PENGANTAR PSIKOLOGI ISLAM
|
|
|
- Yenny Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGANTAR PSIKOLOGI ISLAM Oleh : Ema Yudiani * Abstrak : Tulisan ini memaparkan sekilas menganai sejarah pekembangan psikologi islam yang penjelasannya dimulai dengan menceritakan sejarah psikologi kontemporer. Selanjutnya juga dijelaskan alasan-alasan munculnya psikologi islam, definisi dan ruang lingkup psikologi islam, serta metodemetode yang dapat digunakan untuk pengembangan keilmuan psikologi islam. dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat memicu para ilmuan psikologi untuk mengembangkan psikologi islam sebagai sebuah ilmu yang establish seperti psikologi kontemporer. Kata kunci : Sejarah, Psikologi Kontemporer, Psikologi Islam I. SEJARAH A. Psikologi Kontemporer 1. Periode Spekulatif. Pada Periode ini psikologi didefinisikan sebagai studi tentang jiwa (psyche) yang membahas kesadaran den proses mental yang berkaitan dengan jiwa. Tokoh : Plato ( SM), Aristoteles ( SM) Metode : Filsafat Pada periode ini psikologi bernuansa filosofis, sebab penekanannya adalah pada konsep jiwa. Ilmuan psikologi disini berperan untuk merumuskan hakikat jiwa yang proses penggaliannya didasarkan pada pendekatan spekulatif. Psikologi seakan-akan masih menjadi bagian dari disiplin * Dosen Tetap Fakultas ushuluddin dan Pemikiran Islam IAIN Raden Fatah Palembang filsafat, yang salah satu cabang kajiannya adalah membahas hakikat jiwa. 2. Periode Pemisahan dari Filsafat. Pada periode ini psikologi didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental seperti pikiran, perhatian, persepsi, intelegensi, intelegensi, kemauan dan ingatan. Tokoh : William Wund ( ) Metode : Instrospeksi Pada periode ini dicoba untuk memisahkan psikologi dari filsafat, dimana psikologi memfokuskan kajiannya pada kehidupan mental, seperti pikiran, perhatian, persepsi, intelegensi, kemauan dan ingatan. Namun pemisahan ini masih belum sempurna, sehingga masih ada percampuran antara filsafat dengan psikologi. 3. Periode Empiris & Eksperimental. Pada periode ini psikologi didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang perilaku organism, seperti perilaku kucing terhadap tikus, perilaku manusia terhadap sesamanya dan sebagainya. Tokoh : Jhon Watson ( ), Sigmund Freud ( ), Ivan Pavlov ( ) dan ( ) Metode: Eksperimen Definisi yang dianut pada periode inilah yang bertahan hingga hari ini, dimana psikologi sudah berupa suatu ilmu yang mandiri dan terpisah sama sekali dari filsafat. Fokus kajian psikologipun beralih dari yang awalnya membahas hakikat jiwa dan kehidupan mental menjadi gejala-gejala jiwa yang diketahui melalui mengkaji perilaku saja. B. Psikologi Islam 1. Periode Klasik Psikologi Islam sebenarnya telah dimulai sejak Islam ada, sejak jaman Nabi Muhammad SAW masih hidup. Namun pada perkembangannya kajian mengenai jiwa (nafs) terpecah menjadi dua kelompok utama: a. Kelompok pertama, periode ini berlangsung dari zaman kenabian hingga Daulah Umayyah, mereka adalah generasi
2 ulama awal yang membahas jiwa (nafs) semata-semata bersumber dari Al-Qur an dan hadist. Selanjutnya kajian kelompok ini berkembang menjadi Ilmu kalam dan tasauf. Salah seorang tokoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Imam Ghazali. b. Kelompok kedua muncul pada periode kekuasan Daulah Abbasyyiah, mereka melakukan gerakan penterjemahan, mengomentari, memperkaya filsafat Yunani. Selain Al- Qur an dan Hadhist, kelompok ini juga memanfaatkan filsafat yunani yang telah direvitalisasi sebagai landasan mengkaji jiwa. Salah seorang tokoh yang mewakili mereka adalah adalah Ibnu Rusyd. Selanjutnya kajian mereka berkembang menjadi filsafat Islam. Jadi, dalam kurun waktu kurang lebih 7 (tujuh) abad, dalam dunia Islam, jiwa dibahas dalam kajian yang bersifat sufistik dan filosofis. Setelah dunia Islam meredup dan digantikan oleh dominannya budaya sekuler barat, kajian jiwa secara Islamipun mengalami kemunduruan, sementara itu kajian psikologi kontemporer berkembang pesat hingga sekarang. 2. Periode Modern Berawal sejak tahun 1950-an di Amerika muncul gerakan Psikologi Islam. Gerakan ini muncul karena dorongan adanya tuntutan nyata untuk mengatasi krisis yang dihadapi umat manusia. Gerakan ini terus berlanjut dan psikologi Islam terus mendapatkan perhatian hingga pada tahun 1978 diadakan Symposium on Pshichology and Islam di Riyadh, Arab Saudi. Bahkan, the International Institute of Islamic Thought (ITT), yang merupakan sebuah lembaga kajian yang berpusat di Washington Amerika yang mengkhususkan diri dalam Islamisasi ilmu, dalam konfrensinya di Pakistan pada tahun 1985 secara khusus merekomendasikan untuk menggali gagasan-gagasan psikologi yang terkandung dalam Al-Qur an. Di Indonesia, perhatian pada psikologi Islam juga dapat ditandai dengan terbitnya jurnal Pemikiran Psikologi Islam KALAM di Universitas Gajah Mada, Simposium Nasional Psikologi Islami di Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996). Diterbitkannya sejumlah buku yang bernuansa psikologi Islam serta dilakukan dan dilaporkannya beberapa penelitian bertema psikologi Islam. Dibukanya fakultas dan jurusan psikologi di lingkungan IAIN dan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta. II. KENAPA HARUS ADA PSIKOLOGI ISLAM? A. Psikologi kontemporer dalam perkembangannya dianggap mengalami distorsi yang fundamental, psikologi yang seharusnya membicarakan konsep jiwa, namun ternyata tidak mau tahu dengan hakikat jiwa. Serta keberatan akan praktek melandaskan kajian perilaku manusia pada hasil penelitian terhadap perilaku hewan, sehingga seolah-olah psikologi mempelajari yang tidak berjiwa (Mudjib & Muzakir, 2002). B. Ketidak puasan akan teori-teori psikologi kontemporer (Hartati dkk, 2004) dan kesadaran ilmuan psikologis muslim bahwa ketika mereka mengkaji psikologi, mereka merasa sebagai seorang muslim yang berprofesi sebagai ilmuan psikologi, bukan seorang ilmuan psikologi yang kebetulan beragama Islam. Sehingga pandangan psikologipun akhirnya dipandang dengan kritis terutama yang berhubungan dengan pandangan aliran behaviourisme dan psikoanalisa karena hakikat kedua aliaran ini dianggap merendahkan derajat manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi (Prof. Zakiah Daradjat dalam Mubarok, 2002) dan aliran humanisme justru dianggap terlalu memandang manusia terlalu sempurna sehingga seolah-olah bisa bermain-main sebagai Tuhan (play a god), sebagai penentu tunggal akan kehidupannya. C. Latar belakang kebudayaan dan karakteristik masyarakat dianggap penting untuk dipertimbangkan. Teori yang dikembangkan di suatu daerah dengan budaya serta karakteristik masyarakat tertentu kadangkala tidak sesuai untuk diaplikasikan di daerah lain dengan karakteristik masyarakat dan budaya yang berbeda (cultural effect/bias). Psikologi kontemporer yang umumnya dibangun oleh ilmuan psikologi Amerika dan Eropa Barat dianggap kurang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang berlandaskan kebudayaan timur dan sebagian besar juga muslim. Alasan ini
3 jugalah yang menyebabkan Rusia menolak menggunakan ilmu psikologi kontemporer dan lebih memilih untuk mengembangkan ilmu psikologi sendiri dengan penelitian-penelitian mereka sendiri sebagaimana yang telah dirintis oleh Ivan Pavlov di masa lalu. Karena alasan-alasan diatas akhirnya banyaklah ilmuan psikologi muslim yang tergerak untuk mengembangkan psikologi alternatif sebagai aliran baru dalam dunia psikologi, yaitu psikologi Islam. Mereka meyakini bahwa islam telah memberikan pedoman yang lengkap dan sempurna bagi manusia, termasuk untuk urusan psikologis. III. APA ITU PSIKOLOGI ISLAM? A. Definisi Berikut beberapa alternatif definisi tentang psikologi islam/i (Prof Zakiah Daradjat dalam Mubarak, 2002) : 1. Psikologi Islam adalah ilmu yang berbicara tentang manusia, terutama kepribadian manusia yang bersifat filsafat, teori, metodologi dan pendekatan problem dengan didasari sumbersumber formal Islam (Al-Qur an dan Hadist), akal, indera dan intuisi. 2. Psikologi Islami merupakan konsep psikologi modern yang telah mengalami filterisasi dan di dalamnya terdapat wawasan Islam. 3. Psikologi Islami ialah perspektif Islam terhadap psikologi modern dengan membuang konsep-konsep yang tidak sesuai atau bertentangan dengan Islam. 4. Psikologi Islami adalah ilmu tentang manusia yang kerangka konsepnya benar-benar dibangun dengan semangat Islam dan berdasarkan sumber formal (Al-Qur an dan Hadist), yang dibangun dengan memnuhi syarat-syarat ilmiah. 5. Psikologi Islam adalah corak psikologi berlandaskan citra manusia menurut ajaran Islam, yang mempelajari keunikan dan pola perilaku manusia sebagai ungkapan interaksi dengan diri sendiri, lingkungan sekitar dan alam keruhanian, dengan tujuan meningkatkan kesehatan mental dan kualitas keberagamaan. Sementara itu, Mujib & Muzakir (2002) menawarkan definisi sebagai berikut: Kajian islam yang berhubungan dengan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia, agar secara sadar ia dapat membentuk kualitas diri yang lebih sempurna dan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat Definisi yang diajukan di atas mengandung tiga unsur pokok; 1. Bahwa psikologi merupakan salah satu dari kajian-kajian masalahmasalah keislaman. Ia memiliki kedudukan yang sama dengan disiplin ilmu yang lain, seperti Ekonomi Islam, Politik Islam, Sosiologi Islam, dan lain-lain. Penempatan kata Islam berarti corak, cara pandang, pola pikir, paradigma atau aliran. Artinya, psikologi yang dibangun bercorak atau memiliki pola piker sebagaimana yang berlaku pada tradisi keilmuan dalam islam, sehingga dapat membentuk aliran tersendiri yang unik dan berbeda dengan psikologi kontemporer pada umumnya, yang terikat pada kerangka ontologi (hakikat jiwa), epistimologi (bagaimana cara mempelajari jiwa), dan aksiologi (tujuan mempelajari jiwa) dalam islam. 2. Bahwa psikologi Islam membicarakan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia, tidak hanya mengkaji perilaku kejiwaan, Psikologi Islam juga membicarakan apa hakikat jiwa sesungguhnya. 3. Bahwa Psikologi Islam bukanlah ilmu yang netral etik (terlepas dari etika) melainkan sarat akan nilai etik. Karena tujuan hakiki Psikologi Islam adalah merangsang kesadaran diri agar mampu membentuk kualitas diri yang lebih sempurna untuk mendapatkan kebahagian hidup di dunia dan di akhirat. B. Ruang Lingkup Menurut Prof. Zakiah Daradjat, yang membedakan psikologi kontemporer dengan Psikologi Islam adalah dalam rumusan konsep manusia dan dalam pendekatannya. Psikologi kontemporer semata-mata menggunakan kemampuan intelektual untuk menemukan dan mengungkapkan asas-asas kejiwaan, sementara psikologi Islam mendekatinya dengan memfungsikan akal dan keimanan sekaligus
4 Lebih lanjut menurut beliau, jika ruang lingkup psikologi kontemporer terbatas pada tiga dimensi, yaitu; dimensi fisik-biologi, dimensi kejiwaan dan sosiokultural. Sementara itu Psikologi Islam juga mencakup dimensi kerohanian, dimensi spiritual, suatu wilayah yang menjadi pantangan dan tidak pernah disentuh oleh psikologi kontemporer karena perbedaan landasan. Disinilah psikologi Islam akan bertemu dengan tasawuf nantinya. C. Metode Sebagaimana perbedaan pengkajian jiwa dimasa kejayaan Islam seperti yang telah diterangkan diatas, dalam membangun Psikologi Islampun sikap para pengembang terhadap pengembangan Psikologi Islam terpecah menjadi dua kelompok besar yaitu: 1. Kelompok yang berusaha mengangkat pesan besar Allah kedalam pemikiran psikologi, dalam artian bahwa mereka bercita-cita untuk membangun Psikologi Islam benar-benar dari Al-Qur an dan Hadist maupun penafsiran ulama tentang kedua sumber tersebut. Mereka memiliki alasan yang kuat, menurut mereka tidak ada satupun persoalan yang terlepas dari ajaran Islam, jadi semua urusan dan persoalan haruslah berpulang kepada dua pusaka yang dipertaruhkan oleh Rasulullah SAW yaitu Al-Qur an dan Sunnah. 2. Kelompok yang menghendaki keterbukaan terhadap pandangan hidup dan kehidupan non-muslim. Kelompok ini berusaha untuk mengadopsi konsep-konsep psikologi non-islami ke dalam pemikiran Psikologi Islam. Kelompok ini juga memiliki alasan yang kuat untuk pendiriannya, menurut mereka, bahkan Rasulullah SAW pun berkata bahwa: Hikmah (ilmu, pemahaman, kebijaksanaan) itu merupakan barang yang hilang, jika ditemukan darimana saja datangnya maka ia berhak memilikinya. Mereka melandaskan legalitas pendekatan pengadopsian pemikiran psikologi non-islami, dengan catatan bahwa pemikiran yang diadopsi tersebut mengandung kebenaran. Terdapat beberapa alternatif metode yang bisa digunakan untuk membangun Psikologi Islam yaitu (Mujib & Mudzakir, 2002): 1. Metode Pragmatis adalah metode pengkajian dan pengembangan psikologi Islam yang lebih mengutamakan aspek praktis dan kegunaannya. Maksudnya, bangunan psikologi Islam dapat diadopsi dan ditransformasi dari kerangka teori-teori psikologi kontemporer yang telah mapan. Teori-teori tersebut dicarikan legalisasi dan justivikasinya dari Al-Qur an dan Hadist. Metode ini akan menghasilkan rumusan yang lazim disebut dengan psikologi Islami, bukan psikologi Islam. Langkah-langkah operasional yang dapat ditempuh dalam metode pragmatis sebagaimana yang ditawarkan Al-Faruqi dalam pengislamisasian ilmu modern: a. Penguasaan disiplin ilmu modern dan penguraian kategoris b. Survai disiplin ilmu pengetahuan c. Penguasaan khazanah islam, sebuah ontologis d. Penguasaan khazanah ilmiah islam, tahap analisis e. Penemuan relevansi Islam yang khas terhadap disiplindisiplin ilmu pengetahuan f. Penilaian kritis terhadap disiplin ilmu modern, tingkat perkembangannya di masa ini. g. Penilaian kritis terhadap khazanah Islam, tingkat perkembangan dewasa ini h. Survai permasalahan yang dihadapi masyarakat Islam i. Survai permasalahan yang dihadapi umat manusia j. Analisis kreatif dan sintetis k. Penuangan kembali disiplin imlu modern ke dalam kerangka Islam l. Penyebarluasan ilmu-ilmu yang telah diislamisasikan. Metode ini menghasilkan 6 pola pendekatan, yaitu a. Pendekatan Similarisasi, yaitu dengan menyamakan begitu saja konsep-konsep sains dengan konsep-konsep yang berasal dari Islam, padahal belum tentu sama. b. Pendekatan paralelisasi, yaitu menganggap parallel konsep yang berasal dari Islam dengan konsep yang berasal dari sains karena kemiripan konotasi, tanpa mengidentikkan keduanya. c. Pendekatan Kontemplementasi, yaitu antara Islam dan sains saling mengisi dan saling memperkuat, tetapi tetap mempertahankan eksistensinya masing-masing.
5 d. Pendekatan komparasi, yaitu membandingkan konsep atau teri sains dengan Islam mengenai gejala-gejala yang sama. e. Pola Induktifikasi, yaitu asumsi-asumsi dasar dan teoriteori ilmiah yang didukung oleh temuan-temuan empirik dilanjutkan pemikirannya secara teoritis abstrak kearah metafisik atau gaib, kemudian dihubungkan dengan prinsip-prinsip Islam. f. Pola Verifikasi, yaitu mengungkap hasil-hasilpenelitian ilmiah yang menunjang dan membuktikan kebenaran ajaran Islam. 2. Metode Idealistik yaitu metode yang lebih mengutamakan penggalian Psikologi Islam dari ajaran Islam sendiri. Metode ini menggunakan pola deduktif dengan cara menggali premis mayor (sebagai postulasi) yang digali dari Al-Qur an dan Hadist. Kosntruksi premis mayor ini dijadikan sebagai kebenaran universal yang dijadikan kerangka acuan penggalian premis minornya. Melalui metode ini terciptalah apa yang disebut dengan psikologi islam (tanpa huruf I yang mengiringi kata Islam Lebih lanjut, Sardar mengajukan kerangka epistimologis dalam penerapan metode ini: a. Didasarkan atas suatu kerangka pedoman mutlak, sebab datangnya dari allah dan rasul-nya b. Bersifat aktif bukan pasif c. Memandang obyektifitas sebagai masalah umum dan bukan masalah khusus (pribadi) d. Sebagian besar bersifat deduktif e. Memadukan pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. f. Memandang pengetahuan bersifat inklusif dan bukan eksklusif, yakni menganggap pengalaman manusia sebagai masalah subyektif yang sama validitasnya dengan evolusi yang bersifat obyektif. g. Menyusun pengalaman subyektif dan mendorong pencarian pengalaman-pengalaman ini, yang dari umat Islam sendiri diperoleh komitmen-komitmen nilai dasar mereka. h. Memadukan konsep-konsep dari tingkatan pengalaman subyektif (mistik-spritual) sehingga konsep-konsep dan kiasan-kiasan yang sesuai dengan satu tingkat tidak harus sesuai dengan tingkatan yang lain. i. Tidak bertentangan dengan pandangan holistik, melainkan menyatu dan manusiawi dari pemahaman dan pengalaman manusia. Dengan demikian epistimologi Islam sesuai dengan pandangan yang lebih menyatu dari perkembangan pribadi dan pertumbuhan intelektual. Metode ini meliputi 3 aspek pendekatan dalam mengembangkan Psikologi Islam, yaitu: a. Pendekatan Skriptualis yaitu pendekatan pengkajian Psikologi Islam yang didasarkan atas teks-teks Al-Qur an ataupun Hadist secara literal. Asumsi filosofisnya dalah bahwa allah SWT menciptakan jiwa manusia, dan Dia pula yang menciptakan hukum-hukum psikologisnya. Prosedur pengkajiannya dapat ditempuh melalui 4 cara, sebagai berikut: 1) Prosedur tematis, yaitu memilih topik-topik tertentu yang berkaitan dengan psikologi, kemudian menginventarisasi ayat-ayat atau beberapa hadist yang berkaitan dengan topik tersebut. Hasil inventarisasi tersebut dicarikan kaitannya agar masing-masing saling menjelaskan, kemudian disistematisasi menurut disiplin psikologis, sehingga didapatkan kesimpulan yang bernuansa psikologis pula. 2) Prosedur analisis, dengan menampilkan ayat-ayat atau hadist yang berkaitan dengan psikologi, kemudian menganalisanya secara psikologis pula, sehingga ditemukan kesimpulan psikologis. 3) Prosedur perbandingan, dengan membandingkan antara ayat satu dengan ayat yang lain, ayat dengan hadist, hadist dengan hadist. Perbandingan ini berkaitan dengan variasi letak kata, jumlah huruf, keterdahuluan, ma rifat dan nakirah, pemilihan huruf, pemilihan kata dan variasi idgom
6 4) Prosedur global, dengan mengemukakan penjelasan mengenai ayat-ayat atau hadist yang berkaitan dengan psikologi, tanpa menganalisisnya secara luas, apalagi menyajikannya secara tematik atau perbandingan. Prosedur ini jarang digunakan karena telah diwakili oleh ketiga prosedur sebelumnya. b. Pendekatan Falsafati adalah pendekatan pengkajian psiikologi Islam yang didasarkan atas prosedur berpikir spekulatif. Prosedur yang dimaksudkan mencakup berpikir sistemik, radikal dan universal, yang ditopang dengan kukuatan akal sehat. c. Pendekatan Sufistik atau Tasawwufi Pendekatan pengkajian Psikologi Islam yang didasarkan pada prosedur intuitif, ilham dan cita-cita. Prosedur yang dimaksudkan dilakukan dengan cara menajamkan struktur kalbu melalui proses penyudian diri. Cara ini dapat membuka hijab (tabir) yang menjadi penghalang antara ilmu-ilmu Allah dengan jiwa manusia, sehingga mereka memperoleh ketersingkapan dan mampu mengungkap hakikat jiwa yang sesungguhnya. William James menyebutkan bahwa setidak-tidaknya terdap 4 karakteristik yang dipahami dalam pendekatan sufistik, yaitu: 1. Lebih mengutamakan aspek-aspek perasaan, sehingga sulit dideskripsikan secara ilmiah, 2. Dalam kondisi neurotik, justru para sufi meyakini dirinya telah mencapai alam hakikat, sehingga mereka memperoleh pengetahuan ilham, 3. Kondisi puncak yang diperoleh bersifat sementara dan mudah sirna, meskipun hal itu menimbulkan kesan dan ingatan yang mendalam dan tak terlupakan, 4. Apa yang diperoleh merupakan anugerah yang tidak bisa diusahakan, sebab pengalaman mistik menggantungkan diri pada kekuatan supernaruta yang menguasainya, 5. Bersifat subyektif. REFERENSI d. Pendekatan Elektis, dengan cara menggabungkan ketiga pendekatan diatas secara bersama-sama tanpa memperhitungkan susunannya, sebab setiap pendekatan memiliki keistimewaan dan kelemahan. Keistimewaan satu pendekatan dapat melengkapi kelemahan pendekatan yang lain. Bastaman, HD Integrasi Psikologi dengan Islam, Menuju Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hartati dkk. 2004, Islam dan Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Mujib, A & Mudzakir, J. 2002, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Mubarok, A Psikologi Dakwah. Jakarta: Penerbit Pustaka Firdaus. Sardar, Z Rekayasa Masa Depan Peradaban Muslim. Bandung: Mizan *****
ISLAMISASI PSIKOLOGI Iin Tri Rahayu
ISLAMISASI PSIKOLOGI Iin Tri Rahayu Abstract. Islamization of psychology, in fact, is the effort to meet between Islamic doctrines and theories of psychology, or an effort how to explain psychological
BAB I PENDAHULUAN. Allah Swt. menciptakan makhluk-nya tidak hanya wujudnya saja, tetapi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah Swt. menciptakan makhluk-nya tidak hanya wujudnya saja, tetapi dilengkapi dengan perangkat lain yang menunjang segala kehidupan makhluk- Nya di muka bumi.
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu usaha yang bisa dilakukan oleh orang dewasa untuk memberi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu usaha yang bisa dilakukan oleh orang dewasa untuk memberi pengaruh dalam rangka mengembangkan potensi manusia menuju kepada kedewasaan diri agar mampu
BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Simpulan 1. Secara Umum Konsep pendidikan yang Islami menurut Mohammad Natsir menjelaskan bahwa asas pendidikan Islam adalah tauhid. Ajaran tauhid manifestasinya
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; Eksistensi spiritualitas guru dalam
204 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; Eksistensi spiritualitas guru dalam perspektif pendidikan Islam adalah aktualisasi
Rekonstruksi Ilmu Pengetahuan Kontemporer
U á Å ÄÄt{ ÜÜt{ÅtÇ ÜÜt{ Å Rekonstruksi Ilmu Pengetahuan Kontemporer Oleh: Sarjuni, S.Ag., M.Hum. 1 Sain Tidak Bebas Nilai (Not Values-Free) 1. Ilmu yang di dalam peradaban Barat diklaim sebagai bebas nilai,
Pendahuluan. Ainol Yaqin. Pertemuan ke-1 M E T O D O L O G I S T U D I I S L A M
M E T O D O L O G I Pertemuan ke-1 S T U D I I S L A M Pendahuluan Ainol Yaqin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kontrak Perkuliahan Pendahuluan Outline Kontrak Perkuliahan
PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN TERHADAP PSIKOLOGI PENDIDIKAN HUMANISTIK
31 Jurnal Sains Psikologi, Jilid 6, Nomor 1, Maret 2017, hlm 31-36 PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN TERHADAP PSIKOLOGI PENDIDIKAN HUMANISTIK Fadhil Hikmawan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada [email protected]
KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT Prof. Dr. Almasdi Syahza,, SE., MP Peneliti Senior Universitas Riau Email : [email protected] [email protected] Website : http://almasdi.staff.unri.ac.id Pengertian
BAB I PENDAHULUAN. Allah menciptakan manusia sebagai satu-satunya makhluk yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah menciptakan manusia sebagai satu-satunya makhluk yang memiliki kesempurnaan lebih dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dalam al-quran, Allah berfirman:
Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.
M.MA., MA. M.MA., MA. 09/01/2016 1 Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common sense) dan dengan ilmu pengetahuan. Ada empat hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat. 1)
BAB V ANALISIS. melupakan sisi non-formal dari pendidikan Islam itu sendiri. Tentu saja ini menjadi
BAB V ANALISIS Adanya sekolah dan madrasah di tanah air sebagai institusi pendidikan Islam, hanyalah akan mempersempit pandangan kita tentang pendidikan Islam itu sendiri. Ini berarti, kita hanya mementingkan
TEORISASI DAN STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM Oleh : Fahrudin
A. Pendahuluan TEORISASI DAN STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM --------------------------------------------------------------------- Oleh : Fahrudin Tujuan agama Islam diturunkan Allah kepada manusia melalui utusan-nya
TEORI BELAJAR KLASIK Oleh : Habibi FKIP Universitas Wiraraja Sumenep
TEORI BELAJAR KLASIK Oleh : Habibi FKIP Universitas Wiraraja Sumenep Teori belajar berkembang dengan pesat setelah psikologi sebagai bidang ilmu terbentuk. Ilmu pengetahuan sendiri benar-benar eksis dengan
BAB I PENDAHULUAN. beragama yaitu penghayatan kepada Tuhan, manusia menjadi memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Agama adalah wahyu yang diturunkan Allah untuk manusia. Fungsi dasar agama adalah memberikan orientasi, motivasi dan membantu manusia untuk mengenal dan menghayati
BAB I PENDAHULUAN. Al-Ghazali (w M) adalah salah satu tokoh pemikir paling populer bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Al-Ghazali (w. 1111 M) adalah salah satu tokoh pemikir paling populer bagi umat Islam hingga saat ini. Montgomerry Watt (Purwanto dalam pengantar Al- Ghazali,
Filsafat Ilmu : Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma, dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan RESENSI BUKU
RESENSI BUKU Judul : Filsafat Ilmu Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma, dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan Penulis : Mohammad Muslih Penerbit : Belukar Yogyakarta Cetakan : I, 2005 Tebal : XI + 269 halaman
F LS L A S F A A F T A T ISL S A L M
FILSAFAT ISLAM Prof. Dr. H. Almasdi Syahza,, SE., MP Peneliti Senior Universitas Riau Email: [email protected]; Website: http://almasdi.unri.ac.id Sumber Ilmu: AL 'ALAQ (1-5) 1. Bacalah dengan (menyebut)
Filsafat Ilmu dan Logika
Filsafat Ilmu dan Logika Modul ke: METODE-METODE FILSAFAT Fakultas Psikologi Masyhar Zainuddin, MA Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pengantar metode filsafat bukanlah metode ketergantungan
Filsafat Ilmu dalam Perspektif Studi Islam Oleh: Maman Suratman
Filsafat Ilmu dalam Perspektif Studi Islam Oleh: Maman Suratman Berbicara mengenai filsafat, yang perlu diketahui terlebih dahulu bahwa filsafat adalah induk dari segala disiplin ilmu pengetahuan yang
BAB V KESIMPULAN. Teosofi Islam dalam tataran yang sederhana sudah muncul sejak abad 9 M.
BAB V KESIMPULAN Teosofi Islam dalam tataran yang sederhana sudah muncul sejak abad 9 M. Dasar-dasar teosofi tumbuh bersamaan dan bercampur dalam perkembangan teoriteori tasawuf; filsafat; dan --dalam
SUMBER-SUMBER DAN NILAI DALAM PERILAKU ETIKA. Week 6
SUMBER-SUMBER DAN NILAI DALAM PERILAKU ETIKA Week 6 Agama Islam menganggap etika sebagai cabang dari Iman, dan ini muncul dari pandangan dunia islam sebagai cara hidup manusia. Istilah etika yang paling
BAB I PENDAHULUAN. alam. Pedoman dalam mengajarkan ajarannya yaitu berupa Al-Qur an. Al-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam mempunyai pedoman ajaran yag sempurna dan rahmat bagi seluruh alam. Pedoman dalam mengajarkan ajarannya yaitu berupa Al-Qur an. Al- Qur an merupakan kitab
FILSAFAT ISLAM SEBAGAI PARADIGMA ISLAMISASI PSIKOLOGI. Muhammad Alim Ihsan. Dosen Jurusan Dakwah STAIN Datokarama Palu
FILSAFAT ISLAM SEBAGAI PARADIGMA ISLAMISASI PSIKOLOGI Muhammad Alim Ihsan Dosen Jurusan Dakwah STAIN Datokarama Palu Abstract Islamic philosophy as a paradigm of Islamic psychology can be grasped as an
EMPAT BELAS ABAD PELAKSANAAN CETAK-BIRU TUHAN
EMPAT BELAS ABAD PELAKSANAAN CETAK-BIRU TUHAN EMPAT BELAS ABAD PELAKSANAAN CETAK-BIRU TUHAN Oleh Nurcholish Madjid Seorang Muslim di mana saja mengatakan bahwa agama sering mendapatkan dukungan yang paling
Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam Modul ke: Pendidikan dan Kompetensi Fakultas PSIKOLOGI Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Dian Febrianingsih, M.S.I Pengantar Islam yang terdiri dari berbagai dimensi ajaran
FILSAFAT ILMUDAN SEJARAH FILSAFAT. H. SyahrialSyarbaini, MA. Modul ke: 05Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
Modul ke: 05Fakultas Dr. PSIKOLOGI FILSAFAT ILMUDAN LOGIKA SEJARAH FILSAFAT H. SyahrialSyarbaini, MA. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id SEJARAH FILSAFAT ; Standar Kompetensi Setelah perkualiahan
SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING. WPK 113 Pengenalan kepada Psikologi Islam
SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING WPK 113 Pengenalan kepada Psikologi Islam Minggu 1 Pensyarah: Ustazah Dr Nek Mah Bte Batri PhD Pendidikan Agama Islam (UMM) PhD Fiqh & Sains Teknologi (UTM) Sinopsis
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keilmuan modern telah berkembang sedemikian rupa di bawah hegemoni paham sekularisme. Akibat sangat lamanya paham ini mendominasi sejarah peradaban modern akibatnya
PENDIDIKAN PANCASILA
PENDIDIKAN PANCASILA Modul ke: Materi Ini Memuat : Fakultas Fikom Wahyudi Pramono, S.Ag. M.Si Program Studi Humas PANCASILA DAN ILMU PENGETAHUAN 2 TM 12 Indikator: 1. Mampu melakukan kajian dalam3 berbagai
MATERI 5 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
MATERI 5 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Dosen : Dr. Muhammad Yusro, MT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA MATERI PERKULIAHAN Mengapa dan bagaimana PAI diajarkan di perguruan tinggi Bagaimana manusia bertuhan
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS. Nuryani, M. IAIN Palopo
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS Nuryani, M. IAIN Palopo Abstrak: Filsafat merupakan sebuah sistem komprehensif dari ide-ide mengenai keadaan yang murni
BAB I PENDAHULUAN. dalam al-qur an dan al-sunah ke dalam diri manusia. Proses tersebut tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Islam adalah proses penanaman nilai Islami yang terdapat dalam al-qur an dan al-sunah ke dalam diri manusia. Proses tersebut tidak pernah menafika
IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM
IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul IPTEK
BAB I PENDAHULUAN. Seorang manusia sebagai bagian dari sebuah komunitas yang. bernama masyarakat, senantiasa terlibat dengan berbagai aktifitas sosial
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seorang manusia sebagai bagian dari sebuah komunitas yang bernama masyarakat, senantiasa terlibat dengan berbagai aktifitas sosial yang berlaku dan berlangsung
MODEL-MODEL PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI ISLAM Bahrun Amiq
MODEL-MODEL PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI ISLAM Bahrun Amiq Abstract Human being is unique being and typical, therefore, when comprehending human being only by using scientific method, it will not be adequate
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. A. Penelitian Terdahulu
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Penelitian Terdahulu Pembahasan masalah nilai etika dalam kaitannya dengan naskah ADK menjadi topik penting yang selalu dibicarakan, karena masalah ini menyangkut
BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Filsafat dan Filsafat Ketuhanan
BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Filsafat dan Filsafat Ketuhanan Filsafat merupakan disiplin ilmu yang terkait dengan masalah kebijaksanaan. Hal yang ideal bagi hidup manusia adalah ketika manusia berpikir
BAB V PENUTUP. merupakan jawaban dari rumusan masalah sebagai berikut: 1. Historisitas Pendidikan Kaum Santri dan kiprah KH. Abdurrahan Wahid (Gus
195 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Sebagai bagian akhir tesis ini, peneliti memberikan kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah sebagai berikut: 1. Historisitas Pendidikan Kaum Santri dan kiprah
BAB I PENDAHULUAN. sampai pada periode modern, mengalami pasang surut antara kemajuan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perjalanan umat Islam dari periode Nabi Muhammad Saw. diutus sampai pada periode modern, mengalami pasang surut antara kemajuan dan kemunduran yang dialami
Pentingnya Kaderisasi Intelektual dalam Usaha Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Pentingnya Kaderisasi Intelektual dalam Usaha Islamisasi Ilmu Pengetahuan Perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat didorong oleh kualitas pendidikan manusia. Ilmu pengetahuan memang bersifat objektif
FILSAFAT PENDIDIKAN. Dosen: Rukiyati, M. Hum Jurusan FSP-FIP UNY Telp
FILSAFAT PENDIDIKAN Dosen: Rukiyati, M. Hum Jurusan FSP-FIP UNY Telp. 0274 870194 Pengertian Filsafat Pendidikan Pengertian Filsafat Berasal dari kata Philos, philore (cinta) dan sophos atau sophia (kebajikan,
BAB I PENDAHULUAN. Organisasi merupakan struktur koordinasi terencana yang formal, yang melibatkan
15 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Organisasi merupakan struktur koordinasi terencana yang formal, yang melibatkan dua orang atau lebih, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
BAB I PENDAHULUAN. terlepas dari kondisi sosial kultural masyarakat. Pendidikan memiliki tugas
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan memiliki peran yang penting dalam suatu negara yakni sebagai saran untuk menciptakan manusia yang unggul. Pendidikan tidak bisa terlepas dari kondisi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. seluruh umat Muslim di dunia. Dalam ibadah yang disyariatkan Allah kepada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mendirikan shalat merupakan suatu ibadah yang wajib dilakukan bagi seluruh umat Muslim di dunia. Dalam ibadah yang disyariatkan Allah kepada manusia tersebut,
PARADIGMA PEMIKIRAN ISLAM
PARADIGMA PEMIKIRAN ISLAM Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Konsep Paradigma Istilah paradigma secara harfiah dapat berarti (general pattern atau model (Oxford Advanced Learner s Dictionaries). Paradigma juga dapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. menurut Muhammad Abduh dan Muhammad Quthb serta implikasinya
14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai perbandingan konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Abduh dan Muhammad Quthb serta implikasinya terhadap pendidikan
maupun perbuatan- perbuatan-nya Nya.
ILMU TAUHID / ILMU KALAM Ilmu Tauhid sering disebut juga dengan istilah Ilmu Kalam, Ilmu 'Aqaid, Ilmu Ushuluddin, dan Teologi Islam. Menurut bahasa (etimologis) kata "tauhid" merupakan bentuk masdar yang
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL A. Konsep Manusia Dalam Berbagai Sudut Pandang Pencarian makna dan hakekat manusia dilakukan melalui berbagai pendekatan. Para filosuf memahami manusia
BAB V PENUTUP. tesis ini yang berjudul: Konsep Berpikir Multidimensional Musa Asy arie. dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam, sebagai berikut:
254 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penulis menganggap bahwa, makna tidak selalu merujuk pada kesimpulan-kesimpulan yang dibuat. Namun demikian, kesimpulan menjadi sebuah prasyarat penting dari sebuah penulisan
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME oleh : Drs. IBNU UBAIDILAH, MA STKIP BINA MUTIARA SUKABUMI PENGERTIAN Pengertian secara Etimologi Istilah perenialisme berasal dari bahasa latin, yaitu dari akar
MATERI PERTEMUAN II. Kerangka Dasar Agama Islam Dan Ajaran Hukum Islam (Bagian Pertama)
MATERI PERTEMUAN II Kerangka Dasar Agama Islam Dan Ajaran Hukum Islam (Bagian Pertama) Tujuan Instruksional Umum: Agar mahasiswa memahami Kerangka dasar Agama Islam dan Hukum Islam serta keterkaitan keduanya
BAB I PENDAHULUAN. Ibid hlm. 43
BAB I PENDAHULUAN Setiap penelitian akan di latar belakangi dengan adanya permasalahan yang Akan dikaji. Dalam penelitian ini ada permasalahan yang dikaji yaitu tentang Efektivitas Tokoh Agama dalam Membentuk
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. pemikiran si peneliti karena menentukan penetapan variabel. Berdasarkan Kamus Besar
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Konsep adalah unsur penelitian yang amat mendasar dan menentukan arah pemikiran si peneliti karena menentukan penetapan variabel. Berdasarkan
TUGAS FILSAFAT ILMU ILMU PENGETAHUAN, FILSAFAT, AGAMA MENEMUKAN LANDASAN UNTUK KE DEPAN DI SUSUN OLEH: 1. FRIDZ EZZA ABIGAIL KETUA
TUGAS FILSAFAT ILMU ILMU PENGETAHUAN, FILSAFAT, AGAMA MENEMUKAN LANDASAN UNTUK KE DEPAN DI SUSUN OLEH: 1. FRIDZ EZZA ABIGAIL 071211133053 KETUA 2. MAS ULA 071211132008 SEKRETARIS 3. VINANDA KARINA D. P
BAB 1 PENDAHULUAN. diharapkan, sebaliknya jika pendidikan tidak berfungsi optimal, maka tidak akan. tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bahkan tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan hidup manusia. Jadi, kebutuhan manusia
BAB V PENUTUP. Pada bagian terakhir ini penulis berusaha untuk menyimpulkan dari
BAB V PENUTUP Pada bagian terakhir ini penulis berusaha untuk menyimpulkan dari berbagai permasalahan yang telah diuraikan secara panjang lebar, guna untuk mempermudah dalam memahami isi yang terkandung
HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM. Oleh: Hambali ABSTRAK
HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Oleh: Hambali ABSTRAK Manusia adalah makhluk yang sangat penting, karena dilengkapi dengan pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan
HAND OUT 9, 10, 11 BERBAGAI ALIRAN DAN TEORI TENTANG ETIKA
HAND OUT 9, 10, 11 BERBAGAI ALIRAN DAN TEORI TENTANG ETIKA 2. Kaitan Nilai, Moral dan Etika A. Pengertian 1. Akhlaq berasal dari Bahasa Arab, jama Khuluqun (Budi Pekerti, Perangai, Tingkah Laku Atau tabiat)
TRANSFORMASI IAIN MENUJU UIN RADEN FATAH PALEMBANG
KETUA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TRANSFORMASI IAIN MENUJU UIN RADEN FATAH PALEMBANG Disampaikan pada: Pelantikan Ikatan Alumni IAIN Raden Fatah (IKARAFAH) Palembang dan Diskusi Transformasi
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DI AS
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DI AS 1. PROGRESSIVISME a. Pandangan Ontologi Kenyataan alam semesta adalah kenyataan dalam kehidupan manusia. Pengalaman adalah kunci pengertian manusia atas segala sesuatu,
BAB I PENDAHULUAN. mengajar dengan materi-materi kajian yang terdiri dari ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Madrasah berasal dari bahasa Arab yaitu Madrasah yang artinya tempat untuk belajar atau sistem pendidikan klasikal yang didalamnya berlangsung proses belajar
Sek Se i k las tentang te filsafat Hendri Koeswara
Sekilas tentang filsafat Hendri Koeswara Pengertian ilmu filsafat 1. Etimologi Falsafah (arab),philosophy (inggris), berasal dari bahasa yunani philo-sophia, philein:cinta(love) dan sophia: kebijaksanaan(wisdom)
TANTANGAN FILSAFAT ILMU DALAM PERKEMBANGAN GEOGRAFI YULI IFANA SARI
TANTANGAN FILSAFAT ILMU DALAM PERKEMBANGAN GEOGRAFI YULI IFANA SARI RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana peranan filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan? 2. Bagaimana perkembangan ilmu geografi? 3. Apa
BAB 1 PENDAHULUAN. Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan, Terj. Rahmani Astuti, dkk, (Bandung: Mizan, 2002), hlm. 3.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memiliki anak dengan kecerdasan intelektual tinggi merupakan dambaan bagi setiap orang tua, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan prestasi intelektual
BAB I PENDAHULUAN. Hijriyah atau pada abad ke tujuh Masehi. Ketika itu, berbagai agama dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Objek Ajaran Islam pertama kali masuk di Nusantara yaitu sejak abad pertama Hijriyah atau pada abad ke tujuh Masehi. Ketika itu, berbagai agama
BAB IV ANALISIS PROBLEMATIKA PENGAJIAN TAFSIR AL-QUR AN DAN UPAYA PEMECAHANNYA DI DESA JATIMULYA KEC. SURADADI KAB. TEGAL
86 BAB IV ANALISIS PROBLEMATIKA PENGAJIAN TAFSIR AL-QUR AN DAN UPAYA PEMECAHANNYA DI DESA JATIMULYA KEC. SURADADI KAB. TEGAL 4.1. Analisis Pelaksanaan Pengajian Tafsir Al-Qur an di Desa Jatimulya Kec.
BAB I PENDAHULUAN. tauhid, mengubah semua jenis kehidupan yang timpang kearah kehidupan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dakwah adalah kewajiban bagi semua muslim, karena dakwah merupakan suatu kegiatan mengajak atau menyeru umat manusia agar berada di jalan Allah, baik melalui lisan,
BAB I PENDAHULUAN. Amzah, 2007), hlm. 55. Pemikiran dan Kepribadian Muslim, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 150.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan zaman dan teknologi yang sangat maju pesat banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak keimanan. Ini terjadi disebabkan oleh akhlaq
Etika dan profesi humas
Etika dan profesi humas NURJANAH, M.SI Falsafah sbg landasan teoritis etika Kata Filsafat dari bhs Yunani Philosopia Philo atau philien artinya cinta Sophia artinya :kebenaran Scr istilah falisafat berarti:
SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI PADA ANNUAL CONFERENCE ON ISLAMIC STUDIES VIII TANGGAL 3 NOVEMBER 2008 DI PALEMBANG
SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI PADA ANNUAL CONFERENCE ON ISLAMIC STUDIES VIII TANGGAL 3 NOVEMBER 2008 DI PALEMBANG Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Yth. Gubernur Sumatera Selatan; Yth. Ketua DPRD
BAB V PENUTUP. 1. Filsafat Perennial menurut Smith mengandung kajian yang bersifat, pertama, metafisika yang mengupas tentang wujud (Being/On) yang
220 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa krisis spiritual manusia modern dalam perspektif filsafat Perennial Huston Smith dapat dilihat dalam tiga
BAB I PENDAHULUAN. Abdurrachman Mas ud dkk, Paradigma Pendidikan Islam, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001, hal. 139.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Islam merupakan suatu proses pengembangan potensi kreatif peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berkepribadian muslim,
OBJEK MATERIAL DAN FORMAL FILSAFAT ILMU
BAB I PENDAHULUAN Filsafat Ilmu mulai merebak di awal abad ke 20, namun di abad ke 19 merupakan dasar filsafat ilmu dengan metode yang dimilikinya, metode induksi. Filsafat ilmu mengedepankan ilmu pengetahuan
MODEL PENELITIAN AGAMA
MODEL PENELITIAN AGAMA Diajukan Sebagai Tugas Makalah Dalam Mata Kuliah Metodologi Studi ISlam DOSEN PEMBIMBING Fitri Oviyanti, M.Ag DISUSUN OLEH Lismania Nina Lingga Sari FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PENDIDIKAN
1. Sebagai pihak penyelenggara, bisakah dijelaskan visi dan misi konferensi IC-THuSI ini?
1. Sebagai pihak penyelenggara, bisakah dijelaskan visi dan misi konferensi IC-THuSI ini? Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada anda dan rekan-rekan semuanya. Berdasarkan Kitab Suci Al Qur
BOOK REVIEW SAINS: BAGIAN DARI AGAMA
BOOK REVIEW SAINS: BAGIAN DARI AGAMA Judul Penerjemah Judul AsU Pengarang Penerbit Tahun Tebal Melacak Jejak Tuhan dalam Sains: Tafsir Islami atas Sains Ahsin Muhammad Issues in Islam and Science Mehdi
BAB I PENDAHULUAN. Anwar Sutoyo, Bimbingan dan Konseling Islami (Teori dan Praktik), Pustaka Pelajar, Yogjakarta, 2013, hal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Manusia dalam menjalani kehidupan pasti akan dihadapkan dengan cobaan untuk mengetahui sebagaimana usaha lahir dan batin seseorang ketika dihadapkan pada ujian,
BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum pendidikan, misalnya, yang sebelumnya terbatas pada Al-Qur an dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Islam telah berlangsung kurang lebih 14 abad, yakni sejak Nabi Muhammad diutus sebagai Rasul. Pada awalnya pendidikan berlangsung secara sederhana,
KEBUDAYAAN DALAM ISLAM
A. Hakikat Kebudayaan KEBUDAYAAN DALAM ISLAM Hakikat kebudayaan menurut Edward B Tylor sebagaimana dikutip oleh H.A.R Tilaar (1999:39) bahwa : Budaya atau peradaban adalah suatu keseluruhan yang kompleks
Pengertian Integrasi-Interkoneksi
Pengertian Integrasi-interkoneksi merupakan upaya mempertemukan antara ilmu-ilmu agama (islam) dan ilmu-ilmu umum (sainsteknologi dan sosial-humaniora) (Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2004). Implementasi
R E S E N S I Judul Penulis Penerbit Cetakan Tebal
R E S E N S I Judul :Wacana Pengembangan Pendidikan Islam Penulis : Dr. Muhaimin, MA Penerbit :Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan : Pertama, Februari 2003 Tebal :357 halaman Membicarakan pendidikan melibatkan
BAB I. Aaditama, 1998), hlm Nasruddin Razak, Dienul Islam, (Bandung: PT. Al-Ma arif, 1989), hlm. 15
BAB I A. Latar Belakang Masalah Kecemasan adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai
BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah agama samawi terakhir. Berdasarkan tinjauan historis, ia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah agama samawi terakhir. Berdasarkan tinjauan historis, ia merupakan agama penutup, sekaligus sebagai penyempurna agama samawi terdahulu. Sebagai
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BIOLOGI DASAR Bab 1 PENDAHULUAN TIM DOSEN BIOLOGI DASAR JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN 1 Definisi biologi Biologi (bios hidup + logos ilmu): ilmu
BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu bangsa. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun Negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitan Pendidikan merupakan bahasan penting dalam setiap insan. Keberadaannya dianggap suatu hal yang mendasar dan pokok dalam setiap kehidupan manusia. Kerap kali pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. tertentu dalam seninya, akan menyadari bahwa bukan seniman yang mencapai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di zaman sekarang sangat sedikit seniman yang mengaitkan antara seni dengan agama. Padahal jika disadari, seniman yang sampai pada kesempurnaan tertentu dalam
1. Seseorang yang menerima ukuran moral yang tinggi, estetika, dan agama serta menghayatinya;
IDEALISME Arti kata IDEALIS secara umum: 1. Seseorang yang menerima ukuran moral yang tinggi, estetika, dan agama serta menghayatinya; 2. Seseorang yang dapat melukiskan dan menganjurkan suatu rencana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara alamiah manusia tumbuh dan berkembang sejak dalam kandungan sampai meninggal serta mengalami proses tahap demi tahap. Demikian pula dengan pendidikan sebagai
ISLAM MENJADI SUMBER MOTIVASI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Jusmarwan Nacing, SP ISLAM MENJADI SUMBER MOTIVASI PENGEMBANGAN ILMU PENG ISLAM MENJADI SUMBER MOTIVASI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Jusmarwan Nacing, SP Bogor, 21 Mei 2010 Manusia, ilmu
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONALISME DALAM TINJAUAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLIGIS, DAN AKSIOLOGIS
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONALISME DALAM TINJAUAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLIGIS, DAN AKSIOLOGIS Tugas Makalah pada Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Dosen: Drs. Yusuf A. Hasan, M. Ag. Oleh: Wahyu
HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN
MAKALAH HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan SD Disusun Oleh: -----CONTOH----- PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. dan kontrol dalam kehidupan. Hal inilah yang membedakan manusia dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pandangan Islam manusia adalah makhluk yang sangat mulia karena memiliki potensi dan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang serta mempunyai kecenderungan
MANUSIA SAIN, TEKNOLOGI DAN SENI
MANUSIA SAIN, TEKNOLOGI DAN SENI A. Pendahuluan Tema ini mengandung dua subtansi kajian yaitu bagaimana posisi manusia dalam ipteks dan apa manfaat Ipteks bagi manusia. Manusia merupakan subyek dan salah
PENDAHULUAN BAB I. A. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Sejarah menunjukan bahwa, Islam sebagai salah satu bagian dalam sejarah dunia, telah menorehkan sebuah sejarah yang sulit bahkan tidak mungkin terlupakan dalam sejarah
BAB I PENDAHULUAN. 2014), hlm Imam Musbikin, Mutiara Al-Qur an, (Yogyakarta: Jaya Star Nine,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Qur an adalah kalam Allah yang bersifat mu jizat, diturunkan kepada penutup para Nabi dan Rasul dengan perantaraan malaikat Jibril, diriwayatkan kepada kita
TAFSIR AL-QUR AN INKLUSIF
l Edisi 020, September 2011 P r o j e c t TAFSIR AL-QUR AN INKLUSIF i t a i g k a a n D Kusmana Edisi 020, September 2011 1 Edisi 020, September 2011 Tafsir Al-Qur an Inklusif Tafsir al-qur an yang memberi
MAKNA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DAN DASAR ILMU
Modul ke: MAKNA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DAN DASAR ILMU Fakultas TEKNIK Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi Arsitektur www.mercubuana.ac.id Pokok Bahasan Pendahuluan Pengertian Sistem Filsafat
Bahasan Kajian Filsafat
PENGERTIAN FILSAFAT Secara etimologi istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani philein yang artinya cinta dan sophos yang artinya hikmah atau kebijaksanaan atau wisdom. Secara harfiah istilah filsafat
