KERANGKA TEORITIS VARIABEL HIPOTESIS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KERANGKA TEORITIS VARIABEL HIPOTESIS"

Transkripsi

1 1 KERANGKA TEORITIS VARIABEL HIPOTESIS A. Definisi Teori Menurut Kerlinger (1986), teori merupakan suatu kumpulan construct atau konsep (concepts), definisi (definitions), dan proposisi (propositions) yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan (memprediksi) fenomena alam. Konsep Construct penelitian merupakan dasar pemikiran peneliti yang kemudian dikomunikasikan kepada orang lain. Peneliti perlu merumuskan konsep atau construct penelitian dengan baik agar hasilnya dapat dimengerti oleh orang lain dan memungkinkan untuk direplikasi atau diekstensi oleh peneliti yang lain. Misalnya, penelitian yang menguji apakah kemampuan berkomunikasi mempunyai pengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Agar dapat dinyatakan dalam rumusan masalah penelitian yang jelas dan hipotesis dapat diuji melalui pengumpulan data, maka perlu kejelasan: apa yang dimaksud dengan kemampuan berkomunikasi, prestasi akademik yang mana, siapa yang dimaksud sebagai mahasiswa. Pengertian-pengertian tersebut berkaitan den konsep atau construct penelitian. Konsep merupakan abstraksi dari realitas yang tersusun dengan mengklasifikasi fenomena-fenomena (antara lain berupa: objek, kejadian, atribut atau proses) yang memiliki kesamaan karakteristik. Misal, prestasi akademik merupakan konsep yang mengekspresikan abstraksi dari kemampuan belajar mahasiswa antara lain dalam: mengerjakan statistika, menyusun laporan keuangan, membuat bagan alir dokumen. Konsep mempunyai tingkatan abstraksi yang bersifat progresif tergantung pada mudah atau tidaknya fenomena-fenomena yang diabstraksikan dapat diidentifikasi. Misal, aktiva tetap perusahaan merupakan konsep yang mudah diidentifikasi, karena aktiva tetap mempunyai wujud fisik yang mudah diamati. Konsep kepuasan kerja (job satisfaction), motivasi kerja (job motivation), sikap terhadap pekerjaan (attitude toward the job) merupakan kosep yang lebih abstrak dan lebih sulit dibayangkan. Construct merupakan konsep-konsep yang abstrak, yang mempunyai makna tambahan yang sengaja diadopsi untuk keperluan ilmiah (Kerlinger,1986). Misal, construct kepuasan kerja merupakan suatu abstraksi dari fenomena psikologis yang dirasakan oleh seseorang terhadap pekerjaan yang dapat diamati berdasarkan persepsi yang bersangkutan

2 2 terhadap berbagai dimensi lingkungan pekerjaan, antara lain: tugas-tugas yang dikerjakan, atasannya, rekan kerjanya, kompensasi pekerjaan, promosi karier. Perasaan tersebut dapat dinyatakan dengan perasaan puas atau tidak puas. B. Kerangka Kerja Teoritis Kerangka kerja teoritis adalah suatu model konseptual yang menunjukkan hubungan antara berbagai variabel yang dikembangkan oleh peneliti secara teoritis atau secara logis untuk menjawab masalah yang diteliti. Kerangka kerja teoritis disusun dari hasil mendeduksi teori atau hipotesis lain yang diperoleh dari survei literatur saja atau dari survei literatur dilengkapi dengan hasil wawancara, observasi, pengalaman dan intuisi. Dengan demikian, survei literatur memegang peran penting dalam menyusun kerangka kerja teoritis. Terdapat dua macam survei literatur, yaitu: 1. Mencari, mengumpulkan, membaca, dan mengorganisasi teori-teori dan/atau dilengkapi dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya untuk menjawab masalah penelitian yang diwujudkan dalam bentuk tulisan sebagai landasan teori. 2. Mencari, mengumpulkan, membaca, dan mengorganisasi hasil-hasil penelitian saja untuk menjawab masalah penelitian yang diwujudkan dalam bentuk tulisan sebagai tinjauan atau kajian pustaka. C. Variabel Penelitian Teori mengekspresikan fenomena-fenomena secara sistematis melalui pernyataan hubungan antar variabel. Construct adalah abstraksi dari fenomena-fenomena kehidupan nyata yang diamati. Variabel merupkan proksi (proxy) atau representasi dari construct yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai. Dengan demikian, variabel merupakan mediator antara construct yang abstrak dengan fenomena yang nyata. Variabel memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomenafenomena yang digeneralisasi dalam construct. Variabel dapat diukur dengan berbagai macam nilai tergantung pada construct yang diwakilinya. Nilai variabel dapat berupa angka atau berupa atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalam suatu kisaran nilai. Contoh variabel antara lain: sikap, motivasi, prestasi akademik, absensi. Sikap mahasiswa dapat dinilai dengan positif dan negatif, motivasi belajar mahasiswa dapat dinilai dengan tinggi, sedang, kurang. Prestasi akademik mahasiswa dapat dinilai dengan keterangan sangat memuaskan, memuaskan, cukup,

3 3 kurang. Absensi mahasiswa dapat dinilai (dihitung) mulai dari nol sampai dengan jumlah tertentu (seluruh mahasiswa dalam satu kelas). Variabel penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa pendekatan, diantaranya adalah berdasarkan: 1. Fungsi Variabel Pengklasifikasian variabel penellitian yang didasarkan pada fungsi variabel penelitan dalam hubungan antar variabel. Berdasarkan fungsi variabel penelitian dalam hubungan antar variabel, maka variabel penelitian diklasifikasikan sebagai berikut: a. Variabel independen (independent variable) dan Variabel dependen (dependent variable) Variabel independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain. Variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Tujuan penelitian adalah menjelaskan dan memprediksi fenomena. Penjelasan dan prediksi fenomena secara sistematis digambarkan dengan variabilitas variabel-variabel dependen yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel-variabel independen. Bentuk hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabelvariabel dependen dapat berupa hubungan korelasional dan hubungan sebab akibat. Bentuk hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dapat bersifat positif atau negatif. Contoh: Suatu penelitian menguji pengaruh pemecahan saham terhadap perubahan harga saham. Ada dua variabel yang diuji dalam penelitian ini, yaitu: pemecahan saham (variabel independen) dan harga saham (variabel dependen). Model penelitian yang menunjukkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen disajikan dalam bentuk diagram berikut ini: Pemecahan saham (variabel independen) Harga saham (variabel iependen) Gambar: Hubungan antar variabel independen (pemecahan saham) dengan variabel dependen (harga saham) b. Variabel moderating (moderating variable). Variabel moderating adalah tipe variabel-variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dengan variabel dependen. Variabel moderating merupakan tipe variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah hubungan antar variabel. Sifat atau arah hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen kemungkinan positif atau negatif tergantung pada variabel moderating. Variabel moderating dinamakan juga dengan variable contingency.

4 4 Contoh: Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh struktur organisasional (desentralisasi atau sentralisasi) terhadap hubungan antara partisipasi dalam penyusunan anggaran (partisipasi) dengan kinerja 1, dinyatakan bahwa struktur organisasional merupakan faktor moderating yang mempengaruhi hubungan antara partisipasi dengan kinerja. Partisipasi mempunyai hubungan positif dengen kinerja pada struktur organisasi desentralisasi. Sebaliknya, pertisipasi mempunyai hubungan negatif dengan kinerja pada struktur organisasi sentralisasi. Pengaruh variabel moderating (struktur organisasional) terhadap sifat dan arah hubungan antara variabel independen (partisipasi) dengan variabel dependen (kinerja) disajikan dalam bentuk diagram berikut ini: Pertisipasi (variabel independen) Kinerja (variabel iependen) Struktur Organisasional (variable moderating) Gambar: Pengaruh variabel moderating (struktur organisasional) terhadap hubungan antara variabel independen (partisipasi) dengan variabel dependen (kinerja) c. Variabel intervening (intervening variable). Varibel intervening adalah tipe variabel-variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen menjadi hubungan tidak langsung. Variabel intervening merupakan variabel yang terletak diantara variabelvariabel independen dengan variabel-variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung menjelaskan atau mempengaruhi variabel dependen. Contoh: Brownell dan McIness 2 melakukan studi empiris untuk menguji hubungan motivasi, partisipasi, dan kinerja. Motivasi dalam penelitian tersebut merupakan variabel intervening yang diduga dipengaruhi oleh partisipasi dan mempengaruhi kinerja. Gambar berikut ini menyajikan model penelitian yang menunjukkan hubungan antara variabel independent, variabel intervening, dan variabel dependen: Partisipasi (variabel independen) Motivasi (variabel intervening) Kinerja (variabel iependen) Gambar: Hubungan antar variabel independen (partisipasi), variabel intervening (motivasi) dan variabel dependen (kinerja) 1 Gul, F.A., J.S.L., Tsui, S.C.C, Fong, and H.Y.L., Kwok, Decentralisation as a Moderating Factor in Budgetary Participation-Performance Relationship: Some Hongkong Evidence, Accounting and Business Research, Vol.25, No.98, hl Brownell, P., and M., McIness, 1986, Budgetary Participation, Motivation, and Managerial Performance, The Accounting Review, Vo. LXI, No.4, October, hal

5 5 2. Skala nilai variabel Klasifikasi variabel penelitian berdasarkan skalal nilainya adalah sebagai berikut: a. Variabel kontinu (continuous variable) Variabel kontinu adalah tipe variabel-veriabel penelitian yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. Nilai dalam variabel kontinu menggambarkan peringkat atau jarak berdasarkan skala pengukuran tertentu. Skala nilai variabel kontinu dapat berupa, misal:(1)perbedaan lebih atau kurang: tinggisedang-rendah; (2)skor nilai yang berbeda dan mempunyai jarak: 1 sampai dengan 7. Tipe skala ini sering digunakan dalam penelitian-penelitian teori keperilakuan. b. Variabel kategoris (categorical variable) Variabel kategoris adalah tipe variabel-variabel penelitian yang memiliki nilai berdasarkan kategori tertentu atau lebih dikenal dengan sebutan skala nominal. Skala nilai pada variabel ini hanya merupakan label untuk mengidentifikasi kategori atau kelompok variabel yang bersangkutan. Contoh variabel kategoris dikotomi: jenis kelamin (pria-wanita), perilaku (baik-buruk), sikap (positif-negatif), atau variabel kategoris politomis: agama, tingkat pendidikan, kewaganegaraan. 3. Perlakuan terhadap variabel Karakteristik penelitian eksperimen adalah adanya manipulasi terhadap variabel tertentu yang berarti memberikan perlakuan yang berbeda kepada kelompok yang berbeda. Klasifikasi variabel berdasarkan pada perlakuan peneliti terhadap variabel penelitian bermanfaat untuk mengetahui perbedaan antara variabel-variabel yang dimanupulasi dengan variabel-variabel yang tidak dimanupulasi. Klasifikasi variabel penelitian berdasarkan perlakuan peneliti terhadap suatu variabel adalah sebagai berikut: a. Variabel aktif (active variable) Variable aktif adalah variabel-variabel penelitian yang dimanupulasi untuk keperluan penelitian eksperimen. b. Variabel atribut (attribute variable) Variabel atribut adalah variabel-variabel penelitian yang tidak mungkin atau sulit untuk dimanipulasi. Misal, variabel-variabel yang berkaitan dengan karakteristik manusia: intelegensi, sikap, jenis kelamin, status sosial-ekonomi.

6 6 D. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu pernyataan dugaan yang logis mengenai hubungan antara dua atau lebih variabel yang diwujudkan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji. Maksud diuji adalah dengan pernyataan tersebut memungkinkan pengumpulan data yang dapat digunakan untuk membuktikan apakah data juga menyatakan hal yang sama atau tidak. Hipotesis berguna untuk memberi arah pilihan jawaban terhadap masalah. Perumusan hipotesis dilakukan melalui kajian pustaka yang menghasilkan kerangka teoritis. Fungsi hipotesis dalam penelitian antara lain sebagai berikut: 1. Hipotesis menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya secara rasional. 2. Hipotesis menyatakan variabel-variabel penelitian yang perlu diuji secara empiris. 3. Hipotesis digunakan sebagai pedoman untuk memilih metode-metode pengujian data. 4. Hipotesis menjadi dasar untuk membuat kesimpulan penelitian. Kriteria-kriteria perumusan hipotesis penelitian yang baik adalah sebagai berikut: 1. Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian. Tujuan penelitian adalah memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. 2. Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris. Tujuan penelitian (terutama penelitian dasar) adalah menguji teori atau hipotesis. Agar dapat diuji, hipotesis harus menyatakan secara jelas variabel-variabel yang diteliti dan dugaan mengenai hubungan antar variabel. 3. Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya. Hipotesis yang dikembangkan oleh peneliti harus mempunyai dukungan teoritis yang lebih kuat daripada alternatif hipotesis-hipotesis lainnya yang kemungkinan dapat dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lain. Bentuk-bentuk rumusan hipotesis penelitian antara lain sebagai berikut: 1. Pernyataan jika maka (if then statement). Hipotesis penelitian yang dirumuskan menyatakan hubungan antar variabel dan perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam kaitannya dengan variabel-variabel tertentu yang dapat diuji. Contoh: Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi. Karyawan yang mengalami tekanan dalam bekerja lebih rendah, akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi.

7 7 2. Hipotesis nol (null hypotheses) merupakan hipotesis yang menyatakan suatu hubungan antar variabel yang definitif atau eksak sama dengan nol, atau secara umum dinyatakan bahwa tidak ada hubungan atau perbedaan (signifikan) antar variabel yang diteliti. Contoh: Tidak ada perbedaan signifikan antara persepsi akuntan dan mahasiswa terhadap etika bisnis. Pernyataan hipotesis nol dalam contoh tersebut dapat disajikan secara statistik sebagai berikut: H 0 : µ A = µ M atau H 0 : µ A - µ M = 0 H 0 menunjukkan format hipotesis nol µ A adalah rata-rata persepsi akuntan public terhadap etika bisnis µ M adalah rata-rata persepsi mahasiswa terhadap etika bisnis 3. Hipotesis alternatif (alternative hypotheses) merupakan lawan pernyataan dari format hipotesis nol yang menunjukkan adanya hubungan atau perbedaan (signifikan) antar variabel yang diteliti. Contoh: 1. Ada perbedaan motivasi kerja yang signifikan antara pekerja pada perusahaan asing dengan perusahaan nasional. 2. Pekerja pada perusahaan asing mempunyai motivasi kerja yang lebih tinggi daripada pekerja pada perusahaan nasional atau pekerja pada perusahaan nasional mempunyai motivasi kerja yang lebih rendah daripada pekerja pada perusahaan asing Pernyataan hipotesis alternatif dalam contoh (1) tersebut dapat disajikan secara statistik sebagai berikut: H A : µ A µ N atau H A : µ A - µ N 0 H A menunjukkan format hipotesis alternatif µ A adalah rata-rata motivasi kerja dari pekerja pada perusahaan asing µ N adalah rata-rata motivasi kerja dari pekerja pada perusahaan nasional Pernyataan hipotesis alternatif dalam contoh (2) tersebut dapat disajikan secara statistik sebagai berikut: H A : A > N atau H A : N < A

BAB 4 KERANGKA TEORITIS

BAB 4 KERANGKA TEORITIS BAB 4 KERANGKA TEORITIS KONSEP CONSTRUCT KONSEP KERANGKA TEORITIS TEORI PROPOSISI VARIABEL TAHAP TEORITISASI CONSTRUCT TEORI HIPOTESIS PROPOSISI Definisi Operasional VARIABEL TAHAP EMPIRISASI HIPOTESISS

Lebih terperinci

PERUMUSAN MASALAH DAN TINJAUAN PUSTAKA

PERUMUSAN MASALAH DAN TINJAUAN PUSTAKA PERUMUSAN MASALAH DAN TINJAUAN PUSTAKA PERTEMUAN III ISFENTI SADALIA Masalah Penelitian Tahap paling krusial, sebab tujuan akan menjawab permasalahan. Kalau permasalahan tidak jelas, penelitian tidak bisa

Lebih terperinci

Pelatihan Jasa Marga 25 Januari 2010

Pelatihan Jasa Marga 25 Januari 2010 CONCEPTUAL FRAMEWORK Pelatihan Jasa Marga 25 Januari 2010 Agenda Theoritical Framework / Kerangka Teoritis Identifikasi Variabel dan Hubungan Variabel Pengembangan Hipotesis Proses Penelitian Observasi

Lebih terperinci

PENGUMPULAN DATA AWAL wawancara dan survei literatur

PENGUMPULAN DATA AWAL wawancara dan survei literatur PENGAMATAN mengidentifikasi minat bidang penelitian DEFINISI MASALAH menentukan masalah penelitian KERANGKA TEORITIS mengidentifikasi dan menguraikan variabel dgn jelas PENYUSUN- AN HIPOTE- SIS DESAIN

Lebih terperinci

Pemilihan Data. A. Pengantar. B. Tujuan Instruksional BAB 1 2 3

Pemilihan Data. A. Pengantar. B. Tujuan Instruksional BAB 1 2 3 BAB 1 2 3 Pemilihan Data A. Pengantar Pada bagian sebelumnya dijelaskan bahwa untuk menjawab masalah penelitian diperlukan pengujian fakta/empiris dengan menggunakan metodologi penelitian. Kegiatan dalam

Lebih terperinci

VARIABEL PENELITIAN (Metode Penelitian Kuantitatif) Andri Helmi M, SE., MM

VARIABEL PENELITIAN (Metode Penelitian Kuantitatif) Andri Helmi M, SE., MM VARIABEL PENELITIAN (Metode Penelitian Kuantitatif) Andri Helmi M, SE., MM Variabel dan Construct Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai Variabel merupakan penghubung

Lebih terperinci

Teori, Konstruk, dan Variabel

Teori, Konstruk, dan Variabel Teori, Konstruk, dan Juwono, Ph.D. February 2017 Hakekat Penelitian Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian adalah menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan di dalam rumusan masalah Beberapa Elemen

Lebih terperinci

Pengertian variabel penelitian Jenis-jenis variabel Hubungan variabel Definisi operasional. Variabel Penelitian - 2

Pengertian variabel penelitian Jenis-jenis variabel Hubungan variabel Definisi operasional. Variabel Penelitian - 2 Pengertian variabel penelitian Jenis-jenis variabel Hubungan variabel Definisi operasional Variabel Penelitian - 2 Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian

Lebih terperinci

KERANGKA TEORITIS DAN PEMBANGUNAN HIPOTESIS THEORITICAL FRAMEWORK & HYPOTHESIS DEVELOPMENT

KERANGKA TEORITIS DAN PEMBANGUNAN HIPOTESIS THEORITICAL FRAMEWORK & HYPOTHESIS DEVELOPMENT KERANGKA TEORITIS DAN PEMBANGUNAN HIPOTESIS THEORITICAL FRAMEWORK & HYPOTHESIS DEVELOPMENT THEORITICAL FRAMEWORK Merupakan model konseptual dari suatu teory atau sesuatu yang logik (logical sense) dari

Lebih terperinci

Pengukuran kualitatif dan kuantitatif

Pengukuran kualitatif dan kuantitatif Pengukuran kualitatif dan kuantitatif REFERENSI : NEUMAN, W. LAWRENCE. 2011. METODE PENELITIAN SOSIAL : PENDEKATAN KUALITATIF DAN KUA NTITAIF, I N DEKS. JAKARTA Pengertian Variabel Penelitian Proses Dalam

Lebih terperinci

MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT /2 SKS]

MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT /2 SKS] MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT-021235/2 SKS] Variabel dan Hipotesis DESAIN VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian: Gejala yang nilainya bervariasi. Gejala yang nilainya selalu tetap tidak dapat

Lebih terperinci

Pertemuan 4. Landasan Teori dan Penyusunan Hipotesis

Pertemuan 4. Landasan Teori dan Penyusunan Hipotesis Pertemuan 4 Landasan Teori dan Penyusunan Hipotesis Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menjelaskan bentuk-bentuk hipotesis. Menguraikan tentang Kerangka Berfikir

Lebih terperinci

Hipotesis. Hubungan yg diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yg dapat diuji secara empiris

Hipotesis. Hubungan yg diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yg dapat diuji secara empiris Hipotesis Hubungan yg diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yg dapat diuji secara empiris Penelitian deduktif dalam paradigma kuantitatif Peneliti menguji konstruksi

Lebih terperinci

Teori, Konstruk, dan Variabel

Teori, Konstruk, dan Variabel Teori, Konstruk, dan Juwono, Ph.D. Sep 28, 2015 Garis Besar Silabus Hakikat Penelitian, Jenis-jenis Penelitian, Proses Penelitian Perumusan Masalah dan Hipotesa Pendekatan dalam penelitian, anggapan dasar,

Lebih terperinci

1. Pengertian Variabel dan Hipotesa 1. Jenis-jenis Variabel 2. Hubungan Antar Variabel

1. Pengertian Variabel dan Hipotesa 1. Jenis-jenis Variabel 2. Hubungan Antar Variabel Kuliah 5 & 6 page 01 1. Pengertian Variabel dan Hipotesa 1. Jenis-jenis Variabel 2. Hubungan Antar Variabel 2. Ciri-ciri i i i Hipotesa yang Baik 1. Hipotesa Penelitian dan Hipotesa Statistik 2. Cara Menulis

Lebih terperinci

PENGUMPULAN DATA AWAL wawancara dan survei literatur

PENGUMPULAN DATA AWAL wawancara dan survei literatur (2) PENGAMATAN mengidentifikasi minat bidang penelitian DEFINISI MASALAH menentukan masalah penelitian KERANGKA TEORITIS mengidentifikasi dan menguraikan variabel dgn jelas PENYUSUN- AN HIPOTE- SIS DESAIN

Lebih terperinci

PENGUMPULAN DATA AWAL wawancara dan survei literatur

PENGUMPULAN DATA AWAL wawancara dan survei literatur (3) PENGAMATAN mengidentifikasi minat bidang penelitian DEFINISI MASALAH menentukan masalah penelitian KERANGKA TEORITIS mengidentifikasi dan menguraikan variabel dgn jelas PENYUSUN- AN HIPOTE- SIS DESAIN

Lebih terperinci

BAB IV KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Kerangka teoritis adalah suatu model yang menerangkan bagaimana

BAB IV KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Kerangka teoritis adalah suatu model yang menerangkan bagaimana BAB IV KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN 4.1. KERANGKA TEORITIS Kerangka teoritis adalah suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor faktor penting yang telah diketahui

Lebih terperinci

UNSUR-UNSUR PENELITIAN

UNSUR-UNSUR PENELITIAN UNSUR-UNSUR PENELITIAN Oleh : dr. Edison, MPH 1. KONSEP Sejumlah pengertian atau ciri yang berkaitan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi, dan hal lain yang sejenis. Diciptakan dengan menggolongkan

Lebih terperinci

Ida Yustina, Prof. Dr.

Ida Yustina, Prof. Dr. Ida Yustina, Prof. Dr. Aspek teoritis yang mendasari penelitian Lebih dari 50% kegiatan dalam proses penelitian adalah membaca, oleh karenanya sumber bacaan merupakan bagian penunjang penelitian yang sangat

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI VARIABEL PENELITIAN

IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI VARIABEL PENELITIAN IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI VARIABEL PENELITIAN Dua hal yang harus jelas saat merumuskan masalah penelitian adalah : - Unit nalisis - Variabel penelitian Unit analisis : Sesuatu yg dapat berupa orang,

Lebih terperinci

Selamat membaca, mempelajari dan memahami

Selamat membaca, mempelajari dan memahami Selamat membaca, mempelajari dan memahami Materi Kuliah E-Learning mata kuliah Metode Penelitian Kuantitatif VARIABEL PENELITIAN Oleh Dr. Triana Noor Edwina D.S., M.Si VARIABEL PENELITIAN Variabel konstruk

Lebih terperinci

DESENTRALISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL

DESENTRALISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL 0 DESENTRALISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL (Studi Kasus Pada Rumah Sakit di Wilayah Surakarta) Diajukan

Lebih terperinci

Based Learning dan Guided Discovery Setting STAD pada Materi Lingkaran Ditinjau dari Prestasi, Kemampuan Representasi, dan Motivasi Belajar Matematika

Based Learning dan Guided Discovery Setting STAD pada Materi Lingkaran Ditinjau dari Prestasi, Kemampuan Representasi, dan Motivasi Belajar Matematika VARIABEL PENELITIAN DEFINISI VARIABEL Suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai. Simbol/lambang yang padanya kita lekatkan bilangan/nilai. Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. TAM (Technology Acceptance Model) model 1 merupakan model

BAB II LANDASAN TEORI. TAM (Technology Acceptance Model) model 1 merupakan model BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Technology Acceptance Model 1 (TAM 1) TAM (Technology Acceptance Model) model 1 merupakan model penelitian yang pada umumnya digunakan untuk meneliti penerimaan teknologi informasi.

Lebih terperinci

BAB II. KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS. Nurul Wandasari Singgih S, M.Epid

BAB II. KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS. Nurul Wandasari Singgih S, M.Epid A. PENDAHULUAN BAB II. KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS Nurul Wandasari Singgih S, M.Epid Kerangka teori (Kerangka berpikir) Kerangka konsep Hipotesis B. FORMAT BAB 2 KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 Kerangka

Lebih terperinci

Variabel Penelitian. Pendahuluan. Agus Susworo Dwi Marhaendro

Variabel Penelitian. Pendahuluan. Agus Susworo Dwi Marhaendro Variabel Penelitian Agus Susworo Dwi Marhaendro Pendahuluan Ilmuwan bergerak di antara tingkat teorihipotesis dan pengamatan Ditandai dgn keserasian antara teori dan fakta Teori & hipotesis diuji berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I ANALISIS DATA 1.1. DATA, SKALA, DAN VARIABEL

BAB I ANALISIS DATA 1.1. DATA, SKALA, DAN VARIABEL BAB I ANALISIS DATA 1.1. DATA, SKALA, DAN VARIABEL A. Data Pengertian data menurut Webster New World Dictionary, Data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian manajemen

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian manajemen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian manajemen yang berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian agar manajer dapat melaksanakan kegiatan organisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial. untuk beroperasi lebih efisien dan efektif. Untuk itu pihak manajemen harus

BAB I PENDAHULUAN. anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial. untuk beroperasi lebih efisien dan efektif. Untuk itu pihak manajemen harus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penyusunan anggaran partisipatif terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini juga menguji pengaruh ketidakpastian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya partisipasi dalam penyusunan anggaran diharapkan setiap. ditetapkan sebelumnya (Sardjito dan Muthaher, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya partisipasi dalam penyusunan anggaran diharapkan setiap. ditetapkan sebelumnya (Sardjito dan Muthaher, 2007). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anggaran yang telah disusun memiliki peranan sebagai perencanaan dan sebagai kriteria kinerja, yaitu anggaran dipakai sebagai suatu sistem pengendalian untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era yang semakin modern menuntut perusahaan untuk berantisipasi pada suatu keadaan yang tidak menentu. Persaingan yang semakin ketat menuntut sebuah perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tentang bagaimana urut-urutan penelitian dilakukan yang juga meliputi

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tentang bagaimana urut-urutan penelitian dilakukan yang juga meliputi 41 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rancangan bagaimana suatu penelitian dilakukan dengan menggunakan metode tertentu. Metode penelitian merupakan cara kerja

Lebih terperinci

Minggu-3. Kerangka Teoritis Penyusunan Hipotesis. Metode Penelitian. (langkah 4 dan 5) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

Minggu-3. Kerangka Teoritis Penyusunan Hipotesis. Metode Penelitian. (langkah 4 dan 5) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Metode Penelitian Minggu-3 (langkah 4 dan 5) Kerangka Teoritis Penyusunan Hipotesis By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Further Information : Mobile : 08122035131 08112345541 [email protected] 1 Pokok Bahasan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Kinerja Manajerial Kinerja manajerial merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja organisasional. Menurut Mahoney dkk. (1963)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sumber topik untuk penelitian. Adapun objek Penelitian yang akan diuji dalam

BAB III METODE PENELITIAN. sumber topik untuk penelitian. Adapun objek Penelitian yang akan diuji dalam BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam melaksanakan penelitian terlebih dahulu perlu ditentukan objek penelitian. Objek penelitian merupakan suatu permasalahan yang dijadikan sumber topik

Lebih terperinci

TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat Memperoleh derajat S-2 Magister Sains Akuntansi

TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat Memperoleh derajat S-2 Magister Sains Akuntansi HUBUNGAN ANTARA KEADILAN PROSEDURAL DAN KINERJA MANAJERIAL DENGAN PARTISIPASI ANGGARAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Penelitian terhadap Manajer Perusahaan Manufaktur di Jawa Tengah) TESIS Diajukan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. agar auditor dapat memberikan jaminan mutlak (absolute assurance)

BAB I PENDAHULUAN. agar auditor dapat memberikan jaminan mutlak (absolute assurance) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Profesi akuntansi publik diperlukan untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut tidak memberikan informasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini di awali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,

Lebih terperinci

BAB VI BAGAIMANA KITA MENYUSUN KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS?

BAB VI BAGAIMANA KITA MENYUSUN KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS? BAB VI BAGAIMANA KITA MENYUSUN KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS? Di dalam sub - bab 2.3 pada penyusunan laporan penelitian di atas, tentang kerangka pemikiran/model penelitian. Model, sebetulnya merupakan

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Modul ke: 01FEB APA ITU RESEARCH. Fakultas. AFRIZON, SE, M. Si, AK. Program Studi AKUNTANSI

METODOLOGI PENELITIAN. Modul ke: 01FEB APA ITU RESEARCH. Fakultas. AFRIZON, SE, M. Si, AK. Program Studi AKUNTANSI Modul ke: METODOLOGI PENELITIAN APA ITU RESEARCH Fakultas 01FEB AFRIZON, SE, M. Si, AK Program Studi AKUNTANSI METHODOS Metoda = cara / jalan Cara kerja untuk memahami sesuatu (obyek yang menjadi sasaran)

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA SUMBERDAYA MANUSIA DI IAIIG

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA SUMBERDAYA MANUSIA DI IAIIG ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA SUMBERDAYA MANUSIA DI IAIIG Amin Syukron, ST., MT Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap [email protected]

Lebih terperinci

Perumusan Hipotesis. Penelitian yang MEMERLUKAN perumusan dan pengujian HIPOTESIS: Eksperimental: pengujian hipotesis secara empirik

Perumusan Hipotesis. Penelitian yang MEMERLUKAN perumusan dan pengujian HIPOTESIS: Eksperimental: pengujian hipotesis secara empirik Perumusan Hipotesis 1. Proposisi, Hipotesis, Variabel dan Dimensi Jenis Penelitian Ilmiah vs Perumusan Hipotesis Penelitian yang TIDAK MEMERLUKAN perumusan dan pengujian HIPOTESIS: Deskripsi/Eksploratori:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 4 bulan yang bermula di bulan Maret 2015 sampai dengan bulan Juni 2015. Dalam kurun waktu tersebut,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara atau tehnik dalam mengadakan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara atau tehnik dalam mengadakan 43 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara atau tehnik dalam mengadakan penelitian. Cara atau tehnik dalam penelitian ini merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data tentang objek yang

Lebih terperinci

ANALISIS DATA DAN INTERPRETASI

ANALISIS DATA DAN INTERPRETASI 1 ANALISIS DATA DAN INTERPRETASI A. Pengujian Hipotesis 1. Estimasi dan Probabilitas Pernyataan hipotesis merupakan ekspektasi peneliti mengenai karakteristik populasi yang didukung oleh logika teoritis.

Lebih terperinci

VARIABEL PENELITIAN A. Definisi Variabel B. Jenis-Jenis Variabel 1. Jenis-jenis Variabel Berdasarkan Fungsinya Variabel Independen (Variabel bebas)

VARIABEL PENELITIAN A. Definisi Variabel B. Jenis-Jenis Variabel 1. Jenis-jenis Variabel Berdasarkan Fungsinya Variabel Independen (Variabel bebas) VARIABEL PENELITIAN Pada perkuliahan Metodologi Penelitian Pendidikan dengan dosen pengampu Dr. Heri Retnowati, pada hari Rabu, 12 Oktober 2016 pukull 13.40 15.20 WIB di ruang 210B gedung lama. Pada perkuliahan

Lebih terperinci

Pertemuan 6 PERUMUSAN MASALAH DAN JUDUL PENELITIAN

Pertemuan 6 PERUMUSAN MASALAH DAN JUDUL PENELITIAN Pertemuan 6 PERUMUSAN MASALAH DAN JUDUL PENELITIAN Apakah Masalah itu? Menurut Albert Einstein The formulation of the problem is often more essential than its solution. Masalah timbul karena adanya tantangan,

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah penelitian konklusif atau deskriptif. Penelitian ini menyediakan

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah penelitian konklusif atau deskriptif. Penelitian ini menyediakan BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan dari penelitian, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian konklusif atau deskriptif. Penelitian ini menyediakan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penulisan dalam rangka menulis sebuah laporan. Penelitian ini dilakukan untuk

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penulisan dalam rangka menulis sebuah laporan. Penelitian ini dilakukan untuk 39 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan suatu permasalahan yang dijadikan sebagai topik penulisan dalam rangka menulis sebuah laporan. Penelitian ini dilakukan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam perencanaan strategis perusahaan, penyusunan anggaran merupakan salah satu hal yang paling penting. Oleh karena itu, bawahan sebaiknya diikutsertakan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Adapun yang menjadi objek penelitian ini sebagai variabel bebas (independent variable) pertama (X 1 ) adalah profitabilitas perusahaan dan variable

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perbankan pada dasarnya merupakan organisasi (badan usaha) yang. membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kompeten.

BAB I PENDAHULUAN. Perbankan pada dasarnya merupakan organisasi (badan usaha) yang. membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kompeten. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perbankan pada dasarnya merupakan organisasi (badan usaha) yang digerakkan oleh sumber daya manusia untuk mencapai suatu tujuan. Perbankan membutuhkan Sumber Daya Manusia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup faktor stres kerja terhadap turnover intention

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup faktor stres kerja terhadap turnover intention BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini mencakup faktor stres kerja terhadap turnover intention karyawan divisi marketing pada perusahaan PT. Solid Gold Berjangka yang beralamat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisikan pernyataan penelitian, hipotesis penelitian, variabel penelitian, responden penelitian, alat ukur penelitian, prosedur penelitian, dan metode analisis data.

Lebih terperinci

Oleh: Nur Azizah (NIM )

Oleh: Nur Azizah (NIM ) RESUME MATERI VARIABEL PENELITIAN Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika Dosen Pengampu: Dr. Heri Retnowati, S.Pd., M.Pd. Oleh: Nur Azizah (NIM. 16709251017)

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Sesuai dengan pendapat Sugiyono dalam bukunya Metode Penelitian Bisnis mendefinisikan

Lebih terperinci

MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT /2 SKS]

MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT /2 SKS] MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT-021235/2 SKS] Peranan dan ruang lingkup riset PERBEDAAN METODE ILMIAH DENGAN LOGIKA Logika berhubungan dengan cara atau proses penalaran (reasoning), jika suatu

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan verifikatif. Analisis deskriptif ini menyatakan variabel penyebab dan varibel

Lebih terperinci

PERANAN TEORI DALAM PENELITIAN

PERANAN TEORI DALAM PENELITIAN PERANAN TEORI DALAM PENELITIAN HASRAT INGIN TAHU: Mencari Kebenaran PENDEKATAN NON-ILMIAH: Common sense (akal sehat) Prasangka Pendekatan intuitif Kebetulan/Coba-coba Pendapat otoritas ilmiah PENDEKATAN

Lebih terperinci

MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL

MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL (Studi pada Perusahaan Manufaktur di Wilayah Eks Karesidenan Surakarta)

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Chooper (2005) menyatakan bahwa desain penelitian mengungkapkan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN JOB RELEVANT INFORMATION DAN KEPUASAN KERJA VARIABEL MODERATING

ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN JOB RELEVANT INFORMATION DAN KEPUASAN KERJA VARIABEL MODERATING ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN KEPUASAN KERJA, JOB RELEVANT INFORMATION DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Empiris Padaa Rumah Sakit

Lebih terperinci

DATA DAN VARIABEL PENELITIAN

DATA DAN VARIABEL PENELITIAN DATA DAN VARIABEL PENELITIAN Dahulu, orang menganggap bahwa penelitian berhubungan dengan tabung reaksi, dan berbagai percobaan (eksperimen). Setidaknya suatu penelitian dianggap menghasilkan sesuatu yang

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Husein Umar (2005:303) menyatakan bahwa : Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi objek penelitian. Juga dimana

Lebih terperinci

Hanif Fakhrurroja, MT

Hanif Fakhrurroja, MT Metodologi Penelitian: Desain Penelitian Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2012 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Agenda Sesi 5 1 2 Pendahuluan Tujuan Studi Penelitian 3 4 5 Tipe Hubungan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai

BAB IV METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai 29 BAB IV METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan,yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. lakukan dapat terselesaikan dengan baik dan benar serta terarah dan fokus

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. lakukan dapat terselesaikan dengan baik dan benar serta terarah dan fokus BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, seorang peneliti harus dapat menentukan objek penelitiannya. Ini dimaksudkan agar setiap penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian. masalah yang hasilnya dapat digneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu

BAB III. Metode Penelitian. masalah yang hasilnya dapat digneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu BAB III Metode Penelitian 3.1 Metode Penelitian Metode kuantitatif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan

Lebih terperinci

Hubungan Ilmu Pengetahuan dengan Penelitian Disusun oleh: Ida Yustina, Prof. Dr.

Hubungan Ilmu Pengetahuan dengan Penelitian Disusun oleh: Ida Yustina, Prof. Dr. Hubungan Ilmu Pengetahuan dengan Penelitian Disusun oleh: Ida Yustina, Prof. Dr. Seorang peneliti jauh lebih baik berbuat kesalahan, ketimbang berkata yang tidak benar. Ilmu Pengetahuan (Science) Awal

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seorang mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi akan mendapatkan bekal berupa teori yang telah diterima selama perkuliahan, yang nantinya setelah lulus dari

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilaksanakan adalah berupa penelitian eksplanatif artinya

METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilaksanakan adalah berupa penelitian eksplanatif artinya III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian yang dilaksanakan adalah berupa penelitian eksplanatif artinya penelitian yang menjelaskan secara keseluruhan dari obyek yang diteliti dalam batas-batas

Lebih terperinci

JURNAL ILMU EKONOMI & SOSIAL, VOLUME VI NO. 1, APRIL 2015

JURNAL ILMU EKONOMI & SOSIAL, VOLUME VI NO. 1, APRIL 2015 PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK TERHADAP KOMITMEN DAN KINERJA APARATUR KAMPUNG WASUR MELALUI INFORMASI PEKERJAAN RELEVAN (JRI) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Okto Irianto Universitas Musamus Merauke ABSTRACT

Lebih terperinci

BAB II TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) aktivitas yang dilakukan (Hansiadi, 2002).

BAB II TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) aktivitas yang dilakukan (Hansiadi, 2002). BAB II TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) Sistem informasi akutansi manajemen adalah suatu mekanisne pengendalian organisasi, serta merupakan alat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dikatakan metode kuantitatif karena penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. dikatakan metode kuantitatif karena penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai BAB III METODE PENELITIAN 3.1 JENIS PENELITIAN Desain dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dikatakan metode kuantitatif karena penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang atau lebih yang didasarkan atas tujuan yang ingin dicapai bersama. Suatu

BAB I PENDAHULUAN. orang atau lebih yang didasarkan atas tujuan yang ingin dicapai bersama. Suatu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Organisasi sekarang ini dipahami sebagai suatu wadah atau tempat berkumpulnya manusia dalam melaksanakan suatu aktivitas kerjasama antara dua orang atau lebih

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. antara fakta dan teori. Keputusan tersebut merupakan penafsiran dari hal-hal

BAB I PENDAHULUAN. antara fakta dan teori. Keputusan tersebut merupakan penafsiran dari hal-hal BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Banyak gejolak ketidakpuasan yang timbul akhir-akhir ini, memicu timbulnya suasana yang kurang harmonis antara staf dan manajer. Keputusan dari manajer, sebagaimana

Lebih terperinci

SURVAI, HIPOTESIS, DEFINISI OPERASIONAL. Disusun: Ida Yustina

SURVAI, HIPOTESIS, DEFINISI OPERASIONAL. Disusun: Ida Yustina SURVAI, HIPOTESIS, DEFINISI OPERASIONAL Disusun: Ida Yustina SURVAI Survai adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Pendekatan

Lebih terperinci

PENGARUH PELIMPAHAN WEWENANG DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA MANAJERIAL

PENGARUH PELIMPAHAN WEWENANG DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA MANAJERIAL PENGARUH PELIMPAHAN WEWENANG DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA MANAJERIAL (Survey pada beberapa Bank Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Klaten)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1999) dalam bentuk kinerja manajer berdasarkan pada fungsi manajemen klasik yang. penganggaran, pemprograman dan lainnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1999) dalam bentuk kinerja manajer berdasarkan pada fungsi manajemen klasik yang. penganggaran, pemprograman dan lainnya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kinerja Manajerial Penilaian kinerja manajerial menurut Mahoney, dkk (1963 dalam Zainul, 1999) dalam bentuk kinerja manajer berdasarkan pada fungsi manajemen klasik yang meliputi

Lebih terperinci

VARIABLE PENELITIAN. Juni Sumarmono, PhD Telp APA YANG DIMAKSUD DENGAN VARIABEL PENELITIAN?

VARIABLE PENELITIAN. Juni Sumarmono, PhD   Telp APA YANG DIMAKSUD DENGAN VARIABEL PENELITIAN? VARIABLE PENELITIAN Juni Sumarmono, PhD Email: [email protected] Telp. 08384432882 APA YANG DIMAKSUD DENGAN VARIABEL PENELITIAN? Variable (EN), Peubah (IND) PENGERTIAN: atribut/sifat/nilai dari

Lebih terperinci

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN LOCUS OF CONTROL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN LOCUS OF CONTROL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN LOCUS OF CONTROL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI ( Survey pada Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal ) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

VARIABEL PADA PENELITIAN

VARIABEL PADA PENELITIAN VARIABEL PADA PENELITIAN Definisi Variabel Suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai. Simbol/lambang yang padanya kita lekatkan bilangan/nilai. Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada PDAM

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada PDAM BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam penelitian ini, objek penelitian yang akan dikaji adalah mengenai analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terdapat di pemerintah Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Pemilihan dinas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terdapat di pemerintah Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Pemilihan dinas 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdapat di pemerintah Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Pemilihan

Lebih terperinci