II.1 Paradigma SOA II-1
|
|
|
- Adi Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II DASAR TEORI Bab ini akan membahas mengenai teori-teori yang menjadi landasan atau dasar pengembangan konsep SOA, keuntungan SOA, prinsip-prinsip SOA, desain dan pengembangan SOA, bagaimana SOA dapat diimplementasikan. Selanjutnya adalah tentang Peranan sistem informasi terhadap perguruan tinggi dan menjelaskan tentang pengintegrasian sistem informasi di perguruan tinggi dengan menerapkan SOA. II.1 Paradigma SOA Era modern saat ini, fungsi-fungsi operasi bisnis pada perguruan tinggi diterapkan secara otomatis, dan tantangan yang muncul adalah bagaimana meningkatkan kemampuan dari sistem atau aplikasi yang digunakan dapat selaras dengan kebutuhan-kebutuhan baru. Penambahan antarmuka baru, menggabungkan data dari sumber yang berbeda dalam satu tampilan, integrasi dengan mobile device adalah alasan umum dalam melakukan investasi dan perbaikan terhadap sistem pada suatu organisasi atau perguruan tinggi. Kompleksitas adalah fakta terhadap perkembangan teknologi informasi. Tantangan utama saat ini adalah berkaitan dengan kompleksitas ketika membangun aplikasi yang baru, menggantikan aplikasi yang lama, dan melakukan perawatan serta peningkatan kinerja aplikasi dan sistem. Untuk menjawab tantangan tersebut sebuah paradigma pengembangan berorientasi layanan (service-oriented development) ditawarkan untuk menjadi menjadi solusi terhadap kompleksitas yang dihadapi [7]. Layanan atau service berbeda dengan sebuah object atau procedure. Layanan didefinisikan dengan messages dimana suatu layanan dapat melakukan pertukaran messages dengan layanan yang lain. Sebuah layanan bersifat independent yang tidak bergantung terhadap aplikasi yang menyimpannya. Hal ini memberikan kemampuan untuk sebuah layanan dapat dengan mudah digunakan secara II-1
2 bersama-sama antar departemen, enterprise, atau melalui internet. SOA memberikan cara bagaimana layanan-layanan dalam suatu sistem dapat diterapkan dan diatur. Pengembangan sistem berbasis layanan dan SOA adalah merupakan karakter yang dimiliki oleh teknologi Web services. SOA dan web services adalah merupakan jawaban terhadap pengintegrasian sistem dan aplikasi yang kompleks. SOA memberikan peta dan menggunakan model untuk menyatukan atau mengembangkan legacy system dan sistem yang baru selanjutnya web services menyediakan unifying glue dimana web services akan menyatukan dengan protokol umum standard ( SOAP, XML) serta deskripsi bahasa yang dapat dimengerti oleh mesin yang lain (WSDL). Sayed Hashimi [WEB002] menjelaskan latar belakang penggunaan SOA ditinjau dari sisi developers perangkat lunak. SOA menjadi sangat populer melalui perkembangan Web services. SOA muncul untuk menawarkan solusi terhadap masalah yang dihadapi para developers perangkat lunak. Proses menulis perangkat lunak yang sangat kompleks, dimana kode program yang sama harus ditulis kembali secara berulang-ulang, memicu munculnya kebutuhan terhadap cara yang lebih baik dalam menulis perangkat lunak dengan menggunakan kembali kode program yang sama. Solusi penulisan perangkat lunak yang kompleks adalah konsep modular design. Modular design memungkinkan programmer menulis sub-routines dan functions yang dapat digunakan kembali. Programmer dapat melakukan proses cutting dan pasting sebuah modul ke dalam aplikasi lain. Dampak negatif dari metode ini adalah kesulitan dalam perawatan perangkat lunak dan deployment perangkat lunak. Ketika sebuah bug ditemukan maintainer harus melakukan penelusuran terhadap semua aplikasi yang menggunakan fungsi tersebut dan melakukan perbaikan. Hasil perbaikan mempengaruhi proses deployment perangkat lunak, perangkat lunak tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Para developer tidak menyukai hal tersebut, mereka membutuhkan higher level of abstraction. Peneliti menawarkan classes dan OO perangkat lunak untuk mengatasi masalah tadi. II-2
3 Ketika kompleksitas perangkat lunak dan perangkat keras berkembang para developer mulai menyadari akan kompleksitas perangkat lunak, keperluan reuse code, dan memerlukan fungsi-fungsi untuk melakukan perawatan perangkat lunak. Component-based software memberikan solusi untuk menangani kompleksitas perangkat lunak, penggunaan kembali kode program, dan melakukan perawatan perangkat lunak. Keterbatasan component-based software adalah tidak menangani kompleksitas yang dihadapi oleh para developer saat ini. Saat ini terdapat berbagai isu kompleks yang dihadapi oleh pada developers, organisasi, users, dan stakeholders seperti distributed software, application integration, platform yang berbeda (OS, perangkat lunak, perangkat keras), protokol yang beragam, perkembangan ICT, dan sebagainya. Perangkat lunak saat ini harus dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat mengakomodasi isu-isu tersebut. SOA dengan web services memberikan solusi untuk semua isu yang telah disebutkan diatas. Dengan mengadopsi SOA, kerumitan protokol dan platform dapat dikurangi dan integrasi antar aplikasi dapat dilakukan. II.2 Definisi Service Oriented Architecture Berikut adalah definisi-definisi tentang SOA. Menurut Thomas Erl [3] : SOA adalah sebuah model desain dengan memiliki konsep yang dalam tentang meng-enkapsulasi logik aplikasi di dalam layanan-layanan yang berinteraksi melalui protokol yang umum. Organization for the Advancement of Structured Information Standards (OASIS) mendefinisikan SOA sebagai berikut : Sebuah paradigma untuk melakukan pengaturan dan penggunaan layananlayanan yang didistribusikan yang di kontrol oleh domain yang berbeda. SOA menyediakan sebuah keseragaman dalam memberikan, menemukan, berinteraksi dan menggunakan layanan-layanan yang dimiliki untuk II-3
4 menghasilkan efek yang diinginkan, konsisten dengan kondisi awal yang diukur dan harapan-harapan yang telah ditetapkan. Menurut website : SOA secara esensial adalah sebuah kumpulan dari layanan-layanan. Layanan-layanan tersebut berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi dapat melibatkan data yang sederhana atau dua atau lebih layanan yang berkoordinasi dengan beberapa aktivitas. Beberapa layanan dapat membutuhkan layanan yang lain untuk melakukan suatu aktifitas. Menurut website XML.com : SOA adalah sebuah gaya arsitektural yang memiliki tujuan untuk mencapai tingkat ketergantungan yang rendah diantara interaksi perangkat lunak. Sebuah layanan adalah sebuah unit yang dilakukan oleh sebuah penyedia layanan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan oleh pengguna layanan. Masing-masing penyedia dan pengguna layanan memiliki peran untuk dilaksanakan oleh perangkat lunak sesuai dengan kepemilikannya. Secara umum SOA dapat dituliskan kembali sebagai berikut : SOA adalah sebuah arsitektur aplikasi dimana semua fungsi, layananlayanan didefinisikan menggunakan sebuah bahasa yang terdeskripsi dan dapat mengakses antarmuka yang dipanggil untuk melakukan proses-proses bisnis. Setiap interaksi adalah independent terhadap yang lain. Karena antarmuka bersifat independent terhadap platform, setiap klien dari sembarang device dapat menggunakan service yang disediakan. SOA menghubungkan sistem operasi yang beragam dan mampu melakukan otomatisasi terhadap proses bisnis suatu organisasi secara internal atau enterprise. Gambar II.1 memberikan struktur hirarki dari SOA. SOA adalah sebuah arsitektur perangkat lunak yang didasarkan pada konsep-konsep kunci dari sebuah aplikasi front-end, service, service repository, dan service bus. Sebuah service terdiri dari sebuah kontrak, satu atau lebih antar muka, dan sebuah implementasi. II-4
5 SOA Appliation Front End Service Service Repository Service Bus Contract Implementation Interface Business Logic Data Gambar II.1. Struktur Hirarki SOA [WEB004] II.3 Prinsip-prinsip SOA Prinsip-prinsip berikut ini mendefinisikan aturan-aturan dasar dalam pengembangan, perawatan dan penggunaan dari SOA [7] : a. Konsep utama dari SOA adalah layanan. b. Setiap layanan didefinisikan dengan sebuah kontrak yang formal. c. Layanan-layanan hanya berinteraksi dengan layanan yang lain melalui antarmuka kontrak yang telah didefinisikan terlebih dahulu. d. Layanan-layanan harus dapat diakses melalui standard teknologi yang tersedia pada lingkungan secara umum. Mekanisme-mekanisme yang digunakan harus dapat diterima oleh standard-standard industri. e. Layanan-layanan harus dapat didefinisikan kedalam level abstraksi yang tinggi yang berhubungan aktifitas-aktifitas pada dunia nyata dan fungsifungsi bisnis yang dapat dikenal sehingga kebutuhan-kebutuhan bisnis dan kemampuan-kemampuan teknikal dapat di selaraskan dengan tepat. II-5
6 f. Layanan-layanan yang tersedia harus memiliki arti yang penuh atau mudah dipahami. g. Layanan-layanan harus loosely coupled. h. Kumpulan layanan harus memiliki tipe dokumen yang sama, yaitu dokumen XML. Hal ini untuk menfasilitasi pertukaran informasi diantara layananlayanan dan struktur dan semantik dari dokumen harus disepakati dan dapat dimengerti dengan baik. i. Layanan-layanan harus memberikan tugas-tugas yang spesifik dan menyediakan antarmuka yang sederhana untuk mengakses atau menggunakan fungsionalitas yang disediakan. j. Layanan-layanan harus menyediakan informasi yang menjelaskan kemampuan dan keterbatasan dari layanan yang disediakan. Informasi tersebut harus tersedia pada repository. II.4 Komponen-komponen SOA Komponen-komponen yang menyusun SOA merupakan kunci dari arsitektur berbasis layanan dibangun. Komponen komponen yang terlibat didalam arsitektur berbasis layanan adalah : II.4.1 Service Sebuah layanan adalah sebuah lokasi yang terletak pada jaringan yang memiliki mesin yang dapat membaca deskripsi dari messages yang diterima dan memberikan respon balik [7]. Layanan juga dapat didefinisikan sebagai interface untuk menerima request dari pengguna layanan dan kemudian memberikan respon terhadap request tersebut. Sebuah layanan dalam SOA adalah sebuah bagian fungsi yang memiliki tiga karakteristik: a. Contract Interface. Kontrak antarmuka layanan adalah bersifat platform independent. II-6
7 b. Dinamically found and assessment. Layanan secara dinamis dapat ditemukan dan digunakan. c. Self Contained. Setiap layanan dibangun secara independen. Layanan memiliki business logic dan definisi yang tidak bergantung terhadap layanan yang lain. II.4.2 Message Penyedia layanan dan pemakai layanan berkomunikasi melalui pesan. Layananlayanan menggunakan kontrak antarmuka, yang mendefinisikan sifat layanan dan pesan yang diterima dan dikembalikan. Untuk mendukung kontrak antarmuka yang bersifat independen, teknologi yang digunakan harus mampu mendefinisikan pesan yang dikirim oleh platform atau bahasa yang lain. Oleh karena itu, pesan secara tipikal dibangun menggunakan dokumen-dokumen XML. XML menyediakan semua fungsionalitas, granularitas, dan skalabilitas yang dibutuhkan oleh pesan, sehingga memungkinkan pengguna dan penyedia layanan untuk berkomunikasi dengan efektif; pengguna dan penyedia layanan membutuhkan sistem yang tidak dibatasi untuk mendefinisikan pesan. II.4.3 Dynamic Discovery Dynamic discovery adalah sebuah bagian penting dari SOA. Pada level tinggi, SOA dibentuk oleh tiga bagian penting, yaitu penyedia layanan, pengguna layanan, dan direktori layanan. Peran dari penyedia layanan dan pengguna layanan sudah jelas, tetapi peran dari direktori layanan memerlukan penjelasan lebih lanjut. Direktori layanan adalah sebuah penghubung antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Penyedia layanan mendaftarkan layanan pada direktori layanan dan pengguna layanan meminta atau mencari layanan dari direktori layanan. Sebagian besar direktori layanan secara umum diatur berdasarkan kriteria dan kategori. Pengguna layanan dapat menggunakan kemampuan untuk mencari layanan untuk menemukan penyedia layanan. Direktori layanan pada SOA untuk mewujudkan hal-hal dibawah ini: 1. Skalabilitas dari layanan. Layanan dapat ditambah secara bertahap. 2. Decouples pengguna layanan dari penyedia layanan. II-7
8 3. Mengijinkan untuk hot updates terhadap layanan. 4. Menyediakan pencarian layanan bagi pengguna. 5. Mengijinkan pengguna layanan untuk memilih layanan diantara para penyedia layanan daripada melakukan hard coding pada sebuah penyedia layanan. II.4.4 Web Services Web services [WEB004] adalah sebuah sistem perangkat lunak yang didesain untuk mendukung interaksi yang interoperable antar mesin melalui sebuah jaringan. Walaupun konsep-konsep yang membentuk SOA telah ada sebelum web services muncul, web services memiliki peran penting didalam SOA. Hal ini dikarenakan web services dibangun diatas protokol-protokol yang sudah terkenal dan memiliki platform yang independent, seperti HTTP, XML, UDDI, dan WSDL. SOA menggunakan protokol-protokol tersebut sebagai komponen kunci karena protokol-protokol menyediakan layanan yang dapat ditemukan dan digunakan secara dinamis. SOA menyediakan layanan yang memiliki kontrak antarmuka yang platform independent, yang disediakan oleh XML. SOA menekankan pada interoperability, hal ini disediakan oleh HTTP. Alasan-alasan tersebut menjadikan web services sebagai jantung dari SOA. Gambar II.2 memberikan gambaran tentang proses yang dilakukan dan elemenelemen yang terlibat dalam web services: II-8
9 Registry Service Consumer Service Provider Gambar II.2. Proses Web services Berikut penjelasan tentang proses yang terjadi pada web service : a. Proses pencarian layanan (find). Proses ini dilakukan oleh service consumer terhadap server yang memiliki daftar layanan yang dapat digunakan serta cara untuk menggunakannya. b. Proses menggunakan layanan (bind and invoke). Proses ini dilakukan apabila aggreement antara service consumer dan service provider telah didaftarkan pada registry server. c. Proses register. Proses ini dilakukan oleh service provider untuk mendaftarkan service yang dapat digunakan oleh service consumer pada registry server. d. Service contract. Bagian ini adalah antarmuka service yang mendefinisikan komponen-komponen yang terdapat pada sebuah service. Service contract di representasikan dalam bentuk WSDL. WSDL adalah sebuah deskripsi bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia dan mesin komputer. WSDL ditulis dengan menggunakan sintaks XML dan digunakan sebagai antarmuka untuk melakukan message exchange dalam suatu layanan. Contoh komponenkomponen yang terdapat pada service contract adalah nama layanan, nomor versi, header. II-9
10 II.5 Keuntungan SOA Berdasarkan webmethods.com, SOA memiliki karakteristik yang memberikan keuntungan-keuntungan sebagai berikut: 1. Loosely coupled a. Meningkatkan kemampuan penyesuaian organisasi; memampukan organisasi atau perusahaan untuk memodifikasi proses bisnis dan menanggapi kebutuhan pasar dengan mudah. b. Menyediakan keuntungan bersaing dengan menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi. Sistem komputer dapat digunakan untuk mendukung proses bisnis. c. Biaya implementasi yang rendah dengan meningkatkan penggunaan kembali komponen yang telah ada. d. Meningkatkan adaptasi terhadap perkembangan IT. Integrasi antar aplikasi menjadi lebih mudah. 2. Modular approach a. Memampukan pengembangan secara bertahap, deployment, dan perawatan: menghindari biaya yang tinggi dan resiko implementasi perangkat lunak yang tidak tepat sasaran, big bang. b. Menurunkan usaha pengembangan dengan mengurangi kompleksitas melalui pendekatan divide and conquer. c. Selalu lebih cepat dalam menghasilkan sebuah fungsi aplikasi baru. Kebanyakan adalah proses menyatukan komponen-komponen yang telah ada dibandingkan dengan melakukan pengembangan baru. 3. Non-intrusive a. Aset IT yang telah diinvestasikan dapat digunakan kembali. b. Resiko dan usaha pengembangan yang lebih rendah; karena dapat menghindari keharusan untuk menulis kembali dan melakukan pengujian terhadap aplikasi yang telah ada. II-10
11 4. Standard-based a. Platform yang independent mengijinkan organisasi menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras sesuai dengan pilihannya. b. Mengijinkan organisasi untuk menggunakan atau menyewa sumber daya yang berbeda sehingga mengurangi ketergantungan terhadap satu vendor. c. Kebutuhan untuk melakukan pelatihan lebih rendah dan meningkatkan keahlian orang-orang yang dapat menjalankan aplikasi dengan mudah. 5. General purpose technology Membebaskan dari skala ekonomi, teknologi yang sama dapat digunakan untuk masalah-masalah bisnis yang lebih luas. Dibawah ini adalah prinsip-prinsip arsitektural yang spesifik untuk mendesain dan mendefinisikan layanan yang berfokus pada tema yang mempengaruhi sifat dari sebuah sistem : 1. Enkapsulasi layanan (Service encapsulation). Implementasi detail dari sebuah layanan disembunyikan dari sisi klien. 2. Kebergantungan yang rendah pada layanan lain (Service loosely coupling). Layanan-layanan yang merawat sebuah hubungan yang meminimalisasi kebergantungan. 3. Kontrak layanan (Service contract). Layanan-layanan yang ditambahkan untuk sebuah perjanjian komunikasi yang didefinisikan secara kolektif oleh satu atau lebih dokumen deskripsi layanan. 4. Abstraksi layanan (Service abstraction). Layanan yang menyimpan atau menyembunyikan proses logik dari dunia luar. 5. Kemampuan penggunaan kembali layanan (Service reusability). Proses logik yang dibagi kedalam layanan-layanan untuk mempromosikan penggunaan kembali. II-11
12 6. Kemampuan penggabungan layanan (Service composability). Kumpulan layanan-layanan yang dapat dikoordinasi dan dibangun membentuk komposit layanan. 7. Otonomi layanan (Service autonomy). Layanan-layanan yang memiliki kontrol terhadap proses logik yang di-enkapsulasi. 8. Optimasi layanan (Service optimization). Tanpa memperhitungkan pertimbangan lain atau jika parameter lain dianggap sama atau tetap, layanan berkualitas tinggi secara umum lebih dipilih dibandingkan layanan berkualitas rendah. 9. Kemampuan ditemukannya layanan (Service discoverability). Layanan yang dirancang agar dapat ditemukan dengan cepat dan digunakan oleh pengguna layanan. II.6 Desain dan Pengembangan SOA Terdapat dua bagian penting dalam desain dan pengembangan SOA. Pertama adalah cara tentang bagaimana melakukan desain dan implementasi terhadap layanan dan aplikasi yang akan dirancang. Kedua adalah cara tentang bagaimana melakukan pengembangan terhadap layanan dan aplikasi SOA. Berikut penjelasan masing-masing bagian : 1. Desain layanan dan aplikasi SOA. SOA memberikan sebuah pendekatan arsitektur dengan melakukan decomposing terhadap proses-proses bisnis dan aktifitas-aktifitas dasar (low level activities) menjadi standards-based services. Untuk melakukan desain layanan dan aplikasi SOA, terdapat sebuah metodologi yang disebut Shared service life Cycle (SSLC)[WEB007] yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perancangan layanan. Perulangan pada SSLC dibagi dalam 2 aspek, yaitu : a. Design-time. b. Run-time. Bagian Design-time melakukan 3 fase dalam perancangan layanan : II-12
13 a. Identify Business Process b. Service Modeling c. Build and Compose Bagian Run-time melakukan 3 fase dalam impementasi layanan : a. Publish and Provision b. Integrate and Deploy c. Secure and Manage d. Evaluate Gambar II.3 menunjukkan fase-fase yang dilakukan dalam melakukan perancangan layanan dalam aplikasi SOA. Identify Business Process Service Modelling Design-Time Build and Compose Evaluate Run-Time Publish and Provision Secure and Manage Integrate and Deploy Gambar II.3. Shared Service Life Cycle [WEB007] 2. Pengembangan layanan dan aplikasi SOA. Pengembangan layanan dan aplikasi SOA memiliki 3 tahap umum yaitu : a. Analysis. Dilakukan analisis proses-proses bisnis yang berlangsung pada serta fungsi fungsi yang mendukung masing-masing proses tersebut. Analisis II-13
14 setiap proses bisnis yang dapat dijadikan layanan dan perlu untuk dikembangkan. b. Develop. Gunakan fungsionalitas yang telah ada pada sistem informasi yang ada dalam melakukan pengembangan layanan. Pastikan setiap layanan tetap memiliki independency dan memiliki agreement yang jelas dengan penyedia layanan dan pengguna layanan. c. Utilize. Menjalankan layanan yang telah dibuat, dan terus melakukan identifikasi dan optimasi terhadap layanan jika terdapat kesempatan. II.7 Implementasi SOA. SOA dapat diimplementasikan dengan beberapa teknologi berikut ini: II.7.1 Web Services. Web services didukung oleh beberapa teknologi berikut ini : 1. SOAP (Simple Object Access Protocol) atau dikenal juga Service Oriented Architecture Protocol, adalah sebuah protokol yang digunakan untuk melakukan pertukaran dokumen XML melalui jaringan komputer. 2. WSDL (Web services Description Language) adalah sebuah dokumen yang ditulis dalam XML. Dokumen ini mendeskripsikan sebuah layanan web. WSDL menunjukkkan lokasi dari layanan dan operasi-operasi atau metodemetode yang dapat digunakan. 3. UDDI (Universal Description, Discovery and Integration) adalah sebuah kerangka kerja platform yang independent untuk mendeskripsikan layananlayanan, menemukan, dan mengintegrasikan layanan dengan menggunakan internet. UDDI berkomunikasi melalui SOAP. UDDI adalah sebuah direktori dari web services dimana antarmuka UDDI adalah WSDL. II.7.2 CORBA (Common object request broker architecutere) Sebuah standar yang dikeluarkan oleh Object Management Group (OMG) yang memampukan komponen-komponen perangkat lunak ditulis dalam bahasa II-14
15 pemrograman dan dijalankan diatas platform yang beragam untuk saling berkomunikasi (interoperate). II.7.3 EJB (Enterprise Java Bean) EJB adalah sebuah arsitektur komponen server-side yang menyederhanakan proses membangun class enterprise aplikasi komponen terdistribusi dalam lingkungan java. II.7.4 RMI (Remote Method Invocation) RMI adalah sebuah mekanisme yang terdapat pada bahasa pemrograman java. RMI mengijinkan objek-objek java untuk menggunakan methods pada objek lain dengan menggunakan JVM. II.7.5 REST (Representational State transfer) REST adalah gaya arsitektur perangkat lunak untuk sistem hypermedia terdistribusi seperti world wide web. REST memiliki tujuan untuk memberikan gambaran bagaimana sebuah aplikasi web berperilaku: sebuah jaringan dari halaman-halaman web, tujuan ketika user memilih link (state transitions), hasil dari halaman selanjutnya (mewakili status berikutnya) yang akan ditransfer kepada user. Dr. Roy Fielding, Architectural Styles and the Design of Network-based Software Architectures. II.7.6 RPC (Remote Procedure Call) RPC adalah sebuah mekanisme komunikasi yang memampukan sebuah proses berkomunikasi dengan proses yang lain. Proses komunikasi ini dapat terjadi pada komputer berbeda pada sebuah jaringan. RPC menggunakan metode IPC untuk menciptakan proces ilusi untuk melakukan pertukaran proses yang terjadi pada alamat yang sama. RPC memampukan untuk mengeksekusi sebuah routine pada komputer yang berbeda melalui jaringan komputer. II.7.7 DCOM (Distribute Component Object Model) DCOM adalah sebuah kumpulan konsep Microsoft dan antarmuka program dimana objek program client dapat meminta service dari objek program server pada komputer lain dalam sebuah jaringan. DCOM menyediakan sekumpulan II-15
16 antarmuka yang memungkinkan client dan server dapat saling berkomunikasi pada komputer yang sama. II.8 Dua Pendekatan Pengintegrasian dan Interoperability Dua pendekatan yang dapat digunakan untuk pengintegrasian suatu sistem adalah: 1. Web services integration (WSI). Integrasi Web services bersifat lebih sukses ketika hasil yang ingin dicapai dan ROI (return on investment) lebih diprioritaskan dalam waktu yang pendek. WSI bersifat opportunistic dan tactical. Karakteristik WSI[8] : a. WSI Project melibatkan sistem yang kecil (dua sampai empat sistem). b. SOAP didefinisikan untuk : diperlukan pertukaran data pada sistem, format legacy message telah dimengerti, dan legacy APIs/methods telah tersedia. c. Faster time to market. d. Lower integration cost. 2. Service Oriented Integration (SOI). Integrasi berorientasi layanan bersifat sistematic dan strategis dalam context SOA. Karakteristik SOI [8] : a. Kerangka kerja SOA, proses-proses, guidelines, models dan kakas yang digunakan didefinisikan pada fase awal. b. Pemodelan formal dari domain service digunakan. Identifikasi tipe data kunci, kontrak service, dan proses-proses yang digunakan dalam organisasi. c. Taxonomy service didefinisikan dengan baik agar dapat dipromosikan untuk digunakan lagi untuk project selanjutnya. d. SOI menciptakan data formal dan data reusable, service, dan model proses yang applicable dalam domain service atau antar domain service yang lain. e. Reduces vendor lock in (Mengurangi ketergantungan terhadap pihak yang menyediakan produk sistem perangkat lunak) dan II-16
17 menyederhanakan dalam melakukan migrasi aplikasi dan konsolidasi di masa yang akan datang. Gambar II.4. Arsitektur WSI [8] Gambar II.5. Arsitektur SOI [8] II-17
18 II.9 Perancangan model service Model service direpresentasikan dengan simbol pada Gambar II.6 [7] : Gambar II.6. Bentuk Lingkaran Untuk Merepresentasikan Service Service Compositions adalah sebuah kumpulan layanan-layanan yang telah dikoordinasi. Gambar II.7 adalah contoh sebuah service composition. Gambar II.7. Service Composition Service Inventory adalah kumpulan layanan-layanan yang independent, diatur dan telah distandarisasi dimana layanan tersebut dapat merepresentasikan suatu layanan pada enterprise atau sebuah segmen pada enterprise tersebut [7]. Gambar II.8 merepresentasikan sebuah service inventory. Gambar II.8. Service Inventory II-18
19 Hubungan antara service inventory dan service composition direpresentasikan dengan gambar II.9. Layanan yang tersedia dapat dirancang untuk digunakan kembali dalam bentuk service composition. Service Inventory Service Composition Supported by- Service Oriented Architecture Gambar II.9. Hubungan Service Inventory dan Service Composition II.10 Pemodelan service-oriented classes Bagian ini akan menjelaskan bagaimana service-oriented class dan service interface didesain agar dapat saling berinteraksi. Terdapat 2 proses untuk melakukan desain service-oriented class dan service interface [11]. Proses yang pertama adalah melakukan desain komponen class untuk service oriented dan proses yang kedua adalah melakukan desain Web services interface. Berikut adalah langkah untuk desain service oriented class [11]: 1. Mengidentifikasi business services ke dalam component class. Mengidentifikasi bagian-bagian business logic yang terdapat pada model applikasi yang digunakan pada sistem kini, kemudian mencoba membuat component class. 2. Identifikasi logic yang tidak dapat direpresentasikan oleh web services. Mengidentifikasi fungsi-fungsi yang sulit untuk direpresentasikan dalam web services agar tidak memberikan efek pada saat melakukan implementasi web services. II-19
20 3. Menganalisa classes atau methods yang dapat di gunakan kembali. SOA memberikan kesempatan untuk melakukan penggunaan kembali kode routines yang terdapat pada class methods. 4. Identifikasi ketergantungan interfaces. Method yang dibangun secara public memungkinkan untuk terjadinya internal dependencies. Hal ini memungkinkan sebuah method harus memanggil method yang lain untuk menyelesaikan prosesnya. 5. Menentukan tingkat interoperability. Setiap class dilakukan pengelompokkan methods sesuai dengan kebutuhan data secara internal atau external. Sebuah method yang biasa digunakan untuk pertukaran data antar layanan yang saling berinteraksi dan digunakan oleh external requestor akan memiliki level yang berbeda dibandingkan dengan methods yang lain. 6. Membuat granular, task oriented classes. Services yang akan dibangun dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok logical yang mendukung proses bisnis sebuah layanan. 7. Mengelompokkan methods berdasarkan tipe. Setiap methods yang telah teridentifikasi dikelompokkan ke dalam kelas yang baru. 8. Identifikasi kandidat service encapsulation. Bagian ini akan melakukan analisis class yang akan di encapsulation ke dalam web services. Sebuah kandidat class dari SOA belum berarti cocok untuk diimplementasikan ke dalam web services. 9. Review non-services class. Melakukan review terhadap classes yang tidak qualify untuk dijadikan sebagai web services. 10. Identifikasi kesempatan untuk melakukan konsolidasi proses yang saling berhubungan. Proses ini melakukan iterasi secara keseluruhan untuk melihat methods yang memiliki level interoperability yang sama. II-20
21 II.11 Sistem Informasi Di Perguruan Tinggi Definisi Sistem Informasi [WEB005] adalah penataan atau pengelolaan manusia, data, proses, representasi data dan teknologi informasi yang mendukung kebutuhan pengguna. Definisi Sistem Informasi [WEB006] : Sebuah kumpulan orang, prosedur, sumber daya yang dikumpulkan, diubah menjadi informasi dan disebarkan dalam sebuah organisasi; sebuah sistem yang menerima sumber daya data sebagai input dan memrosesnya menjadi produk informasi sebagai output; sebuah sistem yang menggunakan perangkat keras, perangkat lunak dan orang untuk melakukan input, proses, output, penyimpanan dan mengontrol aktifitas dan mengubah sumber daya data menjadi produk informasi; sebuah sistem yang didesain dengan maksud tertentu untuk sehingga data, komputer, prosedur, dan orang dapat bersamasama mengelola informasi yang penting untuk mencapai misi dari organisasi. Peranan dari sistem informasi adalah mengolah data menjadi informasi yang dapat digunakan oleh user, stakeholder, manager. Selanjutnya informasi dimanfaatkan dengan cara sebagai berikut: 1. Digunakan untuk membuat/menunjang keputusan (decision making). 2. Sebagai feedback. 3. Sebagai input untuk melakukan proses selanjutnya. 4. Digunakan untuk melakukan analisis terhadap suatu sistem. 5. Menunjukkan hasil yang baru. II.12 Definisi dan Peranan Perguruan Tinggi Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 19 ayat 1: Yang dimaksud perguruan tinggi adalah merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah mencakup program pendidikan diploma, II-21
22 sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Secara khusus peran perguruan tinggi tercantum dalam dalam PP No. 30 tahun 1990 tentang Perguruan Tinggi. Dalam ketentuan umum, Pasal 1 ayat 2 : Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi. Selanjutnya pendidikan tinggi memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian. 2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. II.13 Peranan Strategis ICT Pada Perguruan Tinggi Teknologi komunikasi dan informasi telah menjadi pilihan mutlak dalam dunia pendidikan. Perguruan tinggi memanfaatkan ICT untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. ICT telah diterapkan sebagai media untuk dalam penyelenggaraan aktivitas belajar mengajar, riset, serta pelayanan kepada masyarakat[3]. II.14 ICT Sebagai Transaction dan Interaction Enabler ICT memungkinkan perguruan tinggi dapat menciptakan proses pendidikan yang murah-berkualitas-cepat. Berikut ini adalah contoh pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan[3] : 1. Pendaftaran online menggunakan website. 2. FRS online. 3. Course online. II-22
23 4. Pengumuman hasil ujian online. 5. Manajemen ruangan kelas, mata kuliah, dosen. 6. Portal Perpustakaan. 7. e-learning. 8. Blog. 9. Sharing files. 10. Ujian online. II.15 Inovasi ICT Untuk Menunjang Aktifitas Perguruan Tinggi Manfaat ICT telah digunakan oleh perguruan tinggi saat ini. Selanjutnya ICT telah berkembang menjadi partner para akademisi untuk menciptakan inovasi yang lebih berkualitas dalam menunjang aktifits perguruan tinggi. Berikut adalah contoh inovasi ICT yang digunakan oleh perguruan tinggi dalam menyelenggarakan aktivitasnya [3]: 1. Media Simulasi. 2. Course Management 3. Virtual Class 4. Distance learning 5. CBT (Computer Based Training) 6. Knowledge portal 7. Cyber Community II.16 SOA dan Integrasi Sistem Informasi Pada Perguruan Tinggi. Dengan semakin majunya teknologi, pemanfaatan teknologi yang semakin berkembang maka kompleksitas dan keanekaragaman platform tidak bisa dihindari. SOA menawarkan sebuah rancangan arsitektur yang dapat digunakan oleh perguruan tinggi untuk melakukan pengintegrasian sistem informasi. Keuntungan dari SOA yang dapat dipenuhi oleh ICT memberikan manfaat bagi II-23
24 perguruan tinggi untuk melakukan pengembangan dalam proses bisnis perguruan tinggi. Sistem informasi yang telah ada serta layanan-layanan yang digunakan dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan menggunakan SOA. SOA memberikan solusi bagi perguruan tinggi dalam menangani kompleksitas platform hardware, software, perawatan perangkat lunak, training operator, penggunaan kembali kode, dan pengembangan layanan-layanan di perguruan tinggi. II-24
PENERAPAN SOA SEBAGAI ALTERNATIF PENGINTEGRASIAN MULTI SISTEM INFORMASI
Media Informatika Vol. 9 No. 1 (2010) PENERAPAN SOA SEBAGAI ALTERNATIF PENGINTEGRASIAN MULTI SISTEM INFORMASI Ana Hadiana Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung
INTEGRASI SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS PENERAPAN SOA
Media Informatika Vol. 11 No. 1 (2012) INTEGRASI SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS PENERAPAN SOA Ana Hadiana Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda no. 96 Bandung
BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA
BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA Dengan melakukan penelusuran evolusi pola-pola integrasi, maka dapat ditunjukkan bahwa SOA merupakan teknik integrasi yang dibangun berdasarkan teknologi
SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE (SOA)
Implemented using Web Services SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE (SOA) Oleh: Ahmad Syauqi Ahsan 1 TUJUAN Mengerti konsep dasar dari Service Oriented Architecture (SOA). Memahami manfaat SOA. Mengerti kapan
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, aplikasi dan platform yang digunakan oleh departemen-departemen dan unit pendukung pada perguruan tinggi menjadi beragam.
WEB SERVICES. Sistem terdistribusi week 12
WEB SERVICES Sistem terdistribusi week 12 Outline Kegunaan web service Sejarah bahasa pemrograman Perusahaan pengusul web service Arsitektur web service Keuntungan & kekurangan wes service Kegunaan web
Arsitektur Web Service Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu: 1. Service Requester (peminta layanan)
1. Pengenalan Web Service Definisi Web Service Web service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web service
Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan
Overview Web Service (sebagai software) adalah sebuah sistem didesain untuk mendukung mesin interoperabilitas untuk berinteraksi dalam jaringan. Seringnya Web service hanya berupa application programming
Implementasi Service-Oriented Architecture dengan Web Service untuk Aplikasi Informasi Akademik
1 Implementasi Service-Oriented Architecture dengan Web Service untuk Aplikasi Informasi Akademik F Kapojos, H.F. Wowor, A.M. Rumagit, A.P.R Wowor. Abstrak Service Oriented Architecture (SOA) suatu teknologi
Teknik Informatika S1
Teknik Informatika S1 Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut Pengenalan Web App + Req. Web App Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285740278021 Aplikasi
PENERAPAN MODEL SERVICE ORIENTED ARCHITECTUR PENGINTEGRASIAN SISTEM INFORMASI STMIK ATMA LUHUR
PENERAPAN MODEL SERVICE ORIENTED ARCHITECTUR PENGINTEGRASIAN SISTEM INFORMASI STMIK ATMA LUHUR Marini Program Studi Komputerisasi Akuntansi, STMIK ATMA LUHUR Pangkalpinang Bangka Belitung E-mail: [email protected]
By : Agung surya permana ( )
By : Agung surya permana (5108100504) Latar belakang Rumusan masalah Permasalahan yang diangkat dalam menyelesaikan tugas akhir ini adalah: Bagaimana mengimplementasikan metode arsitektur SOA dari hasil
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini membahas teori-teori yang dijadikan acuan tugas akhir ini.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas teori-teori yang dijadikan acuan tugas akhir ini. 2.1 Web Service Web Service adalah sekumpulan application logic beserta objek-objek dan method-method yang dimilikinya
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Rapor Rapor berasal dari kata dasar report yang berarti laporan. Rapor merupakan laporan hasil dari suatu kegiatan yang disusun secara benar. Materi yang dilaporkan dalam hal
Firewall & WEB SERVICE
Firewall & WEB SERVICE Definisi Firewall Umumnya ditempatkan pada batas network untuk membangun batas pinggir keamanan (security). Firewall digunakan untuk melindungi internal network dari eksternal yang
KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote
KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote Komunikasi Data Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang
Tujuan 04/07/ :01
Sistem Basis Data : Perancangan Perangkat Lunak Tujuan Mahasiswa mampu memahami analisis dan desain model database Mahasiswa paham dan mengerti konsep desain database Mahasiswa mengerti desain arsitektur
BAB II LANDASAN TEORI. Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Basis Data Terdistribusi Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple, database yang saling berkaitan secara logik yang didistribusikan melalui
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan Perkembangan teknologi komputer pada sisi perangkat lunak saat ini telah mengalami pergeseran yang cukup besar, yaitu dari aplikasi yang bersifat standalone menuju pada
PROSES, OBJEK DAN LAYANAN TERDISTRIBUSI
PROSES, OBJEK DAN LAYANAN TERDISTRIBUSI SISTEM TERDISTRIBUSI CLIENT SERVER PROSES TERDISTRIBUSI SISTEM TERDISTRIBUSI CLIENT SERVER 1 Proses terdistribusi dapat diaplikasikan pada berbagai ruang kerja,
BAB 2 DASAR TEORI. 2.1 Service Oriented Architecture (SOA) Konsep Service Oriented 2-1
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Service Oriented Architecture (SOA) Saat berbicara mengenai SOA, maka terlebih dahulu harus dilakukan pembahasan mengenai services. Services adalah sebuah fungsi yang terdefinisi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan otobus (PO) merupakan salah satu jasa akomodasi angkutan darat yang melayani perjalanan dari satu kota menuju kota lainnya. Saat ini informasi mengenai jadwal
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sangatlah pesat dan mengalami kemajuan di berbagai bidang mulai dari hardware, software, dan aplikasinya. Dengan
Sistem Terdistribusi 2. Model arsitektur Terdistribusi
Sistem Terdistribusi 2 Model arsitektur Terdistribusi Masalah Membangun SisTer Dimana kita meletakkan bagian hardware? Dimana kita meletakkan bagian software? Bagaimana antara hardware & software berkomunikasi?
KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data
KOMUNIKASI Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia 2.1 Komunikasi Data Komunikasi data merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi
Bab II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Berdasarkan penelitian penulis, aplikasi distribusi penjualan barang sudah ada. Dari aplikasi yang sudah ada tersebut penulis ingin mengembangkan lagi
TUGAS ELEARNING PENGEMBANGAN WEB SERVICE
TUGAS ELEARNING PENGEMBANGAN WEB SERVICE Disusun Oleh : NAMA : Agung Septiansyah NIM : 13111095 TEKNIK INFORMATIKA Kelas Malam/22 PENERAPAN PRIVATE UDDI REGISTRY PADA APLIKASI WEB SERVICE INFORMASI HARGA
Model arsitektur Terdistribusi
Model arsitektur Terdistribusi Masalah Membangun SisTer Berhubungan dengan peletakan komponenkomponen dan juga relasi antar komponen Memastikan struktur arsitektur bisa memenuhi kebutuhan dan membuat sistem
BAB III ANALISIS. 3.1 Model Penerapan BPM pada SOA III-1
BAB III ANALISIS 3.1 Model Penerapan BPM pada SOA Penerapan proses BPM pada sebuah organisasi akan mengakibatkan sistem yang digunakan terus berubah untuk mencapai proses bisnis yang lebih efisien dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Arsitektur Perangkat Lunak Arsitektur perangkat lunak adalah sekumpulan pernyataan yang menggambarkan komponen perangkat lunak dan fungsi-fungsi yang ada pada komponen tersebut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Tabel 1.1 Jumlah mahasiswa STMIK AMIKOM Purwokerto
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan STMIK AMIKOM Purwokerto merupakan perguruan tinggi komputer yang memiliki 2 program studi unggulan, yaitu program studi sistem informasi dan teknik
TUGAS SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB. PHP Web Service. Nama : Ilham NIM : Kelas : 6B. Daftar isi
TUGAS SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB PHP Web Service Nama : Ilham NIM : 09071003024 Kelas : 6B Daftar isi FAKULTAS ILMU KOMPUTER JURUSAN SISTEM INFORMASI 2009/2010 1 1. Pengenalan web service 3 2. Apa itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Web service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web service digunakan
IMPLEMENTASI WEB SERVICE UNTUK SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA KEDIRI
IMPLEMENTASI WEB SERVICE UNTUK SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA KEDIRI Benni Agung Nugroho, Ellya Nurfarida Jurusan Teknik Informatika, Politeknik Kediri e-mail : [email protected],
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang ada,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang ada, khususnya di dalam dunia teknik informatika, penting bagi pelaku industri yang berkecimpung di dunia
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Permasalahan
13 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Permasalahan Teknologi informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat karena sudah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.
PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE
PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE Dwi Sunaryono 1, Wahyu Suadi 2, I Made Krisna Widhiastra 3 1,2,3 Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 60111 E-mail : [email protected],
Gambar 5 Kerangka penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di PT. Sasaran Ehsan Mekarsari (PT. SEM) yang beralamat di Jalan Raya Cileungsi, Jonggol Km. 3, Cileungsi Bogor. Penelitian dilakukan
PROPOSAL. Hudi Kusuma Bharata /14/2009
PROPOSAL Pengembangan Framework Aplikasi berbasis SOA (Service-Oriented Architecture) untuk Integrasi Aplikasi-2 Bisnis di PT XYZ Hudi Kusuma Bharata - 341208719 11/14/2009 Abstraksi: Membuat framework
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemrograman yang bersifat modular memberikan banyak kemudahan tak hanya kepada pemrogram tetapi juga kepada pengguna program. Program modular pada umumnya membagi-bagi
Middleware Sebagai Jembatan Platform yang berbeda. Budi Susanto
Middleware Sebagai Jembatan Platform yang berbeda Budi Susanto [email protected], [email protected] http://lecturer.ukdw.ac.id/budsus 1 Definisi Middleware Application Application Middleware Middleware
Web Service. Asep Herman Suyanto
Web Service Asep Herman Suyanto [email protected] http://www.bambutechno.com Web service adalah sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interaksi yang bisa beroperasi machine-to-machine
Distributed Object CORBA and RMI
Distributed System Genap 2011/2012 11 Distributed Object CORBA and RMI Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com CORBA (Common Object Request Broker Architecture)
PENERAPAN SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE UNTUK PENGINTEGRASIAN SISTEM INFORMASI PERGURUAN TINGGI
PENERAPAN SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE UNTUK PENGINTEGRASIAN SISTEM INFORMASI PERGURUAN TINGGI Studi Kasus Universitas Klabat (UNKLAB) Manado TESIS Disusun Oleh: STENLY R. PUNGUS NIM: 23506034 Program
BAB 3 DASAR TEORI 3.1 Web Service
BAB 3 DASAR TEORI 3.1 Web Service Web Service dapat dirancang untuk mendukung interopabilitas mesin-mesin yang dapat berinteraksi melalui jaringan, web service memiliki antarmuka yang dalam format mesin-processable
Fase pertama: single user, single tasking
Interoperabilitas Evolusi Pemanfaatan Komputer Fase pertama: single user, single tasking Komputasi dijalankan secara terbatas di satu mesin oleh satu pemakai yang hanya mengeksekusi satu aplikasi pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengolahan data dan penyebaran informasi menjadi kurang efektif dan efisien, apabila sumber informasi dalam bentuk kertas yang statis atau mengandalkan daya ingat
WEB-BASED INTERPRISE sebagai SOLUSI BISNIS
WEB-BASED INTERPRISE sebagai SOLUSI BISNIS Latar Belakang Dengan lingkungan sistem informasi yang semakin terdistribusi dan heterogen akan sangat dibutuhkan pola manajemen system yang secara konsisten
BAB V PERANCANGAN MOXIE
BAB V PERANCANGAN MOXIE Bab ini berisi penjabaran dari hasil perancangan Moxie. Pembahasan pada bab ini mencakup perancangan arsitektur dan model skenario untuk Moxie. Model skenario merupakan produk dari
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Studio Tugas Akhir (TA) merupakan bagian di Program Studi S1 Ilmu Komputer FMIPA USU yang berperan dalam proses administrasi tugas akhir mahasiswa. Studio TA menangani
DISTRIBUTED OBJECT CORBA & RMI. Sistem terdistribusi week 13
DISTRIBUTED OBJECT CORBA & RMI Sistem terdistribusi week 13 Outline Arsitektur CORBA Komponen utama CORBA Komponen Corba pada client Komponen Corba pada server Komponen utama penyusun CORBA Sistem keamanan
1. Hardware terdistribusi. 2. Program terdistribusi. Nama : Gede Doddi Raditya Diputra NIM : Kelas : 5.C
Nama : Gede Doddi Raditya Diputra NIM : 0805021099 Kelas : 5.C 1. Hardware terdistribusi Hardware terdistribusi adalah hardware yang pemakaiannya bisa dipakai bersamasama (sharing) yang dihubungkan oleh
komprehensip dan menjadi rujukan bagi rumah sakit PKU Muhammadiyah di
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Profil Perusahaan PKU Muhammadiyah Temanggung RSU PKU Muhammadiyah Temanggung didirikan pada 12 Oktober 1989 atau 12 Rabiul Awal 1409 H. Lokasi dari rumah sakit ini sendiri adalah
STRATEGI PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SI Oleh : Hanif Al Fatta
STRATEGI PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SI Oleh : Hanif Al Fatta Abstrak Tahapan pengembangan proses model dan data model seringkali disebut sebagai tahapan desain logikal (logical design). Alasannya karena
Teknik Informatika S1
Teknik Informatika S1 Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut Pengenalan Web App + Req. Web App Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285740278021 SILABUS
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam perkembangan teknologi komputerisasi saat ini, khususnya di bidang informatika, sistem informasi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,
BAB I PENDAHULUAN. Teknologi digital adalah teknologi yang jika dilihat dari segi cara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi menjadi sebuah alat sederhana yang dapat membantu tercapainya kebutuhan manusia dengan lebih cepat dan mudah. Hampir seluruh aktivitas manusia melibatkan
PENGGUNAAN PARADIGMA SOA (SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE) UNTUK MEREALISASIKAN INTEROPERABILITAS DAN INTEGRITAS SISTEM INFORMASI.
Media Informatika Vol. 11 No. 1 (2012) PENGGUNAAN PARADIGMA SOA (SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE) UNTUK MEREALISASIKAN INTEROPERABILITAS DAN INTEGRITAS SISTEM INFORMASI Rini Astuti Sekolah Tinggi Manajemen
1. PENDAHULUAN Saat ini, dua teknologi paling populer yang digunakan pada Internet adalah dan World Wide Web. Pada beberapa tahun yang akan
1. PENDAHULUAN Saat ini, dua teknologi paling populer yang digunakan pada Internet adalah e-mail dan World Wide Web. Pada beberapa tahun yang akan datang, kita mungkin melihat teknologi internet lain yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang HTTP adalah salah satu protokol paling populer di dunia internet. Dengan semakin banyaknya aplikasi multimedia yang berjalan di atas HTTP, banyak protokol yang dikembangkan
PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2
PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara
SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI
SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI Materi: 1. Pendahuluan 2. Manfaat Sistem Operasi Terdistribusi 3. Komponen Inti Sistem Operasi Pertemuan: 5 Pendahuluan Sistem operasi terdistribusi
Model Sistem Terdistribusi
Model Sistem Terdistribusi Budi Susanto [email protected] dari Distributed System 3th, Colouris chap. 2 Model Tujuan Pengantar Menyediakan sebuah gambaran abstrak aspek yang relevan dengan sistem Menyediakan
Enterprise Java Beans (EJB)
Enterprise Java Beans (EJB) P E N G E M B A N G A N A P L I K A S I E N T E R P R I S E ( C ) 2 0 1 6 N I K O I B R A H I M F A K U L T A S T E K N O L O G I I N F O R M A S I U N I V E R S I T A S K R
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS BERBASIS MOBILE
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS BERBASIS MOBILE Ida Bagus Made Mahendra, Ida Bagus Gede Dwidasmara, Putu Praba Santika Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, Universitas
PERANCANGAN WEB KORAN PELAJAR YOGYAKARTA BERBASIS WEB SERVICE SOAP DAN CSS FRAMEWORK FOUNDATION 4 NASKAH PUBLIKASI
PERANCANGAN WEB KORAN PELAJAR YOGYAKARTA BERBASIS WEB SERVICE SOAP DAN CSS FRAMEWORK FOUNDATION 4 NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Saddam Habibie 10.11.4067 Kepada JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Gambaran Umum Blueprint Blueprint adalah sebuah rancangan yang dirumuskan untuk memberikan arahan terhadap kegiatan perusahaan yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga
BAB I PENDAHULUAN. pengambil keputusan. Data Warehouse sebagai sarana pengambilan keputusan, merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 Dalam menentukan dan mengambil suatu keputusan pada suatu perusahaan atau instansi diperlukan data-data yang diolah menjadi suatu informasi yang berguna bagi
Pendahuluan Tinjauan Pustaka Service Oriented Architecture (SOA)
1. Pendahuluan Teknologi informasi dapat digunakan untuk membantu dalam peningkatan kinerja suatu bisnis atau organisasi. Untuk mengoptimalkan proses bisnisnya, perusahaan memanfaatkan teknologi informasi
3.1 Arsitektur Web Service
BAB 3 Web Service Seperti telah dijelaskan sebelumnya, SOA terdiri atas sekumpulan layanan. Menurut Luthria et al, (2009), jika layanan mencerminkan fungsi bisnis di dalam model komputasi berbasis layanan,
DAFTAR ISTILAH. Activity Diagram
DAFTAR ISTILAH Activity Diagram Actor Admin Adobe Dreamweaver AIX Analysis Apache Aplikasi ASP diagram yang digunakan untuk memodelkan aktivitas bisnis pada suatu sesuatu untuk mewakili peran yang dimiliki
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Kriminalitas Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring Edisi III mendefinisikan kriminalitas sebagai hal-hal yg bersifat kriminal atau perbuatan yg melanggar hukum pidana.kartono
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Mentoring Mentoring merupakan kegiatan ekstrakurikuler terstruktur yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru mulai angkatan tahun akademik 2004/2005, atau seluruh mahasiswa yang
Jurnal Ilmiah INOVASI, Vol.14 No.2 Hal , Mei-Agustus 2014, ISSN
ANALISIS KINERJA KOMPUTASI TERDISTRIBUSI DENGAN PLATFORM WEB SERVICE MENGGUNAKAN METODE REST REPRESENTATIONAL STATE TRANSFER Oleh : Yogiswara *) ABSTRAK Teknologi Komputasi terdistribusi seperti Common
BAB V Remote Procedure Call (RPC)
BAB V Remote Procedure Call (RPC) Remote Procedure Call (RPC) sangat mirip dengan Remote Method Invocation, pada program client yang memanggil sebuah program yang sedang berjalan di server. Server ini
Interoperabilitas. bagaimana mereka berkomunikasi?
Interoperabilitas Contoh skenario: dua orang yang berbeda suku, budaya, bahasa, dan tradisi harus bekerjasama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Masingmasing tidak mengetahui bahasa rekan kerjanya, tetapi
BAB II LANDASAN TEORI. Sistem dapat diartikan sebagai serangkaian komponen-komponen yang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Sistem dapat diartikan sebagai serangkaian komponen-komponen yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu (Soeherman &
Teknik Informatika S1
Teknik Informatika S1 Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut Web App. Process and Architecture Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285640392988 SILABUS
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI WEB SERVICE PADA SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN WEB SERVICE
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI WEB SERVICE PADA SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN WEB SERVICE Miftahur Rohmah 4114080 Prodi Sistem Informasi Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang 2017
Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh
Review Rekayasa Perangkat Lunak Nisa ul Hafidhoh [email protected] Software Process Sekumpulan aktivitas, aksi dan tugas yang dilakukan untuk mengembangkan PL Aktivitas untuk mencapai tujuan umum (komunikasi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Sistem Informasi Sistem informasi adalah sekumpulan elemen yang saling bekerja sama baik secara manual atau berbasis komputer yang didalamnya ada pengumpulan, pengolahan, pemprosesan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sampai saat ini dengan terus dikembangkannya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sampai saat ini dengan terus dikembangkannya teknologi-teknologi yang mendukungnya. Salah satu teknologi yang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi internet yang pesat saat ini memudahkan berbagai macam informasi dapat diperoleh di mana saja dan kapan saja. Situs-situs yang menyediakan informasi
BAB I PENDAHULUAN. sistem lain. Dalam hal tersebut, database yang tersebar di suatu instansi atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, berbagai sistem yang berada di suatu instansi atau perusahaan dimungkinkan untuk saling berkomunikasi, dalam
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan atau organisasi dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini informasi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan atau organisasi dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis perusahaan terkait dengan
TUGAS SISTEM INFORMASI TERSEBAR
TUGAS SISTEM INFORMASI TERSEBAR OLEH: Nama : Putu Ida Purnamasari Kelas : VC NIM :0805021078 JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2010 Soal: 1. Cari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Sistem dan pencarian dokumen dengan memanfaatkan web service pada sistem yang berbeda sebagai sumber data dan index yang telah dibuat dapat
Berikut merupakan salah satu contoh dari pesan SOAP (SOAP Message):
Aplikasi Zodiak Menggunakan PHP Web Service Robertus Lilik Haryanto [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas
Integrasi Web Services Dengan Menggabungkan Perancangan Berorientasi Objek dan SOA Untuk Membangun Sistem e-learning
Integrasi Web Services Dengan Menggabungkan Perancangan Berorientasi Objek dan SOA Untuk Membangun Sistem e-learning Supriyono Jurusan Teknik Informatika, Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN)
TINJAUAN PUSTAKA Information Technology Infrastructure Library (ITIL) Framework Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian
2 sebanyak 92% pada incident bisnis kritis pada tahun 2003. Dari beberapa fakta di atas terbukti bahwa ITIL framework dapat memberikan solusi penanganan incident di perusahaan. Pada penelitian ini, ITIL
BAB II LANDASAN TEORI. sasaran tertentu, sedangkah menurut (Hall, 2007) mengatakan sistem adalah. adalah sebuah sistem harus lebih dari satu bagian.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Sistem Menurut Fitz Gerald dalam Jogiyanto (2005), suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK APLIKASI PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS SERVICE-ORIENTED ARCHITECTURE
RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK APLIKASI PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS SERVICE-ORIENTED ARCHITECTURE Sarwosri 1, Farah Naja 2 1,2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi
MEMAHAMI PENGGUNAAN UML
MEMAHAMI PENGGUNAAN UML Reza Kurniawan [email protected] Abstrak Saat ini sebagian besar para perancang sistem informasi dalam menggambarkan informasi dengan memanfaatkan UML diagram dengan tujuan
Mengenal Java RMI. Wiranti Sri Utami. Abstrak. Pendahuluan.
Mengenal Java RMI Wiranti Sri Utami [email protected] Abstrak Java adalah sebuah bahasa pemrograman dan juga sebuah platform. Java juga merupakan sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi, salah satu
PEMROGRAMAN SISTEM TERSEBAR
PEMROGRAMAN SISTEM TERSEBAR SOAL! 1. Cari contoh pendistribusian komponen-komponen hardware, Program, Procedure dan jelaskan!!! JAWAB a) Contoh pendistribusian hardware adalah pendistribusian pada printer,
