RISET BERKENAAN PASAR MODAL

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RISET BERKENAAN PASAR MODAL"

Transkripsi

1 RISET BERKENAAN PASAR MODAL

2 REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERISTIWA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 PADA PERUSAHAAN TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ISU/FENOMENA MASALAH Jadwal Pemilu tahun 2014 merupakan pemilu yang kesebelas yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 April Para analisis investasi menilai dampak pemilu 2014 ini berpengaruh signifikan terhadap pergerakan saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), artinya akan berdampak juga terhadap investor. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 8 perusahaan. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara rata-rata harga saham, return saham, trading volume activity saham dan bid-ask spread sebelum dan setelah peristiwa Pemilu 2014.

3 TEORI UTAMA (GRAND THEORY) Jogiyanto (2009), suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan memberikan reaksi kepada pasar. Sebaliknya yang tidak mengandung informasi tidak memberikan reaksi kepada pasar. Neni mahendra (2004) dalam Munawarah (2009), perubahan volume perdagangan saham di pasar modal menunjukkan aktivitas perdagangan saham di bursa dan mencerminkan keputusan investasi dalam investor. HIPOTESIS H1: Terdapat perbedaan rata-rata harga saham sebelum, dan setelah peristiwa pemilihan umum 2014 H2: Terdapat perbedaan rata-rata return saham sebelum dan setelah peristiwa pemilihan umum pada tahun 2014 H3: Terdapat perbedaan rata-rata trading volume activity saham sebelum dan setelah peristiwa pemilu tahun 2014 H4: Terdapat perbedaan rata-rata bid-ask spread saham sebelum dan setelah peristiwa pembubaran pemilu tahun 2014

4 VARIABEL YANG DIGUNAKAN 1. Variabel rata-rata harga saham, 2. Rata-rata return saham, 3. Rata-rata trading volume activity saham dan 4. Bid-ask spread METODE PENELITIAN Metode penelitian yang diakukan dalam penelitian ini adalah studi peristiwa (event study). INTI HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, Hasil penelitian adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata harga saham sebelum dan setelah peristiwa pemilu tahun sedangkan untuk rata-rata return saham, rata-rata trading volume activity saham dan rata-rata bid-ask spread tidak terdapat perbedaan sebelum dan setelah peristiwa Pemilu 2014.

5 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan analisis data dan analisis statistik untuk pengujian hipotesis terhadap variabel rata-rata harga saham, rata-rata return saham, rata-rata trading volume activity saham dan bid-ask spread saham terhadap peristiwa pemilihan umum tahun 2014 ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata harga saham sebelum dan setelah peristiwa pemilu tahun Hal ini diindikasikan karena ada perbedaan selisih nilai rata-rata harga saham sebelum dan setelah peristiwa dan mungkin karena pasar belum memprediksi dan mengantisipasi peristiwa pemilihan umum tahun Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata return saham sebelum dan setelah peristiwa pemilihan umum tahun Rata-rata return saham sebelum peristiwa lebih tinggi dibandingkan rata-rata return saham setelah peristiwa. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata trading volume activity saham sebelum dan setelah peristiwa pemilu tahun Rata-rata trading volume activity saham sebelum peristiwa lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata trading volume activity setelah peristiwa. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata bid-ask spread saham sebelum dan setelah peristiwa pemilu tahun Rata-rata bid-ask spread saham sebelum peristiwa lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata bid-ask spread setelah peristiwa.

6 KETERBATASAN Sampel penelitian yang digunakan hanya mendasarkan pada perusahaan sektor migas, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digunakan sebagai dasar generalisasi. SARAN Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, peneliti mengemukakan saran-saran sebagai berikut: Bagi investor, diharapkan agar dapat memperhatikan setiap peristiwa-peristiwa yang memberikan pengaruh pada saham-saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam pengambilan keputusan. Bagi emiten, sebaiknya harus cepat tanggap dengan peristiwaperistiwa yang dapat mempengaruhi pasar, agar emiten bisa mengendalikan perusahaannya sehingga tidak mempengaruhi penurunan harga saham, return saham, trading volume activity saham dan bid-ask spread saham. Untuk peneliti selanjutnya agar menambah variabel-variabel lain yang mempengaruhi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengambil peristiwa selain yang terjadi di Indonesia juga peristiwa di luar negeri dan membandingkan pengaruhnya dari peristiwa tersebut.

7 OVER REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP PENGUMUMAN PENERBITAN SAHAM DAN OBLIGASI SYARIAH DI BURSA EFEK INDONESIA ISU/FENOMENA MASALAH : Pasar modal bereaksi secara berlebihan (overiacction) diakibatkan karena pasar tidak efisien yang diakibatkan para pelaku pasar bersifat irrasional terhadap informasi dalam pasar modal (Rahmawati dan Suryani, 2005). Pasar lebih sering overriaction daripada underreaction terhadap informasi. Hal ini salah satunya diakibatkan dengan bias overconfidence yaitu pasar terlalu percaya diri (Fama, 1997 dalam Rahmawati dan Suryani, 2005). TUJUAN PENELITIAN : untuk melihat over reaksi pasar pada pasar modal terhadap pengumuman penerbitan saham dan obligasi syariah yang ditandai dengan adanya perubahan abnormal return.

8 TEORI UTAMA (GRAND THEORY) Pasar modal adalah pasar dimana instrumen keuangan jangka panjang, seperti saham, obligasi, reksadana dan instrumen turunan diperjualbelikan. (Anoraga dan Pakarti, 2001:5) Pasar modal pada hakikatnya adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim jangka panjang, penambahan financial asset (dan hutang) pada saat yang sama, memungkinkan investor untuk mengubah dan menyesuaikan portofolio investasi (melalui pasar sekunder). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 mendefinisikan pasar modal sebagai kegiatan perdagangan yang menawarkan sekuritas kepada masyarakat, kegiatan umum sehubungan dengan perusahaan sekuritas yang telah dikeluarkan, dan kegiatan yang berhubungan dengan sekuritas dan lembaga profesi. HIPOTESIS Terdapat perbedaan abnormal return pada saat sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan saham dan obligasi syariah di Bursa Efek Indonesia. PENGUJIAN HIPOTESIS Pengujian hipotesis diukur dengan menggunakan pengukuran parameter

9 VARIABEL YANG DIGUNAKAN: 1. Variabel over reaksi pasar : Abnormal Return, Return sesungguhnya (return realisasi), Return pasar (market return) 2. Variabel saham syariah 3. Variabel Obligasi Syariah METODE PENELITIAN: Populasi dan sampel DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA : Data sekunder yang diambil dari data-data harga saham dan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) METODE ANALISIS DATA : Analisis data dilakukan dengan menggunakan pengujian beda dua rata-rata yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan abnormal return pada saat sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan saham dan obligasi syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diolah dengan program statistical package for science (SPSS).

10 INTI HASIL DAN PEMBAHASAN : 1. Saham syariah : Dari perhitungan statistik yang menggunakan program microsoft excel dan statistical package for social science (SPSS) maka dapat diperbandingkan rata-rata cummulative abnormal return (CAR) sebelum pengumuman penerbitan saham syariah adalah 33,78456, sedangkan rata-rata cummulative abnormal return (CAR) sesudah pengumuman penerbitan saham syariah adalah -0, Obligasi Syariah : Dari hasil perhitungan statistik yang menggunakan microsoft excel dan statistical package for social science (SPSS) maka dapat dilihat perbandingan rata-rata cummulative abnormal return (CAR) sebelum pengumuman penerbitan obligasi syariah sebesar -0,12331, sedangkan rata-rata cummulative abnormal return (CAR) sesudah pengumuman penerbitan obligasi syariah adalah 0, KESIMPULAN : Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan abnormal return terhadap pengumuman penerbitan saham maupun obligasi syariah di Bursa Efek Indonesia. Dan juga membuktikan bahwa peristiwa pengumuman penerbitan saham dan obligasi syariah di Bursa Efek Indonesia memuat kandungan informasi (information content) yang bermakna (good news) bagi investor.

11 KETERBATASAN : Masa penelitian yang peneliti lakukan hanya dalam jangka waktu tiga tahun yaitu dari tahun 2007 sampai dengan tahun Hal ini menyebabkan kemungkinan tidak terjadinya perbedaan abnormal return diluar tahun 2007 dan SARAN : Sebaiknya menggunakan rentang waktu lebih dari tiga tahun. Hal ini diharapkan agar penelitian selanjutnya dapat menghasilkan hasil penelitian yang lebih baik dan mengganti variabel misalnya dampak pengumuman penerbitan saham dan obligasi syariah di Bursa Efek Indonesia atau resiko investasi pada saham dan obligasi syariah di Bursa Efek Indonesia sehingga lebih dapat memperkuat penelitian ini.

12 REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENGUMUMAN STOCK SPLIT (Studi pada Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia) ISU/FENOMENA MASALAH : Pada dasarnya stock split tidak menambahkan nilai-nilai ekonomis. Hal ini yg menyebabkan pengumuman stock split tidak menyebabkan reaksi pasar yang berakibat pada prrubahan harga saham. Volume perdagangan saham signifikan diseputar pengumuman stock split,menunjukkan bahwa pengumuman stock split memiliki kandungan informasi yang cukup menyebabkan pasar bereaksi dicerminkan dari pergerakan volume perdagangan. Perkembangan aktivitas pasar modal membawa perubahan besar pada tuntutan akan kualitas informasi, infromasi ini sangat diperlukan investor untuk mengurangi ketidakpastian dalam mengambil keputusan. TUJUAN PENELITIAN : Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis abnormal return diseputar pengumuman stock split dan menganalisis volume perdagangan saham diseputar pengumuman stock split di Bursa Efek Indonesia (BEJ).

13 TEORI UTAMA (GRAND THEORY) : Menurut Sutrisnodan Yuniartha dan Susilowati (2000) meneliti tentang pengaruh stock split terhadap likuidasi dan return saham di bursa efek jakarta, dengan hasil penelitian stock split hanya mempengaruhi harga, volume perdagangan dan persentase spread,tetapi tidak mempengaruhi varian dan abnormal return, baik ditinjau secara individual maupun secara portofolio. Berikut adalah penelitian tentang analisis return,abnormal return, aktivitas volume perdagangan dan bid-askspread saham diseputar pengumuman stock split : Return saham sebelum dan saat sesudah stock split berbeda secara signifikan, sedangkan return saham sebelum dan sesudah tidak berbeda secara signifikan. Abnormal return sebelum dengan saat sesudah stock split berbeda secara signifikan, sedangkan abnormal return tidak berbeda secara signifikan. Aktivitas volume perdagangan saham sebelum dengan saat sesudah tidak berubah signifikan, sedangkan untuk sebelum dan sesudah memperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan, hal ini mengahasilkan bahwa periode sebelum sampai sesudah tidak sama, sehingga menimbulkan tingkat ekspektasi diantara para investor yang tidak sama. Bid-ask spread untuk periode sebelum dengan saat sesudah stock split berbeda secara signifikan, sedangkan untuk pengamatan sebelum dan sesudah stock split tidak terdapat perbedaan yg signifikan.

14 HIPOTESIS : Berdadarkan kerangaka landasan teori, penelitian terdahulu dan kerangka konseptual maka dapat disajikan hipotesis alternatif sebagai berikut : H1 : Pengumuman stock split menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap abnormal return. H2 : Pengumuman stock split menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap volume perdagangan saham. VARIABEL YANG DIGUNAKAN : Variabel yang digunakan adalah Abnormal return dan Volume perdagangan saham. METODE ANALISIS Metode analisis yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode analisis kuantitatif dan metode studi peristiwa.

15 INTI HASIL DAN PEMBAHASAN : Inti hasil dan pembahasan jurnal ini adalah pembahasan mengenai pengumuman stock split hanya memiliki dampak terhadap volume perdagangan saham tetapi tidak berdampak pada abnormal return saham. KESIMPULAN: Diseputar pengumuman stock split investor tidak memperoleh abnormal return yang signifikan, hal ini menunjukkan bahwa investor memiliki referensi yang sama terhadap stock split yang akan dilakukan emiten, dimana stock split tidak akan menyebabkan perubahan pada kesejahteraan pemegang saham, karena nilai saham yang dimiliki investor tetap setelah dilakukam stock split.

16 KETERBATASAN : Keterbatasan dalam jurnal ini adalah pengumuman stock split hanya memiliki dampak terhadap volume perdagangan saham tetapi tidak berdampak pada abnormal return saham. SARAN : Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambah periode pengamatan setelah pemecahab saham, sehingga dapat dibandingkan perubahan volume perdagangan saham sebelum pengumuman stock split dengan periode setelah stock split atau dapat diketahui apakah daa periode yang lebih lama volume perdagangan saham lebih tinggi dari sebelum stock split.

17 ANALISIS JANUARY EFFECT DI PASAR MODAL INDONESIA ISU / FENOMENA MASALAH Salah satu anomali yang bertentangan dengan teori pasar efisien adalah January effect (As adah 2009). January effect merupakan suatu kondisi dimana pada bulan Januari cenderung rata-rata return saham bulanannya lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Anomali pasar berdampak buruk pada pasar modal yang bersangkutan karena menyebabkan pasar modal tidak lagi menampilkan keadaan ekonomi yang sebenarnya. Keadaannya terganggu, tidak ada jaminan atas kebenaran data yang disajikan karena data-data tersebut terbentuk atas keadaan yang bukan berasal dari informasi yang ada.

18 TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui adanya perbedaan return saham pada bulan Januari dengan bulan selain Januari dipasar modal Indonesia. TEORI UTAMA (GRAND THEORY) Pasar modal merupakan salah satu indikator penilaian perekonomian suatu negara karena perusahaan yang masuk atau terdaftar di pasar modal adalah perusahaan-perusahaan yang besar dan credible di negara yang bersangkutan (Thian, 2001). Return saham adalah timbal balik atau upah yang didapatkan oleh investor atas keputusannya menanamkan modal pada perusahaan tertentu (Jogiyanto 2008:195). HIPOTESIS H 1 : Terdapat perbedaan return saham di bulan Januari dan di bulan selain Januari di pasar modal Indonesia.

19 VARIABEL YANG DIGUNAKAN Variabel yang digunakan adalah return saham METODE ANALISIS Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji One Way ANOVA INTI HASIL PEMBAHASAN Hasil pengujian dengan menggunakan one way ANOVA tidak terdapat perbedaan antara return saham bulan Januari dengan return saham bulan selain Januari. January effect tidak terjadi dikarenakan di Indonesia memiliki perbedaan budaya dengan negara-negara maju. Berdasarkan penelitian tersebut sesuai dengan teori random walk, pergerakan pasar modal memiliki pola yang acak. Artinya pergerakannya tidak dapat diprediksi apakah bulan Januari selalu memiliki pola yang lebih tinggi daripada bulan lainnya.

20 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, hipotesis dan pembahasan yang telah dijelaskan bahwa tidak terdapat perbedaan return saham pada bulan Januari dengan bulan selain Januari di pasar modal Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai F= 0,696 dengan signifikansi sebesar 0,404 yang lebih besar dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa di pasar modal Indonesia tidak terjadi January effect. SARAN Periode pengamatan dalam penelitian ini hanya satu tahun, sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah periode pengamatan. Dalam metode penentuan sampel taraf kesalahan yang digunakan masih terlalu besar, sehingga diharapkan dalam penelitian selanjutnya memperkecil nilai taraf kesalahannya.

21 TERIMA KASIH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasar modal adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasar modal adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim jangka panjang dan penambahan financial assets pada saat yang sama sehingga memungkinkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan dana bertemu untuk menjualbelikan sekuritasnya. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan dana bertemu untuk menjualbelikan sekuritasnya. Dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan sarana untuk melakukan transaksi sekuritas atau tempat dimana pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang membutuhkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham),

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dengan demikian, pasar modal juga bisa diartikan sebagi pasar untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dengan demikian, pasar modal juga bisa diartikan sebagi pasar untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pasar Modal Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Dengan demikian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi, para investor membutuhkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasar Modal merupakan merupakan pasar yang melakukan kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. Pasar Modal merupakan merupakan pasar yang melakukan kegiatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar Modal merupakan merupakan pasar yang melakukan kegiatan memperjual-belikan instrumen keuangan jangka panjang, seperti surat utang (obligasi), ekuiti (saham),

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pemecahan Saham (Stock Split) Informasi bersifat informatif apabila memiliki kriteria kelengkapan, relevansi dan tepat waktu sehingga mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdahulu. Berikut ini uraian dari beberapa penelitian terdahulu, berikut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdahulu. Berikut ini uraian dari beberapa penelitian terdahulu, berikut BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian ini menggunakan acuan dengan keterkaitan teori dari penelitianpenelitian terdahulu. Berikut ini uraian dari beberapa penelitian terdahulu, berikut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan yang terdaftar di Bursa

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan yang terdaftar di Bursa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pasar modal di Indonesia dewasa ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dengan

I. PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dengan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dengan biaya yang lebih murah. Di samping itu, para investor juga menggunakan pasar modal sebagai sarana

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pasti pasar modal telah tumbuh dan berkembang menjadi bagian penting dalam pertumbuhan

I. PENDAHULUAN. pasti pasar modal telah tumbuh dan berkembang menjadi bagian penting dalam pertumbuhan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Hanafi (2008), pasar modal adalah pasar keuangan di mana

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Hanafi (2008), pasar modal adalah pasar keuangan di mana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Hanafi (2008), pasar modal adalah pasar keuangan di mana diperdagangkan instrumen keuangan jangka panjang. Pasar modal yang beroperasi di Indonesia adalah Bursa

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. Rahayu (2006) melakukan penelitian dengan judul Reaksi Pasar Terhadap

BAB II URAIAN TEORITIS. Rahayu (2006) melakukan penelitian dengan judul Reaksi Pasar Terhadap 37 BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Rahayu (2006) melakukan penelitian dengan judul Reaksi Pasar Terhadap Peristiwa Stock Split yang Terjadi di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dijabarkan beberapa teori yang menjadi landasan analisis penulis mengenai hubungan variabel- variabel dalam penelitian, yaitu : Stock split (pemecahan saham),

Lebih terperinci

PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN MEMPERHATIKAN FIRM SIZE

PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN MEMPERHATIKAN FIRM SIZE PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN MEMPERHATIKAN FIRM SIZE Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang-orang untuk mengisi Jabatan politik tertentu. Dalam Pemilu, para pemilih dalam

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Pasar yang efisien adalah pasar di mana harga semua sekuritas yang

BAB II LANDASAN TEORI. Pasar yang efisien adalah pasar di mana harga semua sekuritas yang BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Efisiensi Pasar Pasar yang efisien adalah pasar di mana harga semua sekuritas yang diperdagangkan telah mencerminkan semua informasi yang tersedia (Tandelilin, 2010:219). No one

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Informasi merupakan hal yang penting bagi investor dalam menetapkan

BAB I PENDAHULUAN. Informasi merupakan hal yang penting bagi investor dalam menetapkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Informasi merupakan hal yang penting bagi investor dalam menetapkan keputusannya untuk berinvestasi. Hipotesis pasar modal efisien menyatakan bahwa pasar yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. modal juga dapat dijadikan indikator bagi perkembangan perekonomian sebuah

BAB I PENDAHULUAN. modal juga dapat dijadikan indikator bagi perkembangan perekonomian sebuah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal telah menjadi instrumen perekonomian yang penting bagi sebuah negara. Selain menjadi alternatif tempat untuk berinvestasi dan pembiayaan, pasar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang

BAB I PENDAHULUAN. mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal (Capital market) adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi,

Lebih terperinci

LANDASAN TEORI. Stock Split merupakan salah satu corporate action yang harus dipublikasikan

LANDASAN TEORI. Stock Split merupakan salah satu corporate action yang harus dipublikasikan 9 II. LANDASAN TEORI 2.1. Stock Split Stock Split merupakan salah satu corporate action yang harus dipublikasikan kepada publik. Hal tersebut diatur dalam pasal 68 dan 86 tahun 1995 tentang Pasar Modal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri otomotif menjadi salah satu industri yang diunggulkan di

BAB I PENDAHULUAN. Industri otomotif menjadi salah satu industri yang diunggulkan di BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Industri otomotif menjadi salah satu industri yang diunggulkan di Indonesia. Perkembangan pesat industri ini menjadi salah satu penyebab industri ini menjadi salah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam pasar modal, ada berbagai instrumen keuangan yang bisa diperjualbelikan, seperti obligasi, saham, reksadana, instrumen derivatif dan instrumen lainnya. Dengan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM

ANALISIS PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM ANALISIS PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. membeli surat-surat berharga. Pasar modal adalah suatu situasi dimana para

II. TINJAUAN PUSTAKA. membeli surat-surat berharga. Pasar modal adalah suatu situasi dimana para II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pasar Modal Pasar modal adalah pasar dimana para investor bertemu untuk menjual atau membeli surat-surat berharga. Pasar modal adalah suatu situasi dimana para pelakunya (penjual

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. menjadi n lembar saham, dimana harga per lembar saham baru setelah stock split

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. menjadi n lembar saham, dimana harga per lembar saham baru setelah stock split BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian pemecahan saham (stock split) Menurut Jogiyanto (2000 : 415), stock split adalah memecah selembar saham menjadi n lembar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. di masa mendatang (Tandelilin, 2001). Tujuan investor menginvestasikan

BAB I PENDAHULUAN. di masa mendatang (Tandelilin, 2001). Tujuan investor menginvestasikan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan studi peritiwa (event study). Event study merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar modal terhadap suatu peristiwa (event) yang

Lebih terperinci

ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. saham yang beredar, sesuai dengan faktor pemecahnya (split factor).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. saham yang beredar, sesuai dengan faktor pemecahnya (split factor). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pemecahan Saham (Stock Splits) 2.1.1.1 Pengertian Pemecahan Saham Menurut Abdul Halim (2007 : 98), stock split (pemecahan saham) adalah perubahan nilai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Hal ini karena pasar modal merupakan sarana yang dapat menggalang perolehan

Lebih terperinci

BAB II TINJUAN PUSTAKA. lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. antara pembeli dan penjual dengan resiko untung atau rugi.

BAB II TINJUAN PUSTAKA. lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. antara pembeli dan penjual dengan resiko untung atau rugi. BAB II TINJUAN PUSTAKA 2.1 Pasar Modal Menurut Undang Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, Pasar Modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisis volume perdagangan saham dan abnormal

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisis volume perdagangan saham dan abnormal 3.1 Objek Penelitian BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN Penelitian ini menganalisis volume perdagangan saham dan abnormal return saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split di BEI pada tahun 2010

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mediator untuk mempertemukan pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang

BAB I PENDAHULUAN. mediator untuk mempertemukan pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar Modal merupakan suatu sarana bagi perekonomian yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal untuk menghimpun dana. Pasar modal juga merupakan mediator

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akhir-akhir ini, isu tentang investasi mulai marak di Indonesia.Ahli-ahli investasi sering tampil dalam seminar maupun acara TV.Banyak produk yang menjadi objek dari

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dapat menjadi pengetahuan bagi investor dan masyarakat. penulis dapat menyimpulkan bahwa:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dapat menjadi pengetahuan bagi investor dan masyarakat. penulis dapat menyimpulkan bahwa: BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui reaksi pasar modal terhadap peristiwa pengumuman penurunan harga BBM 16 Januari 2015. Penelitian ini menggunakan metode

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode

III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode Februari Juli yaitu indeks yang terdiri dari 45 perusahaan yang tercatat yang

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. dengan penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. dengan penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Investasi Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN. sebagai alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pasar saham merupakan salah satu tujuan utama para investor untuk menginvestasikan dana mereka yang menganggur. Pasar saham juga berperan sebagai alternatif

Lebih terperinci

PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA NASKAH PUBLIKASI PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : ZAINUL BACHTIAR B 200 090 031 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. adanya penyebaran atau kapitalisasi nilai perusahaan, karena dalam stock split

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. adanya penyebaran atau kapitalisasi nilai perusahaan, karena dalam stock split BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Stock Split Menurut Baridwan (2002;241), stock split adalah usaha perusahaan untuk memperbanyak jumlah saham yang beredar dengan mengurangi nilai nominal saham. Pengurangan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN III.1 Objek Penelitian Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Electronic Library (ICaMEL). Populasi dari penelitian ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Harga Saham menentukan adanya permintaan dan penawaran (demand and

BAB I PENDAHULUAN. Harga Saham menentukan adanya permintaan dan penawaran (demand and 15 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Harga Saham menentukan adanya permintaan dan penawaran (demand and supply) terhadap jumlah lembaran saham, jika harga saham dinilai terlalu mahal (overvalued)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham (stock) merupakan salah satu instrument pasar keuangan yang paling

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham (stock) merupakan salah satu instrument pasar keuangan yang paling 25 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Saham a. Pengertian Saham Saham (stock) merupakan salah satu instrument pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tentunya kondisi perekonomiannya. Dimana kondisi ekonomi negara tidak

BAB I PENDAHULUAN. tentunya kondisi perekonomiannya. Dimana kondisi ekonomi negara tidak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan suatu negara dapat dilihat dari kondisi penduduk, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan, kemajuan teknologi, sosial budaya, dan tentunya kondisi

Lebih terperinci

PENGARUH PENGUMUMAN LABA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

PENGARUH PENGUMUMAN LABA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN PENGARUH PENGUMUMAN LABA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2004-2006 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar

Lebih terperinci