IV. METODE PENELITIAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IV. METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di PT. BPRS Al Salam Amal Salman atau lebih dikenal dengan nama BPRS Al Salaam (BAS). BAS berkantor pusat di Jalan Cinere Raya Blok A No. 42, Limo, Depok. BAS mempunyai beberapa kantor cabang, yaitu cabang Bumi Serpong Damai (BSD), Jakarta Mayestik, Jakarta Pasar Baru, Depok, Bogor Warung Jambu, Bogor Leuwiliang dan Cinere. Adapun wilayah kerja BAS meliputi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Pemilihan tempat ini didasarkan pada pertimbangan bahwa BAS merupakan salah satu lembaga perbankan yang fokus usahanya adalah UMKM termasuk di dalamnya sektor agribisnis. Namun BAS juga memiliki masalah yang harus dihadapi, yaitu pertumbuhan tunggakan pembiayaan lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Januari Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari berkas pembiayaan nasabah bermasalah dengan diperkuat wawancara langsung dengan nasabah Pembiayaan Syariah Mitra Al Salaam (PSMA) agribisnis yang mengalami penunggakan pembayaran. Dalam melakukan wawancara, alat bantu yang digunakan adalah kuisioner yang telah disiapkan pada saat melakukan survei ke tempat tinggal dan usaha nasabah. Data yang dikumpulkan berupa data tentang karakteristik nasabah, karakteristik usaha dan karakteristik pembiayaan yang telah diterima. Dengan mengetahui informasiinformasi tersebut, maka diharapkan akan memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi atau menyebabkan nasabah pembiayaan PSMA sektor agribisnis mengalami penunggakan pembayaran. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan informasi yang terkait dengan penelitian, yaitu data yang diperoleh dari internal perusahaan BAS, berupa laporan tahunan dan data performance nasabah pembiayaan bermasalah. Selain itu

2 data juga diperoleh dari BPS, Laporan BI dan dari Departemen Koperasi dan UMKM Metode Pengambilan Contoh Metode pengambilan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stratified random sampling, yaitu pengambilan sampel dengan cara membagi dalam dua atau lebih strata berdasarkan kategori-kategori dari satu atau lebih variabel yang relevan, baru kemudian dilakukan sample random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak (Nazir,2003). Populasinya adalah nasabah pembiayaan PSMA yang mengalami penunggakan hingga Desember Total nasabah sektor agribisnis adalah 1472 nasabah. Nasabah yang mengalami penunggakan yaitu nasabah yang telah masuk dalam kolektibilitas 2 sampai kolektibilitas 4 sebanyak 515 nasabah (34 persen), sedangkan sisanya sebanyak 957 nasabah atau 66 persennya termasuk pada kategori lancar (kolektibilitas 1). Jumlah responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 nasabah yang terdiri dari 66 nasabah lancar (kolektibilitas 1) dan 34 nasabah bermasalah (kolektibilitas 2 sampai kolektibilitas 4) yang diambil secara proprsional antara nasabah lancar dan tidak lancar. Besarnya jumlah responden yang diambil mengacu pada pendapat Supranto (2001), yang menyatakan bahwa apabila jumlah variabel yang diambil adalah k, maka jumlah sampel yang diambil harus sama dengan empat atau lima kali dari jumlah k. Sampel yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah nasabah yang mengalami penunggakan pembiayaan PSMA di sektor agribisnis. Responden tersebut terdiri dari responden yang masih mengangsur pembiayaan tepat waktu (kolektibilitas 1) dan responden yang tidak mampu mengangsur pembiayaan (kolektibilitas 2 sampai kolektibilitas 4) Metode Analisis dan Pengolahan Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif disajikan dalam bentuk analisis deskriptif. Sedangkan analisis kuantitatif menggunakan alat analisis regresi logistik dan omnibus test. Dalam melakukan pengolahan data dengan ketiga alat analisis tersebut digunakan bantuan program komputer SPSS 16.0 for Windows. 28

3 Analisis Deskriptif Menurut Nazir (2003), analisis deskriptif adalah suatu metode untuk meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Analisis deskriptif mempunyai tujuan untuk membuat deskriptif, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Data yang diperoleh, yaitu data mengenai karakteristik nasabah pembiayaan yang bermasalah baik yang masih dapat mengangsur maupun yang tidak dapat mengangsur disajikan dalam bentuk tabel, kemudian dianalisis secara deskriptif yang mencakup karakteristik individu, karakteristik usaha dan karakteristik pembiayaan PSMA. Karakteristik individu terdiri dari usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan pemahaman akad pembiayaan. Faktor karakteristik usaha terdiri dari omzet usaha, jenis usaha dan lama usaha sedangkan faktor karakteristik pembiayaan terdiri dari besarnya nilai agunan, beban bagi hasil dan frekuensi pengambilan fasilitas pembiyaan dari BAS Regresi Logistik Metode yang digunakan dalam pemodelan hubungan peubah penjelas (X) terhadap peubah respon (Y) dalam penelitian adalah regresi linier, baik yang sederhana maupun berganda. Namun, regresi linier yang digunakan sering kali tidak sesuai untuk digunakan. Menurut Kutner, dkk (2004), hal ini disebabkan karena terjadinya pelanggaran asumsi Gauss-Markov dan pelanggaran terhadap batasan dari nilai duga (fitted value) dari peubah respon (Y). Pelanggaran yang dimaksud yaitu: (1) error dari model regresi yang didapat tidak menyebar normal, (2) ragam (variance) dari error tidak homogen atau terjadi heteroskedastisitas pada ragam error, dan (3) pelanggaran bagi batas duga Y (fitted value) adalah nilai duga yang dihasilkan dari model regresi linier bisa melebihi rentang antara 0 sampai 1, hal ini bertentangan dengan batasan nilai Y yang diharapkan, yaitu 0 (jika nasabah menunggaka atau macet) dan 1 (jika nasabah lancar). Berdasarkan penjelasan tersebut, maka penelitian ini menggunakan alat analisis regresi logistik. Data yang telah dikumpulkan melalui analisa deskriptif selanjutnya diolah dengan alat analisis regresi logistik. Regresi logistik digunakan dalam melakukan 29

4 pengolahan data karena peubah respon (Y) merupakan data bertipe nominal, sedangkan peubah penjelas (X) dapat berupa data bertipe nominal, ordinal, interval dan rasio. Di dalam persamaan regresi, biasanya menggunakan simbol Y untuk variabel tak bebas dan X untuk variabel bebas. Baik X maupun Y dapat bernilai kualitatif. Jika X lebih dari satu atau dalam model logistik ini adalah koefisien regresi ke-j (lebih dari satu variabel : (X1, X2,..., Xn). Selain kualitatif terdapatan juga nilai X yang bersifat kuantitatif. Cara yang digunakan untuk melakukan kuantifikasi dari data kualitatif ialah dengan memberi nilai 1 atau 0, atau yang dinamakan variabel boneka (dummy variable). Regresi logistik atau yang dikenal dengan logit merupakan bagian dari analisis regresi (Firdaus, 2008). Analisis ini mengkaji hubungan pengaruh peubah X terhadap peubah Y melalui model persamaan matematis tertentu. Secara umum, analisis regresi logistik menggunakan peubah kategorik ataupun peubah numerik untuk menduga besarnya peluang kejadian tertentu dari kategori peubah respon. Dalam analisis regresi logistik, pemodelan peluang kejadian tertentu dari kategori peubah respon dilakukan melalui transformasi dari regresi liner ke logit. Formulasi transformasi logit tersebut adalah sebagai berikut: Logit( pi) = log e pi 1 pi dengan pi adalah peluang munculnya kejadian kategori sukses dari peubah respon untuk kategori orang ke-i dan log e adalah logaritma dengan basis bilangan e. Kategori sukses secara umum merupakan kategori yang menjadi perhatian dalam penelitian. Dengan demikian model yang digunakan dalam analisis regresi logistik adalah sebagai berikut: Logit ( pi) = β 0 β1* X dengan logit (pi) adalah nilai transformasi logit untuk peluang kejadian sukses, β 0 adalah intersep model garis regresi, β 1 adalah slope model garis regresi dan X adalah peubah penjelas. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah sektor agribisnis PSMA terdapat variabel bebas (X), yaitu karakteristik individu, karakteristik usaha dan karakteristik 30

5 pembiayaan. Karakteristik-karakteristik tersebut terdiri dari usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pengetahuan mengenai perbankan syariah, omzet usaha, lama usaha, besarnya plafond pembiayaan yang terima, jangka waktu pembiayaan (tenor), beban bagi hasil dan frekuensi pengambilan fasilitas pembiayaan. Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut: ln Pi Yij = 0 1Χ 1 2Χ 2 3Χ 3 4Χ 4 5Χ 5 6Χ 6 7Χ 7 8Χ 8 9Χ9 1 = β β β β β β β β β β Pi Dimana, Yij = Variabel respon, dimana p = peluang terjadinya Y = 1 (lancar) p-1 = peluang terjadinya Y = 0 (tidak lancar) β 0 = Konstanta atau intersep model garis regresi β 1 = Koefisien variabel bebas ke-i (i = 1-9) Xij = Karakteristik penunggak pembiayaan, terdiri dari: X 1 = Usia nasabah (tahun) X 2 = Pendidikan :0 = SD; 1 = SMP; 2 = SMA; 3 = D3; 4 = S1 X 3 = Jumlah tanggungan keluarga (orang) X 4 = Pengetahuan akad pembiayaan; 0 = Tidak memahami; 1 = Memahami X 5 = Omset (rupiah) X 6 = Lama usaha (tahun) X 7 = Jenis usaha ;0 = Penyedia input; 1 = Usahatani; 2 = Pengolahan; 3 = Pemasaran X 8 = Margin (persen) X 9 = Frekuensi pembiayaan (kali) Omnibus Test Pengujian dilakukan terhadap parameter-parameter model sebagai upaya untuk memeriksa kebaikan model. Uji kebaikan model merupakan suatu pemeriksaan apakah nilai yang diduga dengan peubah di dalam model lebih baik atau akurat dibandingkan dengan model tanpa peubah tersebut (Hosmer dan Lemeshow, 1989). Hal ini menunjukkan bahwa pengujian hipotesis statistik 31

6 dalam menentukan apakah peubah-peubah bebas dalam model mempunyai hubungan nyata dengan peubah responnya. Menurut Hosmer dan Lemeshow (1989), untuk mengetahui peran seluruh peubah penjelas dalam model secara bersamaan dapat digunakan uji nisbah kemungkinan, yaitu omnibus test atau uji G. Statistik ujinya berdasarkan hipotesis sebagai berikut: H 0 = β 1 = β 2 =... = β p = 0 H 1 = paling sedikit ada satu β j 0 (1,2,...,p) Sedangkan rumus umum untuk Omnibus Test adalah sebagi berikut: Dengan kriteria uji: L G = 2 ln 0 L k < X 2 p.a, terima H 0 G = > X 2 p.a, tolak H 0 dengan L 0 adalah fungsi kemungkinan tanpa peubah penjelas dan L k adalah fungsi dengan kemungkinan peubah penjelas. Statistik G mengikuti sebaran chi-kuadrat dengan derajat bebas p Definisi Operasional Pengolahan data dengan menggunakan regresi logistik dan omnibus test menghasilkan persamaan yang layak digunakan dan pada akhirnya dapat digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian pembiayaan agribisnis pada BAS. Terdapat sembilan variabel yang diduga mempengaruhi pengembalian pembiayaan, yaitu usia, pendidikan terakhir, jumlah tanggungan, pemahaman akad, omset, lama usaha, jenis usaha, margin dan frekuensi pembiayaan. Definisi dari variabel-variabel yang mempengaruhi pengembalian pembiayaan adalah sebagai berikut. 1. Usia adalah usia nasabah penerima pembiayaan agribisnis BAS. 2. Pendidikan terakhir adalah tingkat pendidikan formal terakhir yang pernah ditempuh nasabah. 32

7 3. Jumlah tanggungan adalah banyaknya jiwa yang menjadi tanggung jawab nasabah dalah hal memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 4. Pemahaman akad adalah pemahaman nasabah terhadap akad pembiayaan yang berisi tentang hak dan kewajiban antara BAS dan nasabah. 5. Omset adalah pendapatan setiap bulan yang diperoleh nasabah dalam menjalankan usahanya. 6. Lama usaha adalah jangka waktu yang telah dilalui oleh nasabah dalam menjalankan usahanya. 7. Jenis usaha adalah bidang yang menjadi inti usaha pada sistem agribisnis yang dijalankan oleh nasabah yang terdiri dari penyedia input, usahatani, pengolahan dan pemasaran. 8. Margin adalah tingkat keuntungan BAS yang diperoleh dari pemberian pembiayaan kepada nasabah. 9. Frekuensi pembiayaan adalah jumlah pembiayaan yang pernah diterima dari BAS selamam nasabah tersebut menjalankan usahanya. Pada penelitian-penelitian sebelumnya terdapat beberapa variabel yang mempengaruhi pengembalian pembiayaan, namun tidak digunakan pda penelitian ini. Variabel-variabel tersebut diataranya adalah nilai plafon, jangka waktu pengembalian (tenor) dan jarak rumah dengan bank. Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan pihak manajerial BAS, nilai plafon dan jangka waktu pengembalian dapat dikonversikan ke dalam variabel margin, karena margin yang diberikan kepada nasabah disesuaikan dengan nilai plafon dan jangka waktu pengembaliannya. Sedangkan variabel jarak antara rumah dengan bank bukan menjadi salah satu faktor dalam penilaian pembiayaan karena BAS sudah memberikan fasilitas pembayaran melalui transfer di beberapa bak koresponden, sehingga nasabah tidak perlu ke kantor BAS untuk membayar angsuran pembiayaan, tetapi hanya cukup menyetor atau transfer ATM di bank koresponden terdekat Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian ini diperoleh dari hasil penelusuran terhadap literaturliteratur serta penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pembiayaan agribisnis. Hasil yang diperoleh kemudian didiskusikan dengan pihak manajemen 33

8 BAS yang didasarkan kepada pengalaman manajamen dalam memberikan fasilitas pembiayaan di sektor agribisnis. Hipotesis yang dihasilkan dapat digolongkan dalam tiga aspek, yaitu aspek karakteristik individu, karakteristik usaha dan karakteristik pembiayaan. Rumusan hipotesis tersebut adalah sebagai berikut: 1. Usia nasabah diduga memiliki pengaruh positif terhadap peluang pengembalian pembiayaan. Pengaruh positif tersebut berarti semakin tinggi usia nasabah, maka nasabah tersebut akan lebih lancar dalam mengembalikan pembiayaan. Usia diduga berdampak positif terhadap pengembalian pembiayaan karena berdasarkan pengamatan, nasabah yang berusia tinggi lebih patuh pada aturan dan biasanya sudah mempunyai pengalaman yang cukup dalam menjalankan usahanya. 2. Pendidikan diduga memiliki pengaruh positif terhadap pengembalian pembiayaan. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan nasabah, maka nasabah tersebut akan lebih lancar dalam mengembalikan pembiayaannya. Hal ini diduga karena nasabah dengan tingkat pendidikan tinggi biasanya memiliki pengetahuan yang cukup baik teknis maupun manajerial usahanya. 3. Jumlah tanggungan keluarga diduga berpengaruh negatif terhadap pengembalian pembiayaan. Artinya semakin banyak jumlah tanggungan nasabah, maka pengembalian pembiayaanya akan semakin tidak lancar. Pengaruh negatif tersebut diduga karena nasabah yang mempunyai jumlah tanggungan besar mempunyai jumlah kebutuhan hidup yang lebih besar jika dibandingkan dengan nasabah dengan jumlah tanggungan sedikit. 4. Pemahaman akad diduga berdampak positif terhadap pengembalian pembiayaan. Artinya, nasabah yang memahami akad pembiayaan akan lebih lancar dalam mengembalikan pembiayaannya. Hal tersebut terjadi karena berdasarkan pengamatan semakin memahami akad pembiayaan, biasanya nasabah tersebut semakin mempunyai kesadaran akan hak dan kewajiban serta lebih mempunyai kesadaran tentang hukum. 5. Omset diduga berpengaruh positif terhadap pengembalian pembiayaan. Artinya semakin tinggi omset maka pengembalian pembiayaannya akan semakin lancar. Pengaruh positif omset terhadap pengembalian pembiayaan tersebut disebabkan karena berdasarkan pengamatan, nasabah yang memiliki 34

9 omset usaha tinggi memiliki tingkat keuntungan usaha yang tinggi pula, sehingga nasabah tersebut telah memperhitungkan semua kebutuhankebutuhan usahanya tanpa mengganggu keuangan keluarganya. 6. Lama usaha diduga berpengaruh positif terhadap pengembalian pembiayaan. Artinya, semakin lama usaha tersebut dijalankan, maka pengembalian pembiayaanya akan semakin lancar. Pengaruh positif tersebut diduga disebabkan karena nasabah yang telah menjalankan usahanya lebih lama memiliki pengalaman usaha yang lebih banyak, sehingga memiliki banyak strategi dalam meningkatkan usahanya. 7. Usaha yang diduga paling banyak mengalami kemacetan adalah bidang usahatani, karena berdasarkan pengamatan usaha di bidang usahatani memiliki risiko kegagalan yang sangat besar. 8. Margin diduga berpengaruh negatif terhadap pengembalian pembiayaan. Artinya semakin tinggi margin yang diterima nasabah, maka pengembalian pembiayaanya akan semakin tidak lancar. Hal ini diduga disebabkan karena semakin tinggi margin, maka angsuran yang harus dibayarkan juga semakin tinggi 9. Frekuensi pembiayaan diduga berpengaruh positif terhadap pengembalian pembiayaan. Artinya semakin banyak nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan, maka pengembalian pembiayaannya akan semakin lancar. Hal tersebut disebabkan karena nasabah yang sudah mendapatkan fasilitas pembiayaan lebih banyak memiliki riwayat pengembalian pembiayaan yang lancar, sehingga BAS lebih percaya kepada nasabah yang memiliki frekuensi pembiayaan yang banyak. 35

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembalian pembiayaan sudah banyak dilakukan sebelumnya, yaitu pada pembiayaan yang disalurkan oleh lembaga keuangan bank.

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Metode Penentuan Sampel

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Metode Penentuan Sampel IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di BPRS Amanah Ummah, Leuwiliamg, Bogor. Pemilihan BPRS dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa BPRS

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN IV.

METODE PENELITIAN IV. IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Lalabata Rilau. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan

Lebih terperinci

VI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN PEMBIAYAAN AGRIBISNIS

VI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN PEMBIAYAAN AGRIBISNIS VI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN PEMBIAYAAN AGRIBISNIS 6.1. Uji Kelayakan Persamaan Sebuah persamaan regresi logistik akan dinyatakan layak dan signifikan apabila telah memenuhi persyaratan uji

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di enam kelurahan di Kota Depok, yaitu Kelurahan Pondok Petir, Kelurahan Curug, Kelurahan Tapos, Kelurahan Beji, Kelurahan

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan obyek

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Kawasan ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa

IV. METODE PENELITIAN. Kawasan ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Pengambilan data untuk keperluan penelitian dilakukan di Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kawasan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Jenis dan Teknik Pengambilan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Jenis dan Teknik Pengambilan Contoh 20 METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study, karena data dikumpulkan pada satu waktu dan tidak berkelanjutan dengan sampel yang dipilih khusus

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1.Data Data adalah suatu bahan mentah yang jka diolah dengan baik melalui berbagai analisis dapat melahirkan berbagai informasi. 2.1.1.Menurut sifatnya Menurut sifatnya, data

Lebih terperinci

VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI PEMBIAYAAN SYARIAH UNTUK SEKTOR AGRIBISNIS

VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI PEMBIAYAAN SYARIAH UNTUK SEKTOR AGRIBISNIS VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI PEMBIAYAAN SYARIAH UNTUK SEKTOR AGRIBISNIS 7.1. Karakteristik Responden Responden yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 38 responden yang menjadi mitra

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. III. METODE PENELITIAN Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan III. METODE PENELITIAN Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatau metode penelitian dalam meneliti status sekelompok manusia,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara).

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua,

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua, IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan

Lebih terperinci

VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN KREDIT DAN REPAYMENT CAPACITY

VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN KREDIT DAN REPAYMENT CAPACITY VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN KREDIT DAN REPAYMENT CAPACITY 7.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengembalian KUR Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 22 III. METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan di Kota Depok Jawa Barat. Depok sebagai penyangga DKI Jakarta dihuni oleh masyarakat yang sangat heterogen dengan tingkat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari 2009-Juni 2009 di beberapa wilayah terutama Jakarta, Depok dan Bogor untuk pengambilan sampel responden

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 21 III. METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Pemilihan tersebut dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut merupakan

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada obyek wisata pemandian air panas alam CV Alam Sibayak yang berlokasi di Desa Semangat Gunung Berastagi, Kabupaten Karo Sumatera

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan April Mei 2011.

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan April Mei 2011. 24 IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan April Mei 2011. Kegiatan penelitian meliputi tahap studi pustaka, pembuatan proposal, pengumpulan

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sedangkan subjek penelitian ini adalah para pelaku UMKM perempuan. yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Mempawah.

BAB III METODE PENELITIAN. Sedangkan subjek penelitian ini adalah para pelaku UMKM perempuan. yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Mempawah. BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di 9 Kecamatan di Kabupaten Mempawah yakni kecamatan Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh, Anjongan, Mempawah Hilir, Mempawah Timur,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini, penulis menggunakan dua sumber data, yaitu :

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini, penulis menggunakan dua sumber data, yaitu : III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Salah satu yang mempengaruhi kualitas penelitian adalah kualitas data yang dikumpulkan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dalam

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN 5.1 Gambaran Umum Bank Muamalat Indonesia, Tbk PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Didirikan pada tahun 1991 diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Realisasi Kredit

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Realisasi Kredit II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Realisasi Kredit Hasil analisis deksriptif (Wangi SP, 2008) memperlihatkan bahwa semakin besar nilai pengajuan dan

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN. wisata tirta. Lokasi penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 1.

IV. METODOLOGI PENELITIAN. wisata tirta. Lokasi penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 1. IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di obyek wisata Tirta Jangari, Waduk Cirata, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Pemilihan lokasi ini dilakukan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 21 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Produk Kredit Komersil adalah kredit yang bersifat umum, individu, selektif, dan berbunga wajar untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha kecil yang

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. daerah yang memiliki luas areal yang cukup potensial dalam pengembangan padi

IV. METODE PENELITIAN. daerah yang memiliki luas areal yang cukup potensial dalam pengembangan padi IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga dan Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan dengan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Definisi dan Pengukuran Variabel Definisi dan pengukuran variabel penelitian ini disajikan pada Tabel 3.1.

METODE PENELITIAN Definisi dan Pengukuran Variabel Definisi dan pengukuran variabel penelitian ini disajikan pada Tabel 3.1. III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan pada 11 Maret 2015 sampai 11 Mei 2015. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian di Kabupaten Karanganyar. Pemilihan

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis merupakan konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian ini. Terdapat tiga konsep pemikiran teoritis yang dibahas, yaitu:

Lebih terperinci

KERANGKA PEMIKIRAN. akan digunakan dalam penelitian ini. Tahapan-tahapan metode CVM akan

KERANGKA PEMIKIRAN. akan digunakan dalam penelitian ini. Tahapan-tahapan metode CVM akan III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Analisis Willingness to Accept Willingness to Accept merupakan salah satu bagian dari metode CVM dan akan digunakan dalam penelitian ini. Tahapan-tahapan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. merupakan metode yang digunakan dalam penelitian dengan cara pengamatan

III. METODE PENELITIAN. merupakan metode yang digunakan dalam penelitian dengan cara pengamatan 64 III. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Metode survei merupakan metode yang digunakan dalam penelitian dengan cara pengamatan langsung terhadap gejala

Lebih terperinci

Analisis Efektivitas Pemberian Pinjaman Program Pembiayaan UMKM Oleh Koperasi Di Jepara (Studi Kasus UJKS Mitra Usaha Jepara)

Analisis Efektivitas Pemberian Pinjaman Program Pembiayaan UMKM Oleh Koperasi Di Jepara (Studi Kasus UJKS Mitra Usaha Jepara) Analisis Efektivitas Pemberian Pinjaman Program Pembiayaan UMKM Oleh Koperasi Di Jepara (Studi Kasus UJKS Mitra Usaha Jepara) Hadi Ismanto *, Tohir Diman Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unisnu Jepara *email:

Lebih terperinci

PENGARUH KARAKTERISTIK DEBITUR UMKM TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT PUNDI BALI DWIPA

PENGARUH KARAKTERISTIK DEBITUR UMKM TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT PUNDI BALI DWIPA PENGARUH KARAKTERISTIK DEBITUR UMKM TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT PUNDI BALI DWIPA (Studi Kasus Nasabah Pada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali Kantor Cabang Singaraja) Luh Ikka Widayanthi Fakultas

Lebih terperinci

VII. ANALISIS REALISASI KUR DI BRI UNIT TONGKOL

VII. ANALISIS REALISASI KUR DI BRI UNIT TONGKOL VII. ANALISIS REALISASI KUR DI BRI UNIT TONGKOL 7.1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Realisasi KUR Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi KUR dapat dimodelkan kedalam suatu fungsi permintaan.

Lebih terperinci

PEMODELAN DENGAN REGRESI LOGISTIK. Secara umum, kedua hasil dilambangkan dengan (sukses) dan (gagal)

PEMODELAN DENGAN REGRESI LOGISTIK. Secara umum, kedua hasil dilambangkan dengan (sukses) dan (gagal) PEMODELAN DENGAN REGRESI LOGISTIK 1. Data Biner Data biner merupakan data yang hanya memiliki dua kemungkinan hasil. Secara umum, kedua hasil dilambangkan dengan (sukses) dan (gagal) dengan peluang masing-masing

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Data Data merupakan kumpulan keterangan atau fakta yang diperoleh dari satu populasi atau lebih. Data yang baik, benar dan sesuai dengan model menentukan kualitas kebijakan

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian mengenai persepsi dan sikap responden terhadap produk Oreo setelah adanya isu melamin serta faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menjawab

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menjawab BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya dengan berdasarkan tingkat eksplanasinya 54.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tercapai. Metode yang nantinya akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. tercapai. Metode yang nantinya akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Yang Digunakan Setiap penelitian yang akan dilakukan, terlebih dahulu harus ditentukan jenis penelitian dan metode yang akan digunakan sehingga tujuan dari penelitian

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. wilayah Kecamatan Karawang Timur dijadikan sebagai kawasan pemukiman dan

METODE PENELITIAN. wilayah Kecamatan Karawang Timur dijadikan sebagai kawasan pemukiman dan IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan atas wilayah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, jenis metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ketentuan Umum Perkreditan Bank 2.2. Unsur-unsur dan Tujuan Kredit

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ketentuan Umum Perkreditan Bank 2.2. Unsur-unsur dan Tujuan Kredit II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ketentuan Umum Perkreditan Bank Penyaluran kredit merupakan salah satu jasa perbankan yang utama dalam mendukung perputaran ekonomi. Melalui kredit, sektor usaha akan mendapatkan

Lebih terperinci

VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN KREDIT USAHA RAKYAT MIKRO

VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN KREDIT USAHA RAKYAT MIKRO VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN KREDIT USAHA RAKYAT MIKRO Faktor-faktor yang diduga akan mempengaruhi pengembalian KUR Mikro adalah usia, jumlah tanggungan keluarga, jarak tempat tinggal

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan batasan operasional ini mencakup pengertian yang

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan batasan operasional ini mencakup pengertian yang 64 III. METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Konsep dasar dan batasan operasional ini mencakup pengertian yang digunakan untuk menciptakan data yang akan dianalisis sehubungan dengan tujuan penelitian.

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan

IV. METODE PENELITIAN. Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian IV. METODE PENELITIAN Pengumpulan data primer penelitian dilakukan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan

Lebih terperinci

PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pengembalian Kredit. Karakteristik responden baik yang lancar maupun yang menunggak dalam

PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pengembalian Kredit. Karakteristik responden baik yang lancar maupun yang menunggak dalam 55 II. PEMBAHASAN 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pengembalian Kredit Karakteristik responden baik yang lancar maupun yang menunggak dalam pengembalian Kredit Mikro Utama diidentifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jawa Tengah, Jawa Barat, DI.Yogyakarta, Banten dan DKI Jakarta).

BAB III METODE PENELITIAN. Jawa Tengah, Jawa Barat, DI.Yogyakarta, Banten dan DKI Jakarta). BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara kerja atau prosedur mengenai bagaimana kegiatan yang akan dilakukan untuk mengumpulkan dan memahami objek-objek yang menjadi sasaran dari

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Penelitian ini secara teknis mengalami kesulitan untuk melakukan sensus

BAB III METODOLOGI. Penelitian ini secara teknis mengalami kesulitan untuk melakukan sensus BAB III METODOLOGI 3.1 Metode Pengumpulan Data Penelitian ini secara teknis mengalami kesulitan untuk melakukan sensus dikarenakan jumlah elemen populasi yang akan diteliti sulit dihitung. Populasi adalah

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA Perbedaan Syariah dengan Konvensional

II TINJAUAN PUSTAKA Perbedaan Syariah dengan Konvensional II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Perbedaan Syariah dengan Konvensional 2.1.1. Perbandingan Kinerja Bank Syariah dengan Bank Konvensional Kusafarida (2003) dalam skripsinya meneliti tentang perbandingan kinerja

Lebih terperinci

di masa yang akan datang dilihat dari aspek demografi dan kepuasannya. PENDAHULUAN

di masa yang akan datang dilihat dari aspek demografi dan kepuasannya. PENDAHULUAN 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Saat ini ada dua teknologi yang diusung oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi Indonesia yaitu teknologi Global System for Mobile communication (GSM) dan teknologi Code

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN A Pe P ngumpulan Data Wawancara Observasi a. Data Primer

III. METODE KAJIAN A Pe P ngumpulan Data Wawancara Observasi a. Data Primer 18 III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai metode, teknik dan sumber, yang dapat diuraikan sebagai berikut : a. Metode pengumpulan data meliputi : 1) Wawancara,

Lebih terperinci

VI. METODE PENELITIAN

VI. METODE PENELITIAN VI. METODE PENELITIAN 4.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. A. Regresi

BAB III LANDASAN TEORI. A. Regresi BAB III LANDASAN TEORI A. Regresi 1. Pengertian Regresi Regeresi adalah alat yang berfungsi untuk membantu memperkirakan nilai suatu varibel yang tidak diketahui dari satu atau beberapa variabel yang tidak

Lebih terperinci

VI. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGEMBALIAN KUPEDES PADA BRI UNIT CIJERUK

VI. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGEMBALIAN KUPEDES PADA BRI UNIT CIJERUK VI. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGEMBALIAN KUPEDES PADA BRI UNIT CIJERUK 6.1. Hubungan Karakteristik Individu dan Karakteristik Usaha dengan Peluang Pengembalian Kupedes Pada BRI

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. kecukupan modal pada PT Bank Syariah Mandiri. Likuiditas (X) yang diukur

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. kecukupan modal pada PT Bank Syariah Mandiri. Likuiditas (X) yang diukur BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Pada penelitian ini, objek yang akan dianalisis adalah likuiditas dan kecukupan modal pada PT Bank Syariah Mandiri. Likuiditas (X) yang diukur dengan

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN

BAB III. METODE PENELITIAN BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian yang berjudul Analisis Respon Masyarakat terhadap Rencana Kenaikan Harga BBM Jenis Premium (Kasus: Pengendara Mobil Pribadi di Bogor)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian adalah daerah tempat akan diadakannya penelitian yang mendukung dalam penulisan penelitian itu sendiri. Dalam hal ini yang akan dijadikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan tertentu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan tertentu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode merupakan cara atau taktik sebagai langkah yang harus ditempuh oleh peneliti dalam memecahkan suatu permasalahan untuk mencapai

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran

III. METODE PENELITIAN. status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Moh. Nazir (2003: 54) metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel yang diambil yaitu perusahaan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peranan Kredit di Dalam Perkembangan Usaha

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peranan Kredit di Dalam Perkembangan Usaha II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peranan Kredit di Dalam Perkembangan Usaha Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sari (2011) mengenai pengaruh kredit program kemitraan dan bina lingkungan terhadap produksi

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciburuy dan Desa Cisalada, Kecamatan

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciburuy dan Desa Cisalada, Kecamatan IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Ciburuy dan Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian dipilih secara

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 30 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan batasan operasional dalam penelitian ini mencakup seluruh definisi yang digunakan untuk memperoleh data yang akan dianalisis

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk 44 III. METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional Penelitian Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk mendapatkan data yang akan dianalisis dengan mengoperasionalkan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian terdiri dari variabel

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian terdiri dari variabel 49 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 1.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian terdiri dari variabel independen (X) yaitu dividen dan variabel dependen (Y) yaitu harga

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti terdiri dari variabel

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti terdiri dari variabel BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti terdiri dari variabel dependen/terikat (Y) dan variabel independen/bebas (X). Variabel dependen adalah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu tentang data

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu tentang data III. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penilitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penilitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penilitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif. Penelitian yang bersifat deskriptif bertujuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian digunakan untuk menggambarkan secara rinci dan keseluruhan tentang bagaimana penelitian ini akan dilakukan seperti perencanaan penelitian,

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan data primer adalah di Desa Pasirlaja, Kecamatan

IV. METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan data primer adalah di Desa Pasirlaja, Kecamatan IV. METODE PENELITIAN 4.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Lokasi pengambilan data primer adalah di Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan dan hipotesis penelitian, penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan dan hipotesis penelitian, penelitian ini digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Model Penelitian Berdasarkan permasalahan dan hipotesis penelitian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, tujuannya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Milik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Milik BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI PEMBATIKAN NASIONAL (KPN) SOLO

KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI PEMBATIKAN NASIONAL (KPN) SOLO KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN PENGARUH LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA KOPERASI PEMBATIKAN NASIONAL (KPN) SOLO NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat

Lebih terperinci

Kuisioner Penelitian untuk Debitur ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KREDIT PRODUK KREDIT MASYARAKAT DESA KOMERSIL DI BANK X BOGOR

Kuisioner Penelitian untuk Debitur ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KREDIT PRODUK KREDIT MASYARAKAT DESA KOMERSIL DI BANK X BOGOR LAMPIRAN 65 66 Lampiran 1. Kuisioner penelitian Kuisioner Penelitian untuk Debitur ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KREDIT PRODUK KREDIT MASYARAKAT DESA KOMERSIL DI BANK X BOGOR Gambaran Ringkas Penelitian Sektor

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang dipakai adalah metode survei. Survei dilakukan terhadap konsumen yang menggunakan internet, yang sudah melakukan transaksi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kesejahteraan adalah hal atau keadaan sejahtera, keamanan, keselamatan, ketentraman. Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Preferensi Konsumen Menurut Kotler dan Armstrong (2006), preferensi konsumen menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk yang ada. Preferensi konsumen berhubungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan sumber data Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kredit

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kredit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kredit bermasalah pada Koperasi Pasar di Kota Bandung, banyak faktor yang mempengaruhi kredit

Lebih terperinci