ABSTRACT
|
|
|
- Handoko Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 1 HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN, USIA, MASA KERJA, DAN POLA KERJA DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER DI PT. ANUGERAH PHARMINDO LESTARI CABANG SEMARANG Silviana Putri Paramita 1, Zaenal Sugiyanto 2, Eni Mahawati 2 1 Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2 Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang [email protected] ABSTRACT Computer Vision Syndrome (CVS) is vision problem related to use computer for long time, more than two hours and continuously. CVS is happened on computer user, internet user, and students. Based on presurvey on computer users, there were symptoms related to Computer Vision Syndrome ( CVS ), such as eye pain, watery eyes, blurred vision, and red eyes. This is explanatory research, with a cross cectional design. The numbers of samples were 50 people. Observation and interview by questionnaire were used for collecting data. MannWhitney test and Rank Spearman test were used for analyzing data. Results showed that symptoms related to CVS were double vision (66%) and eyes felt dry (100%). Mann Whitney test results showed that there was difference of CVS based on gender (pvalue 0.003) and Spearman rank test results showed that there were no relationships between age (pvalue 0.473), working period (pvalue 0.265) and CVS. There was relationship between work design and CVS (pvalue 0.008). Recommendation for respondents is relaxation by looking at others objects lied 6 meters for 1020 minutes after 2 hours, eyes position are straight ahead when use the computer, distance between eyes and monitor screen is 51, and do relaxation by walking. Keywords : Computer Vision Syndrome (CVS), computer, working period, work design ABSTRAK Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan kesehatan pada penglihatan yang diakibatkan oleh penggunaan komputer yang relatif lama yaitu lebih dari dua jam dan secara terusmenerus. CVS biasanya dialami oleh pekerja yang pekerjaannya (profesi) tidak terlepas dari penggunaan dan programmer komputer. Selain itu penggemar internet mahasiswa juga rentan mengalami sindrom ini. Dari hasil survey awal yang telah dilakukan oleh peneliti pada karyawan pengguna komputer, terdapat adanya keluhankeluhan yang termasuk dalam gejala Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu antara lain mata pedih, mata berair, penglihatan kabur / buram, dan mata merah. Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel yang telah ditetapkan dengan menguji
3 2 hipotesis yang telah dirumuskan dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 orang. Metode pengumpulan data dengan cara metode observasi wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney dan uji Rank Spearman. Keluhan CVS yang paling sering dialami adalah gejala pandangan ganda, yaitu sebanyak 66 % dan gejala yang paling banyak tidak dikeluhkan yaitu gejala mata kering sebanyak 100%. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan CVS berdasarkan jenis kelamin (pvalue 0,003), dan uji Rank Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (pvalue 0,473), dan masa kerja (pvalue 0,265) dengan keluhan CVS, dan ada hubungan antara pola kerja (pvalue 0,008) dengan keluhan CVS. Disarankan bagi responden untuk memperbaiki pola kerja saat menggunakan komputer terutama untuk melakukan relaksasi / mengalihkan pandangan 6 meter selama 1020 menit setelah bekerja selama 2 jam, pandangan mata lurus ke depan saat menggunakan komputer, jarak mata 51 cm dari layar monitor, dan melakukan relaksasi dengan berjalan. Kata kunci : Computer Vision Syndrome (CVS), komputer, masa kerja, pola kerja PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan yang terus berkembang akan senantiasa menghasilkan produkproduk teknologi yang baru. Tetapi dengan berkembangnya teknologi ini, memang tidak dapat terlepas dari dampak kesehatan. Ada yang baik dan ada yang buruk dan masih banyak juga faktor lain yang mempengaruhinya. 1 Komputer sudah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan bagi warga modern. Pemakaian komputer ini sudah sangat meluas, hampir disemua kegiatan manusia tidak terlepas dari pemakaian komputer. Manusia seolaholah sudah sangat tergantung pada kemampuan komputer yang memang diciptakan untuk membantu aktifitasnya. Namun tidak disadari, komputer dapat mendatangkan penyakit baik di mata, kepala ataupun badan. Karena kesibukannya yang tidak dapat dihindari, kadang seseorang terpaksa harus memaksakan dirinya berjamjam berada di depan komputer. 1 Gangguan pada bagian mata dan kepala kita sering disebut dengan computer vision syndrome (CVS), mulai dari nyeri atau sakit kepala, mata kering dan iritasi, mata lelah, hingga gangguan yang lebih serius dan lebih permanen seperti kemampuan fokus mata menjadi lemah, penglihatan kabur (astigmatisma, myopi, presbyopi), pandangan ganda, hingga disorientasi warna,dll.
4 3 Dari hasil riset yang dilakukan National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) menunjukkan, hampir 88 persen dari seluruh pengguna komputer mengalami Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu suatu kondisi yang timbul karena terlalu lama memfokuskan mata ke layar komputer. Kecenderungan CVS makin meningkat, Di Amerika, sekitar 7090 persen pengguna komputer menderita CVS. Apalagi mereka yang menggunakannya lebih dari empat jam sehari. Dari hasil survey awal yang peneliti lakukan pada karyawan pengguna komputer yang berjumlah 50 orang, terdapat adanya keluhankeluhan yang termasuk dalam gejala computer vision syndrome (CVS), yaitu antara lain mata pedih, mata berair, penglihatan kabur/buram, dan mata merah. Didasarkan hasii observasi dan wawancara dengan pekerja, yang diamati menjadi kesimpulan bagi peneliti untuk melakukan penelitian hubungan antara jenis kelamin, usia, masa kerja, dan pola kerja dengan keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada pekerja pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adlaah untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, masa kerja, dan pola kerja dengan keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian Explanatory Research dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang dan waktu pelaksanaan pada bulan januari Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang berjumlah 130 orang. Sedangkan sampel yang diambil adalah karyawan yang bekerja dengan menggunakan komputer sebanyak 50 orang. Karena jumlah karyawan yang bekerja menggunakan komputer berjumlah 50 orang.
5 4 HASIL PENELITIAN 1.Jenis Kelamin Responden Tabel 1 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Pada Karyawan Pengguna Komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Lakilaki 29 58% Perempuan 21 42% Jumlah Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukan bahwa responden dengan jenis kelamin lakilaki sebanyak 29 orang (58%) dan perempuan sebanyak 21 orang (42%) 2. Usia Responden Tabel 2 Statistik Deskriptif Usia Karyawan Pengguna Komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang Variabel Mean Median Standar deviation Minimum Maximum Usia (tahun) Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukan nilai ratarata usia responden adalah 38 tahun dengan nilai tengah 37 tahun dengan standar deviasi sebesar 7. Usia terendah responden yaitu 26 tahun dan usia tertinggi yaitu 53 tahun. 3. Masa Kerja Responden Tabel 3 Distribusi Frekuensi Masa Kerja Pada Karyawan Pengguna Komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang Variabel Mean Median Standar deviation Minimum Maximum Masa Kerja (tahun)
6 5 Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukan nilai ratarata masa kerja responden adalah 7 tahun dengan nilai tengah 6 tahun dengan standar deviasi sebesar 5. Masa kerja terendah responden yaitu 2 tahun dan masa kerja tertinggi yaitu 27 tahun. 4. Pola Kerja Responden Tabel 4 Instrumen Pola Kerja No Instrumen Frekuensi Persentase 1. Posisi duduk saat bekerja. 2 a. Pandangan lurus ke depan Pandangan lurus ke depan Menunduk Mendongak ke atas b. Jarak mata 51 cm ke monitor 51 cm < 51 cm c. Monitor Sejajar dengan mata Sejajar Tidak sejajar d. Objek didekatkan dengan monitor Didekatkan dengan monitor Tidak di dekatkan dengan monitor Pencahayaan/kesilauan a. Cahaya cukup terang Cukup Kurang b. Tidak ada pantulan cahaya ke monitor Tidak ada Ada c. Cahaya monitor tidak menyilaukan Tidak menyilaukan Menyilaukan 3. Ratarata kerja 5 jam / hari 5 jam / hari > 5 jam / hari 4. Relaksasi a. mengalihkan pandangan 6 meter selama 1020 menit setelah kerja 2 jam % 22% 22% 64% 36% 52% 48% 64% 36% 100% 100% 100% 10% 90%
7 6 Ya Tidak b. Kebiasaan berkedip Sering Jarang Tidak pernah c. Relaksasi otot Relaksasi di tempat duduk Relaksasi dengan berjalan 36 72% 14 28% Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukan bahwa relaksasi mata responden masih kurang yaitu sebanyak 44 orang (88%). Tabel 5 Hasil Pola Kerja % 88% 10% 90% Kategori Frekuensi Persentase Ergonomis 0 0% Tidak ergonomis % Berdasarkan tabel 5 di atas menunjukan bahwa pola kerja dengan kategori tidak ergonomis sebanyak 50 orang dengan persentase 100%. Hasil kategori didapat dari pemberian skor pada instrument penelitian. Jika skor total 11 dikategorikan ergonomis dan jika skor > 11 di kategorikan tidak ergonomis. 5. Keluhan CVS Tabel 6 Keluhan CVS Jenis Gejala Ya Tidak % % Kelelahan Mata 1 2% 49 98% Pandangan Kabur 12 24% 38 76% Sakit Kepala 20 40% 30 60% Mata Kering 0 0% % Sakit leher, bahu, dan punggung 12 24% 38 76% Pandangan Ganda 33 66% 17 34% Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil bahwa gejala CVS yang paling banyak dikeluhkan oleh responden adalah pandangan ganda, yaitu berjumlah 33 orang dengan persentase 66% sedangkan gejala CVS yang tidak banyak dikeluhkan oleh responden adalah mata kering.
8 7 Tabel 7 Ringkasan Hasil No Variabel Penelitian Uji Statistik pvalue Kesimpulan 1 Perbedaan skor keluhan CVS berdasarkan jenis kelamin Uji Mann Whitney 0,003 Ada perbedaan antara skor skor keluhan CVS berdasarkan jenis 2 Hubungan antara usia dengan keluhan CVS 3 Hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS Uji Rank Spearman Uji Rank Spearman kelamin 0,473 Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan CVS 0,265 Tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS 4 Hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS Uji Rank Spearman 0,008 Ada hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS PEMBAHASAN 1. Perbedaan Skor Keluhan CVS Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya kejadian CVS. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kejadian CVS pada perempuan lebih banyak dari pada lakilaki walaupun tidak berbeda secara bermakna. 2 Secara fisiologis, lapisan tear film pada perempuan cenderung lebih cepat menipis seiring dengan meningkatnya usia. Penipisian tear film menyebabkan mata terasa kering, yang juga merupakan salah satu gejala CVS. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian ini yang menunjukan bahwa jenis kelamin lakilaki yang lebih banyak mengalami keluhan CVS dengan jumlah 26 orang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Mann Whitney, diketahui nilai Z sebesar 3,021 dan pvalue sebesar 0,003 dimana pvalue tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa ada perbedaan skor keluhan CVS berdasarkan jenis kelamin karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. 2. Hubungan Antara Usia Dengan Keluhan CVS Usia berkaitan dengan kinerja, pada usia yang meningkat akan diikuti dengan proses degenerasi organ tubuh sehingga kemampuan organ akan
9 8 menurun. Salah satunya adalah kemampuan panca indera seperti mata. Penurunan kemampuan panca indera mata menyebabkan karyawan mengalami gangguan penglihatan. Data hasil penelitian diketahui usia minimal 26 tahun dan usia maksimal 53 tahun dengan. Angka keluhan CVS terbanyak terdapat pada responden dengan kelompok usia tahun. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank Spearman, diketahui nilai r sebesar 0,104 dan pvalue sebesar 0,473 dimana pvalue tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan keluhan CVS pada karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. Hasil ini berbeda dengan studi oleh Das et al. yang menyebutkan bahwa usia lebih 40 tahun mengeluhkan ketidaknyamanan akibat penggunaan komputer dengan tingkat tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia lain karena berkaitan dengan proses penuaan (sehingga terjadi perubahan anatomi dan penurunan fungsi tubuh). 3. Hubungan antara Masa Kerja dengan Keluhan CVS Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank Spearman, diketahui nilai r sebesar 0,161 dan pvalue sebesar 0,265 dimana pvalue tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS pada karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. Hasil ini berbeda dengan pendapat Sheedy ( dalam siti harilza zubaidah, 2012) yang mengemukakan bahwa masa kerja seseorang yang bekerja dengan komputer dapat mengakibatkan keluhan serius pada mata. Keluhan yang sering diungkapkan oleh pekerja komputer adalah kelelahan mata (yang merupakan gejala awal), mata terasa kering, mata terasa terbakar, pandangan menjadi kabur, penglihatan ganda, sakit kepala, nyeri pada leher, bahu dan otot punggung dan tekanan darah tidak normal Hubungan antara Pola Kerja dengan Keluhan CVS Pola kerja adalah kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang saat sedang bekerja, dalam penelitian ini, terdapat beberapa instrumen pola kerja yang diteliti sebelum dikategorikan, yaitu pola kerja ergonomis jika jumlah skor 11 dan tidak
10 9 ergonomis jika jumlah skor >11. Skor 11 didapat dari jumlah pertanyaan berjumlah 11 yang jika setiap pertanyaan sesuai standar (ergonomis) mendapat skor 1. Instrumen pola kerja tersebut antara lain meliputi posisi duduk saat bekerja, pencahyaan/kesilauan, ratarata kerja 5 jam, dan relaksasi. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank Spearman, nilai r sebesar 0,369 dan pvalue sebesar 0,008 dimana pvalue tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa ada hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS pada karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. Psihogios (dalam azkadina dan amira, 2012) mengemukakan bahwa posisi monitor yang sejajar dengan mata merupakan posisi yang terbaik untuk meminimalisasi terjadinya keluhan CVS. 4 Pada penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil posisi duduk yang sejajar berjumlah 26 orang (lebih dari setengah jumlah responden), hal ini menunjukan bahwa kebanyakan responden posisi duduknya sudah tepat dan dapat meminimalisasi keluhan CVS. Nilai RPA (resting point of accommodation) masingmasing individu bervariasi antara 2037 inch (50,8 cm 93 cm). Kebiasaan memfokuskan objek penglihatan pada jarak yang lebih pendek dari RPA yang seharusnya, seperti pada pekerja komputer, dapat memicu stress pada mata. 4 Pada penelitian yang sudah dilakukan responden dengan jarak mata 51 cm sebanyak 32 orang (64 %). Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden sudah memenuhi nilai RPA yang dianjurkan. Studi yang dilakukan oleh Tribley mengemukakan bahwa istirahat bisa dilakukan selama 1020 menit setelah bekerja menggunakan komputer selama 12 jam. Dari hasil penelitian didapat bahwa relaksasi responden masih kurang yaitu 44 orang (88%) tidak melakukan relaksasi 1020 menit setelah bekerja dalam waktu 12 jam. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Keluhan CVS terbanyak terdapat pada gejala pandangan ganda, yaitu sebayak 66% dan keluhan CVS paling sedikit terdapat pada gejala mata kering sebanyak 0%.
11 10 2. Responden lakilaki sebanyak 29 orang. Dengan usia ratarata 38 tahun, Masa kerja ratarata 8 tahun, dan skor pola kerja ratarata adalah 16 (dari skor 11 21). 3. Pola kerja seluruh responden masih kurang (tidak ergonomis) terutama pada instrumen relaksasi, yaitu 44 orang (88%) responden tidak melakukan relaksasi/mengalihkan pandangan selama 1020 menit setelah bekerja 12 jam, monitor tidak sejajar 24 orang (48 %), dan jarak mata < 51 cm 18 orang (36%). 4. Hasil Uji Statistik menunjukan hasil : a. Ada perbedaan keluhan CVS berdasarkan jenis kelamin (pvalue 0,003) b. Tidak ada hubungan antara usia dengan keluhan CVS (pvalue 0,473) c. Tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS (pvalue 0,265) d. Ada hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS (pvalue 0,008) SARAN 1. Bagi Karyawan a. Waktu kerja dengan komputer secara terusmenerus selama 5 jam/hari seharusnya diikuti dengan relaksasi mengalihkan pandangan 6 meter selama menit. b. Sebaiknya pandangan mata lurus kedepan pada saat bekerja menggunakan komputer. c. Jarak mata yang baik seharusnya 51 cm dari layar monitor komputer. d. Sebaiknya relaksasi yang dilakukan oleh karyawan adalah relaksasi dengan berjalan. 2. Bagi Perusahaan Sebaiknya layar komputer dilengkapi dengan screen filter agar cahaya yang dipancarkan layar monitor tidak terlalu terang. DAFTAR PUSTAKA 1. Umayah, Siti. Berbagai Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Pegawai Rental Komputer Di KelurahanPendrikan Kidul, Semarang
12 11 2. Blehm C, Vishnu S, Khattak A, Mitra S, Yee RW. Computer vision syndrome: a review. J Surv Ophthal. 2005; 50(3) : Harilza, Siti Zubaidah, Pengaruh Lama Terpapar Dan Jarak Monitor Komputer Terhadap Gejala Computer Vision Syndrome Pada Pegawai Negeri Sipil di Kantor Pemerintah Kota Medan. Universitas Sumatera Utara. Medan Azkadina, Amira. Hubungan Antara Faktor Risiko Individual Dan Komputer Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome. Semarang
HUBUNGAN ANTARA POSISI DUDUK DAN INTENSITAS PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN KELUHAN CVS (COMPUTER VISION SYNDROME)
HUBUNGAN ANTARA POSISI DUDUK DAN INTENSITAS PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN KELUHAN CVS (COMPUTER VISION SYNDROME) PADA PEGAWAI MONITORING DAN PENGEMBANGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG TAHUN 2015 Riska Valentine
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dan sarana informasi sejak abad ke-dua puluh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dan sarana informasi sejak abad ke-dua puluh sangat membantu manusia dalam beraktifitas sehari-hari. Penggunaan teknologi informasi seperti komputer
BAB I PENDAHULUAN. otomatis, terintegrasi dan terkoordinasi. luas dewasa ini, ditambah penggunaan internet yang semakin populer
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komputer adalah suatu alat elektronika yang digunakan untuk mengetik atau menciptakan karya-karya lain dalam bentuk soft file. Oetomo (2006) komputer adalah suatu perangkat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi menuntut manusia untuk berhubungan dengan komputer. Pemakaian komputer saat ini sudah semakin luas. Hampir setiap
I. PENDAHULUAN. tersebut oleh American Optometric Association (AOA) dinamakan Computer
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penggunaan komputer dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan. Salah satunya yaitu gangguan mata karena penggunaan mata secara terusmenerus untuk menatap monitor
BAB I PENDAHULUAN. seperti terhadap otot-otot akomodasi pada pekerjaan yang perlu pengamatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kelelahan mata timbul sebagai stress intensif pada fungsi-fungsi mata seperti terhadap otot-otot akomodasi pada pekerjaan yang perlu pengamatan secara teliti terhadap
BAB 1 PENDAHULUAN. meningkat dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, khususnya dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Selama beberapa dasawarsa terakhir, perkembangan globalisasi semakin meningkat dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, khususnya dalam peningkatan teknologi yang
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross
39 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode ini merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan
BAB 1 PENDAHULUAN. tidak menimbulkan efek berbahaya bagi manusia. Lamanya radiasi komputer
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang akhir-akhir ini sebagai tuntutan globalisasi mengharuskan seseorang untuk selalu mendapat informasi
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN LAMA PAPARAN LAYAR MONITOR KOMPUTER DENGAN KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN BAA BAU DAN IT UMS
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN LAMA PAPARAN LAYAR MONITOR KOMPUTER DENGAN KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN BAA BAU DAN IT UMS Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada
BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha dan dunia kerja, kesehatan kerja berkontribusi dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia usaha dan dunia kerja, kesehatan kerja berkontribusi dalam mencegah kerugian dengan cara mempertahankan, meningkatkan derajat kesehatan dan kapasitas kerja
HUBUNGAN LAMA PAPARAN MONITOR KOMPUTER DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME DI BPJS, SURAKARTA
HUBUNGAN LAMA PAPARAN MONITOR KOMPUTER DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME DI BPJS, SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhui Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Chriswanto Wisnu Nugroho R.
ABSTRAK SKRINING GEJALA COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
ABSTRAK SKRINING GEJALA COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan kumpulan beberapa gejala yang diakibatkan oleh penggunaan
BAB 1 : PENDAHULUAN. kapasitas kerja fisik pekerja, serta melindungi pekerja dari efek buruk pajanan hazard di
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia usaha dan dunia kerja, kesehatan kerja berkontribusi dalam mencegah kerugian dengan cara mempertahankan, meningkatkan derajat kesehatan dan kapasitas
BAB I PENDAHULUAN. penglihatan atau kelainan refraksi (Depkes RI, 2009).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penglihatan adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam seluruh aspek kehidupan termasuk diantaranya pada proses pendidikan. Penglihatan juga merupakan jalur
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN KASIR SWALAYAN DI KOTA GORONTALO. (Intan Blongkod, Rany Hiola, Ekawaty Prasetya)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN KASIR SWALAYAN DI KOTA GORONTALO (Intan Blongkod, Rany Hiola, Ekawaty Prasetya) [email protected] Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas
PERBEDAAN JARAK PANDANG PEKERJA CANTING BATIK PADA BEBERAPA WAKTU KERJA DI KAMPUNG BATIK SEMARANG
PERBEDAAN JARAK PANDANG PEKERJA CANTING BATIK PADA BEBERAPA WAKTU KERJA DI KAMPUNG BATIK SEMARANG Septi Nova Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang Email : [email protected]
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA LAYOUT EDITOR DI CV. X TEMBALANG KOTA SEMARANG
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA LAYOUT EDITOR DI CV. X TEMBALANG KOTA SEMARANG Hikmatyar Rabbi Al Mujaddidi E2A008061 Peminatan Keselamatan Dan Kesehatan
BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi
47 BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi Pada bab ini, akan dipaparkan hasil penelitian serta interpretasi dari hasil penelitian tersebut. Akan dijabarkan gambaran umum responden dan hasil dari analisa
Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan Terhadap Keluhan Computer Vision Syndrom
Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan Terhadap Keluhan Computer Vision Syndrom Individual and Environmental Factors relationships Complaints Against Computer Vision Syndrome Ani Alisah, Isnaini Rizka
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Deskripsi data penelitian ini digunakan untuk menjelaskan hasil data kuantitatif dari instrumen yang telah diberikan kepada partisipan. Penelitian
BAB I PENDAHULUAN. pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata (Fazar, 2011).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami penyakit akibat kerja, karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar monitor komputer. Tampilan layar monitor
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA OPERATOR KOMPUTER DI KANTOR SAMSAT PALEMBANG TAHUN 2009
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA OPERATOR KOMPUTER DI KANTOR SAMSAT PALEMBANG TAHUN 2009 Yulyana Kusuma Dewi, Rico Januar Sitorus, Hamzah Hasyim Mahasiswa Fakultas kesehatan Masyarakat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata merupakan panca indera manusia yang berfungsi sebagai alat penglihatan. Dengan mata kita dapat melihat sesuatu dan mampu melakukan setiap jenis pekerjaan. Untuk
BAB I PENDAHULUAN. kondisi pandangan yang tidak nyaman (Pheasant, 1997). kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman penglihatan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kelelahan mata adalah ketegangan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu
BAB I PENDAHULUAN. adalah Game Online. Menurut data statistik yang diperoleh dari Google Analytic
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia, pengguna internet menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indonesia (APJII) tahun 2013, sudah mencapai 63 juta orang penguna. Salah satu
HUBUNGAN PENGGUNAAN LAPTOP DAN FUNGSI PENGLIHATAN MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO
HUBUNGAN PENGGUNAAN LAPTOP DAN FUNGSI PENGLIHATAN MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 1 Sri S. Ningsih, 2 Fransiska Lintong 3 Jimmy F. Rumampuk 1 Kandidat Skripsi
LAMPIRAN. Hasil penghitungan nilai amplitudo akomodasi dengan menggunakan SPSS.
LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Hasil penghitungan nilai amplitudo akomodasi dengan menggunakan SPSS. Paired Samples Statistics Pair 1 amplitude sebelum Amplitude sesudah Mean 4.6928 3.9756 N 18 18 Std. Deviation.71285.35010
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di masing-masing ruangan operator Sistem
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di masing-masing ruangan operator Sistem Informasi Akadamik Terpadu (SIAT) program studi Universitas
Perbedaan Tingkat Stres Kerja Operator SPBU ditinjau dari Shift Kerja ((Studi Di SPBU Kabupaten Ciamis Tahun 2014)
Perbedaan Tingkat Stres Kerja Operator SPBU ditinjau dari Shift Kerja ((Studi Di SPBU Kabupaten Ciamis Tahun 2014) Andri Gunawan e-mail : [email protected] Program Studi Kesehatan Masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. terlalu dekat sehingga menyebabkan kelelahan pada mata (astenopia) dan radiasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penglihatan adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam seluruh aspek kehidupan termasuk diantaranya pada proses pendidikan. Penglihatan juga merupakan jalur
ABSTRACT
Hubungan Posisi Kerja Dan Waktu Kerja Terhadap Nyeri Pinggang Bawah (Low Back Pain) Pada Pekerja Pengolahan Bandeng Presto Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal Tahun 2014 Dyah Lathu Warapsari 1, Zaenal
ABSTRAK INSIDENSI ASTHENOPIA PADA PEKERJA KOMPUTER DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII, BANDUNG TAHUN 2006
ABSTRAK INSIDENSI ASTHENOPIA PADA PEKERJA KOMPUTER DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII, BANDUNG TAHUN 2006 Febriani Kezia Haryanto, 2007. Pembimbing utama: dr. July Ivone, M.S. Dewasa ini, komputer merupakan
BAB I PENDAHULUAN. informasi. Penggunaan komputer di setiap tempat kerja sangat membantu dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Selama 20 tahun terakhir, telah terjadi kemajuan besar dalam teknologi informasi. Penggunaan komputer di setiap tempat kerja sangat membantu dan mempermudah pekerjaan
BAB 6 HASIL PENELITIAN. Gambar 6.1 Sumber Pencahayaan di ruang Radar Controller
BAB 6 HASIL PENELITIAN 6.1 Pengukuran Lingkungan Kerja 6.1.1 Pengukuran Pencahayaan Ruang Kerja Radar Controller Pada ruang Radar Controller adalah ruangan bekerja para petugas pengatur lalu lintas udara
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO INDIVIDU TERHADAP KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS)
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO INDIVIDU TERHADAP KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) (Survei Pada Pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Tasikmalaya) Maya Lestari Maharani 1 Sri Maywati dan Yuldan Faturahman
SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA TINGGI HAK SEPATU DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK PADA PRAMUNIAGA DI LIPPO MALL BADUNG BALI
SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA TINGGI HAK SEPATU DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK PADA PRAMUNIAGA DI LIPPO MALL BADUNG BALI NI KOMANG SITITI NIRMALA KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Wilayah Semarang Timur memiliki tiga pasar yaitu Pasar Gayamsari, Pasar Pedurungan,dan Pasar Parangkusuma. Pada masing masing
Jurnal CARE, Vol. 2, No. 2, 2014
1 HUBUNGAN PERILAKU PEMAKAIAN LAPTOP DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA MAHASISWA ANGKATAN 2009 PSIK FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Ani Sutriningsih 1)
Afrini Nurul Afifah. Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
Analisis Faktor Risiko Keluhan Subjektif Computer Vision Syndrome pada Pegawai Bank Negara Indonesia Cabang Universitas Indonesia, Direktorat Kemahasiswaan, dan Pengembangan & Pelayanan Sistem Informasi
ANALISIS STRES KERJA KARYAWAN DI PT SINAR PANTJA DJAJA PADA UNIT PRODUKSI SPINNING III DAN UNIT NON PRODUKSI SEMARANG TAHUN 2016 SKRIPSI
ANALISIS STRES KERJA KARYAWAN DI PT SINAR PANTJA DJAJA PADA UNIT PRODUKSI SPINNING III DAN UNIT NON PRODUKSI SEMARANG TAHUN 2016 SKRIPSI Disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana
Unnes Journal of Public Health
UJPH2 (3) (2015) Unnes Journal of Public Health http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA RENTAL KOMPUTER DI WILAYAH
*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA DI BAGIAN IKLAN DAN UMUM DI PT WENANGCEMERLANG PRESS/SKH MANADO POST. Siti L.M. PAtingki*, Budi T. Ratag*, Johan Josephus* *Fakultas
PERILAKU TIDAK AMAN (UNSAFE BEHAVIOUR) PADA PEKERJA DI UNIT MATERIAL PT. SANGO CERAMICS INDONESIA SEMARANG
PERILAKU TIDAK AMAN (UNSAFE BEHAVIOUR) PADA PEKERJA DI UNIT MATERIAL PT. SANGO CERAMICS INDONESIA SEMARANG Bella Sovira *), Nurjanah, S.KM, M.Kes **) *) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu cross sectional. Penelitian observasi memiliki ciri yaitu
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan rancangan penelitian yaitu cross sectional. Penelitian observasi memiliki ciri yaitu dilakukan tanpa
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil penelitian 1. Deskripsi lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di Pasar Pedurungan dan Pasar Gayamsari yang terletak di Kota Semarang bagian timur dengan membutuhkan
BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan masyarakat, terutama pada kondisi lingkungan yang di bawah standar. (1)
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit akibat lingkungan semakin hari semakin menimbulkan problema kesehatan masyarakat, terutama pada kondisi lingkungan yang di bawah standar. (1) Umumnya di
PENGARUH MASA KERJA DAN INTENSITAS PENERANGAN TERHADAP KELELAHAN MATA PADA PEKERJA BATIK TULIS LAWEYAN SURAKARTA
PENGARUH MASA KERJA DAN INTENSITAS PENERANGAN TERHADAP KELELAHAN MATA PADA PEKERJA BATIK TULIS LAWEYAN SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhui Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Maharany Dhyah
BAB I PENDAHULUAN. merupakan faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pekerjaan merupakan bagian yang memegang peranan penting bagi kehidupan manusia, yaitu dapat memberikan kepuasan, tantangan, bahkan dapat pula menjadi gangguan dan
HUBUNGAN ANTARA PRAKTEK UNSAFE ACTION
HUBUNGAN ANTARA PRAKTEK UNSAFE ACTION DALAM PENGGUNAAN GADGET DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF GANGGUAN KESEHATAN MATA PADA MURID SEKOLAH DASAR ISLAM TUNAS HARAPAN TAHUN 2016 An Nisa Intan Navarona *) Eni Mahawati
Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Kelelahan Mata pada Karyawan Bagian Administrasi di PT. Indonesia Power UBP Semarang
Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Kelelahan Mata pada Karyawan Bagian Administrasi di PT. Indonesia Power UBP Semarang Febriana Supriati * ) Mahasiswa Reguler FKM UNDIP 2008 ** ) Staf Pengajar Bagian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi di era globalisasi ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan industri di Indonesia. Sehingga industri perlu mengadakan perubahan untuk mengikuti
Kata kunci: intensitas pencahayaan, usia, kelelahan mata, lux meter, flicker fusion
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN USIA DENGAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA DI BAGIAN OPERASIONAL PT. ANGKASA PURA I (PERSERO) KOTA MANADO TAHUN 2017 Made Ayu Sawitri*, Grace D. Kandou*, Rahayu
Keluhan Mata Silau pada Penderita Astigmatisma Dibandingkan dengan Miopia. Ambient Lighting on Astigmatisma Compared by Miopia Sufferer
ARTIKEL PENELITIAN Mutiara Medika Keluhan Mata Silau pada Penderita Astigmatisma Dibandingkan dengan Miopia Ambient Lighting on Astigmatisma Compared by Miopia Sufferer Abstrak Fitri Permatasari 1, Yunani
FAKTOR FAKTOR RISIKO PAPARAN GAS KARBONMONOKSIDA (CO) TERHADAP KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN
FAKTOR FAKTOR RISIKO PAPARAN GAS KARBONMONOKSIDA (CO) TERHADAP KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN (COHb) DALAM DARAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN UDINUS SEMARANG TAHUN 2013 Novita Wulansari* ), Eni Mahawati**
BAB I PENDAHULUAN. teknologi dan perangkat komputer dalam menyelesaikan pekerjaan di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini hampir semua aspek pekerjaan baik di sektor bisnis dan perkantoran maupun industri dan manufaktur telah memanfaatkan dukungan teknologi dan perangkat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... ii PERNYATAAN LEMBAR PERSETUJUAN... iii PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN... iv KATA PENGANTAR... v ABSTRAK... vii ABSTRACT... viii DAFTAR
HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KEJADIAN MIOPIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANGKATAN VII STIKES CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG
HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KEJADIAN MIOPIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANGKATAN VII STIKES CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG Maria H. Wea 1), Sakti O. Batubara 2), Akto Yudowaluyo 2) 1) Mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BAGIAN PRESS DRYER UD. ABIOSO, BOYOLALI
HUBUNGAN ANTARA POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BAGIAN PRESS DRYER UD. ABIOSO, BOYOLALI SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Heni Nurhayati
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN POLIKLINIK DIAN NUSWANTORO DENGAN KEPUTUSAN PEMANFAATAN ULANG DI UPT POLIKLINIK DIAN
1 HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN POLIKLINIK DIAN NUSWANTORO DENGAN KEPUTUSAN PEMANFAATAN ULANG DI UPT POLIKLINIK DIAN NUSWANTORO SEMARANG TAHUN 2015 Ramdhania Ayunda Martiani
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO INDIVIDUAL DAN KOMPUTER TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO INDIVIDUAL DAN KOMPUTER TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti ujian hasil Karya Tulis Ilmiah
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan. Fahma Hakiki R
PERBEDAAN PRODUKTIVITAS KERJA PEMBATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN KURSI KERJA ERGONOMIS DAN KURSI KERJA TIDAK ERGONOMIS DI INDUSTRI BATIK MASARAN SRAGEN SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar
BAB 1 : PENDAHULUAN. efektif dalam arti perlunya kecermatan penggunaan daya, usaha, pikiran, dana dan
1 BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia sebagai tenaga kerja adalah pelaksana dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi. Upaya perlindungan terhadap bahaya yang timbul serta pencapaian ketentraman
Hubungan Faktor-Faktor Individu, Kelompok dan Stres Kerja dengan Produktivitas Kerja pada Buruh Pemetik Cabai di UD. Sri Kundari Semarang 2013
Hubungan Faktor-Faktor Individu, Kelompok dan Stres Kerja dengan Produktivitas Kerja pada Buruh Pemetik Cabai di UD. Sri Kundari Semarang 2013 ABSTRAK Produktivitas adalah menghasilkan lebih banyak dan
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENGETIK DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA RENTAL DI BELAKANG KAMPUS UNS
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENGETIK DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA RENTAL DI BELAKANG KAMPUS UNS SKRIPSI Untuk Memenuhui Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Mar atus Sholikhah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan observasional analitik numerik (kategoriknumerik) tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan
ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015
ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015 Firina Adelya Sinaga, 2015. Pembimbing I : July Ivone, dr.,mkk.,mpd.ked Pembimbing II : Cherry
BAB 1 PENDAHULUAN. suatu pekerjaan. Komputer yang banyak digunakan oleh segala kalangan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia kerja tidak lepas dari kebutuhan akan adanya komputer yang membantu atau mempermudah dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Komputer
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Keluhan kelelahan mata menurut Ilmu Kedokteran adalah gejala
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keluhan kelelahan mata menurut Ilmu Kedokteran adalah gejala yang diakibatkan oleh upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam kondisi kurang sempurna
BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Karakteristik Responden Menurut Usia. responden adalah 9 tahun dan tertinggi 15 tahun. Selanjutnya distribusi
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Karakteristik Responden 1. Karakteristik Responden Menurut Usia Karakteristik responden menurut usia diperoleh data usia terendah responden adalah 9 tahun dan tertinggi
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI BAGIAN SEKRETARIAT DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI SUMATERA BARAT
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI BAGIAN SEKRETARIAT DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI SUMATERA BARAT Sari Andamdewi Jurusan/Program Studi Administrasi Pendidikan FIP UNP
BAB 1 PENDAHULUAN. Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan gangguan musculoskeletal yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan gangguan musculoskeletal yang terjadi pada punggung bagian bawah yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit maupun aktifitas
Kata Kunci : Lama Duduk, Sindroma Piriformis, Pemain Game Online
HUBUNGAN ANTARA LAMA DUDUK DENGAN SINDROMA PIRIFORMIS PADA PEMAIN GAME ONLINE DI GAME CENTER GO-KOOL DENPASAR 1 I Gd Mediastama 2 Dedi Silakarma 3 Adiarta Griadhi 1 Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran
DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... LEMBAR PENGESAHAN... PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii KATA PENGANTAR... PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN...
DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... LEMBAR PENGESAHAN... PENETAPAN PANITIA PENGUJI iii KATA PENGANTAR... PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN i ii iv v ABSTRAK vi ABSTRACT vii RINGKASAN viii SUMMARY x DAFTAR ISI... DAFTAR
PERBEDAAN PRODUKTIVITAS KERJA PEMBATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN KURSI KERJA ERGONOMIS DAN KURSI KERJA TIDAK ERGONOMIS DI INDUSTRI BATIK MASARAN SRAGEN
PERBEDAAN PRODUKTIVITAS KERJA PEMBATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN KURSI KERJA ERGONOMIS DAN KURSI KERJA TIDAK ERGONOMIS DI INDUSTRI BATIK MASARAN SRAGEN SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar
BAB I PENDAHULUAN. Di dalam era globalisasi sekarang ini aktivitas penduduk semakin meningkat, dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam era globalisasi sekarang ini aktivitas penduduk semakin meningkat, dalam melaksanakan pekerjaannya seseorang dapat saja terkena gangguan atau cidera. Disadari
BAB 1 : PENDAHULUAN. konflik batin serta kondisi sakit yang diderita oleh tenaga kerja. (1)
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kata lelah (Fatigue) menunjukkan keadaan tubuh fisik dan mental yang berbeda, tetapi semuanya berakibat kepada penurunan daya kerja dan berkurangnya ketahanan tubuh
ADLN -PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MASINIS KERETA API (Studi Pada Masinis Commuter Line di UPT Crew KA Stasiun Bekasi) Oleh: UNIVERSITAS AIRLANGGA
BAB 1 PENDAHULUAN. muskuloskeletal yang sering terjadi dan menyebabkan penurunan produktivitas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah (NPB) merupakan keluhan yang sering dijumpai dan umum dalam masyarakat. Hampir setiap orang pernah merasakan LBP dalam
PENGARUH PEMBERIAN STRETCHING
PENGARUH PEMBERIAN STRETCHING TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL BAGIAN BAWAH BAGI PEKERJA DENGAN SIKAP KERJA BERDIRI PADA BAGIAN WINDING DI PT. ISKANDAR INDAH PRINTING TEXTILE SURAKARTA Skripsi ini disusun
BAB I PENDAHULUAN. Pencapaian keselamatan dan kesehatan kerja tidak lepas dari peran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pencapaian keselamatan dan kesehatan kerja tidak lepas dari peran ergonomi, karena ergonomi berkaitan dengan orang yang bekerja, selain dalam rangka efektivitas, efisiensi
Putri AS, Saftarina F, Wintoko R Faculty of Medicine of Lampung University
Correlation Between Working Period and Working Position with the Incidence of Low Back Pain (LBP) in Cleaning Workers of Onion Shell at Unit Dagang Bawang Lanang Iringmulyo Metro City Putri AS, Saftarina
BAB I PENDAHULUAN. dengan pekerjaan manual handling. Suatu hal yang sangat beralasan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lebih dari seperempat dari total kecelakaan kerja terjadi berkaitan dengan pekerjaan manual handling. Suatu hal yang sangat beralasan, seharusnya diberikan perhatian
Ika Setyaningrum *), Suharyo**), Kriswiharsi Kun Saptorini**) **) Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN PENULARAN KUSTA PADA KONTAK SERUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAYAMSARI SEMARANG TAHUN 2013 Ika Setyaningrum *), Suharyo**), Kriswiharsi Kun
BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini menjadikan seseorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini menjadikan seseorang dengan mudah mengakses segala media elektronik. Hal itu juga menjadikan seseorang tidak asing lagi dengan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Keluhan muskuloskeletal adalah kerusakan pada bagian-bagian otot
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluhan muskuloskeletal adalah kerusakan pada bagian-bagian otot skeletal yang disebabkan karena tubuh menerima beban statis, atau bekerja pada postur janggal secara
BAB I PENDAHULUAN. menjadi lebih dominan dialami oleh para pekerja. secara fisik yang berat. Salah satu akibat dari kerja secara manual, seperti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini begitu banyak pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan mesin, mulai dari mesin yang sangat sederhana sampai dengan penggunaan mesin dengan berbasis
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu bentuk teknologi yang beredar adalah gadget. Gadget tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknologi berkembang dengan pesat sesuai dengan zamannya. Salah satu bentuk teknologi yang beredar adalah gadget. Gadget tidak hanya digunakan oleh kalangan remaja dan
* Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi Manado
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TUKANG JAHIT DI KOMPLEKS GEDUNG PRESIDENT PASAR 45 KOTA MANADO Nurul Istiana Alimudin*, Johan Josephus*, Rahayu H. Akili* * Fakultas
PROFIL KONDISI FISIK MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN TAHUN ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Profil Kondisi Fisik (Billy Damara) 3 PROFIL KONDISI FISIK MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN TAHUN ANGKATAN 014 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA THE PHYSICAL CONDITION PROFILE OF SPORT SCIENCE PROGRAM
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas, dari pencemaran lingkungan, sehingga
GAMBARAN POSISI KERJA DAN KELUHAN GANGGUAN MUSCULOSKELETAL PADA PETANI PADI DI DESA KIAWA 1 BARAT KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA
GAMBARAN POSISI KERJA DAN KELUHAN GANGGUAN MUSCULOSKELETAL PADA PETANI PADI DI DESA KIAWA 1 BARAT KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA Christia E. Malonda 1), Paul A.T Kawatu 1), Diana Vanda Doda 1) 1) Fakultas
