SUHARMA, Ph.D STKS, Indonesia
|
|
|
- Liani Agusalim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERUBAHAN PERILAKU ANAK JALANAN DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS MENDAPATKAN PENGHASILAN DAN IMPLIKASINYA BAGI KEBIJAKAN SISTEM PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK JALANAN DI KOTA BANDUNG SUHARMA, Ph.D STKS, Indonesia Child Poverty and Social Protection Conference September 2013
2 2 Latar Belakang Penelitian Satu masalah sosial yang dihadapi Pemerintah Daerah Kota Bandung yang terkait dengan masalah anak adalah anak jalanan. Berbagai program penanganan dan kebijakan telah dilakukan baik oleh Pemda Kota Bandung maupun Kementerian Sosial RI dalam penanganan anak jalanan di Kota Bandung. Adanya Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung tentang anak jalanan dan program bebas anak jalanan di Kota Bandung yang didukung Kementerian Sosial RI telah dilakukan. Walaupun saat ini data yang pasti tentang anak jalanan belum ada, namun hingga saat ini jumlah anak jalanan di Kota Bandung masih banyak bahkan cenderung bertambah. Di jalanan, anak jalanan melakukan berbagai aktivitas untuk mendapatkan penghasilan/uang dengan berbagai resiko yang dihadapinya. Di jalanan, anak jalanan melakukan berbagai perubahan perilaku dalam aktivitasnya untuk mendapatkan belas kasihan, dan jasa dari pengguna jalan sehingga penghasilan mereka meningkat sebagai upaya membantu orang tuanya.
3 3 Masalah Penelitian Masalah utama penelitian: Bagaimana perubahan perilaku yang terjadi pada anak jalanan dalam melakukan aktivitas mendapatkan penghasilan, dan bagaimana implikasinya terhadap kebijakan sistem perlindungan sosial bagi anak jalanan? Sub masalah penelitian: 1. Faktor apa saja yang yang menyebabkan anak jalanan melakukan aktivitas mendapatkan penghasilan di jalanan? 2. Bagaimana anak jalanan melakukan perubahan perilaku dalam aktivitasnya mendapatkan penghasilan? 3. Faktor apa saja yang mendorong anak jalanan melakukan perubahan perilaku dalam aktivitasnya mendapatkan penghasilan? 4. Bagaimana implementasi kebijakan Peraturan Daerah tentang Anak Jalanan di Kota Bandung? 5. Bagaimana implikasi dari perubahan perilaku anak jalanan bagi kebijakan sistem perlindungan sosial bagi anak jalanan dalam upaya penanganan anak jalanan di Kota Bandung?
4 4 Tujuan utama Penelitian: Tujuan Penelitian Memperoleh gambaran tentang perubahan perilaku yang terjadi pada anak jalanan dalam melakukan aktivitas mendapatkan penghasilan, dan implikasinya terhadap kebijakan sistem perlindungan sosial bagi anak jalanan? Tujuan khusus penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang: 1. Faktor yang yang menyebabkan anak jalanan melakukan aktivitas mendapatkan penghasilan di jalanan; 2. Perubahan perilaku yang dilakukan anak jalanan dalam aktivitasnya mendapatkan penghasilan; 3. Faktor yang mendorong anak jalanan melakukan perubahan perilaku dalam aktivitasnya mendapatkan penghasilan; 4. Implementasi kebijakan Peraturan Daerah tentang Anak Jalanan di Kota Bandung; dan 5. Implikasi perubahan perilaku yang dilakukan anak jalanan bagi kebijakan sistem perlindungan sosial bagi anak jalanan dalam upaya penanganan anak jalanan di Kota Bandung.
5 5 Tinjauan Literatur Richard & Sherly Jessor (1977), yang mengemukakan faktor penyabab muculnya fenomena masalah sosial yang dihadapi anak pada tingkat mikro, mezo, dan makro. Telford & Sawrey (1986) yang mengemukakan teori fungsi dalam perubahan perilaku, teori SOR (Stimulus Organisme Response) dalam perubahan perilaku, dan teori pembelajaran sosial (social learning) atau teori kognitif sosial (social cognitive theory) dalam perubahan perilaku. STIMULUS ORGANISME; 1. Perhatian 2. Pengertian 3. Penerimaan REAKSI : (Perubahan Sikap) REAKSI : (Perubahan Praktek) Gambar : Teori SOR dalam Perubahan Perilaku Sudrajat (2005) yang mengemukakan bahwa masalah anak termasuk anak jalanan memperlihatkan bukan lagi hanya masalah perut lapar, keterlantaran atau tidak terpenuhinya kesejahteraan, tetapi anak telah menjadi korban eksploitasi, kekerasan dan penyalahgunaan oleh orang dewasa, termasuk orang tuanya sendiri. Edwards III (1980) yang mengemukakan bahwa ada empat variabel atau faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi suatu kebijakan. Keempat faktor tersebut adalah; (1) komunikasi kebijakan (policy communication); (2) sumberdaya kebijakan (policy resources); (3) perilaku pelaksana (disposition or attitude); dan (4) struktur birokrasi (bureaucratic structure).
6 6 Metode Penelitian Desain Penelitian: Deskriptif kualitatif dengan studi kasus Penelitian dilakukan selama 5 tahun yang dilaksanakan mulai dari tahun 2007 sampai dengan tahun tahun 2012 terhadap 7 orang anak jalanan di Kota Bandung. Ketika penelitian dilakukan, informan penelitian terdiri dari; 1 anak jalanan berusia 2,3 tahun; 1 anak jalanan berusia 4,4 tahun; 1 anak jalanan berusia 6,2 tahun; 1 anak jalanan berusia 8,1 tahun; 1 anak jalanan berusia 10,2 tahun; 1 anak jalanan berusia 12,3 tahun; dan 1 anak jalanan berusia 14,1 tahun Informan penelitian dipilih secara bertujuan (purposive sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan teknik partisipasi observasi, dan wawancara mendalam (indepth interview) Teknik pengolahan dan analisis data merujuk kepada analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (1992) yang terdiri dari tiga jalur analisis yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
7 Hasil Penelitian Pada tingkat mikro, kehadiran anak jalanan di Kota Bandung sangat erat kaitannya dengan situasi anak dan keluarganya. Situasi anak dan keluarga yang berpengaruh terhadap munculnya fenomena anak jalanan meliputi; pertama, perlakuan salah dan ketidak-mampuan orang tua/keluarga dalam menyediakan kebutuhan dasar bagi anak akibat dari kondisi kemiskinan. Kedua, anak yang lari dari orang tua atau keluarganya karena perceraian orang tua, konflik dalam keluarga, penolakan anak oleh orang tua, dan kondisi terpisah dari orang tua atau kehilangan orang tua. Keluhan orang tua anak jalanan terhadap anaknya yang mengatakan bahwa kehidupan sangat susah, tidak punya biaya untuk sekolah atau doktrin-doktrin bahwa anak harus bertanggung jawab untuk membantu ekonomi keluarga mempunyai pengaruh signifikan terhadap pemikiran anak untuk membantu orang tua dalam mendapatkan penghasilan. Berbagai perilaku anak dalam mendapatkan penghasilan di jalanan, diarahkan atau diajarkan oleh orang tua atau kakak mereka. Dalam hal ini, orang tua/ibu bapak dan kakaknya menjadi mentor bagi anak atau adiknya dalam melakukan difersifikasi perubahan perilaku dalam aktivitasnya mendapatkan penghasilan di jalanan. Orang tua mempunyai kontribusi dalam menentukan keberadaan anak di jalanan. Sebagian besar dari orang tua yang anaknya berada di jalanan tidak peka terhadap kebutuhan atau hak-hak anak mereka, tidak peka dan tidak peduli terhadap resiko kehidupan jalanan bagi anak, dan tidak berusaha keras melindungi anak dari kehidupan jalanan. 7
8 Hasil Penelitian Anak yang lari/keluar dari keluarga/orang tuanya melakukan proses pembelajaran sosial di jalanan tentang cara mempertahankan hidup dan mendapatkan penghasilan. Mereka melakukan komunikasi dan proses pembelajaran sosial cara mendapatkan penghasilan di jalanan dari teman atau dari orang-orang yang telah lama berada di jalanan. Orang tua tidak menyadari dan tidak tahu bahwa sesungguhnya pilihan melibatkan anak dalam pemenuhan ekonomi keluarga merupakan pelanggaran hak anak dan sangat membayakan bagi perkembangan anak-anak mereka. Pada tingkat mezo, kehadiran anak jalanan berhubungan dengan kekurangan sumber informal di lingkungan keluarga besar dan masyarakat yang dapat memberikan dukungan atau kekuatan pada keluarga anak yang bermasalah. Pada tingkat makro, keberadaan anak jalanan berkaitan dengan kesenjangan struktur ekonomi. Terdapat 6 perubahan perilaku yang dilakukan anak jalanan dalam aktivitasnya mendapatkan penghasilan, yaitu; (1) ketika anak jalanan belum bisa berjalan dan berusia kurang dari 3 tahun; (2) ketika anak jalanan sudah dapat berjalan (usia 3 5 tahun); (3) ketika anak jalanan berusia 6 8 tahun; (4) ketika anak jalanan berusia 9 12 tahun; (5) ketika anak jalanan berusia tahun; dan (6) ketika anak jalanan berusia tahun. 8
9 9 Hasil Penelitian Faktor penyebab paling dominan terjadinya perubahan perilaku pada anak jalanan dalam melakukan aktivitas mendapatkan penghasilan adalah berkurangnya penghasilan anak jalanan. Anak jalanan yang berusia dibawah usia 3 tahun mempunyai kecenderungan lebih besar untuk berada di jalanan sampai dengan usia 18 tahun. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas pengguna jalan dalam memberikan uang kepada anak jalanan dengan banyaknya jumlah anak jalanan. Dalam hal ini, sedikit banyaknya masyarakat pengguna jalan memberi uang kepada anak jalanan akan diikuti oleh sedikit atau banyaknya jumlah anak jalanan. Perilaku anak jalanan dapat berubah dalam mendapatkan penghasilan karena stimulus (rangsangan) menurunya tingkat penghasilan dan menurunnya perhatian, serta belas kasihan pengguna jalan benar-benar berpengaruh pada pemenuhan kebutuhannya. Kebijakan Perda tentang Anak Jalanan di Kota Bandung tidak terimplementasi dengan baik sesuai dengan rencana, karena tidak dikomunikasikan/disosialisasikan kepada masyarakat. Kuantitas dan kualitas komunikasi kebijakan dalam mengimplementasikan kebijakan tentang anak jalanan dapat mengurangi jumlah anak jalanan.
10 10 Implikasi/Rekomendasi Kebijakan Beberapa rekomendasi kebijakan dalam penanganan anak jalanan di Kota Bandung meliputi; 1. Perlu adanya perlindungan sosial anak jalanan melalui program penguatan keluarga yang khusus ditujukan bagi orang tua/keluarga yang mempunyai anak jalanan berusia di bawah lima tahun; 2. Program penanganan anak jalanan di Kota Bandung perlu didasarkan pada tiga sasaran anak jalanan sesuai dengan klasifikasi usia anak jalanan yaitu; anak jalanan di bawah 5 tahun, anak jalanan berusia 6 sampai 12 tahun, dan anak jalanan berusia 13 sampai 18 tahun; 3. Perlu adanya program perlindungan sosial yang khusus ditujukan bagi anak jalanan yang berusia dibawah lima tahun melalui Program Perlindungan Sosial bagi Anak Jalanan yang Berusia Di bawah Lima Tahun (PPS Anjal Ulama); dan 4. Perlu adanya program sosialisasi aturan denda/hukuman bagi pengguna jalan yang memberi uang kepada anak jalanan di wilayah Kota Bandung.
11 & Terima Kasih Atas Perhatiannya
Penguatan Peran Keluarga dan Pekerja Sosial untuk Anak dengan Disabilitas. Rini Hartini Rinda A. (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Indonesia)
Penguatan Peran Keluarga dan Pekerja Sosial untuk Anak dengan Disabilitas Rini Hartini Rinda A. (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Indonesia) Child Poverty and Social Protection Conference 10 11 September
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI DESA MPANAU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI DESA MPANAU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Muh. Rifai Sahempa [email protected] (Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ISSN Vol. 4, No. 1 (2015)
KESIAPAN PEMERINTAH DESA LANDUNGSARI MENGHADAPI IMPLEMENTASI ALOKASI DANA DESA SESUAI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 Akasius Akang Program Studi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Tribhuwana
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Perilaku 1.1. Pengertian Perilaku Perilaku menurut Oktaviawan (2003) adalah orientasi yang dipelajari terhadapat objek, atau predi posisi untuk bertindak dengan satu cara terhadap
Oleh : Rista Dewi Putriana, Hartuti Purnaweni
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI NONFORMAL DI KECAMATAN TEMBALANG Oleh : Rista Dewi Putriana, Hartuti Purnaweni Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. terdahulu, dapat diambil kesimpulan-kesimpulan selama penelitian dilakukan.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian yang telah disampaikan pada bab-bab terdahulu, dapat diambil kesimpulan-kesimpulan selama penelitian dilakukan. Efektivitas strategi
BAB VII SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan uraian pada Bab I sampai dengan Bab VI, disusun
BAB VII SIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan uraian pada Bab I sampai dengan Bab VI, disusun simpulan dan rekomendasi berikut ini: 7.1. Simpulan Kebijakan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual
BAGAIMANA CARANYA AGAR PROGRAM BANTUAN SOSIAL DI INDONESIA LEBIH RAMAH ANAK?
BAGAIMANA CARANYA AGAR PROGRAM BANTUAN SOSIAL DI INDONESIA LEBIH RAMAH ANAK? Bambang Widianto Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Penanggulangan Kemiskinan/Sekretaris Eksekutif
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. BPR Kharisma Kusuma Lawang, yang. terletak di jalan Raya Thamrin 41 Lawang Kota Malang.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. BPR Kharisma Kusuma Lawang, yang terletak di jalan Raya Thamrin 41 Lawang Kota Malang. Peneliti memilih perusahaan ini
Bab I. Pendahuluan. Anak jalanan, anak gelandangan, atau kadang disebut juga sebagai anak mandiri,
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang Anak jalanan, anak gelandangan, atau kadang disebut juga sebagai anak mandiri, sesungguhnya adalah anak- anak yang tersisih, marginal dan teralinasi dari perlakuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. para pekerja seks mendapatkan cap buruk (stigma) sebagai orang yang kotor,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia dan negara-negara lain istilah prostitusi dianggap mengandung pengertian yang negatif. Di Indonesia, para pelakunya diberi sebutan Wanita Tuna Susila. Ini
BAB 3 METODE PENELITIAN
24 BAB 3 METODE PENELITIAN Secara umum bab ini menjelaskan metode yang digunakan peneliti dalam keseluruhan proses penelitian. Di sini akan diuraikan metode yang digunakan dalam penelitian mulai dari jenis
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN UNDANG-UNDANG DESA DENGAN MODEL EDWARD III DI DESA LANDUNGSARI KABUPATEN MALANG
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN UNDANG-UNDANG DESA DENGAN MODEL EDWARD III DI DESA LANDUNGSARI KABUPATEN MALANG Dody Setyawan dan Nanang Bagus Srihardjono Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas
BAB III METODE PENELITIAN. baik. Begitu pula dengan penelitian ini, sehingga tujuan dari penelitian ini
0 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia diperlukan suatu metode tertentu dalam agar tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik. Begitu pula
BAB III METODE PENELITIAN. perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan
BAB III METODE PENELITIAN A. BENTUK PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa
Gambar 2 Peta kawasan Kasepuhan Citorek di kawasan TNGHS.
6 BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2012. Pengumpulan data sosial masyarakat dilaksanakan di Kasepuhan Citorek Kecamatan Cibeber Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN. yaitu Februari sampai dengan Maret Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan
31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian lapangan ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu Februari sampai dengan Maret 2013. Penelitian ini dilaksanakan
BAB II METODE PENELITIAN. memiliki keunggulan dalam proses penelitiannya, yaitu bersifat holistik
BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena memiliki keunggulan dalam proses penelitiannya, yaitu bersifat holistik (menyeluruh)
PERLINDUNGAN HAK ANAK
PERLINDUNGAN HAK ANAK oleh Elfina Lebrine Sahetapy, SH., LLM Penulis adalah dosen di Fakultas Hukum Universitas Surabaya Sebelum kita membahas lebih lanjut permasalahan tentang perlindungan anak, maka
III. METODE PENELITIAN. untuk memberikan gambaran umum dan penjelasan dengan berdasarkan data-data
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan bersifat deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan penjelasan dengan berdasarkan data-data dan
Pengaruh Terpaan Peringatan Pesan pada Iklan Rokok terhadap Sikap untuk Berhenti Merokok pada Remaja. Skripsi
Pengaruh Terpaan Peringatan Pesan pada Iklan Rokok terhadap Sikap untuk Berhenti Merokok pada Remaja Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Jurusan Ilmu Komunikasi
Sumber : (Griffin, 1997: 195) Secara keseluruhan temuan Petty dan Cacioppo mendukung lima. kesimpulan mengenai kemungkinan dimana seseorang akan
20 Sumber : (Griffin, 1997: 195) Secara keseluruhan temuan Petty dan Cacioppo mendukung lima kesimpulan mengenai kemungkinan dimana seseorang akan memperhatikan sebuah pesan, yaitu (Griffin, 1997:223)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 76 Dengan menggunakan
64 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 76 Dengan menggunakan metode dan prosedur penelitian yang
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI A. Simpulan 1. Simpulan Umum SMK Negeri 1 Katapang sebagai salah satu SMK percontohan dan unggulan telah mengimplementasikan kurikulum 2013. Penilaian kurikulum
BAB I PENDAHULUAN. tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yakni melindungi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara berkembang seperti Indonesia, secara berkelanjutan melakukan pembangunan baik fisik maupun mental untuk mencapai tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam sebuah penelitian untuk mencapai sebuah tujuan dibutuhkan suatu
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam sebuah penelitian untuk mencapai sebuah tujuan dibutuhkan suatu metode penelitian tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dijelaskan lebih mendalam tentang teori teori yang menjadi dasar dari pokok permasalahan yang diamati. Selain itu akan dikemukakan juga hasil hasil penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan hasil survei oleh Badan Pusat Statistik (bps.go.id:
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Creswell (2008, hlm 53) menyebutkan bahwa pendekatan kualitatif paling cocok dilakukan terhadap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen Kepensiunan di Indonesia (Studi Kasus:Tinjauan Implementasi
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Penelitian mengenai Implementasi Kebijakan Peraturan Pelayanan Manajemen Kepensiunan di Indonesia (Studi Kasus:Tinjauan Implementasi Peraturan Direksi Nomor
Rinmawan (Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Tadulako)
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PADA SEKSI PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH Rinmawan (Mahasiswa Program Studi Magister
ANALISIS IMPLEMENTASI PERUBAHAN ATAS PERDA TENTANG ALOKASI DANA DESA
282 Jurnal Administrasi Pembangunan, Volume 1, Nomor 3, Juli 2013, hlm. 219-323 ANALISIS IMPLEMENTASI PERUBAHAN ATAS PERDA TENTANG ALOKASI DANA DESA Farida Yeni dan Kirmizi FISIP Universitas Riau, Kampus
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pengalaman siswa dalam mengembangkan keterampilan berpartisipasi sangat penting untuk dibangun pada jenjang persekolahan. Siswa sebagai generasi penerus yang
STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI (Studi Kasus Pada Sekolah Alam Bukit Hijau Medan) HELFRAN F SIPAYUNG
STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI (Studi Kasus Pada Sekolah Alam Bukit Hijau Medan) HELFRAN F SIPAYUNG 100904084 Abstrak Skripsi ini berisi penelitian mengenai strategi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Creswell (2009) menyebutkan bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini meneliti tentang fenomena perilaku menyimpang di kalangan pelajar SMA Negeri 8 Surakarta, dengan mengambil lokasi
BAB III METODE PENELITIAN
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Negeri Jetis Sukoharjo Jalan Brigjen Katamso No. 88 Jetis Sukoharjo. Alasan penelitian
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Dalam bagian ini penulis akan mengemukakan metode penelitian. Dalam
BAB III PROSEDUR PENELITIAN Dalam bagian ini penulis akan mengemukakan metode penelitian. Dalam setiap kegiatan penelitian ilmiah, metode penelitian memegang peranan penting. Metode penelitian adalah langkah-langkah
METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian
METODE PENELITIAN Penelitian ini akan memberikan gambaran secara menyeluruh dan mendalam terhadap fenomena strategi nafkah rumah tangga miskin dan pilihan strategi nafkah yang akan dijalankannya. Penelitian
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Creswell (1998:15) pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman
KEBAHAGIAAN SAUDARA KANDUNG ANAK AUTIS. Skripsi
i KEBAHAGIAAN SAUDARA KANDUNG ANAK AUTIS Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan oleh: RONA MARISCA TANJUNG F 100 060 062 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS
BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian
141 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Berdasarkan gambaran permasalahan yang diuraikan pada bagian sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian
KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI & KEWENANGAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK UU NO. 39 TAHUN 2008 TENTANG KEMENTERIAN NEGARA
KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI & KEWENANGAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK UU NO. 39 TAHUN 2008 TENTANG KEMENTERIAN NEGARA Penduduk Indonesia 231 Juta 49,9% Perempuan Aset dan Potensi,
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode case study.
87 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Salah satu ciri kegiatan ilmiah adalah terdapat suatu metode yang tepat dan sistematis sebagai penentu arah pemecahan masalah, ketetapan memilih metode
BAB III METODE PENELITIAN. bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kualitatif jenis deskriptif dengan memberikan stimulus tindakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Berdasarkan permasalahan yang diajukan, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif dengan memberikan stimulus tindakan yang
Novi Hidayat Pusponegoro. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Child Poverty and Social Protection Conference September 2013
Kemiskinan Anak Usia Kurang Dari Lima Tahun Pada Rumah Tangga Dengan Rata - Rata Pengeluaran Yang Terletak Pada Kuantil Pertama Tahun 2008-2010 di Indonesia 1 Novi Hidayat Pusponegoro Sekolah Tinggi Ilmu
ORIENTASI KONSEP PO YUDHA PRAKASA, S.AB, M.AB L/O/G/O
ORIENTASI KONSEP PO YUDHA PRAKASA, S.AB, M.AB L/O/G/O KONSEP PERILAKU semua yang dilakukan seseorang Perilaku sebagai akibat, dapat diarahkan oleh tujuan, diamati & diukur, dimotivasi & didorong reaksi/respon
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan Sumberdaya Manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu SDM yang memiliki fisik yang tangguh, mental yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif digunakan untuk memahami fenomena yang dialami
BAB III METODE PENELITIAN. rawan terjadi praktek ketidaksetaraan gender dalam kepengurusannya, maka
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Dikarenakan yang menjadi sasaran peneliti adalah organisasi yang rawan terjadi praktek ketidaksetaraan gender dalam kepengurusannya, maka penelitian dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan/penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu langkah prosedur
1. Mengidentifikasi kasus untuk suatu studi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang
BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN RINGKASAN. V.1. Kesimpulan. lingkungan asrama dan jam belajar. Penegakan peraturan di asrama,
BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN RINGKASAN V.1. Kesimpulan V.1.1. Aplikasi teori behaviorisme di asrama adalah adanya peraturan terkait kehidupan asrama serta adanya pelanggaran terhadap peraturan makan, peraturan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. 1. Jenis Pendekatan Metode yang digunakan dalam penelitian tentang efek informasi Tabloid PULSA ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono (2005), metode penelitian
Jaringan Kebijakan Kesehatan. Indra Darmanto Dumilah Ayuningtyas Disampaikan pada Forum Nasional IV
Implementasi Kebijakan Peraturan Internal Rumah Sakit (Hospital By Laws) Di Rsud Prof.Dr.M.Ali Hanafiah Sm Batusangkar Provinsi Sumatera Barat Tahun 2013 Indra Darmanto Dumilah Ayuningtyas Disampaikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (survey). Pendekatan kualitatif menekankan pada proses-proses
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan deskripsi, analisis dan pembahasan hasil penelitian, pada
116 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan deskripsi, analisis dan pembahasan hasil penelitian, pada akhir penulisan ini akan dijabarkan beberapa kesimpulan dan diajukan beberapa saran yang kiranya dapat
penelitian. Pendeskripsian meliputi mencatat dan meneliti novel Ipung 1 karya Prie
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat dalam penelitian ini tidak menggunakan tempat khusus karena penelitian ini menggunakan kajian pustaka, wawancara dengan
BAB III METODE PENELITIAN. tentang apa yang dialami oleh subjek peneliti, misalnya perilaku, persepsi, motivasi,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek peneliti, misalnya perilaku, persepsi,
DINAMIKA KEMISKINAN DAN PENGUKURAN KERENTANAN KEMISKINAN DALAM UPAYA MELINDUNGI ANAK-ANAK DARI DAMPAK KEMISKINAN
DINAMIKA KEMISKINAN DAN PENGUKURAN KERENTANAN KEMISKINAN DALAM UPAYA MELINDUNGI ANAK-ANAK DARI DAMPAK KEMISKINAN (Studi Kasus pada Rumah Tangga di Pulau Jawa Tahun 2008-2010) 1 Armelia Zukma Kumala, S.
BAB I PENDAHULUAN. Tiongkok merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tiongkok merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia. Saat ini total populasi penduduk Tiongkok tahun 2015 kurang lebih 1,49 milyar jiwa. Jumlah populasi
METODE KAJIAN. Tabel 1. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kajian Pengembangan Masyarakat di Kelurahan Campaka Kecamatan Andir Kota Bandung
METODE KAJIAN Kajian pengembangan masyarakat ini dilaksanakan di kelurahan Campaka kecamatan Andir kota Bandung dengan pertimbangan Kelurahan Campaka merupakan kelurahan yang telah tersentuh program-program
BAB ORIENTASI KONSEP PPO
BAB ORIENTASI KONSEP PPO PERILAKU Perilaku adalah semua yang dilakukan seseorang Perilaku merupakan reaksi/respon individu yang terwujud dalam sikap, tindakan maupun ucapan Karakteristik Perilaku P = f
BAB III METODE PENELITIAN. menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, dan perilaku yang dapat diamati.
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Nana Syaodih Sukmadinata (2010: 60) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ketersediaan sumber dukungan yang berperan sebagai penahan gejala dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Persepsi Dukungan Sosial 2.1.1 Definisi Persepsi dukungan sosial adalah cara individu menafsirkan ketersediaan sumber dukungan yang berperan sebagai penahan gejala dan peristiwa
Gambar 3.1 Lokasi Pulau Tidung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Peneliti mengambil lokasi penelitian di Pulau Tidung yang merupakan sebuah daya tarik wisata bahari yang berada di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini akan meneliti mengenai dampak ibu bekerja sebagai TKW di luar negeri terhadap berubahnya peran dan fungsi anggota keluarga. Oleh karena itu,
3. Metode Penelitian
3. Metode Penelitian 3. 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif relevan untuk studi mengenai relasi sosial,
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. kewilayahan dalam penelitian ini merujuk desain penelitian deskriptifkualitatif,
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode untuk penyusunan perencanaan partisipatif berbasis kewilayahan dalam penelitian ini merujuk desain penelitian deskriptifkualitatif, yaitu suatu metode
BAB III METODE PENELITIAN. fenomena yang sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan, dimana data yang
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe dan Pendekatan Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tipe penelitian ini menurut
BAB II KERANGKA TEORI
BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Pembangunan pada hakikatnya merupakan suatu rangkaian upaya yang dilakukan secara terus menerus untuk mendorong terjadinya perubahan yang
METODE PENELITIAN. mengungkapkan fenomena atau peristiwa sosial tertentu dan pemahaman atau
78 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menjembatani antara dunia konseptual dengan dunia empirik. Suatu penelitian sosial diharapkan dapat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. DESAIN PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif evaluatif, di mana dalam penelitian ini hanya mendeskripsikan fakta-fakta yang ditemukan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Thomas Dye dalam Subarsono (2013: 2), kebijakan publik adalah
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kebijakan Publik 1. Konsep Kebijakan Publik Menurut Thomas Dye dalam Subarsono (2013: 2), kebijakan publik adalah apapun pilihan pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan
BAB III METODE PENELITIAN. sedangkan pedoman wawancara (semi terstruktur) dan pengamatan langsung menyangkut
BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini, peneliti menguraikan metode dan teknik penelitian yang akan dijadikan acuan dalam menganalisis data. A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
