DATA DAN METODE STATISTIKA DALAM PEMBANGUNAN DAERAH
|
|
|
- Ida Johan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DATA DAN METODE STATISTIKA DALAM PEMBANGUNAN DAERAH Oleh : Teguh Kristianto Dari pengertian sederhana, data adalah keterangan/bahan/informasi, maka kondisinya harus dapat dipertanggung-jawabkan. Kegunaan data pada umumnya adalah sebagai berikut: 1. Mendapatkan satu gambaran mengenai suatu keadaaan, 2. Mendukung pembuatan keputusan atau pemecahan masalah. Peranan data sangat penting, karena data merupakan bahan baku dalam penyusunan statistik/indikator yang digunakan untuk melihat keadaan, memantau, dan mengevaluasi hasil-hasil yang telah dilaksanakan. Penggambaran situasi dan pengambilan keputusan perlu didukung oleh sekelompok data yang representatif, karena data yang tidak representatif akan menghasilkan suatu penggambaran kondisi yang tidak tepat, kesimpulan yang mengandung bias sangat besar dan menyesatkan, serta bila digunakan dalam pembuatan keputusan, maka keputusan tersebut akan menjadi tidak tepat. Oleh karenanya, para pengguna data perlu memahami beberapa persyaratan data yang baik, serta memiliki nilai tambah jika digunakan dalam suatu proses kajian. Adapun beberapa syarat suatu data dikatakan baik, adalah: 1. Data harus objektif Data harus menggambarkan kondisi seperti apa adanya, sesuai dengan apa yang terjadi (as it is). 2. Data harus dapat mewakili (representatif) Bila dalam pemanfaatan data dimungkinkan untuk melakukan suatu penarikan sampel, maka komponen-komponen yang terdapat didalam unit populasinya, harus terwakili dalam sampel. Jika tidak demikian, maka kesimpulan mengenai populasi tersebut akan menjadi tidak sesuai, karena ada komponen di dalam unit populasi yang tidak terikut-sertakan. 3. Data harus memiliki kesalahan baku (standar error) yang kecil (bila suatu data digunakan dalam menyusun suatu perkiraan). Kesalahan baku merupakan simpangan baku suatu perkiraan dan digunakan untuk mengukur tingkat ketelitian. Makin kecil kesalahan baku suatu perkiraan, maka dapat dikatakan makin telitilah perkiraan tersebut. 4. Data harus tepat waktu Sumedang, 7 Juli
2 Syarat data harus tepat waktu merupakan sesuatu yang penting, jika data tersebut akan digunakan sebagai bahan didalam melakukan pengontrolan suatu pelaksanaan dari rencana yang telah ditetapkan. Dengan demikian maka permasalahan yang terjadi dapat terdeteksi dengan segera, dan pada gilirannya koreksi, serta rekomendasi pemecahannya dapat segera dilakukan. 5. Data harus memiliki hubungan dengan persoalan yang akan dipecahkan (relevant) Pada saat suatu kajian dilakukan, seringkali penyusun dihadapkan dalam situasi kebingungan akibat banyaknya data yang terkumpul. Oleh karenanya penyusun perlu mencermatinya dengan melakukan pemilahan akan kebutuhan data, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi pokok permasalahan yang sebenarnya. Hal ini merupakan upaya didalam lebih memaksimalkan peran data, dan juga ketepatan kesimpulan dan rekomendasi yang disusun dari suatu proses kajian, dengan didukung oleh data yang sesuai. A. Jenis Data Karakteristik data perlu diperhatikan oleh para pengguna data pada umumnya, hal ini sebagai upaya didalam pemanfaatannya, karena ketika para pengguna memahami karakteristik data, maka metode analisis yang akan digunakan akan dapat disesuaikan, serta hasil kajiannya akan sesuai dengan konteks permasalahan yang sedang dihadapinya. Jadi pada prinsipnya, data dapat dibagi menurut sifat, sumber dan waktu pengumpulannya. Menurut sifatnya, data dibagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif, adalah data yang tidak berbentuk angka, dan menunjukan kualitas sesuatu, seperti sangat baik, baik, sedang, kurang, sangat kurang. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, dan memiliki besaran yang dapat dihitung/ dikuantifikasi, seperti keterangan tentang jumlah, rata-rata, persentase, dan rasio. Biasanya data kualitatif besarannya kurang kongkrit bila digunakan dalam pembuatan keputusan. Sebagai contoh: terdapat kenaikan permintaan terhadap suatu produk X, maka tindakan yang harus dilakukan adalah meningkatkan produksi produk X. Akan tetapi berapa besar produksi itu harus ditingkatkan, serta berapa besar tingkat kenaikannya belum dapat diketahui. Pernyataan tersebut kurang baik dan tidak memberikan informasi yang kongkret jika digunakan sebagai laporan, walaupun keberadaan informasi tersebut adalah benar adanya. Oleh karennya, maka perlu adanya dukungan informasi yang lebih kongkret, yaitu melalui ketersediaan data kuantitatif. Jadi seyogyanya, suatu laporan perlu didukung oleh ketersediaan data Sumedang, 7 Juli
3 kuantitatif dan kualitatif, untuk menjadi suatu informasi yang kongkret, dan memiliki nilai tambah. Menurut sumbernya, data dapat dibagi menjadi dua, yaitu data internal dan data eksternal. Data internal adalah data yang dikumpulkan oleh suatu organisasi untuk menggambarkan keadaan atau kegiatan organisasi yang bersangkutan serta berguna untuk keperluan kegiatan harian dan pengawasan internal. Contoh data-data internal adalah data kepegawaian, data keuangan, data produksi, data jumlah pemasaran, dan lainnya. Data eksternal adalah data yang dikumpulkan untuk menggambarkan keadaan atau kegiatan diluar organisasi tersebut. Contoh data eksternal adalah data jumlah penduduk, data pendapatan nasional, data harga-harga, indeks biaya hidup, dan lain sebagainya. Data-data semacam itu biasanya dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik, namun dalam pemanfaatannya digunakan oleh unit organisasi lain atau perorangan, sebagai bahan dalam penyusunan suatu laporan ataupun kajian. Jadi baik data internal maupun data eksternal, bisa berupa data primer (data yang dihasilkan dari kegitan pengumpulan langsung dilapangan, seperti sensus maupun survei) dan data sekunder (data yang dihimpun dari penghasil data). Menurut waktu pengumpulannya, data dapat dibagi menjadi dua, yaitu data seketika (cross section data) dan data deret waktu (time series data). Data cross section adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu, yang menggambarkan kondisi yang terjadi pada saat itu. Contoh data cross section yang sering digunakan adalah Sensus Penduduk yang menggambarkan struktur penduduk pada saat sensus itu dilakukan. Data cross section tidak menggambarkan perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh perubahan waktu, sehingga data ini sifatnya statis. Namun demikian data ini bermanfaat sebagai suatu acuan standar untuk melakukan suatu perencanaan lanjutan. Data deret waktu (time series data) adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu (misalkan : hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, atau tahun ke tahun), atau dengan kata lain data ini dikumpulkan berdasarkan periode waktu tertentu. Data deret waktu digunakan untuk melihat perkembangan suatu kegiatan tertentu, misalkan perkembangan produksi, perkembangan pelayanan yang terjadi, perkembangan harga suatu produk tertentu, dan lain sebagainya. Pada sisi lain data deret waktu seringkali digunakan dalam proses peramalan (forecasting), melalui suatu metode atau model tertentu. B. Metode Statistika Pengertian data melalui suatu proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis. Oleh karenanya setelah kita memiliki apresiasi terhadap data, maka seharusnya kita juga Sumedang, 7 Juli
4 memiliki apresiasi terhadap statistika, dimana statistika merupakan alat bantu yang seringkali digunakan didalam proses pengumpulan dan analisis data, yang akan dijadikan sebagai bahan informasi. Definisi sederhana mengenai statistika adalah suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data, serta cara-cara pengambilan kesimpulan dengan mempertimbangkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep peluang (probabilitas). Definisi (statistika) lain yang lebih berorientasi pada teori, adalah Statistics is the science and art of the development and application of the most effective methods of collecting, tabulating, and interpretting quantitative data in such a manner that the fallibility of conclusions and estimates may be assessed by means of inductive reasoning based on the mathematics of probability. Dari definisi mengenai statistika yang telah disebutkan, menunjukkan bahwa ketika kegiatan analisis dan evaluasi dilakukan untuk menghasilkan suatu kesimpulan, dan hasil kesimpulannya akan dijadikan sebagai bahan dalam suatu pengambilan kebijakan, maka statistika menjadi suatu instrumen yang perlu digunakan. Mengapa hal itu menjadi demikian, karena didalam statistika, prosedur penyusunan suatu kesimpulan dilakukan secara runut, dan disesuaikan dengan asumsi-asumsi yang dipersyaratkan. Uraian singkat mengenai definisi statistika, hendaknya cukup untuk memberikan gambaran kepada kita semua, terutama mereka yang seringkali diperhadapkan dalam suatu kegiatan yang berbentuk analisis dan evaluasi, bahwa statistika sebenarnya begitu dibutuhkan, minimal dalam hal pemanfaatan metode-metodenya. Berdasarkan definisi yang disebutkan, telah juga menunjukan bahwa statistika dalam pemanfaatanya tidak hanya digunakan dalam dunia riset saja, akan tetapi juga sudah dan perlu terus ditumbuhkembangkan pemanfaatanya dalam dunia pemerintahan. Namun yang perlu disadari terutama para pengguna dilingkungan pemerintahan, bahwa pemanfaatan statistika tidak mengharuskan untuk memaksakan penggunaan metode-metode yang terlalu rumit, akan tetapi bagaimana kerangka berfikir statistic perlu menjadi sesuatu yang mahfum bagi para aparat pemerintah. C. Istilah Statistika Beberapa definisi dan pengertian dalam statistika yang seringkali digunakan didalam statistika, utamanya beberapa hal yang seringkali dijumpai pada saat pengguna statistika melakukan suatu kajian. 1. Populasi Keseluruhan atau totalitas unit yang akan dijadikan target sasaran didalam suatu kegiatan analisis. Sumedang, 7 Juli
5 2. Sampel Bagian dari totalitas unit (populasi) yang mampu menggambarkan atau memberikan informasi keberadaan dari populasi itu sendiri. 3. Sensus Cara pengumpulan data dan informasi, jika keseluruhan unit didalam populasi dilakukan pengamatan, dengan kata lain sensus dapa dikatakan sebagai suatu pencatatan/ perhitungan yang lengkap. Menurut definisi, sensus memberikan hasil data dengan nilai sebenarnya (true value atau parameter). 4. Sampling Cara pengumpulan data dan informasi dengan hanya melakukan pengambilan sample saja atau tidak secara keseluruhan. Dengan demikian, jika dilakukan sampling maka hasilnya merupakan data dengan nilai perkiraan (estimate value). 5. Survei Pengumpulan data dan informasi untuk menghasilkan data primer melalui prosedur sampling, dimana kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulannya. 6. Kuesioner Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data dan informasi primer, yang terdiri dari serangkaian pertanyaan dan tersusun berurut. 7. Analisis Deskriptif Suatu kegiatan analisis yang dilakukan hanya untuk menggambarkan keberadaan data dan informasi. Dalam analisis deskriptif, upaya pengujian hubungan antar variable belum dilakukan. 8. Analsisi Inferens Suatu kegiatan analisis dimana prosedur pengujian, bakhan metode-metode statistik uji sudah dilakukan, dan dilakukan pengambilan kesimpulan. Beberapa istilah lain akan ditemukan ketika kita menggunakan statistika didalam suatu kegiatan analisis dan evaluasi, namun bagi para pengguna yang awal beberapa istilah diatas dirasakan sudah cukup membantu, dan diharapkan dapat merangsang untuk mengetahui lebih jauh istilah lain dan pemanfaatan statistika didalam setiap kegiatan analisis dan evaluasinya. Perlu menjadi perhatian terutama para penguna pemula, bahwa pemanfaatan statistika tidak perlu harus serumit mungkin, akan tetapi bagaimana suatu permasalahan dapat dicarikan solusinya dengan suatu kekuatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sumedang, 7 Juli
6 D. Validasi Data Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan beberapa pengertian yang berhubungan dengan data, meliputi : definisi, karakteristik, dan beberapa persyaratan suatu data dikatakan baik, serta statistika sebagai suatu alat bantu dalam kegiatan analisis dan evaluasi. Proses analisis dan evaluasi pada dasarnya akan dapat berjalan dengan baik, jika bahan dasar berupa data dan informasi yang dibutuhkan tersedia. Sehingga metode analisis yang akan digunakan tinggal menyesuaikan dengan tujuan dan sasaran suatu analisis dilakukan. Untuk itu bagi penyusun dituntut untuk dapat melakukan penilihan metode yang sesuai dengan situasi data dan kebutuhan yang terjadi. Dalam pemilihan metode analisis yang akan digunakan, para penyusun biasanya tidak terlalu banyak menemui kendala, para penyususn tinggal melakukan penyesuaian dengan bantuan referensi yang telah tersedia. Yang seringkali menjadi kendala bagi para penyusun analisis adalah ketika diperhadapkan dengan kondisi untuk melakukan pemilihan terhadap serangkaian data dengan kriteria yang hampir sama. Sebagai misal, data jumlah penduduk dapat disajikan melalui Sensus Penduduk, Survei Sosial Ekonomi Nasional, SUPAS, maupun Proyeksi. Pada kondisi yang demikian penyusun analisis tidak diharuskan untuk menguji keabsahan data dari setiap sumber, karena para penyusun dikatagorikan hanya sebagai pengguna saja, dan bukan penghasil data. Untuk itu data yang tersaji perlu diasumsikan benar keberadaannya, walaupun untuk satu item data yang sama menghasilkan nilai data yang berbeda. Mengapa demikian, karena setiap sumber data memanfaatkan metode pengumpulan dan pengolahan data yang spesifik. Sebagaimana telah diuraikan pada bagian sebelumnya, dimana suatu proses analisis harus ditunjang oleh data yang benar, karena jika data yang digunakan tidak mengandung kebenaran, maka kesimpulan akhir yang dihasilkan akan menjadi terlalu bias, bahkan mungkin akan dapat menyesatkan. Menyikapi hal tersebut maka upaya melakukan validasi data perlu mendapat perhatian yang serius, terutama oleh para pengguna data. Dalam melakukan validasi data, terutama data-data pembangunan, para pengguna tidak diharuskan untuk melakukan pengujian terhadap setiap variable data yang akan digunakan, karena data-data tersebut memanfaatkan metode yang spesifik dengan asumsi yang jelas. Artinya bila terjadi perbedaan untuk satu item yang sama, maka para pengguna tidak boleh menyalahkan yang satu dan membenarkan yang lain, selama metode pengumpulan dan pengolahannya telah menggunakan kaidah statistika yang benar. Untuk itu pelaksanaan validasi data bagi para pengguna harus diarahkan pada upaya meningkatkan nilai tambah data tersaji, dengan menyesuaikan kebutuhan analisi yang dilakukan dengan keberadaan data itu sendiri. Sumedang, 7 Juli
7 Secara sederhana pengertian validasi data adalah upaya untuk lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi data yang akan digunakan dalam suatu proses penyusunan analisis. Ini mengandung arti bahwa hasil akhir suatu proses analisis, errornya perlu diminimalisir melalui pemanfaatan data yang sesuai dengan kebutuhan analisisnya. Dalam melakukan validasi data, maka beberapa hal hal perlu diperhatikan ketika suatu proses analisis dilakukan, yaitu : 1. Identifikasi kebutuhan data Dengan melakukan identifikasi secara cermat, maka kebutuhan data akan dapat diketahui secara pasti. 2. Mencantumkan sumber data Dengan selalu mencantumkan sumber data, maka analis tidak akan dipersalahkan bila terjadi perbedaan data, karena data tersebut berasal dari sumber yang demikian. 3. Konsistensi penggunaan Bila dalam suatu proses analisis diharuskan menggunakan lebih dari satu sumber data, maka pengunaannya harus disesuaikan dengan tujuan awal analisis yang dilakukan. 4. Metode analisis Metode analsisi perlu dipersiapkan secara jelas, sehingga tidak akan terjadi pemaksaan data terhadap metode analisis, yang pada gilirannya akan mempersalahkan keberadaan data itu sendiri. 5. Tidak boleh ada dikotomi pemanfaatan Jika kondisi ril data menunjukan kekurangan, maka tidak boleh digunakan alternative data lainnya yang menunjukan peningkatan. Sumedang, 7 Juli
1. Sekumpulan angka untuk menerangkan sesuatu, baik angka yang belum tersusun maupun angka angka yang sudah tersusun dalam suatu daftar atau grafik.
1. Sekumpulan angka untuk menerangkan sesuatu, baik angka yang belum tersusun maupun angka angka yang sudah tersusun dalam suatu daftar atau grafik. 3. Sekumpulan angka yang menjelaskan sifat-sifat data
Peranan Statistika. Disusun oleh Putriaji Hendikawati, S.Si., M.Pd., M.Sc. Dr. Scolastika Mariani, M.Si.
Peranan Statistika Disusun oleh Putriaji Hendikawati, S.Si., M.Pd., M.Sc. Dr. Scolastika Mariani, M.Si. 1. Pengertian Statistika Statistika banyak dimanfaatkan dalam berbagai aspek dan bidang kehidupan
Mengolah dan Menganalisis Data
Mengolah dan Menganalisis Data Dr. Eko Pujiyanto, S.Si., M.T. Materi Data Mengolah dan analisis data Memilih alat analisis yang tepat Data Data 1 Jamak dari DATUM artinya informasi yang diperoleh dari
PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN. Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA
PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami pengertian populasi. 2. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis perencanaan agregat yang tepat pada PT. LG Electronics adalah sebagai berikut : 1. Peramalan
I. BERKENALAN DENGAN STATISTIK
I. BERKENALAN DENGAN STATISTIK A. Arti Dan Kegunaan Data Menurut Webster New World Dictionary data berarti sesuatu yang diketahui atau dianggap. Dengan demikian, data dapat memberikan gambaran tentang
Groebner, Mark, (2009). Business Statistics: A Decision- Making Approach, 7e 2008 Prentice-Hall, Inc.
STATISTIK BISNIS BUKU ACUAN: Groebner, Mark, (2009). Business Statistics: A Decision- Making Approach, 7e 2008 Prentice-Hall, Inc. Aczel dan Sounderpandian. (2002). Complete Business Statistics. Edisi
VI. DATA, INSTRUMEN DAN HASIL PENGUKURAN. Oleh Bambang Juanda
VI. DATA, INSTRUMEN DAN HASIL PENGUKURAN Oleh Bambang Juanda Pengertian & Kegunaan Data Kegiatan penelitian utk mengumpulkan informasi yg relevan guna mengetahui, memecahkan masalah, atau mengembangkan
PERTEMUAN 3 PROSES RISET PEMASARAN
PERTEMUAN 3 PROSES RISET PEMASARAN Proses Riset Pemasaran 1. Perumusan Masalah salah satu peranan riset pemasaran adalah membantu merumuskan masalah yang harus diatasi dengan perancangan secara sistematis,
Probability and Random Process
Program Pasca Sarjana Terapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Probability and Random Process Topik 1. Review Teori Statistika Prima Kristalina Maret 2016 2 Outline Pengertian Statistika Populasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Era globalisasi saat ini, sumber daya manusia memiliki peranan penting dalam suatu organisasi baik perusahaan maupun instansi. Sumber daya yang dibutuhkan
STATISTIK SOSIAL. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
MODUL PERKULIAHAN STATISTIK SOSIAL Pengumpulan, Pengolahan, Penyajian Data dan Distribusi Frekuensi Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ilmu Komunikasi HUMAS 02 85003 Abstract Statistik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Menghadapi situasi perekonomian dewasa ini, dimana persaingan dunia bisnis semakin ketat, perusahaan dituntut untuk dapat mengoptimalkan prestasinya baik
KONSEP DASAR STATISTIK
KONSEP DASAR STATISTIK PENGERTIAN STATISTIKA Kata Statistik secara etimologis berasal dari bahasa latin yaitu STATUS yang memiliki persamaan arti dengan kata STATE (bahasa Inggris) yang diterjemahkan dalam
2016, No Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indon
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1747, 2016 KEMENKO-KEMARITIMAN. SAKIP. Evaluasi. Juklak. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN
BAB III METODE PENELITIAN. tersebut dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Berdasarkan metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan unsur yang penting dalam penelitian ilmiah, karena metode yang digunakan dalam penelitian dapat menemukan apakah penelitian tersebut dapat dipertanggungjawabkan
BAB I PENDAHULUAN. tentunya diperlukan oleh perusahaan untuk mempertahankan hidupnya dan. harus dapat memaksimalkan penjualan produknya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mendapatkan laba adalah salah satu tujuan dari perusahaan. Laba ini tentunya diperlukan oleh perusahaan untuk mempertahankan hidupnya dan mengembangkan usahanya. Untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan karateristik masalah yang diteliti, jenis penelitian yang akan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Indra Karya Kantor Cabang 1 Malang yang bergerak di bagian konsultan. 3.2. Jenis dan Pendekatan Penelitian Berdasarkan karateristik
Gambar 4. Tahapan kajian
III. METODE KAJIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Kajian Survei lapangan dilakukan untuk menganalisa kinerja bisnis usaha tahu dan kebutuhan pasar. Hasil analisa kebutuhan pasar menjadi masukan dalam pengembangan
BAB II LANDASAN TEORI. Sistem informasi terdiri dari input, proses, dan output, seperti yang terlihat pada
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Sistem Informasi Sebelum merancang sistem perlu dikaji konsep dan definisi dari sistem.. Sistem informasi terdiri dari input, proses, dan output, seperti yang terlihat
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Akhir yang berjudul Analisis Product Positioning Pada Clothing Arena
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Untuk mengumpulkan data yang dijadikan bahan dalam penyusunan Tugas Akhir yang berjudul Analisis Product Positioning Pada Clothing Arena Experience
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metode Pada penelitian ini penulis akan menggunakan metode penelitian Kuantitatif. Menurut Ruslan (2010:24) metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan
STMIK AKAKOM Yogyakarta
Statistika: Pengumpulan, Pengolahan dan Penyajian Data Ilham Rais Arvianto, M.Pd STMIK AKAKOM Yogyakarta Pengumpulan & Pengolahan Data Pengumpulan Data Data statistik yang diharapkan adalah adalah data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan, digunakan desain penelitian yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan, digunakan desain penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2009), metode penelitian
35 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif. Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2009), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian
III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development).
67 III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Desain penelitian pengembangan berdasarkan langkah-langkah penelitian pengembangan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Uji Kecukupan Sampel Dalam melakukan penelitian terhadap populasi yang sangat besar, kita perlu melakukan suatu penarikan sampel. Hal ini dikarenakan tidak selamanya kita dapat
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Objektif Pendekatan objektif adalah pendekatan yang menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan kekuatan di luar kemauan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Berpikir Pekerja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu perusahaan, karena pekerja adalah yang menggerakan faktor-faktor produksi lainnya untuk menghasilkan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. cukup lama digunakan sehingga mentradisi sebagai metode untuk penelitian.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pada Restaurant Bumbu Desa Cabang Laswi Bandung, penulis melakukan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Untuk mengumpulkan data yang dijadikan bahan dalam penyusunan Tugas Akhir yang berjudul Analisis Penilaian Citra Perusahaan Oleh Konsumen Pada
PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN
1 PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi (population) adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. Anggota populasi disebut dengan
3 METODOLOGI PENELITIAN
3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian lapang dilakukan pada bulan Mei 2009. Penelitian bertempat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi
BAB 3. Metode Penelitian
BAB 3 Metode Penelitian 3.1 Desain Penelitian Pengamatan dilakukan terhadap karyawan PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (PT. KPEI). Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif guna mengetahui pengaruh
METODE KUANTITATIF, MENGGUNAKAN BERBAGAI MODEL MATEMATIS YANG MENGGUNAKAN DATA HISTORIES DAN ATAU VARIABLE-VARIABEL KAUSAL UNTUK MERAMALKAN
METODE KUANTITATIF, MENGGUNAKAN BERBAGAI MODEL MATEMATIS YANG MENGGUNAKAN DATA HISTORIES DAN ATAU VARIABLE-VARIABEL KAUSAL UNTUK MERAMALKAN Peramalan kuantitatif hanya dapat digunakan apabila terdapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Peramalan (Forecasting) Menurut Kusuma (2004:13), peramalan (forecasting) adalah perkiraan tingkat permintaan satu atau lebih produk selama beberapa periode mendatang.
3. METODE. Kerangka Pemikiran
25 3. METODE 3.1. Kerangka Pemikiran Berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu serta mengacu kepada latar belakang penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian maka dapat dibuat suatu bentuk kerangka
Pendahuluan. Statistik Deskriptif. Pengertian. Pengertian
Statistik Deskriptif Pendahuluan B U A N A S U H U R D I N P U T R A 2 0 1 0 B U A N A S U H U R D I N P U T R A 2 0 1 0 Peluang (probabilitas): Nilai angka yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Peramalan Peramalan (forecasting) adalah kegiatan mengestimasi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Peramalan diperlukan karena adanya kesenjangan waktu
BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan menguraikan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, batas
BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, batas penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi. 1.1 Latar Belakang
PERTEMUAN 2-3 SIFAT DASAR ANALISIS REGRESI
PERTEMUAN 2-3 SIFAT DASAR ANALISIS REGRESI Penafsiran Regresi Analisis regresi berkaitan dengan studi ketergantungan satu variabel- variabel tak bebas terhadap satu atau lebih variabel lainvariabel yang
Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI
Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI DATA dan VARIABEL DATA = Fakta atau angka-angka. Bila tidak diolah, tidak punya makna Data untuk kepentingan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam buku Sugiono, menurut tingkat explanasinya atau tingkat penjelas yaitu dimana penelitian yang menjelaskan kedudukan variabelvariabel yang diteliti serta
MODUL 2. STATISTIK BISNIS
Modul ke: MODUL 2. STATISTIK BISNIS 02Fakultas Desmizar,SE,MM. EKONOMI BISNIS Program Studi Manajemen dan Akuntansi Modul.2 ini bertujuan agar Mahasiswa mengetahui langkahlangkah yang harus lakukan untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian dilakukan di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Dengan pertimbangan di setiap wilayah mempunyai sumber daya dan potensi dalam peningkatan pertumbuhan
METODE STATISTIKA. oleh Bambang Juanda -Ketua PS PWD (S2 & S3), SPS-IPB -Anggota TADF Kemenkeu
METODE STATISTIKA oleh Bambang Juanda -Ketua PS PWD (S2 & S3), SPS-IPB -Anggota TADF Kemenkeu When you can measure what you are speaking about and express it in numbers, you know something about it. But
ISI DAN PEMBAHASAN. Penganggaran adalah penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan
PENYUSUNAN ANGGARAN Dalam operasional setiap perusahaan senantiasa diperlukan langkah yang sistematis untuk dapat memberdayakan potensi sumber dayanya secara efisien dan efektif. Untuk mencapai kondisi
Mata Kuliah - Markom Industry Analysis- Modul ke:
Mata Kuliah - Markom Industry Analysis- Modul ke: 09Fakultas FIKOM Research & Business Development Marcom Industries 1 Ardhariksa Z, M.Med.Kom Program Studi Marketing Communication and Advertising Riset
BAB III METODE PENELITIAN. (independent variable) adalah sumber-sumber penerimaan daerah yang terdiri dari
55 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Adapun yang menjadi obyek penelitian sebagai variabel bebas (independent variable) adalah sumber-sumber penerimaan daerah yang terdiri dari PAD, transfer
Matakuliah : Ekonomi Produksi Peternakan Tahun : Oleh. Suhardi, S.Pt.,MP
Matakuliah : Ekonomi Produksi Peternakan Tahun : 2014 Oleh. Suhardi, S.Pt.,MP 1 Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menunjukkan jenis Peramalan Menggunakan Metode Peramalan Kuantitatif
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai metodologi yang digunakan dalam penelitian yang dibahas pada karya akhir ini. Metodologi ini terbagi menjadi beberapa bagian yang berkaitan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini, pendekatan yang dilakukan untuk melakukan penelitian adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu
ANALISA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUKSI FOAM DENGAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING.(Studi kasus pada PT.
ANALISA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUKSI FOAM DENGAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING.(Studi kasus pada PT. BESTARI MULIA) Sitta Mega Afrista**) dan Yunia Dwie Nurcahyanie*) Abstrak Perkembangan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan (forecasting) adalah kegiatan memperkirakan atau memprediksi apa. situasi dan kondisi di masa yang akan datang.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Peramalan Peramalan (forecasting) adalah kegiatan memperkirakan atau memprediksi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. Sedangkan ramalan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dan memperoleh data dengan cara sistematis. Data yang dikumpulkan berupa
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi dan Tipe Riset Metode penelitian kuantitatif adalah suatu cara untuk memecahkan masalah dan memperoleh data dengan cara sistematis. Data yang dikumpulkan berupa
Kegunaan Data : 3/28/2012
Data adalah sesuatu yang diketahui atau dianggap, meskipun belum tentu benar. Data dapat digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan atau persoalan. Data yang baik adalah data yang bermanfaat Data yang
PERAMALAN PERMINTAAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.
PERAMALAN PERMINTAAN Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. PENTINGNYA PERAMALAN EKONOMI Tujuan Peramalan Ekonomi adalah untuk mengurangi risiko atau ketidakpastian yang dihadapi perusahaan dalam
BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik
THE ABILITY TO READ A STORY ABOUT A MATTER OF MATHEMATICS STUDENT OF ELEMENTARY SCHOOL CLASS V 105 PEKANBARU
1 THE ABILITY TO READ A STORY ABOUT A MATTER OF MATHEMATICS STUDENT OF ELEMENTARY SCHOOL CLASS V 105 PEKANBARU Siti Rohaniah 1, Dudung Burhanudin 2, H. Nursal Hakim 3. [email protected]. Hp.
METODE PENELITIAN. Struktur, Perilaku, dan Kinerja Industri Kakao di Indonesia. Kegiatan penelitian ini
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan studi kasus Struktur, Perilaku, dan Kinerja Industri Kakao di Indonesia. Kegiatan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada laporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar pada BEI (Bursa Efek Indonesia) dan diperoleh dari Pusat Riset
BAB III METODE PENELITIAN. di Jalan Raya Kepanjen Pakisaji KM.4 Kepanjen Malang.
39 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada Kantor Pajak Pratama yang tepatnya berada di Jalan Raya Kepanjen Pakisaji KM.4 Kepanjen Malang. 1.2 Jenis Dan Pendekatan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Upaya perusahaan untuk meningkatkan kemajuannya lebih banyak diorientasikan kepada manusia sebagai salah satu sumber daya yang penting bagi perusahaan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian Kerangka penelitian merupakan langkah-langkah dalam penyusunan Tugas Akhir. Langkah tersebut dimulai dari tahap persiapan penelitian, hingga pembuatan
ISTILAH UMUM STATISTIKA. JUMLAH PERTEMUAN : 1 PERTEMUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS : Mendeskripsikan istilah umum statistika
1 ISTILAH UMUM STATISTIKA JUMLAH PERTEMUAN : 1 PERTEMUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS : Mendeskripsikan istilah umum statistika Materi : 1.1 Definisi Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan cara pengumpulan,
PENS. Probability and Random Process. Topik 8. Estimasi Parameter. Prima Kristalina Juni 2015
Program Pasca Sarjana Terapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Probability and Random Process Topik 8. Estimasi Parameter Prima Kristalina Juni 2015 1 2 Outline 1. Terminologi Estimasi Parameter
KONSEP DASAR EKONOMETRIKA
BAHAN AJAR EKONOMETRIKA AGUS TRI BASUKI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA KONSEP DASAR EKONOMETRIKA 1.1. Konsep Dasar Ekonometrik Ekonometrika adalah penggunaan analisis komputer serta teknik pembuatan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif, melalui penyebaran kuesioner (angket) kepada responden. Teknik penggunaan angket adalah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Blanchard (2000) mendefinisikan sistem sebagai sekumpulan dari elemen-elemen yang mempunyai fungsi bersama untuk mencapai suatu tujuan (Miftahol, 2009). Sedangkan Law (2004)
BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. T-2 Survey & Analisis Deskriptif Individu -> konsumen Cross-sectional
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Jenis dan Metode Analisis Unit Analisis Time Horizon T-1 Survey & Importance Performance Analysis serta Analisis Deskriptif
Konsep Dasar Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara (science of methods). Dalam kontek penelitian, metodologi adalah totalitas cara untuk men
Metodologi Penelitian Psikologi Rahayu Ginintasasi Konsep Dasar Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara (science of methods). Dalam kontek penelitian, metodologi adalah totalitas cara untuk meneliti
BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa laporan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada periode 2012-2014. Sumber data dalam
METODE PENELITIAN. Cipondoh dan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Penentuan lokasi sebagai
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Situ Cipondoh yang terletak di Kecamatan Cipondoh dan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Penentuan lokasi sebagai obyek
6.5 Pertimbangan penentuan ukuran sampel
6.5 Pertimbangan penentuan ukuran sampel 1. Pertimbangan Ukuran Sampel Pertimbangan Penentuan Ukuran Sampel 4 hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan besarnya sampel dalam suatu penelitian : 1)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dilihat dari cakupan jenis eksplanasi ilmunya, penelitian ini merupakan penelitian kausalitas, yang bertujuan untuk mencari penjelasan dalam bentuk hubungan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Adapun berdasarkan sebaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sebaran Perusahaan Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2010. Adapun berdasarkan sebaran
III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah
63 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Belanja Barang dan Jasa (BBJ) terhadap pembangunan
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER Hal. Bantuan Pengisian Kuesioner Kepada Yth. Bapak/Ibu. Di tempat Dengan Hormat, Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas waktu luang yang Bapak/Ibu berikan, sebagai
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu menjelaskan
SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA PENELITIAN
SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA PENELITIAN A. Jenis Data Penentuan metode pengumpulan data dipengaruhi oleh jenis dan sumber data penelitian. Data penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis,
Penulis menggunakan jenis pendekatan kuantitatif untuk penelitian ini. Pendekatan kuantitatif dipilih karena dalam penelitian ini menguji efektivitas
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Pada bab IV ini diawali dengan penjelasan mengenai pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian. Selanjutnya, terdapat penjelasan mengenai populasi dan sampel yang
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian deskriptif dan penelitian kuantitatif, serta menggunakan
2017, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan
No.21, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Bendahara Umum Negara. Kinerja. Monitoring. Evaluasi. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 245/PMK.02/2016 TENTANG MONITORING KINERJA
