PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING (M-LEARNING) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB MOBILE

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING (M-LEARNING) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB MOBILE"

Transkripsi

1 PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING (M-LEARNING) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB MOBILE Arief Hidayat Program Studi Sistem Informasi STMIK PROVISI, Semarang Abstrak Inovasi di dalam teknologi telekomunikasi berkembang dengan cepat dan selaras dengan perkembangan karakteristik masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel, serba mudah dan memuaskan serta mengejar efisiensi di segala aspek. Saat ini, penggunaan perangkat mobile (mobile device) seperti telepon seluler, pocket PC dan PDA (Personal Digital Assistant) sudah menjadi pemandangan biasa dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat mobile yang umum digunakan, sebagian besar sudah mampu melakukan komunikasi data melalui media internet. Perkembangan ini menjadikan orang dapat mengembangkan suatu metoda pembelajaran yang didasarkan pada teknologi wireless dan selular yang disebut mobile learning (m-learning). M-learning merupakan suatu gerbang menuju Next Generation Learning (NGL) dimana orang dapat belajar kapan-pun di mana-pun. Tentu saja hal ini tidak lepas pula dari fitur perangkat itu sendiri serta fasilitas yang diberikan oleh operator penyedia jasa layanan komunikasi seluler. Paper ini akan menjabarkan bagaimana konten pembelajaran bergerak (mlearning) dapat diakses melalui teknologi mobile device, yang mencakup teknologi web mobile, pemrograman web mobile dengan ASP.NET, dan pengembangannya. Kata kunci : m-learning, web mobile, ASP.NET Abstract Innovation in telecommunication technology develops rapidly and in line with the growth of modern society characteristics that has high mobility, looks for services that are flexible, easy and satisfactorily as well as pursues efficiency in all aspects. Currently, the use of mobile devices such as cell phones, pocket PCs and PDAs (Personal Digital Assistant) has become a common sight in everyday life. Mobile devices which are used commonly, already able to perform data communication via the internet. These developments enable human to develop a learning method based on wireless and cellular technology called mobile learning (m-learning). M-learning is a gateway to the Next Generation Learning (NGL) where people can learn anytime and any where. Of course this can not be separated from the features of the device itself and the facilities provided by the service provider of mobile communication services. This paper will describe how mobile learning content (m-learning) can be accessed through mobile technology devices, including mobile web technology, mobile web programming with ASP.NET, and its development. Keywords: m-learning, web mobile, ASP.NET 1. Pendahuluan Kegiatan pembelajaran (sistem belajar mengajar) konvensional masih memegang peranan penting dalam proses pembelajaran terutama jika dilihat dari efektivitas proses penyampaian ilmu pengetahuan serta proses komunikasi dan interaksi individu. Kegiatan pembelajaran seperti ini memungkinkan adanya komunikasi dan interaksi secara langsung antara mahasiswa dan dosen serta antar mahasiswa itu sendiri sehingga penyampaian materi, feedback, serta tanya jawab dan dialog dapat secara langsung terjadi. Visualisasi proses pembelajaran tergambar dengan jelas melalui berbagai media. Visual, verbal, gesture, maupun ekspresi antar muka yang kesemuanya turut menentukan pemahaman terhadap proses kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Kelemahan utama dari pembelajaran konvensional adalah adanya keterbatasan pemanfaatan waktu. Hal ini dikaitkan dengan pembagian dan penyediaan ruang serta penjadwalan kegiatan pembelajaran bagi para dosen pengajar. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terutama dosen pengajar dan mahasiswa, untuk itu diperlukan adanya komitmen bersama untuk melakukan kegiatan pembelajaran tersebut pada waktu dan tempat yang sama. Kondisi seperti ini tentunya sangat tidak fleksibel sehingga pemanfaatan waktu untuk kegiatan pembelajaran sangat terbatas. Perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat saat ini menempatkan teknologi

2 informasi sebagai teknologi komunikasi data dan teknologi penyampaian informasi yang paling cepat dan efektif. Tantangan pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan berkolaborasi. Dewasa ini, telah banyak berkembang sistem e-learning dalam dunia pendidikan, yaitu suatu sistem pembelajaran yang dapat dilakukan jarak jauh, dalam arti tidak diperlukan adanya tatap muka antara pengajar dengan pembelajar. Adanya kemajuan teknologi yang sangat pesat dalam bidang mobile dan wireless, maka tercipta suatu peluang untuk bidang penelitian yang baru, yang disebut sebagai mobile learning (m-learning). (Trifonova dan Ronchetti, 2003) Mobile learning dapat didefinisikan sebagai suatu fasilitas atau layanan yang memberikan informasi elektronik secara umum kepada pembelajar dan content yang edukasional yang membantu pencapaian pengetahuan tanpa mempermasalahkan lokasi dan waktu. (Lehnar et al, 2001) Sistem mobile learning ini memanfaatkan sifat mobilitas dari perangkat handheld / mobile, seperti handphone dan PDA, untuk memberikan suatu fungsi pembelajaran yang dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Semakin banyaknya jaringan nirkabel, jenis layanan, dan perangkat mobile dari waktu-waktu sebelumnya diperkirakan dapat mendorong perkembangan sistem m-learning di masa depan. Seseorang mempunyai telepon seluler dan berlangganan pada salah satu operator seluler telah menjadi sesuatu yang terjangkau dan seringkali telah menjadi suatu gaya hidup oleh masyarakat dari semua kalangan pada saat ini. Fitur dan fungsionalitas yang ditawarkan oleh telepon seluler juga semakin lengkap dan canggih sehingga di masa yang akan datang diperkirakan telepon seluler akan menjadi alternatif bagi penggunaan PC (Personal Computer). Hal ini didukung juga dengan jaringan dan konektivitas yang semakin cepat yang memungkinkan interkoneksi tidak hanya terbatas pada suara dan teks saja tetapi juga data dan multimedia dengan kecepatan transfer yang lebih tinggi. Kelebihan dari m-learning jika dibandingkan dengan e-learning yang mengharuskan pengguna untuk berhadapan dengan PC stasioner yang terhubung ke internet, m-learning memungkinkan penggunanya untuk dapat berinteraksi dengan sistem dengan lebih mudah. M- learning bersifat mudah dibawa ke mana-mana (portable), praktis karena pembelajar tidak direpotkan dengan alat yang digunakan, dan mudah digunakan untuk siapa saja yang belum terlalu mengerti teknologi. Pembelajaran dengan menggunakan e-learning, perangkat yang digunakan yaitu PC memiliki kemampuan komputasi yang cukup besar, hal ini sangat jauh berbeda dengan m-learning. Pengembangan aplikasi m-learning harus dirancang secara khusus dan berbeda dibandingkan dengan aplikasi e- learning pada umumnya, karena adanya keterbatasan kemampuan komputasi, sehingga aplikasi m-learning ini harus dirancang secara optimal, lebih efektif dan efisien daripada aplikasi yang dirancang untuk PC. 2. Mobile Learning 2.1 Definisi Mobile Learning Seiring dengan peningkatan teknologi mobile di masyarakat dan bisnis, banyak individu dan organisasi yang secara serius mempertimbangkan penggunaan perangkat mobile untuk pembelajaran dan pelatihan. Mobile learning atau m-learning sering didefinisikan sebagai e-learning melalui perangkat komputasi mobile. Ally et al (2005) mendefinisikan m-learning sebagai penyampaian bahan pembelajaran elektronik pada alat komputasi mobile untuk dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Secara umum perangkat mobile dimaksudkan dengan PDA dan telepon seluler digital, tetapi secara lebih umum kita dapat menganggapnya sebagai perangkat apapun yang cukup kecil, dapat bekerja sendiri, yang dapat menemani kita di setiap waktu dalam kehidupan kita sehari-hari, dan yang dapat digunakan untuk beberapa bentuk pembelajaran. Perangkat kecil ini dapat dilihat sebagai alat untuk mengakses konten, baik disimpan secara lokal pada device maupun dapat dijangkau melalui interkoneksi. Perangkat juga dapat menjadi alat untuk berinteraksi dengan orang lain, melalui suara dan melalui pertukaran pesan tertulis, gambar diam dan gambar bergerak. 2.2 Perbedaan e-learning dan m-learning Terdapat beberapa hal yang ditemukan berbeda ketika dibandingkan antara mobile device dengan desktop PC (media yang biasa digunakan untuk menyampaikan e-learning) dan perbedaanperbedaan itu mencakup fitur, fungsi, dan bahkan kenyamanan pada setiap device. Beberapa dari perbedaan tersebut antara lain keluaran (yaitu ukuran dan kemampuan resolusi layar, dan lainlain); masukan (yaitu keypad, touch-screen, input suara); kemampuan pemrosesan dan memori; aplikasi yang didukung dan jenis media. Pada saat dicoba untuk memindahkan layanan yang disediakan oleh platform e- learning ke dalam layanan di platform m-learning dapat terlihat bahwa beberapa hal harus berubah untuk memenuhi keterbatasan perangkat kecil, dan beberapa tidak dapat disampaikan dalam batasan konteks tertentu, tetapi di sisi lain layanan baru juga dapat

3 dimunculkan, yang dipicu oleh mobilitas dari perangkat mobile. Keterbatasan yang dimiliki oleh m-learning tersebut hanya merupakan salah satu kelemahan, akan tetapi di luar kelemahan m-learning, sistem ini juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem e-learning, yaitu: 1. Portabilitas: perangkat mobile lebih mudah dibawa-bawa dan lebih mudah dipakai untuk membuat catatan atau memasukkan data di mana pun. 2. Mendukung pembelajar: generasi yang ada saat ini lebih menyukai perangkat mobile seperti PDA, telepon seluler, dan perangkat handheld games. 3. Meningkatkan motivasi: kepemilikan terhadap perangkat mobile cenderung meningkatkan komitmen untuk memakai dan mempelajarinya. 4. Jangkauan lebih luas: perangkat mobile cenderung lebih murah sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat secara lebih luas. 5. Pembelajaran tepat waktu: meningkatkan performance kerja / pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajar. Berdasarkan penelitian yang sama, diperoleh juga Technology Selection Roadmap untuk membantu proses pemilihan alat pengembangan dan teknologi yang akan digunakan untuk membangun suatu sistem m-learning. Proses roadmapping ini dibagi menjadi lima kategori besar dari teknologi yang dispesifikasi, yaitu teknologi transportasi, platform, penyampaian, media dan bahasa pengembangan seperti yang ditunjukkan dalam gambar 1. Proses pemilihan teknologi tersebut juga menggunakan sembilan kriteria sebagai pertimbangan, yaitu kegunaan dari fitur yang ditawarkan teknologi tersebut, masalah biaya, ketersediaan teknologi di suatu negara, pola ketersediaannya (misalnya suatu layanan mungkin hanya ada di daerah perkotaan), reliabilitas, robustness, kemudahan penggunaan (bagi pengguna dan pengembang), standardisasi, perkiraan ketahanan di pasar, dan perkiraan popularitas. 2.3 Manfaat Mobile Learning Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh suatu proyek m-learning di Inggris, Italia, dan Swedia (Attewell, 2005), didapatkan mengenai beberapa manfaat dari m-learning, yaitu 1. memberikan pembelajaran yang benar-benar dimanapun, kapanpun, dan terpersonalisasi; 2. dapat digunakan untuk menghidupkan, atau menambahkan variasi pada, pembelajaran konvensional; 3. dapat digunakan untuk menghilangkan beberapa formalitas yang dianggap pembelajar non-tradisional tidak menarik atau menakutkan, dan dapat membuat pelajaran menjadi lebih menarik; 4. dapat membantu memberikan dan mendukung pembelajaran literasi, numerasi dan bahasa; 5. memfasilitasi pengalaman belajar baik secara individu maupun kolaboratif; 6. dapat membantu melawan penolakan terhadap penggunaan ICT dengan menyediakan jembatan antara buta teknologi telepon seluler dan PC; 7. telah diamati dapat membantu pembelajar muda untuk tetap lebih fokus untuk waktu yang lebih lama; dan 8. dapat membantu meningkatkan percaya diri dan penliaian diri dalam pendidikan. 2.4 Pengembangan dan Klasifikasi Mobile Learning Gambar 1. Technology Selection Roadmap (Atewell, 2005) Berbagai jenis m-learning juga memiliki penggunaannya masing-masing, misalnya beberapa sistem hanya dapat digunakan di lingkungan universitas atau perusahaan, dan di saat yang bersamaan sistem lain dapat digunakan dengan lebih luas di luar institusi pendidikan. Hal itu yang menyebabkan diperlukan adanya klasifikasi sistem m- learning untuk memudahkan pemilihan sistem m-learning yang akan digunakan oleh suatu pihak seperti yang ditunjukkan dalam gambar 2. Georgieva et al (2005) membuat suatu klasifikasi umum terhadap sistem m- learning yang dibagi berdasarkan indikator-indikator sebagai berikut: 1. jenis perangkat mobile yang didukung: notebook, Tablet PC, PDA, smart phone, atau telepon seluler; 2. jenis komunikasi nirkabel yang digunakan untuk mengakses bahan pembelajaran dan informasi administratif: GPRS, GSM, IEEE , Bluetooth, IrDA; 3. dukungan edukasi secara sinkron dan/atau asinkron, apakah pengguna dapat berkomunikasi secara sinkron (chat, komunikasi suara) atau asinkron ( , SMS) dengan pengajar;

4 4. dukungan terhadap standar e-learning; 5. ketersediaan terhadap koneksi internet yang permanen antara sistem m-learning dengan pengguna; 6. lokasi pengguna; dan 7. akses ke materi pembelajaran dan/atau layanan administratif. Gambar 2. Klasifikasi Umum Sistem M-Learning (Georgiva, 2005) 2.5 Web Mobile Web Mobile adalah sebuah teknologi baru yang telah mengakomodasi kebutuhan akan akses internet melalui perangkat mobile (bergerak), jika sebelumnya web atau internet hanya dapat diakses melalui komputer (PC /Personal Computer), maka dengan adanya teknologi web mobile, sebuah web akan dapat diakses melalui perangkat bergerak seperti telepon seluler (mobile phone) dan atau PDA/Pocket PC. Wireless web atau internet web mobile memungkinkan pengguna untuk mencari informasi melalui peralatan wireless atau mobile device miliknya (Prasetyo, 2005). 2.6 Web Mobile pada ASP.NET ASP (Active Server Pages).NET adalah suatu basis pengembangan web yang menyediakan layanan-layanan penting bagi pengembang untuk membangun aplikasi web enterprise. ASP.NET ditujukan untuk membangun serta mengembangkan aplikasi web dan XML web service. Halaman ASP.NET dieksekusi pada server dan menghasilkan markup seperti HTML, XML atau WML yang dikirim ke mobile browser atau desktop browser.(prasetyo, 2005) Model pemrograman ASP.NET adalah model event-driven yang meningkatkan performa serta memungkinkan pemisahan kode program dengan antar muka user. Halaman ASP.NET menggunakan logic code server-side, ditulis dengan bahasa Visual Basic.NET, C#.NET, J#.NET atau bahasa lain yang kompatibel.(prasetyo, 2005) Pada ASP.NET disediakan kontrol berupa Mobile Web Forms, sebuah server-side controls yang menyediakan elemen antar muka user seperti command, list, call, calendar dan sebagainya. Pada saat eksekusi, mobile controls akan menghasilkan markup yang sesuai untuk perangkat yang melakukan request (permintaan). Hasilnya, cukup menulis sebuah mobile application sekali dan itu dapat diakses dari banyak perangkat. Mobile control ini berdasar dari kontrol ASP.NET, sehingga programmer dapat mengaplikasikan keahlian pengembangan di lingkungan desktop pada saat membuat mobile application. Kode-kode logika dan kode akses data bisa dipakai kembali, sama seperti pada saat kita mengembangkan aplikasi desktop. Mobile Web form dan desktop Web Forms dapat berdampingan dalam sebuah project di Visual Studio.NET. ASP.NET Mobile Web Application (Mobile Internet Toolkit) menyediakan teknologi tool untuk membangun, mengembangkan, mengimplementasikan, serta merawat aplikasi mobile. 3. Pembahasan 3.1 Pemilihan Teknologi Berdasarkan kriteria pemilihan teknologi yang telah dijabarkan sebelumnya, maka dipilih teknologi-teknologi sebagai berikut: 1. Transportasi: konektivitas ke server dilakukan dengan menggunakan akses GPRS. 2. Platform: aplikasi dikembangkan dengan Web Mobile ASP. NET 3. Penyampaian: materi pembelajaran secara mendasar disampaikan menggunakan protokol HTTP. 4. Bahasa pengembangan: platform ASP. NET dan modul dikembangkan dengan HTML. 3.2 Arsitektur Mobile Web Application untuk Pocket PC / PDA Pada arsitektur fisik sistem akan diuraikan secara detail proses dan komponen yang terlibat dalam akses sebuah halaman web mobile yang saling mendukung untuk terciptanya sebuah layanan web mobile (Microsoft, 2005). Penjelasan akan dipisah menjadi 2 (dua) proses, karena teknologi dan fitur antara telepon seluler dan Pocket PC atau PDA berbeda. Layanan web mobile agar dapat disediakan, diperlukan sebuah web server dengan fasilitas IIS (Internet Information Services),.NET framework dan bahasa pemrograman web yang digunakan (ASP.NET). Arsitektur aplikasi web mobile seperti yang ditunjukkan dalam gambar 3.

5 Gambar 3. Web Server untuk Mobile Web Application Proses aliran informasi pada suatu Mobile Web Application adalah seperti gambar 4. Gambar 6. Penyesuaian request dengan Machine.Config dan Web.Config Server mengolah data device capabilities berdasarkan file Machine.Config dan Web.Config dari.net Framework. File Machine.Config berlaku untuk seluruh aplikasi di dalam server sedangkan Web.Config berlaku untuk aplikasi yang spesifik atau bisa disebut sebagai v-root. Proses ini digambarkan dalam gambar 6. Gambar 4. HTTP request dari Pocket PC Sebuah perangkat mobile berupa PDA /Pocket PC dengan browser Microsoft Mobile Explorer akan melakukan permintaan (request) sebuah halaman web melalui sebuah HTTP request, seperti yang ditunjukkan dalam gambar 5. Gambar 7. Pemeriksaan URL dan User Agent HTTP request dari Pocket PC berisi User Agent String, Header informasi dan URL yang diminta. User agent String dicocokkan dengan entri di dalam file machine.config seperti yang ditunjukkan dalam gambar 7. Gambar 5. Pengolahan HTTP request tahap pertama HTTP request diterima server dan diproses dalam 3 tahap. Tahap pertama, adalah identifikasi terhadap perangkat yang melakukan request, dalam hal ini Pocket PC dengan kapabilitas seperti browser, mark-up language, dan kemampuan mendukung citra. Gambar 8. Pengolahan HTTP request tahap kedua Tahap ke dua, URL dari HTTP request lalu digunakan untuk mencari lokasi mobile page yang berekstensi.aspx ditunjukkan dalam gambar 8.

6 Gambar 9. Parsing dan ASPX Compilation Halaman ASPX yang baru pertama kali diakses, akan dikompilasi terlebih dahulu. Halaman ASPX akan dikirim ke parser, setelah di parse, halaman ASPX akan dikompilasi. Halaman yang telah terkompilasi disimpan di dalam assembly Cache. Server akan membuat instances baru dari halaman yang terkompilasi tersebut dan menggunakannya untuk memproses request. Proses tersebut digambarkan dalam gambar 9. Halaman ASPX yang sudah dikompilasi menyebabkan proses parse dan kompilasi tidak dilakukan lagi untuk halaman tersebut pada request berikutnya, artinya halaman yang terkompilasi akan dapat digunakan kembali. Gambar 11. HTTP Response 3.3 Arsitektur Mobile Web Application untuk Telepon Seluler Sebuah perangkat mobile berupa telepon seluler dengan browser Microsoft Mobile Explorer akan me-request sebuah halaman web melalui protokol WAP dan melalui WAP Gateway seperti yang ditunjukkan dalam gambar 12. WAP Gateway disediakan oleh penyedia jasa layanan seluler. Gambar 12. WAP Request Gambar 10. Generating HTML Tahapan selanjutnya setelah halaman ASPX dikompilasi yaitu halaman ASPX dan Mobile Control pada halaman tersebut akan diinstansiasi. Business Logic (kode program) yang dijalankan bisa berupa permintaan data, XML Web Service, atau object di sisi Server (Server Side Object). Kode Program pada Mobile Web Application juga dapat digunakan pada Desktop Web Application. Device Adapter diasosiasikan dengan perangkat yang me-request serta control yang digunakan halaman ASPX, lalu menghasilkan bahasa mark-up yang sesuai, dalam hal ini HTML untuk Pocket PC seperti yang ditunjukkan dalam gambar 10. Gambar 11 menunjukkan halaman HTML lalu dienkapsulasi menjadi sebuah HTTP response dan dikirim kembali ke perangkat yang meminta, dalam hal ini Pocket PC. WAP Gateway akan menterjemahkan WAP request menjadi HTTP request lalu melewatkannya ke web server melalui internet. Proses penerjemahan ini digambarkan dalam gambar 13. Gambar 13. Penerjemahan WAP ke HTTP Request HTTP request dari Microsoft Mobile Explorer perangkat telepon seluler, berisi User Agent String, Header informasi dan URL yang diminta. User agent String dicocokkan dengan entry di dalam file machine.config seperti yang ditunjukkan dalam gambar 14.

7 Gambar 14. Pemeriksaan URL dan User Agent Tahap ke dua, URL dari HTTP request lalu digunakan untuk mencari lokasi mobile page yang berekstensi.aspx seperti yang ditunjukkan dalam gambar 15. Gambar 17. Generating WML Halaman ASPX dan Mobile Control pada halaman tersebut akan dibuat instance atau subobjeknya (proses instantiate). Business Logic (kode program) yang dijalankan bisa berupa permintaan data, XML Web Service, atau objek di sisi Server (Server Side Object). Perangkat yang melakukan permintaan (request) ini berbeda sehingga Device Adapter dihubungkan dengan perangkat yang melakukan request serta control yang digunakan halaman ASPX, lalu menghasilkan bahasa mark-up yang sesuai, yaitu WML Device Adapter untuk Microsoft Mobile Explorer. Keseluruhan proses ini ditunjukkan dalam gambar 17. Gambar 15. Proses HTTP request tahap ke dua Halaman ASPX yang baru pertama kali diakses, akan dikompilasi terlebih dahulu. Halaman ASPX akan dikirim ke parser, setelah di parse, halaman ASPX akan dikompilasi. Halaman yang telah terkompilasi disimpan di dalam assembly Cache. Server akan membuat instances baru dari halaman yang terkompilasi tersebut dan menggunakannya untuk memproses request. Proses ini digambarkan seperti gambar 16. Gambar 18. HTTP response dikirim ke client Gambar 18 menunjukkan halaman WML dikembalikan kepada WAP gateway dalam bentuk sebuah HTTP response. Gateway kemudian memproses respon tersebut dengan mengkompilasinya menjadi kode WML yang bisa dibaca telepon seluler, lalu mengirimkannya kembali ke WML browser yang meminta. 4. Kesimpulan Gambar 16. Pembuatan instance halaman ASPX baru Halaman ASPX yang sudah dikompilasi mengakibatkan proses parse dan kompilasi tidak dilakukan lagi untuk halaman tersebut pada request berikutnya, artinya halaman yang terkompilasi akan dapat digunakan kembali. Pengembangan aplikasi m-learning menggunakan teknologi web mobile yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan: 1. Aplikasi Mobile learning dapat memberikan pembelajaran yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja asalkan terhubung dengan jaringan internet. 2. Aplikasi Mobile learning dapat menjangkau pasaran yang luas, terutama di Indonesia, karena memiliki spesifikasi kebutuhan yang minimum sehingga dapat diimplementasikan

8 pada perangkat telepon seluler yang tidak berkemampuan tinggi. 3. Aplikasi Mobile learning menjawab kebutuhan efisiensi dan efektifitas dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam proses belajar mengajar. 4. Teknologi web mobile dapat diimplementasikan pada suatu jaringan internet konvensional, namun dapat melayani permintaan klien yang berupa perangkat bergerak seperti telepon genggam, PDA dan pocket PC. 5. Teknologi mobile web ini tergolong relatif baru dan pemrogramannya dikembangkan dengan ASP.NET, tidak sama dengan WAP, karena dari segi teknologi dan protokolnya, mobile web menggunakan WWW dan TCP/IP, tidak seperti WAP yang menggunakan Wireless Application Protocol, dan sangat minim dalam kemampuan menampilkan content. WAP menggunakan micro browsers, yaitu browser dengan ukuran kecil, dan mampu menggunakan jaringan tanpa kabel yang lebar jalur data nya rendah. Mobile web dapat menggunakan browser komputer, atau browser bawaan perangkat bergerak seperti telepon genggam dan PDA/Pocket PC. Daftar Pustaka: Ally, M., Lin, F., McGreal, R. and Woo, B., 2005, An Intelligent Agent for Adapting and Delivering Course Materials to Mobile Learners, 5 Juni 2010, WIB. Attewell, J., 2005, From Research and Development to Mobile Learning: Tools for Education and Training Providers and their Learners, 6 Juni 2010, WIB. Georgieva, E., Smrikarov, A., and Georgiev, T., 2005, A General Classification of Mobile Learning Systems, International Conference on Computer Systems and Technologies CompSysTech 2005, df, 6 Juni 2010, WIB. Lehner, F., Nösekabel, H. and Lehmann, H., 2001, Wireless E-Learning and Communication Environment: WELCOME at the University of Regensburg, Aachen.de/Publications/CEUR-WS//Vol- 61/paper2.pdf, 5 Januari 2010, WIB. Microsoft, 2005, ASP.NET Mobile Application Architecture, Microsoft Corporation, 7 Juni 2010, WIB. Prasetyo, D. Dwi, 2005, Aplikasi Web Mobile Menggunakan ASP.NET, Jakarta, Elex Media Komputindo. Trifonova, A. and Ronchetti, M., 2003, A General Architecture for M- Learning, General Architecture for M-Learning micte2003.pdf, 5 Juni 2010, WIB.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam dunia pendidikan, saat ini telah banyak berkembang sistem e-learning, yaitu suatu sistem pembelajaran yang dapat dilakukan jarak jauh, dalam arti tidak

Lebih terperinci

Persyaratan Produk. I.1 Pendahuluan. I.1.1 Tujuan. I.1.2 Ruang Lingkup

Persyaratan Produk. I.1 Pendahuluan. I.1.1 Tujuan. I.1.2 Ruang Lingkup Bab I Persyaratan Produk I.1 Pendahuluan Dengan berkembang pesatnya teknologi perangkat bergerak seperti smart phone dan PDA maka pengiriman pesan melalui SMS maupun mobile internet mungkin dilakukan.

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI BERBASIS TEKNOLOGI WAP SEBAGAI MEDIA PROMOSI KOMODITAS PARIWISATA DI BANYUMAS

RANCANG BANGUN APLIKASI BERBASIS TEKNOLOGI WAP SEBAGAI MEDIA PROMOSI KOMODITAS PARIWISATA DI BANYUMAS RANCANG BANGUN APLIKASI BERBASIS TEKNOLOGI WAP SEBAGAI MEDIA PROMOSI KOMODITAS PARIWISATA DI BANYUMAS Oleh : Lasmedi Afuan, Ipung Permadi, Nurul Hidayat Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan

BAB II LANDASAN TEORI. Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Internet Internet adalah singkatan dari Interconnection network, merupakan interkoneksi antara komputer-komputer (node) di seluruh dunia yang membentuk sebuah jaringan komputer

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 6 BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pendahuluan Dalam bab ini akan dijelaskan tentang landasan teori yang akan digunakan sebagai acuan dalam analisis dan perancangan Pengembangan Aplikasi Mobile Ticketing untuk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 SISTEM INFORMASI Pengertian sistem informasi tidak bisa dilepaskan dari pengertian sistem dan informasi. Definisi sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi untuk

Lebih terperinci

BAB I BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I BAB 1 PENDAHULUAN BAB I BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan unsur yang sangat penting dalam pendidikan di Indonesia. Dalam pembelajaran terdapat berbagai macam strategi dan metode yang dapat digunakan

Lebih terperinci

M-Learning : Alternatif Media Pembelajaran di LPTK

M-Learning : Alternatif Media Pembelajaran di LPTK M-Learning : Alternatif Media Pembelajaran di LPTK Ida Sriyanti Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsri Jln. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya OI (Sum-Sel) [email protected] Abstrak Pemanfaatan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi juga mengalami. perkembangan yang pesat terutama dalam bidang teknologi informasi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi juga mengalami. perkembangan yang pesat terutama dalam bidang teknologi informasi dan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi juga mengalami perkembangan yang pesat terutama dalam bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Inovasi pada bidang

Lebih terperinci

PEMANFAATAN MOBILE VOUCHER PADA APLIKASI M-COMMERCE UNTUK PEMESANAN FOOD DELIVERY BERBASIS TEKNOLOGI WAP

PEMANFAATAN MOBILE VOUCHER PADA APLIKASI M-COMMERCE UNTUK PEMESANAN FOOD DELIVERY BERBASIS TEKNOLOGI WAP PEMANFAATAN MOBILE VOUCHER PADA APLIKASI M-COMMERCE UNTUK PEMESANAN FOOD DELIVERY BERBASIS TEKNOLOGI WAP Mudafiq Riyan P. (07560242) 1, Aris Budi P. (07560342) 2, Nashruddin A. (07560426) 3 Teknik Informatika

Lebih terperinci

KAMERA PENGAWAS SEBAGAI APLIKASI WIRELESS APLICATION PROTOCOL

KAMERA PENGAWAS SEBAGAI APLIKASI WIRELESS APLICATION PROTOCOL KAMERA PENGAWAS SEBAGAI APLIKASI WIRELESS APLICATION PROTOCOL FX. Hendra Prasetya dan Krens Ricky Program Studi Teknik Elektro, FTI, UNIKA Soegijapranata Semarang E-mail: [email protected] Abstract Telah

Lebih terperinci

APLIKASI MOBILE-CHATTING MENGGUNAKAN FASILITAS BLUETOOTH DENGAN J2ME

APLIKASI MOBILE-CHATTING MENGGUNAKAN FASILITAS BLUETOOTH DENGAN J2ME APLIKASI MOBILE-CHATTING MENGGUNAKAN FASILITAS BLUETOOTH DENGAN J2ME Satyani Karina Eka Putri Teknik Informatika Universitas Gunadarma [email protected] ABSTRAK Saat ini teknologi komunikasi menggunakan

Lebih terperinci

data dengan menggunakan konektivitas tersebut terbatas jangkauan area koneksinya, meskipun pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya.

data dengan menggunakan konektivitas tersebut terbatas jangkauan area koneksinya, meskipun pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya. 1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Perangkat mobile seperti telepon selular atau ponsel berkembang sangat pesat belakangan ini. Berbagai fitur baru ditambahkan pada ponsel, sehingga ponsel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semua kalangan masyarakat memiliki telepon seluler, personal digital assistant

BAB I PENDAHULUAN. semua kalangan masyarakat memiliki telepon seluler, personal digital assistant BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi mobile telah menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua kalangan masyarakat memiliki telepon seluler, personal digital assistant (PDA) atau

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer

BAB II LANDASAN TEORI. dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan atau komputer yang saling dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer terbagi

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman Web. Pemrograman Web. Adam Hendra Brata

Dasar Pemrograman Web. Pemrograman Web. Adam Hendra Brata Dasar Pemrograman Web Pemrograman Web Adam Hendra Brata Teknologi Client Server Arsitektur Client Server Model komunikasi yang terdiri server sebagai pemberi layanan dan client sebagai pengguna layanan

Lebih terperinci

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si PERTEMUAN 12 FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MERCU BUANA, JAKARTA MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si POKOK BAHASAN Pengertian teknologi telepon bergerak (mobile phone).

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN E-LEARNING BERBASIS WEB KE DALAM M-LEARNING. Panji Wisnu Wirawan

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN E-LEARNING BERBASIS WEB KE DALAM M-LEARNING. Panji Wisnu Wirawan Panji Wisnu Wirawan PENGEMBANGAN KEMAMPUAN E-LEARNING BERBASIS WEB KE DALAM M-LEARNING Panji Wisnu Wirawan Staff pengajar Program Studi Teknik Informatika Universitas Diponegoro [email protected] Abstract

Lebih terperinci

Pengembangan Kemampuan E-Learning Berbasis Web ke dalam M-Learning Panji Wisnu Wirawan

Pengembangan Kemampuan E-Learning Berbasis Web ke dalam M-Learning Panji Wisnu Wirawan Pengembangan Kemampuan E-Learning Berbasis Web ke dalam M-Learning Panji Wisnu Wirawan Staff pengajar Program Studi Teknik Informatika Universitas Diponegoro [email protected] Abstract Today, the use

Lebih terperinci

PRAKTIKUM JARINGAN NIRKABEL MODUL 1 GPRS

PRAKTIKUM JARINGAN NIRKABEL MODUL 1 GPRS PRAKTIKUM JARINGAN NIRKABEL MODUL 1 GPRS LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2008-2009 Modul 1 Transmisi Data pada Jaringan Seluler dengan

Lebih terperinci

Implementasi Identifikasi Kendala Sistem Identifikasi Pengguna Administrator Pengujian Sistem Member Pengunjung atau umum HASIL DAN PEMBAHASAN

Implementasi Identifikasi Kendala Sistem Identifikasi Pengguna Administrator Pengujian Sistem Member Pengunjung atau umum HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Pada tahap ini CMS akan dibuat atau dikembangkan berdasarkan tahap-tahap pengembangan sistem yang telah dijelaskan sebelumnya dengan menggunakan software dan hardware yang diperlukan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Bab ini memaparkan tentang informasi awal mengenai aplikasi Aplikasi M- Learning Berbasis Windows Phone Untuk Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana yang meliputi

Lebih terperinci

Pertemuan ke 5. Wireless Application Protocol

Pertemuan ke 5. Wireless Application Protocol Pertemuan ke 5 Wireless Application Protocol WAP Wireless Application Protocol disingkat WAP adalah sebuah protokol atau sebuah teknik messaging service yang memungkinkan sebuah telepon genggam digital

Lebih terperinci

APLIKASI BERBASIS WEB

APLIKASI BERBASIS WEB Pendahuluan Komputer sejak diluncurkan pertama kali dengan bobot yang cukup berat hingga hingga saat ini dengan produk notebook yang sangat ringan dan dapat di bawa kemana-mana, berbagai macam aplikasi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI BURSA KERJA PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI BERBASIS WIRELESS APPLICATION PROTOCOL (WAP) (DI DISNAKER PROVINSI LAMPUNG)

SISTEM INFORMASI BURSA KERJA PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI BERBASIS WIRELESS APPLICATION PROTOCOL (WAP) (DI DISNAKER PROVINSI LAMPUNG) 1 SISTEM INFORMASI BURSA KERJA PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI BERBASIS WIRELESS APPLICATION PROTOCOL (WAP) (DI DISNAKER PROVINSI LAMPUNG) Yohanes Yoga Pria Perdana Jurusan Sistem Informasi, Sekolah

Lebih terperinci

Aplikasi Pembelajaran Matematika SMP Kelas VIII Semester Awal Berbasis J2ME. Abstraksi

Aplikasi Pembelajaran Matematika SMP Kelas VIII Semester Awal Berbasis J2ME. Abstraksi Aplikasi Pembelajaran Matematika SMP Kelas VIII Semester Awal Berbasis J2ME Azis Budi Santiko - D400.050.082 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat. Terlebih lagi dengan munculnya internet sebagai salah satu sumber

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM INFORMASI MOBILE AKADEMIK. Fitri Marisa *) ABSTRACT

APLIKASI SISTEM INFORMASI MOBILE AKADEMIK. Fitri Marisa *) ABSTRACT APLIKASI SISTEM INFORMASI MOBILE AKADEMIK Fitri Marisa ABSTRACT Wireless technology can be exploited its potential to use mobile technology to use sms applications to meet the demand of value which can

Lebih terperinci

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI NILAI AKADEMIK MELALUI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI 6.

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI NILAI AKADEMIK MELALUI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI 6. PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI NILAI AKADEMIK MELALUI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI 6.0 TUGAS AKHIR Diajukan guna melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI KEHADIRAN DOSEN MELALUI HANDPHONE DENGAN KONEKSI BLUETOOTH

SISTEM INFORMASI KEHADIRAN DOSEN MELALUI HANDPHONE DENGAN KONEKSI BLUETOOTH SISTEM INFORMASI KEHADIRAN DOSEN MELALUI HANDPHONE DENGAN KONEKSI BLUETOOTH Taufiq Hidayat 1, Riza Noplaily 2 Laboratorium Pemrograman & Informatika Teori 1, Laboratorium Komputasi dan Sistem Cerdas 2

Lebih terperinci

Pengenalan Internet. Arrummaisha A

Pengenalan Internet. Arrummaisha A Pengenalan Internet Arrummaisha A INTERNET INTERnational NETworking Merupakan 2 komputer atau lebih yang saling berhubungan membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (internasional),

Lebih terperinci

SISTEM PENYIMPANAN DIGITAL BERBASIS ANDROID PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.

SISTEM PENYIMPANAN DIGITAL BERBASIS ANDROID PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk. SISTEM PENYIMPANAN DIGITAL BERBASIS ANDROID PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk. Andi Septiawan Budiawan Saputra Dedik Afriansyah Jurusan Teknik Informatika STMIK PALCOMTECH PALEMBANG Abstrak PT. Telekomunikasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Berbasis Web Yang dimaksud dengan aplikasi web atau aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser. Aplikasi seperti ini pertama kali dibangun hanya

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR APLIKASI PENGIRIM PESAN SINGKAT TERJADWAL BERBASIS J2ME

TUGAS AKHIR APLIKASI PENGIRIM PESAN SINGKAT TERJADWAL BERBASIS J2ME TUGAS AKHIR APLIKASI PENGIRIM PESAN SINGKAT TERJADWAL BERBASIS J2ME Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Program Studi S-1 Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Berdasarkan dengan judul penelitian oleh penulis mengenai Pengembangan Web api Pada Sistem Assesmen Dan Berbasis Tag Sebagai Pembantu Penyusunan Strategi Pembelajaran

Lebih terperinci

Pertemuan 1. Pengenalan Dasar Web

Pertemuan 1. Pengenalan Dasar Web Pertemuan 1 Pengenalan Dasar Web Sub Pokok Bahasan Internet WWW Protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) URL (Uniform Resource Locator) Protokol Transfer DNS (Domain Name System) Homepage Web Browser

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat pesat telah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan manusia termasuk dalam bidang pendidikan.

Lebih terperinci

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Telepon Seluler (ponsel) telah berubah dari alat telekomunikasi biasa menjadi alat yang mempunyai berbagai fasilitas. Selain untuk berkomunikasi, ponsel juga dapat digunakan untuk koneksi internet

Lebih terperinci

Pemrograman Web I (Mengenal. Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa

Pemrograman Web I (Mengenal. Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa Pemrograman Web I (Mengenal Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa Tujuan Kuliah Mampu menjelaskan konsep dasar mengenai : Internet Arsitektur WEB URL HTTP WEB Browser WEB Server Internet Internet, yaitu kepanjangan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Fotografi Amir Hamzah Sulaeman mengatakan bahwa fotografi berasal dari kata foto dan grafi yang masing-masing kata tersebut mempunyai arti sebagai berikut: foto artinya cahaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebuah teknologi yang berbasis mobile atau perangkat bergerak. Saat ini mobile

BAB I PENDAHULUAN. sebuah teknologi yang berbasis mobile atau perangkat bergerak. Saat ini mobile 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era telekomunikasi, perkembangan teknologi komunikasi mengarah ke sebuah teknologi yang berbasis mobile atau perangkat bergerak. Saat ini mobile phone

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Dengan teknologi write once run everywhere, aplikasi-aplikasi semacam mobile devices dapat dikembangkan dalam Java. Java 2 Micro Edition (J2ME) digunakan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. keluaran. Berikut gambaran umum sebuah sistem.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. keluaran. Berikut gambaran umum sebuah sistem. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Konsep Dasar Sistem Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (Hartono, 1999). Model umum sebuah sistem terdiri

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1 PENDAHULUAN Pembelian barang merupakan hal yang hampir setiap hari dilakukan oleh banyak orang, dari barang primer sampai barang barang tambahan, kita seringkali harus pergi

Lebih terperinci

Konsep Pemrograman Internet dan Web

Konsep Pemrograman Internet dan Web Konsep Pemrograman Internet dan Web 1 Konsep Pemrograman Internet Pemrograman Internet: pemrograman aplikasi berbasis internet (aplikasi internet) Aplikasi internet merupakan suatu jenis aplikasi yang

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan Pada era globalisasi ini teknologi informasi dan telekomunikasi telah berkembang sangat pesat terutama peralatan telekomunikasi mobile yaitu handphone. Dimana handphone

Lebih terperinci

MEMBUAT MIDLET TUTORIAL DAN KAMUS INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT89S51 UNTUK HANDPHONE MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN JAVA J2ME. Tugas Akhir

MEMBUAT MIDLET TUTORIAL DAN KAMUS INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT89S51 UNTUK HANDPHONE MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN JAVA J2ME. Tugas Akhir MEMBUAT MIDLET TUTORIAL DAN KAMUS INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT89S51 UNTUK HANDPHONE MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN JAVA J2ME Tugas Akhir Diajukan guna melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan tingkat

Lebih terperinci

ABSTRAKSI. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAKSI. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAKSI File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu jaringan yang mendukung TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server

Lebih terperinci

APLIKASI BERBASIS HP UNTUK MENDUKUNG SISTEM INFORMASI KEBENCANAAN

APLIKASI BERBASIS HP UNTUK MENDUKUNG SISTEM INFORMASI KEBENCANAAN APLIKASI BERBASIS HP UNTUK MENDUKUNG SISTEM INFORMASI KEBENCANAAN Slamet Aji Pamungkas; Aditiyawan Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Bina Nusantara University Jln. K.H. Syahdan No. 9,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas hal-hal yang mendasari dibuatnya REMINDME, bahasa pemrograman, dan tools yang digunakan dalam pembuatan REMINDME. 3.1. Aplikasi Mobile Aplikasi mobile adalah

Lebih terperinci

Komputer Perkantoran. Salhazan Nasution, S.Kom

Komputer Perkantoran. Salhazan Nasution, S.Kom Komputer Perkantoran Pengenalan IT dan Internet Salhazan Nasution, S.Kom Teknologi Informasi (Information Technology) 2 Pengertian IT Information Technology (Teknologi Informasi) adalah seperangkat alat

Lebih terperinci

Mengenal Pemrograman Web Dengan JSP

Mengenal Pemrograman Web Dengan JSP Mengenal Pemrograman Web Dengan JSP Iman Amalludin [email protected] :: http://blog.imanllusion.hostzi.com Abstrak Apa yang dimaksud dengan JSP? JSP (Java Server Pages) adalah bahasa scripting untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai peluang untuk berkomunikasi dengan pelanggannya. pemasaran yang mempunyai peranan sangat besar dalam memfasilitasi proses

BAB I PENDAHULUAN. sebagai peluang untuk berkomunikasi dengan pelanggannya. pemasaran yang mempunyai peranan sangat besar dalam memfasilitasi proses BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Telepon gengam (ponsel/telepon seluler) telah berkembang menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi berbagai kalangan, baik tua maupun muda. Bagi sebagian orang, kehadiran

Lebih terperinci

PENERAPAN PROTOCOL DATA UNIT PADA SHORT MESSAGE SERVICE HASIL STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS : STMIK BUDI DARMA MEDAN) Abstrak

PENERAPAN PROTOCOL DATA UNIT PADA SHORT MESSAGE SERVICE HASIL STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS : STMIK BUDI DARMA MEDAN) Abstrak PENERAPAN PROTOCOL DATA UNIT PADA SHORT MESSAGE SERVICE HASIL STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS : STMIK BUDI DARMA MEDAN) 1 Nelly Astuti Hasibuan, 2 Surya Darma Nasution 1 STMIK Budi Darma Medan, 2 STMIK Budi

Lebih terperinci

Jurnal Cendekia Vol 13 No 2 Mei 2015 ISSN PENGEMBANGAN APLIKASI CROSS PLATFORM PERPUSTAKAAN BERBASIS XML WEB SERVICE

Jurnal Cendekia Vol 13 No 2 Mei 2015 ISSN PENGEMBANGAN APLIKASI CROSS PLATFORM PERPUSTAKAAN BERBASIS XML WEB SERVICE PENGEMBANGAN APLIKASI CROSS PLATFORM PERPUSTAKAAN BERBASIS XML WEB SERVICE Oleh: Riska Nurtantyo Sarbini ABSTRAK Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Dalam skala besar dan waktu yang semakin

Lebih terperinci

TEKNOLOGI APLIKASI WEB BERBASIS SERVER

TEKNOLOGI APLIKASI WEB BERBASIS SERVER A. Tujuan Memahami cara kerja aplikasi web berbasis server Memahami perangkat pengembangan aplikasi web berbasis server Mengenal dan memahami pemrograman web berbasis teknologi server B. Dasar Teori Web

Lebih terperinci

Arsitektur Web Service Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu: 1. Service Requester (peminta layanan)

Arsitektur Web Service Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu: 1. Service Requester (peminta layanan) 1. Pengenalan Web Service Definisi Web Service Web service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web service

Lebih terperinci

Gambar di halaman berikut ini adalah sekema atau bagan yang menggambarkan cara kerja WWW :

Gambar di halaman berikut ini adalah sekema atau bagan yang menggambarkan cara kerja WWW : BAB II :: WWW dan HTML :: WWW dan HTML adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan teknologi internet. www lebih di kenal sebagi protocol standart dari internet, sedangkan HTML adalah script yang dijalankan

Lebih terperinci

Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado

Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado Djoni Setiawan K, Purnomo Wisnu Aji Program Studi D3 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Maranatha

Lebih terperinci

PENDAHULUAN TENTANG MOBILE PROGRAMMING

PENDAHULUAN TENTANG MOBILE PROGRAMMING Kelas XI-RPL SMKN 4 Bandung Materi MCP (Mobile Communication Programming) PENDAHULUAN TENTANG MOBILE PROGRAMMING INTRODUCTION Mobile Devices : perangkat yang bergerak, misal : handphone/ponsel atau laptop

Lebih terperinci

WAP (Wireless Application Protocol).

WAP (Wireless Application Protocol). WAP (Wireless Application Protocol). Definisi: WAP adalah suatu protokol aplikasi yang didesain sehingga memungkinkan informasi di internet dapat diakses oleh perangkat wireless seperti ponsel, PDA, pager

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL)

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL) PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL) ROBI DIRGANTARA NIM 206700183 Jurusan Teknik Informatika ABSTRAK Dalam kehidupan modern saat ini yang

Lebih terperinci

SMS gateway telah banyak digunakan dalam berbagi aplikasi dan

SMS gateway telah banyak digunakan dalam berbagi aplikasi dan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka SMS gateway telah banyak digunakan dalam berbagi aplikasi dan penelitian. Salah satu penelitian yang menggunakan teknologi SMS gateway adalah sebuah tugas akhir

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI LOWONGAN PEKERJAAN BERBASIS MOBILE PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KOTA CIREBON

SISTEM INFORMASI LOWONGAN PEKERJAAN BERBASIS MOBILE PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KOTA CIREBON 86 SISTEM INFORMASI LOWONGAN PEKERJAAN BERBASIS MOBILE PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KOTA CIREBON Muhammad Hatta 1, Hamdani 2, Lena Magdalena 3. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika

Lebih terperinci

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA Bab II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Berdasarkan penelitian penulis, aplikasi distribusi penjualan barang sudah ada. Dari aplikasi yang sudah ada tersebut penulis ingin mengembangkan lagi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan teknologi Location Based Service (LBS) saat ini mulai berkembang semakin beragam. Dimulai dari pengintegrasian Personal Computer (PC) dan Global Positioning

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Sistem Informasi 3.1.1. Sistem Menurut Jerry Fitz Gerald, Arda F. Fitz Gerald dan Warren D Stalling, jr.(dalam Jogiyanto, 2002:24) dikemukakan bahwa sistem adalah suatu jaringan

Lebih terperinci

Firewall & WEB SERVICE

Firewall & WEB SERVICE Firewall & WEB SERVICE Definisi Firewall Umumnya ditempatkan pada batas network untuk membangun batas pinggir keamanan (security). Firewall digunakan untuk melindungi internal network dari eksternal yang

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM HP CLIENT UNTUK APLIKASI REMOTE CONTROL PC BERBASIS BLUETOOTH

PERANCANGAN SISTEM HP CLIENT UNTUK APLIKASI REMOTE CONTROL PC BERBASIS BLUETOOTH PERANCANGAN SISTEM HP CLIENT UNTUK APLIKASI REMOTE CONTROL PC BERBASIS BLUETOOTH Oleh : Iyus Irwanto (5107100522) Dosen Pembimbing : 1. Ir. Muchammad Husni, M.Kom (131411100) 2. Royyana Muslim I, S.Kom,

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim PEMROGRAMAN WEB Agussalim Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang: Konsep Pemrograman WEB Pemrograman WEB statis dan dinamis HTML (Hyper Text Markup Language) PHP Hypertext preprocessor,

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat membuat pengiriman data dan informasi menjadi semakin cepat. Kemudahan untuk mendapatkan informasi pun berdampak pada munculnya berbagai

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI APLIKASI KETERSEDIAAN KOLEKSI BUKU YANG TERSIMPAN DALAM DISTRIBUTED DATABASE DENGAN MENGGUNAKAN WIRELESS APPLICATION PROTOCOL ( WAP )

IMPLEMENTASI APLIKASI KETERSEDIAAN KOLEKSI BUKU YANG TERSIMPAN DALAM DISTRIBUTED DATABASE DENGAN MENGGUNAKAN WIRELESS APPLICATION PROTOCOL ( WAP ) IMPLEMENTASI APLIKASI KETERSEDIAAN KOLEKSI BUKU YANG TERSIMPAN DALAM DISTRIBUTED DATABASE DENGAN MENGGUNAKAN WIRELESS APPLICATION PROTOCOL ( WAP ) 1 M. Isnin Faried, S.Kom, MM 2 Kraugusteeliana, M.Kom

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI WEB-SERVICE UNTUK PEMBANGUNAN SISTEM KARTU RENCANA STUDI (KRS) ON-LINE

IMPLEMENTASI WEB-SERVICE UNTUK PEMBANGUNAN SISTEM KARTU RENCANA STUDI (KRS) ON-LINE IMPLEMENTASI WEB-SERVICE UNTUK PEMBANGUNAN SISTEM KARTU RENCANA STUDI () ON-LINE A r a d e a Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Siliwangi Tasikmalaya Abstrak Pemanfaatan teknologi informasi

Lebih terperinci

BAB 1 PERSYARATAN PRODUK

BAB 1 PERSYARATAN PRODUK BAB 1 PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan Kehidupan sekarang ini banyak sekali hal yang harus kita perhatikan, salah satunya adalah pendidikan, karena pendidikanlah yang dapat memberikan ilmu atau pengetahuan

Lebih terperinci

BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008

BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008 BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008 Pembahasan Materi : Mengenal IDE Visual Studio.NET 2008. Pembuatan project pada Visual Studio.NET 2008. Pengenalan kontrol yang sering digunakan, menulis kode program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, metodologi pengerjaan, dan sistematika pengerjaan yang berhubungan dengan tugas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Teori Umum 1.1.1 Aplikasi SMS Lokal Komputer Aplikasi SMS Lokal Komputer digunakan untuk pengiriman SMS ke pelanggan dengan menggunakan PC yang disambungkan dengan Handphone agar

Lebih terperinci

Abstrak. Keyword : Penjualan, Pembelian, Stok, SMS, Bonus, laporan, C# Microsoft Visual Studio. NET 2003, Mobile FBUS 1.5, format.

Abstrak. Keyword : Penjualan, Pembelian, Stok, SMS, Bonus, laporan, C# Microsoft Visual Studio. NET 2003, Mobile FBUS 1.5, format. Abstrak Aplikasi Penjualan dan Pembelian yang dilengkapi dengan fitur SMS ini dibuat dengan tujuan memberi kemudahan bagi sales perusahaan untuk melakukan pengecekan stok dan juga memberikan kemudahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Telepon Selular dan Internet adalah dua fenomena yang paling menarik menjelang akhir abad lalu. Fenomena yang dimulai pada tahun 1990-an itu banyak merevolusi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Tabel 1.1 Jumlah mahasiswa STMIK AMIKOM Purwokerto

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Tabel 1.1 Jumlah mahasiswa STMIK AMIKOM Purwokerto BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan STMIK AMIKOM Purwokerto merupakan perguruan tinggi komputer yang memiliki 2 program studi unggulan, yaitu program studi sistem informasi dan teknik

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENERBANGAN (AIRLINES) BERBASIS BREW DAN BROADCAST SMS

SISTEM INFORMASI PENERBANGAN (AIRLINES) BERBASIS BREW DAN BROADCAST SMS SISTEM INFORMASI PENERBANGAN (AIRLINES) BERBASIS BREW DAN BROADCAST SMS Wida Ekiyanti Putri, Mike Yuliana, EkoAdi Setiawan Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi

BAB III LANDASAN TEORI. berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi 3.1 Layanan Aplikasi Internet BAB III LANDASAN TEORI Terdapat banyak sekali layanan aplikasi di internet dan masih terus akan berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN APLIKASI SMS MENGGUNAKAN GAMMU. Budi Maryanto. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132

PENGEMBANGAN APLIKASI SMS MENGGUNAKAN GAMMU. Budi Maryanto. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132 Media Informatika Vol. 10 No. 2 (2011) PENGEMBANGAN APLIKASI SMS MENGGUNAKAN GAMMU Budi Maryanto Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132 E-mail: [email protected]

Lebih terperinci

Penggunaan Teknologi Wireless Application Protocol (WAP) Pada Sistem Informasi Penjualan Buku di Toko Buku Togamas Bandung

Penggunaan Teknologi Wireless Application Protocol (WAP) Pada Sistem Informasi Penjualan Buku di Toko Buku Togamas Bandung Penggunaan Teknologi Wireless Application Protocol (WAP) Pada Sistem Informasi Penjualan Buku di Toko Buku Togamas Bandung Restu Purnama Hadi [email protected] Pembimbing I : Linda Salma A, S.Si.,M.T.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan, di dalamnya terkandung berbagai arti yang dapat memberikan

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan, di dalamnya terkandung berbagai arti yang dapat memberikan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Buku dikenal masyarakat sudah sejak lama. Buku adalah sumber pengetahuan, di dalamnya terkandung berbagai arti yang dapat memberikan inspirasi. Untuk mendapatkan sebuah

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1. Pendahuluan Penulis mengambil topik tentang aplikasi Pencarian Mobil via handphone karena penulis melihat banyaknya calon pembeli mobil baru yang sulit untuk mendapatkan informasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Internet sebagai salah satu media informasi yang efektif dan efisien dalam penyampaian informasi yang bisa diakses setiap orang kapan saja dan dimana saja,

Lebih terperinci