I. PENDAHULUAN. A. Tujuan
|
|
|
- Doddy Hermawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 A. Tujuan I. PENDAHULUAN Setelah mempelajari modul ini para konselor diharapkan : 1. Memiliki pemahamam tentang konselor sebagai suatu profesi 2. Memiliki pemahamam tentang kinerja profesional konselor 3. Memiliki pemahaman tentang upaya peningkatan kinerja profesional konselor melalui kegiatan penelitian tindakan. B. Pokok Materi Pokok bahasan modul meliputi : 1. Konselor sebagai seorang pribadi dan profesional 2. Tuntutan kinerja profesional konselor di sekolah 3. Upaya peningkatan kinerja profesional konselor melalui kegiatan C. Strategi penelitian tindakan Agar mampu mencapai tujuan yang diharapkan langkah yang dapat dilakukan oleh para konselor adalah : 1. Mempelajari bahan bacaan materi 2. Mengerjakan tugas-tugas terstruktur dan mandiri yang disarankan 3. Mengerjakan evaluasi D. Evaluasi Konselor dianggap mampu memahami modul ini jika mampu menyelesaikan 75 % dari soal evaluasi. Secara rinci penilaian dikelompokkan sebagai berikut Baik = 75% % ; Cukup = 50% - 74 %; Kurang = 0% - 49% E. Rujukan Stringer Ernest T., 1996, Action Research (Handbook for practitioner), New Delhi : Sage Publication Yusi, 1999, Penelitian Tindakan (Refleksi Pengalaman), Makalah, Bandung : jurusan PPB UPI
2 II PENELITIAN TINDAKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA PROFESIONAL A. Konselor sebagai Pribadi dan Profesional Konselor adalah sebuah profesi yang menuntut kemampuan dan keterampilan untuk menjalin sebuah hubungan yang membantu, sehingga orang-orang yang berhubungan dengannya merasakan manfaat dan atau dorongan untuk menjadi lebih baik. Jalinan hubungan membantu yang dilakukan oleh seorang konselor bukan merupakan interaksi yang bersifat satu arah, yang menempatkan konselor sebagai dewa penolong yang tanpa cela. Tetapi harus merupakan interaksi yang bersifat dua arah yang tetap menghargai orang yang dibantu sebagai individu yang memiliki potensi untuk menolong dirinya sendiri. Secara naluriah seseorang akan merasa senang dan aman untuk meminta bantuan terhadap orang yang menunjukkan perhatian dan memiliki kemampuan untuk membantu. Perhatian dan kemampuan konselor dalam menghadapi orang yang meminta bantuan - yang selanjutnya dalam modul ini disebut dengan klien berkenaan dengan dua hal yaitu klien sebagai individu serta permasalahan yang dihadapi. Seorang klien akan memiliki keberanian untuk menyampaikan apa yang dirasakan dan difikirkan jika dihargai sebagai individu apa adanya. Kemampuan konselor untuk mendengarkan dan memahami permasalahan yang dikemukakan akan membuat klien memiliki harapan dan dorongan menyelesaikan permasalahan. Konselor tidak dapat berpura-pura memperhatikan klien atau mengajukan berbagai pertanyaan asal saja pada saat menjalin hubungan yang membantu. Fikiran dan perasaan konselor terhadap klien dan permasalahan yang dihadapi tercermin dalam bentuk perilaku yang ditampilkan dan hal tersebut dapat dilihat dan dirasakan oleh klien. Kemampuan dan keterampilan konselor dalam mengajukan berbagai pertanyaan maupun pernyataan untuk menanggapi pembicaraan, menggali permasalahan dan mengajak klien merencanakan tindakan, serta memberi masukan dan mendorong klien membuat keputusan merupakan indikasi profesionalisme.
3 Implikasi paparan diatas, seorang konselor harus menyadari dalam profesi hubungan yang membantu, kemampuan dan keterampilan profesional tidak hanya menyangkut pendekatan dan teknik yang digunakan tetapi juga kepribadian yang mampu diaktualisasikan pada saat menjalin interaksi. Dengan kata lain seorang konselor dituntut untuk mampu menampilkan diri sebagai seorang pribadi konselor yang profesional dalam setiap tindakan yang dilakukan. Untuk lebih memahami paparan jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dan renungkanlah apakah anda sudah menampilkan diri sebagai pribadi konselor yang profesional. 1. Berapa banyak klien yang datang sendiri memohon bantuan pada anda? 2. Bagaimana perasaan anda pada saat melakukan layanan bimbingan? 3. Apakah anda menggunakan berbagai teknik bimbingan dan konseling pada saat memberikan layanan bagi siswa? B. Tuntutan Kinerja profesional Konselor di Sekolah Konselor dalam kapasitas keilmuan dan kemampuan yang dimiliki dituntut untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling yang profesional. Kinerja yang dapat ditampilkan merupakan bukti seorang konselor profesional atau tidak. Pada lingkungan sekolah, konselor berperan sebagai sistem pendukung proses pendidikan dan pembelajaran. Setiap kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah memerlukan akses layanan bimbingan dan konseling sehingga mencapai hasil yang optimal. Akses diberikan adalah pertimbangan dan bantuan dalam dimensi psikologis pendidikan. Kinerja layanan bimbingan konseling meliputi : 1. Kemampuan menyusun program bimbingan dan konseling yang dapat mendukung program sekolah sekaligus memenuhi kebutuhan para siswa sebagai subjek dan objek pendidikan. Program bimbingan dan konseling harus disusun berdasarkan hasil pengkajian terhadap program sekolah serta berdasarkan penelitian dan pengkajian terhadap kebutuhan para siswa. Melalui upaya ini dapat disusun program umum yang bersifat komprehensif dan program khusus yang bersifat spesifik. Program Khusus memiliki tujuan-tujuan yang oprasional dengan pendekatan dan teknik yang spesifik dan dilaksanakan untuk jangka waktu yang pendek.
4 2. Kemampuan melaksanakan program dalam setiap bidang bimbingan dengan mempergunakan pendekatan dan teknik bimbingan dan konseling secara profesional. Bidang bimbingan meliputi bimbingan sosial pribadi, belajar dan karir, Untuk setiap bidang bimbingan dilakukan dalam bentuk layanan individual maupun kelompok. Terdiri atas layanan dasar umum, responsif dan perencanaan individual. 3. Kemampuan melaksanakan evaluasi terhadap program dan memberikan rekomendasi pada pihak-pihak yang terkait di sekolah sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Kegiatan evaluasi meliputi evaluasi proses dan hasil. Hasil evaluasi harus mampu memberikan timbal balik bagi konselor untuk meningkatkan kinerja, selain itu juga harus mampu menjadi landasan untuk membuat rekomendasi. 4. Kemampuan menjalin kerjasama baik secara interen maupun eksteren sekolah, sehingga tercipta dukungan yang baik terhadap sistem pembelajaran dan pendidikan. Kemampuan menjalin interaksi dan interalasi merupakan kunci kemampuan menjalin kerjasama. Sasaran kerjasama yang paling penting adalah dengan siswa, karena siswa adalah subjek dan objek pelayanan. Jalinan kerjasama dengan guru-guru, pimpinan sekolah, orang tua, lembaga/ institusi di luar sekolah dan lainnya sesuai tujuan program dimaksudkan sebagai upaya pendukung pencapaian hasil layanan yang terbaik bagi siswa. 5. Kemampuan melaksanakan penelitian. Untuk memperoleh data yang akurat tentang berbagai permasalahan yang terjadi seorang konselor dituntut untuk mampu melaksanakan penelitian. Data yang diperoleh melalui penelitian merupakan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dijadikan landasan pengembangan program khusus. 6. Kemampuan mengelola dan melaksanakan tugas-tugas adminitratif. Administrasi yang baik menunjang terhadap keberhasilan layanan bimbingan dan konseling. Kreativitas dan kemampuan membuat keputusan tentang kegiatan administrasi yang perlu dilakukan mendorong pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang lebih efektif dan efisien. Kinerja layanan yang tinggi dapat ditampilkan apabila konselor setiap saat meningkatkan wawasan dan kemampuan diri baik secara formal maupun informal.
5 Pemahaman yang baik terhadap berbagai konsep bimbingan dan konseling akan memberikan kerangka dasar tindakan. Latihan yang spesifik dan berkesinambungan akan meningkatkan keterampilan dalam memberikan layanan. Upaya yang dapat dilakukan oleh seorang konselor untuk meningkatkan kinerja layanan sekaligus memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan dapat dilakukan melalui kegiatan penelitian tindakan. Untuk memperoleh pemahaman pribadi tentang tuntutan kinerja profesional seorang konselor cobalah jawab dan renungkan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini : 1. Apakah sebutan yang diberikan oleh guru lain terhadap pekerjaan bidang anda 2. Pernahkah anda dianggap tidak melakukan apapun oleh rekan-rekan guru lain di sekolah 3. Berapa banyak siswa yang mengenali anda sebagai guru BP C. Upaya Peningkatan Kinerja Profesional Konselor Melalui Penelitian Tindakan Kelas Penelitian tindakan menurut Stringer (1995:15) adalah suatu kegiatan yang berfungsi untuk menemukan atau menginvestigasi masalah yang memungkinkan orang dapat memperoleh cara melakukan kegiatan (action) secara sistematis untuk memecahkan masalah. Dengan kata lain penelitian tindakan merupakan upaya pelatihan diri sendiri untuk suatu permasalahan yang spesifik yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Melalui kegiatan penelitian tindakan seorang konselor akan dapat memperoleh berbagai kesempatan pelatihan, antara lain : peningkatan pemahaman terhadap suatu teori, menggunakan suatu pendekatan atau teknik bimbingan dan konseling tertentu, melaksanakan suatu proses administrasi, memecahkan suatu permasalahan, mengembangkan suatu program, mengembangkan jaringan kerja, memperoleh data yang akurat, melakukan penelitian dan menyusun laporan kegiatan. Sebuah penelitian tindakan dapat dirancang sebagai upaya untuk mengimplementasikan suatu konsep atau teori tertentu. Misalnya mencoba mengimplementasikan teori RET (rasional emosi terapi) dalam layanan bimbingan untuk mencegah tawuran. Melatih diri menggunakan teknik konfrontasi secara berungkali pada saat berhadapan dengan siswa-siswa yang memiliki masalah merasa tidak disayangi oleh orang tua karena permintaannya tidak terpenuhi, merupakan contoh dari kesempatan
6 latihan menggunakan suatu teknik tertentu. Memasukkan semua data yang memiliki akses terhadap kemungkinan penempatan seorang anak pada suatu jurusan misalnya data indeks prestasi untuk setiap program dari cawu satu hingga lima, data hasil tes psikologis dan data minat siswa dan rekomendasi BP dalam satu tabel sehingga memudahkan pimpinan sekolah membuat kebijakan dan para wali kelas pada cawu enam memutuskan pada program apa seorang siswa direkomendasikan ditempatkan. Upaya menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh sekolah, misalnya saja siswa yang kesiangan dapat dilakukan dengan mencoba melakukan observasi perilaku yang ditampilkan dan wawancara tentang latar belakang kesiangan. Dari data yang diperoleh dibuat simpulan tentang faktor-faktor apa yang melatar belakangi mengapa siswa terlambat serta perilaku apa yang ditampilkan para siswa sebagai upaya pertahanan diri. Pimpinan sekolah khususnya wakasek kesiswaan dapat membuat kebijakan dan koordinasi penangan yang jelas untuk mengurangi dan atau meniadakan permasalahan kesiangan. Latihan kepekaan terhadap berbagai kejadian yang muncul secara insidental di lingkungan sekolah menyangkut diri siswa, dilanjutkan dengan memperkirakan beberapa fokus masalah, menetapkan fokus masalah yang menjadi prioritas penanganan, merencanakan upaya penanggulangan serta mencoba melaksanakan upaya-upaya tersebut. Untuk memperoleh hasil yang baik kegiatan diiringi dengan berbagai upaya untuk memperoleh masukan tentang tindakan yang dilakukan. Hal ini merupakan implementasi dari upaya mengembangkan suatu program. Kesempatan mengembangan suatu jaringan kerja dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling adalah upaya-upaya untuk memperoleh dukungan dari semua pihak untuk berfungsi sebagai personil pemberi layanan sesuai dengan proporsinya. Melalui penelitian tindakan konselor mengajak wali kelas untuk merencanakan secara sistematis langkah penganan seorang siswa, melaksanakan layanan, saling memberikan masukan tentang layanan yang diberikan dan hasil yang diperoleh. Pengalaman ini akan menjadi proses pelatihan bagi wali kelas tentang cara menangani seorang siswa yang mengalami masalah di kelasnya serta cara membuat dan atau memutuskan untuk merujuk penanganan pada konselor.
7 Melalui berbagai conotoh yang dikemukakan diatas akan diperoleh berbagai data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan karena direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis. Disamping itu juga merupakan suatu pengalaman dan latihan bagi konselor melaksanakan suatu penelitian. Hal lain yang tidak kalah penting adalah ketarmpilan untuk membuat laporan, karena suatu kegiatan yang tidak dilaporkan secara tertulis seringkali menjadi tidak berarti atau mudah dilupakan. Laporan yang dibuat dapat menjadi bukti fisik dari kinerja yang dapat ditampilkan oleh seorang konselor. Contoh-contoh yang dikemukan dalam paparan diatas memberikan indikasi bahwa dengan melakukan berbagai kegiatan diatas seorang konselor akan mampu menunjukkan dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan profesional atau dengan kata lain melaksanakan kegiatan penelitian tindakan dapat meningkatkan kinerja profesional. Dengan unjuk kinerja seperti itu penghargaan terhadap profesi maupun pribadi konselor di sekolah tentu akan meningkat. Pengakuan dan penghargaan terhadap profesi dan profesionalisme yang mampu ditampilkan akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung konselor dan profesi konselor dibutuhkan oleh semua pihak di sekolah dan secara tidak langsung merupakan sistem pendukung pencapaian hasil belajar dan pendidikan yang bermutu. Marilah kita jawab dan renungkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1. Apakah anda puas dengan pekerjaan anda saat ini? 2. Apakah anda ingin meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan? 3. Inginkah anda melaksanakan layanan bimbingan secara efektif?.
8 III EVALUASI Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara jelas : 1. Mengapa dalam profesi konselor tampilan pribadi berkaitan dengan unjuk kinerja profesionalisme 2. Pekerjaan apa yang dituntut sekolah untuk dikerjakan oleh seorang konselor 3. Sebutkan lingkup kinerja konselor di sekolah 4. Berikan contoh program khusus dalam layanan penempatan siswa 5. Penelitian tindakan apa yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kinerja profesional seorang konselor
9 KUNCI JAWABAN 1. Karena menjalin suatu relasi hubungan yang membantu tidak dapat dilakukan jika secara pribadi konselor fikiran dan perasana konselor tidak ingin memberikan bantuan. Kepedulian konselor terhadap klien akan tercermin dalam setiap perilaku yang ditampilkan. Kepedulian tersebut berpengaruh terhadap rasa aman dan nyaman pada klien untuk menyampaikan berbagai permasalahan 2. Layanan bimbingan dna konseling yang profesional 3. Lingkup kinerja : a. merencanakan/ menyusun program b. melaksanakan program c. mengevaluasi program d. menjalin kerjasama e. mengelola dan melaksanakan administrasi 4. contoh program khusus dalam layanan penempatan antara lain : program penjurusan, program pengajaran remidial, program ekstra kurikuler, program pembagian kelas 5. Penelitian tindakan yang dapat dilakukan oleh konselor di sekolah antara lain : peningkatan pemahaman terhadap suatu teori, menggunakan suatu pendekatan atau teknik bimbingan dan konseling tertentu, melaksanakan suatu proses administrasi, memecahkan suatu permasalahan, mengembangkan suatu program, mengembangkan jaringan kerja, memperoleh data yang akurat, melakukan penelitian dan menyusun laporan kegiatan.
10 PENELITIAN TINDAKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA PROFESIONAL Di susun oleh : Yusi Riksa Yustiana JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1999
KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN DISUSUSN OLEH : YUSI RIKSA YUSTIANA
KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN DISUSUSN OLEH : YUSI RIKSA YUSTIANA JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1999 A. TUJUAN I. PENDAHULUAN Setelah
PENERAPAN PENELITIAN TINDAKAN DAN PEMANFAATAN HASILNYA DI SUSUN OLEH ; YUSI RIKSA YUSTIANA
PENERAPAN PENELITIAN TINDAKAN DAN PEMANFAATAN HASILNYA DI SUSUN OLEH ; YUSI RIKSA YUSTIANA JURUSAN PPB FIP UPI BANDUNG 1999 I PENDAHULUAN A. TUJUAN Setelah mempelajari modul ini diharpakan : 1. mampu melaksanakan
MODUL PEDOMAN DAN MATERI KONSELING INDIVIDUAL PENANGGULANGAN NAFZA BAGI FASILITATOR DENGAN SASARAN ORANG TUA DAN REMAJA
MODUL PEDOMAN DAN MATERI KONSELING INDIVIDUAL PENANGGULANGAN NAFZA BAGI FASILITATOR DENGAN SASARAN ORANG TUA DAN REMAJA DISUSUN OLEH YUSI RIKSA YUSTIANA BADAN PENANGGULANGAN NAFZA, KENAKALAN REMAJA, ROSTITUSI
MODUL PEDOMAN DAN MATERI KONSELING INDIVIDUAL PENANGGULANGAN NAFZA BAGI FASILITATOR DENGAN SASARAN ORANG TUA DAN REMAJA
MODUL PEDOMAN DAN MATERI KONSELING INDIVIDUAL PENANGGULANGAN NAFZA BAGI FASILITATOR DENGAN SASARAN ORANG TUA DAN REMAJA DISUSUN OLEH YUSI RIKSA YUSTIANA BADAN PENANGGULANGAN NAFZA, KENAKALAN REMAJA, ROSTITUSI
BAB I PENDAHULUAN. Seorang Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seorang Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Oleh sebab itu, dalam setiap upaya peningkatan
115 Universitas Indonesia
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini didasarkan atas tujuan penelitian yang ditetapkan dalam skripsi ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan manajemen kasus yang dilakukan
PENDEKATAN PERKEMBANGAN DALAM BIMBINGAN DI TAMAN KANAK-KANAK
Pendekatan Perkembangan dalam Bimbingan di Taman Kanak-kanak 47 PENDEKATAN PERKEMBANGAN DALAM BIMBINGAN DI TAMAN KANAK-KANAK Penata Awal Bimbingan perkembangan merupakan suatu bentuk layanan bantuan yang
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SMP NEGERI 5 SUBANG. Drs. Us Us Ridwan Kusmayadi SMP Negeri 5 Subang
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SMP NEGERI 5 SUBANG Drs. Us Us Ridwan Kusmayadi SMP Negeri 5 Subang ABSTRAK Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS).
Psikologi Konseling Pendekatan Terapi Realitas (Reality Therapy)
Modul ke: Fakultas Psikologi Psikologi Konseling Pendekatan Terapi Realitas (Reality Therapy) Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Terapi Realitas (Reality
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Kesimpulan hasil studi dan pengembangan model konseling aktualisasi diri
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Kesimpulan hasil studi dan pengembangan model konseling aktualisasi diri untuk mengembangkan kecakapan pribadi mahasiswa dipaparkan sebagai berikut. 1. Model
Kemandirian sebagai Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling Kompetensi SISWA yang dikembangkan melalui layanan bimbingan dan konseling adalah kompetens
BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI LAYANAN PENGEMBANGAN PRIBADI MAHASISWA Dr. Suherman, M.Pd. Universitas Pendidikan Indonesia Kemandirian sebagai Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling Kompetensi SISWA yang
BAB I PENDAHULUAN. Konseling merupakan salah satu aktivitas layanan yang penting dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Konseling merupakan salah satu aktivitas layanan yang penting dalam keseluruhan pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah.counseling is the heart
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN Sebagaimana yang tertera dalam Bab I bahwa tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi awal pelaksanaan layanan bimbingan konseling di MTs NU Nurul Huda Semarang, kemudian
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH I. Struktur Pelayanan Bimbingan dan Konseling Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan yang bermutu, efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan yang bermutu, efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang utamanya secara sinergi, yaitu bidang administratif dan kepemimpinan,
BAB I PENDAHULUAN Nurul Ramadhani Makarao, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam kehidupan sehari-hari di kalangan karyawan sering muncul beragam pertanyaan yang terkait dengan masa depan mereka, khususnya tentang karier. Pertanyaan
Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang
Pemimpin : Lakukan NetWORK Bukan NetSit Atau NetEat Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan,
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. empat subjek lansia yang atas keinginan sendiri dan bukan atas keinginan sendiri
130 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan analsis data yang telah dilakukan terhadap empat subjek lansia yang atas keinginan sendiri dan bukan atas keinginan sendiri
BAB II KAJIAN TEORETIS. 2.1 Pengertian Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling
BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Pengertian Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Sesuai dengan hakikat pekerjaan bimbingan dan konseling yang berbeda dari pekerjaan pengajaran, maka sasaran pelayanan bimbingan
Model Hipotetik Bimbingan dan konseling Kemandirian Remaja Tunarungu di SLB-B Oleh: Imas Diana Aprilia 1. Dasar Pemikiran
Model Hipotetik Bimbingan dan konseling Kemandirian Remaja Tunarungu di SLB-B Oleh: Imas Diana Aprilia 1. Dasar Pemikiran Pendidikan bertanggungjawab mengembangkan kepribadian siswa sebagai upaya menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN. maupun informal. Keberhasilan pendidikan akan terjadi bila ada interaksi antara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peran guru sangat strategis pada kegiatan pendidikan formal, non formal maupun informal. Keberhasilan pendidikan akan terjadi bila ada interaksi antara pendidik dengan
BAB I PENDAHULUAN. peserta didik yang mempunyai latar belakang yang berbeda.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal, diselenggarakan secara sengaja, sistematis, terarah dan terprogram. Dalam lembaga pendidikan terdapat berbagai macam peserta
BAB I PENDAHULUAN. muda, yaitu suatu masa dengan rentang usia dari 18 sampai kira-kira umur 25
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa adalah salah satu individu yang telah memasuki masa dewasa muda, yaitu suatu masa dengan rentang usia dari 18 sampai kira-kira umur 25 tahun (Hurlock
BAB I PENDAHULUAN. yang matang akan menciptakan generasi-generasi yang cerdas baik cerdas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan adalah aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Pendidikan yang dilaksanakan secara baik dan dikelola dengan perencanaan yang matang akan menciptakan
PENGARUH LATIHAN KETERAMPILAN DASAR KOMUNIKASI KONSELING TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PEMBIMBING DI SMA/SMK SE KOTA MAKASSAR
PENGARUH LATIHAN KETERAMPILAN DASAR KOMUNIKASI KONSELING TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PEMBIMBING DI SMA/SMK SE KOTA MAKASSAR THE INFLUENCE OF TRAINING ON BASIC COMMUNICATION SKILL OF
BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM Disampaikan oleh HARTONO Program Studi BK FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Disampaikan oleh HARTONO Program Studi BK FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya BAGAIMANA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Vivit Puspita Dewi, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Hubungan interpersonal sangat penting untuk perkembangan perasaan kenyamanan seseorang dalam berbagai lingkup sosial. Hubungan Interpersonal membantu dalam
BAB I PENDAHULUAN. Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan sasaran penting dalam. yang memiliki lebih sedikit jumlah pegawai yang puas.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan sasaran penting dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), karena secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fahmi Dewi Anggraeni, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada dalam tahap remaja awal dengan kisaran usia antara 12-15 tahun dan sedang berada dalam masa pubertas. Santrock (2006:
PENGEMBANGAN KARIR GURU DAN KONSELOR
PENGEMBANGAN KARIR GURU DAN KONSELOR Oleh: Dra. Aas Saomah, M.Si A. Pendahuluan Pengembangan karir merupakan hal yang penting bagi seorang guru dan konselor karena hal ini sangat berpengaruh setidaknya
UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DI KELAS VIII-6 SMP
UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DI KELAS VIII-6 SMP Suryani Guru SMP Negeri 1 Panyabungan Surel : [email protected] Abstract : Efforts to Improve Student
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. tentang Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, analisis dan pembahasan data penelitian tentang Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi Sekolah
BAB I PENDAHULUAN. belajar mengenali kemampuan diri dan lingkungan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang pesat merupakan salah satu karya manusia sebagai pemimpin di bumi ini. Memecahkan misteri alam, menemukan sumber energi baru, dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manajemen sumber daya manusia menganggap bahwa karyawan adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manajemen sumber daya manusia mengganggap bahwa karyawan adalah kekayaan (asset) utama organisasi yang harus dikelola dengan baik. Keberadaan manajemen sumber daya manusia
PARTISIPASI GURU BIDANG STUDY DALAM
ARTIKEL ILMIAH PARTISIPASI GURU BIDANG STUDY DALAM KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING DI SMP NEGERI 4 KOTA JAMBI OLEH : ELA WULANDARI ERA1D010125 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
89 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Proses penelitian tentang studi kasus perilaku selective mutism (SM) siswa, menghasilkan kesimpulan yang disesuikan dengan fokus penelitian yakni latar
DiagnostikKesulitanBelajar. Yusi Riksa Yustiana
DiagnostikKesulitanBelajar Yusi Riksa Yustiana Pengukuran evaluasi untukmendeteksikesulitanbelajar Pengukuran: tes non tes tes hasil belajar tes kemampuan berbahasa Non tes: Observasi, wawancara, angket
Kemandirian sebagai tujuan Bimbingan dan Konseling Kompetensi peserta didik yang harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling adalah k
FOKUS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Dr. Suherman, M.Pd. Kemandirian sebagai tujuan Bimbingan dan Konseling Kompetensi peserta didik yang harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling adalah
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. yang diperoleh adalah tingkat Kompetensi Pedagogik guru-guru SD Negeri di
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan pembahasan, maka kesimpulan yang diperoleh adalah tingkat Kompetensi Pedagogik guru-guru SD Negeri di Kabupaten
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti
BAB IV ANALISIS DATA
116 BAB IV ANALISIS DATA A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan Teknik Permainan Dialog untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa MI Ma arif NU Pucang Sidoarjo Dalam bahasan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama oleh warga sekolah, diperlukan kondisi sekolah yang kondusif dan keharmonisan
KONFERENSI KASUS SEBAGAI TEKNIK PEMECAHAN MASALAH KONSELI. Kata kunci : konferensi; kasus; asas kerahasiaan; helper
KONFERENSI KASUS SEBAGAI TEKNIK PEMECAHAN MASALAH KONSELI Widada Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected] ABSTRAK Untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah yang komplek dan rumit diperlukan
STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sekolah pada dasarnya merupakan lingkungan sosial yang berfungsi sebagai tempat bertemunya individu satu dengan yang lainnya dengan tujuan dan maksud yang
BAB I PENDAHULUAN. secara fisik maupun psikologis. Sementara anak cenderung di dominasi oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak merupakan individu yang berbeda dengan orang dewasa, baik secara fisik maupun psikologis. Sementara anak cenderung di dominasi oleh pola pikir yang bersifat
FUNGSI PEMBIMBING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK MELAKUKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BAGI SISWA MENGEMBANGKAN PROSES KELOMPOK DI SEKOLAH UNTUK KEPENTINGAN
BIMBINGAN KELOMPOK YUSI RIKSA YUSTIANA FUNGSI PEMBIMBING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK MELAKUKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BAGI SISWA MENGEMBANGKAN PROSES KELOMPOK DI SEKOLAH UNTUK KEPENTINGAN DUKUNGAN SISTEM
BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kompetensi adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk memperoleh perubahan dalam diri. Hal ini berarti siswa berperan sebagai
2015 KONTRIBUSI PENGEMBANGAN TENAGA AD MINISTRASI SEKOLAH TERHAD AP MUTU LAYANAN D I LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI SE-KOTA BAND UNG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu menghasilkan output yang kompetitif dalam menghadapi persaingan serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan jenis jasa profesi akuntan publik di Indonesia yang sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan jenis jasa profesi akuntan publik di Indonesia yang sangat pesat menyebabkan meningkatnya minat dan keinginan sumber daya manusia khususnya
PENGENALAN DOSEN PENASEHAT AKADEMIK
PENGENALAN DOSEN PENASEHAT AKADEMIK Sub Pokok Bahasan : Tugas dan peran dosen PA Karakteristik dosen PA yang efektif Modalitas yang dimiliki dosen sebagai PA Masalah yang dihadapi dosen PA Faktor-faktor
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. humanistik untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik yang dilakukan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Penelitian tentang program bimbingan belajar berbasis pendekatan humanistik untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik yang dilakukan di SMP Negeri
MOTIVASI BERPRESTASI ABSTRACK
MOTIVASI BERPRESTASI ABSTRACK Materi pembelajaran 'Motivasi Berprestasi' bertujuan untuk membekali mahasiswa/i akan pengertian, pemahaman terhadap motivasi berprestasi sebagai aspek pendorong untuk mencapai
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN Sri Wahyuni Adiningtiyas. Dosen Tetap Prodi Bimbingan Konseling UNRIKA Batam Abstrak Penguasaan terhadap cara-cara belajar yang
MENGULAS KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH. DI ERA OTONOMI Oleh: Dr. H. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd. (FIP-UPI)
MENGULAS KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH A. Prawacana DI ERA OTONOMI Oleh: Dr. H. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd. (FIP-UPI) Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan formal
MENJADI KONSELOR PROFESIONAL : SUATU PENGHARAPAN Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd
MENJADI KONSELOR PROFESIONAL : SUATU PENGHARAPAN Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd A. PENDAHULUAN Banyak pertanyaan dari mahasiswa tentang, bagaimana menjadi konselor professional? Apa yang harus disiapkan
BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu memiliki kondisi internal, di mana kondisi internal tersebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap individu memiliki kondisi internal, di mana kondisi internal tersebut turut berperan dalam aktivitas dirinya sehari-hari. Salah satu dari kondisi internal
BAB I PENDAHULUAN. muncul berbagai tantangan dan persoalan serba kompleksitasnya.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.I Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia hidup di zaman global yang menuntut perubahan sangat pesat, serta muncul berbagai tantangan dan persoalan serba kompleksitasnya. Di bidang
MODUL PROSEDUR DAN PELATIHAN KERJA. Miftakhul Farida Susanti
MODUL PROSEDUR DAN PELATIHAN KERJA P Miftakhul Farida Susanti 1 140412603269 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas karunia-nya, sehingga saya dapat menyelesaikan bahan ajar
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing anak didik. Untuk
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Balakang Masalah Tujuan dari pendidikan adalah perkembangan kepribadian secara optimal dari anak didik. Dengan demikian setiap proses pendidikan harus diarahkan pada tercapainya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Masalah. Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan,
BAB IV ANALISIS DATA. peneliti, maka peneliti menganalisis dengan analisis deskriptif komparatif.
92 BAB IV ANALISIS DATA Setelah data diperoleh dari lapangan yang berupa wawancara, observasi dan dokumentasi yang disajikan pada awal bab yang telah dipaparkan oleh peneliti, maka peneliti menganalisis
BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF
BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF Program bimbingan dan konseling sekolah yang komprehensif disusun untuk merefleksikan pendekatan yang menyeluruh bagi dasar penyusunan program, pelaksanaan program,
Bimbingan Konseling dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Rasional, Tujuan, dan Permasalahan
Bimbingan Konseling dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi Rasional, Tujuan, dan Permasalahan Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling Dengan Dosen Pengampu Dr. Sutarno, M.Pd DI
IMPLEMENTASI MODEL BIMBINGAN BERBASIS PERMAINAN DI SEKOLAH DASAR
IMPLEMENTASI MODEL BIMBINGAN BERBASIS PERMAINAN DI SEKOLAH DASAR (Penelitian Tindakan Pada Siswa Kelas 2 di SD Laboratorium UPI, SDN Sukarasa 3 dan SDN Sukarasa 4) Oleh: Euis Kurniati, dkk Abstrak Permainan
JENIS-JENIS KOMPETENSI GURU TK
JENIS-JENIS KOMPETENSI GURU TK NO KOMPETENSI SUB KOMPETENSI INDIKATOR 1. Kompetensi a. Memahami wawasan dan landasan 1) Mengetahui wawasan kependidikan TK Pedagogik kependidikan. 2) Mengetahui landasan
EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.
EQ KEMAMPUAN EMOTIONAL INTELLIGENCE UNTUK MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN. Laporan untuk John Doe ID UH555438 Tanggal Oktober 20, 2014 2013 Hogan Assessment Systems Inc. Pendahuluan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Orang tua yang penuh perhatian tidak akan membiarkan anak untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Orang tua yang penuh perhatian tidak akan membiarkan anak untuk mengerjakan sesuatu sendiri, melainkan orang tua harus menemani dan memberi bimbingan sampai
BAB V PENUTUP. Penelitian yang berjudul Kemampuan Berbicara Argumentatif Anak
181 BAB V PENUTUP Penelitian yang berjudul Kemampuan Berbicara Argumentatif Anak dalam Keluarga Multikiultural dengan Pola Asuh Otoritatif ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negara. Begitu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Oleh sebab itu hampir
EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.
EQ KEMAMPUAN EMOTIONAL INTELLIGENCE UNTUK MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN. Laporan untuk Sam Poole ID HC560419 Tanggal 23 Februari 2017 2013 Hogan Assessment Systems Inc. Pendahuluan
BAB I PENDAHULUAN. serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Sekolah dibagi menjadi 3 tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekolah merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Sekolah dibagi menjadi 3 tingkat yaitu sekolah dasar,
NO. Hal yang diungkap Daftar Pertanyaan
179 LAMPIRAN 180 181 A. Pedoman Wawancara NO. Hal yang diungkap Daftar Pertanyaan 1. Perkenalan dan Rapport 2. Riwayat Penyakit 3. Dampak penyakit terhadap kehidupan secara keseluruhan 4. Aspek Tujuan
PROFESIONALITAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING OLEH: DRA. WIRDA HANIM M.PSI
PROFESIONALITAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING OLEH: DRA. WIRDA HANIM M.PSI PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Layanan bimbingan dan konseling komprehensif pencapaian
PENDAHULUAN. Terjadinya perubahan paradigma dalam metode belajar mengajar yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Terjadinya perubahan paradigma dalam metode belajar mengajar yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered), menjadi berpusat pada siswa (student centered),
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan seseorang memasuki masa dewasa. Masa ini merupakan, masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa.
1. PENDAHULUAN. kegiatan belajar mengajar di dalam kelas adalah sebuah proses dimana
1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah 1. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian anak, baik di luar dan di dalam sekolah yang berlangsung seumur hidup. Proses
Psikologi Konseling Konseling Analisis Transaksional
Modul ke: Psikologi Konseling Konseling Analisis Transaksional Fakultas Psikologi Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Analisis Transaksional (TA): Model
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarakan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan : Hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Serui Kabupaten Kepulauan Yapen,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarakan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan : Hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua dengan pembelajaran berbasis
BIMBINGAN BELAJAR BAGI MAHASISWA
BIMBINGAN BELAJAR BAGI MAHASISWA Dra. Gantina Komalasari, M.Psi Email : [email protected] Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta I. Pendahaluan Meskipun
LAYANAN KONSELING DI SEKOLAH (KONSEP & PRAKTIK)
LAYANAN KONSELING DI SEKOLAH (KONSEP & PRAKTIK) Pelayanan Pendidikan di Sekolah Administratif / Manajemen Pembelajaran Perkembangan individu yang optimal dan mandiri Konseling (Naskah Akademik ABKIN, 2007)
ASESMEN DALAM BK PPT 3 1
ASESMEN DALAM BK PPT 3 1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014 1 KOMPETENSI DAN INDIKATOR Memahami pengertian,
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI
179 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Bab ini merupakan bab terakhir dalam laporan penelitian, membahas simpulan dan rekomendasi penelitian agar hasil penelitian dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan yang lainnya pasti membutuhkan kerjasama. Ketergantungan manusia satu dengan yang lain merupakan
KEGIATAN LESSON STUDY BIOLOGI DI SMPN 1 JATINANGOR Oleh : Siti Sriyati 1) dan Tuti Hasanah 2)
KEGIATAN LESSON STUDY BIOLOGI DI SMPN 1 JATINANGOR Oleh : Siti Sriyati 1) dan Tuti Hasanah 2) Telah dilaksanakan kegiatan Lesson study di SMP N 1 Jatinangor pada topik sistem pencernaan makanan pada manusia
PENGELOLAAN KELAS DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGEMBANGAN RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN KELAS DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGEMBANGAN RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Husni El Hilali Abstraksi Pengelolaan kelas memiliki peran yang sangat penting dalam proses pendidikan. Proses pembelajaran
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan pada Bab IV maka dapat
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan pada Bab IV maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan konseling pada konselor di SMP/Mts Negeri se- Kota
Lampiran 1: Kisi-Kisi Instrumen Pedoman Wawancara
L A M P I R A N Lampiran 1: Kisi-Kisi Instrumen Pedoman Wawancara Berikut ini kisi-kisi instrumen pedoman wawancara tentang Kompetensi Konselor Guru BK, yang diajukan kepada 3 ( tiga ) guru BK di SMA Kristen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Itan Tanjilurohmah,2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan berlangsung dalam berbagai bentuk kegiatan, berbagai bentuk tindakan, dan berbagai peristiwa. Pendidikan berlangsung di berbagai tempat dan lingkungan,
