Prosiding SNaPP2015 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN EISSN
|
|
|
- Benny Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Prosiding SNaPP2015 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN EISSN PROGRAM PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) ETAP 1 Nelly Masnila, 2 Faridah, 3 Desy Natalia 1,2,3 Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Palembang [email protected], [email protected], [email protected] Abstrak. Tenun atau sering disebut Sewet (kain) songket Palembang merupakan kerajinan tradisional khas masyarakat Palembang. Kain ini biasanya dihasilkan oleh industri rumah tangga yang banyak tersebar di beberapa sentra industri di kota Palembang. Kegiatan IbM ini melibatkan dua industri yang menjadi mitra yaitu Industri tenun Cek A Songket dan HB Benang Emas. Kedua mitra UKM belum memiliki laporan keuangan bahkan pencatatan dilakukan sekedarnya saja. Begitu pula halnya dengan perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan produk songket perusahaan. Kondisi yang sama mungkin saja terjadi pada UKM- UKM lainnya yang ada di seluruh pelosok Indonesia. Untuk itu perlu kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan catatan akuntansi yang baik bagi setiap UKM dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan ini harus dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan serta melibatkan baik perguruan tinggi, asosiasi profesi (Ikatan Akuntan Indonesia) dan Pemerintah Daerah setempat. Kata Kunci: laporan keuangan, standar akuntansi keuangan, SAK ETAP 1. Pendahuluan Tenun atau sering disebut Sewet (kain) songket Palembang merupakan kerajinan tradisional khas masyarakat Palembang. Kain ini biasanya dihasilkan oleh industri rumah tangga yang banyak tersebar dibeberapa sentra industri di kota Palembang. Songket adalah tenunan kain yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan sebagai hiasan, yaitu dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsin. Tenun ini memiliki berbagai motif, seperti: lepus, jando beraes, bunga inten, tretes midar, pulir biru, kembang suku hijau, bungo cino, bunga pacik, dan lain-lain. Kawasan atau sentra industri tenun songket di kota Palembang terdapat di daerah seberang ilir yaitu di sekitar Jalan Ki Ranggo Wiro Sentiko dan Jalan Ki Gede Ing Suro, maupun daerah seberang ulu yaitu kawasan Kertapati, khususnya sekitar Jalan KA Azhari. Industri tenun Cek A Songket dan Hasan Songket atau lebih dikenal dengan nama HB Benang Emas adalah dua diantara industri tenun yang ada di kota Palembang yang menjadi industri mitra dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini.. Industri tenun Cek A Songket dipimpin oleh Hj. Maleha, beralamat di Jl KA Azhari, lrg Laksa No 22, RT 01 RW 01 Seberang Ulu 1 Kertapati Palembang. Sedangkan Hasan Songket atau HB Benang Emas dipimpin oleh K. Hasan Basri, beralamat di Jl. Ki Rangga Wirasentika No 999 RT Ilir Palembang. Pada umumnya kedua usaha songket tersebut memiliki manajemen yang dipimpin oleh pemilik dengan beberapa karyawan lepas sebagai pengrajin songket. Bahan baku berupa benang katun, benang sutera, dan benang emas diperoleh baik secara lokal maupun diimpor dari luar negeri, khususnya negara Cina dan Meksiko. 181
2 182 Nelly Masnila, et al. Meskipun demikian tidak terdapat masalah dalam hal kepastian bahan baku, hanya saja harganya yang relatif mahal. Penjualan dilakukan melalui toko yang kadang merangkap rumah usaha. Songket cek A sendiri dijual juga di salah satu tokonya yang terletak di daerah Mayestik, Pasar Baru, Jakarta. Pada dasarnya kedua usaha tersebut belum memiliki catatan keuangan yang sesungguhnya. Hasil penjualan maupun data-data biaya, khususnya bahan baku masih dicatat ala kadarnya saja, belum menggunakan proses pencatatan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Begitu pula halnya dengan perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan produk songket perusahaan. Meskipun masingmasing usaha dapat menghitung harga pokok produksi/penjualan dan menganggap perhitungan harga pokok yang telah mereka laksanakan selama ini cukup akurat, namun pemahaman terkait komponen/unsur pembentuk harga pokok secara teori belum dimengerti dengan baik. Ditinjau dari aspek pemasaran, kedua usaha masih menggunakan media konvensional berupa toko. Belum ada usaha menjemput bola atau melakukan strategi penjualan melalui internet yang dilakukan oleh kedua mitra industri sehingga belum dapat menjangkau kesempatan pemasaran yang lebih luas dan global. Kedua industri juga belum pernah mengikuti ajang pameran secara internasional, meskipun industri songket HB Benang Emas pernah mengikuti pameran kerajinan tradisional namun masih terbatas di wilayah Palembang dan Jakarta. Jika dilihat dari aspek pembiayaan/permodalan, kedua mitra usaha masih menggunakan modal. Sebenarnya peluang untuk mendapatkan bantuan dana pinjaman dari perbankan, maupun bantuan dana corporate social responsibility badan usaha milik negara (BUMN) terbuka lebar, namun pengetahuan dan wawasan terkait akses bantuan tersebut masih sangat terbatas. Sehingga prospek industri untuk berkembang menjadi terkendala. 2. Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Pengabdian ini dilakukan dengan cara pendampingan usaha industri yang menjadi mitra. Pendampingan ini dilakukan dengan prosedur kerja yang dimulai dari pengidentifikasi masalah yang dihadapi kedua mitra industri, pemilihan masalah utama yang bersifat spesifik yang akan dicarikan solusinya, diskusi antara mitra dan pengusul/pelaksana dalam menentukan solusi yang diinginkan/diharapkan, diskusi/ pendampingan dalam perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan, pencatatan akuntansi sampai dengan penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP, dan pembuatan blog perusahaan. Kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut. 2.1 Studi awal Studi awal dilakukan melalui pertemuan dan diskusi untuk menidentifikasi masalah yang dihadapi kedua mitra industry. Selanjutnya disepakati permasalahan utama yang bersifat spesifik yang yang dipilih dan akan dicarikan solusinya. Dilakukan pula diskusi antara mitra dan pengusul/pelaksana dalam menentukan solusi yang diinginkan/diharapkan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sosial, Ekonomi dan Humaniora
3 Program Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar 183 Gambar 1 Nama Usaha Mitra IbM 2.2 Pendampingan dalam permasalah akuntansi dan pemasaran Setelah disepakati pendekatan yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan mitra, maka dilakukan kunjungan lanjutan guna pengumpulan data dan informasi tambahan. Sebagaimana informasi yang diperoleh bahwa kedua mitra belum melakukan akuntansi sama sekali. Oleh karena itu pendampingan ini dilakukan melalui beberapa proses tahapan, yaitu: (1) telaah dokumen dan transaksi keuangan; (2) identifikasi kelemahan kekurangan dokumen dan catatan akuntansi; (3) pemberian sesi pembelajaran dan perancangan dokumen dan perhitungan harga pokok produksi dan penjualan; (4) pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana; (5) pembuatan blog UKM. (1) Telaah dokumen dan transaksi keuangan Berdasarkan hasil telaah dokumen dan catatan atas transaksi keuangan, kedua UKM Mitra hanya mengumpulkan bukti transaksi (nota penjualan) dan mengarsipkannya secara sederhana. Bahkan UKM mitra Cek A, sama sekali tidak memiliki bukti dokumen (nota penjualan) sama sekali. Gambar 2 Contoh bukti transaksi yang dimiliki (2) Identifikasi kelemahan/ kekurangan dokumen dan catatan akuntansi Hasil telaah dokumen dan transksi menunjukkan kedua Mitra memiliki kelemahan yang sangat mendasar pada dokumentansi bukti dan catatan akuntansinya. Untuk itu dalam pengabdian ini telah dijelaskan mengenai pentingnya dokumen bukti sekaligus pengarsipannya. Selain itu untuk tujuan akuntansi kegiatan usaha UKM, telah disiapkan buku pedoman akuntansi yang bisa digunakan kedua mitra dalam melaksanakan akuntansi kegiatan usahanya. Pedoman akuntansi tersebut disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK)-ETAP dan disusun dalam bentuk Modul Akuntansi. Disamping Modul ISSN , EISSN Vol 5, No.1, Th, 2015
4 184 Nelly Masnila, et al. Akuntansi sederhana, diberikan pula Buku SAK ETAP bagi kedua mitra dengan tujuan agar kedua mitra dapat memahami akuntansi, khususnya bagi usaha kecil menengah. Gambar 3 Modul Akuntansi dan SAK-ETAP (3) Pemberian sesi pembelajaran Dalam rangka pemahaman atas pelaksanaan akuntansi bagi kedua mitra diberikan sesi pembelajaran yang dilengkapi dengan perancangan dokumen yang mungkin diperlukan. Selain itu, karena kedua mitra juga memproduksi sendiri produk songket dan tenun khas dengan bantuan pengrajin produk dimaksud, maka diberikan pula pendampingan perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sosial, Ekonomi dan Humaniora
5 Program Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar 185 Gambar 4 Dokumentasi pada saat kegiatan diskusi (4) Pendampingan dalam menyusun laporan keuangan Produk akhir dari proses akuntansi adalah laporan keuangan. Dengan demikian setelah melakukan pembukuan atas transaksi keuangan perusahaan, yang pada umumnya berbentuk transaksi-transaksi: penjualan, pembelian bahan baku, pembayaran upah pengrajin, pembayaran tenaga penjual/ karyawan, maka disusunlah laporan penjualan dan laporan keuangan lainnya. Gambar 5 Dokumentasi pada saat pendampingan (5) Pendampingan dalam pembuatan blog UKM Kegiatan pembuatan blog ini dilakukan guna memperkenalkan bagi kedua UKM akan teknik pemasaran produk industri dengan memanfaatkan fasilitas internet, sehingga diharapkan dapat menjangkau konsumen dan wilayah pemasaran yang lebih luas. 3. Kesimpulan dan Saran Kedua mitra UKM belum memiliki catatan akuntansi. Pencatatan penjualan dilakukan hanya dengan mengumpulkan bukti transaksi (nota penjualan. Sedangkan data-data biaya, khususnya bahan baku masih dicatat seperlunya saja. Begitu pula halnya dengan perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan produk songket perusahaan. Meskipun masing-masing usaha dapat menghitung harga pokok produksi/penjualan dan menganggap perhitungan harga pokok yang telah mereka laksanakan selama ini cukup akurat, namun pemahaman terkait komponen/unsur pembentuk harga pokok secara teori belum dimengerti dengan baik serta belum dilakukan pencatatan secara konsisten dan terus menerus. ISSN , EISSN Vol 5, No.1, Th, 2015
6 186 Nelly Masnila, et al. Kondisi yang sama mungkin saja terjadi pada UKM-UKM lainnya yang ada di seluruh pelosok Indonesia. Untuk itu perlu kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan catatan akuntansi yang baik bagi setiap UKM dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan ini harus dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan serta melibatkan baik perguruan tinggi, asosiasi profesi (Ikatan Akuntan Indonesia) dan Pemerintah Daerah setempat. Daftar Pustaka Tim Penyusun IAI Wilayah Sumatera Selatan (2012). Pengantar Akuntansi (Berbasis ETAP). Buku 1. Palembang: IAI Wilayah Sumatera Selatan. Tim Penyusun IAI Wilayah Sumatera Selatan (2012). Pengantar Akuntansi (Berbasis ETAP). Buku 2 Palembang: IAI Wilayah Sumatera Selatan. Ikatan Akuntan Indonesia (2009) Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Jakarta: DSAK IAI [5 Januari 2013] Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sosial, Ekonomi dan Humaniora
METODE DAN MEDIA SOSIALISASI AKUNTANSI PADA UKM DI KOTA PALEMBANG
Prosiding SNaPP2016 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 EISSN 2303-2472 METODE DAN MEDIA SOSIALISASI AKUNTANSI PADA UKM DI KOTA PALEMBANG 1 Nelly Masnila, 2 Yuliana Sari, 3 Sandrayati 1,2,3 Jurusan
Prosiding SNaPP2015 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN EISSN IBM MIE BASAH
Prosiding SNaPP2015 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 EISSN 2303-472 IBM MIE BASAH 1 Hadi Jauhari, 2 Evada Dewata 1 Jurusan Administrasi Bisnis, 2 Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak keanekaragaman budaya salah satunya yaitu kerajinan tangan. Menurut Hakim (2012
1. Pendahuluan UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN PADA USAHA PENGRAJIN SONGKET KHAS PALEMBANG
Prosiding SNaPP2015 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 EISSN 2303-2472 UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN PADA USAHA PENGRAJIN SONGKET KHAS PALEMBANG 1 Henny Yulsiati,
Galeri Songket Di Palembang BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Kain tenun songket adalah salah satu warisan budaya dari bangsa Indonesia yang harus di lestarikan. Songket merupakan lambang kehalusan seni tenunan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Kain Tenun merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia, karena keberadaannya merupakan salah satu karya Bangsa Indonesia yang tersebar luas diseluruh kepulauan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Semakin pesatnya kerjasama ekonomi ASEAN akan menciptakan peluang dan tantangan baru bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Asean Ekonomic Community
BAB IV Analisa Bentuk dan Makna Songket Palembang
BAB IV Analisa Bentuk dan Makna Songket Palembang 4.1 Tinjauan Songket Palembang di Wilayah Ki Gede Ing Suro Di Indonesia banyak menghasilkan produk-produk dari hasil kerajinan tradisional seperti kerajinan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berdirinya suatu perusahaan dilatar belakangi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah semakin meningkatnya permintaan atau minat masyarakat terhadap apa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan Indonesia tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh wilayahnya. Setiap daerah di Indonesia memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda-beda.
ITGBM PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM PENGRAJIN BORDIR DI KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALA
ITGBM PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM PENGRAJIN BORDIR DI KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALA Noneng Masitoh Irman Firmansyah Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi ABSTRAK Iindustri kerajinan bordir
IBM KELOMPOK USAHA PENGRAJIN LEMARI REK DAN LIKUER
Prosiding SNaPP2015 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 EISSN 2303-2472 IBM KELOMPOK USAHA PENGRAJIN LEMARI REK DAN LIKUER 1 Sopiyan A R, 2 Periansya, 3 Yuliana Sari 1,2,3 Jurusan Akuntansi Politeknik
Prosiding SNaPP2014 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN EISSN
Prosiding SNaPP014 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 089-3590 EISSN 303-47 PENINGKATAN KUALITAS AKADEMIK SISWA MELALUI PENERAPAN IBM KELOMPOK BIMBINGAN BELAJAR 1 Diah Kurniati Rina Fiati 1 Jurusan Bahasa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Koperasi dikenal sebagai badan usaha yang dibangun dari dan untuk anggota. Hal ini dikarenakan modal pendirian koperasi berasal dari anggotanya dan beroperasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan ekonomi merupakan masalah krusial bagi semua negara, setiap negara akan berusaha demi terciptanya pembangunan ekonomi yang maju dan berhasil. Keberhasilan
BAB I PENDAHULUAN. Daerah Kabupaten Batubara yang terletak pada kawasan hasil pemekaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Daerah Kabupaten Batubara yang terletak pada kawasan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu daerah yang didiami masyarakat
PKM Perajin Tedung Desa Mengwi Di Kabupaten Badung, Bali
PKM Perajin Tedung Desa Mengwi Di Kabupaten Badung, Bali Ida Ketut Kusumawijaya STIE Triatma Mulya, Badung, Bali [email protected] ABSTRAK Tujuan pelaksanaan PKM ini adalah metode pengelolaan usaha
PENGEMBANGAN DAN PENDAMPINGAN PENGRAJIN SONGKET JAMBI
PENGEMBANGAN DAN PENDAMPINGAN PENGRAJIN SONGKET JAMBI Margarettha*ª, Nela Safelia** dan Hasriati Nasution* *Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian UNJA **Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan suatu kota dapat dilihat salah satunya dari sektor perekonomiannya. Secara umum, dapat diperhatikan bahwa suatu kota yang berkembang dan maju, memiliki
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KAIN ENDEK BALI SEBAGAI INDUSTRI PARIWISATA KREATIF (STUDI KASUS DENPASAR)
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KAIN ENDEK BALI SEBAGAI INDUSTRI PARIWISATA KREATIF (STUDI KASUS DENPASAR) Deannisa Hakika Putri I Wayan Suardana I GPB Sasrawan Mananda Email : [email protected] PS. S1 Industri
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan merupakan salah satu penggerak perekonomian, belakangan ini seperti yang diketahui perusahaan-perusahaan baru bermunculan dengan berbagai jenisnya,
BAB 1 PENDAHULUAN. yang didukung oleh sanksi-sanksi untuk setiap ketidakpatuhan (Belkaoui,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Standar akuntansi merupakan masalah penting dalam profesi dan semua pemakai laporan keuangan. Oleh karena itu, mekanisme penyusunan standar akuntansi harus
KARAKTERISTIK, INOVASI, DAN KONDISI EKONOMI RUMAH TANGGA PENGRAJIN SENTRA IKM SONGKET KOTA PALEMBANG
KARAKTERISTIK, INOVASI, DAN KONDISI EKONOMI RUMAH TANGGA PENGRAJIN SENTRA IKM SONGKET KOTA PALEMBANG Yustikarani Julianti Pambudi [email protected] Joni Purwohandoyo [email protected] Abstract
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut sejarah seni kerajinan di Indonesia sudah ada semenjak zaman pra sejarah yaitu zaman Neolitikum. Pada saat itu manusia mulai pada perkembangan hidup menetap
Nama jenis produk kerajinan tekstil beserta gambar dan komentarnya
Nama jenis produk kerajinan tekstil beserta gambar dan komentarnya kerajinan batik,batik merupakan warisan budaya indonesia. kerajinan pahat, kerajinan yang membutuhkan ketekunan. kerajinan ukir, adalah
I. PENDAHULUAN. yakni berbeda-beda tetapi tetap satu. Maknanya meskipun berbeda-beda namun
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bangsa Indonesia memiliki moto atau semboyan Bhineka Tunggal Ika, artinya yakni berbeda-beda tetapi tetap satu. Maknanya meskipun berbeda-beda namun pada hakikatnya bangsa
Ombak 16 batang. Patah beras dan tali air. Umpak ayam
- Struktur bentuk pada bagian kepala kain (tumpal), terdapat ragam hias ombak 16 batang, tali air dan patah beras, umpak ayam, pucuk rebung kembang jagung, dan tawur sisik nanas. Ombak 16 batang Patah
BAB I PENDAHULUAN. maknanya, dan teknik pembuatannya. Kalau kita menilik warnanya yang khas, dan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kain tenun songket Palembang ini, sangat menarik, ditelusuri sejarahnya, maknanya, dan teknik pembuatannya. Kalau kita menilik warnanya yang khas, dan motif hiasnya yang
INTO HANDYCRAFTS. Chairani, 2Sulyono
Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 159-166 PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU-IBU RUMAH TANGGA MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK MENJADI KERAJINAN TANGAN THE HOUSEWIFE'S GROUP EMPOWERMENT THROUGH
BAB I PENDAHULUAN. manfaat ekonomi yang menjadi tujuan dibentuknya dunia usaha.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Penelitian Salah satu isu penting yang masih terus menjadi perhatian dalam dunia usaha hingga saat ini yaitu terkait tentang tanggung jawab sosial perusahaan
PENGUATAN USAHA PENGASAPAN IKAN SIDO MAKMUR KETAPANG KABUPATEN KENDAL. Jalan Menoreh Tengah X no 22 Semarang
PENGUATAN USAHA PENGASAPAN IKAN SIDO MAKMUR KETAPANG KABUPATEN KENDAL Indah Hartati 1, Laeli Kurniasari 1, Darmanto 2, Hasan 3 1 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim 2 Jurusan
IbM PENGRAJIN BATIK SEKARWANGI DAN BATIK SURYA KENDAL
Jurnal DIANMAS, Volume 5, Nomor 1, April 2016 IbM PENGRAJIN BATIK SEKARWANGI DAN BATIK SURYA KENDAL Mardinawati 1), Iham Sayekti 2), Susena 3) 1,3) Jurusan Akuntansi, 2) Jurusan Teknik Elektro, Politeknik
BAB I PENDAHULUAN. dan bidang lainnya merupakan contoh contoh bahwa manusia memerlukan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam memasuki dunia globalisasi, manusia mengenal teknologi yang semakin maju untuk mempermudah melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupan. Kemajuan
PELATIHAN KETERAMPILAN MEMPRODUKSI FABRIC ACCESSORIESUNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA
Prosiding SNaPP2016 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 EISSN 2303-2472 PELATIHAN KETERAMPILAN MEMPRODUKSI FABRIC ACCESSORIESUNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA 1 Restu Frida Utami,
BAB I PENDAHULUAN. Di daerah Sumatera Utara terdapat beberapa suku, salah satunya adalah suku Batak,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di daerah Sumatera Utara terdapat beberapa suku, salah satunya adalah suku Batak, yang dalam kehidupan sosialnya, tidak terlepas dari suatu tradisi yang disebut dengan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri Kreatif merupakan sektor industrial yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, dan bakat untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI USAHA PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MASYARAKAT TPA SUMOMPO KEC. TUMINTING KOTA MANADO
Prosiding SNaPP2016 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 EISSN 2303-2472 PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI USAHA PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MASYARAKAT TPA SUMOMPO KEC. TUMINTING KOTA MANADO
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi turut mengalami kemajuan yang cukup pesat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan dibidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Selendang Songket hasil tenunan dari Sumatera Selatan adalah hasil kerajinan tangan yang sudah turun menurun. Selendang songket ini adalah selendang khas Palembang.
PELATIHAN AKUNTANSI PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) RAKITAN RAKYAT TEGAL (RRT) DI KABUPATEN TEGAL
Prosiding SNaPP2016 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN2089-3590 EISSN 2303-2472 PELATIHAN AKUNTANSI PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) RAKITAN RAKYAT TEGAL (RRT) DI KABUPATEN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara tergantung dari bagaimana masyarakat yang berada di negara tersebut ikut membantu menjalankan program-program
BAB I PENDAHULUAN. Wulan Ayodya,,Mau Kemana Setelah SMK?, Erlangga, Jakarta, 2013, hlm. 64
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia usaha memang banyak pilihan, begitu banyak jenis usaha yang dapat dijadikan pilihan ladang pencaharian. Dengan mengetahui gambaran jenis usaha yang ada,
BAB I PENDAHULUAN. sangat strategis dan berperan besar terhadap perekonomian Indonesia. Peran
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bidang yang sangat strategis dan berperan besar terhadap perekonomian Indonesia. Peran UMKM dalam perekonomian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam mencapai sasaran pembangunan nasional, pembangunan pada bidang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mencapai sasaran pembangunan nasional, pembangunan pada bidang industri merupakan suatu program pemerintah untuk mencapai pembangunan nasiaonal. Oleh karena
BAB I PENDAHULUAN. Busana tidak hanya terbatas pada pakaian yang dipakai sehari-hari seperti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Busana tidak hanya terbatas pada pakaian yang dipakai sehari-hari seperti rok, dress, atau pun celana saja, tetapi sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. seperti sekolah, perkantoran, perbankan, penyedia jasa, dan lain sebagainya.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat, terutama dalam bidang komputer. Hampir dapat dipastikan semua kegiatan manusia melibatkan komputer, seperti sekolah,
BAB I PENDAHULUAN. Sakur, Kajian Faktor-Faktor yang Mendukung Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Spirit Publik, Solo, 2011, hal. 85.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi sebagai akibat adanya krisis moneter yang terjadi sejak pertengahan Juli 1997, berakibat bangkrutnya perusahaanperusahaan berskala besar tetapi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengaruh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap perekonomian Indonesia sangat besar dan memiliki kontribusi yang cukup besar. Berdasarkan data yang ada
BAB II TINJAUAN MOTIF SONGKET PALEMBANG BUNGO PACIK
BAB II TINJAUAN MOTIF SONGKET PALEMBANG BUNGO PACIK II.1 Songket Kain songket merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang telah ada berabad abad lamanya dan merupakan salah satu bukti peninggalan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pada era globalisasi ini, kebutuhan teknologi komputer sangat dibutuhkan oleh
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pada era globalisasi ini, kebutuhan teknologi komputer sangat dibutuhkan oleh manusia. Hal ini berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan, yang biasanya selalu dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. metode transaksi yang di lakukan secara online mulai berkembang pesat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan hadirnya internet akhir-akhir ini yaitu salah satunya metode transaksi yang di lakukan secara online mulai berkembang pesat, bahkan sampai pada
I. PENDAHULUAN. pembangunan. Namun dalam proses pertumbuhan secara keseluruhan, peranan di
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu sasaran yang hendak dicapai dalam pembangunan nasional adalah pertumbuhan ekonomi yang dapat mempercepat pertumbuhan kesempatan kerja, sehingga pembangunan bidang
1. Pendahuluan. Bandung, Jl. Tamansari No. 1 Bandung
Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 199-206 PENDAMPINGAN USAHA KERAJINAN UNTUK MEMANFAATKAN SAMPAH KEMASAN DAN KAIN PERCA DI RW 07 KELURAHAN CIBEUREUM KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kemajuan Teknologi, semua masyarakat di tuntut harus dapat menghadapi perkembangan teknologi tersebut untuk bisa bertahan hidup, semua itu dapat di
Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia
ANALISIS STRATEGI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KAIN SONGKET SUTRA BERDASARKAN METODE FULL COSTING PADA WEAVING CENTER PONI S PENGERAJIN TENUN SONGKET SUTRA DI DESA JINENGDALEM 1 Ni Putu Ayu Astiti Sari,
Peningkatan Kemampuan Manajemen Usaha Bagi UKM Olahan Pangan, di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang
Peningkatan Kemampuan Manajemen Usaha Bagi UKM Olahan Pangan, di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Diana Puspitasari 1*, Herwening Sindu Lestari 2*,Zulaika Putri Rokhimah 3), Nurul
Penggunaan Internet sebagai Sarana Wirausaha dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Malaka Jaya
Prosiding SNaPP2011: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 Penggunaan Internet sebagai Sarana Wirausaha dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Malaka Jaya Ria Arafiyah Universitas Negeri
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dengan beragam suku dan budaya di tiap-tiap daerah. Dari tiap-tiap daerah di Indonesia mewariskan berbagai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia terdiri dari beberapa pulau yang memiliki keanekaragaman dan warisan budaya yang bernilai tinggi yang mencerminkan budaya bangsa. Salah satu warisan
Fauzan Masykur. Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
RANCANG BANGUN SMART E-COMMERCE PADA PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN PRODUK HANDICRAFT REOG PADA UMKM DI KABUPATEN PONOROGO Fauzan Masykur Program Studi Teknik Informatika,
STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA RUMAHAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELUARGA
STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA RUMAHAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELUARGA Dyah Hapsari ENH, E.S. Halimi, Rudy Kurniawan, Yusnaini, dan Rogaiyah Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan
BAB I PENDAHULUAN. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu wahana. angka pengangguran, UMKM juga memegang peranan penting bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu wahana yang baik untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Di samping mengurangi angka pengangguran, UMKM juga
BAB I PENDAHULUAN. Koperasi merupakan suatu wadah yang dapat membantu masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Koperasi merupakan suatu wadah yang dapat membantu masyarakat terutama masyarakat kecil dan menengah. Koperasi memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat
PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA DAN STRATEGI PEMASARAN PADA BISNIS KONVEKSI
PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA DAN STRATEGI PEMASARAN PADA BISNIS KONVEKSI Ade Imam Muslim [email protected] Tri Widiastuty [email protected] Fitri Lestari [email protected] SEKOLAH
PENINGKATAN KETRAMPILAN AKUNTANSI DAN PEMASARAN KELOMPOK OLAHAN KERIPIK KABUPATEN SEMARANG
PENINGKATAN KETRAMPILAN AKUNTANSI DAN PEMASARAN KELOMPOK OLAHAN KERIPIK KABUPATEN SEMARANG Pancawati Hardiningsih, Rachmawati Meita Oktaviani, Sunarto Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Stikubank
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
123 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa data-data dan pembahasan pada bab sebelum ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan : 1. Karakteristik dan Kondisi Industri Tenun
I. PENDAHULUAN. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas masyarakat
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan
IbM PELATIHAN KETRAMPILAN MEMBUAT BATIK PROBOLINGGO DIHIASI PAYET DI JREBENG KULON
IbM PELATIHAN KETRAMPILAN MEMBUAT BATIK PROBOLINGGO DIHIASI PAYET DI JREBENG KULON 1 Suryaningsih, 2 Febry Chrisdanty Abstrak Salah satu bentuk budaya yang saat ini sedang berkembang cukup pesat di Probolinggo
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Perkembangan perekonomian nasional yang dihadapi dunia usaha saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Perkembangan perekonomian nasional yang dihadapi dunia usaha saat ini sangat cepat dan dinamis, tak terkecuali bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang
PEMBINAAN KELOMPOK UPPKS WANITA MANDIRI DALAM
PEMBINAAN KELOMPOK UPPKS WANITA MANDIRI DALAM PEMBUATAN HANDICRAFT DENGAN MEMANFAATKAN BARANG BEKAS SUATU UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN KELUARGA DI KOTA TEBING TINGGI Herlina Jasa Putri Harahap Fakultas
SOSIALISASI DAN APLIKASI PENAMBAHAN NILAI KAIN PERCA DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUILTING DI GAMPONG TEUNGOH, KECAMATAN LANGSA KOTA, KOTA LANGSA
SOSIALISASI DAN APLIKASI PENAMBAHAN NILAI KAIN PERCA DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUILTING DI GAMPONG TEUNGOH, KECAMATAN LANGSA KOTA, KOTA LANGSA Nina Fahriana 1* Yusnawati 2 Nurlaila Handayani 3 Fakultas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai salah satu potensi daerah yang mempunyai nilai budaya dan nilai ekonomi masyarakat serta mempunyai nilai kekhasan daerah, dengan tingkat kepedulian masyarakat
BANK SOAL DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK) KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI
MAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SMK MUHAMMADIYAH MAJALENGKA KOMPETENSI KEAHLIAN : 1. TEKNIK KENDARAAN RINGAN 2. TEKNIK KOMPUTER JARINGAN.3. AKUNTANSI Alamat : Jl. Pengeran Muhammad Km.05 Desa Palabuan
Rencana Bisnis [BIDANG USAHA] [tempat dan tanggal penyusunan] disusun oleh: [Nama Penyusun] [Jabatan Penyusun]
Rencana Bisnis [Nama Perusahaan] [BIDANG USAHA] [tempat dan tanggal penyusunan] disusun oleh: [Nama Penyusun] [Jabatan Penyusun] [Alamat Lengkap Perusahaan] No. Telepon [Nomor Telepon] No. Fax [Nomor Fax]
1. RINGKASAN EKSEKUTIF
BAB XIV Menyusun Proposal Bisnis Dalam Menyusun Proposal bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni 1. Menggambar keseluruhan (overview) rencana strategi perusahaan yang akan dijalankan. 2.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK WANITA TANI DALAM PENGOLAHAN PRODUK BERBAHAN BAKU SUSU SAPI DI KELURAHAN CEPOKO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG
IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK WANITA TANI DALAM PENGOLAHAN... IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK WANITA TANI DALAM PENGOLAHAN PRODUK BERBAHAN BAKU SUSU SAPI DI KELURAHAN CEPOKO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG
I. PENDAHULUAN. pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha mikro selama ini terbukti dapat
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia merupakan pemain utama dalam kegiatan perekonomian, dan merupakan akselerator dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha mikro
IBM KELOMPOK USAHA (UKM) JAGUNG DI KABUPATEN GOWA
NO. 2, TAHUN 9, OKTOBER 2011 140 IBM KELOMPOK USAHA (UKM) JAGUNG DI KABUPATEN GOWA Muh. Anshar 1) Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jagung yang dihasilkan agar sesuai
Departemen Pendidikan Nasional, 2000, Tenun Tradisional Sumatera Selatan, Sumatera Selatan, Depdiknas , 2001, Perlengkapan Upacara Daur
Daftar Pustaka Akib,R.M, 1956, Kota Palembang 1272 tahun dan 50 Tahun Kotapradja Palembang, Palembang, Rhama. ------------, 1975, Sejarah dan Kebudayaan Palembang mengenai Adat Istiadat, Palembang, Rhama.
Studi Kasus Pengembangan Usaha : Kolaborasi PTS, PRA dan IKM Keripik Tempe Pedan
Studi Kasus Pengembangan Usaha : Kolaborasi PTS, PRA dan IKM Keripik Tempe Pedan Syamsudin 1 *, Aflit Nuryulia Praswati 2, Muzakar Isa 3 *Manajemen/FEB, Universitas Muhammadiyah Surakarta *[email protected]
PROPOSAL PAMERAN BUKU
PROPOSAL PAMERAN BUKU PALEMBANG Book is a Reliable Resource Sciences PERPUSTAKAAN PALEMBANG 2017 A. PENDAHULUAN Pameran buku Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) merupakan pameran buku semesteran yang
BAB I PENDAHULUAN. akses informasi dan pasar. Menurut Kotler (2004:74) e-market adalah sisi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Electronic Market (e-market) merupakan salah satu cara dalam memasarkan hasil atau produk berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dengan e-market dapat memperpendek
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kegiatan pinjam-meminjam uang telah dilakukan sejak lama dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan pinjam-meminjam uang telah dilakukan sejak lama dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat telah menjadikan pinjam-meminjam uang sebagai sesuatu yang sangat diperlukan
PT. LONTAR PAPYRUS PULP AND PAPER INDUSTRY (LPPPI) JAMBI
(LPPPI) Oleh : Aan Harianto NPM 0614 4041 0765 Jogi Abednego Samosir NPM 0614 4041 0775 Muhammad Rafli NPM 0614 4041 0778 Rifki Ajie Permata NPM 0614 4041 0781 PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN (DIV) TEKNIK
memiliki potensi yang sekaligus menjadi identitas kota, salah satunya yang dirintis oleh beberapa warga setempat. Produk Cibaduyut tak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki perkembangan seperti kota Jakarta. Kelebihan kota Bandung dibandingkan dengan kota-kota lainnya
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA FURNITURE UNIK DARI LIMBAH JERAMI
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA FURNITURE UNIK DARI LIMBAH JERAMI BIDANG KEGIATAN PKM-Kewirausahaan Diusulkan oleh : Dwi Fera Wati 8111414176 2014 Diva Aureli S. 8111414182 2014 Setyo Puji W. 8111412161
BAB I PENDAHULUAN. terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. karyawan, meniadakan jam lembur, mengurangi pos-pos pengeluaran yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan ekonomi diarahkan kepada terwujudnya perekonomian nasional yang mandiri dan handal berdasarkan demokrasi ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi secara
BAB I PENDAHULUAN. UKM ini justru dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Sebagaimana Smesco Indonesia Company ini dapat dinyatakan House of
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semakin maraknya produk luar negeri yang masuk ke Indonesia membuat masyarakat Indonesia semakin acuh terhadap produk dalam negeri atau (local brand). Kegemaran masyarakat
Buchari. et al. Peningkatan Mutu Produk Kelompok Usaha Pengrajin Eceng Gondok
PENINGKATAN MUTU PRODUK KELOMPOK USAHA PENGRAJIN ECENG GONDOK DI DESA SEMULA JADI KEC. DATUK BANDAR TIMUR KOTA TANJUNG BALAI DENGAN PERBAIKAN TEKNOLOGI PRODUKSI PADA PROSES FINISHING PRODUK Buchari, Afan
BAB I PENDAHULUAN. maju di berbagai bidang, membuat masyarakat harus selalu up to date mengikuti,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan maju di berbagai bidang, membuat masyarakat harus selalu up to date mengikuti, memahami
