Panduan Implementasi Program PEnguaTan PoSYandu Panduan Program PEnguaTan PoSYandu

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Panduan Implementasi Program PEnguaTan PoSYandu Panduan Program PEnguaTan PoSYandu"

Transkripsi

1 Panduan Implementasi program PENGUATAN POSYANDU Panduan Program PENGUATAN POSYANDU B

2 Panduan Program PENGUATAN POSYANDU C

3 PANDUAN PENGGUNAAN BUKU PANDUAN IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN POSYANDU Panduan Implementasi Program Penguatan Posyandu disusun guna menggugah semangat kemitraan berbagai pihak (pemerintah, sektor swasta dan organisasi masyarakat) demi keberlanjutan program Penguatan Posyandu, maupun program-program peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak lainnya. Panduan Impelementasi Program Penguatan Posyandu ini dibuat dalam 2 versi; cetak dan digital. Panduan Implementasi versi cetak berisi intisari Panduan Implementasi Program Penguatan Posyandu, tanpa panduan khusus di tiap tahapannya. Pembaca versi cetak harus membuka versi digital agar dapat memperoleh panduan lengkap dalam tiap tahapan program. Panduan Implementasi Program Penguatan Posyandu versi digital dibuat dalam format pdf. Membuka versi digital, pembaca akan langsung masuk ke Panduan Implementasi Program Penguatan Posyandu. Pada panduan tersebut, setiap tahapan yang membutuhkan panduan khusus akan diberi blok biru. Untuk dapat mengakses pembaca dapat langsung meng-klik file yang diberi blok biru. Secara otomatis, panduan yang dimaksud akan terbuka. Untuk kembali ke teks awal, dapat mengklik nama file awal, Panduan Impelementasi Program Penguatan Posyandu. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU D

4 Panduan Program PENGUATAN POSYANDU Making Food Go Further: Mitigating and Ensuring Future Resilience and Stronger Households (FRESH) in Indonesia 1. Latar Belakang Program Program Making Food Go Further: Mitigating and Ensuring Future Resilience and Stronger Households in Indonesia, atau di singkat dengan Program FRESH dan di lapangan lebih dikenal dengan Program Penguatan Posyandu. Beberapa permasalahan yang melatarbelakangi program FRESH adalah bahwa sesuai dengan Riset Kesehatan Dasar yang di lakukan oleh Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2007, Indonesia masih diwarnai oleh kasus kurang gizi seperti yang tergambar pada hasil riset di bawah ini: 36.8 % pendek (TB/U)-Riskesdas % gizi kurang (BB/U)-Riskesdas % Balita Kurus (BB/TB)-Riskesdas % cakupan Imunisasi lengkap nasional-riskesdas 2007 Dan pada tahun 2002, Helen Keller melakukan penelitian praktek pemberian ASI Eksklusif dengan hasil survey menunjukan angka 8 % untuk pelaksanaan ASI eksklusif. Sedangkan penelitian yang lain dari Helen Keller tahun 2004, bahwa hanya 15 % anak tidak mampu yang ikut kegiatan Early Childhood Development. Beberapa penyebab langsung yang bisa diidentifikasi berkaitan dengan angka kejadian diatas bahwa rendahnya pola pemberian makan baik secara kualitas maupun kuantitas. Di samping itu juga frekuensi kesakitan yang terjadi diantara anak balita turut berkontribusi terhadap permasalahan gizi yang ada. Adapun penyebab tidak langsung yang juga turut menyumbang situasi yang ada adalah biaya kesehatan yang tidak terjangkau oleh semua masyarkat serta konsentrasi ECD (Early Childhood Development) atau PAUD dan sejenisnya yang lebih ke arah perkotaan. Untuk itulah, program FRESH ini di rancang dengan tujuan memperbaiki praktek pemberian makan, perilaku kesehatan dan layanan kesehatan yang berbasis masyarakat serta pelayanan perkembangan anak usia dini dalam rangka memperkuat daya tahan keluarga melalui perbaikan kesehatan, gizi dan status perkembangan anak-anak di Jawa Barat. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 1

5 Program FRESH merupakan program Kemitraan antara Save the Children dan Kraft Foods Foundation, yang diimplementasikan sejak April 2009 hingga Maret 2012 di 3 kabupaten di Provinsi Jawa Barat; Bekasi, Karawang dan Bandung Barat dengan 648 Posyandu dan 217 Posyandu diantaranya mendapatkan layanan anak usia dini. 2. Langkah-Langkah Program FRESH Posyandu bukanlah barang baru bagi bangsa Indonesia. Sejak dicanangkan oleh pemerintah tahun 1990, Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) mulai dapat diandalkan sebagai upaya peningkatan kesehatan balita yang berbasis sumber daya masyarakat dengan akses kepada modal sosial budaya masyarakat seperti nilai tradisi gotong royong menuju kemandirian dan keswadayaan masyarakat. Namun demikian, sejak terjadinya krisis, kegiatan Posyandu juga ikut menurun. Hal ini disebabkan karena banyak faktor antara lain: terdapat banyak program titipan, kader kurang aktif dan kurang semangat, ada pendekatan proyek yang melemahkan inisiatif masyarakat, kurangnya pemberdayaan, belum jelasnya siapa pemilik posyandu serta mandeg nya pokja dan pokjanal posyandu. Dalam menghadapi era otonomi dan desentralisasi, upaya revitalisasi posyandu yang dicanangkan melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor: 411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni 2001 tentang Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu perlu diperbaharui dan disesuaikan dengan tuntutan perkembangan. Program FRESH dapat dikatakan pendukung terhadap terlaksananya Revitalisasi Posyandu karena di dalam program FRESH menitik beratkan pada tumbuh dan kembang anak balita. Tumbuh, ditujukan untuk memperbaiki praktek pemberian makanan, perilaku kesehatan, & layanan kesehatan berbasis masyarakat. Sedangkan kembang, ditujukan untuk memberikan akses layanan pengembangan anak usia dini (Early Childhood Development/ECD). Jika kegiatan yang berorientasi pada tumbuh dan kembang ini dilakukan secara bersama maka akan dapat memperbaiki dan meningkatkan derajat kesehatan, gizi dan status perkembangan anak-anak balita sehingga akan memperkuat daya tahan keluarga-keluarga dalam situasi apapun. Lebih jauh, kegiatan tumbuh dan kembang ini merupakan kegiatan terintegrasi dalam satu wadah posyandu, walaupun tempat kegiatannya tidak harus selalu satu atap. Keunikan dalam program FRESH ini adalah terletak pada pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki oleh desa dan juga dalam lingkup yang kecil, keluarga yang tidak mampu akan tetapi balitanya sehat. Disamping itu, pengawasan yang spesifik merupakan kunci keberhasilan dari suatu capacity building, serta mobilisasi masyarakat untuk mendapatkan komitmen pelaksanaan program dan dukungan secara berkelanjutan baik dari masyarakat maupun pemangku kepentingan lain merupakan hal yang tidak bisa dilewatkan. Berikut adalah skema dan penjelasan langkah-langkah program yang dapat dijadikan panduan untuk mereplikasi pendekatan program: Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 2

6 TOT bagi Master Trainer TOT bagi Core Trainer Mobilisasi Masyarakat Sosialisasi program untuk mendapatkan komitmen dari masyarakat Waktu: 2 Minggu/Desa Penelitian Formatif Waktu: 2 Minggu/Desa Pelatihan bagi kader tentang 1. Pengelolahan Dasar Posyandu: 4 hari 2. Kesehatan dan Gizi Anak: 4 hari 3. Pengembangan Anak Usia Dini: 4 hari Pertemuan masyarakat di tingkat desa: - Update program - Sosialisasi menu lokal sehat Waktu: 1 kali 6.4 Parenting Support Group: Diskusi tentang Posyandu, Pos PAUD, isu-isu anak termasuk kesehatan dan nutrisi Waktu: 1 kali per bulan 6.1 Kegiatan rutin posyandu termasuk sosialisasi menu lokal sehat dan sosialisasi PAUD Waktu: 1 kali per bulan 7 5 Posyandu: - Update program - Makanan lokal sehat Waktu: 1 kali Orientasi PAUD bagi orang tua anak usia 3-5 tahun, untuk mendapatkan komitmen orang tua, kesepakatan waktu dan tempat kegiatan. Waktu: 1 kali 6.3 Pendidikan Orangtua di Pascayandu - Pesan Kesehatan dan Nutrisi - Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) - Perkembangan Anak Usia 0-5 tahun Waktu: 1 kali per bulan 6.2 Promosi Makanan & Kegiatan PAUD Tingkat Desa: 2-3 x per tahun Tingkat Kecamatan: 1 x per tahun 8 Kegiatan PAUD bagi Anak Usia 3-5 tahun Waktu: 2 kali per 1-2 jam 9 Pelatihan Permainan & Bahan Ajar Lokal (pengembangan kurikulum) Durasi: 2 hari (door to door) Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 3

7 Langkah 1: Mobilisasi Masyarkat Mobilisasi masyarkat diawali dengan pertemuan informal dengan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah teridentifikasi sebelumnya. Tujuan dari pertemuan informal ini adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai permasalahan kesehatan, gizi dan perkembangan anak balita di wilayah tersebut. Sedangkan pertemuan formal dengan tokoh masayarkat, tokoh agama, kader, Perwakilan Puskesmas, Kepala Desa atau yang mewakilinya, RT, RW, dan PKK adalah untuk memetakan permasalahan, memetakan potensi lokal, mensosialisasikan serta meminta komitmen bersama untuk melakukan program secara bersama-sama. Salah satu metode yang bisa di gunakan dalam pertemuan ini adalah PRA (Participatory Rural Appraisal). Adapun tahap mobilisasi masyarakat bisa dilihat dalam Mobilisasi Masyarakat.pdf Langkah 2: Penelitian Formatif Penelitian Formatif pada program FRESH di lakukan untuk menemukan perilaku yang dipraktekan oleh keluarga tidak mampu namun mempunyai balita yang sehat. Konsep ini dikenal dengan Pendekatan Penyimpangan Positif. Perlilaku-perilak tersebut berkaitan dengan pola pemberian makan, perawatan, kebersihan dan perilaku menuju sehat. Adapun langkah langkah melakukan Penelitian Formatif dapat dilihat pada Langkah- Langkah Penelitian Formatif.pdf serta alat yang digunakan dapat dilihat dalam Daftar Pertanyaan FGD.pdf dan Daftar Pertanyaan Keluarga PD.pdf Langkah 3: Pelatihan Kader Setelah proses Penelitian Formatif selesai di setiap Desa, maka langkah selanjutnya adalah memberikan Pelatihan kepada kader yang di fasilitasi oleh Core Trainers. Ada 3 jenis pelatihan yang diberikan dalam program ini. Pertama, Pelatihan Pemberian Makan Pada Bayi dan Balita; Kedua, Pelatihan Menejemen Dasar Posyandu; dan yang Ketiga, Pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini. Untuk jenis pelatihan yang ketiga, hanya di berikan kepada Posyandu dimana di sekitarnya tidak ada PAUD atau ada akan tetapi tidak sebanding dengan jumlah anak yang ada. Di samping itu juga, Posyandu tersebut memiliki sumber tenaga yang memadai, memiliki tempat yang bisa digunakan, serta yang paling penting adalah komitmen dari kader, pemerintah lokal (Kepala desa, RT, dan RW), serta masyarakat. Keempat, Pelatihan Permainan dan Bahan Ajar Lokal; Setelah Posyandu yang telah mendapatkan Pelatihan PAUD membuka layanan PAUD selama 1-2 bulan, langkah selanjutnya adalah Kader PAUD diberikan pelatihan Permainan dan Bahan Ajar Lokal. 3.1: Pelatihan Pemberian Makan Pada Bayi dan Balita Dengan dukungan dari Kraft Foods, Save the Children melalui program FRESH, bekerja di 648 Posyandu di 3 kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bandung Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 4

8 Barat, Bekasi dan Karawang. Dan, di 217 Posyandu diantaranya menggunakan pendekatan terintegrasi dalam menanggulangi kesehatan, gizi, dan pengembangan anak usia dini karena status kesehatan dan gizi serta perkembangan anak-anak sangat berhubungan erat. Salah satu dari hasil yang ingin dicapai dalam program ini adalah anak di bawah 5 tahun (Balita) dan wanita usia produktif memiliki akses terhadap layanan gizi, kesehatan, dan pengembangan anak usia dini berbasis masyarakat yang berkualitas. Hasil ini antara lain akan dicapai dengan kegiatan Pemberian makan dan menu sehat yang interaktif melalui pendampingan oleh kader untuk memberikan ketrampilan memilih, mempersiapkan, dan memberi makanan yang tersedia secara lokal dan terjangkau harganya. Selain itu, melalui program ini diharapkan keluarga memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membuat pilihan yang sehat dan terjangkau harganya dalam rangka memperbaiki praktek pemberian makan dan pengasuhan bagi anak di bawah usia lima tahun. Hasil ini diharapkan akan dicapai melalui kegiatan penyebaran materi pembelajaran kesehatan dan gizi berisi pesan-pesan tentang makanan yang tersedia secara lokal, ASI, imunisasi dan kebersihan. Untuk pelaksanaan kegiatan dan pencapaian program tersebut, disusun buku panduan pelatihan, mengenai kesehatan dan gizi anak. Buku panduan ini dilatihkan kepada kader Posyandu yang termasuk calam cakupan program oleh para pelatih di masing-masing kabupaten dalam kemasan Pelatihan Pemberian Makan pada Bayi dan Balita. Setelah melihat berbagai panduan pelatihan yang selama ini telah ada dan digunakan di kegiatan Posyandu, disepakati bahwa dalam program ini tidak akan disusun sebuah buku panduan pelatihan baru. Sudah banyak panduan pelatihan dikembangkan dan diterapkan berkaitan dengan pengelolaan Posyandu, kehadiran buku panduan pelatihan baru dapat saja membingungkan kader yang seakanakan mendapat materi yang baru, meskipun isu yang disampaikan sama dengan panduan pelatihan maupun pelatihan yang sudah pernah mereka terima. Panduan pelatihan yang digunakan selama program bersumber dari beberapa buku panduan pelatihan yang telah ada dan diterapkan sebelumnya. Dari berbagai buku sumber tersebut kemudian dipilih beberapa panduan pelatihan yang dianggap sesuai dengan program dan kebutuhan untuk peningkatan kapasitas kader, terutama di tiga kabupaten yang menjadi wilayah pelaksanaan program. Pengembangan buku panduan pelatihan ini diawali dengan lokakarya bersama 24 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah (15 peserta), Non Pemerintah (1 peserta) dan Save the Children (8 peserta). Unsur pemerintah yang hadir dalam lokakarya pertama adalah Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Jawa Barat, BKKBN, PKK Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, BPPKB dan BPTKM- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 5

9 Dalam lokakarya tersebut didiskusikan mengenai kondisi pelayanan Posyandu dan kapasitas kader. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, peserta lokakarya selanjutnya menyepakati beberapa panduan pelatihan yang dianggap perlu untuk dilatihkan kepada kader selama program FRESH. Pertimbangan dalam pemilihan tema tersebut antara lain adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan kader saat ini terhadap suatu materi. Begitu pula kesesuaian materi tersebut dengan tujuan dan strategi program FRESH. Buku panduan pelatihan yang menjadi sumber utama pengembangan panduan pelatihan Kesehatan dan Gizi Anak ini adalah Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Balita yang diterbitkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun Beberapa materi lain yang terkait berasal dari Modul Sembilan Pesan dan Kurikulum dan Modul Kegiatan Praktik Perilaku dan Pemulihan Gizi (KP3G) Melalui Pendekatan Positive Deviance. Buku ini diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2008 dengan kerjasama Save the Children dan Positive Deviance Resource Centre FKM UI. Setelah terpilih beberapa panduan pelatihan, selanjutnya dilakukan lokakarya kedua yang melibatkan peserta dari Dinas Kesehatan ketiga kabupaten yang menjadi wilayah program serta master trainer di tingkat provinsi. Dalam lokakarya kedua ini panduan pelatihan yang telah dipilih mendapat masukan untuk memperkaya isi maupun metode pembelajarannya. Salah satu masukan berasal dari Dinas Kesehatan ketiga kabupaten dengan memaparkan kondisi pelayanan Posyandu dan kapasitas kadernya. Melalui proses pengembangan seperti ini, diharapkan panduan pelatihan yang akan dilatihkan tidak dianggap baru bagi kader maupun pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan Posyandu. Di sisi lain, panduan pelatihan yang lama ini juga menjadi lebih kaya setelah mendapat masukan dari pengalaman berbagai pihak yang sudah menerapkan panduan pelatihan sebelumnya. Adapun panduan pelatihan yang sudah diperkaya dan digunakan dalam program ini bisa di lihat dalam Panduan Pelatihan Gizi.pdf 3.2: Pelatihan Manajemen Dasar Posyandu Hasil lain yang ingin dicapai dalam program ini adalah anak di bawah 5 tahun (Balita) dan wanita usia produktif memiliki akses terhadap layanan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak usia dini berbasis masyarakat yang berkualitas. Hasil ini antara lain akan dicapai dengan kegiatan perbaikan layanan Posyandu yang sudah ada melalui pengembangan kapasitas kader agar dapat secara efektif mengatur pemberian layanan kesehatan berbasis masyarakat. Untuk pelaksanaan kegiatan dan pencapaian program tersebut, disusun panduan pelatihan mengenai manajemen dasar Posyandu. Buku panduan pelatihan ini akan Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 6

10 dilatihkan kepada kader Posyandu yang termasuk dalam cakupan program oleh para pelatih di masing-masing kabupaten. Setelah melihat berbagai panduan pelatihan yang selama ini telah ada dan digunakan di kegiatan Posyandu, disepakati bahwa dalam program ini tidak akan disusun sebuah buku panduan pelatihan baru. Sudah banyak panduan pelatihan dikembangkan dan diterapkan berkaitan dengan pengelolaan Posyandu, kehadiran buku panduan pelatihan baru dapat saja membingungkan kader yang seakanakan mendapat materi yang baru, meskipun isu yang disampaikan sama dengan panduan pelatihan maupun pelatihan yang sudah pernah mereka terima. Panduan pelatihan yang digunakan selama program bersumber dari beberapa buku panduan pelatihan yang telah ada dan diterapkan sebelumnya. Dari berbagai buku sumber tersebut kemudian dipilih beberapa panduan pelatihan yang dianggap sesuai dengan program dan kebutuhan untuk peningkatan kapasitas kader, terutama di tiga kabupaten yang menjadi wilayah pelaksanaan program. Pengembangan buku panduan pelatihan ini diawali dengan lokakarya bersama 24 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah (15 peserta), Non Pemerintah (1 peserta) dan Save the Children (8 peserta). Unsur pemerintah yang hadir dalam lokakarya pertama adalah Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Jawa Barat, BKKBN, PKK Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, BPPKB dan BPTKM- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Dalam lokakarya tersebut didiskusikan mengenai kondisi pelayanan Posyandu dan kapasitas kader. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, peserta lokakarya selanjutnya menyepakati beberapa panduan pelatihan yang dianggap perlu untuk dilatihkan kepada kader selama program FRESH. Pertimbangan dalam pemilihan tema tersebut antara lain adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan kader saat ini terhadap suatu materi. Begitu pula kesesuaian materi tersebut dengan tujuan dan strategi program FRESH. Buku panduan pelatihan yang menjadi sumber utama pengembangan panduan pelatihan pengelolaan dasar Posyandu dalam program FRESH adalah Panduan Pelatihan Kader Posyandu yang disusun oleh Tim Penggerak PKK Pusat, instansi terkait, dan UNICEF pada tahun Beberapa materi yang terkait berasal dari Manual Penggunaan Modul Kegiatan Lima Imunisasi Dasar Lengkap: Panduan untuk Fasilitator dan Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Balita. Setelah terpilih beberapa panduan pelatihan, selanjutnya dilakukan lokakarya kedua yang melibatkan peserta dari Dinas Kesehatan ketiga kabupaten yang menjadi wilayah program serta master trainer di tingkat provinsi. Dalam lokakarya kedua ini panduan pelatihan yang telah dipilih mendapat masukan untuk memperkaya isi maupun metode pembelajarannya. Salah satu masukan berasal dari Dinas Kesehatan ketiga kabupaten dengan memaparkan kondisi pelayanan Posyandu dan kapasitas kadernya. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 7

11 Melalui proses pengembangan seperti ini, diharapkan panduan pelatihan yang akan dilatihkan tidak dianggap baru bagi kader maupun pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan Posyandu. Di sisi lain, panduan pelatihan yang lama ini juga menjadi lebih kaya setelah mendapat masukan dari pengalaman berbagai pihak yang sudah menerapkan panduan pelatihan sebelumnya. Adapun panduan pelatihan yang sudah diperkaya dan digunakan dalam program ini bisa di lihat dalam Panduan Pelatihan Posyandu.pdf 3.3: Pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini Program FRESH berfokus pada tumbuh dan kembang. Dua jenis pelatihan diatas akan berkontribusi terhadap tumbuh anak. Sedangkan untuk merespon kembang, maka para kader dilatih dengan Pendidikan Anak Usia Dini. Salah satu dari hasil yang ingin dicapai dalam program ini adalah anak di bawah 5 tahun (Balita) dan wanita usia produktif memiliki akses terhadap layanan gizi, kesehatan, dan pengembangan anak usia dini berbasis masyarakat yang berkualitas. Hasil ini antara lain akan dicapai dengan kegiatan membentuk layanan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak dua kali seminggu bersama kader. Untuk pelaksanaan kegiatan dan pencapaian program tersebut, disusun panduan pelatihan mengenai pengembangan anak usia dini. Buku panduan pelatihan ini dilatihkan kepada kader Posyandu yang termasuk dalam cakupan program oleh para pelatih di masing-masing kabupaten. Setelah melihat berbagai panduan pelatihan yang selama ini telah ada dan digunakan di kegiatan Posyandu, disepakati bahwa dalam program ini tidak akan disusun sebuah buku panduan pelatihan baru. Sudah banyak panduan pelatihan dikembangkan dan diterapkan berkaitan dengan pengelolaan Posyandu, kehadiran buku panduan pelatihan baru dapat saja membingungkan kader yang seakanakan mendapat materi yang baru, meskipun isu yang disampaikan sama dengan panduan pelatihan maupun pelatihan yang sudah pernah mereka terima. Panduan pelatihan yang digunakan selama program bersumber dari beberapa buku panduan pelatihan yang telah ada dan diterapkan sebelumnya. Dari berbagai buku sumber tersebut kemudian dipilih beberapa panduan pelatihan yang dianggap sesuai dengan program dan kebutuhan untuk peningkatan kapasitas kader, terutama di tiga kabupaten yang menjadi wilayah pelaksanaan program. Pengembangan buku panduan ini diawali dengan lokakarya bersama 24 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah (15 peserta), Non Pemerintah (1 peserta) dan Save the Children (8 peserta). Unsur pemerintah yang hadir dalam lokakarya pertama adalah Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Jawa Barat, BKKBN, TP. PKK Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, BPPKB dan BPTKM- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 8

12 Dalam lokakarya tersebut didiskusikan mengenai kondisi pelayanan Posyandu dan kapasitas kader. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, peserta lokakarya selanjutnya menyepakati beberapa panduan pelatihan yang dianggap perlu untuk dilatihkan kepada kader selama program FRESH. Pertimbangan dalam pemilihan tema tersebut antara lain adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan kader saat ini terhadap suatu materi. Begitu pula kesesuaian panduan pelatihan tersebut dengan tujuan dan strategi program FRESH. Buku panduan pelatihan yang menjadi sumber utama pengembangan panduan pelatihan ini adalah modul Parenting Education Training. Save the Children Aceh Program, Beberapa materi yang terkait berasal dari Panduan pelatihan Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Balita. Departeman Kesehatan RI tahun 2009, Modul Sembilan Pesan, beserta berbagai sumber lainnya. Setelah terpilih beberapa panduan pelatihan, selanjutnya dilakukan lokakarya kedua yang juga melibatkan Dinas Kesehatan ketiga kabupaten yang menjadi wilayah program beserta master trainer di tingkat provinsi. Dalam lokakarya kedua ini panduan pelatihan yang telah dipilih mendapat masukan untuk memperkaya isi maupun metode pembelajarannya. Salah satu masukan berasal dari Dinas Kesehatan ketiga kabupaten dengan memaparkan kondisi pelayanan Posyandu dan kapasitas kader di wilayah masing-masing. Melalui proses pengembangan seperti ini, diharapkan panduan pelatihan yang akan dilatihkan tidak dianggap baru bagi kader maupun pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan Posyandu. Di sisi lain, panduan pelatihan yang lama ini juga menjadi lebih kaya setelah mendapat masukan dari pengalaman berbagai pihak yang sudah menerapkan panduan pelatihan sebelumnya. Adapun panduan pelatihan yang sudah diperkaya dan digunakan dalam program ini bisa di lihat dalam Panduan Pelatihan Pengembangan Anak Usia Dini.pdf Langkah Ke 4 : Pertemuan Masyarakat di Tingkat Desa Langkah ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil kegiatan yang telah dijalani oleh kader kepada Kelompok Dukungan Posyandu (Posyandu Support Group) di tingkat desa. Dinamika yang terjadi dalam pertemuan ini, merupakan cermin dari kegiatan mobilisasi masyarakat. Secara klasik, kelompok ini diharapkan merangkul tokoh kunci di masyarakat seperti; kepala desa dan perangkatnya, tokoh masyarakat dan agama; kelompok pemuda dan kelompok perempuan. Point penting dari kegiatan ini adalah kaji ulang rencana aksi masyarakat guna mendukung kerja kader di posyandu. Kelompok Dukungan Posyandu harus mampu melakukan sinkronisasi rencana aksi dengan kebutuhan kader posyandu. Dukungan yang akan didapat kader dari pertemuan ini adalah kegiatan nyata kelompok untuk mendukung promosi menu sehat lokal dan promosi perilaku sehat. Selain itu pertemuan ini untuk mendapat dukungan pendanaan Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 9

13 di tingkat desa, misalnya dari ADD (Anggaran Dana Desa), BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) atau sumber pendanaan lain. Langkah Ke 5 : Pertemuan Masyarakat di Posyandu Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelatihan kader; yaitu (1) Pelatihan Pemberian Makan pada Bayi dan Balita; (2) Pelatihan Dasar Posyandu. Dalam pertemuan ini, terlebih dahulu kader menyampaikan situasi posyandu; seperti jumlah peserta, kelompok umur di posyandu, status gizi balita, pemberian ASI dan isu-isu yang penting diketahui oleh orangtua. Setelah itu, kader menjelaskan tentang pemberian makan pada bayi dan balita, kandungan gizi bahan makanan sehat lokal, strategi mencegah kurang gizi dengan memanfaatkan makanan sehat lokal serta bagaimana membuat makanan sehat lokal yang sesuai dengan porsi balita, baik secara kuantitas maupun menurut angka kecukupan gizi. Di akhir pemaparan, kader menyampaikan rencana untuk melakukan promosi- promosi menu sehat lokal dan perilaku sehat lingkungan mereka. Selanjutnya, kader bersama-sama orangtua membuat rencana promosi menu sehat lokal dan promosi perilaku sehat. Kegiatan yang dirancang meliputi identifikasi sumber daya yang dapat membantu kegiatan ini, keterlibatan ibu balita, waktu promosi, penyiapan bahan promosi serta materi yang akan disampaikan. Rancangan ini menjadi pegangan kader untuk melakukan kegiatan promosi. Langkah ke 6 : Kegiatan Rutin di Posyandu Tahapan ini merupakan cerminan dari kegiatan yang sudah dilakukan pada tahapan sebelumnya. Kegiatan rutin di Posyandu bukan hal yang baru untuk kader. Di tahap ini, lebih jauh kader mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang sudah diperolehnya dalam pelatihan yang telah diberikan. Layanan yang diberikan tentu saja menunjukkan kemajuan dibandingkan layanan yang dilakukan sebelumnya. 6.1: Kegiatan Posyandu termasuk sosialisasi menu sehat lokal dan sosialisasi PAUD Tahapan ini adalah kegiatan di hari posyandu. Kegiatan dasar yang diberikan meliputi : pendaftaran, penimbangan, pencatatan, konseling hingga layanan dari pemerintah (umumnya hanya pemberian imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil). Tentu saja, karena kader telah mendapat pelatihan, layanan yang diberikan menjadi lebih baik. Untuk mengamati peningkatan kapasitas kader dengan melihat layanan penimbangan dan konseling. Di layanan penimbangan diamati tinggi dacin; angka di dacin harus sejajar dengan mata kader yang bertugas di layanan ini. Masih di layanan penimbangan, membaca hasil penimbangan penting untuk diamati; kader tidak lagi membaca hasil penimbangan di kelipatan 0,5 kg. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 10

14 Titik monitoring lainnya adalah pemberian konseling sederhana. Program FRESH mengembangkan alat bantu untuk membantu kader melakukan konseling sederhana. KMS besar, lembar balik kesehatan ibu anak didistribusikan di posyandu agar kader dapat memberikan konseling sederhana. Dengan demikian, setiap ke posyandu ibu balita (minimal) mengetahui perkembangan berat badan anaknya dan makna pita warna timbangan anaknya. Di posyandu, kader juga mempromosikan menu sehat lokal yang sudah disusun dalam pelatihan. Promosi tidak sebatas menu lokal, tetapi juga perilaku sehat khususnya cuci tangan pakai sabun. Kegiatan ini dilakukan secara interaktif. Dengan cara ini, orangtua akan belajar secara langsung dari kader tentang cara pengolahan bahan makanan lokal menjadi makanan sehat; menghitung angka kecukupan gizi bagi balita, belajar strategi pemberian makanan untuk balita serta perilaku sehat. Di setiap promosi, kader akan membuat menu yang akan dipromosikan; serta akan menyampaikan satu pesan kesehatan. Dengan cara demikian, peserta posyandu, akan mendapat pengetahuan baru setiap datang ke posyandu. Tidak hanya itu, balita mendapat PMT baru. Makanan yang dibuat dari bahan makanan lokal, tetapi dibuat masakan baru dengan nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Dengan cara ini, hari posyandu diharapkan menjadi waktu yang ditunggu oleh ibu dan balita; hadir dengan satu harapan Hari ini apa lagi ya? Di hari posyandu, kader akan mempromosikan kegiatan PAUD yang dilaksanakan di wilayah mereka. Diharapkan ibu membawa balitanya (usia 3-5 tahun) ke PAUD untuk mengikuti kegiatan guna menstimulasi perkembangan anaknya. Anak yang mengikuti PAUD diharapkan lebih siap ketika harus melanjutkan sekolah ke jenjang TK atau SD. 6.2 : Festival Makanan Sehat Lokal dan Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini Festival Makanan Sehat Lokal Dan Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini sebagai strategi untuk mempromosikan wajah baru kegiatan untuk anak balita. Kegiatan ini merupakan kegiatan terintegrasi promosi perilaku sehat, makanan sehat lokal dan stimulasi perkembangan anak usia 3-5 tahun. Dalam kegiatan ini, tidak saja ibu balita, tetapi semua kelompok masyarakat dapat terlibat atau sekedar melihat bagaimana miniatur implementasi kegiatan posyandu terintegrasi. Dalam kegiatan ini, kader dan ibu balita, mempromosikan makanan sehat lokal yang sudah dilakukan di posyandu. Di kesempatan ini, praktek pemberian makanan secara aktif dapat dilaksanakan. Tidak ketinggalan, sebelum praktek pemberian makan, balita didampingi oleh ibu/ayah/pengasuh yang juga harus mencuci tangan dengan sabun. Kegiatan ini sekaligus pembiasaan bagi anak. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 11

15 Dalam kegiatan ini ada 2 tujuan yang akan dicapai yaitu 1. Masyarakat luas terpapar strategi mempertahankan kesehatan balita dengan cara: a. Mempersiapkan makanan yang tepat dan terjangkau b. Menggunakan strategi yang tepat dalam praktek pemberian makan c. Membiasakan mencuci tangan dengan benar pada saat sebelum makan dan setelah buang air kecil/besar. d. Aktif dalam kegiatan pemantauan dan pelayanan kesehatan (Posyandu) 2. Masyarakat mengenal dan memahami pentingnya stimulasi perkembangan anak usia dini untuk mengoptimalkan pengasuhan di rumah dan lingkungan sekitar. 6.3 : Pendidikan Orang Tua di Pasca yandu Pendidikan orang tua di pasca yandu untuk memberikan penjelasan kepada ibu/ bapak/pengasuh merupakan startegi untuk memperkuat pesan tumbuh dan kembang yang sudah disampaikan di posyandu. Secara terperinci, kegiatan ini bertujuan untuk : Meningkatkan pemahaman orang tua tentang pertumbuhan & perkembangan anak, khususnya perkembangan anak usia 0-5 tahun Meningkatkan kemampuan orang tua dalam memberikan stimulasi yang tepat dalam mendampingi anak berkegiatan di rumah. Berdiskusi dan penyebaran informasi tentang bagaimana meningkatkan status kesehatan gizi ibu hamil, bayi dan balita. Ajang ini penting bagi kader guna memberikan informasi kepada orangtua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebaliknya kader akan mendapat gambaran dari orangtua bagaimana implementasi pesan tumbuh dan kembang anak di rumah. Akan terjadi diskusi pengalaman antara ibu/pengasuh dengan kader, sehingga ibu/ pengasuh pasca pertemuan akan mendapat startegi baru yang akan diterapkan di rumah. 6.4 : Parenting Support Group Ajang ini penting bagi kader guna memberikan informasi kepada orangtua. Kader melakukan semacam pertanggungjawaban kepada peserta posyandu tentang situasi di posyandu. Selain itu, orangtua akan mendapat update hasil kegiatan posyandu; dan bagaimana rencana untuk merespon situasi tersebut. Selain itu, pertemuan ini menjadi ajang bagi kader untuk mendapatkan support atau dukungan dari orangtua /pengasuh balita agar kegiatan posyandu menjadi Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 12

16 lebih baik. Sharing pengalaman, ide baru dibahas dalam pertemuan ini. Kader bersama kelompok orangtua kemudian merumuskan startegi untuk membuat posyandu menjadi kegiatan yang menarik. Pemantauan dan Pendampingan Salah satu yang menjadi kekuatan dari program ini adalah pemantauan dan pendampingan. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kader. Disadari bahwa, pelatihan tidak akan cukup untuk meningkatkan kapasitas kader, perlu dilakukan pemantauan dan pendampingan. Pemantauan dan pendampingan langsung diberikan tenaga kepada kader pada saat kader melaksanakan kegiatan. Dengan datang langsung, pelatih langsung mengoreksi hal-hal yang belum sesuai dalam pelaksanaan kegiatan. Topik kegiatan yang di pemantauan dan pendampingan adalah 4 jenis kegiatan ini. Detail materi dalam pemantauan dan pendampingan bersumber dari kader; saat pelatihan mereka memasukkan materi yang perlu mendapat pemantauan dan pendampingan. Pasca pemantauan dan pendampingan, layanan posyandu, promosi makanan lokal sehat serta promosi perilaku kesehatan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan lain yang juga perlu mendapat pemantauan dan pendampingan adalah kegiatan tambahan ; selain layanan dasar di posyandu. Di lapangan, kader mengembangkan pertanian dalam pot untuk sayur mayor bekerja sama dengan dinas pertanian (Kab. Karawang) atau kader yang menjadikan makanan sehat lokal menjadi kegiatan usaha (Kab. Bekasi). Adapun alat yang digunakan dalam mentoring adalah Panduan Pemantauan dan Pendampingan.pdf Langkah Ke 7 : Orientasi PAUD Kegiatan ini merupakan sosialisasi kepada orangtua/pengasuh peserta posyandu tentang rencana kegiatan PAUD di posyandu. Pada saat itu juga didiskusikan aturan dalam kegiatan, waktu buka, lokasi kegiatan. Tidak kalah penting, dalam kegiatan ini juga dipetakan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan PAUD. Langkah ke 8: Kegiatan PAUD anak usia 3-5 tahun Setelah para orang tua mendapatkan orientasi tentang PAUD pada langkah ke 7, maka pada hari yang telah disepakati, kegiatan PAUD dimulai 2 kali/ minggu. Namun, pada kenyataan di lapangan, banyak PAUD yang penyelenggaraannya lebih dari 2 kali dalam seminggu. PAUD dalam program FRESH menitikberatkan pembelajaran dalam 4 pojok: Imajinasi, Buku dan Gambar, Pasir dan Air, serta Bentuk. Untuk menegetahui kurikulum Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 13

17 yang digunakan, dapat dilihat pada Buku Kurikulum PAUD.pdf untuk memahami penggunaan kurikulum tersebut terlebih dahulu mempelajari Pengantar Kurikulum PAUD.pdf. Langkah ke 9: Pelatihan Permainan dan Bahan Ajar Lokal Setelah Posyandu yang telah mendapatkan Pelatihan PAUD membuka layanan PAUD selama 1-2 bulan, langkah selanjutnya adalah Kader PAUD diberikan pelatihan Permainan dan Bahan Ajar Lokal. Tujuan dari pelatihan ini adalah membantu kader membuat dan mengembangkan kurikulum dengan menggunakan bahan bahan yang bisa diperoleh di lingkungan sekitar. Panduan Fasilitator TfT PAUD.pdf Hasil dan Pembelajaran Program Penguatan POSYANDU Peningkatan kapasitas kader dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia (lokal) sangat mendukung kemampuan orangtua dan pengasuh dalam memelihara kesehatan ibu dan anak secara berkesinambungan Pendampingan paska pelatihan (mentoring) sesuai dengan tantangan di masingmasing posyandu merupakan hal yang sangat prioritas Pendidikan orang tua untuk meningkatkan ketrampilan orang tua dalam pengasuhan, sehingga layanan PAUD yang tersedia tidak mengambil alih peran orang tua Posyandu harus dikembangkan dengan kerja sama yang erat antara masyarakat, sektor publik, humanitarian, sektor swasta, kelompok profesi dan pemerintah Keterlibatan Kraft Foods menunjukkan inisiasi yang baik dari dunia usaha untuk ikut serta dalam mengurangi kasus kurang Gizi Memerlukan lebih dari sekadar makanan untuk memerangi kasus kurang gizi yang terjadi pada anak-anak Penerapan penggalian kearifan lokal mendukung keberlanjutan program di masyarakat Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa banyak permasalahan Infant and Young Child Feeding, khususnya untuk Pemberian ASI Untuk mempromosikan ASI Eksklusif, kita harus fokus pada apa yang menjadi masalah sehingga Ibu tidak berhasil menyusui secara ekslusif Menu Sehat Lokal vs Makanan Siap Makan artinya tampilan perlu menarik namun sehat Untuk anak usia di atas 1 tahun, permasalahan adalah jajanan. Peran dari pengasuh untuk mendampingi ketika anak jajan sangat diperlukan. Kebiasaan keluarga saat ini cenderung memilih makanan/jajanan yang siap saji. Dalam hal ini harus ada yang menyediakan makanan sehat lokal. Kami melihat ada livelihood opportunity yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 14

18 Pendataan Posyandu juga menjadi pembelajaran yang sangat penting dalam program ini. Kader sangat membutuhkan umpan balik ketika mereka di minta untuk melakukan pendataan. Bekerja sama dengan Universitas Padjajaran, Save the Children mengembangkan pendataan Posyandu yang berbasis web dengan mengadopsi Sistem Informasi Posyandu yang berjumlah 7 formulir pelaporan (SIP). Sistem ini dapat diakses pada link berikut ini: net. Semoga system ini menjadi sarana guna perbaikan pendataan Posyandu. Kerja sama yang erat antara sektor publik, LSM, sektor swasta, masyarakat dan pemerintah menjadi urat nadi dalam program FRESH dan tentu saja dalam program-program yang berbasis masyarakat. Klik link di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut: 1. Buku KIA (Cover Buku KIA2.pdf, Impos KMS Rev pdf, Imposition Buku KIA rev1.pdf, Sticker.pdf) 2. Lembar Balik seri 1.pdf (Sehat dan Selamat Bagi Ibu dan Anak seri 1) 3. Lembar Balik seri 2.pdf (Sehat dan Selamat Bagi Ibu dan Anak seri 2) 4. KMS Besar.pdf (Perempuan dan Laki-laki) 6. Buku Pegangan Kader.pdf 7. Buku Bantu Posyandu.pdf 8. Buku Hidup Sehat dalam Islam.pdf 9. Buku Selalu Ada Senyum di Posyandu.pdf Panduan Program PENGUATAN POSYANDU 15

Mobilisasi Masyarakat

Mobilisasi Masyarakat Mobilisasi Masyarakat mobilisasi masyarakat menjadi salah satu pembeda dengan program pemerintah atau program lainnya. Bukan kami tidak bisa melakukannya, tetapi keterbatasan personel dan luasnya cakupan

Lebih terperinci

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA 1 SAMBUTAN Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan SDM seutuhnya dimana untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas harus dimulai sejak usia dini. Berbagai studi menunjukkan bahwa periode

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu) 1. Pengertian Posyandu Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah pusat kegiatan masyarakat dimana masyarakat dapat memperoleh pelayanan Keluarga

Lebih terperinci

JUKNIS PELAKSANAAN KELAS GIZI TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN

JUKNIS PELAKSANAAN KELAS GIZI TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN JUKNIS PELAKSANAAN KELAS GIZI TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurang energi protein (KEP) pada anak umur dibawah lima tahun (balita) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DESA/ KEL.. KECAMATAN... Jalan... No... Telp.(0341)... CONTOH. KEPUTUSAN DESA/ KELURAHAN... Nomor : 180/ /421.

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DESA/ KEL.. KECAMATAN... Jalan... No... Telp.(0341)... CONTOH. KEPUTUSAN DESA/ KELURAHAN... Nomor : 180/ /421. PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DESA/ KEL.. KECAMATAN... Jalan... No... Telp.(0341)... CONTOH KEPUTUSAN DESA/ KELURAHAN... Nomor : 180/ /421.629/2012 TENTANG TIM PEMBINA/ POKJA POS PELAYANAN TERPADU DESA/

Lebih terperinci

PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PROGRAM PENGINTEGRASIAN BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK - INTEGRATIF KABUPATEN SIAK

PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PROGRAM PENGINTEGRASIAN BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK - INTEGRATIF KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PROGRAM PENGINTEGRASIAN BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK - INTEGRATIF KABUPATEN SIAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk terciptanya kesadaran, kemauan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk terciptanya kesadaran, kemauan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan diarahkan untuk terciptanya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk, agar dapat mewujudkan derajat kesehatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu) 1. Pengertian Posyandu Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat yang mempunyai nilai strategis

Lebih terperinci

Sekilas tentang POKJANAL POSYANDU Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu, Kemenkes RI, 2011

Sekilas tentang POKJANAL POSYANDU Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu, Kemenkes RI, 2011 Sekilas tentang POKJANAL POSYANDU Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu, Kemenkes RI, 2011 TUJUAN POKJANAL/POKJA POSYANDU adalah untuk mengkoordinasikan berbagai upaya pembinaan yang berkaitan dengan peningkatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ( P4K ) Pada tahun 2007 Menteri Kesehatan RI mencanangkan P4K dengan stiker yang merupakan upaya terobosan dalam percepatan

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PELATIHAN KELAS GIZI DAN KEGIATAN PRAKTIK PERILAKU PEMULIHAN GIZI DENGAN PENDEKATAN POSITIVE DEVIANCE

KERANGKA ACUAN PELATIHAN KELAS GIZI DAN KEGIATAN PRAKTIK PERILAKU PEMULIHAN GIZI DENGAN PENDEKATAN POSITIVE DEVIANCE KERANGKA ACUAN PELATIHAN KELAS GIZI DAN KEGIATAN PRAKTIK PERILAKU PEMULIHAN GIZI DENGAN PENDEKATAN POSITIVE DEVIANCE BAGI KADER POSYANDU DESA PIANTUS KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN DAN PEMBINAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS ABCD BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN PELAKSANAAN DAN PEMBINAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS ABCD BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PELAKSANAAN DAN PEMBINAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS ABCD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terdapat 7,7 juta balita yang terhambat pertumbuhannya. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terdapat 7,7 juta balita yang terhambat pertumbuhannya. Dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang United Nations Children s Fund (UNICEF) melaporkan bahwa di Indonesia terdapat 7,7 juta balita yang terhambat pertumbuhannya. Dalam laporan itu, Indonesia menempati

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga

BAB I PENDAHULUAN. Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga pembentukan, penyelenggaraan dan pemanfaatannya memerlukan peran serta aktif masyarakat dalam bentuk

Lebih terperinci

PENGUATAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA DETEKSI DINI KESEHATAN IBU, BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KECAMATAN TELANAIPURA KOTA JAMBI TAHUN 2013

PENGUATAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA DETEKSI DINI KESEHATAN IBU, BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KECAMATAN TELANAIPURA KOTA JAMBI TAHUN 2013 PENGUATAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA DETEKSI DINI KESEHATAN IBU, BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KECAMATAN TELANAIPURA KOTA JAMBI TAHUN 2013 Dwi Noerjoedianto, Andy Amir, Nurhusna, Herwansyah Staf Pengajar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit fungsional pelayanan kesehatan terdepan sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kota atau kabupaten yang melaksanakan

Lebih terperinci

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA SINGKAWANG NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PERSALINAN AMAN

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA SINGKAWANG NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PERSALINAN AMAN WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA SINGKAWANG NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PERSALINAN AMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SINGKAWANG, Menimbang : a. bahwa kesehatan

Lebih terperinci

Komitmen itu diperbaharui

Komitmen itu diperbaharui POS PEM8CRDAYAAH KELUARCA (POSDAYA) bangsa-bangsa lain di dunia. Rendahnya mutu penduduk itu juga disebabkan karena upaya melaksanakan wajib belajar sembilan tahun belum dapat dituntaskan. Buta aksara

Lebih terperinci

ISSN: VOLUME XV, No. 1, 2009 LEMBAR BERITA

ISSN: VOLUME XV, No. 1, 2009 LEMBAR BERITA ISSN: 0854-2996 VOLUME XV, No. 1, 2009 LEMBAR BERITA Keberadaan Posyandu sangat strategis dalam pencapaian sasaran kesehatan dan gizi. Demikian disampaikan Ibu Negara, Hj. Ani Bambang Yudhoyono dalam pembukaan

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Bab ini terdiri dari kesimpulan yang mencerminkan hasil yang didapatkan dari penelitian

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Bab ini terdiri dari kesimpulan yang mencerminkan hasil yang didapatkan dari penelitian 188 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini terdiri dari kesimpulan yang mencerminkan hasil yang didapatkan dari penelitian dan saran yang merupakan rekomendasi untuk tindak lanjut. A. Kesimpulan 1. Keluarga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Desa dan Kelurahan Siaga Aktif Dalam Buku Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif (2014) Desa dan Kelurahan Siaga Aktif diartikan sebagai bentuk pengembangan

Lebih terperinci

SERIBU HARI UNTUK NEGERI

SERIBU HARI UNTUK NEGERI SERIBU HARI UNTUK NEGERI (DRAFT) PANDUAN GERAKAN NASIONAL SADAR GIZI MENUJU MANUSIA INDONESIA PRIMA I. LATAR BELAKANG Sesungguhnya aset paling berharga milik bangsa Indonesia adalah sumber daya manusia

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 155/Menkes/Per/I/2010 TENTANG PENGGUNAAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BAGI BALITA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 155/Menkes/Per/I/2010 TENTANG PENGGUNAAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BAGI BALITA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 155/Menkes/Per/I/2010 TENTANG PENGGUNAAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BAGI BALITA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

VII. PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI DESA JEBED SELATAN

VII. PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI DESA JEBED SELATAN VII. PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI DESA JEBED SELATAN Program Promosi Kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat

Lebih terperinci

PROGRAM PERBAIKAN GIZI MAKRO

PROGRAM PERBAIKAN GIZI MAKRO PROGRAM PERBAIKAN GIZI MAKRO RINGKASAN Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan serta aktifitas. Keadaan kurang gizi dapat terjadi dari

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN KECAMATAN PURWODADI Jl. Raya Purwodadi No. 53 Telp (0343) Kec. Purwodadi Kab. Pasuruan 67163

PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN KECAMATAN PURWODADI Jl. Raya Purwodadi No. 53 Telp (0343) Kec. Purwodadi Kab. Pasuruan 67163 PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN Jl. Raya Purwodadi No. 53 Telp (0343) 613345 Kec. Purwodadi Kab. Pasuruan 67163 KEPUTUSAN NOMOR :. TENTANG PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA OPERASIONAL PEMBINAAN POS PELAYANAN TERPADU

Lebih terperinci

PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGELOLAAN POSYANDU BALITA MELALUI PERBAIKAN SISTEM ADMINISTRASI

PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGELOLAAN POSYANDU BALITA MELALUI PERBAIKAN SISTEM ADMINISTRASI PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGELOLAAN POSYANDU BALITA MELALUI PERBAIKAN SISTEM ADMINISTRASI Sri Mukhodim Faridah Hanum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kader kesehatan telah menyita perhatian dalam beberapa tahun terakhir ini, karena banyak program kesehatan dunia menekankan potensi kader kesehatan untuk meningkatkan

Lebih terperinci

Keluarga Sadar Gizi (KADARZI)

Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Apa latarbelakang perlunya KADARZI? Apa itu KADARZI? Mengapa sasarannya keluarga? Beberapa contoh perilaku SADAR GIZI Mewujudkan keluarga cerdas dan mandiri Mengapa perlu

Lebih terperinci

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 78 TAHUN 2017 TENTANG PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KABUPATEN PATI

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 78 TAHUN 2017 TENTANG PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KABUPATEN PATI SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 78 TAHUN 2017 TENTANG PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KABUPATEN PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI, Menimbang

Lebih terperinci

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BALITA

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BALITA QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BALITA BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA WALIKOTA BANDA ACEH, Menimbang : a. bahwa kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan dan gizi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak janin

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan dan gizi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak janin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan dan gizi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, dewasa sampai usia lanjut, memerlukan kesehatan dan gizi yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun menitikberatkan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun menitikberatkan digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Arah kebijakan pembangunan kesehatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2010-2014 menitikberatkan pada pendekatan

Lebih terperinci

Mencegah kekurangan gizi pada anak, mencegah stanting.

Mencegah kekurangan gizi pada anak, mencegah stanting. v Mencegah kekurangan gizi pada anak, mencegah stanting. Direktur PKGBM MCA-Indonesia, Iing Mursalin STANTING STANTING ADALAH Ketika balita lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya. Hampir 9 juta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Untuk itu diselenggarakan pembangunan kesehatan secara menyeluruh

Lebih terperinci

Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) 1. Pengertian Program SDIDTK merupakan program pembinaan tumbuh kembang anak

Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) 1. Pengertian Program SDIDTK merupakan program pembinaan tumbuh kembang anak Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) 1. Pengertian Program SDIDTK merupakan program pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016 NOMOR 32 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG REVITALISASI POSYANDU

BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016 NOMOR 32 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG REVITALISASI POSYANDU BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016 NOMOR 32 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG REVITALISASI POSYANDU BAGIAN HUKUM SETDA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016 2 BUPATI BANDUNG PROVINSI

Lebih terperinci

VISI Menjadikan Bogor Sebagai Kota yang Nyaman, Beriman dan Transparan

VISI Menjadikan Bogor Sebagai Kota yang Nyaman, Beriman dan Transparan EXPOSE KETUA POKJANAL POSYANDU Disampaikan pada Tim Evaluasi Pokjanal Tingkat Provinsi Jawa Barat Oleh : AZRIN SYAMSUDDIN Asisten Administrasi Kemasyarakatan & Pembangunan PEMERINTAH KOTA BOGOR Bogor,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan). Maka kesehatan adalah dasar

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan). Maka kesehatan adalah dasar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah kebutuhan utama dan mendasar bagi kehidupan manusia. Kesehatan merupakan kondisi sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang

Lebih terperinci

LEMBAR EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA AKSI Taman Bermain dan Taman Bacaan Forum Anak Pada Kecamatan Pontianak Selatan

LEMBAR EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA AKSI Taman Bermain dan Taman Bacaan Forum Anak Pada Kecamatan Pontianak Selatan LEMBAR EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA AKSI Taman Bermain dan Taman Bacaan Forum Anak Pada Kecamatan Pontianak Selatan 1. Lab.Inovasi : Kota Pontianak 2. Nama Instansi/SKPD : Kantor Camat Pontianak Selatan

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPETENSI BIDAN DI DESA DALAM MANAJEMEN KASUS GIZI BURUK ANAK BALITA TERHADAP PEMULIHAN KASUS DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2008 ARTIKEL

PENGARUH KOMPETENSI BIDAN DI DESA DALAM MANAJEMEN KASUS GIZI BURUK ANAK BALITA TERHADAP PEMULIHAN KASUS DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2008 ARTIKEL PENGARUH KOMPETENSI BIDAN DI DESA DALAM MANAJEMEN KASUS GIZI BURUK ANAK BALITA TERHADAP PEMULIHAN KASUS DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2008 ARTIKEL Untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat diperlukan di masa mendatang (Depkes RI, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat diperlukan di masa mendatang (Depkes RI, 2007). BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Kekurangan gizi belum dapat diselesaikan, prevalensi masalah gizi lebih dan obesitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu tujuan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan Ibu dan Anak. Ibu dan Anak merupakan kelompok yang paling

Lebih terperinci

2016, No Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang

2016, No Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang No.78, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKES. Kesehatan Kerja. Pos. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2015 TENTANG POS UPAYA KESEHATAN KERJA TERINTEGRASI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Promosi Kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Promosi Kesehatan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Promosi Kesehatan 2.1.1. Pengertian Promosi Kesehatan Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran diri oleh dan untuk masyarakat

Lebih terperinci

BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN KESEHATAN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN

BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN KESEHATAN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN KESEHATAN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN 11/4/2010 [DAFTAR ISI] KATA PENGANTAR...3 CARA MENGGUNAKAN BUKU INI...4 PELAKSANAAN PELATIHAN MASYARAKAT...8

Lebih terperinci

BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seluruh manusia mengalami kemajuan melalui fase petumbuhan dan perkembangan yang pasti tetapi tahapan dan perilaku kemajuan ini sifatnya sangat individual (Potter

Lebih terperinci

secara sosial dan ekonomis (Notoatmodjo, 2007).

secara sosial dan ekonomis (Notoatmodjo, 2007). BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sehat adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Kepentingan kesegaran jasmani dalam pemeliharaan kesehatan tidak diragukan lagi, semakin tinggi tingkat kesehatan,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. satunya adalah melalui pelayanan kesehatan di posyandu. Kegiatan-kegiatan dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. satunya adalah melalui pelayanan kesehatan di posyandu. Kegiatan-kegiatan dalam BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Percepatan pembangunan kesehatan di Indonesia diarahkan pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan, sebagaimana

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 5 2016 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 05 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 02.A TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN INSENTIF

Lebih terperinci

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga LEMBAR FAKTA 1 Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Apa itu Pendekatan Keluarga? Pendekatan Keluarga Pendekatan Keluarga adalah salah satu cara untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan kesehatan termasuk dalam hal gizi. Hal ini terbukti dari

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan kesehatan termasuk dalam hal gizi. Hal ini terbukti dari BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komitmen pemerintah untuk mensejahterakan rakyat nyata dalam peningkatan kesehatan termasuk dalam hal gizi. Hal ini terbukti dari penetapan perbaikan status gizi yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN menjadi 228 kasus pada Angka kematian bayi menurun dari 70

BAB I PENDAHULUAN menjadi 228 kasus pada Angka kematian bayi menurun dari 70 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukkan angka kematian ibu melahirkan menurun dari 390 kematian per 100.000 kelahiran pada 1990 menjadi 228

Lebih terperinci

PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN KADER DI WILAYAH PUSKESMAS KLATEN TENGAH KABUPATEN KLATEN

PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN KADER DI WILAYAH PUSKESMAS KLATEN TENGAH KABUPATEN KLATEN PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN KADER DI WILAYAH PUSKESMAS KLATEN TENGAH KABUPATEN KLATEN Endang Wahyuningsih, Sri Handayani ABSTRAK Latar Belakang Penelitian,

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN FORUM KABUPATEN SEHAT KABUPATEN SEMARANG

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN FORUM KABUPATEN SEHAT KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN FORUM KABUPATEN SEHAT KABUPATEN SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, Menimbang : a.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berwawasan Kesehatan, yang dilandasi paradigma sehat. Paradigma sehat adalah

BAB I PENDAHULUAN. Berwawasan Kesehatan, yang dilandasi paradigma sehat. Paradigma sehat adalah 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Departemen Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan, yang dilandasi paradigma sehat. Paradigma sehat adalah cara pandang, pola

Lebih terperinci

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) I. Pendahuluan II. III. IV. Pangan dan Gizi Sebagai Investasi Pembangunan Analisis Situasi Pangan dan Gizi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PERATURAN BUPATI SAMPANG NOMOR : 32 TAHUN 2008 TENTANG KELOMPOK KERJA OPERASIONAL (POKJANAL) POSYANDU TINGKAT KABUPATEN, TINGKAT KECAMATAN, DAN KELOMPOK KERJA (POKJA) POSYANDU

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu sasaran pembangunan kesehatan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2015-2019 yaitu meningkatnya

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Selama beberapa periode belakangan ini, pembangunan sosial di Indonesia

I. PENDAHULUAN. Selama beberapa periode belakangan ini, pembangunan sosial di Indonesia I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Selama beberapa periode belakangan ini, pembangunan sosial di Indonesia tertinggal dari pembangunan ekonominya. Padahal pembangunan sosial sangat penting, karena pembangunan

Lebih terperinci

OLEH: DODIK BRIAWAN (KULIAH PEMBEKALAN KKP ILMU GIZI, BOGOR, 5 MEI 2012) KOMPETENSI KKP/Internship (AIPGI)

OLEH: DODIK BRIAWAN (KULIAH PEMBEKALAN KKP ILMU GIZI, BOGOR, 5 MEI 2012) KOMPETENSI KKP/Internship (AIPGI) OPTIMALISASI POSYANDU DAN POSBINDU DLM UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT OLEH: DODIK BRIAWAN (KULIAH PEMBEKALAN KKP ILMU GIZI, BOGOR, 5 MEI 2012) KOMPETENSI KKP/Internship (AIPGI) 1. Mengidentifikasi masalah

Lebih terperinci

Status Gizi. Sumber: Hasil PSG Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tahun

Status Gizi. Sumber: Hasil PSG Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tahun 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya perbaikan gizi masyarakat bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, serta dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Sasaran jangka

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 3 TAHUN 2009 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR, BAYI DAN ANAK BALITA (KIBBLA) DI KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satu bentuk upaya

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satu bentuk upaya BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satu bentuk upaya kesehatan melalui puskesmas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penurunan tingkat kecerdasan. Pada bayi dan anak, kekurangan gizi akan menimbulkan

BAB I PENDAHULUAN. penurunan tingkat kecerdasan. Pada bayi dan anak, kekurangan gizi akan menimbulkan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan dapat pula menyebabkan

Lebih terperinci

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Faktor yang berkontribusi terhadap kejadian BGM di Provinsi Lampung

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Faktor yang berkontribusi terhadap kejadian BGM di Provinsi Lampung BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 KESIMPULAN 1. Faktor yang berkontribusi terhadap kejadian BGM di Provinsi Lampung adalah asupan energi, asupan protein, ASI eksklusif, MP-ASI, ISPA, umur balita, pemantauan

Lebih terperinci

JURNAL ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU

JURNAL ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU JURNAL ILMU KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 3 Nomor 03 November 2012 Tinjauan Pustaka PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU MONITORING THE GROWTH OF INFANTS IN POSYANDU Fatmalina Febry Fakultas Kesehatan

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PROGRAM PROMKES DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA UPTD PUSKESMAS PUCANGSAWIT

KERANGKA ACUAN PROGRAM PROMKES DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA UPTD PUSKESMAS PUCANGSAWIT KERANGKA ACUAN PROGRAM PROMKES DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA UPTD PUSKESMAS PUCANGSAWIT 1. Pendahuluan Dalam rangka mengoptimalkan fungsi Pusat Kesehatan Masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Masa kanak-kanak dari usia 0-8 tahun disebut masa emas (golden age)

BAB I PENDAHULUAN. Masa kanak-kanak dari usia 0-8 tahun disebut masa emas (golden age) BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Masa kanak-kanak dari usia 0-8 tahun disebut masa emas (golden age) yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia sehingga sangatlah penting

Lebih terperinci

MATRIKS WAWANCARA. Seruan Presiden untuk meningkatkan keunggulan kembali Posyandu. Belum dapat, tidak ada baik dari depkes maupun dari dinkes

MATRIKS WAWANCARA. Seruan Presiden untuk meningkatkan keunggulan kembali Posyandu. Belum dapat, tidak ada baik dari depkes maupun dari dinkes MATRIKS WAWANCARA No Variabel P1 P2 P3 P4 P5 P6 1 Aspek Legal Peningkatan Strata Seruan Presiden untuk meningkatkan keunggulan kembali Pedoman Operasional Revitalisasi di Kabupaten Bekasi 2 Aspek Teknis

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN INTERVENSI MP-ASI DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA KADER POSYANDU DI DESA BATUR KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG

PENGEMBANGAN INTERVENSI MP-ASI DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA KADER POSYANDU DI DESA BATUR KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG PENGEMBANGAN INTERVENSI MP-ASI DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA KADER POSYANDU DI DESA BATUR KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG Noveri Aisyaroh 1), Is Susiloningtyas 2), Mubarok 3) Universitas Islam Sultan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu kesehatan perlu dipelihara

Lebih terperinci

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 157 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8.1. Kesimpulan 1. Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) dengan metode COMBI di laksanakan untuk pertama kalinya di Kota Pekanbaru dengan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah kerja puskesmas,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah kerja puskesmas, BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Posyandu 2.1.1 Defenisi Posyandu Pelayanan kesehatan terpadu (yandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah kerja puskesmas, Tempat

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Daftar Masalah di Puskesmas Pauh No Program Masalah Target / Indikator

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Daftar Masalah di Puskesmas Pauh No Program Masalah Target / Indikator BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Masalah Proses identifikasi masalah dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara dengan pimpinan puskesmas, pemegang program, dan orang orang yang menjalankan program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memprihatinkan karena mengancam kualitas sumber daya manusia yang akan

BAB I PENDAHULUAN. memprihatinkan karena mengancam kualitas sumber daya manusia yang akan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan bangsa ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Bukti empiris menunjukkan, hal ini sangat ditentukan oleh status

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu adalah Forum Komunikasi Alih. rangka pencapaian NKKBS ( Mubarak & Chayalin, 2009).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu adalah Forum Komunikasi Alih. rangka pencapaian NKKBS ( Mubarak & Chayalin, 2009). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu adalah Forum Komunikasi Alih Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang

Lebih terperinci

TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN MAHASISWA KKNM-PPMD INTEGRATIF UNIVERSITAS PADJADJARAN PERIODE JUNI-JULI 2011

TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN MAHASISWA KKNM-PPMD INTEGRATIF UNIVERSITAS PADJADJARAN PERIODE JUNI-JULI 2011 TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN MAHASISWA KKNM-PPMD INTEGRATIF UNIVERSITAS PADJADJARAN PERIODE JUNI-JULI 2011 Disusun oleh: BIDANG PERENCANAAN PUSBANG KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 99 TAHUN : 2009 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 4 TAHUN 2009

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 99 TAHUN : 2009 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 4 TAHUN 2009 LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 99 TAHUN : 2009 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR, BAYI DAN ANAK BALITA (KIBBLA) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Realitas masyarakat terhadap layanan bidang kesehatan membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Realitas masyarakat terhadap layanan bidang kesehatan membutuhkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Realitas masyarakat terhadap layanan bidang kesehatan membutuhkan suatu wadah atau tempat yang memberikan pelayanan secara cepat dan murah, serta mampu menjawab berbagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia diselenggarakan melalui tiga jalur, yaitu formal, informal dan non formal. Pendidikan informal merupakan kegiatan pembelajaran di luar

Lebih terperinci

DUKUNGAN PKK DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DENGAN BER PHBS TP PKK PUSAT

DUKUNGAN PKK DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DENGAN BER PHBS TP PKK PUSAT DUKUNGAN PKK DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DENGAN BER PHBS TP PKK PUSAT TP PKK sebagai gerakan nasional dalam pembangunan yang tumbuh dan berkembang dari bawah dengan pengelolaan dari, oleh, dan untuk masyarakat

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI ACEH TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALISSS SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI MADIUN SALISSS SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI MADIUN SALISSS SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGINTEGRASIAN LAYANAN SOSIAL DASAR DI POS PELAYANAN TERPADU BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa Pos Pelayanan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat, khususnya bayi dan balita. Tujuan Posyandu adalah menunjang penurunan Angka

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat, khususnya bayi dan balita. Tujuan Posyandu adalah menunjang penurunan Angka BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Posyandu merupakan garda depan kesehatan balita dimana pelayanan yang diberikan posyandu sangat dibutuhkan untuk memberikan kemudahan dan keuntungan bagi kesehatan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Desa Lengkong terletak di wilayah Kabupaten Bandung dan merupakan satu di antara enam desa yang ada di Kecamatan Bojongsoang. Desa Lengkong memiliki luas wilayah 394.211

Lebih terperinci

SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana mewakili Konsorsium Pendidikan Bencana Ardito M. Kodijat [UNESCO Office Jakarta] Tak Kenal Maka Tak Sayang.. Presidium: ACF, LIPI, MPBI, MDMC

Lebih terperinci

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan 64 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ada 5 (lima) kesimpulan penelitian. Kesimpulan tersebut disajikan sebagai berikut : 1. Peran pendampingan bidan dalam upaya

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI GERAKAN POSYANDU

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI GERAKAN POSYANDU MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI GERAKAN POSYANDU Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang menjadi milik masyarakat dan menyatu dalam kehidupan dan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 100 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Implementasi Program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) di Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat tahun 2013 secara keseluruhan apabila

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS KEPANJEN Jalan Raya Jatirejoyoso No. 04 Telp. (0341) Kepanjen

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS KEPANJEN Jalan Raya Jatirejoyoso No. 04 Telp. (0341) Kepanjen PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS KEPANJEN Jalan Raya Jatirejoyoso No. 04 Telp. (0341) 396726 Kepanjen KERANGKA ACUAN POSYANDU BALITA A. PENDAHULUAN Dalam rangka mendukung dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. penyelenggaraan pembangunan kesehatan dasar terutama ibu, bayi dan anak balita

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. penyelenggaraan pembangunan kesehatan dasar terutama ibu, bayi dan anak balita BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN

RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2005 2009 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI [Dr. dr. SITI FADILAH SUPARI, Sp.JP(K)] NOMOR 331/MENKES/SK/V/2006 RENCANA STRATEGI DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2005

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Kesehatan tubuh. merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi individu dalam

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Kesehatan tubuh. merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi individu dalam 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Kesehatan tubuh merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi individu dalam melakukan aktivitasnya. Kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penduduknya yang tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-empat

BAB I PENDAHULUAN. penduduknya yang tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-empat 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kepadatan penduduknya yang tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-empat dalam hal kepadatan penduduk,

Lebih terperinci

d. Mendistribusikan kartu panggilan/undangan penimbangan melalui pengurus kelompok PKK RT 2. Hari Pelaksanaan Penimbangan (H) Pada hari buka Posyandu

d. Mendistribusikan kartu panggilan/undangan penimbangan melalui pengurus kelompok PKK RT 2. Hari Pelaksanaan Penimbangan (H) Pada hari buka Posyandu 1. BKR (Bina Keluarga Remaja) Dalam upaya meningkatkan peran keluarga dalam membina tumbuh kembang anak dan remaja baik fisik, intelektual dan kesehatan reproduksi mental emosional sosial dan moral spiritual

Lebih terperinci