Implementasi Client Server pada Drive Thru Dengan Menggunakan Barcode
|
|
|
- Harjanti Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL DUNIA TEKNOLOGI INFORMASI Vol. 1, No. 1, (2012) Implementasi Client Server pada Drive Thru Dengan Menggunakan Barcode 1 Masyita Oktaviani, 1 Syahriol Sitorus, 1 Umar Tjokroaminoto 1 Program Studi S1 Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara [email protected] Abstrak Perkembangan teknologi mempengaruhi sistem kerja dalam instansi-instansi yang memanfaatkan teknologi informasi dalam kelancaran dan kecepatan proses distribusi informasi. Oleh karena itu pengolahan data secara manual dinilai masih belum efektif karena masih bergantung pada arsip yang disusun dilembaran kertas dalam sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor. Implementasi teknologi informasi berbasis client server pada Drive Thru dengan barcode untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor bertujuan untuk membantu proses pembayaran pajak dan para petugas pajak dalam menjalankan sistem ini. Proses pembayaran pajak kendaraan bermotor menggunakan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) yang dikeluarkan pihak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD). Penggunaan Barcode dalam sistem ini digunakan untuk kelancaran waktu dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor dan meningkatkan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Kata Kunci : Client-Server, Teknologi Informasi, Drive Thru, Pajak Kendaraan Bermotor, Barcode I. PENDAHULUAN Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga mempunyai dampak dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam melakukan setiap pekerjaan.salah satunya adalah komputer, Komputer merupakan salah satu alat untuk mengolah dan mengembangkan teknologi informasi itu sendiri. Komputer saat ini sudah menjadi suatu keperluan bahkan kebutuhan bersifat penting, terutama bagi perusahaan. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan Komputer antara lain mengolah data pada suatu perusahaan dengan maksimal. Setiap instansi pemerintah atau perusahaan lainnya selalu berhubungan dengan pendapatan dan perpajakan yang merupakan salah satu aset daerah, Pajak merupakan struktural terpenting karena hampir memiliki peran dalam pembangunan di daerah masing-masing.salah satunya adalah Pajak Kendaraan Bermotor, Namun aset daerah tersebut sering terkendala dikarenakan pengolahan data masih dilakukan secara manual dinilai tidak efektif dari segi waktu, tenaga kerja dan akurasi data, karena masih bergantung pada lembaran kertas sebagai media proses dan penyimpanan data (arsip manual). Pajak Kendaraan Bermotor diatur didalam Undang Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang berisi Ketentuan ketentuan pokok yang memberikan pedoman kebijakan dan arahan bagi daerah dalam pelaksanaan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah, sekaligus menetapkan pengaturan untuk menjamin penetapan prosedur umum perpajakan daerah dan retribusi daerah. [1] Semua data yang digunakan dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor bersumber dari Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), setelah pajak kendaraan bermotor diproses maka petugas akan mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD). Dua berkas inilah yang akan dijadikan sebagai data utama / main data dalam proses pembayaran pajak berikutnya. Hal ini mendorong pemikiran untuk dibangunnya suatu sistem yang dapat melakukan pembayaran secara otomatis dan efektif. salah satunya dengan menggunakan barcode. Yang berguna menjadi sangat penting karena membantu proses untuk memperoleh suatu informasi. Barcode adalah sistem pengkodean yang sangat sederhana namun sangat berguna. Fungsi dari barcode adalah menyimpan data-data spesifik yang dapat mengidentifikasi sesuati dengan member label. Pada dasarnya barcode tersusun atas garis-garis vertikal hitam (bar) dan putih (spasi) dengan ketebalan yang berbeda. Umumnya digunakan pada aplikasi basis data dimana data
2 JURNAL DUNIA TEKNOLOGI INFORMASI Vol. 1, No. 1, (2012) pada barcode hanya memuat informasi yang lebih lengkap. Ketika barcode dipindai pada suatu produk, maka data pada barcode itu akan terhubung ke komputer dan kemudian mencari informasi di basis data yang memuat informasi lebih detail. Pada Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor menggunakan Barcode. penulis menggabungkan Client Server dengan Barcode. Sehingga dihasilkan sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dapat membantu para petugas dalam melakukan pembayaran. Seperti yang dijelaskan diatas, Dengan adanya sistem tersebut, maka akan mencegah terjadinya penumpukan pembayaran pajak dan dapat menghemat waktu pelayanan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang maksimal. II. IDENTIFIKASI MASALAH masalah yang ada pada saat pembayaran pajak di drive thru biasanya masih berhubungan dengan waktu yang belum maksimal dan juga data yang dihasilkan juga belum akurat dan belum mencapai target dalam pembayarn pajak tersebut. Pada Drive thru jenis kendaraan yang dibayar hanya sepeda motor dan mobil, sehingga ada beberapa jenis kendaraan yang tidak bisa melakukan pembayaran dikarenakan minimnya tipe jenis kendaraan yang ada. Adapun identifikasi yang diambil oleh penulis dalam penelitian ini adalah Bagaimana memperoleh data yang tepat dan akurat dalam waktu singkat pada proses pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis Client Server pada Drive Thru menggunakan barcode. III. PENELITIAN TERDAHULU Beberapa metode penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini pernah dilakukan sebagai berikut : 1) Perancangan dan Implementasi Client Server berbasis Teknologi GPRS pada mobile device dalam aplikasi GPRS Messenger Pengembangan aplikasi ini dikembangkan dengan dengan dua sisi, yaitu sisi server yang mampu membangun sistem penyedia layanan informasi berbasis teks, sedangakn pada sisi aplikasi menggunakan pemrograman J2ME.Peningkatkan pada aplikasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan obfuscator yang mana berfungsi untuk mengurangi jumlah file serta ukuran gambar dari file tersebut. [2]. 2) Framework Mobile Payment menggunakan Barcode 2D sebagai media transfer informasi pengguna. Pada aplikasi ini Barcode 2D digunakan sebagai media validasi pembayaran mobile dikarenakan tiga hal, Pertama, Barcode 2D dapat digunakan pada telepon seluler. Kedua, transaksi menggunakan Barcode 2D pada skema yang dipaparkan pada tulisan ini dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile yang tidak terhubung dengan jaringan komunikasi sama sekali, Ketiga, aspek lain yang mendasari penggunaan Barcode ketimbang teknologi lain. Dengan ketiga alasan diatas, diharapkan penggunaan Barcode 2D dapat membantu penetrasi penggunaan mobile payment di kalangan yang memiliki sumberdaya yang terbatas sekaligus menjadi salah satu media pembayaran mobile yang dapat diandalkan [3]. IV. METODOLOGI PENELITIAN A. Client Server Client Server adalah suatu arsitektur dimana sumber daya server menyediakan komputasi untuk banyak komponen client.client dan Server bisa berjalan pada mesin yang sama atau berbeda, ditulis dalam berbagai bahasa dan menggunakan sistem operasi yang berbeda.[4] Komponen Dasar Client Server Pada dasarnya, Client server dibentuk oleh tiga komponen dasar, yaitu : 1. Client : merupakan terminal yang digunakan oleh pengguna untuk meminta layanan tertentu yang dibutuhkan. Peran Client adalah mengirimkan pesan berupa permintaan layanan ke server. 2. Middleware : merupakan komponen perantara yang memungkinkan client dan server untuk saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain 3. Server : merupakan pihak yang menyediakan layanan. Server berperan menerima pesan permintaan layanan dari client, memproses permintaan tersebut dan mengirimkan hasil permintaan kepada client. [5]. B. Drive Thru Drive Thru Adalah layanan Pengesahan STNK, Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) yang tempat pelaksanaannya di luar Gedung Kantor Bersama SAMSAT dan memungkinkan Wajib Pajak melakukan transaksi tanpa harus turun dari kendaraan bermotor yang dikendarainya. Tujuan dibuatnya Sistem Drive Thru adalah untuk membangun budaya tertib membayar pajak di kalangan masyarakat.
3 JURNAL DUNIA TEKNOLOGI INFORMASI Vol. 1, No. 1, (2012) Proses Pembayaran pada Drive Thru sebagai berikut : 1. Layanan Drive Thru terdiri dari 2 (dua) loket yaitu : a) Loket 1 pendaftaran dan pengesahan. b) Loket 2 pembayaran dan penyerahan. 2. Pendaftaran Pengesahan pada ayat 1 (satu) huruf a ditandai dengan stempel dan paraf petugas pendaftaran. 3. Layanan Drive Thru melayani kendaraan bermotor dengan identifikasi sesuai dengan STNK yang digunakan pada saat pendaftaran. 4. Layanan Drive Thru tidak melayani kendaraan blokir dan kendaraan bermotor angkutan penumpang umum. 5. Petugas loket pendaftaran menerima dokumen dari wajib pajak berupa BPKB Asli, STNKB Asli, KTP Asli, selanjutnya melakukan penelitian terhadap kebenaran dokumen dan melakukan validasi dokumen dengan scanner. 6. Petugas loket Pembayaran dan Penyerahan memberitahukan jumlah pembayaran yang seharusnya dan selanjutnya menerima pembayaran serta menyerahkan bukti pembayaran kepada Wajib Pajak. C. Alur Kerja Drive Thru Pemohon Masuk LOKET I masukkan berkas (KTP,BPKB,STNK dan SKPD) Pembayaran Pajak Bank Sumut LOKET II Pengembalian Berkas Gambar 1. Alur Kerja Pembayaran Pajak di Drive Thru Selesai Keluar Penjelasan mengenai penomoran pada Gambar 1 adalah sebagai berikut : 1) Pemohon (wajib pajak) memasukkan berkas yang meliputi KTP,STNK,SKPD dan BPKB ke Loket I 2) Setelah pemohon memasukkan berkas, pemohon membayar pajak yang telah ditetapkan di loket I di bank sumut yang berada di samping Loket. 3) Pemohon kemudian mengambil berkas yang telah selesai diproses oleh petugas di Loket II. 4) Proses pembayaran telah selesai, pemohon meninggalkan loket pembayaran. D. Barcode Barcode adalah pengkodean angka dan huruf dengan menggunakan kombinasi dari bar dan spasi dari variasi yang berbeda. Sebuah Barcode berisi informasi yang dikodekan menurut konvensi spesifik dan grafis yang menyajikan informasi dalam bidang barcode yang mana didalamnya terdapat garis-garis berwarna atau bar dan spasi yang tidak berwarna. Biasanya barcode tidak berisi data yang deskriptif, tetapi terdiri dari nomor yang berbeda dari angka-angka atau karakter, tergantung pada jenis barcode yang membuat sebuah nomor referensi. informasi dalam barcode disimpan dalam bentuk set data yang dapat diklasifikasikan dan diambil untuk menangani angka-angka atau karakter dalam sebuah pengolahan data elektronik [6]. E. Pajak Kendaraan Bermotor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yaitu pajak atas kepemilikan atau penguasaan kendaraan bermotor. yang diatur dalam Peraturan Daerah ProvSU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Peraturan Daerah tentang pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara (Pasal 2, BAB II)[7]. Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Tersebut diatur juga dalam Peraturan Daerah ProvSU pasal 8 yang mana biaya PKB dikenakan denda 2 % apabila telah melewati masa jatuh tempo dari tanggal akhir yang ada di SKPD. F. Pajak Progresif Pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang naik dengan semakin besarnya jumlah yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak, dan kenaikan persentase untuk setiap jumlah tertentu setiap kali naik. Pajak progresif ini diterapkan bagi kendaraan pribadi baik roda dua dan roda empat dengan nama pemilik dan alamat tempat tinggal yang sama. Jika nama pemilik dan alamatnya berbeda, maka tidak dikenakan pajak progresif. hitungan biaya pajak progresif yang dibebankan bagi pemilik satu kendaraan hanya 2% persen dari nilai jual kendaraan (NJKB). Jika punya dua kendaraan, maka besar pajak untuk kendaraan yang kedua, 2,5 % persen dari NJKB. Hitungan pajak progresif juga diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara pasal 9. Untuk lebih jelasnya, silakan dilihat keterangan di bawah ini: a. Kendaraan pertama : 2 persen dari NJKB b. Kendaraan kedua : 2,5 persen dari NJKB c. Kendaraan ketiga : 3 persen dari NJKB d. Kendaraan keempat : 3,5 persen dari NJKB e. Lebih dari empat kendaraan : tetap 3,5 persen dari NJKB
4 JURNAL DUNIA TEKNOLOGI INFORMASI Vol. 1, No. 1, (2012) Sistem yang berjalan pada Drive thru menggunakan pendekatan Client Server dengan alasan client menjalankan aplikasi basis data dan server menjalankan DBMS yang berisikan basis data sehingga beban server jauh lebih ringan serta keterbatasan sumber daya jaringan dapat diminimalisir,hal ini akan membantu ketika konsep online berjalan antara banyak organisasi dengan yang lainnya. Sehingga terhubung antar organisasi yang memiliki basis data didalamnya. Pembentukan aplikasi ini ditentukan oleh Relational DataBase Management System (RDBMS). Hal ini dilakukan dengan jalan memanfaatkan kemampuan RDBMS dalam melakukan pendistribuan data secara transparan antar database kepada pemakai akhir dan Aplikasi yang dipasang pada client server. Biasanya bekerja baik pada Windows XP maupun Windows 7. Kemudian sistem yang dibuat menggabungkan barcode sebagai toolsnya, sehingga informasi data pada pembayaran pajak dapat dihasilkan secara akurat dan meminimalisir waktu pelayanan yang ada. Barcode yang digunakan pada aplikasi di drive thru ini adalah barcode satu dimensi yang terdiri dari Code 39, Code 128 maupun Interleaved 2 of 5. G. Diagram Use Case Pada sistem drive thru actor dibagi menjadi dua bagian, yaitu : admin dan wajib pajak. Admin merupakan pengguna yang telah terdaftar pada sistem sedangkan Wajib Pajak (guest) adalah pengguna yang belum terdaftar pada sistem. Wajib Pajak (guest) hanya dapat melakukan aktivitas membayar pajak kendaraan bermotor yang berada diluar sistem Drive Thru. Admin dapat melakukan aktivitas yang terdapat dalam sistem karena telah terdaftar oleh Sistem, wajib pajak tidak dapat melakukan aktivitas seperti halnya admin dan kasir. Gambaran diagram use case sistem dapat dilihat pada gambar 2 : V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Tampilan Aplikasi Gambar 3. Tampilan Menu Login Pada form tampilan menu login,seperti pada gambar 3 terdapat dua menu untuk masuk kedalam aplikasi, yaitu User ID dan Password. Ketika admin memasukkan User ID dan Password, apabila benar maka admin dapat melanjutkan langkah yang selanjutnya,tetapi apabila User ID dan Password yang dimasukkan salah, secara otomatis form menu login akan keluar dari aplikasi yang telah dijalankan tersebut. INPUT DATA include HAPUS DATA include -End1 -End7 OPERATOR -End4 -End3 EDIT DATA include -End5 -End9 LOGIN Gambar 4.Tampilan Menu Utama WAJIB PAJAK -End2 -End6 PEMBAYARAN PAJAK -End8 -End10 CETAK BUKTI PEMBAYARAN BAYAR PAJAK Gambar 2. Diagram Use Case Setelah admin masuk kedalam Menu Utama, admin dapat melihat ada dua SubMenu Utama yaitu file dan Keluar, Seperti pada gambar 4, Didalam Sub Menu File terdapat Data Pemilik, Data Pajak, laporan Transaksi dan Cetak Laporan sedangkan di SubMenu Keluar,apabila kita klik secara otomatis kita keluar dr aplikasi Menu Utama tanpa ada pilihan dari SubMenu Keluar.
5 JURNAL DUNIA TEKNOLOGI INFORMASI Vol. 1, No. 1, (2012) B. Pengujian Sistem Skenario pengujian yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Nomor Kendaraan yang sesuai dengan Data Pemilik diubah kedalam bentuk barcode dengan barcode generator seperti gambar 5 : a. BK 3392 ABV Gambar 5. Barcode Nomor Kendaraan 2. No.Kendaraan didekatkan ke Barcode Scanner Reader fosiplex cd 280. Kemudian data yang telah di inputkan dan disimpan di Data Pemilik Kendaraan akan muncul kembali setelah dilakukan pemanggilan pada nomor kendaraan yang ditujukan. Gambar 7.Tampilan Laporan Transaksi Ketika nomor kendaraan yang ditujukan telah muncul di form tersebut, maka admin dapat memasukkan tanggal akhir PKB dan tanggal bayar sehingga muncul perhitungan pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak secara keseluruhan. 3. Setelah semua proses dilakukan maka admin tinggal mencetak Laporan Transaksi sebagai bukti bahwa wajib pajak telah membayar pajaknya dan wajib pajak bakal menerima laporan seperti pada gambar 8: Gambar 6. Tampilan Data Pemilik Data yang telah disimpan akan dipanggil lagi sesuai dengan nomor kendaraan yang telah discan. Tabel Data Pemilik pun kosong ketika terjadi pemanggilan data, seperti pada gambar 6. Kemudian ketika wajib pajak ingin membayar pajak maka admin membuka submenu file Laporan transaksi, dan mengisi data yang ada, hanya saja pada laporan transaksi tidak dapat dilakukan pemanggilan seperti pada Data Pemilik Kendaraan yang ada di file, karena pada Laporan transaksi pembayaran tergantung dr tanggal bayar yang dilakukan oleh wajib pajak tersebut sehingga pemanggilan informasi pajak tidak dapat ditentukan oleh admin. Seperti pada gambar 7 : Gambar 8. Tampilan Cetak Laporan Bentuk Laporan dibuat seminim mungkin guna memperjelas informasi untuk wajib pajak. Didalam laporan transaksi terdapat no.polisi, tanggal wajib pajak membayar pajak, denda pajak bila wajib pajak telah dikenakan pajak
6 JURNAL DUNIA TEKNOLOGI INFORMASI Vol. 1, No. 1, (2012) oleh sistem dan total pembayaran yang harus dibayarkan oleh wajib pajak. VI. KESIMPULAN Sistem pembayaran menggunakan client server yang memilik keuntungan dari segi Kapasitas data, keamanan dan penghematan. Sistem Pembayaran ini menggunakan barcode sebagai tools (alat) dalam menampilkan data / informasi dari wajib pajak yang ingin membayar pajak kendaraannya tersebut secara akurat tanpa harus melakukan kesalahan. Hasil dari sistem pembayaran ini berupa laporan informasi pembayaran yang telah dilakukan oleh wajib pajak, yang mana di dalam laporan tersebut hanya memiliki beberapa item dan barcode sebagai simbol dari aplikasi yang telah dibuat tersebut, sehingga kedepannya, pembayaran bisa menggunakan sistem barcode. Fungsi dari aplikasi yang dirancang dan dibuat dapat memudahkan petugas dalam melakukan penghitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sehingga menghasilkan Dokumen Kendaraan Bermotor yang Membayar Pokok PKB serta Laporan Transaksi yang telah melakukan pembayaran PKB. DAFTAR PUSTAKA [1] Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi daerah. [2] Utomo,W,H.2009.Perancangan dan Implementasi client server berbasis Teknologi GPRS pada mobile device dalam aplikasi GPRS Messenger.Skripsi. Indonesia : Universitas Kristen Satya Wacana [3] Priadi,F,M.2011.Framework mobile payment menggunakan barcode 2D sebagai media transfer informasi pengguna.skripsi. Jogjakarta: Universitas Gadjah Mada [4] Blaha,M,1998.Object-oriented modelling and design for databases applications,new Jersey : Prentice Hall,Inc [5] Sutedjo,B,D,2006.Konsep dan aplikasi pemrograman client server dan sistem terdistribusi. Jogjakarta : Penerbit Andi [6] Jaja,J,M.2010.Implementasi Teknologi Barcode dalam dunia bisnis. Jogjakarta: Penerbit Andi [7] Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara 2011.Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN. swasta saat ini tengah berlomba untuk meningkatkan pelayanan agar lebih
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tujuan dari bidang pelayanan adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. Baik instansi pemerintah maupun swasta saat ini tengah
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai analisis sistem informasi rental mobil
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai analisis sistem informasi rental mobil di ABC Putra Mandiri yang sedang berjalan. Adapun
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. adalah analisis mengenai analisis dokumen, analisis posedur dan analisis proses.
59 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai Analisis Sistem Informasi Rental Mobil Di CV tasya Lacaden yang sedang berjalan. Adapun
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan dari sistem informasi Penerapan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. menganalisis sistem yang sedang berjalan di Bengkel BG Kawasaki Motor yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Yang Sedang Berjalan Sebelum merancang suatu sistem, ada baiknya terlebih dahulu menganalisis sistem yang sedang berjalan di Bengkel BG Kawasaki Motor
IMPLEMENTASI CLIENT SERVER PADA DRIVE THRU DENGAN MENGGUNAKAN BARCODE SKRIPSI MASYITA OKTAVIANI
IMPLEMENTASI CLIENT SERVER PADA DRIVE THRU DENGAN MENGGUNAKAN BARCODE SKRIPSI MASYITA OKTAVIANI 071402042 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kantor Samsat UPTD Pajak Daerah Wilayah III Propinsi Lampung adalah salah satu instansi pemerintah yang beroperasi pada bidang pendapatan daerah khususnya pada pajak
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Setelah penulis melaksanakan penelitian di Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, dan seperti yang telah diuraikan penulis pada bab sebelumnya
BAB I PENDAHULUAN. daerah, baik dalam pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintah maupun tugas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pajak daerah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) memegang peranan penting dalam rangka membiayai urusan rumah tangga daerah, baik dalam pelaksanaan
BAB IV ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM. yang terdapat pada sistem tersebut untuk kemudian dijadikan landasan usulan
41 BAB IV ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM 4.1. Analisis sistem yang sedang berjalan Tahap yang perlu dilakukan sebelum mengembangkan susatu sistem adalah menganalisis sistem yang sedang berjalan kemudian
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. terkomputerisasi. Berikut adalah uraian proses dari kegiatan pemesanan makanan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem pemesanan makanan dan minuman yang saat ini sedang berjalan pada Rumah Makan Dapur Runi masih menggunakan cara manual
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Perancangan Sistem Informasi Distro Online Berbasis Web yang dibangun: 1. Tampilan Halaman Beranda Halaman
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP KENDARAAN BERMOTOR
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan dari suatu sistem informasi. Hasil akhir dari analisis sistem
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis yang Berjalan Analisis sistem merupakan proses memilah-milah suatu permasalahan menjadi elemen-elemen yang lebih kecil untuk dipelajari guna mempermudah
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan-tampilan yang ada pada aplikasi
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP KENDARAAN BERMOTOR
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Toko Buku Family merupakan sebuah toko yang menjual buku-buku
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Toko Buku Family merupakan sebuah toko yang menjual buku-buku pelajaran. Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai Analisis Sistem
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan dari Sistem Pendukung Keputusan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Analisis Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Inventaris Pada Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumut dengan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 PERANCANGAN SISTEM Untuk memudahkan pembuatan aplikasi sistem pakar berbasis website, maka akan dibuat model menggunakan UML (Unified Modeling Language). Perlu diketahui metode
sebelumnya, yaitu hasil Aplikasi Pemesanan Kamar pada Hotel Relasi (php) yang bertujuan untuk membuat suatu aplikasi web pemasaran pada Hotel
70 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai hasil dari rancangan dalam bab sebelumnya, yaitu hasil Aplikasi Pemesanan Kamar pada Hotel Relasi Palembang dimana aplikasi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mampu memperkirakan dan merincikan seluruh dokumen ataupun prosedur yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis terhadap sistem yang berjalan dimaksudkan untuk mempelajari terhadap suatu sistem yang sedang dijalanakan oleh suatu organisasi,
BAB IV HASIL DAN UJI COBA. Adapun hasil dari penelitan yang dilakukan adalah sebuah perangkat lunak
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Adapun hasil dari penelitan yang dilakukan adalah sebuah perangkat lunak sistem pendukung keputusan analisis pola pembelian produk dengan metode algoritma apriori.
APLIKASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN TANGGAMUS MENGGUNAKAN VISUAL BASIC. Jamaludin 1, Nur Aminudin 2
APLIKASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN TANGGAMUS MENGGUNAKAN VISUAL BASIC Jamaludin 1, Nur Aminudin 2 Jurusan Sistem Informasi STMIK Pringsewu Lampung Jl. Wisma Rini No. 09 pringsewu
Petunjuk Penggunaan Aplikasi. Menu untuk Wajib Pajak
Web Pajak Daerah Online Petunjuk Penggunaan Aplikasi (User Manual) Menu untuk Wajib Pajak DAFTAR ISI PENDAHULUAN... 4 LOGIN... 1 Form Entry User Baru... 1 BERANDA... 4 Profil Pengguna... 4 PENDAFTARAN...
. BAB III PERANCANGAN SISTEM
. BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Dalam membangun sebuah aplikasi Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Client Server ini terdapat beberapa tahapan yang dilalui, antara lain : 1. Analisis
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem sedang berjalan dan diperlukan untuk berbagai perubahan yang dirasa
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang sedang berjalan Analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem sedang berjalan dan diperlukan untuk berbagai
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Rancangan Sesuai dengan perancangan sistem yang telah dikemukakan sebelumnya, pada Sistem Informasi Pembayaran Angsuran Kredit Sepeda Motor ini, terdapat
BAB III ANALISIS SISTEM
BAB III ANALISIS SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan tentang hasil analisis dari permasalahanpermasalahan yang menjadi latar belakang masalah seperti yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, namun
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. utuh kebagian-bagian komponennya yang dimaksudkan untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kebagian-bagian komponennya yang dimaksudkan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan dari Sistem Pendukung Keputusan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Berdasarkan hasil analisa dan perancangan sistem yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dilanjutkan ke tingkat implementasi, implementasi program aplikasi menggunakan
Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis Intranet
Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis Intranet Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) adalah sistem informasi berbasis intranet yang bertujuan menatausahakan barang inventaris milik/kekayaan negara
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
82 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Pada bagian ini akan menunjukkan tampilan-tampilan form yang ada pada perancangan sistem informasi yang di bangun oleh penulis, beberapa form tersebut
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Tampilan Hasil Berikut ini merupakan tampilan hasil dari perancangan sistem informasi pembagian laba persekutuanyang dirancang, berikut keterangannya. 1. Form Login Form
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Untuk merancang atau menyempurnakan sebuah aplikasi mobile, kita perlu
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Untuk merancang atau menyempurnakan sebuah aplikasi mobile, kita perlu lebih mengenal tentang sistem yang sedang berjalan. Dalam
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 4.1 Pajak Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Pajak Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta Pajak Kendaraan Bermotor merupakan salah satu pajak daerah yang memiliki potensi yang besar dalam menaikan pendapatan asli
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisa dan Deskripsi Sistem 4.1.1. Gambaran Proses Berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh direksi nomor 22/DIRG/DPPKG/2008 tentang pedoman penagihan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan Toko SparePart Tunas Muda Variasi adalah nama sebuah bentuk usaha penjualan peralatan dan perlengkapan variasi mobil yang beralamatkan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sistem pengolahan data yang saat ini sedang berjalan pada DISPENDASU UPT Medan Utara masih dilakukan secara semi komputerisasi yaitu
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 25
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 25 PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Berikut ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan-tampilan yang ada pada aplikasi Penerapan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
47 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Pada tahapan ini menjelaskan hasil dari perancangan aplikasi serta uji coba yang dilakukan dari sistem yang telah selesai dan dapat digunakan. Hasil sistem yang dibuat
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada bab empat ini akan dibahas mengenai hasil analisis dan
71 BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab empat ini akan dibahas mengenai hasil analisis dan perancangan aplikasi perhitungan gaji karyawan pada Koperasi Udara Jawa meliputi tahap implementasi, uji
BAB III ANALISA SYSTEM
50 BAB III ANALISA SYSTEM 3.1 Tinjauan Organisasi 3.1.1 Sejarah Samsat Bersama Kapolri Dirjen pemerintah umum dan otonomi daerah dan direktur utama PT.Jasa Raharja (Persero) Nomor SKEP/06/X/1999 No.973-1220
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dihadapi. Dan agar mempermudah dalam pembuatan perancangan sistem yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis Sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana kondisi sebuah sistem yang sedang berjalan saat ini
Rancang Bangun Aplikasi Arus Kas Pada Kredit Rumah Tangga Berbasis Web
95 Rancang Bangun Aplikasi Arus Kas Pada Kredit Rumah Tangga Berbasis Web Edi Tekat Bronto Waluyo 1, Adeliani Dita Mayasari 2 1 Dosen STMIK Bina Sarana Global, 2 Mahasiswa STMIK Bina Sarana Global Email
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Aplikasi sistem informasi pengolahan data pegawai Dinas Penataan Ruang dan Permukiman memiliki fungsi sebagai berikut : 1. Memberikan kemudahan pada pegawai
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, memperjelas tentang tampilan-tampilan yang ada pada aplikasi Sistem Pendukung Keputusan
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Proses analisa sistem merupakan fase kedua dari proses pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Tampilan Hasil Penulis merancang program sistem pendukung keputusan pembelian sepeda motor bekas menggunakan metode simple additive weighting (SAW). Dalam hal ini penulis
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil IV.1.1. Tampilan Form Login Mulai menggunakan Aplikasi pertama sekali pengguna diminta untuk mengisikan username dan password pengguna sebagai login menggunakan aplikasi
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Implementasi Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat menjalankan sistem tersebut dengan baik dibutuhkan beberapa persyaratan mengenai
BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM. Pengujian merupakan bagian yang penting dalam siklus pembangunan
BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM 5.1. Pengujian Pengujian merupakan bagian yang penting dalam siklus pembangunan perangkat lunak. Pengujian dilakukan untuk menjamin kualitas dan juga mengetahui
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan 4.1.1 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan 4.1.1.1 Workflow Sistem Informasi Laundry Yang Berjalan Untuk mengetahui sistem yang
HASIL DAN UJI COBA. Berikut adalah tampilan hasil dan pembahasan dari Sistem Informasi
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Tampilan Hasil Berikut adalah tampilan hasil dan pembahasan dari Sistem Informasi Penentuan Harga Pokok Penjualan Dengan Menggunakan Metode Varibel Costing Pada PT. Yasuriang
BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI. komponen sistem yang diimplementasikan dan mengetahui kelemahan dari
BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI 5.1. Pengujian Pengujian merupakan bagian yang terpenting dalam siklus pembangunan perangkat lunak. Pengujian dilakukan untuk untuk memeriksa kekompakan antara komponen
53 Gambar 4. 1 Proses Bisnis sistem yang sedang berjalan Keterangan: 1. Peminjam wajib menyerahkan kwitansi atau bukti transaksi. 2. Staff admin memer
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh
Tugas Akhir. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Parkir. Universitas Komputer Indonesia, Bandung
Tugas Akhir Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Parkir Universitas Komputer Indonesia, Bandung Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Analisis Perancangan Berorientasi Objek Nama : Andrian
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Yang Berjalan Sebelum merancang suatu sistem, ada baiknya terlebih dahulu menganalisis sistem yang sedang berjalan di Distro yang akan dibangun tersebut.
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Proses yang sedang berjalan dalam penginformasian lokasi objek wisata di Pulau Nias memiliki kendala mengenai informasi lokasi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dimaksudkan untuk menitik beratkan kepada fungsi sistem yang berjalan dengan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh
I. PENDAHULUAN. Pemerintahan yang berhasil adalah pemerintahan yang harus mampu memberikan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemerintahan yang berhasil adalah pemerintahan yang harus mampu memberikan pelayanan yang berfokus pada masyarakat. Pelayanan yang berfokus pada pelanggan ini akan berhasil
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Organisasi 3.1.1 Profil Organisasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia didirikan pada tahun 1989 berdasarkan Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989. Pada pasal
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan. Secara garis besar penulis dapat menganalisa sistem pengolahan data barang di Perum Damri Bandung. Pada saat ini bahwa sistem yang
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru yang dibangun, dapat dilihat sebagai berikut : 1. Tampilan Halaman Utama
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Berdasarkan hasil analisa dan perancangan sistem yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dilanjutkan ke tingkat implementasi, implementasi program aplikasi menggunakan
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada bab ini dijelaskan mengenai prosedur yang berjalan dan yang diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
31 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Adapun analisa sistem yang sedang berjalan dalam saat ini adalah Sistem yang saat ini digunakan adalah dengan cara membagikan
SISTEM INFORMASI PENDATAAN KASUS KECELAKAAN DAN TILANG PADA BAGIAN SATLANTAS DI KPPP TANJUNG PERAK
SISTEM INFORMASI PENDATAAN KASUS KECELAKAAN DAN TILANG PADA BAGIAN SATLANTAS DI KPPP TANJUNG PERAK SKRIPSI Diajukan oleh : DEWANTI RATNA BIDARI 0534010147 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Tampilan hasil merupakan hasil dari perancangan antarmuka program sesuai dengan kebutuhan dari sistem yang dirancang. Sesuai tujuan dari penelitian ini
BAB 5 IMPLEMENTASI. 5.1 Jadwal Implementasi Sistem. Untuk membantu pengguna dalam pemakaian basis data diberikan panduan
BAB 5 IMPLEMENTASI 5.1 Jadwal Implementasi Sistem Untuk membantu pengguna dalam pemakaian basis data diberikan panduan pengoperasiannya. Jadwal dari rencana implementasi adalah sebagai berikut : Tabel
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem dengan cara menguraikan sistem tersebut kedalam elemen yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Tahapan yang diperlukan pada pembuatan suatu program yaitu menganalisa sistem yang telah ada mengenai kelebihan dan kekurangan sistem
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
56 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Hasil rancangan sistem informasi geografis letak akademi kebidanan di Kota Medan yang penulis buat sudah selesai dimana tampilan terdiri dari 2 sbagian
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
28 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan mengenai tampilan hasil dari perancangan Penentuan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Menggunakan Metode SAW Pada Dinas Kebersihan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pembangunan Sistem Pembanguna sistem dari aplikasi dimulai dari instalasi aplikasi server dan membuat kebutuhan data seperti data anggota, data pengguna, data transaksi
Implementasi Arsitektur Multi-Tier dalam Pengelolaan Administrasi Dokumen Perkantoran (E-Administration) untuk Skala Enterprise
Implementasi Arsitektur Multi-Tier dalam Pengelolaan Administrasi Dokumen Perkantoran (E-Administration) untuk Skala Enterprise Adi Nugroho, Teguh Wahyono,Hanny Hattu Fakultas Teknologi Informasi Universitas
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. langkah untuk menentukan prosedur yang sedang dirancang, karena dengan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Analisis terhadap sistem yang sedang berjalan merupakan salah satu langkah untuk menentukan prosedur yang sedang dirancang,
Manual Book E-KIR DKI Jakarta.
Manual Book E-KIR DKI Jakarta. Sistem Booking Online Pengujian Kendaraan Bermotor DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI DKI JAKARTA Manual Pengoperasian Aplikasi Booking Online Uji KIR 1. Pendaftaran User Berikut
APLIKASI LAYANAN PERTANAHAN ONLINE
APLIKASI LAYANAN PERTANAHAN ONLINE I. LOGIN APLIKASI Pada saat aplikasi dibuka maka akan muncul halaman login yang mengharuskan pengguna aplikasi untuk memasukkan ID Pemakai dan Password lalu klik tombol
BAB IV HASIL DAN UJICOBA
BAB IV HASIL DAN UJICOBA IV.1. Tampilan Hasil tampilan program aplikasi sistem informasi akuntansi retur penjualan pada UD Anugerah Lestari yang dirancang penulis dapat dilihat pada gambar berikut ini:
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem yang berjalan pada CV. Baritama Guna Sejahtera saat ini masih menggunakan sistem manual, semua kegiatan yang berhubungan
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN 4.1 Analisa Sistem Analisa sistem lama dilakukan untuk mengetahui dan memahami tentang alur sistem yang telah digunakan sebelumnya oleh perusahaan, dalam hal ini adalah Badan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Sebuah sistem informasi dapat efektif jika sistem tersebut dapat memberikan gambaran secara detail dari karakteristik informasi
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan an hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang an-an yang ada pada aplikasi sistem pendukung
BAB IV PEMECAHAN MASALAH DAN UJI COBA APLIKASI
BAB IV PEMECAHAN MASALAH DAN UJI COBA APLIKASI Pada bab ini, akan diuraikan mengenai langkah-langkah usulan untuk menangani kekurangan yang telah diuraikan pada bab III. 4.1 Pemecahan Masalah Untuk mengatasi
Use Case Sistem Penjualan
Use Case Sistem Penjualan Aktor Utama Mencatat Penjualan Kasir Pelanggan Kasir : Melakukan pencatatan data-data penjualan seperti data tabung, data gas, data meteran, jenis pembayaran, tanggal pengembalian
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari perancangan penerapan data mining untuk mengatur penempatan stok makanan dan minuman pada kedai kopi Uleekareng
Gambar 4.1 Use case Diagram sistem yang sedang berjalan. Tabel 4.1. Skenario Use Case Pemesanan Barang
57 4.1.2.1. Use Case Diagram Berikut ini diagram use case yang menggambarkan proses utama dari sistem Gambar 4.1 Use case Diagram sistem yang sedang berjalan 4.1.2. Skenario Use Case Pemasaran Barang Skenario
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. yang manual, yaitu dengan melakukan pembukuan untuk seluruh data dan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Saat ini, sistem peminjaman dan pengembalian buku yang dilakukan di perpustakaan SMA Karya Pembangunan 2 Bangun masih menggunakan
Aplikasi Surat Keluar Masuk Versi 1.0
Aplikasi Surat Keluar Masuk Versi 1.0 1 Implementasi Bagian ini menjelaskan kebutuhan pengguna untuk membuat Aplikasi Surat Keluar Masuk Studi Kasus Biro Kerjasama Dan Kemahasiswaan Bagian ini juga menjelaskan
CARA MENJALANKAN PROGRAM. Langkah awal membuka Aplikasi Perhitungan Anggaran Penjualan
CARA MENJALANKAN PROGRAM 1. CARA MEMBUKA APLIKASI Langkah awal membuka Aplikasi Perhitungan Anggaran Penjualan dengan Metode Least Square yaitu buka web browser, kemudian ketikkan alamat http://localhost/ta/.
Abstrak. Keyword : Penjualan, Pembelian, Stok, SMS, Bonus, laporan, C# Microsoft Visual Studio. NET 2003, Mobile FBUS 1.5, format.
Abstrak Aplikasi Penjualan dan Pembelian yang dilengkapi dengan fitur SMS ini dibuat dengan tujuan memberi kemudahan bagi sales perusahaan untuk melakukan pengecekan stok dan juga memberikan kemudahan
