PERALATAN ANALISIS DEMOGRAFI
|
|
|
- Sucianty Makmur
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERALATAN ANALISIS DEMOGRAFI Jumlah Rasio Menunjukkan ukuran absolut yang sering digunakan dalam analisis demografi. Misalnya menurut hasil Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah jiwa dan pada pertengahan tahun 2004 menurut UN diperkirakan berjumlah juta jiwa. Menunjukkan perbandingan suatu jumlah terhadap jumlah lainnya atau merupakan perbandingan dua bilangan (a/b). Rasio dapat dinyatakan daam persepuluh, perseratus atau perseribu. Misal : rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan di suatu daerah pada waktu tertentu. Rasio jenis kelamin di Indonesia tahun 2000 : Penduduk _ Laki laki ,01 Penduduk _ Perempaun atau bila dinyatakan dalam perseratus adalah 101 laki-laki per 100 perempuan. Angka / Tingkat Proporsi Jumlah peristiwa atau kejadian dibanding dengan jumlah penduduk yang menanggung resiko peristiwa tersebut, angka ini merupakan suatu bentuk khusus dari rasio. Misalnya Angka Kelahiran pada tahun pada tahun 2000 adalah 17,35 kelahiran hidup per 1000 penduduk Indonesia. Angka ini memberikan gambaran umum tentang keadaan peristiwa demografis (kelahiran) yang terjadi pada suatu daerah tertentu. Gambaran perkembangan peristiwa demografis dapat diperoleh manakala terdapat minimal dua angka dari daerah yang sama dengan waktu yang berbeda. Contoh : Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 1980 adalah sebesar 35 per 1000 penduduk. Berarti angka kelahiran pada tahun 2000 menunjukkan penurunan dibandingkan tahun Ada dua jenis angka : 1. Angka Kasar yaitu angka yang dipakai untuk menghitung peristiwa demografis penduduk total, termasuk penduduk yang tidak menanggung risiko peristiwa demografis tersebut. Angka kematian kasar, Angka Kelahiran Kasar dll. 2. Angka Spesifik yaitu angka yang dipakai untuk menghitung peristiwa demografis yang tidak menanggung risiko peristiwa demografis. Misalnya Angka Fertilitas menurut Umur dll. Menyatakan perbandingan suatu peristiwa demografis terhadap penduduk yang menannggung risiko, secara umum merupakan suatu perbandingan antar dua bilangan, dimana pembilangnya merupakan bagian dari penyebutnya. a a b Apabila proporsi dinyatakan dalam per seratus, dikenal dengan nama
2 persen dan jika dalam perseribu dinamakan persil. Misalnya, proporsi penduduk perakotaan pada tahun 2000 : , atau 42,43 persen dari penduduk total Indonesia. Konstanta Konstanta menyatakan bilangan tetap, misalnya atau 1.000, dalam rumus-rumus dilambangkan dengan k. Bilangan konstanta ini dibutuhkan untuk memperjelas makna dari angka, rasio atau proporsi. Dengan demikian akan mempermudah dalam melakukan analisis demografi. Contoh : Rata-rata banyaknya anak yang pernah dilahirkan hidup per wanita usia tahun adalah 0,07. Apabila angka ini dikalikan dengan suatu konstanta misalnya k=1000 maka akan berarti rata-rata anak yang yang pernah dilahirkan hidup wanita usia tahun adalah 70 diantara 1000 wanita usia tahun. Kohor Ukuran Periode Distribusi Persentase Rata-rata Median Sekelompok orang yang menjalani peristiwa demografi bersamasama. Contoh : kohor kelahiran, yaitu sekelompok orang yang lahir dalam tahun yang sama. Ukuran kohor adalah ukuran untuk menghitung peristiwa demografi yang terjadi pada kohor tersebut. Suatu ukuran mengenai peristiwa yang terjadi dari sebagian maupun keseluruhan penduduk selama satu periode tertentu. Misalnya, angka Kematian Bayi Seringkali para analis kurang memperhatikan perbedaan antara distribusi persentase dengan persentase dalam menyajikan tabel. Distribusi persentase menunjukkan angka-angka persentase yang terdistribusi menurut suatu variabel tertentu harus terlihat secara jelas dengan jumlah total 100 persen. Sedangkan tabel persentase hanya menyajikan angka persentase suatu variabel tertentu meskipun tidak perlu menunjukkan total 100 persennya. Menunjukkan ukuran pemusatan suatu data numerik dengan skala pengukuran rasio atau interval. Rata-rata memiliki sifat yang sensitif terhadap data pencilan atau outlier. Menunjukkan ukuran pemusatan suatu data numerik yang memiliki skala pengukuran ordinal, rasio atau interval. Median tidak terpengaruh dengan adanya data pencilan atau outlier, karena median mengacu kepada setengah banyaknya data berada dibawah nilai median tersebut.
3 SUMBER DATA KEPENDUDUKAN Mempelajari keadaan dan perubahan penduduk sautu daerah atau negara, diperlukan berbagai ukuran misalnya angka pertumbuhan penduduk, angka kelahiran, angka kematian ataupun angak migrasi. Ukuran-ukuran tersebut dapat dihitung dari data kependudukan yang meliputi sensus penduduk, survai dan regsitrasi serta dokumen/statistik dari badan-badan resmi. Sensus Penduduk Sensus Penduduk (SP) atau cacah jiwa merupakan hasil pencacahan terhadap semua orang dalam suatu negara beserta ciri-ciri demografi dan ciri sosial ekonomi orang tersebut. Sensus dilaksanakan pada waktu atau periode tertentu, di Indoensia dilaksanakan 10 tahun sekali. Sensus Penduduk di Indonesia pernah dilakukan pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan Yang termasuk dalam ciri demografi adalah umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah anak lahir hidup, dan jumlah anak masih hidup. Ciri sosial meliputi pendidikan, tempat tinggal, bahasa, agama dan leterangan rumah tangga. Sedangkan ciri ekonomi adalah jenis dan lapangan pekerjaan. Karena sifatnya yang menyeluruh dan dilakukan terhadap semua orang maka keterangan yang diperoleh merupakan data yang bersifat representatif. Sayang data sensus ini hanya bersifat dasar, tersedia hanya 10 tahun sekali, karena bianyanya yang mahal. Survai Kependudukan Survai kependudukan pada umumnya diadakan untuk memperoleh keterangan yang bersifat khusus dengan ketrangan yang lebih rinci. Dilakukan dengan memakai sampel, yaitu sekelompok penduduk yang dipilih untuk diwawancarai yang dianggap mewakili populasi. Survai dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan keperluan dan ketersediaan dana. Karena dilakukan terhadap suatu daerah daerah tertentu saja, maka data yang diperoleh hanya mencerminkan sifat populasi di dserah tersebut. Penggunaan sampel dalam pelaksanaan survai tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan sampel. Namun, survai kependudukan masih sering dilakukan karena adanya keperluan data yang lebih terperinci. Contoh survai kependudukan : a. Survai Sosial Ekonomi Indonesia (SUSENAS) b. Survai Antar Sensus (SUPAS) c. Survai Ketenagakerjaan nasional (Sakernas) d. Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) e. Survai Kesekatan Rumah Tangga Indoneisa (SKRT) f. Survai Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) g. Survai Reproduksi Remaja Sejahtera (RRS 1998, 2001) h. Survai Jaminan Sosial Ekonomi Indonesia (2000), i. Survai Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (IFLS),dll
4 Point a e dilakukan dalam skala nasional dan diselenggarakan adalah Badan Pusat Statistik, sedangkan lainnya pernah dilakukan oleh Lembaga Demografi FEUI dengan cakupan beberapa propinsi. Registrasi Registrasi penduduk merupakan pencatatan secara terus menerus mengenai peristiwa kehidupan seperti lahir, mati, pindah, nikah dan adopsi. Apabila semua peristiwa dilaporkan dan dicatat secara terus menerus, maka akan diperoleh data yang lengkap dan akurat. Pencatatan yang hanya mencakup peristiwa kelahiran, kematian, pernikahan dan perceraian disebut registrasi vital. Di negara maju data registrasi telah berjalan dengan baik, termasuk juga Korea, Taiwan, Thailan. Di Indonesia pelaksanaan registrasi kependudukan masih banyak menjumpai permasalahan. Faktor yang paling penting adalah kurangnya kesadaran penduduk untuk melaporkan peristiwa kehidupan kepada pihak/badan yang berwenang. Kedua adalah perangkat pendukung pihak/badan pencatat yang kurang mendukung untuk pelaksanaan pencatatan. Ketiga, kurangnya kesadaran semua pihak terhadap data. Terlebih lagi dalam kondisi otonomi daerah seperti sekarang ini, setiap pemerintah kabupaten dan kota memiliki kebijakan untuk menentukan prioritasnya sendiri-sendiri dalam melakukan pembangunan. Akhirnya, analisis kependudukan di Indonesia umumnya berdasarkan data sensus dan survai.
5 KOMPOSISI PENDUDUK Pengelompokkan penduduk dapat diklasifikasikan menurut ciri-ciri yang meliputi ; a. Karakteristik Biologis yang meliputi Umur dan Jenis Kelamin b. Karakteristik Sosial antara lain meliputi tingkat pendidikan, status perkawinan dan sebagainya c. Status Ekonomi meliputi penduduk yang aktif secara ekonomi, lapanga pekerjaan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan dan sebagainya d. Kondisi Geografis antara lain meliputi kondisi tempat tinggal, daerah perkotaan, pedesaan, propinsi, kabupaten dan sebagainya. A. Komposisi Penduduk Biologis Komposisi Biologis yang tediri dari komposisi Umur dan jenis kelamin merupakan karakteristik penduduk yang pokok. Jumlah dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai pengaruh yang penting terhadap tingkah laku demografis maupun sosial ekonomis. Umur Tunggal Rasio Jenis Kelamin Umur seseorang yang dihitung berdasarkan hari ulang tahun terakhirnya. Misalnya; jika Amir saat ini berumur 15,5 tahun maka dalam pengertian diatas dianggap berumur 15 tahun. Rasio ini merupakan perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan disuatu daerah dalam waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Jumlah Penduduk Laki Laki JumlahPendudukPerempuan x k x ,626 dibulatkanmenjadi 101 Berarti pada tahun 2000 di Indonesia terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Angka Beban Tanggungan (Dependency Rasio) Angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya orang yang tidak produktif (Umur dibawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan banyaknya orang yang produktif (Umur Tahun) P0 14 P65 keatas Penduduk berumur15 64 tahun x k x ,8
6 Hal ini berarti bahwa setiap 100 orang yang produktif harus menaggung 54 orang yang tidak produktif. Umur median Merupakan umur tengah yang ditentukan berdasarkan umur dari penduduk yang lebih tua dan penduduk yang lebih muda. Umur median penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 23,78 tahun, sedangkan umur median penduduk Amerika Serikat pada tahun 1980 adalah 30,1 tahun. Rumus ; N fx Md lmd 2 i f Md lmd = Adalah Batas bawah kelompok umur yang mengandung jumlah N/2 N = Jumlah Penduduk fx = Adalah Jumlah penduduk kumulatif sampai dengan sebelum kelompok umur yang mengandung N/2 fmd = Jumlah penduduk pada kelompok umur dimana terdapat nilai N/2 i = Interval kelas umur Penduduk Muda dan Penduduk Tua Suatu kelompok penduduk dikatakan sebagai penduduk muda jika proporsi penduduk dibawah umur 15 tahun hampir separuh atau jika umur mediannya kurang dari 20 tahun. Sedangkan yang di maksud dengan penduduk tua jika penduduk yang termasuk dalam kelompok umur dibawah 15 tahun kurang atau sama dengan 30 persen. Contoh : Indonesia pada tahun 2000 masih mempunyai ciri penduduk muda, karena penduduk dibawah umur 15 tahun adalah 30,4 persen. Dan pada tahun 2004 Indonesia telah tergolong dalam negara yang memiliki ciri penduduk tua, karena penduduk dibawah umur 15 tahun adalah 30,4 persen. Sedangkan Jepang pada tahun 2004, proporsi penduduk dibawah umur 15 tahun 14 persen. Piramida Penduduk Komposisi Umur dan Jenis kelamin suatu penduduk secara geafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Dengan melihat proporsi dari penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut, dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai sifat karakteristik suatu penduduk. Selain itu, bentuk piramida secara keseluruhan dapat memberikan keterangan tentang keadaan dan perubahan tiap kelompok umur dan jenis kelamin.
7 Tiga Ciri Penduduk Berdasarkan komposisi Umur dan Jenis Kelamin maka karakteristik penduduk dari suatu negara dapat dibedakan atas tiga ciri, yaitu : 1. Expansive : Jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur termuda 2. Constrictive : Jika penduduk yang berada dalam kelompok umur termuda jumlahnya sedikit. 3. Stationari : Jika penduduknya dalam tiap kelompok umur hampir sama banyaknya, kecuali pada kelompok umur tertentu. Perbandingan Penduduk (Comparing Population ) Peristiwa-peristiwa demografis yang terjadi seperti kelahiran, kematian dan perkawinan selalu mengakibatkan perbedaanperbedaan yang cukup berarti pada suatu kondisi penduduk. Memperbandingkan keadan penduduk antara suatu negara dengan negara lain haruslah hati-hati dan tidak cukup dengan menggunakan angka kasar yang dihubungkan dengan jumlah penduduk secara keseluruhan saja, melainkan perlu diperhatikan keadaan komposisi umur dan jenis kelamin dari penduduk yang akan diperbandingkan, agar tidak bias. Untuk itu biasa dipakai perbandingan secara spesifik misalnya menurut umur, status perkawinan dan sebagainya. Atau dengan cara lain yaitu standarisasi (atau penyesuaian umur) penduduk. Contoh: Membandingkan kelahiran dari wanita Indonesia yang berstatus kawin yang berada pada kelompok umur tahun dengan kelahiran dari wanita Amerika berstatus kawin dan berumur tahun. Dalam hal ini sebaiknya tidak hanya dilihat perbandingan untuk keseluruhan penduduk yang menghasilkan angka kasar (crude rates) tetapi juga perlu dilihat untuk kelompok umur tertentu yang menghasilkan angka spesifik (spesifik rate). Misalnya untuk keseluruhan kelompok usia reproduksi atau tahun, atau kelompok-kelompok yang lebih kecil seperti 15-19; dan seterusnya. Cara lain yatu dengan standarisasi atau penyesuaian umur suatu penduduk (age adjusment) yaitu dengan cara menerapkan angka spesifik menurut umur (age specifik rates) dari dua negara atau lebih pada satu struktur umur standar. Dengan demikian dapat diketahui tingkah laku demografi dari negara-negara yang diperbandingkan jika mereka mempunyai struktur umur yang sama. B. Komposisi Penduduk Sosial Cakupan penduduk menurut klasfikasi sosial ini diantaranya meliputi Kondisi Pendidikan, Kesehatan dan Perkawinan. Kondisi ini akan dibahas pada bagian bab lain.
8 C. Komposisi Penduduk Ekonomi Cakupan penduduk menurut klasfikasi Ekonomi ini diantaranya meliputi lapangan pekerjaan, Tingkat partisipasi angkatan kerja, status pekerjaan dan lainnya. Kondisi ini akan dibahas pada bagian bab lain. D. Komposisi Penduduk Geografis Cakupan penduduk menurut klasfikasi Geografis ini diantaranya meliputi Tingkat perumbuhan penduduk perkotaan, perdesaan dan lainnya Kondisi ini akan dibahas pada bagian bab lain.
9 PERUBAHAN PENDUDUK Perubahan Jumlah Punduduk Suatu perubahan penduduk meliputi studi tentang perubahan jumlah dan komposisi penduduk. Perubahan jumlah penduduk diakibatkan oleh tiga komponen: fertilitas,mortalitas, dan migrasi. Fertilitas menambah jumlah penduduk, mortalitas mengurangi jumlah penduduk, sedangkan migrasi dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Jumlah penduduk dan hubungan dengan ketiga komponen tadi dapat dinyatakan dalam : P 1 + Po + ( B D ) + ( 1 0 ) dengan P 1 = jumlah penduduk terakhir pada akhir periode Po = jumlah penduduk pada awal periode. B = jumlah kelahiran dalam periode tersebut. D = jumlah kematian dalam periode tersebut. I = jumlah migran masuk dalam periode tersebut. O = jumlah migran keluar dalam periode tersebut. B-D = jumlah perubahan alamiah I-O = jumlah migran neto Perubahan Alamiah Persentase Perubahan Alamiah Perubahan yang lebih disebabkan oleh kelahiran dan kematian, tanpa menghitungkan migrasi. Persentasi ini menunjukan persentasi perubahan alamiah terhadap jumlah penduduk dasar B _ D P x 100 % dengan B = jumlah kelahiran dalam suatu periode D = jumlah kematian dalam suatu periode P = jumlah penduduk pada pertengahan periode tersebut Persentase Perubahan Penduduk Persentase ini merupakan persentase perubahan penduduk terhadap jumlah penduduk dasar. B _ D P O x 100 % dengan I = jumlah migran masuk dalam suatu periode O = jumlah migran keluar dalam suatu periode B = jumlah kelahiran dalam suatu periode D = jumlah kematian dalam suatu periode P = jumlah penduduk pada pertengahan periode tersebut.
10 Angka Perubahan Linear Perhitungan ini mengasumsikan adanya perubahan jumlah absolut penduduk yang sama dari satu tahun ke tahun lain. ( Pt Po ) / n r P dengan P t = jumlah penduduk pada akhir periode Po = jumlah penduduk pada awal periode n = jumlah tahun dalam periode tersebut P = jumlah penduduk pada pertengahan periode r = angka perubahan linier. Bila penduduk Indonesia berjumlah 201,24 juta pada tahun 2000 dan 218,7 pada tahun 2004, maka angka perubahan linier tahunan dapat dihitung sebagai gerikut : r ( ) / 9 ( ) / 2 x 100 % 2,34 % Angka Perubahan Geografis Perhitungan ini mengasumsikan adanya angka perubahan jumlah penduduk yang sama dari tahun ke tahun. Pt = Po(1 + r ) n dengan Pt = jumlah penduduk pada akhir periode Po = jumlah penduduk pada akhir periode n = jumlah tahun dalam periode tersebut r = angka perubahan geometris Dengan data yang sama angka perubahan geometris dapat dihitung sebagai berikut : 218,7 = 201,24 (1 + r) 4 Ln 218,7 - Ln 201,24 = 4 Ln ( 1 + r ) Ln ( 1 + r ) = 0, r = 1,021 r = 0,021 = 2,1 % Angka perubahan Eksponensial Perhitungan ini serupa dengan perhitungan angka perubahan geometris, hanya saja di sini interval waktunya amat pendek. Angka ini juga merupakan angka tahunan. Rumus: np P t = P o e r n 1 npo atau r = n Dengan P t = jumlah penduduk pada akhir periode P t = jumlah penduduk pada aal periode n = jumlah tahunan dalam periode tersebut r = angka perubahan geometris
11 Dengan data seperti sebelum ini, maka r dapat dihitung sebagai berikut: n147 n119 r = = 0, r = 2,08 % Waktu Berganda Waktu berganda adalah waktu yang diperlukan untuk menggandakan suatu jumlah penduduk. Rumus angka perubahan eksponensial dapat digunakan untuk menghitung waktu berganda melalui manipulasi aritmatis, rumus tadi menjadi: 70 n = r Dengan n = jumlah tahun yang diperlukan untuk menggandakan jumlah penduduk. r = angka perubahan eksponensial (dalam persen) Contoh: Indonesia dengan angka perubahan 2,08 % setahun, membutuhkan : 70 n = = 33,6 tahun 2,34 untuk melipatduakan jumlah penduduknya. Teori Transisi Demografis Zero Population Growth Teori ini mencoba menyatakan proses perubahan jumlah penduduk dari angka fertilitas dan mortalitas yang tinggi ke jumlah penduduk dengan angka fertilitas dan mortalitas yang rendah. Zero Population Growth menunjukkan keadaan suatu penduduk yang tidak mengalami perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu.secara teoritis keadaan ini dapat tercapai apabila penduduk tersebut mengalami suatu pola kelahiran dan pola kematian yang tetap dalam jangka waktu yang cukup panjang. Dalam keadaan ini, struktur umurpenduduk juga tidak terubah. Zero Population Growth biasanya baru tercapai dalam waktu yang relatif lama setelah tercapai keadaan dengan NRR = 1.
12 FERTILITAS Kelahiran (Fertilitas) Lahir Hidup (Live Birth) Lahir Mati (Still Birth) Abortus Masa Reproduksi Angka Kelahiran Kasar Merupakan hasil reproduksi nyata dari sekelompok wanita, sedangkan dalam pengertian demografi menyatakan banyaknya bayi yang lahir hidup. Besar kecilnya jumlah kelahiran dalam suatu penduduk, tergantung pada beberapa faktor misalnya, struktur umur, tingkat pendidikan, umur pada waktu kawin pertama, banyaknya perkawinan, status pekerjaan wanita, penggunaan alat kontrasepsi dan pendapatan/kekayaan. Kelahiran seorang bayi (tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan) dengan menunjukkan tanda-tanda kehidupan misalnya bernafas, menangis, ada gerakan otot dan lain-lain. Kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kematian bayi dalam kandungan dengan umur kehamilan kurang dari 28 minggu atau Chilbearing Age menunjukkan masa dimana wanita mampu melahirkan, yang dikenal juga dengan istilah usia subur (15 49 tahun) Angka Kelahiran Kasar menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 penduduk dalam suatu tahun tertentu. Angka ini diperoleh dengan membagi jumlah kelahiran yang terjadi selama satu tahun dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang bersangkutan. Rumus: CBR = P B x k Dengan CBR = Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate) B = jumlah kelahiran pada suatu tahun tertentu. P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang sama k = 1000 di Indonesia pada tahun 2000 terdapat 17 kelahiran per 1000 penduduk. Angka Fertilitas Umum Angka Fertilitas Umum menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 perempuan dalam usia reproduksi (15 44 atau tahun) untuk suatu tahun tertentu. Angka Fertilitas Umum ini lebih tepat dari pada Angka Kelahiran Kasar karena hanya memperhitungkan wanita dalam usia reproduksi.
13 Contoh ; GFR = B P ( 15 44atau15 49) f x k GFR = x 1000 = 49,97 Di Indonesia pada tahun 2000 terdapat 49,97 kelahiran per 1000 wanita kelompok tahun. Sedangkan menurut laporan UN pada tahun 2004 angka kelahiran kasar paling rendah terjadi di Cina Hongkong dan Macao, yaitu 7 per 1000 penduduk. Angka Fertilitas menurut Umur (ASFR) Age Specific Fertility Rate atau angka fertilitas menurut menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur tertentu antara tahun per penduduk wanita pada kelompok umur yang sama. Ukuran ini lebih baik dari kedua ukuran sebelumnya, karena memperhatikan perbedaan fertilitas pada tiap kelompok umur. ASFR i b P i fi xk Dengan : ASFR = Angka Fertilitas Menurut Umur i = kelompok umur wanita (15 19; 20 24; 25 29; 30 34; 35 39; 40 44; 45 49) b i = Jumlah kelahiran pada kelompok umur i P fi = Jumlah wanita pada kelompok umur i pada pertengahan tahun yang sama k = 1000 Contoh : Angka Fertilitas Menurut Umur Jawa Timur, 2000 (per 1000 wanita) ,8 224,2 213,1 162,2 115,0 42,1 12,5 Sedangkan di Indonesia pada tahun 2000 terdapat 213 kelahiran per 1000 wanita kelompok tahun.
14 Angka Fertilitas Total Angka Fertilitas Total adalah rata-rata jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang wanita selama masa reproduksinya, jika wanita tersebut mengikuti angka fertilitas pada tiap kelompok umur pada tahun yang bersangkutan. TFR = i ASFR dengan: TFR = Angka Fertilitas Total ( Total Fertility Rate ) ASFR = Angka Fertilitas Umur. i = kelompok umur wanita (15 19; 20 24; 25 29; 30 34; 35 39; 40 44; 45 49). i Umumnya TFR negara-negara yang sedang berkembang tinggi, yaitu 5,0 atau lebih. Sedangkan TFR negara maju rendah, yaitu kurang dari 2,0. Di Indonesia pada tahun 2004 memiliki TFR sebesar 2,6 sedangkan di Singapura sebesar 1,3 dan Macao 0,8. Di benua Afrika umumnya memiliki TFR yang masih tinggi, seperti Nigeria sebesar 8,0 dan Somalia 7,1. Paritas Lengkap Angka Reprodukasi Bruto Paritas Lengkap menunjukkan jumlah rata-rata anak lahir hidup yang dilahirkan oleh seorang wanita dari suatu kohor tertentu pada akhir masa reproduksinya. Angka Reproduksi Bruto menunjukkan rata-rata jumlah anak perempuan yang dilahirkan oleh seorang wanita selama hayatnya. Angka Reproduksi Bruto hanya memperhitungkan bayi perempuan yang nantinya dapat berfungsi seperti ibunya, melahirkan anak, tetapi belum memperhitungkan kemungkinan bayi tersebut meninggal sebelum mencapai usia melahirkan. GRR = i ASFR i Dengan : GRR = Angka Reproduksi Bruto (Gross Reproduktion Rate) ASFR = Angka Fertilitas menurut umur (hanya bayi wanita saja). i = kelompok umur Dengan rasio jenis kelamin pada saat dilahirkan sebesar 106 maka GRR Indonesia pada tahun 2000 sebesar... per wanita. Angka Reproduksi Neto Angka Reproduksi Neto menunujukkan rata-rata jumlah anak perempuan yang dilahirkan oleh seorang wanita selama hayatnya dan akan tetap hidup sampai dapat menggantikan kedudukan ibunya, dengan mengikuti pola fertilitas dan mortalitas yang sama seperti ibunya.
15 Rumus: NRR = ( ASFR fi i L 1 ) 1 0 Dengan : NRR = Angka Reproduksi Neto (Net Reproduction Rate) ASFR= Angka FErtilitas Menurut Umur (hanya bayi wanita saja) i = kelompok umur. L i = Rasio masih hidup sejak lahir hingga kel. umur i tahun. 1 0 Dengan menggunakan Tabel Kematian Model barat (West) level 19, maka NRR Indonesia pada tahun 2000 sebesar... per wanita. Rasio Anak Wanita Rasio Anak Wanita menunjukkan jumlah anak-anak dibawah umur 5 tahun per 1000 wanita dalam usia reproduksi (15-44 atau tahun) dalam suatu waktu tertentu. Meskipun sangat sederhana, angka ini dapat dipergunakan sebagai indikator fertilitas, seandainya data mengenai kelahiran tidak ada. Rumus: CWR = P0 4 P (15 44atau15 49) f x k Dengan : CWR = Rasio Anak Wanita (Child Woman Ratio) P 0-4 = jumlah anak-anak di bawah umur 5 tahun P f (15-44 atau 15-49) = jumlah wanita umur tahun. K = 1000 Contoh ; CWR = P0 4 P (15 44atau15 49) f x k Contoh ; Pada tahun 2000 di Indonesia CWR = = 290 x 1000 berarti, di Indonesia terdapat 290 anak berusia di bawah 5 tahun untuk setiap 1000 wanita berumur tahun.
16 MORTALITAS Mortalitas Morbiditas Angka Kematian Kasar Mortalitas merupakan komponen demografi yang berkaitan dengan kematian atau peristiwa kematian. Mati adalah menghilangnya tanda-tanda kehidupan seseorang secara permanen pada setiap saat sesudah terjadinya kelahiran hidup. Dalam demografi disamping mortalitas, dikenal pula morbiditas. Morbiditas secara umum dapat diartikan sebagai keadaan yang menyimpang dari keadaan sehat yang normal. Sehat (yang normal) menurut WHO adalah keadaan sejahtera fisik mental sosial dan bukan hanya semata-mata bebas penyakit. Angka Kematian Kasar meninjikan jumlah kematian selama satu tahun per 1000 pendudukpasa pertengahan tahun. CDR = D P x k dengan : CDR = Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate ) D = Jumlah kematian dalam suatu tahun tertentu. P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang sama. k = 1000 Contoh : Angka kematian di Indonesia pada tahun 2004 tercatat sebesar 6 per 1000 penduduk, sedangkan di Brunei sebesar 3 per 1000 penduduk. Angka Kematian Menurut Umur Angka Kematian Menurut Umur menunjukan jumlah kematian penduduk pada kelompok umur tertentu selam 1 tahun per jumlah pendudu pada kelompok umur tersebut pada pertengahan tahun yang sama. di ASDR i = x k Pi dengan : ASDR = Angka Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate) i = Kelompok umur penduduk d i = Jumlah kematian pada kelompok umur i, pada suatu tahun tertentu P i = Jumlah penduduk pada kelompok umur i, pada pertengahan tahun yang sama. k = 1000 Contoh ;
17 do 14 ASDR 0-14 = x k Po 14 Diantara 1000 penduduk pada tahun tertentu yang berumur 0-14 tahun, terdapat x kematian. Lahir Mati Angka Kematian Ibu Lahir mati yaitu kelahiran seseorang bayi dari kandungan yang berumur 28 minggu atau lebih tanpa menunjukan tanda-tanda kehidupan. Menunjukan banyaknya wanita yang meninggal pada masa kehamilan, persalinan atau masa nifas selama satu tahun per kelahiran dalam tahun ini. Kematian ini disebabkan karena komplikasi kehamilan atau kelahiran. Jumlahkematian Ibu Jumlah Kelahiran x Angka Kematian Neonatal Yaitu banyaknya kematian bayi dibawah umur 1 bulan atau dibawah 28 hari sselama satu tahun per 1000 kelahiran dalam tahun yang sama. BanyaknyaKematianUmur 1bulan Banyaknya Kelahiran x 1000 Angka Kematian Pasca Neonatal Yaitu kematian bayi yang berumur antar 1 bulan sampai dengan 1 tahun selama satu tahun per 1000 kelahiran pada tahun yang sama. Banyaknya Kematian Bayi Umur 1 bulan s / d 1 tahun x 1000 Banyaknya kelahiran Angka Kematian Bayi Angka Kematian Bayi menunjukan banyaknya kematian bayi selama satu tahun per 1000 kelahiran tahun yang sama. dengan : D0 IMR = x k B
18 IMR = Angka Kematian Bayi ( Infant Mmortality Rate ) D 0 = Jumlah kematian bayi selama satu tahun. B = Jumlah kelahiran dalam tahun yang sama. k = 1000 Angka Kematian menurut Penyebab Angka Kematian Menurut Penyebab menunjukan jumlah kematian yang disebabkan oleh suatu penyebab tertentu per penduduk. D c P x k Dc = jumlah kematianyang disebabkan suatu penyebab tertentu dalam suatu tahun tertentu. P = Jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama. Contoh : Jumlah Kematian Kanker Jumlah Penduduk x k Harapan Hidup Rata-rata Saat Umur Tertentu Harapan hidup rata-rata saat umur tertentu merupakan suatu perkiraan rata-rata lama tahan hidup yang akan dicapai oleh sekelompok penduduk setelah mencapai umur tertentu. Ukuran ini dapat dijadikan indikator keadaan kesehatan. Umur harapan hidup rata-rata saat umur tertentu yang sering digunakan adalah umur harapan hidup waktu lahir. Di negara-negara yang sedang berkembang ditemukan umur harapan hidup waktu lahir yang rendah.
19 MIGRASI Migrasi Migrasi Internasional Angka Imigrasi Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain, baik melewati batas politis negara maupun batas adminictrasi atau batas bagian dalam suatu negara dengan tujuan untuk menetap. Mereka yang berpindahnya bersifat sementara seperti pedagang, pengunjung atau turis tidak termasuk migrasi. Di Indonesia dianggap migran jika dia telah bertempat tinggal di daerah tujuan paling sedikait 6 bulan dengan unit daerah atau wilayah perpindahan adalah propinsi, atau kurang dari 6 bulan jika memang bertujuan untuk menetap. Adalah migrasi dari suatu negara ke negara lain. Migrasi masuk ke suatu negara disebut Imigrasi, sedangkan jika migrasi keluar dari suatu negara kenegara lain disebut Emigrasi. Angka yang menunjukan banyaknya imigrasi per 1000 penduduk. Jumlah Imigran Jumlah Penduduk DaerahTujuan x k Angka Emigran Angka yang menunjukan banyaknya emigran 1000 penduduk. Jumlah Emigran Jumlah PendudukTempat Asal pada pertengahantahun x k Migrasi Internal Perpundahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam suatu negara. Perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal disebut migrasi keluar sedangkan masuknya penduduk ke suatu daerah tujuan di sebut migrasi masuk. Migrasi Bruto Jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar dalam suatu daerah atau negara. Angka Migrasi Angka yang menunjukan banyaknya migran masuk dan migran keluar selama satu tahun dibagi penduduk pada pertengahan tahun. Jumlahmigranmasuk Jumlahmigrankeluar Jumlah penduduk pertengahan tahun x k
20 Migrasi Neto Angka Migrasi Neto Merupakan selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar. Migrasi neto positif apabila migrasi masuk lebih besar daripada migrasi keluar. Sedangkan migrasi neto negatif adalah sebaliknya. Angka yang menunjukan selisih jumlah migran masuk dan migran keluar selama satu tahun dibagi penduduk pertengahan tahun. Jumlah Migran Masuk JumlahMigran Keluar Jumlah Penduduk pertengahantahun x k Migrasi Semasa Hidup Arus Migrasi Migarasi semasa hidup adalah penduduk yang tempat tinggal saat pencacahan berbeda dengan tempat kelahiran. Sekelompok migran yang berasal dari satu daerah asal tertentu kedaerah tujuan yang sama. Mobilitas secara demografi berarti perpindahan penduduk secara geografis. Perpindahan untuk maksud menetap disebut migrasi, sedangkan perpindahan tidak untuk menetap disebut mobilitas sirkuler (tinggal sementara) dan Commuter (ulang pergi atau tidak menginap).
21 PERKAWINAN Menurut Undang-undang perkawinan RI No. 1 tahun 1974 : Perkawinan merupakan suatu ikatan batin antara seorang pria dengan seorang dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (Rumah Tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Legalitas dari ikatan ini dapat diberikan oleh pemerintah, agama, melalui undang-undang adat dan lain-lainnya. Angka Perkawinan Kasar Menunjukkan banyaknya perkawinan selama tahun tertentu per 1000 penduduk pada tahun yang sama. Angka perkawinan kasar bukan merupakan ukuran yang tepat untuk membandingkan pengalaman dua kelompok penduduk yang mempunyai komposisi menurut umur dan jenis kelamin yang berbeda. Banyaknya Perkawinan x k Jumlah Penduduk Contoh : Umur Perkawinan Pertama Umur Median Perkawinan Pertama Angka Perceraian Kasar Menunjukkan umur saat seseorang melakukan perkawinan pertama. Biasanya umur perkawinan pertama untuk laki-laki tidak sama dengan wanita. Menunjukkan separuh dari penduduk yang pernah kawin pada kohor tertentu melakukan perkawinan pertama sebelum umur median tersebut. Di Indonesia pada tahun 2003, umur median perkawina pertama untuk wanita kelompok umur tahun adalah. Menunjukkan banyaknya perceraian yang terjadi selama tahun tertentu per 1000 penduduk pada tahun yang sama. Banyaknya Perceraian x k Jumlah Penduduk Contoh : Angka Perkawinan Ulang Menunjukkan banyaknya perkawinan penduduk yang berstatus janda/duda selama tahun tertentu per 1000 penduduk yang berstatus janda/duda dan caerai pada uisa tertentu dalam tahun yang sama.
22 Banyaknya Kawin Ulang x k Penduduk (janda/duda + cerai) Contoh : Angka Perkawinan Umum (Mu) Menunjukkan banyaknya perkawinan selama tahun tertentu per 1000 penduduk usia 15 keatas pada tahun yang sama Banyaknya Perkawinan x k Jumlah Penduduk 15 th keatas Angka Perceraian Umum (du) Menunjukkan banyaknya perceraian selama tahun tertentu per 1000 penduduk usia 15 tahun keatas. Banyaknya Perceraian x k Jumlah Penduduk 15 th keatas
23 URBANISASI DAN TRANSMIGRASI Urbanisasi Pretumbuhan Kota Daerah Kota Persentasi Penduduk Kota Adalah berpindahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah kota. Adalah pertumbuhan besaran kota yang terdiri dari tiga komponen yaitu, pertambahan penduduk alamiah, migrasi serta reklasifikasi. Definisi kota berbeda-beda antara suatu negara dengan negara lain, tetapi biasanya pengertianya berhubungan dengan kotakota atau daerah-daerah pemukiman lain yang padat. Kriteria yang digunakan untuk menentukan suatu daerah termasuk kota atau bukan merupakan kombinasintara indikator, kepadatan penduduk, kegiatan ekonomi dan fasilitas kota. Di Indonesia secara administratif umumnya ada dua katagori utama mengenai kota yaitu ibukota propinsi atau Kotaraya sebagai Daerah Tingkat I dan Ibukota Kabupaten atau Kotamadya sebagat Daerah Tingkat II. Banyaknya penduduk yang tinggal di daerah kota dapat dinyatakan dengan persentase dari jumlah seluruh penduduk. Jumlah Penduduk Di Daerah Kota Jumlah Penduduk x k Contoh : Penduduk Jawa Barat pada tahun 2000 tercatat yang tinggal di daerah kota jiwa x 100 % 42,43 % Berarti pada tahun 2000 terdapat 42 penduduk kota per 100 penduduk Persebaran Penduduk Kepadatan Penduduk Persebaran penduduk berhubungan dengan pola pemukiman di suatu negara atau daearh daerah lain. Faktor faktor yang mempengaruhi persebarab penduduk antara lain : iklim, letak dan bentukdataran/tanah, kesuburan tanah, sumber alam, sosial budaya dan tehnologi. Kepadatan pendumeduk rupakan indikator daripada tekanan penduduk di suatu daerah. Ada dua ukuran yaitu pertama dengan perbandingan jumlah penduduk dengan luas seluruh daerah yang ada. Kedua, perbandingan jumlah penduduk dengan luas tanah yang secara sosial ekonomi yang dapat ditempati atau ditanami. Kepadatan penduduk disuatu daerah dibandingkan dengan luas tanah yang ditempati acapkali dinyatakan dengan banyaknya penduduk per km persegi.
24 Jumlah Penduduk Luas daerah ( km 2 ) Transmigrasi Dalam GBHN 1983 dikemukakan bahwa transmigrasi untuk penyebaran penduduk dan tenaga kerja serta pembukaan dan pengembangan daerah produksi baru, terutama daerah pertanian, dalam rangka pembangunan daerah, khususnya di luar pulau Jawa dan Bali, yang padat menjamin peningkatan taraf hidup transmigrasi dan masyarakat di sekitarnya. Pelaksanaan transmigrasi sekaligus merupakan uasaha penataan kembali penggunaan, penguasaan dan pemilikan tanah baik di daerah asal maupun di daearh tujuan. Menurut Undang-undang Republik Indonesia No, 3 tahun 1972, yang dimaksud dengan Transmigrasi adalah pemindahan dan/atau kepindahan penduduk dari satu daerah untuk menetap ke daearh lain yang di tetapkan di daerah wilayah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan negara atau alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah berdasarkan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Transmigrasi dapat berupa : a. Transmigrasi Umum b. B. Transmigrasi Spontan/Swakarsa. Transmigrasi Umum Transmigrasi Swakarsa Pelaksanaan Transmigrasi Transmigrasi yang biaya pelaksanaannya ditanggung oleh pemerintah. Transmigrasi yang biaya pelaksanaannya ditanggung oleh transmigran bersangkutan atau oleh pihak lain bukan pemerintah. Bantuan pemerintah untuk pelaksanaan transmigrasi swakarsa terutama dalam pembangunan prasarana ekonomi dan sosial yang memang menjadi tugas pemerintah. Sedangkan bantuan kepada perorangan hanya pada hal-hal yang sangat essensial dan hal-hal yang bersifat administratif. Transmigrasi dilaksanakan oleh instansi Pemerintah atau Badan/ Swasta atau gabungan/kerja sama antara Instansi Pemerintah dan Badan/Swasta.
25 ANGKATAN KERJA Tenaga Kerja Tenaga kerja atau penduduk usia kerja adalah jumlah seluruh penduduk yang secara potensial dapat memproduksi barang atau jasa. Biasanya yang termasuk dalam tenaga kerja adalah penduduk berusia 15 tahun atau tahun. Menurut data Sensus Penduduk 2000 banyaknya tenaga kerja (10 tahun keatas) di Indonesia persen dari seluruh penduduk. Tenaga kerja terdiri dari : a. Angkatan Kerja b. Bukan Angkatan Kerja Angkatan Kerja Angkatan Kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat atau berusaha untuk terlibat dalam kegiatan proses produksi (yaitu memproduksi barang dan jasa) untuk memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan. Angkatan Kerja di Indonesia pada tahun 2000 tercatat sebanyak juta atau persen dari seluruh penduduk. Penduduk yang Bekerja Adalah bagian dari angkatan kerja yang sesungguhnya melakukan pekerjaan untuk memproduksi barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan. Menurut Sensus Penduduk 2000 selain definisi tersebut di atas juga termasuk mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan tidak melakukan pekerjaan atau bekerja kurang dari satu jam, tetapi mereka adalah pekerja tetap, petani, dokter, tukang cukur, tukang pijat dan sebagainya. Jumlah Penduduk yang bekerja diindonesia tahun 2000 adalah. juta atau persen dari angkatan kerja. Pengangguran Pengangguran Setengah Terbuka Bagian angkatan kerja yang tidak bekerja dan sedang aktif mencari pekerjaan atau dikenal dengan pengangguran terbuka. Menurut Sensus Penduduk 2000, penganggur di Indonesia tercatat.. juta atau persen dari angkatan kerja. Jumlah orang yang bekerja dalam bidang pekerjaan yang diluar kemampuannya tidak sesuai dengan yang diinginkan, maupun orang yang bekerja dalam waktu yang lebih pendek dari biasanya. Ada dua jenis pengangguran setengah terbuka : a. Setengah menganggur yang kentara : Seseorang yang bekerja diluae keinginannya sendiri atau bekerja dalam
26 waktu yang lebih pendek dari biasanya. b. Setengah Menganggur yang tidak kentara : seseorang yang bekerja secara penuh waktu (full time) tetapi pekerjaannya dianggap tidak mencukupi, karena pendapatan yang terlalu renadah atau pekerjaan tersebut tidak memungkinkan ia untuk mengembangkan seluruh keahliannya. Pengangguran Tak Kentara Dalam angkatan kerja mereka dimasukkan dalam kegiatan bekerja, tetapi sebetulnya mereka penganggur jika dilihat dari sisi produktivitasnya. Dengan kata lain mereka tidak memiliki produktivitas dalam pekerjaannya. Misalnya : ada 4 orang yang bersama-sama mengerjakan sesuatu, namun sesungguhnya pekerjaan tersebut dapat diselesaikan oleh 3 orang, sehingga satu orang merupakan pengangguran tak kentara. Pekerja tak dibayar Angka Partisipasi Angkatan Kerja Jenis Pekerjaan Lapangan Pekerjaan Orang yang membantu usaha yang dilakukan oleh seseorang tanpa mendapat upah atau imbalan sesuatu. Biasanya pekerja tak dibayar ini umumnya merupakan pekerja keluarga. Menunjukkan perbandingan antara banyaknya angkatan kerja tehadap banyaknya tenaga kerja (10 th keatas). Banyaknya Angkatan Kerja X k Banyaknya Tenaga Kerja Macam pekerjaan yang sedang atau pernah dilakukan oelh orang-orang yang termasuk golongan bekerja atau orang-orang yang mencari pekerjaan dan pernah bekerja. Jenis Pekerjaan ini menurut ISCO (International Standard Classification of Occupation) di bagi dalam 8 golongan, yaitu : a. Professional, ahli tehnik dan sejenisnya b. Kepemimpinan dan ketatalaksanaan c. Administrasi, tata usaha dan lain-lain d. Penjualan e. Jasa f. Petani g. Produksi dan sejenis dan operator alat-alat pengangkutan h. Lain-lain Aladah bidang kegiatan dari usaha/perusahaan/industri tempat seseorang bekerja atau pernah bekerja. Lapangan pekerjaan menurut ISIC (International Standard for Iondustrial Classification) terdiri dari : a. Pertanian, Perburuhan, Kehutanan dan Perikanan b. Pertambangan dan Penggalian c. Industri Pengolahan d. Listrik, gas dan air e. Bangunan
27 f. Perdagangan, rumah makan, dan hotel g. Angkutan, penyimpanan dan Komunikasi h. Keuangan, asuransi dan perdagangan benda tak bergerak i. Jasa Kemasyarakatan, sosial dan pribadi j. Kegiatan yang tidak/belum jelas. Status Pekerjaan Status/kedudukan pekerjaan terdiri dari : a. Berusaha sendiri b. Berusa dibantu ART atau buruh tak dibayar c. Berusaha dibantu buruh tetap d. Pegawai/Buruh/Karyawan e. Pekerja Keluarga
28 PENDIDIKAN Pendidikan Penduduk Usia Sekolah Penduduk Masih Bersekolah Terdaftar Bersekolah Angka Terdaftar Bersekolah Menurut Umur Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Titik berat pembangunan pendidikan diletakan pada peningkatan mutu dan perluasan pendidikan dasr dalam rangka mewujudkan dan memantapkan pelaksanaan wajib belajar, serta meningkatankan perluasan kesempatan belajar pada tingkat pendidikan menengah (GBHN TAP. No. II/MOR/1983). Penduduk pada usia sekolah yang normal sesuai dengan tingkatan pendidikan. Misalnya : Penduduk Usia SD : 7-12 tahun Penduduk Usia SMTP : tahun Penduduk Usia SMTA : tahun Yaitu mereka yang sedang mengikuti pendidikan di tingkat pendidikan tertentu. Penduduk yang tredaftar pada suatu tingkat pendidikan selama jangka waktu tertentu. Kendati kedua istilah di atas sering diartikan sama, ternyata dalam Sensus Penduduk digunakan istilah masih sekolah. Angka yang menunjukan banyaknya yang terdaftar bersekolah pada tingkat pendidikan tertentu terhadap banyaknya penduduk pada usia yang sama. Jumlahmurid SDUmur 7 12 TahunYangTerdaftar Penduduk Umur 7 12 Tahun x k Angka Masih Bersekolah Angka yang menunjukan banyaknya penduduk masih bersekolah pada tingkat pendidikan tertentu terhadap banyaknya penduduk pada usia yang sama. JumlahMurid SDUmur 7 12TahunYang Mshbersekolah PendudukUmur 7 12 Tahun x k Contoh :
29 Angka Masih Bersekolah SD (7 12 tahun) Tahun 1980 : x ,96 % atau 83,0 % Putus Sekolah Mereka yang tak dapat menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu. Jumlah Putus Sekolah 7 12 Tahun Jumlah Penduduk Pernah Sekolah 7 12 Tahun x k Dapat Membaca dan Menulis Buta Huruf Angka Buta Huruf Yang dimaksud dengan dapat membaca dan menulis adalah mereka tang dapat membaca dan menulis surat/kalimat sederhana dengan suatu huruf apapun. Yaitu mereka yang tidak dapatmembaca dan menulis sesuatu huruf atau mereka yang dapat membaca saja tidak dapat menulis. Yaitu angka yang menunjukan banyaknya penduduk yang buta huruf per 100 penduduk berumur 10 tahun ke atas. Angka Buta Huruf di Indonesia pada tahun 1980 adalah 28,8 %. BanyaknyaPendudukYang Buta Huruf BanyaknyaPendudukUmur 10 Tahun Keatas x k Angka Buta Huruf Menurut Umur Yaitu angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang buta huruf menurut umur. BanyaknyaPendudukYang berumur a Yang Buta Huruf Banyaknya PendudukUmur a Tahun Tahun x k
30 KESEHATAN Tujuan Derajat Kesehatan Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pengertian sehat mencakup jasmani, rohani serta soail dan bukan hanya terbebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Tujuan utama program kesehatan di Indonesia diarahkan pada pemeliharaan kesehatan individu yang pada kelanjutannya akan menunbuhkan pembinaan kesehatan masyarakat. Jal ini diperlukan agar supaya derajat kesehatan masyarakat yang menjadi tujuan utama diatas dapat dicapai. Menggambarkan tingkat kesehatan dan kemampuan masyarakat dalam mengusahakan diri dan lingkungannya untuk menjadi sehat. Derajat kesehatan mempunyai dua komponen yaitu status kesehatan dan status lingkungan. Status kesehatan menggambarkan tingkat sehat, sakit dan matinya penduduk, sedangkan status lingkungan menggambarkan kondisi lingkungan sosial budaya, fisik dan biologis yang memberikan pengaruh terhadap status kesehatan penduduk. Upaya Kesehatan Agka Kesakitan Angka Insiden Mencakup upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabiltatif) yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata dan dapat diterima serta terjangkau oleh seluruh masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hsil pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Upaya kesehatan bertujuan untuk menekan tingginya angka kesakitan dan angka kematian,yang diprioritaskan kepda masyarakat berpenghasilan rendah. Angka kesakitan ditujukkan dengan tingkat insiden dan tingkat prevalen. Menunjukkan banyaknya jumlah kasus baru yang ditemukan untuk setiap penduduk pada pertengahan tahun. # kasus baru yang ditemukan X k Jumlah Penduduk Tengah Tahun Angka Prevalensi Angka prevalen Status Gizi Merupakan indikator positif tentang keadaan kesehatan, seperti : a. Berat Badan waktu lahir dan usia 3 tahun b. Rata-rata berat badan dan tinggi badan menurut umur c. Masukan kalori/protein per orang.
31 Kebersihan Lingkunan Indikator yang menunjukkan kebersihan lingkungan, seperti : a. persentase penduduk yang memiliki tempat sampah memadai b. Frekwensi pengangkutan sampah, minimum sekali setiap hari Rasio Immaturitas (Immaturity Rasio) Angka Serangan Kedua (Secondary Attack Rate)
32 Sistem Ekosistem Daya Dukung Alam Eksternalitas PENDUDUK DAN LINGKUNGAN
33 PROYEKSI PENDUDUK Proyeksi pada awalnya dipergunakan untuk keperluan pajak dan mengetahui kekuatan suatu Negara. Pada perkembangannya dipergunakan untuk semua rencana pembangunan di segala bidang dan dianggap sebagai persyaratan minimum untuk proses perencanaan pembangunan Jenis dan Definisi Perkiraan Penduduk Antar Sensus (Intercensal) Suatu perkiraan mengenai keadaan penduduk diantara dua sensus Rumus Perhitungan : Pm = Po + m/n (Pn - Po), Dimana : Pm = Jumlah Penduduk pd th estimasi Po = Jumlah Penduduk pada tahun awal Pn = Jumlah Penduduk pada tahun n M = Selisih th yg dicari dg th awal N = Selisih th dr 2 sensus yg diketahui Sesudah Sensus (Postcensal) Perkiraan Penduduk Sesudah Sensu Rumus Perhitungan : Pm = Po + [(n+m)/n] (Pn - Po), Dimana : Pm = Jumlah Penduduk pd th estimasi Po = Jumlah Penduduk pada tahun awal Pn = Jumlah Penduduk pada tahun n M = Selisih th yg dicari dg th n n = Selisih th dr 2 sensus yg diketahui Proyeksi (Projection) Perkiraan Penduduk Sesudah atau sebelum, tetapi tidak hanya beberapa tahun sesudah sensus bisa lebih dari beberapa puluh sesudah sensus Mathematical methode Pada perthitungan ini digunakan kalau tidak diketahui data komponen pertumbuhan penduduk, jadi hanya menggunakan data penduduk keseluruhan Component Methode Menggunakan data komponen pertumbuhan penduduk yaitu fertilitas, Mortalitas dan migrasi
34 Mathematical methode Linier - Arithmetic ; Pn = Po (1 + rn) - Geometric ; Pn = Po (1 + r) n Eksponensial Pn = P o e rn Dimana : Pn = Jumlah penduduk pada tahun n Po = Jumlah Penduduk pada tahun awal r = Angka pertumbuhan n = Periode waku dalam tahun e = Bilangan log natural 2, Component Methode Data pendukung metode ini adalah ; Penduduk Dasar Adalah jumlah penduduk yang dipergunakan data dasar untuk memulai proyeksi yang dibagi dalam jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur. Angka Kelahiran (Fertilitas) Adalah hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita ata sekelompok wanita Angka Kematian (Mortalitas) Mati adalah keadaan menghilangnya semua tandatanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat Angka Migrasai (Migration Rate) Tingginya mobilitas menyebabkan sulitnya memeroleh data mengenai angka migrasi ini, sehingga banyak sekali asumsi yang dipergunakan untuk mencari kondisi migrasi ini. Ada dua ukuran yang sering digunakan untuk angka migrasi ini yaitu migrasi seumur hidup (perbedaan tempat kelahiran dengan tempat yang ditinggali sekarang) dan migrasi risen (Perbedaan tempta tinggal lima tahun lalu dengan saat ini). Estimasi Component Methode Beberapa metode tidak langsung yang biasanya dipergunakan untuk estimasi masing data komponen yaitu ; Fertilitas - Metode Own Children - Metode Last Live Birth - Metode Palmore dan Rele - Metode Gunasekaran-Palmore Mortalitas - Metode Sulivan - Metode Feeney
35 Metode Own Children Metode Last Live Birth - Metode Brass - Metode Trussel Migrasi - Life Time Survival Ratio (LTSR) Ukuran fertilitas yang dihasilkan adalah angka kelahiran menurut umur wanita (Age Specific Fertility Rate atau ASFR). Untuk itu diperlukan matriks tabulasi silang menurut umur anak terhadap ibu kandung. Ibu yang dimaksud adalah wanita usia 15 hingga 55 tahun dan ank usia 0 hingga 15 tahun (UN, 1983) Metode ini dapat dikategorikan sebagai suatu cara yang berada di antara cara langsung dan tidak langsung dalam memperkirakan kelahiran dan kematian. Keterangan yang digunakan adalah tentang kelahiran terakhir atau tanggal lahir dan kelangsungan hidup. Istilah kelahiran terakhir perlu dibedakan dari pengertian anak yang hidup terakhir. Kelahiran terakhir adalah jumlah kelahiran yang terjadi baik lahir hidup maupun lahir mati, sedangkan anak yang lahir hidup terakhir adalah jumlah kelahiran hidup dan tidak termasuk lahir mati Metode Palmore Persamaannya adalah sebagai berikut TFR = 12, , , 1042 CWR 176,4889 CP 6,4698PEM Dimana ; TFR adalah tingkat kelahiran total per wanita IMR adalah tingkat kematian bayi per kelahiran hidup CP adalah persentase anak berusia kurang dari lima tahun PEM adalah persentase wanita pernah kawin usia Metode Gunasekaran_Palmore Metode ini menitikberatkan cara penghitungan TFR pada hubungan antara kelahiran, kematian, dan sebaran umur penduduk. Dimensi penting dalam hubungan ini adalah pengaruh/efek dominan fertilitas terhadap struktur umur penduduk dan pengaruh marginal mortalitas terhadap hal serupa. Pendekatan Gunasekaran-Palmore dalam estimasi fertilitas juga didasarkan pada teori statistik yang menunjukkan bahwa dua momen pertama (mean dan varian) peka terhadap perubahan yang terjadi dalam frekuensi sebaran. Adapun ukuran kemencengan dan kelancipan (momen ke-3 dan ke-4) menunjukkan konsentrasi relatip dan letak bilangan dalam suatu sebaran penduduk.
36
37 Metode Sulivan Metode Feeney Metode Brass Metode Trussel Pengemangkan metode Brass dengan perbedaan pada faktor pengali yang didapat dari persamaan regresi. Model regresi cara Sullivan ini terdiri dari empat model life table Coale-Demeny yaitu: West, South, East, dan North. Pada saat ini para peneliti biasa memakai West Model untuk memperkirakan AKB karena pola mortalitas di Indonesia mendekati model tersebut. Dalam memperkirakan kematian anak, Sullivan hanya memakai rasio P 2 /P 3 Dalam penghitungan kematian anak, Feeney menyediakan tabel khusus yang dikembangkan dari model kurva fertilitas polinomial (Brass, 1975 dan Feeney, 1976). Rasio paritas yang dipakai adalah P 1 /P 2, P 2 /P 3, dan P 3 /P 4. Dari setiap nilai rasio paritas dapat diperkirakan umur rata-rata melahirkan dari seluruh penduduk wanita usia subur. Perkiraan angka kematian anak beserta waktu rujukannya dihitung berdasarkan nilai proporsi anak mati dan nilai umur rata-rata melahirkan. Feeney juga menyediakan tabel konversi waktu rujukan ke kalender masehi Metode Brass (UN, 1967) menghitung rasio kematian anak dengan mengalikan data proporsi anak yang masih hidup dan proporsi anak yang sudah meninggal menurut umur ibu (dalam lima tahunan) dengan suatu faktor pengali. Penghitungan ini menghasilkan suatu ukuran kematian anak yang diartikan sebagai banyaknya anak yang meninggal per kelahiran sebelum anak tersebut mencapai usia 1, 2, 3, 5, 10, 15, dan 20 tahun Tidak jauh berbeda dengan Sullivan, Trussel (UN, 1983) juga mengadakan pendekatan dengan cara regresi untuk memperoleh faktor pengalinya. Trussel memakai rasio P 1 /P 2 dan P 2 /P 3 sekaligus yang kemudian dikalikan dengan koefisien tertentu untuk mendapatkan faktor pengalinya. Trussel menyediakan satu set koefisien berdasarkan empat model tabel kematian Coale-Demeny. Selain itu terdapat pula satu set koefisien untuk penghitungan waktu rujukan yang diperkirakan berdsarkan rasio paritas di atas, yang selanjutnya dikonversikan ke kalender masehi
38 Contoh Asumsi yang sering dipergunakan Dalam Fertilitas Contoh Asumsi yang sering dipergunakan Dalam Mortalitas Contoh Asumsi yang sering dipergunakan Dalam Migrasis 1. LD FEUI - TFR t = (1.6 - TFR 0 ) x Exp (rt), r <0 - TFR t = TFR 0 x Exp (rt), r <0 - Rata - rata diantra keduanya 2. BPS - Y = L + k/(1 + be at ) 3. UGM - TK(t) = A.e (-B.t) - TK(t) = A + Bt 1. LD FEUI - IMR t = ( IMR 0 ) x Exp (rt), r<0 (Female) - IMR t = ( IMR 0 ) x Exp (rt), r<0 (Male) - LM t = 25 - (25 - LM 0 ) x Exp (-rt), r>0 2. BPS - Y = L + k/(1 + be at ) 3. UGM - IMR t = IMR o (-B.t) - e 0 (t) = e 0 (t). Ln (Bt) 1. LD FEUI - Trend Trend Rata-rata Keduanya - Diabaikan 2. BPS - Diabaikan 3. UGM - Diabaikan
39
Beberapa Konsep Dasar Kependudukan Terkait dengan Kerjasama Pendidikan Kependudukan
Beberapa Konsep Dasar Kependudukan Terkait dengan Kerjasama Pendidikan Kependudukan Ukuran-ukuran Demografi Angka absolut (count) adalah banyaknya peristiwa demografi tertentu di suatu wilayah dalam jangka
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fertilitas (kelahiran) sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan ada tanda-tanda kehidupan misalnya bernafas,
Studi Kependudukan - 1. Demografi formal. Konsep Dasar. Studi Kependudukan - 2. Pertumbuhan Penduduk. Demographic Balancing Equation
Demografi formal Pengumpulan dan analisis statistik atas data demografi Dilakukan ahli matematika dan statistika Contoh : jika jumlah perempuan usia subur (15-49) berubah, apa pengaruhnya pada tingkat
fertilitas, mortalitas dan migrasi Kependudukan semester
fertilitas, mortalitas dan migrasi Kependudukan semester 2 2012 outline PENDAHULUAN 1 2 3 MORTALITAS FERTILITAS MIGRASI perhitungan konsep konsep dasar tipe angka mortalitas konsep dasar ukuran fertilitas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Masalah Kependudukan Masalah kependudukan di Indonesia di kategorikan sebagai suatu masalah nasional yang besar dan memerlukan pemecahan segera. Hal ini mencangkup lima masalah
UKURAN FERTILITAS. Yuly Sulistyorini, S.KM., M.Kes Departemen Biostatistika dankependudukan FKM - Unair
UKURAN FERTILITAS Yuly Sulistyorini, S.KM., M.Kes Departemen Biostatistika dankependudukan FKM - Unair Permasalahan Pengukuran Fertilitas Sulit menentukan jumlah bayi yang lahir hidup banyak bayi yang
Demografi formal = Demografi murni. Sumber data Sekunder. Pengambilan Data Penduduk. Registrasi Survai
PB 3 KEPENDUDUKAN Beberapa pengertian Demografi (demos=rakyat,grafein=tulisan) : ilmu tentang penduduk dengan karakteristiknya yg khusus Demografi Demografi formal = Demografi murni Demografi sosial =
ASPEK KEPENDUDUKAN III. Tujuan Pembelajaran
KTSP & K-13 Geografi K e l a s XI ASPEK KEPENDUDUKAN III Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami perhitungan angka kelahiran.
BAB 2 LANDASAN TEORI
19 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Masalah Kependudukan Masalah kependudukan di Indonesia dikategorikan sebagai suatu masalah nasional yang besar dan memerlukan pemecahan segera. Hal ini mencakup lima masalah
UKURAN-UKURAN DEMOGRAFI
UKURAN-UKURAN DEMOGRAFI 1. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan banyak jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Sex
PERTEMUAN 8 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA
PERTEMUAN 8 : FERTILITAS Oleh : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA ([email protected]) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik - Universitas ESA UNGGUL Semester Genap 2012/2013
Analisis Proyeksi Penduduk Jambi Berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia
Analisis Proyeksi Penduduk Jambi 2010-2035 Berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi 2015 Analisis Proyeksi Penduduk Jambi 2010-2035 (Berdasarkan Proyeksi Penduduk
BAB 2 TINJAUAN TEORI. Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti: Demos adalah rakyat atau
BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1. Arti dan Tujuan Demografi Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti: Demos adalah rakyat atau penduduk dan Grafein adalah menulis. Demografi adalah ilmu yang mempelajari
MORTALITAS (KEMATIAN)
MORTALITAS (KEMATIAN) Pengantar: Kematian terkait dengan masalah sosial dan ekonomi Komitmen MDGs pada tahun 2015: - Angka Kematian Bayi menjadi 20 per 1000 kelahiran hidup - Angka Kematian Ibu menjadi
Pertumbuhan Penduduk. Oleh : Yudha Tri Pradana / XI-IPS-1 / 31 SMAN 1 MANYAR
Pertumbuhan Penduduk Oleh : Yudha Tri Pradana / XI-IPS-1 / 31 SMAN 1 MANYAR Pertumbuhan Penduduk adalah keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurang
BAB 7: GEOGRAFI ANTROPOSFER
www.bimbinganalumniui.com 1. Pada umumnya bahan-bahan yang dikumpulkan dari sensus bersifat demografis, ekonomis, dan sosial. Bahanbahan yang bersifat demografis (1) Kewarganegaraan (2) Umur (3) Pendidikan
LATIHAN ANALISIS KEPENDUDUKAN
Http://arali2008.wordpress.com LATIHAN ANALISIS KEPENDUDUKAN OLEH Arsad Rahim Ali Staf Dinas Kesehatan Kab Polewali Mandar Analisa kependudukan dibatasi pada analisa distribusi jenis kelamin dan usia,
Universitas Gadjah Mada
Minggu 1 Definisi dan Cakupan Fertilitas Pertumbuhan penduduk disuatu wilayah dipengaruhi oleh empat faktor: kelahiran, kematian, migrasi masuk dan migrasi keluar. Bagi beberapa negara, misalnya Indonesia,
5. FERTILITAS (KELAHIRAN)
5. FERTILITAS (KELAHIRAN) 5.1. Parameter Fertilitas Pengukuran fertilitas hasilnya berlaku untuk periode waktu tertentu sebagai contoh perhitungan tingkat kelahiran kasar di Indonesia tahun 1975 sebesar
Pengukuran dalam Demografi
Pengukuran dalam Demografi Demografi (Kependudukan) Dian Kurnia Anggreta, S.Sos, M.Si 1 Pengukuran dalam Demografi Ukuran Absolut Awal data demografi disajikan dalam bentuk bilangan atau jumlah absolut
Antroposfer GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK D. RUMUS-RUMUS KUANTITAS PENDUDUK ANTROPOSFER
Antroposfer A. PENDAHULUAN Antroposfer berasal dari kata antropos yang berarti manusia dan spaira yang berarti lingkungan. Antroposfer adalah salah satu objek material dari geografi yang membahas mengenai
ANALISA HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2010 DAN IMPLIKASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI BENGKULU
ANALISA HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2010 DAN IMPLIKASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI BENGKULU 1. Sensus Penduduk 2010 dan penyebaran tingkat Kabupaten/Kota Penduduk Provinsi Bengkulu hasil sensus penduduk tahun
ANTROPOSFER GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK
A. PENDAHULUAN Antroposfer berasal dari kata antropos yang berarti manusia dan spaira yang berarti lingkungan. Antroposfer adalah salah satu objek material dari geografi yang membahas mengenai persoalan
Data dan Informasi dalam Perencanaan
Data dan Informasi dalam Perencanaan http://en.wikipedia.org/wiki/data Data adalah sekumpulan fakta Data adalah suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya, hasil pengukuran atau pengamatan suatu
PERKAWINAN DAN PERCERAIAN
PERKAWINAN DAN PERCERAIAN 1. Pendahuluan Dalam demografi pertumbuhan penduduk antara lain dipengaruhi oleh fertilitas. Perkawinan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat
1. Masalah Jumlah Penduduk
Pengertian Penduduk Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Penduduk ialah orang atau individu yang tinggal atau menetap pada suatu daerah tertentu dalam jangka waktu yang lama. Ada beberapa pengertian yang secara singkat perlu
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Peramalan Peramalan (forecasting) adalah kegiatan memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang (Sofjan Assauri: 1984). Usaha untuk melihat situasi pada masa yang
PENDUDUK. mencatat peristiwa peristiwa penting yang berhubungandengan kehidupan maka
DATA PARAMETER KEPENDUDUKAN PROV. DIY BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2012 PENDUDUK POPULATION (Penduduk) Jumlah orang yang mendiami suatu daerah pada waktu
DATA PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN
DATA PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2011-2014 PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENTERIAN KESEHATAN RI JAKARTA 2011 KATA PENGANTAR Dalam rangka pemantauan rencana aksi percepatan pelaksanaan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Uraian Teoritis Penduduk adalah orang atau manusia yang bertempat tinggal di suatu wilayah tertentu, sedangkan populasi mencakup seluruh organisme (manusia, hewan, dan tumbuhan)
Fertilitas. Andri Wijanarko,SE,ME.
Fertilitas Andri Wijanarko,SE,ME [email protected] Fertilitas Merupakan komponen pertumbuhan penduduk yang bersifat menambah jumlah penduduk. Fertilitas adalah kemampuan menghasilkan keturunan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. lengkap dari pada sumber-sumber data yang lain karena kemungkinan tercecernya
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Sumber-Sumber Data Sumber-sumber data kependudukan yang pokok adalah sensus penduduk, registrasi penduduk dan penelitian (survei). Secara teoritis data registrasi penduduk lebih
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS Tenaga Kerja, Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1. Pengertian pengertian 2.1.1. Tenaga Kerja, Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Banyak hal mengenai kehidupan sosial di suatu Negara / masyarakat dapat dijabarkan jika diketahui
BAB I PENDAHULUAN. Padahal sumber data penduduk yang tersedia hanya secara periodik, yaitu Sensus Penduduk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Para pemakai data kependudukan, khususnya para perencana, pengambil kebijaksanaan, dan peneliti sangat membutuhkan data penduduk yang berkesinambungan dari tahun ke
PERTEMUAN 6 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA
PERTEMUAN 6 : STRUKTUR PENDUDUK (1) Oleh : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA ([email protected]) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik - Universitas ESA UNGGUL Semester Genap
Pertumbuhan Populasi. Aritmetik (Arithmetic growth) Geometrik (Geometric growth) Eksponensial (Exponential Growth)
Pertumbuhan Populasi Aritmetik (Arithmetic growth) Geometrik (Geometric growth) Eksponensial (Exponential Growth) Pertumbuhan Aritmetik populasi 0 5000 10000 15000 20000 2000 2001 2002 2003 2004 2005 tahun
Analisis Parameter Kependudukan menurut Kabupaten/Kota Oleh : Risma Mulia
Analisis Parameter Kependudukan menurut Kabupaten/Kota Oleh : Risma Mulia ==================================================================================== BAB I Pendahuluan Secara harfiah kata Demografi
PERTUMBUHAN PENDUDUK 1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Propinsi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
PERTUMBUHAN PENDUDUK 1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada
FERTILITAS RUMUS DAN FAKTOR
FERTILITAS RUMUS DAN FAKTOR FERTILITAS RUMUS DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEFINISI Fertilitas (Fertility): merujuk pada jumlah kelahiran hidup dari penduduk wanita Fekunditas (Fecundity): merujuk pada
DATA PENDUDUK SASARAN PROGRAM KESEHATAN TAHUN
DATA PENDUDUK SASARAN PROGRAM KESEHATAN TAHUN 2007-2011 PUSAT DATA DAN INFORMASI DEPARTEMEN KESEHATAN RI JAKARTA 2009 KATA PENGANTAR Salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini adalah belum ada kesepakatan
PENETAPAN SEMENTARA PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2010 SAMPAI DENGAN 2035
PENETAPAN SEMENTARA PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 200 SAMPAI DENGAN 2035 I. Pendahuluan Perkembangan kependudukan dilakukan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan
MORTALITAS. Tara B. Soeprobo Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia TBS-M
MORTALITAS Tara B. Soeprobo Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia TBS-M 1 Mortalitas Salah satu dari tiga komponen demografi selain fertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah
PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA PER PROPINSI
PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA PER PROPINSI MENURUT KELOMPOK UMUR DAN JENIS KELAMIN 2005 2015 Badan Pusat Statistik, Jakarta - Indonesia PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA 2005 2015 PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA PER
w tp :// w ht.b p w.id s. go FERTILITAS PENDUDUK INDONESIA HASIL SENSUS PENDUDUK 2010 ISBN: 978-979-064-312-3 No. Publikasi: 04000.1107 Katalog BPS: 2102025 Ukuran Buku: 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman:
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PROYEKSI PENDUDUK DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
I. PENDAHULUAN. dengan jumlah penduduk sebanyak juta jiwa penduduk (BPS, 2010).
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah kependudukan di Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar yaitu dengan jumlah penduduk sebanyak 237.641.326 juta jiwa penduduk (BPS, 2010). Di tingkat
TIGA PULUH DUA TAHUN PERJALANAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA NASIONAL DI PROPINSI BENGKULU (1972 SAMPAI DENGAN 2010)
TIGA PULUH DUA TAHUN PERJALANAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA NASIONAL DI PROPINSI BENGKULU (1972 SAMPAI DENGAN 2010) BAB I. PENDAHULUAN I. Latar Belakang Penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN Mata Kuliah : ILMU KEPENDUDUKAN Kode/SKS : 3 sks Deskripsi Singkat : Mata Kuliah memandu mahasiswa untuk memahami ilmu kependudukan, mulai dari konsep-konsep kependudukan,
PERTEMUAN 9 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA
PERTEMUAN 9 : MORTALITAS Oleh : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA ([email protected]) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik - Universitas ESA UNGGUL Semester Genap 2012/2013
pengisian data dan cara pembuatan grafik. setelah pengolahan dan analisa perhitungan serta saran-saran yang
Pada bab ini dijelaskan tentang cara pengaktifan jendela excel, pengisian data dan cara pembuatan grafik. BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan penutup yang mencakup kesimpulan yang diambil setelah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun, maka keadaan yang demikian itu menuntut Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan. Undang Undang
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GEOGRAFI
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GEOGRAFI BAB VII KEPENDUDUKAN Drs. Daryono, M.Si. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
ANALISA PENURUNAN TFR DAN BONUS DEMOGRAFI DI PROPINSI BENGKULU
ANALISA PENURUNAN TFR DAN BONUS DEMOGRAFI DI PROPINSI BENGKULU I. Pendahuluan Propinsi Bengkulu telah berhasil melaksanakan Program Keluarga Berencana ditandai dengan penurunan fertilitas dari 3% hasil
BAB 2 LANDASAN TEORI
5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Masalah kependudukan Masalah kependudukan di Indonesia dikategorikan sebagai suatu masalah nasional yang besar dan memerlukan pemecahan segera. Hal ini mencakup lima masalah
PENGUKURAN FREKUENSI PENYAKIT
PENGUKURAN FREKUENSI PENYAKIT Dalam epidemiologi ukuran yg banyak digunakan dlm menentukan morbiditas dan mortalitas adalah: Angka, Rasio, dan Proporsi RASIO merupakan nilai relatif yg dihasilkan dari
UKURAN MORTALITAS. Nunik Puspitasari, S.KM, M.Kes Dept. Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
UKURAN MORTALITAS Nunik Puspitasari, S.KM, M.Kes Dept. Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Pengukuran mortalitas membutuhkan ketepatan dalam: 1. Kelompok
MASALAH KEPENDUDUKAN DI NEGARA INDONESIA. Sri Rahayu Sanusi,SKM,Mkes. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
MASALAH KEPENDUDUKAN DI NEGARA INDONESIA Sri Rahayu Sanusi,SKM,Mkes. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara 1.PENDAHULUAN Dari hasil sensus penduduk tahun 1990 jumlah penduduk Indonesia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 ISTILAH-ISTILAH 2.1.1 Dinamika Penduduk [Population Dynamics] Dinamika penduduk adalah proses perubahan yang terjadi secara terus menerus yang mempengaruhi jumlah penduduk
BAB 2 LANDASAN TEORI. Beberapa pengertian singkat yang perlu diketahui untuk mendukung tulisan ini dan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pengertian Beberapa pengertian singkat yang perlu diketahui untuk mendukung tulisan ini dan merupakan bahan acuan dalam mengembangkan aplikasi yang ada, yaitu : 2.1.1.
ASPEK-ASPEK KEPENDUDUKAN
ASPEK-ASPEK KEPENDUDUKAN Aspek-Aspek Kependudukan Aspek-aspek kependudukan meliputi jumlah dan perkembangan, pertumbuhan, persebaran, kepadatan, kualitas, serta mobilitas penduduk. 1. Jumlah dan Perkembangan
Jumlah Penduduk A. Kelahiran 1. Fertilitas CBR = L/P x Angka Kelahiran Umum GFR= L/W x Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur Tertentu
Jumlah Penduduk Hal yang paling mendasar yang umum dijumpai dalam suatu negara berkembang adalah jumlah penduduk yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk yang sangat tinggi tersebut akan melahirkan beragam
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Demografi mempelajari jumlah, persebaran, teritorial dan komposisi penduduk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demografi mempelajari jumlah, persebaran, teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan perubahannya dan sebab sebab perubahan itu, yang biasanya timbul karena
PENGERTIAN, CAKUPAN DAN UKURAN MORTALITAS
PENGERTIAN, CAKUPAN DAN UKURAN MORTALITAS Mortalitas atau kematian merapakan salah satu diantara tiga komponen demografi yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Dua komponen demografi lainya adaiah
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER EKONOMI KEPENDUDUKAN PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN - FAKULTAS EKONOMI MATAKULIAH : EKONOMI KEPENDUDUKAN KODE MATA KULIAH : PE 4706 SKS : 2 SEMESTER : VII MATA KULIAH
Agustina Bidarti, S.P., M.Si. Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya
Agustina Bidarti, S.P., M.Si. Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya PENDAHULUAN Studi demografi menekankan tiga fenomena perubahan penduduk, yakni: 1. Dinamika Penduduk (Population
Data dan Informasi dalam Perencanaan
Data dan Informasi dalam Perencanaan Sensus Penduduk (SP) dan Survey Penduduk antar Sensus (Supas) Data yang dikumpulkan meliputi Demografi : fertilitas, mortalitas dan migrasi, serta riwayat kelahiran
ASPEK KEPENDUDUKAN I. Tujuan Pembelajaran
KTSP & K-13 Geografi K e l a s XI ASPEK KEPENDUDUKAN I Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami pengertian antroposfer. 2. Memahami
Perhitungan Jumlah Penduduk
Perhitungan Jumlah Penduduk Dr.Budiman Chandra Pengukuran Terhadap Jumlah Penduduk Pengukuran terhadap perubahan, estimasi dan projeksi jumlah penduduk suatu tempat atau negara sangat penting diketahui
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kehidupan dan penghidupan masyarakat baik materil maupun spiritual yang
2.1 Teori Kesejahteraan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Undang-undang No 13 tahun 1998 tentang ketentuan pokok kesejahteraan masyarakat memuat pengertian kesejahteraan masyarakat sebagai suatu tata kehidupan dan
CARA PENGUKURAN ANGKA KESAKITAN DAN ANGKA KEMATIAN
CARA PENGUKURAN ANGKA KESAKITAN DAN ANGKA KEMATIAN - Ukuran dasar epidemiologi RATE - Penyusunan rate perlu 3 hal: 1. Jumlah orang yang terserang penyakit / meninggal 2. Jumlah penduduk tempat asal penderita
MAKALAH Konsep Kependudukan di Indonesia
MAKALAH Konsep Kependudukan di Indonesia 11:06 Rafless bencoolen 1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan jumlah penduduk yang banyak. Dapat dilihat dari hasil sensus penduduk yang semakin
BAB 2 LANDASAN TEORI. penduduk, dan Grafein adalah menulis. Jadi demografi adalah tulisan tulisan atau
16 Daftar pustaka dan lampiran. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian pengertian Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk, dan Grafein adalah menulis. Jadi
K A T A P E N G A N T A R
K A T A P E N G A N T A R Puji dan Syukur kita Panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga buku Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang Tahun 2017 ini
2. Proporsi Perbandingan 2 nilai kuantitatif yang pembilangnya merupakan bagian dari penyebut. Contoh: Proporsi 12/(12+20)= 0,375
OLEH KELOMPOK IV 1. Rasio merupakan nilai relatif yang dihasilkan dari perbandingan dua nilai kuantitatif yang pembilangnya tidak merupakan bagian dari penyebut Contoh: Keracunan makanan terdapat 32 orang
PERSEBARAN PENDUDUK DALAM RUANG
BBM 3 PERSEBARAN PENDUDUK DALAM RUANG Bagja Waluya PENDAHULUAN Pada BBM 3 ini Anda akan membahas tentang persebaran penduduk dalam ruang. Penduduk merupakan salah satu bagian yang mengisi ruang permukaan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk kota Pematangsiantar setiap tahunnya menunjukkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk kota Pematangsiantar setiap tahunnya menunjukkan peninggakatan yang perlu mendapatkan perhatian. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk
Deskripsi Singkat Topik :
1 WILAYAH DAN RUANG LINGKUPNYA Deskripsi Singkat Topik : Pokok Bahasan Waktu Tujuan : WILAYAH DAN RUANG LINGKUPNYA : 1 (satu) kali tatap muka pelatihan selama 100 menit. : Untuk menanamkan pemahaman praja
(Sakernas), Proyeksi Penduduk Indonesia, hasil Sensus Penduduk (SP), Pendataan Potensi Desa/Kelurahan, Survei Industri Mikro dan Kecil serta sumber
I. Pendahuluan Salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs) dari delapan tujuan yang telah dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2000 adalah mendorong kesetaraan gender dan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kependudukan sangat erat kaitannya dengan demografi. Demografi sendiri berasal dari
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengertian-pengertian Kependudukan sangat erat kaitannya dengan demografi. Demografi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Demos yang berarti rakyat atau penduduk dan Grafien
PERTEMUAN 12 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA
PERTEMUAN 12 : PROYEKSI PENDUDUK Oleh : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA ([email protected]) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik - Universitas ESA UNGGUL Semester Genap 2012/2013
JUMLAH DAN PERTUMBUHAN, KOMPOSISI, SERTA PERSEBARAN DAN MIGRASI PENDUDUK
JUMLAH DAN PERTUMBUHAN, KOMPOSISI, SERTA PERSEBARAN DAN MIGRASI PENDUDUK PENDUDUK 1. Orang yang tinggal di daerah tersebut 2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain
PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DAN PENANGGULANGANNYA
PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DAN PENANGGULANGANNYA Petrus Haryo Sabtono Materi disampaikan dalam Proses Belajar Mengajar Kelas 8 SMPK Santo Yoseph Denpasar Ingatkah kamu filosofi yang berkembang di sebagian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bayi yang lahir hidup. Istilah fertilitas adalah sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Fertilitas Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut
ILMU KEPENDUDUKAN: Analisis dengan tujuan:
ILMU KEPENDUDUKAN: Analisis dengan tujuan: 1. Memperoleh informasi dasar tentang distribusi penduduk, karakteristik dan perubahan perubahannya; perubahannya; 2. Menerangkan sebab sebab perubahan; 3. Menganalisis
MORTALITAS. 1. Pengantar
MORTALITAS 1. Pengantar Mortalitas atau kematian dapat menimpa siapa saja, tua, muda, kapan dan dimana saja. Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, adat istiadat
Tabel 3.1. Jumlah Penduduk indonesia Menurut Pulau Tahun 1930, 1961, 1971, 1980, dan 1990 (juta)
3. UKURAN DEMOGRAFI 3.1. Bilangan Absolut dan Relatif Pada awalnya data demografi jumlah absolut. Dari bilangan absolut ini kemudian dikembangkan menjadi bilangan relatif dengan maksud agar ukuran satu
ASPEK KEPENDUDUKAN IV
KTSP & K-13 Geografi K e l a s XI ASPEK KEPENDUDUKAN IV Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami usia kerja, tenaga kerja, angkatan dan
Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan
Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan A. Pertumbuhan penduduk, Adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu
DISAMPAIKAN Oleh : Drs.Soekirno, M.Sc
DISAMPAIKAN Oleh : Drs.Soekirno, M.Sc KONSEP DAN DIFINISI Dinamika Penduduk : Perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pd waktu tertentu dibandingkan dengan waktu sebelumnya Pertambahan penduduk
INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014
12 IndikatorKesejahteraanRakyat,2013 INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014 No. ISSN : 0854-9494 No. Publikasi : 53522.1002 No. Katalog : 4102004 Ukuran Buku Jumlah Halaman N a s k a
DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN Jumlah penduduk wajib KTP Orang
DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 KELOMPOK DATA JENIS DATA : DATA UMUM : Demografi DATA SATUAN TAHUN 2015 SEMESTER I TAHUN 2016 I. Kependudukan
BAB II. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT
BAB II. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT 2.1. Gambaran Umum 2.1.1. Letak Geografis Kabupaten Sumba Barat merupakan salah satu Kabupaten di Pulau Sumba, salah satu
Di Unduh dari : Bukupaket.com Sumber buku : bse kemdikbud
34 Geografi XI Antroposfer berasal dari kata latin antropos yang berarti manusia dan spaira yang berarti lingkungan. Jadi, antroposer artinya lingkungan bagian dari bumi yang dihuni manusia. Pembahasan
MASALAH PENDUDUK DIPENGARUHI PERKEMBANGAN PENDUDUK KEPADATAN PENDUDUK DAMPAK KEPENDUDUKAN TERHADAP PEMBANGUNAN
BAB II PERMASALAHAN PENDUDUK DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN Setelah mempelajari bab ini diharapkan kalian mampu mengidentifikasi permasalahan penduduk, menjelaskan unsur-unsur dinamika penduduk, serta
KATA PENGANTAR. Singaraja, Oktober Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Buleleng
KATA PENGANTAR Puja Angayu bagia kami haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas waranugraha-nya maka penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Buleleng
PENYUSUNAN PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA TAHUN
PENYUSUNAN PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA TAHUN 2010 2035 Dr. Sukamdi Agus Joko Pitoyo, M.A. Eddy Kiswanto, M.Si M. Arif Fahrudin Alfana PENDAHULUAN Proyeksi penduduk merupakan cara penggambaran jumlah penduduk
MORTALITAS DAN MORBIDITAS
MORTALITAS DAN MORBIDITAS PEMBAHASAN MORTALITAS MORBIDITAS PENGUKURAN MORBIDITAS DAN MORTALITAS PERKEMBANGAN ANGKA KEMATIAN ANAK DAN IBU DI INDONESIA KLIK BACK MORTALITAS Mortalitas diartikan sebagai kematian
