AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEBIDANAN
|
|
|
- Liana Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Draft 28 Mei 2012 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEBIDANAN BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2012
2
3 Cara Penilaian 1. Setiap standar dan atau elemen dalam instrumen akreditasi dinilai secara kualitatif, kuantitatif, maupun semi kuantitatif dengan menggunakan quality grade descriptor sebagai berikut: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang, dan Sangat Kurang. Untuk menetapkan peringkat akreditasi, hasil penilaian kualitatif tersebut dikuantifikasikan sebagai berikut. Skor 4 (Sangat Baik), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur sangat baik. Skor 3 (Baik), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur baik dan tidak ada kekurangan yang berarti. Skor 2 (Cukup), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur cukup, namun tidak ada yang menonjol; Skor 1 (Kurang), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur kurang. Skor 0 (Sangat Kurang), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur sangat kurang atau tidak ada. 2. Penilaian yang bersifat kuantitatif hasilnya seharusnya benar dan sama untuk semua asesor yang menilai elemen penilaian tersebut, sepanjang data yang digunakan valid. 3. Untuk penilaian kualitatif, asesor diharapkan menggunakan expert judgment. Harkat deskriptor untuk suatu peringkat ada kalanya tidak mencakup semua kemungkinan yang ada. Harkat deskriptor disusun secara berjenjang sehingga peringkat suatu harkat deskriptor yang tidak dicakup dalam matriks penilaian tidak dapat melebihi peringkat untuk harkat deskriptor yang lebih baik yang ada dalam matriks penilaian. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan 2012 i
4 DAFTAR ISI BAGIAN A. MATRIKS PENILAIAN BORANG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEBIDANAN Halaman Formatted: Font: 12 pt, Indonesian STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1 STANDAR 2 TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU 2 STANDAR 3 MAHASISWA DAN LULUSAN 56 STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA 10 STANDAR 5 KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK 19 STANDAR 6 PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI 26 STANDAR 7 PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA 365 BAGIAN B. MATRIKS PENILAIAN BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEBIDANAN Halaman STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 432 STANDAR 2 TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU 443 STANDAR 3 MAHASISWA DAN LULUSAN 465 STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA 49 STANDAR 5 KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK 54 STANDAR 6 PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI 56 STANDAR 7 PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA 601 BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan 2012 ii
5 BAGIAN C. MATRIKS PENILAIAN EVALUASI-DIRI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEBIDANAN 65 Formatted: Font: 14 pt, Portuguese (Brazil), All caps Formatted: Font: 10 pt, Not Bold BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan 2012 iii
6
7 STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN ELEMEN PENILAIAN 1.1 Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran, serta strategi pencapaian sasaran program studi Kejelasan, kerealistikan, dan keterkaitan antar visi, misi, tujuan, sasaran program studi, dan pemangku kepentingan yang terlibat. Catatan: Penilaian visi misi dilakukan setelah melakukan penilaian dan refleksi standar 3 s.d.7. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang: (1) Sangat jelas. (2) Sangat realistik. (3) Saling terkait satu sama lain. (4) Melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni dan masyarakat. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang: (1) Jelas. (2) Realistik. (3) Saling terkait satu sama lain. (4) Melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan alumni Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang: (1) Cukup jelas. (2) Cukup realistik. (3) Kurang terkait satu sama lain. (4)Melibatkan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang: (1) Tidak jelas. (2) Tidak realistik. (3) Tidak terkait satu sama lain. (4)Hanya melibatkan unsur pimpinan atau yayasan (Tidak ada skor Strategi pencapaian sasaran yang merupakan target terukur dengan rentang waktu yang jelas dan didukung oleh dokumen (RIP/Statuta, Renstra, Renop, SOP). Strategi pencapaian sasaran: (1) dengan tahapan waktu yang jelas dan sangat realistik. (2) didukung dokumen yang sangat lengkap. Strategi pencapaian sasaran: (1) dengan tahapan waktu yang jelas, dan realistik. (2) didukung dokumen yang lengkap Strategi pencapaian sasaran: (1) dengan tahapan waktu yang jelas, dan cukup realistik (2) didukung dokumen yang cukup lengkap. Strategi pencapaian sasaran: (1) tanpa adanya tahapan waktu yang jelas. (2) didukung dokumen yang kurang lengkap (Tidak ada skor 1.2 Pemahaman visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi oleh seluruh pemangku kepentingan internal (internal stakeholders): sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan. 1.2 Pemahaman pemangku kepentingan internal (sivitas akademika dan tenaga kependidikan) terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran program studi. Dengan menunjukkan program kerja untuk mencapai visi dan misi Dipahami dengan baik oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Dipahami dengan baik oleh sebagian sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Kurang dipahami oleh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Tidak dipahami oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan (Tidak ada skor
8 dari setiap pemangku kepentingan internal: sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
9 STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU ELEMEN PENILAIAN 2.1 Tata Pamong 2.1 Tata pamong menjamin terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa 5 unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan program studi yang: (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil. Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa 4 unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan program studi yang: (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil. Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan program studi yang memenuhi 3 aspek berikut : (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil. Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggara an program studi yang memenuhi 1-2 aspek berikut : (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil. Tidak ada dokumen, data atau informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan program studi yang memenuhi aspek berikut : (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil. 2.2 Kepemimpinan Program Studi Tingkat pendidikan KPS Pendidikan bidan Publikasi jurnal KPS Pendidikan bidan. S-2 Kebidanan dengan dasar pendidikan profesi bidan atau Dokter SpOG. Memiliki publikasi di jurnal terakreditasi sebagai penulis pertama atau jurnal internasional. S-2 Kesehatan (Kespro, KIA, MP, BioMed) dengan dasar pendidikan profesi bidan. Memiliki publikasi di jurnal terakreditasi, namun bukan sebagai penulis utama. S-2 Kesehatan (di luar bidang Kespro, KIA, MP, BioMed) dengan dasar pendidikan profesi bidan. Memiliki publikasi di jurnal tidak terakreditasi. S-2 Kesehatan dengan dasar pendidikan diploma bidan. satu) BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
10 2.2.3 Karakteristik kepemimpinan program studi yang efektif dalam hal: (1) kepemimpinan operasional, (2) kepemimpinan organisasi, dan (3) kepemimpinan publik. Kepemimpinan opersional: pengelola program studi menjabarkan visi misi kedalam kegiatan operasional (berupa struktur program). Kepemimpinan organisasi: pengelola program studi mampu melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian kepada seluruh unsur yanga ada (bukti: adanya struktur organisasi dan job diskripsinya, SK, Notulasi, daftar hadir, surat permohonan dsb). Kepemimpinan publik: pengeloal program studi menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dan menjadi pimpinan serta rujukan bagi publik (ada surat permohonan dari inst,lain, KTA, SK, undangan, sertifikat dsb.). Kepemimpinan program studi memiliki karakteristik yang kuat dalam: (1) kepemimpinan operasional, (2) kepemimpinan organisasi, (3) kepemimpinan publik. Kepemimpinan program studi memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dalam dua dari karakteristik berikut: (1) kepemimpinan operasional, (2) kepemimpinan organisasi, (3) kepemimpinan publik. Kepemimpinan program studi memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dalam salah satu dari karakteristik berikut: (1) kepemimpinan operasional, (2) kepemimpinan organisasi, (3) kepemimpinan publik. Kepemimpinan program studi lemah dalam karakteristik berikut: (1) kepemimpinan operasional, (2) kepemimpinan organisasi, (3) kepemimpinan publik. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
11 2.3 Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi. 2.3 Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup: (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) penstafan (staffing), (4) pengarahan, (5) pengawasan. Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi dilakukan sesuai dengan SOP, yang didukung dokumen yang lengkap. Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi dilakukan sesuai dengan SOP, namun dokumen kurang lengkap. Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi dilakukan hanya sebagian sesuai dengan SOP dan dokumen kurang lengkap. Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi dilakukan tidak sesuai dengan SOP.. Hal ini dicirikan dengan adanya dokumen: (1) Renstra dan renop fakultas/ PT (2) Rencana pengembangan program studi (3) Standard Operating Procedure (SOP) 2.4 Penjaminan mutu. 2.4 Pelaksanaan penjaminan mutu di program studi, mencakup: (1) Ada sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan kebijakan penjaminan mutu unit pengelola, (2) Dokumentasi, dan monev internal (3) Tindak lanjut terhadap laporan pelaksanaan (1) Ada kebijakan evaluasi dan pengendalian mutu program yang efektif. Sistem telaah program sangat baik (ada cara validasi yang handal). Pelaksanaan di PS sangat sesuai dengan kebijakan tersebut. (2) Dokumentasi bermutu sangat (1) Ada kebijakan evaluasi dan pengendalian mutu program yang baik. Sistem telaah program yang baik. Pelaksanaan di PS sesuai dengan kebijakan tersebut. (2) Dokumentasi bermutu baik. (1) Ada kebijakan evaluasi dan pengendalian mutu program. Sistem telaah yang cukup. Pelaksanaan di PS cukup sesuai dengan kebijakan tersebut. (2) Dokumentasi memenuhi (1) Tidak ada kebijakan menyeluruh mengenai evaluasi dan pengendalian program. Sistem telaah program bersifat ad hoc. Pelaksanaan cukup sesuai. (2) Dokumenta si kurang BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan (1) Tidak ada kebijakan evaluasi dan pengendalian mutu. (2) Dokumentasi hanya
12 baik. (3) Semua laporan ditindaklanjuti. (3) Sebagian besar (> 75%) laporan ditindaklanjuti. kriteria minimum. (3) Laporan yang ditindaklanjuti dalam interval 25% s.d. 75%. dalam banyak aspek. (3) Laporan yang masuk sedikit yang ditindaklanjuti (< 25%) mengandalkan laporan umum. (3) Tidak ada laporan yang ditindaklanjuti. 2.5 Umpan balik 2.5 Umpan balik untuk peningkatan mutu proses pembelajaran. Informasi mencakup: sumber umpan balik, keberlanjutan pelaksanaan, dan tindak lanjutnya. Catatan: (1) Sumber umpan balik antara lain dari: dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan. (2) Pelaksanaan secara berkala (3) Tindak lanjut untuk perbaikan proses pembelajaran. Umpan balik: (1) Diperoleh dari empat sumber (2) Dilakukan secara berkala (3) Ditindaklanjuti Umpan balik: (1) Diperoleh dari tiga sumber (2) Dilakukan secara berkala (3) Ditindaklanjuti Umpan balik: (1) Diperoleh dari dua sumber (2) Dilakukan secara berkala (3) Tidak ada tindak lanjut/tindak lanjut tidak sesuai Umpan balik: (1) Diperoleh hanya dari satu sumber (2) Dilakukan secara tidak berkala (3) Tidak ada tindak lanjut/tindak lanjut tidak sesuai Tidak ada umpan balik. 2.6 Upaya untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) program studi 2.6 Upaya-upaya yang telah dilakukan penyelenggara program studi untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) program studi ini antara lain Ada bukti kelima usaha dilakukan dengan hasil yang baik. Ada bukti empat usaha dilakukan dengan hasil yang baik. Ada bukti dua atau tiga usaha dilakukan dengan hasil yang baik. Ada bukti hanya satu usaha yang dilakukan dengan hasil BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada usaha.
13 mencakup: 1. Upaya peningkatan animo calon mahasiswa 2. Upaya peningkatan mutu manajemen 3. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan 4. Upaya untuk melaksanakan dan meningkatkan hasil kerjasama kemitraan 5. Upaya dan prestasi memperoleh pendanaan yang baik. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
14 STANDAR 3. MAHASISWA DAN LULUSAN ELEMEN PENILAIAN 3.1 Sistem rekrutmen calon mahasiswa baru 3.1. Sistem rekrutmen calon mahasiswa baru: dokumentasi kebijakan, keterlibatan program studi, dan konsistensi pelaksanaannya. Kebijakan penerimaan dan seleksi calon mahasiswa terdokumentasi dengan baik. Program studi dilibatkan dalam seleksi. Dilaksanakan secara konsisten. Kebijakan penerimaan dan seleksi calon mahasiswa terdokumentasi dengan baik. Program studi dilibatkan dalam seleksi. Dilaksanakan kurang konsisten. Kebijakan penerimaan dan seleksi calon mahasiswa cukup terdokumentasi atau program studi tidak dilibatkan dalam seleksi. Ada kebijakan, namun tidak terdokumentasi. Tidak ada kebijakan penerimaan mahasiswa. 3.2 Efektivitas implementasi sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa untuk menghasilkan calon mahasiswa yang bermutu yang diukur dari jumlah peminat, proporsi pendaftar terhadap daya tampung dan proporsi yang diterima dan yang registrasi Rasio calon mahasiswa yang ikut seleksi (mendaftar untuk seleksi) : daya tampung. Rasio = Jumlah kolom 3 Jumlah kolom 2 Catatan: Daya tampung ideal mempertimbangkan sumber daya dan jumlah kasus untuk menghasilkan lulusan bidan yang memenuhi standar Persentase mahasiswa baru reguler yang melakukan registrasi : calon mahasiswa baru reguler yang lulus seleksi (P MRL ). Jika rasio 5, maka skor = 4. Jika P MRL 95%, maka skor = 4. Jika 2 < rasio < 5, maka skor = 2 x (1 + rasio) / 3. Jika 25% < P MRL < 95%, maka skor = [(40 x P MRL )-10] / 7. Jika rasio 2, maka skor = Rasio Jika P MRL 25%, maka skor = 0. P MRL = BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
15 Jumlah kolom 5 Jumlah kolom 4 100% Rasio mahasiswa baru: total mahasiswa Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: T MB = total mahasiswa baru (diambil dari tabel 3.2, (a)+(b)) T M = total mahasiswa (diambil dari tabel 3.2, (c)+(d)) TMB RM = T M Rasio jumlah total mahasiswa transfer terhadap total mahasiswa (R MT ) Persentase Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama lima tahun terakhir. Jika 0.18 RM < 0.22, maka skor = 4. Jika R MT 25%, maka skor = 4. Jika, P IPK 35%, maka skor = 4. Jika 0.08 < RM < 0.18, maka skor = (40 x RM) (16/5). Jika 0.22 RM < 0.40, maka skor = ( x RM)/9. Jika 25% < R MT 100%, maka skor = [16 - (16 x R MT )]/3. Jika, P IPK < 35%, maka skor = [(40 x P IPK )+ 14] / 7 satu) Jika RM 0.08 atau RM Prestasi dan reputasi akademik, bakat dan minat mahasiswa P IPK = Persentase IPK > Penghargaan atas prestasi mahasiswa di bidang nalar, bakat dan minat diukur dari jenis kegiatan dan cakupannya. Ada bukti penghargaan juara lomba ilmiah, olah raga, maupun seni tingkat internasional, nasional, wilayah, dan lokal PT. Ada bukti penghargaan juara lomba ilmiah, olah raga, maupun seni tingkat nasional, wilayah, dan lokal PT. Ada bukti penghargaan juara lomba ilmiah, olah raga, maupun seni tingkat wilayah, dan lokal PT. Ada bukti penghargaan juara lomba ilmiah, olah raga, maupun seni tingkat lokal PT. Tidak ada bukti penghargaan juara lomba ilmiah, olah raga, maupun seni di semua tingkatan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
16 3.4 Profil lulusan: ketepatan waktu penyelesaian studi, proporsi mahasiswa yang menyelesaikan studi dalam batas masa studi Persentase kelulusan bidan tepat waktu (K TW ). Rumus perhitungan: (f) K TW = 100% (d) Catatan: Huruf-huruf d dan f pada rumus dapat dilihat pada Tabel A butir Persentase mahasiswa yang DO atau mengundurkan diri (M DO ). Jika K TW 70%, maka skor = 4. Jika 157% < K TW < 70%, maka skor = [(830 x K TW )-12 5] / 114 Jika K TW 157%, maka skor = Tingkat kelulusan uji kompetensi. Rumus perhitungan: (a) - (b) - (c) M DO = 100% (a) Catatan: huruf-huruf a, b, c pada rumus dapat dilihat pada Tabel A butir Berikan dokumen prosedur DO pada asesor. 3.5 Persentase kelulusan firsttaker (P FT ). P FT = [(b)/(a)] x 100% Jika M DO 6%, maka skor = 4. Jika 6% < M DO < 34%, maka skor = [34 (100 x M DO )] / 7. Jika P FT 80%, maka skor = 4. Jika 20% < P FT < 80%, maka skor = (20 x P FT 4)/3. Jika 34%, maka skor = 0. P FT 20%, maka skor = Layanan dan kegiatan kemahasiswaan Layanan program studi kepada mahasiswa untuk Ada semua (5 jenis) pelayanan Ada jenis layanan nomor 1 sampai Ada jenis layanan nomor 1 sampai Ada 2 jenis unit pelayanan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Kurang dari 2 unit pelayanan.
17 membina dan mengembangkan penalaran, minat, bakat, seni, dan kesejahteraan, mencakup layanan: 1. Bimbingan dan konseling 2. Pengembangan minat dan bakat 3. Pembinaan soft skills 4. Beasiswa 5. Kesehatan Kualitas layanan kepada mahasiswa Untuk setiap jenis pelayanan, pemberian skor sebagai berikut: 4 : sangat baik 3 : baik 2: cukup 1: kurang 0: sangat kurang S L = Jml skor untuk semua layanan 5 mahasiswa yang dengan nomor 3. dengan nomor 2. dapat diakses. Skor = S L 3.7 Pelacakan dan perekaman data lulusan Upaya pelacakan dan perekaman data lulusan. Ada bukti pelacakan lulusan secara minimal setahun sekali; data dimanfaatkan untuk perbaikan program studi. Ada bukti pelacakan lulusan secara minimal setahun sekali; data belum dimanfaatkan untuk perbaikan program studi. Ada bukti pelacakan lulusan secara insidental. Ada rencana upaya pelacakan lulusan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada upaya pelacakan lulusan.
18 3.7.2 Penggunaan hasil pelacakan untuk perbaikan butir: (1) proses pembelajaran, (2) penggalangan dana, (3) informasi pekerjaan, (4) membangun jejaring. Hasil pelacakan untuk perbaikan 4 butir. Hasil pelacakan untuk perbaikan 3 butir. Hasil pelacakan untuk perbaikan 2 butir. Hasil pelacakan untuk perbaikan 1 butir. Tidak ada tindak lanjut. 3.8 Lulusan 3.8 Rata-rata masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan yang pertama dalam bulan (= R MT ) 3.9 Partisipasi alumni dalam mendukung pengembangan akademik dan non-akademik program studi Partisipasi alumni dalam mendukung pengembangan akademik dan non-akademik program studi dalam bentuk: 1. Sumbangan dana 2. Sumbangan fasilitas 3. Keterlibatan dalam kegiatan akademik dan non-akademik 4. Pengembangan jejaring 5. Penyediaan fasilitas untuk kegiatan akademik dan non-akademik Jika R MT 3 bulan, maka skor = 4. Semua bentuk partisipasi dilakukan oleh alumni. Jika 3 bulan < R MT < 12 bulan, maka skor = (48 4 x R MT )/ bentuk partisipasi dilakukan oleh alumni. Hanya 2 bentuk partisipasi yang dilakukan oleh alumni. Hanya 1 bentuk partisipasi saja yang dilakukan oleh alumni. Jika R MT 12, maka skor = 0. Tidak ada partisipasi alumni. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
19 STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA ELEMEN PENILAIAN 4.1 Efektivitas sistem seleksi, perekrutan, penempatan, pengembangan, pembinaan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan untuk menjamin mutu penyelenggaraan program pendidikan 4.1 Keberadaan pedoman tertulis tentang sistem seleksi, perekrutan, penempatan, promosi, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan, serta konsistensi pelaksanaannya. Ada pedoman tertulis yang lengkap; dan ada bukti dilaksanakan secara konsisten. Ada pedoman tertulis yang lengkap; tetapi tidak ada bukti dilaksanakan secara konsisten. Ada pedoman tertulis yang lengkap; tetapi tidak dilaksanakan. Ada pedoman tertulis, tidak lengkap dan tidak dilaksanakan. Tidak ada pedoman tertulis. 4.2 Sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja dosen dan tenaga kependidikan Pedoman tertulis tentang sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja dosen dan tenaga kependidikan serta konsistensi pelaksanaannya. Ada pedoman tertulis yang lengkap; dan ada bukti dilaksanakan secara konsisten. Ada pedoman tertulis yang lengkap; dan ada bukti dilaksanakan tetapi tidak secara konsisten. Ada pedoman tertulis yang lengkap; tetapi tidak dilaksanakan. Ada pedoman tertulis tidak lengkap dan tidak dilaksanakan. Tidak ada pedoman tertulis Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja dosen di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat Ada bukti tentang kinerja dosen di bidang (1) pendidikan (2) penelitian (3) pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat yang terdokumentasi dengan baik. Ada bukti tentang kinerja dosen di bidang (1) pendidikan (2) penelitian (3) pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat tetapi tidak terdokumentasi dengan baik. Ada bukti tentang kinerja dosen di bidang pendidikan yang terdokumentasikan dengan baik tetapi tidak ada di bidang penelitian atau pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat. Ada bukti tentang kinerja dosen di bidang pendidikan tetapi tidak terdokumentasikan dengan baik serta tidak ada di bidang penelitian atau pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat. Tidak ada bukti tentang kinerja dosen yang terdokumentasikan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
20 4.3 Kualifikasi akademik, kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional), dan jumlah (rasio dosen mahasiswa, jabatan akademik) dosen tetap dan tidak tetap (dosen mata kuliah, dosen tamu, dosen luar biasa dan/atau pakar, sesuai dengan kebutuhan) dan beban kerja dosen untuk menjamin mutu program studi Persentase dosen tetap berpendidikan minimal S2 yang bidang keahliannya sesuai dengan PS pada tahap akademik. KD 11 = Persentase dosen tetap berpendidikan minimal S2 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS pada tahap akademik Persentase dosen tetap berpendidikan minimal S2 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS pada tahap profesi. Jika KD 11 80%, maka skor = 4. Jika KD 11 < 80%, maka skor = 5 x KD 11. Kualifikasi pendidikan adalah minimal S-2 Kebidanan dan S-2 Kesehatan yang sesuai dengan kompetensi PS (Profesi Bidan, SpOG, SpA) KD 12 = Persentase dosen tetap berpendidikan minimal S2 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS pada tahap profesi. Jika KD 12 80%, maka skor = 4. Jika KD 12 < 80%, maka skor = 5 x KD Dosen tetap yang memiliki jabatan minimal lektor kepala dan guru besar yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS. Jika KD 2 30%, maka skor = 4. Jika 0% < KD 2 < 30%, maka skor = 1 + (10 x KD 2 ). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
21 KD 2 = Persentase dosen tetap yang memiliki jabatan minimal lektor kepala yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi PS Dosen tetap yang memiliki Sertifikat Pendidik Profesional. KD 3 = Persentase dosen tetap yang memiliki Sertifikat Pendidik Profesional. Ket. Serdos : nilai 4 Pekerti/AA/Akta/Bidan pendidik : nilai 3 Tidak ada keduanya: nilai 2 n1 = banyaknya dosen yang punya serdos n2 = banyaknya dosen yang punya AA/Pekert/Bidan pendidik n3 = banyak dosen yang tidak punya sertifikat n = n1 + n2 + n3 KD 3 = 4 x n1+3 x n2+ 2 x n3 n Kualifikasi dan pengalaman klinik dosen tetap sesuai dengan Tabel Jika KD 3 40%, maka skor = 4. Jika KD 3 < 40%, maka skor = 10 x KD 3. Skor = SKPD PP = Pengalaman praktik dosen BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
22 tetap PS. N1 = Jumlah dosen dengan PP < 2 tahun. N2 = Jumlah dosen dengan 2 PP < 3 tahun. N3 = Jumlah dosen dengan 3 PP < 5 tahun. N4 = Jumlah dosen dengan 5 PP < 7 tahun. N5 = Jumlah dosen dengan PP 7 tahun. N = Jumlah seluruh dosen = N1 + N2 + N3 + N4 + N5. SKPD = (N2 + 2 x N3 + 3 x N4 + 4 x N5) / N Rasio mahasiswa terhadap dosen yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang PS dalam tahap akademik (R MDAK ) R MDAK = Rasio mahasiswa terhadap dosen pada tahap akademik Jika R MDAK 15 maka skor = 4. Jika 10 < R MDAK < 30, maka skor = 8 (4 x R MDAK ) / 15. Jika R MDAK 30, maka skor = Rasio mahasiswa terhadap dosen yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang PS dalam tahap profesi (R MDP ) R MDP = Rasio mahasiswa terhadap dosen pada tahap profesi. Jika R MDP 5 maka skor = 4. Jika 5 < R MDP < 15, maka skor = 6 [(2 x R MDP ) / 5]. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika R MDP 15, maka skor = 0.
23 4.3.6 Persentase dosen tetap yang bidang keahliannya di luar bidang PS dan mengajarkan mata kuliah sesuai bidangnya (P DTSK ). Jika P DTSK = 100%, maka skor = 4. Jika 20% < P DTSK < 100%, maka skor = (5 x P DTSK ) 1. Jika P DTSK 20%, maka skor = Rata-rata beban dosen per semester, atau rata-rata FTE (Fulltime Teaching Equivalent) R FTE = rata-rata FTE Tingkat aktivitas dosen tetap dalam pendidikan. Jika 11 R FTE 13 sks, maka skor = 4. Jika 5 < R FTE < 11 sks, maka skor = (R FTE 3) / 2. Jika 13 < R FTE < 21 sks, maka skor = (71 3 x R FTE ) / 8. Jika R FTE 5 sks, atau R FTE 21 maka skor = 1. PA DT = [B/A] x 100% (Persentase realisasi aktivitas dosen tetap dalam pendidikan terhadap jumlah aktivitas yang direncanakan) Jika PA DT 95%, maka skor = 4. Jika 75% < PA DT < 95%, maka skor = (20 x PA DT ) 15. PA DT 75%, maka skor = Jumlah, kualifikasi, dan pelaksanaan tugas Dosen Tidak Tetap/Dosen Luar biasa Persentase jumlah dosen tidak tetap/luar biasa, terhadap jumlah seluruh dosen (= P DTT ) Persentase kesesuaian keahlian dosen tidak tetap dengan mata ajar yang diampu (P DTTSK ). Jika P DTT 20%, maka skor = 4. Jika 20% < P DTT < 40%, maka skor = 6 ( 10 x P DTT ). Jika P DTTSK = 100%, maka skor = 4. Jika 20% < P DTTSK < 100%, maka skor = (5 x P DTTSK ) -1. Jika P DTT 40% maka skor = [10 x (1 P DTT )]/3. Jika P DTTSK 20%, maka skor = Pelaksanaan tugas/ tingkat aktivitas dosen tidak tetap dalam mengajar. Jika PA DTT 95%, maka skor = 4. Jika 75% < PA DTT < 95%, maka skor = (20 x PA DTT ) -15. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika PA DTT 75%, maka skor = 0.
24 4.5 Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam tiga tahun terakhir. PA DTT = Persentase aktivitas dosen tidak tetap dalam perkuliahan terhadap jumlah kehadiran yang direncanakan. = [B/A] x 100% Kegiatan tenaga ahli/pakar sebagai pembicara dalam seminar/pelatihan, pembicara tamu, dsb, dari luar PT sendiri (tidak termasuk dosen tidak tetap). JTA = Banyaknya tenaga ahli/pakar sebagai pembicara dalam seminar/pelatihan, pembicara tamu, dsb, dari luar PT sendiri (tidak termasuk dosen tidak tetap). Jika J TA 12, maka skor = 4. Jika 0 J TA < 12, maka skor = (J TA + 4)/4. Catatan: Tenaga ahli dari luar perguruan tinggi dengan tujuan untuk pengayaan pengetahuan dan bukan untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar, tidak bekerja secara rutin Peningkatan kemampuan dosen tetap melalui program tugas/izin belajar dalam bidang yang sesuai dengan bidang PS. Perhitungan skor sebagai berikut: N 2 = Jumlah dosen yang mengikuti tugas/izin belajar jenjang S-2/ Sp-1 pada bidang keahlian Jika SD 4, maka skor = 4. Atau apabila jumlah dosen tetap yang berpendidikan S-3 lebih besar atau sama dengan 40%. Jika SD < 4, maka skor = SD. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
25 yang sesuai dengan PS dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. N 3 = Jumlah dosen yang mengikuti tugas/izin belajar jenjang S-3 pada bidang keahlian yang sesuai dengan PS dalam kurun waktu tiga tahun terakhir SD = (0.75 N N 3 ) Kegiatan dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dalam seminar ilmiah/ lokakarya/ penataran/ pameran yang tidak hanya melibatkan dosen PT sendiri. Perhitungan skor sebagai berikut: Misalkan: a = jumlah makalah atau kegiatan (sebagai penyaji) b = jumlah kehadiran (sebagai peserta) n = jumlah dosen tetap b a + SP = 4 n Jika SP 2.25, maka skor = 4. Jika 0 < SP < 2.25, maka skor = 1 + (4 x SP)/3. Jika SP = 0, maka skor = 0. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
26 4.6 Jumlah, rasio, kualifikasi akademik dan kompetensi tenaga kependidikan (pustakawan, laboran, teknisi, analis, programer, staf administrasi, dan/atau staf pendukung lainnya) untuk menjamin mutu penyelenggaraan program studi Prestasi dalam mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari tingkat nasional dan internasional; besaran dan proporsi dana penelitian dari sumber institusi sendiri dan luar institusi. Catatan: selama tiga tahun terakhir Reputasi dan keluasan jejaring dosen dalam bidang akademik dan profesi Pustakawan dan kualifikasinya. Catatan: nilai dihitung dengan rumus berikut: A = (4 X X X 3 )/4 X 1 = jumlah pustakawan yang berpendidikan S2 atau S3. X 2 = jumlah pustakawan yang berpendidikan D4 atau S1. X 3 = jumlah pustakawan yang berpendidikan D1, D2, atau D3. Mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari institusi internasional (disertai bukti). Lebih dari 30% dosen tetap menjadi anggota masyarakat bidang ilmu tingkat internasional. Jika nilai A 4, maka skor = 4. Mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari institusi nasional (disertai bukti). Lebih dari 30% dosen tetap menjadi anggota masyarakat bidang ilmu tingkat internasional atau nasional. Mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari institusi regional/lokal (disertai bukti). Antara 15% s.d. 30% dosen tetap yang menjadi anggota masyarakat bidang ilmu tingkat internasional atau nasional. Mendapatkan penghargaan, hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik yang berupa hibah dana dari PT sendiri (disertai bukti). Ada tapi kurang dari 15% dosen tetap yang menjadi anggota masyarakat bidang ilmu tingkat internasional atau nasional. Jika 0 A < 4, maka skor = A. Tidak pernah mendapat penghargaan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada dosen tetap yang menjadi anggota masyarakat bidang ilmu.
27 Tenaga laboran: kecukupan, kesesuaian dengan area kompetensinya Tenaga Teknisi: jumlah dan mutu kerjanya Tenaga Programer: jumlah dan mutu kerjanya Tenaga administrasi. Catatan: nilai dihitung dengan rumus berikut: D = (4 X X X 3 + X 4 )/4 Jumlah cukup dan sangat baik kegiatannya. Jumlah cukup dan sangat baik kegiatannya. Jumlah cukup dan sangat baik kegiatannya. Jumlah cukup dan memadai kegiatannya. Jumlah cukup dan memadai kegiatannya. Jumlah cukup dan memadai kegiatannya. Cukup dalam jumlah dan kualifikasi tetapi mutu kerjanya sedang-sedang saja. Cukup dalam jumlah dan kualifikasi tetapi mutu kerjanya sedang-sedang saja. Cukup dalam jumlah dan kualifikasi tetapi mutu kerjanya sedang-sedang saja. Kurang dalam jumlah atau terlalu banyak sehingga kurang kegiatannya. Kurang dalam jumlah atau terlalu banyak sehingga kurang kegiatannya. Kurang dalam jumlah atau terlalu banyak sehingga kurang kegiatannya. = 0) Misalkan: X 1 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan D4 atau S1 ke atas. X 2 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan D3. X 3 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan D1 atau D2 X 4 = jumlah tenaga administrasi yang berpendidikan SMU/SMK Jika nilai D 4, maka skor = 4. Jika D < 4, maka skor = D. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
28 4.7 Upaya PS dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan (pendukung pendidikan) 4.7 Upaya yang telah dilakukan PS dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan. Upaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi dikaitkan dengan: 1. Pemberian kesempatan belajar/pelatihan 2. Pemberian fasilitas, termasuk dana 3. Jenjang karir Upaya pengembangan telah dilakukan dengan sangat baik sehingga dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan Upaya pengembangan telah dilakukan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan. Upaya pengembangan telah dilakukan dengan cukup sehingga dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan. Tidak ada upaya pengembangan, padahal kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan relatif masih kurang. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
29 STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK ELEMEN PENILAIAN 5.1 Kurikulum harus memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi Kompetensi utama, pendukung dan kompetensi lainnya dalam mendukung pencapaian visi dan terlaksananya misi PS. Catatan: Deskripsi kompetensi lulusan sesuai dengan Standar Kompetensi Bidan sebagai dasar untuk penilaian proses dan ketercapaiannya. Mohon diuraikan pokok-pokoknya Pada buku Struktur Kurikulum Yang dinilai adalah urutan yang logis, proporsional, konsisten dari struktur kurikulum. Isi kurikulum metode ilmiah, ilmu biomedik, ilmu humaniora, Ilmu sosial budaya, women and child health, midwifery science, public health science, health policy. Pindahkan ke buku 4 Kurikulum memuat kompetensi lulusan secara lengkap (utama, pendukung, lainnya) yang terumuskan secara sangat jelas. Susunan kurikulum sudah runut, proporsional, konsisten, dan logis serta sangat mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Kurikulum memuat kompetensi lulusan secara lengkap (utama, pendukung, lainnya) yang terumuskan secara jelas. Susunan kurikulum sudah runut, proporsional, konsisten, dan logis serta mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Kurikulum memuat kompetensi lulusan secara lengkap (utama, pendukung, lainnya) yang terumuskan secara cukup jelas. Susunan kurikulum kurang runut, proporsional, konsisten, dan logis tetapi mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Kurikulum memuat kompetensi lulusan secara lengkap (utama, pendukung, lainnya), namun rumusannya kurang jelas. Susunan kurikulum kurang runut, proporsional, konsisten, dan logis namun kurang mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Kurikulum tidak memuat kompetensi lulusan secara lengkap Struktur dan isi kurikulum tahap akademik. P KTA = Persentase kurikulum yang terintegrasi secara vertikal dan horizontal Jika P KTA 75%, maka skor = 4. Jika 0 < P KTA < 75%, maka skor = 1 + (4 x P KTA ). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika P KTA = 0, maka skor = 0.
30 5.1.4 Struktur dan isi kurikulum tahap profesi Durasi kepaniteraan. Jika 36 LK 40, maka skor = 4. 3) Jika LK > 40 atau LK < 36, maka skor = 2. 1) LK = Lama kepaniteraan (minggu efektif) Kelengkapan panduan atau modul dan logbook, serta metode asesmen. KP = Persentase stase kepaniteraan yang memiliki panduan atau modul dan logbook Kelengkapan proses pembelajaran: (1) tutorial, (2) bedside teaching, (3) refleksi kasus (laporan kasus, responsi, morning report, audit maternal perinatal (AMP) ), (4) manajemen kasus, (5) journal reading Pelaksanaan dikatakan baik jika dilakukan dengan supervisi. Pada waktu asesmen lapangan, agar dilakukan pengamatan yang saksama mengenai tingkat keterlaksaannya. Jika KP = 100%, maka skor = 4. Jika KPP = 5, maka skor = 4. Jika 0 KP < 100%, maka skor = 1 + (3 x KP). Jika 0 KPP < 5, maka skor = 1 + (3 x KPP)/5. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
31 5.2 Jenis kepaniteraan khusus yang mendukung kompetensi spesifik. 5.3 Pencapaian kompetensi keterampilan tingkat lima pada Standar Kompetensi bidan KPP = Banyaknya proses pembelajaran yang dilakukan dengan baik. 5.2 Kepaniteraan khusus yang mendukung ketercapaian visi dan misi program studi Kesesuaian substansi praktikum/kepaniteraan yang mendukung ketercapaian kompetensi keterampilan tingkat lima pada Standar Kompetensi Bidan P SKD = Persentase substansi praktikum/ kepaniteraan yang diberikan dan memenuhi ketercapaian seluruh kompetensi keterampilan tingkat lima Urutan substansi praktikum/kepaniteraan yang mendukung ketercapaian kompetensi keterampilan tingkat lima pada Standar Kompetensi Bidan disusun secara logis. Cat: dilihat dari kolom (4) Tabel Kelengkapan pustaka 5.4. Kesesuaian pustaka dengan topik, keterkinian dan ketersediaan pustaka. Catatan: Asesor mencari bukti ketersediaan dan aksesibilitas. Jenis kepaniteraan khusus mendukung pencapaian visi dan misi. Jika P SKD = 100%, maka skor = 4. Jenis kepaniteraan khusus kurang mendukung pencapaian visi dan misi. Jenis kepaniteraan khusus tidak mendukung pencapaian visi dan misi. Jika 25% < P SKD < 100%, maka skor = 4 x P SKD. Tidak ada kepaniteraan khusus. Jika P SKD 25%, maka skor = 1. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Sangat logis Logis Cukup logis Kurang logis Tidak logis Semua judul yang ada pada mata kuliah/blok/ kepaniteraan sesuai, tersedia dan terkini. Semua judul yang ada pada mata kuliah/blok/ kepaniteraan sesuai dan tersedia, tetapi beberapa tidak terkini. Beberapa judul yang ada pada mata kuliah/blok/ kepaniteraan tidak sesuai dan atau beberapa tidak tersedia. Sebagian besar judul yang ada pada mata kuliah/blok/ kepaniteraan sesuai dan atau tidak tersedia. Semua judul yang ada pada mata kuliah/blok/ kepaniteraan tidak sesuai/tidak
32 tersedia 5.5. Peninjauan kurikulum 5.5. Jumlah mata kuliah/modul/blok/kepaniteraan yang ditelaah satu tahun terakhir. P MK = Persentase banyaknya mata kuliah/modul/blok/ kepaniteraan ditelaah satu tahun terakhir. Jika P MK 75%, maka skor = 4. Jika 0 < P MK < 75%, maka skor = 1 + (4 x P MK ). Jika P MK = 0, maka skor = Pelaksanaan proses pembelajaran Catatan: Periksa ada atau tidak ada perubahan dan alasannya Penjelasan strategi/pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan dan konsistensi implementasinya. Ada strategi/pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, inovatif dan diterapkan secara konsisten. Ada strategi/pendekatan pembelajaran yang inovatif, tetapi tidak diterapkan secara konsisten. Ada strategi/ pendekatan pembelajaran yang inovatif tetapi belum diterapkan. Tidak ada strategi/pendekat an pembelajaran yang inovatif Penjelasan strategi penilaian hasil pembelajaran yang dilaksanakan dan konsistensi implementasi, serta persyaratan kelulusannya. Ada strategi penilaian hasil pembelajaran yang meliputi ranah kognitif, keterampilan, dan perilaku dan diterapkan secara konsisten. Ada strategi penilaian hasil pembelajaran yang meliputi ranah kognitif, keterampilan, dan perilaku, tetapi tidak diterapkan secara konsisten. Ada strategi penilaian hasil pembelajaran yang meliputi ranah kognitif, keterampilan, dan perilaku, tetapi belum diterapkan. Tidak ada strategi/ pendekatan pembelajaran yang meliputi ranah kognitif, keterampilan, dan perilaku Mekanisme untuk memonitor, mengkaji dan memperbaiki Pedoman lengkap, dilaksanakan secara Pedoman lengkap, dilaksanakan secara Ada pedoman, namun Pedoman tidak lengkap dan BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada pedoman.
33 5.7 Pembimbingan akademik (PA) dan pembimbingan karya tulis Ilmiah pelaksanaan proses pembelajaran. Indikator yang dipakai: 1. Keberadaan pedoman 2. Konsistensi pelaksanaan 3. Keberadaan laporan (praktikum, perkuliahan, tutorial, tugas) Rata-rata banyaknya mahasiswa per dosen Pembimbing Akademik per semester Jumlah rata-rata pertemuan pembimbingan akademik per mahasiswa per semester (= PP) Catatan: Penilaian didasarkan pada jawaban kolom (4) dari Tabel Pelaksanaan kegiatan pembimbingan akademik. Catatan: Penilaian didasarkan informasi baris 1, 2, 3 pada kolom (3) dari Tabel konsisten dan semua bukti kegiatan (laporan) lengkap. Jika R MD 15, maka skor = 4. Jika PP 4, maka skor = 4. Dilakukan oleh seluruh dosen PA dengan baik sesuai panduan tertulis. konsisten namun bukti kegiatan (laporan) kurang lengkap. pelaksanaannya kurang konsisten, serta bukti kegiatan (laporan) kurang lengkap. pelaksanaannya tidak konsisten. Jika 15 < R MD < 30, maka skor = 8 [(4 x R MD )] /15. Perwalian dilakukan oleh seluruh dosen PA tetapi tidak seluruhnya menurut panduan tertulis. Jika 0 < PP < 4, maka skor = PP. Perwalian dilakukan oleh sebagian dosen PA dan sebagian oleh Tenaga Administrasi. Tidak ada panduan tertulis hanya ada pengesahan dokumen akademik oleh ketua PS. Jika R MD 30, maka skor = 0. Atau tidak ada perwalian Jika PP = 0, maka skor = 0. Tidak ada perwalian, hanya ada pengesahan dokumen akademik oleh pegawai administratif Efektivitas kegiatan pembimbingan akademik. Catatan: Penilaian didasarkan pada informasi baris 4, 5 pada kolom (3) dari Tabel Sistem bantuan dan bimbingan akademik membantu kelancaran dan penyelesaian masalah akademik seluruh mahasiswa Sistem bantuan dan bimbingan akademik membantu penyelesaian masalah akademik mahasiswa bermasalah Sistem bantuan dan bimbingan akademik membantu penyelesaian masalah akademik Sistem bantuan dan bimbingan akademik tidak membantu penyelesaian masalah akademik BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Sistem bantuan dan bimbingan akademik tidak jalan, atau tidak ada sistem pembimbingan akademik
34 sebagian besar mahasiswa bermasalah sebagian besar mahasiswa bermasalah Ketersediaan panduan pembimbingan Penelitian/Karya Tulis Ilmiah/Tugas Akhir /Skripsi, sosialisasi, dan konsistensi pelaksanaannya Kualifikasi akademik dosen pembimbing utama Penelitian/Karya Tulis Ilmiah/TA/Skripsi Rata-rata mahasiswa per dosen pembimbing Penelitian/Karya Tulis Ilmiah/TA/Skripsi (= RM TA ). Ada panduan tertulis yang sudah disosialisasikan serta dilaksanakan dengan konsisten. Seluruh dosen pembimbing utama berpendidikan minimal S-2 dan sesuai dengan bidang keahliannya. Jika RM TA 4, maka skor = 4. Ada panduan tertulis dan disosialisasikan dengan baik, tetapi tidak dilaksanakan secara konsisten. Seluruh dosen pembimbing berpendidikan minimal S-2, tetapi sebagian kecil tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Ada panduan tertulis tetapi tidak disosialisasikan dengan baik, serta tidak dilaksanakan secara konsisten. Sebagian besar dosen pembimbing berpendidikan minimal S-2, tetapi sebagian kecil tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Ada pembimbingan tanpa panduan Sebagian besar dosen pembimbing belum berpendidikan minimal S-2 dan tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Jika 4 < RM TA < 20, maka skor = 5 (RM TA /4). RM TA 20, maka skor = Upaya peningkatan suasana akademik: kebijakan tentang suasana akademik, ketersediaan dan jenis Rata-rata jumlah pertemuan/pembimbingan selama penyelesaian Penelitian/Karya Tulis Ilmiah/TA/Skripsi (= RP TA ) Kebijakan tentang suasana akademik (otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik). Jika RP TA 8, maka skor = 4. Ada dokumen yang lengkap tentang suasana akademik, dan dilaksanakan dengan konsisten. Ada dokumen yang lengkap tentang suasana akademik, namun tidak dilaksanakan dengan Jika 0 < RP TA < 8, maka skor = RP TA / 2. Ada dokumen tentang suasana akademik, namun kurang lengkap. Tidak ada dokumen tentang suasana akademik. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika RP TA = 0, maka skor = 0. (Tidak ada nilai
35 prasarana, sarana dan dana, program dan kegiatan akademik untuk menciptakan suasana akademik, interaksi akademik antara dosenmahasiswa, serta pengembangan perilaku kecendekiawanan Ketersediaan dan jenis prasarana, sarana dan dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika Program dan kegiatan akademik untuk menciptakan suasana akademik (seminar, simposium, lokakarya, bedah buku, penelitian bersama dll). konsisten. Tersedia, milik sendiri, sangat lengkap dan dukungan dana sangat memadai. Upaya baik dan hasilnya suasana kondusif untuk meningkatkan suasana akademik yang baik. Tersedia, milik sendiri, lengkap dan dukungan dana memadai. Upaya baik, namun hasilnya baru cukup Tersedia cukup lengkap, milik sendiri atau sewa, dan dana yang cukup memadai. Cukup dalam upaya dan hasilnya. Prasarana dan sarana kurang, demikian pula dengan dukungan dana. Upaya dinilai kurang dan hasilnya tidak nampak. Tidak ada upaya 5.9 Sikap profesional 5.9 Pengembangan sikap profesional, mencakup aspek: (1) Etika kebidanan (2) Kemampuan kerjasama dalam tim (3) Hubungan bidan dengan pasien Ada panduan yang lengkap tentang ketiga aspek, dan dilaksanakan dengan konsisten. Ada panduan yang lengkap tentang ketiga aspek, namun tidak dilaksanakan dengan konsisten. Ada panduan, namun tidak lengkap. Tidak ada panduan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
36 STANDAR 6. PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI ELEMEN PENILAIAN 6.1 Keterlibatan program studi dalam perencanaan target kinerja, perencanaan kegiatan/ kerja dan perencanaan/alokasi dan pengelolaan dana. 6.2 Dana operasional dan pengembangan (termasuk hibah) dalam tiga tahun terakhir untuk mendukung kegiatan program akademik (pendidikan, penelitian, dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat) 6.1 Keterlibatan program studi dalam perencanaan target kinerja, perencanaan kegiatan kerja dan perencanaan alokasi dan pengelolaan dana. Keterlibatan aktif program studi harus tercerminkan dengan bukti tertulis tentang proses perencanaan, pengelolaan dan pelaporan serta pertanggungjawaban penggunaan dana kepada pemangku kepentingan melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel Persentase perolehan dana dari mahasiswa dibandingkan dengan total penerimaan dana (= P DM ) Penggunaan dana untuk operasional (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). D OP = Dana (juta Rp) untuk Program studi secara otonom melaksanakan perencanaan anggaran (perencanaan alokasi dan pembelanjaan dana). Anggaran yang diajukan diterima seutuhnya. Jika P DM 33%, maka skor = 4. Jika 20 D OP 40 atau jika D OP > 40 dan P DM 33%, maka skor = 4. Program studi secara otonom melaksanakan perencanaan anggaran (perencanaan alokasi dan pembelanjaan dana). Anggaran yang diajukan tidak diterima seutuhnya. Program studi hanya diminta memberikan masukan tentang perencanaan anggaran (perencanaan alokasi dan pembelanjaan dana). Program studi tidak dilibatkan dalam perencanaan anggaran (perencanaan alokasi dan pembelanjaan dana). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika 33% < P DM 100%, maka skor = [334 (200 x P DM )] / 67. Jika D OP < 20, maka skor = D OP / 5. Jika 40 < D OP < 60, maka skor = (80 - D OP )/ 10. Jika D OP 60, maka skor = 2.
37 operasional (pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat) Penggunaan dana investasi (investasi prasarana, investasi sarana, investasi SDM, dll) Jika sarana dan prasarana sangat baik, maka skor pada butir ini = 4. Jika tidak, gunakan aturan di sebelah kanan. Jika D INV 30%, maka skor = 4. Jika 0 < D INV < 30%, maka skor = 1 + (10 x D INV ). Jika D INV = 0%, maka skor = 0. D INV = Persentase dana investasi terhadap total dana (Lihat tabel 6.2.1). 6.3 Dana penelitian dalam tiga tahun terakhir. 6.4 Dana pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat dalam tiga tahun terakhir. 6.3 Penggunaan dana penelitian tiga tahun terakhir. D PNL = Rata-rata dana penelitian (juta rupiah) per dosen tetap per tahun. 6.4 Penggunaan dana pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat dalam tiga tahun terakhir. D PKM = Rata-rata dana pengabdian (juta rupiah) kepada masyarakat per Jika D PNL 10 juta, maka skor = 4. Jika D PKM 1.5 juta, maka skor = 4. Jika 0 < D PNL < 10 juta, maka skor = 1 + (3 x D PNL )/10. Jika 0 < D PKM < 1.5 juta, maka skor = 1 + (2 x D PKM ). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika D PNL = 0, maka skor = 0. Jika D PKM = 0, maka skor = 0.
38 dosen tetap per tahun. 6.5 Prasarana dan Sarana Luas ruang kerja dosen. Catatan: Data diambil dari kolom 3, tabel Jika luas ruang rata-rata untuk dosen tetap (= jumlah luas ruang dosen tetap dibagi dengan jumlah dosen tetap) kurang dari 4 m 2, maka skor pada subbutir ini = nol. Skor = SL RDT Nilai pada butir ini tidak hanya didasarkan pada perhitungan skor luas ruang dosen tetap saja, tetapi juga didasarkan pada kenyamanan, sehingga dosen dapat melaksanakan kegiatan Tridharma PT dengan baik. Untuk itu asesor diberikan kemungkinan untuk memberikan tambahan/pengurangan nilai maksimum sebesar 1.5. Cara menghitung skor luas ruang dosen tetap (SL RDT ): SL RDT = A B A= a + 2b + 3c + 4d B= a + b + c + d Keterangan notasi: a = Luas total (m 2 ) ruang bersama untuk dosentetap b = Luas total (m 2 ) ruang untuk 3-4 orang dosentetap c = Luas total (m 2 ) ruang untuk 2 orang dosentetap d = Luas total (m 2 ) ruang BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
39 untuk 1 orang dosen- tetap Ketersediaan prasarana berupa ruang kuliah, tutorial, laboratorium, dll Luas ruang kuliah per mahasiswa per sesi (= L RK ) Jika L RK 1 m 2, maka skor = 4. Jika L RK < 1 m 2, maka skor = 1 + (3 x L RK ) Ruang tutorial: jumlah mahasiswa per sesi kegiatan serta kelengkapan fasilitas (misal OHP, komputer, dan sarana utama lainnya). Catatan: Jumlah mahasiswa per sesi dihitung berdasarkan luas ruang 20 m 2. Gunakan expert judgment jika luas ruangan lebih dari 20 m Kelayakan sarana laboratorium biomedik yang minimal berfungsi sebagai laboratorium anatomi, histologi, biokimia, fisiologi, mikrobiologi, parasitologi, patologi, dan farmakologi. Jumlah mahasiswa per sesi 8-10 orang. Sarana sangat lengkap. Sarana laboratorium sangat lengkap, dengan rasio luas per mahasiswa per sesi praktikum sangat memadai. Jumlah mahasiswa per sesi orang. Sarana lengkap. Sarana laboratorium lengkap, dengan rasio luas per mahasiswa per sesi praktikum cukup memadai. Jumlah mahasiswa per sesi orang. Sarana cukup. Sarana laboratorium cukup memenuhi standar minimal, dengan rasio luas per mahasiswa per sesi praktikum cukup. Jumlah mahasiswa per sesi lebih dari 18 orang. Sarana kurang. Sarana laboratorium kurang dari standar minimal, dengan rasio luas per mahasiswa per sesi praktikum kurang Sumberdaya Pendidikan Klinik dan Kebidanan Komunitas Ketersediaan sarana laboratorium ketrampilan klinik. Sarana ketrampilan klinik (KDPK, Sarana keterampilan klinik sangat lengkap, dengan rasio luas per Sarana keterampilan klinik lengkap, dengan rasio luas per mahasiswa per Sarana keterampilan klinik cukup memenuhi standar minimal, dengan Sarana keterampilan klinik kurang dari standar minimal, BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
40 ANC, INC, PNC, KB, BBL, Bayi dan Balita, Anak Pra Sekolah, Komunitas, Kesehatan Reproduksi) yang menjamin pencapaian kompetensi sebagai bidan layanan primer dan kedaruratan emergency maternal neonatal mahasiswa per sesi praktikum sangat memadai. sesi praktikum cukup memadai. rasio luas per mahasiswa per sesi praktikum cukup. dengan rasio luas per mahasiswa per sesi praktikum kurang Wahana Praktik Ketersediaan RS Pendidikan RSB, Puskesmas, BPM, RB yang memenuhi persyaratan kualifikasi, jumlah dan variasi kasus, jumlah SDM sebagai sarana pendidikan klinik yang menjamin tercapainya Kompetensi bidan Indonesia. Catatan: Lebih dari satu RS Pendidikan Utama yang digunakan oleh satu institusi dan dilengkapi dengan RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit memenuhi kebutuhan pembelajaran tahap profesi. Ada satu RS Pendidikan Utama yang digunakan oleh satu institusi dan dilengkapi dengan RS Pendidikan Afiliasi dan atau Satelit memenuhi kebutuhan pembelajaran tahap profesi. Ada satu RS Pendidikan Utama yang digunakan oleh satu institusi dan tidak dilengkapi dengan RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit memenuhi kebutuhan pembelajaran tahap profesi. Lebih dari satu RS Pendidikan Utama yang digunakan oleh satu institusi dan dilengkapi dengan RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit memenuhi kebutuhan pembelajaran tahap profesi. Tidak ada rumah sakit pendidikan Ratio mahasiswa kepaniteraan klinik Jika 0 < R DM 5, maka skor = 4. Jika 5 < R DM < 13, maka skor = [47 (3 x R DM )] / 8. Jika R DM 13, maka skor = 1. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika R DM = 0, maka skor = 0.
41 terhadap dosen/bidan pendidik klinik di RS (= R DM ) Variasi jumlah dan jenis kasus di RS Pendidikan, RSB, Puskesmas, BPM, RB, memenuhi standar kompetensi bidan dengan tingkat penanganan 4. Expert judgment. Variasi kasus cukup tiga) dua) Variasi kasus kurang Rasio kasus terhadap jumlah mahasiswa (= RPJM ) Jika R PIM 20, maka skor = 4. Jika 0 < R PIM < 5, maka skor = 1 + (3 x R PIM )/5. Hitung lagi Jika R PIM = 0, maka skor = Kontribusi institusi pelayanan kesehatan sebagai wahana praktik Penilaian secara expert judment dari aspek-aspek berikut: Komitmen Manajemen dan administrasi SDM Penunjang pendidikan Kurikulum dan pelaksanaan pendidikan Kontribusi institusi pelayanan kesehatan untuk pendidikan sangat baik bagi proses pembelajaran Kontribusi institusi pelayanan kesehatan untuk pendidikan baik bagi proses pembelajaran Kontribusi institusi pelayanan kesehatan untuk pendidikan cukup bagi proses pembelajaran Kontribusi institusi pelayanan kesehatan untuk pendidikan kurang bagi proses pembelajaran BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada kontribusi institusi pelayanan kesehatan untuk pendidikan
42 Ketersediaan sarana pelayanan kesehatan lain harus memadai untuk menjamin tercapainya kompetensi bidan di kebidanan komunitas yang terdiri dari Gizi, KRR, Home care, comunity development Fasilitas penunjang proses belajar mengajar di institusi pelayanan kesehatan (RS, RS Ponek, PKM, PKM Poned, RB, BPM) Ada sarana pelayanan kesehatan yang melaksanakan 4 program pelayanan kesehatan masyarakat tersedia di puskesmas/ saryankes dan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Adanya 6 sarana pelayanan yang dapat dimanfaatkan oleh dosen/bidan pendidik klinik dan mahasiswa Ada sarana pelayanan kesehatan yang melaksanakan 3 program pelayanan kesehatan masyarakat tersedia di puskesmas/ saryankes dan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Ada 4-5 dari enam fasilitas tersebut Ada sarana pelayanan kesehatan yang melaksanakan 2 program pelayanan kesehatan masyarakat tersedia di puskesmas/ saryankes dan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Ada 2-3 dari enam fasilitas Ada sarana pelayanan kesehatan yang melaksanakan 1 program pelayanan kesehatan masyarakat tersedia di puskesmas/ saryankes dan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Hanya1 fasilitas Tidak ada Skor 0 Tidak ada Fasilitas penunjang proses belajar mengajar di institusi pelayanan ; media pembelajaran, perpustakaan, internet, ruang diskusi, laboratorium. PERHITUNGKAN RUMUS Adanya 4 sarana penunjang yang dapat dimanfaatkan oleh dosen/bidan pendidik klinik dan mahasiswa di institusi pelayanan kesehatan; yang memiliki adanya Ada 3 dari empat fasilitas tersebut Ada 2 dari empat fasilitas Hanya 1 fasilitas BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada
43 (pak purnaba) ruang diskusi, laboratorium khusus untuk mahasiswa Prasarana lain yang menunjang (misalnya tempat olah raga, ruang bersama, ruang himpunan mahasiswa, poliklinik) Akses dan pendayagunaan sarana yang dipergunakan dalam proses administrasi dan pembelajaran serta penyeleng-garaan kegiatan Tridharma PT secara efektif Keberadaan prasarana lain yang menunjang (misalnya tempat olah raga, ruang bersama, ruang himpunan mahasiswa, poliklinik) Bahan pustaka berupa buku textbook midwifery dan yang relevan dengan PS dalam 10 tahun terakhir Prasarana penunjang lengkap dan mutunya sangat baik untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Jika jumlah judul 300, maka skor = 4. Prasarana penunjang lengkap dan mutunya baik untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Prasarana penunjang cukup lengkap dan mutunya cukup untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Prasarana penunjang kurang lengkap dan mutunya kurang baik. Jika jumlah judul < 300, maka skor = (jumlah judul)/100. Tidak ada prasarana penunjang. Catatan: Untuk asesmen kecukupan : Relevan atau tidaknya jenis pustaka yang tersedia disesuaikan dengan contoh yang diberikan Bahan pustaka berupa disertasi/tesis/ skripsi/ tugas akhir. Jika jumlah judul 150, maka skor = 4. Jika jumlah judul < 150, maka skor = (jumlah judul)/50. Untuk asesmen lapangan: Pustaka yang diperhitungkan hanyalah pustaka yang relevan. Media dari masing-masing pustaka dapat berupa hard copy, CD- ROM atau media lainnya Bahan pustaka berupa jurnal ilmiah nasional terakreditasi dalam 3 tahun terakhir Jika J IL = 100%, maka skor = 4. Jika 0 < J IL < 100%, maka skor = 1 + (3 x J IL ). Jika J IL = 0, maka skor = Bahan pustaka Jika J IL = 100%, Jika 0 < J IL < 100%, maka skor = 1 + (3 x J IL ). Jika J IL = 0, BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
44 berupa jurnal ilmiah internasional dalam 3 tahun terakhir maka skor = 4. maka skor = Bahan pustaka berupa prosiding seminar dalam tiga tahun terakhir. J PROS = Banyaknya prosiding seminar Jika J PROS 9, maka skor = 4. Jika 0 < J PROS < 9, maka skor = (5 + 3 x J PROS ) / 8. Jika J PROS = 0, maka skor = Akses ke perpustakaan di luar PT atau sumber pustaka lainnya Sistem Informasi Ketersediaan sistem informasi dan fasilitas yang digunakan program studi dalam proses pembelajaran (hardware, software, e- learning) Aksesibilitas data dalam sistem informasi. Sedang untuk setiap jenis data, penilaian didasarkan Ada perpustakaan di luar PT yang dapat diakses dan sangat baik fasilitasnya atau ada akses ke e- library. Sangat memadai, terawat dengan sangat baik, dan PS memiliki akses yang sangat baik (memiliki fleksibilitas dalam menggunakannya di luar kegiatan praktikum terjadwal). Ada perpustakaan di luar PT yang dapat diakses dan baik fasilitasnya. Memadai, sebagian besar dalam kondisi baik, dan PS memiliki akses yang baik (masih memungkinkan menggunakannya di luar kegiatan praktikum terjadwal, walau terbatas). Ada perpustakaan di luar PT yang dapat diakses dan cukup baik fasilitasnya. Cukup memadai, sebagian besar dalam kondisi baik, namun tidak mungkin digunakan di luar kegiatan praktikum terjadwal. Skor = skor akhir. Ada perpustakaan di luar PT yang dapat diakses namun baik fasilitasnya. Kurang memadai, sehingga kegiatan praktikum dilaksanakan kurang dari batas minimal. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada perpustakaan di luar PT yang dapat diakses. Sangat kurang, kegiatan praktikum praktis tidak pernah dilakukan.
45 atas aturan berikut: 1: Data ditangani secara manual 2: Data ditangani dengan komputer tanpa jaringan 3: Data ditangani dengan komputer, serta dapat diakses melalui jaringan lokal (LAN) 4: Data ditangani dengan komputer, serta dapat diakses melalui jaringan luas (WAN) Skor akhir = [(A x 1) + (B x 2) + (C x 3) + (D x 4)] / Kemudahan akses internet di program studi. BW = bandwidth ( Kbps/ mahasiswa). Jika BW 0.75, maka skor = 4. Jika 0 < BW < 0.75, maka skor = 1 + (4 x BW). Jika BW = 0, maka skor = 0. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
46 STANDAR 7. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA ELEMEN PENILAIAN 7.1 Road map penelitian 7.2 Produktivitas dan mutu hasil penelitian dosen dalam kegiatan penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama, dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. 7.1 Keberadaan dan kesesuaian road map penelitian dengan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan kesesuaian dengan masalah kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi perempuan dan kesehatan masyarakat Jumlah penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan PS, yang dilakukan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS selama 3 tahun. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar = 4 n 2 n n f a b c Keterangan: n a = Jumlah penelitian dengan biaya luar negeri yang sesuai bidang ilmu n b = Jumlah penelitian dengan biaya luar PS yang sesuai bidang ilmu n c = Jumlah penelitian dengan biaya dari PT/sendiri yang sesuai bidang ilmu f = Jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS. Sarana prasarana, sumber daya manusia mendukung road map, dan kegiatan penelitian semuanya sesuai dengan road map dan ada penelitian inovatif. Jika NK 1, maka skor = 4. Sarana prasarana, sumber daya manusia mendukung road map, dan kegiatan penelitian semuanya sesuai dengan road map. Sarana prasarana, sumber daya manusia kurang mendukung road map. Tidak ada road map. Jika 0 < NK < 1, maka skor = 1 + (3 x NK). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika NK = 0, maka skor = 0.
47 7.2.2 Jumlah penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan PS, yang dilakukan oleh dosen tidak tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS selama 3 tahun. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar = 4 n 2 n n f a b c Keterangan: n a = Jumlah penelitian dengan biaya luar negeri yang sesuai bidang ilmu n b = Jumlah penelitian dengan biaya luar yang sesuai bidang ilmu n c = Jumlah penelitian dengan biaya dari PT/sendiri yang sesuai bidang ilmu f = Jumlah dosen tidak tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS Jika NK 0.6, maka skor = 4. Jika 0 < NK < 0.6, maka skor = 1 + (5 x NK). Jika NK = 0, maka skor = Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar = (A/B) A = jumlah mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dosen pada tahun terakhir (TS). B = jumlah mahasiswa yang mengambil tugas akhir pada TS. Jika NK 25%, maka skor = 4. Jika 0 < NK < 25%, maka skor = 1 + (12 x NK). Jika NK = 0, maka skor = 0. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
48 7.2.4 Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS selama 3 tahun. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar = 4 n 2 n n f a b c Keterangan: n a = Jumlah artikel ilmiah tingkat internasional yang sesuai bidang ilmu n b = Jumlah artikel tingkat nasional atau buku yang sesuai bidang ilmu n c = Jumlah karya ilmiah (artikel dalam jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, diktat) yang sesuai bidang ilmu f = Jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tidak tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS selama 3 tahun. Jika NK 1, maka skor = 4. Jika 0 < NK < 1, maka skor = 1 + (3 x NK). Jika NK = 0, maka skor = 0. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar = 4 n 2 n n f a b c Keterangan: n a = Jumlah artikel ilmiah tingkat internasional yang sesuai bidang ilmu n b = Jumlah artikel tingkat nasional atau buku yang sesuai bidang ilmu n c = Jumlah karya ilmiah (artikel dalam jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, diktat) yang sesuai bidang ilmu Jika NK 0.6, maka skor = 4. Jika 0 < NK < 0.6, maka skor = 1 + (5 x NK). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika NK = 0, maka skor = 0.
49 7.3 Kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dosen dan mahasiswa program studi yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan (kerjasama, karya, penelitian, dan pemanfaatan jasa/produk kepakaran). f = Jumlah dosen tidak tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS Karya-karya PS/institusi yang telah memperoleh perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam tiga tahun terakhir Jumlah kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS selama tiga tahun. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar = 4 n 2 n n f a b c Keterangan: n a = Jumlah kegiatan PkM dengan biaya luar negeri yang sesuai bidang ilmu n b = Jumlah kegiatan PkM dengan biaya luar yang sesuai bidang ilmu n c = Jumlah kegiatan PkM dengan biaya dari PT/sendiri yang sesuai bidang ilmu f = Jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS Dua atau lebih karya yang memperoleh HaKI. Jika NK 1, maka skor = 4. Satu yang memperoleh HaKI. Tidak ada karya dosen tetap yang memperoleh HaKI. Jika 0 < NK < 1, maka skor = 1 + (3 x NK). - - Jika NK = 0, maka skor = Jumlah kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen tidak tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS selama tiga tahun. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: Jika NK 0.6, maka skor = 4. Jika 0 < NK < 0.6, maka skor = 1 + (5 x NK). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Jika NK = 0, maka skor = 0.
50 NK = Nilai kasar = 4 n 2 n n f a b c Keterangan: n a = Jumlah kegiatan PkM dengan biaya luar negeri yang sesuai bidang ilmu n b = Jumlah kegiatan PkM dengan biaya luar yang sesuai bidang ilmu n c = Jumlah kegiatan PkM dengan biaya dari PT/sendiri yang sesuai bidang ilmu f = Jumlah dosen tidak tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa terlibat penuh dan diberi tanggung jawab. Mahasiswa terlibat penuh, namun tanggung jawab ada pada dosen Pembina. Mahasiswa hanya diminta sebagai tenaga pembantu. Keterlibatan mahasiswa sangat kurang. Mahasiswa tidak dilibatkan dalam kegiatan PkM. 7.4 Jumlah dan mutu kerjasama yang efektif yang mendukung pelaksanaan misi program studi dan institusi dan dampak kerjasama untuk penyelenggaraan dan pengembangan program studi Kegiatan kerjasama dengan institusi di dalam negeri dalam tiga tahun terakhir. Catatan; Tingkat kecukupan bergantung pada jumlah dosen tetap PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di dalam negeri, cukup dalam jumlah. Semuanya relevan dengan bidang keahlian PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di dalam negeri, cukup dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di dalam negeri, kurang dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Sangat sedikit kerjasama dengan lembaga di dalam negeri. Belum ada atau tidak ada rencana kerjasama. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
51 7.4.2 Kegiatan kerjasama dengan institusi di luar negeri dalam tiga tahun terakhir. Catatan; Tingkat kecukupan bergantung pada jumlah dosen tetap PS Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di luar negeri, cukup dalam jumlah. Semuanya relevan dengan bidang keahlian PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di luar negeri, cukup dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di luar negeri, kurang dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Sangat sedikit kerjasama dengan lembaga di luar negeri. Belum ada atau tidak ada rencana kerjasama. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
52 DAFTAR ISI Halaman STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 40 STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU. 41 STANDAR 3. MAHASISWA DAN LULUSAN 43 STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA. 47 STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK STANDAR 6. PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI STANDAR 7. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA. 59 BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
53 MATRIKS PENILAIAN KOMPONEN INSTITUSI FAKULTAS STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN ELEMEN PENILAIAN 1.1 Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran, serta strategi pencapaian sasaran fakultas Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang sangat jelas dan sangat realistik. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran jelas dan realistik. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang cukup jelas namun kurang realistik. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang kurang jelas dan tidak realistik. 1.2 Pemahaman visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas oleh seluruh pemangku kepentingan internal (internal stakeholders): sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan Strategi pencapaian sasaran dengan rentang waktu yang jelas dan didukung oleh dokumen. 1.2 Pemahaman visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas oleh seluruh pemangku kepentingan internal (internal stakeholders): sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan Strategi pencapaian sasaran: (1) dengan tahapan waktu yang jelas dan sangat realistik (2) didukung dokumen yang sangat lengkap. Dipahami dengan baik oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Strategi pencapaian sasaran: (1) dengan tahapan waktu yang jelas, dan realistik (2) didukung dokumen yang lengkap. Dipahami dengan baik oleh sebagian sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Strategi pencapaian sasaran: (1) dengan tahapan waktu yang jelas, dan cukup realistik (2) didukung dokumen yang cukup lengkap. Kurang dipahami oleh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Strategi pencapaian sasaran: (1) tanpa adanya tahapan waktu yang jelas, (2) didukung dokumen yang kurang lengkap. Tidak dipahami oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
54 STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU ELEMEN PENILAIAN 2.1 Tata Pamong adalah sistem yang bisa menjamin terlaksananya lima pilar tata pamong yaitu: (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil 2.1 Tata pamong menjamin terwujudnya visi, terlaksananya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan perguruan tinggi yang memenuhi 5 pilar berikut: (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan perguruan tinggi yang memenuhi 4 pilar berikut: (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan perguruan tinggi yang memenuhi 3 pilar berikut : (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil Adanya dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan perguruan tinggi yang memenuhi 1-2 pilar berikut: (1) kredibel (2) transpara (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil Tidak ada dokumen, data atau informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tata pamong menjamin penyelenggaraan perguruan tinggi. 2.2 Struktur organisasi. 2.2 Kelengkapan dan efisiensi dalam struktur organisasi, serta dukungan struktur organisasi terhadap pengelolaan programprogram studi di bawahnya. 2.3 Kepemimpinan fakultas. 2.3 Karakteristik kepemimpinan fakultas memiliki karakteristik: operasional, kepemimpinan organisasi, kepemimpinan publik Struktur organisasi mampu menggerakkan fungsi lembaga secara sangat efisien. Kepemimpinan fakultas kuat dalam semua memiliki karakteristik yang kuat dalam: (1) kepemimpinan operasional, Struktur organisasi mampu menggerakkan fungsi lembaga secara efisien. Kepemimpinan fakultas memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dalam dua dari karakteristik berikut: (1) kepemimpinan Struktur organisasi mampu menggerakkan fungsi lembaga secara cukup efisien (misalnya struktur terlalu gemuk ). Kepemimpinan fakultas memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dalam salah satu dari karakteristik berikut: Struktur organisasi kurang mampu menggerakkan fungsi lembaga. Kepemimpinan fakultas lemah dalam karakteristik berikut: (1) kepemimpinan operasional, (2) kepemimpinan BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
55 2.4 Sistem Pengelolaan Sistem pengelolaan fungsional dan operasional fakultas mencakup: perencanaan, pengorganisasian, penstafan, pengawasan, pengarahan, representasi, dan penganggaran. yang efektif. 2.4 Efektivitas sistem pengelolaan fungsional dan operasional fakultas mencakup: perencanaan, pengorganisasian, penstafan, pengawasan, pengarahan, representasi, dan penganggaran (2) kepemimpinan organisasi, (3) kepemimpinan publik Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Fakultas dilakukan dengan sangat baik. operasional, (2) kepemimpinan organisasi, (3) kepemimpinan publik Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Fakultas/ dilakukan dengan baik. (1) kepemimpinan operasional, (2) kepemimpinan organisasi, (3) kepemimpinan publik Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Fakultas dilakukan dengan cukup baik. organisasi, (3) kepemimpinan publik Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Fakultas dilakukan dengan kurang baik. 2.5 Sistem Penjaminan Mutu Fakultas Hal-hal tsb dapat diverifikasi dalam dokumen Renstra Renop, sistem pengawasan, dan standar operating procedures (SOP) Keberadaan dan efektivitas unit pelaksana penjaminan mutu. Memiliki unit penjaminan mutu di tingkat pusat/fakultas yang telah sepenuhnya melakukan proses penjaminan mutu. Memiliki unit penjaminan mutu di tingkat pusat/fakultas yang aktif mensosialisasikan sistem penjaminan mutu dan mulai menerapkannya. Memiliki unit penjaminan mutu di tingkat pusat/fakultas yang baru dalam tahap sosialisasi sistem penjaminan mutu. Memiliki unit penjaminan mutu di tingkat pusat, namun belum melakukan sosialisasi. Tidak memiliki unit pelaksana penjaminan mutu. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
56 2.5.2 Ketersediaan standar mutu dan pelaksanaannya. Tersedia standar mutu yang lengkap dan dilaksanakan dengan sangat baik. Tersedia standar mutu yang lengkap dan dilaksanakan dengan baik. Tersedia standar mutu yang lengkap dan dilaksanakan dengan cukup baik. Tersedia standar mutu yang lengkap, namun belum dilaksanakan. Tidak memiliki standar mutu. STANDAR 3. MAHASISWA DAN LULUSAN ELEMEN PENILAIAN 3.1 Mahasiswa Sistem rekrutmen dan seleksi mahasiswa baru dan efektivitas implementasinya Ketersediaan dokumen tentang penerimaan mahasiswa baru dan konsistensi pelaksanaannya. Dokumen sistem penerimaan mahasiswa baru mencakup: (1) Kebijakan penerimaan mahasiswa baru (2) kriteria penerimaan mahasiswa baru (3) prosedur penerimaan mahasiswa baru (4) instrumen; penerimaan mahasiswa baru (5) sistem pengambilan keputusan Tersedia dokumen lengkap tentang penerimaan mahasiswa baru dan dilaksanakan secara konsisten. tiga) Tersedia dokumen tentang penerimaan mahasiswa baru, namun pelaksanaannya kurang konsisten. satu) Tidak tersedia dokumen tentang penerimaan mahasiswa baru. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
57 3.1.2 Rasio total mahasiswa baru transfer terhadap total mahasiswa baru keseluruhan. Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: Perhitungan skor untuk program S1 yang dikelola Fakultas. T MBT = total mahasiswa transfer dalam Fakultas program reguler dan internasional T MB = total mahasiswa baru bukan transfer dalam Fakultas untuk program reguler dan internasional RM = rasio total mahasiswa baru transfer terhadap total mahasiswa baru keseluruhan Jika RM 0.25, maka skor = 4. Jika 0.25 < RM < 1.25, maka skor = 5 (4 x RM). Jika RM 1.25 maka skor = 0. RM = T T MBT MB Alasan penerimaan mahasiswa transfer dan mahasiswa program internasional. Alasan menerima mahasiswa transfer seharusnya untuk meningkatkan layanan pendidikan. Penerimaan mahasiswa transfer dilakukan dengan proses seleksi yang baik/ketat dalam upaya tetap menjaga mutu, tidak hanya karena pertimbangan ekonomi semata. (1) Alasan penerimaan untuk meningkatkan layanan pendidikan (2) proses dilakukan secara ketat dan baik (3) mahasiswa (1) Alasan penerimaan untuk meningkatkan layanan pendidikan (2) proses dilakukan secara ketat dan baik (3) mahasiswa (1) Alasan penerimaan untuk meningkatkan layanan pendidikan (2) proses dilakukan secara kurang ketat dan baik Menerima mahasiswa transfer tanpa seleksi. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
58 3.2 Profil Mahasiswa dan Lulusan. Rata-rata masa studi lulusan dan IPK ratarata, upaya pengembangan dan peningkatan mutu lulusan. 3.2 Rata-rata masa studi lulusan dan IPK rata-rata. Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: TW = persentase lulusan tepat waktu dari semua program studi di Fakultas. P IPK = persentase lulusan dengan IPK 3.0. a. Rata-rata kelulusan tepat waktu (TW) yang diterima bermutu akademik tinggi yang diterima kurang bermutu (3) mutu mahasiswa kurang baik Jika TW 70%, maka skor = 4. Jika 10% TW < 70%, maka skor = [(10 x TW) + 1]/2. Jika TW < 10%, maka skor = 0. Skor = skor akhir. b. Rata-rata persentase IPK 3.00 (P IPK ) Jika P IPK 50%, maka skor = 4. Jika 0 < P IPK < 50%, maka skor = 2 + (4 x P IPK ). Jika P IPK = 0, maka skor = 2. Skor akhir = skor a 2 skor b 3.3 Peningkatan mutu lulusan 3.3 Upaya pengembangan dan peningkatan mutu lulusan: jenis program yang dilakukan dan efektivitas pelaksanaannya. (1) Ada upaya, dilaksanakan dengan baik (2) hasilnya (1) Ada upaya, dilaksanakan dengan baik (2) hasilnya (1) Ada upaya, dilaksanakan dengan baik (1) Ada upaya, dilaksanakan dengan kurang baik Tidak ada upaya. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
59 sangat efektif. efektif. (2) hasilnya cukup efektif. (2) hasilnya kurang efektif. STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA ELEMEN PENILAIAN 4.1 Dosen tetap: Kecukupan dan kualifikasi dosen tetap, jumlah penggantian, perekrutan serta pengembangan dosen tetap, serta upaya fakultas dalam mengembangkan tenaga dosen tetap. Catatan: Jika penyelenggaraan program studi tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimum, maka proses akreditasi tidak dapat dilanjutkan (ditangguhkan) Persentase dosen tetap berpendidikan tertinggi minimal S2/Sp. KD 1F = Persentase dosen tetap berpendidikan minimal S2/Sp Dosen tetap yang memiliki jabatan minimal lektor kepala. KD 2F = Persentase dosen tetap yang Jika KD 1F 80%, maka skor = 4. Jika KD 2F 30%, maka skor = 4. Jika 0 KD 1F < 80%, maka skor = 5 x KD 1F. Jika 0 < KD 2F < 30%, maka skor = 1 + (10 x KD 2F ). Jika KD 2F = 0%, maka skor = 0. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Comment [RW1]: Sesuaikan dengan Borang FKG
60 memiliki jabatan minimal lektor kepala Dosen tetap yang memiliki jabatan guru besar. KD 3F = Persentase dosen tetap yang memiliki jabatan guru besar Upaya pengembangan dan peningkatan mutu dosen tetap. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: Jika KD 3 20%, maka skor = 4. Jika KD 3 < 20%, maka skor = 2 + (10 x KD 3 ). satu) Skor akhir = Jumlah skor setiap program studi Banyaknya program studi Keterangan: Penghitungan skor untuk masing-masing program studi adalah sbb: 1: Perbedaan antara dosen yang pensiun/keluar dengan dosen baru membuat rata-rata beban kerja dosen semakin jauh dari kisaran ideal. 2: Jumlah dosen yang pensiun/berhenti sama dengan dosen baru, namun ratarata beban kerja dosen di luar kisaran ideal. 3: Perbedaan antara dosen yang pensiun/keluar dengan dosen baru membuat rata-rata beban kerja dosen semakin dekat dengan kisaran ideal. 4: Jumlah dosen yang pensiun/keluar maupun dosen baru membuat rata-rata Skor = skor akhir. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
61 beban kerja dosen ada dalam kisaran ideal. Beban kerja ideal dosen tetap berkisar antara 11 s.d. 13 sks Dosen yang tugas belajar. Skor butir ini dihitung dengan cara berikut: Skor akhir = Jumlah skor setiap program studi Banyaknya program studi Keterangan: Penghitungan skor untuk masing-masing program studi adalah sbb: 0: jika tidak ada pengiriman 1: jika 1 orang dosen ke S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama 2: jika 2 orang dosen ke S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama 3: jika 3 orang dosen ke S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama 4: jika 4 orang dosen atau lebih ke S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama Skor = skor akhir Dosen yang memperoleh gelar tambahan. Jika jumlah dosen tetap yang berpendidikan Skor = skor akhir. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
62 S3 telah mencapai 5 orang per program studi atau jumlah dosen tetap berpendidikan S2/S3 lebih besar dari 80%, maka skor = 4. Bila tidak, maka penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: Skor akhir = Jumlah skor setiap program studi Banyaknya program studi Keterangan: Penghitungan skor untuk masing-masing program studi adalah sbb: 0: jika tidak ada dosen yang memperoleh gelar tambahan 1: jika1 orang dosen memperoleh gelar tambahan S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama 2: jika 2 orang dosen memperoleh gelar tambahan S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama 3: jika 3 orang dosen memperoleh gelar tambahan S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama 4: jika 4 orang dosen atau lebih yang memperoleh gelar tambahan S2/S3 dalam bidang yang relevan/bidang ilmu utama Upaya fakultas dalam mengembangkan tenaga dosen tetap. Penilaian butir ini dihitung dengan cara Upaya pengembangan sangat baik, tercermin dari Upaya pengembangan baik tercermin dari proyeksi Upaya pengembangan tenaga dosen tetap cukup Upaya dan komitmen institusi dalam pengembangan Tidak ada upaya pengembangan, padahal jumlah dosen tetapnya BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
63 berikut: Jika jumlah dosen tetap yang berpendidikan S3 telah mencapai 5 orang per program studi atau jumlah dosen tetap berpendidikan S2/S3 lebih besar dari 80%, maka skor pada butir ini sama dengan 4. Jika tidak, maka penentuan skor gunakan kolom di sebelah kanan. proyeksi yang jelas, terencana dan didukung sepenuhnya oleh institusi (dalam hal pendanaan, maupun beban tugas). yang jelas dan terencana. Institusi berkomitmen membantu sebagian dana pendidikan dosen. baik, namun dukungan dana dari pihak institusi masih kurang, sehingga kurang memotivasi dosen. tenaga dosen tetap kurang, tidak ada dukungan dana untuk dosen tetap yang melanjutkan studi. masih kurang memadai. 4.2 Kecukupan dan kualifikasi tenaga kependidikan. Cukup dalam jumlah untuk melakukan tugasnya dengan sangat baik/efektif, serta memiliki kualifikasi yang memadai. Cukup dalam jumlah untuk melakukan tugasnya dengan baik/efektif, dan sebagian besar memiliki kualifikasi yang memadai. Cukup dalam jumlah untuk melakukan tugasnya dengan cukup baik/efectif, namun hanya sebagian kecil yang memiliki kualifikasi yang memadai. Kurang dalam jumlah, serta banyak yang kualifikasinya kurang memadai. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
64 STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK ELEMEN PENILAIAN 5.1 Peran fakultas dalam penyusunan, implementasi, dan pengembangan kurikulum untuk program studi yang dikelola. 5.2 Peran fakultas dalam memonitor dan mengevaluasi proses pembelajaran 5.3 Peran fakultas dalam penciptaan suasana akademik yang kondusif. 5.1 Bentuk dukungan fakultas dalam penyusunan, implementasi, dan pengembangan kurikulum. Dukungan antara lain dalam bentuk penyediaan fasilitas, pengorganisasian kegiatan, serta bantuan pendanaan. 5.2 Mekanisme monitoring dan evaluasi oleh fakultas dan pemanfaatan hasilnya untuk perbaikan proses pembelajaran. 5.3 Bentuk dukungan fakultas dalam penciptaan suasana akademik yang kondusif. Bentuk dukungan fakultas dapat berupa: (1) kebijakan tentang Fakultas sangat berperan dengan memberi fasilitas yang sangat baik, termasuk pendanaan. Fakultas melakukan monitoring dan evaluasi secara bersistem dan terus menerus dan hasilnya digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran. Fakultas berperan dengan memberi fasilitas yang baik, termasuk pendanaan, walaupun tidak seluruhnya. Fakultas melakukan monitoring dan evaluasi secara bersistem namun tidak terus menerus dan hasilnya digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran. Skor = skor akhir. Fakultas cukup berperan dengan memberi fasilitas, namun tidak mendukung dalam hal pendanaan. Fakultas melakukan monitoring dan evaluasi secara bersistem namun tidak terus menerus dan hasilnya tidak selalu digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran. Fakultas kurang berperan dalam memberi fasilitas. Fakultas melakukan monitoring dan evaluasi secara insidental dan hasilnya belum digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran. Fakultas tidak berperan. Tidak ada sistem monitoring dan evaluasi. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
65 suasana akademik jelas (2) menyediakan sarana dan prasarana (3) dukungan dana yang cukup (4) kegiatan akademik di dalam dan di luar kelas yang mendorong interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa untuk pengembangan perilaku kecendekiawanan. Setiap subbutir dinilai dengan gradasi: 4: sangat baik 3: baik 2: cukup 1: kurang Skor akhir = Jumlah nilai subbutir dibagi 4. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
66 STANDAR 6. PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI ELEMEN PENILAIAN 6.1 Sumber dana: Sumber dan kecukupan dana, upaya institusi dalam menyikapi kondisi pendanaan saat ini dan upayaupaya penanggulangannya jika terdapat kekurangan Persentase dana fakultas yang berasal dari mahasiswa (= P DM ). Dana yang diterima oleh fakultas dapat berasal dari: a. Mahasiswa b. Usaha sendiri c. Pemerintah pusat dan daerah d. Sumber lain Jika P DM 33%, maka skor = 4. Jika 33% < P DM 100%, maka skor = [334 (200 x P DM )] / Kecukupan dana yang diperoleh fakultas Upaya pengembangan dana oleh fakultas. Jumlah dana mencukupi seluruh keperluan operasional dan pengembangan. Upaya dan hasilnya sangat baik. Jumlah dana mencukupi keperluan operasional, dan sebagian pengembangan. Upaya dan hasilnya baik Jumlah dana mencukupi keperluan operasional, dan sebagian kecil pengembangan. Upaya dan hasilnya cukup. Jumlah dana mencukupi keperluan operasional saja. Upaya dan hasilnya kurang. Tidak ada keperluan yang tercukupi. Tidak ada upaya. 6.2 Sarana: nilai investasi yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir serta rencana investasi dalam lima tahun ke depan Investasi untuk pengadaan sarana dalam tiga tahun terakhir dibandingkan dengan kebutuhan saat ini. Sangat memadai, sehingga tidak hanya untuk pengadaan sarana pendukung proses pembelajaran, juga untuk sarana kegiatan ekstra kurikuler. Memadai, sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan baik. Cukup, untuk pengadaan sarana minimal. Sangat kurang. Tidak ada investasi. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
67 6.3 Prasarana: mutu dan kecukupan akses serta rencana pengembangannya 6.4 Sistem informasi: jenis sistem informasi yang digunakan dalam proses pembelajaran dan administrasi (akademik, keuangan, kepegawaian), aksesibilitas data dalam sistem informasi, media/cara penyebaran informasi/kebijakan untuk sivitas akademika, serta rencana strategi pengembangan sistem informasi jangka panjang Rencana investasi untuk pengadaan sarana dalam lima tahun ke depan Mutu dan kecukupan akses prasarana yang dikelola fakultas untuk keperluan PS Rencana pengembangan prasarana oleh fakultas untuk program studi Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan fakultas dalam proses pembelajaran (hardware, software, e- learning, perpustakaan, dll.) Rencana investasi untuk sarana sangat realistik, didukung dengan kepastian dana yang memadai. Prasarana sangat lengkap untuk kegiatan tridarma PT. Fakultas sangat baik dalam perencanaan pengadaan prasarana, didukung oleh dana yang memadai sehingga memungkinkan memiliki prasarana yang lengkap. Dengan komputer yang terhubung dengan jaringan luas/internet, software dengan jumlah yang memadai. Tersedia fasilitas e-learning yang digunakan secara baik, dan akses on-line ke koleksi perpustakaan. Rencana investasi untuk sarana realistik, didukung dengan kepastian dana walau masih terbatas. Prasarana lengkap untuk kegiatan tridarma PT. Fakultas baik dalam perencanaan pengadaan prasarana, dan didukung oleh dana yang cukup memadai. Dengan komputer yang terhubung dengan jaringan luas/internet, software dengan jumlah yang memadai. Tersedia fasilitas e-learning namun belum dimanfaatkan secara efektif. Koleksi perpustakaan dapat diakses secara online namun masih Rencana investasi untuk sarana cukup realistik, walau harus menentukan prioritas karena keterbatasan dana. Prasarana cukup untuk kegiatan pengajaran saja. Fakultas cukup baik dalam perencanaan pengadaan prasarana, namun terhambat masalah dana sehingga harus menentukan prioritas. Sebagian dengan komputer, namun tidak terhubung dengan jaringan luas/internet. Jumlah software kurang memadai. Koleksi perpustakaan dikelola dengan komputer yang tidak terhubung jaringan. Rencana investasi untuk sarana tidak realistik. Prasarana sangat kurang. Fakultas kurang baik dalam perencanaan pengadaan prasarana. Proses pembelajaran dilakukan secara manual. Pengelolaan koleksi perpustakaan menggunakan komputer stand alone, atau secara manual. Tidak ada rencana investasi. Tidak ada prasarana. Fakultas tidak memiliki perencanaan pengadaan prasarana. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
68 Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan fakultas dalam administrasi (akademik, keuangan, personil, dll.). ada kendala dalam kecepatan akses. Dengan komputer Dengan komputer Dengan komputer, Secara manual. yang terhubung yang terhubung tanpa jaringan dan dengan jaringan dengan jaringan software basis data luas/internet dengan lokal, dengan yang cukup software basis data software basis data memadai. yang memadai. yang memadai. Akses terhadap data Akses terhadap data yang relevan sangat yang relevan cukup cepat. cepat. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
69 6.4.2 Aksesibilitas data dalam sistem informasi. Nilai butir ini didasarkan pada hasil penilaian 12 jenis data (lihat kolom 1 pada tabel butir 6.4.2) dengan cara berikut: Skor akhir = (1 A)+(2 B)+(3 C)+(4 D) 12 Sedang untuk setiap jenis data, penilaian didasarkan atas aturan berikut: 1: Data ditangani secara manual 2: Data ditangani dengan komputer tanpa jaringan 3: Data ditangani dengan komputer, serta dapat diakses melalui jaringan lokal (Local Area Network, LAN) 4: Data ditangani dengan komputer, serta dapat diakses melalui jaringan luas (Wide Area Network, WAN) Media/cara penyebaran informasi/kebijakan untuk sivitas akademika di fakultas dapat dilakukan melalui enam jenis media: 1. Surat 2. Faksimili 3. Mailing list, 4. SMS 5. Buletin Rencana strategi pengembangan sistem informasi jangka panjang: mempertimbangkan perkembangan teknologi informasi, dan komitmen fakultas dalam hal pendanaan. Menggunakan secara efektif fasilitas mailing list dan Ada rencana pengembangan, sudah memperhitungkan perkembangan Menggunakan secara efektif 3 jenis media, tanpa mailing list dan e- mail. Ada rencana pengembangan, sudah memperhitung kan perkembangan Skor = skor akhir. Menggunakan secara efektif 2 jenis media, tanpa mailing list dan . Ada rencana pengembangan, cukup sesuai dengan kebutuhan saat ini. Menggunakan secara efektif hanya 1 jenis media, tanpa mailing list dan . Rencana pengembangan tidak jelas. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada penyebaran informasi/ kebijakan kepada sivitas akademika. Tidak ada rencana pengembangan.
70 teknologi dan kebutuhan akan akses informasi yang cepat didukung dengan pendanaan yang memadai. teknologi dan kebutuhan akan akses informasi yang cepat, namun masih terbatas dengan pendanaan. STANDAR 7. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA ELEMEN PENILAIAN 7.1 Kegiatan penelitian: banyaknya kegiatan, total dana penelitian, dan upaya pengembangan kegiatan penelitian Banyaknya kegiatan penelitian (rata-rata jumlah penelitian per dosen per tiga tahun). Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: Jumlah skor setiap program studi Skor akhir = Banyaknya program studi Sedangkan penghitungan skor untuk masing-masing program studi yang dikelola fakultas adalah sebagai berikut: Skor = skor akhir. RP = rata-rata jumlah penelitian per dosen per tiga tahun 0: RP = 0 1: 0.0 < RP < 0.3 2: 0.3 RP < 0.6 3: 0.6 RP < 1.0 BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
71 4: RP Besar dana penelitian. Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: Jumlah skor setiap program studi Skor akhir = Banyaknya program studi Sedangkan penghitungan skor untuk masing-masing program studi yang dikelola fakultas adalah sebagai berikut: 1: Rata-rata dana penelitian kurang atau sama dengan Rp 1 juta per dosen tetap per tahun. 2: Rata-rata dana penelitian lebih dari Rp 1 juta tapi kurang atau sama dengan Rp 5 juta per dosen tetap per tahun. 3: Rata-rata dana penelitian lebih dari Rp 5 juta tapi kurang atau sama dengan Rp 10 juta per dosen tetap per tahun 4: Rata-rata dana penelitian lebih dari Rp 10 juta per dosen tetap per tahun. Skor = skor akhir Upaya pengembangan kegiatan penelitian oleh pihak fakultas. Ada upaya dan sangat efektif meningkatkan jumlah penelitian dan dananya. Ada upaya dan efektif meningkatkan jumlah penelitian, namun dengan dana yang relatif terbatas. Ada upaya, tetapi tidak cukup untuk meningkatkan jumlah penelitian. Ada upaya, tapi tidak efektif (jumlah penelitian berkurang dari tahun sebelumnya). BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada upaya.
72 7.2 Kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat (PkM): banyaknya kegiatan, total dana PkM, dan upaya pengembangan kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat Banyak kegiatan PkM. Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: Jumlah skor setiap program studi Skor akhir = Banyaknya program studi Sedangkan penghitungan skor untuk masing-masing program studi yang dikelola fakultas adalah sebagai berikut: RPkM = rata-rata banyaknya kegiatan PkM per dosen per 3 tahun. Skor = skor akhir. 0: RPkM = 0 1: 0 < RPkM < 0.3 2: 0.3 RPkM < 0.6 3: 0.6 RPkM < 1.0 4: RPkM Besar dana PkM. Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut: Jumlah skor setiap program studi Skor akhir = Banyaknya program studi Sedangkan penghitungan skor untuk masing-masing program studi yang dikelola fakultas adalah sebagai berikut: Skor = skor akhir. 1: Rata-rata dana PkM < Rp 0.5 juta per dosen tetap BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
73 per tahun. 2: Rata-rata dana PkM lebih lebih atau sama dengan Rp 0.5 juta tapi kurang dari Rp 1 juta per dosen tetap per tahun. 3: Rata-rata dana PkM lebih atau sama dengan Rp 1 juta tapi kurang dari Rp 1.5 juta per dosen tetap per tahun. 4: Rata-rata dana PkM lebih atau sama dengan Rp 1.5 juta per dosen tetap per tahun. 7.3 Jumlah dan mutu kerjasama yang efektif yang mendukung pelaksanaan misi program studi dan institusi dan dampak kerjasama untuk penyelenggaraan dan pengembangan program studi Upaya pengembangan kegiatan PkM. Ada upaya dan sangat efektif meningkatkan jumlah kegiatan PkM dan dananya Jumlah dan relevansi kerjasama dengan instansi di dalam negeri dalam tiga tahun terakhir. Catatan; Tingkat kecukupan bergantung pada jumlah dosen tetap PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di dalam negeri, cukup dalam jumlah. Semuanya relevan dengan bidang keahlian PS. Ada upaya dan efektif meningkatkan jumlah kegiatan PkM, namun dengan dana yang relatif terbatas. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di dalam negeri, cukup dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Ada upaya, tetapi tidak cukup untuk meningkatkan jumlah kegiatan PkM. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di dalam negeri, kurang dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Ada upaya, tapi tidak efektif (jumlah kegiatan PkM berkurang dari tahun sebelumnya). Sangat sedikit kerjasama dengan lembaga di dalam negeri. BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan Tidak ada upaya. Belum ada atau tidak ada rencana kerjasama.
74 7.3.2 Jumlah dan relevansi kerjasama dengan instansi di luar negeri dalam tiga tahun terakhir. Catatan; Tingkat kecukupan bergantung pada jumlah dosen tetap PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di luar negeri, cukup dalam jumlah. Semuanya relevan dengan bidang keahlian PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di luar negeri, cukup dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Ada kerjasama dengan institusi akademik atau profesional di luar negeri, kurang dalam jumlah. Sebagian besar relevan dengan bidang keahlian PS. Sangat sedikit kerjasama dengan lembaga di luar negeri. Belum ada atau tidak ada rencana kerjasama. Formatted: Normal BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
75 MATRIKS PENILAIAN LAPORAN EVALUASI-DIRI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN No. 1 2 Skor Makna Aspek Penilaian Akurasi dan kelengkapan data serta informasi yang digunakan untuk menyusun laporan evaluasi-diri a. Cara program studi mengemukakan fakta tentang situasi program studi, pada semua komponen evaluasi-diri, a.l. kelengkapan data, kurun waktu yang cukup, crossreference. b. Pengolahan data menjadi informasi yang bermanfaat, a.l. menggunakan metode-metode kuantitatif yang tepat, serta teknik representasi yang relevan. Kualitas analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah pada semua komponen evaluasi-diri. a. Identifikasi dan perumusan masalah dilakukan dengan baik. Baik Sekali Baik Cukup Kurang Laporan sangat jelas, didukung oleh data dan informasi yang lengkap, dengan kejelasan mengenai kurun waktu keberlakuan fakta yang dilaporkan, dilengkapi dengan cross-reference antar semua komponen evaluasidiri Data diolah menjadi informasi dengan menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif yang sangat memadai. Identifikasi dan perumusan masalah dilakukan secara kritis, cermat, jujur, terbuka, analitis, sistematis, dan sistemik. Laporan disusun dengan jelas, didukung oleh data dan informasi yang cukup lengkap, kurun waktu keberlakuan fakta yang dilaporkan kurang jelas, ada cross-reference antar beberapa komponen evaluasi-diri Data diolah menjadi informasi dengan menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif yang cukup memadai. Identifikasi dan perumusan masalah dilakukan secara kritis, cermat, jujur, terbuka, analitis, sistematis tetapi tidak sistemik. Laporan kurang jelas, data dan informasi kurang lengkap, kurun waktu keberlakuan fakta yang dilaporkan tidak jelas, kurang ada cross-reference antar komponen evaluasi-diri Data diolah menjadi informasi dengan menggunakan metode kualitatif dan sangat sedikit metode kuantitatif. Identifikasi dan perumusan masalah dilakukan secara kritis, cermat, jujur, terbuka, tetapi tidak analitis, sistematis dan sistemik. Laporan tidak jelas, data dan informasi tidak lengkap, kurun waktu keberlakuan fakta yang dilaporkan tidak dijelaskan, tidak ada cross-reference antar komponen evaluasi-diri Data diolah menjadi informasi tanpa menggunakan metode kuantitatif. Identifikasi dan perumusan masalah dilakukan tanpa memperhatikan sifat kritis, cermat, jujur, terbuka, analitis, BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
76 No. 3 Aspek Penilaian Skor Makna b. Ketepatan dalam melakukan appraisal, judgment, evaluasi, asesmen atas fakta tentang situasi di program studi. c. Permasalahan dan kelemahan yang ada dirumuskan dengan baik. d. Deskripsi/Analisis SWOT berkenaan dengan ketepatan penempatan aspek dalam komponen SWOT, tumpuan penekanan analisis. Strategi pengembangan dan perbaikan Program a. Ketepatan program studi memilih/ menentukan rencana perbaikan dari kekurangan yang ada. b. Kejelasan program studi menunjukkan cara untuk mengatasi masalah yang ada. c. Kelayakan dan kerealistikan strategi dan sasaran yang ingin Baik Sekali Baik Cukup Kurang Appraisal, judgment, evaluasi, asesmen atas fakta tentang situasi di program studi dilakukan secara sangat tepat. Permasalahan dan kelemahan program studi dirumuskan secara jelas, cermat, jujur, terbuka, analitis, sistematis. Semua penempatan aspek di dalam komponen SWOT dilakukan dengan benar. Program studi menentukan rencana perbaikan dan perkembangan program secara sangat tepat, berdasarkan analisis yang komprehensif tentang situasi dan kondisi yang ada. Program studi menunjukkan cara yang sangat jelas untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Program studi menerapkan strategi yang sangat layak dan sangat Appraisal, judgment, evaluasi, asesmen atas fakta tentang situasi di program studi dilakukan secara cukup tepat. Permasalahan dan kelemahan program studi dirumuskan secara jelas, cermat, jujur, terbuka, tetapi tidak analitis, sistematis. Penempatan aspek di dalam komponen SWOT telah dilakukan dengan benar dari 85% s.d. 99%. Program studi menentukan rencana perbaikan dan perkembangan program secara tepat, berdasarkan analisis situasi dan kondisi yang ada. Program studi menunjukkan cara yang jelas untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Program studi menerapkan strategi yang layak dan realistik Appraisal, judgment, evaluasi, asesmen atas fakta tentang situasi di program studi dilakukan secara kurang tepat. Permasalahan dan kelemahan program studi dirumuskan secara jelas, cermat, jujur, tetapi tidak terbuka, analitis, sistematis. Penempatan aspek di dalam komponen SWOT yang dilakukan dengan benar dari 70% s.d. 84%. Program studi menentukan rencana perbaikan dan perkembangan program kurang tepat, meskipun didasarkan pada hasil analisis situasi dan kondisi yang ada. Program studi menunjukkan cara yang kurang jelas untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Program studi menerapkan strategi yang kurang layak dan kurang sistematis dan sistemik.. Appraisal, judgment, evaluasi, asesmen atas fakta tentang situasi di program studi dilakukan secara tidak tepat. Permasalahan dan kelemahan program studi dirumuskan secara tidak jelas. Kurang dari 70% penempatan aspek di dalam komponen SWOT yang dilakukan dengan benar. Program studi menentukan rencana perbaikan dan perkembangan program tanpa didasari hasil analisis situasi dan kondisi yang ada. Program studi menunjukkan cara yang tidak jelas untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Program studi menerapkan strategi yang tidak layak dan BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
77 No. 4 Aspek Penilaian dicapai. Skor Makna Keterpaduan dan keterkaitan antar komponen evaluasi-diri a. Komprehensif (dalam, luas dan terpadu). b. Kejelasan analisis intra dan antar komponen evaluasi-diri. Baik Sekali Baik Cukup Kurang realistik untuk mencapai sasaran pengembangan program yang sangat layak dan sangat realistik pula. Laporan menunjukkan analisis keseluruhan komponen evaluasidiri yang mendalam, komprehensif, dan sistemik. Analisis intra dan antar komponen tergambarkan dengan sangat jelas. untuk mencapai sasaran pengembangan program yang layak dan realistik pula. Laporan menunjukkan analisis seseluruhan komponen evaluasidiri yang mendalam, komprehensif, tetapi tidak sistemik. Analisis intra dan antar komponen tergambarkan dengan jelas. realistik untuk mencapai sasaran pengembangan program. Laporan menunjukkan analisis seseluruhan komponen evaluasidiri yang mendalam, tetapi tidak komprehensif dan sistemik. Analisis intra dan antar komponen tergambarkan dengan kurang jelas. tidak realistik untuk mencapai sasaran pengembangan program. Laporan tidak menunjukkan analisis yang mendalam, komprehensif, dan sistemik. Analisis intra dan antar komponen tergambarkan dengan tidak jelas. Formatted: Font: (Default) Arial Narrow, Font color: Auto, Indonesian, Not All caps Formatted: Normal BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kebidanan
AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2014 Cara Penilaian 1. Setiap standar dan atau elemen dalam
AKREDITASI PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 Cara Penilaian 1. Setiap standar dan atau elemen dalam
AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2008 DAFTAR
AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA
DRAFT: 16 November 2008 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BUKU VI MATRIKS PENILAIAN BORANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2008 DAFTAR ISI Halaman
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA
EDISI 7 JANUARI 2010 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 Cara Penilaian 1. Setiap standar dan
BOBOT PENILAIAN BORANG PRODI
BOBOT PENILAIAN BORANG PRODI No. Butir Aspek Penilaian Bobot 1 1.1.a Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi. 1.04 2 1.1.b Strategi pencapaian sasaran dengan rentang waktu
BORANG BARU VS BORANG LAMA
I II III Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu Mahasiswa dan lulusan BORANG BARU VS BORANG LAMA 1 1.1.a Kejelasan
WORKSHOP AKREDITASI PROGRAM STUDI ITY PENYUSUNAN BORANG STANDAR 2 DAN 4. di BPM UMY
WORKSHOP AKREDITASI PROGRAM STUDI ITY PENYUSUNAN BORANG STANDAR 2 DAN 4 di BPM UMY 3-4 Pebruari 2016 BOBOT PER SUBBUTIR PENILAIAN BORANG YANG DIISI OLEH PROGRAM STUDI I. 3,12 II. 6,24 III. 15,6 Visi, misi,
FORMAT PENILAIAN INSTRUMEN AMAI PROGRAM STUDI JENJANG S1
FORMAT 1 : FORMAT PENILAIAN INSTRUMEN AMAI PROGRAM STUDI JENJANG S1 PROGRAM STUDI... FAKULTAS... WAKTU DESK EVALUASI,... BADAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 FORMAT 1 : BERITA
FORMAT 3 : FORMAT PENILAIAN INSTRUMEN AMAI PROGRAM STUDI JENJANG S1 PROGRAM STUDI... FAKULTAS... WAKTU VISITASI,...
FORMAT 3 : FORMAT PENILAIAN INSTRUMEN AMAI PROGRAM STUDI JENJANG S1 PROGRAM STUDI... FAKULTAS... WAKTU VISITASI,... BADAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 FORMAT 3 : BERITA ACARA
Borang Kinerja Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian
Borang Kinerja Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian 00404 04001 UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 Borang Kinerja Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Nama Jurusan : Sosial
AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2008 DAFTAR ISI Halaman STANDAR 1 VISI,
Standar Mutu UMSIDA (di copy dari BPM UMSIDA) 0
(di copy dari BPM UMSIDA) 0 (di copy dari BPM UMSIDA) 1 STANDAR MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO STANDAR MUTU Visi, Misi, Tujuan, Sasaran serta strategi pencapaian Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem
Dokumen Pendukung Hasil Akreditasi
Dokumen Pendukung Hasil Akreditasi Oleh As aril Muhajir (Ketua LPM IAIN Tulungagung, Asesor BAN-PT) Disampaikan pada acara Sosialisasi SAPTO dan Upgrading Hasil Akeditasi PS Tulungagung, 18 September 2017
AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER
EDISI 25 JUNI 2010 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 Cara Penilaian 1. Setiap standar dan atau
AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR
EDISI SOSIALISASI Oktober 2009 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 Cara Penilaian 1. Setiap standar
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN No. ELEMEN PENILAIAN OPTIMAL 1. 1.1.a Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi 2. 1.1.b Strategi pencapaian
AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DIETISIEN
AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DIETISIEN BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN (LAM-PTKes) JAKARTA 2014 DAFTAR ISI Halaman STANDAR
AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI
BAN-PT AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI BUKU VI MATRIKS PENILAIAN BORANG DAN EVALUASI-DIRI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2011 BAN-PT: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi Institusi
AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2008 DAFTAR ISI Halaman STANDAR 1 VISI,
Standar Mutu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
BAIK BAIK CUKUP Partisipasi alumni dalam mendukung pengembangan akademik program studi dalam bentuk: (1) Sumbangan dana (2) Sumbangan fasilitas (3) Keterlibatan dalam kegiatan akademik (4) Pengembangan
STANDART MUTU AKBID HARAPAN MULYA PONOROGO TAHUN 2014/2015
STANDART MUTU AKBID HARAPAN MULYA PONOROGO TAHUN 2014/2015 DISUSUN OLEH : TIM PENJAMINAN MUTU Disahkan Direvisi Manual Mutu Disetujui Tgl. 15 April 2014 - SM.AKBID HMP.2014 Direktur Akbid HMP KATA PENGANTAR
FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI. Penilaian Dokumen Perorangan. Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :...
FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI Dokumen Perorangan Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :... Tanggal :... No. 1 1.1 2 1.2 3 1.3.1 4 1.3.2 5 2.1.1 6 2.1.2 7 2.1.3
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 DATA DAN INFORMASI FAKULTAS* IDENTITAS Nama Perguruan
AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
Final Draf Tim Kolaborasi Penataan Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Prodi Dokter Gigi Spesialis, 26 November 2013 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
PENILAIAN AIPT. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Juli 2011 BAN-PT
PENILAIAN AIPT Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Juli 2011 Skor AIPT Sumber Penilaian 1 Borang Perguruan Tinggi 2 Evaluasi-Diri Perguruan Tinggi (dalam %) 90 10 Total 100 Status AIPT Rentang Skor
PENILAIAN AIPT. Skor AIPT. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Bobot (dalam %) 90
PENILAIAN AIPT Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi 26/02/2018 1 Skor AIPT 2 Sumber Penilaian 1 Borang Perguruan Tinggi 2 Evaluasi-Diri Perguruan Tinggi (dalam %) 90 10 Total 100 1 Status AIPT 3
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN BUKU V PEDOMAN PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN BUKU V PEDOMAN PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 DAFTAR ISI Halaman BAB I STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN
BAB II EVALUASI DIRI DAN ISU STRATEGIS
BAB II EVALUASI DIRI DAN ISU STRATEGIS (Sebelum dilaksanakan Raker Gizi pada tanggal 21 22 Mei 2013) 2.1 Visi Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 2.1.1 Kejelasan dan kerealistikan visi,
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA
EDISI 7 JANUARI 2010 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA BUKU V PEDOMAN PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 DAFTAR ISI No. Keterangan
AIPT UNTUK PENGEMBANGAN IPT
AIPT UNTUK PENGEMBANGAN IPT Melakukan peningkatan mutu input-prosesoutcome secara berkelanjutan Menjamin mutu layanan kegiatan akademik, meningkatkan kesadaran mutu dan kemampuan melakukan analisis mutu
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2012 STANDAR MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI Kode Dokumen : UTM.MAK. 08 Revisi : 0 Tanggal
AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 BAN-PT: Buku IIIB Borang Unit Pengelola
AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI BUKU V PEDOMAN PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 BAN-PT: Pedoman Penilaian Instrumen Akreditasi
BORANG SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL Program Studi S1
BORANG SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL Program Studi S LEMBAGA PENJAMINAN MUTU, PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN KEKAYAAN INTELEKTUAL & LEMBAGA PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI ITS 4 KATA PENGANTAR
I. PENDAHULUAN 1.1. Tujuan
I. PENDAHULUAN 1.1. Tujuan Tujuan dokumen Standar Mutu Akademik Fakultas ini adalah : a) Memberikan pedoman kepada pihak terkait mengenai Standar Mutu Akademik Fakultas Sains dan Teknik Undana. b) Menjadi
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 DAFTAR ISI STANDAR 1 STANDAR 2 VISI, MISI,
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2012 KODE DOKUMEN REVISI TANGGAL 9 Agustus 2012 Wakil Rektor I DIAJUKAN OLEH Reny Sukmawani, M.P Ketua Lembaga Penjaminan Mutu DIKENDALIKAN
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA GIZI
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA GIZI BUKU V PEDOMAN PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA GIZI LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN (LAM-PTKes) JAKARTA 2014 DAFTAR ISI No. Keterangan
Standar Mutu Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik
Standar Mutu Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 i Daftar Isi Daftar Isi... ii Tujuan... 1 Ruang Lingkup... 1 Definisi... 1 Referensi... 1 Standar Mutu... 4 1. Visi, Misi,
AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR
EDISI SOSIALISASI Oktober 2009 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 BAN-PT: Borang Unit Pengelola
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Intellectual Morality Entrepreneurship UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Jl. Sutorejo 59 Surabaya Telp. 031-3811966 Fax. 0313813096 http://www.um-surabaya.ac.id
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI (BERDASARKAN INDIKATOR BAN-PT)
2 STANDAR MUTU PROGRAM STUDI (BERDASARKAN INDIKATOR BAN-PT) Intellectual Morality Entrepreneurship UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Jl. Sutorejo 59 Surabaya Telp. 031-3811966 Fax. 0313813096 http://www.um-surabaya.ac.id,
http://annualmeeting2016.lamptkes. org/ 19-20 Nopember 2016 Seminar Pameran Pendidikan (akreditasi A) Konferensi Pers Lokakarya Klinik Akreditasi http://www.akreditasi.lamptkes.org/login.php Pendaftaran,
AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BUKU IIIB BORANG INSTITUSI YANG DIISI OLEH FAKULTAS/SEKOLAH TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2008 BAN-PT:
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA
EDISI 7 JANUARI 2010 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 BAN-PT: Borang Unit Pengelola Program
AKREDITASI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH
Lampiran Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 9 Tahun 2017 tentang Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Terbuka Jarak Jauh BAN-PT AKREDITASI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH BUKU
TIPS MENGHADAPI AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA DENGAN INSTRUMEN BARU
TIPS MENGHADAPI AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA DENGAN INSTRUMEN BARU Pelatihan Pengisian Instrumen Akreditasi Kopertis III - Bidakara, 4 April 2012 Siswadi Departemen Matematika FMIPA IPB Email: [email protected],
AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN BUKU VII PEDOMAN ASESMEN LAPANGAN BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2014 DAFTAR ISI halaman DAFTAR ISI 1 BAB I 2 PENDAHULUAN 2 BAB II 3 PROSEDUR
I. PENDAHULUAN 1.1. Tujuan
I. PENDAHULUAN 1.1. Tujuan Tujuan dokumen Standar Mutu Jurusan ini adalah : a) Memberikan pedoman kepada pihak terkait mengenai Standar Mutu Jurusan di Fakultas Sains dan Teknik Undana. b) Menjadi landasan
AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH
Versi 18 Mei 2016 BAN-PT AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH MATRIKS BORANG DAN EVALUASI-DIRI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI 2016 DAFTAR ISI halaman DAFTAR ISI ii MATRIKS
AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER
EDISI SOSIALISASI Oktober 2009 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 BAN-PT: Borang Unit Pengelola
AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
Final Draf Tim Kolaborasi Penataan Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Prodi Dokter Gigi Spesialis, 26 November 2013 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
DRAFT AWAL INSTRUMEN AKREDITASI PROGRAM STUDI KESEHATAN DENGAN 9 KRITERIA TERBARU SESUAI PERATURAN MAJELIS BAN-PT NO 4 TAHUN 2017
DRAFT AWAL INSTRUMEN AKREDITASI PROGRAM STUDI KESEHATAN DENGAN 9 KRITERIA TERBARU SESUAI PERATURAN MAJELIS BAN-PT NO 4 TAHUN 2017 Office: Jalan Sekolah Duta 1 No. 62, RT 003, RW 014, Kelurahan Pondok Pinang,
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA, 2013 DAFTAR ISI Halaman BAB I. PENDAHULUAN 2 BAB II. STANDAR AKREDITASI
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 DAFTAR ISI Halaman BAB I. PENDAHULUAN 2 BAB II. STANDAR AKREDITASI PROGRAM
I. PENDAHULUAN 1.1. Tujuan
I. PENDAHULUAN 1.1. Tujuan Tujuan dokumen evaluasi kinerja fakultas ini adalah : a) Memberikan pedoman kepada pihak terkait mengenai evaluasi kinerja Fakultas Sains dan Teknik Undana. b) Menjamin terselenggaranya
BORANG PROGRAM STUDI
BORANG PROGRAM STUDI STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta pihak-pihak yang dilibatkan dijabarkan
AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BUKU V PEDOMAN PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2008 DAFTAR ISI No. Keterangan Halaman BAB I STANDAR
Standar Mutu Jurusan/Program Studi
Standar Mutu Jurusan/Program Studi UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 Standar Mutu Jurusan/Program Studi Kode Dokumen : 00000 04001 Revisi : 02 Tanggal : 23 Maret 2011 Diajukan oleh : Pembantu Rektor I
AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
Final Draf Tim Kolaborasi Penataan Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Prodi Dokter Gigi Spesialis, 26 November 2013 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
AKREDITASI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH
Lampiran Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 9 Tahun 2017 tentang Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Terbuka Jarak Jauh BAN-PT AKREDITASI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH BUKU
AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR BUKU V PEDOMAN PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 BAN-PT: Pedoman Penilaian Instrumen Akreditasi Program Studi
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Draft 07 Agustus 2011 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2011 DAFTAR ISI Halaman BAB I. PENDAHULUAN 2
AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER
EDISI SOSIALISASI Oktober 2009 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER BUKU VII PEDOMAN ASESMEN LAPANGAN BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 DAFTAR ISI halaman DAFTAR ISI 1 BAB I.
SURAT KEPUTUSAN Nomor 180/SK/R/IX/2011. Tentang Standar Mutu Jurusan/Program Studi. Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
i SURAT KEPUTUSAN Nomor 180/SK/R/IX/2011 Tentang Standar Mutu Jurusan/Program Studi Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan dan menjamin mutu penyelenggaraan
INSTRUMEN AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MALANG
UNIVERSITAS ISLAM MALANG INSTRUMEN AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MALANG Kode : UNISMA-PPM.01.05.15 Tanggal : Revisi : 1 Halaman : 1 dari 9 INSTRUMEN AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MALANG
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
Final Draf Tim Kolaborasi Penataan Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Prodi Dokter Gigi Spesialis, 26 November 2013 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS
LAPORAN HASIL AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL
LAPORAN HASIL AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA PERIODE : SEMESTER GENAP 2015/2016 AUDITOR : Dr. Jojok D., S.Sos, MSi BADAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS
Widyat Nurcahyo, Analisa Atribut Yang Mempengaruhi Mutu Program Studi
ANALISA ATRIBUT YANG MEMPENGARUHI MUTU PROGRAM STUDI DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA BERDASARKAN HASIL AKREDITASI Widyat Nurcahyo Program Studi Teknik Informatika Universitas Tama Jagakarsa
STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK
STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK INDIKATOR MUTU Kurikulum Universitas/ Fakultas/ Prodi harus memuat kompetensi lulusan secara lengkap dan berorientasi serta visi, misi. Dokumen
Standar Mutu Jurusan Ilmu Komunikasi. Kode Dokumen
Standar Mutu Jurusan Ilmu Komunikasi Kode Dokumen 01102 06000 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 Standar Mutu Jurusan Ilmu Komunikasi Kode Dokumen
PETA MASALAH DALAM AKREDITASI PRODI BERDASARKAN ISIAN BORANG AKREDITASI
1 PETA MASALAH DALAM AKREDITASI PRODI BERDASARKAN ISIAN BORANG AKREDITASI 9-Jun-15 Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti 2 Akreditasi sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DIETISIEN
AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DIETISIEN BUKU IIIB BORANG INSTITUSI YANG DIISI OLEH UNIT PENGELOLA LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN (LAM PT-Kes) JAKARTA 2014 DAFTAR ISI
STANDAR MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK KIMIA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2015-2020 STANDAR MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK KIMIA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Daftar Isi Tujuan...1 Ruang Lingkup...1 Definisi......1 Referensi...2 Standar Mutu...3 1. Visi, Misi,
AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
Draf 07 Agustus 2011 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN BUKU III BORANG PROGRAM STUDI DAN UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2011 BORANG PROGRAM STUDI
No Pertanyaan Skor Catatan Auditor ED AI ...
No Pertanyaan Skor Catatan Auditor ED AI 1 Pedoman tertulis tentang sistem seleksi, perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, serta pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan : a. ada pedoman tertulis
: UPN "VETERAN" JAWA TIMUR : PROGRAM PASCA SARJANA : PS MAGISTER MANAJEMEN : Dr. JOJOK D., S.Sos, MSi : 30 AGUSTUS 2016
FORMAT 1. PENILAIAN BORANG PROGRAM STUDI MAGISTER Penilaian Dokumen Perorangan Nama Perguruan Tinggi Nama Fakultas Nama Program Studi Nama Asesor Tanggal Penilaian : UPN "VETERAN" JAWA TIMUR : PROGRAM
INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR
Lampiran Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 30 Tahun 2018 tentang Instrumen Akreditasi Minimum Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur BAN-PT INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM
Standar Mutu Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian. Kode:
Standar Mutu Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Kode: 00401 04001 UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 Standar Mutu Jurusan Budidaya Pertanian Kode Dokumen Revisi Tanggal Diajukan oleh : : : :
Standar Dosen & Tenaga Kependidikan STIKES HARAPAN IBU
Standar Dosen & Tenaga Kependidikan STIKES HARAPAN IBU Halaman 2 dari 7 STIKES HARAPAN IBU KODE DOKUMEN : STD.MT.NON AK. 03/002/2017 REVISI : 0 TANGGAL : 7 Maret 2017 DIAJUKAN & DIKENDALIKAN OLEH : Ketua
AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR
EDISI SOSIALISASI Oktober 2009 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR BUKU V PEDOMAN PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 BAN-PT: Pedoman Penilaian Instrumen
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) DAFTAR ISI
DAFTAR ISI IDENTITAS PROGRAM STUDI... i IDENTITAS PENGISI BORANG PROGRAM STUDI... ii KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xvii DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB 1 BAB
SISTEM AKREDITASI NASIONAL DAN ANALISIS HASIL AKREDITASI
BAN-PT SISTEM AKREDITASI NASIONAL DAN ANALISIS HASIL AKREDITASI Mansyur Ramly Ketua BAN-PT Rapat Kerja Nasional KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI Jakarta, 26-28 FebruarI 2015 1 A G E N
INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI) PROGRAM STUDI PADA UNIVERSITAS / INSTITUT /SEKOLAH TINGGI
INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI) PROGRAM STUDI PADA UNIVERSITAS / INSTITUT /SEKOLAH TINGGI 1. Kurikulum A. STANDAR ISI 1.1 Kejelasan dan kelengkapan dokumen kebijakan tentang penyusunan dan pengembangan
INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PADA PROGRAM PROFESI
Lampiran Peraturan BAN-PT Nomor 27 Tahun 2018 tentang Instrumen Akreditasi Minimum Pembukaan Program Studi Pendidikan Guru pada Program Profesi BAN-PT INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI
AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA
EDISI 7 JANUARI 2010 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN...2
ASPEK PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI KESEHATAN (Borang UPPS)
ASPEK PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI KESEHATAN (Borang UPPS) Jakarta, 19-20 November 2016 Direktorat Akreditasi LAM-PTKes Office: Jalan Sekolah Duta 1 No. 62, RT 003, RW 014, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan
PANDUAN PENGISIAN INSTRUMEN AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MALANG
UNIVERSITAS ISLAM MALANG Kode :UNISMA-PPM.02.05.15 Tanggal : 25 Mei 2015 PANDUAN PENGISIAN INSTRUMEN AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MALANG Revisi : 1 Halaman : 1 dari 41 PANDUAN PENGISIAN INSTRUMEN
BAN-PT BUKU V PEDOMAN PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM STUDI NERS
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI NERS BUKU V PEDOMAN PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM STUDI NERS BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN JAKARTA 2012
AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN BUKU III BORANG PROGRAM STUDI DAN UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2014 BORANG PROGRAM STUDI KEDOKTERAN IDENTITAS
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR
EDISI SOSIALISASI Oktober 2009 BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI DOKTOR BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009 DAFTAR ISI Halaman BAB I. PENDAHULUAN 2 BAB II.
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2014 Panduan Penggunaan (Sistem Penjaminan Mutu Internal) User Jurusan ITS INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 1.1 HALAMAN LOGIN Halaman awal dari tampilan web adalah halaman login. Halaman login merupakan
SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 11/IT3/DT/2013 TENTANG STANDAR MUTU DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA PROGRAM
SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 11/IT3/DT/2013 TENTANG STANDAR MUTU DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA PROGRAM PENDIDIKAN PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR REKTOR INSTITUT
BAN-PT BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR
BAN-PT BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 DAFTAR ISI Halaman BAB I. PENDAHULUAN 2 BAB II. STANDAR
Standar Mutu Universitas dan Fakultas/Program
Standar Mutu Universitas dan Fakultas/Program UNIVERSITAS/FAKULTAS/PROGRAM MALANG 2010 i Standar Mutu Universitas dan Fakultas/Program Kode Dokumen : 00000 04000 Revisi : 1 Tanggal : 10 Meil 2010 Diajukan
INSTRUMEN LAM AKREDITASI S1
INSTRUMEN LAM AKREDITASI S1 1. STANDAR ISI 1.1. Adanya Standard Oprational Prosedure (SOP) dalam menjalankan semua Standar Isi Ada SOP, telah dijalankan dengan Surat Keputusan (SK) pimpinan perguruan,
LAPORAN HASIL AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI) TAHUN AKADEMIK 2016/2017
LAPORAN HASIL AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI) TAHUN AKADEMIK 2016/2017 BADAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO OKTOBER 2017 Pendahuluan Untuk memonitor dan mengevaluasi seluruh kegiatan
