1 Prof, Dr. Darmfto, Pembantu Rektor lv rrs, berkedudukan dijalan Arit Rahnan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "1 Prof, Dr. Darmfto, Pembantu Rektor lv rrs, berkedudukan dijalan Arit Rahnan"

Transkripsi

1 PERJAN]TAN KEFIASAM ANTARA INSTIIIT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEI'IBER DENGAN PRIMKOPAL BALLJRjALTIM TENTANG PENYEDIMN TENAGA PENGAMANAN DI LINGKUNCTAN MI4PUS IT5 COKROAIXNOTO Nomor : 046/m.lv/K5/20r1 Pada hai ini, senin, tanggalnga puluh sat!, bulan oktober tahun 201I (d!a ribu ebe as), yang bertanda tanqan dibawah ni : 1 Prof, Dr. Darmfto, Pembantu Rektor lv rrs, berkedudukan dijalan Arit Rahnan Bakim Su6baya, dalam hal inl bertindak unluk dan atas nama INST1TT TEKNoLoGI SEpuLUr'l NoPEITIBER (Irs), untuk selanjutnva diseblt P[HA( 2 Soegrono, SH Ketua Pl'imkopal salurjaltim, be(edudukan di jalan lenderal s Parman, Waru.Sdoalo, dalam hal ln bertindak u.t!k dan alas nama Primkopa Ealuaaltrm, dan selanjutnya disebut *bagai PIHA( KEDUA; - PIHAK PERTAI'IA d.n PIIIAK KEoUA *lanjutnya *cdra bersama_sama dlsebot PAfla PIHAK; Bahwa PIHA( PERTAMA membutuhkan tenaga keamanan untuk menveenggzrakan penqamanan d linqkunqan kampusits yang berada dljala. Cokroaninoto; -. Bahwa Pll-lAK KEOIIA merupakai unlt Pedksana Teknls l4abes TNI AL vanq berwenang menyalurkan tenaqa keia sebagai tenaqa keamanani PAM PIHAK tetah scpakat dan setuju unn* mengadakan Peijanjian Keaaema tentang PenyedGan Tcnaqa Pengahanan, dengan ketentuan atau persvaratan vanq diatur daam paer Pasal sebaqai benkut: P.Sal r OBYEK PERJANJIAN (I)PIHAK KEDUA dengan lnl be6edia dan menyanggupi untuk menvedlakan tenaqa p nqamanan untuk PINAK PERTAIT4A yang be6tatu5 dari anggota TNI AL vnng masih aktif (be!um purnawirawan)i {2)lumah tenaqa penqamanai yans harus disediakan oeh PIHAK KEDUA adash sebanyak 1l (sebeas) o.anq dengan p nncian I Gatu) oranq sebagai Pembna pengamanan dan 10 (sepuluh) orang *bagaianqgola p ngamanan; (3)Ten;qa pengamanan sepedi tersebut pada ayat (1) dan (2) pasalini akan ditempalkan di(ampus rts Cokroahinolo? jalan Cokroaminoto no 12 A Surabava;

2 Pasal2 HAK DAN IGWA.'IAA PIHAK PERTAMA (l)tanpa henqeemplngkan hak PIHAX PERTANIA sebagaimana diatur dalan pasa_pae lain daam pe''tanjian ni, mdka P1HAK PERTAMA berhak untuk: a. t4endapatkan tenaga pengamanan yang Profesona sesua denqan kebutlhan b. l'lendapatkan U.dakan penqamanan darl PINAK KEDUA; c. MenyamDajkan keluhan dan masukan kepada PIHAK KEDUa sehubungan denqan pelayana. keamanan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA d. r.lengryaluat pelak*naan kegiatan pengamanan PIiIAK KEDUA; e, Membe kan slrat teguran/peringatzn kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDIJA dianqqap melanggar slah satu atau lebih k tentuan vang diatur daram perjanjlan (2)Tanp. menqeempingkan kewajiban PIHAK PERTAMA sebaqainana diafur dalam pasa-pasa laii dalan perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA berhak lntuk I a. J.4embava. imbalao iae 'turit/ te I honorarum dan tunlangan laln sesua denqan ketentuan dan syarat sebagaimana dletapkan dalam pasal4 peaanjian ini, b. M nyediakan pene.gkapan kerja ebagamana diatur dalam pasa 9 perianjidn i.i; Pasal3, HAK OAN XEWAJIBAN PTHA < KEDUA (t)tanpa denqe$mpingk.n hak PIHAK KEDUA sebagaim.na detur dalam pasa_pas Iain daa6 perlanian nl, maka PIHAK (EDIJA beftak untuk: a. r"lendapatkan Lmbaan jasa/r4r./l/ leelhonoranum drn tlnjangan arn sebaqalmana diatlr dalam pasar 4 perjanjian ini;, b. Mendapatkan fasiitas pakaian seraqam kerjai c. r,lembenkan eran dan fiasukan kepada PIHAK PERTAT'4A sehubunqan denqan pelak$naan penqamanar oleh PIHAK KEDUA (2)Tanpa mengsampingkan kewajiban PIHAK KEDUA sebagalmana dlatlr daiam pasal_ pasal ain dalam perjanjian lni, maka PIHAK (EDUA wajib untuk : a. Melaksanakan p nqamanan di inqkungan rgmpls ITS Cokroamrnoto seslal dengan sop dan tupoksi yang berlaku di lt5, yang akan diatur dalam ketentuan te6endirl dan m rupakan baqian yang udakterpisah dari Perjanjian ini; b. Mematuhisemua ketentuan dan peraturan yanq berlak! dilingkunqan lts c l4elakukan p nqaturan sedemiklan rupa keberadaan tenaqa pengamanan vang dituqaskan di PIHAk PERTAi4A, sehlngga dapat berfunqsi dengan baik daam melaksanakan tugastuqas Pengamanan dan k amanan dl lingkungan Kamo!s ITS Cokroaminoto surabay; d MenindaklanjLfr keluhan dan PIHAK PERTAMA ehlblngan dengan pelayanan tain&kan pengamanan oleh PIHAK XEDUAi e. r'lelaksanakan rekomendasi berdasrkan ha5il evsluasi yang draganakan oleh PIHAK PERTAITIAj i Ivlelakenakan t!q.s penqamanan, dimana sebagan tugas PIPHAK KEDUA adaah f,t, Bedanggung jawab t rhadap keamanan lingkui9an PIHAK 9an99udn keahanan baik dan dahm at.u rlar linqkungan f 2. Bertangglng lawab atas keadsiplinan tendga penqamanan

3 f,3. t4enangquiangi / me aklkan tindakan teftadap kejadian-kejadian ya.g tmbul di Ingkungan PTHAK PERTA iasepeti : Pengama.an unluk rae dan - H.! hal raln yang berkaitan dengan keamanan di lingkunqan Kampus lts cokroaminoto d nqan koordinasiatau kerjasama dengan PIHAK PERTAI4A f4.f,lembantu tugas'tuga5 laln yanq dibenkan oleh PIHAK PERTAI'4A setelah berkoordlnasl d nqan Pengelola Kampus ITS Cokroarninoto I, Menbenkan bantuan pelatihan ted dap karyawan/peeonel PIHAK pertama lntuk mendlkung tlgas-tuqas re<ue (SAR) bahaya kebakaran, valtu pada bidang ryakuasr personel, penanqguanqan bahaya kebakafan dan ajn_laln. Pasal4 IMBATAII JASA DAN TUI{JANGAfi (,)lnbatan jae/te.unry te'honorarium yanq harus dibardr PIHAK PERTAT'1A kepada PIHAK KEDUA.dalah ebagai berikutl a Untuk pembina pengomaoan seb6ar Rp ,_ (sat! Juta empat ratus delapai puluh tqa ribu rupiah) per bulani b. Untvk anoqota penqaman.n sebesar Rp ,_ (sat! juta dua ratus deapan puluh enam rlbu rupeh) perorang per bulani (2)Seain imbalan jasa/se.r.iy /eelhonoe um seperti teeeblt pada pasal (1) diatas, PIHAK KEDUAberhak mendapatkan tunjanqan lah, yartur a, Tlnjanqan Kesejahteraan sebesarsatu kallhonora um vanq drterima perbulan b. Uanq lembur, apabi. over tme denqan ketentuan s suarperaturan yanq benak! d fis (terdapat su.at tuqas dari Pengelola Kampus ITS Cokoaminoto untuk melaksanakan!emb!a; c. apablla ada penanbahan tenaga kearnanan dan PIHAK KEDUA vang bedugas pada kegiatan khusus ysnq dlselenggdrakan PIHAK PERTA'qA diberkan tdmbahan inennfsebesar Rp. 7s.000,' per orang pershlft pasal5 TATA CARA PEMBAYA'IAN (1)Para pihak sepakt bahwa pembayaran lmbalan iasa / rerdlr? /ee / honoririum ol h PIHA( PERTANIa sebzgaimana dtetapkan daam pasa 4 ayat(1) perjaijg. iniaka. dibavar s tiap awal buan benkutnya, yaitu pada tangqal 01 pada sctiap burannva, kecuaibila tanqgalol jatuh pada har lbur, maka akan dlbayar pada haribe klt va; (2)Unt!k pembayaran tunjangan lain akan dibayarkan quai dengan ketentuan vanq (3)P mbayaran inbatad ja*lsecurily reell'o^o.arium, dan IHR dilakukan dengan.ara transter ke Eaik lvlandiri Cabanq sidoarjo, Rekeninq Giro Nofror 14r 00-0'! , alas nama Primkopal Balurlaltid; (4)Pembayaran uang tembu. dah insenhf dltbet'lkdn langsln! kepada para lenaqa penqamanan P1HAK (EDIJA melaluikafrpus ITS Cokroamnotol

4 Pasl6 5AI'IKSI (l)apabila PIHAK KEDUA lalai atau wanpestasi dalam melakanakan penqnmanan d Inqkunqan Kampus ITS cokroaminoto *baqaimana dlatur dalam Perjanjian ini, mak. PIHAK PERTAMA berhak untuk memidta pertanqgunqjawaban PIHA( {EDUA / gantl rugi ya.g besarnya dltentukan berdasarkan kesepakatan para pihak sesudah terdapat hasil penyidikan dan penyeldikan darl Phak Kepoisian yang membuktikan tetang (2)Apab la PIHAK PERTAT,IA tidak meiaksanakan pembayaran imbalan lasa / securit/ fee / honorahum dalam jangka lvaktu yanq telah dilentukan pada pasal 5 ayat (1) empal waktu selambat- ambatnya 30 (tiqa plluh) harikalendef, maka PIHAK PERTATTIA dapat dike..kan sangi berupa denda 0,2 % (dua permil) untuk senap mlnqgu PasalT JANGXA WAKTU PERf ANIIAN Pertanjian lniberlzku efekuft rhitunq s jak tangqa 0r Nopember 2011dan berlaku uniuk J.nqka wdktu 1(satu) tahun atau berakhirpada tangqal 31 oktober 2012, Pasat a KETENTUAN WA(IU KERJA DAI{ PENGAfURAN PERSONEL (t)waktu bekeda ata! jam kerja PIHAK KEDIJA ditempat PIHAK PERTAIIA drbagimenjad 3 shift dengan ketentuan sebaqaiberkut: a.shift I (satu) : pukul07.30 s/d 15.30WIB b, Shiftll (dua) :puku! 15,30 s/d WIB c. Shiftll! (tiga) :puk! s/d WiB (2)pengaturan personel untuk setiap shift sepertr pada ayat (1) d atas adaah s baga a. NariSenln. SeLa$, Rabu dai lum'at: a 1. shifti daaqa oleh 2 (dua) peenel; a.2. shftli diaga oeh 4 (enpat) pee.elj a,3. shiftiil dijaga oieh 2 (dla) pe6onei, b Harl Kamls dan Mlngqu b.1. shftldllaqa oleh 2 (d!a) pebone j b.2, sh it II djaga oleh 2 (dua) pe6onel, c3, shift UI dija!d oleh 2 (dua) personer;..1. shft I d jaqa oleh 4 (empat) pe6oner; c.2. shlftildijaqa oleh 2 (dua) perenelj c.3. shlft III dijaqa oeh 2 (dua) p tsoneli

5 Pael9 PENGAKHIRAN PER]AN]IAN (l)peaanjian ini dapat diakhiri s belum lanqka waktu Peaanjian, bedasarkan hal-ha a. X *pakatnn begdma Para Pihak 5ecara tetulis untuk mengakhri Perja.jian ini ydng benaku efektf pada tangqa dit6ndatanganinya kesepakatan pengakhnan b sdlah satu Plhak tidak memenuhl atau helanqqar salah satu atau lebih ket ntuan Fng diahrr daran perjanjian ini (wanprestasl) dan tetap tidak memenlh atau tjdak beru$ha untuk mempe.baiklnya seteah menerima surat teguran / p rlngatan ebanyak 3 (Uqa) kali denqan tenqgang walo masing masing surat teglran / peringatan minimai 14 {empat belas) hai kalender, pengakhicn b aku efektif seca.a sketjka pada tangga surat pembe.itahuan peigakh ran Perlanjian ini dari Prhak yan9 dirugikan. c. Ijin lsaha atau operasionalsalah etu Pihak dicablt oleh pemenntah. Pengakhran be aku efekti pada tanggal p ncabutan ijin usaha atau operasional pihak yang beenqkutan oleh Pemerintah; d. Salah satu Pihak dlnyatakan bangkrut atau pailit oleh Pengadilan, Pengakhiran ber ak! efektfpada tanqgaldike uarkainya keputusan pailt oeh Pengadllan; dan e. Sarah etu Pihak nenqadakan / berada dalam keadaan lrkuidasi. Pengakhiran benaku efektif pada tanqqal pihak Phak yang be6angkutan terah dinyatakan dilikuidasl se.ara syah menutut ketentuan dan proses hukum yang bedaku. (2)sehubunsan denqan pengakhtan Perjanjian inl, Para Pihak dengan in sepakat lntuk mengeempinqkan bedakunya ketentuan dalam Pasal 1266 Kitab unda.g-undang Fukum Perdata, sejauh yang mensyaratkan dlpenlkannya suatu putuen alau penetapan Flaklm / Penqadila. tenebih dahu! untuk membata kan / menqakhln suatu (3)Oerakhimya Peaaijan hi tidak menghaplskan kewajiban yang telah tmbu yang b rlm diselesaikan oleh salah satu Pihak t rhadap Plhak lainnya, sehingga syarat svarat dan ketentlar ketentuan d daam peaanjian lni akan tetap berak! sampai tegeleeinya kewajiban te6eblt ol h Pihak yang walib merakenakan. Pael 10 KEADAAN r4emaksa (FORCE MAJEURE) (1) Yanq dmaksud denqan keadaan memaksa (selanjutnya diseb$'tur.e Majeur-"1 adalah suatu keadaan yang terjadinya diluar kemampuan, kesalahan atau kekuaean Para Pihak dan yang menyebabkan plhak yaiq menqalamirya tidak dapat melakanakan atau terpake nenlnja p lakenaan kewaj bannya dalam Perjanjian n. Far.e Makure iekbut melipuu bencana alam, banlir, wabah, peranq (yanq dinyatakan hzupun yang ndak dinyatakan). pemberontakan/ hlru'harai pemogokan umum, kebakaran dan kebijakan pemerintah yang b P ngaruh *cara lanqsung terhadap pelaksanaan Perjanjian lnl. (2) Dalam ha t rjadinyz penstiwa Faze t1ajeue, na / pihak yang ternalans untul helaksanakan kewajlbannyatidak dapat dtuntut oeh P hak lain.ya. plhakyanq terkena fbtre,tajaurewajth nenteritahokan adarya rgndwa turce Maj:eure tebebut kepada Phak yang lain tertu is pallng lambat 7 (!uluh) hari kaender sejdk saat teiadi.ya penst]'ea Fote N4a,r, yang dikuatkan oleh slrat keterangan darl pejabat yang betuenaiq yang menerangkan adanya turce Majeute tersebut. Pjhak yanq

6 re''.e.a fbre wajib mengupayakan yanq sebaik-baiknya untuk tetap melaganakan kewajibannya ^lajtute sebagaimana diatur dalam Perjanjan io segera setelah petlsllwa Force Majeurc betakn( (3)Apabila peristiwa Face llajeure te5ebut bedanqsunq terus hingga mel bih atau diduga o eh Pihak yang hengatanl turce tlajeure aka^ netebihi jangka waktu 30 (tiga puuh) hai kalender, maka Para Plhak sepakat u.t!k meninjau kembaljanqka Waktu (4)Semla kerugian dan biaya yanq didenta oleh salah stu Pihak *bagal akbat tpialinya aetistiwa Force t4al?ue blkan merupakan tangqlrg jawab Pihak vang rain Pasal 11 PENYELESAIAN PERSEIISIHAN DAN DOMTSI.! ual'hal yanq b lm diatu daam perjanjan in akan diseesaikan secara musyawaran untuk mufakat denqan dilandasi jiwa kekeluarqaan antad kedua belah pihak. Apabila penyelesaian jaan keke uargaan tidak dapat tercapa maka kedua beah plhak sepakat memilih domrsii hlkum di PengadiLan Negen Surabaya. Demikian peaanjian inl dlboat dan dltarddtangani pada tanggal da. tempat sepert terbut di atat di atds kedas cukup dalan rangkap 2 (du.), dimana satu ranqkap untlk PIHAK PERTANIA dan sat! rangkap untuk PIHAK KEDUA dengan kekuatan hukum sama, untuk dipergunakan sebagalmana mesnnya,

KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL. Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : :..

KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL. Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : :.. KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Alamat No. /HP No. KTP :...... Dan; Dalam hal ini bertindak sebagai

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJA SAMA. antara LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL. dengan. DINAS HiDRO-OSEANOGRAFI ANGKATAN LAUT

PERJANJIAN KERJA SAMA. antara LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL. dengan. DINAS HiDRO-OSEANOGRAFI ANGKATAN LAUT PERJANJIAN KERJA SAMA antara LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL dengan DINAS HiDRO-OSEANOGRAFI ANGKATAN LAUT Nomor: 17A/II/2012 Nomor: PKS/05A/II/2012 tentang PENDIDIKAN, PELATIHAN, DAN PEMANFAATAN

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA PT. DWIDA JAVA TAMA DENGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL TENTANG VERIFIKASI PETA CETAK PRODUKSI PT.

PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA PT. DWIDA JAVA TAMA DENGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL TENTANG VERIFIKASI PETA CETAK PRODUKSI PT. BADAN INFORMASt GEOSPASIAL PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA PT. DWIDA JAVA TAMA DENGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL TENTANG VERIFIKASI PETA CETAK PRODUKSI PT. DWIDA JAVA TAMA NOMOR: 036/DJT/DIR/V/2015 NOMOR:

Lebih terperinci

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011)

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA Nomor : 011 Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) Berhadapan dengan saya, RAFLES DANIEL, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,

Lebih terperinci

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK Pada hari ini, hari... tanggal... di Jakarta, telah dibuat Perjanjian Pembukaan Rekening Efek, oleh dan antara : 1. PT Primasia Securities, dalam hal ini diwakili oleh Heliodorus Sungguhria, dalam jabatannya

Lebih terperinci

atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang beralamat di Jalan Pejanggik No. 10 Mataram, yang selanjutnya disebut PIHAK KESATU.

atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang beralamat di Jalan Pejanggik No. 10 Mataram, yang selanjutnya disebut PIHAK KESATU. PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA DINAS PERTAI{IAN TAT{AMAN PAI{GAN DAT{ HORTIKULTURA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN DINAS PERTANIAN PETERNAKAT{ DAN PERKEBI'NAN KABUPATTN IPMBOK BARAT NoMoR : t4 6oe-4/L7?7

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA

RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI SUMATERA UTARA RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH tentang TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BIDANG AKUNTABILITAS PEMERINTAH DAERAH (APD)

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN

SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN Nomor : W5-A2/ /PL.01/V/2012 Tanggal : 16 Mei 2011 Pada hari ini, Rabu tanggal enam belas bulan

Lebih terperinci

OtEH ABSTRAK SKRTPSI. DESSY EVALINA NRP 2890214 N RM 89. 7. 004. 1202t. 36&n IIUI(UM BAOI PEI{ERIMA GIR(I BITYIT DIBATAI.I(AI{ {IIEII PEI{ARII(

OtEH ABSTRAK SKRTPSI. DESSY EVALINA NRP 2890214 N RM 89. 7. 004. 1202t. 36&n IIUI(UM BAOI PEI{ERIMA GIR(I BITYIT DIBATAI.I(AI{ {IIEII PEI{ARII( PERIITIIlUIIGAI{ YAIIG IIUI(UM BAOI PEI{ERIMA GIR(I BITYIT DIBATAI.I(AI{ {IIEII PEI{ARII( ABSTRAK SKRTPSI OtEH DESSY EVALINA NRP 2890214 N RM 89. 7. 004. 1202t. 36&n FAI(UI.TTS IIUI(UM UIITYERSITAS SURABAYA

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH SUSUN

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH SUSUN CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH SUSUN SURAT PERJANJIAN Nomer: ------------------------------------------------------ Tentang SEWA-MENYEWA RUMAH SUSUN PERUSAHAAN DENGAN KARYAWAN PERUSAHAAN YANG

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM PERJANJIAN PEMBIAYAAN MIKRO VENTURA DENGAN POLA BAGI HASIL

KETENTUAN UMUM PERJANJIAN PEMBIAYAAN MIKRO VENTURA DENGAN POLA BAGI HASIL KETENTUAN UMUM PERJANJIAN PEMBIAYAAN MIKRO VENTURA DENGAN POLA BAGI HASIL A. PT. Bahana Artha Ventura (atau disingkat dengan Ventura) adalah suatu Perseroan Terbatas yang bergerak dalam bidang usaha Jasa

Lebih terperinci

[Perjanjian Untuk Investasi Kecil]

[Perjanjian Untuk Investasi Kecil] [Perjanjian Untuk Investasi Kecil] PERJANJIAN KERJASAMA INVESTASI INTERNET MARKETING PT GLODOK SUKSES NIAGA INTERNUSA NO: IIM.Vk1-2.201510.0201 Pada hari ini tanggal... bulan... tahun..., yang bertandatangan

Lebih terperinci

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN Nomor: Pada hari Kamis, tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 12 /PBI/2012 TENTANG LAPORAN KANTOR PUSAT BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 12 /PBI/2012 TENTANG LAPORAN KANTOR PUSAT BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 12 /PBI/2012 TENTANG LAPORAN KANTOR PUSAT BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka efektivitas pelaksanaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA [LN 2010/130, TLN 5168]

UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA [LN 2010/130, TLN 5168] UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA [LN 2010/130, TLN 5168] BAB XI KETENTUAN PIDANA Pasal 101 Setiap orang yang tanpa izin mengalihkan kepemilikan Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam

Lebih terperinci

PERJANJIAN JUAL BELI BATUBARA ANTARA PT... DAN TUAN X (TRADER) No:..

PERJANJIAN JUAL BELI BATUBARA ANTARA PT... DAN TUAN X (TRADER) No:.. PERJANJIAN JUAL BELI BATUBARA ANTARA PT... DAN TUAN X (TRADER) No:.. Pada hari ini, ( ) tanggal ( ) ( ) 2010, bertempat di Jakarta, yang bertanda tangan dibawah ini: I. Tn. X yang berkedudukan di dalam

Lebih terperinci

Bagian I. Persyaratan Umum

Bagian I. Persyaratan Umum RENCANAA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG JL. PLUIT UTARA NO 2A JAKARTA NAMA PENGADAAN NOMOR RKS NOMOR PP TANGGAL : DIGITAL INDICATING CONTROLLER

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

KETENTUAN BERLANGGANAN

KETENTUAN BERLANGGANAN KETENTUAN BERLANGGANAN Pasal 1 Definisi 1. Ketentuan Berlangganan adalah ketentuan yang wajib dipatuhi baik oleh Mitra maupun D&K sehubungan dengan pelayanan PEMBUKAAN AKSES ONLINE PAYMENT POINT berdasarkan

Lebih terperinci

perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia;

perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia; KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP-78/]VIEN/2001 TENTANG PERUBAHAN ATAS BEBERAPA PASAL KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESTA NOMOR KEP-150/]VIEN/2OOO

Lebih terperinci

Pemotongan yang bersifat final Objek pemotongan (Pasal 2, PP Nomor 68 Tahun 2009) Pemotong (Pasal 1 angka 9, PP Nomor 68 Tahun 2009)

Pemotongan yang bersifat final Objek pemotongan (Pasal 2, PP Nomor 68 Tahun 2009) Pemotong (Pasal 1 angka 9, PP Nomor 68 Tahun 2009) PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN BERUPA UANG PESANGON, UANG MANFAAT PENSIUN, TUNJANGAN HARI TUA, DAN JAMINAN HARI TUA YANG DIBAYARKAN SEKALIGUS Pemotongan yang bersifat final Objek pemotongan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG.PELAYANAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO Menimbang :a. bahwa Daerah otonomi

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJA SAMA A1\[TARA TENTAIYG

PERJANJIAN KERJA SAMA A1\[TARA TENTAIYG PERJANJIAN KERJA SAMA A1\[TARA KEMENTERIAN HUKUM DAI{ HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA DIREI(TUR JENDERAL PEMASYARAKATAI{ DENGAII BADAII NARKOTIKA NASIONAL DEPUTI REHABILITASI TENTAIYG PROGRAM REHABILITASI

Lebih terperinci

NOMOR 5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA

NOMOR 5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA Menimbang: DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA a. bahwa benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya

Lebih terperinci

SALIHAN. 2' undang-undang Nomor 1 Tahun 2oo4 tentang perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2Oo4 Nomor 5, Tambahan

SALIHAN. 2' undang-undang Nomor 1 Tahun 2oo4 tentang perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2Oo4 Nomor 5, Tambahan SALIHAN KOt{ I S i pr ii/! j Li H A r.".j l/! i J!.,'! PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DILINGKUNGAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMATTUHAN

Lebih terperinci

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut:

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: SYARAT & KETENTUAN Safe Deposit Box A. DEFINISI Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: 1. Anak Kunci

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

JADWAL INTERVIEW INTERN DENGAN PIHAK BANK JATIM REKRUTMEN PEGAWAI KREDIT MIKRO TAHAP V KANTOR PUSAT BANK JATIM JL. BASUKI RAHMAT NO 98-104 SURABAYA

JADWAL INTERVIEW INTERN DENGAN PIHAK BANK JATIM REKRUTMEN PEGAWAI KREDIT MIKRO TAHAP V KANTOR PUSAT BANK JATIM JL. BASUKI RAHMAT NO 98-104 SURABAYA 1 AO - 726 Senin, 18 Agustus 2014 08.00 WIB s.d Selesai R. Rapat SDM Lt IV 2 AO - 765 Senin, 18 Agustus 2014 08.00 WIB s.d Selesai R. Rapat SDM Lt IV 3 AO - 462 Senin, 18 Agustus 2014 08.00 WIB s.d Selesai

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KARANGANYAR

PEMERINTAH KABUPATEN KARANGANYAR PEMERINTAH KABUPATEN KARANGANYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH Menimbang : TINGKAT II KARANGANYAR NOMOR 7 T AHUN 1999

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 211/PMK.01/2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 211/PMK.01/2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 211/PMK.01/2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

KONVENSI MENGENAI KERJA PAKSA ATAU KERJA WAJIB

KONVENSI MENGENAI KERJA PAKSA ATAU KERJA WAJIB 1 KONVENSI MENGENAI KERJA PAKSA ATAU KERJA WAJIB Ditetapkan oleh Konferensi Umum Organisasi Buruh Internasional, di Jenewa, pada tanggal 28 Juni 1930 [1] Konferensi Umum Organisasi Buruh Internasional,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DIREKTORAT PENYULUHAN PELAYANAN DAN HUBUNGAN MASYARAKAT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Assalamualaikum

Lebih terperinci

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA DAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL NOMOR : PRJ-19/D.01/2014 NOMOR: 23/KSM/G2/2014 TENTANG

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA DAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL NOMOR : PRJ-19/D.01/2014 NOMOR: 23/KSM/G2/2014 TENTANG BkkbN OTORITAS JASA KEUANGAN KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA OTORITAS JASA KEUANGAN DAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL NOMOR : PRJ-19/D.01/2014 NOMOR: 23/KSM/G2/2014 TENTANG PENINGKATAN

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk I. Pengertian 1. Aanwijzing adalah pemberian penjelasan kepada Peserta Pengadaan Barang dan Jasa mengenai Rencana Kerja

Lebih terperinci

11. Tuan HENDRA SURY A, lahir di Bandung, ta nggal 04-10-1971

11. Tuan HENDRA SURY A, lahir di Bandung, ta nggal 04-10-1971 PERNYATAAN KEPUTUSAN UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA EATERTAINMENT INTERNATIONAL Tbk Nomor. 16. -Pada hari ini, tanggal 07-08-2012 (tujuh Agustus dua ribu dua --------- belas).-----------------------------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 343/KMK.017/1998 TENTANG IURAN DAN MANFAAT PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 343/KMK.017/1998 TENTANG IURAN DAN MANFAAT PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 343/KMK.017/1998 TENTANG IURAN DAN MANFAAT PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menumbuhkembangkan penyelenggaraan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164]

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] BAB II TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Pasal 3 Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer,

Lebih terperinci

Tentang: SERAH-SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM. Indeks: PENDIDIKAN. PENERANGAN. Kebudayaan. Pelestarian Karya Cetak dan Karya Rekaman.

Tentang: SERAH-SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM. Indeks: PENDIDIKAN. PENERANGAN. Kebudayaan. Pelestarian Karya Cetak dan Karya Rekaman. Copyright 2002 BPHN UU 4/1990, SERAH-SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM *7608 Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 4 TAHUN 1990 (4/1990) Tanggal: 9 AGUSTUS 1990 (JAKARTA)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENENTUAN JUMLAH, PEMBAYARAN, DAN PENYETORAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG TERUTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan perundang-undangan yang berlaku,

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN

Lebih terperinci

KETENTUAN-KETENTUAN PENTING TENTANG WANPRESTASI DAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) OLEH: Drs. H. MASRUM, M.H. (Hakim Pengadilan Tinggi Agama Banten)

KETENTUAN-KETENTUAN PENTING TENTANG WANPRESTASI DAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) OLEH: Drs. H. MASRUM, M.H. (Hakim Pengadilan Tinggi Agama Banten) KETENTUAN-KETENTUAN PENTING TENTANG WANPRESTASI DAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) OLEH: Drs. H. MASRUM, M.H (Hakim Pengadilan Tinggi Agama Banten) I WANPRESTRASI 1. Prestasi adalah pelaksanaan sesuatu

Lebih terperinci

PERJANJIAN MENABUNG POHON LOT Cijapati-15 SISTEM MENABUNG POHON PERTAMINA FOUNDATION antara RELAWAN GERAKAN MENABUNG POHON dengan PETANI

PERJANJIAN MENABUNG POHON LOT Cijapati-15 SISTEM MENABUNG POHON PERTAMINA FOUNDATION antara RELAWAN GERAKAN MENABUNG POHON dengan PETANI PERJANJIAN MENABUNG POHON LOT Cijapati-15 SISTEM MENABUNG POHON PERTAMINA FOUNDATION antara RELAWAN GERAKAN MENABUNG POHON dengan PETANI Nomor : 0015/CJP/GMP-RP/XII/2012 PERJANJIAN MENABUNG 10.000 POHON

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012 KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012 ( RANKING POINT ) 1. NAMA KEJUARAAN : DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 2012 2. PELAKSANAAN a. Waktu : Tanggal 5 10 Nopember 2012

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

A N A L I S I S K E B I J A K A N P E N A N G G U L A N G A N K E M I S K I N A N K A B U P A T E N K U T A I K A R T A N E G A R A

A N A L I S I S K E B I J A K A N P E N A N G G U L A N G A N K E M I S K I N A N K A B U P A T E N K U T A I K A R T A N E G A R A e J o u r n a l A d m i n i s t r a t i v e R e f o r m, 2 0 1 3, 1 ( 3 ) : 656-677 I S S N 2 338-7637, a r. m i a n. f i s i p - u n m u l. a c. i d Љ C o p y r i g h t 2 0 1 3 A N A L I S I S K E B I

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENETAPAN UANG PESANGON, UANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR,

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB I UJIAN DAN PENILAIAN

BAB I UJIAN DAN PENILAIAN BAB I UJIAN DAN PENILAIAN Ujian Mata Kuliah terdiri dari Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. 1.1. TUJUAN UJIAN TENGAH SEMESTER DAN UJIAN AKHIR SEMESTER Penyelenggaraan ujian dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB)

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) Pada hari ini ( ) tanggal [( ) ( tanggal dalam huruf )] ( bulan dalam huruf ) tahun [( ) ( tahun dalam huruf )], kami yang bertanda

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NO.11 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAMBANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PD. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NO.11 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAMBANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PD. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NO.11 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAMBANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PD. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa guna mempercepat terlaksananya pembanguna

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1999 TENTANG PENCABUTAN IZIN USAHA, PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1999 TENTANG PENCABUTAN IZIN USAHA, PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1999 TENTANG PENCABUTAN IZIN USAHA, PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dengan berlakunya Undang-undang

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

WONOGIRI Kode Pos : 57612

WONOGIRI Kode Pos : 57612 PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI DINAS PENGAIRAN, ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Jl. Pemuda II Nomor 10 Telepon/Fax ( 0273) 321021 WONOGIRI Kode Pos : 57612 PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2009 TENTANG TARIF PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 ATAS PENGHASILAN BERUPA UANG PESANGON, UANG MANFAAT PENSIUN, TUNJANGAN HARI TUA, DAN JAMINAN HARI TUA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

PERSEROAN KOMANDITER CV. NOMOR :.-

PERSEROAN KOMANDITER CV. NOMOR :.- PERSEROAN KOMANDITER CV. NOMOR :.- -Pada hari ini,, tanggal,pukul WIB ( -Berhadapan dengan saya, Waktu Indonesia Bagian Barat).-----------------, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di,notaris

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN STATUS DAN JANGKA WAKTU MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN STATUS DAN JANGKA WAKTU MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Yayasan ini bernama [ ] disingkat [ ], dalam bahasa Inggris disebut [ ] disingkat [ ], untuk selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut "Yayasan" berkedudukan di

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/22/PBI/2014 TENTANG PELAPORAN KEGIATAN LALU LINTAS DEVISA DAN PELAPORAN KEGIATAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

Lebih terperinci

SYARAT SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA INDIVIDU PERSONAL ACCIDENT SINARMASLIFE (PAS) PT. ASURANSI JIWA SINARMAS

SYARAT SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA INDIVIDU PERSONAL ACCIDENT SINARMASLIFE (PAS) PT. ASURANSI JIWA SINARMAS SYARAT SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA INDIVIDU PERSONAL ACCIDENT SINARMASLIFE (PAS) PT. ASURANSI JIWA SINARMAS PASAL 1 I S T I L A H 1. Surat Permintaan Asuransi Jiwa : Formulir yang memuat keterangan

Lebih terperinci

morlal dari saban Perseroan Terbatas yang dljualnya.

morlal dari saban Perseroan Terbatas yang dljualnya. Perseroan Terbatas adalah bentuk Perusahaan yang banyar alldiril(an oleh para Pengusaha, tetapl darl Para penalirl banyal( yang l(urang memahnmi artl dan tujuan serta tanggung Jawab Perseroan Terbatas

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1981 TENTANG WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1981 TENTANG WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1981 TENTANG WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MEDAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK REKLAME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MEDAN,

PERATURAN DAERAH KOTA MEDAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK REKLAME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MEDAN, PERATURAN DAERAH KOTA MEDAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK REKLAME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MEDAN, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (2) huruf d Undang-Undang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA Perihal : Perizinan, Pengawasan, Pelaporan, dan Pengenaan Sanksi Bagi Pedagang Valuta

Lebih terperinci

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN JAKSA AGUNG MUDA PEMBINAAN KEJAKSAAN AGUNG RI --------------------------------------------------- (BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN)

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.102 /MEN/VI/2004 TENTANG WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.102 /MEN/VI/2004 TENTANG WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.102 /MEN/VI/2004 TENTANG WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR MENTERI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N NOMOR 4/E, 2006 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa Kota Malang

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG PENERIMAAN DAN PEMBERIAN BANTUAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DARI DAN KEPADA PIHAK ASING DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

AKTA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS. Pada hari ini, Hadir dihadapan saya, Notaris di...

AKTA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS. Pada hari ini, Hadir dihadapan saya, Notaris di... AKTA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS. NOMOR: Pada hari ini, Hadir dihadapan saya, Notaris di... Dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, Notaris kenal dan akan disebut pada bagian akhir akta ini.-------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG BEDAH MAYAT KLINIS DAN BEDAH MAYAT ANATOMIS SERTA TRANSPLANTASI ALAT DAN ATAU JARINGAN TUBUH MANUSIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP-150/MEN/2000 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP-150/MEN/2000 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP-150/MEN/2000 TENTANG PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENETAPAN UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN GANTI KERUGIAN DI PERUSAHAAN

Lebih terperinci

Syarat Syarat & Ketentuan Khusus Pembukaan Rekening PermataTabungan ib Sub Account

Syarat Syarat & Ketentuan Khusus Pembukaan Rekening PermataTabungan ib Sub Account Syarat Syarat & Ketentuan Khusus Pembukaan Rekening PermataTabungan ib Sub Account Syarat-Syarat & Ketentuan Khusus Pembukaan Rekening PermataTabungan ib Sub Account ini (berikut semua lampiran, dan atau

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTER KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT SELAKU KETUA KOM SI PE NANGGULANGAN A DS NASIONAL

KEPUTUSAN MENTER KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT SELAKU KETUA KOM SI PE NANGGULANGAN A DS NASIONAL KEPUTUSAN MENTER KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT KETUA KOM SI PE NANGGULANGAN A DS NASIONAL NOM OR: 2I /KEP/MENKO/KES RA,^r'1 /2009 TENTANG PENGANGKATAN PENERIMA H BAH UTAMADANA BANTUAN GFATI'r

Lebih terperinci

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. (031) 5914042, 5914043, 5912546, 5912564 Fax (031) 5981841 Website : http://www.unair.ac.id ; email : rektor@unair.ac.id PENGUMUMAN REKTOR

Lebih terperinci

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi : Account Representative Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci