BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan tersusunnya kurikulum tingkat satuan pendidikanjenjang pendidikan dasar dan menengah, mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Berdasarkan Standar Isi, Lulusan dan Panduan yang dikeluarkan BNSP, setiap satuan pendidikan dalam hal ini SMK Negeri 5 Surakarta harus dapat menyiapkan kurikulum yang akan digunakan sebagai kurikulum operasional. Menurut UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 Butir 19, menyatakan bahwa : Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum, pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.(uu Nomor 20 Tahun 2003 Bab X Pasal 36 Butir 2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen Agama Kabupaten / Kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab X. Pasal 38 ayat 2) Kurikulum tingkat satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, penjelasan ini sesuai dengan pasal 17 ayat 1 dan 2, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.(pp 19/2005 Bab I Pasal 1 butir 15) Berdasarkan aturan tersebut, maka: 1. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan SMK Negeri 5 Surakarta dan komite sekolah. 2. Kurikulum SMK Negeri 5 Surakarta dimaksudkan untuk memungkinkan adanya penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada. 3. SMK Negeri 5 Surakarta perlu mencermati dan memperhatikan berbagai kepentingan dalam kerangka pengembangan kurikulum yang relevan bagi permasalahan saat ini dan masa datang. 4. Kurikulum SMK Ngeri 5 Surakarta harus bersifat baku tetapi tetap fleksibel, karena itu secara periodik harus tetap divalidasi sesuai kebutuhan pada jamannya.. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 1 dari 99

2 2. Tujuan Pengembangan Kurikulum SMK Negeri 5 Surakarta berpola pada : 1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (UU Nomor 20 Tahun 2003 BAB X Pasal 36 (1) 2. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. (PP 19 Pasal 16) 3. Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja di dunia kerja. 4. Permen Diknas No.22 Implikasi dari struktur kurikulum SMK butir 2 5. Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab IX Pasal 35 (1) dan (2): menyatakan : (1) Standar nasional pendidikan terdiri atas : 1. Standar isi, 2. Standar proses, 3. Standar kompetensi lulusan, 4. Tenaga kependidikan, 5. Sarana dan prasarana, 6. Pengelolaan, 7. Pembiayaan, dan 8. Penilaian Pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. (2) Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan. 3. Prinsip Pengembangan 3.1. Prinsip pengembangan Kurikulum SMK Negeri 5 Surakarta berdasarkan pola pemikiran sebagai berikut : Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, serta kepentingan peserta didik dan lingkungannya, Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Peserta didik memiliki posisi sentral, berarti segala kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik Beragam dan terpadu, Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 2 dari 99

3 Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum harus memberikan kegiatan pembelajaran peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan, Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha/industri dan dunia kerja. Oleh karena itu, upaya pengembangan kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan kecakapan vokasional merupakan keniscayaan Menyeluruh dan berkesinambungan, Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan Belajar sepanjang hayat, Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Acuan operasional Kurikulum SMK Negeri 5 Surakarta berdasarkan pola pemikiran sebagai berikut : Peningkatan Iman dan Taqwa serta Akhlak Mulia, Keimanan dan ketaqwaan serta Akhlak Mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun harus memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (Afektif, Kognitif, Psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spiritual, dan kinestetik peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 3 dari 99

4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional, Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi Tuntutan Dunia Kerja, Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh-kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni, Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan IPTEKS Agama, Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan Iman dan Taqwa serta Akhlak Mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan Iman, Taqwa dan Akhlak Mulia Dinamika perkembangan global, Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain Persatuan nasional dan nilai-nilai Kebangsaan, Pendidikan diarahkan untuk membangun Karakter dan Wawasan Kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara Persatuan dan Kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya Wawasan dan Sikap Kebangsaan serta Persatuan Nasional untuk memperkuat keutuhan Bangsa dalam Wilayah NKRI Kondisi Sosial Budaya masyarakat setempat, Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik Sosial Budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman Budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari Budaya dari daerah dan Bangsa lain Kesetaraan Jender, Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan dalam hal ini adalah SMK Negeri 5 Surakarta Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas SMK Negeri 5 Surakarta. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 4 dari 99

5 1. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan BAB II TUJUAN Pendidikan Menengah Kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlaq mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. 1. Visi SMK Negeri 5 Surakarta Menciptakan teknisi tingkat menengah yang profesional 2. Misi SMK Negeri 5 Surakarta a. Mendidik dan Melatih Peserta Didik yang berkarakter b. Mendidik dan Melatih Peserta Didik sesuai kebutuhan dunia kerja c. Mendidik dan Melatih Peserta Didik agar memiliki karakter enter presen d. Mewujudkan sekolah sebagai wadah pengembangan daya kreasi dan inovasi e. Mewujudkan sekolah berstandar internasional f. Memberikan pelayanan prima pada pelanggan. 3. Tujuan Sekolah Tujuan penyelenggaraan pendidikan di SMK Negeri 5 Surakarta adalah : a. Menciptakan tamatan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. b. Membekali peserta didik untuk mengembangkan kepribadian akademik dan dasar-dasar keahlian yang kuat dan benar melalui pembelajaran normatif, adaptif dan produktif. c. Menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja serta mengembangkan sikap profesionalisme dan mampu berwirausaha. d. Memberikan pengalaman yang sesungguhnya agar peserta didik menguasai keahlian produktif berstandar, budaya industri yang berorientasi kepada standar mutu, nilai-nilai ekonomi serta membentuk etos kerja yang tinggi, produktif dan kompetitif. e. Mewujudkan status sekolah menjadi SMK Nasional Berstandar Internasional. 4. Tujuan Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Surakarta untuk setiap Kompetensi Keahlian meiliki tujuan sebagai berikut : a. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi para peserta didiknya. b. Mendidik peserta didik agar menjadi warga negara yang bertanggungjawab. c. Mendidik peserta didik agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan pengetahuan dan seni. d. Mendidik peserta didik dengan keahlian dan keterampilan dalam kompetensi keahlian tertentu agar dapat bekerja baik secara mandiri/berwirausaha atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenega kerja tingkat menengah. e. Mendidik peserta didik agar mampu memilih karier, berkompetensi dan mengembangkan sikap profesional dalam kompetensi keahlian yang ditekuninya. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 5 dari 99

6 f. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. g. Menyelenggarakan sistem pendidikan teknik yang berkualitas dan beretos kerja tinggi. h. Memenuhi kebutuhan tenaga teknisi industri yang terampil di bidang Rekayasa Perangkat Lunak. i. Mendidik tenaga kerja yang disiplin mempunyai loyalitas yang tinggi. j. Mendidik tenaga kerja yang mampu bersaing baik tingkat nasional, regional maupun global. k. Mendidik Tenaga terampil yang mampu menciptakan lapangan kerja. l. Mengembangkan Unit Produksi Rekayasa Perangkat Lunak. m. Menyalurkan tenaga kerja yang profesional di bidang Rekayasa Perangkat Lunak sesuai dengan kebutuhan DU/DI. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 6 dari 99

7 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM Struktur dan Muatan Kurikulum pada jenjang pendidikan menengah kejuruan yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut. 1. Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia 2. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 4. Kelompok Mata Pelajaran Estetika 5. Kelompok Mata Pelajaran Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelima kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 7. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK disusun dengan memperhatikan kelompok mata pelajaran tersebut dan cakupan sebagaimana tertuang pada tabel 1. No Kelompok Mata Pelajaran 1. Agama dan Akhlak Mulia 2. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tabel 1. Cakupan Kelompok Mata Pelajaran Cakupan Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia, dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta Berakhlak Mulia. Akhlak mulia mencakup etika, Budi Pekerti, atau Moral sebagai perwujudan dari Pendidikan Agama. Kelompok Mata Pelajaran Kewarga- Negaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hakhak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada SMK dimaksudkan untuk menerapkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, membentuk Mata Pelajaran Terkait Agama, Pendidikan Kewarganegaraan Pengembangan Diri, IPA, Seni Budaya, IPS, Penjaskes, Matematika dan Kejuruan. Agama, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Penjaskes, dan Pengembangan Diri. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 7 dari 99

8 No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan kompetensi, kecakapan, dan kemandirian kerja. 4. Estetika Kelompok Mata Pelajaran Estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. 5. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelompok Mata Pelajaran Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada SMK dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan, seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. Mata Pelajaran Terkait IPA, IPS, Kejuruan, KKPI, dan Muatan Lokal. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, KKPI, Kejuruan dan Muatan Lokal. Penjaskes, IPA, dan Muatan Lokal. Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi Kurikulum Mata Pelajaran Merujuk pada penjelasan Pasal 15 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan menengah kejuruan utamanya adalah mempersiapkan peserta didik untuk mampu bekerja pada bidang tertentu. Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta dapat mengembangkan keahlian dan keterampilan, peserta didik harus memiliki stamina yang tinggi, menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, serta memiliki kemampuan mengembangkan diri, maka struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Kurikulum SMK berisi mata pelajaran wajib, mata pelajaran Kejuruan, Muatan Lokal, dan Pengembangan Diri. Menurut UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 37, kurikulum SMK wajib memuat: Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 8 dari 99

9 1. Pendidikan Agama; 2. Pendidikan Kewarganegaraan; 3. Bahasa; 4. Matematika; 5. Ilmu Pengetahuan Alam; 6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 7. Seni dan Budaya; 8. Pendidikan Jasmasi dan Olah raga; 9. Keterampilan/kejuruan, dan 10. Muatan lokal. Atas dasar itu, maka mata pelajaran wajib pada kurikulum SMK terdiri atas Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Keterampilan/Kejuruan (terdiri atas Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, Kewirausahaan dan mata pelajaran kejuruan). Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja. Mata pelajaran Kejuruan terdiri atas beberapa mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) dan Kompetensi Kejuruan (KK), dikembangkan mengacu pada Kerja (SKK) melalui proses analisis. Jika standar kompetensi mata pelajaran kelompok DKK tidak dijumpai pada SKK, maka (SK) dan (KD) dapat dirumuskan melalui analisis kompetensi kejuruan melalui langkah-langkah : 1. Mendata standar kompetensi yang terdapat pada SKK; 2. Mengidentifikasi kompetensi yang sifatnya mendasar dan melandasi prinsip-prinsip keilmuan, dan kompetensi yang menjadi prasyarat untuk kompetensi kejuruan; 3. Mengidentifikasi materi-materi pendukung pada indikator kompetensi kejuruan. Selanjutnya kompetensi-kompetensi yang tertuang dalam DKK dan KK dikelompokkan dalam standar kompetensi baru yang menjadi nama mata pelajaran sesuai dengan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan berdasarkan Keputusan Dirjen Mandikdasmen nomor 251/C/KEP/MN/2008 tanggal 22 Agustus Struktur Kurikulum Struktur Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta meliputi subtatnsi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama empat tahun, mulai kelas X, XI dan XII. Struktur Kurikulum yang digunakan meliputi dua unsur utama; a. Struktur Kurikulum Baku yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai acuan dasar dalam pembuatan Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta; b. Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta sebagai Struktur Kurikulum Implementatif. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 9 dari 99

10 1.1. Struktur Kurikulum Baku Tabel 1. Struktur Kurikulum Baku STRUKTUR KURIKULUM SPEKTRUM 2008 BIDANG STUDI KEAHLIAN PROGRAM STUDI KEAHLIAN KOMPETENSI KEAHLIAN A. Mata Pelajaran : Teknologi dan Rekayasa : Teknik Bangunan : Teknik Konstruksi Kayu PROGRAM / MATA PELAJARAN DURASI WAKTU ( JAM ) a) 1. Program Normatif 1.1. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Seni Budaya Program Adaptif b) 2.1. Matematika Bahasa Inggris Fisika Kimia Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Kewirausahaan Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Program Produktif 3.1. Dasar Kompetensi Kejuruan Menerapkan dasar-dasar Gambar Teknik Menerapkan ilmu statika dan tegangan Mengidentifikasi ilmu Bangunan Gedung Memahami Bahan Bangunan Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja Kompetensi Kejuruan 1044 c) Pengetahuan Dasar Konstruksi Bangunan Mekanika Teknik Bangunan Merencanakan pekerjaan konstruksi kayu Membuat gambar kerja dan daftar komponen pekerjaan konstruksi kayu Menghitung kebutuhan bahan pekerjaan konstruksi kayu Membuat sambungan dan hubungan kayu Membuat komponen pekerjaan kayu Menggunakan peralatan tangan dan listrik 36 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 10 dari 99 b) b)

11 PROGRAM / MATA PELAJARAN DURASI WAKTU ( JAM ) a) Menggunakan peralatan mesin tetap ( Statis ) Membuat kusen,daun pintu dan jendela kayu Membuat perancah kayu dan memasang kuda-kuda kayu Memasang bekisting kayu Memasang rangka penutup lantai kayu Memasang rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi Memasang kusen kayu pada bangunan Memasang daun pintu/jendela pada kusen kayu Memasang kaca pada kusen/daun pintu/jendela kayu Memasang tangga kayu dan ralling kayu Memasang rangka dan penutup plafon Memasang rangka atap system portal sederhana dan system kuda-kuda Melaksanakan pekerjaan finishing konstruksi kayu Menggambar bangunan gedung dan RA Menggambar Auto Cad Bangunan gedumg 49 B. Muatan Lokal 1. Bahasa Daerah Auto Cad 120 C. Pengembangan Diri (192 ) Keterangan notasi : a) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap Kompetensi Keahlian. Kompetensi Keahlian yang memerlukan waktu lebih, jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama di luar jumlah jam yang dicantumkan. b) Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap Kompetensi Keahlian. c) Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam. d) Ekuivalen 2 jam pembelajaran (per minggu). Durasi jam yang tertulis pada struktur kurikulum adalah jumlah jam pembelajaran tatap muka, 2 jam pembelajaran praktik di sekolah atau 4 jam pembelajaran praktik di DU/DI setara dengan 1 jam tatap muka. Alokasi waktu untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin) diambil dari durasi waktu mata pelajaran Kompetensi Kejuruan (1044 jam). Implikasi dari struktur kurikulum di atas dijelaskan sebagai berikut: a. Di dalam penyusunan struktur kurikulum SMK, mata pelajaran dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok Program Normatif, Adaptif, dan Program Produktif. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 11 dari 99

12 Kelompok Program Normatif adalah mata pelajaran yang dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya. Kelompok Program Adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, dan Kewirausahaan. Kelompok Program Produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan. Kelompok program adaptif dan produktif adalah mata pelajaran yang alokasi waktunya disesuaikan dengan kebutuhan Kompetensi Keahlian, dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain. b. Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan Kompetensi Keahlian untuk memenuhi standar kompetensi di Dunia Kerja. c. Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir penyelesaian satu standar kompetensi atau beberapa penyelesaian kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran. d. Pendidikan SMK diselenggarakan dalam bentuk Pendidikan Sistem Ganda. e. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit. f. Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka, praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri ekuivalen dengan 40 jam per minggu. g. Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK adalah 38 minggu dalam satu tahun pelajaran. Berdasarkan struktur kurikulum dan implikasinya disusun struktur kurikulum untuk masing-masing satuan pendidikan sesuai Kompetensi Keahlian masing-masing Struktur Kurikulum Implementatif Struktur Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama empat tahun, mulai kelas X, XI dan XII, Mata Pelajaran beserta alokasi waktu pada struktur kurikulum SMK tercantum pada tabel berikut : Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 12 dari 99

13 Tabel 2. Struktur Kurikulum Implementatif BIDANG STUDI KEAHLIAN STRUKTUR KURIKULUM IMPLEMENTASI KURIKULUM SPEKTRUM 2008 PROGRAM STUDI KEAHLIAN KOMPETENSI KEAHLIAN A. Mata Pelajaran Komponen : Teknologi dan Rekayasa : Teknik Bangunan : Teknik Konstruksi Kayu Durasi Waktu (jam) Kelas / Semester X XI XII Program Normatif Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Seni Budaya Program Adaptif Matematika Bahasa Inggris Fisika Kimia Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Kewirausahaan Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Program Produktif Dasar Kompetensi Kejuruan Menerapkan dasar-dasar Gambar Teknik Menerapkan ilmu statika dan tegangan Mengidentifikasi ilmu Bangunan Gedung Memahami Bahan Bangunan Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja Kompetensi Kejuruan Pengetahuan Dasar Konstruksi Bangunan Mekanika Teknik Bangunan Merencanakan pekerjaan konstruksi kayu Membuat gambar kerja dan daftar komponen pekerjaan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 13 dari 99

14 konstruksi kayu Menghitung kebutuhan bahan pekerjaan konstruksi kayu Membuat sambungan dan hubungan kayu Membuat komponen pekerjaan kayu Menggunakan peralatan tangan dan listrik Menggunakan peralatan mesin tetap ( Statis ) Membuat kusen,daun pintu dan jendela kayu Memasang Perancah Kayu dan memasang kuda-kuda Memasang bekisting Kayu Memasang rangka penutup lantai kayu Memasang rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi Memasang kusen kayu pada bangunan Memasang daun pintu/jendela pada kusen kayu Memasang kaca pada kusen/daun pintu/jendela kayu Memasang tangga kayu dan ralling kayu Memasang rangka dan penutup plafon Memasang rangka atap system portal sederhana dan system kuda-kuda Melaksanakan pekerjaan finishing konstruksi kayu Menggambar bangunan gedung dan RA Menggambar Auto Cad Bangunan gedumg B. Muatan Lokal Bahasa Daerah Auto Cad C. Pengembangan Diri 0 SUB TOTAL 4410 TOTAL Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 14 dari 99

15 1.3. Penghitungan Jam Terstruktur Penghitungan jam terstruktur untuk kompetensi produktif dilakukan melalui langkahlangkah berikut : a. Penentuan alokasi waktu mata pelajaran didasarkan hasil analisis kebutuhan waktu pada silabus yang terdiri atas jam tatap muka (TM) / teori, praktik di sekolah (PS) dan praktik industri (PI). Kolom jam untuk praktik di sekolah (PS) atau praktik di industri (PI) tidak harus selalu terisi jam, tergantung pada tuntutan waktu kebutuhan penugasan kompetensi. b. Mengkonversi jam estimasi untuk TM, PS dan PI dengan ketentuan konversi c. Menghitung jumlah total jam terstruktur berdasarkan rumus : EJ TM 1 + = EJ PS 2 EJ PI 4 Keterangan : EJ TM = Estimasi jam Tatap Muka EJ PS = Estimasi jam Praktik Sekolah EJ PI = Estimasi jam Praktik Industri Misalnya satu membutuhkan jam belajar sbb : Tatap muka (TM) = 6 jam Praktik di sekolah (PS) = 8 jam Praktik di industri (PI) = 20 jam Maka : Jumlah jam terstruktur : (6/1 + 8/2 + 20/4) = = 15 jam Jumlah jam belajar di sekolah : = 14 jam Jumlah jam di industri (dalam bentuk prakerin) = 20 jam Total jam belajar di sekolah dan industri (terjadwal) adalah : = 34 jam Penentuan Jam Prakerin Jumlah jam untuk Praktik di Industri (Prakerin) tergantung pada ketentuan yang dipersyaratkan industri dan seberapa erat hubungan Sekolah dengan Industri. Untuk menentukan jam Prakerin dapat dihitung dengan langkah-langkah berikut : a. Menjumlahkan estimasi jam real untuk Praktik di Industri bagi setiap Kompetensi yang tertuang dalam Silabus, b. Menghitung total jam Praktik di Industri untuk seluruh kompetensi sehingga diperoleh jumlah/angka tertentu, misalnya 62,66 jam.@ 45 menit c. Menghitung total kebutuhan waktu Prakerin (dalam bulan) sbb : (Total jam Praktik Industri)/245 x 1 bulan = (501 jam/245) x bulan = 2 bulan Keterangan : Nilai 245 diperoleh dari 4 x 61 (angka 4 adalah jumlah minggu/bulan; angka 61 adalah jumlah jam 45 menit) d. Menghitung jumlah kebutuhan jam terstruktur untuk praktik di industri sbb : Total jam praktik industri/4) x 1 jam =... jam (501/8) x 1 jam = 63 jam Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 15 dari 99

16 Jumlah jam 63 akan diambil dari jumlah jam terstruktur mata pelajaran Kompetensi Kejuruan (1044) Alokasi Jam Mata Pelajaran Program Produktif Program Produktif terdiri dari beberapa mata pelajaran yang dikelompokkan ke dalam mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) dan Kompetensi Kejuruan (KK), dengan alokasi jam 140 jam untuk DKK dan 1044 jam untuk KK. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mendistribusikan jam DKK dan KK dengan menggunakan tabel berikut. Tabel 3. Perhitungan Distribusi Jam Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan No Mata Standar jam / perte - Pelajaran Kompetens pertemuan muan Jam Total Alokasi Waktu Jam TM ( x 1 ) PS ( x 2 ) PI ( x 4 ) Terstruktur I PROGRAM NORMATIF 1 Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Pend. Jasmani Olah Raga dan Kesehatan Seni Budaya Jumlah Jam Normatif II PROGRAM ADAPTIF 1 Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Fisika Kimia Ilmu Pengetahuan Sosial KKPI Kewirausahaan Jumlah Jam Adaptif Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 16 dari 99

17 No Mata Pelajaran Standar Kompetensi jam / perte muan perte - muan Total Jam Alokasi Waktu TM PS PI Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 17 dari 99 Jam Terstruk tur Dasar Kompetensi Kejuruan Menerapkan dasar-dasar Gambar Teknik Menerapkan ilmu statika dan tegangan Mengidentifikasi ilmu Bangunan Gedung Memahami Bahan Bangunan Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja 2. Kompetensi Kejuruan Pengetahuan Dasar Konstruksi Bangunan Mekanika Teknik Merencanakan pekerjaan konstruksi kayu Membuat gambar kerja dan daftar komponen pekerjaan konstruksi kayu Menghitung kebutuhan bahan pekerjaan konstruksi kayu Membuat sambungan dan hubungan kayu Membuat komponen pekerjaan kayu Menggunakan peralatan tangan dan listrik Menggunakan peralatan mesin tetap ( Statis ) Membuat kusen,daun pintu dan jendela kayu Memasang perancah kayu dan memasang kuda-kuda Memasang bekisting kayu Memasang rangka penutup lantai kayu Memasang rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi Memasang kusen kayu pada bangunan (40) (44) (36) (20) (44) (8) (32) (24) (28) (192) 2 (4) 2 (4) 12 (24) 2 (4) 15 (30) 2 (4) 2 (4) 3 (6) 6 (12) 3 (6) 2 (4) 3 (4) 11 (22) 11 (22) 12 (48) 2 (8) 4 ( 16) 2 (8) 10 (40) 10 (40) 9 (36) 24 (96) 2 (8) 2 (8) 2 (8) 2 (8) 2 (8)

18 No Mata Pelajaran Standar Kompetensi jam / perte muan perte - muan Total Jam Alokasi Waktu TM PS PI Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 18 dari 99 Jam Terstruk tur Memasang daun pintu/jendela pada kusen kayu Memasang kaca pada kusen/daun pintu/jendela kayu Memasang tangga kayu dan ralling kayu Memasang rangka dan penutup plafon Memasang rangka atap system portal sederhana dan system kuda-kuda Melaksanakan pekerjaan finishing konstruksi kayu Menggambar bangunan gedung dan RA Menggambar Auto Cad Bangunan gedumg (4) 4 (8) 4 (8) 3 (6) 10 (20) 2 (8) 1 (4) 1 (4) 4 (16) (12) (16) (20) (16) (20) Muatan lokal Kompetensi Kejuruan Bahasa Daerah Auto Cad Jumlah Jumlah Total Penjelasan Tabel 3 : Bagian pertama 1. Kolom 1 : Diisi dengan nomor urut 2. Kolom 2 : Diisi dengan nama mata pelajaran (hasil analisis pengelompokan kompetensi yang ditetapkan oleh Direktorat PSMK) 3. Kolom 3 : Diisi dengan sejumlah stándar kompetensi mata pelajaran dimaksud (kolom 2) 4. Kolom 4 : Diisi dengan jumlah kebutuhan jam per pertemuan (berdasarkan empirik dan hasil analisis silabus). 5. Kolom 5 : Diisi dengan prediksi jumlah / frekuensi pertemuan 6. Kolom 6 : Diisi dengan hasil perkalian kolom 4 dan 5 7. Kolom 7/8 : Diisi dengan alokasi jam untuk Tatap Muka, Praktik Sekolah yang merupakan distribusi dari Total jam (kolom 6) 8. Kolom 9 : Diisi dengan estimasi jam untuk Praktik Industri 9. Kolom 10 : Diisi dengan hasil perhitungan jam Tatap Muka, Praktik Sekolah, Praktik Industri dengan perbandingan 1:2:4 Bagian kedua 1. Langkah selanjutnya kolom 4 dan 5 dari tabel 3 di atas digunakan untuk menyusun jadwal pelajaran. 2. Penyusunan jadwal kompetensi per mata pelajaran harus memperhatikan urutan kompetensi yang tertera pada diagram pencapaian kompetensi

19 3. Pelaksanaan sistem blok juga tetap dapat dilakukan karena total jam Tatap Muka dan Praktik Sekolah sudah diperoleh, tinggal membagi dengan blok waktu yang diinginkan. 4. Sedangkan kolom 10 merupakan alokasi jam yang akan tertera pada struktur kurikulum. 2. dan Pengertian Menurut buku Nasional yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional tahun 2003, menyatakan bahwa : standar kompetensi adalah penyataan pernyataan mengenai pelaksanaan tugas / pekerjaan di tempat kerja yang digambarkan dalam bentuk hasil luaran : Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh pekerja, Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja yang diharapkan dari pekerja Bagaimana menilai bahwa kemampuan pekerja telah berada pada tingkat yang diharapkan Definisi Standar kompetensi dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan yang dilandasi oleh pengalaman, keterampilan dan didukung sikap kerja dan penerapannya di tempat kerja yang mengacu pada unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standar kompetensi bukan berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas / pekerjaan, tetapi dilandasi pula bagaimana dan mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain standar kompetensi meliputi faktor faktor yang mendukung, seperti pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mengalihkan dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Dengan demikian standar kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan / tugas yang didasari atas pengetahuan, keterampilan yang didukung sikap kerja dan penerapannya sesuai unjuk kerja yang dipersyaratkan. Dengan dikuasainya kompetensi tersebut oleh seseorang maka yang bersangkutan akan mampu : Membuat pendekatan dengan cara bagaimana suatu tugas/pekerjaan itu dilakukan Menggorganisasikan dengan cara bagaimana agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan se-efektif dan se-efesien mungkin Berbuat untuk setiap apa yang harus dilakukan, bilamana terjadi sesuatu keadaan yang berbeda dengan rencana semula Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan persoalan/masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda Manfaat Standar kompetensi dibutuhkan oleh instansi dan institusi yang berkaitan dengan pengembangan dan pembinaan sumberdaya manusia, sesuai kebutuhannya Standar kompetensi bagi sebuah lembaga penyedia jasa pendidikan, SMK Negeri 5 Surakarta mempunyai azas manfaat : Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 19 dari 99

20 Memberikan informasi untuk pengembangan program kurikulum Mendorong konsistensi dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dan menetapkan kualifikasi Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta penilaian dan sertifikasi Untuk dunia industri dan usaha, standar kompetensi bermanfaat untuk : Menentukan organisasi kerja dan desain kerja Dipakai dalam menyusun uraian jabatan Membantu proses recruitment Membantu dalam proses penilaian / evaluasi pekerja / karyawan dan pengembangannya Mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasarkan kebutuhan dunia usaha / dunia industri terkait Struktur Setiap standar kompetensi minimal harus memuat unsur unsur sebagai berikut : Kode Unit kompetensi Kode unit kompetensi bertujuan untuk mempermudah dalam proses pengelolaannya. Kode unit terdiri dari beberapa huruf dan angka yang disepakati oleh para pengembang standar kompetensi dan industri / usaha terkait Judul / Unit Kompetensi Judul memberikan penjelasan umum tentang pekerjaan yang harus dilakukan atau menjelaskan suatu pekerjaan yang akan dilakukan. Judul ditulis dengan mengarah pada hasil yang ingin dicapai dan harus singkat, jelas dan menggunakan kata kerja aktif Uraian Kompetensi Uraian memberikan penjelasan singkat kegunaan kompetensi tersebut dan kemungkinannya berhubungan / terkait dengan kompetensi lain (jika ada) Elemen / Sub Kompetensi Elemen / Sub Kompetensi merupakan dasar pembentukan standar kompetensi atau merupakan elemen aspek utama yang dibutuhkan untuk terciptanya unit kompetensi tersebut Kriteria Unjuk Kerja Pernyataan yang mengidentifiksikan hasil akhir yang perlu dinilai bila kompetensi tersebut telah dicapai. Kriteria unjuk kerja menunjukkan pengetahuan, keterampilan dan pengeretian serta dituangkan dalam kalimat pasif yang mengarah pada pembendaan (kata benda). Kriteria unjuk kerja ini merupakan standar kerja untuk setiap elemen / sub kompetensi Kondisi Unjuk Kerja / Persyaratan Pelaksanaan Menunjukkan sejumlah fungsi yang berbeda, antara lain : menunjukkan hubungan antara pekerjaan yang dilakukan, mengaitkan unit kompetensi dengan pengetahuan dan kebutuhan perusahaan, memfokuskan kepada apa yang dinilai. Peraturan, prosedur yang berlaku digunakan sebagai referensi Acuan Penilaian Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 20 dari 99

21 Acuan penilaian / indikator kompetensi berhubungan dengan unit kompetensi secara terpadu dan memberikan panduan tentang interprestasi standar kompetensi dan peneilaian terhadap standar kompetensi. Acuan penilaian / indikator kompetensi dapat memberikan : Aspek dari kompetensi yang perlu diberikan tekanan pada saat penilaian Penilaian apa yang perlu dilakukan bersamaan Pengetahuan yang diperlukan, terkait dan mendukung tercapainya kompetensi tersebut Menjelaskan tentang metode penilaian Kompetensi kunci Kompetensi Kunci Kompetensi kunci adalah kemampuan dasar atau generik yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas / pekerjaan di suatu industri / usaha Level Kompetensi Level kompetensi dimaksudkan sebagai pengelompokan tingkat kemampuan dalam menyelesaikan suatu tugas / pekerjaan berdasarkan pada derajat kesulitan atau kompleksitas tugas / pekerjaan Lulusan Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan; Lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran. ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Pasal 1 : (1) Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. (2) Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. (3) Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini. Penetapan standar kompetensi dalam penyusunan Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta menggunakan acuan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 pada lampiran, sebagai berikut : a. Standar kompetensi lulusan meliputi : Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP), merupakan profil lulusan SMK. Lulusan Kelompok Mata Pelajaran. Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) dan (SK-KD), merupakan kompetensi minimum setiap subsatansi mata pelajaran. Keseluruhan standar kompetensi lulusan tersebut adalah kompetensi minimum yang harus dilaksanakan. Setiap satuan pendidikan dapat menambahkan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 21 dari 99

22 kompetensi kompetensi yang dinilai penting untuk menunjang mutu dan relevansi kompetensi lulusan. b. Program Produktif ditetapkan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku di dunia kerja. Direktorat Pembinaan SMK telah menyiapkan dimaksud dalam bentuk SK dan KD.Mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) dan Kompetensi Kejuruan (KK) yang dimuat dalam Spektrum Keahlian, meliputi : Mata Pelajaran Dasar Kejuruan, diambil dari Standar Kompetensi Kerja (SKK) atau standar kompetensi kerja lain yang berlaku di dunia kerja yang merupakan kompetensi prasyarat untuk Kompetensi Keahlian tertentu, atau berdasarlan akar keilmuan yang disusun oleh SMK bersama Komite Sekolah berdasarkan tuntutan kebutuhan mata pelajaran kompetensi kejuruan untuk Kompetensi Keahlian tertentu. Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan, diambil dari Kerja (SKK) atau standar kompetensi kerja lain yang berlaku di dunia kerja untuk level kualifikasi lulusan SMK. dan Muatan Lokal, disusun oleh SMK dan Komite Sekolah sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah termasuk keunggulan daerah, serta selaras dengan Kompetensi Keahlian Lulusan Satuan Pendidikan Sesuai Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 bertujuan untuk : Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya Lulusan SMK 1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya 4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global 6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif 7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri 9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial 12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab 13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ecara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 22 dari 99

23 15. Mengapresiasi karya seni dan budaya 16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok 17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan 18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya Lulusan Mata Pelajaran a. Pendidikan Agama Islam SMK/MAK 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir dan fitnah 4. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam 5. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonsia dan di dunia b. Pendidikan Agama Kristen SMK 1. Mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan kehidupan sosial 2. Merespon berbagai bentuk kehidupan modern, perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mengacu pada ajaran Kristen 3. Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam kehidupan gereja, masyarakat dan bangsa 4. Menyampaikan berita damai dan menjadi pembawa damai sejahtera c. Pendidikan Agama Katolik SMK 1. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai pria dan wanita serta sebagai Citra Allah yang memiliki akal budi untuk berpikir kritis serta memiliki suara hati dan kehendak yang bebas untuk bertindak secara bertanggung jawab. 2. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadi Yesus Kristus yang diwartakan oleh Kitab Suci dan diajarkan oleh Gereja dan bagaimana upaya nyata meneladani dalam hidup sehari-hari. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 23 dari 99

24 3. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman makna Gereja, fungsi dan sifat-sifatnya serta hubungannya dengan dunia dan bagaimana menghayati dalam hidup bergereja. 4. Peserta didik menguraikan fungsi Gereja yaitu melanjutkan perutusan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan melibatkan diri dalam perutusan itu untuk memperjuangkan martabat dan hak asasi manusia dengan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, antara lain: keadilan, kejujuran dan keutuhan lingkungan hidup d. Pendidikan Agama Hindu SMK 1. Memahami Atman sebagai sumber hidup, Hukum Karma dan Punarbhawa, dan ajaran Moksa sebagai tujuan tertinggi 2. Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala, ajaran Tat Twam Asi, Catur Warna, Catur Asrama, dan Catur Purusartha 3. Memahami tata cara persembahyangan, pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan, dan perkawinan menurut Hindu (Wiwaha) 4. Memahami pokok-pokok ajaran Weda (Weda Sruti dan Smerti) sebagai sumber hukum Hindu 5. Memahami struktur, hakikat dan pelestarian kesucian tempat suci 6. Memahami perhitungan hari-hari suci menurut Hindu 7. Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra dan hakekatnya 8. Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta 9. Memahami nilai-nilai budaya Dharma Gita, seni keagamaan Hindu dan sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara lainnya e. Pendidikan Agama Buddha SMK 1. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila), meditasi (samadhi), dan kebijaksanaan (panna) 2. Memiliki kemampuan untuk memahami dan meyakini hukum alam 3. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 4. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran 5. Meneladani sifat, sikap dan kepribadian Buddha, Bodhisattva, dan para siswa utama Buddha 6. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah 7. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 8. Memahami peran agama dalam kehidupan sehari-hari 9. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi f. Pendidikan Kewarganegaraan SMK/MAK 1. Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum, peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi 3. Menganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di luar negeri 4. Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem pemerintahan NKRI 5. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi, kedaulatan negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 24 dari 99

25 6. Mengevaluasi hubungan internasional dan sistem hukum internasional 7. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Menganalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan internasional, regional, dan kerja sama global lainnya 9. Menganalisis sistem hukum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah internasional g. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMK/MAK 1. Mempraktekkan keterampilan permainan dan olahraga dengan menggunakan peraturan 2. Mempraktekkan rangkaian senam lantai dan irama serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 3. Mempraktekkan pengembangan mekanik sikap tubuh, kebugaran jasnani serta aktivitas lainnya 4. Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam pagi, senam aerobik, dan aktivitas lainnya 5. Mempraktekkan kegiatan dalam air seperti renang, permainan di air dan keselamatan di air 6. Mempraktekkan kegiatan-kegiatn di luar kelas seperti melakukan perkemahan, penjelajahan alam sekitar, mendaki gunung, dan lainlain 7. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan yang sehat, mengenal berbagai penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari narkoba dan HIV h. Bahasa Indonesia SMK/MAK Tingkat Semenjana 1. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 2. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan kehidupan seharihari 3. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 4. Menulis Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Tingkat Madia 1. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan 2. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pekerjaan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 25 dari 99

26 3. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan pekerjaan 4. Menulis Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan pekerjaan Tingkat Unggul 1. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana 2. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana 3. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana 4. Menulis Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana i. Bahasa Inggris SMK/MAK Level Novice 1. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 3. Membaca Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 4. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 26 dari 99

27 Level Elementary 1. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan 3. Membaca Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan 4. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan Level Intermediate 1. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian 3. Membaca Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian 4. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian j. Matematika SMK Kelompok Teknologi 1. Memahami konsep operasi bilangan riil serta penerapannya dalam pemecahan masalah 2. Memahami konsep aproksimasi kesalahan serta penerapannya dalam pemecahan masalah 3. Memahami sistem persamaan linier, pertidaksamaan linier, dan persamaan kuadrat, serta penerapannya dalam pemecahan masalah 4. Memahami logika matematik dalam pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor serta penerapannya dalam pemecahan masalah Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 27 dari 99

28 5. Memahami konsep matriks dan penerapannya dalam pemecahan masalah yang terkait dengan matriks 6. Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri dan penerapannya dalam pemecahan masalah 7. Memahami konsep persamaan fungsi linier dan fungsi kuadrat dan penerapannya dalam pemecahan masalah 8. Memahami konsep barisan dan deret dan penerapannya dalam pemecahan masalah 9. Memahami konsep kedudukan, jarak, dan besar sudut dalam ruang dimensi dua dan penerapannya dalam pemecahan masalah 10. Memahami konsep vektor dan penerapannya dalam pemecahan masalah 11. Memahami konsep teori peluang dan penerapannya dalam pemecahan masalah 12. Memahami konsep statistik sederhana dan penerapannya dalam pemecahan masalah 13. Memahami konsep irisan kerucut dan penerapannya dalam pemecahan masalah 14. Memahami konsep limit fungsi dan turunan fungsi dan penerapannya dalam pemecahan masalah 15. Memahami konsep integral dan penerapannya dalam pemecahan masalah 16. Menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah 17. Menalar secara kritis dan mengembangkan aktivitas kreatif dalam memecahkan masalah serta mengkomunikasikan ide 18. Menerapkan Matematika sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri k. Ilmu Pengetahuan Alam SMK/MAK 1. Mampu mengenali gejala-gejala alam melalui pengamatan langsung dan menafsirkannya untuk kepentingan kehidupan sehari-hari 2. Mengenali berbagai jenis polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan 3. Memiliki kesadaran dan mampu berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan ekosistem lingkungan dan sumber daya alam 4. Menerapkan IPA sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri l. Fisika SMK Kelompok Teknologi 1. Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara langsung, tidak langsung, secara cermat, teliti, dan obyektif 2. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik, kekekalan energi, impuls, dan momentum 3. Memahami sifat mekanik bahan serta menentukan kekuatan bahan 4. Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor sifat gas ideal, fluida dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika serta penerapannya dalam mesin kalor Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 28 dari 99

29 5. Menerapkan konsep dan prinsip optik dan gelombang dalam berbagai penyelesaian masalah 6. Memahami konsep getaran, gelombang, dan bunyi serta penerapannya untuk pemecahan masalah 7. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah 8. Menguasai konsep dasar Fisika yang mendukung secara langsung pencapaian kompetensi program keahliannya 9. Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mendukung penerapan kompetensi program keahliannya dalam kehidupan sehari-hari 10. Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mengembangkan kemampuan program keahliannya pada tingkat yang lebih tinggi m. Kimia SMK Kelompok Teknologi 1. Memahami konsep materi dan perubahannya, fenomena reaksi kimia yang terkait dengan kinetika, kesetimbangan, kekekalan masa dan kekekalan energi 2. Memahami sifat berbagai larutan asam-basa, larutan koloid, larutan elektrolit-non elektrolit, termasuk cara pengukuran dan kegunaannya 3. Memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia serta penerapannya dalam fenomena pembentukan energi listrik, korosi logam, dan pemisahan bahan (elektrolisis) 4. Memahami struktur molekul dan reaksi senyawa organik yang meliputi benzena dan turunannya, lemak, karbohidrat, protein, dan polimer serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari 5. Meningkatkan kesadaran tentang terapan kimia yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat 6. Memahami konsep, prinsip, hukum, dan teori kimia serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi 7. Menggunakan pengetahuan dasar kimia dalam kehidupan sehari-hari, dan memiliki kemampuan dasar kimia sebagai landasan dalam mengembangkan kompetensi di masing-masing bidang keahlian. n. Ilmu Pengetahuan Sosial SMK 1. Memahami konsep-konsep interaksi antarindividu serta interaksi dengan lingkungan masyarakat sekitar 2. Memahami proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat hingga terjadinya kebangkitan nasional 3. Memahami konsep kebutuhan manusia akan barang serta memahami proses-proses dasar ekonomi dalam rangka pemenuhan kebutuhan 4. Berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial ekonomi 5. Memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan 6. Mampu berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional, dan global. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 29 dari 99

30 o. Seni Budaya SMK Seni Rupa 1. Memahami konsep seni rupa dan memahami pentingnya seni rupa dalam kehidupan 2. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni rupa Seni Musik 1. Memahami konsep seni musik dan memahami pentingnya seni musik dalam kehidupan 2. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni musik Seni Tari 1. Memahami konsep seni tari dan memahami pentingnya seni tari dalam kehidupan 2. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni tari Teater 1. Memahami konsep teater dan memahami pentingnya teater dalam kehidupan 2. Menunjukan sikap apresiatif terhadap teater p. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi SMK/MAK 1. Mampu mengoperasikan komputer PC 2. Mampu mengoperasikan sistem operasi soft ware 3. Mampu menggunakan teknologi komputer untuk mengolah data, keperluan sehari-hari serta keperluan yang terkait dengan kebutuhan dunia kerja 4. Mampu mengoperasikan PC dalam suatu jaringan serta mengoperasikan web design q. Kewirausahaan SMK/MAK 1. Mampu mengidentifikasi kegiatan dan peluang usaha dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi di lingkungan masyarakatnya 2. Menerapkan sikap dan perilaku wirausaha dalam kehidupan seharihari di lingkungan masyarakatnya 3. Memahami sendi-sendi kepemimpinan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya 4. Mampu merencanakan sekaligus mengelola usaha kecil/mikro dalam bidangnya 2.3. Kelompok Mata Pelajaran Kelompok Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang terdiri dari : 1. Agama dan Akhlak Mulia; 2. Kewarganegaraan dan Kepribadian; 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; 4. Estetika; 5. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 30 dari 99

31 Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran, yakni: 1. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan. 2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani. 3. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. Pada satuan pendidikan SMK, tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan, kejuruan, teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan 4. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan. 5. Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan Mata Pelajaran Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan atau semester untuk mata pelajaran tertentu Agama dan Akhlak Mulia 1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial ekonomi, dan budaya dalam tatanan global 3. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 4. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 5. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 7. Menjaga kebersihan, kesehatan, ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama 8. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 31 dari 99

32 Kewarganegaraan dan Kepribadian 1. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial, hukum dan perundangan 3. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial ekonomi, dan budaya dalam tatanan global 4. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab 5. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi 7. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya 8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri 9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis 10. Berkarya secara kreatif, baik individual maupun kelompok 11. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani 12. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat kepribadian 13. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 14. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 15. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 1. Membangun dan menerapkan informasi, pengetahuan, dan teknologi secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif 2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif secara mandiri 3. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri 4. Menunjukkan sikap kompetitif, sportif, dan etos kerja untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam bidang iptek 5. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 6. Menunjukkan kemampuan menganalisis fenomena alam dan sosial sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing 7. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab 8. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi 9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis 10. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 11. Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya Estetika 1. Memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan apresiasi dan kreasi seni 2. Menunjukkan apresiasi terhadap karya seni Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 32 dari 99

33 3. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis karya seni 4. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 1. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani 2. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan potensi lokal untuk menunjang kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani 3. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam bidang pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan 2.5. dan adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan atau semester; standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional. Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi dan Normatif dan Adaptif 1. Pendidikan Agama Islam Al Qur an 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi 2. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang keikhlasan dalam beribadah Aqidah 3. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifatsifatnya dalam Al Asma 1.1. Membaca QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan Al-Hajj: Menyebutkan arti QS Al Baqarah: 30, Al- Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan Al-Hajj: Menampilkan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 30, Al- Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan Al-Hajj: 5 Membaca QS Al An am: dan Al-Bayyinah: 5 Menyebutkan arti QS Al An am: dan Al- Bayyinah: 5 Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An am: dan Al-Bayyinah: 5 Menyebutkan 10 sifat Allah dalam Al-Asma al- Husna Menjelaskan arti 10 sifat Allah dalam Al-Asma al- Husna Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap 10 sifat Allah dalam Al-Asma al-husna Akhlak 4. Membiasakan perilaku terpuji Menyebutkan pengertian perilaku husnudhan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 33 dari 99

34 Fiqih 5. Memahami sumber hukum Islam, hukum taklifi, dan hikmah ibadah Tarikh dan Peradaban Islam 6. Memahami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode Makkah Al Qur an 7. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang demokrasi Aqidah 8. Meningkatkan keimanan kepada Malaikat Menyebutkan contoh-contoh perilaku husnudhan terhadap Allah, diri sendiri dan sesama manusia Membiasakan perilaku husnudhan dalam kehidupan sehari-hari Menyebutkan pengertian, kedudukan dan fungsi Al Qur an, Al Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam Menjelaskan pengertian, kedudukan, dan fungsi hukum taklifi dalam hukum Islam Menjelaskan pengertian dan hikmah ibadah Menerapkan hukum taklifi dalam kehidupan seharihari Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Makkah Membaca QS Ali Imran: 159 dan QS Asy Syura: 38 Menyebutkan arti QS Ali Imran: dan QS Asy Syura: 38 Menampilkan perilaku hidup demokratis seperti terkandung dalam QS Ali Imran: dan QS Asy Syura: 38 dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Malaikat 8.1. Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Malaikat 8.1. Menampilkan perilaku sebagai cerminan beriman kepada Malaikat dalam kehidupan sehari-hari Akhlak 9. Membiasakan perilaku terpuji Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian, berhias, bertamu, menerima tamu, dan bepergian Menampilkan contoh-contoh adab dalam berpakaian, berhias, bertamu, menerima tamu, dan bepergian Mempraktikkan adab dalam berpakaian, berhias, bertamu, menerima tamu, dan bepergian dalam kehidupan sehari-hari 10. Menghindari perilaku tercela Menjelaskan pengertian hasud, riya dan aniaya Fiqih 11. Memahami hukum Islam tentang infak, zakat, haji dan wakaf Menyebutkan contoh perilaku hasud, riya, dan aniaya Menghindari perilaku hasud, riya dan aniaya dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan infak, zakat, haji dan wakaf Menyebutkan contoh-contoh pengelolaan infak, zakat, haji dan wakaf Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 34 dari 99

35 Tarikh dan Peradaban Islam 12. Memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode Madinah Al Qur an 13. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang kompetisi dalam kebaikan 14. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang perintah menyantuni kaum dhuafa Aqidah 15. Meningkatkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah Akhlak 16. Membiasakan berperilaku terpuji Fiqih 17. Memahami hukum Islam tentang muamalah Tarikh dan Peradaban Islam 18. Memahami perkembangan Islam pada abad pertengahan Al Qur an 19. Memahami ayat-ayat Al Qur an tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup Membiasakan berinfak Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah periode Madinah Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah Membaca QS Al Baqarah: 148 dan QS Al-Fatir: Menjelaskan arti QS Al Baqarah: 148 dan QS Al- Fatir: Menampilkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperi terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Al-Fatir: Membaca QS Al Isra: dan QS Al-Baqarah: Menjelaskan arti QS Al-Isra: dan QS Al Baqarah: Menampilkan perilaku menyantuni kaum du afa seperti terkandung dalam QS Al-Isra: dan QS Al Baqarah: Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Rasulrasul Allah 15.2.Menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah 15.3.Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari 16.1.Menjelaskan pengertian taubat dan raja` 16.2.Menampilkan contoh-contoh perilaku taubat dan raja` 16.3.Membiasakan perilaku bertaubat dan raja` dalam kehidupan sehari hari 17.1.Menjelaskan asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam 17.2.Memberikan contoh transaksi ekonomi dalam Islam 17.3.Menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan perkembangan Islam pada abad pertengahan Menyebutkan contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan 19.1.Membaca QS Ar Rum: 41-42, QS Al-A raf: 56-58, dan QS Ash Shad: Menjelaskan arti QS Ar Rum: 41-42, QS Al-A raf: 56-58, dan QS Ash Shad: 27 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 35 dari 99

36 Aqidah 20. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah 19.3.Membiasakan perilaku menjaga kelestarian lingkungan hidup seperti terkandung dalam QS Ar Rum: 41-42, QS Al-A raf: 56-58, dan QS Ash Shad: Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Kitab-kitab Allah 20.2.Menerapkan hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah Akhlak 21. Membiasakan perilaku terpuji 21.1 Menjelaskan pengertian dan maksud menghargai karya orang lain 21.2 Menampilkan contoh perilaku menghargai karya orang lain 21.3 Membiasakan perilaku menghargai karya orang lain dalam kehidupan sehari-hari 22. Menghindari perilaku tercela 22.1 Menjelaskan pengertian dosa besar 22.2 Menyebutkan contoh perbuatan dosa besar 22.3 Menghindari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-hari Fiqih 23. Memahami ketentuan hukum Islam tentang pengurusan jenazah 24. Memahami khutbah, tabligh, dan dakwah Tarikh dan Peradaban Islam 25. Memahami perkembangan Islam pada masa modern Al Qur an 26. Memahami ayat ayat Al- Qur an tentang anjuran bertoleransi 27. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang etos kerja Aqidah 23.1 Menjelaskan tatacara pengurusan jenazah 23.2 Memperagakan tatacara pengurusan jenazah 1.1. Menjelaskan pengertian khutbah, tabligh, dan dakwah 1.2. Menjelaskan tatacara khutbah, tabligh, dan dakwah 1.3. Memperagakan khutbah, tabligh, dan dakwah 25.1 Menjelaskan perkembangan Islam pada masa modern 25.2 Menunjukkan contoh peristiwa perkembangan Islam masa modern 1.1. Membaca QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS Al-Kahfi: Menjelaskan arti QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS Al-Kahfi: Membiasakan perilaku bertoleransi seperti terkandung dalam QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS Al-Kahfi: Membaca QS Al-Mujadalah: 11 dan QS Al- Jumuah: Menjelaskan arti QS Al-Mujadalah: 11 dan QS Al- Jumuah: Membiasakan beretos kerja seperti terkandung dalam QS Al-Mujadalah: 11, dan QS Al-Jumuah: 9-10 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 36 dari 99

37 28. Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir 1.1 Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir 1.2 Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir Akhlak 29. Membiasakan perilaku terpuji 1.1. Menjelaskan pengertian adil, ridla, dan amal shaleh 1.2. Menampilkan contoh perilaku adil, ridla, dan amal shaleh 1.3. Membiasakan perilaku adil, ridla, dan amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari Fiqih 30. Memahami hukum Islam tentang hukum keluarga Tarikh dan Peradaban Islam 31. Memahami perkembangan Islam di Indonesia Al Qur an 32. Memahami ayat ayat Al Qur an tentang pengembangan IPTEK Aqidah 33. Meningkatkan keimanan kepada qadha dan qadar 1.1. Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam Islam 1.2. Menjelaskan hikmah perkawinan 1.3. Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang - undangan di Indonesia 1.1. Menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia 1.2. Menampilkan contoh perkembangan Islam di Indonesia 1.3. Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di Indonesia 1.1. Membaca QS Yunus:101 dan QS Al-Baqarah: Menjelaskan arti QS Yunus: 101 dan QS Al- Baqarah: Melakukan pengembangan iptek seperti terkandung dalam QS Yunus: 101 dan QS Al- Baqarah: Menjelaskan tanda-tanda keimanan kepada qadha dan qadar 1.2. Menerapkan hikmah beriman kepada qadha dan qadar Akhlak 34. Membiasakan perilaku terpuji 1.1. Menjelaskan pengertian dan maksud persatuan dan kerukunan 1.2. Menampilkan contoh perilaku persatuan dan kerukunan 1.3. Membiasakan perilaku persatuan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari 35. Menghindari perilaku tercela 1.1. Menjelaskan pengertian isyrof, tabzir, ghibah, dan fitnah 1.2. Menjelaskan contoh perilaku isyrof, tabzir, ghibah, dan fitnah 1.3. Menghindari perilaku isyraf, tabzir, ghibah, dan fitnah dalam kehidupan sehari-hari Fiqih 36. Memahami hukum Islam tentang waris 1.1. Menjelaskan ketentuan-ketentuan hukum waris 1.2. Menjelaskan ketentuan hukum waris di Indonesia Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 37 dari 99

38 Tarikh dan Peradaban Islam 37. Memahami perkembangan Islam di dunia 1.3. Menjelaskan contoh pelaksanaan hukum waris di Indonesia 1.1. Menjelaskan perkembangan Islam di dunia 1.2. Memberikan contoh perkembangan Islam di dunia 1.3. Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di dunia 2. Pendidikan Agama Kristen Kelas X, Semester 1 Nilai-Nilai Kristiani 1. Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan kehidupan sosial dengan menunjukkan bahwa remaja Kristen bertumbuh sebagai pribadi dewasa yang tidak kehilangan identitas 2. Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan kehidupan sosial dengan menunjukkan bahwa remaja Kristen bertumbuh sebagai pribadi dewasa yang tidak kehilangan identitas 3. Merespon nilai-nilai Kristiani yang diperhadapkan dengan gaya hidup modern serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan menjelaskan cara mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Merespon nilai-nilai Kristiani yang diperhadapkan dengan gaya hidup modern serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan menjelaskan cara mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari 5. Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam perannya sebagai warga Gereja dalam mewujudkan nilai-nilai 1.1. Mengalami proses pertumbuhan sebagai pribadi yang dewasa dan memiliki karakter yang kokoh dengan pola pikir yang komprehensif dalam segala aspek 1.2. Mengidentifikasi berbagai pergumulan dalam keluarga dalam kaitannya dengan pengaruh modernisasi 2.1 Mengidentifikasi berbagai pergumulan dalam keluarga serta kaitannya dengan pengaruh modernisasi 2.2 Menjelaskan makna kebersamaan dengan orang lain tanpa kehilangan identitas Mengidentifikasikan dan mewujudkan nilai-nilai Kristiani Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan sosial 4.1 Mewujudkan nilai-nilai Kristiani di dalam menghadapi gaya hidup modern 4.2 Memahami dan bersikap kritis terhadap perkembangan budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi 5.1 Menjelaskan gereja dan perannya sebagai institusi sosial dan sebagai persekutuan orang percaya di tengah tantangan kehidupan masa kini 5.2 Bersikap kritis terhadap peran agama dalam Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 38 dari 99

39 demokrasi dan HAM, khususnya dalam tindakan sebagai pembawa kabar baik dan damai sejahtera 6. Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam perannya sebagai warga gereja dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi dan HAM, khususnya dalam tindakan sebagai pembawa kabar baik dan damai sejahtera masyarakat 6.1 Bersikap kritis terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM dalam hidupnya 6.2 Mewujudkan perannya sebagai pembawa kabar baik dan damai sejahtera secara pribadi dan komunitas 3. Pendidikan Agama Katholik Pribadi Peserta didik 1. Memahami nilai-nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik Yesus Kristus 2. Memahami nilai-nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik 1.1. Mengenal diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, cita-cita dan panggilan hidupnya, sehingga menerima diri sebagaimana adanya 1.2. Memahami dirinya sebagai manusia yang diciptakan Allah menurut citra-nya, sehingga menyadari bahwa semua manusia adalah saudara se Allah Bapa Ibu 1.3. Memahami jati diri pria dan wanita yang diciptakan Allah untuk saling melengkapi sebagai partner yang sederajat 1.4. Mengenal suara hatinya, sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat 1.5. Bersikap kritis terhadap pengaruh mass media, kelompok tertentu dan sebagainya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar yang dapat dipertanggung jawabkan 1.1. Mengenal Kitab Suci dan Tradisi sebagai tolok ukur tertinggi dari imannya 1.2. Mengenal Yesus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah, sehingga peserta didik merasa terpanggil untuk berjuang bersama Yesus 1.3. Mengenal Yesus yang berani memberikan diri-nya dengan menderita sengsara, wafat di salib, bangkit dan naik ke surga demi kebahagiaan manusia 1.4. Mengenal pribadi Yesus Kristus sebagai sahabat sejati, tokoh idola, Putera Allah dan Juru Selamat 1.5. Mampu mengenal Roh Kudus yang melahirkan, membimbing dan menghidupi Gereja dan mengenal Allah Tritunggal sebagai kebenaran Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 39 dari 99

40 Gereja 3. Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah 4. Kemasyarakatan 5. Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah 6. Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran Gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai dengan kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari 7. Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran Gereja dalam mengembang kan kehidupan bersama sesuai dengan kehendak Allah, sehingga mampu mewujud kannya dalam kehidupannya 4. Pendidikan Agama Hindhu iman Kristen 1.1 Memahami arti Gereja sebagai Umat Allah dan persekutuan yang terbuka 1.2 Memahami fungsi dan peranan Hierarki, sehingga bersedia berpartisipasi dan bekerja sama dengan hierarki (dan pimpinan Gereja yang lain) dalam hidup menggereja 1.3 Memahami sifat-sifat Gereja yang satu, Kudus, Katolik dan Apostolik, sehingga menjaga keutuhan serta terpanggil untuk merasul dan memperjuangkan kepentingan umum 1.4 Mengenal dan memahami tugas Gereja yang menguduskan, mewartakan, memberi kesaksian dan melayani, sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan perananya 1.1 Mengenal dan memahami hubungan Gereja dan dunia, sehingga bersedia ikut terlibat dalam kegembiraan dan keprihatinan dunia 1.2 Memahami hakikat Hak Asasi Manusia, sehingga terpanggil untuk ikut serta menegakkan Hak-hak Asasi Manusia 1.3 Memahami dan menghargai hidup sebagai anugerah Allah, sehingga bersedia untuk menghargai dan memelihara hidup pribadi dan sesamanya 1.1 Menghargai dan bersedia berdialog serta bekerja sama dengan umat beragama atau berkepercayaan lain 1.2 Bersedia untuk berjuang menegakkan keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan perannya 1.3 Memahami dan menyadari kemajemukan bangsa Indonesia, sehingga mampu hidup dan terlibat dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera 1.1 Memahami peranannya sebagai warga negara, sehingga mampu terlibat membangun negara dan bangsanya 1.2 Mengenal dan menyadari panggilan hidupnya sehingga mampu menentukan langkah yang tepat untuk menjawab panggilan tersebut Sejarah Agama Hindu 1. Memahami sejarah perkembangan agama Hindu di 1.1 Menjelaskan perkembangan agama Hindu di India Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 40 dari 99

41 India dan negara-negara lainnya Kepemimpinan 2. Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra Yadnya 3. Memahami tata cara persembahyangan Hari Suci 4. Memahami perhitungan harihari suci menurut Hindu Susila 1.2 Menjelaskan perkembangan agama Hindu di negara lain 1.3 Mengambil hikmah dari perkembangan agama Hindu di India dan negara lainnya 1.4 Menunjukkan bukti-bukti peninggalan sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara lain 1.1 Menjelaskan tipe-tipe kepemimpinan menurut Niti Sastra 1.2 Mengidentifikasi kelebihan dan keku rangan dari masing-masing tipe kepemimpinan menurut Niti Sastra 1.3 Merumuskan kepemimpinan yang ideal menurut Niti Sastra 1.5 Menteladani figur pemimpin yang telah mempraktekkan ajaran kepemimpinan Niti Sastra 1.1 Menguraikan pengertian, tujuan dan makna persembahyangan 1.2 Melafalkan mantra-mantra sembahyang 1.4 Melaksanakan sembahyang sesuai dengan tata cara yang benar 1.1 Menentukan hari-hari suci menurut Hindu 1.2 Menunjukkan cara-cara menentukan hari-hari suci berdasarkan perhitungan Hindu (wuku dan sasih) 1.3 Menentukan baik-buruknya hari berdasarkan perhitungan Hindu Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 41 dari 99

42 5. Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala Tempat Suci 6. Memahami struktur, hakikat dan pelestarian kesucian tempat suci Sradha 7. Memahami Atman sebagai sumber hidup Sradha 8. Memahami Hukum Karma dan Punarbhawa Alam Semesta 9. Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta 1.1 Menguraikan pengertian Tri Guna dan Dasa Mala 1.2 Menjelaskan bagian-bagian Tri Guna dan Dasa Mala 1.3 Mengidentifikasi pengaruh Tri Guna dan Dasa Mala terhadap kepribadian manusia 1.4 Menunjukkan contoh-contoh perilaku yang dipengaruhi oleh Tri Guna dan Dasa Mala 1.5 Melakukan upaya-upaya untuk menghindari pengaruh Dasa Mala 1.1 Menguraikan struktur dan hakikat tempat suci 1.2 Menggambarkan struktur tempat suci menurut daerah setempat 1.3 Melakukan upaya-upaya pelestarian kesucian tempat suci 1.1 Menjelaskan pengertian dan fungsi Atman 1.2 Menguraikan sifat-sifat Atman 1.3 Menjelaskan hubungan Atman dengan Brahman 1.1 Menjelaskan pengertian Hukum Karma dan Punarbhawa 1.2 Menjelaskan bagian-bagian Hukum Karma 1.3 Menguraikan hubungan antara Hukum Karma dengan Punarbhawa 1.4 Menunjukkan contoh-contoh Hukum Karma dan Punarbhawa 1.1 Menguraikan proses terciptanya Bhuana Agung dan Bhuana Alit 1.2 Menunjukkan sloka dan mitologi yang berkaitan dengan penciptaan Bhuana Agung dan Bhuana Alit 1.3 Menjelaskan proses pralaya Bhuana Agung dan Bhuana Alit Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 42 dari 99

43 Kepemimpinan 10. Memahami hakekat kepemimpinan Hindu Budaya 11. Memahami nilai-nilai budaya dalam Dharma Gita Yadnya 12. Memahami pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan Susila 13. Memahami ajaran Tat Twam Asi sebagai landasan etika dan moral Kitab Suci 14. Memahami pokok- pokok ajaran Weda Sradha 15. Memahami ajaran Moksa sebagai tujuan tertinggi Budaya 16. Memahami seni keagamaan Hindu Susila 17. Memahami Catur Warna, Catur Asrama dan Catur Purusartha 1.1 Menguraikan kepemimpinan menurut ajaran Hindu, seperti Panca Dasa Pramiteng Prabhu, Sad Warnaning Raja Niti, Panca Upaya Sandhi dan Nawa Natya 1.2 Menteladani sifat-sifat kepemimpinan Hindu 1.1 Menguraikan nilai-nilai kebenaran, estetika dan etika moral dalam Dharma Gita 1.2 Menunjukkan contoh-contoh nilai kebenaran, estetika dan etika moral dalam Dharma Gita 1.3 Menyanyikan Dharma Gita yang mengandung nilai-nilai budaya 1.1 Menguraikan hakikat dan tujuan Yadnya 1.2 Menyebutkan bentuk - bentuk pelaksa naan Yadnya dalam kehidupan nyata dan kehidupan masyarakat setempat 1.3 Mengaplikasikan nilai-nilai Yadnya da lam kehidupan nyata dan kehidupan masyarakat setempat 1.1 Menjelaskan pengertian Tat Twam Asi 1.2 Menunjukkan perilaku sebagai implementasi ajaran Tat Twam Asi 1.1 Menguraikan isi pokok Weda Sruti dan Smerti 1.2 Menjelaskan makna isi pokok Weda Sruti dan Smerti 1.1 Menjelaskan pengertian Moksa 1.2 Menguraikan tingkatan Moksa 1.3 Melakukan upaya - upaya mencapai Moksa 1.1 Menguraikan jenis-jenis seni keagamaan (sakral dan profan) 1.2 Menguraikan tujuan dan makna seni keagamaan (sakral dan profan) 1.3 Menguraikan manfaat seni keagamaan Hindu dalam pembentukan kepribadian 1.4 Melatih diri untuk memperagakan seni keagamaan Hindu sesuai kondisi setempat. 1.1 Menjelaskan pengertian dan bagian-bagian Catur Warna, Catur Asmara dan Catur Purusartha 1.2 Menjelaskan hubungan antara Catur Warna dengan Catur Asrama 1.3 Menjelaskan hubungan antara Catur Asrama dengan Catur Purusartha 1.4 Menunjukkan contoh-contoh Catur Warna dan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 43 dari 99

44 Yadnya 18. Memahami perkawinan menurut Hindu (Wiwaha) Kitab Suci 19. Memahami Weda sebagai sumber hukum Hindu Catur Asrama dalam masyarakat Hindu 1.1 Menguraikan pengertian, tujuan dan hakikat Wiwaha 1.2 Menjelaskan sistim dan pelaksanaan Wiwaha 1.3 Menguraikan syarat-syarat perkawinan menurut Hindu 1.4 Menunjukkan contoh-contoh sistim perkawinan menurut daerah setempat 1.1 Menjelaskan pengertian hukum Hindu 1.2 Menguraikan sumber-sumber hukum Hindu 1.3 Melakukan upaya mentaati hukum Hindu dalam kehidupan keagamaan dalam kerangka hukum nasiponal 5. Pendidikan Agama Budha Kelas X, Semester 1 Sadha 1. Mengungkapkan Buddha Dharma sebagai salah satu agama 2. Kemampuan memahami makna beriman kepada Tuhan Tripitaka 3. Mengungkapkan kitab suci sebagai pedoman hidup Sadha 4. Kemampuan memahami makna berlindung kepada Triratna 1.1 Merumuskan peranan macam-macam agama dalam kehidupan dan ruang lingkup agama 1.2 Menjelaskan pluralisme, inklusivisme, toleransi, dan tujuan hidup menurut agama Buddha 1.3 Menjelaskan pengertian dan ciri khas agama Buddha 1.1 Memerumuskan dasar-dasar keyakinan dan cara mengembangkannya 1.2 Mendeskripsikan hukum-hukum universal (Niyama) yang mengatur alam semesta 1.3 Mendeskripsikan pokok-pokok keyakinan dalam agama Buddha. 1.4 Menjelaskan manifestasi keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 1.1 Menjelaskan sejarah penulisan kitab suci Tripitaka 1.2 Mendeskripsikan ruang lingkup dan intisari Tripitaka 1.3 Menjelaskan kebenaran yang terdapat dalam Tripitaka 1.1 Mendeskripsika Triratna sebagai pelindung 1.2 Menjelaskan makna berlindung kepada Triratna 1.3 Menjelaskan manfaat berlindung kepada Triratna dalam kehidupan sehari-hari 1.4 Mengembangkan diri dan merealisasi pernyataan berlindung kepada Triratna Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 44 dari 99

45 Sadha 5. Memahami manfaat puja dan kekuatan doa Sila 6. Mengembangkan etika-moral dalam agama Buddha 1.1 Menjelaskan makna, manfaat puja serta doa 1.2 Mendeskripsikan sejarah dan petunjuk tentang puja 1.3 Mengidentifikasi praktik puja terkait dengan budaya 1.4 Menjelaskan praktik puja dalam hari-hari raya Agama Buddha 1.1 Mendeskripsikan sila sebagai bagian dari Jalan Mulia Berunsur Delapan 1.2 Merumuskan manfaat sila dan vinaya sebagai sumber nilai dalam agama Buddha. 1.3 Menjelaskan pembagian sila 1.4 Menjelaskan prinsip-prinsip normatif serta kriteria baik dan buruk Sadha 7. Memahami Hukum Dharma 1.1 Mendeskripsikan hukum kebenaran sebagai hukum alam 1.2 Menguraikan hukum kebenaran universal 1.3 Mengenali proses kerja hukum kebenaran Sila 8. Mengkonstruksi sikap umat Buddha terhadap lingkungan Sila 9. Mengkonstruksi umat Buddha sebagai manusia seutuhnya Panna 10. Mengenal Buddha, Arahat, dan Bodhisattva 1.1 Menjelaskan wawasan ekosistem dan kesalingtergantungan 1.2 Menjelaskan tanggung jawab manusia terhadap sesama, keluarga dan masyarakat 1.3 Mendeskripsikan kesetiakawanan sosial dalam agama Buddha 1.4 Menjelaskan tanggung jawab manusia terhadap dunia 1.1 Menjelaskan manusia seutuhnya menurut agama Buddha 1.2 Menjelaskan sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung sehingga menjadi manusia susila 1.3 Mengenal dan mengatasi masalah sesuai dengan Buddha Dharma 1.1 Menjelaskan pengertian benar, pikiran benar sebagai bagian dari Jalan Mulia Berunsur Delapan 1.2 Menjelaskan pengertian kesucian atau keselamatan menurut agama Buddha dan caracara untuk mencapai tingkat-tingkat kesucian hingga Kebuddhaan 1.3 Mendeskripsikan konsep Buddha, Bodhisattva, dan Manusia Buddha 1.4 Menjelaskan ikrar Bodhisattva dan cara mempraktikkannya Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 45 dari 99

46 Samadhi 11. Mengembangkan meditasi untuk belajar mengendalikan diri Sadha 12. Mengenal asal-usul dan kelanjutan hidup manusia 1.1 Mendeskripsikan meditasi sebagai bagian dari Jalan Mulia Berunsur Delapan 1.2 Mendeskripsikan meditasi pandangan terang 1.3 Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, penunjang, dan manfaat meditasi pandangan terang dalam kehidupan sehari-hari 1.4 Melatih meditasi pandangan terang 1.1 Menjelaskan kosmologi dan alam kehidupan 1.2 Menjelaskan proses evolusi, pembentukan dan penghancuran dunia (bumi) beserta isinya 1.3 Mendeskripsikan pembagian 31 alam kehidupan 1.4 Menafsirkan karma dan akibatnya dalam kehidupan manusia berikutnya 6. Pendidikan Kewarganegaraan 1. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2. Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional 3. Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) 4. Menganalisis hubungan dasar negara dengan konstitusi 1.1 Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara 1.2 Mendeskripsikan hakikat negara dan bentukbentuk kenegaraan 1.3 Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI 1.4 Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 1.1 Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional 1.2 Menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan 1.3 Menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku 1.4 Menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia 1.5 Menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia 1.1 Menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM 1.2 Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM di Indonesia 1.3 Mendeskripsikan instrumen hukum dan peradilan internasional HAM 1.1 Mendeskripsikan hubungan dasar negara dengan konstitusi 1.2 Menganalisis substansi konstitusi negara 1.3 Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.4 Menunjukkan sikap positif terhadap konstitusi Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 46 dari 99

47 5. Menghargai persamaan kedudukan warga negara dalam berbagai aspek kehidupan 6. Menganalisis sistem politik di Indonesia 7. Menganalisis budaya politik di Indonesia 8. Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani 9. Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 10. Menganalisis hubung an internasional dan organisasi internasional 11. Menganalisis sistem hukum dan peradilan internasional negara 1.1 Mendeskripsikan kedudukan warga negara dan pewarganegaraan di Indonesia 1.2 Menganalisis persamaan kedudukan warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara 1.3 Menghargai persamaan kedudukan warga negara tanpa membedakan ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku 1.1 Mendeskripsikan supra struktur dan infra struktur politik di Indonesia 1.2 Mendeskripsikan perbedaan sistem politik di berbagai negara 1.3 Menampilkan peran serta dalam sistem politik di Indonesia 1.1 Mendeskripsikan pengertian budaya politik 1.2 Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia 1.3 Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik 1.4 Menampilkan peran serta budaya politik partisipan 1.1 Mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi 1.2 Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani 1.3 Menganalisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi 1.4 Menampilkan perilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari 1.1 Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 1.2 Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan 1.3 Menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 1.1 Mendeskripsikan pengertian, pentingnya, dan sarana-sarana hubungan internasional bagi suatu negara 1.2 Menjelaskan tahap-tahap perjanjian internasional 1.3 Menganalisis fungsi Perwakilan Diplomatik 1.4 Mengkaji peranan organisasi internasional (ASEAN, AA, PBB) dalam meningkatkan hubungan internasional 1.5 Menghargai kerja sama dan perjanjian internasional yang bermanfaat bagi Indonesia 1.1 Mendeskripsikan sistem hukum dan peradilan internasional 1.2 Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 47 dari 99

48 12. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka 13. Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan 14. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi 15. Mengevaluasi dampak globalisasi Mahkamah Internasional 1.3 Menghargai putusan Mahkamah Internasional 1.1 Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka 1.2 Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan 1.1 Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka 1.1 Menganalisis sistem pemerintahan di berbagai negara 1.2 Menganalisis pelaksanaan sistem pemerintahan Negara Indonesia 1.3 Membandingkan pelaksanaan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan negara lain 1.1 Mendeskripsikan pengertian, fungsi dan peran serta perkembangan pers di Indonesia 1.2 Menganalisis pers yang bebas dan bertanggung jawab sesuai kode etik jurnalistik dalam masyarakat demokratis di Indonesia 1.3 Mengevaluasi kebebasan pers dan dampak penyalahgunaan kebebasan media massa dalam masyarakat demokratis di Indonesia 1.1 Mendeskripsikan proses, aspek, dan dampak globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 1.2 Mengevaluasi pengaruh globalisasi terhadap kehidupan Bangsa dan Negara Indonesia 1.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh dan implikasi globalisasi terhadap Bangsa dan Negara Indonesia 1.4 Mempresentasikan tulisan tentang pengaruh globalisasi terhadap Bangsa dan Negara Indonesia 7. Bahasa Indonesia Mendengarkan 1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Berbicara 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita 1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita) 1.2 Mengidentifikasi unsur sastra (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman 1.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat 1.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku) Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 48 dari 99

49 Membaca 3. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca Menulis 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif) Mendengarkan 5. Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/tidak langsung Berbicara 6. Membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi Membaca 7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen Menulis 8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi Mendengarkan 9. Memahami informasi melalui tuturan Berbicara 10. Mengungkapkan komentar terhadap informasi dari berbagai sumber 1.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat 1.1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (250 kata/menit) 1.2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif 1.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif 1.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif 1.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif 1.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman 1.2 Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman 1.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi 1.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi 1.1 Membacakan puisi dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat 1.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari 1.1 Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima 1.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima 1.1 Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung 1.2 Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan tidak langsung (rekaman atau teks yang dibacakan) 1.1 Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak dan atau elektronik 1.2 Memberikan persetujuan/dukungan terhadap artikel yang terdapat dalam media cetak dan atau elektronik Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 49 dari 99

50 Membaca 11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai Menulis 12. Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato Mendengarkan 13. Memahami cerita rakyat yang dituturkan Berbicara 14. Mengungkapkan pendapat terhadap puisi melalui diskusi Membaca 15. Memahami sastra Melayu klasik Menulis 16. Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen Mendengarkan 17. Memahami berbagai informasi dari sambutan/khotbah dan wawancara Berbicara 18. Mengungkapkan secara lisan informasi hasil membaca dan wawancara 1.1 Merangkum seluruh isi informasi teks buku ke dalam beberapa kalimat dengan membaca memindai 1.2 Merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel dan atau grafik ke dalam beberapa kalimat dengan membaca memindai 1.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif 1.2 Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf persuasif 1.3 Menulis hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan yang tepat 1.4 Menyusun teks pidato 1.1 Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman 1.2 Menjelaskan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman 1.1 Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui diskusi 1.2 Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial budaya, dan masyarakat melalui diskusi 1.1 Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsur intrinsik sastra Melayu klasik 1.2 Menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam sastra Melayu klasik 1.1 Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar) 1.2 Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar) 1.1 Menemukan pokok-pokok isi sambutan/ khotbah yang didengar 1.2 Merangkum isi pembicaraan dalam wawancara 1.1 Menjelaskan secara lisan uraian topik tertentu dari hasil membaca (artikel atau buku) 1.2 Menjelaskan hasil wawancara tentang tanggapan narasumber terhadap topik tertentu Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 50 dari 99

51 Membaca 19. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring Menulis 20. Mengungkapkan informasi dalam bentuk proposal, surat dagang, karangan ilmiah 1.1 Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif 1.2 Membacakan berita dengan intonasi, lafal, dan sikap membaca yang baik 1.1 Menulis proposal untuk berbagai keperluan 1.2 Menulis surat dagang dan surat kuasa 1.3 Melengkapi karya tulis dengan daftar pustaka dan catatan kaki Mendengarkan 21. Memahami pementasan drama 1.1 Mengidentifikasi peristiwa, pelaku dan perwatakannya, dialog, dan konflik pada pementasan drama 1.2 Menganalisis pementasan drama berdasarkan teknik pementasan Berbicara 22. Memerankan tokoh dalam pementasan drama Membaca 23. Memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan Menulis 24. Mengungkapkan infomasi melalui penulisan resensi Mendengarkan 25. Memahami pendapat dan informasi dari berbagai sumber dalam diskusi atau seminar Berbicara 26. Menyampaikan laporan hasil penelitian dalam diskusi atau seminar Membaca 27. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif 1.1 Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh 1.2 Mengekpresikan perilaku dan dialog tokoh protogonis dan atau antagonis 1.1 Menemukan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat 1.2 Menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan 1.1 Mengungkapkan prinsip-prinsip penulisan resensi 1.2 Mengaplikasikan prinsip-prinsip penulisan resensi 1.1 Merangkum isi pembicaraan dalam suatu diskusi atau seminar 1.2 Mengomentari pendapat seseorang dalam suatu diskusi atau seminar 1.1 Mempresentasikan hasil penelitian secara runtut dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar 1.2 Mengomentari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian 1.1 Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit 1.2 Membedakan fakta dan opini pada editorial 1.3 dengan membaca intensif Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 51 dari 99

52 Menulis 28. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman/ringkasan, notulen rapat, dan karya ilmiah 1.1 Menulis rangkuman/ringkasan isi buku 1.2 Menulis notulen rapat sesuai dengan pola penulisannya 1.3 Menulis karya ilmiah seperti hasil pengamatan, dan penelitian Mendengarkan 29. Memahami pembacaan cerpen 1.1 Mengidentifikasi alur, penokohan, dan latar dalam cerpen yang dibacakan 1.2 Menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan Berbicara 30. Mengungkapkan wacana sastra dalam bentuk pementasan drama Membaca 31. Memahami buku biografi, novel, dan hikayat 1.1 Mengekspresikan dialog para tokoh dalam pementasan drama 1.2 Menggunakan gerak-gerik, mimik, dan intonasi, sesuai dengan watak tokoh dalam pementasan drama 1.1 Mengungkapkan hal-hal yang menarik dan dapat diteladani dari tokoh 1.2 Membandingkan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dengan hikayat Menulis 32. Menulis naskah drama 1.1 Mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog naskah drama 1.2 Menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk adegan dan latar pada naskah drama Mendengarkan 33. Memahami informasi dari berbagai laporan Berbicara 34. Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi Membaca 35. Memahami artikel dan teks pidato Menulis 1.1 Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan 1.2 Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran 1.1 Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi 1.2 Menyampaikan intisari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam diskusi 1.1 Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel melalui kegiatan membaca intensif 1.2 Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 52 dari 99

53 36. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi 1.1 Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur 1.2 Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku 1.3 Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir 1.4 Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku Mendengarkan 37. Memahami pembacaan novel 1.1 Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan 1.2 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel Berbicara 38. Mengungkapkan pendapat tentang pembacaan puisi Membaca 39. Memahami wacana sastra puisi dan cerpen Menulis 40. Mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen Mendengarkan 41. Memahami informasi dari berbagai sumber yang disampaikan secara lisan Berbicara 42. Mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks Membaca 43. Memahami ragam wacana tulis melalui kegiatan membaca cepat dan membaca intensif Menulis 44. Mengungkapkan pikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola 1.1 Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat 1.2 Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat 1.1 Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai 1.2 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen 1.1 Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi 1.2 Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar) 1.1 Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung 1.2 Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan melalui radio/televisi 1.1 Mempresentasikan program kegiatan / proposal 1.2 Berpidato tanpa teks dengan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat 1.1 Menemukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat kata per menit 1.2 Menentukan kalimat kesimpulan (ide pokok) dari berbagai pola paragraf induksi, deduksi dengan membaca intensif 1.1 Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif 1.2 Menulis esai berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup Mendengarkan 45. Memahami pembacaan teks 1.1 Menemukan unsur-unsur intrinsik teks drama Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 53 dari 99

54 drama Berbicara 46. Mengungkapan tanggapan terhadap pembacaan puisi lama Membaca 47. Memahami buku kumpulan puisi kontemporer dan karya sastra yang dianggap penting pada tiap periode Menulis 48. Mengungkapkan pendapat dalam bentuk kritik dan esai yang dididengar melalui pembacaan 1.2 Menyimpulkan isi drama melalui pembacaan teks drama 1.1 Membahas ciri-ciri dan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam 1.2 Menjelaskan keterkaitan gurindam dengan kehidupan sehari-hari 1.1 Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer melalui kegiatan membaca buku kumpulan puisi komtemporer 1.2 Menemukan perbedaan karakteristik angkatan melalui membaca karya sastra yang dianggap penting pada setiap periode 1.1 Memahami prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai 1.2 Menerapkan prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai untuk mengomentari karya sastra 8. Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2. Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani dan cara mengukurnya sesuai dengan kebutuhan dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 3. Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dan 1.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**) 1.2 Mempraktikkan keterampilan salah satu permainan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri**) 1.3 Mempraktikkan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**) 1.4 Mempraktikkan keterampilan salah satu cabang olahraga bela diri serta nilai kejujuran, menghargai orang lain, kerja keras dan percaya diri**) 1.1 Mempraktikkan latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan untuk kebugaran jasmani dalam bentuk sederhana serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.2 Mempraktikkan tes kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri. 1.3 Mempraktikkan perawatan tubuh agar tetap segar 1.1 Mempraktikkan rangkaian senam lantai dengan menggunakan bantuan serta nilai percaya diri, Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 54 dari 99

55 nilai nilai yang terkandung di dalamnya 4. Mempraktikkan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. Mempraktikkan salah satu gaya renang dan loncat indah sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya*) 6. Mempraktikkan perencanaan penjelajahan dan penyelamatan aktivitas di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya***) 7. Menerapkan budaya hidup sehat 8. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 9. Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani dan cara kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman 1.2 Mempraktikkan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama dan tanggung jawab 1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan 1.2 Mempraktikkan keterampilan dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak yang benar serta nilai disiplin, toleransi dan estetika 1.1 Mempraktikkan keterampilan dasar salah satu gaya renang serta nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja keras 1.2 Mempraktikkan keterampilan teknik dasar loncat indah dari samping kolam dengan teknik serta nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja keras 1.1 Mempraktikkan keterampilan dasar-dasar kegiatan menjelajah pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok 1.2 Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan kegiatan penjelajahan di pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, keputusan dalam kelompok 1.3 Mempraktikkan keterampilan memilih makanan dan minuman yang sehat 1.1. Menganalisis bahaya penggunaan narkoba 1.2. Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba 1.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri **) 1.2 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga bola kecil dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri**) 1.3 Mempraktikkan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri **) 1.4 Mempraktikkan keterampilan olahraga bela diri serta nilai kejujuran, toleransi, kerja keras dan percaya diri**) 1.1 Mempraktikkan berbagai bentuk kebugaran jasmani sesuai dengan kebutuhan serta nilai Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 55 dari 99

56 mengukurnya sesuai dengan kebutuhan dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 10. Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 11. Mempraktikkan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 12. Mempraktikkan keterampilan beberapa gaya renang dan pertolongan kecelakaan di air dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya*) 13. Mempraktikkan perencanaan penjelajahan dan penyelamatan aktivitas di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya***) 14. Menerapkan budaya hidup sehat 15. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dengan teknik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya. kejujuran, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.2 Mempraktikkan tes kebugaran dan interpretasi hasil tes dalam menentukan derajat kebugaran serta nilai kejujuran, semangat, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.1 Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman 1.2 Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman 1.1 Mempraktikkan kombinasi keterampilan langkah kaki dan ayunan lengan pada aktivitas ritmik berirama tanpa alat serta nilai disiplin, toleransi, keluwesan dan estetika 1.2 Mempraktikkan rangkaian senam irama tanpa alat dengan koordinasi gerak serta nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika 1.1. Mempraktikkan kombinasi teknik renang gaya dada, gaya bebas dan salah satu gaya lain serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab 1.2. Mempraktikkan keterampilan dasar pertolongan kecelakaan di air dengan sistim Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab 1.1 Mempraktikkan keterampilan dasar-dasar kegiatan menjelajah gunung serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong-menolong, dan melaksanakan keputusan dalam kelompok 1.2 Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan penjelajahan di pegunungan serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, dan melaksanakan keputusan kelompok 1.3 Mempraktikkan keterampilan penjagaan lingkungan yang sehat 1.1. Menganalisis dampak seks bebas 1.2. Memahami cara menghindari seks bebas 1.1 Mempraktikkan keterampilan teknik bermain salah satu permainan olahraga bola besar secara sederhana serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri **) 1.2 Mempraktikkan keterampilan teknik bermain salah satu permainan olahraga bola kecil secara sederhana serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, kerja keras dan percaya diri**) 1.3 Mempraktikkan keterampilan teknik salah satu nomor atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 56 dari 99

57 16. Mempraktikkan aktivitas pengembang an untuk meningkat kan kualitas kebugaran jasmani dan cara pengukurannya dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 17. Mempraktikkan keterampilan senam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 18. Mempraktikkan aktivitas ritmik menggunakan alat dengan koordinasi dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 19. Mempraktikkan salah satu gaya renang dan loncat indah dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya*) 20. Menerapkan budaya hidup sehat 21. Mempraktikkan berbagai keterampilan dasar permainan olahraga dengan teknik dan taktik, dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya kejujuran, kerja keras dan percaya diri **) 1.4 Mempraktikkan keterampilan teknik penyerangan salah satu permainan olahraga bela diri serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai orang lain, kerja keras dan percaya diri**) 1.1 Mempraktikkan berbagai bentuk latihan kelincahan, power dan daya tahan untuk peningkatan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.2 Mempraktikkan tes untuk kelincahan, power dan daya tahan dalam kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.1 Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam ketangkasan dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman 1.2 Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam ketangkasan tanpa menggunakan alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman 1.1. Mempraktikkan keterampilan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak lanjutan serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan dan estetika 1.2. Mempraktikkan keterampilan aktivitas ritmik menggunakan alat serta nilai disiplin, toleransi,kerja sama, keluesan dan estetika 1.1. Mempraktikkan keterampilan salah satu gaya renang untuk pertolongan serta nilai disiplin, keberanian, kerja sama, dan kerja keras 1.2. Metakukan keterampilan loncat indah dari papan satu meter dengan teknik serta nilai disiplin, keberanian dan kerja keras 1.1. Memahami bahaya HIV/AIDS 1.2. Memahami cara penularan HIV/AIDS 1.3. Memahami cara menghindari penularan HIV/AIDS 1.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras dan percaya diri **) Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil serta nilai kerjasama, kejujuran, kerja keras, toleransi dan percaya diri**) 1.3 Mempraktikkan teknik salah atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri**) 1.4 Mempraktikkan keterampilan teknik salah satu permainan olahraga bela diri serta nilai Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 57 dari 99

58 22. Meningkatkan kualitas kebugaran jasmani dan cara pengukurannya dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 23. Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan dengan alat dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 24. Mempraktikkan aktivitas ritmik menggunakan alat dengan koordinasi yang baik dan nilai yang terkandung di dalamnya 25. Mempraktikkan dasar pertolongan kecelakaan di air dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya*) 26. Mempraktikkan perencanaan dan keterampilan penjelajahan, dan penyelamatan di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya***) 27. Mempraktikkan keterampilan permainan olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri.**) 1.1. Mempraktikkan latihan sirkuit untuk peningkatan kebugaran jasmani serta nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri 1.2. Mempraktikkan peningkatan beban latihan sirkuit untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.3. Mempraktikkan tes untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.1. Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan dengan menggunakan alat lanjutan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman 1.2. Mempraktikkan keterampilan senam ketangkasan tanpa menggunakan alat lanjutan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman 1.1 Mempraktikkan koombinasi gerak berirama menggunakan alat dengan koordinasi serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan 1.2 Merangkai aktivitas ritmik menggunakan alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan 1.1 Mempraktikkan keterampilan kombinasi gerakan renang serta nilai disiplin, kerja sama serta keberanian 1.2 Mempraktikkan keterampilan dasar pertolongan kecelakaan di air dengan sistim Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) serta nilai disiplin dan tanggungjawab 1.1 Mempraktikkan keterampilan merencanakan penjelajahan di perbukitan 1.2 Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan penjelajahan di perbukitan serta nilai disiplin, tanggungjawab dan keselamatan 1.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar lanjutan dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, toleransi, kerja keras dan percaya diri**) 1.2 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, toeleransi, kerja keras dan percaya diri**) 1.3 Mempraktikkan teknik atletik dengan menggunakan peraturan yang sesungguhnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 58 dari 99

59 28. Mempraktikkan perancangan aktivitas pengembangan untuk peningkatan dan pemeliharaan kebugaran jasmani 29. Mempraktikkan rangkaian gerak senam ketangkasan dengan konsep yang benar dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya 30. Mempraktikkan satu rangkaian gerak berirama berbentuk aktivitas aerobik secara beregu dengan diiringi musik dan nilai nilai yang yerkandung di dalamnya 31. Mempraktikkan berbagai gaya renang lanjutan dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya*) semangat, percaya diri **) 1.4 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bela diri secara berpasangan dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai lawan, kerja keras, percaya diri dan menerima kekalahan**) 1.1 Merancang program latihan fisik untuk pemeliharaan kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.2 Melaksanakan program latihan fisik sesuai dengan prinsip-prinsip latihan yang benar serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri 1.1 Mempraktikkan keterampilan gerakan kombinasi rangkaian senam lantai serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman 1.2 Mempraktikkan keterampilan gerakan kombinasi rangkaian senam ketangkasan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab, dan menghargai teman 1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak berirama senam aerobik serta nilai kerjasama, kedisiplinan, percaya diri, keluwesan, dan estetika 1.2 Mempraktikkan keterampilan menyelaraskan antara gerak dan irama dengan iringan musik serta nilai kerjasama, disiplin, percaya diri, keluwesan, dan estetika 1.1 Mempraktikkan keterampilan renang gaya dada lanjutan serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian 1.2 Mempraktikkan keterampilan renang gaya bebas lanjutan serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian 1.3 Mempraktikkan keterampilan renang gaya punggung lanjutan serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian 1.4 Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang lanjutan lainnya serta nilai disiplin, kerja keras dan keberanian 32. Mempraktikkan keterampilan permainan olahraga dengan peraturan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 1.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola besar dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan, kerja keras dan percaya diri**) 1.2 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bola kecil dengan peraturan sebenarya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan kerja keras dan percaya Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 59 dari 99

60 33. Memelihara tingkat kebugaran jasmani yang telah dicapai dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 34. Mengkombinasikan rangkaian gerakan senam lantai dan senam ketangkasan dengan alat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 35. Mempraktikkan satu rangkaian gerak berirama secara beregu dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 36. Mempraktikkan keterampilan penguasaan berbagai teknik gaya renang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya*) 37. Mengevaluasi kegiatan luar kelas/sekolah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya***) diri**) 1.3 Mempraktikkan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan,kerja keras dan percaya diri**) 1.4 Mempraktikkan keterampilan bela diri secara berpasangan dengan menggunakan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan kerja keras dan percaya diri**) 1.1 Mempraktikkan program latihan fisik untuk pemeliharaan kebugaran jasmani 1.2 Mempraktikkan membaca hasil tes bedasarkan tabel yang cocok 1.1 Mempraktikkan rangkaian gerakan senam lantai serta nilai percaya dirim, tanggung jawab, kerja sama, dan percaya kepada teman 1.2 Mempraktikkan rangkaian gerakan senam ketangkasan dengan menggunakan alat serta nilai percaya diri, tanggungjawab, kerja sama, dan percaya kepada teman 1.1 Mempraktikkan rangkaian gerak senam aerobik dengan iringan musik serta nilai kerjasama, disiplin, keluwesan dan estetika 1.2 Mempraktikkan senam irama tradisional sesuai budaya daerah secara berkelompok serta nilai kerjasama, disiplin, percaya diri, keluwesan dan estetika 1.1 Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang untuk kepentingan bermain di air dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai disiplin, sportif, jujur, toleran, kerja keras, dan keberanian 1.2 Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang untuk estafet sesuai dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai disiplin, sportif, jujur, toleran, kerja keras, dan keberanian 1.3 Mempraktikkan keterampilan berbagai gaya renang untuk kepentingan pertolongan serta nilai disiplin, sportif, jujur, toleran, kerja keras, dan keberanian 1.1 Mengevaluasi kegiatan di sekitar sekolah serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi 1.2 Mengevaluasi kegiatan di alam bebas serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi 1.3 Mengevaluasi kegiatan kunjungan ke tempattempat bersejarah serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 60 dari 99

61 38. Mempraktikkan budaya hidup sehat 1.4 Mengevaluasi kegiatan karya wisata serta nilai percaya diri, kebesamaan, saling hormat, toleransi, etika, dan demokrasi 1.1 Mempraktikkan pola hidup sehat 1.2 Menampilan perilaku hidup sehat Keterangan : 1. *) Diajarkan sebagai kegiatan pilihan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah **) Materi pilihan, disesuaikan dengan fasilitas dan peralatan yang tersedia ***) Diajarkan sebagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam semester 1 dan atau semester 2 2. Untuk pembinaan peserta didik yang berminat terhadap salah satu atau beberapa cabang tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler 9. Seni Budaya 1. Mengapresiasi karya seni rupa Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan 2. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni rupa Mendiskusikan karya seni rupa terapan yang memanfaatkan berbagai teknik dan corak 3. Mengapresiasi karya seni musik 1.1 Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik 4. Mengapresiasi karya seni tari 1.1 Mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari 5. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni tari 1.1 Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi dalam bentuk tari tunggal atau berpasangan/kelompok 6. Mengapresiasi karya seni teater 1.1 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur estetis 7. Mengapresiasi karya seni rupa 1.1 Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara 8. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni rupa 1.1 Melaporkan pengamatan terhadap karya seni terapan yang memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara. 9. Mengapresiasi karya seni musik 1.1 Menunjukkan nilai-nilai musikal dari hasil pengalaman musikal yang didapatkan melalui pertunjukan musik. 10. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni musik 1.1 Mendiskusikan persiapan pertunjukan musik yang diselenggarakan di sekolah 11. Mengapresiasi karya seni tari 1.1 Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni tari di wilayah Nusantara 12. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni tari 1.1 Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi dalam bentuk tari tunggal atau berpasangan/kelompok 13. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni tari 1.1 Mendiskusikan tari kreasi yang berbentuk tari tunggal atau berpasangan/kelompok Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 61 dari 99

62 14. Mengapresiasi karya seni teater 1.1 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal) pertunjukan teater 15. Mengapresiasi karya seni rupa 1.1 Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara 16. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni rupa 17. Mengapresiasi karya seni musik 18. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni musik 1.1 Melaporkan pengamatan terhadap karya seni rupa terapan yang memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara 1.1 Menunjukkan nilai-nilai musikal dari hasil pengalaman musikal yang didapatkan melalui pertunjukan musik 1.1 Memainkan musik 19. Mengapresiasi karya seni tari 1.1 Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni tari di wilayah Nusantara 20. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni tari 1.1 Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi dalam bentuk tari tunggal atau berpasangan / kelompok 21. Mengekspresikan diri berkaitan dengan karya seni tari 22. Mengekspresikan diri berkaitan dengan seni teater 23. Bahasa Inggris 1.1 Mendiskusikan tari kreasi yang berbentuk tari tunggal atau berpasangan/kelompok 1.1 Merancang persiapan pergelaran teater 1. Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Novice 2. Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Elementary 1.1 Memahami ungkapan-ungkapan dasar pada interaksi sosial untuk kepentingan kehidupan 1.2 Menyebutkan benda-benda, orang, ciri-ciri, waktu, hari, bulan, dan tahun 1.3 Mendeskripsikan benda-benda, orang, ciri-ciri, waktu, hari, bulan, dan tahun 1.4 Menghasilkan tuturan sederhana yang cukup untuk fungsi-fungsi dasar 1.5 Menjelaskan secara sederhana kegiatan yang sedang terjadi 1.6 Memahami memo dan menu sederhana, jadwal perjalanan kendaraan umum, dan rambu-rambu lalu lintas 1.7 Memahami kata-kata dan istilah asing serta kalimat sederhana berdasarkan rumus 1.8 Menuliskan undangn sederhana Memahami percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli Mencatat pesan-pesan sederhana baik dalam Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 62 dari 99

63 3. Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Intermediate interaksi langsung maupun melalui alat Merinci tugas pekerjaan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya secara lisan dan tulisan Menceritakan pekerjaan di masa lalu dan rencana kerja yang akan datang Mengungkapkan berbagai macam maksud hati Memahami instruksi-instruksi sederhana Membuat pesan-pesan pendek, petunjuk dan daftar dengan pilihan kata, ejaan dan tata tulis yang berterima Memahami monolog yang muncul pada situasi kerja tertentu Memahami percakapan terbatas dengan penutur asli Menyajikan laporan Memahami manual penggunaan peralatan Memahami surat-surat bisnis sederhana Memahami dokumen-dokumen teknis Menulis surat bisnis dan laporan sederhana 24. Matematika 1. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil dan bilangan kompleks 2. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep aproksimasi kesalahan 3. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi, persamaan fungsi linear dan fungsi kuadrat 4. Menerapkan perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah 1.1 Menerapkan operasi pada bilangan riil dan bilangan kompleks 1.2 Menerapkan operasi pada bilangan berpangkat 1.3 Menerapkan operasi pada bilangan irasional 1.4 Menerapkan konsep logaritma Menerapkan konsep kesalahan pengukuran Menerapkan operasi kesalahan pengukuran Menerapkan konsep operasi hasil pengukuran 1.1 Mendeskripsikan perbedaan konsep relasi dan fungsi 1.2 Menerapkan konsep fungsi linier 1.3 Menggambarkan fungsi kuadrat 1.4 Menerapkan konsep fungsi kuadrat A 1.5 Menerapkan konsep fungsi eksponen 1.6 Menerapkan konsep fungsi logaritma 1.7 Menerapkan konsep fungsi trigonometri 1.1 Menentukan nilai perbandingan trigonometri suatu sudut 1.2 Mengkonversi koordinat kartesius dan koordinat kutub 1.3 Menerapkan aturan sinus dan kosinus 1.4 Menentukan luas suatu segitiga 1.5 Menerapkan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut 1.6 Menyelesaikan persamaan trigonometri 5. Menentukan kedudukan, jarak, 1.1 Mengidentifikasi sudut Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 63 dari 99

64 dan besar sudut yang melibatkan titik, garis dan bidang dalam ruang dimensi dua 6. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis dan bidang dalam ruang dimensi tiga 7. Menerapkan konsep irisan kerucut dalam memecahkan masalah 8. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks 9. Menerapkan konsep vektor dalam pemecahan masalah 10. Memecahkan masalah berkaitan sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat 11. Menyelesaikan masalah program linier 12. Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor 13. Menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah 14. Memecahkan masalah dengan konsep teori peluang 15. Menerapkan aturan konsep statistika dalam pemecahan masalah 1.2 Menentukan keliling bangun datar dan luas daerah bangun datar 1.3 Menerapkan transformasi bangun datar 1.1 Mengidentifikasi bangun ruang dan unsurunsurnya 1.2 Menghitung luas permukaan bangun ruang 1.3 Menerapkan konsep volume bangun ruang 1.4 Menentukan hubungan antara unsur-unsur dalam bangun ruang 1.1 Menerapkan konsep lingkaran 1.2 Menerapkan konsep parabola 1.3 Menerapkan konsep elips 1.4 Menerapkan konsep hiperbola 1.1 Mendeskripsikan macam-macam matriks 1.2 Menyelesaikan operasi matriks 1.3 Menentukan determinan dan invers 1.1 Menerapkan konsep vektor pada bidang datar 1.2 Menerapkan konsep vektor pada bangun ruang 1.1 Menentukan himpunan penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan linier 1.2 Menentukan himpunan penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan kuadrat 1.3 Menerapkan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat 1.4 Menyelesaikan sistem persamaan 1.1 Membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier 1.2 Menentukan model matematika dari soal ceritera (kalimat verbal) 1.3 Menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linier 1.4 Menerapkan garis selidik 1.1 Mendeskripsikan pernyataan dan bukan pernyataan (kalimat terbuka) 1.2 Mendeskripsikan ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi, biimplikasi dan ingkarannya 1.3 Mendeskripsikan invers, konvers dan kontraposisi 1.4 Menerapkan modus panens, modus tollens dan prinsip silogisme dalam menarik kesimpulan 1.1 Mengidentifikasi pola, barisan dan deret bilangan 1.2 Menerapkan konsep barisan dan deret aritmatika 1.3 Menerapkan konsep barisan dan deret geometri 1.1 Mendeskripsikan kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi 1.2 Menghitung peluang suatu kejadian 1.1 Mengidentifikasi pengertian statistik, statistika, populasi dan sampel 1.2 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram 1.3 Menentukan ukuran pemusatan data 1.4 Menentukan ukuran penyebaran data Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 64 dari 99

65 16. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah 17. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah 1.1 Menjelaskan secara intuitif arti limit fungsi di suatu titik dan di tak hingga 1.2 Menggunakan sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi aljabar dan trigonometri 1.3 Menggunakan konsep dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi 1.4 Menggunakan turunan untuk menentukan karakteristik suatu fungsi dan memecahkan masalah 1.5 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi dan penafsirannya 1.1 Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu 1.2 Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar dan fungsi trigonometri yang sederhana 1.3 Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva dan volume benda putar 1.4 Menerapkan konsep Persamaan differensial 1.5 Menerakan konsep intergral lipat dua 25. Fisika 1. Mengukur besaran dan menerapkan satuannya 2. Menerapkan hukum gerak dan gaya 3. Menerapkan gerak translasi, rotasi, dan keseimbangan benda tegar 4. Menerapkan konsep usaha/ daya dan energi 5. Menerapkan konsep impuls dan momentum 6. Menginterpretasikan sifat mekanik bahan a. Menguasai konsep besaran dan satuannya b. Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran fisis 1.1 Menguasai konsep gerak dan gaya 1.2 Menguasai hukum Newton 1.3 Menghitung gerak lurus 1.4 Menghitung gerak melingkar 1.5 Menghitung gaya gesek 1.1 Menguasai konsep gerak translasi dan rotasi 1.2 Menguasai konsep keseimbangan benda tegar 1.3 Menghitung gerak translasi dan rotasi 1.4 Menghitung keseimbangan benda tegar 1.1 Menguasai konsep usaha/daya dan energi 1.2 Menguasai hukum kekekalan energi 1.3 Menghitung usaha/daya dan energi 1.1 Mengenali jenis tumbukan 1.2 Menguasai konsep impuls dan hukum kekekalan momentum 1.3 Menerapkan hubungan impuls dan momentum dalam perhitungan 1.1 Menguasai konsep elastisitas bahan 1.2 Menguasai hukum Hooke 1.3 Menentukan kekuatan bahan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 65 dari 99

66 7. Menerapkan konsep suhu dan kalor 1.1 Menguasai konsep suhu dan kalor 1.2 Menguasai pengaruh kalor terhadap zat 1.3 Mengukur suhu dan kalor 1.4 Menghitung kalor 8. Menerapkan konsep fluida 1.1 Menguasai hukum fluida statis 1.2 Menguasai hukum fluida dinamis 1.3 Menghitung fluida statis 1.4 Menghitung fluida dinamis 9. Menerapkan hukum Termodinamika 10. Menerapkan getaran, gelombang, dan bunyi 11. Menerapkan konsep magnet dan elektromagnet 1.1 Menguasai hukum Termodinamika 1.2 Menggunakan hukum Termodinamika dalam perhitungan 1.1 Menguasai hukum getaran, gelombang, dan bunyi 1.2 Membedakan getaran, gelombang, dan bunyi 1.3 Menghitung getaran, gelombang, dan bunyi 1.1 Menguasai konsep kemagnetan 1.2 Menguasai hukum magnet dan elektromagnet 1.3 Menggunakan magnet 1.4 Menggunakan electromagnet 12. Menerapkan konsep optik 1.1 Membedakan konsep cermin dan lensa 1.2 Menggunakan hukum pemantulan dan pembiasan cahaya 1.3 Menggunakan cermin dan lensa 13. Menginterpretasikan listrik statis dan dinamis 14. Menerapkan konsep listrik arus searah 15. Menerapkan konsep listrik arus bolak-balik 1.1 Membedakan konsep listrik statis dan dinamis 1.2 Menjelaskan penerapan listrik statis dan dinamis 1.1 Menguasai hukum kelistrikan arus searah 1.2 Menguasai hubungan antara tegangan, hambatan, dan arus 1.3 Menghitung daya dan energi listrik arus searah 1.1 Menguasai hukum kelistrikan arus bolak-balik 1.2 Menguasai hubungan antara tegangan, impedensi, dan arus 1.3 Menghitung daya dan energi listrik arus bolakbalik 26. Kimia 1. Memahami konsep materi dan perubahannya 2. Memahami konsep penulisan lambang unsur dan persamaan reaksi 1.1 Mengelompokkan sifat materi 1.2 Mengelompokkan perubahan materi 1.3 Mengklasifikasi materi 1.1 Memahami lambang unsur 1.2 Memahami rumus kimia 1.3 Menyetarakan persamaan reaksi 3. Mengidentifikasi struktur atom dan sifat-sifat periodik pada tabel periodik unsur 1.1 Mendeskripsikan perkembangan teori atom 1.2 Menginterpretasikan data dalam tabel sistem periodik 4. Memahami konsep mol 1.1 Menjelaskan konsep mol Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 66 dari 99

67 5. Memahami terjadinya ikatan kimia 6. Memahami perkembangan konsep reaksi kimia 7. Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia 8. Memahami konsep kesetimbangan reaksi 9. Menentukan perubahan entalpi berdasarkan konsep termokimia 10. Mengkomunikasikan senyawa hidrokarbon dan kegunaannya 11. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 12. Menjelaskan sistem klasifikasi dan kegunaan polimer 13. Memahami koloid, suspensi, dan larutan sejati. 14. Melakukan pemisahan dan analisis 1.2 Menerapkan hukum Gay Lussac dan hukum Avogadro 1.1 Mendeskripsikan terjadinya ikatan ion 1.2 Mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen 1.3 Menjelaskan ikatan logam 1.4 Menuliskan nama senyawa kimia 1.1 Mendeskripsikan pengertian umum reaksi kimia 1.2 Membedakan konsep oksidasi, reduksi dan reaksi lainnya 1.1 Membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit 1.2 Mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai larutan 1.3 Menerapkan konsep reaksi redoks dalam elektrokimia 1.1 Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan 1.2 Menguasai reaksi kesetimbangan 1.3 Menguasai faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan 1.4 Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan 1.1 Menjelaskan entalpi dan perubahan entalpi 1.2 Menentukan perubahan entalpi reaksi 1.3 Menentukan kalor pembakaran berbagai bahan baker 1.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon yang membentuk senyawa hidrokarbon 1.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon dan turunannya 1.3 Mendeskripsikan kegunaan senyawa hidrokarbon dalam kehidupan manusia 1.1 Menentukan laju reaksi dan orde reaksi 1.2 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1.1 Menjelaskan kegunaan polimer 1.2 Mengklasifikasi polimer 1.1 Mengidentifikasi koloid, suspensi, dan larutan sejati 1.2 Membedakan macam dan sifat koloid 1.3 Menerapkan sistem koloid dalam kehidupan 1.1 Memisahkan zat dari campuran 1.2 Menentukan kadar suatu unsur/senyawa senyawa gravimetri, volumetri, dan teknik lainnya. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 67 dari 99

68 27. Ilmu Pengetahuan Alam 1. Memahami Gejala-gejala Alam Melalui Pengamatan 2. Memahami Polusi dan Dampaknya Pada Manusia dan Lingkungannya 3. Memahami Komponen Ekosistem serta Peranan Manusia dalam Menjaga Keseimbangan lingkungan dan AMDAL Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam abiotik 1.1 Mengidentifikasi Jenis Limbah 1.2 Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja 1.3 Mendeskripsikan dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan 1.4 Mendeskripsikan cara cara menangani limbah. 1.1 Mengidentifikasi komponen ekosistem 1.2 Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan 1.3 Mendeskripsikan AMDAL 28. Ilmu Pengetahuan Sosial 1. Memahami kehidupan sosial manusia 2. Memahami proses kebangkitan nasional 3. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi 4. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen termasuk permintaan, penawaran, keseimbangan harga, dan pasar 1.1. Mengidentifikasi interaksi sebagai proses sosial 1.2. Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian 1.3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 1.4. Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah 1.5. Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia, dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia 1.1. Mengidentifikasi kebutuhan manusia 1.2. Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 1.3. Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi, yaitu tentang apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi 1.1. Mendeskripsikan berbagai kegiatan ekonomi dan pelaku-pelakunya 1.2. Membedakan prinsip ekonomi dan motif ekonomi 1.3. Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen 1.4. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran 1.5. Menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran serta asumsi yang mendasarinya 1.6. Mendeskripsikan pengertian keseimbangan dan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 68 dari 99

69 5. Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial 6. Mendeskripsikan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural 7. Memahami kesamaan dan keberagaman budaya harga 1.7. Mendeskripsikan berbagai bentuk pasar, barang dan jasa 1.1. Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan 1.2. Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat 1.1. Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural 1.2. Mendeskripsikan perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural 1.3. Mendeskripsikan keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural 1.1. Mengidentifikasi berbagai budaya lokal, pengaruh budaya asing, dan hubungan antarbudaya 1.2. Mendeskripsikan potensi keberagaman budaya yang ada di masyarakat setempat dalam kaitannya dengan budaya nasional 1.3. Mengidentifikasi berbagai alternatif penyelesaian masalah akibat adanya keberagaman budaya 1.4. Menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap keberagaman budaya 29. Kewirausahaan 1. Mengaktualisasikan sikap dan perilaku Wirausaha 2. Merencanakan Usaha Kecil/Mikro 1.1. Mengidentifikasi sikap dan perilaku Wirausaha 1.2. Menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif 1.3. Merumuskan solusi masalah 1.4. Mengembangkan semangat wirausaha 1.1. Menganalisis peluang usaha 1.2. Menganalisis aspek-aspek perencanaan usaha 1.3. Menyusun proposal usaha 3. Mengelola Usaha Kecil/Mikro 1.1. Mempersiapkan pendirian usaha 1.2. Menghitung resiko menjalankan usaha 1.3. Menjalankan usaha kecil 1.4. Mengevaluasi hasil usaha 30. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 1. Mengoperasikan PC stand alone 2. Mengoperasikan sistem operasi software 1.1 Mengoperasikan operasi berbasis teks 1.2 Mengoperasikan operasi berbasis Graphic User Interface (GUI) 1.1 Menginstal sistem operasi dan software 1.2 Mengoperasikan software pengolah kata 1.3 Mengoperasikan software spreadsheet 1.4 Mengoperasikan software presentasi Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 69 dari 99

70 1.5 Mengoperasikan software aplikasi basis data 3. Mengolah data aplikasi 1.1 Melakukan entry data aplikasi dengan keyboard 1.2 Melakukan update data dengan utilitas aplikasi 1.3 Melakukan delete data dengan utilitas aplikasi 1.4 Melakukan entry data dengan image scanner 1.5 Melakukan entry data dengan OCR (Optical Character Recognition) 4. Mengoperasikan PC dalam jaringan 1.1 Menginstal software jaringan 1.2 Mengoperasikan jaringan PC dengan sistem operasi 5. Mengoperasikan web-design 1.1 Mengoperasikan web-browser 1.2 Mengoperasikan software client Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 70 dari 99

71 DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi entry yang dapat diterapkan DKK KK DKK KK 05 TAMATAN SMK 002. DKK KK DKK KK KK 07 RP TIK.PRO DKK KK 08 RP TIK.PRO TIK.PRO KK 09 RP TIK.PRO KK 12 TIK.PRO KK KK KK KK KK KK KK KK 10 RP TIK.PRO KK 11 RP TIK.PRO KK KK KK KK 23 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 74 dari 99

72 KETERANGAN Kode Kompetensi 002. DKK 01 Menerapkan dasar-dasar gambar teknik 002. DKK 02 Menerapkan ilmu statika dan tegangan 002. DKK03 Mengidentifikasi ilmu bangunan gedung 002. DKK04 Memahami bahan bangunan 002. DKK KK 01 Menerapkan Kesehatan,Kesehatan kerja Pengetahuan dasar konstruksi Bangunan 002. KK 02 Mekanika teknik bangunan 002. KK 03 Merencanakan pekerjaan konstruksi kayu 002. KK 04 Membuat gambar kerja dan daftar komponen pekerjaan konstruksi kayu 002. KK 05 Menghitung kebutuhan bahan pekerjaan konstruksi kayu 002. KK 06 Membuat sambungan dan hubungan kayu 002. KK 07 Membuat komponen pekerjaan kayu 002. KK 08 Menggunakan peralatan tangan dan listrik 002. KK 09 Menggunakan peralatan mesin tetap ( Statis ) 002. KK 10 Membuat kusen,daun pintu dan jendela kayu 002. KK 11 Memasang perancah kayu dan memasang kuda-kuda 002. KK 12 Memasang bekisting kayu 002. KK 13 Memasang rangka penutup lantai kayu 002. KK 14 Memasang rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi 002. KK 15 Memasang kusen kayu pada bangunan 002. KK 16 Memasang daun pintu/jendela pada kusen kayu Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 75 dari 99

73 Kode Kompetensi 002. KK 17 Memasang kaca pada kusen/daun pintu/jendela kayu 002. KK 18 Memasang tangga kayu dan ralling kayu 002. KK 19 Memasang rangka dan penutup plafon 002. KK 20 Memasang rangka atap system portal sederhana dan system kuda-kuda 002. KK 21 Melaksanakan pekerjaan finishing konstruksi kayu 002. KK 22 Menggambar bangunan gedung dan RA 002. KK 23 Menggambar Auto Cad Bangunan gedumg Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 76 dari 99

74 4. Ilmu Bahan Bangunan 3. Ilmu Bangunan Gedung 2. Statika 1.Gambar Tekanik Dasar KURIKULUM SPEKTRUM dan Keahlian Teknik Konstruksi Kayu 1. Dasar Kompetensi Kejuruan Mape l Standar Kompetensi 1.Menerapkan dasar-dasar gambar teknik 2.Menerapkan ilmu statika dan tegangan 3.Mengidentifikasi ilmu bangunan gedung 4.Memahami bahan bangunan 5. Menerapkan Keselamatan,Kes ehatan kerja ( K3 ) Kometensi Dasar 1.1 Menjelaskan dasar-dasar gambar teknik 1.2 Mengidentifikasi peralatan gambar teknik 1.3 Menggambar garis 1.4 Menggambar bentuk bidang dan bentuk tiga dimensi 1.5 Menggambar proyeksi benda 1.6 Menggambar dengan perangkat lunak (software) untuk gambar teknik. 2.1 Menjelaskan besaran vektor, sistem satuan, dan hukum Newton 2.2 Menerapkan besaran vektor pada gaya, momen dan kopel 2.3 Membuat diagram gaya normal, momen gaya, kopel pada konstruksi bangunan 2.4 Menerapkan teori keseimbangan 2.5 Menerapkan teori tegangan pada konstruksi bangunan. 3.1 Mendeskripsikan bagian-bagian bangunan gedung 3.2 Menjelaskan macam-macam pekerjaan batu bata 3.3 Menjelaskan dasar-dasar plambing 3.4 Menentukan jenis pondasi yang tepat untuk bangunan sesuai dengan jenis tanahnya 3.5 Menjelaskan macam-macam sambungan 3.6 Menerapkan macam-macam konstruksi pintu dan jendela. 4.1 Mendeskripsikan bahan bangunan kayu 4.2 Mendeskripsikan bahan bangunan batu dan beton 4.3 Mendeskripsikan bahan bangunan baja. 5.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 5.2 Melaksanakan prosedur K3 Jam/KL Total Jam Jam terstru ktur 4/X /X /X /X Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 77 dari 99

75 Mekanika Teknik Pengetahuan Dasar kontruksi Bangunan ( PDKB ) KURIKULUM SPEKTRUM Kompetensi Kejuruan Standar Kompetensi 1. Pengetahuan Dasar Konstruksi Bangunan 1. Menerapkan pekerjaan survei dasar 1.1 Menemutunjukkan peralatan dasar Survey 1.2 Membuat garis lurus dilapangan dengan alat ukur tanah sederhana 1.1 Mengukur jarak dilapangan dengan alat ukur tanah sederhanan 1.2 Mengukur beda tinggi dengan alat ukur tanah sederhana 1.3 Mengukur beda tinggi dilapangan dengan alat sipat datar 1. Mendiskripkan bagian-bagian bangunan gedung 1.1. Menjelaskan pekerjaan batu bata 2.2 Menjelaskan dasar-dasar Plambing 2.3 Menentukan jenis pondasi yang Paling tepat untuk bangunan sesuai dengan jenisnya 2. Membuat sambungan dan hubungan kayu 3.1 Mendiskripsikan pembuata dan hubungan kayu 3.2 Melukis pembuatan sambungan dan hubungan kayu 3.3 Memotong dan membelah kayu 3.4 mengetam kayu menggunakan ketam tangan 3.5 Membuat sambungan kayu 3.6 Membuat hubungan kayu 3.7 Merakit sambungan dan hubungan kayu Jam/k l Tot al Ja m 8/X Jam ters etru ktur 2. Perhitungan Kekuatan teknik Bangunan sederhana 22.1 Mengusai pengertian konstruksi statis tertentu dan tak tentu 22.2 Mengidentifikasi macam-macam konstruksi statis tertentu dalam perhitungan statika 22.3 Mengusai pengertian gaya luar dan dalam 22.4 Mengidentifikasi macam-macam gaya luar dan gaya dalammengidentifikasi macammacam konstruksi gelagar sederhana 22.5 Mengusai prinsip kerja konstruksi gelagar sederhana 22.6 Menguasai prinsip kerjakonstruksi gelagar gerber 22.7 Mengusai prinsip kerja konstruksi rangka batang statis tertentu 2/XI Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 78 dari 99

76 5.Merencanakan Pekerjaan konstruksi kayu KURIKULUM SPEKTRUM 2012 Standar Kompetensi 22.8 Mengusai pengertian Jam/k l Tot al Ja m Jam ters etru ktur tegangan/kekuatan dalam Perhitungan Statika konstruksi bangunan 22.9 Menguasai tegangan pengertian tegangan yang diijinkan dalam perhitungan kekuatan bahan konstruksi bangunan Menguasai dasar-dasar perhitungan tegangan bahan Menguasai tegangan yang terjadi akibat pembebanan dan gaya dalam yang ditimbulkan pada kontruksi ststis tertentu 3. Merencanakan pekerjaan konstruksi kayu 1.1 Mendeskripsikan prosedur penyusunan rencana pekerjaan konstruksi kayu 16/XI Mengidentifikasikan persyaratan kerja konstruksi kayu 1.3 Menentukan peralatan dan perlengkapan kerja konstruksi kayu 1.4 Merencanakan proses pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. 4. Membuat gambar kerja dan daftar komponen pekerjaan konstruksi kayu 2.1 Menjelaskan prosedur pembuatan gambar kerja dan daftar komponen 2.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan 2.3 Membuat gambar kerja Membuat daftar komponen dan gambar detail sambungan 2.5 Memeriksa gambar kerja (shop drawing). 5. Menghitung kebutuhan bahan pekerjaan konstruksi kayu 2.1 Mendeskripsikan pengukuran dan perhitungan bahan konstruksi kayu 2.2 Memperkirakan kuantitas kebutuhan bahan konstruksi kayu Melaksanakan pengukuran dan perhitungan bahan secara sederhana. 6. Membuat sambungan dan hubungan kayu 4.1 Mendeskripsikan pembuatan sambungan dan hubungan kayu 4.2 Melukis pembuatan sambungan dan hubungan kayu Memotong dan membelah kayu Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 79 dari 99

77 6. Praktek Konstruksi Kayu KURIKULUM SPEKTRUM 2012 Standar Kompetensi 4.4 Mengetam kayu Jam/k l Tot al Ja m Jam ters etru ktur 4.5 Membuat sambungan kayu 4.6 Membuat hubungan kayu 4.7 Merakit sambungan dan hubungan kayu. 7. Membuat komponen pekerjaan kayu 8. Menggunakan peralatan tangan dan listrik 9. Menggunakan peralatan mesin tetap (statis) 10. Membuat kusen, daun pintu dan jendela kayu 11. Membuat kuda-kuda kayu 12. Memasang perancah kayu 5.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk komponen pekerjaan kayu 5.2 Membuat profil kayu 5.3 Membuat sponning konstruksi kayu 5.4 Melaksanakan pembubutan kayu. 6.1 Mengidentifikasi peralatan tangan dan listrik pekerjaan konstruksi kayu 6.2 Mengoperasikan peralatan tangan dan listrik pekerjaan konstruksi kayu 6.3 Merawat peralatan tangan dan listrik pekerjaan kayu. 7.1 Mendeskripsikan peralatan mesin tetap pekerjaan konstruksi kayu 7.2 Mengoperasikan peralatan mesin tetap pekerjaan konstruksi kayu 7.3 Merawat peralatan mesin tetap pekerjaan kayu. 8.1 Menjelaskan prosedur perakitan kusen, daun pintu dan jendela kayu 8.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan merakit kusen, daun pintu dan jendela kayu 8.3 Membuat bagian-bagian komponen kusen, daun pintu dan jendela kayu 8.4 Merakit bagian-bagian komponen kusen, daun pintu dan jendela kayu. 9.1 Menjelaskan prosedur perakitan kuda-kuda kayu 9.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan merakit kuda-kuda kayu 9.3 Membuat bagian-bagian komponen kuda-kuda kayu 9.4 Merakit bagian-bagian komponen kuda-kuda kayu Menjelaskan prosedur pemasangan perancah kayu 10.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan /XII Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 80 dari 99

78 Standar Kompetensi pemasangan perancah kayu Jam/k l Tot al Ja m Jam ters etru ktur 10.3 Membuat bagian-bagian komponen perancah kayu 10.4 Memasang bagian-bagian komponen perancah kayu. 13. Memasang bekisting kayu 14. Memasang rangka dan penutup lantai kayu 15. Memasang rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi 16. Memasang kusen kayu pada bangunan 11.1 Menjelaskan prosedur pemasangan bekisting kayu untuk kolom, balok, dan pelat lantai 11.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan bekisting untuk kolom, balok, dan pelat lantai 11.3 Membuat bagian-bagian komponen bekisting kayu untuk kolom, balok, dan pelat lantai 11.4 Memasang bagian-bagian komponen bekisting kayu untuk kolom, balok, dan pelat lantai Menjelaskan prosedur pemasangan rangka dan penutup lantai kayu 12.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan rangka dan penutup lantai kayu 12.3 Membuat bagian-bagian komponen rangka dan penutup lantai kayu dari bahan papan dan parket 12.4 Memasang bagian-bagian komponen rangka dan penutup lantai kayu Menjelaskan prosedur pemasangan rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi 13.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi 13.3 Membuat bagian-bagian komponen rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi 13.4 Memasang bagian-bagian komponen rangka dan penutup dinding dari kayu dan partisi Menjelaskan prosedur pemasangan kusen kayu pada bangunan 14.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan kusen kayu pada bangunan 14.3 Memasang kusen pada konstruksi Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 81 dari 99

79 Standar Kompetensi dinding yang sedang di bangun Jam/k l Tot al Ja m Jam ters etru ktur 14.4 Memasang kusen pada bukaan dinding yang sudah ada. 17. Memasang daun pintu/ jendela pada kusen kayu 15.1 Menjelaskan prosedur pemasangan daun pintu/jendela pada kusen kayu 15.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan daun pintu/jendela pada kusen kayu 15.3 Memasang engsel dan daun pintu/ jendela pada kusen Memasang kaca pada kusen/daun pintu/jendela Kayu 19. Memasang tangga kayu dan railing kayu 20..Memasang rangka dan penutup plafon 15.4 Memasang hardware pada daun pintu/jendela Menjelaskan prosedur pemasangan kaca pada kusen/daun pintu/jendela kayu 16.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan kaca pada kusen/daun pintu/jendela kayu 16.3 Memotong kaca dengan lurus sesuai ukuran Memasang kaca pada bagian yang telah ditentukan 16.5 Memasang lis kayu pada kusen/daun pintu/jendela kayu Menjelaskan prosedur pemasangan tangga kayu dan railing kayu 17.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan tangga kayu dan railing kayu 17.3 Membuat bagian-bagian komponen tangga kayu dan railing kayu 17.4 Memasang bagian-bagian komponen tangga kayu dan railing kayu 18.1 Menjelaskan prosedur pemasangan rangka dan penutup plafon 18.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan rangka dan penutup plafon 18.3 Membuat bagian-bagian komponen rangka dan penutup plafon 18.4 Memasang bagian-bagian komponen rangka dan penutup Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 82 dari 99

80 9.Gambar Bangunan Gedung Dan RAB KURIKULUM SPEKTRUM 2012 Standar Kompetensi plafon. Jam/k l Tot al Ja m Jam ters etru ktur 21. Memasang rangka atap sistem portal sederhana dan sistem kudakuda 19.1 Menjelaskan prosedur pemasangan rangka atap sistem portal sederhana dan sistem kuda-kuda 19.2 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan rangka atap sistem portal sederhana dan sistem kudakuda Membuat bagian-bagian komponen rangka atap sistem portal sederhana dan sistem kuda-kuda 19.4 Memasang bagian-bagian komponen rangka atap sistem portal sederhana dan sistem kuda-kuda. 22. Melaksanakan pekerjaan finishing konstruksi kayu 20.1 Menjelaskan prosedur dan teknik pekerjaan finishing konstruksi kayu 20.2 Merencanakan kebutuhan bahan finishing kayu 20.3 Melaksanakan pekerjaan mengecat Melaksanakan pekerjaan politur 20.5 Melaksanakan pekerjaan melamin 20.6 Melaksanakan pekerjaan vernis. 23. Menggambar Bangunan dan RAB 23.1 Memahami dasar-dasar Arsitektur 23.2 Memahami perencanaan bangunan rumah tinggal 23.3 Memahami arsitektur bangunan Umum 23.1 Menggambar perencanaan Bangunan 23.2 Menggambar pelaksanaan Bangunan : - Membuat denah - Membuat rencana pondasi - Membuat rencana atap - Membuat tampak depan - Membuat tampak dan samping kiri - Membuat potongan- Potongan 23.3 Menggambar rumah tinggal bertingkat 4/XII Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 83 dari 99

81 10. Auto Cad KURIKULUM SPEKTRUM 2012 Standar Kompetensi 24. Menggambar Auto Cad Menggambar Auto Cad Bangunan: - Membuat denah - Membuat rencana pondasi - Membuat rencana atap - Membuat tampak depan - Membuat tampak samping Kanan dan samping kiri - Membuat potongan- Potongan 2/XI 4/XII Jam/k l Tot al Ja m Jam ters etru ktur Muatan Lokal a. Muatan lokal merupakan mata pelajaran yang kompetensinya tidak dapat diwadahi pada mata pelajaran yang telah ada, karena itu setiap satuan pendidikan harus mengembangkan (SK), (KD), dan indikator. Satuan pendidikan dan komite sekolah mempunyai tugas dan wewenang penuh mengembangkan mata pelajaran muatan lokal. Pengembangan muatan lokal meliputi latar belakang, tujuan, ruang lingkup, SK, KD dan arah pengembangan mata pelajaran dilaksanakan melalui kegiatan : 1) Menganalisis informasi tentang potensi daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, kekayaan alam, dan sumber daya manusia yang ada di daerah, serta prioritas pembangunan daerah di berbagai sektor yang selaras dengan Kompetensi Keahlian dan perkembangan usia peserta didik. \ 2) Mengembangkan SK dan KD muatan lokal. Pengembangan SK dan KD muatan lokal sama seperti pada SKK Kompetensi Keahlian, diawali dengan mengidentifikasi bidang, lingkup dan tugas-tugas pekerjaan. Contoh : Bidang pekerjaan adalah Pengolahan makanan, lingkup makanan pembuka, uraian tugas misalnya menyiapkan makanan pembuka. Selanjutnya diuraikan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang diperlukan untuk menyiapkan makanan pembuka yang perumusannya mengacu pada rambu-rambu yang telah dijelaskan. 3) Menetapkan nama mata pelajaran muatan lokal dan menentukan prioritas bahan kajian muatan lokal yang akan dilaksanakan. 4) Mengembangkan silabus mata pelajaran muatan lokal. b. Ruang Lingkup muatan lokal terdiri atas : 1) Lingkup keadaan dan kebutuhan daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 84 dari 99

82 2) Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah dan selaras dengan kompetensi keahliannya. Secara skematis langkah-langkah pengembangannya digambarkan dalam diagram alur berikut Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 85 dari 99

83 Mengidentifikasi potensi dan kebijakan daerah Menganalisis pilihan muatan lokal yang mungkin dikembangkan sesuai dengan kompetensi keahlian Mengidentifikasi potensi dan kebijakan daerah Mengembangkan SK-KD dan indikator mata pelajaran muatan lokal 1. Bahasa Jawa Menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal 1. Mampu mendengarkan dan memahami serta menanggapi berbagai bentuk wacana lisan non sastra berupa pengumuman berita dan cerita 2. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan dan perasaan secara lisan melalui berbicara, bertelepon dan berdialog dalam rangka Bahasa Jawa dengan unggah ungguh bahasa yang sesuai. 3. Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan dan perasaan dalam bentuk berbagai wacana lisan sastra melalui membahas atau mendiskusikan isi cerkak/ cerita rakyat/novel 4. Mampu mengapresiasi karya sastra. 5. Mampu menuliskan ungkapan gagasan dalam bentuk wacana narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi dan persuasi 6. Mampu mendengarkan dan memahami serta menanggapi berbagai bentuk wacana lisan sastra berupa cerkak dancerita rakyat 1.1 Mendengarakan pengumuman 1.2 Mendengarkan cerita 1.3 Mendengarkan cerita pengalaman yang disampaikan secara langsung atau melalui rekaman. 1.1 Bercerita 1.2 Menelepon 1.3 Berdialog 1.4 Menyampaikan informasi dari berbagai sumber. 1.1 Membahas dan atau mendiskusikan isi cerkak / cerita rakyat / novel. 1.1 Mengapresiasi cerkak 1.2 Membaca ekstensif teks non sastra dari berbagai sumber 1.3 Membaca dan memahami bacaan sederhana berhuruf Jawa 20 kalimat (paragraf) 1.1 Menulis wacana narasi tentang budaya Jawa 1.2 Menulis deskripsi tentang budaya Jawa 1.3 Menulis eksposisi tentang budaya Jawa 1.4 Menulis artgumentasi tentan budaya Jawa 1.5 Meringkas teks tentang budaya Jawa 1.1 Mendengarkan cerkak 1.2 Mendengarkan cerita 1.3 Mengapresiasi geguritan 7. Mampu menulis geguritan 1.1 Menulis geguritan Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 86 dari 99

84 8. Memelihara dan memperbaiki komponen sistem hidrolik 9. Memelihara dan memperbaiki komponen sistem pneumatic 10. Perancangan Peralatan mengunakan system Mekatronik 11. Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan akses I/O berbantuan mikroprosesor dan mikrokontroller 1.1 Melakukan pemeliharaan untuk pemeriksaan/ pengaturan pada sistem hidrolik; 1.2 Mempersiapkan pencarian kesalahan pada sistem hidrolik; 1.3 memperbaiki dan/atau bongkar pasang sistem hidrolik. 1.4 Mempersiapkan sistem hidrolik 1.1 Melakukan pemeliharaan untuk pemeriksaan/ pengaturan pada sistem pneumatic 1.2 Mempersiapkan pencarian kesalahan pada sistem pneumatic 1.3 Memperbaiki dan/atau perbaikan berat sistem tenaga pneumatic 1.4 Mengkaji sistem pneumatic 1.5 Memperbaiki/mengoreksi kesalahan- kesalahan 1.1 Menganal perencangan teknologi tepat guna dengan elektromekanis 1.2 Mengenal perancangan TTg dalam penggerak sistem pneumatic 1.3 Mengenalperancangan TTG dengan penggerak elektro pneumatik 1.4 Mengenal perancangan TTg dalam penggerak sistem elektro magnetik dan PLC 1.5 Merancang TTG dalam penggerak sistem elektro pneumatik dan PLC 1.6 Perancangan sistem penggerak nmikro kontroler 1.7 Mengenal pembuatan TTG dalam sistem otomasi 1.8 Pelaporan kegiata 1.1 Menjelaskan prosedur penyusunan algoritma pemrograman 1.2 Mengidentifikasi arsitektur mikroprosessor dan mikrokontroller; 1.3 Menjelaskan instruksi, bahasa asembler dan sistem interupsi pada sistem mikroprosesor dan mikrokontroler; 1.4 Memprogram sistem mikroprosessor dan sistem mikrokontroller 1.5 Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik berkaitan akses I/O berbantuan mikroprosessor dan mikrokontroller; 1.6 Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik berkaitan akses I/O berbantuan mikroprosessor dan mikrokontroller Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 87 dari 99

85 12. Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O berbantuan PLC dan komputer 1.7 Membuat dokumentasi hasil pemrograman peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O bantuan : mikroprosesor dan mikrokontroller 1.1 Mendiskripsikan ladder diagram pada pemrograman PLC 1.2 Memprogram PLC dengan menggunakan konsole dan komputer 1.3 Menggunakan bahasa pemrograman yang dapat berinteraksi dengan I/O pada sistem komputer 1.4 Mengintalasi sistem pengendali elektronik berbantuan PLC dan komputer dengan sensor, transduser dan penggerak (aktuator) 1.5 Mengintalasi sistem pengendali elektronik berbantuan PLC dan komputer dengan sensor, transduser dan penggerak (aktuator) 1.6 Menguji kerja sistem pengendali elektronik berbantuan PLC dan komputer dengan sensor, transduser 1.7 Membuat dokumentasi hasil pemrograman peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O bantuan PLC dan komputer 13. Merencanakan Pemeliharaan Peralatan Elektronik Sistem Otomasi Elektronika 1.1 Merencanakan pemeliharaan Peralatan Elektronik secara menyeluruh 1.2 Menganalisis data pemeliharaan Peralatan Elektronik 1.3 Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan pengujian Peralatan Elektronik secara menyeluruh 1.4 Melaksanakan pengujian Peralatan Elektronik secara menyeluruh 1.5 Membuat Laporan Pemeliharaan 4. Kegiatan Pengembangan Diri Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik dan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan lainnya yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran. Pengembangan diri pada SMK terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karir. a. Pengembangan kreativitas Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 88 dari 99

86 Pengembangan kreativitas dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain pramuka, paskibra, PMR, karya ilmiah siswa, pameran hasil karya siswa, lomba karya ilmiah siswa (LKS), dan pentas seni. b. Pengembangan karir. Pengembangan karir dapat dilakukan antara lain melalui pemberian informasi lapangan kerja, bimbingan tata cara mancari pekerjaan, bimbingan profesi, pengenalan serta pengembangan kepribadian. 5. Pengaturan Beban Belajar Beban belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan peserta didik dalam mengikuti kompetensi pembelajaran melalui sistem tatap muka (teori, praktik di sekolah dan praktik di industri), penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Penugasan terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik, didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian kompetensi pada kegiatan tatap muka, termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan dan percepatan. Sedangkan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian kompetensi yang waktu penyelesaiannya diatur oleh peserta didik. a. SMK kategori standar menggunakan pengaturan beban belajar dalam sistem paket dan dapat menggunakan pengaturan beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS). SMK kategori standar adalah SMK yang belum memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). b. SMK kategori mandiri menggunakan pengaturan beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS). SMK kategori mandiri adalah SMK yang hampir atau telah memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). c. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum (Tabel 2). Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum 4 (empat) jam pelajaran per minggu secara keseluruhan. Penambahan 4 jam pelajaran per minggu dapat dilakukan terhadap satu atau lebih mata pelajaran yang ada, atau menambah mata pelajaran baru yang dianggap penting tetapi tidak terdapat pada struktur kurikulum yang tercantum pada standar isi. d. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. e. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SMK 0% - 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan, contoh : mata pelajaran dasar pengolahan dan penyajian makanan 114 jam pelajaran, maka penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimum adalah 60% x 114 jam = 68 jam. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.pengertian tentang penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dapat dilihat pada glosarium. f. Dua jam pembelajaran kegiatan praktik di sekolah atau empat jam pembelajaran kegiatan praktik di luar sekolah, setara dengan satu jam pembelajaran tatap muka yang tercantum pada struktur kurikulum. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 89 dari 99

87 6. Ketuntasan Belajar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar untuk setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar yang ditentukan oleh satuan pendidikan, berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator kompetensi normatif dan adaptif adalah 75%. a. KKM Kompetensi Normatif dan Adaptif KKM kompetensi normatif dan adaptif ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dan kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran dengan rincian sebagai berikut : 1. Tingkat Kemampuan rata-rata peserta didik Rata-rata nilai , diberi skor 3 Rata-rata nilai 60-79, diberi skor 2 Rata-rata nilai < 60, diberi skor 1 2. Tingkat kompleksitas/kesulitan kompetensi a. Kompleksitas/kesulitan rendah, diberi skor 3 b. Kompleksitas/kesulitan sedang, diberi skor 2 c. Kompleksitas/kesulitan tinggi, diberi skor 1 3. Sumber daya pendukung pembelajaran (SDM, alat dan bahan) a. Dukungan tinggi, diberi skor 3 b. Dukungan sedang, diberi skor 2 c. Dukungan rendah, diberi skor 1 Tabel 4. Contoh Perhitungan KKM Pogram Normatif dan Adaftif. Standar Kompetensi Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semen jana Kompetensi Dasar Menyimak untuk me mahami lafal, tekanan, into nasi, dan jeda yang lazim / baku dan yang tidak Menyimak untuk mema hami infor masi lisan da lam konteks bermasyara kat Indikator Reaksi kinetik... Komentar atau ung kapan... Pengi den tifi kasian sumber informasi... Pencata tan isi po kok infor masi... Pengenal an ragam / laras ba hasa... Skor Nilai KKM Intake Kom Daya Indi Siswa pleks dkng kator (A) (B) (C) KD SK ,78 77,24 78, , ,89 80, , ,67 KKM Mata Pelajaran Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 90 dari 99

88 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pembeda an proses dan hasil dengan... Skor Nilai KKM Intake Kom Daya Indi Siswa pleks dkng kator (A) (B) (C) KD ,78 SK KKM Mata Pelajaran Nilai KKM indikator = (A+B+C)/9 X 100 Dengan menghitung seluruh nilai KKM Indikator, KKM KD diperoleh dari rerata KKM indikator, dan KKM SK diperoleh dari rerata KKM KD, pada akhirnya KKM Mata Pelajaran adalah rerata dari KKM SK pada semester berjalan. b. KKM Program Produktif KKM program produktif mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator pada KD program produktif pada dasarnya adalah lulus/tidak lulus atau kompeten/tidak kompeten. Peserta didik yang mencapai kompetensi minimal diberi skor 70 atau 7,0. Penentuan nilai ketuntasan belajar program produktif dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut : 1) Tentukan proporsi pembobotan untuk pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan indikator/ kompetensi dasar/standar kompetensi mengarah pada kebutuhan ranah taksonomi. 2) Tentukan batas kompeten untuk pengetahuan, keterampilan dan sikap. Batas kompeten adalah cerminan penguasaan indikator yang dipersyaratkan pada setiap SK/KD/indikator yang merupakan kemampuan minimal. Peserta didik dinyatakan kompeten jika memenuhi persyaratan minimal berikut : - Pengetahuan : sesuai dengan kisi-kisi soal teori. - Keterampilan dan sikap : sesuai dengan indikator yang dijabarkan menjadi aspek penilaian pada lembar observasi (lihat lampiran RPP Perangkat Penilaian). 3) Menghitung perolehan nilai untuk setiap ranah dan menggabungkannya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan. Peserta didik yang telah mencapai standar minimal sesuai dengan indikator dinyatakan kompeten dan memperoleh nilai konversi 70. Gradasi nilai hanya diberikan kepada peserta didik yang telah dinyatakan kompeten, yang berarti nilai 70 telah dimiliki peserta didik. Jika peserta didik memiliki performansi/unjuk kerja melebihi standar minimal yang ditetapkan dalam aspek penilaian seperti : Lebih cepat, lebih presisi, lebih indah, lebih kreatif, lebih bersih, dan lebih teliti, maka peserta didik dapat memperoleh nilai lebih dari Kenaikan Kelas dan Kelulusan Yang dimaksud dengan kenaikan kelas adalah pernyataan yang menegaskan bahwa peserta didik telah kompeten dan berhak melanjutkan ke jenjang kompetensi-kompetensi tahun selanjutnya. Pernyataan kompeten atau yang berarti dapat melanjutkan, ditetapkan berdasarkan pertimbangan kinerja peserta didik yang meliputi aspek : a. Akademik : sesuai dengan KKM b. Nonakademik : Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 91 dari 99

89 1). Kehadiran 80% 2). Sikap/kepribadian minimal B Pernyataan kenaikan kelas dilakukan melalui pembagian buku rapor yang dilakukan di akhir tahun pelajaran. Setiap siswa akan memperoleh buku rapor yang berisi laporan hasil belajar sesuai dengan jumlah kompetensi yang telah dinyatakan kompeten. Yang dimaksud kelulusan menurut ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1) adalah bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah setelah: a. menyelesaikan seluruh kompetensi pembelajaran; yang berarti peserta didik telah dinyatakan tuntas atau kompeten oleh gurunya untuk seluruh kompetensi pendidikan dan pembelajaran yang diikuti. b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. Berarti peserta didik memperoleh nilai kepribadian minimal B (baik) atau telah dinyatakan kompeten untuk mata pelajaran kompetensi normatif. c. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; Berarti telah mengikuti ujian sekolah dan dinyatakan lulus atau kompeten untuk mata pelajaran yang diujikan. Program produktif tidak menjadi bagian dari ujian sekolah. Pelaksanaan ujian sekolah mengikuti ketentuan Permendiknas dan SOP yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). d. lulus Ujian Nasional untuk mata pelajaran yang diujikan (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ujian Kompetensi Keahlian). Pelaksanaan Ujian Nasional mengikuti Permendiknas yang dikeluarkan setiap tahun oleh Depdiknas dan SOP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Ke empat persyaratan di atas merupakan urutan prasyarat, artinya kelulusan bukan sematamata hanya ditentukan oleh kelulusan ujian nasional; tetapi untuk bisa mengikuti ujian nasional dan ujian sekolah syarat sebelumnya harus dilalui. 8. Penjurusan Yang dimaksud penjurusan pada SMK menyangkut 2 hal: a. Pembukaan dan penutupan Bidang/Program Studi Keahlian dan Kompetensi Keahlian di SMK yang diatur dalam Kepmendiknas No.60/U/2002 dan Keputusan Dirjen Mandikdasmen No.251/C/KEP/MN/2008. b. Persyaratan siswa memilih masuk Kompetensi Keahlian tertentu, meliputi: 1) persyaratan akademik : seperti nilai hasil UN, nilai tes masuk. 2) persyaratan non akademik : antara lain persyaratan administrasi, persyaratan tidak buta warna, tinggi badan (tergantung pada Kompetensi Keahlian). 9. Pendidikan kecakapan hidup a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup yaitu pendidikan yang memberikan kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri (penjelasan Pasal 26 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003). b. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. c. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan melalui kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan organisasi siswa dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal, seperti kegiatan kepemudaan, pemberdayaan perempuan, kursus, dan lain-lain. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 92 dari 99

90 10. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global a. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. c. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan atau dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. d. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau non formal, seperti kegiatan kepemudaan, pemberdayaan perempuan, kursus, dan lain-lain. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 93 dari 99

91 BAB IV KALENDER PENDIDIKAN 1. Kalender Pendidikan i. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. ii. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. iii. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. iv. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. v. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. vi. Kalender pendidikan ditetapkan oleh sekolah, apabila ada perubahan sekolah melaporkan kepada dinas pendidikan Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel 5. Tabel 5. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan Minggu efektif belajar Jeda tengah semester 3. Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Hari libur keagamaan Hari libur umum/nasional 7. Hari libur khusus 8. Kegiatan khusus sekolah/madrasah Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu 2 4 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 1 minggu Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan Satu minggu setiap semester Antara semester I dan II Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 94 dari 99

92 2. Penetapan Kalender Pendidikan Kalender Pendidikan diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Kalender Pendidikan SMK Negeri 5 Surakarta, diterbitkan oleh sekolah melalui Surat Keputusan Kepala SMK Negeri 5 Surakarta tentang Kalender Pendidikan SMK Negeri 5 Surakarta untuk tahun pelajaran yang sedang berjalan atau akan diberlakukan. Kalender pendidikan sekolah harus dibuat sebelum tahun pelajaran yang baru dimulai, hal itu dimaksudkan agar ada persiapan perencanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler serta kegiatan lain yang ada di SMK Negeri 5 Surakarta. Penetapan kalender pendidikan sekolah harus tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam SMM ISO 9001 : 2008 SMK Negeri 5 Surakarta (Instruksi Kerja Perencanaan Kegiatan Pemelajaran tertuang pada nomor : IK/751/WKS1/1 tanggal 02 Mei 2009 dan Iinstruksi Kerja terkait lainnya). Jika terjadi perubahan yang bersifat crusial/fundamental maka harus diterbitkan keputusan kepala sekolah sesuai peruntukkannya, dengan tetap berpedoman pada ketetentuan perundangan/aturan yang berlaku. Kalender Pendidikan SMK Negeri 5 Surakarta merupakan barometer seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 5 Surakarta mulai saat diterbitkannya keputusan kepala sekolah dan berakhir saat diterbitkannya surat keputusan tentang kalender pendidikan yang baru. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 95 dari 99

93 AGUSTUS 2012 JULI Kalender Pendidikan SMK Negeri 5 Surakarta. KURIKULUM SPEKTRUM 2012 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN SEMESTER GASAL NO BULAN HARI SEN SEL RABU KAM JUM SAB MING JUMLAH HARI EFEKTIF MINGGU KE KETERANGAN : Hari-hari pertama masuk sekolah TP. 2012/ : MOS dan PPSI bagi peserta didik baru : Libur sebelum & awal bulan Ramadhan 1433H Hari Efektif : : Libur sebelum 1 Syawal 1433 H : Upacara HUT RI ke : Libur Hari Raya Idul Fitri 1433 H : Libur setelah Idul Fitri 1433 H Hari Efektif : 15 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 90 dari 99

94 DESEMBER 2012 NOVEMBER 2012 OKTOBER 2012 SEPTEMBER 2012 KURIKULUM SPEKTRUM : Upacara Hari Aksara Internasional Hari Efektif : : Upacara Hari Kesaktian Pancasila : Kegiatan tengah semester gasal TP. 2012/ : Upacara Hari Sumpah Pemuda : Libur Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1433 H Hari Efektif : : Upacara Hari Pahlawan : Libur Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1433 H : Hari Guru Nasional Hari Efektif : : Ulangan Umum Semester Gasal TP. 2012/ : Penilaian peserta didik / laporan hasil belajar : Persiapan buku laporan semester gasal : Libur Hari Raya Natal : Penyerahan buku laporan semester gasal : Libur akhir semester gasal TP. 2012/ Hari Efektif : 1 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 91 dari 99

95 KURIKULUM SPEKTRUM 2012 J U M L A H Jumlah hari efektif = 94; Minggu efektif = 18 KEPANITIAAN Surakarta, 19 Juli 2012 NO PROGRAM KEGIATAN T.P. U.K. T.P. U.K. KEPALA SEKOLAH 1 Ulangan Umum Semester Gasal GNA 2 Ulangan Umum Semester Genap GNA 3 Ujian Nasional/Ujian Sekolah WKS1 Drs. TATUK HERYANTO, MM. 4 Wisuda WKS2 Pembina 5 Penerimaan Peserta Didik Baru WKS2 NIP Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 92 dari 99

96 FEBRUARI 2013 JANUARI 2013 KURIKULUM SPEKTRUM 2012 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN SEMESTER GENAP NO BULAN HARI SEN SEL RABU KAM JUM SAB MING JUMLAH HARI EFEKTIF MINGGU KE KETERANGAN : Libur Tahun Baru : Awal Pelajaran Semester Genap : Libur umum Maulid Nabi Muhammad SAW : Penerbitan SK Panitia UN/ Kriteria Lulus/Naik Hari Efektif : : Perkiraan libur umum Tahun Baru Imlek Hari Efektif : 24 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 93 dari 99

97 JUNI 2013 MEI 2013 APRIL 2013 MARET 2013 KURIKULUM SPEKTRUM : Hari raya Nyepi tahun baru saka ; Ujian Utama Sekolah : Kegiatan tengah semester genap TP. 2012/ : Ujian Sekolah Susulan : Wafat Isa Almasih; 18 : UKK tertulis utama Hari Efektif : ; Ujian Nasional Utama TP. 2012/ : Ujian Nasional Susulan TP. 2012/ Hari Efektif : : Upacara Hardiknas : Libur kenaikkan Isa Almasih : upacara hari Kebangkitan Nasional : Libur hari raya waisak Hari Efektif : : Libur hari raya Isra Mi raj Muhammad SAW : Ulangan semester genap TP. 2012/ : persiapan laporan hasil belajar smt. genap : penyerahan buku hasil belajar smt. genap Hari Efektif : 6 (24-29 : libur smt. Genap 2012/2013) 12 JUMLAH Jumlah hari efektif = 120; Minggu efektif = 21 Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 94 dari 99

98 JULI 2013 KURIKULUM SPEKTRUM : Libur Akhir Tahun Pelajaran 2012/ : Awal masuk sekolah TP. 2013/ KEPANITIAAN Surakarta, 19 Juli 2012 NO PROGRAM KEGIATAN T.P. U.K. T.P. U.K. KEPALA SEKOLAH 1 Ulangan Umum Semester Gasal GNA 2 Ulangan Umum Semester Genap GNA 3 Ujian Nasional/Ujian Sekolah WKS1 Drs. TATUK HERYANTO,MM. 4 Wisuda WKS2 Pembina 5 Penerimaan Peserta Didik Baru WKS2 NIP Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 95 dari 99

99 BAB V PENUTUP Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta merupakan kurikulum implementatif dari Kurikulum Spektrum 2008 dan merupakan penyesuaian dari kurikulum yang pernah diberlakukan di Indonesia (Edisi 2004 dan Edisi 2006). Mengingat hal tersebut, dan sekaligus untuk bahan pertimbangan pada masa yang akan datang maka dirasakan perlu hal hal sebagai berikut : 1. Tidak ada satupun kurikulum yang berlaku sepanjang jaman, karena itu secara periodik kurikulum harus ditinjau ulang tentang : a. Standar kompetensi kelulusan yang sudah ditetapkan perlu dikaji ulang jika sudah tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat pengguna. b. Kesesuaian antara mata pelajaran / kompetensi keahlian dengan tuntutan masyarakat pengguna jasa pendidikan yang diselenggarakan SMK Negeri 5 Surakarta. c. Kesesuaian antara dan dengan tuntutan dunia usaha / dunia industri. d. Penyesuaian perencanaan proses kegiatan pembelajaran dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. e. Penyesuaian pola pendekatan kegiatan pemelajaran dengan tren yang berlaku di dunia pendidikan saat itu. f. Penyesuaian mind set atau paradigma para penentu kebijakan terkait dengan proses pendidikan yang berlaku di SMK Negeri 5 Surakarta. g. Penyesuaian struktur kurikulum yang digunakan harus tetap mendasarkan pada sumber daya yang ada di SMK Negeri 5 Surakarta. h. Penyesuaian harus diikuti perbaikan berkelanjutan agar kelak kemudian hari implementasinya tetap berakar pada Visi dan Misi yang diemban SMK Negeri 5 Surakarta.. 2. Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta harus dikembangkan dengan sifat sifat : a. Flexible, kurikulum harus bersifat luwes, mudah disesuaikan; luwes dalam perecanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, perbaikan dan tindak lanjut. b. Responsive, kurikulum harus dapat merespon berbagai perkembangan yang melingkupi proses pendidikan yang sedang diselenggarakan. c. Acceptable, kurikulum harus dapat diterima oleh berbagai pihak yang berkepentingan. d. Accesstable, kurikulum harus dapat memberi ruang bagi berbagai masukan yang bersifat membangun tanpa meninggalkan konsep induknya. e. Accountable, kurikulum harus dapat dinilai oleh siapapun, kapanpun dan oleh siapapun dengan hasil yang sama memuaskan. f. Responsibility, kurikulum harus dapat dipertanggungjawabkan baik menyangkut perecanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, perbaikan maupun tindak lanjutnya. g. Effecient, kurikulum harus dapat meminimalkan segala pengaruh yang merusak kesinambungan proses pendidikan yang diselenggarakan. h. Effective, kurikulum harus dapat menjawab tantangan yang ada, baik dari pengguna jasa pendidikan maupun pelaku proses pendidikan di dalamnya. i. Useful, kurikulum harus dapat dimanfaatkan seluas mungkin oleh siapapun yang terkait dengan proses pendidikan di SMK Negeri 5 Surakarta. 4. Kurikulum Spektrum 2008 SMK Negeri 5 Surakarta ini dibuat sebagai dasar dan pedoman kerja proses penyelenggaraan pendidikan di SMK Negeri 5 Surakarta saat ini dan selanjutnya. Kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Kayu Halaman 91 dari 99

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Lebih terperinci

BAB I LANDASAN KURIKULUM AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN DAN BAHASA ARAB DENGAN PARADIGMA INTEGRATIF-HOLISTIK

BAB I LANDASAN KURIKULUM AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN DAN BAHASA ARAB DENGAN PARADIGMA INTEGRATIF-HOLISTIK BAB I LANDASAN KURIKULUM AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN DAN BAHASA ARAB DENGAN PARADIGMA INTEGRATIF-HOLISTIK A. Latar Belakang Pemikiran Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keragamannya yang terdapat

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81A TAHUN 2013 TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN I. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Pengertian kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan,

Lebih terperinci

Farida Nurhasanah. Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011

Farida Nurhasanah. Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011 Farida Nurhasanah Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011 PERMEN NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI Materi minimal dan Tingkat kompetensi minimal untuk mencapai Kompetensi Lulusan Minimal 2 Memuat

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR TAHUN 006 TANGGAL 3 MEI 006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

Kurikulum SD Negeri Lecari TP 2015/ BAB I PENDAHULUAN

Kurikulum SD Negeri Lecari TP 2015/ BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL)

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak

Lebih terperinci

Menjelaskan makna penting sebuah SNP Menjelaskan produk hukum dan peraturan tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP); Menjelaskan Lingkup SNP;

Menjelaskan makna penting sebuah SNP Menjelaskan produk hukum dan peraturan tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP); Menjelaskan Lingkup SNP; Menjelaskan makna penting sebuah SNP Menjelaskan produk hukum dan peraturan tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP); Menjelaskan Lingkup SNP; Menguraikan Standar Isi Menguraikan SKL PAI; dan Menguraikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peralihan sistim pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi telah menjadikan perubahan paradigma berbagai unsur penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pendidikan.

Lebih terperinci

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 PANDUAN PENYUSUNAN KTSP DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) A. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN PENDIDIKAN (SKL-SP)

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) A. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN PENDIDIKAN (SKL-SP) LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) A. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN PENDIDIKAN (SKL-SP) Standar Kompetensi Lulusan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

MATERI PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL KURIKULUM Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan

Lebih terperinci

RAMBU RAMBU PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH ALIYAH KEJURUAN

RAMBU RAMBU PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH ALIYAH KEJURUAN RAMBU RAMBU PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH ALIYAH KEJURUAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL)

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 957, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDIKBUD. Tingkat Satuan Pendidikan. Dasar. Menengah. Kurikulum. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN

Lebih terperinci

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi

Lebih terperinci

PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Oleh: Kuncoro Asih Nugroho, M.Pd. I. PENDAHULUAN A. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENYUSUNAN PENYUSUN KTSP

PENYUSUNAN PENYUSUN KTSP PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional a Pendidikan d Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar

Lebih terperinci

2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP.

2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP. I. STANDAR ISI 1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK)

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK) STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK) KOMPONEN DURASI WAKTU (Jam) A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 192 2. Pendidikan Kewarganegaraan 192 3. Bahasa Indonesia 192 4. Bahasa Inggris 440 5. Matematika

Lebih terperinci

Prinsip Pengembangan Kurikulum. Aris Fajar Pambudi

Prinsip Pengembangan Kurikulum. Aris Fajar Pambudi Prinsip Pengembangan Aris Fajar Pambudi Prinsip-prinsip Pengembangan Soetopo dan Soemanto (1993: 48-50) pengembangan kurikulum perlu memperhatikan prinsip-prinsip relevansi, efektivitas, efisiensi, kontinuitas,

Lebih terperinci

PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang

PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang A. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Lebih terperinci

DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK OTOMOTIF KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK SEPEDA MOTOR KODE KOMPETENSI

Lebih terperinci

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP. I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan)

Lebih terperinci

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA KTSP DAN IMPLEMENTASINYA Disampaikan pada WORKSHOP KURIKULUM KTSP SMA MUHAMMADIYAH PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA Tanggal 4-5 Agustus 2006 Oleh : Drs. Marsigit MA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KTSP DAN

Lebih terperinci

1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) I. STANDAR ISI 1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) A. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP B. Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN... 1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN... 2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...

DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN... 1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN... 2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum... DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN... 1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN... 2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN... 5 1. Kompetensi Umum... 5 2. Kompetensi Kejuruan... 6 RUANG LINGKUP PEKERJAAN...10

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) 1 1. Pengertian KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan 2 2. Landasan Pengembangan KTSP

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KURIKULUM SMK

BAB III ANALISIS KURIKULUM SMK 55 BAB III ANALISIS KURIKULUM SMK Tujuan Pembelajaran Khusus: Peserta diklat mampu: 1. menyebutkan tujuan kurikulum SMK program keahlian teknik audio video atau teknik transmisi; 2. menyebutkan/menjelaskan

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 3 BAB III BEBAN BELAJAR 17. BAB IV KALENDER PENDIDIKAN 20 A. Alokasi Waktu 20 B. Penentapan Kalender Pendidikan 21

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 3 BAB III BEBAN BELAJAR 17. BAB IV KALENDER PENDIDIKAN 20 A. Alokasi Waktu 20 B. Penentapan Kalender Pendidikan 21 DAFTAR ISI DAFTAR ISI PERMENDIKNAS NO TAHUN 006 TENTANG SI i 1 BAB I PENDAHULUAN 3 BAB II KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM 4 A. Kerangka dasar Kurikulum 4 B. Struktur Kurikulum Pendidikan Umum 6 C.

Lebih terperinci

PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi

PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP Makalah disampaikan pada Pelatihan dan Pendampingan Implementasi KTSP di SD Wedomartani Oleh Dr. Jumadi A. Pendahuluan Menurut ketentuan dalam Peraturan

Lebih terperinci

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 dikemukakan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kata Pengantar 1. Daftar Isi 2

DAFTAR ISI. Kata Pengantar 1. Daftar Isi 2 DAFTAR ISI Kata Pengantar 1 Daftar Isi 2 I. PENDAHULUAN 3 A. Landasan 4 B. Tujuan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan C. Pengertian 5 D. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 13 B. TUJUAN 13 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 13 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 14 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 14

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 13 B. TUJUAN 13 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 13 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 14 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 14 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 13 B. TUJUAN 13 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 13 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 14 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 14 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 15 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KTSP. A. Rasional

PENGEMBANGAN KTSP. A. Rasional PENDAHULUAN Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan

Lebih terperinci

PengembanganKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

PengembanganKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PengembanganKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) *Kaji kebutuhan dan kemampuan siswa *Kaji kemampuan guru (potensi SDM sekolah, visi, dan misi sekolah) *Kaji daya dukung sekolah (sarana, prasarana)

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

K T S P KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

K T S P KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN K T S P KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN T. Widhiyanti 2008 KURIKULUM Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran

Lebih terperinci

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Susiwi S Pengantar Kurikulum nasional perlu terus disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum

Lebih terperinci

BSNP PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

BSNP PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH I. PENDAHULUAN Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Pengertian KTSP Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN. 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis

BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN. 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis 67 BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter di SMP Muhammadiyah 3 Ampel Boyolali Perencanaan adalah proses dasar

Lebih terperinci

UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DASAR & FUNGSI Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 14 TAHUN 2007 TANGGAL 18 APRIL 2007

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 14 TAHUN 2007 TANGGAL 18 APRIL 2007 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 14 TAHUN 2007 TANGGAL 18 APRIL 2007 STANDAR ISI UNTUK PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C BAB I PENDAHULUAN Pendidikan nasional yang

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP Melaksanakan

Lebih terperinci

I. STANDAR ISI. hal. 1/61. Instrumen Akreditasi SMP/MTs

I. STANDAR ISI. hal. 1/61. Instrumen Akreditasi SMP/MTs I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL)

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR ISI UNTUK PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM

BAB II KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM BAB II KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM A. Kerangka Dasar Kurikulum 1. Kelompok Mata Pelajaran Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan

Lebih terperinci

DASAR & FUNGSI. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

DASAR & FUNGSI. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DASAR & FUNGSI Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional

Lebih terperinci

Prinsip Prinsip Pengembangan Kurikulum

Prinsip Prinsip Pengembangan Kurikulum Prinsip Prinsip Pengembangan Kurikulum a. Berpusat Pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan Peserta Didik dan Lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik

Lebih terperinci

DASAR & FUNGSI. PENDIDIKAN NASIONAL BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

DASAR & FUNGSI. PENDIDIKAN NASIONAL BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DASAR & FUNGSI. PENDIDIKAN NASIONAL BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DASAR & FUNGSI Pendidikan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK

PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK UU SISDIKNAS NO 20 TH 2003 BAB IX STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Pasal 35 (1) dan (2): (1) Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor Tahun 006 tentang STANDAR ISI (SI) Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum.

Lebih terperinci

8/5/2011. Paradigma Pendidikan. Paradigma pendidikan mekanikreduksionisme,

8/5/2011. Paradigma Pendidikan. Paradigma pendidikan mekanikreduksionisme, Paradigma Pendidikan Paradigma pendidikan mekanikreduksionisme, dan determinasi Paradigma ini mereduksi makna pendidikan menjadi sekolah. Pendidikan merupakan unit-unit kausalitas yang bersifat linier.

Lebih terperinci

SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TANGGAL 4 MARET 2009

SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TANGGAL 4 MARET 2009 SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TANGGAL 4 MARET 2009 INSTRUMEN AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) 1. Periksalah kelengkapan Perangkat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan dari seni dan budaya Manusia yang dinamis dan syarat akan perkembangan, karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan

Lebih terperinci

D S A A S R A R & & FU F N U G N S G I S PE P N E D N I D DI D KA K N A N NA N S A I S ON O A N L A

D S A A S R A R & & FU F N U G N S G I S PE P N E D N I D DI D KA K N A N NA N S A I S ON O A N L A UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP 1. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal

Lebih terperinci

4. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII 1. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Pro-

4. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII 1. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Pro- 3. Struktur Kurikulum SMA/MA Struktur kurikulum SMA/MA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. Struktur kurikulum

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

2013, No.71 2 Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 T

2013, No.71 2 Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 T LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.71, 2013 PENDIDIKAN. Standar Nasional Pendidikan. Warga Negara. Masyarakat. Pemerintah. Perubahan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Lebih terperinci

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 2006 KATA PENGANTAR Buku Panduan ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah

Lebih terperinci

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 2006 KATA PENGANTAR Buku Panduan ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum

Lebih terperinci

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DAN MONEV PELAKSANAANNYA. Makalah

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DAN MONEV PELAKSANAANNYA. Makalah KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DAN MONEV PELAKSANAANNYA Makalah Disajikan pada kegiatan Workshop Monev Pelaksanaan KTSP MI, MTs, dan MA Angkatan I Tingkat Propinsi Jawa Barat pada

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 13 B. TUJUAN 13 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 13 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 14 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 14

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 13 B. TUJUAN 13 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 13 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 14 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 14 ` DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 13 B. TUJUAN 13 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 13 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 14 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 14 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 1516 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR TAHUN 009 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMK/MAK) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

IMPLIKASI PENGEMBANGAN KTSP TERHADAP TUGAS GURU MATEMATIKA SMP/MTs

IMPLIKASI PENGEMBANGAN KTSP TERHADAP TUGAS GURU MATEMATIKA SMP/MTs DIKLAT GURU PEMANDU/GURU INTI/PENGEMBANG MATEMATIKA SMP JENJANG DASAR TAHUN 2010 IMPLIKASI PENGEMBANGAN KTSP TERHADAP TUGAS GURU MATEMATIKA SMP/MTs Disusun oleh: Sri Wardhani DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia Dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era informasi saat

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era informasi saat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses yang dinamis sesuai dengan perubahan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era informasi saat ini,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ii KATA PENGANTAR Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan

Lebih terperinci

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas PAPARAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 1 PERTAMA: KONSEP DASAR 2 Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang

Lebih terperinci

Program Kerja BK/SMA.07/Seveners/Mr.Bands BAB I PENDAHULUAN

Program Kerja BK/SMA.07/Seveners/Mr.Bands BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu permasalahan pada pendidikan menengah umum seperti yang tercantum dalam Rencana Strategi Depdiknas 2002-2004, diantaranya adalah kualitas dan relevansi pendidikan

Lebih terperinci

PENYUSU S NA N N KTSP

PENYUSU S NA N N KTSP PENYUSUNAN KTSP 2006 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/20062006 tentang Standar Isi Permendiknas

Lebih terperinci

MATERI KULIAH PENGAJARAN MIKRO MODUL DWI RAHDIYANTA FT-UNY

MATERI KULIAH PENGAJARAN MIKRO MODUL DWI RAHDIYANTA FT-UNY MATERI KULIAH PENGAJARAN MIKRO MODUL DWI RAHDIYANTA FT-UNY Pengertian Modul Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang

Lebih terperinci

MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU (PSD SKS)

MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU (PSD SKS) MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU (PSD 321 4 SKS) TATAP MUKA 2 KONSEP DASAR KURIKULUM 2006 DAN KURIKULUM 2013 Dr. RATNAWATI SUSANTO., M.M., M.Pd KEMAMPUAN AKHIR : MAHASISWA MAMPU MEMAHAMI KONSEP DAN KERANGKA

Lebih terperinci

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2013 PUSAT LAYANAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2013 PUSAT LAYANAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2013 PUSAT LAYANAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Panduan Penyusunan KTSP jenjang Dikdasmen BSNP Landasan & Acuan Penyusunan & Pengembangan KTSP UU

Lebih terperinci

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ii KATA PENGANTAR Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan

Lebih terperinci

Landasan Pengembangan Kurikulum. Farida Nurhasanah, M.Pd Sebelas Maret University Surakarta-2012

Landasan Pengembangan Kurikulum. Farida Nurhasanah, M.Pd Sebelas Maret University Surakarta-2012 Landasan Pengembangan Kurikulum Farida Nurhasanah, M.Pd Sebelas Maret University Surakarta-2012 KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan

Lebih terperinci

BUPATI LUWU PROPINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU NOMOR : TENTANG PENDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA

BUPATI LUWU PROPINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU NOMOR : TENTANG PENDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA BUPATI LUWU PROPINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU NOMOR : TENTANG PENDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUWU, Menimbang : a. bahwa tujuan pendidikan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. Landasan Pemberlakuan KTSP dilandasi oleh Undang-undang dan Peraturan Pemerintah, di antarannya adalah sebagai berikut. a. Undang-undang

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET C

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET C Lampiran 3 STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET C 01. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PENJELASAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

PENJELASAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL PENJELASAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL I. UMUM Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat

Lebih terperinci

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ii KATA PENGANTAR Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang dinamis dan syarat akan perkembangan, oleh karena itu

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang dinamis dan syarat akan perkembangan, oleh karena itu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan dari seni dan budaya manusia yang dinamis dan syarat akan perkembangan, oleh karena itu perubahan atau perkembangan

Lebih terperinci