RKPD KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2014
|
|
|
- Ari Kurnia
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2
3
4
5 KT ENGNTR uji syukur kami panjatkan kehadirat llah SWT, karena atas karunia-nya Rencana Kerja embangunan Daerah (RKD) Kabupaten Trenggalek Tahun telah dapat disusun dan diselesaikan tepat pada waktunya. Dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem erencanaan embangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang emerintahan Daerah, emerintah Daerah wajib menyusun RKD yang berfungsi sebagaii dokumen perencanaan pembangunan tahunan. RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 merupakan acuan dan rujukan dalam penyusunan Rencana nggaran endapatan dan Belanja Daerah ( RBD) Kabupaten Trenggalek Tahun roses penyusunann RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 dilakukan melalui pendekatan Teknokratik, artisipatif, Bottom-Up dan Top-Down, serta olitik. Tujuan penyusunan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 ini adalah sebagai berikut : 1. Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan; 2. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; 3. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; 4. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efesien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan; 5. Sebagai pedoman bagi emerintah Daerah dan DRD dalam menyusun RBD Tahun nggaran 2014; dan 6. Sebagai pedoman bagi SKD dalam menyusun Rencanaa Kerja Satuan Kerja erangkat Daerah (Renja SKD) Tahun RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 yang telah selaras dengan RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun memuat evaluasi hasil pelaksanaan RKD tahun lalu, capaian kinerja pemerintahan, isu strategis serta permasalahan daerah, rancangan kerangka ekonomi. arah kebijakan keuangan daerah, prioritas dan program-program pembangunan daerah, baik yang dilaksanakan langsung oleh emerintah Kabupaten Trenggalek maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat, dengan mengacu kepada prioritas nasional dan provinsi sebagai satu kesatuan dalam Sistem erencanaan embangunan Nasional. Dokumen ini juga diarahkan sesuai kewenangan emerintah Daerah berdasarkan Urusan emerintahan Daerah dan kondisi nyata atau isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan yang dijabarkan dalam program dan kegiatan, dengan mengefektifkan sumber daya yang ada. Semoga Dokumen RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 ini dapat menjadi acuan awal bagi semua pelaku pembangunan ( stakeholders) di Kabupaten Trenggalek, sehingga program-program pembangunan Kabupaten Trenggalek dapat berjalan dengan baik. Trenggalek, 31 Mei 2013 BUTI TRENGGLEK ttd KT ENGNTR Dr. Ir. H. MULYDI WR, MMT. No. Reg /XCII/ /2013 Tanggal 26 Juni 2013 i
6 KT SMBUTN Berdasarkan amanat Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem erencanaan embangunan Nasional (UU-SN), ermendagri No. 32 tahun 2004 tentang emerintahan Daerah dan eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang elaksanaan eraturan emerintah nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara enyusunan, engendalian, dan Evaluasi elaksanaan Rencana embangunan Daerah serta eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2013 tentang edoman enyusuan, engendalian dan Evaluasi Rencana Kerja embangunan Daerah Tahun 2014, salah satu tahap yang harus dilalui dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah adalah penyusunan RKD yang merupakan dokumen rencana pembangunan tahunan daerah yang mengacu pada dokumen lebih atasnya secara hirarki kepada Rencana embangunan Jangka Menengah (RJM -5 tahun) dan Rencana embangunan Jangka anjang (RJ-20 tahun). enyusunan RKD Kab. Trenggalek Tahun 2014 dilalui dengan beberapa tahapan diantaranya : (1) persiapan penyusunan RKD, (2) penyusunan Rancangan wal RKD, (3) enyusunan Rancangan RKD, (4) pelaksanaan Forum SKD dan Musrenbang RKD, (5) perumusan Rancangan khir RKD, dan (6) enetapan RKD. Setelah melaui beberapa tahapan tersebut maka dengan eraturan Bupati Trenggalek Nomor 30 Tahun 2013 telah ditetapkan Rencana Kerja embangunan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 dengan Tema ERCETN EMBNGUNN INFRSTRUKTUR DN REFORMSI BIROKRSI UNTUK MEMCU ERTUMBUHN EKONOMI SERT MENINGKTKN DY SING DERH. Dalam upaya mengoptimalkan daya dan hasil guna Rencana Kerja ini, Badan erencanaan embangunan Daerah Kabupaten Trenggalek menyebarluaskan kepada stakeholders untuk dapatnya dijadikan panduan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan di Kabupaten Trenggalek Tahun Khusus kepada sejawat Kepala Satuan Kerja erangkat Daerah agar menindaklanjuti dengan Rencana Kerja Satuan Kerja erangkat Daerah (Renja-SKD) yang menjabarkan lebih rinci mengenai program, kegiatan dan target capaian masing-masing. Demikian, kiranya bermanfaat dan atas kerjasama, semua pihak disampaikan terima kasih. Trenggalek, 1 Juli 2013 KEL KBUTEN TRENGGLEK KT SMBUITN ii
7 DFTR IISII KT ENGNTR DN SMBUTN DFTR ISI GMBR, TBEL, DN GRFIK BB I BB II ENDHULUN 1.1Latar Belakang... I Dasar Hukum enyusunan... I Hubungan RKD Dengan Dokumen erencanaan Lainnya... I Sisematika Dokumen RKD... I Maksud dan Tujuan... I-14 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN 2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah... II spek Geografi dan Demografi... II Kondisi Geografi... II Kondisi Demografi... II spek Kesejahteraan Masyarakat... II Fokus Kesejahteraan dan emerataan Ekonomi... II Fokus Kesejahteraan Sosial... II spek elayanan Umum... II emerintahan Daerah... II endidikan... II Kesehatan... II spek Daya Saing Daerah... II Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah... II Infrastruktur dan Fasilitas Wilayah... II Iklim Investasi... II otensi Ekonomi Daerah... II Evaluasi elaksanaan rogram dan Kegiatan RKD Sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RJMD... II ermasalahan embangunan Daerah... II enelaahan okok-okok ikiran DRD... II-58 DFTR ISI iii
8 BB III BB IV RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH 3.1. rah Kebijakan Ekonomi Daerah... III Kondisi Tahun 2012 dan erkiraan Tahun III roduk Domestik Regional Bruto (DRB)... III Laju ertumbuhan Ekonomi (LE)... III Laju Inflasi... III endapatan Regional erkapita... III Tantangan dan rospek Ekonomi Daerah III Ekonomi Global... III Ekonomi Nasional... III Ekonomi rovinsi Jawa Timur... III Ekonomi Kabupaten Trenggalek... III rah Kebijakan Keuangan Daerah... III royeksi Keuangan Daerah dan Kerangka endanaan... III rah Kebijakan endapatan Daerah... III rah Kebijakan Belanja Daerah... III rah Kebijakan embiyaan Daerah... III-26 RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH 4.1. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran embangunan Daerah... IV Visi... IV Misi... IV Tujuan dan Sasaran... IV rioritas dan rogram embangunan... IV Tema RKD... IV rioritas, rah Kebijkan dan rogram embangunan... IV Strategi ercepatan embangunan Daerah... IV-55 BB V RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH Rencana rogram dan Kegiatan rioritas Daerah... V-1 BB VI ENUTU enutup... VI-1 LMIRN DFTR ISI iv
9 DFTR GMBR 1. Gambar 1.1. Tahapan enyusunan RKD Kabupaten/kota... I-3 2. Gambar 1.2. Keterkaitan Dokumen erencanaan embangunan Daerah... I-9 3. Gambar 1.3. Rencana Struktur Ruang RTRW Kab. Trenggalek tahun I Gambar 1.4. Diagram lur Keterkaitan antara Dokumen RKD dengan Dokumen erencanaan Lainnya... I Gambar 2.1. eta dministrasi Kab. Trenggalek... II-1 6. Gambar 2.2. eta otensi Rawan Bencana Kab. Trenggalek... II-6 7. Gambar 2.3. Realisasi, Target dan royeksi LE Kab. Trenggalek Tahun II Gambar 2.5. emetaan Kemiskinan rovinsi Jawa Timur Menurut Kab/Kota Tahun II Gambar 2.6. Struktur Organisasi emerintah Daerah Kabupaten Trenggalek... II Gambar 2.7. ola Hubungan antara ermasalahan, erumusan Visi Misi dan erumusan rogram Kegiatan... II-85 DFTR GMBR v
10 DFTR TBEL 1. Tabel 1.1. Target Kinerja embangunan rovinsi Jawa Timur... I-8 2. Tabel 2.1. Nama Luas Wilayah per Kecamatan dan Jumlah Kelurahan... II-2 3. Tabel 2.2. DS Kabupaten Trenggalek... II-4 4. Tabel 2.3. Karakteristik enduduk Kab. Trenggalek Tahun II-7 5. Tabel 2.4. erkembangan enduduk Ber KT elektronik... II-8 6. Tabel 2.5. erkembangan Bayi Lahir (1 tahun) ber kta Kelahiran... II-8 7. Tabel 2.6. erkembangan eserta KB ktif... II-8 8. Tabel 2.7. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam DRB Tahun 2009 s.d 2012 tas Dasar Harga Konstan (dalam jutaan rupiah)... II-9 9. Tabel 2.8. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam DRB Tahun 2009 s.d 2012 tas Dasar Harga Berlaku (dalam jutaan rupiah)... II Tabel 2.9. resentase Laju ertumbuhan DRB Tahun 2009 s.d II Tabel Laju ertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota rovinsi Jawa Timur Tahun II Tabel Nilai Inflasi Rata-Rata Tahun 2007 s.d II Tabel DRB erkapita DHB dan endapatan Regional erkapita DHB Kab. Trenggalek Tahun II Tabel Indeks embangunan Manusia Kab. Trenggalek Tahun II Tabel Karekteristik Kemiskinan Menurut Kab/Kota di rovinsi Jawa Timur... II Tabel erkembangan encari kerja dan enempatan di Kab. Trenggalek Tahun II Tabel enduduk Usia 15 Tahun Ke tas Menurut Kegiatan Utama dan Jenis Kelamin Tahun , di Kabupaten Trenggalek... II Tabel resentase ngkatan Kerja menurut Kelompok Umur dan endidikan Tertinggi yang Ditamatkan Tahun 2011, di Kabupaten Trenggalek... II Tabel erkembangan TT di Kabupaten Trenggalek Tahun II Tabel Keberangkatan Transmigran Tahun II Tabel Jumlah NSD di Kabupaten Trenggalek Tahun (orang)... II Tabel ersentase ngka Melek Huruf er Kecamatan di Kabupaten Trenggalek Tahun II-27 DFTR TBEL vi
11 23. Tabel Fasilitas endidikan TK, SD, SM dan SLT Se- Kab. Trenggalek Tahun II Tabel Rasio Guru-Murid Menurut Jenjang endidikan Di Kabupaten Trenggalek, Tahun II Tabel Rasio Murid er Sekolah, Rasio Murid er Ruang Belajar dan Rasio Guru er Sekolah Tahun II Tabel Fasilitas Kesehatan Di Kabupaten Trenggalek... II Tabel Realisasi dan Target endapatan dan engeluaran Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun II Tabel Daftar Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Trenggalek... II Tabel Daftar Ruas Jalan rovinsi di Kabupaten Trenggalek... II Tabel Kondisi Jalan di Kabupaten Trenggalek... II Tabel Kondisi Jembatan di Kabupaten Trenggalek Tahun (buah).. II Tabel Banyaknya ir Minum yang Disalurkan kepada elanggan (m 3 )... II Tabel otensi Sumber ir di Kabupaten Trenggalek... II Tabel erkembangan Jumlah Investasi di Kabupaten Trenggalek... II Tabel Rata-rata erijinan Terbit... II Tabel roduksi Hasil ertanian (ton)... II Tabel roduksi Hasil erkebunan (ton)... II Tabel roduksi Sayur-Sayuran (kwintal)... II Tabel roduksi Buah-Buahan (kwintal)... II Tabel Luas Hutan Menurut Fungsi Hutan di Kabupaten Trenggalek (ha)... II Tabel otensi Kelautan dan erikanan Kabupaten Trenggalek Tahun II Tabel Jumlah Rumah Tangga erikanan Menurut Jenisnya (RT)... II Tabel Objek Wisata lam di Kabupaten Trenggalek... II Tabel Objek Wisata Budaya... II Tabel Objek Wisata Minat Khusus... II Tabel erkembangan Jumlah Koperasi ktif... II Tabel Upah Minimum Kabupaten Trenggalek II Tabel Jenis dan ersebaran Tambang di Kabupaten Trenggalek... II Tabel 3.1. Realisasi, Target dan royeksi DRB Kabupaten Trenggalek tas Dasar Harga Berlaku (DHB) Tahun (dalam jutaan rupiah)... III Tabel 3.2. Realisasi, Target dan royeksi DRB Kabupaten Trenggalek tas Dasar Harga Konstan (DHK) Tahun (dalam jutaan rupiah)... III Tabel 3.3. Realisasi, Target dan royeksi resentase Laju ertumbuhan DRB Kab. Trenggalek Tahun 2010 s.d III-3 DFTR TBEL vii
12 52. Tabel 3.4. Realisasi, Target dan royeksi roduk Domestik Regional Bruto dan ertumbuhan Ekonomi Kabupaten Trenggalek Tahun 2008 s.d 2014 (dalam jutaan rupiah)... III Tabel 3.5. Realisasi, Target dan royeksi Distribusi ersentase DRB Kabupaten Trenggalek Menurut Lapangan Usaha Tahun tas Dasar Harga Berlaku... III Tabel 3.6. nalisis LQ DRB Kabupaten Trenggalek dan rovinsi Jawa Timur Menurut Lapangan Usaha Tahun III Tabel 3.7. Realisasi dan royeksi endapatan er Kapita (DRB DHB) Kab. Trenggalek Tahun III Tabel 3.8. Tren Global Dalam ermintaan Makanan, Energi, roduk Kesehatan dan Barang Konsumsi... III Tabel 3.9. Tantangan Ekonomi Indonesia dalam Kancah Global... III Tabel eluang Ekonomi Indonesia... III Tabel nalisis Kondisi Internal dan Kondisi Eksternal Kabupaten Trenggalek... III Tabel Realisasi/Target endapatan Tahun , erbandingan Target endapatan RJMD Tahun (Tahun ke 4) dan royeksi/erkiraan endapatan Tahun 2014 (dalam jutaan rupiah)... III Tabel Realisasi, Target dan royeksi Belanja Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 s.d Tahun 2014 (dalam jutaan rupiah)... III Tabel Realisasi dan royeksi/target pembiayaan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 s.d Tahun 2014 (dalam jutaan rupiah)... III Tabel 4.1. Keterkaitan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran... IV Tabel 4.2. rioritas embangunan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun IV Tabel 5.1. Rekapitulasi rogram dan Kegiatan Menurut Urusan emerintah Daerah di Kabupaten Trenggalek Tahun V Tabel 5.2. Rekapitulasi Rencana Kerja dan endanaan Menurut Satuan Kerja erangkat Daerah (SKD) di Kabupaten Trenggalek Tahun V-10 DFTR TBEL viii
13 DFTR GRFIIK 1. Grafik 2.1. DRB DHB menurut kawasan di Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 II Grafik 2.2. erkembangan DRB Kab. Trenggalek Tahun II Grafik 2.3. Realisasi dan Target ertumbuhan Ekonomi Kab. Trenggalek Tahun II Grafik 2.4. IM Kabupaten Trenggalek Tahun II Grafik 2.5. Data Kemiskinan Kabupaten Trenggalek Tahun II Grafik 2.6. ersentase enduduk Miskin Kab/Kota rovinsi Jawa Timur Tahun II Grafik 2.7. enduduk Usia kerja menurut Kegiatan Utama di Kab. Trenggalek Tahun Grafik 2.8. ersentase egawai Negeri Sipil Daerah (NSD) Kab. Trenggalek II-21 Tahun Menurut endidikan... II Grafik 2.9. Indeks endidikan Kab. Trenggalek dan rovinsi Jawa Timur Tahun II Grafik Kecenderungan Kematian Bayi Dan Ibu di Kab. Trenggalek Tahun II Grafik Indeks Harapan Hidup Kab. Trenggalek dan rovinsi Jawa Timur Tahun II Grafik Luas Hutan Rakyat Menurut Kecamatan (ha)... II Grafik opulasi ternak Tahun (ekor)... II Grafik roduksi Hasil Kelautan dan erikanan (kg)... II Grafik erkembangan Jumlah Kunjungan Wisata Tahun (orang)... II Grafik erkembangan Jumlah IKM Dan Kerajinan (buah) Tahun II Grafik 3.1. Realisasi dan royeksi ertumbuhan Ekonomi Kabupaten Trenggalek... III Grafik 3.2. Capaian dan royeksi Inflasi DRB Kabupaten Trenggalek Tahun III Grafik 3.3. Capaian Kinerja Ekonomi Jawa Timur III-12 DFTR GRFIK ix
14 BB I ENDHULUN Rencana Kerja embangunan Daerah (RKD) K abupaten Trenggalek Tahun 2014 merupakan penjabaran tahun keempat dari pelaksanaan Rencana embangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) Kabupaten Trenggalek Tahun Dokumen RKD menjadi pedoman bagi seluruh SKD dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKD. Untuk pelaksanaan lebih lanjut, RKD ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum nggaran (KU), rioritas lafon nggaran Sementara (S) serta nggaran endapatan dan Belanja Daerah (BD) T LTR BELKNG Rencana Kerja embangunan Daerah yang selanjutnya disingkat RKD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. emerintah Kabupaten Trenggalek telah menyusun RJD yang ditetapkan dengan eraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2010, dan RJMD yang ditetapkan dengan eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 19 Tahun Sehingga dalam penyusunan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 harus selaras dengan 2 (dua) dokumen tersebut dan diharapkan mampu menampung program dan kegiatan yang diperlukan untuk mewujudkan sasaran dalam RJMD Kabupaten Trenggalek pada tahun ke-4. Sebagai dokumen perencanaan pembangunan daerah, RKD memuat prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi daerah, serta programprogram dan kegiatan pembangunan yang terukur disertai pagu indikatif dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Tersusunnya RKD Kab. Trenggalek ini diharapkan dapat mewujudkan keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran. Dimana pengambilan keputusan penetapan program dan kegiatan yang direncanakan merupakan satu kesatuan proses perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, konsisten dan mengikat untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran program dan kegiatan pembangunan daerah. encapaian target-target pembangunan pada tahun 2014 dilakukan melalui pendekatan Common Goals serta kewilayahan dengan mengevaluasi pencapaian target kinerja tahun sebelum serta penetapan anggaran untuk mencapai target pembangunan yang ditetapkan. Dokumen RKD secara umum mempunyai nilai strategis, antara lain: a. Merupakan instrumen pelaksanaan RJMD untuk mewujudkan visi dan misi kepala daerah. b. Menjadi acuan penyusunan Rencana Kerja SKD, berupa program/ kegiatan SKD dan/atau lintas SKD. c. Mewujudkan konsistensi program dan sinkronisasi pencapaian sasaran RJMD. d. Menjadi landasan penyusunan KU dan S untuk menyusun RBD. e. Menjadi pedoman dalam mengevaluasi Ranperda tentang BD. f. Menjadi instrumen evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. ENDHULUN I - 1
15 Mengingat posisi strategis dokumen RKD dalam penyelenggaraan pemerintahan tersebut, maka perhatian yang besar harus diberikan sejak awal penyusunan hingga penetapan dokumen RKD sehingga dapat dihasilkan dokumen RKD yang berkualitas. Dokumen RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 disusun dengan tahapan sebagai berikut : 1. ersiapan enyusunan RKD Tahap persiapan penyusunan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 meliputi: a. enyusunan rancangan Surat Keputusan Bupati Trenggalek tentang pembentukan tim penyusun RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014; b. Orientasi mengenai RKD kepada seluruh anggota tim untuk penyamaan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap berbagai peraturan perundang-undangan kebijakan pemerintah berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah; c. enyusunan agenda kerja tim penyusun RKD; d. enyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. 2. enyusunan Rancangan wal RKD Rancangan awal RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 disusun dengan berpedoman pada RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun yang dilakukan melalui penyelarasan: a. rioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RJMD kabupaten; b. Rencana program serta kegiatan prioritas tahunan daerah dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RJMD kabupaten.; c. enyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional dilaksanakan dengan mengacu pada RJMD provinsi serta RJMN. Tahap penyusunan rancangan awal RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 terdiri atas perumusan dan penyajian rancangan awal RKD. a. erumusan rancangan awal RKD erumusan rancangan awal RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 mencakup: 1) engolahan data dan informasi; 2) nalisis gambaran umum kondisi daerah; 3) nalisis ekonomi dan keuangan daerah; 4) Evaluasi kinerja tahun lalu; 5) enelaahan terhadap kebijakan pemerintah; 6) enelaahan pokok-pokok pikiran DRD kabupaten; 7) erumusan permasalahan pembangunan daerah kabupaten; 8) erumusan rancangan kerangka ekonomi daerah dan kebijakan keuangan daerah; 9) erumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah beserta pagu indikatif; 10) elaksanaan forum konsultasi publik; dan 11) enyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif. b. enyajian rancangan awal RKD Rancangan awal RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 disusun dengan sistematika sebagai berikut: 1) endahuluan; 2) Evaluasi pelaksanaan RKD tahun lalu; 3) Rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan; 4) rioritas dan sasaran pembangunan; dan 5) Rencana program prioritas daerah. ENDHULUN I - 2
16 3. enyusunan Rancangan RKD enyusunan rancangan RKD merupakan proses penyempurnaan rancangan awal RKD menjadi rancangan RKD berdasarkan hasil verifikasi rancangan Renja SKD. Verifikasi sebagaimana dimaksud, adalah mengintegrasikan program, kegiatan, indikator kinerja dan dana indikatif pada setiap rancangan Renja SKD kabupaten sesuai dengan rencana program prioritas rancangan awal RKD kabupaten. 4. elaksanaan Musrenbang RKD Musrenbang RKD Kabupaten Trenggalek dilaksanakan untuk penajaman, penyelasaran, klarifikasi dan kesepakatan terhadap rancangan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun enajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan tersebut mencakup: a. rioritas dan sasaran pembangunan daerah kabupaten dengan arah, kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan daerah provinsi; b. Usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah kabupaten pada musrenbang RKD di kecamatan; c. Indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah kabupaten; d. rioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas daerah; e. Sinergi dengan RK Tahun 2014 dan RKD rovinsi Jawa Timur Tahun erumusan Rancangan khir RKD erumusan rancangan akhir RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 dilakukan berdasarkan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKD Kabupaten Trenggalek, musrenbang RKD rovinsi Jawa Timur dan Musrenbang RK. 6. enetapan RKD RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 ditetapkan dengan eraturan Bupati Trenggalek setelah RKD rovinsi Jawa Timur ditetapkan. RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 yang telah ditetapkan dijadikan pedoman penyempurnaan rancangan Renja SKD Kabupaten Trenggalek Tahun Selain itu, RKD yang telah ditetapkan tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi rancangan eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek tentang BD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 untuk memastikan BD Kabupaten Trenggalek 2014 telah disusun berlandaskan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun dapun skema tahapan penyusunan RKD dapat dijelaskan pada Gambar dibawah ini. Gambar 1.1. Tahapan enyusunan RKD Kabupaten/kota ENDHULUN I - 3
17 1.2. DSR HUKUM ENYUSUNN eraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang embentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan ropinsi Jawa Timur sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965; 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang enyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang erbendaharaan Negara; 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem erencanaan embangunan Nasional; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang emerintahan Daerah sebagaimana telah diubah kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang erimbangan Keuangan antara emerintah usat dan emerintahan Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana embangunan Jangka anjang Nasional Tahun ; 9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang enataan Ruang; 10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang embentukan eraturan erundang-undangan; 11. eraturan emerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang engelolaan Keuangan Daerah; 12. eraturan emerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang edoman embinaan dan engawasan enyelenggaraan emerintahan Daerah; 13. eraturan emerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara engendalian dan Evaluasi elaksanaan erencanaan embangunan; 14. eraturan emerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan enyelenggaraan emerintah Daerah Kepada emerintah, Laporan Keterangan ertanggung Jawaban Kepala Daerah Kepada Dewan erwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan enyelenggaraan emerintah Daerah Kepada Masyarakat; 15. eraturan emerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang embagian Urusan emerintahan antara emerintah, emerintahan Daerah rovinsi dan emerintahan Daerah Kabupaten/ Kota; 16. eraturan emerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi erangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 17. eraturan emerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang edoman Evaluasi enyelenggaraan emerintah Daerah; 18. eraturan emerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara enyusunan, engendalian dan Evaluasi elaksanaan Rencana embangunan Daerah; 19. eraturan residen Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana embangunan Jangka Menengah Nasional Tahun ; 20. eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang edoman engelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah kedua kalinya dengan eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011; 21. eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang elaksanaan eraturan emerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara enyusunan, engendalian, Dan Evaluasi elaksanaan Rencana embangunan Daerah; ENDHULUN I - 4
18 22. eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2013 tentang edoman enyusunan, engendalian dan Evaluasi Rencana Kerja embangunan Daerah Tahun 2014; 23. eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2013 tentang edoman enyusunan nggaran endapatan dan Belanja Daerah Tahun 2014; 24. eraturan Daerah rovinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana embangunan Jangka anjang Daerah rovinsi Jawa Timur Tahun ; 25. eraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana embangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) rovinsi Jawa Timur Tahun ; 26. eraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 39 Tahun 2013 tentang Rencana Kerja embangunan Daerah (RKD) rovinsi Jawa Timur Tahun 2014; 27. eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 14 Tahun 2010 tentang Rencana embangunan Jangka anjang Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun ; 28. eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 19 Tahun 2011 tentang Rencana embangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) Kabupaten Trenggalek Tahun ; 29. eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Trenggalek Tahun ; 30. eraturan Bupati Trenggalek Nomor 1 Tahun 2013 tentang edoman enyelenggaraan Musyawarah erencanaan embangunan (Musrenbang) Dalam Rangka enyusunan Rencana Kerja embangunan Daerah (RKD) Kabupaten Trenggalek Tahun HUBUNGN RKD DENGN DOKUMEN ERENCNN LINNY Dokumen perencanaan pembangunan tahunan atau Rencana Kerja embangunan Daerah (RKD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 berpedoman pada Rencana embangunan Jangka anjang Daerah (RJD) Kabupaten Trenggalek Tahun dan Rencana embangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) Kabupaten Trenggalek Tahun serta memperhatikan Rencana Kerja emerintah ( RK) Tahun 2014 dan RJM Nasional Tahun serta RKD rovinsi Jawa Timur Tahun 2014 dan RJMD rovinsi Jawa Timur Tahun RJM Nasional RJM Nasional sudah ditetapkan dengan eraturan residen No.5/2010 tentang Rencana embangunan Jangka Menengah Nasional Tahun , pada tanggal 15 Januari da 3 (tiga) dokumen sebagai lampiran dari erpres No.5/2010, yaitu: (i) Buku I dengan judul: Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan, (ii) Buku II dengan judul: Memperkuat Sinergi ntar bidang embangunan, dan (iii) Buku III dengan judul: Memperkuat Sinergi ntara usat dan Daerah dan ntar Daerah. Dalam RJM Nasional Tahun , disebutkan bahwa visi Indonesia tahun adalah TERWUJUDNY INDONESI YNG SEJHTER, DEMOKRTIS DN BERKEDILN. Misi yang ditetapkan antara lain; 1) melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera, 2) memperkuat pilar-pilar demokrasi, 3) memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. ENDHULUN I - 5
19 Demi mewujudkan visi dan misi tersebut, emerintah menentukan lima (5) agenda pembangunan yang dijabarkan sebagai berikut: 1. embangunan Ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat 2. erbaikan tata kelola pemerintahan 3. enegakan pilar demokrasi 4. enegakan hukum dan pemberantasan korupsi 5. embangunan yang inklusif dan berkeadilan. RJM Nasional tersebut menjadi acuan penyusunan Rancangan wal RKD Kab. Trenggalek, khususnya dalam menjabarkan program-program sektoral dan program kewilayahan/regional. rogram yang bersifat sektoral, antara lain dapat dilihat pada Instruksi residen Nomor 3 Tahun 2010 tentang rogram embangunan yang Berkeadilan. Inpres ini memuat program-program yang dinaungi ke dalam rogram ro-rakyat, rogram Keadilan untuk Semua ( justice for all); dan rogram encapaian Tujuan Milenium (Millenium Development Goals - MDGs). Rencana Kerja emerintah (RK) 2014 rah kebijakan pembangunan pemerintah tahun 2014 berdasarkan tema RK Tahun 2014 adalah MEMNTKN EREKONOMIN NSIONL BGI ENINGKTN KESEJHTERN RKYT YNG BERKEDILN yang dibangun berdasarkan unsur pokok tema RK 2014 yang meliputi: 1) emantapan erekonomian Nasional; eningkatan daya saing; eningkatan ketahanan ekonomi; Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. 2) eningkatan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan; embangunan SDM; enurunan kemiskinan dan pengangguran; Mitigasi bencana; eningkatan kesejahteraan rakyat lainnya. 3) emeliharaan Stabilitas Sosial dan olitik. Membaiknya kinerja birokrasi dan pemberantasan korupsi; Memantapkan penegakan hukum, pertahanan, dan pelaksanaan emilu Tahun Sesuai dengan tema RK Tahun 2014 tersebut, maka sasaran utama pembangunan nasional yang harus dicapai pada akhir tahun 2014 antara lain yaitu: 1. encapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 sampai dengan 7,2 persen. 2. enurunan angka pengangguran menjadi 5,0 sampai dengan 6,0 persen. 3. enurunan angka kemiskinan menjadi 8 sampai dengan 10 persen. 4. Laju inflasi 4,5 dan bertambah atau berkurang 1 persen. RJMD rov. Jawa Timur Visi RJM Daerah Jawa Timur adalah TERWUJUDNY JW TIMUR YNG MKMUR DN BERKHLK DLM KERNGK NEGR KESTUN REUBLIK INDONESI. Dalam mewujudkan visi tersebut, rovinsi Jawa Timur berfokus pada satu misi, Mewujudkan Makmur Bersama Wong Cilik Melalui BD Untuk Rakyat. Sebagai upaya mewujudkan visi dan misi tersebut, maka emerintah rovinsi Jawa Timur menetapkan sembilan agenda utama selama lima tahun ke depan, antara lain: 1. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, terutama bagi masyarakat miskin 2. Memperluas lapangan kerja, meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan, memberdayakan ekonomi rakyat, terutama wong cilik, dan meningkatkan kesejahteraan sosial rakyat; ENDHULUN I - 6
20 3. Meningkatkan percepatan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, terutama melalui pengembangan agroindustri (agrobisnis), serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur, terutama pertanian dan pedesaan; 4. Memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup, serta meningkatkan perbaikan pengelolaan sumber daya alam, dan penataan ruang; 5. Mewujudkan percepatan reformasi birokrasi, dan meningkatkan pelayanan publik; 6. Meningkatkan kualitas kesalehan sosial demi terjaganya harmoni sosial; 7. Meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan, serta terjaminnya kesetaraan gender, dan meningkatkan peran pemuda, serta mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga; 8. Meningkatkan keamanan dan ketertiban, supremasi hukum, dan penghormatan hak asasi manusia; dan 9. Mewujudkan percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi sosial ekonomi dampak lumpur panas Lapindo. RKD rovinsi Jawa Timur 2014 Sejalan dengan tema pembangunan pemerintah pusat, kebijakan pembangunan rovinsi Jawa Timur Tahun 2014 adalah MENINGKTKN KESEJHTERN RKYT JW TIMUR MELLUI ERLUSN LNGN KERJ, ENGUTN EKONOMI EREMUN, DN ENINGKTN DY SING DLM MENYONGSONG FT yang dijabarkan ke dalam unsur pokok tema yaitu: 1) KESEJHTERN RKYT, meliputi unsur-unsur : a. eningkatan endapatan/drb per kapita b. enurunan Kemiskinan c. enurunan engangguran d. eningkatan IM e. enurunan Disparitas Wilayah 2) ERLUSN LNGN KERJ, meliputi unsur-unsur : a. eningkatan Kuantitas dan Kualitas SMK ( Umum & ondok esantren). b. eningkatan Kualitas BLK Standar Internasional. c. engembangan kses ermodalan UMKM. d. eningkatan rus Modal/Investasi 3) ENGUTN EKONOMI EREMUN, meliputi unsur-unsur : a. eningkatan Jaringan Usaha dan kses ermodalan b. Mengoptimalkan eran erempuan pada Lembaga/Kegiatan Usaha Ekonomi roduktif. 4) ENINGKTN DY SING, meliputi unsur-unsur : a. eningkatan Daya Saing Daerah, meliputi : Kualitas elayanan ublik Efektivitas ublic Expenditure Reformasi dministrasi/birokrasi Kualitas Infrastruktur Stabilitas Keamanan/olitik b. eningkatan Daya Saing roduk, meliputi : Kualitas roduk Kualitas Jasa rus Investasi rus Modal Kualitas SDM (Tenaga Trampil) ENDHULUN I - 7
21 Dengan memperhatikan target capaian indikator kinerja utama yang termuat dalam RJMD rovinsi Jawa Timur Tahun dan capaian tahun 2012 maka ditetapkan target kinerja pembangunan rovinsi Jawa Timur Tahun 2014 adalah: Tabel 1.1. Target Kinerja embangunan rovinsi Jawa Timur Indikator Kinerja Utama Target RJMD Justifikasi Target RKD Tingkat engangguran Terbuka (%) 5,20-5,40 3,5-4,0 Kemiskinan (%) 13,5-14,0 11,0-12,0 ertumbuhan Ekonomi (%) 5,50-6,00 7,5-7,7 Indeks Disparitas 113,50-113, Indeks embangunan Manusia 70,50-71, ,15 Sumber : RKD rov. Jawa Timur Tahun 2014 RJD Kab. Trenggalek Rencana embangunan Jangka anjang (RJ) Daerah Kabupaten Trenggalek adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan daerah untuk masa 20 tahun ke depan yang mencakup kurun waktu mulai Tahun 2005 hingga Tahun RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari RJMD Tahun yang juga merupakan penjabaran dari RJD Kab. Trenggalek Tahun RJD Kab. Trengalek Tahun telah ditetapkan dengan eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 14 Tahun Tahapan dan skala prioritas yang ditetapkan dalam RJD mencerminkan urgensi permasalahan yang hendak diselesaikan tanpa mengabaikan permasalahan lainnya. Oleh karena itu, tekanan skala prioritas dalam setiap tahapan berbedabeda, tetapi semua harus berkesinambungan dari periode ke periode berikutnya dalam rangka mewujudkan sasaran pokok pembangunan jangka panjang. Tujuan pembangunan jangka panjang tahun adalah mewujudkan Kabupaten Trenggalek sejahtera dan berakhlak, melalui penerapan kebijakan dan pelaksanaan program secara terfokus dan bertahap, dengan memberikan prioritas utama pada kebijakan dan program yang bernilai strategis berdasarkan ancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta rangkaian aturan perundangan terkait lainnya. Untuk mencapai tujuan pembangunan jangka panjang daerah periode 20 tahun mendatang, Visi Kabupaten Trenggalek dituangkan ke dalam 7 (tujuh) Misi, dengan penjelasan sebagai berikut : 1. Mengembangkan erekonomian Berbasis ertanian dengan Mengutamakan grobisnis dan groindustri; 2. Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas, Berakhlak Mulia dan Berbudaya; 3. Mewujudkan embangunan yang Berkeadilan dan Kemudahan Masyarakat Memperoleh kses untuk Meningkatkan Kualitas Hidup; 4. Mengoptimalkan emanfaatan Sumber Daya lam dengan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup; 5. Mengembangkan Infrastruktur yang Bermanfaat bagi Masyarakat dan mempunyai Nilai Tambah; 6. Mengembangkan Tata Kelola emerintahan yang Baik dengan Berorientasi pada elayanan rima; dan 7. Mewujudkan Kabupaten Trenggalek Berperan enting dalam Lingkup Kawasan. Dokumen RJD merupakan acuan dan pedoman untuk penyusunan dokumen perencanaan lima tahunan (RJMD dan Renstra -SKD) dan tahunan (RKD dan Renja-SKD). dapun keterkaitan antara dokumen perencanaan pembangunan daerah dpat dijelaskan sebagaimana pada Gambar dibawah ini. ENDHULUN I - 8
22 Gambar.1.2. Keterkaitan Dokumen erencanaan embangunan Daerah Kab. Trenggalek RJMD Kab. Trenggalek Berdasarkan berbagai kondisi pembangunan yang dihadapi Kabupaten Trenggalek , maka dibutuhkan solusi-solusi strategis untuk mengatasinya selama lima tahun mendatang. Untuk itu, pembangunan Trenggalek berangkat dari landasan visi : ERUBHN MENUJU TERWUJUDNY MSYRKT TRENGGLEK YNG SEJHTER DN BERKHLK. Untuk mewujudkan visi pembangunan Trenggalek tersebut maka misi pembangunan Trenggalek adalah : EMBNGUNN RO RKYT. Yang dimaksud dengan embangunan ro Rakyat adalah pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, dirancang dan dilaksanakan dengan melibatkan rakyat. Misi yang merupakan perwujudan visi pembangunan Kabupaten Trenggalek Tahun dijabarkan ke dalam 3 misi, dijalankan secara berkesinambungan dan sinergis, serta memfokuskan pada pengembangan sektor- sektor ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia sebagai basis pembangunan kemakmuran masyarakat Kabupaten Trenggalek sesuai Misi embangunan ro Rakyat yang diarahkan untuk: 1. Meningkatkan ksesibilitas dan Kualitas elayanan Kebutuhan Dasar Rakyat dan enanggulangan Kemiskinan 2. Mewujudkan Ekonomi Daerah yang Mandiri, Berdaya Saing, Berkeadilan, serta Berbasis pada Ekonomi Kerakyatan dan Kelestarian Lingkungan Hidup 3. Memantapkan Harmoni Sosial melalui peningkatan kesalehan sosial, penegakan serta penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia, dengan didukung birokrasi yang reformatif dan pelayanan publik yang prima. RKD merupakan dokumen perencanaan pemerintah untuk periode 1 (satu) tahun dan merupakan penjabaran dari RJMD yang memuat: 1. Rancangan kerangka ekonomi daerah 2. rogram prioritas pembangunan daerah 3. Rencana kerja, pendanaan dan prakiraan maju, yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar penyusunan KU-S. ENDHULUN I - 9
23 RTRW Kab. Trenggalek Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Trenggalek disusun berdasarkan azas penataan ruang yang tertuang pula pada UU No. 26 Tahun 2007 tentang enataan Ruang, yaitu : (a) Keterpaduan; (b) Keserasian, keselarasan dan keseimbangan; (c) Keberlanjutan; (d) Keberdayagunaan dan keberhasilgunaan; (e) Keterbukaan; (f) Kebersamaan dan kemitraan; (g) erlindungan Kepentingan Umum; (h) Kepastian Hukum dan Keadilan; dan (i) kuntabilitas. ada prinsipnya, RTRW Kabupaten Trenggalek sebagaimana yang dirumuskan di dalam rencana tata ruang wilayah merupakan rumusan keinginan dan harapan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Trenggalek terhadap situasi dan kondisi sosial, ekonomi dan fisik yang terjadi dan berkembang di dalam wilayahnya sampai dengan tahun Rentang waktu tersebut dibagi atas empat periode. rogram/proyek yang diusulkan untuk dilaksanakan pada setiap sektor, periodisasi pelaksanaannya dialokasikan pada keempat periode waktu tersebut. Untuk mencapai situasi dan kondisi yang diinginkan tersebut, diperlukan kerja keras dan pengerahan seluruh sumber daya yang dimiliki. Namun, disadari bahwa sumberdaya yang dimiliki oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Trenggalek sangatlah terbatas. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan pembangunan yang rasional, masuk akal, disesuaikan dengan kemampuan yang ada, tatapi juga memenuhi kebutuhan yang paling dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Dalam mewujudkan perwilayahan pengembangan telah diambil kebijaksanaan perwilayahan Kabupaten Trenggalek yang dibagi 1 (satu) usat Kegiatan Lokal (KL) dan 2 (dua) usat Kegiatan Lokal romosi (KLp), dimana masing-masing KLp memiliki fungsi sesuai dengan potensi yang dimilikinya, serta arahan kegiatan utama berdasarkan kegiatan yang dominan yang mungkin dikembangkan di wilayah pengembangan masing-masing. dapun rencana sistem perwilayahan di Kabupaten Trenggalek beserta fungsi dan arahan kegiatan utamanya adalah sebagai berikut: 1. engembangan dan pemantapan erkotaan Trenggalek sebagai usat Kegiatan Lokal (KL) atau sebagai ibukota kabupaten, KL Trenggalek mempunyai fungsi wilayah sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa regional, pengembangan permukiman, pelayanan sosial dan pertumbuhan wilayah kabupaten. 2. engembangan perkotaan usat Kegiatan Lokal promosi (KLp) yaitu perkotaan Watulimo dan perkotaan Durenan a) KLp Watulimo mempunyai fungsi wilayah sebagai pengembangan permukiman, perdagangan dan jasa skala lokal, pelayanan sosial dan pemerintahan, perikanan, industri dan pariwisata. b) KLp Durenan mempunyai fungsi wilayah sebagai pengembangan permukiman, perdagangan dan jasa skala lokal, pelayanan sosial dan pemerintahan, dan industri. 3. engembangan perkotaan usat elayanan Kawasan (K) yaitu perkotaan anggul dan perkotaan Kampak a) K anggul mempunyai fungsi wilayah sebagai pengembangan permukiman, pelayanan sosial dan pemerintahan, perdagangan dan jasa skala lokal, pariwisata dan industri. b) K Kampak mempunyai fungsi wilayah sebagai pelayanan sosial dan pemerintahan dan perdagangan dan jasa skala lokal. Rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten perlu diprioritaskan, karena berisikan arahan yang memiliki nilai strategis nasional, propinsi maupun kabupaten. Kawasan strategis adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup nasional/propinsi/kabupaten terhadap pertahanan dan keamanan, ekonomi, sosial budaya, teknologi tinggi dan/atau lingkungan hidup. ENDHULUN I - 10
24 Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan dengan kriteria sebagai berikut : 1. Memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh 2. Memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi 3. Kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air 4. Kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup Berdasarkan pengertian tersebut, serta arahan pengembangan kawasan kegiatan utama dari kebijakan pembangunan dan kebijakan tata ruang kabupaten yang telah di analisa sebelumnya, maka ditetapkan beberapa kawasan yang merupakan kawasan strategis. ntara lain meliputi kawasan strategis ekonomi yaitu kawasan strategis pariwisata, kawasan strategis agropolitan dan minapolitan, kawasan strategis segitiga emas durenan, serta kawasan strategis bendungan Tugu. Kawasan strategis lingkungan hidup yang meliputi kawasan hutan lindung, kawasan perlindungan setempat, kawasan pantai berhutan bakau dan kawasan lindung karst. Kawasan strategis lainnya meliputi kawasan pertahanan dan keamanan dan kawasan strategis sempadan JLS. Dengan mengacu kepada potensi dan permasalahan Kabupaten Trenggalek, dapat disimpulkan prioritas pembangunan yang seyogyanya menjadi komitmen seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten dan masyarakatnya, yaitu: 1. Mengembangkan kawasan agropolitan berbasis potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan dengan menyediakan infrastruktur kawasan yang terintegrasi. 2. Mengembangkan industri pengolah hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan sehingga produk yang dijual di pasar telah mengalami pengolahan terlebih dahulu. 3. Mengembangkan pusat produksi, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang didukung dengan ketersediaan infrastruktur kawasan yang terintegrasi. 4. Mengembangkan kawasan pariwisata alam dengan menawarkan paket wisata dan pola perjalanan wisata. 5. Menyediakan sistem mitigasi bencana dan pengendalian pembangunan di kawasan rawan bencana 6. Mewujudkan struktur ruang melalui penyediaan infrastruktur regional. 7. enghijauan dan pengendalian secara ketat kawasan lindung dalam rangka pelestarian lingkungan hidup. 8. emanfaatan lahan secara optimal untuk kegiatan budidaya. 9. Menjaga pertahanan dan keamanan negara dalam rangka mewujudkan ruang yang aman. RKD harus selaras dan mendukung kebijakan program yang ada pada dokumen RTRW Kab. Trenggalek Tahun Dimana RTRW adalah dokumen perencanaan jangka panjang yang berbasis spasial yang di dalamnya juga mempedomani RJD Kabupaten Trenggalek rah kebijakan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 yang berbasis kewilayahan (spasial) termasuk kebijakan pembangunan infrastruktur, pengembangan wilayah, program pengembangan agropolitan dan minapolitan serta program pengembangan berbasis cluster harus mengacu dokumen RTRW agar terjadi sinkronisasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Rencana Struktur Ruang pada Dokumen RTRW Kab. Trenggalek Tahun ditampilkan pada Gambar berikut. ENDHULUN I - 11
25 Gambar 1.3. Rencana Struktur Ruang RTRW Kab. Trenggalek Tahun Renja SKD 2014 Renja SKD adalah dokumen perencanaan SKD untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. enyusunan rancangan Renja SKD merupakan tahapan awal yang harus dilakukan sebelum disempurnakan menjadi dokumen Renja SKD yang definitif. Rancangan Rencana Kerja (Renja) SKD Tahun 2014 sebagai bahan untuk penyusunan Rancangan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun rinsip-prinsip di dalam penyusunan Rancangan Renja SKD, adalah sebagai berikut: 1. Mengacu pada rancangan awal RKD Tahun 2014, yang digunakan sebagai acuan perumusan program, kegiatan, indikator kinerja dan dana indikatif dalam Renja SKD Tahun 2014, sesuai dengan rencana program prioritas pada rancangan awal RKD Tahun Mengacu pada Renstra SKD Tahun , sebagai acuan penyusunan tujuan, sasaran, kegiatan, kelompok sasaran, lokasi kegiatan serta prakiraan maju berdasarkan program prioritas rancangan awal RKD yang disusun ke dalam rancangan Renja SKD, selaras dengan Renstra SKD. 3. Mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, sebagai acuan perumusan kegiatan alternatif dan/atau baru untuk tercapainya sasaran Renstra SKD berdasarkan pelaksanaan Renja SKD tahuntahun sebelumnya. 4. Untuk memecahkan masalah yang dihadapi, sebagai acuan perumusan tujuan, sasaran, kegiatan, kelompok sasaran, lokasi kegiatan serta prakiraan maju dalam rancangan Renja SKD, serta dapat menjawab berbagai isu-isu penting terkait dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKD. 5. Memasukkan usulan kegiatan hasil Musrenbang Kecamatan yang terkait dengan SKD, sebagai acuan perumusan kegiatan dalam rancangan Renja SKD mengakomodir usulan masyarakat yang selaras dengan program prioritas yang tercantum dalam rancangan awal RKD. ENDHULUN I - 12
26 dapun diagram alur keterkaitan antar dokumen perencanaan dengan Dokumen RKD Kabupaten Trenggalek dapat dilihat pada Gambar berikut ini. Gambar 1.4. Diagram lur Keterkaitan antara Dokumen RKD dengan Dokumen erencanaan lainnya 1.4. SISTEMTIK DOKUMEN RKD Dokumen RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 disusun dengan sistematika sebagai berikut : BB I. BB II. ENDHULUN Menguraikan mengenai pengertian, proses penyusunan, kedudukan dan keterkaitan antara dokumen RKD dengan dokumen perencanaan lainnya, landasan hukum, maksud dan tujuan penyusunan serta sistematika dokumen RKD. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN Menjelaskan terkait gambaran umum kondisi daerah Kabupaten Trenggalek, evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKD sampai tahun berjalan dan realisasi RJMD serta menguraikan permasalahan pembangunan daerah yang berhubungan dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah serta identifikasi permasalahan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah BB III. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH Menjelaskan tentang kondisi ekonomi tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan, yang antara lain mencakup indikator pertumbuhan ekonomi, sumber-sumber pendapatan dan kebijakan pemerintah Kabupaten Trengalek yang diperlukan dalam pembangunan perekonomian meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. ENDHULUN I - 13
27 BB IV. BB V. BB VI. RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH Menjelaskan prioritas pembangunan daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan. Bab ini berisi uraian mengenai strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah yang berisi tema pembangunan serta prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah yang berisikan uraian tentang program-program yang memerlukan prioritas berdasarkan sasaran yang harus dicapai dalam dokumen RJMD. RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH Berisikan penjelasan rincian program dan kegiatan pokok RKD tahun 2014 yang dikaitkan dengan sasaran-sasaran strategis dalam RJMD. ENUTU Berisikan tentang kaidah pelaksanaan berupa penegasan dalam menerapkan RKD serta tindak lanjut yang perlu dilaksanakan oleh SKD dan pelaku pembangunan lainnya MKSUD DN TUJUN Dalam tata urutan dokumen perencanaan, maksud penyusunan RKD adalah untuk menjaga konsistensi dan keterpaduan antara perencanaan, pelaksanaan, penganggaran dan pengawasan. enyusunan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 juga dimaksudkan sebagai penjabaran jangka pendek dari tujuan strategis pembangunan daerah dalam mewujudkan visi misi yang ditetapkan dalam dokumen RJMD. Sedangkan tujuan dari penyusunan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014, diantaranya adalah sebagai berikut : a) Menyelaraskan skala prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah; b) Menjabarkan rencana strategis ke dalam rencana operasional dan memelihara konsistensi antara capaian tujuan perencanaan strategis jangka menengah dengan tujuan perencanaan dan penganggaran tahunan pembangunan daerah; c) Memberikan arah bagi seluruh stakeholder pembangunan daerah dalam merumuskan dan menyusun perencanaan serta partisipasi dalam pembangunan daerah tahun 2014; d) Memberikan arah dan pedoman bagi SKD di lingkungan emerintah Kabupaten Trenggalek dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) dan RK SKD; e) Menjadi edoman dalam penyusunan KU, S, RBD dan BD; ENDHULUN I - 14
28 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 BB II EEV V LLU U SSII H H SSIILL EELL KKSS N N N N RRKKD D TT H HU UN N LL LLU UD D N NC C II N N KKIIN NEERRJJ EEN NYYEELLEEN NG GG G RR N N EEM MEERRIIN NTT H H N N Evaluasi RKD tahun lalu menguraikan tentang kinerja pelaksanaan RKD tahun lalu dengan memperhatikan dokumen RJMD dan evaluasi kinerja RKD tahun berjalan. Sedangkan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan menguraikan tentang pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan permasalahan pembangunan GMBRN UMUM KONDISI DERH ada sub bab ini dijelaskan tentang kondisi daerah secara objektif dari aspek geografi dan demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah spek Geografi dan Demografi Kondisi Geografi Secara geografis Kabupaten Trenggalek berada diantara koordinat ' Bujur Timur dan 7 53' 8 34' Lintang Selatan. Secara administrasi Kabupaten Trenggalek berbatasan dengan : - Sebelah Utara : Kabupaten Tulungagung dan onorogo Sebelah Timur : Kabupaten Tulungagung Sebelah Selatan : Samudera Indonesia Sebelah Barat : Kabupaten acitan dan onorogo D E B ET DMI NI STRSI KB. TRENGGLEK EMERINTH KBUTEN TRENGGLEK Gambar 2.1. eta dministrasi Kabupaten Trenggalek EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 1
29 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Wilayah administratif Kabupaten Trenggalek terbagi menjadi 14 kecamatan, 152 desa dan 5 kelurahan, 540 dusun/lingkungan, rukun warga dan rukun tetangga. Dari 14 kecamatan hanya 4 kecamatan yang mayoritas topografinya berupa dataran, yaitu Kecamatan Trenggalek, Kecamatan ogalan, Kecamatan Tugu dan Kecamatan Durenan. Sedangkan 10 kecamatan lainnya mayoritas topografinya berupa pegunungan. Kawasan pegunungan terletak pada kabupaten sebelah utara dan tengah yaitu Kecamatan Bendungan, Kecamatan ule, Kecamatan Kampak dan Kecamatan Dongko. Sedangkan Kawasan pesisir terletak di Kecamatan Watulimo, Kecamatan Munjungan dan Kecamatan anggul. dapun Tabel wilayah Kabupaten Trenggalek per kecamatan dan peta administrasi Kabupaten Trenggalek adalah sebagai berikut. Tabel 2.1 Nama Luas Wilayah per Kecamatan dan Jumlah Kelurahan No Nama Kecamatan Jumlah kelurahan/desa anggul Munjungan Watulimo Kampak Dongko ule Karangan Suruh Gandusari Durenan ogalan Trenggalek Tugu Bendungan Jumlah Luas wilayah Luas (Ha) ersentase (%) 10,43 12,27 12,24 6,26 11,19 9,36 4,04 4,02 4,36 4,53 3,31 4,85 5,92 7,2 100 E D Sumber: Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 Wilayah Kabupaten Trenggalek terletak dalam lintasan rencana Jalan Lintas Selatan wilayah Jawa Timur yang membentang dari Kabupaten acitan sampai dengan Banyuwangi yang nantinya merupakan jalur transportasi utama lintas selatan ulau Jawa bagian timur lewat jalur darat. Bagian selatan wilayah Kabupaten Trenggalek berhadapan dengan Samudera Hindia dan lautan bebas yang merupakan jalur transportasi laut utama dunia menuju Benua ustralia. Wilayah Kabupaten Trenggalek terdiri dari wilayah darat Ha atau 1.261,40 km2 dan wilayah pengelolaan laut sepanjang 711,17 km2. Wilayah darat tersebut terdiri dari sawah Ha (9,69 %) dan Tanah Kering Ha (38,20%), Hutan Negara Ha (48,30%), erkebunan Ha (2,01%), Lain-lain Ha (1,78%) (BS, 2012). Kabupaten Trenggalek juga mempunyai wilayah laut (Zona Ekonomi Eksklusif) seluas ± km2 dan wilayah kepulauan yang tersebar di Kawasan Selatan Kabupaten Trenggalek. Jumlah pulau yang berada di wilayah Kabupaten Trenggalek sebanyak 57 pulau, yang keseluruhannya masih belum berpenghuni. ulau terluar dari wilayah Kabupaten Trenggalek adalah ulau anikan dan ulau Sekel. Kawasan pesisir di beberapa lokasi dalam beberapa kurun waktu terakhir terjadi abrasi. Gelombang pasang air laut mengikis tebing, batu karang dan daratan. Di beberapa lokasi juga terjadi kerusakan hutan mangrove, baik akibat ulah manusia maupun faktor alam. Kondisi ini menuntut diadakannya konservasi dalam rangka melindungi kawasan lingkungan pesisir. B EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 2
30 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Wilayah Kabupaten Trenggalek memiliki topografi yang bervariasi, perpaduan daratan yang landai dan perbukitan bergelombang yang curam. Topografi Kabupaten Trenggalek terdiri dari 2/3 bagian wilayah pegunungan dan 1/3 bagian wilayah dataran rendah dengan ketinggian antara 0 sampai dengan m di atas permukaan air laut dan dari ketinggian tersebut 53,8% berketinggian m. Sedangkan kemiringan tanah 0% - 7% untuk wilayah dataran rendah dan 7% - 40% untuk wilayah pegunungan dengan rincian : - Kemiringan 0 2% (datar) = Kemiringan 2 15% (landai) = Kemiringan % (miring)= Kemiringan > 40% (curam) = 16,0 % 4,5 % 39,0 % 40,5 % Dari data tersebut, sebagian besar atau 79,5 % termasuk kategori miring dan curam sehingga kondisi ini rawan terhadap bencana alam. Wilayah administratif Kabupaten Trenggalek 48,30% diantaranya merupakan hutan negara dibawah penguasaan erum erhutani yang banyak berbatasan dengan lahan pemerintah maupun masyarakat. Di beberapa lokasi pernah terjadi sengketa dan permasalahan terkait dengan pengakuan hak maupun pengelolaan lahan. Diantaranya sudah difasilitasi penyelesaiannya dengan damai dengan sistem pengelolaan bersama, dimana erum erhutani mengelola tegakan pokok sedangkan masyarakat memanfaatkan sekitar dengan tanaman tumpang sari. Namun demikian, di beberapa lokasi masih berpotensi dan masih rawan terjadinya permasalahan atas pengakuan hak dan pengelolaan lahan antara masyarakat dengan erum erhutani. Dilihat dari penggunaan tanah di wilayah Kabupaten Trenggalek, terlihat paling banyak adalah hutan negara yaitu % dari wilayah kabupaten. Sebagian dari wilayah hutan tersebut terdapat lahan kritis dimana luas lahan kritis meningkat dari tahun 2007 seluas ha menjadi ha pada tahun 2008, kemudian tahun 2009 turun menjadi ,84 ha dan pada tahun 2010 turun menjadi ,34 ha. ada tahun 2011 luas lahan kritis kembali mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya menjadi ,84 ha. enurunan dari tahun ke tahun ini tetap diperlukan dalam upaya perbaikan lahan kritis untuk mencegah terjadinya bencana di kemudian hari. Secara geologis, Kabupaten Trenggalek memiliki beberapa batuan induk. Jenis batuan induk yang ada di Kabupaten Trenggalek antara lain : D E B - Miosenne sedimentary Miosenne limostone : : - ndesit : - Liat dan asir (alluvium) : - Undifferentioned vulcanic : di semua kecamatan Kecamatan anggul, Watulimo, Dongko dan Karangan Kecamatan Munjungan, Watulimo, ogalan dan Karangan di semua kecamatan kecuali Dongko, ule dan Bendungan di Kecamatan Bendungan Struktur tanah di Kabupaten Trenggalek meliputi andosol dan latosol di bagian utara. Batuan Mediteran, grumosol dan regusol yang terletak di bagian timur. Batuan mediteran di bagian selatan dan batuan alluvial di bagian barat kabupaten. Susunan explorasi tanah terdiri dari lapisan tanah ndosol dan Latosol, Mediteran, Grumosol dan Regosol, lluvial dan Mediteran. Lapisan tanah lluvial terbentang di sepanjang aliran sungai di bagian wilayah timur dan merupakan lapisan tanah yang subur, luasnya berkisar antara 10 % hingga 15 % dari seluruh wilayah. ada bagian lain, yaitu bagian selatan, barat laut dan utara, tanahnya EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 3
31 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 terdiri dari lapisan Mediteran yang bercampur dengan lapisan Grumosol dan Latosol. Lapisan tanah ini sifatnya kurang daya serapnya terhadap air sehingga menyebabkan lapisan tanah ini kurang subur. Secara hidrologis, Kabupaten Trenggalek terdiri atas 28 sungai dengan panjang antara 2 Km hingga 41,50 Km dengan debit air antara 674 M 3/detik (Kali Jati) sampai dengan M 3/detik (Kali Munjungan). Dengan debit air sungai yang relatif tinggi merupakan indikasi tingkat erosi yang cukup tinggi. Untuk pemanfaatan potensi aliran sungai tersebut baik untuk air bersih maupun irigasi diperlukan pembangunan lebih banyak bangunan penampung air, baik bendungan, embung, dam dan lain-lain. ir tanah atau juga disebut air artesis merupakan air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, diantara dua lapisan kedap air. ir tanah dimanfaatkan penduduk sebagai sumber air bersih melalui pengeboran ataupun sumur di permukiman penduduk. Keberadaan air tanah sangat tergantung pada curah hujan dan kemampuan peresapan air ke dalam tanah. Kondisi air tanah di Kabupaten Trenggalek cukup bervariasi. otensi air tanah terbesar terdapat di Kecamatan Bendungan. Sedangkan produktifitas air tanah sedang terletak di kawasan dataran. Selain air tanah dalam, Kabupaten Trenggalek juga memiliki air permukaan. ir permukaan sebagian besar berupa sungai besar dan anak sungai. Setiap sungai tentunya memiliki Daerah liran Sungai (DS) dimana kondisi lingkungan DS akan mempengaruhi debit sungai. Luas DS di Kabupaten Trenggalek dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. D Tabel 2.2. DS Kabupaten Trenggalek No Nama DS Bagong Cengkrong Damas Dawuhan Gede Gobo Gurang Jabung Jati Karang Tuao Konang Kuteng Mujing Ngasinan Ngasinanlama Ngemplak Ngeongan Ngepeh Ngulung adan erahuremak inggir rambon Salam Tawing Tembawur Timpak Nongko Werahan Weru Luas (ha) 8.548, , ,35 5, ,73 953,21 819, , , , , , , , , , , , ,66 598, , , ,2 477, , , , ,22 515,01 E B Debit m3/detik 2,518 2,214 0,705 4,793 4,793 1,353 1,086 - Sumber : Dinas U Bina Marga dan engairan Kabupaten Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 4
32 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ada wilayah Kabupaten Trenggalek terdapat banyak aliran sungai, baik besar maupun kecil. Di bagian utara terdapat 2 sungai besar yang mengalir ke selatan, yaitu Sungai Bagong dan Sungai inggir. Sungai Ngasinan merupakan muara beberapa sungai yang cukup besar, yaitu dari utara Sungai Bagong yang bermuara di Kelurahan Tamanan dan Sungai rambon yang bermuara di Kecamatan Tugu, dan barat Sungai inggir yang bermuara di Kecamatan Tugu dan dari selatan Sungai Nglongah (Mlinjon) yang bermuara di Kecamatan Trenggalek. Sebelum masuk Dam Dawung menyatu dengan Sungai Munjungan. Sungai-sungai yang berada di DS Brantas sebagian besar digunakan untuk irigasi, dan sebagian masuk ke LT Niyama. Sedangkan di bagian selatan terdapat sungai besar yang mengalir ke Samudera Indonesia, yaitu Sungai Gedangan berhulu di Kecamatan ule, Dongko dan anggul; Sungai Konang di Kecamatan Dongko dan anggul; Sungai Tumpak Nongko di Kecamatan Munjungan; Sungai Ngemplak di Kecamatan Watulimo. Lokasi Kabupaten Trenggalek berada di sekitar garis Katulistiwa, maka seperti Kabupaten-kabupaten lainnya di Jawa Timur yang mempunyai perubahan iklim sebanyak 2 jenis setiap tahunnya yakni musim kemarau dan musim penghujan. Bulan September pril merupakan musim penghujan, sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Mei gustus. Namun akhir-akhir ini dengan perubahan anomali cuaca maka siklus hujan menjadi tidak menentu. Jumlah hari hujan di Kabupaten Trenggalek rata-rata 116 hari hujan pada tahun 2012 dengan rata-rata curah hujan sebanyak 17,63 mm. Sebagian wilayah Kabupaten Trenggalek adalah daerah rawan bencana, terutama tanah longsor dan banjir. Selain itu di sebelah selatan Kabupaten Trenggalek yaitu di kawasan pesisir merupakan wilayah rawan bencana tsunami dan gempa tektonik akibat tumbukan lempeng. Bencana tanah longsor sering terjadi di Kabupaten Trenggalek terutama jika musim hujan tiba. Terdapat beberapa 2 faktor yang menyebabkan sebagian besar kawasan di Trenggalek masuk kategori rawan bencana tingkat sedang dan tinggi. ertama adalah faktor alam yang terdiri dari aspek geologi dan tanah, aspek hidrologi dan klimatologi, aspek topografi, dan aspek penutupan lahan (vegetasi). Kedua, adalah faktor manusia yang memanfaatkan alam secara tidak bertanggung jawab. Kecamatan yang termasuk kategori kerawanan tinggi untuk bencana tanah longsor adalah Kecamatan anggul, Kecamatan Munjungan, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Kampak, Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Bendungan. Daerah tersebut merupakan areal yang mempunyai derajat kerentanan relatif besar untuk terjadinya longsor. Oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan lingkungan yang rusak dan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya longsor sehingga dapat meminimalisir dampak yang akan terjadi. Selain longsor, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Trenggalek adalah banjir di musim penghujan bahkan beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan intensitas banjir di sejumlah wilayah. Bencana banjir tentunya membawa kerugian yang tidak sedikit bahkan banyak infrastruktur yang rusak akibat banjir. Rusaknya infrastruktur akan mengganggu aktivitas masyarakat dan melumpuhkan perekonomian daerah. Kawasan banjir di Kabupaten Trenggalek dapat diidentifikasi menjadi beberapa tipologi yang terdiri dari kawasan dengan tingkat kerawanan banjir tinggi, tingkat kerawanan banjir menengah dan tingkat kerawanan banjir rendah. Luasan kawasan rawan banjir tinggi sebesar ± ha yang tersebar di sebagian Kecamatan anggul, Kecamatan Munjungan, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Gandusari, Kecamatan Kampak, Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Karangan, Kecamatan Tugu dan Kecamatan ogalan. D E B EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 5
33 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Luasan kawasan rawan banjir menengah sebesar ± ha yang tersebar di hampir wilayah administrasi kecamatan yaitu Kecamatan Munjungan, Kecamatan Gandusari, Kecamatan Durenan, Kecamatan ogalan, Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Karangan, Kecamatan Bendungan, Kecamatan Tugu dan Kecamatan ule. Selain itu luasan kawasan rawan banjir rendah sebesar ± ha yang tersebar di semua kecamatan. Dengan teridentifikasinya kawasan rawan banjir tersebut maka kedepannya dapat dilakukan mitigasi bencana banjir melalui pemanfaatan ruang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, maka Kabupaten Trenggalek juga berpotensi mengalami Tsunami yang dapat dipicu oleh gempa tektonik akibat tumbukan lempeng Indo-ustralia dan Eurasia. Kawasan yang berpotensi terkena Tsunami adalah Kecamatan Watulimo seluas ± ha, Kecamatan Munjungan seluas ± ha, dan Kecamatan anggul seluas ± ha. eta kawasan potensi rawan bencana Kabupaten Trenggalek pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Trenggalek Tahun dapat dilihat pada Gambar berikut. D E B Sumber : RTRW Kab. Trenggalek Gambar 2.2. eta otensi Rawan Bencana Kabupaten Trenggalek EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 6
34 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN Kondisi Demografi Menurut data Dinas Kependudukan dan encatatan Sipil Kab. Trenggalek hasil dari registrasi penduduk, jumlah penduduk Kabupaten Trenggalek pada akhir tahun 2012 sebesar jiwa. Jumlah penduduk ini naik sebesar 0,10% bila dibandingkan dengan keadaan akhir tahun 2011 sebesar jiwa. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk selama 1 dasawarsa terakhir sebesar 1,90 %. Selanjutnya berdasarkan jenis kelamin, penduduk Trenggalek di akhir tahun 2012 adalah jiwa atau 50,54 % merupakan penduduk laki-laki dan jiwa atau 49,46 % merupakan penduduk perempuan. ada tahun 2012, sex ratio yang dihasilkan sebesar 102. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya laki-laki dan perempuan seimbang, sehingga tuntutan partisipasi masyarakat menurut gender diharapkan juga bisa proporsional. Kepadatan penduduk Kabupaten Trenggalek sebesar 656 orang/ km2 di mana Kecamatan ogalan mempunyai tingkat kepadatan penduduk paling tinggi yaitu sebesar jiwa/km2. dapun Kecamatan yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk paling rendah adalah Kecamatan Bendungan dengan tingkat kepadatan 332 jiwa/km2. Tabel 2.3. Karakteristik enduduk Kab. Trenggalek Tahun 2012 (Hasil Registrasi enduduk khir Desember 2012) No. Kecamatan Kepala Keluarga enduduk (jiwa) Laki-laki 1 NGGUL MUNJUNGN ULE 4 D erempuan E Jumlah Kepadatan penduduk (jiwa/km2) DONGKO TUGU KRNGN KMK WTULIMO BENDUNGN GNDUSRI TRENGGLEK OGLN DURENN SURUH B Jumlah Sumber : Dinas Kependudukan dan encatatan Sipil, 2013 Jumlah penduduk mengandung dua konsekuensi bila dikaitkan dengan pembangunan, yaitu menjadi subyek dan obyek pembangunan. Sehingga, dalam banyak hal besarnya penduduk merupakan potensi dan modal dasar pembangunan apabila peranan keduanya bisa diwujudkan. eningkatan mobilitas penduduk yang tinggi memerlukan peningkatan pelayanan publik yang prima untuk pendaftaran penduduk yang berbasis tekhnologi Informasi seperti SIK online dan NIK (e-kt) yang telah dimulai pada 2012, serta peningkatan regulasi dan fasilitasi terhadap persebaran dan pemerataan penduduk. Meningkatnya kepadatan penduduk di wilayah jantung kota dan kawasan-kawasan yang didominasi oleh perkantoran dan kegiatan ekonomi dan bisnis memerlukan penataan ruang guna menghindari permasalahan yang komplek terkait dengan kependudukan dan sosial serta untuk mengoptimalkan pembangunan infrastruktur. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 7
35 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 erkembangan realisasi penduduk ber KT elektronik dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 2.4 erkembangan enduduk Ber KT elektronik Uraian Realisasi enduduk ber KT elektronik enduduk wajib Ber KT elektronik % enduduk ber KT elektronik 91,23 Sumber : Dinas Kependudukan dan encatatan Sipil, 2013 Tahun 2013 ini telah diluncurkan rogram TRESN (Tertib Registrasi nak), yang menjadi ujung tombak rogram Tertib dministrasi Kependudukan di Kabupaten Trenggalek. Diharapkan dengan adanya program ini lebih mendekatkan pelayanan ke masyarakat, khususnya pembuatan akte kelahiran. dapun ersentase Bayi Ber kta Kelahiran dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. Tabel 2.5. erkembangan Bayi Lahir (1 tahun) ber kta Kelahiran Uraian Bayi ber kta Bayi Lahir % Bayi ber kta 47,69 43,30 30,10 57,00 50,00 100,00 100,00 D Sumber : Dinas Kependudukan dan encatatan Sipil, 2013 emahaman masalah kependudukan diperlukan pada setiap sektor kegiatan ekonomi, misalnya; bidang pertanian, bidang kesehatan dan terutama bidang pendidikan. Masalah kependudukan yang harus mendapat perhatian diantaranya adalah : (1) jumlah penduduk yang besar dan tingkat pertumbuhan yang tinggi; (2) penyebaran dan kepadatan penduduk yang tidak merata; dan (3) kualitas SDM penduduk yang perlu ditingkatkan. ertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh faktor; kematian, kelahiran dan perpindahan. Untuk mengatasi masalah kependudukan dilakukan dengan adanya program keluarga berencana, yang pada prinsipnya mengupayakan keluarga kecil yang sejahtera. rogram pendidikan pun tidak kalah penting dalam upaya penanggulangan masalah kependudukan. Karena makin tinggi tingkat pendidikan akan dapat menunda perkawinan, dan kesempatan untuk melahirkan menjadi makin berkurang. E B Tabel 2.6. erkembangan eserta KB ktif Uraian Jumlah eserta KB ktif asangan Usia Subur (US) % eserta KB ktif , , , , , , ,32 Sumber : Badan emberdayaan erempuan, erlindungan nak dan KB Kab. Trenggalek, 2013 Guna melakukan kebijakan yang berprespektif gender maka sangat diperlukan pengetahuan mengenai persebaran penduduk berdasarkan jenis kelamin. Kebijakan pada persebaran penduduk yang seimbang antara laki-laki dan perempuan sudah seharusnya berbeda dengan persebaran yang didominasi salah satunya. Dengan demikian kebijakan yang diambil lebih efektif. Kepadatan penduduk geografis menunjukkan jumlah penduduk pada suatu daerah setiap kilometer persegi. Kepadatan penduduk geografis menunjukkan penyebaran penduduk dan tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 8
36 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN spek Kesejahteraan Masyarakat ada bagian ini menjelaskan tentang perkembangan kesejahteraan Kabupaten Trenggalek. Ditinjau dari fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial serta seni budaya dan olahraga Fokus Kesejahteraan dan emerataan Ekonomi Struktur Ekonomi dan ergeserannya Berdasarkan data DRB pada suatu daerah, maka dapat dilihat struktur ekonominya. ertumbuhan ekonomi merupakan besarnya tingkat kenaikan nilai DRB tas Dasar Harga Konstan (DHK). DRB DHK di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2012 masih didominasi sektor lapangan usaha pertanian sebesar 36,16 % disusul dengan sektor lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran sebesar 30,64 %, dan sektor lapangan usaha jasa-jasa sebesar 16,03 %. Dari ketiga sektor lapangan usaha tersebut, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir memberikan kontribusi yang terbesar terhadap DRB. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Trenggalek ditopang oleh sektor lapangan usaha pertanian, jasa-jasa serta perdagangan, hotel dan restoran. Sedangkan sektor lapangan usaha yang memberikan kontribusi terkecil bagi perekonomian Kabupaten Trenggalek pada Tahun 2012 adalah sektor lapangan usaha listrik, gas dan air minum sebesar 0,57 %. D Tabel 2.7. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam DRB Tahun 2009 s.d 2012 tas Dasar Harga Konstan (dalam jutaan rupiah) NO LNGN USH 1 2 ERTNIN ERTMBNGN DN GLIN INDUSTRI LISTRIK, GS DN IR MINUM BNGUNN ERDGNGN, HOTEL DN RESTORN NGKUTN & KOMUNIKSI KEUNGN, ERSEWN DN JS ERUSHN JS-JS DRB ertumbuhan E Th Rp. % ,51 39, ,83 1,71 Th Rp , ,05 % 38,5 1,69 Th Rp. % ,24 37, ,11 1,66 Th *) Rp , ,66 % 36,16 1, , ,87 5,49 0, , ,26 5,42 0, , ,63 5,42 0, , ,83 5,42 0, , ,68 2,22 27, , ,99 2,22 28, , ,50 2,28 29, , ,16 2,30 30, ,15 3, ,31 3, ,61 3, ,73 3, ,93 3, ,47 3, ,02 4, ,44 4, , ,40 5,64 16, , ,52 6,11 16, , ,75 6,46 16, , ,54 6,62 16,03 B Sumber: Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara Berdasarkan pada DRB tas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Trenggalek dalam kurun waktu 4 tahun terakhir tidak terjadi pergeseran struktur ekonomi yang signifikan. Sektor lapangan usaha pertanian tetap paling dominan, dimana pada tahun 2012 memberikan kontribusi sebesar 38,43%. Sektor lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran serta sektor lapangan usaha jasa-jasa memiliki kecenderungan mengalami kenaikan dimana pada tahun 2012 memberikan kontribusi sebesar 29,36 % dan 15,00 %. Berdasarkan data, maka struktur ekonomi berdasarkan harga berlaku juga cenderung tidak mengalami pegeseran. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 9
37 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Tabel 2.8. Nilai dan Kontribusi Sektor dalam DRB Tahun 2009 s.d 2012 tas Dasar Harga Berlaku (dalam jutaan rupiah) NO LNGN USH ERTNIN ERTMBNGN DN GLIN INDUSTRI LISTRIK, GS DN IR MINUM BNGUNN ERDGNGN, HOTEL DN RESTORN NGKUTN & KOMUNIKSI KEUNGN, ERSEWN DN JS ERUSHN JS-JS DRB ertumbuhan Th Rp , ,67 % 40,54 2,2 Th Rp. % ,63 39, ,50 2,09 Th Rp. % ,11 38, ,13 1,98 Th *) Rp. % ,02 38, ,52 1, , ,58 5,43 0, , ,21 5,32 0, , ,39 5,23 0, , ,79 5,19 0, , ,18 2,41 26, , ,02 2,52 27, , ,62 2,66 28, , ,72 2,61 29, ,03 3, ,48 3, ,35 3, ,77 3, ,30 3, ,89 3, ,46 3, ,32 3, , ,51 12,30 15, , ,09 12,95 15, , ,13 13,23 15, , ,39 13,28 15,00 Sumber: Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara DRB menurut Kawasan di Kabupaten Trenggalek dipetakan menjadi empat kawasan yang didasarkan pada geografisnya serta karakteristik yang hampir sama. Kawasan tersebut adalah Kawasan Selatan (Kecamatan anggul, Kecamatan Munjungan, dan Kecamatan Watulimo), Kawasan Tengah (Kecamatan Kampak, Kecamatan Dongko, Kecamatan ule, dan Kecamatan Suruh), Kawasan Timur (Kecamatan Gandusari, Kecamatan Durenan, dan Kecamatan ogalan), dan Kawasan Utara (Kecamatan Karangan, Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Tugu, dan Kecamatan Bendungan). D E Grafik 2.1. DRB DHB menurut kawasan di Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 B Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara Laju ertumbuhan Ekonomi Laju pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikator makro yang menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Indikator ini biasanya digunakan untuk menilai sampai seberapa jauh keberhasilan pembangunan suatu daerah dalam periode waktu tertentu. Dengan demikian indikator ini dapat pula dipakai untuk menentukan arah kebijaksanaan pembangunan yang akan datang. ertumbuhan yang positif menunjukkan peningkatan perekonomian. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 10
38 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Grafik 2.2. erkembangan DRB Kab. Trenggalek Tahun Sumber: Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 Tabel 2.9. ersentase Laju ertumbuhan DRB Tahun 2008 s.d 2012 NO LNGN USH ERTNIN ERTMBNGN DN GLIN INDUSTRI LISTRIK, GS DN IR MINUM BNGUNN ERDGNGN, HOTEL DN RESTORN 3,89 5,22 4,21 9,24 6,23 8, NGKUTN & KOMUNIKSI KEUNGN, ERSEWN DN JS ERUSHN JS-JS DRB D *) 3,95 5,49 4,76 8,86 4,76 7,96 4,33 4,66 4,75 8,17 6,33 9,46 2,94 4,32 6,44 8,29 9,05 10,56 3,58 2,77 6,68 6,63 7,80 10,37 3,62 6,61 5,24 6,26 6,37 6,84 8,06 8,50 9,41 8,82 6,22 5,61 6,16 5,64 5,01 6,11 6,63 6,46 5,88 6,62 E B 2010 Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara Jika dilihat secara sektoral, pertumbuhan sektoral Kabupaten Trenggalek pada tahun 2012 memperlihatkan bahwa kesembilan sektor lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari data yang ada, hampir semua sektor mengalami peningkatan di atas 5 persen. Hanya 2 sektor saja yang peningkatannya di bawah 5 persen. Sektor ekonomi yang pertumbuhannya diatas 5 persen adalah sektor industri pengolahan (6,68); sektor listrik, gas dan air bersih (6,63); sektor bangunan/konstruksi (7,80); sektor perdagangan, hotel dan restoran (10,37); sektor pengangkutan dan komunikasi (8,06); sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (9,41); dan sektor jasa-jasa (5,88). Sedangkan sektor ekonomi yang pertumbuhannya dibawah 5 persen adalah sektor pertanian (3,58); dan sektor pertambangan dan penggalian (2,77). EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 11
39 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 erekonomian di Kabupaten Trenggalek, pada tahun mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. ada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Kab. Trenggalek sebesar 5,61 persen, kemudian mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen pada tahun ada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Trenggalek meningkat menjadi 6,11 persen dan tahun 2011 kondisi perekonomian tumbuh sebesar 6,46 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan kondisi perekonomian Kabupaten Trenggalek tahun 2012 kembali menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, yaitu tumbuh sebesar 6,62 persen. Grafik 2.3. Realisasi dan Target ertumbuhan Ekonomi Kab. Trenggalek Tahun ,62 6,46 6,8 6,6 6,4 6,2 6 5,8 5,6 5,4 5,2 5 6,11 LE 5,61 5, ,61 5,64 6,11 E D Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, *) 6,46 6,62 B Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara **) royeksi hasil analisis Gambar 2.3. Realisasi, Target dan royeksi LE Kab. Trenggalek Tahun Berdasarkan kecenderungan yang terjadi maka kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Trenggalek akan terus mengalami peningkatan dengan asumsi kondisi perekonomian negara yang stabil dan terjadinya peningkatan kontribusi masing-masing sektor lapangan usaha di dalam DRB. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 12
40 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Tabel Laju ertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota rovinsi Jawa Timur Tahun Kabupaten/Kota * 2012** [1] [2] [3] [4] Kabupaten : acitan onorogo 6,66 5,89 6,85 6,25 6,74 6, Trenggalek 6,16 6,46 6, Tulungagung 6,65 7,24 6, Blitar 6,12 6,54 6, Kediri 6,07 7,21 6, Malang 6,57 7,43 7, Lumajang 5,94 6,29 6, Jember 6,16 7,00 7, Banyuwangi 6,26 7,22 7, Bondowoso 5,69 6,20 6, Situbondo 5,89 6,23 6, robolinggo 6,25 6,23 6,7 14. asuruan 6,23 7,12 7, Sidoarjo 5,92 7,04 7, Mojokerto 6,87 7,14 7, Jombang 6,65 6,93 7, Nganjuk 6,32 6,40 6, Madiun 6,71 6, Magetan 6,14 6, Ngawi 22. Bojonegoro E B Tuban D 5,96 5,81 6,19 6,76 6,5 10,97 9,24 5,89 6,30 7,24 6,01 Lamongan 6,86 7,08 7,22 Gresik 6,89 7,36 7,43 Bangkalan 5,47 6,50 6,48 Sampang 5,40 6,29 6, amekasan 5,77 6,21 6, Sumenep 5,51 6,24 6, Kediri 5,99 7,02 7, Blitar 6,66 6,57 6,8 32. Malang 6,60 7,50 7, robolinggo 6,41 6,58 6, asuruan 5,99 6,19 6, Mojokerto 6,66 6,98 7, Madiun Surabaya Batu 6,97 7,47 7,16 7,18 7,72 8,01 7,7 7,9 8,25 6,68 7,22 7,27 Kota Jawa Timur Sumber : BS rovinsi Jawa Timur, 2013 Keterangan : *) angka diperbaiki EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN **) angka sementara II - 13
41 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai penjelasan mengenai faktorfaktor yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain, sehingga terjadi proses pertumbuhan. ertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang amat penting dalam melakukan analisis tentang pembangunan ekonomi yang terjadi pada suatu negara. ertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Karena pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka diharapkan pendapatan masyarakat sebagai pemilik faktor produksi juga akan turut meningkat. Konsentrasi kegiatan ekonomi yang tinggi di daerah tertentu merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan pembangunan antar daerah. Ekonomi daerah dengan konsentrasi kegiatan ekonomi tinggi cenderung tumbuh pesat. Sedangkan daerah dengan tingkat ekonomi yang rendah cenderung mempunyai tingkat pembanguan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Dari Tabel diatas, Laju ertumbuhan Ekonomi (LE) Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 tercatat sebesar 6,62 persen, masih dibawah Laju ertumbuhan Ekonomi rovinsi Jawa Timur yang mencapai 7,27 persen. Hal ini tentunya menjadi koreksi pemerintah daerah dan stakeholders untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi daerah, dimana pada tahun , LE Kabupaten Trenggalek ditargetkan tumbuh mencapai 6,83-7,00 persen. D E Laju inflasi Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. rtinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Tabel dibawah ini menunjukkan nilai inflasi tahun , dimana dari data tersebut nilai inflasi Kab. Trenggalek selalu lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi rovinsi Jawa Timur. B Tabel Nilai Inflasi Rata-Rata Tahun 2007 s.d 2012 Uraian *) Nilai Inflasi Kab. Trenggalek (%) 7,27 9,87 6,31 6,45 6,35 6,25 Rata-Rata Laju Inflasi 7,08 Nilai Inflasi rov. Jawa Timur (%) 6,48 9,66 3,62 6,96 4,09 4,50 5,88 Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 14
42 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 erkembangan laju inflasi di Kabupaten Trenggalek dalam kurun waktu 5 tahun terakhir mengalami fluktuatif. Dimana tahun 2007 sampai dengan tahun 2011, laju inflasi yang terjadi termasuk kategori ringan (<10%). Rata-rata Inflasi yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir mencapai 7,25 % per tahun, dimana nilai inflasi terendah sebesar 6,31 % yang terjadi pada tahun 2009 dan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 9,87. ada tahun 2011 tercatat ada penurunan inflasi menjadi 6,35 %, dimana penurunan ini memberikan indikasi yang baik, karena berarti biaya produksi tahun yang ditanggung oleh para pelaku ekonomi pada tahun ini lebih besar dibandingkan biaya produksi tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2012 inflasi di Kabupaten Trenggalek tercatat mencapai 6,25 %. DRB er Kapita DRB perkapita merupakan gambaran nilai tambah yang bisa diciptakan oleh masing-masing penduduk akibat adanya aktivitas produksi. DRB erkapita didapat dari hasil penghitungan DRB dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Besaran ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk pertengahan tahun dalam arti bahwa semakin tinggi jumlah penduduk akan semakin kecil besaran DRB per kapita wilayah tersebut. Semakin tinggi DRB perkapita suatu wilayah semakin baik tingkat perekonomian wilayahnya, walaupun ukuran ini tidak dapat memperlihatkan kesenjangan pendapatan antar penduduk. Meskipun masih terdapat keterbatasan, indikator ini cukup memadai untuk mengetahui tingkat perekonomian suatu wilayah dalam lingkup makro, paling tidak sebagai acuan memantau kemampuan suatu daerah di wilayah tersebut. Nilai tambah yang biasa diciptakan oleh penduduk sebagai akibat adanya aktifitas produksi menurut harga berlaku pada tahun yang bersangkutan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Keadaan tersebut memberikan arti bahwa perekonomian Kabupaten Trenggalek cenderung membaik. D E B Tabel DRB erkapita DHB dan endapatan Regional erkapita DHB Kab. Trenggalek Tahun No. eriode DRB erkapita DHB Nominal (Ribu Rp.) erkembangan (%) endapatan Regional erkapita DHB Nominal erkembangan (Ribu Rp.) (%) , ,14 12, ,38 12, ,09 12, ,59 12, ,13 13, ,66 12, *) ,39 13, ,99 13, ,03 Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara endapatan regional per kapita atas dasar harga berlaku merupakan pendapatan per kapita penduduk yang mencerminkan pendapatan yang diterima masing-masing penduduk akibat keikutsertaannya dalam proses ekonomi. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 15
43 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ada tahun 2009, pendapatan regional perkapita Kabupaten Trenggalek terjadi meningkat dari sebesar 6,27 juta rupiah menjadi sebesar 7,04 juta rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 12,25 persen di bandingkan tahun ada tahun 2010, pendapatan regional perkapita Kabupaten Trenggalek terjadi peningkatan signifikan dari sebesar 7,04 juta rupiah menjadi sebesar 7,93 juta rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 12,7 persen di bandingkan tahun Di tahun 2011, pendapatan regional perkapita Kabupaten Trenggalek mengalami kenaikan yang cukup signifikan juga, yaitu meningkat dari sebesar 7,94 juta rupiah menjadi 9,09 juta rupiah. Ini menunjukkan peningkatannnya yang cukup baik untuk pertumbuhan ekonomi. Sedangkan di tahun 2012, pendapatan regional perkapita Kab. Trenggalek tercatat mencapai 10,30 juta rupiah atau naik sekitar 13,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya Fokus Kesejahteraan Sosial Indeks embangunan Manusia Indeks embangunan Manusia (IM) merupakan alat untuk menilai tingkat kinerja pembangunan manusia secara menyeluruh. IM Kabupaten Trenggalek selama 5 tahun terakhir meningkat dari 68,84 pada tahun 2007 menjadi 73,66 pada tahun 2011, menunjukkan bahwa kualitas sumberdaya manusia dilihat dari sisi kesehatan, pendidikan dan daya beli mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sedangkan pada tahun 2012 IM Kab. Trenggalek kembali meningkat menjadi 74,08 lebih tinggi dari IM rovinsi Jawa Timur yang hanya sebesar 72,54. Berdasarkan kriteria UND bahwa nilai IM kurang dari 50 digolongkan sebagai IM rendah, nilai IM antara digolongkan IM menengah bawah, nilai IM antara digolongkan IM menengah atas dan nilai IM di atas 79 digolongkan IM tinggi. Dengan demikian IM Kabupaten Trenggalek tergolong IM menengah atas. erkembangan Indeks embangunan Manusia (IM) Kabupaten Trenggalek dipengaruhi oleh tiga indikator pembentuknya, yaitu indikator kesehatan, pendidikan dan daya beli. Berdasarkan data selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa derajat pendidikan dan kesehatan penduduk Trenggalek menunjukkan peningkatan, demikian pula daya beli yang semakin tinggi menunjukkan tingkat kesejahteraan dari segi ekonomi mengalami peningkatan pula. D E B Tabel Indeks embangunan Manusia Kab. Trenggalek Tahun No. 1. Uraian *) Indeks Harapan Hidup 76,50 77,60 76,93 77,69 78,12 78,37 Indeks endidikan 75,62 76,93 77,65 78,15 78,02 78,67 Indeks 54,39 57,81 63,22 63,78 64,84 65,19 IM 68,84 70,78 72,60 73,21 73,66 74,08 Indeks embangunan Manusia Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 16
44 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Grafik 2.4. IM Kabupaten Trenggalek Tahun Indeks embangunan Manusia (IM) *) 2012 Kab. Trenggalek 68,84 70,78 72,6 73,24 73,66 74,08 rovinsi Jawa Timur 68,06 68,92 70,98 71,62 72,18 72,54 Sumber : IM Kab. Trenggalek, BS Trenggalek 2012 *) Data Sementara Tingkat kemiskinan Berdasarkan Data Non Grema Tahun 2010 diketahui bahwa jumlah rumah tangga miskin di Kabupaten Trenggalek adalah Rumah Tangga Miskin,dengan rincian Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM). D E Grafik 2.5. Data Kemiskinan Kabupaten Trenggalek Tahun B RTM ,009 69,574 57,778 57,406 55,206 Sumber : Kab. Trenggalek Dalam ngka, BS 2012 Berdasarkan sebarannya diketahui bahwa jumlah rumah tangga miskin terbanyak terdapat di Kecamatan Dongko sebanyak kemudian Kecamatan anggul sebanyak sedang jumlah rumah tangga miskin terendah di Kecamatan Kampak sebanyak Untuk mengukur kemiskinan Tahun 2011, BS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar yang diukur dari sisi pengeluaran, sehingga dapat dihitung Headcount Index (0), yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 17
45 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Tabel Karakteristik Kemiskinan Menurut Kabupaten/ Kota di rovinsi Jawa Timur Kabupaten/ Kota Jumlah enduduk Miskin (Jiwa) September GK (Rp/Kapita/Bln) acitan ,13 2,59 0, onorogo ,29 1,52 0, Trenggalek ,90 2,64 0, Tulungagung ,90 1,31 0, Blitar ,29 1,63 0, Kediri ,44 2,10 0, Malang ,67 1,66 0, Lumajang ,01 1,57 0, Jember ,44 1,72 0, Banyuwangi ,47 1,30 0, Bondowoso ,66 2,30 0, Situbondo ,11 2,17 0, robolinggo ,48 4,00 0, asuruan ,26 1,82 0, Sidoarjo ,97 0,81 0, Mojokerto ,38 1,35 0, Jombang ,88 1,95 0, Nganjuk ,88 1,83 0, Madiun ,37 2,30 0, Magetan 1,44 0, Ngawi 2,34 0, Bojonegoro 3523 Tuban 3524 Lamongan E B 3525 Gresik 3526 Bangkalan D , , ,47 2,96 0, ,78 2,26 0, ,41 2,07 0, ,33 2,65 0, ,22 4,00 0, Sampang ,21 5,24 1, amekasan ,94 3,77 0, Sumenep ,10 2,95 0, Kota Kediri ,63 1,57 0, Kota Blitar ,12 1,31 0, Kota Malang ,50 0,73 0, Kota robolinggo ,74 3,64 1, Kota asuruan ,39 0,99 0, Kota Mojokerto ,89 1,12 0, Kota Madiun ,66 0,71 0, Kota Surabaya ,58 1,07 0, Kota Batu ,74 0,52 0, JW TIMUR ,85 2,02 0,46 - Sumber: BS (Susenas September 2011) EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 18
46 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Berdasarkan Tabel karakteristik kemiskinan Kabupaten/ Kota di Jawa Timur menurut Data Susenas BS Tahun 2011, Jumlah enduduk Miskin di Kabupaten Trenggalek tercatat sebanyak jiwa atau hanya 1,89 % dari Total Jumlah enduduk Miskin di Jawa Timur yang mencapai jiwa. ersentase penduduk miskin di Kabupaten Trenggalek terhadap total penduduk tercatat 14,90. enduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Berdasarkan data diatas, tercatat Garis Kemiskinan di kabupaten Trenggalek sebesar Rupiah/Kapita/Bulan pada Tahun ersoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (1) di Kabupaten Trenggalek tercatat sebesar 2,04 masih lebih besar dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (1) rovinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar 2,02, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan ( 2) Kabupaten Trenggalek tercatat sebesar 0,70 lebih tinggi jika dibandingkan dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (2) rovinsi Jawa Timur yang tercatat hanya sebesar 0,46. Upaya peningkatan kesejahteraan penduduk menjadi sebuah target utama dalam suatu pemerintahan. Berbagai strategi dilakukan untuk mencapai target tersebut diantaranya mengurangi kemiskinan. Dalam kurun waktu setahun, persentase penduduk miskin di Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 0,83 persen atau menjadi 13,40 persen pada Tahun ngka persentase tersebut diatas target kemiskinan emerintah rovinsi Jawa Timur (15-15,5 persen). D E Grafik 2.6. ersentase enduduk Miskin Kab/Kota rovinsi Jawa Timur Tahun B Sumber : RKD rovinsi Jawa Timur Tahun 2014 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 19
47 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Sumber : RKD rovinsi Jawa Timur Tahun 2014 Gambar 2.4. emetaan Kemiskinan rovinsi Jawa Timur Menurut Kab/Kota Tahun D enurunan angka kemiskinan tidak lepas dari berbagai program pengentasan kemiskinan baik yang bersifat pusat atau kedaerahan. dapun program pusat antara lain NM erkotaan maupun perdesaan, rogram Keluarga Harapan, erbantuan emodalan. Sementara itu program pengentasan kemiskinan yang bersifat kedaerahan misalnya Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat (Jalin Kesra). Disamping itu juga berbagai inovasi yang dilakukan daerah otonom untuk mengentaskan kemiskinan. Di Kabupaten Ternggalek terdapat Tim Koordinasi enanggulangan Kemiskinan (TKK) yang berperan mengkoordinasikan dan menyusun strategi penanggulangan kemiskinan dengan tujuan utamanya adalah penurunan angka memiskinan. E B Ketenagakerjaan Isu tentang ketenagakerjaan menjadi permasalahan penting mengingat konsekuensinya yang tidak hanya berkaitan dengan permasalahan ekonomi, namun memiliki dampak pada segi sosial. ermasalahan ketenagakerjaan menjadi sangat krusial ketika dihadapkan pada permasalahan pengangguran. engangguran memiliki dampak secara ekonomi dimana secara agregat pengangguran berarti berkurangnya kapasitas produksi sebuah perekonomian karena sebagian sumberdaya yang tidak digunakan. Secara sosial, permasalahan pengangguran berkaitan dengan pengakuan dari masyarakat, yang lebih jauh menyangkut pada status sosial di masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, angkatan kerja yang masuk pada pasar kerja mengalami peningkatan pula. ermasalahan akan muncul ketika jumlah para pencari kerja yang masuk ke pasar tenaga kerja tidak sesuai dengan jumlah lowongan yang tersedia. Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Trenggalek selama 10 tahun terakhir, sebagian besar para pencari kerja yang masuk pada pasar kerja tidak terserap lowongan kerja yang tersedia sebagaimana dijelaskan pada Tabel berikut ini : EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 20
48 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Tabel erkembangan encari Kerja dan enempatan di Kab. Trenggalek Tahun No. Tahun encari Kerja Ditempatkan/Dikirim/Dihapus Belum Ditempatkan sampai khir Tahun Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kab. Trenggalek Tahun 2013 Jumlah pencari kerja di Kabupaten Trenggalek cenderung meningkat. Dalam 10 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan pencari kerja adalah 23,94 persen. ara pencari kerja tersebut hingga akhir tahun yang bersangkutan yang berhasil ditempatkan rata-rata mencapai 12,08 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Trenggalek sangat rendah. Ketenagakerjaan merupakan aspek yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Setiap upaya pembangunan selalu diarahkan pada perluasan kesempatan kerja, sehingga penduduk dapat memperoleh manfaat langsung dari pembangunan. Salah satu sasaran utama pembangunan adalah terciptanya lapangan kerja baru, sehingga dapat menyerap angkatan kerja setiap tahun. Sebenarnya untuk menggambarkan tingkat partisipasi penduduk terhadap pembangunan dapat dilihat dari indikator Tingkat artisipasi ngkatan Kerja (TK) yang merupakan perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas). ngkatan kerja sendiri merupakan penduduk yang secara aktif bekerja maupun yang belum bekerja tapi secara aktif mencari pekerjaan. Indikator lain yang sering dipakai untuk mengetahui kondisi ketenagakerjaan adalah Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) yang merupakan perbandingan jumlah penduduk kerja dengan jumlah angkatan kerja serta Tingkat engangguran Terbuka (TT) yang merupakan perbandingan jumlah pengangguran (pencari kerja) dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja. D E B Grafik 2.7. enduduk Usia kerja menurut Kegiatan Utama di Kab. Trenggalek Tahun 2011 Sumber : Indikator Ketenagakerjaan, BS 2012 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 21
49 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Sebagaimana skema pada Diagram diatas, disebutkan bahwa penduduk usia kerja dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu ngkatan Kerja dan Bukan ngkatan Kerja. ngkatan Kerja adalah penduduk yang aktif secara ekonomi, yaitu mereka yang mempunyai pekerjaan dan penganggur, Bukan ngkatan Kerja adalah penduduk usia kerja yang melakukan kegiatan sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya. Berdasarkan data ketenagakerjaan yang dikumpulkan BS pada tahun 2011, di Kabupaten Trenggalek terdapat penduduk usia kerja. Sebagian besar dari penduduk usia kerja yang ada merupakan angkatan kerja atau aktif dalam kegiatan ekonomi, yaitu sekitar 69,37 persen. Jika dibandingkan data tahun 2010, persentase angkatan kerja terhadap total penduduk usia kerja mengalami penurunan sebesar 4,92 persen, yaitu dari 74,30 persen tahun 2010 menjadi 69,37 persen ditahun Tabel enduduk Usia 15 Tahun Ke tas Menurut Kegiatan Utama dan Jenis Kelamin Tahun , di Kabupaten Trenggalek D E Sumber : Indikator Ketenagakerjaan, BS 2012 eningkatan jumlah angkatan kerja terjadi pada kelompok angkatan kerja laki-laki,dari 56,43 persen pada tahun 2010 menjadi 60,13 persen ditahun Sedangkan kelompok angkatan kerja perempuan terjadi penurunan yaitu dari 43,57 peersen pada tahun 2010 menjadi 39,87 persen ditahun enurunan angkatan kerja perempuan terjadi karena adanya pergeseran dari kegiatan bekerja ke kegiatan mengurus rumah tangga. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Trenggalek masih didominasi oleh kaum pria, dan juga diperkuat oleh budaya bahwa penopang utama ekonomi rumah tangga adalah laki-laki. B Tabel ersentase ngkatan Kerja menurut Kelompok Umur dan endidikan tertinggi yang Ditamatkan Tahun 2011, di Kabupaten Trenggalek Sumber : Indikator Ketenagakerjaan, BS 2012 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 22
50 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Salah satu penyebab masalah pengangguran yang tidak dapat dipungkiri adalah pola pikir pada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa bekerja itu harus di instansi pemerintah atau perusahaan. Sementara di kedua lini tersebut, kesempatan kerja yang tersedia masih sangat terbatas. Selain itu pula kendala lainnya yang masih dihadapi dalam bidang ketenagakerjaan adalah rendahnya kualitas tenaga kerja yang tersedia. Hal lain yang masih perlu diwaspadai adalah masih tingginya angka setengah penganggur di Kabupaten Trenggalek yang mencapai 47,28 persen. ngka setengah penganggur memberikan indikasi bahwa penduduk yang masuk dalam kategori bekerja masih belum produktif atau waktu yang digunakan untuk bekerja berada dibawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Umumnya mereka bekerja sebagai pekerja bebas atau pekerja keluarga pada sektor pertanian maupun non pertanian. Di Kabupaten trenggalek jumlah penganggur pada tahun 2011 sebanyak orang atau naik orang dibandingkan data tahun Dengan demikian angka TT di Kabupaten Trenggalek mencapai 3,14 atau pada setiap 100 orang angkatan kerja terdapat 3-4 orang penganggur. Dibandingkan angka 2010, TT menunjukkan kenaikan sekitar 1,03 persen. Dengan demikian diperlukan upaya yang optimal untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Trenggalek. Tingkat engangguran Terbuka (TT) Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 tercatat sebesar 3,14 lebih rendah dibandingkan TT tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,18, dimana angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan TT rovinsi Jawa Timur tahun 2012 yang mencapai 4,12. TT Kabupaten Trenggalek beberapa tahun terakhir dijelaskan pada Tabel berikut ini: D E Tabel erkembangan TT di Kabupaten Trenggalek Tahun Kabupaten/Kota [1] [2] [3] [4] [5] [6] Kabupaten Trenggalek B 3,73 3,91 2,15 3,18 3,14 Jawa Timur 1) 6,42 5,08 4,25 4,16 4,12 Jawa Timur 4,84 2) Sumber : BS ropinsi Jawa Timur, Sakernas dan Susenas Tahun ) Menggunakan konsep baru/diperluas 2) Menggunakan konsep lama (hanya yang mencari kerja saja) rogram transmigrasi adalah salah satu program baik pemerintah pusat dan daerah untuk mengurangi angka TT. Keberangkatan Transmigran asal Kabupaten Trenggalek mengalami perkembangan yang fluktuatif selama bebarapa tahun terakhir sebagaimana pada Tabel berikut ini: Tabel Keberangkatan Transmigran Tahun Uraian Keberangkatan Transmigran (KK) Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 23
51 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN spek elayanan Umum Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang menuntut efisiensi dan akurasi maka pelayanan birokrasi yang cepat, murah dan berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan masyarakat menjadi isu utama emerintahan Daerah Struktur organisasi emerintah Daerah Kabupaten Trenggalek diatur dalam eraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja erangkat Daerah Kabupaten Trenggalek. Berikut bagan struktur organisasi emerintah Daerah Kabupaten Trenggalek. D E B Sumber : Bag. Organisasi Setda Kabupaten Trenggalek, 2013 Gambar 2.5. Struktur Organisasi emerintah Daerah Kabupaten Trenggalek Dalam bidang pemerintahan, semangat reformasi birokrasi diaplikasikan dalam penataan aparatur pemerintah daerah baik dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia (knowledge and skill) dan sikap mental (attitude) yang baik. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui penataan kelembagaan agar terbentuk kelembagaan yang mantap dengan struktur dan fungsi yang optimal. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 24
52 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ada tahun 2012 tercatat jumlah NS Daerah Kabupaten Trenggalek berjumlah orang, terdiri dari orang berjenis kelamin laki-laki dan orang berjenis kelamin wanita. Jumlah ini berkurang dari tahun-tahun sebelumnya kerena pada tahun 2012 beberapa NS pensiun sedangkan pada tahun 2012 Kabupaten Trenggalek tidak mengadakan perekrutan CNS karena ada moratorium yang diterapkan Kementerian endayagunaan paratur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tabel Jumlah NSD di Kabupaten Trenggalek Tahun (orang) URIN Golongan: - Golongan I - Golongan II - Golongan III - Golongan IV - Jumlah endidikan: - SD - SLT - SLT/D1 - D2/D3 - S1/S2/S3 - Jumlah D Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Trenggalek, 2013 NS Daerah Kabupaten Trenggalek masih didominasi oleh egawai dengan latar pendidikan S1/S2/S3 sebesar orang, hal ini menggambarkan kualitas SDM NSD Kab. Trenggalek dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan makin meningkatnya ersentase jumlah NSD dengan latar belakang pendidikan yang lebih tinggi. ersentase NS Daerah Kabupaten Trenggalek menurut golongannya didominasi oleh Golongan III dan Golongan IV, masing masing sebesar 35,42% dan 42,46 %. Sedangkan NS Daerah Kab. Trenggalek Golongan I dan Golongan II adalah sebesar 3,32 % dan 18,90 %. E B Jumlah NSD (jiwa) Grafik 2.8. ersentase egawai Negeri Sipil Daerah (NSD) Kab. Trenggalek Tahun Menurut endidikan Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun D2/D SLT/D SLT SD S1/S2/S3 Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 25
53 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN endidikan Sumber Daya Manusia sangat penting peranannya dalam proses pembangunan. Untuk itu, pembangunan yang dilakukan bermuara pada pembangunan manusia. Salah satu komponen dalam pembangunan manusia adalah peningkatan di bidang pendidikan, karena merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia. Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas utama dalam pembangunan. Hal ini disadari karena pendidikan dipandang sebagai unsur utama dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. eningkatan pendidikan telah diupayakan pemerintah melalui berbagai program, di antaranya pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, program wajib belajar, beasiswa dan lain-lain. Indeks pendidikan merupakan gabungan dari dua indikator pendidikan yaitu angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Indeks pendidikan di Kabupaten Trenggalek selama priode sedikit mengalami perubahan positif dari 75,62 pada tahun 2007 menjadi 78,02 pada tahun Hal ini disebabkan karena komponen angka melek huruf juga naik dari 90,60 persen pada tahun 2007 menjadi 92,84 persen pada tahun Sedangkan rata-rata lama sekolah relatif naik dari 6,85 pada tahun 2007 menjadi 7,26 pada tahun Dapat pula dikatakan, bahwa pendidikan di Kabupaten Trenggalek terdapat pergerakan positif dari tahun 2007 ke tahun Namun, meski ada kenaikan indeks pendidikan, akan tetapi sektor pendidikan di daerah ini masih perlu mendapat perhatian, terutama di era otonomi daerah sekarang ini. D Grafik 2.9. Indeks endidikan Kab. Trenggalek dan rovinsi Jawa Timur Tahun E 80 76, ,62 B ,97 73, ,65 77,98 74,57 74, ,02 78,67 75,33 75, TRENGGLEK JW TIMUR Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara ngka Melek Huruf (MH) merupakan persentase penduduk yang bisa membaca dan menulis, baik huruf latin maupun huruf lainnya seperti huruf rab, Jawa, Kanji dan lain-lain. MH Kabupaten Trenggalek terus mengalami peningkatan. Hal ini terlihat pada tahun 2007 penduduk yang bisa baca tulis sekitar 90,60 persen dari total penduduk umur 15 tahun keatas dan pada tahun 2008 terjadi kenaikan menjadi sekitar 92,32 persen. ada tahun 2009, MH menjadi sekitar 92,47 persen, dan meningkat lagi pada tahun 2010 menjadi sekitar 92,83 persen. ada tahun 2011, MH Kabupaten Trenggalek menunjukkan peningkatan 0,01 persen poin dibandingkan tahun 2010, yaitu sekitar 92,84 persen. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 26
54 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Sementara itu, ngka Buta Huruf (BH) Kabupaten Trenggalek pada periode juga mengalami penurunan. Dari 9,40 persen pada tahun 2007 menjadi 7,68 persen pada tahun 2008, kemudian 7,53 persen tahun 2009 dan 7,17 persen tahun 2010 serta 7,16 persen pada tahun dapun ngka Melek Huruf (MH) dan ngka Buta Huruf (BH) Kabupaten Trenggalek pada tahun 2012 dapat disajikan pada sebagaimana Tabel. berikut. Tabel ersentase ngka Melek Huruf (MH) er Kecamatan di Kab. Trenggalek Tahun 2012 No. Kecamatan anggul Munjungan Watulimo Kampak Dongko ule Karangan Gandusari Durenan ogalan Trenggalek Tugu Bendungan Suruh Jumlah ngka Melek Huruf Jumlah Buta Huruf ersentase (%) D E TOTL 69,03 54,95 53,93 55,03 79,97 27,31 58,53 67,31 47,68 61,62 50,29 42,22 42,71 85,57 54,27 Sumber : Dinas endidikan dan Kebudayaan Kab. Trenggalek, 2013 elayanan pendidikan di Kabupaten Trenggalek diupayakan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. Di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2012 terdapat 484 Taman Kanak-kanak (TK/R), 441 Sekolah Dasar (SD), 79 Sekolah Menengah ertama (SM), 16 Sekolah Menengah tas (SM) dan 23 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedangkan jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah 110, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 19, dan Madrasah liyah (M) 11. Fasilitas pendidikan mengalami peningkatan dan makin merata penyebarannya yang meliputi jumlah Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah ertama (SM) dan Sekolah Menengah tas (SM) dalam kurun waktu Tahun sebagaimana Tabel berikut : B Tabel Fasilitas endidikan TK, SD, SM dan SLT Se- Kab. Trenggalek Tahun No Tahun Jumlah TK/R Jumlah SD/MI Jumlah SM/MTs Jumlah SM/M Total Sumber : Dinas endidikan dan Kebudayaan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 27
55 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Ketersediaan fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar merupakan dua hal yang memegang peranan penting terhadap kemajuan dunia pendidikan. Untuk melihat ketersediaan guru pada suatu daerah dapat dilihat dengan membandingkan jumlah guru terhadap murid. Walaupun belum ada angka ideal sebagai patokan namun semakin kecil angka ini maka akan menggambarkan beban seorang guru yang semakin kecil pula. Tabel Rasio Guru-Murid Menurut Jenjang endidikan Di Kabupaten Trenggalek, Tahun Sekolah SD/MI SM/MTs SM/M SM/M /SMK SMK :12 1:13 1:13 1:11 1:12 1:11 1:11 1:13 1:20 1:12 1:15 1:13 1:16 1:16 1:11 1:12 1:13 1:12 1:11 1:13 1:12 1:12 1:12 1:12 1:12 1:12 1:12 1:13 1:13 1:13 1:12 1:12 1:12 1:12 1:12 Sumber : Dinas endidikan dan Kebudayaan Kab. Trenggalek, 2013 Di Kabupaten Trenggalek, pada kurun waktu rasio guru - murid SD tidak mengalami banyak perubahan yaitu dari sekitar 13,18 pada tahun 2007 menjadi 12,48 pada tahun Ini berarti ada sekitar 12 sampai 13 murid SD yang harus ditangani oleh seorang guru pada sebuah sekolah tempat dia mengajar. Demikian halnya dengan rasio murid guru SLT, yang juga mengalami sedikit penurunan, yaitu dari sekitar 13,79 murid setiap guru pada pada tahun 2007 turun menjadi sekitar 12,76 pada tahun Sementara itu pada periode yang sama, rasio murid - guru SMU mengalami sedikit fluktuasi, dari 12,35 pada tahun 2007 menjadi 13,81 pada tahun Hal ini dapat berarti setiap guru menangani antara 13 sampai 14 siswa. Berdasarkan data BS Kabupaten Trenggalek maka rasio murid per sekolah, rasio murid per ruang belajar dan rasio guru per sekolah dalam kurun waktu tahun sebagaimana Tabel berikut : D E Tahun B Tabel Rasio Murid er Sekolah, Rasio Murid er Ruang Belajar dan Rasio Guru er Sekolah Tahun SD Murid per Ruang Belajar Murid per Sekolah Guru per Sekolah Murid per Sekolah SLT Murid per Ruang Belajar Guru per Sekolah Murid per Sekolah SLT Murid per Ruang Belajar Guru per Sekolah Sumber : Dinas endidikan dan Kebudayaan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 28
56 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Rasio murid per sekolah yang tinggi terdapat di Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Watulimo, Kecamatan anggul, Kecamatan ogalan, Kecamatan Durenan dan Kecamatan Kampak. Sedangkan rasio guru per sekolah terbesar terdapat pada Kecamatan ule, Kecamatan Kampak, Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Trenggalek. Selain pendidikan formal dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan diselenggarakan juga melalui pendidikan luar sekolah (LS) antara lain endidikan nak Usia Dini (UD), dan Keaksaraan Fungsional (Kejar aket, Kejar aket B dan Kejar aket C) Kesehatan elayanan di bidang kesehatan di Kabupaten Trenggalek terus mengalami peningkatan dilihat dari fasilitas kesehatan seperti jumlah kamar dan tempat tidur pasien, apotek, polindes, ustu, usling, osyandu; dan jumlah tenaga kesehatan seperti tenaga medis, paramedis, apoteker, bidan, dan pengatur gizi. Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, telah tersedia 4 buah rumah sakit di ibu kota Trenggalek (yang terdiri dari 1 buah Rumah Sakit milik pemerintah, 2 buah Rumah Sakit swasta, dan 1 buah Rumah Sakit Bersalin), 6 Balai engobatan/ Klinik, 22 buah uskesmas yang tersebar di 14 kecamatan, 66 buah uskesmas embantu dan 26 uskesmas Keliling. Secara konseptual, uskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk rata-rata penduduk. Dengan jumlah uskesmas tersebut berarti 1 puskesmas di Kabupaten Trenggalek rata-rata melayani sebanyak jiwa. Keberadaan uskesmas embantu dan uskesmas Keliling sangat berarti sekali dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan di tengah-tengah masyarakat, karena beberapa daerah mempunyai kondisi geografis yang sulit, sehingga tidak terjangkau layanan kesehatan uskesmas. ada tahun 2012, di Kabupaten Trenggalek terdapat 13 dokter spesialis, 94 dokter umum, 19 dokter gigi, 494 tenaga keperawatan, 221 bidan, 69 tenaga kefarmasian (apoteker/asisten apoteker), 40 tenaga kesehatan masyarakat, 64 tenaga kefarmasian, 53 tenaga gizi, 47 tenaga sanitasi, 80 teknisi medis dan 5 fisioterapis. D E B No. 1 Tabel Fasilitas Kesehatan Di Kabupaten Trenggalek Uraian Tempat Tidur / Bed uskesmas / ublic Health Center uskesmas erawatan Tempat Tidur / Bed Rumah Sakit / Hospital - Jumlah / Total - Kamar / Room 2 - uskesmas Non erawatan uskesmas embantu uskesmas Keliling potik / Drug Store olindes/ onkesdes osyandu Sumber : rofil Kesehatan 2012, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 29
57 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) di antaranya adalah osyandu, ondok Kesehatan Desa (onkesdes)/olindes. Di Kabupaten Trenggalek sampai dengan tahun 2012 menurut hasil kompilasi data terdapat 854 posyandu, ponkesdes 71 dan desa siaga aktif 157 desa/kel. Untuk mengetahui gambaran derajat kesehatan masyarakat dapat diukur dari indikator-indikator yang digunakan antara lain angka kematian, angka kesakitan serta status gizi. Indikator tersebut dapat diperoleh melalui laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek dari uskesmas dan fasilitas kesehatan lain yang termasuk jaringannya. erkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadian kematian dan kesakitan dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Di samping itu kejadian kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. ngka Kematian Bayi (KB) dan ngka Kematian Ibu (KI) masih merupakan salah satu indikator penting untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat. Jumlah kematian bayi pada tahun 2012 sebanyak 77, menurun dibandingkan pada tahun 2011 sebanyak 111 dan tahun 2010 sebanyak 93 bayi. Sedangkan jumlah kematian ibu mengalami sedikit penurunan yaitu dari 13 pada tahun 2011 menjadi sebanyak 10 pada tahun Kecenderungan kematian bayi dan kematian ibu di Kabupaten Trenggalek selama tahun seperti terlihat pada Grafik. Hal tersebut tidak lepas dari upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan KI dan KB antara lain melalui pemenuhan bidan di desa, peningkatan cakupan, mutu pelayanan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dilakukan melalui pelatihan tenaga, serta pemenuhan sarana dan sarana, peningkatan kerja sama lintas sektor dan lintas program serta peningkatan pemberdayaan masyarakat. Menurunnya KI dan KB dalam beberapa waktu terakhir memberi gambaran adanya peningkatan dalam kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat. D E B Grafik Kecenderungan Kematian Bayi Dan Ibu Di Kab. Trenggalek Tahun Sumber : rofil Kesehatan 2012, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 30
58 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Indeks kesehatan yang diwakili dengan Indeks Harapan Hidup (IHH), diharapkan dapat mencerminkan pembangunan manusia dibidang kesehatan. ada tahun 2007 IHH Kabupaten Trenggalek tercatat sekitar 76,50 dan menjadi sekitar 78,37 pada tahun 2012 atau relatif mengalami perubahan positif. Hal ini dapat diartikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat Trenggalek relatif meningkat dalam kurun waktu IHH Kabupaten Trenggalek dalam kurun waktu tersebut selalu diatas IHH rovinsi Jawa Timur. Grafik Indeks Harapan Hidup Kab. Trenggalek dan rovinsi Jawa Timur Tahun ,6 76,5 76,93 78,12 77,7 78, ,25 72,81 73,58 74,33 74,77 75, TRENGGLEK 2010 D JW TIMUR E Sumber : Badan usat Statistik Kab. Trenggalek, 2013 *) Data Sementara Jika dilihat dari Indeks Harapan Hidup, pembangunan kesehatan di Kabupaten Trenggalek sudah berjalan dengan baik. Namun sekalipun pembangunan kesehatan telah berhasil mencapai tingkat capaian kinerja yang mengesankan, permasalahan dan tantangan di bidang kesehatan dalam periode waktu 20 tahun ke depan cenderung akan semakin membesar. Beberapa diantara tantangan yang paling besar adalah mengubah paradigma pengobatan ke arah paradigma pencegahan. Ini membutuhkan serangkaian upaya serius dalam mengubah pandangan dan pola hidup masyarakat ke arah perilaku hidup sehat, mengerti akan arti lingkungan hidup sehat, dan siap untuk melakukan pencegahan penyakit secara mandiri melalui upaya di setiap lingkungan pemukiman. B spek Daya Saing Daerah Daya saing daerah menjadi salah satu isu utama dalam pembangunan daerah. Konsep daya saing umumnya dikaitkan dengan kemampuan kota, daerah dan wilayah dalam mempertahankan atau meningkatkan keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Kemampuan daya saing daerah dibentuk oleh faktor-faktor utama (input) dan kinerja perekonomian (output). Faktor-faktor utama pembentuk daya saing terdiri dari 1) lingkungan usaha produktif, 2) perekonomian daerah, 3) ketenagakerjaan dan sumber daya manusia, 4) infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan, serta 5) perbankan dan lembaga keuangan. Kinerja perekonomian (output) terdiri dari produktivitas tenaga kerja, tingkat kesempatan kerja dan DRB perkapita. ada akhirnya daya saing daerah memiliki outcome berupa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 31
59 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah Kabupaten Trenggalek memiliki rata-rata laju pertumbuhan ekonomi tiga tahun terakhir sebesar 6,41 % per tahun dengan sektor pertanian, sektor perdagangan, jasa dan restoran serta sektor jasa-jasa sebagai 3 sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian daerah. Selain itu sektor lapangan usaha yang berpotensi untuk ekspor adalah sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, konstruksi serta sektor jasa-jasa. endapatan dan Belanja emerintah Dalam tiga tahun terakhir, endapatan Kabupaten Trenggalek terus mengalami kenaikan. endapatan Daerah pada tahun 2010 sebesar Rp 794,514 Milyar meningkat pada tahun 2011 menjadi Rp 948,217 Milyar dan Rp. 1,059 Triliyun pada tahun Namun, endapatan sli Daerah (D) Kabupaten Trenggalek tersebut masih jauh dari pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi (dana perimbangan). ada tahun 2012 realisasi D tercatat mencapai Rp. 70,181 Milyar, realisasi Dana perimbangan mencapai Rp. 773,763 Milyar dan realisasi Lain-Lain endapatan Daerah Yang Sah mencapai Rp. 215,622 Milyar. Belanja daerah dalam tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2010 sebesar Rp. 802,100 Milyar naik menjadi Rp. 938,317 Milyar pada tahun 2011 dan menjadi Rp. 1,044 Triliyun pada tahun Dimana pada tahun 2012 realisasi Belanja Tidak Langsung mencapai Rp. 718,290 Milyar dan realisasi Belanja Langsung mencapai Rp. 325, 817 Milyar. Sedangkan embiayaan Netto dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan, dimana pada tahun 2010 sebesar Rp. 86,508 Milyar turun menjadi Rp. 77,714 Milyar dan kembali turun pada tahun 2012 menjadi Rp. 68,910 Milyar. D E Tabel Realisasi dan Target endapatan dan engeluaran Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun Uraian (2) endapatan 1.1 endapatan asli daerah Dana erimbangan Lain-lain pendapatan daerah yang sah Belanja Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung embiayaan Netto enerimaan embiayaan engeluaran embiayaan II III (3) ,97 Realisasi 2011 (4) , (5) ,98 Target 2013 (6) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,00 B NO (1) I. Sumber : 1) RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun ; 2) BD Kab. Trenggalek Tahun EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 32
60 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN Infrastruktur dan Fasilitas Wilayah eningkatan kepadatan penduduk perlu diantisipasi dengan perencanaan tata ruang yang tepat agar pelayanan infrastruktur dasar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. enambahan infrastruktur yang tidak terencana dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan di kemudian hari. Di samping itu sebagai wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung, onorogo dan acitan, Kabupaten Trenggalek harus sinkron dengan program-program yang dicanangkan ketiga kabupaten tersebut. Ketersediaan infrastuktur yang memadai berkorelasi dengan tingkat perkembangan wilayah. Infrastruktur yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas akan menjadi input bagi proses produksi dan memperlancar distribusi barang ke daerah lain. Infrastruktur juga merupakan faktor pertimbangan bagi tumbuhnya investasi di daerah. Semakin besar skala usaha maka kebutuhan akan infrastruktur juga akan semakin besar. Implikasinya, jika pemerintah daerah menginginkan masuknya investor dengan skala usaha besar maka pemerintah harus mampu mempersiapkan skala infrastruktur yang besar guna menunjang kegiatan usaha investor. Ketersediaan infrastruktur di daerah merupakan daya saing daerah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jalan dan Jembatan Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat penting guna memperlancar kegiatan perekonomian, selain untuk memudahkan mobilitas penduduk dari satu daerah menuju daerah lainnya. Kelancaran arus perhubungan dapat mempercepat pencapaian sasaran-sasaran pembangunan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kondisi sarana dan prasarana di Kabupaten Trenggalek dapat dilihat melalui panjang jalan, jumlah jembatan dan kondisi infrastruktur serta keberadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial sebagai bagian dari penyediaan pelayanan kepada masyarakat, meliputi jalan, jembatan, irigasi, pasar, tempat ibadah, gedung sekolah, sarana olahraga dan lain-lain. Kondisi prasarana jalan di Kabupaten Trenggalek tahun 2012 seluruhnya ada 1.038,58 km, terdiri dari jalan nasional 74,88 km, jalan provinsi sepanjang 20,21 km dan jalan kabupaten sepanjang 949,93 km. Kondisi jalan di Kabupaten Trenggalek adalah baik sepanjang 382,92 km, sedang 226,30 km, rusak ringan 216,72 km dan rusak berat 212,65 km. Jaringan jalan di Kabupaten Trenggalek berdasarkan fungsinya dapat diklasifikasikan menjadi jalan kolektor primer, jalan lokal primer dan jalan lingkungan. Sedangkan berdasarkan statusnya jalan di Kabupaten Trenggalek di klasifikasikan menjadi jalan nasional, propinsi dan jalan kabupaten. rasarana jalan di Kabupaten Trenggalek dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi jalan, yaitu : a. Jalan Kolektor rimer Kolektor 1 (K-1) : jalan kolektor primer 1 yang melintasi Kab. Trenggalek adalah jalan kolektor primer yang menghubungkan Kab. Trenggalek dengan Kab. Tulungagung dan Kab. Trenggalek. Ruas jalan- ruas jalan tersebut adalah ruas jalan Tulungagung Trenggalek sepanjang 22,85 km, ruas jalan Trenggalek- Batas Trenggalek sepanjang 54,54 km dan ruas jalan Raya Jarakan-anggul sepanjang 3,08 km. Kolektor 2 (K-2) : jalan kolektor primer 2 yang melintasi Kab. Trenggalek adalah jalan kolektor primer yang menghubungkan Kab. Trenggalek dengan Kab. onorogo. Ruas jalan- ruas jalan tersebut adalah ruas jalan Trenggalek-Batas onorogo sepanjang 12,95 km (ke arah onorogo) dan ruas jalan kota yang meliputi Jalan Soekarno Hatta, Jl. B sudirman, Jl. Yos Sudarso dan Jl. Mayjen Soengkono. D E B EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 33
61 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 b. Jalan Lokal rimer Jalan lokal primer berfungsi menghubungkan kota jenjang I dengan persil atau kota jenjang ke II dengan persil atau kota jenjang ke III dengan jenjang ke III atau kota jenjang ke III dengan persil atau berfungsi menghubungkan antar kota kecamatan. Ruas jalan yang berfungsi sebagai jalan lokal primer di Kabupaten Trenggalek adalah jalan-jalan yang menghubungkan antar kecamatan di Kabupaten Trenggalek. c. Jalan Lingkungan Jalan lingkungan di Kabupaten Trenggalek adalah jalan yang berada di lingkungan-lingkungan permukiman yang sebagian besar tersebar di kawasan pedesaan. Jaringan jalan berdasarkan status jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel Daftar Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Trenggalek No. ruas Nama Ruas anjang (km) Tulungagung-Trenggalek Trenggalek-Bts. Kab. Trenggalek Jl. Raya Jaraan-anggul K Sumber : Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor:375/KTS/M/2004 Fungsi K-1 K-1 K-1 D Tabel Daftar Ruas Jalan rovinsi di Kabupaten Trenggalek No. ruas Nama Ruas K K K K K anjang (km) Fungsi E Trenggalek-Bts. Kab. onorogo Jl. Soekarno Hatta Jl..B Sudirman Jl. Yos Sudarso Jl. Mayjen Soengkono K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 B Sumber : Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor:375/KTS/M/2004 Berdasarkan data, kondisi prasarana jalan dengan panjang jalan kabupaten seluruhnya 949,93 km, kondisi baik 31,57%, sedang 23,99%, rusak ringan 21,91 %, dan rusak berat 22,54%. Dengan adanya wilayah rawan bencana alam di Kabupaten Trenggalek, maka jalan-jalan tersebut rentan mengalami bencana longsor. Oleh karena itu diperlukan rekayasa teknologi yang tepat serta menjaga kelestarian lingkungan di kawasan perbukitan. Tabel Kondisi Jalan di Kabupaten Trenggalek Kondisi Jalan Baik Jalan Negara anjang (km) 64,88 % 86,65 Jalan rovinsi anjang (km) 20,21 % 100,00 Sedang Rusak Ringan 10,00 13,35 74,88 100,00 Rusak Berat Total 20,21 100,00 Jalan Kabupaten anjang (km) 297,83 % Total 31,57 anjang (km) 382,92 % 36,87 226,30 23,99 226,30 21,79 206,72 21,91 216,72 20,87 212,65 22,54 212,65 20,48 943,49 100, ,58 100,00 Sumber: Dinas U Bina Marga dan engairan Kabupaten Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 34
62 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Dalam rangka pengembangan kawasan antai Selatan, maka pemerintah pusat merencanakan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang ruas jalannya melewati 3 kecamatan di Kabupaten Trenggalek yaitu Kecamatan Watulimo, Kecamatan Munjungan dan Kecamatan anggul. JLS diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kawasan selatan Kabupaten Trenggalek yang memiliki potensi di bidang pariwisata, pertambangan dan perikanan. erkembangan kondisi tiap-tiap jenis jembatan dalam kurun waktu tahun secara rinci sebagaimana tabel berikut : Tabel Kondisi Jembatan di Kabupaten Trenggalek Tahun (buah) KONDISI JEMBTN Baik Sedang Rusak JENIS JEMBTN Beton Komposit Besi/Dekplan Kayu Beton Komposit Besi/Dekplan Kayu Beton Komposit Besi/Dekplan Kayu Beton Komposit Besi/Dekplan Kayu E D Rusak berat Jumlah 288 B Sumber: Dinas U Bina Marga dan engairan Kabupaten Trenggalek, 2013 Kabupaten Trenggalek memiliki fasilitas transportasi berupa terminal luar kota dan terminal dalam kota (MU) yang lokasinya terpisah. Terminal luar kota melayani kendaraan umum jarak jauh yaitu antar kabupaten dan antar provinsi, oleh sebab itu moda transportasi yang masuk dan keluar terminal ini berukuran besar yaitu bus beroda empat dan enam. Sarana angkutan umum yang melintasi kawasan perkotaan Trenggalek meliputi bus, colt, dan angkutan pedesaan. Sedangkan fasilitas transportasi yang ada berupa Terminal Bus dan Terminal Mobil enumpang Umum (MU) yaitu berupa Sub Terminal sebagai terminal mobil umum ukuran kecil (semacam ngkot/ngkutan Kota). Jaringan air bersih ir bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap penduduk. ir bersih diperlukan untuk kegiatan sehari-hari baik mandi, mencuci, memasak, minum. ir bersih tidak hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga tetapi berbagai macam aktivitas seperti industri, perdagangan, jasa, perkantoran, pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, dan kesehatan. Ketersediaan air bersih yang memadai merupakan salah satu potensi untuk menarik investasi di daerah. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 35
63 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ada dasarnya kebutuhan air bersih penduduk Kabupaten Trenggalek sebagian besar masih mengandalkan air bawah tanah melalui sumur. Hanya sebesar 0,59 % jumlah penduduk yang menggunakan air bersih yang disediakan oleh DM. roduksi ir Minum pada tahun 2012 yang tercatat pada DM Kabupaten Trenggalek sebanyak M3. Hasil produksi disalurkan pada pelanggan. elanggan yang terdistribusi air bersih DM dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel Banyaknya ir Minum yang Disalurkan kepada elanggan (m 3) NO. ELNGGN Rumah tempat tinggal Hotel/objek pariwisata Rumah sakit dan badan sosial Tempat peribadatan Umum ertokoan, industri, perusahaan erkantoran Jumlah Sumber : DM Kab. Trenggalek, 2012 D otensi sumber air bersih untuk berbagai aktivitas di Kabupaten Trenggalek didukung dengan adanya banyak sumber mata air yang belum dimanfaatkan secara optimal. Banyaknya sumber mata air tersebut dapat menjadi daya saing dalam penyediaan air bersih untuk investor. Dengan pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan melalui penetapan kawasan sempadan mata air sebagai kawasan lindung maka kualitas dan kuantitas sumber mata air akan terjaga. otensi mata air yang ada di Kabupaten Trenggalek tersebar di 384 titik lokasi dengan rata-rata debit air sebesar 658 liter/detik. ersebaran mata air di Kabupaten Trenggalek dapat dilihat pada tabel. B E Tabel otensi Sumber ir di Kabupaten Trenggalek NO KECMTN MT IR (buah) RT-RT DEBIT IR (liter/detik) 1 anggul , , , Munjungan Watulimo Kampak Dongko ule Karangan Suruh Gandusari Durenan ogalan Trenggalek Tugu Bendungan Jumlah ,00 21,00 60,00 20,00 201,00 10,00 15,00 35,00 16,00 12,00 14,00 61,00 56,00 611,00 9,00 21,00 60,00 18,00 194,00 9,00 15,00 32,00 16,00 10,00 12,00 58,00 54,00 586,00 9,00 21,00 60,00 20,00 235,00 10,00 18,00 35,00 16,00 12,00 15,00 66,00 60,00 658,00 Sumber : Dinas U Bina Marga engairan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 36
64 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Jaringan listrik Listrik merupakan salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat, baik untuk keperluan penerangan maupun peralatan rumah tangga. Jumlah pelanggan listrik pada tahun 2012 berjumlah atau naik 10,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah desa/kelurahan yang telah memperoleh jaringan listrik sebanyak 157 desa/kelurahan dari 157 desa/kelurahan yang ada. Meskipun jaringan listrik sudah menjangkau seluruh desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Trenggalek, masih terdapat wilayah yang belum terjangkau listrik. erusahaan Listrik Negara (LN) telah memperluas jangkauan pelayanannya hingga seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. elayanan listrik untuk penduduk kota sebagian besar sudah merata keseluruh wilayah kota yang ada namun beberapa daerah di kawasan perdesaaan belum terpenuhi pelayanan listrik hal ini dikarenakan jumlah sambungan dan kondisi geografi kawasan tersebut. Kabupaten Trenggalek memiliki 1 gardu induk sebagai pusat distribusi listrik ke seluruh wilayah kecamatan yang berlokasi di perkotaan Kecamatan Trenggalek. Selain itu terdapat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan Saluran Udara Tegangan Esktra Menengah (SUTM) yang tersebar di seluruh Kabupaten Trenggalek sebagai pendukung SUTET tersebut. ada tahun 2012, jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Trenggalek sebesar rumah tangga. Jumlah trafo sebesar 660 dan dapat menjangkau 157 desa/kelurahan di seluruh kecamatan. Namun demikian masih ada beerapa rumah tangga yang belum menikmati listrik. Oleh karena itu diperlukan pengembangan jaringan energi alternatif dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik di daerah terpencil seperti energi mikrohidro. D E Jaringan Energi Jaringan energi yang ada di Kabupaten Trenggalek adalah Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas sangat diperlukan dalam rangka menjalankan roda perekonomian di Kabupaten Trenggalek. Selain itu ketersediaan bahan bakar minyak juga merupakan magnet bagi pengembangan investasi di daerah. Bahan bakar minyak khususnya premium, solar dan pertamax dipasok melalui ertamina dengan adanya SBU di berbagai daerah. Jumlah SBU di Kabupaten Trenggalek sebanyak 10 buah SBU. dapun distribusinya memiliki kecenderungan mengikuti pola jaringan jalan utama di Kabupaten Trenggalek terpusat di kawasan perkotaan. Kecamatan Trenggalek memiliki SBU paling banyak yaitu 3 buah. Kecamatan ogalan, Kecamatan Tugu, Kecamatan anggul, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Dongko dan Kecamatan Durenan masing-masing 1 buah. B Jaringan Telekomunikasi ada dasarnya jaringan telekomunikasi dibedakan menjadi jaringan kabel dan nirkabel. Jaringan kabel di Kabupaten Trenggalek merupakan jaringan oleh T. Telkom sedangkan jaringan nirkabel merupakan jaringan satelit melalui menara BTS (Base Tranceiver Station). Jaringan kabel telepon memiliki kecenderungan mengikuti jaringan jalan utama yaitu jalan kolektor dan jalan lokal di Kabupaten Trenggalek. Meningkatnya jumlah penduduk yang menggunakan handphone maka semakin besar pula kebutuhan menara BTS. ada umumnya BTS terkonsentrasi di kawasan perkotaan seperti Kecamatan Trenggalek dimana penduduk terkonsentrasi. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 37
65 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ada tahun 2012, teridentifikasi 103 menara yang ditempati 128 BTS yang tersebar di seluruh Kabupaten Trenggalek. Namun ada beberapa lokasi yang belum tercover oleh BTS sehingga perlu pembangunan menara BTS di kawasan tersebut di masa mendatang. Dengan tercovernya seluruh wilayah di Kabupaten Trenggalek oleh layanan telekomunikasi maka diharapkan arus informasi dan komunikasi dapat berjalan dengan lancar sehingga mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari Iklim Investasi erkembangan investasi di daerah merupakan salah satu indikator kemajuan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Investasi yang dilakukan secara tepat dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Strategi dan kebijakan daerah dalam menciptakan iklim kondusif bagi investasi menjadi salah satu tujuan bagi investor luar daerah yang berkeinginan menanamkan modalnya di daerah. dapun perkembangan jumlah investasi di Kabupaten dapat dijelaskan sebagaimana Tabel berikut. Tabel erkembangan Jumlah Investasi di Kabupaten Trenggalek Uraian Jumlah Investasi (milyar rupiah) , , , , , , ,595 D Sumber : Kantor erijinan dan enanaman Modal Kab. Trenggalek, 2013 da beberapa prespektif yang digunakan calon investor untuk menanamkan modalnya di suatu daerah. ertama, adalah kondusif perspektif infrastruktur. ertanyaan awal calon investor adalah : bagaimana transportasi dan jalan, meliputi akses, kondisi, panjang dan lebar, dan seterusnya. Berikutnya adalah bagaimana fasilitas listrik, air, gas dan jaringan telekomunikasi. Selanjutnya, kesiapan lahan atau tanah. Tidak hanya berkaitan kecukupan luasan lahan dan kondisi lahan representatif, tetapi juga harga tanah yang terjangkau. respektif yang kedua adalah iklim kondusif perspektif suprastruktur. Variabel keamanan dan ketertiban umum. Investasi membutuhkan kenyamanan dan ketenangan. Konflik berdampak buruk, kontraproduktif terhadap investasi. Investor akan berpikir ulang tentang rencana menanamkan modalnya, jika suatu daerah masih didera konflik agraria (pertanahan), atau kerusuhan perburuhan, dan sebagainya. Untuk itulah, peran pemerintah bersama para pemangku kebijakan seperti DRD, aparat keamanan, swasta, LSM, masyarakat, sangat strategis untuk mencegah konflik dan menciptakan iklim kondusif. da beragam pilihan lainnya yang dimiliki pemerintah untuk memperbaiki iklim penanaman modal di daerah dari perspektif ini. Salah satu kebijakan yang terkait dengan kepentingan tersebut, adalah penerapan Sistem elayanan Terpadu Satu intu (TS) dalam hal ini di Kab. Trenggalek dilaksanakan oleh Kantor erijinan dan enanaman Modal (KM). Secara teoritis, TS dapat meningkatkan kualitas pelayanan perijinan dalam bidang investasi, melalui penyederhanaan perijinan, pemberian insentif dan kemudahan, serta percepatan waktu penyelesaian. E B Tabel Rata-Rata erijinan Terbit Uraian Rata-Rata erijinan Terbit (hari) , , , , ,25 Sumber : Kantor erijinan dan enanaman Modal Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 38
66 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN otensi Ekonomi Daerah Berbagai potensi investasi ekonomi yang terdapat di Kabupaten Trenggalek dapat dipergunakan untuk meningkatkan daya saing daerah, yang dalam pengelolaannya harus memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Diantara potensipotensi tersebut adalah : 1). otensi sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan; 2). otensi sektor peternakan; 3). otensi sektor kelautan dan perikanan; 4). otensi sektor ariwisata; 5). otensi sektor industri; dan 6). otensi sektor pertambangan; ertanian, erkebunan dan Kehutanan Kabupaten Trenggalek dengan luas wilayah Ha pada tahun 2012 memiliki tanah sawah seluas Ha atau 9,70 persen dari total luas wilayah. Dari luas sawah tersebut, 11,68 persen dapat ditanami padi 1 kali dalam setahun. Sedangkan 83,51 persen sisanya dapat ditanami padi 2 kali atau lebih dalam setahunnya. roduksi padi sawah tahun ini naik 15,94 persen, sedangkan ubi kayu naik 14,72 persen. Selain itu komoditi kacang tanah mengalami penurunan produksi sebesar 44,24 persen. roduksi Hasil ertanian dijelaskan pada tabel berikut. Tabel roduksi Hasil ertanian (ton) Uraian adi Th 2007 Th 2008 Th 2009 Th 2010 Th 2011 Th Jagung Ubi kayu Ubi jalar D E Kacang tanah Kacang kedelai Sumber : Dinas ertanian, Kehutanan dan erkebunan Kab. Trenggalek, 2013 engembangan tanaman perkebunan di Kabupaten Trenggalek dituntut untuk tetap memperhatikan keseimbangan aspek ekonomi, ekologi dan sosial yang merupakan indikator pengelolaan sumber daya perkebunan dan kehutanan yang lestari. Jenis komoditi perkebunan yang cukup potensial dan merupakan tanaman unggulan di Kabupaten Trenggalek antara lain adalah kelapa, nilam, coklat, cengkeh, dan tebu. Tabel berikut menjelaskan jumlah produksi hasil perkebunan di Kabupaten Trenggalek Tahun B Tabel roduksi Hasil erkebunan (ton) Uraian Th 2007 Th 2008 Th 2009 Th 2010 Th 2011 Th , , , , , ,50 Cengkeh 673,85 123,35 624,00 607,75 536,75 589,25 Kopi 84,55 85,80 111,35 394,75 170,25 179,25 Coklat 555,20 562,30 786,70 893,75 759,25 767,75 Tebu 577,00 269,00 792,09 597,20 398,50 390,30 Vanili 15,65 17,35 19,35 26,00 10,30 10,55 Jambu mete 5,85 5,93 7,35 49,25 12,25 27,14 Kelapa Nilam Kapuk randu ,00-828,50 19,91 9,60 21,97 78,25 23,95 45,30 Sumber : Dinas ertanian, Kehutanan dan erkebunan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 39
67 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Komoditi cabe terjadi fluktuasi produksi dari tahun ke tahun. ada tahun 2010 produksi cabe kwintal dan tahun 2011 turun menjadi kwintal sedangkan tahun 2012 kembali meningkat mencapai kwintal. Untuk buahbuahan, komoditi terbanyak produksinya adalah durian dengan produksi kwintal disusul pisang dengan produksi kwintal. dapun Tabel berikut menjelaskan tentang jumlah produksi komoditas sayur-sayuran dan buah-buahan di Kabupaten Trenggalek tahun Tabel roduksi Sayur- Sayuran (kwintal) Jenis Sayur Bawang putih Bawang merah Th Th Th Th Th Th Kubis Sawi Kacangkacangan Lombok/ Cabe Tomat Terong Buncis Labu Siam Kangkung Ketimun Bayam D E Kentang Jumlah Sumber : Dinas ertanian, Kehutanan dan erkebunan Kab. Trenggalek, 2013 B Jenis Buah lpokad Tabel roduksi Buah-Buahan (kwintal) Rambutan Duku Jeruk Salak Durian Mangga Jambu air Jambu biji Sawo apaya isang Nanas Manggis Jumlah Sumber : Dinas ertanian, Kehutanan dan erkebunan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 40
68 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Berdasarkan data kehutanan di Kabupaten Trenggalek memiliki total luas Hutan ,50 ha. Terdapat ,40 ha Hutan Lindung, dan ,10 ha Hutan roduksi. Hutan terluas terdapat di Kec. Watulimo seluas ,20 ha dengan klasifikasi Hutan Lindung seluas 5.826,60 ha dan Hutan roduksi seluas 5.318,60 ha. Sedangkan Kec. ule, anggul dan Suruh memiliki hutan rakyat yang terluas di Kabupaten Trenggalek. Tabel Luas Hutan Menurut Fungsi Hutan di Kabupaten Trenggalek (ha) No. Kecamatan Hutan Lindung Hutan roduksi Hutan Wisata Hutan Lainnya Jumlah 525, , ,60 1 NGGUL 2 MUNJUNGN 7.183, , ,60 3 WTULIMO 5.826, , ,20 4 KMK 634, , ,90 5 DONGKO 1.468, , ,60 6 ULE 238, , , KRNGN SURUH 92,80 15,60 609, , , ,10 9 GNDUSRI 3, , ,90 10 DURENN 81, , ,60 11 OGLN 390, ,01 12 TRENGGLEK 74, ,40 13 TUGU 14 BENDUNGN 78, , , , , ,01 E D Jumlah , , , , ,41 Sumber : Dinas ertanian, Kehutanan dan erkebunan Kab. Trenggalek, 2013 Grafik Luas Hutan Rakyat Menurut Kecamatan (ha) B Sumber : Dinas ertanian, Kehutanan dan erkebunan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 41
69 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 eternakan Berdasarkan Data Dinas eternakan Kabupaten Trenggalek tahun 2012, ternak unggas yang dibudidayakan masyarakat berjumlah ekor, mengalami penurunan dari tahun 2011 yang mencapai ekor. Sedangkan ternak kecil berjumlah ekor yang didominasi kambing dan domba naik dari tahun 2011 yang berjumlah ekor. Ternak besar yang terdiri dari Sapi, Sapi erah, Kerbau dan Kuda pada tahun 2012 dibudidayakan masyarakat mengalami peningkatan dari tahun tahun sebelumnya dengan total jumlah ekor. Grafik opulasi Ternak Tahun (ekor) Th 2007 Ternak Unggas D Th 2008 Th 2009 Th 2010 Th 2011 Th Ternak Kecil ternak Besar E Sumber : Dinas eternakan Kab. Trenggalek, 2013 Dilihat dari populasi ternak tersebut, ayam menempati urutan pertama untuk ternak yang dibudidayakan masyarakat dengan jumlah ekor, disusul ayam ras petelor dengan populasi ekor, berikutnya ayam ras pedaging, kambing dan itik. Dari populasi tersebut menghasilkan telor sebanyak ton. opulasi Sapi potong mencapai ekor yang menghasilkan 5.756,86 ton daging, sapi perah dengan populasi ekor sebagian besar terdapat di Kecamatan Bendungan. Dari sejumlah sapi perah tersebut menghasilkan susu sebanyak 7.748,29 ton selama tahun B Kelautan dan erikanan otensi kelautan erikanan di Kabupaten Trenggalek sangat besar dengan panjang pantai mencapai 96,00 km dan luas wilayah laut ZEE mencapai ± Ha. otensi perikanan darat dan laut menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. engembangan potensi perikanan mulai direalisasikan dengan pembangunan elabuhan erikanan Nusantara (N) di antai rigi dengan harapan bisa mengentaskan kemiskinan para nelayan setempat. N di pesisir antai rigi kedepannya akan dikembangkan menjadi elabuhan erikanan Samudera (S) yang didukung dengan pengembangan Jalan Lintas selatan (JLS). Tabel berikut menjelaskan mengenai potensi kelautan dan perikanan tahun Dimana tercatat produksi hasil perikanan tangkap mengalami penurunan dari tahun 2011 sebesar ton menjadi ton di tahun Sedangkan produksi hasil perikanan budidaya mengalami peningkatan dari tahun 2011 sebesar ton menjadi ton di tahun EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 42
70 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Tabel otensi Kelautan dan erikanan Kabupaten Trenggalek Tahun No URIN 1 anjang antai 2 - Luas Wilayah laut 4 mil ,00 Km 96,00 Km 96,00 Km ± Ha ± Ha ± Ha ± Ha ± Ha ± Ha ± Ha ± Ha ± Ha 20% 20% 20% 57 buah 57 buah 57 buah 108 Ha 136,40 Ha 140,60 Ha - Luas Wilayah laut 12 mil (ZEE) - Luas Wilayah laut 200 mil (ZEEI) Tingkat pemanfaatan 4 Jumlah pulau 5 Kawasan hutan bakau 6 Kawasan terumbu karang 122 Ha 225,70 Ha 122 Ha 7 Jumlah armada perikanan Unit Unit Unit 8 Jumlah alat tangkap Unit Unit Unit pulau kecil 9 Jumlah nelayan Orang Orang Orang 10 Jumlah embudiyaan ikan Orang Orang Orang 11 Jumlah pengolahan ikan 551 Orang 596 Orang 642 Orang 12 - otensi areal tambak ± Ha ± Ha ± Ha - Termanfaatkan 13 - otensi budidaya laut 17,6 Ha 17,6 Ha 17,6 Ha ± Ha ± Ha ± Ha 40,5 Ha 40,5 Ha 40,5 Ha - Termanfaatkan 14 D - otensi budidaya kolam ± 100 Ha ± 100 Ha ± 100 Ha - Termanfaatkan 16,77 Ha 17,14 Ha 17,99 Ha ± 17 Ha ± 17 Ha ± 17 Ha Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg 15 otensi perairan umum (Waduk) 16 roduksi hasil penangkapan E - Laut - erairan umum 17 roduksi budidaya di kolam Sumber : Dinas Kelautan dan erikanan Kab. Trenggalek, 2013 B Grafik roduksi Hasil Kelautan dan erikanan (kg) Laut erairan umum Budidaya Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Sumber : Dinas Kelautan dan erikanan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 43
71 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Jumlah rumah tangga perikanan tercatat rumah tangga terdiri dari rumah tangga perikanan laut dan rumah tangga perikanan darat. Rumah tangga perikanan laut terdapat pada 3 kecamatan yaitu anggul, Munjungan dan Watulimo. Berdasarkan kondisi wilayah Kabupaten Trenggalek yang berada di pesisir selatan Jawa Timur maka Kabupaten Trenggalek berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan minapolitan baik berbasis perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. otensi perikanan budidaya yang dapat dikembangkan di Kabupaten Trenggalek adalah budidaya ikan gurame, nila dan ikan lele di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan sebagai pusat kegiatan minapolitan serta budidaya ikan lele di Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek sebagai kawasan hinterland. Sedangkan kawasan minapolitan berbasis tangkap dikembangkan di Kecamatan Watulimo dengan Kec anggul dan Munjungan sebagai hinterlandnya. Tabel Jumlah Rumah Tangga erikanan Menurut Jenisnya (RT) No. Kecamatan erikanan Laut erikanan Darat Jumlah erairan Umum Budidaya Kolam NGGUL MUNJUNGN WTULIMO KMK DONGKO ULE KRNGN E D B 8 SURUH 9 GNDUSRI DURENN OGLN TRENGGLEK TUGU BENDUNGN Jumlah Sumber : Dinas Kelautan dan erikanan Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 44
72 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ariwisata Objek wisata di kabupaten Trenggalek dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu objek wisata alam, objek wisata budaya dan objek wisata minat khusus. Dalam periode tahun jumlah obyek wisata yang layak jual di Kabupaten Trenggalek sebanyak 18 obyek wisata alam yang terdiri dari obyek wisata pantai, goa, pemandian, agrowisata, air terjun, dan telaga. Jenis objek wisata di Kabupaten Trenggalek dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. Tabel Objek Wisata lam di Kabupaten Trenggalek Obyek Wisata No. Jenis Wisata Lokasi Kecamatan 1 antai rigi Wisata lam Watulimo 2 antai Karangongso Wisata lam Watulimo 3 antai Damas Wisata lam Watulimo 4 antai elang Wisata lam anggul 5 antai Konang Wisata lam anggul 6 antai Blado Wisata lam Munjungan 7 Gua Lowo Wisata lam Watulimo 8 Gua Suruban Wisata lam Watulimo 9 Gua Ngerit Wisata lam Kampak 10 Gua Gajah Wisata lam Bendungan 11 Gua Kalimati Wisata lam Dongko 12 Gua ringapus Wisata lam 13 emandian Tapan Wisata lam 14 Wonowisata Wisata lam 15 growisata Dilem Wisata lam 16 ir Terjun Kalianak Wisata lam 17 ir Terjun Jero Guih Wisata lam 18 D Telaga Beji Maron Wisata lam Gandusari E Dongko Karangan Trenggalek Bendungan Tugu Karangan Sumber : Dinas ariwisata, emuda dan Olahraga Kab. Trenggalek, 2013 B No. 1 Tabel Obyek Wisata Budaya Obyek Wisata Jenis Wisata Lokasi Kecamatan Upacara Larung Sembonyo Wisata Budaya Watulimo Upacara Longkangan Wisata Budaya Munjungan 3 rasasti Kamulan Wisata Budaya Durenan 4 Tradisi Tiban Wisata Budaya Trenggalek 5 Jaranan Turonggo Yakso Wisata Budaya Dongko 6 Tradisi Baritan Wisata Budaya Dongko 7 Tradisi Religi Kupatan Wisata Budaya Durenan dan Trenggalek 8 Bersih Dam Bagong Wisata Budaya Trenggalek 2 Sumber : Dinas ariwisata, emuda dan Olahraga Kab. Trenggalek, 2013 Tabel Objek Wisata Minat Khusus No. Obyek Wisata Jenis Wisata Lokasi Kecamatan 1 anjat Tebing Gunung Linggo Minat Khusus Karangan 2 anjat Tebing Gunung Sepikul Minat Khusus Watulimo Sumber : Dinas ariwisata, emuda dan Olahraga Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 45
73 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Jumlah kunjungan wisata di kabupaten Trenggalek di tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan tahun tahun sebelumnya dimana jumlahnya mencapai orang, naik dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai orang. Intensifikasi dan Ekstensifikasi obyek wisata tentunya harus terus dilakukan untuk menjaga eksistensi Kabupaten Trenggalek sebagai daerah wisata dan tentunya jumlah wisatawan ini berpengaruh terhadap potensi peningkatan D yang dihasilkan. Grafik erkembangan Jumlah Kunjungan Wisata Tahun (orang) Jumlah Kunjungan Wisata Jumlah Kunjungan Wisata D E Sumber : Dinas ariwisata, emuda dan Olahraga Kab. Trenggalek, BS 2013 Koperasi dan UKM Dengan memperhatikan berbagai karakter dan potensi koperasi terutama dalam hal ketahanannya menghadapi kondisi perekonomian nasional yang belum berpihak kepada kelompok miskin maka sudah sepatutnya koperasi lebih diberdayakan. Kepentingan pemberdayaan koperasi terkait dengan penggunaan modal, bahan baku lokal, serta kemampuan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu maka dalam rangka mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, pemberdayaan koperasi menjadi salah satu opsi yang perlu diperhitungkan. ersentase perkembangan jumlah koperasi aktif untuk periode , tercatat mengalami peningkatan. ada tahun 2006 persentase koperasi aktif hanya 47,98 % dari total 321 koperasi yang ada, sedangkan di tahun 2012 persentase koperasi aktif mencapai 55,20 % dari total 596 koperasi yang ada di kabupaten Trenggalek. B Tabel erkembangan Jumlah Koperasi ktif Uraian Jumlah koperasi Koperasi aktif ersentase koperasi aktif (%) , , , , , , ,20 Sumber : Dinas Koperasi, Industri, erdagangan, ertambangan dan Energi Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 46
74 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 Dengan melihat perkembangan kelembagaan yang ada, terlihat bahwa animo masyarakat terhadap keberadaan koperasi mulai meningkat terutama pada daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang. da hal menarik yang menjadi catatan dalam menganalisis perkembangan jumlah koperasi, koperasi aktif, koperasi tidak aktif dimana dapat dijelaskan bahwa peningkatan jumlah koperasi aktif juga dibarengi dengan peningkatan jumlah kopersi tidak aktif. Hal tersebut dimungkinkan karena sebagian besar disumbang oleh tumbuhnya koperasi baru, bukan dari berkembangnya koperasi tidak aktif menjadi aktif. ermasalahan eksternal yang paling mendasar yang dihadapi oleh koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat adalah masalah iklim usaha. Belum membaiknya iklim usaha dilingkungan koperasi antara lain diindikasikan dari kesulitan koperasi untuk mengembangkan permodalan, teknologi produksi, pemasaran, dan informasi. Kesulitan tersebut berpangkal dari adanya berbagai kondisi baik yang terbentuk secara alami sebagai derivasi dari sistem perekonomian yang dilaksanakan, maupun yang timbul dari berbagai peraturan perundang-undangan. Oleh karenanya dukungan iklim usaha yang kondusif bagi terbukanya peluang untuk berbisnis dan mengembangkan bisnis sangat diperlukan bagi mereka. Tabel Upah Minimum Kabupaten Trenggalek Uraian 2006 UMK Kabupaten Trenggalek (Rp.) ersentase kenaikan (%) ,75 17,65 5, D ,81 10,24 8,57 18,93 E Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kab. Trenggalek, 2013 Industri erkembangan industri kecil, menengah dan kerajinan selama periode menunjukan trend naik turun. Tahun 2010 jumlah IKM mencapai 595 unit, meningkat 69 unit atau 13.12% dibanding tahun ersentase peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2007 sebesar 7,41%. kan tetapi pada tahun 2011 mengalami penurunan menjadi 545 unit, penurunan ini didominasi oleh berkurangnya industri rokok dan genting. Sedangkan di tahun 2012 jumlah IKM kembali mengalami kenaikan 558 unit. B Grafik erkembangan Jumlah IKM Dan Kerajinan (buah) Tahun Th 2006 Th 2007 Th 2008 Th 2009 Th 2010 Th 2011 Th 2012 Sumber : Dinas Koperasi, Industri, erdagangan, ertambangan dan Energi Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 47
75 RKD KBUTEN TRENGGLEK THUN 2014 ertambangan Kabupaten Trenggalek sebenarnya memiliki kekayaan tambang yang tersebar di beberapa lokasi tetapi belum dikembangkan secara optimal. otensi tambang terbesar di Kabupaten Trenggalek adalah marmer sebesar 666 juta ton yang tersebar di Kecamatan anggul sebesar 250 juta ton, Kecamatan Dongko sebesar 152 juta ton, Kecamatan ule sebesar 105 juta ton, Kecamatan Karangan sebesar 56 juta ton dan Kecamatan Suruh sebesar 45 juta ton. Selain marmer, potensi tambang lainnya adalah andesit diorite sebesar 460 juta ton yang tersebar di seluruh kecamatan kecuali Kecamatan ogalan. otensi tambang di Kabupaten Trenggalek dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel Jenis dan ersebaran Tambang di Kabupaten Trenggalek Jenis Tambang No Kandungan (Juta Ton) ersebaran 1 Marmer 666 anggul, Dongko, ule, Karangan, Suruh 2 ndesit diorit 460 anggul, Munjungan, Watulimo, Kampak, Dongko, ule, Karangan, Suruh, Gandusari, Durenan, Trenggalek, Tugu, Bendungan 3 Batu tuffa dan saud stone Batu Gamping Besi 228 anggul, Dongko, ule, Karangan, Suruh, Durenan anggul, Watulimo, Kampak, Gandusari, Bendungan anggul, Munjungan, Dongko 6 Zeolit 220 ule 7 Tanah Liat Felspar 135 Karangan, Suruh, Gandusari, Durenan, Trenggalek Kampak, Karangan, Suruh, Gandusari, Durenan, Trenggalek 9 E B 117 Karangan, Gandusari, ogalan 80 Dongko, Karangan, Suruh 64 anggul, Kampak, Karangan, Gandusari Kaolin 50 Suruh, Bendungan 13 asir 37 ogalan, Trenggalek, Tugu 14 asir laut 30 anggul, Munjungan, Watulimo 15 iropillite 25 Kampak 16 Batubara 18 Watulimo, Dongko, Suruh Mangan D Bentonit Kalsit Sumber : Dinas Koperasi, Industri, erdagangan, ertambangan dan Energi Kab. Trenggalek, 2013 EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 48
76 No EVLUSI ELKSNN ROGRM DN KEGITN RKD SMI THUN BERJLN DN RELISSI RJMD enetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberi gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah pada akhir periode masa jabatan. Hal ini ditunjukan dari akumulasi pencapaian indikator outcome program pembangunan daerah setiap tahun atau indikator capaian yang bersifat mandiri setiap tahun sehingga kondisi kinerja yang diinginkan pada akhir periode RJMD dapat dicapai. Suatu indikator kinerja daerah dapat dirumuskan berdasarkan hasil analisis pengaruh dari satu atau lebih indikator capaian kinerja program ( outcome) terhadap tingkat capaian indikator kinerja daerah berkenaan. Untuk Indikator Laju ertumbuhan Ekonomi (%), Rumah Tangga Miskin (RTM) Terhadap Total Rumah Tangga (%), Indeks embangunan Manusia (IM), Tingkat engangguran Terbuka (%) merupakan Indikator Kinerja untuk mendukung Indikator Kinerja Utama emerintah rovinsi Jawa Timur. Evaluasi Kinerja RKD sampai tahun berjalan dapat dilihat pada Lampiran I, sedangkan realisasi Indikator Kinerja Utama pada RJMD Kab. Trenggalek tahun dapat dijelaskan sebagaimana Tabel berikut. Tabel Target dan Realisasi Indikator Kinerja Utama RJMD Kab. Trenggalek Tahun Indikator Kinerja Utama Realisasi dan Target Tahun Dasar Target Realisasi Target Realisasi Target Target Target 1. Laju ertumbuhan Ekonomi (%) 6,11 6,89 6,46 7,11 6,62 7,89 8,11 8, Rumah Tangga Miskin (RTM) Terhadap Total Rumah Tangga (%) 3. Indeks embangunan Manusia (IM) Ket. Capaian 22,02 20,60 #) 19,18 #) 17,76 16,35 13, , , Tingkat engangguran Terbuka (%) , , Laju Inflasi DRB (%) 6,45 5,64 6,35 4,88 6,25 4,11 3,34 2, Laju ertumbuhan enduduk (%) 0,010 0,065 0,280 0,041 0,317 0,039 0,038 0, Indeks aritas Daya Beli 63,78 66,77 64,84 69,41 65,19 72,06 74,70 77, ngka artisipasi Murni (M) - SD sederajat 97,78 97,88 96,32 97,98 91,27 98,08 98,18 98, SM sederajat 80,62 81,00 79,55 84,00 83,23 87,00 91,00 96, SM sederajat 48,59 50,00 46,67 55,00 59,28 60,00 65,00 70, ngka artisipasi Kasar (K) - SD sederajat 108,37 108,50 104,44 108,80 100,87 109,00 109,30 109, SM sederajat 105,26 105,50 103,66 105,75 106,97 106,00 106,25 106, SM sederajat 67,79 69,00 68,41 71,00 74,23 73,00 75,00 78, ngka artisipasi Sekolah (S) - Usia 7 12 th 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100, Usia th 90,19 95,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100, ngka Melek Huruf 92,83 93,05 92,84 93,31 93,50 93,56 93,82 94, ngka Harapan Hidup (HH) 77,69 77,69 78,12 78,12 78,37 79,56 80,99 85, ngka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup 14. ngka kematian ibu melahirkan per kelahiran hidup 13,46 12,00 11,94 11,50 7,50 11,00 10,50 10, ,52 103,00 136,35 103,00 98,00 103,00 103,00 103, Bayi Gizi buruk 1,53 0,97 1,28 0,95 0,55 0,94 0,92 0, eningkatan DRB per kapita DHB (%) 15,6 16,09 12,80 16,59 13,28 16,84 17,08 17,58 3 Sumber : RJMD Kab. Trenggalek Tahun (diolah) *) Data Sementara **) Data Diperbaiki #) Data Belum/ Tidak Tersedia = Tercapai = Belum Tercapai = Sulit Tercapai EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 49
77 2.3. ERMSLHN EMBNGUNN DERH ermasalahan pembangunan daerah merupakan gap expectation antara kinerja pembangunan Kabupaten Trenggalek yang dicapai saat ini dengan yang direncakanan serta antara apa yang ingin dicapai di masa datang dengan kondisi riil saat perencanaan dilakukan. otensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal, kelemahan yang tidak diatasi, peluang yang tidak dimanfaatkan, dan ancaman yang tidak diantisipasi. ermasalahan embangunan Kabupaten Trenggalek diidentifikasi berdasarkan interaksi dan dinamika perkembangan berbagai sektor yang terjadi baik pada skala lokal kota, regional maupun global. erumusan permasalahan ini penting untuk mendefinisikan visi dan misi pembangunan Kabupaten Trenggalek untuk selanjutnya dijabarkan menjadi tujuan dan sasaran pembangunan dan dituangkan dalam berbagai program dan kegiatan sebagai jawaban atas permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Secara ilustratif, pola hubungan antara permasalahan wilayah, isu strategis, visi dan misi hingga program dan kegiatan dapat dilihat dalam Gambar berikut. Gambar 2.7. ola Hubungan antara ermasalahan, erumusan Visi Misi dan erumusan rogram Kegiatan Menyikapi berbagai perkembangan pembangunan, khususnya dalam upaya pencapaiann visi dan misi yang telah dicanangkan emerintah Kabupaten Trenggalek, diperlukan upaya kerja keras dari pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut sangatlah penting apabila dikaitkan dengan pencapaian target indikator makro pembangunan yang masih kurang memenuhi target. Untuk itu pencapaian target pembangunan, masih perlu dioptimalisasikan dalam implementasinya. Berbagai upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Trenggalek pada tahun 2014 diharapkan lebih fokus pada program maupun kegiatan yang mempunyai daya ungkit pencapaian target dimaksud. Berbagai program dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan pada gilirannya diharapkan dapat menjadi pendorong dalam proses pembangunan dalam rangka akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Trenggalek. erkembangan Indikator makro Kabupaten Trenggalek sebagai representasi keberhasilan pembangunan di Kabupaten Trenggalek menggambarkan tingkat capaian seluruh bidang pembangunan. encapaian Indikator tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh tiga komponen saja yaitu kesehatan, pendidikan, dan daya beli, akan tetapi sesungguhnya dipengaruhi pula oleh semua bidang pembangunan, baik yang terkait secaraa langsung dengan Indeks embangunan Manusia (IM) ataupun yang dianggap sebagai penunjang. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 50
78 Di samping itu, keberhasilan pencapaian Indikator makro bukan sematamata intervensi dari program maupun kegiatan yang dilakukan dan dibiayai oleh emerintah Kabupaten, akan tetapi juga dipengaruhi oleh semua program maupun kegiatan yang dilakukan dan didanai oleh berbagai level emerintahan, baik itu emerintah rovinsi maupun emerintah usat. Oleh karena itu, perkembangan pembangunan daerah di Kabupaten Trenggalek dihasilkan melalui evaluasi terhadap indikator makro dan terhadap kinerja pembangunan Kabupaten Trenggalek secara umum selama kurun waktu tahun 2012, yang kemudian menjadi dasar dalam menentukan isu isu strategis yang akan menjadi rujukan utama dalam menentukan prioritas pembangunan Kabupaten Trenggalek tahun Disamping itu, hal lain yang dijadikan sebagai dasar rujukan penentuan isu strategis adalah masalah terkini yang terjadi dalam skala nasional maupun regional. Isu strategis dan permasalahan mendesak dalam RKD Kabupaten Trenggalek 2014 adalah hasil kesimpulan terhadap isu-isu dan permasalahanpermasalahan yang dihimpun dari penjaringan aspirasi masyarakat mulai dari Musrenbang Desa/Kelurahan, Kecamatan, forum SKD, dan Musrenbang Kabupaten serta keterkaitannya dengan isu strategis dan permasalahan tingkat provinsi dan tingkat nasional. Isu strategis dan masalah mendesak berdasarkan kondisi yang terjadi saat ini dan diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun 2014 adalah sebagai berikut : 1. embangunan Infrastruktur, engembangan Wilayah, dan enataan Ruang; 2. Reformasi Birokrasi dan elayanan ublik; 3. engangguran dan Kemiskinan; 4. ncaman Krisis angan dan Energi, erubahan Iklim dan Bencana lam; 5. eran serta masyarakat dan gender dalam pembangunan. 1. embangunan Infrastruktur, engembangan Wilayah, dan enataan Ruang Masalah embangunan Infrastruktur, engembangan Wilayah dan penataan Ruang tetap menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan. Belum meratanya dukungan infrastruktur yang meliputi infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, transportasi, ketenagalistrikan, energi, pos, telekomunikasi dan informatika, sumber daya air, perumahan, pelayanan air minum, serta penyehatan lingkungan. Berdasarkan data Dinas U Bina Marga dan engairan tahun 2012, dari panjang jalan Kabupaten 949,93 km, sebesar 21,91 % dalam kondisi rusak ringan dan 22,54 % dalam kondisi rusak berat. Sementara itu, banyak bangunan air yang rusak sehingga mengganggu kebutuhan masyarakat akan air baik untuk air minum maupun untuk pertanian. Mengingat bentangan pantai di Kabupaten Trenggalek yang panjang, maka permasalahan yang berkenaan aspek kewilayahan perlu mendapatkan perhatian yang serius terutama terkait dengan pengembangan Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS). Khusus untuk pembangunan Bendungan Tugu dan JLS pada tahun berjalan terkendala dengan pembebasan lahan yang belum terselesaikan seluruhnya, dan diharapkan pada tahun 2014 permasalahan ini dapat terselesaikan. Rendahnya pemanfaatan rencana tata ruang sebagai acuan koordinasi pembangunan lintas sektor dan wilayah. embangunan yang dilakukan di suatu wilayah saat ini masih sering dilakukan tanpa mempertimbangkan keberlanjutannya sehingga degradasi lingkungan banyak terjadi. Selain itu sistem pengelolaan pertanahan yang ada juga kurang optimal, padahal pengelolaan pertanahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penataan ruang. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan tata ruang sebagai acuan koordinasi, keberlanjutan kelestarian alam serta efektifitas dan efisiensi penggunaan sumber daya alam. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 51
79 Dengan telah disahkannya Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Trenggalek Tahun menjadi eraturan Daerah, akan menjadi solusi dari permasalahan tentang penataan ruang dan pengembangan wilayah di Kabupaten Trenggalek. Di Kawasan pegunungan, beberapa lokasi merupakan kawasan pedalaman dan terpencil yang masih sulit dijangkau, diantaranya Dusun Torongan Desa Besuki Kecamatan Munjungan, Dusun Banyon Desa Widoro Kecamatan Gandusari, Dusun Gemblung Desa Kendalrejo Kecamatan Durenan, Dusun Weru Desa Joho Kecamatan ule, Dusun Belang dan Dusun Koli Desa Salamwates Kecamatan Dongko. Kondisi sarana dan prasarana beberapa lokasi dimaksud masih sangat membutuhkan penanganan serius. Jalan yang terjal, berliku dan belum beraspal, beberapa ruas masih merupakan jalan tanah. Sarana penerangan listrik LN belum merata. ir untuk keperluan sehari hari banyak memanfaatkan aliran sungai maupun tadah hujan. Seiring perjalanan waktu, guna peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat maka tuntutan terhadap pemekaran Desa Botoputih Kecamatan Bendungan terus mengemuka. Wilayah Desa Botoputih yang dibatasi dengan bukit menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan di Kantor Desa. Masyarakat yang bertempat tinggal diseberang bukit, harus melewati jalan memutar untuk ke kantor Desa mendapatkan pelayanan administrasi pemerintahan. Dengan demikian, kajian-kajian akan terus dilaksanakan untuk mendapatkan tindak lanjut dari tuntutan pemekaran Desa Botoputih Kecamatan Bendungan. 2. Reformasi Birokrasi dan elayanan ublik Kapasitas kelembagaan menjadi permasalahan utama mengingat peran emerintah Kabupaten Trenggalek sebagai agen pembangunan masih sangat sentral dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat dan bagaimana menjadikan Kabupaten Trenggalek memiliki daya saing dalam ekonomi dan berkehidupan pada umumnya. ermasalahan penyelenggaraan kelembagaan juga menyangkut dukungan umum fungsi-fungsi birokrasi dalam menunjang keberhasilan pembangunan daerah, utamanya menyangkut keterbatasan sumber pembiayaan pembangunan dan pengembangan aparatur. ermasalahan penyelenggaraan kelembagaan ini ditandai dengan : a. erlunya struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah; b. Belum optimalnya kinerja kelembagaan masyarakat dalam menciptakan ketertiban dan ketentraman umum; c. Ketentraman dan ketertiban masih perlu ditingkatkan secara lebih efektif untuk menjaga ketentraman dan ketertiban lingkungan; d. Masih perlu ditingkatkan pemahaman pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, serta masih perlunya ditingkatkan peran serta masyarakat dalam pengambilan keputusan khususnya di bidang pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan; e. embangunan di sektor lingkungan hidup belum menjadi isu sentral pembangunan; dan f. Masih belum optimalnya produktivitas pemanfaatan dan pengendalian ruang sesuai aturan hukum yang berlaku. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 52
80 Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah, struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan hingga saat ini. Selain itu, prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum mantap. Hubungan kerja antar lembaga, termasuk antar pemerintah daerah juga masih belum optimal. Keterbatasan ketersediaan aparatur pemerintah daerah, baik dari segi jumlah, profesionalisme serta kesejahteraan yang terbatas menyebabakan tidak optimalnya pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Dari sisi keuangan daerah, ditunjukkan dengan masih terbatasnya efektivitas, efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah, belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional, serta terbatasnya kemapuan pengelolaan termasuk dalam melaksanakan prinsip transaparansi dan akuntabilitas, serta profesionalisme. Terbatasnya ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional, terbatasnya sumber-sumber pembiayaan yang memadai, baik yang berasal dari kemampuan daerah itu sendiri (internal) maupun sumber dana dari luar daerah (eksternal), belum tersusunnya kelembagaan yang efektif, belum terbangunnya sistem dan regulasi yang jelas dan tegas, serta kurangnya kreativitas dan partisipasi masyarakat secara lebih kritis dan rasional. Belum Optimalnya roses Desentralisasi dan Otonomi Daerah. ersepsi yang belum sama antar pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelengaraan pemerintahan. Di pihak pemerintah, koordinasi sangat diperlukan untuk menjamin keterpaduan antar sektor serta pelaksanaan desentralisasi yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah. Lemahnya koordinasi mengakibatkan tidak efisiennya pemanfaatan sumber daya pembangunan yang terbatas jumlahnya, baik karena tumpang tindihnya kegiatan maupun karena tidak terjalinnya sinergi antar kegiatan. Banyak keluhan dari masyarakat, pelayanan publik di Kabupaten Trenggalek masih belum prima. Masyarakat masih merasa kesulitan mengurus KT, Kartu Keluarga, kta Kelahiran maupun perijinan yang terkait dengan bisnis. ermasalahan kependudukan diharapkan berkurang dengan telah dilaksanakannya program e-kt di Kabupaten Trenggalek sejak tahun Masyarakat yang hendak mengurus perijinan untuk bisnis juga merasakan kerumitan dalam urusan tersebut. Untuk mendapatkan Surat Ijin Usaha erdagangan (SIU), masyarakat sangat kesulitan, karena untuk mengurus SIU harus melengkapi perijinan yang lain seperti Surat Ijin Tempat Usaha (SITU), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin HO dan sebagainya. Salah satu persyaratan itu tidak dipenuhi, masyarakat tidak dapat mengurus SIU, sehingga mereka akhirnya kesulitan untuk membuka bisnis baru. Jika masalah perijinan masih rumit dan tidak segera dilakukan pembenahan-pembenahan, para investor jadi enggan untuk menanamkan modal di Kabupaten Trenggalek. Sebagai pemilik modal, para investor menuntut kemudahan untuk berusaha, sehingga bisnisnya dapat berkembang dengan baik. Untuk itu, para investor biasanya menuntut kelancaran urusan perijinan agar ada jaminan berinvestasi. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 53
81 3. engangguran dan Kemiskinan Tantangan di bidang sosial di Kabupaten Trenggalek adalah adanya kesenjangan sosial, kondisi sebagian masyarakat yang masih menghadapi tekanan kemiskinan, kurangnya kesempatan kerja dan pengangguran, serta kualitas SDM masyarakat yang belum siap bersaing di era global yang makin kompetitif. Dalam banyak hal, kesenjangan sosial akan melahirkan proses eksploitasi dan marginalisasi masyarakat miskin, karena posisi mereka yang rentan dan tersubordinasi. ada sisi lain, kemiskinan menyebabkan terjadinya percepatan dan pendalaman kemiskinan. Kemiskinan akhirnya akan memperlebar jurang perbedaan antar-kelas, antar-wilayah dan antar yang dikuasai dan yang menguasai. Kemiskinan juga akan melahirkan efek domino lain berupa peningkatan jumlah pengangguran, rendahnya pertumbuhan ekonomi di sektor riil, terpuruknya kualitas sumber daya manusia yang ada, rendahnya akses masyarakat ke berbagai layanan publik, dan hilangnya kesempatan si miskin untuk meningkatkan posisi tawar untuk memperbaiki taraf kehidupannya. Di berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek, persoalan kemiskinan seringkali makin sulit teratasi ketika kesenjangan sosial yang terjadi tak kunjung teratasi. Faktor penyebab kemiskinan seolah tak kunjung tertangani, karena faktor-faktor struktural di luar kemampuan si miskin yang tidak memberi kesempatan dan tidak ramah kepada masyarakat miskin. Kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih dari krisis, dan imbas terjadinya krisis global, bukan saja menyebabkan terjadinya gelombang HK, berkurangnya kesempatan kerja, dan kolapsnya sejumlah usaha mandiri yang ditekuni masyarakat, tetapi juga menyebabkan terjadinya proses perluasan dan pendalaman kemiskinan. kibat kualitas SDM masyarakat yang masih tertinggal, dengan ratarata tingkat pendidikan yang rendah dan belum ditunjang kecakapan serta keahlian yang profesional, hal itu menyebabkan tenaga kerja yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Untuk menangani pengangguran dan kemiskinan dibutuhkan kemudahan ekonomi ( economic facilities) yang benarbenar nyata dan peluang-peluang sosial ( social opportunities) yang memihak kepada masyarakat miskin dan pengangguran. Dalam hal ini kemudahan ekonomi, masyarakat miskin perlu mendapat kesempatan dan akses terhadap berbagai sumber permodalan dan peluang usaha tanpa dibebani dengan persyaratan yang menyulitkan. Sedangkan peluang-peluang sosial adalah upaya untuk meningkatkan kesempatan masyarakat miskin melakukan mobilitas sosial-ekonomi secara vertikal melalui pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan bahkan kebutuhan untuk melakukan partisipasi politik secara aktif. Karena masyarakat miskin di Kabupaten Trenggalek banyak bekerja di sektor pertanian, pembangunan pertanian dengan berbasis agrobisnis harus terus dikembangkan. Karena letak geografis Kabupaten Trenggalek yang bergunung-gunung, pembangunan pertanian harus diarahkan pada produk perkebunan dan bukan tanaman pangan. Untuk itu, pembangunan dan pengembangan pertanian di Trenggalek sulit untuk mengutamakan tanaman pangan, karena luas sawah sulit untuk dikembangkan. Justru pertanian yang harus dikembangkan adalah tanaman perkebunan, karena sebagian besar wilayah Trenggalek merupakan daerah pegunungan. Tanaman perkebunan yang dibudidayakan seharusnya tanaman yang berorientasi pasar agrobisnis ( on farm dan off farm), seperti kakao, buah-buahan, kayu sengon, kopi dan sebagainya. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 54
82 Sumberdaya kelautan ternyata juga belum secara maksimal dimanfaatkan, karena keterbatasan para nelayan menguasai teknologi penangkapan ikan maupun pengolahan ikan hasil tangkapan. Untuk itu, penguasaan nelayan/pembudidaya/pengolah ikan terhadap teknologi penangkapan ikan, pembudidaya dan pengolahan ikan hasil tangkapan perlu dilakukan terus-menerus. Sementara itu, keindahan alam pegunungan di Kabupaten Trenggalek dan pantai-pantai yang selama ini menjadi kawasan wisata bahari dan wisata alam perlu diintegrasikan agar mendukung kegiatan pariwisata di Kabupaten Trenggalek. engembangan kawasan wisata pantai dan alam dapat disinergikan dengan wisata budaya dan religi bekerja sama dengan emerintah rovinsi Jawa Timur, emerintah Daerah lain dan investor. Untuk mengurangi pengangguran, pelatihan-pelatihan ketrampilan dan pengembangan sekolah kejuruan harus digalakkan. Kurikulum sekolah kejuruan dan alat-alat praktek harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga kualitas lulusan sekolah kejuruan tersebut dapat mengikuti perkembangan pasar kerja. Di sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) juga dituntut kreatifitas dan inovasi untuk mendukung perekonomian rakyat. Beberapa program strategis Nasional seperti NM Mandiri dan rogram Keluarga Harapan (KH) perlu didukung oleh daerah agar hasilnya lebih optimal. NM Mandiri merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja. Sedangkan KH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. rogramprogram tersebut dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. 4. ncaman Krisis angan dan Energi, erubahan Iklim dan Bencana lam ncaman krisis pangan di Kabupaten Trenggalek cenderung makin nyata ketika dikaitkan dengan persoalan kependudukan. Seperti diketahui, bahwa pertumbuhan penduduk cenderung mengikuti deret ukur, sedangkan pertumbuhan pangan mengikuti deret hitung. Hal ini berarti krisis pangan di Kabupaten Trenggalek akan benar-benar terjadi manakala tidak ada upayaupaya yang serius untuk memperbaiki struktur produksi pangan. erkembangan bisnis yang terkonsentrasi di wilayah urban dan kebutuhan lahan untuk sarana dan prasarana kehidupan, menyebabkan lahan produktif semakin berkurang. ada sisi lain permasalahan yang harus dihadapi petani adalah kenaikan biaya produksi dan perolehan margin keuntungan yang makin tipis, sehingga nilai tukar petani menjadi rendah. Hal ini antara lain yang menyebabkan gairah petani bercocok-tanam mengalami kelesuan, dan pada akhirnya profesi petani semakin tidak menarik. Secara garis besar, beberapa kelemahan sektor pertanian di Kabupaten Trenggalek, antara lain karena: (1) terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan bisnis, permukiman dan pusat perkantoran; (2) rendahnya nilai tukar produk pertanian dan kesenjangan antara sektor pertanian dengan industri yang cenderung bersifat asimetris; (3) lemahnya tata niaga produk pertanian dan panjangnya rantai distribusi produk pertanian yang menyebabkan pemasaran menjadi tidak efisien dan merugikan petani; EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 55
83 (4) kurang berkembangnya aspek kelembagaan yang mendukung pengembangan sektor pertanian; (5) mutu produk pertanian belum terstandarisasi dan kemasan produk yang tidak bersahabat dengan pasar; (6) kualitas bibit, benih dan teknologi pertanian yang masih rendah serta penerapan teknologi yang masih terbatas; (7) kurangnya sarana dan prasarana wilayah pendukung pengembangan sistem agrobisnis; dan (8) pemakaian pupuk organik masih rendah dan kecenderungan pemakaian pupuk anorganik secara berlebihan tanpa didukung ketersediaan pupuk anorganik. Berkaitan dengan hal tersebut, kewaspadaan pangan dan gizi merupakan upaya yang bersifat preventif dan berkesinambungan. Kegiatan yang ada diupayakan untuk mewaspadai timbulnya kerawanan pangan dan gizi, kelaparan, keamanan dan mutu pangan, serta merumuskan langkah- Iangkah antisipasi dan penanggulangannya. Sebagai daerah yang terus berkembang, pertumbuhan penduduk dan seluruh aktivitasnya di Kabupaten Trenggalek menuntut adanya ketersediaan energi dalam jumlah yang cukup besar. Sementara itu, energi minyak bumi dan gas alam yang tersedia jumlahnya semakin terbatas dan jenis energi tersebut sifatnya tidak dapat diperbaharui. engalaman selama ini telah banyak membuktikan bahwa keterbatasan ketersediaan energi, bukan saja menyebabkan harga energi di pasaran menjadi makin mahal, tetapi juga menyebabkan efek domino terhadap peningkatan harga kebutuhan masyarakat yang lain. Salah satu dampak yang selalu terjadi akibat adanya krisis energi adalah harga satuan energi semakin tidak terkendali dan menyebabkan kekurangan energi di berbagai Negara, karena ketidakmampuannya untuk membeli atau memproduksi energi. ncaman krisis energi juga menyebabkan terbukanya peluang konflik sosial sebagai akibat meningkatnya jumlah orang miskin dan bertambahnya pengangguran. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi krisis energi antara lain melalui penggunaan energi alternatif dan produk energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini ternyata melahirkan masalah baru. eningkatan permintaan jagung untuk kepentingan manusia, hewan dan energi menyebabkan harga komoditi tersebut menjadi mahal. Hal itu akhirnya berdampak secara sosial maupun ekonomi di berbagai daerah maupun negara. Untuk mengatasi ancaman krisis energi, perlu diupayakan pencarian energi alternatif secara terus-menerus terkait dengan energi yang ramah lingkungan, seperti energi matahari, air dan angin yang jumlahnya sangat melimpah di Indonesia dan Kabupaten Trenggalek pada khususnya. emanasan global dan perubahan iklim yang sekarang tengah terjadi diperkirakan masih akan terus terjadi pada masa-masa mendatang. Banyaknya kejadian bencana di Kabupaten Trenggalek seperti banjir dan tanah longsor merupakan dampak nyata dari perubahan iklim dan pemanasan global. Fokus adaptasi pembangunan perlu ditujukan pada areaarea yang rentan terhadap perubahan iklim, seperti area sumberdaya air, pertanian, perikanan, pesisir dan laut, infrastruktur dan permukiman, kesehatan, dan kehutanan. rah Kebijakan pembangunan yang berdaya tahan terhadap resiko perubahan iklim perlu mempertimbangkan agenda perubahan iklim terkait tujuan pembangunan nasional dan daerah serta diselaraskan dengan tujuan pembangunan millenium (millenium development goalsimdg's). EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 56
84 Terdapat beberapa isu mendasar yang layak menjadi perhatian pada setiap fokus area, yaitu masing-masing berkaitan dengan usaha penanggulangan kemiskinan; pembangunan ekonomi dan sosial; investasi; dan perencanaan tata ruang. Sebagaimana banyak terjadi pada tahun-tahun terakhir, berbagai implikasi dari perubahan iklim telah menjadikan derita orang miskin menjadi berlipat kali. ara nelayan tidak bisa melaut, karena gelombang besar. ara petani miskin di pedesaan semakin menderita, karena lahan-iahan pertaniannya terancam banjir kala musim penghujan dan terancam kekeringan kala musim kemarau. Tempat tinggal mereka juga terancam tanah longsor. Mereka yang tinggal di tepi pantai seperti di antai rigi, Munjungan dan anggul juga terancam bencana tsunami. Untuk dapat menunjang pelaksanaan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang diperkirakan akan terus terjadi ini, maka diperlukan upaya penegakan hukum yang konsisten dan tegas terhadap perusakan lingkungan hidup, tata kelola pemerintahan yang baik ( good governance), persiapan dan rekayasa sosial, serta sosialisasi dan pendidikan yang intensif. Semua itu menjadi persyaratan penting yang mutlak dipenuhi melalui kebijakan yang lebih komprehensif. 5. eran serta masyarakat dan gender dalam pembangunan Kompleksitas permasalahan ekonomi secara umum masih rendah ditandai dengan kurangnya ketersediaan lapangan kerja dan rendahnya ketrampilan yang dibutuhkan bursa tenaga kerja. ada sisi lain, perkembangan tuntutan pasar kerja dan persaingan industri di pasar global, menuntut kebutuhan tenaga kerja profesional yang memenuhi standar kualifikasi tenaga kerja berbasis knowledge, skill dan attitude (KS), serta keterampilan sosial (social skill). asar kerja di masa datang juga menuntut adanya jaminan kondisi iklim ketenagakerjaan yang kondusif, harmonis dan dialogis, yang melahirkan suasana hubungan industrial yang ramah, dan adanya kepastian hukum dalam usaha dan investasi. eran serta masyarakat dalam pembangunan hendaknya disikapi dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah sehingga prinsip keterbukaan informasi publik mengenai proses pembangunan daerah yang sinergis, transparan, partisipatif dan akuntabel dapat diimplementasikan. Hingga saat ini kesetaraan gender masih belum signifikan. asalnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan masih relatif kecil, jika dibandingkan dengan laki-laki. eran kodrati perempuan bersifat statis, sedangkan gender bersifat dinamis, sehingga hendaknya dapat mengupayakan peran kaum perempuan yang berwawasan. Dibutuhkan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang dapat mendukung peranserta perempuan dalam pembangunan dan dapat menghilangkan diskriminatif terhadap keberadaan peran perempuan disegala aspek. Keberadaan perempuan dapat menjadi sebagai subjek pembangunan yang mempunyai peran sama dengan laki-laki. Saat ini telah terlihat pula upaya penyetaraan gender di Kabupaten Trenggalek dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-budaya, hukum dan pengambilan keputusan. Namun tidak dipungkiri juga, bahwa dewasa ini masih terdapat empat bentuk proses diskriminasi terhadap perempuan, yaitu masih adanya penolakan terhadap peran perempuan di ruang publik. rendahnya anggaran untuk menghapuskan diskriminasi dan kesenjangan gender, masih rendahnya perhatian untuk memenuhi hak kesehatan reproduksi dan perlindungan kerja. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 57
85 2.4. ENELHN OKOK-OKOK IKIRN DRD okok-pokok pikiran DRD memuat pandangan dan pertimbangan DRD mengenai arah prioritas pembangunan serta rumusan usulan kebutuhan program/kegiatan yang bersumber dari hasil penelaahan pokok-pokok pikiran DRD tahun sebelumnya yang belum terbahas dalam musrenbang dan agenda kerja DRD untuk tahun rencana. enelaahan dimaksudkan untuk mengkaji kemungkinan dijadikan sebagai masukan dalam perumusan kebutuhan program dan kegiatan pada tahun rencana berdasarkan prioritas pembangunan daerah. enelaahan pokok-pokok pikiran DRD yaitu penelaahan kajian permasalahan pembangunan daerah yang diperoleh dari DRD berdasarkan hasil rapat dengan DRD, seperti rapat dengar pendapat dan/atau rapat hasil penyerapan aspirasi melalui reses. Langkah-langkah yang telah dilakukan dalam rangka penelaahan pokokpokok pikiran DRD, antara lain sebagai berikut: 1. Inventarisasi jenis program/kegiatan yang diusulkan DRD dalam dokumen rumusan hasil penelaahan pokok-pokok pikiran DRD tahun lalu dan dikelompokkan kedalam urusan SKD; 2. Mengkaji pandangan dan pertimbangan pokok-pokok pikiran DRD yang disampaikan pada Musrenbang tingkat Desa hingga Kabupaten berkaitan dengan usulan program/kegiatan hasil reses; 3. Verifikasi indikator kinerja serta lokasi yang diusulkan; 4. Melakukan pengecekan dan validasi oleh tim penyusun RKD yang berasal dari SKD terkait terhadap kebutuhan riil di lapangan dengan mempertimbangkan asas manfaat, kebutuhan mendesak/prioritas, efisiensi dan efektivitas; 5. enelaahan pokok-pokok pikiran DRD yang selaras dengan pencapaian sasaran dan program prioritas sebagaimana telah ditetapkan dalam eraturan Daerah tentang RJMD; 6. Merumuskan usulan program dan kegiatan dalam rancangan RKD. Dalam upaya membangun peran serta masyarakat dan DRD sebagaimana yang diharapkan oleh UU No 32 tahun 2004, maka diperlukan suatu proses pertukaran (transform) sosial yang benar. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses demokrasi sehingga tercapai otonomi daerah yang mengandung makna kewenangan daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi dan partisipasi masyarakat. enguatan peran lembaga legislatif di era reformasi ini adalah suatu keharusan yang tidak dapat dibantah lagi. DRD berfungsi dan berperan dalam melaksanakan fungsi-fungsi yaitu : legislation, budgeting dan controlling. Dalam fungsi legislasi, DRD memiliki kewenangan untuk membuat peraturan -peraturan Daerah, baik berdasarkan inisiatif Kepala Daerah maupun inisiatif DRD sendiri. Dalam hal fungsi anggaran DRD harus menetapkan BD yang diusulkan Kepala Daerah dengan memperhatikan aspirasi masyarakat, sedangkan dalam fungsi kontrol, DRD harus melakukan pengawasan atas jalannya pemerintahan daerah sehingga tidak menyimpang dari amanat dan aspirasi rakyat. Dalam rangka melakukan controlling terhadap jalannya pemerintahan itu, DRD mempunyai beberapa hak, yaitu hak meminta pertanggungjawaban Kepala Daerah, hak meminta keterangan, hak mengadakan penyelidikan, hak amandemen, hak mengajukan pernyataan pendapat, hak inisiatif, dan hak anggaran. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 58
86 Sesuai dengan praktek dalam kehidupan demokrasi, keberadaan lembaga legislatif memiliki posisi sentral yang mewakili rakyat dan mempunyai kewenangan menyuarakan aspirasi rakyat sehingga memberikan kontribusi dalam penetapan kebijakan politik pemerintah dan pihak eksekutif hanya menjalankan kebijakan politik yang telah ditetapkan tersebut. Sistem cheeks and balances antara kekuasaan badan eksekutif daerah dengan kekuasaan legislatif daerah sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan dimana sebuah korupsi hanya bisa dihindari bilamana fungsi dan peran DRD itu sendiri dapat berjalan secara efektif. Dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat maka kewajiban DRD adalah memperhatikan dan memajukan tingkat kehidupan rakyat dengan berbekal pada program pembangunan pemerintah dalam hal ini perjuangan untuk menampung aspirasi dan partisipasi rakyat sudah ditekankan untuk kepentingan program pembangunan pemerintah yang dalam prakteknya masih sering melanggar hak-hak azasi warga negara. dapun okok-okok ikiran DRD Kabupaten Trenggalek yang disampaikan pada Musrenbang Kabupaten dapat dirangkum sebagaimana berikut : 1. Dokumen erencanaan embangunan Daerah pada dasarnya menerjemahkan suatu proses pemikiran strategis. erencanaan strategis erat kaitannya dengan proses penetapan kemana daerah akan diarahkan pengembangannya dan apa yang hendak dicapai; bagaimana mencapainya dan langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan tercapai; 2. Dengan perencanaan strategis diharapkan: akan dapat dirumuskan tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang SMRT yang konsisten dengan visi, misi program Kepala Daerah Terpilih dan dalam kerangka waktu sesuai kemampuan daerah atau organisasi untuk mengimplementasikannya memastikan bahwa sumber daya dan dana daerah diarahkan untuk menangani isu dan permasalahan prioritas; menyediakan basis untuk mengukur sejauh mana kemajuan untuk mencapai tujuan dan mengembangkan mekanisme untuk menginformasikan perubahan apabila diperlukan; dapat dikembangkan kesepakatan untuk memadukan semua sumber daya dalam mencapai tujuan; dapat dirumuskan fokus dan langkah-langkah yang lebih jelas untuk mencapai tujuan pembangunan daerah; dan dapat dihasilkan pembangunan yang lebih produktif, efisien dan efektif. 3. Suatu perencanaan strategis akan berhasil apabila: mengikutsertakan stakeholders yang tepat dalam proses perencanaan mengkomunikasikan rencana dengan bahasa yang mudah dimengerti tujuan ( goals) dan sasaran ( objectives) dan SMRT ( specific, measurable, acceptable, realistic, timebound) ada kejelasan siapa bertanggung jawab untuk mencapai tujuan, sasaran dan hasil, dan waktu penyelesaian termasuk review kemajuan pencapaian sasaran; ada kemampuan untuk menyesuaikan dari waktu ke waktu terhadap perkembangan internal dan eksternal yang terjadi; ada evaluasi terhadap proses perencanaan yang dilakukan; dan ada komunikasi dan konsultasi berkelanjutan dari dokumen yang dihasilkan dengan menggunakan instrumen, metodologi, pendekatan yang tepat untuk mendukung proses perencanaan. EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 59
87 4. Musrenbang adalah hasil assesmen paling penting terhadap usulan program yang prioritas dari masyarakat karena apa yang dihasilkan merupakan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya, maka partisipasi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan pembangunan sebagai bentuk dari proses demokrasi. erencanaan pembangunan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat didalam pembuatan perencanaan tersebut. Menyadari akan pentingnya peran serta masyarakat, pemerintah mengharuskan didalam pembuatan perencanaan pembangunan baik pusat maupun daerah dilakukan musyawarah secara berjenjang dari tingkat bawah dengan penentuan skla prioritas; 5. Otonomi Daerah telah mengamanatkan kewenangan yang nyata, luas dan bertanggung jawab kepada pemerintah daerah untuk mengurus, mengatur dan menyelenggrakan urusan pemerintahan termasuk memberikan pelayanan, pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat; 6. nggaran secara teoritik sebagai instrumen penyelenggaraan roda kekuasaan sebagaimana tercermin dalam BD. Kemudian dalam prakteknya anggaran tidak lepas dari sejumlah kepentingan seringkali memiliki bobot prioritas yang relatif sama. Disinilah ada pilihan-pilihan mana yang perlu mendapatkan prioritas. nggaran harus diarahkan untuk penciptaan lapangan kerja, mengatasi kesenjangan, peningkatan efektivitas serta efisiensi ekonomi daerah; 7. enyusunan anggaran harus memprioritaskan kebutuhan masyarakat, dimana anggaran harus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan yang layak, menjaga ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja dan jaminan sosial; 8. Skema perencanaan dan penganggaran selayaknya mensyaratkan perpaduan antara pendekatan teknokratis, politis dan partisipasi, tapi faktanya perencanaan dan penganggaran bersifat teknokratis-politis kurang diimbangi dengan partisipasi masyarakat yang nyata; 9. Tantangan pembangunan daerah Kabupaten Trenggalek ke depan adalah perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas SDM serta pengembangan aktivitas dunia usaha. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesehjahteraan masyarakat dengan mensinergikan program-program di Kabupaten dan program-program usat serta rovinsi yang menganut ro Growth, ro oor, ro Jobs dan ro Environment; 10. Menyepakati usulan pemerintah untuk menetapkan tema pembangunan tahun 2014 yaitu ercepatan embangunan Infrasruktur dan Reformasi Birokrasi untuk Memacu ertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Daerah ; 11. Memfokuskan prioritas pembangunan untuk pencapaian target-target pembangunan dalam RJMD Kabupaten Trenggalek tahun yang berisi tentang penjabaran visi misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih; 12. Menyetujui terobosan atau inovasi emerintah Daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah termasuk penerapan agu Indikatif Kecamatan (IK) dan penerapan penyusunan dokumen perencanaan bebasis teknologi Informasi; 13. Mendukung secara penuh IK sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Musrenbang di level desa dan kecamatan serta sekaligus mengurangi disparitas / kesenjangan wilayah; 14. Mengapresiasi pelaksanaan musrenbang tahun ini dari segi persiapan dan pelaksanaan dimana partisipasi masyarakat lebih tinggi, dengan melibatkan masyarakat dan stakeholder terkait; EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 60
88 15. erbaikan Infrastruktur menjadi isu penting dalam peningkatan pertumbuhan Ekonomi daerah dengan memprioritaskan untuk perbaikan Jalan Kabupaten jalan oros Kecamatan dan Jalan oros Desa; 16. Reformasi Birokrasi di setiap level dari tingkat Desa hingga Kabupaten perlu terus ditingkatkan dengan peningkatan SDM perangkat Desa, NS dan Birokrat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengacu pada pencapaian Standar elayanan Minimal (SM); 17. Tingkat kemiskinan yang masih tinggi perlu adanya strategi percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek dengan mengedepankan pencapaian target penurunan angka kemiskinan; 18. Untuk peningkatan aksesibilitas pendidikan, perlu diperhatikan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pelayanan pendidikan murah dan memadai, peningkatan kualitas pendidikan dasar hingga menengah termasuk pendidikan anak usia dini (UD) dan pendidikan khusus/ inklusi; 19. elayanan kesehatan yang murah dan memadai perlu ditingkatkan, terutama pelayanan terhadap warga kurang mampu. Untuk itu perlunya pendataan terhadap keluarga miskin agar benar-benar valid karena hal ini berkaitan dengan pelayanan JMKESMS; 20. erlu adanya perluasan lapangan kerja bagi penduduk miskin, terutama peningkatan pelayanan dan kesejahteraan sosial termasuk penyandang cacat yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah; 21. Revitalisasi ertanian dalam arti luas (termasuk peternakan, kelautan dan perikanan) perlu ditingkatkan lagi untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah khususnya pengembangan kawasan agropolitan dan minapolitan; 22. Optimalisasi potensi wisata daerah dengan promosi wisata, studi-studi wisata yang berkelanjutan, dan perbaikan infrastruktur jalan menuju tempat wisata sehingga ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata dapat meningkat; 23. emeliharaan lingkungan hidup dan pemanfaatan Sumber Daya lam (SD) yang berkelanjutan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam meminimalisasi kerusakan lingkungan; 24. eningkatan peran masyarakat dan penyetaraan gender dalam pembangunan sudah sesuai dengan semangat visi dan misi kepala Daerah yang telah tertuang dalam dokumen RJMD; 25. eningkatan peran pemuda dan olahraga juga perlu diperhatikan menjadi prioritas daerah, termasuk peningkatan sarana prasarana kepemudaan dan olahraga serta pembinaan kepada para atlet dan klub olahraga yang berprestasi; 26. Kelestarian budaya Trenggalek juga perlu ditingkatkan dan dilestarikan dengan pembinaan dan pengadaan sarana prasarana kebudayaan termasuk kesenian Turonggo Yakso yang menjadi ikon kesenian di Kabupaten Trenggalek; 27. eningkatan endapat sli Daerah (D) pe rlu dipacu untuk mengimbangi porsi pendapatan daerah Kabupaten Trenggalek yang masih didominasi penerimaan dari pusat baik dari Dana lokasi Umum (DU) dan Dana lokasi Khusus (DK); 28. engalokasian belanja hibah dan bansos agar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengedepankan azas keadilan; 29. enetapan dokumen perencanaan dan penganggaran pada Tahun 2014 agar dapat dilaksanakan tepat waktu sehingga pelaksanaan pembangunan tahun 2014 tidak terhambat dan segera dapat dilaksanakan diawal tahun anggaran; dan 30. Dokumen RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 harus menjadi acuan dalam penyusunan dokumen KU-S Kab. Trenggalek Tahun 2014 dan R- BD kabupaten Trenggalek Tahun EVLUSI HSIL ELKSNN RKD THUN LLU DN CIN KINERJ ENYELENGGRN EMERINTHN II - 61
89 BB III RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH Hal mendasar perencanaan tahunan adalah kemampuannya dalam memproyeksikan kapasitas riil keuangan daerah secara lebih akurat dari apa yang sudah diprediksikan dalam RMD tahun berkenaan; sehingga dapat diketahui belanja langsung yang dapat dialokasikan bagi program/kegiatan prioritas. Untuk itu, dibutuhkan gambaran tentang kondisi ekonomi daerah tahun rencana berdasarkan gambarannya di masa lalu. Di sini, rancangan kerangka ekonomi dan kebijakan keuangan daerah bermakna sebagai hasil dari strategi pembangunan yang telah berjalan sekaligus menjadi dasar asumsi operasionalisasi kebijakan di tahun rencana RH KEBIJKN EKONOMI DERH emerintah dalam pelaksanaan pembangunan bidang ekonomi tidak hanya bergantung pada perencanaan-perencanaan yang sudah ada tetapi guna percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi dapat berlangsung secara efektif di tahun-tahun mendatang diperlukan sebuah rencana induk pembangunan ekonomi yang sering disebut Master lan ercepatan Dan erluasan embangunan Ekonomi Indonesia (M3EI). Dokumen M3EI tidak menggantikan RJMN melainkan menjadi dokumen kerja yang komplementer terhadap RJN (UU No. 17 Tahun 2007) dan RJMN (eraturan residen No. 5 Tahun 2010). Seluruh program reguler pemerintah yang tidak dicakup dalam M3EI berjalan seperti biasa sesuai dengan perencanaan. Dalam rangka merumuskan strategi dan kebijakan, M3EI mempertimbangkan posisi geo-strategis Indonesia dalam skala regional maupun global. osisi geo-strategis tersebut membentuk keunggulan dan keunikan masingmasing pulau besar yang akan menjadi pilar utama dalam rangka mencapai visi erwujudannya dapat dimaknai dengan pendefinisian peran strategis masing-masing pulau besar yang nantinya membentuk 6 koridor ekonomi. Setiap koridor ekonomi memiliki aktivitas ekonomi utama. rovinsi Jawa Timur masuk pada koridor Jawa sebagai pendorong industri dan jasa nasional. Kabupaten Trenggalek sebagai bagian dari program strategis ini akan menerapkan action plan percepatan pembangunan ekonomi Kabupaten Trenggalek untuk mendukung rogram M3EI. Upaya-upaya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan ekonomi oleh pemerintah pusat berkorelasi positif terhadap kinerja agregat ekonomi dan sosial yang merupakan Indikator Kinerja Utama emerintah rovinsi Jawa Timur sebagaimana telah tertuang pada eraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2009 tentang RJMD rovinsi Jawa Timur rah kebijakan bidang ekonomi Kabupaten Trenggalek sebagaimana yang tercantum dalam RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun untuk rah Kebijakan dalam spek Waktu (Timing) menyatakan bahwa tahun 2014 masuk pada strategi pembangunan daerah tahun keempat, dimana sektor pembangunan infrastruktur wilayah, percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi dan pelayanan publik akan menjadi prioritas utama pembangunan Kabupaten Trenggalek pada tahun RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 1
90 Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2012 dan erkiraan Tahun 2013 dan 2014 erkembangan indikator makro ekonomi memberikan suatu gambaran kondisi ekonomi makro Kabupaten Trenggalek pada tahun 2012 dan kondisi yang diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2013 dan roduk Domestik Regional Bruto (DRB) Salah satu indikator ekonomi makro yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi hasil hasil pembangunan disuatu daerah adalah DRB (roduk Domestik Regional Bruto). DRB merupakan jumlah nilai tambah seluruh barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha suatu daerah dalam satu tahun. Dari nilai DRB tersebut dapat diturunkan tiga indikator penting lainnya, yaitu pendapatan per-kapita, pertumbuhan ekonomi dan struktur ekonomi. DRB dibagi menjadi dua jenis, yaitu DRB tas Dasar Harga Berlaku (current price) dan DRB atas dasar harga konstan (constan price). DRB tas Dasar Harga Berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun yang berlaku. DRB atas dasar harga berlaku digunakan untuk melihat DRB per-kapita, pendapatan perkapita dan untuk melihat besarnya pergeseran struktur ekonomi. DRB atas dasar harga konstan menunjukan nilai tambah harga barang dan jasa yang dihitung berdasarkan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar (tahun 2000). DRB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Besaran DRB sering digunakan sebagai indikator untuk menilai kinerja perekonomian suatu wilayah, terutama dikaitkan dengan kemampuan suatu daerah dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Oleh karena itu dalam mengalokasikan anggaran, sektor-sektor yang memiliki kontribusi sebagai sektor penyumbang terbesar DRB harus mendapatkan perhatian dari emerintah Kabupaten Trenggalek. Gambaran peningkatan DRB tas Dasar Harga Berlaku sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2012, serta proyeksi tahun 2013 dan 2014 dari berbagai lapangan usaha nampak sebagai berikut : Tabel 3.1. Realisasi, Target dan royeksi DRB Kabupaten Trenggalek tas Dasar Harga Berlaku (DHB) Tahun (dalam jutaan rupiah) NO LNGN USH Th Th Th *) Th **) Th **) Rp. % Rp. % Rp. % Rp. % Rp. % 1 ERTNIN ,63 39, ,11 38, ,02 38, ,23 38, ,20 38,40 2 ERTMBNGN ,50 2, ,13 1, ,52 1, ,80 1, ,25 1,74 DN GLIN 3 INDUSTRI ,01 5, ,72 5, ,63 5, ,29 5, ,66 5,25 4 LISTRIK, GS DN ,21 0, ,39 0, ,79 0, ,09 0, ,05 0,49 IR MINUM 5 BNGUNN ,72 2, ,93 2, ,90 2, ,91 2, ,92 2,65 6 ERDGNGN, ,02 27, ,62 28, ,72 29, ,14 30, ,21 30,02 HOTEL DN RESTORN 7 NGKUTN & ,48 3, ,35 3, ,77 3, ,95 3, ,77 3,20 KOMUNIKSI 8 KEUNGN, ,89 3, ,46 3, ,32 3, ,25 3, ,79 3,80 ERSEWN DN JS ERUSHN 9 JS-JS ,63 15, ,42 15, ,71 15, ,49 14, ,62 14,45 DRB , , , , ,46 ertumbuhan 12,95 13,23 13,28 13,35 13,50 Sumber : BS Kab. Trenggalek, 2013 *) = Data Sementara **) = Hasil royeksi RKD (diolah) RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 2
91 Sedangkan DRB Kabupaten Trenggalek tas Dasar Harga Konstan, mulai Tahun 2010 sampai dengan 2014 menunjukkan pertumbuhan yang ditunjukkan sebagaimana Tabel berikut : Tabel 3.2. Realisasi, Target dan royeksi DRB Kabupaten Trenggalek tas Dasar Harga Konstan (DHK) Tahun (dalam jutaan rupiah) NO LNGN USH Th Th Th *) Th **) Th **) Rp. % Rp. % Rp. % Rp. % Rp. % 1 ERTNIN ,28 38, ,24 37, ,82 36, ,57 35, ,58 34,43 2 ERTMBNGN ,05 1, ,11 1, ,66 1, ,82 1, ,27 1,57 DN GLIN 3 INDUSTRI ,04 5, ,08 5, ,97 5, ,99 5, ,31 5,30 4 LISTRIK, GS DN ,26 0, ,63 0, ,83 0, ,48 0, ,64 0,60 IR MINUM 5 BNGUNN ,54 2, ,29 2, ,09 2, ,11 2, ,95 2,36 6 ERDGNGN, ,99 28, ,50 29, ,16 30, ,49 31, ,10 32,51 HOTEL DN RESTORN 7 NGKUTN & ,31 3, ,61 3, ,73 3, ,73 3, ,03 3,20 KOMUNIKSI 8 KEUNGN, ,47 3, ,02 4, ,44 4, ,27 4, ,67 4,14 ERSEWN DN JS ERUSHN 9 JS-JS ,60 16, ,27 16, ,85 16, ,77 15, ,36 15,90 DRB , , , , ,90 ertumbuhan 6,11 6,46 6,62 6,87 7,00 Sumber : BS Kab. Trenggalek, 2013 *) = Data Sementara **) = Hasil royeksi RKD (diolah) Untuk proyeksi tahun 2014, sektor pertanian masih menjadi andalan perekonomian di Kabupaten Trenggalek. Sektor ini akan memberikan kontribusi dari 34,43 persen dari total DRB DHK. Selanjutnya, kontribusi terbesar kedua adalah Sektor erdagangan, Hotel dan Restoran yang memberikan kontribusi sebesar 32,51 persen; disusul Sektor Jasa jasa sebesar 15,90 persen. Sedangkan sektor lapangan usaha yang memberikan kontribusi kurang dari 10 persen adalah Sektor Industri engolahan sebesar 5,30 persen; Sektor engangkutan dan Komunikasi sebesar 3,20 persen; Sektor Bangunan/Konstruksi sebesar 2,36 persen; Sektor Keuangan, ersewaan dan Jasa erusahaan sebesar 4,14 persen; Sektor ertambangan dan enggalian 1,57 persen; dan Sektor Listrik, Gas dan ir Bersih sebesar 0,60 persen. Tabel 3.3. Realisasi, Target dan royeksi ersentase Laju ertumbuhan DRB Kab. Trenggalek Tahun 2010 s.d 2014 NO LNGN USH *) 2013 **) 2014 **) 1 ERTNIN 4,33 2,94 3,58 4,60 4,08 2 ERTMBNGN DN GLIN 4,66 4,32 2,77 7,14 5,08 3 INDUSTRI 4,75 6,44 6,68 5,17 6,28 4 LISTRIK, GS DN IR MINUM 8,17 8,29 6,63 10,70 8,84 5 BNGUNN 6,33 9,05 7,80 7,99 8,32 6 ERDGNGN, HOTEL DN RESTORN 9,46 10,56 10,37 9,98 10,34 7 NGKUTN & KOMUNIKSI 6,37 8,06 9,41 5,72 7,91 8 KEUNGN, ERSEWN DN JS 6,84 8,50 8,82 7,17 8,33 ERUSHN 9 JS-JS 5,01 6,63 5,88 6,44 6,52 Sumber : BS Kab. Trenggalek, 2013 *) = Data Sementara **) = Hasil royeksi RKD (diolah) DRB 6,11 6,46 6,62 6,87 7,00 RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 3
92 Struktur ekonomi Kabupaten Trenggalek beberapa tahun terakhir, masih didominasi oleh sektor ertanian, diikuti oleh sektor sektor perdagangan, hotel dan restoran serta jasa jasa. Kalau dilihat perkembangannya, terdapat pergeseran struktur ekonomi di Kabupaten Trenggalek. Untuk sektor pertanian ada kecenderungan turun, demikian juga dengan sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi, serta sektor jasa jasa. Sedangkan untuk sektor perdagangan, hotel dan restoran ada kecenderungan naik. Ketika prosentase laju pertumbuhan DRB sektor tertentu tidak secara langsung berarti bahwa produktivitas sektor tersebut juga turun, laju pertumbuhan DRB sektor pertanian tahun 2011 turun dibandingkan tahun sebelumnya, ini bukan berarti produksi sektor pertanian turun, tetapi yang terjadi adalah pertumbuhan sektor pertanian kalah cepat bila dibandingkan dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Berdasarkan indikator DRB, kondisi perekonomian di Kabupaten Trenggalek terlihat semakin membaik. Nilai DRB terus mengalami peningkatan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 13,01% untuk DRB berdasarkan harga berlaku dan 6,33% untuk DRB atas dasar harga konstan. DRB berdasarkan harga berlaku pada tahun 2008 sebesar Rp ,77 milyar dan meningkat menjadi Rp ,692 milyar pada tahun erubahan nilai DRB tas Dasar Harga Berlaku (DRB DHB) dari tahun ke tahun dipengaruhi oleh perubahan kuantum produksi dan perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan DRB DHB tidak selalu menunjukkan adanya perbaikan ekonomi. Bisa saja peningkatan DRB DHB disebabkan oleh faktor inflasi yang tinggi. Untuk melihat adanya perbaikan ekonomi digunakan DRB tas Dasar Harga Konstan (DRB DHK) yang diperoleh dari DRB DHB yang telah dibebaskan dari faktor perubahan harga. Capaian DRB Kabupaten Trenggalek Tahun sebagaimana tertera pada Tabel. Tabel 3.4. Realisasi, Target dan royeksi roduk Domestik Regional Bruto dan ertumbuhan Ekonomi Kabupaten Trenggalek Tahun 2008 s.d 2014 (dalam jutaan rupiah) Tahun Harga Berlaku Harga Konstan Nilai % ertumbuhan Nilai % ertumbuhan , , ,14 12,30 % ,40 5,64 % ,09 12,95 % ,52 6,11 % ,13 13,23 % ,75 6,46 % 2012 *) ,39 13,28 % ,54 6,62 % 2013 **) ,14 13,35 % ,23 6,87 % 2014 **) ,46 13,50 % ,90 7,00 % Sumber : BS Kab. Trenggalek, 2013 *) ngka Sementara **) ngka royeksi Tiga sektor utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap DRB Kabupaten Trenggalek adalah sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel & restoran, serta sektor jasa-jasa. Tetapi dari tiga sektor tersebut hanya sektor perdagangan, hotel & restoran yang capaian persentase kontribusinya terus mengalami peningkatan dari 25,5% pada tahun 2008 menjadi 29,36 % pada tahun Sedangkan sektor pertanian pada tahun 2008 persentase kontribusinya mencapai 41,13% turun pada tahun 2012 menjadi 38,43 % dan sektor jasa-jasa pada tahun 2008 kontribusinya mencapai 15,97%, pada tahun 2012 turun menjadi 15,00%. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 4
93 Walaupun tiap tahun mengalami penurunan persentase kontribusi terhadap DRB, sektor pertanian tetap merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar pada nilai DRB di Kabupaten Trenggalek. Kontribusi sektor DRB tas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Trenggalek tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 dapat dillihat pada Tabel berikut. Tabel 3.5. Realisasi, Target dan royeksi Distribusi ersentase DRB Kab. Trenggalek Menurut Lapangan Usaha Tahun tas Dasar Harga Berlaku No. Lapangan Usaha Tahun *) 2013 **) 2014 **) 1 ertanian 41,13 40,54 39,35 38,43 38,43 38,42 38,40 2 ertambangan Dan Galian 2,18 2,20 2,09 1,98 1,85 1,75 1,74 3 Industri 5,46 5,43 5,32 5,23 5,19 5,20 5,25 4 Listrik, Gas Dan ir Minum 0,56 0,57 0,57 0,56 0,53 0,50 0,49 5 Bangunan 2,39 2,41 2,52 2,66 2,61 2,63 2,65 6 erdagangan, Hotel Dan 25,50 26,23 27,89 28,95 29,36 30,00 30,02 Restoran 7 ngkutan & Komunikasi 3,34 3,31 3,24 3,21 3,22 3,20 3,20 8 Keuangan, ersewaan dan 3,47 3,49 3,59 3,69 3,79 3,80 3,80 Jasa erusahaan 9 Jasa-Jasa 15,97 15,82 15,43 15,30 15,00 14,50 14,45 Sumber : BS Kab. Trenggalek, 2013 *) ngka Sementara **) ngka royeksi enentuan sektor unggulan pada suatu daerah merupakan langkah awal menuju pembangunan yang berpijak pada konsep efisiensi untuk meraih keunggulan komparatif dan kompetitif dengan membandingkan sektor di Kab. Trenggalek dengan sektor yang sama dengan lingkup rovinsi Jawa Timur. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis Komoditas unggulan adalah metode Location Quotion (LQ). Bila menggunakan nalisis LQ DRB Kabupaten Trenggalek dalam kurun waktu tahun , dapat diketahui terdapat dua sektor unggulan, sektor pertanian dan jasa-jasa yang nilai LQ-nya >1. Sehingga dapat dikatakan bahwa sektor pertanian dan sektor jasa-jasa merupakan sektor dominan dalam menopang perekonomian di Kabupaten Trenggalek untuk bersaing dengan daerah lain. Tabel 3.6. nalisis LQ DRB Kabupaten Trenggalek dan rovinsi Jawa Timur Menurut Lapangan Usaha Tahun No. Lapangan Usaha Tahun *) 2013 **) 2014 **) 1 ertanian 2,52 2,50 2,57 2,60 2,61 2,66 2,70 2 ertambangan Dan Galian 0,79 0,77 0,75 0,74 0,71 0,72 0,71 3 Industri 0,21 0,21 0,21 0,22 0,22 0,23 0,23 4 Listrik, Gas Dan ir Minum 0,38 0,40 0,41 0,42 0,43 0,46 0,48 5 Bangunan 0,69 0,69 0,69 0,70 0,72 0,73 0,76 6 erdagangan, Hotel Dan 0,91 0,92 0,92 0,93 0,96 0,98 0,99 Restoran 7 ngkutan & Komunikasi 0,47 0,43 0,42 0,41 0,41 0,40 0,40 8 Keuangan, ersewaan Dan 0,72 0,72 0,72 0,73 0,75 0,76 0,78 Jasa erusahaan 9 Jasa-Jasa 1,78 1,78 1,80 1,84 1,86 1,90 1,94 Sumber : BS rovinsi Jawa Timur dan BS Kab. Trenggalek, 2013 RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 5
94 Laju ertumbuhan Ekonomi (LE) ertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu daerah secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. ertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan suatu daerah. erekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya. ertumbuhan ekonomi hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari pembangunan ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya output agregat per kapita. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah: (1)Faktor Sumber Daya Manusia; (2) Sumber Daya lam; (3) Ilmu engetahuan dan Teknologi; (4) Budaya; (5) Sumber Daya Modal (Bappenas, 2013). ertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2011 sebesar 6,46 persen, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 6,11 persen. Sementara itu pada tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek tumbuh mencapai 6,62 persen. Target pertumbuhan ekonomi tahun 2013 adalah 6,87 persen sedangkan proyeksi tahun 2014 ekonomi Kab. Trenggalek kembali tumbuh mencapai 7,00 persen. Terget dan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada RKD Kab. Trenggalek Tahun 2014 ini mengalami koreksi jika dibandingkan dengan target RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun Laju LE diproyeksi lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi RJMD. Realisasi Laju LE Kabupaten Trenggalek berdasarkan RJMD ditargetkan tumbuh mencapai 6, 89 persen pada tahun 2011, 7,11 persen pada tahun 2012, 7,89 persen pada tahun 2013 dan kembali naik pada tahun 2013 mencapai 8,11 persen. Realisasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek Tahun dapat dilihat pada Grafik dibawah ini. Grafik 3.1. Realisasi, Target dan royeksi ertumbuhan Ekonomi Kabupaten Trenggalek Sumber : DRB Kab. Trenggalek Tahun , BS *) = Data Sementara **) = Target dan royeksi RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 6
95 Laju Inflasi erkembangan perekonomian di Kabupaten Trenggalek juga tidak terlepas dari faktor fluktuatifnya laju inflasi. Inflasi adalah suatu proses meningkatnya hargaharga secara umum dan terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar. ngka inflasi merupakan salah satu indikator penting yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Fluktuasi harga yang terjadi akan mempengaruhi daya beli konsumen, karena berakibat terhadap ketidakseimbangan dengan pendapatan. Dampak laju inflasi di suatu wilayah, akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan dan perencanaan pembangunan terutama pada penyediaan dana. Tingginya angka inflasi akan menaikkan harga-harga yang tentunya juga berpengaruh pada penurunan daya beli masyarakat. Sehingga dengan mengetahui laju inflasi, akan dapat disusun perencanaan dan kebijakan pembangunan yang lebih realistis dan akurat. Inflasi DRB di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2012 sedikit memperlihatkan penurunan, yang berarti bahwa biaya produksi yang ditanggung oleh para pelaku ekonomi lebih kecil dibandingkan tahun Tahun 2012, inflasi DRB mengalami penurunan menjadi sebesar 6,25%. enurunan ini memberikan indikasi yang baik, karena berarti biaya produksi yang ditanggung oleh para pelaku ekonomi pada tahun 2012 lebih kecil dibandingkan biaya produksi tahun Grafik 3.2. Realisasi dan Laju royeksi Inflasi DRB Kabupaten Trenggalek Tahun Sumber : DRB Kab. Trenggalek Tahun , BS *) = Data Sementara **) = Hasil royeksi RJMD Mengingat angka inflasi banyak dipengaruhi oleh kebijakan moneter maupun fiskal pemerintah pusat serta kondisi harga BBM dalam negeri, dengan kata lain bagi pemerintah daerah inflasi banyak dipengaruhi variabel yang uncontrollable, maka kebijakan untuk tetap memperhatikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat akan cukup membantu menekan angka inflasi. ada tahun angka inflasi di Kabupaten Trenggalek diharapkan berada di kisaran 4,00 % - 7,00 %. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 7
96 endapatan Regional erkapita DRB perkapita merupakan gambaran nilai tambah yang bisa diciptakan oleh masing masing penduduk akibat adanya aktivitas produksi. DRB erkapita didapat dari hasil penghitungan DRB dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Besaran ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk pertengahan tahun dalam arti bahwa semakin tinggi jumlah penduduk akan semakin kecil besaran DRB per kapita wilayah tersebut. Semakin tinggi DRB perkapita suatu wilayah semakin baik tingkat perekonomian wilayahnya, walaupun ukuran ini tidak dapat memperlihatkan kesenjangan pendapatan antar penduduk. Tabel 3.7. Realisasi, Target dan royeksi endapatan er Kapita (DRB DHB) Kab. Trenggalek Thn DRB erkapita DHB endapatan Regional erkapita DHB No. eriode Nominal (Ribu erkembangan Nominal (Ribu erkembangan (%) Rp.) (%) Rp.) ,14 12, ,38 12, ,09 12, ,59 12, ,13 13, ,66 12, *) ,39 13, ,99 13, **) ,14 13, ,95 13, **) ,46 13, ,79 13,50 Sumber : DRB Kab. Trenggalek Tahun , BS *) = Data Sementara **) = Hasil royeksi RJMD endapatan regional per kapita atas dasar harga berlaku merupakan pendapatan per kapita penduduk yang mencerminkan pendapatan yang diterima masing masing penduduk akibat keikutsertaannya dalam proses ekonomi. ada tahun 2012, pendapatan regional perkapita Kabupaten Trenggalek terjadi peningkatan signifikan dari sebesar 1,156 juta rupiah menjadi sebesar 9,09 juta rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 12,81 persen di bandingkan tahun Tantangan dan rospek erekonomian Daerah Tahun 2013 dan Tahun Ekonomi Global Setelah resesi global sejak pertengahan tahun 2008 yang dimulai dengan krisis mortgage fund di merika Serikat, upaya pemulihan ekonomi dunia yang dimulai sejak akhir 2009, rupanya masih disusul oleh krisis ekonomi lainnya yang berasal dari belahan dunia lain yaitu negara-negara eropa seperti ortugal, Italia, Yunani (Greece) dan Spanyol sampai dengan tahun Secara umum pemulihan ekonomi global saat ini disebabkan oleh relatif berhasilnya intervensi pemerintah di berbagai negara yang telah mendorong sisi permintaan dan mengurangi ketidakpastian dan terjadinya resiko sistemik pada pasar keuangan. Namun berbagai peringatan telah dikemukakan oleh para ekonom dunia, IMF dan Bank Dunia, bahwa pemulihan tersebut memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi dan diantisipasi dalam lima tahun ke depan, yaitu: (1) utang negara maju yang meningkat sejalan dengan upaya peningkatan stimulus fiskal; (2) tingkat pengangguran yang tinggi di negara-negara maju; (3) ketidakpastian harga minyak di pasar dunia yang sangat sensitif terhadap konflik politik antar negara. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 8
97 Harga minyak mentah dunia diawal tahun 2012 sempat menembus level US$ 100 per barrel. Memang setelah sinyal psikologis positif dikeluarkan beberapa lembaga keuangan internasional seperti IMF harga tersebut perlahan turun ke angka US$ 86. Namun kenaikan ekstrim harga minyak mentah dunia akan sangat mungkin terjadi kembali mengingat negara-negara yang diperkirakan akan mulai pulih kondisi perekonomiannya seperti merika Serikat dan Jepang akan meningkatkan permintaan minyak mentah dunia. Berdasarkan prediksi OEC, jika terjadi peningkatan permimtaan konsumsi diatas 6 juta barrel, maka kenaikan harga minyak secara sporadis tidak dapat dielakkan. Sebagai efek domino adalah kenaikan harga komoditas yang tentu akan meningkatkan laju inflasi. Dalam menghadapi trend pelambatan pemulihan ekonomi dunia pasca krisis keuangan, ekspektasi yang baik terhadap kelanjutan pemerintahan serta perkiraan lingkungan eksternal pada tahun mutlak diperlukan. Meskipun diwarnai optimisme, dinamika perekonomian ke depan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang berpotensi menghambat akselerasi perbaikan ekonomi. Dari sisi eksternal, tantangan terutama berkaitan dengan dampak dari strategi mengakhiri langkah kebijakan yang ditempuh pada masa krisis (exit strategy), yang antara lain berupa pelonggaran likuiditas dan ekspansi fiskal di negara maju. Tantangan eksternal juga berhubungan dengan terjadinya kecenderungan polarisasi perdagangan dunia, serta masih tingginya ketidakseimbangan dalam kinerja perekonomian global. Dari sisi domestik, tantangan berkaitan dengan beberapa permasalahan yang masih dapat mengganggu efektivitas kebijakan moneter, seperti akses likuiditas perbankan yang masih cukup besar, masih besarnya peranan investasi portofolio dalam struktur aliran modal masuk, potensi penggelembungan harga aset di pasar keuangan, pasar keuangan yang dangkal, dan berbagai permasalahan struktural di sektor riil. Tren global memproyeksikan tumbuhnya permintaan yang pesat akan makanan, energi, produk kesehatan dan barangbarang konsumsi sebagaimana Tabel berikut. Tabel 3.8. Tren Global Dalam ermintaan Makanan, Energi, roduk Kesehatan dan Barang Konsumsi NO. TREN GLOBL DMK 1 ertumbuhan populasi dunia dari 7 Miliar ke 9 miliar tahun Kekurangan persediaan air bersih - Kenaikan permintaan makanan sekitar 70% 2 ertumbuhan populasi lanjut usia - Tumbuhnya kebutuhan produk dan pelayanan kesehatan 3 Menipisnya cadangan minyak bumi sebagai sumber energy utama 4 ergeseran kekuatan ekonomi ke sia. ada tahun 2050, sia akan berkontribusi 50% dari DB dunia 5 Krisis di Kawasan Eropa dan merika Serikat Sumber : Komite Ekonomi Nasional, Naiknya harga minyak dunia termasuk di Indonesia - Kenaikan pesat permintaan barang dan jasa di sia, baik sisi kuantitas maupun kualitas - ada tahun 2050, India & China akan memiliki 100 juta rumah tangga berpendapatan tinggi. - Krisis Di eropa dan S diduga akanmengurangi konsumsi masyarakat di wilayah tsbsehingga diduga akan mengurangi nilai import dari Indonesia RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 9
98 Ekonomi Nasional Secara umum beberapa kondisi yang perlu diwaspadai oleh Indonesia pada tahun 2013 dan 2014 adalah harga minyak dunia (yang sudah menembus level US$ 100 per barrel-nya), tingkat volatilitas rupiah terhadap dollar yang masih cukup tinggi, masih didominasinya arus modal masuk yang bersifat jangka pendek, masalah ketenagakerjaan dan hubungan industrial, belum lagi masalah politik dan hukum yang dapat mengganggu tingkat kepercayaan masyarakat baik domestik maupun internasional. Badan erencanaan Nasional (Bappenas) mengemukakan bahwa Dampak positif secara Eksternal dalam rangka pengembangan ekonomi nasional yaitu: 1) emerintah negara-negara Uni Eropa mulai menemukan solusi politik penyelesaian krisis keuangannya; 2) Ekonomi di S mulai tumbuh walau masih kecil. Sedangkan dampak negatifnya : 1) ermintaan domestik turun; 2) ktifitas perdagangan dunia melambat; 3) ergerakan arus modal melambat dan volatilitas nilai tukar meningkat; 4) erubahan iklim, cuaca ekstrim, dan bencana alam cenderung meningkat; 5) Ketegangan geopolitik di Timur Tengah; 6) Semuanya mempengaruhi harga komoditi primer khususnya minyak mentah dan beras. dapun Dampak negatif secara internal, yaitu :1) Ketersediaan dan kualitas Infrastruktur dan Energi belum memadai; 2) Hambatan Investasi perijinan dan ketidakpastian hukum; 3) enyimpangan dan Korupsi masih terjadi pada pajak dan BN; 4)Kekerasan horizontal dan anarki terjadi lagi; 5)Kesiapsiagaan dan kesigapan menangani bencana masih belum memadai; 6) Konflik dan benturan karena masalah pertanahan; 7) ersoalan politik lokal ceh dan Gangguan Keamanan di apua. Komite Ekonomi Nasional mengemukakan ada beberapa tantangan bagi ekonomi Indonesia yang perlu diatasi demi memperkuat daya saing di kancah Global seperti disajikan pada Tabel. Tabel 3.9. Tantangan Ekonomi Indonesia dalam Kancah Global NO BIDNG URIN 1 Infrastruktur Mempercepat pembangunan konektivitas nasional untuk mewujudkan Negara kesatuan secara ekonomi 2 Teknologi Menurut World Ekonomic Forum Global CompetitivenessReport, Indonesia berada di rangking 89 (dari 139) dan tertinggal dari Negara-negara di sia untuk pendaftaran paten. Rangking 77 untuk pemanfaatan teknologi baru, di belakang Malaysia, Thailand, hilippines. 3 Modal Manusia Indonesia meluluskan 800 ribu lulusan sarjana setiap tahun. Ke-7 terbesar di dunia setelah (China, India, US, Russia, Japan,Brazil). Namun saat ini hanya 1 dari setiap 4 anak Indonesia yang berkesempatan masuk ke erguruan Tinggi. 4 Birokrasi Reformasi birokrasi di semua lini : kepemerintahan pusat dan daerah 5 Mindset Mendorong budaya kerja keras, inovati, kreatif dan berjiwa wirausaha. Sumber : Komite Ekonomi Nasional, 2013 RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 10
99 Indonesia mempunyai beberapa kelebihan pada sumberdaya alam dan manusia yang berpeluang besar untuk menjawab tantangan tersebut. eluang Ekonomi Indonesia Tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel eluang Ekonomi Indonesia NO BIDNG ELUNG TINDKN YNG ERLU DILKUKN 1 ertanian Indonesia salah satu penyedia hasil pertanian dan hayati terbesar di dunia Meningkatkan produktivitas pertanian, baik dalam proses pembenihan, penanaman, dan panen; Industrialisasi proses pasca panen untuk menghasilkan produk bernilai tambah; enerapan bioteknologi untuk menghasilkan bibit unggul maupun obat-obatan 2 Energi Indonesia penyedia energy alternative dan sumberdaya alam bernilai tambah 3 Industri Indonesia merupakan salah satu pusat industry manufaktur terbesar dunia Sumber : Komite Ekonomi Nasional, Ekonomi rovinsi Jawa Timur enerapan teknologi mutakhir dalam proses ekplorasi dan ektraksi sumberdaya alam, serta pada industri pengolahan hilir untuk menghasilkan produk bernilai tambah; Mengembangkan sumber energy alternative: Geothermal, Bio-fuel, matahari, angin, hydrogen Meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan untuk menghasilkan tenaga kerja berdaya saing global; Memfasilitasi penerapan teknologi manufaktur terkini di berbagai sector untuk meningkatkan kapasitas, kualitas dan efisiensi Berdasarkan Kajian Ekonomi Regional rovinsi Jawa Timur tantangan pembangunan ekonomi rovinsi Jawa Timur ditandai oleh tantangan eksternal yang semakin menguat intensitasnya adalah terkait risiko kerentanan pemulihan ekonomi global, yang dapat lebih buruk dari perkiraan awal (downside risk). Kompleksitas krisis yang dihadapi Eropa dari jeratan utang, dapat cukup berpengaruh terhadap ekonomi global. Di sisi lain, kombinasi antara risiko pemburukan ekonomi global, tingkat suku bunga di negara maju yang sangat rendah, dan ekses likuiditas global berpotensi menggerakkan modal portofolio global dengan pola dua arah (two-way capital flows). Ini merupakan sumber instabilitas yang akan menjadi tantangan kebijakan bagi otoritas di negara emerging market dalam menjaga stabilitas makro dan sistem keuangannya. Di tengah perlambatan ekonomi global, ekonomi Jawa Timur tercatat masih tumbuh stabil dan mengalami percepatan dibandingkan ekonomi kawasan Sumatera atau daerah lain di Jawa. Secara umum, struktur ekonomi Jatim didukung oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor industri pengolahan, dan sektor pertanian. Bahkan sektor pertanian, tahun 2012 ada peningkatan pertumbuhan meski ada anomali cuaca. Hal ini bisa mendongkrak ekonomi Jatim, karena provinsi ini memiliki jaringan irigasi dan embung penampung air yang bagus. Sementara di sektor industri pengolahan, pertumbuhan 2012 sebesar 6,34 persen, lebih tinggi dibanding 2011 sebesar 6,06 persen. enurunan ekspor industri dikompensasi permintaan domestik dan realisasi kredit. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 11
100 Bahkan soal inflasi, pada tahun 2012 inflasi pangan mengalami penurunan besar karena upaya stabilitas harga pangan daerah berupa inovasi Gubernur Jatim Soekarwo dalam melakukan operasi pasar, subsidi biaya angkut, dan pengembangan pusat informasi harga menjadi kunci sukses Jatim. Mengenai tingkat pengangguran terbuka (TT), selama Februari 2011, gustus 2011, sampai ebruari 2012 Jawa Timur memiliki angka pengangguran terbuka terendah di ulau Jawa sebesar 4,91 persen, 4,25 persen dan 4,18 persen. Begitu juga masalah kemiskinan, selama tahun terdapat penurunan angka kemiskinan di seluruh provinsi di Jawa kecuali DKI Jakarta. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi yang paling cepat mengalami penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1,03 persen pada tahun Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2013 sempat dikhawatirkan akan membuat pelaku usaha hengkang ke daerah lain. adahal berdasarkan sebuah survei, hampir 75 persen pemilik usaha di jatim tetap memilih mengembangkan usaha di provinsi ini. Grafik 3.3. Capaian Kinerja Ekonomi Jawa Timur Tahun ssessment erkembangan Makro Ekonomi Mengakhiri tahun 2012, kinerja perekonomian Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2012 mencapai 7,27%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2011 (7,22%) serta pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level 6,23%. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor impor Jatim menjadi sumber pendorong pertumbuhan. Sementara itu, dari sisi penawaran, sektor erdagangan Hotel dan Restoran (HR) merupakan sektor pendorong pertumbuhan ekonomi Jatim (Sumber : Bank Indonesia, 2013). ssessment Inflasi erkembangan inflasi di wilayah Jawa Timur (Jatim) yang dihitung berdasarkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di 7 kota pada triwulan IV sebesar 0,91% atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1,93%. Hingga akhir tahun 2012, inflasi tahunan Jatim (4,50%) berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu pada kisaran 4,27%. Berdasarkan disagregasinya, perlambatan laju inflasi di sepanjang triwulan IV-2012 didorong oleh melambatnya seluruh kelompok penyebab terjadinya inflasi yang memiliki rata-rata lebih rendah. Melambatnya laju inflasi pada triwulan IV-2012 terutama didorong oleh perlambatan rata-rata inflasi bulanan pada kelompok core inflation, yaitu dari 0,62% menjadi 0,26%. (Sumber : Bank Indonesia, 2013). RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 12
101 Ekonomi Kab. Trenggalek Keadaan dan prospek ekonomi Kabupaten Trenggalek di Tahun 2014 tidak dapat terlepas dari perkembangan ekonomi tahun-tahun sebelumnya, program kerja yang akan dilakukan dan pengaruh perekonomian rovinsi Jawa Timur maupun perekonomian Nasional dan Global. ada dua tahun mendatang, diperkirakan perekonomian Kabupaten Trenggalek masih akan menghadapi sejumlah tantangan akibat dari pengaruh lingkungan perekonomian global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tantangan yang diperkirakan masih akan dihadapi adalah : a) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan mengembangkan pertumbuhan sektor-sektor ekonomi dominan, yang bertumpu pada peran ekonomi, kesehatan dan pendidikan. ertumbuhan ekonomi dengan percepatan yang lebih tinggi, terjaganya stabilitas ekonomi makro. Dengan pembenahan yang sungguh-sungguh pada sektor riil, diharapkan akan dapat mendorong peningkatan investasi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dengan fokus utama untuk menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Dalam hal ini diperlukan strategi kebijakan yang tepat dengan menempatkan prioritas pengembangan pada sektor-sektor yang mempunyai efek pengganda tinggi dalam menciptakan kesempatan kerja. b) Menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif merupakan tantangan yang cukup berat karena ini menyangkut beberapa peraturan baik tingkat pusat maupun daerah. erbaikan iklim investasi perlu dilakukan pemerintah daerah dengan menyikapi atas perbaikan di bidang peraturan perundang-undangan di daerah, perbaikan pelayanan, dan penyederhanaan birokrasi. c) Meningkatkan daya saing daerah, untuk mencapai peningkatan pertumbuhan. ertumbuhan daya saing daerah akan mempengaruhi keberlangsungan usaha dan perekonomian daerah sehingga dapat mempertahankan ketersediaan lapangan kerja bahkan mungkin dapat menambah lapangan kerja. d) Menyediakan infrastruktur yang cukup dan berkualitas. Hal ini merupakan prasyarat agar dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai akan menjadi kendala bagi masuknya investasi. e) Meningkatkan partisipasi swasta melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta (public-private partnership). Tantangan ini menjadi cukup penting karena terbatasnya sumber daya pemerintah dalam pembiayaan pembangunan, terutama terkait dengan efisiensi pembiayaan investasi dan penyediaan infrastruktur yang bervariasi dan berkualitas. f) Meningkatkan pelayanan dan penyediaan fasilitas ekonomi seperti pasar dan kawasan khusus KL secara memadai bagi pelaku ekonomi dan masyarakat luas untuk mendukung kegiatan bisnis di Kabupaten Trenggalek, di samping menciptakan lapangan kerja. g) Mengembangkan program-program bagi perusahaan yang berskala mikro dengan menyediakan modal umpan (seed capital) melalui pendekatan pemberian pinjaman kelompok (a group lending approach) dalam rangka membangun modal sosial kolektif serta meningkatkan kepemilikan dan pembentukan modal lokal; h) Memfasilitasi pengembangan koperasi di berbagai bidang dan lokasi usaha di Kabupaten Trenggalek sebagai bentuk bisnis yang dimiliki dan dikelola bersama-sama oleh pekerja untuk meningkatkan kemampuan menciptakan kesempatan kerja dan pendapatan melalui sumber daya bersama. i) Membangun promosi bersama (joint marketing) dalam memasarkan potensi daerah dengan melalui kerjasama pemerintah dengan pemerintah, dan pemerintah dengan swasta serta masyarakat. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 13
102 Kondisi ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2013 dan tahun 2014 akan dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dan internal yang melingkupinya, seperti ditunjukkan pada Tabel dibawah ini : Tabel nalisis Kondisi Internal dan Kondisi Eksternal Kabupaten Trenggalek No. Kondisi Internal Kondisi Eksternal Kekuatan Kelemahan eluang ncaman 1. Kabupaten Trenggalek terdiri dari 14 kecamatan dan 157 desa/kelurahan 2. emerintah Kabupaten Trenggalek terdiri dari 48 SKD dengan jumlah NSD mencapai orang 3. Intensitas arus pergerakan ekonomi di Kabupaten Trenggalek yang semakin meningkat dengan iklim investasi yang kondusif 4. Sumber Daya lam (SD) dan potensi sektor pertanian, peternakan, kehutanan, kelautan dan perikanan serta pariwisata yang besar Topografi Kabupaten Trenggalek didominasi daerah pegunungan Belum Optimalnya kelembagaan dan masih rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) NSD Masih tingginya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran di Kabupaten Trenggalek emanfaatan SD dan promosi pariwisata kurang optimal sehingga mengakibatkan rendahnya endapatan sli Daerah (D) erbaikan Infrastruktur menjadi concern emerintah usat, rovinsi hingga Kab/Kota terutama untuk daerah terkena dampak bencana alam Road Map Reformasi Birokrasi menuntut peningkatan kinerja NSD dengan penerapan Standar Operasional rosedur (SO) dan Standar elayanan Minimal (SM) rogram embangunan Strategis emerintah usat dan rovinsi dalam penyediaan infrastruktur untuk meningkatkan daya ungkit kegiatan ekonomi masyarakat emenuhan Sarana rasarana pada rogram gropolitan, Minapolitan dan growisata Faktor alam (cuaca ekstrim) yang sewaktu-waktu berpotensi bencana alam danya pensiun NSD massal pada , mengakibatkan pemerintah Kab. Trenggalek kekurangan pegawai, sehingga dikhawatirkan penempatan pegawai tidak sesuai dengan kualifikasi dan keahlian Melambatnya Laju ertumbuhan Ekonomi (LE) dan meningkatnya inflasi akibat kenaikan BBM Menurunnya produksi hasil pertanian, peternakan, kehutanan, kelautan dan perikanan serta berkurangnya minat wisatawan Berdasarkan analisis tersebut diatas, maka prospek perekonomian daerah Kabupaten Trenggalek tahun 2014 adalah : 1. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur termasuk merehabilitasi sarana dan prasarana pendukung perekonomian perdesaan; 2. Meningkatkan kualitas pelayanan dasar berupa kemampuan masyarakat dalam mengakses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkelanjutan; 3. Memacu laju pertumbuhan ekonomi secara optimal agar mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Kualitas laju pertumbuhan ekonomi tersebut harus berupa kemampuan untuk mendukung penurunan jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan dan peningkatan pendapatan daerah; 4. Mewujudkan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, kelautan dan perikanan dalam arti yang seluas luasnya serta optimalisasi potensi pariwisata dan sumberdaya alam dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat; 5. Mengembangkkan hubungan antar daerah, pemerintah provinsi dan pusat, serta kekuatan-kekuatan ekonomi. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 14
103 3.2. RH KEBIJKN KEUNGN DERH Salah satu aspek dari emerintahan Daerah yang harus dilaksanakan adalah masalah pengelolaan keuangan daerah yang dalam wujud konkritnya berupa nggaran endapatan dan Belanja Daerah. nggaran endapatan dan Belanja Daerah (BD) merupakan arahan/pedoman Rencana Kerja embangunan Daerah dalam bentuk perencanaan pendanaan dan program kerja untuk periode satu tahun anggaran. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang emerintahan Daerah, penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan pada upaya peningkatan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah sebagai upaya mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat royeksi Keuangan Daerah dan Kerangka endanaan Sesuai dengan eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang erubahan tas eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang edoman engelolaan Keuangan Daerah bahwa pendapatan daerah berasal dari 3 (tiga) sumber pendapatan yang meliputi : 1). endapatan sli Daerah (D) yang terdiri dari ajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil engelolaan Daerah yang dipisahkan dan Iain-Lain D yang Sah, 2). Dana erimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil ajak dan Bagi Hasil Bukan ajak, Dana lokasi Umum (DU) dan Dana lokasi Khusus (DK), 3). Lain-lain endapatan yang Sah yang terdiri dari Hibah, Dana Darurat, Dana Bagi Hasil ajak Dari rovinsi dan emerintah Daerah Lainnya, dan Bantuan Keuangan dari rovinsi dan emerintah Daerah Lainnya. Sedangkan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih erhitungan nggaran (SiL), encairan Dana Cadangan, enerimaan injaman Daerah, enerimaan kembali pemberian pinjaman, Hasil enjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan enerimaan piutang daerah. Suatu proyeksi kebijakan pendapatan tidak terlepas dari realisasi penerimaan pendapatan yang diterima beberapa tahun kebelakang, ini merupakan landasan dalam pelaksanaan analisis dalam menentukan target penerimaan pendapatan yang akan dicapai pada jangka waktu lima tahun kedepan, selain faktor-faktor eksternal yang sangat mempengaruhi tingkat penerimaan pendapatan seperti perkembangan perekonomian daerah, perkembangan jumlah penduduk daerah dan lain-lain. Dalam penyusunan Rencana Kerja embangunan Daerah (RKD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 dengan mengacu asumsi-asumsi sebagai tersebut diatas juga memperhatikan beberapa asumsi sebagai berikut : a) erkuatan program dalam rangka penanggulangan kemiskinan (pro poor) dan mengatasi penyakit masyarakat. rogram penanggulan kemiskinan dilakukan melalui Belanja Langsung yang tersebar pada beberapa SKD dan Belanja Tidak Langsung Hibah dan Bantuan Sosial. rogram enanggulangan kemiskinan diawali dengan identifikasi masyarakat yang tercatat dalam pendataan oleh Badan usat Statistik, selanjutnya dilakukan pemilihan program yang tepat bagi yang bersangkutan agar dapat terlepas dari kategori miskin; b) Kebijakan emerintah usat dalam rangka peningkatan kesejahteraan NS, TNI dan olri dengan kenaikan gaji pokok dan pemberian gaji ke-13; c) lokasi anggaran untuk dana transfer dari emerintah kepada daerah pada tahun 2014 diasumsikan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, khususnya Dana lokasi Umum (DU) diasumsikan naik 20% dibanding DU Tahun 2013 atau sebesar 885,377 miliar rupiah. Untuk Dana lokasi Khusus atau DK diasumsikan sama dengan tahun 2013 atau sebesar 64,974 miliar rupiah. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 15
104 rah Kebijakan endapatan Daerah Sejalan dengan proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah baik perencanaan tahunan, jangka menengah, maupun jangka panjang, aspek keuangan daerah merupakan bagian yang menjadi pertimbangan pokok dalam perencanaan. Hal tersebut berkaitan erat dengan penetapan rencana program / kegiatan yang akan ditetapkan sebagai prioritas untuk dilaksanakan pada setiap tahun anggaran. Daya dukung aspek keuangan daerah sangat berpengaruh penting terhadap probabilitas maupun prospek keberhasilan pelaksanaan program / kegiatan yang ditetapkan. Oleh karenanya pendapatan daerah khususnya endapatan sli Daerah (D) menjadi tolok ukur dalam menetapkan tingkat kemampuan fiskal daerah. enyediaan anggaran daerah setiap tahunnya atau pembiayaan mandiri (Self Financing) diharapkan semakin meningkat sehingga tingkat ketergantungan terhadap dana perimbangan semakin tahun akan semakin berkurang. eningkatan kemandirian dalam penyediaan anggaran daerah merupakan kebijakan dalam perencanaan pendapatan daerah. Rencana pendapatan daerah yang akan dituangkan dalam RKD merupakan perkiraan yang terukur, rasional, serta memiliki kepastian dasar hukum penerimaannya. Kebijakan endapatan Daerah Kebijakan perencanaan pendapatan daerah yang akan dilakukan pada tahun anggaran berkenaan, dengan meningkatan optimalisasi sumber-sumber pendapatan, sehingga perkiraan besaran pendapatan dapat terealisasikan dan sedapat mungkin mencapai lebih dari yang ditargetkan. Kebijakan pendapatan daerah meliputi : a. endapatan sli Daerah (D) Untuk penganggaran pendapatan daerah yang bersumber dari D dalam penyusunan BD Tahun nggaran 2014, memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) Kondisi perekonomian yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, perkiraan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 dan realisasi penerimaan D tahun sebelumnya, serta ketentuan peraturan perundang-undangan terkait. 2) eraturan daerah tentang pajak daerah dan retribusi daerah yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang ajak Daerah dan Retribusi Daerah, dilarang menganggarkan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah yang peraturan daerahnya bertentangan dengan Undang-Undang 28 Tahun 2009 tentang ajak Daerah dan Retribusi Daerah dan/atau telah dibatalkan. 3) Kebijakan penganggaran tidak memberatkan masyarakat dan dunia usaha. 4) Rasionalitas hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan atas penyertaan modal atau investasi daerah lainnya, dengan memperhitungkan nilai kekayaan daerah yang dipisahkan, baik dalam bentuk uang maupun barang sebagai penyertaan modal. 5) enerapan ola engelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (K-BLUD). enerimaan BLUD dianggarkan dalam jenis pendapatan Lain-lain D Yang Sah, obyek pendapatan BLUD, rincian obyek pendapatan BLUD. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 16
105 6) enerimaan hasil pengelolaan dana bergulir sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang non permanen, dianggarkan dalam BD pada akun pendapatan, kelompok pendapatan asli daerah, jenis lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, obyek hasil pengelolaan dana bergulir dan rincian obyek hasil pengelolaan dana bergulir dari kelompok masyarakat penerima. 7) Berpedoman kepada eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 19 Tahun 2011 tentang Rencana embangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) Kabupaten Trenggalek Tahun , Kebijakan erencanaan untuk untuk meningkatkan endapatan sli Daerah (D) diarahkan kepada: - Optimalisasi pemanfaatan aset daerah dan sumber daya alam dalam rangka meningkatkan daya dukung pembiayaan daerah dan pertumbuhan ekonomi; - Ekstensifikasi dan intensifikasi pemungutan D dengan memperhatikan perkembangan daya dukung perekonomian masyarakat dan tidak menghambat kinerja perekonomian yang ada baik di pusat maupun di daerah, antara lain melalui penerapan tarif yang baru pajak dan retribusi daerah serta mencari obyek/sumber sumber penerimaan baru yang memiliki potensi menguntungkan; - Menyelenggarakan sistem tata kelola pendapatan daerah yang efektif, efisien dan akuntabel yang menjamin bahwa setiap pendapatan yang menjadi hak daerah sudah ditetapkan, dipungut/dikenakan, dicatat, disetorkan ke Kas Daerah dalam jumlah yang benar dan tepat waktu; - Memastikan sistem pengendalian internal dalam pengelolaan pendapatan daerah berjalan efektif sehingga mampu mencegah peluang terjadinya kebocoran dan penyimpangan. b. Dana erimbangan Untuk penganggaran pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan dalam penyusunan RKD Tahun nggaran 2014, memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) erhitungan alokasi Dana lokasi Umum (DU) didasarkan pada alokasi DU Tahun nggaran 2013 dengan memperhatikan realisasi Tahun nggaran ) erhitungan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) mempertimbangkan besaran alokasi DBH tahun 2013, dengan mengantisipasi kemungkinan tidak stabilnya harga hasil produksi minyak/gas/pertambangan lainnya tahun 2014 dan/atau tidak tercapainya hasil produksi minyak/gas/pertambangan lainnya tahun 2014, serta memperhatikan realisasi DBH Tahun nggaran ) lokasi Dana lokasi Khusus (DK) dapat dianggarkan sebagai pendapatan daerah pada BD, sepanjang telah ditetapkan dalam BN Tahun nggaran 2014, tetapi dalam RKD saat ini diasumsikan besaran DK sama dengan tahun ) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dialokasikan sesuai keputusan gubernur. 5) Berpedoman kepada eraturan Daerah eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 19 Tahun 2011 tentang Rencana embangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) Kabupaten Trenggalek Tahun , Kebijakan erencanaan terhadap Dana erimbangan dilaksanakan langkah-langkah: RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 17
106 - emerintah Kabupaten secara aktif ikut serta dalam melakukan pendataan terhadap wajib pajak seperti BB, dan pendapatan lainnya yang nantinya merupakan endapatan Bagi Hasil bagi daerah - Melakukan analisis perhitungan untuk menilai akurasi perhitungan terhadap formula bagi hasil dan melakukan peran aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, sehingga alokasi yang diterima sesuai dengan kontribusi yang diberikan atau sesuai dengan kebutuhan yang akan direncanakan. c. Lain-Lain endapatan Daerah Yang Sah Untuk penganggaran pendapatan daerah yang bersumber dari Lain-Lain endapatan Daerah Yang Sah dalam RKD Tahun 2014, memperhatikan halhal sebagai berikut : 1) lokasi dana penyesuaian dianggarkan sebagai pendapatan daerah pada kelompok Lain-Lain endapatan Daerah Yang Sah sepanjang telah ditetapkan dalam nggaran endapatan dan Belanja Negara (BN) Tahun nggaran ) enganggaran dana penyesuaian dan otonomi khusus didasarkan pada alokasi dana penyesuaian dan otonomi khusus Tahun nggaran 2014, dengan memperhatikan realisasi dana penyesuaian dan otonomi khusus Tahun nggaran Selisih lebih atau kurang dari alokasi anggaran untuk dana penyesuaian dan otonomi khusus ditampung dalam perubahan BD Tahun nggaran 2014, dengan cara terlebih dahulu melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran BD Tahun nggaran 2014 dengan pemberitahuan kepada impinan DRD. 3) Target pendapatan yang bersumber dari bagi hasil yang diterima dari pemerintah provinsi, didasarkan pada alokasi bagi hasil Tahun nggaran 2013 dengan memperhatikan realisasi bagi hasil Tahun nggaran 2012, sedangkan bagian pemerintah kabupaten/kota yang belum direalisasikan oleh pemerintah provinsi akibat pelampauan target Tahun nggaran 2013, ditampung dalam erubahan BD Tahun nggaran ) Target pendapatan daerah yang bersumber dari bantuan keuangan, baik yang bersifat umum maupun bersifat khusus yang diterima dari pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota lainnya dianggarkan dalam BD penerima bantuan, sepanjang sudah dianggarkan dalam BD pemberi bantuan. 5) enetapan target penerimaan hibah yang bersumber dari BN, pemerintah daerah lainnya atau sumbangan pihak ketiga, baik dari badan, lembaga, organisasi swasta dalam negeri/luar negeri, kelompok masyarakat maupun perorangan yang tidak mengikat dan tidak mempunyai konsekuensi pengeluaran atau pengurangan kewajiban pihak ketiga atau pemberi sumbangan, dianggarkan dalam BD pada kelompok pendapatan Lain-lain endapatan Daerah Yang Sah, setelah adanya kepastian penerimaan dimaksud. 6) Berpedoman kepada eraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 19 Tahun 2011 tentang Rencana embangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) Kabupaten Trenggalek Tahun , Kebijakan erencanaan terhadap Lain-lain endapatan yang sah diarahkan kepada : - ktif bekerja sama dengan pemerintah provinsi Jawa Timur guna meningkatkan penerimaan dari sektor pajak yang dikelola oleh pemerintah provinsi. - Mengupayakan dapat memperoleh alokasi dana/anggaran dari emerintah usat dan rovinsi Jawa Timur melalui hibah, dana/kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 18
107 sumsi Terhadap endapatan endapatan daerah Kabupaten Trenggalek pada Tahun 2014 didasarkan pada asumsi sebagai berikut : 1. endapatan sli Daerah (D) - ajak Daerah Untuk ajak Daerah diproyeksikan melampaui target RJMD. - Retribusi Daerah Untuk Retribusi Daerah diproyeksikan naik 15,03 % dibandingkan dengan target penerimaan retribusi daerah tahun Hasil engelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Untuk Hasil engelolaan kekayaan daerah yang diproyeksikan diasumsikan turun 5,70 % dibandingkan dengan target penerimaan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tahun Lain-lain D yang sah Untuk Lain-lain D yang Sah diproyeksikan diasumsikan meningkat 15,03 % dibandingkan dengan target penerimaan lain-lain D yang sah tahun Dana erimbangan - Dana Bagi Hasil ajak Dana Bagi Hasil ajak terdiri atas; ajak Bumi Bangunan, ajak enghasilan Orang ribadi, dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau; - Dana Bagi Hasil Bukan ajak Dana Bagi Hasil Bukan ajak terdiri atas; rovisi Sumberdaya Hutan, Iuran Eksplorasi dan Eksploitasi (Royalti), ungutan engusahaan erikanan, ertambangan Minyak Bumi, dan ertambangan Gas Bumi. - Dana lokasi Umum (DU) Dana lokasi Umum diasumsikan naik 20 % dari penerimaan DU tahun sebelumnya. - Dana lokasi Khusus (DK) Untuk proyeksi alokasi Dana lokasi Khusus diasumsikan sama dengan penerimaan DK tahun sebelumnya. 3. Lain lain endapatan Daerah yang Sah - Hibah Dalam tahun 2014, pendapatan berasal dari Hibah tidak dianggarkan; - Dana Darurat Dalam tahun 2014, pendapatan berasal dari Dana Darurat tidak dianggarkan; - Bagi Hasil ajak Dari rovinsi dan emerintah Daerah Lainnya Bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya diasumsikan sama dengan realisasi penerimaan tahun 2012; - Dana enyesuaian dan Otonomi Khusus Dana enyesuaian dan Otonomi Khusus berupa Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), Tunjangan rofesi Guru dan Tambahan enghasilan Bagi Guru NSD dianggarkan sama dengan tahun 2013; - Bantuan Keuangan rovinsi atau emerintah Daerah Lainnya Bantuan Keuangan rovinsi bersumber dari pembagian Sumbangan ihak Ketiga dan Bantuan Keuangan Tahun 2014 diasumsikan sama dibandingkan dengan penerimaan tahun sebelumnya. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 19
108 endapatan Daerah Kabupaten Trenggalek pada tahun 2014 diproyeksikan sebesar Rp. 1,360 trilyun atau naik 36,04% dibanding target endapatan Daerah Tahun endapatan tersebut diperoleh dari endapatan sli Daerah (D), Dana erimbangan, dan Lain-Lain endapatan daerah yang Sah. Secara rinci Realisasi, Target dan royeksi endapatan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 s.d. Tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut: Tabel Realisasi/Target endapatan Tahun , erbandingan Target endapatan RJMD Tahun (Tahun ke 4) dan royeksi/erkiraan endapatan Tahun 2014 (dalam jutaan rupiah) NO. URIN T 2012 T 2013 T 2014 Realisasi Target royeksi RJMD royeksi RKD*) 1 ENDTN , , , , endapatan sli Daerah , , , , ajak Daerah 9.348, , , , Hasil Retribusi Daerah , , , , Hasil engelolaan 2.204, , , ,00 Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain endapatan sli , , , ,22 Daerah yang Sah 1.2 Dana erimbangan , , , , Bagi Hasil ajak , , , , Bagi Hasil Bukan ajak , , , , Dana lokasi Umum , , , , Dana lokasi Khusus , , , , Lain-Lain endapatan , , , ,05 Daerah Yang Sah endapatan Hibah 754,80 0,00 0,00 0, Dana Darurat 0,00 0,00 0,00 0, Dana Bagi Hasil ajak Dari rovinsi dan emerintah Daerah Lainnya Dana enyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan Dari rovinsi atau emerintah Daerah Lainnya , , , , ,10 0, , , , , , ,39 Sumber : BD 2012, 2013 dan RJMD Kab. Trenggalek Th *) ngka royeksi Hasil nalisis RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 20
109 Upaya-Upaya encapaian Target endapatan rah kebijakan yang perlu diambil dalam melaksanakan upaya upaya peningkatan pendapatan daerah melalui penggalian potensi dan penyuluhan kepada masyarakat perlu disertai dengan tertib administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Demikian pula peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilaksanakan secara profesional melalui peningkatan kompetensi aparatur daerah, kualitas kinerja layanan lembaga serta penyederhanaan prosedur pengelolaan pendapatan daerah menuju terpenuhinya kepuasan pelayanan publik. Upaya-upaya yang dilaksanakan oleh emerintah Kabupaten Trenggalek dalam mencapai target pendapatan daerah sebagaimana diproyeksikan diatas dengan melaksanakan beberapa langkah kebijakan yang bersifat terpadu dengan melibatkan seluruh komponen dalam pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah dengan tetap tidak memberatkan pada masyarakat dan dunia usaha guna menjaga tingkat konsumsi masyarakat dan pemerintah sehingga mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan laju inflasi daerah. 1. Upaya encapaian Target endapatan sli Daerah (D), ditempuh dengan : a. Intensifikasi dan ekstensifikasi melalui pembenahan manajemen pemungutan dengan menggunakan sistem informasi yang akurat dan akuntabel, yang mampu menyediakan data menyeluruh terhadap potensi pendapatan daerah; b. Meningkatkan manajemen Badan Usaha Milik Daerah dalam upaya meningkatkan kinerjanya sehingga memberikan kontribusi secara signifikan terhadap endapatan Daerah; c. Meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah; d. Meningkatkan pengelolaan asset dan keuangan daerah, khususnya asset dan keuangan daerah yang menganggur (iddle asset / money) sebagai upaya peningkatan endapatan Daerah; e. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah untuk memperluas basis pajak; f. Memperbaiki sistem pemungutan, pengawasan dan pemberian insentif pada petugas pemungut pendapatan daerah; g. Divestasi dan pelelangan asset daerah yang sudah tidak produktif; 2. Upaya untuk meningkatkan Dana erimbangan dalam rangka peningkatan kapasitas fiskal daerah adalah sebagai berikut: a. Mengoptimalkan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan BB, ajak Orang ribadi Dalam Negeri (h ODN) dan ajak enghasilan; b. Meningkatkan koordinasi secara sinergis dengan emerintah rovinsi dan usat dalam rangka akurasi data potensi pajak dan optimalisasi pemungutannya; c. Meningkatkan akurasi data pemanfaatan Sumberdaya lam sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana erimbangan. 3. Upaya untuk meningkatkan Lain-Lain endapatan Daerah yang Syah. endapatan ini diperolah dari hibah; dana darurat; dana penyesuaian dan otonomi khusus, dana bagi hasil pajak dan bantuan keuangan dari provinsi, yang prosentase penerimaannya sangat tergantung pada penerimaan BN maupun BD rovinsi Jawa Timur. Karena alasan-alasan tersebut diatas diperlukan peningkatan hubungan intensitas kerja/kerjasama antar dinas di lingkungan emerintah Kabupaten Trenggalek dengan emerintah usat maupun emerintah rovinsi Jawa Timur. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 21
110 rah Kebijakan Belanja Daerah rinsip kebijkan perencanaan belanja daerah disesuaikan dengan kekuatan keuangan yang dimiliki. ada Tahun 2014 belanja di Kabupaten Trenggalek disusun dengan pendekatan anggaran berbasis kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang telah direncanakan. Belanja pada Tahun 2014 diproyeksikan Rp. 1,404 Trilyun yang digunakan untuk pelaksanaan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 900,734 Milyar dan Belanja Langsung sebesar Rp. 504,257 Milyar, dimana Belanja Langsung terbagi Belanja Langsung yang bersifat rutin/operasional dan Belanja Langsung urusan wajib dan pilihan. dapun arah kebijakan belanja antara lain : 1. Memenuhi kebutuhan Belanja Tidak Langsung yang meliputi Belanja egawai, Hibah, Bantuan Sosial dan Belanja Tidak Terduga sesuai dengan pedoman eraturan erundang-undangan yang berlaku. 2. Efisiensi Belanja Langsung rutin yang meliputi belanja pemanfaatan listrik, air, telepon, pemeliharaan gedung kantor/kendaraan dinas/ prasarana kantor dan perjalanan dinas serta efisiensi pengadaan sarana dan prasarana kantor. 3. Diarahkan pada belanja kegiatan-kegiatan yang mendukung prioritas pembangunan Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 serta kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan eraturan erundang-undangan yang berlaku. 4. Mengoptimalkan pemanfaatan Belanja Langsung untuk penyelenggaraan urusan kewenangan Dekonsentrasi dan Tugas embantuan untuk urusan kewenangan emerintah usat dan rovinsi sesuai kemampuan dan mengacu pada perundang-undangan yang berlaku. rah kebijakan belanja daerah yang dikembangkan dalam BD Tahun nggaran 2014 merupakan tindak lanjut dari RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014, sinkronisasi arah kebijakan strategis emerintah usat dan rovinsi Jawa Timur, hasil evaluasi pembangunan Kabupaten Trenggalek tahun sebelumnya serta tantangan dan kebijakan pembangunan daerah dalam Tahun Kebijakan pada anggaran belanja Tahun nggaran 2014 diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional, efesien dan efektif. Dimana pelaksanaan penyusunan anggaran belanja daerah bertujuan meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektifitas dan efisiensi penggunaan alokasi anggaran dimaksud. Kerangka arah dan kebijakan pengelolaan belanja daerah Kabupaten Trenggalek berdasarkan RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun adalah sebagai berikut : a. eningkatan proporsi belanja untuk memihak kepentingan publik, disamping tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan pemerintahan dengan mengutamakan efisiensi, efektivitas dan penghematan sesuai prioritas, sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan program-program strategis daerah; b. Menitikberatkan alokasi Belanja Daerah pada bidang-bidang Urusan Wajib dan Urusan ilihan yang sesuai dengan rioritas embangunan Daerah; c. Meningkatkan alokasi anggaran untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa pelayanan pendidikan, kesehatan, meningkatkan akses penduduk untuk mendapatkan perumahan yang layak, lapangan kerja, meningkatkan ketahanan pangan serta pelayanan sosial; d. Mengarahkan pada peningkatan perekonomian daerah khususnya untuk meningkatkan fasilitas usaha/industri olahan baik skala rumah tangga menengah dan besar; RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 22
111 e. Melakukan efisiensi belanja, yaitu dengan meminimalkan belanja yang tidak langsung terarah kepada masyarakat (khususnya belanja barang) menjadi belanja yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat (yakni belanja modal dan bantuan sosial); f. Belanja daerah disusun berdasarkan sasaran/target kinerja Satuan Kerja erangkat Daerah (SKD) yang harus dicapai setiap tahunnya (performancebased budgeting) Kebijakan belanja terbagi atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. lokasi anggaran Belanja Tidak Langsung digunakan untuk pengeluaran gaji dan tunjangan serta transfer anggaran, sedang Belanja Langsung digunakan untuk membiayai kebutuhan rutin SKD dan kegiatan pelayanan dasar serta pembangunan. royeksi Belanja Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 didasarkan pada asumsi sebagai berikut: a. Belanja egawai (BTL) diproyeksikan mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu dari Rp. 640,954 Milyar menjadi 900,734 Milyar dengan memperhatikan endapatan sli Daerah (D), Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) sedang, tidak ada pengangkatan CNS, Gaji NSD diasumsikan naik 10 % dibandingkan tahun lalu dan acress diasumsikan 2,5 % dari Belanja Gaji, sudah memperhitungkan gaji CNS K2 dan Gaji NS dari CNS K1; dan Tunjangan rofesi dan tambahan penghasilan guru diasumsikan dengan dengan tahun 2013 dimana pada BD Induk 2013 pagu tersebut belum dialokasikan; b. Belanja Bunga untuk tahun 2014 tidak dianggarkan karena emerintah Daerah Kabupaten Trenggalek tidak mempunyai injaman Daerah; c. Belanja Subsidi, diperkirakan sama dengan tahun lalu digunakan untuk memberi subsidi bunga perbankan; d. Belanja Hibah naik sebesar 30,52% dari tahun lalu yang peruntukannya diantaranya untuk Belanja Hibah Kepada Badan/Lembaga/Organisasi Swasta, Belanja Hibah kepada Lembaga endidikan, Belanja Hibah Kepada Lembaga Semi emerintah, Belanja Hibah untuk Kegiatan Keagamaan, serta Belanja Hibah untuk Kegiatan Kesenian, Kepemudaan dan Keolahragaan; e. Belanja Bantuan Sosial naik sebesar 32,78% dari tahun lalu karena bertambahnya alokasi untuk Belanja Bantuan Sosial untuk Bedah Rumah; f. Belanja Bagi Hasil Kepada rovinsi/kabupaten/kota dan emerintah Desa naik sebesar 40,59% karena ada peningkatan endapatan sli Daerah; g. Belanja Bantuan Keuangan Kepada rovinsi/kabupaten/kota dan emerintahan Desa naik sebesar 3,97%, peruntukannya diantaranya untuk Belanja Bantuan lokasi Dana Desa ( DD ), Belanja Bantuan urna Tugas paratur emerintah Desa, Belanja Bantuan enyelenggaraan ilkades dan Belanja Bantuan untuk embangunan Infrastruktur erdesaan; h. Belanja Tidak Terduga dialokasikan sama dengan target tahun 2013, sebesar Rp. 4,627 Milyar; i. lokasi Belanja Langsung (BL) diproyeksikan mengalami peningkatan 25,33% dibandingkan tahun lalu, yaitu dari Rp. 402,344 Milyar menjadi Rp. 504,257 Milyar dan penggunaannya lebih dioptimalkan untuk membiayai programprogram prioritas pembangunan daerah. Kebijakan Belanja Tidak Langsung Belanja Tidak Langsung adalah belanja yang tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya program atau kegiatan. Belanja Tidak Langsung terdiri dari Belanja egawai, Belanja Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Keuangan, Bantuan Sosial dan Belanja Tidak Terduga. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 23
112 Kebijakan perencanaan penggunaan Belanja Tidak Langsung Tahun 2014 adalah sebagai berikut : 1. Belanja egawai yang pengalokasian dananya untuk gaji dan belanja pegawai berdasarkan asumsi tidak ada kenaikan gaji NSD, sedangkan kenaikan gaji berkala, tunjangan keluarga, mutasi dan penambahan NS daerah dengan penghitungan accres maksimal 2,5% dari jumlah belanja pegawai, memperhitungkan gaji CNS K2 dan Gaji NS dari CNS K1; dan Tunjangan rofesi dan tambahan penghasilan guru; 2. Belanja Hibah yang diberikan kepada badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompok masyarakat/perorangan, sepanjang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pembangunan daerah; 3. Belanja Bantuan Sosial digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. 4. Belanja Tidak Terduga merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa/tanggap darurat dalam rangka pencegahan gangguan terhadap stabilitas penyelenggaraan pemerintahan demi tercapainya keamanan dan ketertiban di daerah, seperti penanggulangan bencana alam dan bantuan sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya. Kebijakan Belanja Langsung Belanja Langsung mencerminkan pembiayaan program dan kegiatan daerah, dengan tetap memperhatikan pokok-pokok kebijakan dalam RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun , yang dijabarkan dalam RKD Tahun 2014 serta pemerataan pembangunan diharapkan alokasi belanja ini akan mempercepat proses pencapaian target-target pembangunan termasuk pembiayaan kegiatan-kegiatan lanjutan/ kegiatan yang belum selesai. Belanja Langsung terdiri dari Belanja egawai, Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal yang diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan dasar, pertumbuhan ekonomi daerah serta pemerataan pembangunan. Belanja Langsung ini meliputi Urusan Wajib dan Urusan ilihan. Kebijakan perencanaan penggunaan Belanja Langsung Tahun nggaran 2014 adalah sebagai berikut : 1. Belanja Langsung program kegiatan pada kegiatan SKD. Belanja ini diprioritaskan untuk menunjang efektif pelaksanaan tugas dan fungsi SKD dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan daerah yang menjadi tanggungjawabnya. 2. Belanja Langsung urusan wajib dan pilihan. Untuk Tahun nggaran 2013 belanja ini digunakan untuk : - Mendanai program dan kegiatan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan umum, serta penanggulangan kemiskinan; - Mendanai program dan kegiatan yang menjadi prioritas pada setiap Satuan Kerja erangkat Daerah; - Mendanai kebutuhan fisik, sarana dan prasarana dasar yang menjadi urusan daerah antara lain program dan kegiatan bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, kependudukan, kelautan dan perikanan; - Mendanai program kegiatan yang berkaitan dengan cukai dan tembakau. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 24
113 Belanja Daerah Kabupaten Trenggalek pada Tahun 2014 diproyeksikan Rp. 1,404 trilyun, yang digunakan untuk pelaksanaan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 900,734 Milyar dan Belanja Langsung sebesar Rp. 504,257 Milyar. Secara rinci Realisasi, Target dan royeksi Belanja Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 s.d. Tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut: Tabel Realisasi, Target dan royeksi Belanja Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 s.d. Tahun 2014 (dalam jutaan rupiah) No. Uraian T 2012 T 2013 T 2014 Realisasi Target royeksi RJMD royeksi RKD *) 2 BELNJ , , , , Belanja Tidak Langsung , , , , Belanja egawai , , , , Belanja Bunga 0,00 0,00 0,00 0, Belanja Subsidi 337,94 500,00 405,00 500, Belanja Hibah , , , , Belanja Bantuan Sosial 3.753, , , , Belanja Bagi Hasil Kepada 2.905, , , ,11 rovinsi/kabupaten/kota dan emerintah Desa Belanja Bantuan Keuangan , , , ,62 Kepada rovinsi/kabupaten/kota dan emerintahan Desa Belanja Tidak Terduga 583, , , , BELNJ LNGSUNG , , , , Belanja egawai , , , , Belanja Barang dan Jasa , , , , Belanja Modal , , , ,44 Sumber : BD 2012, 2013 dan RJMD Kab. Trenggalek Th *) ngka royeksi Hasil nalisis Kebijakan Belanja Langsung Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 berdasarkan 2 (dua) Urusan emerintahan, yaitu Urusan Wajib dan Urusan ilihan serta terdiri dari program dan kegiatan pada setiap Satuan Kerja erangkat Daerah yang dikelompokkan pada masing-masing urusan tersebut. Belanja Langsung terdiri dari Belanja egawai, Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal yang diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan dasar, pertumbuhan ekonomi daerah, pemenuhan Standar elayanan Minimal serta pemerataan pembangunan. lokasi Belanja Langsung (BL) Tahun 2014 diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 25,33% dibandingkan tahun 2013, yaitu dari Rp. 402,344 Milyar menjadi Rp. 504,257 Milyar. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 25
114 rah Kebijakan embiayaan Daerah embiayaan Daerah sebagaimana tercantum dalam eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 yang diubah terahir kalinya dengan ermendagri Nomor 21 Tahun 2011 adalah semua transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus. Kebijakan pembiayaan diarahkan pada pembiayaan daerah yang mengacu pada akurasi, efisiensi dan profitabilitas dengan strategi sebagai berikut: 1. pabila BD surplus maka perlu dilakukan transfer ke persediaan kas dalam bentuk penyertaan modal maupun sisa lebih perhitungan anggaran tahun berjalan; 2. pabila BD defisit maka perlu memanfaatkan anggaran yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu dan melakukan rasionalisasi belanja; 3. pabila Sisa Lebih erhitungan nggaran tidak mencukupi untuk menutup defisit BD memungkinkan ditutup dengan dana pinjaman. royeksi pembiayaan daerah pada tahun 2014 didasarkan pada asumsi sebagai berikut: 1. SiL dihitung berdasarkan sisa anggaran tahun lalu, baik sisa penganggaran / efisiensi dari Belanja Tidak Langsung maupun Belanja Langsung Tahun enerimaan Kembali emberian injaman yang didasarkan pada sisa pokok pinjaman; 3. enyertaan Modal (investasi) Daerah kepada Bank Milik emerintah yang didasarkan pada peraturan daerah yang ditetapkan. enerimaan pembiayaan daerah pada tahun 2014 diproyeksikan mencapai Rp. 49,761 Milyar sedangkan pengeluaran pembiayaan diproyeksikan Rp. 5,6 Milyar sehingga pembiayaan netto sebesar Rp. 44,161 Milyar. dapun proyeksi pembiayaan daerah dapat dirinci sebagaimana pada Tabel berikut : Tabel Realisasi dan royeksi / Target embiayaan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 s.d. Tahun 2014 (dalam jutaan rupiah) NO. URIN T 2012 T 2013 T 2014 Realisasi Target royeksi RJMD royeksi RKD *) 3 EMBIYN DERH 3.1 enerimaan embiayaan , , , , Sisa Lebih erhitungan nggaran , , , ,72 Tahun nggaran Sebelumnya encairan Dana Cadangan 0,00 0,00 0,00 0, Hasil penjualan kekayaan daerah 0,00 0, ,00 0,00 yang dipisahkan enerimaan pinjaman daerah 0,00 0,00 0,00 0, enerimaan Kembali emberian 1.121, , , ,00 injaman 3.2 engeluaran embiayaan , , , , embentukan Dana Cadangan 0, , , , enyertaan Modal (Investasi) , ,00 0, ,00 emerintah Daerah embayaran okok Utang 2.825,09 0,00 0,00 0,00 EMBIYN NETTO , , , ,72 Sumber : BD 2012, 2013 dan RJMD Kab. Trenggalek Th *) ngka royeksi Hasil nalisis RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 26
115 Kebijakan enerimaan embiayaan Kebijakan penerimaan pembiayaan daerah yang akan dilakukan pada Tahun 2014 diutamakan untuk tidak sampai melakukan pinjaman daerah baik kepada emerintah, emerintah Daerah lain, Lembaga Keuangan Bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank. enerimaan pembiayaan daerah lebih diarahkan untuk mengoptimalkan dan mendayagunakan Sisa Lebih erhitungan nggaran Tahun nggaran sebelumnya (SiL), khususnya dari pos pelampauan penerimaan D, pelampauan penerimaan Dana erimbangan, pelampauan penerimaan Lain-Lain endapatan Daerah yang Sah serta pengoptimalan penerimaan kembali pemberian pinjaman. Kebijakan engeluaran embiayaan Kebijakan pembiayaan pengeluaran daerah pada tahun 2014 diarahkan pengeluaran pembiayaan digunakan untuk embentukan Dana Cadangan untuk penyelenggaraan emilihan Kepala Daerah (ilkada) Kabupaten Trenggalek Tahun 2015 sesuai dengan eraturan Daerah Nomor 18 Tahun engeluaran pembiayaan juga diarahkan untuk penyertaan modal ke Bank Milik emerintah sebagai bentuk salah satu investasi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah. RNCNGN KERNGK EKONOMI DERH DN KEBIJKN KEUNGN DERH III - 27
116 BB IV RIIORIITS DN SSRN EMBNGUNN DERH rioritas dan sasaran pembangunan daerah menjelaskan tentang visi, misi, tujuan, sasaran pembangunan daerah serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan dan berisi indikator-indikator kinerja beserta target dari setiap program dan kegiatan sehingga pada akhir tahun pelaksanaan dapat diuukur capaian kinerjanya walupun masih besifat indikatif VISI, MISI, TUJUN, DN SSRN EMBNGUNN DERH VISI MISI Berdasarkan berbagai kondisi pembangunan yang dihadapi Kabupaten Trenggalek tahun , maka dibutuhkan solusi-solusi strategis untuk mengatasinya selama lima tahun mendatang. Untuk itu, pembangunan Kabupaten Trenggalek pada tahun 2014 berangkat dari landasan visi pembangunan daerah Kabupaten Trenggalek tahun yaitu : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Saat sekarang perlunya perubahan merupakan impian masyarakat Trenggalek. erubahan yang diharapkan tentunya perubahan di segala bidang untuk menggelorakan pelaksanaan pembangunan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. embangunan di segala bidang tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Trenggalek yang sejahtera dan berakhlak. Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, yang harus dipegang teguh dan diupayakan dapat terwujud. Masyarakat makmur adalah masyarakat yang sejahtera, yang berkecukupan atau tidak kekurangan, tidak saja berdimensi fisik atau materi, tetapi juga rohani. Masyarakat makmur adalah masyarakat yang berkeadilan, bermartabat dan terpenuhi hak-hak dasarnya, bebas mengemukakan pikiran dan pendapat, bebas dari ketakutan dan belenggu diskriminasi, bebas dari penindasan, dengan sumber daya manusia yang berkualitas secara fisik, psikis maupun intelektualitas. Untuk itu, mewujudkan Trenggalek yang sejahtera merupakan tugas yang tidak ringan, tetapi harus diperjuangkan dengan sepenuh hati. ernyataan misi sangat penting untuk penentuan tujuan secara efektif dan penting untuk penyusunan strategi. Misi akan digunakan oleh paratur emerintah Kabupaten Trenggalek sebagai pemandu dalam menjalankan aktivitas atau kegiatan dan pengambilan keputusannya. Untuk mewujudkan visi pembangunan Trenggalek tersebut maka misi pembangunan Trenggalek adalah: embangunan ro Rakyat RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 1
117 Yang dimaksud dengan embangunan ro Rakyat adalah pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, dirancang dan dilaksanakan dengan melibatkan rakyat. Misi yang merupakan perwujudan visi pembangunan Kabupaten Trenggalek Tahun dijabarkan ke dalam 3 misi, dijalankan secara berkesinambungan dan sinergis, serta memfokuskan pada pengembangan sektor-sektor ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia sebagai basis pembangunan kemakmuran masyarakat Kabupaten Trenggalek sesuai Misi embangunan ro Rakyat yang diarahkan untuk : Misi 1. Misi 2. Misi 3. Meningkatkan ksesibilitas dan Kualitas elayanan Kebutuhan Dasar Rakyat dan enanggulangan Kemiskinan eningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kebutuhan dasar rakyat dan penanggulangan kemiskinan adalah salah satu kunci utama menuju erubahan menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak. erluasan lapangan kerja, peningkatan kepedulian sosial, partisipasi masyarakat dan kesetaraan gender merupakan strategi pembangunan yang berkembang dari masa ke masa yang dinamis sesuai dengan konteks peradaban. aradigma pembangunan ini berbasis komunitas dengan memberikan tempat utama bagi prakarsa, keanekaragaman dan kearifan lokal. Mewujudkan Ekonomi Daerah yang Mandiri, Berdaya Saing, Berkeadilan, serta Berbasis pada Ekonomi Kerakyatan dan Kelestarian Lingkungan Hidup embangunan ekonomi pada hakekatnya merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat. elaksanaan pembangunan ekonomi didasarkan pada sistem ekonomi kerakyatan dan pengembangan sektor unggulan (engembangan ertanian, groindustri, emberdayaan UMKM, terutama yang banyak menyerap tenaga kerja dan berorientasi pada ekspor yang didukung dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan teknologi untuk memperkuat landasan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing serta berorientasi pada globalisasi ekonomi. Memantapkan Harmoni Sosial melalui peningkatan kesalehan sosial, penegakan serta penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia, dengan didukung birokrasi yang reformatif dan pelayanan publik yang prima Meningkatkan pelayanan yang adil dan merata merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap masyarakat pada umumnya. Upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan secara benar (good-government) dan bersih (clean-government) termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik memerlukan unsur-unsur mendasar antara lain unsur profesionalisme dari pelaku dan penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik. eningkatan ketaatan umat beragama merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Trenggalek seutuhnya. Dalam pengelolaannya negara menjamin kemerdekaan memeluk agama sedangkan pemerintah berkewajiban melindungi penduduk dalam melaksanakan ajaran agama dan ibadah. emerintah harus memberikan bimbingan dan pelayanan agar setiap penduduk dalam melaksanakan ajaran agamanya dapat berlangsung dengan rukun, lancar, dan tertib, baik intern maupun maupun antar umat beragama. RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 2
118 Tujuan dan Sasaran Misi untuk mewujudkan embangunan ro Rakyat bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Trenggalek, bukan untuk suatu kelompok dan bukan untuk segelintir orang tertentu. Rakyat kecil yang populer disebut wong cilik bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga merupakan subjek pembangunan. Mereka tidak boleh terpinggirkan, apalagi dipinggirkan, dari proses dan hasil pembangunan. Yang dimaksud wong cilik dalam rumusan misi pembangunan Trenggalek ini adalah mereka yang mengalami ketidakberdayaan (powerless) akibat termarginalisasi (marginalized), terdevaluasi (devalued), dan mengalami keterampasan (deprivation), serta pembungkaman (silencing). Mereka yang karena berbagai alasan terlempar ke luar dari struktur sosial, ekonomi, politik dan budaya. Mereka merupakan orang-orang lemah dan tidak berdaya dalam menghadapi persaingan untuk menjalani roda kehidupan sehari-hari. Untuk itu, peran lebih besar emerintah Kabupaten Trenggalek dalam mengarahkan pembangunan ekonomi yang pro-rakyat sangat diperlukan, terutama melalui instrumen keuangan daerah yang tertuang dalam nggaran endapatan dan Belanja Daerah (BD). BD merupakan bentuk manajemen keuangan daerah dalam pengalokasian sumber daya di daerah secara optimal, sekaligus juga alat evaluasi prestasi pemerintah dalam pembiayaan pembangunan di daerahnya. Karena itu, setiap belanja pemerintah harus ditujukan untuk kepentingan publik dan harus dipertanggungjawabkan pemakaiannya. BD Kabupaten Trenggalek harus ditujukan sebesar-besarnya untuk belanja pelayanan dasar terutama pelayanan pendidikan, kesehatan, sarana air bersih, dan perluasan lapangan kerja yang berorientasi pada rakyat miskin, sebagai upaya penanggulangan kemiskinan untuk mencapai tujuan akhir pembangunan, yaitu kesejahteraan seluruh rakyat Trenggalek. Sasaran orientasi pembangunan yang dijalankan melalui misi mewujudkan embangunan ro Rakyat adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Trenggalek yang terutama dapat dirasakan wong cilik. Karena kemakmuran tidak boleh hanya dirasakan dan dinikmati segelintir orang, pembangunan di Trenggalek harus bisa agawe wong cilik bisa melu gemuyu. Untuk mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan daerah Trenggalek tersebut dilakukan melalui lima strategi pokok pembangunan, yaitu: 1. elayanan prima; 2. erluasan lapangan kerja; 3. eningkatan kemampuan usaha kecil dan menengah; 4. eningkatan dan pemerataan pembangunan; 5. emberdayaan perempuan (peran gender). embangunan Trenggalek saat ini sedang mengalami tantangan serius berupa masalah pelayanan prima dan reformasi birokrasi, peningkatan kesejahteraan, kualitas pendidikan dan kesehatan, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang belum berkualitas, belum optimalnya otonomi desa, peran serta masyarakat dan gender, rendahnya kemandirian daerah dalam pembiayaan pembangunan serta pengelolaan sumber daya alam (SD). Kabupaten Trenggalek sudah saatnya mengembangkan proses demokratisasi partisipatoris, sebagai gerakan sosial baru, dan sebagai jalan lain menuju kesejahteraan rakyat dengan mengembangkan politik aktivisme masyarakat dan organisasi-organisasi non-pemerintah, khususnya pada aras politik lokal dalam ruang otonomi, di mana berbagai macam entitas masyarakat di akar rumput, para pelaku pasar, dan birokrasi pemerintah daerah, terlibat dalam gerakan yang memperkuat satu sama lain untuk memproduksi semua hal yang baik bagi semua orang. RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 3
119 Dalam perspektif seperti ini, semua wacana dan praktik pembangunan Trenggalek selayaknya bersifat polisentris dengan membangun kepercayaan, bahwa kegiatan kelompok-kelompok masyarakat di tingkat lokal dan akar rumput memiliki kemampuan sendiri menyelesaikan daftar masalah yang terus berkembang yang mereka hadapi. Wacana peningkatan kesejahteraan rakyat dalam sistem yang demokratis partisipatoris akan memberi ruang kondusif bagi kerja sama lokal dalam semangat good governance antara birokrasi, institusi publik, dan masyarakat, sekaligus membangun relasi saling memperkuat antara lembagalembaga pemerintah daerah otonomi, institusi publik lokal dan asosiasi-asosiasi masyarakat di akar rumput yang kondusif demi mengembangkan sistem pendidikan yang murah dan bermutu, membangun institusi pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas, memperluas lapangan kerja, demi meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. Dalam mewujudkan misi pembangunan Kabupaten Trenggalek , embangunan ro Rakyat, konsep pembangunan yang berpihak pada rakyat, propoor memberi penekanan prioritas pada program pendidikan yang murah dan bermutu untuk semua demi peningkatan kualitas sumber daya manusia; program pembangunan kesehatan yang murah dan berkualitas demi meningkatkan produktivitas sumber daya manusia; dan perluasan lapangan kerja, terutama di sektor pertanian (agroindustri/agrobisnis), di mana sebagian terbesar masyarakat miskin Trenggalek berada, serta pemeliharaan lingkungan hidup untuk mencegah kerugian-kerugian sosial-ekonomi rakyat. Untuk mewujudkan 3 misi yang telah diuraikan di depan, maka ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Trenggalek Tahun sebagaimana Tabel. sebagai berikut : Tabel 4.1. Keterkaitan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Visi : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Misi Tujuan Sasaran Urusan yang membidangi 1 Meningkatkan ksesibilitas Dan Kualitas elayanan Kebutuhan Dasar Rakyat Dan enanggulangan Kemiskinan 1.1 eningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan murah dan memadai Makin meningkatnya taraf kesehatan masyarakat Makin terbukanya dan makin mudah bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin, untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas, tanpa diskriminasi Urusan Kesehatan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 4
120 Visi : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Misi Tujuan Sasaran Urusan yang membidangi 1.2 eningkatan aksesibilitas Meningkatnya kualitas pendidikan Urusan endidikan pelayanan pendidikan murah dan bermutu baik formal dan non formal, negeri maupun swasta agar dapat memenuhi kebutuhan kompetensi peserta didik Makin terbukanya dan makin mudah bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin, untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang murah dan berkualitas, tanpa diskriminasi 1.3 erluasan lapangan kerja Meningkatnya jumlah angkatan Urusan Ketenagakerjaan kerja, terutama penduduk miskin, laki-laki maupun perempuan, yang terserap ke dalam lapangan kerja, dan tertampungnya tenaga kerja penganggur korban HK Meningkatnya 1.4 engoptimalan penanggulangan kemiskinan dengan peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan di semua bidang dan terjaminnya kesetaraan gender ketrampilan dan perlindungan pekerja Tersedianya calon transmigran yang siap diberangkatkan ke tempat tujuan Meningkatnya kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak Urusan Ketransmigrasian Urusan emberdayaan erempuan dan erlindungan nak RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 5
121 Visi : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Misi Tujuan Sasaran Urusan yang membidangi Terjaminnya keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai peraturan, program pembangunan dan kebijakan 1.5 eningkatan kesejahteraan sosial rakyat publik Terselenggaranya pelayanan keluarga berencana dan keluarga sejahtera Meningkatnya Kualitas dan Jangkauan elayanan Sosial Meningkatnya pembinaan, pelayanan, dan perlindungan sosial dan hukum bagi anak telantar, termasuk anak jalanan, anak cacat dan anak nakal Meningkatnya pemberdayaan sosial keluarga fakir miskin, serta meningkatnya kerjasama kemitraan antara pengusaha dan kelompok usaha fakir miskin Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Urusan Sosial 2 Mewujudkan Ekonomi Daerah yang Mandiri, Berdaya Saing, Berkeadilan, serta Berbasis pada Ekonomi Kerakyatan dan Kelestarian Lingkungan Hidup 2.1 Revitalisasi pertanian dan pengembangan agroindustri/ agrobisnis berbasis cluster Meningkatnya ketersediaan pangan daerah Meningkatnya produktifitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk tanaman pangan, hortikulktura dan perkebunan Meningkatnya produktifitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk peternakan Urusan Ketahanan angan Urusan ertanian RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 6
122 Visi : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Misi Tujuan Sasaran Urusan yang membidangi Meningkatnya produktifitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk perikanan dengan tetap memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan Urusan Kelautan dan erikanan 2.2 emberdayaan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah 2.3 enguatan pemerintahan desa Meningkatnya produksi, daya saing dan nilai tambah produk hasil hutan dengan tetap memperhatikan fungsi pelestarian hutan Meningkatnya kualitas koperasi dan UMKM yang berdaya saing pasar Meningkatnya produktifitas industri kecil dan menengah Meningkatnya perlindungan konsumen dan pelayanan perdagangan Meningkatnya sumberdaya perangkat desa dalam menggali dan mengelola keuangan desa/kelurahan untuk membiayai pembangunan 2.4 eningkatan investasi dan kemudahan perijinan di bidang pertambangan dan pariwisata Meningkatnya keberdayaan masyarakat dan desa Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan dan investasi di daerah Berkurangnya jumlah pelanggaran penambangan liar dan ketenagalistrikan Urusan Kehutanan Urusan Koperasi dan UKM Urusan erindustrian Urusan erdagangan Urusan emberdayaan Masyarakat dan Desa Urusan enanaman Modal Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 7
123 Visi : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Misi Tujuan Sasaran Urusan yang membidangi Meningkatnya kunjungan wisata dan pengusahaan obyek wisata yang berbasis pada potensi sumberdaya alam daerah Urusan ariwisata 2.5 embangunan dan pemeliharaan infrastuktur Meningkatnya penataan kawasan daerah sesuai RUTRW Meningkatnya penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah Meningkatnya emenuhan kebutuhan Infrastruktur jalan dan Jembatan Tercapainya pemenuhan kebutuhan pelayanan irigasi dan air bersih bagi masyarakat Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana permukiman 2.6 emeliharaan lingkungan hidup Meningkatnya pelayanan transportasi daerah yang aman, tertib dan lancar Meningkatnya kualitas SD dan lingkungan hidup Meningkatnya engelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan Urusan enataan Ruang Urusan ertanahan Urusan ekerjaan Umum Urusan erumahan Rakyat Urusan erhubungan Urusan Lingkungan Hidup RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 8
124 Visi : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Misi Tujuan Sasaran Urusan yang membidangi 3.1 ercepatan Terwujudnya Urusan pelaksanaan perencanaan erencanaan reformasi birokrasi pembangunan embangunan dan peningkatan yang aspiratif, pelayanan publik partisipatif dan efektif 3 Memantapkan Harmoni Sosial Melalui eningkatan Kesalehan Sosial, enegakan Serta enghormatan Terhadap Hukum Dan Hak sasi Manusia, Dengan Didukung Birokrasi Yang Reformatif Dan elayanan ublik Yang rima Meningkatnya kualitas layanan kepada legislatif Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah Meningkatnya engawasan dan kuntabilitas enyelenggaraan emerintahan yang Baik dan Bersih Meningkatnya kompetensi dan kapasitas pegawai serta layanan kepegawaian Meningkatnya fungsi kesekretariatan dan pengembangan lembaga pemerintahan yang profesional, efektif dan efisien Terpenuhinya kebutuhan data statistik untuk penyusunan dokumen perencanaan Meningkatnya tertib administrasi dan pengelolaan arsip pemerintah daerah Urusan Otonomi Daerah, emerintahan Umum, dministrasi Keuangan Daerah, erangkat Daerah, Kepegawaian dan ersandian Urusan Statistik Urusan Kearsipan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 9
125 Visi : erubahan Menuju Terwujudnya Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera dan Berakhlak Misi Tujuan Sasaran Urusan yang membidangi Meningkatnya sistem komunikasi, informasi dan media masa Urusan Komunikasi dan Informatika Meningkatnya kualitas layanan administrasi kependudukan dengan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 3.2 eningkatan kualitas kesalehan sosial demi terjaganya harmoni sosial 3.3 eningkatan peran pemuda serta pengembangan olah raga dan sarana prasarananya Terpeliharanya seni dan kebudayaan daerah Meningkatnya kualitas kesalehan sosial masyarakat Meningkatnya minat baca masyarakat Meningkatnya kualitas dan partisipasi pemuda di berbagai bidang pembangunan Meningkatnya prestasi pemuda dalam bidang olah raga 3.4 eningkatan keamanan dan ketertiban, supremasi hukum dan HM Meningkatnya suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Meningkatnya penegakan supemasi hukum dan HM Meningkatnya kewaspadaan terhadap bencana Sumber: RJMD Kab. Trenggalek Tahun Urusan Kebudayaan Urusan erpustakaan Urusan Kepemudaan dan Olah Raga Urusan Kesatuan Bangsa dan olitik Dalam Negeri RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 10
126 4.2. RIORITS DN ROGRM EMBNGUNN erumusan prioritas dan program pembangunan daerah bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan antara bidang urusan pemerintahan daerah dengan rumusan indikator kinerja sasaran dan program yang menjadi acuan penyusunan program pembangunan tahunan yang selaras dengan program pembangunan jangka menengah daerah berdasarkan strategi dan arah kebijakan yang ditetapkan. Melalui kebijakan umum diperoleh strategi melalui program-program yang saling terkait dan rasional dalam mendukung pencapaian indikator dan target sasaran yang ditetapkan. Keberhasilan capaian satu program akan mendukung atau memicu keberhasilan program lainnya Tema RKD dapun tema RKD yang ditetapkan untuk tahun 2014 adalah : ERCETN EMBNGUNN INFRSTRUKTUR DN REFORMSI BIROKRSI UNTUK MEMCU ERTUMBUHN EKONOMI SERT MENINGKTKN DY SING DERH Tema diatas dijabarkan ke dalam unsur pokok tema yaitu: 1) ERCETN EMBNGUNN INFRSTRUKTUR, meliputi unsur-unsur : embangunan dan emeliharaan Infrastruktur; emeliharaan Lingkungan Hidup 2) ERCETN REFORMSI BIROKRSI, meliputi unsur-unsur : ercepatan elaksanaan Reformasi Birokrasi dan eningkatan elayanan ublik; enguatan emerintahan Desa eningkatan Kualitas Kehidupan dan eran erempuan di semua Bidang dan Terjaminnya Kesetaraan Gender eningkatan Kualitas Kesalehan Sosial demi Terjaganya Harmoni Sosial 3) ERTUMBUHN EKONOMI, meliputi unsur-unsur : eningkatan Efektifitas enanggulangan Kemiskinan; Revitalisasi ertanian dan engembangan grobis/groindustri; emberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM); eningkatan Kesejahteraan Sosial Rakyat; erluasan Lapangan Kerja; 4) ENINGKTN DY SING DERH, meliputi unsur-unsur : eningkatan ksebilitas elayanan Kesehatan Murah dan Memadai; eningkatan ksebilitas elayanan endidikan Murah dan Bermutu; eningkatan Investasi di Bidang ertambangan dan ariwisata; eningkatan Keamanan dan Ketertiban, Supremasi Hukum dan Hak zasi Manusia; eningkatan eran emuda dan engembangan Olahraga RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 11
127 rioritas, rah Kebijakan dan rogram embangunan Berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pembangunan, dan permasalahan pembangunan yang telah diuraikan sebelumnya, maka disusun 16 prioritas pembangunan daerah Trenggalek tahun 2014, sebagai berikut : 1. embangunan dan emeliharaan Infrastruktur; 2. ercepatan elaksanaan Reformasi Birokrasi dan eningkatan elayanan ublik; 3. eningkatan Efektifitas enanggulangan Kemiskinan; 4. eningkatan ksebilitas elayanan Kesehatan Murah dan Memadai; 5. eningkatan ksebilitas elayanan endidikan Murah dan Bermutu; 6. Revitalisasi ertanian dan engembangan grobis/groindustri; 7. emberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM); 8. eningkatan Kesejahteraan Sosial Rakyat; 9. eningkatan Investasi di Bidang ertambangan dan ariwisata; 10. erluasan Lapangan Kerja; 11. emeliharaan Lingkungan Hidup; 12. eningkatan Keamanan dan Ketertiban, Supremasi Hukum dan Hak zasi Manusia; 13. enguatan emerintahan Desa; 14. eningkatan Kualitas Kehidupan dan eran erempuan di semua Bidang dan Terjaminnya Kesetaraan Gender; 15. eningkatan Kualitas Kesalehan Sosial demi Terjaganya Harmoni Sosial; dan 16. eningkatan eran emuda dan engembangan Olahraga; Enam belas prioritas pembangunan daerah Trenggalek tahun 2014 tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam prioritas dan arah kebijakan umum yang hendak dicapai dalam kurun waktu satu tahun mendatang sebagai berikut: 1. embangunan dan emeliharaan Infrastruktur; a) meningkatkan dan mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak, terutama infrastruktur kabupaten, poros kecamatan dan wilayah perbatasan; b) meningkatkan infrastruktur di wilayah potensi ekonomi strategis dalam rangka menunjang aksesibilitas; c) meningkatkan infrastruktur irigasi pengairan dalam rangka peningkatan produksi pertanian; d) memfasilitasi percepatan realisasi pembangunan Bendungan Tugu, bangunan penampung air dan elestarian Sumber ir (S); e) memfasilitasi percepatan pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS); f) meningkatkan infrastruktur perdesaan untuk mengurangi disparitas wilayah; g) meningkatkan pembangunan infrastruktur penyehatan lingkungan permukiman; h) memberdayakan kelembagaan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan tata ruang; dan i) mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mendukung program Green City di kawasan perkotaan. 2. ercepatan elaksanaan Reformasi Birokrasi dan eningkatan elayanan ublik; (a) mempercepat perwujudan birokrasi yang efisien, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan profesional untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme; (b) meningkatkan efektivitas dan efisiensi ketatalaksanaan dan prosedur pada semua tingkat dan lini pemerintahan dengan menata struktur organisasi pemerintahan secara bertahap dan berlanjut; (c) meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan teknis, fungsional dan struktural; RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 12
128 (d) meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk pencapaian Standar elayanan Mininal (SM); (e) mendorong partisipasi masyarakat untuk turut merumuskan program dan kebijakan layanan publik; (f) mengoptimalkan peran forum Murenbang untuk penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran; (g) mengembangkan sistem perencanaan dan penganggaran berbasis sistem informasi; (h) meningkatkan keterbukaan informasi publik; (i) menerapkan Sistem engadaan Secara Elektronik (SSE); dan (j) melaksanakan pengurusan dan penetapan status asset tanah milik pemda. 3. eningkatan Efektifitas enanggulangan Kemiskinan; (a) memberdayaan ekonomi masyarakat miskin; (b) meningkatan kualitas SDM masyarakat miskin; (c) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui program transmigrasi; (d) meningkatan kinerja Tim Koordinasi enanggulangan Kemiskinan (TKK); (e) mensinkronkan program penanggulangan kemiskinan tingkat pusat dan provinsi; (f) memfasilitasi pelaksanaan rogram Nasional emberdayaan Masyarakat (NM) Mandiri; dan (g) melanjutkan dan memfasilitasi program nty overty rogram (rogram nti Kemiskinan). 4. eningkatan ksebilitas elayanan Kesehatan Murah dan Memadai; (a) meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya bagi keluarga miskin; (b) meningkatkan sarana dan prasarana uskesmas dan jaringannya; (c) mengusahakan ketersediaan dokter spesialis; (d) meningkatkan kualitas tenaga kesehatan serta penyebarannya; (e) perbaikan sistem keuangan dan kapasitas uskesmas berdasarkan kinerja; (f) revitalisasi osyandu; (g) meningkatkan upaya kesehatan ibu dan anak; (h) (i) (j) (k) (l) meningkatkan cakupan KB ktif pada US; memberdayakan kelembagaan masyarakat untuk peningkatan partisipasi dalam pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil; meningkatkan upaya penanggulangan masalah penyakit menular dan wabah; mewujudkan ola Hidup Bersih dan Sehat (HBS); dan mengembangkan program kabupaten sehat. 5. eningkatan ksebilitas elayanan endidikan Murah dan Bermutu; (a) menuntaskan program wajib belajar 9 tahun menuju wajib belajar pendidikan dasar 12 tahun; (b) mengembangkan endidikan nak Usia Dini (UD); (c) menuntaskan program penyetaraan pendidikan madrasah diniyah salafiyah dengan pendidikan umum; (d) mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); (e) mengupayakan keberlanjutan program pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS); (f) meningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan non-formal dan informal; (g) meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan; (h) (i) meningkatkan kualitas dan pemerataan guru; meningkatkan penerapan SM bidang pendidikan; RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 13
129 (j) mengembangan sekolah inklusi di kecamatan; (k) mengurangi angka buta aksara; (l) meningkatkan ngka Transisi dari SLT ke SLT; dan (m) menyelenggaraan kademi Komunitas. 6. Revitalisasi ertanian dan engembangan grobis/ groindustri; (a) meningkatkan pemberdayaan petani, nelayan dan lembaga-lembaga pendukungnya; (b) meningkatkan produktivitas, daya saing, dan nilai tambah produk pertanian, peternakan, kehutanan, kelautan dan perikanan; (c) mengendalikan hama penyakit tanaman pertanian/ ternak (d) meningkatkan pengembangan agrobisnis untuk memberdayakan perekonomian rakyat; (e) meningkatkan pemanfaatan teknologi tepat guna; (f) meningkatkan jaringan pasar produk-produk pertanian; (g) meningkatkan kualitas pengelolaan pasca panen; (h) memberdayakan penyuluh pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan; (i) meningkatkan ketahanan pangan; (j) mendukung program agropolitan dan minapolitan. 7. emberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM); (a) meningkatkan produktifitas UMKM; (b) memperkuat kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi dan UMKM; (c) meningkatkan peran serta perempuan dalam pengembangan koperasi dan UMKM (kesetaraan gender); (d) memperbaiki iklim usaha yang sehat; (e) memperluas dan mempermudah akses kepada sumber permodalan; (f) memperluas jejaring pasar bagi koperasi dan UMKM; dan (g) melaksanaan program TRENGGLEK (Trengginas Galang Ekonomi). 8. eningkatan Kesejahteraan Sosial Rakyat; (a) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan; (b) meningkatkan penanganan enyandang Masalah kesejahteraan Sosial (MKS); (c) meningkatkan pemberdayaan eks-mks; (d) meningkatkan penanganan korban bencana alam dan konflik sosial; (e) meningkatkan otensi Sumber Kesejahteraan Sosial (SKS); (f) memfasilitasi dan mengembangkan rogram Kabupaten Layak nak (KL); dan (g) meningkatkan peran CSR dalam kegiatan sosial. 9. eningkatan Investasi di Bidang ertambangan dan ariwisata; (a) meningkatkan promosi dan kerjasama investasi; (b) meningkatkan kualitas pelayanan perijinan dan penanaman modal; (c) meningkatkan prasarana transportasi hasil tambang; (d) meningkatkan pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan dan ketenagalistrikan; (e) meningkatkan produktivitas sektor pertambangan dan pariwisata; (f) mengembangkan jenis dan kualitas produk-produk pertambangan dan wisata; (g) meningkatkan sarana dan prasarana obyek wisata; (h) mengembangkan kemitraan dengan pelaku usaha wisata; (i) meningkatkan SDM pengelola obyek wisata; dan (j) meningkatkan pemanfaatan sumber energi alternatif. RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 14
130 10. erluasan Lapangan Kerja; (a) meningkatkan peran lembaga penempatan kerja; (b) menciptakan kegiatan padat karya produktif; (c) meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja; (d) meningkatkan kualitas tenaga kerja; (e) mensosialisasikan peraturan perundangundangan tentang ketenagakerjaan; (f) memberdayakan TKI urna; dan (g) meningkatkan dan mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK); 11. emeliharaan Lingkungan Hidup; (a) meningkatkan rehabilitasi dan rekonstruksi lingkungan hidup; (b) meningkatkan upaya konservasi sumber daya air untuk mewujudkan keberlanjutan kapasitas pasok sumber daya air; (c) mengurangi dampak pencemaran lingkungan; (d) mengurangi luasan lahan kritis; (e) meningkatkan luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan; (f) meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam, serta lingkungan hidup yang berkelanjutan; (g) meningkatkan upaya konservasi hutan mangrove; (h) memanfaatkan fungsi kawasan lindung dengan berbasis pembangunan berkelanjutan; dan (i) meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan; 12. eningkatan Keamanan dan Ketertiban, Supremasi Hukum dan Hak zasi Manusia; (a) mengembangkan budaya masyarakat yang tertib dan patuh terhadap peraturan; (b) meningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (EKT); (c) memelihara kantrantibmas dengan pencegahan tindak kriminal serta penegakan peraturan daerah; (d) meningkatkan kerjasama penegakan supremasi hukum dengan instansi vertikal yang membidangi penegakan hukum dan HM; (e) meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kewaspadaan terhadap bencana; (f) meningkatkan stabilitas politik; dan (g) mempersiapkan pelaksanaan emilu Legislatif dan emilu residen pada tahun enguatan emerintahan Desa; (a) meningkatkan kualitas pengelolaan dana perimbangan keuangan desa; (b) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah desa dalam pelayanan publik; (c) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa; (d) meningkatkan pengelolaan lembaga ekonomi desa; (e) memperbaiki sistem perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan di desa; dan (f) meningkatkan pembinaan dan evaluasi dokumen perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan desa RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 15
131 14. eningkatan Kualitas Kehidupan dan eran erempuan di semua Bidang dan Terjaminnya Kesetaraan Gender; (a) meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan; (b) mendorong pengembangan kearifan lokal dan pemanfaatannya bagi pemberdayaan masyarakat yang tidak bias gender; (c) menguatkan kelembagaan gender; (d) meningkatkan peran perempuan dalam ketahanan keluarga; (e) meningkatkan kualitas hidup dan perlindungan perempuan; dan (f) menerapkan erencanaan dan enganggaran berbasis Responsif Gender (RG). 15. eningkatan Kualitas Kesalehan Sosial demi Terjaganya Harmoni Sosial; (a) meningkatkan peran FKUB dalam rangka mewujudkan kerukunan antar umat beragama; (b) meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai agama dan budi pekerti dalam kehidupan masyarakat sehari-hari; (c) menyelesaikan dan mencegah konflik baik intra maupun antar-umat beragama; (d) meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama bagi seluruh lapisan masyarakat; dan (e) meningkatkan sarana dan prasarana peribadatan. 16. eningkatan eran emuda dan engembangan Olahraga; (a) meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan; (b) meningkatkan upaya pembibitan altet; (c) mengembangkan prestasi olahraga secara sistematik, berjenjang, dan berkelanjutan; (d) meningkatkan sarana dan prasarana olahraga; dan (e) meningkatkan pembinaan pemuda/atlet berprestasi RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 16
132 Tabel 4.2. rioritas embangunan Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun embangunan dan emeliharaan Infrastruktur No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian 2014 SKD Meningkatnya emenuhan kebutuhan Infrastruktur jalan dan Jembatan 1 rogram pembangunan Jalan dan Jembatan 2 rogram rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan 3 rogram tanggap darurat jalan dan jembatan 1 % Ketersediaan prasarana jalan yang kondisinya baik (memenuhi standar/ beraspal mantap) 2 % Ketersediaan prasarana jembatan yang kondisinya baik (memenuhi standar) 3 % peningkatan jalan makadam menjadi Lapen/aspal 4 % eningkatan jalan Lapen menjadi Hot Mix 5 % peningkatan jembatan lingkungan 1 % pemeliharaan jalan Kabupaten anjang Jalan yang mendapat pemeliharaan rutin anjang Jalan yang mendapat pemeliharaan berkala anjang Jalan yang di tingkatkan 2 % pemeliharaan jembatan Kabupaten Jembatan yang mendapat pemeliharaan rutin Jembatan yang mendapat pemeliharaan berkala Jembatan yang di tingkatkan 1 % volume kerusakan jalan diperbaiki % Dinas U Bina Marga & engairan % % 4.26 % % Dinas U erkimsih % % % 2 % volume kerusakan jembatan diperbaiki % % % Dinas U Bina Marga & engairan % Dinas U Bina Marga & % engairan 4 rogram pembangunan sistem informasi/data base jalan dan jembatan 5 rogram peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan 1 % emanfaatan data base jaringan jalan di Kabupaten sebagai dokumen induk perencanaan 1 % pemenuhan sarana prasarana kebinamargaan 100 % Dinas U Bina Marga & engairan 4.65 % Dinas U Bina Marga & engairan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 17
133 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian 2014 SKD 2 Tercapainya pemenuhan kebutuhan pelayanan irigasi dan air bersih bagi masyarakat 3 Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana permukiman 1 rogram pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya. 2 rogram penyediaan dan pengelolaan air baku 3 rogram pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya 4 rogram pengendalian banjir 5 rogram pembangunan saluran drainase/ gorong-gorong 6 rogram pembangunan turap/talud/bro njong 7 rogram rehabilitasi/pem eliharaan talud/bronjong 8 rogram pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah 9 rogram embangunan Infrastruktur erdesaan 1 % eningkatan kondisi jaringan irigasi 1 % eningkatan luas areal sawah yang di airi 1 % peningkatan ketersediaan sumber daya air 1 % Menurunnya luas genangan banjir 1 % peningkatan panjang drainase yang layak 2 % peningkatan panjang drainase lingkungan yang layak 1 % peningkatan turap/talud/bronjong 1 % peningkatan kondisi talud/bronjong kondisi baik 1 rogram Lingkungan Sehat erumahan 2 rogram peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran 1 embangunan Jaingan air bersih/air minum 1 % peningkatan infrastruktur perdesaan panjang jalan lingkungan yang dibangun anjang TJ,TT,TB yang dibangun 1 % peningkatan sarana prasarana sanitasi 1. % bencana kebakaran yang tertangani 20 % Dinas U Bina Marga & engairan 20 % Dinas U Bina Marga & engairan 20 % Dinas U Bina Marga & engairan 25 % Dinas U Bina Marga & engairan % Dinas U Bina Marga & engairan % Dinas U erkimsih % Dinas U Bina Marga & engairan % Dinas U Bina Marga & engairan % Dinas U erkimsih % % Dinas U erkimsih Dinas U erkimsih % BBD / Satpol RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 18
134 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian 2014 SKD 4 Meningkatnya penataan kawasan daerah sesuai RUTRW 1 rogram erencanaan Tata Ruang 2 rogram emanfaatan Ruang 3 rogram pengendalian pemanfaatan ruang 1 tersusunnya dokumen Raperda Tata Ruang 1 Kegiatan penataan dan pengembangan kawasan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah 1 Dokumen masterplan ruang terbuka hijau (RTH) 2 dokumen Bappeda 1 kegiatan Bappeda 1 dokumen Bappeda 5 Meningkatnya elayanan Transportasi Daerah yang man, Tertib, dan Lancar 1 rogram Rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLJ 2 rogram peningkatan pelayanan angkutan 3 rogram pembangunan sarana dan prasarana perhubungan 4 rogram pengendalian dan pengamanan lalu lintas 1 pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLJ 2 pemeliharaan prasarana dan fasilitas Terminal 1 peningkatan jumlah armada angkutan 2 peningkatan disiplin lalu lintas dan angkutan 3 peningkatan pelayanan lalu lintas 4 Jumlah MU yang tertib dlm mengurus ijin trayek 1 penambahan sarana dan prasarana terminal 1 peningkatan jumlah rambu lalu lintas % Dinas Hubkominfo 100 % % Dinas Hubkominfo 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Hubkominfo % Dinas Hubkominfo 5 rogram peningkatan kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor 6 rogram eningkatan kapasitas sumber daya aparatur 2 peningkatan jumlah lampu lalu lintas 3 peningkatan jumlah pagar pengaman jalan (guardrail) 4 peningkatan jumlah marka jalan 1 peningkatan armada yang layak 1 NS yang mengikuti diklat bidang hubkominfo % % % % Dinas Hubkominfo orang Dinas Hubkominfo RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 19
135 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian 2014 SKD 5 Meningkatnya penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah 1 rogram penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah 2 rogram pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh 1 % Tanah milik emkab yg sudah disertifikasi 2 % eningkatan ensertifikatan Tanah di Kab. Trenggalek (roda) 3 % Identivikasi/Inventarisasi dan enertiban Tanah/Lahan emkab Trenggalek 4 % engadaan /enyelesaian Sengketa Tanah/Lahan Untuk Kawasan erkantoran/fasilitas Umum 5 % embinaan dan enatausahaan dministrasi ertanahan Bagi emkab, emerintah Kelurahan dan Desa 6 % Fasilitasi enetapan/ijin Lokasi BKD 1Kegiatan Bagian dministrasi emerintahan 2 Kegiatan Bagian dministrasi emerintahan 5 Kegiatan 100 % % 7 % eta Desa/Kelurahan % 8 % Batas Desa/Kelurahan/ Kecamatan 9 % endampingan rogram Nasional ensertifikatan tanah (RON) 10 % enyelesaian Sengketa / kasus Tanah Negara 11 % Fasilitasi emasangan atok Batas Hutan dgn Tanah Warga 12 % Fasilitasi enetapan dan engukuuhan Kawasan Hutan 1 embebasan Lahan JLS : Km embebasan Lahan enduduk Km embebasan Lahan erhutani 2 embebasan Lahan Bendungan Tugu : % % Km embebasan Lahan enduduk Km embebasan Lahan erhutani % % % 1.05 Km 9.31 Km 1.05 Km 9.31 Km Bagian dministrasi emerintahan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 20
136 2. ercepatan elaksanaan Reformasi Birokrasi dan eningkatan elayanan ublik No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Terwujudnya perencanaan pembangunan yang aspiratif, partisipatif dan efektif 1 rogram eningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah 2 rogram erencanaan pembangunan daerah 1 aparat perencana yg mengikuti Diklat/bimtek/semin ar/ workshop perencanaan 1 Tersedianya dokumen perencanaan RJD yg telah ditetapkan dengan erda/erkada 2 Tersedianya dokumen perencanaan RJMD yg telah ditetapkan dengan erda/erkada 3 Terlaksananya penyelarasan Renstra SKD dengan RJMD 4 Tersedianya dokumen perencanaan RKD yg telah ditetapkan dengan erkada 5 Tersedianya dokumen Kebijakan Umum nggaran (KU) dan rioritas lafon nggaran Sementara (S) 6 enjabaran rogram RJMD ke dalam RKD 7 Tersedianya dokumen Laporan Keterangan ertanggungjawab an (LKJ) Bupati 8 Tersedianya dokumen Laporan kuntabilitas Kinerja Instansi emerintah (LKI) 9 Tersedianya dokumen Laporan enyelenggaraan emerintah Daerah (LD) 10 Terlaksananya kegiatan sinkronisasi teknis Rencana Kerja nggaran (RK) 11 Terlaksananya musrenbang kecamatan dan desa SKD 205 pegawai Bappeda - Bappeda dokumen Bappeda 4 dokumen Bappeda % program Bappeda 1 dokumen Bappeda 1 dokumen Bappeda 1 dokumen Bag. dm. emerintahan 1.00 Kegiatan Bappeda paket (Kecamatan) Kecamatan dan Kelurahan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 21
137 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram erencanaan pembangunan ekonomi 4 rogram erencanaan sosial budaya 5 rogram erencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam 6 rogram erencanaan pembangunan daerah rawan bencana 7 rogram erencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh 1 Dokumen erencanaan Bidang Ekonomi 2 Koordinasi dan Sinkronisasi Bidang erencanaan Ekonomi 1 Dokumen erencanaan Bidang Sosial Budaya dan emerintahan 2 Koordinasi dan Sinkronisasi Bidang erencanaan Sosial Budaya dan emerintahan 1 Dokumen erencanaan Bidang erencanaan rasarana Wilayah dan Sumber Daya lam 2 Koordinasi dan Sinkronisasi Bidang erencanaan rasarana Wilayah dan Sumber Daya lam 1 Dokumen pemetaan daerah rawan bencana 1 Kegiatan penetapan kawasan wilayah strategis & cepat tumbuh 2 Monitoring dan Evaluasi ercepatan rogram-rogram Strategis embangunan Daerah SKD 3 dokumen Bappeda 3 kegiatan 2 dokumen Bappeda 3 kegiatan 3 dokumen Bappeda 3 kegiatan - Bappeda 1 kegiatan Bappeda 1 kegiatan 2 Meningkatnya kualitas layanan administrasi kependudukan dengan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat 1 rogram enataan administrasi kependudukan 1 2 % KT yang diselesaikan dalam jgk waktu 1 hari % kte kelahiran 100 % % Dinas Kependuduka n dan encatatan yang diselesaikan dalam jangka waktu 5 hari Sipil 3 % Kartu Keluarga % yang diselesaikan dalam jangka waktu 5 hari 4 % penduduk ber KT % 5 % bayi ber kte Kelahiran 6. % jumlah penduduk yang telah memiliki KT -elektronik % % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 22
138 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya kualitas layanan kepada legislatif 4 Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah 1 rogram eningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah 1 rogram eningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah SKD 1 % penerbitan perda % Sekretariat DRD 2 % aspirasi yang ditindaklanjuti 3 Ketepatan agenda sidang 1 % peningkatan pajak daerah 2 % peningkatan retribusi daerah 3 % peningkatan pendapatan daerah lainnya yang sah 4 % ketersediaan Sistem Informasi keuangan daerah 5 % kendaraan dinas dalam kondisi baik : % 100 % Roda % Roda % 6 Kecepatan waktu pencairan S2D 7 % D dibanding DRB 8 % peningkatan D dari penyewaan tanah eks bengkok 9 Validasi pemetaan tanah eks bengkok kelurahan dan fasilitasi penyewaan sawah asset pemkab (eks bengkok kelurahan) 10 embinaan penyelenggaraan pemerintah kecamatan dan kelurahan dan penyusunan pelimpahan kewenangan Bupati ke camatan 11 Jumlah bantuan untuk pembangunan infrastruktur perdesaan 3.00 % Dinas endapatan 4.50 % Dinas endapatan 2.50 % Dinas endapatan % BKD BKD 2 hari BKD 7.5 % Dinas endapatan 100 % Bagian dministrasi emerintahan % % Bag dm embangunan 2 rogram embinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan kabupaten 1 % rancangan erda pajak daerah dan retribusi yg di evaluasi 2 NS yang bersertifikat pengadaan barang/jasa - Bag. Hukum 260 Orang Bag dm embangunan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 23
139 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya engawasan dan kuntabilitas enyelenggaraa n emerintahan yang Baik dan Bersih 3 rogram eningkatan Kapasitas Kelembagaan erencanaan embangunan Daerah 4 rogram eningkatan engembangan Sistem elaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 5 rogram engembangan Sarana rasarana erdagangan 1 rogram eningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH 2 rogram eningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan 1 % laporan data pelaksanaan pembangunan 2 % pelaksanaan fisik konstruksi sesuai jadwal dan dana 1 engelolaan Keuangan & Barang Lingkup Setda berjalan dg lancar 2 engendalian dministrasi Keuangan Lingkup Setda berjalan dg lancar 3 enyusunan Rencana Kegiatan & nggaran SKD (RK D) Lingkup Setda 1 % pelaksanaan pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana pasar 1 % penurunan kasus pelanggaran disiplin oleh aparat pemerintah kabupaten 2 % ketaatan obrik terhadap temuan Inspektorat 3 % pemenuhan pelaksanaan KT & Non KT 4 % kepatuhan terhadap peraturan indikator capaian kinerja perundangundangan 1 % tenaga pemeriksa yg mendapat pendidikan dan latihan teknis /penjenjangan pengawasan SKD 100 % Bag dm embangunan 100 % 100 % Bag. dm. Keuangan 100 % 100 % % Dinas endapatan % Inspektorat % % 4 rogram peningkatan SDM bidang teknologi informasi dan sandi 2 % tenaga I yang mendapat Indikator capaian program diklat non teknis 1 Meningkatnya kualitas SDM di bidang komunikasi dan informasi 2 Tersedianya sarana dan prasarana untuk kelancaran komunikasi % % Inspektorat % 100 % Bagian Humas dan rotokol 100 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 24
140 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi 6 rogram engembangan dan eningkatan Kapasitas Organisasi dan Tata Laksana erangkat Daerah 1 Intensitas update berita website Humas Setda Trenggalek per minggu 2 Intensitas upgrade website emkab Trenggalek per minggu 1 Terlaksananya emberian Bantuan Keuangan 2 Implementasi Sistem kuntabilitas oleh SKD sesuai dengan pedoman Sistem KI 3 Terlaksananya budaya kerja aparatur sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja 4 Terwujudnya kelembagaan erangkat Daerah yang efisien, efektif, proporsional dan profesional 5 Terlaksananya tugas pokok dan fungsi OD secara efektif dan profesional 6 Tingkat kesesuaian OD dengan peraturan perundangundangan dan kebutuhan daerah 7 Implementasi pelaksanaan tugas dan fungsi OD sesuai aturan 8 Tersedianya informasi jabatan baik struktural maupun fungsional sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi bagi setiap SKD 9 % hasil evaluasi jabatan SKD SKD 100 % Bagian Humas dan rotokol 11 kali 100 % Bag. dm. Keuangan 100 % Bag. Organisasi 100 % 0.00 OD 0.00 SKD % 0.00 SKD 0.00 SKD % 10 % jumlah kajian kelembagaan dan tata laksana yang ditindaklanjuti 11 Meningkatnya kualitas pedoman dan pelaksanaan/imple mentasi ketatalaksanaan 100 % 100 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 25
141 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya mutu pelayanan publik 13 Terwujudnya Unit elayanan ublik yang diakui secara nasional dan internasional 100 % 100 % SKD 6 Meningkatnya kompetensi dan kapasitas pegawai serta layanan kepegawaian. 1 rogram eningkatan kapasitas sumber daya aparatur 2 rogram embinaan dan pengembangan aparatur 1 % emenuhan Kompetensi dasar Calon egawai Negeri Sipil (CNS) a. Bantuan Latihan 40 % rajabatan b. Terfasilitasinya Uji 100 % Kesehatan bagi CNS 2 % Terlaksananya engembangan Karier egawai a. SK Tugas Belajar 100 % b. Bantuan Tugas 100 % Belajar/Ikatan c. Surat Ijin Belajar 98 % d. Ujian Kenaikan angkat enyesuaian Ijazah e. Ujian Dinas Kenaikan angkat 3 % Terlaksananya engiriman NS guna mengikuti Diklat Teknis / Fungsional dan Diklat IM NS yg ikut Diklat Tehnis/Fungsi NS yg ikut Diklat IM 4 % Terlaksananya Fasilitasi Seleksi enerimaan Calon raja Ikatan Dinas Institut emerintahan Dalam Negeri (IDN) 1 % Terlaksananya engadaan CNS jalur Umum : 98 % 100 % 40 orang 81 orang BKD BKD BKD 26 orang BKD BKD Jumlah CNS yang 5 % dibutuhkan 2 % Tersusunnya Formasi Kebutuhan CNS dan engelolaan Dokumen Kepegawaian - Formasi CNS 99 % - Data Simpeg 100 % - rofil 100 % Kepegawaian BKD RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 26
142 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian % Terlaksananya Orientasi, embekalan CN ke NS dan Sumpah Janji - Orientasi Tugas 100 % Fungsi - embekalan Tugas 100 % Fungsi - SK CNS 100 % - SK NS 100 % - SK Sumpah Janji 100 % NS 4 % Tersalurnya bantuan sosial NS dan Tenaga Kontrak - Bantuan Bencana 100 % lam - Bantuan engobatan - Bantuan Kematian 5 % Terbitnya SK Mutasi Kepeg - SK Kenaikan 100 % angkat - SK Gaji Berkala 100 % - enambahan 94 % Masa Kerja - L2 100 % 6 % Terlaksananya enataan Jabatan struktural, fungsional dan staff : - SK Jabatan 100 % Struktural - SK Kepala Sekolah 100 % - SK Jabatan 100 % Fungsional - SK Jenjang 100 % Fungsional - SK Staf dan Guru 100 % 3 rogram Fasilitasi indah / urna Tugas 7 % Terlaksananya endampingan Informasi Kepegawaian : - DUK 100 % - KE 96 % - Web Site Simpeg 100 % - SK 100 % 8 % Terlaksananya Sosialisasi dan embinaan egawai : - Sosialisasi 75 % eraturan Kepeg - Hukuman Disiplin 90 % - embinaan NS 75 % - Rakor Tehnis 75 % Kepegawaian 1 % emrosesan Status NS : - Karis / Karsu 10 % - Karpeg 10 % - Taspen 5 % - skes 5 % SKD BKD BKD BKD BKD BKD BKD BKD RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 27
143 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram endidikan kedinasan 2 % emulangan NS ensiun: - SK ensiun / Karip 20 % - Bappertarum 5 % SKD BKD 3 % enghargaan NS BKD - Satya Lencana 10 % Karya Satya - Tali sih NS urna 200 % Tugas - Medical Chekup 30 % - Santunan 150 % 1 % Jumlah engiriman pegawai untuk mengikuti pendidikan dan latihan (struktural,fungsional, teknis): pegawai yang dikirim mengikuti diklat struktural pegawai yang dikirim mengikuti diklat fungsional pegawai yang dikirim mengikuti diklat teknis NS yang bersertifikat keahlian pengadaan barang/jasa 2 % Jumlah penyelenggaraan pendidikan dan latihan (struktural, fungsional, teknis) penyelenggaraan diklat struktural penyelenggaraan diklat fungsional penyelenggaraan diklat teknis 3 Tingkat kelulusan peserta pendidikan dan latihan (struktural, fungsional, teknis) : peserta yang lulus diklat struktural 7.00 % 1.00 % 1.00 % 5 rogram emberdayaan Masyarakat dan emerintahan Desa peserta yang lulus diklat fungsional peserta yang lulus diklat teknis rata-rata hasil post test peserta diklat Struktural 1 % Jumlah penyelenggaraan pendidikan dan latihan Masyarakat. 2 % eserta yang lulus diklat masyarakat BKD 1.00 % Bag dm embangunan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 140 nilai rata2 BKD BKD 100 % BKD 100 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 28
144 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya fungsi kesekretariatan dan pengembangan lembaga pemerintahan yang profesional, efektif dan efisien 1 rogram pembinaan penyelenggaraan pemerintahan umum 2 rogram eningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah 1 Ʃ Fasilitasi kerjasama antar daerah 2 Ʃ Diklat/Sosialisasi edoman, Tata Cara Kerjasama 3 Ketepatan waktu penyelesaian LD. 4 embinaan penyelenggaraan pemerintah kecamatan dan kelurahan dan penyusunan pelimpahan kewenagan Bupati ke camat 5 Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan pelimpahan kewenangan Bupati ke camat dan Tapen Kecamatan 6 enetapan Batas Daerah 7 embakuan Rupa Bumi 1 Terlaksananya pelayanan keprotokolan 2 Terlaksananya pelayanan Rumah Tangga KDH/WKDH 3 eningkatan Kebersihan & keindahan rumah dinas/kantor Bupati Wakil Bupati 4 eningkatan jumlah SDM yang paham aturan keprotokolan 5 eningkatan kooordinasi dengan unsur MUSID 6 Lancarnya kerjasama dan penyelesaian permasalahan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah / lembaga pemerintah lainnya 7 Terselenggaranya peringatan Hari Jadi rovinsi dengan lancar 1 % hasil kajian peraturan perundangundangan daerah yg ditindaklanjuti 2 % pengajuan ranperda SKD 1 kerjasama Bagian dministrasi emerintahan 1 kegiatan 100 hari Bagian dministrasi 100 % emerintahan 100 % % 100 % Bagian Humas dan rotokol 100 % 100 % 3 enataan peraturan perundangundangan 100 % 100 % Bagian dministrasi emerintahan 100 % 100 % 100 % Bag. Hukum 100 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 29
145 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Terpenuhinya kebutuhan data statistik untuk penyusunan dokumen perencanaan 4 rogram pembinaan / penyuluhan hukum 5 rogram penyusunan dan penelitian produk hukum 6 rogram eningkatan Kualitas Kesehatan paratur 7 eningkatan Disiplin paratur 1 rogram pengembangan data/informasi/st atistik daerah 2 rogram Kerjasama pembangunan 3 % Jumlah peraturan/ Keputusan, instruksi & perjanjian k. sama yg selesai 4 % rancangan eraturan Desa yang dievaluasi 5 eningkatan Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (SJDIH) 1 % kegiatan pembinaan/ penyuluhan hukum yang dilaksanakan 1 % penelitian produk hukum 1 Tingkat Kehadiran NS dalam Senam agi 100 % 100 % - SKD 100 % Bag. Hukum 1 peraturan Bag. Hukum 80 orang Bagian Umum dan erlengkapan 1 Meningkatnya kualitas pelayanan di bidang administrasi kepegawaian dan pengembangan SDM Setda : Bagian Umum dan erlengkapan elaksanaan 100 kegiatan administrasi kepegawaian dalam satu tahun Jumlah eserta Diklat/bimtek/Lokak arya 1 Ʃ produk data / Bappeda informasi statistik yang dihasilkan untuk penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah : - Trenggalek Dalam 1 dokumen ngka - Kecamatan Dalam 14 dokumen ngka - Dokumen IM 1 dokumen - Dokumen DRB 1 dokumen - Indeks Disparitas 1 dokumen Wilayah - rofil Kab. 1 dokumen Trenggalek 2 % pemanfaatan 100 % Bappeda sistem informasi / database yang mendukung perencanaan pembangunan daerah 1 Ʃ kerjasama antar 2 kerjasama Bappeda daerah/institusi/lem baga lain RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 30
146 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya tertib administrasi dan pengelolaan arsip pemerintah daerah 10 Meningkatnya sistem komunikasi, informasi dan media massa 1 rogram erbaikan sistem administrasi kearsipan 2 rogram enyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah 1 rogram engembangan komunikasi, informasi dan media massa 2 rogram engkajian dan penelitian bidang komunikasi dan informatika 3 rogram Fasilitasi peningkatan SDM bidang komunikasi dan informatika 2 Monitoring dan evaluasi kegiatan DK, T, Dekon dan dana sharing lainnya 3 kegiatan kajian / penelitian pembangunan dan pemerintahan 1 % data/informasi/arsip yg dimasukan dalam data kearsipan 1 % Jumlah arsip yang diselamatkan/ diamankan 2 % pemeliharaan sarana prasarana kearsipan 3 % peningkatan kualitas SDM kearsipan 1 Jumlah layanan online yang menggunakan website 2 Jumlah SKD yang terkoneksi di lingkup emkab Trenggalek 3 Jenis media penyebarluasan informasi 4 Desepakatinya awal bulan puasa dan hari raya umat Islam 5 Tercapainya tingkat pemahaman terhadap l -Quran 1 Tersusunnya dokumen perencanaan dan standart tata kelola komunikasi dan informatika 2 Jumlah sarana komunikasi dan informatika yang terdata dan terawasi 1 Jumlah media komunikasi dan informasi yang terbina (KIM, warnet, radio, tv kabel, dll) 2 Tersampaikannya informasi kepada masyarakat melalui media komunikasi : jumlah updating website jumlah terbitnya buletin 2 kegiatan SKD 2 kegiatan Bappeda/ Bagian dministrasi erekonomian % KD % KD 100 % 75 % 100 % Dinas Hubkominfo 100 % Bagian Humas dan rotokol 100 % Bagian Humas dan rotokol 100 % Bagian dministrasi Kesra 100 % Bagian dministrasi Kesra 100 % Dinas Hubkominfo 15 % Dinas Hubkominfo 20 unit/kel Dinas Hubkominfo 12 kali 30 kali Dinas Hubkominfo RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 31
147 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram kerjasama Informasi dan Media Massa 5 rogram pengumpulan Informasi 1 % kerja sama informasi dan media massa 1 % peliputan kegiatan pembangunan daerah SKD 100 % Bagian Humas dan rotokol 100 % Bagian Humas dan rotokol 3. eningkatan Efektivitas enanggulangan Kemiskinan No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya pemberdayaan sosial keluarga fakir miskin, serta meningkatnya kerjasama kemitraan antara pengusaha dan kelompok usaha fakir miskin 1 rogram emberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil (KT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (MKS) lainnya 1 % penurunan jumlah penduduk miskin 2 % warga miskin yang meningkat pendapatannya 3 % penurunan masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial 4 % Meningkatnya partisipasi masy. Dalam menangani MKS 5 Jumlah RTS yang mendapatkan Raskin 6 Jml tertib administrasi Desa/kel penerima Raskin 7 Jumlah fasilitas infrastruktur perdesaan SKD - Disnakertransos 2.10 % Disnakertransos % Disnakertransos orang Disnakertransos 57,406 RTS Bagian dministrasi erekonomian 157 desa/kel Bagian dministrasi erekonomian 100 % Bag. dm. embangunan 2 rogram pelayanan bantuan kegiatan keagamaan dan pendidikan keagamaan non formal 8 % distribusi raskin sampai ke Rumah Tangga Sasaran 9 % penyaluran bantuan ir Bersih untuk Daerah Rawan Bencana 1 % Jumlah penerima bantuan keagamaan 2 % Jumlah penerima bantuan kespora 100 % Bagian dministrasi erekonomian % Bagian dministrasi Kesra 100 % Bagian dministrasi Kesra 100 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 32
148 4. eningkatan ksesibilitas elayanan Kesehatan Murah dan Memadai No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian SKD 1 Makin meningkatnya taraf kesehatan masyarakat 1 rogram Obat dan erbekalan Kesehatan 2 rogram Upaya Kesehatan Masyarakat 1 % Ketersediaan obat sesuai kebutuhan 1 % Masyarakat miskin 100 % yang mendapat pelayanan kesehatan 2 % Desa UCI % 3 F Rate 5.16 % % Dinas Kesehatan 4 % KLB yg ditangani 100 % <24 jam 5 % cakupan % penemuan Diare semua gol umur 6 ngka Cakupan 100 % enderita Diare Balita yg ditangani 7 Insiden Diare 4.35 % 8 ngka Cakupan % enemuan neumonia Balita 9 Insiden penyakit Ispa % Balita 10 revalensi TB aru % 11 ngka Kesembuhan % TB (Cure Rate/CR) 12 Case Detection Rate % (CDR) 13 Error Rate 0.30 % (Lab.Quality Control) TB aru 14 Inciden DBD % 15 % desa endemis DBD % 16 ngka Bebas Jentik % (BJ ) 17 Cakupan Rawat Jalan 100 % 18 Cakupan Rawat Inap 100 % 19 % Jumlah keluarga menghuni rumah yg memenuhi syarat kesehatan. 20 % Jumlah penduduk yang menggunakan air bersih. 21 % Jumlah TTU yang memenuhi syarat kesehatan. 22 % Jumlah TM dan IRT yang memenuhi syarat kesehatan. 23 % Jumlah masyarakat yang menggunakan jamban keluarga % % % % 100 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 33
149 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih / guru UKS / Dokter kecil 25 Cakupan eserta KB ktif 26 % jumlah balita dengan gizi buruk 27 % jumlah balita yang berat badannya naik 28 % jumlah balita mendapat kapsul vitamin 2 kali per tahun - 90 % 29 % jumlah balita gizi buruk mendapat perawatan 30 % eran serta Ibu balita dalam penimbangan (D/S) 31 Cakupan elayanan Kesehatan ra Usia Lanjut 32 Cakupan elayanan Kesehatan Usia Lanjut 33 Cakupan kunjungan neonatus 34 Cakupan kunjungan bumil K-4 35 Cakupan kunjungan bayi 36 % jumlah Ibu Hamil resiko tinggi/komplikasi yang ditangani 37 % Neonatal resiko tinggi/komplikasi yang ditangani 38 Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga yang memiliki kompetensi kebidanan 39 ngka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup 40 ngka kematian ibu melahirkan per kelahiran hidup 41 % Jumlah Ibu hamil dapat tablet besi 90 tbl 42 % Jumlah Ibu Nifas dapat Kapsul Vitamin 43 % uskesmas dan UT dengan dana operasional memadai 44 % enurunan jumlah keluhan pasien 100 % % < 1 % % % 100 % % % % % % % % % % per 1000 KLH per 1000 KLH % % 100 % SKD 5.00 % RSUD RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 34
150 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram engawasan Obat dan Makanan 1 % potek dibina 1 kali pertahun 2 % Toko obat dibina 100 % SKD % Dinas Kesehatan 3 % rodusen Makanan Minuman yang dibina % 4 rogram romosi Kesehatan dan emberdayaan Masyarakat 1 % Rumah Tangga Sehat 2 % osyandu urnama Mandiri (URI) 3 % Desa Siaga ktif % % Dinas Kesehatan % 2 Makin terbukanya dan makin mudah bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin, untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas, tanpa diskriminasi 1 rogram engadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puske smas pembantu dan jaringannya 4 % eningkatan jumlah kunjungan pasien 5 Cakupan minimal kunjungan pasien Rawat Jalan 6 Cakupan minimal kunjungan pasien Rawat Inap 7 % enduduk yang memanfaatkan rumah sakit 1 % ustu yang direhabilitasi 2 % uskesmas mendapat alat medis memadai 3 % uskesmas mendapat alat non medis memadai 4 % uskesmas Direhabilitasi 5 % olindes Direhabilitasi 6 % Rumah Dinas Dokter di rehabilitasi 7 % Rumah Dinas paramedis di rehabilitasi 8 % Gudang erbekalan Farmasi yang direhabilitasi % RSUD 6.62 % 5.98 % 9.42 % % Dinas Kesehatan % % % % % % 0.00 % 2 rogram eningkatan Mutu Manajemen dan Sumber Daya 3 rogram Standarisasi elayanan Kesehatan 9 % Bangunan Dinas yang direhabilitasi 1 % Dokumen perencanaan dan evaluasi yang tersusun 2 % Nakes teladan terpilih 1 % uskesmas yang dinilai kinerja pelaksanaan SM Bidang Kesehatan 100 % 100 % Dinas Kesehatan 100 % 100 % Dinas Kesehatan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 35
151 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram engadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah sakit SKD 2 % Standart Operating % rocedure (SO) elayanan kesehatan yang disusun 3 % Standart elayanan 100 % ublik yang disusun 4 Kematian keseluruhan % RSUD (Gross Death Rate/GDR) 5 Cakupan Minimal % Kunjungan asien Rawat Inap (Hospitalization Rate) 6 Cakupan Minimal 4.75 % Kunjungan asien Rawat Jalan (Out atient Rate) 7 % enduduk yang 7.00 % memanfaatkan Rumah Sakit 8 Bed Occupancy Rate % (BOR) 9 verage Length of 1.18 % Stay (LOS) 10 Bed Turn Over (BTO) % 11 Turn Over Interval (TOI) 0.55 % 1 Cakupan minimal kelayakan peralatan pelayanan pada rawat jalan, rawat inap & penunjang medis eralatan yang memiliki sertifikat kalibarasi eralatan dengan kondisi baik 2 Cakupan minimal penyediaan kelengkapan peralatan pelayanan pada rawat jalan, rawat inap & penunjang medis 3 % ruangan rawat inap, rawat jalan, penunjang medis & kantor rumah sakit dalam kondisi baik 4 Cakupan minimal ketersediaan ruangan pelayanan pada rawat jalan, rawat inap & penunjang medis 5 % kendaraan bermotor roda 4 & roda 2 dalam kondisi baik 6 Cakupan minimal Ketersediaan SDM pelayanan pada rawat jalan, rawat inap & penunjang medis % RSUD unit % % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 36
152 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram emeliharaan sarana dan prasarana Rumah sakit 6 rogram Kemitraan eningkatan elayanan Kesehatan 7 rogram eningkatan Disiplin paratur 8 rogram eningkatan Kapasitas Sumberdaya paratur 1 Cakupan minimal kelayakan peralatan pelayanan pada rawat jalan, rawat inap & penunjang medis 2 % ruangan rawat inap, rawat jalan, penunjang medis & kantor rumah sakit dalam kondisi baik 3 % kendaraan bermotor roda 4 & roda 2 dalam kondisi baik 1 % kepesertaan masyarakat dalam asuransi kesehatan 2 % Jumlah pencegahan dan pemberantasan penyakit menular melalui program kemitraan 3 % Kerjasama kemitraan pengolahan limbah rumah sakit 4 % jumlah pasien kurang mampu (maskin) mendapat pelayanan kesehatan melalui program kemitraan 5 % jumlah pasien yg dirujuk melalui program kemitraan 6 % tenaga medis & paramedis rumah sakit mengikuti pendidikan dan pelatihan 1 Kegiatan engadaan pakaian kerja lapangan 1 eningkatan Fungsi/eran Komdik dan Komite Keperawatan 2 endidikan dan elatihan Formal untuk Tenaga Medis, Non Medis dan dministrasi 1 % eningkatan D RSUD SKD unit RSUD % % % 7.00 % % 9 rogram eningkatan Kesehatan Badan Layanan % RSUD 1.00 kegiatan RSUD 100 % RSUD 100 % 5.00 % RSUD RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 37
153 5. eningkatan ksesibilitas elayanan endidikan Murah dan Bermutu No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya kualitas pendidikan baik formal dan non formal, negeri maupun swasta agar dapat memenuhi kebutuhan kompetensi peserta didik 1 rogram endidikan nak Usia Dini 2 rogram Wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun 1 K UD (TK,R, B, T, KB, SS) 2 Lembaga TK/TKLB berakreditasi 3 Rasio Kesetaraan 100 % Gender TK/TKLB 1 Rasio guru dengan siswa guru SD/MI 1:13 guru SM/MTs 1:13 SKD % Dinas endidikan dan % Kebudayaan Dinas endidikan dan Kebudayaan 2 ngka kelulusan (L) Dinas siswa SD/MI yang lulus 100 % siswa SM/MTs yang 100 % lulus 3 Rata-rata nilai Ujian Nasional guru SD/MI 7.00 guru SM/MTs 7.00 endidikan dan Kebudayaan Dinas endidikan dan Kebudayaan 4 ngka Transisi (Melanjutkan) siswa SD/MI yang melanjutkan ke SM/MTs siswa yang melanjutkan ke SM/M/SMK 5 M : Dinas siswa usia 7-12 tahun SD/MI/aket Dinas endidikan dan Kebudayaan endidikan dan Kebudayaan siswa usia tahun SM/MTs/aket B 6 K : Dinas siswa sekolah SD/MI/aket siswa SM/ MTs/aket B 7 ngka utus Sekolah (S) : anak yang putus sekolah SD/MI anak yang putus sekolah SM/MTs 8 ngka partisipasi sekolah : murid SD/MI dan SM/MTs usia 7-12 tahun murid SM/MTs dan SM/M/SMK Usia endidikan dan Kebudayaan Dinas endidikan dan Kebudayaan Dinas endidikan dan Kebudayaan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 38
154 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram endidikan Menengah 9 Jumlah Siswa sasaran BOS SD dan SM : semua siswa SD/SDLB Th. Ybs. semua siswa SM/SMLB Th. Ybs. 10 % SD/SDLB berakreditasi minimal B 11 % SM/SMLB berakreditasi minimal B 12 Rasio Kesetraan Gender SD/SDLB 13 Rasio Kesetaraan Gender SM/SMLB siswa siswa 1 Rasio guru dengan siswa guru SM/M 1:12 guru SMK 1:12 SKD Dinas endidikan dan Kebudayaan 100 % Dinas endidikan dan Kebudayaan % Dinas endidikan dan Kebudayaan Dinas endidikan dan Kebudayaan Dinas endidikan dan Kebudayaan Dinas endidikan dan Kebudayaan 2 ngka kelulusan Dinas endidikan siswa SM/M yang dan lulus Kebudayaan siswa SMK yang lulus Rata-rata nilai Ujian Nasional 7.90 Dinas endidikan dan Kebudayaan 4 Ratio ruang kelas dengan siswa ruang kelas SM/M 1:32 Dinas endidikan dan ruang kelas SMK 1:34 Kebudayaan 5 M Dinas endidikan dan Kebudayaan 6 K Dinas endidikan dan Kebudayaan 7 ngka utus Sekolah (S) 0.50 Dinas endidikan dan Kebudayaan 8 Jumlah Siswa SMK enerima BOMM 9 Jumlah Siswa SM enerima BOMM 10 Jumlah siswa SMK sasaran beasiswa miskin siswa Dinas endidikan dan Kebudayaan siswa Dinas endidikan dan Kebudayaan siswa Dinas endidikan dan Kebudayaan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 39
155 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Makin terbukanya dan makin mudah bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin, untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang murah dan berkualitas, tanpa diskriminasi 4 rogram endidikan Non Formal 5 rogram endidikan Luar Biasa 6 rogram eningkatan Mutu endidikan dan Tenaga Kependidikan 11 Jumlah siswa SM sasaran beasiswa miskin 13 % SMK berakreditasi minimal B 14 % SM berakreditasi minimal B 15 Rasio Kesetaraan Gender SM/SMK/SMLB 1 % enduduk Buta ksara > 15Th SKD siswa Dinas endidikan dan Kebudayaan 100 % Dinas endidikan dan Kebudayaan 100 % Dinas endidikan dan Kebudayaan % Dinas endidikan dan Kebudayaan 1.00 % Dinas endidikan dan Kebudayaan % Lulusan aket B % Dinas endidikan dan Kebudayaan % Lulusan aket C % Dinas endidikan dan Kebudayaan 1 % Jumlah SDLB/SD 25 % Dinas Inklusi endidikan dan Kebudayaan 2. % tenaga pendidik % Dinas SLB /SD Inklusi yg endidikan mendapat pelatihan dan Kebudayaan 1 rogram Manajemen elayanan endidikan 3 % kurikulum SDLB/SD Inklusi tepat sasaran tepat sasaran 1 % guru sesuai kualifikasi 2 % guru bersertifikat pendidik 1 % berfungsinya sistem informasi manajemen pendidikan 2 % peraturan yang disosialisasikan % Dinas endidikan dan Kebudayaan % Dinas endidikan dan Kebudayaan % 100 % Dinas endidikan dan Kebudayaan 100 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 40
156 6. Revitalisasi ertanian dan engembangan grobisnis/ groindustri No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian SKD 1 Meningkatnya ketersediaan pangan daerah 1 rogram eningkatan Ketahanan angan pertanian/ perkebunan 1 Jumlah peningkatan ketersediaan bahan pangan - Beras ton/thn - Jagung ton/thn - Telur 215 thn/ton - Daging ton/thn - Kedelai ton/thn - Kacang Hijau 112 ton/thn - Kacang Tanah ton/thn - Ubi Kayu ton/thn - Ubi Jalar 962 ton/thn Kantor Ketahanan angan/ Dinas ertahutbun/ Dinas eternakan 2 Meningkatnya produktifitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk tanaman pangan, hortikulktura dan perkebunan 1 rogram eningkatan kesejahteraan petani 2 rogram eningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/ perkebunan 3 rogram eningkatan penerapan teknologi pertanian/ perkebunan 4 rogram eningkatan produksi pertanian/ perkebunan 2 ngka kecukupan gizi masyarakat sesuai standar minimal di tingkat konsumsi (Kal/Kapita/Hari) 3 Jumlah regulasi ketahanan pangan 100 kal/kapita/hari 1 % embinaan Kelembagaan otan Trampil gribisnis (U) 2 % peningkatan 0.00 Gapoktan kelompok tani yang mendapatkan bantuan modal gribisnis (U) 3 % embinaan LKM % 4 Jumlah Distributor yang menyalurkan pupuk sesuai aturan 1 % eningkatan fasilitasi pemasaran 1 % petani yang mendapat pelatihan teknologi pertanian 1 % peningkatan produksi hasil pertanian : - adi ton - Jagung ton - sayuran ton - Buah-buahan ton - Biofarmaka ton - Infrastruktur M ertanian Kantor Ketahanan angan 4.00 regulasi Kantor Ketahanan angan Dinas Gapoktan ertahutbun /LKM- 100 % Bagian dministrasi erekonomian 100 % Dinas ertahutbun 100 % Dinas ertahutbun Dinas ertahutbun RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 41
157 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya produktifitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk peternakan 5 rogram emberdayaan penyuluh pertanian/perkeb unan lapangan 1 rogram encegahan dan penanggulangan penyakit ternak 2 rogram eningkatan roduksi Hasil eternakan 2 % peningkatan produktivitas hasil pertanian : - adi Ton/Ha - Jagung Ton/Ha - sayuran Ton/Ha - Buah-buahan Ton/Ha - Biofarmaka Ton 3 % peningkatan produksi perkebunan Kakao pm/po Kelapa pm/po Cengkeh pm/po Kopi pm/po 4 % peningkatan produktivitas hasil perkebunan Coklat pm/po Kelapa pm/po Cengkeh pm/po Kopi pm/po 1 % eningkatan SDM penyuluh pertanian % peningkatan jumlah petani trampil 1 % peningkatan jumlah ternak sakit yang diobati 2 % pelaksanaan pencegahan penyakit hewan 3 % pemberantasan dan pengamatan penyakit hewan 1 % peningkatan produksi daging 2 % peningkatan produksi telur 3 % peningkatan populasi ternak besar 4 % peningkatan populasi ternak kecil 5 % peningkatan populasi ternak unggas 6 % peningkatan produksi susu 7 % peningkatan keberhasilan IB 1 % kelompok ternak yg terlibat promosi/pemasaran hasil ternak 2 % pembinaan kelompok SKD Dinas ertahutbun Dinas ertahutbun Dinas ertahutbun L Dinas ertahutbun 100 oktan 3 rogram eningkatan pemasaran hasil produksi hasil peternakan 560 ekor Dinas eternakan ekor 157 desa Ton Dinas eternakan Ton ekor ekor ekor liter ekor 25 kelompok Dinas eternakan 25 buah RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 42
158 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya produksi, daya saing dan nilai tambah produk hasil hutan dengan tetap memperhatikan fungsi pelestarian hutan 5 Meningkatnya produktifitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk perikanan dengan tetap memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan 4 rogram eningkatan penerapan teknologi peternakan 1 rogramemanfa atan potensi sumber daya hutan 2 rogram Rehabilitasi hutan dan lahan 3 rogram erlindungan dan Konservasi sumber daya hutan 4 rogram embinaan dan penertiban industri hasil hutan 5 rogram peningkatan kualitas SDM dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam 1 rogram pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir 2 rogram pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan 3 rogram peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumber daya laut 4 rogram peningkatan Mitigasi Bencana alam Laut dan rakiraan Iklim Laut 5 rogram pengembangan budidaya perikanan 6 rogram pengembangan perikanan tangkap 1 % peternak yang mendapat pelatihan teknologi peternakan 1 % peningkatan hasil hutan non kayu 2 % peningkatan hasil kayu hutan 1 % penurunan lahan kritis 1 % perlindungan dan konservasi hutan 1 Tertib & terkendalinya penebangan & peredaran hasil Hutan 1 % eningkatan SDM kelompok pengelola hutan 1 % jumlah kelompok yang memperoleh fasilitas 1 % eningkatan SDM kelompok pengawas perikanan % penanganan pelanggaran pendayagunaan sumber daya laut (SDL) yang berhasil ditangani SKD 60 orang Dinas eternakan 100 Ha Dinas ertahutbun 61 M3 100 Ha Dinas ertahutbun Ha Dinas ertahutbun 100 ejabat/kades 1 % kawasan mangrove yang terlindungi thd. kemungkinan adanya bencana alam laut 1 % peningkatan produksi perikanan budidaya 1 % peningkatan produksi perikanan laut Dinas ertahutbun 100 orang Dinas ertahutbun 5.00 % Dinas Kelautan& erikanan % Dinas Kelautan& erikanan % Dinas Kelautan& erikanan % Dinas Kelautan& erikanan % Dinas Kelautan& erikanan % Dinas Kelautan& erikanan RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 43
159 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan 8 rogram pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 2 % peningkatan produksi perikanan perairan umum daratan (UD) 1 % peningkatan tingkat konsumsi ikan 2 % peningkatan produksi ikan olahan 3 % peningkatan jumlah ikan yang dipasarkan 1 % peningkatan luas kawasan budidaya perikanan 2 % peningkatan jumlah RT budidaya 8.44 % SKD % Dinas Kelautan& erikanan % % % Dinas Kelautan& erikanan % 7. emberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya Kualitas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berdaya saing pasar 2 eningkatan perlindungan konsumen dan pelayanan perdagangan 1 rogram enciptaan iklim usaha UKM yang kondusif 2 rogram engembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM 3 rogram eningkatan kualitas kelembagaan koperasi 4 rogram engembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM 1 % eningkatan kapasitas produksi produk UMKM 1 % eningkatan jumlah UMKM yang memiliki kemampuan manajerial 1 % eningkatan jumlah lembaga koperasi 1 rogram eningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri 2 rogram erlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan 1 % eningkatan Sarana Informasi emasaran roduk UMKM 2 % eningkatan kegiatan pemasaran produk usaha mikro kecil menengah 3 a. Jml elunas injaman 2006 dan 2007 (Kredit MUM) b. Jml Rp injaman 2006 dan 2007 (Kredit MUM) 1 % peningkatan wilayah pemasaran bagi produk industri dan perdagangan 1 % pelaku usaha yang memahami aturan perlindungan konsumen RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 44 SKD 0.77 % Dinas Koperindag tamben 3.01 % Dinas Koperindag tamben Dinas Koperindag tamben % Dinas Koperindag tamben % % Bagian dministrasi erekonomian % % Dinas Koperindag tamben % Dinas Koperindag tamben
160 3 Meningkatnya roduktifitas Sektor Industri dan Menengah 3 rogram embinaan pedagang kaki lima dan asongan 1 rogram engembangan industri kecil dan menengah 2 rogram eningkatan kemampuan teknologi industri 3 rogram eningkatan Kapasitas Iptek Sistem roduksi 8. eningkatan Kesejahteraan Sosial Rakyat 1 % jumlah KL dan asongan yg mendapat bantuan 1 % peningkatan Jumlah IKM baru 13 % Dinas Koperindag tamben % Dinas Koperindag tamben 2 % Monev DBHCHT 100 % Bagian dministrasi erekonomian 1 % peningkatan kemampuan penerapan Tekhnologi 2 % IKM yang menerapkan kemampuan tekhnologi industri 1 % eningkatan jumlah engusaha baru 2. % eningkatan Kapasitas roduksi untuk engusaha Industri No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian % Dinas Koperindag tamben 2.59 % Bagian dministrasi erekonomian % Dinas Koperindag tamben 0.23 % Meningkatnya Kualitas dan Jangkauan elayanan Sosial 2 Meningkatnya pembinaan, pelayanan, dan perlindungan sosial dan hukum bagi anak telantar, termasuk anak jalanan, anak cacat dan anak nakal 1 rogram emberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial 2 rogram elayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial 1 rogram embinaan para penyandang cacat dan trauma 1 % lembaga kesejahteraan sosial yang dibantu dan difasilitasi 1 % anak terlantar, anjal, anak cacat & anak nakal yg diberi bantuan 2 % peningkatan konseling & kampanye sosial bagi MKS 1 % anak cacat & penyandang trauma yg diberi pendidikan dan pelatihan 1 % peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi penghuni panti asuhan /jompo SKD % Disnakertransos 2.34 % 2 rogram embinaan panti asuhan/panti jompo 2 % anak panti yang mendapat bantuan permakanan 0.00 Jumlah/ kali 1.95 % Disnakertransos % Disnakertransos 2.66 % 3 rogram embinaan eks penyandang penyakit sosial 1 % eks penyandang penyakit sosial yang dibantu dan difasilitasi % Disnakertransos RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 45
161 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya pemberdayaa n sosial keluarga fakir miskin, serta meningkatnya kerjasama kemitraan antara pengusaha dan kelompok usaha fakir miskin 4 rogram embinaan anak terlantar 1 rogram emberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil (KT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (MKS) lainnya 2 rogram pelayanan bantuan kegiatan keagamaan dan pendidikan keagamaan non formal 1 % anak terlantar yg diberi pelatihan ketrampilan 1 % penurunan jumlah penduduk miskin 2 % warga miskin yang meningkat pendapatannya 3 % penurunan masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial 4 % Meningkatnya partimsipasi masy. Dalam menangani MKS 5 Jumlah RTS yang mendapatkan Raskin 6 Jml tertib administrasi Desa/kel penerima Raskin 7 Jumlah fasilitas infrastruktur perdesaan 8 % distribusi raskin sampai ke Rumah Tangga Sasaran 9 % penyaluran bantuan ir Bersih untuk Daerah Rawan Bencana 1 % Jumlah penerima bantuan keagamaan 2 % Jumlah penerima bantuan kespora SKD 0.87 % Disnakertransos - Disnakertransos 2.10 % % % 100 % RTS Bagian dministrasi erekonomian 157/157 Desa/Kel 100 % Bag. dm. embangunan 100 % Bagian dministrasi erekonomian % Bagian dministrasi Kesra org/ proposal org/ proposal Bagian dministrasi Kesra 9. eningkatan Investasi di Bidang ertambangan dan ariwisata No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian SKD 1 Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan dan investasi di daerah 1 rogram peningkatan promosi dan kerjasama investasi 1 % kerjasama strategis usaha besar dan usaha kecil menengah 2 Intensitas penyelenggaraan pameran investasi 0.00 Jumlah MOU KM 100 % KM 3 Kerjasama investasi Bagian a. Jumlah Laporan KeuanganTriwulan BUMD b. Jumlah Laporan Tahunan BUMD 100 % 100 % dministrasi erekonomian RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 46
162 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya ketaatan penggunaan air bawah tanah (BT) dan pengurangan jumlah pelanggaran penambangan liar 3 Meningkatnya kunjungan wisata dan pengusahaan obyek wisata yang berbasis pada potensi sumberdaya alam daerah 2 rogram peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi 3 rogram peningkatan sarana dan prasarana perijinan 4 rogram peningkatan pembinaan dan sosialisasi perijinan 1 rogram pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan 2 rogram embinaan dan engembangan Bidang Ketenaga listrikan, Energi dan Migas 3 rogram ir Bawah Tanah (BT) 4 rogram engusahaan ertambangan umum 1 rogram engembangan pemasaran pariwisata 2 rogram engembangan destinasi pariwisata c. % Jumlah endapatan Daerah dari embagian Deviden BUMD d. % Jumlah kerjasama dg CSR 1 % peningkatan jumlah investasi 2 % realisasi investasi MDN/M 3 Rata-rata waktu perijinan terbit (IMB, ijin-ijin lain) 1 % engadaan Sarana dan rasarana elayanan erizinan 1 % elayanan engaduan erizinan dan enanaman Modal 2 % Standarisasi elayanan erizinan dan enanaman Modal 1 % eningkatan Kegiatan ertambangan yang sesuai dg peraturan peruuan 1 % terpenuhinya kebutuhan listrik dan sumber energi baru 1 % tertibnya pengelolaan air tanah 1 % peningkatan engusahaan ertambangan Umum 1 % peningkatan kunjungan wisatawan 1 % obyek wisata yang layak jual 2 % peningkatan pembangunan sarana prasaran pariwisata 1 % kemitraan promosi pariwisata dengan pihak luar/agency 2 % eningkatan embinaan elaku wisata % 2 kegiatan SKD 100 % KM % 3.00 % 100 % KM 100 % KM 100 % 3 rogram pengembangan kemitraan % Dinas Koperindag tamben % Dinas Koperindag tamben % Dinas Koperindag tamben % Dinas Koperindag tamben % Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata % Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata jumlah sarpras wisata jumlah kemitraan/mo U kegiatan Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 47
163 10. erluasan Lapangan Kerja No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya jumlah angkatan kerja, terutama penduduk miskin, laki-laki maupun perempuan, yang terserap ke dalam lapangan kerja, dan tertampungnya tenaga kerja penganggur korban HK 2 Meningkatnya ketrampilan dan perlindungan pekerja 3 Tersedianya calon transmigran yang siap diberangkatkan ke tempat tujuan 1 rogram eningkatan kesempatan kerja 2 rogram Informasi, monitoring, perencanaan tenaga kerja 1 rogram eningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja 2 rogram erlindungan dan pengembang an lembaga ketenagakerja an 1 rogram Informasi, monitoring dan perencanaan transmigrasi 2 rogram Transmigrasi regional 11. emeliharaan Lingkungan Hidup 1 % penurunan angka pengangguran - KL % - KN % - KD % 1 % kegiatan monitoring dan evaluasi perencanaan tenaga kerja 1 % peningkatan jumlah tenaga terampil RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 48 SKD Disnakertransos 100 % Disnakertransos % Disnakertransos 1 % penurunan 100 % Disnakertransos kecelakaan kerja 2 % berkurangnya 100 % jumlah pelanggaran thd per undangundangan ketenaga kerjaan 3 % meningkatnya % peserta jamsostek 4 % peningkatan UMK % 1 % Kerjasama antar daerah kawasan transmigrasi 2 % Calon transmigran yang diberangkatkan 1 % peningkatan jumlah transmigran yg berangkat 100 % Disnakertransos % No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian % Disnakertransos Meningkatnya Kualitas SD dan Lingkungan Hidup 1 rogram peningkatan pengawasan 1 Tingkat pencemaran air, udara, dan limbah cair menurun Kantor LH dan ir 100 % pemantauan Udara 100 % pencemaran / kerusakan Limbah cair 100 % lingkungan dan SD 2 % peningkatan % Kantor LH ketaatan terhadap dokumen UKL/UL 3 % sosialisasi, koordinasi dan pelaksanaan penilaian kota sehat dipura dan diwiyata % SKD
164 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya engelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 3 Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan 2 rogram eningkatan Kualitas dan kses Informasi LH 3 rogram eningkatan pengendalian polusi 4 rogram engembanga n dan pemeliharaan fasilitas penerangan jalan umum (JU) 1 rogram engelolaan Ruang terbuka hijau (RTH) 2 rogram Rahabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam 3 rogram penanaman dan pemeliharaan pohon lindung jalan, taman dan hutan kota 4 rogram erlindungan dan konservasi sumber daya alam 1 rogram engembanga n Kinerja engelolaan persampahan 4 engadaan dan pemasangan papan informasi LH 5 embangunan Biopori 6 embangunan Sumur resapan 7 embangunan Biogas 8 engiriman NS LH Diklat/Bimtek pengelolaan/ pengawasan/ pengendalian LH 1 enyusunan data base dan laporan pengelolaan LH (data base dan SLHD) 1 % pengujian emisi kendaraan bermotor 1 engembangan/pe meliharaan fasilitas penerangan jalan umum (JU) 2 Meterisasi penerangan jalan umum (JU) 1 % bertambahnya ruang terbuka hijau 2 engembangan dan pemeliharaan taman dan tugu batas kota/kab. 3 engembangan dan pemeliharaan RTH kawasan perkotaan 1 % ekosistem tanah yang diperbaiki ( kesuburannya ) 1 % bertambahnya tanaman tepi jalan dan hutan kota 1 % peningkatan jumlah kawasan sumber air yang dikonservasi % % 8.00 % % orang SKD unit/buku Kantor LH % emasangan Kwh meter Dinas Hubkominfo % Kantor LH % 1 peningkatan jumlah TS 2 % Kenaikan sampah yang diangkut 3 % kenaikan sampah yg diolah % 0.64 % Kantor LH % Kantor LH 3.64 % Kantor LH % Dinas U erkimsih % 4.00 % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 49
165 12. eningkatan Keamanan dan Ketertiban, Supremasi Hukum dan Hak zasi Manusia No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya suasana yang aman dan tertib dalam 1 rogram emeliharaan kantrantibmas 1 % kecukupan personil aparat Linmas % Kantor Kesbang linmas kehidupan dan 2 % peningkatan % bermasyarakat, bernegara dan kerukunan kehidupan beragama 2 pencegahan tindak kriminal rogram engembanga n wawasan 1 personil yg dididik dan dilatih kelinmasan % terselenggaranya koordinasi dini antar lembaga dan instansi 5 forum Kantor Kesbang linmas kebangsaan 3 rogram Kemitraaan engembanga n wawasan kebangsaan 1 % terselenggaranya Forum Kerukunan ntar Umat beragama (FKUB) dan KOMIND 2 % terlayaninya administrasi ijin survey SKD 4 forum Kantor Kesbang linmas 100 % 2 Meningkatnya penegakan supremasi hukum dan HM 3 Meningkatnya kewaspadaan terhadap bencana 1 rogram eningkatan pemberantasa n penyakit masyarakat (EKT) 2 rogram emeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal 3 rogram eningkatan Kapasitas Sumberdaya paratur 1 rogram encegahan dini dan penanggulang an korban bencana alam 1 Ʃ kegiatan penyuluhan pencegahan penyakit masyarakat (EKT) 1 % ketaatan masyarakat terhadap perda 1 % kecukupan personil aparat Satpol 2 % personil Satpol yang ikut diklat 3 % Kegiatan deteksi dini yang dilakukan Satpol 1 eningkatan jumlah anggota TRC yang terlatih dalam penanganan tanggap darurat bencana 2 % jumlah sarana, prasarana dan alat berat tanggap darurat yang tersedia 3 % daerah rawan bencana yang terpantau dengan monev 4 % jumlah korban bencana yang mendapat bantuan (logistik dan/atau uang dan/atau tenaga) 5 % daerah rawan bencana yang mendapatkan sosialisasi tentang mitigasi bencana 4 penyuluh Kantor Kesbang linmas 100 % Satpol 100 orang Satpol 3.00 % % % BBD % % % % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 50
166 13. enguatan emerintahan Desa No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian SKD 1 Meningkatnya pemberdayaan masyarakat desa 1 rogram eningkatan Keberdayaan Masyarakat pedesaan 1 eningkatan kualitas SDM di bidang pemberdayaan masyarakat 2 % peningkatan data desa/kelurahan 165 orang Bapemas dan emdes 157/157 Desa/Kel 3 elaksana NM yang memperoleh dana pembinaan 405 orang 2 rogram eningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa 3 rogram engembangan lembaga ekonomi pedesaan 4 rogram emberdayaan TTG (Tehnologi Tepat Guna) 4 Meningkatnya rumah layak huni 5 Desa/pokmas yang mengelola dana bantuan/program pembangunan 1 % peningkatan gotong royong masyarakat, gerakan gotong royong masyarakat 2 % tingkat keswadayaaan masyarakat 3 % eningkatan kemajuan desa/kelurahan, persiapan lomba Tk rov, Nasional 4 terlaksananya pembinaan dan motitoring DD ke desa 1 Desa/pokmas yang mendapat pembinaan/bantuan modal 125 unit 60 desa 157/157 desa/kel Rp 14/157 Desa/Kel 5 rogram emberdayaan Masyarakat dan emerintahan Desa 6 rogram eningkatan Kapasitas paratur emerintah Desa 2 % hasil laporan perkembangan BUMDes 1 okmas/anggota masyarakat yang menerima bantuan TTG 2 Mempromosikan alat TTG dan produk anggulan daerah 1 eningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat perdesaan 1 % jumlah perangkat desa yang mengikuti Bimtek pengelolaan administrasi dan keuangan desa 100 % 110 desa/ pokmas 100 % 104 pokmas/ ngt. masyrkat 8 & 6 unit & jenis Bapemas dan emdes Bapemas dan emdes Bapemas dan emdes 144 desa Bapemas dan emdes 66.2 % Bapemas dan emdes RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 51
167 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram embinaan dministrasi dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa 2 %jumlah perangkat desa yang ikut sosialisasi perbub tentang desa 3 % jumlah komputer yang disalurkan ke desa 4 % jumlah sepeda motor yang di berikan ke desa 5 Monev dan pengendalian DD dan BUMDES 1 % rancangan peraturan desa yang dievaluasi 2 % jumlah penerima dana bantuan ke desa 3 % tersedianya data yang valid tentang asset desa 4 % terselenggaranya pelaksanaan ilkades yang aman dan tertib 5 % hasil rekomendasi pemekaran desa 71.9 % 100 % 0 unit 100 % SKD 100 % Bapemas dan emdes 100 % 100 % 100 % 0.00 desa/rekom 14. eningkatan Kualitas Kehidupan dan eran erempuan di Semua Bidang dan Terjaminnya Kesetaraan Gender No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya Kualitas Hidup dan erlindungan erempuan dan nak 2 Terjaminnya keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai peraturan, program pembangunan, dan kebijakan publik 1 rogram eningkatan Kualitas Hidup dan erlindungan erempuan 2 rogram keserasian kebijakan peningkatan kualitas nak dan erempuan 1 rogram eningkatan eran Serta dan Kesetaraan Gender dalam embangunan 1 % penurunan jumlah kasus korban KDRT 2 % jumlah kasus KDRT yang ditangani 3 % penurunan angka buta huruf perempuan (usia >15 thn) 4 % peningkatan perempuan sekolah (usia>15 thn) 1 % peningkatan kegiatan yang responsif gender dan anak 1 % peningkatan pendidikan dan pelatihan peningkatan peran serta dan kesetaraan gender 2 % peningkatan pembinaan terhadap organisasi perempuan SKD % B3KB 100 % 0.04 % % % B3KB % B3KB % RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 52
168 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Terselenggaranya pelayanan keluarga berencana dan keluarga sejahtera 2 rogram enguatan Kelembagaan engarusutamaan Gender dan nak 1 rogram Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 2 rogram elayanan Kontrasepsi 3 rogram Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) 4 rogram eningkatan enanggulangan Narkoba, MS, termasuk HIV/IDS 5 rogram embinaan eran Serta masyarakat dalam pelayanan KB KR yang mandiri 6 rogram engembangan Model Operasional BKB- osyandu-ud 7 rogram engembangan Bahan Informasi Tentang engasuhan dan embinaan Tumbuh Kembang nak 8 rogram enyiapan Tenaga endamping Kelompok Bina Keluarga SKD 1 % peningkatan advokasi dan fasilitasi engarusutamaan Gender (UG) bagi perempuan % B3KB 1 % US eserta KB ktif % B3KB 1 % US yg ingin berkb tidak terpenuhi (Unmet Need) 1 % US dg isteri dibawah 20 tahun 1 % peningkatan penyuluhan bahaya narkoba bagi pemuda 1 % US eserta KB nggota UKS 1 % US eserta KB nggota BKB 1 % pemenuhan Kartu Kembang nak 5.00 % 2.15 % 100 % % % % 1 Ratio KBD 1.00 B3KB 2 Ratio KB eningkatan Kualitas Kesalehan Sosial demi Terjaganya Harmoni Sosial No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian SKD 1 Lestari dan berkembangnya seni dan kebudayaan daerah 1 rogram engembangan Nilai Budaya 2 rogram engelolaan Kekayaan Budaya 1 Jumlah adat budaya yang dilestarikan 1 Jumlah naskah kekayaan budaya & kesejarahan serta benda cagar budaya yang dikelola % Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata % Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 53
169 No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian rogram engelolaan Keragaman Budaya 1. % Kelompok keseni dan kebudayaan yang dibina 2. % peningkatan even seni dan budaya 3. Jumlah sarana penyelenggraaan seni dan budaya SKD 6.67 % Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata % % 4 rogram pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya 1 % Jumlah kemitraan yang dilaksanakan 2.00 kemitraan Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata 2 Meningkatnya minat baca masyarakat & pengetahuan tentang perpustakaan 1 rogram engembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan 1 Meningkatnya kunjungan ke perpustakaan 2 Meningkatnya jangkauan layananan perpustakaan 3 % peningkatan SDM pengelola perpustakaan 4 Meningkatnya sarana prasarana perpustakaan : pengguna layanan perpustakaan elektrik pengguna layanan internet 16. eningkatan eran emuda dan engembangan Olahraga 100 % KD 100 % KD 100 % KD 100 % % No. Sasaran rogram Indikator Sasaran / rogram Target Capaian Meningkatnya kualitas dan partisipasi pemuda di berbagai bidang pembangunan 2 Meningkatnya prestasi pemuda dalam bidang olah raga 1 rogram eningkatan eran serta Kepemudaan 1 rogram embinaan dan emasyarakatan Olah Raga 2 rogram eningkatan sarana dan prasarana olah raga 1 % Jumlah organisasi kepemudaan yang dibina 1 % peningkatan cabang olah raga yang berprestasi 2 % cabang olahraga yang dibina 3 % peningkatan turnamen/kompetisi olah raga 1 % peningkatan sarana dan prasarana olahraga yang dibangun KD SKD 1.74 % Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata % Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata % % - Dinas emuda, Olahraga dan ariwisata RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 54
170 Strategi ercepatan embangunan Daerah Strategi pembangunan daerah pada dasarnya adalah kebijakan yang ditetapkan daerah dalam mengimplementasikan program Kepala Daerah sebagai payung atau acuan dalam proses perumusan program dan kegiatan pembangunan di dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. Untuk kurun waktu yang lalu, emerintah Daerah kabupaten Trenggalek telah menetapkan strategi yang akan dikembangkan sebagai langkah taktis dan efektif untuk menjamin hasil yang maksimal atas pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah dirumuskan dan dilaksanakan di lapangan adalah sebagai berikut : 1) Berpusat ada Masyarakat Konsep utama, pembangunan yang berpusat pada masyarakat adalah memandang inisiatif kreatif dari masyarakat sebagai sumber daya pembangunan yang utama dan memandang kesejahteraan material dan spiritual sebagai tujuan yang ingin dicapai oleh proses pembangunan. sumsi dasar pembangunan yang berpusat pada masyarakat menginginkan alternatif paradigma pembangunan yang tidak berorientasi pada produksi dan kebutuhan dasar semata, akan tetapi berorientasi pada pengembangan potensi atau kualitas manusianya. Melalui potensi manusia maka kemampuan pengembangan diri sesuai dengan keinginan dapat diwujudkan. embangunan yang berdimensi kemasyarakatan memberi peran kepada individu bukan sebagai objek, melainkan sebagai aktor yang menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. embangunan yang berpusat pada masyarakat menghargai dan mempertimbangkan prakarsa dan perbedaan lokal. Karena itu ia mendukung sistem-sistem swa organisasi yang dikembangkan di sekitar satuan-satuan organisasi dengan peran SDM sebagai intinya dan komunitas-komunitas swadaya. Orientasi pembangunan yang berpusat pada masyarakat memiliki tiga dasar pemikiran. ertama, memusatkan pemikiran dan tindakan kebijaksanaan pemerintah daerah pada penciptaan keadaan-keadaan yang mendorong dan mendukung usaha-usaha masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan untuk memecahkan masalah mereka sendiri pada tingkat individual, keluarga dan komunitas. Kedua, mengembangkan fungsi organisasi menurut kaidah-kaidah sistem swa-organisasi. Ketiga, mengembangkan sistemsistem produksi konsumsi yang diorganisasi secara teritorial yang berlandaskan pada kaidah pemilikan dan pengendalian lokal. 2) Sesuai Kebutuhan Masyarakat (Socially ccepted) Dengan menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat berhak atas layanan kebutuhan dasar, tahun 2014 emerintah Kabupaten Trenggalek akan lebih memfokuskan diri pada upaya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan publik secara terbuka, adil dan terjangkau serta dapat diakses oleh seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek. Untuk lebih menjamin upaya pemenuhan hak masyarakat terhadap layanan publik, maka perlu dirumuskan kontrak layanan atau SM pada masing-masing lembaga layanan publik yang ada. 3) Sesuai Dengan dat Istiadat dan Budaya (Culturally ppriate) Untuk menjamin kelancaran dan keberlangsungan program pembangunan benar-benar didukung masyarakat, kegiatan pembangunan yang dikembangkan harus bertumpu pada adat istiadat dan budaya lokal, serta lebih berorientasi pada pengembangan dukungan dan potensi-potensi yang ada di tingkat komunitas (community support system). RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 55
171 4) Berwawasan Lingkungan ( Environmentally Ground ) Untuk menjamin kelangsungan dan kelestarian lingkungan, kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan harus selalu mempertimbangkan arti penting kelestarian lingkungan, dan mencegah kemungkinan terjadinya berbagai tindakan yang dapat merusak ekosistem, dan menimbulkan pencemaran sumber daya alam yang akan berdampak merugikan bagi kelangsungan kehidupan generasi berikutnya. 5) Tidak Diskriminatif Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang memiliki daya saing sehat dan mendorong pengembangan potensi swakarsa masyarakat secara keseluruhan, emerintah Kabupaten Trenggalek akan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi perkembangan usaha kecil-menengah secara adil dan merata agar dapat makin mandiri dan mampu bersaing secara sehat, serta berusaha mencegah agar ekonomi kemasyarakatan tidak menjadi korban eksploitasi dan perlakuan yang tidak adil dalam pembagian keuntungan. Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat, dan sekaligus meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat, serta mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek harus diakui bukanlah hal yang mudah. Dalam kenyataan sering terjadi alokasi dana yang dikucurkan dan program yang digulirkan ternyata tetap saja kalah dengan akselerasi besaran masalah dan tekanan struktural dan situasi krisis yang berkembang di masyarakat. Disadari bahwa upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat Kabupaten Trenggalek tidak akan dilakukan secara sepotong-potong, parsial, dan hanya bersifat temporer. Dengan mengacu pada sejumlah isu prioritas pembangunan seperti dikemukakan di atas, maka programprogram pembangunan daerah yang dikembangkan harus benar-benar komprehensif, tidak berhenti hanya pada tingkat wilayah dan kelembagaan saja, tetapi juga perlu menyentuh perbaikan pada tingkat komunitas, keluarga dan bahkan individu. Kebijakan ro poor yang telah berjalan dan diyakini cukup efektif dalam penanggulangan kemiskinan tentu terus dikuatkan dan ditingkatkan sehingga, mampu menekan angka kemiskinan sekaligus menekan kesenjangan wilayah maju dan wilayah miskin. Secara operasional kebijakan dimaksud merujuk pola klaster empat yaitu rogram Bantuan Sosial Berbasis Keluarga, rogram Bantuan Sosial Berbasis Masyarakat, embangunan Usaha Mikro dan Kecil dan rogram Murah Untuk Rakyat. rogram Bantuan Sosial Berbasis Keluarga meliputi Raskin, rogram Keluarga Harapan (KH), Jamkesda, DK, rogram Bantuan Sosial Berbasis Masyarakat meliputi NM Mandiri, Stimulan Berbasis adat Karya, enyediaan ir Bersih, embangunan rasarana Desa Tertinggal, embangunan Usaha Mikro dan Kecil antara lain Kridit Usaha Rakyat, embinaan Usaha Kecil Mikro, embinaan edagang Kaki Lima; Sedangkan rogram Murah Untuk Rakyat antara lain Rumah Murah, Kendaraan ngkutan Murah, ir Bersih Untuk Rakyat, Listrik Murah, dan eningkatan Kehidupan Nelayan (KN). Di tingkat wilayah, persoalan utama yang menjadi concern emerintah Kabupaten Trenggalek adalah bagaimana mengurangi disparitas antara wilayah yang sudah tergolong maju dan wilayah yang masih relatif tertinggal dengan cara membangun dan menyediakan sarana dan prasarana yang berimbang dan proporsional. Wilayah-wilayah kecamatan dan desa yang selama ini tertinggal dalam pembangunan, bukan saja akan diprioritaskan dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas layanan publik, tetapi lebih dari itu masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut juga akan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan diri dan mengakses berbagai sumber-sumber produksi yang bermanfaat bagi mereka. RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 56
172 Di tingkat kelembagaan, yang terpenting adalah bagaimana merevitalisasi peran lembaga perangkat daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik dan kebijakan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat dan usaha kecil-menengah (UKM), dan bagaimana mendorong peran lembaga-lembaga lokal agar lebih mendukung proses transparansi pelaksanaan program pembangunan di wilayahnya masing-masing. Sudah barang tentu, untuk menjamin agar dapat dibangun kinerja birokrasi yang berpihak kepada masyarakat, selain profesionalitas, keterbukaan, dan akuntabilitas, yang juga dibutuhkan adalah kesediaan jajaran birokrasi untuk mengubah cara pandang yang lebih simpatik dan empatif kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Di tingkat komunitas, fokus utama kegiatan pembangunan yang akan dikembangkan adalah bagaimana mengembangkan program pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kemasyarakatan yang bertumpu pada pranata-pranata lokal yang bersumber dan memiliki akar kultural di masyarakat itu sendiri. Disadari bahwa keberadaan berbagai pranata dan institusi-institusi lokal, bukan saja berfungsi positif untuk menetralkan dan mengeliminasi tekanan kemiskinan dan kesenjangan, tetapi sebetulnya juga bisa dimanfaatkan sebagai wadah pengembangan jaringan sosial dan pemberdayaan kelompok masyarakat agar mereka dapat lebih sejahtera, lebih berdaya atau meningkatkan posisi bargaining-nya. Di tingkat keluarga, yang merupakan fokus utama sasaran klaster seluruh program pembangunan di Kabupaten Trenggalek, yang terpenting adalah bagaimana memberi kesempatan dan memberdayakan kemampuan bargaining dan kemampuan keluarga-keluarga yang ada, terutama yang terkategori miskin untuk melakukan deversifikasi usaha. Secara teoritis, makin banyak sumber-sumber pendapatan yang dimiliki keluarga, dalam kenyataan sehari-hari mereka akan makin kuat dan berdaya menyiasati tekanan kemiskinan atau krisis. Di tingkat individu, fokus program pembangunan di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2014 adalah pada upaya peningkatkan kualitas SDM penduduk, terutama anak-anak dan perempuan. kses perempuan yang relatif terbatas dan adanya hegemoni nilai-nilai patriarkhis yang mensubordinasi perempuan, sudah barang tentu harus diperbaiki dengan cara merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih sensitif pada persoalan gender dan memprioritaskan kaum perempuan. Di sisi lain, upaya untuk menjamin proses tumbuh-kembang anak secara wajar dan memenuhi apa yang menjadi hak anak-anak juga mutlak dilakukan dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan beretika. RIORITS DN SSRN EMBNGUNN DERH IV - 57
173 BB V RENCN ROGRM DN KEGIITN RIIORIITS DERH Berdasarkan ermendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang edoman engelolaan Keuangan Daerah yang diubah terakhir kalinya dengan ermendagri Nomor 21 Tahun 2011, RKD terbagi dalam 34 Urusan emerintah Daerah. Matrik Rencana Kerja dan endanaan RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 yang selaras dengan RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun (erda Kabupaten Trenggalek Nomor 19 Tahun 2011), memuat prioritas program dan kegiatan berdasarkan SKD pelaksana dan urusan. rogram rioritas yaitu program yang diselenggarakan oleh SKD yang merupakan program prioritas baik secara langsung maupun tidak langsung mendukung capaian program pembangunan daerah atau prioritas dan sasaran pembangunan daerah, serta berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar dan Standar elayanan Minimal (SM). Suatu program prioritas pada prinsipnya dibagi menjadi: 1. rogram rioritas I : Merupakan program prioritas pembangunan daerah Tahun 2014 sesuai dengan pentahapan tema RKD atau program unggulan Kepala Daerah. 2. rogram rioritas II : Merupakan program prioritas pembangunan daerah dalam rangka pencapaian rioritas dan Sasaran embangunan Daerah Tahun 2014 serta indikatornya. 3. rogram rioritas II : Merupakan prioritas program ditingkat SKD yang berhubungan dengan permasalahan layanan dasar dan tugas/fungsi tiap SKD. rogram prioritas yang berhubungan dengan prioritas pembangunan daerah mengacu pada program prioritas pembangunan RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun , di mana prioritas program tersebut telah menggambarkan target indikator capaian kinerja beserta pagu indikatif selama 5 (lima) tahun. rogram prioritas pembangunan daerah RJMD oleh SKD dalam Renstra SKD, masing-masing program dijabarkan kedalam kegiatan disertai pagunya. Selanjutnya di RKD, dalam hal terjadi perhitungan kapasitas keuangan daerah tahun rencana yang berbeda dengan perhitungan RJMD maka atas kelebihan/kekurangan dana pagu tersebut dialokasikan untuk program/kegiatan alternatif dan program kegiatan baru. Suatu program kegiatan baru yaitu program dan kegiatan yang tidak tercantum pada renstra SKD dengan kriteria sebagai berikut: 1. Tidak bisa ditunda karena dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemerintah maupun masyarakat; 2. Dalam rangka mempercepat capaian sasaran SKD; 3. danya kebijakan pemerintah yang menjadi prioritas nasional yang mendukung percepatan pembangunan daerah; 4. Dilakukan jika kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya belum memberikan keluaran dan hasil yang sesuai dengan sasaran RJMD atau Renstra SKD. agu indikatif setiap program pembangunan dihitung berdasarkan capaian indikator program pembangunan yang dilakukan oleh tim penyusun RKD, dengan langkahlangkah sebagai berikut: RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 1
174 1. Menentukan rencana penggunaan kapasitas riil anggaran berupa alokasi belanja langsung dan belanja tidak langsung sebagaimana telah dihitung dalam perumusan kerangka pendanaan. 2. Menentukan keluaran/output setiap kegiatan. 3. Menghitung alokasi pagu dari setiap output kegiatan untuk setiap program. 4. Menghitung alokasi pagu setiap program setelah output kegiatan pada setiap program diverifikasi kebenarannya. 5. Menghitung alokasi SKD berdasarkan program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab SKD. Elemen-elemen utama program prioritas memuat kegiatan yang akan dilaksanakan, kerangka waktu pelaksanaan dan SKD yang bertanggungjawab. rogram yang disusun harus dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu, anggaran, kapasitas dan sumberdaya yang dimiliki daerah. Setiap program prioritas harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan dapat diukur tingkat capaiannya. encapaian kinerja program merupakan akumulasi dari pencapaian kinerja keluaran masing-masing kegiatan. Selanjutnya, program prioritas dan pagu indikatif yang telah ditetapkan untuk rancangan awal RKD, disampaikan ke SKD sesuai program terkait beserta pagu indikatif untuk diproses lebih lanjut untuk mendapatkan kegiatan prioritas masing-masing program dimaksud. Dalam penyusunan prioritas kegiatan SKD juga memperhatikan kegiatan yang telah disusun dalam dokumen Renstra SKD sehingga terjadi keselarasan dalam penyusunan program dan kegiatan yang telah disusun oleh emerintah Daerah dan SKD. rioritas pembangunan Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 diselaraskan dengan pelaksanaan 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan sesuai dengan amanat dari eraturan emerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang embagian Urusan emerintahan ntara emerintah, emerintahan Daerah rovinsi, dan emerintahan Daerah Kabupaten/Kota serta berpedoman pula kepada eraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang edoman engelolaan Keuangan Daerah yang dijabarkan sebagai berikut : URUSN WJIB YNG DILKSNKN (26 URUSN WJIB) 1. Urusan endidikan a. rogram endidikan nak Usia Dini; b. rogram Wajib Belajar endidikan Dasar 9 Tahun; c. rogram endidikan Menengah; d. rogram endidikan Non Formal; e. rogram endidikan Luar Biasa; f. rogram eningkatan Mutu endidikan dan Tenaga Kependidikan; dan g. rogram Manajemen elayanan endidikan. 2. Urusan Kesehatan a. rogram Obat dan erbekalan Kesehatan; b. rogram Upaya Kesehatan Masyarakat; c. rogram engawasan Obat dan Makanan; d. rogram romosi Kesehatan dan emberdayaan Masyarakat; e. rogram engadaan, eningkatan, dan erbaikan Sarana Dan rasarana uskesmas/uskesmas embantu; f. rogram eningkatan Mutu Manajemen dan Sumber Daya; g. rogram Standarisasi elayanan Kesehatan; h. rogram engadaan, eningkatan dan erbaikan Sarana dan rasarana Rumah Sakit; i. rogram emeliharaan Sarana dan rasarana Rumah Sakit*); RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 2
175 j. rogram Kemitraan eningkatan elayanan Kesehatan; k. rogram eningkatan Disiplin paratur; l. rogram eningkatan Kapasitas Sumberdaya paratur; dan m. rogram eningkatan elayanan Kesehatan Badan Layanan Umum Daerah. 3. Urusan ekerjaan Umum a. rogram embangunan Jalan dan Jembatan; b. rogram Rehabilitasi / emeliharaan Jalan dan Jembatan; c. rogram Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan; d. rogram embangunan Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan; e. rogram eningkatan Sarana dan rasarana Kebinamargaan; f. rogram engembangan dan engelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan engairan Lainnya; g. rogram enyediaan dan engelolaan ir Baku; h. rogram engembangan, engelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya ir Lainnya; i. rogram engendalian Banjir; j. rogram embangunan Saluran Drainase/ Gorong-Gorong; k. rogram embangunan Turap/Talud/Bronjong; l. rogram Rehabilitasi/ emeliharaan Talud/Bronjong; m. rogram engembangan Kinerja engelolaan ir Minum Dan ir Limbah; dan n. rogram embangunan Infrastruktur erdesaan o. rogram Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 4. Urusan erumahan Rakyat a. rogram Lingkungan Sehat erumahan; dan b. rogram eningkatan Sarana dan rasarana Ibadah *) 5. Urusan enataan Ruang a. rogram erencanaan Tata Ruang; b. rogram emanfaatan Ruang; dan c. rogram engendalian emanfaatan Ruang *) 6. Urusan erencanaan embangunan a. rogram eningkatan Kapasitas Kelembagaan erencanaan embangunan Daerah; b. rogram erencanaan embangunan Daerah; c. rogram erencanaan embangunan Ekonomi; d. rogram erencanaan Sosial Budaya; e. rogram erencanaan rasarana Wilayah dan Sumber Daya lam; f. rogram erencanaan embangunan Daerah Rawan Bencana; dan g. rogram erencanaan engembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh. 7. Urusan erhubungan a. rogram Rehabilitasi dan emeliharaan rasarana dan Fasilitas LLJ; b. rogram eningkatan elayanan ngkutan; RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 3
176 c. rogram embangunan Sarana dan rasarana erhubungan; d. rogram engendalian dan engamanan Lalu Lintas; e. rogram eningkatan Kelayakan engoperasian Kendaraan Bermotor *); dan f. rogram eningkatan Kapasitas Sumber Daya paratur. 8. Urusan Lingkungan Hidup a. rogram eningkatan engawasan dan emantauan encemaran / Kerusakan Lingkungan dan SD; b. rogram eningkatan Kualitas dan kses Informasi LH; c. rogram eningkatan engendalian olusi *); d. rogram engembangan Dan emeliharaan Fasilitas enerangan Jalan Umum (JU) *); e. rogram engelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ; f. rogram Rehabilitasi Dan emulihan Cadangan Sumber Daya lam *); g. rogram enanaman dan emeliharaan ohon Lindung Jalan, Taman dan Hutan Kota *); h. rogram erlindungan dan Konservasi Sumber Daya lam; dan i. rogram engembangan Kinerja engelolaan ersampahan. 9. Urusan ertanahan a. rogram enataan enguasaan, emilikan, enggunaan dan emanfaatan Tanah b. rogram enyelesaian Konfilk-Konflik ertanahan c. rogram engembangan Wilayah Strategis Cepat Tumbuh 10. Urusan Kependudukan Dan Catatan Sipil a. rogram enataan dministrasi Kependudukan. 11. Urusan emberdayaan erempuan Dan erlindungan nak a. rogram eningkatan Kualitas Hidup dan erlindungan erempuan; b. rogram Keserasian Kebijakan eningkatan Kualitas nak dan erempuan; c. rogram eningkatan eran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam embangunan; d. rogram enguatan Kelembagaan engarusutamaan Gender dan nak. 12. Urusan Keluarga Berencana Dan Keluarga Sejahtera a. rogram Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera; b. rogram elayanan Kontrasepsi; c. rogram Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR); d. rogram eningkatan enanggulangan Narkoba, MS, Termasuk HIV/IDS; e. rogram embinaan eran Serta Masyarakat Dalam elayanan KB/KR Yang Mandiri; f. rogram engembangan Model Operasional BKB-osyandu-UD *); g. rogram engembangan Bahan Informasi Tentang engasuhan dan embinaan Tumbuh Kembang nak *); dan h. rogram enyiapan Tenaga endamping Kelompok Bina Keluarga *). RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 4
177 13. Urusan Sosial a. rogram emberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial; b. rogram elayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial; c. rogram embinaan ara enyandang Cacat dan Trauma; d. rogram embinaan anti suhan/anti Jompo; e. rogram embinaan Eks enyandang enyakit Sosial *); f. rogram embinaan nak Terlantar; g. rogram emberdayaan Fakir Miskin, Komunitas dat Terpencil (KT) dan enyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (MKS) Lainnya; dan h. rogram elayanan Bantuan Kegiatan Keagamaan dan endidikan Keagamaan Non Formal *); 14. Urusan Ketenagakerjaan a. rogram eningkatan Kesempatan Kerja; b. rogram Informasi, Monitoring, erencanaan Tenaga Kerja; c. rogram eningkatan Kualitas dan roduktivitas Tenaga Kerja; dan d. rogram erlindungan Dan engembangan Lembaga Ketenagakerjaan. 15. Urusan Koperasi dan UKM a. rogram enciptaan Iklim Usaha UKM Yang Kondusif; b. rogram engembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM; c. rogram engembangan Sistem endukung Usaha Bagi UMKM; dan d. rogram eningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi. 16. Urusan enanaman Modal a. rogram eningkatan romosi dan Kerjasama Investasi; b. rogram eningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi; c. rogram eningkatan Sarana dan rasarana erijinan *); dan d. rogram eningkatan embinaan dan Sosialisasi erijinan *). 17. Urusan Kebudayaan a. rogram engembangan Nilai Budaya; b. rogram engelolaan Kekayaan Budaya; c. rogram engelolaan Keragaman Budaya; dan d. rogram engembangan Kerjasama engelolaan Kekayaan Budaya *). 18. Urusan Kepemudaan Dan Olah Raga a. rogram eningkatan eran Serta Kepemudaan; b. rogram embinaan dan emasyarakatan Olah Raga; dan c. rogram eningkatan Sarana dan rasarana Olah Raga. 19. Urusan Kesatuan Bangsa Dan olitik Dalam Negeri a. rogram emeliharaan Kantrantibmas dan encegahan Tindak Kriminal; b. rogram engembangan Wawasan Kebangsaan; c. rogram Kemitraan engembangan Wawasan Kebangsaan; RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 5
178 d. rogram eningkatan emberantasan enyakit Masyarakat (EKT) *); e. rogram eningkatan Kapasitas Sumberdaya paratur; dan f. rogram encegahan Dini dan enanggulangan Korban Bencana lam. 20. Urusan Otonomi Daerah, emerintahan Umum, dministrasi Keuangan Daerah, erangkat Daerah, Kepegawaian Dan ersandian a. rogram eningkatan Kapasitas Lembaga erwakilan Rakyat Daerah; b. rogram eningkatan dan engembangan engelolaan Keuangan Daerah; c. rogram embinaan dan Fasilitasi engelolaan Keuangan Kabupaten; d. rogram eningkatan Kapasitas Kelembagaan erencanaan embangunan Daerah; e. rogram eningkatan engembangan Sistem elaporan Capaian Kinerja dan Keuangan; f. rogram engembangan Sarana rasarana erdagangan; g. rogram eningkatan Sistem engawasan Internal dan engendalian elaksanaan Kebijakan KDH; h. rogram eningkatan rofesionalisme Tenaga emeriksa dan paratur engawasan; i. rogram eningkatan SDM Bidang Teknologi Informasi dan Sandi; j. rogram Optimalisasi emanfaatan Teknologi Informasi; k. rogram engembangan dan eningkatan Kapasitas Organisasi dan Tata Laksana erangkat Daerah; l. rogram eningkatan Kapasitas Sumber Daya paratur; m. rogram embinaan dan engembangan paratur; n. rogram Fasilitasi indah / urna Tugas; o. rogram endidikan Kedinasan; p. rogram emberdayaan Masyarakat dan emerintahan Desa; q. rogram embinaan enyelenggaraan emerintahan Umum; r. rogram eningkatan elayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah; s. rogram enataan eraturan erundang-undangan; t. rogram embinaan / enyuluhan Hukum; u. rogram enyusunan Dan enelitian roduk Hukum; v. rogram eningkatan Kualitas Kesehatan paratur; w. eningkatan Disiplin paratur; 21. Urusan Ketahanan angan a. rogram eningkatan Ketahanan angan ertanian/ erkebunan. 22. Urusan emberdayaan Masyarakat Dan Desa a. rogram eningkatan Keberdayaan Masyarakat edesaan; b. rogram eningkatan artisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa; c. rogram engembangan Lembaga Ekonomi edesaan; d. rogram emberdayaan TTG (Teknologi Tepat Guna); e. rogram emberdayaan Masyarakat dan emerintahan Desa; f. rogram eningkatan Kapasitas paratur emerintah Desa; dan g. rogram embinaan dministrasi dan Fasilitasi engelolaan Keuangan Desa *) RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 6
179 23. Urusan Statistik a. rogram engembangan Data/Informasi/Statistik Daerah; dan b. rogram Kerjasama embangunan *) 24. Urusan Kearsipan a. rogram erbaikan Sistem dministrasi Kearsipan; dan b. rogram enyelamatan Dan elestarian Dokumen/rsip Daerah. 25. Urusan Komunikasi Dan Informatika a. rogram engembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa; b. rogram engkajian dan enelitian Bidang Komunikasi dan Informatika *); c. rogram Fasilitasi eningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informatika *); d. rogram Kerjasama Informasi dan Media Massa; dan e. rogram engumpulan Informasi 26. Urusan erpustakaan a. rogram engembangan Budaya Baca dan embinaan erpustakaan. Urusan ilihan Yang Dilaksanakan (8 Urusan ilihan) 1. Urusan ertanian a. rogram eningkatan Kesejahteraan etani; b. rogram eningkatan emasaran Hasil roduksi ertanian/ erkebunan; c. rogram eningkatan enerapan Teknologi ertanian/ erkebunan; d. rogram eningkatan roduksi ertanian/ erkebunan; e. rogram emberdayaan enyuluh ertanian/erkebunan Lapangan *); f. rogram encegahan dan enanggulangan enyakit Ternak; g. rogram eningkatan roduksi Hasil eternakan; h. rogram eningkatan emasaran Hasil roduksi Hasil eternakan; dan i. rogram eningkatan enerapan Teknologi eternakan; 2. Urusan Kehutanan a. rogram emanfaatan otensi Sumber Daya Hutan; b. rogram Rehabilitasi Hutan dan Lahan; c. rogram erlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan; d. rogram embinaan dan enertiban Industri Hasil Hutan; dan e. rogram eningkatan Kualitas SDM dan eran Serta Masyarakat Dalam engelolaan Sumber Daya lam *). 3. Urusan Energi Dan Sumber Daya Mineral a. rogram embinaan dan engawasan Bidang ertambangan b. rogram embinaan dan engembangan Bidang Ketenaga Listrikan, Energi dan Migas c. rogram ir Bawah Tanah (BT); dan d. rogram engusahaan ertambangan Umum. RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 7
180 4. Urusan ariwisata a. rogram engembangan emasaran ariwisata; b. rogram engembangan Destinasi ariwisata; dan c. rogram engembangan Kemitraan. 5. Urusan Kelautan Dan erikanan a. rogram emberdayaan Ekonomi Masyarakat esisir; b. rogram emberdayaan Masyarakat Dalam engawasan dan engendalian Sumberdaya Kelautan; c. rogram eningkatan Kesadaran dan enegakan Hukum Dalam endayagunaan Sumber Daya Laut; d. rogram eningkatan Mitigasi Bencana lam Laut dan rakiraan Iklim Laut; e. rogram engembangan Budidaya erikanan; f. rogram engembangan erikanan Tangkap; g. rogram Optimalisasi engelolaan dan emasaran roduksi erikanan; dan h. rogram engembangan Kawasan Budidaya Laut, ir ayau Dan ir Tawar. 6. Urusan erdagangan a. rogram eningkatan Efisiensi erdagangan Dalam Negeri; b. rogram erlindungan Konsumen dan engamanan erdagangan; c. rogram embinaan edagang Kaki Lima dan songan; dan d. rogram engembangan Sarana dan rasarana erdagangan *). 7. Urusan erindustrian a. rogram engembangan Industri Kecil dan Menengah; b. rogram eningkatan Kemampuan Teknologi Industri; dan c. rogram eningkatan Kapasitas ITEK Sistem roduksi *). 8. Urusan Ketransmigrasian a. rogram Informasi, Monitoring dan erencanaan Transmigrasi *); dan b. rogram Transmigrasi Regional. rogram Non Urusan a. rogram elayanan dministrasi erkantoran; b. rogram eningkatan Sarana dan rasarana paratur; dan c. rogram eningkatan engembangan Sistem elaporan Capaian Kinerja dan Keuangan; dan d. rogram eningkatan Kapasitas Sumber Daya paratur Total jumlah program yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2014 sejumlah 175 program atau 90,21 % dari 194 program keseluruhan pada RJMD Kabupaten Trenggalek tahun Tabel dibawah ini menjelaskan hasil rekapitulasi pagu program dan kegiatan prioritas Kabupaten Trenggalek tahun 2014 berdasarkan urusan pemerintahan daerah (Tabel 5.1) dan berdasarkan SKD (Tabel 5.2). RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 8
181 Tabel 5.1. Rekapitulasi rogram dan Kegiatan Menurut Urusan emerintahan Daerah di Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 Kode Urusan Urusan emerintahan agu RKD (Rp.) Urusan Wajib endidikan Kesehatan ekerjaan Umum erumahan enataan Ruang erencanaan embangunan erhubungan Lingkungan Hidup ertanahan Kependudukan dan Catatan Sipil emberdayaan erempuan dan erlindungan nak Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Sosial Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah enanaman Modal Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga Kesatuan Bangsa dan olitik Dalam Negeri Otonomi Daerah, emerintahan Umum, dministrasi Keuangan Daerah, erangkat Daerah, Kepegawaian dan ersandian 1.21 Ketahanan angan emberdayaan Masyarakat Desa Statistik Kearsipan Komunikasi dan Informatika erpustakaan Urusan ilihan ertanian Kehutanan Energi dan Sumberdaya Mineral ariwisata Kelautan dan erikanan erdagangan Industri Ketransmigrasian JUMLH RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 9
182 Tabel 5.2. Rekapitulasi Rencana Kerja dan endanaan Menurut Satuan Kerja erangkat Daerah (SKD) di Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 Kode SKD SKD agu RKD 2014 (Rp.) Dinas endidikan dan Kebudayaan Dinas Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Dinas ekerjaan Umum Bina Marga dan engairan Dinas ekerjaan Umum erumahan, ermukiman dan Kebersihan Badan erencanaan embangunan Daerah Dinas erhubungan, Komunikasi dan Informatika Kantor Lingkungan Hidup Dinas Kependudukan dan encatatan Sipil Badan emberdayaan erempuan, erlindungan nak dan Keluarga Berencana Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Dinas Koperasi, Industri, erdagangan, ertambangan dan Energi Kantor erizinan dan enanaman Modal Dinas ariwisata, emuda dan Olah Raga Satuan olisi among raja Kantor Kesatuan Bangsa, olitik dan erlindungan Masyarakat Sekretariat Daerah : Bagian dministrasi emerintahan Bagian dministrasi Kesra Bagian dministrasi embangunan Bagian dministrasi erekonomian Bagian Humas dan rotokol Bagian Umum dan erlengkapan Bagian dministrasi Keuangan Bagian Organisasi Bagian Hukum Sekretariat DRD Badan engelola Keuangan dan set Daerah Inspektorat Badan Kepegawaian Daerah Kecamatan Trenggalek Kecamatan ogalan Kecamatan Durenan Kecamatan Bendungan Kecamatan Karangan Kecamatan Tugu Kecamatan ule Kecamatan Suruh Kecamatan Kampak Kecamatan Gandusari Kecamatan Watulimo RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 10
183 Kode SKD SKD agu RKD 2014 (Rp.) Kecamatan anggul Kecamatan Dongko Kecamatan Munjungan Kelurahan Surodakan Kelurahan Sumbergedong Kelurahan Ngantru Kelurahan Tamanan Kelurahan Kelutan Badan enanggulangan Bencana Daerah Dinas endapatan Kantor Ketahanan angan Badan emberdayaan Masyarakat dan emerintahan Desa Kantor erpustakaan dan rsip Daerah Dinas ertanian, Kehutanan dan erkebunan Dinas eternakan Dinas Kelautan dan erikanan JUMLH RENCN ROGRM DN KEGITN RIORITS DERH V - 11
184 BB VI ENUTU Kaidah pelaksanaan program pembangunan tahunan perlu ditetapkan dalam dokumen Rencana Kerja embangunan Daerah (RKD) sehingga dapat dijadikan acuan bagi SKD maupun masyarakat termasuk dunia usaha agar tercapai sinergi dalam pelaksanaan program-program pembangunan. Dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang tertuang dalam RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 serta selaras dengan RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun (erda Kabupaten Trenggalek Nomor 19 Tahun 2011), segenap Satuan Kerja erangkat Daerah (SKD) di lingkup emerintah Kabupaten Trenggalek wajib menerapkan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi. RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 ini digunakan sebagai pedoman dalam proses perencanaan dan penganggaran pada Tahun Dokumen ini tidak hanya memuat kegiatan kegiatan dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan publik, tetapi juga memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. elaksanaan pembangunan tahun 2014 di Kabupaten Trenggalek diarahkan sesuai kewenangan emerintah Daerah berdasarkan Urusan emerintahan Daerah dan isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan yang dijabarkan dalam program dan kegiatan, dengan mengefektifkan sumber daya yang ada. gar pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Trenggalek dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien maka dokumen ini menjadi bagian dari evaluasi kinerja tahunan maupun lima tahunan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta merupakan landasan bagi perencanaan pembangunan tahun berikutnya. Disamping itu, usulan kegiatan yang diajukan telah mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, sehingga selain pembiayaannya diusulkan ke BD Kabupaten Trenggalek, juga diusulkan ke BD rovinsi Jawa Timur dan ke emerintah usat melalui BN. RKD ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang arah kebijakan pembangunan Kabupaten Trenggalek tahun 2014 kepada semua stakeholder pembangunan. Untuk mengoperasionalkan program dan kegiatan yang ada di RKD perlu didukung oleh (1) komitmen dari kepemimpinan daerah yang berakhlak mulia, kapabel, berkualitas dan demokratis (2) Good Governance and Clean Goverment (3) Konsistensi kebijakan pemerintah daerah (4) Keberpihakan kepada rakyat (5) artisipasi aktif dari masyarakat, media massa dan pihak swasta, serta (6) mekamisme kontrol dan pengawasan serta akuntabilitas publik yang baik. Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Trenggalek selain dilaksanakan jajaran emerintah Kabupaten Trenggalek juga ditentukan oleh dukungan masyarakat untuk menjawab tantangan dan mengurangi permasalahan yang ada, sehingga cita cita masyarakat Kabupaten Trenggalek sesuai visi dan misi yang tertuang dalam dokumen perencanaan dapat terwujud sesuai waktu yang telah ditentukan. ENUTU VI - 1
185 Dokumen RKD Kabupaten Trenggalek menjadi pedoman untuk menyusun Rancangan BD yang dijabarkan kedalam Kebijakan Umum nggaran endapatan dan Belanja Daerah (KU) Tahun 2014 serta rioritas dan lafon nggaran Sementara (S) Tahun dapun kaidah pelaksanaannya adalah sebagai berikut : 1. RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014, tidak hanya memuat kegiatan kegiatan dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan publik, tetapi juga memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat; 2. Satuan Kerja erangkat Daerah dan seluruh stakeholders pembangunan termasuk masyarakat luas, dunia usaha, berkewajiban dan berperan serta untuk melaksanakan program program RKD Kabupaten Trenggalek Tahun 2014 dengan sebaik baiknya; 3. Dalam upaya sinkronisasi dan sinergisitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan baik yang bersumberr dari BD Kabupaten Trenggalek, BD rovinsi Jawa Timur maupun dari BN, maka setiap Satuan Kerja erangkat Daerah perlu membuat Rencana Kerja Satuan Kerja erangkat Daerah (Renja SKD) Tahun 2014 sebagai penjabaran dari Rencana Strategik Satuan Kerja erangkat Daerah (Renstra SKD); 4. artisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Forum SKD serta forum penyelenggaraan Musyawarah erencanaan embangunan (Musrenbang) ditujukan untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat; 5. Berkaitan dengan pendanaan pembangunan, masyarakat dan dunia usaha dapat berperan serta dalam pembangunan yang direncanakan melalui program - program pembangunan. rogram tersebut direncana berdasarkan peran serta masyarakat dalam kegiatan yang bersangkutan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Masyarakat diharapkan dapat bertindak sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program/kegiatan pembangunan di Kabupaten Trenggalek; dan 6. Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan RKD Kab. Trenggalek Tahun 2014, Badan erencanaan Kabupaten Trenggalek berkewajiban untuk melakukan pemantauan dan menganalisa terhadap penjabaran dan sinergisitas RKD tahun 2014, ke dalam Rencana Kerja Satuan Kerja erangkat Daerah (Renja SKD), Kebijakan Umum BD (KU) serta rioritas dan lafon nggaran Sementara (S) Tahun Satuan Kerja erangkat Daerah serta seluruh pelaku pembangunan berkewajiban untuk melaksanakan program dan kegiatan dalam RKD Tahun 2014, dengan sebaik- harus dapat baiknya. enyelenggaraann pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat, baik dari aspek administrasi keuangan, administrasi pelaksanaan kegiatan, maupun dari segi manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dari pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan dalam RKD Tahun 2014 ini yang telah selaras dengan RJMD Kabupaten Trenggalek Tahun Semoga dokumen ini dapat memberikan pijakan bagi SKD mengenai arahan dan kebijakan pembangunan Kab. Trenggalek tahun Trengalek, 31 Mei 2013 BUTI TRENGGLEK ttd Dr. Ir. MULYDI WR, MMT. No. Reg /XCII/ /2013 Tanggal 26 Juni 2013 ENUTU VI - 2
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I ENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Arah pembangunan ditentukan oleh perencanaan pembangunan yang dilaksanakan baik dalam lingkup daerah (kabupaten/kota), provinsi maupun nasional. Seperti yang termaktub
Pendahuluan. Latar Belakang
Pendahuluan Latar Belakang Pembangunan daerah Kabupaten Bangkalan yang dilaksanakan dalam kurun waktu Tahun 2008 2013 telah memberikan hasil yang positif dalam berbagai segi kehidupan masyarakat. Namun
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2015
Lampiran I Peraturan Bupati Pekalongan Nomor : 15 Tahun 2014 Tanggal : 30 Mei 2014 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dokumen perencanaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi tahun 2010-2015 ini merupakan penjabaran dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih,
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN
Lampiran I Peraturan Bupati Pekalongan Nomor : 17 Tahun 2015 Tanggal : 29 Mei 2015 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemerintah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan
BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
-1- BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,
BAB I PENDAHULUAN R P J M D K O T A S U R A B A Y A T A H U N I - 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan,
TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG Bagian Hukum Setda Kabupaten Bandung
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) RKPD KABUPATEN BERAU TAHUN 2013 BAB I - 1
LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2013 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN BERAU TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 3 TAHUN 2012 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA Menimbang :
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kota Jambi RPJMD KOTA JAMBI TAHUN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan daerah merupakan proses perubahan kearah yang lebih baik, mencakup seluruh dimensi kehidupan masyarakat suatu daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANDUNG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan
BAPPEDA PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN ANGGARAN
PENINGKATAN PEMBANGUNAN DAERAH MELALUI PEMANTAPAN INDUSTRI KREATIF, KEMITRAAN DAN PENATAAN LINGKUNGAN YANG DIDUKUNG OLEH PENGUATAN SOSIAL KEMASYARAKATAN DAN TATA PEMERINTAHAN PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK
Pemerintah Kabupaten Wakatobi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten Wakatobi memiliki potensi kelautan dan perikanan serta potensi wisata bahari yang menjadi daerah tujuan wisatawan nusantara dan mancanegara. Potensi tersebut
BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang
BAB - I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan
SURAKARTA KOTA BUDAYA, MANDIRI, MAJU, DAN SEJAHTERA.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mengamanatkan kepada
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2014-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMEDANG, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN I PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 29 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah
PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG
BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk menjalankan tugas dan fungsinya, pemerintah daerah memerlukan perencanaan mulai dari perencanaan jangka panjang, jangka menengah hingga perencanaan jangka pendek
BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB I PENDAHULUAN. Hal. I - 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan daerah yang berkelanjutan merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam mendukung pencapaian target kinerja pembangunan daerah. Untuk itu diperlukan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Medan Tahun BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan kondisi sosial, ekonomi dan budaya, Kota Medan tumbuh dan berkembang menjadi salah satu kota metropolitan baru di Indonesia, serta menjadi
BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU
BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ROKAN HULU,
PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO
SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUKOMUKO,
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013
BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2013 2.1 BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO, Menimbang : bahwa
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG TIMUR, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan
ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN BAB I PENDAHULUAN
- 1 - LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2013-2017 ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH
KEPUTUSAN KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUKABUMI Nomor : 900/ -BLH/2011 TENTANG
EMERINTAH KABUATEN SUKABUMI BADAN LINGKUNGAN HIDU Komplek erkantoran Jajaway Jl. Jendral Sudirman Telepon (0266) 436428 Fax. (0266) 436427 E-mail: [email protected] Website: http://kabsukabumi.silh.menlh.go.id
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana
BUPATI NGANJUK PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 02 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI NGANJUK PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 02 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH, RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH, RENCANA STRATEGIS
PAPARAN FORUM PERANGKAT DAERAH DAN RAPAT KOORDINASI TEKNIS (RAKORTEK) PEMBANGUNAN TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2017
PAPARAN Palangka Raya, 20 Maret 2017 FORUM PERANGKAT DAERAH DAN RAPAT KOORDINASI TEKNIS (RAKORTEK) PEMBANGUNAN TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2017 KEPALA BAPPEDALITBANG PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
SALINAN BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang: a. bahwa dalam
Agenda dan Prioritas Pembangunan Jawa Timur
IV Agenda dan Prioritas Pembangunan Jawa Timur IV.1 Agenda Pembangunan Berdasarkan visi, misi, dan strategi pembangunan, serta permasalahan pembangunan yang telah diuraikan sebelumnya, maka disusun sembilan
BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA
BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA DAN PEDOMAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TEMANGGUNG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan
LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN SERTA
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu kabupaten yang sedang tumbuh dan berkembang di wilayah pesisir barat-selatan Provinsi Aceh. Kabupaten yang terbentuk secara
BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
SALINAN BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SINJAI, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA I-0 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
RKPD Tahun 2015 Pendahuluan I -1
1.1 Latar Belakang Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON
WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIREBON, Menimbang
PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang
SALINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,
SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN
PERENCANAAN KINERJA BAB. A. Instrumen untuk mendukung pengelolaan kinerja
BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Instrumen untuk mendukung pengelolaan kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik senantiasa melaksanakan perbaikan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN
BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
MAJU, MANDIRI, ADIL DAN SEJAHTERA. RPJMD
Pendahuluan 1. 1 LATAR BELAKANG Rencana Jangka Menengah Daerah () Provinsi Jambi 2010-2015 merupakan penjabaran visi, misi dan program Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi terpilih berdasarkan Pemilihan Kepala
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat
KOTA SURAKARTA PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) TAHUN ANGGARAN 2016 BAB I PENDAHULUAN
- 3 - LAMPIRAN: NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH KOTA SURAKARTA DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 910/3839-910/6439 TENTANG : PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA APBD KOTA
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085 PERATURAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan,
LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 25 MEI 2015 NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2016
LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 25 MEI 2015 NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan
PERATURAN DAERAH NO. 07 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN
PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO PERATURAN DAERAH NO. 07 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2013-2018 JL. RAYA DRINGU 901 PROBOLINGGO SAMBUTAN
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat adalah suatu muara keberhasilan pelaksanaan pembangunan Jawa Barat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengemban
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA TANGERANG SELATAN
Bab I Pendahuluan 1.1. LatarBelakang Pembangunan pada hakikatnya merupakan suatu proses yang berkesinambungan antara berbagai dimensi, baik dimensi sosial, ekonomi, maupun lingkungan yang bertujuan untuk
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung adalah dokumen perencanaan tahunan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, yang merupakan penjabaran dari Rencana
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kota Tanjungbalai telah melaksanakan Pemilukada pada tahun 2015 dan hasilnya telah terpilih pasangan M. Syahrial, SH, MH dan Drs.H. Ismail sebagai Walikota dan Wakil
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a. bahwa agar kegiatan pembangunan
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
[- BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG P embangunan sektor Peternakan, Perikanan dan Kelautan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Garut dalam kurun waktu tahun 2009 s/d 2013 telah memberikan
RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR JL. GAYUNG KEBONSARI NO. 167 SURABAYA
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA TAHUN 2010-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG
LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 BAB 1. PENDAHULUAN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2014-2019 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Strategis
PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggungjawab telah menjadi tuntutan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki hak dan kewenangan dalam mengelola
KEPUTUSAN KEPALA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUKABUMI Nomor : 900/ -BLH/2011 TENTANG
EMERINTAH KABUATEN SUKABUMI DINAS LINGKUNGAN HIDU Komplek erkantoran Jajaway Jl. Jendral Sudirman Telepon (0266) 436428 Fax. (0266) 436427 E-mail: [email protected] Website: http://kabsukabumi.silh.menlh.go.id
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa penyelenggaraan desentralisasi dilaksanakan dalam bentuk pemberian kewenangan Pemerintah
BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN NOMOR TANGGAL TENTANG
LAMPIRAN NOMOR TANGGAL TENTANG : : : : PERATURAN DAERAH 4 TAHUN 2012 20 April 2012 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN BARITO SELATAN TAHUN 2011-2016 BAB I PENDAHULUAN Perencanaan adalah
BUPATI MALUKU TENGGARA
SALINAN N BUPATI MALUKU TENGGARA PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 3.a TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN UMUM PERENCANAAN DAERAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALUKU
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA, Menimbang : a. bahwa
BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun I-1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan pembangunan perlu disusun beberapa dokumen yang dijadikan pedoman pelaksanaan sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional,
BAPPEDA Planning for a better Babel
DISAMPAIKAN PADA RAPAT PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RKPD PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2018 PANGKALPINANG, 19 JANUARI 2017 BAPPEDA RKPD 2008 RKPD 2009 RKPD 2010 RKPD 2011 RKPD 2012 RKPD 2013 RKPD
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Amandemen ke-empat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 18 ayat 2 menyebutkan bahwa pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten dan kota
Rencana Strategis (RENSTRA)
Rencana Strategis (RENSTRA) TAHUN 2014-2019 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN TAHUN 2014 Rencana Strategis (RENSTRA) TAHUN 2014-2019 DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN
BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN BUPATI KABUPATEN ACEH SELATAN NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2013-2018 1.1. Latar Belakang Lahirnya Undang-undang
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharuskan untuk menyusun Rencana Kerja (Renja) yang
BAB I PENDAHULUAN. RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun I 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Pusat memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk melakukan serangkaian
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2009-2014 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015 merupakan dokumen perencanaan daerah tahun keempat RPJMD Kabupaten Tebo tahun 2011 2016, dalam rangka mendukung Menuju
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIJUNJUNG, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kabupaten Pati merupakan salah satu dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang mempunyai posisi strategis, yaitu berada di jalur perekonomian utama Semarang-Surabaya
PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG
PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUDUS DENGAN RAHMAT
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 22 TAHUN 2011 T E N T A N G
Design by (BAPPEDA) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura, 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 22 TAHUN 2011 T E N T A N G RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) DAERAH
BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karawang Tahun merupakan tahap ketiga dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karawang Tahun 2016-2021 merupakan tahap ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bekasi Tahun Revisi BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI Nomor : Tanggal : BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan
BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : Mengingat : BUPATI
BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun
LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 07 TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 07 TAHUN 2013 Rencana Pembangunan TANGGAL Jangka : 11 Menengah JUNI 2013 Daerah BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perencanaan pembangunan memainkan
LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH
LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DEPOK,
