MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG"

Transkripsi

1 MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR, PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE), DAN TINGKAT LAYANAN [SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (3) dan Pasal 8 ayat (3) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 28/M-DAG/PER/6/2009 tentang Ketentuan Pelayanan Perijinan Ekspor dan Impor Dengan Sistem Elektronik Melalui INATRADE Dalam Kerangka Indonesia National Single Window; b. bahwa untuk meningkatkan pelayanan perijinan yang efektif, efisien, dan transparan kepada dunia usaha, perlu menambah jenis perijinan yang dapat dan hanya dapat dilayani dengan sistem elektronik melalui INATRADE dalam kerangka Indonesia National Single Window; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan tentang Jenis Perijinan Ekspor dan Impor, Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure), Dan Tingkat Layanan (Service Level Arrangement) Dengan Sistem Elektronik Melalui INATRADE Dalam Kerangka Indonesia National Single Window; Mengingat : 1. Bedrijfsreglementerings Ordonnantie 1934 (Staatsblad 1938 Nomor 86); 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3564); 3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);

2 Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/ Keputusan Presiden Nomor 260 Tahun 1967 tentang Penegasan Tugas dan Tanggung Jawab Menteri Perdagangan Dalam Bidang Perdagangan Luar Negeri; 5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2008 tentang Penggunaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka Indonesia National Single Window sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2012; 6. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011; 7. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011; 8. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011; 9. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 28/M-DAG/PER/6/2009 tentang Ketentuan Pelayanan Perijinan Ekspor dan Impor Dengan Sistem Elektronik Melalui INATRADE Dalam Kerangka Indonesia National Single Window; 10. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54/M-DAG/PER/10/2009 tentang Ketentuan Umum Di Bidang Impor; 11. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/7/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/8/2012; 12. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13/M-DAG/PER/3/2012 tentang Ketentuan Umum Di Bidang Ekspor; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN TENTANG JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR, PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE), DAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW.

3 Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 Pasal 1 (1) Jenis perijinan ekspor dan impor yang dapat dilayani dengan sistem elektronik melalui INATRADE dalam kerangka Indonesia National Single Window sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Jenis perijinan ekspor dan impor yang hanya dapat dilayani dengan sistem elektronik melalui INATRADE dalam kerangka Indonesia National Single Window sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Pelayanan perijinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) hanya dapat diberikan kepada pemohon yang telah memiliki Hak Akses sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan mengenai pelayanan perijinan ekspor dan impor dengan sistem elektronik melalui INATRADE dalam kerangka Indonesia National Single Window. Pasal 3 (1) Pelayanan atas jenis perijinan ekspor dan impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilakukan berdasarkan Prosedur Operasi Standar (Standard Operational Procedure) dan Tingkat Layanan (Service Level Arrangement). (2) Prosedur Operasi Standar (Standard Operational Procedure) untuk pelayanan perijinan ekspor dan impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Tingkat Layanan (Service Level Arrangement) untuk pelayanan perijinan ekspor dan impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (4) Tingkat Layanan (Service Level Arrangement) untuk pelayanan perijinan ekspor dan impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

4 Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 Pasal 4 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40/M-DAG/PER/10/2010 tentang Jenis Perijinan Ekspor dan Impor, Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure) dan Tingkat Layanan (Service Level Arrangement) dengan Sistem Elektronik Melalui INATRADE Dalam Kerangka Indonesia National Single Window dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 24 Juni Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 Juni 2013 a.n. MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI Ttd. sesuai dengan aslinya cretariat Jenderal ^'Kementerian Perdagangan 'liro Hukum, BACHRUL CHAIRI.ASMININGSIH

5 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR, PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE), DAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SmGLE WINDOW JENIS-JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR YANG DAPAT DILAYANI DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW 1. Eksportir Terdaftar Sarang Burung Walet (Khusus ke Republik Rakyat China) 2. Eksportir Terdaftar Kopi (ETK) / Eksportir Kopi Sementara (EKS) 3. Eksportir Terdaftar Timah Batangan 4. Eksportir Terdaftar Prekursor Non Pharmasi 5. Persetujuan Ekspor Beras (Premium, Medium, Organik dan Ketan) 6. Persetujuan Ekspor Hewan dan Produk Hewan 7. Persetujuan Ekspor Inti Kelapa Sawit 8. Persetujuan Ekspor Kayu Ulin 9. Persetujuan Ekspor Kulit Buaya / Wet Blue 10. Persetujuan Ekspor Minyak dan Gas Bumi 11. Persetujuan Ekspor Sisa dan Skrap Logam 12. Persetujuan Ekspor Perak dan Emas 13. Persetujuan Ekspor Prekursor Non Pharmasi 14. Persetujuan Ekspor Pupuk Urea Non Subsidi 15. Importir Produsen Besi atau Baja 16. Importir Produsen Beras 17. Importir Produsen Gula 18. Importir Produsen Pelumas 19. Importir Produsen Tekstil 20. Importir Produsen Etilena 21. Importir Produsen Garam 22. Importir Produsen Plastik 23. Importir Produsen Bahan Berbahaya (B2) 24. Importir Produsen Bahan Perusak Ozon (BPO) 25. Importir Produsen Limbah Non B3 26. Importir Produsen Nitrocellulose (NC) 27. Importir Produsen Prekursor Non Pharmasi 28. Importir Produsen 4 Chhro-3,5-DimethylPhenol (PCMX) 29. Importir Produsen Sodium Tripolyphosphate (STPP) 30. Importir Terdaftar Besi atau Baja 31. Importir Terdaftar Gula Kristal Putin 32. Importir Terdaftar Cakram Optik 33. Importir Terdaftar Mesin Multifungsi Berwama, Mesin Fotokopi Berwama dan Mesin Printer Berwama 34. Importir Terdaftar Intan Kasar 35. Importir Terdaftar Minuman Beralkohol 36. Importir Terdaftar Sakarin dan Garamnya 37. Importir Terdaftar Garam 38. Importir Terdaftar Nitrocellulose (NC) 39. Importir Terdaftar Prekursor Non Farmasi 40. Importir Terdaftar Bahan Perusak Ozon (BPO)

6 Lampiran I Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/ Importir Terdaftar Bahan Peledak Industri (Komersial) 42. Importir Terdaftar Hewan dan Produk Hewan 43. Importir Terdaftar Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet 44. Persetujuan Impor Barang Hibah 45. Persetujuan Impor Barang Modal Bukan Baru 46. Persetujuan Impor Barang Sementara 47. Persetujuan Impor Tidak Re-Ekspor Barang Ex-Impor Sementara 48. Persetujuan Impor Tabung LPG 3 Kg 49. Persetujuan Impor Beras 50. Persetujuan Impor Cengkeh 51. Persetujuan Impor Gula Kristal Putin (Plantation White Sugar) 52. Persetujuan Impor Cakram Optik 53. Persetujuan Impor Mesin Multifungsi Berwama, Mesin Fotokopi Berwama Dan Mesin Printer Berwama 54. Persetujuan Impor Minyak dan Gas Bumi 55. Persetujuan Impor Minuman Beralkohol 56. Persetujuan Impor Sakarin dan Garamnya 57. Persetujuan Impor Pupuk Bersubsidi 58. Persetujuan Impor Garam Industri 59. Persetujuan Impor Intan Kasar 60. Persetujuan Impor Siklamat 61. Persetujuan Impor Bahan Berbahaya (B2) 62. Persetujuan Impor Bahan Peledak Industri (Komersial) 63. Persetujuan Impor Bahan Perusak Ozon (BPO) 64. Persetujuan Impor Nitrocellulose (NC) 65. Persetujuan Impor Prekursor Non Pharmasi 66. Persetujuan Impor Tanpa API 67. Persetujuan Impor tanpa NPIK untuk barang kiriman 68. Persetujuan Impor Hewan dan Produk Hewan 69. Persetujuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet 70. Persetujuan Impor Mutiara 71. Produsen Importir a.n. MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI Ttd. Salinan sesuai dengan aslinya retariat Jenderal ^meev^tan Perdagangan EfepM?Biro Hukum, BACHRUL CHAIRI NINGSIH

7 LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR, PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE), DAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW JENIS-JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR YANG HANYA DAPAT DILAYANI DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW 1. Importir Produsen Produk Hortikultura 2. Importir Terdaftar Produk Hortikultura 3. Importir Terdaftar Hewan dan Produk Hewan 4. Importir Terdaftar Produk Tertentu 5. Persetujuan Impor Produk Hortikultura 6. Persetujuan Impor Hewan dan Produk Hewan 7. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) a.n. MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI Ttd. Salinan sesuai dengan aslinya cretariat Jenderal Perdagangan Hukum, BACHRUL CHAIRI iminingsih

8 LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR, PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE), DAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE) I. DIREKTORATTEKNIS A. Deskripsi Berisikan gambaran SOP untuk kegiatan pengajuan perijinan Direktorat secara manual dan elektronik melalui Sistem INATRADE. B. Dasar Hukum Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 /M-DAG/PER/7/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/8/2012. C. Pihak yang terkait Pelaku Usaha, Petugas Loket, Tata Usaha UPP, Tata Usaha Direktorat, Pemroses Direktorat, Pejabat Validasi Direktorat, Pejabat Penandatangan Direktorat. D. Fonnulir/Dokumen yang digunakan Form Permohonan, Dokumen Pendukung. E. Dokumen yang dihasilkan Tanda Terima, Dokumen Perijinan. F. Prosedur Kerja 1. Pelaku Usaha a. Mengajukan Permohonan Secara Manual: 1) Mendatangi Loket UPP Kementerian Perdagangan dengan membawa dokumen pendukung; 2) Mengambil Tiket Nomor Antrian pada mesin antrian yang telah disediakan; 3) Menunggu panggilan sesuai nomor antrian; 4) Mendatangi Petugas Loket untuk menyerahkan Dokumen Pendukung; 5) Menerima Tanda Terima Permohonan sebagai bukti telah diterimanya permohonan milik Pelaku Usaha oleh Petugas Loket; 6) Melanjutkan ke prosedur kerja: Menerima Notifikasi Perijinan Terbit. b. Mengajukan Permohonan Secara Elektronik: 1) Masuk ke portal INATRADE di 2) Login dengan menggunakan Hak Akses INATRADE yang telah dimiliki Pelaku Usaha; 3) Memilih jenis perijinan yang ingin diajukan; 4) Mengisi Form Permohonan dan mengikuti prosedur/persyaratan yang berlaku; 5) Menerima notifikasi dari sistem INATRADE sebagai Tanda Terima Permohonan atas pengajuan perijinan yang dilakukan secara elektronik;

9 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 6) Melanjutkan ke prosedur kerja: Menerima Notifikasi Perijinan Terbit. c. Menerima Notifikasi Perijinan Terbit: 1) Pelaku usaha menerima notifikasi dari sistem INATRADE sebagai tanda bahwa Surat Perijinan telah terbit dan dapat diambil di Loket UPP; 2) Notifikasi Perijinan Terbit dapat dicetak sebagai bukti untuk mengambil perijinan; 3) Disediakan link pada agar pelaku usaha dapat memeriksa riwayat status pengajuan perijinannya (document tracking) secara elektronik melalui portal INATRADE di /inatrade.kemendag.go.id. d. Memeriksa Status Dokumen (Documet Tracking): 1) Pelaku usaha mengakses portal INATRADE di http: / /inatrade.kemendag.go.id ke menu document tracking; 2) Mengisi nomor tanda terima UPP dan NPWP untuk divalidasi sistem; 3) Sistem INATRADE akan menampilkan status pengajuan perijinan milik pelaku usaha secara real-time. e. Mengambil Surat Perijinan: 1) Mendatangi Loket UPP dengan membawa Tanda Terima Permohonan dan/atau hasil cetakan notifikasi perijinan terbit; 2) Mengambil Tiket Nomor Antrian pada mesin antrian yang telah disediakan; 3) Menunggu panggilan sesuai nomor antrian; 4) Mendatangi Petugas Loket untuk menyerahkan Tanda Terima Permohonan dan/atau hasil cetakan notifikasi perijinan terbit; 5) Memberikan tanda-tangan pada form yang disediakan Petugas Loket sebagai bukti Pelaku Usaha telah mengambil Surat Perijinan; 6) Menerima Surat Perijinan. 2. Petugas Loket a. Menerima Pengajuan Perijinan: 1) Login Modul Loket; 2) Memanggil pelaku usaha dengan menggunakan mesin antrian; 3) Melakukan input data sesuai dengan Form Permohonan yang telah diterima dan diperiksa kelengkapannya; 4) Menyimpan data dan merubah status dokumen menjadi: Permohonan Diterima oleh Petugas Loket; 5) Modul akan mencetak Tanda Terima Permohonan; 6) Memberikan tanda-tangan pada Tanda Terima Permohonan; 7) Memberikan Tanda Terima Permohonan kepada Pelaku Usaha; 8) Melanjutkan ke prosedur kerja: Menyerahkan Surat Perijinan. b. Menyerahkan Surat Perijinan: 1) Login Modul Loket; 2) Memilih Status Dokumen: Perijinan Diterima Loket; 3) Memilih Persetujuan sesuai dengan nomor permohonan pada Tanda Terima Permohonan yang dimiliki Pelaku Usaha; 4) Merubah Status Dokumen yang diterima menjadi: Perijinan Diambil Pemohon; 5) Modul secara otomatis akan melakukan pencetakan Tanda Terima Pengambilan; 6) Meminta tanda-tangan Pelaku Usaha pada lembar Tanda Terima Pengambilan yang selanjutnya akan disimpan sebagai arsip UPP;

10 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 7) Menyerahkan surat Perijinan kepada Pelaku Usaha. 3. Tata Usaha UPP a. Merekap Pengajuan: 1) Login Modul TU UPP; 2) Memilih Status Dokumen: Permohonan Diterima UPP; 3) Menekan tombol Cetak Lembar Disposisi, sehingga secara otomatis merubah Status Dokumen menjadi: Dikirim ke Pemroses; 4) Modul TU UPP akan mencetak Lembar Rekap; 5) Mendistribusikan berkas ke TU Direktorat sesuai dengan disposisinya; 6) Melanjutkan ke Prosedur: Merekap Perijinan. b. Merekap Perijinan: 1) Menerima berkas perijinan yang dikirim dari TU Direktorat; 2) Login Modul TU UPP; 3) Merubah Status berkas perijinan tersebut menjadi: Perijinan Diterima diupp; 4) Merekap dan menyimpan perijinan di storage (lemari atau laci) yang telah disediakan, serta menyimpan berkasnya pada lemari arsip. 4. Tata Usaha Direktorat a. Merekap Pengajuan: 1) Login Modul TU Direktorat; 2) Memilih Status Dokumen: Permohonan DikirimUPP; 3) Menekan tombol Cetak Lembar Disposisi, sehingga secara otomatis merubah Status Dokumen menjadi: Dikirim ke Pemroses; 4) Modul TU Direktorat akan mencetak Lembar Disposisi; 5) Mendistribusikan berkas ke Pemroses Direktorat sesuai dengan disposisinya; 6) Melanjutkan ke Prosedur: Merekap dan Menerbitkan Perijinan. b. Merekap dan Menerbitkan Perijinan: 1) Mengumpulkan berkas perijinan yang telah selesai ditanda-tangani pejabat; 2) Login Modul TU Direktorat; 3) Merubah Status berkas perijinan tersebut menjadi: Perijinan Diterbitkan; 4) Secara otomatis Status Dokumen juga akan menjadi: Perijinan Dikirim ke UPP. 5. Pemroses Direktorat a. Mencetak Perijinan: 1) Menerima lembar disposisi dari TU Direktorat; 2) Login Modul Pemroses Direktorat; 3) Pemeriksaan dokumen untuk pengajuan yang dilakukan secara manual: a) Menerima berkas pengajuan perijinan dari TU Direktorat; b) Memeriksa hardcopy Form Permohonan dan dokumen pendukung; 4) Pemeriksaan dokumen untuk pengajuan yang dilakukan secara elektronik: a) Memilih tampilkan dokumen pendukung pada modul Pemroses Direktorat untuk pengajuan elektronik; b) Memeriksa soficopy Form Permohonan dan dokumen pendukung (hasil scan) yang telah diupload oleh pelaku usaha.

11 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 5) Pemeriksaan dokumen yang dimaksud meliputi antara lain: a) Apabila Form Permohonan atau dokumen pendukung ada yang tidak lengkap dan benar, maka Pemroses akan membuat Surat Penolakan; b) Apabila Form Permohonan atau dokumen pendukung telah sesuai, maka Pemroses akan membuat Surat Perijinan. 6) Mengisi form Perijinan; 7) Melakukan pencetakan Konsep DokumenPerijinan; 8) Menyerahkan hasil pencetakan kepada Pejabat Validasi Direktorat. 6. Pejabat Validasi Direktorat Memberikan Paraf: 1) Menerima Konsep Dokumen Perijinan dari Pemroses Direktorat; 2) Memeriksa Konsep Dokumen Perijinan; 3) Apabila Dokumen Perijinan disetujui, maka Pejabat akan memberikan paraf untuk Konsep Dokumen Perijinan sebagai bukti bahwa telah dilakukan pemeriksaan atas surat tersebut; 4) Apabila Konsep Dokumen Perijinan ingin direvisi, maka Pejabat akan memberikan catatan untuk Pemroses Direktorat; 5) Menyerahkan Dokumen Perijinan yang telah diparaf ke Pejabat Penandatangan Direktorat. 7. Pejabat Penandatangan Direktorat Menandatangani Surat: 1) Menerima Dokumen Perijinan dari Pejabat Validasi; 2) Memeriksa Dokumen Perijinan; 3) Apabila Dokumen Perijinan disetujui, maka Pejabat akan memberikan Tanda Tangan Persetujuan; 4) Apabila Dokumen Perijinan ingin direvisi, maka Pejabat akan memberikan catatan untuk Pejabat Validasi. G. Keterangan Tambahan 1. Dokumen Pendukung adalah dokumen yang dipersyaratkan bagi Pelaku Usaha dalam membuat perijinan; 2. Hard-copy adalah Dokumen Pendukung asli yang divalidasi kelengkapannya oleh Petugas Loket UPP untuk kemudian akan divalidasi kebenarannya oleh Pemroses; 3. Soft-copy adalah hasil copy-scan Dokumen Pendukung yang di-upload oleh Pelaku Usaha untuk kemudian akan divalidasi kebenarannya oleh Pemroses; 4. Tanda Terima Permohonan adalah lembar tanda terima bagi Pelaku Usaha sebagai bukti telah mengajukan permohonan; 5. Pelaku Usaha wajib menyiapkan semua Dokumen Pendukung sesuai dengan persyaratan dari perijinan; 6. Menu document tracking dapat diakses para pelaku usaha tanpa perlu menggunakan Hak Akses (login); 7. Petugas Loket UPP hanya menerima Dokumen Pendukung yang telah lengkap dan sesuai dengan persyaratan perijinan; 8. Pencatatan Permohonan hanya dilakukan apabila semua persyaratan perijinan telah terpenuhi dan menggunakan Modul UPP INATRADE; 9. Petugas TU UPP wajib menjaga semua berkas dengan baik; 10. Prosedur Rekap Permohonan dilakukan secara periodik; 11. Dokumen Perijinan dapat berupa Surat Perijinan dan atau Surat Penolakan; 12. Dokumen Perijinan UPP ditanda-tangani oleh Pejabat.

12 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 H. Jangka Waktu Penyelesaian Sesuai dengan Lampiran IV dan V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. GAMBAR I. DIAGRAM ALIR PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE) INATRADE PADA DIREKTORAT Alur Proses Perijinan Direktorat secara Manual dan Elektronik melalui Sistem INATRADE Pelaku Usaha mongajukan Perijinan <Munuul) Pelaku Usaha monoajukan f ' ::..ir i.m Onlilia (Elektronik) Documunl Tracking Notlflknal Pengambaon Perijinan a. Petugas rrxinonmu barkatt Pengajuan Munurlmu berkas Penjlnc Rokap Pengajuan Ponorbllan dan Rokap Perijinan Rokap Pengajuan Q_ i Q Proves Punurbitnn Pofijtnan "i to B 2 -S -S.E.S 2 o CD SJ ->i5 Momoonkan Paraf Q _, EI A Mwnandatangani Perijinan Q- ^WM. I: Pongirlman Data Elektronik Perijinan ke INSW

13 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 n. UNIT PELAYANAN PERDAGANGAN (UPP) A. Deskripsi Berisikan gambaran SOP untuk kegiatan pengajuan perijinan UPP secara manual dan elektronik melalui Sistem INATRADE. B. Dasar Hukum Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/7/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/8/2012. C. Pihak yang terkait Pelaku Usaha, Petugas Loket, Tata Usaha, Pemroses, Pejabat Validasi, Pejabat Penandatangan. D. Formulir/Dokumen yang digunakan Form Permohonan, Dokumen Pendukung. E. Dokumen yang dihasilkan Tanda Terima, Dokumen Perijinan. F. Prosedur Kerja 1. Pelaku Usaha a. Mengajukan Permohonan Secara Manual: 1) Mendatangi Loket UPP Kementerian Perdagangan dengan membawa dokumen pendukung; 2) Mengambil Tiket Nomor Antrian pada mesin antrian yang telah disediakan; 3) Menunggu panggilan sesuai nomor antrian; 4) Mendatangi Petugas Loket untuk menyerahkan Dokumen Pendukung; 5) Menerima Tanda Terima Permohonan sebagai bukti telah diterimanya permohonan milik Pelaku Usaha oleh Petugas Loket; 6) Melanjutkan ke prosedur kerja: Menerima Notifikasi Perijinan Terbit. b. Mengajukan Permohonan Secara Elektronik: 1) Masuk ke portal INATRADE di http: / /inatrade.kemendag.go.id: 2) Login dengan menggunakan Hak Akses INATRADE yang telah dimiliki Pelaku Usaha; 3) Memilih jenis perijinan yang ingin diajukan; 4) Mengisi Form Permohonan dan mengikuti prosedur/persyaratan yang berlaku; 5) Menerima notifikasi dari sistem INATRADE sebagai Tanda Terima Permohonan atas pengajuan perijinan yang dilakukan secara elektronik; 6) Melanjutkan ke prosedur kerja: Menerima Notifikasi Perijinan Terbit. c. Menerima Notifikasi Perijinan Terbit: 1) Pelaku usaha menerima notifikasi dari sistem INATRADE sebagai tanda bahwa Surat Perijinan telah terbit dan dapat diambil di Loket UPP; 2) Notifikasi Perijinan Terbit dapat dicetak sebagai bukti untuk mengambil perijinan; 3) Disediakan link pada agar pelaku usaha dapat memeriksa riwayat status pengajuan perijinannya {document tracking) secara elektronik melalui portal INATRADE di http: / /inatrade.kemendag.go.id.

14 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 d. Memeriksa Status Dokumen (Documet Tracking): 1) Pelaku usaha mengakses portal INATRADE di /inatrade.kemendag.go.id ke menu document tracking; 2) Mengisi nomor tanda terima UPP dan NPWP untuk divalidasi sistem; 3) Sistem INATRADE akan menampilkan status pengajuan perijinan milik pelaku usaha secara real-time. e. Mengambil Surat Perijinan: 1) Mendatangi Loket UPP dengan membawa Tanda Terima Permohonan dan/atau hasil cetakan notifikasi perijinan terbit; 2) Mengambil Tiket Nomor Antrian pada mesin antrian yang telah disediakan; 3) Menunggu pangguan sesuai nomor antrian; 4) Mendatangi Petugas Loket untuk menyerahkan Tanda Terima Permohonan dan/atau hasil cetakan notifikasi perijinan terbit; 5) Memberikan tanda-tangan pada form yang disediakan Petugas Loket sebagai bukti Pelaku Usaha telah mengambil Surat Perijinan; 6) Menerima Surat Perijinan. 2. Petugas Loket a. Menerima Pengajuan Perijinan: 1) Login Modul Loket; 2) Memanggil pelaku usaha dengan menggunakan mesin antrian; 3) Melakukan input data sesuai dengan Form Permohonan yang telah diterima dan diperiksa kelengkapannya; 4) Menyimpan data dan merubah status dokumen menjadi: Permohonan Diterima oleh Petugas Loket; 5) Modul akan mencetak Tanda Terima Permohonan; 6) Memberikan tanda-tangan pada Tanda Terima Permohonan; 7) Memberikan Tanda Terima Permohonan kepada Pelaku Usaha; 8) Melanjutkan ke prosedur kerja: Menyerahkan Surat Perijinan. b. Menyerahkan Surat Perijinan: 1) Login Modul Loket; 2) Memilih Status Dokumen: Perijinan Diterima Loket; 3) Memilih Persetujuan sesuai dengan nomor permohonan pada Tanda Terima Permohonan yang dimiliki Pelaku Usaha; 4) Merubah Status Dokumen yang diterima menjadi: Perijinan Diambil Pemohon; 5) Modul secara otomatis akan melakukan pencetakan Tanda Terima Pengambilan; 6) Meminta tanda-tangan Pelaku Usaha pada lembar Tanda Terima Pengambilan yang selanjutnya akan disimpan sebagai arsip UPP; 7) Menyerahkan surat Perijinan kepada Pelaku Usaha. 3. Tata Usaha UPP a. Merekap Pengajuan: 1) Login Modul TU UPP; 2) Memilih Status Dokumen: Permohonan Diterima UPP; 3) Menekan tombol Cetak Lembar Disposisi, sehingga secara otomatis merubah Status Dokumen menjadi: Dikirim ke Pemroses; 4) Modul TU UPP akan mencetak Lembar Rekap; 5) Mendistribusikan berkas ke TU Direktorat sesuai dengan disposisinya; 6) Melanjutkan ke Prosedur: Merekap Perijinan.

15 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 b. Merekap dan Menerbitkan Perijinan: 1) Mengumpulkan perijinan dan memisahkan berkasnya yang telah selesai ditandatangani pejabat; 2) Login Modul TU UPP; 3) Merubah Status berkas perijinan tersebut menjadi: Perijinan diterbitkan; 4) Secara otomatis status dokumen juga akan menjadi: Perijinan diterima di Loket UPP; 5) Merekap dan menyimpan perijinan di storage (lemari atau laci) yang telah disediakan, serta menyimpan berkasnya pada lemari arsip. 4. Pemroses UPP a. Mencetak Perijinan: 1) Login Modul Pemroses; 2) Pemeriksaan dokumen untuk pengajuan yang dilakukan secara manual: a) Menerima berkas pengajuan perijinan dari TU UPP; b) Memeriksa hardcopy Form Permohonan dan dokumen pendukung; 3) Pemeriksaan dokumen untuk pengajuan yang dilakukan secara elektronik: a) Memilih tampilkan dokumen pendukung pada modul Pemroses UPP untuk pengajuan elektronik; b) Memeriksa softcopy Form Permohonan dan dokumen pendukung (hasil scan) yang telah diupload oleh pelaku usaha. 4) Pemeriksaan dokumen yang dimaksud meliputi antara lain: a) Apabila Form Permohonan atau dokumen pendukung ada yang tidak lengkap dan benar, maka Pemroses akan membuat Surat Penolakan; b) Apabila Form Permohonan atau dokumen pendukung telah sesuai, maka Pemroses akan membuat Surat Perijinan. 5) Mengisi form Perijinan; 6) Melakukan pencetakan Konsep Dokumen Perijinan; 7) Menyerahkan hasil pencetakan kepada Pejabat Validasi UPP. 5. Pejabat Validasi UPP Memberikan Paraf: 1) Menerima Konsep Dokumen Perijinan dari Pemroses UPP; 2) Memeriksa Konsep Dokumen Perijinan; 3) Apabila Dokumen Perijinan disetujui, maka Pejabat akan memberikan paraf untuk Konsep Dokumen Perijinan sebagai bukti bahwa telah dilakukan pemeriksaan atas surat tersebut; 4) Apabila Konsep Dokumen Perijinan ingin direvisi, maka Pejabat akan memberikan catatan untuk Pemroses UPP; 5) Menyerahkan Dokumen Perijinan yang telah diparaf ke Pejabat Penandatangan Direktorat. 6. Pejabat Penandatangan UPP Menandatangani Surat: 1) Menerima Dokumen Perijinan dari Pejabat Validasi UPP; 2) Memeriksa Dokumen Perijinan; 3) Apabila Dokumen Perijinan disetujui, maka Pejabat akan memberikan Tanda Tangan Persetujuan; 4) Apabila Dokumen Perijinan ingin direvisi, maka Pejabat akan memberikan catatan untuk Pejabat Validasi UPP. 8

16 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 G. Keterangan Tambahan 1. Dokumen Pendukung adalah dokumen yang dipersyaratkan bagi Pelaku Usaha dalam membuat perijinan; 2. Hard-copy adalah Dokumen Pendukung asli yang divalidasi kelengkapannya oleh Petugas Loket UPP untuk kemudian akan divalidasi kebenarannya oleh Pemroses; 3. Soft-copy adalah hasil copy-scan Dokumen Pendukung yang di-upload oleh Pelaku Usaha untuk kemudian akan divalidasi kebenarannya oleh Pemroses; 4. Tanda Terima Permohonan adalah lembar tanda terima bagi Pelaku Usaha sebagai bukti telah mengajukan permohonan; 5. Pelaku Usaha wajib menyiapkan semua Dokumen Pendukung sesuai dengan persyaratan dari perijinan; 6. Menu document tracking dapat diakses para pelaku usaha tanpa perlu menggunakan Hak Akses (login); 7. Petugas Loket UPP hanya menerima Dokumen Pendukung yang telah lengkap dan sesuai dengan persyaratan perijinan; 8. Pencatatan Permohonan hanya dilakukan apabila semua persyaratan perijinan telah terpenuhi dan menggunakan Modul UPP INATRADE; 9. Petugas TU UPP wajib menjaga semua berkas dengan baik; 10. Prosedur Rekap Permohonan dilakukan secara periodik; 11. Dokumen Perijinan dapat berupa Surat Perijinan dan atau Surat Penolakan; 12. Dokumen Perijinan UPP ditanda-tangani oleh Pejabat. H. Jangka Waktu Penyelesaian Sesuai dengan Lampiran IV dan V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

17 Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/2013 GAMBAR II. DIAGRAM ALIR PROSEDUR OPERASI STANDAR {STANDARD OPERATING PROCEDURE) INATRADE PADA UPP Alur Proses Perijinan UPP secara Manual dan Elektronik melalui Sistem INATRADE n S cc J] Z> s 5 a. Pelaku Usaha mengajukan Perijinan (Manual) Pelaku Usaha mengajukan Perijinan Online (BeMronik) Document. Tracking Pengambilan Pori^nan a; o _J V) ra en Petugas menerima berkas Pengajuan Menerima berkas Perijinan a 0-0- a Rekap Pengajuan L PenerOrian dan Rekap Periinan Proses Penerbilan Perijinan "1 ro CD > Memberikan Paraf _ 0- 'o c <# Menandatangani Perijinan 5 w 2 Pengiriman Data ElektronikPerijinan ke INSW a.n. MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI Salinan sesuai dengan aslinya jtariat Jenderal terian Perdagangan -Biro Hukum, Ttd. BACHRUL CHAIRI ININGSIH 10

18 LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG JENIS PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR, PROSEDUR OPERASI STANDAR (STANDARD OPERATING PROCEDURE), DAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) UNTUK PELAYANAN PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR YANG DAPAT DILAYANI DENGAN SISTEM ELEKTRONIK 1 Eksportir Terdaftar Sarang Burung Walet (Khusus ke Republik Rakyat China) 1.1 Persyaratan Baru a. Surat permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dengan mencantumkan Nama Barang, Jumlah Barang, Pos Tarif/HS, Negara Tujuan dan Pelabuhan Muat; b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); c. Tanda Daftar Perusahaan (TDP); d. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP); e. Nomor Kontrol Veteriner (NKV); f. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Perubahan a. Surat permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dengan informasi perubahan yang diinginkan serta alasannya; b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); c. Dokumen perubahan; d. Kartu Kendali Realisasi Ekspor (asli); e. ET Lama (asli). 1.2 Pemroses Direktorat :Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Penanda-tangan :Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri a.n Menteri Perdangangan MasaBerlaku :1 tahun Keterangan :ET berlaku hanya untuk Negara Tujuan China (Diluar China Bebas Ekspornya). 1.3 Peraturan Nomor : 51/M-DAG/PER/7/2012 Tanggal: 27 Juli 2012 Tentang: Ketentuan Ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat China 1.4 Service Level Arrangement Proses secara Manual Penyelesaian Dokumen : 10 Hari

19 Lampiran IV Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/ Proses secara Elektronik a. Penyelesaian Dokumen : 5 Hari b. Syarat dan Kondisi: 1) Persyaratan dokumen telah lengkap dan benar 2) Sistem INATRADE & NSW berjalan dalam keadaan normal 3) Eksportir melakukan proses pengajuan ijin Ekspor melalui sistem INATRADE Online sesuai dengan prosedur yang berlaku Biaya :TidakAda Jadwal Operasional Unit Pelayanan Perdagangan: a. Senin s.d. Kamis : s.d b. Jumat : s.d KodeHS Mengacu Pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M- DAG/PER/7/2012 tanggal 27 Juli 2012 tentang Ketentuan Ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat China. 2 Bksportir Terdaftar Kopi (ETK) / Eksportir Kopi Sementara (EKS) 2.1 Persyaratan Baru a. Surat permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Up. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan; b. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau surat izin usaha di bidang industri makanan dan minuman dari instansi teknis; c. fotocopy Tanda Daftar Perusahaan (TDP); d. fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); e. Rekomendasi dari Dinas yang ditunjuk sebagai penerbit SPEK Perubahan a. Surat permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Up. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan; b. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau surat izin usaha di bidang industri makanan dan minuman dari instansi teknis; c. fotocopy Tanda Daftar Perusahaan (TDP); d. fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); e. fotocopy Dokumen ETK/EKS lama. 2.2 Pemroses Direktorat : Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Penanda-tangan : Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Masa Berlaku : Keterangan : Pengakuan sebagai EKS dapat ditingkatkan menjadi ETK jika EKS telah melakukan kegiatan ekspor kopi paling sedikit 200 (dua ratus) ton dalam kurun waktu 1 (satu) tahun kopi, dengan melampirkan fotokopi Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah dilegalisir oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai setempat. 2.3 Peraturan Nomor : 41/M-DAG/PER/9/2009 Tanggal: 14 September 2009 Tentang: Ketentuan Ekspor Kopi 2.4 Service Level Arrangement Proses secara Manual Penyelesaian Dokumen : 10 Hari

20 Lampiran IV Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 28/M-DAG/PER/6/ Proses secara Elektronik a. Penyelesaian Dokumen : 5 Hari 1) Sistem INATRADE 8b NSW berjalan dalam keadaan normal 2) Eksportir melakukan proses pengajuan ijin ekspor melalui sistem INATRADE Online sesuai dengan prosedur yang berlaku Biaya :TidakAda Jadwal Operasional Unit Pelayanan Perdagangan: a. Senin s.d. Kamis : s.d b. Jumat : s.d KodeHS Mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 41/M- DAG/PER/9/2009 tanggal 14 September 2009 tentang Ketentuan Ekspor Kopi. 3 Eksportir Terdaftar Timah Batangan 3.1 Persyaratan Bagi Pemegang KP Pengolahan dan Pemurnian: a. Surat permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan; b. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); c. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP); d. Fotokopi KP Pengolahan dan Pemurnian; e. Fotokopi KP Eksploitasi atau Surat Perjanjian Kerjasama; f. Rekomendasi Gubernur Provinsi Pengekspor Bagi Pemegang Kontrak Karya: a. Surat permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan; b. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP); c. Fotokopi Kontrak Karya; d. Rekomendasi Dirjen Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM. 3.2 Pemroses Direktorat : Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Penanda-tangan : Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Masa Berlaku : 3 Tahun 3.3 Peraturan Nomor : 04/M-DAG/PER/1/2007 Tanggal: 22Januari2007 Tentang: Ketentuan Ekspor Timah Batangan 3.4 Service Level Arrangement Proses secara Manual Penyelesaian Dokumen : 10 Hari Kerja Proses secara Elektronik a. Penyelesaian Dokumen : 5 Hari Kerja b. Syarat dan Kondisi: 1) Persyaratan dokumen telah lengkap dan benar 2) Sistem INATRADE 8s NSW berjalan dalam keadaan normal 3) Eksportir melakukan proses pengajuan sebagai Eksportir Terdaftar melalui sistem INATRADE Online sesuai dengan prosedur yang berlaku Biaya : TidakAda Jadwal Operasional Unit Pelayanan Perdagangan: a. Senin s.d. Kamis : s.d b. Jumat : s.d

PENGUMUMAN. Pemberlakuan Mandatory Online terhadap 96 Perijinan ekspor dan impor di Kementerian Perdagangan pada tanggal 2 Desember 2014

PENGUMUMAN. Pemberlakuan Mandatory Online terhadap 96 Perijinan ekspor dan impor di Kementerian Perdagangan pada tanggal 2 Desember 2014 PENGUMUMAN Pemberlakuan Mandatory Online terhadap 96 Perijinan ekspor dan impor di Kementerian Perdagangan pada tanggal 2 Desember 2014 Dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/M-

Lebih terperinci

Prosedur registrasi terhadap layanan perijinan perdagangan secara online via web INATRADE.

Prosedur registrasi terhadap layanan perijinan perdagangan secara online via web INATRADE. Registrasi Hak Akses INATRADE Revisi : - Nomor : v1.6.2 Tanggal : 10 Feb 2010 Halaman : 1 dari 7 A. Deskripsi Prosedur registrasi terhadap layanan perijinan perdagangan secara online via web INATRADE.

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan P

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan P BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.111, 2016 KEMENDAG. Ekspor dan Impor. Indonesia National Single Window. Perizinan. Pelayanan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 123/M-DAG/PER/12/2015

Lebih terperinci

- 3 - MEMUTUSKAN: Menetapkan : KETENTUAN PELAYANAN PERIZINAN DI BIDANG PERDAGANGAN SECARA ONLINE DAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK (DIGITAL SIGNATURE).

- 3 - MEMUTUSKAN: Menetapkan : KETENTUAN PELAYANAN PERIZINAN DI BIDANG PERDAGANGAN SECARA ONLINE DAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK (DIGITAL SIGNATURE). - 2 - Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); 3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 28/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 28/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 28/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG KETENTUAN PELAYANAN PERIJINAN EKSPOR DAN IMPOR DENGAN SISTEM ELEKTRONIK MELALUI INATRADE DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL

Lebih terperinci

Persetujuan Gudang & Pengelola Gudang Dalam Sistem Resi Gudang

Persetujuan Gudang & Pengelola Gudang Dalam Sistem Resi Gudang Persetujuan Gudang & Pengelola Gudang Dalam Sistem Resi Gudang BAPPEBTI Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi CoFTRA Commodity Futures Trading Regulatory Agency Perdagangan sebagai sektor penggerak

Lebih terperinci

ALTERNATIF 2 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 39/M-DAG/PER/10/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BARANG JADI OLEH PRODUSEN

ALTERNATIF 2 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 39/M-DAG/PER/10/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BARANG JADI OLEH PRODUSEN ALTERNATIF 2 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 39/M-DAG/PER/10/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BARANG JADI OLEH PRODUSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA 17/M-DAG/PER/3/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA 17/M-DAG/PER/3/2010 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/M-DAG/PER/3/2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 45/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API) DENGAN

Lebih terperinci

KOMODITAS LARTAS IMPOR

KOMODITAS LARTAS IMPOR Alat dan Perangkat Telekomunikasi Gombal Obat Alat Kesehatan Gula Obat hewan Bahan Berbahaya (B2) Hewan Obat Ikan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) KOMODITAS LARTAS IMPOR Hortikultura Obat Tradisional Bahan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.41, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Impor. Produk Tertentu. Ketentuan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/M-DAG/PER/12/2012 TENTANG KETENTUAN IMPOR

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.903, 2013 KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Ekspor. Timah. Pemanfaatan. Pemenuhan. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32/M-DAG/PER/6/2013 TENTANG

Lebih terperinci

USER MANUAL. Aplikasi INATRADE

USER MANUAL. Aplikasi INATRADE USER MANUAL Aplikasi INATRADE Daftar Isi PENDAHULUAN... 3 Tujuan dan Manfaat... 3 Alur INATRADE... 4 APLIKASI INATRADE... 6 Akses ke Halaman Utama Aplikasi... 6 Menu Aplikasi... 6 Home... 7 Perijinan...

Lebih terperinci

APLIKASI INATRADE USER MANUAL

APLIKASI INATRADE USER MANUAL APLIKASI INATRADE USER MANUAL Daftar Isi PENDAHULUAN...4 Tujuan dan Manfaat...4 Alur Inatrade...5 APLIKASI INATRADE...7 Akses ke Halaman Utama Aplikasi...7 Menu Aplikasi...9 Home... 9 Perijinan... 9 Layanan...

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 12/M-DAG/PER/3/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 12/M-DAG/PER/3/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 12/M-DAG/PER/3/2009 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN PENERBITAN PERIZINAN DI BIDANG PERDAGANGAN LUAR NEGERI KEPADA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA : 04/M-DAG/PER/1/2007 TENTANG KETENTUAN EKSPOR TIMAH BATANGAN

Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA : 04/M-DAG/PER/1/2007 TENTANG KETENTUAN EKSPOR TIMAH BATANGAN Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 04/M-DAG/PER/1/2007 TENTANG KETENTUAN EKSPOR TIMAH BATANGAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.946, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Impor. Produk Hortikultura. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60/M-DAG/PER/9/2012 TENTANG PERUBAHAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1201, 2014 KEMENDAG. Perdagangan. SNI Wajib. Pengawasan. Standarisasi Jasa. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47/M-DAG/PER/8/2014 TENTANG PERUBAHAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1086, 2013. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Impor. Semen. Clinker. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40/M-DAG/PER/8/2013 TENTANG KETENTUAN IMPOR SEMEN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 45/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API)

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 45/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API) PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 45/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API) MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Angka Pengenal Importir (API)

Lebih terperinci

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 20/M-DAG/PER/7/2011 TENTANG

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 20/M-DAG/PER/7/2011 TENTANG MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 20/M-DAG/PER/7/2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 45/M-DAG/PER/9/2009

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.712, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Baja Paduan. Impor. Pengaturan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/M-DAG/PER/6/2014 TENTANG KETENTUAN IMPOR BAJA PADUAN DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32/M-DAG/PER/8/ TENTANG UNIT PELAYANAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32/M-DAG/PER/8/ TENTANG UNIT PELAYANAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32/M-DAG/PER/8/201010 TENTANG UNIT PELAYANAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 41/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR KOPI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 41/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR KOPI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 41/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR KOPI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

2015, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1948 tentang Mencabut Peraturan Dewan Pertahanan Negara Nomor 14 dan Menetapkan Peraturan T

2015, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1948 tentang Mencabut Peraturan Dewan Pertahanan Negara Nomor 14 dan Menetapkan Peraturan T BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1212, 2015 KEMENDAG. Impor. Nitrocellulose. Ketentuan. Pencabutan PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62/M-DAG/PER/8/2015 TENTANG KETENTUAN IMPOR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : /11/M-DAG/PER/3/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : /11/M-DAG/PER/3/2010 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : /11/M-DAG/PER/3/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR MESIN, PERALATAN MESIN, BAHAN BAKU, CAKRAM OPTIK KOSONG, DAN CAKRAM OPTIK ISI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 29/M-DAG/PER/6/2009??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 29/M-DAG/PER/6/2009??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 29/M-DAG/PER/6/2009??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 05/M-DAG/PER/4/2005 TENTANG KETENTUAN IMPOR MESIN,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.309, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Impor. Mesin. Multifungsi. Fotokopi. Printer. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 07/M-DAG/PER/2/2012

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 01/M-DAG/PER/1/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 01/M-DAG/PER/1/2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 01/M-DAG/PER/1/2008 TENTANG KETENTUAN IMPOR LIQUEFIED PETROLEUM GAS/LPG DAN TABUNG LPG 3 KILOGRAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/M-DAG/PER/4/2013 TAHUN 2013 TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK HORTIKULTURA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/M-DAG/PER/4/2013 TAHUN 2013 TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK HORTIKULTURA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/M-DAG/PER/4/2013 TAHUN 2013 TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN, Menimbang: a. bahwa

Lebih terperinci

SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax:

SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax: SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-23528446/Fax: 021-23528456 www.depdag.go.id Implementasi Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kemendag: Mendag

Lebih terperinci

P E R A T U R A N MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

P E R A T U R A N MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA P E R A T U R A N MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 05/M-DAG/PER/1/2007 TENTANG KETENTUAN EKSPOR PREKURSOR MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penggunaan Prekursor

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1542, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Pencantuman Label. Barang. Bahasa Indonesia. Kewajiban. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67/M-DAG/PER/11/2013

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.901, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Impor. Garam. anganperaturan MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58/M-DAG/PER/9/2012 TENTANG KETENTUAN IMPOR GARAM DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82/M-DAG/PER/12/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82/M-DAG/PER/12/2012 TENTANG As of 24-02-2016 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82/M-DAG/PER/12/2012 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 82/M-DAG/PER/12/2012 TENTANG KETENTUAN IMPOR

Lebih terperinci

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05/M-DAG/PER/4/2005 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN IMPOR MESIN, PERALATAN MESIN, BAHAN BAKU, DAN CAKRAM OPTIK MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1012, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Ketentuan Impor. Bahan Perusak. Lapisan Ozon. Ketentuan. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40/M-DAG/PER/7/2014

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 58/M-DAG/PER/12/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BARANG MODAL BUKAN BARU

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 58/M-DAG/PER/12/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BARANG MODAL BUKAN BARU PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 58/M-DAG/PER/12/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BARANG MODAL BUKAN BARU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

-2- No.1996, 2015 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/5/2012 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertanian dan K

-2- No.1996, 2015 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/5/2012 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertanian dan K BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1996, 2015 KEMENDAG. Ekspor. Produk. Pertanian dan Kehutanan. Harga. Penetapan. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 112/M-DAG/PER/12/2015

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN RI NOMOR 417/MPP/Kep/6/2003 TANGGAL 17 JUNI 2003 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN RI NOMOR 417/MPP/Kep/6/2003 TANGGAL 17 JUNI 2003 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN RI NOMOR 417/MPP/Kep/6/2003 TANGGAL 17 JUNI 2003 TENTANG PERUBAHAN KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 230/MPP/Kep/7/1997 TENTANG BARANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 13/M-DAG/PER/3/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 13/M-DAG/PER/3/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 13/M-DAG/PER/3/2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 12/M-DAG/PER/4/2008 TENTANG KETENTUAN IMPOR DAN EKSPOR BERAS DENGAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1104, 2014 KEMENDAG. Verifikasi. Penelusuran Teknis. Perdagangan. Ketentuan Umum. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46/M-DAG/PER/8/2014 TENTANG

Lebih terperinci

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 10/M-DAG/PER/5/2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 41/M-DAG/PER/9/2009

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1227, 2012 KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Verifikasi. Kaca Lembaran. Impor. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71/M-DAG/PER/11/2012 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.849, 2012 KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Ekspor. Sarang Burung Walet. China. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51/M-DAG/PER/7/2012 TENTANG KETENTUAN EKSPOR

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 9/MPP/Kep/1/2004 TENTANG KETENTUAN IMPOR BERAS

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 9/MPP/Kep/1/2004 TENTANG KETENTUAN IMPOR BERAS KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 9/MPP/Kep/1/2004 TENTANG KETENTUAN IMPOR BERAS MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 27/M-DAG/PER/7/2008

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 27/M-DAG/PER/7/2008 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 27/M-DAG/PER/7/2008 TENTANG KETENTUAN EKSPOR KOPI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

TENTANG KETENTUAN IMPOR DAN EKSPOR BERAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

TENTANG KETENTUAN IMPOR DAN EKSPOR BERAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 12/M-DAG/PER/4/2008 TENTANG KETENTUAN IMPOR DAN EKSPOR BERAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010 TENTANG SURAT KETERANGAN ASAL (CERTIFICATE OF ORIGIN) UNTUK BARANG EKSPOR INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 23/M-DAG/PER/5/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 23/M-DAG/PER/5/2010 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 23/M-DAG/PER/5/2010 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 56/M-DAG/PER/12/2008 TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK TERTENTU

Lebih terperinci

2 diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

2 diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1011, 2015 KEMENDAG. Ban. Impor. Ketentuan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45/M-DAG/PER/6/2015 TENTANG KETENTUAN IMPOR BAN DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 40/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS IMPOR KACA LEMBARAN

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 40/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS IMPOR KACA LEMBARAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 40/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS IMPOR KACA LEMBARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 36/M-DAG/PER/8/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR ROTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 36/M-DAG/PER/8/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR ROTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 36/M-DAG/PER/8/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR ROTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 15/M-DAG/PER/3/2007 TENTANG

Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 15/M-DAG/PER/3/2007 TENTANG Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 15/M-DAG/PER/3/2007 TENTANG KETENTUAN IMPOR MESIN MULTIFUNGSI BERWARNA, MESIN FOTOKOPI BERWARNA DAN MESIN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

SURAT PENGANTAR NOMOR SP- 7 /BC.22/ Mei Surat Menteri Perdagangan 1 (satu) Disampaikan dengan hormat untuk

SURAT PENGANTAR NOMOR SP- 7 /BC.22/ Mei Surat Menteri Perdagangan 1 (satu) Disampaikan dengan hormat untuk KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JEWDERAL BEA DAN CUKAI DIREKTORAT TEKNIS KEPABEANAN JALAN JENDERAL A. YANI JAKARTA-13230 KOTAK P05 108 JAKARTA-10002 TELEPON (021) 4890308; FAKSIMILE

Lebih terperinci

National Single Window;

National Single Window; PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1323, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTANIAN. Online. Perizinan. Pertanian. Pelayanan. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 117/Permentan/HK.300/11/2013 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.39, 2013 KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Alat Ukur. Perlengkapan. Impor. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74/M-DAG/PER/12/2012 TENTANG ALAT-ALAT UKUR,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1034, 2013 KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Sistem Sertifikasi Mandiri. Percontohan. Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39/M-DAG/PER/8/2013

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 54/M-DAG/PER/10/2009 TENTANG KETENTUAN UMUM DI BIDANG IMPOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 54/M-DAG/PER/10/2009 TENTANG KETENTUAN UMUM DI BIDANG IMPOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 54/M-DAG/PER/10/2009 TENTANG KETENTUAN UMUM DI BIDANG IMPOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

Jasa Permohonan Ijin di Departemen Perdagangan

Jasa Permohonan Ijin di Departemen Perdagangan Jasa Permohonan Ijin di Departemen Perdagangan Kepada Yth. Pelaku usaha Importir dan Eksportir di tempat Dengan makin meningkatnya era globalisasi, perdagangan internasional yang mencakup ekspor dan impor

Lebih terperinci

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia GAMBARAN PERIZINAN USAHA

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia GAMBARAN PERIZINAN USAHA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia GAMBARAN PERIZINAN USAHA JUMLAH PERIZINAN 1. Jumlah peraturan yang terkait dengan kegiatan usaha sampai dengan tahun 2012 menurut data JICA-Kemenko

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 35/M-DAG/PER/8/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 35/M-DAG/PER/8/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 35/M-DAG/PER/8/2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 12/M-DAG/PER/4/2008 TENTANG KETENTUAN IMPOR DAN EKSPOR BERAS

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Surat Keterangan Asal. Barang. Indonesia. Tata Cara Ketentuan. Pencabutan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Surat Keterangan Asal. Barang. Indonesia. Tata Cara Ketentuan. Pencabutan. No.528, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Surat Keterangan Asal. Barang. Indonesia. Tata Cara Ketentuan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22/M-DAG/PER/3/2015

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN. NOMOR : 643/MPP/Kep/9/2002 TENTANG TATA NIAGA IMPOR GULA

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN. NOMOR : 643/MPP/Kep/9/2002 TENTANG TATA NIAGA IMPOR GULA KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR : 643/MPP/Kep/9/2002 TENTANG TATA NIAGA IMPOR GULA MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa peningkatan pasokan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 527/MPP/Kep/9/2004 TENTANG KETENTUAN IMPOR GULA

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 527/MPP/Kep/9/2004 TENTANG KETENTUAN IMPOR GULA KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 527/MPP/Kep/9/2004 TENTANG KETENTUAN IMPOR GULA MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: Mengingat:

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 418/MPP/Kep/6/2003 TENTANG KETENTUAN IMPOR NITRO CELLULOSE (NC)

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 418/MPP/Kep/6/2003 TENTANG KETENTUAN IMPOR NITRO CELLULOSE (NC) KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 418/MPP/Kep/6/2003 TENTANG KETENTUAN IMPOR NITRO CELLULOSE (NC) MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA 12/M-DAG/PER/6/2005 TENTANG KETENTUAN EKSPOR ROTAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA 12/M-DAG/PER/6/2005 TENTANG KETENTUAN EKSPOR ROTAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 12/M-DAG/PER/6/2005 TENTANG KETENTUAN EKSPOR ROTAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa rotan adalah komoditas yang sangat

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.739, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN. Pengawasan. Bahan Obat. Obat Tradisional. Suplemen Kesehatan. Pangan. Pemasukan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 10/M-DAG/PER/6/2005 TANGGAL 10 JUNI 2005 TENTANG KETENTUAN EKSPOR DAN IMPOR INTAN KASAR

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 10/M-DAG/PER/6/2005 TANGGAL 10 JUNI 2005 TENTANG KETENTUAN EKSPOR DAN IMPOR INTAN KASAR PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 10/M-DAG/PER/6/2005 TANGGAL 10 JUNI 2005 TENTANG KETENTUAN EKSPOR DAN IMPOR INTAN KASAR MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan No. 231 Tahun 1997 Tentang : Prosedur Impor Limbah

Keputusan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan No. 231 Tahun 1997 Tentang : Prosedur Impor Limbah Keputusan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan No. 231 Tahun 1997 Tentang : Prosedur Impor Limbah MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: 1. bahwa dalam rangka upaya pemanfaatan

Lebih terperinci

2015, No Perdagangan Antarpulau Gula Kristal Rafinasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran

2015, No Perdagangan Antarpulau Gula Kristal Rafinasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran No.1520, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Gula Kristal Rafinasi. Perdagangan. Antarpulau. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74/M-DAG/PER/9/2015 TENTANG PERDAGANGAN ANTARPULAU

Lebih terperinci

2016, No Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8

2016, No Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8 No.1315, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPERIN. Penetapan Importir. Rekomendasi. Pemberian. PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68/M-IND/PER/9/2016 TENTANG KETENTUAN PEMBERIAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/M DAG/PER/5/2008 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 527/MPP/Kep/9/2004 TENTANG KETENTUAN IMPOR

Lebih terperinci

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN REKOMENDASI EKSPOR IMPOR

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN REKOMENDASI EKSPOR IMPOR PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN REKOMENDASI EKSPOR IMPOR PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN REKOMENDASI EKSPOR DAN IMPOR Prosedur Memperoleh Rekomendasi Ekspor-Impor 1. Badan Usaha mengajukan permohonan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.13/MENHUT-II/2012 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PERIZINAN DI BIDANG KEHUTANAN SECARA ONLINE

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.13/MENHUT-II/2012 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PERIZINAN DI BIDANG KEHUTANAN SECARA ONLINE PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.13/MENHUT-II/2012 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PERIZINAN DI BIDANG KEHUTANAN SECARA ONLINE DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 18/Permentan/OT.140/3/2011 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 18/Permentan/OT.140/3/2011 TENTANG PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 18/Permentan/OT.140/3/2011 TENTANG PELAYANAN DOKUMEN KARANTINA PERTANIAN DALAM SISTEM ELEKTRONIK INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW (INSW) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 42/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR DAN IMPOR MINYAK DAN GAS BUMI

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 42/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR DAN IMPOR MINYAK DAN GAS BUMI PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 42/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN EKSPOR DAN IMPOR MINYAK DAN GAS BUMI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 53/M-DAG/PER/12/2010??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 53/M-DAG/PER/12/2010??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 53/M-DAG/PER/12/2010??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 43/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN PENGADAAN,

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 02 TAHUN 2010 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ELEKTRONIK REGISTRASI BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DALAM KERANGKA INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW DI KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 54/M-DAG/PER/12/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BESI ATAU BAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 54/M-DAG/PER/12/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BESI ATAU BAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 54/M-DAG/PER/12/2010 TENTANG KETENTUAN IMPOR BESI ATAU BAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1299, 2012 KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Ketentuan Impor. Barang Modal. Bukan Baru. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77/M-DAG/PER/12/2012

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Minuman Beralkohol. Impor. Pengenaan Pajak.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Minuman Beralkohol. Impor. Pengenaan Pajak. No.257, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Minuman Beralkohol. Impor. Pengenaan Pajak. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/M-DAG/PER/3/2011 TENTANG PENETAPAN

Lebih terperinci

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 179/PMK.04/2016 TENT ANG REGISTRASI KEPABEANAN

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 179/PMK.04/2016 TENT ANG REGISTRASI KEPABEANAN MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 179/PMK.04/2016 TENT ANG REGISTRASI KEPABEANAN. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERl KEUANGAN REPUBLIK

Lebih terperinci

China pada tanggal 24 April 2OI2 telah

China pada tanggal 24 April 2OI2 telah MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 I/M-DAG lperlt l2ol2 TENTANG KETENTUAN EKSPOR SARANG BURUNG WALET KE REPUBLIK RAKYAT CHINA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.454, 2013 KEMENTERIAN KEHUTANAN. Verifikasi. Legalitas Kayu. Silk. V-Legal. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P. 18/Menhut-II/2013 TENTANG INFORMASI

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENGENDALIAN DISTRIBUSI PRODUK IMPOR DI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENGENDALIAN DISTRIBUSI PRODUK IMPOR DI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENGENDALIAN DISTRIBUSI PRODUK IMPOR DI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang Mengingat : bahwa dalam rangka menjaga stabilitas

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.112, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN. Rekomendasi. Perusahaan. Kawasan Berikat. Penjualan. Daerah Pabean. PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04/M-IND/PER/1/2014

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN Nomor 78/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK KEHUTANAN

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN Nomor 78/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK KEHUTANAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN Nomor 78/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK KEHUTANAN Jakarta, 2 Oktober 2015 LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN RANCANGAN PERMENDAG TENTANG IMPOR PRODUK KEHUTANAN UNDANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/M-DAG/PER/9/2005 TENTANG KETENTUAN IMPOR GARAM MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/M-DAG/PER/9/2005 TENTANG KETENTUAN IMPOR GARAM MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/M-DAG/PER/9/2005 TENTANG KETENTUAN IMPOR GARAM MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : Mengingat : a. bahwa garam merupakan komoditi

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.123, 2015 KEMENAKER. Izin Usaha. Penyediaan Jasa Pekerja/Buruh. Pelayanan Satu Pintu. BKPM. Penerbitan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6

Lebih terperinci

LOKAKARYA KEPABEANAN Bandung, 5 & 6 Juli 2012 DIVISI PMA - BPMIGAS

LOKAKARYA KEPABEANAN Bandung, 5 & 6 Juli 2012 DIVISI PMA - BPMIGAS LOKAKARYA KEPABEANAN Bandung, 5 & 6 Juli 2012 DIVISI PMA - BPMIGAS Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Kepabeanan KKKS ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API), NOMOR IDENTITAS KEPABEANAN (NIK) DAN NOMOR POKOK

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 562/K/IX/2012 TENTANG PENETAPAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL ARRANGEMENT) DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97/Permentan/PD.410/9/ /9/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97/Permentan/PD.410/9/ /9/2013 TENTANG PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97/Permentan/PD.410/9/2013.410/9/2013 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 85/Permentan/PD.410/8/2013 TENTANG PEMASUKAN SAPI

Lebih terperinci

P E R A T U R A N MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

P E R A T U R A N MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA P E R A T U R A N MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 05/M-DAG/PER/1/2007 TENTANG KETENTUAN EKSPOR PREKURSOR MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penggunaan Prekursor

Lebih terperinci

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN NOMOR: P.15/VI-BPPHH/2014 TENTANG MEKANISME PENETAPAN LEMBAGA VERIFIKASI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 07/M DAG/PER/3/2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 141/MPP/Kep/3/2002 TENTANG NOMOR PENGENAL IMPORTIR

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.228, 2014 KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN. Pemberian Rekomendasi. Impor Barang. Modal Bukan Baru. PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 09/M-IND/PER/2/2014

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.512, 2014 KEMEN ESDM. Rekomendasi. Penjualan Mineral. Luar Negeri. Hasil Pengolahan. Pemurnian. Tata Cara. Persyaratan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Lebih terperinci