PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM ARTIKEL KOMPAS-ANAK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM ARTIKEL KOMPAS-ANAK"

Transkripsi

1 PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM ARTIKEL KOMPAS-ANAK Oleh: Rina Rosdiana 1 dan Suhendra 2 ABSTRAK Sebuah gagasan dapat diungkapkan melalui paragraf. Menulis paragraf memerlukan persyaratan dalam pengembangannya, yaitu syarat kesatuan dan kepaduan. Namun, dalam suatu karangan kerap kali ditemukan pengembangan paragraf yang tidak memenuhi persyaratan. Bentuk karangan yang diteliti adalah artikel Kompas Anak. Ada sembilan artikel yang dianalisis dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa persentasi ketepatan pengembangan paragraf adalah 72,27 %. Hal tersebut memperlihatkan masih terdapat paragraf yang tidak tepat karena ditemukan paragraf yang dibuat hanya dengan satu kalimat (27,73%) dalam artikel Kompas Anak tersebut. Padahal, paragraf yang satu kalimat ini bila dicermati merupakan kalimat utama atau gagasan utama untuk paragraf berikutnya atau malah sebagai kalimat penjelas pada paragraf sebelumnya. Sebagai sebuah bentuk naskah, secara keseluruhan, naskah tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran. Hanya perlu disikapi untuk paragraf yang satu kalimat. Hasil temuan lain bahwa artikel Kompas Anak menggunakan pola pengembangan. Pengembangan karangan yang digunakan adalah karangan eksposisi. Kata kunci: koherensi, kohesi,, eksposisi PENDAHULUAN Bahasa sebagai sarana berkomunikasi dalam penyampaian ide, gagasan, perasaan dapat dieksplorasi ke dalam berbagai produk tulisan, seperti catatan harian, puisi, cerpen, novel, naskah drama, makalah ilmiah, resensi, atau bentuk tulisan reproduksi lainnya. Pengembangan gagasan yang kemudian diolah menjadi suatu karya atau tulisan tentu saja menuntut tingkat kemahiran tertentu bagi penutur atau penggunanya. Semakin mahir seseorang berbahasa, semakin mudah baginya mengomunikasikan gagasan dan perasaannya itu kepada orang lain. Kegiatan menulis atau mengarang merupakan kegiatan produktif. Kegiatan tersebut memerlukan penuangan pikiran, gagasan, dan perasaan untuk mewujudkannya dalam sebuah tulisan. Gagasan yang dikembangkan akan tampak tentu saja dalam untaianuntaian kalimat yang tersusun secara logis dan sistematis. Alat pengembang gagasan tersebut dikenal dengan nama paragraf atau alinea. Menyusun sebuah paragraf diperlukan persyaratan-persyaratan. Persyaratan kesatuan, persyaraan pengembangan, persyaratan kepaduan, dan persyaratan kekompakan. Banyak juga persyaratan lain yang diungkapkan para ahli mengenai syarat-syarat pengembangan paragraf ini. Ada indikator dalam pengembangan paragraf. Hal tersebut 1

2 berarti ketika menyusun sebuah paragraf harus memerhatikan syaratsyarat pengembangan paragraf. Bila tidak mengindahkan persyaratan tersebut, besar kemungkinan paragraf yang dikembangkan menjadi paragraf yang kurang baik. Pengembangan paragraf terdapat dalam banyak tulisan. Pengembangan paragraf ini pun dapat dibaca dalam banyak tulisan yang dipublikasikan. Salah satunya adalah tulisan berupa artikel. Artikel umumnya terdapat dalam bentuk media massa berupa surat kabar atau majalah. Keberadaan media massa memiliki fungsi yang strategis. Salah satunya adalah bahwa media massa memiliki fungsi mencerdaskan masyarakat dengan bebagai ilmu pengetahuan yang kompeten di bidangnya. Bentuk tulisan di media massa kadang disebut artikel atau opini. Kompas, salah satu media massa terkenal secara nasional ini menyediakan kolom khusus untuk pengembangan gagasan para kontributor tulisannya. Salah satu kolom atau bahkan lembar surat kabar yang menyiapkan kolom opini adalah lembaran Kompas-anak yang terbit setiap Minggu. Pengembangan paragraf dalam artikel Kompas-anak Minggu inilah yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Alasan pemilihan artikel dalam Kompas anak tersebut karena pengembangan gagasan yang sederhana, sehingga memudahkan penganalisisan terhadap persyaratan paragraf. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan syarat-syarat pengembangan paragraf dalam artikel Kompas-anak?, 2) Bagaimana kecenderungan bentuk karangan yang dikembangkan dalam artikel Kompasanak?, 3) Bagaimana penggunaan pola pengembangan paragraf dalam artikel Kompas-anak. Paragraf. Mulyati, dkk (2009:7.17) Mengemukakan pengertian paragraf. Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Pendapat senada diungkapkan Oshima (1997:6) dalam buku Introduction to Academic Writing, paragraph is a group of related statemen that a writer develops about a subject. The first sentence states the specific point, or idea, of the topic. Pendapat lain, Ramlan (1993:1) mendefinisikan paragraf adalah kesatuan kalimat yang menghadirkan ide pokok sebagai pengendalinya. Sama halnya dengan Ramlan yang menekankan kehadiran ide pokok atau gagasan utama, Keraf pun mengungkapkan paragraf merupakan himpunan kalimat dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Lebih lanjut Tarigan (1991:11) mengemukakan paragraf adalah seperangkat kalimat yang berkaitan erat satu sama lainnya. Kalimatkalimat tersebut disusun menurut aturan tertentu sehingga makna yang dikandungnya dapat dibatasi, dikembangkan, dan diperjelas. Ramlan (1993:1) mengungkapkan pula mengenai paragraf. Paragraf dapat diurai dari segi bentuk dan makna. Dari segi bentuk, paragraf terdiri dai sejumlah kalimat, atau dengan kata lain merupakan kumpulan dari sejumlah kalimat meskipun ada juga yang hanya terdiri dari satu kalimat atau satu kata, misalnya kalimat penutup pada surat yang sering hanya berupa kata terima kasih. Sejumlah kalimat itu kaitmengait sehingga membentuk satu satuan. Di bidang makna paragraf itu merupakan satuan informasi yang 2

3 memiliki ide pokok sebagai pengendalinya. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf adalah kumpulan kalimat yang disusun secara logis dan kronologis untuk membentuk kesatuan gagasan. Paragraf-paragraf yang disusun dalam sebuah karangan harus memenuhi tiga bagian, yaitu adanya paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan dan paragraf penutup. Mulyati, dkk (2009:7.22) mengungkapkan keberadaan tiga bagian paragraf tersebut bila dikembangkan berdasarkan tujuan. Oshima mengungkapkan bahwa dalam pengembangan karangan yang lebih dari satu paragraf terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu bagian awal yaitu pendahuluan (introduction), bagian tengah disebut isi (body), dan bagian akhir disebut kesimpulan (conclusion). Djago Tarigan mengungkap unsur-unsur paragraf yaitu transisi (kalau ada), kalimat utama, kalimat penjelas/kalimat pengembang, dan kalimat penegas. Transisi adalah sebuah pengantar dalam paragraf sebelum sampai pada kalimat topik. Transisi dapat berupa kata, frase, dan kalimat. Kalimat topik atau kalimat utama adalah kalimat yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat yang lain (kalimat penjelas. Kalimat penjelas/kalimat pengembang adalah kalimat yang menjelaskan kalimat utama atau kalimat topik. Kalimat penegas adalah kalimat yang berfungsi menegaskan kembali informasi atau gagasan yang telah dikemukakan oleh kalimat utama. Paragraf merupakan bagian dari suatu karangan. Untuk itu paragraf memiliki persyaratan. Dua persyaratan yang dimilikinya adalah kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf (Akhadiah, dkk: ). Syarat kesatuan bahwa dalam tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Syarat kepaduan atau koherensi dititikberatkan pada hubungan antara kalimat dengan kalimat. Dasar pengembangan paragraf dapat mengacu pada keberadaan kalimat utama yang dikembangkan dengan tiga pola umum pengembangan, yaitu pola pengembangan, induktif, dan -induktif (campuran), dan ada juga juga yang berpendapat tentang pola pengembangan inneratif. Namun, pola ini tidak populer dan realitanya pun jarang dipilih para penulis dalam pengembangan gagasannya. Paragraf yang dikembangkan dengan pola adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyimpan atau meletakkan kalimat utama di awal paragraf, sedangkan kalimat-kalimat lain yang mengikutinya adalah paragraf-paragraf penjelas atau pengembang. Pengembangan seperti ini disebut juga pengembangan umum ke khusus. Paragraf dikembangkan dengan meletakkan kalimat utama pada awal paragraf, paragraf induktif kebalikannya. Letak kalimat utama paragraf ini di akhir paragraf. Jadi, paragraf ini mulai dari kalimat-kalimat penjelas atau kalimat pengembang menuju kalimat umum yang memiliki gagasan utama. Paragraf jenis ini sering disebut juga dengan pengembangan khusus menuju ke umum. Paragraf yang ketiga adalah pengembangan paragraf dengan menggabungkan pola pengembangan umum khusus dan khusus umum. Paragraf jenis ini disebut paragraf campuran. Pengembangan paragrafnya diawali dengan meletakkan kalimat utama pada awal paragraf, kemudian dikembangkan 3

4 dengan kalimat-kalimat penjelas. Terakhirnya ditutup dengan kalimat utama lagi, namun dengan menggunakan redaksi yang berbeda dengan redaksi pertama pada awal paragraf. Kalimat utama yang diletakkan di akhir ini biasanya disebut kalimat penegas. Di samping tiga pola pengembangan paragraf yang umum tadi terdapat pola pengembangan lain, yaitu paragraf yang meletakkan kalimat utama di tengah paragraf, namun pengembangan ini jarang sekali digunakan dalam mengembangkan gagasan. Paragraf ini disebut paragraf inneratif. Berdasarkan keberadaan letak kalimat utama, paragraf pun kemudian dapat dikembangkan dalam bentuk pengembangan lainnya, seperti paragraf dengan pola tapi dikembangkannya dengan cara perbandingan. Paragraf dapat dikembangkan puladeengan pengembangan induktif, tapi dengan teknik pengembangan contoh, misalnya, dan sebagainya. Mengenai teknik-teknik pengembanan paragraf ini dapat diungkapkan teknik-teknik pengembangan paragrafnya, yaitu contoh, definisi, klimaks, analogi, sebab-akibat, ilustrasi, perbandingan atau pertentangan, klasifikasi, dll. Paragraf yang terakhir adalah paragraf deskriptif. Paragraf jenis ini tidak memiliki kalimat utama. Gagasan dalam paragraf tersebut implisit dalam keseluruhan kalimat dalam paragraf tersebut. Biasanya paragfraf ini dimanfaatkan dalam pelukisan keadaan. Dengan demikian bila dilihat dari keberadaan letak kalimat utama pola paragraf itu adalah paragraf, paragraf induktif, paragraf campuran, dan paragraf inneratif. Dan, ada pula pengembangan tanpa menghadirkan secara eksplisit kalimat utama, yaitu paragraf deskriptif. Artikel. Artikel dapat diartikan sebagai tulisan lengkap yang dimuat dalam surat kabar atau majalah. Yang dimaksudkan lengkap di sini adalah mengandung judul, pendahuluan, penyajian masalah, pembahasan, dan penutup (kesimpulan). Dalam arti itu, artikel hampir sama bentuknya dengan makalah atau kertas kerja yang sering disampaikan dalam suatu pertemuan. Jika makalah ditulis lalu disajikan di media massa cetak, maka makalah itu bisa dinamakan artikel. Berikut ini contoh artikel yang merupakan karangan eksposisi dan dimuat dalam surat kabar Kompas- Anak. Namun, contoh ini hanya dikutif beberapa paragrafnya saja (berupa nukilan karangan berdasarkan artikel yang pernah dimuat dalam surat kabar Kompas-anak). METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pemaragrafan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Dengan metode ini penulis dapat memperoleh data karangan apa adanya. Hal ini selaras dengan pandangan Sudaryanto yang mengatakan bahwa metode deskriptif melandasi suatu penelitian berdasarkan fakta yang ada atau fenomena yang secara empiris hidup pada penutur-penuturnya. Dengan demikian, hasil yang diperoleh atau yang dicatat berupa perian bahasa yang bisa dikatakan sebagai paparan apa adanya (Sudaryanto 1986:62). Penganalisisan dalam penelitian ini lebih bersifat deskriptif analitik, yang berarti interpretasi terhadap isi dibuat dan disusun secara sistemik dan sistematis dengan teknik analisis isi. Teknik analisis isi digunakan untuk mencari fakta dengan interpretasi data. Analisis isi 4

5 merupakan suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi yang dapat ditiru dan data yang sahih dengan memperhatikan konteksnya. Fakta data berupa karangan atikel koran anak terbitan Kompas diklasifikasi berdasarkan kriteria paragraf yang baik, seperti kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan. Data yang sudah diklasifikasi itu kemudian diiterpretasi dengan menggunakan acuan teori yang relevan dengan masalah itu. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang tersusun dalam paragraf-paragraf. Data yang dikumpulkan berupa kesatuan, kepaduan, kelengkapan, dan pola pengembangan paragraf pada artikel yang terdapat pada koran Kompasanak yang tebit setiap Minggu. Data yang dipilih sebanyak sembilan artikel (artikel terbitan delapan minggu atau dua bulan). Artikel tersebut dipilih secara purposif. Artikel yang dipilih adalah artikel yang berciri wacana eksposisi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Tahap permulaan dalam metode ini adalah menemukan gejalagejala secara lengkap di dalam aspek yang diselidiki agar jelas keadaan atau kondisnya. Pada tahap ini, penelitian sebatas menemukan fakta-fakta seadanya, termasuk menunjukkan distribusinya dan usaha mengemukakan hubungan antara gejala yang satu dan gejala lainnya dalam aspek yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memilih naskah artikel Kompas-Anak yang terbit setiap Minggu selama dua bulan-- konsep dua bulan tidak terlalu menjadi patokan urutan waktu. Namun, yang dijadikan patokaan adalah jumlah artikel yaitu sembilan artikel. Analisis Data. Tahap berikutnya adalah memberikan penafsiran yang adekuat atau memadai terhadap fakta-fakta yang ditemukan. Pada tahap ini penelitian sudah sampai pada tahap analisis dan interpretasi tentang arti data itu. Suatu penelitian dapat diwujudkan juga sebagai usaha pemecahan masalah dengan membandingkan persamaan dan perbedaan gejala yang ditemukan, mengukur dimensi suatu gejala, mengadakan klasifikasi gejala, menilai gejala, menetapkan stadar, menetapkan hubungan antargejala yang ditemukan. HASIL PENELITIAN Berikut ini disajikan data pengembangan paragraf dalam artikel Kompas Anak. Data disajikan dengan cara memilah kalimat-kalimat dalam setiap paragraf, kemudian ditentukan ketepatannya dengan melihat jumlah kalimat pengembangannya. Dalam menentukan ketepatan ini kriteria yang digunakan adalah bila paragraf dalam artikel itu hanya satu kalimat, maka dianggap tidak tepat. Bila paragraf tersebut dikembangkan dengan dua kalimat atau lebih, maka paragraf tersebut dinyatakan tepat. Berikut ini disajikan contoh analisis dari satu artikel. 5

6 Data Artikel 1 Dongeng Putri Berambut Panjang, Nika/Disney, Kompas, Minggu 28 November Paragraf ke- Data Paragraf 1 1 Rapunzel adalah sebuah dongeng klasik dari Jerman karya Grimm Bersaudara. 2 2 Dongeng ini berkisah tentang seorang putri berambut panjang yang ditawan di sebuah menara. Kini kisah itu bisa kita nikmati melalui film Disney berjudul Rapunzel: A Tangled Tale 3 3 Film animasi ke-50 Disney ini awalnya berjudul Rapuzel. Namun, judul Rapunzel memiliki kesan film ini berisi tentang kisah putri semata. Padahal, di dalam film ada kisah tentang seorang pemuda heroik. 4 2 Kisahnya dimulai ketika seorang bayi perempuan diculik dan dikurung dalam menara. Bayi perempuan itu adalah seorang putri yang bernama Rapunzel. 5 3 Delapan belas tahun kemudian, Rapunzel tumbuh menjadi gadis cantik dengan rambut berwarna emas. Rambutnya sangat panjang, hampir 21 meter! Rambut itu juga memiliki kekuatan magis, seperti untuk menyembuhkan. 6 2 Selama 18 tahun, Rapunzel dirawat oleh Mother Gothel yang tak lain adalah orang yang menculiknya. Ia selalu mengatakan dunia luar sangat jahat dan menakutkan. 7 1 Mother Gothel menggunakan rambut emas Rapunzel untuk membuatnya tetap cantik dan awet muda. 8 3 Pada saat yang bersamaan, seorang pemuda tampan menjadi orang yang paling dicari oleh kerajaan karena melakukan pencurian. Pemuda itu bernama Flynn. Dia bersembunyi di menara tempat Rapunzel. 9 2 Kehadiran Flynn menjadi jalan bagi Rapunzel untuk melihat dunia luar yang selama ini membuatnya penasaran. Mereka bertualang bersama bunglon teman rapunzel dan kuda teman Flynn Film animasi ini dibintangi oleh Mandy Moore sebagai pengisi suara Rapunzel, Jml Kalimat Ketepatan Unsur Paragraf Pola paragraf 6

7 Zachary Levi sebagai pengisi suara Flynn Ryder, dan Donna Murphy sebagai pengisi suara Mother Gothel Ini dia tokoh-tokohnya: Rapunzel Gadis cantik berambut berwarna emas ini walaupun seumur hidup terkurung di dalam menara, tidak merasa tertekan Ketika bertemu dengan seorang pencuri yang bersembunyi di dalam menara, rapunzel memutuskan untuk keluar menara dan bertualang Rapunzel tidak sadar kalau dia adalah seorang putri Flynn Rider Pemuda berwajah tampan ini memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Flynn adalah seorang pencuri yang mencari kehidupan seperti yang diimpikannya Setelah bertemu dengan Rapunzel, gadis cantik berambut panjang, Flynn mendapat sebuah petualangan yang tak akan pernah dilupakan seumur hidupnya Pascal Satu-satunya teman Rapunzel adalah seekor bunglon pendiam bernama Pascal. Dia memiliki peran penting dalam kehidupan Rapunzel karena dialah yang membuat Rapunzel menjadi percaya diri Maximus Dia adalah kuda penjaga yang ingin menangkap Flynn, sang pencuri yang paling dicari. Namun, setelah bertemu dengan Rapunzel, hatinya melunak. Keterangan: : tepat : tidak tepat Rekapitulasi Ketepatan Penulisan Paragraf Berdasarkan data paragraf dari sembilan artikel yang sudah dianalisis dalam penelitian ini. Berikut ini akan diungkap presentasi ketepatan penulisan paragraf. Rekapitulasi Jumlah Kalimat dalam Paragraf Data Artikel Jumlah kalimat dalam paragraf Jml Persentase Kesalahan Persentase ketepatan

8 ,7 77, ,3 66, ,3 80, ,1 68, ,8 88, Jumlah , 73 72,27 % O,5 0,5 0,5 7,7 22,7 35,9 27,7 Berdasarkan data di atas dapat diungkapkan bahwa pada artikel pertama, terlihat bahwa pesentase ketepatannya 65 %, pada artikel 2, persentase ketepatannya 52 %, pada artikel 3, persentase ketepatannya 75 %, pada artikel 4, persentase ketepatannya 77,3 %, pada artikel 5, persentase ketepatannya 66,7 %, pada artikel 6, persentase ketepatannya 80,7 %, pada artikel 7, persentase ketepatannya 68,9 %, pada artikel 8, persentase ketepatannya 88,2 %, pada artikel 9, persentase ketepatannya 70 %. Bila dijumlahkan ketepatan penulisan paragraf secara keseluruhan adalah 72,27 %. Berdasarkan data tersebut berarti masih terdapat paragraf yang tidak tepat karena ditemukan paragraf yang dibuat hanya dengan satu kalimat untuk seluruh artikel Kompas Anak tersebut (27,73%). Padahal paragraf yang satu kalimat ini bila dicermati merupakan kalimat utama atau gagasan utama untuk paragraf berikutnya. Selain itu, konsep paragraf merupakan seperangkat kalimat yang mengandung ide pokok/gagasan utama sebagai pengendalinya. Hal tersebut sebaiknya dipenuhi dalam pengembangan paragraf. Contohnya pada kutipan data artikel 1 berikut. Rapunzel adalah sebuah dongeng klasik dari Jerman karya Grimm Bersaudara. (paragraf 1) Dongeng ini berkisah tentang seorang putri berambut panjang yang ditawan di sebuah menara. Kini kisah itu bisa kita nikmati melalui film Disney berjudul Rapunzel: A Tangled Tale (paragraf 2) Kutipan di atas bila digabungkan dapat menjadi paragraf yang memenuhi persyaratan paragraf dan memenuhi unsur pembentuk paragraf. Jadi bila digabungkan akan menjadi Rapunzel adalah sebuah dongeng klasik dari Jerman karya Grimm Bersaudara. (paragraf 1)Dongeng ini berkisah tentang seorang putri berambut panjang yang ditawan di sebuah menara. Kini kisah itu bisa kita nikmati melalui film Disney berjudul Rapunzel: A Tangled Tale (paragraf 2) Bila paragraf ini digabung maka paragraf ini memenuhi syarat pengembangan paragraf, syarat kesatuan dan kepaduan. Menjadi paragraf yang baik. Menghadirkan dua kalimat dalam paragraf sudah sesuai dengan kecukupan pengembangan, seperti yang dicontohkan Ramlan dalam kajian teori di atas. 1)Setiap hari komputer mencatat ribuan nama, alamat, nomor telepon, dan kisah pembelanjaan uangnya. 2) nama-nama itu dimasukkan ke komputer lain yang segera bekerja meneleponi mereka. Kasus lain yang ditemukan adalah paragraf satu kalimat yang sebenarnya merupakan lanjutan 8

9 kalimat penjelas pada paragraf sebelumnya. Contoh: Selama 18 tahun, Rapunzel dirawat oleh Mother Gothel yang tak lain adalah orang yang menculiknya. Ia selalu mengatakan dunia luar sangat jahat dan menakutkan. (paragraf 6) Mother Gothel menggunakan rambut emas Rapunzel untuk membuatnya tetap cantik dan awet muda.(paragraf 7) Bila dicermati paragraf 6 mengandung 2 paragraf. Paragraf tersebut benar. Paragraf berikutnya hanya terdiri dari satu kalimat. Dan itu salah. Paragraf 7 bila dilihat dari gagasannya merupakan lanjutan dari paragraf 6. Jadi, paragraf 7 itu merupakan kalimat penjelas paragraf 6. Sebaiknya, Penulisannya digabung dengan paragraf 6.Dengan demikian penulisannya menjadi Selama 18 tahun, Rapunzel dirawat oleh Mother Gothel yang tak lain adalah orang yang menculiknya. Ia selalu mengatakan dunia luar sangat jahat dan menakutkan. Mother Gothel menggunakan rambut emas Rapunzel untuk membuatnya tetap cantik dan awet muda. Kasus-kasus serupa dijumpai dalam kedelapan artikel Kompas Anak lainnya. Paragraf ditulis hanya satu kalimat, padahal ia bisa menjadi kalimat utama pada paragraf berikutnya atau justru sebagai kalimat penjelas pada paragraf yang mendahuluinya. Ditemukan pula paragraf yang dapat dikembangkan dengan memenggalnya menjadi beberapa kalimat. Pengembangan paragraf dalam Kompas Anak ini persentasenya kecil, tetap masih ditemukan pengembanganpengembangan yang sudah baik. Paragraf tidak dikemas hanya satu kalimat tetapi sudah memenuhi aspek kohesi dan koherensinya. Hal lain yang ingin diungkap selain data ketepatan paragraf, permasalahan berikutnya mengenai penerapan syarat paragraf. Ada dua syarat paragraf yaitu syarat kesatuan dan syarat kepaduan. Syarat kesatuan dalam tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Semua kalimat dalam paragraf harus membicarakan gagasan pokok tersebut. Paragraf dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam paragraf itu selalu relevan dengan topik. Syarat kepaduan atau koherensi dititikberatkan pada hubungan antara kalimat dengan kalimat. Bila dilihat dari syarat kesatuan dan kepaduan, syarat tersebut dipenuhi oleh paragrafparagraf yang masuk kategori tepat yang ada dalam artikel Kompas Anak ini. Salah satu contoh tampak pada kutipan berikut. Pascal Satu-satunya teman Rapunzel adalah seekor bunglon pendiam bernama Pascal. Dia memiliki peran penting dalam kehidupan Rapunzel karena dialah yang membuat Rapunzel menjadi percaya diri. Paragraf di atas sudah memenuhi persyaratan paragraf, baik syarat kesatuan (kohesi) maupun kepaduan (koherensi). Syarat kesatuan dipenuhi karena mengandung satu gagasan atau topik. Kedua kalimat tersebut mendukung satu gagasan pokok yaitu tentang Pascal, teman Rafunsel. Syarat kepaduan pun dipenuhi. Pada kalimat utama diungkap gagasan tentang teman Rafunsel bernama Pascal. Kalimat keduanya diawali dengan kata Dia, yang merujuk pada Pascal. Kata ganti Dia menjadi ciri adanya koherensi dalam paragraf tersebut. 9

10 Jumlah dua kalimat dalam satu paragraf ini pun sudah memadai, karena menurut Ramlan, paragraf dapat dibangun oleh setidaknya dua kalimat. Pada artikel Kompas Anak ini banyak paragraf yang disusun dengan dua kalimat. Pola pengembangan paragraf yang digunakan dalam artikel-artikel Kompas Anak menggunakan pola pengembangan. Pola ini disusun dengan mengembangkan gagasan utama yang diletakan pada awal paragraf. I. Kesimpulan Dalam membuat paragraf, syarat kesatuan dan kepaduan mestilah dipenuhi dalam mengembangkan sebuah paragraf. Di samping itu, unsur-unsur paragraf yang meliputi kalimat utama, kalimat penjelas, dan kalimat penegas harus pula terpenuhi. Namun, untuk pola pengembangan paragraf, tentu saja hanya dua unsur yang dipenuhi, yaitu kehadiran kalimat utama dan kalimat penjelas. Umumnya pola yang digunakan adalah. Penelitian ini mengungkap pengembangan paragraf pada artikel Kompas Anak yang terbit setiap hari Minggu. Ada Sembilan artikel yang dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini. Temuan hasil penelitian ini adalah 1) Ketepatan penulisan paragraf mencapai 72,27 %. Hal ini dilihat dari pengembangan dari sembilan artikel yang memuat lebih dari 2 kalimat, sedangkan paragraf yang ditulis hanya dengan satu kalimat ada 27,73%. Hal tersebut memperlihatkan masih terdapat paragraf yang tidak tepat karena ditemukan paragraf yang dibuat hanya dengan satu kalimat.. Padahal, paragraf yang satu kalimat ini bila dicermati merupakan kalimat utama atau gagasan utama untuk paragraf berikutnya. Sebagai sebuah bentuk naskah, secara keseluruhan, naskah tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran. Hanya perlu disikapi untuk paragraf yang satu kalimat. Dan, untuk penulis atau editor Kompas Anak perlu kecermatan lagi dalam menyusun gagasan yang tersaji dalam paragrafparagraf. Hasil temuan lain adalah 1) artikel Kompas Anak menggunakan pola pengembangan, 2) Jika dicermati dari jenis karangan, dapat diungkap pula pengembangan karangan yang digunakan adalah karangan eksposisi. Jenis karangan ini dapat dijadikan model pula dalam pengembangan jenis karangan eksposisi. Bila dilihat pemanfaatan naskah artikel dari Kompas Anak ini bahwa naskah ini dapat digunakan sebagai bahan atau materi ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. DAFTAR PUSTAKA Akhadiah, Sabarti dkk Pembinaan Keterampilan Menulis. Jakarta: Erlangga. Mulyati. Yeti, dkk Bahasa Indonesia. Jakarta Universitas Terbuka.. Oshima, Alice dan Ann Hogue. Introduction to Academic writing (Second Edition). New York: Longman. Ramlan. Paragraf: Pikiran, alur, dan kepaduannya. Jakarta: Erlangga. Roberrt C. Bogdan dan Sari Knopp Biklen Qualitative Researech for Education: An introduction to Theori and Methods. Boston: Allyn and Bacon) Sudaryanto Metode Linguistik I: Ke Arah Memahami Metode 10

11 Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press) Tabroni, Roni Proses Kreatif Menulis di Media Massa: Dari Memburu Ide Hingga Menjaring Media. Bandung:Nuansa. Tarigan. Djago Keterampilan Menulis Paragraf. Bandung: Angkasa. Sutiyono Membuat Kliping... Tidak Harus Menunggu Tugas dari Sekolah. Dalam Kompas, 21 Mei Jakarta. Dongeng Putri Berambut Panjang, Nika/Disney, Kompas, Minggu 28 November Dosen PBS Indonesia FKIP Universitas Pakuan, Bogor, Pendidikan S-1, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Bandung; S-2 Program Studi Pendidikan Bahasa, Universitas Negeri Jakarta; lahir di Bogor, 17 Januari Dosen PBS Indonesia FKIP Universitas Pakuan, Bogor, Pendidikan S-1, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Bandung; S-2 Program Studi Pendidikan Bahasa, Universitas Negeri Jakarta; lahir di Bogor, 17 Januari

1. Paragraf dalam Bahasa Indonesia a. Macam-macam paragraf 1. Berdasarkan sifat dan tujuan (a) Paragraf pembuka (b) Paragraf penghubung

1. Paragraf dalam Bahasa Indonesia a. Macam-macam paragraf 1. Berdasarkan sifat dan tujuan (a) Paragraf pembuka (b) Paragraf penghubung 1. Paragraf dalam Bahasa Indonesia Paragraf atau sering disebut dengan istilah alenia, dalam satu sisi kedunya memiliki pengertian yang sama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), disebutkan bahwa

Lebih terperinci

PENYUSUNAN PARAGRAF DALAM KARYA TULIS ILMIAH 1) Oleh Wahya 2)

PENYUSUNAN PARAGRAF DALAM KARYA TULIS ILMIAH 1) Oleh Wahya 2) PENYUSUNAN PARAGRAF DALAM KARYA TULIS ILMIAH 1) Oleh Wahya 2) 1. Karya Tulis Ilmiah Karya tulis adalah sesuatu yang dihasilkan oleh aktivitas menulis. Karya tulis sering dikatakan karangan. Karangan adalah

Lebih terperinci

PARAGRAF. 1. Pengertian Paragraf 2. Unsur Paragraf 3. Struktur Paragraf 4. Fungsi Paragraf 5. Syarat Paragraf yang Baik 6. Pengembangan Paragraf

PARAGRAF. 1. Pengertian Paragraf 2. Unsur Paragraf 3. Struktur Paragraf 4. Fungsi Paragraf 5. Syarat Paragraf yang Baik 6. Pengembangan Paragraf Topik 5 PARAGRAF 1. Pengertian Paragraf 2. Unsur Paragraf 3. Struktur Paragraf 4. Fungsi Paragraf 5. Syarat Paragraf yang Baik 6. Pengembangan Paragraf 1 1. Pengertian Paragraf Paragraf adalah seperangkat

Lebih terperinci

PEDAGOGIA Jurnal Ilmiah Pendidikan. Pengantar Redaksi

PEDAGOGIA Jurnal Ilmiah Pendidikan. Pengantar Redaksi Volume 5 Nomor 1 Tahun 2013 ISSN No.1693-5799 PEDAGOGIA Jurnal Ilmiah Pendidikan Pelindung: Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi Pengarah: Rektor Universitas Pakuan Pimpinan Umum : Drs. Deddy Sofyan, M.Pd. Penyunting

Lebih terperinci

KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Standar Guru C C2 C3 C4 C5 C6 Menggunakan secara lisan wacana wacana lisan untuk wawancara Menggunakan wacana lisan untuk wawancara Disajikan penggalan

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Bahasa Indonesia Bobot Mata Kuliah : 3 Sks Deskripsi Mata Kuliah : Dasar-dasar fundamental kemahiran bahasa. Penyusunan kalimat secara efektif

Lebih terperinci

RINGKASAN. Meringkas karya ilmiah yang sudah ada dengan menggunakan bahasa pengarang asli.

RINGKASAN. Meringkas karya ilmiah yang sudah ada dengan menggunakan bahasa pengarang asli. Ada sejumlah istilah yang berkaitan dengan reproduksi karya ilmiah: 1. Ringkasan (KI, buku) 2. Ikhtisar (KI, buku) 3. Sinopsis (novel) 4. Artikel ilmiah (KI) 5. Resensi (KI, buku, novel) 6. Abstrak (KI).

Lebih terperinci

MAKAKALAH Oleh : Sari Napitapulu

MAKAKALAH Oleh : Sari Napitapulu PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF NARASI DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH KADUNGORA KABUPATEN GARUT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK LATIHAN BERDASARKAN KTSP TAHUN AJARAN 2011-2012 MAKAKALAH Oleh : Sari Napitapulu 1021.0447

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Hari-hari di Rainnesthood..., Adhe Mila Herdiyanti, FIB UI, Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. Hari-hari di Rainnesthood..., Adhe Mila Herdiyanti, FIB UI, Universitas Indonesia 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sastra adalah bentuk tiruan kehidupan yang menggambarkan dan membahas kehidupan dan segala macam pikiran manusia. Lingkup sastra adalah masalah manusia, kehidupan

Lebih terperinci

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Modul ke: 06 MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id MENULIS AKADEMIK SUPRIYADI, S.Pd., M.Pd. HP. 0815 1300 7353/ 0812 9479 4583 E-Mail: [email protected]

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Bahasa Indonesia Bobot Mata Kuliah : 2 Sks GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Deskripsi Mata Kuliah : Dasar-dasar fundamental kemahiran bahasa. Penyusunan secara efektif dan analisis

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia Kode Mata Kuliah : MU 002 Bobot Kredit : 2 SKS Semester Penempatan : I Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Mata

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai hubungan pengertian antara yang satu dengan yang lain (Rani dkk,

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai hubungan pengertian antara yang satu dengan yang lain (Rani dkk, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wacana ialah satuan bahasa yang terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan pengertian antara yang satu dengan yang lain (Rani dkk, 2006: 49). Menurut

Lebih terperinci

PENANDA KOHESI SUBSTITUSI PADA NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA

PENANDA KOHESI SUBSTITUSI PADA NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA PENANDA KOHESI SUBSTITUSI PADA NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Guna Mencapai Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Disusun Oleh :

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS X ASMA NEGERI 1 MENYUKE

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS X ASMA NEGERI 1 MENYUKE KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS X ASMA NEGERI 1 MENYUKE Seriati, Cristanto Syam, Martono Pascasarjana Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak e-mail: [email protected]

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. bahan kajian bahasa Indonesia diarahkan kepada penguasaan empat keterampilan

I. PENDAHULUAN. bahan kajian bahasa Indonesia diarahkan kepada penguasaan empat keterampilan 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), standar kompetensi bahan kajian bahasa Indonesia diarahkan kepada penguasaan empat keterampilan berbahasa,

Lebih terperinci

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Jenjang : SMP/SMA Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012 1. Mengungkapkan secara lisan wacana nonsastra 2. Mengungkapkan wacana tulis nonsastra 1.1

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia Kode Mata Kuliah : MU 002 Bobot Kredit : 2 SKS Semester Penempatan : I Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Umum Mata Kuliah Prasyarat

Lebih terperinci

METODOLOGI PENULISAN ILMIAH

METODOLOGI PENULISAN ILMIAH METODOLOGI PENULISAN ILMIAH Pertemuan Ke-2 Karya Ilmiah :: Noor Ifada :: [email protected] S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 POKOK BAHASAN Pengertian Karya Ilmiah Jenis Karya Ilmiah Sikap Ilmiah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting

BAB I PENDAHULUAN. digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Indonesia secara umum merupakan bahasa resmi negara Indonesia yang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting dalam dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. Semakin terampil seseorang berpikir, semakin jelas dan cerah jalan pikirannya. Kemampuan ini

Lebih terperinci

KOHESI GRAMATIKAL ANTARKALIMAT DAN ANTARPARAGRAF DALAM KARANGAN ARGUMENTASI KELAS X SMA NEGERI I SUKODONO KABUPATEN SRAGEN SKRIPSI

KOHESI GRAMATIKAL ANTARKALIMAT DAN ANTARPARAGRAF DALAM KARANGAN ARGUMENTASI KELAS X SMA NEGERI I SUKODONO KABUPATEN SRAGEN SKRIPSI KOHESI GRAMATIKAL ANTARKALIMAT DAN ANTARPARAGRAF DALAM KARANGAN ARGUMENTASI KELAS X SMA NEGERI I SUKODONO KABUPATEN SRAGEN SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1

Lebih terperinci

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DI KELAS X SMAN 14 GARUT TAHUN AJARAN 2011/2012 MAKALAH

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DI KELAS X SMAN 14 GARUT TAHUN AJARAN 2011/2012 MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DI KELAS X SMAN 14 GARUT TAHUN AJARAN 2011/2012 MAKALAH Oleh : SRI RUMIATI 10.21.1027 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

Lebih terperinci

CONTOH KARANGAN ILMIAH, SEMI ILMIAH & NON ILMIAH

CONTOH KARANGAN ILMIAH, SEMI ILMIAH & NON ILMIAH CONTOH KARANGAN ILMIAH, SEMI ILMIAH & NON ILMIAH TUGAS BAHASA INDONESIA 2 1. KARANGAN ILMIAH Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. realitas, dan sebagainya. Sarana yang paling vital untuk memenuhi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. realitas, dan sebagainya. Sarana yang paling vital untuk memenuhi kebutuhan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam sepanjang hidupnya hampir-hampir tidak pernah dapat terlepas dari peristiwa komunikasi. Di dalam komunikasi manusia memerlukan sarana untuk mengungkapkan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 1 Kode / SKS : PB012101 / 1 SKS Program Studi : Sistem Komputer Fakultas : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Peranan dan fungsi bahasa Indonesia Sub Instruksional Khusus

Lebih terperinci

Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum.

Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum. ANALISIS VALIDITAS ISI DAN KETEPATAN KONSTRUKSI BUTIR TES SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH BAHASA INDONESIA TAHUN 2013/2014 KELAS XII SMA SWASTA BERSAMA BERASTAGI Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum.

Lebih terperinci

Kata kunci: kesalahan ejaan, karangan siswa kelas V.

Kata kunci: kesalahan ejaan, karangan siswa kelas V. ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA KARANGAN SISWA KELAS V MI MUHAMMADIYAH KLOPOGODO, KECAMATAN GOMBONG, KABUPATEN KEBUMEN, TAHUN 2014/2015 Oleh: Sri Wardani Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia

Lebih terperinci

PARAGRAPH WRITING SKILLS ARGUMENTS CLASS X SMAN 1 KANDIS DISTRICT SIAK

PARAGRAPH WRITING SKILLS ARGUMENTS CLASS X SMAN 1 KANDIS DISTRICT SIAK 1 PARAGRAPH WRITING SKILLS ARGUMENTS CLASS X SMAN 1 KANDIS DISTRICT SIAK Nofriani 1, Abdul Razak 2, Charlina 3 [email protected] Hp: 082173887766, [email protected], [email protected]

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. Pemahaman suatu teks sangat bergantung pada berbagai hal. Salah satu hal yang

II. LANDASAN TEORI. Pemahaman suatu teks sangat bergantung pada berbagai hal. Salah satu hal yang II. LANDASAN TEORI 2.1 Kemampuan Membaca Pemahaman 2.1.1 Pengertian Membaca Pemahaman Membaca pemahaman pada hakikatnya adalah kegiatan memabaca yang dimaksudkan untuk memahami makna yang terkandung dalam

Lebih terperinci

PENGARUH KEEFEKTIFAN MEMBACA CEPAT TERHADAP KEMAMPUAN MENEMUKAN IDE POKOK PARAGRAF

PENGARUH KEEFEKTIFAN MEMBACA CEPAT TERHADAP KEMAMPUAN MENEMUKAN IDE POKOK PARAGRAF Oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Galuh ABSTRAK Pengaruh keefektifan membaca cepat terhadap kemampuan menemukan ide pokok paragraf yang diteliti di SMA Informatika

Lebih terperinci

KEPADUAN BENTUK DAN MAKNA DALAM PARAGRAF: ANALISIS WACANA KOLOM JATI DIRI DI JAWA POS

KEPADUAN BENTUK DAN MAKNA DALAM PARAGRAF: ANALISIS WACANA KOLOM JATI DIRI DI JAWA POS KEPADUAN BENTUK DAN MAKNA DALAM PARAGRAF: ANALISIS WACANA KOLOM JATI DIRI DI JAWA POS SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lisan maupun tulisan. Bahasa menurut Kridalaksana (2001: 21) adalah sistem

BAB I PENDAHULUAN. lisan maupun tulisan. Bahasa menurut Kridalaksana (2001: 21) adalah sistem 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi manusia baik lisan maupun tulisan. Bahasa menurut Kridalaksana (2001: 21) adalah sistem lambang bunyi yang

Lebih terperinci

OLEH: Nia Elceria Saragih ABSTRAK

OLEH: Nia Elceria Saragih ABSTRAK HUBUNGAN KEMAMPUAN MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF DENGAN KEMAMPUAN MENULIS KEMBALI DONGENG SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KOTARIH TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010 OLEH: Nia Elceria Saragih ABSTRAK NIA ELCERIA

Lebih terperinci

ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA MENGENAI PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM KARYA ILMIAH. Nurismilida Dosen Koopertis Medan Surel:

ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA MENGENAI PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM KARYA ILMIAH. Nurismilida Dosen Koopertis Medan Surel: ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA MENGENAI PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM KARYA ILMIAH Nurismilida Dosen Koopertis Medan Surel: [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah mahasiswa

Lebih terperinci

KOMPETENSI PENGUASAAN IDE UTAMA DAN IDE TAMBAHAN DALAM PARAGRAF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 HALBAR DI IBU TENGAH MALUKU UTARA

KOMPETENSI PENGUASAAN IDE UTAMA DAN IDE TAMBAHAN DALAM PARAGRAF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 HALBAR DI IBU TENGAH MALUKU UTARA KOMPETENSI PENGUASAAN IDE UTAMA DAN IDE TAMBAHAN DALAM PARAGRAF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 HALBAR DI IBU TENGAH MALUKU UTARA H. Udin Saubas 1), Sulami Sibua 2), Rizmada Azzahra 3) 1,2,3) Universitas Khairun,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memegang peranan penting dalam komunikasi manusia. Melalui bahasa, manusia dapat mengungkapkan perasaan (emosi), imajinasi, ide dan keinginan yang diwujudkan

Lebih terperinci

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Tahun 2012

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Tahun 2012 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Jenjang : SMP/SMA Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Tahun 2012 1. Mengungkapkan secara lisan wacana nonsastra 1.1 Menggunakan wacana lisan untuk wawancara 1.1.1 Disajikan

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK STRUKTUR PERCAKAPAN DAN KONTEKS PADA RUBRIK KARTUN OPINI DALAM HARIAN KOMPAS

KARAKTERISTIK STRUKTUR PERCAKAPAN DAN KONTEKS PADA RUBRIK KARTUN OPINI DALAM HARIAN KOMPAS KARAKTERISTIK STRUKTUR PERCAKAPAN DAN KONTEKS PADA RUBRIK KARTUN OPINI DALAM HARIAN KOMPAS Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra

Lebih terperinci

KEUTUHAN STRUKTUR WACANA OPINI DALAM MEDIA MASSA CETAK KOMPAS EDISI BULAN MARET 2012

KEUTUHAN STRUKTUR WACANA OPINI DALAM MEDIA MASSA CETAK KOMPAS EDISI BULAN MARET 2012 KEUTUHAN STRUKTUR WACANA OPINI DALAM MEDIA MASSA CETAK KOMPAS EDISI BULAN MARET 2012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah mempertinggi kemahiran siswa dalam menggunakan bahasa meliputi kemahiran menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran pada dasarnya dibutuhkan oleh setiap manusia untuk keberlangsungan hidupnya. Seiring berkembangnya zaman pembelajaran di dunia pendidikanpun semakin

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. timbulnya kalimat kedua, kalimat kedua menjadikan kalimat ketiga, dan seterusnya. Kalimatkalimat

I. PENDAHULUAN. timbulnya kalimat kedua, kalimat kedua menjadikan kalimat ketiga, dan seterusnya. Kalimatkalimat I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap kehidupan manusia sehari-hari. Jika manusia tidak dibekali kemampuan berbahasa,

Lebih terperinci

RAGAM TULISAN KREATIF. Muhamad Husni Mubarok, S.Pd., M.IKom

RAGAM TULISAN KREATIF. Muhamad Husni Mubarok, S.Pd., M.IKom RAGAM TULISAN KREATIF C Muhamad Husni Mubarok, S.Pd., M.IKom HAKIKAT MENULIS Menulis merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa. Menulis merupakan kemampuan menggunakan pola-pola bahasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pelajaran Bahasa Indonesia memiliki empat aspek keterampilan, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. Pelajaran Bahasa Indonesia memiliki empat aspek keterampilan, yaitu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelajaran Bahasa Indonesia memiliki empat aspek keterampilan, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis merupakan salah satu kegiatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam berbagai hal manusia melahirkan ide-ide kreatif dengan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam berbagai hal manusia melahirkan ide-ide kreatif dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Manusia diberikan akal dan pikiran yang sempurna oleh Tuhan. Dalam berbagai hal manusia melahirkan ide-ide kreatif dengan memanfaatkan akal dan pikiran

Lebih terperinci

KEMAMPUAN SISWA MENULIS KARANGAN NARASI DI KELAS IV SDN 3 TIBAWA KABUPATEN GORONTALO. Oleh: Noviyanti Ahmad Jurusan / Prodi : PGSD/ S1 PGSD ABSTRAK

KEMAMPUAN SISWA MENULIS KARANGAN NARASI DI KELAS IV SDN 3 TIBAWA KABUPATEN GORONTALO. Oleh: Noviyanti Ahmad Jurusan / Prodi : PGSD/ S1 PGSD ABSTRAK KEMAMPUAN SISWA MENULIS KARANGAN NARASI DI KELAS IV SDN 3 TIBAWA KABUPATEN GORONTALO Oleh: Noviyanti Ahmad Jurusan / Prodi : PGSD/ S1 PGSD ABSTRAK Noviyanti Ahmad. 2013. Kemampuan Siswa Menulis Karangan

Lebih terperinci

Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan

Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan ISSN 2252-6676 Volume 4, No. 1, April 2016 http://www.jurnalpedagogika.org - email: [email protected] KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kalimat satu dengan kalimat lain, membentuk satu kesatuan. dibentuk dari kalimat atau kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan

BAB I PENDAHULUAN. kalimat satu dengan kalimat lain, membentuk satu kesatuan. dibentuk dari kalimat atau kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Wacana adalah unit bahasa yang lebih besar dari kalimat. Satuan dibawahnya secara berturut-turut adalah kalimat, frase, kata, dan bunyi. Secara berurutan, rangkaian

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SISWA KELAS X SMK TARUNA BHAKTI MALANG TAHUN AJARAN 2008/2009. Oleh: Rovimiyanti SMK Taruna Bhakti Malang.

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SISWA KELAS X SMK TARUNA BHAKTI MALANG TAHUN AJARAN 2008/2009. Oleh: Rovimiyanti SMK Taruna Bhakti Malang. KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SISWA KELAS X SMK TARUNA BHAKTI MALANG TAHUN AJARAN 2008/2009 Oleh: Rovimiyanti SMK Taruna Bhakti Malang Abstrak Penelitian ini merupakan hasil penelaahan deskriptif analisis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu.

BAB I PENDAHULUAN. dalam melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARATIF DENGAN TEKNIK PENIRUAN MODEL PADA SISWA KELAS X TKJ 1 SMK NEGERI 1 BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARATIF DENGAN TEKNIK PENIRUAN MODEL PADA SISWA KELAS X TKJ 1 SMK NEGERI 1 BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARATIF DENGAN TEKNIK PENIRUAN MODEL PADA SISWA KELAS X TKJ 1 SMK NEGERI 1 BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menentukan kualitas kemampuan menulis seseorang, termasuk dalam menyusun paragraf

BAB I PENDAHULUAN. menentukan kualitas kemampuan menulis seseorang, termasuk dalam menyusun paragraf BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemampuan menyusun paragraf merupakan salah satu unsur yang ikut andil dalam menentukan kualitas kemampuan menulis seseorang, termasuk dalam menyusun paragraf

Lebih terperinci

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif.

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif. 1 KTI mrp Bentuk Komunikasi Tertulis yg menyajikan Argumen Keilmuan Berdasarkan Fakta. KTI sbg Media Komunikasi antara Penulis dengan Pembaca memerlukan Tatanan & Struktur Bahasa yg Logis & Efektif. Agar

Lebih terperinci

BAHASA INDONESIA UMB Tata Paragraf

BAHASA INDONESIA UMB Tata Paragraf Modul ke: BAHASA INDONESIA UMB Tata Paragraf Fakultas Psikologi Dra. Hj. Winarmi. M. Pd. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Definisi Paragraf Paragraf merupakan seperangkat kalimat yang membicarakan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai

BAB II KAJIAN PUSTAKA. oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Relevan Sebelumnya Berikut ini terdapat beberapa penelitian relevan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai berikut.

Lebih terperinci

TATA PARAGRAF. Dwi Septiani, S.Hum., M.Pd. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen.

TATA PARAGRAF. Dwi Septiani, S.Hum., M.Pd. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen. Modul ke: TATA PARAGRAF Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Dwi Septiani, S.Hum., M.Pd. Paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide

Lebih terperinci

peningkatan kualitas kehidupan, serta pertumbuhan tingkat intelektualitas, dimensi pendidikan juga semakin kompleks. Hal ini tentu membutuhkan desain

peningkatan kualitas kehidupan, serta pertumbuhan tingkat intelektualitas, dimensi pendidikan juga semakin kompleks. Hal ini tentu membutuhkan desain Eni Sukaeni, 2012 Penggunaan Model Penemuan Konsep BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas kehidupan, serta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berhubungan dengan bahasa.

BAB I PENDAHULUAN. karena dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berhubungan dengan bahasa. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan. Oleh karena itu, kajian bahasa merupakan suatu kajian yang tidak pernah habis untuk dibicarakan karena dalam kehidupan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka Keterampilan menulis perlu mendapat perhatian oleh penulis, agar tercipta hasil tulisan yang bermakna, menarik, dapat dipahami, dan mempengaruhi pembacanya. Seperti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN MENULIS SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA

PEMBELAJARAN MENULIS SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA PEMBELAJARAN MENULIS SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA Oleh Novita Tabelessy Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Abstrak:

Lebih terperinci

BAB VII PARAGRAF. Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada bagian awal paragraf.

BAB VII PARAGRAF. Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada bagian awal paragraf. BAB VII PARAGRAF Pengertian Paragraf Paragraf merupakan sebuah wacana mini, atau dapat dikatakan sebagai seke-lompok kalimat yang disusun dengan kohesi dan memiliki koherensi. Kecuali paragraf naratif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karya puisi pasti tidak akan terlepas dari peran sebuah bahasa. Bahasa

BAB I PENDAHULUAN. karya puisi pasti tidak akan terlepas dari peran sebuah bahasa. Bahasa 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia memiliki berbagai macam potensi dan kreativitas dalam berimajinasi. Dalam menuangkan kemampuannya, manusia memiliki cara yang bervariasi dan beragam jenisnnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ramlan (1993:1) menjelaskan paragraf merupakan bagian dari suatu karangan dan dalam bahasa lisan merupakan bagian dari suatu tuturan. Secara umum kalimat-kalimat itu

Lebih terperinci

PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF DALAM KARANGAN ARGUMENTASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 PADANG

PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF DALAM KARANGAN ARGUMENTASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 PADANG PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF DALAM KARANGAN ARGUMENTASI SISWA KELAS X SMA NEGERI PADANG Risa Marjuniati ), Marsis ), Hj. Syofiani ) ) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ) Dosen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penguasaan kemampuan berbahasa Indonesia sangat penting sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Penguasaan kemampuan berbahasa Indonesia sangat penting sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penguasaan kemampuan berbahasa Indonesia sangat penting sebagai alat komunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Kemampuan berbahasa ini harus dibinakan dan dikembangkan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PARAGRAF. Oleh Novi Resmini Universitas Pendidikan Indonesia. bahasa lisan digunakan istilah paraton (Brown dan Yule, 1996).

PENGEMBANGAN PARAGRAF. Oleh Novi Resmini Universitas Pendidikan Indonesia. bahasa lisan digunakan istilah paraton (Brown dan Yule, 1996). PENGEMBANGAN PARAGRAF Oleh Novi Resmini Universitas Pendidikan Indonesia 1. Pendahuluan Paragraf atau alinea berlaku pada bahasa tulis, sedangkan pada bahasa lisan digunakan istilah paraton (Brown dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa jurnalistik merupakan ragam bahasa tersendiri yang dipakai dalam

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa jurnalistik merupakan ragam bahasa tersendiri yang dipakai dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa menjadi bagian penting bagi manusia secara mayoritas dan menjadi milik masyarakat pemakainya. Salah satu aplikasi bahasa sebagai alat komunikasi adalah penggunaan

Lebih terperinci

2015 PENERAPAN TEKNIK MENULIS BERANTAI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN FILM ATAU DRAMA

2015 PENERAPAN TEKNIK MENULIS BERANTAI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN FILM ATAU DRAMA 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis adalah kegiatan pembelajaran yang mengedepankan proses dan hasil. Menulis merupakan suatu keterampilan yang kompleks dan unik yang menuntut sejumlah

Lebih terperinci

KISI-KISI SOAL KOMPETENSI PROFESIONAL BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA

KISI-KISI SOAL KOMPETENSI PROFESIONAL BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA KISI-KISI SOAL KOMPETENSI PROFESIONAL BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA Kompetensi Utama Pedagogik St. Inti/SK Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada tingkat sekolah dasar memiliki fungsi strategis, karena dengan bahasa guru dapat mentrasferkan ilmu pengetahuan, teknologi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, manusia dapat menemukan hal-hal baru yang dapat dikembangkan dan

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, manusia dapat menemukan hal-hal baru yang dapat dikembangkan dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Pendidikan merupakan tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari peristiwa komunikasi. Di dalam komunikasi manusia memerlukan sarana

BAB I PENDAHULUAN. dari peristiwa komunikasi. Di dalam komunikasi manusia memerlukan sarana BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia dalam sepanjang hidupnya hampir tidak pernah dapat terlepas dari peristiwa komunikasi. Di dalam komunikasi manusia memerlukan sarana untuk mengungkapkan ide,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi yang berupa pesan, ide,

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi yang berupa pesan, ide, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa merupakan rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam (internal) dan unsur luar (eksternal). Unsur internal berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. dalam (internal) dan unsur luar (eksternal). Unsur internal berkaitan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Sebuah wacana memiliki dua unsur pendukung utama, yaitu unsur dalam (internal) dan unsur luar (eksternal). Unsur internal berkaitan dengan aspek formal kebahasaan,

Lebih terperinci

PENULISAN ARGUMENTATIF Oleh Ashadi Siregar

PENULISAN ARGUMENTATIF Oleh Ashadi Siregar PENULISAN ARGUMENTATIF Oleh Ashadi Siregar 1. Penulisan, sebagaimana halnya dalam berkomunikasi, menggunakan bahan baku informasi yang diproses dari dua dimensi, yaitu fakta dan fiksi. Fakta adalah realitas

Lebih terperinci

PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2014 TART DI BULAN HUJAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP

PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2014 TART DI BULAN HUJAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2014 TART DI BULAN HUJAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS VII SMP oleh: Eliza Ratna Asih Wulandari Program Studi Pendidikan Bahasa dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa lisan merupakan ragam bahasa

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa lisan merupakan ragam bahasa 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa adalah sarana komunikasi utama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa, manusia mengungkapkan gagasan, perasaan, pendapat dan informasi. Bahasa pula

Lebih terperinci

MENULIS MENUMBUHKAN INDUSTRI KREATIF. Oleh: Hj. Dra. Sri Mulyati, M.Pd. Universitas Pancasakti Tegal.

MENULIS MENUMBUHKAN INDUSTRI KREATIF. Oleh: Hj. Dra. Sri Mulyati, M.Pd. Universitas Pancasakti Tegal. MENULIS MENUMBUHKAN INDUSTRI KREATIF Oleh: Hj. Dra. Sri Mulyati, M.Pd. Universitas Pancasakti Tegal [email protected] Abstrak Mengarang itu gampang dan menulis itu mudah. Namun demikian tidak

Lebih terperinci

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran KELAS XII SEMESTER 1 SILABUS Semester : 1 Standar : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1 Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan Laporan laporan kegiatan OSIS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa seseorang dapat mencerminkan pikirannya. Semakin terampil

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa seseorang dapat mencerminkan pikirannya. Semakin terampil 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bahasa seseorang dapat mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin jelas dan terstruktur pula pikirannya. Keterampilan hanya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nadhira Destiana, 2013

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nadhira Destiana, 2013 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam ruang lingkup kebahasaan secara umum terdiri atas empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa

BAB I PENDAHULUAN. masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas delapan hal. Pertama, dibahas latar belakang masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa sekolah dasar. Kemudian, dibahas identifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maupun sebagai komunikan (mitra baca, penyimak, pendengar, atau pembaca).

BAB I PENDAHULUAN. maupun sebagai komunikan (mitra baca, penyimak, pendengar, atau pembaca). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah lepas dari peristiwa komunikasi. Dalam berkomunikasi,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Sastra adalah pencerminan kehidupan masyarakat. Melalui karya sastra, seorang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Sastra adalah pencerminan kehidupan masyarakat. Melalui karya sastra, seorang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra adalah pencerminan kehidupan masyarakat. Melalui karya sastra, seorang pengarang mengungkapkan problem kehidupan yang terkadang pengarang sendiri ikut berada

Lebih terperinci

Prakata. iii. Bandung, September Penulis

Prakata. iii. Bandung, September Penulis Prakata Bahasa tidak dapat dipisahkan kehidupan manusia. Bahasa digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lain. Bahasa mempunyai fungsi intelektual, sosial, dan emosional. Selain itu, pelajaran

Lebih terperinci

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ALFA (EKSPERIMEN KUASI)

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ALFA (EKSPERIMEN KUASI) MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ALFA (EKSPERIMEN KUASI) Icah 08210351 [email protected] Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Tinggi Keguruan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan ujaran atau ungkapan dalam bentuk bunyi ujaran.

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan ujaran atau ungkapan dalam bentuk bunyi ujaran. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan ujaran atau ungkapan dalam bentuk bunyi ujaran. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi dan interaksi yang sangat penting bagi manusia. Melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat tercapai sesuai yang diinginkan ( Hamalik, 2001 : 56) pengetahuan, ilmu dan pengalaman-pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis

BAB I PENDAHULUAN. dapat tercapai sesuai yang diinginkan ( Hamalik, 2001 : 56) pengetahuan, ilmu dan pengalaman-pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan dan dengan demikian akan menimbulkan

Lebih terperinci

Pengembangan Paragraf

Pengembangan Paragraf Bahan Diskusi Mata Kuliah Bahasa Indonesia Cermat Berbahasa Indonesia Pengembangan Paragraf Dwi Budiyanto, S.Pd., M.Hum. email: [email protected] twitter: @dwiboediyanto facebook: Dwi Budiyanto HP.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. usaha penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang

BAB I PENDAHULUAN. usaha penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Deskripsi atau pemerian merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan.

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS

BAB II KAJIAN TEORITIS BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Kedudukan Pembelajaran Memproduksi Teks Eksposisi Berdasarkan Kurikulum 2013 2.1.1 Kompetensi Inti Implementasi kurikulum 2013 berbasis kompetensi dan karakter harus melibatkan

Lebih terperinci

A. Latar belakang B. Rumusan masalah C. Batasan masalah D. Tujuan perancangan E. Manfaat perancangan F. Kajian ide perancangan G. Metode perancangan

A. Latar belakang B. Rumusan masalah C. Batasan masalah D. Tujuan perancangan E. Manfaat perancangan F. Kajian ide perancangan G. Metode perancangan A. Latar belakang B. Rumusan masalah C. Batasan masalah D. Tujuan perancangan E. Manfaat perancangan F. Kajian ide perancangan G. Metode perancangan H. Landsan teori I. Sistematika perancangan J. Alur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk saling memahami maksud atau keinginan seseorang.

BAB I PENDAHULUAN. untuk saling memahami maksud atau keinginan seseorang. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bahasa maupun pembelajaran bahasa merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari. Hal ini dikarenakan bahasa memiliki peranan yang sangat penting dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Kedua bahasa tersebut mempunyai. hubungan yang erat satu dengan lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Kedua bahasa tersebut mempunyai. hubungan yang erat satu dengan lainnya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia mempergunakan bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan. Bahasa sebagai milik manusia menjadi salah satu cirri pembeda antara manusia dengan mahluk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menulis. Menurut Tarigan (2008:21) Proses menulis sebagai suatu cara. menerjemahkannya ke dalam sandi-sandi tulis.

BAB I PENDAHULUAN. menulis. Menurut Tarigan (2008:21) Proses menulis sebagai suatu cara. menerjemahkannya ke dalam sandi-sandi tulis. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi. Kita dapat menyatakan pendapat, perasaan, gagasan yang ada di dalam pikiran terhadap orang lain melalui

Lebih terperinci

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif.

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif. 1 KTI mrp Bentuk Komunikasi Tertulis yg menyajikan Argumen Keilmuan Berdasarkan Fakta. KTI sbg Media Komunikasi antara Penulis dengan Pembaca memerlukan Tatanan & Struktur Bahasa yg Logis & Efektif. Agar

Lebih terperinci