BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.
|
|
|
- Susanto Kusumo
- 10 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Lingkungan hidup adalah satu kesatuan dari suatu ruang yang terdiri dari benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia di dalamnya yang membentuk suatu sistem dengan hubungan yang saling mempengaruhi untuk membentuk kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain yang ada di dalamnya (Bruce Mitchell, 2003). Hubungan saling ketergantungan antara semua elemen yang ada dalam sistem ini sangat penting diketahui terutama oleh manusia sebagai pengelola utama di dalam sistem ini agar keberlangsungan hubungan ini dapat terus dipertahankan untuk keberlanjutan sistem kehidupan di atas muka bumi. Lajunya pertambahan penduduk dan meningkatnya kebutuhan manusia akan kebutuhan pangan dan papan menyebabkan lingkungan ikut dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia karena antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan timbal balik yang penting untuk saling memenuhi kebutuhannya. Menurut Sastrawijaya (2009), antara manusia dan lingkungan hidupnya terdapat hubungan timbal balik. Lingkungan mempengaruhi hidup manusia dan sebaliknya manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Manusia ada dalam lingkungan hidupnya dan tidak dapat terpisahkan dari padanya. Dengan demikian lingkungan hidup menjadi bagian penting dari kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika lingkungan hidup rusak maka kebutuhan hidup manusia akan terganggu. Lingkungan hidup yang rusak adalah lingkungan yang tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dalam mendukung kehidupan. Upaya manusia dalam meningkatkan kualitas hidup merupakan sesuatu yang tidak dapat dibendung karena setiap manusia selalu berusaha untuk lebih meningkatkan kualitas hidupnya dari hari ke hari. Dengan demikian maka lingkungan hidup yang merupakan bagian dari faktor penunjang kualitas hidup manusia menjadi obyek untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan meningkatnya pertambahan jumlah penduduk dibarengi dengan perubahan peradaban yang begitu cepat serta peningkatan kebutuahn manusia yang begitu beragam maka sumberdaya alam akan menjadi berkurang akibat upaya pemenuhan kebutuhan manusia. Dengan
2 demikian maka lingkungan hidup semakin banyak di manfaatkan dan akan mengurangi daya dukungnya. Manusia akan melakukan eksploitasi sumberdaya alam secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhannya dan jika eksploitasi ini tidak dilakukan dengan bijak maka akan terjadi kesenjangan lingkungan yang berdampak pada terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Pemenuhan kebutuhan hidup manusia dilakukan dengan kegiatan usaha dan jasa dan tidak terelakkan bahwa hasil akhir dalam proses ini dalam memenuhi kebutuhan manusia berupa sandang, pangan dan papan akan menghasilkan produk akhir berupa limbah. Limbah dalam proses akhir dari penyediaan barang kebutuhan manusia akan menjadi beban bagi lingkungan untuk mendegradasinya. Jumlah limbah yang semakin besar yang tidak terdegradasi akan menimbulkan masalah bagi lingkungan yaitu pencemaran lingkungan (Paryadi, 2008). Selain hasil akhir berupa limbah dari proses penyediaan barang dan jasa bagi manusia berupa limbah yang tidak bisa terdegradasi oleh lingkungan, kurangnya pemahaman manusia akan pentingnya lingkungan hidup sehingga manusia melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam yang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan berupa pencemaran lingkungan dan pengurangan sumberdaya alam. Dengan meningkatnya masalah lingkungan berupa pencemaran lingkungan dan berkurangnya sumberdaya alam diperlukan pemahaman akan upaya pelestarian lingkungan. UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada point ke empat dari pasal 65 menyebutkan bahwa setiap orang berhak dan berperan dalam pegelolaan lingkungan hidup. Ini berarti bahwa siapapun dia baik pemerintah maupun masyarakat mempunyai kewajiban untuk ikut dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Sekolah sebagai Institusi pendidikan dan juga merupakan wadah pendidikan bagi manusia merupakan target utama untuk dilibatkan dalam upaya pengelolaan lingungan hidup lewat implementasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dalam dunia pendidikan ini. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, bagi kemakmuran masyarakat, bangsa, dan Negara
3 Pemahaman akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sehingga tetap terjaga keberlangsungannya dan menjadi seimbang dalam kehidupan di bumi ini perlu dipahami oleh manusia dan hal ini harus ditanamkan pemahamannya kepada generasi ke generasi. Dasar pemahaman akan pentingnya lingkungan hidup ini harus dipahami oleh manusia yang merupakan salah satu makhluk hidup yang ada dalam sistem ini mempunyai kemampuan berpikir serta mempunyai nurani untuk menangkap informasi, budaya dan teknologi (Soerjani,2007:2). Kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup perlu di tanamkan kepada manusia dan perlu dilakukan sejak dini sehingga tertanam nilai-nilai kecintaan akan lingkungan. Diharapkan dengan tertanamnya nilai-nilai kecintaan terhadap lingkungan ini akan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya lingkungan sehinggga menumbuhkan kesadaran mereka untuk ikut terlibat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya lingkungan hidup selain dapat diperoleh melalui pendidikan formal yakni lewat bangku pendidikan namun juga dapat di peroleh lewat pendidikan nonformal. Pendidikan formal yaitu pendidikan yang terstruktur dan terjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal yaitu jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan terjenjang; sedangkan pendidikan informal berupa pendidikan yang diperoleh melalui keluarga dan lingkungan (Mendiknas, 2003). Pendidikan formal yang dimaksud adalah dunia pendidikan merupakan wahana yang resmi untuk menyampaikan pemahaman dan pengetahuan akan lingkungan hidup. Ini berarti bahwa lembaga pendidikan atau sekolah merupakan wahana yang penting untuk mendidik dan membina manusia untuk mengerti dan memahami suatu ilmu. Pemahaman dan pengertian Lingkungan Hidup tidak cukup disampaikan dalam bentuk pesan-pesan lingkungan begitu saja namun perlu di implementasikan lebih jauh lagi sebagai suatu ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran baik itu secara monolitik maupun terintegrasi. Hal ini di maksudkan agar siswa lebih di tuntut untuk memahami pentingnya lingkungan hidup. Dengan keterlibatan pihak sekolah dalam upaya ini maka peran pemerintah sangat penting untuk menjadi pengontrol bagi jalannya program implementasi pemahaman dan pengetahuan akan lingkungan hidup di sekolah. Pemahaman akan lingkungan hidup telah dimasukan dalam salah satu mata pelajaran berdasarkan kesepakatan antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional dalam Keputusan nomor : Kep 07/MENLH/06/2005 Nomor : 05/VI/KB/2005 tentang Pembinaan dan Pengembangan
4 Pendidikan Lingkungan Hidup yang ditandatangani tanggal 5 Juni Surat keputusan ini menjadi surat resmi dan menjadi dasar untuk pembinaan dan pengembangan pendidikan lingkungan hidup, dengan penekanan bahwa pendidikan lingkungan hidup dilakukan secara integrasi dengan mata pelajaran yang sudah ada. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup terus memainkan peranannya dengan mendorong pendidikan lingkungan hidup untuk dimasukan dalam kurikulum sekolah. Secara formal pendidikan lingkungan hidup menjadi salah satu alternatif yang rasional untuk memasukan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kurikulum yang dilakukan secara monolitik. Sudarwanto, 2009 memberikan kesimpulan pada hasil penelitian yang dilakukan di SD dan SMP di Kabupaten Demak bahwa pemerintah kabupaten Demak telah mendorog sekolah-sekolah di Kabupaten Demak baik tingkat SD maupun SMP untuk melaksanakan program Pendidikan Lingkungan Hidup yang dilakukan melalui pendekatan monolitik dan terintegrasi dan memberikan hasil bahwa perilaku para siswa di sekolah turut serta dalam upaya pengelolaan lingkungan. Pemahaman dasar dari Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) adalah upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,ketrampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Upaya pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi teori yang diperoleh di bangku pendidikan tetapi juga harus menjadi bagian dalam perilaku setiap hari. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Balitbang Propinsi Jawa Tengah tentang Perilaku Sosial Anak Sekolah Terhadap Lingkungan Hidup dan Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup disimpulkanbahwa pentingnya peran sekolah dan lingkungan tempat tinggal dalam pendidikan lingkungan hidup (Balitbang, 2007). Selain mata pelajaran PLH sebagai bagian yang diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada di sekolah, Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong sekolah-sekolah untuk menciptakan suasana sekolah yang berbudaya lingkungan dengan mengadakan kompetisi Sekolah Berbudaya Lingkungan atau dikenal dengan program Adiwiyata. Program ini dicanangkan pada tahun 2006 sebagai tindak lanjut MoU tanggal 3 Juni 2003 antara Menteri Negara
5 Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional. Program Adiwiyata ini baru di mulai tahun 2006 dan dikhususkan untuk pulau Jawa karena masih pada tahap mencari model untuk kriterianya. Namun sejak tahun 2007 program ini kemudian dilaksanakan menyeluruh ke tiap propinsi yang ada di Indonesia (KLH, 2010). Berdasarkan Pedoman Adiwiyata tahun 2010 (KLH,2010), Program Adiwiyata adalah program untuk menciptakan sekolah yang berbudaya dan peduli lingkungan. Indikator penting dari konsep sekolah Adiwiyata adalah : 1. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan 2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan 3. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif 4. Pengembangan dan Pengelolaan Sarana Pendukung sekolah. Program Adiwiyata ini berupaya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif. Selain itu program Adiwiyata ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Upaya mendorong kesadaran dari komunitas sekolah dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan ini merupakan tanggungjawab bersama baik komunitas sekolah, pemerintah, masyarakat dan swasta (M. Fakhruan Hirazi, 2009). SDN Panggang 4 Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara sebagai peraih Adiwiyata Mandiri tahun 2010 mengimplementasi program Adiwiyata dalam upaya pengelolaan lingkungan sekolah sangat ditunjang dengan penerapan unsur-unsur yang ada di dalam program Adiwiyata dan juga oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinan sekolah serta tidak terlepas dari pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup di sekolah tersebut (Manurung, 2010). Penerapan program Pendidikan Lingkungan Hidup sebagai mata pelajaran dari Kementrian Lingkungan hidup melebar ke wilayah Indonesia Timur. Program ini kemudian
6 di manfaatkan oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup dan pihak swasta yakni PT Freeport Indonesia. SMP YPJ Kuala Kencana yang sudah memasukan program pendidikan lingkungan hidup sebagai mata pelajaran muatan lokal berhasil mendapat penghargaan Adiwiyata tingkat nasional pada tahun Program ini merupakan program baru bagi wilayah Indonesia Timur khususnya Papua sehingga hal ini mendorong sekolah-sekolah yang lain di kota Timika dan sekitarnya untuk mengikuti program ini salah satunya adalah SMP Negeri-2 Timika. SMP Negeri-2 yang beralamatkan di jalan Budi Utomo no. 78 Timika Indah Kelurahan Koprapoka, Kecamatan Mimika Baru Kabupaten Mimika adalah salah satu dari 20 Sekolah Menengah Pertama yang sudah terlibat dengan program Working With school sejak tahun 2008 dan menerapkan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dalam kurikulum berbasis lingkungan yang di mulai sejak tahun Sekolah ini memiliki jumlah siswa sebanyak 1010 siswa dengan jumlah guru sebanyak 32 orang. Pelaksanaan mata pelajaran PLH di SMP Negeri-2 sejak tahun 2010 ini merupakan upaya dan niat pihak sekolah untuk mempersiapkan sekolahnya dalam kompetisi sekolah berwawasan lingkungan atau dikenal dengan sebutan Sekolah Adiwiyata. Dalam pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup menuju Sekolah Adiwiyata masih terlihat beberapa hal yang terkait dengan pelaksanaan mata pelajaran PLH yang belum terlaksana seperti belum adanya buku pegangan guru ataupun siswa, kebijakan tegas dari pimpian sekolah serta suport dari pihak luar. Dalam persiapan menuju Sekolah Adiwiyatapun masih ada beberapa hal yang belum disiapkan dengan baik oleh SMP negeri-2 seperti kebijakan tegas dari pimpinan, fasilitas penunjanng seperti TPA, kebun sekolah dan Kantin sehat serta sarana fisik sekolah. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan diluar Papua seperti yang dilakukan oleh Sudarwanto (2009) di Demak menyimpulkan bahwa siswa-siswi di SD dan SMP sekabupaten Demak sudah menunjukkan sikap yang baik dalam ikut serta mengelola lingkungan sekolah di mana mata pelajaran PLH yang diajarkan dilaksanakan secara monolitik dan penilainnya secara terstruktur. Selain itu Manurung (2011) dalam penelitian yang dilakukan di SDN Panggang 04 menyimpulkan bahwa implementasi Adiwiyata di dalam perilaku siswa sudah berjalan baik namu perlu adanya kebijakan tegas dari pimpinan sekolah. Papua sebagai wilayah Timur Indonesia dan baru mengimplementasikan program mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup menuju Adiwiyata menjadi hal baru dan di kabupaten Mimika SMP negeri-2 Timika sudah melaksanakan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup selama 2 tahun sehingga peneliti ingin evaluasi pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan
7 Hidup di SMP Negeri-2 dalam mempersiapkan sekolah ini menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat nasional Perumusan Masalah Dalam mempersiapkan diri mengikuti program sekolah berwawasan lingkungan tingkat nasional (Sekolah Adiwiyata) maka SMP Negeri-2 telah melakukan beberapa persiapan. Salah satunya adalah dengan menerapkan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah dan menjadikannya sebagai kurikulum muatan lokal (mulok). Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan salah satu dari indikator yang dipersyaratan dalam kriteria Sekolah Berwawasan Lingkungan (Sekolah Adiwiyata) yang dilakukan dengan mengimplementasi semua yang dipersyaratkan dalam sekolah berwawasan lingkungan seperti menjadikan PLH sebagai kurikulum muatan lokal, pengadaan tempat sampah, menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan implementasi lainnya yang dilakukan untuk memenuhi kriteri dalam mengikuti kompetisi Sekolah Berwawasan Lingkungan (Sekolah Adiwiyata) tingkat nasional. Berbagai upaya sudah dilakukan sejak tahun 2010 sampai saat ini namun masih ditemukan beberapa hal yang belum terlaksana seperti modifikasi mata pelajaran PLH, Kebijakan pimpinan serta kurangnya kepedulian siswa dan guru terhadap kebersihan dan keserasihan lingkungan sekolah sehingga perlu dilakukan evaluasi pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup di SMP N-2 Kecamatan Mimika Baru Kabupaten Mimika yang telah dilakukan sejak tahun 2010 hingga tahun Penelitian ini juga diakukan untuk menganalisa sejauh mana SMP N-2 mempersiapkan diri untuk menuju sekolah Adiwiyata. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1. Mengevaluasi pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup di SMP Negeri-2 Kecamatan Mimika Baru Kabupaten Mimika. 2. Menganalisa sejauh mana SMP Negeri-2 mempersiapkan sekolah menuju Sekolah Adiwiyata. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan maanfaat antara lain :
8 1. Sebagai bahan evaluasi bagi SMP Negeri-2 dalam pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup menuju Sekolah Adiwiyata. 2. Sebagai bahan masukan bagi Pemda setempat (khususnya Dinas Pendidikan dan Pengajaran serta Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika) untuk terus mendorong dan mendukung pelaksanaan program Adiwiyata di Kabupaten Mimika. 3. Sebagai bahan informasi dan referensi bagi masyarakat; khususnya sekolah sekolah di wilayah Mimika agar berpartisipasi aktif dalam pelakasanaan PLH melalui pengembangan program sekolah Adiwiyta. 4. Sebagai bahan informasi dan referensi bagi para peneliti untuk mengembangkan program Pendidikan Lingkungan Hidup secara menyeluruh dan terintegrasi Originalitas Penelitian No Nama dan tahun Tesis/Jurnal 1 Lestari Hana/2004. Judul Tesis/Jurnal Kajian Perencanaan Pengajaran Mata Pelajaran Kepedulian pada Diri dan Lingkungan (KPDL) tingkat SD di Kota Semarang Hasil Penelitian Perencanaan pengajaran mata Pelajaran Kepedulian pada Diri dan Lingkungan (KPDL) tingkat SD di Kota Semarang telah dilakukan meskipun tidak sempurna, Pelaksanaan pengajaran tidak sesuai dengan perencanaan dengan alasan mapel KPDL digunakan untuk mengejar materi mata pelajaran, Materi pelajaran KPDL yang ada juga masih kurang tepat. 2 Sudarwanto, 2009 Kajian Pendidikan Lingkungan Hidup Di SD dan SMP Terhadapa Pembentukan Perilaku Siswa Dalam rangka Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan. Pendidikan lingkungan hidup yang diajarkan di SD dan SMP di Kabupaten Demak dilakukan melalui pendekatan monolitik dan integratif, pelaksanaan pendidikan LH di SD dan SMP di Kabupaten Demak dilakukan dengan struktur kurikulumdanpenilaian yang baik. Perilaku siswa di sekolah sudah turut serta dalam pengelolaan lingkungan.
9 3 Syahdian, 2009 Hubungan Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan Partisipasi Siswa SMU dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kota Tebing Tinggi Kondisi sosial guru yang baik seperti pengalaman mengajar, kesejahteraan, terjalinnya komunikasi dengan orangtua siswa, pengarahan dan pengawasan kepala sekolah, pengadaan literatur yang berhubungan dengan PKLH dan penataran PKLH menunjukkan pengaruh positif terhadap partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan hidup 4 Yuliantri, Rohma Dwi dan Yasin Yusuf, Tim Peneliti Balitbang Prop. Jateng, Azizah Hanim Nasution dan Alvi Syahrin, Turnip, Zulsen Transformasi Masyarakat melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (Kajian Perilaku Masyarakat Kampus dan Kurikulum Pendidikan Lingkungan di Perguruan Tinggi Yogjakarta Jurnal : Perilaku Sosial Anak Sekolah Terhadap Lingkungan Hidup dan Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Model Pengelolaan Perilaku Lingkungan Hidup Komunitas Sekolah sebagai Upaya Mempersiapkan Generasi Berwawasan Pembangunan Berkelanjutan (Studi kasus Propinsi Sumatera Utara) Hubungan Kinerja Guru dengan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Siswa Peduli Lingkungan Hidup Pada Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di SMK Kota Medan Belum semua perguruan tinggi memiliki mata kuliah lingkungan hidup sebagai mata kuliah umum, kurikulum lingkungan hidup di perguruan tinggi DIY masih menekankan memorize, pengembangan kurikulum lingkungan hidup kurang komprehensif, pengembangan kurikulum lingkungan hidup kurang aplikatif, belum optimalnya daya dukung pihak kampus terhadap lingkungan. Pentingnya peran sekolah dan lingkungan tempat tinggal dalam pendidikan lingkungan hidup Peranan kepala sekolah, guru, komite sekolah, orangtua, pengetahuan siswa, sikap siswa berpengaruh dalam pengelolaan lingkungan hidup di sekolah. Hubungan antara tingkat pengetahuan siswa dengan sikap dan perilaku siswa adalah signifikan; secara umum kinerja guru pada implementasi PLH di SMK kota Medan dikategorikan kurang yaitu : 56%, dan kinerja guru tinggi dan sangat tinggi sebesar 44%; perilaku siswa peduli lingkungan adalah baik, persentasi cukup baik dan sangat baik 73%.
10 8 Yupiter L. Manurung, 2011 Tesis : Program ADIWIYATA dalam Pengelolaan Lingkungan Sekolah (Studi Kasus SDN Panggang 04 Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah). Implementasi program Adiwiyata di SDN Panggang 04 Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara, telah dilaksanakan dengan baik namun perlu ketegasan dari pimpinan sekolah dalam kebijakan-kebijakan lingkungan lainnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kegiatan pembangunan dan pesatnya kemajuan teknologi di berbagai bidang telah dan akan terus menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif pada lingkungan, yaitu
BAB I PENDAHULUAN. Pada bab pendahuluan ini akan diuraikan latar belakang, identifikasi dan
BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini akan diuraikan latar belakang, identifikasi dan rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional penelitian. 1.1 Latar Belakang
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
29 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Program Adiwiyata-Sekolah Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup (Panduan Sekolah Adiwiyata 2010 Wujudkan Sekolah Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia Pesatnya pembangunan saat ini yang ditopang dengan modernitas industrial dan mesin-mesin teknologi mutakhir telah menyebabkan sumbersumber
BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia ini. Setiap hari selalu mendapatkan berita-berita tentang kerusakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah kerusakan lingkungan sudah bukan merupakan hal yang baru dalam dunia ini. Setiap hari selalu mendapatkan berita-berita tentang kerusakan lingkungan.
BAB I PENDAHULUAN. dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didk secara aktif mengembangkan potensi dirinya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah lingkungan hidup semula merupakan masalah alami, yakni peristiwa-peristiwa yang terjadi sebagai bagian dari proses natural. Proses natural ini terjadi tanpa
BAB I PENDAHULUAN. diwujudkan sebagai bentuk kebersamaan antara dunia pendidikan dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar makhluk hidup dan berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup (Sirait, 2011: 3). Menurut Undang-Undang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan sekolah dasar merupakan bagian dari pendidikan nasional yang mempunyai peranan sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberikan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran akan pentingnya lingkungan dapat mewujudkan rasa tanggung jawab bagi warga
BAB I PENDAHULUAN. Hanya dengan menjadikan ini kepedulian dan upaya bersama, sumberdaya. calon pengambil keputusan di masa mendatang.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup merupakan salah satu masalah global yang perlu mendapat perhatian serta penanganan secara serius dan berkelanjutan.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan merupakan sarana yang penting dalam menghasilkan
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Lingkungan hidup sebagai sumber kehidupan saat ini mendapat perhatian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lingkungan hidup sebagai sumber kehidupan saat ini mendapat perhatian yang baik dari masyarakat. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan yang memprihatinkan akibat bencana
ADIWIYATA MEWUJUDKAN SEKOLAH YANG BERBUDAYA LINGKUNGAN
ADIWIYATA MEWUJUDKAN SEKOLAH YANG BERBUDAYA LINGKUNGAN Heny Puspita R Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam
BAB I PENDAHULUAN. pengelolaan lingkungan hidup. Afandi (2013) mengatakan bahwa pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
METODE EVALUASI 2 STANDAR (Kebijakan Berwawasan dan Penerapan Kurikulum Berbasis Lingkungan)
METODE EVALUASI 2 STANDAR (Kebijakan Berwawasan dan Penerapan Kurikulum Berbasis Lingkungan) Oleh : Ir. Rugaya Biki, M.Si BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAN RISET DAERAH (BLHRD) PROVINSI GORONTALO Outline Materi
KEBIJAKAN PROGRAM ADIWIYATA Provinsi Gorontalo Tahun 2014
KEBIJAKAN PROGRAM ADIWIYATA Provinsi Gorontalo Tahun 2014 (Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan) Oleh : Ir. Nontje Lakadjo PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah (BHLRD)
2016 IMPLEMENTASI SEKOLAH BERBUD AYA LINGKUNGAN D AN PED ULI LINGKUNGAN WARGA SEKOLAH D I SMA NEGERI 9 BAND UNG
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Menurut UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menjelaskan bahwa, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Upaya Pencapaian Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan pengertian upaya adalah untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, tindakan yang
Laporan PELAKSANAAN SOSIALISASI ADIWIYATA PROV. GORONTALO TAHUN 2014 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2014
Laporan PELAKSANAAN SOSIALISASI ADIWIYATA PROV. GORONTALO TAHUN 2014 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2014 BIDANG SISTEM INFORMASI LINGKUNGAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAN RISET
BAB I PENDAHULUAN. Sragen yang telah berhasil mewujudkan sekolah adiwiyata dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah SD Negeri Sine 1 Sragen merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Sragen yang telah berhasil mewujudkan sekolah adiwiyata dengan diterimanya penghargaan Adiwiyata
Surat Ijin Penelitian dari SDN 2 Tegowanu Wetan
LAMPIRAN 60 61 Surat Ijin Penelitian dari SDN 2 Tegowanu Wetan Surat Ijin Penelitian Dari Universitas Kristen Satya Wacana 62 Lembar Instrumen Wawancara Studi Dokumentasi No. Model evaluasi Indikator Item
PENANAMAN ETIKA LINGKUNGAN MELALUI SEKOLAH PERDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN
PENANAMAN ETIKA LINGKUNGAN MELALUI SEKOLAH PERDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN Rachmat Mulyana Abstrak Pendidikan merupakan salah satu upaya potensial dalam mengatasi krisis lingkungan yang terjadi saat ini
TELAAH PEMAHAMAN DAN PARTISIPASI GURU SD DI KECAMATAN COLOMADU DALAM PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA
SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA V Kontribusi Kimia dan Pendidikan Kimia dalam Pembangunan Bangsa yang Berkarakter Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP UNS Surakarta, 6 April 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Septi Rotari, 2016
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini arus globalisasi telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia secara menyeluruh termasuk Indonesia. Masyarakat sekarang ikut dimanjakan oleh kemudahan-kemudahan
BAB I. PENDAHULUAN. ditengarai dengan perilaku guru dan murid sekolah yang tidak berwawasan
22 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengelolaan sekolah di satu sisi dapat menampilkan kondisi yang kontradiktif jika ditinjau dari sudut pelestarian lingkungan. Hal ini terutama ditengarai dengan
Oleh : Sri Handayani NIM K
Hubungan antara lingkungan belajar dan persepsi siswa tentang jurusan yang diminati dengan prestasi belajar siswa kelas X S M A N e g e r i 3 S u k o h a r j o tahun ajaran 2005/2006 Oleh : Sri Handayani
BAB I PENDAHULUAN. partisipasi, dan akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasal 65 ayat 2 UU PPLH menyebutkan Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan lingkungan hidup, akses informasi, akses partisipasi, dan akses keadilan dalam
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu topik yang menarik untuk dibahas, karena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu topik yang menarik untuk dibahas, karena pendidikan adalah upaya manusia untuk memperluas dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 26 TAHUN 2010 TENTANG PENGARUSUTAMAAN HIV DAN AIDS MELALUI PENDIDIKAN
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 26 TAHUN 2010 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang Mengingat : a. bahwa menurut hasil STHP 2006, epidemi HIV dan AIDS di Provinsi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menjelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan
BAB I PENDAHULUAN. terjadi begitu pesat. Dengan adanya pendidikan di dunia diharapkan semua
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia pendidikan semakin berkembang dengan adanya berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, serta di tantang untuk dapat menjawab berbagai
BAB I. Pendahuluan Latar Belakang Masalah
BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia yang unggul hanya tercipta melalui suatu proses pendidikan. Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1, pendidikan
I. PENDAHULUAN. bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi dan hak
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi dan hak konstitusional bagi setiap warga
BAB I. PENDAHULUAN. kebutuhannya namun tidak memikirkan keadaan lingkungan yang menjadi
1 BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keadaan lingkungan hidup disekitar kita tiap tahun makin memprihatinkan, hal tersebut disebabkan karena kegiatan-kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya
BAB I PENDAHULUAN. dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang. negara, dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku-perilaku yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam
BAB I PENDAHULUAN. sebagai suatu sistem pada prinsipnya bukan hanya bertujuan untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran merupakan interaksi timbal balik antara siswa dengan guru dan antara siswa dengan siswa, yang melibatkan banyak komponen untuk mencapai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Millennium Development Goals (MDGs) adalah sebuah paradigma pembangunan global, dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 23 SERI E
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 23 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PENDIDIKAN MUATAN LOKAL KABUPATEN BANJARNEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB I PENDAHULUAN. pembangunan, Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa yang sudah maju.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang membangun, melalui pembangunan, Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa yang sudah maju. Untuk melakukan
BAB I PENDAHULUAN. pada lingkungan, yaitu berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan pembangunan dan pesatnya kemajuan teknologi di berbagai bidang telah dan akan terus menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif pada lingkungan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Mega Wulandari, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan usaha sadar seseorang dalam mendapatkan bekal ilmu pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat untuk masa sekarang melainkan bermanfaat
2015 ANALISIS PROGRAM DIKLAT PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PERENCANAAN PARTISIPATIF) DI BALAI DIKLAT KEHUTANAN KADIPATEN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sangat erat kaitannya dalam kehidupan manusia. Peranan pendidikan dalam membentuk karakter pribadi seseorang menjadi peluang bagi individu untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. suatu upaya melalui pendidikan. Pendidikan adalah kompleks perbuatan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Maju mundurnya suatu bangsa ditandai oleh sumber daya manusia yang bermutu. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang bermutu, itu diperlukan suatu upaya melalui
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Permasalahan mengenai sampah akhir-akhir ini menjadi hal yang perlu disoroti, apalagi ketika musim penghujan tiba. Pengolahan sampah yang tidak sesuai menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terbaik bagi siswa sehingga membuat siswa-siswanya merasa sejahtera (wellbeing)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampumemberikan pengalaman terbaik bagi siswa sehingga membuat siswa-siswanya merasa sejahtera (wellbeing) karena kesejahteraan
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DI SMP NEGERI 7 SALATIGA ARTIKEL TUGAS AKHIR
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DI SMP NEGERI 7 SALATIGA ARTIKEL TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah Oleh :
BAB I PENDAHULUAN. Pasal 3 Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 (Burhanuddin, 2007: 82), mengungkapkan bahwa:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan selanjutnya. Dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, pasal 17
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Pembangunan nasional pada dasarnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Membangun dan membentuk masyarakat Indonesia untuk menjadi manusia yang
SUPLEMEN 1 BUKU PANDUAN ADIWIYATA TENTANG PENJELASAN PENCAPAIAN SEKOLAH ADIWIYATA
SUPLEMEN 1 BUKU PANDUAN ADIWIYATA TENTANG PENJELASAN PENCAPAIAN SEKOLAH ADIWIYATA UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA (SEKOLAH PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP) KERJASAMA ANTARA KEMENTERIAN
BAB 1 PENDAHULUAN. Pendidikan memiliki peran penting bagi manusia. Menurut Undang-Undang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran penting bagi manusia. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu wadah yang didalamnya terdapat suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu wadah yang didalamnya terdapat suatu proses kegiatan berfungsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keberhasilan dalam dunia
Grafik 1.1 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Usia, 2014 (ribu orang)
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di zaman modern dan serba canggih seperti saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi segala aspek dalam perkembangan kehidupan manusia. Informasi
BAB I PENDAHULUAN. serta ketrampilan yang diperlukan oleh setiap orang. Dirumuskan dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan manusia seutuhnya bertujuan agar individu dapat mengekspresikan dan mengaktualisasi diri dengan mengembangkan secara optimal dimensi-dimensi kepribadian
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PROGRAM ADIWIYATA
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PROGRAM ADIWIYATA Oleh : Wirjono Koesmoedjihardjo ASISTEN DEPUTI PENGUATAN INISIATIF MASYARAKAT KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP Hotel Sahid, 25 Maret 2014 LATAR BELAKANG PROGRAM ADIWIYATA
BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupan sebuah bangsa. Seperti halnya kesehatan, pendidikan tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam proses kehidupan sebuah bangsa. Seperti halnya kesehatan, pendidikan tidak hanya berbicara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat terlepas dari interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Pembangunan dan pertambahan penduduk yang sangat cepat menyebabkan
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 02 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,
SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 02 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 10
PERSIAPAN KEGIATAN ADIWIYATA TAHUN 2014 DAN STRATEGI MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA
PERSIAPAN KEGIATAN ADIWIYATA TAHUN 2014 DAN STRATEGI MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA I. KEBIJAKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Memuat Upaya Perlindungan dan Pengelolaan
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pendidikan. daya manusia dan merupakan tanggung-jawab semua pihak, baik
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, damai, terbuka dan demokratis. Pendidikan dari segi kehidupan dirasakan sangat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan merupakan suatu proses menyiapkan individu untuk mampu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses menyiapkan individu untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Pendidikan mempunyai peran penting dalam pembangunan
PEMERINTAH KOTA KENDARI PERATURAN DAERAH KOTA KENDARI NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG
PEMERINTAH KOTA KENDARI PERATURAN DAERAH KOTA KENDARI NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG GERAKAN MASYARAKAT MEMANFAATKAN WAKTU INTENSIF BELAJAR WAJIB DI KOTA KENDARI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
BAB I PENDAHULUAN. Bab 1 memaparkan beberapa cakupan yang dibahas dalam penelitian ini.
BAB I PENDAHULUAN Bab 1 memaparkan beberapa cakupan yang dibahas dalam penelitian ini. Cakupan tersebut antara lain latar belakang masalah, rumasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan penegasan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. baik merupakan dasar dari pendidikan. Menurut Suryosubroto (2010:16),
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan dan sepanjang hidup. Membangun dan mengembangkan karakter yang baik merupakan
2/9/2014 MATA KULIAH PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN MANAJEMEN SISTEM PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS GALUH. Oleh: Pipin Piniman
Oleh: Pipin Piniman MATA KULIAH PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN MANAJEMEN SISTEM PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS GALUH Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.310, 2014 WARGA NEGARA. Kependudukan. Grand Design. Pembangunan. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 153 TAHUN 2014 TENTANG GRAND DESIGN PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN
BAB I PENDAHULUAN. kepada setiap warganegara untuk memperoleh pendidikan. Karena itu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan Nasional telah memberikan kesempatan yang seluasluasnya kepada setiap warganegara untuk memperoleh pendidikan. Karena itu dalam penerimaan siswa,
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 33
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 33 PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG JENIS DAN KURIKULUM MUATAN LOKAL DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJARNEGARA,
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Perkembangan suatu bangsa erat hubungannya dengan masalah pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan,
BAB I PENDAHULUAN. Pada bab I ini, akan memaparkan beberapa sub judul yang akan digunakan
BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini, akan memaparkan beberapa sub judul yang akan digunakan dalam penelitian. Sub judul tersebut yaitu latar belakang, fokus masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan tidak dapat hidup sendiri tanpa pertolongan orang lain. Manusia membutuhkan kerjasama antara
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia saat ini tidak terlepas dari masalah dalam upaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia saat ini tidak terlepas dari masalah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan persoalan yang paling mendasar yang dihadapi dunia
BAB I PENDAHULUAN. bangsa yang beradab menganggap pendidikan sebagai suatu kebutuhan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan wujud peradaban suatu bangsa. Suatu bangsa yang beradab pasti merupakan bangsa yang terdidik. Sebuah bangsa yang beradab menganggap pendidikan
MEKANISME PEMBINAAN ADIWIYATA KEPALA BADAN
MEKANISME PEMBINAAN ADIWIYATA KEPALA BADAN Outline Materi Pengertian Pembinaan Adiwiyata Tujuan Pembinaan Adiwiyata Target Pencapaian Adiwiyata Mekanisme Pembinaan Adiwiyata Landasan Hukum Pelaksanaan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah wahana untuk mengembangkan dan melestarikan. dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam
MAKALAH SEMINAR PENGEMBANGAN SEKOLAH BERWAWASAN ADIWIYATA BERBASIS PARTISIPATIF 1 OLEH: MUHAMMAD NURS 2 A BAN JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
MAKALAH SEMINAR PENGEMBANGAN SEKOLAH BERWAWASAN ADIWIYATA BERBASIS PARTISIPATIF 1 OLEH: MUHAMMAD NURS 2 A BAN JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 1 Makalah
I. PENDAHULUAN. subjek dan objek pembangunan nasional Indonesia dalam usaha mencapai aspirasi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak Indonesia merupakan generasi penerus bangsa, yang mempunyai hak dan kewajiban ikut serta membangun Negara dan Bangsa Indonesia. Anak merupakan subjek dan objek
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peralihan sistim pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi telah menjadikan perubahan paradigma berbagai unsur penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan sebagai tempat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peran penting dalam kehidupan. Bangsa yang maju selalu diawali dengan kesuksesan di bidang pendidikan serta lembaga pendidikan sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan yang dilakukan terus menerus di Negara Indonesia secara menyeluruh baik fisik maupun mental spiritual membutuhkan Sumber Daya Manusia terdidik dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Tujuan pendidikan itu adalah untuk mengembangkan individu baik jasmani maupun rohani
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. penelitian yang dirumuskan dari gambaran umum lokasi penelitian, deskripsi
131 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Dalam bagian ini akan dikemukakan kesimpulan dan rekomendasi penelitian yang dirumuskan dari gambaran umum lokasi penelitian, deskripsi temuan penelitian dan pembahasan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Beralihnya masyarakat kita dari masyarakat yang masih sederhana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Beralihnya masyarakat kita dari masyarakat yang masih sederhana atau tradisional ke masyarakat yang modern sangat mempengaruhi kehidupan. Akibat dari berbagai
BAB I PENDAHULUAN. suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi serta sarana
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Indonesia sebagai bangsa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Wini Oktaviani, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada akhir akhir ini, masalah lingkungan terus menjadi pembicaraan dibanyak negara. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dimuka bumi sampai isu global warming
