BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Johan Tedjo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Metode Clustering Clustering adalah metode penganalisaan data, yang sering dimasukkan sebagai salah satu metode Data Mining, yang tujuannya adalah untuk mengelompokkan data dengan karakteristik yang sama ke suatu wilayah yang sama dan data dengan karakteristik yang berbeda ke wilayah yang lain. Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan metode clustering. Dua pendekatan utama adalah clustering dengan pendekatan partisi dan clustering dengan pendekatan hirarki (Oliveira et al, 2007). Clustering dengan pendekatan partisi atau sering disebut dengan partition-based clustering mengelompokkan data dengan memilah-milah data yang dianalisa ke dalam clustercluster yang ada. Clustering dengan pendekatan hirarki atau sering disebut dengan hierarchical clustering mengelompokkan data dengan membuat suatu hirarki berupa dendogram dimana data yang mirip akan ditempatkan pada hirarki yang berdekatan dan yang tidak pada hirarki yang berjauhan. Di samping kedua pendekatan tersebut, ada juga clustering dengan pendekatan automatic mapping (Self-Organising Map/SOM). 2.2 Clustering Dengan Pendekatan Partisi K-Means Salah satu metode yang banyak digunakan dalam melakukan clustering dengan partisi ini adalah metode k-means.
2 5 Secara umum metode k-means ini melakukan proses pengelompokan dengan prosedur sebagai berikut (Maimon et al, 2010): 1. Tentukan jumlah cluster 2. Alokasikan data secara random ke cluster yang ada 3. Hitung rata-rata setiap cluster dari data yang tergabung di dalamnya 4. Alokasikan kembali semua data ke cluster terdekat 5. Ulang proses nomor 3, sampai tidak ada perubahan atau perubahan yang terjadi masih sudah di bawah treshold Prosedur dasar ini bisa berubah mengikuti pendekatan pengalokasian data yang diterapkan, apakah crisp atau fuzzy. Setelah meneliti clustering dari sudut yang lain, ditemukan bahwa k-means clustering mempunyai beberapa kelemahan Mixture Modelling (Mixture Modeling) Mixture modelling (mixture modeling) merupakan metode pengelompokan data yang mirip dengan k-means dengan kelebihan penggunaan distribusi statistik dalam mendefinisikan setiap cluster yang ditemukan. Dibandingkan dengan k-means yang hanya menggunakan cluster center, penggunaan distribusi statistik ini mengijinkan kita untuk (Hastie et al, 2010): 1. Memodel data yang kita miliki dengan setting karakteristik yang berbeda-beda 2. Jumlah cluster yang sesuai dengan keadaan data bisa ditemukan seiring dengan proses pemodelan karakteristik dari masing-masing cluster 3. Hasil pemodelan clustering yang dilaksanakan bisa diuji tingkat keakuratannya Distribusi statistik yang digunakan bisa bermacam-macam mulai dari yang digunakan untuk data categorical sampai yang continuous, termasuk di antaranya distribusi binomial, multinomial, normal dan lain-lain. Beberapa distribusi yang bersifat tidak normal seperti distribusi Poisson, von-mises, Gamma dan Student t, juga
3 6 diterapkan untuk bisa mengakomodasi berbagai keadaan data yang ada di lapangan. Beberapa pendekatan multivariate juga banyak diterapkan untuk memperhitungkan tingkat keterkaitan antara variabel data yang satu dengan yang lainnya. 2.3 Clustering dengan Pendekatan Hirarki Clustering dengan pendekatan hirarki mengelompokkan data yang mirip dalam hirarki yang sama dan yang tidak mirip di hirarki yang agak jauh. Ada dua metode yang sering diterapkan yaitu agglomerative hieararchical clustering dan divisive hierarchical clustering. Agglomerative melakukan proses clustering dari N cluster menjadi satu kesatuan cluster, dimana N adalah jumlah data, sedangkan divisive melakukan proses clustering yang sebaliknya yaitu dari satu cluster menjadi N cluster. Beberapa metode hierarchical clustering yang sering digunakan dibedakan menurut cara mereka untuk menghitung tingkat kemiripan. Ada yang menggunakan Single Linkage, Complete Linkage, Average Linkage, Average Group Linkage dan lain-lainnya. Seperti juga halnya dengan partition-based clustering, kita juga bisa memilih jenis jarak yang digunakan untuk menghitung tingkat kemiripan antar data. Salah satu cara untuk mempermudah pengembangan dendogram untuk hierarchical clustering adalah dengan membuat similarity matrix yang memuat tingkat kemiripan antar data yang dikelompokkan. Tingkat kemiripan bisa dihitung dengan berbagai macam cara seperti dengan Euclidean Distance Space. Berangkat dari similarity matrix ini, kita bisa memilih lingkage jenis mana yang akan digunakan untuk mengelompokkan data yang dianalisa (Everitt et al, 2011) Agglomerative Clustering Didalam agglomerative clustering dimulai dengan mewakili setiap data observasi dengan memasukkannya sebagai cluster tunggal. Kemudian mencari pasangan cluster yang berbeda. Pasangan cluster tersebut disatukan sehingga menjadi satu cluster yang kemudian pada langkah-langkah selanjutnya akan menghasilkan pengurangan jumlah cluster dan akhirnya menghasilkan hanya satu cluster yang mewakili semua data.
4 7 Untuk itu ukuran untuk menentukan ketidaksamaan setiap cluster harus ditentukan terlebih dahulu (Everitt et al, 2011) Single Linkage Metode Single Linkage clustering(sl) sering juga disebut dengan nearest-neighbor tehnique dimana pencarian pasangan jarak untuk disatukan berdasarkan pengukuran jarak terdekat. Sebut saja G dan H adalah dua cluster yang akan disatukan. Ketidaksamaan jarak d(g,h) akan di hitung lalu dengan cara membandingkan setiap jarak anggota kelompok dari G i terhadap jarak setiap anggota kelompok dari H i kemudian mencari pasangan yang jaraknya terdekat. dd SSSS (GG, HH) = mmmmmm(dd iiii ); ii GG; ii HH (2.1) (Hastie et al, 2010) Complete Linkage Pada metode Complete Linkage Agglomerative Clustering (CL) biasa disebut dengan metode furthest neighbor technique. Metode ini secara umum prosesnya hampir sama dengan metode single linkage tetapi pada pencarian pasangan, metode complete linkage mencari pasangan yang jaraknya terjauh dari nilai observasi. dd CCCC(GG, HH) = mmmmmm(dd iiii ); ii GG; ii HH (2.2) (Hastie et al, 2010) Metode ini didasarkan pada jarak maksimum. Pada metode ini juga mengelompokkan data pada jarak yang terjauh terlebih dahulu. Metode ini dikenal dengan nama tetangga terjauh. Sesuai dengan persamaan (2.2). Ketidak-samaan antara G, H adalah ketidak samaan antara dua titik pada kelompok yang bertentangan. Ketidak samaan d ij adalah jarak yang ditandai dengan warna dari kedua titik pada gambar dibawah ini.
5 8 Gambar 2.1 Jarak dua titik yang terjauh pada algoritma Agglomerative Clustering Complete Linkage. Hasil dari Algoritma Complete Linkage dibuat dalam sebuah dendogram yang biasa disebut diagram pohon. Setiap cabang akan bertemu dan disatukan. Selanjutnya proses ini akan memotong cabang tree dan kemudian d [CL] akan menghasilkan titik terjauh. Pada Gambar 2.2 tree akan di potong pada h=5. Gambar 2.2 Contoh Pemotongan cabang dendogram pada h=5 Hasil Algoritma Fuzzy C-Means yang menggunakan Complete Linkage sebagai algoritma yang menentukan titik pusat cluster akan menghasilkan nilai fungsi objektif objektif yang berbeda dan nilai tersebut akan di bandingkan dengan menggunakan grafik oleh Algoritma Fuzzy C-Means biasa dengan juga memperhitungkan jumlah perulangan yang didapat dan besar iterasi.
6 9 Dengan bobot dan parameter serta data yang sama di harapkan algoritma fuzzy c- means yang dikembangkan menghasilkan tingkat efisiensi dari segi waktu yang paling utama adalah jumlah iterasi atau perulangan untuk mencapai P t P t-1 < ξ lebih baik dari sebelumnya. Start Input jumlah cluster yang akan di bentuk Jumlah Cluster(n) = Jumlah Data (N) Hitung tingkat kemiripan antar cluster Tidak Jarak terjauh Antar Cluster? Y Gabungkan Cluster Terbentuk Cluster sebanyak k End Gambar 2.3 Flowchart algoritma Agglomerative Clustering Complete Linkage.
7 Pembuatan Centroid Data Pembuatan centroid data atau pusat data didasari pada paper multistage random sampling FCM Algorithm yang menyatakan bahwa sekelompok kecil vector dapat digunakan untuk mengaproksimasi pusat cluster keseluruhan sekelompok besar data (Cheng et al, 1998). Untuk itu pemilihan algoritma complete linkage yang mencari pusat cluster berdasarkan pasangan terjauh diharapkan tepat untuk memprediksi nilai pusat pusat cluster yang diteliti. Namun demikian pada algoritma complete linkage yang memilih pusat cluster dengan perbandingan maximum jarak A ke B akan mengakibatkan pusat cluster tersebut tetap condong pada jarak yang paling maximum sehingga pusat cluster tidak tepat untuk mewakili sekelompok nilai. Pada pemodelan pencarian pusat cluster menggunakan algoritma complete linkage diubah menjadi nilai tengah dari perbandingan dua jarak minimum dan maximum. VV iiii (AA, BB) = mmmmmm dd(aa, BB) 1 max (dd(aa, BB)) min (dd(aa, BB)). (2.3) 2 Sehingga perbandingan pusat cluster dengan nilai tengah terdapat pada gambar berikut ini: Gambar 2.4 Perbandingan pencarian pusat cluster, kiri Complete Linkage dan kanan Persamaan (2.3). Sedangkan untuk perhitungan jarak untuk pencarian fungsi keanggotaan baru pada algoritma C-Means ketika setelah melakukan proses inisialisasi titik awal. cc ss dd ii = XX iiii VV jjjj 2. (2.4) jj =1 kk=1
8 Average Linkage Ukuran yang menjadi tolak ukur ketidaksamaan untuk menyatukan kedua cluster tidak hanya berdasarkan kedekatan jarak maupun bedasarkan jarak terjauh. Pada metode lain terdapat metode Average Linkage atau disebut juga Group Average(GA) yang mencari pasangan dengan melihat rata-rata jarak setiap nilai observasinya. dd GGGG (GG, HH) = 1 NN GG NN ii HH dd iiii HH ii GG...(2.5) (Hastie et al, 2010) Divisive Clustering Algoritma ini membagi satu cluster yang berisi banyak data menjadi beberapa cluster kecil. Divisive clustering memulai dengan memasukkan semua data kedalam satu cluster tunggal lalu membagi cluster yang ada menjadi dua anak-anak cluster hingga secara rekursif membagi menjadi N buah cluster untuk setiap nilai observasi. Sebagai pengukuran untuk melihat ketidaksamaan untuk setiap cluster adalah: dd GG = 1 NN ii HH dd iiii GG ii GG.(2.6) (Hastie et al, 2010) 2.4 Clustering Dengan Pendekatan Automatic Mapping Self-Organising Map (SOM) Self-Organising Map (SOM) merupakan suatu tipe Artificial Neural Networks yang di-training secara unsupervised. SOM menghasilkan map yang terdiri dari output dalam dimensi yang rendah (2 atau 3 dimensi). Map ini berusaha mencari property dari input data. Komposisi input dan output dalam SOM mirip dengan komposisi dari proses feature scaling (multidimensional scaling). Walaupun proses learning yang dilakukan mirip dengan Artificial Neural Networks, tetapi proses untuk meng-assign input data ke map, lebih mirip dengan K-Means dan
9 12 KNN Algorithm. Adapun prosedur yang ditempuh dalam melakukan clustering dengan SOM adalah sebagai berikut (Hastie et al, 2010): 1. Tentukan weight dari input data secara random 2. Pilih salah satu input data 3. Hitung tingkat kesamaan (dengan Eucledian) antara input data dan weight dari input data tersebut dan pilih input data yang memiliki kesamaan dengan weight yang ada (data ini disebut dengan Best Matching Unit (BMU)) 4. Perbaharui weight dari input data dengan mendekatkan weight tersebut ke BMU dengan rumus: Wv(t+1)=Wv(t) + Theta(v, t) x Alpha(t) x (D(t) Wv(t)) (2.7) (Hastie et al, 2010) Dimana: o o o o Wv(t): Weight pada saat ke-t Theta (v, t): Fungsi neighbourhood yang tergantung pada Lattice distance antara BMU dengan neuron v. Umumnya bernilai 1 untuk neuron yang cukup dekat dengan BMU, dan 0 untuk yang sebaliknya. Penggunaan fungsi Gaussian juga memungkinkan. Alpha (t): Learning Coefficient yang berkurang secara monotonic D(t): Input data 5. Tambah nilai t, sampai t < Lambda, dimana Lambda adalah jumlah iterasi
10 Clustering Dengan Pendekatan Berbasis Fuzzy Fuzzy Clustering Means (Fuzzy C-Means) Fuzzy clustering adalah proses menentukan derajat keanggotaan, dan kemudian menggunakannya dengan memasukkannya kedalam elemen data kedalam satu kelompok cluster atau lebih. Hal ini akan memberikan informasi kesamaan dari setiap objek. Satu dari sekian banyaknya algoritma fuzzy clustering yang digunakan adalah algoritma fuzzy clustering c means. Vektor dari fuzzy clustering, V={v 1, v 2, v 3,, v c }, merupakan sebuah fungsi objektif yang di defenisikan dengan derajat keanggotaan dari data X j dan pusat cluster V j. Algoritma fuzzy clustering c means membagi data yang tersedia dari setiap elemen data berhingga lalu memasukkannya kedalam bagian dari koleksi cluster yang dipengaruhi oleh beberapa kriteria yang diberikan. Berikan satu kumpulan data berhingga. X= {x 1,, x n } dan pusat data. nn cc JJ mm (XX, UU, VV) = μμ iiii mm jj =1 ii=1 dd 2 (XX jj, VV ii ). (2.8) (Valarmathie et al, 2009) Dimana μ ij adalah derajat keanggotaan dari X j dan pusat cluster adalah sebuah bagian dari keanggotaan matriks [μ ij]. d 2 adalah akar dari Euclidean distance dan m adalah parameter fuzzy yang rata-rata derajat kekaburan dari setiap data derajat keanggotaan tidak lebih besar dari 1,0 (Valarmathie et al, 2009) Output dari Fuzzy C-Means merupakan deretan pusat cluster dan beberapa derajat keanggotaan untuk tiap-tiap titik data. Informasi ini dapat digunakan untuk membangun suatu fuzzy inference system.
11 Langkah Algoritma Fuzzy Clustering Means (FCM) Algoritma Fuzzy C-Means adalah sebagai berikut: 1. Input data yang akan dicluster X, berupa matriks berukuran n x m (n=jumlah sample data, m=atribut setiap data). X ij =data sample ke-i (i=1,2,,n), atribut kej (j=1,2,,m). 2. Tentukan : 1. Jumlah cluster = c 2. Pangkat = w 3. Maksimum iterasi = MaxIter 4. Error terkecil yang diharapkan = ξ 5. Fungsi obyektif awal = Po = 0 6. Iterasi awal = t = 0 3. Bangkitkan nilai acak μik, i=1,2,,n; k=1,2,,c sebagai elemen-elemen matriks partisi awal μik. μik adalah derajat keanggotaan yang merujuk pada seberapa besar kemungkinan suatu data bisa menjadi anggota ke dalam suatu cluster. Posisi dan nilai matriks dibangun secara random. Dimana nilai keangotaan terletak pada interval 0 sampai dengan 1. Pada posisi awal matriks partisi U masih belum akurat begitu juga pusat clusternya. Sehingga kecendrungan data untuk masuk suatu cluster juga belum akurat. QQ ii = cc kk=1 μμ iiii..(2.9) (Bezdek, 1981) Langkah selanjutnya lakukan normalisasi data dengan menggunakan persamaan berikut: μμ iiii = μμ iiii QQ ii (2.10) (Bezdek, 1981) 4. Hitung pusat Cluster ke-k: V kj,dengan k=1,2, c dan j=1,2, m. dimana X ij adalah variabel fuzzy yang digunakan dan w adalah bobot.
12 15 V kj n ik i= 1 = n w ( µ ) * X ) ( µ ik ) i= 1 w ij..... (2.11) (Das, 2013) 5. Fungsi objektif digunakan sebagai syarat perulangan untuk mendapatkan pusat cluster yang tepat. Sehingga diperoleh kecendrungan data untuk masuk ke cluster mana pada step akhir. 6. Hitung fungsi obyektif pada iterasi ke-t, P t P t = n c m 2 ( X ij Vkj ) ( µ ik ) i= 1 k= 1 j= 1 w... (2.12) (Bezdek, 1981) 7. Perhitungan fungsi objektif P t dimana nilai variabel fuzzy X ij di kurang dengan dengan pusat cluster V kj kemudian hasil pengurangannya di kuadradkan lalu masing-masing hasil kuadrad di jumlahkan untuk dikali dengan kuadrad dari derajat keanggotaan μ ik untuk tiap cluster. Setelah itu jumlahkan semua nilai di semua cluster untuk mendapatkan fungsi objektif P t. 8. Hitung perubahan matriks partisi: µ ik = m ( X ij Vkj ) c m ( X ij Vkj ) k= 1 j= 1 j= w 1 1 w 1. (2.13) (Bezdek, 1981) Atau uu iiii = 1 2 dd mm 1 cc iiii jj =1 dd jjjj uuuuuuuuuu dd iiii = XX kk VV ii > 0, ii dddddd kk (2.14) (Bezdek, 1981)
13 16 9. Dengan: i=1,2, n dan k=1,2,..c. Untuk mencari perubahan matrik partisi μ ik,pengurangan nilai variabel fuzzy X ij di lakukan kembali terhadap pusat cluster V kj lalu dikuadradkan. Kemudian dijumlahkan lalu dipangkatkan dengan - 1/(w-1) dengan bobot, w=2 hasilnya setiap data dipangkatkan dengan -1. Setelah proses perhitungan dilakukan, normalisasikan semua data derajat keanggotaan baru dengan cara menjumlahkan derajat keanggotaan baru k=1, c, hasilnya kemudian dibagi dengan derajat keanggotaan yang baru. Proses ini dilakukan agar derajat keanggotaan yang baru mempunyai rentang antara 0 dan tidak lebih dari Cek kondisi berhenti, jika:( Pt Pt-1 < ξ) atau (t>maxiter) maka berhenti, jika tidak, t=t+1, ulangi langkah ke Harapan yang di inginkan adalah sesuai persamaan, dimana cc jj =1 uu iiii = 1, 1 ii nn (2.15)(Bezdek, 1981) uu iiii 0, 1 ii nn, 1 jj cc (2.16)
14 17 Start Input Data Inisialisasi w, maxiter, c, MinErr(ξ), P [0]= 0, t=0, n=numdata generate µ [n][c], Hitung Pusat Cluster V ij Hitung Fungsi Objektif P [t] Tidak Hitung Perubahan Matrix Partisi, µ [n][c] Baru P[t]-P[t-1]< ξ t=maxiter Ya Pusat Cluster V ij, Matrix baru µ ij End Gambar 2.5 Flowchart Fuzzy C-Means
15 Cluster Analysis Dalam cluster analisis pengelompokan objek dilakukan berdasarkan kesamaan dan ketidaksamaan. Setiap objek yang tergabung didalam satu kelompok atau lebih dalam Fuzzy c-means memiliki tingkat homogenitas yang tinggi dibandingkan objek lainnya. Untuk itu pengujian dapat dilakukan dengan melihat nilai variansi atau sebaran data. Variansi cluster dapat ditentukan dengan persamaan. nn cc VV 2 cc = 1 nn cc 1 (xx ii xx cc ) 2. (2.17) (wwwwwwww, 2006) ii=1 Berdasarkan persamaan 2.17 yang menghasilkan variansi setiap cluster, maka kepadatan suatu cluster bisa didapat dengan analisis variance within cluster, sesuai dengan persamaan VV ww = 1 cc NN cc (nn 2 ii 1). VV ii. (2.18)(wwwwwwww, 2006) ii=1 Analisis yang lain adalah untuk melihat sebaran data antara cluster(variance between cluster) bisa dihitung dengan persamaan 2.19 dibawah ini. kk VV bb = 1 kk 1 nn ii(xx ii xx ). (2.19)(wwwwwwww, 2006) ii=1 Cluster dengan nilai V w minimum dapat merepresentasikan Internal Homogenity sehingga cluster tersebut lebih mendekati ideal. Sedangkan V b dengan nilai terbesat memaparkan External Homogenity. Pada persamaan selanjutnya dapat menyatakan batasan variansi. VV = VV ww VV bb. (2.20)(wwwwwwww, 2006)
Prosiding Seminar Sains dan Teknologi FMIPA Unmul Vol. 1 No. 2 Desember 2015, Samarinda, Indonesia ISBN :
Clustering Data Status Tugas Belajar Dan Ijin Belajar Menggunakan Metode Fuzzy C-Means (Studi Kasus : Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur) Fevin Triyas Rantika 1, Indah Fitri Astuti, M.Cs
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pendukung Keputusan Sebuah aplikasi berupa Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) mulai dikembangkan pada tahun 1970. Decision Support Sistem (DSS) dengan
DATA MINING DAN WAREHOUSE A N D R I
DATA MINING DAN WAREHOUSE A N D R I CLUSTERING Secara umum cluster didefinisikan sebagai sejumlah objek yang mirip yang dikelompokan secara bersama, Namun definisi dari cluster bisa beragam tergantung
CLUSTERING KARYAWAN BERDASARKAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY C-MEAN
CLUSTERING KARYAWAN BERDASARKAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY C-MEAN Fitri Wulandari, Rinto Setiawan Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Clustering dalam Data Mining Konsep dasar data mining adalah menemukan informasi tersembunyi dalam sebuah basis data dan merupakan bagian dari Knowledge Discovery in
STUDI KOMPARATIF PENERAPAN METODE HIERARCHICAL, K-MEANS DAN SELF ORGANIZING MAPS (SOM) CLUSTERING PADA BASIS DATA. Abstract
STUDI KOMPARATIF PENERAPAN METODE HIERARCHICAL, K-MEANS DAN SELF ORGANIZING MAPS (SOM) CLUSTERING PADA BASIS DATA Undang Syaripudin 1, Ijang Badruzaman 2, Erwan Yani 3, Dede K 4, M. Ramdhani 5 1, 2 Teknik
KLASIFIKASI USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) SEKTOR INDUSTRI DENGAN METODE FUZZY C-MEANS CLUSTERING WILAYAH KOTA CILEGON
Seminar Nasional IENACO 213 ISSN: 2337-39 KLASIFIKASI USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) SEKTOR INDUSTRI DENGAN METODE FUZZY C-MEANS CLUSTERING WILAYAH KOTA CILEGON Ratna Ekawati 1),Nurul Yulis 2) 1) Jurusan
BAB IV PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGOLAHAN DATA 4.1 Non-Hirarki Cluster (K-Means Cluster) 4.1.1 Print Output dan Analisa Output A. Initial Cluster Center Initial Cluster Centers Cluster 1 2 Kenyamanan 2 5 Kebersihan 3 5 Luas_Parkir
METODE CLUSTERING DENGAN ALGORITMA K-MEANS. Oleh : Nengah Widya Utami
METODE CLUSTERING DENGAN ALGORITMA K-MEANS Oleh : Nengah Widya Utami 1629101002 PROGRAM STUDI S2 ILMU KOMPUTER PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2017 1. Definisi Clustering
MENENTUKAN NILAI AKHIR KULIAH DENGAN FUZZY C-MEANS
MENENTUKAN NILAI AKHIR KULIAH DENGAN FUZZY C-MEANS Arwan Ahmad Khoiruddin, S.Kom. Staf Pengajar Jurusan Tekn Informata, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia [email protected] ABSTRACT
LABORATORIUM DATA MINING JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA. Modul II CLUSTERING
LABORATORIUM DATA MINING JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Modul II CLUSTERING TUJUA PRAKTIKUM 1. Mahasiswa mempunyai pengetahuan dan kemampuan dasar dalam
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 2 NO. 1 SEPTEMBER 2010
PERBANDINGAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR (KNN) dan METODE NEAREST CLUSTER CLASSIFIER (NCC) DALAM PENGKLASIFIKASIAN KUALITAS BATIK TULIS Nesi Syafitri 1 ABSTRACT Various problem that are related to classification
ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) UNTUK PENENTUAN NILAI CENTER RADIAL BASIS FUNCTION (RBF) PADA KLASIFIKASI DATA PENYAKIT KARIES GIGI
ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) UNTUK PENENTUAN NILAI CENTER RADIAL BASIS FUNCTION (RBF) PADA KLASIFIKASI DATA PENYAKIT KARIES GIGI Nur Astuti 1, Oni Soesanto, Dwi Kartini 3 1,3 Prodi Ilmu Komputer FMIPA
Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means
Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means Yohannes Teknik Informatika STMIK GI MDD Palembang, Indonesia Abstrak Klasterisasi merupakan teknik pengelompokkan data berdasarkan kemiripan data.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Traveling Salesmen Problem (TSP) Travelling Salesman Problem (TSP) merupakan sebuah permasalahan optimasi yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan seperti routing. Masalah
Gambar 3.1 Contoh Citra yang digunakan
BAB III DATASET DAN RANCANGAN PENELITIAN Pada bab ini dijelaskan tentang dataset citra yang digunakan dalam penelitian ini serta rancangan untuk melakukan penelitian. 3.1 DATASET PENELITIAN Penelitian
Penerapan Metode Fuzzy C-Means dengan Model Fuzzy RFM (Studi Kasus : Clustering Pelanggan Potensial Online Shop)
157 Penerapan Metode Fuzzy C-Means dengan Model Fuzzy RFM (Studi Kasus : Clustering Pelanggan Potensial Online Shop) Elly Muningsih AMIK BSI Yogyakarta E-Mail : [email protected] Abstrak Berkembangnya
CLUSTERING LULUSAN MAHASISWA MATEMATIKA FMIPA UNTAN PONTIANAK MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS
Buletin Ilmiah Mat. Stat. Dan Terapannya (Bimaster) Volume 02, No.1(2013), hal. 21-26 CLUSTERING LULUSAN MAHASISWA MATEMATIKA FMIPA UNTAN PONTIANAK MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS Cary Lineker Simbolon,
1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka
1. Pendahuluan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) utama indonesia memiliki beraneka ragam jenis wisata yang menarik wisatawan domestik dan wisatawan asing. Banyaknya
BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang akan digunakan untuk menunjang dalam proses pembuatan tugas akhir ini.
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang akan digunakan untuk menunjang dalam proses pembuatan tugas akhir ini. 2.1 CLUSTERING Clustering adalah proses pengelompokkan suatu
Melihat Pengaruh Cuaca Terhadap Penyakit Demam Berdarah Di Banjarbaru menggunakan Fuzzy C-Means
Melihat Pengaruh Cuaca Terhadap Penyakit Demam Berdarah Di Banjarbaru menggunakan Fuzzy C-Means Muhammad Halim 1, Andi Farmadi 2, H. Irwan Budiman 3 1,2,3 Prodi Ilmu Komputer FMIPA UNLAM Jl. A. Yani Km
Break Even Point Estimation Using Fuzzy Cluster(FCM)
SNTIKI III 2011 ISSN : 2085-9902 1 Break Even Point Estimation Using Fuzzy Cluster(FCM) Stefant Cristian, Kartina Diah Kusuma W, S.T., Dadang Syarif SS, S.Si, M.Sc. Politeknik Caltex Riau Jl. Umban Sari
Tipe Clustering. Partitional Clustering. Hirerarchical Clustering
Analisis Cluster Analisis Cluster Analisis cluster adalah pengorganisasian kumpulan pola ke dalam cluster (kelompok-kelompok) berdasar atas kesamaannya. Pola-pola dalam suatu cluster akan memiliki kesamaan
Break Even Point Estimation Using Fuzzy Cluster(FCM)
Break Even Point Estimation Using Fuzzy Cluster(FCM) Stefant Cristian, Kartina Diah Kusuma W, S.T., Dadang Syarif SS, S.Si, M.Sc. Politeknik Caltex Riau Jl. Umban Sari No. 1, Phone: 0761-53939, Fax: 0761-554224
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian eksperimen, yaitu melakukan implementasi algoritma Fuzzy C-Means dalam pengelompokan berdasarkan data
Pemilihan Minat Topik Tugas Akhir Menggunakan Metode Fuzzy C-Means
ISSN: 2089-3787 527 Pemilihan Minat Topik Tugas Akhir Menggunakan Metode Fuzzy C-Means Yulia Yudihartanti, Sudiyanur Hidayatullah STMIK Banjarbaru Jl. A. Yani Km. 33 Banjarbaru, 0511(4782881) e-mail: [email protected],
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini, konsep data mining semakin dikenal sebagai tools penting dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Saat ini, konsep data mining semakin dikenal sebagai tools penting dalam manajemen informasi karena jumlah informasi yang semakin besar jumlahnya. Data mining sendiri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Penelitian dengan menggunakan metode k-means dan metode fuzzy c-means
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI Pada bagian ini akan memuat literatur dan landasan teori yang mendukung serta relevan dengan laporan penelitian. 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian dengan menggunakan
PENENTUAN NILAI PANGKAT PADA ALGORITMA FUZZY C- MEANS
PENENTUAN NILAI PANGKAT PADA ALGORITMA FUZZY C- MEANS WULAN ANGGRAENI [email protected] Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Indraprasta PGRI Abstract. The purpose of this study was to
Klasifikasi Risiko Bahaya Kehamilan dengan Metode Fuzzy C-Means
Klasifikasi Risiko Bahaya Kehamilan dengan Metode Fuzzy C-Means Yunita Permatasari Jurusan Informatika, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta 57126 [email protected]
PENGGUNAAN METODE PENGKLASTERAN UNTUK MENENTUKAN BIDANG TUGAS AKHIR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PENS BERDASARKAN NILAI
PENGGUNAAN PENGKLASTERAN UNTUK MENENTUKAN BIDANG TUGAS AKHIR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PENS BERDASARKAN NILAI Entin Martiana S.Kom,M.Kom, Nur Rosyid Mubtada i S. Kom, Edi Purnomo Jurusan Teknik Informatika
ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS
Text dan Web Mining - FTI UKDW - BUDI SUSANTO 1 ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS Budi Susanto (versi 1.3) Text dan Web Mining - FTI UKDW - BUDI SUSANTO 2 Tujuan Memahami konsep analisis clustering Memahami
BAB I PENDAHULUAN. Analisis statistik multivariat adalah metode statistik di mana masalah yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Analisis statistik multivariat adalah metode statistik di mana masalah yang diteliti bersifat multidimensional dengan menggunakan tiga atau lebih variabel
PENERAPAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) PADA PENENTUAN LOKASI PENDIRIAN LOKET PEMBAYARAN AIR PDAM SALATIGA
PENERAPAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) PADA PENENTUAN LOKASI PENDIRIAN LOKET PEMBAYARAN AIR PDAM SALATIGA Trevi Meri Andriyani 1, Lilik Linawati 2, Adi Setiawan 3 1 Mahasiswa Program Studi Matematika
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-5 1
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-5 1 ANALISA PERBANDINGAN METODE HIERARCHICAL CLUSTERING, K-MEANS DAN GABUNGAN KEDUANYA DALAM MEMBENTUK CLUSTER DATA (STUDI KASUS : PROBLEM KERJA PRAKTEK JURUSAN
ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS
Budi Susanto ANALISIS CLUSTER PADA DOKUMEN TEKS Text dan Web Mining - FTI UKDW - BUDI SUSANTO 1 Tujuan Memahami konsep analisis clustering Memahami tipe-tipe data dalam clustering Memahami beberapa algoritma
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 State of the Art Penelitian mengenai segmentasi pasar pada sebuah perusahaan telah banyak digunakan dengan tujuan untuk mengetahui strategi pasar yang baik dan dapat menguntungkan
Pengelompokan Data Guru Untuk Pemilihan Calon Pengawas Satuan Pendidikan Menggunakan Metode Fuzzy C-Means dan Kohonen Self Organizing Maps
Pengelompokan Data Guru Untuk Pemilihan Calon Pengawas Satuan Pendidikan Menggunakan Metode Fuzzy C-Means dan Kohonen Self Organizing Maps Muslem 1, Eko Mulyanto Yuniarno 2, I Ketut Eddy Purnama 3 Magister
PENERAPAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) PADA PENENTUAN LOKASI PENDIRIAN LOKET PEMBAYARAN AIR PDAM SALATIGA
PENERAPAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) PADA PENENTUAN LOKASI PENDIRIAN LOKET PEMBAYARAN AIR PDAM SALATIGA Trevi Meri Andriyani 1, Lilik Linawati 2, Adi Setiawan 1 Mahasiswa Program Studi Matematika FSM
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Clustering Analysis Clustering analysis merupakan metode pengelompokkan setiap objek ke dalam satu atau lebih dari satu kelompok,sehingga tiap objek yang berada dalam satu kelompok
BAB II KAJIAN TEORI. linier, varian dan simpangan baku, standarisasi data, koefisien korelasi, matriks
BAB II KAJIAN TEORI Pada bab II akan dibahas tentang materi-materi dasar yang digunakan untuk mendukung pembahasan pada bab selanjutnya, yaitu matriks, kombinasi linier, varian dan simpangan baku, standarisasi
Proses mengelompokkan suatu set objek ke dalam kelompok-kelompok objek yang sejenis. Bentuk yang paling umum digunakan adalah unsupervised learning
CLUSTERING DEFINISI Clustering : Proses mengelompokkan suatu set objek ke dalam kelompok-kelompok objek yang sejenis Bentuk yang paling umum digunakan adalah unsupervised learning # Unsupervised learning
BAB III PERANCANGAN SISTEM. pengetahuannya melalui buku-buku yang ada. Pihak perpustakaan harus. sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang disediakan.
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Permasalahan Perpustakaan merupakan salah satu gudang ilmu pengetahuan bagi sebagian masyarakat. Perpustakaan STIKOM Surabaya merupakan salah satu tempat bagi para
Pengenalan Pola. K-Means Clustering
Pengenalan Pola K-Means Clustering PTIIK - 2014 Course Contents 1 Definisi k-means 2 Algoritma k-means 3 Studi Kasus 4 Latihan dan Diskusi K-Means Clustering K-Means merupakan salah satu metode pengelompokan
Pertemuan 14 HIERARCHICAL CLUSTERING METHODS
Pertemuan 14 HIERARCHICAL CLUSTERING METHODS berdasar gambar berdasar warna A A A A Q Q Q Q K K K K J J J J 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 6 7 7 7 7 8 8 8 8 9 9 9 9 10 10 10 10 A K Q J (a). Individual
BAB 2 PENELITIAN TERKAIT DAN LANDASAN TEORI
BAB 2 PENELITIAN TERKAIT DAN LANDASAN TEORI 2.1 Penelitian Terkait Ada beberapa penelitian terkait dengan penggunaan Data Mining metode cluster dengan menggunakan Algoritma Fuzzy C-Means untuk dapat mengelompokkan
KLUSTERING BERBASIS PROTOTIPE DENGAN METODE FUZZY C-MEANS
JURNAL LOGIC. VOL.15. NO.1 MARET 015 51 KLUSTERING BERBASIS PROTOTIPE DENGAN METODE FUZZY C-MEANS Putu Manik Prihatini Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali Bukit Jimbaran, P.O.Box 1064 Tuban
JULIO ADISANTOSO - ILKOM IPB 1
KOM341 Temu Kembali Informasi KULIAH #9 Text Clustering (Ch.16 & 17) Clustering Pengelompokan, penggerombolan Proses pengelompokan sekumpulan obyek ke dalam kelas-kelas obyek yang memiliki sifat sama.
PENINGKATAN KINERJA ALGORITMA K-MEANS DENGAN FUNGSI KERNEL POLYNOMIAL UNTUK KLASTERISASI OBJEK DATA
PENINGKATAN KINERJA ALGORITMA K-MEANS DENGAN FUNGSI KERNEL POLYNOMIAL UNTUK KLASTERISASI OBJEK DATA Heri Awalul Ilhamsah Jurusan Teknik Industri Universitas Trunojoyo Madura Kampus Universitas Trunojoyo
IMPLEMENTASI FUZZY C-MEANS UNTUK CLUSTERING PENDUDUK MISKIN (STUDI KASUS : KECAMATAN BANTUL) Abstrak
IMPLEMENTASI FUZZY CMEANS UNTUK CLUSTERING PENDUDUK MISKIN (STUDI KASUS KECAMATAN BANTUL) Femi Dwi Astuti Jurusan Teknik Informatika STMIK AKAKOM Yogyakarta femi@akakomacid Abstrak Kemiskinan merupakan
ANALISIS KINERJA ALGORITMA CLUSTERING FUZZY TSUKAMOTO DENGAN FUZZY C-MEANS
ANALISIS KINERJA ALGORITMA CLUSTERING FUZZY TSUKAMOTO DENGAN FUZZY C-MEANS Iin Parlina1, Prof.Herman Mawengkang2, Dr.Syahril Efendi, S.Si, M.IT3 Magister Teknik Informatika, Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini membahas tentang teori penunjang dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penerapan algoritma hierarchical clustering dan k-means untuk pengelompokan desa tertinggal.
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, (Sept, 2012) ISSN: A-521
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, (Sept, 2012) ISSN: 2301-9271 A-521 Analisa Perbandingan Metode Hierarchical Clustering, K-means dan Gabungan Keduanya dalam Cluster Data (Studi kasus : Problem Kerja Praktek Jurusan
IMPLEMENTASI PENGENALAN POLA UNTUK MENGEVALUASI HASIL PEMBELAJARAN DENGAN METODE FUZZY C-MEANS
SYSTEMIC Vol. 02, No. 02, Desember 2016, 23-28 IMPLEMENTASI PENGENALAN POLA UNTUK MENGEVALUASI HASIL PEMBELAJARAN DENGAN METODE FUZZY C-MEANS Ilham Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Teknologi, Fakultas
MODEL DATA MINING CAPAIAN PEMBELAJARAN. N. Tri Suswanto Saptadi. Definisi Kategori Model Naïve Bayesian k-nearest Neighbor Clustering 12/4/2015
1 MODEL DATA MINING N. Tri Suswanto Saptadi CAPAIAN PEMBELAJARAN Definisi Kategori Model Naïve Bayesian k-nearest Neighbor Clustering 1 3 Definisi Mining : proses atau usaha untuk mendapatkan sedikit barang
PERBANDINGAN METODE CLUSTERING MENGGUNAKAN METODE SINGLE LINKAGE DAN K - MEANS PADA PENGELOMPOKAN DOKUMEN
PERBANDINGAN METODE CLUSTERING MENGGUNAKAN METODE SINGLE LINKAGE DAN K - MEANS PADA PENGELOMPOKAN DOKUMEN Rendy Handoyo 1, R. Rumani M 2, Surya Michrandi Nasution 3 1,2,3 Gedung N-203, Program Studi Sistem
Bab 2 Tinjauan Pustaka
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dalam penelitian ini berjudul Penentuan Wilayah Usaha Pertambangan Menggunakan Metode Fuzzy K-Mean Clustering
Clustering. Virginia Postrel
8 Clustering Most of us cluster somewhere in the middle of most statistical distributions. But there are lots of bell curves, and pretty much everyone is on a tail of at least one of them. We may collect
DATA MINING CLUSTERING DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS UNTUK PENGELOMPOKAN JADWAL KEBERANGKATAN DI TRAVEL PT. XYZ TASIKMALAYA
DATA MINING CLUSTERING DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS UNTUK PENGELOMPOKAN JADWAL KEBERANGKATAN DI TRAVEL PT. XYZ TASIKMALAYA Aseptian Nugraha, Acep Irham Gufroni, Rohmat Gunawan Teknik Informatika Fakultas
BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Metode GLCM ( Gray Level Co-Occurrence Matrix)
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Metode GLCM ( Gray Level Co-Occurrence Matrix) Metode GLCM menurut Xie dkk (2010) merupakan suatu metode yang melakukan analisis terhadap suatu piksel pada citra dan mengetahui
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tahapan Penelitian Metodologi penelitian digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian agar hasil yang dicapai tidak menyimpang dari tujuan yang telah dilakukan
commit to user 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Text mining
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori 2.1.1 Text mining Text mining adalah proses menemukan hal baru, yang sebelumnya tidak diketahui, mengenai informasi yang berpotensi untuk diambil manfaatnya dari
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Data Mining Data Mining adalah proses pencarian pengetahuan dari suatu data berukuran besar melalui metode statistik, machine learning, dan artificial algorithm. Hal yang paling
REDUKSI DIMENSI INPUT PADA JARINGAN SYARAF PCA-RBF DENGAN SINGULAR VALUE DECOMPOSITION
REDUKSI DIMENSI INPUT PADA JARINGAN SYARAF PCA-RBF DENGAN SINGULAR VALUE DECOMPOSITION Abdul Hakim Maulana, Oni Soesanto, Thresye Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Email:
APLIKASI ALGORITMA FUZZY C-MEANS CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKKAN LULUSAN
APLIKASI ALGORITMA FUZZY C-MEANS CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKKAN LULUSAN Abdul Aziz, S.Si, M.Si. Abstrak Teknik Fuzzy c-means clustering termasuk dalam salah satu keluarga clustering. Seperti teknik clustering
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.6. Jaringan Syaraf Tiruan Jaringan syaraf tiruan atau neural network merupakan suatu sistem informasi yang mempunyai cara kerja dan karakteristik menyerupai jaringan syaraf pada
PEMBANGKITAN ATURAN FUZZY MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS (FCM) CLUSTERING UNTUK DIAGNOSA RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)
PEMBANGKITAN ATURAN FUZZY MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS (FCM) CLUSTERING UNTUK DIAGNOSA RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) Resti Ludviani 1, Candra Dewi, Dian Eka Ratnawati Program Studi Ilmu Komputer,
SIMULASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE KLUSTERING ALGORITMA FUZZY c-means
SIMULASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE KLUSTERING ALGORITMA FUZZY c-means Edrian Hadinata 1 Program Studi Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Teknik Harapan Jl. H.M. Joni No.70 C Medan, Sumatera
CLUSTERING GENDER BERDASARKAN NILAI MAKSIMUM MINIMUN AMPLITUDO SUARA BERBASIS FUZZY C-MEANS (FCM)
CLUSTERING GENDER BERDASARKAN NILAI MAKSIMUM MINIMUN AMPLITUDO SUARA BERBASIS FUZZY C-MEANS (FCM) Idni Irsalina 1*, Endang Supriyati 2, Tutik Khotimah 3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik,
Analisis Cluster, Analisis Diskriminan & Analisis Komponen Utama. Analisis Cluster
Analisis Cluster Analisis Cluster adalah suatu analisis statistik yang bertujuan memisahkan kasus/obyek ke dalam beberapa kelompok yang mempunyai sifat berbeda antar kelompok yang satu dengan yang lain.
BAB III PEMBAHASAN. FRBFNN, Arsitektur FRBFNN, aplikasi FRBFNN untuk meramalkan kebutuhan
BAB III PEMBAHASAN Pada bab ini berisi mengenai FRBFNN, prosedur pembentukan model FRBFNN, Arsitektur FRBFNN, aplikasi FRBFNN untuk meramalkan kebutuhan listrik di D.I Yogyakarta. A. Radial Basis Function
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Customer Relationship Management (CRM) CRM adalah perpaduan antara teori, metode, teknik, kompetensi dan software enterprise untuk mengembangkan jangka panjang perusahaan dengan
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia bisnis pada jaman sekarang, para pelaku bisnis senantiasa selalu berusaha mengembangkan cara-cara untuk dapat mengembangkan usaha mereka dan memperhatikan
APLIKASI SISTEM REKOMENDASI TOPIK SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DENGAN METODE SELF ORGANIZING MAP(SOM)
APLIKASI SISEM REKOMENDASI OPIK SKRIPSI PROGRAM SUDI EKNIK INFORMAIKA DENGAN MEODE SELF ORGANIZING MAP(SOM) ARIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
FUZZY-NEURO LEARNING VECTOR QUANTIZATION (FNLVQ)
BAB 2 FUZZY-NEURO LEARNING VECTOR QUANTIZATION (FNLVQ) Bab ini akan menjelaskan algoritma pembelajaran FNLVQ konvensional yang dipelajari dari berbagai sumber referensi. Pada bab ini dijelaskan pula eksperimen
PENGEMBANGAN ALGORITMA PENENTUAN TITIK AWAL DALAM METODE CLUSTERING ALGORITMA FUZZY C-MEANS
PENGEMBANGAN ALGORITMA PENENTUAN TITIK AWAL DALAM METODE CLUSTERING ALGORITMA FUZZY C-MEANS TESIS Oleh EDRIAN HADINATA 127038076 PROGRAM MAGISTER S2 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI
IMPLEMENTASI DETEKSI OUTLIER PADA ALGORITMA HIERARCHICAL CLUSTERING
IMPLEMENTASI DETEKSI OUTLIER PADA ALGORITMA HIERARCHICAL CLUSTERING Yoga Bhagawad Gita 1, Ahmad Saikhu 2 1,2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Sistem Pendukung Keputusan Pengadaan Buku Perpustakaan STIKOM Surabaya Menggunakan Metode Fuzzy C-Means Clustering
Sistem Pendukung Keputusan Pengadaan Buku Perpustakaan STIKOM Surabaya Menggunakan Metode Fuzzy C-Means Clustering Catur Sugeng Pribadi 1) 1) S1 / Jurusan Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika
PENGKLASIFIKASIAN LULUSAN JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BERDASARKAN NILAI IPK DENGAN METODE FUZZY CLUSTERING. M. Rodhi Faiz
Rodhi Faiz, Pengklasifikasian Lulusan Jurusan Teknik Elektro Berdasarkan Nilai Ipk Dengan Metode Fuzzy Clustering PENGKLASIFIKASIAN LULUSAN JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BERDASARKAN NILAI IPK DENGAN METODE FUZZY
DSS untuk Menganalisis ph Kesuburan Tanah Menggunakan Metode Single Linkage
61 DSS untuk Menganalisis ph Kesuburan Tanah Menggunakan Metode Single Linkage Abdi Pandu Kusuma, Rini Nur Hasanah, dan Harry Soekotjo Dachlan Abstrak - ph tanah merupakan ukuran jumlah ion hidrogen dalam
PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
DAFTAR TABEL Tabel 3-1 Dokumen Term 1... 17 Tabel 3-2 Representasi... 18 Tabel 3-3 Centroid pada pengulangan ke-0... 19 Tabel 3-4 Hasil Perhitungan Jarak... 19 Tabel 3-5 Hasil Perhitungan Jarak dan Pengelompokkan
Enigma Journal of Infotmatic (ENJOI 2016) ISSN :
b 1 Kombinasi Fuzzy C-Means Clustering dan MADM Model Yager Untuk Menentukan Kelompok UKT (Studi Kasus Universitas Sembilanbelas November Kolaka) Muhammad Nurtanzis Sutoyo 1 dan Andi Tenri Sumpala 2 12
Analisis Kinerja Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means pada Data Kemiskinan
Jatisi, Vol. 1 No. 2 Maret 2015 139 Analisis Kinerja Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means pada Data Kemiskinan Aniq Noviciatie Ulfah* 1, Shofwatul Uyun 2 1,2 Program Studi Teknik Informatika Universitas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi Penelitian merupakan acuan dalam pelaksanaan sebuah penelitian. Metodologi penelitian berisi rencana kerja yang berurutan agar hasil yang didapatkan sesuai dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Citra Digital Citra digital merupakan sebuah fungsi intensitas cahaya f(x,y), dimana harga x dan y merupakan koordinat spasial dan harga fungsi f tersebut pada setiap
BAB III K-MEDIANS CLUSTERING
BAB III 3.1 ANALISIS KLASTER Analisis klaster merupakan salah satu teknik multivariat metode interdependensi (saling ketergantungan). Metode interdependensi berfungsi untuk memberikan makna terhadap seperangkat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pendukung Keputusan Scot Morton adalah orang yang pertama kali mengartikulasikan konsep Decision Support System (DSS), mendefenisikan DSS sebagai sistem berbasis komputer
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini menjelaskan tentang analisa data, rancangan sistem, dan skenario pengujian. Bagian analisa data meliputi data penelitian, analisis data, data preprocessing.
PENGKLASIFIKASIAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO YANG MENGIKUTI MATA KULIAH RANGKAIAN LISTRIK DENGAN METODE FUZZY CLUSTERING. M.
Rodhi Faiz, Pengklasifikasian Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Yang Mengikuti Mata Kuliah Rangkaian Listrik Dengan Metode Fuzzy Clustering PENGKLASIFIKASIAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO YANG MENGIKUTI
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Clustering adalah proses di dalam mencari dan mengelompokkan data yang memiliki kemiripan karakteristik (similarity) antara satu data dengan data yang lain. Clustering
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS VISUALISASI DATA MULTIDIMENSI MENGGUNAKAN METODE FUZZY C-MEANS
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS VISUALISASI DATA MULTIDIMENSI MENGGUNAKAN METODE FUZZY C-MEANS Amin Wahyono 1, Mauridhi Hery Purnomo 2, dan Surya Sumpeno 3 Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi
IMPLEMENTASI ALGORITMA CLUSTERING ISMC DAN FCM (STUDI KASUS: JALUR PMB DI IT TELKOM BANDUNG)
IMPLEMENTASI ALGORITMA CLUSTERING ISMC DAN FCM (STUDI KASUS: JALUR PMB DI IT TELKOM BANDUNG) Ri Handayani, Erwin Budi Setiawan, dan Arie Ardiyanti Suryani Fakultas Teknik Informatika, Institut Teknologi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Sistem Pendukung Keputusan II.1.1 Definisi Sistem Pendukung Keputusan Berdasarkan Efraim Turban dkk, Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support System (DSS) adalah sebuah
BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang
BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI 3.1 Analisis Dalam proses analisis, terdapat dua cara yang ditempuh, diantaranya : a. Wawancara/Interview Langkah ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Aljabar Max-Plus Himpunan bilangan riil (R) dengan diberikan opersai max dan plus dengan mengikuti definisi berikut : Definisi II.A.1: Didefinisikan εε dan ee 0, dan untuk himpunan
Perancangan Sistem Pembagian Kelas Kuliah Mahasiswa dengan Kombinasi Metode K-Means dan K-Nearest Neighbors
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Perancangan Sistem Pembagian Kelas Kuliah Mahasiswa dengan Kombinasi Metode K-Means dan K-Nearest Neighbors Gede Aditra
IMPLEMENTASI METODE K-MEANS PADA PENERIMAAN SISWA BARU
PROYEK TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI METODE K-MEANS PADA PENERIMAAN SISWA BARU (Studi Kasus : SMK Pembangunan Nasional Purwodadi) Disusun oleh: Novian Hari Pratama 10411 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS
Analisis cluster pengorganisasian kumpulan pola ke dalam cluster (kelompok-kelompok) berdasar atas kesamaannya. Pola-pola dalam suatu cluster akan
Analisis cluster pengorganisasian kumpulan pola ke dalam cluster (kelompok-kelompok) berdasar atas kesamaannya. Pola-pola dalam suatu cluster akan memiliki kesamaan ciri/sifat daripada pola-pola dalam
