BOTANI UMMU KALSUM UNIVERSITAS GUNADARMA
|
|
|
- Ratna Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BOTANI UMMU KALSUM UNIVERSITAS GUNADARMA 2016
2 Referensi Gembong Tjitrosoepomo Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press. James D Mauseth Botany: An introduction to Plant Biology, 2/e. [Multimedia Enhance Edition]. US: Jones And Bartlett Publishers, Inc. Linda Berg Introduction Botany: Plants, People and The environment. USA: Thomson Brooks/Cole.
3 DAUN (FOLIUM)
4 Daun? Tempat duduknya daun? Sudut daun atau tempat diatas daun?
5 DAUN (FOLIUM) Daun suatu tumbuhan yang penting dan pada umumnyya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun Buku-buku (nodus) Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun pada batang Ketiak daun (axilla) tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun
6 Umur daun terbatas Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang Pada waktu akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi pirang daun yang lebih tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan daun yang masih segar
7 Ada pula tumbuhan yang pada waktu-waktu tertentu menggugurkan semua daun-daunnya, sehingga seperti tumbuhan yang mati. Menjelang datang musim hijau membentuk tunas-tunas baru, dan dalam musim hujan akan kelihatan hijau kembali Jenis-jenis tumbuhan tersebut tumbuhan meranggas (tropophyta) misalnya: pohon jati (Tectona grandis L.) kedongdong (Spandias dulcis Forst.), kapuk randu (Ceiba pentanda Gaertn.), dsb
8 Bentuk daun Bentuk daun umumnya tipis melebar, warna hijau, dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan,yaitu sebagai alat untuk: pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (CO 2 ) pengolahan zat-zat makanan (asimilasi) penguapan air (transpirasi) pernafasan (respirasi)
9 Tumbuhan mengambil zat-zat makanan dari lingkungannya dan zat yang diambil (diserap) tadi adalah zat-zat yang bersifat anorganik gas asam arang (CO 2 ) yang merupakan zat makanan pula bagi tumbuhan diambil dari udara melalui celah-celah halus yang mulut daun (stomata) Pengolahan zat anorganik menjadi zat organik dilakukan oleh daun (zat hijau daun atau klorofilnya) dengan bantuan sinar matahari?
10 Bagian-bagian Daun Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berikut: upih daun atau pelepah daun (vagina) tangkai daun (petiolus) helaian daun (lamina) Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang (Musa paradisiaca L.), pohon pinang (Areca catechu sp.) dan lain-lain
11 Daun lengkap
12 Susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan: Hanya terdiri atas tangkai dan helaian daun bertangkai. Ex: nangka (Artocarpus integra Merr.), mangga (Mangifera indica L.) Daun terdiri atas upih dan helaian daun berupih atau daun berpelepah. Ex: suku rumput, misalnya: padi (Oryza sativa L.) jagung (Zea mays L.) dan lain-lain
13 Daun hanya terdiri atas helain saja, tanpa upih dan tangkai, sehingga helain langsung melekat atau duduk pada batang daun duduk (sessilis) seperti pada biduri. Daun yang hanya terdiri atas helain daun saja dapat mempunyai pangkal yang demikian lebarnya, hingga pangkal daun tadi seakan-akan melingkar batang atau memeluk batang daun memeluk batang (amplexicaulis), ex: tempuyung (Sonchus oleraceus L.). Bagian samping pangkal daun yang memeluk batang itu seringkali bangunnya membulat telinga daun
14 Daun hanya terdiri atas tangkai saja, dan dalam hal ini tangkai tadi biasanya lalu menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun, jadi merupakan suatu helaian daun semu atau palsu, dinamakan: filodia, seperti terdapat pada jenis pohon Acacia yang berasal dari Australia, misalnya: Acacia auriculiformis A. Cunn
15 Alat-alat tambahan atau pelengkap pada daun 1. Daun penunggu (Stipula), berupa dua helai lembaran serupa daun yang kecil, yang terdapat dekat dengan pangkal daun untuk melindungi kuncup yang masih muda. Menurut letaknya daun penumpu dapat dibedakan dalam : Daun penumpu yang bebas terdapat di kanan kiri pangkal tangkai daun daun penumpu bebas (stipulae liberae). Ex: kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Daun penumpu yang melekat pada kanan kiri pangkal tangkai daun (stipulae adnatae) pada mawar (Rosa sp.)
16 Daun penumpu yang berlekatan menjadi satu yang mengambil tempat di dalam ketiak daun (stipula axillaris atau stipula intrapetiolaris). Daun penumpu yang berlekatan menjadi satu dan mengambil tempat berhadapan dengan tangkai daun dan biasanya agak lebar hingga melingkari batang (stipula petiolo opposita atau stipula antidroma). Daun penumpu yang berlekatan dan mengambil tempat diantara dua tangkai daun seperti seringkali terjadi pada tumbuhan yang pada satu buku-buku batang mempunyai dua daun yang duduk berhadapan daun penumpu antar tangkai (stipula interpetiolaris). Ex: mengkudu (Morinda citrifolia L.)
17 2. Selaput bumbung (ocrea atau ochrea) berupa selaput tipis yang menyerupai pangkal suatu ruas batang, jadi terdapat di atas suatu tangkai daun. Selaput bumbung dianggap sebagai daun penumpu yang kedua sisinya saling berlekatan dan melingkari batang, terdapat antara lain pada Polygonum SP 3. Lidah-lidah (ligulai), suatu selaput kekcil yang biasanya terdapat pada batas antara upih dan helaian daun pada rumput (Gramineae) untuk mencegah mengalirnya air hujan kedalam ketiak antara batang dan upih daun sehingga kemungkinan pembusukan dapat dihindarkan
18 Upih Daun atau Pelepah Daun (Vagina) Daun yang berupih pada tumbuhan yang yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae): suku rumput (Gramineae), suku empon-empon(zingiberaceae), pisang (Musa paradisiaca L.), golongan palma (Palmae), dan lain-lain. Fungsi: Sebagai pelindung kuncup yang masih muda, ex: tebu (Saccharum officinarum L.), Memberi kekuatan pada batang tanaman membungkus batang, sehingga batang tidak tampak, bahkan yang tampak dari luar adalah upih-upihnya batang semu. Ex: upih daun amat besar, pisang (Musa sapientum L.)
19 Tangkai Daun (Pettiolus) merupakan bagian daun yang mendukung helaiannya, untuk menempatkan helaian daun pada posisi sedemikian rupa memperoleh cahaya matahari sebanyak-banyaknya Umumnya tangkai daun berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya Dilihat pada penampang melintangnya dapat kita jumpai kemungkinan-kemungkinan berikut: Bulat dan berongga, misalnya pada tangkai daun (Carica L.). Pipih dan tepinya melebar (bersayap), misalnya pada jeruk (Citrus sp.) Bersegi Setengah lingkaran dan seringkali sisi atasnya beralur dangkal atau beralur dalam seperti pada tangkai daun pisang
20 Helaian Daun (Lamina) Merupakan bagian daun terpenting yang cepat menarik perhatian sifat daun Sifat-sifat daun: Bangunnya helaiannya (circumscriptio), Ujungnya (apex) Pangkalnya (basis) Susunan tulang-tulangnya (nervatio atau venatio), Tepinya (margo), (intervenium), Dan sifat-sifat lain lagi, misalnya: keadaan permukaan atas maupun bawahnya (gunndul, berambut, atau lainnya), warna dan lain-lain. Daging daunnya
21 BANGUN (BENTUK) DAUN (CIRCUMSCRIPTIO) Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar itu dapat dibedakan 4 (empat) golongan daun, yaitu daun dengan: Bagian yang lebar terdapat kira-kira di tengahtengah helaian daun Bagian yang terlebar terdapat di bawah tengahtengah helaian daun Bagian yang terlebar terdapat di atas tengahtengah helaian daun Tidak ada bagian yang terlebar, artinya helaian daun dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya
22 Bagian yang terlebar berada di tengah-tengah helaian daun Bulat atau bundar (orbicularis), jika panjang:lebar = 1:1. Ex: Victoria regia, teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce), dan lain-lain. Bangun perisai (peltatus) biasanya bangun bulat, mempunyai tangkai daun yang tidak tertanam pangkal daun, melainkan pada bagian tengah helaian daun, ex: teratai besar, daun jarak, dan lain-lain Jorong (ovalis atau ellipticus), yaitu jika perbandingan panjang : lebar = : 1, ex: daun nangka (Artocarpus integra Merr,) dan nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)
23 Memanjang (oblongus), yaitu jika panjang:lebar = 21/2-3 : 1, misalnya daun srikaya (Annona squamosa L.) dan sirsak (Annona muricata L.); Bangun lanset (lanceolatus), jika panjang : Lebar = 3-5 : 1, misalnya daun kamboja (Plumiera acuminate Ait), oleander (Nerium oleander L.) Bentuk-bentuk peralihan selalu ada, misalnya diantara jorong dan bulat memanjang jorong memanjang (elliptico-oblongus), jika diantara memanjang dan bangun lanset disebut memanjang sampai bangun lanset (oblongo-lanceolatus)
24 Bangun yang Terlebar Terdapat Di Bawah Tengah-tengah Helaian Daun 1. Pangkal daunnya tidak bertoreh Bangun bulat telur daun kembang sepatu, daun Lombok rawit Bangun segitiga (segitiga sama kaki) daun bunga pukul 4 Bangun delta (segitiga sama sisi) daun air mata pengantin Bangun belah ketupat daun bengkuang
25 2. Pangkal daun bertoreh atau berlekuk Bangun jantung (cordatus) daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) Bangun ginjal atau kerinjal (reniformis) ujung tumpul/bulat, pangkal berlekuk dangkal. Ex: daun pegagan atau daun kaki kuda/pegagan (Centella asiatica Urb.) Bangun anak panah (sagittatus) daun enceng (Sagittaria sagittifolia L.) Bangun tombak (hastatus) Bertelinga bangun tombak, tetapi pangkal daun di kanan dan kiri tangkai membulat tempuyung (Sonchus asper Vill.)
26 Bagian yang Terlebar Terdapat Di Atas Tengahtengah Helaian Daun Bangun bulat telur sungsang (obovatus) bagian lebar dekat ujung daun. Ex: sawo kecik (Manilkara kauki Dub.) Bangun jantung sungsang (obcordatus) calincing atau semanggi gunung (Oxalis corniculata L.) Bangun segitiga terbalik atau pasak (cuneatus) anak daun semnaggi (Marsilea crenda Pres) Bangun sudip atau spatel atau solet (spathulatus) bangun bulat telur tapi bawahnya memanjang. Ex: tapak liman (Elephantopus scaber L.), daun lobak (Raphanus sativus L.)
27 Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hampir sama lebar Golongan ini biasanya sempit (lebarnya jauh berbeda dibandingkan panjang daun) Bangun garis (linearis) penampang melintangnya pipih dan daun amat panjang. Ex: Gramineae Bangun pita (ligulatus) serupa daun bangun garis, namun lebih panjang lagi. Ex: jagung
28 Bangun pedang (ensiformis) seperti bangun garis, tetapi daun tebal dibagian tengah dan tipis kedua tepinya. Ex: daun nenas sebrang (Agave sisalana Perr., Agave cantala Roxb) Bangun paku atau dabus (subulatus), bentuk daun hampir seperti silinder, ujung runcing, seluruh bagian kaku. Bangun jarum (acerosus), serupa bangun paku, lebih kecil dan meruncing panjang. Ex: Pinus merkusii Jungh & de Vr. Bentuk-bentuk peralihan lainnya
29 Ujung Daun (Apex) Runcing (acutus) Meruncing (acuminatus). Ex: sirsak (Annona muricata L.) Tumpul (obtusus). Ex: sawo kecik Membulat (rotundatus). Ex: daun teratai besar Rompang (truncates) ujung tampak garis rata. Ex: ujung anak daun semanggi (Marsilea crenata Presl.), daun jambu monyet (Anacardium occidentale L.) Terbelah (retusus), ujung daun memperlihatkan lekukan. Ex: bayam (Amaranthus spinosus L.) Berduri (mucronatus) ujung daun ditutup bagian runcing keras. Ex: Sansievera sp.
30 Pangkal Daun (Basis folii) 1. Tepi daunnya tidak pernah bertemu, terpisah oleh pangkal ibu tulang/ujung tangkai daun. Runcing Meruncing Tumpul Membulat Rompang atau rata berlekuk
31 2. Tepi daunnya dapat bertemu dan berlekatan satu sama lain: Pertemuan tepi daun pada pangkal terjadi pada sisi yang sama terhadap batang sesuai letak daun pada batang Pertemuan tepi daun terjadi pada sisi sebrang batang yang berlawanan atau berhadapan dengan letak daunnya. Biasanya pangkal daun yang membulat
32
33 Susunan tulang-tulang daun (Nervatio atau venation) Tulang daun adalah bagian daun yang berguna untuk: Memberi kekuatan pada daun, oleh karena itu dinamakan rangka daun (sceleton) Sebagai berkas-berkas pembuluh Berdasar ukurannya, tulang daun dibedakan menjadi: Ibu tulang (costa) tulang terbesar Tulang-tulang cabang (nervus lateralis) Urat-urat daun (vena) seperti tulang cabang, namun lebih halus atau kecil
34 Susunan tulang daun 1. Menyirip (penninervis) 1 ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun (seperti susunan sirip ikan). Ex: Dikotil, jambu, rambutan dan manga 2. Menjari (palminervis) ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar, memperlihatkan seperti jari-jari pada tangan. Ex: pepaya, jarak, kapas, singkong, dsb
35 3. Melengkung (cervinervis) mempunyai beberapa tulang besar, 1 ditengah yang paling besar, sedang lainnya mengikuti jalannya tepi daun (semula memencar kemudian kembali menuju ke 1 arah, yakni ujung daun) sehingga selain tulang yang ditengah semua tulangnya kelihatan melengkung. Ex: monokotil, genjer (Limnocharis flara Buch.), gadung (Dioscorea hispida Dennst.) 4. Bertulang sejajar atau lurus (rectinervis) bangun garis atau pita, mempunyai 1 tulang ditengah yang besar membujur daun, monokotil, rumput, teki-tekian (cyperaceae), dsb
36 Tepi Daun (Margo Folii) Rata (integer), nangka Bertoreh (divisus) Sinus: toreh (bagian yang masuk ke dalam pada tepi daun Angulus: bagian tepi daun yang menonjol keluar Tepi Daun dengan toreh yang merdeka Bergerigi (serratus) sinus dan angulus lancip, ex: bergerigi halus dan kasar Bergerigi ganda atau rangkap (biserratus) daun bergerigi tetapi angulusnya cukup besar dan tepinya bergerigi lagi
37 Bergigi (dentatus) sinus tumpul sedang angulusnya lancip. Ex: beluntas Beringgit (crenatus) kebalikan bergigi, sinus tajam dan angulus tumpul. Ex: cocor bebek Berombak (repandus) sinus dan angulus tumpul
38 Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya Berlekuk (lobatus) dalamnya toreh < ½ panjang tulang-tulang yang terdapat di kanan dan kirinya Bercangap (fissus) dalam toreh ± sampai tengah-tengah panjang tulang-tulang daun di kanan kirinya Berbagi (partitus) dalam toreh > ½ panjang tulang-tulang daun di kanan kirinya
39
40
41 Daging Daun (Intervenum) Adalah bagian daun yang terdapat diantara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Bagian ini merupakan dapur tumbuhan. Tipis seperti selaput (membranaceus) daun paku selaput Seperti kertas (papyraceus atau chartaceus) tipis tetapi tegar. Ex: daun pisang Tipis lunak (herbaceous) selada air Seperti perkamen (perkamenteus) tipis tetapi cukup kaku. Ex: daun kelapa Seperti kulit/belulang (coriaceus) helaian daun tebal dan kaku. Ex: nyamplung Berdaging (carnosus) tebal dan berair. Ex: Lidah buaya
42 Sifat lain yang perlu diperhatikan pula: 1. Warna daun 2. Keadaan permukaannya, atas maupun bawah, misal: a. Licin (laevis): Mengkilat (nitidus), sisi atas daun kopi dan beringin Suram (opacus) ketela rambat Berselaput lilin (pruinosus) sisi bawah daun pisang, daun tasbih (Canna hybrid Hort.)
43 b. Gundul (glaber) jambu air c. Kasap (scaber) daun jati d. Berkerut (rugosus) jambu biji e. Berbingkul-bingkul (bullatus) seperti berkerut, tetapi kerutannya lebih besar f. Berbulu (pilosus) bulu halus dan jarang, ex: tembakau g. Berbulu halus dan rapat (villosus) jika diraba seperti laken atau beludru h. Berbulu kasar (hispidus) rambut/bulu kaku, jika diraba terasa kasar. Ex: gadung i. Bersisik (Lepidus) durian (Durio zibethinus Murr.)
44 DAUN MAJEMUK (Folium Compositium) 1. Pada tangkai daun hanya terdapat 1 helaian saja daun tunggal (folium simplex) 2. Tangkai bercabang-cabang dan pada cabang tangkai ini terdapat bunga sehingga dalam 1 tangkai terdapat > 1 helaian daun daun majemuk (folium compositium) Bagian-bagian daun majemuk: Ibu tangkai (potiolus communis) Tangkai anak daun (petioles) Anak daun (foliolum) Upih daun (vagina) bagian bawah ibu tangkai yang lebar dan biasanya memeluk batang
45 Susunan anak daun pada ibu tangkainya: 1. Majemuk menyirip (pinnatus), jika anak daun tersusun sirip pada kanan dan kiri ibu tangkainya 2. Majemuk menjari (palmatus atau digitatus) 3. Majemuk bangun kaki (pedatus) Araceae 4. Majemuk campuran (digitatopinnatus) daun majemuk ganda yang mempunyai cabangcabang ibu tangkai memncar. Ex: putri malu
46 Majemuk menyirip (pinnatus) Majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolatus) terlihat seperti daun tunggal, helaian daun tidak langsung pada ibu tangkai, jeruk (citrus) jeruk pamelo dan jeruk nipis Majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus) terdapat sejumlah anak daun yang berpasangan di kanan dan kiri ibu tulang Majemuk menyirip gasal (imparipinnatus) mawar, pacar cina
47 Menurut duduknya anak-anak daun pada ibu tangkai: Menyirip dengan anak daun yang berpasang-pasangan jika duduknya anak daun pada ibu tangkai berhadap-hadapan Menyirip berseling jika anak daun pada ibu tangkai duduknya berseling Menyirip berselang-seling (interrupte pinnatus) anak-anak daun pada ibu tangkai berselang-seling. Ex: tomat
48 Daun majemuk menyirip ganda, dibedakan: Menyirip ganda dengan sempurna jika tidak ada 1 anak daun pun yang duduk pada ibu tangkai Menyirip ganda tidak sempurna jika masih ada anak daun yang duduk langsung pada ibu tangkainya Contoh: majemuk menyirip genap ganda 2 dengan sempurna (kembang merak dan lamtoro), majemuk menyirip gasal ganda 2 tidak sempurna, majemuk menyirip gasal rangkap 3 tidak sempurna (daun kelor)
49 Majemuk menjari (palmatus atau digitatus) Beranak daun 2 (bifoliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat 2 anak daun Beranak daun 3 (trifoliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat 3 anak daun 5, 7 dsb
50 Daun Kelor
51
52 Terima kasih
Morfologi alat hara. Kuliah III
Morfologi alat hara Kuliah III Bangun daun (circumscriptio) Berdasar letak bagian daun yang terlebar Di tengah-tengah helaian daun Di bawah tengah-tengah helaian daun Di atas tengah-tengah helaian daun
terjadi dua cabang yang sama besarnya.ch. paku endam (Gleichenia linearis Clarke).
4. Percabangan Batang Percabangan batang dibedakan atas : 1. Percabangan Monopodial yaitu batang selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang, ch. cemara (Casuarina equisetifolia L). 2. Simpodial
E. Pangkal Daun (Basis Folii)
E. Pangkal Daun (Basis Folii) 1. Runcing (acutus); biasanya terdapat pada daun memanjang, lanset, dll. 2. Meruncing (acuminatus); biasanya pada daun bulat telur sungsang atau bentuk sudip. 3. Tumpul (obtusus);
BAB II TINJAUN TEORITIS
BAB I PENDAHULUAN Daun merupakan istilah yang digunakan untuk bagian tumbuhan yang bentuknya seperti lembaran pipih dan umumnya berwarna hijau bila terpapar cahaya dan udara. Daun merupakan salah satu
POKOK BAHASAN 3. STRUKTUR MORFOLOGI DAUN (FOLIUM)
POKOK BAHASAN 3. STRUKTUR MORFOLOGI DAUN (FOLIUM) 3.1 Bagian-bagian daun Organ daun dapat memiliki bagian-bagian antara lain: (1) pangkal daun (leaf base) yaitu bagian yang berhubungan dengan bagian batang
LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI MENGENAL MACAM MACAM TEPI DAUN
LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI MENGENAL MACAM MACAM TEPI DAUN Disusun oleh : SYAYID NURROFIK 1404020003 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2015 BAB I PENDAHULUAN
LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI MORFOLOGI DAN KLASIFIKASI DAUN
LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI MORFOLOGI DAN KLASIFIKASI DAUN Disusun Oleh : NAMA : NASRUL ARDINAN SATIVA NIM : 125040200111073 KELOMPOK : B-2 (JUM AT 15.00) ASISTEN : DELVI VIOLITA E PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
A. Struktur Akar dan Fungsinya
A. Struktur Akar dan Fungsinya Inti Akar. Inti akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari akar ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis
Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV
Materi Pembelajaran Ringkasan Materi: Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV Berikut ini adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Sekolah Dasar kelas IV yaitu tentang bagian-bagian
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN Hakikat Pemahaman tentang Bentuk-Bentuk Daun pada Tumbuhan
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2. 1 Hakikat Pemahaman tentang Bentuk-Bentuk Daun pada Tumbuhan 2. 1. 1 Pengertian Pemahaman Pemahaman (comprehensip) diartikan sebagai kemampuan seseorang
A : JHONI ILMU PENGETAHUAN ALAM IV IPA SD KELAS IV
N A M A : JHONI N I M : 111134267 ILMU PENGETAHUAN ALAM IV IPA SD KELAS IV I Ayo Belajar IPA A. StandarKompetensi 2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya B. KompetensiDasar
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY DARUSSALAM, BANDA ACEH 2016 M/1437 H
KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAUN DI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN SEBAGAI REFERENSI PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN S K R I P S I Diajukan Oleh PATIMAH RAM NIM. 281121612 Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
BERDASAR ADA TIDAKNYA BANTANG
MORFOLOGI BATANG SIFAT UMUM umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi buku-buku dan pada buku-buku inilah
HASIL. Gambar 1 Permukaan atas daun nilam Aceh. Gambar 2 Permukaan atas daun nilam Jawa.
6 3 lintas, ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu: 1. Apabila koefisien korelasi antara peubah hampir sama dengan koefisien lintas (nilai pengaruh langsung) maka korelasi tersebut menjelaskan hubungan
6. Panjang helaian daun. Daun diukur mulai dari pangkal hingga ujung daun. Notasi : 3. Pendek 5.Sedang 7. Panjang 7. Bentuk daun
LAMPIRAN Lampiran 1. Skoring sifat dan karakter tanaman cabai 1. Tinggi tanaman : Tinggi tanaman diukur mulai dari atas permukaan tanah hingga ujung tanaman yang paling tinggi dan dinyatakan dengan cm.
KELAS IV SEMESTER 1 TUMBUHAN PENYUSUN : THERESIA DWI KURNIAWATI
STRUKTUR DAN FUNGSI BAGIAN KELAS IV SEMESTER 1 TUMBUHAN PENYUSUN : THERESIA DWI KURNIAWATI Daftar Isi.. 1 Kata Pengantar.. 2 Standar Kompetensi. 3 Indikator Pembelajaran... 4 Tujuan Pembelajaran. 4 Bagian-bagian
Spermatophyta Angiospermae Dicotyledoneae Araucariales Araucariaceae Agathis Agathis dammara Warb.
AGATHIS DAMMARA WARB. Botani Agathis alba Foxw. Spermatophyta Angiospermae Dicotyledoneae Araucariales Araucariaceae Agathis Agathis dammara Warb. Damar Pohon, tahunan, tinggi 30-40 m. Tegak, berkayu,
Lili paris ( Chlorophytum comosum Landep (Barleria prionitis L.) Soka(
Lili paris (Chlorophytum comosum) Kingdom : plantae divisi : magnoliophyta kelas : liliopsida ordo :liliaceae family : anthericaceae genus :chlorophytum spesies : chlorophytum comusum var. vittatum Batang
SUBDIVISI KEANEKARAGAMAN AFFINSYAH ARRAFIQAH RAHMAH
SUBDIVISI KEANEKARAGAMAN TANAMAN AFFINSYAH ARRAFIQAH RAHMAH Gladiolus hybridus BOTANICAL DECONSTRUCTION Pemanfaatan Media Digital dalam Analisis Morfologi Tumbuhan LATAR BELAKANG Salah satu yang harus
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN
JARINGAN MERISTEM STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN Adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu terus-menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. CIRI-CIRI : 1.Dinding
BAB II KAJIAN PUSTAKA. sebelumnya yang menjadi acuan yaitu sebagai berikut: Penelitian yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian yang Relevan/ Sebelumnya Sebagai langkah awalnya dalam penulisan ini, maka penelitian yang dilakukan mengacu kepada penelitian yang sebelumnya. Adapun penelitian sebelumnya
ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN. Pertemuan Ke-5
ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN Pertemuan Ke-5 Bunga Buah Biji Daun Akar Batang AKAR Mengokohkan tegaknya tumbuhan Menyerap air dan garam mineral serta mengalirkannya ke batang dan daun Menyimpan
IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN Rhoeo discolor Pada UNIVERSITAS NEGERI MALANG
IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN Rhoeo discolor Pada UNIVERSITAS NEGERI MALANG LAPORAN PENELITIAN Disusun untuk memenuhi tugas Matakuliah Morfologi Tumbuhan yang diampu oleh Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S. Oleh:
PERTULANGA G N D AUN
PERTULANGAN DAUN Tulang Dan (Nervatio/Venatio) Tepi Daun (Margo Folii) Costa Costa: tulang daun primer Nervus lateralis: percabangan ke samping dari tulang daun primer Vena Vena: urat-urat yang terbentuk
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Alam Bagian-bagian Tumbuhan SEKOLAH DASAR TETUM BUNAYA Kelas Mars Nama Pengajar: Kak Winni Ilmu Pengetahuan Alam Bagian-bagian Tumbuhan Tumbuh-tumbuhan banyak ditemui di lingkungan sekitar
Perdu Perdu Perdu Herba Herba Liana Ruang lingkup Dendrologi Peranan dendrologi dalam kehutanan
BAB I PENDAHULUAN Dendrologi menurut Harlow dan Harrar (1969) didefinisikan sebagai: Ilmu yang mempelajari tentang pohon atau ilmu yang mempelajari taksonomi tumbuhan berkayu termasuk pohon, perdu dan
Struktur Dasar dan Terminologi Tumbuhan Berbiji
Modul 1 Struktur Dasar dan Terminologi Tumbuhan Berbiji Dra. Siti Samiyarsih, M.Si. T PENDAHULUAN umbuh-tumbuhan merupakan bahan yang mutlak diperlukan oleh hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia
ANATOMI DAN MORFOLOGI DAUN
MODUL BOTANI FARMASI ANATOMI DAN MORFOLOGI DAUN Disusun Oleh : Indah Yulia Ningsih, S.Farm., M.Farm., Apt. BAGIAN BIOLOGI FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat
STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN I
PANDUAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN I (MORFOLOGI TUMBUHAN) Oleh : EVIKA SANDI SAVITRI, M.P. RURI SITI RESMISARI, M.Si NAMA : NIM : JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS
Struktur Dasar dan Terminologi Tumbuhan Berbiji
Modul 1 Struktur Dasar dan Terminologi Tumbuhan Berbiji T PENDAHULUAN Prof. Dra. Debora Utami umbuh-tumbuhan merupakan bahan yang mutlak diperlukan oleh hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia karena
MATERI DAN METODE. Gambar 3.1.Lokasi Penelitian
III. MATERI DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2014 di Kecamatan Kepenuhan, Kepenuhan Hulu Dan Kecamatan Rambah Hilir di Kabupaten Rokan Hulu.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Program Studi Jenjang Semester Jumlah SKS Mata Kuliah prasyarat Dosen : Morfologi Tumbuhan : BIO : Pendidikan Biologi/Biologi N.K : S1 : Ganjil/Genap
BAB. Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya
BAB 2 Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya Pada hari Minggu, Nina dan Siti pergi ke rumah Dimas. Di sana, mereka melihat Dimas sedang bekerja membantu ayah Dimas memindahkan bibit mangga yang dibeli ayahnya
LAPORAN PRAKTIKUM EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA ACARA I EVALUASI LUAS DAUN. Oleh : Apriliane Briantika Louise NIM A1L013055
LAPORAN PRAKTIKUM EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA ACARA I EVALUASI LUAS DAUN Oleh : Apriliane Briantika Louise NIM A1L013055 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) SDN 2 Gunungputri yang di dalamnya terdapat program pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru di tuntut untuk
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN (Klasifikasi) By Luisa Diana Handoyo, M.Si.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN (Klasifikasi) By Luisa Diana Handoyo, M.Si. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu : Menjelaskan ciri khas tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan
Menurut konfigurasi helaian, daun terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: Daun
Menurut konfigurasi helaian, daun terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: Daun Tunggal Majemuk Daun Tunggal DAUN TUNGGAL adalah daun yang helaiannya hanya terdiri satu helai pada tangkai daunnya. Terdiri dari
SIFAT-SWAT MORFOLOGIS DAN ANATOMIS LANGKAP (Arenga obtusifolia Blumme Ex. Mart) Haryanto dan Siswoyo'"
Media Konservasi Edisi Khusus, 1997 : Hal. 10 5-109 105 SIFAT-SWAT MORFOLOGIS DAN ANATOMIS LANGKAP (Arenga obtusifolia Blumme Ex. Mart) Oleh : Haryanto dan Siswoyo'" PENDAHULUAN Menurut Muntasib dan Haryanto
Apl Vegetasi pada Lansekap dan Desain Ruang Luar By: Dian P.E. Laksmiyanti, ST.MT. Klasifikasi Tanaman
Apl Vegetasi pada Lansekap dan Desain Ruang Luar By: Dian P.E. Laksmiyanti, ST.MT Klasifikasi Tanaman Klasifikasi Tanaman Karakter tumbuhan lumut Dinding sel tersusun atas selulosa. Daun lumut tersusun
Morfologi Daun. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Morfologi Daun Ir. Hadisunarso M PENDAHULUAN odul pertama ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang keanekaragaman daun berdasarkan ciri morfologinya. Modul ini memberikan landasan bagi Anda
BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berada dikawasan lingkungan STAIN Palangka Raya ditemukan
57 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Hasil yang diperoleh selama penelitian menunjukan bahwa tumbuhan Herba yang berada dikawasan lingkungan STAIN Palangka Raya ditemukan beberapa jenis tumbuhan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. beberapa Kecamatan yaitu Kecamatan Kota Tengah, Kecamatan Kota Utara dan
20 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pengamatan stomata dalam penelitian ini dilakukan pada 9 varietas tumbuhan puring yang terdapat di Kota Gorontalo. Varietas puring ini
LAMPIRAN. 1. Deskripsi jenis Anggrek yang ditemukan di Hutan Pendidikan USU
LAMPIRAN 1. Deskripsi jenis Anggrek yang ditemukan di Hutan Pendidikan USU 1. Agrostophyllum longifolium Habitat : herba, panjang keseluruhan ± 60 cm, pola pertumbuhan monopdodial Batang : bentuk pipih,
Latar belakang Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga.
Latar belakang Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga. Pada proses pembelahan, pembesaran dan diferensiasi sel-sel
DESKRIPSI TANAMAN. Acriopsis javanica Reinw.
DESKRIPSI TANAMAN Acriopsis javanica Reinw. Marga : Acriopsis Jenis : Acriopsis javanica Reinw Batang : Bulat mirip bawang Daun : Daun 2-3 helai, tipis berbentuk pita, menyempit ke arah pangkal Bunga :
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA DAN KLASIFIKASI BUAH
PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI BUAH Arti Botani organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium) disebut buah sejati Arti Pertanian tidak terbatas yang terbentuk
BAB VIII BAGIAN TUBUH TANAMAN
BAB VIII BAGIAN TUBUH TANAMAN Pada dasarnya tubuh tumbuh-tumbuhan tersusun atas 3 bagian pokok, yaitu akar (radix), batang (caulis), dan daun (folium). Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Daun Daun adalah salah satu organ pada tumbuhan yang memiliki peranan sangat penting dalam keberlangsungan hidup tumbuhan tersebut. Hal ini dikarenakan tumbuhan merupakan organisme
I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulanjuni sampai Juli 2012 di Desa
I. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulanjuni sampai Juli 2012 di Desa Air Tiris Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau. 3.2.Bahan dan Alat Bahan yang
II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung manis termasuk dalam golongan famili graminae dengan nama latin Zea
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Botani Jagung Manis Jagung manis termasuk dalam golongan famili graminae dengan nama latin Zea mays saccarata L. Menurut Rukmana ( 2009), secara sistematika para ahli botani mengklasifikasikan
CIRI CIRI KACANG TANAH
CIRI CIRI KACANG TANAH 1. Kacang tanah (Arachis hypogaea) adalah tanaman dari keluarga kacang polong, satu famili dengan tanaman pangan lain seperti lentil, kacang kedelai dan buncis. 2. Meskipun dari
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN (AKAR, BATANG, DAUN, BUNGA, BUAH, DAN BIJI) I. A K A R Berdasarkan asalnya, akar ada 2 macam : 1. Akar Primer : Akar pertama yang tumbuh dari lembaga yang terkandung
BAB II PEMBAHASAN. Tumbuhan Dikotil (Tumbuhan Biji Berkeping Dua)
BAB II PEMBAHASAN Tumbuhan Dikotil (Tumbuhan Biji Berkeping Dua) A. Pengertian Tumbuhan Dikotil Tumbuhan Dikotil adalah tumbuhan berpembuluh berbiji tertutup, berkotiledon dua, berakar tunggang, bagian
FITOGRAFI KORMUS DAN BAGIAN-BAGIANNYA
FITOGRAFI 15.1. KORMUS DAN BAGIAN-BAGIANNYA Kormus merupakan tumbuhan yang nyata memperlihatkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok yaitu akar (radiks), batang (caulis) dan daun (folium). Ciri ini hanya
PRAKTIKUM VI I. ALAT DAN BAHAN II. CARA KERJA
PRAKTIKUM VI Topik : Epidermis dan Derivatnya Tujuan : Untuk mengamati bentuk-bentuk epidermis, trikoma dan stoma Hari/Tanggal : Kamis, 16 April 2011 Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
II. TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Karakteristik Tanaman Durian. dikonsumsi ada Sembilan species, yaitu D. zibethinus, D. kutejensis (lai), D.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Klasifikasi dan Karakteristik Tanaman Durian Durian merupakan salah satu anggota genus Durio. Durian yang dapat dikonsumsi ada Sembilan species, yaitu D. zibethinus, D. kutejensis
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Rotan adalah salah satu jenis tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) yang memiliki peranan ekonomi yang sangat penting (FAO 1997). Sampai saat ini rotan telah dimanfaatkan sebagai
TINJAUAN PUSTAKA. menjadi tegas, kering, berwarna terang segar bertepung. Lembab-berdaging jenis
16 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Ada 2 tipe akar ubi jalar yaitu akar penyerap hara di dalam tanah dan akar lumbung atau umbi. Menurut Sonhaji (2007) akar penyerap hara berfungsi untuk menyerap unsur-unsur
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantiatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian
Daerah Aliran Atas: Pohon: -Pinus (Pinus mercusii) Semak: -Pakis (Davillia denticula) -Kirinyu (Cromolaena odorata) -Pokak
Daerah Aliran Atas: Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro: Vegetasi tepi sungai berupa semak campuran pepohonan yang tumbuh di atas tebing curam (20 m). Agak jauh dari sungai terdapat hutan Pinus (Perhutani);
Ciri-ciri Spermatohyta
Ciri-ciri Spermatohyta Memiliki biji Memiliki jaringan pengangkut (xylem dan Floem) Dibedakan atas Gymnospermae (berbiji terbuka), dan Angiospermae (Berbiji tertutup) Gymnospermae (berbiji terbuka) berbiji
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Botani Tanaman Tomat Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan (Pudjiatmoko, 2008). Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta
LAMPIRAN 01 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1
LAMPIRAN 01 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Nama Sekolah : SD Negeri Bandar 02 Mata Pelajaran : IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam ) Kelas / Semester : IV / 1 Alokasi Waktu : 5 X 35 menit A. Standar
HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Morfologi Tanaman Begonia
2 kerapatan, dan ukuran stomata (panjang dan lebar). Kerapatan stomata dapat dinyatakan dengan jumlah stomata/mm 2. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop cahaya pada perbesaran 100x dan 400x. Irisan transversal
TINJAUAN PUSTAKA. Tanah Gambut. memungkinkan terjadinya proses pelapukan bahan organik secara sempurna
TINJAUAN PUSTAKA Tanah Gambut Tanah gambut terbentuk dari bahan organik sisa tanaman yang mati diatasnya, dan karena keadaan lingkungan yang selalu jenuh air atau rawa, tidak memungkinkan terjadinya proses
BATANG & MODIFIKASINYA
BATANG & MODIFIKASINYA BATANG BATANG Analog: sumbu tubuh tumbuhan Umumnya berada di atas tanah Saluran penghubung berbagai organ Bagian-bagian: Buku (nodus) & internodus (ruas). Pada dikotil tidak nyata.
Penggolongan Makhluk Hidup secara Sederhana
Bab 2 Penggolongan Makhluk Hidup secara Sederhana Tujuan Pembelajaran Siswa dapat: 1. menggolongkan hewan berdasarkan persamaan ciri-cirinya, misalnya berdasarkan jumlah kaki, cara bergerak, jenis makanan,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam tangale yang terdapat di
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam tangale yang terdapat di Kabupaten Gorontalo. Cagar Alam ini terbagi menjadi dua kawasan yaitu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. : Spermatophyta. : Monocotyledonae. Species : Allium ascalonicum L.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA D. Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) 1. Klasifikasi Menurut Rahayu, Estu dan Berlian (2006) Tanaman bawang merah diklasifikasikan dalam golongan berikut : Divisi Subdivisi Class
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Botani Tanaman Bayam Bayam (Amaranthus sp.) merupakan tanaman semusim dan tergolong sebagai tumbuhan C4 yang mampu mengikat gas CO 2 secara efisien sehingga memiliki daya adaptasi
PENGENALAN VARIETAS LADA, PALA, dan CENGKEH. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat November 2015
PENGENALAN VARIETAS LADA, PALA, dan CENGKEH Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat November 2015 DESKRIPSI VARIETAS LADA LADA VAR. NATAR 1 SK Menteri Pertanian nomor : 274/Kpts/KB.230/4/1988 Bentuk Tangkai
III. MATERI DAN METODE. Penelitian tentang identifikasi klon karet unggul tingkat petani
III. MATERI DAN METODE 1.1. Waktu dan Tempat Penelitian tentang identifikasi klon karet unggul tingkat petani dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2013. Pemilihan tempat penelitian berdasarkan
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini berlangsung sejak bulan September 2013 sampai dengan Juli 2014 di Desa Sotol Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. 3.2. Bahan dan Alat Bahan
KARAKTER MORFOLOGI DAUN BEBERAPA JENIS POHON PENGHIJAUAN HUTAN KOTA DI KOTA MALANG
KARAKTER MORFOLOGI DAUN BEBERAPA JENIS POHON PENGHIJAUAN HUTAN KOTA DI KOTA MALANG Roimil Latifa Jurusan Biologi FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246, Malang 65144 Email: [email protected]
LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI ANATOMI AKAR BATANG DAN DAUN
LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI ANATOMI AKAR BATANG DAN DAUN Di susun oleh ; SYAYID NURROFIK 1404020003 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2015 BAB I PENDAHULUAN
1. Ciri Khusus pada Hewan
Makhluk hidup memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri yang membedakan beberapa makhluk hidup dengan makhluk hidup lain disebut ciri khusus. Ciri khusus tersebut berfungsi untuk mempertahankan hidup di dalam
LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN. Jaringan pada Daun Monokotil dan Dikotil
LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN Jaringan pada Daun Monokotil dan Dikotil DISUSUN OLEH : Irwin Septian F05110003 Kelompok VII PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS
Organ dan Sistem Organ Nutritivum (Daun, Batang, dan Akar)
Modul 1 Organ dan Sistem Organ Nutritivum (Daun, Batang, dan Akar) Dra. Tri Saptari Haryani, M.Si. B PENDAHULUAN entuk hidup suatu tumbuhan merupakan bentuk yang dihasilkan untuk tubuh vegetatif sebagai
Lampiran 1. Peta Lokasi Kabupaten Simalungun
Lampiran 1. Peta Lokasi Kabupaten Simalungun Lampiran 2. Analisis Data Umum Kuisioner Desa Dalig Raya KUISIONER I. Lokasi a. Kabupaten : Simalungun b. Kecamatan : Raya c. Desa : Dalig Raya d. Dusun : Tumbukan
Cara Perkembangbiakan Tumbuhan
Cara Perkembangbiakan Tumbuhan Kompetensi Dasar :2.1 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan Tumbuhan Dapat Berkembang Biak Secara Generatif Maupun Vegetatif 1. Tumbuhan Berkembang Biak
POKOK BAHASAN 9. ORGAN DAUN
POKOK BAHASAN 9. ORGAN DAUN Daun merupakan organ yang berfungsi sebagai pusat fotosintesis. Secara morfologi bentuk, ukuran serta struktur daun sangat bervariasi. Daun dapat berbentuk tunggal atau majemuk.
Data Faktor Klimatik dan Edafik pada Berbagai Ketinggian ( 1180 m dpl 1400 m dpl ) di Kawasan Hutan Bebeng, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta
Lampiran 1 Data Faktor Klimatik dan Edafik pada Berbagai Ketinggian ( 1180 m dpl 1400 m dpl ) di Kawasan Hutan Bebeng, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta Daerah I TERBUKA (1180 1280 ) m dpl Ketin ggian Plot
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Botani dan Morfologi Kelapa sawit termasuk tanaman jangka panjang. Tinggi kelapa sawit dapat mencapai 13-18 meter. Tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam tanaman berbiji satu
DAUN ( Folium, Leaf )
DAUN (Folium, Leaf ) DEFINISI Bagian Vegetatif tumbuhan yang melebar dan umumnya berbentuk pipih dan berwarna hijau (Lawrence, 1955; Radford, 1974) Tempat terjadinya Proses fotosintesis (Lawrence,1955;
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Saninten (Castanopsis argentea Blume A.DC) Sifat Botani Pohon saninten memiliki tinggi hingga 35 40 m, kulit batang pohon berwarna hitam, kasar dan pecah-pecah dengan permukaan
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Asam Salisilat 1. Struktur Kimia Asam Salisilat Struktur kimia asam salisilat dan turunannya dapat dilihat pada Gambar 2 : Gambar 2. Struktur kimia asam salisilat dan turunannya
BAB II KAJIAN TEORI. tidaknya proses pendidikan banyak bergantung pada keadaan, kemampuan, dan
10 BAB II KAJIAN TEORI A. Kemampuan Siswa SD Siswa merupakan komponen penting dalam proses pendidikan. Berhasil atau tidaknya proses pendidikan banyak bergantung pada keadaan, kemampuan, dan tingkat perkembangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman kedelai adalah sebagai berikut : : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Klasifikasi Tanaman Kedelai Klasifikasi tanaman kedelai adalah sebagai berikut : Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili : Plantae
II. TINJAUAN PUSTAKA. Semangka merupakan tanaman semusim yang termasuk ke dalam famili
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Botani Tanaman Semangka Semangka merupakan tanaman semusim yang termasuk ke dalam famili Cucurbitaceae sehingga masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan melon (Cucumis melo
LAMPIRAN 1. Tanda tangan,
LAMPIRAN 1 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN HUBUNGAN ASUPAN SERAT, ASUPAN CAIRAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA LANSIA VEGETARIAN DI PUSDIKLAT BUDDHIS MAITREYAWIRA Saya
TINJAUAN PUSTAKA. dalam buku Steenis (2003), taksonomi dari tanaman tebu adalah Kingdom :
TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Berdasarkan klasifikasi taksonomi dan morfologi Linneus yang terdapat dalam buku Steenis (2003), taksonomi dari tanaman tebu adalah Kingdom : Plantae, Divisio : Spermatophyta,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu untuk menganalisis hubungan kekerabatan kultivar Mangifera
BUAH SEJATI. Buah sejati 1. Tugas II Nama : Nurlindah Mkamun Nim : Kelas : Pendidikan Biologi
BUAH SEJATI Buah sejati adalah buah yang terbentuk dari bakal buah saja dan karena buah ini biasanya tidak diselubungi oleh bagian-bagian lainnya, maka dinamakan juga buah telanjang (fructus nudus). Buah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakterisasi secara morfologi beberapa kultivar cabai di Yogyakarta
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Karakterisasi secara morfologi beberapa kultivar cabai di Yogyakarta dilakukan pada bulan Januari-Juni 2016 di lahan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Yogyakarta).
BAB I PENDAHULUAN. kemampuan guru dalam mengembangkan kemampuan siswa SD khususnya. bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sangat diperlukan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adanya tuntutan peningkatan kualitas lulusan SD untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk mengembangkan dan menumbuhkan bakat, minat,
TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Sistem perakaran tanaman bawang merah adalah akar serabut dengan
TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Rukmana (2005), klasifikasi tanaman bawang merah adalah sebagai berikut: Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledonae
III. METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Lokasi Penelitian. B. Perancangan Penelitian. C. Teknik Penentuan Sampel. D. Jenis dan Sumber Data
16 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 s/d Januari 2016. Lokasi penelitian berada di Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi,
II. TINJAUAN PUSTAKA. Durian merupakan salah satu anggota genus Durio. Durian yang dapat
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Botani Tanaman Durian Durian merupakan salah satu anggota genus Durio. Durian yang dapat dikonsumsi ada sembilan spesies, yaitu D. zibethinus, D. kutejensis (lai), D. excelsus
Terminologi. Tabel 4. Karakteristik yang membedakan Magnoliopsida dan Liliopsida
BAB V TERMINOLOGI Tumbuhan tingkat tinggi yang dimaksud dalam tulisan adalah tumbuhan berbunga atau divisi Magnoliophyta yang dalam sistem klasifikasi terdahulu termasuk Angiospermae. Selanjutnya dalam
Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si
Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si Pelatihan dan Pendidikan Baby Sitter Rabu 4 November 2009 Pengertian Gizi Kata gizi berasal dari bahasa Arab Ghidza yang berarti makanan Ilmu gizi adalah ilmu
