ED PSAK 65. konsolidasian. exposure draft
|
|
|
- Shinta Sutedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan laporan keuangan konsolidasian Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta Telp: (0) 0 Fax : (0) [email protected], [email protected] Juli 0
2 Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran dan masukan untuk menyempurnakan exposure draft dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Tanggapan tertulis atas exposure draft paling lambat diterima pada September 0. Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jl. Sindanglaya No., Menteng, Jakarta Telp: (0) 0 Fax: (0) [email protected], [email protected] Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure draft dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan exposure draft oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.
3 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK PENGANTAR Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK : Laporan Keuangan Konsoli dasian dalam rapatnya pada tanggal Juli 0 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi, pengurus dan anggota IAI, dan pihak lainnya. ED PSAK : Laporan Keuangan Konsoli dasian merevisi PSAK (revisi 00): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri serta menarik ISAK : Entitas Bertujuan Khusus. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. ED PSAK ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia, dan situs IAI: 0 Jakarta, Juli 0 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Rosita Uli Sinaga Ketua Setiyono Miharjo Anggota Irsan Gunawan Anggota Budi Susanto Anggota Eddy R. Rasyid Anggota Liauw She Jin Anggota Sylvia Veronica Siregar Anggota Fadilah Kartikasasi Anggota Teguh Supangkat Anggota Yunirwansyah Anggota Djohan Pinnarwan Anggota Danil S. Handaya Anggota Patricia Anggota Lianny Leo Anggota Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia iii
4 Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
5 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK PERMINTAAN TANGGAPAN Penerbitan ED PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian bertujuan untuk meminta tanggapan atas seluruh pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK tersebut. Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan masukannya:. Pengendalian (paragraf 0) PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri mendefinisikan pengendalian sebagai kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut. Pedoman lebih lanjut mengenai kapan entitas harus mengonsolidasi entitas bertujuan khusus dijelaskan dalam ISAK : Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus. Namun, banyak pihak yang menyatakan bahwa model konsolidasi dalam PSAK dan ISAK adalah berbeda. Beberapa 0 pihak mengindikasikan bahwa terdapat kesulitan dalam menentukan apakah entitas tertentu berada dalam ruang lingkup PSAK atau ISAK, sehingga mengakibatkan adanya keragaman dalam praktik dan berkurangnya komparabilitas laporan keuangan konsolidasian. ED PSAK dirancang untuk mengatasi masalah inkonsistensi tersebut dengan mengganti definisi pengendalian dalam PSAK dan indikator pengendalian dalam ISAK dengan definisi tunggal atas pengendalian yang akan diterapkan pada seluruh entitas. Definisi pengendalian berdasarkan ED PSAK paragraf 0 menyatakan bahwa investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Apakah Anda setuju dengan definisi pengendalian dalam ED PSAK? Apakah Anda setuju bahwa konsep pengendalian tunggal dalam ED PSAK dapat diterapkan untuk seluruh entitas? Jika tidak dapat diterapkan, apa saja kesulitan penerapan tersebut? Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia v
6 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK. Elemen pengendalian (paragraf 0) Berdasarkan definisi pengendalian, dijelaskan lebih lanjut dalam ED PSAK paragraf 0 bahwa, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut: (a) Kekuasaan atas investee (b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan (c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Kekuasaan atas investee (paragraf ) Pengendalian terhadap entitas lain (investee) mensyaratkan adanya kekuasaan. Investor memiliki kekuasaan atas investee ketika investor memiliki hak yang ada saat ini, yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Aktivitas relevan adalah aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee. Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan kebijakan operasional, sebagaimana telah dinyatakan dalam PSAK, adalah 0 salah satu cara memiliki kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas investee, akan tetapi itu bukan satu-satunya cara. Kekuasaan dapat dicapai dengan berbagai cara, termasuk dengan memiliki hak suara, opsi atau instrumen yang dapat dikonversi, perjanjian kontraktual, atau kombinasi dari beberapa cara tersebut, atau dengan memiliki agen dengan kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan untuk kepentingan investor. Apakah Anda setuju dengan konsep kekuasaan dalam ED PSAK merupakan dasar yang tepat untuk konsolidasi? Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee (paragraf ) Definisi pengendalian masih mempertahankan konsep dalam PSAK bahwa salah satu tujuan pengendalian adalah untuk memperoleh manfaat dari entitas lain. ED PSAK menggunakan istilah imbal hasil (return) daripada manfaat (benefit), sebagaimana yang digunakan dalam PSAK, karena banyaknya interpretasi manfaat hanya sebagai imbal hasil positif. Istilah imbal hasil akan terlihat lebih eksplisit bahwa investor dapat memperoleh imbal hasil yang positif atau negatif, atau keduanya. Selain itu ED PSAK menyatakan bahwa investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan vi Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
7 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 investee, ketika imbal hasil investor dari keterlibatannya tersebut berpotensi untuk bervariasi sebagai akibat dari kinerja investee. Apakah Anda setuju dengan konsep imbal hasil dalam ED PSAK merupakan dasar yang tepat untuk konsolidasi? Hubungan antara kekuasaan dan imbal hasil (paragraf ) ED PSAK menyatakan bahwa investor mengendalikan investee jika investor tidak hanya memiliki kekeuasaan atas investee dan eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya dalam mempengaruhi imbal hasil investor dari keterlibatannya dengan investee. Selain itu investor dengan hak pengambilan keputusan harus menentukan apakah dirinya bertindak sebagai prinsipal atau agen. Apakah Anda setuju dengan konsep hubungan antara kekuasaan dan imbal hasil dalam ED PSAK merupakan dasar yang tepat untuk konsolidasi?. Penaksiran pengendalian (PP0-PP) ED PSAK memberikan Pedoman Penerapan bagi investor dalam menentukan pengendalian atas investee. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah: (a) Tujuan dan desain investee (PP0 PP0) (b) Aktivitas apa yang merupakan aktivitas relevan investee dan bagaimana keputusan mengenai aktivitas tersebut dibuat (PP PP) (c) Apakah hak investor memberikannya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan (PP PP) (d) Apakah investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee (PP PP) (e) Apakah investor memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor (PP PP) Apakah Anda setuju dengan pedoman penerapan dalam ED PSAK mengenai penaksiran pengendalian? Apakah menurut Anda pedoman penerapan tersebut telah mencukupi sehingga di dalam praktik dapat tercipta konsistensi atas definisi pengendalian? Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia vii
8 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK. Kekuasaan tanpa hak suara mayoritas PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri secara implisit mensyaratkan bahwa pengendalian dapat diperoleh meskipun entitas induk memiliki kurang dari setengah hak suara di entitas anak. Dalam ED PSAK secara eksplisit mensyaratkan bahwa investor yang memiliki kurang dari setengah hak suara dalam investee dapat mengendalikan investee tersebut dalam beberapa situasi. ED PSAK memberikan pedoman penerapan mengenai bagaimana menerapkan prinsip pengendalian ketika menaksir apakah investor memiliki kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas relevan investee dengan hak suara yang kurang dari setengah. ED PSAK paragraf PP menyatakan bahwa investor dapat memiliki kekuasaan meskipun investor memiliki kurang dari hak suara mayoritas di investee. Investor dapat memiliki kekuasaan dengan hak suara di investee kurang dari mayoritas, sebagai contoh melalui: (a) Pengaturan kontraktual antara investor dan pemilik hak suara lain (PP); 0 (b) Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual (PP); (c) Hak suara investor (PP PP); (d) Hak suara potensial (PP PP0); atau (e) Kombinasi huruf (a) (d). Apakah menurut Anda pedoman penerapan dalam ED PSAK mengenai kekuasaan tanpa hak suara mayoritas telah mencukupi? Jika tidak, pedoman penerapan seperti apa yang menurut Anda perlu ditambahkan/dikurangi, dan apa alasan Anda?. Hubungan keagenan ED PSAK menyatakan bahwa hubungan keagenan merupakan salah satu syarat yang harus dipertimbangkan ketika menaksir pengendalian investor atas investee. Ketika investor dengan hak pengambil keputusan (pengambil keputusan) menaksir apakah investor mengendalikan investee, maka investor menentukan apakah investor tersebut merupakan prinsipal atau agen. Apabila pengambil keputusan merupakan agen, maka tidak mengendalikan investee. Sebaliknya apabila pengambil keputusan adalah agen, maka mengendalikan investee. ED PSAK paragraf PP0 memberikan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan apakah pengambil keputusan bertindak sebagai prinsipal atau agen, yaitu: viii Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
9 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK (a) Ruang lingkup wewenang pengambilan keputusannya atas investee. (b) Hak yang dimiliki pihak lain. (c) Remunerasi yang menjadi haknya sesuai dengan perjanjian remunerasi. (d) Eksposur pengambil keputusan terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal dari kepentingan lain yang dimilikinya dalam investee. Apakah menurut Anda pedoman penerapan dalam ED PSAK mengenai hubungan keagenan telah mencukupi? Jika tidak, pedoman penerapan seperti apa yang menurut Anda perlu ditambahkan/dikurangi, dan apa alasan Anda?. Penentuan apakah entitas adalah entitas investasi (paragraf ) ED PSAK mensyaratkan bahwa dalam menentukan apakah suatu entitas adalah entitas investasi harus mempertimbangkan sifat transaksi 0 entitas serta hubungannya dengan investee dan dengan investor eksternal. ED PSAK memberikan kriteria entitas investasi sebagai berikut: (a) Memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi; (b) Menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan (c) Mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial berdasarkan nilai wajar. ED PSAK juga memberikan karakteristik khusus entitas beserta pedoman penerapannya yang harus dipertimbangkan entitas dalam menaksir apakah dirinya merupakan entitas investasi atau bukan, yaitu: (a) Memiliki lebih dari satu investasi (PP0 PP); (b) Memiliki lebih dari satu investor (PP PP); (c) Memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari entitas (PP PP); dan (d) Memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk ekuitas atau kepentingan serupa (PP ). Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia ix
10 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Apakah Anda setuju bahwa kriteria entitas investasi dalam ED PSAK ini telah sesuai untuk mengidentifikasi suatu entitas adalah entitas investasi? Jika tidak, apa kriteria alternatif yang akan Anda usulkan, dan mengapa kriteria tersebut lebih tepat? Apakah menurut Anda pedoman penerapan dalam ED PSAK mengenai karakteristik khusus entitas investasi telah mencukupi? Jika tidak, pedoman penerapan seperti apa yang menurut Anda perlu ditambahkan/dikurangi, dan apa alasan Anda?. Entitas investasi: pengecualian terhadap konsolidasi (paragraf - ) ED PSAK mesnyaratkan kembali entitas investasi untuk mengukur investasi dalam entitas yang dikendalikannya pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran daripada mengonsolidasi investasi tersebut. Oleh karena itu ED PSAK mengusulkan adanya pengecualian terhadap prinsip pengendalian karena informasi yang diberikan akan lebih berguna apabila investasi tersebut dicatat dengan menggunakan nilai wajar melalui laba rugi dari pada mengonsolidasi. Apakah Anda setuju bahwa entitas investasi tidak harus mengonsolidasikan entitas yang dikendalikan, tetapi mengukur investasi tersebut pada nilai wajar melalui laba atau rugi sesuai PSAK? Mengapa Anda setuju atau mengapa tidak setuju?. Pengukuran bagi entitas investasi (paragraf PP PP) ED PSAK mensyaratkan entitas investasi untuk mengukur investasinya pada entitas lain yang dikendalikannya pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Secara umum PSAK : Properti Investasi memberikan pilihan model pengukuran yaitu model biaya atau model nilai wajar. ED PSAK paragraf PP mensyaratkan penggunaan model nilai wajar bagi entitas investasi dalam mengukur properti investasi yang dimilikinya. x Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
11 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK Apakah Anda setuju bahwa entitas investasi yang memiliki properti investasi harus menerapkan model nilai wajar sesuai PSAK, dan apakah Anda setuju bahwa pedoman pengukuran entitas investasi berdasarkan nilai wajar dalam ED PSAK ini hanya berlaku untuk aset keuangan, sebagaimana didefinisikan dalam PSAK, sedangkan untuk aset nonkeuangan tidak perlu diukur dengan nilai wajar? Mengapa Anda setuju atau mengapa tidak setuju?. Pencatatan laporan keuangan konsolidasian dari entitas induk yang bukan merupakan entitas investasi (paragraf ) Berdasarkan ED PSAK disyaratkan bahwa entitas induk dari entitas investasi mengonsolidasi seluruh entitas yang dikendalikannya, termasuk entitas yang dikendalikan melalui entitas anak yang merupakan entitas investasi, kecuali entitas induk itu sendiri merupakan entitas investasi. 0 Apakah Anda setuju bahwa entitas induk dari entitas investasi yang bukan merupakan entitas investasi harus mengonsolidasikan semua entitas, termasuk entitas yang dimilikinya melalui entitas anak yang merupakan entitas investasi? Jika tidak, mengapa tidak dan apa usulan Anda?. Tanggal efektif dan ketentuan transisi (lampiran C) ED PSAK diterapkan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal Januari 0. ED PSAK diterapkan secara retrospektif dengan ketentuan transisi sesuai dengan paragraf C0 C. Apakah Anda setuju dengan tanggal efektif dan ketentuan transisi yang dianjurkan? Jika tidak, tanggal efektif dan ketentuan transisi seperti apa yang menurut Anda lebih tepat, dan apa alasan Anda? Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia xi
12 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK. Penerapan dini (lampiran C) Ketentuan transisi IFRS : Consolidated Financial Statements memperkenankan penerapan dini, sementara ED PSAK tidak menawarkan opsi tersebut. PSAK sebagai produk final dari ED PSAK direncanakan untuk berlaku efektif Januari 0, bersama dengan seluruh perubahan yang terkait dengan PSAK atas PSAK/ISAK lain. Opsi penerapan dini tidak ditawarkan dengan pertimbangan keselarasan penerapan (pemberlakuan efektif) antara PSAK dengan PSAK/ISAK lain yang terkena dampaknya. Apakah Anda setuju bahwa penerapan dini yang terdapat dalam IFRS tidak diperkenankan pada ED PSAK? Jika tidak, apa alasan Anda?. Contoh ilustratif (contoh ilustratif) 0 ED PSAK dilengkapi dengan Contoh Ilustratif yang bukan merupakan bagian dari ED PSAK. Contoh Ilustratif mengilustrasikan penerapan aspek dari konsep yang diatur dalam ED PSAK, tetapi tidak dimaksudkan untuk memberian panduan yang bersifat interpretatif. Apakah Anda setuju dengan contoh ilustratif yang melengkapi ED PSAK? Jika tidak, contoh ilustratif seperti apa yang menurut Anda lebih tepat, dan apa alasan Anda?. Tanggapan lain Apakah Anda memiliki tanggapan atas isu lain yang terkait dengan ED PSAK? xii Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
13 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK IKHTISAR RINGKAS Secara umum perbedaan ED PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dengan PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dan ISAK : Entitas Bertujuan Khusus adalah sebagai berikut: Perihal ED PSAK PSAK (00) dan ISAK Ruang Laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian lingkup Laporan keuangan tersendiri Pengecualian: Program imbalan pasca kerja atau program imbalan kerja jangka panjang lain sesuai PSAK : Imbalan Kerja Entitas investasi Definisi Definisi laporan keuangan tersendiri Ada definisi laporan keuangan terdapat dalam ED PSAK tersendiri. (0) Pengendalian atas investee. Pengendalian adalah kekuasaan Investor mengendalikan investee untuk mengatur kebijakan keuangan 0 ketika investor terekspos atau dan operasional suatu entitas memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan aktivitas tersebut. untuk memperoleh manfaat dari investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil Pengendalian atas Entitas Bertujuan tersebut melalui kekuasannya atas investee. Khusus (EBK) dalam ISAK didasarkan pada risiko dan manfaat. Pengendalian Investor mengendalikan investee Entitas induk mengendalikan entitas jika dan hanya jika memiliki seluruh anak jika entitas induk memiliki hal berikut: kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional Kekuasaan atas investee; Eksposur atau hak atas imbal entitas anak untuk memperoleh hasil variabel dari keterlibatannya manfaat dari aktivitas tersebut. dengan investee; dan Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee dalian atas EBK apabila: Entitas induk mempunyai pengen- untuk mempengaruhi jumlah Secara substansi, kegiatan EBK imbal hasil investor. dijalankan untuk mewakili suatu entitas sesuai dengan kebutuhan khususnya, sehingga entitas tersebut memperoleh mafaat dari operasi EBK; Secara substansi, entitas mempunyai kekuasaan dalam pengam- bilan keputusan untuk memperoleh sebagian besar manfaat dari kegiatan EBK, atau dengan cara membuat mekanisme autopilot, entitas telah mendelegasikan kekuasaan dalam pengambilan keputusan ini; Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia xiii
14 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK Perihal ED PSAK PSAK (00) dan ISAK Secara substansi, entitas mempunyai hak untuk memperoleh sebagian besar manfaat dari EBK dan oleh karena itu, juga menanggung risiko dari aktivitas EBK; atau Secara substansi, entitas memperoleh mayoritas hak resi- dual dan menanggung risiko kepemilikan terkait dengan EBK atau asetnya untuk memperoleh manfaat dari aktivitas EBK. Pengendalian Investor dapat mengendalikan Hanya secara implisit menyatakan tanpa adanya investee walaupun mempunyai bahwa investor dapat mengendalikan hak suara hak suara kurang dari 0%. investee meskipun kepemilikan- mayoritas Memberikan panduan penerapan dalam menaksir pengenda- tetapi tidak dinyatakan secara nya kurang dari 0% hak suara, lian tanapa adanya hak suara eksplisit. mayoritas. 0 Hak suara Mensyaratkan bahwa kak suara Hanya hak suara potensial yang potensial potensial perlu dipertimbangkan saat ini dapat dilaksanakan yang dalam menilai pengenda- dipertimbangkan ketika menilai lian, tetapi hanya jika hak suara ada tidaknya pengendalian potensial tersebut substantif. Hak suara potensial adalah substantif jika pemilik mempunyai kemampuan praktis untuk melaksanakan hak tersebut dan hak tersebut dilaksanakan ketika keputusan mengenai arah aktivitas relevan perlu untuk dibuat. Keputusan apakah hak suara potensial bersifat substantif memerlukan pertimbangan. Hak suara potensial mungkin perlu dipertimbangkan meskipun hak suara tersebut tidak dapat dilaksanakan saat ini. xiv Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
15 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK Perihal ED PSAK PSAK (00) dan ISAK Hubungan Memberikan pedoman penerapan Tidak ada pengaturan mengenai Keagenan mengenai hubungan keagenan. hal tersebut Saat kekuasaan pengambilan keputusan telah didelegasikan oleh prinsipal kepada agen, maka agen tidak dapat mengonsolidasi investee. Akan tetapi prinsipal yang mengonsolidasi entitas. Oleh karena itu penting bagi investor untuk menentukan apakah dirinya sebagai agen atau prinsipal. Pedoman penerapan memberikan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan apakah investor sebagai prinsipal atau agen beserta dengan contohnya. Persyaratan Entitas induk menyusun laporan Sama dengan ED PSAK Akuntansi keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi 0 dan pe ristiwa lain dalam keadaan serupa. Kepentingan Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali dalam laporan Sama dengan ED PSAK Nonpengendali posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Penentuan Memberikan definisi mengenai Tidak ada pengaturan mengenai apakah entitas investasi. hal tersebut entitas adalah entitas investasi Entitas Memberikan pengecualian bahwa Tidak ada pengaturan mengenai investasi: entitas investasi tidak mengonsolidasi entitas anaknya, tetapi me- hal tersebut pengecualian terhadap ngukur investasi dalam entitas anak konsolidasi pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pe ngukuran. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia xv
16 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK PERBEDAAN DENGAN IFRSs PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian mengadopsi seluruh pengaturan dalam IFRS Consolidated Financial Statements per Januari 0, kecuali:. IFRS paragraf (a) tentang pengecualian bagi entitas induk tidak menyajikan laporan keuangan konsolidasian, tidak diadopsi, karena: Pengecualian bagi entitas induk untuk tidak menyajikan laporan keuangan konsolidasian merupakan suatu pilihan, bukan keharusan. Pengecualian tersebut tidak relevan dengan konteks di Indonesia karena manfaatnya lebih sedikit dibandingkan biayanya (cost and benefit consideration).. IFRS paragraf C yang menjadi PSAK paragraf C0 tentang 0 tanggal efektif dengan meniadakan penerapan dini. Opsi penerapan dini tidak ditawarkan dengan pertimbangan keselarasan penerapan (pemberlakuan efektif) antara PSAK dengan PSAK/ISAK lain yang terkena dampaknya.. IFRS paragraf CA tentang amandemen Consolidated Financial Statements, Joint Arrangements and Disclosure of Interests in Other Entities: Transition Guidance (Amendments to IFRS, IFRS and IFRS ) tidak diadopsi karena tidak relevan. Adopsi IFRS menjadi PSAK menggunakan IFRS per Januari 0 yang telah mengakomodir amandemen tersebut.. IFRS paragraf CB tentang amandemen Investment Entities, tidak diadopsi karena tidak relevan. Adopsi IFRS menjadi PSAK sudah menggunakan IFRS setelah amandemen tersebut.. IFRS paragraf CA yang menjadi PSAK paragraf 0 tentang perlakuan saat diadopsinya amandemen Investment Entities setelah adopsi IFRS, tidak diadopsi karena tidak relevan. Adopsi IFRS menjadi PSAK menggunakan IFRS per Januari 0 yang telah mengakomodir amandemen tersebut.. IFRS paragraf CC tentang referensi nilai wajar apabila IFRS Fair Value Measurement belum diadopsi ketika mengadopsi IFRS tidak diadopsi karena tidak relevan. Tanggal efektif PSAK dan PSAK : Pengukuran Nilai Wajar yang diadopsi dari IFRS Fair Value Measurements dilakukan bersamaan yaitu Januari 0. xvi Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
17 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK. IFRS paragraf CF tentang referensi tanggal penerapan pertama kali ketika amandemen Investment Entities diterapkan kemudian setelah penerapan IFRS, tidak diadopsi karena tidak relevan. Adopsi IFRS menjadi PSAK menggunakan IFRS per Januari 0 yang telah mengakomodir amandemen tersebut.. IFRS paragraf CB tentang referensi terhadap PSAK : Kombinasi Bisnis, tidak diadopsi karena tidak relevan. PSAK telah diadopsi dari IFRS Business Combinations per Januari 00.. IFRS paragraf CC(b) tentang referensi terhadap PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri tidak diadopsi karena tidak relevan. PSAK telah diadopsi dari IAS Consolidated Financial Statements and Separate Financial Statements per Januari 00.. IFRS paragraf C tentang persyaratan yang harus diterapkan entitas yang terkait dengan pengaturan dalam amandemen IAS pada tahun 00 dan pengaturan tersebut diteruskan dalam IFRS ketika entitas 0 tidak menerapkan paragraf C atau C CA tidak diadopsi karena tidak relevan. Hal ini karena PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri diadopsi dari IAS per Januari 00, sehingga amandemen sudah termasuk di dalamnya.. IFRS paragraf C tentang referensi ke IFRS : Financial Instruments, tidak diadopsi. Hal ini karena Indonesia belum mengadopsi IFRS, sehingga referensi yang digunakan adalah PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran yang diadopsi dari IAS : Financial Instruments: Recognition and Measurements.. IFRS Appendix D tentang amandemen terhadap IFRS lainnya tidak diadopsi karena tidak relevan. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia xvii
18 Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
19 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK Daftar isi Paragraf PENDAHULUAN Tujuan Pencapaian tujuan Ruang lingkup... 0 PENGENDALIAN... 0 Kekuasaan... Imbal hasil... Hubungan antara kekuasaan dan imbal hasil... PERSYARATAN AKUNTANSI... Kepentingan nonpengendali... 0 Kehilangan pengendalian... PENENTUAN APAKAH ENTITAS ADALAH ENTITAS INVESTASI... ENTITAS INVESTASI: PENGECUALIAN TERHADAP KONSOLIDASI... LAMPIRAN A: DEFINISI ISTILAH LAMPIRAN B: PEDOMAN PENERAPAN Pendahuluan... PP0 Penaksiran pengendalian... PP0 PP Tujuan dan desain investee... PP0 PP0 Kekuasaan... PP0 PP Aktivitas relevan dan arah aktivitas relevan... PP PP Hak yang memberikan investor kekuasaan atas investee... PP PP Hak substantif... PP PP Hak protektif... PP PP Waralaba... PP PP Hak suara... PP PP0 Kekuasaan dengan hak suara mayoritas... PP Hak suara mayoritas tetapi tanpa kekuasaaan... PP PP Kekuasaan tanpa hak suara mayoritas... PP Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia xix
20 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Pengaturan kontraktual dengan pemegang suara lain... Hak dari pengaturan kontraktual lain... Hak suara investor... Hak suara potensial... Kekuasaan ketika hak suara atau hak serupa tidak memiliki dampak signifikan terhadap imbal hasil investee... Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel investee... Hubungan antara kekuasaan dan imbal hasil... Delegasi kekuasaan... Ruang lingkup wewenang pengambilan keputusan... Hak yang dimiliki oleh pihak lain... Remunerasi... Eksposur terhadap variabilitas imbal hasil dari kepentingan lain... PP PP PP PP PP PP0 PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP PP0 PP PP Hubungan dengan pihak lain... PP PP Pengendalian aset tertentu... PP PP Penaksiran yang berkelanjutan... PP0 PP Penentuan apakah entitas adalah entitas investasi... PP PP Tujuan bisnis... PP PP Strategi pengakhiran... PP PP Pendapatan dari investasi... PP PP Pengukuran nilai wajar... PP PP Karakteristik khusus entitas investasi... PP PP Lebih dari satu investasi... PP0 PP Lebih dari satu investor... PP PP Investor yang tidak berelasi... PP PP Bagian kepemilikan... PP PP Persyaratan akuntansi... PP PP Prosedur konsolidasi... PP Kebijakan akuntansi yang sama... PP PP Pengukuran... PP Hak suara potensial... PP PP Tanggal pelaporan... PP PP Kepentingan nonpengendali... PP PP Perubahan proporsi kepemilikan oleh kepentingan nonpengendali... PP Kehilangan pengendalian... PP PP Akuntansi untuk perubahan status entitas investasi... PP PP xx Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
21 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK LAMPIRAN C: TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI Tanggal efektif... Ketentuan transisi... Referensi untuk periode terdekat sebelumnya... Penarikan... CONTOH ILUSTRATIF 0 C0 C0 C C C C C Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia xxi
22 Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
23 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan : Laporan Keuangan Konsolidasian terdiri dari paragraf 0 dan Lampiran A, B, dan C. PSAK dilengkapi dengan Contoh Ilustratif yang bukan merupakan bagian dari PSAK. Seluruh paragraf dalam Pernyataan ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. PSAK : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan memberikan dasar memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. PENDAHULUAN Tujuan 0. Pernyataan ini bertujuan untuk menetapkan prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ketika entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain. Pencapaian Tujuan 0. Untuk mencapai tujuan pada paragraf 0, Pernyataan ini: (a) mensyaratkan entitas (entitas induk) yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain (entitas anak) untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian; (b) mendefinisikan prinsip pengendalian dan menetapkan pengendalian sebagai dasar konsolidasi; (c) menetapkan bagaimana cara menerapkan prinsip pengendalian untuk mengidentifikasi apakah investor mengendalikan investee sehingga investor mengonsolidasi investee; (d) menetapkan persyaratan akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian; dan (e) mendefinisikan entitas investasi dan menetapkan pengecualian untuk mengonsolidasi entitas anak tertentu dari entitas inves tasi. 0. Pernyataan ini tidak berhubungan dengan persyaratan akuntansi untuk kombinasi bisnis dan dampaknya dalam konsolidasi, termasuk goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis (lihat PSAK : Kombinasi Bisnis). Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
24 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Ruang Lingkup 0. Entitas yang merupakan entitas induk menyajikan laporan keuangan konsolidasian. Pernyataan ini berlaku untuk seluruh entitas, kecuali: (a) program imbalan pascakerja atau program imbalan kerja jangka panjang lain yang diatur dalam PSAK : Imbalan Kerja. (b) entitas investasi tidak perlu menyajikan laporan keuangan konsolidasian jika entitas investasi disyaratkan untuk mengukur seluruh entitas anaknya pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan paragraf. PENGENDALIAN 0. Investor, terlepas dari sifat keterlibatannya dengan entitas (investee), menentukan apakah investor merupakan entitas induk dengan menaksir apakah investor tersebut mengendalikan investee. 0. Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. 0. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini: (a) kekuasaan atas investee (lihat paragraf ); (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee (lihat paragraf dan ); dan (c) kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor (lihat paragraf dan ). 0. Investor mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan ketika menaksir apakah investor mengendalikan investee. Investor menaksir kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang disebutkan dalam paragraf 0 (lihat paragraf PP0 PP). 0. Dua atau lebih investor secara kolektif mengendalikan investee ketika mereka bertindak secara bersama-sama untuk mengarahkan aktivitas relevan. Dalam kasus tersebut, karena tidak ada investor yang dapat mengarahkan aktivitas tanpa kerja sama dengan investor lainnya, tidak ada investor yang secara individual mengendalikan. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
25 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 investee. Setiap investor mencatat kepentingannya dalam investee sesuai dengan PSAK yang relevan, seperti PSAK : Pengaturan Bersama, PSAK : Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama atau PSAK 0: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Kekuasaan. Investor memiliki kekuasaan atas investee ketika investor memiliki hak yang ada saat ini yang memberi investor tersebut kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan, yaitu aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee.. Kekuasaan timbul dari hak. Terkadang, menaksir kekuasaan sangat mudah, seperti ketika kekuasaan atas investee diperoleh secara langsung dan semata-mata dari hak suara yang diberikan oleh instrumen ekuitas seperti saham, dan dapat ditaksir dengan mempertimbangkan hak suara dari pemegang saham. Dalam kasus lain, penaksiran akan lebih kompleks dan mensyaratkan lebih dari satu faktor yang harus dipertimbangkan, sebagai contoh ketika kekuasaan diakibatkan oleh dari satu atau lebih pengaturan kontraktual.. Investor dengan kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan memiliki kekuasaan meskipun hak untuk mengarahkan belum dilaksanakan. Bukti bahwa investor telah mengarahkan aktivitas relevan dapat membantu menentukan apakah investor memiliki kekuasaan, namun bukti tersebut tidak dengan sendirinya dapat meyakinkan dalam menentukan apakah investor memiliki kekuasaan atas investee.. Jika masing-masing dari dua atau lebih investor memiliki hak yang ada saat ini yang memberi mereka kemampuan sepihak untuk mengarahkan aktivitas relevan yang berbeda, maka investor yang memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang paling mempengaruhi imbal hasil investee secara signifikan, memiliki kekuasaan atas investee.. Investor dapat memiliki kekuasaan atas investee meskipun entitas lain memiliki hak yang ada saat ini yang memberi mereka kemampuan kini untuk berpartisipasi dalam mengarahkan aktivitas relevan, sebagai contoh ketika entitas lain memiliki pengaruh signifikan. Akan tetapi, investor yang hanya memiliki hak protektif tidak memiliki kekuasaan atas investee (lihat paragraf PP PP), dan sebagai akibatnya tidak mengendalikan investee. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
26 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Imbal Hasil. Investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, ketika imbal hasil investor dari keterlibatannya tersebut berpotensi untuk bervariasi sebagai akibat dari kinerja investee. Imbal hasil investor dapat hanya positif, hanya negatif atau positif dan negatif.. Meskipun hanya satu investor yang dapat mengendalikan investee, lebih dari satu pihak dapat berbagi imbal hasil investee. Sebagai contoh, pemilik kepentingan nonpengendali dapat berbagi laba atau distribusi dari investee. Hubungan antara Kekuasaan dan Imbal Hasil. Investor mengendalikan investee jika investor tidak hanya memiliki kekuasaan atas investee dan eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya dalam mempengaruhi imbal hasil investor dari keterlibatannya dengan investee.. Dengan demikian, investor dengan hak pengambilan keputusan menentukan apakah investor bertindak sebagai prinsipal atau agen. Investor yang bertindak sebagai agen, sesuai dengan paragraf PP-PP, tidak mengendalikan investee ketika investor tersebut melaksanakan hak pengambilan keputusan yang didelegasikan kepada investor tersebut. PERSYARATAN AKUNTANSI. Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. 0. Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor memperoleh pengendalian atas investee dan berakhir ketika investor kehilangan pengendalian atas investee.. Paragraf PP PP menetapkan pedoman penyusunan laporan keuangan konsolidasian.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
27 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Kepentingan Nonpengendali. Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian entitas induk pada entitas anak adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik).. Paragraf PP PP menetapkan pedoman akuntansi untuk kepentingan nonpengendali dalam laporan keuangan konso lidasian. Kehilangan Pengendalian. Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka entitas induk: (a) menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu dari laporan posisi keuangan konsolidasian; (b) mengakui sisa investasi apapun pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan setiap jumlah terutang oleh atau kepada entitas anak terdahulu sesuai dengan SAK lain yang relevan. Nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau (jika sesuai) biaya perolehan pada saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama; (c) mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian yang dapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.. Paragraf PP PP menetapkan pedoman akuntansi atas kehilangan pengendalian. PENENTUAN APAKAH ENTITAS ADALAH ENTITAS INVESTASI. Entitas induk menentukan apakah entitas induk adalah entitas investasi. Entitas investasi adalah entitas yang: (a) memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi; Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
28 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 (b) menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan (c) mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial berdasarkan pada nilai wajar. Paragraf PP-PP memberikan pedoman penerapan yang terkait.. Dalam menaksir apakah entitas investasi memenuhi definisi yang disebutkan dalam paragraf, entitas mempertimbangkan apakah entitas tersebut memiliki karakteristik khusus dari entitas investasi berikut: (a) memiliki lebih dari satu investasi (lihat paragraf PP0 PP); (b) memiliki lebih dari satu investor (lihat paragraf PP PP); (c) memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari entitas (lihat paragraf PP PP); dan (d) memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk kepentingan ekuitas atau kepentingan serupa (lihat paragraf PP PP). Jika tidak terdapat karakteristik khusus apapun di atas, tidak berarti mendiskualifikasikan entitas dari pengklasifikasian sebagai entitas investasi. Entitas investasi yang tidak memiliki seluruh karakterisktik khusus di atas memberikan pengungkapan tambahan yang disyaratkan oleh PSAK : Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain paragraf.. Jika fakta dan keadaan mengindikasikan bahwa terdapat perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen definisi entitas investasi sesuai yang disebutkan dalam paragraf, atau karakteristik khusus entitas investasi sesuai dengan paragraf, maka entitas induk menaksir kembali apakah entitas tersebut adalah entitas investasi.. Entitas induk baik berhenti sebagai entitas investasi atau menjadi entitas investasi mencatat perubahan statusnya secara prospektif dari tanggal terjadinya perubahan status tersebut (lihat paragraf PP PP). ENTITAS INVESTASI: PENGECUALIAN TERHADAP KONSOLIDASI. Kecuali sebagaimana dijelaskan dalam paragraf, entitas investasi tidak mengonsolidasi entitas anaknya atau menerapkan PSAK : Kombinasi Bisnis ketika entitas tersebut memperoleh pengendalian atas entitas lain. Malahan, entitas investasi mengukur. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
29 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 investasi dalam entitas anak pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.. Terlepas dari persyaratan dalam paragraf, jika entitas investasi memiliki entitas anak yang memberikan jasa terkait dengan aktivitas investasi dari entitas investasi (lihat paragraf PP PP0), entitas investasi mengonsolidasi entitas anak tersebut sesuai dengan Pernyataan ini paragraf dan menerapkan persyaratan dalam PSAK : Kombinasi Bisnis untuk akusisi dari entitas anak tersebut manapun.. Entitas induk dari entitas investasi mengonsolidasi seluruh entitas yang dikendalikannya, termasuk entitas yang dikendalikan melalui entitas anak yang merupakan entitas investasi, kecuali entitas induk itu sendiri merupakan entitas investasi. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
30 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 LAMPIRAN A DEFINISI ISTILAH Lampiran ini merupakan bagian takterpisahkan dari PSAK. Aktivitas relevan. Untuk tujuan Pernyataan ini, aktivitas relevan adalah aktivitas investee yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh entitas lain. Entitas induk adalah entitas yang mengendalikan satu atau lebih entitas. Entitas investasi adalah entitas yang: (a) memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi; (b) menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan (c) mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial berdasarkan pada nilai wajar. Hak pencabutan adalah hak untuk mencabut kewenangan pengambilan keputusan yang dimiliki oleh pengambil keputusan. Hak protektif adalah hak yang didesain untuk melindungi kepentingan pihak pemegang hak protektif tanpa memberikan kekuasaan kepada pihak tersebut atas entitas dimana hak tersebut terkait. Kekuasaan adalah hak yang ada saat ini yang memberikan kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Kelompok usaha adalah suatu entitas induk dan entitas anaknya. Kepentingan nonpengendali adalah ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung kepada entitas induk. Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang didalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
31 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Pengambil keputusan. Entitas dengan hak pengambilan keputusan merupakan prinsipal maupun agen untuk pihak lain. Pengendalian atas investee. Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Berikut adalah istilah yang didefinisikan dalam PSAK : Pengaturan Bersama, PSAK : Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain, PSAK Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, atau PSAK : Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi dan digunakan dalam Pernyataan ini dengan pengertian yang sama sebagaimana telah didefinisikan dalam PSAK tersebut. asosiasi kepentingan dalam entitas lain pengendalian bersama personil manajemen kunci pihak berelasi pengaruh signifikan Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
32 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 LAMPIRAN B PEDOMAN PENERAPAN Lampiran ini merupakan bagian takterpisahkan dari PSAK. Lampiran ini menjelaskan penerapan paragraf 0 dan memiliki kekuatan mengatur yang sama dengan bagian lain dari PSAK. Pendahuluan PP0. Contoh dalam lampiran ini menggambarkan situasi hipotetis. Walaupun beberapa aspek dari contoh mungkin terjadi dalam pola fakta aktual, seluruh fakta dan keadaan dari pola fakta tertentu perlu dievaluasi ketika menerapkan PSAK. PENAKSIRAN PENGENDALIAN PP0. Untuk menentukan apakah investor mengendalikan investee, investor menaksir apakah investor tersebut memiliki seluruh hal sebagai berikut: (a) kekuasaan atas investee; (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan (c) kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. PP0. Pertimbangan dari faktor-faktor sebagai berikut mungkin mem bantu dalam penentuan apakah investor mengendalikan investee: (a) tujuan dan desain investee (lihat paragraf PP0 PP0); (b) aktivitas apa yang merupakan aktivitas relevan investee dan bagaimana keputusan mengenai aktivitas tersebut dibuat (lihat paragraf PP PP); (c) apakah hak investor memberikannya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan (lihat paragraf PP PP); (d) apakah investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee (lihat paragraf PP PP); dan (e) apakah investor memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor (lihat paragraf PP PP). PP0. Ketika menaksir pengendalian atas investee, investor mempertimbangkan sifat hubungannya dengan pihak lain (lihat paragraf PP PP).. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
33 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Tujuan dan Desain Investee PP0. Ketika menaksir pengendalian atas investee, investor mempertimbangkan tujuan dan desain investee untuk mengidentifikasi aktivitas relevan, bagaimana keputusan mengenai aktivitas relevan tersebut dibuat, siapa yang memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas tersebut, dan siapa yang menerima imbal hasil dari aktivitas tersebut. PP0. Ketika tujuan dan desain investee dipertimbangkan, hal tersebut mungkin jelas bahwa investee dikendalikan melalui instrumen ekuitas yang memberikan pemiliknya hak suara proporsional, seperti saham biasa investee. Dalam kasus ini, jika tidak terdapat pengaturan tambahan apapun yang mengubah pengambilan keputusan, maka penaksiran pengendalian fokus pada pihak, jika ada, yang mampu melaksanakan hak suara yang cukup untuk menentukan kebijakan operasional dan keuangan investee (lihat paragraf PP-PP0). Dalam kasus yang paling sederhana, investor yang memiliki hak suara mayoritas, jika tidak terdapat faktor lain, mengendalikan investee. PP0. Untuk menentukan apakah investor mengendalikan investee dalam kasus yang lebih kompleks, investor mungkin perlu untuk mempertimbangkan beberapa atau seluruh faktor lain dalam paragraf PP0. PP0. Investee mungkin didesain sehingga hak suara bukan merupakan faktor dominan dalam menentukan pihak yang mengendalikan investee, seperti ketika hak suara apapun terkait hanya dengan tugas administratif dan aktivitas relevan diarahkan melalui pengaturan kontratual. Dalam kasus tersebut, pertimbangan investor atas tujuan dan desain investee juga mencakup pertimbangan risiko yang investee didesain untuk terekspos, risiko yang didesain untuk diteruskan kepada pihak yang terlibat dengan investee, dan apakah investor terekspos terhadap sebagian atau seluruh risiko tersebut. Pertimbangan risiko tidak hanya mencakup risiko penurunan, tetapi juga adanya potensi peningkatan. Kekuasaan PP0. Untuk memiliki kekuasaan atas investee, investor harus memiliki hak yang ada saat ini yang memberikan investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Untuk tujuan penaksiran kekuasaan, hanya hak substantif dan hak yang tidak protektif yang dipertimbangkan (lihat paragraf PP PP). Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
34 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 PP. Penentuan apakah investor mempunyai kekuasaan bergantung pada aktivitas relevan, cara keputusan mengenai aktivitas relevan dibuat, dan hak investor dan pihak lain yang dimiliki dalam kaitannya dengan investee. Aktivitas Relevan dan Arah Aktivitas Relevan PP. Bagi banyak investee, berbagai aktivitas operasional dan keuangan mempengaruhi imbal hasil investee secara signifikan. Contoh aktivitas yang bergantung pada keadaan dapat menjadi aktivitas relevan, termasuk tetapi tidak terbatas pada: (a) penjualan dan pembelian barang atau jasa; (b) pengelolaan aset keuangan selama umur manfaatnya (termasuk saat gagal bayar); (c) pemilihan, akuisisi atau pelepasan aset; (d) penelitian dan pengembangan produk atau proses baru; dan (e) penentuan struktur pendanaan atau perolehan pendanaan. PP. Contoh keputusan mengenai aktivitas relevan termasuk, tetapi tidak terbatas pada: (a) penetapan keputusan operasional dan permodalan investee, termasuk anggaran; dan (b) penunjukan dan pemberian remunerasi personil manajemen kunci investee atau penyedia jasa, dan penghentian jasa atau pemutusan hubungan kerja tersebut. PP. Dalam beberapa situasi, aktivitas sebelum dan sesudah timbulnya serangkaian keadaan atau peristiwa tertentu yang terjadi, mungkin merupakan aktivitas relevan. Ketika dua atau lebih investor memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dan aktivitas tersebut terjadi pada waktu yang berbeda, maka para investor menentukan investor mana yang mampu mengarahkan aktivitas yang paling signifikan mempengaruhi imbal hasilnya secara konsisten dengan perlakuan hak pengambilan keputusan secara bersama-sama (lihat paragraf ). Investor mempertimbangkan penaksiran ini sepanjang waktu jika terdapat perubahan fakta dan keadaan yang relevan.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
35 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Contoh Penerapan Contoh Dua investor membentuk suatu investee untuk mengembangkan dan memasarkan sebuah produk medis. Salah satu investor bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperoleh persetujuan regulator atas produk medis tersebut. Tanggung jawab tersebut meliputi kemampuan sepihak untuk membuat seluruh keputusan terkait pengembangan produk dan memperoleh persetujuan regulator. Setelah regulator menyetujui produk tersebut, investor lain akan mem produksi dan memasarkan produk tersebut. Investor lain tersebut memiliki kemampuan sepihak untuk membuat seluruh keputusan mengenai produksi dan pemasaran produk. Jika seluruh aktivitas (pengembangan dan perolehan persetujuan regulator maupun produksi dan pemasaran produk medis) adalah aktivitas relevan, maka setiap investor perlu menentukan siapakah investor yang mampu mengarahkan aktivitas yang paling signifikan mempengaruhi imbal hasil investee. Sejalan dengan hal tersebut, setiap investor perlu mem pertimbangkan apakah pengembangan dan perolehan persetujuan regulator atau produksi dan pemasaran produk medis tersebut adalah aktivitas yang paling mempengaruhi imbal hasil investee secara signifikan dan siapakah investor yang mampu untuk mengarahkan aktivitas tersebut. Dalam menentukan investor mana yang memiliki kekuasaan, investor mempertimbangkan: (a) tujuan dan desain investee; (b) faktor yang menentukan marjin laba, pendapatan, dan nilai dari investee maupun nilai dari produk medis; (c) dampak imbal hasil investee yang dihasilkan dari wewenang pengambilan keputusan setiap investor berkenaan dengan faktor pada huruf (b); dan (d) eksposur investor terhadap variabilitas imbal hasil. Dalam contoh tersebut, investor juga mempertimbangkan: (e) ketidakpastian dan usaha yang diperlukan dalam memperoleh persetujuan regulator (dengan mempertimbangkan riwayat keberhasilan investor dalam mengembangkan produk medis dan memperoleh persetujuan regulator atas produk tersebut); dan berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
36 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... (f) investor mana yang mengendalikan produk medis ketika tahap pengembangan telah berhasil. Contoh Kendaraan investasi (investee) dibuat dan didanai dengan instrumen utang yang dimilliki oleh investor (investor efek bersifat utang) dan instrumen ekuitas yang dimiliki oleh sejumlah investor lain. Bagian ekuitas tersebut didesain untuk menyerap kerugian awal dan menerima imbal hasil residu dari investee. Salah satu investor ekuitas yang mempunyai % ekuitas tersebut juga merupakan manajer aset. Investee menggunakan hasil yang diterima untuk membeli portofolio aset keuangan, mengekspos investee pada risiko kredit yang terkait dengan kemungkinan gagal bayar untuk pembayaran pokok dan bunga atas aset tersebut. Transaksi tersebut dipasarkan kepada investor efek bersifat utang sebagai investasi dengan eksposur minimal terhadap risiko kredit terkait dengan kemungkinan gagal bayar aset dalam portofolio karena sifat dari aset tersebut dan karena bagian ekuitas didesain untuk menyerap kerugian awal investee. Imbal hasil investee dipengaruhi secara signifikan oleh pengelolaan portofolio aset investee yang meliputi keputusan mengenai pemilihan, akuisisi, dan pelepasan aset berdasarkan panduan portofolio dan pengelolaan atas gagal bayar dari aset portofolio manapun. Seluruh aktivitas tersebut dikelola oleh manajer aset sampai gagal bayar mencapai proporsi tertentu dari nilai portofolio (yaitu ketika nilai portofolio mencapai jumlah sedemikian sehingga bagian ekuitas investee digunakan). Sejak saat itu, wali amanat pihak ketiga mengelola aset sesuai dengan instruksi dari investor efek bersifat utang. Pengelolaan portofolio aset investee adalah aktivitas relevan investee. Manajer aset memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan sampai aset yang gagal bayar mencapai proporsi tertentu dari nilai portofolio; investor efek bersifat utang memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan ketika nilai dari aset yang gagal bayar melewati proporsi tertentu dari nilai portofolio secara keseluruhan. Manajer aset dan investor efek bersifat utang masingmasing perlu menentukan apakah mereka mampu mengarahkan aktivitas yang paling mempengaruhi secara signifikan imbal hasil investee, termasuk mempertimbangkan tujuan dan desain investee maupun eksposur setiap pihak terhadap variabilitas imbal hasil.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
37 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Hak yang Memberikan Investor Kekuasaan atas Investee PP. Kekuasaan timbul dari hak. Untuk memiliki kekuasaan atas investee, investor harus memiliki hak yang ada saat ini yang memberikan investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Hak yang memberikan kekuasaan kepada investor dapat berbeda antar investee. PP. Contoh dari hak yang dapat memberikan kekuasaan kepada investor baik secara individual atau dalam kombinasi, termasuk tetapi tidak terbatas pada: (a) hak dalam bentuk hak suara (atau hak suara potensial) atas investee (lihat paragraf PP PP0); (b) hak untuk menunjuk, memindahtugaskan, atau mengganti anggota personil manajemen kunci investee yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan; (c) hak untuk menunjuk atau mengganti entitas lain yang mengarahkan aktivitas relevan; (d) hak untuk mengarahkan investee dalam melakukan atau memveto perubahan apapun terhadap transaksi untuk keuntungan investor; dan (e) hak lain (seperti hak pengambilan keputusan yang ditetapkan dalam kontrak manajemen) yang memberikan pemegangnya kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan. PP. Umumnya, ketika investee memiliki berbagai aktivitas operasional dan keuangan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee dan ketika pengambilan keputusan substantif yang berhubungan dengan aktivitas tersebut disyaratkan secara berkesinambungan, maka hak suara atau hak serupa akan memberikan kekuasaan kepada investor, baik secara individual atau dalam kombinasi dengan pengaturan lain. PP. Ketika hak suara tidak dapat memberikan dampak signifikan pada imbal hasil investee, seperti ketika hak suara terkait hanya dengan tugas administratif dan pengaturan kontraktual menentukan arah aktivitas relevan, investor perlu menaksir pengaturan kontraktual tersebut dalam rangka menentukan apakah pengaturan kontraktual memiliki hak yang cukup untuk memberikan investor kekuasaan atas investee. Untuk menentukan apakah investor mempunyai hak yang cukup untuk memberikannya kekuasan, investor mempertimbangkan tujuan dan desain investee (lihat paragraf PP0 PP0) dan persyaratan di paragraf PP PP bersama dengan paragraf PP PP0. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
38 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 PP. Dalam beberapa keadaan tertentu, mungkin akan sulit untuk menentukan apakah hak investor cukup memberi investor tersebut kekuasaan atas investee. Dalam kasus tersebut, untuk memungkinkan dilaksanakannya penaksiran kekuasaan, investor mempertimbangkan bukti yang menunjukkan apakah investor memiliki kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Pertimbangan diberikan, tetapi tidak terbatas pada hal berikut, yang ketika dipertimbangkan bersama dengan haknya dan indikator pada paragraf PP dan PP0, dapat memberikan bukti bahwa hak investor cukup untuk memberi investor kekuasaan atas investee: (a) investor dapat, tanpa memiliki hak kontraktual untuk melakukannya, menunjuk atau menyetujui personil manajemen kunci investee yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan. (b) investor dapat, tanpa memiliki hak kontraktual untuk melakukannya, mengarahkan investee dalam melakukan atau memveto perubahan apapun pada transaksi yang signifikan untuk kepentingan investor. (c) investor dapat mendominasi baik dalam proses nominasi untuk memilih anggota organ pengatur investee atau memperoleh mandat dari pemegang hak suara lain. (d) personil manajemen kunci investee adalah pihak berelasi dengan investor (sebagai contoh, chief executive officer investee dan chief executive officer investor adalah orang yang sama). (e) mayoritas anggota organ pengatur investee adalah pihak berelasi dengan investor. PP. Kadangkala terdapat indikasi bahwa investor memiliki hubungan khusus dengan investee yang menunjukkan bahwa investor memiliki lebih dari kepentingan pasif di investee. Keberadaan indikator apapun atau kombinasi tertentu dari indikator, tidak berarti bahwa kriteria kekuasaan dapat terpenuhi. Akan tetapi, memiliki lebih dari kepentingan pasif di investee mengindikasikan bahwa investor memiliki hak terkait lain yang cukup untuk memberi investor tersebut kekuasaan atau memberikan bukti adanya kekuasaan atas investee. Sebagai contoh, hal berikut ini menunjukkan bahwa investor memiliki lebih dari kepentingan pasif di investee dan, dalam kombinasi dengan hak lain, dapat mengindikasikan adanya kekuasaan: (a) personil manajemen kunci investee yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan adalah karyawan atau mantan karyawan investor; (b) kegiatan operasional investee bergantung pada investor, seperti pada situasi berikut:. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
39 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 (i) investee bergantung pada investor untuk mendanai porsi yang signifikan atas operasinya; (ii) investor menjamin kewajiban investee dengan porsi yang signifikan; (iii) investee bergantung pada investor untuk penyediaan jasa, teknologi, perlengkapan atau bahan baku yang krusial; (iv) investor mengendalikan aset seperti lisensi atau merek dagang yang krusial terhadap kegiatan operasional investee; (v) investee bergantung pada investor untuk penyediaan personil manajemen kunci, seperti ketika personil investor memiliki pengetahuan khusus tentang kegiatan operasional investee. (c) porsi signifikan dari aktivitas investee baik melibatkan investor maupun dilaksanakan atas nama investor. (d) eksposur atau hak investor atas imbal hasil yang berasal dari keterlibatannya dengan investee secara tidak proporsional lebih besar dari hak suara atau hak serupa lain. Sebagai contoh, mungkin terdapat situasi ketika investor berhak atas atau terekspos lebih dari setengah imbal hasil investee tetapi hanya memiliki kurang dari setengah hak suara investee. PP0. Semakin besar eksposur atau hak investor atas variabilitas imbal hasil yang berasal dari keterlibatannya dengan investee, maka semakin besar insentif investor untuk memperoleh hak yang cukup yang memberi investor tersebut kekuasaan. Oleh karena itu, adanya eksposur yang besar terhadap variabilitas imbal hasil adalah indikator bahwa investor memiliki kekuasaan. Akan tetapi, besarnya eksposur investor tidak dengan sendirinya menunjukkan apakah investor memiliki kekuasaan atas investee. PP. Ketika faktor sebagaimana dijelaskan dalam paragraf PP dan indikator sebagaimana dijelaskan dalam paragraf PP dan PP0 dipertimbangkan bersama dengan hak investor, maka bobot yang lebih besar diberikan pada bukti kekuasaan yang disebutkan dalam paragraf PP. Hak Substantif PP. Dalam menaksir apakah investor mempunyai kekuasaan, investor hanya mempertimbangkan hak substantif yang terkait dengan investee (yang dimiliki oleh investor dan pihak lain). Agar hak dapat menjadi substantif, pemegang hak harus mempunyai kemampuan praktis untuk melaksanakan hak tersebut. PP. Penentuan apakah hak bersifat substantif memerlukan pertimbangan dengan memperhitungkan seluruh fakta dan keadaan. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
40 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam membuat penentuan tersebut termasuk, tetapi tidak terbatas pada: (a) Apakah terdapat hambatan apapun (ekonomi atau lainnya) yang mencegah pemegang hak untuk melaksanakan hak tersebut. Contoh hambatan tersebut termasuk, tetapi tidak terbatas pada: (i) penalti dan insentif keuangan yang dapat mencegah (atau menghalangi) pemegang hak untuk melaksanakan (ii) haknya. harga pelaksanaan atau harga konversi yang menciptakan hambatan keuangan yang dapat mencegah (atau menghalangi) pemegang hak untuk melaksanakan haknya. (iii) syarat dan ketentuan yang membuat hak tersebut mungkin menjadi tidak dapat dilaksanakan, sebagai contoh, kondisi yang mempersempit waktu pelaksanaan hak tersebut. (iv) tidak terdapatnya mekanisme yang eksplisit dan wajar dalam dokumen pendirian investee atau hukum atau regulasi yang berlaku yang mengizinkan pemegang hak untuk melaksanakan haknya. (v) ketidakmampuan pemegang hak untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan haknya. (vi) hambatan atau insentif operasional yang dapat mencegah (atau menghalangi) pemegang hak dari pelaksanaan haknya (contohnya ketiadaan manajer lain yang memiliki kemauan atau kemampuan untuk menyediakan jasa khusus atau menyediakan jasa dan mengambil kepentingan lain yang dimiliki oleh manajer pemegang jabatan). (vii) persyaratan hukum atau regulasi yang mencegah pemegang hak dari pelaksanaan haknya (contohnya, ketika investor asing dilarang untuk melaksanakan haknya). (b) Ketika pelaksanaan hak mensyaratkan persetujuan lebih dari satu pihak, atau ketika hak dimiliki oleh lebih dari satu pihak, apakah terdapat mekanisme yang memberikan para pihak tersebut kemampuan praktis untuk melaksanakan hak mereka secara kolektif jika para pihak memilih untuk melaksanakan hak mereka secara kolektif. Ketiadaan mekanisme tersebut merupakan indikasi bahwa hak tersebut mungkin tidak substantif. Semakin banyak pihak yang diperlukan persetujuannya untuk melaksanakan hak tersebut, maka semakin kecil kemungkinan hak tersebut bersifat substantif. Akan tetapi, dewan komisaris yang anggotanya independen terhadap pengambil keputusan dapat berlaku sebagai mekanisme bagi sejumlah investor untuk bertindak secara kolektif dalam melaksanakan haknya. Oleh karena itu, hak pencabutan yang dapat dilaksanakan oleh komisaris independen mungkin lebih bersifat substantif daripada. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
41 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 jika hak yang sama dapat dilaksanakan secara individual oleh sejumlah besar investor. (c) Apakah pihak atau para pihak yang memiliki hak akan mendapat keuntungan dari pelaksanaan hak tersebut. Sebagai contoh, pemegang hak suara potensial dalam investee (lihat paragraf PP PP0) mempertimbangkan harga pelaksanaan atau harga konversi instrumen tersebut. Syarat dan ketentuan hak suara potensial mungkin lebih substantif ketika instrumen dalam posisi sangat untung atau ketika investor akan mendapat keuntungan karena alasan lain (seperti ketika merealisasikan sinergi antara investor dan investee) dari pelaksanaan atau konversi instrumen tersebut. PP. Hak akan menjadi substansif jika hak dapat dilaksanakan ketika keputusan mengenai arah aktivitas relevan perlu dibuat. Biasanya, untuk menjadi substantif, hak harus dapat dilaksanakan saat ini. Namun, terkadang hak dapat menjadi substantif, meskipun hak tersebut tidak dapat dilaksanakan saat ini. Contoh Penerapan Contoh Investee menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang mengambil keputusan untuk mengarahkan aktivitas relevan. Rapat pemegang saham selanjutnya dijadwalkan delapan bulan kemudian. Akan tetapi, pemegang saham yang secara individual atau kolektif memiliki sekurang-kurangnya % hak suara dapat mengusulkan diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) untuk mengubah kebijakan yang ada saat ini mengenai aktivitas relevan, tetapi adanya persyaratan untuk memberikan pemberitahuan kepada pemegang saham lainnya berarti bahwa rapat tersebut baru dapat diadakan paling cepat hari kemudian. Kebijakan atas aktivitas relevan dapat diubah hanya pada RUPS atau RUPS LB yang dijadwalkan. Ini mencakup persetujuan penjualan aset yang material dan juga melakukan atau melepaskan investasi yang signifikan. Pola di atas dapat diterapkan pada contoh A D berikut. Setiap contoh kasus dipertimbangkan secara terpisah. berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
42 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... Contoh A Investor memiliki hak suara mayoritas dalam investee. Hak suara investor tersebut substantif karena investor mampu untuk membuat keputusan mengenai arah aktivitas relevan saat aktivitas relevan tersebut perlu dibuat. Fakta bahwa diperlukan waktu hari sebelum investor dapat melaksanakan hak suaranya tidak mencegah investor untuk memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan sejak saat investor memperoleh bagian saham. Contoh B Investor adalah pihak yang memiliki forward contract untuk memperoleh saham mayoritas investee. Tanggal penyelesaian forward contract tersebut adalah dalam jangka waktu hari. Para pemegang saham yang ada saat ini tidak dapat mengubah kebijakan yang ada saat ini atas aktivitas relevan karena RUPS LB dapat diadakan paling cepat hari kemudian, yang pada saat itu forward contract tersebut akan telah diselesaikan. Dengan demikian, investor memiliki hak yang pada hakekatnya setara dengan pemegang saham mayoritas seperti pada Contoh A di atas (yaitu investor pemegang forward contract dapat membuat keputusan mengenai arah aktivitas relevan ketika arah aktivitas relevan tersebut perlu dibuat). Forward contract investor adalah hak substantif yang memberikan investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan bahkan sebelum forward contract diselesaikan. Contoh C Investor memiliki opsi substantif untuk memperoleh saham mayoritas investee yang dapat dilaksanakan dalam hari dan dalam posisi sangat untung. Kesimpulan yang sama dapat diambil seperti pada contoh B. Contoh D Investor adalah pihak yang memiliki forward contract untuk memperoleh saham mayoritas investee, tanpa memiliki hak lain yang terkait atas investee. Tanggal penyelesaian forward contract berlanjut....0 Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
43 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... adalah dalam enam bulan. Sebaliknya dengan contoh di atas, investor tidak memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Para pemegang saham yang ada saat ini memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan karena para pemegang saham tersebut dapat mengubah kebijakan yang ada saat ini mengenai aktivitas relevan sebelum forward contract diselesaikan. PP. Hak substantif yang dapat dilaksanakan oleh pihak lain dapat mencegah investor mengendalikan investee yang terkait dengan hak tersebut. Hak substantif tersebut tidak mensyaratkan pemiliknya untuk memiliki kemampuan mengajukan keputusan. Selama hak tersebut tidak semata-mata protektif (lihat paragraf PP-PP), hak substantif yang dimiliki oleh pihak lain dapat mencegah investor mengendalikan investee, bahkan jika hak tersebut hanya memberikan pemegangnya kemampuan kini untuk menyetujui atau menghalangi keputusan yang terkait dengan aktivitas relevan. Hak Protektif PP. Dalam mengevaluasi apakah suatu hak memberikan investor kekuasaan atas investee, investor menaksir apakah haknya dan hak yang dimiliki oleh pihak lain merupakan hak protektif. Hak protektif berkaitan dengan perubahan fundamental terhadap aktivitas investee atau diterapkan dalam keadaan khusus. Akan tetapi, tidak seluruh hak yang diterapkan dalam keadaan khusus atau peristiwa kontinjensi adalah protektif (lihat paragraf PP dan PP). PP. Karena hak protektif didesain untuk melindungi kepen tingan pemiliknya tanpa memberikan kekuasaan atas investee yang terkait dengan hak tersebut, investor yang hanya memiliki hak protektif tidak dapat memiliki kekuasaan atau tidak dapat mencegah pihak lain memiliki kekuasaan atas investee (lihat paragraf ). PP. Berikut adalah contoh hak protektif termasuk, tetapi tidak terbatas pada: (a) hak pemberi pinjaman untuk membatasi peminjam dalam melakukan aktivitas yang dapat secara signifikan mengubah risiko kredit peminjam yang dapat menyebabkan kerugian pemberi pinjaman. (b) hak pemilik kepentingan nonpengendali dalam investee untuk menyetujui pengeluaran modal yang lebih besar dari yang Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
44 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 diperlukan dalam kegiatan usaha normal atau untuk menyetujui penerbitan instrumen ekuitas atau utang. (c) hak pemberi pinjaman untuk mengambil alih aset dari peminjam jika peminjam gagal memenuhi ketentuan spesifik pembayaran kembali utang. Waralaba PP. Perjanjian waralaba yang investee-nya bertindak sebagai franchisee seringkali memberikan franchisor hak yang didesain untuk melindungi merek waralaba tersebut. Perjanjian waralaba biasanya memberikan franchisor beberapa hak pengambilan keputusan berkenaan dengan operasional franchisee. PP. Umumnya, hak franchisor tidak membatasi kemampuan pihak lain untuk membuat keputusan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap imbal hasil franchisee. Demikian halnya dengan hak franchisor dalam perjanjian waralaba tidak memberikannya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil franchisee. PP. Perlu untuk membedakan antara memiliki kemampuan kini untuk membuat keputusan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil franchisee dan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang melindungi merek waralaba. Franchisor tidak memiliki kekuasaan atas franchisee jika pihak lain memiliki hak yang ada saat ini yang memberinya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan franchisee. PP. Dengan melakukan perjanjian waralaba, franchisee telah membuat keputusan sepihak untuk mengoperasikan usahanya sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian waralaba, tetapi untuk kepentingannya sendiri. PP. Pengendalian atas keputusan fundamental tersebut sebagai bentuk hukum franchisee dan struktur pendanaannya mungkin ditentukan oleh pihak selain franchisor dan berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil franchisee. Semakin rendah tingkat dukungan keuangan yang diberikan oleh franchisor dan semakin rendah eksposur franchisor terhadap variabilitas imbal hasil dari franchisee, maka semakin besar kemungkinan bahwa franchisor hanya memiliki hak protektif.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
45 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Hak Suara PP. Seringkali investor memiliki kemampuan kini, melalui hak suara atau hak serupa, untuk mengarahkan aktivitas relevan. Investor mempertimbangkan persyaratan dalam bagian ini (paragraf PP PP0) jika aktivitas relevan investee diarahkan melalui hak suara. Kekuasaan dengan Hak Suara Mayoritas PP. Investor yang memiliki lebih dari setengah hak suara investee memiliki kekuasaan dalam situasi berikut, kecuali paragraf PP atau PP diterapkan: (a) aktivitas relevan diarahkan oleh suara dari pemilik hak suara mayoritas, atau (b) mayoritas anggota organ pengatur yang mengarahkan aktivitas relevan ditunjuk melalui pemilihan dari pemilik hak suara mayoritas. Hak Suara Mayoritas tetapi Tanpa Kekuasaan PP. Bagi investor yang memiliki lebih dari setengah hak suara investee, untuk memiliki kekuasaan atas investee, hak suara investor harus substantif, sesuai dengan paragraf PP PP, dan harus memberikan investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan, yang seringkali akan terjadi melalui penentuan kebijakan operasional dan keuangan. Jika entitas lain memiliki hak yang ada saat ini yang memberikan entitas tersebut hak untuk mengarahkan aktivitas relevan dan entitas tersebut bukan merupakan agen dari investor, maka investor tidak memiliki kekuasaan atas investee. PP. Investor tidak memiliki kekuasaan atas investee, meskipun investor tersebut memiliki hak suara mayoritas di investee, ketika hak suara tersebut tidak substantif. Sebagai contoh, investor yang memiliki lebih dari setengah hak suara di investee tidak dapat memiliki kekuasaan jika aktivitas relevan bergantung pada pengarahan pemerintah, pengadilan, administrator, kurator, likuidator, atau regulator. Kekuasaan Tanpa Hak Suara Mayoritas PP. Investor dapat memiliki kekuasaan meskipun investor tersebut memiliki kurang dari hak suara mayoritas di investee. Investor dapat memiliki kekuasaan dengan hak suara di investee kurang dari mayoritas, sebagai contoh, melalui: (a) pengaturan kontraktual antara investor dan pemilik hak suara lain (lihat paragraf PP); Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
46 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 (b) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain (lihat paragraf PP); (c) hak suara investor (lihat paragraf PP PP); (d) hak suara potensial (lihat paragraf PP PP0); atau (e) kombinasi huruf (a) (d). Pengaturan Kontraktual dengan Pemegang Suara Lain PP. Pengaturan kontraktual antara investor dan pemilik suara lain dapat memberikan hak bagi investor untuk melaksanakan hak suara yang cukup untuk memberikan kekuasaan kepada investor, meskipun investor tidak memiliki hak suara yang cukup untuk memberi investor kekuasaan tanpa pengaturan kontraktual tersebut. Akan tetapi, pengaturan kontraktual menjamin bahwa investor cukup mampu mengarahkan pemegang suara lain mengenai cara untuk memilih yang memampukan investor untuk membuat keputusan mengenai aktivitas relevan. Hak dari Pengaturan Kontraktual Lain PP. Hak pengambilan keputusan lain, dalam kombinasi dengan hak suara, dapat memberikan investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Sebagai contoh, hak yang disebutkan di pengaturan kontraktual yang dikombinasikan dengan hak suara mungkin cukup untuk memberikan investor kemampuan kini untuk mengarahkan proses produksi investee atau untuk mengarahkan aktivitas operasional atau keuangan lain yang berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil investee. Akan tetapi, jika tidak terdapat hak lain apapun, ketergantungan ekonomik investee kepada investor (seperti hubungan pemasok dengan pelanggan utamanya) tidak menyebabkan investor memiliki kekuasaan atas investee. Hak Suara Investor PP. Investor dengan hak suara kurang dari mayoritas memiliki hak yang cukup untuk memberinya kekuasaan ketika investor memiliki kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. PP. Ketika menaksir apakah hak suara investor cukup untuk memberi investor kekuasaan, investor tersebut mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan, termasuk: (a) ukuran kepemilikan hak suara investor relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik suara lain, dengan memperhatikan bahwa:. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
47 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 (i) semakin banyak hak suara yang dimiliki oleh investor, semakin besar kemungkinan investor tersebut memiliki hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan; (ii) semakin banyak hak suara yang dimiliki oleh investor relatif terhadap pemilik suara lain, semakin besar kemungkinan investor tersebut memiliki hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan; (iii) semakin banyak pihak yang perlu bertindak bersama untuk mengalahkan investor, semakin besar kemungkinan investor tersebut memiliki hak yang ada saat ini yang memberinya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. (b) hak suara potensial yang dimiliki oleh investor, pemegang suara lain atau pihak lain (lihat paragraf PP 0); (c) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain (lihat paragraf PP); dan (d) fakta dan keadaan tambahan apapun yang mengindikasikan bahwa investor memiliki atau tidak memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola pemilihan suara dalam RUPS sebelumnya. PP. Ketika arah aktivitas relevan ditentukan oleh suara mayoritas dan investor memiliki hak suara yang secara signifikan lebih dari pemegang suara lain atau kelompok pemegang suara yang terorganisir, dan kepemilikan saham lain tersebar luas, mungkin jelas, bahwa investor memiliki kekuasaan atas investee, setelah mempertimbangkan faktor yang tercantum di paragraf PP (a) (c) saja. Contoh Penerapan Contoh Investor memperoleh % hak suara investee. Sisa hak suara dimiliki oleh ribuan pemegang saham, tidak ada yang secara individual memegang hak suara lebih dari %. Tidak ada satupun pemegang saham yang memiliki pengaturan untuk berkonsultasi dengan pemegang saham lain manapun atau membuat keputusan kolektif. Ketika menaksir proporsi hak suara untuk memperoleh, berdasarkan ukuran relatif kepemilikan saham lainnya, investor menetapkan bahwa kepemilikan % akan cukup untuk berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
48 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... memberinya pengendalian. Dalam kasus ini, berdasarkan ukuran absolut dari kepemilikannya dan ukuran relatif kepemilikan saham lain, investor menyimpulkan bahwa investor memiliki hak suara yang cukup dominan untuk memenuhi kriteria kekuasaan tanpa perlu mempertimbangkan bukti kekuasaan lain apapun. Contoh Investor A memiliki % hak suara investee dan dua belas investor lain masing-masing memegang % hak suara investee. Perjanjian pemegang saham memberikan investor A hak untuk menunjuk, menghapus, dan menetapkan remunerasi manajemen yang bertanggung jawab untuk mengarahkan aktivitas relevan. Untuk mengubah perjanjian tersebut, diperlukan dua per tiga pemegang suara mayoritas. Dalam hal ini, investor A menyimpulkan bahwa ukuran absolut kepemilikan investor dan ukuran relatif dari kepemilikan saham lain saja tidak konklusif dalam menentukan apakah investor memiliki hak yang cukup untuk memberinya kekuasaan. Akan tetapi, investor A menentukan bahwa hak kontraktualnya untuk menunjuk, menghapus dan menetapkan remunerasi manajemen adalah cukup untuk menyimpulkan bahwa investor memiliki kekuasaan atas investee. Fakta bahwa investor A mungkin tidak menggunakan haknya atau kemungkinan investor A menggunakan haknya untuk memilih, menunjuk, atau mencabut manajemen tidak dipertimbangkan dalam menaksir apakah investor A memiliki kekuasaan. PP. Dalam situasi lain, mungkin akan menjadi jelas setelah mempertimbangkan faktor-faktor yang disebutkan dalam paragraf PP(a) (c) saja bahwa investor tidak memiliki kekuasaan. Contoh Penerapan Contoh Investor A memiliki % hak suara investee. Dua investor lainnya masing-masing memegang % hak suara investee. Sisa hak suara dipegang oleh tiga pemegang saham lain, masing-masing memiliki %. Tidak ada pengaturan lain yang mempengaruhi berlanjut.... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
49 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... pengambilan keputusan. Dalam kasus ini, ukuran kepemilikan suara investor A dan ukuran relatifnya terhadap kepemilikan saham lain cukup untuk menyimpulkan bahwa investor A tidak memiliki kekuasaan. Hanya dua investor lain yang perlu bekerja sama untuk mampu mencegah investor A dalam mengarahkan aktivitas relevan investee. PP. Akan tetapi, faktor yang dicantumkan dalam paragraf PP(a) (c) saja mungkin tidak konklusif. Jika investor, setelah mempertimbangkan faktor tersebut, tidak jelas apakah investor memiliki kekuasaan, maka investor mempertimbangkan fakta dan keadaan tambahan, seperti apakah pemegang saham lain bersifat pasif seperti yang ditunjukkan oleh pola pemilihan suara dalam RUPS sebelumnya. Hal ini mencakup penaksiran terhadap faktor yang dijelaskan dalam paragraf PP dan indikator dalam paragraf PP dan PP0. Semakin sedikit hak suara yang dimiliki investor dan semakin sedikit pihak yang perlu bertindak bersama untuk mengalahkan suara investor, maka semakin tinggi ketergantungan terhadap fakta dan keadaan tambahan untuk menaksir apakah hak investor cukup untuk memberinya kekuasaan. Ketika fakta dan keadaan di paragraf PP PP0 dipertimbangkan bersama dengan hak investor, bobot yang lebih besar diberikan kepada bukti kekuasaan di paragraf PP daripada indikator kekuasaan di paragraf PP dan PP0. Contoh Penerapan Contoh Investor memiliki % hak suara investee. Sebelas pemegang saham lain masing-masing memiliki % hak suara investee. Tidak ada pemegang saham yang memiliki pengaturan kontraktual untuk berkonsultasi dengan pemegang saham lain manapun atau mengambil keputusan kolektif. Dalam kasus ini, ukuran absolut kepemilikan investor dan ukuran relatif dari kepemilikan saham lain saja tidak konklusif dalam menentukan apakah investor memiliki hak yang cukup untuk memberinya kekuasaan atas investee. Fakta dan keadaan tambahan dapat memberikan bukti bahwa investor memiliki atau tidak memiliki kekuasaan perlu dipertimbangkan. berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
50 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... Contoh Investor memiliki % hak suara investee. Tiga pemegang saham lain masing-masing memiliki % hak suara investee. Sisa hak suara dimiliki oleh banyak pemegang saham lain, tidak ada yang secara individual memiliki hak suara lebih dari %. Tidak ada pemegang saham yang memiliki pengaturan kontraktual untuk berkonsultasi dengan pemegang saham lain manapun atau membuat keputusan kolektif. Keputusan tentang aktivitas relevan investee mensyaratkan persetujuan dari mayoritas suara pada RUPS terkait-% hak suara investee telah diberikan pada RUPS terakhir. Dalam kasus ini, partisipasi aktif dari pemegang saham lain pada RUPS terakhir menunjukkan bahwa investor tidak akan memiliki kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak, tanpa memperhatikan apakah investor telah mengarahkan aktivitas relevan karena jumlah yang mencukupi dari pemegang saham lain memilih hal yang sama seperti investor. PP. Jika tidak jelas apakah investor memiliki kekuasaan, setelah mempertimbangkan faktor yang dicantumkan pada paragraf PP(a) (d), maka investor tidak mengendalikan investee. Hak Suara Potensial PP. Ketika menaksir pengendalian, investor mem per tim bangkan hak suara potensialnya maupun hak suara potensial yang dimiliki pihak lain untuk menentukan apakah investor memiliki kekuasaan. Hak suara potensial adalah hak untuk memperoleh hak suara investee, seperti hak yang timbul dari instrumen dapat dikonversi atau opsi, termasuk forward contracts. Hak suara potensial tersebut dipertimbangkan hanya jika hak tersebut substantif (lihat paragraf PP PP). PP. Ketika mempertimbangkan hak suara potensial, investor mempertimbangkan tujuan dan desain instrumen, maupun tujuan dan desain keterlibatan lain apapun yang dimiliki investor dengan investee. Hal ini mencakup penaksiran dari berbagai syarat dan ketentuan instrumen maupun harapan, motif, dan alasan investor untuk menyetujui syarat dan ketentuan tersebut.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
51 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 PP. Jika investor juga memiliki hak suara atau hak pengambilan keputusan lain terkait dengan aktivitas investee, maka investor menaksir apakah hak tersebut yang dalam kombinasi dengan hak suara potensial, memberikan kekuasaan kepada investor. PP0. Hak suara potensial substantif saja atau dalam kombinasi dengan hak lain, dapat memberikan investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Sebagai contoh, kemungkinan akan terjadi kasus ketika investor memiliki % hak suara investee dan sesuai dengan paragraf PP memiliki hak substantif yang timbul dari opsi untuk mengakuisisi 0% tambahan hak suara. Contoh Penerapan Contoh Investor A memiliki 0% hak suara investee. Investor B memiliki % hak suara investee maupun opsi untuk mengakuisisi setengah dari hak suara investor A. Opsi tersebut dapat dilaksanakan selama dua tahun ke depan dengan harga tetap dalam posisi sangat tidak untung (dan diperkirakan akan tetap demikian selama dua tahun). Investor A telah melaksanakan hak suaranya dan secara aktif mengarahkan aktivitas relevan investee. Dalam kasus tersebut, investor A kemungkinan akan memenuhi kriteria kekuasaan karena tampak bahwa investor A memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Walaupun demikian investor B memiliki opsi yang dapat dilaksanakan saat ini untuk membeli tambahan hak suara (yang jika dilakukan akan memberi investor B hak suara mayoritas di investee), syarat dan ketentuan yang terkait dengan opsi tersebut adalah sedemikian sehingga opsi tidak dianggap substantif. Contoh Investor A dan dua investor lain masing-masing memiliki sepertiga hak suara investee. Aktivitas usaha investee berkaitan erat dengan investor A. Sebagai tambahan atas instrumen ekuitasnya, investor A juga memiliki instrumen utang yang setiap saat dapat dikonversi ke dalam saham biasa investee dengan harga tetap dalam posisi tidak untung (tetapi bukan posisi sangat tidak untung). Jika utang tersebut dikonversi, investor A akan memiliki 0% hak suara investee. Investor A akan mendapatkan manfaat dari melakukan berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
52 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... sinergi jika instrumen utang tersebut dikonversi ke dalam saham biasa. Investor A memiliki kekuasaan atas investee karena investor tersebut memiliki hak suara investee bersama dengan hak suara potensial substantif yang memberikan investor A tersebut kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Kekuasaan Ketika Hak Suara atau Hak Serupa Tidak Memiliki Dampak Signifikan Terhadap Imbal Hasil Investee PP. Dalam menaksir tujuan dan desain investee (lihat paragraf PP0 PP0), investor mempertimbangkan keterlibatan dan keputusan yang dibuat pada saat pendirian investee sebagai bagian dari desain dan mengevaluasi apakah syarat dan fitur transaksi dari keterlibatan tersebut memberikan hak yang cukup bagi investor untuk memperoleh kekuasaan. Keterlibatan dalam desain investee saja tidak cukup untuk memberikan investor pengendalian. Akan tetapi, keterlibatan dalam desain mengindikasikan bahwa investor memiliki kesempatan untuk memperoleh hak yang cukup untuk memberinya kekuasaan atas investee. PP. Sebagai tambahan, investor mempertimbangkan pengaturan kontraktual seperti call right, put right, dan hak likuidasi (liquidation rights) yang ditetapkan pada saat pendirian investee. Ketika pengaturan kontraktual tersebut melibatkan aktivitas yang berkaitan erat dengan investee, maka aktivitas ini, secara substansi, merupakan bagian yang takterpisahkan dari keseluruhan aktivitas investee, meskipun aktivitas tersebut dapat terjadi di luar batas hukum investee. Oleh karena itu, hak pengambilan keputusan secara eksplisit atau implisit melekat pada pengaturan kontraktual yang berkaitan erat dengan investee perlu dipertimbangkan sebagai aktivitas relevan dalam penentuan kekuasaan atas investee. PP. Bagi beberapa investee, aktivitas relevan terjadi hanya ketika keadaan atau peristiwa tertentu terjadi. Investee mungkin didesain sehingga arah aktivitas dan imbal hasilnya telah ditentukan sebelumnya kecuali dan sampai keadaan atau peristiwa tertentu terjadi. Dalam kasus ini, hanya keputusan mengenai aktivitas investee ketika keadaan atau peristiwa tersebut terjadi dapat berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil investee dan dengan demikian merupakan aktivitas relevan. Keadaan atau peristiwa tersebut tidak perlu terjadi bagi investor dengan kemampuan mengambil keputusan untuk memiliki kekuasaan. Fakta bahwa hak untuk mengambil keputusan. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
53 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 adalah bergantung pada keadaan yang muncul atau peristiwa yang terjadi, tidak dengan sendirinya membuat hak tersebut protektif. Contoh Penerapan Contoh Satu-satunya aktivitas usaha investee, sebagaimana dijelaskan dalam dokumen pendirian, adalah untuk membeli piutang dan memberikan jasa harian terkait dengan piutang tersebut untuk para investor. Jasa harian tersebut meliputi penagihan dan penyampaian pembayaran pokok dan bunga pada saat jatuh tempo. Pada saat piutang gagal bayar, investee secara otomatis menjual piutang kepada investor sebagaimana telah disepakati secara terpisah dalam perjanjian penjualan piutang antara investor dan investee. Satu-satunya aktivitas relevan adalah mengelola piutang pada saat gagal bayar karena hal tersebut merupakan satusatunya aktivitas yang dapat mempengaruhi imbal hasil investee secara signifikan. Pengelolaan piutang sebelum gagal bayar bukan merupakan aktivitas relevan karena hal ini tidak mensyaratkan dibuatnya keputusan substantif yang dapat berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil investee aktivitas sebelum gagal bayar telah ditentukan di awal dan jumlahnya hanya untuk mengumpulkan arus kas pada saat piutang jatuh tempo dan meneruskannya kepada investor. Oleh karena itu, hanya hak investor untuk mengelola aset pada saat gagal bayar dipertimbangkan ketika menaksir keseluruhan aktivitas investee yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee. Pada contoh ini, desain investee memastikan bahwa investor memiliki wewenang pengambilan keputusan atas aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil hanya pada saat wewenang pengambilan keputusan tersebut diperlukan. Syarat dari perjanjian penjualan piutang terintegrasi dengan seluruh transaksi dan pendirian investee. Oleh karena itu, syarat dari perjanjian penjualan piutang bersama dengan dokumen pendirian investee menghasilkan kesimpulan bahwa investor memiliki kekuasaan atas investee meskipun investor mengambil kepemilikan atas piutang hanya pada pada saat gagal bayar dan mengelola piutang yang gagal terbayar diluar lingkup hukum investee. berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
54 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... Contoh Satu-satunya aset investee adalah piutang. Ketika tujuan dan desain investee telah dipertimbangkan, telah ditentukan bahwa satu-satunya aktivitas relevan adalah mengelola piutang pada saat gagal bayar. Pihak yang memiliki kemampuan untuk mengelola piutang yang mengalami gagal bayar memiliki kekuasaan atas investee, terlepas dari ada tidaknya peminjam yang gagal bayar. PP. Investor memiliki komitmen eksplisit atau implisit untuk memastikan bahwa investee tetap beroperasi sesuai dengan desainnya di awal. Komitmen tersebut meningkatkan eksposur investor terhadap variabilitas imbal hasil dan dengan demikian meningkatkan insentif investor untuk memperoleh hak yang cukup untuk memberinya kekuasaan. Oleh karena itu, komitmen untuk memastikan bahwa investee tetap beroperasi sesuai dengan desainnya dapat menjadi indikator bahwa investor memiliki kekuasaan, tetapi tidak dengan sendirinya memberi kekuasaan pada investor, juga tidak mencegah pihak lain untuk memperoleh kekuasaan. Eksposur atau Hak atas Imbal Hasil Variabel Investee PP. Ketika menaksir apakah investor mempunyai pengendalian atas investee, investor menentukan apakah investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee. PP. Imbal hasil variabel adalah imbal hasil yang tidak tetap dan memiliki potensi untuk bervariasi sebagai hasil dari kinerja investee. Imbal hasil variabel dapat hanya positif, hanya negatif atau positif dan negatif (lihat paragraf ). Investor menaksir apakah imbal hasil dari investee bervariasi dan seberapa bervariasinya imbal hasil tersebut berdasarkan substansi pengaturan dan tanpa memperhatikan bentuk legal dari imbal hasil. Sebagai contoh, investor dapat memiliki obligasi dengan pembayaran bunga tetap. Pembayaran bunga tetap merupakan imbal hasil variabel berdasarkan Pernyataan ini, karena pembayaran bunga tetap bergantung pada risiko gagal bayar dan pembayaran bunga tersebut mengekspos investor terhadap risiko kredit penerbit obligasi. Jumlah variabilitas (sebagai contoh, bagaimana bervariasinya imbal hasil tersebut) bergantung pada risiko kredit dari obligasi. Demikian juga, imbalan kinerja tetap dalam mengelola aset investee adalah imbal hasil variabel karena imbalan tersebut mengekspos investor. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
55 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 terhadap risiko kinerja investee. Jumlah variabilitas bergantung pada kemampuan investee untuk menghasilkan penghasilan yang cukup untuk membayar imbalan. PP. Contoh imbal hasil mencakup: (a) dividen, distribusi lain atas manfaat ekonomik investee (contohnya bunga dari instrumen utang yang diterbitkan oleh investee) dan perubahan nilai investasi investor di investee; (b) remunerasi untuk pemberian jasa atas aset atau liabilitas investee, imbalan dan eksposur terhadap kerugian dari pemberian bantuan kredit atau likuiditas, kepentingan residu dalam aset atau liabilitas investee dalam likuidasi investee tersebut, manfaat pajak, dan akses terhadap likuiditas masa depan yang dimiliki investor dari keterlibatannya dengan investee; (c) imbal hasil yang tidak tersedia untuk pemilik kepentingan lain. Sebagai contoh, investor mungkin dapat menggunakan asetnya dalam kombinasi dengan aset investee, seperti menggabungkan fungsi operasional untuk mencapai skala ekonomi, penghematan biaya, mencari produk langka, mendapatkan akses kepada pengetahuan kepemilikan atau membatasi beberapa operasi atau aset, untuk meningkatkan nilai aset lain dari investor. Hubungan antara Kekuasaan dan Imbal Hasil Delegasi Kekuasaan PP. Ketika investor, dengan hak pengambilan keputusan atau sebagai pengambil keputusan, menaksir apakah investor mengendalikan investee, investor menentukan apakah investor tersebut prinsipal atau agen. Investor juga menentukan apakah entitas lain dengan hak pengambilan keputusan bertindak sebagai agen untuk investor tersebut. Agen adalah pihak yang terikat kontrak terutama untuk bertindak atas nama dan untuk kepentingan pihak lain (prinsipal) dan oleh karena itu, tidak mengendalikan investee ketika agen melaksanakan wewenang pengambilan keputusannya (lihat paragraf dan ). Dengan demikian, terkadang kekuasaan prinsipal mungkin dimiliki dan dilaksanakan oleh agen, tetapi atas nama prinsipal. Pengambil keputusan bukan merupakan agen hanya karena pihak lain dapat memperoleh manfaat dari keputusan yang diambilnya. PP. Investor dapat mendelegasikan wewenang pengambilan keputusannya kepada agen dalam beberapa isu tertentu atau seluruh aktivitas relevan. Ketika menaksir apakah investor mengendalikan investee, investor tersebut memperlakukan hak pengambilan Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
56 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 keputus annya yang didelegasikan kepada agennya sama seperti saat dimiliki langsung oleh investor. Dalam situasi di mana terdapat lebih dari satu prinsipal, setiap prinsipal menaksir apakah prinsipal memiliki kekuasaan atas investee dengan mempertimbangkan persyaratan dalam paragraf PP0 PP. Paragraf PP0 PP memberikan pedoman dalam menentukan apakah pengambil keputusan adalah agen atau prinsipal. PP0. Pengambil keputusan mempertimbangkan secara keseluruhan hubungan antara dirinya, investee yang dikelolanya, dan pihak lain yang terlibat dengan investee, khususnya seluruh faktor berikut ini, dalam menentukan apakah pengambil keputusan adalah agen: (a) ruang lingkup wewenang pengambilan keputusannya atas investee (lihat paragraf PP dan PP). (b) hak yang dimiliki pihak lain (lihat paragraf PP PP). (c) remunerasi yang menjadi haknya sesuai dengan perjanjian remunerasi (paragraf PP PP0). (d) eksposur pengambil keputusan terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal dari kepentingan lain yang dimilikinya dalam investee (paragraf PP PP). Pembobotan yang berbeda diterapkan untuk setiap faktor berdasarkan fakta dan keadaan tertentu. PP. Penentuan apakah pengambil keputusan adalah agen, mensyaratkan adanya evaluasi atas seluruh faktor yang dicantumkan dalam paragraf B0, kecuali jika pihak tunggal (single party) memiliki hak substantif untuk membebastugaskan pengambil keputusan tersebut (hak pencabutan) dan dapat membebastugaskan pengambil keputusan tersebut tanpa alasan (lihat paragraf PP). Ruang Lingkup Wewenang Pengambilan Keputusan PP. Ruang lingkup wewenang pengambilan keputusan yang dimiliki pengambil keputusan, dievaluasi dengan mempertimbangkan: (a) aktivitas yang diizinkan sesuai dengan perjanjian pengambilan keputusan dan ditetapkan oleh hukum; dan (b) diskresi yang dimiliki pengambil keputusan ketika mengambil keputusan mengenai aktivitas tersebut. PP. Pengambil keputusan mempertimbangkan tujuan dan desain investee, risiko dimana yang investee didesain untuk terekspos, risiko yang didesain untuk diteruskan kepada pihak yang terlibat dan tingkat keterlibatan yang dimiliki pengambil keputusan dalam desain investee. Sebagai contoh, jika pengambil keputusan secara signifikan. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
57 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 terlibat dalam desain investee (termasuk dalam menentukan ruang lingkup wewenang pengambilan keputusan), keterlibatan tersebut mengindikasikan bahwa pengambil keputusan memiliki kesempatan dan insentif untuk memperoleh hak yang mengakibatkan pengambil keputusan memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan. Hak yang Dimiliki oleh Pihak Lain PP. Hak substantif yang dimiliki oleh pihak lain mempengaruhi kemampuan pengambil keputusan untuk mengarahkan aktivitas relevan investee. Hak pencabutan substantif atau hak lain menunjukkan bahwa pengambil keputusan adalah agen. PP. Ketika pihak tunggal memiliki hak pencabutan substantif dan dapat membebastugaskan pengambil keputusan tanpa sebab, maka hal ini saja cukup untuk menyimpulkan bahwa pengambil keputusan adalah agen. Jika lebih dari satu pihak memiliki hak serupa (dan tidak ada pihak yang secara individual mampu membebastugaskan pengambil keputusan tanpa persetujuan dari pihak lain), maka hak tersebut saja tidak meyakinkan dalam menentukan bahwa pengambil keputusan bertindak terutama atas nama dan untuk kepentingan pihak lain. Sebagai tambahan, semakin banyak pihak yang disyaratkan untuk bertindak bersama dalam melaksanakan hak untuk membebastugaskan pengambil keputusan dan semakin besar jumlah dari, dan variabilitas terkait dengan, kepentingan ekonomik lain dari pengambil keputusan (yaitu remunerasi dan kepentingan lain), maka semakin kecil bobot yang ditempatkan atas faktor tersebut. PP. Hak substantif yang dimiliki pihak lain yang membatasi diskresi pengambil keputusan dipertimbangkan dengan cara yang serupa dengan hak pencabutan ketika mengevaluasi apakah pengambil keputusan adalah agen. Sebagai contoh, pengambil keputusan yang disyaratkan untuk memperoleh persetujuan dari sejumlah kecil pihak lain atas tindakannya, umumnya adalah agen. (Lihat paragraf PP PP untuk pedoman tambahan atas hak dan apakah hak tersebut bersifat substantif). PP. Pertimbangan atas hak yang dimiliki pihak lain mencakup penaksiran dari hak apapun yang dapat dilaksanakan oleh dewan komisaris investee (atau organ pengatur lain) dan pengaruhnya pada wewenang pengambilan keputusan (lihat paragraf PP(b)). Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
58 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Remunerasi PP. Semakin besar jumlah dari, dan variabilitas yang terkait dengan remunerasi pengambil keputusan dibandingkan dengan imbal hasil yang diharapkan dari aktivitas investee, semakin besar kemungkinan bahwa pengambil keputusan adalah prinsipal. PP. Dalam menentukan apakah pengambil keputusan adalah prinsipal atau agen, pengambil keputusan juga mempertimbangkan apakah kondisi berikut terpenuhi: (a) remunerasi pengambil keputusan sepadan dengan jasa yang diberikan; (b) perjanjian remunerasi hanya mencakup persyaratan, kondisi atau jumlah yang biasanya ada dalam pengaturan untuk jasa dan tingkat keahlian serupa, yang dinegosiasikan atas dasar yang wajar. PP0. Pengambil keputusan tidak dapat menjadi agen kecuali kondisi yang dijelaskan dalam paragraf PP (a) dan (b) terpenuhi. Akan tetapi, hanya memenuhi kondisi tersebut saja, tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa pengambil keputusan adalah agen. Eksposur terhadap Variabilitas Imbal Hasil yang Berasal dari Ke pentingan Lain PP. Pengambil keputusan yang memiliki kepentingan lain di investee (contohnya, investasi dalam investee atau memberikan jaminan yang berkenaan dengan kinerja investee), mempertimbangkan eksposurnya terhadap variabilitas imbal hasil dari kepemilikan tersebut dalam menaksir apakah pengambil keputusan adalah agen. Kepemilikan kepentingan lain di dalam investee mengindikasikan bahwa pengambil keputusan mungkin adalah prinsipal. PP. Dalam mengevaluasi eksposurnya terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal dari kepentingan lain dalam investee, pengambil keputusan mempertimbangkan hal berikut: (a) semakin besar jumlah dari, dan variabilitas yang terkait dengan, kepentingan ekonomiknya, dengan mempertimbangkan re munerasi dan kepentingan lainnya secara gabungan, semakin besar kemungkinannya bahwa pengambil keputusan adalah prinsipal; (b) apakah eksposurnya terhadap variabilitas imbal hasil berbeda dari eksposur investor lain dan, jika demikian, apakah eksposur tersebut mempengaruhi tindakannya. Sebagai contoh, hal ini mungkin terjadi ketika pengambil keputusan memiliki kepen tingan subordinasi dalam investee atau memberikan pen-. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
59 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 ingkatan kualitas kredit kepada investee. Pengambil keputusan mengevalua si eksposurnya dibandingkan dengan total variabilitas imbal hasil investee. Evaluasi ini dibuat terutama berdasarkan imbal hasil yang diharapkan dari aktivitas investee tetapi tanpa mengabaikan eksposur maksimum pengambil keputusan terhadap variabilitas imbal hasil investee melalui kepentingan lain yang dimiliki pengambil keputusan tersebut. Contoh Penerapan Contoh Pengambil keputusan (manajer investasi) membentuk, memasarkan, dan mengelola reksa dana yang diperdagangkan dan diregulasi sesuai dengan parameter tertentu sebagaimana dijelaskan dalam mandat investasi seperti yang disyaratkan oleh hukum dan regulasi lokalnya. Reksa dana tersebut dipasarkan kepada investor sebagai portofolio investasi yang terdiversifikasi dalam efek ekuitas entitas yang diperdagangkan secara umum. Dalam parameter yang ditetapkan tersebut, manajer investasi memiliki diskresi mengenai jenis aset investasi. Manajer investasi telah membuat investasi pro rata % atas reksa dana tersebut dan menerima imbalan berbasis pasar untuk jasanya, yang setara dengan % dari nilai aset neto dari reksa dana yang dikelolanya. Imbalan tersebut sepadan dengan jasa yang diberikan. Manajer investasi tidak memiliki kewajiban untuk menanggung kerugian reksa dana lebih dari % atas jumlah investasinya. Reksa dana tersebut tidak disyaratkan untuk membentuk dan tidak membentuk dewan komisaris independen. Investor tidak memiliki hak subtantif apapun yang dapat mempengaruhi wewenang pengambilan keputusan manajer investasi, tetapi dapat menebus kepentingannya dalam batasan tertentu yang ditetapkan oleh reksa dana. Walaupun beroperasi dalam parameter yang ditetapkan dalam mandat investasi dan sesuai dengan persyaratan regulator, manajer investasi memiliki hak pengambilan keputusan yang memberinya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan reksa dana. Sebaliknya, investor tidak memiliki hak substantif yang dapat mempengaruhi wewenang pengambilan keputusan manajer investasi. Manajer investasi menerima imbalan berbasis pasar untuk jasanya, yang sepadan dengan jasa yang diberikan dan juga investasi pro rata yang telah dilakukannya berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
60 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... di reksa dana tersebut. Remunerasi dan investasinya mengekspos manajer investasi terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal dari aktivitas reksa dana tanpa menimbulkan eksposur itu yang sedemikian signifikan, sehingga mengindikasikan bahwa manajer investasi adalah prinsipal. Dalam contoh ini, pertimbangan eksposur manajer investasi terhadap variabilitas imbal hasil dari reksa dana, bersama dengan wewenang pengambilan keputusannya dalam parameter yang ditetapkan tersebut mengindikasikan bahwa manajer investasi adalah agen. Dengan demikian, manajer investasi menyimpulkan bahwa ia tidak mengendalikan reksa dana tersebut. Contoh Pengambil keputusan membentuk, memasarkan, dan mengelola reksa dana yang memberikan peluang investasi bagi sejumlah investor. Pengambil keputusan tersebut (manajer investasi) harus mengambil keputusan terbaik bagi kepentingan seluruh investor dan sesuai dengan perjanjian pengelolaan reksa dana. Namun, manajer investasi memiliki diskresi yang luas dalam pengambilan keputusan. Manajer investasi menerima imbalan berbasis pasar untuk jasanya, yang setara dengan % aset yang dikelola dan 0% dari seluruh keuntungan reksa dana jika tingkat keuntungan tertentu dicapai. Imbalan tersebut sepadan dengan jasa yang diberikan. Walaupun manajer investasi harus membuat keputusan yang terbaik bagi kepentingan seluruh investor, manajer investasi memiliki wewenang pengambilan keputusan yang luas untuk mengarahkan aktivitas relevan reksa dana tersebut. Manajer investasi menerima imbalan tetap dan imbalan terkait kinerja yang sepadan dengan jasa yang diberikan. Sebagai tambahan, remunerasi menyelaraskan kepentingan manajer investasi dengan investor lain untuk meningkatkan nilai reksa dana tersebut, tanpa menimbulkan eksposur terhadap variabilitas imbal hasil dari aktivitas reksa dana yang sedemikian signifikan, sehingga remunerasi, ketika dipertimbangkan secara terpisah, menunjukkan bahwa manajer investasi adalah prinsipal. Pola fakta dan analisis diatas berlaku untuk contoh A C di bawah ini. Setiap contoh dipertimbangkan secara terpisah. berlanjut.... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
61 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... Contoh A Manajer investasi juga memiliki % investasi di reksa dana yang menyelaraskan kepentingannya dengan kepentingan investor lain. Manajer investasi tidak memiliki kewajiban untuk menanggung kerugian lebih dari % bagian investasinya. Investor dapat membebastugaskan manajer investasi berdasarkan suara mayoritas, namun hanya jika terjadi pelanggaran kontrak. % investasi yang dimiliki manajer investasi meningkatkan eksposurnya terhadap variabilitas imbal hasil dari aktivitas reksa dana tanpa menimbulkan eksposur yang sedemikian signifikan sehingga mengindikasikan bahwa manajer investasi adalah prinsipal. Hak investor lain untuk membebastugaskan manajer investasi dipertimbangkan sebagai hak protektif karena hak tersebut dapat dilaksanakan hanya jika terjadi pelanggaran kontrak. Dalam contoh ini, walaupun manajer investasi memiliki wewenang pengambilan keputusan yang luas dan terekspos terhadap variabilitas imbal hasil dari kepentingannya dan remunerasinya, eksposur manajer investasi mengindikasikan bahwa manajer investasi adalah agen. Dengan demikian, manajer investasi menyimpulkan bahwa ia tidak mengendalikan reksa dana tersebut. Contoh B Manajer investasi memiliki investasi pro rata yang lebih substansial di reksa dana, tetapi tidak memiliki kewajiban apapun untuk menanggung kerugian reksa dana melebihi investasinya. Investor dapat membebastugaskan manajer investasi berdasarkan suara mayoritas hanya jika terjadi pelanggaran kontrak. Dalam contoh ini, hak investor lain untuk membebastugaskan manajer investasi dipertimbangkan sebagai hak protektif karena hak tersebut dapat dilaksanakan hanya jika terjadi pelanggaran kontrak. Walaupun manajer investasi dibayar dengan imbalan tetap dan imbalan terkait kinerja yang sepadan dengan jasa yang diberikan, kombinasi investasi yang dimiliki manajer investasi bersama dengan remunerasinya, dapat menimbulkan eksposur terhadap variabilitas imbal hasil dari aktivitas reksa dana yang sedemikian signifikan sehingga mengindikasikan bahwa manajer investasi adalah prinsipal. Semakin besar jumlah dari, dan berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
62 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... variabilitas yang terkait dengan, kepentingan ekonomik manajer investasi (mempertimbangkan remunerasi dan kepentingan lainnya secara gabungan), maka semakin besar penekanan yang diberikan manajer investasi pada kepentingan ekonomik tersebut dalam analisis, dan semakin besar kemungkinan bahwa manajer investasi adalah prinsipal. Sebagai contoh, dengan mempertimbangkan remunerasi dan faktor lainnya, manajer investasi mungkin mempertimbangkan 0% investasi adalah cukup untuk menyimpulkan bahwa ia mengendalikan reksa dana tersebut. Akan tetapi, dalam keadaan yang berbeda (yaitu jika remunerasi dan faktor lain berbeda), pengendalian akan timbul ketika tingkat investasi berbeda. Contoh C Manajer investasi memiliki 0% investasi pro rata dalam reksa dana, tetapi tidak memiliki kewajiban apapun untuk menanggung kerugian lebih dari 0% investasinya. Reksa dana tersebut memiliki dewan komisaris yang seluruh anggotanya independen terhadap manajer investasi dan ditunjuk oleh investor lain. Dewan tersebut menunjuk manajer investasi setiap tahunnya. Jika Dewan tersebut memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak manajer investasi, maka jasa yang dilakukan oleh manajer investasi dapat digantikan oleh manajer lain dalam industri tersebut. Walaupun manajer investasi dibayar dengan imbalan tetap dan imbalan terkait dengan kinerja yang sepadan dengan jasa yang diberikan, kombinasi 0% investasi yang dimiliki manajer investasi bersama dengan remunerasinya, menimbulkan eksposur terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal dari aktivitas reksa dana yang sedemikian signifikan sehingga mengindikasikan bahwa manajer investasi adalah prinsipal. Akan tetapi, investor memiliki hak substantif untuk membebastugaskan manajer investasi. Sehubungan dengan itu, dewan komisaris memberikan mekanisme untuk memastikan bahwa investor dapat membebastugaskan manajer investasi jika investor memutuskan untuk melakukan pembebastugasan tersebut. Dalam contoh ini, manajer investasi lebih menekankan hak pencabutan substantif dalam analisis. Dengan demikian, walaupun berlanjut.... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
63 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... manajer investasi memiliki wewenang pengambilan keputusan yang luas dan terekspos terhadap variabilitas imbal hasil reksa dana dari remunerasi dan investasinya, hak substantif yang dimiliki investor lain menunjukkan bahwa manajer investasi adalah agen. Dengan demikian, manajer investasi menyimpulkan bahwa ia tidak mengendalikan reksa dana tersebut. Contoh Investee dibentuk untuk membeli portofolio efek beragun aset (EBA) dengan tingkat bunga tetap, yang didanai oleh instrumen utang dengan tingkat bunga tetap dan instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas didesain untuk memberikan perlindungan kerugian awal kepada investor efek bersifat utang dan menerima imbal hasil residu investee. Transaksi tersebut dipasarkan kepada investor efek bersifat utang potensial sebagai investasi dalam portofolio EBA dengan eksposur terhadap risiko kredit yang terkait dengan kemungkinan gagal bayar dari sekuritas yang dijamin aset dalam portofolio dan terhadap risiko tingkat bunga yang terkait dengan pengelolaan portofolio. Pada saat pembentukan EBA, instrumen ekuitas mewakili % dari nilai aset yang dibeli. Pengambil keputusan (manajer aset) mengelola portofolio aset aktif dengan membuat keputusan investasi berdasarkan parameter yang ditetapkan dalam prospektus investee. Untuk jasa tersebut, manajer aset menerima imbalan berbasis pasar (yaitu % dari aset yang dikelola) dan imbalan terkait kinerja (yaitu % dari keuntungan) jika keuntungan investee melebihi tingkat tertentu. Imbalan tersebut sepadan dengan jasa yang diberikan. Manajer aset memiliki % ekuitas investee. Sisa ekuitas sebesar %, dan seluruh instrumen utang, dimiliki oleh sejumlah besar investor pihak ketiga yang tersebar secara luas dan tidak berelasi. Manajer aset dapat dibebastugaskan tanpa sebab, dengan keputusan mayoritas investor lain (lebih besar dari 0% hak suara). Manajer aset dibayar dengan imbalan tetap dan imbalan terkait kinerja yang sepadan dengan jasa yang diberikan. Remunerasi menyelaraskan kepentingan manajer investasi dengan kepentingan investor lain untuk meningkatkan nilai reksa dana tersebut. Manajer aset memiliki eksposur terhadap variabilitas imbal hasil dari aktivitas reksa dana karena manajer aset memiliki % ekuitas dan dari remunerasinya. berlanjut... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
64 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... Walaupun beroperasi dalam parameter yang ditetapkan dalam prospektus investee, manajer aset memiliki kemampuan kini untuk mengambil keputusan investasi yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee. Dalam hal ini, hak pencabutan yang dimiliki oleh investor lain hanya mendapatkan pembobotan yang kecil dalam analisis manajer aset, karena hak pencabutan investor lain tersebut dimiliki oleh sejumlah besar investor yang tersebar luas. Dalam contoh ini, manajer aset lebih menekankan pada eksposurnya terhadap variabilitas imbal hasil reksa dana dari kepentingan ekuitasnya, yang merupakan subordinasi terhadap instrumen utang. Kepemilikan ekuitas % menimbulkan eksposur subordinasian terhadap kerugian dan hak atas imbal hasil investee, yang sedemikian signifikan, sehingga mengindikasikan bahwa manajer aset adalah prinsipal. Dengan demikian, manajer aset menyimpulkan bahwa ia mengendalikan investee. Contoh Pengambil keputusan (sponsor) mensponsori multi seller conduit, yang menerbitkan instrumen utang jangka pendek kepada investor pihak ketiga yang tidak berelasi. Transaksi tersebut dipasarkan kepada investor potensial sebagai investasi dalam portofolio aset jangka menengah berkualitas tinggi dengan eksposur minimal terhadap risiko kredit yang terkait dengan kemungkinan gagal bayar penerbit aset dalam portofolio tersebut. Berbagai pihak yang mengalihkan menjual portofolio aset jangka menengah yang berkualitas tinggi kepada multi seller conduit tersebut. Setiap pihak yang mengalihkan melayani portofolio aset yang dijualnya kepada conduit dan mengelola piutang pada saat gagal bayar dengan imbalan jasa berbasis pasar. Setiap pihak yang mengalihkan juga memberikan perlindungan kerugian pertama terhadap kerugian kredit dari portofolio asetnya melalui penjaminan aset yang dialihkan ke conduit tersebut. Pihak sponsor menetapkan persyaratan conduit dan mengelola operasional conduit tersebut dengan menerima imbalan jasa berbasis pasar. Imbalan jasa tersebut sepadan dengan jasa yang diberikan. Pihak sponsor menyetujui penjual yang diizinkan untuk menjual ke conduit, menyetujui aset yang akan dibeli oleh conduit dan membuat keputusan terkait pendanaan conduit. Pihak sponsor harus bertindak demi kepentingan terbaik seluruh investor. berlanjut.... Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
65 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 lanjutan... Sponsor berhak atas imbal hasil residu apapun dari conduit dan juga memberikan peningkatan kualitas kredit dan fasilitas likuiditas kepada conduit. Peningkatan kualitas kredit yang diberikan oleh sponsor menyerap kerugian hingga % dari seluruh aset conduit, setelah kerugian diserap oleh pihak yang mengalihkan. Fasilitas likuiditas tidak diberikan terhadap aset gagal bayar. Investor tidak memiliki hak substantif yang dapat mempengaruhi wewenang pengambilan keputusan yang dimiliki sponsor. Meskipun pihak sponsor dibayar dengan imbalan berbasis pasar untuk jasanya yang sepadan dengan jasa yang diberikan, sponsor memiliki eksposur terhadap variabilitas imbal hasil dari aktivitas conduit, karena haknya terhadap imbal hasil residu apapun dari conduit dan provisi untuk peningkatan kualitas kredit dan fasilitas likuiditas (yaitu conduit terekspos risiko likuiditas dengan menggunakan instrumen utang jangka pendek untuk mendanai aset jangka menengah). Meskipun setiap pihak yang mengalihkan memiliki hak pengambilan keputusan yang mempengaruhi nilai aset conduit, sponsor memiliki wewenang pengambilan keputusan luas yang memberinya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang paling signifikan mempengaruhi imbal hasil conduit (yaitu sponsor yang menetapkan persyaratan conduit, memiliki hak untuk mengambil keputusan terkait aset (persetujuan aset yang dibeli dan pihak yang mengalihkan untuk aset tersebut) dan pendanaan conduit (dari dana tersebut investasi baru harus dilakukan secara reguler). Hak atas imbal hasil residu conduit dan provisi peningkatan kualitas kredit dan fasilitas likuiditas membuat sponsor terekspos terhadap variabilitas imbal hasil dari aktivitas conduit, yang berbeda dari variabilitas imbal hasil investor lain. Dengan demikian, eksposur tersebut mengindikasikan bahwa sponsor adalah prinsipal, dan oleh karena itu, sponsor menyimpulkan bahwa ia mengendalikan conduit. Kewajiban sponsor untuk bertindak demi kepentingan terbaik seluruh investor tidak mencegahnya untuk menjadi prinsipal. Hubungan dengan Pihak Lain PP. Ketika menaksir pengendalian, investor mempertimbangkan sifat hubungannya dengan pihak lain dan apakah pihak lain tersebut bertindak atas nama investor (yaitu mereka adalah agen defacto ). Penentuan apakah pihak lain bertindak sebagai agen defacto memerlukan pertimbangan, yang tidak hanya memperhatikan sifat Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
66 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 dari hubungan tersebut tetapi juga bagaimana para pihak lain tersebut berinteraksi satu sama lain dan berinteraksi dengan investor. PP. Hubungan tersebut tidak melibatkan pengaturan kontraktual. Pihak merupakan agen defacto ketika investor memiliki, atau pihak yang mengarahkan aktivitas investor memiliki, kemampuan untuk mengarahkan pihak tersebut untuk bertindak atas nama investor. Dalam keadaan ini, investor mempertimbangkan hak pengambilan keputusan agen defacto nya, dan eksposur tidak langsungnya atau haknya atas variabilitas imbal hasil melalui agen defacto tersebut bersama dengan dirinya sendiri, ketika menaksir pengendalian suatu investee. PP. Berikut ini adalah contoh dari pihak lain yang, berdasarkan sifat hubungannya, mungkin bertindak sebagai agen defacto untuk investor: (a) pihak berelasi dari investor; (b) pihak yang menerima kepentingannya dalam investee sebagai konstribusi atau pinjaman dari investor; (c) pihak yang telah sepakat untuk tidak menjual, mengalihkan atau membatasi kepentingannya dalam investee tanpa persetujuan investor sebelumnya (kecuali untuk situasi di mana investor dan pihak lain memiliki hak persetujuan sebelumnya dan hak tersebut didasarkan pada persyaratan yang telah disepakati bersama oleh pihak independen yang berkeinginan); (d) pihak yang tidak dapat membiayai operasionalnya tanpa dukungan keuangan subordinasi dari investor; (e) investee yang mayoritas anggota organ pengaturnya atau personil manajemen kuncinya adalah sama dengan anggota organ pengatur atau personil manajemen kunci dari investor tersebut; (f) pihak yang memiliki hubungan usaha yang erat dengan investor, seperti hubungan antara pemberi jasa profesional dan salah satu klien utamanya. Pengendalian Aset Tertentu PP. Investor mempertimbangkan apakah investor memperlakukan sebagian dari investee sebagai entitas yang dianggap terpisah. Jika demikian, apakah investor mengendalikan entitas yang dianggap terpisah tersebut. PP. Investor memperlakukan sebagian dari investee sebagai entitas yang dianggap terpisah jika, dan hanya jika, kondisi berikut terpenuhi: Aset tertentu investee (dan peningkatan kualitas kredit yang terkait, jika ada) adalah satu-satunya sumber pembayaran. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
67 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 liabilitas tertentu dari investee, atau kepentingan tertentu lainnya dalam investee tersebut. Para pihak (selain pihak dengan liabilitas tertentu) tidak memiliki hak atau kewajiban yang terkait dengan aset tertentu atau arus kas residu dari aset tersebut. Secara substansi, tidak ada imbal hasil dari aset tertentu tersebut yang dapat digunakan oleh sisa investee, dan tidak ada liabilitas dari entitas yang dianggap terpisah tersebut dapat dibayar dari sisa aset investee. Dengan demikian, secara substansi, semua aset, liabilitas dan ekuitas dari entitas yang dianggap terpisah adalah ring-fenced dari investee secara keseluruhan. Entitas yang dianggap terpisah seperti itu sering disebut sebagai silo. PP. Ketika kondisi dalam paragraf PP terpenuhi, investor mengidentifikasi aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil entitas yang dianggap terpisah tersebut dan bagaimana aktivitas tersebut diarahkan untuk menaksir apakah entitas yang dianggap terpisah tersebut memiliki kekuasaan atas bagian investee tersebut. Ketika menaksir pengendalian entitas yang dianggap terpisah, investor juga mempertimbangkan apakah investor tersebut memiliki eksposur atau hak atas variabilitas imbal hasil dari keterlibatannya dengan entitas yang dianggap terpisah tersebut, dan kemampuannya untuk menggunakan kekuasaannya atas bagian investee tersebut guna mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. PP. Jika investor mengendalikan entitas yang dianggap terpisah tersebut, maka investor mengonsolidasi bagian investee tersebut. Dalam kasus ini, pihak lain mengeluarkan bagian investee tersebut ketika menaksir pengendalian atas investee dan dalam mengonsolidasi investee. Penaksiran yang Berkelanjutan PP0. Investor menaksir kembali apakah investor tersebut mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan bahwa terdapat perubahan dalam satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang dijelaskan dalam paragraf 0. PP. Jika terdapat perubahan dalam bagaimana kekuasaan atas investee dapat dilaksanakan, maka perubahan tersebut harus tercermin dalam bagaimana investor menaksir kekuasaannya atas investee. Sebagai contoh, perubahan hak pengambilan keputusan dapat berarti bahwa aktivitas relevan tidak lagi diarahkan melalui hak suara, melainkan berdasarkan perjanjian lain, seperti kontrak, yang memberikan pihak lain kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
68 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 PP. Suatu peristiwa dapat mengakibatkan investor mendapatkan atau kehilangan kekuasaan atas investee tanpa melibatkan investor dalam peristiwa tersebut. Sebagai contoh, investor dapat memperoleh kekuasaan atas investee karena hak pengambilan keputusan yang dimiliki pihak lain, yang sebelumnya mencegah investor dalam mengendalikan investee, telah berlalu. PP. Investor juga mempertimbangkan perubahan yang mempengaruhi eksposur, atau haknya, atas imbal hasil variabel yang berasal dari keterlibatannya dengan investee. Sebagai contoh, investor yang memiliki kekuasaan atas investee dapat kehilangan pengendalian atas investee jika investor tersebut tidak lagi berhak untuk menerima imbal hasil atau terekspos terhadap kewajiban, karena investor akan gagal untuk memenuhi paragraf 0(b) (contohnya, jika kontrak untuk menerima imbalan terkait kinerja telah berakhir). PP. Investor mempertimbangkan apakah penaksirannya bahwa investor tersebut bertindak sebagai agen atau prinsipal telah berubah. Perubahan dalam hubungan keseluruhan antara investor dan pihak lain dapat berarti bahwa investor tidak lagi bertindak sebagai agen, meskipun sebelumnya investor tersebut telah bertindak sebagai agen, atau sebaliknya. Sebagai contoh, jika perubahan terhadap hak investor atau pihak lain terjadi, maka investor mempertimbangkan kembali statusnya sebagai prinsipal atau agen. PP. Penaksiran awal investor atas pengendalian atau statusnya sebagai prinsipal atau agen, tidak akan berubah hanya karena perubahan kondisi pasar (contohnya perubahan imbal hasil investee yang digerakkan oleh kondisi pasar), kecuali perubahan dalam kondisi pasar mengubah satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang dijelaskan dalam paragraf 0 atau mengubah hubungan keseluruhan antara prinsipal dan agen. PENENTUAN APAKAH ENTITAS ADALAH ENTITAS INVESTASI PP. Entitas mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan ketika menaksir apakah entitas adalah entitas investasi, termasuk tujuan dan desainnya. Entitas yang memenuhi tiga elemen definisi entitas investasi, sebagaimana dijelaskan di dalam paragraf, adalah entitas investasi. Paragraf PP-PP menjelaskan elemen definisi tersebut dengan lebih rinci.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
69 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Tujuan Bisnis PP. Definisi entitas investasi mensyaratkan bahwa tujuan entitas adalah semata-mata berinvestasi untuk kenaikan nilai modal, penghasilan investasi (contohnya dividen, bunga atau pendapatan sewa), atau keduanya. Tujuan investasi entitas biasanya dapat ditemukan dalam dokumen seperti memorandum penawaran entitas, publikasi yang didistribusikan oleh entitas dan dokumen lain dari perseroan atau persekutuan. Bukti lain mungkin termasuk cara entitas memperkenalkan dirinya sendiri kepada pihak lain (seperti investor potensial atau investee potensial); sebagai contoh, entitas memperkenalkan bisnisnya sebagai penyedia investasi jangka menengah untuk kenaikan nilai modal. Sebaliknya, entitas yang memperkenalkan dirinya sendiri sebagai investor yang bertujuan untuk mengembangkan secara bersama, memproduksi atau memasarkan produk dengan investee-nya memiliki tujuan bisnis yang tidak konsisten dengan tujuan bisnis entitas investasi, karena entitas akan mendapatkan imbal hasil dari aktivitas perkembangan, produksi, atau pemasaran yang sama dengan imbal hasil dari investasinya (lihat paragraf PP). PP. Entitas invetasi menyediakan jasa terkait dengan investasi (misalnya: jasa konsultasi investasi, manajemen investasi, jasa pendukung dan administratif investasi), baik secara langsung atau melalui entitas anak, kepada pihak ketiga dan kepada investor-nya, meskipun aktivitas tersebut substansial terhadap entitas. PP. Entitas investasi dapat juga berpartisipasi dalam aktivitas terkait investasi berikut ini, baik secara langsung maupun melalui entitas anak, jika aktivitas tersebut dilakukan untuk memaksimalkan imbal hasil investasi (kenaikan nilai modal atau penghasilan investasi) dari investee-nya, dan tidak mewakili aktivitas bisnis substansial yang terpisah atau sumber penghasilan substansial yang terpisah dari entitas investasi tersebut di atas: (a) pemberian jasa manajemen dan saran strategis kepada investee; dan (b) pemberian dukungan keuangan kepada investee, seperti pinjaman, komitmen atau jaminan modal. PP0. Jika entitas investasi memiliki entitas anak yang memberikan jasa atau aktivitas terkait dengan investasi, seperti yang dijelaskan dalam paragraf PP PP, kepada entitas atau pihak lainnya, maka entitas investasi tersebut mengonsolidasi entitas anak tersebut sesuai dengan paragraf. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
70 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Strategi Pengakhiran PP. Rencana investasi entitas juga memberikan bukti mengenai tujuan bisnisnya. Salah satu fitur yang membedakan entitas investasi dari entitas lain adalah entitas investasi tidak memiliki rencana untuk memiliki investasinya secara tidak terbatas, melainkan memiliki investasinya untuk jangka waktu yang terbatas. Dikarenakan investasi ekuitas dan investasi aset nonkeuangan memiliki potensi untuk dimiliki tanpa batas, maka entitas investasi harus memiliki strategi pengakhiran yang mendokumentasikan tentang bagaimana entitas berencana untuk mewujudkan peningkatan modal dari seluruh investasi ekuitasnya dan investasi aset nonkeuangannya secara substansial. Entitas investasi juga harus memiliki strategi pengakhiran untuk setiap instrumen utang apapun yang berpotensi untuk dimiliki tanpa batas, sebagai contoh surat utang tanpa jatuh tempo (perpetual debt investments). Entitas tidak perlu mendokumentasikan strategi pengakhiran spesifik untuk setiap investasi secara individual, tetapi harus mengidentifikasi potensi strategi yang berbeda untuk jenis atau portofolio investasi yang berbeda, termasuk jangka waktu substantif untuk mengakhiri investasi. Mekanisme pengakhiran yang hanya terjadi dalam peristiwa gagal bayar, seperti pelanggaran kontrak atau kinerja buruk (non performance) tidak memenuhi kewajiban kontrak, tidak dipertimbangkan sebagai strategi pengakhiran untuk tujuan penaksiran ini. PP. Strategi pengakhiran dapat bervariasi berdasarkan jenis investasi. Contoh strategi pengakhiran untuk jenis investasi private equity securities meliputi penawaran umum perdana, penempatan langsung (private placement), penjualan suatu bisnis, distribusi bagian kepemilikan investor dalam investee dan penjualan aset (termasuk penjualan aset investee yang diikuti dengan likuidasi investee). Contoh strategi pengakhiran untuk jenis investasi ekuitas yang diperdagangkan di bursa, meliputi penjualan investasi dalam penempatan langsung atau di bursa. Contoh strategi pengakhiran untuk jenis investasi real estat meliputi penjualan real estat melalui dealer properti khusus atau pasar terbuka. PP. Entitas investasi mungkin memiliki investasi dalam entitas investasi lain, yang dibentuk berkaitan dengan entitas karena alasan hukum, peraturan, pajak atau bisnis serupa lainnya. Dalam hal ini, investor dari entitas investasi tersebut tidak perlu memiliki strategi pengakhiran untuk investasi tersebut, dengan syarat investee dari entitas investasi tersebut memiliki strategi pengakhiran yang tepat untuk investasinya.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
71 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Pendapatan dari Investasi PP. Entitas berinvestasi tidak semata-mata untuk kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya, jika entitas tersebut atau anggota lain dari kelompok yang salah satu anggotanya adalah entitas tersebut (yaitu kelompok usaha yang dikendalikan oleh entitas induk terakhir dari entitas investasi tersebut) memperoleh, atau memiliki tujuan untuk memperoleh, manfaat lain dari investasi milik entitas tersebut yang tidak tersedia bagi pihak lain yang tidak terkait dengan investee. Manfaat tersebut mencakup: (a) akuisisi, penggunaan, pertukaran atau eksploitasi dari proses, aset atau teknologi dari investee. Hal ini mencakup entitas tersebut atau anggota kelompok usaha lainnya, yang memiliki hak tidak proporsional atau hak eksklusif, untuk memperoleh aset, teknologi, produk atau jasa dari investee manapun; sebagai contoh, dengan memiliki opsi untuk membeli aset dari investee jika pengembangan aset dianggap berhasil; (b) pengaturan bersama (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK : Pengaturan Bersama) atau perjanjian lain antara entitas atau anggota kelompok usaha dan investee untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan atau menyediakan produk atau jasa; (c) jaminan keuangan atau aset yang diberikan investee yang diperlakukan sebagai agunan bagi pengaturan peminjaman dari entitas atau anggota kelompok usaha lainnya (akan tetapi, entitas investasi akan tetap dapat menggunakan investasi dalam investee sebagai agunan bagi setiap pinjamannya); (d) opsi yang dimiliki oleh pihak berelasi dari entitas tersebut untuk membeli, dari entitas atau anggota kelompok usaha lain, bagian kepemilikan dalam investee dari entitas tersebut; (e) kecuali sebagaimana yang dijelaskan dalam paragraf PP, transaksi antara entitas atau anggota kelompok usaha lain, dan investee yang: (i) dalam kondisi yang tidak tersedia bagi entitas yang bukan merupakan pihak berelasi baik entitas, anggota kelompok usaha maupun investee; (ii) tidak berdasarkan nilai wajar, atau (iii) mewakili bagian yang substansial dari kegiatan usaha investee atau entitas, termasuk kegiatan usaha entitas kelompok usaha lain. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
72 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 PP. Entitas investasi mungkin memiliki strategi untuk berinvestasi dalam lebih dari satu investee pada industri, pasar atau wilayah geografis yang sama dalam rangka memperoleh manfaat dari sinergi yang meningkatkan kenaikan nilai modal dan penghasilan investasi dari investee. Meskipun, dalam paragraf PP(e) menyatakan bahwa entitas tidak didiskualifikasi untuk diklasifikasikan sebagai entitas investasi hanya karena investee tersebut melakukan perdagangan satu sama lain. Pengukuran Nilai Wajar PP. Elemen penting dari definisi entitas investasi adalah bahwa entitas tersebut mengukur dan mengevaluasi kinerja substansial seluruh investasinya berdasarkan nilai wajar, karena menggunakan nilai wajar menghasilkan informasi yang lebih relevan dari pada, misalnya, mengonsolidasi entitas anak atau menggunakan metode ekuitas untuk kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Dalam rangka menunjukkan bahwa entitas memenuhi unsur dari definisi, entitas investasi: (a) memberikan investor informasi nilai wajar dan mengukur secara substansial seluruh investasinya pada nilai wajar dalam laporan keuangannya bilamana nilai wajar disyaratkan atau diijinkan sesuai dengan SAK; dan (b) melaporkan informasi nilai wajar secara internal kepada personil manajemen kunci entitas (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK : Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi), yang menggunakan nilai wajar sebagai atribusi pengukuran utama untuk mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya secara substansial dan untuk membuat keputusan investasi. PP. Dalam rangka untuk memenuhi persyaratan dalam paragraf PP(a), entitas investasi akan: (a) memilih untuk mencatat setiap properti investasi apapun dengan menggunakan model nilai wajar dalam PSAK : Properti Investasi, investasinya pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (b) memilih pengecualian dari penerapan metode ekuitas dalam PSAK : Investasi pada Entitas Asoasiasi dan Ventura Bersama;dan (c) mengukur aset keuangannya pada nilai wajar dengan menggunakan persyaratan dalam PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. PP. Entitas investasi mungkin memiliki beberapa aset noninvestasi, seperti properti kantor pusat dan peralatan terkait, dan mungkin juga memiliki liabilitas keuangan. Elemen pengukuran nilai wajar dari definisi entitas investasi dalam paragraf (c) diterapkan.0 Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
73 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 pada investasi dari entitas investasi. Dengan demikian, entitas investasi tidak perlu mengukur aset noninvestasi atau liabilitasnya pada nilai wajar. Karakteristik Khusus Entitas Investasi PP. Dalam menentukan apakah entitas memenuhi definisi entitas investasi, entitas mempertimbangkan apakah entitas menampilkan salah satu dari karakteristik khusus tersebut (lihat paragraf ). Tidak terdapatnya satu atau lebih dari karakteristik khusus tersebut tidak selalu mendiskualifikasi entitas untuk diklasifikasikan sebagai entitas investasi, tetapi mengindikasikan bahwa pertimbangan tambahan diperlukan untuk menentukan apakah entitas tersebut merupakan entitas investasi. Lebih dari Satu Investasi PP0. Entitas investasi biasanya memiliki beberapa investasi untuk mendiversifikasikan risikonya dan memaksimalkan imbal hasilnya. Entitas dapat memiliki portofolio investasi secara langsung atau tidak langsung, contohnya dengan memiliki investasi tunggal dalam entitas investasi lain, dan entitas investasi lain tersebut memiliki beberapa investasi. PP. Mungkin pada suatu saat entitas memiliki investasi tunggal. Akan tetapi, memiliki investasi tunggal tentunya tidak mencegah entitas untuk memenuhi definisi entitas investasi. Sebagai contoh, entitas investasi dapat memiliki investasi tunggal ketika entitas: (a) sedang dalam periode awal operasinya dan belum mengidentifikasi investasi yang cocok dan, oleh karena itu, belum melaksanakan rencana investasinya untuk mengakuisisi beberapa investasi; (b) belum membuat investasi lain untuk menggantikan investasi yang telah dilepas; (c) dibentuk untuk menggabungkan dana investor untuk berinvestasi dalam investasi tunggal ketika investasi tidak dapat dicapai oleh investor individual (misalnya ketika investasi minimum yang disyaratkan terlalu tinggi untuk investor individual); atau (d) sedang dalam proses likuidasi. Lebih dari Satu Investor PP. Biasanya, entitas investasi akan memiliki beberapa investor yang menggabungkan dananya untuk mendapatkan akses kepada jasa manajemen investasi dan peluang investasi yang mungkin tidak memiliki akses ke individual. Memiliki beberapa investor akan meng- Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
74 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 akibatkan kecil kemungkinan bahwa entitas, atau anggota kelompok usaha lainnya dalam entitas, memperoleh manfaat selain kenaikan nilai modal atau penghasilan investasi (lihat paragraf PP). PP. Sebagai alternatif, entitas investasi dapat dibentuk oleh, atau untuk, investor tunggal yang mewakili atau mendukung kepentingan dari kelompok investor yang lebih luas (misalnya dana pensiun, dana investasi pemerintah atau family trust). PP. Mungkin juga ada saatnya ketika entitas investasi memiliki investor tunggal secara sementara. Sebagai contoh, entitas investasi mungkin hanya memiliki investor tunggal ketika entitas tersebut: (a) sedang dalam masa penawaran perdana ke publik (IPO), yang belum kedaluwarsa dan entitas tersebut secara aktif mengidentifikasi investor yang cocok; (b) belum mengidentifikasi investor yang cocok untuk menggantikan bagian kepemilikan yang telah ditebus; atau (c) sedang dalam proses likuidasi. Investor yang Tidak Berelasi PP. Biasanya, entitas investasi memiliki beberapa investor yang bukan merupakan pihak berelasi (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK : Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi) dari entitas atau anggota lain dari kelompok usaha yang salah satu anggotanya adalah entitas tersebut. Memiliki investor yang tidak berelasi akan membuat investor mempunyai sedikit kemungkinan bahwa entitas, anggota lain dari kelompok usaha yang salah satu anggotanya adalah entitas tersebut memperoleh manfaat selain kenaikan nilai modal atau penghasilan investasi (lihat paragraf PP). PP. Akan tetapi, entitas mungkin masih memenuhi syarat sebagai entitas investasi meskipun investor-nya berelasi dengan entitas tersebut. Sebagai contoh, entitas investasi dapat membentuk dana paralel terpisah untuk sekelompok karyawannya (seperti personil manajemen kunci) atau investor sebagai pihak berelasi lainnya, yang mencerminkan investasi dari dana investasi utama entitas tersebut. Dana paralel mungkin memenuhi syarat sebagai entitas investasi meskipun seluruh investor-nya merupakan pihak berelasi. Bagian Kepemilikan PP. Entitas investasi biasanya adalah, tetapi tidak disyaratkan untuk menjadi, badan hukum yang terpisah. Bagian kepemilikan dalam entitas investasi biasanya dalam bentuk ekuitas atau kepentingan. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
75 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 serupa (misalnya kepentingan persekutuan), yang mengatribusikan aset neto entitas investasi secara proporsional. Akan tetapi, memiliki kelompok investor yang berbeda tidak menghalangi entitas menjadi entitas investasi. Beberapa kelompok investor tersebut adalah hanya memiliki hak untuk investasi tertentu atau kelompok investasi tertentu, atau yang memiliki saham proporsional yang berbeda-beda terhadap aset neto. PP. Selain itu, entitas yang memiliki bagian kepemilikan signifikan dalam bentuk utang, yang sesuai dengan SAK lain yang berlaku tidak memenuhi definisi ekuitas, mungkin masih memenuhi syarat sebagai entitas investasi, dengan syarat pemegang efek bersifat utang terekspos terhadap imbal hasil variabel dari perubahan nilai wajar aset neto entitas tersebut. PERSYARATAN AKUNTANSI Prosedur Konsolidasi PP. Laporan keuangan konsolidasian: (a) menggabungkan item sejenis seperti aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dari entitas induk dengan entitas anaknya; (b) menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas anak dan bagian entitas induk pada ekuitas setiap entitas anak (PSAK : Kombinasi Bisnis menjelaskan bagaimana menghitung setiap goodwill terkait); (c) mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam kelompok usaha (laba atau rugi yang timbul dari transaksi intra kelompok usaha yang diakui dalam aset, seperti persediaan dan aset tetap, dieliminasi seluruhnya). Kerugian intra kelompok usaha mengindikasikan adanya penurunan nilai yang mensyaratkan pengakuan dalam laporan keuangan konsolidasian. PSAK : Pajak Penghasilan diterapkan untuk perbedaan temporer sebagai akibat penghapusan laba dan rugi yang timbul dari transaksi intra kelompok usaha. Kebijakan Akuntansi yang Sama PP. Jika anggota kelompok usaha menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dengan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan yang serupa, maka penyesuaian dilakukan untuk laporan keuangan kelompok usaha tersebut dalam penyusunan laporan keuangan Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
76 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 konsolidasian guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi kelompok usaha tersebut. Pengukuran PP. Entitas memasukkan penghasilan dan beban entitas anak dalam laporan keuangan konsolidasian dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika entitas kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak didasarkan pada jumlah aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal akuisisi. Sebagai contoh, beban depresiasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian setelah tanggal akuisisi berdasarkan pada nilai wajar aset yang terkait yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal akuisisi. Hak Suara Potensial PP. Ketika terdapat hak suara potensial atau derivatif lain yang mengandung hak suara potensial, proporsi laba atau rugi dan perubahan ekuitas yang dialokasikan untuk entitas induk dan kepentingan nonpengendali dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian ditentukan semata-mata berdasarkan bagian kepemilikan yang ada saat ini dan tidak mencerminkan kemungkinan pelaksanaan atau konversi hak suara potensial dan derivatif lainnya, kecuali paragraf PP diterapkan. PP. Dalam keadaan tertentu, entitas memiliki, secara substansi, bagian kepemilikan yang ada saat ini sebagai akibat dari transaksi kini yang memberikan akses entitas terhadap imbal hasil yang terkait dengan bagian kepemilikan. Dalam keadaan tersebut, proporsi yang dialokasikan kepada entitas induk dan kepentingan nonpengendali dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ditentukan dengan memperhitungkan pelaksanaan akhir dari hak suara potensial tersebut dan derivatif lain yang saat ini memberikan akses entitas kepada imbal hasil. PP. PSAK : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran tidak berlaku untuk kepentingan dalam entitas anak yang dikonsolidasi. Ketika instrumen yang mengandung hak suara potensial secara substansial yang ada saat ini memberikan akses terhadap imbal hasil terkait bagian kepemilikan dalam entitas anak, instrumen tersebut tidak tunduk pada persyaratan dalam PSAK. Dalam se-. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
77 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 luruh kasus lain, instrumen yang mengandung hak suara potensial pada entitas anak dicatat sesuai dengan PSAK. Tanggal Pelaporan PP. Laporan keuangan entitas induk dan entitas anaknya yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian harus memiliki tanggal pelaporan yang sama. Ketika akhir periode pelaporan entitas induk berbeda dengan entitas anak, entitas anak menyusun, untuk tujuan konsolidasi, informasi keuangan tambahan pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan entitas induk untuk memungkinkan entitas induk mengonsolidasi informasi keuangan entitas anak, kecuali tidak praktis. PP. Jika tidak praktis untuk melakukannya, entitas induk harus mengonsolidasi informasi keuangan entitas anak menggunakan laporan keuangan terkini entitas anak yang disesuaikan dengan pengaruh dari transaksi atau peristiwa signifikan yang terjadi antara tanggal laporan keuangan tersebut dan tanggal laporan keuangan konsolidasian. Dalam kasus ini, perbedaan antara tanggal laporan keuangan entitas anak dan tanggal laporan keuangan konsolidasian tidak boleh lebih dari tiga bulan, dan lamanya periode pelaporan dan perbedaan antara tanggal laporan keuangan adalah sama dari periode ke periode. Kepentingan Nonpengendali PP. Entitas mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali. Entitas juga mengatribusikan total penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. PP. Jika entitas anak memiliki saham preferen kumulatif yang beredar yang diklasifikasikan sebagai ekuitas dan dimiliki oleh kepentingan nonpengendali, maka entitas tersebut harus menghitung bagiannya atas laba atau rugi setelah penyesuaian untuk dividen atas saham tersebut, apakah ada atau tidak ada dividen yang telah diumumkan. Perubahan Proporsi Kepemilikan oleh Kepentingan Nonpengendali PP. Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, entitas menyesuaikan jumlah tercatat Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
78 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Entitas tersebut mengakui secara langsung dalam ekuitas setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima, dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk. Kehilangan Pengendalian PP. Entitas induk mungkin kehilangan pengendalian atas entitas anak dalam dua atau lebih pengaturan (transaksi). Meskipun demikian, terkadang beberapa keadaan mengindikasikan bahwa lebih dari satu pengaturan seharusnya dicatat sebagai transaksi tunggal. Dalam menentukan apakah pengaturan tersebut sebagai transaksi tunggal, entitas induk mempertimbangkan seluruh syarat dan ketentuan pengaturan dan dampak ekonomiknya. Satu atau lebih hal berikut ini mengindikasikan bahwa entitas induk mencatat lebih dari satu pengaturan sebagai transaksi tunggal: (a) Pengaturan tersebut disepakati pada waktu yang sama atau terkait satu dengan yang lain; (b) Pengaturan tersebut membentuk suatu transaksi tunggal yang didesain untuk mencapai suatu dampak komersial secara keseluruhan; (c) Keterjadian satu pengaturan bergantung pada keterjadian perjanjian lain; (d) Satu pengaturan yang berdiri sendiri tidak dapat dijustifikasi secara ekonomi, tetapi pengaturan tersebut dapat dijustifikasi secara ekonomi jika bergabung dengan pengaturan lain. Contohnya, ketika saham dijual di bawah harga pasar dan dikompensasikan dengan penjualan berikutnya di atas harga pasar. PP. Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk: (a) menghentikan pengakuan: (i) aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya ketika pengendalian hilang; dan (ii) jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali). (b) mengakui: (i) nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
79 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 (ii) jika transaksi, peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian melibatkan distribusi saham entitas anak kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik; dan (iii) setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian. (c) reklasifikasi laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak atas dasar yang dijelaskan dalam paragraf PP; (d) mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk. PP. Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk mencatat semua jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas anak tersebut dengan dasar yang sama yang disyaratkan jika entitas induk telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait. Oleh karena itu, jika keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset dan liabilitas yang terkait, maka entitas induk harus mereklasifikasi keuntungan atau kerugian dari ekuitas ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) ketika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak. Jika surplus revaluasi yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain akan dialihkan secara langsung ke saldo laba atas pelepasan aset, maka entitas induk mengalihkan surplus revaluasi tersebut secara langsung ke saldo laba ketika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak. AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN STATUS ENTITAS INVESTASI PP. Ketika entitas berhenti menjadi entitas investasi, entitas menerapkan PSAK : Kombinasi Bisnis untuk setiap entitas anak manapun yang sebelumnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan paragraf.tanggal perubahan status dianggap sebagai tanggal akuisisi. Nilai wajar entitas anak pada tanggal yang dianggap sebagai tanggal akuisisi merepresentasikan imbalan yang dialihkan ketika mengukur goodwill atau keuntungan apapun dari pembelian dengan diskon yang timbul dari transaksi yang dianggap akuisisi. Seluruh entitas anak dikonsolidasi sesuai dengan paragraf dari Pernyataan ini sejak tanggal perubahan status. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
80 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 PP. Ketika entitas menjadi entitas investasi, entitas berhenti untuk mengonsolidasi entitas anak pada tanggal perubahan status, kecuali untuk entitas anak yang akan terus dikonsolidasi sesuai dengan paragraf. Entitas investasi menerapkan persyaratan paragraf dan kepada entitas anak tersebut yang berhenti untuk dikonsolidasi seolah-olah entitas investasi telah kehilangan pengendalian atas entitas anak tersebut pada tanggal tersebut.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
81 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 LAMPIRAN C TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI Lampiran ini merupakan bagian takterpisahkan dari PSAK dan memiliki kekuatan mengatur yang sama sebagaimana dengan bagian lain dari PSAK. TANGGAL EFEKTIF C0. Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal Januari 0. KETENTUAN TRANSISI C0. Entitas menerapkan Pernyataan ini secara retrospektif, sesuai dengan dengan PSAK : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan, kecuali sebagaimana dijelaskan dalam paragraf C0 C. C0. Meskipun terdapat persyaratan dalam PSAK : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan paragraf, ketika Pernyataan ini diterapkan pertama kali, entitas hanya perlu menyajikan informasi kuantitatif sebagaimana yang disyaratkan oleh PSAK paragraf (f) untuk periode tahun buku yang terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali dari Pernyataan ini ( periode terdekat sebelumnya ). Entitas mungkin juga menyajikan informasi tersebut untuk periode berjalan atau untuk periode sajian lebih awal, tetapi tidak disyaratkan untuk melakukannya. C0. Untuk tujuan Pernyataan ini, tanggal penerapan pertama kali adalah awal periode pelaporan tahun buku ketika Pernyataan ini pertama kali diterapkan. C0. Pada tanggal penerapan pertama kali, entitas tidak disyaratkan untuk membuat penyesuaian terhadap pencatatan atas keterlibatannya dengan salah satu dari: (a) entitas yang dikonsolidasikan sesuai dengan PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dan ISAK : Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus dan masih dikonsolidasikan sesuai dengan Pernyataan ini; atau (b) entitas yang tidak dikonsolidasikan sesuai dengan PSAK dan ISAK, dan tidak dikonsolidasikan sesuai dengan Pernyataan ini. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
82 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 C0. Pada tanggal penerapan pertama kali, entitas harus menaksir apakah entitas tersebut adalah entitas investasi berdasarkan pada fakta dan keadaan yang terjadi pada tanggal tersebut. Jika, pada tanggal penerapan pertama kali, entitas menyimpulkan bahwa entitas tersebut merupakan entitas investasi, maka entitas menerapkan persyaratan paragraf C0 C0 dan bukan paragraf C C. C0. Kecuali untuk entitas anak yang dikonsolidasikan sesuai dengan paragraf (sebagaimana paragraf C0 atau paragraf C- C, mana yang lebih relevan, diterapkan), entitas investasi harus mengukur investasinya pada setiap entitas anak pada nilai wajar melalui laba rugi seolah-olah persyaratan dalam Pernyataan ini telah berlaku efektif. Entitas investasi secara retrospektif menyesuaikan baik periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali maupun ekuitas pada awal periode yang terdekat sebelumnya untuk perbedaan apapun antara: (a) nilai tercatat sebelumnya dari entitas anak; dan (b) nilai wajar investasi dari entitas investasi pada entitas anak. Jumlah kumulatif atas penyesuaian nilai wajar yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain harus dipindahkan ke saldo laba awal periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali. C0. Jika pengukuran investasi dalam entitas anak sesuai dengan paragraf C0 adalah tidak praktis (sebagaimana telah dinyatakan dalam PSAK ), maka entitas investasi harus menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini pada awal periode paling awal dimana penerapan paragraf C0 adalah praktis, yang mungkin adalah periode berjalan. Investor menyesuaikan secara retrospektif periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali, kecuali awal periode paling awal dimana penerapan paragraf ini praktis adalah periode berjalan. Jika demikian halnya, maka penyesuaian terhadap ekuitas harus diakui pada awal periode berjalan. C0. Jika entitas investasi telah menghentikan atau kehilangan pengendalian atas investasi di entitas anak sebelum tanggal penerapan pertama kali Pernyataan ini, maka entitas investasi tidak disyaratkan untuk membuat penyesuaian atas pencatatan sebelumnya pada entitas anak tersebut. C. Jika, pada tanggal penerapan pertama kali, investor menyimpulkan bahwa investor tersebut mengonsolidasikan investee yang tidak dikonsolidasikan berdasarkan PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dan ISAK : Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus, maka investor:.0 Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
83 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 (a) jika investee merupakan bisnis (sebagaimana telah dinyatakan dalam PSAK : Kombinasi Bisnis), mengukur aset, liabilitas, dan kepentingan nonpengendali dalam investee yang sebelumnya tidak dikonsolidasikan seolah-olah investee tersebut sudah dikonsolidasikan (dan dengan demikian menerapkan metode akuisisi sesuai PSAK ) sejak tanggal investor memperoleh pengendalian atas investee berdasarkan persyaratan dalam Pernyataan ini. Investor tersebut menyesuaikan secara retrospektif periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali. Ketika tanggal diperolehnya pengendalian lebih awal dari awal periode terdekat sebelumnya, maka investor mengakui, sebagai penyesuai an terhadap ekuitas awal periode terdekat sebelumnya, setiap perbedaan antara: (i) jumlah aset, liabilitas, dan kepentingan nonpengendali yang diakui; dan (ii) jumlah nilai tercatat sebelumnya atas keterlibatan investor dalam investee. (b) jika investee bukan merupakan bisnis (sebagaimana telah dinyatakan dalam PSAK ), mengukur aset, liabilitas, dan kepentingan nonpengendali dalam investee yang sebelumnya tidak dikonsolidasikan seolah-olah investee tersebut sudah dikonsolidasikan (dengan menerapkan metode akuisisi seperti dijelaskan dalam PSAK tetapi tanpa mengakui goodwill untuk investee) sejak tanggal ketika investor memperoleh pengendalian atas investee berdasarkan persyaratan dalam Pernyataan ini. Investor tersebut menyesuaikan secara retrospektif periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali. Ketika tanggal diperolehnya pengendalian adalah lebih awal dari awal periode terdekat sebelumnya, maka investor harus mengakui, sebagai penyesuaian terhadap ekuitas awal periode terdekat sebelumnya, perbedaan apapun antara: (i) jumlah aset, liabilitas, kepentingan nonpengendali yang diakui; dan (ii) jumlah nilai tercatat sebelumnya atas keterlibatan investor dengan investee. C. Jika pengukuran aset, liabilitas, dan kepentingan non pengendali investee sesuai dengan paragraf C(a) atau (b) adalah tidak praktis (sebagaimana dijelaskan dalam PSAK : Kebijakan Akuntansi, Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan), maka investor harus: (a) jika investee merupakan bisnis, maka investor menerapkan persyaratan PSAK : Kombinasi Bisnis sejak tanggal yang dianggap sebagai tanggal akuisisi. Tanggal yang dianggap sebagai tanggal akuisisi akan menjadi awal periode paling awal di mana Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
84 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 penerap an paragraf C(a) dianggap praktis, yang mungkin merupakan periode berjalan. (b) jika investee bukan merupakan bisnis, maka investor menerapkan metode akuisisi sebagaimana yang dijelaskan dalam PSAK tetapi tanpa mengakui setiap goodwill untuk investee sejak tanggal yang dianggap sebagai tanggal akuisisi. Tanggal yang dianggap sebagai tanggal akuisisi akan menjadi awal periode paling awal di mana penerapan paragraf C(b) adalah praktis, yang mungkin merupakan periode berjalan. Investor menyesuaikan secara retrospektif periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali, kecuali awal periode yang paling awal dimana penerapan paragraf ini praktis adalah periode berjalan. Ketika tanggal yang dianggap tanggal akuisisi adalah lebih awal dari awal periode periode terdekat sebelumnya, maka investor mengakui, sebagai penyesuaian terhadap ekuitas awal periode terdekat sebelumnya perbedaan apapun antara: (a) jumlah aset, liabilitas, kepentingan nonpengendali yang diakui; dan (b) jumlah nilai tercatat sebelumnya atas keterlibatan investor dengan investee. Jika periode paling awal penerapan paragraf ini praktis adalah periode berjalan, maka penyesuaian terhadap ekuitas diakui pada awal periode berjalan. C. Ketika investor menerapkan paragraf C C dan tanggal pengendalian sesuai dengan Pernyataan ini diperoleh setelah tanggal efektif PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, maka investor menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini untuk seluruh periode di mana investee secara retrospektif dikonsolidasikan sesuai dengan paragraf C C. Jika pengendalian diperoleh sebelum tanggal efektif PSAK, maka investor menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini untuk seluruh periode yang terkait dengan konsolidasi investee secara retrospektif sesuai dengan paragraf C C. C. Jika, pada tanggal penerapan pertama kali, disimpulkan bahwa investor tidak akan lagi mengonsolidasikan investee yang sebelumnya dikonsolidasikan sesuai PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dan ISAK : Entitas Bertujuan Khusus, maka investor mengukur sisa kepentingan dalam investee dengan nilai yang akan diukur dalam hal ketentuan dalam Pernyataan ini telah berlaku efektif ketika investor terlibat dengan investee (tetapi tidak memperoleh pengendalian sesuai Pernyataan ini), atau kehilangan pengendalian atas investee. Investor menyesuaikan secara retrospektif periode tahun buku terdekat sebelum tanggal. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
85 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 penerapan pertama kali. Ketika tanggal ketika investor terlibat dengan investee (tetapi tidak memperoleh pengendalian sesuai Pernyataan ini), atau kehilangan pengendalian atas investee adalah lebih awal dari awal periode terdekat sebelumnya, maka investor mengakui, sebagai penyesuaian terhadap ekuitas awal periode terdekat sebelumnya, perbedaan apapun antara: (a) jumlah tercatat sebelumnya atas aset, liabilitas dan kepentingan nonpengendali,dan (b) jumlah kepentingan investor dalam investee yang diakui. C. Jika pengukuran kepentingan dalam investee sesuai dengan paragraf C adalah tidak praktis (sebagaimana telah dinyatakan dalam PSAK : Kebijakan Akuntansi, Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan), maka investor menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini pada awal periode paling awal dimana penerapan paragraf C adalah praktis, yang mungkin adalah periode berjalan. Investor menyesuaikan secara retrospektif periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali, kecuali awal periode paling awal ketika penerapan paragraf ini praktis adalah periode berjalan. Ketika tanggal investor terlibat dengan investee (tetapi tidak memperoleh pengendalian sesuai dengan Pernyataan ini), atau kehilangan pengendalian atas investee adalah lebih awal dari awal periode terdekat sebelumnya, maka investor mengakui, sebagai penyesuaian terhadap ekuitas awal periode periode terdekat sebelumnya, perbedaan apapun antara: (a) jumlah yang diakui sebelumnya atas aset, liabilitas dan kepentingan nonpengendali, dan (b) jumlah yang diakui atas kepentingan investor dalam investee. Jika periode paling awal penerapan paragraf ini praktis adalah periode berjalan, maka penyesuaian terhadap ekuitas diakui pada awal periode berjalan. Referensi untuk Periode Terdekat Sebelumnya C. Meskipun terdapat referensi untuk periode tahun buku terdekat sebelum tanggal penerapan pertama kali ( periode terdekat sebelumnya ) dalam paragraf C0 C, entitas mungkin juga menyajikan informasi komparatif yang disesuaikan untuk periode manapun yang lebih awal disajikan, tetapi tidak disyaratkan untuk melakukannya. Jika entitas tidak menyajikan informasi komparatif yang disesuaikan untuk periode manapun yang lebih awal, seluruh referensi untuk periode terdekat sebelumnya dalam paragraf C0 C dibaca sebagai periode komparatif disesuaikan yang disajikan paling awal. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
86 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 C. Jika entitas menyajikan informasi komparatif yang tidak disesuaikan untuk periode manapun yang lebih awal, maka entitas mengidentifikasi secara jelas informasi yang tidak disesuaikan, menyatakan bahwa hal tersebut telah disajikan dengan dasar yang berbeda, dan menjelaskan dasar tersebut. PENARIKAN C. Pernyataan ini menggantikan persyaratan terkait dengan laporan keuangan konsolidasian dalam PSAK : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. C. Pernyataan ini menggantikan ISAK : Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
87 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 CONTOH ILUSTRATIF Contoh-contoh ini melengkapi, tetapi bukan bagian dari, PSAK. CONTOH CI0. Suatu entitas, Persekutuan Terbatas, dibentuk pada tahun 0X sebagai persekutuan terbatas dengan umur tahun. Memorandum penawaran umum menyatakan bahwa tujuan Persekutuan Terbatas adalah untuk berinvestasi dalam entitas yang memiliki potensi pertumbuhan cepat, dengan tujuan merealisasikan kenaikan nilai modal selama umur Persekutuan Terbatas tersebut. Entitas SA (sekutu aktif Persekutuan Terbatas) menyediakan % modal Persekutuan Terbatas dan memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi investasi yang cocok bagi persekutuan. Sekitar sekutu pasif, yang tidak berelasi dengan Entitas SA, menyediakan % modal Persekutuan Terbatas tersebut. CI0. Persekutuan Terbatas memulai kegiatan investasinya pada tahun 0X. Akan tetapi, tidak ada investasi yang sesuai yang diidentifikasi sampai dengan akhir tahun 0X. Pada tahun 0X Persekutuan Terbatas mengakuisisi kepentingan pengendali dalam satu entitas, yaitu PT ABC. Persekutuan Terbatas tidak dapat menutup transaksi investasi lain sampai akhir tahun 0X, yang pada tahun tersebut Persekutuan Terbatas mengakuisisi kepentingan ekuitas dalam lima perusahaan operasi tambahan. Selain mengakuisisi kepentingan ekuitas tersebut, Persekutuan Terbatas tidak melakukan ativitas lain. Persekutuan Terbatas mengukur dan mengevaluasi investasinya berdasarkan nilai wajar dan informasi ini diberikan kepada Entitas SA dan investor eksternal. CI0. Persekutuan Terbatas memiliki rencana untuk melepaskan kepentingannya di setiap investee-nya selama tahun umur persekutuan. Pelepasan tersebut mencakup penjualan secara kas, distribusi efek ekuitas yang diperdagangkan kepada investor yang mengikuti keberhasilan penawaran umum efek investee dan pelepasan investasi kepada publik atau entitas tidak berelasi lain. Kesimpulan CI0. Dari informasi yang diberikan, Persekutuan Terbatas memenuhi definisi entitas investasi sejak pembentukan pada tahun 0X hingga Desember 0X karena kondisi berikut ini terpenuhi: Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
88 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 (a) Persekutuan Terbatas telah memperoleh dana dari mitra terbatas dan memberikan jasa manajemen investasi kepada sekutu pasif; (b) satu-satunya aktivitas Persekutuan Terbatas adalah meng akusisi kepentingan ekuitas dalam perusahaan operasi de ngan tujuan merealisasikan kenaikan nilai modal selama umur investasi. Persekutuan Terbatas telah mengidentifikasi dan mendokumentasikan strategi pengakhiran untuk investasinya, yang semuanya adalah investasi ekuitas, dan (c) Persekutuan Terbatas mengukur dan mengevaluasi investasinya berdasarkan nilai wajar dan melaporkan informasi keuangan tersebut kepada investor-nya. CI0. Selain itu, Persekutuan Terbatas menunjukkan karakteristik khusus entitas investasi sebagai berikut: (a) Persekutuan Terbatas didanai oleh banyak investor; (b) sekutu pasifnya bukan pihak berelasi dari Persekutuan Terbatas; dan (c) kepentingan dalam Persekutuan Terbatas direpresentasikan oleh unit kepentingan persekutuan yang diperoleh melalui kontribusi modal. CI0. Persekutuan Terbatas tidak memiliki lebih dari satu investasi sepanjang periode. Akan tetapi, hal ini dikarenakan Persekutuan Terbatas masih dalam periode awal operasi dan tidak mengidentifikasi peluang investasi yang sesuai. CONTOH CI0. Dana Teknologi Tinggi dibentuk oleh PT. Teknologi untuk berinvestasi dalam perusahaan teknologi yang berada pada awal operasi, untuk kenaikan nilai modal. PT. Teknologi memiliki 0% kepentingan dalam Dana Teknologi Tinggi dan mengendalikan Dana Teknologi Tinggi; sedangkan % bagian kepemilikan lain di Dana Teknologi Tinggi dimiliki oleh sepuluh investor yang tidak berelasi. PT. Teknologi memiliki opsi untuk mengakuisisi investasi yang dimiliki oleh Dana Teknologi Tinggi, pada nilai wajarnya, yang akan dilaksanakan jika teknologi yang dikembangkan oleh investee akan menguntungkan operasi PT. Teknologi. Tidak ada rencana pengakhiran investasi yang telah diidentifikasi oleh Dana Teknologi Tinggi. Dana Teknologi Tinggi dikelola oleh penasihat investasi yang bertindak sebagai agen bagi investor di Dana Teknologi Tinggi.. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
89 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Kesimpulan CI0. Walaupun tujuan bisnis Dana Teknologi Tinggi adalah berinvestasi untuk kenaikan nilai modal dan menyediakan jasa manajemen investasi kepada investornya Dana Teknologi Tinggi bukan entitas investasi karena perjanjian, dan keadaan berikut ini: (a) PT. Teknologi, entitas induk dari Dana Teknologi Tinggi, memiliki opsi untuk mengakuisisi investasi di investee yang dimiliki oleh Dana Teknologi Tinggi jika aset yang dikembangkan oleh investee akan menguntungkan operasi PT. Teknologi. Opsi tersebut memberikan manfaat selain kenaikan nilai modal atau penghasilan investasi; dan (b) rencana investasi Dana Teknologi Tinggi tidak mencakup strategi pengakhiran bagi investasinya, yaitu investasi ekuitas. Opsi yang dimiliki oleh PT. Teknologi tidak dikendalikan oleh Dana Teknologi Tinggi dan bukan merupakan strategi pengakhiran. CONTOH CI0. Entitas Real Estat dibentuk untuk membangun, memiliki, dan mengoperasikan secara retail, kantor dan properti komersial lain. Entitas Real Estat umumnya memiliki propertinya dalam entitas anak terpisah yang dimiliki secara penuh, yang tidak memiliki aset atau liabilitas substansial selain pinjaman yang digunakan untuk membiayai properti investasi terkait. Entitas Real Estat dan setiap entitas anaknya melaporkan properti investasi mereka pada nilai wajar sesuai dengan PSAK : Properti Investasi. Entitas Real Estat tidak memiliki batasan waktu yang ditetapkan untuk melepaskan properti investasinya, tetapi menggunakan nilai wajar untuk membantu mengidentifikasi waktu yang optimal untuk pelepasan. Walaupun nilai wajar merupakan salah satu indikator kinerja, entitas Real Estat dan investornya menggunakan pengukuran lain, mencakup informasi mengenai arus kas yang diharapkan, pendapatan dan biaya sewa, untuk menaksir kinerja dan untuk membuat keputusan investasi. Personil manajemen kunci Real Estat tidak mempertimbangkan informasi nilai wajar sebagai atribut pengukuran utama untuk mengevaluasi kinerja investasinya, tetapi lebih merupakan bagian dari kelompok indikator kinerja kunci yang relevan dan setara. CI. Entitas Real Estat melakukan aktivitas manajemen properti dan aset secara ekstensif, mencakup pemeliharaan properti, belanja modal, pembangunan kembali, pemasaran dan pemilihan penyewa, yang beberapa aktivitas tersebut dialihdayakan kepada pihak ketiga. Aktivitas tersebut mencakup pemilihan properti untuk pembaharuan kembali, pengembangan, dan negosiasi dengan Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
90 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 pemasok untuk pekerjaan desain dan konstruksi yang diselesaikan untuk mengembangkan properti tersebut. Aktivitas pengembangan ini membentuk bagian substansial yang terpisah dari aktivitas bisnis entitas Real Estat. Kesimpulan CI. Entitas Real Estat tidak memenuhi definisi entitas investasi karena: (a) Entitas Real Estat memiliki aktivitas bisnis substansial terpisah yang melibatkan manajemen aktif dari portofolio properti, mencakup negosiasi sewa, pembaharuan kembali dan aktivitas pembangunan, serta pemasaran properti untuk memberikan manfaat selain kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; (b) rencana investasi entitas Real Estat tidak mencakup strategi pengakhiran tertentu untuk investasinya. Sebagai akibatnya, entitas Real Estat berencana untuk memiliki investasi properti mereka tanpa batas, dan (c) Walaupun entitas Real Estat melaporkan properti investasinya pada nilai wajar sesuai dengan PSAK, nilai wajar bukan merupakan atribut pengukuran utama yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja investasinya. Indikator kinerja lain digunakan untuk mengevaluasi kinerja dan membuat keputusan investasi. CONTOH CI. Suatu entitas, Master Fund, dibentuk pada tahun 0X dengan umur sepuluh tahun. Ekuitas Master Fund dimiliki oleh dua feeder funds yang berelasi. Feeder funds dibentuk dalam hubungan satu dengan yang lain untuk memenuhi persyaratan hukum, regulator, pajak atau persyaratan serupa. Feeder funds dikapitalisasi dengan % investasi dari sekutu aktif dan % dari investor ekuitas yang tidak berelasi dengan sekutu aktif (dengan tidak ada pihak yang memiliki pengendalian kepentingan keuangan).. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
91 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 SA % Domestic Feeder Pihak Ketiga % Master Feeder Portofolio Investasi Pihak Ketiga % Offshore Feeder SA % CI. Tujuan dari Master Fund adalah untuk memiliki portofolio investasi untuk menghasilkan kenaikan nilai modal dan penghasilan investasi (seperti dividen, bunga, atau penghasilan sewa). Tujuan investasi yang dikomunikasikan kepada investor adalah bahwa satusatunya tujuan dari struktur Master-Feeder adalah untuk memberikan kesempatan investasi bagi investor dalam ceruk pasar yang terpisah untuk berinvestasi dalam kelompok besar aset. Master Fund telah mengidentifikasi dan mendokumentasikan strategi pengakhiran untuk investasi ekuitas dan nonkeuangan yang dimilikinya. Master Fund memiliki portofolio investasi utang jangka pendek dan jangka menengah, beberapa di antaranya akan dimiliki hingga jatuh tempo dan beberapa di antaranya akan diperdagangkan, tetapi Master Fund tidak mengidentifikasikan secara khusus investasi mana yang akan dimiliki dan mana yang akan diperdagangkan. Master Fund mengukur dan mengevaluasi secara substansial seluruh investasinya, termasuk investasi utang, berdasarkan nilai wajar. Selain itu, investor menerima informasi keuangan periodik, atas dasar nilai wajar, dari feeder funds. Kepemilikan di Master Fund dan feeder funds direpresentasikan melalui unit ekuitas. Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia.
92 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ED PSAK 0 Kesimpulan CI. Master Fund dan feeder funds masing-masing memenuhi definisi entitas investasi. Kondisi berikut ini terpenuhi: (a) Master Fund dan feeder funds telah memperoleh dana dengan tujuan memberikan jasa manajemen investasi kepada investor; (b) tujuan bisnis struktur Master Fund, yang dikomunikasikan secara langsung kepada investor dari feeder funds, adalah berinvestasi semata-mata untuk kenaikan nilai modal dan penghasilan investasi, dan Master Fund telah mengidentifikasikan dan mendokumentasikan strategi pengakhiran potensial untuk investasi ekuitasnya dan investasi nonkeuangannya. (c) Walaupun feeder funds tidak memiliki strategi pengakhiran untuk kepentingannya di Master Fund, namun demikian feeder funds dapat dipertimbangkan memiliki strategi peng akhiran atas investasinya karena Master Fund dibentuk dalam hubungannya dengan feeder funds dan memiliki investasi atas nama feeder funds; dan (d) investasi yang dimiliki oleh Master Fund diukur dan dievaluasi berdasarkan nilai wajar dan informasi mengenai investasi yang dibuat oleh Master Fund diberikan kepada investor berdasarkan nilai wajar melalui feeder funds. CI. Master Fund dan feeder funds dibentuk dalam hubungan satu dengan yang lain untuk memenuhi persyaratan hukum, regulator, pajak atau persyaratan serupa. Ketika dipertimbangkan secara bersamaan, Master Fund dan feeder funds menunjukkan karakteristik khusus entitas investasi berikut ini: (a) feeder funds secara tidak langsung memiliki lebih dari satu investasi karena Master Fund memiliki portofolio investasi; (b) meskipun Master Fund sepenuhnya dikapitalisasi oleh feeder funds, tetapi feeder funds didanai oleh banyak investor yang tidak berelasi dengan feeder funds (dan sekutu aktif); dan (c) kepemilikan di feeder funds direpresentasikan oleh unit kepentingan ekuitas yang diperoleh melalui kontribusi modal..0 Hak Cipta 0 Ikatan Akuntan Indonesia
ED PSAK 4. exposure draft
ED PSAK 4 exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No.
ED PSAK 67. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan PENGUNGKAPAN KEPENTINGAN DALAM ENTITAS LAIN Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya
ED PSAK 66. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan PENGATURAN BERSAMA Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta
ED ISAK 26. exposure draft interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
ED ISAK exposure draft interpretasi Standar Akuntansi Keuangan PENILAIAN ULANG DERIVATIF MELEKAT Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya
ED PSAK 46. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan PAJAK PENGHASILAN Dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
ED AMANDEMEN PSAK 65 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan
ED PSAK 15. investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan,
LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
ED AMANDEMEN PSAK 4 LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya
INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA
ED AMANDEMEN PSAK INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha
KOMBINASI BISNIS PSAK
ED PSAK KOMBINASI BISNIS Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 100 Telp: (01) 904 Fax: (01) 000 Email: [email protected],
ED ISAK 15 PSAK 24 - BATAS ASET IMBALAN PASTI, PERSYARATAN PENDANAAN MINIMUM, DAN INTERAKSINYA EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
ED ISAK EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK - BATAS ASET IMBALAN PASTI, PERSYARATAN PENDANAAN MINIMUM, DAN INTERAKSINYA Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Standar Akuntansi Keuangan
ED ISAK 26 4 Oktober 2011 exposure draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Penilaian Ulang Derivatif Melekat Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure
PENGUKURAN NILAI WAJAR
ED PSAK 68 PENGUKURAN NILAI WAJAR Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310 Telp: (021) 31904232 Fax: (021)
Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK (revisi 2011) 4 Oktober 2011 exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Biaya Pinjaman Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft
PROPERTI INVESTASI PSAK
ED PSAK 13 PROPERTI INVESTASI Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310 Telp: (021) 31904232 Fax: (021) 3900016
PENGATURAN BERSAMA PSAK AMANDEMEN. Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama
ED AMANDEMEN PSAK PENGATURAN BERSAMA Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No.
ED PSAK 1. penyajian laporan keuangan. exposure draft
ED PSAK exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan penyajian laporan keuangan Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng,
PENGUNGKAPAN KEPENTINGAN DALAM ENTITAS LAIN
ED AMANDEMEN PSAK 67 PENGUNGKAPAN KEPENTINGAN DALAM ENTITAS LAIN Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan,
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
ISAK No. 17 23 Maret 2010 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAN PENURUNAN NILAI Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
ED AMANDEMEN PSAK PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Prakarsa Pengungkapan Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta 00 Telp:
Dalam Ekonomi Hiperinflasi
ED PSAK No. Agustus 0 exposure draft Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Pelaporan Keuangan Dalam Ekonomi Hiperinflasi Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK 48. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan PENURUNAN NILAI ASET Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng,
PENGUNGKAPAN PIHAK-PIHAK BERELASI
ED PSAK 7 PENGUNGKAPAN PIHAK-PIHAK BERELASI Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310 Telp: (01) 319043 Fax:
ED PSAK 70 AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS PENGAMPUNAN PAJAK EXPOSURE DRAFT
ED PSAK 70 EXPOSURE DRAFT AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS PENGAMPUNAN PAJAK Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta
IMBALAN KERJA PSAK AMANDEMEN. Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja
ED AMANDEMEN PSAK IMBALAN KERJA Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310
KONSOLIDASI ENTITAS BERTUJUAN KHUSUS
EXPOSURE DRAFT ISAK No. 07 20 Oktober 2009 (Revisi 2009) EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN KONSOLIDASI ENTITAS BERTUJUAN KHUSUS Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Exposure Draft. ED PSAK No. 8 (revisi 2010) 1 Juni Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK No. (revisi 2010) 1 Juni 2010 exposure draft Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK No. 38 (revisi 2011) 8 April 2011 exposure draft Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK (revisi 00): PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Desember 00 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK No.
PSAK 24 - BATAS ASET IMBALAN PASTI, PERSYARATAN PENDANAAN MINIMUM
ISAK No. April 0 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK - BATAS ASET IMBALAN PASTI, PERSYARATAN PENDANAAN MINIMUM DAN INTERAKSINYA Exposure draft ini dikeluarkan oleh
PEMBAYARAN BERBASIS SAHAM
ED PSAK PEMBAYARAN BERBASIS SAHAM Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta 00 Telp: (0) 0 Fax: (0) 000 Email: [email protected],
ED PSAK 68. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan pengukuran NILAI WAJAR Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng,
Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan
ED ISAK No. 22 22 Februari 2011 exposure draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan
Perjanjian Konstruksi Real Estat
ED ISAK No. Oktober 0 INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI keuangan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Perjanjian Konstruksi Real Estat Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Pernyataan Pencabutan
ED PPSAK 9 4 Oktober 2011 exposure draft Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan Pencabutan ISAK 5: Interpretasi atas Paragraf 14 PSAK 50 (1998) tentang Pelaporan Perubahan Nilai Wajar Investasi
ED Amandemen PSAK 2 LAPORAN ARUS KAS (PRAKARSA PENGUNGKAPAN) EXPOSURE DRAFT
ED Amandemen PSAK 2 EXPOSURE DRAFT LAPORAN ARUS KAS (PRAKARSA PENGUNGKAPAN) Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta
Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan. Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan
ED ISAK No. Februari exposure draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar
Pencabutan. Pernyataan Pencabutan. ED PPSAK No Februari Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan
ED PPSAK No. 11 1 Februari 2011 exposure draft Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan Pencabutan PSAK 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ED ISAK No. 20 9 Agustus 2010 Exposure Draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang
ASET TAKBERWUJUD PSAK
ED PSAK ASET TAKBERWUJUD Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 100 Telp: (01) 904 Fax: (01) 0001 Email: [email protected],
ASET TETAP PSAK. Agustus ED AI PSAK 16 (07 Sept 2015).indd 1 07/09/ :19:30
ED PSAK ASET TETAP Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310 Telp: (021) 31904232 Fax: (021) 39000 Email: [email protected],
Standar Akuntansi Keuangan
ED ISAK 25 28 Juni 2011 exposure draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Hak atas Tanah Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan
INTERPRETASI ATAS RUANG LINGKUP PSAK 13: PROPERTI INVESTASI
ED ISAK INTERPRETASI ATAS RUANG LINGKUP PSAK 13: PROPERTI INVESTASI Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 100
SEGMEN OPERASI PSAK. Agustus ED AI PSAK 5 (07 Sept 2015).indd 1 07/09/ :10:23
ED PSAK 5 SEGMEN OPERASI Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 100 Telp: (01) 90 Fax: (01) 000 Email: [email protected],
ASET TETAP PSAK AMANDEMEN. Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi
ED AMANDEMEN PSAK 16 ASET TETAP Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 Oktober 2010 oleh
ED PSAK No. Juli e x p o s u r e d r a f t Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan
ASET TETAP PSAK AMANDEMEN. Agrikultur: Tanaman Produktif
ED AMANDEMEN PSAK 1 ASET TETAP Agrikultur: Tanaman Produktif Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310 Telp:
ASET TETAP PSAK AMANDEMEN. AGRIKULTUR: TANAMAN PRODUKTIF
ASET TETAP PSAK AMANDEMEN. AGRIKULTUR: TANAMAN PRODUKTIF ED AMANDEMEN ASET TETAP Agrikultur: Tanaman Produktif PSAK 16 Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan,
KONTRAK ASURANSI Menerapkan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi
ED AMANDEMEN PSAK 62 KONTRAK ASURANSI Menerapkan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan,
Amendemen PSAK 15. KePentIngAn JAngKA. Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
draf Eksposur Amendemen InveStASI PAdA entitas ASoSIASI dan ventura BerSAmA: KePentIngAn JAngKA PAnJAng PAdA entitas ASoSIASI dan ventura BerSAmA Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Exposure Draft. ED PSAK No. 53 (revisi 2010) 22 Mei Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
exposure draft ED PSAK No. (revisi 00) Exposure Draft Mei 00 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Pembayaran Berbasis Saham Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan
DEFINISI DAN HIERARKI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
ED ISAK 32 DEFINISI DAN HIERARKI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310 Telp:
Pencabutan PSAK 27: Akuntansi Koperasi
exposure draft ED PPSAK No. 8 Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan Pencabutan PSAK 27: Akuntansi Koperasi 23 Oktober 2010 Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Eksplorasi dan Evaluasi. Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK No. 64 1 Februari 2011 exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan
Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
ISAK 34 Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Tanggapan atas Draf Eksposur ini diharapkan dapat diterima
Pertambangan Umum. Pernyataan. Exposure draft. (revisi 2011) Akuntansi. Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK No. 33 1 Februari 2011 (revisi 2011) Exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Akuntansi Pertambangan Umum Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan
Pernyataan Pencabutan
exposure draft ED PPSAK No. 6 Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan Pencabutan PSAK 21: Akuntansi Ekuitas ISAK 1: Penentuaan Harga Pasar Dividen ISAK 2: Penyajian Modal dalam Neraca dan Piutang
Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
ISAK 33 Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di Muka Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Tanggapan atas Draf Eksposur ini diharapkan dapat diterima
DISTRIBUSI ASET NONKAS KEPADA PEMILIK
ISAK No. Agustus 00 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DISTRIBUSI ASET NONKAS KEPADA PEMILIK Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan
ED PSAK 50. Instrumen keuangan: Penyajian. exposure draft
ED PSAK 0 exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan Instrumen keuangan: Penyajian Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No.
Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK Juni exposure draft Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas
KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI, DAN KESALAHAN
ED PSAK 25 KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI, DAN KESALAHAN Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 33: PPSAK AKTIVITAS
PENCABUTAN PSAK 33: AKTIVITAS pengupasan lapisan tanah DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP pada pertambangan UMUM PPSAK 12 PPSAK 12 pernyataan pencabutan Standar Akuntansi Keuangan pencabutan PSAK 33: AKTIVITAS
Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat
exposure draft ED PPSAK No. 7 Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat 12 Oktober 2010 Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan
Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
PSAK No. Agustus 00 (revisi 00) EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BAGIAN PARTISIPASI DALAM VENTURA BERSAMA Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
EXPOSURE DRAFT PSAK No. 0 November 00 (Revisi 00) EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI Exposure draft ini diterbitkan oleh
Bantuan Pemerintah Tidak
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ED ISAK No. 18 17 Juli 2010 Exposure Draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi Exposure
PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS: KONTRIBUSI NONMONETER OLEH VENTURER
ISAK No.12 29 Agustus 2009 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS: KONTRIBUSI NONMONETER OLEH VENTURER Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan
BAGIAN PARTISIPASI DALAM VENTURA BERSAMA
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK No. (revisi 0) PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BAGIAN PARTISIPASI DALAM VENTURA BERSAMA Desember 0 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK No. (revisi 0) PERNYATAAN
Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ED ISAK No. Oktober 00 Exposure Draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK : Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi
ED PSAK 55. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan
Amendemen PSAK 71 InStrumen KeuAngAn: FItur PercePAtAn PelunASAn dengan
draf Eksposur Amendemen InStrumen KeuAngAn: FItur PercePAtAn PelunASAn dengan KomPenSASI negatif Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Tanggapan atas
ED PSAK 24. imbalan kerja. exposure draft
ED PSAK exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan imbalan kerja Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK No. (revisi 00) Agustus 00 exposure draft Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Pajak Penghasilan Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK No. (revisi 00) PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI Desember 00 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK No. (revisi 00) PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI DAN PELAPORAN PROGRAM MANFAAT PURNAKARYA
PSAK No. Februari 00 (revisi 00) EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN PROGRAM MANFAAT PURNAKARYA Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar
ED PSAK 60. exposure draft
ED PSAK 0 exposure draft PERNYATAAN Standar Akuntansi Keuangan INSTRUMEN KEUANGAN: PENGUNGKAPAN Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya
PENCABUTAN PSAK 31: AKUNTANSI PERBANKAN, PSAK 42: AKUNTANSI PERUSAHAAN EFEK, DAN PSAK 49: AKUNTANSI REKSA DANA
PPSAK No. 4 8 September 2009 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN PENCABUTAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PENCABUTAN PSAK 31: AKUNTANSI PERBANKAN, PSAK 42: AKUNTANSI PERUSAHAAN EFEK, DAN PSAK 49: AKUNTANSI
KOMBINASI BISNIS EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN. PSAK No. 22 (revisi 2010) 12 Januari 2010
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK No. (revisi 0) EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN KOMBINASI BISNIS Januari 0 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK No. (revisi 0) PERNYATAAN STANDAR
ED PSAK 110. Akuntansi Sukuk. exposure draft pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK 0 exposure draft pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Akuntansi Sukuk Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta
EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN
ED PSAK 71 EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN Exposure Draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran dan masukan
PENDAPATAN DARI KONTRAK DENGAN PELANGGAN
ED PSAK 72 PENDAPATAN DARI KONTRAK DENGAN PELANGGAN Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310 Telp: (021)
PPSAK No. 5 8 Oktober Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
PPSAK No. 5 8 Oktober 2009 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN PENCABUTAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PENCABUTAN ISAK 06: INTERPRETASI ATAS PARAGRAF 12 DAN 16 PSAK NO. 55 (1999) TENTANG INSTRUMEN DERIVATIF
I NSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
ED PSAK (revisi ) Oktober EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN I NSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan
SEWA DE PSAK 73. Tanggapan tertulis atas draf eksposur paling lambat diterima pada tanggal 21 Juli Tanggapan dikirimkan ke:
Draf Eksposur ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran dan masukan untuk menyempurnakan draf eksposur dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH
PENYAJIAN LAPORAN Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. Menteng, Jakarta 0 Telp: (0) 0 Fax: (0) 000 Email: [email protected],
As e t Ti d a k Be rw u j u d -
ISAK No. November 00 exposure draft Exposure Draft Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan As e t Ti d a k Be rw u j u d - Biaya Situs Web Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan. Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 November 2010 oleh
ED PSAK No. Oktober 00 (revisi 00) exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Kontrak Konstruksi Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft
Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK (revisi 0) Juni 0 exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sewa Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat
PROGRAM LOYALITAS PELANGGAN
ISAK No. Agustus 00 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PROGRAM LOYALITAS PELANGGAN Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas
AKUNTANSI ASURANSI KERUGIAN
PSAK No. (revisi ) Desember EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI ASURANSI KERUGIAN Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan
Standar Akuntansi Keuangan
ED PSAK (revisi 0) Juni 0 exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sewa Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat
PPSAK 9 PPSAK 9. Hak Cipta 2014 Ikatan Akuntan Indonesia Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
ISAK 5: Interpretasi atas Paragraf 14 PSAK 50 (1998) tentang Pelaporan Perubahan Nilai Wajar Investasi Efek dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual PPSAK 9 PPSAK 9 Pernyataan pencabutan Standar Akuntansi
PENCABUTAN PSAK 41 : AKUNTANTSI WARAN
PPSAK No. 2 8 September 2009 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AAKUNTANSI KEUANGAN EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN PENCABUTAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 2 PENCABUTAN PSAK 41 : AKUNTANTSI WARAN
P ENCABUTAN PSAK 54: AKUNTANTSI R ESTRUKTURISASI UTANG PIUTANG BERMASALAH
PPSAK No. 3 11 Agustus 2009 (revisi 2009) EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AAKUNTANSI KEUANGAN EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN PENCABUTAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 3 P ENCABUTAN PSAK 54:
AKUNTANSI SALAM PSAK. penyesuaian
penyesuaian AKUNTANSI SALAM Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10 Telp: (021) 31904232 Fax: (021) 3900016 Email:
