KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN RI NOMOR 214/KMK.06/2002 TANGGAL 7 MEI 2002 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN RI NOMOR 214/KMK.06/2002 TANGGAL 7 MEI 2002 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH"

Transkripsi

1 KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN RI NOMOR 214/KMK.06/2002 TANGGAL 7 MEI 2002 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS ALAM, PERTAMBANGAN UMUM SERTA PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2002 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 13 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan, perlu menetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan tentang Jumlah Dana Bagian Daerah dari Sumber Daya Alam Minyak Bumi dan Gas Alam, Pertambangan Umum serta Perikanan untuk Tahun Anggaran 2002; b. bahwa untuk menindaklanjuti hal tersebut, dipandang perlu untuk menetapkan perkiraan jumlah dana bagian Daerah dari sumber daya alam minyak bumi dan gas alam, pertambangan umum serta perikanan tahun anggaran 2002 dalam Keputusan Menteri Keuangan. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2831); 2. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1985 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3299); 3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3687); 4. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839); 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3848);

2 6. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4134); 7. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2001 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4149); 8. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151); 9. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1969 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2916); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1982 tentang Kewajiban dan Tata Cara Penyetoran Pendapatan Pemerintah dari Hasil Operasi Pertamina Sendiri dan Kontraktor Production Sharing (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3239); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1990 tentang Usaha Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3408), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 141 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 256, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4058), 13. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Bagian Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3694); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952), 15. Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 201, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4021), 16. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 414/K/81/MEM/2002 tanggal 22 April 2002 tentang Penetapan Daerah Penghasil dan Dasar Penghitungan Bagian Daerah Penghasil Minyak Bumi dan Gas Alam serta Pertambangan Umum untuk Tahun 2002; 17. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 344/KMK.06/2001 tanggal 30 Mei 2001 tentang Penyaluran Dana Bagian Daerah dari Sumber Daya Alam. MEMUTUSKAN :

3 Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS ALAM, PERTAMBANGAN UMUM SERTA PERIKANAN UNTUK TAHUN ANGGARAN Pasal 1 (1) Jumlah dana bagian masing-masing Daerah dari sumber daya alam minyak bumi dan gas alam, pertambangan umum serta perikanan untuk Tahun Anggaran 2002 sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini merupakan perkiraan. (2) Perkiraan jumlah dana bagian masing-masing Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), disusun berdasarkan asumsi yang digunakan dalamundang-undang Nomor 19 Tahun 2001 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2002 dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 414/K/81/MEM/2002 tentang Penetapan Daerah Penghasil dan dasar Penghitungan Bagian Daerah Penghasil Minyak Bumi dan Gas Alam serta Pertambangan Umum untuk Tahun Pasal 2 (1) Jumlah dana bagian Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dari sumber daya alam minyak bumi dan gas alam diperkirakan sebesar Rp juta dengan rincian : a. bagian dari sumber daya alam minyak bumi sebesar Rp juta; b. bagian dari sumber daya alam gas alam sebesar Rp juta. (2) Dalam dana bagian Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk tambahan penerimaan dalam rangka otonomi khusus sebesar Rp juta dengan rincian : a. tambahan penerimaan dari sumber daya alam minyak bumi sebesar Rp juta; b. tambahan penerimaan dari sumber daya alam gas alam sebesar Rp juta. (3) Pendistribusian lebih lanjut tambahan penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) antara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kabupaten, Kota atau nama lainnya diatur secara adil dengan Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pasal 3 (1) Jumlah dana bagian Provinsi Papua dari sumber daya alam minyak bumi dan gas alam diperkirakan sebesar Rp juta dengan rincian : a. bagian dari sumber daya alam minyak bumi sebesar Rp juta; b. bagian dari sumber daya alam gas alam sebesar Rp. 92 juta. (2) Dalam dana bagian Provinsi Papua sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk tambahan penerimaan dalam rangka otonomi khusus sebesar Rp juta dengan rincian : a. tambahan penerimaan dari sumber daya alam minyak bumi sebesar Rp juta; b. tambahan penerimaan dari sumber daya alam gas alam sebesar Rp. 80 juta.

4 (3) Pembagian lebih lanjut tambahan penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) antara Provinsi Papua, Kabupaten, Kota atau nama lainnya diatur secara adil dengan Perdasus, dengan memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah yang tertinggal. Pasal 4 (1) Penyaluran dana bagian Daerah dilaksanakan secara triwulanan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyaluran dana bagian Daerah dari penerimaan Negara yang berasal dari sumber daya alam diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan secara tersendiri. Pasal 5 Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara R.I. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 7 Mei 2002 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. BOEDIONO LAMPIRAN 1 PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS ALAM TAHUN ANGGARAN 2002 (JUTA RP) PROPINSI, KAB/KOTA PENGHASIL DAN BAGIAN DAERAH KETERANG KAB/KOTA NON PENGHASIL MINYAK BUMI GAS ALAM TOTAL I. NANGGROE ACEH DARUSSALAM

5 1. PROPINSI 418,807 1,080,583 1,499,390 Bukan Penghas 2. KAB. ACEH BARAT 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 3. KAB. ACEH BESAR 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 4. KAB. ACEH SELATAN 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 5. KAB. ACEH SINGKIL 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 6. KAB. ACEH TENGAH 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 7. KAB. ACEH TENGGARA 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 8. KAB. ACEH TIMUR 4,192 38,670 42,862 Penghasil Miga 9. KAB. ACEH UTARA 42, , ,584 Penghasil Miga 10. KAB. BIREUEN 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 11. KAB. ACEH PIDIE 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 12. KAB. SIMEULEU 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 13. KOTA BANDA ACEH 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 14. KOTA SABANG 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 15. KOTA LANGSA 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas 16. KOTA LOKSUMAWE 3,095 20,135 23,230 Bukan Penghas SUB TOTAL 505,462 1,644,364 2,149,826 II. SUMATERA UTARA 1. PROPINSI 699 7,353 8,052 Bukan Penghasil 2. KAB. ASAHAN Bukan Penghasil 3. KAB. DAIRI Bukan Penghasil 4. KAB. DELI SERDANG Bukan Penghasil 5. KAB. TANAH KARO Bukan Penghasil 6. KAB. LABUHAN BATU Bukan Penghasil 7. KAB. LANGKAT 1,398 14,706 16,104 Penghasil Migas 8. KAB. MANDAILING NATAL Bukan Penghasil

6 9. KAB. NIAS Bukan Penghas 10. KAB. SIMALUNGUN Bukan Penghas 11. KAB. TAPANULI SELATAN Bukan Penghas 12. KAB. TAPANULI TENGAH Bukan Penghas 13. KAB. TAPANULI UTARA Bukan Penghas 14. KAB. TOBA SAMOSIR Bukan Penghas 15. KOTA BINJAI Bukan Penghas 16. KOTA MEDAN Bukan Penghas 17. KOTAPEMATANG SIANTAR Bukan Penghas 18. KOTA SIBOLGA Bukan Penghas 19. KOTA TJ. BALAI Bukan Penghas 20. KOTA TEBING TINGGI Bukan Penghas 21. KOTA PADANG SIDEMPUAN Bukan Penghas SUB TOTAL 3,503 36,765 40,268 III. RIAU 1. PROPINSI 695, ,799 Bukan Penghas 2. KAB. BENGKALIS 682, ,676 Penghasil Miny 3. KAB. INDRAGIRI HILIR 92, ,774 Bukan Penghas 4. KAB. INDRAGIRI HULU 97, ,988 Penghasil Minyak 5. KAB. KAMPAR 242, ,417 Penghasil Minyak 6. KAB. KARIMUN 92, ,774 Bukan Penghasil 7. KAB. KEP. RIAU 92, ,774 Bukan Penghasil 8. KAB. KUANTAN SINGINGI 92, ,774 Bukan Penghasil 9. KAB. NATUNA 99, ,147 Penghasil Migas 10. KAB. PELALAWAN 93, ,147 Penghasil Minyak 11. KAB. ROKAN HILIR 346, ,920 Penghasil Minyak

7 12. KAB. ROKAN HULU 97, ,365 Penghasil Miny 13. KAB. SIAK 380, ,354 Penghasil Miny 14. KOTA BATAM 92, ,774 Bukan Penghas 15. KOTA DUMAI 92, ,774 Bukan Penghas 16. KOTA PEKANBARU 92, ,774 Bukan Penghas 17. KOTA TANJUNG PINANG 92, ,774 Bukan Penghas SUB TOTAL 3,476,574 2,431 3,479,005 IV. JAMBI 1. PROPINSI 18,199 1,800 19,999 Bukan Penghas 2. KAB. BATANGHARI 4, ,102 Penghasil Miny 3. KAB. BUNGO 4, ,444 Bukan Penghas 4. KAB. KERINCI 4, ,444 Bukan Penghas 5. KAB. MERANGIN 4, ,444 Bukan Penghas 6. KAB. MUARO JAMBI 6, ,447 Penghasil Miny 7. KAB. SAROLANGUN 5, ,024 Penghasil Miny 8. KAB. TJ. JABUNG BARAT 9, ,718 Penghasil Miny 9. KAB. TJ. JABUNG TIMUR 25,138 3,600 28,738 Penghasil Miga 10. KAB. TEBO 4, ,444 Bukan Penghas 11. KOTA JAMBI 5, ,189 Penghasil Minyak SUB TOTAL 90,993 9,000 99,993 V. SUMATERA SELATAN 1. PROPINSI 118,763 38, ,538 Bukan Penghasil 2. KAB. LAHAT 27,227 9,458 36,685 Penghasil Migas 3. KAB. MUSI BANYUASIN 206,678 55, ,270 Penghasil Migas 4. KAB. MUSI RAWAS 29,268 16,756 46,024 Penghasil Migas

8 5. KAB. MUARA ENIM 42,722 21,233 63,955 Penghasil Miga 6. KAB. OGAN KOM. ILIR 27, ,148 Penghasil Miny 7. KAB. OGAN KOM. ULU 34, ,707 Penghasil Miga 8. KOTA PALEMBANG 26,392 8,617 35,009 Bukan Penghas 9. KOTA PRABUMULIH 27,541 8,795 36,336 Penghasil Miga 10. KOTA PAGAR ALAM 26,392 8,617 35,009 Bukan Penghas 11. KOTA LUBUK LINGGAU 26,392 8,617 35,009 Bukan Penghas SUB TOTAL 593, , ,690 VI. LAMPUNG 1. PROPINSI 76,225-76,225 Penghasil Miny 2. KAB. LAMPUNG BARAT 15,476-15,476 Bukan Penghas 3. KAB. LAMPUNG SELATAN 15,476-15,476 Bukan Penghas 4. KAB. LAMPUNG TENGAH 15,476-15,476 Bukan Penghas 5. KAB. LAMPUNG UTARA 15,476-15,476 Bukan Penghas 6. KAB. LAMPUNG TIMUR 33,921-33,921 Penghasil Miny 7. KAB. TANGGAMUS 15,476-15,476 Bukan Penghas 8. KAB. TULANG BAWANG 15,476-15,476 Bukan Penghas 9. KAB. WAY KANAN 15,476-15,476 Bukan Penghas 10. KOTA BANDAR LAMPUNG 15,476-15,476 Bukan Penghasil 11. KOTA METRO 15,476-15,476 Bukan Penghasil SUB TOTAL 249, ,430 VII. JAWA BARAT 1. PROPINSI 45,273 29,887 75,160 Penghasil Migas 2. KAB. BANDUNG 3,795 2,552 6,347 Penghasil Minyak 3. KAB. BEKASI 5,197 2,552 7,749 Bukan Penghasil

9 4. KAB. BOGOR 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 5. KAB. CIAMIS 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 6. KAB. CIANJUR 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 7. KAB. CIREBON 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 8. KAB. GARUT 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 9. KAB. INDRAMAYU 9,197 19,609 28,806 Penghasil Miga 10. KAB. KARAWANG 7,995 10,852 18,847 Penghasil Miga 11. KAB. KUNINGAN 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 12. KAB. MAJALENGKA 4,258 3,167 7,425 Penghasil Miga 13. KAB. PURWAKARTA 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 14. KAB. SUBANG 4,175 9,105 13,280 Penghasil Miga 15. KAB. SUKABUMI 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 16. KAB. SUMEDANG 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 17. KAB. TASIKMALAYA 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 18. KOTA BANDUNG 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 19. KOTA BEKASI 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 20. KOTA BOGOR 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 21. KOTA CIREBON 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 22. KOTA DEPOK 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghas 23. KOTA SUKABUMI 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghasil 24. KOTA TASIKMALAYA 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghasil 25. KOTA CIMAHI 3,795 2,552 6,347 Bukan Penghasil SUB TOTAL 148, , ,860 VIII. JAWA TENGAH 1. PROPINSI Bukan Penghasil 2. KAB. BANJARNEGARA Bukan Penghasil

10 3. KAB. BANYUMAS Bukan Penghas 4. KAB. BATANG Bukan Penghas 5. KAB. BLORA Penghasil Miny 6. KAB. BOYOLALI Bukan Penghas 7. KAB. BREBES Bukan Penghas 8. KAB. CILACAP Bukan Penghas 9. KAB. DEMAK Bukan Penghas 10. KAB. GROBOGAN Bukan Penghas 11. KAB. JEPARA Bukan Penghas 12. KAB. KARANGANYAR Bukan Penghas 13. KAB. KEBUMEN Bukan Penghas 14. KAB. KENDAL Bukan Penghas 15. KAB. KLATEN Bukan Penghas 16. KAB. KUDUS Bukan Penghas 17. KAB. MAGELANG Bukan Penghas 18. KAB. PATI Bukan Penghas 19. KAB. PEKALONGAN Bukan Penghas 20. KAB. PEMALANG Bukan Penghas 21. KAB. PURBALINGGA Bukan Penghas 22. KAB. PURWOREJO Bukan Penghasil 23. KAB. REMBANG Bukan Penghasil 24. KAB. SEMARANG Bukan Penghasil 25. KAB. SRAGEN Bukan Penghasil 26. KAB. SUKOHARJO Bukan Penghasil 27. KAB. TEGAL Bukan Penghasil 28. KAB. TEMANGGUNG Bukan Penghasil 29. KAB. WONOGIRI Bukan Penghasil

11 30. KAB. WONOSOBO Bukan Penghas 31. KOTA MAGELANG Bukan Penghas 32. KOTA PEKALONGAN Bukan Penghas 33. KOTA SALATIGA Bukan Penghas 34. KOTA SEMARANG Bukan Penghas 35. KOTA SURAKARTA Bukan Penghas 36. KOTA TEGAL Bukan Penghas SUB TOTAL IX. JAWA TIMUR 1. PROPINSI 9,066 16,800 25,866 Bukan Penghas 2. KAB. BANGKALAN 2, ,841 Penghasil Miny 3. KAB. BANYUWANGI ,398 Bukan Penghas 4. KAB. BLITAR ,398 Bukan Penghas 5. KAB. BOJONEGORO 1, ,787 Penghasil Miny 6. KAB. BONDOWOSO ,398 Bukan Penghas 7. KAB. GRESIK ,398 Bukan Penghas 8. KAB. JEMBER ,398 Bukan Penghas 9. KAB. JOMBANG ,398 Bukan Penghas 10. KAB. KEDIRI ,398 Bukan Penghasil 11. KAB. LAMONGAN ,398 Bukan Penghasil 12. KAB. LUMAJANG ,398 Bukan Penghasil 13. KAB. MADIUN ,398 Bukan Penghasil 14. KAB. MAGETAN ,398 Bukan Penghasil 15. KAB. MALANG ,398 Bukan Penghasil 16. KAB. MOJOKERTO ,398 Bukan Penghasil 17. KAB. NGANJUK ,398 Bukan Penghasil

12 18. KAB. NGAWI ,398 Bukan Penghas 19. KAB. PACITAN ,398 Bukan Penghas 20. KAB. PAMEKASAN ,398 Bukan Penghas 21. KAB. PASURUAN ,398 Bukan Penghas 22. KAB. PONOROGO ,398 Bukan Penghas 23. KAB. PROBOLINGGO ,398 Bukan Penghas 24. KAB. SAMPANG ,398 Bukan Penghas 25. KAB. SIDOARJO ,398 Penghasil Gas 26. KAB. SITUBONDO ,398 Bukan Penghas 27. KAB. SUMENEP 9,917 33,600 43,517 Penghasil Miga 28. KAB. TRENGGALEK ,398 Bukan Penghas 29. KAB. TUBAN 4, ,781 Penghasil Miny 30. KAB. TULUNGAGUNG ,398 Bukan Penghas 31. KOTA BLITAR ,398 Bukan Penghas 32. KOTA KEDIRI ,398 Bukan Penghas 33. KOTA MADIUN ,398 Bukan Penghas 34. KOTA MALANG ,398 Bukan Penghas 35. KOTA MOJOKERTO ,398 Bukan Penghas 36. KOTA PASURUAN ,398 Bukan Penghas 37. KOTA PROBOLINGGO ,398 Bukan Penghasil 38. KOTA SURABAYA ,398 Bukan Penghasil 39. KOTA BATU ,398 Bukan Penghasil SUB TOTAL 45,328 83, ,324 X. KALIMANTAN SELATAN 1. PROPINSI 1,235-1,235 Bukan Penghasil 2. KAB. BANJAR Bukan Penghasil

13 3. KAB. BARITO KUALA Bukan Penghas 4. KAB. HULU SUNGAI SELATAN Bukan Penghas 5. KAB. HULU SUNGAI TENGAH Bukan Penghas 6. KAB. HULU SUNGAI UTARA Penghasil Miny 7. KAB. KOTA BARU Bukan Penghas 8. KAB. TABALONG 2,471-2,471 Penghasil Miny 9. KAB. TANAH LAUT Bukan Penghas 10. KAB. TAPIN Bukan Penghas 11. KOTA BANJAR BARU Bukan Penghas 12. KOTA BANJARMASIN Bukan Penghas SUB TOTAL 6,176-6,176 Bukan Penghas XI. KALIMANTAN TIMUR 1. PROPINSI 234, , ,121 Penghasil Miga 2. KAB. BERAU 41, , ,923 Bukan Penghas 3. KAB. BULUNGAN 41, , ,923 Penghasil Miga 4. KAB. KUTAI 240, ,853 1,040,851 Penghasil Miga 5. KAB. KUTAI BARAT 41, , ,923 Bukan Penghas 6. KAB. KUTAI TIMUR 41, , ,923 Penghasil Miga 7. KAB. MALINAU 41, , ,923 Bukan Penghasil 8. KAB. NUNUKAN , ,842 Penghasil Minyak 9. KAB. PASIR 58, , ,782 Penghasil Migas 10. KOTA BALIKPAPAN 41, , ,923 Bukan Penghasil 11. KOTA BONTANG 43, , ,063 Penghasil Migas 12. KOTA SAMARINDA 44, , ,160 Penghasil Migas 13. KOTA TARAKAN 46, , ,144 Penghasil Migas SUB TOTAL 960,083 2,746,418 3,706,501

14 XII. SULAWESI SELATAN 1. PROPINSI Bukan Penghas 2. KAB. BANTAENG Bukan Penghas 3. KAB. BARRU Bukan Penghas 4. KAB. BONE Bukan Penghas 5. KAB. BULUKUMBA Bukan Penghas 6. KAB. ENREKANG Bukan Penghas 7. KAB. GOWA Bukan Penghas 8. KAB. JENEPONTO Bukan Penghas 9. KAB. LUWU Bukan Penghas 10. KAB. LUWU UTARA Bukan Penghas 11. KAB. MAJENE Bukan Penghas 12. KAB. MAMUJU Bukan Penghas 13. KAB. MAROS Bukan Penghas 14. KAB. PANGKAJENE KEP (PANGKEP) Bukan Penghas 15. KAB. PINRANG Bukan Penghas 16. KAB. POLEWALI MAMASA (POLMAS) Bukan Penghas 17. KAB. SELAYAR Bukan Penghas 18. KAB. SIDENRENG RAPPANG (SIDRAP) Bukan Penghasil 19. KAB. SINJAI Bukan Penghasil 20. KAB. SOPPENG Bukan Penghasil 21. KAB. TAKALAR Bukan Penghasil 22. KAB. TANA TORAJA Bukan Penghasil 23. KAB. WAJO Penghasil Gas 24. KOTA PARE-PARE Bukan Penghasil 25. KOTA MAKASAR Bukan Penghasil

15 SUB TOTAL XIII. MALUKU 1. PROPINSI Bukan Penghas 2. KAB. MALUKU TGR BARAT Bukan Penghas 3. KAB. MALUKU TENGAH 1,574-1,574 Penghasil Miny 4. KAB. MALUKU TENGGARA Bukan Penghas 5. KAB. PULAU BURU Bukan Penghas 6. KOTA AMBON Bukan Penghas SUB TOTAL 3,937-3,937 XIV. PAPUA 1. PROPINSI 80, ,233 Bukan Penghas 2. KAB. BIAK NUMFOR Bukan Penghas 3. KAB. FAK-FAK Bukan Penghas 4. KAB. JAYAPURA Bukan Penghas 5. KAB. JAYAWIJAYA Bukan Penghas 6. KAB. MANOKWARI Penghasil Miny 7. KAB. MERAUKE Bukan Penghas 8. KAB. MIMIKA Bukan Penghasil 9. KAB. NABIRE Bukan Penghasil 10. KAB. PANIAI Bukan Penghasil 11. KAB. PUNCAK JAYA Bukan Penghasil 12. KAB. SORONG 8, ,314 Penghasil Migas 13. KAB. YAPEN WAROPEN Bukan Penghasil 14. KOTA JAYAPURA Bukan Penghasil 15. KOTA SORONG Bukan Penghasil

16 SUB TOTAL 96, ,867 XV. DKI JAKARTA 1. PROPINSI 62,291 33,298 95,589 Penghasil Miga SUB TOTAL 62,291 33,298 95,589 T O T A L 6,243,382 4,873,948 11,117,330 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. BOEDIONO LAMPIRAN II PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SDA PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2002 Dalam Ribuan Rupiah No Propinsi/Kabupaten/Kota Bagian Daerah Royalty Landrent Jumlah Nanggroe Aceh Darussalam 0, , ,45 1. Kab. Aceh Barat 0, , ,08 2 Kab. Aceh Besar 0, , ,04 3 Kab. Aceh selatan 0, , ,68 4 Kab. Aceh Singkil 0,00 0,00 0,00

17 5 Kab.Aceh Tengah 0, , ,52 6 Kab. Aceh Tenggara 0, , ,00 7 Kab. Aceh Timur 0, , ,28 8 Kab. Aceh Utara 0, , ,90 9 Kab. Bireuen 0,00 0,00 0,00 10 Kab. Pidie 0, , ,95 11 Kab. Simeuleu 0,00 0,00 0,00 12 Kota Banda Aceh 0, , ,11 13 Kota Sabang 0,00 0,00 0,00 14 Kota langsa 0,00 0,00 0,00 15 Kota Lhokseumawe 0,00 0,00 0,00 Prop. Nanggroe Aceh Darussalam 0, , ,89 2. Sumatera Utara 0, , ,02 1. Kab. Asahan 0,00 0,00 0,00 2 Kab. Dairi 0, , ,79 3 Kab. Deli Serdang 0,00 721,32 721,32 4 Kab. Labuhan Batu 0,00 0,00 0,00 5 Kab. Langkat 0,00 614,02 614,02 6 Kab. Mandailing natal 0, , ,56 7 Kab. Nias 0,00 0,00 0,00 8 Kab. Simalungun 0,00 702,08 702,08 9 Kab. Tanah Karo 0, , ,84 10 Kab. Tapanuli Selatan 0,00 0,00 0,00 11 Kab. Tapanuli Tengah 0, , ,12 12 Kab. Tapanuli Utara 0, , ,09

18 13 Kab. Toba Samosir 0,00 0,00 0,00 14 Kota Binjai 0,00 0,00 0,00 15 Kota medan 0,00 0,00 0,00 16 Kota Pematang Siantar 0,00 0,00 0,00 17 Kota Sibolga 0,00 0,00 0,00 18 Kota tanjung Balai 0,00 0,00 0,00 19 Kota Tebing Tinggi 0,00 0,00 0,00 20 Kota Padang Sidempuan 0,00 0,00 0,00 Prop. Sumatera Utara 0, , ,20 3. Ria u , , ,98 1. Kab. Bengkalis , , ,26 2 Kab. Indragiri Hilir , , ,58 3 Kab. Indragiri Hulu , , ,33 4 Kab. Kampar , , ,46 5 Kab. Karimun , , ,70 6 Kab. Riau Kepulauan , , ,37 7 Kab. Kuantan Singingi , , ,66 8 Kab. Natuna ,38 0, ,38 9 Kab. Pelalawan ,38 0, ,38 10 Kab. Rokan Hilir ,38 0, ,38 11 Kab. Rokan Hulu ,38 0, ,38 12 Kab. Siak , , ,22 13 Kota Batam , , ,14 14 Kota Dumai ,38 0, ,38 15 Kota Pekanbaru ,38 0, ,38

19 16 Kota Tanjung Pinang ,38 0, ,38 Prop. Riau , , ,60 4 Sumatera Barat , , ,88 1. Kab. Agam ,67 796, ,47 2 Kab. 50 Kota , , ,21 3 Kab. Padang Pariaman , , ,31 4 Kab. Pasaman , , ,79 5 Kab. Pesisir Selatan , , ,45 6 Kab. Sawah Lunto Sijunjung , , ,53 7 Kab. Solok , , ,59 8 Kab. Tanah datar ,67 0, ,67 9 Kab. Kep. Mentawai ,67 0, ,67 10 Kota Bukit Tinggi ,67 0, ,67 11 Kota Padang ,67 0, ,67 12 Kota Padang Panjang ,67 0, ,67 13 Kota Payahkumbuh ,67 0, ,67 14 Kota Sawah Lunto , , ,46 15 Kota Solok ,67 0, ,67 Prop. Sumatera Barat , , ,38 5 Jambi , , ,44 1. Kab. Saralangun 8.533, , ,90 2 Kab. Muaro Jambi 8.533,33 0, ,33 3 Kab. Tanjung Jabung Timur 8.533, , ,13

20 4 Kab. Tebo 8.533,33 0, ,33 5 Kab. Batanghaari 8.533, , ,52 6 Kab. Kerinci 8.533,33 0, ,33 7 Kab. Bungo , , ,19 8 Kab. Merangin 8.533, , ,22 9 Kab. Tanjung Jabung Barat 8.533,33 0, ,33 10 Kota Jambi 8.533,33 0, ,33 Propinsi Jambi , , ,83 6 Bengkulu , , ,03 1. Kab. Bengkulu Selatan , , ,95 2 Kab. Bengkulu Utara , , ,39 3 Kab. Rejang Lebong , , ,15 4 Kota Bengkulu ,33 0, ,33 Propinsi Bengkulu , , ,21 7 Bangka Belitung , , ,94 1. Kab. Bangka , , ,70 2 Kab. Belitung , , ,65 3 Kota Pangkal Pinang ,00 0, ,00 Prop. Bangka Belitung , , ,59 8 Sumatera Selatan , , ,38 1. Kab. Lahat , , ,04 2 Kab. Muara enim , , ,67 3 Kab. Musi Banyuasin , , ,15

21 4 Kab. Musi Rawas , , ,00 5 Kab. Ogan Komering Ilir ,03 0, ,03 6 Kab. Ogan Komering Ulu , , ,57 7 Kota Palembang ,03 0, ,03 8 Kota Prabumulih ,03 0, ,03 9 Kota Pagar Alam ,03 0, ,03 10 Kota Lubuk Linggau ,03 0, ,03 Prop. Sumatera Selatan , , ,67 9 Lampung , , ,40 1. Kab. Lampung Selatan 8.109, , ,86 2 Kab. Lampung Tengah 941,51 569, ,24 3 Kab. Lampung Utara 941, , ,97 4 Kab. Lampung Barat 941, , ,32 5 Kab. Tulang Bawang 941,51 0,00 941,51 6 Kab. Tanggamus 1.305, , ,37 7 Kab. Lampung Timur 941,51 0,00 941,51 8 Kab. Way Kanan 941,51 0,00 941,51 9 Kota. B. Lampung 941,51 0,00 941,51 10 Kota Metro 941,51 0,00 941,51 Prop. Lampung 4.236, , ,08 10 Jawa Barat , , ,80 1. Kab. Bandung , , ,49 2 Kab. Bekasi , , ,12 3 Kab. Bogor , , ,65 4 Kab. Ciamis , , ,69

22 5 Kab. Cianjur , , ,69 6 Kab. Cirebon ,60 0, ,60 7 Kab. Garut , , ,52 8 Kab. Indramayu ,60 0, ,60 9 Kab. Karawang , , ,36 10 Kab. Kuningan ,60 12, ,63 11 Kab. Majalengka ,60 0, ,60 12 Kab. Purwakarta , , ,76 13 Kab. Subang ,60 0, ,60 14 Kab. Sukabumi , , ,26 15 Kab. Sumedang ,50 0, ,50 16 Kab. Tasikmalaya , , ,87 17 Kota Bandung ,60 0, ,60 18 Kota Bekasi ,60 0, ,60 19 Kota Bogor ,60 0, ,60 20 Kota Cirebon ,60 0, ,60 21 Kota Depok ,60 0, ,60 22 Kota Sukabumi ,60 0, ,60 23 Kota Tasikmalaya ,60 0, ,60 24 Kota Cimahi ,60 0, ,60 Prop. Jawa Barat , , ,96 11 Banten , , ,74 1. Kab. Lebak , , ,92 2 Kab. Pandeglang , , ,16 3 Kab. Serang , , ,33 4 Kab. Tangerang ,00 505, ,34

23 5 Kota Cilegon , , ,84 6 Kota Tangerang ,00 0, ,00 Prop. Banten , , ,15 12 Jawa Tengah , , ,33 1. Kab. Kendal 7.905,88 0, ,88 2 Kab. Demak 7.905,88 0, ,88 3 Kab. Salatiga 7.905,88 0, ,88 4 Kab. Semarang 7.905,88 0, ,88 5 Kab. Grobogan 7.905,88 0, ,88 6 Kab. Kebumen 7.905,88 0, ,88 7 Kab. Tegal 7.905,88 0, ,88 8 Kab. Brebes 7.905,88 0, ,88 9 Kab. Purworejo , , ,87 10 Kab. Pekalongan 7.905, , ,30 11 Kab. Pemalang 7.905,88 0, ,88 12 Kab. Batang 7.905,88 0, ,88 13 Kab. Banyumas 7.905,88 0, ,88 14 Kab. Cilacap , , ,24 15 Kab. Purbalingga 7.905,88 0, ,88 16 Kab. Banjarnegara 7.905, , ,30 17 Kab. Pati 7.905,88 0, ,88 18 Kab. Blora 7.905,88 0, ,88 19 Kab. Rembang 7.905,88 0, ,88 20 Kab. Kudus 7.905,88 0, ,88 21 Kab. Jepara 7.905,88 523, ,79 22 Kab. Wonosobo 7.905,88 0, ,88

24 23 Kab. Boyolali 7.905,88 0, ,88 24 Kab. Sragen 7.905,88 0, ,88 25 Kab. Karanganyar 7.905,88 0, ,88 26 Kab. Klaten 7.905,88 0, ,88 27 Kab. Sukoharjo 7.905,88 0, ,88 28 Kab. Wonogiri 7.905,88 446, ,96 29 Kab. Temanggung 7.905,88 0, ,88 30 Kab. Magelang 7.905,88 0, ,88 31 Kota Magelang 7.905,88 0, ,88 32 Kota Surakarta 7.905,88 0, ,88 33 Kota Pekalongan 7.905,88 0, ,88 34 Kota Tegal 7.905,88 0, ,88 35 Kota Semarang 7.905,88 0, ,88 Prop. Jawa Tengah , , ,27 13 DI Yogyakarta 0, , ,60 1. Kab. Bantul 0,00 519,68 519,68 2 Kab. Gunung Kidul 0,00 0,00 0,00 3 Kab. Kulon Progo 0, , ,80 4 Kab. Sleman 0,00 0,00 0,00 5 Kota Yogyakarta 0,00 0,00 0,00 Prop. DI Yogyakarta 0,00 777,12 777,12 14 Jawa Timur , , ,60 1. Kota Surabaya 3.438,70 0, ,70 2 Kab. Gresik 3.438,70 0, ,70 3 Kab. Sidoarjo 3.438, , ,58

25 4 Kota Mojokerto 3.438,70 0, ,70 5 Kab. Mojokerto 3.438,70 0, ,70 6 Kab. Jombang 3.438, , ,55 7 Kab. Bojonegoro 3.438,70 0, ,70 8 Kab. Tuban 3.438,70 0, ,70 9 Kab. Lamongan 3.438,70 0, ,70 10 Kab. Pamekasan 3.438,70 0, ,70 11 Kab. Sampang 3.438,70 0, ,70 12 Kab. Sumenep 3.438,70 0, ,70 13 Kab. Bangkalan 3.438,70 0, ,70 14 Kota Madiun 3.438,70 0, ,70 15 Kab. Madiun 3.438,70 576, ,55 16 Kab. Ponorogo 3.438,70 576, ,55 17 Kab. Pacitan 3.438,70 48, ,53 18 Kab. Ngawi 3.438,70 0, ,70 19 Kab. Magetan 3.438,70 0, ,70 20 Kota Kediri 3.438,70 0, ,70 21 Kab. Kediri 3.438,70 0, ,70 22 Kab. Nganjuk 3.438,70 0, ,70 23 Kota Blitar 3.438,70 0, ,70 24 Kab. Blitar 3.438,70 13, ,08 25 Kab. Tulungagung 3.438,70 25, ,43 26 Kab. Trenggalek 3.438, , ,73 27 Kota Malang 3.438,70 0, ,70 28 Kab. Malang 3.438,70 97, ,56 29 Kota Pasuruan 3.438,70 446, ,29 30 Kab. Pasuruan , , ,86

26 31 Kota Probolinggo 3.438,70 0, ,70 32 Kab. Probolinggo 3.438,70 604, ,18 33 Kab. Lumajang , , ,54 34 Kab. Jember 3.438, , ,79 35 Kab. Bondowoso 3.438,70 0, ,70 36 Kab. Situbondo 3.438, , ,70 37 Kab. Banyuwangi ,22 51, ,52 38 Kota Batu 3.438,70 0, ,70 Prop. Jawa Timur , , ,72 15 Kalimantan Barat 0, , ,96 1. Kab. Bengkayang 0,00 227,14 227,14 2 Kab. Kapuas Hulu 0, , ,84 3 Kab. Ketapang 0, , ,89 4 Kab. Lancak 0,00 0,00 0,00 5 Kab. Pontianak 0, , ,03 6 Kab. Sambas 0, , ,33 7 Kab. Sanggau 0, , ,44 8 Kab. Sintang 0, , ,50 9 Kota Pontianak 0,00 0,00 0,00 10 Kota Singkawang 0,00 0,00 0,00 Prop. Kalimantan Barat 0, , ,79 16 Kalimantan Tengah , , ,38 1. Kab. Barito Selatan , , ,36 2 Kab. Barito Utara , , ,54 3 Kab. Kapuas , , ,13

27 4 Kab. Kotawaringin Barat , , ,46 5 Kab. Kotawaringin Timur , , ,97 6 Kota Palangkaraya , , ,04 Prop. Kalimantan Tengah , , ,88 17 Kalimantan Selatan , , ,08 1. Kab. Banjar , , ,11 2 Kab. Barito Kuala ,04 0, ,04 3 Kab. Hulu Sungai Tengah , , ,17 4 Kab. Hulu Sungai Selatan , , ,22 5 Kab. Hulu Sungai Utara , , ,75 6 Kab. Kota Baru , , ,20 7 Kab. Tabalong , , ,01 8 Kab. Tanah Laut , , ,01 9 Kab. Tapin , , ,83 10 Kota Banjarmasin ,04 0, ,04 11 Kota Banjarbaru , , ,48 Prop. Kalimantan Selatan , , ,22 18 Kalimantan Timur , , ,06 1. Kab. Berau , , ,38 2 Kab. Bulungan , , ,62 3 Kab. Kutai , , ,70 4 Kab. Kutai Barat , , ,51 5 Kab. Kutai Timur , , ,71 6 Kab. Malinau , , ,28 7 Kab. Nunukan , , ,82

28 8 Kab. Pasir , , ,20 9 Kota Balikpapan , , ,42 10 Kota Bontang , , ,15 11 Kota Samarinda , , ,86 12 Kota Tarakan ,82 0, ,82 Prop. Kalimantan Timur , , ,61 19 Sulawesi Utara , , ,06 1. Kab. Bolaang Mongondow , , ,06 2 Kab. Minahasa , , ,49 3 Kab. Sangihe Talaud , , ,13 4 Kota Bitung , , ,44 5 Kota Manado ,73 0, ,73 Prop. Sulawesi Utara , , ,21 20 Gorontalo 0, , ,37 1. Kab. Bualemo 0, , ,92 2 Kab. Gorontalo 0, , ,97 3 Kota Gorontalo 0,00 0,00 0,00 Prop. Gorontalo 0, , ,47 21 Sulawesi Tengah 0, , ,56 1. Kab. Banggai 0,00 0,00 0,00 2 Kab. Banggai Kepulauan 0,00 0,00 0,00 3 Kab. Boul 0, , ,15 4 Kab. Donggala 0, , ,50 5 Kab. Morowali 0, , ,20

29 6 Kab. Poso 0, , ,05 7 Kab. Toli-Toli 0, , ,15 8 Kota Palu 0,00 0,00 0,00 Prop. Sulawesi Tengah 0, , ,51 22 Sulawesi Selatan , , ,99 1. Kab. Bantaeng ,98 0, ,98 2 Kab. Barru ,98 0, ,98 3 Kab. Bone , , ,65 4 Kab. Bulukumba ,98 0, ,98 5 Kab. Enrekang , , ,13 6 Kab. Gowa ,98 0, ,98 7 Kab. Jeneponto , , ,14 8 Kab. Luwu , , ,85 9 Kab. Luwu Utara , , ,99 10 Kab.Majene , , ,18 11 Kab. Mamuju , , ,38 12 Kab. Maros ,98 0, ,98 13 Kab. Pangkajene Kepulauan ,98 0, ,98 14 Kab. Pinrang ,98 0, ,98 15 Kab. Polewali Mamasa , , ,58 16 Kab. Selayar ,98 0, ,98 17 Kab. Sidenreng Rappang , , ,02 18 Kab. Sinjai ,98 0, ,98 19 Kab. Soppeng ,98 0, ,98 20 Kab. Takalar , , ,57

30 21 Kab. Tana Toraja ,98 0, ,98 22 Kab. Wajo , , ,75 23 Kota Pare-Pare ,98 0, ,98 24 Kota Makasar ,98 0, ,98 Prop. Sulawesi Selatan , , ,00 23 Sulawesi Tenggara , , ,73 1. Kab. Buton , , ,52 2 Kab. Kencan , , ,08 3 Kab. Kolaka , , ,28 4 Kab. Muna ,00 0, ,00 5 Kab. Kendari ,00 0, ,00 6 Kota Bau-Bau ,00 0, ,00 Prop. Sulawesi Tenggara , , ,75 24 Bali 0, , ,88 1. Kab. Badung 0,00 880,70 880,70 2 Kab. Bangli 0,00 0,00 0,00 3 Kab. Buleleng 0,00 0,00 0,00 4 Kab. Gianjar 0,00 0,00 0,00 5 Kab. Jembrana 0,00 0,00 0,00 6 Kab. Karangasem 0,00 0,00 0,00 7 Kab. Klungkung 0,00 0,00 0,00 8 Kab. Tabanan 0,00 0,00 0,00 9 Kota Denpasar 0,00 0,00 0,00 Prop. Bali 0,00 220,18 220,18

31 25 Nusa Tenggara Barat , , ,00 1. Kab. Bima , , ,97 2 Kab. Dompu , , ,85 3 Kab. Lombok Barat , , ,33 4 Kab. Lombok Tengah , , ,09 5 Kab. Lombok Timur ,09 0, ,09 6 Kab. Sumbawa , , ,76 7 Kota Mataram ,09 0, ,09 Prop. Nusa Tenggara Barat , , ,80 26 Nusa Tenggara Timur 0, , ,68 1. Kab. Alor 0,00 0,00 0,00 2 Kab. Belu 0,00 0,00 0,00 3 Kab. Ende 0,00 0,00 0,00 4 Kab. Flores Timur 0,00 0,00 0,00 5 Kab. Kupang 0,00 0,00 0,00 6 Kab. Lembata 0,00 0,00 0,00 7 Kab. Manggarai 0, , ,14 8 Kab. Ngada 0, , ,60 9 Kab. Sikka 0,00 0,00 0,00 10 Kab. Sumba Barat 0, , ,72 11 Kab. Sumba Timur 0, , ,28 12 Kab. Tomor Tengah Selatan 0,00 0,00 0,00 13 Kab. Timor Tengah Utara 0,00 0,00 0,00 14 Kota Kupang 0,00 0,00 0,00 Prop. Nusa Tenggara Timur 0, , ,94

32 27 Maluku 0, , ,05 1. Kab. Maluku Tengah 0, , ,24 2 Kab. Maluku Tenggara 0, , ,80 3 Kab. Maluku Tenggara Barat 0,00 0,00 0,00 4 Kab. Pulau Buru 0,00 0,00 0,00 5 Kota Ambon 0,00 0,00 0,00 Prop. Maluku 0, , ,01 28 Maluku Utara , , ,14 1. Kab. Maluku Utara , , ,64 2 Kab. Halmahera Tengah , , ,68 3 Kota Ternate ,00 0, ,00 Prop. Maluku Utara , , ,83 29 Papua (Irian Jaya) , , ,48 1. Kab. Biak Numfor ,69 0, ,69 2 Kab. Fak-Fak , , ,09 3 Kab. Jayapura , , ,92 4 Kab. Jayawijaya , , ,93 5 Kab. Manokwari , , ,29 6 Kab. Merauke ,69 0, ,69 7 Kab. Mimika , , ,12 8 Kab. Nabire , , ,49 9 Kab. Paniai , , ,97 10 Kab. Puncakjaya , , ,21

33 11 Kab. Sorong , , ,19 12 Kab. Japen Waropen , , ,05 13 Kota Jayapura ,69 862, ,22 14 Kota Sorong ,69 0, ,69 Prop. Papua (Irian Jaya) , , ,90 30 DKI Jakarta 0,00 874,40 874,40 1. Kota Jakarta Pusat 0,00 0,00 0,00 2 Kota Jakarta Utara 0,00 0,00 0,00 3 Kota Jakarta Selatan 0,00 0,00 0,00 4 Kota Jakarta Timur 0,00 0,00 0,00 5 Kota Jakarta Barat 0,00 0,00 0,00 6 Kab. Kepulauan Seribu 0,00 699,52 699,52 Prop. DKI Jakarta 0,00 174,88 174,88 Jumlah , , ,19 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ttd BOEDIONO

34 LAMPIRAN III PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SDA PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2002 Dalam Ribuan Rupiah No Kabupaten/Kota Jumlah Nanggroe Aceh Darussalam ,45 1. Kab. Aceh Barat 2 Kab. Aceh Besar 3 Kab. Aceh selatan 4 Kab. Aceh Singkil 5 Kab.Aceh Tengah 6 Kab. Aceh Tenggara 7 Kab. Aceh Timur 8 Kab. Aceh Utara

35 9 Kab. Bireuen 10 Kab. Pidie 11 Kab. Simeuleu 12 Kota Banda Aceh 13 Kota Sabang 14 Kota langsa 15 Kota Lhokseumawe 2. Sumatera Utara ,60 1. Kab. Asahan 2 Kab. Dairi 3 Kab. Deli Serdang 4 Kab. Labuhan Batu 5 Kab. Langkat 6 Kab. Mandailing natal 7 Kab. Nias 8 Kab. Simalungun 9 Kab. Tanah Karo 10 Kab. Tapanuli Selatan 11 Kab. Tapanuli Tengah 12 Kab. Tapanuli Utara 13 Kab. Toba Samosir 14 Kota Binjai

36 15 Kota Medan 16 Kota Pematang Siantar 17 Kota Sibolga 18 Kota tanjung Balai 19 Kota Tebing Tinggi 20 Kota Padang Sidempuan 3. Riau ,48 1. Kab. Bengkalis 2 Kab. Indragiri Hilir 3 Kab. Indragiri Hulu 4 Kab. Kampar 5 Kab. Karimun 6 Kab. Riau Kepulauan 7 Kab. Kuantan Singingi 8 Kab. Natuna 9 Kab. Pelalawan 10 Kab. Rokan Hilir 11 Kab. Rokan Hulu 12 Kab. Siak 13 Kota Batam 14 Kota Dumai 15 Kota Pekanbaru

37 16 Kota Tanjung Pinang 4 Sumatera Barat ,45 1. Kab. Agam 2 Kab. 50 Kota 3 Kab. Padang Pariaman 4 Kab. Pasaman 5 Kab. Pesisir Selatan 6 Kab. Sawah Lunto Sijunjung 7 Kab. Solok 8 Kab. Tanah datar 9 Kab. Kep. Mentawai 10 Kota Bukit Tinggi 11 Kota Padang 12 Kota Padang Panjang 13 Kota Payahkumbuh 14 Kota Sawah Lunto 15 Kota Solok 5 Jambi ,30 1. Kab. Saralangun 2 Kab. Muaro Jambi 3 Kab. Tanjung

38 Jabung Timur 4 Kab. Tebo 5 Kab. Batanghaari 6 Kab. Kerinci 7 Kab. Bungo 8 Kab. Merangin 9 Kaab. Tanjung Jabung Barat 10 Kota Jambi 6 Bengkulu ,12 1. Kab. Bengkulu Selatan 2 Kab. Bengkulu Utara 3 Kab. Rejang Lebong 4 Kota Bengkulu 7 Bangka Belitung ,09 1. Kab. Bangka 2 Kab. Belitung 3 Kota Pangkal Pinang 8 Sumatera Selatan ,28 1. Kab. Lahat 2 Kab. Muara enim 3 Kab. Musi Banyuasin

39 4 Kab. Musi Rawas 5 Kab. Ogan Komering Ilir 6 Kab. Ogan Komering Ulu 7 Kota Palembang 8 Kota Prabumulih 9 Kota Pagar Alam 10 Kota Lubuk Linggau 9 Lampung ,30 1. Kab. Lampung Selatan 2 Kab. Lampung Tengah 3 Kab. Lampung Utara 4 Kab. Lampung Barat 5 Kab. Tulang Bawang 6 Kab. Tanggamus 7 Kab. Lampung Timur 8 Kab. Way Kanan 9 Kota. B. Lampung 10 Kota Metro 10 Jawa Barat ,69 1. Kab. Bandung

40 2 Kab. Bekasi 3 Kab. Bogor 4 Kab. Ciamis 5 Kab. Cianjur 6 Kab. Cirebon 7 Kab. Garut 8 Kab. Indramayu 9 Kab. Karawang 10 Kab. Kuningan 11 Kab. Majalengka 12 Kab. Purwakarta 13 Kab. Subang 14 Kab. Sukabumi 15 Kab. Sumedang 16 Kab. Tasikmalaya 17 Kota Bandung 18 Kota Bekasi 19 Kota Bogor 20 Kota Cirebon 21 Kota Depok 22 Kota Sukabumi 23 Kota Tasikmalaya 24 Kota Cimahi 11 Banten ,18 1. Kab. Lebak 2 Kab. Pandeglang

41 3 Kab. Serang 4 Kab. Tangerang 5 Kota Cilegon 6 Kota Tangerang 12 Jawa Tengah ,99 1. Kab. Kendal 2 Kab. Demak 3 Kab. Salatiga 4 Kab. Semarang 5 Kab. Grobogan 6 Kab. Kebumen 7 Kab. Tegal 8 Kab. Brebes 9 Kab. Purworejo 10 Kab. Pekalongan 11 Kab. Pemalang 12 Kab. Batang 13 Kab. Banyumas 14 Kab. Cilacap 15 Ka. Purbalingga 16 Kab. Banjarnegara 17 Kab. Pati 18 Kab. Blora 19 Kab. Rembang 20 Kab. Kudus

42 21 Kab. Jepara 22 Kab. Wonosobo 23 Kab. Boyolali 24 Kab. Sragen 25 Kab. Karanganyar 26 Kab. Klaten 27 Kab. Sukoharjo 28 Kab. Wonogiri 29 Kab. Temanggung 30 Kab. Magelang 31 Kota Magelang 32 Kota Surakarta 33 Kota Pekalongan 34 Kota Tegal 35 Kota Semarang 13 DI Yogyakarta ,15 1. Kab. Bantul 2 Kab. Gunung Kidul 3 Kab. Kulon Progo 4 Kab. Sleman 5 Kota Yogyakarta 14 Jawa Timur ,07 1. Kota Surabaya 2 Kab. Gresik

43 3 Kab. Sidoarjo 4 Kota Mojokerto 5 Kab. Mojokerto 6 Kab. Jombang 7 Kab. Bojonegoro 8 Kab. Tuban 9 Kab. Lamongan 10 Kab. Pamekasan 11 Kab. Sampang 12 Kab. Sumenep 13 Kab. Bangkalan 14 Kota Madiun 15 Kab. Madiun 16 Kab. Ponorogo 17 Kab. Pacitan 18 Kab. Ngawi 19 Kab. Magetan 20 Kota Kediri 21 Kab. Kediri 22 Kab. Nganjuk 23 Kota Blitar 24 Kab. Blitar 25 Kab. Tulungagung 26 Kab. Trenggalek 27 Kota Malang 28 Kab. Malang

44 29 Kota Pasuruan 30 Kab. Pasuruan 31 Kota Probolinggo 32 Kab. Probolinggo 33 Kab. Lumajang 34 Kab. Jember 35 Kab. Bondowoso 36 Kab. Situbondo 37 Kab. Banyuwangi 38 Kota Batu 15 Kalimantan Barat ,30 1. Kab. Bengkayang 2 Kab. Kapuas Hulu 3 Kab. Ketapang 4 Kab. Lancak 5 Kab. Pontianak 6 Kab. Sambas 7 Kab. Sanggau 8 Kab. Sintang 9 Kota Pontianak 10 Kota Singkawang 16 Kalimantan Tengah ,18 1. Kab. Barito Selatan 2 Kab. Barito Utara

45 3 Kab. Kapuas 4 Kab. Kotawaringin Barat 5 Kab. Kotawaringin Timur 6 Kota Palangkaraya 17 Kalimantan Selatan ,31 1. Kab. Banjar 2 Kab. Barito Kuala 3 Kab. Hulu Sungai Tengah 4 Kab. Hulu Sungai Selatan 5 Kab. Hulu Sungai Utara 6 Kab. Kota Baru 7 Kab. Tabalong 8 Kab. Tanah Laut 9 Kab. Tapin 10 Kota Banjarmasin 11 Kota Banjarbaru 18 Kalimantan Timur ,36 1. Kab. Berau 2 Kab. Bulungan 3 Kab. Kutai 4 Kab. Kutai Barat

46 5 Kab. Kutai Timur 6 Kab. Malinau 7 Kab. Nunukan 8 Kab. Pasir 9 Kota Balikpapan 10 Kota Bontang 11 Kota Samarinda 12 Kota Tarakan 19 Sulawesi Utara ,15 1. Kab. Bolaang Mongondow 2 Kab. Minahasa 3 Kab. Sangihe Talaud 4 Kota Bitung 5 Kota Manado 20 Gorontalo ,09 1. Kab. Bualemo 2 Kab. Gorontalo 3 Kota Gorontalo 21 Sulawesi Tengah ,24 1. Kab. Banggai 2 Kab. Banggai Kepulauan 3 Kab. Boul

47 4 Kab. Donggala 5 Kab. Morowali 6 Kab. Poso 7 Kab. Toli-Toli 8 Kota Palu 22 Sulawesi Selatan ,72 1. Kab. Bantaeng 2 Kab. Barru 3 Kab. Bone 4 Kab. Bulukumba 5 Kab. Enrekang 6 Kab. Gowa 7 Kab. Jeneponto 8 Kab. Luwu 9 Kab. Luwu Utara 10 Kab.Majene 11 Kab. Mamuju 12 Kab. Maros 13 Kab. Pangkajene Kepulauan 14 Kab. Pinrang 15 Kab. Polewali Mamasa 16 Kab. Selayar 17 Kab. Sidenreng Rappang 18 Kab. Sinjai

48 19 Kab. Soppeng 20 Kab. Takalar 21 Kab. Tana Toraja 22 Kab. Wajo 23 Kota Pare-Pare 24 Kota Makasar 23 Sulawesi Tenggara ,18 1. Kab. Buton 2 Kab. Kencan 3 Kab. Kolaka 4 Kab. Muna 5 Kab. Kendari 6 Kota Bau-Bau 24 Bali ,27 1. Kab. Badung 2 Kab. Bangli 3 Kab. Buleleng 4 Kab. Gianjar 5 Kab. Jembrana 6 Kab. Karangasem 7 Kab. Klungkung 8 Kab. Tabanan 9 Kota Denpasar 25 Nusa Tenggara Barat ,21

49 1. Kab. Bima 2 Kab. Dompu 3 Kab. Lombok Barat 4 Kab. Lombok Tengah 5 Kab. Lombok Timur 6 Kab. Sumbawa 7 Kota Mataram 26 Nusa Tenggara Timur ,42 1. Kab. Alor 2 Kab. Belu 3 Kab. Ende 4 Kab. Flores Timur 5 Kab. Kupang 6 Kab. Lembata 7 Kab. Manggarai 8 Kab. Ngada 9 Kab. Sikka 10 Kab. Sumba Barat 11 Kab. Sumba Timur 12 Kab. Tomor Tengah Selatan 13 Kab. Timor Tengah Utara 14 Kota Kupang

50 27 Maluku ,15 1. Kab. Maluku Tengah 2 Kab. Maluku Tenggara 3 Kab. Maluku Tenggara Barat 4 Kab. Pulau Buru 5 Kota Ambon 28 Maluku Utara ,08 1. Kab. Maluku Utara 2 Kab. Halmahera Tengah 3 Kota Ternate 29 Papua (Irian Jaya) ,40 1. Kab. Biak Numfor 2 Kab. Fak-Fak 3 Kab. Jayapura 4 Kab. Jayawijaya 5 Kab. Manokwari 6 Kab. Merauke 7 Kab. Mimika 8 Kab. Nabire 9 Kab. Paniai 10 Kab. Puncakjaya

51 11 Kab. Sorong 12 Kab. Japen Waropen 13 Kota Jayapura 14 Kota Sorong 30 DKI Jakarta ,17 1. Kota Jakarta Pusat 2 Kota Jakarta Utara 3 Kota Jakarta Selatan 4 Kota Jakarta Timur 5 Kota Jakarta Barat 6 Kab. Kepulauan Seribu Jumlah ,00 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ttd BOEDIONO Catatan : Jumlah Kabupaten/Kota : 354

52

DAERAH JUMLAH PROPINSI (A)

DAERAH JUMLAH PROPINSI (A) RINCIAN DANA KONTINJENSI UNTUK BANTUAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH YANG MENGALAMI SURPLUS MARJINAL SETELAH PENGALIHAN PERSONIL, PERALATAN, PEMBIAYAAN DAN DOKUMEN (P3D) Lampiran I NO DAERAH JUMLAH PROPINSI

Lebih terperinci

C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN)

C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) DAFTAR ISI No. 01. Propinsi Nangroe Aceh Darussalam 10 / 136 23 1. Kabupaten Aceh Selatan 14 24 2. Kabupaten Aceh Sungkil

Lebih terperinci

Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya

Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Nanggroe Aceh Drslm 30 17 11 2 Rp 4,971,210,858.00 1 Kab. Pidie 3 3 - - Rp 504,893,559.00 2 Kab. Aceh Utara 6 5 1 - Rp

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA NO PROVINSI DK KABUPATEN JUMLAH PESERTA JML PESERTA PROVINSI 1 A C E H 1 Kab. Aceh Besar 30 180 2 Kab. Aceh Jaya 30 3 Kab. Bireuen 30 4 Kab. Pidie 30 5 Kota Banda Aceh 30 6 6 Kota Lhokseumawe 30 2 BANGKA

Lebih terperinci

Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality)

Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) 1100 Prov. Dista Aceh 1100 Prov. Dista Aceh 1105 Kab. Aceh Barat 1105 Kab. Aceh Barat 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1102 Kab. Aceh Tenggara

Lebih terperinci

TRIWULAN IV (Oktober-Desember 2014)

TRIWULAN IV (Oktober-Desember 2014) Total 33 JAWA TENGAH 2 3375 KOTA PEKALONGAN 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 100,00 Sangat Mendukung 14 RIAU 1 1471 KOTA PEKAN BARU 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 95,00 Sangat Mendukung 21 KEPULAUAN RIAU 1 2171 KOTA BATAM 2 1

Lebih terperinci

KAWASAN PERKEBUNAN. di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014

KAWASAN PERKEBUNAN. di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014 KAWASAN PERKEBUNAN di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014 FOKUS KOMODITI 1. Tebu 2. Karet 3. Kakao 4. Kopi (Arabika dan Robusta) 5. Lada 6. Pala 7. Sagu KAWASAN TEBU

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 kd_ prov PROVINSI kd_ kota KOTA/KABUPATEN NILAI FASILITASI NILAI OUTPUT NILAI AKHIR 35 JAWA TIMUR 3501 KAB. PACITAN 90,2 100,0

Lebih terperinci

KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara

KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL 2012 REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara 2 Bali Kabupaten Badung 1 Kabupaten Bangli 1 Kabupaten Buleleng

Lebih terperinci

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 33/PMK.07/2011 TENTANG : ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN

Lebih terperinci

TARGET PROGRES BULANAN PROGRAM PAMSIMAS II TAHUN 2014

TARGET PROGRES BULANAN PROGRAM PAMSIMAS II TAHUN 2014 ROMS - 1 (kumulatif) 216 212 4 4 212 2 0 214 0 0 214 2 0 1 Nanggroe Aceh Darussalam 16 16 0 0 16 0 0 16 0 0 16 0 0 1 Aceh Besar 4 4 0 0 4 0 0 4 0 0 4 0 0 2 Pidie 4 4 0 0 4 0 0 4 0 0 4 0 0 3 Bireuen 8 8

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 PROVINSI KOTA/KABUPATEN P P M Pelatihan Sosiali sasi RLF MK Infrastruktur LOCAL GOV'T BLM NILAI KINERJA

Lebih terperinci

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1105 ACEH BARAT 1105 ACEH BARAT

Lebih terperinci

RINCIAN ALOKASI TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DALAM APBN T.A. 2018

RINCIAN ALOKASI TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DALAM APBN T.A. 2018 RINCIAN ALOKASI TRANSFER KE DAERAH DAN DESA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DALAM APBN T.A. BAGI HASIL DAK N FISIK TOTAL ALOKASI UMUM TA PROFESI DESA TA I Provinsi Aceh 126.402.087 76.537.898 19.292.417 396.906.382

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 275/KMK

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 275/KMK KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 275/KMK.06/4 TANGGAL 31 MEI 4 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS ALAM TAHUN ANGGARAN 4

Lebih terperinci

NO. JUMLAH PENCA BERAT NO. JUMLAH PENCA BERAT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA

NO. JUMLAH PENCA BERAT NO. JUMLAH PENCA BERAT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31/HUK/2010 TANGGAL : 26 APRIL 2010 TENTANG : PENETAPAN NAMA-NAMA PENYANDANG CACAT BERAT PENERIMA BANTUAN DANA JAMINAN SOSIAL TAHUN 2010 NO.

Lebih terperinci

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jl. Tentara Pelajar No.3 A, Bogor 16111 Tel. 0251-337975 Fax. 0251-338820 E-mail.

Lebih terperinci

KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012

KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012 KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012 NAMA DAERAH Kabupaten Kota Total Bali NT 19 2 21 Bali 7 1 8 Kabupaten Badung 1 1 Kabupaten Bangli 1 1 Kabupaten Buleleng 1 1 Kabupaten

Lebih terperinci

Nama Propinsi dan Kabupaten Susenas 2001 Propinsi Kabupaten Nama Propinsi/Kabupaten Prop. Dista Aceh Kab. Simeulue Kab.

Nama Propinsi dan Kabupaten Susenas 2001 Propinsi Kabupaten Nama Propinsi/Kabupaten Prop. Dista Aceh Kab. Simeulue Kab. Nama Propinsi dan Kabupaten Susenas 2001 Propinsi Kabupaten Nama Propinsi/Kabupaten 11 00 Prop. Dista Aceh 11 01 Kab. Simeulue 11 02 Kab. Aceh Singkil 11 03 Kab. Aceh Selatan 11 04 Kab. Aceh Tenggara 11

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 PROVINSI KOTA/KABUPATEN PARTS MISKIN PARTS PERP PEMILU BKM REALISASI DDUB TRIDAYA SELESAI KUALITAS INFRA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK.07/2001 TENTANG PENETAPAN RINCIAN JUMLAH DANA KONTINJENSI UNTUK BANTUAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH YANG MENGALAMI SURPLUS MARJINAL SETELAH PENGALIHAN

Lebih terperinci

Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014

Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014 Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014 NO WILAYAH KERJA KANTOR REGIONAL I YOGYAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH Pemerintah

Lebih terperinci

NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014

NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014 NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014 NO NAMA SATKER BADAN KETAHANAN PANGAN, KEMENTERIAN PERTANIAN DKI JAKARTA 1 DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN PROVINSI DKI JAKARTA

Lebih terperinci

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003 DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL SEKTOR PERTAMBANGAN UMUM UNTUK

Lebih terperinci

LAMPIRAN XV PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XV PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 RINCIAN DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PANAS BUMI MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS BUMI TAHUN ANGGARAN 2007

PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS BUMI TAHUN ANGGARAN 2007 PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS BUMI TAHUN ANGGARAN 2007 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 PMK.07/2007 TENTANG PENETAPAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa guna mendukung

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013 PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013 SATKER PAGU REALISASI % DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN PROVINSI DKI JAKARTA 3,025,650,000 2,207,781,900 72.97 BADAN KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

DAFTAR PERKIRAAN PRODUKSI HASIL HUTAN DAN RENCANA LUAS AREAL

DAFTAR PERKIRAAN PRODUKSI HASIL HUTAN DAN RENCANA LUAS AREAL Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6301/Kpts-VI/2002 Tanggal : 13 Juni 2002 DAFTAR PERKIRAAN PRODUKSI HASIL HUTAN DAN RENCANA LUAS AREAL YANG AKAN DITERBITKAN IZINNYA TAHUN 2002 NO. PROPINSI

Lebih terperinci

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 212 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 KEMENTERIAN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 1 IKHTISAR MENURUT SATKER

Lebih terperinci

Jumlah No. Provinsi/ Kabupaten Halaman Kabupaten Kecamatan 11. Provinsi Jawa Tengah 34 / 548

Jumlah No. Provinsi/ Kabupaten Halaman Kabupaten Kecamatan 11. Provinsi Jawa Tengah 34 / 548 4. Kota Bekasi 23 109 5. Kota Bekasi 10 110 6. Kabupaten Purwakarta 17 111 7. Kabupaten Bandung 43 112 8. Kodya Cimahi 3 113 9. Kabupaten Sumedang 26 114 10. Kabupaten Garut 39 115 11. Kabupaten Majalengka

Lebih terperinci

RINCIANALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2007, TAHUN ANGGARAN 2008, DAN TAHUN ANGGARAN 2009 YANG DIALOKASIKAN DALAM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

Lebih terperinci

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 275 / KMK.06 / 2004 TENTANG

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 275 / KMK.06 / 2004 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 275 / KMK.06 / 2004 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI

Lebih terperinci

LAMPIRAN XIX PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XIX PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 1 Provinsi Sumatera Utara 39.666.323 2 Provinsi Sumatera Barat 41.853.286

Lebih terperinci

UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011

UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011 UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Komisi Penanggulangan AIDS Nasional mengundang calon penyedia barang/jasa guna berpartisipasi mengajukan penawaran

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO 1 DKI JAKARTA 6 630 1 Jakarta Pusat 110 2 Jakarta Utara 110 3 Jakarta Barat 110 4 Jakarta Selatan 135 5 Jakarta Timur 135

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO. DK KABUPATEN/KOTA 1 DKI 1 Kota Jakarta Selatan 50 250 2 Kota Jakarta Barat 50 3 Kota Jakarta Timur 50 4 Kota Jakarta

Lebih terperinci

PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016

PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Besar 4 4 BNN Kab. Aceh Barat 5 Aceh 5 BNN Kab. Subulussalam

Lebih terperinci

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten NAD (Nangroe Aceh Darussalam) Aceh Barat 246.087 Aceh Besar 15.652 Aceh Jaya 110.251 Aceh Singkil 3162.965 Aceh Tamiang 9919.959 Aceh Timur 5466.242 Kota Banda Aceh

Lebih terperinci

LAMPIRAN XVII PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XVII PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 Pendidikan Kesehatan dan KB Perumahan, Air Minum, dan Kedaulatan Pangan

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota 1 2 3 4 1. Aceh 12 5 1 Kabupaten Aceh Barat Aceh 2 Kabupaten Nagan Raya Aceh 3 Kabupaten

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.39/MEN/2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN

Lebih terperinci

REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015

REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015 REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015 No. SATKER PAGU ANGGARAN (RP.) REALISASI (RP.) % 1 019032 DINAS KELAUTAN, PERTANIAN DAN KETAHANAN

Lebih terperinci

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab.

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab. ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882,904.00 2 Kab. Bangka DBH SDA 57,289,532,092.00 3 Kab. Bangka DAU

Lebih terperinci

Nama Penyedia Alamat Penyedia Lokasi Pabrik (Provinsi) Merk : PT. LAMBANG JAYA : JL. RAYA HAJIMENA KM 14 NO. 165 NATAR - LAMPUNG SELATAN - LAMPUNG

Nama Penyedia Alamat Penyedia Lokasi Pabrik (Provinsi) Merk : PT. LAMBANG JAYA : JL. RAYA HAJIMENA KM 14 NO. 165 NATAR - LAMPUNG SELATAN - LAMPUNG Nama Penyedia Alamat Penyedia Lokasi Pabrik (Provinsi) Merk : PT. LAMBANG JAYA : JL. RAYA HAJIMENA KM 14 NO. 165 NATAR - LAMPUNG SELATAN - LAMPUNG : INDO JARWO TRANSPLANTER - LJ-RTP2040 Periode : Januari

Lebih terperinci

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 Berikut Informasi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah dikeluarkan masing-masing Regional atau Kabupaten

Lebih terperinci

Rekap Progress Quick Status 2015 Tingkat Kelurahan/Desa Reguler Tahun 2015 dana APBN Status: 17 November 2015

Rekap Progress Quick Status 2015 Tingkat Kelurahan/Desa Reguler Tahun 2015 dana APBN Status: 17 November 2015 Rekap Progress Quick Status 2015 Tingkat Kelurahan/ Reguler Tahun 2015 dana APBN Status: 17 vember 2015 T1 T2 T3 SPM SP2D Nasional 1449 1304 1279 867 818 120 113 20.99 1442 7 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 181 TAHUN 2000 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROPINSI DAN DAERAH KEBUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2001

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 181 TAHUN 2000 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROPINSI DAN DAERAH KEBUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2001 KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 181 TAHUN 2000 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROPINSI DAN DAERAH KEBUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2001 Menimbang: a. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 17 ayat

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI Manual Prosedur Edisi Pertama September 2013 1 Banten Banten Banten 1. Barat 2. Barat Daya 3. Besar 4. Jaya 5. Selatan 6. Singkil 7. Tamiang 8. Tengah 9. Tenggara 10.

Lebih terperinci

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMP TAHUN 2012

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMP TAHUN 2012 KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMP TAHUN 2012 No Provinsi Kab/Kota 1 Nanggro Aceh Darussalam Kab. Aceh Jaya Kab. Aceh Nagan Raya Kab. Aceh Singkil Kab. Aceh Tenggara

Lebih terperinci

PETA KAPASITAS FISKAL KABUPATEN/KOTA

PETA KAPASITAS FISKAL KABUPATEN/KOTA Provinsi Nangroe Aceh Darussalam 1 Kab. Aceh Barat 0,3460 Rendah 2 Kab. Aceh Besar 0,3684 Rendah 3 Kab. Aceh Selatan 0,4836 Rendah 4 Kab. Aceh Singkil 5 Kab. Aceh Tengah 6 Kab. Aceh Tenggara 0,5461 Sedang

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Utara 4 4 BNN Kab. Aceh Besar 5 Aceh 5 BNN Kab. Aceh Barat 6 6 BNN Kab. Subulussalam 7 7 BNN Kab.

Lebih terperinci

RINCIAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH

RINCIAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH 5 2012, No.1235 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 197/PMK.07/2012 TENTANG ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 RINCIAN ALOKASI DEFINITIF

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016)

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) NO PER 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Besar 4 4 BNN Kab. Aceh Barat

Lebih terperinci

RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012

RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46/PMK.07/2012 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL

Lebih terperinci

Jml Jml UPK Yg Kelurahan Melaporkan

Jml Jml UPK Yg Kelurahan Melaporkan INFORMASI DATA PINJAMAN BERGULIR NASIONAL No I. INFORMASI KINERJA PINJAMAN BERGULIR TINGKAT PELAPORAN (APLIKASI SIM MK) Agustus 09 September 09 Oktober 09 1. UPK Aktif/Terbentuk ( QS UPK) 8,270 UPK *)

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 414/K/81/MEM/2002 TENTANG PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PERHITUNGAN BAGIAN

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 414/K/81/MEM/2002 TENTANG PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PERHITUNGAN BAGIAN KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 414/K/81/MEM/22 TENTANG PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PERHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL MINYAK BUMI DAN GAS ALAM SERTA PERTAMBANGAN UMUM

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 TENTANG PENETAPAN SIMPUL JARINGAN TRANSPORTASI JALAN UNTUK TERMINAL PENUMPANG TIPE A DI SELURUH INDONESIA DIREKTUR JENDERAL

Lebih terperinci

INFORMASI DATA PINJAMAN BERGULIR NASIONAL

INFORMASI DATA PINJAMAN BERGULIR NASIONAL INFORMASI DATA PINJAMAN BERGULIR NASIONAL No I. INFORMASI KINERJA PINJAMAN BERGULIR TINGKAT PELAPORAN (APLIKASI SIM MK) ober 9 ember 9 ember 9 1. UPK Aktif/Terbentuk ( QS UPK) 8,27 UPK *) 8,27 UPK *) 8,27

Lebih terperinci

2011, Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara R

2011, Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara R BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA 615, 2011 KEMENTERIAN KEUANGAN. DBH. Pajak. Cukai. Tahun Anggaran 2011 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 161/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI KURANG BAYAR

Lebih terperinci

Perihal : Daftar Rincian Lokasi dan Alokasi Dana Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Perkotaan T.A. 2012

Perihal : Daftar Rincian Lokasi dan Alokasi Dana Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Perkotaan T.A. 2012 K E MEN T E R I A N P EKE R J A A N U,M U M DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LlNGKUNGAN JI. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan ~ (021) 723-2373 Fax. (021)

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2004 TENTANG

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2004 TENTANG BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR HK.00. 05.21.4232 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 05018 /SK/KBPOM

Lebih terperinci

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI INDIKASI DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI PUSAT PERPETAAN KEHUTANAN BADAN PLANOLOGI KEHUTANAN DEPARTEMEN KEHUTANAN MEI 2002 TABEL 1. REKAPITULASI LUAS INDIKASI RHL PER PULAU/KELOMPOK PULAU (JUTA

Lebih terperinci

B. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota Wilayah Indonesia Barat

B. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota Wilayah Indonesia Barat LAMPIRAN UNDANGAN (PEMERINTAH DAERAH) A. Sekretaris Daerah Provinsi Wilayah Barat 1. Sekretaris Daerah Provinsi Aceh 2. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara 3. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera

Lebih terperinci

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 211 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 DEPARTEMEN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 SEMULA SETELAH 1 IKHTISAR

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA No BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019)

Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019) Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019) No Provinsi Akhir Masa Jabatan 1. Sumut 17-06-2018 2. Sumsel

Lebih terperinci

DAFTAR SATUAN KERJA TUGAS PEMBANTUAN DAN DEKONSENTRASI TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

DAFTAR SATUAN KERJA TUGAS PEMBANTUAN DAN DEKONSENTRASI TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DAFTAR SATUAN KERJA DAN TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM NO. KAB/KOTA 1 PENATAAN RUANG - - 32 32 2 SUMBER DAYA AIR 28 132-160 3 BINA MARGA 31 - - 31 59 132 32 223 E:\WEB_PRODUK\Agung\Pengumuman\NAMA

Lebih terperinci

DAFTAR KODE PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA (K-10 DAN K-27)

DAFTAR KODE PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA (K-10 DAN K-27) DAFTAR KODE PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA (K-10 DAN K-27) 11. Nanggroe Aceh D. 11013 Kab.Aceh Selatan 11021 11036 11044 11052 11067 11075 11083 11091 11102 11117 11156 11713 11721 11736 11744 Kab.Aceh Tenggara

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL KEPUTUSAN MENTERI NEGARA AGRARIA/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 1999 TENTANG PENETAPAN FORMASI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DI KABUPATEN/KOTAMADYA

Lebih terperinci

RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 178/PMK.07/2016 TENTANG : RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/ KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2016 RINCIAN DANA BAGI

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN LOKASI

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN LOKASI 2013, No.1161 4 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA. No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA. No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja Lampiran 1 WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA 1. Kantor Pusat Bank Jl. MH. Thamrin No.2 DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Indonesia Jakarta 10010 Kabupaten Kerawang, Kabupaten

Lebih terperinci

KEPPRES 1/2003, DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2003

KEPPRES 1/2003, DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2003 Copyright (C) 2000 BPHN KEPPRES 1/2003, DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2003 *50805 KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (KEPPRES) NOMOR 1 TAHUN 2003 (1/2003)

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS

DATA DASAR PUSKESMAS DATA DASAR PUSKESMAS DATA KONDISI PUSKESMAS, PUSTU DAN POLINDES DATA KONDISI KENDARAAN DI PUSKESMAS DATA TENAGA DI PUSKESMAS (Keadaan Akhir Desember 2011) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA,

Lebih terperinci

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 213 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 KEMENTERIAN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 1 IKHTISAR MENURUT SATKER

Lebih terperinci

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012 KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012 No. Provinsi Kab/Kota 1 Provinsi Nangroe Aceh Kab. Aceh Barat Darussalam Kab. Aceh Barat Daya Kab. Aceh Jaya Kab. Aceh

Lebih terperinci

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31 / HUK /2010 TENTANG

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31 / HUK /2010 TENTANG SALINAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31 / HUK /2010 TENTANG PENETAPAN NAMA NAMA PENYANDANG CACAT BERAT PENERIMA BANTUAN DANA JAMINAN SOSIAL TAHUN

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 243/PMK.07/2010 TENTANG : ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2010

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 243/PMK.07/2010 TENTANG : ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2010 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 243/PMK.07/2010 TENTANG : ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2010 ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN

Lebih terperinci

2016, No Cukai Hasil Tembakau untuk provinsi/kabupaten/kota yang diusulkan oleh Gubernur kepada Menteri Keuangan ditetapkan dengan Peraturan Me

2016, No Cukai Hasil Tembakau untuk provinsi/kabupaten/kota yang diusulkan oleh Gubernur kepada Menteri Keuangan ditetapkan dengan Peraturan Me BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.461, 2016 KEMENKEU. Dana. Bagi Hasil. Cukai Hasil Tembakau. Rincian. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47/PMK.07/2016 TENTANG RINCIAN DANA BAGI HASIL

Lebih terperinci

denganikeuangan SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11 / PMK.02 / 2006 TENTANG

denganikeuangan SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11 / PMK.02 / 2006 TENTANG denganikeuangan REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11 / PMK.02 / 2006 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA DARI SUMBER DAYA ALAM DAN TAHUN ANGGARAN 2006 MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA No BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 96/PMK.07/2011 TENTANG : PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 33/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2017

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2017 PERATURAN KEPALA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Lampiran Surat No : KL /BIII.1/1022/2017. Kepada Yth :

Lampiran Surat No : KL /BIII.1/1022/2017. Kepada Yth : Lampiran Surat No : KL.01.01.01/BIII.1/1022/2017 Kepada Yth : Provinsi Banten 1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten 2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak 3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang

Lebih terperinci

Pariwisata. Sentra DAK REGULER. dan Pertanian. dan. Kawasan. Kedaulatan Berencana Pariwisata Pariwisata. Pariwisata.

Pariwisata. Sentra DAK REGULER. dan Pertanian. dan. Kawasan. Kedaulatan Berencana Pariwisata Pariwisata. Pariwisata. RINCIAN ALOKASI DANA ALOKASI KHUSUS () FISIK MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TA 2017 RINCIAN ALOKASI DANA ALOKASI KHUSUS () FISIK MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TA 2017 (dalam jutaan rupiah) Nama Kelautan

Lebih terperinci

Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki / Unit

Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki / Unit Nama Penyedia : PT Suzuki Indomobil Sales Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 19 - Pulogadung, Jakarta Merk : Suzuki Type : DT 15A Periode : 1 Januari 2016-31 Desember 2016 Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki

Lebih terperinci

1.1. UMUM. Statistik BPKH Wilayah XI Jawa-Madura Tahun

1.1. UMUM. Statistik BPKH Wilayah XI Jawa-Madura Tahun 1.1. UMUM 1.1.1. DASAR Balai Pemantapan Kawasan Hutan adalah Unit Pelaksana Teknis Badan Planologi Kehutanan yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 6188/Kpts-II/2002, Tanggal 10

Lebih terperinci

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 No 1 Kab. Aceh Selatan 2 Kab. Aceh Singkil 3 Kab. Aceh Tengah

Lebih terperinci

Sifat : dilaksanakan pada. Nomor 4r5/K7u/Yljr/2an. NPHD paling lambat. NPHD pa.ling lambat. Jakarta, I {guatus 20 1?

Sifat : dilaksanakan pada. Nomor 4r5/K7u/Yljr/2an. NPHD paling lambat. NPHD pa.ling lambat. Jakarta, I {guatus 20 1? KOMISI PEMIUHAN UMTJfi REPTJBUK INDOIIESIA Nomor 4r5/K7u/Yljr/2an Sifat : Perihal : Ralat Surat Ketua KPU Nomor 436 I KPU lvll / 2Ol7 Jakarta, I {guatus 20 1? Kepada Yth. 1. Ketua KPU Provinsi; 2. Ketua

Lebih terperinci

LAMPIRAN XI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 RINCIAN DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM DAN I Provinsi Aceh 9.206.521-9.206.521

Lebih terperinci

PETA DISTRIBUSI PEDOMAN PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 : PER 23 November 2009

PETA DISTRIBUSI PEDOMAN PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN 2009 : PER 23 November 2009 PETA DISTRIBUSI PEDOMAN PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN : PER 23 Novemer 1 2 3 4 5 6 Pedoman Pelaksanaan PNPM No Nama_Propinsi Nama_Kaupaten K 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 12 2 12 49 74 137 Ka. Aceh Selatan

Lebih terperinci

BESARNYA NJOPTKP PBB DAN NPOPTKP BPHTB TAHUN 2001 MASING-MASING KABUPATEN/KOTA WARIS ATAU HIBAH WASIAT LAINNYA

BESARNYA NJOPTKP PBB DAN NPOPTKP BPHTB TAHUN 2001 MASING-MASING KABUPATEN/KOTA WARIS ATAU HIBAH WASIAT LAINNYA BESARNYA NJOPTKP PBB DAN NPOPTKP BPHTB TAHUN 2001 MASING-MASING KABUPATEN/KOTA NPOPTKP BPHTB KANWIL I SUMBAGUT PROP. D.I. ACEH 1 KPPBB BANDA ACEH 1. Kt. Banda Aceh 2. Kt. Sabang 3. Kb. Aceh Besar 4. Kb.

Lebih terperinci

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENYIMPANAN SEKURITAS, SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENYIMPANAN SEKURITAS, SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA Lampiran 1 WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENYIMPANAN SEKURITAS, SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA 1. Kantor Pusat Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No.2, Jakarta

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 /PMK.07/2012 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 /PMK.07/2012 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 /PMK.07/2012 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN

Lebih terperinci

ALOKASI BLM KABUPATEN/KOTA TA.2010

ALOKASI BLM KABUPATEN/KOTA TA.2010 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 411 33,780,000 20 5,000,000 - - - - 38,780,000 1 KAB. ACEH SELATAN 15 1,080,000 1,080,000 2 KAB. ACEH TENGGARA 27 1,640,000 1,640,000 3 KAB. ACEH TENGAH 15 780,000 780,000 4 KAB.

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL

DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL LAMPIRAN A1 : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 09/PRT/M/2009 TANGGAL : 17 APRIL 2009 DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL NO PROVINSI KABUPATEN/KOTA KET 1 N A D KABUPATEN ACEH TIMUR

Lebih terperinci

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENITIPAN SEMENTARA SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENITIPAN SEMENTARA SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA LAMPIRAN I SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 14/29/DPU TANGGAL 16 OKTOBER 2012 PERIHAL TATA CARA PENITIPAN SEMENTARA SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA PADA BANK INDONESIA WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/241/2016 TENTANG DATA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PER AKHIR DESEMBER TAHUN 2015

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/241/2016 TENTANG DATA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PER AKHIR DESEMBER TAHUN 2015 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/241/2016 TENTANG DATA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PER AKHIR DESEMBER TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PNBP PSDH DR IIUPH

PNBP PSDH DR IIUPH NO KABUPATEN PENGHASIL I Provinsi NAD 1 Kab. Aceh Pidie 45,191,594.95 93,844,410.59 0.00 2 Kab. Aceh Utara 57,595,868.62 115,391,211.08 0.00 3 Kab. Aceh Timur 135,159,630.33 564,872,995.78 0.00 4 Kab.

Lebih terperinci