target tersediannya dokumen laporan kondisi ketahanan pangan daerah sebanyak 4 laporan, dengan realisasi sebanyak 4 laporan (100 %). c) Pengembangan desa mandiri pangan. Target terlaksananya pembelian gabah untuk penanggulangan rawan pangan/bencana alam sebanyak kg gabah dan pelatihan desa mandiri pangan 1 kegiatan, dengan realisasi kg gabah (22.00). d) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target terlaksananya pembinaan kelompok lumbung pangan dan LUEP sebanyak 36 kelompok, dengan realisasi 31 kelompok (86,11%). 4) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan tepat guna, dengan kegiatan ; 103
109 a) Kegiatan penyuluhan penerapan teknologi pertanian / perkebunan tepat guna. Target terlaksananya kegiatan kaji terap BPP sebanyak 13 BPP., dengan realisasi 12 BPP (92,31 %). 5) Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan, dengan kegiatan; a) Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian/perkebunan. Target terlaksananya penilaian angka kredit penyuluh sebanyak 2 kali, dengan realisasi fisik 2 kali (100 %). Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian sebesar 78,76%. Sedangkan dari segi realisasi anggaran dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp ,- b. Realisasi Kegiatan Urusan Ketahanan Pangan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 16 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Ketahanan Pangan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pangan 1. Jumlah sentra produksi 14 pangan 2. Stok pangan Kabupaten (ton) ,48 3. Jumlah desa mandiri 12 pangan 2. Aparatur 1. Jumlah penyuluh Intensitas kunjungan 32 penyuluh 3. Prasarana 1. Jumlah balai penyuluhan Jumlah lumbung pangan Penyaluran pupuk - bersubsidi 4. Petani 1. Jumlah petani tergabung kelompok tani 2. Jumlah kelompok tani
110 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah Gabungan 204 Kelompok Tani Sumber : Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Dari tabel di atas maka dapat digambarkan bagaimana capaian pelaksanaan Urusan Ketahanan Pangan di kabupaten Barito Kuala, antara lain ; 1) Jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai petani di Kabupaten Barito Kuala sebanyak orang dan tergabung dalam kelompok tani sebanyak orang, berarti hanya ada 49,7 % penduduk Kab. Barito Kuala yang bekerja sebagai petani (terhimpun dalam kelompok tani). 2) Jumlah stok pangan Kab. Barito Kuala terus menurun akibat konsumsi pangan masyarakat dan dijual petani. Pada bulan Desember 2013 jumlah stok pangan kabupaten sebesar 76445,48 ton, jumlah ini turun sebesar ,63 ton dibandingkan pada bulan Juli 2013 yang sebesar ,11 ton. Di bawah ini digambarkan grafik fluktuasi kondisi stok pangan kabupaten selama tahun 2013 ; 3) Untuk menjaga ketersediaan stok pangan kabupaten, Pemerintah Daerah terus berupaya menambah jumlah sarana lumbung pangan kabupaten, hingga bulan Agustus 2013 telah dimiliki sebanyak 36 buah lumbung pangan. Kondisi ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan bagi ketersediaan lumbung pangan di Kab. Barito Kuala dalam mendukung ketahanan pangan Kabupaten Barito Kuala. Jika dibanding pada awal akhir tahun 2012 yang hanya memiliki 27 buah lumbung pangan, artinya ada peningkatan sebesar 9 buah (33,33 %). 4) Dari seluruh desa dan kelurahan yang ada di kabupaten Barito Kuala sebanyak 201 desa/kelurahan, baru terdapat 12 desa yang berpredikan Desa Mandiri Pangan, yakni a) Desa Mandiri Pangan inti lama, terdiri dari ; Desa Pantai Hambawang Desa Simpang Harja b) Desa Mandiri Pangan reflikasi, terdiri dari ; Desa Waringin Kencana Desa Tumih Desa Pinang Habang Desa Bangkit Baru Desa Antasan Sugara Desa Tebing Rimbah c) Desa Mandiri Pangan binaan baru, terdiri dari ; Desa Simpang Nungki Desa Handil Bamban Desa Samuda Desa Sampurna 105
111 c. Permasalahan dan Solusi : 1). Permasalahan 1. Menurunnya anggaran APBN secara signifikan dari tahun 2012 ke Sementara dari pihak Pemeritah Kabupaten sudah menganggarkan, sedangkan namun dari pihak Provinsi belum ada 2. Terbatasnya jumlah Lumbung Pangan Masyarakat 3. Terbatasnya musuh alami dalam pengendalian hama Tikus 2). Solusi 1. Mengusulkan tambahan anggaran pengembangan kegiatan P2KP pada APBD Propvinsi 2. Perlu adanya keterlibatan pihak Provinsi dalam penambahan paket lumbung pangan masyarakat 3. Perlu adanya keterlibatan pihak Provinsi dalam pengembangan Burung Hantu jenis Tyto Alba sebagai musuh alami hama Tikus yang ramah lingkungan 106
112 14. URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUGAN ANAK Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan salah satu kewenangan Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak. Dalam melaksanakan kewenangannya urusan ini Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak pada tahun 2013 akan program dan kegiatan tahun sebagaimana yang telah ditetapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak Tahun Pada tahun 2013, Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak melaksanakan sebanyak 12 Program kerja yang terdiri dari 44 jenis Kegiatan. Adapun beberapa hasil capaian program dan kegiatan prioritas terkait Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak yang dilaksanakan pada Tahun 2013 antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program penguatan kelembagaan pengarutamaan gender dan anak; dengan kegiatan : a) Fasilitasi pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan (P2TP 2). Target tertanganinya kasu-kasus pelanggaran KDRT dan Anak di 17 kecamatan, dengan realisasi fisik 100 %. b) Pemetaan potensi organisasi dan lembaga masyarakat yang berperan dalam pemberdayaan perempuan dan anak. Target terlaksananya kegiatan Tim Vokal Point PUG (pengarusutamaan gender) sebanyak 40 or ang, dengan realisasi 40 orang (100%). c) Pengembangan sistem informasi gender dan anak. Target terlaksananya pelatihan KHA bagi siswa sekolah SLTA dan SLTP sebanyak 50 orang, dengan realisasi 50 orang (100 %). 2) Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan; dengan kegiatan : a) Kegiatan pembinaan organisasi perempuan. Target terbinanya kelompok organisasi perempuan/masyarakat di 2 desa. Realisasi sebanyak 2 desa (100 %). b) Kegiatan penyuluhan bagi ibu rumah tangga dalam membangun keluarga sejahtera. Target terlaksananya penyuluhan tentang pembangunan guna meningkatkan pemahaman bagi ibu rumah tangga dan wanita dalam mendukung Program P2WKSS di 2 desa. Realisasi sebanyak 2 desa (100%). 3) Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak; dengan kegiatan : a) Kegiatan pengumpulan bahan informasi tentang pengasuhan tumbuh kembang anak. Target terlaksananya pelatihan tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak bagi kader sebanyak 125 org. Realisasi sebanyak 125 orang (100 %). Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak sebesar 96,95 %. 107
113 Sedangkan dari segi realisasi anggaran dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp ,-. b. Realisasi Kegiatan Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindugan Anak Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 17 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2013 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Perlindungan perempuan 2. Pemberdayaan perempuan 1. Jumlah KDRT yang 10 dilaporkan 2. Jumlah KDRT yg masih 6 ditangani 3. Jumlah pengaduan 3 keluarga 4. Jumlah penyelesaian kasus 4 5. Jumlah kelompok 4 pencegahan KDRT 1. Jumlah unit usaha 12 produktif yg dikelola perempuan 2. Jumlah organisasi wanita Perlindungan anak 1. Pekerja anak di bawah - umur 2. Eliminasi pekerja anak di - bawah umur Sumber : Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pada tabel capaian kegiatan subtantif pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di atas, dapat dijelaskan bahwa : 1) Pada tahun 2013, telah masuk sebanyak 10 kasus KDRT yang secara teknis ditangani oleh P2TP2A Ije Jela Kab. Barito Kuala. Namun demikian ada kasus KDRT tahun 2012 yang masih belum terselesaikan hingga tahun 2013 sebanyak 3 kasus KDRT. 2) Pada tahun 2013 dari 10 kasus KDRT yang masuk tahun 2013 telah terselesaikan sebanyak 4 kasus KDRT dan 6 kasus yang masih ditangani (P2TP2A). Sedangkan kasus tahun 2012 yang masih belum terselesaikan pada tahun 2013 telah 108
114 terselesaikan seluruhnya, dengan penyelesaian 2 kasus selesai dengan pemutusan sepihak dan 1 kasus selesai dengan perceraian. Berikut ditampilkan grafik penyelesaian kasus KDRT di Kabupaten Barito Kuala tahun 2012 dan 2013 ; Grafik 18 Penyelesaian kasus KDRT di Kab. Barito Kuala Tahun 2012 dan 2013 Sumber : Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 3) Secara umum untuk kasus-kasus KDRT yang masuk ke P2TP2A pada tahun 2013 (sebanyak 10 kasusu) disebabkan oleh : a) 3 kasus disebabkan pelecehan seksual, b) 5 kasus disebabkan kekerasan fisik, dan c) 2 kasus disebabkan kekerasan fisikis dan penelantaran. Berikut ditampilkan grafik Perbandingan Jumlah Kasus KDRT di Kabupaten Barito Kuala tahun 2012 dan 2013, berdasarkan Penyebab Kasus. 109
115 Grafik 18 Perbandingan Jumlah Kasus KDRT di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2012 dan 2013, berdasarkan Penyebab Kasus Sumber : Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4) Hingga bulan Desember 2013 terdapat sebanyak 4 kelompok pencegahan KDRT di masyarakat (jumlah ini meningkat dibandingkan bulan Januari 2013 sebanyak 1 kelompok), ke 4 (empat) kelompok pencegahan KDRT dimaksud terdapat di : a) Kec. Tamban, Desa Jelapat, b) Kec. Alalak, c) Kec. Rantau Badauh Desa Danda Jaya, dan d) Kec. Rantau Badauh Desa Sungai Pantai. 5) Pada tahun 2012 masih dilakukan pembinaan dan pemberian bantuan modal usaha bagi kelompok unit usaha produktif yang dikelola perempuan sebanyak 12 kelompok. Namun pada tahun 2013 tidak lagi dianggarkan untuk kegiatan pembinaan kelompok unit usaha produktif oleh perempuan. 6) Hingga bulan Desember 2013 untuk perlindungan anak, dalam hal pekerja anak di bawah umur lingkup kegiatan perindustrian sudah tidak ditemukan lagi. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Keberadaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kabupaten Barito Kuala, informasinya masih belum tersebar ke 17 Kecamatan dan Desa b). Solusi 1. Melakukan sosialisasi dan advokasi ke 17 Kecamatan dan Desa tentang keberadaan dan program P2TP2A, baik melalui penyuluhan maupun informasi melalui Leaflet 110
116 15. URUSAN KB DAN KELUARGA SEJAHTERA Selain melaksanakan Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak, Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga berwenang menyelenggrakan Urusan Wajib KB dan Keluarga Sejahtera, dengan tetap bepedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan P erempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2013, untuk pelaksanaan program dan kegiatan terukur tahun Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terkait urusan KB dan Kesejahteraan Keluarga yang dilaksanakan, antara lain ; b. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pelayanan kontrasepsi dengan kegiatan : a) Pelayanan KB medis operasi. Target terlaksananya pelayanan medis operasi MOW/MOP sebanyak 20 orang, dengan realisasi fisik sebanyak 20 orang (100 %). 2) Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB KR yang mandiri, dengan kegiatan; a) Pengelolaan data dan informasi program KB. Target terlaksananya pendataan keluarga yang mengikuti program KB di 201 desa/kelurahan, dengan realisasi fisik 201 desa (100 %). b) Pemberdayaan ekonomi keluarga. Target terlaksananya orientasi dan pembinaan kepada anggota kelompok UPPKS sebanyak 150 orang, dengan realisasi fisik 150 orang (100 %). c) Pembinaan kelompok masyarakat peduli KB. Target terlaksananya pembayaran dana operasional PPKBD dan Sub PPKBD serta peningkatan SDM kader KB sebanyak 3462 orang, dengan realisasi fisik 3462 orang (100%). 4) Program Keluarga Berencana; dengan kegiatan : a) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. Target terlaksananya pembinaan dan pelayanan KB gratis bagi keluarga miskin pada 17 kecamatan. Realisasi pada 17 kecamatan (100%). b) Peningkatan perlindungan hak reproduksi individu. Target terlaksananya pelayanan KB implan kepada 240 orang, dengan realisasi sebanyak240 (100%). c) Pembinaan KB. Target terlaksananya pelayanan KB pria kepada 300 orang. Realisasi fisik sebanyak 200 orang (100%). d) Pengadaan sarana mobilitas Tim KB Keliling (DAU). Target terlaksananya pengadaan sarana dan prasarana program KB sebanyak 7 buah. Realisasi fisik sebanyak 100 %. e) Pengadaan sarana mobilitas Tim KB Keliling (DAK). Target terlaksananya pengadaan alat kedokteran umum obgyn bed (11 unit), pengadaan alat peraga KIE KIT (20 set), alat peraga BKB KIT (40 set), pengadaan balai PKB UPT (3 buah) total 79 unit/buah. Realisasi fisik sebanyak 79 unit/buah (100%). f) Pembinaan KB melalui penghargaan. Target terlaksananya lomba kader BKB, kader BKR, kader BKL, kader UPPKS, kelompok BKB, BKL, BKR, UPPKS dan 111
117 keluarga harmonis sebanyak 9 lomba, dengan realisasi sebanyak 9 lomba (100%). c. Realisasi Kegiatan Urusan KB Dan Keluarga Sejahtera Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan KB dan Keluarga Sejahtera Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 18 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib KB dan Keluarga Sejahtera No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian KB 1. Jumlah KB aktif wanita Pembinaan ketahanan keluarga 2. Jumlah KB aktif Pria Jumlah pelayanan KB gratis Jumlah unit pelayanan KB Jumlah penyuluh KB Jumlah kelompok BKB Jumlah anggota BKB Jumlah kelompok BKR Jumlah anggota BKR Jumlah kelompok BKL Jumlah anggota BKL Sumber : Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dapat digambarkan beberapa capaian hasil pelaksanaan urusan KB dan Keluarga Sejahtera yang menjadi kegiatan subtantif Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak, meliputi : 1) Pada bulan Desember 2013 jumlah KB aktif wanita mengalami peningkatan sebanyak 847 aseptor (1,78 %) menjadi aseptor, dibandingkan bulan Agustus 2013 sebanyak aseptor. 2) Pencapaian KB aktif pria hingga bulan Desember 2013 sebanyak 1309 aseptor. Jika dibandingkan peserta KB aktif pria bulan Agustus 2013 ( aseptor ) terjadi peningkatan sebesar 0,07 %. 3) Hingga bulan Desember 2013, jumlah pengguna KB aktif pria hanya sekitar 2,64 % ( jiwa ) jika dibandingkan dengan jumlah pengguna alat KB aktif sebanyak aseptor. 4) Secara umum pengguna KB di masyarakat masih lebih didominasi oleh Wanita sebagai pengguna aseptor KB aktif yakni 97,35 % ( aseptor) dari total seluruh peserta KB aktif sebanyak aseptor. 112
118 Grafik 19 Perbandingan Jumlah Peserta KB Aktif Wanita dan KB Aktif Pria Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 5) Untuk keberadaan Petugas Penyuluh KB berjumlah 40 orang, mengalami pengurangan 1 orang dibandingkan bulan Agustus Jika dibandingkan dengan jumlah aseptor KB Aktif seluruhnya yang berjumlah aseptor, tentu jumlah petugas penyuluh tidak sebanding dengan jumlah Aseptor Aktif yang perlu dilayani, dalam hal ini 1 penyuluh KB rata-rata harus melayani sebanyak 1237 orang aseptor KB Aktif Wanita maupun Pria. d. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Menurunnya peran pembantu pelaksana KB Desa (PPKBD) dan S ub PPKBD dalam pengelolan program KB KS, dalam rangka memotivasi calon peserta KB Aktif maupun KB Baru. 2. Masih kurangnya tenaga penyuluh KB dibandingkan dengan jumlah Desa seharusnya/idealnya 1 2 Desa 1 orang penyuluh. b). Solusi 1. Dalam rangka merevitalisasi Program Keluarga Berencana perlu mengaktifkan kembali keberadaan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang dibantu adalah Pembantu Pelaksana Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub Pembantu Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) guna tercapainya program Keluarga Berencana. 2. Penambahan Formasi pegawai, khususnya Penyuluh KB dan Meningkatkan SDM penyuluh KB melalui pelatihan dan Mini Lokakarya. 113
119 16. URUSAN PERHUBUNGAN Urusan Perhubungan dalam pelaksanaan menjadi kewenangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika. Dalam hal melaksanakan kinerja atas program dan kegiatan terukur tahun 2013, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokume n Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA)Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Tahun Pada tahun 2013, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika melaksanakan sebanyak 13 Program kerja dengan 34 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas terkait Urusan Perhubungan yang dilaksanakan antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan; dengan kegiatan : a) Perencanaan pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. Target tersedianya DED Dermaga penyebrangan Saka Kajang sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi fisik 100 %. 2) Program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana fasilitas perhubungan; dengan kegiatan : a) Rehabilitasi/pemeliharaan terminal / pelabuhan. Target terpeliharanya dermaga / terminal / warning light sebanyak 15 buah/set, dengan realisasi fisik 15 buah/set (100%). 3) Program peningkatan pelayanan angkutan; dengan kegiatan : a) Peningkatan disiplin masyarakat menggunakan angkutan. Target terlaksananya pengendalian dan pengamanan angkutan sungai dan darat, sebanyak 883 kegiatan. Realisasi fisik sebanyak 831 kegiatan (94,13%). 4) Program pengendalian dan pengamanan lalu lintas, dengan kegiatan; a) Pengadaan rambu lalu lintas. Target tersediannya rambu lalu lintas sebanyak 80 buah (66 buah jalan raya dan 14 b uah sungai), dengan realisasi 76 buah (95,00%). b) Pengadaan marka jalan. Target terlaksananya pembuatan marka jalan sepanjang 1 KM, dengan realisasi fisik sepanjang 1 KM (100 %). c) Pengadaan marka jalan (DAK). Target terlaksananya pembuatan marka jalan sepanjang 10 KM, dengan realisasi fisik sepanjang 10 KM (100 %). d) Pengadaan rambu lalu lintas (DAK). Target tersediannya rambu lalu lintas sebanyak 12 set/buah (10 bh rambu arah, 1 set pagar pengaman dan 1 set delinator), dengan realisasi 100 %. Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika dari segi realisasi anggaran dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp ,- b. Realisasi Kegiatan Urusan Perhubungan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Perhubungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 114
120 Tabel 19 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Perhubungan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Sarana angkutan 1. Jumlah Sarana Umum Angkutan 132 Darat 2. Jumlah Sarana Umum Angkutan 653 Sungai 3. Jumlah angkutan perdesaan Prasarana perhubungan 1. Jumlah Terminal Antar 4 Kab/Kecamatan. 2. Jumlah 28 Pelabuhan/Penyeberangan umum 3. Jumlah pelabuhan khusus - 4. Jumlah rambu jalan darat Jumlah rambu sungai 137 Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Dari data di atas dapat dijelaskan berbagai hasil pelaksanaan urusan perhubungan, sebagai berikut ; 1) Dari jumlah sarana angkutan umum darat sebanyak 132 unit dan angkutan umum sungai sebanyak 653 unit. 2) Adapun khusus sarana angkutan perdesaan terdapat sebanyak 102 unit pedesaan yang terdiri dari ; a) Kendaraan roda 4 sebanyak 28 unit, b) Kendaraan roda 3 sebanyak 72 unit, dan c) Kapal motor sebanyak 2 unit. 3) Secara umum untuk kondisi pra sarana dan sarana perhubungan baik perhubungan darat dan perhubungan sungai masih kurang reprensentatif dan layak untuk menunjang kelancaran dan keamanan trasportasi di kabupaten Barito Kuala. Sehingga perlu dilakukan kegiatan, seperti ; a. Rehabilitasi untuk beberapa prasarana perhubungan seperti terminal, pelabuhan. b. Penambahan jumlah dan relokasi lokasi terminal/pelabuhan yang kurang representatif. c. Penambahan jumlah rambu jalur sungai dan rambu lalu lintas darat yang belum terpasang, khususnya untuk daerah yang rawan kecelakaan. 4) Dengan kondisi geografis Kabupaten Barito Kuala yang banyak memiliki sungai besar maupun kecil, maka keberadaan sarana transportasi melalui jalur sungai merupakan salah satu alternatif penghubung antar daerah yang paling penting digunakan bagi masyarakat pesisir sungai. Keberadaan sarana angkutan sungai 115
121 yang berjumlah 653 buah yang beroperasi pada 28 buah pelabuhan/penyeberangan umum, dirasakan banyak membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi sungai, hanya saja dari 653 buah angkutan umum sungai masih banyank yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran, seperti pelampung keselamatan. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Tingkat harga yang berfluktuasi dan cenderung terus meningkat sehingga dapat menghambat pekerjaan 2. Kurangnya tenaga pelaksana pengadaan barang dan jasa yang memiliki sertifikat sehingga perlu adanya penambahan tenaga 3. Peletakan Posisi anggaran kas yang tidak sesuai dengan waktu pelaksanaan kegiatan sehingga kegiatan tersebut tidak bisa dilaksanakan. 4. Pelaksanaan Diklat dan sosialisasi Tidak dapat seluruhnya terlaksana karena waktunya terlalu sempit untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan penggaran di triwulan IV. b). Solusi 1. Dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja agar estimasi secara akurat untuk mengantisipasi kenaikan harga. 2. Perlunya penambahan tenaga pelaksana pengadaan barang dan jasa yang memiliki sertifikat 3. Perlunya pelatakkan posisi anggaran kas yang sesuai dengan kebutuhan sehingga kegiatan dapat dilaksanakan. 4. Untuk Diklat dan Sosialisasi agar di letakkan di Triwulan I dan II sehingga waktu lebih panjang untuk melaksanakan kegiatan tersebut. 116
122 17. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Selain melaksanakan Urusan Perhubungan, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika juga melaksanakan kewenangan Urusan Komunikasi dan Informatika. Dalam hal melaksanakan kinerja atas program dan kegiatan terukur urusan Komunikasi dan Informatika tahun 2013, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Tahun Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas, terkait Urusan Komunikasi dan Informatika yang dilaksanakan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pengembangan komunikasi, informasi dan media masa; dengan kegiatan : a) Pembinaan dan pengambangan jaringan komunikasi dan informasi. Target tersediannya dokumen master cell plan pengendalian dan pengawasan menara telekomunikasi sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi fisik 100%. b) Pembinaan dan pengambangan sumberdaya komunikasi dan informasi. Target terlaksananya bintek kelompok komunikasi masyarakat sebanyak 65 orang, dengan realisasi fisik 36 orang (55,38 %). 2) Program kerjasama informasi dengan mas media; dengan kegiatan : a) Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah. Target terlaksananya penyebaran informasi melalui wibsite Kabupaten, sebanyak 12 bulan. Realisasi fisik sebanyak 12 bulan (100%). b) Penyebarluasan informasi yang bersifat penyuluhan bagi masyarakat. Target terlaksananya sosialisasi internet sehat kepada 80 orang. Realisasi 76 orang (95,00%). b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Komunikasi Dan Informatika Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 20 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Komunikasi dan Informatika No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Stasiun komunikasi 1. Jumlah BTS Jumlah Stasiun Radio/Orari/RAPI 2 3. Jumlah warnet Wibe site Kabupaten 1. Jumlah Wibe site daerah aktif 4 2. Jumlah tenaga pengelola wibe site
123 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian terlatih 3. Jumlah sistem informasi 3 managemen (SIM) yang digunakan 4. Jumlah pengakses wibe site Kab. - Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Hasil capaian kegiatan subtantif urusan Komunikasi dan Informatika sebagaimana tabel di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut ; 1) Meningkatnya kemudahan akses masyarakat dalam komunikasi dan informasi melalui layanan seluler dan internet, perlu didukung dengan ketersedian prasarana dan sarana komunikasi dan informatika. Hingga bulan Maret 2013 di Kabupaten Barito Kuala terdapat 72 buah BTS yang dilaksanakan vendor/operator seluler guna meningkatkan jangkauan sinyal telpon seluler, serta 52 buah warung internet dengan 30 buah warnet di kelola oleh pihak swasta dan 22 dilaksanakan oleh pihak kementrian Komunikasi dan Infromatika (17 PLIK dan 5 MPLIK). Hanya saja untuk pengaturan kontens dan waktu operasional warnet perlu diawasi dan dibatasi oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, karena adanya indikasi keberadaan warnet yang disalah gunakan pelajar dengan melakukan browsing pornografi dan bermain game on line hingga larut malam, sehingga menganggu pelajaran. 2) Dalam mendukung kelancaran dan kemudahan manajemen administrasi pemerintahan Pemerintah Barito Kuala telah melaksanakan Sistem Informasi Managemen (SIM) yakni ; a) SIMDA yang dilaksanakan oleh DPPKKD b) SIMPEG dlaksanakan oleh BKD, dan c) E-KTP dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 3) Sedangkan dalam menjawab tantangan global dan mendukung penyebaran informasi kegiatan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Barito Kuala, Pemerintah Daerah mengeluarkan website resmi pemerintah daerah sebanyak 4 website, yakni ; a) yang dikelola oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika. b) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Daerah. c) yang dikelola oleh Bagian Hukum, Sekretariat Daerah. d) yang dikelola oleh Bagian Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Daerah. 4) Dalam rangka mendorong dan mewujudkan e-government di lingkup Pemerintah Kab. Barito Kuala, maka pada bulan februari yang lalu telah diluncurkan resmi dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kab. Barito Kuala, sehingga untuk proses pengiriman surat-menyurat kedinasan antar SKPD dapat dilakukan secara on line via internet. 5) Hingga bulan Maret 2013 jumlah pengunjung wibe site daerah masih belum dapat terdeteksi, hal ini dikarenakan belum dipasangnya aplikasi visitor s counter pada wibe site. 118
124 c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Dalam pelaksanaan Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Mass Media masih belum optimal, khususnya dalam kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi yang merupakan kegiatan penyebarluasan informasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan pembangunan serta informasi lainnya melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD). Beberapa permasalahan yang ditemui diantaranya adalah kurangnya sumber daya manusia, kurangnya pendanaan dan belum dipenuhinya kewajiban perizinan penyiaran sehingga berpengaruh pada optimalisasi kegiatan penyiaran dan pengembangan RSPD sebagai media informasi yang murah dan efektif menjangkau lapisan masyarakat di wilayah Kabupaten Barito Kuala. 2. Program Pengkajian dan Penelitian Bidang Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan melalui kegiatan pengumpulan informasi dari SKPD dan Kecamatan se-kabupaten Barito Kuala serta penyediaan informasi melalui Media Layar Sentuh ( Touch Screen) ditemukan permasalahan berupa kurangnya responsifnya SKPD dan kecamatan dalam memberikan data/informasi yang diperlukan dan terbatasnya SDM khususnya dalam meng-up date data sehingga masih menggunakan tenaga Non PNS. 3. Pelaksanaan Program Kerjasama Informasi dengan Mass Media merupakan sebuah upaya menyebarluaskan informasi pembangunan dan pemerintahan melalui kerjasama dengan Mass Media baik cetak maupun media elektronik. Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah berkenaan dengan masih belum optimalnya pemberitaan dan penyebarluasan yang dilakukan oleh Media Massa yang disebabkan masih kurangnya kualitas SDM media massa, khususnya media lokal. Disamping itu belum meratanya penyebarluasan informasi, yang disebabkan luasnya wilayah Kabupaten Barito Kuala dan keterbatasan akses masyarakat dalam memperoleh informasi. b) Solusi : 1. Perlu dilakukannya peningkatan kualitas SDM pengelola RSPD baik melalui kegiatan diklat penyiaran maupun peningkatan wawasan melalui studi komparatif ke media penyiaran yang telah maju dan eksis sebagai lembaga penyiaran yang mampu menjadi acuan dan rujukan sebagai media informasi, pendidikan dan hiburan bagi masyarakat. Dalam hal pendanaan perlu peningkatan alokasi anggaran bagi RSPD, khususnya anggaran untuk kegiatan operasional dan peningkatan alat dan mesin RSPD. 2. Dalam hal kurang responsifnya SKPD dan kecamatan dalam memberikan data/informasi yang diperlukan dalam melengkapi basis data media layar sentuh, maka perlu diberikan peningkatan kesadaran SKPD dan kecamatan tentang pentingnya arti data/informasi serta dibangunnya mekanisme penyampaian bertanggung data/informasi yang bersifat semesteran atau tahunan sehingga kemajuan kinerja SKPD dan kecamatan dapat dipantau dan diketahui masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. 119
125 3. Perlu peningkatan kualitas SDM media massa lokal, baik melalui kegiatan diklat dan peningkatan wawasan sehingga semakin mampu meningkatkan kemampuan melakukan penyebarluasan informasi yang semakin akurat, berkualitas sekaligus bertanggung jawab dan berimbang. Berkenaan dengan permasalahan belum meratanya penyebaran informasi, salah satu solusinya adalah dengan meningkatan eksistensi Media Pemerintah Daerah Tabloid Batola Membangun yang selama ini telah menjangkau seluruh kecamatan, desa/kelurahan, sekolah dan masjid di Kabupaten Barito Kuala 120
126 18. URUSAN PERTANAHAN Pelaksanaan kewenangan Urusan Pertanahan sepenuhnya dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah, khususnya Bagian Pemerintahan. Capaian kinerja fisik dan keuangan pelaksanaan program dan kegiatan Bagian Pemerintahan dalam rangka pelaksanaan kewenangan urusan Pertanahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari capaian kinerja Sekretariat Daerah secara keseluruhan dengan berpedoman pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Sekretariat Daerah Tahun Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas Bagian Pemerintahan, Sekretariat Daerah terkait pelaksanaan urusan pertanahan, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, dengan kegiatan ; a) Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah. Target Pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah, tanah untuk perluasan lokasi tempat pembuangan sampah akhir, tanah lokasi balai kawasan pemukiman tradisional, dan tanah lokasi kantor kelurahan sebanyak 4 persil. Realisasi 75 %. b) Pembuatan sertifikat hak milik tanah aset pemerintah daerah. Target Jumlah luasan bidang tanah yang dibuatkan Sertifikat hak pakai tanah seluas 900 hektare. Realisasi 0 %. 2) Program Pengembangan Wilayah Perbatasan, dengan kegiatan ; a) Koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah. Target Jumlah kesepakatan penetapan titik batas wilayah administrasi Kabupaten Barito Kuala dengan kabupaten tetangga sebanyak 5 titik batas. Realisasi 10 titik (200 %). b) Koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah dalam kabupaten. Target Jumlah kesepakatan penetapan titik batas wilayah administrasi antar kecamatan / desa / kelurahan dalam Wilayah Kabupaten Barito Kuala sebanyak 6 titik batas. Realisasi 10 titik (167%). b. Realisasi Kegiatan Urusan Pertanahan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pertanahan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 21 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pertanahan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pertanahan 1. Permasalahan penguasaan 3 lahan 2. Sertifikasi tanah Pemda 113 Sumber : Bagian Pemerintahan, SETDA 121
127 Semenjak dikeluarkannya perijinan dan ijin guna usaha perkebunan kelapa sawit permasalahan pertanahan yang melibatkan anggota masyarakat dengan pihak perusahaan mulai muncul. Permasalahan yang muncul secara umum disebabkan ; 1) Pengakuan warga atas tanah milik warga yang masuk area perkebunan, 2) Terjadinya tumpang tindih kepemilikan lahan akibat pengakuan warga atas lahan yang sebelumnya tidak produktif, hal ini diindikasikan akibat meningkatnya nilai ekonomi lahan yang sebelumnya tidak produktif. 3) Adanya pengakuan warga dari luar Kabupaten yang mengakui lahan miliknya masuk lokasi perusahaan yang ada di Kab. Barito Kuala (luas lahan HGU melewati batas kabupaten tetangga). Pelaksanaan pembuatan sertifikat hak milik/pakai atas tanah aset Pemerintah Daerah telah diterbitkan sebanyak 113 SHM/SHP atas nama Pemerintah Daerah. Namun demikian masih ada 876 (delapan ratus tujuh puluh enam) persil tanah Pemerintah Daerah yang belum bersertifikat (Hak Pakai, Hak Pengelolaan). Adapun rencana pembuatan sertifikat tanah 1 SHP dengan ukuran 2 km x 5 km yang telah dianggarkan pada DPA dan DPPA Sekretariat Daerah pada tahun 2013 tidak terealisasi oleh Pihak BPN dikerenakan keterbatasan petugas dan agenda kegiatan Kantor BPN yang padat. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan Realisasi pelaksanaan pensertifikatan tanah milik Pemerintah Daerah selalu mengalami kendala keterbatasan tenaga pengukuran pada Kantor Pertanahan Kab. Barito Kuala dikarenakan banyaknya usulan rutin dari masyarakat untuk membuat sertifikat dan program sertifikat gratis dari BPN RI. b) Solusi Perlu dilaksanakannya koordinasi yang lebih intensif kepada BPN RI dan Kakanwil BPN guna mendapatkan bantuan atau diperbolehkannya tanah milik pemda untuk diusulkan dalam program pensertifikatan gratis dari BPN RI. 122
128 19. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI Urusan wajib Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilihat dari kewenangan pelaksanaannya, dilaksanakan oleh 2 (dua) Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yakni Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat dan Satuan Polisi Pamong Praja. Pelaksanaan kewenangan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri secara langsung menjadi tanggung jawab Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat. Dalam pelaksankan urusan Kesbang dan Politik Dalam Negeri telah ditetapkan berbagai program dan kegiatan terukur kinerja di Tahun 2013, yang berdasarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Tahun Pada tahun 2013, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat melaksanakan sebanyak 10 Program kerja yang terdiri dari 28 jenis Kegiatan. Adapun beberapa hasil capaian program dan kegiatan prioritas Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan, dengan kegiatan; a) Operasional Komonitas Intelijen Daerah (Kominda). Target terlaksananya intelijen di Kabupaten Barito Kuala 17 Kecamatan, realisasi 100 %. 2) Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal, dengan kegiatan; a) Peningkatan kapasitas aparat dalam rangka pelaksanaan Siskamswakarsa di daerah. Target terlaksananya pelatihan pengendalian keamanan lingkungan sebanyak 255 org, realisasi 255org (100 %). 3) Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat / pekat, dengan kegiatan; 4) Penyuluhan pencegahan peredaran / penggunaan minuman keras dan narkoba. Target terlaksananya hari anti narkoba internasional, sosialisasi dan razia, Rakor BNK, Penyuluhan Narkoba sebanyak 2085 orang. Realisasi sebanyak 1823 (87,43)Program pendidikan politik masyarakat, dengan kegiatan; a) Penyuluhan kepada masyarakat. Target terlaksananya sosialisasi Undang- Undang tentang Ormas dan sosialisasi akutansi bagi parpol sebanyak 150 orang. Realisasi sebanyak 150 orang (100 %). b) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target terlaksananya pemeriksaan kelengkapan administrasi dan pelaporan administrasi bantuan keuangan partai politik kepada 11 parpol. Realisasi sebanyak 63,64 %. Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat sebesar 91,59%. Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,- (9,65 %), yang terdiri dari Belanja Langsung sebesar Rp ,- dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp ,-. 123
129 b. Realisasi Fisik Dan Keuangan Satuan Polisi Pamong Praja Urusan Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Negeri selain dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, dilaksanakan pula oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Dalam pelaksanaan kinerja program dan kegiatan terkait urusan Kesbang dan Politik Dalam Negeri tahun 2013, Satuan Pol PP bepedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2013 khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Satuan Polisi Pamong Praja Tahun Pada tahun 2013 Satuan Pol PP melaksanakan 6 program dengan 23 jenis kegiatan. Adapun beberapa hasil capaian program dan kegiatan prioritas terkait urusan Urusan Kesbang Dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan oleh Satuan Pol PP antara lain ; 1) Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan, dengan kegiatan : a) Penyiapan tenaga pengendali keamanan dan kenyamanan lingkungan. Target tersedianya tenaga tambahan pengendalian pengamanan lingkungan kantor kediaman pejabat sebanyak 120 orang bulan, dengan realisasi fisik 88 ob (73,33%). b) Pengendalian keamanan lingkungan. Target tersedianya tenaga pengamanan peringatan hari-hari besar sebanyak 19 kali kegiatan, dengan realisasi fisik 19 kali kegiatan (63,16 %). 2) Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal, dengan kegiatan; a) Pengawasan pengendalian dan evaluasi kegiatan polisi pamong praja. Target terlaksananya pengawasan dan penertiban PKL, jalur hijau, perizinan, perda ramadhan, pengamanan insidentil, gelandangan dan pengemis sebanyak 412 kali, dengan realisasi fisik 287 kali (69,66%). b) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target terlaksananya monitoring, penyelidikan, penyidikan dan penindakan pelanggaran Perda sebanyak 120 kali kegiatan, dengan realisasi fisik 85 kali (70,83%). Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Satuan Polisi Pamong Praja hingga sebesar 79,36%. Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,- Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Negeri Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 124
130 Tabel 22 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kesbang Dan Politik Dalam Negeri Oleh Badan Kesbang Pol Linmas No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Kesatuan bangsa 1. Jumlah LSM, ORMAS dan OKP Jumlah PARPOL Jumlah kegiatan pembinaan - pembinaan LSM, ORMAS dan OKP 2. Perlindungan masy 1. Jumlah Pos Kamling - 2. Sistem ketahanan masy (peringatan dini) Sumber : Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat Pelaksanaan kewenangan subtantif urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri sebagaimana data di atas dapat dijelaskan antara lain ; 1) Keberadaan LSM, organisasi massa dan OKP yang aktif dan konstruktif dalam pemerintahan dapat membantu mendorong gerak pembangunan, terutama di era pembangunan batton up dimana partisipasi masyarakat secara luas dalam kegiatan pembangunan di daerah makin ditingkatkan. Hanya saja dari 65 buah organisasi LSM, ormas dan OKP hanya 10 organisasi saja yang telah mendapat Surat Keterangan Terdaftar sebagai LSM/Ormas/OKP. 2) Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat belum memiliki data konkrit atas keberadaan Pos Kamling aktif di masyarakat. Secara umum pemanfaatan dan aktivitas pos kamling dimasyarakat masih bersifat temporer dan aksidental, saat terjadi kondisi rawan tindak kriminalitas, keberadaan pengamanan swadaya masyarakat dalam bentuk Pos Kamling baru diaktivkan. 3) Terkait kegiatan pembinaan organisasi partai politik, pada tahun 2013 (hingga bulan Desember 2013) telah dilaksanakan kegiatan, antara lain ; a) Penyampaian surat kepada Partai Politik penerima dana bantuan Ta agar segera menyampaikan laporan pertanggung jawaban penerimaan dan pengeluaran dana bantuan dimaksud. Disampaikan pula draf PP Nomor 83 Tahun 2012 tentang perubahan atas PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan kepada Partai Politik sebagai acuan dalam pembauatan laporan pertanggungjawaban. b) Rapat Tim Verifikasi bantuan keuangan Partai Politik dengan Partai Politik penerima bantuan, terkait kesepakatan penyerahan laporan pertanggungjawaban. b. Realisasi Kegiatan Urusan Kesbang Dan Politik Dalam Negeri Oleh Satuan Polisi Pamong Praja Penyelenggaraan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilaksanakan pula oleh Satuan Polisi Pamong Praja, dengan pelaksanaan urusan subtantif meliputi ; - 125
131 Tabel 23 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kesbang Dan Politik Dalam Negeri Oleh Satuan Polisi Pamong Praja No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Penegakkan perda 1. Jumlah pelanggaran - perundang2an/perda 2. Intensitas operasi lap Sarana operasional 1. Jumlah kendaraan operasional 11 Sumber : Kantor Satuan Polisis Pamong Praja Sebagai Satuan Kerja Perangka Daerah yang memiliki tugas pokok penegakan peraturan daerah dalam arti luas, maka Satuan Polisi Pamong Praja dalam pelaksanaan kegiatan subtantif urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri selalu terkait pada pelayanan tertib dan tegaknya Peraturan Daerah. Dari tabel di atas dapat dijelaskan beberapa capaian kegiatan subtantif Satuan Polisi Pamong Praja, antara lain ; 1) Telah dilaksanakan sebanyak 2 kali operasi kegiatan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati dengan lebih difokuskan pada penegakan Peraturan Daerah No. 27 Tahun 2005 dan Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2005 tentang Larangan Kegiatan pada Bulan Ramadhan. 2) Pada tahun 2013, telah dilaksanaan penyelidikan dan penindakan/operasi penegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tahun 2013 sebanyak 192 kali, 3) Telah dilaksanakan pengamanan pada acara-acara peringatan hari-hari besar sebanyak 2 kali kegiatan, total kegiatan pengamanan hari-hari besar hingga bulan Agustus sebanyak 29 kali pengamanan. Secara teknis pelaksanaan kegiatan ini dengan menempatkan anggota Satuan Pol PP pada titik yang jauh dari pengawasan serta melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan disekitar lokasi kegiatan. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Koordinasi dan komunikasi Tim Terpadu Penanganan Keamanan Dalam Negeri, Masih sering terjadi perbedaan sudut pandang antar anggota Tim dalam penanganan suatu permasalahan. 2. Penuntasan masalah batas daerah, baik antar kabupaten, antar kecamatan dan antar desa/kelurahan, dimana komunikasi belum berjalan optimal sesuai harapan. 3. fasilitasi penanganan konflik lahan seperti perkebunan, dimana adanya oknum yang bermain sebagai provokator yang bisa menghasut masyarakat untuk berbuat anarkis. 126
132 b). Solusi 1. Sering melakukan komunikasi dan interaksi yang intens antar anggota Tim sehingga dapat cepat dan tepat dalam mengatasi suatu permasalahan 2. Sering melakukan koordinasi,pertemuan / rembug bersama sehingga dapat diperoleh jalan damai dan tegas sebagai jalan terbaik dalam mengatasi permasalahan 3. Mengadakan Silaturahmi dan sosialisasi kepada tokoh masyarakat, para kades, seperti dalam kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga melibatkan unsur muspika dalam memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi terhadap suatu permasalahan khususnya didaerah rawan konflik. 127
133 20. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian Urusan wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian dilihat dari kewenangan pelaksanaannya, dilaksanakan oleh beberapa Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) sekaligus yakni Inspektorat Kabupaten, Kantor Pelayanan Terpadu, Badan Kepegawaian Daerah, Sekretariat DPRD, Sekretariat Daerah dan Kecamatan. Realisasi Fisik Dan Keuangan Skpd Yang Melaksanakan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Kekayaan Daerah Kewenangan pokok yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah adalah Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian, khususnya yang berkenaan dengan pelaksanaan Administrasi Keuangan Daerah. Dalam melaksanakan kerja program dan kegiatan di Tahun 2013 terkait urusan yang menjadi kewenangannya, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 dan APBD P 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Tahun 2013 Pada tahun 2013 Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten melaksanakan 6 program dengan 49 jenis kegiatan. Secara khusus untuk hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanaan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah pada bulan Desember 2013, meliputi : a. Program dan Kegiatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Kekayaan Daerah Tahun 2013 : 1) Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah, dengan kegiatan : a) Penyusunan Analisa Standar Belanja. Target tersedianya dokumen analisis standar belanja (ASB) untuk tahun 2014 sebanyak 2 judul, dengan realisasi fisik sebanyak 2 judul (100 %). b) Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD. Target tersedianya dokumen PERDA APBD Tahun 2014 sebanyak 1 PERDA, dengan realisasi fisik 100 %. c) Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran APBD. Target tersedianya dokumen peraturan KDH tentang penjabaran APBD Tahun 2014 sebanyak 1 Perbup, dengan realisasi fisik 100 %. d) Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD. Target tersedianya dokumen PERDA perubahan APBD Tahun 2014 sebanyak 1 PERDA, dengan realisasi fisik 1 PERDA (100 %). e) Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran Perubahan APBD. Target tersedianya dokumen peraturan KDH tentang penjabaran perubahan APBD Tahun 2014 sebanyak 1 Perbup, dengan realisasi fisik 1 Perbup (100 %). f) Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Target tersedianya dokumen PERDA tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2012 sebanyak 1 PERDA, dengan realisasi fisik 1 PERDA (100 %). 128
134 g) Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Target tersedianya dokumen Perbup tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2012 sebanyak 1 PERDA, dengan realisasi fisik 1 PERDA (100 %). h) Penyusunan sistem informasi keuangan daerah. Target tersedianya laporan dana perimbangan dan dana bagi hasil pajak propinsi sebanyak 45 SKPD, dengan realisasi fisik 100 %. i) Peningkatan manajemen aset/barang daerah. Target Terlaksananya penataan Administrasi Pengelolaan Barang Milik Daerah melalui operasionalisasi Tim Pemanfaatan, Pengamanan, Pemeliharaan, Penghapusan dan Tim Pemindah Tanganan Barang Milik Daerah Tahun 2013, Simda (4 Tim 2 Judul) dan Pengamanan BMD sebanyak 4 Judul ( Neraca Aset, Buku Induk Inventaris, 65 Papan Nama Tanah Milik Daerah, dan Laporan Simda BMD), dengan realisasi fisik sebanyak 2 judul (50 %). j) Peningkatan manajeman investasi daerah. Target tersedianya laporan pelaksanaan pembiayaan daerah Kab. Batola Tahun 2013 dan laporan pelaksanaan investasi daerah kab. Batola Tahun 2013 sebanyak 2 judul, dengan realisasi fisik 1 judul (50 %). k) Revaluasi/appraisal aset/barang daerah. Target tersedianya laporan appraisal aset/barang daerah sebanyak 1 laporan, dengan realisasi fisik 0 %. l) Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. Target tersedianya laporan pendataan objek potensi pajak dan retribusi daerah sebanyak 17 kecamatan, dengan realisasi fisik 16 %.(94,12) m) Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah melalui penyerahan DHKP dan STTS PBB. Target terlaksananya penyerahan DHKP dan STTS PBB Tahun 2013,pekan panutan PBB,Rekoreg PBB,Penagihan dan evaluasi PBB sebanyak 17 kecamatan, dengan realisasi fisik 17 kecamatan (100%). n) Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber - Sumber Pendapatan Daerah Tentang Sosialisasi Pajak dan Retribusi Daerah. Target terlaksananya Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penerimaan PAD (34 SKPD) Serta Pajak dan Retribusi Daerah dan Penetapan Target PBB Tahun 2014 sebanyak 6 Kecamatan, dengan realisasi fisik 6 Kecamatan (100 %). o) Penyusunan laporan keuangan akhir tahun Kabupaten Barito Kuala. Target tersedianya Laporan Keuangan Akhir Tahun Pemerintah Kabupaten T.A 2012 yang terdiri dari : LRA, Neraca Per 31 Desember 2012, Laporan Arus Kas (LRA) dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) sebanyak 1 judul/dokumen, dengan realisasi fisik 1 judul/dokumen (100 %). p) Penyusunan rancangan peraturan bupati tentang pedoman pelaksanaan APBD. Target tersedianya Perbup tentang pedoman pelaksanaan APBD 2014 sebanyak 1 judul/dokumen, dengan realisasi fisik 100 %. Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), D inas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah sebesar 84,45%. Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, Selain melaksanakan program dan kegiatan yang termuat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Tahun 2013, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah juga memiliki kewenangan melaksanakan anggaran PPKD (Pejabat Pengelola Keuangan Daerah). 129
135 PPKD (Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) pada tahun 2013 melaksakan penganggaran Belanja Tidak Langsung dan Pembiayaan, untuk capaian realisasi anggaran PPKD dapat dijelaskan, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Belanja Hibah Kepada Badan/Lembaga/Organisasi Swasta, dari anggaran Rp ,- telah terealisasi sebesar Rp , - (49,39 %). 2) Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan, dari anggaran Rp ,- telah terealisasi sebesar Rp , - (53,13 %). 3) Belanja Bantuan Sosial kepada Individu/atau keluarga yang tidak direncanakan, dari anggaran Rp ,- telah terealisasi sebesar Rp , - (49,4 %). 4) Belanja bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa (ADD Desa), dari anggaran Rp ,- telah terealisasi sebesar Rp , - (72,6 %). 5) Pemberian pinjaman daerah (dalam bentuk (Dana bergulir koperasi, dan dana bergulir subsidi pupuk), dari anggaran Rp ,- telah terealisasi sebesar Rp , - (100 %). Dari total anggaran PPKD tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,- (80,31 %). Salah satu Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang melaksanakan kewenangan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian, adalah Inspektorat Kabupaten. Dalam pelaksanaan kinerja program dan kegiatan terkait urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian tahun 2013, Inspektorat Kabupaten bepedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Inspektorat Kabupaten Tahun Pada tahun 2013 Inspektorat Kabupaten melaksanakan 6 program dengan 25 jenis kegiatan. Adapun beberapa hasil capaian program dan kegiatan prioritas, terkait urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten, sebagai berikut ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH, dengan kegiatan : a) Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala. Target terlaksananya pemeriksaan reguler terhadap alokasi dana desa dan SKPD sebanyak 213 obrik, dengan realisasi fisik 217 obrik (101.88%). b) Tindak lanjut hasil pengawasan. Target terlaksananya gelar Tindak lanjut hasil temuan pengawasan dan pemutahiran data tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional sebanyak 2 kali, dengan realisasi fisik sebanyak 2 kali (100 %). c) Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan. Target terlaksananya evaluasi berkala temuan hasil pengawasan sebanyak 37 LHP, dengan realisasi fisik 83 LHP (224,32%). d) Pelaksanaan pengawasan SPIP dilingkungan pemerintah daerah. Target terlaksananya pengawasan pelaksanaan SPIP di lingkungan pemerintah daerah sebanyak 2 ob, dengan realisasi fisik 100 %. 130
136 Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ) Inspektorat Kabupaten sebesar 92,28%. Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,-. Kantor Pelayanan Terpadu merupakan salah satu SKPD pelaksanaan urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013 Kantor Pelayanan Terpadu mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 dan APBD P 2013, khususny a Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Kantor Pelayanan Terpadu Tahun Pada tahun 2013, Kantor Pelayanan Terpadu melaksanakan sebanyak 6 Program kerja yang terdiri dari 23 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan Kantor Pelayanan Terpadu, yakni : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan pelayanan publik, dengan kegiatan; a) Pemeriksaan dan pengecekan lapangan pemohon perijinan target terlaksananya pemeriksaan dan pengecekan lapangan sebanyak 159 ok dengan realisasi 126 ok (79,25%). b) Survei indeks kepuasan masyarakat. Target tersedianya dokumen indeks kepuasan masyarakat sebanyak 2 dokumen dengan realisasi 100%. c) Sosialisasi perijinan. Target terlaksananya sosialisasi perijinan kepada 500 orang, dengan realisasi fisik 396 orang (62,50%). d) Monitoring dan evaluasi perijinan. Target tersedianya dokumen monitoring dan evaluasi pelaporan pelayanan perizinan di 40 lokasi, dengan realisasi fisik 27 lokasi (67,50%). Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ) bulan Desember, Kantor Pelayanan Terpadu sebesar 83,66%. Telah Kantor Pelayanan Terpadu telah merealisasikan anggaran belanja sebesar Rp dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, Kewenangan urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian dilaksanakan pula oleh Badan Kepegawaian Daerah. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013 Badan Kepegawaian Daerah berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan Tahun 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Badan Kepegawaian Daerah Ta hun Pada tahun 2013, Badan Kepegawaian Daerah melaksanakan sebanyak 9 Program kerja yang terdiri dari 37 jenis Kegiatan. Adapun capaian program dan kegiatan prioritas, yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah pada tahun 2013, yakni : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pendidikan kedinasan, dengan kegiatan; 131
137 a) Pendidikan dan penjenjangan struktural. Target terlaksananya penyertaan diklat PIM IV (20 org), PIM III (8 org), PIM II (1 org) sebanyak 11 orang dengan realisasi 10 orang (90,91 %). b) Peningkatan keterampilan dan profesionalisme. Target terselenggaranya sosialisasi bagi pengelola kepegawaian sebanyak 425 orang dengan realisasi 416 orang 97,88 %. 2) Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur, dengan kegiatan; a) Pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi CPNSD. Target terlaksananya penyertaan CPNSD mengikuti prajabatan sebanyak 54 orang dengan realisasi sebanyak 54 orang (100 %). 3) Program pembinaan dan pengembangan aparatur, dengan kegiatan; a) Seleksi penerimaan CPNSD. Target terlaksananya penerimaan calon PNSD bagi pelamar untuk 81 formasi 150 orang, dengan realisasi 45 %. b) Penataan sistem administrasi kenaikan pangkat otomatis PNS. Target terlaksananya sistem kenaikan pangkat otomatis periode april dan oktober sebanyak 2 periode, dengan realisasi 2 periode (100 %). c) Pembangunan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian daerah. Target terlaksananya peningkatan kualitas sistem informasi kepegawaian sebanyak 2 sistem informasi, dengan realisasi 100 %. d) Proses penanganan kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS. Target terlaksananya rapat pertimbangan majelis penjatuhan hukuman disiplin sebanyak 10 kali rapat, dengan realisasi 10 kasus (100 %). e) Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas. Target tersedianya bantuan tugas belajar D1 (2 org), D3 (4 org), S1/DIV (2 org), S2 (4 org) dan Dokter spesialis (2 org) total sebanyak 11 orang PNS, dengan realisasi sebanyak 5 orang (45,45 %). Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Kepegawaian Daerah sebesar 97,50 %. Badan Kepegawaian Daerah telah merealisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,- dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, Pelaksanaan urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian juga menjadi kewenangan Sekretariat DPRD. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013 Sekretariat DPRD mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Sekretariat DPRD Tahun Pada tahun 2013, Sekretariat DPRD melaksanakan sebanyak 6 Program kerja yang terdiri dari 23 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas Sekretariat DPRD, antara lain: a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah, dengan kegiatan; a) Pembahasan rancangan Perda target terlaksananya pembahasan rancangan perda untuk di jadikan acuan (Perda) sebanyak 15 raperda dengan realisasi 14 Raperda (93,33 %). 132
138 b) Hearing / dialog dan koordinasi dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat / tokoh agama. Target terlaksananya kegiatan hearing / dialog dengan pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat / tokoh agama (keg) sebanyak 16 kegiatan dengan realisasi 1 kegiatan (6,25 %). c) Rapat - rapat alat kelengkapan dewan. Target terlaksananya rapat komisi pansus, panmus dan panggar sebanyak 108 kegiatan, dengan realisasi fisik 83 kegiatan (76,85). d) Rapat-rapat paripurna. Target terlaksananya rapat-rapat paripurna sebanyak 42 kegiatan, dengan realisasi fisik 26 kegiatan (61,90). e) Kegiatan reses. Target terlaksananya kegiatan reses anggota dewan sebanyak 2 kegiatan, dengan realisasi fisik 2 kali (100%). Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ) bulan Desember, Sekretariat DPRD sebesar 80,84 %. Telah Sekretariat DPRD telah merealisasikan anggaran belanja sebesar Rp dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, Sekretariat Daerah adalah salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanaan kewenangan urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Sekretariat Daerah berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Sekretariat Daerah Tahun Pada tahun 2013, Sekretariat Daerah melaksanakan sebanyak 26 Program kerja yang terdiri dari 79 jenis Kegiatan. Secara khusus untuk hasil capaian pelaksanaan program dan kegiatan fisik prioritas Sekretariat Daerah, yang terkait langsung dengan pelaksanaan urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian, meliputi : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan; dengan kegiatan : a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD. Target Jumlah dokumen laporan akuntabilitas kinerja pemerintah (LAKIP) kabupaten dan Sekretariat Daerah Tahun 2013, dokumen laporan smesteran realisasi & evaluasi kinerja Setda serta laporan penyelenggaraan pemerintahan & pembangunan Kab. yg disusun. sebanyak 8 dokumen, dengan realisasi fisik 8 dokumen (100 %). 2) Program pengembangan data/informasi, dengan kegiatan : a) Pengumpulan, updating, dan analisis data informasi capaian target kinerja program dan kegiatan. Target Jumlah dokumen laporan semesteran perkembangan capaian kinerja pembangunan, perekonomian, pertanian, SDA dan LH Kab. Barito Kuala, yang disusun sebanyak 4 dokumen, dengan realisasi fisik 4 dokumen (100 %). b) Penyusunan dan analisis data/informasi pengadaan dan jasa. Target jumlah dokumen data rencana dan informasi hasil pelaksanaan kegiatan pengadaan 133
139 barang dan jasa melalui sistem LPSE tahun 2013, yang disusun sebanyak 13 dokumen, dengan realisasi fisik 13 dokumen (100 %). 3) Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa, dengan kegiatan : a) Kajian Efektifitas Pengelolaan Arus Informasi dan Komunikasi Penyelenggaraan Pemerintahan. Target terlaksananya kajian efektifitas pengelolaan arus informasi penyelenggaraan pemerintahan ke dan dari masyarakat di 10 kecamatan, dengan realisasi fisik 100 %. 4) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan : a) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target Jumlah dokumen laporan monitoring pelaksanaan bantuan sosial kemasyarakatan, pendidikan, tempat ibadah dan raskin di 17 kecamatan sebanyak 4 laporan, dengan realisasi fisik 4 dokumen laporan (100 %). 5) Program penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, dengan kegiatan : a) Pembuatan sertifikat hak milik tanah aset pemerintah daerah. Target jumlah luasan bidang tanah yang dibuatkan Sertifikat hak pakai tanah seluas 100 Ha, dengan realisasi fisik 0 %. 6) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah, dengan kegiatan : a) Pemantauan pengelolaan penggunaan dana pemerintah bagi Usaha Mikro Kecil Menengah. Target jumlah penerima dana APBD Kab. APBD Prof dan APBN (unit usaha/kelompok usaha/usaha mikro kecil dan menengah) yang dipantau efektifitas penggunaan dananya sebanyak 50 unit usaha, dengan realisasi fisik 100 %. 7) Program pengembangan wawasan kebangsaan, dengan kegiatan : a) Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Target Terlaksananya Peringatan Hari hari Besar Keagamaan di Kabupaten Barito Kuala sebanyak 11 kegiatan, dengan realisasi fisik 11 kegiatan (100 %). 8) Program Pengembangan Wilayah Perbatasan, dengan kegiatan : a) Koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah. Target jumlah kesepakatan penetapan titik batas wilayah administrasi Kabupaten Barito Kuala dengan kabupaten tetangga sebanyak 5 titik batas, dengan realisasi fisik 100 %. b) Koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah dalam kabupaten. Jumlah kesepakatan penetapan titik batas wilayah administrasi antar kecamatan / desa / kelurahan dalam Wilayah Kabupaten Barito Kuala sebanyak 6 titik batas, dengan realisasi fisik 100 %. 9) Program kerjasama informasi dengan mas media, dengan kegiatan : a) Penyebarluasan informasi pembangunan daerah. Target terbitan media bulanan Batola Membangun yang disebarluaskan ke seluruh desa/kelurahan dan kecamatan sebanyak eksemplar, dengan realisasi fisik eksemplar (100 %). b) Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Target jumlah penayangan/terbitan Informasi/berita penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Barito Kuala melalui berbagai media cetak maupun elektronik lokal maupun nasional sebanyak kali penayangan/publikasi/eksemplar, dengan realisasi fisik 603 (35,59 %). 10) Program perencanaan pembangunan daerah, dengan kegiatan : a) Koordinasi penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah. Target tersedianya laporan penyelengaraan pemerintahan daerah (LPPD) kab. 134
140 Barito Kuala tahun 2012 sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi fisik 1 dokumen (100 %). b) Koordinasi penyusunan laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ). Target tersediannya laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPj) Kepala Daerah Kab. Barito Kuala tahun 2012 sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi fisik 1 dokumen (100 %). 11) Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan, dengan kegiatan : a) Legislasi rancangan peraturan perundang-undangan. Target Jumlah produk hukum daerah berupa 10 buah rancangan peraturan darah (RAPERDA) diajukan dan 100 buah perarturan Bupati serta 300 buah SK Bupati yang diterbitkan/disahkan sebanyak 410 dokumen produk hukum daerah, dengan realisasi fisik sebanyak 278 dokumen produk hukum daerah (67,8 %). 12) Program pembinaan dan pengembangan aparatur, dengan kegiatan : a) Penyusunan instrumen analisis beban kerja. Target tersedianya dokumen analisis beban kerja SKPD sebanyak 30 SKPD, dengan realisasi fisik 100 %. Secara umum, untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jum lah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Sekretariat Daerah sebesar 93,61 %. Sekretariat Daerah telah merealisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,- Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-. b. Realisasi Fisik Dan Keuangan Kecamatan Kabupaten Barito Kuala dibagi menjadi 17 wilayah Kecamatan dengan 201 Desa/Kelurahan, sehingga untuk penjelasan capaian realisasi fisik dan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kecamatan akan dilakukan d engan penyampaian rata-rata cafaian fisik dan keuangan Kecamatan secara menyeluruh akumulatif dari ke 17 Kecamatan yang ada. Kecamatan yang telah menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan (RFK) kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Secara umum, untuk nilai rata-rata realisasi fisik (berdasarkan jumlah prosentasi rata-rata realisasi out put fisik seluruh kecamatan), Kecamatan sebesar 96,63 %. Sedangkan untuk nilai rata-rata realisasi keuangan (berdasarkan jumlah prosentasi rata-rata realisasi out put keuangan seluruh kecamatan), Kecamatan sebesar %. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif kinerja Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013, terkait erat pada pelaksanaan program dan kegiatan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah, yakni ; Hasil capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah, dapat digambarkan pada tabel di bawah ini ; 135
141 Tabel 24 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Administrasi Keuangan Daerah oleh DPPKKD No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pendapatan 1. Jumlah objek pajak Jumlah objek retribusi Jumlah pendapatan ,95 2. Anggaran 1. Realisasi Belanja APBD Realisasi Belanja Tidak Langsung 3. Realisasi Belanja Langsung Aset 1. Jumlah objek asset - 2. Total nilai asset , PPKD 1. Jumlah penerima 24 hibah/bantuan 2. Realisasi penyaluran hibah/bantuan sosial 5. Penanaman modal 1. Total realisasi penanaman modal pemerintah daerah (Rp) 2. Total realisasi penanaman modal di daerah (Rp) Sumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Berdasarkan data capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah, sebagaimana yang disebutkan pada tabel di atas, dapatlah dijelaskan sebagai berikut; 1) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah memegang peranan penting dalam pengendalian pengelolaan keuangan daerah. Pada tahun 2013 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 08 Tahun 2012, tanggal 14 Desember 2012 tentang APBD Kab. Barito Kuala Tahun 2013 dan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013, tanggal 28 Agustus 2013 tentang APBDP Kab. Barito Kuala Tahun 2013, struktur APBD Kab. Barito Kuala tahun 2013 dapat dijabarkan, sebagai berikut ; a) Anggaran pendapatan daerah sebesar Rp ,- b) Anggaran belanja daerah sebesar Rp ,- c) Anggaran pembiayaan daerah (neto) sebesar Rp ,- 2) Hingga triwulan ketiga (bulan Desember) realiasasi keuangan APBD Tahun 2013 berdasarkan struktur anggaran, adalah sebagai berikut ; 136
142 a) Realisasi pendapatan daerah sebesar Rp ,95 (77,66%), yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp ,95. Pendapatan transfer Rp ,-. Dan Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp ,- b) Realisasi belanja daerah sebesar Rp ,- (54,24 %), yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp ,- (59,59 %) dan Belanja Langsung Rp ,- (46,92 %). c) Realisasi pembiayaan sebesar Rp ,- (-19,23 %), yang terdiri dari Penerimaan Daerah Rp ,- (5,53 %) dan Pengeluaran Daerah Rp ,- (81,57 %). Grafik 20 Persentase Realisasi Keuangan APBD dan APBDP Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : DPPKKD 3) Untuk hibah dan bantuan sosial/keuangan hingga triwulan ketiga (bulan Desember) 2013 telah tersalurkan Hibah Daerah sebesar Rp ,- (45,80 %) dari anggaran sebesar Rp , dan Bantuan Sosial sebesar Rp ,- (64,96 %) dari anggaran sebesar Rp ,-. 4) Untuk data aset pemerintah kabupaten, hingga akhir tahun 2012, berdasarkan laporan keuangan 2012 berjumlah Rp ,24. 5) Hingga bulan Desember 2013 total penanaman modal pemerintah daerah sebesar Rp ,-. Penanaman modal pemerintah daerah ini tersebar pada berbagai Perusahaan Daerah, yakni ; a) Perusahaan Daerah Air Minum sebesar Rp ,- b) Perusahaan Daerah Aneka Usaha Selidah sebesar Rp ,- c) Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat sebesar Rp ,- dan d) Perusahaan Daerah Bank Pembangunan Daerah/Bank Kalsel sebesar Rp ,- 137
143 6) Sedangkan untuk nilai total realisasi penanaman modal di daerah hingga bulan Desember 2013 tercatat sebesar Rp ,-, yang terdiri dari ; a) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp ,-, dan Penanam modal dalam negeri (PMDN) terbesar di Kab. Barito Kuala adalah PT. Putra Adil Laksana ( sektor sekunder ) dengan nilai investasi sebesar Rp ,-. b) Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp , -. Dengan penanam modal asing terbesar adalah PT. Gelora Citra Kimia Abadi dengan nilai investasi sebesar Rp ,-. Hasil capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Inspektorat kabupaten, dapat digambarkan pada tabel di bawah ini ; Tabel 25 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib OTDA Oleh Inspektorat Kabupaten No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Akuntability 1. Jumlah obrik 144 Sumber : Inspektorat Kabupaten 2. Jumlah temuan Jumlah 400 rekomendasi temuan Berdasarkan tabel capaian data subtantif pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Inspektorat Kabupaten di atas, dapatlah dijelaskan sebagai berikut; 1) Telah dilaksanaan pemeriksaan reguler kepada 3 (tiga) objek pemeriksaan (obrik) meliputi Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Peternakan dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan. Hasil pemeriksaan tidak mendapatkan temuan. Total pemeriksaan reguler yang telah dilaksanakan pada tahun 2013 hingga bulan Desember berjumlah 24 Obrik. 2) Sedangkan untuk Reviu Laporan Keuangan SKPD pada bulan Desember dilaksanakan pada 45 Obrik (SKPD), pemeriksaan d itujukan kepada Laporan Keuangan Semesteran Tahun Total Reviu Laporan Keuangan SKPD pada tahun 2013 sebanyak 90 Obrik, dengan materi pemeriksaan Laporan Keuangan Akhir Tahun 2012 dan Laporan Keuangan Semesteran Tahun ) Total jumlah temuan atas pemeriksaan Irban I, II dan III, hingga bulan Desember 2013 sebanyak 280 temuan terdiri dari 246 temuan atas pemeriksaan reguler dan 34 temuan atas Reviu Laporan Keuangan SKPD. 138
144 4) Total jumlah rekomendasi atas pemeriksaan Irban I, II dan III, hingga bulan Desember 2013 sebanyak 400 rekomendasi terdiri dari 366 rekomendasi atas pemeriksaan reguler dan 34 rekomendasi atas Reviu Laporan Keuangan SKPD. Grafik 21 Hasil Pelaksanaan Pemeriksaan Reguler dan Reviu Laporan Keuangan SKPD Tahun 2103 Sumber : Inspektorat Kabupaten Hasil capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Kantor Pelayanan Terpadu, dapat digambarkan pada tabel di bawah ini ; Tabel 26 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemerintahan Umum Oleh KPT No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Perizinan 1. Jumlah Pemohon izin Jumlah izin yg diterbitkan Pendapatan 1. Jumlah SKRD yang dikeluarkan 133 Sumber : Kantor Pelayanan terpadu Berdasarkan tabel capaian data subtantif pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Kantor Pelayanan Terpadu di atas, dapatlah dijelaskan sebagai berikut : 139
145 1. Ada 173 buah permohonan perizinan ke KPT. Total selama tahun 2013, terdapat masyarakat yang mengajukan permohonan perizinan pada Kantor Pelayanan Terpadu yang terdiri dari ; a) Permohonan perizinan umum sebanyak permohonan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 118 permohonan, izin SITU/HO 60 permohonan, izin domisili 576 permohonan, SIUP 198 permohonan baru, TDP 275 permohonan perpanjangan/izin baru, IJUK 114 permohonan perpanjangan serta izin hiburan 13 ; b) Permohonan perizinan kesehatan sebanyak 3 permohonan seperti Izin asisten apoteker 1 permohonan, izin apotik 1 permohonan, dan izin lanoratorium kesehatan 1 permohonan. 2. Dari berbagai permohonan perizinan yang telah diajukan hingga bulan Desember (sebanyak permohonan) telah disetujui/diterbitkan izin sebanyak 2.352, izin meliputi ; a) Perizinan umum sebanyak izin seperti Izin Mendirikan Bangunan izin, izin SITU/HO 60 izin, izin trayek 2 izin, izin domisili 568 izin, SIUP 199 izin, TDP 275 izin perpanjangan/izin baru, IUJK 114 izin perpanjangan/baru, izin hiburan 11 izin, log pond 1 izin dan izin operasional pendidikan 12 izin; b) Perizinan kesehatan sebanyak 46 izin seperti praktek doktrer 6 izin, izin apoteker 6 izin, Izin asisten apoteker 5 izin, izin optik 1 izin, izin lanoratorium kesehatan 1 izin, izin industri rumah tangga 17 izin, izin kosmetk 5 izin, izin praktek bidan 5 izin. Hasil capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Badan Kepegawaian Daerah, dapat digambarkan pada tabel di bawah ini ; Tabel 27 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kepegawaian Oleh BKD No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Aparatur 1. Jumlah PNS Jumlah honorer PNS izin belajar PNStugas belajar 1 5. Tingkat Pendidikan S3 Dokter Spesialis S2 S1 Diploma SMA
146 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian SMP SD Golongan IV III II I Jumlah perempuan yg 148 menduduki jabatan structural 8. Jumlah jabatan struktural yg 54 tidak terisi 2. Diklat 1. Jumlah PNS berdasarkan Diklat perjenjangan structural 2. Pelaksanaan diklat struktural dan fungsional Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Dari data capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Badan Kepegawaian Daerah, sebagaimana yang disebutkan pada tabel di atas, dapatlah dijelaskan sebagai berikut; 1) Hingga triwulan keempat (Januari-Desember) 2013, jumlah PNS dilingkup Pemerintah Kab. Barito Kuala sebanyak 5.648, jumlah ini dalam perkembangannya mengalami pengurangan dan atau penambahan sebanyak 128 orang, dari jumlah PNS pada awal tahun 2013 sebanyak orang, pengurangan atau penambahan PNS ini disebabkan, antara lain ; a) PNS mendapat BUP b) PNS meminta pensiun dini, dan c) PNS meninggal dunia. d) PNS mutasi keluar kabupaten e) PNS mutasi masuk kabupaten f) PNS diangkat 2) Dalam komposisi jabatan struktural di Pemerintah Kab. Barito Kuala, dari total jabatan struktural yang tersedia sebanyak 681 jabatan, hingga bulan Desember 2013 telah terisi sebanyak 627 jabatan (92,07%) dan belum terisi sebanyak 54 jabatan (7,92%). Adapun komposisi jabatan struktural yang belum terisi, meliputi : a) Jabatan eselon II sebanyak 4 orang b) Jabatan eselon III sebanyak 5 orang c) Jabatan eselon IV sebanyak 45 orang 141
147 Sedangkan untuk keterwakilan perempuan yang menduduki jabatan struktural sebanyak 148 orang dan laki-laki sebanyak 488 orang. Artinya dari 636 jabatan struktural yang terisi saat ini, sebesar 23,27 % jabatan telah diduduki oleh perempuan dengan komposisi sebagai berikut; a) Jabatan eselon II sebanyak 1 orang b) Jabatan eselon III sebanyak 23 orang c) Jabatan eselon IV sebanyak 124 orang 3) Hingga bulan Desember 2013 dari 636 orang yang menduduki jabatan sturktural, hanya 611 orang PNS yang telah mengikuti diklat penjenjangan struktural. Namun ada pula pegawai yang telah mengikuti diklat penjenjangan struktural tetapi belum menduduki jabatan struktural dikarenakan tugas belajar dan pernah mendapat hukuman disiplin. 4) Terkait dengan tingkat pendidikan PNS lingkup Pemerintah Kab. Barito Kuala sebagian besar telah didominasi oleh lulusan S1/DIV sebanyak orang (34,52 %) dan lulusan D III/II/I sebanyak orang (32,95%), sedangkan untuk PNS dengan pendidikan SMA ke bawah sebanyak orang (30,57%). Grafik 23 Perbandingan Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Badan Kepegawaian Daerah 5) Berikut ini digambarkan mengenai perbandingan tingkat golongan ruang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer di Kab. Barito Kuala ; Grafik 24 Perbandingan Jumlah PNS Berdasarkan Golongan Ruang PNS dan Honorer di Kab. Barito Kuala Tahun
148 PNS Gol IV PNS Gol III PNS Gol II PNS Gol I Honorer Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Berdasarkan grafik diatas dapat dicermati bahwa komposisi PNS yang menduduki golongan ruang III paling besar dengan jumlah orang. Dalam jangka panjang ( 8 tahun kedepan ) dimungkinkan terjadi offer capacity PNS yang menduduki golongan III c dalam hal ini dapat dikhawatirkan berdampak pada tuntutan menduduki jabatan struktural tertentu oleh PNS, yang jumlahnya sangat terbatas. Untuk itu diperlukan kebijakan dan langkah strategis khusus untuk menghadapi situasi seperti ini. Hasil capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Sekretariat DPRD, dapat digambarkan pada tabel di bawah ini ; Tabel 28 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemerintahan Umum Oleh Sekretariat DPRD No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Harmonisasi kegiatan Legislatif-Eksekutif 1. Intesitas kunjungan anggota DPRD (reses) 7 2. Rapat Paripurna Rapat dengar pendapat legislatif dan eksekutif 6 143
149 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Rapat kerja Pansus dalam 23 rangka Membahas PERDA 5. Rapat pembahasan RAPERDA-PERDA 6. Jumlah RAPERDA yang disetujui/ditetapkan Kegiatan Alat Kelengkapan Dewan 1. Rapat pimpinan DPRD Rapat Banmus Rapat Kerja Komisi Rapat kerja Gabungan Komisi 7 5. Rapat Kerja Banggar Rapat Badan Kehormatan - Sumber : Sekretariat DPRD Dari data capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Sekretariat DPRD, sebagaimana yang disebutkan pada tabel di atas, dapatlah dijelaskan sebagai berikut; 1) Secara umum capaian pelaksanaan kegiatan subtantif urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian yang menjadi kewenangan DPRD hingga bulan Desember 2013, kegiatan kunjungan anggota DPRD ke kecamatan dalam rangka kunjungan kerja/reses sebanyak 1 kali kegiatan. 2) Sedangkan untuk kegiatan internal di Sekretriat DPRD, khususnya kegiatan rapat alat kelengkapan anggota DPRD pada bulan Desember 2013 yakni telah dilaksanakan berbagai kegiatan rapat-rapat internal sebanyak 16 (enam belas) kali rapat, meliputi a) Rapat Paripurna DPRD sebanyak 1 kali rapat, dalam rangka Persetujuan DPRD dan Pendapat Akhir Kepala Daerah terhadap 5 buah Raperda Kab. Barito Kuala Tahun
150 b) Rapat Kerja Pansus dalam rangka pembahasan PERDA sebanyak 4 kali rapat, terdiri dari ; Rapat Kerja Pansus II DPRD dengan Tim Raperda Penyertaan Modal kepada PD. PBKM dan seluruh jajaran Direksi PT. PBKM dalam rangka tindak lanjut pemahasan Raperda Penyertaan Modal kepada PD. PBKM. Rapat Kerja Pansus I DPRD dengan Tim Raperda SOTK Pemerintah Daerah dalam rangka finalisasi pembahasan Raperda SOTK. Rapat Kerja Pansus II DPRD dengan Tim Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dalam rangka finalisasi pembahasan Raperda Penyertaan Modal kepada PD. PBKM. Rapat Kerja Pansus SPAM DPRD dengan Tim Pemerintah Daerah dalam rangka lanjutan pembahasan Raperda inisiatif DPRD tentang Pengembangan SPAM. c) Rapat Badan Musyawarah sebanyak 1 kali rapat, dalam rangka penyusunan kegiatan DPRD bulan Oktober d) Rapat Kerja Gabungan Komisi sebanyak 1 kali rapat, yakni Rapat Kerja Komisi 1 dan Komisi III dengan DPPKKD tentang Rencana Penghapusan Aset Daerah berupa bangunan penampungan sementara pasar baru marabahan dan eks bangunan kantor BPD dan Kantor Perpustakaan. e) Rapat kerja Komisi sebanyak 10 kali rapat Total rapat yang dilaksanakan anggota DPRD Tahun 2013, sebanyak 32 kali. Hasil capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Sekretariat Daerah, dapat digambarkan pada tabel di bawah ini ; Tabel 29 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemerintahan Umum Oleh Sekretariat Daerah No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Organisasi 1. Jumlah Dokumen Anjab Jumlah Dokumen ABK Jumlah Perbup SOP Tingkat kehadiran PNS Kab. 5. Pengisian data PMRB - 2. Pemerintahan 1. Penyelesaian batas antar 10 desa/kecamatan 2. Penyelesaian batas antar 86 daerah 3. Pembangunan Kantor Desa
151 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Kesejahteraan Rakyat 1. Jumlah penerima raskin (KK) 2. Jumlah beras raskin yang dibagikan (kg) Jumlah penerima hibah/bantuan 4. Jumlah hibah/bantuan yg tersalurkan (Rp) 4. Ekonomi dan 1. Volume pengambilan pasir Pembangunan pasang (M 3 ) 5. Hukum 1. Jumlah peraturan daerah/perbup/sk Bup yg diterbitkan 2. Perkara hukum yg melibatkan PEMDA 6. Pelayanan Pengadaan 1. Jumlah kegiatan belanja Barang dan Jasa melalui LPSE 2. Realisasi fisik belanja melalui LPSE 3. Jumlah pagu yang masuk LPSE Barito Kuala , Jumlah kontrak belanja melalui LPSE Jumlah pengada/rekanan Humas 1. Jumlah berita yg 591 diterbitkan per media cetak 2. Jumlah berita yg 14 ditayangkan per media elektronik 3. Batola membangun yg 7000 disebarkan (eksemplar) 4. Wilayah jangkauan media 201 cetak (desa/kel) Sumber : Sekretariat Daerah Berdasarkan data capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Sekretariat Daerah, sebagaimana yang disebutkan pada tabel di atas, dapatlah dijelaskan sebagai berikut; 146
152 1) Tabloid Batola Membangun sebagai media cetak resmi pemberitaan yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah pada tahun 2013 telah diterbitkan sebanyak 7000 eksemplar, yakni untuk edisi bulan Januari sampai denganjuli Sedangkan untuk kerjasama media cetak sebanyak 591 kali penayangan/terbit dan media elektronik sebanyak 14 kali penanyangan hingga bulan Desember ) Dalam hal pengambilan pasir pasang sungai hingga bulan Desember 2013 dari 6 (enam) perusahan yang mendapat izin pengambilan dan pengangkutan pasir pasang sungai yakni ; a) CV. Bahalap Cahaya Semesta b) BB. Hilal CV c) PT. Duta Batola d) CV. Hasan Husein e) KSU Karya Makmur f) CV. Asyifa Mandiri Dilaporkan bahwa telah dilakukan pengambilan pasir pasang sungai sebanyak ,88 M 3, dengan penerimaan daerah yang disetorkan sebesar Rp ,-. (data diambil dari perhitungan pajak pengambilan dan pengangkutan pasir pasang yang telah dibayarkan hingga bulan Desember 2013). 3) Dibidang penerbitan legislasi daerah dalam bentuk Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan Keputusan Bupati pada tahun 2013, hingga bulan Desember 2013 telah diterbitkan sebanyak 235 produk hukum daerah. Khusus mengenai penetapan Peraturan Daerah hingga bulan Desember 2013 telah ditetapkan sebanyak 13 (tiga belas) Peraturan Daerah, yakni ; a) Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab. Barito Kuala Tahun b) Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. c) Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kab. Barito Kuala. d) Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten kepada BPD Kal-Sel. e) Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD TA f) Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Kebersihan dan Keindahan. g) Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perubahan APBD TA h) Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman. i) Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten kepada PDAM. j) Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten kepada PD. PBKM. k) Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kab. Barito Kuala. l) Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kab. Barito Kuala. 147
153 m) Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2013 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis dan Sat Pol.PP Kab. Barito Kuala. 4) Dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup layak dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan Beras RASKIN bagi masyarakat miskin/pra sejahtera di 201 kelurahan/desa pada bulan Desember 2013 telah tersalurkan beras miskin kepada RTS dengan total beras kg. total Jumlah warga yang mengambil RASKIN Tahun 2013 di Kab. Barito Kuala hingga bulan Desember 2013 sebanyak RTS dengan total beras kg. 5) Dalam rangka menjamin efektifitas dan efisiensi pelaksanaan ketata laksanaan birokrasi dilingkup Pemerintah Birokrasi hingga bulan Maret 2013 dari 400 buah dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) yang teridentifikasi, telah ditetapkan dan diberlakukan melalui Peraturan Bupati sebanyak 130 (32,5 %) buah dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) atas berbagai kegiatan pelayanan dan administrasi Satuan Kerja Perangkat Daerah. 6) pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa hingga bulan Juni 2013 telah selesai dilelangkan sebanyak 126 paket pekerjaan, dengan nilai realisasi kontra pengadaan/jasa sebesar Rp ,-. Hasil capaian pelaksanaan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian oleh Kecamatan, dapat digambarkan pada tabel di bawah ini ; 1) Sementara ini untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan perekonomian ada 15 jenis produk khas/unggulan perkecamatan yang dikembangkan, antara lain : a) Purun dan rotan di Kecamatan Tabukan dan Bakumpai, b) Produk jeruk dan sawi di Kecamatan Mandastana, c) Produk Jamur Tiram di Kec. Rantau Badauh. d) Produk Beras Siam Mutiara di Kec. Anjir Pasar e) Produk Anyaman Purun Tikus dan Jeruk di Kec. Belawang. f) Produk kerupuk, kue cemilan dan keripik singkong di Kec. Marabahan c. Permasalahan dan Solusi : Permasalahan yang terdapat pada Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Kepegawaian (mikro) dan Persandian yang dilaksanakan oleh unit kerja di Sekretariat Daerah Kab. Barito Kuala serta Sekretariat DPRD Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan untuk Urusan Kepegawaian secara makro dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), kemudian terhadap urusan Administrasi Keuangan Daerah dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPPKKD). Untuk sub urusan Otonomi Daerah lainnya seperti bidang Pengawasan Kepegawaian dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Barito Kuala, dan untuk sektor pelayanan di bidang Perijinan dengan sistem satu atap dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Terpadu (KPT), dapat diuraikan sebagai berikut : a). Permasalahan 1. Dalam hal reevaluasi/appraisal asset/barang daerah, dirasakan masih terbatasnya waktu pelaksanaan kegiatan dimaksud 2. Keterlambatan mencetak SPOP/LSPOP PBB tidak memungkinkan melakukan pendataan dan pemutakhiran data wajib pajak 148
154 3. Terlalu besar mengalokasikan belanja lembur, sedangkan kegiatannya masih dapat dilaksanakan pada jam kerja, begitu juga alokasi perjalanan dinas luar daerah hanya terserap 1/3 (sepertiga) saja. b) Solusi 1. Idealnya pelaksanaan revaluasi/appraisal asset/barang daerah dilaksanakan pada triwulan II dan alokasi anggaran kas diletakkan di triwulan II 2. Pendataan dan pemutakhiran obyek pajak akan dilaksanakan pada Tahun 2014 dengan lebih baik dan menjaga validitas data wajib pajak 3. Kedepan ditahun 2014, akan dilakukan pengurangan volume dan perjalanan dinas ke luar daerah juga dikurangi, lebih melihat substansi kegiatan, aspek kualitas lebih dikedepankan daripada sisi kuantitas kegiatan. PENANGGULANGAN BENCANA Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pokok Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah adalah Urusan Bencana. Dalam melaksanakan kerja program dan kegiatan di Tahun 2013 terkait Urusan Bencana, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubah an 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2013 Pada tahun 2013 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten melaksanakan 6 program dengan 25 jenis kegiatan. Secara khusus untuk capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sebagai berikut : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam, dengan kegiatan : a) Pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam. Target terlaksananya pemantauan daerah rawan bencana dan sosialisasi pasca bencana sebanyak 12 kali, dengan realisasi fisik 14 kali (91,67). b) Pengadaan sarana dan prasarana evakuasi penduduk dari ancaman/korban bencana alam. Target tersedianya posko bencana dan tanggap darurat penanggulangan sebanyak 12 orang, dengan realisasi fisik 91,67 %. c) Pelatihan keterampilan dan penanggulangan bencana. Target terlaksananya pelatihan dan latihan rutin petugas BPK sebanyak 60 orang selama 12 kali, dengan realisasi fisik 11 kali (91,67 %). Secara umum untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebesar 82,28%. Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-, telah direalisasikan anggaran belanja Rp ,-. 149
155 b. Realisasi Kegiatan Urusan Bencana Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Bencana Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 48 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Bencana No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Bencana 1. Bencana yg ditangani Jumlah korban Jumlah kerugian materiil Peringatan ancaman bencana Sumber : Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 Berdasarkan data subtantif berikut isian data indikatif urusan bencana di atas, maka dapat lah dijelaskan sebagai berikut ; 1) Salah satu peringatan dini terjadinya kejadian bencana alam di Kabupaten Barito Kuala dapat diprediksi melalui analisis hujan berdasarkan Buletin analisis hujan bulan bulanan yang diikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, seperti analisa perkiraan terjadinya cuaca ekstrim pada bulan Januari, Februari 2013, dimana dijelaskan; a) Pada bulan Desember 2012 sifat hujan untuk daerah Kabupaten Barito Kuala, khususnya wilayah Tabunganen/Tabunganen Pemurus, Mandastana/karang Indah, Wanaraya/Waringin Kencana, Tamban/Koanda dan sekitarnya mengalami hujan dengan sifat di atas normal dengan mendapat intensitas curah hujan 401 mm mm hingga lebih besar dari 500 mm, sedangkan hari hujan mencapai ± 21 hari. b) Perkiraan hujan pada Bulan Februari 2013, curah hujan tinggi dengan intensitas 301 mm 400 mm terjadi di wilayah Anjir Pasar/Anjir Pasar Kota dan sekitarnya, sedangkan untuk wilayah Tabungganen/Tabunganen Pemurus dan Sekitarnya mendapat curah hujan 401 mm 500 mm. Untuk sifat hujan sendiri normal hingga di atas normal untuk wilayah Tabungganen / Tabunganen Pemurus dan Sekitarnya. Berdasarkan analisis sifat hujan, curah hujan dan lama hari hujan pada bulan Desember 2012 s.d Februari 2013 di atas, maka diwilayah kecamatan tertentu di Kabupaten Barito Kuala, dimungkinkan terjadi hujan sangat deras disertai angin kencang, bahkan angin putting beliung. 150
156 2) Selama bulan Januari 2013 di Kabupaten Barito Kuala telah terjadi bencana angin putting beliung, yang terjadi pada tanggal 9 Januari 2013 di 5 (lima) lokasi berbeda yakni a) Di Kec. Tabunganen : puting beliung merusakan sebanyak 34 buah rumah dan bagunan fasilitas umum lainnya, diperkirakan korban sebanyak 104 jiwa (tidak ada korban meninggal) dan kerugian materil sebesar Rp ,-. b) Di Kec. Tamban : puting beliung merusakan sebanyak 2 buah rumah, diperkirakan korban sebanyak 8 jiwa (tidak ada korban meninggal) dan kerugian materil sebesar Rp ,-. c) Di Kec. Mekarsari : puting beliung merusakan sebanyak 20 buah rumah, diperkirakan korban sebanyak 80 jiwa (ti dak ada korban meninggal) dan kerugian materil sebesar Rp ,-. d) Di Kec. Alalak : puting beliung merusakan sebanyak 4 buah rumah, diperkirakan korban sebanyak 8 jiwa (tidak ada korban meninggal) dan kerugian materil sebesar Rp ,-. e) Di Kec. Jejangkit : puting beliung merusakan sebanyak 3 buah rumah, diperkirakan korban sebanyak 12 jiwa (tidak ada korban meninggal) dan kerugian materil sebesar Rp ,-. 3) Pada tanggal 4 Desember 2013, terjadi bencana orang tenggelam dengan lokasi di Sungai Anjir Muara, atas nama Akhmad Bin Solaiman umur 22 tahun, korban ditemukan meninggal dunia pada tanggal 5 Desember ) Total korban bencana pada tahun 2013 di Kabupaten Barito Kuala, hingga bulan Desember 2013 sebanyak 307 orang, 2 orang diantarannya meninggal dunia. Sedangkan untuk kerusakan materiil bangunan sebanyak 101 rumah dan 7 fasilitas umum, dengan taksiran kerugian ± Rp ,-. 5) Secara umum bencana yang terjadi di Kab. Barito Kuala tahun 2013, hingga bulan Desember dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yakni ; a) Bencana puting beliung : Seluruhnya terjadi pada bulan Januari 2013 dengan korban ±184 orang, merusakan 56 bangunan rumah dan 7 fasilitas umum, taksiran kerugian sebesar Rp ,-. b) Bencana kebakaran : Terjadi sebanyak 8 kali, dengan korban ± 148 orang, merusakan 45 bangunan rumah/bedakkan, taksiran kerugian sebesar Rp ,-. c) Bencana orang tenggelam : terjadi sebanyak 2 kali, dengan lokasi di Teluk Talaran-Sungai Barito dan Sungai Anjir Muara, korban jiwa sebanyak 2 orang meninggal dunia atas nama Arbain bin Badran 72 tahun dan Akhmad bin Solaiman 22 tahun. 151
157 21. URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Kewenangan urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa secara langsung dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Tahun Pada tahun 2013, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa melaksanakan sebanyak 9 Program kerja yang terdiri dari 39 jenis Kegiatan. Adapun capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan keberdayaan masyarakat pedesaan, dengan kegiatan ; a) Penyelenggaraan diseminasi informasi bagi masyarakat desa. Target terlaksananya pendampingan Gerbangmas Taskin di 4 desa pada Kec. Tabukan dan Bakumpai, realisasi 100%. b) Lomba cipta inovasi teknologi tepat guna. Target terlaksananya lomba cipta inovasi teknologi tepat guna yang diikuti 17 kecamatan. Realisasi fisik sebanyak 1 kegiatan (17 kecamatan) (100 %). 2) Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan, dengan kegiatan ; a. Pembinaan manajemen badan usaha milik desa. Target terlaksananya rapat koordinasi dan pembinaan pengelolaan pasar desa sebanyak 68 orang. Realisasi fisik 1 kegiatan (68 orang) (100 %). b. Bimbingan teknis badan usaha milik desa. Target terlaksananya sosialisasi dan pembinaan pengelolaan BUMDES sebanyak 100 orang. Realisasi fisik 100 %. c. Perlombaan desa dan kelurahan. Target terlaksananya lomba desa dan kelurahan sebanyak 201 desa/kelurahan. Realisasi 100%. 3) Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, dengan kegiatan ; a) Pembinaan kelompok masyarakat pembangunan desa. Target terlaksananya fasilitasi persepatan pembangunan sanitasi (PPSP), pendampingan kelembagaan pamsimas, gerakan nasional bulan bakti gotong royong dan pendampingan PNPM Mandiri Perkotaan (P2KP) total sebanyak 4 kegiatan. Realisasi 72% b) Pelaksanaan musyawarah pembangunan desa. Target terlaksananya pembinaan dan monitoring musrenbang desa/ Kecamatan sebanyak 17 kecamatan. Realisasi fisik sebanyak 17 kecamatan (100 %). c) Peningkatan kemandirian masyarakat perdesaan. Target terlaksananya pendampingan administrasi proyek PNPM Mandiri Perdesaan di 16 kecamatan selama 12 bulan, dengan realisasi 8 bulan (66,67%). 4) Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, dengan kegiatan ; a) Pelatihan aparatur pemerintahan desa dalam bidang pengelolaan keuangan desa. Target terlaksananya pelatihan pengisian buku administrasi pengelolaan keuangan desa total sebanyak 260 peserta. Realisasi fisik 1 kegiatan sebanyak 260 peserta (100 %). b) Pelatihan aparatur pemerintahan desa dalam bidang manajemen pemerintahan desa. Target terlaksananya pelatihan anggota BPD yang 152
158 memahami pemerintahan desa total sebanyak 195 peserta. Realisasi fisik 100 %. c) Bimbingan teknis sistem aplikasi pendataan di pemerintahan desa dan kelurahan. Target terlaksananya bintek aplikasi pendataan di pemerintah desa dan kelurahan total sebanyak 51 orang peserta dari desa/kelurahan. Realisasi 10,12% d) Penyelenggaraan proses pemilihan kepala desa. Target terlaksananya pemilihan dan pelantikan kepala desa total sebanyak 5 kepala desa. Realisasi 27,54% e) Pelatihan penyusunan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan. Target terlaksananya bintek penyusunan data profil desa dan kelurahan serta pendataan desa dasar keluarga di 4 desa, total peserta sebanyak 51 orang. Realisasi 100% f) Bimbingan teknis penyusunan rencana pembangunan jangka menengah. Target terlaksananya bintek penyusunan RPJM Desa total sebanyak 60 orang peserta. Realisasi 100% Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Badan Pemberdayaan Masya rakat dan Pemerintahan Desa sebesar 82,04%. Sedangkan dari segi realisasi anggaran dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi sebesar Rp ,-. b. Realisasi Kegiatan Urusan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 30 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pemerintahan desa 1. Pemilihan Kepala Desa 3 2. Jumlah BUMDes Jumlah Sekdes PNS Jumlah pembinaan desa 6 5. Jumlah desa tertinggal Jumlah BUMDes Jumlah Pasar Desa
159 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Prasarana desa 1. Jumlah kantor desa Jumlah balai desa Pemberdayaan masy 1. Jumlah kelompok masy - pembangunan desa 2. Penerapan TTG 6 3. Model pemberdayaan masyarakat yg diterapkan - 4. Jumlah program pemberdayaan/partisifasi masy 5 5. Lembaga usaha masyarakat - Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Berdasarkan data yang ada pada tabel 31, dapat dilihat bahwa dari beberapa data substantif yang menjadi urusan pemberdayaan masyarakat dan desa pada bulan Februari ini belum mengalami perkembangan. Adapun beberapa capaian kegiatan subtantif Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah, sebagai berikut ; 1). Jumlah Sekretaris Desa yang telah diangkat menjadi PNS sebanyak 109 orang (56 %), dari total jumlah Sekretaris Desa sebanyak 195 orang. 2) Pada Tahun 2013 hingga bulan April telah dilaksanakan pemilihan dan pengangkatan Kepala Desa sebanyak 3 orang yang meliputi : a) Kepala Desa Blandean Muara, b) Kepala Desa Jelapat Baru, dan c) Kepala Desa Bahandang. 3) Berdasarkan hasil survey dan monitoring-evaluasi yang dilaksanakan oleh Bappeda Kab. Barito Kuala pada tahun 2010 mengenai perkembangan desa di Kabupaten Barito Kuala, maka jumlah desa tertinggal di Kab. Barito Kuala yang sebelumnya berdasarkan Surat Bupati Barito Kuala nomor 414.1/138/PMP, tanggal 21 Desember 2006 yang disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Selatan, berjumlah 108 desa. Kini hanya menjadi 61 desa yang tertinggal, di Kab. Barito Kuala (sebanyak 47 desa telah keluar dari ketertinggalan). 4) Untuk penerapan pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) di Kab. Barito Kuala, dilaksanakan melalui penggunaan ; a) Alat press media tanam jamur b) Alat pemotong kerupuk singkong c) Alat pemotong paralaon d) Alat penumbuk purun e) Alat pembuang sisik ikan, dan f) Alat penangkap kararawai (tawon kecil), sebagai umpan pancing. 154
160 5) Pengembangan keberdayaan pemerintahan desa melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu cara menuju kemandirian desa. Hingga akhir triwulan pertama (Maret) 2013 jumlah BUMDes 11 (sebelas) unit. BUMDES ini tersebar di 11 (sebelas) desa, yakni ; a) Desa Bagagap, b) Desa Danda Jaya, c) Desa Pendalaman Baru, d) Desa Karang Indah, e) Desa Sungai Kali, f) Desa Puntik Luar, g) Desa Anjir Serapat, h) Desa Sidomakmur, dan i)sungai Pantai. Secara umum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada bergerak dalam bidang usaha antara lain ; simpan pinjam, obat-obatan tanaman dan pupuk, pancarekenan, pengisian galon isi ulang, saprodi, dan pengemukan sapi. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Masih perlu optimalisasi penguatan peran kelembagaan masyarakat sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan 2. Masih perlu optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan Tekhnologi Tepat Guna dalam pengelolaan sumber daya alam 3. Masih perlunya optimalisasi penguatan peran lembaga BUMDes sebagai salah satu sarana pengembangan ekonomi pedesaan. 4. Masih perlu optimalisasi peran aktif masyarakat (partisipasi) dalam memanfaatkan potensi sumber daya melalui kegiatan PNPM, Gerbangmastaskin, dan Pamsimas 5. Masih perlu optimalisasi manajemen pembangunan partisipasi melalui forum Musrenbang 6. Masih perlu optimalisasi peran aktif masyarakat (partisipasi) dalam memanfaatkan potensi sumber Daya melalui pemberian stimulan. 7. Masih perlu optimalisasi kemampuan aparatur pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa 8. Masih perlu optimalisasi kemampuan aparatur pemerintah desa dalam bidang manajemen pemerintahan desa 9. Masih perlu optimalisasi basis data (Data Base) Desa/Kelurahan b). Solusi 1. Memantapkan peran kelembagaan masyarakat khususnya organisasi Pemerintahan Desa RT, RW, BPD, Lembaga Adat, dan Lembaga Kemasyarakatan dalam bentuk Pelatihan. 2. Mengembangkan dan memanfaatkan Teknologi Tepat Guna dalam bentuk Pendataan (Inventarisir), pelatihan, dan sosialisasi. 3. Penguatan Peran BUMDes dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi. Penguatan Peran BUMDes dalam bentuk Bimbingan Teknis. 4. Memperkuat peran aktif masyarakat dalam bentuk Pendampingan, Pelatihan, dan Sosialisasi. 5. Memperkuat Musrenbang Desa agar mampu menyusun rencana pembangunan secara tepat sesuai kebutuhan masyarakat dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi. 155
161 6. Memperkuat peran aktif masyarakat dalam bentuk Pendampingan. 7. Memantapkan kemampuan aparatur pemerintah desa untuk mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan kekayaan desa, pengelolaan alokasi dana desa, dan manajemen keuangan desa dalam bentuk Pelatihan. 8. Memfasilitasi penyelenggaraan proses pemilihan Kepala Desa. 156
162 22. URUSAN SOSIAL Selain melaksanakan kewenangan urusan wajib tenaga kerja dan urusan pilihan transmigrasi. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga melaksanakan urusan wajib sosial. Dimana tolok ukur pelaksanaan program dan kegiatan urusan sosial tahun 2013 terjabarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun Secara khusus, untuk capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi terkait Urusan Sosial, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya, dengan kegiatan ; a) Peningkatan kemampuan (capacity building) petugas dan pendamping sosial pemberdayaan fakir miskin, KAT dan PMKS lainnya. Target terlaksananya insentif bagi pendamping/operator PKH 27 LK3 KUBE FM. Realisasi fisik berupa pemberian intensif sebanyak 27 orang (100%). 2) Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial, dengan kegiatan ; a) Peningkatan kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS. Target terlaksananya pendataan lansia rawan sosial, monev bantuan pemberdayaan keluarga dan bantuan bedah rumah di 17 Kecamatan. Realisasi 100%. 3) Program pembinaan anak terlantar, dengan kegiatan ; a) Pelatihan Ketrampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar. Target terlaksananya pengiriman anak terlantar mengikuti pelatihan dan keterampilan sebanyak 40 orang. Realisasi sebanyak 40 orang (100 %). b) Pengembangan bakat dan ketrampilan anak terlantar. Target terlaksananya pelatihan ketrampilan dan praktek belajar bagi anak terlantar sebanyak 92 orang. Realisasi 92 orang (100%) 4) Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial, dengan kegiatan ; a) Peningkatan jejaring kerjasama pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat. Target terlaksananya penilaian KTI, PSM,ORSO berprestasi tk Propinsi, dan pengiriman sosialisasi/bintek KTI. Sosialisasi/bintek PSM, monitoring, kemah bakti dll sebanyak 170 orang. Realisasi 100%. b) Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan sosial masyarakat. Target terlaksananya kegiatan kemah bhakti karang taruna sebanyak 500 orang. Realisasi 100% 5) Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam, dengan kegiatan ; a) Pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam. Target tersedianya biaya operasional bagi TAGANA 12 bln, terlaksananya pengambilan&pendistribusian buffer stock bagi korban bencana 17 kec, terwujudnya pemulangan orang terlantar 35 org selama 256 orang. Realisasi 256 orang (100%). b. Realisasi Kegiatan Urusan Sosial Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Sosial Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 157
163 Tabel 31 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Sosial No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Sarana sosial 1. Jumlah sarana sosial (panti asuhan/panti rehabilitasi/panti jompo) 4 2. Kelembagaan sosial 1. Jumlah organisasi sosial & keagamaan 6 3. Bantuan sosial 1. Jumlah GAKIN yg 370 memperoleh pelayanan KUBE 2. Jumlah PMKS Jumlah PMKS yg menerima bantuan sosial Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pelaksanaan urusan sosial tidak terlepas dari upaya pemenuhan ketersediaan sarana sosial, kelembagaan sosial dan dana sosial dalam bentuk bantuan sosial. Berdasarkan tabel hasil pelaksanaan kegiatan subtantif urusan sosial yang telah dilaksanakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut ; 1) Dikabupaten Barito Kuala terdapat 4 (empat) buah sarana sos ial berupa panti asuhan. Pengembangan kebijakan tentang ketersediaan sarana dan prasarana publik bagi penyandang cacat dan lansia masih dalam pengembangan tata kebijakan. Pada bulan Mei 2013 telah dilaksanakan survey kebutuhan sarana dan prasarana panti sosial. Adapun panti sosial/asuhan dimaksud yakni : a) Panti Asuhan Harapan Mulia Kec. Marabahan b) Panti Asuhan Hidayatullah Kec. Tabunganen c) Panti Asuhan Ahsanul Huda, Kec. Bakumpai d) Panti Asuhan Harapan Kita, Kec. Tamban. 2) Dari segi kelembagaan sosial, telah terdaftar 6 (enam) buah organisasi yang berbasis sosial kemasyarakatan. Namun demikian kemampuan operasional organisasi sosial masih terkendala pada kemampuan untuk menghimpun dana dari masyarakat. 3) Jumlah penyandang masalah kesejahteraan keluarga (PMKS) di Kab. Barito Kuala hingga bulan Desember 2013 berjumlah orang, data ini berdasarkan hasil pemutakhiran data tahun 2010 sebelumnya. Artinya hingga saat ini masih belum dilakukan pemuktahiran data baru PMKS, hal ini tentu saja akan berdampak pada sulitnya evaluasi terhadap keberhasilan capaian kinerja program dan kegiatan yang diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, selama tahun 2011 hingga
164 Disamping itu perubahan kondisi ekonomi masyarakat akan sangat menentukan kebijakan teknis yang harus diambil Pemerintah Daerah untuk membantu meningkatkan tarap kesejahteraan masyarakat. 4) Dari data jumlah penyandang masalah kesejahteraan keluarga (PMKS) tahun 2010 yang berjumlah orang, sejak tahun 2010 hingga bulan Desember 2013 tercatat telah ada orang PMKS yang mendapat bantuan sosial maupun pemberian pelatihan keterampilan kerja. HIngga Desember tahun 2013 sebagian PMKS sudah dikirim untuk mengikuti pelatihan kerja ke PSBR, PSKW dan PSBD. Program Perlindungan Sosial (PPS) tahun 2 011, dan direncanakan di up date tahun 2013 oleh bappeda. c. Permasalahan dan Solusi : a) Permasalahan 1. Pada tataran kinerja, bahwa program dan kegiatan urusan sosial yang dilaksanakan oleh dinas Sosial Kab. Barito Kuala sudah terpenuhi dan dinilai baik, namun pada program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial di kegiatan pengembangan kebijakan tentang akses sarana dan prasarana publik bagi penyandang cacat dan lansia masih dalam pengembangan tata kebijakan, dan ini karena rencana pembuatan panti rehabilitasi lansia atau penyandang cacat yang belum dapat direalisasikan dengan baik 2. Pada tataran Penanganan dan penanggulangan bencana alam, dirasakan beberapa sarana dan prasarana masih dirasa kurang memadai, namun semangat petugas tetap siap dalam melaksanakan tugasnya b). Solusi 1. Diupayakan peningkatan kinerja pelaksanaan pengembangan kebijakan tentang akses sarana dan prasarana publik bagi penyandang cacat dan lansia dengan pembuatan panti rehabilitasi lansia dan atau penyandang lansia. 2. Sarana dan prasarana senantiasa terus ditingkatkan sehingga penanganan dan penanggulangan bencana alam dapat sesegera mungkin diatasi, dibarengi dengan pelatihan-pelatihan masalah menajemen sosial yang diikuti oleh aparatur yang ada. 159
165 23. URUSAN KEBUDAYAAN Selain melaksanakan kewenangan urusan wajib pemuda dan olahraga dan urusan pilihan pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata juga melaksanakan urusan kebudayaan. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Tahun Secara khusus, untuk capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata terkait urusan kebudayaan, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pengelolaan kekayaan budaya, dengan kegiatan ; a) Pengelolaan dan pengembangan pelestarian peninggalan sejarah purbakala,museum dan peninggalan bawah air. Target terlaksananya pemeliharaan tempat bersejarah (makam) sebanyak 14 buah (1 tahun) (3 kegiatan). Realisasi fisik sebanyak 2 kegiatan (66,67 %). 2) Program pengelolaan keragaman budaya, dengan kegiatan ; a) Pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah. Target terlaksananya pemberian bantuan alat-alat kesenian dan buku sastra daerah sebanyak 15 set. Realisasi fisik sebanyak 14 set (93,33%). b) Fasilitasi perkembangan keragaman budaya daerah. Target terlaksananya pergelaran kesenian tradisional sebanyak 10 kali. Dengan realisasi sebanyak 9 kegiatan (90 %). c) Fasilitasi perkembangan keragaman budaya daerah. Target terlaksananya festival habsyi tahun 2013 pada 5 kecamatan dan pengiriman peserta festival budaya daerah seni tari se Kalsel sebanyak 2 kegiatan. Telah terealisasi sebanyak 2 kegiatan (100 %). Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), dari ke 4 (empat) kegiatan terkait urusan kebudayaan tahun 2013, sebesar 82,94 %. b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Kebudayaan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 32 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kebudayaan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Budaya 1. Jumlah kelompok/sanggar kesenian daerah
166 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Intensitas penyelenggaraan 3 festival seni dan budaya 2. Prasarana 1. Jumlah gedung/tempat 1 penyelenggaraan seni dan budaya Jumlah benda, situs dan 13 kawasan cagar budaya Sumber : Dinas Pemuda, Olahraga,Budaya dan Pariwisata Berdasarkan data tabel diatas mengenai hasil pelaksanaan kegiatan subtantif urusan kebudayaan, maka dapat lah dijelaskan sebagai berikut ; 1) Jumlah kelompok/sanggar kesenian daerah yang ada di kab. Barito Kuala sebanyak 181 kelompok, kelompok/sanggar kesenian ini selain berbasis kesenian lokal (banjar/bakumpai), juga berbasis kesenian daerah lainnya seperti jawa dan bali. Data jumlah kelompok/sanggar kesenian ini kemungkinan masih akan bertambah, karena data jumlah keberadaan kelompok dan sangar kesenian masih terus dihimpun oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata melalui monitoring langsung dan pendataan melalui kecamatan berdasarkan surat nomor. 430/98/Disporabudpar tanggal 16 Oktober 2012 (belum semua Camat menyerahkan data). 2) Keberadaan kelompok/sanggar kesenian yang jumlahnya sangat banyak (181 kelompok), menunjukan bahwa masyarakat di Kab. Barito Kuala masih memegang nilai-nilai budaya dan hai ini harus dibarengi dengan pembinaan yang intensif melalui berbagai pergelaran, festival maupun pertandingan kesenian sehingga kemampuan kelompok dan sanggar ini makin meningkat. 3) Selama triwulan pertama (Januari -Maret) 2013 telah dilaksanakan 3 kali pergelaran kesenian daerah yakni a) Pada bulan Januari bertepatan dengan pelaksanaan pameran pembangunan dan peringatan puncak hari jadi Kab. Barito Kuala ke 53, telah dilaksanakan berbagai pergelaran kesenian daerah setiap harinya dipangung hiburan rakyat. b) Pada tanggal 11 Februari 2013 bertepatan dengan pelaksanaan pisah sambut Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisara dilaksanakan pergelaran hiburan dan kesenian tradisional dipanggung Gelora Barito. 5) Dalam mendorong kegiatan pembinaan latihan dan pertunjukan kesenian daerah, Pemerintah Daerah baru memiliki 1 (satu) gedung kesenian yakni gedung Gelora Marabahan. Minimnya keberadaan tempat latihan dan pertunjukan ini, tentu saja tidak dapat mengakomodir berbagai kegiatan latihan dan pergelaran kesenian dari kelompok/sanggar kesenian. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Alat-alat kesenian yang ada selama ini dirasakan masih kurang, padahal alat tersebut sangat diperlukan oeh group-group music/kelompok kesenian. 161
167 Selain itu dalam hal pemeliharaan alat kesenian perlu ditingkatkan, karena kondisi alat yang sudah mulai uzur dan perlu penanganan ekstra. 2. Buku puisi sastrawan Batola yang menggambarkan kemajuan kebudayaan Batola dibidang sastra yang masih sangat minim, sehingga hanya ada beberapa sekolah yang dapat terpenuhi. b)solusi 1. Perlu adanya perhatian khusus terhadap sanggar/group seni yang ada dengan memberikan bantuan berupa alat kesenian, sehingga perkembangan seni budaya daerah dapat bekembang lebih maju. 2. Untuk mengedarkan/menyebarkan karya-karya budayawan Barito Kuala diperlukan dana dan niat yang sungguh dari segenap stakeholder, namun hal ini harus dilakukan dan dimulai dari sekarang agar masyarakat Barito Kuala khususnya generasi muda mengetahui dan lebih menghargai karya budaya daerahnya. 162
168 24. URUSAN STATISTIK Pelaksanaan urusan wajib statistik dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Barito Kuala dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Barito Kuala, sehingga capaian realisasi fisik dan keuangan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang terkait langsung dengan pelaksanaan urusan statistik, secara teknis include pada laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Secara khusus untuk capaian program dan kegiatan prioritas terkait urusan statistik yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pengembangan data/informasi; dengan kegiatan : a. Penyusunan dan pengumpulan data / informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan. Target tersedianya pusat data yang menghimpun data/informasi pembangunan melalui SKPD, sebanyak 48 SKPD. Realisasi 48 SKPD (100 %). b. Penyusunan profil daerah. Target tersedianya buku profil Kab. Barito Kuala Tahun 2013 sebanyak 18 judul, dengan realisasi fisik 18 judul (100 %). 2) Program pengembangan data / informasi / statistik daerah; dengan kegiatan : a. Penyusunan dan pengumpulan data dan statistik daerah. Target tersedianya buku Barito Kuala dalam angka, sebanyak 1 judul. Realisasi 100 %. Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), terkait dengan pelaksanaan program dan kegiatan urusan statistik sebesar 100 %. b. Realisasi Kegiatan Urusan Statistik Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Statistik Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 12 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Statistik No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Dokumen Batola Dalam Draf akhir buku Angka 2. Dokumen Profil Kab. Pengumpulan data dan Kecamatan 3. Tingkat inflasi 5,89 % ± 1 % (yoy) 2 Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Bank Indonesia, Banjarmasin 163
169 Dari berbagai kegiatan subtantif urusan statistik yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang disajikan pada tabel di atas bersifat data faktual, jadi apa yang dilaksanakan pada bulan di tahun 2013 merupakan data senyatanya di bulan bersangkutan bukan data akumulatif dari bulan-bulan sebelumnya. Untuk penyusunan dokumen Profil Kabupaten dan Kecamatan tahun 2013 masih dalam tahap penyusunan dan evaluasi instrumen pengumpulan data yang ada, khususnya untuk data yang bersifat dinamis. Sedangkan untuk penyusunan dokumen Batola Dalam Angka Tahun 2013 pada bulan Desember 2013 telah dilaksanakan expose draf isi dan perbaikan draf buku Batola Dalam Angka Tahun 2013, hasil akhir capaian penyusunan dokumen Batola Dalam Angka hingga bulan Desember adalah tersedianya draf akhir buku Barito Kuala Dalam Angka Tahun Sedangkan untuk tingkat inflasi di Kab. Barito Kuala pemerintah daerah masih belum mengeluarkan data statistik tingkat inflasi kabupaten. Secara umum data tingkat inflasi di Kab. Barito Kuala masih mengikuti data tingkat Inflasi Kota Banjarmasi yang dikeluarkan Bank Indonesia, dimana pada triwulan pertama (Januari -Maret) 2013 diperkirakan tingkat inflasi sebesar 5,89 % ± 1 % (yoy) 2. Sementara untuk tingkat inflasi triwulan 2 dan triwulan 3 tahun 2013 belum diterima data tingkat inflasi dari Bank Indonesia. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan Untuk perencanaan tata ruang Kabupaten Barito Kuala telah menyelesaikan semua tahapan dan mendapatkan persetujuan substansi dari Kementerian Pekerjaan Umum, namun untuk penetapan menjadi Perda pada Tahun mendatang. b).solusi Draft substansi materi Perda telah disusun dan akan dibahas dengan DPRD Kabupaten Barito Kuala 164
170 25. URUSAN KEARSIPAN Urusan Kearsipan dalam pelaksanaannya menjadi salah satu kewenangan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Dalam hal melaksanakan kinerja terukur atas program dan kegiatan yang terkait penyelenggaraan Urusan Kearsipan tahun 2013, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tahun Pada tahun 2013, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah melaksanakan sebanyak 9 Program kerja dengan 31 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah yang terkait langsung dengan pelaksanaan kinerja Urusan Kearsipan, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program penyelamatan dan pelestarian dokumen / arsip daerah, dengan kegiatan : a) Pendataan dan Penataan Dokumen /Arsip Daerah. Target terlaksananya penataan arsip aktif di depo arsip (berkas/arsip) selama 12 bulan, dengan realisasi fisik selama 12 bulan (100 %). 2) Program pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana kearsipan; dengan kegiatan : a) Pemeliharaan rutin/berkala arsip daerah. Target terlaksananya akuisisi kearsipan di 5 SKPD sebanyak 1 kali kegiatan, dengan realisasi fisik 100 %. b) Monitoring, evaluasi dan pelaporan kondisi situasi data. Target terlaksananya monitornya dan terevaluasinya data kearsipan di 28 SKPD lingkup Pemkab Batola, dengan realisasi fisik 100 %. 3) Program peningkatan kualitas pelayanan informasi, dengan kegiatan : a) Sosialisasi / Penyuluhan Kearsipan dilingkungan Instansi Pemerintah / Swasta. Target terlaksananya sosialisasi kearsipan di 4 Kecamatan (K ec. Wanaraya, Kec. Jejangkit, Kec. Barambai dan Kec. Tabunganen) sebanyak 45 orang, dengan realisasi fisik sebanyak 45 orang (100 %). Khusus untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik terkait urusan kearsipan tahun 2013 ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), dari ke 4 (empat) kegiatan, sebesar 91,08 %. Sedangkan dari segi realisasi anggaran telah terealisasi anggaran sebesar Rp ,- (80,15 %). Dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-. b. Realisasi Kegiatan Urusan Kearsipan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Kearsipan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 165
171 Tabel 33 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Kearsipan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pengelolaan arsip 1. Jumlah arsip yg dikelola depo 2277 arsip 2. Jumlah SKPD yg menerapkan - arsip secara baku 2. Sumber daya Manusia 1. Jumlah arsiparis - 3. Sarana 1. Ketersediaan tempat - penyimpanan arsip Sumber : Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan subtantif Urusan Kearsipan di atas, dapat dijelaskan beberapa hasil kegiatan sebagai berikut ; 1) Secara umum untuk data capaian pelaksanaan kegiatan subtantif urusan kearsipan di hingga Desember 2013 masih belum terisi dengan maksimal. 2) Hingga bulan Desember 2013 terdapat sebanyak 2277 buah dokumen arsip in aktif yang telah disimpan dan dikelola di Depo Arsip, meliputi ; a) Arsip in aktif keuangan sebanyak 1378 berkas dokumen b) Arsip in aktif kepegawaian sebanyak 825 berkas dokumen c) Arsip umum sebanyak 74 berkas dokumen 3) Saat ini Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah masih belum memiliki tenaga arsiparis yang secara teknis keahlian mampu melakukan penataan arsip dengan baik. Jumlah pegawai (PNS) yang bertugas melaksanakan teknis kearsipan di depo arsip masih tidak sebanding dengan banyaknya arsip yang harus ditata dan disimpan di depo arsip. 4) Sampai saat ini secara umum belum semua Satuan Kerja Perangkat Daerah yang telah melaksanakan pengelolaan tata arsip kantor yang sesuai dengan ketentuan dan prosedur kearsipan. Pada Tahun 2013 telah dilaksanakan Penilaian Kantor dengan penataan arsip terbaik yang dimenangkan oleh Kantor Sat. Pol PP. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Tidak sebandingnya pegawai pelaksana teknis kearsipan di depo arsip dengan banyaknya arsip yang harus ditata dan disimpan dengan baik. 2. Penataan arsip ke-5 SKPD yang dilaksanakan oleh tenaga teknis Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah masih punya berbagai kendala antara lain pada SKPD tersebut belum memiliki depo arsip yang memadai untuk penyimpanan arsip, perlengkapan arsip (rak arsip, folder dan lain -lain), disamping itu di SKPD belum memiliki petugas pengelola kearsipan khusus sehingga penataannya belum maksimal. 3. Belum semua SKPD melaksanakan tata kearsipan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. 166
172 b) Solusi 1. Perlu adanya penambahan pegawai pelaksana teknis kearsipan (Arsiparis) sehingga tata kelola kearsipan dapat dilakukan dengan baik. 2. Perlu adanya penunjukan petugas pengelola kearsipan dimasing-masing SKPD yang melaksanakan tugas penataan kearsipan SKPD 3. Agar semua Kepala SKPD menganggarkan untuk perlengkapan kearsipan (lemari arsip, rak arsip, folder dan lain-lain) 167
173 26. URUSAN PERPUSTAKAAN Selain melaksanakan Urusan kearsipan, berdasarkan tugas pokok dan fungsinya Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah juga melaksanakan Urusan Perpustakaan. Dalam hal melaksanakan kinerja terukur atas program dan kegiatan yang terkait penyelenggaraan urusan perpustakaan tahun 2013, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tahun Secara khusus hasil capaian program dan kegiatan prioritas terkait urusan perpustakaan yang dilaksanakan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, sebagai berikut ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program Pengembangan Budaya Baca Dan Pembinaan Perpustakaan; dengan kegiatan : a) Pemasyarakatan Minat dan Kebiasaan Membaca Untuk Mendorong Terwujudnya Masyarakat Pembelanjar. Target meningkatnya daya Imajinasi dan kreativitas anak sekolah (SD, SLTP DAN SLTA) total 30 orang, dengan realisasi fisik sebanyak 30 orang (100 %). b) Pengembangan Minat dan Budaya Baca. Target Meningkatnya jumlah pengunjung perpustakaan umum sebanyak orang, dengan realisasi fisik 7300 (69,52%). c) Supervisi, Pembinaan dan Stimulasi Pada Perpustakaan Umum, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan sekolah dan Perpustakaan Masyarakat. Target terlaksananya pembinaan perpustakaan sekolah dan pelayanan perpustakaan keliling pada 10 kecamatan sebanyak 62 kali, dengan realisasi fisik 58 kali (93,55%). b) Publikasi dan Sosialisasi Minat dan Budaya Baca. Target terlaksananya sosialisasi budaya baca, bintek pengelolaan perpustakaan, pengenalan perpustakaan sebanyak 585 orang, dengan realisasi fisik sebanyak 125 (21,37 %). c) Penyediaan Bahan Pustaka Perpustakaan Umum Daerah. Target tersedianya bahan bacaan dan bahan pustaka 2082 eks, dan 1200 buku total 3152 eks/buku, dengan realisasi fisik sebanyak 3152 (100%). Khusus untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik terkait urusan kearsipan tahun 2013 ( berdasarkan jum lah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), dari ke 5 (lima) kegiatan, hingga bulan Desember sebesar 91,086 %. b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Perpustakaan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Perpustakaan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 168
174 Tabel 34 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Wajib Perpustakaan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Prasarana dan saran perpustakaan 1. Jumlah ruang perpustakaan 42 (sekolah/kec./desa/kel.) 2. Jumlah koleksi buku Jumlah kendaraan 2 perpustakaan keliling 4. Intensitas operasional mobil 49 perpustakaan keliling 2. Pengunjung 1. Jumlah pengunjung Jumlah peminjam Jumlah buku yg dipinjam Jenis buku yg paling diminati Sumber : Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Dari capaian pelaksanaan Urusan Perpustakaan yang digambarkan pada tabel di atas, maka dapatlah dijelaskan sebagai berikut; 1) Secara umum capaian pelaksanaan kegiatan subtantif urusan perpustakaan menunjukan peningkatan aktivitas capaian, terutama terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah dan intensitas peminjaman buku perbulannya. Pada bulan Desember 2013 jumlah kunjungan ke perpustakaan daerah sebanyak 172 orang dengan tingkat peminjam sebanyak 54,67 % (94 orang), sedangkan jumlah buku yang dipinjam sebanyak 230 buah buku. Berikut disampaikan grafik tingkat kunjungan, jumlah peminjam dan jumlah buku yang dipinjam pada perpustakaan daerah selama Tahun a) Pada tiap triwulannya terjadi peningkatan pengunjung yang cukup signifikan dari 555 pengunjung pada triwulan I, menjadi 2951 triwulan II dan 3375 pengunjung pada triwulan III artinya terjadi kenaikan minat baca diperpustakaan daerah dengan jumlah peningkatan pengunjung sebesar 531,71 % pada triwulan II dan 114,36 % pada triwulan III tahun b) Rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan perbulannya sebanyak 375 orang pengunjung, sedangkan untuk rata-rata pengunjung perharinya sebanyak 15 orang (6 hari kerja dalam 1 minggu). Secara umum pengunjung didominasi oleh para pelajar. c) Jika dilihat dari prosentase perbandingan jumlah pengunjung dengan jumlah peminjam buku perbulannya nampak terjadi penurunan pada triwulan II dimana hanya sebesar 51,03 % saja pengunjung yang melakukan transaksi peminjaman dari seluruh pengunjung yang ada. Dibandingkan pada Triwulan I sebelumnya dari 2951 pengunjung sebesar 56,76 % melakukan - 169
175 transaksi peminjaman. Namun demikian pada triwulan III kembali terjadi peningkatan presentase jumlah peminjam dari pengunjung yang datang sebesar 52,18 %. d) Untuk jumlah buku yang dipinjam hingga triwulan II 2013 terjadi penurunan dibandingkan triwulan I 2013 yakni sebesar -288,05 % dari jumlah koleksi buku. Sedangkan hingga triwulan III jumlah buku yang dipinjam kembali menurun sebesar -363,85 % dari dibanding buku yang dipinjam pada triwulan II. e) Sedangkan untuk rata-rata buku yang dipinjam dari jumlah peminjam selama tahun 2013 (per Desember 2013) sebanyak 2,48 buah buku / setiap orang peminjam. 2) Terkait keberadaan perpustaaan di Kabupaten Barito Kuala yang dibina oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah hingga saat ini terdapat 32 unit perpustakaan, yang meliputi a) Perpustakaan umum sebanyak 1 unit b) Perpustakaan percontohan sebanyak 1 unit, di Kec. Anjir Pasar. c) Perpustakaan Kecamatan/Kelurahan/Desa sebanyak 38 unit, dan d) Perpustakaan keliling (menggunakan mobil keliling) sebanyak 2 unit 3) Terkait dengan upaya meningkatkan minat baca dan pemanfaatan perpustakaan dikalangan pelajar, pada bulan Maret telah dilaksanakan kegiatan pengenalan perpustakaan bagi anak SD dan TK. 4) Dalam rangka peningkatkan koleksi buku diperpustakaan daerah, pada bulan Desember 2013 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kab. Barito Kuala melakukan pengadaan buku bacaan sebanyak 1952 buah buku. Sehingga jumlah buku koleksi perpustakaan daerah hingga 31 Desember 2013 bertambah dari buku menjadi buku. 5) Ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan urusan perpustakaan antara lain : a) Belum maksimalnya pengembangan minat baca b) Masih belum maksimalnya pengembangan SDM perpustakaan c) Belum adanya pengembangan teknologi informasi perpustakaan c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Program dan kegiatan yang dilaksanakan mendapatkan beberapa hambatan/kendala : Belum maksimalnya pengembangan minat baca Masih belum maksimalnya pengembangan SDM perpustakaan 2. Masih ada dua kecamatan yaitu Kuripan dan Tabunganen yang belum dapat dilayani perpustakaan keliling karena akses ke wilayah kecamatan tersebut belum dapat dijangkau dengan mobil perpustakaan keliling. 3. Otomasi perpustakaan belum dapat dilaksanakan secara optimal karena masih terbatasnya sarana dan SDM. b). Solusi 1. Perlu adanya program dan kegiatan yang baru untuk meningkatkan dan mengembangkan minat baca. 2. SDM perpustakaan kualitasnya lebih ditingkatkan dengan mengikuti berbagai diklat dan pengembangan diri lainnya untuk peningkatan kinerja pelayanan perpustakaan. 170
176 3. Mengembangkan layanan perpustakaan sirkulasi dengan system pinjaman berjangka dengan jumlah buku tersebut bagi kecamatan yang belum terlayani perpustakaan keliling. 4. Menyiapkan sarana dan SDM secara bertahap sesuai kemampuan daerah. 171
177 B. PRIORITAS URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Kewenangan urusan kelautan dan perikanan secara khusus dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013 Dinas Perikanan dan Kelautan berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Perikanan dan Kelautan Tahun Pada tahun 2013, Dinas Perikanan dan Kelautan melaksanakan sebanyak 8 Program kerja yang terdiri dari 36 jenis Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan, sebagai berikut : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, dengan kegiatan; a) Pembinaan kelompok ekonomi masyarakat pesisir (APBD dan DAK). Target terlaksananya pengembangan sarana statistik kelautan pesisir (unit) sebanyak 6 unit. Realisasi 100% b) Penyusunan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Target terlaksananya penyusunan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebanyak 1 dokumen. Realisasi 100 %. 2) Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut, dengan kegiatan ; a) Bantuan stimulan bagi kelompok. Target terlaksananya bantuan stimulan bagi kelompok masyarakat pengawas sebanyak 5 kelompok. Dengan realisasi sebanyak 5 kelompok (100 %). b) Bantuan stimulan bagi kelompok (DAK). Target tersedianya sarana bagi kelompok masyarakat pengawas sebanyak 4 set/unit. Dengan realisasi sebanyak 4 unit/set (100 %). 3) Program pengembangan budi daya perikanan, dengan kegiatan ; a) Pengembangan Bibit Ikan Unggul. Target tersedianya bibit ikan budidaya dengan kualitas budi daya yang unggul sebanyak ekor bibit. Realisasi sebanyak (100%). b) Revitalisasi perikanan budidaya di kawasan budidaya air tawar (APBD). Target terlaksananya peningkatan budidaya ikan dalam karamba seluas 200 Ha. Realisasi seluas 200 ha (100%). c) Pengembangan Bibit Ikan Unggul. Target tersedianya sarana pokok perikanan budidaya) sebanyak 9 unit/saluran. Realisasi sebanyak 9 unit/saluran (100%). d) Revitalisasi perikanan budidaya di kawasan budidaya air tawar (DAK). Target tersedianya karamba budidaya ikan sebanyak 72 unit. Realisasisebanyak 72 unit (100%). e) Pembinaan dan Pengembangan Perikanan (DAK). Target tersedianya sarana dan prasarana penyuluhan, statistik perikanan&sarana pengolahanterlaksananya rehabilitasi sarana dan prrasarana pemasaran 274 buah/unit, dengan realisasi 274 (100%). 4) Program pengembangan perikanan tangkap, dengan kegiatan ; a) Pendampingan pada kelompok nelayan perikanan tangkap. Target terlaksananya pelatihan dan pembinaan kepada nelayan tangkap sebanyak 110 orang. Realisasi sebanyak 110 orang (100%). b) Pendampingan pada kelompok nelayan perikanan tangkap (DAK). Target 172
178 tersalurnya sarana penangkapan kepada kelompok penangkap ikan 3 kelompok. Realisasi 100%. Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Perikanan dan Kelautan sebesar 99,17%. Sedangkan dari segi realisasi anggaran, dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-. Telah terealisasi anggaran belanja sebesar Rp ,-. b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Kelautan Dan Perikanan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini Tabel 35 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Kelautan dan Perikanan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Sarana 1. Luas areal budi daya ikan (Ha) 4.107,39 2. Jumlah keramba jaring - apung 3. Jumlah tambak ikan - 2. Produksi 1. Sentra produksi ikan 3 2. Jumlah produksi ikan keramba/tambak/kolam (ton) 3. Komoditas hasil olahan perikanan 4. Jumlah rata rata konsumsi ikan 2.416, Jumlah kasus illegal fishing 6 3. Petugas 1. Jumlah penyuluh Kelembagaan 1. Jumlah kelompok pengawas perikanan
179 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah kelompok budi daya 124 ikan 3. Jumlah kelompok penangkap ikan Jumlah kelompok pengolahan hasil perikanan Jumlah kelompok pemasaran hasil perikanan 11 Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Berdasarkan data pada table 36 di atas, dapat dilihat bahwa luas areal budidaya ikan mencapai 4.107,39 ha, yang terdiri dari budidaya ikan keramba mencapai luas 407,8 m2, keramba jaring apung m2, kolam 29,7 ha, tambak ha, dan mina padi 11,2 ha. Budi daya ikan melalui tambak air payau diharapkan menjadi potensi penghasil ikan yang besar dengan luas areal tambak ha. Dengan luasan areal budi daya 4.107,39 ha, hasil produksi budidaya ikan pada tahun 2013, hingga bulan Desember sebesar 2.416,92 ton yang terdiri dari : a) Budidaya ikan air payau (tambak) mencapai 12,25 ton, dan b) Budidaya ikan air tawar mencapai 35,8 ton dengan rincian budidaya, melalui ; media kolam sebanyak 20,9 ton, keramba 11,5 ton, keramba jaring apung 3,4 ton, sedangkan mina padi belum berproduksi. Tabel 36 Luas dan Produksi Perikanan Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Berdasarkan Areal Budidaya Ikan NO SARANA BUDIDAYA LUAS Produksi Keramba 407,8 M 2 53,52 ton 2 Keramba Jaring Apung M 2 55,5 ton 174
180 3 Kolam 29,7 Ha 46,4 ton 4 Tambak Ha 19 ton 5 Mina Padi 11,2 Ha 0 ton Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Berdasarkan grafik di atas tergambar terjadinya peningkatan produksi ikan yang cukup signifikan pada lokasi tangkap perairan umum, yang semula 641,2 ton hingga triwulan II, menjadi 1641,4 ton pada triwulan III (ter jadi kenaikan sebesar 255,98 %). Pengembangan sektor perikanan ini dapat dilihat pula pada penambahan jumlah kelompok penangkap ikan pada bulan Desember sebanyak 4 kelompok, sehingga jumlah kelompok penangkap ikan seluruhnya pada tahun 2013 berjumlah 39 kelompok. Dalam hal pembinaan dan fasilitasi pengembangan perikanan di Kab. Barito Kuala tenaga penyuluh perikanan juga dibantu oleh 4 orang pengawas benih, 3 orang pengawas budidaya dan 1 orang pengawas hama penyakit ikan. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Masih kurangnya Sarana dan prasaran penangkapan perikanan 2. Kesulitan mendapatkan BBM (solar) bagi nelayan 3. Masih belum terpenuhinya kebutuhan benih 4. program yang mendukung masih belum tersedia b). Solusi 1. Peningkatan fasilitas untuk mendukung upaya penangkapan berupa kapal penangkap ikan lengkap dengan sarana perijinan kapal 2. Pengadaan BBM melalui kegiatan Solar Paket Dealer untuk Nelayan (SPDN) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan atau rekanan Pertamina di Wilayah Kalimantan Selatan 3. Peningkatan sarana dan prasarana perbenihan 4. Mengupayakan adanya kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP PB) dengan komoditas ikan lokal 175
181 2. URUSAN PERTANIAN 2.1. URUSAN PERTANIAN SUB SEKTOR PETANIAN TANAMAN PANGAN Urusan pilihan pertanian dalam pelaksanaan kinerjanya menjadi kewenangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Dalam hal melaksanakan kinerja terukur atas program dan kegiatan yang terkait penyelenggaraan urusan pertanian tahun 2013, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun Pada tahun 2013, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan sebanyak 10 Program kerja terdiri dari 41 kegiatan dengan 61 indikator Kegiatan. Adapun hasil capaian program dan kegiatan prioritas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang terkait langsung dengan pelaksanaan kinerja urusan pertanian Tahun 2013, sebagai berikut ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan); dengan kegiatan : a) Penyusunan data base potensi produksi pangan. Target terlaksananya peramalan dan pencatatan iklim sebanyak 192 OB, dengan realisasi fisik 176 OB (71,67%). b) Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian. Target terlaksananya pengadaan peralatan pasca panen (power thtesher) sebanyak 117 unit, dengan realisasi fisik 106 unit (90,60%). c) Pengembangan intensifikasi padi dan palawija. Target tersedianya demplot varietas baru padi kerjasama dengan IPB seluas 3 ha, dengan realisasi fisik 3 ha (100 %). d) Pengembangan diversifikasi tanaman. Target terlaksananya peremajaan/rehabilitasi tanaman jeruk sebanyak pohon, dengan realisasi fisik sebanyak 6000 pohon (100 %). e) Pengembangan pembenihan/pembibitan. Target terlaksananya penangkaran benih padi seluas 15 ha, dengan realisasi fisik seluas 15 ha (100 %). f) Pengembangan sistem informasi pasar. Target tersedianya informasi bulanan rantai distribusi pemasaran hasil pertanian Tk. Kecamatan, Tk. Propinsi sebanyak 12 laporan, dengan realisasi fisik 10 laporan (83,33 %). g) Peningkatan mutu dan keamanan pangan. Target terlaksananya pengendalian tikus dan siput murbei sebanyak 20 kali kegiatan, dengan realisasi fisik 100 %. h) Penelitian dan pengembangan sumberdaya pertanian. Target tersedianya peta lahan pertanian pangan oleh pihak ke-3 sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi fisik 100 %. i) Peningkatan produksi, produktifitas dan mutu produk perkebunan, produk pertanian. Target terlaksananya pembinaan UPJA sebanyak 29 UPJA dan pengadaan hand traktor sebanyak 100 unit, dengan realisasi fisik terbinanya UPJA sebanyak 29 UPJA (4,73 %) sedangkan realisasi fisik untuk pengadaan hand traktor masih 100 %. 2) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan; dengan kegiatan : a) Pemeliharaan rutin/berkala sarana prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. Target terlaksananya operasionalisasi 176
182 agroklinik dan pengembangan trecoderma sebanyak 1 unit/demplot. Realisasi sebanyak 1 unit (100 %). 3) Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan, dengan kegiatan; a) Pengembangan bibit unggul pertanian/perkebunan. Target terlaksananya pengadaan dan penyebaranbibit jeruk bermutu sebanyak pohon, dengan realisasi 22,52%. 4) Program pengembangan lahan dan air, dengan kegiatan ; a) Perluasan cetak sawah. Target tersedianya dokumen perencanaan SID perluasan cetak sawah seluas 300 ha (1 dokumen), deng an realisasi seluas 300 ha (1 dokumen) (100 %). b) Peningkatan jalan usaha tani (APBD dan DAK). Target terlaksananya peningkatan jalan usaha tani sepanjang m 2, dengan realisasi 32,400 (81.00) %. c) Pengembangan tata guna air (DAK). Target terlaksananya p engadaan pompa air dan jaringan sebanyak 1 paket (100 unit), dengan realisasi 100 %. Secara umum untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik (berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura sebesar 89,86%. Sedangkan dari segi realisasi anggaran hingga bulan Desember 2013, dari total anggaran yang dialokasikan tahun 2013 sebesar Rp ,-, telah terealisasi anggaran sebesar Rp ,- b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Pertanian Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pertanian Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 37 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Pertanian Tahun 2013 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Lahan 1. Luas lahan pertanian Luas tanam Luas tanam bibit unggul Luas panen ,55 5. Luas lahan pertanian abadi - 6. Jaringan irigasi (TAM) (ha)
183 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Produksi 1. Jumlah sentra produksi Jumlah produksi Jumlah Produktivitas 226,57 3. Sarana pertanian 1. Jumlah alsintan Panjang jalan usaha tani Pengembangan sumber air - 4. Kelembagaan 1. Jumlah lembaga usaha tani Jumlah kelompok tani Jumlah GAPOKTAN Jumlah PPAH - 5. Jumlah UPJA 29 Sumber : Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Dari data yang terdapat pada table 37 di atas, dapat dijelaskan beberapa capaian kegiatan subtantif berikut data indikatif pelaksanaan urusan Pertanian, antara lain ; 1) Pada bulan Agustus - Desember sudah masuk pada masa panen padi tahunan bagi para petani, sehingga untuk luas panen padi mengalami peningkatan seluas ha, dengan tambahan luas panen padi ini, maka untuk tahun 2013 hingga bulan Desember luas panen padi menjadi ha (target luas panen padi tahun 2013 seluas ha). Adanya peningkatan luas panen ini masih belum didukung dengan data peningkatan produksi dan produktifitas komoditi padi. Secara keseluruhan total luas panen untuk seluruh komoditi pertanian tahun 2013, hingga bulan sebesar ,55 ha. 2) Luasnya lahan pertanian di Kabupaten Barito Kuala masih tidak sebanding dengan ketersediaan alsintan terutama hand traktor yang ada/yang dipunyai petani/kelompok tani/gapoktan/upja (± 420 unit termasuk milik Pemda 63 unit), jumlah tersebut di atas masih belum cukup jika dibandingkan dengan luas tanam padi hingga bulan Maret seluas ha. Jika setiap 1 (satu) unit hand traktor mampu mengolah tanah seluas 20 ha setiap musimnya, maka untuk luas tanam ± ha diperlukan hand traktor sebanyak ± unit (jika masuk masa tanam). 3) Untuk kelembagaan kelompok tani, sekarang telah terdapat kelompok tani, sedangkan kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani berjumlah 209 gapoktan. Pada bulan Maret 2013 khusus anggaran 2013 hanya 178
184 19 gabungan kelompok tani yang mendapat bantuan dari Program Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). 4) Dalam hal pemenuhan prasarana dan sarana pendukung perkembangan pertanian hingga bulan Desember 2013 telah tersedia jalan usaha tani (JUT) dengan panjang 2000 m 2 dan Alsintan sebanyak 298 unit, terdiri dari ; a) Traktor tangan (hand tractor) sebanyak 63 unit, b) Alat perontok padi (power thresher) sebanyak 88 unit, dan c) Mesin pompa air sebanyak 100 unit. Pada tahun 2013 ini pula telah dianggarkan pengadaan traktor tangan (hand tractor) sebanyak 100 unit dan peningkatan jalan usaha tani sepanjang m 2, namun demikian, hingga bulan Desember belum dapat terealisasi masih dalam proses lelang URUSAN PERTANIAN SUB SEKTOR PERKEBUNAN Berdasarkan tugas pokok dan fungsi, melaksanaan kinerja urusan perkebunan merupakan kewenangan Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Dinas Kehutanan dan Perkebunan berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun Pada tahun 2013 Dinas Kehutanan dan Perkebunan melaksanakan 10 program yang terdiri dari 44 kegiatan. Adapun untuk hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang terkait langsung dengan pelaksanaan urusan perkebunan yang dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, sebagai berikut : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan) ; dengan kegiatan : a) Pengembangan deversifikasi tanaman. Target terlaksananya pemeliharaan kebun diversifikasi di Kec. Wanaraya) dan pengembangan tanaman komoditas unggul daerah Purun total seluas 29,5 ha, dengan realisasi fisik seluas 20 ha (67.80%). b) Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk perkebunan, produk pertanian. Target terlaksananya pendampingan pengembangan tanaman karet 100 ha, tanaman sawit 150 ha dan tanaman kelapa dalam 50 ha dan laporan hasil verifikasi RUP total 3 kegiatan (300 ha), dengan realisasi fisik (78,74) 2) Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan, dengan kegiatan : a) Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah. Target diikutinya pameran promosi hasil pertanian/perkebunan sebanyak 3 kegiatan dengan realisasi fisik sebanyak 3 kegiatan (100%). 3) Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan, dengan kegiatan : a) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target terlaksananya monitoring verifikasi plasma cpcl sawit dan penilaian usaha perkebunan terhadap PBS yang memiliki IUP sebanyak 1 dokumen, dengan realisasi fisik 9,11 %. b) Pengawasan dan pembinaan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Target tersedianya data/laporan perkembangan KRT PBS perkebunan sawit wilayah Batola sebanyak 1 laporan, realisasi fisik sebesar 100%. 179
185 Sedangkan untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Kehutanan dan Perkebunan pada bulan Desember 2013 sebesar 91,30 Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-. telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,-. b. Realisasi Kegiatan Urusan Pertanian-Perkebunan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pertanian- Perkebunan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 38 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Pertanian-Perkebunan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Perkebunan 1. Jumlah sentra 22 perkebunan 2. Komoditas perkebunan 5 3. Luas area perkebunan ,90 (Ha) 4. Produksi perkebunan ,53 (ton) 5. Produktivitas perkebunan 1580,7 (kg/ha) Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Dari tabel 38 di atas dapat dicermati bahwa beberapa data indikatif yang menjadi urusan perkebunan secara umum hingga bulan Agustus 2013, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1). Sentra perkebunan secara umum meliputi 17 kecamatan yang ada di Kab. Barito Kuala, hanya saja jika dipilah berdasarkan komoditi, maka hanya terdapat 5 (lima) sentra pengembangan perkebunan, yakni ; c) Sentra pengembangan perkebunan komoditas kelapa dalam, d) Sentra pengembangan perkebunan komoditas karet e) Sentra pengembangan perkebunan komoditas kelapa sawit f) Sentra pengembangan perkebunan komoditas purun g) Sentra pengembangan perkebunan komoditas sagu 2) Untuk luasan area perkebunan hingga bulan Agustus 2013 seluas ,9 Ha, yang terdiri dari Ha perkebunan rakyat dan ,9 Ha perkebunan industri. Secara umum untuk area perkebunan rakyat didominasi oleh ; a) Perkebunan kelapa dalam dengan luas Ha b) Perkebunan karet dengan luas Ha c) Perkebunan kelapa sawit sekala kecil dengan luas Ha d) Perkebunan purun dengan luas Ha 180
186 e) Perkebunan sagu dengan luas 162 Ha Sedangkan untuk perkebunan industri secara umum didominasi oleh 5 (lima) perusahaan perkebunan besar, yang bergerak dalam perkebunan kelapa sawit. Adapun luas tanam masing-masing perusahaan hingga bulan Agustus 2013, yakni ; a) PT. ABS luas tanam Ha, dengan luas izin lokasi Ha, b) PT. PBB luas tanam Ha, dengan luas izin lokasi Ha, c) PT. TAL dengan luas Ha d) PT. TDK luas Ha, dengan luas izin lokasi Ha, e) PT. BPP luas 650,6 Ha, dengan luas izin lokasi Ha, 3) Secara umum hingga bulan Agustus 2013 untuk jumlah perusahaan industri perkebunan, yang telah memiliki izin lokasi di Kab. Barito Kuala sebanyak 6 Perusahaan dengan total izin lokasi sebanyak 11 (sebelas) buah yang telah dikeluarkan mulai tahun Adapun rincian perusahaan dan izin lokasi yang telah diterbitkan meliputi ; Tabel 39 Luas Lahan Perusahaan Perkebunan Industri Berdasarkan Luas Lahan Perkebunan Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 No Perusahaan Jenis Luas Tahun Perkebunan (Ha) Izin PT. Putra Bangun Bersama Kelapa Sawit PT. Putra Bangun Bersama Kelapa Sawit PT. Agri Bumi Sentosa Kelapa Sawit PT. Putra Bangun Bersama Kelapa Sawit PT. Tiga Daun Kapuas Kelapa Sawit PT. Barito Putra Plantation Kelapa Sawit PT. Tasnida Agro Lestari Kelapa Sawit PT. Anugrah Wattiendo Kelapa Sawit PT. Anugrah Wattiendo Karet PT. Anugrah Wattiendo Kelapa Sawit KSU Mutiara Alam Sejahtera Kelapa Sawit Total Sumber : Bag. Ekonomi dan Pembangunan, Setda Dari tabel di atas dapatlah diketahui bahwa total luasan lahan perkebunan kelapa sawit perusahaan yang telah memiliki ijin lokasi di Kab. Barito Kuala seluas Ha, yang tersebar di 16 Kecamatan (Kecuali Kecamatan Alalak). 4) Dalam hal hasil produksi perkebunan pada bulan Agustus mengalami peningkatan sebesar 245,96 ton dari bulan Juli, peningkatan produksi ini terjadi untuk komoditi kelapa sawit industri. Hingga bulan Desember 2013 total produksi perkebunan di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 sebanyak ,53 ton, dengan produktivitas 1580,7 kg/ha meningkat (1,02 %) dibandingkan produksi bulan Juli sebesar ,57 ton, dengan produktifitas 1576,98 kg/ha. 181
187 5) Dari segi produksi, kontribusi perkebunan terbesar adalah perkebunan kelapa dalam (rakyat) dengan produks i ton dan produktifitas 975,16 kg/ha. Produktivitas kelapa dalam ini paling tinggi dibanding dengan produktivitas komoditi perkebunan lainnya. 6) Hingga bulan Agustus 2013 khusus perkebunan kelapa sawit industri yang baru berproduksi dari 5 (lima) perusahaan, hanya 2 (dua) perusahaan, yakni ; a) PT ABS dengan produksi 2063,53 ton b) PT PBB dengan produksi 348 ton Berikut ditampilkan grafik perkembangan luas tanam, produksi dan produktivitas lahan perkebunan rakyat dan industri Tahun URUSAN PERTANIAN SUB SEKTOR PETERNAKAN Pelaksanaan kinerja urusan Pertanian sub sektor Peternakan menjadi kewenangan Dinas Peternakan. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Dinas Peternakan berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Peternakan Tahun Pada tahun 2013 Dinas Peternakan melaksanakan 8 program yang terdiri dari 29 kegiatan. Adapun untuk hasil capaian program dan kegiatan prioritas yang terkait langsung dengan pelaksanaan urusan perkebunan yang dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, sebagai berikut : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak; dengan kegiatan : a) Pendataan masalah ternak. Target tersedianya data statistik peternakan kabupaten sebanyak 1 laporan, dengan realisasi fisik 100 %. 2) Program peningkatan produksi hasil peternakan; dengan kegiatan : a) Pembangunan sarana prasarana pembibitan ternak. Target tersedianya sarana dan prasarana pembibitan ternak sebanyak 10 unit, dengan realisasi fisik 4 unit (40%). b) Pembibitan dan perawatan ternak. Target terlaksananya pengadaan itik 750 ekor, ayam buras 100 ekor dan pembangunan demplot VBC 1 unit total 3 kegiatan, dengan realisasi fisik 35,96%. c) Pengembangan Agribisnis Peternakan. Target terlaksananya pengadaan dan penggemukan ternak sapi bakalan (114 ekor) dan puyuh (2.000 ekor) total ekor, dengan realisasi fisik ekor (96,03%). 3) Program peningkatan pemasaran produksi hasil peternakan; dengan kegiatan : a) Fasilitasi kerjasama regional/nasional/internasional penyediaan hasil produksi peternakan komplementasi. Target Terlaksananya kerjasama pemasaran antara sesama daerah pemurnian sapi bali sebanyak 2 ok, dengan realisasi fisik 100 %. b) Promosi atas hasil produk unggulan daerah. Target terlaksananya promosi dan lomba bidang peternakan/kontes dan pameran sebanyak 4 kali, dengan realisasi fisik 3 kali (75 %). c) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana pasar produksi peternakan. Target tersedianya pasar hewan yang refresentatif 1 buah selama 12 bulan, dengan realisasi fisik 12 bulan (100%). 4) Program peningkatan penerapan teknologi peternakan; dengan kegiatan : 182
188 a) Pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi peternakan tepat guna. Target terlaksananya pelatihan teknologi peternakan tepat guna sebanyak 50 peserta, dengan realisasi fisik 78,00 %. Sedangkan untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jum lah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Peternakan pada hingga bulan sebesar 82,14 Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp ,-. telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp ,- b. Realisasi Kegiatan Urusan Pertanian-Peternakan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pertanian- Peternakan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 40 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Pertanian-Peternakan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Peternak 1. Jumlah peternak Ternak 1. Populasi ternak mamalia Populasi ternak unggas Produksi ternak (kg) Sentra produksi ternak (kec) 5 5. Sentra bibit ternak (Kec.) 3 3. Kelembagaan 1. Jumlah kelompok agribisnis 3 2. Kelompok budi daya ternak Petugas 1. Penyuluh peternakan 9 2. Dokter hewan 3 5. Sarana 1. Pusat kesehatan hewan 4 2. Pos layanan inseminasi buatan 4 Sumber : Dinas Peternakan 3. Pasar hewan 1 Berdasarkan tabel 39 di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan terkait capaian data indikatif yang menjadi urusan pertanian-peternakan, sebagai berikut ; 183
189 1) Perkembangan ternak mamalia di Kab. Barito Kuala telah mencapai ekor, yang terdiri dari ekor ternak besar (Sapi dan Kerbau) dan ekor ternak kecil (Kambing). Sedangkan untuk ternak unggas (ayam, itik, burung puyuh) berjumlah ekor. Ketersediaan ternak besar yang cukup banyak di Kab. Barito Kuala memungkinkan dikembangkannya energi alternatif Biogas dengan memanfaatkan kotoran binatang ternak, hingga bulan Desember 2013 terdapat 39 unit peralatan Biogas yang berasal dari APBD Kab., hibah dari Propinsi dan Pemerintah Pusat. Grafik 32 Perkembangan Kondisi Pertenakan Di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 Sumber : Dinas Peternakan 2) Mendukung ketersediaan bibit ternak di Kab. Barito Kuala Pemerintah Daerah mengembangkan sentra pembibitan ternak di 3 kecamatan yakni Kec. Wanaraya, Kec. Barambai dan Kec. Marabahan. Sedangkan untuk sentra pembibitan ternak kerbau rawa di arahkan pada Kec. Kuripan. 3) Untuk pengembangan sentra produksi unggas meliputi ; a) Sentra itik petelur terdiri dari Kec. Tabunganen dan Kec. Alalak dengan 6 kelompok tani ternak itik. b) Sentra puyuh petelur terdiri dari Kec. Jejangkit, Kec. Mandastana dan Kec. Alalak dengan 7 kelompok teni ternak puyuh. 4) Dalam mendukung pengembangan Kabupaten Barito Kuala sebagai sentral agribisnis peternakan, maka pada tahun 2013 telah dianggarkan peningkatan jumlah ternak melalui pengadaan sebanyak ekor ternak yang terdiri dari 114 ekor ternak sapi bakalan dan ekor ternak unggas puyuh yang akan dihibahkan kepada kelompok tani ternak. Hingga bulan Desember 2013 telah tersalurkan sebanyak 572 ekor ternak (27,06 %) kepada masyarakat. 5) Dari segi sumberdaya petugas teknis hingga saat ini masih kurang memadai, terutama untuk petugas pengawas mutu bibit ternak dan pangan ternak yang secara teknis berkompeten untuk melakukan itu masih belum ada. Untuk tenaga Dokter hewan sendiri dari 4 tahun orang pada awal t kini hanya tersisa 3 orang ( 1orang mengundurkan diri ). 184
190 6) Dalam hal pengembangan peternakan dan penambahan nilai manfaat hasil ternak maka di Kab. Barito Kuala telah dikembangkan teknologi biogas sebanyak 39 unit reaktor biogas, dengan memanfaatkan kotoran sapi. Terkait itu pula telah dikembangkan rumah kompos sebanyak 15 unit. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Lahan rawa pasang surut rentan terhadap pengaruh perubahan iklim ekstrim terutama La Nina dan El Nino 2. Tata kelola air lahan pasang surut umumnya kurang memadai, menghambat introduksi/penerapan teknologi 3. Alih fungsi lahan pasang surut, terutama mulai banyaknya pengembangan diluar bidang pertanian 4. Keterbatasan kelembagaan pendukung penyaluran input produksi, modal/krediat dan pemasaran hasil 5. Dalam bidang peternakan, Kurangnya ketersediaan bibit sapi bali 6. Pemasukan ternak dari luar kabupaten dan Pengeluaran ternak ke luar daerah masih sulit dikendalikan. b). Solusi 1. Meningkatkan fasilitasi prasarana dan sarana usaha tani dalam upaya perluasan dan pengelolaan lahan serta perlindungan lahan pangan berkelanjutan untuk budidaya dan pengembangan padi 2. Meningkatkan fasilitasi agar petani dapat lebih mudah mengakses permodalan, sarana produksi, teknologi, informasi dan alat mesin pertanian 3. pengembangkan system pemasaran gabah/beras dengan harga yang menguntungkan petani 4. Meningkatkan pearn masyarakat, swasta, BUMN dan stakeholders dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas gabah/beras 5. Penambahan bibit melalu inseminasi buatan (IB)/ kawin suntik juga membangun sarana dan prasarana pembibitan ternak. 6. Perlu ada regulasi yang mengatur antar kabupaten dan provinsi yang berkaitan dengan keluar masuknya ternak sapi. 185
191 3. URUSAN KEHUTANAN Selain melaksanakan kewenangan urusan perkebunan. Dinas Kehutanan dan Perkebunan berdasarkan tugas pokok dan fungsinya juga melaksanakan kewenangan Urusan Pilihan Kehutanan, dengan tetap berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun Secara khusus untuk capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas yang terkait langsung dengan pelaksanaan Urusan Pilihan Kehutanan yang dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program rehabilitasi hutan dan lahan ; dengan kegiatan : a) Pembangunan hutan kota (DAK). Target terpeliharanya hutan kota seluas 2,42 ha (180 batang bibit pohon), dengan realisasi fisik seluas 2,42 ha (100 %). b) Pengembangan hutan rakyat (APBD Kab. dan DAK). Target terlaksananya pengembangan hutan rakyat seluas 150 ha (Barambai dan Tabukan), dengan realisasi fisik seluas 150 ha (100 %). c) Pemeliharaan hutan rakyat (DAK). Target terlaksananya Pemeliharaan hutan rakyat (DAK) seluas 150 ha, dengan realisasi fisik seluas 150 ha (100 %). d) Gerakan penanaman pohon (APBD Kab. dan DAK). Target terlaksananya gerakan penanaman pohon melalui penanaman pohon dan pembuatan kotak kayu kandang pohon sebanyak 5000 batang, dengan realisasi fisik 100 %. e) Pengembangan sarana dan prasarana penyuluh kehutanan (APBD Kab. dan DAK). Target terlaksananya kegiatan demplot tanaman galam seluas 2 ha, dengan realisasi fisik seluas 2 ha (100 %). f) Pengembangan sarana dan prasarana pengamanan kehutanan. Target terlaksananya pengadaan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran, sebanyak 82 unit, dengan realisasi fisik 100 %. g) Penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan dan reklamasi hutan di DAS prioritas. Target tersedianya sharing dengan provinsi pengembangan komoditi rotan seluas 20 ha, dengan realisasi fisik seluas 20 ha (100 %). h) Pengembangan sarana dan prasarana pengamanan kehutanan (DA K). Target terlaksananya pengadaan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran, sebanyak 137 unit/buah, dengan realisasi fisik 137 unit/buah (100 %). 2) Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan ; dengan kegiatan : a) Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Target terlaksananya penyuluhan kebakaran hutan pada 2 kecamatan sebanyak 3 kali kegiatan, dengan realisasi fisik sebanyak 3 kali kegiatan (100%). 3) Program pembinaan dan penertiban industri hasil hutan; dengan kegiatan : a) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target terlaksananya pengelolaan administrasi TUK, penertiban peredaran hasil hutan dan rekonsiliasi setoran PNBP dan DBH SDA kehutanan PSDH-DR, sebanyak 14 laporan rekonsiliasi PSDH-DR. dengan realisasi fisik 14 laporan (100%). b) Patroli peredaran dan pengawasan hasil hutan. Target terlaksananya patroli peredaran dan pengawasan hasil hutan, sebanyak 3 laporan rekonsiliasi PSDH-DR. dengan realisasi fisik sebanyak 3 laporan (100%). 186
192 b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Kehutanan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Kehutanan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 41 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Kehutanan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Hutan 1. Luas hutan (ha) 6720,79 2. Luas hutan produksi konservasi 2.878,2 (ha) 3. Luas hutan dan lahan kritis (Ha) ,28 4. Luas kerusakan hutan (ha) Luas hutan dan lahan yg 6545,42 direhabilitasi (ha) 6. Komoditas kehutanan 7 2. Petugas 1. Jumlah petugas (jagawana) Prasarana 1. Posko pengawasan peredaran hasil hutan Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Berdasarkan tabel pelaksanaan urusan kehutanan di atas, terlihat bahwa beberapa data indikatif untuk urusan kehutanan, sebagai berikut ; 1) Dalam hal pengawasan dan perlindungan hutan, dengan mencermati ketersediaan prasarana posko pengawasan peredaran hasil hutan dan petugas polisi hutan (Jagawana) dibandingkan dengan luasnya hutan di Kabupaten Bar ito Kuala yang seluas 6720,79 ha, maka sangat tidak sebanding. Sebagai contoh jika dibandingkan antara jumlah polisi hutan dengan luas hutan produksi maka 1 orang petugas polisi hutan (jagawana) harus mengawasi area hutan seluas 610,98 ha. 2) Berdasarkan SK Dirjen RPLS Nomor 167/V-SET/2004 luasan hutan dan lahan kritis di Kab. Barito Kuala meliputi ; a) Lahan potensial kritis seluas 92,701,76 Ha b) Lahan agak kritis seluas ,65 ha c) Lahan kritis seluas ,28 Ha Sedangkan untuk luas kerusakan hutan hingga data tahun 2012 seluas Ha dan telah dilakukan rehabilitasi seluas 300 ha pada tahun ) Hingga tahun 2012 luas lahan dan hutan yang telah direhabilitasi (2001 s.d 2012) seluas 6545,42 Ha, terdiri dari luas lahan 6.145,42 Ha dan luas hutan 5 187
193 direhabilitasi 400 Ha. Pada tahun 2013 dianggarkan rehabilitasi kerusakan hutan Suaka Margawatwa Kuala Lupak seluas 500 ha. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Pada program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan, identifikasi masalah terkait DAK-Kehutanan. Harga bibit yang mengalami fluktuasi pada saat pelaksanaan proyek (kegiatan). Misalnya ketika akan di laksanakan kegiatan Penanaman Pohon Massal dalam mengikut sertakan peran masyarakat banyak guna memupuk kesadaran akan pentingnya tanaman dan kelestarian hutan dan lahan. 2. Pada Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan kegiatannya adalah sosialisasi pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan, sampai tahun 2012 sudah terealisasi 9 lokasi (9 desa pada kecamatan berbeda). Namun masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman tentang dampak kebakaran hutan dan lahan dimaksud, sehingga masih diperlukan sosialisasi guna menumbuhkan kesadaran dan pemahaman tentang dampak tersebut. 3. Program Pembinaan dan Penertiban Industri Hasil Hutan, kegiatan pengawasan dan penertiban pelaksanaan peraturan daerah mengenai pengelolaan industri hasil hutan : Masih adanya beberapa kecamatan belum ada permintaan penerbitan dokumen (SKAU) maupun SKSKB hal ini disebabkan pada kecamtan dimaksud belum ada permohonan ijin untuk pemanfaatan hasil hutannya (SKSKB dan SKAU adalah dokumen untuk mengangkut hasil hutan) Adanya beberapa industry hasil hutan yang berskala besar yang hampir seluruh bahan bakunya berasal dari luar daerah memerlukan pembinaan dan pengawasan baik dari tertib administrasi maupun asal usul kayunya (berkaitan dengan pemberantasan illegal logging). 4. Terdapatnya Hama pengganggu (Kera/monyet) di areal kegiatan pengembangan tanaman sawit di Desa Jejangkit Timur Kec. Jejangkit seluas 50 % dari tanaman yang ditanam sehingga petani yang menanam cukup kecewa karena bibit sawit untuk pengganti tidak tersedia dan biaya pembelian dengan cara swadaya cukup memberatkan petani solusi yang berikan adalah menyiapkan proposal /permohonan yang dibuat oleh petani untuk tanaman pengganti melewati Dana sharing dan dana TP pada kegiatan kegiatan lain ditahun yang akan datang, secara teknis hama pengganggu tanaman dapat diusir atau di buru/ diumpan b). Solusi 1. Lebih memperhatikan tataran perencanaan dengan menganalisa terhadap lokasi pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permohonan masyarakat serta meningkatkan efisiensi anggaran pada tahun berikutnya. 2. Menganalisa lokasi pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan kebutuhan dan permohonan masyarakat agar kegiatan berjalan efektif dan efisien, 3. Meningkatkan pembinaan kepada pelaku usaha disektor kehutanan agar terwujud tertib administrasi, manajemen kehutanan dan penatausahaan hasilhutan. 188
194 4. URUSAN ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Pelaksanaan urusan energi dan sumberdaya mineral merupakan salah satu urusan yang pelaksanaannya di bawah koordinasi Sekretariat Daerah, khususnya Bagian Ekonomi dan Pembangunan. Namun demikian secara teknis pada APBD Murni tahun 2013 Sekretariat Daerah tidak melaksanakan program dan kegiatan terkait urusan energi dan sumberdaya mineral. Namun demikian, pada APBD Perubahan Tahun 2013, Sekretariat Daerah melalui Bagian Ekonomi dan Pembangunan menganggarkan Program dan Kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan sumber energi listrik bagi daerah perdesaan yakni : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan, dengan kegiatan ; a) Pembangunan listrik perdesaan, target Jumlah pengadaan PLTS, untuk jalan umum/lingkungan di Desa Karya Jadi, Kec. Tabukan sebanyak 5 unit. Realisasi 100 %. Pengadaan PLTS oleh Sekretariat daerah ini bertujuan guna peningkatan ketersediaan dan pemerataan distribusi listri penerangan jalan khususnya pada desadesa yang belum mendapat pasokan listrik, dalam hal ini Desa Karya Jadi, Kecamatan Tabukan. Selain Sekretariat Daerah pada tahun 2013 Badan Lingkungan Hidup melalui salah satu program dan kegiatannya yang terjabarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Lingkungan Hidup tahun 2013 telah menargetkan pelaksanaan kegiatan terkait urusan energi dan sumberdaya mineral. Adapun capaian pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud hingga bulan Desember 2013, yakni ; 1) Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup a) Peningkatan pengelolaan lingkungan hidup (DAK) melalui pengadaan biogas sebanyak 9 unit. Realisasi 100 %. b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Energi Dan Sumberdaya Mineral Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja urusan energi dan sumberdaya mineral Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 46 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Energi Dan Sumberdaya Mineral No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Energi alternatif 1. Jumlah PLTS
195 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah Biogas 39 Sumber : Dinas Peternakan, Kab. Batola, Dinas ESDM, Prov. Kalsel dan BPMPD. Dari data tabel di atas dapat dijelaskan beberapa hasil capaian pelaksanaan urusan energi dan sumberdaya mineral, meliputi : 1) Kabupaten Barito Kuala terdapat 39 unit peralatan Biogas yang berasal dari hasil Hibah Pemerintah Provinsi maupun Pengadaan melalui APBD Kabupaten. Untuk pemanfaatannya biogas masih tersebar di Kecamatan Barambai dan Wanaraya (Dinas Peternakan, Kab. Barito Kuala). Disadari ketersediaan peralatan Biogas dalam menunjang pemenuhan energi alternatif masyarakat masih terbatas, jika dibandingkan dengan masih besarnya sumber bahan baku Biogas yang tersedia dari ekor ternak sapi/kerbau. 2) Disamping pemanfaatan Biogas sebagai sumber energi alternatif, dalam memenuhi ketersediaan energi listrik di daerah tertinggal yang belum mendapat pelayanan listrik. Di Kabupaten Barito Kuala diterapkan pula pengunaan tenaga surya sebagai pembangkit listrik, hingga bulan Desember 2013 di Kabupaten Barito Kuala terdapat sebanyak 558 unit PLTS Tersebar dan 2 unit PLTS Terpusat, yang seluruhnya merupakan hasil hibah barang dari Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Daerah Tertinggal (P2IPDT). 3) Untuk pengadaan PLTS yang telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran sampai bulan Desember masiih dalam tahap persiapan penunjukan rekanan pengadaan barang. 4) Adapun rincian penyebaran PLTS, di Kab. Barito Kuala, sebagaimana tabel di bawah ini ; Tabel 47 Persebaran PLTS di Kab. Barito Kuala Tahun 2013 No Jumlah Kecamatan/ PLTS PLTS Desa Tersebar Terpusat Kec. Tabukan 1) Ds. Teluk 18 - Tamba 2) Ds. Tamba 22 - Raya 3) Ds. Muara 20 - PUlau 2. Kec. Kuripan 1) Ds. Jambu 2) Ds. Jambu Baru 3. Kec. Bakumpai 1) Ds. Balukung 2) Ds. Palingkau Sumber Hibah P2IPDT/KPDT P2IPDT/KPDT P2IPDT/KPDT P2IPDT/KPDT P2IPDT/KPDT P2IPDT/KPDT P2IPDT/KPDT 190
196 No Jumlah Kecamatan/ PLTS PLTS Desa Tersebar Terpusat ) Ds. Murung 82 - Raya 4) Ds. Banitan Sumber Hibah Distamben Prov. Distamben Prov. JUMLAH Sumber : BPMPD Kab. Barito Kuala dan Dinas Pertambangan dan Energi, Prov. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Dengan topograpi wilayah Kabupaten Barito Kuala yang didominasi lahan rawa gambut, serta dilalui aliran sungai besar maupun kecil menjadikan pola penyebaran pemukiman penduduk terpisah-pisah satu dengan yang lain. Akibatnya akses keterjangkauan untuk mendapatkan layanan fasilitas umum seperti listrik sebagai sumber energi menjadi terbatas, sehingga masih ada sebagian besar masyarakat yang belum mendapat pelayanan secara optimal. 2. Pemanfaatan tekhnologi bio gas dari kotoran ternak (sapid an kerbau) masyarakat di Kabupaten Barito Kuala masih minim yang memanfaatkan peralatan biogas (hingga tahun 2012 terdapat 39 kelompok tani pengguna bio gas), jika dibandingkan dengan ketersediaan sumber bahan pembangkit biogas, dimana terdapat ternak besar (sa pid an kerbau) sebanyak ekor). b). Solusi 1. Pemerintah Daerah dengan dukungan dari Pemerintah Pusat berupaya untuk melakukan optimalisasi terhadap pengadaan PLTS bagi masyarakat yang berada di wilayah yang belum terjangkau aliran listrik. 2. Untuk biogas, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah provinsi melalui lembaga tekhnis yang dimilikinya masing-masing, yang terkait pengelolaan energi dan sumberdaya mineral terus berupaya menggerakan dan mengembangkan penggunaan sumberdaya energi baru terbaharukan di masyarakat seperti pemanfaatan dan mengembangkan bio gas. Bagi daerah-daerah tertinggal dari kementrian ESDM RI dan Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, agar SKPD lingkup Pemerintah Kab. Barito Kuala yang memiliki tugas dan fungsi berhubungan dengan energi dan sumberdaya mineral, pemberdayaan masyarakat, dan peternakan (Bag. Ekonomi dan Pembangunan, BPMPD) Dinas Peternakan) dapat secara intens melakukan koordinasi dan konsultasi tekhnis ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi berkenaan dengan usulkan bantuan peralatan biogas 191
197 5. URUSAN PARIWISATA Selain melaksanakan Urusan Wajib Pemuda dan Olah Raga serta Urusan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata juga melaksanakan kewenangan Urusan Pilihan Pariwisata. Secara khusus untuk capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas Urusan Pariwisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program Pengembangan pemasaran pariwisata; dengan kegiatan : b) Analisa pasar untuk promosi dan pemasaran objek wisata. Target terlaksananya pemeliharaan, pengawasan dan pembinaan sarana pariwisata sebanyak 4 kegiatan, dengan realisasi fisik sebanyak 3 kegiatan (75 %). c) Koordinasi dengan sektor pendukung pariwisata. Target terlaksananya pemilihan atak dan diang, pemilihan nanag galuh dan duta wisata sebanyak 3 pasang, dengan realisasi fisik 2 pasang (66,67 %). d) Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara di dalam dan di luar negeri. Target terlaksananya pasar ramadhan, pameran pariwisata nusantara dan festival pasar terapung sebanyak 52 stand, dengan realisasi fisik sebanyak 42 stand (82,77%). Untuk rata-rata realisasi fisik program dan kegiatan (sebanyak 3 kegiatan) yang terkait langsung Urusan Pariwisata, dengan realisasi keuangan sebesar 83,12%. b. Realisasi Kegiatan Urusan Pariwisata Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 42 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Pariwisata No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Pariwisata 1. Jumlah objek wisata 8 2. Jumlah kunjungan - wisatawan 3. Intensitas promosi wisata - Sumber : Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Dari capaian pelaksanaan Urusan Pariwisata yang digambarkan pada tabel di atas, maka dapatlah dijelaskan sebagai berikut; 1) Dilihat dari perkembangan data subtantif hasil pelaksanaan urusan pariwisata, masih belum menunjukan perkembangan data yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil pelaksanaan bulan Januari yang lalu. 2) Di Kabupaten Barito Kuala terdapat 8 buah objek wisata, yakni a) Objek wisata Pulau Kembang 192
198 b) Objek wisata Jembatan Barito c) Objek wisata Relegi Kubah Datuk Abdus Samad d) Objek wisata Jembatan Rumpiang e) Objek wisata taman mini Surya Lestari f) Objek wisata agropolitan g) Objek wisata Kawasan Tradisional Bersejarah Panglima Wangkang h) Objek wisata pergelaran budaya gedung gelora barito. 3) Secara umum untuk objek wisata yang ada di Kabupaten Barito Kuala merupakan ruang terbuka publik, artinya bebas untuk didatangi dan dinikmati masyarakat tanpa dipungut retribusi, sehingga tidak memiliki instrumen pengendali terhadap jumlah pengunjung di setiap objek wisata yang ada, kecuali objek wisata Pulau Kembang. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kesulitan bagi Pemerintah Daerah dalam menilai tingkat kemajuan objek wisata di Kabupaten Barito Kuala dari segi jumlah pengunjung wisatawan lokal dan mancanegara serta menilai efektifitas promosi daerah yang telah maupun perlu dilakukan agar lebih mengenalkan objekobjek wisata unggulan di Kabupaten Barito Kuala. 4) Dari segi peningkatan pendapatan asli daerah akan mempersulit pemerintah daerah dalam memperkirakan besarnya pendapatan daerah yang dapat diperoleh dari retribusi tiket masuk objek wisata. 5) Disadari masih rendah dan minimnya kualitas dari sarana dan prasana publik yang ada di objek-objek wisata dalam mendukung kenyamanan para pengunjung/wisatawan. 6) Perlu ditingkatkannya jumlah objek wisata yang dikelola Pemerintah Daerah maupun oleh Pihak Ketiga secara profesional, sehingga akan berdampak positif bagi peningkatan pandapatan asli daerah dari segi pengenaan retribusi. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan Perogram Pengembangan parieisata dengan kegiatan promosi pariwisata nusantara didalam dan luar negeri dan kegiatan pengembangan objek pariwisata unggulan belum dapat dilaksanakan sampai 100% karena masih belum optimalnya promosi daerah terhadap objek pariwisata unggulan. b). Solusi Menyiapkan tenaga teknis pariwisata yang mempunyai kemampuan melakukan promosi objek wisata unggulan keluar daerah ataupun keluar negeri sehingga wisatawan nusantara dan wisatawan manca Negara untuk berkunjung ke Kabupaten Barito Kuala semakin meningkat. 193
199 6. URUSAN INDUSTRI Disamping melaksanakan Urusan Wajib Koperasi dan UKM serta Urusan Pilihan Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan juga melaksanakan kewenangan Urusan Pilihan Industri, yang program dan kegiatannya terjabarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tahun Secara khusus dalam pelaksanaan Urusan Industri di Tahun 2013 ada beberapa capaian program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan antara lain : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pengembangan industri kecil dan menengah; dengan kegiatan : a) Pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri. Target terlaksananya pelatihan pengolahan sasirangan, fasilitasi desain produk anyaman purun/rotan, peningkatan mutu produk pangan (keripik jahe) dan pembinaan IKM dan Kerajinan (on company level) sebanyak 17 kegiatan. Realisasi sebanyak 17 kegiatan (100%). b) Penyusunan kebijakan industri terkait dan industri penunjang industri kecil dan menengah. Target terlaksananya pelatihan GKM bagi pelaku IKM dan kerajinan sebanyak 1 kelompok, dengan realisasi 100 %. 2) Program peningkatan kemampuan teknologi industri, dengan kegiatan ; b) Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri. Target terlaksananya pelatihan peningkatan mutu kemasan bagi pelaku IKM sebanyak 20 orang, dengan realisasi fisik 20 orang (100 %). 3) Program pengembangan sentra-sentra industri potensial, dengan kegiatan ; a) Penyediaan sarana informasi yang dapat diakses masyarakat. Target terlaksananya pameran hari jadi Batola stand IKM dan Kerajinan, Kalsel Expo dan Inacraff sebanyak 3 kegiatan, dengan realisasi fisik 3 kegiatan (100 %). Khusus untuk capaian nilai rata-rata realisasi fisik terkait urusan Industri tahun 2013 ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), dari ke 5 (lima) kegiatan, sebesar 100%. b. Realisasi Kegiatan Urusan Industri Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Industri Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 43 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Industri No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Industri Menengah dan Industri Rumah 1. Jumlah industri rumah tangga/ikm
200 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Tangga 2. Jumlah industri rumah tangga 54 komuditas khas Barito Kuala. 3. Jumlah sentral industry 3 4. Jumlah industri kreatif 2 Sumber : Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Berdasarkan tabel hasil pelaksanaan kegiatan subtantib Perindustrian di atas dapatlah dijelaskan secara kualitatif, bahwa ; 1) Pada Tahun 2013 jumlah Industri Rumah Tangga/Industri Kecil Menengah di Kabupaten Barito Kuala berjumlah 611 unit IKM, jumlah ini bertambah sebanyak 4 unit, dibandingkan akhir IKM akhir tahun 2012 sebanyak 607 unit IKM. 2) Sedangkan untuk industri kecil menengah dengan hasil produksi khas Kab. Barito Kuala hingga bulan April 2013 sebanyak 54 unit. Industri rumah tangga dengan komuditas khas Barito Kuala meliputi olehan kerupuk pipih, anyaman purun, amplang haruan dan lain-lain. 3) Untuk sentra industri rumah tangga / IKM (Industri Kecil Menengah) hingga bulan April 2013 masih belum ada peningkatan jumlah dari bulan Januari 2013, secara umum ada 3 buah sentra industri rumah tangga/ikm yang berada di 2 kecamatan yakni a) Sentra industri kerajinan anyaman purun tikus dan tikar tangkalasa di Kec. Belawang. b) Sentra industri kerupuk (kerupuk pipih dan amplang haruan) di Kec. Bakumpai. c) Sentra industri kerajinan anyaman purun danau untuk produk tas, tempat tisu, tikar, tempal balpoint dan lain-lain di Kec. Bakumpai. 4) Proses pengembangan inovasi dan kreativitas industri rumah tangga terus coba digalakan, dikembangkan dan dibina oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan pada tahun Terutama untuk pengembangan industri kreatif melalui inovasi kerajinan yang bersumber dari bahan baku lokal. Hingga bulan April terdapat 2 (dua) industri kreatif di Kab. Barito Kuala, yaitu ; b) Industri kreatif aneka anyaman purun danau di Kec. Bakumpai, dan c) Industri kreatif aneka kerajinan purun tikus di Kec. Belawang. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Pembangunan industri memerlukan waktu yang relatif panjang untuk membangun industri dengan memanfaatkan sumber daya, perkuatan jaringan klaster industri dan penyusunan industri penunjang IKM 2. Terbatasnya kemampuan pelaku industri kecil menengah (IKM) dalam melakukan perbaikan manajemen usaha dan lemahnya wawasan kewirausahaan. 3. Belum dikembangkannya potensi daerah secara optimal serta belum terarahnya pembangunan sektor industri. 195
201 b). Solusi Sesuai dengan Perpres RI No. 28 Tahun 2008 tentang KIN, bahwa implementasi arah kebijakan pembangunan industri di daerah dilaksanakan melalui kompetensi inti industri daerah baik melalui koordinasi/sinergi melalui pendekatan Top-down yaitu memperhatikan industri prioritas yang ditentukan secara nasional melalui klaster industri maupun melalui pendekatan Bottom-up yaitu melalui kompetensi inti yang merupakan keunggulan daerah yang memerlukan waktu panjang. 196
202 7. URUSAN PERDAGANGAN Pelaksanaan urusan perdagangan merupakan bagian dari kewenangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan. Sehubungan dengan pelaksanaan urusan perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2013 telah mengagendakan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2013 berbagai capaian program dan kegiatan prioritas urusan perdagangan, antara lain ; a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan; dengan kegiatan : a) Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa. Target tersediannya laporan pengawasan peredaran barang dan jasa serta monitoring dan pengawasan distribusi produk strategis (pupuk dan mitan) s ebanyak 12 laporan. Realisasi 12 laporan (100%). 2) Program efisiensi perdagangan dalam negeri, dengan kegiatan; a) Penyempurnaan Perangkat Peraturan, Kebijakan dan Pelaksanaan Operasional. Target terlaksananya sosialisasi sistem resi gudang sebanyak 100 orang, dengan realisasi sebanyak 100 orang (100 %). b) Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk. Target terlaksananya operasional PPNS-PK selama 12 bulan, dengan realisasi 12 bulan (100%). c) Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk (DAK). Target terlaksananya pembangunan/revitalisasi pasar sebanyak 12 paket, dengan realisasi 12 paket (100%). 3) Program pembangunan infrastruktur perdesaan, dengan kegiatan c) Rehabilitasi/pemeliharaan pasar perdesaan. Target terlaksananya rehab dan penebusan/pengantian toko/kios pasar serta pemeliharaan pasar sebanyak 36 kegiatan, dengan realisasi sebanyak 36 kegiatan (100%). b. Realisasi Kegiatan Urusan Perdagangan Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Pedagangan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : Tabel 45 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Perdagangan No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Prasarana dan Sarana perdagangan 1. Jumlah Pasar desa 4 2. Jumlah Pasar daerah Jumlah pasar swasta Rasi Gudang 1. Jumlah hasil tanam yg disimpan di rasi gudang (kg) 197
203 No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Jumlah resi gudang yang 4 diterbitkan. 3. Jumlah resi gudang yang dijaminkan 4. Jumlah kredit yang disalurkan Sumber : Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Dari data tabel di atas dapat dijelaskan beberapa hasil capaian pelaksanaan urusan pilihan perdagangan yang menjadi kegiatan subtantif Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, meliputi : 1) Berdasarkan kategori pasar desa menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta data yang dimiliki Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan di Kabupaten Barito Kuala saat ini terdapat 4 (empat) buah pasar desa yakni ; a) Pasar Sido Mulyo, Kec. Wanaraya b) Pasar Tabatan, Kec. Kuripan c) Pasar Jambu, Kec. Kuripan, dan d) Pasar Kabuau, Kec. Kuripan Penetapan jumlah pasar desa ini, berbeda dengan penetapan pasar desa oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dengan jumlah 9 (sembilan) pasar desa (mengacu Kementerian Dalam Negeri) 2) Untuk jumlah pasar daerah (pasar kabupaten dan pasar kecamatan) yang dikelola pemerintah daerah hingga bulan April 2013 berjumlah 15 buah, sedangkan pasar swasta (pasar yang prasarananya dikelola swasta) berjumlah 16 buah. 3) Sebagai salah satu program-kegiatan unggulan daerah, dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kab. Barito Kuala keberadaan Resi Gudang (RG) menjadi vital. pada bulan Maret 2013 jumlah gabah/padi yang disimpan diresi gudang mengalami penurunan yang deratis sebanyak 23 lembar, hingga akhir April 2013 jumlah perseorangan/kelompok yang mengunakan resi gudang sebagai tempat penyimpanan, dengan jumlah padi/gabah yang disimpan masih tersisa sebanyak 4 resi gudang dengan jumlah padi yang disimpan sebanyak kg. 4) Hingga akhir bulan Akhir 2013 jumlah kredit yang disalurkan kepada petani melalui kepemilikan Resi gudang hanya sebesar Rp ,-, mengalami penurunan sebesar Rp dari bulan Februari yang lalu sebesar Rp ,-. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Belum optimalnya pembinaan terhadap pelaku usaha sebagai dampak diserahkannya kewenangan kepada pengelolaan perijinan terpadu, yaitu Kantor Pelayanan Terpadu 198
204 2. Masih terbatasnya sarana distribusi barang dan belum optimalnya pengawasan terhadap barang dan jasa. b).solusi 1. Melaksanakan pembinaan terkoordinasi antara SKPD dan KPT, sehingga diharapkan pembinaan dan pengendalian pada sektor perdagangan dapat ditingkatkan 2. Penataan sarana distribusi perdagangan maupun peningkatan pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa. 199
205 8. URUSAN KETRANSMIGRASIAN Selain melaksanakan urusan wajib sosial dan tenaga kerja, Dinas Sosial, tenaga kerja dan transmigrasi berdasarkan kewenangannya juga melaksanakan kewenangan urusan pilihan khususnya urusan pilihan Transmigrasi. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Dinas Sosial, tenaga kerja dan transmigrasi mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun Secara khusus untuk hasil capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas yang terkait langsung dengan pelaksanaan urusan transmigrasi yang dilaksanakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi meliputi : a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 : 1) Program pengembangan wilayah transmigrasi; dengan kegiatan : a) Peningkatan kerjasama antar wilayah, antar pelaku dan antar sektor dalam rangka pengembangan kawasan transmigrasi. Target terlaksananya Kerjasama Antar Daerah berupa MoU penempatan Transmigrasi dan tindak lanjut dari Kerjasama Antar Daerah MoU dengan Daerah Asal ( Prov. Jatim, Jateng, Jabar, DIY dan Jakarta ), Indentifikasi calon lokasi transmigrasi sebanyak 3 lokasi, dengan realisasi fisik 100%. b) Penyediaan dan pengelolaan prasarana dan sarana sosial dan ekonomi di kawasan transmigrasi. Target pembuatan sara air bersih dan belajar mengajar kampung inggris sebanyak 12 buah/unit, dengan realisasi fisik sebanyak 12 unit (100%). 2) Program Transmigrasi lokal, dengan kegiatan : a) Penyuluhan transmigrasi lokal, berupa penyuluhan kesehatan kepada 50 kk sebanyak 2 kali dengan realisasi fisik 100 %. b) Pelayanan kesehatan/perbaikan gizi ibu dan anak serta KB. Target pengantian biaya restitusi pelayanan kesehatan di RSUD H. Abdul Azis, RSUD Ulin Banjarmasin, dan perbaikan gizi dan KB pada 2 UPT, dengan realisasi fisik 2 UPT (100 %). c) Operasional dan pelayanan UPT, berupa kelancaran pelayanan transmigrasi melalui 2 UPT, dengan realisasi fisik 2 UPT (100 %). Untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh program-kegiatan ), Urusan Transmigrasi yang dilaksanakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi hingga secara umum sebesar 99,34%. Dengan nilai rata-rata realisasi keuangan ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh program-kegiatan ) sebesar 96,45 %. b. Realisasi Kegiatan Urusan Transmigrasi Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Transmigrasi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini : 200
206 Tabel 44 Data Subtantif Penyelenggaraan Urusan Pilihan Transmigrasi No. Data Subtantif Data Indikatif Total Capaian Transmigrasi 1. Jumlah lokasi transmigrasi yg 2 dikelola Pemerintah Pusat. 2. Jumlah keluarga transmigran Jumlah penduduk transimgran 2614 Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dari data tabel di atas dapat dijelaskan beberapa hasil capaian pelaksanaan urusan pilihan transmigrasi yang menjadi kegiatan subtantif Dinas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meliputi : 1) Di Kabupaten Barito Kuala terdapat 2 (dua) lokasi transmigrasi yang masih dibina dan dikelola langsung oleh Pemerintah Pusat yakni di Desa Sawahan dan Desa Jejangkit Timur. 2) Dari 2 (dua) desa lokasi transmigrasi yang ada yakni Desa Sawahan dan Desa Jejangkit Timur terdapat sebanyak 700 kepala keluarga dengan jumlah penduduk jiwa. Belum ada penambahan dan pengurangan jumlah transmigran sejak akhir tahun ) Pada tahun 2013 akan dilaksanakan pula identifikasi 3 Desa calon lokasi transmigrasi baru di Kabupaten Barito Kuala yakni Desa Sei Sahurai, Desa Jejangkit Pasar dan Desa Jejangkit Timur. c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan 1. Lahan usaha di UPT Jejangkit Timur belum seluruhnya masuk pada program plasma sawit sehingga perlu percepatan agar seluruh lahan usaha transmigrasi UPT Jejangkit Timur diikutkan plasma sawit. 2. Masih ditemukannya beberapa warga transmigran yang mengidap penyakit bawaan, bahkan ada yang sudah kronis diderita oleh warga transmigran seperti penyakit jantung, tumor, kanker dan liver sehingga setelah masuk menjadi warga transmigrasi terkendala akan biaya pengobatan yang sulit dijangkau dan bervariasi per orangnya, sementara pemerintah mengalokasikan dana untuk biaya pengobatan dan rujukan pasien per orang per KK warga transmigransi itu belum menjangkau pada pengobatan yang patensial b). Solusi 1. Perlu koordinasi dengan dinas terkait dab perusahaan kelapa sawit tentang jadwal plasma sawit untuk lokasi UPT Jejangkit Timur. 2. Perlunya kebijakan dan kebijaksanaan dalam hal membantu warga transmigran baik dari pemerintah pusat maupun antar pemerintah daerah dengan mengalokasikan dana dan mengklasifikasikan jenis atau macam pengobatan maupun pelayanan kesehatan misalnya dengan cara 201
207 memberikan batasan-batasan dari mana dan sampai dimana mengenai kriteria sakit/penyakit dari warga transmigrans yang berhak mendapat pengobatan/pelayanan kesehatan 3. Perlu pertimbangan dan kebijakan yang lebih baik lagi dalam hal berkerjasama dengan daerah lain seperti pada saat penerimaan para warga transmigrans yang berbarengan dengan fasilitasi-fasilitasi yang sudah memadai, serta peningkatan fasilitasi pada sarana dan prasarana tersebut yang lebih lagi di tahun-tahun mendatang seperti : Peningkatan kerjasama dengan PNPM/dengan P2KP dalam Pembuatan maupun pengadaan Tandon/Tong air bersih. Pembuatan sumur bor sederhana maupun sumur bor air tenaga surya lengkap dengan mesin pendorongnya (yang sumber dananya bisa dari APBN/Provinsi). Peningkatan sarana listrik/penerangan dengan PLN, disamping peningkatan di bidang sosial ekonomi masyarakat warga transmigran, serta; Peningkatan sarana/prasarana jalan/jembatan dibeberapa UPT binaan. 4. Kerjasama antar daerah dalam bidang ketransmigrasian khususnya untuk penempatan transmigrans, perlu diperbaiki dengan kebijakan tambahan sektor kesehatan calon transmigrans apabila ditemukan penyakit bawaan tidak mendapat biaya pengobatan dan transmigrans tersebut akan dikembalikan ke daerah asal. 5. Perlu dana sharing dukungan usulan ke kementerian nakers RI supaya hal yang belum ada diperbaiki ditahun berikutnya 202
208 BAB IV TUGAS PEMBANTUAN Otonomi Daerah dapat diartikan sebagai suatu pendelegasian sebagian kewenangan/pengelolaan bangsa dan negara oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daerah Provinsi hingga Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bahkan aras di bawahnya. Pendelegasian sebagian kewenangan tersebut merupakan pelimpahan wewenang dengan azas desentralisasi, azas dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Khusus terkait dengan kewenangan dalam tugas-tugas pembantuan merupakan perwujudan tugas yang menjadi kewenangan pemerintah, yang pelaksanaan operasional dilakukan atau dilaksanakan langsung oleh jenjang di bawahnya dengan sifat membantu dari pada tugas yang di terima maupun yang akan diberikan disertai tanggungjawab. Berikut beberapa Tugas Pembantuan yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala maupun Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten kedalam lingkup wilayahnya pada Tahun A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA 1. Sektor Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan a. Dasar Hukum : DIPA Nomor : 1. DIPA/ //2013 b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan : Kementerian Pertanian RI c. Intansi Pelaksana : Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Kabupaten Barito Kuala d. Program dan Kegiatan : 1) Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, dengan kegiatan : a) Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan b) Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Peningkatan Keamanan Pangan Segar c) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya Badan Ketahanan Pangan e. Realisasi Program Dan Kegiatan Tabel 1. : Laporan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Tugas Pembantuan Oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kab. Barito Kuala T.A : 203
209 No Kegiatan 1 Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan 2 Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Peningkatan Keamanan Pangan Segar 3 Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya Badan Ketahanan Pangan JUMLAH Target Realisasi Pencapaian Lokasi Volum Dana (Rp) Dana (Rp) Keu % Fisik % Pelaksanaan 1 keg Marabahan 1 keg ,44 97,44 Marabahan 1 keg ,75 93,75 Marabahan ,60 97,60 f. Sumber dan Jumlah Anggaran : Sumber Biaya : APBN T.A Jumlah Anggaran yang dialokasikan : Rp ,00 Realisasi Anggaran yang digunakan : Rp ,00 (Un Audited) g. Keadaan Pegawai : Tabel : 2. Keadaan Pegawai Pelaksana Tugas Pembantuan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan : Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan SD SLTP SLTA D II D III D IV S - 1 S - 2 S - 3 Jumlah Jumlah PNS Menurut Golongan / Kepangkatan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh Jumlah h. Kondisi Sarana dan Prasana : Kondisi sarana dan prasarana pendukung cukup memadai, misalnya seperti sarana transfortasi guna mendukung pengawasan pelaksanaan dilapangan, hanya saja belum sepenuhnya optimal, mengingat kondisi alam pada Infrastruktur yang masih belum memadai. i. Permasalahan Dan Solusi : 1). Permasalahan Kurang tertibnya pelaporan dari pendamping desa mandiri pangan mengenai kondisi di lapangan. Administrasi pembukuan kelompok masih belum optimal, kegiatan sudah dilaksanakan namun ada beberapa terkendala 204
210 seperti pada bulan desember lahan p2kp terendam karena curah hujan tinggi. 2). Solusi Berkoordinasi dengan pendamping desa mandiri pangan. Perlu bimbingan lebih maksimal dari penyuluh pembimbing desa. 2. Sektor Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa a. Dasar Hukum : DIPA Nomor : 1. DIPA/ //2013 b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan : Kementerian Dalam Negeri RI Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). c. Instansi Pelaksana : Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Barito Kuala e. Program dan Kegiatan : 1). Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, dengan kegiatan : a) Peningkatan Kemandirian Masyarakat Perdesaan (PNPM) f. Realisasi Program Dan Kegiatan Tabel 3. : Laporan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Tugas Pembantuan Oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. Barito Kuala T.A : No 1 Kegiatan Volum Target Dana (Rp) X Dana (Rp) X Realisasi Pencapaian Keu % Fisik % Lokasi Pelaksanaan Peningkatan Kemandirian Masyarakat 16 kec , ,00 99, Kecamatan Perdesaan (PNPM) JUMLAH , ,00 99, g. Sumber dan Jumlah Anggaran : Sumber Biaya : APBN T.A Jumlah Anggaran yang dialokasikan : Rp ,00 Realisasi Anggaran yang digunakan : Rp ,60 (Un Audited) h. Keadaan Pegawai : Tabel 4 : Keadaan Pegawai Pelaksana Tugas Pembantuan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa : 205
211 Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan SD SLTP SLTA D II D III D IV S - 1 S - 2 S - 3 Jumlah Jumlah PNS Menurut Golongan / Kepangkatan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh Jumlah i. Kondisi Sarana dan Prasana : Sarana dan Prasarana pada saat ini masih memungkinkan untuk melakukan urusan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Namun demikian masih perlu optimalisasi berupa peningkatan kualitas gedung BPMPD yang dirasa sangat mendesak untuk menampung jumlah pegawai sebanyak 22 orang serta berbagai aktivitas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. j. Permasalahan Dan Solusi : 1). Permasalahan : a). Tidak ada masalah dalam pelaksanaan program kegiatan dari PNPM. 2). Solusi : b). Diharapkan dapat terus terealisasi dengan baik dan lancar. 3. Sektor Tenaga Kerja Dan Transmigrasi a. Dasar Hukum : a. DIPA Nomor : //2013 b. DIPA Nomor : //2013 c. DIPA Nomor : //2013 b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan : 1) Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja 2) Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi c. Instansi Pelaksana : Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Barito Kuala d. Program dan Kegiatan : (DIPA Nomor : : //2013) 1). Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, dengan kegiatan : a.) Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja (DIPA Nomor : //2013) 2). Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi, dgn kegiatan : a) Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi. b) Partisipasi Masyarakat. c) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen P2Mkt. 206
212 (DIPA Nomor : //2013) 3). Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, dengan kegiatan : a) Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi. b) Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasi. c) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Masyarakat di Kawasan. d) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen P2MKT e. Realisasi Program Dan Kegiatan : Tabel 5 : Laporan Realisasi Pelaksanaan Tugas Pembantuan Oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Barito Kuala T.A : No Kegiatan 1 Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja 2 Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi 3 Partisipasi Masyarakat 4 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen P2Mkt 5 Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi 6 Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasi 7 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi 8 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen P2MKT Target Realisasi Pencapaian Lokasi Volum Dana (Rp) Dana (Rp) Keu % Fisik % Pelaksanaan 264 org , Marabahan 1 Km , Pusat KTM Cahaya Baru Marabahan dan UPT. Jejangkit Timur Kec. Jejangkit 1 lembga 1 satker Desa Karang Indah Kec. Mandastana Pusat KTM Cahaya Baru Marabahan Kimtrans Jejangkit Timur dan Kimtrans Sawahan Kimtrans Sawahan Kimtrans Jejangkit Timur dan Sawahan Marabahan JUMLAH ,20 99,
213 f. Sumber dan Jumlah Anggaran : Sumber Biaya : APBN T.A Jumlah Anggaran yang dialokasikan : Rp ,00 Realisasi Anggaran yang digunakan : Rp ,20 (Un Audited) g. Keadaan Pegawai : Tabel : 6. Keadaan Pegawai Pelaksana Tugas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Barito Kuala Tahun 2013: Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan SD SLTP SLTA D II D III D IV S - 1 S - 2 S - 3 Jmlh Jumlah PNS Menurut Golongan / Kepangkatan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh Jmlh h. Kondisi Sarana dan Prasana : Kondisi untuk sarana dan Prasarana pada saat ini sudah memadai terutama untuk sarana transfortasi, mengingat kondisi alam Kabupaten Barito Kuala Infrastruktur masih belum memadai, karena itu perlu transportasi roda dua, untuk mendukung pengawasan pelaksanaan dilapangan. i. Permasalahan Dan Solusi 1). Permasalahan : Tidak ada permasalahan dalam pelaksanaan program kegiatan dari APBN-TP. 4. Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura a. Dasar Hukum : 1). DIPA Nomor : //2013 2). DIPA Nomor : //2013 b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan : 1) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, dan ; 2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertanian RI c. Instansi Pelaksana : Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala d. Program dan Kegiatan : (DIPA Nomor : //2013) 1). Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan, dengan kegiatan : 208
214 a) Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia. b) Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan. c) Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan. d) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan (DIPA Nomor : //2013) 2). Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan, dengan kegiatan : a) Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Buah Berkelanjutan b) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Hortikultura No e. Realisasi Program Dan Kegiatan Tabel 7 : Laporan Realisasi Pelaksanaan Tugas Pembantuan Oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Barito Kuala T.A : Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia. Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan. Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan. Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan Target Volum Dana (Rp) Dana (Rp) Realisasi Pencapaian Keu % Fisik % (ha) (BLN) , Lokasi Pelaksanaan se Kab. Barito Kuala se Kab. Barito Kuala 5 Peningkatan Produksi ,89 89,89 Barito Kuala 6 Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Hortikultura ,42 89,42 Barito Kuala JUMLAH ,1 97,57 97,57 f. Sumber dan Jumlah Anggaran : Sumber Biaya : APBN T.A Jumlah Anggaran yang dialokasikan : Rp ,00 Realisasi Anggaran yang digunakan : Rp ,10 (Un Audited) g. SKPD Pelaksana Tugas Pembantuan : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala 209
215 h. Keadaan Pegawai : Tabel : 8. Keadaan Pegawai Instansi Pelaksana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Barito Kuala : Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan SD SLTP SLTA D II D III D IV S - 1 S - 2 S - 3 Jumlah Jumlah PNS Menurut Golongan / Kepangkatan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh Jumlah i. Kondisi Sarana dan Prasana : Cukup memadai. j. Permasalahan Dan Solusi : 1). Permasalahan : a) Keterlambatan rekanan dalam pekerjaan di lapangan. b) keterlambatan revisi POK 2). Solusi : a) Memperbaiki koordinasi antara Rekanan, Kepala Dinas, PPK dan petugas di lapangan b) Mempercepat dalam proses koordinasi diatara Kepala Dinas dan PPK. 5. Sektor Kesehatan a. Dasar Hukum : DIPA Nomor : //2013 DIPA Nomor : //2013 DIPA Nomor : //2013 b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan : Direktorat Jendeal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI c. Instansi Pelaksana : Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala d. Program dan Kegiatan : 1). Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dengan kegiatan : a) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2). Program Pembinaan Upaya Kesehatan b) Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bina Upaya Kesehatan 210
216 e. Realisasi Program Dan Kegiatan Tabel 9 : Laporan Realisasi Pelaksanaan Tugas Pembantuan Oleh Dinas Kesehatan Kab. Barito Kuala T.A : Target Realisasi No Kegiatan Volume Dana (Rp) Dana (Rp) Pencapaian Keu % Fisik % Lokasi Pelaksanaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bina Upaya Kesehatan Penyehatan Lingkungan 5 Kegiatan 2 Kegiatan 7 Kegiatan , ,25 82,62 Kab. Barito Kuala Kab. Barito Kuala Kab. Barito Kuala JUMLAH f. Sumber dan Jumlah Anggaran : Sumber Biaya : APBN T.A Jumlah Anggaran yang dialokasikan : Rp ,00 Realisasi Anggaran yang digunakan : Rp ,00 (Un Audited) g. Keadaan Pegawai : Tabel : 10. Keadaan Pegawai Pelaksana Tugas Pembantuan Dinas Kesehatan Kab. Barito Kuala : Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan SD SLTP SLTA D I D III D IV S - 1 S - 2 S - 3 Jumlah Jumlah PNS Menurut Golongan / Kepangkatan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh Jumlah h. Kondisi Sarana dan Prasana : Keadaan Sarana dan Prasarana untuk mendukung pencapaian hasil Program Meningkatnya Ketersediaan dan Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu Bagi Seluruh Masyarakat telah cukup memadai. 211
217 i. Permasalahan Dan Solusi : 1). Permasalahan : Tidak ada permasalahan yang signifikan dalam pelaksanaan program kegiatan dari APBN-TP. 6. Sektor Kesehatan a. Dasar Hukum : DIPA Nomor : //2013 b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan : Kementerian Kesehatan RI c. Instansi Pelaksana : RSUD H. ABDUL AZIZ Marabahan Kabupaten Barito Kuala d. Program dan Kegiatan : 1). Program Pembinaan Upaya Kesehatan, dengan kegiatan : a) Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bina Upaya Kesehatan. e. Realisasi Program Dan Kegiatan : Tabel 11 : Laporan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Tugas Pembantuan Oleh RSUD H. ABDUL AZIZ Marabahan Kab. Barito Kuala T.A : No 1 Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bina Upaya Kesehatan. Target Volum Dana (Rp) Dana (Rp) Realisasi Pencapaian Keu % Fisik % Lokasi Pelaksanaan 1 (Unit) , Marabahan JUMLAH , f. Sumber dan Jumlah Anggaran : Sumber Biaya : APBN T.A Jumlah Anggaran yang dialokasikan : Rp ,00 Realisasi Anggaran yang digunakan : Rp ,00 (Un Audited) g. Keadaan Pegawai : Tabel : 12. Keadaan Pegawai Pelaksana Tugas Pembantuan RSUD H. ABDUL AZIZ Marabahan Kab. Barito Kuala : 212
218 Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan SD SLTP SLTA D I D III D IV S - 1 S - 2 S - 3 Jumlah Jumlah PNS Menurut Golongan / Kepangkatan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh Jumlah h. Kondisi Sarana dan Prasana : Cukup memadai. i. Permasalahan Dan Solusi : 1). Permasalahan : Tidak ada masalah yang signifikan dalam pelaksanaan program kegiatan dari APBN-TP. 7. Sektor Pekerjaan Umum a. Dasar Hukum : DIPA Nomor : //2013 b. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan : Kementerian Pekerjaan Umum RI c. Instansi Pelaksana : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Barito Kuala d. Program dan Kegiatan : 1). Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman, dengan kegiatan : a) Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan dan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan, Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara. e. Realisasi Program Dan Kegiatan : Tabel 11 : Laporan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Tugas Pembantuan Oleh Dinas Pekerjaan Umum Kab. Barito Kuala T.A : No 1 Kegiatan Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan dan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan, Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara Target Volum Dana (Rp) Dana (Rp) 9 Kelurahan Realisasi Pencapaian Keu % Fisik % JUMLAH Lokasi Pelaksanaan 9 Keluhahan Kab. Barito Kuala 213
219 f. Sumber dan Jumlah Anggaran : Sumber Biaya : APBN T.A Jumlah Anggaran yang dialokasikan : Rp ,00 Realisasi Anggaran yang digunakan : Rp ,00 (Un Audited) g. Keadaan Pegawai : Tabel : 12. Keadaan Pegawai Pelaksana Tugas Pembantuan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Barito Kuala : Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan SD SLTP SLTA D I D III D IV S - 1 S - 2 S - 3 Jumlah Jumlah PNS Menurut Golongan / Kepangkatan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh A B C D Jlh Jumlah h. Kondisi Sarana dan Prasana : Cukup memadai. i. Permasalahan Dan Solusi : 1). Permasalahan : Tidak ada masalah yang signifikan dalam pelaksanaan program kegiatan dari APBN-TP. B. TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN Dari tahun 2012 hingga tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala tidak memberikan tugas pembantuan, baik kepada Desa/Kelurahan. Hal tersebut dikarenakan pada tahun 2013 masih belum ada kewenangan khusus dalam hal otonomi selain tugas-tugas yang telah ditetapkan dan menjadi acuan sebagaimana jenjang ketentuan yang berlaku. 214
220 BAB V TUGAS UMUM PEMERINTAHAN Melalui tugas dan kewajibannya dalam penyelenggaraan pemerintahan umum dengan asas dekonsentrasi, desentralisasi, dan tugas pembantuan, maka salah satu tujuan pembangunan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala adalah bertanggungjawab dalam memelihara keutuhan negara yang pada umumnya dilakukan secara seragam melalui standarisasi yang rasional dan didasarkan pada kepentingan negara dan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, sesuai konteks tersebut sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang LKPJ, LPPD dan ILPPD, maka Pemerintah Kabupaten Barito Kuala sebagai bagian dari sistem pemerintahan nasional NKRI dalam upaya menjalankan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan umum, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan di daerah Kabupaten Barito Kuala, pada prinsipnya adalah juga menyelenggarakan tugas dan kewajiban pemerintahan tersebut sebagaimana tujuan nasional yang ingin di capai. A. KERJASAMA ANTAR DAERAH 1. Kebijakan Dan Kegiatan Dengan tetap memegang amanat dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 195 menyatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan pelayanan publik, daerah dapat mengembangkan kerjasama dengan daerah lain dan atau dengan pihak ketiga yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik, sinergi dan saling menguntungkan yang dapat diwujudkan dalam bentuk kerjasama daerah yang diatur dengan keputusan bersama. Selain pelaksanaan urusan pemerintahan dalam kerjasama daerah Kabupaten Barito Kuala dengan daerah lainnya yang dampaknya guna peningkatan efisiensi, efektivitas, profesionaliti dan solidaritas maka daerah wajib memelihara, menjaga dan mengelola pelayanan publik secara bersama dengan daerah lain di sekitarnya untuk kepentingan masyarakat luas, salah satunya melalui upaya kerjasama antar pemerintah daerah. Diharapkan dari jaringan kerjasama (networking) antar pemerintah daerah menjadi sangat penting, dan setidaknya untuk memperoleh 3 (tiga) manfaat yang mungkin di dapat dari pengembangan jaringan kerjasama antar daerah dimaksud, antara lain yaitu : 1. Sharing of experience, yang merupakan wahana bagi daerah untuk berbagi pengalaman dengan daerah lain sehingga satu daerah dapat belajar mengenai keberhasilan atau kegagalan dari daerah lain. 2. Sharing of benefits, yakni mengembangkan atau membudidayakan suatu potensi tertentu di daerah guna saling mendapatkan keuntungan bagi masing-masing daerah yang bekerjasama secara proporsional. 215
221 3. Sharing of burdens, yakni memungkinkan bagi daerah yang berkerjasama untuk saling berbagi dalam memikul tanggung jawab dan menanggung biaya operasional secara ideal atau seimbang. 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Untuk realisasi pelaksanaan kegiatan Kerjasama networking dan fasilitasi antara daerah Kabupaten Barito Kuala dengan daerah atau pemerintah daerah lain serta pihak ketiga pada tahun 2013 di bandingkan dengan tahun 2012 cukup signifikan pertambahannya, dikarenakan masih tetap berupaya melanjutkan, meningkatkan dan mempertahankan kerjasama dan fasilitasi yang sudah ada sebelumnya, yakni diantaranya adalah: No Mitra Kerjasama 1. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Bank Kalsel Sektor/Bidang Kerjasama Sektor Perekonomian dan Perbankkan serta sektor lain yang terkait. Keterangan Melanjutkan Kesepakatan /Kerjasama guna meningkatkan perekonomian masyarakat daerah bagi UKM dan lainnya di Kabupaten Barito Kuala. 2. Pemerintah Provinsi Kalsel, Departemen Pertanian, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta Departemen Kehutanan dan Perekebunan 3. Pemerintah (pusat) dan Pemerintah Provinsi Kal-Sel. 4. Pemerintah (pusat ) yang diwakili/melalui Depertemen Transmigrasi dan Tenaga Kerja, serta dengan berbagai daerah Kabupaten/Kota di Provinsiprovinsi di pulau Jawa, Sumatera dan Nusa Tenggara sektor pertanian, tanaman pangan dan hortikultura dan sektor industri dan perdagangan Sektor Ekonomi Kerakyatan dan Bidang Sosial Kemasyarakatan Melanjutkan kerjasama dengan dalam berbagai upaya peningkatan produksi pertanian, perkebunan, hortikultura dan kehutanan, serta pemasaran/perdagangan hasil-hasilnya. Melanjutkan kesepakatan/kerjasama /fasilitasi dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui Pelaksanaan program Gerakan Terpadu Pembangunan Masyarakat Kalimantan Selatan untuk Pengentasan Kemiskinan (GERBANGMAS-TASKIN), PNPM Mandiri, PKHH dan lainnya, serta upaya-upaya peningkatan usaha masyarakat kecil menengah seperti P2KP, KUBE dan sektor lain dari tahun 2007 hingga Sektor ketransmigrasian Melanjutkan kerjasama dan wira usaha dalam hal penempatan transmigrasi dan fasilitasi lain yang diperlukan/dibutuhkan para transmigran sebagai bentuk dukungan sebagaimana kerjasama/kebutuhan yang berlaku. 216
222 5. Kota Banjarmasin (Ibukota Provinsi Kal-Sel) dan Kabupaten/ Kota di Propinsi Kalimantan Tengah, serta antar daerah Kecamatan dan Desa dalam wilayah Kabupaten Barito Kuala. 6. Kabupaten/Kota lain dalam Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan juga Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. 7. Pemerintah (pusat), pemerintah daerah lain dan atau daerah lain. Sektor Perhubungan dan Jasa Angkutan/ Transportasi Sektor pembangunan dan Pembinaan Wilayah dalam arti luas Sektor-sektor/Bidangbidang lain yang terkait guna kerjasama Melanjutkan kerjasama di bidang perhubungan dan jasa angkutan/transportasi darat dan sungai di perairan Sungai Barito. Menindak lanjuti kerjasama serta kesepakatan khususnya menyangkut Penataan Batas-batas Wilayah Daerah Kabupaten/Kota Mengadakan maupun melanjutkan Kerjasama atau Kesepahaman dan atau memorandum sepanjang tahun 2010 hingga tahun-tahun berikutnya. B. KERJASAMA DAERAH DENGAN PIHAK KETIGA 1. Kebijakan Dan Kegiatan Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala di bidang kerjasama dengan pihak ketiga pada Tahun 2013 adalah tetap berupaya melanjutkan dan meningkatkan upaya-upaya kerjasama yang baik, profesional dan proporsional di berbagai bidang dan sektor dengan pihak ketiga. Kebijakan negoisasi, koordinatif, konsultatif, berdasarkan tata aturan norma hukum serta musyawarah adalah perlu untuk kerjasama-kerjasama tersebut. 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Pada intinya realisasi kegiatan kerjasama dan fasilitasi Pemerintahan Kabupaten Barito Kuala dengan pihak ketiga pada tahun 2013 masih berupaya mempertahankan, berupaya melanjutkan bahkan menambah berbagai kerjasama yang sudah terlaksana pada tahun 2012 lalu. Yang antara lain sebagai berikut : a. Realisasi kerjasama antara Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala dengan pihak ketiga : No. Urut Nomor MoU Tanggal MoU MoU Tentang Instansi / 1 /KUM pebruari 2013 NPHD antara pemkab Batola dengan LPTQ Kab.Batola tentang Hibah kepada lembaga pengembangan tilawatil Qur an Kab.Batola tahun 2013 dalam rangka pelaksanaan program kerja LPTQ Kab.Batola tahun 2013 LPTQ /BAGIAN KESRA Perjanjian bersama antara Deputi Bidang Pengembangan kawasan Kementrian Perusahaan Rakyat dengan Bupati Barito 2 181/2/KUM/ Pebruari 2013 Kuala Provinsi Kalimantan Selatan tentang Bappeda 217
223 fasilitas penanganan Lingkungan perumahan dan Pemukiman Kumuh Berbasis Keasasan ( PLP2K-BK ) Dan atau Bantuan Prasarana,sarana,utulita Umum (PSU) pada perumahan dan kawasan permukiman bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kab.Batola Provinsi Kalimantan Selatan 3 181/3/KUM/ Maret 2013 Naskah perjanjian kerjasama (NPK) antara Derektort Jendral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dengan Pemkab.Batola tentang pelaksanaan Progran Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM Mandiri) tahun 2013 BPMPD/PU 4 181/4/KUM/ Maret 2013 NPHD Antara Pemkab.Batola dengan UNISKA Muhammad Arsyat AL Banjary Banjarmasin tentang Implementasi Tri Dharma Pergurun Tinggi dan Pelatihan SDM UNISKA 5 181/05/KUM/ Maret 2013 Nota kesepakatan antara pemkab Batola dengan DPRD Kab.Batola untuk kesanggupan pelaksanaan pangan eliminasi pilaniasis di Kab.Batola 6 181/06/KUM/ Maret 2013 Perjanjian kerjasama pemerintah Kabupaten Barito Kuala dengan SyamsuSalidin, SH.tentang pemberian kosultasi dan bantuan Hukum 7 181/07/KUM/2013 Mei 2013 Naskah kesepakatan Pelaksanaan teknis kegiatan pendampingan / Asistensi sistem Akuntabilitas kinerja pada SKPD Pemkab Batola BPKP/ ORGANISASI 8 181/08/KUM/ Juni 2013 Pemberian Dana Hibah Berupa Uang Kepada Kwatir Cabang Gerakan Pramuka Kab. Batola Pramuka 9 181/09/KUM/ Juli 2013 Persetujuan Bersama Kepada Daerah Kab.Batola dan Dewan Perwakilan rakyat Kab.Batola tentang Rencana Peraturan Daerah Barito Kuala tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD thn 2012 BPPKKD 218
224 10 181/10/KUM/ Juli 2013 KUA-PPAS APBD Thn 2014 BAPPEDA /11/KUM/ Juli 2013 KUA-PPAS Perumahan Thn 2013 BAPPEDA /12/KUM/ Juli 2013 DPPKKD /13/KUM/ Juli 2013 NPHD untuk Pemkab Batola dengan Kodim 1005 Marabahan tentang pemberian Hibah Bank uang kepada Kodim 1005 Marabahan untuk kegiatan TMMD -87 di Kecamatan Kuripan Kab.Batola Thn 2013 PU/KODIM /14/KUM/ Januari 2013 Kesepakatan bersama Gubernur dengan Bupati tentang penyelenggaraan jaminan Kesehatan provinsi Kalsel DINKES Kab. Batola /15/KUM/ Agustus 2013 Perjanjian kerjasama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Dengan Syamsu Salidin, SH. tentang pemberian kosultasi dan Bantuan Hukum Bag. Hukum 15 a 181/15a/KUM/ september 2013 > BLH 15b 181/15b/KUM/ September 2013 > BLH /16/KUM/ September 2013 Naskah Perjanjian Hibah daerah antara Pemda Batola dengan Panitia haul Pejuang ALRI Divisi lv Pertahanan Kalimantan BN 10 Cerbon Kab Batola tentang Hibah pemerintah Kab.Batola Kepada Panitia Haul Pejuang ALRI Divisi lv Pertahanan Kalimantan BN 10 Cerbon Kesra /17/KUM/ september 2013 NPHD antara Pemda Batola dengan Panitia Mesjid Al Hakim Desa Pantai Hambawang Kec Mandastana Kab Batola Kepada Panitia Mesjid Al Hakim Desa Pantai Hambawang Kec Mandastana Kab.Batola Thn 2013 Kesra /18/KUM/ September 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan panitia Pondok Pesantren Nurul Hidayah Desa Tabing Rimbah Kec Mandastana Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Panitia pondok Pesantren Nurul Hidayah Desa Tabing Rimbah Kec Mandastana Kab.Batola Kesra 219
225 19 181/19/KUM/ September 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Ar Rahman Desa Jambu baru Kec Kuripan Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Mesjid Ar Rahman Desa Jambu Biru Kec Kuripan Kab. Batola Thn 2013 Kesra /20/KUM/ September 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia TPA Darul Ibadah Desa Pantai Hambawang Kec.mandastana Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia TPA Darul Ibadah Desa pantai Hambawang Kec.Mandastana Kab.Batola Thn 2013 Kesra /21/KUM/ September 2013 NPHD antara Pemkab Batola denagan Persauan Wartawan Indonesia Cabang Kal Sel PWI /22/KUM/ Oktuber 2013 NPHD antara Pemkab bbatola dengan Panitia Mesjid Hidayatil Muttaqin Desa Sungai punggu Baru Kec Anjir Muara tentang Hibah Pemkab Kepada Panitia Mesjid Hidayah Muttain Desa sungai Punggu Baru Kec.Anjir Muara Kab.Batola Kesra /23/KUM/ Oktuber 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus Mesjid Jami Musyarakatul Aman Desa Sungai Telang Muara Kec.Tabunganen Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Pengurus Mesjid Jami Musyarakatul Aman Desa Sungai Telang Muara Kec.Tabunganen Kab.Batola Thn 2013 Kesra /24/KUM/ Oktuber 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Kesra Mesjid Nurul Hasanah Desa Pendalaman Baru Kec.Barambai Kab.Barola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Mesjid Nurul Hasanah Desa Pendalaman Baru Kec.Baramnai Kab.Batola Thn 2o /25/KUM/ Oktuber 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus Mesjid Nurul Islam Desa anjir Pasar lama Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Pengurus Mesjid Nurul Islam Desa anjir pasar lama RT.16 Kec.anjir Pasar Kab.Batola Thn 2013 Kesra /26/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Nurul Khair Desa Badandan Kec.Ceribun Kab.Batola tentang Hibah pamkab Batola kepada panitia Mesjid Nurul Khair Desa Badandan Kec.Ceribun Kab.Batola thn 2013 Kesra 220
226 27 181/27/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan PMI Kab.Batola Tentang Pemberian dana Hibah Berupa Uang Kepada PMI Ke 6 Batola thn 2013 Kesra /28/KUM/ Oktober 2013 Kegiatan Pengajuan data Jamak Thn 2014 PU /29/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia mesjid Al-Manar Desa palingkau Kec.bakumpai Kab. Batola Tentang Hibah Pemkab Batola kepada Panitia Mesjid Al- Manar Desa Palingkau Kec.Bakumpai Kab.Batola Thn 2013 Kesra /30/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Raudhatul Jannah Desa Samuda Kec.Belawang Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Mesjid Raudhatul Jannah Desa Samuda Kec.Belawang Kab.Batola Kesra /31/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan panitia Mesjid AT-Taqwa Desa Karang Bunga Kec.Mandastana Kab.Batola tentang Hibah pemkab Batola Kepada panitia Mesjid AT- Taqwa Desa Karang Bunga Kec.Mandastana Kab.Batola Kesra /32/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan panitia Mesjid Anwarul Fata Desa Sungai Sahurai Kec.Rantau Badauh Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada panitia Mesjid Anwarul Fata Desa Sungai Sahurai Kec.Rantau Badauh Kab.Batola Kesra /33/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara pemkab Batola denagan Panitia pembangunan Mesjid Ash Shadiqin Desa terantang Kec Mandastana Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Panitia pembangunan Mesjid Ash Shadiqin Desa terantang Kec Mandastana Kab.Batola Kesra /34/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola Dengan Panitia Mesjid Nurul Huda Desa Karya Makmur Kec.Tabukan Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Mesjid Nurul Huda Desa Karya Makmur Kec.Tabukan Kab.Batola Kesra /35/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Darul Muttaqin Desa Kolam Kiri RT.05 Ked.wanaraya Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Mesjid Darul Muttaqin Desa Kolam Kiri RT.05 Ked.wanaraya Kab.Batola Kesra 221
227 36 181/36/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola Denagan Panitia Pembangunan Mesjid Darul Taqwa Desa Belukung Kec.bakumpai Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Panitia Pembangunan Mesjid Darul Taqwa Desa Belukung Kec.bakumpai Kab.Batola Kesra /37/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Nurul Huda desa Babat raya Kec.wanaraya Kab.Batola tentang Hibah pemkab Batola kepada Panitia Mesjid Nurul Huda desa Babat raya Kec.wanaraya Kab.Batola Kesra /38/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Hidayatul Muslimin Kelurahan Ulu Benting RT.11 Kec.Marabahan Kab.Batola tentang Hibah pemkab Batola Kepada Panitia Mesjid Hidayatul Muslimin Kelurahan Ulu Benting RT.11 Kec.Marabahan Kesra /39/KUM/ Oktuber 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus Langgar Nurul Jannah Kolam Tengah Desa Tinggiran Darat RT 13 Kec.MekarSari Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Pengurus Langgar Nurul Jannah Kolam Tengah Desa Tinggiran Darat RT 13 Kec.MekarSari Kesra /40/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Rukun Kematian Al-Anshar Komplek Kpersada Permai Kec.Alalak Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Rukun Kematian Al-Anshar Komplek Kpersada Permai Kec.Alalak Kesra /41/KUM/ Oktober 2013 NPHDantara Pemkab Batola Dengan Panitia Langgat Rahmatul Umah Desa Tinggiran darat Rt 17 Kec.mekarsari Kab Batola tentang Hibah pamkab Batola kepada Panitia Langgat Rahmatul Umah Desa Tinggiran darat Rt 17 Kec.mekarsari Kesra /42/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Pembangunan Mesjid Desa Tinggiran darat Kec.Mekarsari Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepeda Panitia Pembangunan Mesjid Desa Tinggiran darat Kec.Mekarsari Kab.Batola Kesra /43/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Miftahul Khair Desa Jejangkit Pasar RT.03 Kec.Jejangkit Kab.Batola Tentang Kesra 222
228 Hibah Pemkab BatolaKepada Panitia Mesjid Miftahul Khair Desa Jejangkit Pasar RT.03 Kec.Jejangkit /44/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Langgar Al-Husana Dasa Rimbun tulang Kec.Kuripan Kab Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Langgar Al- Husana Dasa Rimbun tulang Kec.Kuripan Kesra /45/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan badan Pengolah Mesjid Mujahirin Desa Cahaya Baru Kec.Jejangkit Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada badan Pengolah Mesjid Mujahirin Desa Cahaya Baru Kec.Jejangkit Kesra /46/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Langgar at-taqwa Desa Tabuksn raya Kec.Tabukan Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Langgar at- Taqwa Desa Tabuksn raya Kec.Tabukan Kesra /47/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Pembangunan Mesjid Jami Nurul Islam Desa Sungai Lumbah RT.11 Kec Alalak Kab. Batola tentang hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Pembangunan Mesjid Jami Nurul Islam Desa Sungai Lumbah RT.11 Kec Alalak Kesra /48/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan pimpinan Mesjid Ulama Indonesia Kab Batola tantang Hibah berupa Uang kepada pimpinan Mesjid Ulama Indonesia Kab Batola Kesra /49/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Langgar Nurul Iman Desa Tinggiran Darat Kec.Mekarsari Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Panitia Langgar Nurul Iman Desa Tinggiran Darat Kec.Mekarsari Kesra /50/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus Langgar Al Mujahidin Desa Jelapat II RT 06 Kec Mekarsari Kab Batola Tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Pengurus Langgar Al Mujahidin Desa Jelapat II RT 06 Kec Mekarsari Kesra 223
229 51 181/51/KUM/ Oktober 2013 NPHD antara Pemkab Batola Dengan Panitia Langgar Darul Akram desa Indah Sari Km. 17 Kec. Mekarsari Kab. Batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Panitia Langgar Darul Akram desa Indah Sari Km. 17 Kec. Mekarsari Kesra /52/KUM/ Nopemper 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Madrasah Diniyah Al Irsyad Desa Jejangkit Barat Kec. Jejangkit Kab. Batola ttg Hibah Pemkab Batola kepada Madrasah Diniyah Al Irsyad Desa Jejangkit Barat Kec. Jejangkit /53/KUM/ Nopember 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia pembangunan langgar Fathurrohim Desa Simpang Jaya RT. 06 Kec. Wanaaraya Kab. Batola tentang hibah Pemkab kepada Panitia pembangunan langgar Fathurrohim Desa Simpang Jaya RT. 06 Kec. Wanaraya Bag. Kesra /54/KUM/ Nopember 2013 NPHD Pemkab Batola dengan Pantia Pembangunan Musholla Nurul Jannah Desa Simpang Jaya Rt. 07 Kec. Wanaraya Kab. Batola tentang Hibah Pemkab kepada Pantia Pembangunan Musholla Nurul Jannah Desa Simpang Jaya Rt. 07 Kec. Wanaraya Bag. Kesra /55/KUM/ Nopember 2013 NPHD Pemkab Batola dengan Panitia Langgar Darussolihin Desa Tabunganen Tengah Kec Tabunganen Kab. Batola tentang hibah Pemkab kepada Panitia Langgar Darussolihin Desa Tabunganen Tengah Kec Tabunganen Kab.Batola tentang Hibah Pemkap kepada Panitia Langgar Darussolihin Desa Tabunganen Tengah Kec Tabunganen Bag. Kesra /56/KUM/ November NPHD Pemkab Batola dengan Panitia Langgar Darul Jannah Desa Bantuil Kec.Cerbon kab.batoala tentang Hibah Pemkab Kepada Panitia Langgar Darul Jannah Desa Bantuil Kec.Cerbon Bag. Kesra /57/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Pembangunan Hidayatul Baqa Desa Karya Baru Kec Barambai Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Pembangunan Hidayatul Baqa Desa Karya Baru Kec Barambai Bag. Kesra /58/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan panitia pembangunan mesjid Hidayatul Jannah Bag. Kesra 224
230 Desa Karya Baru Kec.Barambai Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Kepada panitia pembangunan mesjid Hidayatul Jannah Desa Karya Baru Kec.Barambai /59/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Madrasah Ibtidaiyah Nurus Salam Desa Antar Jaya Kec.Marabahan Kab.Batola tentang Hibah Pemkab bbatola Kepada Madrasah IbtidaiyahNurus Salam Desa Antar Jaya Kec.Marabahan Bag. Kesra /60/KUM/ Nopvember 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Langgar Sirajul Huda Desa Karya Tani Kec.Barambai Kab.Batola Tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Panitia Langgar Sirajul Huda Desa Karya Tani Kec.Barambai Bag. Kesra /61/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Pembangunan Mesjid Jami Miftahul Fallah Desa Sidomulyo Kec.wanaraya Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Kepada Panitia Pembangunan Mesjid Jami Miftahul Fallah Desa Sidomulyo Kec.wanaraya Bag. Kesra /62/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus Mushollah AT Taqwa desa Jejangkit Timur Kec.Jejangkit kab.btola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Pengurus Mushollah AT Taqwa desa Jejangkit Timur Kec.Jejangkit Bag. Kesra /63/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Pembanguanan Mesjid Adabul Hafazhah Desa Punti tengah Kec.Mandastana Kab.Batola.tentang Hibah Pemkab Batola kepada Panitia Pembanguanan Mesjid Adabul Hafazhah Desa Punti tengah Kec.Mandastana Bag. Kesra 225
231 64 181/64/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mesjid Al Misbahul Murir Desa Tanban raya RT.06 kec Mekarsari Kab.Batola tentang HibahPemkab Batola kepada Panitia Mesjid Al Misbahul Murir Desa Tanban raya RT.06 kec Mekarsari Bag. Kesra /65/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan TPA Jauhar Desa danau Karya Kec.Anjir pasar Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada TPA Jauhar Desa danau Karya Kec.Anjir pasar Bag. Kesra /66/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus Langgar Nurul Hidayah Desa Anjir sebrang Pasar II Kec.Anjir pasar Kab.Batola tentang Hibah Pemkab Batola Kepada Pengurus Langgar Nurul Hidayah Desa Anjir sebrang Pasar II Kec.Anjir pasar Bag. Kesra /67/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus mushollah Al-faruq Desa sidoarjo Kec.tamban kab.batola tentang Hibah Pemkab Batola kepada Pengurus mushollah Al-faruq Desa sidoarjo Kec.tamban kab.batola Bag. Kesra /68/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan TPA Mursyidul Ummah desa Sekat Baru Kec.Tamban Kab.Batola tentang hibah Pemkab Batola kepada TPA Mursyidul Ummah desa Sekat Baru Kec.Tamban Bag. Kesra /69/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia pembangunan Madrasah Al hidayah Desa pantai hambawang Kec.Mandastana Kab.Batola tentang Hibah pemkab Batola kepada Panitia pembangunan Madrasah Al hidayah Desa pantai hambawang Kec.Mandastana Bag. Kesra 226
232 70 181/70/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Mushalla MIftahul Jannah Kel. Ulu Benteng RT.03 Kec. Marabahan Kab. Batola tentang hibah Pemkab kepada Panitia Mushalla MIftahul Jannah Kel. Ulu Benteng RT.03 Kec. Marabahan Bag. Kesra /71/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Masjid Hidayatullah Desa Tabing Rimbah Kec. Mandastana Kab. Batola tentang Hibah Pemkab kepada Panitia Masjid Hidayatullah Desa Tabing Rimbah Kec. Mandastana Bag. Kesra /72/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Madrasah Aliyah Darussalam Desa Kolam Kiri Dalam Kec. Barambai Kab. Batola tentang hibah Pemkab kepada Madrasah Aliyah Darussalam Desa Kolam Kiri Dalam Kec. Barambai Bag. Kesra /73/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia Desa Dwipasari Kec. Wanaraya Kab. Batola tentang hibah Pemkab kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia Desa Dwipasari Kec. Wanaraya Bag. Kesra /74/KUM/ November 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Panitia Pembangunan Masjid Nurul Anwar Kelurahan Marabahan Kota Kec. Marabahan Kab. Batola tentang hibah Pemkab kepada Panitia Pembangunan Masjid Nurul Anwar Kelurahan Marabahan Kota Kec. Marabahan Bag. Kesra /75/KUM/ November 2013 Kesepakatan Bersama Antara Pemkab Batola dengan DPRD Kab. Batola tentang DPPKKD 227
233 Persetujuan terhadap RAPBD TA /76/KUM/ November 2013 Perjanjian Kerjasama Penelitian dokumen Kajian Kelembagaan kecamatan dengan FISIP UNLAM Bag. Humas /78/KUM/ Desember 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Barito Kuala tentang hibah Pemkab kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Barito Kuala Bag. Kesra /79/KUM/ Desember 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Nurul Iman Kelurahan Marabahan Kota Kec. Marabahan Kab. Batola tentang Hibah Pemkab kepada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Nurul Iman Kelurahan Marabahan Kota Kec. Marabahan Bag. Kesra /80/KUM/ Desember 2013 NPHD antara Pemkab Batola dengan SMA Global Islamic Boarding School Tahun 2013 tentang Hibah Pemkab kepada SMA Global Islamic Boarding School Kec. Alalak Bag. Kesra b. Di berbagai Sektor Pembangunan pada Tahun 2013, Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala melaksanakan kerjasama dengan PT. Adaro Indonesia dan Mitra Kerja. Dimana PT. Adaro Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan Batu Bara di Provinsi Kalimantan Selatan, pihak perusahaan tersebut banyak memberikan bantuan dalam hal kerjasama secara makro di berbagai bidang untuk masyarakat dengan menggalang dukungan dari pemerintah daerah dan mitra kerjanya. Salah satu yang menjadi Mitra Kerjasamanya adalah Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Dan sebagai bentuk kepedulian PT Adaro Indonesia kepada Kabupaten Barito Kuala adalah dengan memeberikan bantuan-bantuan sosial pembangunan yang dinamakan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat di Kabupaten Barito Kuala melalui fasilitasi atau perantaraan dari beberapa SKPD Kabupaten Barito Kuala. 228
234 Berikut Tabulasi Laporan Realisasi Pelaksanaan Bantuan PT. Adaro Indonesia dan Mitra Kerja pada Program CSR di Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 sesuai dengan Keputusan Bupati Barito Kuala Nomor /188/KUM/2012 sebagai berikut : NO PROGRAM & KEGIATAN URAIAN VOL LOKASI BODGET Jumlah KEGIATAN KEGIATAN AI SIS PAMA A. PROGRAM EKONOMI PEMBANGUNAN BIDANG PETERNAKAN 1 PEMBINAAN UKM 1.KUD Gawi Sabumi Kelurahan Lapasan Hibah modal 1 pkt Kec.Bakumpai KSU Hadaduhup Keluran Marabahan Hibah modal 1 pkt Kec. Marabahan Pengembangan Kerajinan Kaligrfi Kel.Ulu Hibah modal 1 pkt Kec. Marabahan benteng 4.Pengambangan anyamandari kulit kayu dan rutan Hibah modal 1 pkt Kec. Belawang Ds.Perimata 5.Pengembangan keripik galuh ala agus sasirangan Hibah modal 1 pkt Kec. Alalak pengembangan produk meubel Kayu desa Pulau Hibah modal 1 pkt Kec.Alalak Sugara 7.Pengembangan produk Pangan, pisang sale Hibah modal 1 pkt Kec. Ceribun (KUB.Mandiri) 8.Pengembangan Produk pangan aneka kue kering ( Hibah modal 1 pkt Kec. Marabahan KUB. Bersama ) 9.Pengembngan Pengolahan Kain sasirangan (Maju Hibah modal 1 pkt Kec. Alalak bersama ) 10.Pengembangan Pengolahan Kain Sasirangan (Aulia Sasirangan) Hibah modal 1 pkt Kec. Alalak BIDANG PENDIDKAN A. BANTUAN INFRASTRUKTUR & PEMBINAAN SEKOLAH 1.TPSQ.Al-Porqan Kel.Marabahan Hibah Dana 1 pkt Kec.Marabahan Hibah dan Oprasional TPSQ Kec.Barambai Hibah Dana 1 pkt Kec.Barambai Bantuan dana Oprasional TPSQ kec Ceribon Hibah Dana 1 pkt Kec.Ceribun penimbukan halaman SDN Ulu Benreng 4 Hibah Dana 1 pkt Kec.Marabahan Rehab MI.AL-Mujahidin Desa Karya Baru Hibah Dana 1 pkt Kec.Tabunganen Rehab M.Ts.Darul Fatah Desa Tabunganin Hibah Dana 1 pkt Kec.Tabunganen Tengah 7.PAUD Khairunnisa Desa Tinggirin II Luar Hibah Dana 1 pkt Kec.Tamban Bantuan dana hibah pembelian klotok UPT Hibah Dana 1 pkt Kec.Kuripan pendidikan 9.Bantuan dana hibah pembelian klotok SMAN 1 Hibah Dana 1 pkt Kec.Kuripan Kuripan 10.Bantuan dana hibah pembelian klotok SMPN 2 Hibah Dana 1 pkt Kec.Bakumpai Kec.Bakumpai 11.Bantuan dana hibah pembelian klotok Sekolah Hibah Dana 1 pkt Kec.Belawang Kec.Balawang 12.Raudhatul Athafal muslamat N u 1 Desa Hibah Dana 1 pkt Kec.Alalak Berangas Barat 13.TK.Junjung Buih Keluran Berangas Barat RT.5 Hibah Dana 1 pkt Kec.Alalak TK Prima Sejati Desa Tamban Kecil Hibah Dana 1 pkt Kec.Tamban PAUD Teratai Desa Tabunganen Kecil Hibah Dana 1 pkt Kec.Tabunganen TK. Harapan Bunda Desa Tamban Bangun Hibah Dana 1 pkt Kec.Tamban Penimbukan halaman SMAN 1 Kec. kuripan Hibah Dana 1 pkt Kec.Kuripan Bantuan dana oprasional TPSQ.Kec.Anjir Pasar Hibah Dana 1 pkt Kec.Anjir Pasar TK.Pertiwi Desa purwosari 1 Hibah Dana 1 pkt Kec.Tamban Penimbukan halman SMPN Kec Kuripan Hibah Dana 1 pkt Kec.Kuripan Penimbukan halaman SMAN 1 Bakumpai Hibah Dana 1 pkt Kec.Bakumpai Penimbukan Halaman SMPN 1 Kec.Ceribon Hibah Dana 1 pkt Kec.Ceribon Pembuaatn pagar SMPN 1 Kec.Belawang Hibah Dana 1 pkt Kec.Belewang Bantuan sepeda Anak Sekolah Binaan PKH ( 60 orang ) Hibah Dana 1 pkt Kab.Batola BEA SISWA S.1 1.Aldhis Noor Munawarah Mhs. Kedokteran Unlam Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan Fahrul Mhs.IAIN Antasari Bjm Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan Rina Shophia Dewi Damayanti Mhs.Poliban Bjm Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Belawang Suprianto Mhs. FKIP Unlam Bjm desa Karang Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Mandastana indah 5.Asma Yulia,Mhs. STEI Hamparan Yogyakarta Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan Jumiati Mhs.STEI. Al falah Banjarbaru Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Tabunganen Ds.Sei.telan kecil 7.Noor istiqamah Mhs.Fkip Unlam Bjm Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan M.lintang Islami Hakim Mhs.IAIN Bjm. Desa Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Tamban jelapat l 9.Yuyun Oktaviana,Mhs.STIKES Muhammadiyah Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan Bjm 10.Mutmainah,Mhs AKBID Abdi Persada Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Kuripan Bjm,Ds.R..Tulang 11.M.Shandi Nugraha,Mhs.STIKES Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan Muhammadiyah Bjm 12.Amalia Punamasari,Mhs.STIKES Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan Muhammadiyah Bjm 13.Aditya Rahman Mhs Kedokteran UGM Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec. Marabahan Mery Oktalida, Mhs.Kedokteran Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec. Marabahan M.Fauzan Irwandi,Mhs.Kedokteran Surabaya Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec. Marabahan Aris Fadillah,Mhs,farmasi A.Dahlan Yogyakarta Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec. Marabahan Monica Dea Rosana,Mhs Kedokteran Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec. Marabahan UMJ.Jakarta 18.Gajali Rahman Mhs. IKIP. Unlam Bjm Desa Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec. Anjir Pasar Hilir Mesjid 19.Siti Hadijah,Mhs.UNISKA Bjm,Desa Suka Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Belawang Ramai 20.Ely Kestiawati, Mhs.STIKES Muhammadiah Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Kuripan Bjm 21.Bea Siswa anak Sekolah Binaan PKH/ Naker (60 Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kab.Batola orang) 22.Henny Mahasiswi STIKES Muhammadiyah Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kab.Batola Bjm 23.Rejekiana Mahasiswi AKBID Martapura Desa Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Tamban Sidurejo 24.Dr.Dikara Ws.Maulidy ( dr. spesialis penyakit Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kab.Batola dalam ) C. BWA SISWA UTUSAN DAERAH 1. Putri Kusuma Astuti ( dkk. 5orang ) Bantuan Dana Pendidikan 1 pkt Kec.Marabahan D. GN-OTA Bantuan Dana 1 pkt Kab.Batola
235 4 5 BIDANG KESEHATAN 1.Oprasi Katarak Bantuan dana Oprasional 1 Pkt Kab. Batola Peningkatan Puskesdes Desa Banitan Bantuan Dana 1 Pkt Kec.Bakmpai SOAL BUDAYA A.PEMBINAAN OLAH RAGA 1.Peralatan Dayung (PODSI ) Kab. Batola Bantuan Dana 1 Pkt Kab.Batola PTMSI Kab.Batola Bantuan Dana 1Pkt Kab.Batola B.PEMBINAAN KEAGAMAAN 1.Mesjid Sabilurrasyad Desa Lapasan Bantuan Dana 1 Pkt Kec.Bakumpai Mesjid Baiturrahin Desa Berangas Timur Bantuan Dana 1 Pkt Kec.Alalak Langgar fathul Jannah Desa Sinar Baru Bantuan Dana 1 Pkt Kec.Rt. Badauh Hadiah Umrah Juara MTQ ke 44 Kab. Batola (2 Bantuan Dana 1 Pkt Kab.tola Orang) 5.Mesjid Darul Muttaqin Desa Kolam Kiri Bantuan Dana 1 Pkt Kec.Wanaraya C.PEMBINAAN SENI BUDAYA 1.IPNU Kab.Batola Bantuan Dana 1 pkt Kec.Marabahan D.BINA DESA (RING 1) Bantuan Dana 1 Pkt Kec.Kuripan , E.INFRA STRUKTUR/PERALATAN 1.Sarana Pemadam Kebakaran ( BPK )Ds.Sawahan Bantuan Dana 1 Pkt Kac.Ceribun OPRASIONAL COST 1.Tim Perumus Bantuan oprasiona 1 Pkt Kab.Barito Kuala Biaya Sosialisasi dan realisasi Program Bantuan oprasional 1 Pkt Kab.Barito Kuala C. Meningkatkan dan melanjutkan berbagai kerjasama dengan lembaga/instansi/pihak ketiga lainnya dalam rangka kepentingan penyelenggaraan berbagai kegiatan pembangunan di Daerah pada tahuntahun berikutnya. 1. Permasalahan dan Solusi a. Permasalahan 1) Kerjasama dan fasilitasi dengan pihak ketiga yang ada di Kabupaten Barito Kuala seperti dengan beberapa perusahaan, ada yang masih dalam tahap pemula bahkan baru dalam tahap pengembangan usaha. 2) Masih terdapat dibeberapa sektor, terkait permasalahan perbatasan lahan usaha dan ganti rugi lahan masyarakat yang terkadang negosiasinya tidak melalui mediasi Pemda setempat sehingga dapat menimbulkan situasi yang kompleks. 3) Dana Community Development (CD) yang merupakan sumbangan dari pihak ketiga terkadang masih dirasa kecil. b. Solusi 1) Perlunya pelaksanaan pembinaan dan pengawasan yang lebih efektif. 2) Dibutuhkan landasan hukum yang jelas, tertib, kuat, konsisten, berimbang dan tidak merugikan salah satu pihak, baik pihak Pengembang/Pengusaha, Masyarakat/Daerah serta Pemerintah Daerah yang bersangkutan. 3) Tetap diperlukannya efisiensi, efektivitas dan peningkatan profesionalitas serta akuntabilitas yang tingggi terhadap lingkungan alam (lahan) dan masyarakat. 4) Upaya pendekatan dan negosiasi dengan beberapa perusahaan agar dana community development dimaksud dapat diberikan secara signifikan kepada masyarakat Kabupaten Barito Kuala melalui Pemerintah Daerah. 230
236 C. KOORDINASI DENGAN INSTANSI VERTIKAL/INSTANSI LAIN DI DAERAH 1. Kebijakan dan Kegiatan Penyelenggaraan kegiatan koordinasi dengan instansi Vertikal di daerah dalam berbagai bidang dirasakan baik dan koordinatif, demikian pula dalam rangka untuk kepentingan yang bersifat makro daerah maupun spesifik dirasakan telah dapat berjalan dengan baik. Untuk kepentingan yang bersifat makro daerah, penyelenggaraan koordinasi dengan instansi vertikal di daerah telah dapat berjalan efektif baik yang terwadahi dalam forum Musyawarah Pimpinan Daerah, maupun yang dilaksanakan melalui berbagai aktifitas wahana lainnya, yang hasilnya dirasakan sangat menunjang kepada pembentukan situasi dan kondisi yang kondusif dalam rangka efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dalam arti luas di daerah. 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Berikut beberapa realisasi dan koordinasi dan kerjasama yang tetap dilanjutkan/diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah yang dalam hal ini dapat diwakili oleh SKPD Kabupaten Barito Kuala sepanjang Tahun 2013 dengan Instansi Vertikal/Instansi lain yang ada di Kabupaten Barito Kuala guna peningkatan dan menciptakan akselerasi pembangunan daerah, seperti : a. Di bidang Otonomi Daerah/Pemerintahan Umum, koordinasi dan kerjasama/fasilitasi dengan DPRD/Para Anggota Komisi DPRD Kabupaten Barito Kuala dalam hal aspirasi dan legislative serta Pimpinan Daerah lain. b. Di bidang Keagamaan, koordinasi dan kerjasama/fasilitasi dengan Kantor Departemen Agama dalam rangka peningkatan pembangunan di bidang keagamaan. c. Di bidang Agraria, koordinasi dan kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional dalam rangka peningkatan pembangunan di bidang pertanahan seperti pelayanan dan pemberian Sertifikasi Tanah Gratis bagi masyarakat berdasarkan program dari Pemerintah (pusat) yaitu BPN RI di Jakarta dan Bank Dunia dengan membentuk Tim Ajudikasi pada Program Managemen dan Tata Pengelolaan Pertanahan (LMPDP / Land Management And Policy Development Program) di Kabupaten Barito Kuala. d. Di bidang Pembangunan Statistik, koordinasi dan kerjasama dengan Badan Pusat Statistik dalam rangka penanganan berbagai kegiatan riset dan penyusunan statistika pembangunan mengenai kependudukan dan sebagainya. e. Di bidang Politik, koordinasi dan kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Barito Kuala dalam hal pembangunan politik masyarakat dan Pemilihan Umum. f. Di bidang Keamanan dan Ketertiban, koordinasi dan kerjasama dengan pihak Kepolisian Resort Barito Kuala serta Hansip Linmas dalam hal pengamanan dan ketertiban umum. g. Di bidang Hukum, koordinasi dan kerjasama dengan Kejaksanaan Negeri Marabahan, Pengadilan Negeri Marabahan, Pengadilan Agama Marabahan serta RUTAN Marabahan. h. Di bidang Komunikasi dan Informatika, koordinasi dan kerjasama dengan Pengusaha Media Massa/Elektronik, atau Media Penerbitan Pers daerah yang ada, kemudian dengan BUMN/BUMD seperti PT. Pos Indonesia, PT. Telekomunikasi dan pihak lainnya di bidang tersebut. 231
237 i. Di bidang Perpajakan dan bidang terkait lainnya, koordinasi dan kerjasama dengan Kantor Perwakilan Penyuluhan Pengelolaan Pajak, serta pihak perbankkan yang ada di daerah. j. Di bidang Umum/Sosial Kemasyarakatan, kerjasama dan kordinasi dengan PT. PLN Ranting Marabahan, PDAM Marabahan, hingga Tokoh Agama/Ulama/Masyarakat. 232
238 D. PEMBINAAN BATAS WILAYAH 1. Kebijakan dan Kegiatan Penetapan batas daerah sebagaimana di tetapkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah, dinyatakan bahwa penegasan batas daerah dititik beratkan pada upaya mewujudkan batas daerah yang jelas dan pasti, baik dari aspek yuridis maupun fisik di lapangan. Penegasan batas juga dilakukan untuk menentukan letak dan posisi batas secara pasti di lapangan sampai dengan penentuan titik koordinat batas di atas peta. Penegasan batas dimaksud diwujudkan melalui beberapa tahapan, yakni : a. Penyiapan Dokumen b. Pelacakan Batas c. Pengukuran dan Penentuan Posisi Batas d. Pembuatan Peta Batas Pada tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melanjutkan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya dalam rangka penegasan batas daerah, baik antar Desa, Kecamatan, antar Kabupaten baik dalam maupun luar Provinsi. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2013 dalam penegasan batas daerah adalah tetap mengupayakan dan melanjutkan kegiatan pelacakan titik trayek batas, kegiatan penuntasan titik batas daerah hingga pemasangan/pembangunan pilar batas jika memang diperlukan. 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan penegasan batas Kabupaten Barito Kuala dapat diuraikan sebagai berikut : a. Penyelesaian Penegasan Batas dengan Kabupaten Banjar 1. Panjang trayek batas antara kabupaten barito kuala dengan kabupaten Banjar lebih kurang 55 km dengan jumlah titik batas yang disepakati dan telah dilakukan pemasangan pilar sebanyak 31 buah; 2. Penegasan Batas antar Kabupaten Barito Kuala telah dianggap selesai dengan adanya Berita Acara Penetapan Pemasangan Pilar Batas Daerah antara Kabupaten Barito Kuala dengan Kabupaten Banjar Nomor 126/Perbats-Agr/30/Pem/V/2010 tanggal 11 Mei 2010 dan Peta Kesepakatan batas Kabupaten Barito Kuala Kabupaten Banjar yang ditandatangani oleh kedua Bupati pada tanggal 25 September 2012; 3. Penetapan Batas Kabupaten Barito Kuala dengan Kabupaten Banjar menunggu terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri, sebagai mana telah diusulkan oleh Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. 233
239 b. Penyelesaian Penegasan Batas dengan Kabupaten Tapin 1. Panjang trayek batas wilayah antara kabupaten barito kuala dengan Kabupaten Tapin lebih kurang 56 km dengan jumlah titik koordinat yang disepakati bersama sebagai titik acuan dasar sebanyak 22 titik. 2. Titik awal trayek batas wilayah tersebut berada pada posisi titik segitiga batas antara Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar dengan titik akhir merupakan titik segitiga batas antara Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Utara. 3. Titik yang merupakan titik segitiga batas antara Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin serta Kabupaten Hulu Sungai Utara telah dipasang Pilar Batas Utama (PBU) pada tahun 2010 yakni pada koordinat x y c. Penyelesaian Penegasan Batas dengan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah : 1. Kegiatan penelusuran dan pelacakan tempat pemasangan pilar batas wilayah kabupaten barito kuala provinsi kalimantan selatan dengan kabupaten kapuas provinsi kalimantan tengah dilaksanakan mulai tahun 1994 sampai 1999, yang mana kegiatan ini dilaksanakan bersama oleh tim penegasan batas daerah masing-masing. setiap kegiatan pelacakan dilengkapi dengan berita acara pelacakan yang ditandatangani oleh tim penegasan batas kabupaten dan provinsi dari kedua belah pihak. 2. Jumlah titik pilar yang disepakati adalah 60 (enam puluh) buah dan telah dipasang pilar batas utama (pbu) d ititik-titik tersebut. selama kurun waktu berjalan pilar yang telah terpasang dan disepakati bersama ternyata dilapangan mengalami kerusakan bahkan ada yang tidak berada di tempatnya/hilang. 3. Posisi pilar yang telah disepakati pada saat itu juga tanpa disertai titik koordinat sehingga menyulitkan untuk peninjauan dan pemeliharaan daerah perbatasan. 4. Pada Tahun 2012, Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri melalui konsultan pelaksana yaitu PT. Wals telah melaksanakan pemasangan PBU sebanyak 45 Buah, yang mana PBU tersebut telah dipasang pada posisi PBU yang telah rusak atau hilang dan juga pada titik antara PBU yang telah terpasang. 5. Pada Dari jumlah 60 (enam puluh) titik batas, terdapat 5 (lima) titik yang masih terjadi perbedaan pendapat, yakni pada PBU05-PBU06- PBU07 yang terletak di Desa Sei. Teras, Kec. Kapuas Kuala, Kab. Kapuas Prov. Kalteng dengan Desa Sekata Baru, Kec. Tamban Kab. Barito Kuala Prov. Kalsel. Serta pada PBU51-PBU52 yang terletak di Desa Banama, Kec. Pulau Petak, Prov. Kalteng dengan Desa Karya Jadi, Kec. Tabukan Kab. Barito Kuala Prov. Kalsel. 6. Tanggal 24 Mei 2013 telah ditanda tangani kesepakatan oleh kedua Kabupaten, yang menyatakan bahwa tarikan garis batas yang bermasalah hanya pada PBU05-PBU06-PBU07-PBU51-PBU52, kedua kabupaten juga sepakat untuk melakukan pengendalian/pengawasan terhadap penertiban Surat Penguasaan Tanah di wilayah perbatasan, seiring dengan munculnya permasalahan di wilayah tersebut. 234
240 7. Kedua Kabupaten juga sepakat menyerahkan permasalah ini ke Pemerintah Pusat melalui Dirjen Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri jika memang tidak ditemui kesepakatan untuk ke 5 (lima) titik batas tersebut. d. Penyelesaian Penegasan Batas Desa dan Kecamatan : 1. Telah dilaksanakan kegiatan Penegasan Batas Desa serta pemasangan pilar batas desa sejumlah 8 (delapan) PBU Kecamatan untuk batas antar desa di Kecamatan Kuripan; 2. Selain batas desa juga telah dilaksanakan penegasan batas Kecamatan disertai pemasangan pilar batas kecamatan sejumlah 4 (empat) buah PBU Kecamatan untuk batas Kecamatan Marabahan dan Kecamatan Cerbon. Selain kegiatan tersebut di atas, pada tahun 2013 juga telah dilakukan beberapa kali pertemuan dan peninjauan lapangan dengan ketiga Kabupaten terkait, yakni dalam upaya percepatan penyelesaian penegasan batas daerah Kabupaten Barito Kuala. 3. Permasalahan dan Solusi a. Permasalahan Permasalahan yang terjadi saat ini hanyalah merupakan masalah tekhnis yang slalu akan timbul pada setiap penegasan batas, baik antara batas Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi. Adapun permasalahan yang terjadi adalah : 1. Penyelesaian penegasan batas dengan Kabupaten Tapin pada tahun 2013 belum ada perkembangan yang signifikan dikarenakan tidak adanya respon dari Kabupaten Tapin terhadap usulan penyelesaian yang telah diajukan oleh Kabupaten Barito Kuala; 2. Belum adanya kesepakatan titik koordinat batas yang disepakati antara kedua Kabupaten, khususnya untuk batas wilayah dengan Kabupaten Kapuas Prov. Kalteng. Hal ini disebabkan karena klaim dari Tim TPBD Kab. Kapuas yang tidak dapat kita terima karena bertentangan dengan fakta riil dilapangan dan dokumen administrativ pembinaan batas wilayah dilokasi tersebut; 3. Dikarenakan keterbatasan dana dan personil, sebagian besar batas desa dan kecamatan masih belum dapat dilakukan penegasan dan penetapannya. b. Solusi : 1. Penyelesaian penegasan batas dengan Kabupaten Tapin akan lebih fokus dilaksanakan pada tahun 2014, mengingat batas dengan Kabupaten Tapin merupakan satu-satunya batas kabupaten dalam provinsi yang belum selesai; 2. Sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 76 Tahun 2012 tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah, disebutkan bahwa apabila tidak adanya kesepakatan penegasan batas antara kedua Kabupaten yang juga merupakan batas provinsi maka penyelesaiannya akan diserahkan kepada Kemendagri untuk penyelesaian batas wilayah tersebut. Berkaitan dengan permasalahan yang kita hadapi maka kita akan menyerahkan penyelesaian penegasan batas wilayah antara Kab. Barito 235
241 Kuala dengan Kab. Kapuas kepada Mendagri melalui Gubernur masingmasing; 3. Penyelesaian penegasan batas desa dan kecamatan akan terus dilakukan, untuk mensiasati keterbatasan dana dan personil maka penegasan batas desa dan kecamatan dilaksanakan bersama dengan pihak kecamatan serta mengoptimalkan peran Kepala Desa dalam menyelesaikan penegasan batas daerahnya masing-masing. 236
242 E. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA 1. Bencana Yang terjadi Dan Penanggulangannya Di Kabupaten Barito Kuala diidentifikasikan rawan akan bencana. Bencana alam yang biasanya kerap terjadi dibeberapa kawasan wilayah Kabupaten Barito Kuala pada setiap tahunnya adalah seperti Banjir (Pasang),banjir kiriman dan Angin Puting Beliung. Sementara untuk bencana seperti kebakaran hutan/ lahan dan perumahan, sering terjadi. Berbicara keadaan bencana kebakaran, pada dasarnya dapat terjadi karena sebab alami seperti pada musim kemarau panjang. Hal ini diakibatkan oleh kondisi alam yang bertanah rawa gambut yang dan potensi tekstur tanah yang diidentifikasi banyak mengandung gas. Sehingga apabila terjadi kemarau panjang maka potensi kekeringan tanah akan air menjadi tidak berimbang, kondisi tanah bisa retak retak, tumbuhan yang ada diatasnya menjadi kering dan potensi gas panas bumi menjadi meluap. Situasi ini memungkinkan sekali menjadi ciri dapat memunculkan titik-titik api, dan sedikit api dapat menyebabkan kebakaran. Berbeda dengan situasi musibah kebakaran karena faktor lainnya, hal ini terjadi dan bisa terjadi pada saat-saat tertentu seperti : a. Faktor Kesengajaan / Kejahatan Pembakaran Lahan b. Faktor Ketidaksengajaan karena punting rokok c. Faktor Konseleting Listrik d. Faktor Alat Dapur seperti Kompor Minyak/Kompor Gas Meledak e. Faktor faktor lain 2. Status Bencana Pada waktu-waktu tertentu, kasus bencana alam seperti banjir (pasang) dapat merebak hingga prioritasnya bisa sampai kepada skala nasional. Rawan banjir pasang tahunan pada dasarnya juga tidak terlalu banyak, hanya dari klasifikasi dampak kerugiannnya yang dapat menjadi dasar skala dimaksud. Beberapa daerah di Kabupaten Barito Kuala yang pada setiap tahunnya rawan akan bencana banjir adalah daerah-daerah yang pada sifat geografisnya berada dipinggiran sungai dan ketinggian rendah di atas permukaan laut, seperti dibeberapa desa di Kecamatan Kuripan, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Barambai,Kecamatan Mandastana, Kecamatan Jejangkit,Kecamatan Alalak dan Kecamatan Tabunganen. 3. Sumber Dan Jumlah Anggaran Untuk menangani penanggulangan bencana di Kabupaten Barito Kuala, menurut BPBD Kabupaten Barito Kuala, sampai saat ini sumber bantuan dan anggaran masih berasal dari : a. Dana APBN yang disalurkan melalui BPBD Provinsi Kalimantan Selatan (yang sifat bencananya besar ) b. Dana APBD Kabupaten Barito Kuala. c. Dana Tak Terduga yang alokasinya berada pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Barito Kuala. 237
243 4. Antisipasi Daerah Dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana Pada dasarnya, tindakan preventif dan Kuratif dalam penanggulangan bencana seperti banjir dan lainnya telah dapat dilaksanakan cukup baik mulai dari penyiapan alokasi dana yang memadai sampai kepada upaya untuk mendapatkan bantuan terkait dari Pemerintah Provinsi dan Pusat. Strategi penanganannyapun cukup tanggap utamanya dilakukan dengan mengandalkan aparat Kecamatan dan Desa setempat, didukung oleh Tim Gabungan Organisasi dan TRC Kabupaten serta dengan melibatkan masyarakat pada umumnya. Sebagaimana diketahui penanganan bencana merupakan salah satu perwujudan fungsi pemerintahan dalam perlindungan masyarakat. Guna mengantisipasi maupun mengurangi dampak yang terjadi akibat bencana perlu adanya langkah atau kegiatan maupun tindakan serta upaya untuk meniadakan mengurangi dan meringankan penderitaan korban bencana, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2006 tentang Pedoman Umum Mitigasi Bencana yang kemudian ditindaklanjuti Oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dengan Peraturan Bupati Nomor /318/KUM-2007 telah dibentuk Satuan Pelaksana dan Pelaksanaan Harian Penanganan Bencana Kabupaten Barito Kuala. Berikut beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten Barito Kuala oleh satuan tersebut, antara lain : a. Penyiapan Sarana dan Prasarana Penanganan Bencana di BPBD Kabupaten Barito Kuala sesuai kemampuan daerah antara lain ; posko bencana beserta perlengkapan pendukungnya seperti penyediaan sarana operasional di perairan (Sungai), seperti penyediaan perlengkapan dan peralatan evakuasi korban, dapur umum berikut perlengkapan logistik, pos kesehatan dengan tenaga medis dan obat-obatan, tenda darurat serta penyediaan air bersih. b. Penyiapan satuan tugas penanganan bencana yang disiapkan terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC ),Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), SATGAS Komunikasi (RAFI) Kabupaten Barito Kuala, SATGAS Tim Evaluasi Kecelakaan di Air, SATGAS Taruna Siaga Bencana (TAGANA), dan SATGAS PMI (SATGANA) dan Organisasi lainnya. c. Mengupayakan penyebarluasan himbauan kepada masyarakat agar tetap selalu menjaga lingkungan serta selalu waspada dan hati-hati terhadap bencana, seperti melalui penyuluhan, pembuatan spanduk maupun lewat media cetak dan elektronik di Kabupaten Barito Kuala. d. Pelatihan-pelatihan penanganan bencana di Darat maupun di Air serta Pelatihan Tim Satkorlak serta penyiapan masyarakat setempat. e. Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan upaya pencegahan maupun penanggulangan bencana guna maminimalisir dampak bencana. f. Dan Kedepan untuk program unggulan daerah rawan banjir terutama di Kec. Kuripan dibuatkan rumah panggung minimal untuk korban bagi anak anak,ibu hamil, dan lansia. 5. Potensi Bencana Yang Diperkirakan Terjadi Untuk tahun-tahun kedepan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Barito Kuala, Bahwa tidaklah berbeda pada tahun-tahun 238
244 sebelumnya potensi bencana yang diidentifikasikan rawan terjadi adalah, bencana sosial kebakaran, bencana alam angin puting beliung, banjir kiriman dan sebagaimana yang pernah terjadi. Harapannya agar potensi bencana yang diperkirakan terjadi dapat diketahui dan diidentifikasi secara dini supaya dapat dicegah atau mudah ditangani. Dan ini adalah pekerjaan rumah seluruh masyarakat di Kabupaten Barito Kuala. F. PENGELOLAAN KAWASAN KHUSUS 1. Jenis Kawasan Khusus Yang Menjadi Kewenangan Daerah Menurut sumber dari BAPPEDA Kabupaten Barito Kuala, berikut gambaran beberapa jenis kawasan khusus yang didapat dan diketahui pada tahun 2013 dilihat dari sumber anggaran pengelolaannya serta permasalahan dan solusi yang di hadapi. NO JENIS KAWASAN KHUSUS SUMBER ANGGARAN PERMASALAHAN SOLUSI Kawasan Strategis Provinsi 1 Kawasan Banjar Bakula (Metropolitan Banjarmasin Raya) terdapat di Kecamatan Alalak, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Tamban, Kecamatan Tabunganen dan Kecamatan Mekarsari 2 Kawasan potensial Batang Banyu terdapat di Kecamatan Belawang, Kecamatan Barambai, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Tabukan dan Kec Kuripan yang bercirikan kawasan rawa 3 Kawasan Terpadu Mandiri ( KTM) Luasan Ha dengan lingkup Kecamatan Mandastana, Jejangkit, Rantau Badauh, Cerbon, sebagian Alalak,Belawang, Barambai dan Marabahan Kawasan Strategis Kabupaten 1 Kawasan Agropolitan, meliputi Kecamatan Belawang dan Kecamatan Mandastana APBN - Realisasi memerlukan waktu yang lama APBN - Realisasi memerlukan waktu yang lama - Keterbatasan prasarana transportasi Sungai APBN - Belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal karena masih minimnya infrastruktur dilokasi KTM APBD - Produk yang dihasilkan belum mampu bersaing dengan pasar - Belum memadainya aksesbilitas menuju lokasi - Perlu dukungan dana yang lebih besar kepada Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan - Memperkuat kerjasama regional koordinasi dengan Kabupaten sekitar - Perlu dukungan dana yang lebih besar kepada Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan - Dilakukan perbaikan infrastruktur utama dan Pendukung - Perlu dukungan dana yang lebih besar kepada Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan - Meningkatkan agroindustri komoditas hortikultura - Dilakukan perbaikan infrastruktur utama dan pendukung 2 Kawasan industri terdiri atas zona industri Barito Muara Barito Kuala (Jelapat) yang berorientasi pada industri kehutanan, kimia dan perkebunan dan zona industri Alalak yang berorientasi pada industri perkapalan/pelayaran dan industri pengolahan hasil pertanian APBD - Kawasan belum tertata dengan baik - Kurang memadai aksesbilitas menuju kawasan industri - Revitalisasi kawasan industri dengan membuat masterplan kawasan industri 239
245 3 Kawasan strategis Kabupaten dari sudut kepentingan sosial budaya berupa kawasan tradisional dan bersejarah Panglima Wangkang di Kecamatan Marabahan. APBD - Belum dikelola secara maksimal - Keterbatasan fasilitas pendukung obyek wisata - Melakukan kerjasama dengan pihak swasta dengan membuat paket-paket wisata - perbaikan infrastruktur utama dan pendukung 4 Kawasan pantai berhutan bakau sepanjang pantai selatan Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala merupakan kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem yang harus dilindungi dan dilestarikan 5 Kawasan Suaka Alam Kuala Lupak di Kecamatan Tabunganen 6 Suaka Margasatwa Pulau Kaget di kecamatan Tabunganen 7 Taman Wisata Alam Pulau Kembang di Kecamatan Alalak APBD - belum dikelola secara maksimal APBD - belum dikelola secara maksimal APBD - belum dikelola secara maksimal APBD belum dikelola secara maksimal - dilakukan konservasi hutan bakau - melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar akan manfaat hutan mangrove - dilakukan konservasi dikawasan Suaka Alam Kuala Lupak - melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar akan manfaat suaka alam - dilakukan konservasi dikawasan Suaka Alam Pulau Kaget - melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar akan manfaat suaka margasatwa - dilakukan konservasi dikawasan Pulau Kembang - perbaikan infrastruktur utama dan pendukung pada obyek wisata - Melakukan kerjasama dengan pihak swasta dengan membuat paket-paket wisata 8 Taman Wisata Alam Pulau Bakut di Kecamatan Anjir Muara merupakan kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem, flora dan fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan dilestarikan APBD belum dikelola secara maksimal Sumber : BAPPEDA Kabupaten Barito Kuala Tahun dilakukan konservasi Pulau Bakut Dipandang secara konstitusional, berdasarkan kepada aturan yang masih berlaku yakni Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 9 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala, maka kawasan yang mungkin dapat dikategorikan sebagai kawasan khusus yang ada di wilayah Kabupaten Barito Kuala secara makro memiliki beberapa jenis / objek seperti : 1. Kawasan Lindung 2. Kawasan Hutan Buatan (Hutan Rawa Bakau, Hutan/Taman Buatan 3. Kawasan Pariwisata (Kawasan Hutan/Taman Buatan, Kawasan Hutan Wisata, Suaka Alam/Marga Satwa/Cagar Alam, Kawasan Agro Wisata/Agro polytan) 4. Kawasan Industri (Kawasan sepanjang jalan Trans Kaliman tan, kawasan DAS Sungai Barito) 5. Kawasan Rawan Bencana / Banjir 6. Kawasan Budidaya (Pertanian, Perkebunan, Tanaman Pangan, Peternakan) 240
246 7. Kawasan Permukiman/Pengembangan Pemukiman (kawasan Transmigrasi, kawasan KTM) Namun, pada tahun-tahun berjalan selanjutnya, terjadi beberapa perkembangan kawasan-kawasan yang dianggap perlu untuk disampaikan sebagaimana tabulasi di atas. Berikut beberapa gambaran kawasan lainnya berdasarkan sumber dari Dinas Kehutanan Dan Perkebunan periode tahun 2013 yakni : a. Kawasan Lindung berupa Kawasan Konservasi (Suaka Marga Satwa) Hutan Bakau Tabunganen, Kawasan Konservasi Suaka Marga Satwa Pulau Kaget, Kawasan Konservasi Suaka Marga Satwa dan Hutan Wisata Pulau Kembang, sesuai kewenangan sesua UU No. 32 tahun 2004 ada pada Pemerintah Pusat (Departemen Kehutanan) yang secara spesifiknya menjadi tanggung jawab BKSDA Provinsi Kalimantan Selatan. Khusus untuk Kawasan Hutan Wisata Pulau Kembang dikerjasamakan oleh Departemen Kehutanan dengan pola HPH Wisata dengan CV Sinar Kencana. Justru hal ini masih menjadi permasalahan, mengingat ketidak seriusan perusahaan tersebut. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala telah meminta Departemen Kehutanan untuk mencabut konsesi HPH Wisata CV. Sinar Kencana, dan untuk selanjutnya dilelang kerja sama pengelolaannya dengan investor yang benar-benar mau dan mampu mengelola Hutan Wisata Pulau Kembang. b. Kawasan Agrowisata Sei Kambat yang semula memang diwujudkan oleh Pemerintah Daerah, kewenangan pengelolaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Kawasan ini akan terus ditingkatkan pengembangannya melalui alokasi anggaran yang memadai. c. Kawasan Jembatan Barito dan jembatan Rumpiang dimana kewenangan pengelolaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Khusus untuk pengelolaan kawasan Jembatan Barito yang sebelumnya ditangani oleh Pihak Ketiga, sesuai masa perjanjiannya awal tahun 2007 sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Hal ini guna memberikan kemudahan bagi Pemerintah Daerah dalam peningkatan pengembangannya kedepan. Demikian pula dengan kawasan Jembatan Rumpiang juga akan terus diupayakan peningkatannya di tahun-tahun mendatang. d. Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) dengan Luasan Ha dengan lingkup Kecamatan Mandastana, Jejangkit, Rantau Badauh, Cerbon, sebagian Belawang, Barambai dan Marabahan. Sebagai contoh KTM Cahaya Baru yang merupakan kawasan khusus guna pengembangan pemukiman secara komprehensif. e. Kawasan Budidaya Ternak. Menurut Dinas Peternakan Kabupaten Barito Kuala, pada tahun 2013, pengembangan peternakan di kabupaten Barito Kuala dilakukan dengan membuat kawasan-kawasan produksi yang diharapkan ke depan mampu memberikan kontribusi lebih bagi peningkatan produksi peternakan. Untuk mewujudkan hal ini Pemerintah Daerah melalui Dinas Peternakan Kabupaten Barito Kuala melakukan pemetaan kawasan budidaya ternak di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Barito Kuala, yakni : 241
247 Tabel : No Pemetaan Kawasan Budidaya Ternak Per Kecamatan Dalam Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013: Wilayah Kawasan Budidaya Ternak Luas Kawasan (Ha) Keterangan 1. Kecamatan Kuripan Kerbau rawa 250 Ha luas padang penggembalaan dengan topografi rawa monoton 2. Kecamatan Bakumpai Itik dan Ayam - Kawasan dekat Ibokuta Buras kabupaten dengan topografi dataran rendah 3. Kecamatan Marabahan Sapi Bali 37 Ha Kawasan Ibukota Kabupaten dan masih terdapat dataran tinggi dengan potensi hijauan melimpah 4. Kecamatan Tabukan Itik dan Ayam - Daerah pasang surut 5. Kecamatan Cerbon Sapi Bali dan Kambing 250 Ha Luas padang penggembalaan dengan pakan hijauan melimpah 949 Ha Padang Penggembalaan 6. Kecamatan Wanaraya Sapi Bali dan Kambing PE 7. Kecamatan Barambai Sapi Bali dan 949 Ha Padang Penggembalaan Kambing PE 8. Kecamatan Rantau Badauh Sapi Bali 25 Ha Potensi Hijauan dan dekat dengan wilayah pemasaran yaitu Kota Banjarmasin 9. Kecamatan Belawang Sapi Bali dan Kambing 15 Ha Di wilayah desa Karang Buah, Karang Dukuh dan Patih salira 18 Ha Di wilayah desa Danau Karya dan Mentaren 10. Kecamatan Anjir Pasar Sapi Bali dan Kambing 11. Kecamatan Anjir Muara Itik - Wilayah desa Anjir serapat Muara dan Anjir serapat Muara I 12. Kecamatan Mandastana Sapi Potong dan 56 Ha Wilayah/padang Kambing penggembalaan desa Karang Bunga dan Karang Indah 13. Kecamatan Alalak Itik dan Ayam - Daerah yang berbatasan Buras langsung dengan Kota Banjarmasin 14. Kecamatan Jejangkit Burung Puyuh - Wilayah budidaya di desa Jejangkit Pasar, Jejangkit Muara dan Cahaya Baru 15. Kecamatan Mekarsari Sapi Potong dan 18 Ha Luas padang itik penggembalaan 16. Kecamatan Tamban Itik dan Sapi 15 Ha Luas padang Penggembalaan 17. Kecamatan Tabunganen Itik Petelur - Daerah Pesisir dengan banyaknya pakan ternak alami (ikan -ikan kecil dan limbah hasil pengolahan perikanan) Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Barito Kuala tahun
248 2. Sumber Anggaran Menurut hampir semua sumber menyatakan bahwa pengelolaan dan pemeliharaan kawasan khusus semua dana anggarannya bersifat bantuan dari Pemerintah, yakni bantuan APBN, hanya sebagian yang di bantu dari dana APBD. Dan terkadang pengerjaan pengelolaan dan pemeliharaannya bisa diperbantukan atas kerjasama dengan pihak ketiga ataupun pribadi yang mampu mengelola, mengembangkan bahkan dapat memelihara kawasan yang bersangkutan. 3. Permasalahan Dan Solusi a. Permasalahan 1). Belum jelasnya jenis kawasan yang dikategorikan khusus yang mutlak menjadi kewenangan daerah Kabupaten Barito Kuala. 2). Belum adanya database asset daerah yang mengelola entry data mengenai kawasan atau pemetaan-pemetaan tentang kawasan khusus secara makro dan spesifik disertai kurangnya tenaga aparatur dalam hal tersebut. 3). Belum maksimal dan optimalnya peningkatan beberapa kawasan khusus yang ada diakibatkan faktor anggaran dan kegiatan pengembangannya. b. Solusi Beberapa solusi yang ditawarkan dari permasalahan di atas, yakni sebagai berikut : 1). Perlu secepatnya dibuat aturan maupun peraturan daerah mengenai Tata Ruang Wilayah maupun Kawasan Khusus sampai dengan pengaturan pengelolaan dan pemeliharaannya. 2). Dibutuhkan entry data dan pemetaan kawasan khusus serta aparatur yang dapat membuat database mengenai tata ruang ataupun kawasan dalam wilayah daerah kabupaten Barito Kuala secara makro dan spesifik. 3). Perlu alokasi anggaran dalam hal pengelolaan dan pemeliharaan kawasan khusus guna pengembangan dan peningkatan kualitasnya seperti infrastruktur dan prasarana lain yang diperlukan. G. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM 1. Potensi Gangguan Yang Terjadi Kondisi sektor Keamanan dan Ketertiban di wilayah Kabupaten Barito Kuala dari awal hingga akhir tahun 2013, masih dianggap relatif cukup aman dan termasuk kondusif. Gangguan yang juga masih sering terjadi sebagian besarnya tetap mengarah kepada kasus Tindak Pidana Ringan (TIPIRING), seperti kasus-kasus pencurian, pencopetan, penjambretan, praktek prostitusi kecil, tindak penyalah gunaan obat-obatan (NAPZA) serta Minuman Keras (MIRAS) dan perjudian. Dan memang saat-saat tertentu terkadang terjadi tindak pidana yang tergolong sedang hingga berat, akan tetapi tidak mencolok (kecil dalam angka) dan bisa dikondusifkan, seperti Perkelahian yang bisa membawa korban, tindakan Pencurian dengan kekerasan, pencurian Kendaran Bermotor (CURANMOR), Perampokan dengan kekerasan dan penganiayaan hingga pembunuhan, serta tindak pidana spesialis pembobol rumah kosong. Sedangkan gangguan yang mengarah kepada konflik SARA, Separatisme, Anarkisme, dan Terorisme lainnya hampir tidak pernah terjadi, artinya hanya 243
249 sampai kepada tingkat penyebaran issue, yang pada akhirnya dapat diluruskan kembali. 2. Satuan Kerja Perangkat Daerah Yang Menangani Ketentraman dan Ketertiban Umum. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala yang diwakili oleh Satuan Polisi Pamong Praja Tingkat Kabupaten hingga Kecamatan dalam rangka penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban, terus berupaya tetap saling berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pihak Kepolisian Resort Barito Kuala sebagai pihak yang berwenang dan Pihak Yang Berwajib dalam hal penanganan gangguan-gangguan tersebut. Kemudian didukung pula oleh Satuan Hansip/Linmas yang ada di masyarakat. Beberapa kalangan pihak tersebut pada waktu-waktu tertentu juga bekerjasama dalam beberapa pengamanan yang diperlukan seperti pada pelaksanaan Hari-Hari Besar Agama, Hari Besar Nasional, hingga Hari Jadi Daerah Kabupaten Barito Kuala. 3. Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan Jumlah pegawai pada Satuan Polisi Pamong Praja adalah sejumlah 69 (enam puluh sembilan) orang dengan kualifikasi pendidikan antara lain Strata satu sebanyak 8 Orang, D3 sebanyak 2 Orang, SLTA sebanyak 56 Orang dan SLTP sebanyak 3 Orang, dan pangkat golongan ruang adalah IVb sebanyak 1 Orang, IIId sebanyak 2 Orang, IIIc sebanyak 1 Orang, IIIb sebanyak 4 Orang, IIc sebanyak 6 Orang, IIb sebanyak 38 Orang, IIa sebanyak 14 Orang dan 1 c sebanyak 3 Orang. 4. Sumber Dan Jumlah Anggaran Jumlah anggaran pada Satuan Polisi Pamong Praja adalah sebesar Rp ,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Barito Kuala Tahun Penanggulangan Dan Kendalanya Selama ini, kegiatan penanggulangan berbagai gangguan TRANTIBUM, secara spesifik tidak mengalami gangguan/kendala yang serius, mengingat tingkat dan frekuensi gangguan yang terjadi tidak begitu signifikan. Peranan jajaran Kepolisian dalam menunjang terciptanya situasi dan kondisi Ketenteraman dan Ketertiban Umum di daerah sangat besar, terutama yang menyangkut Upaya Cegah Dini dan Operasi-Operasi Siaga hingga tindakantindakan preventif lainnya. 6. Keikut Sertaan Aparat Keamanan Dalam Penanggulangan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala selalu bekerjasama dengan aparat keamanan dalam penanggulangan keamanan yang terjadi, baik dalam hal upaya pencegahan dini dan oeperasi-operasi siaga lainnya. Secara kuantitatif, jumlah tindak kejahatan pada tahun 2013 banyak mengalami penurunan tetapi ada beberapa yang mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun-tahun lalu. Peningkatan tersebut antara lain masih disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: a. Faktor ekonomi (faktor klasik) masyarakat, karena wilayah Kabupaten Barito Kuala adalah wilayah berkembang pada setiap tahunnya. b. Faktor pembangunan infrastruktur, dimana suksesnya pembangunan di Kabupaten Barito Kuala adalah positif, namun berbarengan pula dengan 244
250 dampak negatifnya yakni bisa menjadi peluang bagi pelaku kejahatan dapat beroperasi dengan leluasa dan kemungkinan melarikan diri semakin mudah, misalnya melalui akses jalan dan jembatan. c. Faktor pehamaman hukum dan prinsip religius sebagian masyarakat yang masih belum mendalam terhadap sanksi dan dampak buruknya. Berikut gambaran (perbandingan) perkembangan bidang Keamanan dan Ketertiban Umum di Wilayah Kabupaten Barito Kuala pada Tahun 2012 hingga Tahun 2013 dalam Angka Evaluasi (ANEV) Tahun 201 3, yang bersumber dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Barito Kuala : 1. REKAPITULASI DATA SITKAMTIBMAS NO URAIAN PERIODE TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREND 1 JUMLAH TINDAK PIDANA PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PERSENTASE SELESAI TP 84,55% 76,19% -8,36% 39,83 JIWA +37,67 4 RESIKO TERKENA TP 77,50 JIWA JIWA 5 SELANG WAKTU TERJADINYA TP PRCPT REKAPITULASI DATA 4 JENIS KEJAHATAN NO JENIS KEJAHATAN TAHUN 2012 PERIODE TAHUN 2013 TREND 1 KONVENSIONAL TRANSNASIONAL TERHADAP KEKAYAAN NEGARA BERIMPLIKASI KONTINJENSI DATA KEJAHATAN KONVENSIONAL NO JENIS KASUS TAHUN 2012 TAHUN 2013 L S TSK L S TSK 1 PEMBUNUHAN PENGANIAYAAN BERAT (ANIRAT) PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (CURAT) PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (CURAS) 5 CURANMOR R CURANMOR R CURANMOR R6 / LEBIH KEBAKARAN / PEMBAKARAN PERJUDIAN PENCURIAN BIASA (CURBIS)
251 11 PEMERKOSAAN / PERJINAHAN / PENCABULAN PEMERASAN PENGGELAPAN PENIPUAN PENGANIAYAAN RINGAN (ANIRING) BAWA SAJAM / LAHGUN SAJAM PENGANCAMAN LAHGUN SENPI PENGERUSAKAN / MENGHANCURKAN BARANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) PEMALSUAN PEMALSUAN SURAT / DOKUMEN / TNDA TANGN PENYEROBOTAN TANAH PENEMUAN MAYAT PENEMUAN BAYI / JANIN PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN PERAMPASAN SETRUM IKAN BUKAN ILLEGAL FISHING PENADAHAN PERCOBAAN KEJAHATAN PERCOBAAN PENCURIAN PENGEROYOKAN PENGGELAPAN DALAM JABATAN PENCULIKAN DENGAN SENGAJA MENAHAN ORANG UU PERLINDUNGAN ANAK UU KESEHATAN UU PERTAMBANGAN UU KETENAGA KERJAAN UU HAK CIPTA UU FIDUSIA PIDANA UU PELAYARAAN PENCURIAN HEWAN PENCEMARAN NAMA BAIK VCD PORNO / BAJAKAN SETRUM LISTRIK PREMANISME & ANARKISME MABUK DIDEPAN UMUM PENCOPETAN / PENJAMBRETAN / PEMALAKAN LAKA KERJA / LALAI DALAM BEKERJA MIRAS PSK / TIPIRING PENGHINAAN BUNUH DIRI / GANTUNG DIRI
252 55 PEMBAJAKAN DI SUNGAI / DI PANTAI MATI TENGGELAM MENGEDARKAN OBAT KERAS / TIDAK MEMILIKI IZIN PENGEDARAN MENGAKIBATKAN ORANG MATI / LUKA KEJAHATAN JALANAN MENERIMA SUAP PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR HKI KEJAHATAN PASAR MODAL THDP KAM NEGARA THDP PRES/WA HAN BERBAHAYA PENYELUNDUPAN PERBANKAN P O A PROD & DAGANG CURWAT TLP CURI KAYU KENAKALAN RMJ KARA KONEKSITAS THDP NEG SHBT KEPALA SHBT & WKLNYA THDP KEWJBAN DAN HAK KENEGARAAN THDP ASAL USUL DAN PERKAWINAN MERSK, GAR KESOPANAN/KESSLAAN DI MK UMUM PENCURIAN DLM LINGKUNGAN KELUARGA MERUGIKAN PEMIUTANG/ORG YG BERHAK PENERBITAN DAN PERCETAKAN LAKA LANTAS (TANPA KORBAN MANUSIA) LAKA LANTAS KORBAN MATI LAKA KERETA API KORBAN MATI LAKA LAUT KORBAN MATI LAKA UDARA KORBAN MATI LEDAKAN BOM PENEMBAKAN GUL POK ANARKIS GUL POK RADIKAL TKI ILLEGAL IMIGRAN GELAP UNJUK RASA AMAN UNJUK RASA RAWAN KEJAHATAN KONVENSIONAL LAINNYA J U M L A H
253 4. DATA KEJAHATAN TRANS NASIONAL NO JENIS KASUS TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREN L S TSK L S TSK D NARKOTIKA TETAP 2 UANG PALSU TERORISME PENCUCIAN UANG (MONEY LOUNDRY) KEJAHATAN EKONOMI LINTAS NEGARA (TRANS ECONOMY CRIME) PENYELUNDUPAN DAN PERDAGANGAN SENJATA API (ARM SMUGLING) 7 PERDAGANGAN MANUSIA (HUMAN TRAFFICKING) KEJAHATAN DUNIA MAYA (CYBER CRIME) PEROMPAKAN/PEMBAJAKAN PSIKOTROPIKA KEJAHATAN TRANS NASIONAL LAINNYA JUMLAH DATA KEJAHATAN TERHADAP KAKAYAAN NEGARA NO JENIS KASUS TAHUN 2012 TAHUN 2013 L S TSK L S TSK TREND KORUPSI ILLEGAL LOGGING ILLEGAL FISHING ILLEGAL MINNING BBM ILLEGAL CUKAI LINGKUNGAN HIDUP FISKAL KARANTINA PEMALSUAN MATA UANG DAN UANG KERTAS IMIGRASI LALU LINTAS PAJAK PEL DI LANDAS KONTINEN INDONESIA PEL KETENTUAN PERIKANAN PEL WIL PERAIRAN HAKI
254 18 KEJAHATAN THDP KEKAYAAN NEGARA LAINNYA J U M L A H DATA KEJAHATAN BERIMPLIKASI KONTINJENSI NO JENIS KASUS TAHUN 2012 TAHUN 2013 L S TSK L S TSK TREND KONFLIK SARA SEPARATISME BENCANA ALAM THDP KEAMANAN NEGARA/MAKAR THDP MARTABAT KEDUDUKAN PRES/WAPRES 6 KONFLIK OKNUM TNI- POLRI/KONFLIK APARAT BENTROK MASSA PEMOGOKAN BURUH UNRAS ANARKIS PERKELAHIAN PELAJAR/MAHASISWA PERKELAHIAN TANDING SATU LAWAN SATU KEJAHATAN BERIMPLIKASI KONTIJENSI LAINNYA J U M L A H DATA BIJAK PRORITAS KAPOLRI NO JENIS KASUS TAHUN 2012 TAHUN 2013 L S TSK L S TSK TREND PERJUDIAN NARKOTIKA / PSIKOTROPIKA TETAP 3 ILLEGAL LOGGING ILLEGAL MINNING ILLEGAL FISHING KORUPSI TERRORISME HUMAN TRAFICKING ( DAGANG MANUSIA) PREMANISME & ANARKIS STREET CRIME (KEJAHATAN JALANAN) J U M L A H
255 8. DATA BIJAK PRIORITAS KAPOLDA KALSEL NO JENIS KASUS TAHUN 2012 TAHUN 2013 L S TSK L S TSK TREND PERJUDIAN NARKOTIKA / PSIKOTROPIKA TETAP 3 ILLEGAL LOGGING ILLEGAL MINNING ILLEGAL FISHING KORUPSI TERRORISME HUMAN TRAFICKING ( DAGANG MANUSIA) PREMANISME & ANARKIS STREET CRIME (KEJAHATAN JALANAN) LAHGUN BBM SENPI / HANDAK CURANMOR J U M L A H KEJADIAN UNJUK RASA NO WAKTU / HARI / TANGGAL JUMLAH ORANG JENIS TUNTUTAN IDEO POLI EKO SOS BUD KAM JML 10. DATA KEJADIAN BENCANA ALAM NO WAKTU / HARI / TANGGAL JUMLAH KORBAN JENIS BENCANA ALAM ANGIN BANJIR LONGSOR PETIR JML oktober 2013 skj Wita DI Kec. Barambai Kab. Batola 27 oktober 2013 skj Wita - - Angin puting beliung Angin puting beliung
256 11. DATA PERBANDINGAN KECELAKAAN LALU LINTAS NO JENIS TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREND 1 JUMLAH LAKA PENYELESAIAN PERKARA PERSENTASE SEI PERKARA 10,34% 15,91% -5,57% 4 KORBAN MENINGGAL DUNIA KORBAN LUKA BERAT KORBAN LUKA RINGAN RUGI MATERIL Rp ,- Rp ,- Rp DATA PELANGGARAN LALU LINTAS NO JENIS TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREND 1 PELANGGARAN VONIS DENDA Rp ,- Rp Rp DATA KASUS MENONJOL NO JENIS KASUS TAHUN 2012 TAHUN 2013 L S TSK L S TSK TREND 1 PEMBUNUHAN CURAS CURAT ANIRAT CURANMOR CURBIS UANG PALSU NARKOBA TETAP 9 KEBAKARAN / PEMBAKARAN PEMERKOSAAN / PENCABULAN JUMLAH POLA UMUR PELAKU BERDASARKAN DATA KASUS MENONJOL NO UMUR TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREND TAHUN TAHUN TETAP TAHUN TAHUN JUMLAH
257 15. POLA WAKTU KEJADIAN BERDASARKAN DATA KASUS MENONJOL NO WAKTU TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREND WITA WITA WITA WITA JUMLAH POLA TEMPAT KEJADIAN BERDASARKAN DATA KASUS MENONJOL NO TEMPAT TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREND 1 PEMUKIMAN PERTOKOAN/ PARKIR / PASAR PERKANTORAN JALAN UMUM SUNGAI / PERAIRAN LAIN - LAIN JUMLAH POLA PEKERJAAN PELAKU BERDASARKAN DATA KASUS MENONJOL NO PEKERJAAN TAHUN 2012 TAHUN 2013 TREND 1 TNI / POLRI PNS / CPNS TANI 8 8 TETAP 4 NELAYAN BURUH 1 1 TETAP 6 DAGANG SWASTA SOPIR PELAJAR / MAHASISWA LAIN LAIN JUMLAH Sumber Data dari Satpol PP dan Polres Barito Kuala. 252
258 BAB VI P E N U T U P (LPPD) yang dilaporkan kepada Pemerintah, secara substansi materi isi mungkin dapat diidentikkan maknanya dengan LKPJ Kepala Daerah yang disampaikan kepada DPRD, yakni prinsipnya merupakan suatu progress report (laporan kemajuan) yang memuat, menerangkan dan memberikan nilai untuk evaluasi ke depan mengenai pelaksanaan/penyelenggaraan urusan desentralisasi, penyelenggaraan tugas pembantuan dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, yang berisi program/kegiatan dan hasil yang dicapai, manfaat yang di dapat serta kendala yang dihadapi dan solusi yang direncanakan. Dari sisi sifat, LPPD juga merupakan laporan dari Kepala Daerah kepada Pemerintah Pusat dalam pelaksanaan tugas-tugasnya selama kurun waktu 1 (satu) tahun guna koreksi, perbaikan serta untuk dilanjutkan dan ditiingkatkan terus peneyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Daerah, khususnya di Kabupaten Barito Kuala. Selanjutnya, sebagaimana yang telah diuraikan dalam buku laporan ini, maka didapatkan beberapa pointer penutup yang perlu diketahui yakni sebagai berikut : 1. Pelaksanaan Urusan Desentralisasi, Tugas Pembantuan dan Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan pada Tahun Anggaran 2013 dapat diklasifikasikan berjalan dengan cukup lancar dan baik apabila dilihat dari pencapaian sasaran dan target yang telah ditetapkan. Dari pelaksanaan kegiatan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya ditemui banyak kemajuan dan peningkatan pencapaian hasil sesuai dengan tujuan dan sasaran pada kegiatan tersebut namun disadari pula dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan. Keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai diharapkan dapat dijadikan modal untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan pada tahun-tahun mendatang, dan sebaliknya, segala kekurangan dan kelemahan yang ditemui dapat dijadikan bahan evaluasi dan koreksi untuk perbaikan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan selanjutnya. 2. Dalam hal Kebijakan keuangan daerah, telah diupayakan secara hukum dilandaskan pada Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 3. Periode Tahun merupakan salah satu tahapan proses pembangunan jangka menengah yang memiliki spesifikasi perlakuan pembangunan, dengan jangkauan proyeksi berupa hasil kinerja tertentu. Oleh sebab itu dalam tahapan proses pembangunan diperlukan acuan yang membingkai setiap rincian langkah tahapan, yang menjamin ketepatan arah proses pembangunan. Dalam hal ini, visi dan misi pemerintah daerah merupakan piranti utama, yang memungkinkan menjadi acuan, pedoman ataupun sebagai dasar pijak dalam berpola pikir serta berpola sikap (perilaku) bagi setiap pemangku kepentingan pembangunan, untuk memproyeksikan perlakuan pembangunan pada perioditas dimaksud. Guna merealisasikan maksud tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berketetapan merumuskan Visi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun yaitu BARITO KUALA, SATU KATA UNTUK MAJU, 253
259 MANDIRI MEWUJUDKAN RAKYAT BERDAYA SAING YANG SEJAHTERA yang dituangkan dalam dokumen legal formal agar memiliki kekuatan mengikat dalam penjabarannya menjadi Rencana Pembangungan Jangka Menengah (RPJM) Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun Dari sasaran pembangunan yang ada, dapat disimpulkan perkembangan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan pembangunan memuat bidangbidang pembangunan antara lain : a. Bidang Pendidikan Bidang pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Barito Kuala. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala mempunyai komitmen yang kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menyadari pendidikan merupakan faktor utama bagi pemberdayaan sumber daya manusia dan investasi masa depan dengan diiringi niat tulus untuk mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas terutama bagi masyarakat yang berada di perdesaan dan daerah terpencil telah diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur jalan dan transportasi, pengalokasian dana APBD lebih dari 20% seperti yang diamanatkan undang undang. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat, tidak saja dilakukan penambahan gedung baru, tetapi juga dilakukan penambahan ruang kelas baru (RKB). Bahkan upaya pengembangan SD dan SMP satu atap juga dibangun. Indikator tingkat keberhasilan pembangunan pendidikan di Kabupaten Barito Kuala sampai tahun 2013 dapat dicermati dari Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) pada setiap jenjang pendidikan baik pada tingkatan Sekolah Dasar, SLTP maupun SMA yang terus meningkat, yakni : APK SD dan sederajat tahun 2012 mencapai 106,94 meningkat pada tahun 2013 menjadi 108,39. APK SLTP sederajat tahun 2012 mencapai 98,53 meningkat pada tahun 2013 menjadi 112,60. Sedangkan APK untuk SMA dan sederajat tahun 2012 sebesar 61,12 meningkat pada tahun 2013 yang mencapai 93,27. Demikian pula halnya dengan APM untuk masing-masing tingkat pendidikan, untuk SD tahun 2012 mencapai 90,61 meningkat pada tahun 2013 menjadi 98,14. Apm SLTP tahun 2012 sebesar 80,50 pada tahun 2013 meningkat menjadi sebesar 90,22. Kemudian SLTA APM tahun 2012 sebesar 51,34 meningkat menjadi 64,21 pada tahun Khusus untuk hasil Ujian Akhir Nasional, khusus untuk SLTP maupun SLTA, untuk lingkup Provinsi Kalimantan Selatan, tingkat kelulusan siswa Kabupaten Barito Kuala, untuk tiga tahun terakhir tidak ternah lepas dari peringkat 1. Sampai peringkat 3. Bahkan untuk tahun 2013 ini, Ujian Nasional tingkat SLTA berhasil lulus 100 %, hal ini sungguh membahagiakan. 254
260 Dan yang lebih membahagiakan juga adalah berkembangnya partisipasi masyarakat yang terus ikut mengembangkan dan meningkatkan perannya dalam berkontribusi dalam pembangunan pendidikan. Dimana saat ini di wilayah Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di Kecamatan Alalak telah dibangun sebuah SMA unggulan yang didukung sepenuhnya oleh Hasnur Grup, melalui yayasan Hasnur Center. b. Bidang Kesehatan Pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Kuala diarahkan untuk lebih meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia yang ditandai antara lain, dengan meningkatnya usia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi / anak / ibu melahirkan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, meningkatnya produktivitas kerja, kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu program bidang kesehatan adalah jaminan kesehatan daerah yang dialokasikan meningkat setiap tahunnya yang diperuntukan bagi masyarakat miskin yang tidak terdaftar sebagai peserta jamkesmas. Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, hingga tahun 2013 terdapat 1 buah rumah sakit umum daerah, 19 buah puskesmas, 10 buah puskesmas perawatan, 65 buah puskesmas pembantu, 19 buah puskesmas keliling, 158 buah poskesdes/polindes, 382 buah posyandu. Sedangkan untuk tenaga kesehatan, Kabupaten Barito Kuala memiliki 26 orang dokter, dokter gigi 14 orang, bidan 216 orang, dan 141 orang perawat. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala juga telah mengembangkan panti pemulihan gizi di Kelurahan Berangas, sistem informasi puskesmas (simpus baku), posyandu terintegrasi, dan pengembangan poskesdes. c. Bidang Pekerjaan Umum Salah satu penyebab ketertinggalan Kabupaten Barito Kuala adalah kondisi infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang belum memadai. Untuk itulah, Pemerintah Kabupaten Barito kuala berjuang keras untuk menggali sumber pendanaan daerah guna mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barito Kuala, baik melalui upaya peningkatan pendapatan asli daerah, upaya melakukan terobosan kepada pemerintah provinsi, maupun kepada pemerintah pusat. 1) Pada tahun 2013, panjang jalan baru yang telah direhabilitasi berat mencapai 5,6 km, sedangkan panjang jalan yang telah direhabilitasi ringan mencapai 84,57 km. Kegiatan pembangunan kontruksi permukaan jalan berupa rehabilitasi berat, pemasiran, pengaspalan, LPA Klas B, latasir, ATB sepanjang 85,06 km. 2) Untuk menunjang sarana perhubungan darat, telah dibangun 4 buah jembatan baru dan direhabilitasi sebanyak 59 buah jembatan. 3) Pada tahun 2013 telah dilaksanakan peningkatan jalan usaha tani sepanjang m dari jalan tanah biasa menjadi sirtu. 255
261 4) Panjang saluran irigasi di Kab. Barito Kuala sepanjang M dengan 211 pintu air/tabat beton, sedangkan untuk saluran irigasi yang produktif sepanjang M, jumlah ini meningkat sepanjang M. d. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Terwujudnya keberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa/kelurahan menuju terciptanya kemandirian masyarakat dalam membangun diri dan lingkungannya. Untuk itulah, dilakukan upaya pengembangan kapasitas masyarakat dan pemerintahan desa / kelurahan, melalui program, sebagai berikut: 1) Program peningkatan keberdayaan masyarakat pedesaan, dengan kegiatan ; a) Penyelenggaraan diseminasi informasi bagi masyarakat desa. Target terlaksananya pendampingan Gerbangmas Taskin di 4 desa pada Kec. Tabukan dan Bakumpai, realisasi 100%. b) Lomba cipta inovasi teknologi tepat guna. Target terlaksananya lomba cipta inovasi teknologi tepat guna yang diikuti 17 kecamatan. Realisasi fisik sebanyak 1 kegiatan (17 kecamatan) (100 %). 2) Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan, dengan kegiatan ; a. Pembinaan manajemen badan usaha milik desa. Target terlaksananya rapat koordinasi dan pembinaan pengelolaan pasar desa sebanyak 68 orang. Realisasi fisik 1 kegiatan (68 orang) (100 %). b. Bimbingan teknis badan usaha milik desa. Target terlaksananya sosialisasi dan pembinaan pengelolaan BUMDES sebanyak 100 orang. Realisasi fisik 100 %. c. Perlombaan desa dan kelurahan. Target terlaksananya lomba desa dan kelurahan sebanyak 201 desa/kelurahan. Realisasi 100%. 3) Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, dengan kegiatan ; a) Pelaksanaan musyawarah pembangunan desa. Target terlaksananya pembinaan dan monitoring musrenbang desa/ Kecamatan sebanyak 17 kecamatan. Realisasi fisik sebanyak 17 kecamatan (100 %). 4) Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, dengan kegiatan ; a) Pelatihan aparatur pemerintahan desa dalam bidang pengelolaan keuangan desa. Target terlaksananya pelatihan pengisian buku administrasi pengelolaan keuangan desa total sebanyak 260 peserta. Realisasi fisik 1 kegiatan sebanyak 260 peserta (100 %). b) Pelatihan aparatur pemerintahan desa dalam bidang manajemen pemerintahan desa. Target terlaksananya pelatihan anggota BPD yang memahami pemerintahan desa total sebanyak 195 peserta. Realisasi fisik 100 %. c) Pelatihan penyusunan dan pendayagunaan data profil desa 256
262 dan kelurahan. Target terlaksananya bintek penyusunan data profil desa dan kelurahan serta pendataan desa dasar keluarga di 4 desa, total peserta sebanyak 51 orang. Realisasi 100% d) Bimbingan teknis penyusunan rencana pembangunan jangka menengah. Target terlaksananya bintek penyusunan RPJM Desa total sebanyak 60 orang peserta. Realisasi 100% Dengan cara demikian, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam segala aspek pembangunan agar secara bertahap membangun diri dan lingkungannya secara mandiri. e. Bidang Pertanian Kebijakan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hotikultura diarahkan untuk mendukung keberadaan Kabupaten Barito Kuala sebagai daerah penunjang program ketahanan pangan nasional yang saat ini berhasil menjadi penghasil beras terbesar di Kalimantan Selatan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil komoditas padi tersebar diseluruh kecamatan, perkembangan tahun 2013 angka sementara luas tanam tercapai ha, bila dibandingkan dengan luas tahun 2012 luas tanam tercapai ha (angka tetap BPS) dan bila dibandingkan dengan tahun 2012 terjadi peningkatan luas tanam seluas ha (3,27%). Luas panen pada tahun 2013 seluas ha, bila dibandingkan dengan tahun 2012 mencapai luas ha, atau terjadi peningkatan luas panen seluas ha (4,32%). Produksi padi pada tahun 2013 (angka sementara kabupaten) tercapai sebanyak ton gkg, bila dibandingkan tahun 2012 tercapai sebanyak ton gkg (angka tetap BPS), maka terjadi peningkatan produksi sebanyak ton (0,54%). f. Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Realisasi APBD Kabupaten Barito juga terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini terlihat dari realisasi APBD Tahun 2011 sebesar Rp ,00 (lima ratus empat puluh enam milyar delapan ratus delapan puluh juta lima ratus lima puluh lima ribu delapan ratus tujuh puluh rupiah). Sedangkan tahun 2012 sebesar Rp ,00 (enam ratus dua puluh tiga milyar lima ratus empat puluh tujuh juta empat ratus enam puluh enam ribu sembilan ratus tujuh puluh enam rupiah). Dan pada Tahun 2013 meningkat lagi menjadi sebesar Rp ,00 (Delapan ratus empat puluh sembilan milyar dua ratus dua puluh sembilan ribu enam ratus ribu dua ratus tujuh puluh tujuh rupiah). 257
263 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun : TAHUN Pertumbuhan Ekonomi (%) Dengan IBS Tanpa IBS ,32 5, ,18 6, ,34 5, ,96 6,54, ,92 5, ,85 6, )* 5,09 6, )** 5,75 6,61 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : Barito Kuala Dalam Angka 2013 (BPS). Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun Menurut Sektor Dari Tahun : No SEKTOR TAHUN ** 1 Pertanian 4,68 5,93 6,80 2 Pertambangan dan Penggalian -- 4,59 6,21 3 Industri Pengolahan 3,69 2,12 2,95 4 Listrik dan Air Bersih 7,55 8,28 10,06 5 Bangunan 6,26 6,86 7,03 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 2,86 2,98 3,49 7 Pengangkutan dan Komunikasi 2,20 6,05 6,56 8 Keuangan, Persewaan, dan jasa 11,02 11,31 12,47 Perusahaan 9 Jasa-jasa 9,20 9,17 8,41 Total PDRB 3,85 5,11 5,75 PDRB Tanpa IBS 6,52 6,06 6,61 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara Sumber : Barito Kuala Dalam Angka 2013 (BPS). Dilihat dari berbagai sektor pertumbuhan ekonomi tersebut di atas, dari tahun ketahun banyak mengalami peningkatan, hal tersebut merupakan hal positif yang sangat berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kondisi kemiskinan di Kab. Barito Kuala semakin tahun selalu menunjukkan penurunan. Pada Tahun 2006 jumlah penduduk miskin di Kab. Barito Kuala sebanyak jiwa (9,07%) dan pada tahun 2011 berjumlah jiwa (5,41 %). Sementara jumlah orang miskin dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 547 jiwa atau 0,11 %. Hal ini disebabkan adanya pertumbuhan inflasi yang cukup tinggi sementara produksi pertanian pertumbuhannya tetap. Setelah berbagai 258
264 program Penanggulangan Kemiskinan di SKPD lebih diintensifkan maka perkembangan jumlah penduduk miskin pada Tahun menunjukkan penurunan. Jumlah penduduk miskin menurun dari orang pada Tahun 2010 menjadi jiwa pada tahun 2011 ( menurun 512 jiwa atau turun 0,31 %). Pada tahun mendatang kita bertekad untuk menurunkan lagi jumlah penduduk miskin khususnya diwilayah Kabupaten Barito Kuala yang kita cintai ini. Grafik Sumber : Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Dalam rangka lebih mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan, aspek pengelolaan keuangan terus ditingkatkan, sehingga telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dengan diberikannya opini wajar dengan pengecualian (WDP) oleh BPK -RI. Ke depan, seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bertekad dan berkeyakinan dapat memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang senantiasa digelorakan pada setiap aparatur di Kabupaten Barito Kuala. Demikian LPPD Kabupaten Barito Kuala tahun 2013 ini kami sampaikan, dalam pelaksanaannya banyak keberhasilan yang telah dicapai, namum masih banyak pula keinginan masyarakat yang belum dapat dilaksanakan. Hal terpenting yang menjadi pendorong dan kekuatan yang besar di antara keterbatasan yang dimiliki Kabupaten Barito Kuala adalah bahwa pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala didukung sepenuhnya oleh segenap komponen masyarakat Barito Kuala sehingga upaya percepatan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama. 259
265 LAMPIRAN LAMPIRAN... IKK III.1. IKK III.2. IKK III.3. BUMI IJEJELA KABUPATEN BARITO KUALA 260
PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA
PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA Jl. PANGERAN ANTASARI, NO.1 TELP. (0511) 4799041, FAX (0511) 4799039, WEBSITE : www.baritokualakab.go.id, MARABAHAN =======================================================
PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 10 TAHUN 2015
PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN ALOKASI DANA DESA SETIAP DESA KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
28 antara 20º C 36,2º C, serta kecepatan angin rata-rata 5,5 knot. Persentase penyinaran matahari berkisar antara 21% - 89%. Berdasarkan data yang tec
BAB III KONDISI UMUM LOKASI Lokasi penelitian bertempat di Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Kota Banjarbaru, Kabupaten Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan
PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA DINAS PEKERJAAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2012
PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA DINAS PEKERJAAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2012 Jl. Jend. Sudirman Km. 3,5 telp. (0511) 4799105 70511 Nama PA/KPA : H. MAHALI, SH : DINAS PEKERJAAN UMUM SEKRETARIAT Hal 1 dari
PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KEGIATAN WILAYAH PERKOTAAN MARABAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KEGIATAN WILAYAH PERKOTAAN MARABAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO KUALA, Menimbang: a. bahwa
16. ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
16. ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 199 Acuan Rekomendasi Pupuk (kg/ha) Kalimantan Selatan 1. Aluh-Aluh 250 100*
BUPATI BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
BUPATI BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO KUALA, Menimbang
BUPATI BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
BUPATI BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN
KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN
KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN Situasi Wilayah Letak Geografi Secara geografis Kabupaten Tapin terletak antara 2 o 11 40 LS 3 o 11 50 LS dan 114 o 4 27 BT 115 o 3 20 BT. Dengan tinggi dari permukaan laut
Propinsi KALIMANTAN SELATAN. Total Kabupaten/Kota
Propinsi KALIMANTAN SELATAN Total Kabupaten/Kota Total Kecamatan Total APBN (Juta) Total APBD (Juta) Total BLM (Juta) : 13 : 151 : Rp. 140.050 : Rp. 14.281 : Rp. 154.330 235 of 342 PERDESAAN PERKOTAAN
III. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
III. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 3.1. Letak Geografis dan Administrasi Pemerintahan Propinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 37.530,52 km 2 atau hampir 7 % dari luas seluruh pulau Kalimantan. Wilayah
PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA DINAS PEKERJAAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2013
PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA DINAS PEKERJAAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2013 Jl. Jend. Sudirman Km. 3,5 telp. (0511) 4799105 Marabahan 70511 Nama PA/KPA Instansi Alamat Kantor : H. MAHALI, SH : DINAS PEKERJAAN
Lampiran I.63 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014
Lampiran I.6 /Kpts/KPU/TAHUN 0 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 0 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KURSI DP Meliputi Kab/Kota 8. KOTA BANJARMASIN
BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1
BAB I PENDAHULUAN Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara.
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang
43 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Keadaan Umum Kecamatan Sragi a. Letak Geografis Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada di
Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 12
BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Konsekuensi logis sebagai negara kesatuan
DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)
KABUPATEN / KOTA : TANAH LAUT 63.01 TANAH LAUT 1.363 161.086 338.449 1 63.01.01 TAKISUNG 1.191 16.142 33.333 2 63.01.02 JORONG 18.505 16.061 34.566 3 63.01.03 PELAIHARI 3.482 34.358 1.840 4 63.01.04 KURAU.036
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi
69 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi Lampung yang letak daerahnya hampir dekat dengan daerah sumatra selatan.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI LAHAN RAWA DALAM MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI LAHAN RAWA DALAM MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN Ir. Tarjidin Noor, MT. Kepala Dinas PU Kab. Hulu Sungai Selatan Disampaikan Pada Acara Pertemuan Konsultasi Regional O&P Prasarana
Data Agregat per Kecamatan
Data Agregat per Kecamatan Kabupaten Barito Kuala Jumlah Penduduk Jumlah Kabupaten Penduduk Barito Kuala Kabupaten berdasarkan Barito hasil Kuala SP2010 berdasarkan sebanyak 276.066 hasil SP2010 orang
Pemetaan Potensi Investasi di Kabupaten Barito Kuala 2014
Gambaran Umum Kabupaten Barito Kuala 1. Letak Geografis dan Administrasi Kabupaten Barito Kuala dengan ibukotanya Marabahan terletak paling barat dari Provinsi Kalimantan Selatan dengan batas-batas : -
KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
III. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian ini meliputi wilayah Kota Palangkaraya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan, Kabupaten
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Letak Geografis Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu dari delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis terletak antara 116-117
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH 5.1. Kondisi Geografis Luas wilayah Kota Bogor tercatat 11.850 Ha atau 0,27 persen dari luas Propinsi Jawa Barat. Secara administrasi, Kota Bogor terdiri dari 6 Kecamatan, yaitu
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Seluma Kabupaten Seluma merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3
KONDISI UMUM BANJARMASIN
KONDISI UMUM BANJARMASIN Fisik Geografis Kota Banjarmasin merupakan salah satu kota dari 11 kota dan kabupaten yang berada dalam wilayah propinsi Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin secara astronomis
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
63 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Fisik Daerah Penelitian Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2011) Provinsi Lampung meliputi areal dataran seluas 35.288,35 km 2 termasuk pulau-pulau yang
BAB IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan.
43 BAB IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Fisik Daerah Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan. Kecamatan Sragi merupakan sebuah Kecamatan yang ada
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lombok Utara tentang
IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU
IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU 4.1 Kondisi Geografis Secara geografis Provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut China Selatan, berada antara 1 0 15 LS dan 4 0 45 LU atau antara
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak pada BT dan
77 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak Geografis Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak pada 104 552-105 102 BT dan 4 102-4 422 LS. Batas-batas wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat secara geografis
LAPORAN KINERJA KAB. TOBA SAMOSIR BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Kabupaten Toba Samosir Kabupaten Toba Samosir dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Utara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan
4. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
4. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1. Kondisi Geografis Kota Makassar secara geografi terletak pada koordinat 119 o 24 17,38 BT dan 5 o 8 6,19 LS dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter dari
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti secara geografis terletak pada koordinat antara sekitar 0 42'30" - 1 28'0" LU dan 102 12'0" - 103 10'0" BT, dan terletak
IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -
IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI 4.1 Kondisi Geografis Kota Dumai merupakan salah satu dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37-101 o 8'13
DAFTAR ISI PENGANTAR... I DAFTAR ISI... II DAFTAR TABEL... V DAFTAR GAMBAR... VI BAB I PENDAHULUAN... I-1
DAFTAR ISI PENGANTAR... I DAFTAR ISI... II DAFTAR TABEL... V DAFTAR GAMBAR... VI BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. LATAR BELAKANG... I-1 1.2. DASAR HUKUM... I-1 1.3. GAMBARAN UMUM JAWA BARAT... I-4 1.3.1.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 26 Administrasi Kabupaten Sukabumi berada di wilayah Propinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak diantara 6 o 57`-7 o 25` Lintang Selatan dan 106 o 49` - 107 o 00` Bujur
IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN KARO
IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN KARO 4.1. Keadaan Geografis Kabupaten Karo terletak diantara 02o50 s/d 03o19 LU dan 97o55 s/d 98 o 38 BT. Dengan luas wilayah 2.127,25 Km2 atau 212.725 Ha terletak pada ketinggian
BUPATI BARITO KUALA KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR / 34 /KUM/2013 TENTANG
BUPATI BARITO KUALA KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 188.45/ 34 /KUM/2013 TENTANG PENUNJUKAN PELAKSANA OPERASIONAL TEKNIS KOMPUTERISASI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KECAMATAN DAN KABUPATEN
GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK
34 IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK 4.1 Gambaran Umum Provinsi Lampung Lintang Selatan. Disebelah utara berbatasan dengann Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sebelah Selatan
LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG I BAB
LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG 2009-203 I BAB I LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG 2009-203 A. DASAR HUKUM Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Bupati dimaksudkan
BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM
BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintahan Daerah telah diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Lampung yang
70 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Tanggamus 1. Keadaan Geografis Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Lampung yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA NOMOR 6 TAHUN 2012
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2012 2031 PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah
2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah Provinsi Kalimantan Timur dengan ibukota Samarinda berdiri pada tanggal 7 Desember 1956, dengan dasar hukum Undang-Undang
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013 TANJUNGPANDAN, MARET 2014 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat
KONDISI UMUM WILAYAH STUDI
16 KONDISI UMUM WILAYAH STUDI Kondisi Geografis dan Administratif Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106 0 45 50 Bujur Timur dan 106 0 45 10 Bujur Timur, 6 0 49
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
48 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Utara 1. Kondisi Geografis Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota yang ada di Propinsi Lampung. Kabupaten
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu sumber energi yang telah lama digunakan dan telah berkembang hingga saat ini adalah batubara. Semakin menurunnya tren produksi minyak dan gas saat ini membuat
V. GAMBARAN UMUM. Kota Bogor mempunyai luas wilayah km 2 atau 0.27 persen dari
V. GAMBARAN UMUM 5.1. Kondisi Geografis Kota Bogor mempunyai luas wilayah 118 50 km 2 atau 0.27 persen dari luas propinsi Jawa barat. Secara geografis, Kota Bogor terletak diantara 106 derajat 43 30 BT-106
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) BUPATI BARITO KUALA,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) BUPATI BARITO KUALA, Menimbang : a. bahwa untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman BAB I. PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-3 1.3 Hubungan Antar Dokumen... I-4
IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak
IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI 4.1 Keadaan Umum Provinsi Jambi secara resmi dibentuk pada tahun 1958 berdasarkan Undang-Undang No. 61 tahun 1958. Secara geografis Provinsi Jambi terletak antara 0º 45
BAB IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
36 BAB IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN A. Keadaan Geografi Letak dan Batas Wilayah Kabupaten Ngawi secara geografis terletak pada koordinat 7º 21 7º 31 LS dan 110º 10 111º 40 BT. Batas wilayah Kabupaten
2 Indonesia tentang Batas Daerah Kabupaten Banjar dengan Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan; Mengingat :1. Undang-Undang Darurat Nomor
No.1251, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAGRI. Kabupaten Banjar. Kabupaten Barito Kuala. Kalimantan Selatan. Batas Daerah. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tabalong Tahun 2014 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut
LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2008
No. 9, 2008-1 - LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN PROVINSI KALIMANTAN
- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG
- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM
BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS IIV.1 Permasalahan Pembangunan Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini dan permasalahan yang diperkirakan terjadi lima tahun ke depan perlu mendapat
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. terletak di bagian selatan Pulau Jawa. Ibu kota Provinsi Daerah Istimewa
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Fisik Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah provinsi di Indonesia, yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa. Ibu kota Provinsi Daerah Istimewa
BAB IV GAMBARAN UMUM. A. Gambaran Umum Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak di bagian utara Provinsi Lampung.
BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Kabupaten Tulang Bawang Barat Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak di bagian utara Provinsi Lampung. Kabupaten Tulang Bawang Barat berbatasan langsung dengan Provinsi
Bupati Murung Raya. Kata Pengantar
Bupati Murung Raya Kata Pengantar Perkembangan daerah yang begitu cepat yang disebabkan oleh semakin meningkatnya kegiatan pambangunan daerah dan perkembangan wilayah serta dinamisasi masyarakat, senantiasa
BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR
20 BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR 3.1. SITUASI GEOGRAFIS Secara geografis, Kota Bogor berada pada posisi diantara 106 derajat 43 30 BT-106 derajat 51 00 BT dan 30 30 LS-6 derajat 41 00 LS, atau kurang
IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan wilayah Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang No 12 Tahun 1999 sebagai hasil pemekaran Kabupaten
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH ( LPPD ) KABUPATEN MUKOMUKO PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH ( LPPD ) KABUPATEN MUKOMUKO PROVINSI BENGKULU TAHUN 216 KATA PENGANTAR Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Kabupaten Kampar 4.1.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang Selatan, 100º 23' - 101º40' Bujur Timur.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
31 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Gambaran Geografis Wilayah Secara astronomis, wilayah Provinsi Banten terletak pada 507 50-701 1 Lintang Selatan dan 10501 11-10607 12 Bujur Timur, dengan luas wilayah
BAB II KONDISI WILAYAH STUDI
II-1 BAB II 2.1 Kondisi Alam 2.1.1 Topografi Morfologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali secara umum di bagian hulu adalah daerah pegunungan dengan topografi bergelombang dan membentuk cekungan dibeberapa
KEADAAN UMUM KABUPATEN SINTANG
KEADAAN UMUM KABUPATEN SINTANG Geografis dan Administrasi Kabupaten Sintang mempunyai luas 21.635 Km 2 dan di bagi menjadi 14 kecamatan, cakupan wilayah administrasi Kabupaten Sintang disajikan pada Tabel
DAFTAR ISI PENGANTAR
DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Dasar Hukum 1.3. Gambaran Umum 1.3.1. Kondisi Geografis Daerah 1.3.2. Gambaran Umum Demografis 1.3.3.
LAMBANG DAERAH. LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH ( LPPD ) Provinsi / Kabupaten / Kota... TAHUN 2010.
FORMAT SAMPUL(1 Halaman) LAMBANG DAERAH LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH ( LPPD ) Provinsi / Kabupaten / Kota... TAHUN 2010. (Halaman baru, mengikuti sampul ) Kata Pengantar... (maksimum 2 halaman),
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan dititikberatkan pada pertumbuhan sektor-sektor yang dapat memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tujuan pembangunan pada dasarnya mencakup beberapa
DAFTAR ISI PENGANTAR
DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum B. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi 3. Status Pembangunan Manusia 4. Kondisi Ekonomi a. Potensi Unggulan
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan 4.1.1. Keadaan Geografis Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.14 sampai dengan 105, 45 Bujur Timur dan 5,15
BAB I PENDAHULUAN I - 1 A. VISI DAN MISI II - 3 B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH II - 5 C. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH II - 13
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR HAL i iv vi vii BAB I PENDAHULUAN I - 1 1.1 DASAR HUKUM I - 4 1.2 GAMBARAN UMUM DAERAH I - 3 1. Kondisi Geografis Daerah I - 5 2. Batas Administrasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Geografis dan Demografis Provinsi Kalimantan Timur
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Geografis dan Demografis Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur terletak pada 113 0 44-119 0 00 BT dan 4 0 24 LU-2 0 25 LS. Kalimantan Timur merupakan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 22 TAHUN 2011 T E N T A N G
Design by (BAPPEDA) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura, 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 22 TAHUN 2011 T E N T A N G RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) DAERAH
IV. GAMBARAN LOKASI PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Tengah BT dan LS, dan memiliki areal daratan seluas
IV. GAMBARAN LOKASI PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Tengah 1. Keadaan Geografis Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Lampung. Kabupaten Lampung
PEMERINTAH PROVINSI BANTEN
PEMERINTAH PROVINSI BANTEN INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (ILPPD) PROVINSI BANTEN TAHUN 2013 I. Pendahuluan Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi
BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH
BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTABARU, Menimbang
Daftar Isi. KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vii
Daftar Isi KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vii BAB. I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Dasar Hukum... I-1 1.2. Gambaran Umum Wilayah... I-2 1.2.1. Kondisi Geografis Daerah... I-2 1.2.2. Topografi...
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota
66 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kota Bandarlampung 1. Letak Geografis Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota Bandarlampung memiliki luas wilayah
PROFIL KECAMATAN JEJANGKIT
PROFIL KECAMATAN JEJANGKIT I. SEJARAH SINGKAT KECAMATAN Kecamatan Jejangkit berdiri sejak Tahun 2004 yang merupakan hasil dari Pemekaran Kecamatan Mandastana yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH, LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH KEPADA DEWAN PERWAKILAN
BAB IV. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
BAB IV. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Letak Geografis Kabupaten Bandung terletak di Provinsi Jawa Barat, dengan ibu kota Soreang. Secara geografis, Kabupaten Bandung berada pada 6 41 7 19 Lintang
3. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. Letak Geografis
3. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN Letak Geografis Penelitian dilakukan di dua kabupaten di Provinsi Jambi yaitu Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi. Fokus area penelitian adalah ekosistem transisi meliputi
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN Alamat : Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin Telp. (0511) 4705198, Fax. (0511) 4705098 ANALISIS KEJADIAN HUJAN
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Gambaran Umum Kabupaten Lampung Selatan
84 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kabupaten Lampung Selatan 1. Letak Geografis Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105 o 14 sampai dengan 105 o 45 Bujur Timur dan 5
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.
STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Statistik Daerah Kecamatan Air Dikit 214 Halaman ii STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Nomor ISSN : - Nomor Publikasi
BAB I PENDAHULUAN LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT ATA 2014 I - 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD merupakan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
PROFIL KECAMATAN WANARAYA
PROFIL KECAMATAN WANARAYA KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 207 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat Rahmat dan Hidayah- Nya yang senantiasa memberikan kekuatan,
DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iii x xi BAB I PENDAHULUAN... I - 1 A. Dasar Hukum... I - 1 B. Gambaran Umum Daerah... I - 4 1. Kondisi Geografis Daerah...
DAFTAR ISI. Daftar Isi... Daftar Tabel...
DAFTAR ISI Daftar Isi... Daftar Tabel... ii iv BAB I Pendahuluan... 1 A. Dasar Hukum... 1 B. Gambaran Umum Daerah... 2 1. Kondisi Geografis Daerah... 2 2. Gambaran Umum Demografis... 4 3. Kondisi Ekonomi...
BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR. Provinsi Jawa Timur membentang antara BT BT dan
BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR 4. 1 Kondisi Geografis Provinsi Jawa Timur membentang antara 111 0 BT - 114 4 BT dan 7 12 LS - 8 48 LS, dengan ibukota yang terletak di Kota Surabaya. Bagian utara
BAB I PENDAHULUAN...I.
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GRAFIK... x DAFTAR GAMBAR... xi BAB I PENDAHULUAN... I. 1 1.1 Latar Belakang... I. 1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I. 9 1.3 Hubungan RKPD dan
BAB IV TUGAS PEMBANTUAN
BAB IV TUGAS PEMBANTUAN Tugas Pembantuan merupakan penugasan dari Pemerintah kepada Daerah dan atau Desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang
