METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
|
|
|
- Susanto Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Nama Paket : Pekerjaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) Pusaka 1 (2 x 4.4MW) dan 3 (2 X 1.5MW) Lokasi : Kabupaten Cianjur, Jawa Barat DAFTAR ISI: I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang dan Uraian Singkat I.2. Lokasi Pekerjaan I.3. Sumber Material I.4. Kondisi Lapangan I.5. Data Proyek II. Metode Kerja II.1. Mobilisasi II.2. Bangunan Fasilitas, Jalan Kerja Sementara, Stock Pile, Disposal dsb II.3. Pelaksanaan Pekerjaan Utama II.4. Tahapan Pekerjaan II.5. Schedule Pelaksanaan Pekerjaan I. PENDAHULUAN Penjelasan Secara Umum Mini Hidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM), adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya dengan cara membendung aliran sungai (untuk menaikan Elevasi Permukaan Air), dan selanjutnya air diambil melalui bangunan intake, disalurkan dengan bangunan saluran pembawa menuju Bak
2 penenang / forebay, selanjutnya dialirkan melalui sebuah pipa pesat (penstock) kedalam rumah pembangkit yang pada umumnya dibangun di bagian tepi sungai untuk menggerakkan turbin. Energi mekanik yang berasal dari putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator Secara mekanis penstock berfungsi sebagai sarana pengubah tenaga kinetis dari hidrostatik pada bak penenang (penampung) menjadi tenaga pontesial. Tenaga air tersebut menjadi tenaga mekanik pada turbin. Turbin akan menggerakan generator sehingga menimbulkan listrik. I.1. Latar Belakang dan Uraian Singkat I.1.1. Latar Belakang Latar belakang, Maksud dan Tujuan Pekerjaan ini sesuai Tender Dokumen I.1.2. Uraian Singkat Pekerjaan Pengadaan dan Konstruksi yang meliputi Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Sipil, Pekerjaan Metal, Pekerjaan Electrical/Mechanical dan Test & Commissioning - Pemberi Tugas Pemberi Tugas (Owner) adalah PT. Pembangkitan Pusaka Parahiangan, atau ditentukan lain sesuai tender dokumen - Sumber Dana Sumber Dana dari PT. Pembangkitan Pusaka Parahiangan atau diterangkan lain sesuai Tender Dokumen - Lokasi Pekerjaan Sungai Cibuni, Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat (sesuai plan dalam dokumen lelang) - Waktu Pelaksanaan Waktu Pelaksana Pekerjaan adalah 510 (lima ratus sepuluh) hari kalender dengan masa Pemeliharaan sesuai yang dipersyaratkan dalam Tender Dokumen. - Pengendalian Waktu Pelaksanaan Pengendalian waktu pelaksanaan akan dilakukan dengan metode Bar chart (sesuai tender dokumen). - Pengendalian Mutu Pelaksanaan Untuk menjamin mutu pekerjaan maka dalam pelaksanaannya akan mengacu pada spesifikasi teknis yang ada didalam dokumen tender, Berita acara rapat tinjauan lapangan, addendum (jika ada) dan dikendalikan dengan Quality Control Plan. Persiapan pelaksanaan merupakan bagian yang penting untuk dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan polisi, peraturan yang berkaitan tatacara dan Pengendalian Traffic kendaraan /peralatan proyek dan penjaminan keamanan dan keselamatan oleh team K-3 proyek.
3 I.2. Lokasi Pekerjaan Sungai Cibuni, Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat (sesuai plan dalam dokumen lelang) PLAN SESUAI DOKUMEN TENDER - LOKASI PLTM PUSAKA 1
4
5 - LOKASI PLTM PUSAKA 2
6
7 I.3. Sumber Material 1. Alam: - Pasir : Lokal setempat ± 25 Km - Batu Gunung (Belah) : Lokal setempat ± 1-2 Km - Sirtu : Lokal setempat ± 25 Km - Batu Pecah : Lokal setempat Plant ± 60Km 2. Pabrikan: - Semen PC : Supplier Jakarta - Besi Tulangan : Supplier Jakarta - Pipa Baja : Supplier Jakarta Pengadaan, Penanganan Material / Bahan Pekerjaan dan Deposit / Penyimpanan Bahan / Material di Lapangan. Beton dan Batu kali - Pengadaan bahan / material untuk pekerjaan Struktur Beton dari Concrete Mixer. - Pengadaan bahan / material untuk pekerjaan Struktur Beton dan Pas. Batu kali dengan menggunakan Beberapa Concrete Mixer Tidak menghambat pekerjaan yang akan dilakukan secara bebarengan / tidak saling tergantung. Pengadaan Material Batu Proposal Lokasi Quary Batu dan metode transportasi serta stock material Pada Lokasi Quary Batu - Material diambil oleh Pekerja / tenaga manusia dan alat bantu - Material dituang ke dalam bak dump truck - delivery material batu ke lokasi pekerjaan Hauling / Trasportasi Pekerjaan
8 Untuk lokasi yang tidak dapat dijangkau dengan Dump truck, transportasi dibantu dengan gerobak / alat Bantu. Material di stock pada lokasi sementara / stock area, dilanjutkan dengan bantuan alat Bantu / gerobak menuju lokasi pekerjaan. Pengadaan Hauling / Trasportasi Disekitar lokasi pek. - Material Lain - Penempatan bahan / material untuk pekerjaan Beton, (Besi tulangan & Semen, aggregat, pasir dsb) ditempatkan pada lokasi base camp Gudang Proyek (Gudang 1 / Gudang Utama). - Pembuatan Sub Sub gudang Proyek (Gudang 2, 3 dst) Jika Diperlukan. Ilustrasi Supplier Material GUDANG 1 / GUDANG UTAMA (lokasi Base Camp) GUDANG 2 / Material Depot 2 (lokasi : work site) Barak Pekerja GUDANG 3 / Material Depot 3 (lokasi : work site) Barak Pekerja GUDANG 4 / Material Depot 4 dst (lokasi : work site) Barak Pekerja
9 Konstruksi : 1. Gudang 1 / Gudang Utama Storage kondisi Kering terlindung dari air hujan / Bocor, dasar storage lebih tinggi dari elevasi tanah sekitar 2. Gudang 2 / Material Depot 2 dst Storage kondisi Kering terlindung dari air hujan / Bocor, dasar storage lebih tinggi dari elevasi tanah sekitar I.4. Kondisi Lapangan 1. Topografi; - As Bendung ± Diversion (Intake) ke sedimen Trap = sesuai tender dikumen - Water Way (saluran pembawa) dengan perbedaan elevasi awal akhir sesuai tender dokumen berupa saluran terbuka - Perbedaan Elevasi Antara Bak Penenang dan Rumah Pembangkit sesuai tender dokumen dengan perbedaan tinggi 749 m berupa pipa pesat / penstock > Elev. Dasar Penstock di Head Pond = Sesuai Gambar Kerja dan > Elev. Penstock di Power House = Sesuai Gambar Kerja 2. Geologis - As bendung, hulu dan hilir terdiri dari tanah bercampur material berbutir (Soft dan Hard Rock), untuk tebing kiri dan kanan bendung batuan dan endapan - Diversion (Intake) ke sedimen Trap berupa Soft dan Hard Rock dan endapan dengan permukaan datar antara keduanya. - Water way (saluran pembawa) terdiri dari antara tanah lunak (Clay) dan tanah keras - Bak penenang, penstock terdiri dari antara tanah lunak (Clay) dan tanah keras 3. Iklim dan Cuaca; - Musim Hujan : Bulan tober - April - Musim Kemarau : Bulan April - tober I.5. Data Proyek 1. Bendung konstruksi Pas. Batu dengan Selimut Beton pada permukaan Mercu dan lantai dengan dimensi sebagai berikut; - Lebar Bendung total (B) = Sesuai Gambar Kerja - Tinggi Mercu Bendung (H) = 4,00 m - Panjang Total Bendung (L) = Sesuai Gambar Kerja - Lebar Penguras (b2) = 5,50 m
10 - Lebar mercu bendung (b1) = 26,00 m - Pintu air penguras = 2 (b) tipe pintu sorong 2. Intake Konstruksi Pasangan Batu dengan dimensi; - Lebar dasar saluran (B) = 3,60 m - Tinggi saluran (H) = sesuai Gambar kerja - Pintu Intake = 2 m (b) tipe Pintu Sorong 3. Sand Trap / Kolam Pengendap Pasir Konstruksi Pasangan Batu dengan dimensi; - Lebar dasar saluran (B) = sesuai gambar kerja - Tinggi saluran (H) = sesuai gambar kerja - Panjang Saluran (L) = sesuai gambar kerja - Pintu air penguras = 1 unit (b) tipe pintu sorong 4. Saluran Pembawa 4.1. Saluran Pembawa (Open chanel) Konstruksi Pasangan Batu dengan dimensi; - Lebar dasar saluran (B ) = sesuai gambar kerja - Tinggi saluran (H) = sesuai gambar kerja - Panjang Saluran (L) = sesuai gambar kerja 5. Headpond (kolam Penenang) Konstruksi Pasangan Batu dengan dimensi; - Ukuran Kolam = sesuai gambar kerja - Tinggi kolam = sesuai gambar kerja - Pintu Penstock(b) = sesuai gambar kerja - Pintu Penguras(b) = sesuai gambar kerja 6. Pipa Pesat (Penstock) 6.1. Konstruksi pondasi pas. Batu dengan uk. Pipa pesat; - Pipa Pesat Ø 1,50m, = sesuai gambar kerja - Jml Penstok Line = 1,00 bh - Jarak Sadel = 5 m - Efektidf Head = sesuai gambar kerja 7. Rumah Pembangkit (Power House) - Dimensi Bangunan = sesuai gambar kerja - Struktur Beton Bertulang; Dinding Pas. Batu bata 8. Jalan Akses - Lebar Perkerasan = sesuai gambar kerja - Lebar Bahu Jalan (Ka / Ki) = sesuai gambar kerja - Panjang Jalan Akses (L); 1. sesuai gambar kerja (Power House Bendung) 2. sesuai gambar kerja (Head Pond Power House) - Konstruksi Perkerasan Jalan: 1. Lapisan Base AWCAS = 15 cm atau sesuai gambar kerja 9. Jalan Insitu - Lebar Perkerasan = sesuai gambar kerja - Lebar Bahu Jalan (Ka / Ki) = sesuai gambar kerja - Panjang Jalan Akses (L) = sesuai gambar kerja - Konstruksi Perkerasan Jalan: 1. Lapisan Base AWCAS = 15 cm atau sesuai gambar kerja
11 II. Metode Kerja II.1. Mobilisasi II.1.2. Peralatan Pekerjaan dan Material Mobilisasi /pengiriman peralatan ke lokasi pekerjaan di jadwalkan terlebih dahulu yang berisi keterangan lokasi peralatan, usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan dilapangan. Selanjutnya alat ditempatkan pada lokasi yang aman / dekat di lokasi proyek agar mudah digunakan dalam pekerjaan nantinya. Mobilisasi peralatan diselesaikan sesuai dengan jadwal pelaksanaan Pekerjaan (merupakan salah satu lampiran dalam dokumen penawaran) dan ketentuan lain yang telah dipersyaratkan dalam dokumen pelelangan. Assumsi Mobilisasi alat dan Material: Peralatan Kerja dan Material dimobilisasi Dari Jakarta untuk selanjutnya dihantar ke lokasi pekerjaan Via Jalan Existing. Dilanjutkan dengan delivery ke lokasi pekerjaan dengan alat angkut darat (Trailer). Transportasi peralatan berat dan Material dilaksanakan setelah mendapat ijin dan bantuan pengamanan dengan pihak terkait selama dalam perjalanan sampai ditujuan demi menjaga keselamatan selama dalam perjalanan.
12 Tabel Peralatan Pekerjaan I. I.1. I.2. I.3. I.4 I.5. I.6. I.7. I.8. I.9 I.10 I.11 Jenis Alat Pekerjaan Sipil Concrete Mixer Bar Cutter Dump Truck Truck Crane Excavator Buldozer Tandem Elec. Pump (for water & mud) Welding Machine Diesel (Mesi Las) Theodolit Baby Roller dsb Untuk alat lainnya dapat dilihat pada Lampiran Jenis, Kapasitas, komposisi dan Jumlah Peralatan II. II.1. II.2 II.3. II.4. II.5 Pekerjaan Elektrikal Generator Set Tool Box Megger Multimeter Ampere Meter II.1.2.Tenaga Kerja / Personil - Mobilisasi tenaga kerja mencakup tenaga kerja yang didatangkan dari luar lokasi maupun berasal dari sekitar proyek. Tenaga kerja yang dominan adalah tenaga kerja Konstruksi - Tenaga kerja yang tidak memerlukan keahlian khusus akan diambil sebanyak mungkin dari penduduk lokal. Jika tenaga kerja lokal yang ada belum mencukupi, baru akan diambil tenaga kerja dari luar lokasi. Klasifikasi dan Jumlah Tenaga Kerja Klasifikasi Jumlah Orang Project Manager Site Manager Tenaga Ahli / Site Engineer Pekerjaan Sipil Tenaga Ahli / Site Engineer Pekerjaan Elektrikal Tenaga Pelaksana Pekerjaan Sipil Tenaga Pelaksana Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal Tenaga Administrasi Laborat Tenaga Ahli K3 Tenaga Ahli QS Mandor Tenaga Kasar (Tukang, Pekerja dsb) Operator & Pemb. Operator Sopir & Pemb. Supir Petugas Keamanan 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 3 Orang Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan 3 Orang
13 Village Road PT. PEMBANGKIT PUSAKA PARAHIANGAN II.2. Bangunan Fasilitas, Jalan Kerja Sementara, Stock Pile, Disposal dsb Bangunan Fasilitas yang diperlukan adalah sebagai berikut II.2.1. Tabel Fasilitas Lokasi di sekitar bangunan Power House N0 FASILITAS URAIAN KET. 1. Kantor Lapangan 45 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) (permanen ==> akan 2. Barak pekerja 200 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) digunakan sbg bangunan Rumah Jaga) 3. Laboratory 24 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) 4. Warehouse 65 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) 5. Repair Shop 65 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) 6. Form & Rebar Works 64 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) 7. First Aid Facilities 36 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) 8. Canteen 24 m2 (atau ditentukan lain sesuai tender dokumen) 9. Jaringan Perpipaan dengan mengunakan pipa 1" 10. Jaringan Listrik dari Genset ke masing - masing bangunan 11. Tangki Air 6 m3 12. Sumur dengan Pompa for Engineer, Employer & Const 13. Pipa PVC & Septic Tank dia 4 " untuk Septic Tank 14. Sumur Peresapan dengan pipa 50 mm dari Septic Tank 15. Genset untuk penerangan 16. Jalan Internal w = 3,00 m, Base Class C LAY OUT BANGUNAN FASILITAS Security Fence Material Stock Yard Form & Rebar Stock Yard Motor Pool Yard 5 6 Temporary Access Road
14 Buat Papan Nama Proyek Papan nama dibuat dari bahan sesuai yang dipersyaratkan yang diberi keterangan (dengan cat) berupa nama proyek, pemilik proyek, jumlah nilai proyek, lokasi proyek dan lain-lain yang memperjelas keterangan proyek yang sedang dikerjakan. Dalam pelaksanaannya menggunakan tenaga manusia dibantu dgn alat pendukung lainnya seperti palu, dll Selanjutnya papan nama di letakkan pada lokasi sekitar proyek yang mudah untuk dilihat dan dikenali oleh publik. II.2.2. Jalan Kerja Sementara a. Perbaikan dan Perkuatan Bangunan pada Jalan Eksisting Untuk menjaga keamanan dalam transportasi material maka perlu perbaikan dan perkuatan jembatan dan bangunan perlintasan lainnya dengan penggantian dan pemasangan baru konstruksi yang bersifat sementara b. Pembuatan Jalan Kerja / Construction Road dan Jalan Masuk/Akses Road Definisi b.1. Jalan Kerja / Construction Road Kontraktor Akan membuat jalan kerja ke lokasi pekerjaan dengan lokasi yang terpisah dengan akses road ataupun pada lokasi akses road (nantinya akan dipakai untuk akses road jika memungkinkan). Jalan Bersifat temporary selama pelaksanaan Proyek. Assumsi Penggunaan dan Pelaksanaan : 1. Penggunaan: 1.1. Jalan kerja untuk mobilisasi dan demobilisasi peralatan kerja dan peralatan fasilitas kontraktor lainnya 1.2. Jalan kerja untuk aktivitas pekerjaan. Jalan kerja ini digunakan untuk Penanganan material dari proses konstruksi dsb. 2. Pelaksanaan : Peralatan Kerja; - Excavator - Buldozer - Dump truck angkut meterial - Tandem roller - Alat bantu 2.1. Pembuatan jalan kerja (Lebar badan jalan mencukupi untuk lalu lintas peralatan proyek) Sebelumnya dilakukan pengupasan humus /striping, kemudian dilanjutkan dengan galian tanah lunak dan tanah berbatu dengan excavator dan buldozer Material Hasil galian / cutting dibuang disekitar lokasi pekerjaan yang telah ditentukan.
15 Spreading and Grading By Bulldozer 2.2. Pekerjaan Drainase 2.3. Sub Grader preparation dengan Buldozer dan Pemadatan dengan Tandem 2.4. Pembuatan jalan kerja dengan menggunakan material sirtu. Penghamparan dengan Buldozer Pemadatan Material untuk Jalan Kerja dengan dengan alat pemadat. Pemadatan sesuai spek. Teknis. 2.7 Pada Lokasi yang tdk dpt dijangkau dg alat berat, pekerjaan secara manual) pekerja dan alat bantu). b.2. Jalan Masuk / Akses Road Jalan Masuk adalah konstruksi jalan yang menghubungkan Lokasi pekerjaan dengan Jalan Utama yang nantinya akan digunakan sebagai jalan masuk secara permanen (non temporary). Jadwal Pelaksanaan Akses Road ini dapat dilaksanakan bebarengan dengan pekerjaan Konstruksi bangunan PLTM lainnya (tidak berhubungan, krn konstruksi bangunan PLTM lainnya menggunakan Jalan Kerja). Assumsi Penggunaan dan Pelaksanaan : 1. Penggunaan: 1.1. Jalan kerja untuk mobilisasi dan demobilisasi peralatan kerja dan peralatan fasilitas kontraktor lainnya 1.2. Jalan kerja untuk aktivitas pekerjaan. Jalan kerja ini digunakan untuk Penanganan material dari proses konstruksi dsb. 2. Pelaksanaan : Peralatan Kerja; - Excavator - Buldozer - Dump truck angkut meterial - Tandem roller - Alat bantu 2.1. Pembuatan jalan kerja (Lebar badan jalan 3.5 m dengan Bahu Kn/Kr adalah 1m) dan tebal padat 15 cm) Sebelumnya dilakukan pengupasan humus /striping, kemudian dilanjutkan dengan galian tanah lunak dan tanah berbatu dengan excavator dan buldozer Material Hasil galian / cutting dibuang disekitar lokasi pekerjaan yang telah ditentukan.
16 Spreading and Grading By Bulldozer 2.2. Pekerjaan Drainase 2.3. Sub Grader preparation dengan Buldozer dan Pemadatan dengan Tandem 2.4. Pembuatan jalan kerja dengan menggunakan material sirtu / AWCAS. Penghamparan dengan Buldozer Pemadatan Material untuk Jalan Kerja dengan dengan Tandem Roller. Pemadatan sesuai spek. Teknis. 2.7 Pada Lokasi yang tdk dpt dijangkau dg alat berat, pekerjaan secara manual) pekerja dan alat bantu). b.3. Jembatan Untuk Akses Road - Konstruksi Jembatan Adalah Jembatan dengan metode Cast in situ - Pekerjaan dengan Bantuan Perancah / Scafolding Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Jembatan dibawah ini hanya sebagai ILUSTRASI dari tahap pelaksanaan pekerjaan Struktur Abutment. Adapun Bentuk dan dimensi dari abutment yang akan dilaksanakan pada pelaksanaan pekerjaan yang dilelangkan ini sesuai dengan Gambar rencana Pelaksanaan (Shop Drawing) pada dokumen lelang/tender document. Tahap 1 : pasir urug & Lean concrete Tahap 2 : Pembesian -Tulangan dibersihkan dari kotoran, karat dan benda asing lainnya. - Posisi pembesian utk abutment disanggah untuk mencegah bergesernya tulangan dari kedudukan rencana dan tetap kokoh pada saat pengecoran, dan jarak batangan tetap dijaga. Koneksi / Delatasi dengan stuktur existing dilakukan dengan mengebor dan memasang tulangan / angkur pada struktur existing sesuai gambar kerja
17 Tahap 3 : Form work - Rencana formwork sesuai dengan shop drawing & disetujui direksi - Sebelum pengecoran, form work & tulangan di cek dan disetujui oleh engineer Tahap 4 :Pengecoran Concrete - Pengecoran dilaksanakan dengan Beton Produksi dari Concrete Mixer - Mutu beton sesuai gambar kerja dan spek. Teknis - Pemadatan dengan concrete vibrator Tahap 5 : Finishing dan Curing - Curing segera dilaksanakan dibukanya formwork - Curing menggunakan penyiraman air & curing compound
18 Tahap 6 : Tulangan Abutment Tahap 7 : Formwork Abutment Tahap 8 : Concreting Abutment
19 Tahap 8-1 : Pengecoran Selanjutnya Pada saat bersamaan, pelaksanaan konstruksi wing wall dilaksanakan Tahap 9 : Finishing & Curing Tahap 10 : Back Fiiling PIER Pelaksanaan Pier dibawah ini hanya sebagai ILUSTRASI dari tahap pelaksanaan pekerjaan Pier. Adapun Bentuk dan dimensi dari pier yang akan dibangun dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilelangkan ini sesuai dengan spesifikasi teknis, Bill of Quantity dan Gambar rencana Pelaksanaan (Shop Drawing) pada dokumen lelang/tender document. 1. Pembesian dan Bekisting Pile Cap
20 1. Pengecoran beton dengan bantuan Hydraulic crane with bucket. 2. Pemadatan dengan concrete vibrator 1. Untuk Pier kolom diassumsikan pekerjaan dilakukan dengan 2 tahap: 4.1.Tahap 1 ±½ Tinggi Tahap 2 sisa tinggi. Pada tahap ini, pekerjaan bekisting menggunakan Climbing Form work. 2. Pembesian dan Bekisting Pier Kolom. 3. Pengecoran beton dengan bantuan Hydraulic crane with bucket. 4. Pemadatan dengan concrete vibrator
21 1. Pembesian dan Bekisting Pier Kolom Tahap Pembesian dengan Climbing Work 1. Pengecoran beton dengan bantuan Hydraulic crane with bucket. 2. Pemadatan dengan concrete vibrator 3. Pembesian dan Bekisting Pier Head
22 1. Pengecoran beton dengan bantuan Hydraulic crane with bucket. 2. Pemadatan dengan concrete vibrator 3. Finishing & Curing 4. Dialnjutkan Pekerjaan lainnya; - Bearing pad - Main girder & Diafragma - RC Plate - Slab - Plat injak - Railling - Pek. Lainnya sesuai gambar kerja dan BQ
23 Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Jembatan dibawah ini hanya sebagai ILUSTRASI dari tahap pelaksanaan pekerjaan Struktur Jembatan. Adapun Bentuk dan dimensi dari abutment, balok jembatan, lantai jembatan, dsb yang akan dilaksanakan pada pelaksanaan pekerjaan yang dilelangkan ini sesuai dengan Gambar rencana Pelaksanaan (Shop Drawing) pada dokumen lelang/tender document. Pelaksanaan pekerjaan ini menggunakan metode Cast in situ / Beton cor ditempat, dimana dalam pelaksanaan pekerjaan menggunakan batang kayu dan papan kayu sebagai acuan/bekisting dan supporting. Bahan ; - Batang kayu dan papan kayu sebagai supporting dan bekisting - Baja Tulangan dengan diameter dan perakitan sesuai dengan gambar rencana /gambar kerja. - Beton dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan Gambar rencana/gambar kerja BEKISTING DAN PEMBESIAN BALOK, DIAFRAGMA & PLAT JEMBATAN Penampang melintang 4/6 4/6 4/6 5/7 5/7 4/6 4/6 5/7 5/7 3/10 3/10 5/7 5/7 5/7 5/7
24 Tulangan Balok T Tebal Lantai Jembatan 4/6 5/7 5/7 4/6 5/7 5/7 4/6 3/10 5/7 Batang kelapa/cerucuk dolken / Batang Pohon 5/7 PEKERJAAN PEMBETONAN BALOK & DIAFRAGMA
25 Penampang melintang Tulangan Balok T Tebal Lantai Jembatan 4/6 5/7 5/7 4/6 5/7 5/7 4/6 3/10 5/7 Batang kelapa/cerucuk dolken / Batang Pohon 5/7 PEKERJAAN PEMBETONAN BALOK DAN DIAFRAGMA SELESAI, DILANJUTKAN DENGAN PEMBESIAN DAN BEKISTING LANTAI JEMBATAN 4/6 4/6 4/6 4/6 4/6 4/6 5/7 5/7 4/6 4/6 5/7 5/7 3/10 3/10 5/7 5/7 5/7 5/7
26 PENGECORAN BETON LANTAI & PEMADATAN DENGAN CONCRETE VIBRATOR 4/6 4/6 4/6 4/6 4/6 4/6 5/7 5/7 4/6 4/6 5/7 5/7 3/10 3/10 5/7 5/7 5/7 5/7 PEKERJAAN JEMBATAN SELESAI DILANJUTKAN PEKERJAAN LAINNYA - PEMBONGKARAN SUPPORTING DAN BEKISTING - RAILLING JEMBATAN - PARAPET - DSB PEKERJAAN PEMBETONAN BALOK & DIAFRAGMA Finished Jembatan, dilanjutkan dengan pekerjaan Proteksi slope pada disekitar abutment Perawatan / Curing pada Pekerjaan Beton; 1. Fungsi; Menjaga kadar air pada beton agar tidak terlalu cepat kering proses pemadatan / kering beton tidak terlalu cepat atau juga terlalu lambat, akibat beton tidak retak dan berumur lama 2. Pelaksanaan; Dilaksanakan setelah proses pengecoran beton selesai (finishing) 3. Metode; - Dilakukan dengan Curing compound dengan material dan cara pelaksanaan sesuai petunjuk pabrik. - Dengan menyiram air. Pemberian air dilakukan berlahan agar permukaan beton tidak rusak - Dengan selimut terpal / goni basah 4. Pengaruh Cuaca terhadap pekerjaan 4.1. Jika terlalu panas (>32 C) beton cepat kering dan pemadatan terlalu cepat, maka perlu dilakukan antisipasi sebagai berikut;
27 - Pengecoran pada Pagi, sore atau malam hari - Kadar material beton dijaga - Perkiraan jika akan terjadi hujan - Pengadaan alat pelindung (terpal / plastic) - Produksi beton dan delivery dilakukan pada saat kondisi tidak hujan 4.2. Pelaksanaan pada saat hujan turun; - Segera melindungi beton yang baru di hampar dengan alat pelindung dan tidak terjadi kebocoran Pekerjaan Abutmen dan Pier, selanjutnya dilakukan pekerjaan Bearing Pad. Pekerjaan sesuai dengan BQ, gambar kerja dan Spesifikasi teknis c). Pembuatan Jembatan Darurat Jika ada c.1. Pada lokasi Jembatan existing, dimana akan digunakan untuk akses road / jalan akses kerja, maka diperlukan pekerjaan perkuatan dengan dengan menggunakan baja profil dimana diperkirakan dapat memperkuat jembatan existing yang ada. Perkuatan dg Baja Profil Bridge existing c.2. Pada lokasi dimana diperlukan jembatan darurat 1. Untuk sungai / kali kecil (bentang pendek) dan jembatan darurat diatas saluran pengelak dapat menggunakan jembatan sementara dari batang kayu / batang kelapa. 2. Atau untuk sungai / kali besar dan dalam (bentang panjang ) dapat menggunakan jembatan sementara dari Jembatan Bellly Jembatan sementara dari batang kelapa, kayu dan papan kayu Jembatan sementara dari Jembatan Belly (Jika diperlukan)
28 II.2.3. Utilitas Sementara a. Penerangan untuk Kantor dan Base Camp Genset untuk pembangkit listrik digunakan untuk penerangan di kantor dan Base Camp disamping untuk pengoperasian peralatan kantor atau workshop dengan membuat jaringan listrik lokasl dilengkapi dengan MCB dan Switch untuk menghidupkan dan mematikan aliran Listrik b. Penerangan Kerja Dalam melaksanakan pekerjaan di malam hari (shift malam) seperti Bendung, Intake, rumah Pembangkit dsb dengan aman diperlukan penerangan yang cukup di area pekerjaan. Di kedua sisi bangunan, lampu sorot dipasang selama pekerjaan pasangan batu dan pengecoran beton yang dilakukan pada malam hari c. Penyediaan Air Kerja Penyediaan air kerja dengan membuat Sumur pantek / sumur bor atau sumber air sekitar, untuk keperluan air kerja dan dalam lingkungan Base camp, air bersih dari lumpur, minyak dan bahan kimia lainnya untuk keperluan MCK pekerja. Distribusi untuk keperluan dengan sistem pemipaan d. Pengolahan Limbah Buangan / Kotoran Dengan mengalirkan limbah buangan ke dalam Septi tank e. Pengolahan Air Limbah dan Pembuangan Dengan mengalirkan air limbah buangan ke dalam sumur resapan II.2.4. II.2.5. II.2.6. Air Kerja Air kerja menggunakan aliran air sungai. Concrete Sump Pit untuk pemompaan dibuat dekat hulu dan hilir Cofferdam Untuk Intake, Sand Trap dan Saluran Pembawa, air sungai dipompa ke atas tangki 10m³ untuk stock dan mengalirkan secara gravitasi ke Saluran, Head Pound untuk air kerja dan dari masing-masing tangki di lokasi tersebut ke lokasi pekerjaan dengan cara gravitasi. Dokumen Rekaman Proyek Pemotretan untuk dokumentasi dan pelaporan kemajuan pelaksanaan proyek dilaksanakan dari progress 0 % sampai dengan 100 %, dilaksanakan dengan detail dan tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Pengeringan / Dewatering Fasilitas Pengeringan untuk Bendung dan Intake dilaksanakan untuk mengeringkan Lokasi pekerjaan dari genangan air, berupa Pompa Submersible 6, 4 dengan vinyl hose untuk temporere di lokasi pekerjaan dengan cara memompa genangan air ke luar cofferdam II.3. Pengendalian Teknis / Penguasaan Teknis Lapangan dan Pelaksanaan Pekerjaan Utama II.3.1. Pengendalian Teknis / Penguasaan Teknis Lapangan Pengendalian teknis adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk menjamin suatu hasil pekerjaan sesuai dengan yang dipersyaratakan di dalam dokumen kontrak. Kepuasan suatu hasil pekerjaan untuk selanjutnya diwujudkan dalam bentuk diterbitkan Sertifikat Serah Terima Pertama (PHO) dan Serah Terima Terakhir (FHO). Kelompok kegiatan yang menjadi dasar pengendalian teknis adalah sebagai berikut :
29 1. Dokumen Kontrak Pekerjaan,terdiri atas : Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan, Bill of Quantity, Gambar kontrak, Spesifikasi Teknis, Tata cara pembayaran dan pengukuran, Addendum Kontrak (jika ada). Dan rujukannya yaitu Peraturan Teknis Kontruksi dan pengadaan barang konstruksi, Addendum Kontrak (jika ada). 2. Engineering : Kegiatan meliputi dan tidak terbatas pada Pengukuran / perhitungan bersama, pengecekan kesiapan Lahan, proses Approved Shop Drawing dan Asbuilt Drawing, proses usulan / persetujuan material konstruksi,dokumentasi, Quality Control Plan (QCP), test, inspection & cek untuk pekerjaan. Proses persetujuan dan pengadaan barang / bahan, peraturan dan perijinan yang berlaku. 3. Manajemen Pelaksanaan Pekerjaan : Manajemen Pelaksanaan Pekerjaan ini dikelola oleh team manajemen proyek yang terdiri dari personal inti. Team manajemen proyek membuat rancangan urutan pekerjaan mengacu pada denah pentahapan yang ada di dalam dokumen kontrak. Untuk selanjutnya berdasar pada urutan pelaksanaan pekerjaan tersebut dibuat metode kerja sesuai dengan item pembayaran sesuai bill of quantity (daftar kuantitas) dimaksudkan untuk mendapatkan suatu cara pelaksanaan yang effektif dan effisien berdasarkan kondisi lapangan yang ada dengan tetap mengendalikan resiko selama pelaksanaan hingga selesai pekerjaan Pengaturan Lokasi Kegiatan ini merupakan penataan penempatan peralatan,bahan dan tenaga yang disesuaikan dengan urutan pekerjaan dan metode kerja yang akan diterapkan Urutan pekerjaan Urutan pekerjaan ini merupakan urutan pelaksanaan fisik pekerjaan dilapangan dan sangat penting dan sebagai dasar untuk memobilisasi / demobilisasi tenaga, alat, material sesuai dengan ukuran dan waktu pada saat dibutuhkan Metode kerja Berdasarkan urutan pekerjaan tersebut selanjutnya dibuat metode kerja secara rinci sesuai dengan persyaratan teknis konstruksi dan persyaratan lain yang dicantumkan didalam dokumen kontrak. Metode kerja ini dimaksudkan untuk menentukan keperluan alat, material dan tenaga untuk mencapai suatu target produktivitas yang telah dirancang dan juga berfungsi untuk tools pengendalian mutu dan pengendalian waktu untuk memenuhi target komitment kontrak Rencana Kendali Mutu (Quality Control Plan) Untuk menjamin tercapainya suatu mutu pekerjaan sesuai yang dipersyaratkan maka dibuatlah pedoman pengendalian mutu pekerjaan yaitu Rencana Kendali Mutu (Quality Control Plan) yang dimulai dari proses kegiatan pembuatan shop drawing, proses pengadaan dan mobilisasi material, alat dan proses pemilihan tenaga pelaksana trampil Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) Keamanan dan keselamatan baik bagi tenaga kerja proyek maupun pihak lain harus dijamin yaitu dengan mengadakan team K-3 proyek. 4. Pengendalian Waktu Berdasar metode kerja yang telah dipilih maka baik keterurutan, produkstivitas dan keperluan alat, bahan dan tenaga dapat diendalikan sehingga waktu yang yang telah dirancang juga secara otomatis dapat dikendalikan dengan benar.
30 5. Pemeliharaan pekerjaan dan Serah Terima Pekerjaan(PHO/FHO) Sesuai dengan ketentuan didalam dokumen lelang maupun dokumen kontrak maka pekerjaan dapat diserah terimakan jika telah selesai dan sesuai dengan persyaratan teknisnya. Tahapan serah terima pekerjaan yaitu Serah Terima Pertama (disebut PHO) kemudian diikuti dengan pemeliharaan dan perbaikan minor pekerjaan untuk selanjutnya sesuai dengan batas waktu masa pemeliharaan dan jika pekerjaan telah dapat diterima dengan baik oleh pemilik proyek maka akan dilakukan Serah Terima Kedua (disebut FHO).Dengan telah diterbitkannya Sertifikat FHO maka seluruh tanggung jawab telah diserahkan kepada pemilik proyek dan kontraktor pelaksana dibebaskan dari segala macam tuntutan. Flow Chart Pengendalian Teknis / Penguasaan Teknis Pelaksanaan START Dokumen Kontrak Pemborongan Koordinasi/rundingan dg Direksi pengawas & Konsultan Pengawas Pemahaman Ketentuan Dokumen Kontrak Perijinan dg Pihak Terkait - Polisi, Pemkot, Kepala Desa, dsb Lihat halaman berikutnya Survey Bersama & Pengukuran Engineering & Addendum Kontrak Pelaksanaan Item Pekerjaan Berikutnya Keterangan : Pelaksanaan Item Pekerjaan PELAKSANAAN PEKERJAAN Request For Inspection/work Pelaksanaan Item Pekerjaan Request Item Pekerjaan Berikutnya Request Item Pekerjaan Berikutnya dan seterusnya = : - Shop Drawing & BQ Pelaksanaan Item Pekerjaan Berikutnya dan seterusnya FINISH - Spesifikasi teknis (termasuk Inspeksi & Test Pengendalian Mutu) - Approved Konsultan Pengawas & Owner
31 FLOW CHART PENYIAPAN GAMBAR PELAKSANAAN (SHOP DRAWINGS) START Selesai Survey dan Pengukuran disetujui - Stake Out - dsb ENGINEERING Proses pengajuan / persetujuan Struktur dan Mekanikal dan Elektrikal Proposal / pengajuan Desain Konstruksi baru utk beberapa item pekerjaan atau seluruh item pekerjaan Compare dan checking terhadap tender drawing (dokumen tender ) Check Perubahan Gambar Pelaksanaan / Shop Drawing Repair Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan Final Check issued Persetujuan Konsultan Pengawas Check Approved for Construction FINISH Reference to next Construction (same work)
32 BAGAN ALIR PELAKSANAAN KONSTRUKSI START Koordinasi dg Pihak Owner & Konsultan Penawas Pemahaman Syarat Kontrak Tdk Ya Scope Pekerjaan Perijinan dg Pihak Terkait Polisi, Pemda, Kep Desa dsb Masukan dari Pihak Owner & Konsultan Pengawas Sosialisasi Pra Konstruksi Tdk Ya Serah terima Pekerjaan (PHO) Pemeriksaan Bersama Scope Kontrak Pemeliharaan Tdk Perbaikan Ya Ya Pelaksanaan Scope Kontrak (sesuai bagan Alir Pek. & BQ ) Tdk Serah Terima Akhir (FHO) Pembuatan Gambar Pelaksanaan / Rekayasa Enginer FINISH Tdk Ya Gambar Pelaksanaan (approved for construction) Pelaksanaan Pekerjaan / Fisik Tdk Perubahan (jika ada) (approved) Ya As Build Drawing Pekerjaan Selesai Uji Alir & Uji Fungsi PLTM Ya Tdk Persiapan & pengajuan Serah Terima (PHO) Ya Tdk
33 BAGAN ALIR PELAKSANAAN KONSTRUKSI MINI HYDRO POWER Mulai Pra Konstruksi Mobilisasi & Fasilitas Temporary Pembebasan Tanah untk Jalan Access Survey dan Pengukuran Investigasi Lapangan Pematokan dan Bouwplank Detail Design Penyiapan Jalan Access Pekerjaan Persiapan Shop Drawing Cofferdam dan Saluran Pengelak Pelaksanaan Konstruksi Pengeringan Bendung, Intake, Sandtrap & Sal Pembawa Alternative Tunnel Penstock & Break Point for Penstock Pintu Air, Trashrack Power House & Outlet Channel Bangunan Outlet Gate Selesai
34 II.3.2. Pelaksanaan Pekerjaan Utama 1. Pengangkutan Bahan / Material Pengangkutan bahan / material dilakukan dengan menggunakan Dump Truck dengan memanfaatkan Jalan umum sebagai jalan kerja Bahan / Material ini didatangkan dan diambil dari lokasi yang telah dijelaskan diatas. 2. Peningkatan Kapasitas Jalan Peningkatan Kapasitas jalan dilakukan pada jalan acces (yang menghubungkan wilayah permukiman) menuju ke lokasi Bendung dan Power house yang akan dibangun, dalam hal ini termasuk peningkatan kondisi bangunan perlintasan yang ada maupun jembatan 3. Pembuatan Diversion Chanel / Pengalihan Aliran air Penggalian dan pembuatan Diversion Chanel sementara (untuk bendung / weir). Penggalian dan pembuatan diversion chanel dengan alat berat. Untuk selanjutnya Material galian dapat digunakan sebagai cofferdam 4. Pengeringan lokasi Pondasi Bangunan Utama Bendung dengan pemompaan 5. Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Utama Kegiatan ini merupakan pembangunan prasarana yang dibutuhkan mulai dari Bendung sampai ke rumah pembangkit (power house) khususnya pada pekerjaan sipil
35 II.4. Tahapan Metode Pekerjaan dan Detail Pekerjaan Metode Pelaksanaan Pekerjaan untuk mendapatkan Pelaksanaan Pekerjaan dengan Tepat Waktu & Mutu Sesuai Spesifikasi teknis Percepatan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. Pekerjaan Adalah Bangunan PLTM sesuai yang dilelangkan. Pekerjaan ini secara Khusus terdiri atas Pekerjaan Galian dan Timbunan, Pasangan Batu, Beton bertulang dan M/E. 2. Untuk mempercepat pelaksanaan (agar tepat schedule) dan memenuhi Mutu yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis, Kontraktor akan memberdayakan sumber (tenaga, dan Peralatan), Mis: Produksi Beton dilakukan dengan beberapa Concrete Mixer dan Pekerjaan Tanah dengan alat berat serta pekerjaan dengan beberapa lokasi pekerjaan dapat dilakukan secara bersama & dibuat beberapa group pekerjaan secara maksimal estimasi pekerjaan tepat waktu dan mutu. Assumsi Pelaksanaan Terdiri atas 3 Group Pelaksanaan START Pek. Jembatan Group 1 Group 2 Group 3 Lok. Bendung, Intake & Sand Trap Lok. Waterway /Sal. Penghantar + Jl. Inspeksi Lok. Power House, Head Pond+Penstock Diversion Canal / saluran Pengelak Pek. Jalan Inspeksi Pek. Pipa Pesat/Penstock Pek. Struktur Gedung Pek. Head Pond/Bak Penenang Pek. Bendung Pek. Intake Pek. Water way By Owner Pek. Peralatan Pembangkit Pek. Kolam Penguras Pasir /sand trap FINISH Untuk Group pada lokasi yang dipersyaratkan, jika telah selesai pekerjaan pada lokasi dimaksud, pekerja pada group tersebut selanjutnya dapat dialihkan ke lokasi lainnya yang belum selesai dilaksanakan
36 Pembagian Group Pekerjaan Group 2-1 Group 2-2 GROUP 1 GROUP 2 GROUP 3 Kebutuhan alat minimal GROUP 3 Peralatan: Excavator = 1Unit Dump Truck = sesuai kebutuhan Concrete Mixer = 2 Unit Truck Crane = 1 Unit Mesin Las = 2 Unit GROUP 2 (terdiri atas 2 goup) Peralatan: Excavator = 2 Unit Dump Truck = Sesuai kebutuhan Concrete Mixer = 2 Unit Buldozer = 1 Unit Baby Roller = 1 Unit GROUP 1 Peralatan: Excavator = 2 Unit Exc+breaker = 2 Unit Buldozer = 1 Unit Dump Truck = sesuai kebutuhan Concrete Mixer = 4 Unit Baby Roller = 1 Unit Pompa Air = 2 Unit Alat Bant = Lump Sum Blasting = Ls (by sub kontraktor) Waktu Pelaksanaan: Sesuai Lampiran Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Waktu Pelaksanaan: Sesuai Lampiran Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Waktu Pelaksanaan: Sesuai Lampiran Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Untuk alat lainnya dapat dilihat pada Lampiran Jenis, Kapasitas, komposisi dan Jumlah Peralatan
37 BAGAN ALIR PEKERJAAN SECARA UMUM / URUTAN PEKERJAAN SECARA GARIS BESAR START Kontrak Kerja Mobilisasi & Demobilisasi Survey Lokasi & Pengukuran Pembuatan Jalan Kerja Met. Pelaksanaan Pekerjaan Shop Drawing GROUP 1 GROUP 2 GROUP 3 Order Pintu Air & Trasrak Lok. Bendung, Intake & Sand Trap Pek. Coffering & Dewatering Pek. Bendung Pek. Pembesihan Lok. Waterway & Jalan Inspeksi Pek. Jl. Inspeksi Pek. Pembesihan Pek. Galian saluran Lok. Gedung Power House, Pipa Pesat & Head Pond Pek. Pembesihan Pek. Galian Tanah Lunak & Gal. Tanah Keras Pabrikasi Pintu Air & Trasrak Ya Delivery Order material Pipa Pesat Pabrikasi Material Pipa Pesat di lapangan Tdk Pek. Galian Tanah Lunak & Gal. Tanah Keras A B Pek. Sub Grade dan dilanjutkan dengan Lap. Sirtu Pek. Proteksi Lereng C1 C2 Ya Delivery Pek. Pondasi C Tdk
38 A B C1 C Pek. Pas. Batu di lokasi lereng down stream +drain hole +plesteran Pek. Pas. Batu di lokasi down stream +drain hole & struktur Beton Sal Pelimpah Pek. Pas. Batu di lokasi lereng pada tubuh bendung Pek. Pas. Batu di dinding tubuh bendung & struktur Sal Pelimpah Pek. Selimut beton K225 Pek. Pas. Batu di lokasi di apron+drain hole Pek. Intake Pek. Pembesihan Pek. Water Way Pek. Pembesihan Pek. Galian Tanah Lunak & Gal. Tanah Keras Pek. Pemasangan Bouwplank Pek. Pas. Batu Kali+plesteran Pek. Pemasangan Trasrak Pek. Lainnya sesuai gambar kerja & BQ B-B PEK. Head Pond / Bak Penenang Pek. Pembesihan Pek. Pengecoran + Rubber Water Stop Pek. Pembesian & Bekisting dinding Struktur Pek. Galian Tanah & Gal. berbatu Pek. Pemasangan Bouwplank Pek. Lc, Pembesian & Bekisting Dasar Struktur Pek. Pengecoran dinding Struktur Pek. Timbunan Pek. Pemasangan Bouwplank Pek. Dinding Pek. Timbunan Pasir, LC, Pembesian & Bekisting + Sparing ME Pek. Pengecoran beton K 225 Pek. Pembesian & Bekisting &sparing M/E Pek. Pengecoran beton K 225 Pek. Pas. Bata + Plesteran Pek. Rangka Atap & Penutup Atap A-A C-C C1-1
39 A-A B-B C-C C2 Pek. Galian Tanah Lunak & Gal. Tanah Keras Pek. M/E & Arsitek PEK. PIPA PESAT Pek. Pembesihan Pintu Pek. Pemasangan Bouwplank Pek. Pasangan Batu kali untuk dinding &dudukan pintu intake + plesteran Pek. Timbunan Untuk Bendung dan Intake Pek. Pintu pada Intake dan Sal. Pelimpah+trasrack pada intake Pintu C1-1 Pek. Pintu ke inlet Pipa Pesat Pek. Instalasi Turbin & Generator Pek. Lainnya sesuai gambar kerja & BQ C-C-C Pek. Galian Tanah Lunak & Gal. Tanah Keras Pek. Lc, Pembesian & Bekisting Struktur Sadle / Dudukan Penstock Pek. Pengecoran + timbunan kembali Pek. Lainnya sesuai gambar kerja & BQ (Pek. Struktur Beton Tulangan Pada Bendung dan Intake Pek. Lainnya sesuai gambar kerja & BQ (Pek. Beton Tulangan untuk kanopi & accessoriesnya, Pek. Trasrak) Penstock Pek. Supporting plate & Bearing shoe Pek. Kantong Lumpur / Penguras Pasir Pek. Installasi Penstock +accesories Pek. Pembesihan C2-2 A-A-A C1-2
40 A-A-A C2-2 C-C-C C1-2 B-B Pek. Galian Tanah Lunak & Gal. Tanah Keras Pek. Lainnya sesuai BQ dan Gambar Pek. Pas. Batu Kali & Plesteran Pintu Pek. Lainnya sesuai gambar kerja & BQ (Pek. Struktur Beton Tulangan untu kanopi & accessoriesnya Pek. Pintu Pek. Pembongkaran Coferdam & timbunan Diversion Canal Pek. Lainnya sesuai gambar kerja & BQ (Pek Water Supply dsb) Pek. Test & Commisioning Seluruh Pekerjaan FINISH
41 II.4.1. Peralatan K3 (dipakai oleh pekerja Proyek) Ada beberapa peralatan yang digunakan untuk melindungi seseorang dari kecelakaan ataupun bahaya yang kemungkinan bisa terjadi dalam proses konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh seseorang yang bekerja dalan suatu lingkungan konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh seseorang yang bekerja dalam suatu lingkungan konstruksi. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah dua hal yang sangat penting. Oleh karenanya, semua perusahaan konstraktor berkewajiban menyediakan semua keperluan peralatan/ perlengkapan perlindungan diri atau personal protective Equipment (PPE) atau APD (Alat Pelindung Diri) untuk semua karyawan yang bekerja, yaitu : 1. Pakaian Kerja Tujuan pemakaian pakaian kerja adalah melindungi badan manusia terhadap pengaruh-pengaruh yang kurang sehat atau yang bisa melukai badan. Megingat karakter lokasi proyek konstruksi yang pada umumnya mencerminkan kondisi yang keras maka selayakya pakaian kerja yang digunakan juga tidak sama dengan pakaian yang dikenakan oleh karyawan yang bekerja di kantor. Perusahaan yang mengerti betul masalah ini umumnya menyediakan sebanyak 3 pasang dalam setiap tahunnya. 2. Sepatu Kerja Sepatu kerja (safety shoes) merupakan perlindungan terhadap kaki. Setiap pekerja konstruksi perlu memakai sepatu dengan sol yang tebal supaya bisa bebas berjalan dimana-mana tanpa terluka oleh benda-benda tajam atau kemasukan oleh kotoran dari bagian bawah. Bagian muka sepatu harus cukup keras supaya kaki tidak terluka kalau tertimpa benda dari atas. 3. Kacamata Kerja Kacamata pengaman digunakan untuk melidungi mata dari debu kayu, batu, atau serpih besi yang beterbangan di tiup angin. Mengingat partikel-partikel debu berukuran sangat kecil yang terkadang tidak terlihat oleh mata. Oleh karenanya mata perlu diberikan perlindungan. Biasanya pekerjaan yang membutuhkan kacamata adalah mengelas. 4. Sarung Tangan Sarung tanga sangat diperlukan untuk beberapa jenis pekerjaan. Tujuan utama penggunaan sarung tangan adalah melindungi tangan dari bendabenda keras dab tajam selama menjalankan kegiatannya. Salah satu kegiatan yang memerlukan sarung tangan adalah mengangkat besi tulangan, kayu. Pekerjaan yang sifatnya berulang seperti medorong gerobag cor secara terusmenerus dapat mengakibatkan lecet pada tangan yang bersentuhan dengan besi pada gerobag.
42 5. Helm Helm (helmet) sangat pentig digunakan sebagai pelindug kepala, dan sudah merupakan keharusan bagi setiap pekerja konstruksi untuk mengunakannya dengar benar sesuai peraturan. Helm ini diguakan untuk melindungi kepala dari bahaya yang berasal dari atas, misalnya saja ada barang, baik peralatan atau material konstruksi yang jatuh dari atas. Memang, sering kita lihat kedisiplinan para pekerja untuk menggunakannya masih rendah yang tentunya dapat membahayakan diri sendiri. 6. Penutup Telinga Alat ini digunakan untuk melindungi telinga dari bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh mesin yang memiliki volume suara yang cukup keras dan bising. Terkadang efeknya buat jangka panjang, bila setiap hari mendengar suara bising tanpa penutup telinga ini. 7. APAR (Alat Pemadam Api Ringan) Apabila terjadi kebakaran di lokasi kerja, segera dilakukan tindakan dengan memadamkan alat pemadam ringan sebagai tindakan awal. Jika tidak memadai, segera hubungi Pihak pemadam kebakaran. 8. P3K Apabila terjadi kecelakaan kerja baik yang bersifat ringan ataupun berat pada pekerja konstruksi, sudah seharusnya dilakukan pertolongan pertama di proyek. Untuk itu, pelaksana konstruksi wajib menyediakan obat-obatan yang digunakan untuk pertolongan pertama. Demikianlah peralatan standar k3 di proyek yang memang harus ada dan disediakan oleh kontraktor, barangkali sifatnya wajib. Ingat tindakan preventif jauh lebih baik dan murah ketimbang sudah kejadian. 9. Rambu dan Petunjuk Safety Pekerjaan ini dilakukan di awal dan selama proses pekerjaan berlangsung. pelaksanaan pekerjaan. Rambu dan petunjuk dipasang pada lokasi dimana rambu dimaksud dan berguna sebagai Tanda / peringatan para pekerja atau pihak lain.
43 PROGRAM K3 Untuk mengukuhkan komitmen manajemen PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) mencanangkan adanya mutu pekerjaan dan pelayanan serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dilaksanakan dan terpelihara disemua tingkatan proses sehingga dapat memberikan jaminan yang pasti terhadap setiap bentuk jasa konstruksi yang diberikan. Dan untuk itu manajemen telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001:2007 yang menjadi pilihan bagi terciptanya suatu jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan kepuasan bagi perusahaan, karyawan serta customer melalui serangkaian kegiatan proses yang terstruktur dan meningkat secara terus menerus di semua lini di PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) yang menjadi standar pelaksanaan manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja serta nantinya diharapkan penerapannya dapat dilaksanakan dengan baik secara efektif. Sistem manajemen OHSAS yang digambarkan dalam Manual OHSAS (M-OHSAS) nantinya dijabarkan dalam Kebijakan & Sasaran OHSAS, Prosedur OHSAS disetiap tingkatan fungsi serta dokumen penunjang lainnya yang mencakup kegiatan Penanganan dan Pemeliharaan Jasa Konstruksi di PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero), dalam hal pemenuhan dan kesesuaian dengan persyaratan standar internasional Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001:2007. I. PERSYARATAN UMUM PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara Sistem Manajemen OHSAS dan terus menerus memperbaiki keefektifannya, termasuk pemastian dalam hal pemantauan, pengukuran dan analisa proses serta melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang direncanakan, dan berupaya melakukan peningkatan yang berkelanjutan sesuai dengan persyaratan standar OHSAS 18001:2007 : 1. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS) adalah suatu sistem manajemen yang terstruktur untuk mengelola dan mengendalikan kinerja OHSAS agar tercapai suatu Perbaikan Berkesinambungan (Continual Improvement). Besarnya manfaat yang akan diperoleh melalui penerapan system manajemen OHSAS 2. Menerapkan system manajemen OHSAS secara konsisten, diharapkan akan meningkatkan kinerja OHSAS, meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, serta secara bertahap akan mengurangi biaya yang diperlukan 3. Kebijakan pelaksanaan system manajemen OHSAS - BRANTAS ABIPRAYA (Persero) dituangkan dalam Manual OHSAS yang terdiri dari proses : a. Perencanaan b. Penerapan dan Operasi c. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan d. Pengkajian Manajemen Proses tersebut akan mengikuti model Perbaikan Berkesinambungan II. KEBIJAKAN OHSAS PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan Kebijakan OHSAS sesuai dengan sifat dan skala resiko OHSAS organisasi. Kebijakan OHSAS mencakup komitmen untuk : a) Mematuhi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya b) Perbaikan berkelanjutan c) Kebijakan Lingkungan didokumentasikan, dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi pihak-pihak yang berkepentingan III. PERENCANAAN Perencanaan Sistem Manajemen OHSAS mencakup cara mengidentifikasi bahaya dan resiko serta pengendalian resiko yang terjadi di PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero). Identifikasi dan akses peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan dengan kegiatan PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero), penetapan tujuan serta penyusunan program manajemen OHSAS untuk pencapaian tujuan.
44 Policy Audit Perencanaan Pengukuran Kinerja Penerapan dan Operasi Gambar 1 : Diagram Proses Perencanaan III.1. PERENCANAAN IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO DAN PENGENDALIAN RESIKO PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan prosedur untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian resiko serta menerapkan langkah-langkah pengendalian yang perlu. Identifikasi bahaya dan penilaian resiko telah mempertimbangkan kegiatan rutin dan non rutin, kegiatan semua personil yang memiliki akses ke tempat kerja (termasuk subkontraktor dan pengunjung) dan fasilitas di tempat kerja. Identifikasi bahaya dan penilaian resiko akan dikaji ulang setiap tahun dan atau apabila terjadi perubahan yang dapat mempengaruhi bahaya dan resiko yang terjadi. Perubahan aspek dan dampak lingkungan dapat bersumber dari perubahan kegiatan, produk atau jasa PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero), perubahan perundangan dan persyaratan lainnya. Dari hasil identifikasi bahaya PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) melakukan penilaian resiko dengan sistem kuantitatif untuk menentukan tingkat resiko yang terjadi, kemudian digunakan untuk mempertimbangkan penetapan Sasaran OHSAS. Perencanaan identifikasi bahaya dan penilaian resiko PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan Prosedur Manajemen Resiko. III.2. PERATURAN PERUNDANGAN DAN PERSYARATAN LAINNYA Untuk menjamin kinerja OHSAS di PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) selalu sesuai dengan Persyaratan Hukum OHSAS yang berlaku dan persyaratan lainnya, maka PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses : a. Peraturan Perundangan / Hukum yang terkait dengan OHSAS b. Persyaratan OHSAS lainnya yang berlaku untuk organisasi Identifikasi dan akses terhadap peraturan dan persyaratan lainnya dilakukan melalui media elektronik, cetak maupun melalui pihak-pihak terkait dan atau instansi terkait, seperti : a. Menteri Tenaga Kerja b. Dan lain-lain yang terkait Seluruh peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang diacu oleh PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) didokumentasikan dan ditinjau ulang secara berkala untuk menjamin agar selalu dalam kondisi terbaru (up to date) dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang terkait. Cara identifikasi dan akses peraturan perundangan dan persyaratan lainnya dituangkan dalam Prosedur Identifikasi dan Akses Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya. III.3. SASARAN OHSAS PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan, memantau, mengkaji ulang dan memperbaharui Sasaran OHSAS sejalan dengan Kebijakan OHSAS pada setiap fungsi dan tingkat yang relevan. Penetapan Sasaran OHSAS telah mempertimbangkan persyaratan hukum dan persyaratan lainnya, bahaya dan resiko OHSAS, pilihan teknologi, kemampuan financial, operational, bisnis dan pandangan dari pihak-pihak terkait serta komitmen terhadap perbaikan terus menerus
45 IV. III.4. PROGRAM MANAGEMENT OHSAS PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan, membuat dan melaksanakan program OHSAS untuk mencapai tujuan. Program OHSAS tersebut mencakup : Penanggung jawab dan wewenang untuk mencapai Sasaran OHSAS pada tingkat dan fungsi yang relevan Cara dan jangka waktu pencapaian Sasaran OHSAS PENERAPAN DAN OPERASI Dalam penerapan Sistem Manajemen OHSAS secara efektif dan efisien Direktur Utama telah menyediakan sumber daya yang memadai melalui penunjukan penanggung jawab, memberikan pelatihan kesadaran dan kompetensi, proses komunikasi dan konsultasi, membuat dan merekam seluruh informasi, melaksanakan pengendalian seluruh dokumen baik internal maupun dokumen eksternal. PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) juga menjamin bahwa setiap kegiatan operational yang dijalankan telah ditetapkan kondisi operasinya sehingga proses pengendaliannya berjalan sesuai yang diharapkan, termasuk kesiagaan terhadap terjadinya keadaan darurat melalui identifikasi potensi terjadinya keadaan darurat seperti kecelakaan, kebakaran atau ledakan lainlainnya. IV.1. STRUKTUR DAN TANGGUNG JAWAB Untuk menjamin Sistem Manajemen OHSAS berjalan dengan efektif dan efisien, Direktur Utama telah menunjuk Management Representative (MR) sebagai wakil manajemen. Peran dan Tanggung Jawab serta Kewenagan masing-masing bagian telah ditetapkan, dikondisikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang terkait Direktur Utama bertanggung jawab menyediakan sumber daya yang memadai meliputi manusia, keahlian khusus, teknologi dan keuangan yang memadai untuk berjalannya sistem manajemen lingkungan secara efektif dan efisien Senior Manager ditunjuk sebagai MR yang memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh untuk memecahkan permasalahan system manajemen OHSAS dan memastikan system manajemen OHSAS diterapkan sesuai dengan standar OHSAS 18001:2007 dan melaporkan hasil penerapan system manajemen OHSAS kepada Direktur Utama dalam rangka pengkajian ulang sebagai dasar untuk penyempurnaan system manajemen OHSAS secara berkelanjutan Penanggung Jawab (MR) Regu Keadaan Darurat Regu P3K Regu Lingkungan IV.2. PELATIHAN, KEPEDULIAN DAN KOMPETENSI Untuk meningkatkat kesadaran dan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki, PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) menetapkan prosedur pelatihan kesadaran dan kompetensi dan menyediakan pelatihan yang memadai baik pelatihan internal maupun pelatihan eksternal Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia setiap tahun melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan, membuat program pelatihan, melaksanakan pelatihan dan melakukan evaluasi terhadap efektifitas pelatihan yang sudah dilaksanakan. Personil yang menjalankan tugas yang menyebabkan dampak penting tehadap lingkungan harus memiliki kompetensi berdasarkan pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang memadai Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia memelihara catatan pendidikan, pelatihan dan pengalaman karyawan Pelatihan, Kepedulian dan Kesadaran dijelaskan secara detail dalam Prosedur Pelatihan
46 IV.3. KONSULTANSI DAN KOMUNIKASI PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan dan memelihara pentingnya proses konsultansi dan komunikasi kapada dan dari karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan mengenai OHSAS Konsultansi dan Komunikasi dapat dilakukan secara lisan dan atau tertulis, misalnya melalui rapat internal, nota dinas, papan pengumuman dengan alur komunikasi mengikuti tingkat dan fungsi di dalam PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero). PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan mekanisme konsultansi dan komunikasi. Secara detail konsultansi dan komunikasi OHSAS dituangkan dalam prosedur Konsultansi dan Komunikasi. IV.4. DOKUMENTASI PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan dan memelihara informasi dalam media cetak dan elektronik untuk menerangkan unsur-unsur inti dari system manajemen OHSAS dan interaksinya dan memberikan petunjuk dokumentasi yang terkait. Dokumentasi Sistem Manajemen Lingkungan dikelompokan berdasarkan sifat, kepentingan dan isinya. Untuk memudahkan penggunaannya PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah mendokumentasikan dalam bentuk dokumen : Level 1 : Manual OHSAS Level 2 : Prosedur Level 3 : Instruksi Kerja Level 4 : Dokumen Pendukung dari Internal dan Eksternal IV.5. PENGENDALIAN DOKUMEN PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan prosedur dan metodologi pengendalian dokumen untuk menjamin seluruh dokumen terawat dengan baik, mudah ditemukan dan disimpan dengan baik. MR bertanggung jawab terhadap Pengendalian Dokumen yang mencakup kegiatan : 1. Klarifikasi dan Identifikasi, 2. Perubahan, Penggantian maupun pemusnahan Dokumen yang maslih berlaku terdapat di semua tempat yang menggunakan sesuai dengan fungsi dan jabatannnya. Dokumen yang sudah tidak diperlukan (Dokumen Kadaluarsa) dapat dimusnahkan dari tempat penggunaannya. Untuk keperluan referensi, master dokumen kadaluarsa dapat disimpan tersendiri sesuai ketentuan. Untuk keperluan penyempurnaan, maka seluruh dokumen system manajemen OHSAS dikaji ulang secara berkala dan bila perlu dilakukan perbaikan. Hasil perbaikan disahkan oleh pejabat yang berwenang. Kendali Dokumen diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen. IV.6. PENGENDALIAN OPERASIONAL PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah mengidentifikasikan operasi dan kegiatan serta menetapkan metodologi pengendalian yang berkaitan dengan resiko OHSAS untuk menjamin tercapainya kebijakan dan sasaran OHSAS. Bahaya dan resiko OHSAS dikendalikan melalui perangkat Pengendalian Operasional dengan menetapkan kondisi dan kriteria operasi. Pengendalian operasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan dan operasi rutin PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero), termasuk kepada pemasok dan kontraktor PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero). Membuat Prosedur Pengendalian Operasional dan Instruksi Kerja sesuai dengan bahaya dan resiko OHSAS. Secara detailnya dituangkan dalam Prosedur Pengendalian Operasional. IV.7. KESIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan Prosedur untuk mengidentifikasikan potensi terjadinya keadaan darurat seperti potensi terhadap terjadinya kecelakaan, kebakaran, bahaya peledakan, serta situasi keadaan darurat lainnya dan meresponnya
47 untuk mencegah serta menaggulangi kemungkinan sakit dan cedera yang berhubungan dengannya. Prosedur Kesiagaan dan Tanggap Darurat yang telah dibuat secara berkala dilakukan uji coba dan dilakukan pengkajian dan penyempurnaan khususnya setelah terjadi kecelakaan atau situasi darurat. Direktur Utama telah membentuk Tim Penangulangan Keadaan Darurat yang diketahui oleh Dewan Direksi dari setiap perwakian tiap Departemen disertai dengan tugas dan tanggung jawab. Secara detail diatur dalam Prosedur Kesiagaan dan Tanggap Darurat. V. PEMERIKSAAN DAN TINDAKAN PERBAIKAN Pemerikasaan dan perbaikan adalah tahapan kegiataan yang bertujuan untuk memastikan system manajemen OHSAS PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) berjalan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dengan melakukan: Pemantauan dan Pengukuran Kinerja OHSAS termasuk peralatan pemantauan dan pengukuran yang digunakan telah dikalibrasi. Menangani dan menyelidiki kecelakaan, insiden dan ketidaksesuaian yang terjadi. Penyelidikan Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan dan Pencegahan dilakukan oleh personil yang telah ditetapkan. Merekam setiap informasi yang berkaitan dengan penerapan OHSAS : 2000 dan dipelihara sesuai kebutuhan system dan PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero). Melakukan audit baik internal maupun eksternal untuk memastikan Sistem Manajemen OHSAS PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) memenuhi pengaturan system manajemen yang direncanakan dan diterapkan dengan baik sesuai persyaratan yang ditetapkan. V.1. PENGUKURAN DAN PEMANTAUAN KINERJA PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan prosedur untuk memantau & mengukur kinerja OHSAS secara teratur. Merekam informasi untuk mengetahui perkembangan kinerja, pengendalian operasi yang releban dan kesesuaiannya dengan sasaran OHSAS PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) Peralatan yang digunakan untuk memantau dan mengukur telah dikalibrasi dan dipelihara termasuk rekaman prosesnya disimpan Secara detail diatur dalam Prosedur Pengukuran dan Pemantauan Kinerja V.2. V.3. V.4. KEGIATAN, INSIDEN, KETIDAKSESUAIAN DAN TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) akan menetapkan pejabat yang bertanggung jawab dan berwenang untuk memeriksa ketidaksesuaian terhadap sistem manajemen OHSAS, menangani dan menyelidiki kecelakaan, insiden dan ketidaksesuaian serta melaksanakan tindakan pencegahan dan penaggulangan ketidaksesuaian yang terjadi serta melaksanakan tindakan perbaikan dan pencegahan untuk tidak terulangnya kembali ketidaksesuaian Tindakan perbaikan dan pencegahan ditinjau ulang untuk memastikan pelaksanaan tindakan perbaikan dan pencegahan telah dilaksanakan dengan benar dan efektif Catatan kejadian ketidaksesuaian, dan pelaksanaan tindakan perbaikan serta pencegahan didokumentasikan Secara detail diatur dalam Prosedur Penyelidikan Kecelakaan dan Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan dan Pencegahan RECORD DAN PENGELOLAAN RECORD PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan Prosedur Pengendalian Record untuk identifikasi, pemeliharaan, jelas terbaca, mudah diperoleh dan disimpan di tempat yang terlindung dari kerusakan dan kehilangan. Record dapat berbentuk dalam berbagai jenis media dan memiliki masa simpan yang ditetapkan untuk waktu tertentu dan dimusnahkan bila telah tidak berlaku lagi (kadaluarsa) Secara detail diatur dalam Prosedur Pengendalian Record AUDIT Untuk menjamin efektifitas penerapan sistem manajemen OHSAS PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan prosedur Audit Internal untuk menentukan sistem manajemen OHSAS : a. Dilaksanakan sesuai rencana yang telah ditetapkan dan kesesuaiannya dengan persyaratan standar OHSAS 18001:2007
48 b. Menentukan efektifitas pelaksanaan sistem menejemen OHSAS c. Memberikan informasi dan masukan kepada Manajemen sebagai bahan evaluasi Penetapan jadual audit akan mempertimbangkan hasil penilaian resiko maupun hasil audit sebelumnya Hasil audit ditindaklanjuti oleh departemen yang terkait sesuai dengan temuan audit dan harus dilakukan verifikasi ulang untuk memastikan tindakan perbaikan dan pencegahan telah sesuai dan berjalan dengan efektif Hasil audit akan dievaluasi dalam Tinjauan Manajemen, dan seluruh rekaman audit akan disimpan sampai periode waktu tertentu Audit dilaksanakan oleh auditor yang terlatih dan mandiri serta dilakukan oleh auditor yang tidak mempunyai tanggung jawab terhadap bagian / area yang diaudit dan hasil audit VI. TINJAUAN MANAJEMEN Manajemen PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) telah menetapkan Prosedur Tinjauan Manajemen 1 (satu) kali dalam setahun dipimpin oleh MR dan dihadiri oleh Direksi dan Perwakilan dari setiap Biro / Divisi / Proyek Tinjauan Manajemen akan mengkaji kesesuaian. Kecukupan dan efektifitas berjalannya sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang berkesinambungan. Tinjauan ini termasuk pengkajian peluang peningkatan dan perubahan-perubahan bilamana diperlukan terhadap Kebijakan dan Sasaran OHSAS serta elemen-elemen lain dari sistem manajemen OHSAS Dalam pelaksanaan, tinjauan manajemen dibuat berdasarkan masukan berupa hasil audit, tingkat pencapaian sasaran, status tindakan koreksi dan pencegahan, tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya, perubahan yang berpengaruh terhadap sistem manajemen OHSAS termasuk perkembangan situasi yang terus berubah dan komitmen untuk perbaikan secara terus menerus. 8. Pekerjaan Persiapan Lainnya sesuai BQ Pihak kontraktor akan mengadakan Pekerjaan Persiapan lain untuk menunjang kelancaran dalam pelaksanaan pekerjaan yang dipersyaratkan. Pekerjaan ini akan dilaksanakan sesuai dengan persyaratan dalam Tender Dokumen
49 Emergency Flow for the Accident Accident Prevention of Second Accident Inform to Safety Manager Rescue Injured Person Inform Site Office Collect & Confirm Information Who? Why? When? What? Transfer Injured Where? How? Person to First Aid Safety Manager shall: - Prepare Accident Report - Analyze Cause of Accident - Revise Work Procedure (if necessary) - Take Necessary Action to Prevent tify Concerned Parties in Writing Employer Initial Diagnosis at First Aid If necessary Transfer Injured Person to Hospital by Ambulance Engineer Diagnosis by Doctor at Hospital Authorities Concerned Inform and Publicize Revised Preventive Measures in Site
50 Minor Accident Accident Report to HSE Unit Check Victim Hospital Do in Polyclinic at Project Accident Report Recorded Finish Seriously Injured/Accident Seriously Injured - Report to Depnaker - Report to P2K3 - Division/Area Report to Project Manager & HSE Unit Adm. By Administration Manager Report to Jamsostek Victim brought to Hospital Jamsostek Insurance cost Take for treatment Process recovery from injured/illness
51 Death Sacrifice/Accident Death Victim Location Saved Report to HSE Unit Visum et Repertum Report to P2K3 Area Office/Division Report to Project Manager Report to Police Police tification Letter Investigation Report to Familiy Report to Jamsostek/ Depnaker Victim returned to Family Report to Investigation Legacy or Inheritance Insurance Claim Funeral Prepairing of document by heirs Sympathetic Care
52 II.4.2. Pekerjaan Pengukuran dan Bowplank - Pengecekan titik-titik referensi (existing BM) dengan pengukuran polygon dan waterpass sehingga dapat diketahui koordinat (x,y,z) titik-titik BM yang sesungguhnya lalu dibandingkan dengan data-data titik BM dalam gambar untuk mengetahui apakah titik BM tersebut masih baik atau sudah rusak. - Pembuatan / pemasangan titik duga pokok yang ditentukan oleh direksi pekerjaan bersama dengan kontraktor/pemborong yang berguna untuk mempermudah kegiatan staking out selama pelaksanaan pekerjaan - Pelaksanaan pengukuran akan dilakukan team pengukuran yang dikoordinir oleh seorang surveyor yang sudah berpengalaman pada bidangnya dengan menggunakan peralatan-peralatan antara lain : Total Station atau EDM, untuk pengukuran polygon. Automatic Level wild NAK 2 lengkap dengan statisnya dan bak ukur aluminium panjang 4 meter untuk pengukuran waterpass Hasil pengukuran akan dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Pimpro untuk mendapatkan comments atau approval. Untuk selanjutnya data hasil pengukuran/survey lapangan tersebut dapat dipakai sebagai bahan untuk menyiapkan rekayasa engineering, dan perhitungan volume MC0, serta sebagai acuan dalam pelaksanakan pekerjaan fisik seperti : Pekerjaan Galian, Pekerjaan Pas. Batu Kali, Pekerjaan Beton dan lain-lain sesuai dengan pekerjaan yang dilelangkan. II.4.3. Pekerjaan Pembersihan dan Penataan Lokasi Pekerjaan : Pembersihan Lokasi Lahan Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang tidak diperlukan sesuai dengan spesifikasi teknis ( semak, rerumputan, semak belukar, pepohonan, tonggak-tonggak, dll) Peralatan: - Gergaji - Bulldozer - Excavator Loading - Dump Truck hauling & Dumping ke disposal area / lokasi pembuangan Hasil pembersihan dikumpulkan untuk kemudian dibakar. Pengumpulan dan pembakaran dilakukan pada lokasi yang dianggap aman, dijaga dan tidak membahayakan/merugikan lingkungan sekitar. Sisa Pembakaran yang sudah padam sama sekali ditanam dan diurug kembali secara rapi.
53 Peralatan: - Bulldozer Stripping Pengupasan Lapisan Atas / Stripping - Pengupasan lapisan top soil (stripping) Pekerjaan ini dilaksanakan pada lokasi pekerjaan yang telah ditentukan. Stripping dilakukan dengan kedalam minimal cm atau ditentukan lain sesuai yang dipersyaratkan. Pohonpohon dibongkar sampai keakarakarnya, kemudian bekas akar diisi dengan tanah kemudian dipadatkan. TAHAP PEKERJAAN FISIK II.4.4. Pengalihan Aliran air sungai dan Pengeringan Melihat Struktur & kondisi yang ada, maka pada saat pelaksanaan Pekerjaan Bendung dan Intake, akan dilaksanakan Pengalihan Aliran Sungai yang ada. Penggalian dan pembuatan Diversion Chanel sementara (untuk bendung / weir). Penggalian dan pembuatan diversion chanel dengan alat berat. Untuk selanjutnya Material galian dapat digunakan sebagai cofferdam. Construction Open Cut. 1). Penggalian saluran pengelak dan tanggul penutup alur - Galian saluran pengelak merupakan galian terbuka untuk mengalihkan aliran sungai sesuai gambar rencana yang telah disetujui oleh Direksi - Galian ini mencakup semua material, material hasil galian dibuang ke tanggul penutup bagian hulu dan bagian hilir rencana pembuatan bendung atau sesuai petunjuk Direksi. - Tanggul penutup alur Pekerjaan tanggul penutup alur dibagi menjadi 2 tipe timbunan : 1. Tanggul penutup aliran air bagian hulu 2. Tanggul penutup aliran air bagian hilir Pekerjaan ini dilaksanakan bersamaan dengan penggalian saluran pengelak Sebelum penimbunan dilakukan maka dilakukan pengupasan permukaan yang bakal ditimbun dengan tebal (t) = 20 cm atau 30 cm yang dilakukan dengan Bulldozer 15 Ton dan hasil kupasan dibuang keluar (50%) dengan menggunakan Excavator 0,9 m3 dibantu Dump Truck 6 Ton Pelaksanaan timbunan tanggul penutup alur dengan menggunakan peralatan : - Excavator = Pengadaan material - Bulldozer = Penghamparan timbunan sejauh 30 m dorong - Vibro Roller = Pemadatan timbunan
54 Diversional Canal Cofferdam Struktur Bendung Intake& Saluran Pembawa Cofferdam Water Flow Pada lereng cofferdam yang berhubungan air sungai existing, dilindungi dengan Sand Bag atau dapat juga dengan material batu yang besar (menghindari erosi material oleh tenaga aliran air sungai) Diversion Canal Gambar hanya sebagai alat visual, tanpa dimensi dan bentuk sebenarnya Cofferdam Work Site Peralatan Kerja : - Excavator+breaker : Gali tanah berbatu - Excavator : Gali Canal dan Tuang material coferdam - Bulldozer : menghampar material urugan coferdam dan dilanjutkan dengan pemadatan oleh alat Pemadat - Dump Truck (jika diperlukan) untuk angkut tanah galian lebih dari jangkauan excavator dan buldozer
55 Macam Pengadaan Material Cofferdam Rencana Bangunan Saluran Pengelak; Saluran Pengelak (Diversion Canal) - Lebar dasar (b) = 20 m - Kemiringan talud = 1 : 1 - Kedalaman saluran (h) = 2,5 m - Lebar bantaran (kiri - kanan) = 2,5 m - Tinggi jagaan (freeboard) diatas bantaran = 1,5 m 33 m 30 m 20 m 1.5 m 1.5 m KIsdam (Coverdam) - Lebar atas (b) = 4 m - Kemiringan talud = 1 : Tinggi kistdam (h) = 4,0 m 4 m 4 m 8 m Gambar & Dimensi diatas hanya sebagai Ilustrasi dari Pekerjaan Saluran Pengelak / diversion canal secara umum. Untuk bentuk dan Dimensi sebenarnya dilapangan sesuai dengan Gambar Kerja, BQ dan kondisi real lapangan
56 FLOW CHART SALURAN PENGELAK START Pek. Survey & Pengukuran Pek. Pengajuan Gambar & Rencana Kerja Pek. Penggalian Saluran Pengelak Pek. Penimbunan Tanggul Penutup Alur Pek. Batu kosong atau rip-rap Pek. Struktur Bendung Bongkar Batu kosong atau rip-rap Pek. Bongkar Tanggul Penutup Alur Pek. Pengalihan aliran sungai ke Bendung FINISH Pek. Penutupan Kembali Saluran Pengelak
57 2). Pengeringan lokasi Pondasi Bangunan Utama Bendung dengan pemompaan. Fasilitas Pengeringan untuk Bendung dan Intake dilaksanakan untuk mengeringkan Lokasi pekerjaan dari genangan air, berupa Pompa Submersible 6, 4 dengan vinyl hose untuk temporere di lokasi pekerjaan dengan cara memompa genangan air ke luar cofferdam Pengeringan : - Pengajuan schedule dan ijin dari direksi pekerjaan - Peralatan Pompa air dengan kapasitas yang memadai (dimana alat tersebut diperkirakan mampu untuk menyedot air yang ada selama pekerjaan berlangsung atau lingkungan menjadi kering) di mobilisasi ke lokasi pekerjaan. - Dibuat selokan dan dibuat tempat penampungan dimana ujung dari selokan tersebut berujung ke tempat penampungan air tersebut. - Selanjutnya pipa air dari pompa air diletakkan pada tempat penampungan air tersebut untuk kemudian dialirkan/dibuang ke luar dari lokasi pekerjaan. FLOW CHART START SURVEY PENGAJUAN GAMBAR DAN RENCANA KERJA persetujuan Tidak Ya PELAKSANAAN GALIAN SALURAN PENGELAK PELAKSANAAN PEKERJAAN COFERDAM & PENGERINGAN FINISH
58 II.4.5. Pekerjaan Bendung dan Intake Fungsi utama dan prinsip rancangan dari bendung dan intake: - Intake harus mampu mengalihkan air sungai ke dalam saluran pembawa pada debit tertentu setiap saat - Lokasi intake sebaiknya di sisi luar belokan sungai untuk meminimalisasi pengendapan di saluran pembawa - Usaha pencegahan perlu dilakukan untuk memisahkan sampah terapung (dengan saringan kasar atau lubang intake bawah muka air) dan kerikil (ambang di dasar), dari air yang masuk ke saluran pembawa Gambar hanya sebagai contoh Struktur Bendung dan Intake secara umum Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen - Pintu air harus diletakkan sedekat mungkin dengan lubang intake agar memudahkan penggelontoran endapan yang ada di depan lubang intake 1. Pekerjaan Pendahuluan Pelaksanaan konstruksi bendung baru bisa dilaksanakan setelah penunjang konstruksi telah dilaksanakan dengan baik dan memenuhi syarat yang diharapkan sebagai fungsi struktural, fungsional dan keamanan selama masa konstruksi. Untuk Tahapan Pekerjaan Struktur Bendung itu sendiri dapat diuraikan sebagai berikut: Secara umum, Pekerjaan Konstruksi bendung dibagi dalam tahapan pekerjaan Sebagai Berikut : Tahap 1; Penunjang konstruksi disini yang dimaksud adalah; - Peralatan survey dan tenaga survey yang memadai beserta alat bantu lainnya - Pekerjaan Pembangunan Tanggul Penutup / Kisdam dan Dewatering. Saluran pengelak dengan kapasitas pengalirannya dan tanggul penutup alur yang kokoh dan aman terhadap banjir selama masa pelaksanaan konstruksi. Selama pelaksanaan pekerjaan struktur bendung, dilakukan pemompaan air yang ada dengan mesin pompa air keluar lokasi pekerjaan. - Penyiapan lahan untuk buangan atau penyimpanan sementara hasil galian - Penyiapan lahan untuk stockpile material beton dan pasangan batu yang dekat dengan lokasi kerja.
59 Pelaksanaan konstruksi Bendung dibagi menjadi 2 bagian utama : Bagian Hilir Bendung; - Mercu/pelimpah dan lantai pembilas - Lantai kolam olakan - Dinding penahan kiri/kanan & intake - Dinding sayap hilir - Batu Kosong Bagian Hulu Bendung; - Lantai muka (appron) - Dinding sayap hulu Tahap 2; Pekerjaan Struktur Bendung Pekerjaan Bendung secara umum. Pekerjaan dilakukan pada bagian bendung yang terendah / hilir (kolam olak / Stilling Basin) menuju bagian yang lebih tinggi. Pekerjaan dilanjutkan ke tubuh bendung (bagian lebih tinggi) sampai lantai muka/hulu (Aprron). Kemiringan galian dibuat 1 : 0,5 untuk mencegah kelongsoran Work Direction Bagian Hilir Bendung Bagian Hulu Bendung Gambar hanya sebagai contoh Pekerjaan Struktur Bendung dan Intake secara Umum Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen
60 Tahapan Pekerjaan 1. Pek. Pembersihan Lokasi Pekerjaan Assumsi : 1. Pekerjaan dengan Alat berat, Pekerja dan alat bantu Peralatan Kerja; - Excavator dan Buldozer - Alat Bantu Uraian Pekerjaan : 1. Sebelum dilaksanakan pekerjaan, ditentukan terlebih dahulu lokasi pekerjaan berupa panjang dan lebar lokasi pekerjaan 2. Dilaksanakan pembersihan lokasi pekerjaan dengan peralatan berat dengan uraian pekerjaan sebagai berikut ; 2.1. Pekerjaan Pembersihan (land clearing) & Pembongkaran (grubbing) Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang tidak diperlukan sesuai dengan spesifikasi teknis ( semak, rerumputan, semak belukar, pepohonan, tonggak-tonggak, dll) yang harus dibersihkan dengan menggunakan Excavator sesuai dengan spesifikasi teknis. Hasil pembersihan dikumpulkan untuk kemudian dibakar atau dibuang ke lokasi pembuangan. Pengumpulan dan pembakaran dilakukan pada lokasi yang dianggap aman, dijaga dan tidak membahayakan/merugikan lingkungan sekitar. Sisa Pembakaran yang sudah padam sama sekali ditanam dan diurug kembali secara rapi Pengupasan lapisan top soil (stripping) Pekerjaan ini dilaksanakan pada lokasi pekerjaan yang telah ditentukan). Stripping dilakukan dengan kedalam kurang lebih 15 s/d 20 cm. Pohon-pohon dibongkar sampai keakar-akarnya, kemudian bekas akar diisi dengan tanah kemudian dipadatkan Pekerjaan Perintisan dan Pembersihan Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang tidak diperlukan sesuai dengan spesifikasi teknis ( semak, rerumputan, semak belukar, pepohonan, tonggak-tonggak, dll) Peralatan: - Gergaji Mesin / Chain saw - Bulldozer
61 Atau ditentukan lain, Material hasil pembersihan dibuang ke lokasi pembuangan / disposal area - Excavator /wheel loader Loading - Dump Truck hauling & Dumping ke disposal area / lokasi pembuangan Pengupasan Lapisan Atas / Stripping - Pengupasan lapisan top soil (stripping) Pekerjaan ini dilaksanakan pada lokasi pekerjaan yang telah ditentukan. Stripping dilakukan dengan kedalam minimal cm atau ditentukan lain sesuai yang dipersyaratkan. Pohon-pohon dibongkar sampai keakar-akarnya, kemudian bekas akar diisi dengan tanah kemudian dipadatkan. Peralatan: - Bulldozer Stripping 2. Pek. Galian Tanah Galian bendung dibagi menjadi 2 bagian dengan tahapannya : Galian Bagian Hilir : - Penggalian tanah untuk arah baru aliran air ke sungai - Penggalian tanah untuk kolam olak/down stream/stilling - Pelaksanaan Penggalian untuk struktur penahan tebing/talud bagian kiri dan kanan bagian downstream - Pelaksanaan Penggalian pondasi bagian tubuh bendung/mercu bendung dan dinding penahan tegak kiri dan kanan sampai Appron Galian Bagian Hulu : - Penggalian dasar sungai sampai elev. dasar rencana lantai muka / Appron sesuai gambar kerja. Peralatan Kerja Galian: Peralatan yang digunakan untuk penggalian adalah sebagai berikut : - Excavator Kap. 0.9 m³ = 2 Unit (lok Bendung) - Alat bantu lainnya Waktu Pelaksanaan = sesuai dengan Lampiran Jadual Pelaksanaan Pekerjaa yang merupakan satu kesatuan dalam dokumen penawaran.
62 Peralatan Kerja Pembuangan dan Timbunan ex galian: Peralatan yang digunakan untuk membuang hasil galian adalah sebagai berikut : - Wheel Loader = Untuk loading material ex galian di stock pile ke dumptruck (unsuitable material / material dibuang) - Dump truck = sesuai kebutuhan - Alat bantu lainnya Waktu Pelaksanaan = sesuai dengan Lampiran Jadual Pelaksanaan Pekerjaan yang merupakan satu kesatuan dalam dokumen penawaran. Visualisasi / Gambaran Pekerjaan Galian oleh excavator dan dibuang disekitar lokasi galian (stock pile). Material galian terpakai dipakai untuk timbunan dan tidak terpakai dibuang. Loading dengan wheel loader Galian langsung dari excavator ke dump truck menuju buangan atau lokasi timbunan (tanpa stock pile) Handling material galian Pada Lokasi galian dengan lereng berundak / lereng berbentuk sesuai gambar kerja (galian dengan ketinggian)
63 Proses Galian Gambar dibawah hanya sebagai Ilustrasi Tahapan Pekerjaan Galian Bendung Secara Umum, adapun bentuk, ukuran dari rencana galian sebenarnya sesuai dengan dokumen pelelangan Proses Galian Tahapan Layer Galian
64 FLOW CHART GALIAN TANAH Kisdam dan Dewatering Bersamaan dengan penggalian struktur bendung untuk menjaga agar permukaan galian tiap tahapan tidak tergenang air akibat rembesan dan air hujan maka dilakukan pengeringan / dewatering dengan penggunaan submersible pump dia 4" sebanyak 8 unit dengan menggunakan Genset 100 Kva. Peralatan dewatering (pompa) dilengkapi masing - masing dengan selang pembuang (sunny 50 m dan pipa pvc yang ditanam didalam tanggul pengarah alur sesuai dengan posisi pompa masing - masing. START SURVEYING WORKS PERBAIKAN EXCAVATION MATERIAL HASIL GALIAN Check TIDAK INSPECTI ON OK TIDAK OK FINISH Material terpakai/ dapat dimanfaatkan Material Tidak terpakai/tdk dapat dimanfaatkan Timbunan pada lokasi lain yang dipersyaratkan Timbunan Kembali dipadatkan Pembuangan Hasil galian disekitar lokasi pekerjaan Sesuai yang dipersyaratkan dalam dokumen Pelelangan
65 Pekerjaan yang termasuk dalam Pekerjaan Galian Tanah 2.1. Galian tanah biasa untuk Bangunan; Semua galian tanah, pasir, kerikil dan batu campur pasir yang dapat digali secara efektif dengan peralatan dan tenaga orang seperti yang disetujui Direksi Galian tanah berbatu : lapis batu yang dapat dibongkar secara efektif dengan menggunakan " ripper" atau "gigi bucket" 2.3. Galian Batuan Keras dengan Peledak (Blasting) Uraian 2.1. Pek. Galian Tanah Biasa (Lunak) dan Pembuangan Assumsi : 1. Pekerjaan dengan Alat berat, Pekerja dan alat bantu Peralatan Kerja; - Excavator untuk penggalian dan menempatkan hasil galian - Dump truck untuk membuang material ex galian ke lokasi pembuangan yang telah disetujui - Alat Bantu Uraian Pekerjaan : Pekerjaaan ini meliputi semua galian dalam batas rencana yang ada dalam gambar, pemindahan, pengangkutan, pemanfaatan atau pembuangan, pembentukan bidang galian dan penyempurnaan bidang galian terbuka, sesuai spesifikasi dan garis, ketinggian, kelandaian, ukuran dan penampang melintang yang tercantum dalam gambar dan petunjuk konsultan Pengawas. Pelaksanaan: 1. Pekerjaan persiapan meliputi : - Penyiapan Shop Drawing hingga mendapat approval dari Engineer - Penyiapan peralatan kerja dan tenaga 2. Pekerjaan Pengukuran. Sebelum penggalian dimulai, harus dilakukan pekerjaan Pengukuran untuk mengetahui batas-batas dan elevasi rencana penggalian. 3. Penggalian Penggalian dilakukan sesuai garis ketinggian dan elevasi yang ditunjukan dalam gambar. Material hasil galian ditempatkan di sekitar lokasi pekerjaan sesuai dengan gambar kerja atau yang dipersyaratkan. Material hasil galian yang dapat dimanfaatkan (suitable material) dapat digunakan kembali untuk urugan kembali (Urugan tanah setempat) Material hasil galian yang tidak memenuhi syarat diangkut dengan dump truck dibuang ke disposal area yang disetujui direksi
66 Pekerjaan Pek. Galian = Peralatan & kegunaan Excavator untuk memotong / menggali di lokasi galian/pekerjaan dan dari proses galian dituang ke bak dump truck untuk selanjutnya dihantar ke lokasi timbunan / Pembuangan Dump Truck Menghantar material galian ke lokasi pembuangan / Timbunan Excavation by Excavator Visualisasi Pekerjaan Excavation by Excavator Ramp untuk turun naik alat berat dan truck Gambar hanya sebagai alat visual, tanpa dimensi dan bentuk sebenarnya
67 Pekerjaan galian dengan kedalaman tidak lebih dari 2 m. Secara umum lereng pada galian tidak lebih dari 2 m dibuat tegak, atau jika ditentukan lain sesuai kondisi lapangan, lereng galian dibuat miring 1:3 ataupun 1:2 Pekerjaan galian dengan kedalaman lebih dari 2 m tapi tidak lebih dari 4 m Secara umum lereng pada galian tidak lebih dari 2 m dibuat miring 1:3 atau 1:2 Pada Lokasi galian dengan lereng berundak / lereng berbentuk sesuai gambar kerja (galian dengan ketinggian) Untuk Lokasi yang tidak dapat dijangkau dengan Alat berat, Pekerjaan dapat dilakukan Oleh Pekerja & alat bantu
68 FLOW CHART PEKERJAAN GALIAN START SURVEYING WORKS EXCAVATION MATERIAL HASIL GALIAN Check PERBAIKAN OK TIDAK INSPECTI ON FINISH OK Material terpakai/ dapat dimanfaatkan Material Tidak terpakai/tdk dapat dimanfaatkan Pembuangan Hasil galian ke disposal area Sesuai Persyaratan yang ditentukan dalam Dokumen Lelang Penimbunan di lokasi penimbunan sementara/stok area Penimbunan langsung di lokasi Pek. penimbunan PEKERJAAN TIMBUNAN/URUGAN TANAH
69 2.2. Galian tanah berbatu : lapis batu yang dapat dibongkar secara efektif dengan menggunakan " ripper" atau "gigi bucket" Assumsi : 1. Pekerjaan dengan Alat berat, Pekerja dan alat bantu Peralatan Kerja; - Excavator untuk penggalian dan menempatkan hasil galian - Dump truck untuk membuang material ex galian ke lokasi pembuangan yang telah disetujui - Alat Bantu Secara khusus, galian tanah berbatu adalah pekerjaan galian pada lokasi tanah dengan permukaan berbatu yang ditentukan dalam spesifikasi teknis dan gambar kerja dan pekerjaan ini dapat dilakukan dengan peralatan excavator Pelaksanaan: 1. Pekerjaan persiapan meliputi : - Penyiapan Shop Drawing hingga mendapat approval dari Engineer - Penyiapan peralatan kerja dan tenaga 2. Pekerjaan Pengukuran. Sebelum penggalian dimulai, harus dilakukan pekerjaan Pengukuran untuk mengetahui batas-batas dan elevasi rencana penggalian. 3. Penggalian Penggalian dilakukan dengan cara : 3.1. Galian dengan Excavator (tanpa alat breaker) Excavator untuk penggalian batuan dan memuat material dari hasil galian batuan ke bak dump truck / stock pile sementara 3.2. Galian dengan Excavator + alat breaker (Jika diperlukan) Untuk Galian batuan yang keras (tidak dapat langsung digali oleh buket excavator), galian dapat dilakukan dengan breaker. Material yang telah hancur diangkut oleh excavator ke bak dump truck.
70 Penggalian dilakukan sesuai garis ketinggian dan elevasi yang ditunjukan dalam gambar. Material hasil galian ditempatkan di sekitar lokasi pekerjaan sesuai dengan gambar kerja atau yang dipersyaratkan. Material hasil galian yang dapat dimanfaatkan (suitable material) dapat digunakan kembali untuk Pekerjaan Timbunan Material hasil galian yang tidak memenuhi syarat diangkut dengan dump truck dibuang ke disposal area yang disetujui direksi. 3. Pekerjaan Struktur Bendung Secara Umum Pekerjaan dilakukan pada bagian bendung yang terendah (kolam olak / Stilling Basin) menuju bagian yang lebih tinggi. Pekerjaan dilanjutkan ke tubuh bendung (bagian lebih tinggi) sampai lantai muka (Aprron). Urutan Pelaksanaan pekerjaan bendung adalah sebagai berikut : Penggalian tanah telah selesai dilaksanakan. Pelaksanaan pasangan batu untuk dasar/landasan pada lokasi down stream Pelaksanaan pekerjaan struktur penahan tebing/talud bagian kiri dan kanan dari pasangan batu kali (termasuk wheep hole) bagian downstream secara bertahap. Pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Batu kali pada dinding Penahan tegak pada tubuh bendung dan dinding tegak pada Pintu Intake dan Penguras dan dinding appron Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu untuk dinding penahan tegak di bagian pintu penguras Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu pada tubuh bendung Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali untuk lantai muka (Appron) Pelaksanaan Pekerjaan Batu kosong Pelaksanaan selimut beton diatas pasangan batu pada dasar/landasan pada lokasi down stream Tubuh bendung - Appron Pemasangan pintu-pintu air di intake dan penguras Pekerjaan lainnya sesuai gambar kerja Material hasil galian bendung yang berupa sirtu (gravel) di tempatkan/di bawa ke screen plant untuk diproses menjadi bahan baku beton, sedang material sirtu yang bercampur dengan tanah ditempatkan disebelah kiri dari tanggul sementara. Tahapan Pasangan batu kali dikerjakan setelah pekerjaan galian selesai dan mencapai elevasi yang dikehendaki. Pekerjaan Pasangan batu dimulai dari lokasi kolam olak melebar ke pondasi dinding penahan kiri kanan ke arah hilir dan hulu, lokasi ini dikerjakan dulu karena berada lebih rendah dibawah muka air sungai, sehingga penanganan dewatering di lokasi tersebut perlu perhitungan yang lebih cermat untuk menghindari longsornya dinding galian dan yang akan mengakibatkan bertambahnya volume pekerjaan.
71 Tahapan pekerjaan: = Tahap 1 = Tahap 2 = Tahap 3 = Tahap 4 = Tahap Arah Pekerjaan 2 Selimut beton Bagian Hulu Bendung Bagian Hilir Bendung Tahap terakhir adalah Selimut Beton Keterangan : Gambar diatas hanya sebagai Ilustrasi Tahapan Pekerjaan Bendung. Untuk struktur Bendung sebenarnya sesuai Gambar Kerja dalam tender dokumen Peralatan Kerja; - Concrete mixer sebagai alat pengaduk mortar/adukan - Alat bantu Pelaksanaan: 1. Spesifikasi Material dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1.1. Batu belah yang digunakan bebas/bersih dari tanah/lumpur, kuat, bersih, bersudut (tidak bulat), tidak retak, tidak porous, mempunyai berat jenis > 2,4. Batu yang dipakai adalah batu sungai yang dibelah atau atau gunung yang keras dengan diameter natara 20 cm s/d 30 cm atau ditentukan lain sesuai dokumen spesifikasi teknis Pasir pasang bebas dari kandungan tanah/lumpur, kasar dan bersih Semen yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen lelang atau sesuai dengan yang dipergunakan dalam pekerjaan Beton Air yang digunakan adalah air tawar yang bersih, jernih dan tidak mengandung material yang merugikan (sesuai syarat yang diminta dalam spesifikasi teknis). 2. Semen, pasir dan air dengan perbandingan/komposisi sesuai dengan spesifikasi teknis dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan menggunakan Concrete Mixer dengan pengadukan minimum 2 menit. Adukan yang tidak digunakan lagi dalam waktu 30 menit setelah air dicampurkan, dibuang/tdk dipakai Komposisi campuran: - Pasangan Pondasi batu kali 1Pc : 4 pasir 3. Material batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaan dengan air sebelum dipasang (3-4 jam) 4. Penggalian dasar dari konstruksi dilakukan terlebih dahulu 5. Pasangan pondasi batu kali disusun dengan baik dan saling interlocking. Tebal spasi antar batu sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis 6. Pekerjaan pemasangan dengan tenaga manusia dan alat Bantu
72 7. Untuk Elevasi Permukaan dapat dibantu dengan menggunakan patok kayu yang yang diberi benang antara patok tersebut 8. Pekerjaan dilanjutkan dengan selimut beton (K225) dengan memakai split Peralatan Kerja: Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah sebagai berikut : - Concrete Mixer Kap m³ = 5 Unit - Dump truck = sesuai kebutuhan - Alat bantu lainnya Waktu Pelaksanaan = sesuai dengan Lampiran Jadual Pelaksanaan Pekerjaan yang merupakan satu kesatuan dalam dokumen penawaran. PROSES PELAKSANAAN Proses Produksi Adukan / Mortar Proposal Lokasi Quary Batu dan metode transportasi serta stock material Pada Lokasi Quary Batu - Material diambil oleh Pekerja / tenaga manusia dan alat bantu - Material dituang ke dalam bak dump truck - delivery material batu ke lokasi pekerjaan (Tanpa stock) LEMBAR BERIKUTNYA
73 Produksi dengan Concrete Mixer / Molen Produksi Mortar menggunakan beberapa unit Concrete Mixer lokasi yang berpencar / berjauhan dimana dapat dilakukan pekerjaan secara bersama / serempak PELAKSANAAN PEKERJAAN 4. Pekerjaan Pasangan Batu Untuk Dinding Hilir dan Hulu Pasangan batu dinding sayap hulu dilaksanakan setelah dinding penahan + intake bendung selesai/ timbunan dibelakang bangunan selesai, menggunakan camp 1 PC : 4 Psr. Adukan campuran dengan menggunakan Concrete Mixer 0,25 m3 menggunakan ukuran takaran dari kayu yang telah disetujui oleh Direksi. Bila diperlukan weep hole sesuai gambar, digunakan pipa pvc dia 2" yang dibungkus ijuk diujung pipa bagian dalam yang dipasang bersamaan dengan pasangan batu. Pekerjaan yang mengikuti pekerjaan pasangan batu - Pekerjaan siaran camp 1 PC : 2 Psr (permukaan pasangan batu bagian luar) - Pekerjaan plasteran 1 PC : 3 Psr (permukaan top pasangan)
74 FLOW CHART START Semen Pasir Air Stones Material Produksi oleh pekerja & alat bantu Dicampur & diaduk dengan concrete mixer Dibersihkan dan Dibasahi Mortar materials Distribusi oleh pekerja dan gerobak Lokasi Pekerjaan (Konstruksi 1) Pekerjaan pada lokasi lainnya Finishing Finishing FINISH
75 5. Pekerjaan Selimut Beton (K225) dan Pekerjaan Beton Bertulang lainnya 1. Pekerjaan : 1.1. Untuk Besi Pekerjaan dengan tenaga manusia dan alat Bantu (bar bender dan bar cutter) 1.2. Untuk Beton Pekerjaan dengan alat mekanik (Concrete Mixer) dan tenaga manusia dan alat Bantu. 2. Lokasi pekerjaan : pada struktur beton di lokasi sesuai gambar kerja dan bq. Uraian: Pembesian / Tulangan 1. Material baja tulangan didatangkan dari pabrik/supplier ke lokasi pekerjaan. 2. Material diletakkan pada stock area material baja tulangan atau dalam gudang proyek. Mutu Baja tulangan (besi beton) sesuai yang dipersyaratkan di dalam spesifikasi teknis dan gambar rencana/gambar kerja. 3. Selanjutnya dilakukan perakitan tulangan/pabrikasi, yaitu berupa pengukuran panjang yang diperlukan, pemotongan dengan bar cutter dan pembengkokan dengan bar bender dan dikerjakan pada saat suhu dingin 4. Batang tulangan kemudian disusun/dipasang sesuai dengan Gambar pelaksanaan dan persilangannya diikat kuat dengan kawat bendrat. Diameter Baja tulangan yang digunakan dengan detail perakitan sesuai dengan gambar kerja. 5. Kawat pengikat (kawat bendrat) terbuat dari Baja Lunak dengan Diameter dan Mutu kawat bendrat sesuai dengan spesifikasi teknis
76 FLOW CHART PEKERJAAN BESI TULANGAN START Daftar pembengkokan tulangan (BAR BENDING) Pengangkutan material besi dari supplier & transportasi ke lokasi pekerjaan Penyimpanan di stock material/gudang proyek Pemeriksaan material -Test tarik Baik Hasil Test Tidak Penimbangan material Cari material baru Pemotongan dan pembengkokan Pabrikasi & pemasangan Pemasangan di lapangan Pemeriksaan : - Diameter - Jumlah - Lokasi Perbaikan pemasangan Hasil Tidak FINISH Baik Siap di cor beton
77 FLOW CHART Bekisting Asumsi: 1. Pekerjaan dengan tenaga manusia dan alat Bantu 2. Lokasi pekerjaan : Pekerjaan Struktur sesuai gambar kerja. Uraian: 1. Material bekisting terdiri dari multiplek minimal 9 mm sebagai bentuk dan balok kayu sebagai rangka/penyambung antar multiplek, didatangkan ke lokasi pekerjaan (gudang proyek). Material Bekisting kuat dan kokoh. 2. Dibentuk dan diukur sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan dan diperkirakan tidak ada perubahan bentuk ketika proses pengecoran berlangsung. 3. Untuk mendapatkan bentuk vertikal, bekisting dibantu dengan benang vertikal atau unting-unting 4. Pada tiap sambungan antar lempeng multiplek ataupun multiplek itu sendiri diusahakan tidak terdapat celah/bocor. START Pengangkutan material dilokasi pabrik/supplier Transportasi/delivery ke lokasi pekerjaan Perletakan / penyimpanan material di gudang proyek Perakitan / pembentukan dilokasi pekerjaan (pembesian telah selesai) Pengecekan untuk bentuk, celah / kebocoran dan kekuatan FINISH
78 Pengecoran / Pembetonan Memanjang pekerjaan Selimut beton Image hanya sbg Ilustrasi, campuran sesungguhnya sesuai dengan mutu beton dan spek teknis Peralatan: - Concrete Mixer - Alat bantu lainnya Keterangan : Gambar diatas hanya sebagai Ilustrasi Tahapan Pekerjaan Bendung. Untuk struktur Bendung sebenarnya sesuai Gambar Kerja dalam tender dokumen Pertimbangan untuk menghasilkan pekerjaan beton yang baik - Kualitas beton yang bagus tergantung dari proporsi bahan pembuatnya seperti semen,pasir, kerikil dan air - Kurangnya semen dalam campuran menyebabkan beton kurang berkualitas dan lemah - Terlalu banyak air menyebabkan kualitas beton buruk - Penting untuk mengukur dan menambahkan kerikil dan pasir secara terpisah untuk membuat beton padat yang berkualitas - Gunakan selalu kerikil yang bersih Asumsi: 1. Pekerjaan dengan alat mekanik (Concrete Mixer) dan tenaga manusia dan alat Bantu. 2. Lokasi pekerjaan : Pekerjaan Struktur sesuai gambar kerja. Uraian: 1. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan yang termasuk dalam hal ini adalah pekerjaan struktur beton Material campuran beton (semen, pasir, aggregate) didatangkan dari supplier ke lokasi pekerjaan dan disimpan dalam tempat penyimpanan/gudang/storage. Untuk semen, saat penyimpanan material semen dilakukan perlakuan khusus yaitu tempat penyimpanan yang tahan cuaca, yang kedap udara dan mempunyai lantai kayu yang lebih tinggi dari tanah sekitar/tinggi minimum 50 cm diatas tanah dan maksimum tumpukan/susunan adalah 2 meter Mutu beton yang digunakan sesuai dengan mutu beton pada dokumen lelang Jenis semen Portland yang digunakan sesuai dengan permintaan spesifikasi teknis yang ada dalam dokumen lelang. Penggunaan semen tidak lebih dari 90 hari pengiriman, jika lebih dibuang. Penggunaan Semen digunakan dengan satu merk dan telah disetujui oleh direksi Air yang digunakan dalam campuran, dalam perawatan, atau pemakaian lainnya digunakan air bersih dan bebas dari bahan yang merugikan seperti minyak, garam, asam, basa, gula atau organic dalam jumlah yang dapat merusak. Air diuji sesuai dan harus memenuhi ketentuan dalam dokumen lelang Aggregat, kasar yang digunakan (ukuran/dimensi) sesuai dengan permintaan dari spesifikasi dokumen lelang Aggregat bersih dan bebas dari Lumpur, debu dan partikel lain yg lembut, alkali dan bahan organic/subtansi yang dapat merusak mutu beton. Material batu yang digunakan adalah berupa koral atau crushed stones yang mempunyai susunan gradasi yang baik, padat (tidak porous) dan kekerasannya cukup sesuai dengan spesifikasi teknis.
79 1.7. Pasir/agregat halus yang digunakan adalah pasir pasir alam yang didapat dari sungai/sumber alam ( hasil dari sungai atau tambang pasir) dan telah mendapat persetujuan direksi dan telah diuji kelayakannya. Pasir bersih, bebas dari tanah liat, karang, bahan organic dan alkali dan bahan lain yang dapat merusak mutu beton. Kandungan maksimum terhadap lempung, lahar dan debu tidak lebih dari 5% perbandingan berat ketika dites dengan standart yang ditentukan dalam spesifikasi teknis Pasir yang digunakan (ukuran/dimensi) sesuai dengan permintaan dari spesifikasi dokumen lelang dan telah mendapat persetujuan direksi. 2. Pencampuran dan Penakaran Rancangan Campuran Proporsi bahan dan berat penakaran menggunakan metode sesuai yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis Campuran Percobaan dilakukan dan hasil dari percobaan tersebut akan dijadikan acuan pembuatan beton pada saat dilakukan pekerjaan beton dilapangan dan disaksikan oleh direksi pekerjaan. Campuran percobaan sesuai dengan permintaan spesifikasi dalam dokumen lelang dan mendapat persetuan dari direksi pekerjaan 2.3. Ketentuan sifat-sifat campuran sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen lelang 2.4. Pencampuran : Beton dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis (alat mixer) Pencampur dilengkapi dengan tangki air bersih yang memadai dan alat ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang digunakan dalam setiap penakaran Pertama-tama alat pencampur diisi dengan aggregate,pasir dan semen yang telah ditakar, selanjutnya alat pencampur dijalankan sebelum air ditambahkan Waktu pencampuran diukur pada saat air mulai dimasukan dalam campuran bahan kering. Seluruh air yang diperlukan dimasukan sebelum waktu pencampuran telah berlangsung ¼ bagian. Waktu pencampuran untuk mesin kapasitas ¾ m3 atau kurang selama 1,5menit; untuk mesin lebih besar waktu ditingkatkan 15 detik untuk tiap penambahan 0,5 m Adukan beton dicor dalam waktu 1-2 jam setelah pengadukan dengan air dimulai. 3. Pelaksanaan pengecoran Sebagai persiapan, lokasi pengecoran dibersihkan dari sampah, potongan kayu, bendrat, paku dan sampah lainnya Bekisting dilumuri mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya telah disiram dengan calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan Penuangan dilakukan dengan tenaga manusia (sebelumnya material beton ditampung pada tempat penampungan untuk kemudian dituang langsung ke tempat bekisting) dan untuk lokasi yang dapat dijangkau oleh alat mixer, penuangan dilakukan langsung dari alat mixer ke lokasi bekisting. Tinggi jatuh beton pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter agar tidak terjadi pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi) Pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya dan agar tidak terjadi kantong udara. Vibrator tidak mengenai tulangan atau penutup (shutter) kecuali penutup dari beton Suhu beton sewaktu dicor/dituang tidak boleh lebih dari 32 C dan tidak kurang dari 4,5 C.
80 3.6. Lama penggetaran pada suatu tempat yang sama secara manual dapat dideteksi dengan indera pendengaran. Jika alat vibrator di dalam beton frekwensi suara yang dihasilkan rendah dan semakin meninggi. Saat frekwensi suara yang dihasilkan konstan dimungkinkan pemadatan sudah cukup Selanjutnya dilakukan perawatan beton sesuai spesifikasi teknis. Peralatan Kerja: Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah sebagai berikut : - Concrete Mixer Kap m³ - Concrete Vibrator - Alat bantu lainnya Waktu Pelaksanaan = sesuai dengan Lampiran Jadual Pelaksanaan Pekerjaa yang merupakan satu kesatuan dalam dokumen penawaran. FLOW CHART 1. Persiapan Pemeriksaan Material Tidak Hasil Cari Bahan lagi Ya Buat Campuran Percobaan Tidak Test Buat Campuran Lagi Ya Pekerjaan Beton dilapangan
81 2. Pekerjaan Dilapangan Persiapan bangunan : - Pemeriksaan ukuran, elevasi - Pemeriksaan cetakan beton - Pemeriksaan tulangan (jumlah, ukuran, bentuk) - Pemeriksaan material yang akan tertanam (kalau ada) Persiapan alat & bahan : - Persiapan material (jumlah & kualitas) - Persiapan alat (mixer,concrete vibrator dsb) - Persiapan alat bantu Persiapan cor : - Talang, bucket, alat angkut adukan/bucket, dll - Tenaga kerja PEKERJAAN PEMERIKSAAN BETON Pengadukan campuran beton Ambil kubus beton Pengecoran & pemadatan Pemeliharaan Bongkar Cetakan Pemeriksaan Hasil Keropos Bagus Perbaikan Test umur 28 hari Baik Pekerjaan diterima
82 Pekerjaan Pemeriksaan Kubus Ambil kubus beton Test umur 7 hari atau ditentukan lain sesuai dg spesifikasi teknis Tidak Hasil Baik Evaluasi Perbaikan Campuran Test umur 28 hari Pekerjaan diteruskan Tidak Baik Hasil Evaluasi Pekerjaan diterima Bangunan dibongkar Catatan : - Perbaikan campuran - Perbaikan cara kerja - Dll. Pembangunan Kembali
83 6. Pek. Timbunan / Urugan Assumsi: 1 Pekerjaan dilakukan pekerja dan alat bantu. 2 Lokasi pekerjaan : Sesuai Gambar kerja Uraian: Pekerjaan ini terdiri dari penimbunan tanah kembali dari material hasil galian yang dapat dipakai kembali (suitable material) Peralatan pekerjaan yang - Excavator - Buldozer - Mesin gilas / Baby Roller (untuk lokasi yang tdk memungkinkan dengan baby Roller pekerjaan dengan Stamper) - Alat bantu lainnya Pelaksanaan Pekerjaan 1. Penghamparan material timbunan lapis perlapis dengan ketebalan yang sama dan lebar timbunan sesuai dengan garis kelandaian, penampang melintang dan ukuran yang tercantum di gambar. 2. Metode pemadatan dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi dan dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu timbunan, dalam arah memanjang. Timbunan dihampar dalam lapisan dengan tebal padat < 20 cm dan > 10 cm atau dengan kata lain Timbunan tidak boleh dihampar dalam lapisan dengan tebal padat lebih dari 20 cm atau dalam lapisan dengan tebal padat kurang dari 10 cm Untuk pemadatan yang tidak dapat dicapai dengan alat pemadat mesin gilas, pemadatan dapat dilakukan dengan mesin penumbuk loncat mekanis atau timbres (hand stamper). Penghamparan dalam horizontal dengan ketebalan tebar gembur tidak lebih dari 15 cm. 3. Kadar air. Apabila tanah timbunan tidak mengandung kadar air yang mencukupi, perlu disiram air menggunakan water tank sampai mencapai kadar air optimum. Jika tanah terlalu basah maka perlu dikeringkan dulu sebelum dipadatkan. 4. Jumlah Passing Compaction. Passing alat pemadat ditentukan berdasarkan hasil Trial Compaction yang telah disetujui, sesuai dengan jenis tanah dan jenis alat yang dipergunakan. Untuk terakhir, setelah seluruh pekerjaan Bendung, Bangunan Sadap / Intake dilanjutkan dengan Pemasangan Pintu
84 Tampak Depan Pemadatan dengan Vibratory Roller Tampak Samping Pekerjaan Timbunan dari material hasil Galian dapat dikerjakan langsung melihat kesiapan lokasi.
85 7. Pekerjaan Pintu Air Assumsi; 1. Pekerjaan dilakukan secara mekanik, tenaga manusia dan alat bantu 2. Lokasi pekerjaan : Sesuai Gambar Kerja Uraian 1. Acuan SpesifikasiTeknis. Acuan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah : 1. Pintu Air mengacu pada standar yang telah ditetapkan/sesuai dengan permintaan dalam dokumen pelelangan atau sesuai petunjuk direksi. 2. Material/Bahan. Semua mutu bahan/material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang diminta dalam dokumen lelang. Pabrikasi material pintu air dengan Dimensi, bentuk dan mutu sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan, dibuat oleh pihak supplier/sub kontraktor spesialis yang telah diajukan oleh kontraktor dan disetujui oleh direksi (owner) dengan acuan gambar rencana dan uji kelayakan dengan bersandar pada ketentuan/standar yang diminta dalam dokumen lelang. Semua proses kerja pembuatan pintu air akan diawasi oleh kontraktor dan urutan kerja serta detail material pintu (material utama, assesoris dan finishing) mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam dokumen lelang. Pihak owner/direksi akan melakukan inspeksi atas proses pembuatan material pintu pada saat Material on site/pabrik dan Saat Pabrikasi berlangsung. 3. Pelaksanaan Sebelumnya Konstruksi dudukan pintu dengan luas sesuai gambar rencana untuk penempatan material pintu telah selesai dikerjakan. Semua urutan kerja, detail, sambungan antar bangunan selesai dikerjakan 3.2. Material pintu didatangkan dari pabrik (supplier/sub kontraktor) ke lokasi pekerjaan Dilakukan pemasangan/erection Pintu ke lokasi pekerjaan dengan dibantu oleh manusia dan alat bantu. Perkuatan dengan angker, Pengukuran sipat datar, sambungan dengan las, pemotongan dan posisi pintu dilakukan dengan rapi dan seakurat mungkin sesuai dengan gambar rancana. Pemasangan dilakukan dengan tenaga manusia dan alat bantu Setelah selesai semua pekerjaan pintu dan assesoris yang termasuk didalam pekerjaan tersebut, dilakukan uji coba dengan disaksikan oleh direksi pekerjaan. Approval oleh direksi dan dilanjutkan dengan Perawatan dan perbaikan-perbaikan jika ada kerusakan (semasih dalam masa pemeliharaan).
86 3.5. Detail Pelaksanaan 1. Guide Frame Guide frame akan dipasang dengan urutan pemasangan frame dasar,frame samping,lintel beam dengan uraian sebagai berikut : 1.1. Seal Beam (Frame Dasar ) Sebelum pelaksanaan pemasangan pastikan kondisi, lokasi yang akan dipasang dalam kondisi kering atau bebas dari air bila kondisi Penempatan seal beam masih ada air buat kisdam sehingga untuk menampung air dan alihkan air tersebut sehingga tidak mengganggu proses pemasangan seal beam. Masukan seal beam kedalam block outnya dengan menggunakan alat angkat yang tersedia dan alat bantu lainnya jika diperlukan untuk kemudahan proses penyetelan dan penyesuaiannya sesuai dengan gambar yang disetujui Gambar hanya sebagai Ilustrasi pekerjaan Pemasangan Pintu air. Dimensi, ukuran sesuangguhnya sesuai tender dokumen Setel seal beam sesuai dengan gambar kerja perhatikan : kelurusan dan kerataan seal beam. Pastikan elevasi permukaan seal beam usahakan perhatikan toleransinya. Pertahankan posisi seal beam dengan baik terhadap toleransi yang ditentukan ketika pengecoran tahap kedua dilaksanakan Frame Samping(side Frame) Masukan frame samping kedalam blok outnya dengan menggunakan alat angkat yang tersedia dan alat bantu lainnya jika diperlukan untuk kemudahan proses penyetelan dan penyesuaiannya sesuai dengan gambar yang disetujui. Gambar hanya sebagai Ilustrasi pekerjaan Pemasangan Pintu air. Dimensi, ukuran sesuangguhnya sesuai tender dokumen
87 Setel frame dasar dengan frame samping sesuai dengan gambar kerja yang telah disetujui Setel frame samping sesuai dengan gambar kerja perhatikan terhadap clear span, kerataan,senter line,dan datum line yang telah ada.. Tetapkan frame dasar dengan frame samping dengan pengelasan sesuai dengan procedure pengelasan yang telah disetujui. Tetapkan frame samping dengan Angkor yang ada dengan system tack weld. Setelah selesai proses pemasangan guide frame,akan diadakan pemeriksaan secara bersama dengan Pengawas Proyek,dan Konsultan untuk dilanjutkan pelaksanaan pengecoran kedua (second concrete) Selama dalam proses pengecoran akan selalu diawasi oleh Kontraktor Mekanikal untuk menyakinkan tidak berubahnya suatu dimensi dari frame. Pemeriksaan ulang setelah dilakukan pengecoran yang telah dilaksanakan oleh kontractor meyakinkan tidak ada perubahan dimensi. 2. Gate Leaf Rakitlah seluruh kompenen-komponen daun pintu seperti karet perapat serta kelengkapan lainnya sesuai dengan gambar kerja yang telah disetujui Sesuaikan daun pintu terhadap gate frame pada posisi yang benar sesuai dengan gambar yang disetujui dan toleransi yang ditentukan. Pasang Pintu Air pada frame yang telah tersedia.
88 BAGAN ALIR INSTALASI PINTU AIR / PINTU PENGURAS MINI HYDRO POWER Start Pekerjaan Persiapan Pengadaan Material Proses Konstruksi Pekerjaan Machining FABRICATION Sand Blasting Pekerjaan Setting Pekerjaan Pengecatan Pengangkutan Pemasangan Pintu Pekerjaan Finishing ERECTION DI SITE Selesai
89 II.4.6. Pekerjaan Sand Trap / Saluran Penguras Pasir - Letak : Sand Trap / Saluran Penguras Air berada diantara Bangunan Intake dan Saluran Penghantar /waterway / Head race. - Fungsi : Sebagai Penangkap endapan air/lumpur dan material endapan lainnya agar tidak terbawa ke saluran Penghantar dan Head Pond material air yang digunakan untuk menggerakan turbin yang dihantar melewati Penstok - Struktur: Sesuai Tender Dokumen. Secara Umum Elevasi Dasar Sand Trap lebih rendah dari elevasi dasar saluran penghantar. Ini dimaksudkan agar material endapan yang terkumpul dapat dibuang melalui pintu penguras secara berkala atau jika diperlukan. Saluran Penguras juga dibuat pintu Pelimpah Layout hanya sebagai contoh cara kerja sand trap secara umum Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen Foto hanya sebagai contoh Struktur Sand Trap secara umum Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen
90 URUTAN DAN METODE KERJA 1. Pekerjaan Galian 1.1. Pek. Galian Tanah Lunak dan Pembuangan Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya Material dibuang ji sekitar lokasi pekerjaan Perapihan Galian oleh pekerja dan alat bantu Unsuitable Material Galian dengan material dibuang ke disposal area dengan alat tranport (jika ada) - Material Ex galian dibuang ke lokasi yang telah ditentukan dimana tempat tersebut tidak menggangu lokasi pekerjaan konstruksi dan hasil buangan dirapikan - Pekerjaan diassumsikan membutuhkan alat tranportasi (dump truck)
91 1.2. Pek. Galian Tanah berbatu dan Pembuangan Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya Material dibuang di sekitar lokasi pekerjaan. Galian dengan material dibuang ke disposal area dengan alat tranport (jika ada) dengan Dump Truck 2. Pekerjaan Pasangan Batu dan Plesteran Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya Urutan Pekerjaa; - Struktur dasar dilaksanakan dahulu - Dilanjutkan pekerjaan dinding 3. Pekerjaan Beton dan Tulangan Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya 4. Pekerjaan Pintu Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya 5. Pekerjaan Lainnya sesuai BQ dan Gambar Kerja - Pelaksanakan pekerjaan sesuai BQ dan Gambar Kerja - Pekerjaan akan dilaksanakan sesuai spek. Teknis dan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan standar yang umum dalam pelaksanaan pekerjaan.
92 II.4.7. Pekerjaan Saluran Penghantar / Waterway dan Jalan Kerja A. Jalan Penghubung Kontraktor Akan membuat jalan Penghubung antar sesuai dengan Gambar Kerja dan BQ (sebagai jalan penghubung antar unit Bangunan Utama dari PLTM) dengan Assumsi Penggunaan dan Pelaksanaan : 1. Penggunaan: 1.1. Jalan Penghubung kerja untuk mobilisasi dan demobilisasi peralatan kerja dan peralatan fasilitas kontraktor lainnya 1.2. Jalan kerja untuk aktivitas pekerjaan. Jalan kerja ini digunakan untuk Penanganan material dari proses konstruksi dsb Jalan Penghubung nantinya sebagai sarana penghubung / keneksi antar bagian dari PLTM (cth: Penghubung antar Weir Water way- Head Pond - Rumah Power, dsb) 2. Pelaksanaan : Peralatan Kerja; - Excavator - Buldozer - Dump truck angkut meterial - Baby Roller / Pedestrian Roller - Alat bantu Spreading and Grading By Bulldozer 2.1. Pekerjaan Drainase 2.2. Sub Grader preparation dengan Buldozer dan Baby Roller 2.3. Pembuatan jalan insitu dengan menggunakan material sirtu / AWCAS. Penghamparan dengan Buldozer Pemadatan Material untuk Jalan Insitu (lebar 1.5) dengan Baby Roller. Pemadatan sesuai spek. Teknis. 2.5 Pada Lokasi yang tdk dpt dijangkau dg alat berat, (pekerjaan secara manual) pekerja dan alat bantu. B. Saluran Penghantar Yang diperhatikan untuk membangun saluran Penghantar / headrace - Hindari penggunaan saluran tanah lebih susah dirawat dan ada resiko erosi sehingga membawa tanah masuk ke turbin - Potong tebing agak jauh dari saluran untuk menghindari material atau batu tererosi jatuh masuk ke dalam saluran pembawa / Saluran Penghantar - Dinding penahan harus terdrainase dengan baik dengan lubang drainase untuk menghindari longsor - Saluran berpenutup bisa digantikan pipa yang ditanam di dalam tanah - Jagalah saluran bebas dari tumbuhan pangkas secara rutin
93 Potong tebing agak jauh dari saluran untuk menghindari material atau batu tererosi jatuh masuk ke dalam saluran pembawa / penghantar Foto hanya sebagai contoh Kondisi Saluran Penghantar dengan kondisi existing yang baik Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen URUTAN DAN METODE KERJA B.1. Pekerjaan Galian 1.1. Pek. Galian Tanah Lunak dan Pembuangan Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya Material dibuang ji sekitar lokasi pekerjaan Perapihan Galian oleh pekerja dan alat bantu Galian dengan material dibuang ke disposal area dengan alat tranport (jika ada) - Material Ex galian dibuang ke lokasi yang telah ditentukan dimana tempat tersebut tidak menggangu lokasi pekerjaan konstruksi dan hasil buangan dirapikan - Pekerjaan diassumsikan membutuhkan alat tranportasi (dump truck)
94 1.2. Pek. Galian Tanah Keras dan Pembuangan Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya Material dibuang di sekitar lokasi pekerjaan. Diassumsikan, dalam pekerjaan ini, galian tanah keras dapat dilakukan dengan menggunakan Excavator (tidak dibutuhkan breaker) Galian dengan material dibuang ke disposal area dengan alat tranport (jika ada) dengan Dump Truck B.2. Pekerjaan Pasangan Batu dan Plesteran Gambar hanya sebagai ilustrasi Pekerjaan Konstruksi Saluran dengan pas. Batu Kali. Untuk Bentuk, dimensi sesuai dengan gambar kerja B.3. Pekerjaan Beton dan Tulangan Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya
95 CONSTRUCTION OF AQUADUCT Construction at below just for ILUSTRATION of Step by step construction of AQUEDUCT / bridge flume Real Dimension & Form (Value of Foundation, Pier or Distance) will constructed as according to tehcnical specification, Bill of Quantity & Shop Drawing in the tender document. 1. PIER AND ABUTMENT 1.1. COMMON EXCAVATION 1.2. FORM WORK AND REINFORCING STEEL OF BASE PIER AND STRUCTURE FOUNDATION. CONCRETING Lean Concrete Formwork & Reinforcing Steel Finished
96 1.3. FORM WORK AND REINFORCING STEEL OF PIER 1.4. PIER CONCRETING
97 1.5. NEXT FORM WORK AND REINFORCING STEEL OF PIER 1.6. PIER CONCRETING
98 1.7. FORM WORK AND REINFORCING STEEL OF PIER HEAD 1.8. CONCRETING OF PIER HEAD
99 1.9. FINISH AND CONTINUE OF BEARING CONSTRUCTION (Jika diperlukan / If any) BEARING PAD Construction at below just for ILUSTRATION of Step by step construction of bearing Pad Form & Dimension real Pier will constructed as according to tehcnical specification, Bill of Quantity & Shop Drawing in the tender document. 1. Mortar Pad Concreting Mortar Pad - Finished 2. Bearing Pad Instalation - Instalation - Finished
100 2. AQUEDUCT / BRIDGE FLUME 2.1. COMMON EMBANKMENT 2.2. PLAN OF AQUADUCT CONSTRUCTION - Between Foundation 1 - Pier 1 and Foundation 2 Pier 2, construction will be constructed after common embankment had Finished - Between Pier 1 - Pier 2 and Pier 2 Pier 3, construction will be constructed by supporting of scaffolding A B FOUNDATION 1 PIER 1 FOUNDATION 2 A PIER 2 PIER 3 B
101 STAGE 1 : BASE STRUCTUR OF AQUEDUCT SECTION B - B SECTION A - A
102 STAGE 2 : WALL STRUCTUR OF AQUEDUCT SECTION B - B SECTION A - A STAGE 3 : TOP STRUCTUR OF AQUEDUCT SECTION B - B SECTION A - A SECTION B - B SECTION A - A
103 STAGE 5 : FINISH AND CURING - Continue with Railling Work - OTHER WORKS AC ACCORDING TO THE DRAWING AND BQ SECTION B - B SECTION A - A
104 II.4.8. Pekerjaan Bak Penenang / Head Pond Gambar diatas hanya sebagai contoh secara umum. Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen Image diatas hanya sebagai contoh Struktur Head Pond secara umum Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen Forebay bekerja hampir sama dengan bak pengendap. Aliran air menjadi pelan sehingga ada pengendapan - Bagian transisi pada ujung forebay dan lebar forebay mempunyai fungsi yang sangat penting untuk memperlambat laju air - Pengendapan hanya terjadi pada aliran air yang tenang - Saringan sampah mencegah potongan kayu dan sampah masuk ke pipa pesat - Forebay mencegah udara masuk ke dalam pipa pesat karena pipa inlet terendam - Pelimpah mengalirkan debit air berlebih kembali ke sungai terutama saat terjadi rapid shut down (matinya pembangkit) karena adanya load rejection (penolakan beban) - Pintu penguras sangat penting untuk membersihkan forebay dari endapan URUTAN DAN METODE KERJA B.1. Pekerjaan Galian Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya Material dibuang ji sekitar lokasi pekerjaan Perapihan Galian oleh pekerja dan alat bantu
105 Galian dengan material dibuang ke disposal area dengan alat tranport (jika ada) - Material Ex galian dibuang ke lokasi yang telah ditentukan dimana tempat tersebut tidak menggangu lokasi pekerjaan konstruksi dan hasil buangan dirapikan - Pekerjaan diassumsikan membutuhkan alat tranportasi (dump truck) B.2. Pekerjaan Struktur / Fisik Contoh Bangunan Head Pond dengan Konstruksi Beton Bertulang Sebelumnya pekerjaan persiapan permukaan tanah / sub grade preparation telah selesai dilaksanakan. Dilanjutkan dengan pekerjaan Struktur B.2.1. Pekerjaan Lantai Kerja - Pekerjaan dengan Beton B0 tebal 5 cm - Pekerjaan oleh pekerja dan alat bantu - Produksi Beton dengan concrete Mixer B.2.2. Pekerjaan Struktur Lantai Bawah 1. Pek. Tulangan & Bekisting plat lantai 2. Concreting dengan Concrete Mixer, pemadatan dengan concrete vibratory Sambungan antara structure baru dan lama atau antara segment structure menggunakan Rubber Waterstop dan material lain yang dipersyaratkan
106 B.2.3. Pekerjaan Struktur Dinding 3. Pek. Tulangan & Bekisting Dinding dan Dilanjutkan dengan pekerjaan concreting B.3. Pekerjaan Timbunan Kembali Dipadatkan Dilanjutkan pekerjaan lainnya sesuai BQ dan Gambar (Pemasangan Pintu menuju Penstock, dsb) Contoh Gambar hanya sebagai Ilustrasi Bangunan Head Pond dengan Konstruksi Pasangan Batu Kali. Untuk Bentuk dan dimensi sebenarnya sesuai dengan Gambar Tender Uraian pekerjaan telah dijelaskan pada lembar sebelumnya Urutan Pekerjaa; - Struktur dasar dilaksanakan dahulu - Dilanjutkan pekerjaan dinding
107 Untuk Elevasi Permukaan dapat dibantu dengan menggunakan patok kayu yang yang diberi benang antara patok tersebut Tahapan Pekerjaan - Pakerjaan Pasangan Batu Kali dilaksanakan secara bertahap - Pekerjaan tinggi pas. Batu maximal ± 1 s/d 1.5 m Pekerjaan Galian Tanah
108 Pek. Pasangan Tahap Awal Pek. Pasangan Batu Berikutnya Pek. Pasangan Batu Berikutnya
109 Back Fill Finish. Dilanjutkan Pekerjaan Konstruksi Jalan Inspeksi
110 Trasrack / Saringan Gambar hanya sebagai contoh Konstruksi Pemasangan Trasrack secara umum Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen Pekerjaan: - Pekerjaan setelah pekerjaan struktur bangunan telah selesai - Material sesuai gambar kerja dan spek. Teknis - Pemasangan oleh pekerja dan alat bantu Foto hanya sebagai contoh Pekerjaan Trasrack yang baik Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen Prinsip utama dari desain saringan sampah: - Kemiringan saringan sampah adalah terhadap datar - Saringan sampah harus diikatkan pada dinding samping dan pada ambang tetapi tetap harus bisa diangkat untuk perbaikan - Gunakan hanya batang besi vertikal, yang diperkuat besi horisontal di belakangnya sehingga mempermudah proses pembersihan nantinya. - Saringan dirancang agar kuat menahan tekanan air pada saat saringan tersumbat 100% dan muka air maksimal di hulu serta tidak ada air di hilirnya - Jarak antar batang besi minimal setengah dari jarak antar sudu-sudu (runner blades) atau guide vane turbin, dan sesuai dengan ketentuan pembuat turbin. - Saringan sampah dibuat menjadi beberapa bagian sehingga mudah untuk diperbaiki dan mudah diangkut - Sediakan area servis untuk memudahkan pembersihan saringan sampah termasuk platform untuk tempat berdiri
111 II.4.9.Rumah Power Gambar diatas hanya sebagai contoh. Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen
112 Pekerjaan; 1. Pekerjaan Pondasi Bor Pile / Sumuran 2. Galian Tanah (Lunak dan Keras) 3. Galian tanah Pondasi Bangunan, genset dan Outlet Chanel 4. Pekerjaan beton Outlet Channel 5. Pekerjaan Struktur Pondasi 6. Pekerjaan Beton Lantai (Bekisting, Pembesian, dan Pengecoran) 7. Pekerjaan Timbunan Kembali 8. Pekerjaan Kolom dan Ring Balok Pekerjaan Kolom - Pembesian - Bekisting - Pengecoran beton Perancah dapat menggunakan baluk kayu dan papan Ring balok 1. Pembesian / Reinforcing steel and form work 2. Pengecoran / Concreting (compaction by concrete vibratory 7. Pekerjaan rangka atap dan penutup atap 8. Instalasi penangkal Petir 9. Pekerjaan Baja untuk Power House dan Railtrace / Instalasi Hoist Crane (Traveling Crane) 10. Pekerjaan Pas. Dinding dan Instalasi Jalur Kabel 11. Pek. Pintu dan Jendela 11. Instalasi Penerangan (Panel Kabel dan Penerangan) 12. Pek. Pagar Keliling Bangunan 13. Pek. Lainnya sesuai BQ dan Gambar Kerja
113 Pemasangan / Instalasi Turbin Pekerjaan yang baik yang akan dilakukan Fondasi turbin dan generator harus dibangun dengan penuh ketelitian Fondasi yang stabil akan menghindarkan terjadinya pergerakan alat yang merupakan hal penting untuk menghindari masalah operasional Pada gambar menunjukkan generator terpegang dengan kuat dan posisinya dapat diatur menggunakan peregang agar dia tetap stabil dan pada horisontal ketika adukan dimasukkan Fondasi yang benar rata adalah suatu keharusan untuk kelancaran transmisi Kabel pentanahan tersambung dengan rangka besi dan nantinya akan disambung ke peralatan juga. Hal ini penting untuk menghindari arus pendek pada saat operasional Untuk mendapatkan kualitas beton yang baik, maka adukan beton perlu kembali diaduk setelah dimasukkan Foto diatas hanya sebagai contoh dari Pemasangan Unit Turbin pada dudukan secara baik. Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya sesuai dengan Gambar Tender dokumen
114 Komponen Turbin Komponen Generator Komponen yang telah digabung Image diatas hanya sebagai contoh dari Unit Pembangkit Listrik secara umum. Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya sesuai dengan Gambar Tender dokumen
115 II Pekerjaan Pipa pesat / Penstock 1. PABRIKASI 1.1. Pengerjaan arranggement & Shop Drawing Pipa Pesat untuk disetujui oleh pihak owner sebagai gambar pelaksanaan Setelah semua gambar detail disetujui oleh Pihak Owner maka dilanjutkan dengan pengadaan material Selanjutnya material tersebut dibentuk pipa (pabrikasi di pabrikasi Yard) dan disambung bagian tersebut menjadi 1 Unit pipa m dengan cara dilas 1.4. Sanblasting & Painting 2. PEMASANGAN DI SITE 2.1. Pembuatan Jalan kerja dan Pembersihan Area pekerjaan dilanjutkan pemasangan Bowplank Pekerjaan Alignment baik elevasi maupun Center As pipa Pesat Pekerjaan Galian (baik galian tanah lunak maupun tanah keras pekerjaan dengan alat berat untuk lokasi yang mampu dijangkau dengan alat berat, untuk lokasi yang tidak dapat dijangkau, pekerjaan galian oleh pekerja dan alat bantu. Material galian di buang disekitar lokasi pekerjaan Pemasangan support Pipa Pesat disesuaikan dengan jarak dan elevasi yang sesuai gambar Pelaksanaan. Pekerjaan Pondasi Beton bertulang dengan dimensi dan bentuk sesuai gambar kerja (sebelumnya peke. Lantai kerja telah dilaksanakan.). Pemadatan dengan concrete Vibratory 2.5. Pemasangan Rail peluncur terdiri dari IWF, UNP atau material lainnya dan penempatan Winch (Lier) Melansir Pipa Pesat untuk didudukan pada support baik melalui atas maupun biasa ditarik dari bawah dengan menggunakan Winch Electric atau Winch manual (Lier) dibantu Chain Block.
116 2.6. Dilanjutkan Pekerjaan Setting Pipa Pesat dan Joint Pengelasan dengan memperhatikan Center As dan elevasi sesuai petunjuk dari gambar pelaksanaan Setelah di Check bersama oleh pihak kontrak dan owner bahwa joint pipa sudah sesuai baik toleransi maupun elevasi baru dapat dilakukan pengelasan Pengelasan pertama pengisian dengan menggunakan welding electrode 3,2 mm dilanjutkan caping dengan welding electrode 4 mm atau ditentukan lain sesuai spesifikasi teknis Pekerjaan Anchor dilaksanakan setelah Pipa pesat terpasang pada sadle / dudukan sesuai gambar kerja Gambar diatas hanya sebagai contoh pekerjaan penstock, dudukan dan anchor secara umum. Untuk dimensi dan bentuk struktur sebenarnya dikerjakan sesuai dengan Gambar Tender dokumen Setelah Pipa Pesat terjoint dan dilas semuanya maka pelaksanaan pengecatan sampai ketebalan cat sesuai spesifikasi teknis Testing : X Ray Hydro Test Penetrant Test 2.12 Finishing : Setelah dilaksanakan Testing dan dinyatakan baik maka apabila ada cat yang cacat harus Touch up painting Semua alat Bantu yang melekat di pipa Pesat harus dibuka dan dibersihkan dan dicat ulang.
117 BAGAN ALIR INSTALASI PENSTOCK MINI HYDRO POWER Start Raw Material Marking and Cutting Bending FABRICATION Sand Blasting and Painting Shipping and Transportation to site lokasi Preparation for Installation on Site Setting Table Put and Setting Plate for Penstock Pipe on Table Tack weld Segment of Pipe Length and weld temporary support inside of Pipe ERECTION TO SITE Welding Welding of Penstock of Penstock Pipe Pipe Penstock Pipe ready to Installed Penstock Foundation Moving Penstock Pipe with Winch Sliding Penstock Pipe above ground slope Breakpoint Finish
118 II.5. Pekerjaan M/E PT. Brantas Abipraya, dalam melaksanakan pekerjaan Elektrikal Mekanikal akan mengikuti acuan standar dan system yang berlaku di Indonesia. Secara teknis PT. Brantas Abipraya didukung oleh mitra-mitra kerja yang telah berpengalaman dalam bidangnya, sesuai kompetensi dan kemampuan teknik yang dibutuhkan dalam procurement dan construction sebuah PLTM. Sebagai langkah awal yang sangat menentukan dalam suatu pekerjaan, adalah menyusun rencana kerja yang akurat, logis dan workable. Adapun tahapan kerja yang akan dilaksanaakan pada proyek tersebut adalah : I. Persiapan 1. Penyusunan Rencana Kerja Peninjauan lokasi dan orientasi lapangan (sceeme area) Menyusun dan menetapkan rencana dan tahapan kerja yang disepakati oleh seluruh staf inti baik dari PT. Brantas Abipraya maupun dari pihak Mitra kerja. Membuat kerangka acuan kerja, yang harus menjadi pedoman baik teknis maupun jadual pengerjaan. 2. Penugasan Personil Membuat job discription yang jelas dan berorientasi pada kualitas hasil kerja yang efektif dan efisien. 3. Pembuatan Detail Desain Membuat detil desain Turbin dan kelengkapannya dengan pabrikan mitra kerja PT. Brantas Abipraya, yaitu SHPE Hunan, RRC. 4. Menyiapkan Peralatan Kerja Menyiapkan peralatan kerja yang memadai untuk menunjang kualitas hasil dan kelancaran kerja. Menyiapkan atau membuat direksi keet dan gudang dilokasi kerja dengan ukuran dan fasilitas yang memadai dengan ukuran yang luas dan fasilitas dan peralatan yang layak serta dilengkapi peralatan serta kelengkapan pengamanan yang baik seperti pagar, gardu jaga, dll. II. Pelaksanaan pekerjaan 1. Pemesanan Material EM dan Pabrikasi By Owner 2. Supervisi dan Factory Test By Owner 3. Pengepakan/Pengiriman By Owner 4. Instalasi/erection Pekerjaan interface dengan sipil seperti: pemasangan pondasii turbin, Drafttube dan intalasi kabel power yang membutuhkan kordinasi dan supervisi yang intents maka diperlukan persetujuan dengan pihak pengawas di lapangan dan apabila terjadi kesalahpahaman maka PT. Brantas Abipraya menerima keputusan yang ditetapkan oleh direksi pengawas lapangan. Untuk keamanan peralatan dan manusia terhadap tegangan sentuh dan langkah maka instalasi PLTM yang meliputi : Switchgear, Turbine Generator, Panel, Kontrol Instrumen dilindungi terhadap tegangan liar akibat rusaknya isolasi, tegangan lebih sambaran petir langsung maupun tidak langsung yang dapat merusak peralatan dan membahayakan manusia dengan tahanan pentanahan pengaman sekecil mungkin. Seluruh peralatan yang potensial menerima tegangan liar (CT/PT/PMT/PMS/Body Panel/LA/Generator/Trafo dsb) maka harus ditanahkan. Grounding pengaman/pentanahan pengaman disambungkan dengan grounding pengaman netral peralatan sehingga menjadi 5 Ohm. Sambungan-sambungan rangkaian primer sesuai jarak aman baik fluk distance maupun creapage distance mengacu standar yang berlaku (IEC/ SPLN) dengan memperhatikan arus hubung singkat maksimum 3 phasa khususnya pada titik-titik sambung serta penampang sehingga mampu menahan hubung singkat dengan waktu tertentu sesuai spesifikasi peralatan.
119 Kabel ditarik dari terminal 6 kv generator ke serandang 6 kv Trafo Utama dan sisi netral generator ke tahanan 400 Ohm titik netral. Pelaksanaan konstruksi (radius R 60 x Diameter kabel), penggelaran dan mop terminasi kabel 6 kv, grounding ikutan serta pentanahan shielding kabel sesuai standar. Bantalan generator menggunakan sliding bearing lengkap dengan peralatan sistem pelumasannya. Titik netral generator melalui Resistance 400 Ohm 10A / 6 kv disambungkan ke grounding net yang diperkuat dengan ground rod. Panel dan kelengkapannya terdiri dari peralatan baru dan dipasang dengan rapih sesuai standar yang berlaku. Sistem start-stop unit pembangkit Turbin Generator dapat dioperasikan secara otomatis dari remote panel maupun secara individu peralatan pada local peralatan/panel lokal. Rangkaian AC sekunder CT/PT dapat dimonitor melalui test block atau test link terminal. Indicator instrumen analog pengukuran berbasis 4-20mA. Pengukuran sistem kelistrikan baik 1 phasa maupun 3 phasa melalui tranducer. Ratio tegangan dan arus tranducer sesuai dengan ratio CT/PT yang terpasang. Semua peralatan yang bertegangan mempunyai isolasi aman terhadap panel itu sendiri atau terhadap manusia, tingkat keamanan panel indoor mengacu IEC 144 dengan IP 53, sedangkan untuk panel outdoor IP 54. Lampu dalam panel dan pemanas (heater) anti condensasi dipasang pada setiap panel kontrol dengan kontrol pengendalian otomatis (limit switch dengan thermostat). Label dipasang pada setiap panel dan semua unsur device peralatan sesuai dengan gambar rangkaian untuk memudahkan pemeliharaan. Instrumen meter / indikasi dipasang dengan cara Flush Mounted. Pola operasi mengacu pada pola operasi elevasi intake konstan, signal perubahan elevasi intake digunakan sebagai dasar pengaturan pembebanan. Apabila elevasi diatas elevasi normal, maka memberikan signal penambahan beban pada turbin sesuai kapasitasnya (apabila tetap naik maka air akan melimpas melalui spillway) sampai mencapai elevasi normal, waktu pengaturan penambahan dan pengurangan beban ini menggunakan sistem Governor yang terpasang. Sebuah sistem air pendingin digunakan untuk melayani pendinginan dan pelumasan guide bearing turbin, pompa governor, shaft seal dan gearbox, serta dapat menjamin tidak terputusnya pelayanan operasional secara keseluruhan. Air pendingin diambil dari penstock sisi upstream dilengkapi peralatan pompa, katup katup dan strainer dengan kapasitas menyesuaikan kebutuhan sistem air pendingin dan pelumasan serta kwalitas sumber air pendingin yang ada. Sebagai alat pengatur dan indikator pada strainer duplex menggunakan pressure switch, differential pressure, flow switch dan sensor, serta dilengkapi pipa, fitting, baut, klem dan perlengkapan lainnya sebagai sistem air pendingin yang andal dan mudah dipelihara. III. Komisioning 1. Pra Komisioning Sebelum komisioning Staff dan Managemen PT. Brantas Abipraya bersama mitra kerja terlebih dahulu mengadakan pra komisioning (running test) peralatan tersendiri untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seluruh test dan hasilnya meliputi : individual test, dry test dan adjustment peralatan (AVR dan Governor), wet test, acceptance test. Pola pengetesan berdasarkan standar yang berlaku dan disesuaikan dengan toleransi kriteria yang ditetapkan dan diserahkan kepada Direksi/ Pengawas Lapangan. PT. Brantas Abipraya akan mengajukan RFA (Request For Approoval) untuk mendapat persetujuan Direksi/Pengawas Lapangan setiap akan melaksanakan pekerjaan dan pengetesan (Commissioning Test) untuk mendapatkan kepastian jadwal pelaksanaan. Jika pada saat pra commissioning masih ada hal-hal yang belum memenuhi standar spesifikasi yang diperjanjikan maka PT. Brantas Abipraya dan mitra kerja akan melakukan perbaikan untuk mendapat hasil paling optimal.
120 2. Komisioning PT. Brantas Abipraya akan menyiapkan dan menyampaikan kepada Direksi/ Pengawas Lapangan detail item test dan prosedur test serta peralatan yang menjadi tanggung jawabnya, yang meliputi individual test dan test sistem sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum test direncanakan dan dilaksanakan. Item test, nilai kriteria uji standar yang digunakan, prosedur dan metode pelaksanaannya akan dibicarakan dengan pihak Direksi/ Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuan. Setiap pekerjaan dan pengetesan dapat dinyatakan memenuhi syarat setelah Berita Acara Commissioning Test ditandatangani kedua belah pihak dan bila dianggap perlu dan ditetapkan dalam clausul perjanjian Owner maka penetapan layak operasi ini dapat melibatkan auditor independent seperti LMK dari DJLPE. Test yang harus dilaksanakan (individual, sub system, system baik dry test maupun wet test/ combine test) minimal meliputi dan tidak terbatas hanya : - Sistem Penstock, Katup utama & By Pass Valve: Kebocoran, operasi buka/tutup keadaan normal dan darurat. - Sistem Turbin generator: Kriteria dan adjustment, Karakteristik turbin generator, AVR, governoor, individual test, test sistem dan pembebanan. - Sistem Mekanikal: Kebocoran Penstock, Water Hammer, Kavitasi. - Kalibrasi : Pengujian proteksi, instrument, kalibrasi meter-meter pengukuran. - Primary injection / HV dan HC : Trafo tegangan, rafo arus, Generator, Trafo Utama & Trafo PS. - Electrical switch gear test: Pengujian trafo step up dan kelengkapannya, CT/PT, PMS, PMT baik pasangan luar maupun pasangan dalam (metal clad cubicle), pemasanagn dan uji individual. - Secondary Injection : Function protection and meter, kalibrasi dan setting. - Function Kontrol, Alarm and triping test : Functional control and inter-lock, tripping/ alarm indicator test. - Test Synchronizing dan Pembebanan : Load rejection sudden load, karakteristik operasi dan commercial operation. - Vibrasi dan Kebisingan (menggunakan alat ukur Bruer & Kjaer type Vibro test 60 atau setara) : Test vibrasi turbin dan generator dengan beban variasi antara 0% (FSNL dengan waktu 30 menit) dilanjutkan dengan beban 25%, 50%, 75% dan 100% dengan interval 15menit. - Test noise ruang kontrol, turbin, generator dan speed increaser. Pelaksanaan test oleh PT. Brantas Abipraya diikuti oleh pihak Direksi / Pengawas Lapangan dan nilai hasil pengujiannya harus sesuai dengan kriteria standar nilai yang disepakati sebelumnya. 3. Garansi PT. Brantas Abipraya menyelesaikan seluruh pekerjaan Elektro Mekanikal atau pekerjaan yang disebutkan dalam kontrak sesuai dengan lot pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, dan garansi masing-masing peralatan E.M adalah selama 1 (satu) tahun setelah unit PLTM komersial operasi dan garansi mulai berlaku setelah masa pemeliharaan selesai dan apabila terjadi kerusakan maka garansinya berlaku dimulai setelah perbaikan. Pada saat pelaksanaan pekerjaan PT. Brantas Abipraya menjamin keamanan peralatan, keselamatan kerja, lingkungan sampai dengan pekerjaan selesai dan beroperasi baik. Garansi konstruksi dan peralatan dari kerusakan 2 (dua) tahun setelah serah terima (ST- 1)
121 II.6. Schedule Pelaksanaan Pekerjaan Dibutuhkan Waktu Pelaksanaan sesuai dengan tender dokumen untuk menyelesaikan Pekerjaan Bangunan Sipil beserta detail bangunan Konstruksinya. Jadwal Waktu Pelaksanaan untuk pekerjaan ini dapat dilihat pada Lampiran Jadwal Waktu Pelaksanaan yang merupakan bagian dari Lampiran Dokumen Penawaran Jakarta, 31 Januari 2013 PT. BRANTAS ABIPRAYA (Persero) IR. NUR TJAHJA, MT. Kepala Wilayah II
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Nama Paket : Pekerjaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) Pusaka 1 (2 x 4.4MW) dan 3 (2 X 1.5MW) Lokasi : Kabupaten Cianjur, Jawa Barat i. Jalan Kerja
CONSTRUCTION OF AQUADUCT/BRIDGE FLUME
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Nama Paket : Pekerjaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) Pusaka 1 (2 x 4.4MW) dan 3 (2 X 1.5MW) Lokasi : Kabupaten Cianjur, Jawa Barat CONSTRUCTION OF
METODA PELAKSANAAN. CV. SABATA UTAMA Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Tangan-Tangan
METODA PELAKSANAAN Nama Perusahaan : Nama Paket Pekerjaan : No. Paket : CV. SABATA UTAMA Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Tangan-Tangan 481625 Jangka waktu pelaksanaan : Metode pelaksanaan merupakan hal
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25 4.1 SYARAT PELAKSANAAN Syarat pelaksanaan diantaranya sebagai berikut: a. Pekerjaan
ARDYCHA PRAYUDHA NRP
TUGAS AKHIR ESTIMASI BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN PERKERASAAN RIGID PAVEMENT TOL SURABAYA- MOJOKERTO STA 37+000 42+000 JAWATIMUR ARDYCHA PRAYUDHA NRP. 3111040612 PROGRAM STUDI DIPLOMA 4 TEKNIK SIPIL Fakultas
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Uraian Umum Metoda pelaksanaan dalam sebuah proyek konstruksi adalah suatu bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk mencapai hasil dan tujuan yang
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Nama Paket : Pekerjaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) Pusaka 1 (2 x 4.4MW) dan 3 (2 X 1.5MW) Lokasi : Kabupaten Cianjur, Jawa Barat II. Metode Kerja
METODE PELAKSANAAN BENDUNGAN
METODE PELAKSANAAN BENDUNGAN 1. Saluran Bangunan Pelimpah (Spillway) dan peredam energi Gambar 1. Layout Spillway Pekerjaan pembangunan bangunan pelimpah (spillway) adalah sebagai berikut : Pekerjaan Tanah
DAFTAR LAMPIRAN PENAWARAN
DAFTAR LAMPIRAN PENAWARAN KODE PAKET : 15.2028 LOKASI KABUPATEN : BOGOR PROPINSI No. URAIAN TANDA PERIKSA 1 Rekaman Surat Perjanjian Kemitraan KSO (Bila diperlukan) 2 Surat Kuasa (Bila diperlukan) 3 Jaminan
METODE PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN PT.GUNUNG MURIA RESOURCES
METODE PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN I. RUANG LINGKUP PEKERJAAN PT.GUNUNG MURIA RESOURCES Pekerjaan Pembangunan Jembatan ini terdiri dari beberapa item pekerjaan diantaranya adalah : A. UMUM 1. Mobilisasi
BAB IV HASIL DAN ANALISA
BAB IV HASIL DAN ANALISA 4.1. Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Proyek Penerapan Program K3 di proyek ini di anggap penting karena pada dasarnya keselamatan dan kesehatan kerja
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS 5.1. Uraian Umum Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang berkaitan didalamnya. Karena semakin banyaknya pihak yang berkaitan, maka makin
BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN
DAFTAR ISI Halaman BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN... 1/7 Pasal 01 Maksud... 1/7 Pasal 02 Dokumen Pelelangan... 1/7 Pasal 03 Itikat Penawaran... 6/7 Pasal 04 Masa Berlaku Penawaran... 6/7 Pasal 05 Keabsahan
SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN
SPESIFIKASI TEKNIS Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN 1. Nama Kegiatan : Penataan Listrik Perkotaan 2. Nama pekerjaan : Penambahan Lampu Taman (65 Batang) 3. Lokasi : Pasir Pengaraian Pasal 2 PEKERJAAN
BAB III MANAJEMEN DAN ORGANISASI PROYEK
BAB III MANAJEMEN DAN ORGANISASI PROYEK 3.1 Manajemen Proyek Setiap proyek tentu membutuhkan sebuah perencanaan dan pengaturan sehingga kegiatan proyek dapat berjalan lancar, untuk itulah dibutuhkan sebuah
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DRAINASE PERKOTAAN BAB I TATA CARA PERSIAPAN KONSTRUKSI SISTEM DRAINASE DESKRIPSI
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DRAINASE PERKOTAAN BAB I TATA CARA PERSIAPAN KONSTRUKSI SISTEM DRAINASE DESKRIPSI 1.1. Ruang Lingkup Tata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase ini memuat pengertian, ketentuanketentuan
ZULFIKAR JAUHARI NRP
TUGAS AKHIR MANAJEMEN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN TOL MOJOKERTO KERTOSONO STA. 5+350 STA. 10+350 DENGAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU DI KABUPATEN MOJOKERTO PROVINSI JAWA TIMUR ZULFIKAR JAUHARI NRP. 3110040601
Nama Pekerjaan : Pembangunan Abutmen Jembatan Air Jernih Gumpang Lempuh Perusahaan : CV. RABO PERKASA Lokasi : Gumpang Lempuh Tahun Anggaran : 2017
METODE PELAKSANAAN Nama Pekerjaan : Pembangunan Abutmen Jembatan Air Jernih Gumpang Lempuh Perusahaan : CV. RABO PERKASA Lokasi : Gumpang Lempuh Tahun Anggaran : 2017 1. PEKERJAAN UMUM Mobilisasi Cakupan
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI BASEMENT
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI BASEMENT 5.1 Uraian Umum Metode konstruksi adalah bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk mendapatkan tujuan dari proyek, yaitu biaya, kualitas dan
Implementation study. Asep Sundara. BSCE, MT.
Implementation study TINJAUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PERKERASAN BADAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA PEMBANGUNAN JALAN CILEUNYI - JATINANGOR Asep Sundara. BSCE, MT. Penjelasan
METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN PAKET 34 (JALAN SERUNAI MALAM II, JALAN SERUNAI MALAM I, JALAN BERSAMA)
METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN PAKET 34 (JALAN SERUNAI MALAM II, JALAN SERUNAI MALAM I, JALAN BERSAMA) A. MOBILISASI & MANAGEMEN KESELAMATAN LALU LINTAS Mobilisasi adalah kegiatan yang diperlukan dalam kontrak
BAB IV TINJAUAN KONDISI PROYEK ALAT DAN BAHAN BANGUNAN
BAB IV TINJAUAN KONDISI PROYEK ALAT DAN BAHAN BANGUNAN 4.1 KONDISI PROYEK 4.1.1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan merupakan seluruh rangkaian pekerjaan yang pertama kali harus dilakukan guna memudahkan
BAB II STUDI PUSTAKA
7 BAB II STUDI PUSTAKA 2.1 TINJAUAN UMUM Pelaksanaan konstruksi merupakan rangkaian kegiatan atau bagian dari kegiatan dalam pekerjaan konstruksi mulai dari persiapan lapangan sampai dengan penyerahan
II. PEKERJAAN PENDAHULUAN
METODE PELAKSANAAN I. PRA PEMBANGUNAN 1. Pemeriksaan gambar-gambar untuk pelaksanaan : Semua gambar-gambar yang disiapkan adalah gambar-gambar yang telah ditandatangani oleh Direksi dan apabila ada perubahan
BILL OF QUANTITTY. Jumlah Harga No. Divisi Uraian Pekerjaan (Rupiah)
BILL OF QUANTITTY Kegiatan : REHABILITASI/PEMELIHARAAN JALAN Pekerjaan : PEMELIHARAAN JALAN Nama Paket : REHAB/PEMELIHARAAN JALAN NGATABARU - TOMPU Kabupaten : SIGI Sumber Dana : APBD Tahun Anggaran :
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material Perlu kita ketahui bahwa bahan bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan, dan
BAB IV TINJAUAN KHUSUS
BAB IV TINJAUAN KHUSUS 4.1 Lingkup Tinjauan Khusus Tinjauan khusus pada laporan kerja praktek ini adalah metode pelaksanaan pekerjaan pondasi. Pada tinjauan ini, penulis memaparkan metode pelaksanaan pekerjaan
METODE PELAKSANAAN. Pekerjaan Perbaikan Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi (Paket 2) - Lanjutan 1
I. INFORMASI / PENDAHULUAN 1. Peta lokasi pekerjaan : (lihat lampiran) a Lokasi pelaksanaan pekerjaan 2. Informasi Pekerjaan & Lapangan a Site : - Luas tempat kerja : memanjang - Topografi : daerah aliran
METODE PELAKSANAAN LIFTING JACK TIANG PANCANG
METODE PELAKSANAAN REHABILITASI PRASARANA PENGENDALI BANJIR SUNGAI CITARUM HILIR WALAHAR MUARA GEMBONG PAKET III DI KAB. KARAWANG DAN BEKASI (BENDUNG WALAHAR W718) "SICKLE" LIFTING JACK TIANG PANCANG LIFTING
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Vittoria Residences Apartement terdiri dari 3 tower dengan : c. Podium 5 lantai, dengan 1 lantai semi basement
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. Uraian umum Vittoria Residences Apartement terdiri dari 3 tower dengan : a. Tower A 18 lantai - Atap 1 lantai b. Tower B & C 24 lantai - Atap 1 lantai c. Podium 5 lantai,
RINTA ANGGRAINI
TUGAS AKHIR OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BERAT PADA PEMBANGUNAN RELOKASI JALAN ARTERI RAYA PORONG (PAKET 4) KABUPATEN SIDOARJO JAWA TIMUR RINTA ANGGRAINI 3 040 67 PROGRAM STUDI
BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN. Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat
BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat signifikan dalam menentukan proses pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan baik, benar, dan
STANDAR LATIHAN KERJA
STANDAR LATIHAN (S L K) Bidang Ketrampilan Nama Jabatan : Pengawasan Jembatan : Inspektor Lapangan Pekerjaan Jembatan (Site Inspector of Bridges) Kode SKKNI : INA.5212. 322.04 DEPARTEMEN PEAN UMUM BADAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. Pengamatan Pekerjaan Konstruksi Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari beberapa pekerjaan dasar. Yaitu pekerjaan pengukuran, pembesian,
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu diharapkan hasil dengan kualitas yang baik dan memuaskan, yaitu : 1. Memenuhi spesifikasi
TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan,
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG 4.1. Tinjauan Bahan dan Material Bahan dan material bangunan merupakan elemen terpenting dari suatu proyek pembangunan, karena dari berbagai macam bahan dan
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi, diperlukan adanya suatu
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Uraian Umum Dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi, diperlukan adanya suatu sistem manajemen yang baik. Berbagai metode dilakukan oleh pihak pelaksana dengan
METODE PELAKSANAAN A. Pekerjaaan Persiapan
METODE PELAKSANAAN Tahap Pelaksanaan Pekerjaan adalah tahap realisasi design rencana menjadi sebuah bangunan yang utuh. Pada tahap ini dibutuhkan metodologi yang efektif dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai
REKAPITULASI DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
REKAPITULASI DAFTAR KUANTITAS DAN PEKERJAAN NO. DIVISI URAIAN JUMLAH 1 2 3 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. UMUM DRAINASE PEKERJAAN TANAH PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN PERKERASAN BERBUTIR PERKERASAN ASPAL
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA Dalam melaksanakan suatu proyek, diperlukan perencanaan yang matang agar waktu pelaksanaan proyek dapat selesai tepat waktu dengan biaya yang efisien. Besarnya biaya pelaksanaan
BAB V METODE PELAKSANAAN. Metode pelaksanaan kontruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan kontruksi
BAB V METODE PELAKSANAAN 5.1 Uraian Umum Metode pelaksanaan kontruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan kontruksi yang harus direncanakan sebelumnya. Untuk mengetahui metode pelaksanaan di lapangan
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Dalam merencanakan suatu proyek, adanya rencana anggaran biaya merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Rencana anggaran biaya disusun berdasarkan dimensi dari bangunan
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. pengamatan struktur plat lantai, pengamatan struktur core lift.
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pengamatan Pekerjaan Konstruksi Selama 2 bulan pelaksanaan kerja praktik (KP) yang terhitung mulai dari tanggal 16 Oktober 2013 sampai dengan 16 Desember 2013, kami melakukan
PRA - RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA RK3K) FORMULIR PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
PRA - RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA RK3K) FORMULIR PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI PT. PUALAM BANGUN CIPTA Paket an Lanjutan Pembangunan Bendung dan Jaringan
HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN (HSPK)
NOMOR : TANGGAL : NOMOR URAIAN KEGIATAN Koef. A BANGUNAN GEDUNG 24.01 Pekerjaan Persiapan & Tanah 24.01.01.01 Pembuatan Bouwplank /Titik Titik 23.02.04.01.01.F Mandor 0.0045 Orang Hari 158,000.00 711.00
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. terhitung mulai dari tanggal 07 Oktober 2013 sampai dengan 07 Desember 2013
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pengamatan Pekerjaan Konstruksi Dalam kegiatan Kerja Praktik (KP) yang kami jalankan selama 2 bulan terhitung mulai dari tanggal 07 Oktober 2013 sampai dengan 07 Desember
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PEKERJAAN PELAT LANTAI UNTUK TOWER D DI PROYEK PURI MANSION APARTMENT. beton bertulang sebagai bahan utamanya.
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PEKERJAAN PELAT LANTAI UNTUK TOWER D DI PROYEK PURI MANSION APARTMENT 7.1 Uraian Umum Dalam konstruksi bangunan bertingkat seperti halnya pada Proyek Puri Mansion Apartment
BAB. V PELAKSANAAN PEKERJAAN V. 1. Uraian Umum Tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu proyek. Hal ini membutuhkan pengaturan serta pengawasan pekerjaan
Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1
Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1 PELATIHAN : DAFTAR MODUL Mandor Pembesian / Penulangan Beton NO. KODE JUDUL NO. REPRESENTASI UNIT KOMPETENSI 1. RCF - 01 UUJK, K3 dan Pengendalian
Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Republik Indonesia Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik Pengadaan Pekerjaan Konstruksi - Metode e-lelang Pemilihan Langsung dengan Pascakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
BAB V METODE PELAKSANAAN
BAB V METODE PELAKSANAAN 5.1 Uraian Umum Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak - pihak yang berkaitan didalamnya. Karena semakin banyaknya pihak yang berkaitan didalmnya, maka makin banyak
BDE QSHE PADA METODE OPEN CUT BOTTOM UP NO : BDEQSHE/GEDUNG/2015/076
BDE QSHE PADA METODE OPEN CUT BOTTOM UP NO : BDEQSHE/GEDUNG/2015/076 Pekerjaan Tanah (Galian dan Urugan Tanah Kembali) Start - Survey - Shop drawing Check Engineer Yes Pembuatan bowplank Inspection 1 Rearrange
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Uraian Umum Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek yang akan berlangsung. Manajemen pelaksanaan bukan
ANALISIS SKEMA PLTM DAN STUDI OPTIMASI
Bab 5 ANALISIS SKEMA PLTM DAN STUDI OPTIMASI 5.1 UMUM Studi optimasi pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini dimaksudkan untuk mendapatkan skema PLTM yang paling optimal ditinjau dari
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. Assalamu alaikum Wr. Wb
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM Assalamu alaikum Wr. Wb ESTIMASI WAKTU DAN BIAYA PADA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN TOL SURABAYA MOJOKERTO DI PEKERJAAN UNDERPASS NATIONAL ROAD WARU STA 9 + 678 DOSEN PEMBIMBING
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Material Material merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan sebuah pembangunan karena ikut mempengaruhi kekuatan struktur bangunan dan biaya yang akan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. sesuai dengan fungsi masing-masing peralatan. Adapun alat-alat yang dipergunakan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam pekerjaan proyek konstruksi peralatan sangat diperlukan agar dapat mencapai ketepatan waktu yang lebih akurat, serta memenuhi spesifikasi
TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan
BAB III TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan
A. METODE PELAKSANAAN GEDUNG 2 TINGKAT PONDASI TIANG PANCANG. Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah sebagai berikut:
A. METODE PELAKSANAAN GEDUNG 2 TINGKAT PONDASI TIANG PANCANG Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Pekerjaan Pendahuluan Pekerjaan pendahuluan merupakan pekerjaan persiapan
FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
Analisa EI-21 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN NAMA KEGIATAN : DAK Transportasi Perdesaan No. PAKET KONTRAK : NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA : Sulawesi Selatan /Sidrap
BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. Permasalahan dan Pemecahan Masalah Nonstruktural
BAB VII PEMBAHASAN MASALAH Permasalahan dan Pemecahan Masalah Nonstruktural 7.1 Uraian Umum Dalam permasalahan proyek inidibagi menjadi beberapa kriteria yang akan di bahas dibawah ini : 1. Desain Perubahan
HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)
HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) Kegiatan : PENINGKATAN JALAN Pekerjaan Nama Paket Kabupaten Sumber Dana : DAU + DAK Tahun Anggaran : 2012 Jumlah Harga No. Divisi Uraian Pekerjaan (Rupiah) 1 Umum - 2 Drainase
LAPORAN KERJA PRAKTIK. PELAKSANAAN KONSTRUKSI PC WALL DAN PILE CAP PADA PROYEK GEDUNG St. CAROLUS TAHAP II, JAKARTA-PUSAT
LAPORAN KERJA PRAKTIK PELAKSANAAN KONSTRUKSI PC WALL DAN PILE CAP PADA PROYEK GEDUNG St. CAROLUS TAHAP II, JAKARTA-PUSAT Disusun oleh : AJENG NURJAYANTI (41113010027) AHMAD BAHTIAR.R (41113010081) FAKULTAS
BAB VII METODE PELAKSANAAN
BAB VII METODE PELAKSANAAN 7.1 Persiapan a. Pembersihan dan pembuatan jalan masuk Sebelum pekerjaan dimulai lapangan kerja harus dibersihkan dari berbagai tanaman. Pada pekerjaan timbunan untuk tanggul,
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut.
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam melaksanakan proyek pembangunan maka pastilah digunakan alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. Alat
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. Fly Over Fly over adalah jalan yang dibangun tidak sebidang melayang menghindari daerah/kawasan yang selalu menghadapi permasalahan kemacetan lalu lintas, melewati persilangan
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 5. 1 Uraian Umum Metoda konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi yang mengikuti prosedur serta telah dirancang sesuai dengan pengetahuan atau
SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN. Pasal 1 PENJELASAN UMUM
SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN Pasal 1 PENJELASAN UMUM 1. Pekerjaan yang dilaksanakan adalah Pemasangan Paving Blok Jalan Lingkungan. 1. Pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan : Rencana Kerja dan Syarat-syarat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebuah perusahaan dalam melakukan aktivitas kontruksi harus memenuhi unsur keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam kegiatan konstruksi kecelakaan dapat terjadi
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. URAIAN UMUM Tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu proyek. Hal ini membutuhkan pengaturan serta pengawasan pekerjaan
REKAPITULASI : PERENC. REHAB/PEMELIHARAAN JALAN POROS UPT TANJUNG AGUNG
REKAPITULASI KEGIATAN : REHAB/PEMELIHARAAN JALAN POROS UPT TANJUNG AGUNG PANJANG 3,3 KM PEKERJAAN : PERENC. REHAB/PEMELIHARAAN JALAN POROS UPT TANJUNG AGUNG PANJANG 3,3 KM LOKASI : UPT TANJUNG AGUNG KABUPATEN
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
BILL OF QUANTITY (BOQ) DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA Kegiatan : Pembangunan Embung Teknis Lokasi : Desa Lookeu, Kecamatan Tasifeto Barat Kab. Belu Tahun Ang. : 2016 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( Rp. ) JUMLAH HARGA
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL PELAKSANAAN
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL PELAKSANAAN 8.1 Rencana Anggaran Biaya Di dalam menentukan rencana anggaran biaya dibutuhkan perhitungan volume galian dan timbunan, volume pekerjaan dan harga
4- PEKERJAAN PERSIAPAN
4- PEKERJAAN PERSIAPAN Ketika sebuah proyek sudah memasuki tahap pelaksanaan, maka pekerjaan yang pertama kali harus dilakukan adalah persiapan yang terdiri dari : 4.1 Main Schedule atau Jadwal Pelaksanaan
PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGAH UNIT LAYANAN PENGDAAN POKJA I
PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGAH UNIT LAYANAN PENGDAAN POKJA I Lantai III Kantor Bupati Jl. Geser Masohi 97511 Tlp./Fax. (0914) 21685 E-mail : [email protected] BERITA ACARA ADENDUM DOKUMEN
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih,
Malili, 15 Agustus 2013 No : 021 / ART-Justek/ LT / VIII/ 2013 Lampiran : 1 (Satu) Berkas Kepada Yth. Pejabat Pembuat Komitmen Lanjutan Pembangunan Jalan Beton Pongkeru - Malili Dinas Pekerjaan Umum Kab.
BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Pembangunan jalan, selain perlu memperhatikan aspek teknis konstruksi jalan, juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan. Penggunaan paving blok merupakan salah satu
LAPORAN KERJA PRAKTEK METODE BEKISTING ALLUMA SYSTEM PADA BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN MENTENG PARK APARTEMEN
LAPORAN KERJA PRAKTEK METODE BEKISTING ALLUMA SYSTEM PADA BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN MENTENG PARK APARTEMEN JL. CIKINI RAYA NO 79 JAKARTA PUSAT Disusun oleh : FEBRIANA ZIARANTIKA ( 41110010011
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK PEMBANGUNAN WISMA KARTIKA JL. KYAI TAPA NO. 101, GROGOL JAKARTA BARAT
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK PEMBANGUNAN WISMA KARTIKA JL. KYAI TAPA NO. 101, GROGOL JAKARTA BARAT DISUSUN OLEH : LYSA RISTIYAWATI 41112110060 NURFITA ANJARSARI 41112120091 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS
PRA - RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA-RK3K)
1. PENDAHULUAN Perusahaan Jasa Konstruksi memiliki potensi bahaya tinggi, seperti penggunaan alat berat, mesin gerinda, las, bekerja diketinggian, suhu yang ekstrim, melakukan penggalian dan lain-lain.
BAB VI STUDI OPTIMASI
BAB VI STUDI OPTIMASI 6.1. PENENTUAN SKEMA PLTM SANTONG Dalam studi kelayakan ini ditetapkan satu skema PLTM terpilih berdasarkan tinjauan topografi, geologi, debit yang tersedia, dan besarnya daya yang
ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN. Nomor : Add. 02/03/PK/Indag.01/ULP-HB/VII/2015. Tanggal : 22 Juli untuk Pekerjaan PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT
ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN Nomor : Add. 02/03/PK/Indag.01/ULP-HB/VII/2015 Tanggal : 22 Juli 2015 untuk Pekerjaan PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT Kelompok Kerja II Konstruksi Unit Layanan Pengadaan PEMERINTAH
DCE - 09 Pengukuran dan Perhitungan Hasil Kerja
DAFTAR MODUL NO KODE JUDUL 1. DCE - 01 UUJK Profesi dan etos Kerja 2. DCE - 02a Manajemen Keselamatan Kerja dan Kesehatan DCE - 02b Manajemen Lingkungan 3. DCE - 03 Dokumen Kontrak 4. DCE - 04 Spesifikasi
LAPORAN KERJA PRAKTEK PELAKSANAAN PEKERJAAN CORE WALL PADA PROYEK BRANZ SIMATUPANG APARTMENT
LAPORAN KERJA PRAKTEK PELAKSANAAN PEKERJAAN CORE WALL PADA PROYEK BRANZ SIMATUPANG APARTMENT Jl. R.A Kartini No.9, Cilandak - Jakarta Selatan Disusun Oleh : Candra Saputro 41113110085 Yusup Ramdani 41113110109
BAB IV ANALISIS PERBANDINGAN
BAB IV ANALISIS PERBANDINGAN Dalam bab ini dibahas mengenai analisis efisiensi dan efektifitas biaya pelaksanaan dan waktu pelaksanaan dari penggunaan bekisting metode slip form pada pembuatan dinding
ADDENDUM-03. Maksud dan Tujuan
ADDENDUM-03 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan diterbitkannya Addendum ini adalah untuk memberikan informasi dan ketentuan-ketentuan tambahan Instruksi Kepada Peserta mengenai hal-hal yang belum ada atau
PEMERINTAH KOTA KUPANG UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KOTA KUPANG Kelompok Kerja Pengadaan Konstruksi
PEMERINTAH KOTA KUPANG UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KOTA KUPANG Kelompok Kerja Pengadaan Konstruksi ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PASCA KUALIFIKASI KONTRAK HARGA SATUAN UNTUK KONTRAK
SELAMAT DATANG TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH
SELAMAT DATANG TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH Pelatihan Tukang Bekisting dan Perancah Nomor Modul SBW 04 Judul Modul KONSTRUKSI BEKISTING DAN PERANCAH DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI
BILL OF QUANTITY ( BOQ)
PEMERINTAH KOTA PEKANBARU DINAS PERUMAHAN PEMUKIMAN DAN CIPTA KARYA Jalan Datuk Setia Maharaja No. 2 Pekanbaru Telp (0761) 571524 571530 BILL OF QUANTITY ( BOQ) BELAKANG PERUM BUKIT BARISAN BLOK A MENUJU
A N A L I S A H A R G A S A T U A N P E K E R J A A N UNTUK JALAN DAN JEMBATAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG SEMESTER I TAHUN 2015
LAMPIRAN IX PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR : 44 TENTANG STANDARISASI HARGA SATUAN BANGUNAN, UPAH DAN ANALISA PEKERJAAN UNTUK KEGIATAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG TAHUN ANGGARAN 2015 A N A L
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. hasil yang baik, tepat waktu dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. Tinjauan Umum Perencanaan yang telah dibuat oleh perencana diwujudkan melalui pelaksanaan pekerjaan di lapangan oleh kontraktor. Pelaksana pekerjaan merupakan tahap yang
BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) G.Jaminan Penawaran;
BERITA ACARA ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN Nomor : 16.add/POKJA-DISDIK/2014 Hari/Tanggal : Senin/10 Maret 2014 Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan Pagar TK Kasih Ibu (Kuala Umo) Tempat : Laman http://www.lpse.simeuluekab.go.id
RK3K (RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK)
RK3K (RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK) 1 Rencana K3 Kontrak (RK3K) RK3K adalah dokumen lengkap rencana penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang PU dan merupakan satu kesatuan dengan dokumen
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Kolom Kolom merupakan bagian dari suatu struktur suatu bangunan. Fungsi Kolom itu sendiri sebagai penyangga stuktur pelat dan balok atau juga meneruskan beban
BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. sebuah lahan sementara di sebuah proyek bangunan lalu dipasang pada proyek
BAB VII PEMBAHASAN MASALAH 7.1 Beton Precast Beton precast adalah suatu produk beton yang dicor pada sebuah pabrik atau sebuah lahan sementara di sebuah proyek bangunan lalu dipasang pada proyek bangunan
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. kebutuhan sarana akomodasi tempat tinggal. Bangunan ini didesain untuk
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Konsep Perencanaan Pembangunan proyek Apartement Wang Residence ini berdasarkan dari pertimbangan beberapa aspek, salah satunya pertimbangan karena meningkatnya kebutuhan
BAB IV PERANCANGAN GAMBAR
BAB IV PERANCANGAN GAMBAR 4.1. Definisi Gambar Sebelum masa pembangunan, sebuah bangunan gedung akan melalui tahap perencanaan. Sebagai alat komunikasinya digunakanlah gambar-gambar yang memberikan ilustrasi
BAB VII TATA LAKSANA LAPANGAN
7-1 BAB VII TATA LAKSANA LAPANGAN 7.1 Pekerjaan Persiapan Pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan suatu proyek biasanya diawali dengan pekerjaan persiapan. Adapun pekerjaan persiapan tersebut itu meliputi
Rencana Anggaran Biaya. Pekerjaan Pembuatan Talud Batu Kali Belawan International Container Terminal
No Uraian pekerjaan Sat Vol Harga Sat Jumlah harga I Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Pembuatan Talud Batu Kali Belawan International Container Terminal PEKERJAAN PERSIPAN & PENGUJIAN 1 Mobilisasi dan
