PERTEMUAN VII Multithreaded Programming. Praktikan mampu membuat program sederhana mengenai threading
|
|
|
- Ivan Lesmana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERTEMUAN VII Multithreaded Programming TUJUAN PRAKTIKUM Praktikan mampu membuat program sederhana mengenai threading 7.1 Pengertian Multithreading dan Thread Multithreading adalah suatu kemampuan yang memungkinkan beberapa kumpulan instruksi atau proses dapat dijalankan secara bersamaan dalam sebuah program. Satu kumpulan instruksi yang akan dieksekusi secara independen dinamakan thread. Thread sangat berguna untuk membuat proses yang interaktif; misalnya pada permainan (game). Dengan menggunakan sejumlah thread, program tetap dapat menggerakkan sejumlah objek sembari memberikan kesempatan pemakai untuk melakukan tanggapan melalui keyboard. Web browser merupakan contoh lain penggunaan thread. Tanpa thread, Web browser akan menghentikan segala tanggapan terhadap pemakai ketika perangkat lunak tersebut sedang mengambil isi dari suatu URL. 7.2 Pembuatan Thread Thread pada Java ditangani melalui dua mekanisme. Cara pertama dilakukan dengan memperluas kelas Thread, sedangkan cara kedua dilakukan dengan mengimplementasikan Runnable Thread dengan Menggunakan kelas Thread Cara pertama untuk membuat thread adalah dengan memperluas kelas Thread dan kemudian menuliskan kembali kode pada metode run(). Secara prinsip, hal ini dilakukan dengan bentuk semacam berikut: class namakelas extends Thread {... Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 88
2 Contoh1 : // nama file : UjiThread.java public class UjiThread { Mobil m1 = new Mobil( M-1 ); Mobil m2 = new Mobil( M-2 ); class Mobil extends Thread { // konstruktor super (id); // Mendefinisikan sendiri run() String nama = getname(); for (int i=0; i<5; i++) { try { sleep(1000); // Tunggu 1 detik catch(interruptedexception ie) { System.out.println( Terinterupsi ); System.out.println( Thread + nama + :Posisi + i ); Pembahasan contoh1: public class UjiThread { Mobil m1 = new Mobil( M-1 ); Mobil m2 = new Mobil( M-2 ); Pada metode main(), yang menjadi titik awal pengeksekusian program, dua buah objek berkelas Mobil diciptakan dan dirujuk oleh m1 dan m2 secara berturutan. Pernyataan yang terletak sesudah penciptaan kedua objek berkelas Mobil digunakan untuk menjalankan metode run()yang terdapat pada kelas Mobil untuk objek yang dirujuk oleh Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 89
3 m1. Serupa dengan hal itu. Akan membuat run() pada kelas Mobil untuk objek yang dirujuk oleh m2 dijalankan. Pendefinisian kelas Mobil dilakukan dengan membuatnya sebagai subkelas dari kelas Thread. Seperti sintaks berikut: class Mobil extends Thread { kelas Mobil menyebutkan extends Thread. Didalam pendefinisian kelas Mobil terdapat pendefinisian konstruktor Mobil dan metode run(). Konstruktor didefinisikan sebagai berikut: super (id); Konstruktor mengandung sebuah parameter yang mewakili nama untuk thread. Parameter ini dilewatkann ke superkelas dengan memanggil super(id); Metode run() menyatakan tindakan yang akan dilakukan oleh thread. Pada contoh ini, mula-mula nama thread diambil melalui pemanggilan metode getname() dan kemudian diberikan ke variabel bernama nama yang bertipe String. Selanjutnya, pernyataan for digunakan untuk menuliskan informasi sebanyak 5 buah baris yang mengandung nama thread dan posisinya. Namun, sebelum informasi ditulis, pernyataan tersebut akan membuat thread tertidur selama 1 detik melalui pernyataan: try { sleep(1000); // Tunggu 1 detik catch(interruptedexception ie) { System.out.println( Terinterupsi ); Tujuannya adalah memberi kesempatan yang lebih besar terhadap thread lain untuk diproses. Pada pernyataan diatas, try catch digunakan untuk menangkap eksepsi kalau terjadi suatu interupsi ketika thread tertidur. Ketika sebuah thread tertidur, ia benar-benar tidak melakukan kegiatan apapun. Jadi pada saat itu thread tersebut tidak menggunakan CPU sama sekali. sleep() adalah metode pada kelas Thread (dan tentu saja diwariskan ke subkelas) yang berfungsi untuk membuat thread tertidur. Argumennya berupa nilai dalam satuan milidetik(1 detik sama dengan 1000milidetik). Output contoh 1: Thread M-1:Posisi0 Thread M-2:Posisi0 Thread M-1:Posisi1 Thread M-2:Posisi1 Thread M-1:Posisi2 Thread M-2:Posisi2 Thread M-1:Posisi3 Thread M-2:Posisi3 Thread M-1:Posisi4 Thread M-2:Posisi4 Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 90
4 Hasil diatas menunjukkan bahwa proses untuk thread dengan nama M-1 dan M-2 dilakukan secara bergantian Thread Melalui Runnable Runnable sesungguhnya adalah sebuah interface. Dengan mengimplementasikan interface ini, sebuah kelas yang menangani thread dapat diciptakan. Contoh tentang hal ini dapat dilihat pada UjiThread2.java. Kelas Thread merupakan implementasi dari Runnable. Contoh2: // nama file : UjiThread2.java public class UjiThread2 { Thread m1 = new Thread(new Mobil("M-1")); Thread m2 = new Thread(new Mobil("M-2")); class Mobil implements Runnable { String nama; // konstruktor nama = id; for (int i=0; i<5; i++) { try { Thread.currentThread().sleep(1000); catch(interruptedexception ie) { System.out.println("Terinterupsi"); System.out.println("Thread " + nama + ":Posisi" + i ); Pembahasan contoh2: Program diatas hampir sama dengan program UjiThread.java. Beberapa perbedaan yang perlu dibahas: Pembuatan objek thread dilakukan melalui: Thread m1 = new Thread(new Mobil("M-1")); Thread m2 = new Thread(new Mobil("M-2")); Perhatikan bahwa m1 dan m2 merupakan variable yang merujuk objek berkelas Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 91
5 Thread. Pembentukan objek dilakukan dengan menggunakan kelas Thread dengan argument berupa objek berkelas Mobil. Kelas Mobil didefinisikan dengan mengimplementasikan interface Runnable seperti terlihat pada baris berikut: class Mobil implements Runnable { Di dalam kelas Mobil dideklarasikan variabel instan bernama nama, yang digunakan untuk menyimpan nama thread. Di dalam konstruktor Mobil, variabel instan bernama nama tersebut diisi dengan nilai agumen. Di dalam metode run(), mengingat sleep() adalah metode milik kelas Thread, pemanggilannya harus dilakukan dengan memlibatkan kelas tersebut. Seperti sintaks berikut: Thread.currentThread().sleep(1000); Dalam hal ini currentthread() adalah metode pada kelas Thread yang digunakan untuk memperoleh thread sekarang. Output contoh2: Thread M-1:Posisi0 Thread M-2:Posisi0 Thread M-1:Posisi1 Thread M-2:Posisi1 Thread M-1:Posisi2 Thread M-2:Posisi2 Thread M-1:Posisi3 Thread M-2:Posisi3 Thread M-1:Posisi4 Thread M-2:Posisi4 7.3 Daur Hidup Thread Keberadaan sebuah thread dimulai tepat ketika thread tersebut diciptakan. Sebuah thread dieksekusi sampai salah satu kondisi berikut terjadi: 1. Eksekusi terhadap run() berakhir, 2. Terinterupsi oleh eksepsi yang tidak tertangkap, 3. Metode stop() dipanggil. Metode stop() tidak dianjurkan untuk digunakan dalam thread karena tidak aman. Untuk mengetahui suatu thread masih hidup atau sudah mati, metode bernama isalive() pada kelas Thread bisa digunakan. Metode ini memberikan nilai balik berupa true kalau thread masih hidup dan false kalau sudah mati. Contoh3: // nama file : UjiThread3.java public class UjiThread3 { Mobil m1 = new Mobil("M-1"); Mobil m2 = new Mobil("M-2"); Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 92
6 // beri komentar ketika thread berakhir boolean m1berakhir=false; boolean m2berakhir=false; do { // cek keberadaan thread m1 if (!m1berakhir &&!m1.isalive()){ m1berakhir=true; System.out.println("Thread m1 berakhir"); // cek keberadaan thread m2 if (!m2berakhir &&!m2.isalive()){ m2berakhir=true; System.out.println("Thread m2 berakhir"); while (!m1berakhir!m2berakhir); class Mobil extends Thread { // konstruktor super (id); // Mendefinisikan sendiri run() String nama = getname(); for (int i=0; i<5; i++) { try { sleep(1000); // Tunggu 1 detik catch(interruptedexception ie) { System.out.println("Terinterupsi"); System.out.println("Thread " + nama + ":Posisi" + i ); Pembahasan contoh3: Program diatas adalah hasil modifikasi terhadap program UjiThread2.java. Yang dicetak tebal adalah bagian yang diubah dan ditambah. Pengujian kedua thread masih hidup atau sudah mati dilakukan melalui pernyataan do while. Sebelum pernyataan ini dijalankan, dilakukan pendeklarasian dua buah variable bertipe Boolean sebagai berikut: boolean m1berakhir=false; boolean m2berakhir=false; Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 93
7 Masing-masing diberi nilai awal berupa false yang menyatakan bahwa objek yang dirujuk oleh m1 dan m2 belum berakhir. Pengujian objek yang dirujuk m1 sudah berakhir atau belum dilakukan melalui pernyataan: if (!m1berakhir &&!m1.isalive()){ m1berakhir=true; System.out.println("Thread m1 berakhir"); Jika m1berakhir bernilai false dan m1.isalive() menghasilkan nilai false (yang berarti thread sudah mati) maka variabel m1berakhir diisi dengan nilai true dan tulisan berikut ditampilkan: Thread m1 berakhir Pengujian m2 dilakukan dengan cara yang sama. Output contoh3: Thread M-1:Posisi0 Thread M-2:Posisi0 Thread M-1:Posisi1 Thread M-2:Posisi1 Thread M-1:Posisi2 Thread M-2:Posisi2 Thread M-1:Posisi3 Thread M-2:Posisi3 Thread M-1:Posisi4 Thread m1 berakhir Thread M-2:Posisi4 Thread m2 berakhir 7.4 Sinkronisasi Sinkronisasi merupakan suatu upaya agar kode tertentu dijalankan secara berurutan dengan jaminan kode tersebut tidaka akan dijalankan oleh yang lain dalam waktu bersamaan. Jika sinkronisasi diterapkan dalam metode, dipastikan bahwa seluruh kode di dalam metode tersebut dijalankan tanpa diinterupsi oleh yang lain. Contoh: // nama file : TesSinkron.java public class TesSinkron { Mobil m1 = new Mobil("M-1"); Mobil m2 = new Mobil("M-2"); Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 94
8 class Mobil extends Thread { // konstruktor super (id); // Mendefinisikan sendiri run() String nama = getname(); SinkronisasiKeluaran.info(nama); class SinkronisasiKeluaran { public static synchronized void info(string nama){ for (int i=0; i<5; i++) { try { Thread.sleep(1000); catch(interruptedexception ie) { System.out.println("Terinterupsi"); System.out.println("Thread " + nama + ":Posisi" + i ); Output: Thread M-1:Posisi0 Thread M-1:Posisi1 Thread M-1:Posisi2 Thread M-1:Posisi3 Thread M-1:Posisi4 Thread M-2:Posisi0 Thread M-2:Posisi1 Thread M-2:Posisi2 Thread M-2:Posisi3 Thread M-2:Posisi4 Dengan menambahkan synchronized pada metode info() pada kelas SinkronisasiKeluaran terlihat bahwa seluruh kode pada metode tersebut akan dijalankan sekiranya dipanggil oleh sebuah thread. Tampak bahwa thread bernama M-1 dijalankan secara tuntas dan kemudian thread bernama M2 dijalankan sampai berakhir. Jadi tidak terjadi pengeksekusian secara bersamaan. 7.5 Prioritas Thread Setiap thread dalam Java memiliki prioritas. Defaultnya, suatu thread menurunkan prioritas dari thread induknya atau dapat menaikkan/menurunkan prioritas setiap thread. Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 95
9 Kelas Thread menyediakan metode setpriority() dengan argument berupa angka yang menyatakan prioritas antara MIN_PRIORITY(didefinisikan sebagai 1 dalam kelas Thread) dan MAX_PRIORITY ( didefinisikan sebagai 10). NORM_PRIORITY didefinisikan sebagai 5. Contoh: // nama file : UjiPrioritas.java public class UjiPrioritas { Mobil m1 = new Mobil("M-1"); Mobil m2 = new Mobil("M-2"); m2.setpriority(8); class Mobil extends Thread { // konstruktor super (id); // Mendefinisikan sendiri run() String nama = getname(); for (int i=0; i<5; i++) { System.out.println("Thread " + nama + ":Posisi " + i ); m2.setpriority(8); // digunakan untuk mengatur prioritas m2 agar lebih tinggi daripada m1. Output: Thread M-2:Posisi 0 Thread M-2:Posisi 1 Thread M-2:Posisi 2 Thread M-2:Posisi 3 Thread M-2:Posisi 4 Thread M-1:Posisi 0 Thread M-1:Posisi 1 Thread M-1:Posisi 2 Thread M-1:Posisi 3 Thread M-1:Posisi 4 Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 96
10 1. Jelaskan tentang multithreading! 2. Bagaimana cara membuat thread? STEP BY STEP MATERI PRAKTIKUM 1. Memberikan penjelasan tentang multithreading 2. Memberikan penjelasan serta memberikan contoh pembuatan thread. LAPORAN AKHIR Buatlah kesimpulan mengenai multithreading pada bahasa pemrograman JAVA yang telah dipraktekkan beserta dengan program-program yang telah dibuat berikut tampilan hasilnya. Lab. Teknik Informatika - FTI Universitas Gunadarma 97
Thread. 16 th week Estu Sinduningrum ST,MT
Thread 16 th week Estu Sinduningrum ST,MT Multitasking dan Multithreading Multitasking Multitasking adalah suatu istilah yang menjelaskan bahwa sebuah komputer dapat menjalankan bebeiapa aktiviias (yang
BAB IX THREAD Thread ClassThread namavar = new ClassThread(); Namavar.start(); New ClassThread().start();
BAB IX THREAD Thread merupakan kemampuan yang disediakan oleh Java untuk membuat aplikasi yang tangguh, karena thread dalam program memiliki fungsi dan tugas tersendiri. Dengan adanya thread, dapat membuat
PERTEMUAN III OBJEK DAN CLASS TUJUAN PRAKTIKUM
PERTEMUAN III OBJEK DAN CLASS TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan memahami perbedaan objek dan class pada Java. 2. Praktikan memahami konsep berorientasi objek. 3. Praktikan dapat membuat program sederhana dengan
Class Thread juga menyediakan beberapa constants sebagai nilai prioritas. Tabel berikut ini adalah rangkuman dari class Thread.
Thread Programming di Java Thread merupakan kemampuan yang disediakan oleh Java untuk membuat aplikasi yang tangguh, karena thread dalam program memiliki fungsi dan tugas tersendiri. Dengan adanya thread,
Pemrograman Berorientasi Obyek (IT251) Ramos Somya, S.Kom., M.Cs.
Pemrograman Berorientasi Obyek (IT251) Ramos Somya, S.Kom., M.Cs. Thread adalah sebuah pengontrol aliran program dengan menggunakan kendali tunggal. Suatu proses dikontrol oleh paling sedikit satu thread.
PEMROGRAMAN JAVA : THREAD
PEMROGRAMAN JAVA : THREAD Asep Herman Suyanto [email protected] http://www.bambutechno.com Thread merupakan kemampuan yang disediakan oleh Java untuk membuat aplikasi yang tangguh, karena thread dalam
Java Progamming Multithreading
Java Progamming Multithreading Disampaikan pada mata kuliah Object Oriented Programming Eddy Muntina Dharma,ST,MT Jurusan Teknik Informatika STT Telkom [email protected] Konsep Dasar Multitasking
BAB 2. Class Thread. Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat: Mengenal Kelas Thread Menggunakan Kelas Thread dalam aplikasi
2.1 Tujuan: BAB 2 Class Thread Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat: Mengenal Kelas Thread Menggunakan Kelas Thread dalam aplikasi 2.2 Mengenal Kelas Thread Salah satu fitur yang tertanam
BAB 2 COLLECTION & THREAD
BAB 2 COLLECTION & THREAD 2.1 Pendahuluan Didalam pembuatan game java sering kali kita mendefinisikan banyak object seperti gambar, dan grafik geometri yang begitu banyak, untuk itu dibutuhkan suatu manajemen
Pada pembuatan game di java, sering kali para programer. mendefinisikan banyak object seperti suara, gambar, dan grafik geometri yang
BAB 2 COLLECTION & THREAD 2.1 Pendahuluan Pada pembuatan game di java, sering kali para programer mendefinisikan banyak object seperti suara, gambar, dan grafik geometri yang begitu banyak, untuk itu dibutuhkan
Kelompok 12. Thread Java
Kelompok 12 Thread Java Anggota Kelompok Irene Ully Havsa (0606101515 / Kelas B) Mario Ray Mahardika (0606101686 / Kelas A) Salman Salsabila (0606031566 / Kelas B) Komentar umum Secara umum, bab 12 membahas
PERTEMUAN 3 OBJEK DAN CLASS
PERTEMUAN 3 OBJEK DAN CLASS Obyektif: Praktikan memahami perbedaan objek dan class pada Java. Praktikan memahami konsep berorientasi objek. Praktikan dapat membuat program sederhana dengan menggunakan
PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK NINF615 SEMESTER GASAL 2016/2017 PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK DISUSUN OLEH: Tim Asisten Praktikum Jurusan
Exception Handling and Multithreading
Pertemuan 7 Halaman 1/1 Pengertian Exception Suatu program apabila mengalami kesalahan akan menghasilkan suatu runtime errors seperti gagal membuka file, suatu program melakukan akses diatas range array
PERTEMUAN 7 MULTITHREADED PROGRAMMING
Obyektif Praktikum : Mendefiniskan threads Mengerti perbedaan state dalam threads Mengerti konsep prioritas dalam threads PERTEMUAN 7 MULTITHREADED PROGRAMMING Mengetahui bagaimana menggunakan method didalam
Algoritma Pemrograman 1
Algoritma Pemrograman 1 Laboratorium Informatika Universitas Gunadarma Created by Taufan E. for educational purpose only. Pertemuan 3: Object, Method, Class, Constructor, dan Exception Method: Definisi
PRAKTIKUM 6 EXCEPTION
PRAKTIKUM 6 EXCEPTION A. TUJUAN Memahami konsep, tipe, dan cara penanganan eksepsi. Memahami cara melontar dan menangkap eksepsi. Memahami konsep try catch dan catch secara bertingkat. Memahami klausa
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMAA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : KAPITA SELEKTA BAHASA PEMROGRAMAN Kode Mata Kuliah : MI - 15310 Jurusan / Jenjang : S1 SISTEM INFORMASI
2. Pilih instruksi yang dapat digunakan dalam method actionperformed untuk membedakan antara tombol buttonone dan buttontwo.
Waktu Sisa : 2:14:53 1. Dari pilihan berikut ini, item manakah yang memiliki atribut dan behaviour? object class attribute data type method behavior 2. Pilih instruksi yang dapat digunakan dalam method
LAB PEMROGRAMAN I (JAVA FUNDAMENTAL) PERTEMUAN 3 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom
LAB PEMROGRAMAN I (JAVA FUNDAMENTAL) PERTEMUAN 3 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom BAB III DASAR-DASAR PEMROGRAMAN Tipe Data Data adalah sekumpulan kejadian/fakta yang dipresentasikan dengan huruf, angka,
1. Mana diantara pilihan-pilihan berikut ini yang merupakan penulisan loop yang benar?
1 of 14 2/21/2008 2:34 PM Waktu Sisa : 0:43:58 1. Mana diantara pilihan-pilihan berikut ini yang merupakan penulisan loop yang benar? 2 of 14 2/21/2008 2:34 PM 2. Pernyataan manakah yang benar mengenai
2 TIPE DATA DAN VARIABEL
BAB 2 TIPE DATA DAN VARIABEL Kompetensi Dasar dan Indikator : Setelah mengikuti materi kuliah ini mahasiswa mampu menggunakan tipe data dan variable yang ada dalam Java, dengan indikator mahasiswa mampu:
PENANGANAN EKSEPSI. class Exc0 { public static void main (String args[]) { int d = 0; int a = 42 / d; } }
PENANGANAN EKSEPSI Eksepsi adalah keadaan tidak normal yang muncul pada suatu bagian program pada saat dijalankan. Penanganan eksepsi pada java membawa pengelolaan kesalahan program saat dijalankan kedalam
Pengenalan JavaScript
Pengenalan JavaScript Tujuan - Mahasiswa memahami konsep dasar Javascript - Mahasiswa mampu memahami cara menggunakan Javascript - Mahasiswa mampu memahami dasar variabel di Javascript - Mahasiswa mampu
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 [TIK] BAB VIII PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK [Alfa Faridh Suni] KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2017 BAB VIII
MODUL 3 PEWARISAN TUJUAN DASAR TEORI
MODUL 3 PEWARISAN TUJUAN Setelah menyelesaikan modul ini, praktikan dapat: Memahami pewarisan tunggal dan jamak dalam pemrograman java. Mampu mengimplementasikan pewarisan tunggal dalam bahasa pemrograman
int i = 0; while (i < 10) { System.out.println( Informatika Unpas ); i++; }
I. Bahan Kajian 1. Perulangan (Iterasi) Perulangan(iterasi), menyatakan bahwa suatu instruksi tertentu akan diulang sampai tercapai kondisi tertentu, tanpa kita harus menulis perintah tersebut secara berulang.
BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA
BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data. Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman dengan
Pemrograman Berorientasi Object
Pemrograman Berorientasi Object Apa itu Exception? Singkatan dari Exceptional Events. Kesalahan (errors) yang terjadi saat runtime, menyebabkan gangguan pada alur eksekusi program. Contoh Error pembagian
LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java)
LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java) Di susun oleh: Wahyono ( 06/193218/PA/10892 ) Praktikan Algoritma dan Pemrograman Kelas A 7 Mei 2007 LABORATORIUM KOMPUTASI
AP2B Dini Triasanti STRUKTUR PEMROGRAMAN PYTHON
STRUKTUR PEMROGRAMAN PYTHON 1. Aturan Penulisan Program-program yang ditulis dalam Python secara khas jauh lebih pendek dibandingkan dengan program-program C atau C++, karena beberapa pertimbangan: tipe
PEMROGRAMAN JAVA : VARIABEL DAN TIPE DATA
PEMROGRAMAN JAVA : VARIABEL DAN TIPE DATA Asep Herman Suyanto [email protected] http://www.bambutechno.com Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai
Mengunci sebuah object: Untuk memastikan bahwa hanya satu thread yang mendapatkan hak akses kedalam method tertentu
Sinkronisasi Mengapa menggunakan sinkronisasi threads? Bagaimanapun juga sebuah thread yang berjalan bersama-sama kadang-kadang membutuhkan resource atau method dari luar Butuh untuk berkomunikasi satu
MODUL 3. Inheritance, Abstract Class, Interface TUJUAN PRAKTIKUM LANDASAN TEORI. A. Inheritance
MODUL 3 Inheritance, Abstract Class, Interface TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan dapat memahai bagaimana suatu class dapat mewariskan sifat dari class yang sudah ada. 2. Praktikan mampu mendefinisikan superclass
Struktur Kontrol Pemrograman Java : PERCABANGAN
MK. Pemrograman Berorientasi Objek Struktur Kontrol Pemrograman Java : PERCABANGAN Karmilasari Struktur Kontrol Percabangan If, If-Else, If bersarang Switch - Case Pengulangan 2 Percabangan : IF Pada percabangan
E-Book PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Disusun Oleh: Arfian Hidayat, S.Kom
E-Book PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK Disusun Oleh: Arfian Hidayat, S.Kom http://arfianhidayat.com FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2013 Daftar Isi Daftar Isi... i Daftar Gambar...
INHERITANCE AND POLIMORPHISM PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM
1 INHERITANCE AND POLIMORPHISM PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM INHERITANCE Pewarisan atribut dan method pada sebuah class yang diperoleh dari class yang direferensi sebagai induk
Percabangan & Perulangan
Struktur Dasar Java Percabangan & Perulangan Object-oriented Programming (OOP) with JAVA 2011/2012 Macam-macam Percabangan if (...) if ( ) else ( ) if ( ) else if ( ) else ( ) switch ( ) Percabangan :
Badiyanto, S.Kom., M.Kom. PBO java
Badiyanto, S.Kom., M.Kom PBO java Apa yang Disebut Java? Bahasa pemrograman berorientasi objek murni yang dibuat berdasarkan kemampuankemampuan terbaik bahasa pemrograman objek sebelumnya (C++, Ada, Simula).
DASAR PEMOGRAMAN JAVA
DASAR PEMOGRAMAN JAVA Pertemuan ke-2 Oleh: Winda Aprianti Tipe Data Bilangan Karakter Kata atau Kalimat Boolean Literal merepresentasikan nilai suatu tipe, dimana tipe itu sendiri menjelaskan bagaimana
EXCEPTION HANDLING. 1. Mampu menangani eksepsi 2. Mengetahui dan memahami tentang multithreading 3. Dapat membuat program tentang exception handling
EXCEPTION HANDLING Obyektif : 1. Mampu menangani eksepsi 2. Mengetahui dan memahami tentang multithreading 3. Dapat membuat program tentang exception handling PENANGANAN EKSEPSI Eksepsi adalah keadaan
Encapsulation (Encapsulasi) Minggu 5 Pemrograman Berorientasi Objek Alfa Faridh Suni
Encapsulation (Encapsulasi) Minggu 5 Pemrograman Berorientasi Objek Alfa Faridh Suni Enkapsulasi u Dapat dikatakan sebagai penyembunyian data/informasi (Information hiding). u Implementasi ke bahasa Pemrograman
Bahasa Pemrograman 2.
Bahasa Pemrograman 2 Abstract & Interface [email protected] Abstract t Class [1] Saat kita membuat sebuah superclass, kita tahu bahwa kita dapat menurunkan semua metode yang dimilikinya pada class anaknya.
2.1 if Jenis-jenis Percabangan if adalah if, if else, If else if else if - else
I. Bahan Kajian Sebagai bahasa pemrograman, java memiliki cara untuk mengontrol alur eksekusi program bergantung pada kondisi yang telah ditetapkan Secara garis besar alur eksekusi ini dapat dikelompokan
Konsep Lanjut Pemrograman Berorientasi Obyek
Pemrograman Berorientasi Obyek By : Sendi Novianto, S.Kom, M.T Email : [email protected] Materi Diskusi 1. Konsep Pemrograman dan Paradigmanya Tingkat Bahasa Pemrograman, Paradigma Pemrograman, Tool Pemrograman
Pemrograman Berorientasi. Abstract & Interface
Pemrograman Berorientasi Obyek Abstract & Interface [email protected] Latar Belakang Kita sudah mengenal pewarisan, bahwa class anak akan selalu mendapat warisan atribut dan behavior dari class induk Class
Bab 26. Readers/Writers
Bab 26. Readers/Writers Achmad Hariyadi 0606031433 Indra Firmancahya 0606101502 Komentar Umum: Secara umum bab ini sudah menjelaskan tentang readers/writers bahwa semafor tetap akan digunakan dalam program
Pemrograman Fery Updi,M.Kom
Pemrograman Fery Updi,M.Kom 1 Pokok Bahasan Mendapatkan Input dari Keyboard Struktur Kontrol Pemilihan (If, if-else, if-else-else if, switch) 2 Tujuan Mahasiswa mampu: Membuat program Java yang interaktif
LAPORAN RESMI. PRAKTIKUM TEKNOLOGI WEB Pengenalan JavaScript
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TEKNOLOGI WEB Pengenalan JavaScript Dosen Pembimbing : Dwi Susanto Oleh : Noer Rhiannah A (4103131052) 3 D3 MMB B PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MULTIMEDIA BROADCASTING DEPARTEMEN MULTIMEDIA
TUGAS SISTEM TERDISTRIBUSI MULTYTHREAD EKO SURIPTO P
TUGAS SISTEM TERDISTRIBUSI MULTYTHREAD EKO SURIPTO P. 33301 Konsep thread Sebuah proses adalah suatu program yang sedang dieksekusi. Proses lebih dari sebuah kode program tetapi juga mencakup program counter,
PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK COLLECTION DAN MULTITHREADING. ADAM MUKHARIL BACHTIAR TEKNIK INFORMATIKA UNIKOM
PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK COLLECTION DAN MULTITHREADING. ADAM MUKHARIL BACHTIAR TEKNIK INFORMATIKA UNIKOM Pemrograman Berorientasi Objek Collection dan Multithreading Adam Mukharil Bachtiar Teknik
Operator, Statement kondisional, dan Iterasi pada Java
Operator, Statement kondisional, dan Iterasi pada Java Operator Operator Aritmatika Operator ini digunakan pada operasi-operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian dll. Jenis Operator
1.Tujuan. 2. Latar Belakang
1.Tujuan Mendefiniskan threads Mengerti perbedaan state dalam threads Mengerti konsep prioritas dalam threads Mengetahui bagaimana menggunakan method didalam class Thread Membuat sendiri sebuah thread
Modul 4 Exception, I/O, dan Operasi File
Modul 4 Exception, I/O, dan Operasi File Tujuan: 1. Mengerti konsep exception, I/O, dan operasi file. 2. Bisa implementasiin konsep exception dan I/O dalam sebuah pemrograman sederhana untuk operasi file
Score: Persentase: % ~ u ~ Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only.
Score: 62.666669 Persentase: 78.33 % Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software 1. Mengapa terjadi error pada potongan kode berikut ini : ~ u ~ Method setname(string a) tidak dideklarasikan oleh MIDP
BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR
BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data. Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman
BONUS. Dasar Java Mobile. Mengenal Java Mobile Mengenal MIDlet Mobile Grafis Mobile Animasi Latihan Soal
BONUS Dasar Java Mobile Mengenal Java Mobile Mengenal MIDlet Mobile Grafis Mobile Animasi Latihan Soal Mengenal Java Mobile Dasar Java Mobile Java Mobile (J2ME) atau singkatan dari Java 2 Mobile Edition
1. Manakah jawaban yang benar,pada saat Anda mengcompile dan menjalankan class berikut ini:
1. Manakah jawaban yang benar,pada saat Anda mengcompile dan menjalankan class berikut ini: Program dapat di-compile dan output-nya adalah 5 Program dapat di-compile dan output-nya adalah 6 Program akan
Definisi Eksepsi (exception)
Penanganan Eksepsi Definisi Eksepsi (exception) Exception adalah kondisi yang menyebabkan program menjadi hang atau quit dari alur normal yang telah ditentukan pada saat program dijalankan. Exception ini
Percobaan 6 Exception
Percobaan 6 Exception Pokok Bahasan Penanganan Eksepsi Menangkap Eksepsi Catch Secara bertingkat Melontarkan Eksepsi Melontarkan kembali Eksepsi Klausa Throws Tujuan Belajar Dengan praktikum ini mahasiswa
Tipe if : If tanpa else (if) If dengan else (if-else) Nested if
Struktur kontrol keputusan pernyata-an dari Java yang mengijinkan user untuk memilih dan mengeksekusi blok kode spesifik dan mengabaikan blok kode yang lain. Tipe : If switch Tipe if : If tanpa else (if)
Pemrograman Berorientasi Objek Collection dan Multithreading. Adam Mukharil Bachtiar Teknik Informatika UNIKOM
Pemrograman Berorientasi Objek Collection dan Multithreading Adam Mukharil Bachtiar Teknik Informatika UNIKOM Generic Programming, Collection, dan Multithreading 1. Definisi dan konsep Collection 2. Iterator
Gambar 1: Hirarki class
BAB 11 Pewarisan, Polimorfisme, dan Interface 11.1 Tujuan Dalam bagian ini, kita akan membicarakan bagaimana suatu class dapat mewariskan sifat dari class yang sudah ada. Class ini dinamakan subclass dan
Modul Praktikum 3 Pemograman Berorientasi Objek
Modul Praktikum 3 Pemograman Berorientasi Objek 1. Judul : Kontrol Keputusan dan Pengulangan 2. Tujuan Percobaan : Diakhir praktikum, mahasiswa diharapkan mampu : Menggunakan struktur kontrol keputusan
Pengenalan OOP. Object-Oriented programming (OOP) Menitikberatkan pada konsep object sebagai elemen dasar dari program.
Class & Objek Pengenalan OOP Object-Oriented programming (OOP) Menitikberatkan pada konsep object sebagai elemen dasar dari program. Object tersebut dikarakterisasi oleh property dan behavior. Pengenalan
BAB 1 PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
BAB 1 PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan
I. Tujuan Instruksional Umum Mengenal konsep dasar berorientasi objek Memahami dan dapat mengimplementasikan Kelas dan Objek pada java.
I. Tujuan Instruksional Umum Mengenal konsep dasar berorientasi objek Memahami dan dapat mengimplementasikan Kelas dan Objek pada java II. Bahan Kajian 1. Kelas(Class) Kelas adalah definisi umum (pola,
PRAKTIKUM 8 FILE INPUT OUTPUT
PRAKTIKUM 8 FILE INPUT OUTPUT A. TUJUAN 1. Memahami cara memasukkan Input dan menampilkan Output 2. Memahami dasar membaca dan menulis file B. DASAR TEORI Dasar Baca / Tulis File Terdapat dua buah stream
BAB VIII CLASS ABSTRACT & CLASS INTERFACE. //abstract class bisa, kelas biasa bisa System.out.println("Ini nama");
BAB VIII CLASS ABSTRACT & CLASS INTERFACE A. ABSTRACT CLASS class merupakan sebuah kelas yang di dalamnya bisa terdapat method abstract dan method biasa. Method abstract adalah method yang tidak memiliki
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk: Menggunakan struktur kendali pencabangan bersyarat dalam bahasa pemrograman.
Pemrograman Dasar 1 Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk: Menggunakan struktur kendali pencabangan bersyarat dalam bahasa pemrograman. 2 Pencabangan Bersyarat Pernyataan
PERCOBAAN 6 EXCEPTION
PERCOBAAN 6 EXCEPTION Pokok Bahasan Penanganan Eksepsi Menangkap Eksepsi Catch Secara bertingkat Melontarkan Eksepsi Melontarkan kembali Eksepsi Klausa Throws Tujuan Belajar Dengan praktikum ini mahasiswa
Apa yang menjadi output potongan kode diatas? Error karena tidak ada String yang di-passing kedalam konstruktor Bapak
Waktu Sisa : 0:59:57 1. Apa yang menjadi output potongan kode diatas? Error karena tidak ada String yang di-passing kedalam konstruktor Bapak Output: Bapak null Anak Error karena constructor Bapak(String
PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN
PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN Obektif: Praktikan mengetahui arra, percabangan, dan perulangan pada Java. Praktikan mengetahui bentuk umum
PERTEMUAN II ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN TUJUAN PRAKTIKUM
PERTEMUAN II ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengetahui array, percabangan, dan perulangan pada Java. 2. Praktikan mengetahui bentuk umum dari array, percabangan, dan perulangan
Dasar Pemrograman Java
Dasar Pemrograman Java Tessy Badriyah, SKom. MT. http://lecturer.eepis-its.edu/~tessy Tujuan Pembelajaran Penggunaan Komentar dalam program Memahami perbedaan identifier yang valid dan yang tidak valid
PEMROGRAMAN JAVA. Yoannita, S.Kom. Class & Method sederhana Konsep Pemrograman Berorientasi Objek. Company LOGO
Company LOGO PEMROGRAMAN JAVA Yoannita, S.Kom Class & Method sederhana Konsep Pemrograman Berorientasi Objek Method Method atau metode adalah fungsi yang didefinisikan di dalam kelas dan beroperasi pada
if (ekspresi_boolean) { Pernyataan1; } else { Pernyataan2; }
PRAKTIKUM 4 PERCABANGAN DAN PERULANGAN A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami logika percabangan 2. Memahami logika perulangan 3. Memakai percabangan dan perulangan yang tepat 4. Memahami pemberian kondisi
Elemen Dasar Dalam Bahasa Java
Elemen Dasar Dalam Bahasa Java 1. Kata Kunci Kata kunci adalah kata-kata yang didefenisikan oleh compiler dan memiliki arti dan tujuan spesifik. Java tidak mengizinkan kata-kata tersebut dipakai sebagai
Modul Praktikum Bahasa Pemrograman 1
Modul Praktikum Tahun Ajaran 2009/2010 Revisi : Eko Andriyanto Wicaksono, S.Kom Materi 6 Array Pengenalan Array Pada Bab sebelumnya, kita telah mendiskusikan bagaimana cara pendeklarasian berbagai macam
BAB 1 KONSEP DASAR JAVA
BAB 1 KONSEP DASAR JAVA TUGAS PENDAHULUAN Buatlah algoritma dari program yang ada dalam kegiatan praktikum ini! 1. TUJUAN a. Mahasiswa mengetahui dasar dan elemen-elemen pembentuk bahasa Java b. Mahasiswa
IF PEMROGRAMAN LANJUT PERULANGAN. Oleh : Andri Heryandi, M.T.
IF34348 - PEMROGRAMAN LANJUT PERULANGAN 05 Oleh : Andri Heryandi, M.T. JENIS-JENIS PERULANGAN Perulangan FOR Perulangan DO WHILE Perulangan WHILE Oleh : Andri Heryandi, M.T. 2 PERULANGAN FOR Perulangan
MODUL 3 Inheritance. Tujuan: Mahasiswa dapat mengenal dan memahami konsep inheritance dan cara menerapkan inheritance dengan constructor
MODUL 3 Inheritance Tujuan: Mahasiswa dapat mengenal dan memahami konsep inheritance dan cara menerapkan inheritance dengan constructor Materi: Pengantar Inheritance Manfaat Penggunaan Inherintance Keyword
Pertemuan 2 (2) : Membuat Class dan mengakses Anggota Class
Pertemuan 2 (2) : Membuat Class dan mengakses Anggota Class Tessy Badriyah, SKom. MT. http://lecturer.eepis-its.edu/~tessy Pendahuluan Pada bagian ini, kita akan membuat program berbasis obyek menggunakan
IF PEMROGRAMAN LANJUT EXCEPTION. Oleh : Andri Heryandi, M.T.
IF34348 - PEMROGRAMAN LANJUT EXCEPTION 09 Oleh : Andri Heryandi, M.T. MATERI HARI INI Exception Penanganan Exception Penanganan Exception satu catch Penanganan Exception dengan banyak catch Pengaganan
Membuat dan Menggunakan Class
Pertemuan 3 Halaman 1/1 Membuat class pada java : Untuk mendefinisikan suatu class pada java digunakan : class ClassName { suatu class dapat terdiri dari - attribute / data field - method Attribute Attribute
1. Latar Belakang Didalam pembuatan game java sering kali kita mendefinisikan banyak object seperti gambar, dan grafik geometri yang begitu banyak,
1. Latar Belakang Didalam pembuatan game java sering kali kita mendefinisikan banyak object seperti gambar, dan grafik geometri yang begitu banyak, untuk itu dibutuhkan suatu manajemen yang menangani hal
PEMAHAMAN DASAR DASAR JAVA
MODUL 1 PEMAHAMAN DASAR DASAR JAVA A. PENGANTAR JAVA Java Standard Development Kit (JDK/SDK) merupakan alat-alat utama bagi programmer untuk membuat dan menjalankan java. Development Kit dapat didownload
Array. Pengantar. int a, b, c, d, e;
Array Pengantar Program yang cukup kompleks membutuhkan variabel dalam jumlah besar. Kita mungkin saja mendeklarasikan variabel-variabel tersebut satu per satu. Andaikan sebuah program membutuhkan 5 (lima)
BAB 2 INPUT DARI KEYBOARD
BAB 2 INPUT DARI KEYBOARD 2.1 Tujuan Membuat program java yang interaktif yang bisa membaca input dari keyboard Menggunakan class BufferedReader untuk mendapatkan input dari keyboard melalui layar console
if (ekspresi_boolean) {
PRAKTIKUM 4 PERCABANGAN DAN PERULANGAN A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami logika percabangan 2. Memahami logika perulangan 3. Memakai percabangan dan perulangan yang tepat 4. Memahami pemberian kondisi
IKG2I4 / Software Project I
IKG2I4 / Software Project I Mahmud Imrona, M.T. Izzatul Ummah, M.T. Kelompok Keahlian Algoritma dan Komputasi LECTURE NOTE WEEK 6 1 3/11/2015 WEEK 6 Abstract Class Interface Exception 2 3/11/2015 ABSTRACT
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
PRAKTIKUM 12 ALGORITMA PENGURUTAN (SHELL SORT) A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami step by step algoritma pengurutan shell sort. 2. Mampu mengimplementasikan algoritma pengurutan shell sort dengan berbagai
MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK Deskripsi Singkat Praktikum pemrograman berorientasi objek adalah praktikum yang menggunakan bahasa Java sebagai bantuan dalam memahami konsep pemrograman
MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK Deskripsi Singkat Praktikum pemrograman berorientasi objek adalah praktikum yang menggunakan bahasa Java sebagai bantuan dalam memahami konsep pemrograman
TUGAS PROGRAM DIAGONAL, VETIKAL, DAN HORIZONTAL OPENGL (MENGGUNAKAN JAVA) NAMA : SYIFA MUTIARA SARI KELAS : 3KA23 NPM :
TUGAS PROGRAM DIAGONAL, VETIKAL, DAN HORIZONTAL OPENGL (MENGGUNAKAN JAVA) NAMA : SYIFA MUTIARA SARI KELAS : 3KA23 NPM : 16115784 Untuk membuat program garis vertikal, horizontal, dan diagonal kita membutuhkan
IKG2I4 / Software Project I
IKG2I4 / Software Project I Mahmud Imrona, M.T. Izzatul Ummah, M.T. Kelompok Keahlian Algoritma dan Komputasi LECTURE NOTE WEEK 2 1 3/11/2015 WEEK 2 Class Driver Constructor Public vs private Get dan set
BAHASA PEMROGRAMAN JAVA
MI1274 Algoritma & Pemrograman Lanjut Genap 2015-2016 BAHASA PEMROGRAMAN JAVA Disusun Oleh: Reza Budiawan Untuk: Tim Dosen Algoritma & Pemrograman Lanjut Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran
ABSTRACTION, ENCAPSULATION, INHERITANCE & POLYMORPHISM
Materi kuliah ABSTRACTION, ENCAPSULATION, INHERITANCE & POLYMORPHISM Ir. Roedi Goernida, MT. ([email protected]) Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung
KUM 3 IMPLEMENTASI LIST
PRAKTIKUM KUM 3 IMPLEMENTASI LIST TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengimplementasikan struktur data LIST menggunakan array. 2. Menggunakan interface untuk mendefinisikan sekumpulan method generik dan dapat diimplementasikan
STRUKTUR PEMROGRAMAN PYTHON
I. ATURAN PENULISAN II. STRUKTUR PEMROGRAMAN PYTHON program program yang ditulis dalam Python secara khas jauh lebih pendek dibandingkan dengan program-program C atau C++, karena : Tipe data tingkat tinggi
