Intiland Development, Tbk
|
|
|
- Hamdani Budiaman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Equity Valuation Intiland Development, Tbk Laporan Utama 1 Juli 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 710 1,040 Properti dan Real Estate Kinerja Saham Arah Baru yang Menggairahkan Sumber : Bloomberg, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Informasi Saham Kode saham Rp DILD Harga saham per 28 Juni Harga tertinggi 52 minggu terakhir 640 Harga terendah 52 minggu terakhir 275 Kapitalisasi pasar tertinggi 52 minggu (miliar) Kapitalisasi pasar terendah 52 minggu (miliar) Market Value Added & Market Risk Sumber:Bloomberg, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Pemegang Saham (%) UBS AG Singapore 22,24 Credit Suisse AG Singapore 19,89 Publik (masing-masing di bawah 5%) 57,87 Kontak: Equity & Index Valuation Division Phone: (6221) [email protected] PT Intiland Development Tbk (DILD), yang didirikan pada bulan Juni 1983, adalah salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia dan mengkhususkan diri dalam pengembangan, pengelolaan dan investasi bisnis properti. Portofolio DILD terdiri dari kawasan perumahan dan township kelas atas, pengembangan mixed-use & bertingkat tinggi (high-rise), kawasan industri, dan perhotelan. Proyek-proyek Perusahaan terutama berlokasi di Jabodetabek dan Surabaya, tetapi melalui jaringan hotel Intiwhiz DILD dapat menjangkau berbagai wilayah di seluruh Indonesia. DILD adalah salah satu pengembang properti pertama yang tercatat di BEI, namun terpukul oleh Krisis keuangan Asia tahun 1997/98. Setelah restrukturisasi keuangan pada tahun 2007, DILD telah bertransformasi, dan hal tersebut semakin diperkuat pada tahun 2010 ketika Perusahaan meningkatkan modal melalui rights issue untuk meningkatkan basis ekuitas sehingga dapat mengakuisisi lahan dan memulai proyek pembangunan properti secara ekstensif. Dengan land bank seluas hektare (ha), kami percaya bahwa DILD yang memiliki lahan yang cukup untuk pertumbuhan di masa depan. akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini Halaman ke 1 dari 16
2 PARAMETER INVESTASI Portofolio Proyek yang Terdiversifikasi dan Permulaan Fase Baru Portofolio proyek DILD terdiversifikasi ke dalam beberapa kategori berikut: townships and estates, mixed-use & bertingkat tinggi (high-rise), industrial dan hospitality, yang terutama tersebar di Jabodetabek dan Surabaya. Portofolio DILD saat ini lebih bervariasi, terutama terkonsentrasi pada proyek-proyek mixed-use & high-rise yang lebih inovatif. Mengalami tahun yang menggembirakan pada tahun 2012, pendapatan DILD naik 34% menjadi Rp1,26 triliun. Setelah beberapa tahun datar, pendapatan melonjak sejak tahun 2010 seiring dengan pengembangan proyek-proyek baru dan yang masih di dalam perencanaan (pipeline). Tapi meskipun proyek baru mendominasi selama dua tahun terakhir, Perusahaan memiliki marjin laba kotor yang tetap kompetitif pada tingkat 38% -39%. Terlebih, marjin laba kotor naik menjadi 47% pada 1Q2013 disebabkan oleh melonjaknya bisnis kawasan industri, menandai permulaan dari sebuah fase baru yang menguntungkan bagi Perusahaan. Land Bank yang Memadai, Leverage yang Rendah, Pertumbuhan Masa Depan yang Kuat Kami melihat DILD memiliki land bank yang memadai untuk pertumbuhan di masa depan, dengan saat ini memiliki sekitar ha. Terlebih, leverage DILD masih rendah dengan rasio net-debt to equity hanya 0.2x. Untuk ekspansi lebih lanjut, DILD merencanakan belanja modal (capex) sekitar Rp1,85 triliun pada tahun ini dan Rp2,61 triliun pada Dengan luasnya ruang untuk melakukan penambahan hutang, Perusahaan berencana untuk menerbitkan obligasi pertamanya, senilai Rp500 miliar, pada 2H13. Kami memandang hal ini tidak akan membebani Perusahaan tetapi akan menjadi positif bagi diversifikasi hutang sebab DILD masih mengandalkan pinjaman bank jangka pendek untuk pembiayaannya. Oleh karena itu, kami percaya bahwa DILD akan tetap tangguh terhadap perubahan ekonomi dan bertumbuh dengan kuat, didorong oleh pengembangan proyek-proyek baru. Ekspektasi Pendapatan Berulang yang Lebih Kuat di Masa Depan Pada tahun 2012, kontribusi pendapatan berulang sebesar 10,7% atau Rp135 miliar, terutama berasal dari sewa kantor di Intiland Tower Jakarta, Intiland Tower Surabaya, dan Graha Pratama Jakarta, yang menyumbang 60% dari pendapatan berulang. Pendapatan berulang dari sewa ruang kantor dari tiga gedung tersebut ditambah dari pusat olahraga diperkirakan akan datar, tetapi pertumbuhan akan datang dari jaringan hotel Intiwhiz. Untuk memperkuat pendapatan berulang, DILD merencanakan beberapa proyeknya (South Quarter, Kebon Melati, 1Park Avenue, dan Praxis) menjadi penghasil pendapatan berulang di masa depan. Sejak pembukaan hotel pertamanya pada bulan Oktober 2010, Intiwhiz telah mempercepat pembangunan hotel lainnya dengan empat hotel saat ini telah beroperasi, satu sedang direnovasi, dan 22 hotel lainnya diharapkan akan beroperasi pada tahun Oleh karena itu, kami memandang positif upaya DILD untuk meperbesar pendapatan berulang. Prospek Usaha Selama tiga tahun terakhir industri properti telah tumbuh secara signifikan dengan didukung oleh rendahnya suku bunga, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil, meningkatnya pendapatan dan daya beli, dan kenaikan investasi asing ke negara ini. Dengan 45 juta orang populasi kelas menengah, 55 juta pekerja, dan pendapatan per kapita USD3.500, Indonesia adalah tempat yang sangat baik bagi industri properti untuk bertumbuh. Berfokus pada properti kelas atas, dan dengan proyek-proyek baru dan menarik di dalam pipeline, kami memandang DILD memiliki prospek yang cerah di masa depan. Kinerja keuangan DILD selama beberapa tahun terakhir menegaskan kemampuan Perusahaan untuk mengembangkan usahanya secara sehat dan dikelola dengan baik dengan tetap menjaga daya saing. Tabel 1: Ringkasan Kinerja P P 2014P Pendapatan [Rp miliar] Laba sebelum pajak [Rp miliar] Laba bersih [Rp miliar] EPS [Rp] 34,3 13,5 17,5 23,2 33,6 Pertumbuhan EPS [%] 315,9 (60,6) 29,5 32,7 44,6 P/E [x] 12,4 18,9 19,2 22,0* 15,2* PBV [x]* 1,2 0,7 0,9 1,3* 1,2* Sumber:PT Intiland Development Tbk, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing * Berdasarkan harga saham per 28 Juni 2013 Rp 510 /saham 1 Juli 2013 Halaman 2 dari 16
3 GROWTH-VALUE MAP Growth-Value Map memberikan gambaran akan ekspektasi pasar untuk perusahaanperusahaan yang tercatat di BEI. Metrik Current Performance ( CP ), sumbu horisontal, adalah bagian dari nilai pasar saham saat ini yang dapat dihubungkan dengan nilai perpetuitas dari kinerja profitabilitas perusahaan. Metrik Growth Expectations ( GE ), sumbu vertikal, merupakan perbedaan antara nilai pasar saham saat ini dengan nilai current performance. Kedua metrik tersebut dinormalisasikan dengan nilai buku perusahaan. Growth-Value Map membagi perusahaan-perusahaan ke dalam empat kluster, yaitu: Excellent value managers ( Q-1 ) Pasar memiliki ekspektasi terhadap perusahaan-perusahaan di Q-1 melebih benchmark mereka dalam hal profitabilitas dan pertumbuhan. Expectation builders ( Q-2 ) Pasar memiliki ekspektasi yang relatif rendah terhadap profitabilitas perusahaan-perusahaan di Q-2 dalam jangka pendek, tetapi memiliki ekspektasi pertumbuhan yang melebihi benchmark. Traditionalists ( Q-3 ) Pasar memiliki ekspektasi yang rendah terhadap pertumbuhan perusahaanperusahaan di Q-3, walaupun mereka menunjukkan profitabilitas yang baik dalam jangka pendek. Asset-loaded value managers ( Q-4 ) Pasar memiliki ekspektasi yang rendah terhadap profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan di Q-4. Gambar 1: Growth-Value Map (DILD, Industri Properti dan Real Estate) Sumber:Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Kami mengklasifikasikan DILD di Expectation Builders Cluster (Q-2). Pasar memiliki ekspektasi laba yang lebih rendah terhadap DILD dibandingkan dengan benchmark, tetapi memiliki ekspektasi pertumbuhan yang lebih tinggi. Ekspektasi pasar untuk peluang pertumbuhan di masa depan telah meningkat dibandingkan dengan laporan kami sebelumnya, sejalan dengan pandangan kami bahwa Perusahaan akan tumbuh dengan kokoh di masa depan. 1 Juli 2013 Halaman 3 dari 16
4 INFORMASI USAHA Sekilas tentang DILD DILD didirikan pada bulan Juni 1983, namun sejarahnya di industri properti telah dimulai sejak tahun 1970 ketika sang pendiri mengembangkan Cilandak Garden Housing (Jakarta) dan Darmo Satellite Town (Surabaya). Setelah 40 tahun perjalanan, saat ini DILD adalah salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia dan mengkhususkan diri dalam pengembangan, pengelolaan dan investasi bisnis properti. Portofolio DILD terdiri kawasan perumahan dan township kelas atas, pengembangan mixed-use & high-rise, serta kawasan industri yang terutama berlokasi di Jabodetabek dan Surabaya. Portofolio Perusahaan juga mencakup bisnis perhotelan di mana DILD mengembangkan jaringan hotel Intiwhiz dan lapangan golf dan fasilitas olahraga di beberapa kota di Indonesia. Gambar 2: Tonggak Sejarah DILD Sumber:PT Intiland Development Tbk, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing DILD merupakan salah satu pengembang properti pertama yang tercatat di BEI pada tahun 1991, namun Perusahaan terpukul oleh Krisis Keuangan Asia tahun 1997/1998 dan butuh waktu sekitar satu dekade bagi perekonomian Indonesia untuk pulih. Langkah pertama transformasi bisnisnya terjadi pada bulan Juli 2007, ketika DILD melakukan restrukturisasi keuangan melalui konversi hutang Rp 1,1 triliun menjadi ekuitas baru ditambah dengan perubahan dalam kepemilikan dan manajemen. Antara 2007 dan 2010 Perusahaan berhasil melakukan transformasi bisnis dan juga memperkuat modal melalui rights issue pada bulan April 2010 yang menghasilkan Rp2,07 triliun dalam bentuk ekuitas. Sejak itu, DILD aktif membeli tanah dan mengembangkan proyek-proyek properti secara ekstensif. Dengan land bank seluas ha, kami yakin DILD memiliki ruang yang cukup untuk pertumbuhan di masa depan. Sebagai pengakuan atas suksesnya transformasi bisnisnya, DILD telah menerima beberapa penghargaan bergengsi selama beberapa tahun terakhir: Penghargaan sebagai Top Ten Developers dari Building and Construction Interchange (BCI) Asia selama tiga tahun berturut-turut; 2010, 2011 dan Penghargaan Excellence Achievement di Indonesia Best Corporate Transformation (IBCT) 2012, yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan Win Solution. Highly Commended Best Developer di Indonesia, dan proyek hunian bertingkat tinggi, apartemen 1Park Residences, dianugerahi "Best Condominium" di Southeast Asia Property Awards Perkembangan Industri Properti yang Menggembirakan Selama tiga tahun terakhir, industri properti telah tumbuh secara signifikan dengan didukung oleh rendahnya suku bunga, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil, meningkatkan pendapatan dan daya beli, dan kenaikan investasi asing ke negara ini. Konsumsi domestik yang kuat dan gencarnya pembangunan infrastruktur akan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Dengan 45 juta orang populasi kelas menengah, 55 juta pekerja, dan pendapatan per kapita USD3.500, industri properti memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi dimana populasi yang besar, tingginya permintaan properti hunian, dan cepatnya pertumbuhan bisnis akan mendorong ke atas pertumbuhan industri properti. Tahun ini Jakarta memperoleh predikat sebagai pasar real estate nomor satu di Asia Pasifik dari Urban Land Institute dan PwC, dan harga properti mewah di Jakarta merupakan yang tertinggi di Asia selama 1Q13. Selain itu, ketersediaan properti kualitas yang lebih tinggi di Indonesia telah menyebar ke Surabaya, Bandung, Balikpapan, Makasar dan kota-kota lainnya. 1 Juli 2013 Halaman 4 dari 16
5 Tabel 2: Indikator Ekonomi Indonesia Indikator Unit Q4-11 Q1-12 Q4-12 Q1-13 PDB (harga berlaku) Rp triliun Pertumbuhan PDB % YoY 6,5 6,29 6,11 6,02 Inflasi % YoY 3,79 3,97 4,3 5,9 Nilai tukar Rp/USD Cadangan devisa USD miliar Sumber: Bank Indonesia, BPS Portofolio Proyek yang Terdiversifikasi Luas Portofolio proyek DILD terdiversifikasi menjadi: townships & estates, mixed-use & high-rise, kawasan industri, dan perhotelan, yang terutama tersebar di Jabodetabek dan Surabaya. Proyek-proyek di Jabodetabek berada di lokasi strategis di sepanjang infrastruktur transportasi utama dan pengembangan yang direncanakan di masa depan, sedangkan proyek-proyek di Surabaya berpusat di sekitar Surabaya Barat (daerah favorit pembeli kelas atas) dan di pusat kota. DILD menjangkau area pelanggan yang lebih luas di seluruh Indonesia melalui bisnis perhotelan dengan mengembangkan jaringan hotel Intiwhiz. Kami yakin dengan proyek dan portofolio yang terdiversifikasi dapat membantu menghindari risiko berkonsentrasi di satu daerah yang dapat membahayakan perusahaan. Gambar 3: Lokasi-lokasi Proyek di Jabodetabek Gambar 4: Lokasi-lokasi Proyek di Surabaya 1 Juli 2013 Halaman 5 dari 16
6 Fokus Pengembangan Proyek Dalam jangka pendek, DILD akan berfokus pada pengembangan proyek mixed-use & high-rise seperti 1Park Avenue, South Quarter, Aeropolis, Kebon Melati, sebagai sumber pendapatan utama dalam waktu dekat. 1Park Avenue 1Park Avenue adalah proyek DILD berikutnya di Gandaria, Jakarta Selatan menyusul kesuksesan 1Park Residences. Terletak berdekatan dengan 1Park Residences dengan luas lahan 2,4 ha, proyek ini terdiri dari tiga menara kondominium, satu tower apartemen, dan 31 unit rumah. Diluncurkan pada 1H13, proyek ini diharapkan akan beroperasi pada 4Q15. Kami percaya bahwa 1Park Avenue akan menuai kesuksesan yang sama seperti 1Park Residences. South Quarter South Quarter merupakan kompleks bisnis terpadu dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama terdiri dari tiga menara perkantoran dan fasilitas ritel pendukung. Pengembangan tahap dua masih dalam perencanaan dan belum dapat dikonfirmasi. Terletak di TB Simatupang dengan luas area 7,1 ha, South Quarter dapat diakses dari jalan tol TB Simatupang dan jalan Lebak Bulus. Perkembangan konstruksi saat ini sedang dalam tahap pembangunan pondasi, dan telah mendapat konfirmasi dari beberapa tenant perusahaan multinasional dan domestik seperti Santos Oil, Tupperware, Fortice, dan Ranch Market. Sejalan dengan meningkatnya permintaan dan kekurangan pasokan ruang kantor selama dua tahun terakhir, kami berharap akan ada respon positif dari pasar. Aeropolis Terletak sekitar 700 meter dari bandara Soekarno-Hatta, Aeropolis adalah zona terintegrasi 70 ha yang dilengkapi dengan fasilitas modern seperti office park, pusat bisnis, mal tematik, kawasan komersial, klub olahraga, hotel, dan shuttle bus ke bandara. Proyek ini telah menerima respon yang sangat positif dari pasar, apartemen Aeropolis Residence yang diluncurkan pada bulan Desember 2011 dan November 2012 sudah terjual habis menyusul kesuksesan Aeropolis Commercial Park (ACP) blok A1 dan blok A2. Kebon Melati Kebon Melati berdekatan dengan kompleks perbelanjaan Grand Indonesia, dekat dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt Jakarta. Proyek ini terdiri dari dua menara kondominium, area ritel, perkantoran, boutique office, hotel, dan serviced apartments. Konstruksi dijadwalkan akan dimulai pada 1Q14 dan kegiatan pemasaran di 4Q13. Tabel 3: Proyek-proyek yang menjadi Fokus Utama Luas Proyek Lokasi Pengembangan (ha) 1Park Avenue South Quarter (Phase 1) Aeropolis (Phase 1) Kebon Melati (Phase 1) Gandaria, Jakarta Selatan TB Simatupang, Jakarta Selatan Tangerang 14 CBD Jakarta 1.3 Praxis CBD Surabaya 11 3 menara Kondominium, 336 unit SGA: 52,136 m 2 Townhouse, 31 unit 1 menara Perkantoran (untuk dijual) SGA: 39,281 m 2 Aeropolis Residence, 2,244 unit SGA: 30,038 m 2 Aeropolis Commercial Park, 237 unit SGA: 17,700 m 2 2 menara Kondominium, 500 unit SGA: 42,389 m 2 Ritel NLA: 5,689 m 2 Invst. Pendapatan Berulang 1 menara Serviced Apartment, 112 unit SGA: 18,116 m 2 2 menara Perkantoran (untuk disewa) SGA: 78,563 m 2 Ritel NLA: 10,897 m 2 Food Resort (3.1 ha) Sedang direncanakan Hotel (0.5 ha) Sedang direncanakan Ritel NLA: 5,689 m 2 Perkantoran (untuk sewa) SGA: 8,643 m 2 Ritel NLA: 9,820 m 2 Hotel Kamar: 304 Jadwal Marketing: 3Q12 Konstruksi: 2Q13 Operasional: 4Q15 Marketing: 4Q12 Konstruksi: 4Q12 Operasional: 1Q15 Marketing: 1Q12 Konstruksi: 2Q12 Operasional: 3Q13 Marketing: 4Q13 Konstruksi: 1Q14 Operational: 1Q16 Marketing: 2Q13 Konstruksi: 1Q14 Operasional: 2Q16 1 Juli 2013 Halaman 6 dari 16
7 Gambar 5: Fokus Pengembangan Proyek 1Park Avenue South Quarter Aeropolis Kebon Melati Pengembangan Proyek Utama di Masa Depan Untuk pengembangan jangka menengah, DILD telah mempersiapkan proyek-proyek pengembangan utama yang diharapkan menjadi penghasil pendapatan di masa depan. Beach Terrace Apartments Terletak di Jakarta Utara, Beach Terrace Apartments akan memperoleh manfaat dari keberhasilan Pantai Mutiara, salah satu signature project DILD. Terdiri dari dua menara kondominium dan properti ritel di lahan 4,08 ha, proyek ini diharapkan dimulai pada Pantai Mutiara (perluasan) Perusahaan berencana untuk memperluas Pantai Mutiara dengan low-rise, semi high-rise, dan properti komersial. DILD telah memperoleh izin prinsip untuk mereklamasi tanah dan merupakan bagian dari proyek Giant Sea Wall milik pemerintah. Westone City Proyek Westone City terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat, dekat Taman Semanan Indah, salah satu proyek DILD yang telah mature. Dengan luas pengembangan sebesar 21 ha dan saleable area 16 ha, proyek kerjasama operasi (40% kepemilikan) ini direncanakan terdiri dari perumahan, ritel, dan area komersial. Menara-menara apartemen akan dibangun pada tahap pertama, dan proyek ini akan diluncurkan setelah selesainya Puri Interchange. Gambar 6: Proyek-proyek Pengembangan Masa Depan Beach Terrace Apartment Pantai Mutiara WestOne City Avila Pinang Residence 2 1 Juli 2013 Halaman 7 dari 16
8 Avila Avila adalah proyek mixed-use & high-rise di Surabaya Barat dekat dengan Graha Famili, kawasan perumahan premium salah satu signature DILD. Proyek ini terdiri dari kondotel, perkantoran, dan area ritel dan akan berdiri di atas lahan m 2. Konstruksi diharapkan dimulai pada tahun Pinang Residence 2 Pinang Residence 2 adalah proyek terbaru DILD yang terletak di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, menyusul keberhasilan kawasan perumahan eksklusif Pinang Residence. Proyek ini akan terdiri dari dua menara kondominium dan 25 rumah eksklusif. Pemasaran dan konstruksi diperkirakan akan dimulai tahun Prestasi baik dari Kawasan Industri Proyek pertama kawasan industri DILD adalah Ngoro Industrial Park 1 (Ngoro 1) pada tahun Proyek ini adalah perusahaan patungan dengan RSEA Engineering Corp, dengan masing-masing pihak memegang 50% saham, dan saat ini hampir seluruhnya habis terjual. Melanjutkan pengembangan Ngoro 1, Perusahaan saat ini mengelola Ngoro Industrial Park 2 (Ngoro 2) terletak berdekatan dengan Ngoro 1, dan DILD memiliki 100% di proyek tersebut. Ngoro 2 sedang dikembangkan pada lahan seluas 225 ha, dengan fase perkembangan terakhir berkonsentrasi pada perluasan lahan dan pembangunan infrastruktur dasar. Ditargetkan untuk mencapai luas lebih dari 350 ha, DILD telah berhasil meningkatkan harga jual rata-rata Ngoro 2 dari Rp400rb/m 2 pada tahun 2011 menjadi Rp850rb/m 2. Dengan dukungan iklim investasi yang lebih baik, dan kuatnya kebutuhan perusahaan multinasional dan perusahaan lokal berekspansi ke Jawa Timur sejak tahun 2010, Ngoro 2 telah menjadi salah satu kontributor utama terhadap pendapatan DILD sejak tahun Ngoro Industrial Park Location Gambar 7: Ngoro Industrial Park Ngoro Industrial Park Development Map Percepatan Pengembangan Jaringan Hotel Intiwhiz DILD sedang mengembangkan jaringan hotel miliknya di bawah merek Intiwhiz yang ditujukan bagi smart travelers yang mencari hotel praktis dan bergaya dengan biaya terjangkau. Jaringan hotel tersebut dapat memperoleh manfaat dari pertumbuhan maskapai penerbangan berbiaya rendah dan industri pariwisata sejalan dengan pertumbuhan populasi kelas menengah. Sejak membuka hotel pertama di bulan Oktober 2010, Intiwhiz telah mempercepat pembangunan hotel lainnya didalam jaringan tersebut, dan untuk mempercepat pembukaan hotel, DILD membuka diri untuk usaha patungan dan waralaba, bukan hanya membangun dari modal sendiri. Saat ini DILD memiliki empat hotel yang beroperasi (Whiz Yogyakarta, Whiz Semarang, Grand Whiz Kuta, dan Grand Whiz Kelapa Gading), satu sedang renovasi (Grand Whiz Nusa Dua), dan 22 lokasi yang telah terkonfirmasi pembangunannya yang tersebar di seluruh Indonesia. 1 Juli 2013 Halaman 8 dari 16
9 Gambar 8: Hotel-hotel Intiwhiz Tabel 4: Rencana Pengembangan Jaringan Hotel Intiwhiz (Beroperasi, Renovasi, dan Tahap Konstruksi) Hotel Nama Jalan Kota Kamar Operasional % Milik Status Whiz Dagen 8 Yogyakarta 100 Oct 10, % Beroperasi Whiz Piere Tendean 9 Semarang 148 Nov 21, % Beroperasi Grand Whiz Kartika Plaza, Kuta Bali 134 Dec 18, 11 Mgmt. only Beroperasi Grand Whiz Kelapa Gading Jakarta 324 Dec 12, 12 Mgmt. only Beroperasi Grand Whiz Nusa Dua Bali 126 2Q13 Mgmt. only Renovasi Whiz Kelapa Gading Jakarta 152 3Q13 Mgmt. only Konstruksi Whiz Cikini Jakarta 133 3Q13 100% Konstruksi Whiz Sudirman 26 Balikpapan 168 4Q13 100% Konstruksi Whiz Cikarang Cikarang 120 2Q14 Mgmt. only Konstruksi Whiz Piere Tendean Manado 152 2Q14 30% Konstruksi Whiz Cikurai Bogor 154 2Q14 100% Konstruksi Grand Whiz Gatot Subroto, Denpasar Bali 90 3Q14 Mgmt. only Konstruksi KEUANGAN Sumber Pendapatan Lebih Terdiversifikasi Pendapatan DILD didorong oleh pengembangan proyek-proyek baru, dengan segmen houses & land dan segmen apartement merupakan penyumbang terbesar (sekitar 75%-80%). Hal ini mencerminkan keahlian Perusahaan dalam pengembangan perumahan kelas atas. Walau demikian, portofolio proyek DILD saat ini lebih menunjukkan keberagaman, terutama tercermin dari proyek-proyek mixed-use & high-rise yang lebih inovatif, dan proyek-proyek tersebut juga terdapat perkantoran dan ritel dalam perencanaannya. Pengembangan perluasan kawasan industri Ngoro juga memberikan hasil sebagai penyeimbang pendapatan dari sektor utama lainnya, seperti yang terlihat pada pendapatan 1Q13 dimana kawasan industri berkontribusi 25% terhadap pendapatan. Gambar 9: Segmen Pendapatan Q13 1 Juli 2013 Halaman 9 dari 16
10 Memperkuat Pendapatan Berulang Selama tahun 2012 pendapatan berulang menyumbang 10,7% atau Rp135 miliar, terutama dari sewa kantor di Intiland Tower Jakarta, Intiland Tower Surabaya, dan Graha Pratama Jakarta, yang menyumbang 60% dari pendapatan berulang. Tahun ini sewa kantor dari gedung-gedung tersebut dan pendapatan dari pusat olahraga diperkirakan akan datar, tetapi pertumbuhan akan datang dari jaringan hotel Intiwhiz. Secara keseluruhan, tanpa perkembangan proyek lebih lanjut, kami memperkirakan pendapatan berulang DILD hanya akan tumbuh sekitar 11% per tahun, namun DILD memiliki rencana untuk beberapa proyeknya (South Quarter, Kebon Melati, 1Park Avenue, dan Praxis) menjadi penghasil pendapatan berulang. Kami memperkirakan pembangunan proyek-proyek tersebut akan lebih memperkuat pendapatan berulang Perusahaan di masa depan. Tabel 5: Proyek-proyek Baru yang Menjadi Penghasil Pendapatan Berulang Proyek Luas Disewakan Rerata Tarif Sewa/m 2 (dlm Rp) South Quarter Kantor: 78,563 m 2 Ritel: 10,897 m 2 Kantor: 180,000 Ritel: 140,000 Kebon Melati I (55%) Ritel: 5,689 m 2 Ritel: 170,000 Kebon Melati II (55%) Kantor: 40,500 m 2 Ritel: 7,120 m 2 Hotel & Service Apt.: 192 kmr Kantor: 195,000 Ritel: 181,000 Hotel & Serviced Apt.: 1,300,000 (per kmr per mlm) 1Park Avenue Service Apt.: 18,116 m 2 Service Apt.: 190,000 Praxis Kantor: 8,643 m 2 Ritel: 9,820 m 2 Hotel: 304 kmr Kantor: 130,000 Ritel: 120,000 Hotel: 510,000 (per kmr per mlm) Memasuki Zaman Keemasan Tahun lalu adalah salah satu periode yang menggembirakan, pendapatan DILD meningkat 34% menjadi Rp1,26 triliun. Setelah beberapa tahun datar, pendapatan DILD telah meningkat sejalan dengan pengembangan proyek-proyek baru sejak tahun Modal yang lebih kuat setelah rights issue dan divestasi aset pada tahun 2010 mendorong kinerja Perusahaan, dan DILD telah mempertahankan tren saldo laba positif sejak itu. Pada tahun 2012, DILD membayar deviden pertamanya dalam sepuluh tahun dari laba bersih tahun 2011 dengan payout ratio sebesar 22%. Melalui rencana pengembangan yang agresif dengan belanja modal tahunan rata-rata lebih dari Rp2 triliun sampai dengan tahun 2014, kami melihat DILD telah memasuki fase baru dan kami percaya Perusahaan segera memasuki zaman keemasannya. Selain itu, belajar dari pengalaman selama masa krisis, DILD telah menerapkan manajemen risiko yang ketat untuk setiap proyek serta pada seluruh portofolionya. Ekuitas dan Liabilitas Gambar 10: Ekuitas, Liabilitas, Pendapatan, dan Saldo Laba DILD Pendapatan dan Saldo Laba Menjaga Tingkat Marjin Meskipun portofolio DILD didominasi oleh proyek-proyek baru selama dua tahun terakhir, Perusahaan mampu mengelola marjin laba kotor dan tetap kompetitif pada tingkat 38%-39%. Bahkan, di 1Q13 marjin laba kotor naik menjadi 47%, terutama disebabkan oleh melonjaknya marjin laba kotor kawasan industri. Dengan meningkatnya marjin laba kotor pada tahun 2012 dan 1Q13, kami percaya DILD akan dapat terus mengelola marjin labanya di masa depan dan mengembangkan lebih banyak proyek dengan profitabilitas yang lebih tinggi. 1 Juli 2013 Halaman 10 dari 16
11 Gambar 11: Marjin Laba DILD Marjin Laba Marjin Laba Kotor per Segmen (2012) Penerbitan Obligasi dan Diversifikasi Utang Mengingat pasar obligasi yang kondusif dan yield obligasi yang kompetitif, DILD berencana menerbitkan obligasi pertama, dengan nilai Rp500 miliar dan tingkat bunga 9,75%-10,00%, di 2H13. Dimaksudkan untuk membiayai ekspansi usaha, obligasi tersebut memiliki masa jatuh tempo selama tiga hingga lima tahun. Di sisi lain, DILD merencanakan belanja modal sekitar Rp1,85 triliun tahun ini dan Rp2,61 triliun pada Dengan rendahnya gearing, rasio net-debt to equity sebesar 0.2x, kami percaya rencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar tidak akan membebani perusahaan, dan hal tersebut akan berdampak positif bagi diversifikasi hutang sebab DILD masih mengandalkan pinjaman bank jangka pendek untuk pembiayaannya. DILD juga mendapatkan keuntungan dari kenaikan uang muka sejak tahun 2010, yang dapat mengakibatkan biaya hutang yang lebih rendah. Gambar 12: Hutang dan Uang Muka DILD Sumber: PT Intiland Development Tbk, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing 1 Juli 2013 Halaman 11 dari 16
12 ANALISIS SWOT TabeL 6: Analysis SWOT Strength (Kekuatan) Pengalaman yang panjang di bisnis properti. Land bank yang memadai dan portofolio proyek yang terdiversifikasi, terletak sebagian besar di Jabodetabek dan Surabaya. Leverage yang rendah diperkuat dengan uang muka yang lebih tinggi. Banyaknya proyek yang menarik dalam pipeline. Modal yang lebih kuat dan meningkatnya awareness dari pasar modal. Weakness (Kelemahan) Membutuhkan lebih banyak proyek yang lebih beragam di sektor properti lain selain tetap kuat di sektor perumahan dan apartemen. Opportunity (Peluang) Pertumbuhan ekonomi nasional yang kokoh, meningkatnya pendapatan dan daya beli, dan naiknya investasi asing ke negara ini dapat mendorong perkembangan industri properti. Industri properti tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir disertai dengan peningkatan permintaan dan harga properti. Threat (Ancaman) Krisis ekonomi global bisa memburuk dan mengancam perkembangan bisnis di Indonesia. Biaya yang lebih tinggi untuk akuisisi lahan dan bahan bangunan. Sumber: Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing PERBANDINGAN INDUSTRI Tabel 7: Ringkasan Kinerja DILD dan Perusahaan Sejenis per 1Q13 DILD SMRA CTRA LPKR BSDE Penjualan bersih [Rp miliar] Laba kotor [Rp miliar] Laba operasi [Rp miliar] Laba bersih [Rp miliar] Total aset [Rp miliar] Total kewajiban [Rp miliar] Total ekuitas [Rp miliar] Pertumbuhan YoY Penjualan bersih [%] 50,3 4,5 143,0 26,1 159,6 Laba kotor [%] 83,5 46,3 128,9 31,1 232,6 Laba operasi [%] 94,3 74,5 164,7 29,3 (4,0) Laba bersih [%] 98,9 114,2 159,2 22,6 369,1 Profitabilitas Marjin laba kotor [%] 46,9 61,6 47,8 48,3 79,9 Marjin laba operasi [%] 30,8 43,2 31,2 26,9 11,9 ROA [%] 1,7 3,8 1,8 1,2 9,3 ROE [%] 2,7 10,3 3,3 2,7 14,0 Leverage DER [x] 0,6 1,7 0,8 1,2 0,5 Sumber: Dari berbagai sumber dikompilasi oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing 1 Juli 2013 Halaman 12 dari 16
13 TARGET HARGA PENILAIAN Metodologi Penilaian Kami mengaplikasikan metode Discounted Cash Flow (DCF) sebagai metode penilaian utama dengan pertimbangan bahwa pertumbuhan pendapatan adalah merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai (value driver) jika dibandingkan pertumbuhan aset. Selanjutnya, kami juga mengaplikasikan Guideline Company Method (GCM) sebagai metode pembanding lainnya. Penilaian ini didasarkan pada nilai 100% saham per tanggal 28 Juni 2013 dan Laporan Keuangan per tanggal 31 Maret 2013 sebagai dasar dilakukannya analisis fundamental. Estimasi Nilai Kami menggunakan cost of equity dan cost of capital sebesar 13,5% dan 12,4% berdasarkan asumsi-asumsi berikut: Tabel 8: Asumsi Risk free rate [%]* 7,2 Risk premium [%]* 5,6 Beta [x]* 1,1 Cost of Equity [%] 13,5 Marginal tax rate [%] 25,0 WACC [%] 12,4 Sumber: Bloomberg, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing * per tanggal 28 Juni 2013 Estimasi target harga referensi saham untuk 12 bulan berdasarkan posisi penilaian pada tanggal 28 Juni 2013 adalah sebagai berikut: Dengan menggunakan metode DCF dengan asumsi tingkat diskonto 12,4%, adalah sebesar Rp806 Rp898 per saham. Dengan menggunakan metode GCM (P/E 21,2x dan P/BV 3,4x) adalah sebesar Rp493 Rp1.371 per saham. Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai tersebut dilakukan rekonsiliasi dengan dilakukan pembobotan terhadap kedua metode tersebut sebesar 70% untuk DCF dan 30% untuk GCM. Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka Estimasi Target Harga Referensi saham untuk 12 bulan adalah Rp710- Rp1.040 per lembar saham. Tabel 9: Ringkasan Penilaian dengan Metode DCF Konservatif Moderat Optimis PV of Free Cash Flows [Rp miliar] Terminal Value [Rp miliar] Non-Operating Assets [Rp miliar] Debt [Rp miliar] (1.004) (1.004) (1.004) Number of Share [juta saham] Fair Value per Share [Rp] Sumber: Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing 1 Juli 2013 Halaman 13 dari 16
14 Tabel 10: Perbandingan GCM DILD SMRA CTRA LPKR PWON BSDE Average P/E [x] 22,7 17,8 26,1 30,5 16,8 13,5 21,2 P/BV [x] 1,3 4,4 3,2 3,2 5,2 3,3 3,4 Sumber: Bloomberg, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Tabel 11: Ringkasan Penilaian dengan Metode GCM Multiple [x] Est. EPS [Rp] Est. BV/share [Rp] Value [Rp] P/E 21, P/BV 3, Sumber: Bloomberg, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Tabel 12: Rekonsiliasi Nilai Wajar Nilai Wajar per Saham [Rp] DCF GCM Rata-rata Batas atas Batas bawah Bobot 70% 30% Sumber: Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Cat: harga rata-rata dibulatkan sesuai fraksional harga yang berlaku di BEI 1 Juli 2013 Halaman 14 dari 16
15 Tabel 13: Laporan Laba Rugi (Rp miliar) P 2014P Penjualan Harga pokok penjualan (436) (578) (766) (907) (1.282) Laba Kotor Beban usaha (144) (173) (193) (232) (325) Laba usaha EBITDA Pendapatan (beban) lain-lain (27) (38) (28) Laba sebelum pajak Beban pajak (59) (51) (76) (87) (125) Laba bersih Sumber: PT Intiland Development Tbk, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Gambar 13: P/E dan P/BV Sumber: Bloomberg, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Gambar 14: ROA, ROE dan Assets Turnover Tabel 14: Neraca (Rp miliar) P 2014P Aset Aset lancar Kas dan setara kas Piutang Persediaan Uang muka Aset lancar lainnya Total aset lancar Property, plant, and equipment Properti investasi Lahan untuk dikembangkan Aset tidak lancar lainnya Total aset Kewajiban Hutang usaha Hutang jangka pendek Kewajiban jangka pendek lainnya Hutang jangka panjang Kewajiban jangka panjang lainnya Total kewajiban Hak minoritas Total ekuitas* * Disajikan kembali dengan merujuk pada PSAK No. 22 (2010 revision) Sumber: PT Intiland Development Tbk, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Sumber: Bloomberg, PT Intiland Development Tbk, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Tabel 15: Rasio-rasio Utama Pertumbuhan [%] P 2014P Penjualan 117,9 11,4 34,4 20,8 40,2 Laba usaha 328,4 (28,6) 61,8 26,6 37,9 EBITDA 276,2 (43,4) 31,1 30,7 36,9 Laba bersih 1,286,4 (60,6) 29,5 32,7 44,6 Profitabilitas [%] Marjin laba kotor 48,2 38,4 39,3 40,5 40,0 Marjin laba usaha 31,2 20,0 24,1 25,2 24,8 Marjin EBITDA 56,9 28,9 28,2 30,5 29,8 Marjin laba bersih 42,1 14,9 14,4 15,8 16,3 ROA 7,7 2,5 3,0 3,4 4,4 ROE 9,8 3,7 4,6 5,8 7,9 Solvabilitas [x] Debt to equity 0,3 0,5 0,5 0,7 0,8 Debt to asset 0,2 0,3 0,4 0,4 0,4 Likuiditas [x] Rasio lancar 2,8 1,5 1,3 1,5 1,4 Quick ratio 1,4 0,6 0,5 0,7 0,6 Sumber: PT Intiland Development Tbk,, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing 1 Juli 2013 Halaman 15 dari 16
16 DISCLAIMER Laporan ini dibuat berdasarkan sumber-sumber yang kami anggap terpercaya dan dapat diandalkan. Namun kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan atau kecukupannya. Dengan demikian kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang diambil berdasarkan laporan ini. Adapun asumsi, opini, dan perkiraan merupakan hasil dari pertimbangan internal kami per tanggal penilaian (cut off date), dan kami dapat mengubah pertimbangan diatas sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kami tidak bertanggung jawab atas kekeliruan atau kelalaian yang terjadi akibat penggunaan laporan ini. Kinerja dimasa lalu tidak selalu dapat dijadikan acuan hasil masa depan. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi penawaran, pembelian atau menahan suatu saham tertentu. Laporan ini mungkin tidak sesuai untuk beberapa investor. Seluruh opini dalam laporan ini telah disampaikan dengan itikad baik, namun sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan disajikan dengan benar per tanggal diterbitkan laporan ini. Harga, nilai, atau pendapatan dari setiap saham Pe rseroan yang disajikan dalam laporan ini kemungkinan dapat lebih rendah dari harapan pemodal, dan pemodal juga mungkin mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dari nilai investasi yang ditanamkan. Investasi didefinisikan sebagai pendapatan yang kemungkinan besar diterima dimasa depan, namun nilai dari pendapatan yang akan diterima tersebut kemungkinan besar juga akan berfluktuasi. Untuk saham Perseroan yang penyajian laporan keuangannya didenominasi dalam mata uang selain Rupiah, perubahan nilai tukar ma ta uang tersebut kemungkinan dapat menurunkan nilai, harga, atau pendapatan investasi pemodal. Informasi dalam laporan ini bukan merupakan pertimbangan pajak dalam mengambil suatu keputusan investasi. Target harga saham dalam Laporan ini merupakan nilai fundamental, bukan merupakan Nilai Pasar Wajar, dan bukan merupakan harga acuan transaksi yang diwajibkan oleh peraturan perundang -undangan yang berlaku. Laporan target harga saham yang diterbitkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan suatu saham tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai nasehat investasi oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing yang behubungan dengan cakupan Jasa Pefindo kepada, atau kaitannya kepada, beberapa pihak, termasuk emiten, penasehat keuangan, pialang saham, investment banks, institusi keuangan dan perantara keuangan, dalam kaitannya menerima imbalan atau keuntungan lainnya dari pihak tersebut, Laporan ini tidak ditujukan untuk pemodal tertentu dan tidak dapat dijadikan bagian dari tujuan investasi terhadap suatu saham dan juga bukan merupakan rekomendasi investasi terhadap suatu saham tertentu atau suatu strategi investasi. Sebelum melakukan tindakan dari hasil laporan ini, pemodal disarankan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu kesesuaian situasi dan kondisi dan, jika dibutuhkan, mintalah bantuan penasehat keuangan. PEFINDO memisahkan kegiatan Valuasi Saham dengan kegiatan Pemeringkatan untuk menjaga independensi dan objektivitas dari proses dan produk kegiatan analitis. PEFINDO telah menetapkan kebijakan dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi non-publik tertentu yang diterima sehubungan dengan proses analitis. Keseluruhan proses, metodologi dan database yang digunakan dalam penyusunan Laporan Target Harga Referensi Saham ini secara keseluruhan adalah berbeda dengan proses, metodologi dan database yang digunakan PEFINDO dalam melakukan pemeringkatan. Laporan ini dibuat dan disiapkan Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Laporan ini juga bebas dari pengaruh tekanan atau paksaan dari Bursa maupun Perseroan yang dinilai. Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing akan menerima imbalan sebesar Rp ,- dari Perseroan yang dinilai untuk 2 (dua) kali pelaporan per tahun. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengunjungi website kami di Laporan ini dibuat dan disiapkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing. Di Indonesia Laporan ini dipublikasikan pada website kami dan juga pada website Bursa Efek Indonesia. 1 Juli 2013 Halaman 16 dari 16
Kedawung Setia Industrial, Tbk
Equity Valuation Laporan Kedua 4 Februari 213 Target Harga Terendah Tertinggi 54 73 Enamel dan Kotak Karton Bergelombang Kinerja Saham IHSG KDSI 5. 8 4.5 7 4. 6 3.5 3. 5 2.5 4 2. 3 1.5 2 1. 5 IHSG KDSI
Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk
Equity Valuation 11 September 2014 Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk Laporan Kedua Target Harga Terendah Tertinggi 270 425 Konstruksi Kinerja Saham IHSG 5.500 5.000 4.500 4.000 3.500 3.000 2.500 2.000 1.500
Sidomulyo Selaras, Tbk
MVA Market Risk Equity Valuation Laporan Kedua 16 Oktober 213 Target Harga Terendah Tertinggi 37 42 Transportasi Kinerja Saham JCI 6, 5, 4, 3, 2, 1, Sep-12 Nov-12 Jan-13 Mar-13 May-13 Jul-13 SDMU 35 3
Gunawan Dianjaya Steel, Tbk
Equity Valuation Gunawan Dianjaya Steel, Tbk Laporan Kedua 10 Maret 2011 Target Harga Terendah Tertinggi 220 245 Industri Baja Kinerja Saham IHSG 4000 3800 3600 3400 3200 3000 2800 2600 2400 2200 2000
Fortune Indonesia, Tbk
MVA Market Risk Equity Valuation Laporan Kedua 8 Maret 213 Target Harga Terendah Tertinggi 27 295 Marketing Communication Kinerja Saham IHSG 5, 4,5 4, 3,5 3, 2,5 2, 1,5 1, 5 IHSG FORU Feb-12 Apr-12 Jun-12
Lautan Luas, Tbk. Equity Valuation. Laporan Kedua. Laba yang Membaik
Equity Valuation Lautan Luas, Tbk Laporan Kedua 16 September 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 1.690 1.975 Distribusi & Manufaktur Kimia Kinerja Saham Laba yang Membaik Sumber : Bloomberg, PEFINDO Divisi
Equity Valuation. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Laporan Kedua. Ekspansi, Sebuah Permainan
29-Aug-13 18-Sep-13 8-Oct-13 28-Oct-13 17-Nov-13 7-Dec-13 27-Dec-13 16-Jan-14 5-Feb-14 25-Feb-14 17-Mar-14 6-Apr-14 26-Apr-14 16-May-14 5-Jun-14 25-Jun-14 15-Jul-14 4-Aug-14 24-Aug-14 Equity Valuation
Equity Valuation. Hotel Sahid Jaya International, Tbk. Laporan Kedua. Membangun Masa Depan Lebih Baik
Equity Valuation Sahid Jaya International, Tbk Laporan Kedua 2 Desember 2013 Target Price Terendah Tertinggi 395 445 s Kinerja Saham 5500 450 5000 400 4500 350 4000 300 3500 250 JCI SHID 3000 200 Oct-12
Semen Baturaja (Persero), Tbk
Equity Valuation Semen Baturaja (Persero), Tbk Laporan Utama 17 Maret 214 Target Harga Terendah Tertinggi 41 54 Semen Kinerja Saham 5.5 5. 4.5 4. 3.5 3. 2.5 2. 1.5 1. 5 IHSG SMBR Jun-13 Aug-13 Oct-13 Dec-13
Gunawan Dianjaya Steel, Tbk
Equity Valuation 12 Juni 2013 Gunawan Dianjaya Steel, Tbk Laporan Utama Target Harga Terendah Tertinggi 125 135 Baja Kinerja Saham Tetap Kuat di Masa-masa Sulit Sumber: Bloomberg, Pefindo Divisi Valuasi
Matahari Putra Prima, Tbk
MVA Market Risk Equity Valuation Matahari Putra Prima, Tbk Laporan Utama 27 Februari 214 Target Harga Terendah Tertinggi 2.38 2.52 Ritel Kinerja Saham IHSG MPPA 5.5 3.5 5. 4.5 3. 4. 2.5 3.5 3. 2. 2.5 1.5
Investor Update. Berdasarkan Segment. Pertumbuhan Pendapatan. Hasil Kinerja Keuangan 2015 & Marketing Sales Triwulan Investor yang terhormat,
Investor Update April 2016 English Hasil Kinerja Keuangan 2015 & Marketing Sales Triwulan 1 2016 Investor yang terhormat, Bersama ini kami sampaikan bahwa PT Intiland Development Tbk telah mengumumkan
Equity Valuation. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Laporan Kedua. Mengolah Masa Depan Nan Cerah
MVA Market Risk Equity Valuation Nippon Indosari Corpindo, Tbk Laporan Kedua 28 Februari 2014 Target Price Terendah Tertinggi 1.100 1.220 Roti Kinerja Saham 2000 6000 1800 1600 5000 1400 4000 1200 1000
Selamat Sempurna, Tbk
Equity Valuation Selamat Sempurna, Tbk Laporan Kedua 22 Desember 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 4.915 5.850 Otomotif & Komponennya Kinerja Saham Mengejar Peluang yang Lebih Luas Sumber : Bloomberg,
Exploitasi Energi Indonesia, Tbk
Equity Valuation Exploitasi Energi Indonesia, Tbk Laporan Utama 16 Desember 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 390 440 Perdagangan Batubara Kinerja Saham IHSG 5.500 5.000 4.500 4.000 3.500 3.000 2.500
Trikomsel Oke, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Posisi Terbaik untuk Tumbuh Menguat
Equity Valuation Trikomsel Oke, Tbk Laporan Utama 23 Agustus 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 1.700 1.940 Perdagangan & Ritel Kinerja Saham IHSG TRIO 5.500 2.400 5.000 2.100 4.500 4.000 1.800 3.500
Duta Anggada Realty, Tbk
Equity Valuation Duta Anggada Realty, Tbk Laporan Utama 29 Oktober 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 950 1.240 Properti Kinerja Saham IHSG 5,500 5,000 4,500 4,000 3,500 IHSG DART 3,000 DART 1100 1000
Cardig Aero Services, Tbk
Equity Valuation Cardig Aero Services, Tbk Laporan Kedua 19 Agustus 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 1.110 1.230 Penunjang Penerbangan dan Makanan Kinerja Saham IHSG CASS 5500 1000 5000 900 4500 4000
Fortune Indonesia, Tbk
MVA Market Risk Equity Valuation Fortune Indonesia, Tbk Laporan Utama 25 Juni 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 224 242 Periklanan Kinerja Saham 450% 400% 350% 300% 250% 200% 150% 100% 50% 0% May-13
Nippon Indosari Corpindo, Tbk
MVA Market Risk Equity Valuation Nippon Indosari Corpindo, Tbk Laporan Utama 6 Mei 213 Target Harga Terendah Tertinggi 8.2 8.9 Roti Kinerja Saham IHSG 5.5 5. 4.5 4. 3.5 3. 2.5 2. 1.5 1. 5 IHSG Apr-12 Jun-12
Tigaraksa Satria, Tbk
Equity Valuation Tigaraksa Satria, Tbk Laporan Kedua 8 Agustus 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 3.380 3.795 Distribusi dan Manufaktur Kinerja Saham IHSG 5,500 TGKA 4,000 5,000 3,500 4,500 4,000 3,000
Selamat Sempurna, Tbk
Equity Valuation Selamat Sempurna, Tbk Laporan Kedua 29 April 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 2.925 3.300 Otomotif & Komponennya Kinerja Saham Ruang yang Luas untuk Bertumbuh Sumber : Bloomberg, Pefindo
Indofarma (Persero) Tbk
MVA Market Risk Equity Valuation Indofarma (Persero) Tbk Laporan Utama 19 Mei 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 237 310 Farmasi Kinerja Saham 30% 20% 10% 0% -10% -20% -30% -40% -50% Apr-13 May-13 Jun-13
Ekadharma International, Tbk
Equity Valuation Ekadharma International, Tbk Laporan Utama 2 Juli 213 Target Harga Terendah Tertinggi 54 59 Pita Perekat Kinerja Saham IHSG 5.5 5. 4.5 4. 3.5 3. 2.5 2. 1.5 1. 5 IHSG EKAD Jun-12 Aug-12
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Analisa Kinerja Operasi PT. Acset Indonusa Tbk Depresiasi dari Rupiah telah menyebabkan memburuknya defisit neraca berjalan. Bank Indonesia memprediksi defisit
Tifa Finance, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Mengambil Keuntungan dari Fokus Bisnis
Equity Valuation Tifa Finance, Tbk Laporan Utama 10 Desember 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 425 450 Lembaga Pembiayaan Property Kinerja Saham IHSG 5,500 5,000 4,500 TIFA 450 400 350 300 4,000 3,500
Gema Grahasarana, Tbk
Market value added Market risk Equity Valuation Gema Grahasarana, Tbk Laporan Utama 27 Desember 2012 Target Harga Terendah Tertinggi 500 580 Interior dan Furnitur Kinerja Saham IHSG 4.600 4.400 4.200 4.000
Gema Grahasarana, Tbk
Equity Valuation Gema Grahasarana, Tbk Laporan Kedua 11 Mei 2016 Target Harga Terendah Tertinggi 545 627 Interior dan Furnitur Kinerja Saham Kepastian Ke Depan Sumber : Bloomberg, PEFINDO Riset & Konsultasi
Selamat Sempurna, Tbk
Equity Valuation Selamat Sempurna, Tbk Laporan Kedua 19 Agustus 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 4.835 5.525 Otomotif & Komponennya Kinerja Saham Membaiknya Pasar Ekspor, Kas yang Lebih Kuat Sumber
BAB I PENDAHULUAN. selama tahun tersebut. Menurunnya daya beli masyarakat yang dipicu dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2015 memberikan pengaruh tersendiri terhadap pertumbuhan beberapa sektor industri dalam negeri, tak terkecuali bagi sektor properti.
Bank Victoria International, Tbk
Equity Valuation Bank Victoria International, Tbk Laporan Kedua 31 Maret 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 376 432 Perbankan Kinerja Saham IHSG 5,600 BVIC 135 5,400 130 5,200 5,000 4,800 4,600 125 120
Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk
Equity Valuation Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk Laporan Utama 22 Januari 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 4.310 5.000 Susu Kinerja Saham 6,000 6,000 5,000 5,000 4,000 4,000 3,000 3,000
Equity Valuation. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. Laporan Kedua. Melambat Sejenak sebelum Berbalik Arah
Equity Valuation Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk Laporan Kedua 5 Oktober 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 300 350 Pipa Baja Kinerja Saham Melambat Sejenak sebelum Berbalik Arah Sumber : Bloomberg,
Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk
Equity Valuation Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Laporan Utama 19 Desember 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 580 655 Dokumen Berpengaman Property Kinerja Saham IHSG 5,500 JTPE 450 5,300 5,100 400 4,900 4,700
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang membutuhkan dana. Transaksi yang dilakukan dapat dengan
BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal memiliki peran penting dalam melakukan bisnis perekonomian. Pasar modal menjembatani bertemunya investor yang menginvestasikan dananya
Indonesia Property Market Overview 4 th Quarter 2015
Indonesia Property Market Overview 4 th Quarter 2015 Coldwell Banker Commercial Kawasan Bisnis Granadha, 12 th B Floor Jl. Jenderal Sudirman Kav. 50 Jakarta 12930 Indonesia Phone : +62 21 255 39 388 Fax
Equity Valuation. Catur Sentosa Adiprana, Tbk. Laporan Kedua. Tantangan Jangka Pendek, Prospek yang Cerah di Masa Depan
Equity Valuation Catur Sentosa Adiprana, Tbk Laporan Kedua 20 Maret 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 396 464 Distribusi dan Ritel Modern Property Kinerja Saham Tantangan Jangka Pendek, Prospek yang
Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar
LAPORAN PERS Untuk Segera Didistribusikan Laba Bersih Kuartal 1 2018 AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar Jakarta, 1 Mei 2018 PT Aneka Gas Industri, Tbk (Stock Code:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Materi dalam penelitian ini berisikan tentang penganalisaan kinerja keuangan yang menyangkut perusahaan yang bergerak dibidang real estate
Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar,
LAPORAN PERS Untuk Segera Didistribusikan Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar, Jakarta, 29 Maret 2018 PT Aneka Gas Industri, Tbk. (Stock Code: AGII.IJ) merilis laporan keuangan yang
KMI Wire and Cable, Tbk
MVA Market risk Equity Valuation 14 Januari 23 KMI Wire and Cable, Tbk Laporan Utama Target Harga Terendah Tertinggi 265 32 Kabel Kinerja Saham Kinerja Saham IHSG 4.5 KBLI 3 4. 2 3.5 1 Berada di Jalur
Pembangunan Jaya Ancol, Tbk
eees Equity Valuation Pembangunan Jaya Ancol, Tbk Laporan Kedua 2 Mei 2016 Target Harga Terendah Tertinggi 2.570 2.848 Pariwisata dan Properti Kinerja Saham Sebuah Wahana Bernama Inovasi Sumber : Bloomberg,
BAB I PENDAHULUAN. Bahkan untuk keluar dari krisis ekonomi ini, sektor riil harus selalu digerakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Masalah pendanaan menjadi tombak dalam dunia usaha dan perekonomian. Bahkan untuk keluar dari krisis ekonomi ini, sektor riil harus selalu digerakan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin kuat.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk sarana mendapatkan dana dalam jumlah besar dari masyarakat pemodal (investor), baik dari dalam
BAB I PENDAHULUAN. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat investor untuk menentukan pilihan dalam membeli saham. Analisis kinerja keuangan untuk mengetahui
Multipolar, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Membuka Jalan untuk Masa Depan Lebih Cerah
Equity Valuation Multipolar, Tbk Laporan Utama 2 April 214 Target Harga Terendah Tertinggi 72 75 Perusahaan Investasi Kinerja Saham IHSG MLPL 5.5 9 5. 8 4.5 7 4. 3.5 6 3. 5 2.5 4 2. 3 1.5 1. 2 5 IHSG MLPL
BAB I PENDAHULUAN. modal dan industri-industri sekuritas yang ada pada suatu negara tersebut. Peranan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perekonomian suatu negara dapat diukur dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal dan industri-industri
Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk
Equity Valuation Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk Laporan Kedua 17 Juni 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 3.075 3.440 Makanan dan Pertanian Kinerja Saham Peluang-peluang yang Menguntungkan Sumber: Bloomberg,
BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah telah memberikan beberapa kemudahan untuk dapat lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan dunia usaha dalam situasi perekonomian saat ini semakin lama semakin ketat. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang berkembang cukup pesat dengan
Untuk Segera Diterbitkan. Laba Bersih AKRA naik 25% menjadi Rp 810 milyar pada Maret 2015 AKRA IJ / AKRA.JK
Untuk Segera Diterbitkan Laba Bersih AKRA naik 25% menjadi Rp 810 milyar pada 2014 JAKARTA PT AKR Corporindo Tbk (Bloomberg: AKRA IJ) salah satu perusahaan terkemuka penyedia solusi logistik dan supply
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan akan sektor properti dan real estate juga mengalami kenaikan sehingga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal, perkantoran, pusat perbelanjaan, taman hiburan, dan kebutuhan akan sektor properti
Press Release Investor Summit & Capital Market Expo 2015 PT AKR Corporindo Tbk Berkedudukan di Jakarta Barat Tanggal 12 November 2015
Press Release Investor Summit & Capital Market Expo 2015 Berkedudukan di Jakarta Barat Tanggal 12 November 2015 ( AKRA ) adalah Pemain Utama di Bidang Penyedia Jasa Logistik & Solusi Pengadaan untuk Bahan
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pasar Modal 2.1.1.1 Pengertian Pasar Modal Menurut Sunariyah (2011:4) mengemukakan bahwa pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan
SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR
SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2/POJK.04/2013 Tahun 2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan
SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp MILIAR DAN LABA BERSIH SEBESAR Rp 415 MILIAR UNTUK TAHUN BUKU Full Year 2014 Periode Tahun 2014
Press Release SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp 4.464 MILIAR DAN LABA BERSIH SEBESAR Rp 415 MILIAR UNTUK TAHUN BUKU 2014 Financial Statement (Audited) Laporan Keuangan (Audited) Full Year 2014 Periode
Multistrada Arah Sarana, Tbk
Equity Valuation Multistrada Arah Sarana, Tbk Laporan Kedua 8 Januari 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 400 530 Produsen Ban Kinerja Saham Melalui Perputaran yang Makin Berat Sumber: Bloomberg, PEFINDO
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam perputaran roda perekonomian, sumber-sumber pembiayaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perputaran roda perekonomian, sumber-sumber pembiayaan merupakan hal yang pokok dalam pengembangan usaha, untuk itu perlu adanya solusi akan pendanaan yang memiliki
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Enterprice (DICE) dan telah memiliki kapasitas produksi terpasang tahunan
BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan Sejarah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk diawali pada tahun 197 dengan rampungnya pendirian pabrik Indocement yang
BAB I PENDAHULUAN. (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis keuangan di Amerika Serikat yang bermula dari krisis kredit perumahan (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara global.
Paparan Publik. 04 Juni 2018
Paparan Publik 04 Juni 2018 Ringkasan Kinerja (Laporan Laba Rugi) (miliar Rp) 1Q18 1Q17 % YoY Pendapatan 1,358 1,271 7% Berasal dari kenaikan secara year-on year di segmen pengembangan properti dan pendapatan
BAB I PENDAHULUAN. untuk mendapatkan tambahan modal ialah dengan menawarankan kepemilikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era ekonomi yang modern saat ini, eksistensi pasar modal yang terdapat di Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Salah satu cara untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi pemerintah, sekaligus sarana bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan investasi.
BAB I PENDAHULUAN. Banyak cara yang dapat dilakukan investor dalam melakukan investasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang penelitian Banyak cara yang dapat dilakukan investor dalam melakukan investasi, salah satunya adalah dengan melakukan investasi di Pasar Modal. Dalam hal ini Pasar
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan. Sedangkan bagi investor atau pemegang saham baik itu individu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal memiliki peran penting dalam kemajuan perekonomian suatu negara, karena pasar modal merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan
Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk
Equity Valuation Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Laporan Utama 19 November 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 589 668 Percetakan Dokumen Kinerja Saham Tantangan Jangka Pendek, Masa Depan Menjanjikan Sumber:
LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun 2013 PT Surya Semesta Internusa Tbk dan entitas anak (SSIA)
Press Release SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN USAHA KONSOLIDASI TAHUN 2013 SEBESAR RP 4.583 MILIAR LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun 2013 PT Surya Semesta Internusa Tbk dan entitas anak (SSIA) IKHTISAR KEUANGAN
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Struktur Modal Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto,
BAB I PENDAHULUAN. telah terjadinya penurunan perekonomian di suatu negara. Menurut Tandelilin (2010:26) pasar modal (capital market) adalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Di era ekonomi modern seperti sekarang ini, perkembangan Indonesia semakin pesat dapat dilihat dari banyaknya pembangunan di berbagai bidang terutama sektor
