BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
|
|
|
- Hamdani Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan mencerdaskan seluruh kehidupan umat manusia. Oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan masyarakat bangsa ini dapat terbebas dari kebodohan dan keterpurukan, serta mampu mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia sebagai modal untuk mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain dalam dunia internasional. Pendidikan merupakan sarana yang sangat efektif untuk mempersiapkan dan mendukung tercapainya tujuan membentuk generasi muda yang sholeh. Hal tersebut dikarenakan pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari manusia yang selalui ingin berkembang dan berubah, berinovasi, serta berkreasi untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Frederic J.M.C. Donald dalam bukunya Educational Psycology sebagaimana yang diungkapkan oleh Syamsul Ma arif, mengemukakan bahwa education is a process or an activity which is directed at producing desirable change in the behavior of human being (pendidikan adalah sebuah proses atau aktivitas yang secara langsung dapat merubah perilaku manusia). 1 Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipahami, bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan dengan sengaja, teratur dan terencana yang dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku manusia sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Tujuan dari pendidikan dapat tercapai salah satunya melalui kegiatan belajar. hlm Syamsul Ma arif, Selamatkan Pendidikan Dasar Kita, (Semarang: Need s Press, 2009),
2 Belajar merupakan serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Belajar, sebagai karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan setiap harinya. Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan individu yang membawa suatu perubahan terkait dengan segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi individu. Dengan demikian, belajar dapat membawa perubahan bagi individu, baik perubahan yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap, maupun keterampilannya. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi tersebut, tentunya sangat membantu individu dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat membantu individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Melalui belajar manusia berusaha mengaktualisasikan potensi dirinya dengan lingkungannya seoptimal mungkin, agar tercapai kenikmatan hidup dalam penyesuaian yang harmonis, dinamis, dan keseimbangan antara dirinya dan lingkungannya. Sekolah merupakan salah satu satuan pendidikan formal yang merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar di sekolah tidak hanya sebatas pemberian materi yang disampaikan guru kepada peserta didik, tetapi juga proses pembentukan mental dan emosi anak, serta kehidupan sosial anak. Di mana sekolah merupakan lingkungan sosial kedua setelah keluarga. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Habibiyah merupakan salah satu sekolah dasar swasta yang berada di dusun Bangsri desa Tambakselo kecamatan Wirosari kabupaten Grobogan. Peserta didik MI Habibiyah memiliki karakter dan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Mata pelajaran yang di ajarkan di MI Habibiyah ini terdiri dari mata pelajaran agama, umum, dan muatan lokal. Salah satu yang termasuk dalam mata pelajaran umum adalah mata pelajaran matematika.
3 Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. 2 Pada masa anak-anak usia sekolah, peranan logika mulai nampak kuat, sehingga setiap kata, kalimat atau simbol-simbol angka mendapat perhatian yang baik. Pada usia ini, anak mulai mampu berfikir secara abstrak, yaitu pemikiran yang mampu membentuk pengertian dan bahkan penalaran melalui operasi-operasi logika. Fase inilah yang tepat untuk dapat meningkatkan dan mengebangkan kemampuan matematis anak. 3 Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. 4 Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk dipelajari dan termasuk mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Akan tetapi, banyak peserta didik yang beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Selain itu masih banyak peserta didik yang memperoleh nilai rendah pada mata pelajaran matematika. Hal tersebut juga terjadi di MI Habibiyah Tambakselo. 2 PERMENDIKNAS No. 22 tahun Suharsono, Akselerasi Intelegensi: Otimalkan IQ, EQ, & SQ secara Islami, (Jakarta: Inisiasi Press, 2004), hlm PERMENDIKNAS No. 22 tahun 2008.
4 Berdasarkan atas data yang diperoleh peneliti, dapat dilihat bahwa pencapaian prestasi belajar peserta didik di MI Habibiyah dapat dikatakan rendah. Hal itu dapat dilihat dari hasil capaian ulangan peserta didik yang mana masih banyak peserta didik yang mendapat nilai di bawah 70, di mana kriteria ketuntasan minimum untuk mata pelajaran matematika di MI Habibiyah adalah Pencapaian prestasi belajar matematika peserta didik di MI Habibiyah yang demikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar diri (faktor eksternal). Pengenalan terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali, karena hal tersebut dapat membantu peserta didik mencapai prestasi belajar yang sebaikbaiknya. 6 Faktor internal adalah faktor yang datang dari diri peserta didik itu sendiri. Adapun yang termasuk dalam faktor internal yaitu keadaan jasmaniah atau fisik dan keadaan psikologis yang mencakup intelegensi, minat, bakat dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang datang dari luar diri peserta didik. Termasuk dalam faktor eksternal yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berdasarkan faktor-faktor internal tersebut salah satu yang mempengaruhi pecapaian prestasi belajar adalah inteligensi (kecerdasan). Salah satu kecerdasan yang dimiliki setiap orang adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional merupakan bagian dari aspek kejiwaan seseorang yang paling dalam dan merupakan suatu kekuatan, karena dengan adanya emosi itu manusia dapat menunjukkan keberadaanya dalam mengatasi masalah-masalah. Pengembangan emosi dikalangan anak-anak akan membantu mereka mengambil keputusan dan dapat menilai mana sesuatu yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Secara psikologis 5 Daftar nilai semester genap kelas IV MI Habibiyah tahun ajaran 2011/ Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004), hlm. 138.
5 dapat dilihat bahwa, anak pada usia 9-11 tahun mempunyai rasa ingin tahu tentang segala hal dan mulai berpikir dan bertindak secara mandiri. 7 Pada masa ini tantangan terbesar adalah menemukan keseimbangan antara kebutuhan akan keluarga dan keinginan akan kebebasan. Pada masa anak-anak akhir ini, para ahli psikologi sering menyebut masa ini usia berkelompok, usia penyesuaian, karena kehidupan pada masa ini tertuju pada keinginan diterima dengan baik oleh kelompok. Penerimaan yang yang kurang baik atau penolakan dari kelompok dapat mempengaruhi prestasi sehingga menjadi turun. 8 Karakteristik anak pada masa ini adalah memiliki rasa ketertarikan terhadap hal-hal yang kongkret, rasa ingin tahu dan ingin bisa yang tinggi, mulai memiliki keinginan pada hal tertentu, masih membutuhkan orang dewasa untuk membantu menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginan, memandang nilai rapor sebagai ukuran prestasi, dan gemar membentuk kelompok. 9 Sebagaimana yang diungkapkan dalam ensiklopedi perkembangan anak, pada masa anak akhir secara emosi anak memiliki rasa persahabatan yang kokoh, sifat ulet yang berkembang, cara berfikir lebih positif, keinginan untuk mandiri dan bebas, menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mulai menyadari emosinya, mampu memikirkan perasaan dan pendapat orang lain, namun belum dapat mengendalikan reaksinya. Sedangkan jika dilihat dari faktor-faktor eksternal, pencapaian prestasi belajar peserta didik MI Habibiyah sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan keluarga. Peran orang tua sebagai pengajar utama dan pertama bagi anak sangatlah besar. Orang tua yang memberikan perhatian cukup baik terhadap pendidikan anak mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap pencapaian hasil belajar anak. Sebagian besar orang tua peserta didik di MI Habibiyah berprofesi sebagai petani dan industri rumahan. 7 Carol Cooper, dkk, Ensiklopedi Perkembangan Anak,(Jakarta: Erlangga, 2009), hlm: H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan: Berdasarkan Kurikulum, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007), hlm:20. 9 H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, hlm: 22.
6 Sebagian besar waktu orang tua tersita oleh pekerjaan, yaitu mengolah sawah dan industrinya. Sehingga orang tua kurang maksimal dalam memberikan perhatian terhadap belajar anak. Orang tua tidak dapat melepaskan perannya dalam memperhatikan pendidikan anak begitu saja setelah anak masuk bangku sekolah. Orang tua adalah yang paling bertanggung jawab terhadap pendidikan putra-putrinya dan seluruh keluargannya. Ayah dan ibu di dalam keluarga sebagai pendidiknya dan anak sebagai terdidiknya. Untuk itu, bimbingan dan perhatian dari orang tua dalam upaya mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh anak sangat diperlukan. Kedua orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anaknya. Karena sebelum orang lain mendidik anaknya, kedua orang tualah yang mendidiknya terlebih dahulu. 10 Sebagaimana sabda Rasulullah dalam sahih Bukhari yang berbunyi: ع ن أ ب ي ه ر ي ر ة ر ض ي االله ع ن ه ق ال : ق ال ر س و ل االله ص لى الله ع ل ي ه و س لم : م ا م ن م و ل و د إ لا ي و ل د ع ل ى ال ف ط ر ة ف ا ب و اه ي ه ود ان ه و ي ن ص ر ان ه 11 أ و ي م ج س ا ن ه. Artinya: Nabi bersabda: tidaklah setiap bayi yang lahir kecuali dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orangtuanya yang dapat menyebabkan ia beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Hadits tersebut di atas memiliki makna bahwa pengaruh pendidikan yang diberikan orang tua pada anak dalam keluarga sangat penting karena anak lahir dalam keadaan suci, lemah dan belum mengetahui apa-apa. Oleh karena itu, peranan orang tua sangat dibutuhkan anak untuk memenuhi kebutuhan pokoknya atau memberikan rasa aman dan perlindungan bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu perhatian orang tua dalam mendidik anaknya sangatlah penting. Pandangan atau persepsi anak terhadap orang tua dalam mendidik anak dan memerhatikan pendidikan anak sangatlah berpengaruh 10 Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010), cet. vi, hlm Mustofa Muhammad Umaroh, Jawahirul Bukhari,(Mesir: Syiikah Nur Asiyah, 1271 H), hlm.156.
7 terhadap perolehan prestasi anak. Jika persepsi anak tentang perhatian anak baik, maka hal tersebut dapat membuat anak menjadi tenang, aman dan nyaman sehingga prestasi anak dapat meningkat, dan begitu sebaliknya. Bentuk perhatian orang tua pada anaknya yang dapat dipersepsikan anak diwujudkan dalam bentuk pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan kebutuhan balajar anak. Berdasarkan atas pemaparan di atas, peneliti ingin melihat pengaruh perhatian orang tua dan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis mengambil judul PENGARUH PERSEPSI ANAK TENTANG PERHATIAN ORANG TUA DAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MI HABIBIYAH TAMBAKSELO KECAMATAN WIROSARI, KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah terdapat pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Apakah terdapat pengaruh positif antara kecerdasan emosional peserta didik terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012? 3. Apakah secara bersama-sama terdapat pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua dan kecerdasan emosional peserta didik terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah
8 Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diketahui tujuan dari penelitian yaitu: a. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012. b. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif antara kecerdasan emosional peserta didik terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012. c. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua dan kecerdasan emosional peserta didik dengan prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/ Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: a. Bagi IAIN Walisongo Semarang. Dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan untuk penelitian selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan tentang prestasi belajar yang ada hubungannya dengan perhatian orang tua dan kecerdasan emosional yang dimiliki peserta didik.
9 b. Bagi MI Habibiyah Dengan mengetahui pengaruh persepsi anak tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar dan pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar maka penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pembinaan dan pengembangan sekolah yang bersangkutan. c. Bagi orang tua Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam meningkatkan perhatian terhadap pendidikan anak serta mengembangkan kemampuan emosional anak dengan baik, sehingga nantinya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi. d. Bagi Peserta Didik Adanya persepsi anak tentang perhatian dari orang tua terhadap prestasi belajar diharapkan perserta didik dapat memperhatikan dan mengikutinya, agar memperoleh hasil yang memuaskan. Selain itu, dengan mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar maka diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk dan mengelola emosi sehingga dapat diperoleh prestasi yang memuaskan. e. Bagi Penulis Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dengan terjun langsung ke lapangan dan memberikan pengalaman belajar yang menumbuhkan kemampuan dan keterampilan meneliti serta pengetahuan yang lebih mendalam terutama pada bidang yang dikaji.
BAB I PENDAHULUAN. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam berinteraksi dengan
BAB I PENDAHULUAN. baru serta teori baru kedalam kurikulum sekolah. 1 Pendidikan merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu pendidikan dan teknologi berkembang dengan pesat seirama dengan perkembangan zaman dan berpengaruh kepada pendidikan. Perkembangan IPTEK dalam pendidikan adalah
BAB I PENDAHULUAN. akan pentingnya pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan, dimana pendidikan sendiri tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sifatnya mutlak baik dalam
BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan anak yang lahir dalam keadaan fitrah atau suci :
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Bagi setiap pasangan pengantin yang telah disahkan dalam perkawinan suci yaitu perkawinan, kehadiran seorang anak tentu dinantikan, sebab merekalah bukti lambang
BAB I PENDAHULUAN. Sehubungan dengan itu Allah Swt berfirman dalam Alquran surah At-Tahrim
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diperoleh melalui jalur sekolah dan luar sekolah, salah satu jalur pendidikan luar sekolah adalah keluarga. Keluarga merupakan penanggung jawab pertama
BAB I PENDAHULUAN. Matematika juga berkembang di bidang ilmu yang lain, seperti Kimia, Fisika, saat ini dengan penerapan konsep matematika tersebut.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu dasar yang sering dikenal selalu berhubungan dengan ilmu di bidang lainnya. Dengan mempelajari Matematika, otak dilatih untuk berpikir
BAB I PENDAHULUAN. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang termulia dan sempurna. Ia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam memandang manusia sebagai makhluk yang termulia dan sempurna. Ia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk dan dibekali dengan berbagai potensi untuk dapat
BAB I PENDAHULUAN. Undang No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 sebagai berikut. Hal ini sejalan pula dengan Hadist Rasulullah SAW dari Abu Hurairah r.a.
1 A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan bangsa Indonesia tertera dalam Undang- Undang No. 20 Tahun
BAB I PENDAHULUAN. rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam UUD RI Tahun 1945 pasal 31 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat 3 menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang ditopang oleh empat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekecil apapun ilmu yang didapat, kita harus selalu berusaha untuk menyampaikannya kepada yang lain. Karena setiap individu berhak untuk dididik dan mendidik, berhak
BAB I PENDAHULUAN. secara sistematis dan terencana dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kualitas manusia yang dalam pelaksanaanya merupakan suatu proses yang berkesinambungan pada setiap jenis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Orang tua merupakan pendidik yang pertama dan utama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak-anak mulai menerima pendidikan. Dengan
BAB I PENDAHULUAN. persaingan di berbagai negara. Dengan bantuan dari berbagai media, pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia pendidikan yang saat ini sedang berkembang pesat membuat persaingan di berbagai negara. Dengan bantuan dari berbagai media, pengetahuan dapat di peroleh dengan
BAB I PENDAHULUAN. negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar
negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara hukum yang memiliki perundang-undangan sebagai kitab hukumnya.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. ataupun kesuksesan. Keberhasilan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia yang ada di dunia ini pasti menginginkan adanya keberhasilan ataupun kesuksesan. Keberhasilan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk melewati
BAB I PENDAHULUAN. Proses pembangunan yang sedang berlangsung di negara ini disertai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pembangunan yang sedang berlangsung di negara ini disertai pula dengan pembangunan dalam pendidikan. Karena pendidikan salah satu tolak ukur kelancaran dan kemampuan
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan sebagaimana hadist Rasulullah S.AW yang berbunyi: Artinya : Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sangatlah penting untuk menunjang masa depan seseorang. Pendidikan tujuannya adalah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, yang mana ilmu pengetahuan ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. jawabanya dihadapan-nya, sebagaimana Allah SWT berfirman :
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah anugrah dan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dipelihara oleh orang tua, karena kelak akan di minta pertanggung jawabanya dihadapan-nya,
BAB I PENDAHULUAN. oleh kualitas sumber daya manusianya. Untuk meningkatkan kualitas manusianya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu bangsa dalam memperoleh tujuannya tidak hanya ditentukan oleh melimpah ruahnya sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas
BAB I PENDAHULUAN. terutama generasi muda sebagai pemegang estafet perjuangan untuk mengisi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana
BAB I PENDAHULUAN. dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar dapat. mengerti dan untuk dapat memecahkan suatu masalah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu bidang ilmu dalam pengembangan sains dan teknologi yang mampu untuk menggiring kita berpikir sistematis, logis dan kritis, kreatif dan
BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pendidikan formal informal dan non-formal. Penerapan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dan perkembangan pendidikan sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perubahan akhlak pada anak sangat dipengaruhi oleh pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. nasional sebagaimana yang dirumuskan dalam Undang-Undang RI No.20 Tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat, yang dimulai sejak lahirnya ke dunia sampai kembali ke liang lahat, baik ilmu agama maupun yang
BAB I PENDAHULUAN. suatu kelompok manusia dapat berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN FISIKA MATERI POKOK HUKUM NEWTON MELALUI MODEL INQUIRY LEARNING
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN FISIKA MATERI POKOK HUKUM NEWTON MELALUI MODEL INQUIRY LEARNING KELAS X DI MAN DEMAK TAHUN AJARAN 2009/ 2010 SKRIPSI Disusun Guna Memenuhi Syarat Untuk
BAB I PENDAHULUAN. dapat menghadapi segala tantangan yang akan timbul, lebih-lebih dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan masalah fundamental dalam pembangunan bangsa dan merupakan bekal yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda agar kelak dapat menghadapi
BAB I PENDAHULUAN. berbangsa dan bernegara. Maju mundur suatu bangsa sebagian besar ditentukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan ini. Pendidikan ini sama sekali tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan umat manusia, baik dalam
HADITS TENTANG RASUL ALLAH
HADITS TENTANG RASUL ALLAH 1. KEWAJIBAN BERIMAN KEPADA RASULALLAH ح دث ني ي ون س ب ن ع ب د الا ع ل ى أ خ ب ر اب ن و ه ب ق ال : و أ خ ب ر ني ع م ر و أ ن أ اب ي ون س ح دث ه ع ن أ بي ه ر ي ر ة ع ن ر س ول
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Allah akan senantiasa meninggikan derajat bagi orang-orang yang beriman dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menuntut ilmu merupakan hal yang wajib dilakukan oleh umat Islam, karena Allah akan senantiasa meninggikan derajat bagi orang-orang yang beriman dan berilmu. Dalam menuntut
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahfud Junaedi. Ilmu Pendidikan Islam Filsafat dan pengembangan. (Semarang : Rasail. 2010).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah keharusan yang diperoleh dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan kebutuhan hakiki manusia karena manusia tidak akan bisa dipisahkan
BAB I PENDAHULUAN. manusia dan ibadah shalat yang dilakukan dengan benar-benar akan membentuk. manusia yang beriman dan bertaqwa serta berbudi luhur.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan manusia, ibadah shalat merupakan tiang agama Islam yang mempunyai peranan penting untuk mengembangkan dan membina kepribadian manusia dan ibadah
BAB I PENDAHULUAN. Allah swt Berfirman. dalam surat Al-Mujadallah ayat 11.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan dunia pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dalam pembangunan nasional. Melalui pendidikan inilah diharapkan akan lahir manusia Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang. pentingnya pendidikan seperti pada ayat berikut ini:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan bagian yang terpenting dalam kehidupan manusia. Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak hanya berorientasi pada
BAB I PENDAHULUAN. selesai sampai kapanpun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini, karena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapanpun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini, karena pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan merupakan sesuatu yang urgen bagi kehidupan manusia. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan.
PENDAHULUAN. mencapai tujuan pendidikan nasional. Perkembangan zaman saat ini menuntut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan cara untuk mencerdaskan bangsa yang sesuai dengan pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea ke-4 serta ingin mencapai tujuan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu masalah yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu masalah yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Selama ini dalam proses pembelajaran siswa kurang mendapat
BAB I PENDAHULUAN. Lembaga Pendidikan Islam baik MI, MTs, MA, maupun PTAI sering
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga Pendidikan Islam baik MI, MTs, MA, maupun PTAI sering dianggap masih terbelakang. Hal itu disebabkan lembaga pendidikan Islam masih tertinggal jauh
BAB I PENDAHULUAN. dapat dikatakan sebagai kunci ilmu pengetahuan adalah mata pelajaran bahasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu pelajaran yang merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan dapat dikatakan sebagai kunci ilmu pengetahuan adalah mata pelajaran bahasa khususnya mata pelajaran
BAB I PENDAHULUAN. mempersiapkan peserta didik agar meraih cita-citanya dimasa yang akan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh setiap manusia baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Pendidikan dapat diperoleh
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan, bahkan termuat dalam undang-undang pendidikan nasional, karena pendidikan agama mutlak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia dewasa ini masih sangat terasa. Perhatian pemerintah masih sangatlah minim, seperti kurangnya sarana dan prasarana
A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Upaya membuat peserta didik mencintai Al Qur an dan Hadits merupakan tugas orang tua ketika di rumah dan tugas guru ketika di sekolah. Apapun dan bagaimanapun
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Al-Qur an merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Qur an merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantara malaikat Jibril sebagai pedoman
BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan. Kesempurnaan, kemuliaan, serta kebahagiaan tidak mungkin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia terlahir dengan potensi masing-masing. Potensi yang ada dalam diri manusia perlu dikembangkan demi mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan dalam kehidupan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu materi yang tertuang dalam mata pelajaran fiqih adalah shalat. Shalat sebagai salah satu ibadah maghdah mempunyai kedudukan yang sangat penting. Salat
BAB I PENDAHULUAN. termasuk hal yang sangat diperhatikan di Indonesia disamping bidang yang lainnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah sesuatu yang penting dan dianggap pokok dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu sangat wajar dan tepat kalau bidang pendidikan termasuk hal yang sangat
BAB I PENDAHULUAN. bersikap kritis, berinisiatif, unggul, dan kompetitif selain menguasai ilmu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Hal ini karena pendidikan kini telah menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar bagi manusia.
BAB I PENDAHULUAN. Membaca pada dasarnya adalah mengubah lambang-lambang tertulis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membaca pada dasarnya adalah mengubah lambang-lambang tertulis menjadi bunyi-bunyi yang bermakna. Kegiatan membaca tidak muncul dengan sendirinya, karena membaca
A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia membutuhkan pendidikan dalam
BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan dan tindakan yang diambil akan bertentangan dengan normanorma
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik dalam berkeluarga, bermasyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan
BAB I PENDAHULUAN. penting karena dapat menentukan perkembangan dan kemajuan suatu kelompok
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejak zaman dulu sampai sekarang, pendidikan memegang peranan penting karena dapat menentukan perkembangan dan kemajuan suatu kelompok masyarakat. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. maknanya, merupakan tujuan pengajaran. Adapun literasi mencakup berpikir,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memahami bahasa secara menyeluruh dan dengan memperhatikan maknanya, merupakan tujuan pengajaran. Adapun literasi mencakup berpikir, membaca, menulis, berbicara
BAB I PENDAHULUAN. posisi itu selalu didambakan oleh semua orang yang benar dan orang yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menghafal Al-Qur an merupakan suatu keutamaan yang besar dan posisi itu selalu didambakan oleh semua orang yang benar dan orang yang bercita-cita tulus, serta berharap
BAB I PENDAHULUAN. sebagai manusia pertama, sebagaimana al-qur an menyatakan. berkembang sesuai dengan kondisi dan konteks lingkungannya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan lahir bersamaan dengan diciptakannya Nabi Adam As sebagai manusia pertama, sebagaimana al-qur an menyatakan Adam berdialog dengan Allah SWT. 1 Dialog
BAB I PENDAHULUAN. kondisi sosial kultural masyarakat Indonesia( Hamalik, 2001: 1)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Profesionalisme guru berkembang sesuai dengan kemajuan masyarakat modern, hal ini menuntut beraneka ragam spesialisasi yang sangat diperlukan dalam masyarakat yang semakin
BAB I PEDAHULUAN. Pendidikan juga mengarahkan pada penyempurnaan potensi-potensi yang
1 BAB I PEDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan modal utama bagi kemajuan bangsa dan memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan kualitas kehidupan manusia. Pendidikan juga sebagai proses
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan merupakan bentuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Proses kegiatan belajar mengajar di kelas bagi siswa tidak selamanya berlangsung secara normal. Kadang-kadang lancar, kadangkadang tidak, kadang-kadang menyenangkan,
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS.
ذ ذ ه ا ل ي ن ا م ن و ام ن ك م ف ع ا لل ي ر ر جت ع ل م د وال ت و و ا ل ي ن ا Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS.
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan matematika dalam pembelajaran mampu meningkatkan sumber
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, pendidikan matematika dalam pembelajaran mampu meningkatkan sumber daya manusia, termasuk
BAB I PENDAHULUAN. untuk terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam pembentukan manusia untuk terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan sosial serta
BAB I PENDAHULUAN. dirumuskan itu bersifat abstrak sampai pada rumusan-rumusan yang dibentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradapan manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang memiliki potensi kreatif
BAB I PENDAHULUAN. Nuryani Y Rustama, dkk, Strategi Belajar Mengajar Biologi, (tt.p: Universitas Pendidikan Indonesia, 2003), hlm. 4.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan. Melalui pendidikan bangsa ini membebaskan masyarakat dari kebodohan dan keterpurukan serta dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Munculnya pendidikan pada dasarnya karena kebutuhan manusia dalam memenuhi hajat hidup berupa menjauhkan diri dari sikap dan sifat bodoh, menambah wawasan hidup,
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi seseorang. Dengan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan formal pada jenjang dasar. Di tingkat ini, dasar-dasar ilmu pengetahuan, watak, kepribadian,
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang menghasilkan nilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. interaksi yang bernilai
BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Mujadilah ayat 11:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Islam sebagai agama yang tinggi, selalu meletakkan pendidikan dan pada derajat yang tinggi. Adapun untuk memperoleh derajat manusia didunia adalah melalui ilmu pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN. negara akan dapat memasuki era globalisasi ini dengan tegas dan jelas apabila
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari. Tentunya dengan segala dampak positif dan negatifnya, bangsa dan negara akan dapat
BAB I PENDAHULUAN. Selain ayat al-qur an juga terdapat sunnah Rasulallah SAW yang berbunyi:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah al-qur an merupakan kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara Malaikat Jibril, sebagai kitab suci bagi umat Islam yang berisi pedoman
BAB I PENDAHULUAN. guru harus memiliki kemampuan profisional. Salah satu kemampuan profesional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kedudukan guru mempunyai arti penting dalam pendidikan, arti penting itu bertolak dari tugas dan tanggung jawab guru yang cukup berat untuk mencerdaskan anak
