TABLE & INDEX PARTITIONING Juni 2010 Tingkat: Oleh : Feri Djuandi Pemula Menengah Mahir Platform : Ms SQL Server 2008

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TABLE & INDEX PARTITIONING Juni 2010 Tingkat: Oleh : Feri Djuandi Pemula Menengah Mahir Platform : Ms SQL Server 2008"

Transkripsi

1 TABLE & INDEX PARTITIONING Juni 2010 Tingkat: Oleh : Feri Djuandi Pemula Menengah Mahir Platform : Ms SQL Server PENDAHULUAN Apakah Partitioning Partitioning adalah sebuah teknik untuk menempatkan data-data table atau index yang berbentuk page ke dalam partisi-partisi yang terpisah di dalam sebuah atau beberapa filegroup. Fitur table dan index partitioning mulai dikenal pada SQL Server 2005 dan hanya ada pada edisi Enterprise dan Developer. Fitur ini tidak ada pada edisi Standard dan Workgroup. Mengapa Partitioning Pada table yang berukuran sangat besar (jumlah barisnya sangat banyak) maka partitioning membantu untuk membagi sebuah data yang besar menjadi beberapa partisi yang lebih kecil sehingga mudah dikelola. Pembuatan partisi-partisi ini memungkinkan performa yang lebih baik melalui operasi parallel. Partitioning yang dimaksud pada uraian ini dikenal secara umum sebagai horizontal partitioning, yang maksudnya adalah pembagian partisi dilakukan pada baris-baris table. Hal ini berbeda dengan vertical partitioning yang pembagiannya dilakukan pada kolom-kolom table. HORIZONTAL PARTITIONING VERTICAL PARTITIONING Partition 1 Kolom Kolom Kolom Baris Partition 2 Baris Partition 3 Baris Di masa lalu sebelum SQL Server 2005 dirilis, horizontal partitioning sebetulnya telah diimplementasikan dengan membuat beberapa table yang berfungsi sebagai partisi dimana masing-masing berisi data berdasarkan pemilahan kriteria tertentu misalnya periode, area, produk, dan sebagainya. Kemudian table-table itu digabungkan melalui perintah SELECT dan UNIION untuk membentuk sebuah view. Itulah sebabnya teknik ini dikenal dengan partitioned view

2 SalesJan /01/ /02/2010 n SalesFeb 1 2 n... SalesDec 1 2 n 01/31/ /01/ /02/ /28/ /01/ /02/ /31/2010 YearlySales (view) 1 2 n 01/01/ /02/ /28/2010 SELECT FROM SalesJan UNION ALL SELECT FROM SalesFeb UNION ALL SELECT Cara ini menuntut pemeliharaan table-table secara cermat dan juga meningkatkan kerumitan di dalam pembuatan program aplikasinya karena data-data yang dimasukkan ke dalam masingmasing table harus dipastikan sesuai dengan kriteria penempatannya. Pada umumnya untuk memastikan data-data dimasukan ke dalam table yang tepat, perlu ditambahkan constraint CHECK yang akan memastikan terpenuhinya kriteria untuk setiap partisi. Pada SQL Server 2005 dan 2008, partitioning dapat diaplikasikan dengan jauh lebih mudah pada sebuah table tanpa perlu memperhatikan proses penempatan datanya karena hal itu sudah ditangani oleh SQL Server secara otomatis

3 LAB 1 Tujuan: Melihat perbedaan antara table yang dipartisi dan yang tidak. Table-table tersebut sengaja dibuat tanpa index agar perbedaan akibat pengaruh full-scan semakin terasa. Mempersiapkan Table Buat dua buah table, masing-masing sebuah untuk table yang tidak dipartisi dan sebuah table yang dipartisi. Kedua table ini akan diisi dengan baris-baris data yang banyak agar ukurannya cukup besar. 1. Buat table yang pertama. --SCRIPT #1 --CRATE TABLE T01 (NOT PARTITIONED) SET ANSI_NULLS ON SET QUOTED_IDENTIFIER ON SET ANSI_PADDING ON CREATE TABLE [dbo].[t01]( [INT_1] [int] IDENTITY(1,1) NOT NULL, [INT_2] [int] NULL, [STRING_1] [varchar](500) NULL, [DATE_1] [datetime] NULL ) ON [PRIMARY] SET ANSI_PADDING OFF ALTER TABLE [dbo].[t01] ADD DEFAULT ((0)) FOR [INT_2] - 3 -

4 2. Isi table tersebut dengan satu juta baris data yang isi kolom-kolomnya acak. --SCRIPT #2 --INSERT RANDOM INTEGER & DATETIME SET NOCOUNT ON int < BEGIN INSERT dbo.t01(int_2,string_1,date_1) SELECT ABS(CAST(CAST(NEWID() AS VARBINARY) AS INT))/ AS [RandomNumber],CAST(NEWID() AS VARCHAR(100)) AS [RandomString],DATEADD(hh,ABS(CAST(CAST(NEWID() AS VARBINARY) AS INT))/100000,GETDATE()) AS [RandomDate] SET END 3. Buat table kedua yang strukturnya identik dengan table pertama namun bentuknya dipartisi. Nantinya performa kedua table tersebut akan diperbandingkan. Langkah-langkah untuk membuat partitioned table adalah sebagai berikut: Membuat filegroup baru (opsional) Membuat partition function Membuat partition scheme Membuat table Penjelasannya akan diberikan kemudian. --SCRIPT #3 --CREATE TABLE T02 (PARTITIONED) SET ANSI_NULLS ON SET QUOTED_IDENTIFIER ON SET ANSI_PADDING ON CREATE PARTITION FUNCTION PF_MyPartitionRange (INT) AS RANGE LEFT FOR VALUES (400,800,1200) CREATE PARTITION SCHEME PS_MyPartitionScheme AS PARTITION PF_MyPartitionRange ALL TO ([PRIMARY]) CREATE TABLE [dbo].[t02]( [INT_1] [int] IDENTITY(1,1) NOT NULL, [INT_2] [int] NULL, [STRING_1] [varchar](500) NULL, [DATE_1] [datetime] NULL ) ON PS_MyPartitionScheme([INT_2]) SET ANSI_PADDING OFF - 4 -

5 ALTER TABLE [dbo].[t02] ADD DEFAULT ((0)) FOR [INT_2] 4. Salin isi table yang pertama ke dalam table yang kedua agar keduanya betul-betul identik. --SCRIPT #4 --INSERT T02 FROM T01 SET IDENTITY_INSERT [dbo].[t02] ON INSERT [dbo].[t02] (INT_1, INT_2, STRING_1, DATE_1) SELECT INT_1, INT_2, STRING_1, DATE_1 FROM [dbo].[t01] SET IDENTITY_INSERT [dbo].[t02] OFF - 5 -

6 Melihat Partisi yang Terbentuk Setelah keduanya terbentuk, perhatikan perbedaan partisi kedua table tersebut. --SCRIPT #5 --VIEW PARTITIONS OF T01 & T02 SELECT * FROM sys.partitions WHERE OBJECT_ID = OBJECT_ID('T01') SELECT * FROM sys.partitions WHERE OBJECT_ID = OBJECT_ID('T02') Tampak bahwa table pertama hanya memiliki sebuah partisi, sedangkan table ke-dua memiliki empat buah partisi. Quiz: Jelaskan pengertian RANGE pada skrip #3 Mengapa terbentuk empat buah partisi? - 6 -

7 Melihat Perbedaan Performa (tanpa index) Jalankan query untuk melihat perbedaan performa kedua table ini. --SCRIPT #6 --COMPARING T01 & T02 SET STATISTICS IO ON SELECT COUNT(*) FROM dbo.t01 WHERE INT_2 BETWEEN 100 AND 650 SELECT COUNT(*) FROM dbo.t02 WHERE INT_2 BETWEEN 100 AND 650 Tampak bahwa table yang dipartisi memiliki logical reads yang lebih kecil. Quiz: Apa artinya scan count? Apakah semakin besar nilainya semakin baik? Apa artinya logical reads? Apakah semakin besar nilainya semakin baik? Apa artinya physical reads? Apakah semakin besar nilainya semakin baik? PETUNJUK: Scan count is the number of times that the table was accessed in order to get records Logical read indicates total number of data pages needed to be accessed from data cache to process query. It is very possible that logical read will access same data pages many times, so count of logical read value may be higher than actual number of pages in a table. Usually the best way to reduce logical read is to apply correct index or to rewrite the query. Physical read indicates total number of data pages that are read from disk. In case no data in data cache, the physical read will be equal to number of logical read. And usually it happens for first query request. And for subsequent same query request the number will be substantially decreased because the data pages have been in data cache. Buffer hit ratio will be calculated based on these two kinds of read as the following formula: (logical reads physical reads)/logical read * 100%. The high buffer hit ratio (if possible to near 100%) indicates good database performance on SQL Server level

8 2. MEMILIH TABLE YANG AKAN DIPARTISI Tidak semua table layak dibuat menjadi partitioned table. Kandidat table yang cocok untuk dibuatkan partisi adalah table-table yang berukuran sangat besar. Salah satu cara untuk memperkirakan ukuran table adalah melalui jumlah baris datanya, walaupun cara ini tidak akurat karena ukuran table juga dipengaruhi oleh ukuran setiap kolomnya. Berikut ini adalah skrip SQL yang menampilkan daftar table berikut jumlah barisnya diurutkan dari yang terbesar: --SCRIPT #7 --LIST BIG TABLES SELECT OBJECT_NAME(OBJECT_ID) TableName, st.row_count FROM sys.dm_db_partition_stats st WHERE index_id < 2 ORDER BY st.row_count DESC 3. MEMBUAT PARTITIONED TABLE Pada bagian sebelumnya telah disebutkan secara singkat langkah-langkah untuk membuat partisi. Berikut ini adalah penjelasannya yang lebih lengkap. Membuat Filegroup Tujuan langkah ini adalah untuk menentukan penempatan partisi-partisi itu secara fisik. Secara default sebuah database memiliki sebuah filegroup yang bernama PRIMARY. Jika partisipartisi yang akan dibuat ingin dipisahkan dari filegroup yang sudah ada, maka sebuah atau beberapa filegroup baru perlu dibuat. Langkah ini adalah opsional karena partisi-partisi dapat ditempatkan di dalam filegroup yang sudah ada. Partisi-partisi yang ditempatkan pada sebuah filegroup-filegroup yang berbeda Partition 1 FG1 Partition 2 FG2 Partition 3 FG3 Partition 4 FG4 Partisi-partisi yang ditempatkan pada sebuah filegroup X <400 PRIMARY 400 <= X < 800 PRIMARY 800 <= X < 1200 PRIMARY 1200 <= X PRIMARY Penempatan partisi-partisi pada filegroup-filegroup yang berbeda atau sama tergantung dari konfigurasi disk dari server database yang bersangkutan. Jika server tersebut memiliki beberapa disk yang secara fisik terpisah dengan masing-masing controller-nya, maka pembuatan beberapa filegroup adalah sebuah langkah yang logis karena hal itu memungkinkan pembacaan data pada disk secara paralel yang dapat meningkatkan performa. Namun jika server itu hanya memiliki sebuah disk controller, maka pembuatan filegroup-filegroup itu tidak akan memberikan perbedaan yang terlalu besar

9 Berikut ini adalah contoh skrip SQL untuk membuat tiga buah filegroup baru. ALTER DATABASE LAB2010 ADD FILEGROUP FG1 ALTER DATABASE LAB2010 ADD FILE ( NAME = 'LAB2010_FG1', FILENAME = 'E:\SQLData\LAB2010_FG1.ndf', SIZE = 20MB, FILEGROWTH = 20% ) TO FILEGROUP FG1 ALTER DATABASE LAB2010 ADD FILEGROUP FG2 ALTER DATABASE LAB2010 ADD FILE ( NAME = 'LAB2010_FG2', FILENAME = 'E:\SQLData\LAB2010_FG2.ndf', SIZE = 20MB, FILEGROWTH = 20% ) TO FILEGROUP FG2 ALTER DATABASE LAB2010 ADD FILEGROUP FG3 ALTER DATABASE LAB2010 ADD FILE ( NAME = 'LAB2010_FG3', FILENAME = 'E:\SQLData\LAB2010_FG3.ndf', SIZE = 20MB, FILEGROWTH = 20% ) TO FILEGROUP FG3-9 -

10 Membuat Partition Function Langkah ini dilakukan untuk menetapkan kriteria penempatan data di dalam masing-masing partisi. Sebagai contoh pada sebuah table transaksi, bisa saja pada partisi ke-1 berisi semua transaksi tahun 2007, partisi ke-2 tahun 2008 dan seterusnya. Kriteria ini nantinya akan diasosiasikan dengan sebuah kolom pada table yang bersangkutan. Sebuah partition function hanya bisa diasosiasikan dengan sebuah kolom pada table, tidak bisa lebih dari satu oleh sebab itu pembuatan partisi harus disertai dengan pemilihan sebuah kolom secara cermat karena isi kolom ini akan menentukan horizontal partitioning dari table tersebut. Pada contoh perintah pembuatan partition function berikut ini tampak kriteris penempatan data ditentukan melalui range (400, 800, 1200) yang didahului oleh opsi LEFT. CREATE PARTITION FUNCTION PF_MyPartitionRange (INT) AS RANGE LEFT FOR VALUES (400,800,1200) Perbedaan antara opsi LEFT dan RIGHT dijelaskan dengan gambar di bawah ini. RANGE LEFT X <= < X <= < X <= < X Partition 1 Partition 2 Partition 3 Partition 4 RANGE RIGHT X < <= X < <= X < <= X Partition 1 Partition 2 Partition 3 Partition 4 Membuat Partition Scheme Partition scheme dibuat untuk menghubungkan partition function dengan filegroup. Berikut ini adalah contoh pembuatan partition scheme dengan partisi-partisi yang ditempatkan pada sebuah filegroup yang sudah ada (dalam hal ini adalah PRIMARY). CREATE PARTITION SCHEME PS_MyPartitionScheme AS PARTITION PF_MyPartitionRange ALL TO ([PRIMARY]) Contoh lainnya adalah pembuatan partition scheme dengan partisi-partisi yang ditempatkan pada filegroup-filegroup yang berbeda. CREATE PARTITION SCHEME PS_MyPartitionScheme AS PARTITION PF_MyPartitionRange ALL TO (FG1, FG2, FG3, FG4)

11 Membuat Table Langkah terakhir adalah membuat partitioned table dengan menggunakan partition scheme yang sudah didefinisikan sebelumnya. Contoh: CREATE TABLE [dbo].[t02]( [INT_1] [int] IDENTITY(1,1) NOT NULL, [INT_2] [int] NULL, [STRING_1] [varchar](500) NULL, [DATE_1] [datetime] NULL ) ON PS_MyPartitionScheme([INT_2]) Nama partition scheme disebutkan pada klausa ON yang diikuti dengan nama kolom yang diasosiasikan dengan kriteria yang sesuai dengan partition function. Catatan: Partition function dan partition scheme yang sama dapat digunakan oleh table-table yang berbeda. Untuk menambahkan atau menghapus partisi, jalankan perintah ALTER PARTITION FUNCTION dengan menyertakan klausa SPLIT atau MERGE

12 LAB 2 Tujuan: Pengaruh pembuatan index pada partitioned table Melihat Perbedaan Performa (dengan index) Ingat bahwa partisi pada table T02 dibuat berdasarkan kolom INT_2. 1. Buat index pada kolom INT_2 masing-masing pada table T01 dan T02 --SCRIPT #8 --CREATE ALIGNED INDEXES IN T01 & T02 CREATE INDEX IX_T01_INT_2 ON dbo.t01 (INT_2) CREATE INDEX IX_T02_INT_2 ON dbo.t02 (INT_2) Jalankan kembali skrip #6 yang sama seperti pada latihan sebelumnya. Tampak performanya meningkat pada kedua table. Dari hasil tersebut kelihatan tidak ada perbedaan yang signifikan antara table yang dipartisi dan tidak

13 Ubah query di atas dengan menambahkan criteria lain. --SCRIPT #9 --COMPARINF T01 & T02 (MORE WHERE CRITERIA) SET STATISTICS IO ON SELECT COUNT(*) FROM dbo.t01 WHERE INT_2 BETWEEN 100 AND 650 AND MONTH(DATE_1)=10 SELECT COUNT(*) FROM dbo.t02 WHERE INT_2 BETWEEN 100 AND 650 AND MONTH(DATE_1)=10 Hasilnya akan tampak berbeda seperti di bawah ini. Silakan jalankan lagi skrip #5 untuk melihat partisi yang terbentuk setelah pembuatan index. Quiz: Coba jelaskan apa arti dari hasil query di atas. 4. MENGENAL PARTITIONED INDEX Secara default sebuah index yang dibuat pada sebuah partitioned table akan menjadi sebuah partitioned index yang penempatan partisi-partisinya mengikuti table-nya. Sebagai contoh pada

14 latihan sebelumnya tampak sebuah partitioned table yang menempati empat buah partisi memiliki index yang juga menempati empat buah partisi. Sebuah index pada partitioned table dapat saja dibuat menjadi index yang biasa (tidak terpartisi) walaupun hal tersebut mungkin tidak ada manfaatnya. Sebaliknya sebuah table yang tidak terpartisi dapat memiliki sebuah partitioned index jika dibutuhkan. Pada latihan berikut ini akan diperlihatkan cara membuat partitioned index. LAB 3 Tujuan: Melihat perbedan index biasa dan partitioned index dan pengaruhnya pada performa 1. Selain sebuah index yang sudah ada pada table T01, buat sebuah index lain dengan skrip SQL berikut ini. --SCRIPT #10 --CREATE NORMAL INDEX IN T01 CREATE INDEX IX_T01_INT_1A ON dbo.t01(int_1) ON [PRIMARY] 2. Jalankan skrip SQL berikut ini untuk melihat penempatan index pada partisi. --SCRIPT #11 --VIEW PARTITION IN T01 SELECT * FROM sys.partitions WHERE OBJECT_ID = OBJECT_ID('T01') Tampak bahwa table ini mengandung dua buah index yang menempati sebuah partisi

15 3. Jalankan query berikut ini sebagai basis pengukuran. --SCRIPT #12 --BASE MEASUREMENT OF T01 SELECT COUNT(*) FROM dbo.t01 WHERE INT_2 BETWEEN 100 AND 450 AND INT_1 BETWEEN AND Hapus index yang terakhir dibuat, dan tambahkan sebuah index yang lain. Kali ini index yang akan dibuat akan menempati beberapa partisi. --SCRIPT #13 --DROP & RECREATE INDEX IN T01 DROP INDEX [IX_T01_INT_1A] ON [dbo].[t01] WITH ( ONLINE = OFF ) CREATE INDEX IX_T01_INT_1B ON dbo.t01(int_1) ON PS_MyPartitionScheme(INT_1) 5. Jalankan kembali skrip #12 sebelumnya untuk membandingkan performa setelah penambahan index yang terakhir ini

16 6. Jalankan kembali skrip #11 sebelumnya untuk melihat penempatan index pada partisi. Tampak bahwa index yang terakhir menempati empat buah partisi sekalipun table-nya hanya menempati sebuah partisi. Quiz: Jelaskan perbedaan hasil dari index biasa dengan partitioned index pada percobaan ini. Pada kondisi apakah partitioned index akan berpengaruh meningkatkan performa?

Computer Science, University of Brawijaya. Putra Pandu Adikara, S.Kom VIEW & TABLE. Basis Data 2

Computer Science, University of Brawijaya. Putra Pandu Adikara, S.Kom VIEW & TABLE. Basis Data 2 Computer Science, University of Brawijaya Putra Pandu Adikara, S.Kom VIEW & TABLE Basis Data 2 View View View merupakan virtual table di mana isinya (kolom dan baris) didefinisikan dari suatu query (yang

Lebih terperinci

Perangkat Lunak Pengembangan Web

Perangkat Lunak Pengembangan Web Perangkat Lunak Pengembangan Web Pertemuan 5 Database I Program Diploma IPB - Aditya Wicaksono, SKomp 1 Apa itu SQL? Structured Query Language SQL adalah bahasa standar untuk mengakses database SQL memungkinkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. /****** Object: Table [dbo].[dimensiactionoffice] Script Date: 01/21/2011

LAMPIRAN. /****** Object: Table [dbo].[dimensiactionoffice] Script Date: 01/21/2011 LAMPIRAN SQL Query untuk pembuatan tabel OLTP USE [DW1] /****** Object: Table [dbo].[dimensiactionoffice] Script Date: 01/21/2011 08:08:43 ******/ SET ANSI_NULLS ON SET QUOTED_IDENTIFIER ON SET ANSI_PADDING

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE DDL & DML

STRUCTURE QUERY LANGUAGE DDL & DML STRUCTURE QUERY LANGUAGE DDL & DML OUTLINE Data Definiton Language (DDL) Data Manipulation Language (DML) Data Control Language (DCL) Proses Pembangunan Database Perintah SQL DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

Lebih terperinci

Tampilan pada Enterprise Manager

Tampilan pada Enterprise Manager Database SQL Server Database SQL Server dapat dibuat menggunakan Enterprise Manager atau Query Analyzer. Penggunaan Enterprise Manager pada SQL Server dapat membantu memudahkan DB owner untuk mengelola

Lebih terperinci

Basis Data. Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan

Basis Data. Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Basis Data Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Deletion Yang dapat dihapus (delete) hanyalah tuple bukan nilai ada suatu atribut tertentu. Dalam SQL, deletion

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 1 PENGENALAN MYSQL

LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 1 PENGENALAN MYSQL LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 1 PENGENALAN MYSQL Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Basis Data Oleh: Maulidya Yulianingtyas 1431140013 POLITEKNIK NEGERI MALANG PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA MALANG 2015

Lebih terperinci

MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA

MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA PENGANTAR SQL TINGKAT DASAR Basisdata atau database adalah kumpulan dari

Lebih terperinci

Mudafiq Riyan Pratama

Mudafiq Riyan Pratama Partisi Tabel dan Partisi Index Pada Database Oracle Mudafiq Riyan Pratama [email protected] http://dhafiq-san.blogspot.com/ Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,

Lebih terperinci

PERINTAH DASAR MySQL

PERINTAH DASAR MySQL PERINTAH DASAR MySQL Menjalankan MySQL Untuk menjalankan MySQL cukup dengan mengetikan mysql pada system prompt Bentuk umum perintah mysql database h host u user p password Dengan windows Menu Start All

Lebih terperinci

Konsep Sistem Informasi B. BAB 2 - SQL Overview

Konsep Sistem Informasi B. BAB 2 - SQL Overview Konsep Sistem Informasi B BAB 2 - SQL Overview Summary Definisi SQL Komponen-Komponen SQL Latihan What is? Introduction SQL Structured Query Language adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk mengakses

Lebih terperinci

Tahap Instalasi PostgreSQL di Windows

Tahap Instalasi PostgreSQL di Windows Tahap Instalasi PostgreSQL di Windows 1. Unduh file installer PostgreSQL terbaru dari alamat http://www.enterprisedb.com/productsservices-training/pgdownload#windows 2. Setelah file installer berhasil

Lebih terperinci

Untuk menjalankan Mysql secara konpensional jalankan Mysql.exe pada direktori Mysql\Bin. Akan tampak tampilan sebagai berikut:

Untuk menjalankan Mysql secara konpensional jalankan Mysql.exe pada direktori Mysql\Bin. Akan tampak tampilan sebagai berikut: By I Wayan Simpen Dasar-Dasar MySql Untuk menjalankan Mysql secara konpensional jalankan Mysql.exe pada direktori Mysql\Bin. Akan tampak tampilan sebagai berikut: SQL (Structured Query Language) Semua

Lebih terperinci

TABEL. Tabel Halaman 25

TABEL. Tabel Halaman 25 2 TABEL Objektif: Mengenal Tipe Data Mengenal Batasan,kolom Pengenalan, nilai Null, kunci Primer, kunci Asing Membuat,menghapus,mengganti dan memodifikasi Tabel Dengan Enterprise Manager Menyunting Data

Lebih terperinci

Pengertian Query. Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data

Pengertian Query. Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan proses belajar mengenai Pengenalan SQL, mahasiswa dapat mendefinisikan dan memanipulasi sistem basis data menggunakan bahasa SQL dengan tepat Tujuan Pembelajaran

Lebih terperinci

MUKADDIMAH TEORI ASUMSI TABEL. CREATE TABLE contoh ( kode CHAR(5), nama VARCHAR(50) )

MUKADDIMAH TEORI ASUMSI TABEL. CREATE TABLE contoh ( kode CHAR(5), nama VARCHAR(50) ) MUKADDIMAH Awalnya saya diminta untuk melakukan delete terhadap record yang redundan (duplikat) pada sebuah tabel dalam database. Ini terjadi pada aplikasi yang saya buat dengan Visual basic 6 dan menggunakan

Lebih terperinci

Transact SQL ; DDL 1 st

Transact SQL ; DDL 1 st Transact SQL ; DDL 1 st S1 TI - AMIKOM Yogyakarta 2009 MODUL PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA MODUL PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA Transact SQL : Data Definition Language 1 st Akhmad Dahlan Laboratorium Basis

Lebih terperinci

Yuafanda Kholfi Hartono

Yuafanda Kholfi Hartono Partitioning pada Oracle 11g Yuafanda Kholfi Hartono [email protected] http://allofmyjourney.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan

Lebih terperinci

Pengenalan Database Management System MySQL. Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL

Pengenalan Database Management System MySQL. Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL Pengenalan Database Management System MySQL Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL 2 Jelaskan perbedaan antara data dengan informasi 3 Data vs.

Lebih terperinci

MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL)

MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) Tujuan : 1. Memahami tentang sistem database 2. Memahami instalasi MySQL di lingkungan Windows 3. Memahami dasar-dasar MySQL. Tugas Pendahuluan 1. Apa yang anda

Lebih terperinci

SQL Server 2008 Mengaktifkan DBMS SQL Server 2008 SQL server 2008 SQL server management studio DDL Basis Data Mendefinisikan, mengubah dan menghapus basis data: Create Database NamaBasisData Alter

Lebih terperinci

ANALISA PERFORMANSI PERTITIONING TABEL PADA RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM

ANALISA PERFORMANSI PERTITIONING TABEL PADA RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM ANALISA PERFORMANSI PERTITIONING TABEL PADA RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM Eko Purwanto¹, Kiki Maulana², Kusuma Ayu Laksitowening³ ¹Teknik Informatika,, Universitas Telkom Abstrak Besarnya data

Lebih terperinci

STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL) (Implementasi menggunakan MySQL)

STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL) (Implementasi menggunakan MySQL) STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL) (Implementasi menggunakan MySQL) A. Pengenalan SQL SQL pertama kali diterapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs.

Praktikum Basis Data. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs. Praktikum Basis Data By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs. SQL: DDL (Data Definition Language) Create Database Create Table Create View Create Index Alter Database Alter Table Alter View Drop Database Drop

Lebih terperinci

Constraint dan Manajemen Data dalam Timezone Berbeda

Constraint dan Manajemen Data dalam Timezone Berbeda Constraint dan Manajemen Data dalam Timezone Berbeda Rosa Ariani Sukamto Email: [email protected] Blog: http://udinrosa.wordpress.com Website: http://www.gangsir.com Constraint Aturan pada basis

Lebih terperinci

Sejarah(1) Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Definisi SQL

Sejarah(1) Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Definisi SQL Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Tahun 1987, American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO) membuat standar untuk SQL Tahun 1992, dibentuk versi baru

Lebih terperinci

MySQL J A M K E T I G A

MySQL J A M K E T I G A J A M K E T I G A MySQL l Apa itu MySQL? l Membuat User Baru l Membuat Database l Tipe Data MySQL l Membuat Tabel l Structured Query Language l Latihan Jam Ketiga l Soal Jam Ketiga Jam Ketiga Apa itu MySQL?

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL)

STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL) STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL) Structure Query Language (SQL) adalah bahasa query standar yang digunakan untuk mengakses basis data relasional. SQL mempunyai kemampuan sebagai berikut : a. Query (memperoleh

Lebih terperinci

Sistem Basis Data Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng

Sistem Basis Data Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Sistem Basis Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng SQL Introduction Setelah Membuat ERD dan Model Relasional, what s next? Bagaimana cara membangun entitas dan relationship tersebut agar dapat digunakan? Bagaimana

Lebih terperinci

MODUL 1. Pembuatan tabel, pendefinisian constraint, export dan import PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE

MODUL 1. Pembuatan tabel, pendefinisian constraint, export dan import PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE MODUL 1 Pembuatan tabel, pendefinisian constraint, export dan import PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE BAGIAN 1 PEMBUATAN TABEL Tujuan Pembelajaran : Memahami

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PERTEMUAN 5 & 6 STRUCTURE QUERY LANGUAGE STRUCTURE QUERY LANGUAGE SQL adalah bahasa query baku untuk DBMS. SQL diambil sebagai bakuan sejak tahun 1992.

Lebih terperinci

Program Studi: Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika Mata Kuliah: Data Management Oleh: Yudi Priyadi. (Structure of The Database Language)

Program Studi: Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika Mata Kuliah: Data Management Oleh: Yudi Priyadi. (Structure of The Database Language) Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika Mata Kuliah: Data Management Oleh: Yudi Priyadi (Structure of The Database Language) Learning Objectives Students are able to explain the Structured Query

Lebih terperinci

Contoh SQL Constraint

Contoh SQL Constraint Contoh SQL Constraint Anda dapat menggunakan constraint untuk membatasi tipe data yang disimpan ke dalam tabel. Constraint dapat digunakan pada saat pertama kali membuat table dengan statement CREATE TABLE

Lebih terperinci

Eksekusi file setup.exe yang ada dalam CD atau folder instalasi oracle.

Eksekusi file setup.exe yang ada dalam CD atau folder instalasi oracle. 1 2 3 Eksekusi file setup.exe yang ada dalam CD atau folder instalasi oracle. 4 Isilah konfigurasi instalasi yang akan dibuat. Oracle Home Location : biasanya terisi otomatis dgn drive yang paling banyak

Lebih terperinci

PENGENALAN SINTAKS DASAR DALAM MySQL

PENGENALAN SINTAKS DASAR DALAM MySQL SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Modul 3 PENGENALAN SINTAKS DASAR DALAM MySQL Team Training SMK TI 37 SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Tujuan: Siswa dapat membuat database dan table sederhana yang dilengkapi

Lebih terperinci

SQL Lanjut. Modifikasi Database. Versi 2

SQL Lanjut. Modifikasi Database. Versi 2 SQL Lanjut Modifikasi Database 1 Tujuan mampu melakukan Modifikasi Database Mendefinisikan Skema Database mampu membuat Views 2 Pokok k Bahasan DML Modifikasi Database Mendefinisikan Skema Database Views

Lebih terperinci

Apakah SQL? Membuat basis data dan struktur tabel Input, update, dan delete data dari tabel Membuat query sederhana dan kompleks SQL

Apakah SQL? Membuat basis data dan struktur tabel Input, update, dan delete data dari tabel Membuat query sederhana dan kompleks SQL SQL Basis Data 1 Apakah SQL? SQl singkatan dari Structured Query Language yang merupakan bahasa komputer standar ANSI (American National Standards Institute). Dengan SQL kita dapat Membuat basis data dan

Lebih terperinci

VIEW : Tabel Virtual VIEW 5/29/2017

VIEW : Tabel Virtual VIEW 5/29/2017 VIEW : Tabel Virtual VIEW View adalah objek di dalam database yang berisi kumpulan kolom yang dihasilkan dari perintah SELECT. View adalah objek yang menyimpan hasil query, baik dari satu table atau lebih.

Lebih terperinci

Contoh SQL Constraint

Contoh SQL Constraint Contoh SQL Constraint Anda dapat menggunakan constraint untuk membatasi tipe data yang disimpan ke dalam tabel. Constraint dapat digunakan pada saat pertama kali membuat table dengan statement CREATE TABLE

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data (Database Server MySQL) Bekerja Dengan Tabel

Praktikum Basis Data (Database Server MySQL) Bekerja Dengan Tabel Bekerja Dengan Tabel 1 Oleh : Andri Heryandi, S.T., M.T., Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Table Digunakan untuk menyimpan data. Terdiri dari kolom dan baris. Setiap kolom mendefinisikan

Lebih terperinci

Basis Data Spasial Modul 2

Basis Data Spasial Modul 2 Basis Data Spasial Modul 2 Modul 2 Arsitektur DBMS Tabel Data Manipulation Language (DML) Data Definition Language (DDL) LATIHAN Data Base Management System (DBMS) Perangkat lunak (software) untuk mengelola

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PEMROGRAMAN WEB Semester: 2 MYSQL 200 menit No.: Job: 12 Tgl: Hal.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PEMROGRAMAN WEB Semester: 2 MYSQL 200 menit No.: Job: 12 Tgl: Hal. A. Kompetensi Mahasiswa diharapkan dapat memahami: 1. Pengertian databases, DBMS, MySQL 2. Apa Itu SQL? 3. Membuat, Menampilkan, Membuka dan Menghapus Database 4. Membuat, Mengubah dan Menghapus Table

Lebih terperinci

Membuat Database. S1 TI - AMIKOM Yogyakarta 2009 MODUL PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA

Membuat Database. S1 TI - AMIKOM Yogyakarta 2009 MODUL PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA Membuat Database dengan SQL Server 2000 S1 TI - AMIKOM Yogyakarta 2009 MODUL PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA MODUL PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA Membuat Database dengan Microsoft SQL Server 2000 Akhmad Dahlan

Lebih terperinci

Modul 3 : Query Penggabungan Tabel

Modul 3 : Query Penggabungan Tabel Modul 3 : Query Penggabungan Tabel Tujuan Praktikum - Mahasiswa dapat membedakan perbedaan macam-macam join tabel. - Mahasiswa mampu melakukan query untuk join tabel. - Mahasiswa dapat membedakan union,

Lebih terperinci

Managing Tables B U D I S E T I Y O N O, M T

Managing Tables B U D I S E T I Y O N O, M T Managing Tables B U D I S E T I Y O N O, M T Jenis-jenis table Tabel yang biasa dikenal : Tabel reguler Partitioned table Index-organized table Cluster table Regular table Partitioned table Indexorganized

Lebih terperinci

Modul Pembangunan Aplikasi Basis Data Lanjut 2014

Modul Pembangunan Aplikasi Basis Data Lanjut 2014 Authentication and Authorization on Oracle APEX 4.2 CUSTOM AUTHENTICATION 1. Buat sebuah tabel dengan nama tlogin, sebuah sequence dan sebuah trigger --create table CREATE TABLE tlogin( id NUMBER NOT NULL,

Lebih terperinci

MySQL Databases. Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP. Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom

MySQL Databases. Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP. Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom MySQL Databases Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom DDL (Data Definition Language) Definisi DDL Adalah merupakan sub bahasa

Lebih terperinci

Database Systems: Lab. Actvity 1: Database Design. Merancang Database. Merancang Database. Tipe Tabel MySQL.

Database Systems: Lab. Actvity 1: Database Design. Merancang Database. Merancang Database. Tipe Tabel MySQL. 1 Database Systems: Tipe Tabel MySQL Tipe Filed/Kolom/Atribut My SQL Tipe Operator Aturan Dasar-dasar MySQL Tipe Perintah SQL Data Definition Languange Data Manipulation Languange Data Control Languange

Lebih terperinci

Untuk mencoba contoh-contoh perintah join, silahkan eksekusi query create+insert dibawah ini:

Untuk mencoba contoh-contoh perintah join, silahkan eksekusi query create+insert dibawah ini: JOIN Dalam menampilkan sebuah data seringkali kita perlu menggunakan lebih dari 1 tabel, 2 tabel, bahkan lebih, karena data yang akan ditampilkan terletak pada beberapa tabel. Setiap tabel biasanya memiliki

Lebih terperinci

MODUL 4 INTERNET PROGRAMMING DATABASE

MODUL 4 INTERNET PROGRAMMING DATABASE MODUL 4 INTERNET PROGRAMMING DATABASE A. Tujuan : 1. Memahami tentang penggunaan Ms. Access 2. Memahami tentang pembuatan tabel 3. Memahami tentang relasi antar tabel INTERNET PROGRAMMING PENS-ITS B. Dasar

Lebih terperinci

Basis Data Terapan. Yoannita, S.Kom

Basis Data Terapan. Yoannita, S.Kom Basis Data Terapan Yoannita, S.Kom Prinsip-prinsip Merancang Database Dalam merancang database, anda harus memperhatikan beberapa faktor yaitu file dan filegroup, log transaksi, instalasi SQL Server dan

Lebih terperinci

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

Pemrograman Basis Data Berbasis Web Pemrograman Basis Data Berbasis Web Pertemuan Ke-10 (Server Basisdata MySQL dan Koneksi PHP ke Basisdata MySQL) Noor Ifada S1 Teknik Informatika - Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan MySQL? Tipe data field Operator

Lebih terperinci

TUGAS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA

TUGAS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA TUGAS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA Disusun Oleh: Nama : Eva Alfian Sidiq Nurzaman NIM : (12131260) Kls : TI A Malam SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER EL RAHMA YOGYAKARTA 2014 Tampilan

Lebih terperinci

MySQL AL AZHAR COMPUTER CLUB

MySQL AL AZHAR COMPUTER CLUB MODUL Pelatihan Web MySQL AL AZHAR COMPUTER CLUB Oleh : Achmad Fachrie Jakarta, 2006 Al Azhar Computer Club MySQL Dalam melakukan pengembangan aplikasi, salah satu komponen yang terpenting adalah database.

Lebih terperinci

Schema Objects. MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA

Schema Objects. MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA Schema Objects MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA [email protected] Sasaran Memahami tujuan penciptaan index Mampu menciptakan index Mampu membedakan private & public

Lebih terperinci

BAB II PEMBUATAN DAN MANAJEMEN TABLE

BAB II PEMBUATAN DAN MANAJEMEN TABLE BAB II PEMBUATAN DAN MANAJEMEN TABLE 2.1 Bahasan dan Sasaran 2.1.1 Bahasan - pembuatan tabel - pengelolaan tabel 2.1.1 Sasaran 1. Mahasiswa memahami cara pembuatan maupun penghapusan tabel. 2. Mahasiswa

Lebih terperinci

Lampiran. Lampiran 1 Implementasi Struktur Tabel

Lampiran. Lampiran 1 Implementasi Struktur Tabel Lampiran Lampiran 1 Implementasi Struktur Tabel if exists select * from dbo.sysobjects where id = object_idn'[dbo].[fk_tab_bahanbakugudang_tab_bahanbaku]') and OBJECTPROPERTYid, N'IsForeignKey') = 1) ALTER

Lebih terperinci

OPTIMALISASI QUERY DALAM BASIS DATA MY SQL MENGGUNAKAN INDEX

OPTIMALISASI QUERY DALAM BASIS DATA MY SQL MENGGUNAKAN INDEX ============================================================================== OPTIMALISASI QUERY DALAM BASIS DATA MY SQL MENGGUNAKAN INDEX Ridho Pamungkas Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknik, UNIPMA,

Lebih terperinci

Persiapan Table Untuk Latihan Sebelum kita berkenalan lebih jauh dengan Trigger, mari kita buat terlebih dahulu, struktur table yang dibutuhkan.

Persiapan Table Untuk Latihan Sebelum kita berkenalan lebih jauh dengan Trigger, mari kita buat terlebih dahulu, struktur table yang dibutuhkan. Mengenal Trigger di MySQL Pernahkan menemukan kasus saat men-develop aplikasi, dimana perlu melakukan update terhadap suatu field, berdasarkan isi dari field lain? Contoh: men-update field status menjadi

Lebih terperinci

perkembangan yang diraih, namun ada juga kegagalan dan ketidakstabilan pada masingmasing Database Engine. Database yang bekerja 24 jam dan yang memili

perkembangan yang diraih, namun ada juga kegagalan dan ketidakstabilan pada masingmasing Database Engine. Database yang bekerja 24 jam dan yang memili Analisis Kecepatan Proses Insert Query Pada Tabel Terpartisi Di Database Engine Oracle Dan SQL Server Widhya Wijaksono Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma [email protected]

Lebih terperinci

Penerapan Basis Data Terpartisi dalam Rancang Bangun Sistem Penggajian-Pengupahan dengan Model Jaringan Client-Server.

Penerapan Basis Data Terpartisi dalam Rancang Bangun Sistem Penggajian-Pengupahan dengan Model Jaringan Client-Server. Penerapan Basis Data Terpartisi dalam Rancang Bangun Sistem Penggajian-Pengupahan dengan Model Jaringan Client-Server. Oleh : Yulis Dwi Anto (04410100036) Pembimbing : 1) Januar Wibowo,S.T., M.M 2) Tegar

Lebih terperinci

MODUL II. Instalasi OracleXE Dan SQL

MODUL II. Instalasi OracleXE Dan SQL MODUL II Instalasi OracleXE Dan SQL I. Tujuan 1. Dapat menginstalasi aplikasi Oracle XE 2. Dapat mengeset user baru pada aplikasi Oracle XE 3. Dapat mengubah password username hr dan mengaktifkannya 4.

Lebih terperinci

Pengenalan Structured Query Language

Pengenalan Structured Query Language Pengenalan Structured Query Language Apa Itu SQL? SQL merupakan singkatan dari Structured Query Language. SQL atau juga sering disebut sebagai query merupakan suatu bahasa (language) yang digunakan untuk

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data 14 Structure Query Language 2

Praktikum Basis Data 14 Structure Query Language 2 Praktikum Basis Data 14 Structure Query Language 2 Pokok Bahasan : - DDL create table - DDL alter table - DDL drop table - DML insert - DML update - DML delete Tujuan : - Mahasiswa dapat menerapkan perintah

Lebih terperinci

BAB-II OPERASI TABEL

BAB-II OPERASI TABEL BAB-II OPERASI TABEL 2.1. Modifikasi Tabel Terkadang Anda perlu mengatur field yang sudah ditempatkan pada tabel, kemudian suatu saat struktur tabel tersebut ingin kita rubah, misalnya mengganti field,

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM BASIS DATA

LAPORAN PRAKTIKUM BASIS DATA LAPORAN PRAKTIKUM BASIS DATA SQL-DDL (Data Definition Language) NAMA : MIFTAHUL KHAIR.N KELAS/JURUSAN : 2B TKJ TEKNIK ELEKTRO NIM : 42514043 Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan Jurusan Teknik Elektro

Lebih terperinci

Basis Data. DDL & Aturan Referential

Basis Data. DDL & Aturan Referential Basis Data DDL & Aturan Referential Tipe Data Untuk setiap kolom/field yang terdapat pada sebuah tabel, harus ditentukan pula tipe datanya yang menentukan jangkauan nilai yang bisa diisikan Masing-masing

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI TRIGGER, STORED PROCEDURE, FUNCTION DAN VIEW PADA MYSQL DALAM PERANCANGAN SYSTEM INVENTORY CAFFE BOULEVARD JAYAPURA

IMPLEMENTASI TRIGGER, STORED PROCEDURE, FUNCTION DAN VIEW PADA MYSQL DALAM PERANCANGAN SYSTEM INVENTORY CAFFE BOULEVARD JAYAPURA IMPLEMENTASI TRIGGER, STORED PROCEDURE, FUNCTION DAN VIEW PADA MYSQL DALAM PERANCANGAN SYSTEM INVENTORY CAFFE BOULEVARD JAYAPURA DOSEN MATAKULIAH SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA Dr. KHAMAMI HERUSUSANTO DISUSUN

Lebih terperinci

Database Management System. Program yang memungkinkan item-item dalam suatu database disusun, diolah dan diperbaharui

Database Management System. Program yang memungkinkan item-item dalam suatu database disusun, diolah dan diperbaharui Database Management Database Management System Program yang memungkinkan item-item dalam suatu database disusun, diolah dan diperbaharui Database Management System Pada thn 1970, IBM menciptakan bahasa

Lebih terperinci

Konsep Dasar. Relatsional dan RDBMS User dan Schema Database Membuat Tabel dan Mendefinisikan Constraint Input Data ke dalam Tabel

Konsep Dasar. Relatsional dan RDBMS User dan Schema Database Membuat Tabel dan Mendefinisikan Constraint Input Data ke dalam Tabel Konsep Dasar Relatsional dan RDBMS User dan Schema Database Membuat Tabel dan Mendefinisikan Constraint Input Data ke dalam Tabel Halaman 1 dari 12 Relasional Database dan RDBMS Sebelum membahas berbagai

Lebih terperinci

Karena VIEW dibentuk tanpa mencantumkan nama kolom baru, maka v1 mewarisi kolom yang yang dipilih pada tabel mahasiswa_xxx.

Karena VIEW dibentuk tanpa mencantumkan nama kolom baru, maka v1 mewarisi kolom yang yang dipilih pada tabel mahasiswa_xxx. Praktikum 5 VIEW DAN INDEX Tujuan : Praktikan mampu memahami view dan index. Alat dan Bahan : 1. Buku literatur mengenai sistem database, terutama yang menggunakan DBMS SQL Server 2000, khususnya mengenai

Lebih terperinci

TUGAS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA

TUGAS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA TUGAS PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA Di susun Oleh : Nama = Ridwan Abdulah NIM = 12131279 Kelas = TI.B Malam Dosen : Wahyu widodo, S. Kom PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA STMIK EL-RAHMA YOGYAKARTA TUGAS 1.

Lebih terperinci

TUJUAN. Memahami Koneksi dan Pemrosesan Basis Data di Java Memahami JDBC Menggunakan MySQL pada program Java

TUJUAN. Memahami Koneksi dan Pemrosesan Basis Data di Java Memahami JDBC Menggunakan MySQL pada program Java TUJUAN Memahami Koneksi dan Pemrosesan Basis Data di Java Memahami JDBC Menggunakan MySQL pada program Java 2 TODAY S MENU Pengenalan library JDBC Diagram pengaksesan database melalui JDBC Step-by-step

Lebih terperinci

SQL. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

SQL. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom SQL Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Show Berfungsi untuk melihat list/daftar dari database atau tabel yang sudah dibuat Untuk melihat daftar database yang sudah dibuat SHOW databases; Untuk melihat

Lebih terperinci

Syntax Syntax SQL. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut : 1. DDL (Definition Data Language) a. CREATE

Syntax Syntax SQL. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut : 1. DDL (Definition Data Language) a. CREATE Syntax Syntax SQL Syntaks SQL terdiri dari DDL (Definition Data Language) dan DML (Data Manipulation Language). DDL merupakan bahasa yang mendefinisikan atau menjelaskan tentang data yang digunakan. Sedangkan

Lebih terperinci

DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL) PENGENALAN SQL DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL) Pendahuluan Membuat Tabel CREATE TABLE adalah salah satu perintah SQL yang digunakan untuk membuat sebuah tabel dengan menentukan tipe masing-masing elemen

Lebih terperinci

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS Materi 1. Era Informasi 2. Strategi dan Peluang Yang Kompetitif 3. Database dan Database Warehouse 4. Desain Database 5. Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas 6. E-Commerce DESAIN DATABASE Pertemuan

Lebih terperinci

Modul 6 Function dan Trigger

Modul 6 Function dan Trigger Modul 6 Function dan Trigger 1.1 Tujuan a. Mahasiswa dapat mengenal Sintak SQL Lanjut b. Mahasiswa dapat mengoperasikan Sintak SQL Lanjut 1.2 Materi a. SQL b. Tabel 1.3 Alat dan Bahan a. sqlyog b. XAMPP

Lebih terperinci

MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML

MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML PENGENALAN MYSQL MySQL merupakan salah satu DBMS yang bersifat freeware, sehingga menjadi popular dikalangan pengguna database. Selain karena Free MySQL juga merupakan

Lebih terperinci

DATA DEFINITION LANGUAGES (DDL)

DATA DEFINITION LANGUAGES (DDL) PENGENALAN SQL DATA DEFINITION LANGUAGES (DDL) Pendahuluan DDL adalah sebuah bahasa SQL yang digunakan untuk mendefinisikan data dan obyek pada database. Berikut ini sintaks-sintaks yang termasuk dalam

Lebih terperinci

KETIKKAN QUERY DI SINI

KETIKKAN QUERY DI SINI PENGENALAN QUERY ANALYZER Dalam praktikum kali ini, kita menggunakan program MS SQL Server 2000. Untuk menjalankan perintah SQL kita akan menggunakan Query Analyzer yang telah disediakan oleh SQL Server

Lebih terperinci

By Mrs Imana Malia Kondou, S.T. missimanakondou.wordpress.com

By Mrs Imana Malia Kondou, S.T. missimanakondou.wordpress.com Pengantar SQL By Mrs Imana Malia Kondou, S.T. 1 Tujuan Mahasiswa memahami konsep dasar SQL 2 Pokok k Bahasan Statemen Macam-macam macam perintah SQL DDL DML 3 Mengapa SQL? SQL mrpk very-high-level language.

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA Pertemuan 11 Structure Query Language DDL - DML

SISTEM BASIS DATA Pertemuan 11 Structure Query Language DDL - DML SISTEM BASIS DATA Pertemuan 11 Structure Query Language DDL - DML TUJUAN Agar Mahasiswa dapat membuat tabel dengan menggunakan sintax SQL Agar Mahasiswa dapat mengisi tabel dengan menggunakan sintax SQL

Lebih terperinci

Otodidak. MySQL untuk Pemula

Otodidak. MySQL untuk Pemula Otodidak MySQL untuk Pemula Otodidak MySQL untuk Pemula Jubilee Enterprise PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Otodidak MySQL untuk Pemula Jubilee Enterprise 2017, PT Elex Media Komputindo, Jakarta Hak cipta

Lebih terperinci

PERTEMUAN 10 PEMBUATAN TABEL

PERTEMUAN 10 PEMBUATAN TABEL PERTEMUAN 10 PEMBUATAN TABEL Tujuan Pembelajaran : Memahami object utama dari database Membuat table Memahami tipe data yang digunakan pada saat pendefinisian kolom pada table Merubah definisi table Drop,

Lebih terperinci

Kontrak Kuliah. Dasar-dasar MySQL. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Kontrak Kuliah. Dasar-dasar MySQL. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Kontrak Kuliah Dasar-dasar MySQL Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Tipe Data Tipe data numerik Tipe Data Keterangan Ukuran Integer atau int Signed value : -2147683648 hingga 2147683648 4byte Decimal Nilai tergantung

Lebih terperinci

Oracle Academic Initiative

Oracle Academic Initiative Oracle Academic Initiative Oracle9i Introduction to SQL Oleh: Tessy Badriyah, SKom.MT Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya BAB 11 : Constraint Halaman : 11-0

Lebih terperinci

KapitaSelekta. (KBKI82127, 2 sks) Materi : Pengenalan MySQL

KapitaSelekta. (KBKI82127, 2 sks) Materi : Pengenalan MySQL KapitaSelekta KapitaSelekta (KBKI82127, 2 sks) Materi : Pengenalan MySQL Mohon Perhatian TUGAS DIKUMPULKAN PROGRAM AKAN DIPERIKSA DI KOMPUTER MASING- MASING Sub Materi : 1. Pengenalan MySQL (Part-1) 1.

Lebih terperinci

Modul 3. Oleh : Mohammad Sholikin. 1

Modul 3. Oleh : Mohammad Sholikin.  1 Modul 3 Oleh : Mohammad Sholikin http://sholikins.wordpress.com 1 SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara

Lebih terperinci

MODUL 2 PENGENALAN DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL) & DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)

MODUL 2 PENGENALAN DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL) & DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) MODUL 2 PENGENALAN DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL) & DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan dapat mengetahui pengertian SQL. 2. Praktikan dapat mengetahui klasifikasi SQL. 3. Praktikan

Lebih terperinci

MODUL I PENGENALAN MYSQL

MODUL I PENGENALAN MYSQL MODUL I PENGENALAN MYSQL A. TUJUAN Mengenal DBMS MySQL dan penggunaannya untuk pengelolaan basis data. Mampu memanfaatkan command-line (client) MySQL. Memahami operasi-operasi DDL dan DML di MySQL B. PETUNJUK

Lebih terperinci

Untuk mengakses MySQL dengan mode text dari Console (Command Prompt = Microsoft Windows), dapat dilakukan dengan cara : 1.

Untuk mengakses MySQL dengan mode text dari Console (Command Prompt = Microsoft Windows), dapat dilakukan dengan cara : 1. P - 3 Bab 2 : SQL 3.1 Tujuan Mahasiswa mengetahui & memahami mengenai aplikasi server MySQL, akses terhadap MySQL, Client MySQL, tipe data dan operasi DDL pada SQL. 3.2 Materi 1. Aplikasi Server MySQL

Lebih terperinci

TRIGGER. Tujuan Mata Kuliah. Tools yang digunakan. Sesi7 : TRIGGER. Praktikum Pemrograman Client Server Database Hadi Kusumah, S.T.

TRIGGER. Tujuan Mata Kuliah. Tools yang digunakan. Sesi7 : TRIGGER. Praktikum Pemrograman Client Server Database Hadi Kusumah, S.T. TRIGGER Trigger o o o o Create Trigger Alter Trigger Drop Trigger Update() Tujuan Mata Kuliah Mahasiswa dapat membuat Trigger dan mengimplementasikannya pada transaksi Tools yang digunakan SqlCmd SQL Server

Lebih terperinci

DATA DEFINITION LANGUAGE

DATA DEFINITION LANGUAGE DATA DEFINITION LANGUAGE PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011 Memulai MySQL MySQL yang akan kita gunakan dalam praktikum ini telah tersedia dalam paket XAMPP (X- Apache- MySQL-PHP-Perl) di komputer

Lebih terperinci

BERMAIN DATA DENGAN SQL SERVER

BERMAIN DATA DENGAN SQL SERVER BERMAIN DATA DENGAN SQL SERVER BERKENALAN DENGAN SQL SERVER DBMS merupakan suatu sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna komputer untuk membuat, memelihara, mengontrol, serta mengakses data pada

Lebih terperinci

_basis_data. 10 rows in set (0.24 sec)

_basis_data. 10 rows in set (0.24 sec) 10 rows in set (0.24 sec) MariaDB [(none)]> use kbm_disekolah Database changed MariaDB [kbm_disekolah]> create table( -> nip int (16) not null primary key -> nama char (40), -> jenis_kelamin; ERROR 1064

Lebih terperinci

Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database

Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database Karunia Suci Lestari [email protected] :: http://ksucilestari97.wordpress.com Abstrak Setelah artikel sebelumnya membahas

Lebih terperinci

MySQL Full-Text Searching

MySQL Full-Text Searching MySQL Full-Text Searching Didik Setiawan [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

Lebih terperinci

CONSTRAINT clients_client_num_pk PRIMARY KEY (client_number));

CONSTRAINT clients_client_num_pk PRIMARY KEY (client_number)); Five types of constraints exist within an Oracle database. Each type enforces a different rule. The types are: NOT NULL constraints UNIQUE constraints PRIMARY KEY constraints FOREIGN KEY constraints CHECK

Lebih terperinci