BAHAN AJAR PEMBELAJARAN II

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAHAN AJAR PEMBELAJARAN II"

Transkripsi

1 BAHAN AJAR PEMBELAJARAN II Nama Mata Kuliah Kode I SKS Waktu Pertemuan Pertemuan : Filsafat Pendidikan : FIF 342 / 3 SKS : 1 x pertemuan (1 x 1 50 menit) : III Tujuan Instruksional Umum 1. Umum : Setelah menyelesaikan kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu :mengerti dan memahami arti, tujuan, dan makna filsafat pendidikan; meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan berbagal aliran pemikiran dalam filsafat pendidikan; memahami aspek social dan kemungkinan filsafat pendidikan tersirat dalam mazhab pemikiran tertentu; mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dari perspektif filsafat, sehingga mampu mengembangkan kemampuan memakai perspektif itu untuk menganalisis teori, system, aliran filsafat pendidikan dan problem actual pendidikan 2. Khusus : Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa dapat menjelaskan dan mengidentifikasi asas-asas filsafat pendidikan. Pokok Bahasan : Asas-asas filsafat pendidikan Sub Pokok Bahasan : 1. Nativisme 2. Naturalisme 3. Empinisme 4. Konvergensi Uraian Sub Pokok Bahasan Nativisme Berasal dan kata nativus, artinya terlahir. Tokoh utamanya adalah filsuf jerman bernama Arthur Schopenhauer ( ). Schopenhauer beranggapan bahwa yang disebut kepribadian adalah factor pembawaan manusia yang memiliki sifat kodrati dimana ia tidak memperoleh pengaruh dan alam sekitan, bahkan dan pendidikan sekalipun. Jadi, perkembangan pribadi seseorang dalam proses pendidikan hanya ditentukan factor heriditas. Kemungkinan seorang anak yang memiliki potensi heriditas rendah maka akan tetap rendah meskipun sudah menjadi dewasa bahkan sudah memperoleh

2 pendidikan. Suatu pendidikan tidak akan merubah manusia karena potensi yang dimiliki manusia adalah bersifat kodrati. Seorang anak yang terlahir jahat maka akan tetap memiliki sifat jahat dan sebaliknya, yang baik akan tetap menjadi baik. Kondisi ini tidak akan diubah oleh ketentuan pendidikan karena potensi manusia itu bersifat kodrati. Ajaran nativisme ini bersifat pesimistis karena menerima kepribadian manusia sebagaimana adanya, tanpa kepercayaan adanya nilai-nilai pendidikan untuk merubah kepribadian. Mendidik bagi nativisme tidak lain adalah membiarkan anak untuk tumbuh berdasarkan pembawaannya. Berhasil tidaknya suatu perkembangan seorang anak tergantung kepada tinggi rendah dan jenis pembawaan yang dimiliki anak. Naturailsme Pelopor naturalisme adalah filsuf Perancis terkenal yaltu Jean Jacques Rousseau ( ). Rosseau banyak mengungkapkan pendapatnya tentang pendidikan di dalam bukunya Emille. Tesis Rosseau yang paling terkenal semua adalah baik pada waktu dating dari tangan Sang Pencipta dan menjadi buruk di tangan manusia. Menurut Rosseau bahwa semua manusia yang baru lahir itu memiliki pembawaan yang baik, namun pembawaan yang baik tersebut menjadi rusak ketika sudah berada di tangan manusia. Jadi, pendidikan bagi naturalisme, hanya akan merusak pembawaan seorang anak yang baik sehingga proses pendidikan tidak akan ada hasiinya bagi perkembangan pribadi seseorang. Perkembagan kepribadian seseorang dengan demikian tinggal menunggu saja dan hasil perkembangan bakat yang muncul dari setiap individu. Naturalisme dalam pendidikan bersifat negatif, karena pendidikan yang baik bagi naturalism adalah pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk tumbuh dengan sendirinya. Adapun pertumbuhannya diserahkan kepada alam sehingga prinsip kembail ke alam menjadi ciri utama naturalisme. Pendidikan oleh karena itu harus menjauhkan anak didik dari sifat-sifat dibuat-buat dan oleh karena itu pendidikan harus dapat membawa anak didik kembali pada irama alam guna mempertahankan semua yang baik sebagaimana yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

3 Empirisme Empirisme berasal dan kata empini yang berarti pengalaman. Empinisme dipelopori oleh seorang filsuf berkebangsaan lnggris bernama John Locke ( ). Locke berpendapat bahwa seorang anak lahir di dunia ini ibarat sebuah kertas kosong atau ibarat meja berlapis lilin (tabula rasa) yang belum ada tulisan apapun di atasnya sehingga orang bebas menulis apaun diatasnya. Seringkali pendapat ini disebut sebagal teorl tabula rasa. Berbeda dari dua teori terdahulu, empirisme beranggapan bahwa perkembangan pribadi seorang mndividu tergantung semata-mata kepada factor dunia luar. Dunia luar yang dimaksud adalah lingkungan, baik lingkungan hidup maupun lingkungan mati. Lingkungan hidup itu meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan, sedangkan Iingkungan mati meliputi benda-benda mati. Setiap lingkungan ini memiliki situasi sendiri-sendiri, ada situasi ekonomi, sosial, kebudayaan, dan keagamaan. Pendidikan, dengan semua aktivitasnya juga merupakan salah satu lingkungan tersebut. Mendidik bagi empirisme berarti membentuk manusia menurut sekehendak hati sang pendidik. Jadi, seorang pendidik dengan demikian dapat berbuat sekendak hati dalam pembentukan pribadi anak didik untuk menjadi sesuai dengan yang diinginkannya. Pendidik dalam hal ini ibarat seorang pemahat patung yang siap membentuk bahan menjadi patung sesuka hatinya. Oleh karena lingkungan itu relatif dapat diatur dan dikuasai maka daiam pandangannya mengenai hasil pendidikan, empirisme bersifat optimis. Konvergensi Konvergensi dipelopori oleh filsuf pendidikan William Stern ( ). Ahli pendidikan berkebangsaan Jerman ini berpandangan bahwa pembawaan dan lingkungan adalah sama pentingnya di dalam perkembangan seorang anak manusia. Konvergensi mencoba mengembangkan adanya bakat dan lingkungan di dalam pendidikan. Konvergensi berpandangan bahwa pertumbuhan dan perkembangan seseorang itu merupakan hasil perpaduan pengaruh yang berasal dari dua sumber, yaitu bakat atau pembawaan dan pendidikan atau lingkungan. Pengaruh bakat atau pembawaan berasal dari dalam diri seseorang dan pendidikan berasal dan luar. Hasil perkembangan dan pendidikan anak tergantung pada besar kecilnya pembawaan serta situasi lingkungan.

4 Pendidikan, supaya berhasil baik, bagi konvergensi, mensyaratkan adanya Iingkungan yang kondusif sebagai wahana berlangsungnya pendidikan. Lingkungan yang kondusif ini menjadi conditio sine qua non bagi berlangsungnya pendidikan yang baik. Nampaknya konvergensi ini memadukan dua macam teori ekstrim, yaitu naturalisme dan nativisme di satu pihak dan empirisme di pihak lain. Oleh karena itu perkembangan pribadi seseorang itu sesungguhnya adalah hasil proses kerjasama antara potensi heriditas (internal) dan lingkungari serta pendidikan ( eksternal ). lnteraksi antara pembawaan dan lingkungan (termasuk pendidikan) akan mencapai hasil yang diharapkan, jika anak sendiri ikut memainkan peranan yang aktif di dalam mencerminkan semua pengalaman yang diperolehnya. Kegiatan Belajar Mengajar Tahap Kegiatan Pengajaran Kegiatan Mahasiswa Media / Alat Pendahuluan Memberi kesempatan Mendengarkan dan Papan tulis, kepada mahasiswa untuk memberikan OHP/lnfokus/Laptop mengajukan pertanyaan tanggapari atau usul atas hal hal yang belum dipahami dari materi yang telah diberikan sebelumnya Penyajian Penutupan Menjelaskan kaitan materi yang akan diberikan dengan pokok bahasan yang sudah dijelaskan dengan yang akan datang Menjelaskan nativisme, naturalisme, empirisme, dan konvergensi sebagai prinsip-prinsip dasar di dalam filsafat pendidikan Menugaskan mahasiswa membaca kembali materi yang telab diajarkan dan membaca bahan pustaka yang relevan dengan bahasan berikutnya Mencatat Papan tulis, Memperhatikan OHP/lnfokus/Laptop Memberikan tanggapan/pertanyaan Memberikan tanggapan Papan tulis, OHP/lnfokus/Laptop

5 Evaluasi : Mengukur kemampuan mahasiswa melalui pembuatan tugas rangkuman terhadap materi yang telah diberikan dengan panduan pertanyaan sebagai berikut: a. Uraikan dengan lengkap dan jelas beberapa konsep dalam pendidikan yang dewasa ini masih tetap dianggap relevan sebagai acuan untuk mendidik b. Menurut Saudara, diantara konsep-konsep tersebut, manakah kiranya yang paling relevan untuk menjelaskan proses pendidikan dewasa ini? Berikan penjelasan Saudara dengan argumentasi yang memadai! Kepustakaan Wajib Brameld, 1985, Philosophy of Education in Cultural Perspective, Tata McGraw-Hill, New Delhi lmam Bernadib, 1995, Beberapa Aspek Substansial Ilmu Pendidikan, Andi Offset, Yogyakarta _, 2000, Filsafat Pendidikan, Adicita, Yogyakarta More, T.W, 1986, Philosophy of Education: an introduction, Routledge & Kegan Paul, London and New York Peter, R.S., 1978, Philosophy of Education, Routledge & Kegan Paul, London and New York Anjuran Brubacher, John S., 1978, Modern Philosophy of Education, Tata McGraw-Hill, New Delhi lmam Bernadib, 1990, Filsafat Pendidikan, Sistem, dan Metode, Andi Offset, Yogyakarta

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I Nama Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Kode / SKS : FIF 342 /3 SKS Waktu Pertemuan : 2 x pertemuan (2 x 300 menit) Pertemuan : I dan II Tujuan Instruksional 1. Umum : Setelah

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) DAN BAHAN AJAR FILSAFAT PENDIDIKAN (FIF 342)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) DAN BAHAN AJAR FILSAFAT PENDIDIKAN (FIF 342) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) DAN BAHAN AJAR FILSAFAT PENDIDIKAN (FIF 342) DISUSUN OLEH: DRS. H. ENDANG ZAELANI SUKAYA NIP. 130 787 647 FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS GADJAH MADA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN BAB I PENDAHULUAN Sejauh mana peranan dan efektivitas pendidikan dalam pembinaan kepribadian manusia, para ahli tidak sama pandangannya. Secara fisiologis, pandangan pandangan tersimpul dalam teori teori

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah usaha secara sadar dan terencana yang dilakukan oleh guru kepada muridnya sehingga diharapkan akan terwujudnya proses pembelajaran secara aktif demi

Lebih terperinci

A. ALIRAN KONVENSIONAL

A. ALIRAN KONVENSIONAL A. ALIRAN KONVENSIONAL Aliran konvensional merupakan pandangan atau pendapat yang membahas tentang faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya 1. Empirisme Aliran ini berpandangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. asuh, asih, asah orang tua. Asuh adalah kebutuhan dasar pangan, sandang, papan,

BAB I PENDAHULUAN. asuh, asih, asah orang tua. Asuh adalah kebutuhan dasar pangan, sandang, papan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak adalah titipan Tuhan untuk dipelihara dan dilindungi orang tua hingga didewasakan dan dilepaskan dari tanggung jawab orang tua. Anak adalah tunas bangsa

Lebih terperinci

Sejarah pendidikan Indonesia 1. Dyah Kumalasari

Sejarah pendidikan Indonesia 1. Dyah Kumalasari Sejarah pendidikan Indonesia 1 Dyah Kumalasari PENDAHULUAN Francis Bacon Knowledge is power Pendidikan untuk Manusia.Sumber pokok kekuatan bagi manusia adalah Pengetahuaan. Mengapa...? Karena manusia dgn

Lebih terperinci

Resume 5# Pengembangan Kurikulum Yasyfa Harashta/ /TP-B 2015

Resume 5# Pengembangan Kurikulum Yasyfa Harashta/ /TP-B 2015 Resume 5# Pengembangan Kurikulum Yasyfa Harashta/15105244001/TP-B 2015 Teori pendidikan merupakan landasan dalam pengembangan praktik-praktik pendidikan, misalnya pengembangan kurikulum, proses belajar

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS TEORI KONVERGENSI DAN RELEVENSINYA DENGAN HADIST NABI MUHAMMAD SAW TENTANG FITRAH MANUSIA

BAB IV ANALISIS TEORI KONVERGENSI DAN RELEVENSINYA DENGAN HADIST NABI MUHAMMAD SAW TENTANG FITRAH MANUSIA BAB IV ANALISIS TEORI KONVERGENSI DAN RELEVENSINYA DENGAN HADIST NABI MUHAMMAD SAW TENTANG FITRAH MANUSIA Pendidikan dalam kehidupan manusia, mempunyai peranan penting dalam rangka mentrasformasikan nilai-nilai

Lebih terperinci

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN IV

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN IV BAHAN AJAR PEMBELAJARAN IV Nama Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Kode / SKS : FIF 342 / 3 SKS Waktu Pertemuan : 2 x ertemuan (2 x 1 50 menit) Pertemuan : VI dan VII Tujuan lnstruksional Umum 1. Umum :

Lebih terperinci

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I BAHAN AJAR PEMBELAJARAN I 1. Nama Mata Kuliah : Filsafat Komunikasi 2. Kode / SKS : FIF 349 / 2 SKS 3. Waktu Pertemuan : 1 x pertemuan ( 2 x 50 menit) 4. Pertemuan : I 5. Tujuan Pembelajaran a. Umum Setelah

Lebih terperinci

Hukum Perkembangan. Mahasiswa mampu mendeskripsikan hukum hukum perkembangan. Indikator. tempo perkembangan. masa peka.

Hukum Perkembangan. Mahasiswa mampu mendeskripsikan hukum hukum perkembangan. Indikator. tempo perkembangan. masa peka. Perkembangan Afid Burhanuddin Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu mendeskripsikan hukum hukum perkembangan. Indikator Mahasiswa dapat menjelaskan tentang hukum konvergensi; Mahasiswa dapat menjelaskan tentang

Lebih terperinci

KEHARUSAN DAN KEMUNGKINAN, SERTA BATASAN PENDIDIKAN. Ismail Hasan

KEHARUSAN DAN KEMUNGKINAN, SERTA BATASAN PENDIDIKAN. Ismail Hasan KEHARUSAN DAN KEMUNGKINAN, SERTA BATASAN PENDIDIKAN Ismail Hasan A. Keharusan Pendidikan Anak di lahirkan dalam keadaan tidak berdaya (berbeda dengan binatang seperti; kura-kura, buaya, kambing, kera,

Lebih terperinci

S I L A B I PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (KD 301)

S I L A B I PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (KD 301) S I L A B I PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (KD 301) JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 SILABUS MATA KULIAH A. IDENTITAS MATA KULIAH Nama mata kuliah

Lebih terperinci

Peserta didik ilmu pendidikan. Ilmu Pendidikan PESERTA DIDIK

Peserta didik ilmu pendidikan. Ilmu Pendidikan PESERTA DIDIK Ilmu Pendidikan PESERTA DIDIK 1 PENGERTIAN PESERTA DIDIK Anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri lewat proses pendidikan Peserta didik merupakan sosok yang membutuhkan bantuan orang lain untuk

Lebih terperinci

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN II 1. Nama Mata KuIiah : Filsafat Komunikasi 2. Kode / SKS : FIF 349 / 2 SKS 3. Waktu Pertemuan : 1 x pertemuan (2 x 50

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN II 1. Nama Mata KuIiah : Filsafat Komunikasi 2. Kode / SKS : FIF 349 / 2 SKS 3. Waktu Pertemuan : 1 x pertemuan (2 x 50 BAHAN AJAR PEMBELAJARAN II 1. Nama Mata KuIiah : Filsafat Komunikasi 2. Kode / SKS : FIF 349 / 2 SKS 3. Waktu Pertemuan : 1 x pertemuan (2 x 50 menit) 4. Pertemuan : II 5. Tujuan Pembelajaran a. Umum Setelah

Lebih terperinci

BAB II PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK MENURUT ALIRAN KONVERGENSI

BAB II PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK MENURUT ALIRAN KONVERGENSI BAB II PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK MENURUT ALIRAN KONVERGENSI A. Pengertian dan Latar Belakang Lahirnya Teori Konvergensi 1. Pengertian Teori Konvergensi Jamaludin Darwis mendefinisikan teori konvergensi secara

Lebih terperinci

BAB III TEORI KONVERGENSI

BAB III TEORI KONVERGENSI BAB III TEORI KONVERGENSI A. Latar Belakang Munculnya Teori Konvergensi Dalam ilmu psikologi sangat erat hubungannya dengan ilmu pendidikan, yaitu suatu pembawaan dan lingkungan. Soal pembawaan ini adalah

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK DAN PERILAKU AWAL SISWA. Langkah-langkah sistematis pembelajaran secara keseluruhan terdiri dari:

KARAKTERISTIK DAN PERILAKU AWAL SISWA. Langkah-langkah sistematis pembelajaran secara keseluruhan terdiri dari: KARAKTERISTIK DAN PERILAKU AWAL SISWA Dina Amelia 702011094 Mario da Costa 702011901 A. ANALISIS PEMBELAJARAN Analisis pembelajaran adalah: langkah awal yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembelajaran.

Lebih terperinci

Pengantar Psikologi Sosial. Pertemuan 1

Pengantar Psikologi Sosial. Pertemuan 1 Pengantar Psikologi Sosial Pertemuan 1 Penjelasan perkuliahan Kesepakatan tata tertib Penjelasan bahan bacaaan/referensi Penjelasan sistem dan proporsi penilaian Nama Mata Kuliah : Psikologi Sosial I Kode

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS. Prasyarat : - Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri

PETUNJUK TEKNIS. Prasyarat : - Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri PETUNJUK TEKNIS 1. IDENTITAS MATA KULIAH Nama mata kuliah : Perkembangan Peserta Didik Bobot SKS : 2 sks Nomor Mata Kuliah : KD301 Semester : Ganjil Prasyarat : - Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri

Lebih terperinci

Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Rekreasi Fakulitas Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya

Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Rekreasi Fakulitas Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya MAKALAH LANDASAN PENDIDIKAN Aliran Aliran Pendidikan Di ajukan untuk memenuhi tugas dosen mata kuliah landasan pendidikan Kelompok VI 1. Arip Rachman 2. Erik 3. M Frezi 4. Novidianty 5. Rizky F 6. Yogandara

Lebih terperinci

PENDAHULUAN PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

PENDAHULUAN PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN PENDAHULUAN PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Kelompok 1 Pengantar Ilmu Pendidikan Oleh : 1. Abdul Karim K 5410001 2. Bhian Rangga JR K 5410012 3. Hendri Sulistiawan K

Lebih terperinci

Psikologi Perkembangan

Psikologi Perkembangan Psikologi Perkembangan Ahmad Agung Y, M.PD Andi Thahir, M.A (PAI 2010) Pengertian Psikologi Perkembangan Psikologi perkembangan ialah suatu ilmu yang merupakan bagian dari psikologi. Dalam ruang lingkup

Lebih terperinci

Interaksi Manusia dengan Dunia sekitar

Interaksi Manusia dengan Dunia sekitar Po k o k b a h a sa n 11 Interaksi Manusia dengan Dunia sekitar Oleh : Diana Septi Purnama, M.Pd Email : [email protected] Dunia sekitar Segala sesuatu di luar diri manusia yang mempunyai

Lebih terperinci

BAB VI ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

BAB VI ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN BAB VI ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN Aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia, karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDIVIDU I. Dra. Aas Saomah, M.Si

PERKEMBANGAN INDIVIDU I. Dra. Aas Saomah, M.Si PERKEMBANGAN INDIVIDU I Dra. Aas Saomah, M.Si JENIS-JENIS PSIKOLOGI Psikologi Umum Psikologi Industri Psikologi Klinis Psikologi Wanita Psikologi Lintas Budaya Psikologi Perkembangan KONSEP DASAR PSIKOLOGI

Lebih terperinci

FIF 2315: FILSAFAT POLITIK SEMESTER GENAP 2014/2015 (18 Februari-18 Mei 2015) Kelas A: Senin. R.: B101, Waktu:

FIF 2315: FILSAFAT POLITIK SEMESTER GENAP 2014/2015 (18 Februari-18 Mei 2015) Kelas A: Senin. R.: B101, Waktu: FIF 2315: FILSAFAT POLITIK SEMESTER GENAP 2014/2015 (18 Februari-18 Mei 2015) Kelas A: Senin. R.: B101, Waktu: 07.30-09.10 Agus Wahyudi Kantor : R. 508, FISIPOL UGM Telepun : 901198 Email : [email protected]

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Oleh: Allvanialista Ikalor NIM: E1A012004

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Oleh: Allvanialista Ikalor NIM: E1A012004 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Oleh: Allvanialista Ikalor NIM: E1A012004 ABSTRACT Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara continue yakni pertumbuhan dan perkembangan, kedua proses ini

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PENGANTAR PSIKOLOGI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PENGANTAR PSIKOLOGI PENGANTAR PSIKOLOGI A. PENGANTAR IDENTITAS 1. Data Pribadi a. Nama Dosen : Drs. H. Syaifuddin, M.Pd.I. b. NIP : 1196911291994031003 c. NIDN : 2029116901 d. Pangkat : IVa/Lektor Kepala e. Alamat Kantor

Lebih terperinci

Teori-Teori Perkembangan

Teori-Teori Perkembangan Perkembangan Peserta Didik 1 BAB 2 Teori-Teori Perkembangan 2 Definisi Teoriseperangkat gagasan yang saling berkaitan yang menolong untuk menerangkan data, serta membuat ramalan HipotesisPernyataan atau

Lebih terperinci

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN VII

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN VII BAHAN AJAR PEMBELAJARAN VII 1. Nama Mata KuIiah : Filsafat Komunikasi 2. Kode/SKS : F1F 349 / 2 SKS 3. Waktu Pertemuan : 1 x pertemuan (2 x 50 menit) 4. Pertemuan : VII 5. Tujuan Pembelajaran a. Umum Setelah

Lebih terperinci

EFEK PERAN SERTA KELUARGA DALAM PROSES PENDIDIKAN ANAK

EFEK PERAN SERTA KELUARGA DALAM PROSES PENDIDIKAN ANAK EFEK PERAN SERTA KELUARGA DALAM PROSES PENDIDIKAN ANAK Oleh: Amni Leonawarty, SH., M.Pd *, Fery Kurniawan, SH., MH * *Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pamulang ABSTRAK Faktor

Lebih terperinci

Hubungan Pancasila Sebagai Filsafat Bangsa Dengan Sistem Pendidikan di Indonesia. : Tahajudin S, Drs

Hubungan Pancasila Sebagai Filsafat Bangsa Dengan Sistem Pendidikan di Indonesia. : Tahajudin S, Drs Hubungan Pancasila Sebagai Filsafat Bangsa Dengan Sistem Pendidikan di Indonesia Dosen : Tahajudin S, Drs Disusun oleh : Nama : ANNA KARTIKA NIM : 11.11.5022 Prodi & Jurusan : S1-TI Kelompok : D Untuk

Lebih terperinci

DISUSUN OLEH: DEFI DESIANA ( ) MOHAMAD RISTYO NUGROHO ( ) NOVI TRISNA ANGGRAYNI ( ) YOSSY MAHALA CHRISNA S

DISUSUN OLEH: DEFI DESIANA ( ) MOHAMAD RISTYO NUGROHO ( ) NOVI TRISNA ANGGRAYNI ( ) YOSSY MAHALA CHRISNA S DISUSUN OLEH: DEFI DESIANA (14144600192) MOHAMAD RISTYO NUGROHO (14144600204) NOVI TRISNA ANGGRAYNI (14144600199) YOSSY MAHALA CHRISNA S (14144600262) ZAFITRIA SYAHADATIN (14144600195) Rekonstruksionalisme

Lebih terperinci

menjelaskan teknik shading & rendering dalam perspektif

menjelaskan teknik shading & rendering dalam perspektif TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mengikuti mata kuliah ini ini mahasiswa dapat membuat gambar perspektif berdasarkan asas perspektif konstruksi satu dan dua titik lenyap sebagai dasar perancangan gambar

Lebih terperinci

2. Dimensi-dimensi hakikat manusia serta Potensi, Keunikan, dan Dinamikanya

2. Dimensi-dimensi hakikat manusia serta Potensi, Keunikan, dan Dinamikanya RANCANGAN AKTIVITAS PERKULIAHAN (RAP) MATA KULIAH : PENGANTAR PENDIDIKAN KODE MATA KULIAH/SKS : KBM 1201/ 2 NAMA PENGEMBANG : Edy Widayat BEBAN STUDI : 2 SKS SEMESTER : II DISKRIPSI MATA KULIAH : Matakuliah

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SAP/PKP201/FIP/01 Revisi : 01 31 Maret 2010 Hal. 1 dari 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Matakuliah : Ilmu Pendidikan Kode Matakuliah : UNK Jumlah SKS : 2 SKS Pertemuan ke : 1,2,3 Dosen :

Lebih terperinci

BAB VII PENUTUP. dan di kritisi dalam menganalisis isu-isu pendidikan kontemporer. Berdasarkan

BAB VII PENUTUP. dan di kritisi dalam menganalisis isu-isu pendidikan kontemporer. Berdasarkan BAB VII PENUTUP A. Kesimpulan Pemikiran Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme menarik untuk dicermati dan di kritisi dalam menganalisis isu-isu pendidikan kontemporer. Berdasarkan hasil penelitian ini

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI : Pendidikan Matematika MATAKULIAH : Landasan Matematika KODE MATAKULIAH : MTA231 SKS : 3 SEMESTER : 1 MATAKULIAH PRASYARAT : DOSEN PENGAMPU : Tatik Retno Murniasih,

Lebih terperinci

HUBUNGAN HUKUM NASIONAL DENGAN HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Bab ini, Anda diharapkan mampu:

HUBUNGAN HUKUM NASIONAL DENGAN HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Bab ini, Anda diharapkan mampu: BAB IV HUBUNGAN HUKUM NASIONAL DENGAN HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Pada akhir kuliah mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan hubungan hukum nasional dengan hukum internasional SASARAN

Lebih terperinci

HAKEKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA DR. DYAH KUMALASARI ILMU PENDIDIKAN PERTEMUAN 1

HAKEKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA DR. DYAH KUMALASARI ILMU PENDIDIKAN PERTEMUAN 1 HAKEKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA DR. DYAH KUMALASARI ILMU PENDIDIKAN PERTEMUAN 1 MENGAPA MEMPELAJARI HAKEKAT MANUSIA? untuk mengetahui gambaran yang jelas dan benar tentang manusia, agar dapat memberi

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : FILSAFAT MANUSIA KODE MATAKULIAH /SKS = IT /2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : FILSAFAT MANUSIA KODE MATAKULIAH /SKS = IT /2 SKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : FILSAFAT MANUSIA KODE MATAKULIAH /SKS = IT-051206/2 SKS TIU: Agar mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang manusia

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FILSAFAT KEBUDAYAAN DISUSUN OLEH: DRA. SARTINI, M.HUM.

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FILSAFAT KEBUDAYAAN DISUSUN OLEH: DRA. SARTINI, M.HUM. RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FILSAFAT KEBUDAYAAN DISUSUN OLEH: DRA. SARTINI, M.HUM. FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA NOPEMBER 2003 A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan diartikan sebagai usaha atau kegiatan untuk mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan diartikan sebagai usaha atau kegiatan untuk mengembangkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diartikan sebagai usaha atau kegiatan untuk mengembangkan potensi dan ketrampilan. Di antaranya meliputi, pengajaran keahlian khusus, pengetahuan,

Lebih terperinci

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) 1 GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Pengertian Rumusan tujuan dan pokok-pokok isi mata kuliah/ pelajaran Manfaat Memberikan petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FILSAFAT KOMUNIKASI KODE: FIF 349 SEMESTER : V

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FILSAFAT KOMUNIKASI KODE: FIF 349 SEMESTER : V RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) FILSAFAT KOMUNIKASI KODE: FIF 349 SEMESTER : V Disusun oleh Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2003

Lebih terperinci

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada 4. TEORI PENDUDUK 4.1. Pendahuluan Para ahli kependudukan di dunia dapat dikelompokkan menjadi tia kelompok. Kelompok pertama kelompok Maithusian. Aliran Maithusian dipelopori oleh Thomas Robert Maithus

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah ; Gambar Teknik 1 Kode Mata Kuliah ; MKK-210 SKS ; 2 SKS Waktu Pertemuan ; 100 menit Pertemuan Ke ; 1 A. Tujuan Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa dapat menguasai

Lebih terperinci

FILSAFAT UNTUK PSIKOLOGI

FILSAFAT UNTUK PSIKOLOGI Nama Mata Kuliah Modul ke: FILSAFAT UNTUK PSIKOLOGI Fakultas Fakultas Psikologi Masyhar, MA Program Studi Program Studi www.mercubuana.ac.id Posisi Filsafat dalam ilmu-ilmu 1) Filsafat dapat menyumbang

Lebih terperinci

Perkembangan Sepanjang Hayat: Pengantar

Perkembangan Sepanjang Hayat: Pengantar Modul ke: Perkembangan Sepanjang Hayat: Pengantar Karisma Riskinanti, M.Psi., Psi Fakultas PSIKOLOGI Program Studi PSIKOLOGI http://www.mercubuana.ac.id Definisi Teori Syarat-syarat Teori Macam Teori Perkembangan

Lebih terperinci

SEJARAH HAK AZASI MANUSIA

SEJARAH HAK AZASI MANUSIA SEJARAH HAK AZASI MANUSIA Materi Perkuliahan Hukum dan HAM ke-2 FH Unsri URGENSI SEJARAH HAM Kepentingan paling mendasar dari setiap warga negara adalah perlindungan terhadap hak-haknya sebagai manusia.

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Kemampuan Kognitif Membilang Anak Usia Dini. 1. Pengertian Kognitif Membilang Anak Usia Dini

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Kemampuan Kognitif Membilang Anak Usia Dini. 1. Pengertian Kognitif Membilang Anak Usia Dini 26 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kemampuan Kognitif Membilang Anak Usia Dini 1. Pengertian Kognitif Membilang Anak Usia Dini Elizabeth B. Hurlock (1978 : 51) mengatakan bahwa kata-kata yang berkaitan dengan

Lebih terperinci

Kuliah: 2 jam tatap muka terjadwal, 2-4 jam kegiatan terstruktur, 2-4 jam kegiatan mandiri

Kuliah: 2 jam tatap muka terjadwal, 2-4 jam kegiatan terstruktur, 2-4 jam kegiatan mandiri FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG SEMESTER GENAP 2011/2012 SILABUS MATA KULIAH METODE ILMIAH AGT 314 Informasi Umum: Kredit : 3 (2-1) sks Kuliah: 2 jam tatap muka terjadwal, 2-4 jam kegiatan terstruktur,

Lebih terperinci

SAT MPB EKMA 5104 Tutorial Ke 4 Page 2 of 5

SAT MPB EKMA 5104 Tutorial Ke 4 Page 2 of 5 Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA5104/ Metode Penelitian Bisnis Semester : 1 SKS : 3 SKS Nama Pengembang : Ake Wihadanto, SE., MT. Deskripsi Matakuliah : Matakuliah ini menguraikan tentang penggunaan berbagai

Lebih terperinci

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN BUKU RANCANGAN PENGAJARAN Mata Ajaran Ekonomi Teknik Disusun oleh : Agus Sunjarianto Pamitran Fakhri Akbar Ayub Program Studi Teknik Perkapalan Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Lebih terperinci

FORMULIR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIDANG STUDI ADVERTISING AND MARKETING COMMUNICATIONS FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

FORMULIR RANCANGAN PEMBELAJARAN BIDANG STUDI ADVERTISING AND MARKETING COMMUNICATIONS FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI Judul Mata Kuliah : Integrated Marketing Communications1 Semester : II (Dua) SKS : 3 (tiga) Kode: 43002 Dosen : Drs. Hardiyanto., M.Si. Diskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang Pengertian

Lebih terperinci

Nama Mata Kuliah. Modul ke: Filsafat Manusia. Fakultas Fakultas Psikologi. Masyhar MA. Program Studi Program Studi.

Nama Mata Kuliah. Modul ke: Filsafat Manusia. Fakultas Fakultas Psikologi. Masyhar MA. Program Studi Program Studi. Nama Mata Kuliah Modul ke: Filsafat Manusia Fakultas Fakultas Psikologi Masyhar MA Program Studi Program Studi www.mercubuana.ac.id EKSISTENSIALISME Template Modul https://www.youtube.com/watch?v=3fvwtuojuso

Lebih terperinci

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK TUJUAN PERKULIAHAN Mahasiswa memahami sejarah perkembangan ilmu politik Mahasiswa menganalisa perkembangan ilmu politik SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK Dapat kita kaji

Lebih terperinci

BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN

BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN Pada umumnya manusia dilahirkan seorang diri. Namun demikian, mengapa manusia harus hidup bermasyarakat. Manusia tanpa manusia lainnya pasti akan mati. Bayi misalnya,

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH :TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KODE MATA KULIAH : ANI / 3 SKS (3-0) Disusun Oleh: Peer Group JURUSAN ILMU ADMINISTRASI

Lebih terperinci

SEJARAH FISIKA [FI 335]

SEJARAH FISIKA [FI 335] SEJARAH FISIKA [FI 335] Semester : 6 SKS : 2 Kelompok : Mata Kuliah Pilihan Wajib Program : S-1 Pendidikan Fisika : S-1 Fisika Kelas : Fis ABC Prasyarat : - Perkuliahan: Dibuka Tiap Semester SEJARAH FISIKA

Lebih terperinci

Jurusan Pendidikan Matematika

Jurusan Pendidikan Matematika DESKRIPSI MATA KULIAH : STRUKTUR ALJABAR I KODE MK : MT 400 Mata kuliah ini dimaksudkan agar mahasiswa memahami konsep-konsep struktur aljabar (aljabar modern). Materinya mencakup: aljabar himpunan, pemetaan

Lebih terperinci

OLEH : NANDANG BUDIMAN

OLEH : NANDANG BUDIMAN OLEH : NANDANG BUDIMAN PERKEMBANGAN SEBAGAI BAGIAN PSIKOLOGI UMUM DARI PSIKOLOGI PSIKOLOGI INDUSTRI PSIKOLOGI KLINIS PSIKOLOGI WANITA PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PSIKOLOGI LAINNYA KONSEP

Lebih terperinci

SILABUS MATEMATIKA DISKRIT. Oleh: Tia Purniati, S.Pd., M.Pd.

SILABUS MATEMATIKA DISKRIT. Oleh: Tia Purniati, S.Pd., M.Pd. SILABUS MATEMATIKA DISKRIT Oleh: Tia Purniati, S.Pd., M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009 SILABUS A. Identitas

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (GBPP)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (GBPP) GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (GBPP) Mata Kuliah: Etika Profesi; Kode/Bobot : TSK403 / 2 sks; Deskripsi Mata Kuliah: Mata kuliah ini berisi Pengertian Etika dalam Lingkungan IT. Standar Kompetensi:

Lebih terperinci

Filsafat dan Teori Pendidikan. Oleh. Fauzan AlghiFari / / TP-B

Filsafat dan Teori Pendidikan. Oleh. Fauzan AlghiFari / / TP-B Filsafat dan Teori Pendidikan Oleh Fauzan AlghiFari / 15105241008 / TP-B http://fauzanfari.blogs.uny.ac.id Berikut aliran-aliran dalam filsafat pendidikan : A. Filsafat Pendidikan Progresivisme Progresivisme

Lebih terperinci

Abstrak. Kata kunci : Tujuan Pendidikan

Abstrak. Kata kunci : Tujuan Pendidikan Abstrak Pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan mempunyai fungsi yaitu, memberikan arah kepada segenap kegiatan

Lebih terperinci

Perkembangan Tingkah Laku Anak Didik Achmad Paturisi * Kata kunci: tingkah laku, anak didik, hukum, faktor, perkembangan.

Perkembangan Tingkah Laku Anak Didik Achmad Paturisi * Kata kunci: tingkah laku, anak didik, hukum, faktor, perkembangan. Abstrak Perkembangan Tingkah Laku Anak Didik Achmad Paturisi * Tingkah laku manusia (anak didik) selalu mengalami perubahan dan perkembangan menuju ke arah kesempurnaan. Proses pertumbuhan dan perkembangan

Lebih terperinci

: Kamis / E1.205 g. Fasilitas Penunjang : Website, Blog, dan LCD Projector.

: Kamis / E1.205 g. Fasilitas Penunjang : Website, Blog, dan LCD Projector. Psikologi Belajar PAI A. PENGANTAR IDENTITAS 1. Data Pribadi a. Nama Dosen : Drs. H. Syaifuddin, M.Pd.I. b. NIP : 1196911291994031003 c. NIDN : 2029116901 d. Pangkat : IVa/Lektor Kepala e. Alamat Kantor

Lebih terperinci

Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini. Unita Werdi Rahajeng, M.Psi

Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini. Unita Werdi Rahajeng, M.Psi Pengantar Pendidikan Anak Usia Dini Unita Werdi Rahajeng, M.Psi www.unita.lecture.ub.ac.id Early Childhood Education versi UNESCO Pendidikan anak usia dini didefinisikan sebagai periode sejak kelahiran

Lebih terperinci

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) & SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MATA KULIAH DASAR TAKSONOMI

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) & SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MATA KULIAH DASAR TAKSONOMI GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) & SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MATA KULIAH DASAR TAKSONOMI (PAB 105/ 2 SKS) Oleh: LILIH KHOTIM PERWATI, S.Si. M.Si NIP 132 093 200 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan

Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan SILABUS Kode Mata Kuliah KM018 / MKB / I Nama Mata Kuliah Komunikasi Lintas Budaya Beban Kredit 3 SKS Prasyarat... Fakultas Ilmu Komunikasi No. Dokumen FIKOM SSAP-0 Program Studi Ilmu Komunikasi No. Revisi

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2 / 3 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2 / 3 SKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2 / 3 SKS Pertemuan Ke Sub dan TIK 1 1. Pengantar Perkuliahan 1.1. Materi Pokok Studio Perancangan Arsitektur 2 Mahasiswa dapat menguraikan materi

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI: S1 SISTEM INFORMASI Semester : 4

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI: S1 SISTEM INFORMASI Semester : 4 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI: S1 SISTEM INFORMASI Semester : 4 Berlaku mulai : Genap/2010 JUDUL MATA KULIAH : METODOLOGI PENELITIAN KODE MATA KULIAH / SKS : 410103080 / 2 SKS PRASYARAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terbentuk kesadaran terhadap nilai-nilai seni budaya. Kemampuan ini dapat

BAB I PENDAHULUAN. terbentuk kesadaran terhadap nilai-nilai seni budaya. Kemampuan ini dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelajaran seni rupa di sekolah umum, pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkembangkan kepekaan rasa, serta memiliki daya cipta, sehingga terbentuk kesadaran

Lebih terperinci

Konsep Sistem Informasi

Konsep Sistem Informasi SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode Mata Kuliah: IF0362/2 sks Program Studi: S 1 Sistem Informasi INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN INFORMATIKA ASIA PERBANAS Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta 12940,

Lebih terperinci

SILABI MATA KULIAH : SEJARAH OLAHRAGA

SILABI MATA KULIAH : SEJARAH OLAHRAGA SILABI MATA KULIAH : SEJARAH OLAHRAGA A. Identitas Mata Kuliah : Nama Mata Kuliah : SEJARAH OLAHRAGA Kode Mata Kuliah : IKF 202 Jumlah SKS : 2 (dua) / Teori Program Studi/Fak. : IKORA, PJKR, PKO / FIK

Lebih terperinci

Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia

Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Maret 2017 Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (c) Maret 2017 Panduan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL

PENGEMBANGAN RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL Pelatihan Tutor TTM 2016 PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Semua Making Higher Education Open to All PENGEMBANGAN RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL Tujuan Menjelaskan pengertian,

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN I

SATUAN ACARA PERKULIAHAN I SATUAN ACARA PERKULIAHAN I Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Agribisnis Kode Mata Kuliah : MAG 507 SKS : 3 (2-1) Waktu Pertemuan : 2 x 50 menit, 1 x 50 menit Pertemuan ke : 1,2,3 A. Tujuan 1. Tujuan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. 3 Aspek-aspek Mengkaji konsep Kegiatan awal: 20 menit a. Tugas Individual: OHP dan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. 3 Aspek-aspek Mengkaji konsep Kegiatan awal: 20 menit a. Tugas Individual: OHP dan SATUAN ACARA PERKULIAHAN PERT POKOK BAHASAN KE 1 Definisi Psikologi Sejarah Psikologi Ruang Lingkup Psikologi 2 Manfaat Psikologi bagi pendidik Dinamika perilaku individu: Teori Humanisme Teori Behaviorisme

Lebih terperinci

LANDASAN PSIKOLOGIS DALAM PENDIDIKAN

LANDASAN PSIKOLOGIS DALAM PENDIDIKAN LANDASAN PSIKOLOGIS DALAM PENDIDIKAN PENDAHULUAN Latar Belakang Makalah ini kami susun sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan tugas mata kuliah Landasan Pendidikan dengan pokok bahasan Landasan Psikologis

Lebih terperinci

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER A. Identitas Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi : Universitas Kanjuruhan Malang Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi : S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA B. Identitas

Lebih terperinci

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER Semester : 7

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER Semester : 7 GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER Semester : 7 Berlaku mulai : Gasal/2011 JUDUL MATA KULIAH : ETIKA PROFESI NOMOR KODE / SKS : 410205008 / 2 SKS PRASYARAT : Technopreneurship

Lebih terperinci

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU 2013

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU 2013 SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PEDAGOGIK Kode Mata Kuliah/SKS : IP 302 / 3 Oleh : Dra. Realin Setiamihardja, M.Pd. Dra. Hj. Titing Rohayati, M.Pd.. PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 5

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 5 GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 5 JUDUL MATA KULIAH : Etika Profesi NOMOR KODE / SKS : 410105007 / 2 SKS PRASYARAT : - DESKRIPSI SINGKAT : Etika Profesi membahas

Lebih terperinci

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 5

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 5 GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 5 Mata Kuliah Kode Mata Kuliah/SKS Mata Kuliah Prasyarat Diskripsi Mata Kuliah Manfaat Mata Kuliah Tujuan Kepustakaan : Sistem

Lebih terperinci

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA SILABUS I. IDENTITAS MATA KULIAH a. Nama Mata Kuliah : Teori Belajar b. Nomor Kode : TP 103 c. Bobot SKS : 2 (Dua)

Lebih terperinci

SILABUS PERKULIAHAN. Satuan Acara Perkuliahan Perkembangan Peserta Didik 5

SILABUS PERKULIAHAN. Satuan Acara Perkuliahan Perkembangan Peserta Didik 5 SILABUS PERKULIAHAN I. IDENTITAS MATA KULIAH a. Nama mata kuliah : Perkembangan Peserta Didik b. Nomor Kode : KD 301 c. Bobot SKS : 2 (dua) SKS d. Semester : 1 (Satu) e. Kelompok mata kuliah : Keahlian

Lebih terperinci

Inisiasi 3 INDIVIDU DAN MASYARAKAT: KEDUDUKAN DAN PERAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI DAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT

Inisiasi 3 INDIVIDU DAN MASYARAKAT: KEDUDUKAN DAN PERAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI DAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT Inisiasi 3 INDIVIDU DAN MASYARAKAT: KEDUDUKAN DAN PERAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI DAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT Saudara mahasiswa, kita berjumpa kembali dalam kegiatan Tutorial Online yang ketiga untuk

Lebih terperinci

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN DUAL MODES PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU 2012

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN DUAL MODES PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU 2012 SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN DUAL MODES MATA KULIAH PEDAGOGIK Kode Mata Kuliah/SKS : IP 302 / 3 Oleh : Dra. Realin Setiamihardja, M.Pd. NIP. 19480405 198203 2 001 PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Lebih terperinci

DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PENGANTAR ARSITEKTUR TA SKS

DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PENGANTAR ARSITEKTUR TA SKS DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PENGANTAR ARSITEKTUR TA 110-2 SKS PENYUSUN : Drs. R. IRAWAN SURASETJA, MT. NIP : 131694513 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR JURUSAN

Lebih terperinci

BAB II HAKIKAT BERLAKU HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

BAB II HAKIKAT BERLAKU HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) BAB II HAKIKAT BERLAKU HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Pada akhir kuliah mahasiswa diharapkan dapat memahami hakikat dan dasar berlakunya Hukum Internasional serta kaitannya dengan

Lebih terperinci